• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Definisi karya ilmiah
 

Definisi karya ilmiah

on

  • 9,193 views

 

Statistics

Views

Total Views
9,193
Views on SlideShare
9,193
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
78
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Definisi karya ilmiah Definisi karya ilmiah Document Transcript

    • Rabu, 10 Maret 2010definisi karya ilmiahDefinisi Karya IlmiahKarya Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasilpenelitian ilmiah yang telah dilakukannya.Karya ilmiah juga biasa disebut karangan ilmiah. Menurut Brotowidjoyo karangan ilmiahadalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologpenulisan yang baik dan benar.Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:1. Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkandata di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasaArab yang berarti karangan).2. Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalamlokakarya.3. Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat oranglain4. Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.5. Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan olehpenulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.Menurut http://www.geocities.com/liacybercampus/pedomanskripsi, karya ilmiah ada duajenis, yaitu :a. Karangan ilmiah, yaitu salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiranyangdiperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya.b. Laporan ilmiah, yaitu suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan,ataugagasan dariseseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan.Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan.. Jika laporan ini berisiserangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupunpeninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporanilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan telnologiyang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatantertentu.MACAM KARYA TULIS ILMIAHSesuai dengan cirinya yang tertulis tadi, maka karya tulis ilmiah dapat berwujud dalambentuk makalah (dalam seminar atau simposium), artikel, laporan praktikum, skripsi, tesis,dan disertasi, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.
    • Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikanacuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajianselanjutnya.MAKALAHMakalah, adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasilpenelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah(seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosenyang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.SKRIPSISkripsi, adalah karya ilmiah yang ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan atau kajianpustaka dan dipertahankan di depan sidang ujian (munaqasyah) dalam rangka penyelesaianstudi tingkat Strata Satu (S1) untuk memperoleh gelar Sarjana.TESISTesis, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat programStrata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelarMagister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu danmemecahkannya secara analisis kristis.DISERTASIDisertasi, adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkatStrata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelarDoktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upayapendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yangbersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikansuatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.ARTIKELArtikel, merupakan karya tulis lengkap, seperti laporan berita atau esai di majalah, suratkabar, dan sebagainya (KBBI 2002: 66). Artikel adalah sebuah karangan prosa yang dimuatdalam media massa, yang membahas isu tertentu, persoalan, atau kasus yang berkembangdalam masyarakat secara lugas (Tartono 2005: 84).Artikel merupakan: karya tulis atau karangan; karangan nonfiksi; karangan yang tak tentupanjangnya; karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur; saranapenyampaiannya adalah surat kabar, majalah, dan sebagainya; wujud karangan berupa beritaatau “karkhas” (Pranata 2002: 120).Artikel mempunyai dua arti: (1) barang, benda, pasal dalam undang- undang dasar atauanggaran dasar; (2) karangan, tulisan yang ada dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya.Tetapi, kita akan lebih jelas lagi dengan penguraian Webster`s Dictionary yang mengartikanbahwa artikel adalah a literary compositon in a journal (suatu komposisi atau susunan tulisandalam sebuah jurnal atau penerbitan atau media massa). Sejak tahun 1980 para jurnalisAmerika sepakat untuk memakai istilah artikel bagi tulisan yang berisi pendapat, sikap, ataupendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan buktiyang mendukung pendapatnya.ESAIEsai, adalah ekspresi tertulis dari opini penulisnya. Sebuah esai akan makin baik jikapenulisnya dapat menggabungkan fakta dengan imajinasi, pengetahuan dengan perasaan,tanpa mengedepankan salah satunya. Tujuannya selalu sama, yaitu mengekspresikan opini,dengan kata lain semuanya akan menunjukkan sebuah opini pribadi (opini penulis) sebagaianalisa akhir. Perbedaannya dengan tulisan yang lain, sebuah esai tidak hanya sekadarmenunjukkan fakta atau menceritakan sebuah pengalaman; ia menyelipkan opini penulis diantara fakta-fakta dan pengalaman tersebut. Jadi intinya kita harus memiliki sebuah opinisebelum menulis esai.
    • OPINIOpini, adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak ataupengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang adadalam pikiran seseorang; apa yang dipikirkan seseorang; penilaian.FIKSIFiksi, satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan.Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb adalah hal-hal penting yangmemerlukan perhatian tersendiri. Meski demikian, dengan kisah (bisa juga data) yang asalnyadari imajinasi pengarang tersebut, tulisan fiksi memungkinkan kebebasan bagi seorangpengarang untuk membangun sebuah ‘kebenaran’ yang bisa digunakan untuk menyampaikanpesan yang ingin ia sampaikan kepada pembacanya. Sementara itu, kebebasan yang dimilikipengarang fiksi tadi di lain pihak juga memungkinkan adanya kebebasan bagi pembaca untukmenginterpretasikan makna yang terkandung dalam tulisan tersebut. Artinya, fiksi sangatmemungkinkan adanya multi interpretasi makna. Para pendukung tulisan fiksi meliputi:novelis, cerpenis, dramawan dan kadang penyair pun sering dimasukkan ke dalam golonganini.Di Perguruan Tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karyailmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhirumumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam.Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan danpemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yangditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari.Refrensi:Rosmini,S.Pd.dewi Berkata:aghanDiposkan oleh Sihombing di 20:55Label: SKUTER
    • Pengertia Penulisan IlmiahPengertian Penulisan ilmiahPenulisan ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah jugamerupakan uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari dataprimer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran tertentu. Informasi yangberasal dari data primer yaitu didapatkan dan dikumpulkan langsung dan belum diolah darisumbernya seperti tes, kuisioner, wawancara, pengamatan / observasi. Informasi tersebut dapatjuga berasal dari data sekunder yaitu telah dikumpulkan dan diolah oleh orang lain, seperti melaluidokumen (laporan), hasil penalitian, jurnal, majalah maupun buku. Penyusunan penulisandimaksudkan untuk menyebarkan hasil tulisan dengan tujuan tertentu yang khusus, sehingga dapatdimanfaatkan oleh orang lain yang tidak terlibat dalam kegiatan penulisan tersebut. Sasaranpenulisan yang dimaksud adalah untuk masyarakat tertentu seperti ilmuwan, masyarakat luas baikperorangan maupun kelompok dan pemerintah atau lembaga tertentu.Tujuan Penulisan Ilmiah adalah memberikan pemahaman agar dapat berpikir secara logis dan ilmiahdalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secarasistematis dan terstruktur.Isi dari Penulisan ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :1.Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.2.Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.3.Masalah dibatasi, sesempit mungkin.Suatu penulisan dikatakan ilmiah, karena penulisan tersebut adalah sistematik, generalisasi,eksplanasi, maupun terkontrol.1.penulisan ilmiah adalah sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah tertentu seperti :mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah dengan teori tertentu, merumuskan kerangkateoritis / konsepsional, merumuskan hipotesis, menyusun rancangan studi, menentukanpengukurannya, mengumpulkan data, menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuatkesimpulan.2.penulisan ilmiah adalah generalisasi, karena dapat dirumuskan atau diambil suatu kesimpulanumum.3.penulisan ilmiah adalah eksplanasi, karena menjelaskan suatu keadaan atau fenomena tertentu.4.penulisan ilmiah terkontrol, karena pada setiap langkahnya terencana dengan baik, mempunyaistandar tertentu, dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis data. Penulisan ilmiah berupayamengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untukmendekati pemecahan masalah, serta pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu, penulisanilmiah harus disusun secara logis dan terperinci berupa uraian toeritis maupun uraian empirik.Jenis-jenis Penulisan IlmiahJenis-jenis penulisan ilmiah yang utama ialah esei ilmiah, kertas kerja, laporan kajian, tesis dandisertasi.•Esei ilmiah merujuk karangan ilmiah yang pendek tentang topik atau permasalahan berdasarkandata yang diperolehi melalui rujukan perpustakaan dan / atau kerja lapangan. Penghuraiannyabersifat rasional-empiris dan objektif.•Kertas kerja ialah penulisan ilmiah yang memaparkan sesuatu fakta atau permasalahanberdasarkan data kerja lapangan dan / atau rujukan perpustakaan. Analisis dalam kertas kerja adalahlebih serius serta bersifat rasional-empiris dan objektif. Kertas kerja biasanya ditulis untukditerbitkan dalam jurnal akademik atau dibentangkan dalam pertemuan ilmiah seperti seminar,
    • workshop dan sebagainya.•Laporan kajian atau penyelidikan ialah penulisan ilmiah yang menyampaikan maklumat atau faktatentang sesuatu kepada pihak lain. Penghuraiannya juga bersandarkan kepada metodologi saintifikdan berdasarkan data kerja lapangan dan / atau rujukan perpustakaan.•Tesis ialah penulisan ilmiah yang sifatnya lebih mendalam. Tesis mengungkapkan pengetahuanbaru yang diperoleh daripada pengamatan atau penyelidikan sendiri. Penulisan ilmiah ini melibatkanpengujian hipotesis bagi membuktikan kebenaran.•Disertasi ialah penulisan ilmiah tahap tertinggi dalam hierarki pancapaian akademik, yaitu untukmendapatkan gelaran Doktor Falsafah (Ph.D). Disertasi melibatkan fakta berupa penemuan penulissendiri berdasarkan metodologi saintifik dan analisis yang terperinci.Prinsip dalam membuat penulisan ilmiahSuatu penulisan ilmiah harus memenuhi dan menggunakan pendekatan atau metoda ilmiah. Padaumumnya, dalam merencanakan suatu penulisan ilmiah mencakup beberapa tahapan seperti :1.pemilihan masalah penelitian2.pengumpulan informasi3.pengorganisasian naskah4.penulisan naskahTahapan ini sebaiknya dilakukan secara berurutan, walaupun dapat juga dilakukan bersamaan.1.Pemilihan topik masalah penelitianPemilihan dan penentuan masalah penelitian merupakan tahap awal dari suatu penulisan ilmiah.Pemilihan topik masalah sangat menentukan arah kegiatan penulisan ilmiah pada tahap berikutnya.•SumberMasalah penelitian yang akan digunakan dapat bersumber dari :-penulis sendiri-orang lain, seperti : para ahli, dosen-buku referensi dan bahan bacaan yang telah dibaca oleh penulisMasalah penelitian dapat muncul dari adanya kesenjangan (gaps) antara yang seharusnya (menurutteori, konsep) dengan kenyataan yang terjadi dilapangan (praktek) berupa fakta, seperti :hilangnyainformasi sehingga menimbulkan kesenjangan pada pengetahuan, terdapat hasil yang berlawanandari penerapan teori dengan fakta dilapangan (praktek), terdapat fakta yang memerlukan penjelasanlebih lanjut.•KeterbatasanDalam memilih dan menentuan topik masalah, sering ditemukan beberapa keterbatasan yang harusdisesuaikan dengan kebutuhan, yaitu :-Minat. Masalah yang dipilih sebaiknya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Masalah yangkurang sesuai dengan minat, akan menghambat konsentrasi dan keseriusan dan penyelesaianpenulisan ilmiah.-Mampu dilaksanakan, masalah yang akan dipilih harus dapat dilaksanakan denga baik, karenapenulis harus mampu menguasai materi, mempunyai waktu yang cukup, mempunyai tenagapelaksana yang terlatih dan cukup, mempunyai dana yang cukup.-Mudah dilaksanakan, penelitian dapat dilaksanakan karena cukup faktor pendukung seperti datayang tersedia cukup, mendapat izin dari yang berwenang.-Mudah dibuat masalah yang lebih luas, masalah yang telah dipilih sebaiknya dapat dikembangkanlagi sehingga dapat disusun rancangan yang lebih kompleks untuk penelitian berikutnya.-Manfaat, penelitian harus bermanfaat dan dapat digunakan hasilnya oleh orang tertentu atau
    • kelompok masyarakat dalam bidang tertentu.•Pengumpulan informasiPrinsip dasar yang harus diperhatikan dalam penulisan :-Evaluasi instrumen, guna mendapatkan data yang lebih akurat dan konsisten.Instrumen adalah alat bantu penelitian untuk mengumpulkan data. Instrumen harus dapatdiformulasikan dan disesuaikan dengan setiap teknik pengumpulan data (seperti tes, kuisioner,wawancara, observasi, dokumentasi). Karena itu, pengujian terhadap instrumen sangat penting danmutlak dilaksanakan sebelum instrumen tersebut digunakan untuk pengumpulan data. Penulis harusmenguji instrument dan mengetahui hasilnya terlebih dahulu, yaitu dengan pengujian keabsahan(validity) dan pengujian keterandalan (reliability). Hasil pengujian keabsahan bermanfaat untukmengetahui sejauhmana kesesuaian antara konsep yang akan diteliti dengan uraian dan indicatoryang digunakan pada instrumen, sedangkan pengujian keterandalan bermanfaat untuk mengetahuisejauhmmana tingkat ketepatan (akurasi) dan kemantapan (konsistensi) instrumen tersebut.-Evaluasi sumber data. Data yang dikumpulkan dapat berasal dari data primer dan/atau datasekunder.-Pembuatan catatan.•Pengorganisasian naskahTerdapat beberapa prinsip penting untuk menyusun suatu penulisan ilmiah diantaranya:-Pola kronologis, menjelaskan setiap langkah harus dilakukan secrara bertahap dan beraturan.-Pola perbandingan, menyajikan persamaan dan/atau perbedaan antara dua atau lebih dari duaorang, tempat, benda, keadaan.-Pola sebab akibat, menguraikan kejadian atau kekuatan yang dapat menghasilkan sesuatu,menjelaskan bagaimana sesuatu dapat berubah bila kondisinya berbeda.-Pola spasial, mengungkapkan bentuk fisik atau dimensi geografis dari topik masalah, sehingga dapatmengarahkan pembaca melalui topik yang membahas beberapa lokasi.-Pola analisis, adalah suau proses memerinci suatu subjek menjadi bagian dan dapatmengklarifikasinya.Pola-pola tersebut biasanya digunakan secara kombinasi, baik digunakan pada setiap alinea atauuntuk keseluruhan isinya.Untuk membagi dan mengklarifikasian isi naskah sangat tergantung pada panjang dan kompleksitasmaterinya. Judul bab harus dinyatakan secara jelas dan tepat, yang menggambarkan isi bab tersebutdan hubungan dengan penulisan secara keseluruhan. Bagian bab dapat digunakan untuk membagibab yang panjang dan beragam isinya.•Penulisan naskahPada umumnya, penulisan ilmiah terdiri atas :-Persiapan naskah,-Naskah pertama.Apabila penulis telah mempunyai cukup informasi dan data untuk merumuskan idea danmenyempurnakan kerangka pemikiran, maka saatnya penulis untuk membuat naskah pertamaberupa konsep (draft). Dalam penulisan naskah pertama dipusatkan pada pengembangan idea.Penulis dapat memulai tulisan dari awal hingga akhir secara berurutan-Revisi.Setelah naskah pertama selesai, lakukan pemeriksaaa kembali secara menyeluruh pada materipenulisan. Hal ini dilakukan dengan menyempurnakan yang kurang jelas dan perbedaan padarangkaian tulisan, gunakan kata yang tepat dan struktur kalimat yang efektif. Upayakan agar setiap
    • alinea hanya mengandung satu gagasan atau pokok bahasan. Revisi dapat dilakukan beberapa kalisehinga menjadi naskah kedua.-Format.Penggunaan format tulisan seringkali berbeda. Namun, pada kenyataannya format mempunyaiprinsip yang sama, yaitu : bagian pembuka, bagian isi dan bagian penutup.-Editing.Editing akhir mencakup pemeriksaaan terhadap masalah dan mengaikannya dengan seluruhpenulisan terutama pada pembahasan dan kesimpulan.-Koreksi akhir.Koreksi akhir biasanya dilakukan pada hasil cetakan tulisan. Apakah masih terdapat kesalahancetakan, tata bahasa, pemilihan kata atau penggunaan struktur kalimat?Langkah-langkah Pembuatan Penulisan Ilmiah•Memilih sebuah pokok soal (topik) yang ditulis dengan minat penulis•Mencari sumber yang autoratif•Membatasi pokok soal yang akan dibicarakan agar pengumpulan data, informasi dan fakta sertapengolahannya terfokus dan agar karangan dapat dikembangkan secara memadai, yaitu pernyataan-pernyataan didukung dengan hal-hal yang konkret dan spesifik.•Mencari buku-buku, artikel yang membicarakan topik yang telah dipilih dan dibatasi.•Menata bahan-bahan yang terkumpul berupa catatan-catatan menjadi suatu garis besar (kerangkakarangan).•Menyusun kerangka karangan yang final.•Menulis draft pertama karangan (karangan sementara). Dalam menulis karangan sementara,kutipan, catatan kaki atau catatan akhir hendaknya diletakan pada tempatnya dan ditulis denganjelas dan tepat.Sistematika Penulisan IlmiahHingga saat ini format penyajian penulisan ilmiah belum ada yang baku. Walaupun berbeda dalamformat penulisannya, penyajian atau pemaparan suatu penulisan ilmiah tetap sama, yaitu logis danempiris. Logis artinya masuk akal, sedangkan empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkankaidah-kaidah keilmuan. Penulisan ilmiah harus berdasarkan kegiatan ilmiah yaitu ada latarbelakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori, kerangka berpikir(konsep), hipotesis (tentative), metode penelitian, analisis dan uji hipotesis.Bentuk laporan Penulisan IlmiahA.Bagian Awal, terdiri dari :1.halaman judul, ditulis sesuai dengan cover depan sesuai aturan yang ada.2.lembar pernyataan, merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan karya tulis inimerupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.3.lembar pengesahan, berisi daftar pembimbing atau guru pembina. Pada Bagian bawah sendiri jugadisertai tanda tangan Pembimbing.4.abstraksi, berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Ilmiahdengan maksimal 1 halaman.5.halaman kata pengantar, berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan sertadalam pelaksanaan penelitian dan pembuatan penulisan ilmiah.6.halaman daftar isi, berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan urut nomorhalaman.7.halaman daftar tabel (tentatif).
    • 8.halaman daftar gambar: Grafik, Diagram, Bagan, Peta (tentatif).B.Bagian Tengah, terdiri dari :1.bab pendahuluan, terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :a.latar belakang masalah, menguraikan alasan dan motivasi dari penulis terhadap topikpermasalahan yang bersangkutan.b.rumusan masalah, berisi masalah apa yang terjadi dan merumusan masalah dalam penelitian.c.batasan masalah, memberikan batasan yang jelas dari persoalan atau masalah yang dikaji danbagian mana yang tidak dikaji.d.tujuan penelitian, menggambarkan hasil yang bias dicapai dari penelitian dengan memberikanjawaban terhadap masalah yang diteliti.e.metode penelitian, menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup carapengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data. Jenis-jenis metode penelitian :-studi pustaka : semua bahan diperoleh dari buku-buku dan/atau jurnal-studi lapangan : data diambil langsung di lokasi penelitian-gabungan : menggunakan gabungan metode studi pustaka dan studi lapanganf.sistematika penulisan, memberikan gambaran umum dari bab ke bab, isi dari penulisan ilmiah.2.bab landasan teori atau bab tinjauan pustaka, menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan/ penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.3.metode penelitian, menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakanalat-alat analisis yang ada.4.bab analisis data dan pembahasan, membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari datayang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut denganmetode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.5.bab kesimpulan dan saran, bab ini bisa terdiri dari kesimpulan saja atau ditambahkan saran.Kesimpulan, berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis yang diperoleh dari penelitian. Saranditujukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.C.Bagian Akhir, terdiri dari :1.daftar pustaka, berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan.2.lampiran, penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafikatau tabel.Posted 23rd October 2009 by echa_nieh
    • Nama : Helen JulianaKelas : 39 SIAdibuat untuk memenuhi tugasmatakuliah : Sistem Penunjang Keputusandosen : Prihantoro, Dr APLIKASI PENILAIAN KARYAWAN PT. XYZ• Pendahuluan Investasi di bidang Sumber Daya Manusia merupakan investasi yang sangat penting,sekaligus memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya. Sebagai salah satu elemenperusahaan. Manajemen Sumber Daya Manusia tidak dapat dipisahkan dari bidangmanajemen lainnya dalam pencapaian tujuan perusahaan. Perencanaan dan usahapemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia, yang dilakukan dalam seleksi, bila dikelolasecara profesional akan sangat menentukan mutu dan kesuksesan perusahaan. Dengan katalain seleksi yang efektif akan memperoleh sumber daya yang baik untuk jangka waktu yanglebih panjang. Stoner mendefinisikan recruitment sebagai suatu proses pengumpulan calon pemegangjabatan yang sesuai dengan rencana sumber daya manusia untuk menduduki suatu jabatantertentu. Tujuan utama dari proses seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang tepat bagisuatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapatbertahan di perusahaan untuk waktu yang lama. Meskipun tujuannya terdengar sangatsederhana, proses tersebut ternyata sangat kompleks, memakan waktu cukup lama danbiaya yang tidak sedikit dan sangat terbuka peluang untuk melakukan kesalahan dalammenentukan orang yang tepat.
    • PT. XYZ mempunyai 400 karyawan yang tersebar dibeberapa bagian yang berbeda.Dalam melaksanakan aktivitasnya, perusahaan tentunya membutuhkan banyak karyawandengan berbagai macam keahlian dan tingkat pendidikan. Untuk berbagai posisi jabatan danjenjang diperlukan berbagai kualifikasi personil. Misalnya ketelitian, merupakan syaratmutlak untuk penjualan. Menentukan prasyarat untuk berbagai posisi dalam perusahaandan melihat kemampuankhusus dari calon karyawan yang memenuhi prasyarat tertentu dalam pertemuan yangsingkat adalah tugas dan tanggung jawab yang besar, karena itu dibutuhkan kejelian agartidak terjadi salah pilih atau salah penempatan. Kesalahan dalam memilih orang yang tepatsangat besar dampaknya bagi perusahaan atau organisasi. Hal tersebut bukan saja karenaproses recruitment & seleksi itu sendiri telah menyita waktu, biaya dan tenaga, tetapi jugakarena menerima orang yang salah untuk suatu jabatan akan berdampak pada efisiensi,produktivitas, dan dapat merusak moral kerja karyawan yang bersangkutan dan orang-orangdi sekitarnya. Prediksi kinerja dalam proses manajemen terjadi pada proses seleksi tenaga kerja.Dalam proses ini, manajemen harus memperhatikan prosedur penerimaan tenaga kerja yangbenar dan layak dipercaya untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas. Selama inipihak manajemen personalia kadang merasa kesulitan melakukan penilaian tersebut secaralangsung. Oleh karena itu biasanya dilakukan tes psikologi yang dapat dibagi ke dalambeberapa bagian, yaitu Tes Kepribadian, Tes Bakat, Tes Inteligensi dan Tes Prestasi. Tespsikologi secara umum akan menunjukkan keadaan emosional seseorang, walaupun tidakselalu demikian. Data tes dan hasil tes psikologi biasanya dihimpun dalam kertas atau dalamaplikasi komputer berupa tabel yang memuat data dan nilai dari masing-masing peserta tes.Penilaian dan pertimbangan dari hasil tes psikologi harus dilakukan secara berhati-hati dandengan metode yang tepat. Melihat kondisi seperti di atas, maka kiranya diperlukan suatusistem yang bias menyimpan data calon karyawan, hasil tes secara terintegrasi dankemudian melakukan analisa terhadap hasil tes psikologi tersebut dan memberikanalternatif solusi bagi pihak manajemen dalam pemilihan calon karyawan yang tepat untukmenjadi karyawan perusahaan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan perusahaan. Sistempendukung keputusan akan menggunakan metode AHP agar para pengambil keputusan
    • akan dengan mudah menentukan urutan calon karyawan berdasarkan nilai kriteria yangdiperoleh dalam proses seleksi. Adanya prosedur ini setidaknya dapat membantu sistem dalam memproses aktivitasdata dalam penyesuaian dengan sistem seleksi yang ada serta memperoleh informasimengenai proses penerimaan karyawan secara cepat, tepat dan akurat sehingga tidakterjadi pemborosan waktu, biaya dan tenaga kerja untuk mendapatkan karyawan yangdibutuhkan.• Landasan TeoriDecision Support System (DSS) DSS dimaksudkan untuk mendukung pengambil keputusan manajerial dalam situasikeputusan semiterstruktur. DSS dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambilkeputusan untuk memperluas kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikanpenilaian mereka. DSS ditujukan untuk keputusan-keputusan yang memerlukan penilaianatau pada keputusan-keputusan yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma. DSS biasanya menggunakan model dan dibangun (sering oleh pengguna akhir) olehproses interaktif dan iteratif. Mendukung semua fase pengambilan keputusan dan dapatmencakup komponen pengetahuan. Decision Support system secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem yangmampu memberikan kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semiterstruktur. Secarakhusus, DSS didefinisikan sebagai sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajerdalam memecahkan masalah semiterstruktur dengan cara memberikan informasi ataupunusulan menuju pada keputusan tertentu. Dari definisi di atas disimpulkan bahwa definisi DSS dalam proses pengambilankeputusan adalah:• Membantu menjawab masalah semiterstruktur• Membantu manajer dalam mengambil keputusan bukan menggantikannya• Manajer yang dibantu melingkupi top manajer sampai ke manajer lapangan
    • • Fokus pada keputusan yang efektif, bukan keputusan yang efisien Masalah semiterstruktur memiliki karakteristik yang merupakan perpotongan darimasalah terstruktur dan masalah tidak terstruktur. Dua sifat itu diantaranya:• Beberapa bagian dari masalah terjadi berulang-ulang, sementara• Beberapa bagian dari masalah melibatkan subjektivitas manusiaFase-Fase Proses Pengambilan KeputusanDalam pengambilan keputusan sebuah sistem harus mampu melewati beberapa fase-faseproses pengambilan keputusan. Menurut Simon (1997), mengatakan bahwa proses tersebutmeliputi tiga fase utama: inteligensi, desain, dan kriteria. Ia kemudian menambahkan fasekeempat, yakni implementasi. Monitoring dapat dianggap sebagai fase kelima bentukumpan balik.
    • • Rancangan Konseptual DSSAHP Ciri khas suatu DSS adalah digunakannya model yang salah satu fungsinya untukpenyederhanaan masalah. AHP yang dikembangkan oleh Thomas L Saaty merupakan modelhirarki fungsional dengan Input utamanya persepsi manusia. Dengan adanya hierarkimasalah yang kompleks atau tidak terstruktur dipecah dalam sus-sub masalah kemudiandisusun menjadi suatu bentuk hierearki. AHP mempunyai kemampuan untuk memecah masalah multi – kriteria yangberdasar pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hierarki. Kriteria seleksiyang dimaksud dalam penelitian ini adalah kriteria penilaian yang digunakan oleh organisasidalam menentukan seleksi karyawan. Kriteria yang ada dapat dibagi ke dalam beberapabagian, yaitu personality, aptitude, inteligensi dan achievement. Adapun langkah-langkah dalam metode AHP adalah sebagai berikut :1. Mendefenisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan2. Membuat struktur hierarki, yang diawali dengan tujuan umum, dilanjutkan dengan sub-sub tujuan, kriteria dan kemungkinan alternatif pada tingkatan kriteria yang paling bawah.3. Membuat matriks perbandingan berpasangan yang menggambarkan kontribusi relativepengaruh setiap elemen terhadap masing-masing tujuan kriteria yang setingkat diatasnya. Dengan naluri, manusia dapat memperkirakan besaran sederhana melaluiinderanya. Proses yang mudah adalah dengan membandingkan dua hal dengan keakuratanperbandingan yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menilai perbandingan tingkatkepentingan elemen, Saaty(1980) menetapkan skala kuantitatif 1 sampai 9 seperti tabeldibawah ini.
    • • Implementasi Implementasi sistem bertujuan untuk membuat perancangan sistem selama penelitian,menguji dan mendokumentasikan prosedur dan program yang diperlukan oleh dokumenperancangan sistem yang telah dibuat dan menyelesaikan perancangan sistem yang adadidalam perancangan sistem yang telah disetujui.Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Karyawan1. Input departemen digunakan untuk memasukan data bagian departemen dan jabatan yang ada dalam perusahaan :2. Input data karyawan di gunakan untuk memasukkan semua data yang berhubungan dengan karyawan sebagai identitas dari karyawan yang ada pada kantor.
    • 3. Input data kriteria penilaian berfungsi untuk memasukkan data kriteria dan sub kriteria seleksi (tes) yang digunakan untuk suatu lowongan beserta bobot nilai kriteria dan sub kriteria yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan AHP. Proses penilaian yang dilakukan pertama kali adalah memasukkan data kriteria penilaian beserta sub kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Input kriteria diisi sesuai dengan yang ditentukan oleh perusahaan. PT BFI menggunakan 4 kriteria dari faktor psikologis yang ada yaitu intelektual (IQ) yang mengungkap inteligency, personality test, aptitude dan prestasi. Untuk nilai masing-masing kriteria akan diisi dengan menggunakan nilai riil yaitu berupa angka yang bernilai 1, 2, 3, sampai 9 berdasarkan tabel skala perbandingan berpasangan pada tiap-tiap kriteria yang diisikan. Dalam proses ini nantinya akan diperoleh sebuah nilai prioritas kriteria yang akan digunakan dalam proses selanjutnya.4. Sub kriteria yang digunakan ada 3 yaitu: baik, cukup dan kurang. Awalnya nilai masing- masing sub kriteria akan diisi dengan menggunakan nilai riil yaitu berupa angka yang bernilai 1, 2, 3, sampai 9 berdasarkan tabel skala perbandingan berpasangan pada tiap- tiap kriteria yang diisikan. Dalam proses ini nantinya akan diperoleh sebuah nilai prioritas sub kriteria yang akan digunakan dalam proses selanjutnya.
    • 5. Form ini digunakan untuk melakukan penilaian terhadap pegawai yang ada dalam perusahaan. Sistem akan mengolah nilai masing – masing kriteria berdasar hasil nilai prioritas kriteria dikalikan nilai prioritas sub kriteria yang dimasukkan kemudian dihitung nilai total berdasar penjumlahan dari setiap kriteria yang ada.• Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, analisis dan perancangan Sistem Pendukung Keputusan(SPK) penerimaan karyawan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pertama, sistemPendukung Keputusan (SPK) penerimaan karyawan pada PT. XYZ bisa dijadikan dasarpengambilan keputusan manajemen dalam proses penerimaan karyawan, kedua keputusanyang dapat dipertanggungjawabkan dengan dukungan dari perhitungan yang dilakukandengan AHP sebagai model dalam sistem pendukung keputusan, ketiga keputusan untukmenentukan calon pelamar mana yang akan diterima sebagai karyawan perusahaanmenentukan kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri, sehingga diperlukan keputusanyang tepat dalam pemilihan, agar tujuan perusahaan dapattercapai dan yang terakhiraplikasi sistem pendukung keputusan seleksi penerimaan karyawan dapat digunakanperusahaan untuk membantu menentukan calon karyawan mana yang akan diterimamelalui hasil perhitungan AHP. Aplikasi ini akan menghasilkan keluaran nilai intensitasprioritas calon karyawan tertinggi sehingga karyawan yang memiliki nilai tertinggi akanmemperoleh kesempatan yang besar untuk diterima menjadi karyawan di perusahaan. Dari kesimpulan yang telah disebutkan diatas, penulis mengharapkan dan memberisaran untuk pengembangan lebih lanjut dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penerimaan
    • karyawan sebagai berikut, pertama sistem ini bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi SPKyang berbasiskan web sehingga para para pengambil keputusan bisa online dalammengambil keputusan dimanapun mereka berada, kedua perlunya penambahan kriteriapenilaian dalam SPK Penerimaan karyawan, misalnya :penambahan syarat kualifikasi yang harus dimiliki pencari kerja dan penambahan beberapaaturan mengenai perekrutan karyawan yang berbeda antara perusahaan satu dengan yanglain.Posted 26th October 2011 by echa_niehit forensikSTUDI KASUS “ISI LAPTOP NOORDIN M. TOP”Pada tanggal 29 September 2009, Polri akhirnya membedah isi laptop Noordin M.Top yang ditemukan dalam penggrebekan di Solo. Dalam temuan tersebut akhirnyaterungkap video rekaman kedua ‘pengantin’ dalam ledakan bom di Mega Kuningan,Dani Dwi Permana dan Nana Ichwan Maulana.Sekitar tiga minggu sebelum peledakan Dani Dwi Permana dan Nana Ichwan padavideo tersebut setidaknya melakukan field tracking sebanyak dua kali ke lokasi JW.Marriot dan Ritz Carlton yang terletak di daerah elit dimana banyak Embassy disini,Mega Kuningan. Dalam melakukan survei tersebut Dani dan Nana didampingi olehSyaifuddin Zuhri sebagai pemberi arahan dalam melakukan eksekusi bom bunuh diri.Tampak dibelakang adalah target gedung Ritz Carlton. “Dari digital evidences yangkita temukan, terungkap bahwa mereka sempat melakukan survei lebih dulu sebelummelakukan pengeboman,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Nanan Sukarna, Selasa(29/9). Tampak “Pengantin” bermain HP sambil duduk dihamparan rumput yangterletak diseberang RItz Carlton Mega Kuningan. Pada survei pertama, tanggal 21Juni 2009 sekitar pukul 07.33, Dani dan Nana bersama Syaifuddin Zuhri memantaulokasi peledakan. Namun, mereka tidak masuk ke dalam Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yang menjadi sasaran utama, ketiganya hanya berada di sekitar lapangan disekitar lokasi tersebut. Nana dan Ichwan terlihat melakukan strecthing dan jogging disekitar lokasi yang memang terhampar lapangan rumput yang seluas lapangan sepak
    • bola.Survei yang kedua dilakukan pada tanggal 28 Juni 2009 dan dilakukan sekitar pukul17.40. Dani, Nana, dan Syaifuddin Zuhri kembali mendatangi lokasi yang sama untukyang terakhir kalinya sebelum melakukan peledakan. Zuhri sempat terdengarmengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan agar Amerika hancur, Australia hancur,dan Indonesia hancurDari rekaman terakhir, juga diperdengarkan pembicaraan Syaifuddin Zuhri denganNana dan Ichwan. Zuhri sempat terdengar mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukanagar Amerika hancur, Australia hancur, dan Indonesia hancur. “Dari ucapan Zuhriterungkap mereka masih mengincar Amerika dan Australia sebagai target operasi”ungkap Nanan.(Artikel : www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/09/29/1234/isi-laptop-noordin-m-top-berisi-video-’pengantin/)Menurut Kepala Unit Cyber Crime Bareskrim Polri, Komisaris Besar Petrus Golose,dalam laptop Noordin ada tulisan milik Saefudin Jaelani (SJ) alias Saefudin Zuhri.Dari dokumen tulisan Saefudin Jaelani (SJ), polisi bisa mengetahui pembagian tugasdalam jaringan teroris Noordin M Top. “Kita adalah organisasi yang rapi, adapimpinan, ada bendahara, ada yang ngurusi dana, cari orang alias provokasi,mengeluarkan fatwa, menjaga keluarga mujahid, cari bahan peledak, cari senjata,urusan politik, mengambil film rekaman, kurir, pencari mobil,” kata Petrus,menirukan isi tulisan Saefudin Jaelani (SJ).Kata Petrus, peran-peran tersebut bukan rekaan polisi, tapi berdasarkan tulisananggota jaringan teroris. Selain merinci peran anggota jaringan teror, dari tulisanSaefudin Jaelani (SJ) juga bisa diketahui mengapa kelompok teroris Noordin M Topberoperasi di Indonesia. Termasuk mengapa teroris mengincar Amerika dan Australia.“Negara beserta sistem UU adalah kafir,” kata Petrus menirukan tulisanSaefudinJaelani (SJ) . “Meneruskan dakwah di KBRI yang berujung pada sikap tak jelas dankawan-kawan bermuamalah dengan toghut-toghut KBRI,” tambah Petrus, masihmenirukan tulisan Saefudin Jaelani (SJ).Menurut Petrus, sejak 2005 sampai saat ini,Saefudin Jaelani (SJ) punya posisi pentingdalam jaringan Noordin. “Dia pimpinan strategis jaringan Al Qaeda Asia Tenggara,”tambah dia. Pria yang kerap disapa ‘Udin’ ini banyak terlibat dengan jaringan Al
    • Qaeda.Dalam pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu,Saefudin Jaelani (SJ) berperan sebagai pimpinan lapangan sekaligus perekrut pelakubom, Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana. Saefudin Jaelani (SJ) kini masihdalam pengejaran Polri.(Artikel : www.vivanews.com)KAITAN KASUS DENGAN 4 ELEMEN KUNCIKasus terorisme di Indonesia memang terbilang cukup sulit diberantas. Hal inidikarenakan organisasi terorisme tersebut cukup kuat dan merupakan mata rantai dariterorisme internasional. Akan tetapi keberhasilan Polri menumpas gembong terorismeNoordin M. Top adalah hal yang luar biasa dan patut disyukuri. Bukti-bukti yangberada dalam laptop Noordin merupakan bukti digital yang dapat memberikankeabsahan hukum di persidangan. Adapun kaitan dengan 4 elemen kunci forensik ITyaitu :1. Identifikasi dalam bukti digital (Identification Digital Evidence)Dari studi kasus di atas, bukti yang terdapat dalam laptop Noordin dikategorikansebagai bukti digital (digital evidences). Dari dua artikel tersebut dapat diidentifikasiterdapat 2 bukti digital yaitu :i. Video rekaman field tracking Dani Dwi Permana dan Nana Ikhwan Maulana kelokasi JW. Marriot dan Ritz Carlton. Dalam melakukan survei tersebut Dani dan Nanadidampingi oleh Syaifuddin Zuhri sebagai pemberi arahan dalam melakukan eksekusibom bunuh diri.ii. Dokumen tulisan milik Saefudin Jaelani yang berisi pembagian tugas dalamjaringan teroris Noordin M Top dan alasan melakukan tindakan terorisme diIndonesia.2. Penyimpanan bukti digital (Preserving Digital Evidence)Penyimpanan bukti digital tersebut disimpan dalam harddisk laptop milik Noordin.Dengan hal ini, bukti tersebut sudah dipastikan akan tetap tersimpan. Untuk menjagapenyimpanan bukti digital tersebut, dapat dilakukan dengan cara mengkloningkanseluruh data yang tersimpan. Hasil kloningan ini harus sesuai 100% dengan buktiyang aslinya. Sehingga diharapkan bukti tersebut dapat dipercaya.3. Analisa bukti digital (Analizing Digital Evidence)Dari analisa digital yang dilakukan pihak Kepolisian, terlihat jelas bahwa buktitersebut menguak kejadian sebenarnya yang telah direncanakan dengan baik. Bukti ini
    • dapat mejadi bukti yang kuat di peradilan andai saja Noordin tidak tewas dalampenggerebekan tersebut. Selain itu analisa terhadap tulisan Saefuddin Juhrimengindikasikan bahwa terorisme di Indonesia terhubung dengan dunia terorismeinternasional (khususnya Al-Qaeda).4. Presentasi bukti digital (Presentation of Digital Evidence)Dalam penyajian presentasi bukti digital, pihak Polri harus mendapatkan persetujuandari Humas kepolisian. Dengan tujuan agar penyajian bukti tersebut menghadirkaninformasi yang benar, tepat, akurat dan dapat dipercaya.Dan pada akhirnya, kita selaku masyrakat juga bisa melihat video rekaman tersebutdengan jelas di TV karena Kadiv Humas Polri mengijinkan hal tersebut.Dunia forensik IT di Indonesia merupakan hal yang baru dalam penanganan kasushukum. Adanya UU ITE dirasa belum cukup dalam penegakan sistem hukum bagimasyarakat. Kegiatan forensik IT ini bertujuan untuk mengamankan bukti digitalyang tersimpan. Dengan adanya bukti-bukti digital, suatu peristiwa dapat terungkapkebenarannya. Salah satu studi kasusnya adalah isi laptop Noordin M. Top yangbanyak memberikan kejelasan mengenai tindak terorisme di Indonesia.Elemen yang menjadi kunci dalam proses forensi IT haruslah diperhatikan denganteliti oleh para penyidik di Kepolisisan. Proses ini bertujuan agar suatu bukti digitaltidak rusak sehingga dapat menimbulkan kesalahan analisis terhadap suatu kasushukum yang melibatkan teknoligi informasi dan komunikasi. Dengan menjaga buktidigital tetap aman dan tidak berubah, maka kasus hukum akan mudah diselesaikan.http://kikifirmansyah.blog.upi.edu/2009/11/13/persoalan-forensik-it-dan-kaitannya-dengan-4-elemen-kunci-studi-kasus-%E2%80%9Cisi-laptop-noordin-m-top%E2%80%9D/Posted 26th May 2010 by echa_niehsuka duka membuat skripsiskripsi ohh skripsi....memang menjadi suatu tanggung jawab seorang mahasiswa untuk menyelesaikan skripsi,meskipun sulit tapi harus tetap diselesaikan...perjuangan bertemu dosen pembimbing, dapat kritikan tapi aku yakin semua itu juga untukkemajuan ku..perjuangan mencari bahan skripsi sampai diomelin satpam toko buku, tapi ku yakin itu akan
    • menambah pengalaman dan ilmu...harapan ku saat ini adalah dapat menyelesaikan skripsi dengan baik dan tepat waktu..amin."ora et labora", ku yakin dengan bekerja dan berdoa, skripsi dapat ku selesaikan.mohon dukungan dan doa,,,,Posted 21st May 2010 by echa_niehETIKA DAN PROFESIONALISMEEtika dan ProfesionalismeAlasan : masyarakat harus dilindungi dari kerugian yang ditimbulkankarena ketidak mampuan teknis dan perilaku yang tidak etis, darimereka yang menganggap dirinya sebagai tenaga profesional dalambidang tersebutBeberapa masyarakat yang memerlukan perlindungan :1.Masyarakat umum2.Pembeli produk dan jasa komputer3.Penyedia tenaga ahli komputer4.Tenaga ahli komputerProfesi ?Merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakankegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi, untukmemenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, dimana pemakaiandengan cara yang benar keterampilan dan keahlian yang tinggihanya dapat dicapai dengan penguasaan pengetahuan, serta adanyadisiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompokanggota yang menyandang profesi tersebut.Profesionalisme ?Merupakan pelaksanaan tugas dan kewajiban untuk memenuhikebutuhan yang rumit dari klien, yang mencakup pengambilankeputusan dengan kemungkinan akibat yang luas bagi masyarakatUsaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan profesional dibidang teknologi komputer dan informasi1. Sertifikasi2. Akreditasi3. Forum KomunikasiEtika profesi : penggunaan bakuan dari evaluasi moral terhadapmasalah penting dalam kehidupan profesional.Issue pokok yang menjadi sumber dilemma etika hubunganklien-profesional1. Prinsip dasar2. Egoisme
    • 3. Kerahasiaana. Pragmatismeb. Hak Azazi4. Otonomi KlienDua kelompok kode etik dan perilaku1. Organisasi atau lembaga di mana ia bekerja2. Asosiasi ProfesiTujuan penyusunan kode etik dan perilaku professional1. Memberi pedoman bagi anggota asosiasi dalam aspek-aspeketika dan moral, terutama yang berada di luar jangkauan hukum,undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku2. Memberi perlindungan bagi kelompok masyarakat terhadapberbagai macam perilaku yang merugikan, sebagai akibat adanyakegiatan di bidang profesi yang bersangkutanBeberapa usaha untuk meningkatkan kode etik1. Menyebarkan dokumen kode etik kepada orang yangmenyandang profesi yang bersangkutan2. Melakukan promosi etika profesional3. Memberikan sanksi disipliner yang melanggar kode etikBrainwareBrainware : Semua personil atau tenaga kerja di bidang komputer,yakni yang terlibat dalam kegiatan pembentukan sistemkomputerisasi maupun yang menangani dan mengawasi langsubgpengolahan data berbantuan komputer.Braiware komputer juga merupakan pelaksana dari apa yang disebutsebagai Life Cycle of a Business Information System :1. Investigation and analysis• Mengumpulkan data• Deskripsi dari elemen basis sistem informasi• Analisis biaya sistem informasi saat ini• Definisi masalah• Penetapan mungkin tidaknya solusi2. Design and Development• Desain dari elemen basis sistem informasi• Penetapan kontrol sistem informasi• Penetapan standar performa• Prakiraan biaya sistem informasi3. Implementation• Seleksi software dan hardware komputer• Desain ulang pekerjaan• Distribusi dokumentasi• Pelatihan personal4. Operation and maintanance• Mengawasi dan mengevaluasi• Memodifikasi bila diperlukan
    • Sebagian Profesi Brainware Di Bidang Komputer• System Analysts And Designer• Computer Programmer• Computer Operator• Data Controller• Data Entry Operator• Librarian• Scheduler• Network ManagerSystem Analyst And DesignerBertanggung jawab sepenuhnya dalam persiapan dan pelaksanaansistem komputerisasi yang diminta oleh user.a. Membantu user dengan mempelajari informasi apa yangdibutuhkan dari hasil pengolahan data dengan melakukan :• Studi sistem• Analisa sistemb. Menyusun spesifikasi program-program yang akan dijadikansebgai pedoman oleh programmer untuk membuat programc. Membuat dokumentasi sistemd. Melakukan pemeliharaan sistem dan modifikasi sistem biladiperlukan.Computer ProgrammerBertugas membuat dan mempersiapkan program berdasarkanspesifikasi programComputer OperatorBertanggung jawab atas semua peralatan yang ada dalam sistemkomputerisasi, memeriksa dan mencoba komputer dan peralatan lainapakah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan menonfungsikanperalatan bila tidak dipergunakan, membuat catatantentang pelaksanaan jadwal kegiatan penggunaan komputer,membuat backup dari sejumlah file yang ada dan pengawasan darifile backup tersebut serta bertanggung jawab atas kebersihan dankerapihan ruang komputer.Data ControlerBertugas menerima data dari sumber data dan melakukanadministrasi data ini, mengawasi keaslian data dan mencegahadanya kemungkinan kesalahan dari sumber data sebelum data inidiakses di komputer oleh data entry operator.Data Entry OperatorBertugas melaksanakan input data dari sumber data untuk diakseskedalam media komputer.Ia tidak boleh merangkap profesi sebagaidata controller.LibrarianBertugas mendokumentasikan :• Program-program yang digunakan dan backup-nya
    • • Semua data file yang ada dan membuat backupnya• Semua arsip dari sumber data yang perlu disimpan, semua outputdari hasil pengolahan data.SchedulerBertugas menyusun jadwal yang akan dipakai sebagai pedomanoperasional bagi semua bagian pada pengoperasian komputer,selain itu ia juga membuat kalender proses bulanan, jadwal hariandan jadwal perekaman dataNetwork ManagerMenagani dan mengawasi jaringan komputer dalam suatu organisasiDampak Penggunaan KomputerDampak Bagi IndividuDampak positif :1. Adanya lowongan pekerjaan baru di bidang komputer2. Memberikan kepuasan yang makin besar dan dalam pengolahandata yang kompleks diharapkan akan lebih mudah diolah dengankomputer3. Penggunaan dibidang bisnis akan menghindarai pemborosan dandapat meningkatkan efisiensi sehingga dapat menekan biayayangakhirnya dinikmati oleh konsumen.4. Digunakan dalam public service , sehingga mempercepat jasapelayananan5. Digunakan dirumah tangga, dalam pembuatan surat, membantupenyelesaian pekerjaan rumah anak sekolah dan berbagaiperhitungan yang kompleks, internet , games dan multimedia.Dampak Negatif :1. Timbul ancaman penganguran akibat efisiensi dalampenanganan pekerjaan, sehingga ada pekerjaan tertentu yangmengalami pengurangan jumlah tenaga kerja2. Penggunaan input data dan pengolahan yang tidak benar ataudilaksanakan oleh orang yang tidak kompeten atau menggunakanprogram yang salah yang akan menghasilkan output yang salahsehingga ada pihak yang dirugikan3. Menimbulkan the system security issue, karena kurangnyapengawasan penggunaan data di file yang ada, akanmenyebabkan penyalahgunaan data oleh orang lain.4. Menimbulakan privacy issue, kurang terjaminnya data pribadi yangterekeam sehingga dapat disalah gunakan oleh pihak lainDampak Bagi OrganisasiDampak Positif :1. Perencanaan dan pengambilan keputusan dapat dilakukandengan cepat, cermat dan tepat2. Mempermudahkan pengawasan dan pengendalian dari kegiatanyang dilaksanakan dalam organisasi3. Dengan menggunakan komputer akan meningkatkan efisiensi
    • dalam penanganan masalah, sehingga akan meningkatkanproduktifitas kerja dan dayasaing terhadap kompetitor perusahaan4. Dalam menangani masalah yang kompleks, dapat ditanganisecara bersama dalam suatu team work atau grup kerja onlineDampak Negatif :1. Akan timbul masalah dalam pembentukan sistem informasi baruakibat perubahan cara pengolahan dengan menggunakankomputer2. Tantangan dalam pengamanan data di file (data security), untukmengantisipasi kebocoran informasi dalam suatu organisasi3. Perubahan struktur organisasi dan perubahan sistem pekerjaan kecara yang baru4. Kekurangan tenaga kerja yang dapat segera menangani masalahkompleks.Sumber : mkusuma.staff.gunadarma.ac.idPosted 19th April 2010 by echa_niehETIKA DAN PROFESIONALISMEETIKA DALAM SISTEM INFORMASIMasalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sisteminformasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yangmencakup privasi, akurasi, property, dan akses.1. PrivasiPrivasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesanoleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya. Contoh isu mengenaiprivasi sehubungan diterapkannya sistem informasi adalah pada kasus seorang manajerpemasaran yang ingin mengamati email yang dimiliki bawahannya karena diperkirakanmereka lebih banyak berhubungan dengan email pribadi daripada email para pelanggan.Sekalipun manajer dengan kekuasaannya dapat melakukan hal itu, tetapi ia telah melanggarprivasi bawahannya.2. AkurasiAkurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sisteminformasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu,merugikan, dam bahkan membahayakan. Sebuah kasus akibat kesalahan penghapusannomor keamanan social dialami oleh Edna Rismeller. Akibatnya, kartu asuransinya tidak bisadigunakan dan bahkan pemerintah menarik kembali cek pensiun sebesar $672 dari rekeningbanknya. Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilankeputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.
    • 3. PropertiPerlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengansebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).a. Hak CiptaHak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hokum yang melarang penduplikasiankekayaan intelektual tanpa seijin pemegangnya. Hak cipta biasa diberikan kepada penciptabuku, artikel, rancangan, ilustrasi, foto, film, musik, perangkat lunak, dan bahkan kepingansemi konduktor. Hak seperti ini mudah didapatkan dan diberikan kepada pemegangnyaselama masih hidup penciptanya ditambah 70 tahun.b. PatenPaten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulitdidapat karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangatberguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.c. Rahasia PerdaganganHukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak.Pada lisensi perangkat lunak, seseorang yang menandatangani kontrak menyetujui untuktidak menyalin perangkat lunak tersebut untuk diserhakan pada orang lain atau dijual.4. AksesFokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologiinformasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasibagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semuapihak.MASALAH KEAMANAN DALAM SISTEM INFORMASIKeamanan merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian sisteminformasi, yang dimaksudkan untuk mencegah ancaman terhadap sistem serta untukmendeteksi dan membetulkan akibat kerusakan sistem.Secara garis besar, ancaman terhadap sistem informasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaituancaman ak tif dan ancaman pasif. Ancaman aktif mencakup kecurangan dan kejahatanterhadap komputer, sedangkan ancaman pasif mencakup kegagalan sistem, kesalahanmanusia dan bencana alam. Kegagalan sistem menyatakan kegagalan dalam peralatan-peralatan komponen (misalnya hard disk).Tabel 1. Ancaman terhadap sistem informasiMACAM ANCAMAN CONTOHBencana alam dan politik- Gempa bumi, banjir, kebakaran, perang.Kesalahan manusia- Kesalahan memasukkan data- Kesalahan penghapusan data- Kesalaha operator (salah memberi label pada pita magnetic).
    • Kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras- Gangguan listrik- Kegagalan peralatan- Kegagalan fungi perangkat lunakKecurangan dan kejahatan komputer- Penyelewengan aktivitas- Penyalahgunaan kartu kredit- Sabotase- Pengaksesan oleh orang yang tidak berhak.Program yang jahat/usil- Virus, cacing, bom waktu, dllBencana alam merupakan faktor yang tak terduga yang bisa mengancam sistem informasi.Banjir, badai, gempa bumi, dan kebakaran dapat meghancurkan sumber daya pendukungsistem informasi dalam waktu singkat.Kesalahan pengoperasian sistem oleh manusia juga dapat mengancam integritas sistem dandata. Pemasukkan data yang salah dapat mengacaukan sistem.Gangguan listrik, kegagalan peralatan dan kegagalan fungsi perangkat lunak dapatmenyebabkan data tidak konsisten, transaksi tidak lengkap atau bahkan data rusak, Selainitu, variasi tegangan listrik yang terlalu tajam dapat membuat peralatan terbakar.Ancaman lain berupa kecurangan dan kejahatan komputer. Ancaman ini mendasarkan padakomputer sebagai alat untuk melakukan tindakan yang tidak benar. Penggunaan sistemberbasis komputer terkadang menjadi rawan terhadap kecurangan (fraud) dan pencurian.Metode yang umum digunakan oleh orang dalam melakukan penetrasi terhadap sistemberbasis komputer ada 6 macam :1. Pemanipulasian masukanPemanipulasian masukan merupakan metode yang paling banyak digunakan, mengingat halini bisa dilakukan tanpa memerlukan ketrampilan teknis yang tinggi. Contoh seorang tellerbank ditemukan mengambil uang dari rekening-rekening bank melalui sistem komputer.2. Penggantian programPemanipulasian melalui program biasa dilakukan oleh para spesialis teknologi informasi.3. Penggantian berkas secara langsungPengubahan berkas secara langsung umum dilakukan oleh orang yang punya banyak aksessecara langsung terhadap basis data.4. Pencurian dataDengan kecanggihan menebak password atau menjebol password para pencuri berhasilmengakses data yang seharusnya tidak menjadi hak mereka.5. SabotaseSabotase dapat dilakukan dengan berbagai cara. Istilah umum digunakan untuk menyatakantindakan masuk ke dalam suatu sistem komputer tanpa otorisasi, yaitu hacking.Berbagai teknik yang digunakan untuk melakukan hacking :• Denial of ServiceTeknik ini dilaksanakan dengan cara membuat permintaan yang sangat banyak terhadapsuatu situs sehingga sistem menjadi macet dan kemudian dengan mencari kelemahan padasistem si pelaku melakukan serangan pada sistem.
    • • SnifferTeknik ini diimplementasikan dengan membuat program yang dapat melacak paket dataseseorang ketika paket tersebut melintasi Internet, menangkap password atau menangkapisinya.• SpoofingMelakukan pemalsuan alamat email¬ atau web dengan tujuan untuk menjebak pemakaiagar memasukkan informasi yang penting seperti password atau nomor kartu kredit.Berbagai kode jahat atau usil juga menjadi ancaman bagi sistem komputer, kode yangdimaksud adalah :• VirusVirus berupa penggalan kode yang dapat menggandakan dirinya sendiri dengan caramenyalin kode dan menempelkan ke berkas program yang dapat dieksekusi (misalnyaberkas .exe pada DOS). Selanjutnya, salinan virus ini akan menjadi aktif manakala programyang terinfeksi dijalankan. Beberapa virus hanya “sekedar muncul”. Namun sejumlah virusyang lain benar-benar sangat jahat karena akan menghapus berkas-berkas dengan extensiontertentu dan bahkan dapat memformat hard disk. Contoh virus jahat adalah CIH atau virusChernobyl, yang melakukan penularan melalui email.• Cacing (Worm)Cacing adalah program komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri dan menularikomputer-komputer dalam jaringan.• Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb or time bomb)Program yang beraksi karena dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu.Sebagai contoh, program dapat diatur agar menghapus hard disk atau menyebabkan lalulintas jaringan macet.• Kuda Trojan (Trojan Horse)Program yang dirancang agar dapat digunakan untuk menyusup ke dalam sistem. Sebagaicontoh kuda Trojan dapat menciptakan pemakai dengan wewenang supervisor atausuperuser. Pemakai inilah yang nantinya dipakai untuk menyusup ke sistem.6. Penyalahgunaan dan pencurian sumber daya komputasiMerupakan bentuk pemanfaatan secara illegal terhadap sumber daya komputasi olehpegawai dalam rangka menjalankan bisnisnya sendiri.Trapdoor adalah kemungkinan tindakan yang tak terantisipasi yang tertinggal dalamprogram karena ketidaksengajaan. Disebabkan sebuah program tak terjamin bebas darikesalahan, kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat membuat pemakai yang tak berwenangdapat mengakses sistem dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dan tidak bisadilakukan.BEBERAPA POKOK PEMIKIRAN TENTANG CYBERLAWCyberlaw adalah hukum yang digunakan untuk dunia Cyber (dunia maya, yang umumnyadiasosiasikan dengan internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau pondasi dari hukum
    • di banyak Negara adalah "ruang dan waktu". Sementara itu, internet dan jaringan komputertelah mendobrak batas ruang dan waktu.Berikut ini adalah contoh permasalahan yang berhubungan dengan hilanganya ruang danwaktu:Seorang penjahat komputer yang berkebangsaan Indonesia berada di Australia mengobrakabrik server di Amerika, yang ditempati atau hosting sebuah perusahaan Inggris.Hukum apa yang akan dipakai untuk mengadili kejahatan teknologi tersebut?Di Indonesia telah keluar Rancangan Undang Undang (RUU) yang salah satunya diberi Nama"RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi". Teknologi Informasi adalah suatu teknik untukmengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisa, danmenyebarkan informasi. Sebelumnya RUU ini diberi nama "RUU Teknologi Informasi",namun judul ini ditolak karena RUU yang diinginkan penertiban terhadap penggunaannyaatau pemanfaatannya bukan terhadap teknologinya. RUU ini dikenal dengan istilah"Cyberlaw". RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi (RUU PTI) ini dipelopori oleh FakultasHukum Universitas Padjajaran dan Tim Asistensi dari Institut Teknologi Bandung (ITB)dengan jalur Departemen Perhubungan (melalui Diden Postel).RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi ini telah disosialisasikan melalui presentasi danseminar seminar di berbagai daerah dengan berbagai peserta, mulai dari mahasiswa, dosen,akademik, pelaku bisnis, birokrat dan pihak pemerintah.Latar Belakang MuncuInya RUU Pemanfaatan Teknologi InformasiMunculnya RUU Pemanfaatan Teknologi Informasi bermula dari mulai merasuknyapemanfaatan teknologi informasi dalam kehidupan kita saat saat ini. Jika kita lihat, kita mulaiterbiasa menggunakan ATM untuk mengambil uang, menggunakan handphone untukberkomunikasi dan bertransaksi melalui mobile banking, menggunakan internet untukmelakukan transaksi (internet banking atau membeli barang), berkirim e mail atau untuksekedar menjelajah internet, dan masih banyak yang lainnya. Semua kegiatan ini adalahbeberapa contoh dari pemanfaatan Teknologi Informasi.Selain memberikan kemudahan bagi para user, pemanfaatan Teknologi Informasi ini jugamempunyai dampak negative yang luar biasa, seperti:• Penyadapan e mail, PIN (untuk internet banking)• Pelanggaran terhadap hak hak privasi• Masalah domain seperti kasus mustikaratu.com clan klikbca.corn• Penggunaan kartu kredit milik orang lain.• Munculnya pembajakan lagu dalam format MP3• PornografiHal hal di atas memaksa adanya sebuah undang undang yang dapat memberikan kejelasanbagi pihak pihak yang terkait.Sumber: e_cahya.staff.gunadarma.ac.idPosted 19th April 2010 by echa_nieh
    • IT dan kode etik profesional yang seperti apa yang harusdipunyai oleh seorang IT.Etika merupakan suatu cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yangdipertimbangkan baik dan salah. Ada beberapa definisi mengenai etika antara lain :* Kode moral dari suatu profesi tertentu* Standar penyelenggaraan suatu profesi tertentu* Persetujuan diantara manusia untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah.Salah satu yang harus dipahami adalah bahwa apa yang tidak etis tidak berarti illegal. Dalamlingkungan yang kompleks, definisi benar dan salah tidak selalu jelas. Juga perbedaan antaraillegal dan tidak beretika tidak selalu jelas.Adapun ciri-ciri seorang profesional di bidang IT adalah :* Mempunyai pengetahuan yang tinggi di bidang TI* Mempunyai ketrampilan yang tinggi di bidang TI* Mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni,sejarah dan komunikasi* Cepat tanggap terhada[ masalah client, paham terhadap isyu-isyu etis serta tata nilai kilen-nya* Mampu melakukan pendekatan multidispliner* Mampu bekerja sama* Bekerja dibawah disiplin etika* Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasidimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakatKode Etik IT Profesional :Kode etik merupakan sekumpulan prinsip yang harus diikuti sebagai petunjuk bagi karyawanperusahaan atau anggota profesi. Beragamnya penerapan teknologi informasi danmeningkatnya penggunaan teknologi telah menimbulkan berbagai variasi isu etika.Setujunya, setiap bidang profesi memiliki aturan-aturan/hukum-hukum yang mengaturbagaimana seorang profesional berfikir dan bertindak. Seseorang yang melanggar Kode Etikdikenakan sanksi. Sanksi yang dikenakan adalah mulai dari yang paling ringan, yaitu sekedarmendapat sebutan “tidak profesional” sampai pada pencabutan ijin praktek, bahkanhukuman pidana pun bisa terjadi.Sebagai salah satu bidang profesi, Information Technology (IT) bukan pengecualian,diperlukan aturan-aturan tersebut yang mengatur bagaimana para IT profesional inimelakukan kegiatannya. Sejauh yang pernah saya baca, belum ada Kode Etik khusus yangditujukan kepada IT Profesional di Indonesia. Memang sudah ada beberapa kegiatan yang
    • mengarah ke terbentuknya Kode Etik ini. Dalam postingan kali ini, saya ingin mengenalkanKode Etik yang dibuat oleh IEEE Computer Society dan ACM yang ditujukan khusus kepadaSoftware Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin meningkat di IT.Ada lima aktor yang perlu diperhatikan:1. Publik2. Client3. Perusahaan4. Rekan Kerja5. Diri SendiriKode Etik juga mengatur hubungan kita dengan rekan kerja. Bahwa kita harus selalu fairdengan rekan kerja kita. Tidak boleh kita sengaja menjerumuskan rekan kerja kita denganmemberi data atau informasi yang salah/keliru. Persaingan yang tidak sehat ini akanmerusak profesi secara umum apabila dibiarkan berkembang.Karyawan IT di client mestinya juga mengadopsi Kode Etik tersebut, sehingga bisa terjalinhubungan profesional antara konsultan dengan client. Bertindak fair terhadap kolega jugaberlaku bagi karyawan IT di organisasi client dalam memperlakukan vendornya. Apabila duaperusahaan telah sepakat untuk bekerja sama membangun suatu software, maka paraprofesional IT di kedua perusahaan tersebut harus dapat bekerja sama dengan fair sebagaisesama profesional IT .Beberapa perlakuan yang tidak fair terhadap kolega, antara lain:1. Menganggap kita lebih baik dari rekan kita karena tools yang digunakan. Misalnya, kitayang menggunakan bahasa JAVA lebih baik daripada orang lain yang pakai Visual BASIC.2. Kita merasa lebih senior dari orang lain, oleh karena itu kita boleh menganggap yangdikerjakan orang lain lebih jelek dari kita, bahkan tanpa melihat hasil kerjanya terlebihdahulu.3. Seorang profesional IT di client merasa lebih tinggi derajatnya daripada profesional IT sivendor sehingga apapun yang disampaikan olehnya lebih benar daripada pendapatprofesional IT vendor.sumbar :Etika merupakan suatu cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yangdipertimbangkan baik dan salah. Ada beberapa definisi mengenai etika antara lain :* Kode moral dari suatu profesi tertentu* Standar penyelenggaraan suatu profesi tertentu* Persetujuan diantara manusia untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah.Salah satu yang harus dipahami adalah bahwa apa yang tidak etis tidak berarti illegal. Dalamlingkungan yang kompleks, definisi benar dan salah tidak selalu jelas. Juga perbedaan antaraillegal dan tidak beretika tidak selalu jelas.
    • Adapun ciri-ciri seorang profesional di bidang IT adalah :* Mempunyai pengetahuan yang tinggi di bidang TI* Mempunyai ketrampilan yang tinggi di bidang TI* Mempunyai pengetahuan yang luas tentang manusia dan masyarakat, budaya, seni,sejarah dan komunikasi* Cepat tanggap terhada[ masalah client, paham terhadap isyu-isyu etis serta tata nilai kilen-nya* Mampu melakukan pendekatan multidispliner* Mampu bekerja sama* Bekerja dibawah disiplin etika* Mampu mengambil keputusan didasarkan kepada kode etik, bila dihadapkan pada situasidimana pengambilan keputusan berakibat luas terhadap masyarakatKode Etik IT Profesional :Kode etik merupakan sekumpulan prinsip yang harus diikuti sebagai petunjuk bagi karyawanperusahaan atau anggota profesi. Beragamnya penerapan teknologi informasi danmeningkatnya penggunaan teknologi telah menimbulkan berbagai variasi isu etika.Setujunya, setiap bidang profesi memiliki aturan-aturan/hukum-hukum yang mengaturbagaimana seorang profesional berfikir dan bertindak. Seseorang yang melanggar Kode Etikdikenakan sanksi. Sanksi yang dikenakan adalah mulai dari yang paling ringan, yaitu sekedarmendapat sebutan “tidak profesional” sampai pada pencabutan ijin praktek, bahkanhukuman pidana pun bisa terjadi.Sebagai salah satu bidang profesi, Information Technology (IT) bukan pengecualian,diperlukan aturan-aturan tersebut yang mengatur bagaimana para IT profesional inimelakukan kegiatannya. Sejauh yang pernah saya baca, belum ada Kode Etik khusus yangditujukan kepada IT Profesional di Indonesia. Memang sudah ada beberapa kegiatan yangmengarah ke terbentuknya Kode Etik ini. Dalam postingan kali ini, saya ingin mengenalkanKode Etik yang dibuat oleh IEEE Computer Society dan ACM yang ditujukan khusus kepadaSoftware Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin meningkat di IT.Ada lima aktor yang perlu diperhatikan:1. Publik2. Client3. Perusahaan4. Rekan Kerja5. Diri SendiriKode Etik juga mengatur hubungan kita dengan rekan kerja. Bahwa kita harus selalu fairdengan rekan kerja kita. Tidak boleh kita sengaja menjerumuskan rekan kerja kita dengan
    • memberi data atau informasi yang salah/keliru. Persaingan yang tidak sehat ini akanmerusak profesi secara umum apabila dibiarkan berkembang.Karyawan IT di client mestinya juga mengadopsi Kode Etik tersebut, sehingga bisa terjalinhubungan profesional antara konsultan dengan client. Bertindak fair terhadap kolega jugaberlaku bagi karyawan IT di organisasi client dalam memperlakukan vendornya. Apabila duaperusahaan telah sepakat untuk bekerja sama membangun suatu software, maka paraprofesional IT di kedua perusahaan tersebut harus dapat bekerja sama dengan fair sebagaisesama profesional IT .Beberapa perlakuan yang tidak fair terhadap kolega, antara lain:1. Menganggap kita lebih baik dari rekan kita karena tools yang digunakan. Misalnya, kitayang menggunakan bahasa JAVA lebih baik daripada orang lain yang pakai Visual BASIC.2. Kita merasa lebih senior dari orang lain, oleh karena itu kita boleh menganggap yangdikerjakan orang lain lebih jelek dari kita, bahkan tanpa melihat hasil kerjanya terlebihdahulu.3. Seorang profesional IT di client merasa lebih tinggi derajatnya daripada profesional IT sivendor sehingga apapun yang disampaikan olehnya lebih benar daripada pendapatprofesional IT vendor.Sumber : http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11609/Etika%5B1%5D.doc.Posted 5th April 2010 by echa_niehCyberCrimeCybercrimes & CyberCriminalsBanyak berita-berita di media massa tentang kejahatan komputer. Kadang hacker dianggapsebagai ‘pahlawan’. Persepsi tentang hacking dan kejahatan komputer berubah karenameningkatnya ketergantungan terhadap internet.Ciri CybercrimeParker (1998) percaya bahwa ciri hacker komputer biasanya menunjukkan sifat-sifat berikut:- Terlampau lekas dewasa- Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi- Keras hatiSementara banyak orang yang beranggapan bahwa hacker adalah orang yang sangat pintardan muda. Parker menyatakan bahwa harus berhati-hati membedakan antara hackersebagai tindakan kriminal yang tidak profesional dengan hacker sebagai tindakan kriminalyang professional. Parker menunjukkan bahwa ciri tetap dari hacker (tidak seperti kejahatanprofesional) adalah tidak dimotivasi oleh materi. Hal tersebut bisa dilihat bahwa hacker
    • menikmati apa yang mereka lakukan.Hacking vs CrackingKejahatan komputer biasanya diasosiasikan dengan hacker. Kata ‘hacker’ biasanyamenimbulkan arti yang negatif. Himanen (2001) menyatakan bahwa hacker adalahseseorang yang senang memprogram dan percaya bahwa berbagi informasi adalah hal yangsangat berharga. Hacker adalah orang pintar dan senang terhadap semua hal. Hacker JargonFile menyatakan bahwa cracker adalah orang yang merusak sistem keamanan sebuahsistem. Cracker biasanya kemudian melakukan ‘pencurian’ dan tindakan anarki, begitumereka mendapat akses. Sehingga muncul istilah whitehat dan blackhat. Whitehat adalahhacker yang lugu, dan blackhat adalah seperti yang disebutkan di atas sebagai cracker.Definisi Kejahatan KomputerForester & Morrison (1994) mendefinisikan kejahatan komputer sebagai : aksi kriminaldimana komputer digunakan sebagai senjata utama.Girasa (2002) mendefinisikan cybercrime sebagai : aksi kejahatan yang menggunakanteknologi komputer sebagai komponen utama.Tavani (2000) memberikan definisi cybercrime yang lebih menarik, yaitu kejahatan dimanatindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi didunia cyber. Seperti definisi menurut Forester dan Morrison, definisi ini menganggap ketigaskenario di atas tidak termasuk cybercrime.Kategori Cybercrime1. Cyberpiracypenggunaan teknologi komputer untuk :• mencetak ulang software atau informasi• mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan komputer2. Cybertrespasspenggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada:• Sistem komputer sebuah organisasi atau individu• Web site yang di-protect dengan password3. Cybervandalismpenggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang :• Mengganggu proses transmisi informasi elektronik• Menghancurkan data di komputerMembedakan Cybercrime dan Cyber-Related CrimeBanyak kejahatan yang menggunakan teknologi komputer tidak bisa disebut cybercrime.Pedophilia, stalking, dan pornografi bisa disebarkan dengan atau tanpa menggunakancybertechnology. Sehingga hal-hal di atas tidak bisa disebut cybercrime. Hal-hal diatasbiasanya disebut cyber-related crime.Cyber-Related CrimeCyber-related crime bisa dibagi menjadi :- cyber-exacerbated crime- cyber-assisted crimeSehingga kejahatan yang menggunakan teknologi internet bisa diklasifikasikan menjadi1. Cyber-specific crimes2. Cyber-exacerbated crimes3. Cyber-assisted crimes
    • Sumber : fajri@freebsd.or.idPosted 15th March 2010 by echa_niehPengertian Etika dan Profesionalisme dalam bidang TeknologiInformasiPENGERTIAN ETIKAIlmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapatdipahami oleh pikiran manusia.TUJUAN MEMPELAJARI ETIKAUntuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semuamanusia dalam ruang dan waktu tertentu.PENGERTIAN PROFESIBelum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standarpekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yangmengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifatkomersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum,pendidikan, dan kependetaan.PROFESIONALISMEBiasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yangbaik. Ciri-ciri profesionalisme:1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakanperalatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan denganbidang tadi.2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah danpeka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusanterbaik atas dasar kepekaan.3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasiperkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbukamenyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaikbagi diri dan perkembangan pribadinya.TUJUAN KODE ETIKA PROFESIPrinsip-prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda satu dengan yanglainnya. Hal ini disebabkan perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenagaahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama.
    • Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik(Code of conduct) profesi adalah:1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien,institusi, dan masyarakat pada umumnya.2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harusmereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan.3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsiprofesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggotatertentu4. Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral darikomunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesiakan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas ataukejujuran dari tenaga ahli profesi.6. Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang-undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi ataudenda dari induk organisasi profesinya.sumber : Dr. Budi Hermana (Universitas Gunadarma)Posted 15th March 2010 by echa_niehKerangka Hukum Bidang TIKejahatan dalam bidang TI secara umum terdiri dari dua kelompok, yaitu:1. Kejahatan biasa yang menggunakan TI sebagai alat bantunya.Pencurian uang atau pembelian barang menggunakan kartu kredit curian melalui mediainternet dapat menelpon korban di wilayah hukum negara lain, suatu hal yang jarang terjadidalam kejahatan konvensional.2. Kejahatan muncul setelah adanya internet, dimana sistem komputer sebagai korbannya.Contoh kejahatan kelompok ini adalah perusak situs internet, pengiriman virus atauprogram-program komputer yang tujuannya merusak sistem kerja komputer tujuan.Karakteristik Aktivitas di Internet:1. bersifat lintas batas, sehingga tidak lagi tunduk pada batas-batas teritorial.2. sistem hukum tradisional (the existing law) yang justru bertumpu pada batasanbatasanterritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalanpersoalan hukum yangmuncul akibat aktivitas di internet.Prinsip dan Pendekatan HukumIstilah hukum cyber diartikan sebagai padanan kata dari Cyber Law, yang saat ini secarainternasional digunakan untuk istilah hukum yang terkait dengan pemanfaatan TI.
    • Istilah lain yang juga digunakan adalah Hukum TI (Law of IT), Hukum Dunia Maya (VirtualWorld Law) dan Hukum Mayantara.Kegiatan cyber meskipun bersifat virtual dapat dikategorikan sebagai tindakan danperbuatan hukum yang nyata. Secara yuridis untuk ruang cyber tidak sama lagi denganukuran dan kualifikasi hukum tradisional. Kegiatan cyber adalah kegiatan virtual yangberdampak sangat nyata meskipun alat buktinya bersifat elektronik. Dengan demikiansubjek pelakunya harus dikualifikasikan pula sebagai orang yang telah melakukan perbuatanhukum secara nyata.Tiga Pendekatan untuk mempertahankan keamanan di Cyberspace:1. Pendekatan Teknologi;2. Pendekatan sosial budaya-etika;3. Pendekatan Hukum.Tiga Yurisdiksi Hukum Internasional:1. Yurisdiksi menetapkan undang-undang (the jurisdiction of prescribe);2. Yurisdiksi penegakan hukum (the jurisdiction to enforcve);3. Yurisdiksi menuntut (the jurisdiction to adjudicate).Asas Yurisdiksi Hukum Internasional:1. Subjective territoriality;2. Objective territoriality;3. Nationality;4. Passive nationality;5. Protective principle;6. Universality.Ruang Lingkup Cyberlaw Berkaitan aspek hukum:1. e-commerce;2. Trademark/Domain;3. Privasi dan keamanan di internet (Privacy and Security on the internet);4. Hak cipta (Copyright);5. Pencemaran nama baik (Defamation);6. Pengaturan isi (Content Regulation);7. Penyelesaian Perselisihan (Dispel Settlement).Pengaturan Pemanfaatan TI harus dilaksanakan dengan tujuan untuk:1. Mendukung persatuan dan kesatuan bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsasebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;2. Mendukung perkembangan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangkameningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional;3. Mendukung efektivitas komunikasi dengan memanfaatkan secara optimal TI untuktercapainya keadilan dan kepastian hukum;
    • 4. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap untuk mengembangkan pemikirandan kemampuannya di bidang TI secara bertanggung jawab dalam rangka menghadapiperkembangan TI dunia.Ruang lingkup pelanggaran hukum TI di Indonesia1. Memanfaatkan TI dengan melawan hukum seperti menyakiti, melukai ataumenghilangkan harta benda bahkan nyawa orang lain;2. Melakukan intersepsi (mencegah / menahan) terhadap lalu lintas komunikasi data;3. Sengaja merusak mengganggu data yang tersimpan dalam alat penyimpanan dataelektronik yang tersusun sebagai bagian dari sistem komputer;4. Sengaja menghilangkan bukti-bukti elektronik yang dapat dijadikan alat bukti sah dipengadilan yang terdapat pada suatu sistem informasi atau system komputer;5. Sengaja merusak atau mengganggu sistem informasi, sistem komputer, jaringan komputerdan internet;6. Memanfaatkan TI untuk menipu, menghasut, memfitnah, menjatuhkan nama baikseseorang atau organisasi;7. Memanfaatkan TI untuk menyebarkan gambar, tulisan atau kombinasi dari keduanya yangmengandung sifat-sifat pornografi;8. Memanfaatkan TI untuk membantu terjadinya percobaan atau persekongkolan yangmenjurus pada kejahatan;9. Setiap badan hukum penyelenggaraan jasa akses internet atau penyelenggaraan layananTI, baik untuk keperluan komersial maupun keperluan internal perusahaan, dengan sengajatidak menyimpan atau tidak dapat menyediakan catatan transaksi elektronik sedikitnyauntuk jangka waktu dua tahun.sumber :http://sandi-fasilkom.blogspot.com/2009/01/kerangka-hukum-bidang-ti.htmlPosted 22nd February 2010 by echa_niehETIKA PROFESI DAN TANGGUNG JAWAB PROFESI ITETIKA PROFESI DAN TANGGUNG JAWAB PROFESI ITKode etik profesi Informatikawan merupakan bagian dari etika profesi.Kode etik profesimerupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dandirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas,mempertegas dan merincinorma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma terebutsudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem normaatau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dantidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang harus dilakukan dan
    • tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional. Tujuan utama dari kode etik adalah memberipelayanan khusus dalam masyarakat tanpa mementingkan kepentingan pribadi ataukelompok. Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yangdigariskan.2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan3. Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalamkeanggotaan profesi.Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang khususnya bidang teknologiinformasi.Kode etik sangat dibutuhkan dalam bidang TI karena kode etik tersebut dapatmenentukan apa yang baik dan yang tidak baik serta apakah suatu kegiatan yang dilakukanoleh IT-er itu dapat dikatakan bertanggung jawab atau tidak. Pada jaman sekarang banyaksekali orang di bidang TI menyalahgunakan profesinya untuk merugikan orang lain,contohnya hacker yang sering mencuri uang,password leat computer dengan menggunakankeahlian mereka. Contoh seperti itu harus dijatuhi hukuman yang berlaku sesuai dengankode etik yang telah disepakati. Dan banyak pula tindakan kejahatan dilakukan di internetselain hacker yaitu cracker, dll. Oleh sebab itu kode etik bagi pengguna internet sangatdibutuhkan pada jaman sekarang ini.Adapun kode etik yang diharapkan bagi para pengguna internet adalah :1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan denganmasalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi menyinggungsecara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras (SARA), termasuk di dalamnyausaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan, penyiksaan serta segala bentuk pelanggaranhak atas perseorangan, kelompok / lembaga / institusi lain.3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk melakukanperbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan ketentuan internasionalumumnya.4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah umur.5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan informasiyang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan cracking.6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara atau bentukmateri dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus mencantumkan identitassumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia untuk melakukan pencabutan bila adayang mengajukan keberatan serta bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkintimbul karenanya.7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber daya (resource)
    • dan peralatan yang dimiliki pihak lain. 8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala muatan / isi situsnya. 9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat melakukan teguran secara langsung. Dan walaupun sudah ada kode etik diatas tetapi tidak semua para pengguna internet dan IT- er mematuhi kode etik tersebut diatas. Selain itu juga sanksi UU Teknik Informatika bagi para pelanggar kode etik profesi dalam bidang TI belum begitu tegas dan jelas. sumber : http://sandi-fasilkom.blogspot.com/2009/01/etika-profesi-dan-tanggung- jawab.html Posted 22nd February 2010 by echa_nieh 0 Add a commentPENGERTIAN KARYA ILMIAHKarya ilmiah merupakan karya tulis yang isinyaberusaha memaparkan suatu pembahasansecarailmiah yang dilakukan oleh seorang penulis ataupeneliti. Untuk memberitahukansesuatu hal secaralogis dan sistematis kepada para pembaca. Karyailmiah biasanya ditulisuntuk mencari jawabanmengenai sesuatu hal dan untuk membuktikankebenaran tentangsesuatu yang terdapat dalamobjek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisanilmiahsering mengangkat tema seputar hal-hal yangbaru (aktual) dan belum pernah ditulis oranglain.Jikapun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengantema yang sama, tujuannya adalahsebagai upayapengembangan dari tema terdahulu. Disebut jugadengan penelitianlanjutan.Tradisi keilmuan menuntut para calon ilmuan(mahasiswa) bukan sekadar menjadipenerima ilmu.Akan tetapi sekaligus sebagai pemberi (penyumbang)ilmu. Dengan demikian,tugas kaum intelektual dancendikiawan tidak hanya dapat membaca, tetapi jugaharus dapatmenulis tentang tulisan-tulisan ilmiah.Apalagi bagi seorang mahasiswa sebagai calonilmuanwajib menguasai tata cara menyusun karyailmiah. Ini tidak terbatas pada teknik, tetapijugapraktik penulisannya. Kaum intelektual jangan hanyapintar bicara dan “menyanyi” saja,tetapi juga harusgemar dan pintar menulis.Istilah karya ilmiah disini adalah mengacu kepadakarya tulis yang menyusun dan penyajiannyadidasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerjailmiah.Di lihat dari panjang pendeknya atau kedalamanuraiaan, karya tulis ilmiah dibedakanatas makalah(paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baikmakalah maupun laporanpenelitian, didasarkan padakajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan danpenyajian
    • karya semacam itu didahului oleh studipustaka dan studi lapangan ( Azwardi, 2008 :111).Finoza dalam Alamsyah (2008 : 98)mengklasifikasikan karangan menurut bobotisinyaatas 3 jenis, yaitu (1) karangan Ilmiah, (2) karangansemi ilmiah atau ilmiah populer,dan (3) karangan nonilmiah. Yang tergolong ke dalam karangan ilmiahantara lain makalah,laporan, skripsi, tesis, disertasi;yang tergolong karangan semi ilmiah antara lainadalah artikel,editorial, opini, feuture, reportase; yangtergolong dalam karangan non ilmiah antaralainanekdot, opini, dongeng, hikayat, cerpen, novel,roman, dan naskah drama.Ketiga jeniskarangan tersebut memiliki karektiristikyang berbeda. Karangan ilmiah memiliki aturanbakudan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkutmetode dan penggunaan bahasa.Sedangkankarangan non ilmiah adalah karangan yang tidakterikat pada karangan baku;sedangkan karangansemi ilmiah berada diantara keduanya.Sementara itu, Yamilah danSamsoerizal (1994 : 90)memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atasbeberapa jenisberdasarkan fungsinya. Menurutpengelompokan itu , dikenal ragam karya ilmiahseperti ;makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.Dikutip dari Blog Hamdani Mulya