• Like
Keberagaman sosial budaya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Keberagaman sosial budaya

  • 219 views
Published

Maaf jika ada salah kata dalam pengetikan..

Maaf jika ada salah kata dalam pengetikan..

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
219
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
7
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. By. 1. SENDY SETIYO.W 2. NURUL RESKIANTI 3. MERCY APRILIA .D.A 4. AYU MAHREDA 5. ABDUR RAHMAN harazuku.snsd@gmail.com
  • 2. KEBERAGAMAN SOSIAL BUDAYA 1. Budaya dan Etnitas 2. Pendidikan Multikultural 3. Gender harazuku.snsd@gmail.com
  • 3. BUDAYA DAN ETNISITAS Budaya (Culture) Suatu pola perilaku, kebiasaan yang dilakukan kelompok. Status Sosial Ekonomi (SES) Dilibatkan oleh subbudaya dan punya implikasi dengan pendidikan. Etnisitas (Ethnicity) pola karakteristik. Bilingualisme kemampuan berbicara dalam dua bahasa. harazuku.snsd@gmail.com
  • 4. BUDAYA  Study Lintas Budaya (Cross-cultural studies) : Pembandingan satu budaya dengan budaya lain.  Budaya dideskripsikan jadi 2 hal : Individualisme Kolektif • Individualis hanya mementingkan perasaan senang, kemerdekaan bagi pribadi. • Mementingkan integritas kelompok.  Manusia sebagai makhluk sosial sehingga selalu hidup dalam berkelompok.  Masalah semakin banyak timbul dalam budaya barat karena penekanan budaya pada individualismenya.  Dampak dari budaya Individual :  Cenderung tingkat bunuh dirinya tinggi,  Memakai narkoba, Kejahatan, dll. harazuku.snsd@gmail.com
  • 5. STATUS SOSIAL EKONOMI harazuku.snsd@gmail.com
  • 6. PENDIDIKAN SISWA DARI SES RENDAH  Kendala pada anak SES rendah : 1. Dihadapkan lebih banyak kekacauan keluarga 2. Dukungan sosial kurang responsif 3. Kurang dalam hal teknologi 4. Mendapat sekolah dan fasilitas yang buruk 5. Udara dan air lebih tercemar, rumah pun padat dan berisik.  Poin penting anak SES rendah : Meski mendapat ketidakadilan mereka tetap punya kelebihan dan keberanian untuk tetap mencari guru yang lebih efektif. harazuku.snsd@gmail.com
  • 7. STRATEGI MENGHADAPI ANAK-ANAK MISKIN : 1. Meningkatkan keterampilan berpikir dan berbahasa. 2. Jangan terlalu disiplin 3. Memprioritaskan motivasi siswa 4. Pikirkan cara-cara membantu orang tua 5. Mencari cara untuk melibatkan orang-orang berbakat dari masyarakat 6. Mengamati semua kelebihan anak. harazuku.snsd@gmail.com
  • 8. ETNISITAS  Merujuk pada karakteristik warisan budaya, ras, bangsa, agama dan bahasa.  Poin penting kelompok etnis adalah beragam.  ETNISITAS ETNISITAS DAN SEKOLAH (Pemisah pendidikan masih ada untuk siswa minoritas dikalangan kelompok etnis) PRASANGKA, DISKRIMINASI (Sikap negatif terhadap individu, pilih kasih, diskriminasi sering mempunyai pandangan berbeda) KEBERAGAMAN DAN PERBEDAAN (Individu yang hidup dalam kelompok etnis tersebut harus menyesuaikan diri dengan nilai dan penekanan budaya itu) harazuku.snsd@gmail.com
  • 9. BILINGUALISME  Suatu pengajaran akademis namun menggunakan 2 bahasa berbeda. Yakni satu bahasa ibu dan satu bahasa inggris.  Ada 2 argumen tentang Bilingualisme : 1. Setuju, karena berpengaruh positif bagi perkembangan kognitif anak. Suatu keterampilan yang menguntungkan untuk dapat berbicara dan mengerti 2 bahasa. 2. Menentang, karena dianggapnya sulit terutama untuk anak imigran yang tidak memakai bahasa inggris. harazuku.snsd@gmail.com
  • 10. STRATEGI UNTUK ANAK BERAGAM BAHASA DAN BUDAYA 1. Mengenali bahwa semua anak berkaitan secara kognitif 2. Mengakui bahwa mereka bisa menunjukkan 3. Meniru penggunaan bahasa inggris secara benar dan baik 4. Melibatkan orang tua dalam tata bahasa 5. Memberikan poin penting dalam penggunaan bahasa inggris. harazuku.snsd@gmail.com
  • 11. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL 1. Memberdayakan siswa 2. Pengajaran yang relevan menurut Budaya 4. Isu apakah inti dari nilai kulit putih harus diajarkan. harazuku.snsd@gmail.com 3. Pendidikan yang berpudat pada isu 5. Memperbaiki hubungan di antara anak-anak dari kelompok Etnis yang berbeda
  • 12. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL (Pendidikan yang menghargai keberagaman dan mencakup perspektif dari berbagai kelompok budaya) harazuku.snsd@gmail.com Pendidikan Multikultural muncul pada tahun 1960. Pendidikan Multikultura mencakup isu yang berkaitan dengan status sosial ekonomi, etnisitas dan gender.
  • 13. Pendidikan Multikultural Memberdayakan siswa (Empowerment) Memberikan keterampilan intelektual dan menanggulangi asalah untuk mencapai keadilan. harazuku.snsd@gmail.com Pengajaran yang Relevan secara Budaya Merupakan aspek penting dalam pendidikan Multikultural. Karena guru mengintegritaskan pengajarannya ke dalam kurikulum agar pengajaran lebih efektif. Pendidikan yang Berpusat pada isu - Siswa akan diajari secara sistematis untuk memeriksa isu-isu yang melibatkan keadilan sosial.
  • 14. MEMPERBAIKI HUBUNGAN ANAK – ANAK ETNIS YANG BERBEDA  Kelas Mozaik (Siswa dari berbagai budaya yang berbeda bekerja sama mengenai sebuah tugas namun untuk tujuan penyatuan).  Kontak secara pribadi yang positif.  Pengambilan perspektif, dengan ini membantu siswa untuk melihat perspektif orang lain yang berbeda untuk memperbaiki antaretnis.  Pemikiran kritis dan intelegen emosional  Mengurangi prasangka, dalam hal ini prasangka yang jelek akan berdampak pada sebuah diskriminasi.  Meningkatkan Toleransi (Teaching tolerance project) memberikan sekolah sebuah sumber dan materi untuk meningkatkan pemahaman antar budaya. harazuku.snsd@gmail.com
  • 15. STRATEGI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL  Peka terhadap isu rasis dalam interaksi kelas  Belajar lebih banyak tentang kelompok etnis  Sadarlah akan sikap etnis para siswa  Pertimbangkan status para siswa-siswa  Menerima semua siswa dengan cara positif  Mengenali sebagian orang tua tanpa memandang etnisitas mereka. harazuku.snsd@gmail.com
  • 16. PANDANGAN TENTANG PERKEMBANGAN GENDER Ada berbagai cara untuk memandang Diantaranya, ada yang menekankan: 3.Pandangan faktor kognitif 1.Pandangan faktor social 2.Pandangan faktor biologis harazuku.snsd@gmail.com perkembangan gender.
  • 17. PEMBERIAN STEROTIP GENDER. KESAMAAN, DAN PERBEDAAN Apa perbedaan sebenarnya antara laki-laki dan perempuan? Marilah kita mempertimbangkan masalah sterotip gender harazuku.snsd@gmail.com Stereotip gender adalah kategori luas yang mencerminkan kesan dan keyakinan tentang perilaku yang pantas untuk perempuan dan lakilaki. Pemberian stereotip gender dapat berubah sesuai tingkat perkembangannya.
  • 18. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN GENDER DALAM BIDANG YANG RELEVAN DENGAN AKADEMIS. Ada banyak aspek dalam kehidupan yang bisa diteliti untuk menentukan seberapa mirip atau bedanya anak perempuan dan laki-laki. Diantaranya : • • • • • • • • • Penampilan fisik Keterampilan matematika dan ilmu pengetahuan alam Keterampilan verbal Pencapaian pendidikan Perilaku prososial Keterampilan hubungan. Agresi Emosi dan pengaturannya kontroversi gender harazuku.snsd@gmail.com
  • 19. KLASIFIKASI PERAN GENDER Klasifikasi peran gender melibatkan pengevaluasian anak laki-laki dan anak perempuan dalam hal kelompok sifat-sifat kepribadian. Androgini adalah individu boleh memiliki sifat “maskulin” dan “feminine”. Hal itu merujuk pada adanya karakteristik maskulin dan feminine pada orang yang sama. Laki-laki yang androginis mungkin tegas (“maskulin”) dan memiliki sifat mengasuh (“feminine”). Perempuan yang androginis mungkin kuat (“maskulin”) dan peka terhadap perasaan orang lain (“feminine”). Androgini dan Pendidikan , kurikulum gender dimasukan untuk satu tahun ajaran di taman kanak-kanak, kelas lima dan kelas Sembilan. Kurikulum ini melibatkan buku, materi diskusi, dan latihan kelas dengan kecendrungan androginis. Program tersebut sangat berhasil untuk pelajar kelas lima, paling tidak berhasil untuk pelajar kelas Sembilan. Pelajar kelas Sembilan, terutama yang laki-laki, menunjukan efek boomerang – sikap peran gender yang lebih tradisional setelah tahun pelajaran androginis dari pada sebelumnya. harazuku.snsd@gmail.com
  • 20. GENDER DI DALAM KONTEKS Perilaku Membantu dan Emosi DALAM HAL LAKI - LAKI PEREMPUAN EMOSI Laki – laki lebih besar menunjukan kemarahan terhadap orang asing, terutama laki-laki, ketika merasa ditantang. Laki – laki juga kemungkinan besar lebih sering mengubah kemarahan mereka menjadi tindakan agresif. kemungkinan besar mendiskusikan emosi suatu hubungan. Mereka juga kemungkinan besar lebih mengungkapkan rasa takut dan rasa sedih. MEMBANTU Pria merasakan kompetensi atau perasaan yang melibatkan bahaya, laki-laki kemungkinan besar akan membantu. wanita memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memberikan waktu mereka untuk membantu anak-anak yang memiliki masalah pribadi dan terlibat dalam perilaku yang mengasuh Perbedaan emosional antara perempuan dan laki-laki sering muncul dalam konteks yang menyoroti peran social dan hubungan. Budaya •Pentingnya mempertimbangkan gender didalam konteks sangatlah nyata ketika meneliti apa itu perilaku yang ditentukan menurut budaya untuk perempuan dan laki-laki di Negara-negara yang berbeda diseluruh dunia. •Latar belakang budaya dan etnis juga mempengaruhi bagaimana anak laki-laki dan anak perempuan akan bersosialisasi. harazuku.snsd@gmail.com
  • 21. MENIADAKAN BIAS GENDER Interaksi Guru-Siswa Guru berinteraksi lebih banyak dengan anak laki-laki dan perempuan pada semua tingkat pendidikan yang diberikan disekolah. Bukti apakah yang menunjukan bahwa anak laki-laki mendapatkan bias gender dalam berinteraksi? Berikut adalah beberapa factor untuk dipertimbangkan: • Mematuhi, mengikuti peraturan, serta tampil rapid an teratur dihargai dan dikuatkan dibanyak kelas. Ini adalah perilaku yang biasanya berhubungan dengan anak perempuan daripada anak laki-laki. • Mayiritas guru adalah perempuan, terutama disekolah dasar. Ini lebih menyulitkan anak laki-laki daripada anak perempuan untuk menganggap dirinya memiliki karakteristik atau pemikiran yang sama dengan gurunya dan meniru perilaku guru mereka. • Dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lebih sering dikritik. • Staf sekoalh cenderung mengabaikan bahwa banyak anak laki-laki jelas-jelas memiliki masalah akademis, terutama dalam seni bahasa. • Staf sekolah cenderung memberikan stereotip perilaku anak laki-laki sebagai problematic. harazuku.snsd@gmail.com
  • 22. Apakah bukti bahwa anak perempuan mendapatkan bias gender didalam kelas? Pertimbangkanlah factor-faktor berikut ini: • Dalam kelas biasa anak perempuan lebih patuh, anak laki-laki lebih sukar dikendalikan. Anak laki-laki meminta lebih banyak perhatian; anak perempuan cenderung lebih diam saat menuggu giliran mereka. Para pendidik khawatir bahwa kecenderungan anak perempuan untuk patuh dan diam bisa membahayakan, yaitu hilangnya asertivitas. • Dalam kelas guru menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengamati dan berinteraksi dengan anak laki-laki, sementara anak perempuan belajar dan bermain sendiri dengan diam. Sebagian besar guru bukannya dengan sengaja lebih menyukai anak laki-laki dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka, tetapi entah bagaimana kelas sering kali berakhir dengan profile gender seperti ini. • Anak laki-laki mendapatkan lebih banyak perintah dari pada anak perempuan dan lebih banyak bantuan ketika mereka kesulitan dengan suatu pertanyaan. Guru sering member anak laki-laki lebih banyak waktu untuk menjawab pertanyaan, lebih banyak petunjuk jawaban yang benar, dan kesempatan mencoba yang lebih banyak ketika mereka memberikan jawaban yang salah. • Anak perempuan dan anak laki-laki memasuki kelas pertama dengan kurang lebih tingkat rasa harga diri yang sama, namun pada tahun-tahun sekolah menengah pertama, harga diri anak perempuan menurun secara signifikan dari pada harga diri anak laki-laki. • Meskipun anak perempuan lebih diiedentifikasikan untuk program berbakat dari pada anak laki-laki di sekolah dasar, pada sekolah menengah atas ada lebih banyak anak laki-laki dari pada anak perempuan dalam program berbakat.ada sejumlah kecil anak perempuan Latin dan Afrika-Amereika dalam program untuk anak berbakat. harazuku.snsd@gmail.com
  • 23. PELECEHAN SEXUAL Pelecehan sexual terjadi dibanyak sekolah. Dalam sebuah studi untuk pelajar kelas delapan dan kelas sebelas oleh American Association of University Women (1993), 83 % perempuan dan 60 % laki-laki mengatakan bahwa mereka pernah mengalami pelecehan sexual. Anak perempuan melaporkan mendapat lebih banyak pelecehan sexual daripada anak laki-laki. 16 % siswa mengatakan bahwa mereka mendapatkan pelecehan sexual dari guru. Contoh pelecehan oleh siswa dan guru dalam studi ini meliputi: • Pesan-pesan sexual tentang seseorang siswa di dinding kamar mandi dan tempat tempat lain atau rumor sexual yang disebrakan tentang siswa tersebut; • Memata-matai seorang siswa yang sedang ganti pakaian atau mandi disekolah; • Memamerkan aurat; • Memberikan komentar bahwa seorang siswa adalah gay atau lesbian; • Menyentuh, memegang atau mencubit dalam cara menunjukan hasrat sexual; • Dengan sengaja menyentuh seorang siswa dalam cara yang menunjukan hasrat sexual; • Melucuti pakaian seoarang siswa. harazuku.snsd@gmail.com
  • 24. We need every human gift and cannot afford to neglect any gift because of artiricial barries of sex or race or class or national origin. _Margared Mead_ harazuku.snsd@gmail.com