10 dosa besar dan cara bertaubat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • min, mau nanyak gimana kalu pacarannya belum smpek hbungan seks cuma pelukan, smpai kiss doang. saya menyesal, saya ingin bertaubat saya takut dengan allah, saya ingin lebih dekat dengan allah. tpi saya kasihan liat pacar saya yg selalu nangis gara2 saya. apa yg saya lakukan please.. saya bingung milih mana, tentu saya ingin sekali dekat dengan allah, tpi disisi lain juga saya takut kalo dia sakit hat dan gk mau maapin saya sama aja saya juga berdosa. gimna ya...??? pleasee
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
56,800
On Slideshare
56,799
From Embeds
1
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
199
Comments
1
Likes
6

Embeds 1

https://twitter.com 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. 10 DOSA BESAR DAN CARA BERTAUBATDosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah. Hanya sekedar mengingatkan, bukan untuk menggurui. Apa sajakah yang termasuk 10 macam dosabesar menurut al quran?1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yangselain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).Dan Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allahmengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)2. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).3. Merasa aman dari ancaman Allah SWT.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al Araaf: 99)4. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orangyang jabbaar syaqiy orang yang sombong lagi celaka.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka".(Maryam: 32).5. Membunuh.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mumin dengan sengaja, maka balasannya ialahJahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman(berbuat zina), mereka kena lanat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur:23)7. Memakan riba.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
  • 2. "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orangyang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)8.Lari dari medan pertempuran.Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin majumempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yangmelarikan diri dari pertempuran itu.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat)perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itukembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amatburuklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)9. Memakan harta anak yatim.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itumenelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)".(An Nisaa: 10)10. Berbuat zina.Tentang hal ini Allah SWT berfirman:"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni)akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (AlFurqaan: 68-69)MENGHAPUS DOSA BESARDengan taubat yang semurni-murninya Allah akan menghapuskan dosa-dosa meskipunbesar dan meskipun banyak.“Artinya : Katakanlah, Hai hamba-hambaKu yang melampui batas terhadapdiri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semunya. Sesungguhnya Dia-lahYang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Az-Zumar : 53]Betapa banyak orang yang bertaubat dari dosa-dosa yang banyak danbesar, lalu Allah menerima taubatnya. Allah Subhanahu wa Ta‟alaberfirman.“Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain bersertaAllah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yangmelakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),
  • 3. (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan diaakan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orangyang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih ; maka mereka itukejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan Allah MahaPengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Furqan : 68-70]Taubat yang murni ialah taubat yang terhimpun padanya lima syarat.Pertama : Ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta‟ala, dengan meniatkantaubat itu karena mengharapkan wajah Allah dan pahalanya serta selamatdari adzabnya.Kedua : Menyesal atas perbuatan maksiat itu, dengan bersedih karenamelakukannya dan berangan-angan bahwa dia tidak pernah melakukannya.Ketiga : Meninggalkan kemasiatan dengan segera. Jika kemaksiatan ituberkaitan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta‟ala, maka iameninggalkannya, jika itu berupa perbuatan haram dan ia segeramengerjakannya, jika kemaksiatan tersebut adalah meninggalkankewajiban. Jika kemaksiatan itu berkaitan dengan hak makhluk, makasegera ia membebaskan diri darinya, baik dengan mengembalikannya kepadayang berhak maupun meminta maaf kepadanya.Keempat : Bertekad untuk tidak kembali kepada kemasiatan tersebut di masa yangakan datang.Kelima : Taubat tersebut dilakukan sebelum habis masa penerimaannya,baik ketika ajal datang maupun ketika matahari terbit dari tempattenggelamnya. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman.“Artinya : Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yangmengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepadaseseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan. „Sesungguhnya sayabertaubat sekarang” [An-Nisa : 18]Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam bersabda.“Artinya : Barangsiapa bertubat sebelum matahri terbit dari tempattenggelamnya, maka Allah menerima taubatnya” [Hadits Riwayat Muslimdaalm Adz-Dzikir wa Ad-Du‟a, No. 2703]
  • 4. Ya Allah, berilah kami taufik untuk bertaubat semurni-murninya danterimalah amalan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi MahaMengetahuiCara Bertaubat dari PacaranAssalamu „alaikum, Sakinah, mohon maaf saya ingin bertanya tentang sesuatu. Saya (21th) saat iniberpacaran dan pernah berhubungan seks dengannya. Setelah melakukan kesalahan itu, sayamenyadarinya sehingga saya tidak pernah mengulanginya lagi. Namun sampai sekarang status kamimasih pacaran. Lambat laun saya menyadari bahwa berpacaran yang saya lakukan sebenarnya sangat tidak disukaiAllah walaupun tidak sampai berhubungan seks. Sebenarnya kami pun sekarang tidak pernahbersentuhan jika bertemu. kami juga sangat jarang bertemu. Kami hanya komunikasi lewat sms saja.Sebenarnya saya ingin sekali putus supaya saya bisa lebih dekat ke Allah dan mohon ampun atasdosa-dosa saya dahulu. Tapi, saya udah berulang kali minta putus, namun dia tidak mau. Alasannya,dia yang telah merenggut kesucian saya, maka dia juga yang menikahi saya. Selain itu, dia juga mengaku sangat mencintai saya dan gak bisa berpindah ke lain hati. Sebenarnya,dia udah pengin banget nikahin saya, tapi karena masih kuliah dan belum punya kerja, kami belumdiperbolehkan menikah oleh ortu kedua belah pihak.Jika saya minta putus ke dia, biasanya dia gak mau & menjadi sangat sedih. Dia bilang, selama inisemangat kuliah karena saya. Hal itu kadang membuat saya jadi kasian sama dia sekaligus kasian jugasama ortunya jika dia hancur kuliahnya cuma gara-gara saya putusin.Selain itu, jika saya putusin pacar saya, saya juga jadi ga enak sama ortu dia, sebab kami udah kenaldeket dan mereka udah setuju banget jika nanti saya yang jadi menantu mereka.Sebenarnya, jika mutusin dia, saya bukan berharap supaya sata dapat yang lebih baik dari dia. Samasekali bukan. Saya cuma ingin gak pacaran lagi supaya lebih dekat sama Allah, karena pacaran inimembuat saya terkadang gelisah jika tidak mendapat kabar darinya. Tapi di sisi lain, saya bimbangatas dua hal di atas. Selain itu, masa‟ orang yang udah mau tanggung jawab dengan ketidakperawanansaya, sy sia-siakan??Saya takut, jika nanti akhirnya kami benar-benar putus, dia akan menikah dengan wanita lain karenadia menganggap saya tidak mencintainya. Sebenarnya saya sangat ingin menikah dengannya. Namunsaya hanya tak mau pacaran dengannya. Menurut Sakinah bagaimana? Apakah:a. Saya tetap mutusin pacar supaya lebih dekat sama Allah b. Saya gak mutusin pacar, tapi kami saling bantu seperti layaknya sahabat sampai kami nikah setelahlulus? (Tapi masih sekitar 2,5 thn lagi).c. Atau ada pendapat lain?Mohon penjelasannya, karena saya sangat bingung. Terima kasih.JAWABAN:Wa‟alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, Bismillahirrahmanirrahim.
  • 5. Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabikita Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang senantiasa setia mengikutiajarannya yang lurus hingga hari kiamat. Saudariku, semoga Allah merahmati Anda, setelah membaca semua apa yang Anda ceritakan di atas,kami nasihatkan kepada Anda dan pacar Anda agar segera bertaubat kepada Allah dengan taubatnashuha, memperbanyak istighfar (minta ampunan) kepada-Nya atas segala perbuatan dosa yangpernah Anda berdua lakukan, serta bersungguh-sungguh dalam menjalan perintah-perintah-Nya danmenjauhi segala larangan-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta‟ala tatkala menyebutkanbeberapa sifat orang-orang yang bertakwa: (135) (136) “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapatmengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangmereka Mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahalaorang-orang yang beramal.” (Ali „Imran: 135-136)Dan firman-Nya pula: ‫)71( ا‬ “Sesungguhnya Taubat di sisi Allah hanyalah Taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatanlantaran kejahilan, yang Kemudian mereka bertaubat dengan segera, Maka mereka Itulah yangditerima Allah taubatnya; dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa‟: 17)Maka dari itu, sejak sekarang juga hendaknya Anda berhenti dari berpacaran dengan siapa pun (baikbertemu secara langsung maupun melalui telepon, sms, chatting atau lainnya), dan menjauhi segalahal yang akan menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan keji (zina) dan mungkar. Dengandemikian, mudah-mudahan Allah menerima taubat Anda dan mengampuni segala kesalahan dan dosayang telah lalu. Allah Ta‟ala berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dansuatu jalan yang buruk.” (Al-Isra‟ : 32)Janganlah Anda tertipu atau terlena dengan pengakuan pacar Anda yang menyatakan bahwa diasangat mencintai dan menyayangi Anda, padahal Anda belum halal baginya. Sebab, ini akan membuatAnda sulit untuk terbebas dari jerat-jerat setan, sehingga menghalangi Anda dari taubat nashuha. Disamping itu, berlarut-larut dalam dosa dan maksiat akan membuat hidup Anda penuh dengankegelisahan, kesedihan dan kesempitan, serta hati pun hampir-hampir tak pernah merasakanketenangan dan kebahagiaan yang hakiki. Sebab, tatkala Anda bertemu dan berdekatan dengan pacar Anda, hati Anda merasa khawatir akankehilangan dan berpisah dengannya. Begitu pula ketika Anda berpisah dan berjauhan dengan pacarAnda, hati Anda pun merasa rindu yang sangat untuk segera berjumpa dan berdekatan dengannya.Demikianlah keadaan hati orang yang berpacaran (berbuat maksiat) sebagai pengaruh buruk yangditimbulkan oleh dosa dan maksiat. Allah Ta‟ala berfirman, “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yangsempit”. (QS. Thaaha: 124)
  • 6. Sedangkan ketenangan dan kebahagiaan hidup, serta lapangnya dada hanya diperoleh dengan jalanketakwaan dan ketaatan kepada Allah Ta‟ala semata. Sebagaimana firman-Nya: (28) “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah, Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra‟d: 28)Adapun keinginan pacar Anda untuk segera menikahi Anda sebagai bentuk tanggung jawabnya,namun tidak disertai dengan adanya kemampuan memberikan nafkah secara lahir dan batin, makayang demikian ini tidak sesuai dengan bimbingan Islam dalam pernikahan. Sebab, keadaan seperti ituakan menimbulkan banyak kerusakan dan akan mengurangi keharmonisan dalam berumah tangga.Apalagi kedua orang tua masing-masing belum mengizinkan atau merestui pernikahan Anda berdua,tentu ini sangat dilarang.Oleh karena itu, hendaknya Anda dan pacar Anda memperbaiki keadaan masing-masing denganbertaubat kepada Allah, menghiasi diri Anda dengan akhlak dan adab Islami yang mulia, sertamemohon kepada Allah agar Dia menganugerahkan kepada Anda calon suami yang sholih dan hidupbahagia di dunia dan akhirat.Jika Anda berdua telah bertaubat, maka dengan izin Allah, Anda berdua akan dimasukkan ke dalamgolongan hamba-hamba-Nya yang baik-baik, dan berhak mendapatkan pendamping hidup yang baik-baik pula. Allah Ta‟ala berfirman, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- lakiyang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (An-Nuur: 26) Demikian jawaban atas pertanyaan yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat menyelesaikanproblem yang sedang Anda hadapi, dan menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. Wallahu Ta‟alaA‟lam bish-showab.