• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pendahuluan pkn
 

Pendahuluan pkn

on

  • 1,569 views

Sejarah Mata Kuliah PKN di Perguruan Tinggi...

Sejarah Mata Kuliah PKN di Perguruan Tinggi...

Statistics

Views

Total Views
1,569
Views on SlideShare
1,569
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
15
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pendahuluan pkn Pendahuluan pkn Presentation Transcript

    • Indra Setyadi (101611018)Rizaldi Satria Nugraha (111611026) Septiadi Nugroho (111611029)
    • Pendidikan Kewarganegaraan merupakan nama matakuliah yang ada di perguruan tinggi yang sebelumnyabernama Kewiraan.Secara yuridis berdasarkan S.K. Dirjen No.267/DIKTI/KEP/2000 tertanggal 10 Agustus 2000tentang “ Penyempurnaan Kurikulum Inti Mata KuliahPengembangan Kepribadian PendidikanKewarganegaraan pada Perguruan Tinggi.”
    • Awal mula timbul mata kuliah Kewiraan di perguruantinggi karena adanya latihan militer yangdiperuntukkan oleh mahasiswa yang disebut WALA.Peranan mahasiswa/pelajar dalam bela negara bukanhanya sejak tahun 1959, melainkan jauh sebelumproklamasi 17-8-1945 yaitu dimasa perintisankemerdekaan.Pada tahun 1961, dikeluarkannya SK MenteriKeamanan Nasional No.MI/B/72/200307/1961 tentang“Usaha memperluas latihan ketangkasan keprajuritandalam rangka kewaspadaan nasional di kalanganmahasiswa pada Universitas/Perguruan Tinggi.
    • Pada tahun 1963, dikeluarkan Surat Keputusan Bersama(SKB) Menhakam dengan Menteri Perguruan Tinggi danIlmu Pengetahuan No.M/A/19/1963, tanggal 24 Januari1963 tentang “Penetapan Mata Kuliah Ilmu PertahananNegara sebagai bagian dari kurikulum Perguruan Tinggi”dan dengan SKB tersebut, maka mata kuliah IlmuPertahanan Negara menjadi bersifat intra kurikuler.Pada bulan Oktober tahun 1967 diadakanlah Konferensiantara rektor-rektor perguruan tinggi dengan wakil-wakilPTIP yang diadakan di Tugu dan lahirlah nama mata kuliahPendidikan Kewiraan sebagai mata kuliah wajib dalamkurikulum perguruan tinggi.
    • Selain WALA ada juga WALAWA yang bersifat Pilot Project. WALAWA adalah salah satu bentuk latihan militer di perguruan tinggi yang bersifat intra kurikuler dalam rangka membentuk perwira cadangan dan dibiayai oleh Dep. HanKam. Dalam SK No.Kep.003/Skw-Pw/II/67 ditetapkan:• Pertama : WALA diadakan dalam rangka Pendidikan Kewiraan sebagai bagian pendidikan mahasiswa pada perguruan tinggi sehingga dengan demikian mempunyai sifat intra kurikuler• Kedua : Jumlah jam pelajaran ditentukan sebanyak minimum 400 jam dalam satu/dua tahun tingkat studi yang ditentukan oleh Rektor Universitas ybs.
    • Tujuan WALAWA di perguruan tinggi adalah : Pertama : Untuk menghasilkan sarjana yang Pancasilais, militan, bermutu dan berguna sehingga mereka akan dapat mengabdikan pengetahuan ilmiahnya guna kepentingan pembangunan / kesejahteraan dan juga untuk kepentingan pertahanan – keamanan. Kedua : Menghasilkan sarjana yang dalam pendidikan mental dan fisik telah mendapat latihan kemiliteran yang cukup, untuk selanjutnya dapat membaktikan dirinya dalam rangka WAMIL atau dapat mengabdikan dirinya dalam masyarakat dan digolongkan dalam komponen cadangan dalam rangka Hankamrata. Ketiga : Mempersiapkan suatu potensi/organisasi ankam yang berlatih dan teratur dalam bentuk Hansip/Hanra di perguruan tinggi/universitas yang setiap waktu dapat dikerahkan dalam Hankamrata. Keempat : Menghasilkan sarjana yang memiliki apresiasi politik Hankamnas yang harus merupakan integrasi dari aspek-aspek politik, sosial, ekonomi dan militer.
    • Pelaksanaan WALAWA di perguruan tinggidikoordonor oleh PT masing-masing dengan bantuanHankam, namun berakhir pada tahun 1973 karenaketerbatasan dana dari pihak Dephankam. Meskibegitu pendidikan Kewiraan tetap ada tetapi dengankonsep yang berbeda.Pendidikan Kewiraan gaya baru dimulai pada tahun1974-1975, berdasarkan SKB Menteri P & K denganMenhankam/Pangab No.0228/0/19973 tgl. 8Desember 1973 Kep./B/43XII/1973.
    • Selanjutnya pada tahun 1982, dikeluarkanlah UU No.20 tahun1982 tentang : “Ketentuan – ketentuan Pokok Hankam NegaraRI”, yang disebutkan pada pasal 18 ayat a dan pasal 19 ayat (2).Pada tahun 2006, dikeluarkanlah SK Dirjen Dikti DepdiknasNo.43/DIKTI/KEP/2006, tanggal 2 Juni 2006 tentang “Rambu –rambu Pelaksanaan Kelompok MPK di Perguruan Tinggi”.Berdasarkan SK tersebut, terdapat tiga mata kuliahpengembangan kepribadian yang harus selalu ada yaitu:1. Pendidikan Agama2. Pendidikan Kewarganegaraan3. Bahasa Indonesia
    •  Sebelumnya memaparkan visi, misi, dan kompetensi PKN yg sekarang ini, ada baiknya melihat visi/tujuan yang ingin dicapai melalui kewiraan, atau PKn sebelumnya. 1. Pendidikan Kewiraan (1974-1989) Pendidikan Kewiraan bertujuan mengembangkan pengertian dan kesadaran Hankamas di lingkungan mahasiswa. 2. Pendidikan Kewiraan/PKn (menurut UU No.2 tahun 1989 tentang Sisdiknas) Pkn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dan negara serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Pendidikan Kewarganegaraan (SK Dirjen Dikti Depdiknas RI No.267/DIKTI/KEP/2000) Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan: a. Memupuk sikap dan perilaku kejuangan dan patriotik b. Menguasai pengetahuan dan pemahaman tentang masalah dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang hendak diatasi dengan menerapkan pemikiran berlandaskan Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional. c. Mampu memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban secara santun, jujur, demokratis dan ikhlas sebagai warga negara terdidik Kompetensi yang diharapkan melalui PKn adalah agar para lulusannya : Mampu bertindak cerdas, penuh tanggung jawab sebagai warga negara dalam berhubungan dengan negara dan memecahkan masalah hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan konsepsi Pancasila, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.