SMK-MAK kelas10 smk budidaya ikan gusrina - Presentation Transcript
Gusrina
untuk
Sekolah Menengah Kejuruan
Gusrina
BUDIDAYA IKAN
untuk SMK
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Gusrina
BUDAYA IKAN
Untuk SMK
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
i
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang
BUDIDAYA IKAN
Untuk SMK
Penulis : Gusrina
Ilustrasi, Tata Letak :
Perancang Kulit :
Ukuran Buku :
410
GUS GUSRINA
b Budidaya Ikan untuk SMK /oleh Gusrina. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
ii
KATA SAMBUTAN
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008,
telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran
ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui
website bagi siswa SMK.
Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan
Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK
yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
12 tahun 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia.
Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga
penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih
memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta
didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia
yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar
dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami
menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh
karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta,
Direktur Pembinaan SMK
iii
KATA PENGANTAR
Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan yang
akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga
pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya
ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan buku-
buku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan
secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi
kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) SMK.
Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai bahan
pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan punah.
Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan sebagai
dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang wadah
budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab ketiga
berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang nutrisi
ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam berisi
tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang pengembangbiakan
ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan penyakit ikan. Sedangkan
materi penunjang seperti pemasaran, analisa usaha budidaya ikan dan
kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada bab terakhir.
Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar, payau
maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah
memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang
nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi,
biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang
harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi
induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen
ikan.
Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah
dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini dihadapan
pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada suami dan
anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-teman yang
telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat
Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan anggaran untuk
meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai dengan Standar
Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku ini bermanfaat
bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta wawasan. Dan
juga kami mohon saran dan masukan yang membangun karena keterbatasan
yang dimiliki oleh penyusun.
Cianjur, November 2007
Penyusun
iv
DAFTAR ISI
Halaman
iv
Kata Pengantar
v
Daftar Isi
ix
Daftar Gambar
xiii
Daftar Tabel
xvi
Glosari
xxviii
Sinopsis
xxx
Peta Kompetensi
1
Bab I. PENDAHULUAN
21
Bab II. WADAH BUDIDAYA IKAN
21
2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN
2.1.1. Kolam 21
2.1.2. Bak 24
2.1.3. Akuarium 24
2.1.4. Karamba Jaring Apung 26
27
2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA
2.2.1. Konstruksi kolam 27
2.2.1.1. Pematang kolam 27
2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran 28
2.2.1.3. Pintu air 29
2.2.2. Konstruksi akuarium 31
2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung 34
2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA 43
50
Bab III. MEDIA BUDIDAYA IKAN
50
3.1. SUMBER AIR
53
3.2. PARAMETER KUALITAS AIR
3.2.1. Sifat Fisik 53
3.2.1.1. Kepadatan (density/berat jenis) 53
3.2.1.2. Kekentalan (Viscosity) 53
3.2.1.3. Tegangan Permukaan 54
3.2.1.4. Suhu air 54
3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air 56
3.2.1.6. Salinitas 57
3.2.2. Sifat Kimia 58
3.2.2.1. Oksigen 58
3.2.2.2. Karbondioksida 60
3.2.2.3. pH air 61
3.2.2.4. Bahan organic dan garam mineral 63
3.2.2.5. Nitrogen 65
3.2.2.6. Alkalinitas dan kesadahan 67
3.2.3. Sifat Biologi 68
68
3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA
v
73
Bab IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN
73
4.1. SELEKSI INDUK
4.1.1. Selective Breeding 76
4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/Crossbreeding 81
4.1.3. Seks Reversal 83
4.1.4. Inbreeding 92
4.1.5. Aplikasi seleksi induk pada budidaya 95
4.1.5.1. Seleksi induk ikan Lele 96
4.1.5.2. Seleksi induk ikan mas 97
4.1.5.3. Seleksi induk ikan Nila 100
4.1.5.4. Seleksi induk ikan Patin 102
103
4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN
4.2.1. Perkembangan dan pematangan gonad 104
4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 109
4.2.3. Perjalanan hormon ke sel target 113
4.2.4. Stripping dan pembuahan buatan 114
4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi 116
4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 117
4.2.6.1. Pemijahan ikan mas 117
4.2.6.2. Pemijahan ikan lele 124
4.2.6.3. Pemijahan ikan nila 126
130
4.3. PENETASAN TELUR
4.3.1. Perkembangan embrio 131
4.3.2. Proses penetasan telur 132
4.3.3. Aplikasi penetasan telur ikan 133
138
4.4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN
146
4.5. PEMBESARAN IKAN
4.5.1. Pembesaran ikan mas 146
4.5.2. Pembesaran ikan nila 151
4.5.3. Pembesaran ikan bandeng 154
157
4.6. PEMANENAN
4.6.1. Pemanenan benih ikan nila 157
4.6.2. Pemanenan benih ikan patin 158
4.6.3. Pemanenan ikan mas 160
162
Bab V. NUTRISI IKAN
162
5.1. ENERGI
167
5.2. PROTEIN
182
5.3. KARBOHIDRAT
190
5.4. LIPID
199
5.5. VITAMIN
232
5.6. MINERAL
243
Bab VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN
246
6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU
258
6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN
6.2.1. Metode segi empat Pearsons 258
6.2.2. Metode aljabar 264
vi
6.2.3. Metode linier 268
6.2.4. Metode Trial and error (coba-coba) 272
6.2.5. Metode Worksheet 277
282
6.3. PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN
292
6.4. UJI COBA PAKAN IKAN
6.4.1. Uji pakan secara kimia 292
6.4.2. Uji pakan secara fisik 304
6.4.3. Uji pakan secara biologis 308
6.5. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN
315
6.6. PAKAN DAN KUALITAS AIR
324
329
Bab VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI
329
7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI
336
7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON
7.2.1. Wadah dan peralatan budidaya Phytoplankton 336
7.2.2. Penyiapan media budidaya Phytoplankton 339
7.2.3. Penebaran bibit/inokulasi 348
354
7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON
7.3.1. Budidaya Daphnia 354
7.3.2. Budidaya Artemia 367
7.3.3. Budidaya Rotifera 377
388
7.4. BUDIDAYA BENTHOS
396
7.5. BIOENKAPSULASI
400
Bab VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN
400
8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT
8.1.1. Hama ikan 400
8.1.2. Penyakit ikan 402
412
8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN
8.2.1. Pencegahan hama 412
8.2.2. Pencegahan parasit dengan penyaringan air 413
sistem filter 415
8.2.3. Pencegahan terhadap beberapa penyakit 417
431
8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT
8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN
446
Bab IX. PEMASARAN
446
9.1. PENGERTIAN PEMASARAN
447
9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN
449
9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN
450
9.4. ESTIMASI HARGA JUAL
454
9.5. SISTEM PENJUALAN
455
9.6. STRATEGI PROMOSI
463
Bab X. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN
463
10.1. PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN
476
10.2. NET PRESENT VALUE (NPV)
477
10.3. NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO)
vii
477
10.4. INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
478
10.5. ANALISIS BREAK EVENT POINT
479
10.6. APLIKASI ANALISA USAHA
485
Bab XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
485
11.1. PENGERTIAN K3
485
11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA
PERIKANAN BUDIDAYA
492
Daftar Pustaka
viii
DAFTAR GAMBAR
No. Judul Halaman
1.1. Ikan Mas (Cyprinus carpio) 4
1.2. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) 4
1.3. Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) 4
1.4. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) 4
1.5. Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) 4
1.6. Ikan Bawal (Colosoma brachyponum) 5
1.7. Ikan Tawes (Puntius gonionotus) 5
1.8. Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) 5
1.9. Ikan Sepat (Trichogaster pectolaris) 5
1.10. Ikan Kowan (Ctenopharyngodon idella) 5
1.11. Ikan Lele (Clarias sp) 5
1.12. Ikan Sidat (Anguilla sp) 6
1.13. Udang vanamei (Penaeus vannamei) 6
1.14. Ikan Bandeng (Chanos chanos) 6
1.15. Kerapu Merah (Plectopomus maculates) 6
1.16. Ikan Kakap putih (Lates calcarifer) 6
1.17. Ikan Kerapu (Chromileptes altivelis) 6
1.18. Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) 6
1.19. Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) 6
1.20. Ikan Beronang (Siganus gutatus) 7
2.1 Kolam tanah 22
2.2 Kolam semiintensif 22
2.3 Kolam intensif 22
2.4 Kolam Pemijahan 23
2.5 Kolam Penetasan 23
2.6 Kolam Pemeliharaan 23
2.7 Kolam Pemberokan 24
2.8 Bak beton 24
2.9 Bak Fiber 24
2.10 Bak Plastik 24
2.11 Akuarium Kelompok 25
2.12 Akuarium sejenis 26
2.13 Akuarium Tanaman 26
2.14 Kolam jaring terapung tampak atas 26
2.15 Kolam jaring terapung tampak depan 27
2.16 Bentuk pematang trapesium sama kaki 28
2.17 Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki 28
2.18 Kemiringan dasar kolam 28
2.19 Saluran tengah atau kemalir 29
2.20 Pintu pemasukan dan pengeluaran air di tengah 29
2.21 Pintu pemasukan dan pengeluaran air di sudut 29
2.22 Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L 30
2.23 Pintu pemasukan dan pengeluaran air system monik 30
ix
2.24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon 30
2.25 Meletakkan lembaran kaca 32
2.26 Mengukur kaca 32
2.27 Memotong kaca 32
2.28 Menghaluskan bagian pinggir kaca 32
2.29 Lem silicon dan alat tembak lem 33
2.30 Penggunaan alat tembak lem 33
2.31 Lakban pada kaca 34
2.32 Mengeringkan akuarium 34
2.33 Kerangka jarring apung 37
2.34 Pelampung drum besi 38
2.35 Jangkar 38
2.36 Pola jarring 41
2.37 Pengeringan dasar kolam 43
2.38 Mengairi kolam 46
2.39 Sanitasi bak budidaya 48
3.1 Termometer 71
3.2 Secchi disk 71
3.3 Salinometer 71
3.4 Refraktometer 71
3.5 Flow meter 71
3.6 DO meter 71
3.7 pH meter 72
3.8 Kerta Lakmus 72
3.9 Planktonnet 72
3.10 Haemocytometer 72
3.11 Ekman Dredge 72
3.12 Spektrofotometer 72
4.1 Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding 95
4.2 Induk ikan lele betina dan genital papilla 96
4.3 Induk ikan lele jantan dan genital papilla 97
4.4 Induk ikan mas betina dan genital papilla 100
4.5 Induk ikan mas jantan dan genital papilla 100
4.6 Induk ikan nila 102
4.7 Induk ikan patin jantan dan betina 102
4.8 Kanulasi induk ikan patin 103
4.9 Skema pengaturan sekresi hormone 105
4.10 Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan 106
4.11 Mekanisme hormone steroid 109
4.12 Representasi diagram pada penempang sagital otak 110
4.13 Pengambilan kelenjar hipofisa 111
4.14 Penggerusan kelenjar hipofisa 112
4.15 Pemutaran alat sentrifuse 112
4.16 Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa 112
4.17 Pengambilan kelenjar ekstrak hipofisa 112
4.18 Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa 113
4.19 Pemasangan kakaban dikolam pemijahan cara Sunda 118
4.20 Kolam pemijahan cara Cimindi 119
x
4.21 Kolam pemijahan cara Magek 120
4.22 Kolam pemijahan cara Kantong 121
4.23 Kolam pemijahan cara Dubish 122
4.24 Kolam pemijahan cara Hofer 123
4.25 Diagram susunan kolam pemijahan bersekat 129
4.26 Sampling benih ikan 145
4.27 Pengemasan benih 159
6.1 Disk mill 283
6.2 Hammer mill 283
6.3 Vertical mixer 284
6.4 Horizontal mixer 284
6.5 Alat penggiling daging 286
6.6 Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi 287
6.7 Silo 287
6.8 Alat pengukur kadar air 293
6.9 Peralatan pengukuran kadar protein 294
6.10 Peralatan pengukuran kadar lemak 294
6.11 Peralatan pengukuran kadar serat kasar 295
6.12 Peralatan pengukuran kadar abu 296
6.13 Metode pemberian pakan dengan tangan 323
6.14 Ametode pemberian pakan dengan demand feeder 323
7.1 Chlorella sp 331
7.2 Tetrasemis sp 332
7.3 Scenedesmus sp 332
333
7.4 Skeletonema costatum
7.5 Spirulina sp 333
7.6 Brachionus sp 334
334
7.7 Artemia salina
7.8 Moina sp 335
7.9 Daphnia sp 335
335
7.10 Paramecium
7.11 Tubifex sp 335
7.12 Erlemeyer 336
7.13 Cawan Petri 337
7.14 Jarum ose 337
7.15 Pipet kaca 337
7.16 Tabung reaksi 337
7.17 Mikroskop 337
7.18 Bak fiber 338
7.19 Aerator 338
7.20 Daphnia sp (bagian-bagian tubuh) 360
7.21 Kemasan cyst Artemia 367
7.22 Perkembangbiakan Artemia 373
7.23 Rotifera 382
7.24 Daur hidup rotifer 384
7.25 Tubifex 391
7.26 Daur hidup tubifex 392
405
8.1 Ichthyophthirius multifiliis
xi
8.2 Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis 406
8.3 Trichodina tampak bawah 407
8.4 Trichodina tampak atas 407
8.5 Myxobolus sp 407
8.6 Myxosoma sp 408
8.7 Thellohanellus sp 408
8.8 Henneguya sp 408
8.9 Dactylogyrus sp 409
8.10 Gyrodactilus sp 409
8.11 Lernea sp 410
8.12 Argulus indicus tampak bawah 411
8.13 Saprolegnia sp 411
8.14 Achlya sp 411
8.15 Aeromonas sp 412
8.16 Mekanisme kerja mekanik 413
8.17 Penumpukan partikel pada media filter mekanik 414
8.18 Filter air 415
8.19 Dropsy pada ikan plati dan cupang 418
8.20 Dropsy tampak samping 419
8.21 Akumulasi cairan 419
8.22 Contoh kasus kelainan gelembung renang 420
8.23 Gejala umum ulcer 421
8.24 Ikan terserang white spot 422
xii
DAFTAR TABEL
No. Judul Halaman
1.1 Komoditas akuakultur yang sudah lazim 3
dibudidayakan dalam system budidaya di Indonesia
2.1 Perbandingan antara ukuran akuarium dengan 31
ketebalan kaca
2.2 Jenis pelampung dan lama pemakaian 37
2.3 Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan 39
ukuran ikan yang dibudidayakan
2.4 Perbandingan jumlah mata jarring yang harus 42
dipotong dalam berbagai ukuran kantong jarring dan
mata jaring.
2.5 Dosis kapur tohor (CaO) 45
3.1 Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan 56
3.2 Hubungan antara kadar oksigen terlarut dan suhu 60
3.3 Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan 62
3.4 Presentase ammonia bebas terhadap ammonia total 66
3.5 Kriteria kualitas air Golongan C 69
3.6 Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan 70
peralatan pengukuran yang dapat digunakan
4.1 Perbandingan strategi, keuntungan dan kerugian dari 78
seleksi individu (A), seleksi within family (B) dan
seleksi between family (C)
4.2 Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotype 94
dan frekuensi alel dalam lokus
4.3 Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas 99
4.4 Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas matang 99
gonad
4.5 Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan nila 101
4.6 Dosis pengapuran untuk menetralkan dari berbagai 128
jenis tekstur tanah dan pH awal yang berbeda
4.7 Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28 134
o
C
4.8 Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem 150
pemeliharaan
5.1 Kebutuhan energi untuk ikan Salmon 166
5.2 Kebutuhan energi untuk Catfish 166
5.3 Nama dan singkatan asam amino 171
5.4 Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa 178
jenis ikan dalam % protein pakan
5.5 Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering 182
pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya
5.6 Klasifikasi karbohidrat 184
5.7 Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan 188
sumbernya oleh beberapa ikan budidaya
xiii
5.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk 190
pertumbuhan beberapa ikan budidaya
5.9 Nama umum asam lemak 194
5.10 Kelompok asam lemak unsaturated jenuh 195
5.11 Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan 196
5.12 Komposisi asam lemak essensial pada berbagai 197
sumber lipid (g/100 g asam lemak)
5.13 Penggolongan beberapa sumber vitamin A 202
5.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya 203
5.15 Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan 203
5.16 Kebutuhan vitamin D beberapa spesies ikan budidaya 205
5.17 Kebutuhan vitamin E beberapa spesies ikan budidaya 207
5.18 Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E 208
sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya
5.19 Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan 209
budidaya
5.20 Kebutuhan tiamin dalam pakan 211
5.21 Tanda-tanda kekurangan tiamin A pada ikan budidaya 212
5.22 Kebutuhan vitamin B2 dalam pakan ikan 213
5.23 Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan 214
budidaya
5.24 Kebutuhan vitamin B6 dalam pakan ikan 215
5.25 Tanda-tanda kekurangan piridoksin pada ikan 216
budidaya
5.26 Kebutuhan vitamin B5 dalam pakan ikan 218
5.27 Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan 218
budidaya
5.28 Kebutuhan biotin dalam pakan ikan 220
5.29 Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya 220
5.30 Kebutuhan asam folat dalam pakan ikan 221
5.31 Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan 222
budidaya
5.32 Kebutuhan vitamin B12 dalam pakan ikan 223
5.33 Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan 223
budidaya
5.34 Kebutuhan Niasin dalam pakan ikan 224
5.35 Tanda-tanda kekurangan Niasin pada ikan budidaya 225
5.36 Kebutuhan inositol dalam pakan ikan 226
5.37 Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya 226
5.38 Kebutuhan Kolin dalam pakan ikan 227
5.39 Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya 228
5.40 Kebutuhan vitamin C dalam pakan ikan 229
5.41 Tanda-tanda kekurangan vitamin C pada ikan 230
budidaya
5.42 Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada 237
berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat
kering)
5.43 Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai 237
xiv
jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering)
5.44 Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan 238
5.45 Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan 239
5.46 Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan 240
5.47 Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan 241
6.1 Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan 247
makannya
6.2 Kandungan nutrisi bahan baku nabati 251
6.3 Kandungan nutrisi bahan baku hewani 252
6.4 Kandungan nutrisi bahan baku limbah pertanian 252
6.5 Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan 254
ikan dan udang dalam %
6.6 Jenis dan kandungan nutrisi bahan baku ikan 255
karnivora
6.7 Hasil analisa proksimat bahan baku 256
6.8 Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi
dan cara menghilangkan zat antinutrisi 285
6.9 Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan 291
budidaya
6.10 Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan 320
6.11 Skedul pemberian pakan pada udang 321
6.12 Jumlah pakan harian pudang dengan kelangsungan 322
hidup 80%
7.1 Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae 341
7.2 Komposisi Trace Metal Solution 341
7.3 Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar 342
7.4 Komposisi pupuk phytoplankton semi masal 346
7.5 Komposisi pupuk kultur missal 347
7.6 Komposisi campuran vitamin pada media Dphnia 363
7.7 Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar 371
garam 5 permill
7.8 Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar 372
garam 30 permill
7.9 Ukuran badan dan nilai kalori rotifer 383
7.10 Kandungan komposisi beberapa bahan 398
bioenkapsulasi
8.1 Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya 402
8.2 Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan 443
penyakit ikan
xv
GLOSARI
salah satu bagian dari kelenjar hipofisa yang
Adenohipofisa :
mengandung sel-sel pensekresi hormon
prolaktin, hormon Adrenocorticotropic (ACTH),
hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating
Hormone), hormon pertumbuhan (STH-
Somatotropin) dan Gonadotropin. Pars intermedia
mensekresi hormon pelepas melanosit
(Melanocyte Stimulating Hormone).
Adaptasi : Masa penyesuaian suatu organisme dalam
lingkungan baru.
Aerasi : Pemberian udara ke dalam air untuk penambahan
oksigen
Akrosom : Organel penghujung pada kepala spema yang
dikeluarkan yang berfungsi membantu sperma
menembus sel telur.
Aksi gen aditif : aksi gen yang mana fenotipe heterosigot
merupakan intermedit antara kedua fenotipe
homosigot, kedua alel tidak memperlihatkan
dominansi, keduanya memberikan konstribusi
yang seimbang dalam menghasilkan suatu
fenotipe
Aklimatisasi : Penyesuaian fisiologis terhadap perubahan salah
satu faktor lingkungan
Albinisme : kondisi genetik yang tidak sempurna yang
menyebabkan organisme tidak membentuk
pigmen
Bentuk alternatif suatu gen
Alel :
Alel yang diekspresikan secara penuh dalam
Alel dominan :
fenotipe itu
Alel yang pemunculan fenotipenya ditutupi secara
Alel resesif :
sempurna
Molekul organik dengan gugus karbonil yang
Aldehida :
terletak pada ujung kerangka karbon
xvi
Pembentukan zat organik kompleks dari yang
Anabolisme :
sederhana, asimilasi zat makanan oleh organisme
untuk membangun atau memulihkan jaringan dan
bagian-bagian hidup lainnya.
Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya
Anadromus :
dihabiskan dilaut dan bermigrasi ke air tawar untuk
memijah.
Anafase : Tahap mitosis dan meiosis yang mengikuti
metafase ketika separuh kromosom atau
kromosom homolog memisah dan bergerak ke
arah kutub gelendong.
Hormon steroid jantan utama, misalnya testoteron
Androgen :
Androgenesis : Proses penjantanan
Bahan kimiawi yang membunuh bakteri atau
Antibiotik :
menghambat pertumbuhannya.
Imunoglobin pengikat antigen yang dihasilkan oleh
Antibodi :
sel limfosit B, berfungsi sebagai efektor dalam
suatu respon imun.
Makromolekul asing yang bukan merupakan
Antigen :
bagian dari organisme inang dan yang memicu
munculnya respon imun.
Asam amino : Molekul organik yang memiliki gugus karboksil
maupun gugus amino. Asam amino berfungsi
sebagai monomer protein.
Suatu molekul asam nukleat berbentuk heliks dan
Asam :
beruntai ganda yang mampu bereplikasi dan
deoksiribonukleat
menentukan struktur protein sel yang diwariskan.
Asam karboksilik dengan rantai karbon panjang.
Asam lemak (fatty :
Asam lemak bervariasi panjang dan jumlah dan
acid)
lokasi ikatan gandanya, tiga asam lemak berikatan
dengan satu molekul gliserol akan membentuk
lemak.
Asam lemak dimana semua karbon dalam ekor
Asam lemak jenuh :
hidrokarbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal,
(Saturated fatty
sehingga memaksimumkan jumlah atom hidrogen
acid)
yang dapat berikatan dengan kerangka karbon.
xvii
Asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan
Asam lemak tak :
ganda antara karbon-karbon dalam ekor
jenuh (Unsaturated
hidrokarbon. Ikatan seperti itu mengurangi jumlah
fatty acid)
atom hidrogen yang terikat ke kerangka karbon.
Suatu polimer yang terdiri atas banyak monomer
Asam nukleat :
nukleotida, yang berfungsi sebagai cetak biru
untuk protein dan melalui kerja protein, untuk
semua aktivitas seluler. Ada dua jenis yaitu DNA
dan RNA.
Asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri
Asam amino :
oleh tubuh hewan sehingga harus tersedia dalam
essensial
makanan.
Perkembangbiakan tidak melalui perkawinan
Aseksual :
Kromosom yang secara tidak langsung terlibat
Autosom :
dalam penentuan jenis kelamin, sebagai kebalikan
dari kromosom seks.
Sel-sel yang besar berasal
Auksospora : dari
perkembangbiakan zigot baru
Bentuk perkawinan yang sering digunakan dalam
Backross :
pemuliaan yaitu mengawinkan kembali antara
anak dan orangtuanya yang sama untuk beberapa
generasi.
Basofil : Bersifat menyerap basa.
Organisme yang hidup di dasar perairan
Benthos :
Blastomer : Sel-sel anak yang dihasilkan selama pembelahan
zygot.
Blastula : Rongga yang terbentuk selama fase pembelahan
zigot.
Proses pembentukan blastula
Blastulasi :
Bobot kering bahan organik yang terdiri atas
Biomassa :
sekelompok organisme di dalam suatu habitat
tertentu atau bobot seluruh bahan organik pada
satuan luas dalam suatu waktu tertentu.
Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil, suatu
Budidaya :
xviii
sistem yang digunakan untuk memproduksi
sesuatu dibawah kondisi buatan.
Perkawinan yang dekat sekali kaitan keluarganya,
Closed Breeding :
misalnya antara anak dan tetua atau antara antar
saudara sekandung.
Fase dorman dari crustacea karena kondisi
Cyste :
lingkungan yang tidak sesuai
Fungi dan bakteri saprotropik yang menyerap
Dekomposer :
nutrien dari materi organik yang tidak hidup seperti
bangkai, materi tumbuhan yang telah jatuh dan
buangan organisme hidup dan mengubahnya
menjadi bentuk anorganik.
Jumlah individu persatuan luas atau volume atau
Densitas :
masa persatuan volume yang biasanya dihitung
dalam gram/cm3 atau jumlah sel/ml.
Deoksiribosa : Komponen gula pada DNA, yang gugus
hidroksilnya kurang satu dibandingkan dengan
ribosa, komponen gula pada RNA
Detritus : Materi organik yang telah mati atau hancuran
bahan organik yang berasal dari proses
penguraian secara biologis.
Disipon : Membersihkan badan air dengan mengeluarkan
kotoran bersama sebagian jumlah air.
Disucihamakan : Disterilkan dari jasad pengganggu.
Dorsal : Bagian punggung
Diagnosis : Proses pemeriksaan terhadap suatu hal
Diferensiasi gonad : Proses penentuan kelamin dengan pernyataan
fenotipe melalui perkembangan alat kelamin dan
ciri-ciri kelamin.
Diploid : Keadaan perangkat kromosom bila setiap
kromosomnya diwakili dua kali (2n)
Diploidisasi : Penggandaan jumlah kromosom pada sel-sel
haploid
Donor : Pemberi sumbangan
xix
Telur yang dibuahi dan merupakan dinding tebal
Dormant :
dan jika menetas menjadi betina amiktik.
Ekspresi gen : Pengejewantahan bahan genetik pada suatu
makhluk hidup sebagai keseluruhan jumlah tabiat
yang khas.
Pemisahan asam nukleat atau protein
Elektroforesis gel :
berdasarkan ukuran dan muatan listriknya,
dengan cara mengukur laju pergerakkannya
melalui suatu medan listrik dalam suatu gel.
Proses perkembangan embrio
Embriogenesis :
Endokrin : Kelenjar/sel yang menghasilkan hormon
Molekul protein komplek yang dihasilkan oleh sel
Enzim :
dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai
proses kimia didalam tubuh makhluk hidup.
Enzim yang digunakan untuk memotong fragmen
Enzim restriksi :
DNA yang memiliki sekuen tertentu.
Estrogen : Hormon seks steroid betina yang utama.
Makhluk yang sel-selnya mengandung inti sejati
Eukaryot :
yang diselimuti selaput inti, mengalami meiosis,
membelah dengan mitosis dan enzim oksidatifnya
dikemas dalam mitokondria.
Jumlah sel telur yang dihasilkan oleh seekor
Fekunditas :
hewan betina pertahun atau persatuan berat
hewan.
Feminisasi : Proses pembetinaan
Fenotipe : Ciri fisik dan fisiologis pada suatu organisme atau
sifat yang terlihat pada makhluk hidup yang
dihasilkan oleh genotipe bersama-sama dengan
faktor lingkungan.
Sinyal kimiawi atsiri dan kecil yang berfungsi
Feromon :
dalam komunikasi diantara hewan-hewan dan
bertindak sangat mirip dengan hormon dalam
mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku.
xx
Penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan
Fertilisasi :
suatu zigot diploid.
Tonjolan berbentuk cambuk pada salah satu sel
Flagella :
untuk alat gerak.
Fotosintesis : Pengubahan energi cahaya menjadi energi
kimiawi yang disimpan dalam glukosa atau
senyawa organik lainnya.
Pengelompokkan anggota-anggota jenis yang
Galur :
hanya memiliki satu atau sejumput ciri, biasanya
bersifat homozigot dan dipertahankan untuk
keperluan percobaan genetika.
Sel sperma atau telur haploid, gamet menyatu
Gamet :
selama reproduksi seksual untuk menghasilkan
suatu zigot diploid.
Tahapan pembentukan embrio berlapis dua dan
Gastrula :
berbentuk piala.
Proses pembentukan gastrula dari blastula atau
Gastrulasi :
proses pembentukan tiga daun kecambah
ektoderm, mesoderm dan endoderm.
Kumpulan mikrotubula yang menyelaraskan
Gelendong :
pergerakan kromosom selama pembelahan
eukariotik.
Bagian kromosom yang mengatur sifat-sifat
Gen :
keturunan tertentu atau satuan informasi yang
terdiri atas suatu urutan nukleotida spesifik dalam
DNA.
Turunan pertama atau turunan hibrid dalam
Generasi F1 :
fertilisasi-silang genetik.
Keturunan yang dihasilkan dari perkawinan
Generasi F2 :
generasi hibrid F1.
Komplemen lengkap gen-gen suatu organisme,
Genom :
materi genetik suatu organisme.
Genotipe : Kandungan genetik suatu organisme.
Proses perkembangan embrio yang berasal dari
Ginogenesis :
xxi
telur tanpa kontribusi material genetik jantan
Gonad : Organ seks jantan dan betina, organ penghasil
gamet pada sebagian besar hewan.
Gonadotropin : Hormon yang merangsang aktivitas testes dan
ovarium.
Haploid : Memiliki jumlah kromosom yang khas untuk gamet
makhluknya.
Keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi
Heritabilitas :
genotipe atau menggambarkan tentang
persentase keragaman fenotipe yang diwariskan
dari induk kepada keturunannya. Dinotasikan
dengan huruf h2 dengan nilai berkisar antara 0 – 1.
Hermaphrodit : Individu yang mempunyai alat kelamin jantan dan
betina.
Heliks ganda : Bentuk DNA asli
Haemoglobin : Protein mengandung besi dalam sel darah merah
yang berikatan secara reversibel dengan oksigen.
Herbivora : Hewan heterotropik yang memakan tumbuhan.
Heterozigot : Mempunyai dua alel yang berbeda untuk suatu
sifat genetik tertentu.
Heterosis : Suatu ukuran untuk menilai keunggulan dan
ketidakunggulan hibrid
Hibrid : Turunan dari tetua yang secara genetik sangat
berbeda, bahkan mungkin berlainan jenis atau
marga.
Hibridisasi : Perkawinan antara individu yang berbeda atau
persilangan.
Hipofisasi : Salah satu teknik dalam pengembangbiakan ikan
dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar
hipofisa kepada induk ikan untuk mempercepat
tingkat kematangan gonad.
Hipotalamus : Bagian ventral otak depan vertebrata, yang
berfungsi dalam mempertahankan homeostasis,
xxii
khususnya dalam mengkoordinasikan sistem
endokrin dengan sistem saraf.
Histon : Protein kecil dengan porsi besar yang terdiri dari
asam amino bermuatan positif yang berikatan
dengan DNA bermuatan negatif dan berperan
penting dalam struktur kromatinnya.
Kondisi fisiologis yang mantap dalam tubuh.
Homeostasis :
Mempunyai dua alel yang identik untuk suatu sifat
Homozigot :
tertentu.
Bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam
Hormon :
sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Hormon
disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan
ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi
regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia.
Ikan transgenik : Ikan yang memiliki DNA asing didalam tubuhnya
Menonaktifkan sperma
Inaktivasi sperma :
Perkawinan antara individu-individu yang
Inbreeding :
sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina
yang sama.
Salah satu metode transfer gen. Metode ini
Infeksi Retroviral :
menggunakan gen-gen heterogen yang
dimasukkan ke dalam genome virus dan dapat
dipindahkan kepada inang yang terinfeksi virus
tersebut.
Masa penyimpanan
Inkubasi :
Fase dimana tidak ada perubahan pada inti sel,
Interfase :
waktu istirahat.
Suatu ciri yang dapat diturunkan dalam suatu
Karakter kuantitatif :
populasi yang bervariasi secara kontinu sebagai
akibat pengaruh lingkungan dan pengaruh
tambahan dua atau lebih gen.
Metode pengorganisasian kromosom suatu sel
Kariotipe :
dalam kaitannya dengan jumlah, ukuran dan jenis.
Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya
Katadromus :
dihabiskan di perairan tawar dan bermigrasi ke
xxiii
laut untuk memijah.
Kelenjar kecil dibagian otak bawah yang
Kelenjar hipofisa :
menghasilkan berbagai macam hormon yang
dibutuhkan pada makhluk hidup .
Struktur pembawa gen yang mirip benang yang
Kromosom :
terdapat di dalam nukleus.
Proses perkawinan
Kopulasi :
Suatu stadia istirahat pada hewan cladosera atau
Kista :
crustacea tingkat rendah.
Organisme yang belum dewasa yang baru keluar
Larva :
dari telur atau stadia setelah telur menetas.
Larutan hipoklorit : Larutan yang mengandung HClO
Lokus : Tempat khusus disepanjang kromosom tertentu
dimana gen tertentu berada.
Penjantanan.
Maskul;inisasi :
Tipe pembelahan sel dan nukleous ketika jumlah
Meiosis :
kromosom direduksi dari diploid ke haploid.
Kromosom yang sentromernya terletak ditengah-
Metasentrik :
tengah.
Metafase : Tahapan mitosis dan meiosis ketika kromosom
mencapai keseimbangan posisi pada bidang
ekuator.
Perubahan bentuk organisme dalam daur hidup
Metamormofose :
Mikropil : Lubang kecil pada telur tempat masuknya sperma.
Mikroinjeksi : Metode yang digunakan dalam mengintroduksi
DNA asing ke dalam pronukleus atau sitoplasma
telur yang telah terbuahi. DNA asing disuntikkan
pada saat fase 1-2 sel.
Proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik
Mitosis :
yang secara konvensional dibagi menjadi lima
tahapan : profase, prometafase, metafase,
anafase, dan telofase. Mitosis mempertahankan
xxiv
jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan
kromosom yang direplikasikan secara sama ke
masing-masing nukleus anak.
Sekelompok sel anak (blastomer) yang terbentuk
Morula :
selama fase pembelahan zygot.
Bentuk stadia setelah menetas pada crustacea
Nauplii :
atau copepoda.
Bagian dari kelenjar hipofisa, terdiri dari pars
Neurohipofisa :
nervosa yang berfungsi mensekresi Oxytoxin,
Arginin Vasotocin dan Isotocin
Omnivore : Organisme pemakan segala
Kelenjar kelamin betina yang menghasilkan ovum.
Ovarium :
Ovipar : Berkembangbiak dengan menghasilkan telur.
Berkembangbiak dengan menghasilkan telur
Ovivipar :
tetapi telur tersebut menetas dalam tubuh
induknya.
Perkawinan antara individu-individu yang tidak
Outbreeding :
sekerabat (berbeda induknya), masih dalam satu
varietas atau beda varietas.
Ovulasi : Proses terlepasnya sel telur dari folikel.
Perkembangbiakan telur menjadi individu baru
Partenogenesis :
tanpa pembuahan telur dan menghasilkan telur
diploid.
Pemijahan : Proses peletakan telur atau perkawinan
Zat warna tubuh
Pigmen :
Molekul DNA sirkular yang bereplikasi pada sel-sel
Plasmid :
bakteri secara independent.
Sel telur hasil pembelahan meiosis yang tidak
Polar body :
memiliki sitoplasma.
Tahap pertama meiosis dan
Profase : mitosis ketika
kromosom mulai jelas terlihat.
Keturunan yang berasal dari sumber yang sama,
Progeni :
xxv
anak cucu
Proses pergantian kromosom dimana individu
Poliploidisasi :
yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set
kromosom.
Proses perkembangbiakan baik secara aseksual
Reproduksi :
maupun seksual.
Pemisahan populasi dasar yang digunakan ke
Seleksi :
dalam kedua kelompok, yaitu kelompok terpilih
dan kelompok yang harus terbuang.
Bagian kromosom yang terletak pada titik ekuator
Sentromer :
kumparan pada metafase, tempat melekat benang
penarik gelendong, posisi sentromer menentukan
bentuk kromosom.
Seks reversal : Proses pembalikan kelamin dengan menggunakan
metode tertentu.
Spermatogenesis : Proses perkembangan spermatogonium menjadi
spermatis
Sel-sel kecambah untuk membentuk sperma
Spermatogonium :
Sel gamet jantan dengan inti haploid yang
Spermatozoa :
ememiliki bentuk berekor.
Proses dimana spermatozoa dilepaskan dari cyste
Spermiasi :
dan masuk kedalam lumen.
Proses metamorfosa spermatid
Spermiogenesis : menjadi
spermatozoa
Sentromer terletak pada ujung kromosom yang
Submetacentrik :
memiliki dua lengan yang tidak sama panjangnya.
Sentromer juga terletak pada ujung kromosom
Subtelocentrik :
namun masih jelas terlihat adanya lengan pendek.
Suatu instrumen yang mengukur porsi dari cahaya
Spektrofotometer :
dengan panjang gelombang yang berbeda yang
diserap dan dihantarkan oleh suatu larutan
berpigmen.
Tahap akhir dari mitosis atau meiosis ketika
Telofase :
xxvi
pembagian sitoplasma dan penyusunan inti
selesai.
Testis : Gonad yang berperan menghasilkan sperma
Tetraploid : Individu yang mempunyai empat perangkat
kromosom haploid pada nukleusnya.
Triploid : Individu yang mempunyai tiga perangkat
kromosom haploid pada nukleusnya.
Triploidisasi : Proses pembuatan organisme triploid dengan
menggunakan kejutan suhu untuk menahan polar
body II atau menahan pembelahan mitosis awal.
Vitellogenesis : Proses deposisi kuning telur, dicirikan oleh
bertambah banyaknya volume sitoplasma yang
berasal dari vitelogenin eksogen yang membentuk
kuning telur.
Zygot Sel diploid sebagai hasil perpaduan gamet jantan
dan gamet betina haploid.
SINOPSIS
Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para peserta
diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang mengambil
program studi Budidaya Ikan. Menurut SKKNI dalam program studi Budidaya
Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar, Budidaya Ikan
Air Laut, Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias. Dalam buku teks
ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang bagaimana
membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai habitat
budidaya. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang dapat
digunakan dalam melakukan budidaya ikan, media yang optimal dalam
budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan
kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang, bagaimana melakukan
proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya
dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya, kebutuhan nutrisi untuk ikan yang
akan dibudidayakan, bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan
pada ikan budidaya, bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan
yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya, hama dan
xxvii
penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan.
Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan
masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis
pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga jual
relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Dengan
mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. Oleh
karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan
budidaya sangat dibutuhkan. Dengan semakin bertambahnya jumlah
penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya, maka dibutuhkan
suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas
tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan mempelajari buku teks ini
diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada
berbagai media dan teknologi budidaya.
Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi
ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang investasi yang harus
dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan. Dengan
menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif dibutuhkan pemahaman
tentang produksi pakan buatan yang ramah lingkungan tetapi sesuai dengan
kebutuhan ikan budidaya. Selain itu dalam membudidayakan ikan sangat
dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan benih, maka sangat dibutuhkan
suatu pemahaman bagaimana membudidayakan pakan alami yang sesuai
dengan kebutuhan ikan.
Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami
pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Oleh
karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang
dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan
pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang
dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit.
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka
penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan.
Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati
dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan produksi pada ikan budidaya. Aplikasi teknologi molekuker
dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom,
rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Rekayasa kromosom antara
lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis, androgenesis dan poliploidisasi
yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas
ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan.
Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan
rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat
komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi
pembudidaya misalnya gen pertumbuhan, gen antibeku dan gen warna
tubuh.
xxviii
Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami pengetahuan
yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan. Dalam buku teks ini
juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan suatu kegiatan
yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan bahasa yang
sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan.
PETA KOMPETENSI
KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI
Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI
PBD. PL 00.001U.01 1. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan
2. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan
Memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan dan
lingkungan di tempat kerja
1. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan
PBD. PL 00.002U.01
dan keselamatan di tempat kerja
2. Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan
kerja dalam kondisi bahaya/darurat
3. Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja
Membina kerjasama
1. Melakukan interaksi di tempat kerja
2. Melakukan pertemuan, menyelami dan mengarahkan
PBD. PL 00.003U.01 klien dan pelanggan
3. Memelihara penampilan pribadi
Menggunakan sistem komunikasi
1. Mengumpulkan, mencatat dan mengirim data
xxix
PBD. PL 00.004U.01 2. Mengumpulkan, mencatat dan menyediakan
informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja
3. Menanggapi masalah
Membuat perencanaan kerja
PBD. PL 00.005U.01 1. Membuat jadwal kegiatan
2. Mengatur bahan, peralatan dan cara kerja
Menyiapkan peralatan
1. Mengidentifikasi jenis peralatan
PBD. PL 00. 006U. 01 2. Menentukan peralatan
3. Mengontrol cara kerja peralatan
4. Membuat laporan
Mengidentifikasi parameter kualitas air
1. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan
dalam identifikasi parameter kualitas air
PBD.PL 00.007U.01 2. Mengambil sampel air di lapangan
3. Mengukur parameter kualitas air
4. Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas
air
KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI
Menentukan lokasi budidaya
1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi
budidaya
PBD. PL00.008U. 01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui
kegiatan survey lapangan
3. Menentukan lokasi
4. Membuat laporan
Menyiapkan wadah
1. Mengidentifikasi wadah
2. Menentukan wadah
PBD. PL 00. 009U. 01
3. Mengontrol proses penggunaan wadah
4. Membuat laporan
Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan
xxx
1. Mengambil sampel di lapangan
2. Mengidentifikasi gejala serangan
PBD. PL 00. 010U. 01
3. Menentukan jenis parasit
4. Membuat laporan
Mengemas ikan
1. Menyiapkan teknik pengepakan
2. Menentukan jenis ikan yang dikemas
PBD. PL 00. 011U. 01
3. Melakukan pengepakan ikan
4. Membuat laporan
Memasarkan ikan
PBD. PL00.012U. 01 1. Mencari order pemasaran
2. Melaksanakan penjualan
3. Menyiapkan kuota/target
4. Mengontrol proses pemasaran
Menentukan lokasi pembenihan ikan
1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi
PBD.PL 01.001I.01 pembenihan
2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan
3. Memilih lokasi pembenihan ikan
4. Membuat laporan
Menyiapkan media pembenihan ikan
1. Merencanakan kegiatan persiapan media
PBD.PL 01.002I.01 pembenihan
2. Menyiapkan wadah pembenihan
3. Menyiapkan air untuk pembenihan
4. Membuat laporan
Mengelola induk ikan
1. Memelihara calon induk ikan
PBD.PL 01.003I.01 2. Menyeleksi calon induk jantan dan betina
3. Melakukan pematangan gonad induk ikan
4. Menyeleksi induk siap pijah
Memijahkan induk ikan
1. Melakukan proses pemijahan ikan
PBD.PL 01.004I.01 2. Menangani telur
3. Menetaskan telur
Mengkultur pakan alami
1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami
PBD.PL 01.005I.01 2. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami
3. Menebar bibit pakan alami
xxxi
Memelihara larva ikan
1. Merawat larva ikan
2. Memberi pakan larva
PBD.PL 01.006I.01 3. Mengamati perkembangan larva
4. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan
larva
5. Memantau kualitas dan kuantitas air pada
pemeliharaan larva
Memanen hasil pembenihan ikan
1. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil
pembenihan
PBD.PL.01.007I.01 2. Melakukan pemananen benih ikan
3. Mengemas benih ikan
4. Membuat laporan
Memasarkan hasil pembenihan ikan
1. Mengidentifikasi calon pembeli
PBD.PL.01.008I.01 2. Membuat kesepakatan
3. Melakukan transaksi
4. Melakukan perhitungan laba rugi
5. Membuat laporan
Menentukan lokasi pendederan ikan
1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi
PBD.PL 02.009I.01 pendederan ikan
2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan
3. Memilih lokasi pendederan
4. Membuat laporan
Menyiapkan media pendederan ikan
1. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan
PBD.PL 02.010I.01 2. Menyiapkan wadah pendederan ikan
3. Menyiapkan air untuk pendederan ikan
4. Membuat laporan
Menebar benih ikan pada pendederan
PBD.PL 02.011I.01 1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan
2. Menebar benih ikan
3. Membuat laporan
Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan
1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan
PBD.PL 02.012I.01 benih ikan
2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan
benih ikan
3. Melakukan sortasi
xxxii
4. Membuat laporan
Mengelola pakan benih ikan pada pendederan
1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan
PBD.PL 02.013I.01 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih
ikan
3. Menentukan jumlah, waktu dan frekuensi pemberian
pakan
4. Membuat laporan
Mengelola kualitas dan kuantitas air pada
pendederan ikan
PBD.PL 02.014I.01 1. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan
kuantitas air
2. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada
pendederan ikan
3. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada
pendederan ikan
4. Membuat laporan
Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan
ikan
1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan
PBD.PL 02.015I.01 penyakit
2. Mengidentifikasi hama dan penyakit
3. Melakukan pengobatan ikan
4. Mencatat kejadian serangan penyakit
5. Membuat laporan
Memanen hasil pendederan ikan
1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil
PBD.PL 02.016I.01 pendederan ikan
2. Memanen benih ikan
3. Membuat laporan
Memasarkan hasil pendederan ikan
1. Mengidentifikasi calon pembeli
PBD.PL 02.017I.01 2. Membuat kesepakatan
3. Melakukan transaksi
4. Melakukan perhitungan laba rugi
5. Membuat laporan
Menentukan lokasi pembesaran ikan
xxxiii
1. Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi
PBD.PL 03.018I.01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran
ikan
3. Memilih lokasi pembesaran ikan
4. Membuat laporan
Menyiapkan media pembesaran ikan
1. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran
PBD.PL 03.019I.01 ikan
2. Menyiapkan wadah pembesaran ikan
3. Menyiapkan media pembesaran ikan
4. Membuat laporan
Menebar benih ikan pada pembesaran
PBD.PL 03.020I.01 1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan
2. Menebar benih ikan
3. Membuat laporan
Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran
1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan
PBD.PL 03.021I.01 ikan
2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan
ikan
3. Melakukan sortasi
4. Membuat laporan
Mengelola pakan pembesaran ikan
1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk
PBD.PL 03.022I.01 pembesaran ikan
2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan
pembesaran ikan
3. Menentukan jumlah, waktu dan frekuensi pemberian
pakan
4. Membuat laporan
Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran
ikan
1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan
PBD.PL 03.023I.01 penyakit
2. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada
pembesaran ikan
3. Melakukan pengobatan ikan
4. Mencatat kejadian serangan penyakit
5. Membuat laporan
Memanen hasil pembesaran ikan
xxxiv
1. Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil
PBD.PL 03.024I.01 pembesaran
2. Melakukan pemanenan
3. Mengemas ikan hasil pembesaran
4. Membuat laporan
Memasarkan hasil pembesaran ikan
1. Mengidentifikasi calon pembeli ikan
2. Melakukan kesepakatan
PBD.PL 03.025I.01 3. Melakukan transaksi
4. Melakukan penghitungan laba rugi
5. Membuat laporan
xxxv
BAB I PENDAHULUAN
Indonesia Perikanan Republik Indonesia,
merupakan salah satu
menurut Freddy Numberi (2006),
negara dengan luas perairan hampir
akan menargetkan produksi
dua pertiga dari luas wilayahnya
perikanan pada tahun 2006
yaitu sekitar 70%. Wilayah perairan
mencapai 7,7 juta ton atau
di Indonesia berdasarkan kandungan
meningkat sebesar 13%, yang terdiri
kadar garamnya atau salinitas dapat
dari produksi perikanan tangkap
dikelompokkan menjadi tiga jenis
sebesar 5,1 juta ton dan produksi
perairan yaitu perairan tawar,
perikanan budidaya sebesar 2,6 juta
perairan payau dan perairan laut.
ton, serta konsumsi ikan menjadi
Dari ketiga jenis perairan tersebut
28kg/kapita/tahun.
dapat dihasilkan suatu produksi
perikanan yang memberikan nilai
Berdasarkan target produksi
tambah bagi pertumbuhan ekonomi
perikanan budidaya yang telah
nasional yang dapat meningkatkan
ditetapkan oleh Departemen
kesejahteraan masyarakat
Kelautan dan Perikanan maka
Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional
sebagai departemen yang akan
Potensi perikanan budidaya secara
menciptakan sumber daya manusia
nasional diperkirakan sebesar 15,59
yang bergelut dibidang kelautan dan
juta hektar (Ha) yang terdiri dari
perikanan untuk membuat suatu
potensi air tawar 2,23 juta ha, air
perangkat pendidikan agar dihasilkan
payau 1,22 juta ha dan budidaya laut
sumber daya manusia yang
12,14 juta ha. Pemanfaatannya
kompeten sesuai dengan tuntutan
hingga saat ini masing-masing baru
perkembangan ilmu pengetahuan
10,1 persen untuk budidaya ikan air
dan teknologi yang berkembang saat
tawar, 40 persen pada budidaya air
ini.
payau dan 0,01 persen untuk
budidaya laut, sehingga secara
Perikanan budidaya baik perikanan
nasional produksi perikanan
air tawar, air payau dan air laut
budidaya baru mencapai 1,48 juta
sangat potensial untuk
ton. Oleh karena itu, untuk tahun
dikembangkan di Indonesia. Sekolah
2006 Departemen Kelautan dan
Menengah Kejuruan merupakan
1
salah satu jenjang pendidikan yang dalam beberapa bab yaitu wadah
akan menciptakan sumberdaya budidaya ikan, media budidaya ikan,
manusia tingkat menengah yang pengembangbiakan ikan, nutrisi ikan,
trampil dan kompenten sesuai teknologi pakan buatan, teknologi
dengan bidang keahliannya masing- produksi pakan alami, hama penyakit
masing. Salah satu bidang keahlian ikan dan genetika ikan.
yang ada pada SMK ini adalah
Budidaya Ikan/Budidaya Perairan.
Dalam bidang keahlian ini akan Wadah budidaya ikan
dipelajari berbagai macam hal
tentang budidaya ikan dari berbagai Dalam bab ini akan dibahas tentang
macam perairan baik tawar, payau berbagai macam wadah yang dapat
dan laut, yang dalam kegiatan dipergunakan untuk melakukan
produksi akuakultur dikenal sebagai kegiatan budidaya ikan antara lain
budidaya air tawar (freshwater adalah kolam/tambak, bak, akuarium
culture), budidaya air payau dan karamba jaring terapung. Selain
(brackishwater culture) dan budidaya itu juga akan dibahas tentang
laut (mariculture). Salah satu alat bagaimana konstruksi dari setiap
bantu yang dapat membantu dalam wadah yang akan dipergunakan
kegiatan belajar mengajar di SMK untuk melakukan kegiatan budidaya
adalah buku. Saat ini ketersediaan ikan yang sesuai dengan
buku teks tentang budidaya ikan di tingkat/level produksi yang
Indonesia masih sangat terbatas. diterapkan. Dan juga akan dibahas
Oleh karena itu Departemen tentang bagaimana menyiapkan
Pendidikan Nasional melalui wadah budidaya ikan yang akan
Direktorat Pembinaan SMK, Dirjen dipergunakan untuk kegiatan
Mandikdasmen mengadakan budidaya sesuai dengan kaidah-
kegiatan penulisan buku teks yang kaidah dalam melakukan kegiatan
dapat digunakan bagi semua budidaya.
kalangan pendidik dan tenaga
kependidikan yang ada di SMK. Dengan memahami berbagai macam
wadah budidaya, konstruksi wadah
Buku teks yang akan dipergunakan budidaya dan persiapan wadah
untuk kegiatan pembelajaran di SMK budidaya ikan yang akan
bagi bidang keahlian Budidaya Air dipergunakan untuk kegiatan
tawar, Budidaya Air Payau dan budidaya maka akan diperoleh
Budidaya Air laut ini diberi judul peningkatan produktivitas dalam
Budidaya Ikan. Dalam buku budidaya ikan. Berdasarkan
Budidaya Ikan ini akan dibahas keberadaan dan lokasi perairan
tentang berbagai topik yang sangat yang ada di Indonesia maka kegiatan
mendukung pemahaman tentang budidaya ikan air tawar akan lebih
bagaimana cara melakukan banyak dilakukan pada masyarakat
budidaya ikan sesuai dengan kaidah- yang tinggal di daerah dataran
kaidah dalam melakukan kegiatan rendah atau dataran tinggi,
produksi budidaya ikan. Topik-topik sedangkan budidaya ikan air payau
pembelajaran ini dikelompokkan
2
dapat dilakukan pada masyarakat tersebut dapat dilakukan pemilihan
Indonesia yang tinggal di daerah terhadap wadah budidaya ikan yang
sekitar pantai, muara sungai atau sesuai dengan karakteristik setiap
rawa payau. lokasi budidaya. Berdasarkan jenis
wadah budidaya ikan yang dipilih
Pada masyarakat yang hidup di oleh para pembudidaya ikan di
daerah pantai dimana pantainya Indonesia,menurut Effendi (2004),
mempunyai perairan laut yang sistem budidaya ikan dan beberapa
terlindung dari ombak dan badai komoditas yang sudah lazim
seperti teluk, selat dan perairan dibudidayakan di Indonesia dapat
dangkal yang terlindung dapat dilihat pada Tabel 1.1. dan Gambar
melakukan kegiatan budidaya ikan. 1.1 – 1.20 Berbagai macam
Berdasarkan lokasi budidaya ikan komoditas ikan budidaya.
Tabel 1.1. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam
sistem budidaya di Indonesia.
Sistem Komoditas
Kolam air tenang Ikan mas, nila, gurami, udang galah, patin, bawal,
tawes, ikan hias, tambakan, sepat, kowan, mola,
sidat, pakan alami
Kolam air deras Ikan mas
Tambak Udang windu, bandeng, belanak, mujair, nila,
kakap putih, kerapu, rumput laut, kepiting bakau,
udang galah
Jaring apung Kerapu, kakap, udang windu, bandeng, samadar,
ikan hias laut, ikan mas, nila, mujair, gurami, patin,
bawal, sidat, ikan hias air tawar.
Jaring tancap Kerapu, kakap, udang windu, bandeng, samadar,
ikan hias laut, ikan mas, nila, mujair, gurami, patin,
bawal, sidat, ikan hias air tawar
Keramba Ikan mas, nila, mujair, patin, gurami, betutu
Kombongan Ikan mas, ikan nila
Akuarium/tangki/bak Ikan hias, benih ikan konsumsi, plankton pakan
alami
3
Gambar 1.1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Gambar 1.4. Udang galah
Gambar 1.2. Ikan Nila (Oreochromis
(Macrobrachium rosenbergii)
niloticus)
Gambar 1.3. Ikan Gurami Gambar 1.5. Ikan Patin (Pangasius
(Osphronemus Gouramy) hiphothalamus)
4
Gambar 1.9. Ikan sepat
Gambar 1.6. Ikan bawal (Colosoma (Trichogaster pectolaris )
brachyponum)
Gambar 1.10. Ikan kowan
(Ctenopharyngodon idella)
Gambar 1.7. Ikan tawes ( Puntius
gonionotus)
Gambar 1.11. Ikan lele (Clarias sp)
Gambar 1.8. Ikan tambakan
(Helestoma temmincki)
5
Gambar 1.12. Ikan sidat
(Anguilla sp.)
Gambar 1.16. Ikan kakap putih
(Lates calcariver)
Gambar 1.13. Udang Vanamei Gambar 1.17. Ikan kerapu
(Penaeus vannamei) (Chromileptes altivelis)
Gambar 1.18. Ikan betutu
Gambar 1.14. Ikan bandeng (Chanos
(Oxyeleotris marmorata)
chanos)
Gambar 1.19. Lobster Air tawar
Gambar 1.15. Kerapu merah
(Cherax Quadricarinatus)
(Plectropomus maculatus)
6
perairan, jika manusia melakukan
kegiatan budidaya yaitu
memproduksi organisme tersebut
dalam suatu lingkungan perairan
yang terbatas dan terkontrol dengan
baik maka manusia harus
memahami tentang lingkungan
perairan dimana ikan tersebut dapat
tumbuh dan berkembangbiak seperti
di habitat aslinya. Lingkungan
Gambar 1.20. Ikan Beronang Lada
perairan tempat ikan yang
(Siganus gutatus)
dibudidayakan tumbuh dan
berkembang biasa disebut dengan
Berdasarkan sistem budidaya ikan
media. Media yang dapat
tersebut maka dapat dipilih beberapa
dipergunakan untuk melakukan
wadah budidaya ikan yang akan
kegiatan budidaya ikan ada
dipergunakan untuk melakukan
beberapa persyaratan-persyaratan
kegiatan budidaya yaitu kolam yang
agar ikan dapat tumbuh dan
dapat dikelompokkan menjadi kolam
berkembangbiak pada wadah yang
air deras dan kolam air tenang
terbatas tersebut. Dalam buku teks
berdasarkan sumber air yang
ini akan dibahas tentang berbagai
dipergunakan dalam kegiatan
macam sumber air yang dapat
budidaya. Sedangkan beberapa jenis
dipergunakan untuk kegiatan
wadah budidaya ikan yang dapat
budidaya ikan, berbagai macam
dipergunakan untuk kegiatan
parameter kualitas air yang akan
budidaya ikan diperairan umum
mendukung kegiatan budidaya ikan
antara lain adalah jaring apung,
dan bagaimana kita melakukan
jaring tancap, karamba dan
pengukuran terhadap beberapa
kombongan. Pada kegiatan budidaya
parameter kualitas air yang sangat
ikan air tawar, payau ataupun laut
diperlukan untuk kelangsungan hidup
dibutuhkan benih ikan dan induk ikan
oragnisme air yang akan
yang dapat menggunakan jenis
dibudidayakan.
wadah budidaya antara lain adalah
bak,tangki dari bahan serat fiber dan
Dalam bahasan sumber air berisi
akuarium. Oleh karena itu dalam
tentang sumber air yang dapat
buku teks ini akan dibahas tentang
digunakan untuk kegiatan budidaya
berbagai macam wadah budidaya
ikan ada beberapa macam.
ikan antara lain adalah kolam/
Berdasarkan asalnya sumber air
tambak, bak, akuarium dan karamba
yang dapat digunakan untuk
jaring terapung.
kegiatan budidaya ikan dapat
dikelompokkan menjadi dua yaitu air
permukaan dan air tanah. Air
Media Budidaya Ikan permukaan yaitu air hujan yang
mengalami limpasan/berakumulasi
Ikan sebagai salah satu jenis sementara ditempat-tempat rendah
organisme yang hidup pada suatu misalnya : air sungai, waduk, danau
7
dan rawa. Selain itu air permukaan yang sesuai untuk media budidaya
dapat juga didefenisikan sebagai air ikan.
yang berada disungai, danau, Pada topik pengukuran parameter
waduk, rawa dan badan air lainnya kualitas air akan dibahas beberapa
yang tidak mengalami infiltrasi parameter kualitas air dari aspek
kedalam. Sumber air permukaan fisik, kimia dan biologi dengan
tersebut sudah banyak dipergunakan menggunakan beberapa peralatan
untuk kegiatan budidaya ikan. pengukuran kualitas air yang sangat
Sedangkan air tanah yaitu air hujan mudah pengoperasionalan alatnya
yang mengendap atau air yang dan tersedia dibeberapa tempat
berada dibawah permukaan tanah. budidaya. Dengan mengetahui nilai
Air tanah yang saat ini digunakan parameter kualitas air pada suatu
untuk kegiatan budidaya dapat media budidaya maka akan dapat
diperoleh melalui cara pengeboran dicegah suatu kejadian yang dapat
air tanah dengan kedalaman tertentu merugikan bagi organisme air yang
sampai diperoleh titik sumber air dibudidayakan sehingga tidak
yang akan keluar dan dapat merugikan manusia. Seperti
dipergunakan untuk kegiatan diketahui bahwa organisme air yang
budidaya. dipelihara dalam suatu wadah
budidaya mempunyai kemampuan
Pada topik tentang parameter untuk beradaptasi dengan media
kualitas air akan dibahas tentang dimana ikan itu hidup, sehingga jika
beberapa parameter kualitas air dari terjadi fluktuasi terhadap beberapa
berbagai aspek antara lain adalah parameter kualitas air pada suatu
aspek fisik, aspek kimia dan aspek lingkungan budidaya segera
biologi. Dari aspek fisik akan dibahas dilakukan penanganan dengan
secara detail tentang beberapa memberikan perlakuan khusus pada
parameter fisik dari suatu perairan media budidaya.
yang sangat berpengaruh dalam
melakukan kegiatan budidaya ikan
antara lain adalah kepadatan/berat Pengembangbiakan ikan
jenis air, kekentalan/viscosity,
tegangan permukaan, suhu air, Ikan sebagai salah satu jenis
kecerahan dan kekeruhan air serta organisme perairan yang sudah
salinitas. Pada aspek secara kimia dapat dibudidayakan oleh manusia.
akan dibahas secara detail tentang Dengan melakukan kegiatan
beberapa parameter kimia yang budidaya maka kebutuhan manusia
sangat berpengaruh pada media akan ikan akan selalu tersedia
budidaya ikan antara lain adalah sesuai dengan permintaan. Dalam
oksigen, karbondioksida, pH, bahan melakukan kegiatan budidaya ikan
organik dan garam mineral, nitrogen, untuk memperoleh hasil produksi
alkalinitas dan kesadahan. yang maksimal dilakukan suatu
Sedangkan pada aspek secara program pengembangbiakan
biologi akan dibahas tentang terhadap ikan yang akan
kepadatan dan kelimpahan plankton dibudidayakan. Ilmu yang mendasari
pada suatu wadah budidaya ikan
8
dalam program pengembangbiakan 2. Domestikasi dikatakan hampir
ikan adalah tentang biologi ikan, sempurna apabila seluruh siklus
fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, hidupnya sudah dapat dipelihara
reproduksi ikan dan berbagai ilmu di dalam sistem budidaya, tetapi
tentang rekayasa siklus reproduksi keberhasilannya masih rendah.
ikan. Ikan yang akan dibudidayakan Ikan asli Indonesia yang
harus dikelola dengan baik tentang terdomestikasi hampir sempurna
persediaan induk ikan yang akan antara lain adalah ikan betutu,
dibudidayakan. Pengembangbiakan balashark dan arwana.
ikan peliharaan akan berhasil jika 3. Domestikasi belum sempurna
tersedia induk yang baik. apabila baru sebagian siklus
Ketersediaan induk ikan budidaya hidupnya yang dapat dipelihara
harus dikelola dengan baik untuk di dalam sistem budidaya.
memperoleh benih ikan yang tepat Contohnya antara lain adalah
waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, ikan Napoleon, ikan hias laut,
tepat jenis dan tepat harga. Oleh ikan tuna.
karena itu dalam buku ini akan 4. Belum terdomestikasi apabila
dibahas tentang beberapa hal yang seluruh siklus hidupnya belum
berperan penting dalam melakukan dapat dipelihara di dalam sistem
program pengembangbiakan ikan budidaya.
budidaya.
Jenis-jenis ikan yang sudah dapat
Ikan yang akan dibudidayakan dibudidayakan di Indonesia sangat
adalah ikan yang telah mengalami banyak jumlahnya ada yang berasal
domestikasi dalam lingkungan dari perairan Indonesia asli atau
budidaya. Domestikasi adalah diintroduksi dari negara lain.Jenis
pemindahan suatu organisme dari ikan introduksi yang sudah
habitat lama ke habitat baru dalam terdomestikasi secara sempurna di
hal ini manusia biasa memperoleh Indonesia adalah ikan Mas dan ikan
ikan dengan cara mengambil dari Nila. Dengan banyaknya jenis ikan
alam kemudian dipelihara dalam yang sudah terdomestikasi secara
suatu lingkungan yang terbatas yaitu sempurna akan memudahkan
kolam pemeliharaan. Suatu jenis manusia untuk melakukan kegiatan
ikan dalam sistem budidaya ikan pengembangbiakan.
dapat dikelompokkan berdasarkan Pengembangbiakan ikan budidaya
tingkat domestikasinya menjadi dapat dilakukan dengan cara
empat tingkat yaitu : tradisional, semi intensif ataupun
1. Domestikasi sempurna, yaitu intensif. Dengan melakukan
apabila seluruh siklus hidup ikan pengembangbiakan ikan maka
sudah dapat dipelihara di dalam ketersediaan benih ikan secara
sistem budidaya. Contoh kualitas dan kuantitas akan
beberapa jenis ikan asli memadai. Penyediaan benih ikan
Indonesia yang sudah budidaya saat ini dapat dilakukan
terdomestikasi sempurna antara oleh masyarakat dengan cara
lain adalah ikan gurame, ikan menangkap benih ikan dari alam
baung dan bandeng. (sungai, danau, laut dan sebagainya)
9
atau dengan cara melakukan proses kegiatan pembenihan ikan, kegiatan
pemijahan ikan di dalam wadah pendederan ikan, kegiatan
budidaya. Pemijahan ikan budidaya pembesaran ikan dan kegiatan
di dalam wadah budidaya dapat pemanenan ikan. Kegiatan
dilakukan dengan tiga metode yaitu pembenihan ikan merupakan suatu
pemijahan ikan secara alami, kegiatan budidaya yang
pemijahan ikan secara semi buatan menghasilkan benih ikan. Benih ikan
dan pemijahan ikan secara buatan. dalam budidaya ikan diperoleh dari
induk ikan, oleh karena itu sebelum
Pemijahan ikan secara alami adalah melakukan kegiatan pembenihan
pemijahan ikan tanpa campur ikan harus dipahami terlebih dahulu
tangan manusia, terjadi secara tentang teknik seleksi induk ikan,
alamiah (tanpa pemberian karena benih ikan yang unggul
rangsangan hormon) di dalam wadah diperoleh dari induk yang unggul.
budidaya. Jenis ikan yang sudah Jika dalam melakukan kegiatan
dapat dilakukan pemijahan secara pembenihan ikan tidak
alami didalam wadah budidaya memperhatikan tentang seleksi induk
antara lain adalah ikan Mas, ikan yang baik maka akan memperoleh
Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu, benih ikan yang tidak bermutu. Benih
ikan Kakap, ikan Gurame, ikan ikan yang diperoleh dari hasil
Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan pembenihan ikan akan dilakukan
secara semi intensif adalah tahapan pemeliharaan yang disebut
pemijahan ikan yang terjadi dengan dengan kegiatan pendederan.
memberikan rangsangan hormon Pendederan adalah kegiatan
untuk mempercepat kematangan pemeliharaan ikan untuk
gonad, tetapi proses ovulasinya menghasilkan benih yang siap
terjadi secara alamiah di kolam. ditebarkan pada kegiatan
Jenis ikan yang sudah dapat pembesaran ikan. Pada beberapa
dilakukan pemijahan secara semi jenis ikan air tawar ada beberapa
buatan antara lain adalah ikan tahapan kegiatan pendederan ikan
Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, ikan untuk mempercepat siklus
Kerapu. Pemijahan ikan secara perputaran produksi, seperti pada
buatan adalah pemijahan ikan yang budidaya ikan mas ada beberapa
terjadi dengan memberikan tahapan pendederan, misalnya
rangsangan hormon untuk pendederan pertama menghasilkan
mempercepat kematangan gonad benih ikan berukuran 2 – 3 cm,
serta proses ovulasinya dilakukan pendederan kedua menghasilkan
secara buatan dengan teknik benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru
stripping/pengurutan. Jenis ikan yang kemudian berlanjut pada kegiatan
sudah dapat dilakukan pemijahan produksi selanjutnya yaitu
secara buatan antara lain adalah pembesaran ikan. Kegiatan
ikan Patin, ikan Mas, ikan Lele. pembesaran ikan merupakan
kegiatan budidaya yang memelihara
Dalam buku ini akan dibahas tentang benih ikan sampai berukuran
bagaimana cara melakukan kegiatan konsumsi. Dengan melakukan
produksi budidaya ikan mulai dari seluruh kegiatan budidaya ikan mulai
10
dari pembenihan sampai buatan harus diperhatikan tentang
pembesaran ikan maka kegiatan kandungan zat gizinya agar ikan
pengembangbiakan ikan budidaya yang diberi pakan tersebut dapat
telah dilakukan untuk memenuhi tumbuh dan berkembang.
kebutuhan manusia akan sumber
pangan dan non pangan yang relatif Dengan memahami kebutuhan
murah. nutrisi setiap ikan yang
dibudidayakan maka kebutuhan zat
gizi ikan akan terpenuhi. Seperti
diketahui pakan atau makanan yang
Nutrisi ikan
dikonsumsi oleh ikan melupakan
sumber energi utama dalam tubuh
Kajian tentang nutrisi ikan sangat
ikan. Makanan yang masuk kedalam
diperlukan untuk memahami
tubuh ikan akan diubah menjadi
kebutuhan ikan akan zat gizi yang
energi kimia dan disimpan oleh tubuh
dibutuhkan ikan agar tumbuh dan
dalam bentuk ATP (Adenosin
berkembang. Zat gizi yang
triphosphat). Energi yang diperoleh
dibutuhkan oleh ikan agar dapat
dari makanan itu yang akan
tumbuh dan berkembang meliputi
digunakan oleh ikan untuk
tentang kandungan protein,
kegiatannya. Dalam buku ini akan
karbohidrat, lemak, vitamin dan
dibahas tentang penggunaan energi
mineral. Zat gizi tersebut pada setiap
yang berasal dari pakan oleh ikan
jenis ikan mempunyai kebutuhan
dan bagaimana penyebarannya
yang berbeda-beda. Oleh karena itu
dalam proses metabolisme ikan.
sangat diperlukan pengetahuan
Energi yang diperoleh dari makanan
tentang kebutuhan zat gizi tersebut
akan dapat memberikan
bagi setiap jenis ikan yang akan
pertumbuhan dan perkembangan
dibudidayakan. Dalam kegiatan
ikan budidaya jika makanan yang
budidaya ikan biasanya para petani
diberikan mempunyai kandungan
ikan sangat membutuhkan pakan
nutrisi yang cukup untuk setiap jenis
yang akan diberikan pada ikan yang
ikan. Oleh karena itu sangat penting
dibudidayakan pada wadah
mengetahui kebutuhan energi untuk
budidaya. Pakan yang diberikan ada
setiap jenis ikan. Seperti diketahui
dua jenis yaitu pakan alami dan
bahwa pakan buatan harus
pakan buatan. Pakan alami adalah
mengandung energi lebih dari 3000
jasad hidup yang diberikan sebagai
kilokalori agar dapat memberikan
pakan pada organisme air.
pertumbuhan yang baik bagi ikan
Sedangkan pakan buatan adalah
budidaya.
pakan yang dibuat dari berbagai
macam bahan baku hewani dan
Setelah memahami tentang energi
nabati dengan memperhatikan
yang dibutuhkan oleh setiap jenis
kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan
ikan maka pengetahuan tentang
yang akan mengkonsumsi pakan
sumber nutrien utama sebagai
tersebut dengan cara dibuat oleh
sumber energi yaitu protein, lemak
manusia dengan bantuan peralatan
dan karbohidrat serta vitamin dan
pakan. Pada pakan alami dan pakan
mineral harus dipelajari agar
11
kebutuhan ikan akan nutrisi protein yang disimpan didalam
tercukupi. Protein adalah suatu jaringan otot akan dirombak menjadi
molekul komplek yang besar sumber energi sehingga
(makromolekul), yang terbentuk dari pertumbuhan menjadi terhambat.
molekul asam amino (20 macam),
dimana asam amino satu sama lain Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya
berhubungan dengan ikatan peptida. adalah karbohidrat, karbohidrat
Protein merupakan nutrisi utama adalah senyawa organik yang terdiri
yang mengandung nitrogen dan dari unsur karbon, hidrogen dan
merupakan unsur utama dari oksigen dalam perbandingan yang
jaringan dan organ tubuh hewan dan berbeda-beda. Karbohidrat adalah
juga senyawa nitrogen lainnya sumber energi yang murah dan
seperti asam nukleat, enzim, dapat menggantikan protein yang
hormon, vitamin dan lain-lain. Protein mahal sebagai sumber energi.
dibutuhkan sebagai sumber energi Karbohidrat pada manusia dan
utama karena protein ini terus hewan darat merupakan sumber
menerus diperlukan dalam makanan energi utama sedangkan pada ikan
untuk pertumbuhan dan perbaikan karbohidrat merupakan sumber
jaringan yang rusak. Protein sangat energi yang disebut dengan Protein
dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber Sparring Effect yaitu karbohidrat
utama energi dan pada ikan dapat digunakan sebagai sumber
kebutuhan protein ini bervariasi energi pengganti bagi protein ,
bergantung pada jenis ikan yang karbohidrat sebagai mitra protein jika
dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan tubuh kekurangan protein maka
protein ini berkisar antara 20 – 60% karbohidrat akan dipecah sebagai
dan kebutuhan protein ini sudah pengganti energi yang berasal dari
sampai pada kebutuhan asam amino protein. Dengan menggunakan
setiap jenis ikan dimana setiap jenis karbohidrat dan lemak sebagai
ikan kebutuhannnya akan asam sumber bahan baku maka hal ini
amino sangat spesifik. Protein yang dapat mengurangi harga pakan.
diberikan pada ikan budidaya tidak Pemanfaatan karbohidrat sebagai
boleh berlebih ataupun kekurangan sumber energi dalam tubuh dapat
harus tepat karena kalau berlebih juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim
ataupun kekurangan akan dan hormon. Enzim dan hormon ini
memberikan pertumbuhan yang penting untuk proses metabolisme
negatif. Kelebihan protein dalam karbohidrat dalam tubuh seperti
pakan akan mengakibatkan ikan glikolisis, siklus asam trikarboksilat,
memerlukan energi ekstra untuk jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis
melakukan proses deaminasi dan dan glikogenesis. Selain itu dalam
mengeluarkan amoniak sebagai aplikasi pembuatan pakan
senyawa yang bersifat racun karbohidrat seperti zat tepung, agar-
sehingga energi yang digunakan agar, alga, dan getah dapat juga
untuk pertumbuhan akan berkurang. digunakan sebagai pengikat
Kekurangan protein dalam pakan makanan (binder) untuk
jelas akan mengakibatkan meningkatkan kestabilan pakan
pertumbuhan yang negatif karena
12
dalam air pada pakan ikan dan setiap jenis ikan mempunyai
udang. kebutuhan yang spesifik.
Kemampuan setiap jenis ikan dalam Nutrien yang digunakan oleh ikan
memanfaatkan karbohidrat berbeda- sebagai katalisator (pemacu)
beda, kebutuhan karbohidrat bagi terjadinya proses metabolisme di
ikan budidaya berkisar antara 20 – dalam tubuh ikan adalah vitamin.
40%. Hal ini dikarenakan enzim yang Vitamin merupakan salah satu
mencerna karbohidrat yaitu amilase nutrien yang bukan merupakan
pada ikan omnivora dan herbivora sumber tenaga tetapi sangat
aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dibutuhkan untuk kelangsungan
dengan ikan karnivora, oleh karena semua proses di dalam tubuh.
itu pada pencernaan karbohidrat Vitamin merupakan senyawa organik
pada ikan karnivora lebih rendah dan biasa disebut dietary essensial
dibandingkan dengan ikan herbivora yaitu harus diberikan dari luar tubuh
dan omnivora. Selain itu kemampuan karena tubuh tidak dapat mensintesis
sel memanfaatkan glukosa sebagai sendiri, kecuali beberapa vitamin
bentuk sederhana dari karbohidrat misalnya vitamin C pada ayam dan
dan sumber energi yang paling cepat vitamin B pada ruminansia. Menurut
diserap didalam sel pada ikan Steffens (1989) vitamin adalah
herbivora dan omnivora lebih besar senyawa organik dengan berat
dibandingkan dengan ikan karnivora. molekul rendah dengan komposisi
Pengetahuan tentang kebutuhan dan fungsi yang beragam dimana
karbohidrat pada komposisi nutrisi sangat penting untuk kehidupan
pakan setiap jenis ikan perlu tetapi tidak dapat disintesis (atau
dipelajari agar dapat menyusun hanya disintesis dalam kuantitas
kebutuhan nutrisi ikan yang tepat yang tidak cukup/terbatas) oleh
dan murah. hewan tingkat tinggi dan oleh sebab
itu harus disuplai dari makanan.
Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam
adalah lemak. Lemak sebenarnya jumlah yang tidak banyak tetapi
adalah bagian dari lipid. Lipid adalah kekurangan vitamin dalam komposisi
senyawa organik yang tidak larut pakan akan membawa dampak
dalam air tapi dapat diekstraksi negatif bagi ikan budidaya. Pada
dengan pelarut nonpolar seperti buku teks ini akan dibahas tentang
kloroform, eter dan benzena. Lipid itu berbagai macam vitamin, fungsi dan
terdiri dari lemak, minyak, malam peranannya, kebutuhan berbagai
dan senyawa-senyawa lain yang ada jenis ikan akan vitamin dan dampak
hubungannya. Perbedaan lemak dan yang diakibatkan jika dalam
minyak adalah pada titik cairnya komposisi pakan kekurangan
dimana lemak cenderung lebih tinggi vitamin. Vitamin berdasarkan
titik cairnya karena molekulnya lebih klasifikasinya dikelompokkan
berat dan rantai molekulnya lebih menjadi dua yaitu vitamin yang larut
panjang. Kebutuhan ikan akan lemak dalam air dan vitamin yang larut
juga bervariasi antara 4 – 18% dan dalam lemak. Vitamin yang larut
dalam air mempunyai sifat bergerak
13
bebas didalam badan, darah dan menggunakan bahan makanan yang
limpa, mudah rusak dalam segar, kecuali pada beberapa jenis
pengolahan, mudah hilang karena ikan herbivora yang dapat
tercuci atau terlarut oleh air keluar memanfaatkan vitamin dari daun.
dari bahan, tidak stabil dalam Pada proses pembuatan pakan ikan,
penyimpanan, kecuali vitamin B12 kehilangan vitamin tidak dapat
dapat disimpan dalam hati selama dihindarkan karena sifat vitamin
beberapa tahun, berfungsi sebagai tersebut. Oleh karena itu perlu
koenzim atau kofaktor dalam reaksi diperhitungkan kandungan vitamin
enzimatik, kecuali vitamin C dan yang tepat pada waktu menyusun
kelebihan vitamin ini di dalam tubuh formulasi pakan.
akan dieksresikan ke dalam urin.
Jenis vitamin yang larut dalam air Nutrien selanjutnya yang bukan
adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin merupakan sumber energi tetapi
B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), berperan sebagai kofaktor dalam
vitamin B5 (Asam pantotenat), setiap proses metabolisme adalah
vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 mineral. Mineral merupakan unsur
(Kobalamin), biotin, asam folat, anorganik yang dibutuhkan oleh
inositol, kolin dan vitamin C. organisme perairan (ikan) untuk
Kelompok yang kedua adalah proses hidupnya secara normal. Ikan
vitamin yang larut dalam lemak. sebagai organisme air mempunyai
Kelompok vitamin yang larut dalam kemampuan untuk menyerap
lemak mempunyai sifat dapat beberapa unsur anorganik ini tidak
disimpan dalam hati dan jaringan- hanya dari makanannya saja tetapi
jaringan lemak, tidak larut dalam air juga dari lingkungannya. Jumlah
maka vitamin ini tidak dapat mineral yang dibutuhkan oleh ikan
dikeluarkan atau dieksresikan dalam jumlah yang sedikit tetapi
akibatnya vitamin ini dapat ditimbun mempunyai fungsi yang sangat
dalam tubuh jika dikonsumsi dalam penting. Dalam penyusunan pakan
jumlah banyak. Kelompok vitamin ini buatan mineral mix biasanya
terdiri dari vitamin A, vitamin D, ditambahkan berkisar antara 2 – 5 %
vitamin E dan vitamin K. dari total jumlah bahan dan
bergantung pada jenis ikan yang
Kebutuhan ikan akan vitamin sangat akan mengkonsumsinya. Walaupun
ditentukan oleh ukuran atau umur sangat sedikit yang dibutuhkan oleh
ikan, kandungan nutrien pakan, laju ikan mineral mempunyai fungsi yang
pertumbuhan dan lingkungan dimana sangat utama dalam tubuh ikan.
ikan itu hidup. Vitamin merupakan Dalam buku teks ini akan dijelaskan
koenzim yang sangat diperlukan secara detail tentang kebutuhan
dalam metabolisme tubuh. Bila mineral pada ikan yang
kekurangan vitamin maka ikan akan dibudidayakan serta dampak yang
memberikan gejala-gejala yang diakibatkan jika ikan kekurangan
spesifik untuk setiap jenis vitamin. mineral dalam komposisi pakannya.
Penggunaan vitamin dalam pakan
ikan biasanya memakai vitamin yang Mineral berdasarkan konsentrasinya
sintetik karena ikan tidak dapat di dalam tubuh hewan dikelompok-
14
kan menjadi dua kelompok, biaya operasional tertinggi kurang
kelompok pertama adalah mineral lebih 60% dari total biaya produksi,
makro yaitu mineral yang jika kita dapat mengelola dengan
konsentrasinya dalam tubuh baik penggunaan pakan buatan
organisme dibutuhkan dalam jumlah dalam suatu uasaha budidaya ikan
besar (lebih dari 100 mg/kg pakan maka biaya pakan akan dapat
kering) terdiri dari Calsium (Ca), dikurangi dan pertumbuhan ikan
Magnesium (Mg), Sodium (Na), terjadi secara optimal sehingga
Potassium (K), Phosphorus (P), keuntungan produksi meningkat.
Clorine (Cl) dan Sulphur (S). Selain itu dalam proses pemberian
pakan pada ikan sebagai organisme
Kelompok yang kedua adalah air yang hidup dalam media air maka
mineral mikro yaitu mineral yang harus diketahui juga tentang kaitan
konsentrasinya dalam tubuh setiap antara pakan ikan dan kualitas air,
organisme dibutuhkan dalam jumlah sehingga pakan yang diberikan
sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan selama proses budidaya ikan
kering) terdiri dari Besi (Fe), berlangsung tidak memberikan
Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng dampak negatif terhadap media
(Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), budidaya.
Cromium (Cr), Selenium (Se),
Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni) Jenis-jenis bahan baku yang dapat
dan lain-lain. digunakan untuk membuat pakan
ikan dapat dikelompokkan kedalam
bahan baku hewani yaitu jenis-jenis
bahan baku yang berasal dari
Teknologi pakan buatan
hewan, bahan baku nabati yaitu
jenis-jenis bahan baku yang berasal
Dalam buku teks ini akan diuraikan
dari tumbuh-tumbuhan dan bahan
secara jelas tentang berbagai kajian
baku limbah industri yaitu bahan
yang mendukung dalam membuat
baku yang berasal dari hasil
suatu rekayasa dalam membuat
pengolahan industri pertanian,
pakan ikan. Beberapa subtopik akan
perikanan yang sudah tidak
dibahas antara lain adalah jenis-jenis
digunakan tetapi masih dapat diolah
bahan baku, bagaimana cara
untuk sumber bahan baku pakan.
menyusun formulasi pakan ikan dari
yang sangat sederhana sampai
Penyusunan formulasi pakan
teknologi komputer, bagaimana
merupakan suatu kompetensi yang
prosedur pembuatan pakan dari
harus dimiliki oleh para pembudidaya
skala rumah tangga sampai
ikan yang akan membuat pakan ikan
pabrikasi, dan bagaimana melakukan
sendiri karena pakan ikan yang
pengelolaan terhadap pakan yang
dibuat sendiri mempunyai
sangat membutuhkan keahlian
keuntungan yang lebih baik
tersendiri agar dalam melakukan
dibandingkan dengan membeli
suatu usaha budidaya ikan
dipasar. Pakan ikan yang dibuat
menguntungkan. Dimana kita tahu
sendiri mempunyai formulasi sesuai
bahwa pakan buatan merupakan
dengan kebutuhan ikan yang akan
15
mengkonsumsi pakan tersebut. langkah untuk memudahkan dalam
Karena setiap jenis ikan mempunyai penyusunan formulasi.
kebutuhan kandungan nutrien/zat
gizi yang spesifik. Oleh karena itu Pakan ikan dibuat oleh para
dalam menyusun formulasi pakan produsen untuk memenuhi
harus dibuat perencanaan yang tepat kebutuhan produksi budidaya ikan.
tentang peruntukkannya jenis dan Jika para pembudidaya ikan dapat
umur ikan yang akan membuat pakan ikan sendiri akan
mengkonsumsinya. Dalam sangat menguntungkan apabila
menyusun formulasi pakan ada dipahami prosedur pembuatan pakan
beberapa metode yang dapat ikan yang benar. Pakan ikan dapat
digunakan antara lain adalah metode dibuat secara skala rumahtangga
segiempat/square methods maupun secara pabrikasi. Prinsip
merupakan metode penyusunan dalam pembuatan pakan ikan yang
formulasi pakan yang paling lama harus dipahami adalah bagaimana
sebagai dasar utama dalam prosedur yang benar dalam
menyusun formulasi pakan, membuat pakan ikan. Pakan ikan
selanjutnya adalah metode coba- berbeda dengan pakan ternak,
coba/trial and error yaitu metode pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi
penyusunan formulasi pakan yang oleh ikan yang hidup diair,
dilakukan dengan cara mencoba mempunyai ukuran lambung yang
berbagai bahan dengan komposisi pendek, dan tidak langsung dapat
disesuaikan dengan kandungan gizi dikonsumsi ikan tetapi berhubungan
setiap bahan baku dan merupakan dengan media air dimana ikan hidup.
kelanjutan dari metode segiempat. Oleh karena itu dalam prosedur
Metode selanjutnya adalah metode pembuatan pakan harus diperhatikan
aljabar merupakan suatu metode dengan benar tentang komposisi
penyusunan formulasi pakan ikan bahan baku yang akan digunakan
dengan menggunakan persamaan dalam membuat pakan ikan, bentuk
matematika yaitu persamaan aljabar bahan baku yang akan digunakan
dan keempat juga menggunakan harus dalam bentuk tepung. Oleh
persamaan matematika yaitu karena itu tahapan pertama dalam
persamaan linier. Penyusunan prosedur pembuatan pakan adalah
formulasi pakan dengan membuat tepung semua bahan baku
menggunakan persamaan yang disebut dengan milling.
matematika dapat menggunakan alat Peralatan yang dapat digunakan
bantu komputer apabila anda bisa untuk melakukan penepungan bahan
membuat program matematika baku ada berbagai macam
tersebut dalam komputer. Selain itu bergantung pada kapasitas bahan
ada juga yang menyusun formulasi baku yang akan ditepung mulai dari
pakan ikan dengan metode disc mill, hammer mill dan lain-lain.
worksheet yang prinsipnya hampir Prosedur selanjutnya setelah bahan
sama dengan persamaan baku ditepung adalah melakukan
sebelumnya, perbedaannya hanya penimbangan bahan baku jika
menggunakan lembar kerja setiap proses pembuatan pakan dilakukan
secara skala rumah tangga, tetapi
16
jika pembuatan pakan dilakukan lingkungan yang memperhatikan
secara pabrikasi maka langkah kandungan gizi pakan dengan
selanjutnya adalah pencampuran dampaknya terhadap kualitas air
atau mixing. Setelah dilakukan sebagai media budidaya ikan.
pencampuran langkah selanjutnya
adalah pembuatan adonan sampai
benar-benar tercampur secara Teknologi pakan alami
sempurna, kemudian pencetakan
pakan buatan atau pelleting. Pakan Pada bab sebelumnya telah dibahas
yang telah terbentuk sesuai dengan tentang pakan buatan, pada bab ini
keinginan pembuat jika dilakukan akan dibahas tentang jenis-jenis
secara skala rumah tangga maka pakan alami yang dapat digunakan
pakan tersebut harus dilakukan dalam budidaya ikan, bagaimana
pengeringan atau drying, tetapi jika melakukan budidaya berbagai jenis
dilakukan secara pabrikasi dimana pakan alami yang dapat dikonsumsi
peralatan pembuatan pakannya telah oleh ikan terdiri dari phytoplankton,
dilengkapi dengan peralatan steam zooplankton dan bentos. Plankton
untuk mengeringkan pakan sehingga adalah organisme renik yang hidup
tidak dibutuhkan proses pengeringan melayang-layang mengikuti
pakan. Langkah terakhir dalam pergerakan air. Plankton didalam
proses pembuatan pakan adalah perairan dapat dikelompokkan
pengemasan dan pengangkutan menjadi dua yaitu phytoplankton dan
pakan kepada para konsumen. zooplankton. Phytoplankton adalah
organisme renik yang hidup
Pakan dibutuhkan dalam suatu melayang-layang mengikuti
usaha budidaya ikan dapat berasal pergerakan air yang berasal dari
dari pakan alami dan pakan buatan. jasad nabati sedangkan zooplankton
Pada usaha budidaya ikan yang adalah organisme renik yang hidup
intensif pakan yang digunakan dalam melayang-layang mengikuti
usaha tersebut adalah pakan buatan. pergerakan air yang berasal dari
Oleh karena itu harus dibuat suatu jasad hewani. Sedangkan bentos
manejemen pakan yang baik agar adalah organisme air yang hidup
pakan yang digunakan benar efisien didasar perairan .
dan efektif. Penggunaan pakan yang
benar dalam proses budidaya akan Jenis-jenis phytoplankton dan
sangat menguntungkan para zooplankton yang dapat
pembudidaya. dibudidayakan dapat dikelompokkan
Selain itu ikan sebagai organisme air berdasarkan habitatnya adalah
maka habitatnya selalu berada plankton air tawar dan plankton air
didalam air. Oleh karena itu laut. Plankton air tawar digunakan
bagaimana para pembudidaya ikan untuk ikan-ikan air tawar dan
harus memahami keterkaitan antara plankton air laut digunakan untuk
pakan ikan dan kualitas air yang ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan
sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat benthos disesuaikan dengan
ini telah ditemukan tentang habitatnya tetapi benthos yang
formulasi pakan ikan yang ramah
17
sudah dapat dibudidayakan pada peralatan yang akan digunakan
umumnya adalah yang berasal dari untuk kegiatan budidaya telah
air tawar. disucihamakan, jangan memelihara
ikan yang sakit dengan ikan yang
Untuk meningkatkan mutu dari pakan sehat secara bersamaan, membuang
alami saat ini sudah dapat dilakukan segera ikan yang sakit. Jika ikan
tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses telah terserang hama dan penyakit
peningkatan mutu dari zooplankton ikan maka langkah yang harus
yang telah dibudidayakan untuk dilakukan adalah melakukan
meningkatkan kelangsungan hidup pengobatan terhadap ikan yang
larva yang mengkonsumsi pakan sakit.
alami tersebut. Ada berbagai macam
bahan yang dapat digunakan untuk Dalam buku teks ini akan dibahas
meningkatkan mutu dari zooplankton tentang jenis-jenis hama dan
tersebut. Dalam buku teks ini akan penyakit yang biasa menyerang ikan
dibahas berbagai cara dan bahan budidaya, beberapa kegiatan
yang dapat digunakan untuk pengendalian terhadap serangan
meningkatkan mutu dari pakan hama dan penyakit ikan serta cara
alami. melakukan pengobatan jika ikan
yang dibudidayakan telah terserang
hama dan penyakit ikan. Hama
adalah makhluk hidup yang
Hama dan penyakit ikan
menyerang atau memangsa ikan
yang dipelihara sehingga ikan
Pada setiap kegiatan budidaya ikan
tersebut mati. Jenis hama ada
pasti akan terdapat kendala yang
beberapa macam ada hama yang
dapat menyebabkan berkurangnya
menyerang larva ikan, benih ikan
produktivitas dalam suatu usaha.
atau ikan ukuran besar. Penyakit
Penyebab utama terjadinya
ikan adalah suatu akibat dari
kegagalan produksi ikan budidaya
interaksi tiga komponen yaitu
biasanya disebabkan oleh karena
lingkungan, ikan itu sendiri dan agen
adanya hama dan penyakit yang
penyakit yang menyebabkan ikan
menyerang dalam wadah budidaya
yang dibudidayakan menjadi sakit
ikan. Karena ikan yang sakit tidak
dan dapat menyebabkan kematian.
akan mengalami pertumbuhan berat
Penyakit ikan ini dapat disebabkan
badan yang optimal dan hal ini
oleh berbagai hal diantaranya adalah
sangat merugikan bagi para
penyakit ikan yang disebabkan oleh
pembudidaya. Agar tidak terjadi
virus, bakteri, jamur, parasit dan
serangan hama dan penyakit ikan
makanan. Pada bagian selanjutnya
dalam wadah budidaya maka
akan dibahas secara detail jenis-
sebelum dilakukan kegiatan
jenis penyakit dan cara
budidaya harus dilakukan treatment
penanggulangannya serta
pada wadah yang akan digunakan
pengobatannya.
seperti membersihkan wadah
budidaya, penggunaan air yang baik
secara kualitas dan kuantitas,
18
keuntungan. Jika dalam melakukan
Pemasaran
suatu usaha tidak mendapatkan
keuntungan sebagai upah dari
Pada bab ini akan dibahas tentang
mengelola usaha budidaya ikan
pengertian pemasaran, ciri-ciri
maka para pembudidaya ikan tidak
pemasaran hasil perikanan,
akan tertarik untuk membudidayakan
perencanaan dan target penjualan,
komoditas perikanan. Seperti kita
estimasi harga jual, sistem penjualan
ketahui budidaya ikan pada kondisi
dan strategi promosi. Dengan
lahan yang semakin lama semakin
mempelajari materi pemasaran ini
terbatas karena bertambahnya
diharapkan pembaca dapat
populasi manusia di bumi harus
memahami tentang pemasaran hasil
selalau dibudidayakan dan
produksi budidaya ikan dengan
memberikan nilai tambah bagi para
berbagai karakteristik produk
pembudidaya.
perikanan yang laku jual
dimasyarakat.
Kesehatan dan keselamatan kerja
Pelaksanaan kesehatan dan
Analisa Usaha Budidaya Ikan
keselamatan kerja pada suatu usaha
budidaya ikan harus dapat
Dalam suatu kegiatan budidaya
diaplikasikan. Dengan melaksanakan
tujuan dilakukannya produksi adalah
Kesehatan dan keselamatan kerja
untuk memenuhi kebutuhan
merupakan suatu upaya untuk
masyarakat akan produk hasil
menciptakan tempat kerja yang
budidaya ikan. Budidaya ikan
aman, sehat, bebas dari pencemaran
sebagai salah satu usaha yang
lingkungaan, sehingga dapat
menghasilkan ikan untuk dijual yang
mengurangi dan atau bebas dari
berarti akan mendapatkan suatu
kecelakaan kerja yang pada akhirnya
nilah tambah bagi para
dapat meningkatkan efisiensi dan
pembudidayanya. Dalam bab ini
produktivitas kerja.
akan dibahas tentang persyaratan
yang harus dipenuhi agar suatu
Peraturan tentang kesehatan dan
usaha budidaya ikan
keselamatan kerja pada dunia usaha
menguntungkan dikaji dari aspek
dan dunia industri telah diatur oleh
ekonomi. Oleh karena itu akan
negara yang tertuang dalam
dibahas tentang pengertian studi
Undang-Undang Nomor 1 Tahun
kelayakan, Net Present Value (NPV),
1970 tentang keselamatan kerja.
Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio),
Usaha budidaya ikan merupakan
Internal Rate of return, Analisis break
suatu kegiatan yang dapat dilakukan
Event Point (BEP), dan aplikasi
ditempat tertutup atau terbuka
analisa usaha. Dalam melakukan
seperti kolam, tambak, jaring
usaha budidaya ikan diharapkan
terapung. Oleh karena itu harus
produk yang dihasilkan akan terjual
diperhatikan tentang kesehatan dan
semua dan mempunyai harga yang
keselamatan kerja selama
sesuai dengan keinginan penjual
melakukan kegiatan budidaya
sehingga akan diperoleh
diberbagai tempat kerja. Tempat
19
kerja merupakan suatu ruangan atau
lapangan, tertutup atau terbuka,
bergerak atau tetap dimana tenaga
kerja bekerja atausering dimasuki
tempat kerja untuk keperluan usaha
dimana terdapat sumber atau
sumber-sumber bahaya. Dengan
melakukan budidaya ikan secara
intensif untuk memperoleh target
produksi yang telah ditetapkan maka
kesehatan dan keselamatan kerja
harus selalu diperhatikan agar tidak
terjadi kecelakaan kerja yang
diakibatkan oleh kecerobohan atau
kelalaian manusia.
20
BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN
Jenis-jenis kolam dapat dibedakan
2.1. Jenis-Jenis Wadah
berdasarkan sistem budidaya yang
Budidaya Ikan akan diterapkan dan sumber air yang
digunakan. Sedangkan jenis-jenis
Dalam budidaya ikan air tawar dan
bak atau tanki ini biasanya
laut, ada beberapa jenis wadah yang
dikelompokkan berdasarkan bahan
dapat digunakan antara lain adalah
baku pembuatannya yaitu yang
kolam, bak, akuarium, jaring
terbuat dari beton disebut bak beton,
terapung/ karamba jaring apung.
yang terbuat dari kayu dilapisi
Kolam dapat digunakan sebagai
dengan plastik disebut bak plastik,
wadah untuk budidaya ikan air tawar
yang terbuat dari serat fiber disebut
sedangkan bak, akuarium, jaring
bak fiber. Akuarium merupakan salah
terapung dapat digunakan untuk
satu wadah yang digunakan untuk
melakukan budidaya ikan air tawar
budidaya ikan yang terbuat dari kaca
dan laut. Kolam dan bak
dan mempunyai ukuran tertentu.
berdasarkan defenisinya dibedakan
Jaring terapung merupakan suatu
karena kolam dalam bahasa
wadah budidaya ikan air tawar dan
Inggrisnya pond adalah suatu wadah
laut yang sengaja dibuat oleh
yang dapat menampung air dalam
manusia untuk membatasi air yang
luasan yang terbatas, sengaja dibuat
berada dalam suatu perairan umum
oleh manusia dengan cara
(danau, laut, waduk, sungai) agar
melakukan penggalian tanah pada
dapat digunakan untuk
lahan tertentu dengan kedalaman
membudidayakan ikan.
rata-rata berkisar antara 1,5 – 2,0 m
dan sumber air bermacam-macam.
Sedangkan bak atau tanki adalah
2.1.1. Kolam
suatu wadah budidaya ikan yang
sengaja dibuat oleh manusia yang
Jenis-jenis kolam yang akan
berada diatas permukaan tanah yang
digunakan sangat tergantung kepada
dapat menampung air dengan bahan
sistem budidaya yang akan
baku yang digunakan untuk
diterapkan. Ada tiga sistem budidaya
membuat bak tersebut disesuaikan
ikan air yang biasa dilakukan yaitu :
dengan kebutuhan manusia.
21
1. Tradisional/ekstensif, kolam yang
digunakan adalah kolam tanah
yaitu kolam yang keseluruhan
bagian kolamnya terbuat dari
tanah (Gambar 2.1).
2. Semi intensif, kolam yang
digunakan adalah kolam yang
bagian kolamnya(dinding
pematang) terbuat dari tembok
sedangkan dasar kolamnya
terbuat dari tanah (Gambar 2.2).
Gambar 2.2. Kolam semiintensif
3. Intensif, kolam yang digunakan
adalah kolam yang keseluruhan
bagian kolam terdiri dari tembok
(Gambar 2.3).
Jenis-jenis kolam berdasarkan
sumber air yang digunakan adalah
kolam air mengalir/running water
dengan sumber air berasal dari
sungai atau saluran irigasi dimana
pada kolam tersebut selalu terjadi
aliran air yang debitnya cukup besar
(50 l/detik) dan kolam air tenang/
stagnant water dengan sumber air Gambar 2.3. Kolam Intensif
yang digunakan untuk kegiatan
budidaya adalah sungai, saluran
irigasi, mata air, hujan dan lain-lain Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan
tetapi aliran air yang masuk ke dalam untuk membudidayakan ikan
kolam sangat sedikit debit airnya (0,5 berdasarkan proses budidaya dan
– 5 l/detik) dan hanya berfungsi fungsinya dapat dikelompokkan
menggantikan air yang meresap dan menjadi beberapa kolam antara lain
menguap. adalah kolam pemijahan, kolam
penetasan, kolam pemeliharaan/
pembesaran, kolam pemberokan
induk.
Kolam pemijahan adalah kolam yang
sengaja dibuat sebagai tempat
perkawinan induk-induk ikan
budidaya. Ukuran kolam pemijahan
ikan bergantung kepada ukuran
besar usaha, yaitu jumlah induk ikan
yang akan dipijahkan dalam setiap
Gambar 2.1. Kolam tanah kali pemijahan. Bentuk kolam
22
pemijahan biasanya empat persegi
panjang dan lebar kolam pemijahan
misalnya untuk kolam pemijahan
ikan mas sebaiknya tidak terlalu
berbeda dengan panjang kakaban.
Sebagai patokan untuk 1 kg induk
ikan mas membutuhkan ukuran
kolam pemijahan 3 x 1,5 m dengan
kedalaman air 0,75 – 1,00 m.
Kolam pemijahan sebaiknya dibuat Gambar 2.5. Kolam Penetasan
dengan sistem pengairan yang baik
yaitu mudah dikeringkan dan pada Kolam pemeliharaan benih adalah
lokasi yang mempunyai air yang kolam yang digunakan untuk
mengalir serta bersih. Selain itu memelihara benih ikan sampai
kolam pemijahan harus tidak bocor ukuran siap jual (dapat berupa benih
dan bersih dari kotoran atau rumput- atau ukuran konsumsi). Kolam
rumput liar (Gambar 2.4). pemeliharaan biasanya dapat
dibedakan menjadi kolam
pendederan dan kolam pembesaran
ikan. Pada kolam semi intensif atau
tradisional sebaiknya tanah dasar
kolam adalah tanah yang subur jika
dipupuk dapat tumbuh pakan alami
yang sangat dibutuhkan oleh benih
ikan (Gambar 2.6).
Gambar 2.4. Kolam Pemijahan
Kolam penetasan adalah kolam yang
khusus dibuat untuk menetaskan
telur ikan , sebaiknya dasar kolam
penetasan terbuat dari semen atau
tanah yang keras agar tidak ada
lumpur yang dapat mengotori telur Gambar 2.6. Kolam Pemeliharaan
ikan sehingga telur menjadi buruk
Kolam pemberokan adalah kolam
atau rusak. Ukuran kolam
yang digunakan untuk menyimpan
penetasan disesuaikan juga dengan
skala usaha. Biasanya untuk induk-induk ikan yang akan
memudahkan perawatan dan dipijahkan atau ikan yang akan
pemeliharaan larva, ukurannya dijual/angkut ke tempat jauh
(Gambar 2.7)
adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar
2.5).
23
Gambar 2.9. Bak fiber
Gambar 2.7. Kolam Pemberokan
2.1.2. Bak
Wadah budidaya ikan selanjutnya
adalah bak atau tanki yang dapat
digunakan untuk melakukan
budidaya ikan. Berdasarkan proses
budidaya ikan, jenis bak yang akan
digunakan disesuaikan dengan skala
produksi budidaya dan hampir sama
dengan kolam dimana dapat Gambar 2.10. Bak Plastik
dikelompokkan menjadi bak
pemijahan, bak penetasan, bak
pemeliharaan dan bak pemberokan. 2.1.3. Akuarium
Bak yang digunakan untuk Akuarium merupakan salah satu
melakukan pemijahan ikan biasanya wadah pemeliharaan ikan yang relatif
adalah bak yang terbuat dari beton sangat mudah dalam perawatannya.
(Gambar 2.8) atau fiber (Gambar Akuarium dapat digunakan untuk
2.9) sedangkan bak plastik (Gambar budidaya ikan tawar dan air laut
2.10) biasanya digunakan untuk biasanya pada proses kegiatan
melakukan pemeliharaan larva ikan. pembenihan ikan atau untuk
pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini
terbuat dari bahan kaca dimana
penamaan akuarium ini berasal dari
bahasa latin yaitu aqua yang berarti
air dan area yang berarti ruang. Jadi
akuarium ini adalah ruangan yang
terbatas untuk tempat air yang
berpenghuni, yang dapat diawasi
dan dinikmati.
Gambar 2.8. Bak Beton
24
Akuarium yang digunakan untuk 2.1.3.2. Akuarium Kelompok
budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri
Ikan-ikan yang dipelihara di dalam
atau membeli langsung dari toko.
akuarium kelompok harus ikan
Fungsi akuarium sebagai wadah
sejenis/sekeluarga serta ditanami
untuk budidaya ikan juga dapat
oleh tanaman air yang tanaman air
berfungsi sebagai penghias ruangan
yang diperlukan oleh kelompok ikan
dimana akuarium tersebut dapat
yang dipelihara.
dinikmati keindahannya oleh
penggemarnya. Berdasarkan
Syarat akuarium kelompok :
fungsinya, akuarium dapat
a. Jenis ikan yang dipelihara harus
dibedakan antara lain adalah :
masih sekarabat
b. Susunan tanaman air
disesuaikan dengan ikan yang
2.1.3.1. Akuarium Umum
dipelihara.
Akuarium ini diisi dengan berbagai
Jenis akuarium ini biasanya
jenis ikan dan tanaman air yang
digunakan untuk memelihara ikan
bertujuan untuk penghias ruangan.
dalam satu kelompok baik ikan hias
maupun ikan konsumsi dari ikan air
Syarat akuarium umum :
tawar dan laut (Gambar 2.11).
a. Akuarium akan diletakkan sesuai
dan serasi dengan ruangan.
b. Alat perlengkapan akuarium
meliputi aerator, kabel listrik, pipa
pvc, dan lain-lain yang diletakkan
tersembunyi supaya nampak
alami.
c. Usahakan dasar akuarium
tampak alami
d. Tanaman disusun dengan
estetika
e. Jenis ikan yang dipelihara harus
harmonis
Gambar 2.11. Akuarium Kelompok
Jenis akuarium ini biasanya
digunakan sebagai hiasan bagi
berbagai jenis ikan yang dapat 2.1.3.3. Akuarium Sejenis
dinikmati keindahan warna tubuh
ikan baik ikan air tawar maupun ikan Dalam akuarium ini, estetika dan
air laut dari jenis ikan hias maupun dekorasi dikesampingkan, karena
ikan konsumsi. tujuan dari akuarium sejenis untuk
mengembang-biakan ikan. Jenis
akuarium ini yang biasa digunakan
untuk membudidayakan ikan air
tawar dan laut (Gambar 2.12).
25
karamba merupakan alternatif wadah
budidaya ikan yang sangat potensial
untuk dikembangkan karena seperti
diketahui wilayah Indonesia ini terdiri
dari 70% perairan baik air tawar
maupun air laut. Dengan
menggunakan wadah budidaya
karamba dapat diterapkan beberapa
sistem budidaya ikan yaitu secara
ekstensif, semi intensif maupun
intensif disesuaikan dengan
Gambar 2.12. Akuarium sejenis kemampuan para pembudidaya ikan.
Jenis-jenis wadah yang dapat
digunakan dalam membudidayakan
2.1.3.4. Akuarium Tanaman ikan dengan karamba ada beberapa
antara lain adalah karamba jaring
Dalam akuarium ini yang memegang terapung, karamba bambu tradisional
peranan adalah tanaman air. Ikan dengan berbagai bentuk bergantung
dimasukan kedalam akuarium untuk pada kebiasaan masyarakat sekitar.
penghias dan pemelihara tanaman. Teknologi yang digunakan dalam
membudidayakan ikan dengan
karamba ini relatif tidak mahal dan
sederhana, tidak memerlukan lahan
daratan menjadi badan air yang baru
serta dapat meningkatkan produksi
perikanan budidaya. Jenis karamba
jaring apung yang digunakan untuk
membudidayakan ikan dapat dilihat
pada Gambar 2.14 dan 2.15.
Gambar 2.12. Akuarium Tanaman
2.1.4. Keramba Jaring Apung
(KJA)
Wadah budidaya ikan selanjutnya
Gambar 2.14. Kolam jaring terapung
yang dapat digunakan oleh
tampak atas
masyarakat yang tidak memiliki
lahan darat dalam bentuk kolam,
masyarakat dapat melakukan
budidaya ikan di perairan umum.
Budidaya ikan dengan menggunakan
26
berbentuk bujur sangkar, berbentuk
lingkaran atau berbentuk segitiga.
Dari berbagai bentuk kolam ini yang
harus diperhatikan adalah tentang
persyaratan teknis konstruksi kolam.
Persyaratan teknis konstruksi suatu
kolam yang akan digunakan untuk
membudidayakan ikan sebaiknya
mempunyai :
Gambar 2.15. Kolam jaring terapung
2.2.1.1. Pematang kolam.
tampak depan
Pematang kolam dibuat untuk
menahan massa air didalam kolam
2.2. Konstruksi Wadah agar tidak keluar dari dalam kolam.
Budidaya Oleh karena itu jenis tanah yang
akan digunakan untuk membuat
Dari beberapa jenis wadah budidaya pematang kolam harus kompak dan
ikan yang telah dijelaskan kedap air serta tidak mudah bocor.
sebelumnya dapat digunakan untuk Jenis tanah yang baik untuk
menentukan jenis wadah yang akan pematang kolam adalah tanah liat
digunakan untuk membudidayakan atau liat berpasir. Kedua jenis tanah
ikan. Langkah selanjutnya adalah ini dapat diidentifikasi dengan
memahami konstruksi wadah memperhatikan tanah yang ciri-
budidaya agar wadah budidaya yang cirinya antara lain memiliki sifat
akan dibuat sesuai dengan kaidah lengket, tidak poros, tidak mudah
budidaya. pecah dan mampu menahan air.
Ukuran pematang disesuaikan
dengan ukuran kolam. Tinggi
2.2.1. Konstruksi kolam pematang ditentukan oleh
kedalaman air kolam, sebaiknya
Konstruksi kolam yang akan dasar pematang kolam ini ditanam
digunakan untuk budidaya ikan sedalam ± 20 cm dari permukaan
sangat dipengaruhi oleh pemilihan dasar kolam.
lokasi yang tepat. Untuk membuat
kolam maka tanah yang akan Bentuk pematang yang biasa dibuat
dijadikan kolam harus mampu dalam kolam budidaya ikan ada dua
menyimpan air atau kedap air bentuk yaitu berbentuk trapesium
sehingga kolam yang akan di buat sama kaki dan bentuk trapesium
tidak bocor. Bentuk kolam yang akan tidak sama kaki. Bentuk pematang
digunakan untuk membudidayakan trapesium sama kaki artinya
ikan ada beberapa macam antara perbandingan antara kemiringan
lain adalah kolam berbentuk segi pematang 1 : 1 (Gambar 2.16),
empat/empat persegipanjang,
27
Gambar 2.16. Bentuk pematang trapesium sama kaki
sedangkan bentuk pematang adalah 1 m maka lebar pematang
trapesium tidak sama kaki artinya pada bagian bawahnya adalah 4 m
perbandingan antara kemiringan pada kedalaman kolam 1 m.
pematang 1 : 1,5 (Gambar 2.17).
2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran
Dasar kolam untuk budidaya ikan ini
dibuat miring ke arah pembuangan
air, kemiringan dasar kolam berkisar
antara 1-2% yang artinya dalam
setiap seratus meter panjang dasar
Gambar 2.17. Bentuk pematang kolam ada perbedaan tinggi
trapesium tidak sama sepanjang 1-2 meter (Gambar 2.18).
kaki
Sebagai acuan dalam membuat
pematang kolam untuk kolam yang
berukuran 200 m2 lebar pematang
dibagian atas adalah 1 m maka lebar
pematang pada bagian bawahnya
adalah 3 m untuk pematang bentuk
Gambar 2.18. Kemiringan dasar
trapesium sama kaki pada
kolam
kedalaman kolam 1m, jika kolam
Cara pengukuran yang mudah untuk
tersebut dibuat dengan pematang
mengetahui kemiringan dasar kolam
trapesium tidak sama kaki maka
adalah dengan menggunakan selang
lebar pematang pada bagian atas
28
air yang kecil. Pada masing-masing
ujung pintu pemasukan dan pintu
pengeluaran air ditempatkan
sebatang kayu atau bambu yang
sudah diberi ukuran, yang paling
bagus meteran, kemudian selang
kecil yang telah berisi air
direntangkan dan ditempatkan pada
bambu, kayu atau meteran.
Perbedaan tinggi air pada ujung-
ujung selang itu menunjukkan
perbedaan tinggi tanah/ kemiringan
dasar kolam. Gambar 2.20. Pintu pemasukkan
air dan pengeluaran
Saluran didalam kolam budidaya ada air ditengah
dua macam yaitu saluran keliling
atau caren dan saluran tengah atau
kemalir. Saluran didalam kolam ini Ada juga letak pintu pengeluaran dan
dibuat miring ke arah pintu pemasukan air berada disudut
pengeluaran air. Hal ini untuk secara diagonal (Gambar 2.21).
memudahkan di dalam pengeringan Letak pintu air tersebut ada
kolam dan pemanenan ikan (Gambar kelemahannya yaitu air dikedua
2.19). sudut yang lain tidak berganti dan
memperpanjang saluran
pengeringan sehingga penangkapan
ikan relatif berlangsung agak lama.
Gambar 2.19. Saluran tengah atau
kemalir
2.2.1.3. Pintu air
Gambar 2.21. Pintu pengeluaran
Kolam yang baik harus memiliki pintu
dan pemasukan
pemasukan air dan pintu
air berada disudut
pengeluaran air secara terpisah.
Letak pintu pemasukkan dan
Pada kolam tanah pintu
pengeluaran air sebaiknya berada di
pemasukan dan pengeluaran air
tengah-tengah sisi kolam terpendek
dibuat dari bambu atau pipa
agar air dalam kolam dapat berganti
paralon. Bentuk pintu pemasukan
seluruhnya (Gambar 2.20).
29
diletakkan sejajar dengan
permukaan tanggul sedangkan
pintu pengeluaran dapat dibuat
dua model yaitu pertama sama
dengan pintu pemasukkan
dengan ketinggian sesuai
dengan tinggi air kolam dan
kedua dibuat dengan model huruf
L (Gambar 2.22).
Gambar 2.23. Pintu pemasukan
dan pengeluaran
air menggunakan
sistem monik
Persyaratan konstruksi teknik dalam
membuat bak yang akan digunakan
untuk budidaya ikan secara prinsip
hampir sama dengan kolam dimana
harus mempunyai pintu pemasukan
Gambar 2.22. Pintu pemasukan dan pengeluaran air tetapi dasar bak
dan pengeluaran pada umumnya adalah rata.
air bentuk L Konstruksi pintu dan pemasukan air
pada bak dapat dibuat dengan model
pembuatan instalasi air untuk
Pada kolam beton pintu pemasukan pemasukan air dan pengeluaran
dan pengeluaran air menggunakan airnya menggunakan pipa paralon
sistem monik. Pada pintu air sistem (PVC) dengan bentuk huruf L
monik ini ada celah penyekatnya dan (Gambar 2.24).
dapat dibuat lebih dari satu. Celah
penyekat ini berfungsi untuk
menempatkan papan-papan kayu
yang disusun bertumpuk. Papan-
papan kayu ini dapat dibuka dan
diatur yang pengaturannya
disesuaikan dengan kebutuhan.
Pada pintu air ini papan penyekatnya
dapat diganti dengan saringan
(Gambar 2.23).
Gambar 2.24 Pemasukan dan
pengeluaran air pipa
paralon (PVC)
30
akuarium kaca yang akan dibuat,
2.2.2. Konstruksi Akuarium
langkah selanjutnya menentukan
Konstruksi wadah akuarium sangat ukuran kaca yang akan
bergantung pada desain yang akan dipergunakan untuk membuat
dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium. Ukuran kaca yang akan
akuarium yang diinginkan. Bentuk digunakan biasanya berkisar antara
akuarium yang biasa digunakan 3 mm – 16 mm. Sebagai acuan
sebagai wadah budidaya ikan antara dalam membuat akuarium, ukuran
lain adalah akuarium segiempat, kaca yang akan digunakan dapat
akuarium trapesium, akuarium dilihat pada Tabel 1. Untuk kaca
segidelapan, akuarium segienam, yang akan digunakan sebagai dasar
akuarium botol dan akuarium ellips. akuarium sebaiknya ketebalannya
Setelah merencanakan bentuk ditambah 1 – 2 mm.
Tabel 2.1. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca
Panjang Lebar Tinggi
Tebal kaca (mm) akuarium (cm) akuarium akuarium
(cm) (cm)
3 30 20 20
3 40 20 30
3 50 30 30
5 70 35 35
5 80 40 40
6 90 45 45
6 120 50 50
10 150 45 50
10 150 45 60
10 180 45 60
12 190 50 60
16 200 70 65
Setelah menentukan bentuk dan 1. Letakkan lembaran kaca pada
ukuran kaca yang akan meja kerja, meja kerja harus
dipergunakan untuk membuat dalam keadaan datar dan bersih.
akuarium maka langkah selanjutnya Hal ini untuk menghindari
adalah memotong kaca. Kaca yang terjadinya keretakan kaca yang
dipergunakan untuk membuat akan dipergunakan.
akuarium masih dalam bentuk
lembaran kaca. Ada beberapa
langkah yang harus diperhatikan
dalam memotong kaca antara lain
adalah :
31
Gambar 2.25. Meletakan lembaran
Gambar 2.27. Memotong kaca
kaca
4. Setelah kaca terpotong, bagian
2. Ukuran kaca yang akan dipotong
pinggir dari potongan-potongan
ini disesuaikan dengan bentuk
kaca harus dihaluskan dengan
akuarium yang akan dibuat.
gerinda atau batu asahan
karborondum.
Dalam membuat potongan-
potongan kaca, lembaran kaca
dibuat polanya terlebih dahulu
dengan menggunakan spidol dan
penggaris besi. Pola yang sudah
dibentuk dapat langsung
dipotong.
Gambar 2.28. Menghaluskan bagian
pinggir kaca
Setelah kaca yang dibutuhkan untuk
membuat akuarium tersebut
disiapkan langkah selanjutnya
adalah melakukan perakitan
Gambar 2.26. Mengukur kaca
akuarium. Dalam merakit akuarium
dibutuhkan ketelitian dan ketepatan
3. Untuk memotong kaca gunakan
dalam merangkainya. Kaca sebagai
alat pemotong kaca yang banyak
bahan utama dalam pembuatan
dijual di toko besi.
akuarium dapat diperoleh dengan
cara membeli lembaran kaca atau
32
membeli potongan kaca sesuai menyiapkan alat dan bahan lainnya
dengan ukuran yang tepat. yaitu lem kaca silikon, alat tembak
Akuarium sebagai salah satu wadah lem, lakban besar dan cutter.
yang dapat digunakan untuk
membudidayakan ikan baik ikan hias Lem kaca yang digunakan adalah
maupun ikan konsumsi yang berasal lem silikon yaitu lem khusus untuk
dari perairan tawar dan laut dapat merekatkan kaca agar melekat
diperoleh dengan cara membeli dengan baik dan tidak bocor. Alat
langsung ditoko atau membuatnya tembak lem silikon ini berfungsi
sendiri. Dengan membuat akuarium untuk memudahkan si pembuat
sendiri akan diperoleh keuntungan akuarium dalam merakit akuarium,
antara lain adalah harganya relatif bentuk alat tembak ini seperti pistol
lebih murah, ukuran sesuai dengan sehingga disebut alat tembak.
kebutuhan dan kaca yang digunakan
mempunyai ketebalan sesuai dengan
luasan akuarium yang dibuat.
Dalam membuat akuarium, ada
beberapa hal yang harus dikuasai
agar akuarium yang dibuat tidak
bocor dan tahan lama, yaitu
merancang/mendesain akuarium,
memotong kaca, merakit akuarium
dan melakukan uji coba terhadap
akuarium tersebut.Akuarium yang
Gambar 2.29. Lem silikon dan alat
akan dirakit sendiri, langkah awal
tembak lem
yang harus dilakukan adalah
menyiapkan kaca sebagai dasar
utama pembuatan akuarium. Kaca
yang akan dirakit menjadi akuarium
ini sudah dalam bentuk potongan-
potongan kaca yang ukurannya
disesuaikan dengan ukuran
akuarium yang akan dibuat. Sebelum
dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya
dilakukan penggosokan dengan
menggunakan batu asahan
karborundum atau gerinda. Hal ini
bertujuan agar akuarium yang dibuat
Gambar 2.30. Penggunaan alat
tidak berbahaya bagi pemakainya.
tembak lem
Kaca-kaca yang telah dihaluskan
Sedangkan lakban yang digunakan
seluruh bagian pinggirnya dengan
dalam merakit akuarium sebaiknya
gerinda ini telah siap untuk dirakit.
lakban plastik yang berwarna colklat
Langkah selanjutnya adalah
33
atau hitam dengan ukuran lebar Langkah terakhir dalam merakit
lakbannya adalah 5 cm. Lakban ini akuarium adalah melakukan uji coba
berfungsi untuk membantu berdirinya terhadap akuarium tersebut. Ujicoba
kaca dengan kaca lainnya agar tidak tersebut dilakukan dengan mengisi
bergeser yang memudahkan dalam air ke dalam akuarium selama 24
pemberian lem kaca. jam dan perhatikan apakah ada
bagian yang bocor. Untuk
memperoleh akuarium yang rapih
setelah diuji coba bersihkan lem
yang tidak rapih dengan
menggunakan cutter.
2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring
Apung
Wadah budidaya ikan selanjutnya
yang sangat potensial dikembangkan
di Indonesia adalah karamba jaring
Gambar 2.31. Plakban pada kaca
terapung. Agar dapat melakukan
budidaya ikan dijaring terapung yang
Pada saat menempelkan lem silikon
menguntungkan maka konstruksi
ke kaca sebaiknya ketebalan lem
wadah tersebut harus sesuai dengan
pada seluruh permukaan kaca sama.
persyaratan teknis. Konstruksi
Hal ini akan membuat ketebalan lem
wadah jaring terapung pada
sama pada setiap sudut . Setelah
dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu
seluruh kaca terakit menjadi
kerangka dan kantong jaring.
akuarium, langkah selanjutnya
Kerangka berfungsi sebagai tempat
adalah mengeringkan akuarium
pemasangan kantong jaring dan
tersebut minimal selama 24 jam agar
tempat lalu lalang orang pada waktu
lem silikon tersebut benar-benar
memberi pakan dan saat panen.
kering.
Kantong jaring merupakan tempat
pemeliharaan ikan yang akan
dibudidayakan. Dengan memper-
hitungkan konstruksi wadah secara
baik dan benar akan diperoleh suatu
wadah budidaya ikan yang
mempunyai masa pakai yang lama.
Dalam mendesain konstruksi wadah
budidaya ikan disesuaikan dengan
lokasi yang dipilih untuk membuat
budidaya ikan dijaring terapung.
Budidaya ikan dijaring terapung
Gambar 2.31. Mengeringkan
dapat dilakukan untuk komoditas
akuarium
ikan air tawar dan ikan air laut.
34
Sebelum membuat konstruksi wadah budidaya atau jaring dapat
karamba jaring terapung pemilihan diusahakan di perairan tersebut,
lokasi yang tepat dari aspek sosial tetapi jumlahnya tidak boleh lebih
ekonomis dan teknis benar. Sama dari 1% dari luas perairan. Pada
seperti wadah budidaya ikan kondisi perairan yang tidak
sebelumnya persyaratan secara mengalir, unit budidaya
teknis dan sosial ekonomis dalam sebaiknya diletakkan ditengah
memilih lahan yang akan digunakan perairan sejajar dengan garis
untuk melakukan budidaya ikan pantai.
harus diperhatikan. Aspek sosial
ekonomis yang sangat umum yang 2. Tingkat kesuburan.
harus dipertimbangkan adalah lokasi Pada perairan umum dan waduk
tersebut dekat dengan pusat ditinjau dari tingkat kesuburannya
kegiatan yang mendukung dapat dikelompokkan menjadi
operasionalisasi suatu usaha seperti perairan dengan tingkat
tempat penjualan pakan, pembeli kesuburan rendah (oligotropik),
ikan dan lokasi yang dipilih sedang (mesotropik) dan tinggi
merupakan daerah pengembangan (eutropik). Jenis perairan yang
budidaya ikan sehingga mempunyai sangat baik untuk digunakan
prasarana jalan yang baik serta dalam budidaya ikan di jaring
keamanan terjamin. Persyaratan terapung dengan sistem intensif
teknis yang harus diperhatikan dalam adalah perairan dengan tingkat
memilih lokasi usaha budidaya ikan kesuburan rendah hingga
di karamba jaring terapung antara sedang.Jika perairan dengan
lain adalah : tingkat kesuburan tinggi
digunakan dalam budidaya ikan
1. Arus air. di jaring terapung maka hal ini
Arus air pada lokasi yang dipilih sangat beresiko tinggi karena
diusahakan tidak terlalu kuat pada perairan eutropik
namun tetap ada arusnya agar kandungan oksigen terlarut pada
tetap terjadi pergantian air malam hari sangat rendah dan
dengan baik dan kandungan berpengaruh buruk terhadap ikan
oksigen terlarut dalam wadah yang dipelihara dengan
budidaya ikan tercukupi, selain kepadatan tinggi.
itu dengan adanya arus maka
dapat menghanyutkan sisa-sisa 3. Bebas dari pencemaran.
pakan dan kotoran ikan yang Dalam dunia perikanan, yang
terjatuh di dasar perairan. dimaksud dengan pencemaran
Dengan tidak terlalu kuatnya arus perairan adalah penambahan
juga berpengaruh terhadap sesuatu berupa bahan atau
keamanan jaring dari kerusakan energi ke dalam perairan yang
sehingga masa pakai jaring lebih menyebabkan perubahan
lama. Bila pada perairan yang kualitas air sehingga mengurangi
akan dipilih ternyata tidak ada atau merusak nilai guna air dan
arusnya (kondisi air tidak sumber air perairan tersebut.
mengalir), disarankan agar unit Bahan pencemar yang biasa
35
masuk kedalam suatu badan maupun sosial ekonomis maka harus
perairan pada prinsipnya dapat dilakukan perencanaan selanjutnya.
dikelompokkan menjadi dua yaitu Perencanaan disesuaikan dengan
bahan pencemar yang sulit data yang diperoleh pada waktu
terurai dan bahan pencemar melakukan survey lokasi.
yang mudah terurai. Contoh Perencanaan tersebut dapat dibuat
bahan pencemar yang sulit dengan membuat gambar dari
terurai berupa persenyawaan konstruksi wadah budidaya yang
logam berat, sianida, DDT atau akan dibuat. Konstruksi wadah jaring
bahan organik sintetis. Contoh terapung terdiri dari beberapa
bahan pencemar yang mudah bagian, antara lain :
terurai berupa limbah rumah
tangga, bakteri, limbah panas 1. Kerangka
atau limbah organik. Kedua jenis Kerangka (bingkai) jaring
bahan pencemar tersebut terapung dapat dibuat dari bahan
umumnya disebabkan oleh kayu, bambu atau besi yang
kegiatan manusia, baik secara dilapisi bahan anti karat (cat
langsung maupun tidak besi). Memilih bahan untuk
langsung. Penyebab kedua kerangka, sebaiknya disesuai-
adalah keadaan alam seperti : kan dengan ketersediaan bahan
banjir atau gunung meletus. Jika di lokasi budidaya dan nilai
lokasi budidaya mengandung ekonomis dari bahan tersebut.
bahan pencemar maka akan
berpengaruh terhadap kehidupan Kayu atau bambu secara
ikan yang dipelihara didalam ekonomis memang lebih murah
wadah budidaya ikan tersebut. dibandingkan dengan besi anti
karat, tetapi jika dilihat dari masa
4. Kualitas air. pakai dengan menggunakan
Dalam budidaya ikan, secara kayu atau bambu jangka waktu
umum kualitas air dapat diartikan (usia teknisnya) hanya 1,5–2
sebagai setiap perubahan tahun. Sesudah 1,5–2 tahun
(variabel) yang mempengaruhi masa pakai, kerangka yang
pengelolaan, kelangsungan terbuat dari kayu atau bambu ini
hidup dan produktivitas ikan yang sudah tidak layak pakai dan
dibudidayakan. Jadi perairan harus direnofasi kembali. Jika
yang dipilih harus berkualitas air akan memakai besi anti karat
yang memenuhi persyaratan bagi sebagai kerangka jaring pada
kehidupan dan pertumbuhan ikan umumnya usia ekonomis/ angka
yang akan dibudidayakan. waktu pemakaiannya relatif lebih
Kualitas air meliputi sifat fisika, lama, yaitu antara 4–5 tahun.
kimia dan biologi. Secara detail
tentang kualitas air ini akan Pada umumnya petani ikan di
dibahas pada Bab 2. jaring terapung menggunakan
bambu sebagai bahan utama
Setelah mendapatkan lokasi yang pembuatan kerangka, karena
memenuhi persyaratan teknis selain harganya relatif murah
36
juga ketersediaannya di lokasi 2. Pelampung
budidaya sangat banyak. Pelampung berfungsi untuk
mengapungkan kerangka/ jaring
Bambu yang digunakan untuk terapung. Bahan yang digunakan
kerangka sebaiknya mempunyai sebagai pelampung berupa drum
garis tengah 5 – 7 cm di bagian (besi atau plastik) yang
pangkalnya, dan bagian berkapasitas 200 liter, busa
ujungnya berukuran antara 3 – 5 plastik (stryrofoam) atau
cm. Jenis bambu yang digunakan fiberglass. Jenis pelampung yang
adalah bambu tali. Ada juga akan digunakan biasanya dilihat
jenis bambu gombong yang berdasarkan lama pemakaian.
mempunyai diameter 12 -15 cm Hal ini dapat dilihat pada Tabel
tetapi jenis bambu ini kurang baik 2.2
digunakan untuk kerangka
karena cepat lapuk. Tabel 2.2. Jenis pelampung dan
lama pemakaian
Ukuran kerangka jaring terapung
berkisar antara 5 X 5 meter Jenis Lama
sampai 10 X 10 meter. Petani No. pelampung pemakaian
ikan jaring terapung di perairan (bulan)
cirata pada umumnya
menggunakan kerangka dari 1. Drum besi 12 – 15
bambu dengan ukuran 7 X 7 2. Styrofoam 36 – 75
meter. Kerangka dari jaring 3. Fiberglass 50 – 75
apung umumnya dibuat tidak
hanya satu petak/kantong tetapi
satu unit. Satu unit jaring
Jika akan menggunakan
terapung terdiri dari empat buah
pelampung dari drum maka drum
petak/kantong. Untuk lebih
harus terlebih dahulu dicat
jelasnya dapat dilihat pada
dengan menggunakan cat yang
Gambar 2.32.
mengandung bahan anti karat.
Jumlah pelampung yang akan
digunakan disesuaikan dengan
besarnya kerangka jaring apung
yang akan dibuat. Jaring
terapung berukuran 7 X 7 meter,
dalam satu unit jaring terapung
membutuhkan pelampung antara
33 – 35 buah. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada
Gambar 2.33.
Gambar 2.32. Kerangka Jaring
Apung
37
Gambar 2.33. Pelampung drum besi
3. Pengikat
Tali pengikat sebaiknya terbuat
dari bahan yang kuat, seperti
tambang plastik, kawat ukuran 5
mm, besi beton ukuran 8 mm
atau 10 mm. Tali pengikat ini
digunakan untuk mengikat
kerangka jaring terapung,
pelampung atau jaring.
4. Jangkar
Jangkar berfungsi sebagai
penahan jaring terapung agar
Gambar 2.34. Jangkar
rakit jaring terapung tidak hanyut
terbawa oleh arus air dan angin
5. Jaring
yang kencang. Jangkar terbuat
Jaring yang digunakan untuk
dari bahan batu, semen atau
budidaya ikan di perairan umum,
besi. Pemberat diberi tali
biasanya terbuat dari bahan
pemberat/tali jangkar yang
polyethylene atau disebut jaring
terbuat dari tambang plastik yang
trawl. Ukuran mata jaring yang
berdiameter sekitar 10 mm – 15
digunakan tergantung dari
mm. Jumlah pemberat untuk satu
besarnya ikan yang akan
unit jaring terapung empat
dibudidayakan. Kantong jaring
petak/kantong adalah sebanyak
terapung ini mempunyai ukuran
4 buah. Pemberat diikatkan pada
bervariasi disesuaikan dengan
masing-masing sudut dari
jenis ikan yang dibudidayakan,
kerangka jaring terapung. Berat
untuk ikan air laut ukuran
jangkar berkisar antara 50 – 75
kantong jaring yang biasa
kg. Untuk lebih jelasnya dapat
digunakan berukuran mulai 2 X 2
dilihat pada Gambar 2.34.
38
X 2 m sampai 5 X 5 x 5 m. Tabel 2.3. Ukuran mata jaring yang
Sedangkan untuk jenis ikan air digunakan berdasarkan
tawar berkisar antara 3 X 3 X 3 m ukuran ikan yang
sampai 7 X 7 X 2,5 m. Untuk dibudidayakan.
mengurangi resiko kebocoran
akibat gigitan binatang lain, No. Ukuran mata Ukuran ikan
biasanya kantong jaring terapung jaring
dipasang rangkap (doubel) yaitu
kantong jaring luar dan kantong 1. 0,5 cm 1 – 2 cm
jaring dalam. Ukuran jaring 2. 1,0 cm 5 – 10 cm
bagian luar biasanya mempunyai 3. 2,5 cm 20 – 30 cm
mata jaring (mesh size) yang 4. > 2,5 cm > 30 cm
lebih besar.
Salah satu contohnya adalah Kantong jaring yang digunakan
sebagai berikut : untuk memelihara ikan dapat
a. Jaring polyethylene no. 380 diperoleh dengan membeli jaring
D/9 dengan ukuran mata utuh. Dalam hal ini biasanya
jaring (mesh size) sebesar 2 jaring trawl dijual dipasaran
inch (5,08 cm) yang berupa lembaran atau gulungan.
dipergunakan sebagai Langkah awal yang harus
kantong jaring luar. dilakukan untuk membuat
b. Jaring polyethylene no. 280 kantong jaring adalah membuat
D/12 dengan ukuran mata desain/rancangan kantong jaring
jaring 1 inch (2,5 cm) atau 1,5 yang akan dipergunakan. Ukuran
inch (3,81 cm) dipergunakan kantong jaring yang akan
sebagai kantong jaring dipergunakan berkisar antara 2
dalam. X 2 m sampai dengan 10 X 10 m.
Setelah ukuran kantong jaring
Jaring yang mempunyai ukuran yang akan dipergunakan,
mata jaring lebih kecil dari 1 inch misalnya akan dibuat kantong
biasanya digunakan untuk jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2
memelihara ikan yang berukuran m, langkah selanjutnya adalah
lebih kecil. Di perairan umum, memotong jaring.
khususnya dalam budidaya ikan
di jaring terapung ukuran jaring Untuk memotong jaring harus
yang digunakan adalah ukuran ¾ dilakukan dengan benar
- 1 inch. Untuk lebih jelasnya berdasarkan pada ukuran mata
dapat dilihat pada Tabel 2.3. jaring dan tingkat
perenggangannya saat
terpasang di perairan. Menurut
hasil penelitian, jaring dalam
keadaan terpasang atau sudah
berupa kantong jaring akan
mengalami perenggangan atau
mata jaring dalam keadaan
39
tertarik/terbuka (”Hang In Ratio”). i
Nilai ”Hang In Ratio” dalam L = ------
membuat kantong jaring terapung 1–S
adalah 30%. Adapun perhitungan
yang digunakan untuk memotong 28 28
jaring ada dua cara, yaitu : (1) L = ------- = ------- = 40 m
menggunakan rumus tertentu 1 – 0,3 0,7
dan (2) melakukan perhitungan
cara di lapangan. Jadi panjang tiap sisi adalah 40
m : 4 = 10 m
Rumus berdasarkan ”Hang In Jumlah mata jaring 10 m = 1000
Ratio” adalah sebagai berikut : cm : 5,08 cm = 197,04 mata
i jaring dibulatkan 197 mata jaring.
1. L = -----------
1-S Diketahui dalam jaring sesudah
Hang In (d) adalah 2 m, maka
2. d = D √ 2S – S2 dalam kantong jaring sebelum
dipotong (D) adalah :
Keterangan :
D √ 2S – S2
d =
S : Hang In Ratio
L : Panjang jaring sebelum
d
Hang In atau dalam
D= ------------
keadaan tertarik
√ 2S – S2
i : Panjang tali ris
D : dalam kantong jaring
(jumlah mata jaring 2
dikalikan ukuran mata jaring D = --------------------
√ 2 (0,3) – 0,32
dalam keadaan tertarik)
D : dalam kantong jaring
sesudah 2
= ---------------
Contoh penggunaan rumus √ 0,6 – 0,09
dalam menghitung jaring yang
akan dipotong dengan ukuran 7 2
X 7 X 2 m adalah sebagai = ----------
berikut: √ 0,51
Misalnya, kantong jaring yang 2
akan dibuat 7 X 7 X 2 m dengan = --------- = 2,8 m
ukuran mata jaring (mesh size) 2 0,7141
inch (5,08 cm). Diketahui Hang In
Ratio (S) adalah 30% = 0,3, Jadi jumlah mata jaring 2,8 m =
Panjang tali ris (i) = 4 X 7 m = 28 280 cm : 5,08 cm = 55,1 mata
m. Maka untuk mencari panjang jaring dibulatkan menjadi 55 mata
jaring sebelum Hang In adalah : jaring.
40
100
Dari hasil perhitungan tersebut ------------------ =
diperoleh ukuran lembaran jaring 0,7 X 2,54
yang akan dipotong untuk
kantong jaring berukuran 7 X 7 X 100
2 m adalah 197 X 197 X 55 mata --------- = 56,2 = 56
jaring. 1,778
Sedangkan para petani ikan Jadi dalam satu meter jaring
dilapangan biasanya menghitung yang berukuran 1 inch terdapat
jaring yang akan digunakan 56 mata jaring, sehingga jika
untuk membuat kantong jaring akan membuat jaring dengan
menggunakan perhitungan ukuran 7 X 7 X 2 m, jumlah mata
sebagai berikut : jaringnya adalah 392 X 392 X
112 mata jaring. Sedangkan
Misalnya kantong jaring yang ukuran mata jaring yang akan
akan dibuat berukuran 7 X 7 X 2 digunakan adalah 2 inch maka
m dengan ukuran mata jaring jumlah mata jaring yang akan
(mesh size) 2 inch (5,08 cm). dipotong adalah 196 X 196 X 56.
Berdasarkan hasil penelitian Angka-angka ini diperoleh dari
panjang jaring akan berkurang hasil perkalian antara ukuran
sebesar 30% dari semula. Maka kantong jaring dengan jumlah
secara praktis dilapangan mata jaring. Berdasarkan hasil
diperhitungkan jumlah mata kedua perhitungan tersebut
jaring dalam setiap meter adalah: memperoleh nilai yang tidak jauh
berbeda. Langkah selanjutnya
100 yang harus dilakukan adalah
------------------------------ = memindahkan pola yang telah
(100% - 30%) X 2,54 dibuat langsung kejaring. Jaring
tersebut dibentangkan dan dibuat
pola seperti Gambar 2.35.
Gambar 2.35. Pola jaring
41
Sebagai acuan untuk membuat kantong jaring
melakukan pemotongan jaring terapung dapat dilihat pada
yang akan dipergunakan untuk Tabel 2.4.
Tabel 2.4. Perhitungan jumlah mata jaring yang harus dipotong dalam
berbagai ukuran kantong jaring dan mata jaring.
Ukuran kantong Ukuran mata Ukuran kantong jaring
jaring (p X l X t) jaring (inch) (p X lX t) dalam jumlah mata
(meter) jaring
2 X 2 X2 1 112 X 112 X 112
2 56 X 56 X 56
3X3X2 1 168 X 168 X 112
2 84 X 84 X 56
4X4X2 1 224 X 224 X 112
2 112 X 112 X 56
5X5X2 1 280 X 280 X 112
2 140 X 140 X 56
6X6X2 1 336 X 336 X 112
2 168 X 168 X 56
7X7X2 1 392 X 392 X 112
2 196 X 196 X 56
8X8X2 1 448 X 448 X 112
2 224 X 224 X 56
9X9X2 1 504 X 504 X 112
2 252 X 252 X 56
10 X 10 X 2 1 560 X 560 X 112
2 280 X 280 X 56
6. Pemberat beratnya antara 2–5 kg. Fungsi
pemberat ini agar jaring tetap
Pemberat yang digunakan simetris dan pemberat ini
biasanya terbuat dari batu atau diletakkan pada setiap sudut
timah yang masing-masing kantong jaring terapung.
42
7. Tali/tambang budidaya. Dalam membudidayakan
ikan dengan menggunakan kolam
Tali/tambang yang digunakan yang biasanya dilakukan untuk
biasanya disesuaikan dengan melakukan budidaya ikan air tawar,
kondisi perairan pada perairan harus dilakukan persiapan kolam
tawar adalah tali plastik yang agar dapat dipergunakan untuk
mempunyai diameter 5–10 mm, membudidayakan ikan. Persiapan
sedangkan pada perairan laut kolam meliputi pengeringan kolam,
tali/tambang yang digunakan perbaikan pematang, pengolahan
terbuat dari nilon atau tambang dasar kolam, perbaikan saluran
yang kuat terhadap salinitas. pemasukan dan pengeluaran air,
Tali/tambang ini dipergunakan pemupukan dan pengapuran.
sebagai penahan jaring pada
bagian atas dan bawah. Tali Untuk lebih jelasnya akan diuraikan
tambang ini mempunyai istilah tahapan-tahapan yang harus
lain yang disebut dengan tali ris. dilakukan meliputi :
Panjang tali ris adalah sekeliling
dari kantong jaring terapung. 1. Pengeringan
Misalnya, kantong jaring ter- Pengeringan dasar kolam sangat
apung berukuran 7X7X2m maka dibutuhkan oleh ikan agar bakteri
tali risnya adalah 7m X 4 =28 m. pembusuk yang dapat
Dengan dikalikan empat karena menyebabkan ikan sakit, racun
kantong sisi jaring terapung sisa dekomposisi selama
adalah empat sisi. Khusus untuk budidaya terbuang. Pada kolam
tali ris pada bagian atas pemijahan pengeringan dasar
sebaiknya dilebihkan 0,5 m untuk kolam bertujuan agar ikan dapat
setiap sudut. Jadi tali risnya memijah karena tanah yang
mempunyai panjang 28 m +( 4 X dikeringkan dan diairi akan
0,5 m) = 30 m. Hal ini untuk melepaskan bau tertentu yang
memudahkan dalam melakukan disebut petrichor, selain itu
aktivitas kegiatan operasional pengeringan dasar kolam dapat
pada saat melakukan budidaya membunuh hama dan penyakit
ikan. yang ada di dalam kolam
Gambar 2.36.
2.3. PERSIAPAN WADAH
BUDIDAYA
Setelah mengetahui bermacam-
macam wadah budidaya ikan dan
mengetahui konstruksi wadah
tersebut maka langkah selanjutnya
adalah menyiapkan segalanya agar
wadah budidaya ikan tersebut dapat Gambar 2.36. Pengeringan dasar
dipergunakan untuk kegiatan kolam
43
2. Perbaikan pematang untuk menjaga agar tidak ada
Perbaikan pematang bertujuan hama yang masuk ke dalam
untuk mencegah kebocoran kolam dan benih ikan budidaya
kolam. Kebocoran kolam dapat yang ditebarkan tidak kabur atau
diakibatkan oleh binatang air keluar kolam (Gambar 2.37).
seperti belut, kepiting dan hewan
air lainnya. Pematang bocor
mengakibatkan air kolam tidak
stabil dan benih ikan banyak
yang keluar kolam. Perbaikan
pematang ini hanya dilakukan
pada kolam tanah, sedangkan
pada kolam tembok dilakukan
perawatan dan pengecekan
kebocoran pada setiap bagian
pematang.
Gambar 2.37. Pengolahan tanah
3. Pengolahan dasar kolam
dasar kolam
Pengolahan dasar kolam
dilakukan pada kolam tradisional 4. Pengapuran.
dan kolam semi intensif dimana Pengapuran dasar kolam
dasar kolam berupa tanah. sebaiknya dilakukan setelah
Pengolahan dasar kolam pengolahan tanah. Pada saat
dilakukan dengan mencangkul tanah dibalikkan dan sambil
dasar kolam sedalam 10 – 20 menunggu kering tanah dasar,
cm. Tanah tersebut dibalik dan penebaran kapur dapat
dibiarkan kering sampai 3-5 hari. dilakukan. Pengapuran
Tujuan pengolahan dasar kolam merupakan salah satu upaya
adalah mempercepat untuk mempertahankan
berlangsungnya proses kestabilan keasaman (pH) tanah
dekomposisi (penguraian) dan air, sekaligus memberantas
senyawa-senyawa organik dalam hama penyakit. Jenis kapur yang
tanah sehingga senyawa- digunakan untuk pengapuran
senyawa yang beracun yang kolam ada beberapa macam
terdapat di dasar kolam akan diantaranya adalah kapur
menguap. Tanah yang baru pertanian, yaitu kapur carbonat :
dicangkul diratakan. Setelah CaCO3 atau [CaMg(CO3)]2, dan
dasar kolam rata, lalu dibuat kapur tohor/kapur aktif (CaO).
saluran ditengah kolam. Saluran
ini disebut kemalir. Kemalir Kapur pertanian yang biasa
berfungsi untuk memudahkan digunakan adalah kapur karbonat
pemanenan dan sebagai tempat yaitu kapur yang bahannya dari
berlindung benih ikan pada siang batuan kapur tanpa lewat proses
hari. Saluran pemasukan dan pembakaran tapi langsung
pengeluaran air dilengkapi digiling. Kapur pertanian ada dua
dengan saringan. Tujuannya yaitu Kalsit dan Dolomit. Kalsit
44
bahan bakunya lebih banyak Dosis kapur yang akan
mengandung karbonat, ditebarkan harus tepat ukurannya
magnesiumnya sedikit (CaCO3), karena jika berlebihan kapur
sedangkan dolomit bahan akan menyebabkan kolam tidak
bakunya banyak mengandung subur, sedangkan bila
kalsium karbonat dan magnesium kekurangan kapur dalam kolam
karbonat [CaMg(CO3)]2, Dolomit akan menyebabkan tanah dasar
merupakan kapur karbonat yang kolam menjadi masam. Sebagai
dimanfaatkan untuk mengapur acuan dalam memberikan kapur
lahan bertanah masam. Kapur pada kolam budidaya ikan dapat
tohor adalah kapur yang dilihat pada Tabel 2.5. Tetapi ada
pembuatannya lewat proses juga para petani menggunakan
pembakaran. Kapur ini dikenal dosis kapur berkisar antara 100-
200gram/m2 hal ini dilakukan
dengan nama kapur sirih,
bahannya adalah batuan tohor bergantung kepada keasaman
dari gunung dan kulit kerang. tanah kolam.
Tabel 2.5. Dosis kapur Tohor (CaO) menurut jenis tanah dan macam
kolam dengan luas 100 meterpersegi
Jenis tanah Jenis tanah Jenis tanah Jenis tanah
Macam kolam berpasir pasir lumpur berlumpur
berlumpur berpasir
Kolam baru 25 kg 30 kg 40 kg 60 kg
Kolam lama 15 kg 20 kg 30 kg 40 kg
5. Pemupukan. Sedangkan pupuk buatan berupa
Pemupukan tanah dasar kolam bahan-bahan kimia yang dibuat
bertujuan untuk meningkatkan manusia dipabrik pupuk yang
kesuburan kolam, memperbaiki berguna untuk menyuburkan
struktur tanah dan menghambat tanah. Jenis pupuk buatan yang
peresapan air pada tanah-tanah dapat digunakan antara lain
yang porous serta menumbuhkan adalah pupuk nitrogen (urea, ZA),
phytoplankton dan zooplankton pupuk phosphor (TSP), pupuk
yang digunakan sebagai pakan kalium (KCl) dan pupuk NPK
alami benih ikan. Jenis pupuk yang merupakan gabungan dari
yang biasa digunakan adalah ketiga hara tunggal.
pupuk kandang dan pupuk
buatan. Pupuk kandang adalah Dosis pupuk kandang juga
pupuk yang berasal dari kotoran bergantung kepada kesuburan
ternak besar (sapi, kerbau, kuda kolam ikan, biasanya berkisar
gram/m2
dan lain-lain) atau kotoran antara 100-150
unggas (ayam, itik dan lain-lain) sedangkan untuk kolam yang
yang telah dikeringkan. kurang kesuburannya dapat
45
ditebarkan kotoran ayam dipergunakan senantiasa baik untuk
sebanyak 300 – 500 gr/m2 . Dosis kegiatan budidaya maka harus selalu
yang digunakan untuk pupuk dilakukan pengelolaan terhadap
buatan biasanya berkisar antara kolam budidaya baik kolam
200-300 gram/m2. Kolam dapat pemeliharaan, pemijahan, penetasan
juga dipupuk menggunakan, TSP telur dan lain sebagainya. Pada
dan Urea masing-masing pengelolaan kolam yang akan
sebanyak 10 gr/m2 dan kapur dipergunakan sebagai wadah
pertanian sebanyak 25 – 30 gr/ pemeliharaan induk/calon induk
m2 atau disesuaikan dengan sebaiknya mempunyai persyaratan
tingkat kesuburan lahan. yang sesuai dengan lingkungan yang
layak bagi kehidupan induk.
6. Pengairan
Kolam yang telah dikeringkan, Hal-hal yang harus dilaksanakan
dikapur dan di pupuk tersebut dalam pengelolaan kolam induk ikan
lalu diairi agar pakan alami di ini adalah :
kolam tersebut tumbuh dengan
subur. Pengairan ini harus 1. Persiapan wadah
dilakukan minimal 4 –7 hari Wadah mempunyai pematang
sebelum larva/benih ikan di tebar kokoh dan tidak bocor, pintu
ke dalam kolam pemeliharaan pemasukan, serta pintu
agar pakan alami tumbuh dengan pengeluaran yang dipasang
sempurna. saringan. Adanya saringan air ini
baik pada pintu pemasukan
Ketinggian air di kolam ikan ini maupun pada pintu pengeluaran,
bergantung pada jenis kolam, untuk menghindari masuknya
untuk kolam pemijahan ikan liar, terutama ikan predator
ketinggian air 0,75-1,00 m, kolam yang dapat mengganggu proses
pemeliharaan 1-1,25 m (Gambar pemijahan bahkan dapat
2.38). memangsa induk maupun larva
yang dihasilkan.
Pengolahan dasar kolam dengan
cara membalik tanah bagian
dasar kolam yang di lanjutkan
dengan pengapuran dan
pemupukan. Pengolahan dasar
kolam bertujuan untuk
meningkatkan kesuburan dasar
dan perairan kolam sebagai stok
Gambar 2.38. Mengairi kolam pakan alami bagi calon induk.
Pemberian kapur selain dapat
Wadah budidaya ikan (kolam) yang membunuh hama dan parasit
sudah dipersiapkan dan siap untuk ikan juga dapat menaikan pH
dipergunakan sebagai wadah untuk dasar kolam. Sedangkan
kegiatan budidaya. Agar kolam yang pemupukan bertujuan untuk
46
memenuhi kebutuhan unsur hara pintu pemasukan air dan
yang diperlukan fitoplankton pengendalian gulma secara
sebagai makanan zooplankton mekanis, yaitu dengan cara
maupun ikan. Pemupukan dasar mengambil /mencabut gulma
kolam dapat digunakan pupuk yang ada di kolam.
kandang, pupuk hijau atau pupuk
buatan. Pemberian pupuk dapat Setelah semua langkah persiapan
dilakukan dengan cara dilakukan maka kolam tersebut dapat
menyebarkan pupuk ke dasar digunakan untuk melakukan kegiatan
kolam dan dilanjutkan dengan budidaya.
pemupukan susulan setelah 15
hari dengan cara memberikan Wadah budidaya ikan yang lainnya
pupuk yang dibungkus dari adalah bak tembok atau bak beton,
karung plastik yang diberi lubang bak yang akan digunakan untuk
keci-kecil sehingga pupuk akan budidaya ikan harus dilakukan
terurai secara perlahan. persiapan wadah sebelum
dipergunakan untuk melakukan
2. Pengairan kegiatan budidaya. Persiapan wadah
Pengairan dimaksudkan untuk bertujuan untuk mengkondisikan
menjaga kondisi lingkungan bagi wadah agar dapat digunakan secara
induk sesuai dengan persyaratan efesien dan memenuhi persyaratan
yang dibutuhkan yaitu perairan lingkungan yang optimal, sehingga
subur, cukup tersedia oksigen ikan dapat hidup dengan laju
terlarut ( >5 ppm), CO2 (<10 pertumbuhan yang optimum.
Persiapan bak budidaya ikan
ppm), NH3 ( <1 ppm). Untuk
meliputi:
mendapatkan lingkungan yang
demikian, maka air kolam harus
1. Sanitasi wadah
terus menerus mengalir sehingga
Wadah yang akan digunakan
tidak ada lagi penimbunan
untuk budidaya ikan (bak)
kotoran air akibat dari sisa pakan
sebelum digunakan dibersihkan
atau sampah lainnya.
dari kotoran yang menempel,
agar tidak terdapat sisa-sisa
3. Pengendalian gulma air
kotoran yang dapat
Tanaman air yang dapat
menyebabkan pembawa penyakit
mengganggu lingkungan hidup
Gambar 2.31). Bahan yang
ikan antara lain adalah eceng
digunakan untuk membersihkan
gondok dan kiambang, bila
wadah dan merupakan
populasinya banyak sampai
desinfektan antara lain lain
menutupi permukaan air, maka
adalah Chlorin 200 ppm,
proses difusi oksigen ke dalam
Malachite green 100 ppm,
air dan proses fotosintesis
Formalin 25 ppm dan alkohol
phytoplankton dapat terganggu
70%. Wadah yang akan
sehingga Oksigen terlarut akan
dipergunakan setelah disikat,
menurun. Pengendalian gulma
dibersihkan dan diberi
air ini dapat dilakukan dengan
desinfektan kemudian
cara memberi saringan pada
47
dibersihkan kembali dan wadah kebocoran wadah budidaya.
tersebut dibiarkan kering udara Setelah kerusakan diperbaiki
agar bahan beracun tersebut maka bak harus dibiarkan
telah hilang menguap. Setelah beberapa hari agar bahan
dilakukan sanitasi diisi dengan air tersebut telah kering dan tidak
untuk memeriksa kebocoran bak. membahayakan ikan yang akan
dibudidayakan.
3. Perbaikan instalasi udara
Pada wadah budidaya ikan yang
menggunakan bak biasanya
menggunakan alat bantu untuk
meningkatkan kelarutan oksigen
didalam wadah budidaya dengan
menggunakan aerator ataupun
blower. Oleh karena itu harus
dilakukan pemeriksaan terhadap
peralatan tersebut. Instalasi
Gambar 2.39. Sanitasi bak udara terdiri dari pompa udara,
budidaya penyaring udara, pipa penyalur,
batu aerasi dan alat pengatur
2. Perbaikan wadah banyaknya aliran udara (kran).
Sebelum wadah digunakan Peralatan ini sering mengalami
dilakukan pemeriksaan apakah kebocoran pada pipa dan
bak tersebut siap untuk penyumbatan pada batu aerasi.
digunakan untuk budidaya ikan. Ganti atau perbaiki peralatan
Pemeriksaan bertujuan untuk yang rusak dan tidak berfungsi
mengetahui apakah bak yang lagi. Pompa udara merupakan
akan digunakan mengalami alat yang paling penting pada
kerusakan baik karena proses budidaya ikan di bak
kebocoran dasar dan dinding bak karena banyaknya pengudaraan
maupun karena adanya pada air media tergantung dari
kebocoran pada pipa kekuatan pompa yang ada. Oleh
pengeluaran dan pemasukan. karena itu pompa yang yang
Oleh karena itu kerusakan telah lemah harus segera
tersebut harus diperbaiki dahulu diperbaiki, karena dapat
sebelum digunakan. Bahan untuk berakibat fatal bagi ikan bila
memperbaiki kebocoran bak terhentinya aliran udara dalam
dapat berupa resin serat kaca waktu lama.
untuk bak yang terbuat dari serat
fiber, semen atau lem khusus 4. Perbaikan instalasi air
untuk beton untuk bak yang Pada budidaya ikan
terbuat dari beton, bila bak yang menggunakan wadah bak
akan digunakan terbuat dari biasanya tidak mempunyai pipa
plastik maka dapat digunakan pemasukan air seperti dikolam,
selotip tahan air untuk menutupi pada bak pintu pemasukkan air
48
merupakan kran air yang papan. Setiap bahan tersebut
dimasukkan kedalam bak mempunyai masa pakai yang
budidaya. Sumber air yang berbeda oleh karena itu harus
digunakan dapat berasal dari dilakukan perbaikan pada
mata air atau dari sumur yang kerangka jarring apung yang
dipompakan ke bak-bak melalui sudah mengalami kerusakan
pipa pengaturan. Kebocoran agar wadah tersebut dapat
sering terjadi pada pipa dipergunakan untuk budidaya
penyaluran dan kran pengatur ikan.
aliran. Air harus tetap tersedia
karena untuk keperluan 2. Perbaikan jaring
pergantian air pada media Jaring yang akan digunakan
pemeliharaan ikan. Sedangkan untuk budidaya ikan harus
pintu pengeluarannya berupa dilakukan perbaikan dan
pipa yang terbuat dari pipa PVC pergantian jika telah mengalami
dalam bentuk L atau lurus. Pintu kerusakan. Perbaikan jaring
pengeluaran air ini harus dapat dilakukan dengan
diperiksa apakah terjadi melakukan perajutan pada
penyumbatan pada saluran bagian jarring yang rusak
pembuangannya. sedangkan pada jaring yang
sudah lapuk harus diganti
Persiapan wadah budidaya ikan dengan jaring yang baru. Hal ini
yang menggunakan akuarium dilakukan agar ikan yang
tidak jauh berbeda dengan dibudidayakan tidak keluar dari
penggunaan bak. wadah budidaya. Pada kantong
jaring yang di pergunakan untuk
Pada wadah budidaya karamba budidaya ikan sebelumnya
jaring terapung wadah tersebut biasanya banyak terdapat
harus disiapkan sebelum hewan-hewan kecil yang
digunakan dengan beberapa menempel pada kantong jaring,
tahap antara lain adalah : oleh karena itu harus dilakukan
pembersihan dengan cara
1. Perbaikan kerangka menyikat kantong jaring dan
Pemeriksaan terhadap kerangka menjemurnya kembali setelah
yang digunakan dalam budidaya dibersihkan agar hewan-hewan
ikan di karamba jaring terapung kecil tersebut bersih dari jaring.
harus dilakukan, karena masa
pakai kerangka ini tidak bisa
sepanjang tahun. Masa pakai
kerangka ini sangat bergantung
pada bahan yang digunakannya,
ada beberapa macam bahan
yang digunakan sebagai
kerangka antara lain adalah
bambu, besi, stainless steel atau
49
BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN
Media budidaya ikan merupakan
Secara umum air sebagai lingkungan
hidup mempunyai sifat fisik, sifat
kimia dan sifat biologi. Agar dapat
suatu tempat hidup bagi ikan untuk
melakukan pengelolaan kualitas air
tumbuh dan berkembang yaitu air.
dalam budidaya ikan maka harus
Air yang dapat digunakan sebagai
dipahami ketiga parameter kualitas
budidaya ikan harus mempunyai
air yang sangat menentukan
standar kuantitas dan kualitas yang
keberhasilan suatu budidaya ikan.
sesuai dengan persyaratan hidup
Dalam bab ini akan dibahas tentang
ikan. Air yang dapat digunakan
kuantitas air dalam hal ini sumber air
sebagai media hidup ikan harus
yang dapat digunakan untuk
dipelajari agar ikan sebagai
kegiatan budidaya, parameter
organisme air dapat dibudidayakan
kualitas air yang akan sangat
sesuai kebutuhan manusia sebagai
menentukan keberhasilan suatu
sumber bahan pangan yang bergizi
usaha budidaya ikan dan bagaimana
dan relatif harganya murah. Air yang
cara melakukan pengukuran
dapat memenuhi kriteria yang baik
terhadap parameter kualitas air
untuk hewan dan tumbuhan tingkat
tersebut agar dapat selalu dipantau
rendah yaitu plankton sebagai
perubahan kualitas air dalam wadah
indikator paling mudah bahwa air
budidaya ikan.
tersebut dapat digunakan untuk
budidaya ikan. Hal ini dikarenakan
organisme ini merupakan produsen
3.1. Sumber air
primer sebagai pendukung
kesuburan perairan. Oleh karena itu
Sumber air yang dapat digunakan
kondisi perairan/ air harus mampu
untuk kegiatan budidaya ikan ada
menyiapkan kondisi yang baik,
beberapa macam. Berdasarkan
terutama untuk tumbuhan tingkat
asalnya sumber air yang dapat
rendah (Fitoplankton) dalam proses
digunakan untuk kegiatan budidaya
asimilasi sebagai sumber makanan
ikan dapat dikelompokkan menjadi
hewan terutama ikan.
dua yaitu air permukaan dan air
tanah. Air permukaan yaitu air hujan
yang mengalami limpasan/
50
berakumulasi sementara ditempat- sumber air tanah ini dieksploitasi
tempat rendah misalnya : air sungai, secara besar-besaran maka jumlah
waduk, danau dan rawa. Selain itu air tanah akan semakin berkurang.
air permukaan dapat juga Air tanah berdasarkan kandungan
didefenisikan sebagai air yang salinitasnya merupakan air tawar
berada disungai, danau, waduk, yang akan dipergunakan untuk
rawa dan badan air lainnya yang budidaya ikan air tawar. Saat ini
tidak mengalami infiltrasi kedalam. dibeberapa kota besar yang telah
Sumber air permukaan tersebut banyak sekali terjadi pengeboran air
sudah banyak dipergunakan untuk tanah secara besar-besaran maka
kegiatan budidaya ikan. Sedangkan kadar salinitas dari air tanah ini
air tanah yaitu air hujan yang mengalami perubahan karena telah
mengendap atau air yang berada tercemar dengan air laut. Oleh
dibawah permukaan tanah. Air tanah karena itu sumber air yang biasa
yang saat ini digunakan untuk digunakan di kota besar adalah air
kegiatan budidaya dapat diperoleh yang berasal dari PAM. Air PAM ini
melalui cara pengeboran air tanah berasal dari sumber air permukaan
dengan kedalaman tertentu sampai dan mengalami proses tertentu
diperoleh titik sumber air yang akan sampai diperoleh kualitas air sesuai
keluar dan dapat dipergunakan untuk baku mutu yang diinginkan. Sumber
kegiatan budidaya. air tersebut dapat dipergunakan
untuk budidaya ikan air tawar karena
Air tanah memiliki kelebihan airnya memiliki kandungan oksigen yang
bersih, kekurangannya air tanah cukup dan pH yang stabil.
mempunyai kandungan oksigen yang Kekurangan air PAM ini biasanya
rendah, kadar karbondioksida yang mengandung klorin/kaporit yang
tinggi dan kandungan besi yang cukup tinggi dan solusinya sama
relatif tinggi. Solusinya dengan seperti pada air tanah cukup
menggunakan aerator/kincir air dilakukan pengendapan air pada
/blower pada air pemeliharaan dan wadah terpisah minimal semalam
yang utama air tanah tersebut harus yaitu 12 jam.
diinapkan minimal semalam (12 jam)
untuk meningkatkan kadar oksigen Air permukaan yang dapat
terlarut, selain itu jika air tanah digunakan untuk kegiatan budidaya
mengalami kontak dengan udara ikan berdasarkan kadar garamnya
akan mengalami proses oksigenasi (salinitas) dibagi menjadi tiga yaitu
sehingga ion feri(besi) yang terdapat air tawar, air payau dan air laut. Air
pada air tanah akan segera tawar adalah air yang memiliki kadar
mengalami pengendapan dan akan garam (salinitas) antara 0 – 5 ppt. Air
membentuk warna kemerahan pada payau adalah air yang memiliki kadar
air. Air tanah mempunyai kandungan garam (salinitas) antara 6 – 29 ppt.
oksigen yang rendah karena air ini Air laut adalah air yang memiliki
pergerakannya didalam tanah sangat kadar garam (salinitas) antara 30 –
lambat dan sangat dipengaruhi oleh 35 ppt. Ketiga air ini dapat
porositas, permeabilitas dari lapisan dipergunakan untuk kegiatan
tanah dan pengisian kembali air. Jika budidaya ikan, pada air tawar
51
dipergunakan untuk membudi- bergantung kepada lokasi dimana
dayakan ikan air tawar, pada air budidaya ikan tawar akan dilakukan ,
payau dipergunakan untuk kuantitas dan kualitas air yang
membudidayakan ikan air payau dan terdapat pada sumber air tersebut.
air laut untuk membudidayakan ikan Walaupun sumber air tersebut
air laut. Air permukaan ini dapat berasal dari alam harus diperhatikan
diklasifikasikan berdasarkan lamanya juga tentang kontinuitas ketersediaan
terakumulasi dalam suatu tempat air tersebut untuk kegiatan budidaya.
dibagi menjadi dua yaitu perairan Pada kegiatan budidaya ikan jumlah
tergenang (Lentik) antara lain adalah air yang dibutuhkan tidak sedikit
danau, waduk dan situ , yang kedua harus tersedia secara terus menerus.
adalah perairan mengalir (Lotik) Jumlah air yang diperlukan untuk
antara lain adalah sungai, saluran mengairi wadah budidaya ikan harus
irigasi, air laut. cukup dan tersedia sepanjang tahun
karena dengan melakukan budidaya
Air yang berasal dari danau, waduk bertujuan untuk memenuhi
dan situ merupakan sumber air tawar kebutuhan pangan manusia. Untuk
yang banyak digunakan oleh mengetahui kebutuhan air pada
kegiatan budidaya ikan dengan wadah budidaya ikan dapat
metode budidaya di perairan umum dilakukan perhitungan jumlah
yaitu karamba jaring apung. Pada persediaan air sumber. Salah satu
perairan tergenang yang perlu cara untuk mengetahui jumlah air
diperhatikan adalah terjadinya yang diperlukan pada kegiatan
stratifikasi secara vertikal yang budidaya adalah dengan mengetahui
diakibatkan oleh perbedaan jumlah air pada saluran sepanjang
intensitas cahaya dan perbedaan tahun. Jumlah air yang dapat
suhu secara vertikal pada kolom air. dipergunakan untuk kegiatan
Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan
budidaya ikan yang berasal dari air mengukur debit air saluran. Debit air
mengalir dan banyak dipergunakan saluran merupakan jumlah air yang
oleh masyarakat adalah air sungai mengalir dalam saluran yang
untuk budidaya ikan air tawar dan air dinyatakan dengan ukuran liter
laut untuk budidaya ikan air laut. Air perdetik. Debit air saluran dapat
sungai merupakan sumber air yang diukur dengan cara langsung
murah dan tidak memerlukan biaya maupun secara tidak langsung.
tetapi sumber air ini memiliki Pengukuran debit air secara
kandungan lumpur yang cukup langsung dilakukan dengan
tinggi, sehingga dalam menggunakan sekat ukur.
pemakaiannya sebaiknya Sedangkan pengukuran debit air
dimasukkan terlebih dahulu pada bak secara tidak langsung dilakukan
pengendapan. Keuntungan sumber dengan cara menentukan rata-rata
air ini adalah mempunyai kandungan luas penampang basah saluran
oksigen yang cukup tinggi. dikalikan dengan kecepatan aliran air
rata-rata. Pengukuran secara tidak
Pemilihan dari berbagai macam langsung inilah yang banyak
sumber air tersebut sangat digunakan oleh para pembudidaya
52
ikan dilapangan karena relatif mudah merupakan akumulasi pengendapan
dilakukan. mineral-mineral yang merupakan
persediaan “nutrient” yang akan
dimanfaatkan oleh mahluk hidup
(yang pada umumnya tinggal
3.2. Parameter kualitas air
didaerah permukaan air karena
mendapatkan sinar matahari yang
3.2.1. Sifat Fisik cukup). Pada perairan yang oligotrof
(cukup banyak mengandung
3.2.1.1. Kepadatan (density/berat
mineral), aliran vertikal tidak banyak
jenis)
membawa keberuntungan, justru
sebaliknya dapat mengendapkan
Pada suhu 4 °C (3,95° C ) air murni mineral-mineral yang datang dari
mempunyai kepadatan yang tempat lain kedasar perairan,
maksimum yaitu 1 (satu), sehingga mineral-mineral tersebut akan di
kalau suhu air naik, lebih tinggi dari absorbsi oleh dasar perairan .
4° C kepadatan/berat jenisnya akan Sedangkan kerugian adanya aliran
turun, demikian juga kalau suhunya air ini adalah terutama aliran air yang
lebih rendah dari 4 °C. Sifat air yang vertikal sering menimbulkan
demikian itu, maka akan terjadi “upwalling” pada danau-danau,
pelapisan-pelapisan suhu air pada sehingga menyebabkan keracunan
danau atau perairan dalam, yaitu dan kematian ikan secara masal. Hal
pada lapisan dalam suatu perairan ini disebabkan kondisi air yang
suhu air makin rendah dibanding anaerob (oksigen rendah) dan zat-
pada permukaan air. Akan tetapi bila zat beracun dari dasar perairan akan
air membeku jadi es, es tersebut naik kepermukaan air.
akan terapung. Akibat dari sifat
tersebut akan menimbulkan
pergolakan/perpindahan massa air 3.2.1.2. Kekentalan ( Viscosity )
dalam perairan tersebut, baik secara
vertikal maupun horizontal. Sifat air Molekul-molekul air mempunyai daya
ini mengakibatkan pada perairan saling tarik menarik, kalau daya
didaerah yang beriklim dingin yang saling tarik menarik tersebut
membeku perairannya hanya pada mengalami gangguan karena adanya
bagian atasnya saja sedangkan pada benda yang bergerak dalam air
bagian bawahnya masih berupa seperti benda tenggelam, maka akan
cairan sehingga kehidupan timbul gesekan-gesekan yang
organisme akuatik masih tetap disebut dengan “gesekan intern
berlangsung. Selain itu keuntungan dalam air“/ Viscosity.
adanya gerakan air ini dapat
mendistribusikan/ menyebarkan Menurut kesepakatan para ahli fisika,
berbagai zat ke seluruh perairan, pada suhu 0° C, kekentalan air murni
sebagai sumber mineral bagi mempunyai nilai yang terbesar, dan
fitoplankton dan fitoplankton sebagai ditandai dengan angka 100. Makin
makanan ikan maupun hewan air naik suhunya, makin berkurang
lainnya. Dasar perairan adalah kekentalannya. Setiap kenaikan suhu
53
perairan dangkal akan menunjukkan
1° C terjadi penurunan viscosity 2%,
fluktuasi suhu air yang lebih besar
hingga pada suhu 25° C viscositas
dari pada perairan yang dalam.
turun menjadi setengahnya dari nilai
Sedangkan organisme memerlukan
viscosity pada suhu 0° C. Viscosity
suhu yang stabil atau fluktuasi suhu
ini akan berpengaruh terhadap
yang rendah. Agar suhu air suatu
proses pengendapan jasad renik
perairan berfluktuasi rendah maka
(plankton), zat-zat dan benda-benda
perlu adanya penyebaran suhu. Hal
yang melayang didalam air.
tersebut tercapai secara sifat alam
antara lain;
• Penyerapan (absorbsi) panas
3.2.1.3. Tegangan Permukaan
matahari pada bagian
permukaan air.
Molekul-molekul air mempunyai daya
• Angin, sebagai penggerak
saling tarik menarik terhadap
permindahan massa air.
molekul-molekul yang ada. Dalam
• Aliran vertikal dari air itu sendiri,
fase cair daya tarik menarik masih
terjadi bila disuatu perairan
sedemikian besarnya, sehingga
(danau) terdapat lapisan suhu air
molekul-molekul zat cair masih
yaitu lapisan air yang bersuhu
mempunyai daya “Kohesi “.
rendah akan turun mendesak
lapisan air yang bersuhu tinggi
Daya tarik menarik molekul air ini
naik kepermukaan perairan.
terjadi kesegala penjuru, sedang
dipermukaan hanya terjadi gaya tarik
Selain itu suhu air sangat
menarik kesamping dan kedalam
berpengaruh terhadap jumlah
saja dan sifat itu yang menyebabkan
oksigen terlarut didalam air. Jika
timbulnya tegangan permukaan.
suhu tinggi, air akan lebih lekas
Akibat adanya tegangan permukaan,
jenuh dengan oksigen dibanding
maka binatang dan tumbuhan yang
dengan suhunya rendah. Suhu air
ringan, seperti kimbung akar dapat
pada suatu perairan dapat
berjalan diatas permukaan air, ada
dipengaruhi oleh musim, lintang
juga plankton yang menggantung
(latitude), ketinggian dari permukaan
dibawah permukaan air.
laut (altitude), waktu dalam satu hari,
penutupan awan, aliran dan
kedalaman air. Peningkatan suhu air
3.2.1.4. Suhu Air
mengakibatkan peningkatan
viskositas, reaksi kimia, evaporasi
Air sebagai lingkungan hidup
dan volatisasi serta penurunan
organisme air relatif tidak begitu
kelarutan gas dalam air seperti O2,
banyak mengalami fluktuasi suhu
CO2, N2, CH4 dan sebagainya.
dibandingkan dengan udara, hal ini
disebabkan panas jenis air lebih
Kisaran suhu air yang sangat
tinggi daripada udara. Artinya untuk
diperlukan agar pertumbuhan ikan-
naik 1° C, setiap satuan volume air ikan pada perairan tropis dapat
memerlukan sejumlah panas yang
berlangsung berkisar antara 25° C -
lebih banyak dari pada udara. Pada
32° C. Kisaran suhu tersebut
54
biasanya berlaku di Indonesia lapisan sebelah atas perairan yang
sebagai salah satu negara tropis hangat dengan penurunan suhu
sehingga sangat menguntungkan relatif kecil (dari 32° C menjadi 28°
untuk melakukan kegiatan budidaya C). Lapisan kedua disebut dengan
ikan. Suhu air sangat berpengaruh lapisan termoklin yaitu lapisan
terhadap proses kimia, fisika dan tengah yang mempunyai penurunan
biologi di dalam perairan, sehingga suhu sangat tajam (dari 28° C
dengan perubahan suhu pada suatu menjadi 21° C ). Lapisan ketiga
perairan akan mengakibatkan disebut lapisan hipolimnion yaitu
berubahnya semua proses didalam lapisan paling bawah dimana pada
perairan. Hal ini dilihat dari lapisan ini perbedaan suhu sangat
peningkatan suhu air maka kelarutan kecil relatif konstan. Stratifikasi suhu
oksigen akan berkurang. Dari hasil ini terjadi karena masuknya panas
penelitian diketahui bahwa dari cahaya matahari kedalam kolom
peningkatan 10° C suhu perairan air yang mengakibatkan terjadinya
mengakibatkan meningkatnya gradien suhu yang vertikal. Pada
konsumsi oksigen oleh organisme kolam yang kedalaman airnya
akuatik sekitar 2 – 3 kali lipat, kurang dari 2 meter biasanya terjadi
sehingga kebutuhan oksigen oleh stratifikasi suhu yang tidak stabil.
organisme akuatik itu berkurang. Oleh karena itu bagi para
Suhu air yang ideal bagi organisme pembudidaya ikan yang melakukan
air yang dibudidayakan sebaiknya kegiatan budidaya ikan kedalaman
adalah tidak terjadi perbedaan suhu air tidak boleh lebih dari 2 meter.
yang mencolok antara siang dan Selain itu untuk memecah stratifikasi
malam (tidak lebih dari 5° C) . suhu pada wadah budidaya ikan
diperlukan suatu alat bantu dengan
Pada perairan yang tergenang yang menggunakan aerator/blower/ kincir
mempunyai kedalaman air minimal air.
1,5 meter biasanya akan terjadi
pelapisan (stratifikasi) suhu. Berdasarkan hasil penelitian suhu air
Pelapisan ini terjadi karena suhu sangat berpengaruh terhadap respon
permukaan air lebih tinggi dibanding ikan dalam mengkonsumsi pakan
dengan suhu air dibagian bawahnya. yang diberikan selama berlangsung
Stratifikasi suhu pada kolom air kegiatan budidaya. Respon tersebut
dikelompokkan menjadi tiga yaitu dapat dilihat pada Tabel 3.1
pertama lapisan epilimnion yaitu
55
Tabel 3.1. Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan pada ikan
Respon konsumsi pakan
Suhu air (°C)
Mendekati 0 Kondisi kritis minimal
8 – 10 Tidak ada respon terhadap pemberian pakan
15 Pemberian pakan berkurang
22 50% optimum
28 – 30 Pemberian pakan optimum
33 50% optimum
35 Pemberian pakan berkurang
36 – 38 Tidak respon terhadap pemberian pakan
38 – 42 Kondisi kritis minimal
Sumber : Tucker and Hargreaves (2004)
terjadinya proses asimilasi didalam
3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan
air.
air
Kecerahan dan kekeruhan air dalam Kecerahan merupakan ukuran
suatu perairan dipengaruhi oleh transparansi perairan dan
jumlah cahaya matahari yang masuk pengukuran cahaya sinar matahari
kedalam perairan atau disebut juga didalam air dapat dilakukan dengan
dengan intensitas cahaya matahari. menggunakan lempengan/kepingan
Cahaya matahari didalam air Secchi disk. Satuan untuk nilai
berfungsi terutama untuk kegiatan kecerahan dari suatu perairan
asimilasi fito/tanaman didalam air,. dengan alat tersebut adalah satuan
Oleh karena itu daya tembus cahaya meter. Jumlah cahaya yang diterima
kedalam air sangat menentukan oleh phytoplankton diperairan asli
tingkat kesuburan air. Dengan bergantung pada intensitas cahaya
diketahuinya intensitas cahaya pada matahari yang masuk kedalam
berbagai kedalaman tertentu, kita permukaan air dan daya perambatan
dapat mengetahui sampai cahaya didalam air. Masuknya
dimanakah masih ada kemungkinan cahaya matahari kedalam air
dipengaruhi juga oleh kekeruhan air
56
(turbidity). Sedangkan kekeruhan b. Berkurangnya batas pandang
menggambarkan tentang sifat optik ikan
yang ditentukan berdasarkan c. Selera makan ikan berkurang,
banyaknya cahaya yang diserap dan sehingga efisiensi pakan rendah
dipancarkan oleh bahan-bahan yang d. Ikan sulit bernafas karena
terdapat didalam perairan. Definisi insangnya tertutup oleh partikel-
yang sangat mudah adalah partikel lumpur
kekeruhan merupakan banyaknya
zat yang tersuspensi pada suatu
perairan. Hal ini menyebabkan 3.2.1.6. Salinitas
hamburan dan absorbsi cahaya yang
datang sehingga kekeruhan Salinitas adalah konsentrasi dari total
menyebabkan terhalangnya cahaya ion yang terdapat didalam perairan.
yang menembus air. Faktor-faktor Pengertian salinitas yang sangat
kekeruhan air ditentukan oleh: mudah dipahami adalah jumlah
a. Benda-benda halus yang kadar garam yang terdapat pada
disuspensikan (seperti lumpur suatu perairan. Hal ini dikarenakan
dsb) salinitas ini merupakan gambaran
b. Jasad-jasad renik yang tentang padatan total didalam air
merupakan plankton setelah semua karbonat dikonversi
c. Warna air (yang antara lain menjadi oksida, semua bromida dan
ditimbulkan oleh zat-zat koloid iodida digantikan oleh chlorida dan
berasal dari daun-daun semua bahan organik telah
tumbuhan yang terektrak) dioksidasi. Pengertian salinitas yang
lainnya adalah jumlah segala macam
Faktor-faktor ini dapat menimbulkan garam yang terdapat dalam 1000 gr
warna dalam air. Pengukuran air contoh. Garam-garam yang ada
kekeruhan suatu perairan dapat di air payau atau air laut pada
dilakukan dengan menggunakan alat umumnya adalah Na, Cl, NaCl,
yang disebut dengan Jackson MgSO4 yang menyebabkan rasa
Candler Turbidimeter dengan satuan pahit pada air laut, KNO3 dan lain-
unit turbiditas setara dengan 1 mg/l lain. Salinitas dapat dilakukan
SiO2. Satu unit turbiditas Jackson pengukuran dengan menggunakan
Candler Turbidimeter dinyatakan alat yang disebut dengan
dengan satuan 1 JTU (Jackson Refraktometer atau salinometer.
Turbidity Unit). Satuan untuk pengukuran salinitas
adalah satuan gram per kilogram
(ppt) atau promil (o/oo). Nilai salinitas
Air yang dapat digunakan untuk
budidaya ikan selain harus jernih untuk perairan tawar biasanya
tetapi tetap terdapat plankton. Air berkisar antara 0–5 ppt, perairan
yang sangat keruh tidak dapat payau biasanya berkisar antara 6–29
digunakan untuk kegiatan budidaya ppt dan perairan laut berkisar antara
ikan, karena air yang keruh dapat 30–35 ppt.
menyebabkan :
a. Rendahnya kemampuan daya
ikat oksigen
57
tersebut, maka air relatif mudah
3.2.2. Sifat Kimia
melepaskan O2 ke udara. Dari
imbangan tersebut di atas dapat
3.2.2.1. Oksigen
di tarik kesimpulan sebagai
berikut:
Semua makhluk hidup untuk hidup
• Tercapainya imbangan O2 di
sangat membutuhkan oksigen
air dan di udara, tergantung
sebagai faktor penting bagi
dari jumlah molekul-molekul
pernafasan. Ikan sebagai salah satu
zat (garam-garam) yang larut
jenis organisme air juga
di dalam air (dalam satuan-
membutuhkan oksigen agar proses
satuan tertentu), sebab
metabolisme dalam tubuhnya
jumlah tersebut yang
berlangsung. Oksigen yang
menentukan kemungkinan
dibutuhkan oleh ikan disebut dengan
terbentuknya molekul-molekul
oksigen terlarut. Oksigen terlarut
dan menentukan pula jumlah
adalah oksigen dalam bentuk terlarut
banyaknya molekul-molekul
didalam air karena ikan tidak dapat
gas yang meninggalkan air
mengambil oksigen dalam perairan
lagi. Air yang mengandung
dari difusi langsung dengan udara.
garam-garam pada kadar O2
Satuan pengukuran oksigen terlarut
yang rendah saja sudah
adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l
dapat seimbang dengan
gas oksigen yang terlarut dalam air
udara lebih cepat, bila di
atau dalam satuan internasional
bandingkan dengan air
dinyatakan ppm (part per million). Air
suling.
mengandung oksigen dalam jumlah
• Kemungkinan bertubrukan
yang tertentu, tergantung dari kondisi
molekul air di tentukan oleh
air itu sendiri, beberapa proses yang
suhu air. Makin tinggi suhu
menyebabkan masuknya oksigen ke
air,makin rendah jumlah
dalam air yaitu:
oksigen yang dapat di
1. Diffusi oksigen dari udara ke
kandung/ di ikat oleh air.
dalam air melalui permukannya,
Artinya; jika suhu air tinggi,
yang terjadi karena adanya
maka air itu dengan kadar
gerakan molekul-molekul udara
oksigen yang rendah saja
yang tidak berurutan karena
sudah dapat seimbang
terjadi benturan dengan molekul
dengan udara, sehingga
air sehingga O2 terikat didalam
penambahan oksigen lebih
air. Proses diffusi ini akan selalu
lanjut tidak akan
terjadi bila pergerakan air yang
meningkatkan oksigen
mampu mengguncang oksigen,
terlarut dalam air. Dalam
karena kandungan O2 didalam
kegiatan budidaya ikan sifat
udara jauh lebih banyak. Menurut
tersebut penting artinya,
penelitian, air murni 1000 cc
terutama dalam
pada suhu kamar mengandung 7
pengangkutan ikan hidup,
cc O2, sedangkan udara murni
pemeliharaan ikan di
suhu pada kamar mengundang
akuarium, atau pemeliharaan
210 cc O2. Dari gambaran
ikan secara tertutup pada
58
Recyle Sistem. Pada 4. Proses Asimilasi tumbuh-
pengangkutan ikan sebaiknya tumbuhan.
dilakukan pada pagi/sore hari
waktu suhu udara masih Tanaman air yang seluruh
relatif rendah, sehingga batangnya ada didalam air di
goncangan airnya yang waktu siang akan melakukan
terjadi akan mampu proses asimilasi, dan akan
meningkatkan difusi 02 menambah O2 didalam air.
kedalam air. Pada Sedangkan pada malam hari
pemeliharaan ikan tanaman tersebut menggunakan
diakuarium atau pada tempat O2 yang ada didalam air.
yang terbatas, pemberian Pengambilan air O2 didalam air
lampu, yang mengakibatkan disebabkan oleh:
• Proses pernafasan binatang
suhu air meningkat, akan
menurunkan kemampuan air dan tanaman air.
mengikat. • Proses pembongkaran
(menetralisasi) bahan-bahan
2. Diperairan umum, pemasukan organik.
oksigen ke dalam air terjadi • Dasar perairan yang bersifat
karena air yang masuk sudah mereduksi, dasar demikian
mengandung oksigen, kecuali itu hanya dapat di tumbuhi
dengan aliran air, mengakibatkan bakteri yang anaerob saja,
gerakan air yang mampu yang dapat menimbulkan
mendorong terjadinya proses hasil pembakaran.
difusi oksigen dari udara ke
dalam air. Menurut Brown (1987)
peningkatan suhu 1o C akan
3. Hujan yang jatuh,secara tidak meningkatkan konsumsi oksigen
langsung akan meningkatkan O2 sekitar 10%. Hubungan antara
di dalam air, pertama suhu air oksigen terlarut dan suhu dapat
akan turun, sehingga dilihat pada Tabel 3.2. yang
kemampuan air mengikat oksigen menggambarkan bahwa semakin
meningkat, selanjutnya bila tinggi suhu, kelarutan oksigen
volume air bertambah dari semakin berkurang.
gerakan air, akibat jatuhnya air
hujan akan mampu
meningkatkan O2 di dalam air.
59
Tabel 3.2. Hubungan antara kadar oksigen terlarut jenuh dan suhu pada
tekanan udara 760 mm Hg (Cole, 1983)
Kadar Kadar Kadar
Oksigen Oksigen Oksigen
o
o o
Suhu ( C)
Suhu ( C) Suhu ( C)
terlarut terlarut terlarut
(mg/l) (mg/l) (mg/l)
0 14,62 14 10,31 28 7,83
1 14,22 15 10,08 29 7,69
2 13,83 16 9,87 30 7,56
3 13,46 17 9,66 31 7,43
4 13,11 18 9,47 32 7,30
5 12,77 19 9,28 33 7,18
6 12,45 20 9,09 34 7,06
7 12,14 21 8,91 35 6,95
8 11,84 22 8,74 36 6,84
9 11,56 23 8,58 37 6,73
10 11,29 24 8,42 38 6,62
11 11,03 25 8,26 39 6,51
12 10,78 26 8,11 40 6,41
13 10,54 27 7,97
Kadar oksigen terlarut dalam suatu dianalisis dalam kegiatan budidaya
wadah budidaya ikan sebaiknya adalah karbondioksida dalam bentuk
berkisar antara 7 – 9 ppm. gas yang terkandung di dalam air.
Konsentrasi oksigen terlarut ini Gas CO2 memegang peranan
sangat menentukan dalam sebagai unsur makanan bagi semua
akuakultur. Kadar oksigen terlarut tumbuhan yang mempunyai
dalam wadah budidaya ikan dapat chlorophil, baik tumbuh-tumbuhan
ditentukan dengan dua cara yaitu renik maupun tumbuhan tingkat
dengan cara titrasi atau dengan tinggi. Sumber gas CO2 didalam air
menggunakan alat ukur yang disebut adalah hasil pernafasan oleh
dengan DO meter (Dissolved binatang-binatang air dan tumbuh-
Oxygen). tumbuhan serta pembakaran bahan
organik didalam air oleh jasad renik.
Bagian air yang banyak mengandung
CO2 adalah didasar perairan, karena
ditempat itu terjadi proses
3.2.2.2. Karbondioksida
pembakaran bahan organik yang
Karbondioksida merupakan salah cukup banyak. Untuk kegiatan
satu parameter kimia yang sangat asimilasi bagi tumbuh-tumbuhan,
menentukan dalam kegiatan jumlah CO2 harus cukup, tetapi bila
budidaya ikan. Karbondioksida yang jumlah CO2 melampaui batas akan
60
kritis bagi kehidupan binatang- basa, dapat mendorong proses
binatang air. Pengaruh CO2 yang pembongkaran bahan organik dalam
terlalu banyak tidak saja terhadap air menjadi mineral-mineral yang
perubahan pH air, tetapi juga bersifat dapat diasimilasikan oleh tumbuh-
racun. Dengan meningkatnya CO2, tumbuhan (garam amonia dan nitrat).
maka O2 dalam air juga ikut Pada perairan yang tidak
menurun, sehingga pada level mengandung bahan organik dengan
tertentu akan berbahaya bagi cukup, maka mineral dalam air tidak
kehidupan binatang air. Kadar CO2 akan ditemukan. Andaikata kedalam
yang bebas didalam air tidak boleh kolam itu kemudian kita bubuhkan
mencapai batas yang mematikan bahan organik seperti pupuk
(lethal), pada kadar 20 ppm sudah kandang, pupuk hijau dsb dengan
merupakan racun bagi ikan dan cukup, tetapi kurang mengandung
mematikan ikan jika kelarutan garam-garam bikarbonat yang dapat
oksigen didalam air kurang dari 5 melepaskan kationnya, maka
ppm (5 mg/l). mineral-mineral yang mungkin
CO2 yang digunakan oleh organisme terlepas juga tidak akan lama berada
dalam air, mula-mula adalah CO2 didalam air itu. Untuk menciptakan
bebas, bila yang bebas sudah habis, lingkungan air yang bagus, pH air itu
air akan melepaskan CO2 yang sendiri harus mantap dulu (tidak
terikat dalam bentuk Calsium banyak terjadi pergoncangan pH air).
bikarbonat maupun Magnesium Ikan rawa seperti sepat siam
bikarbonat. Air yang banyak (Tricogaster pectoralis), sepat jawa
mengandung persediaan Calsium (Tricogaster tericopterus ) dan ikan
atau Magnesium bikarbonat dalam gabus dapat hidup pada lingkungan
jumlah yang cukup, mempunyai pH air 4-9, untuk ikan lunjar kesan
kapasitas produksi yang baik. pH 5-8 ,ikan karper (Cyprinus carpio)
dan gurami, tidak dapat hidup pada
pH 4-6, tapi pH idealnya 7,2.
Klasifikasi nilai pH dapat
3.2.2.3. pH Air
dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
• Netral : pH = 7
pH (singkatan dari “ puisance negatif
de H “ ), yaitu logaritma negatif dari • Alkalis (basa) : 7 < pH < 14
kepekatan ion-ion H yang terlepas • Asam : 0 < pH < 7
dalam suatu perairan dan
mempunyai pengaruh besar Derajat keasaman suatu kolam ikan
terhadap kehidupan organisme sangat dipengaruhi oleh keadaan
perairan, sehingga pH perairan tanahnya yang dapat menentukan
dipakai sebagai salah satu untuk kesuburan suatu perairan. Nilai pH
menyatakan baik buruknya sesuatu asam tidak baik untuk budidaya ikan
perairan. dimana produksi ikan dalam suatu
perairan akan rendah. Pada pH
Pada perairan perkolaman pH air netral sangat baik untuk kegiatan
mempunyai arti yang cukup penting budidaya ikan, biasanya berkisar
untuk mendeteksi potensi antara 7 – 8, sedangkan pada pH
produktifitas kolam. Air yang agak basa juga tidak baik untuk kegiatan
61
budidaya. Pengaruh pH pada komunitas biologi perairan, untuk
perairan dapat berakibat terhadap jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3. Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi, 2000)
Nilai pH Pengaruh Umum
• Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami
sedikit penurunan
6,0 – 6,5
• Kelimpahan total, biomassa dan produktivitas tak
mengalami perubahan
• Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan
benthos semakin nampak
• Kelimpahan total, biomassa dan produktivitas masih
5,5 – 6,0
belum mengalami perubahan berarti
• Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona
literal
• Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis
plankton, perifiton dan benthos semakin besar
• Penurunan kelimpahan total dan biomassa
5,0 – 5,5
zooplankton dan benthos
• Algae hijau berfilamen semakin banyak
• Proses nitrifikasi terhambat
• Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis
plankton, perifiton dan benthos semakin besar
• Penurunan kelimpahan total dan biomassa
4,5 – 5,0
zooplankton dan benthos
• Algae hijau berfilamen semakin banyak
• Proses nitrifikasi terhambat
Air kolam yang pH nya bergoncang pengangkutan ikan hidup secara
antara 4,5-6,5 masih dapat diperbaiki terbuka, kelebihan CO2 hasil
dengan menambahkan kapur dalam pernafasan ikan yang diangkut tidak
jumlah yang cukup. Agar pH nya jadi masalah, sebab CO2 itu
dapat dinaikan menjadi 8,0 supaya senantiasa masih berkesempatan
pengaruh OH yang rendah bisa menjadi seimbang dengan udara
ditiadakan. Pada umumnya pada terbuka diatasnya, sehingga
pagi hari, waktu air banyak penurunan pH air tidak akan terlalu
mengandung CO2, pH air rendah, buruk bagi ikan. Pada pengangkutan
pada waktu sore hari air kehabisan tertutup upaya mencegah
CO2 untuk asimilasi pH air menjadi penurunan pH air dapat ditambahkan
tinggi. Kondisi pH ini akan sangat larutan buffer seperti Na2HPO4 ,
penting artinya pada pengangkutan sehingga pH yang sedianya akan
ikan hidup secara tertutup dengan turun dapat dicegah. Dengan
pemberian gas O2. Pada demikian waktu pengangkutan ikan
62
dapat diupayakan lebih panjang. menjadi berkurang. Kalcium
Metode penentuan pH air dapat bikarbonat yang terbentuk pada
menggunakan alat pH meter atau pemecahan itu akan mengendap
dengan menggunakan kertas berupa endapan putih didasar
indikator pH. perairan, pada daun-daun tanaman
air dsb. Sebaliknya, apabila
Diperairan asli, pergoncangan pH terbentuk gas CO2 yang banyak
dari yang tinggi ke pH rendah dapat didalam air maka mula-mula pH air
disanggah oleh unsur calsium yang mempunyai kecenderungan untuk
terdapat dalam air asli itu sendiri. turun akan tetapi dengan segera gas
Apabila suatu perairan kadar calsium CO2 yang berkeliaran bebas itu akan
dalam bentuk Ca(HCO3)2 cukup diikat oleh CaC03 yang sulit larut
tinggi, maka daya menyanggah air dalam air tadi. Menurut persamaan
terhadap pergoncangan pH menjadi reaksi:
besar.
Unsur Ca didalam air membentuk CaCO + CO2 + H2O Ca (HCO3)2.
dua macam senyawa yaitu:
1. Senyawa kalsium carbonat Sehingga jumlah CO2 bebasnya
(CaCO3) yang tidak dapat larut akan berkurang, akibatnya pH air
2. Senyawa kalsium bicarbonat atau mempunyai kecenderungan untuk
kalsium hidrogen karbonat naik, sehingga kecenderungan pH
(Ca(HCO3)2) yang dapat larut untuk turun dapat disanggah.
dalam air.
Proses imbangan pH dapat dituliskan
dengan reaksi sebagai berikut :
Faktor yang menentukan besar
kecilnya kemampuan penyanggah
Ca (HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O
pergoncangan asam (pH) adalah
banyaknya Ca (HCO3)2 di dalam air.
Jadi jumlah Ca (HCO3 )2 dalam air
merupakan salah satu unsur dari
Proses terjadinya penyanggahan
baik buruknya perairan sebagai
asam didalam air adalah sbb:
lingkungan hidup.
Kalau dalam suatu perairan, CO2
terambil, maka mula-mula pH air
akan naik, akan tetapi pada saat
3.2.2.4. Bahan Organik dan garam
yang bersamaan Ca(HCO3)2 yang
mineral dalam air
larut dalam air itu akan pecah
menurut persamaan sebagai berikut:
Mineral merupakan salah satu unsur
kimia yang selalu ada dalam suatu
Ca (HCO3)2 Ca CO3 + H2O + CO2
perairan, beberapa jenis mineral
antara lain adalah Kalsium (Ca),
Sehingga dalam air itu terjadi
Pospor (P), Magnesium (Mg),
pembentukan CO2 yang baru,
Potassium (K), Sodium (Na), Sulphur
selanjutnya pH air mempunyai
(S), zat besi (Fe), Tembaga (Cu),
kecenderungan untuk turun lagi.
Mangan (Mn), Seng (Zn), Florin (F),
Berdasarkan proses tersebut diatas,
Yodium (I) dan Nikel (Ni). Diperairan
kadar Ca yang terkandung dalam air
63
umum mineral yang diperlukan oleh berwarna kehitaman. Gas itu
phytoplakton senantiasa diperoleh merupakan limiting factor/ faktor
dari pembongkaran bahan-bahan pembatas bagi kesuburan perairan.
organik sisa dari tumbuhan dan Kandungan H2S - 6 mg/ l sudah
binatang yang sudah mati. Di alam dapat membunuh ikan Cyprinus
mineral tersebut berasal dari air yang carpio dalam beberapa jam saja.
masuk, atau adanya penambahan Untuk mencegah timbulnya H2S
pupuk buatan. Pembongkaran bahan dalam kolam biasanya kolam yang
organik dilakukan oleh jasad renik akan digunakan untuk budidaya ikan
yang terdapat didalam air. Pada harus dilakukan pengolahan tanah
umumnya jasad renik ini dasar dan pengeringan. Jenis gas
menghendaki perairan yang pHnya 7 beracun lainnya yang berasal dari
sedikit mendekati basa. pembongkaran bahan organik adalah
Pembongkaran bahan organik ada gas metana.
yang dilakukan secara anaerob
(tidak memerlukan oksigen). Proses Gas Metana ( CH4 ) adalah gas yang
pembongkaran itu juga dipengaruhi bersifat mereduksi dan dikenal
oleh suhu air. sebagai gas rawa. Metana itu timbul
pada proses pembongkaran hidrat
Bahan organik yang larut didalam air arang dari bahan organik yang
belum dapat dimanfaatkan oleh tertimbun dalam perairan. Hidrat
binatang air secara langsung. arang dalam suasana anaerob mula-
Bahan-bahan organik yang mula dibongkar menjadi asam-asam
mengendap di dasar perairan yang karboksilat. Bila suasana air tetap
dangkal dapat dimakan secara anaerob maka asam-asam
langsung oleh berbagai macam karboksilat direduksikan lebih lanjut
binatang benthos (binatang yaang menjadi Metana. Bila gas Metana ini
hidup didasar perairan) seperti siput berhubungan dengan O2 dalam air
vivipar javanica, cacing tubifex, larva sekelilingnya, maka air itu akan
chironomaus dan sebagainya. berkurang O2, dan sebagai hasilnya
Bagian-bagian dari pada lumpur timbullah gas CO2. Pembongkaran
organik demikian yang tidak dapat dalam suasana anaerob juga dapat
dicernakan, menyisa sebagai detritus dilakukan oleh ragi
di dasar perairan. Jumlah bahan (Saccharomyces), hasil
organik yang terdapat dalam suatu pembongkaran itu adalah alkohol
perairan dapat digunakan sebagai dan lebih lanjut lagi menjadi asam
salah satu indikator banyak tidaknya cuka (asam asetat ) oleh bakterium
mineral yang dapat dibongkar kelak. aceti. Kandungan bahan organik
Bila suasana perairan anaerob, dalam air sangat sulit untuk
maka protein-protein yang menang ditentukan yang biasa disebut
mengandung belerang dapat dengan kandungan total bahan
dibongkar oleh bakteri anaerob organik (Total Organic Matter/TOM).
(diantaranya adalah Bakterium
vulgare). Hasil pembongkaran
tersebut adalah gas hidrogen sulfida
(H2S) dan ditandai bau busuk, air
64
2NH3 + 3O2 2HNO2 + H2O
3.2.2.5. Nitrogen
Nitrogen didalam perairan dapat Bila perairan tersebut cukup
berupa nitrogen organik dan nitrogen mengandung kation-kation maka
anorganik. Nitrogen anorganik dapat asam nitrit yang terbentuk itu dengan
berupa ammonia (NH3), ammonium segera dapat dirubah menjadi
(NH4), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3) dan garam-garam nitrit, oleh bakteri
molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk Nitrobacter atau Nitrosomonas,
gas. Sedangkan nitrogen organik garam-garam nitrit itu selanjutnya
adalah nitrogen yang berasal bahan dikerjakan lebih lanjut menjadi
berupa protein, asam amino dan garam-garam nitrit, reaksinya
urea. Bahan organik yang berasal sebagai berikut:
dari binatang yang telah mati akan
mengalami pembusukan mineral 2NaNO2+O2 2NaNO3
yang terlepas dan utama adalah
garam-garam nitrogen (berasal dari Garam-garam nitrit itu penting
asam amino penyusun protein). sebagai mineral yang diasimilasikan
Proses pembusukan tadi mula-mula oleh tumbuh-tumbuhan hijau untuk
terbentuk amoniak (NH3) sebagai menyusun asam amino kembali
hasil perombakan asam amino oleh dalam tubuhnya, untuk menbentuk
berbagai jenis bakteri aerob dan protoplasma itu selanjutnya
anaerob. Pembongkaran itu akan tergantung pada nitrit, phitoplankton
menghasilkan suatu gas CO2 bebas, itu selanjutnya menjadi bahan
menurut persamaan reaksinya makanan bagi organisme yang lebih
adalah: tinggi. Nitrit tersebut pada suatu saat
dapat dibongkar lebih lanjut oleh
R. CH.NH2. COOH +O2 bakteri denitrifikasi (yang terkenal
R. COOH + NH3 + CO2 yaitu Micrococcus denitrifikan),
bakterium nitroxus menjadi nitrogen-
Berdasarkan reaksi kimia tersebut nitrogen bebas, reaksinya sebagai
dapat diperlihatkan bahwa kolam berikut:
yang dipupuk dengan pupuk
kandang/hijau yang masih baru 5 C6H12O0 + 24 HNO3
dalam jumlah banyak dan langsung 24 H2 CO3 + 6 CO3 +18 H2O +12 N2
ditebarkan benih ikan kedalam
kolam, biasanya akan terjadi Agar supaya phitoplankton dapat
mortalitas yang tinggi pada ikan tumbuh dan berkembang biak
karena kebanyakan gas CO2 . Bila dengan subur dalam suatu perairan,
keadaan perairan semakin buruk, paling sedikit dalam air itu harus
sehingga O2 dalam air sampai habis, tersedia 4 mg/l nitrogen (yang
maka secara perlahan proses diperhitungkan dari kadar N dalam
pembongkaran bahan organik akan bentuk nitrat), bersama dengan 1
diambil oleh bakteri lain yang mg/l P dan 1 mg/l K.
terkenal ialah Nitrosomonas menjadi
senyawa nitrit. Reaksi tersebut Bila kadar NH3 hasil pembongkaran
sebagai berikut: bahan organik di dalam air terdapat
65
dalam jumlah besar, yang beracun bagi ikan budidaya, tetapi
disebabkan proses pembongkaran jika dalam bentuk amonium tidak
protein terhenti sehingga tidak begitu berbahaya pada media
terbentuk nitrat sebagai hasil akhir, akuakultur. Amonia yang ada dalam
maka air tersebut disebut “sedang wadah budidaya dapat diukur dan
mengalami pengotoran (Pollution)”. biasanya dalam bentuk ammonia
Kadar N dalam bentuk NH3 dipakai total. Menurut Boyd (1988), terdapat
juga sebagai indikator untuk hubungan antara kadar ammonia
menyatakan derajat polusi. Kadar 0,5 total dengan ammonia bebas pada
mg/l merupakan batas maksimum berbagai pH dan suhu yang dapat
yang lazim dianggap sebagai batas dilihat pada Tabel 3.4. Pada tabel
untuk menyatakan bahan air itu tersebut memperlihatkan daya racun
“unpolluted”. Ikan masih dapat hidup ammonia yang akan meningkat
pada air yang mengandung N 2 mg/l. dengan meningkatnya kadar pH dan
Batas letal akan tercapai pada kadar suhu terhadap organisme perairan
5 mg/l. Di perairan kolam nitrogen termasuk ikan.
dalam bentuk amonia sangat
Tabel 3.4. Persentase (%) ammonia bebas (NH3) terhadap ammonia total
(Boyd, 1988)
26oC 28oC 30oC 32oC
pH
7,0 0,60 0,70 0,81 0,95
7,2 0,95 1,10 1,27 1,50
7,4 1,50 1,73 2,00 2,36
7,6 2,35 2,72 3,13 3,69
7,8 3,68 4,24 4,88 5,72
8,0 5,71 6,55 7,52 8,77
8,2 8,75 10,00 11,41 13,22
8,4 13,20 14,98 16,96 19,46
8,6 19,42 21,83 24,45 27,68
8,8 27,64 30,68 33,90 37,76
9,0 37,71 41,23 44,84 49,02
9,2 48,96 52,65 56,30 60,38
9,4 60,33 63,79 67,12 70,72
9,6 70,67 73,63 76,39 79,29
9,8 79,25 81,57 83,68 85,85
10,0 85,82 87,52 89,05 90,58
10,2 90,56 91,75 92,80 93,84
Kadar amonia yang dapat
mematikan ikan budidaya jika dalam
66
wadah budidaya mengandung 0,1 – Menurut Schimittou (1991), perairan
0,3 ppm. Oleh karena itu sebaiknya dengan alkalinitas yang rendah
kadar amonia didalam wadah (misal kurang dari 15 mg/l) tidak
budidaya ikan tidak lebih dari 0,2 diinginkan dalam akuakultur karena :
• Perairan tersebut sangat asam
mg/l (ppm). Kadar amonia yang
tinggi ini diakibatkan adanya sehingga performansi produksi
pencemaran bahan organik yang ikan (Kesehatan umum dan
berasal dari limbah domestik, industri kelangsungan hidup,
dan limpasan pupuk pertanian. pertumbuhan, hasil dan efisiensi
pakan) dipengaruhi secara
negatif.
3.2.2.6. Alkalinitas dan • Produksi phytoplankton dibatasi
kesadahan oleh ketidakcukupan CO2 dan
HCO3 yang cenderung
Alkalinitas menggambarkan jumlah menyebabkan rendahnya
basa (alkali) yang terkandung dalam kelarutan oksigen dan bisa
air, sedangkan alkalinitas total mengakibatkan kematian
adalah konsentrasi total dari basa plankton.
yang terkandung dalam air yang • Pada tanah-tanah asam dapat
dinyatakan dalam ppm setara menyerap fosfor yang akan
dengan kalsium karbonat. Total mereduksi efek pemupukan pada
alkalinitas biasanya selalu dikaitkan tingkat produksi akuakultur
dengan pH karena pH air ini akan sistem ekstensif, tingkat
menunjukkan apakah suatu perairan pemupukan ekstensif dan
itu asam atau basa. Alkalinitas juga pemupukan intensif.
disebut dengan Daya Menggabung • Fluktuasi pada pH dan faktor-
Asam (DMA) atau buffer/penyangga faktor yang berhubungan dapat
suatu perairan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan
menunjukkan kesuburan suatu mutu air yang dapat
perairan tersebut. Sedangkan menyebabkan ikan stres.
kesadahan menggambarkan • Pada tingkat pH yang ekstrem
kandungan Ca, Mg dan ion-ion yang dapat menyebabkan kondisi-
terlarut dalam air. Berdasarkan kondisi stres masam pada pagi
Effendi (2000) Nilai alkalinitas hari dan kondisi stres alkalin
berkaitan jenis perairan yaitu pada senja hari.
perairan dengan nilai alkalinitas
kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut Untuk meningkatkan kandungan
sebagai perairan lunak (Soft water), alkalinitas total pada kolam
sedangkan perairan yang nilai pemeliharaan ikan dapat digunakan
alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l kapur pertanian. Oleh karena itu
CaCO3 disebut sebagai perairan dalam kolam pemeliharaan ikan
keras (Hard water). Perairan dengan sebelum digunakan dilakukan proses
nilai alkalinitas yang tinggi lebih pengapuran dengan menggunakan
produkstif daripada dengan perairan beberapa jenis batu kapur yang
yang nilai alkalinitasnya rendah.
67
disesuaikan dengan kualitas tanah 3. Nannoplankton atau
dasar kolam pemeliharaan. microplankton (dapat lolos
dengan plankton net diatas).
Berdasarkan tempat hidupnya dan
3.2.3. Sifat Biologi
daerah penyebarannya, plankton
dapat merupakan :
Parameter biologi dari kualitas air
• Limnoplankton (plankton air
yang biasa dilakukan pengukuran
tawar/danau)
untuk kegiatan budidaya ikan adalah
• Haliplankton (hidup dalam air
tentang kelimpahan plankton,
asin)
benthos dan perifiton sebagai
• Hypalmyroplankton (khusus
organisme air yang hidup di perairan
hidup di air payau)
dan dapat digunakan sebagai pakan
• Heleoplankton (khusus hidup
alami bagi ikan budidaya. Kajian
dalam kolam-kolam)
secara detail dari ketiga aspek
• Petamoplankton atau
tersebut akan dibahas pada Bab 6.
rheoplankton (hidup dalam air
Kelimpahan plankton yang terdiri dari
mengalir, sungai)
phytoplankton dan zooplankton
sangat diperlukan untuk mengetahui
kesuburan suatu perairan yang akan
3.3. Pengukuran Kualitas
dipergunakan untuk kegiatan
budidaya. Plankton sebagai air Budidaya Ikan
organisme perairan tingkat rendah
yang melayang-layang di air dalam Parameter kualitas air yang dapat
waktu yang relatif lama mengikuti digunakan untuk keperluan
pergerakan air. Plankton pada perikanan dan peternakan di
umumnya sangat peka terhadap Indonesia sudah dibuat Peraturan
perubahan lingkungan hidupnya Pemerintah Republik Indonesia
(suhu, pH, salinitas, gerakan air, Nomor 20 Tahun 1990, tanggal 5
cahaya matahari dll) baik untuk Juni 1990 tentang Pengendalian
mempercepat perkembangan atau Pencemaran Air. Dalam peraturan
yang mematikan. tersebut dibuat kriteria kualitas air
berdasarkan golongan yaitu
Berdasarkan ukurannya, plankton Golongan A adalah kriteria kualitas
dapat dibedakan sebagai berikut : air yang dapat digunakan sebagai air
1. Macroplankton (masih dapat minum secara langsung tanpa
dilihat dengan mata telanjang/ pengolahan terlebih dahulu,
biasa/tanpa pertolongan Golongan B adalah kriteria kualitas
mikroskop). air yang dapat digunakan sebagai air
2. Netplankton atau mesoplankton baku air minum, Golongan C adalah
(yang masih dapat disaring oleh kriteria kualitas air yang dapat
plankton net yang mata netnya digunakan untuk keperluan
0,03 - 0,04 mm). Perikanan dan Peternakan,
Golongan D adalah kriteria kualitas
air yang dapat digunakan untuk
68
keperluan pertanian, dapat peraturan tersebut kriteria kualitas air
dimanfaatkan untuk usaha untuk perikanan dapat dilihat pada
perkotaan, industri dan pembangkit Tabel 3.5.
listrik tenaga air. Berdasarkan
Tabel 3.5. Kriteria kualitas air Golongan C
Kadar
No. Parameter Satuan Ket.
maksimum
Kimia Anorganik
1. Air raksa mg/l 0.002
2. Ammoniak bebas mg/l 0,02
3. Arsen mg/l 1
4. Fluorida mg/l 1,5
5. Kadmium mg/l 0,01
6. Klorin bebas mg/l 0,003
7. Kromium, valensi 6 mg/l 0,05
8. Nitrit, sebagai N mg/l 0,06
Oksigen terlarut (DO) mg/l - >3
9.
10. pH - 6–9
11. Selenium mg/l 0,05
12. Seng mg/l 0,02
13. Sianida mg/l 0,02
14. Sulfida sebagai H2S mg/l 0,002
15. Tembaga mg/l 0,02
16. Timbal mg/l 0,03
Kimia organik
1. BHC mg/l 0,21
2. DDT mg/l 0,002
3. Endrin mg/l 0,004
4. Fenol mg/l 0,001
5. Minyak dan lemak mg/l 1
6. Organofosfat dan karbonat mg/l 0,1
7. Senyawa aktif biru metilen mg/l 0,2
(Surfaktan)
Radioaktivitas
1. Aktivitas Alfa (Gross Alpha Activity) Bq/l 0,1
2. Aktivitas beta (Gross Beta Activity) Bq/l 1,0
Keterangan : Bq : Bequerel
69
Berdasarkan Tabel 3.6 diatas Parameter kualitas air itu dapat
tersebut jika akan melakukan dilakukan pengukuran dengan
kegiatan budidaya ikan maka harus menggunakan beberapa peralatan
dilakukan pengukuran beberapa pengukuran. Untuk lebih jelasnya
parameter kualitas air pada air yang dapat dilihat pada Tabel 3.6.
akan digunakan untuk budidaya.
Tabel 3.6. Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan
pengukuran yang dapat digunakan.
Nilai kisaran untuk
No. Parameter Peralatan Pengukuran
Budidaya Ikan
Aspek Fisik
20 – 30 oC
1. Suhu Termometer
2. Kecerahan > 10 cm Secchi Disc
3. Kekeruhan 25 – 400 JTU Turbiditymeter
Air tawar 0 – 5 o/oo
4. Salinitas Salinometer/
Air payau 6 – 29 o/oo Refraktometer
Air tawar 30 – 35 o/oo
5. Debit air Air deras 50 l/dt Current meter
Air tenang 0,5 – 5 l/dt
Aspek Kimia
1. Oksigen terlarut 5 – 6 ppm DO meter/Metode Winkler
2. Karbondioksida Max 25 ppm CO meter/Metode Titrasi
3. pH 6,5 – 8 pH meter/Kertas Lakmus
4. Alkalinitas 50 – 500 ppm CaCO3
5. Kesadahan 3 – 15 dH dH meter
6. Ammonia < 1,5 ppm Spektrofotometer
7. H2S < 0,1 ppm Spektrofotometer
8. Nitrit < 0,2 ppm Spektrofotometer
9. Nitrat 0 – 1,5 ppm Spektrofotometer
10. Phosphat < 0,02 ppm Spektrofotometer
Aspek Biologi
1. Kelimpahan Plankton Sesuai kebutuhan Planktonnet/
2. Kelimpahan Benthos Haemocytometer
3. Kelimpahan Perifiton Ekman Dredge
Peralatan-peralatan yang dapat
digunakan untuk mengukur
parameter kualitas air dapat dilihat
pada Gambar . 3.1 sampai dengan
Gambar 3.12.
70
Gambar 3.1. Termometer Gambar 3.2. Secchi disc
Gambar 3.3. Salinometer Gambar 3.4. Refraktometer
Gambar 3.5. Flow meter Gambar 3.6. DO meter
71
Gambar 3.7. pH meter Gambar 3.8. Kertas lakmus
Gambar 3.9. Planktonnet Gambar 3.10. Haemocytometer
Gambar 3.11 Ekman dredge Gambar 3.12. Spektrofotometer
72
BAB IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN
Pengembangbiakan
yang menjamin keunggulan setiap
jenis ikan. Induk ikan yang unggul
ikan meru-
pada setiap kegiatan usaha budidaya
pakan salah satu kegiatan dari
ikan dapat berasal dari hasil
proses budidaya ikan. Ikan yang
budidaya atau menangkap ikan di
akan dibudidayakan harus dapat
alam. Karakteristik induk yang
tumbuh dan berkembang biak agar
unggul untuk setiap jenis ikan sangat
kontinuitas produksi budidaya dapat
berbeda. Hal-hal yang sangat
berkelanjutan. Dalam bab ini akan
penting untuk diperhatikan oleh para
dibahas beberapa materi yang terkait
pembudidaya ikan dalam melakukan
dalam proses pengembangbiakan
seleksi induk agar tidak terjadi
ikan antara lain adalah seleksi induk,
penurunan mutu induk antara lain
pemijahan, penetasan telur, pemeli-
adalah :
haraan larva dan benih ikan,
• Mengetahui asal usul induk
pembesaran ikan dan pemanenan.
• Melakukan pencatatan data
tentang umur induk, masa
reproduksi dan waktu pertama
4.1. SELEKSI INDUK
kali dilakukan pemijahan sampai
usia produktif.
Seleksi induk merupakan tahap awal
• Melakukan seleksi induk
dalam kegiatan budidaya ikan yang
berdasarkan kaidah genetik
sangat menentukan keberhasilan
• Melakukan pemeliharaan calon
produksi. Dengan melakukan seleksi
induk sesuai dengan proses
induk yang benar akan diperoleh
budidaya sehingga kebutuhan
induk yang sesuai dengan kebutuhan
nutrisi induk terpenuhi.
sehingga produktivitas usaha
• Mengurangi kemungkinan
budidaya ikan optimal. Seleksi induk
perkawinan sedarah
ikan budidaya dapat dilakukan
Untuk meningkatkan mutu induk
secara mudah dengan
yang akan digunakan dalam proses
memperhatikan karakter fenotipenya
budidaya maka induk yang akan
atau dengan melakukan program
digunakan harus dilakukan seleksi.
breeding untuk meningkatkan nilai
Seleksi ikan bertujuan untuk
pemuliabiakan ikan budidaya.
memperbaiki genetik dari induk ikan
yang akan digunakan. Oleh karena
Induk ikan yang unggul akan
itu dengan melakukan seleksi ikan
menghasilkan benih ikan yang
yang benar akan dapat memperbaiki
unggul. Di Indonesia saat ini belum
genetik ikan tersebut sehingga dapat
ada tempat sebagai pusat induk ikan
melakukan pemuliaan ikan. Tujuan
73
dari pemuliaan ikan ini adalah Poliploidisasi, level sel misalnya
menghasilkan benih yang unggul dengan melakukan transplantasi
dimana benih yang unggul tersebut sel.
diperoleh dari induk ikan hasil seleksi 3. Rekayasa faktor eksternal dan
agar dapat meningkatkan internal yaitu menggabungkan
produktivitas. antara kedua rekayasa eksternal
dan internal.
Produktivitas dalam budidaya ikan
dapat ditingkatkan dengan beberapa Oleh karena itu agar dapat
cara yaitu : memperoleh produktivitas yang tinggi
1. Ekstensifikasi yaitu mening- dalam budidaya ikan harus dilakukan
katkan produktivitas hasil seleksi terhadap ikan yang akan
budidaya dengan memperluas digunakan. Seleksi menurut Tave
lahan budidaya. (1995) adalah program breeding
2. Intensifikasi yaitu meningkatkan yang memanfaatkan phenotipic
produktivitas hasil dengan variance (keragaman fenotipe) yang
meningkatkan hasil persatuan diteruskan dari tetua kepada
luas dengan melakukan keturunannya. Keragaman fenotipe
manipulasi terhadap faktor merupakan penjumlahan dari
internal dan eksternal. keragaman genetik, keragaman
lingkungan dan interaksi antara
Dengan bertambahnya jumlah variasi lingkungan dan genetik.
penduduk sepanjang tahun dan Seleksi merupakan aplikasi genetik
jumlah lahan budidaya yang tidak dimana informasi genetik dapat
akan bertambah jumlahnya, maka digunakan untuk melakukan seleksi.
untuk meningkatkan produktivitas Seleksi ikan yang paling mudah
budidaya masa yang akan datang dilakukan oleh para pembudidaya
lebih baik menerapkan budidaya ikan ikan adalah melakukan seleksi
yang intensif dengan memperhatikan fenotipe dibandingkan dengan
aspek ramah lingkungan. Program seleksi genotipe. Seleksi fenotipe
intensifikasi dalam bidang budidaya dapat dikelompokkan menjadi dua
ikan dapat dilakukan antara lain yaitu seleksi fenotipe kualitatif dan
adalah : seleksi fenotipe kuantitatif. Menurut
1. Rekayasa faktor eksternal yaitu Tave (1986), seleksi fenotipe
lingkungan hidup ikan dan pakan, kualitatif adalah seleksi ikan
contoh yang sudah dapat berdasarkan sifat kualitatif seperti
diaplikasikan adalah budidaya misalnya warna tubuh, tipe sirip, pola
ikan pada kolam air deras dan sisik ataupun bentuk tubuh dan
membuat pakan ikan ramah bentuk punggung dan sebagainya
lingkungan. yang diinginkan. Fenotipe kualitatif
2. Rekayasa faktor internal yaitu ini merupakan sifat yang tidak dapat
melakukan rekayasa terhadap diukur tetapi dapat dibedakan dan
genetik ikan pada level gen dikelompokkan secara tegas. Sifat ini
misalnya transgenik, level dikendalikan oleh satu atau
kromosom misalnya beberapa gen dan sedikit atau tidak
Gynogenesis, Androgenesis, dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
74
Sedangkan seleksi fenotipe gradasi dari yang rendah sampai
kuantitatif adalah seleksi terhadap yang tinggi (kontinu). Karakter
penampakan ikan atau sifat yang kuanlitatif ditentukan ole satu atau
dapat diukur, dikendalikan oleh dua gen saja sedangkan karakter
banyak pasang gen dan dipengaruhi kuantitatif disebabkan oleh banyak
oleh lingkungan. Adapun ciri-ciri atau gen (tiga atau lebih). Dengan
parameter yang dapat diukur antara melakukan seleksi maka akan
lain adalah panjang tubuh, bobot, menghasilkan suatu karakter yang
persentase daging, daya hidup, mempunyai nilai ekonomis penting
kandungan lemak, protein, dan karakter fenotipe yang terbaik
fekunditas dan lain sebagainya. sesuai dengan keinginan para
pembudidaya.
Fenotipe adalah bentuk luar atau
bagaimana kenyataannya karakter Untuk mendapatkan induk ikan yang
yang dikandung oleh suatu individu unggul dilakukan program seleksi
atau fenotipe adalah setiap dengan menerapkan beberapa
karakteristik yang dapat diukur atau program pengembangbiakan antara
sifat nyata yang dipunyai oleh lain dengan kegiatan selective
organisme. Fenotipe merupakan breeding, hibridisasi/outbreeding/
hasil interaksi antara genotipe dan crossbreeding, inbreeding, mono-
lingkungan serta interaksi antara seks/seks reversal atau kombinasi
genotipe dan lingkungan serta beberapa program breeding. Dalam
merupakan bentuk luar atau sifat- bab ini akan dibahas semua program
sifat yang tampak. Menurut Yatim breeding tersebut sehingga dalam
(1996), genotipe menentukan budidaya ikan akan diperoleh hasil
karakter sedangkan lingkungan baik induk dan benih yang unggul.
menetukan sampai dimana tercapai Induk yang unggul akan
potensi itu. Fenotipe tidak bisa menghasilkan benih yang unggul
melewati kemampuan atau potensi sehingga dengan memelihara benih
genotipe. Yang dimaksud dengan unggul proses budidaya akan
karakter itu adalah sifat fisik dan menguntungkan dengan melihat laju
psikis bagian-bagian tubuh atau pertumbuhan ikan yang optimal
jaringan. Karakter diatur oleh banyak sehingga produktivitas budidaya ikan
macam gen, atau satu gen saja. akan meningkat.
Berhubung dengan banyaknya gen
yang menumbuhkan karakter maka 4.1.1. Selective breeding
dibuat dua kelompok karakter yaitu
karakter kualitatif dan karakter Selective breeding adalah suatu
kuantitatif. Karakter kualitatif adalah program breeding yang mencoba
karakter yang dapat dilihat ada atau untuk memperbaiki nilai
tidaknya suatu karakter. Karakter ini pemuliabiakan (breeding value) dari
tidak dapat diukur atau dibuat suatu populasi dengan melakukan
gradasi (diskontinyu). Sedangkan seleksi dan perkawinan hanya pada
karakter kuantitatif adalah karakter ikan-ikan yang terbaik. Hasil yang
yang dapat diukur nilai atau akan diperoleh adalah induk yang
derajatnya, sehingga ada urutan terseleksi yang mempunyai
75
karakteristik lebih baik dari populasi yang berasal dari satu bapak dengan
sebelumnya. Selective breeding beberapa induk betina (Half sib),
menurut Tave (1995) dapat karena pada ikan satu induk jantan
dilakukan dengan dua cara yaitu : dapat membuahi lebih dari satu
1. Seleksi individu/massa induk betina, maka anak-anak yang
2. Seleksi famili dihasilkan dari bapak yang sama
dengan induk betina yang berbeda
Pada ikan teknik seleksi dapat ini disebut dengan saudara tiri
dilakukan dengan menggunakan dua sebapak. Sedangkan setiap
metode yaitu seleksi massa/individu keluarga/famili yang berasal dari satu
dan seleksi famili. Seleksi induk bapak dengan satu induk disebut
secara individu ini disebut juga saudara sekandung (full sib), dan
dengan seleksi massa. Seleksi pada ikan budidaya ada juga yang
massa/individu adalah seleksi yang melakukan perkawinan dimana satu
dilakukan dengan memilih individu- jantan hanya membuahi satu induk
individu dengan performan terbaik. betina. Seleksi famili dapat
Seleksi ini merupakan teknik seleksi diterapkan untuk ikan jika nilai
yang paling sederhana dengan biaya heritabilitas ikan tersebut lebih kecil
lebih murah dibandingkan seleksi atau sama dengan 0,15. Seleksi
lainnya. Hal ini dikarenakan pada famili merupakan alternatif seleksi
seleksi individu hanya memerlukan yang dapat dilakukan apabila
fasilitas dan peralatan sedikit (kolam, pengaruh lingkungan sulit dikontrol.
jaring, hapa dan lain-lain), Dalam seleksi famili ada dua jenis
pencatatan data lebih singkat seleksi yaitu seleksi dalam famili
sehingga akan lebih mudah (within-family) dan seleksi diantara
dilakukan. Seleksi individu dapat famili (between family). Seleksi within
diterapkan pada ikan nila jika nilai family sebaiknya diterapkan untuk
heritabilitas ikan nila ini lebih besar seleksi pertumbuhan pada ikan ,
dari 0,25, waktu pemijahan harus karena masing-masing famili
bersamaan dan culling top 5 – 10% dipelihara pada kolam terpisah dan
(Tave, 1995). Induk yang baik secara ikan dengan pertumbuhan terbaik
alami dapat dihasilkan melalui dipilih dari masing-masing famili,
seleksi secara ketat dan tepat sehingga semua famili akan terwakili.
terhadap sekelompok ikan, Cara ini dilakukan merupakan salah
pengalaman menunjukan bahwa satu cara untuk mengantisipasi
untuk mendapatkan induk 50 ekor adanya perbedaan umur akibat tidak
yang sesuai kriteria diperlukan 2000 terjadinya proses pemijahan secara
ekor calon induk. serempak. Dari hasil penelitian pada
ikan nila, diantara ketiga teknik
Seleksi famili adalah seleksi dengan
seleksi yaitu seleksi individu, seleksi
mempergunakan performans dari
within family dan between family,
saudaranya baik saudara tiri
ternyata seleksi within family lebih
sebapak (half sib) atau saudara
efisien hasilnya dibandingkan
sekandung (full sib). Saudara tiri
dengan seleksi individu atau
sebapak adalah keluarga (famili)
between family.
yang dibentuk oleh sekelompok anak
76
Pada saat akan membudidayakan Nilai heritabilitas satu berarti karakter
ikan setiap pembudidaya harus yang diwariskan kepada
sudah memahamii karakter fenotipe keturunannya seluruhnya diakibatkan
setiap individu ikan yang akan oleh keragaman genetik tidak ada
dibudidayakan dengan pengaruh lingkungan. Nilai
memperhatikan ciri-ciri morfologinya. heritabilitas nol berarti karakter yang
Ciri-ciri morfologi setiap ikan diwariskan kepada keturunannya
budidaya yang harus diamati adalah seluruhnya diakibatkan oleh
karakter morfometrik dan karakter keragaman lingkungan tidak ada
meristik. Karakter morfometrik pengaruh genetik. Nilai heritabilitas
adalah bentuk tubuh dari setiap ikan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga
budidaya seperti panjang total tubuh, yaitu rendah mempunyai nilai antara
panjang standar, panjang kepala, 0–0,1, medium mempunyai nilai
tinggi badan dan lain-lain, sedangkan antara 0,1–0,3 dan tinggi mempunyai
karakter meristik yang dapat diukur nilai antara 0,3 – 1,0.
antara lain adalah jumlah sisik pada
linea lateralis, jumlah jari-jari sirip Selain itu dalam tabel tersebut
punggung, jumlah jari-jari lemah sirip terdapat istilah asynchronous
dada, jumlah jari-jari lemah sirip spawning, istilah ini merupakan salah
perut, jumlah jari-jari sirip dubur, satu kelompok strategi dalam
jumlah tapis insang pada lengkung reproduksi ikan dimana ada tiga
insang bagian luar (gill racker), strategi reproduksi ikan yaitu
jumlah vertebrae dan jumlah tulang synchronous spawning, synchronous
rusuk. Dengan memahami karakter- spawning kelompok dan
karakter yang harus dipunyai oleh asynchronous spawning.
induk ikan yang unggul berdasarkan Synchronous spawning berarti
karakteristik setiap jenis ikan. proses pemijahan ikan dalam
reproduksi dilakukan dengan cara
Menurut Tave (1995) perbandingan semua telur dipijahkan dan induk
strategi keuntungan serta kerugian ikan akan mati, contohnya pada ikan
dari seleksi individu (A), seleksi salmon. Synchronous spawning
within family (B) dan seleksi between kelompok adalah kelompok ikan
family (C) dapat dilihat pada Tabel yang dapat memijah berkali-kali
4.1. tetapi pemijahannya ini masih
Dalam tabel 4.1 tersebut ada huruf
h2, huruf ini berarti heritabilitas.
Heritabilitas dapat dilakukan
pengukuran yang bertujuan untuk
mengetahui besarnya keragaman
fenotipe yang diakibatkan oleh aksi
genotipe atau menggambarkan
tentang persentase keragaman
fenotipe yang diwariskan dari induk
kepada keturunannya. Nilai
heritabilitas dinotasikan dengan
angka, yang berkisar antara 0 – 1.
77
Tabel 4.1. Perbandingan strategi, keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A), seleksi within family (B) dan
seleksi between family (C) (Tave, 1985)
Tipe Strategi Keuntungan Kerugian
Terbaik ketika h2 ≥ 0,25,murah, dapat Tidak efektif ketika h2 ≤ 0,15, sehingga
A Memilih individu yang terbaik,
hubungan famili tidak penting dilakukan dengan sedikit kolam, relative sangat sukar untuk memilih ikan yang
mudah untuk menggunakan 2-3 fenotipe, terbaik, asynchronous spawning dan
seluruh ikan yang besar terseleksi, menyebabkan masalah.
mudah untuk menahan populasi breeding,
data yang dibutuhkan sedikit jumlah data
yang dikumpulkan sedikit
h2
B Memilih individu yang terbaik Terbaik ketika ≤ 0,15 dan Moderatly expensive, membutuhkan
dari setiap famili mempengaruhi Ve famili daripada banyak kolam, sukar untuk
individu, dapat digunakan dengan menggabungkan 2-3 fenotipe, ikan kecil
asynchronous spawning, mudah untuk dapat menjadi induk ikan yang terpilih,
memelihara populasi breeding yang membutuhkan banyak data dan banyak
besar, sedikit mahal daripada between data yang harus dikumpulkan.
famili.
h2
C Memilih famili yang terbaik Terbaik ketika ≤ 0,15 dan Sangat mahal, membutuhkan banyak
berdasarkan nilai rata-rata mempengaruhi Ve individu daripada kolam, sukar untuk menggabungkan 2-3
famili, nilai individual tidak famili, dapat dipergunakan ketika ikan fenotipe, ikan kecil dapat menjadi induk
dipertimbangkan harus dimatikan terpilih dapat mengakibatkan terjadinya
inbreeding, membutuhkan banyak data
dan banyak data yang dikumpulkan.
78
tergantung pada musim pemijahan, dari pemijahan satu pasang
misalnya ikan patin, ikan bawal. induk ikan diperoleh benih ikan
Sedangkan asynchronous spawning sebanyak 200 – 300 ekor, maka
adalah kelompok ikan yang dapat harus selalu dilakukan
memijah berkali-kali dan tidak pemantauan pertumbuhan benih
tergantung pada musim pemijahan ikan tersebut.
karena proses perkembangan 3. Membuat kurva pertumbuhan
oositnya selalu ada, contoh jenis ikan dari data pertumbuhan benih ikan
kelompok ini adalah ikan nila. dan lakukan pemanenan pada
individu yang terbaik sebanyak
Program selective breeding di 5–10% dari ukuran populasi yang
lakukan untuk memperbaiki karakter tertinggi nilai pertumbuhannya.
fenotipe terutama laju pertumbuhan. 4. Benih ikan yang terpilih pada
Laju pertumbuhan yang tinggi pada tahap ketiga tersebut dipelihara
populasi ikan budidaya akan secara terpisah sebagai calon
meningkatkan produksi ikan yang induk yang akan digunakan untuk
dibudidayakan dan biasanya proses pemijahan selanjutnya.
berkaitan dengan peningkatan dalam Menurut Tave (1995) dalam
produksi pakan bila ikan yang program seleksi individu akan
dibudidayakan mengkonsumsi pakan diperoleh induk yang unggul
buatan. Dengan produktivitas yang dengan melakukan perkawinan
tinggi dalam budidaya ikan maka pada populasi terpilih sebanyak
pendapatan para pembudidaya ikan empat generasi.
akan meningkat. Dengan melakukan 5. Dari calon induk yang dipelihara
seleksi ikan berdasarkan selective pada tahap keempat akan
breeding ini akan diperoleh individu diperoleh induk ikan yang dapat
ikan yang mempunyai karakter digunakan untuk proses
fenotipe terbaik sehingga dapat pemijahan selanjutnya , dan akan
meningkatkan laju pertumbuhan diperoleh larva dan benih ikan.
pada saat dibudidayakan. Kemudian proses selanjutnya
dilakukan pemeliharaan sampai
Prosedur yang harus dilakukan bagi diperoleh kurva pertumbuhan
para pembudidaya yang akan dan lakukan pemilihan dari
melakukan seleksi individu dengan populasi individu sebanyak 5 –
strategi memilih individu yang terbaik 10% dari populasi yang terbaik
dalam suatu populasi adalah sebagai yang mempunyai ukuran
berikut : tertinggi. Lakukan kegiatan
1. Dalam suatu usaha budidaya tersebut sampai empat generasi
ikan jika akan melakukan dan akan diperoleh calon induk
program seleksi individu minimal yang telah terseleksi secara
harus mempunyai 25 pasang individu
induk yaitu 25 ekor induk jantan
dan 25 ekor induk betina. Berikut ini adalah contoh seleksi
2. Melakukan pemijahan ikan dan calon induk pada ikan nila meliputi
mengamati pertumbuhan ikan beberapa kriteria yaitu :
dari setiap pasangan. Misalnya
79
• akan diperoleh famili sebanyak
Tingkat pertumbuhan ikan, calon
32 yaitu 1 jantan dapat
induk mempunyai tingkat
membuahi 4 betina sehingga
pertumbuhan yang paling cepat
satu jantan dapat membuat famili
diantara kelompok ikan.
halfsib dan full sib sebanyak 32
• Warna ikan nila yang masih
famili fullsib dan 8 famili haflsib
mempunyai tingkat kemurnian
karena dari satu jantan akan
yang baik dapat di identifikasi
dihasilkan empat keluarga fullsib
dengan adanya warna garis
maka 8 jantan akan ada 32 famili
hitam tegas dan jelas terletak
fullsib atau 8 famili halfsib.
secara horisontal di bagian tubuh
2. Melakukan pemijahan untuk ke
ikan.
32 famili tersebut dan lakukan
• Bentuk badan melebar, mata
pengamatan intensif dan cermat
relatif besar, dan sisik teratur.
setiap hari untuk mengamati
• Konversi pakannya baik, yang
pasangan-pasangan ikan yang
dapat di identifikasikan dengan
sudah memijah.
pertumbuhan bobot badan > 70
3. Melakukan pemeliharaan larva
% dari jumlah pakan yang
ikan pada setiap famili pada hapa
diberikan 3 - 5 % perhari dari
yang terpisah dengan
bobot ikan.
memberikan pakan dan
• Waktu matang gonad induk
pengelolaan kualitas air sesuai
berumur 7 - 8 bulan, dengan
prosedur.
berat badan rata-rata 300 gram
4. Melakukan pemeliharaan benih
per ekor untuk jantan dan 250 -
ikan pada setiap famili pada
300 gram per ekor untuk betina.
waring yang terpisah, hitung
• Produktifitas dalam menghasilkan
jumlah benih yang dihasilkan dari
telur cukup tinggi (induk dengan
setiap famili. Pada ikan nila
panjang badan 6 cm dapat
misalnya satu ekor induk betina
menghasilkan 200 telur, sedang
menghasilkan 2000 – 3000 ekor.
induk yang panjang badannya 20
Pendederan dilakukan pada
cm menghasilkan 1500 butir
padat penbaran yang rendah
telur).
untuk setiap famili pada kolam
pendederan minimal 2 bulan.
Prosedur yang dapat dilakukan oleh
5. Menghitung jumlah ikan yang
para pembudidaya ikan yang akan
diperoleh dari hasil pendederan
melakukan seleksi famili adalah
dan lakukan pengukuran berat
sebagai berikut :
dan panjang tubuhnya sebanyak
1. Menyiapkan ikan yang akan
30% dari jumlah populasi setiap
dipijahkan dari beberapa famili
famili,misalnya dalam satu famili
yang dimiliki, minimal jumlah
ada 2000 ekor maka jumlah
famili yang harus dikumpulkan
sampel yang dihitung adalah 600
adalah 30 famili. Pada ikan nila
ekor.
dimana pemijahan dapat
6. Melakukan pemilhan ukuran dari
dilakukan dengan perbandingan
seluruh populasi dan ambil
jantan dan betina adalah 1 : 4
individu dari setiap famili yang
maka dalam perkawinan 8 jantan
mempunyai pertumbuhan yang
80
terbaik, kurang lebih 8 minggu pemindahan gen untuk generasi
kemudian tentukan 50% dari berikutnya. Individu yang mempunyai
populasi yang terbaik heterosigositas yang tinggi maka
pertumbuhannya untuk dipelihara akan mempunyai fitness yang tinggi
lebih lanjut menjadi calon induk pula. Oleh karena itu untuk
dan sisanya dijual. memperoleh induk ikan yang
7. Melakukan pemeliharaan pada mempunyai kemampuan hidup yang
kolam pembesaran ikan sampai tinggi sebaiknya dalam proses
ikan-ikan pada setiap famili budidaya harus dilakukan
berukuran induk dan lakukan perkawinan yang terseleksi.
pengukuran satu persatu pada
setiap famili dan pilih sebanyak Sedangkan crossbreeding atau
20-30 ekor betina terbesar dan hibridisasi merupakan program
jantan terbesar sebanyak 10-20 persilangan yang dapat diaplikasikan
ekor dari setiap famili. pada ikan, udang, kerang-kerangan
8. Sisanya dibuang atau dijual maupun rumput laut. Hasil dari
sebagai ikan ukuran besar dan program ini dapat menghasilkan
induk yang terpilih dapat individu-individu yang unggul,
dilakukan untuk seleksi induk kadang-kadang ada juga yang steril
selanjutnya dengan melakukan dan dapat menghasilkan strain baru
pemijahan massal. Pada (Rustidja, 2005). Hibridisasi akan
beberapa spesies ikan sangat mudah dilakukan apabila dapat
berbeda untuk diperoleh induk dilakukan reproduksi buatan seperti
unggulnya. Pada jenis ikan nila halnya ikan mas dan ikan nila,
wanayasa dapat diperoleh induk dimana dapat dilakukan striping telur
yang terseleksi secara famili dan sperma. Selain itu ada defenisi
dengan melakukan pemijahan lain dari hibridisasi yang sebenarnya
ikan yang terpilih pada generasi tidak jauh berbeda. Hibridisasi
ke tiga. adalah perkawinan antara spesies
yang berbeda. Hibridisasi atau
persilangan merupakan suatu upaya
untuk mendapatkan kombinasi
4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/
antara populasi yang berbeda untuk
Crossbreeding
menghasilkan keturunan yang
Outbreeding adalah perkawinan memiliki sifat unggul. Berdasarkan
antara individu-individu yang tidak hal tersebut para ahli genetika
sekerabat (berbeda induknya), masih perikanan membagai hibridisasi ke
dalam satu varietas atau beda dalam dua macam yaitu :
varietas. Outbreeding ini akan 1. Interspecifik hibridisasi yaitu
menghasilkan heterozigositas yang perkawinan antara spesies yang
akan menguatkan individu- berbeda.
individunya terhadap perubahan 2. Intraspecipik hibridisasi yaitu
lingkungan yang biasa disebut juga perkawinan dalam satu species.
mempunyai fitnes yang tinggi. Fitnes
yaitu kemampuan relative pada Hasil dari beberapa jenis ikan yang
organisma untuk bertahan hidup dan dilakukan persilangan biasanya
81
paling mudah memperhatikan jenis-jenis ikan hias yang dihasilkan
karakter fenotipe kualitatif misalnya : oleh para pembudidaya ikan banyak
1. Warna tubuh, dimana dapat yang diperoleh dari hasil persilangan.
dilakukan persilangan antara ikan Salah satu pendekatan yang dapat
yang mempunyai warna antara digunakan dalam produksi benih ikan
lain : hias baru-baru ini dari suatu populasi
• Ikan warna tubuh Albino yakni persilangan antar varitas atau
strain (hibridisasi intervaritas) yang
disilangkan dengan ikan
memiliki tampilan morfologi dari
berpigmen normal
spesies yang sama. Hibridsasi
• Ikan berwarna
intervaritas adalah mempersilangkan
kuning/merah/putih
antara induk jantan dan induk betina
disilangkan dengan ikan
yang berasal dari spesies yang sama
berwarna hijau/biru/abu-abu
namun minimal memiliki dua karakter
• Ikan berwarna bintik
fenotipe tampilan morfologi yang
disilangkan dengan ikan
berbeda (Kirpichnikov, 1981).
tanpa bintik
Disamping itu, karakter lain dari hasil
2. Tipe sirip pada ikan dapat
persilangan antara varitas adalah
dilakukan persilangan antara ikan
fertile yakni dari masing-masing jenis
yang mempunyai sirip antara lain:
kelamin masih tetap mampu untuk
• Ikan bersirip kumpay
menghasilkan keturunan walaupun
disilangkan dengan ikan
peluang dari benih keturunan
bersirip normal
tersebut cenderung memiliki karakter
• Ikan bersirip kumpay
fenotipe tampilan morfologi yang
disilangkan dengan ikan yang
bervariasi.
ekornya membundar
3. Pola sisik pada ikan dapat
Hibridisasi merupakan persilangan
dilakukan persilangan antara ikan
antara varitas atau spesies yang
yang mempunyai sisik antara
secara morfologis memiliki
lain:
perbedaan. Kirpichnikov (1981),
• Ikan bersisik bergaris
menyatakan bahwa perbedaan yang
disilangkan dengan ikan yang
paling menonjol yang digunakan
tidak mempunyai sisik
dalam hibridisasi intervaritas adalah
• Ikan bersisik menyebar/kaca
perbedaan warna, bentuk, ukuran
disilangkan dengan ikan yang
dan kelengkapan biologis lain yang
bersisik penuh
melekat pada organ tubuh.
4. Bentuk tubuh ikan
Perolehan ikan hybrid sangat
bergantung pada karakter dari induk.
Dalam kegiatan hibridisasi ini
Waynorovich dan Horvarth (1980)
biasanya akan dihasilkan individu
menyatakan bahwa ikan hasil
baru pada ikan konsumsi yang sudah
hibridisasi interspesies adalah steril.
dilakukan misalnya melakukan
Disamping itu rata-rata ukuran
persilangan antara ikan nila hitam
morfometrik dan meristik dari ikan
dengan ikan nila putih akan
hibrid kebanyakan berada pada
dihasilkan ikan nila yang berwarna
pertengahan (intermediate) diantara
tubuh ikan merah. Pada umumnya
82
nilai rata-rata morfometerik dan (Carassius auratus). Sementara
meristik induk. pada spesies ikan konsumsi, adalah
ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila
Hibridisasi merupakan metode yang (Oreochromis niloticus) dan spesies
digunakan dalam upaya memperoleh ikan konsumsi lain karena disamping
ikan keturunan baru. Matsui (1935) memiliki berbagai varitas juga
menyatakan bahwa banyaknya keturunan hibrid telah mampu untuk
varitas pada ikan maskoki dibudidayakan.
merupakan akibat dari perkawinan
antara mutan dengan induk asal atau Pengertian tentang persilangan ikan
antara mutan dengan mutan dari ini ada berbagai pendapat misalnya
induk yang sama sehingga secara crossbreeding merupakan
morfologi terdapat varitas ikan persilangan juga tetapi bukan
maskoki baru. Hibridisasi didasarkan persilangan seperti hibridisasi,
pada perbedaan tampilan melainkan persilangan balik. Jenis
morfometrik dan meristik. Metode ikan konsumsi yang merupakan hasil
paling banyak dilakukan oleh petani persilangan balik adalah lele
ikan maskoki adalah hibridisasi sangkuriang yang telah direlease
karena disamping memiliki varitas oleh Menteri Perikanan dan Kelautan
yang banyak, pada ikan keturunan pada tahun 2004. Jenis ikan ini
sering diperoleh warna, bentuk dan merupakan hasil persilangan balik
ukuran tubuh yang berbeda sehingga antara ikan lele generasi ke dua
jumlah varitas akan lebih banyak. dengan ikan lele generasi ke enam
Kirpichnikov (1981) menyatakan yang telah dibuat oleh Balai Besar
bahwa hasil perlakuan hibridisasi Pengembangan Budidaa Air Tawar,
tidak hanya dilihat dari tampilan Sukabumi.
morfologi namun harus dilakukan
pula pengukuran morfometrik dan
meristik karena data yang diperoleh 4.1.3. Seks reversal
merupakan refleksi dari kekuatan
penurunan karakter dari sumber Seks reversal (monosex) adalah
gamet disamping kondisi lingkungan suatu teknologi yang membalikan
terjadi pada saat pembelahan sel arah perkembangan kelamin menjadi
mulai bekerja. berlawanan. Cara ini dilakukan pada
waktu menetas gonad ikan belum
Beberapa spesies ikan air tawar berdiferensiasi secara jelas menjadi
yang sering digunakan dalam jantan atau betina tanpa merubah
kegiatan persilangan adalah spesies- genotipenya. Tujuan dari penerapan
spesies ikan yang memiliki varitas sek reversal adalah menghasilkan
yang banyak dan memiliki karakter populasi monoseks (tunggal
morfologi yang dapat dibedakan kelamin), yang sangat bermanfaat
secara jelas seperti populasi spesies dalam :
ikan hias yang terdiri dari spesies 1. Mendapatkan ikan dengan
ekor pedang (Xyphophorus pertumbuhan yang cepat
maculatus), ikan guppi (Poecilia Pada beberapa jenis ikan
reticulata) dan ikan maskoki konsumsi ada beberapa jenis
83
ikan dimana pertumbuhan ikan yang berkelamin jantan
jantan mempunyai pertumbuhan mempunyai warna tubuh yang
yang lebih cepat daripada ikan lebih indah dibandingkan dengan
betina, misalnya ikan nila jantan ikan bentinanya. Oleh karena itu
mempunyai pertumbuhan lebih jika yang dipelihara pada ikan
cepat pada ikan bentina, tetapi hias adalah ikan jantan maka
pada jenis ikan lainnya yaitu ikan akan diperoleh hasil yang lebih
mas pertumbuhan ikan betinanya menguntungkan karena nilai
justru lebih cepat dibandingkan jualnya lebih mahal.
dengan ikan jantan. Pada
kelompok udang-udangan 4. Menunjang genetika ikan yaitu
khususnya lobster untuk yang teknik pemurnian ras ikan
berjenis kelamin jantan Pada kegiatan rekayasa genetika
mempunyai pertumbuhan lebih misalnya ginogenesi akan
cepat dibandingkan dengan diperoleh induk ikan yang
betina. Oleh karena itu bagi para mempunyai galur murni. Induk
pembudidaya yang akan ikan yang galur murni ini akan
memelihara jenis ikan tersebut mempunyai gen yang homozigot
dengan menggunakan populasi sehingga untuk melakukan
tunggal kelamin akan lebih perkawinan pada induk yang
menguntungkan dibandingkan homozigot tanpa mempengaruhi
jika memelihara ikan dengan karakter jenis kelamin ikan
populasi dua kelamin, selain itu tersebut dilakukan aplikasi seks
waktu yang dibutuhkan untuk reversal pada induk galur murni
memelihara ikan tersebut lebih sehingga pemurnian gen itu
cepat sehingga terjadi efisiensi masih tetap bertahan.
biaya produksi dan keuntungan
akan meningkat. Teknologi seks reversal dapat
dilakukan dengan menggunakan dua
2. Mencegah pemijahan liar metode yaitu :
Dalam kegiatan budidaya ikan 1. Terapi hormon yaitu dengan
jika memelihara ikan jantan dan menggunakan hormon steroid
betina dalam satu wadah 2. Rekayasa kromosom
budidaya maka tidak menutup
kemungkinan ikan tersebut pada Teknologi seks reversal dengan
saat matang gonad akan rekayasa kromosom akan dibahas
melakukan pemijahan yang tidak pada bab IX secara detail pada
diinginkan pada beberapa jenis subbab ini akan dibahas teknologi
ikan yang memijahnya sepanjang seks reversal dengan menggunakan
masa, seperti ikan nila, ikan mas. terapi hormon. Menurut Koolman &
Rohm (2001) hormon adalah bahan
3. Mendapatkan penampilan yang kimia pembawa sinyal yang dibentuk
baik dalam sel-sel khusus pada kelenjar
Ikan yang dinikamati keindahan endokrin. Hormon disekresikan ke
warna tubuhnya adalah ikan hias, dalam darah kemudian disalurkan ke
hampir semua jenis ikan hias organ-organ yang menjalankan
84
fungsi-fungsi regulasi tertentu secara 1. Gonokhorisme (gonochorism),
fisiologik dan biokimia. Sel-sel yaitu memiliki jenis kelamin yang
sasaran pada organ sasaran terpisah
memiliki reseptor yang dapat 2. Hermaprodit (hermaphroditism),
mengikat hormon, sehingga yaitu kedua jenis kelamin berada
informasi yang diperoleh dapat pada individu yang sama.
diteruskan ke sel-sel akhirnya 3. Uniseksualitas (unizexuality),
menghasilkan suatu respon. Pesan yaitu spesies yang semua
hormon disampaikan pada sel-sel individunya betina
sasaran menurut dua prinsip yang
berbeda. Hormon lipofilik masuk Ekspresi atau perwujudan seks
kedalam sel dan bekerja pada inti bergantung pada dua proses, yaitu
sel, sedangkan hormone hidrofilik determinasi seks dan diferensiasi
bekerja pada membran sel. seks. Determinasi seks bertaggung
jawab pada seks genetik (seks
Teknik sex reversal mulai dikenal genotipe), sedangkan diferensiasi
seks bertanggung jawab pada
tahun 1937 ketika estradiol 17β
perkembangan yang nyata dari
disintesis untuk pertama kalinya.
kedua jenis gonad (seks genotipe),
Dalam perjalanannya teknik sex
yaitu jantan dan betina. Kedua
reversal telah mengalami beberapa
proses tersebut secara bersama-
perbaikan berawal dari perlakuan
sama bertanggung jawab pada
sex reversal yang baik dilakukan
timbulnya dua kemungkinan
pada saat beberapa hari setelah
morfologi, fungsional, serta perilaku
menetas, yaitu sebelum gonad
pada individu jantan dan betina.
berdiferensiasi, terus berkembang
hingga penerapanyang dilakukan
Penentu seks merupakan sejumlah
pada induk yang sedang bunting.
unsur genetik yang bertanggung
Teknik sex reversal berbeda dengan
jawab terhadap keberadaan gonad,
hermaprodit, pada ikan hermaprodit
atau sekumpulan gen yang
setelah melewati rentang waktu
bertanggungjawab terhadap
tertentu, gonad secara alamiah akan
pembentukan gonad. Terdapat tiga
berubah menjadi jenis kelamin yang
model penentu seks yang dapat
berlawanan, fungsi hormon hanya
diterapkan pada ikan, yaitu :
mempercepat proses perubahan
• Kromosom, yang merupakan
tersebut. Sedangkan pada teknik sex
pewarisan seks atau
reversal perubahan jenis kelamin
heterokromosom. Sistem
ikan sangat dipaksakan dengan
kromosom determinasi seks
membelokkan perkembangan gonad
betina atau jantan XX/XY.
menjadi jantan atau betina dengan
• Penentu
proses penjantanan (maskulinisasi) seks poligenik
atau pembetinaan dengan (polifaktorial) adalah suatu sistem
(feminisasi). penentuan seks dimana terdapat
gen penentu seks jantan dan
Berdasarkan tipe reproduksinya, ikan betina epistatik (superior) yang
dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu : berada pada autosom maupun
heterokromosom.
85
• atau ethynil estradiol. Hormon ini
Penentu seks oleh lingkungan,
memberikan efek perubahan dari
melibatkan interaksi antar
jantan menjadi betina
genotipe dan lingkungan,
(feminisasi).
terutama suhu media selama
2. Androgen (hormon jantan) :
perkembangan larva.
Testoteron, 17 α-Methyl Testo-
teron, androstendion. Hormon ini
Proses diferensiasi seks adalah
memberikan efek perubahan dari
suatu proses perkembangan gonad
betina menjadi jantan
ikan menjadi suatu jaringan yang
(maskulinisasi).
definitif (pasti), yang terjadi terlebih
dahulu pada betina dan kemudian
Pada sex reversal terkadang terjadi
baru terjadi pada jantan. Gonad ikan
penyimpangan ekstrim yang dialami,
pada saat baru menetas masih
hal ini dapat terjadi karena pada
berupa benang yang sangat halus
beberapa jenis ikan (lele amerika)
dan belum berdiferensiasi menjadi
terdapat suatu zat yang menyerupai
jantan atau betina. Proses
enzim aromaterase sehingga hormon
diferensiasi seks pada betina
ditandai dengan meiosis oogonia 17α metiltestosteron yang masuk ke
dan/atau perbanyakan sel-sel dalam tubuh terlebih dahulu
somatik membentuk rongga ovari, dikonversi menjadi estradiol 17β dan
sebaliknya pada diferensiasi seks berfungsi sebagai hormon sehingga
pada jantan ditandai dengan terjadi penyimpangan hingga 100%.
muculnya spermatoonia serta
pembentukan sistem vaskular pada Dalam penerapan sex reversal
testis. dengan menggunakan terapi hormon
dapat diberikan beberapa cara yang
Hormon steroid secara alamiah didasarkan pada efektifitas, efisiensi,
terlibat dalam proses diferensiasi kemungkinan polusi dan biaya. Cara
seks. Upaya pengontrolan proses pemberian hormone dalam teknologi
diferensiasi seks dilakukan dengan seks reversal dapat dilakukan
pemberian steroid seks dari luar dengan beberapa cara antara alin
tubuh (eksogenous) pada ikan yang adalah :
belum berdiferensiasi. Ikan-ikan hasil 1. Oral
sex reversal pada umumnya Metoda oral adalah metode
mengalami perubahan kelamin yang pemberian hormon melalui mulut
bersifat permanen dan berfungsi yang dapat dilakukan dengan
normal. Pemberian steroid seks pemberian pakan alami maupun
sebaiknya diberikan sebelum muncul pakan butan. Pada pakan
tanda-tanda diferensiasi gonad buatan, hormon dilarutkan dalam
dengan menggunakan hormon pelarut polar seperti alkohol.
estrogen atau androgen. Jenis-jenis Cara yang dilakukan adalah
hormon steroid yang dapat dengan mencampur hormon 17 α
digunakan dalam terapi hormon metyltestoesteron secara merata
antara lain adalah : dengan pakan dengan dosis
1. Estrogen (hormon betina) : disesuaikan jenis ikan yang akan
Estradiol-17 β, esteron, estriol diaplikasikan. Pemberian hormon
86
pada pakan alami dapat larutan hormon secara merata
dilakukan dengan teknik kepermukaan pakan dengan
bioenkapsulasi. Secara detail menggunakan sprayer. Setelah
teknik tentang bioenkapsulasi ini tercampur dengan merata, pakan
dijelaskan secara detail pada bab dibiarkan di udara terbuka di
VII. tempat yang tidak terkena sinar
matahari (di angin-anginkan)
Selanjutnya Anonim, (2001), agar alkohol dapat menguap.
mengatakan bahwa berdasarkan Selanjutnya pakan yang telah
penelitian sampai saat ini teknik tercamput hormon dimasukkan
penghormonan melalui oral ke dalam wadah tertutup dan di
paling banyak digunakan para simpan di dalam lemari pendingin
pembudidaya ikan karena hasil
yang diperoleh lebih dari 95 2. Perendaman (dipping/bathing)
sampai 100% bila dibandingkan Metoda perendaman (dipping),
dengan perendaman yang yaitu dengan cara merendamkan
menghasilkan 70 – 80%. Dengan larva ikan ke dalam larutan air
pencampuran hormon pada yang mengandung 17 α
pakan juga sangat efisien dalam metyltestoesteron dengan dosis
pemakaian dosis hormon dan 1,0 gram/liter air. Metode ini
kemudahan memperoleh pakan dapat diaplikasikan pada embrio,
ikan. Sedangkan kelemahan dan pada larva ikan yang masih
metoda oral ini adalah pada awal belum mengalami diferensiasi
pemberian pakan, larva perlu jenis kelamin (sex), dan lama
menyesuaikan jenis pakan perendaman tergantung dosis
buatan sehingga apabila pakan hormon yang diaplikasikan,
tidak segera dimakan maka dimana semakin banyak dosis
kemungkinan besar hormon akan hormon maka semakin singkat
tercuci kedalam media budidaya. waktu perendaman dan demikian
juga sebaliknya.
Menurut Muhammmad Zairin Jr.
(2002), pemberian akriflavin Perendaman yang dilakukan
dengan dosis 15 mg/kg pakan pada fase embrio dilakukan pada
dengan frekwensi pemberian saat fase bintik mata mulai
pakan 3 – 4 kali sehari terbentuk, karena dinggap embrio
menghasilkan 89% ikan jantan telah kuat dalam menerima
dengan survival rate 88%. perlakuan. Kelemahan cara ini
adalah obat atau hormone terlau
Prinsip kerja pencampuran jauh mengenai target gonad,
hormon pada pakan yakni namun lebih hemat pada
hormon dilarutkan dan penggunaan hormone.
diencerkan dalam alkohol. Perendaman juga dapat
Kemudian larutan hormon dilakukan pada umur larva yang
dicampurkan dengan pakan telah habis kuning telurnya,
buatan berupa pellet serbuk karena ada anggapan pada
dengan cara menyemprotkan stadia ini gonad masih berada
87
pada fase labil sehingga mudah tidak dapat berkembang. Hal ini
dipengaruhi oleh rangsangan biasanya berhubungan dengan
luar. Kelemahannya adalah kesesuaian dosis yang diberikan.
efektifitas hormone berkurang Menurut Zairin Jr (2002) Secara
karena jauh mengenai target umum dosis yang terlalu tinggi akan
gonad. Larva yang dipergunakan mendorong sterilitas dan dosis yang
dalam penerapan teknologi sex terlalu rendah akan mendorong sex
reversal ini adalah larva yang reversal yang tidak sempurna
berumur antara 5 – 10 hari sehingga bakal testis dan ovari dapat
setelah menetas atau pada saat dijumpai pada saat bersamaan.
tersebut panjang total larva
berkisar antara 9,0 sampai 13 Setelah dilakukan aplikasi teknologi
mm , dimana ikan dengan umur seks reversal pada individu ikan,
serta ukuran seperti tersebut di maka harus dilakukan uji progeni. Uji
atas secara morfologis masih progeni ini untuk menentukan
belum mengalami diferensiasi apakah ikan yang telah ditreatment
kelamin.(Anonim, 2001). tersebut sudah berubah kelamin.
Terdapat dua metode yang
Perendaman induk betina yang digunakan dalam identifikasi jenis
sedang bunting juga merupakan kelamin, antara lain adalah :
salah satu alternative pada 1. Metode asetokarmin
metode dipping namun harus Identifikasi gonad dengan
dipertimbangkan efektifitas dan metode asetokarmin dilakukan
efesiensinya sehingga induk hanya untuk keperluan
yang direndam sebaiknya induk- penelitian, karena ikan harus
induk yang berukuran kecil. dimatikan terlebih dahulu untuk
diambil gonadnya. Asetokarmin
3. Suntikan/implantasi adalah larutan pewarna yang
Metode suntikan atau implantasi digunakan untuk mewarnai
ini biasanya hanya dapat jaringan gonad. Larutan ini dibuat
dilakukan pada ikan yang dengan cara melautkan 0,6 g
berukuran dewasa. Proses bubuk karmin didalam 100 ml
penyuntikan dilakukan pada asam asetat 45%. Larutan
bagian punggung ikan dengan dididihkan selama 2 – 4 menit
dosis yang disesuaikan dengan kemudian didinginkan, kemudian
jenis dan ukuran ikan. disaring dengan kertas saring
dan disimpan dalam botol yang
Perlu diperhatikan bahwa tertutup rapat pada suhu ruang.
pengubahan jantanisasi
(maskulinisasi) kadang-kadang Pemeriksaan gonad dilakukan
menunjukkan penyimpangan seperti dengan cara membedah ikan
ditemukan individu yang memiliki terlebih dahulu yang kemudian
bakal testis dan sekaligus bakal diambil gonadnya secara hati-
ovari. Selain itu mungkin saja hati. Gonad yang sudah terambil
dijumpai individu yang diletakkan pada gelas objek dan
steril/abnormal karena gonadnya diberi larutan asetokarmin 2 – 3
88
tetes, kemudian dicincang plastik, wadah perlakuan yang
dengan pisau skalpel sampai berupa akuarium dengan ukuran
halus, lalu tutup dengan gelas yang menyesuaikan dengan
penutup dan siap diamati di kepadatan ikan yang akan diberi
bawah mikroskop. perlakuan, dan wadah pemeliharaan
larva.
2. Metode morfologi
Identifikasi kelamin dengan Peralatan yang digunakan pada
pengamatan morfologi adalah teknik sex reversal adalah peralatan
cara terhemat karena tidak harus lapangan pemeliharaan ikan yang
mematikan ikan yang akan berupa seser, selang sipon, aerator,
diamati. Cara ini apat dilakukan selang aerasi, dan batu aerasi.
pada ikan-ikan yang memiliki Peralatan yang akan digunakan
dimorfisme seksual yang jelas sebaiknya disanitasi terlebih dahulu
antara jantan dan betina. dengan menggunakan larutan
desinfektan atau sabun cuci untuk
Aplikasi seks reversal telah berhasil menghindari ikan yang akan
dilakukan pada beberapa jenis ikan dipelihara dari hama penyakit yang
berdasarkan hasil penelitian antara kemungkinan terbawa pada wadah.
lain adalah : Selain peralatan lapangan, untuk
1. Ikan hias : ikan guppy, cupang, melakukan teknik sex reversal juga
tetra kongo dan rainbow trout diperlukan peralatan dalam
dengan menggunakan metode perlakuan melalui pakan yaitu,
perendaman embrio untuk ikan baskom yang digunakan sebagai
cupang dan tetra kongo, wadah dalam pembuatan ramuan
perendaman induk untuk ikan pakan, sendok kayu digunakan untuk
guppy, perendaman larva untuk mengaduk dan meratakan larutan
rainbow dan pemberian pakan. hormon, hand sprayer digunakan
2. Ikan konsumsi : nila dan mas, untuk menyemprotkan larutan
dengan perendaman embrio, hormon dalam pakan, spuit suntik
larva dan pemberian pakan. sebagai alat untuk mengambil
larutan hormon dan botol gelas yang
Langkah awal dalam melakukan berwarna gelap sebagai wadah
seks reversal adalah menyiapkan pelarutan hormon dengan alcohol.
wadah yang akan digunakan. Wadah Sedangkan peralatan yang
yang dapat digunakan untuk diperlukan pada perlakuan melalui
melakukan teknik sex reversal antara rendaman antara lain, baskom
lain adalah akuarium, bak fiber, bak plastik sebagai wadah perendaman
semen, bak plastik. Wadah untuk induk atau larva, aerator sebagai
teknik sex reversal dapat penyuplai udara, spuit suntik sebagai
dikelompokan berdasarkan alat untuk mengambil larutan hormon
kebutuhan dan jenis metode yang dan botol gelas yang berwarna gelap
akan digunakan. Wadah-wadah yang sebagai wadah pelarutan hormon
digunakan yang mendasar adalah dengan alcohol
wadah pemeliharaan induk dapat
berupa kolam semen atau bak-bak
89
Bahan-bahan yang harus disediakan dengan dosis yang sudah
ditentukan (Feeding rate 30 –
antara lain hormon 17α
40% per bobot biomassa/hari)
metiltestosteron atau estradiol 17β
dikalikan selama 10 hari
sesuai dengan kebutuhan dan tujuan
pemberian pakan.
sex reversal, alcohol sebagai pelarut
5. Siapkanlah larutan alkohol
hormon, pakan alami atau buatan
dengan konsentrasi 70% sesuai
(bila melalui metode oral) dan air
dengan kebutuhan.
bersih yang telah diendapkan selama
6. Siapkanlah hormon yang akan
12 – 24 jam sebagai media
digunakan sesuai kebutuhan.
perendaman (bila menggunakan
Misalnya jumlah kebutuhan
metode dipping)
pakan 250 gram, dosis
penghormonan 40 mg/kg pakan,
Pembuatan pakan berhormon
maka timbanglah hormon
Dalam aplikasi seks reversal dengan
sebanyak 10 mg.
metode oral melalui pemberian
7. Larutkanlah hormon tadi ke
pakan berhormon maka dosis
dalam alkohol tersebut sebanyak
hormon yang digunakan akan sangat
10 ml ( 1mg/ml), lalu simpan
spesifik untuk jenis ikan tertentu.
dalam botol berwarna gelap
Dalam prosedur ini akan dibuat
(tidak bening).
pakan berhormon untuk jenis ikan
8. Campurlah larutan hormon
nila. Adapun prosedur yang
dengan pakan dengan cara
dilakukan adalah sebagai berikut :
menggunakan hand sprayer
1. Tangkaplah larva ikan yang akan
disemprotkan secara merata
diberikan perlakuan dari
pada pakan. Untuk
kolam/bak pemijahan
menghilangkan alkohol angin-
2. Pilihlah larva yang masih
anginkanlah pakan tersebut
berumur di bawah 10 hari
sampai bau alkoholnya sudah
dengan melihat kriteria yang
tidak menyengat lagi.
sesuai dengan ciri-ciri yang
9. Simpanlah hormon yang sudah
sudah ditentukan.
dianginkan pada kantong plastik
3. Timbanglah biomassa larva yang
yang berwarna gelap dengan
akan diberi perlakuan
ditutp rapat-rapat baik sebelum
penghormonan yaitu dengan
maupun sesudah dipakan, atau
cara mengambil dan menimbang
dapat juga disimpan dalam
beberapa sampel untuk
reprigrator (+ 4o C)
kemudian hasil penimbangan
10. Diskusikan secara berkelompok
sampel dibagi dengan jumlah
tentang prosedur pembuatan
rata-rata larva sampel untuk
pakan berhormon
mendapatkan berat rata-rata
larva, selanjutnya hitunglah
jumlah populasi larva, lalu
Pembuatan larutan perendaman
kalikan dengan berat rata-rata
larva untuk mendapatkan berat
Aplikasi seks reversal pada ikan
total larva.
guppy bertujuan untuk menghasilkan
4. Timbanglah pakan yang
ikan berjenis kelamin jantan. Pada
dibutuhkan untuk larva sesuai
90
ikan guppy jenis kelamin jantan 5. Pindahkan induk ikan guppy
mempunyai warna dan bentuk tubuh yang telah direndam ke dalam
yang lebih indah dibandingkan akuarium dan amati proses
dengan ikan betina. Teknik seks kelahiran anak dan hitung jumlah
reversal pada ikan guppy dapat anak yang dihasilkan
dilakukan dengan dua metode yaitu 6. peliharalah anak yang dihasilkan
perendaman induk dan pemberian sampai berumur 2-3 bulan dan
pakan berhormon. Pada metode diidentifikasi jenis kelaminnya
perendaman, dosis yang digunakan secara morfologis dan histologis.
adalah 2 mg/l air dan lama
perendaman selama 12 jam sampai Penerapan seks reversal yang telah
24 jam pada induk ikan yang sedang dilakukan penelitian oleh beberapa
bunting dan memberikan hasil 100% peneliti yang telah disusun dalam
jantan. Sedangkan dengan metode Zairin (2002) sangat berbeda untuk
pemberian pakan dengan dosis 400 jenis ikan tentang dosis dan hasil
mg/l dengan lama perlakuan 10 hari yang diperoleh antara lain adalah :
• Ikan mas : 100 mg/kg pakan
hanya menghasilkan 58% jantan
(Zairin, 2002). Adapun prosedur selama 36 hari pada larva 8 – 63
hari, pada suhu 20 – 25 oC,
pembuatan larutan perendaman
adalah sebagai berikut : menghasilkan 71 – 90% betina
1. Siapkan alat dan bahan yang • Ikan mas : 100 mg/kg pakan
akan diperlukan selama 36 hari, pakan
2. Buatlah larutan hormon dengan berhormon-cacing-pakan
cara timbang hormon sebanyak berhormon, menghasilkan 97%
20 mg dan masukkan dalam betina
tabung polietilen dan tambhakan • Ikan nila 10 – 60 mg /kg pakan,
0,5 ml larutan alkohol 70%. Tutup selama 10 – 15 hari, umur 21-28
dan kocok sampai hormon larut, hari, hasilnya 95-100% jantan
kemudian tuangkan hormon • Ikan guppy, 400 mg mt/kg
kedalam wadah berisi 10 liter air pakan, selama 10-15 hari pada
pemeliharaan , beri aerasi dan betina bunting, hasil 70% jantan
siap untuk digunakan. • Ikan guppy, 1-2 mg/liter media
3. Pilihlah induk ikan guppy yang selama 24 jam pada betina
sedang bunting dengan melihat bunting, hasil 100% jantan
bentuk tubuhnya dan pilihlah • Congo tetra fase bintik mata, 25
induk yang akan melahirkan 8 mg/liter media selama 8 jam,
hari kemudian sebanyak 50 ekor. hasil 89% jantan
Ikan guppy biasanya mengalami • Betta splendens/cupang fase
masa bunting selama 40 hari. bintik mata, 20 mg/liter media
4. Masukkan induk tersebut selama 8 jam, hasil 85% jantan
kedalam larutan hormon dan
rendam selama 24 jam.
91
Keberhasilan teknik sex reversal dapat diketahui melalui beberapa parameter
antara lain :
a. Daya tetas telur atau kualitas larva yang dihasilkan
Jumlah telur yang menetas
Perhitungan daya tetas telur = x 100%
Jumlah telur awal
b. Derajat kelangsungan hidup larva yang dihitung setelah beberapa hari
pemeliharan
Jumlah larva yang hidup
Derajat kelangsungan hidup = x 100%
Jumlah larva awal
c. Nisbah kelamin, perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan. Hal ini
dapat dihitung setelah 2-3 bulan pemeliharaan larva.
perhitungan nisbah kelamin untuk mengetahui keberhasilan teknik sex
reversal dengan rumus :
jumlah individu jantan
% jantan = x 100%
jumlah individu total
jumlah individu betina
% betina = x 100%
jumlah individu total
peningkatan frekuensi ketidak
Inbreeding
normalan bentuk dan penurunan laju
Inbreeding adalah perkawinan antara pertumbuhan ikan.
individu-individu yang sekerabat
yaitu berasal dari jantan dan betina Silang dalam menyebabkan
yang sama induknya dan pada heterozigositas ikan berkurang dan
varietas yang sama. Inbreeding atau keragaman genetik menjadi rendah.
silang dalam akan menghasilkan Menurut Nurhidayat (2000), lele
individu yang homozigositas. dumbo yang berasal dari Sleman,
Kehomozigotan ini akan Tulung Agung dan Bogor mempunyai
melemahkan individu-individunya stabilitas perkembangan yang
terhadap perubahan lingkungan. rendah akibat telah mengalami
Homozigositas ini berari hanya ada tekanan silang dalam yang
satu tipe alel untuk satu atau lebih ditunjukkan dengan tingginya nilai
lokus. Selain itu silang dalam akan fluktuasi asimetri dan adanya
menyebabkan penurunan individu yang tidak tumbuh sirip dada
kelangsungan hidup telur dan larva, dan sirip perut pada kedua sisinya
92
(abnormal). Menurut Leary et al ikan dibutuhkan suatu penerapan
(1985), individu yang homozigot effective breeding number (Ne) pada
kurang mampu mengimbangi ikan budidaya. Berdasarkan hasil
keragaman lingkungan dan penelitian nilai Ne untuk setiap jenis
memproduksi energi untuk ikan berbeda, misalnya pada ikan
pertumbuhan dan perkembangan. mas nilai Nenya adalah > 50 ekor
Oleh karena itu fluktuasi asimetri yang berarti jika para pembudidaya
merupakan indikator untuk akan melakukan program
mengetahui adanya silang dalam. pembenihan ikan mas dalam suatu
Fluktuasi asimetri ini merupakan hatchery, minimal harus mempunyai
perubahan organ atau bagian tubuh induk dengan jumlah lebih dari 25
sebelah kiri dan kanan yang pasang agar tidak terjadi inbreeding.
menyebar normal dengan rataan Pada ikan nila, nilai Nenya adalah >
mendekati nol. Selain itu individu 133 ekor , sedangkan pada ikan lele
yang mengalami tekanan silang adalah 50 ekor.
dalam mempunyai ketahanan
terhadap perubahan lingkungan yang Dalam memperoleh induk ikan yang
rendah. mempunyai galur murni dapat
dilakukan dengan dua metode yaitu :
Berdasarkan beberapa parameter
pengukuran dalam menentukan 1. Closed breeding.
apakah pada suatu populasi telah Closed breeding berarti
mengalami tekanan silang dalam, perkawinan yang tertutup, yang
memperlihatkan bahwa silang dalam mempunyai arti lain yaitu
memberikan dampak negatif dalam melakukan perkawinan yang
budidaya ikan. Tetapi dalam program dekat sekali kaitan
untuk memperoleh individu galur kekeluargaannya misalnya anak
murni hanya dapat dilakukan dengan dan tetua atau antar saudara
menerapkan program breeding sekandung. Perkawinan antara
ini.Jadi tujuan penerapan silang saudara sekandung atau antara
dalam (inbreeding) hanya bertujuan individu-individu yang sefamili
untuk memperoleh induk ikan yang akan mengakibatkan pembagian
mempunyai galur murni, individu alel-alel melalui satu atau lebih
galur murni mempunyai dari leluhur yang sama. Bila
homozigositas yang tinggi. Program perkawinan individu ini terjadi
breeding ini merupakan program maka alel-alel yang mereka
konvensional dalam memperoleh dapatkan dari leluhur yang sama
induk ikan yang galur murni. akan diperoleh kembali. Maka hal
ini akan mengakibatkan
Perkawinan antara individu-individu keturunan yang dihasilkan adalah
yang sekerabat ini yang sangat dekat individu-individu yang homozigot
kekerabatannya biasa terjadi dalam dari satu atau lebih lokus.
suatu populasi ikan yang sangat Dengan melakukan silang dalam,
kecil. Oleh karena itu untuk ferkuensi gen tidak berubah
menghindari terjadinya silang dalam tetapi homosigositas meningkat.
pada program penegmbangbiakan Menurut Tave (1986) pengaruh
93
silang dalam terhadap frekuensi untuk beberapa generasi.
genotipe dan frekuensi alel Menurut Tave (1986) prosedur
dalam lokus dapat dilihat pada linebreeding dapat dilakukan
Tabel 4.2. dengan dua tipe yaitu Mild
Linebreeding dan Intense
2. Line breeding. Linebreeding. Untuk
Line breeding berarti perkawinan membedakan kedua program
satu jalur yaitu perkawinan linebreeding ini menurut Tave
keluarga yang bertujuan untuk (1986) dapat dilihat pada Gambar
meningkatkan sifat-sifat tertentu 4.1. Dari hasil mild linebreeding
baik yang berasal dari nenek bertujuan untuk individu A
moyang bersama yang jantan berkontribusi 53,12% pada gen
maupun betina terhadap kostitusi individu K, sedangkan pada
genetik pada progeninya. Bentuk intense linebreeding individu A
line breeding yang sering berkontribusi 93,75% pada gen
dilakukan adalah backcross individu G.
kepada orangtuanya yang sama
Tabel 4.2. Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi
alel dalam lokus. Perkawinan setiap generasi : AA X AA; Aa X Aa;
aa X aa (Tave, 1986)
Frekuensi genotipe Frekuensi Alel
Generasi
f(AA) f(Aa) f (aa) f(A) f(a)
P1 0,25 0,5 0,25 0,5 0,5
F1 0,375 0,25 0,375 0,5 0,5
F2 0,4375 0,125 0,4375 0,5 0,5
F3 0,46875 0,0625 0,46875 0,5 0,5
F4 0,48437 0,3125 0,48437 0,5 0,5
F5 0,49218 0,15625 0,49218 0,5 0,5
F6 0,49609 0,007812 0,49609 0,5 0,5
F7 0,49804 0,003906 0,49804 0,5 0,5
F8 0,49902 0,001953 0,49902 0,5 0,5
F9 0,49951 0,000976 0,49951 0,5 0,5
Fn 0,5 0,0 0,5 0,5 0,5
94
Mild Linebreeding Intense Linebreeding
A X B AXB
↓ ↓
CX D A XC
↓ ↓
E X G AXD
↓ ↓
H X I AXE
↓ ↓
A X J G
↓
K
Gambar 4.1. Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding yaitu
mildline breeding dan intense line breeding (Tave, 1986).
pemeliharaan induk. Biasanya kolam
Aplikasi seleksi induk pada
induk hanya disesuaikan dengan
budidaya
kondisi lahan dan keuangan. Untuk
Dalam aplikasi budidaya para petani memudahkan dalam pengelolaan
ikan biasanya melakukan dan efisiensi penggunaan kolam,
pemeliharaan terhadap induk ikan maka luas kolam induk jantan dan
yang diperoleh dari hasil budidaya betina masing-masing berkisar 15 –
dengan cara induk jantan dan betina 30 meter persegi. Setiap kolam
dipelihara secara terpisah. Hal ini dilengkapi dengan saluran
lebih memudahkan dalam pemasukan dan pengeluaran air. Di
pengelolaan, pengontrolan dan yang kedua saluran ini biasanya
terpenting dapat mencegah dilengkapi dengan saringan agar
terjadinya memijah diluar kehendak induk-induk tersebut tidak keluar
“mijah maling”. Kolam induk berupa atau kabur. Kepadatan penebaran
induk antara 3 – 4 kg/m2, sedangkan
kolam tanah, kolam tembok, atau
kolam tanah dengan pematang dari ketinggian air dikolam induk antara
tembok. Tidak ada ketentuan khusus 60 – 75 cm. Agar diperoleh
tentang ukuran kolam untuk kematangan induk yang memadai,
95
setiap hari induk di beri pakan tersebut dilakukan seleksi induk
bergizi. Jenis pakan yang diberikan secara berkala sampai mendapat
berupa pakan buatan berupa pelet induk yang benar-benar baik dan
sebanyak 3 – 5 % perhari dari bobot sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan
induk yang dipelihara. Ada juga pembenihan ikan lele diawali dengan
induk ikan yang diberikan pakan seleksi induk. Induk yang akan dipilih
berupa limbah peternakan ayam adalah induk jantan dan betina yang
(ayam yang mati) yang dibakar atau matang gonad. Ciri-ciri induk betina
direbus terlebih dahulu. ikan lele adalah genital papila
berbentuk bundar (oval), bagian
perut relatif lebih besar, gerakan
4.1.5.1. Seleksi Induk Ikan Lele lambat, jika di raba bagian perut
terasa lembek dan alat kelamin
berwarna kemerah merahan.
Seleksi induk ikan lele secara umum
sedangkan induk jantan dicirikan
di mulai dari ikan ukuran benih (5-10
dengan genitalnya meruncing ke
cm ). Benih ikan yang baik untuk
arah ekor, perut ramping dan pada
induk di pilih dengan ciri-ciri antara
ujung alat kelamin berwarna
lain adalah memiliki pertumbuhan
kemerahan selain itu ada perubahan
yang lebih cepat, tidak cacat,
warna tubuh menjadi coklat
gerakan lincah dan memiliki bentuk
kemerahan. Untuk lebih jelasnya
tubuh yang baik. Benih/calon induk
dapat dilihat pada Gambar 4.2 dan
tersebut dipelihara didalam kolam
Gambar 4.3.
dengan baik, selanjutnya calon induk
Gambar 4.2. Induk ikan lele betina tampak atas (kiri) dan genital papilla
(kanan)
96
Gambar 4.3. Induk ikan lele jantan tampak atas (kiri), genital papilla (kanan)
•
Induk yang sudah dipilih Jika bagian perut secara
berdasarkan matang gonadnya, perlahan diurut ke arah anus,
kemudian diberok (dipuasakan) akan keluar beberapa butir telur
selama 2 hari. Selama pemberokan berwarna hijau tua dan
induk jantan dan betina dipisahkan. ukurannya relatif besar.
Tujuan dari pemberokan ini adalah • Gerakannya lambat.
untuk mengurangi kandungan lemak
pada tubuh ikan. Hal ini disebabkan Ciri-ciri induk jantan lele dumbo
lemak pada tubuh ikan dapat jantan yang telah siap untuk
menghambat ovulasi telur pada dipijahkan sebagai berikut :
betina dan pengeluaran sperma • Alat kelamin tampak jelas
pada induk jantan. Induk yang akan memerah
diberok dipisahkan antara induk • Warna tubuh agak kemerah-
jantan dan betina. Hal ini bertujuan merahan
untuk menghindari mijah maling. • Tubuh ramping dan gerakannya
Selain itu, pemisahan induk tersebut lincah.
bertujuan mempercepat pemijahan
ikan.
4.1.5.2. Seleksi induk ikan Mas
Ciri-ciri induk betina lele dumbo yang
siap untuk dipijahkan sebagai Induk ikan Mas yang akan dipijahkan
berikut: sebaiknya dipelihara dalam tempat
• Bagian perut tampak membesar yang terpisah antara jantan dan
ke arah anus dan jika diraba betina agar pertumbuhan induk ikan
terasa lembek. opimal dan tidak terjadi perkawinan
• Lubang kelamin berwarna yang tidak diinginkan. Dalam
kemerahan dan tampak agak pemeliharaan induk ikan Mas harus
membesar. dilakukan dengan baik dan benar
97
agar diperoleh induk yang siap dan terhadap penyakit dan
unggul untuk dikawinkan. perubahan lingkungan serta
responsive terhadap pakan.
Pemeliharaan induk ikan Mas
merupakan salah satu aspek penting Calon-calon induk yang telah di
yang harus dilaksanakan dalam seleksi dipelihara di kolam
program pengembangbiakan ikan pemeliharaan induk sampai siap
Mas. Induk ikan Mas yang dipelihara untuk dipijahkan. Agar diperoleh
dengan baik akan menghasilkan telur induk yang berkualitas dan dapat
dan benih ikan dalam jumlah dan menghasilkan telur dalam jumlah
kualitas yang diharapkan. yang maksimal, yang harus
diperhatikan adalah:
• Pemeliharaan
Induk ikan yang baik sebaiknya pakan yang
dipelihara dari masa benih, hal teratur, pakan yang diberikan
tersebut dapat dilihat dari gerakan harus mempunyai kadar protein
yang incah, tumbuh bongsor, sehat 30-35%, jumalh pakan yang
dan mempunyai nafsu makan yang diberikan per hari berkisar antara
baik. Pemeliharaan benih calon 2-3% dan frekuensi pemberian
induk sebaiknya dilakukan sejak pakan sebanyak 2-3 kali.
pemanenan, benih umur 1 bulan. • Kondisi kolam pemeliharaan
Dalam pemeliharaan calon induk ini harus optimal, yaitu kandungan
harus diberi pakan yang cukup dan oksigen terlarut minimal 5 ppm,
bergizi. Calon-calon induk yang suhu air berkisar25-300C dan air
dipelihara tersebut selanjutnya di tidak tercemar.
seleksi kembali pada saat berukuran • Padat penebaran calon induk
100-200 gram. Calon induk jantan berkisar antara 0,1 kg/m2 – 0,25
dan betina dipilih berdasarkan ciri-iri kg/m2.
morfologisnya yang baik, diantaranya
adalah: Calon-calon induk tersebut dipelihara
• Calon induk harus mempunyai sampai mencapai ukuran tertentu
karakter morfologis dengan untuk dipijahkan. Induk ikan Mas
kriteria sebagai berikut: bentuk jantan lebih cepat matang gonad
tubuh kekar, pangkal ekor kuat dibandingkan dengan ikan Mas
dan lebar, sisik besar dan teratur, betina. Umur ikan Mas jantan 10-12
warna cerah, kepala lancip dan bulan dengan bobot 0,6-0,75 kg
lebih kecil dari lebar tubuh (1 : sudah sampai matang kelamin,
1,5), daerah perut melebar dan sedangkan induk betina yang ideal
datar, badan tebal dan mencapai matang gonad pada umur
berpunggung tinggi. 1,5-2 tahun dengan berat 2-3 kg.
• Calon induk harus berasal dari Induk ikan Mas yang akan dipijahkan
keturunan yang berbeda, baik harus benar-benar dapat dibedakan
jantan maupun ikan betina. antara jantan dan betina. Adapun
• Calon induk harus mempunyai ciri-ciri induk jantan dan betina ikan
sifat cepat tumbuh, sehat, tahan Mas dapat dilihat pada Tabel 4.1.
98
Tabel 4.1. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Ikan Mas
No Jantan Betina
1. Sirip dada relatif panjang, jari-jari Sirip dada relatif pendek, lunak,
luar tebal lemah, jari-jari luar tipis
2. Lapisan sirip dada kasar Lapisan dalam sirip dada licin
3. Kepala tidak melebar Kepala relatif kecil, bentuk agak
meruncing
4. Tubuh lebih tipis/langsing, Tubuh lebih tebal/gemuk
ramping dibandingkan betina dibandingkan jantan pada umur
pada umur yang sama yang sama
5. Gerakannya gesit Gerakannya lamban dan jinak
6. Sehat dan tidak cacat Sehat dan tidak cacat
7. Sisik teratur dan warna cerah Sisik teratur dan warna cerah
Induk ikan Mas jantan dan betina baik akan dapat mencapai matang
harus dipelihara dalam kolam yang gonad. Adapun ciri-ciri induk ikan
terpisah agar ikan cepat matang Mas yang matang gonad dapat
kelamin dan tidak terjadi perkawinan dilihat pada Tabel 4.2. dan Gambar
liar. Induk yang dipelihara dengan 4.3 dan Gambar 4.4.
Tabel 4.2 . Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Matang Gonad
No Jantan Betina
1. Tubuh ramping Perut membulat dan lunak jika
diraba
2. Mengeluarkan cairan putih/ Genital papilla mengembang,
sperma bila perut ditekan ke arah agak terbuka dan berwarna
anus kemerahan
3. Lubang anus melebar dan
menonjol (agak membengkak)
99
Gambar 4.3. Induk ikan mas betina tampak atas (kiri) dan genital papilla
(kanan)
Gambar 4.4. Induk ikan mas jantan tampak atas (kiri), genital papilla (kanan)
induk agar mampu hidup dan
4.1.5.3. Seleksi induk ikan nila
berkembang-biak secara optimal.
Pengelolaan induk dalam kegiatan
Ruang lingkup pengelolaan induk
usaha pembenihan mempunyai
dengan mengacu pada ketercapaian
peran yang sangat penting dalam
efisiensi suatu usaha pembenihan
menunjang keberhasilan, karena
ikan dapat di kelompokan ke dalam
induk merupakan salah satu faktor
tiga kelompok yaitu pengadaan
utama yang akan menentukan
induk, pemeliharaan calon induk, dan
kualitas dan kuantitas benih yang
peningkatan mutu induk atau
dihasilkan.
mempertahankan mutu induk.
Pengelolaan induk dilakukan atas
Untuk dapat mencapai efisiensi
dasar sifat induk dan kebutuhan
suatu usaha pembenihan, dalam
pengadaan induk ada dua hal yang
100
•
harus diperhatikan yaitu kuantitas Mortalitas induk, yaitu prosentase
calon induk dan kualitas calon induk. jumlah induk yang hilang selama
Perhitungan untuk menentukan pemeliharaan (umur produktif)
berapa jumlah induk yang harus baik yang disebabkan oleh
tersedia dalam suatu unit kematian/hilang atau sesuatu hal
pembenihan, agar dapat sehingga induk tersebut tidak
menghasilkan benih sesuai dengan berproduksi untuk menghasilkan
peluang atau pangsa pasar yang telur.
ada, maka dalam menghitung jumlah
induk harus mempertimbangkan 4 Dari aspek tersebut diatas secara
aspek yaitu : praktis jumlah induk ikan nila pada
• Skala usaha, yaitu satuan unit suatu areal/kolam pemijahan
usaha terkecil dalam pembenihan ditentukan oleh induk jantan dan
ikan nila yang secara ekonomis ukuran induk. Hal ini disebabkan sifat
masih mampu memberikan ikan nila memijah adalah dimana
efisiensi dan keuntungan yang induk jantan akan membuat suatu
optimal. daerah teritorial yang tidak boleh
• Kuantitas digangggu ikan lain. Dengan
dan kontinuitas
demikian jumlah ikan betina
produksi, yaitu banyaknya produk
umumnya lebih banyak dari pada
(benih) yang harus dihasilkan
ikan jantan agar mudah memberi
sesuai dengan kriteria yang
kesempatan pada jantan untuk dapat
ditentukan dalam periode dan
menemukan betina yang matang
interval waktu tertentu secara
gonad.
terus menerus sesuai dengan
target yang telah ditentukan.
Setelah mengetahui tanda-tanda
• Produktifitas induk, yaitu
calon induk yang baik pada ikan nila,
kemampuan induk betina dari
selanjutnya kita harus mampu
setiap pemijahan untuk
membedakan induk jantan dan induk
menghasilkan benih ikan nila
betina. Untuk dapat membedakan
sesuai dengan kriteria yang
antara induk jantan dan betina dapat
ditentukan.
dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar
4.5.
Tabel 4.3 . Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina
CIRI-CIRI INDUK BETINA CIRI-CIRI INDUK JANTAN
• •
Dagu relatif kecil berwarna putih. Dagu menonjol berwarna merah.
• •
Sirip dada berwarna hitam dan Sirip dada berwarna coklat
pendek. kemerahan dan relatif panjang.
• •
Perut melebar berwarna putih. Perut pipih warna hitam.
• •
Bila perut diurut dari dada ke Bila perut diurut dari dada ke
genitalia keluar cairan bening. genitalia tidak keluar cairan.
101
dapat dipijahkan adalah bila bagian
perut diurut ke arah anus akan keluar
cairan putih dan kental. Untuk dapat
membedakan induk ikan patin jantan
dan betina yang matang gonad dapat
dilihat pada Gambar 4.6.
Gambar 4.6. Induk ikan patin jantan
(atas) dan betina
(bawah)
Induk ikan yang telah diseleksi
Gambar 4.5. Induk ikan nila
selanjutnya diberok (dipuasakan)
selama 1-2 hari. Selama
pemberokan induk ikan, air terus
4.1.5.4. Seleksi induk ikan patin
menerus dialirkan ke kolam/wadah
pemberokan. Tujuan pemberokan
Induk ikan patin dapat dipijahkan
adalah untuk mengurangi kadar
setelah umur 2-3 tahun. Pada umur
lemak pada saluran pengeluaran
tersebut induk ikan patin telah
telur. Oleh sebab itu selama
memiliki berat badan 3-5 kg/ekor.
pemberokan induk ikan tidak diberi
Ciri-ciri induk betina adalah memiliki
makan. Bila bagian perut induk ikan
bentuk urogenital bulat dan perut
betina masih tampak membesar
relatif lebih mengembang
setelah pemberokan, induk ikan
dibandingkan induk jantan.
tersebut dikanulasi (dilakukan
Sedangkan induk jantan memiliki
penyedotan telur ikan dengan
papila dan bagian perut lebih
kateter) untuk menetukan apakah
ramping.
induk ikan tersebut sudah siap
dipijahkan. Untuk lebih jelasnya
Induk betina ikan patin yang matang
dapat dilihat pada Gambar 4.6.
gonad mempunyai ciri-ciri bagian
perut membesar ke arah lubang
Kanulasi bertujuan untuk mengetahui
genital berwarna merah,
derajat kematangan gonad induk
membengkak dan mengkilat agak
betina dengan mengukur
menonjol serta jika diraba bagian
keseragaman diameter telur.
perut terasa lembek. Sedangkan
Kanulasi dilakukan dengan cara
ciri-ciri induk jantan ikan patin yang
102
menyedot telur dengan 1. Pemijahan ikan secara alami,
menggunakan selang kecil (kateter) yaitu pemijahan ikan tanpa
berdiameter 2-2,5 mm. Selang kecil campur tangan manusia, terjadi
tersebut dimasukkan ke dalam secara alamiah (tanpa pemberian
lubang urogenital sedalam 4 - 6 cm rangsangan hormon).
ke dalam ovarium. Ujung selang 2. Pemijahan ikan secara semi
yang lain dihisap dengan mulut intensif, yaitu pemijahan ikan
selanjutnya selang tadi ditarik keluar yang terjadi dengan memberikan
dari lubang urogenital, lalu ditiup rangsangan hormon untuk
untuk mendorong telur keluar dari mempercepat kematangan
selang. Telur yang keluar dari selang gonad, tetapi proses ovulasinya
ditampung pada lempeng kaca tipis terjadi secara alamiah di kolam.
atau pada wadah lain. Selanjutnya 3. Pemijahan ikan secara intensif,
telur tersebut diukur garis tengahnya yaitu pemijahan ikan yang terjadi
menggunakan penggaris. Bila 90 - dengan memberikan rangsangan
95% telur memiliki garis tengah 1,0 – hormon untuk mempercepat
1,2 mm, berarti induk betina tersebut kematangan gonad serta proses
dapat dipijahkan. Selain itu ciri-ciri ovulasinya dilakukan secara
telur yang telah matang adalah akan buatan dengan teknik stripping/
cepat mengering atau saling pengurutan.
berpisah bila diletakkan dipunggung
tangan. Untuk dapat melakukan pemijahan
ikan pada beberapa jenis ikan
budidaya maka harus memahami
tentang tingkat kematangan gonad
dan faktor-faktor yang sangat
berpengaruh terhadap kematangan
gonad. Hal ini harus dipelajari karena
tingkat kematangan gonad ikan
sangat mempengaruhi keberhasilan
pemijahan ikan. Walaupun saat ini
telah banyak diketemukan hormon–
hormon perangsang pertumbuhan
dan pematangan gonad, namun
tetap saja membutuhkan waktu
Gambar 4.7. Kanulasi induk ikan
dalam proses pertumbuhan dan
patin
pematangannya.
Tingkat kematangan gonad ikan
4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN
dapat dideteksi dengan melihat
tanda-tanda morfologi dan fisiologi
Pemijahan adalah proses
sel telur atau sel sperma. Tanda-
perkawinan antara ikan jantan dan
tanda morfologis ikan matang gonad
betina. Dalam budidaya ikan teknik
untuk ikan betina antara lain adalah :
pemijahan ikan dapat dilakukan
gerakannya lamban, perut gembung,
dengan 3 macam cara, yaitu:
perut bila diraba terasa lunak, kulit
103
kadang kelihatan memerah, kadang- Perkembangan telur dipengaruhi
kadang telur telah keluar pada oleh faktor dalam dan luar dari ikan
lubang genital, lubang genital (lingkungan dan pakan). Pengaruh
memerah. Dan tanda-tanda sel telur faktor lingkungan terhadap
matang secara fisiologis adalah: gametogenesis dibantu oleh
Polar Body I telah keluar, Germinal hubungan antara poros Hipotalamus-
Vesicle/GV (Inti sel) telah menepi Pituitary-Gonad melalui proses
berada di depan microfile, warna stimulisasi atau rangsangan.
telur telah transparan, ukuran telur Hormon-hormon yang ikut dalam
mendekati 1 mm. Sejenak sebelum proses ini adalah GnRH dan Steroid.
ovulasi GV akan melebur sehingga Keadaan ini memungkinkan untuk
disebut Germinal Vesicle Break perlakuan pemberian hormone baik
Down (GVBD). melaui penyuntikan, implantasi dan
pakan.
Sedangkan tanda-tanda ikan jantan
matang gonad secara morfologis Hormon sangat penting dalam
antara lain adalah : ikan lebih pengaturan reproduksi dan sistem
langsing dibanding ikan betina, endocrine yang ada dalam tubuh,
gerakannya lincah, bila diurut kearah yang reaksinya lambat untuk
lubang genital cairan seperti susu menyesuaikan dengan keadaan luar.
akan keluar. Dan tanda-tanda sel Hasil kegiatan sistem endocrine
sperma matang antara lain adalah : adalah terjadinya keselarasan yang
warna kental seperti susu/santan, baik antara kematangan gonad
organ sperma telah lengkap, dengan kondisi di luar, yang cocok
motilitas tinggi, kenormalan lebih dari untuk mengadakan perkawinan.
90%. Disamping kesehatan, Aktivitas gonadotropin terhadap
kenormalan ikan merupakan unsur perkembangan gonad tidak langsung
yang penting juga, karena faktor ini tetapi melalui biosintesis hormon
akan diturunkan kepada anaknya. steroid gonad pada media stadia
gametogenesis, termasuk
Pada saat pemilihan induk ikan perkembangan oosit (vitelogenesis)
matang gonad usahakan induk ikan pematangan oosit, spermato-genesis
tidak stress. Jika induk ikan stress dan spermiasi.
walaupun kematangan gonadnya
sudah memenuhi, ikan tersebut Hormon gonadotropin dengan
biasanya tidak akan memijah. Jika glicoprotein rendah dapat mengontrol
demikian keadaannya pemijahan vitelogenesis, sedangkan yang tinggi
ikan bisa tertunda atau malah tidak mengakibatkan aksi ovulasi. Hormon
jadi memijah, yang akhirnya telur tiroid akan aktif bersinergi dengan
ikan akan terserap kembali atau gonadotropin untuk mempengaruhi
atresia. perkembangan ovari dan
kemungkinan lain juga untuk
meningkatkan sensitivitas pengaruh
4.2.1. Perkembangan dan
gonadotropin. Sel target hormon
pematangan gonad
gonadotropin adalah sel teka yang
merupakan bagian luar dari lapisan
104
folikel. Pada ikan goldfish dan atau dari satu sel ke sel lainnya di
dalam organ; (b) transportasi melalui
rainbowtrout dihasilkan 17α-
darah atau berbagai cairan tubuh
hidrokxy-20β-dihidroxyprogresterone
sehingga langsung mencapai organ
(17 α, 20β-Pg) oleh lapisan folikel
atau sel; atau (c) secara tidak
sebagai respon terhadap aktifitas
langsung melalui lingkungan luarnya.
gonadotropin untuk merangsang
kematangan telur. Teori yang lain
Sistem endokrin didalam tubuh
kontrol endokrin terhadap
sangat kompleks tetapi biasanya
kematangan oosit dan ovulasi pada
mengikuti dua prinsip. Pertama
teleostei adalah GTH merangsang
berdasarkan responnya dibagi
(a) sintesa steroid pematangan pada
menjadi dua kelenjar endokrin, yaitu
dinding folikel (ovari) dan (b) sekresi
pituitary dan beberapa kelenjar
mediator ovulasi.
dibawah kontrol pituitary. Kedua,
hormone yang dihasilkan oleh
Sistem endokrin dan sistem saraf
kelenjar tersebut seringkali
merupakan sistem kontrol pada
menghambat produksi hormone
semua makhluk hidup tidak
pituitary, proses ini disebut
terkecuali ikan, sistem ini adalah
penghambatan feedback. Adanya
cara utama tubuh untuk
bentuk kombinasi sistem
menyampaikan informasi antar sel
penghambatan feedback ini
dan jaringan yang berbeda. Dalam
menyebabkan terjadinya
sistem endokrin dilakukan sekresi
keseimbangan respons. Jadi sistem
internal dari substansi aktif biologik.
endokrin mengontrol dirinya sendiri
Sistem endokrin menggunakan
sebagaimana halnya mengontrol
messenger kimia yang disebut
sistem organ yang lain. Skema
hormone yang ditransportasikan oleh
pengaturan sekresi hormone
sistem pembuluh darah. Sistem
diilustrasikan pada Gambar 4.8.
endokrin lebih lambat daripada
sistem saraf karena hormone harus
melalui perjalanan ke sistem
memutar untuk mencapai organ
target.
Berdasarkan dari sudut ilmu,
endokrin merupakan mediasi
biokimia pada proses fisiologis.
Mediasi ini dapat terjadi antar
populasi, antar organisma, antar
jaringan di dalam suatu organisma,
antar organ dan sel, dan juga antar
generasi pada kasus hormon di
dalam telur. Hormon sebagai
mediator biokimiawi dilepas dari Gambar 4.8. Skema pengaturan
tempat produksinya menuju organ sekresi hormone, + menunjukkan
target melalui beberapa cara, yaitu
(a) difusi sederhana di dalam sel
105
sekresi hormone; - menunjukkan berkembang dari ectoderm atau
mekanisme feedback endoderm mensekresikan hormone
amino termodifikasi, peptid atau
Secara umum sistem endokrin ikan protein.
sama dengan vertebrata lainnya.
Ikan memiliki urofisis yang terletak Kelenjar endokrin pada ikan menurut
pada pangkal ekor, tetapi tidak Lagler et al (1962) terdapat pada
memiliki kelenjar paratiroid. Sistem beberapa organ antara lain adalah
endokrin juga memungkinkan tubuh pituitary, pineal, thymus, jaringan
untuk dapat mengatasi stress. ginjal, jaringan kromaffin, interregnal
tissue, corpuscles of stannous,
Kelenjar endokrin dilihat dari asal thyroid, ultibranchial, pancreatic
embrionya berdiferensiasi dari islets, intestinal tissue, interstitial
seluruh lapisan germinal. Untuk yang tissue of gonads dan urohypophysis.
berasal dari mesoderm (korteks Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
adrenal, gonad) menghasilkan pada Gambar 4.9.
hormone-hormon steroid; dan yang
Gambar 4.9. Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan ke arah
belakang (Lagler et al.,1962)
Kelenjar endokrin pada ikan Thyrotrophs (TSH), Melanotrophs
menghasilkan jenis hormone (MSH) dan Neurosecretory nerve
tertentu, seperti pada kelenjar utama ending (NS). Hormon yang terdapat
pada ikan adalah pituitary dimana pada kelenjar pituitary antara lain
pada kelenjar tersebut menghasilkan adalah Oxytocin yang berfungsi
sembilan macam sel penghasil merangsang konstraksi urine dan
hormone yaitu prolactin (PL), kelenjar susu, Anti Diuretic Hormone
corticotrophs (CT), Gonadotrophs (ADH) yang berfungsi menaikkan
(GTH), Somatotrophs (STH), tekanan darah lewat aksinya pada
106
arteriola dan menggiatkan reabsorbsi perkembangan normal. Hormon
air dari tubuli ginjal serta hormon ini Thyroid pada ikan selalu berasosiasi
sangat penting dalam osmoregulasi dengan hormone pertumbuhan dan
yaitu pengaturan tekanan osmosis cortisol memberikan kontribusi pada
cairan tubuh. Kedua hormon tersebut kontrol pertumbuhan dan
terdapat pada bagian posterior perkembangan, metabolisme dan
pituitary. Pada bagian anterior osmoregulasi. Sedangkan Calcitonin
pituitary terdapat beberapa macam merangsang penyimpanan kalsium
hormon diantaranya adalah hormon pada tulang, sekresi calcitonin
pertumbuhan yang berfungsi dirangsang oleh tingginya kalsium
merangsang pertumbuhan dan dalam darah.
mengontrol proses osmoregulasi;
hormon prolactin pada mamalia Pada kelenjar adrenal cortex yang
menstimulasi aksi produksi susu, merupakan lapisan luar dari kelenjar
pada ikan kontrol hidromineral (air adrenal menghasilkan beberapa
tawar) hyperosmotic regulation pada jenis hormone antara lain adalah
ikan teleost selain itu prolactin pada cortisol (A. Glucocorticoid),
ikan air tawar berfungsi untuk Aldoserone (Mineralocorticoid),
maintannce ion dan water kortikosterone. Produksi cortisol
permeability pada ephitelium dari meningkat sebagai akibat dari
organ osmoregulasi, dan pada berbagai stimulant stress yaitu
beberapa ikan prolactin memberikan rendahnya kualitas air, penanganan,
efek dalam mengontrol gonadal kenyamanan ikan, pollutant dan
steroidogenesis, metabolisme lemak water acidification. Fungsi utama
dan parental panning. cortisol ini berkaitan dengan
metabolisme energi, ion regulation
Hormon selanjutnya yang dihasilkan dan respon terhadap stress.
dari anterior pituitary adalah Follicle
Stimulating Hormone (FSH) yang Kelenjar adrenal medulla atau sel
merangsang produksi gamet oleh kromaffin menghasilkan hormone
gonad atau merangsang antara lain adalah ephineprin dan
pematangan gonad (vitellogenesis), norephinephrin. Epinephrin berfungsi
Luteinezing Hormone (LH) yang mobilisasi glikogen, bertambahnya
merangsang produksi sex hormone aliran darah lewat otot skeletal,
yaitu testosterone, estrogen, bertambahnya konsumsi oksigen
progesterone atau merangsang denyut jantung, sedangkan
pematangan akhir. norephineprin berfungsi pada
neurotransmitter adrenergic, naiknya
Kelenjar lainnya penghasil hormon tekanan darah dan konstraksi
adalah kelenjar Thyroid antara lain arteriola dan venula.
adalah Tiroksin Tetraiodothyronine
(T4), Triidothyronine (T3) dan Hormon yang dihasilkan oleh
Calcitonin. Fungsi dari hormon kelenjar endocrine pancreas pada
tersebut antara lain adalah kebanyakan vertebrata terdapat
meningkatkan laju metabolisme, pada pulau-pulau individu dari sel
esensial untuk pertumbuhan dan sekresi yang diliputi oleh connective
107
tissue dan terbenam dalam exocrine diduga berperan dalam
tissue dari pancreas. Pada Islet of osmoregulator dan fisiologi
Langerhans ini mengandung 4 tipe reproduksi, ekstrak urophysis
sel endocrine yaitu A cell (Glucagon), menyebabkan konstraksi gonadal
B cell (Insulin), D cell smooth muscle. Hal ini dimungkinkan
(Somatostantin) dan F cell atau PP Urotensin mensikronisasi
(Pancreatic Polypeptide). Glucagon osmoregulasi dan reproduksi pada
berfungsi meningkatkan glukosa ikan matang gonad. Urotensin II
darah, merangsang katabolisme mempunyai fungsi antara lain adalah
protein, selain itu dapat menstimulasi kontraksi jantung, kantung kemih,
lipolysis pada ikan atau memobilisasi usus, penyerapan ion di usus.
lemak. Insulin pada ikan berfungsi
untuk menurunkan glukosa darah, Pada jaringan chromaffin juga
menambahkan pemakaian glukosa dihasilkan hormone antara lain
dan sintesis protein serta lemak dan adalah catecholamines, adrenalin
menurunkan glukoneogenesis dan dan nor adrenalin. Pada teleost
merangsang glikogenesisi. katekolamin memiliki pengaruh
Somotostantin merupakan hormone penting pada peredaran oksigen ke
yang menghambat pertumbuhan, jaringan, mempengaruhi pergerakan
peran pada ikan secara fisiologis ion pada ikan yang meningkatkan
belum jelas tetapi dengan pertukaran ion melalui insang
menyuntikkan somatostantin pada dengan menstimulasi peningkatan
coho salmon dapat menyebabkan luar area gill lamella dalam kontak
penurunan insulin, plasma, dengan lingkungan.
glucagons menurun dan level GLP
serta berhubungan dengan Pada subbab ini akan dibahas
penurunan glikogen hati dan tentang mekanisme aksi-aksi
hyperglycemia. hormone steroid pada ikan. Hormon
steroid adalah hormone yang
Pada kelenjar pineal dihasilkan memiliki struktur kimia berdasarkan
hormone melatonin, sedangkan pada pada inti steroid, yang mirip dengan
kelenjar thymus dihasilkan hormone cholesterol dan sebagian besar jenis
Thymosin, Pada gastrointestinal hormone ini berasal dari kolesterol
endocrine cels dihasilkan beberapa itu sendiri, disekresi oleh korteks
hormone utama antara lain adalah adrenal (kortisol dan aldosteron),
Glucagon, Glucagon Like Peptide, ovarium (estrogen : estradiol-17ß,
Somatostantin, Pancratic esteron, estriol dan lain-lain,
Polypeptide, Gastrin, Sekretin, progesterone), testis (androgen :
Cholecytokin, Bombensin, androstendion, testosterone, 11-
Enkephalin, Tachikinins, Serotonin, ketotestosteron dan lain-lain) dan
Vasoactive Intestinal Peptida, plasenta (estrogen dan
neuropeptide, Gatric Inhibitory progesterone). Menurut Koolman &
peptide. Sedangkan pada Urophysis Rohm (2001) hormone adalah bahan
dihasilkan hormone Urotensin I dan kimia pembawa sinyal yang dibentuk
Urotensin II yang secara fisiologis dalam sel-sel khusus pada kelenjar
masih belum jelas fungsinya namun endokrin. Hormon disekresikan ke
108
dalam darah kemudian disalurkan ke
organ-organ yang menjalankan
fungsi-fungsi regulasi tertentu secara
fisiologik dan biokimia. Sel-sel
sasaran pada organ sasaran
memiliki reseptor yang dapat
mengikat hormone, sehingga
informasi yang diperoleh dapat
diteruskan ke sel-sel akhirnya
menghasilkan suatu respon. Pesan
hormone disampaikan pada sel-sel Gambar 4.10. Mekanisme hormone
sasaran menurut dua prinsip yang steroid
berbeda. Hormon lipofilik masuk
kedalam sel dan bekerja pada inti Teori lain untuk pematangan sel telur
sel, sedangkan hormone hidrofilik adalah adanya hubungan erat antara
bekerja pada membrane sel. Hormon poros Hipotalamus-Pituitary-Gonad.
steroid dan tiroksin termasuk Hipotalamus akan melepas GnRH
kedalam kelompok hormone lipofilik. jika dopamin tidak aktif. Fungsi
Hormon ini menembus membrane GnRH adalah merangsang keluarnya
sel dan berikatan pada suatu GtH (Gondotropin) yang berada pada
reseptor spesifik didalam sasaran. Hipofisa. Jika GtH keluar maka
hormon Testosteron yang berada
Berdasarkan uraian diatas maka pada sel theca keluar, sedangkan
mekanisme hormone steroid adalah hormon Testosteron akan
dengan cara hormone steroid masuk merangsang dikeluarkannya hormon
kedalam sel dan berikatan dengan
Estradiol-17β yang berada pada sel
reseptor didalam sitoplasma.
granulose. Hormon Estradiol-17β ini
Hormon reseptor yang kompleks
akan menggertak kerja liver untuk
masuk kedalam nucleus dimana
memproses precursor kuning telur
akan berikatan dengan chromatin
(vitellogen) untuk dikirimkan ke sel
dan mengaktivasi gen yang spesifik.
telur sebagai kuning telur. Dengan
Gen (DNA) yang mengandung
demikian pertumbuhan telur terjadi.
informasi akan memproduksi protein.
Ketika gen aktif maka protein akan
Sebagai pematang sel telur
dihasilkan secara diagram dapat
diperlukan media MIH (Maturtaion
dilihat pada Gambar 4.10.
Inducing Hormon) dan MPF
(Maturation Promoting Factor) untuk
hormon 17α,20β-dyhidroxy-4-
pregnen-3-one yang bersumber dari
sel granulose.
4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan
ovaprim
109
Kelenjar hipofisa banyak sekali terdapat pada bagian otak sebelah
mengandung hormon terutama depan. Kelenjar ini menempel pada
hormon yang berhubungan dengan infundubulum dengan suatu tangkai
perkembangan dan pematangan yang pendek, agak panjang atau
gonad. Hormon tersebut diantaranya pipih bergantung pada jenis ikannya.
adalah Gonadotropin yaitu GTH I Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
dan GTH II, sehingga ekstrak pada Gambar 4.11 tentang otak dan
kelenjar hipofisa sering digunakan bagian-bagian pada ikan maskoki
sebagai perangsang pematangan dan hampir sama untuk semua ikan.
gonad. Letak kelenjar hipofisa ini
Gambar 4.11. Representasi diagram pada penampang sagittal dari otak goldfish sebagai dasar
penampang seri menggambarkan topografi dari GHRH-ir perikarya pada otak, pinealocytes
dalam pineal dan corticotrophs pada pituitary (siklus yang gelap). Garis putus-putus
mengindikasikan GHRH-ir fiber tract. Catatan bahwa GHRH-ir fiber pada area NPO dan PVO
tidak asli pada nuclei ini., tetapi area transverse. AVT, Area Ventralis Telencephali, CBL,
Cerebellum, FL, Facial Lobes, GNC, Glomerular Nuclear Complex, INF, Hypothalamic Inferior
Lobe, LR, Lateral Recess, NLL, Nucleus of the Lateral Lemniscus, NLTi Nucleus Lateralis
Tuberis pars Lateralis, NLTp, Nucleus Lateralis Tuberis pars posterioris, NPO, Nucleus
Preopticus, NPP, Nucleus Preopticus Periventricularis; OLB, Olfactory Bulb; ON, Optic Nerve;
OT, Optic Tectum; PIN, pineal; PIT, Pituitary; PVO, Paraventricular Organ; SGN, Secondary
Gustatory Nucleus; TEL, Telencephalon. (Rao, et al., 1995).
Pematangan oosit dan ovulasi telur untuk induksi pematangan akhir sel
dengan menggunakan ekstraksi telur dan sel sperma tidak tepat.
kelenjar hipofisa banyak (3) belum diketahui dengan pasti
mengandung kelemahan diantaranya hormon mana yang sebenarnya
adalah: berpotensi untuk ovulasi dan
(1) hilangnya ikan donor karena kematangan gonad.
diambil kelenjar hipofisanya. (4) penyakit mudah menular.
(2) standarisasi ekstrak kelenjar Bagi para pembudidaya ikan yang
hipofisa ikan sebagai bahan suntikan akan melakukan pemijahan ikan
110
secara buatan dengan menggunakan 4. Kepala ikan yang terpotong
kelenjar hipofisa dapat dengan dihadapkan keatas dan disayat
mudah membuatnya. Adapun cara dari pangkal hidung ke bawah
membuat kelenjar hipofisa ini adalah bagian potongan pertama hingga
sebagai berikut : tulang tengkorak ikan terbuka
1. Menentukan dosis yang akan dan otak kelihatan jelas (Gambar
digunakan dalam proses 4.12 kiri tengah dan bawah).
pemijahan. 5. Kemudian kelenjar otak
2. Menimbang ikan donor dan ikan disingkap/diangkat dan akan
resipien . tampak kelenjar hipofisa
3. Ikan donor diletakkan di atas dibawah kelenjar otak (Gambar
talenan yang tidak licin dan 4.12, kanan).
dipotong secara vertikal dengan 6. Dengan menggunakan pinset,
titik pemotongan dibagian kelenjar hipofisa diambil dan
belakang tutup insangnya hingga diletakkan di dalam cawan
kepala ikan putus atau terpisah (Gambar 4.12, kanan)
dari badannya (Gambar 4.12, kiri
atas).
Gambar 4.11. Pengambilan kelenjar hipofisa
111
7. Selanjutnya dibersihkan dengan 11. Larutan hipofisa disentrifuse dan
aquadest hingga kotoran dan didiamkan selama satu menit
darah yang melekat hilang. sampai terbentuk dua lapisan
8. Kelenjar hipofisa dimasukkan ke pada larutan tersebut. Larutan
dalam tabung pengerus. Kelenjar yang agak keruh dibagian atas
hipofisa digerus menggunakan endapan diambil dengan jarum
alu kaca hingga hancur (Gambar suntik (Gambar 4.14 dan Gambar
4.12) 4.15).
Gambar 4.12. Penggerusan kelenjar
Gambar 4.14. Pemutaran alat
hipofisa
sentrifuse
9. Larutan hipofisa diambil dari
gelas pengerus menggunakan
alat suntik/spuit Dimasukkan ke
dalam tabung reaksi/tabung
sentrifuse (Gambar 4.13)
Gambar 4.15. Pengambilan ekstrak
Gambar 4.13. Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa
kelenjar hipofisa
112
11. Larutan siap disuntikkan pada pecahnya folikel dan pengeluaran
ikan yang akan dipijahkan oosit yang telah matang.
(Gambar 4.16)
OVAPRIM adalah campuran analog
salmon GnRH dan Anti dopamine
dinyatakan bahwa setiap 1 ml
ovaprim mengandung 20 ug sGnRH-
a(D-Arg6-Trp7, Lcu8, Pro9-NET) –
LHRH dan 10 mg anti dopamine.
Ovaprim juga berperan dalam
memacu terjadinya ovulasi. Pada
proses pematangan gonad GnRH
analog yang terkandung didalamnya
berperan merangsang hipofisa untuk
melepaskan gonadotropin.
Gambar 4.16. Ekstrak kelenjar Sedangkan sekresi gonadotropin
hipofisa siap disuntikkan pada ikan akan dihambat oleh dopamine. Bila
dopamine dihalangi dengan
Hormon Chorionic Gonadotropin antagonisnya maka peran dopamine
(hCG) adalah hormon gonadotropin akan terhenti, sehingga sekresi
yang disekresi oleh wanita hamil dan gonadotropin akan meningkat.
disintesa oleh sel-sel sintitio
tropoblas dari placenta. HCG Dari ketiga macam hormon yang
mempunyai dua rangkaian rantai dapat digunakan untuk melakukan
peptida yaitu α yang mengandung pemijahan ikan seperti yang telah
92 asam amino dan β mengandung dijelaskan, maka pemilihan hormon
145 asam amino. Pada beberapa yang akan digunakan sangat
spesies menggunakan hCG sebagai bergantung pada jenis ikan yang
pemacu merangsang pematangan akan dibudidayakan, harga ekonomis
gonad sangat efektif, bisa sebagai dan efisiensi dalam penggunaannya.
pengganti ekstrak kelenjar hipofisa Ketiga hormon tersebut prinsipnya
tetapi pada beberapa spesies adalah membantu proses
penggunaan hCG kurang efektif kematangan gonad ikan yang akan
mesti dikombinasikan dengan menentukan keberhasilan proses
Pregnan Mare Serum Gonadotropin pemijahan.
(PMSG) atau ovaprim. HCG
berperan dalam pemecahan dinding
folikel saat akann terjadi ovulasi. LH 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel
(Litunuising Hormon) adalah hormon target
perangsang ovulasi yang kuat, hCG
memiliki potensi LH. Fungsi LH Bagaimana hormon yang disuntikan
dalam sel theca akan merangsang itu mencapai sel target. Hormon
PGE (prostaglandin) dan PGF2α dari tersebut mencapai sel target melalui
asam arachidonad. PGF2α juga komunikasi antar sel. Ada tiga cara
mempunyai peran penting dalam sel-sel itu berkomunikasi yaitu :
113
1. Sel menskresikan senyawa kimia 4.2.4. Stripping dan pembuahan
(chemical signaling) kepada sel buatan
lain ditempat yang berjauhan.
2. Sel mengekspresikan molekul Stripping adalah proses
permukaan yang mempengaruhi dikeluarkannya telur atau sperma
sel lainnya yang berkontak fisik ikan dengan bantuan manusia/bukan
dengan sel tersebut. secara alamiah. Proses pengeluaran
3. Sel membentuk ’gap juction’ yang telur atau sperma tersebut tentu saja
menghubungkan masing-masing menghendaki cara tertentu agar telur
sitoplasma sehingga dapat terjadi atau sperma tidak rusak ataupun
pertukaran molekul-molekul kecil. justru induk ikan yang akan
rusak/mati. Seseorang yang akan
Sedangkan komunikasi antar sel melakukan stripping telur atau
dengan cara sekresi kimia dapat sperma ikan mesti harus telah tahu
dibagi berdasarkan jauhnya jarak cara stripping yang baik, dan tahu
yang dirempuh senyawa kimia posisi gonad ikan, dengan demikian
tersebut yaitu: arah urutan/stripping akan benar
atau organ yang diurut tidak salah.
1. Sinyal endokrin (Endocrine Feeling seorang pengurut sebaiknya
signaling), dimana sel kelenjar telah menyatu dengan induk ikan
endokrin akan mensekresikan tersebut. Kenapa demikian karena
hormon yang akan dibawa aliran seseorang tersebut akan mengerti
darah ke sel target yang kapan pengurutan diberhentikan dan
terdistribusi di bagian lain dari kapan akan dimulai lagi. Oleh karena
tubuh. itu seorang pembudidaya harus
2. Sinyal parakrin (Paracrine memahami tentang proses secara
signaling), dimana sel fisiologis ovulasi dan akan dibahas
menskresikan senyawa kimia pada subbab ini. Telur atau sperma
(local chemical mediator) yang tidak akan bisa distripping jika proses
mempunyai efek terhadap sel fisiologis ovulasi belum sempurna.
yang berada disekelilingnya.
Senyawa kimia yang diskresikan Pembuahan secara buatan dilakukan
ini akan diserap dan diserap dengan bantuan manusia, dengan
dengan cepat. cara mempertemukan sel telur
3. Sinyal sinaptik (Synaptic dengan sel sperma pada suatu
signaling), merupakan suatu tempat tertentu dan dengan alat
neurotransmitter dan bekerja tertentu. Proses melakukan
khusus untuk sel syaraf pada pembuahan buatan ini diperlukan
suatu daerah khusus yang sikap kehati-hatian agar telur tidak
disebut chemical synapses. luka, sperma tidak luka atau proses
Sel-sel target akan memberikan penempelan sperma pada sel telur
respon terhadap sinyal yang datang merata. Meratanya sperma
melalui protein khusus yang disebut menempel pada telur akan
receptor. menambah jumlah pembuahan
sperma pada sel telur. Proses
pembuahan buatan ini membutuhkan
114
waktu tertentu, maksudnya jika chromosom-Y akan menghasilkan
terlalu lama maka sperma atau sel embrio jantan.
telur bisa mati atau terganggu. Jika
demikian keadaannya proses Ekor sperma, ekor sperma berfungsi
pembuahan tidak akan berhasil memberi gerak maju seperti gerak
dengan baik. Ingat telur dan sperma cambuk. Selubung mitokondria
itu hidup sehingga bermetabolisme. berasal dari pangkal kepala
membentuk dua struktur spiral
Kematangan telur dan sperma ikan kearah berlawanan dengan arah
dipastikan diperiksa dibawah jarum jam. Bagian tengah ekor
mikroskop, jika telah memenuhi merupakan gudang energi untuk
tanda-tanda tersebut di atas maka kehidupan dan pergerakan
segeralah dilakukan stripping. spermatozoa oleh proses-proses
Langkah pertama lakukan stripping metabolik yang berlangsung di dalam
induk jantan terlebih dahulu dengan helix mitokondria. Mitokondria
prosedur yang telah ditentukan. mengandung enzim-enzim yang
Sperma adalah gamet jantan yang berhubungan dengan metabolisme
dihasilkan oleh testis. Cairan sperma spermatozoa. Bagian ini banyak
adalah larutan spermatozoa yang mengandung fosfolipid, lecithin dan
berada dalam cairan seminal dan plasmalogen.Plasmalogen
dihasilkan oleh hidrasi testis. mengandung satu aldehid lemak dan
Campuran antara seminal plasma satu asam lemak yang berhubungan
dengan spermatozoa disebut semen. dengan glicerol maupun cholin.
Dalam setiap testis semen terdapat Asam lemak dapat dioksidasi dan
jutaan spermatozoa. sebagai sumber energi untuk aktifitas
sperma.
Sperma ikan yang sudah matang
terdiri dari kepala, leher dan ekor. Komposisi kimiawi sperma pada
Ada sperma yang mempunyai plasma inti (nukleoplasma)
“middel Piece” sebagai penghubung diantaranya adalah DNA, Protamine,
antara leher dan ekor. Di dalam Non Basik Protein. Sedangkan
middle piece ini berisi mitokondria seminal plasma mengandung
yang akan berfungsi untuk protein, potassium, sodium, calsium,
metabolisme sperma. magnesium, posfat, klarida.
Sedangkan komposisi kimia ekor
Kepala sperma, kepala sperma sperma adalah protein, lecithin dan
terisi materi inti, chromosom terdiri cholesterol.
dari DNA yang bersenyawa dengan
protein. Informasi genetika yang Sperma tidak bergerak dalam
dibawa oleh spermatozoa semen/air mani, tetapi akan segera
diterjemahkan dan disimpan di dalam bergerak ketika bersentuhan dengan
nolekul DNA. Sperma yang air. Fruktosa dan galaktosa
didalamnya terkandung chromosom- merupakan sumber energi utama
X akan menghasilkan embrio betina bagi sperma ikan mas. Gardiner
sedangkan sperma mengandung dalam Norman (1995) menyatakan
semen yang encer banyak
115
mengandung glukosa sehingga dipergunakan sitrat, fosfat dan tris.
memberikan motilitas yang lebih Untuk menghambat pertumbuhan
baik. Sedangkan semen yang kental kuman dipergunakan penicilin,
banyak mengandung potassium streptomicin, sedangkan untuk
sehingga akan menghambat motilitas pembekuan diperlukan glicerol.
sperma. Motilitas sperma banyak
dipengaruhi oleh konsentrasi
glukosa, NaCl, KCl, serta Osmolitas 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi
media.
Setelah telur matang maka telur
Daya tahan hidup sperma akan diovulasikan oleh ikan betina.
dipengaruhi oleh pH, tekanan Ovulasi itu adalah proses keluarnya
osmotik , elektrolit, non elektrolit, sel telur (oosit) yang telah matang
suhu dan cahaya. Pada umumnya dari folikel dan masuk ke dalam
sperma than hidup dan aktif pada pH rongga ovarium atau rongga perut
7. Sperma tetap motil untuk waktu (Nagahama, 1990).
lama di dalam media yang isotonik
dengan darah. Pada umumknya Pelepasan sel telur terjadi akibat:
sperma mudah dipengaruhi oleh 1. Telur membesar.
keadaan hipertonik dari pada 2. Adanya konstraksi aktif dari
hipotonik. folikel (bertindak sebagai otot
halus) yang menekan sel telur
Larutan elektrolit sperti kalium, keluar.
magnesium, dapat dipergunakan 3. Daerah tertentu pada folikel
sebagai pengencer sperma tetapi melemah, membentuk benjolan
Calsium, pospor dan kalium yang hingga pecah dan terbentuk
tinggi dapat menghambat motilitas lubang pelepasan hingga telur
sperma. Sedangkan cuprum dan keluar.
besi merupakan racun bagi sperma.
Larutan non elektrolit dalam bentuk Enzim yang berperan dalam
gula, sperti fruktosa, glukosa dapat pemecahan dinding folikel: protease
dipergunakan sebagai pengencer iplasmin kemudian diikuti oleh
sperma. hormon Prostaglandin F2α (PGF2α)
Prinsip dasar untuk atau Cotecholamin yang
mempertahankan agar sperma tetap merangsang konstraksi aktif dari
hidup adalah dengan menambahkan folikel
sesuatu kedalam semen yang
berintikan mempertahankan pH, Setelah ovulasi kemudian akan
tekanan osmotik serta menekan diikuti oleh ikan jantan untuk
pertumbuhan kuman. Untuk mengeluarkan sperma. Sperma
keperluan yang sesuai bagi yang tadinya bergerak lamban
kebutuhan sperma dipergunakan menjadi bergerak cepat (motilitas
bahan glukosa, kuning telur, air susu tinggi) dikarenakan bersentuhan
yang mengandung lippoprotein dan dengan air. Pergerakan sperma
lecithin. Sedangkan untuk tersebut akan mengarah pada sel
mempertahankan pH semen telur kerena distimulasi oleh adanya
116
Gimnogamon I yang dieksresikan tertinggal di luar. Cytoplasma dan
oleh telur. Setelah sperma chorion merenggang dan semakin
menempel pada telur, telur akan tersumbat yang akan segera
mengeluarkan Androgamon I untuk menutup mycropyle untuk
menekan motilitas sperma dan menghalangi masuknya
Gymnogamon II untuk spermatozoa lainnya. Sumantadinata
menggumpalkan sperma. (1983) mengatakan, setelah
memasuki telur, inti spermatozoa
Berjuta-juta sperma menempel pada mulai membesar dan chromosomnya
sel telur tetapi hanya satu sperma mengalami perubahan sehingga
yang bisa masuk melalui micropil. memungkinkan untuk berhimpun
Kepala sperma masuk dan ekornya dengan chromosom dari sel telur
tertinggal diluar, sebagai sumbat fase awal pembelahan.
micropile sehingga yang lain tidak
bisa masuk. Berjuta-juta sperma
yang menempel pada telur 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan
disingkirkan oleh telur dengan reaksi pada ikan budidaya
kortek. Karena apabila tidak
disingkirkan akan mengganggu 4.2.6.1. Pemijahan ikan Mas
metabolisme zigot.
Macam-macam Metode Pemijahan
Ikan Mas menurut Sumantadinata
Pembuahan sel telur merupakan
(1983) dapat dilakukan secara alami
awal dari perkembangan embrio
dan secara buatan. Pemijahan
ikan. Pembuahan merupakan
secara alami setiap daerah memiliki
penggabungan sel telur dengan
ciri khas dalam cara memijahkan
spermatozoa sehingga membentuk
ikan Mas. Pemijahan ikan Mas
zygote. Pembuahan pada ikan
secara alami yang banyak dikenal di
umumnya terjadi di luar tubuh,
masyarakat adalah cara Sunda,
dimana induk betina mengeluarkan
Cimindi, Rancapaku, Magek,
telur dan induk jantan mengeluarkan
Kantong, Dubisch dan Hofer.
spermatozoa.
Telur yang tidak dibuahi akan mati 1. Pemijahan cara Sunda
dan berwarna putih air susu. Menurut
Pemijahan ikan Mas cara Sunda
Nesler dalam Sumantadinata (1983),
merupakan cara pemijahan yang
suatu substansi yang disebut
banyak digunakan petani,
fertilizing merangsang spermatozoa
khususnya di Jawa Barat. Cara
untuk berenang berusaha mencapai
ini menggunakan kolam
telur. Telur akan mengeluarkan
pemijahan dan kolam penetasan
fertilizing pada saat-saat terakhir
secara terpisah. Kolam
ketika dilepas dan siap dibuahi.
pemijahan dipersiapkan secara
khusus, yaitu dengan
Pembuahan satu telur hanya
mengeringkan dasar kolam,
membutuhkan satu spermatozoa
membersihkan kolam dari rumput
bagian kepalanya masuk Kedalam
atau sampah, memasang
telur melalui mycropyle, sedangkan
substrat dan mengairi kolam.
bagian ekornya tetap berada
117
Pemijahan cara ini menggunakan pemijahan. Pelepasan induk
kakaban sebagai substrat untuk dilakukan + pukul 16.00-17.00.
menempelkan telur. Kakaban Proses pemijahan biasanya
tersebut dipasang berderet-deret terjadi mulai tengah malam pukul
dan terapung 5-10 cm di bawah 01.00-06.00 yang ditandai
permukaan air. Induk ikan yang dengan gerakan ikan yang saling
siap dipijahkan dilepaskan secara berkejaran dan timbulnya bau
hati-hati ke dalam kolam anyir pada air kolam pemijahan.
3
2
1
1. Kakaban 2. Bilah bambu penahan 3. Patok bambu
Gambar 4.17. Pemasangan kakaban di kolam pemijahan pada
pemijahan cara Sunda (Sumantadinata, 1983).
Sehari setelah induk ikan dilepas penetasan sekaligus sebagai
pada kolam pemijahan dilakukan kolam pendederan. Persiapan
pengamatan terhadap kakaban. kolam penetasan meliputi
Kakaban yang telah berisi telur pengolahan dasar kolam,
segera diangkat dan dipindahkan pembuatan kamalir, pemupukan,
ke kolam penetasan. Sebelum pengapuran dan mengairi.
kakaban disusun di kolam Persiapan kolam tersebut
penetasan, terlebih dahulu dilakukan beberapa hari sebelum
dibersihkan dari Lumpur dengan pemijahan induk.
menggoyang-goyangkan secara
2. Pemijahan cara Cimindi
perlahan di kolam pemijahan.
Persiapan kolam pemijahan cara
Kakaban tersebut dipasang
Sunda dan Cimindi pada
berderet-deret di kolam
dasarnya adalah sama, hanya
penetasan 3-5 cm di bawah
terdapat perbedaan induk kolam.
permukaan air. Telur akan
Pada pemijahan cara Cimindi,
menetas setelah 36-48 jam pada
suhu 28-300C. Pemijahan cara kolam pemijahan merupakan
bagian dari kolam penetasan dan
Sunda menggunakan kolam
118
kolam pendederan. Kolam penetasan melalui lubang
pemijahan terletak pada salah pematang sementara. Telur ikan
satu sudut kolam penetasan pada kakaban ditetaskan pada
dengan pematang dari tanah kolam pemijahan. Setelah benih
sebagai pembatas sementara. berumur 7 hari, pematang
Bila induk ikan telah memijah, sementara dibongkar dan benih
kakaban tetap berada di kolam ikan akan menyebar ke kolam
pemijahan, sedangkan induk ikan besar. Pada kolam besar ini
dibiarkan masuk ke kolam benih ikan didederkan.
4
2
1
3
5
1. Kolam pemijahan
2. Pematang sementara
3. Kolam penetasan/pendederan
4. Saluran pemasukan air
5. Saluran pengeluaran air
Gambar 4.18. Kolam pemijahan cara Cimindi (Sumantadinata, 1983).
3. Pemijahan cara Rancapaku pemeliharaan induk, sedangkan
kakaban tetap di kolam
Pemijahan cara Rancapaku
pemijahan. Telur ikan Mas akan
hampir sama dengan cara
menetas setelah 36-48 jam pada
Cimindi, yaitu kolam pemijahan
suhu 28-300C. anak ikan Mas
merupakan bagian kolam
yang mulai mencari makan akan
penetasan. Perbedaannya
menyebar ke kolam besar melalui
adalah petak pemijahan dengan
celah tumpukan batu atau
cara Rancapaku terbuat dari
bambu. Benih ikan tersebut
tumpukan batu atau bambu.
dipelihara sampai umur 2-3
Penetasan telur dilakukan pada
minggu.
kolam pemijahan. Setelah selesai
memijah, induk ikan dipindahkan
ke kolam besar atau ke kolam
119
4. Pemijahan cara Magek tetap berada di kolam pemijahan,
sedangkan induk ditangkap dan
Pemijahan ikan Mas di Sumatera
dikembalikan ke kolam induk.
Barat dikenal dengan cara
Telur-telur ikan Mas ditetaskan
Magek. Pemijahan dengan cara
padakolam pemijahan. Benih
ini diperlukan kolam seluas 3-4
ikan ditangkap setelah berumur 1
m2 dengan kedalaman air 0,75 m.
minggu. Pemanenan benih
dinding kolam tegak lurus
dilakukan dengan mengalirkan air
diperkuat papan. Dasar kolam
dari dasar kolam dan ditampung
ditebari pasir yang telah dicuci
dengan kantong yang terbuat
bersih dari tanah dan bahan-
dengan bahan kain halus.
bahan lain yang berbahaya. Di
Selanjutnya benih tersebut
atas pasir ini dhamparkan ijuk
dipindahkan ke wadah lain untuk
yang dijepit dengan belahan
didederkan atau dipasarkan.
bambu. Setelah induk ikan
selesai memijah, ijuk tersebut
b a
c d
P2
P1 0,5-0,6 m
P3
K
1,5-2,0 m
a. papan P1 pipa pemasukan
b. penyekat papan P2 pipa pelimpasan
c. belahan bambu P3 pipa pengurasan
d. ijuk
Gambar 4.19. Kolam pemijahan cara Magek (Sumantadinata, 1983).
5. Pemijahan cara Kantong jernih. Bentuk dasar kolam dibuat
miring ke arah pengeluaran air
Pada beberapa daerah di Jawa
untuk memudahkan pengaturan
Barat, pemijahan ikan Mas
air dalam penangkapan anak
dilakukan dengan cara Kantong.
ikan. Pemijahan cara Kantong
Pemijahan cara Kantong mirip
menggunakan rumput sebagai
dengan cara Magek. Kolam
tempat menempelkan telur.
pemijahan berbentuk segi empat
Rumput yang digunakan adalah
dengan kedalaman air sekiatr 60
rumput yang tidak mudah busuk
cm. Dasar kolam diberi lapisan
di air. Rumput tersebut disebar di
kerikil dan pasir agar airnya tetap
120
kolam pemijahan, induk yang bersama air melalui pintu
telah selesai memijah ditangkap pengeluaran yang dialirkan ke
dan dikembalikan ke kolam bentangan kain yang
induk, sedangkan telur-telurnya direntangkan pada dua buah
dibiarkan di kolam pemijahan bambu. Bentangan kain tersebut
untuk ditetaskan. Kolam berupa kantong yang terendam
pemijahan dialiri air secara setengah bagian pada genangan
perlahan. Telur ikan akan air tenang. Selanjutnya benih-
menetas setelah 36-48 jam pada benih yang ditampung pada kain
suhu 28-300C. benih yang tersebut dikumpulkan dan
berumur 5-7 hari dipungut/panen. didederkan di sawah/kolam.
Benih –benih ikan akan hanyut
1
A
2 B
K
Keterangan:
A. Kolam pemijahan K. kantong
B. Kolam kecil tempat kantong 1. pipa
pelimpasan
Gambar 4.20. Kolam pemijahan cara Kantong (Sumantadinata, 1983).
6. Pemijahan cara Dubisch dan pemijahan adalah 30 cm. Pada
Hofer bagian tengah dasar kolam lebih
tinggi daripada bagian tepi/sisi
Pemijahan ikan cara Dubisch dan
kolam. Pada dasar kolam
Hofer menggunakan rumput
sekeliling petakan terdapat
sebagai tempat meletakkan telur.
saluran keliling dengan lebar 60
Dubisch adalah seorang ahli
cm dn kedalaman 30-40 cm.
perikanan berasal dari Jerman.
Saluran keliling berfungsi untuk
Oleh sebab itu cara pemijahan
memudahkan penangkapan
ikan yang diperkenalkan Dubisch
induk setelah selesai memijah.
disebut cara Dubisch. Cara ini
Ketinggian air kolam adalah 10
banyak digunakan di Jawa
cm di atas pucuk rumput. Bagian
Tengah dan Jawa Timur. Kolam
tengah dasar kolam miring ke
pemijahan cara Dubisch
arah saluran pengeluaran air dan
berbentuk empat persegi panjang
ditanami rumput yang tahan
dengan ukuran 8 x 8 atau 10 x 10
tergenang air. Dasar tengah yang
meter. Kedalaman air kolam
121
miring memudahkan turunnya air kolam pemeliharaan induk,
dalam pemanenan benih ikan. sedangkan telur dibiarkan untuk
Induk ikan yang selesai memijah ditetaskan.
ditangkap dan dipindahkan ke
Ardiwinata (1971) Huet (1970)
A
A
B B
B
A. Rumput B
B. Saluran
Gambar 4.21. Kolam pemijahan cara Dubisch (Sumantadinata, 1983)
Hofer seorang ahli perikanan stress ini mengurangi keinginan
melihat beberapa kelemahan/ ikan untuk memijah.
kekurangan pemijahan cara
Dubisch. Kelemahan tersebut Berdasarkan kelemahan tersebut,
terletak pada dasar kolam yang Hofer memodifikasi dasar kolam
dapat menimbulkan stress bagi pemijahan cara Dubisch. Pada kolam
induk ikan. Hal ini disebabkan pemijahan cara Hofer tidak terdapat
adanya perubahan drastic saluran keliling kolam, tetapi seluruh
antara bentuk saluran dengan petakan kolam dibagi menjadi dua
bentuk pelataran (bagian tengah bagian, yaitu setengah bagian yang
kolam) yang ditumbuhi rumput dangkal dan setengah bagian lebih
tempat memijah. Induk ikan dalam. Bagian yang dangkal
istirahat di saluran merasa ditanami rumput sebagai tempat
tempat/kolam tersebut kecil, menempelkan telur, sedangkan
tidak ada rumput dan gelap, bagian lebih dalam digunakan untuk
tetapi setelah keluar dari saluran berkumpulnya benih ikan Mas
menuju bagian tengah kolam sehingga memudahkan pemungutan
yang ditumbuhi rumput dan benih ikan.
terang menyebabkan induk agak
ketakutan. Masa takut dan
122
A B
C
Cara Hofer
A. Pipa pemasukan air
B. Bagian dasar yang dangkal ditanami
rumput
C. Pipa pngeluaran air
Gambar 4.22. Kolam pemijahan cara Hofer (Sumantadinata, 1983)
Pelepasan induk ke kolam pemijahan yang diletakkan pada kolam
dilakukan dengan hati-hati. Hindari pemijahan tergantung pada jumlah
induk terkena benturan. induk yang dipijahkan. Untuk
Perbandingan induk jantan dan memijahkan satu pasang induk
betina adalah 1 : 1 dalam satuan jumlah kakaban yang dibutuhkan
berat 3 : 1 dalam satuan ekor. adalah 5-8 buah. Satu pasang induk
ikan Mas adalah perbandingan
Pemilihan sistem pemijahan ini
jumlah induk jantan dan betina yang
bergantung kepada skala usaha
akan dipijahkan berdasarkan bobot
yang dilakukan. Pada pemijahan ikan
badan 1 : 1, sedangkan berdasarkan
secara alami, pemilihan induk yang
jumlah ikan adalah 2 : 1 atau 3 : 1.
matang kelamin harus tepat dan
benar. Dalam pemijahan ikan Mas Sebelum ikan Mas jantan dan betina
secara alami dan semi buatan dipijahkan sebaiknya induk ikan
dibutuhkan media/substrat tersebut diberok terlebih dahulu di
pemijahan yang disebut dengan dalam kolam pemberokan selama 1-
kakaban. Kakaban ini adalah tempat 2 hari dan dipisahkan antara jantan
meletakkan telur ikan Mas yang dan betina. Selama dalam
terbuat dari ijuk pohon enau. pemberokan, induk ikan ini tidak
Kakaban ini biasanya berukuran diberi pakan, oleh karena itu kondisi
panjang 1-1,5 m dengan lebar sekitar kualitas air kolam pemberokan harus
0,5 m. ijuk yang digunakan sebagai optimal.
bahan pembuat kakaban ini harus
Pemberokan ikan Mas ini bertujuan
dibersihkan dengan membuang
untuk :
serat-serat yang kasar dan disisir
dengan sikat kawat. Jumlah kakaban
123
1. Mengurangi lemak pada daerah ikan Mas yang telah dicampur
kantong pembungkus telur sperma ditebar ke dalam akuarium
(ovarium), karena lemak yang dan dipelihara sampai menetas dan
terlalu banyak dapat berumur 2-4 minggu.
mengganggu kelancaran
pelepasa telur. 4.2.6.2. Pemijahan Ikan Lele
2. Memisahkan induk jantan dan
1. Persiapan wadah dan substrat
betina untuk menahan sementara
(kakaban)
keinginan memijah sehingga
pada saat pemijahan di kolam
Persiapan bak pemijahan dilakukan
pemijahan kedua induk ikan
sebelum dilakukan pemijahan. Untuk
saling tertarik untuk memijah.
setiap pasang induk yang beratnya
Pemijahan ikan Mas secara buatan antara 0,5 – 1 kg diperlukan satu
biasanya dilakukan oleh para petani buah bak pemijahan dengan ukuran
ikan yang membutuhkan 1 x 2 x 0,5 meter atau 1 x 1 x 0,5
ketersediaan benih yang kontinu meter. Sebelum kolam atau bak
dalam jumlah dan mutu. Pemijahan digunakan, bak dicuci bersih agar
secara buatan ini dilakukan dengan kotoran-kotoran dan lumut yang
memberikan suntikan hormon menempel terlepas dan dasar bak
kepada induk ikan Mas jantan dan menjadi bersih dan benih lele
betina agar cepat mengalami terhindar dari serangan penyakit.
kematangan gonad. Setelah
dilakukan penyuntikan hormon, induk Selanjutnya bak diisi air bersih
ikan Mas jantan dan betina akan di setinggi 30 – 40 cm. Sebagai tempat
stripping, yaitu dilakukan pengurutan atau media menempelnya telur, di
agar telur dan sperma keluar dari dasar bak dipasang kakaban yang
tubuh induk ikan Mas dan dilakukan terbuat dari ijuk. Ukuran kakaban
pembuahan ikan Mas secara buatan. disesuaikan dengan ukuran bak
Hormon yang digunakan antara lain pemijahan. Namun, ukuran yang
adalah ovaprim, pregnil, HCG atau biasa digunakan panjangnya 75 –
kelenjar hipofisa ikan Mas itu sendiri. 100 cm dan lebarnya 30 – 40 cm.
Sebagai patokan, untuk 1 pasang
Ikan Mas jantan dan betina siap induk lele dumbo dengan berat induk
memijah dan matang gonad betina 500 gram, dibutuhkan
dimasukkan ke dalam kolam kakaban sebanyak 3 – 4 buah. Jika
pemijahan. Jumlah induk yang kurang, dikhawatirkan telur yang
ditebar bergantung pada luas ukuran dikeluarkan ketika pemijahan tidak
kolam pemijahan. Ikan Mas akan tertampung seluruhnya atau
meletakkan telur pada kakaban. menumpuk di kakaban, sehingga
Kakaban yang berisi telur ikan Mas mudah membusuk dan tidak
selanjutnya dipindahkan ke kolam menetas. Kakaban harus menutupi
pemeliharaan larva/benih. Hal ini jika seluruh permukaan dasar bak
pemijahan dilakukan alami dan semi pemijahan, sehingga semua telur lele
intensif. Jika pemijahan ikan Mas dumbo tertampung di kakaban.
dilakukan secara buatan, maka telur Bagian atas bak pemijahan di tutup
124
dengan seng atau triplek atau disuntik. Namun, jika menggunakan
anyaman bambu untuk mencegah ovaprim, penyuntikan cukup
induk lele dumbo yang sedang dilakukan satu kali dengan dosis
dipijahkan meloncat keluar. untuk induk betina 0,2 ml dan untuk
induk jantan sebanyak 0,1 ml.
Sebagai bahan pelarut digunakan air
untuk injeksi berupa aquabidest
2. Pemilihan induk siap pijah
sebanyak 0,3 – 0,4 ml. Penyuntikan
Tidak semua induk yang dipelihara dapat dilakukan pada 3 tempat, yaitu
dapat dipijahkan. Hal ini disebabkan pada otot punggung, batang ekor
belum tentu semua induk telah dan sirip perut. Akan tetapi pada
matang kelamin dan siap dipijahkan. umumnya dilakukan pada otot
Sebelum dipijahkan, induk dipilih punggung dengan kemiringan alat
yang sesuai dengan persyaratan. suntik 45°.
Salah satu persyaratan yang mutlak
adalah induk telah berumur 1 tahun,
baik jantan maupun betina. 4. Pemijahan
Pemilihan induk dilakukan dengan
cara mengeringkan kolam induk, baik Induk lele dumbo yang telah disuntik
kolam induk jantan mapun betina, selanjutnya dipijahkan secara alami,
sehingga induk – induk ikan lele atau dipijahkan secara buatan. Jika
dumbo akan terkumpul. Selanjutnya akan dilakukan secara semi buatan,
induk – induk tersebut ditangkap setelah induk ikan lele disuntik
dengan menggunakan seser atau dengan hormon maka induk tersebut
serokan dan ditampung dalam dimasukan ke dalam bak pemijahan
wadah seperti tong plastik. yang telah disiapkan. Induk akan
memijah setelah 8 – 12 jam dari
penyuntikan. Selama proses
3. Penyuntikan hormon pemijahan berlangsung dilakukan
pengontrolan agar induk yang
Untuk merangsang induk lele dumbo sedang memijah tidak melompat
agar memijah sesuai dengan yang keluar tempat pemijahan.
diharapkan, sebelumnya induk harus
disuntik menggunakan zat Pemijahan ikan lele dapat dilakukan
perangsang berupa kelenjar hipofisa secara alami, semi buatan dan
atau HCG (Human Chlorionic buatan (induced breeding).
Gonadotropine) atau ovaprim. Pemijahan ikan lele secara alami
Kelenjar hipofisa dapat diambil dari dapat dilakukan dengan memijahkan
donor ikan lele dumbo yang telah induk jantan dan betina tanpa
matang kelamin dan telah berumur perlakuan khusus. Induk ikan lele
minimal 1 tahun. Penyuntikan memijah berdasarkan kondisi alam
menggunakan kelenjar hipofisa dan ikan itu sendiri. Kelemahan
cukup dengan 1 dosis. Artinya, ikan pemijahan secara alami adalah
donor yang akan diambil kelenjar pemijahan induk belum dapat
hipofisanya, beratnya sama dengan diperkirakan waktunya sehingga
ikan induk lele dumbo yang akan ketersediaan telur juga belum dapat
125
di perkirakan. Pemijahan secara yang telah disiapkan sebelumnya
semi buatan adalah pemijahan dicampur dengan telur. Telur dan
dengan cara memberi perlakuan sperma diaduk menggunakan bulu
khusus yaitu dengan menyuntik ayam. Setelah telur dan sperma
induk ikan menggunakan hormon. tercampur merata, lalu ditambah air
Hormon yang digunakan adalah sampai semua telur terendam dan
hormon sintetis atau hormon biarkan beberapa menit agar semua
hypofisa. Jika Induk disuntik telur terbuahi oleh sperma. Air
menggunakan hormon sintetis rendaman yang berwarna putih
(Ovaprim) dapat dilakukan dengan selanjutnya di buang,
dosis 0,1-0,2 ml di tambah
aquabides sebanyak 1-2 ml. Telur yang telah dibuahi disebarkan
Pemijahan secara semi buatan induk kepermukaan substrat “kakaban” dan
jantan dan betina disuntik. Induk direndam dalam bak sampai
yang telah disuntik dimasukkan menetas. Untuk mencegah infeksi
kedalam kolam/bak pemijahan. pada induk, maka setelah dilakukan
Pemijahan secara buatan yaitu pengurutan induk ikan ditreatment
dengan menyuntikan hormon dengan cara direndam dalam larutan
gonadotropin kedalam tubuh induk formalin 50 – 150 ppm selama 3 jam,
betina. Untuk mendapatkan hormon kemudian induk ikan di lepas ke
ini ada yang sudah dalam bentuk dalam bak fiber penampungan induk
cairan hormon siap pakai, ada pula yang sudah disediakan.
yang harus di ekstrak dari kelenjar
horman ikan tertentu.
4.2.6.3. Pemijahan ikan nila
Pada ikan lele yang akan dilakukan
Ikan Nila dapat berkembang biak
pemijahan secara buatan maka
secara optimal pada suhu 20 - 30
pengambilan sperma dilakukan
derajat celsius. Pada umumnya nila
dengan pembedahan perut induk
bersifat mengerami telurnya di dalam
jantan. Selanjutnya sperma diambil
mulut sampai menetas kurang lebih
dan dibersihkan dari darah dengan
4 hari dan mengasuh larvanya ± 14
menggunakan tissue. Kelenjar
hari sampai larva dapat berenang
sperma dipotong-potong dengan
bebas diperairan, mengerami telur
menggunakan gunting kemudian
dan mengasuh larva dilakukan oleh
ditekan secara halus untuk
induk betina. Nila dapat dipijahkan
mengeluarkan sel sperma dari
setelah mencapai berat 100 gr/ekor.
kelenjar sperma tersebut, lalu
Secara alami nila memijah pada
diencerkan di dalam larutan sodium
sarang yang dibuat oleh ikan jantan
clorida 0.9 % dalam mangkuk plastik
di dasar kolam, sehingga diperlukan
yang bersih.
dasar kolam yang berlumpur. Untuk
menjaga induk hidup optimal, maka
Pengurutan induk betina dilakukan
parameter kualitas air dipertahankan
dengan hati-hati agar induk tersebut
dalam kondisi yang layak bagi
tidak terluka. Telur induk betina
kehidupan induk, terutama
tersebut ditampung dalam baki dan
kandungan oksigen terlarut (> 5
pada waktu yang bersamaan sperma
126
ppm) dan suhu tidak berfluktuasi. Persiapan Kolam
Padat penebaran induk tergantung
dari ukuran induk dan sistem Kolam pemijahan luasnya harus
pemijahan yang dilakukan. Selama disesuaikan dengan jumlah induk
proses pemijahan air kolam harus yang akan dipijahkan. Perbandingan
tetap berganti, dengan cara jantan dan betina adalah 1 : 3 ukuran
mengalirkan air pemasukan ke kolam 250 - 500 gr perekor. Dengan padat
secara kontinu melalui pipa yang ada penebaran 1 ekor/m2. Hal ini
saringannya. Air dijatuhkan berdasarkan sifat ikan jantan yang
kepermukaan kolam agar terjadi membuat sarang berbentuk kobakan
percikan air untuk proses difusi didasar kolam dengan diameter
oksigen. kira-kira 50 cm dan akan
mempertahankan kobakan tersebut
Pemijahan ikan nila dengan dari ikan jantan lainnya. Kobakan
menggunakan hapa (kantung jaring tersebut akan digunakan ikan jantan
dengan mata jaring yang lembut untuk memikat ikan betina dalam
lebih kecil dari ukuran larva) hanya pemijahan. Oleh karena itu jumlah
pada ikan nila yang sudah diadaptasi ikan jantan setiap luasan kolam
pada kondisi tersebut. Kantung jaring tergantung pada berapa banyak
dapat digunakan beberapa bulan kemungkinan kobakan yang dapat
saja paling lama 6 bulan, karena dibuat oleh ikan jantan pada dasar
mata jaring mudah sekali tertutup kolam tersebut. Biasanya jarak
baik oleh lumpur maupun organisme antara kobakan satu dengan yang
yang menempel pada jaring lainnya kira-kira 25 cm. Bila
sehingga dapat mengganggu areal/kolam mempunyai luasan 100
m2 (1000 x 1000 cm2), maka satu
sirkulasi air.
baris panjang didapat 1000:100 cm =
Pemijahan ikan nila berdasarkan 10 dan satu baris lebar 1000:100 =
pengelolaannya dibedakan beberapa 10, jadi banyaknya kobakan 10 x 10
sistim antara lain: = 100 atau banyaknya ikan jantan
adalah 100 ekor. Sedangkan yang
betina adalah 3 x 100 = 300 ekor.
1. Pemijahan Secara Tradisional/
Induk betina yang lebih banyak 3 x
Alami
jantan adalah agar mudah memberi
Pemijahan secara alami dapat kesempatan pada jantan untuk dapat
dilakukan di kolam. Ikan nila menemukan betina yang matang
membutuhkan sarang dalam proses gonad. Dinding kolam diupayakan
pemijahan. Sarang di buat di dasar kokoh dan tidak ada yang bocor agar
kolam oleh induk jantan untuk mampu menahan air kolam.
memikat induk betina tempat Kedalam air kolam 70 cm. Dasar
bercumbu dan memijah, sekaligus kolam dilakukan pengolahan,
merupakan wilayah teritorialnya yang pembuatan kemalir, pemupukan dan
tidak boleh diganggu oleh pasangan pengapuran. Kegiatan ini
lain. Kegiatan pemijahan alami dimaksudkan untuk menciptakan
meliputi antara lain; suasana dasar kolam berlumpur
untuk pembuatan sarang dan
127
meningkatkan kesuburannya agar parasit larva ikan serta meningkatkan
cukup tersedia pakan alami untuk pH dasar kolam. Dosis pengapuran
konsumsi induk dan larva hasil untuk menetralkan berbagai
pemijahan. tingkatan pH dan jenis tekstur tanah
dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Pengapuran dilakukan untuk
mengendalikan hama, penyakit dan
Tabel 4.6. Dosis Pengapuran untuk Menetralkan dari Berbagai Jenis Tekstur
Tanah dan pH Awal yang Berbeda
Kebutuhan Kapur CaCO3 (kg/Ha)
NO pH Awal
Lempung berliat Lempung berpasir Pasir
1 < 4,0 14.320 7.160 4.475
2 4,0 - 4,5 10.740 5.370 4.475
3 4,6 - 5,0 8.950 4.975 3.580
4 5,1 - 5,5 5.370 3.580 1.790
5 5,6 - 6,0 3.580 1.790 895
6 6,1 - 6,5 1.790 1.790 0
Pemupukan dapat diberikan pupuk susulan dapat diberikan 2 minggu
kandang, pupuk hijau dan pupuk kemudian dengan cara memasukan
buatan atau kombinasi dari ketiga pupuk kandang/hijau ke dalam
macam pupuk tersebut. karung plastik yang diberi lubang
Jenis pupuk yang biasa digunakan secara merata dan direndam di dekat
terdiri dari : pintu pemasukan air kolam. Cara ini
• Kotoran ternak besar (sapi, akan memberikan pengaruh
penguraian pupuk secara bertahap
kerbau, kuda dll) dengan dosis
dan terus menerus sehingga
1500 kg/ha atau kotoran ayam
pertumbuhan pakan alami dapat
sebanyak 600- 1200 kg/ha
stabil dan tidak terjadi blooming
• TSP dosis 100 kg/ha
plankton yang merugikan.
• Urea dosis 150 kg/ha
Dosis tersebut tidak mutlak , tetapi
bisa disesuaikan dengan tingkat
Pengairan
kesuburan tanah kolam perairan.
Cara pemberian pupuk kandang bisa
Selama proses pemijahan ikan
dionggokan dibeberapa tepi kolam.
membutuhkan suasana parameter
Sedang untuk pupuk anorganik
kualitas air yang sesuai yaitu oksigen
disebarkan pada dasar kolam. Agar
terlarut > 5 ppm, pH > 5, suhu 20 -
kolam bisa menjadi subur lagi bisa
30 °C dan NH3 < 1 ppm. Untuk
ditambah dengan pupuk hijau,
menciptakan kondisi seperti tersebut,
misalnya daun orok-orok, daun
pengairan kolam harus dilakukan
lamtoro dan lain- lain. Selanjutnya
dengan pengaturan yang baik. Air
kolam diairi ± 70 cm. Pemupukan
128
pemasukan terus menerus dialirkan dalam kolam yang berbeda, dengan
dengan debit 2 - 5 liter/ menit untuk demikian pemanenan larva relatif
luasan kolam 200 m2. mudah dilakukan dan induk akan
lebih produktif karena tidak sering
terganggu yang dapat menimbulkan
Pemberian pakan stres dan kematian pada induk.
Desain kolam pemijahan dapat
Meskipun kolam telah di pupuk dan dilihat pada Gambar .
tumbuh subur pakan alami,
•
pemberian pakan tambahan mutlak Persiapan kolam
di perlukan. Pemberian pakan Kolam pemijahan dibuat dari
tambahan dimaksudkan untuk pagar bambu yang bersekat-
menjaga stabilitas produktifitas induk sekat antara kolam jantan, kolam
karena selama masa inkubasi telur betina dan kolam larva
3-4 hari induk berpuasa sehingga (gambar.1). Kolam induk jantan
pada proses pemijahan harus cukup (lingkaran I) hanya dapat
cadangan energi dari pakan ikan. dimasuki ikan betina yang
Pakan tambahan dapat berbentuk berukuran lebih kecil dari ikan
dedak, bungkil kedelai, bungkil jantan, kolam induk betina
kacang atau pellet. Pellet dapat (lingkaran II) hanya dapat dilalui
diberikan 3 - 6 % per hari dari bobot larva sedang induk betina tidak
induk. Selama proses pemijahan ± 7 dapat keluar dari sekat, dan
kolam larva (III) untuk
hari dan pasca inkubasi telur yaitu
menangkap larva yang
setelah hari ke 8 - 12.
dihasilkan. Pengolahan dasar
kolam dilakukan seperti pada
persiapan kolam pemijahan
2. Pemijahan secara intensif
alami.
Dari sifat perilaku ikan nila maka
untuk meningkatkan hasil dan
produktifitas induk ikan nila di dalam
menghasilkan larva, pemijahan ikan
dapat dilakukan dengan melakukan
manipulasi lingkungan yang sesuai
dengan sifat memijah ikan.
Pemijahan secara buatan dapat
dilakukan dengan dua cara :
Pemijahan Intensif Yang
Sepenuhnya Dilakukan Di Kolam
Gambar 4.23. Diagram susunan
kolam pemijahan bersekat
Metoda ini dilakukan pada kolam
yang didesain sedemikian rupa
• Proses pemijahan
sehingga setelah pemijahan selesai
Apabila konstruksi kolam
dapat dipisahkan antara induk
berbentuk lingkaran dengan
jantan, induk betina dan larva ikan
129
diameter kolam I adalah 4 meter mengumpulkan induk-induk pada
dan kolam II adalah 10 meter, satu sudut hapa untuk memperkecil
serta luas kolam III adalah 44 ruang gerak induk dan memudahkan
meter persegi, maka padat penangkapan. Induk betina di
penebaran induk adalah antara tangkap satu persatu di pegang
250 -300 ekor induk betina bobot bagian kepala, mulut di buka dan di
± 250 gr/ekor dan 40 ekor jantan goyang-goyang di dalam air atau
dialiri air yang bagian bawahnya
bobot > 500 gr/ekor. Induk-
sudah dipasang lambit/seser halus.
induk ikan pada saat pemijahan
Telur yang ada pada mulut induk nila
menempati kolam I. Setelah
akan keluar dan tertampung di lambit
proses pemijahan berlangsung
dan selanjutnya di tampung pada
dan telur telah menetas, induk
wadah (ember/baki) untuk di bawa
betina akan keluar dari kolam I ke
ke tempat penetasan. Setelah
kolam II untuk mengasuh
selesai pengambilan telur, induk
anaknya. Di kolam II ini larva
dipelihara di kolam secara terpisah
tumbuh sampai ukuran ± 1 cm,
antara jantan dan betina dan setelah
selanjutnya larva akan masuk ke
± 14 hari sudah dapat dipijahkan
kolam III, sedangkan induk betina
kembali. Setelah pemijahan induk
tetap pada kolam II karena ada
jantan dan induk betina di ambil dan
sekat. Kolam III hanya dapat di
di pelihara pada kolam induk yang
masuki oleh larva dari kolam II ke
berbeda, untuk persiapan pemijahan
kolam III, larva akan terusir dari
berikutnya.
kolam II, karena terganggu oleh
induk betina yang ada.
4.3. Penetasan telur
• Pemeliharaan
Pemeliharaan induk dilakukan
Setelah induk ikan melakukan
dengan pemberian pakan
pemijahan maka sel telur dan sel
tambahan 3 - 6 % perhari dari
sperma akan bertemu dan
bobot ikan. Pemberian pakan
mengalami proses pembuahan
dilakukan sesuai yang
(fertilisasi) yang akan membentuk
dibutuhkan oleh induk dan larva.
zygot. Oleh karena itu pembuahan ini
merupakan proses peleburan antara
sel telur dan sel sperma untuk
Pemijahan Dilakukan Di Hapa,
membentuk zygot. Pembuahan
Penetasan Telur Dilakukan Pada
terjadi ditandai dengan masuknya
Corong Tetas
spermatozoa ke dalam telur lewat
micropyle. Tiap sel sperma cukup
Induk yang sudah siap dipijahkan
untuk membuahi satu butir telur.
(matang gonad) di masukkan ke
Pada saat pembuahan spermatozoa
dalam hapa pemijahan dan
masuk yaitu hanya kepalanya saja
dipelihara dengan memberikan
sedangkan ekornya tinggal di luar,
pakan tambahan serta pengaturan
cytoplasma dan chorion merenggang
air yang baik sampai hari ke 7.
dan semacam sumbat segera
Pengambilan telur dilakukan pada
menutup micropyle untuk
hari ke 8 - 10 dengan cara
130
menghalangi masuknya melintang dan mulai membentuk
spermatozoa lain. Pengerasan formasi lapisan kedua secara samar
chorion disebabkan oleh enzim pada kutup anima. Stadia morula
pengeras yang terdapat pada bagian berakhir apabila pembelahan sel
dalam lapisan chorion. Pengerasan sudah menghasilkan blastomer.
chorion berguna untuk melindungi Blastomer kemudian memadat
embrio yang masih sangat sensitif. menjadi blastodisk kecil membentuk
Setelah membentuk zygot maka dua lapis sel. Pada akhir
setiap individu akan mengalami pembelahan akan dihasilkan dua
proses embriogenesis sebelum kelompok sel. Pertama kelompok
menetas. Untuk memahami tentang sel-sel utama (blastoderm), yang
proses penetasan telur maka harus meliputi sel-sel formatik atau
dipahami proses tentang gumpalan sel-sel dalam (inner mass
embryogenesis. cells), fungsinya adalah membentuk
tubuh embrio. Kedua adalah adalah
kelompok sel-sel pelengkap, yang
meliputi trophoblast, periblast,
4.3.1. Perkembangan embrio
auxilliary cells, fungsinya adalah
Perkembangan embrio dimulai dari melindungi dan menghubungi antara
pembelahan zygote (cleavage), embrio dengan induk atau
stadia morula (morulasi), stadia lingkungan luar. Kelompok sel-sel
blastula (blastulasi), stadia gastrula yang terdiri dari jaringan embrio
(gastrulasi) dan stadia (blastodic) dan jaringan periblas,
organogenesis. pada ikan, reptil dan burug disebut
cakram kecambah (germinal disc).
Stadia Cleavage
Cleavage adalah pembelahan zygote Stadia blastula
secara cepat menjadi unit-unit yang Blastulasi adalah proses yang
lebih kecil yang di sebut blastomer. menghasilkan blastula yaitu
Stadium cleavage merupakan campuran sel-sel blastoderm yang
rangkaian mitosis yang berlangsung membentuk rongga penuh cairan
berturut-turut segera setelah terjadi sebagai blastocoel. Pada akhir
pembuahan yang menghasilkan blastulasi, sel-sel blastoderm akan
morula dan blastomer. terdiri dari neural, epidermal,
notochordal, meso-dermal, dan
endodermal yang merupakan bakal
Stadia morula
Morula merupakan pembelahan sel pembentuk organ-organ. dicirikan
yang terjadi setelah sel berjumlah 32 dua lapisan yang sangat nyata dari
sel dan berakhir bila sel sudah sel-sel datar membentuk blastocoel
menghasilkan sejumlah blastomer dan blastodisk berada di lubang
yang berukuran sama akan tetapi vegetal berpindah menutupi
ukurannya lebih kecil. Sel tersebut sebagian besar kuning telur. Pada
memadat untuk menjadi blastodik blastula sudah terdapat daerah yang
kecil yang membentuk dua lapisan berdifferensiasi membentuk organ-
sel. Pada saat ini ukuran sel mulai organ tertentu seperti sel saluran
beragam. Sel membelah secara pencernaan, notochorda, syaraf,
131
epiderm, ektoderm, mesoderm dan turut bakal organ yaitu syaraf,
endoderm. notochorda, mata, somit, rongga
kuffer, kantong alfaktori, rongga
ginjal, usus, tulang subnotochord,
Stadia gastrula
Gastrulasi adalah proses linea lateralis, jantung, aorta, insang,
perkembangan embrio, dimana sel infundibullum dan lipatan-lipatan
bakal organ yang telah terbentuk sirip. Sistem organ-organ tubuh
pada stadia blastula mengalami berasal dari tiga buah daun
perkembangan lebih lanjut. Proses kecambah, yaitu ektodermal,
perkembangan sel bakal organ ada endodermal dan mesodermal. Pada
dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli ektodermal akan membentuk organ-
adalah proses pertumbuhan sel yang organ susunan (sistem) saraf dan
bergerak ke arah depan, belakang epidermis kulit. Endodermal akan
dan kesamping dari sumbu embrio membentuk saluran pencernaan
dan akan membentuk epidermal, beserta kelenjar-kelenjar pencernaan
sedangkan emboli adalah proses dan alat pernafasan, dan
pertumbuhan sel yang bergerak ke mesodermal akan membentuk
arah dalam terutama diujung sumbu rangka, otot, alat-alat peredaran
embrio. darah, alat eksresi, alat-alat
reproduksi dan korium (chorium)
Stadia gastrula ini merupakan kulit. Jika proses organogenesis ini
proses pembentukan ketiga daun telah sempurna maka akan
kecambah yaitu ektoderm, dilanjutkan dengan proses
mesoderm dan endoderm. Pada penetasan telur.
proses gastrula ini terjadi
perpindahan ektoderm, mesoderm,
endoderm dan notochord menuju 4.3.2. Proses penetasan telur
tempat yang definitif. Pada periode
ini erat hubungannya dengan proses Penetasan adalah perubahan
pembentukan susunan syaraf. intracapsular (tempat yang terbatas)
Gastrulasi berakhir pada saat kuning ke fase kehidupan (tempat luas), hal
telur telah tertutupi oleh lapisan sel. ini penting dalam perubahan-
Dan beberapa jaringan mesoderm perubahan morfologi hewan.
yang berada disepanjang kedua sisi Penetasan merupakann saat terakhir
notochord disusun menjadi segmen- masa pengeraman sebagai hasil
segmen yang disebut somit yaitu beberapa proses sehingga embrio
ruas yang terdapat pada embrio. keluar dari cangkangnya.
Penetasan terjadi karena 1) kerja
Stadia organogenesis
Organogenesis merupakan stadia mekanik, oleh karena embrio sering
terakhir dari proses perkembangan mengubah posisinya karena
embrio. Stadia ini merupakan proses kekurangan ruang dalam
pembentukan organ-organ tubuh cangkangnya, atau karena embrio
makhluk hidup yang sedang telah lebih panjang dari lingkungan
berkembang. Dalam proses dalam cangkangnya (Lagler et al.
organogenesis terbentuk berturut- 1962). Dengan pergerakan-
132
pergerakan tersebut bagian telur 4.3.3. Aplikasi Penetasan Telur
lembek dan tipis akan pecah ikan
sehingga embrio akan keluar dari
cangkangnya. 2) Kerja enzimatik, Penetasan telur pada ikan budidaya
yaitu enzim dan zat kimia lainnya dapat dilakukan dengan berbagai
yang dikeluarkan oleh kelenjar wadah. Wadah penetasan telur ikan
endodermal di daerah pharink dapat digunakan antara lain adalah
embrio. Enzim ini disebut chorionase akuarium, kolam, bak atau fiber
yang kerjanya bersifat mereduksi glass. Wadah yang di gunakan harus
chorion yang terdiri dari bersih. Sebelum penetasan telur, air
pseudokeratine menjadi lembek. wadah penetasan di sanitasi
Sehingga pada bagian cangkang menggunakan methalyne blue (MB).
yang tipis dan terkena chorionase Jika penetasan telur dilakukan di
akan pecah dan ekor embrio keluar kolam harus menggunakan hapa.
dari cangkang kemudian diikuti tubuh Hapa yang digunakan dengan mata
dan kepalanya. jaring 1 mm atau lebih kecil dari
butiran telur. Air pada wadah
Semakin aktif embrio bergerak akan penetasan harus mengalir terus
semakin cepat penetasan terjadi. menerus. Salah satu sumber oksigen
Aktifitas embrio dan pembentukan terlarut di dalam wadah penetasan
chorionase dipengaruhi oleh faktor berasal dari difusi air langsung
dalam dan luar. Faktor dalam antara dengan udara. Kadar oksigen terlarut
lain hormon dan volume kuning telur. di dalam wadah adalah 6 - 8 ppm.
Hormon tersebut adalah hormon
yang dihasilkan kelenjar hipofisa dan Pada ikan lele biasanya telurnya
tyroid sebagai hormon metamorfosa, dilekatkan pada substrat. Telur yang
sedang volume kuning telur telah menempel pada kakaban dapat
berhubungan dengan energi ditetaskan dalam wadah budidaya
perkembangan embrio. Sedangkan disesuaikan dengan sistem budidaya
faktor luar yang berpengaruh adalah yang akan diaplikasikan. Selama
suhu, oksigen, pH salinitas dan penetasan telur, air dialirkan terus
intensitas cahaya. menerus. Seluruh telur yang akan
ditetaskan harus terendam air,
Penetasan telur terjadi bila embrio kakaban yang penuh dengan telur
telah menjadi lebih panjang dari diletakan terbalik sehingga telur
pada lingkaran kuning dan telah menghadap ke dasar bak. Dengan
terbentuk sirip ekor. Penetasan demikian telur akan terendam air
terjadi dengan cara pelunakan seluruhnya. Telur yang telah dibuahi
chorion oleh suatu enzim atau berwarna kuning cerah kecoklatan,
substansi kimia lainnya hasil sekresi sedangkan telur yang tidak dibuahi
kelenjar ekstoderm. Selain itu berwarna putih pucat. Di dalam
penetasan juga disebabkan oleh proses penetasan telur diperlukan
gerakan-gerakan larva akibat suplai oksigen yang cukup. Untuk
peningkatan suhu, intensitas cahaya memenuhi kebutuhan akan oksigen
dan pengurangan tekanan oksigen. terlarut dalam air, setiap bak
penetasan di pasang aerasi. Telur
133
akan menetas tergantung dari suhu Pada ikan nila penetasan telur dapat
air wadah penetasan dan suhu dilakukan dengan dua metode yaitu
udara. Jika suhu semakin panas, penetasan dengan menggunakan
telur akan menetas semakin cepat. corong penetasan dan metode
Begitu juga sebaliknya, jika suhu konvensional. Pada metode
rendah, menetasnya semakin lama. konvensional dari induk ikan nila
yang mempunyai bobot 250 - 300 gr
Telur ikan lele akan menetas dapat menghasilkan 300 - 800 butir
berkisar antara 24-57 jam dari telur. Telur ikan nila akan menetas
pembuahan. Selama penetasan telur setelah 4 - 6 hari. Telur yang telah
harus selalu dicek, telur yang sehat menetas tidak langsung dilepaskan
berwarna hijau kecoklatan, bila ada induknya melainkan tetap
telur yang berwarna putih harus dimulutnya. Induk betina melepas
segera dibuang untuk menghindari larva jika sudah dapat berenang.
berkembangnya jamur. Pada tahap awal larva dilepaskan,
Perkembangan stadia embrio pada induk betina masih menjaganya. Di
ikan lele telah diamati oleh Volkaert alam, induk betina ikan nila mulai
et al (1994) yang melakukan melepaskan larva dari mulutnya
pengamatan pada suhu penetasan pada umur 4 - 5 hari. Pada umur
telur yang optimal adalah 28oC tersebut induk betina masih menjaga
(Tabel 4.7). Telur ikan lele (African larva-larva tersebut. Jika keadaan
catfish) akan menetas setelah 24 jam lingkungan larva kurang aman, induk
dengan derajat penetasan 80–100%. ikan menghisap kembali larvanya.
Kuning telur larva akan habis setelah
berumur 5 - 7 hari. Setelah kuning
Tabel 4.7. Perkembangan stadia
telur habis, larva akan mencari
embrio ikan lele pada
suhu 28oC makanan disekitarnya. Biasanya
induk betina menjaganya dengan
Waktu (jam) Stadia embrionik
mengikuti kelompok larva tersebut
0 : 45 2 sel berenang. Jika ada ikan lain yang
1 : 00 4 sel mendekati kelompok larva atau
1 : 15 16 sel keadaan perairan kurang aman
1 : 30 32 sel maka induk tersebut memasukkan
1 : 45 64 sel kembali larva-larva tersebut kedalam
2 : 00 128 sel mulutnya. Selanjutnya larva
2 : 15 Morula dilepaskan kembali pada perairan
2 : 30 Awal Blastula yang relatif aman dari gangguan ikan
2 : 45 Akhir Blastula lainnya. Secara keseluruhan proses
4 : 15 Dimulainya epiboly ini memerlukan waktu kurang lebih
4 : 45 30% epiboly 18 hari.
5 : 15 Germinal disk
7 : 00 60% epiboly Sedangkan penetasan telur ikan nila
8 : 15 90% epiboly secara intensif dilakukan pada
12 : 00 1 – 10 somite corong tetas, yang merupakan
24 : 00 80–100% menetas modifikasi dari penetasan telur
secara alami. Modifikasi tersebut
134
terlihat pada kondisi lingkungan, kira 6 bulan sekali dibersihkan. Hal
suplai air untuk gerakan telur, ini untuk menghindari penyumbatan
oksigen terlarut dan sebagainya. Air aliran air oleh kotoran.
yang dialirkan ke corong penetasan
selain agar telur-telur tetap bergerak Tujuan penetasan telur meggunakan
juga untuk mempertahankan kualitas corong tetas adalah untuk
air tetap baik. Corong tetas yang meningkatkan daya tetas telur.
digunakan berbentuk kerucut terbuat Tahap awal perkembangan telur,
dari bahan fibre glass atau bahan telur sangat rentan terhadap
lain. Pada corong tetas terdapat gangguan khususnya gangguan
pipa- pemasukan dan pengeluaran secara mekanik. Gangguan secara
air. Pipa pemasukan terletak di dasar mekanik umumnya terjadi pada saat
corong tetas sedangkan pipa membersihkan telur dari kotoran,
pengeluaran terletak di bagian atas memasukkan telur ke corong
corong tetas. Corong yang berukuran penetasan dan gerakan telur akibat
tinggi 45 cm, diameter atas 30 cm, debit air yang terlalu besar. Oleh
diameter bawah 15 cm dapat sebab itu penanganan telur harus
menetaskan telur sebanyak ± 15.000 dilakukan secara hati-hati. Debit air
yang terlalu besar dapat
butir telur/corong.
menyebabkan telur membentur
dinding atau telur lainnya dengan
Corong tetas sebelum digunakan
keras sehingga dapat
terlebih dahulu dibersihkan dari
mengakibatkan kematian. Pada saat
endapan kotoran, sisa telur dan
panen, sering terdapat perbedaan
lumut kemudian dikeringkan. Setelah
umur larva. Perbedaan ini karena
itu direndam pada larutan malachyte
pemijahan induk tidak serentak
green atau methalyn blue 10 ppm
sehingga perkembangan embrio telur
selama 15 - 30 menit.
setiap induk pada kolam pemijahan
yang sama sering berbeda. Demikian
Selama kegiatan penetasan telur air
juga ukuran telur setiap induk
terus menerus dialirkan ke corong
berbeda-beda. Sebelum dimasukkan
penetasan. Agar penggunaan air
ke corong penetasan, telur yang
lebih efisien, sebaiknya memakai
berbeda baik masa inkubasi maupun
sistem resirkulasi air. Dengan sistem
ukuran telur harus dipisahkan
ini air yang telah digunakan akan
terlebih dahulu. Pemisahan telur
melalui saringan terlebih dahulu baik
bertujuan untuk memudahkan
secara fisis, biologis mapun khemis
pemanenan larva.
sebelum digunakan selanjutnya ke
corong tetas. Dengan menggunakan
Pemisahan atau pemilihan telur
saringan tersebut, sistem resirkulasi
dapat dilakukan pada saat telur
air dapat digunakan selama lebih
diambil dari mulut induk dan pada
dari 6 bulan, selain lebih efisien, juga
saat telur ditampung. Umumnya telur
mudah dalam pengontrolan
pada satu induk seragam baik masa
parameter kualitas air yang sesuai
inkubasi maupun ukuran. Oleh sebab
dengan kebutuhan telur dan larva.
itu pemisahan telur lebih baik dan
Bak penampungan air dan saringan
lebih cepat dilakukan dilakukan
yang digunakan secara berkala kira-
135
pada saat telur diambil dari mulut telur tidak bergerak dan kekurangan
induk. Setiap telur yang diambil dari oksigen. Telur yang tidak bergerak
mulut induk ditampung dalam satu dan kekurang oksigen akan mati.
wadah. Sedangkan telur dari induk Oleh sebab itu kegiatan sehari-hari
lain yang berbeda masa inkubasi dan pada saat penetasan telur adalah
ukuran telurnya ditampung pada mengontrol debit air dan
wadah yang lain. Selanjutnya setelah membersihkan corong tetas. Corong
dibersihkan, telur yang sama masa tetas dapat dibersihkan dengan
inkubasi dan ukuran dari induk yang menyipon kotoran atau telur yang
lain di tetaskan pada corong tetas mati. Pada saat pengontrolan debit
yang sama. Sedangkan telur yang air di dalam corong tetas harus
lain ditetaskan pada corong tetas selalu stabil sehingga tidak
yang berbeda. Jika pemisahan telur mengganggu gerakan telur.
pada wadah penampungan dinama
seluruh telur ditampung dalam satu Air yang masuk pada corong tetas
wadah kemudian dilakukan memiliki tekanan yang merata
pemisahan akan lebih rumit dan diseluruh bagian corong tetas agar
lama sehingga dapat mengakibatkan telur yang ada semua bergerak. Jika
telur mati. Kematian telur tersebut tekanan aliran air hanya terdapat
dapat karena telur tidak bergerak, pada beberapa begian corong tetas
benturan dan sinar matahari saja mengakibatkan terdapat titik
langsung. mati tekanan air. Telur yang terdapat
pada tekanan titik mati tersebut tidak
Masa inkubasi telur ikan nila bergerak dan mati.
berhubungan dengan warna telur.
Telur yang baru dibuahi memiliki Telur ditetaskan pada corong tetas
warna kuning muda. Sedangkan telur selama 5 - 7 hari. Selama penetasan
yang akan menetas berwarna kuning telur, air terus menerus dialirkan.
kecoklatan. Telur yang berwarna Hari ke dua penetasan telur akan
putih susu adalah telur mati. terlihat telur yang mati dan hidup.
Telur yang mati segera dibuang
Telur hasil seleksi dibersihkan dan karena akan mempengaruhi kualitas
dipisahkan, dimasukkan ke dalam air. Sumantadinata (1983)
corong tetas. Air terus menerus mengatakan faktor-faktor yang
dialirkan ke dalam corong tetas. mempengaruhi daya tetas telur
Besar kecilnya debit air yang masuk adalah :
ke dalam corong tetas di atur 1. Kualitas telur. Kualitas telur
menggunakan kran. Debit air untuk dipengaruhi oleh kualitas pakan
penetasan telur ikan sebesar 0,8 liter yang diberikan pada induk dan
perdetik. Debit air yang terlalu besar tingkat kematangan telur.
dapat mengakibatkan kematian telur 2. Lingkungan yaitu kualitas air
karena tekanan air sehingga telur terdiri dari suhu, oksigen, karbon-
dapat terbentur ke dinding corong dioksida, amonia, dll.
tetas atau terbawa air keluar corong 3. Gerakan air yang terlalu kuat
tetas. Sebaliknya debit air yang yang menyebabkan terjadinya
terlalu kecil dapat mengakibatkan benturan yang keras di antara
136
telur atau benda lainnya (waring), maka caranya adalah
sehingga mengakibatkan telur dengan menarik salah satu ujung
pecah. hapa ke salah satu sudut hapa.
dengan hati-hati untuk menghindari
Blaxter dalam Sumantadinata (1983), induk mengeluarkan telur. Karena
penetasan telur dapat disebabkan induk ikan nila jika merasa dalam
oleh gerakan telur, peningkatan bahaya atau terdesak akan
suhu, intensitas cahaya atau mengeluarkan telur di sembarang
pengurangan tekanan oksigen. tempat. Hal ini akan menyulitkan
Dalam penekanan mortalitas telur, dalam mengumpulkan telur ikan nila.
yang banyak berperan adalah faktor
kualitas air dan kualitas telur selain Pengambilan telur ikan nila dilakukan
penanganan secara intensif. dengan menangkap induk satu
persatu. Penangkapan induk
Oleh karena itu induk betina hanya dilakukan menggunakan seser kasar
dapat memijah perlu waktu lama. dan seser halus. Kedua seser ini
Akan tetapi pada pemijahan secara digunakan pada saat bersamaan.
intensif, induk ikan nila betina dapat Seser kasar berfungsi untuk
dipijahkan setiap 2 - 4 minggu. Hal menangkap induk sedangkan seser
ini dapat dijelaskan secara fisiologis halus berfungsi untuk menampung
ikan sebagai berikut; pada pemijahan telur ikan. Seser kasar terletak
alami, selama proses pengeraman dibagian atas dan seser halus
telur dan pemeliharaan larva, induk terletak dibagian bawah. Pada saat
betina akan terhambat menangkap induk dilakukan dengan
perkembangan gonadnya. hati-hati agar telur tidak dikeluarkan.
Sedangkan pada pemijahan intensif
proses tersebut dilakukan secara Cara mengambil telur dari induk
buatan (corong tetas). Dengan betina yaitu dengan memegang
demikian induk betina dapat bebas bagian kepala ikan. Pada saat
dari tugas tersebut dan segera bersamaan salah satu jari tangan
menyiapkan kembali untuk membuka mulut dan tutup insang.
pemijahan berikutnya dalam waktu Selanjutnya tutup insang di siram air
yang relatif cepat. sehingga telur keluar melalui rongga
mulut. Selanjutnya telur-telur
Pada ikan nila yang telurnya akan tersebut ditampung dalam wadah.
ditetaskan pada corong penetasan Hal yang perlu diperhatikan adalah
harus dilakukan pemanenan telur. menghindari gerakan induk sekecil
Pemanenan telur ikan nila ini mungkin agar telur yang telah keluar
dilakukan pada hari ke 9. tidak berserakan. Induk yang telah
Pemanenan dilakukan dengan cara diambil telurnya dan yang belum
mengambil telur dari mulut induk memijah dikembalikan ke kolam
betina ikan nila. Sebelum pemeliharaan induk.
pemanenan terlebih dahulu Telur pada wadah penampungan
permukaan air kolam diturunkan jangan terkena sinar matahari
sampai ketinggian 10 - 20 cm. Jika langsung dan diupayakan telur selalu
pemijahan dilakukan di hapa bergerak. Telur yang terlalu lama
137
diam serta kena sinar matahari makanan dari luar atau lingkungan
langsung dapat menimbulkan hidupnya. Larva ikan yang
kematian. Selanjutnya sebelum dibudidayakan harus dilakukan
dimasukkan ke corong tetas, telur pemeliharaan untuk mencapai stadia
terlebih dahulu dibersihkan dari benih. Wadah yang dapat digunkan
kotoran berupa lumpur, lumut, sisa untuk melakukan pemeliharaan larva
pakan dan sebagainya. Telur yang ini bermacam-macam.
telah bersih dari kotoran dapat Wadah pemeliharaan larva ini
dimasukkan ke dalam corong antara lain dapat berupa bak atau
penetasan. kolam. Pada pemeliharaan di bak
yang perlu diperhatikan adalah
sanitasi wadah sebelum digunakan
untuk pemeliharaan dengan cara
4. 4. Pemeliharaan larva dan benih wadah direndam menggunakan
ikan larutan Methilen Blue 100 ppm
selama 24 jam, kemudian dikuras
dan diisi air bersih. Sedangkan
Larva adalah anak hewan
wadah yang menggunakan kolam,
avertebrata yang masih harus
sebelum digunakan harus disiapkan
mengalami modifikasi menjadi lebih
terlebih dahulu. Persiapan kolam
besar atau lebih kecil untuk
pemeliharaan larva/pendederan
mencapai bentuk dewasa. Menurut
meliputi perbaikan pematang,
Lagler (1956), larva adalah
pengolahan dasar kolam, perbaikan
organisme yang masih berbentuk
pipa pemasukan dan pengeluaran,
primitif atau belum mempunyai organ
pemupukan dan pengapuran.
tubuh lengkap seperti induknya untuk
Perbaikan pematang bertujuan untuk
menjadi bentuk definitif yaitu
mencegah kebocoran kolam.
metamorfosa. Perkembangan stadia
Kebocoran kolam dapat diakibatkan
larva meliputi stadia pro-larva dan
oleh binatang air seperti belut, ular,
stadia pasca larva. Stadia pro-larva
kepiting dan lain-lain. Pematang
merupakan tahap larva yang masih
yang bocor mengakibatkan air kolam
memiliki kuning telur, sedangkan
tidak stabil dan benih ikan lolos
stadia pasca larva merupakan tahap
keluar kolam. Perbaikan pematang
larva yang telah habis kuning
yang bocor dilakukan dengan
telurnya dan masa penyempurnaan
menyumbat bagian yang bocor
organ-organ tubuh yang ada. Akhir
menggunakan tanah atau ijuk.
stadia ini ditandai dengan bentuk
larva yang sama dengan induknya
Pengolahan dasar kolam dilakukan
yang biasa disebut dengan juvenil
dengan mencangkul dasar kolam.
atau benih ikan.
Tujuan mengolah dasar kolam
adalah untuk menguapkan gas
Larva ikan yang baru menetas
beracun yang terdapat di dasar
memiliki kuning telur. Larva tersebut
kolam. Tanah yang baru dicangkul
mengambil makanan dari kuning
diratakan. Setelah dasar kolam rata,
telur. Kuning telur akan habis setelah
lalu dibuat saluran ditengah kolam.
larva berumur 3 hari. Setelah kuning
Saluran ini disebut kemalir. Kemalir
telur habis, larva mengambil
138
berfungsi untuk memudahkan pengeluaran air. Selanjutnya pipa
pemanenan dan sebagai tempat pemasukan air di buka. Setelah
berlindung benih ikan pada siang ketinggian air 20 - 30 cm, tutup pipa
hari dan jika ada predator pemasukan air. Biarkan kolam
(pemangsa). Kemalir dibuat mulai selama 5 - 7 hari. Hari ke - 8 benih
dari pipa pemasukan air sampai pipa ikan dapat di tebar ke kolam untuk
pengeluaran air. Kemalir dibuat didederkan.
dengan ukuran lebar 0,5 meter dan
kedalaman 0,3 meter. Setelah dipastikan hampir semua
telur menetas, kakaban diangkat
Pipa pemasukan dan pengeluaran untuk menghindari penurunan
air dilengkapi saringan. Fungsi kualitas air akibat adanya
saringan pada pipa pemasukanan pembusukan dari telur – telur yang
adalah untuk menghindari masuknya tidak menetas. Disamping itu juga
ikan liar atau sampah, sedangkan dilakukan pergantian air bak
fungsi saringan pada pipa penetasan dengan membuang air
pengeluaran adalah untuk sampai ¾ bagian volume air dan
menghindari lolosnya benih ikan kemudian diisi kembali dengan air
keluar kolam. Setelah melakukan yang baru. Larva ikan lele yang baru
pengolahan dasar kolam dan menetas akan berwarna hijau dan
perbaikan pematang, kemudian berkumpul di dasar bak penetasan
dilakukan pengapuran. dibagian yang gelap. Ukuran larva
lebih kurang 5 – 7 mm dengan berat
Pengapuran bertujuan untuk 1,2 – 3 mg. Setelah berumur 2 hari,
membasmi bibit penyakit dan larva mulai bergerak dan menyebar
meningkatkan kadar pH tanah. Kapur ke seluruh bak penetasan. Sampai
di tebar merata di dasar kolam. Dosis umur 3 hari larva tidak perlu diberi
kapur yang di tebar adalah 10 - 50 pakan tambahan, karena masih
gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan memanfaatkan cadangan makanan
50 - 150 kg kapur/m2 Kapur yang dibawa di dalam tubuhnya,
ditebarkan pada dasar kolam lalu yakni yang dikenal dengan “kuning
dicampur dengan lapisan lumpur telur”. Larva ikan lele dumbo baru
paling atas sedalam 5 cm . diberikan pakan tambahan setelah
Seminggu kemudian lakukan berumur 4 hari dengan memberikan
pemupukan dengan 50 - 100 kg emulsi kuning telur ayam. Pemberian
pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 pakan tersebut sampai umur 5 hari.
kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 Setelah menginjak umur 6 hari, larva
m2. Semprot kolam dengan diberi pakan alami (makanan hidup)
menggunakan pestisida golongan yang berukuran kecil, seperti kutu air
organophosphat seperti Sumithion, (daphnia sp) atau cacing sutera
Argothion, dan Diazinon dengan (tubifex). Pakan buatan kurang baik
konsentrasi 3 - 4 ppm. Kolam sudah diberikan karena jika tidak habis
dapat diairi 5 - 7 hari setelah semua akan membusuk sehingga
rangkaian kegiatan tersebut diatas menurunkan kualitas air pada bak
dilakukan. Kolam yang telah di pupuk pemeliharaan. Pakan alami diberikan
dan dikapur segera ditutup pipa
139
3 kali sehari, pagi, siang dan sore cukup. Pemupukan dapat dilakukan
hari atau sesuai dengan kebutuhan. 1 - 2 kali seminggu, menggunakan
pupuk kandang (25 kg kotoran sapi
Faktor lain yang perlu diperhatikan atau 3 kg kotoran ayam/100 m2).
selama pemeliharaan benih atau
larva adalah kualitas air. Pergantian Pada saat pemeliharaan dapat diberi
air dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali makanan tambahan berupa
atau tergantung dari kebutuhan. makanan halus seperti bekatul,
Jumlah air yang diganti sebanyak konsentrat, atau pakan buatan
50–70 % dengan cara menyipon bentuk tepung. Pengelolaan kualitas
(mengeluarkan air secara selektif air dapat dilakukan berupa
dengan selang) sambil membuang pengontrolan sistem pemasukan air
kotoran yang mengendap pada agar tetap mengalir untuk
dasar bak pemeliharaan larva. mempertahankan tinggi air di kolam
Selang yang digunakan adalah serta menjamin difusi oksigen terlarut
selang plastik yang lentur dan biasa kedalam kolam. Sedangkan
digunakan sebagai selang air. pengendalian hama penyakit dapat
dilakukan dengan cara mencegah
Setelah benih lele berumur 2 – 3 hama atau hewan liar masuk ke
minggu dan mencapai ukuran 0,5 – 2 kolam seperti: membersihkan
cm, benih sudah siap untuk dipanen. lingkungan sekitar kolam, memasang
Agar benih lele tidak mengalami saringan pada pipa inlet, memasang
stres, pemanenan dilakukan pada pagar sekeliling kolam, memasang
pagi atau sore hari saat suhu rendah. lampu perangkap, dan lain
Cara memanennya adalah air dalam sebagainya.
bak disurutkan secara perlahan,
selanjutnya benih ditangkap secara
Pendederan adalah pemeliharaan
hati hati menggunakan seser
benih lele dumbo yang berasal dari
(serokan) halus. Benih dapat
hasil pembenihan sehingga
langsung dipasarkan (dijual)
mencapai ukuran tertentu.
langsung kepada pembeli atau
Pendederan dilakukan dalam dua
didederkan pada kolam pendederan.
tahap, yakni pendederan pertama
dan pendederan kedua. Pada
Larva yang akan didederkan
pendederan pertama, benih lele
sebaiknya jangan ditebarkan
dumbo yang dipelihara adalah benih
langsung ke dalam kolam namun
yang berasal dari pembenihan yang
terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi
berukuran 1 – 3 cm. Benih ini
untuk menghindarkan perubahan
dipeliharan selama 12 – 15 hari
suhu ekstrim antara suhu kolam
sehingga saat panen akan diperoleh
dengan suhu air pada wadah
lele dumbo berukuran kurang lebih 5
pengangkutan. Padat penebaran
– 6 cm perekornya. Pada
larva 10.000–15.000 ekor/m2.
pendederan ke dua, benih yang
Selama masa pendederan (28 - 30
dipelihara berasal dari hasil
hari) pemupukan ulang perlu
pendederan pertama. Pemeliharaan
dilakukan untuk menjamin
dilakukan selama 12 – 15 hari
tersedianya makanan alami yang
140
sehingga diperoleh benih lele dumbo disebarkan merata pada kolam
berukuran 8 – 12 cm perekornya. pendederan.
Pendederan ini dapat dilakukan di
kolam tanah atau kolam tembok. Untuk memperkecil mortalitas atau
kehilangan benih, selama
Penebaran benih dilakukan setelah 6 pemeliharaan harus dilakukan
hari dari pemupukan atau saat pengontrolan terhadap serangan
pakan alami telah tersedia. hama dan penyakit. Hama yang
Penebaran benih dilakukan pada menyerang benih lele berupa belut,
pagi atau sore hari dengan ular, ikan gabus. Tindakan
kepadatan 200 – 300 ekor/M2 pencegahan penyakit cukup dengan
berukuran 1 - 3 cm per ekornya. menjaga kualitas dan kuatitas air
Penebaran harus dilakukan dengan kolam, yakni dengan menghindarkan
hati-hati agar benih lele dumbo tidak pemberian pakan yang berlebihan.
mengalami stress. Benih yang akan Karena pakan yang berlebihan akan
didederkan sebaiknya jangan ditebar menumpuk di dasar kolam dan bisa
langsung ke kolam namun terlebih membusuk yang akhirnya menjadi
dahulu dilakukan aklimatisasi untuk salah satu sumber penyakit.
menghindari perubahan suhu yang
mencolok antara suhu air kolam dan Pada ikan nila pemeliharaan larva
suhu air pada wadah pengangkutan. dan benih ikan dapat dilakukan pada
Cara penebaran untuk proses wadah pemeliharaan larva antara
adaptasi (aklimatisasi) benih lele lain adalah akuarium, fibre glass, bak
dumbo cukup mudah. Benih lele dan sebagainya. Sebelum larva
dumbo yang masih berada di dalam dimasukkan, wadah pemeliharaan
wadah pengangkutan di biarkan larva terlebih dahulu dibersihkan dan
terapung-apung diatas permukaan dilakukan sanitasi. Sanitasi dapat
air selama 5 menit. Selanjutnya menggunakan malachyte green atau
ditambahkan air dari kolam ke wadah methalyn blue 10 ppm dengan cara
pengangkutan sedikit demi sedikit. dibilas keseluruh permukaan wadah.
Dengan cara ini diharapkan kualitas
air yang ada di dalam wadah Pemeliharaan larva dilakukan
pengangkutan tersebut akan sama selama 6 - 8 hari, larva berumur 3
dengan yang ada di kolam. hari sudah dapat berenang di dasar
wadah pemeliharaan. Sedangkan
Kegiatan pemeliharaan benih larva umur 5 hari sudah dapat
merupakan kegiatan inti dari berenang dipermukaan air.
pendederan. Selama pemeliharaan,
benih harus diberi pakan tambahan. Pemeliharaan larva meliputi
Pakan tambahan berupa tepung pemberian pakan dan pengelolaan
pelet sebanyak 3 – 5 % dari jumlah kualitas air. Selama pemeliharaan,
total benih yang dipelihara. Pakan larva dapat diberi pakan berupa
diberikan 3 – 4 kali sehari. Agar pakan alami, tepung ikan, dedak
pemberian pakan lebih efektif, halus dan sebagainya. Pakan yang
sebaiknya pemberian pakan diberikan harus lebih kecil dari
bukaan mulut larva dan jumlah
141
pakan. Ukuran butiran pakan harus di kolam juga diberi pakan tambahan
lebih kecil dari bukuaan mulut larva. yang halus seperti dedak. Pakan
Demikian pula jumlah pakan harus tambahan tersebut ditebar di
sesuai dengan jumlah larva. Pakan sepanjang kolam. Frekuensi
yang tersisa di wadah pemeliharaan pemberian pakan sebanyak 2 - 3 kali
dapat mengakibatkan kualitas air perhari. Kandungan protein pakan
benih ikan sebesar ≥ 30 %. Jumlah
kurang baik. Oleh sebab itu setiap
hari dilakukan penyiponan terhadap pakan yang diberikan 10 % dari
kotoran atau sisa pakan. Air harus biomasa.
terus menerus mengalir di wadah.
Selain itu sebaiknya diberi aerasi Kualitas air sangat penting
pada wadah pemeliharaan larva. diperhatikan dalam kegiatan
pendederan. Suhu yang baik untuk
Benih yang telah berumur 7 - 8 hari pendederan ikan nila adalah 28 - 30
ditebar di kolam pendederan. °C. Sedangkan oksigen terlarut
Diharapkan pada saat penebaran sebesar 6 - 8 ppm. Pertumbuhan
pakan alami sudah tersedia di kolam. ikan mulai terganggu pada suhu ≤ 18
Padat penebaran benih ikan nila °C dan ≥ 30 °C.
sebanyak 75 - 100 ekor/m2. Benih
dari wadah pemeliharaan larva Pada suhu optimum, pertumbuhan
ditangkap menggunakan seser ikan normal. Suhu air sangat
halus. Larva yang tertangkap berpengaruh pada laju metabolisme
tersebut ditampung di wadah. ikan. Perubahan temperatur yang
Selanjutnya benih tersebut ditebar di terlalu drastis dapat menimbulkan
kolam. Sebelum ditebar terlebih gangguan fisiologis ikan yang dapat
dahulu di lakukan aklimatisasi menyebabkan ikan stress.
dengan cara wadah yang berisi larva
dimasukkan ke dalam air kolam. Jika Pencegahan hama dan penyakit
suhu air wadah penampungan larva pada kegiatan pendederan sangat
lebih rendah dari suhu air kolam perlu dilakukan. Pencegahan
maka air kolam dimasukkan sedikit tersebut dapat dilakukan dengan
demi sedikit ke wadah penampungan pengeringan dan pengapuran dasar
sampai suhu kedua air tersebut kolam serta pergantian air kolam,
sama. Selanjutnya larva ditebar membuat saringan air sebelum air
dengan cara memiringkan wadah masuk ke kolam. Hama yang sering
penampungan larva sehingga larva menyerang benih ikan nila adalah
dapat keluar dengan sendirinya belut, ular, burung, ikan gabus dan
berenang ke kolam. Penebaran larva ikan lele. Penyakit yang menyerang
sebaiknya dilakukan pagi atau sore terutama penyakit parasitik seperti
hari pada saat suhu udara rendah. Ichthyophthirius multifilis yang
mengakibatkan bintik putih
Pendederan dilakukan selama 3 - 4 dipermukaan tubuh ikan dan
minggu. Pada umur tersebut benih mengakibatkan kematian masal.
ikan sudah men-capai ukuran 3 - 5 Pencegahan penyakit ini dilakukan
cm. Selama pendederan benih ikan dengan menambahkan garam dapur
selain mendapatkan makanan alami
142
di kolam media pendederan diperhatikan pada saat penggantian
sebanyak 200 gr/m3. air adalah suhu air. Suhu air yang
akan dimasukkan ke dalam wadah
Pemeliharaan benih pada ikan patin pemeliharan. Selain itu air baru yang
meliputi pemberian pakan, akan dimasukkan sebaiknya telah
pengelolaan kualitas air serta diendapkan terlebih dahulu.
pengendalian/hama penyakit ikan.
Pemberian pakan yang perlu Pengendalian hama dan penyakit
diperhatikan adalah jenis pakan, benih ikan patin lebih ditekankan
kadar protein, jumlah ukuran, dan pada pencegahan. Pencegahan
frekuensi pemberian pakan. dapat dilakukan dengan sanitasi
Pemberian pakan benih ikan patin lingkungan seperti wadah dan air.
yang dipelihara secara intensif dapat Demikian juga air yang akan
diberikan jenis cacing tubifex, digunakan sebaiknya disanitasi
daphnia, rotifera dan lain-lain. demgan menggunakan methylen
Pemberian pakan benih ikan harus blue, malachyte green, Kalium
disesuaikan ukuran benih ikan permanganat dan sebagainya.
dengan ukuran pakan. Pakan yang Wadah yang akan digunakan
diberikan untuk benih ikan sesuai sebaiknya terlebih dahulu
dengan bukaan mulut benih ikan. dibersihkan menggunakan deterjen.
Pakan yang diberikan harus lebih Hama dan penyakit ikan timbul
kecil dengan bukaan mulut ikan. disebabkan oleh kondisi lingkungan,
kondisi benih ikan dan bibit penyakit.
Pengelolaan kualitas air mutlak perlu Ketiga bibit penyakit tersebut
diperlukan karena benih patin sangat menjadi suatu sistem sehingga benih
peka terhadap perubahan lingkungan ikan terserang penyakit. Kondisi
khususnya kualitas air. Pada lingkungan yang kotor
pemeliharaan benih ikan patin menyebabkan benih ikan lemah,
secara intensif yang dilakukan di kurang nafsu makan. Pada kondisi
bak atau akuarium perlu dilakukan tersebut benih ikan mudah terserang
pembersihan kotoran dan bibit penyakit. Parasit/penyebab
penggantian air di wadah penyakit sering menyerang bibit
pemeliharaan. Pembersihan wadah benih ikan patin adalah
dilakukan dengan menyipon kotoran Ichthyopthirius mulitifilis atau white
dan sisa makanan menggunakan spot, gyrodactius sp, dactilogyrus sp,
selang. Pada saat menyipon harus aeromonas sp dan sebagainya.
dilakukan dengan hati-hati agar Ichthyopthirius sp sering menyerang
benih ikan tidak ikut keluar. pada bagian sisik dan sirip benih
Penyiponan dapat juga dilakukan ikan. Benih ikan yang terserang
juga sekaligus dengan penggantian penyakit ich biasanya menggosok-
air. Air yang dikeluarkan pada saat gosokkan bagian tubuhnya ke
penyiponan segera diganti dengan dinding atau dasar wadah.
air bersih. Air yang dikeluarkan
sebanyak 25 - 50%. Sehingga air Pemeliharan benih ikan patin
yang diganti sebanyak air yang dilakukan secara intensif di bak,
dikeluarkan. Hal yang perlu akuarium, fiberglass dan dapat juga
143
dilakukan dipeliharaan di kolam. Jika termasuk ”Masking factor” yaitu
pemeliharan benih ikan patin di sebagai faktor pengendali perubahan
kolam harus dilakukan persiapan. kimia dalam air. Ikan mempunyai alat
Persiapan tersebut meliputi dan cara untuk beradaptasi terhadap
pengolahan dasar kolam, lingkungannya. Alat-alat tersebut
pemupukan dan pengapuran, akan dipergunakan pada saat
pembuatan kamalir, perbaikan sedang mengadakan proses
saluran dan sebagainya. osmoregulasi. Alat-alat tersebut
antara lain kulit, insang, ginjal.
Pengolahan dasar kolam berfungsi Namun demikian ikan mempunyai
untuk mengoksidasi gas beracun batas toleransi terhadap perubahan
yang terdapat di dasar kolam. lingkungannya. Begitu juga ikan
Pengolahan dasar kolam meliputi mempunyai batas toleransi terhadap
pencangkul tanah dasar kolam. perubahan lingkungannya. Sebagai
Selanjutnya dilakukan pemerataan contoh ikan hanya mampu mentolerir
perubahan suhu hanya ± 5 0C,
dasar kolam. Pemupukan bertujuan
perubahan ini mampu ditolerir 0,5 0C
untuk menumbuhkan pakan alami
dikolam. Pakan alami ini diharapkan permenit. Betapa pentingnya kehati-
menjadi pakan utama bagi benih hatian saat pelepasan benih ikan
ikan. Pupuk ditebar merata di dasar patin.
kolam. Dosis pupuk yang ditebar
sebanyak 0,3 - 0,5 kg/m2. Padat penebaran sangat tergantung
kepada ”Caryng Capacity” kolam
Selanjutnya kolam diisi dengan air tersebut dan sifat serta ukuran ikan.
setinggi 40 cm. Pakan alami akan Caryng capacity bisa diartikan daya
mencapai puncaknya aetelah 10 – dukung kolam yang menyangkut
14 hari dari pemupukan. Pada hari kelimpahan pakan alami,
ke 10 air kolam dinaikkan menjadi ketersediaan oksigen serta
50-70 cm. Selanjutnya benih ikan minimalnya faktor penggangu
dapat dilepas ke kolam. Pelepasan hidupnya ikan. Caryng capacity bisa
benih sebaiknya dilakukan sore hari dihitung, contoh : ada beberapa juta
agar suhu air kolam sudah menurun. sel per ml kelimpahan planktonnya,
Pelepasan benih ikan menggunakan ada berapa ppm kandungan
metode aklimatisasi. Demikian juga oksigennya atau berapa kapasitas
untuk pelepasan benih ikan patin ini oksigen per volume kolam tersebut.
juga menggunakan metode Kemudian dengan menggunakan
aklimatisasi. Metode aklimatisasi metode sampling ada berapa juta sel
adalah suatu cara memberikan plankton yang terdapat dalam perut
kesempatan kepada ikan untuk ikan dan berapa laju kecepatan
menyesuaikan diri terhadap respirasi ikan tersebut dalam
lingkungan baru. Lingkungan baru menyerap oksigen.
tersebut adalah suhu, pH dan
salinitas. Suhu merupakan
Hal ini bisa digunakan rumus
”Controling factor” yaitu apabila suhu
Schroeder (1975), respirasi ikan
air berubah maka faktor yang lain
pada suhu 20-30 0C.
akan berubah. Sedangkan pH
144
Y= 0.001 W0,82 air, diusahakan ikan selalu berenang
Y= Konsumsi O2/ikan (gr)/jam dipermukaan air. Hal ini terjadi
W= Berat ikan apabila ikan dipuasakan.
R= 0.99
Pakan yang diberikan selama
pendederan benih ikan patin adalah
Dengan membandingkan caryng
campuran tepung pelet dengan
capacity dengan jumlah plankton isi
bekatul dengan perbandingan 1 : 2.
perut ikan dan laju respirasi ikan
Tetapi sebenarnya jenis ikan ini
maka padat penebaran bisa dicari.
sangat menyukai pakan alami. Jika
Secara singkat caryng capacity
kombinasi kedua jenis pakan yaitu
biasanya telah diketemukan
pakan buatan dan pakan alami
berdasarkan pengalaman atas
diberikan bersama adalah sangat
beberapa kali pendederan ikan atau
baik, karena unsur gizinya saling
pemeliharaan ikan pada kolam
melengkapi. Dari hari kehari ikan
tersebut. Contoh kolam A seluas 200
hidup itu tumbuh, baik bertambah
m2 biasanya ditebar ikan 100 ekor/
panjang maupun bertambah berat.
m2 atau menghasilkan ikan 300 kg.
Begitu pula dari hari ke hari populasi
ikan semakin berkurang ada
Dalam pemeliharaan benih ikan patin
beberapa ikan yang mati. Atas dasar
harus dilakukan pemberian pakan.
kejadian ini maka untuk menetukan
Menurut beberapa penelitian bahwa
jumlah pakan pada hari-hari
pendekatan jumlah pakan yang
berikutnya perlu diadakan sampling
diberikan per hari adalah 3% dari
ikan (Gambar 4.24). Jika total bobot
total bobot ikan. Frekuensi
ikan diketahui maka jumlah pakan
pemberian pakannya 3 kali yaitu
yang dibutuhkan dapat dihitung.
pagi, siang dan sore hari dengan
Konversi/efesiensi pakan akan dapat
jumlah yang sama. Tetapi kondisi
dihitung apabila jumlah pakan yang
permintaan pakan akan berubah-
diberikan serta bobot total ikan
ubah tergantung suhu air. Apabila
diketahui. Untuk itu pendataan hal ini
cuaca cerah, matahari bersinar
perlu ketekunan.
terang maka suhu air akan naik
segala proses/metabolisme
dipercepat. Barangkali apabila
kondisi demikian frekuensi
pemberian pakan akan lebih dari 2
kali. Tetapi apabila cuaca mendung,
matahari tidak bersinar otomatis
suhu akan menurun, kondisi ini
dibarengi dengan fotosintesis
plankton terhambat. Sehingga
produksi oksigen menurun sebagai Gambar 4.24. Sampling benih ikan
akibat nafsu makan ikan menurun
permintaan ikan akan pakan juga
menurun. Ada suatu teori bahwa
untuk mengatasi ikan kekurangan
oksigen disamping melakukan aerasi
145
2. Pembesaran ikan semiintensif
4.5. Pembesaran Ikan
yaitu pembesaran ikan yang lebih
Pembesaran ikan merupakan salah
mengutamakan pakan alami
satu proses dalam budidaya ikan
yang terdapat pada kolam dan
yang bertujuan untuk memperoleh
diberi pakan tambahan yang
ikan ukuran konsumsi. Pada usaha
tidak lengkap kandungan gizi dari
budidaya ikan pembesaran
pakan tersebut. Pada
merupakan segmen usaha yang
pembesaran semi intensif ini
banyak dilakukan oleh para
padat penebaran lebih tinggi
pembudidaya ikan. Dalam
dibandingkan dengan tradisional.
melakukan pembesaran ikan ini
Misalnya melakukan pembesaran
relatif tidak terlalu sulit karena
ikan pada kolam air tenang
ketrampilan yang dibutuhkan tidak
dengan memberikan pakan
sesulit dalam melakukan
tambahan berupa dedak selain
pembenihan ikan. Pada kegiatan
pakan alami yang terdapat pada
pembesaran ikan yang perlu
kolam pembesaran.
diperhatikan antara lain adalah
3. Pembesaran ikan intensif yaitu
wadah yang akan digunakan dalam
pembesaran ikan yang dalam
proses pembesaran, padat
proses pemeliharaannya
penebaran, pola pemberian pakan,
mengandalkan pakan buatan
pencegahan terhadap hama dan
dalam pemberian pakannya serta
penyakit ikan, pengontrolan
dilakukan pada wadah yang
pertumbuhan (sampling, grading dan
terbatas dengan kepadatan
sortasi) serta pengelolaan kualitas
maksimal. Dalam pembesaran
air.
secara intensif ini harus
diperhitungkan kualitas dan
Berdasarkan jenis pakan yang
kuantitas air yang masuk
digunakan dalam melakukan proses
kedalam kolam pembesaran.
pembesaran ikan dapat
dikelompokkan menjadi tiga
kelompok yaitu :
4.5.1. Pembesaran ikan mas
1. Pembesaran ikan secara
tradisional yaitu pembesaran ikan Pembesaran ikan mas dapat
yang hanya mengandalkan dibedakan menjadi 3 kelompok
pakan alami yang terdapat dalam berdasarkan penyediaan pakan dan
kolam budidaya. Padat luas lahan pemeliharaan, yaitu :
penebaran disesuaikan dengan
1. Pembesaran ikan mas secara
daya dukung kolam dan pakan
ekstensif/tradisional.
yang tersedia di kolam
2. Pembesaran ikan secara semi
pembesaran. Dalam pembesaran
intensif.
tradisional ini kesuburan perairan
3. Pembesaran ikan mas secara
akan sangat menentukan
intensif.
tumbuhnya pakan alami.
Misalnya pembesaran ikan pada
Pembesaran ikan mas secara
kolam tergenang, pembesaran
tradisional adalah pembesaran ikan
ikan disawah.
mas dalam kolam yang tenang
146
airnya dan dalam pemeliharaannya menjadi tunggal kelamin dan
hanya mengandalakan pakan yang campur kelamin.
ada didalam kolam pemeliharaan,
tidak ada pakan tambahan. Biasanya Pemeliharaan ikan mas tunggal
ukuran kolam pembesaran relatif kelamin adalah pemeliharaan
luas (lebih dari 200m2). ikan mas yang menggunakan
ikan jantan atau ikan betina saja.
Pembesaran secara semi intensif
Pemeliharaan ikan mas campur
adalah pembesaran ikan mas dalam
kelamin adalah pemeliharaan
kolam air tenang tetapi dalam
ikan mas dengan menggunakan
pemeliharannya diberi makanan
ikan jantan dan betina bersama-
tambahan. Makanan tambahan ini
sama dalam wadah
dapat berupa dedak, limbah rumah
pemeliharaan. Hal ini muncul
tangga, daun-daunan dan
karena adanya kecenderungan
sebagainya. Selain itu dapat juga
pada ikan mas betina untuk
ditambahkan pakan buatan (pellet)
tumbuh lebih cepat dibandingkan
tetapi jumlahnya sedikit.
dengan ikan jantan.
Pembesaran ikan mas di sawah dan
2. Polikultur yaitu pemeliharaan ikan
di dalam kerambah merupakan salah
mas dengan mempergunakan
satu contoh pembesaran ikan mas
lebih dari satu jenis ikan dalam
secara semi intensif.
wadah pemeliharaan. Ikan mas
dapat dipelihara secara polikultur
Pembesaran ikan mas secara
dengan ikan mas atau ikan nila,
intensif adalah ikan mas dalam air
karena jenis ikan ini bukan
yang mengalir, ukuran kolam
merupakan pesaing makanan
pemeliharaan relatif kecil (kurang
dalam kolam pemeliharaan.
dari 100m2) dan sangat bergantung
pada pakan buatan. Pakan buatan
Dalam melakukan usaha
yang diberikan biasanya adalah
pembesaran ikan mas, ukuran benih
pellet. Salah satu contoh
yang akan digunakan sangat
pembesaran ikan mas secara intensif
bergantung kepada sistem budidaya
adalah pembesaran ikan mas di
yang akan ditetapkan. Pada
kolam air deras (running water) atau
budidaya ikan mas di kolam air
jaring terapung.
deras, ukuran benih yang dapat
digunakan sebaiknya berukuran 100
Berdasarkan jenis ikan yang
gram/ekor.
dipelihara dalam kolam
pemeliharaan/pembesaran ikan mas Sedangkan pembesaran ikan mas di
di kelompokkan menjadi 2, yaitu : jaring terapung saat ini sudah dapat
1. Mono kultur, yaitu pemeliharaan menggunakan benih ikan mas yang
ikan mas dalam wadah berukuran lebih dari 5 – 8 cm.
pembesaran yang hanya diisi Padat penebaran benih ikan mas di
oleh ikan mas saja. Dalam kolam pemeliharaan harus dilakukan
pemeliharaan ikan mas secara dengan hati-hati dan biasanya di
monokultur dapat dikelompokkan tebar pada saat matahari belum
147
bersinar. Agar benih yang ditebar kepada ikan pemeliharaan
tidak mengalami stress atau tingkat seperti daun-daunnan, keong,
kematian yang tinggi. Sebaiknya limbah rumah tangga dan lain-
benih ikan mas tersebut dibiarkan lain. Pakan tambahan
keluar dengan sendirinya dari tempat dibutuhkan oleh ikan mas dalam
penampungan benih (plastik) pemeliharaan ikan mas secara
kedalam pemeliharaan. semi intensif.
Hal-hal yang harus diperhatikan Pakan buatan adalah pakan yang
dalam melakukan pembesaran ikan dibuat dengan susunan bahan
mas sampai mencapai ukuran tertentu dengan gizi sesuai
konsumsi adalah : keperluan ikan. Pakan buatan
dapat berbentuk pellet, larutan
1. Pakan. (emulsi dan suspensi), lembaran
Pakan merupakan suatu sumber (flake atau waren) dan remahan.
energi bagi ikan. Tanpa makanan Ikan mas yang dipelihara secara
ikan tidak akan tumbuh dan intensif dan semi intensif
berkembang biak. Pakan yang memerlukan pakan buatan.
dapat diberikan untuk ikan mas Bentuk pakan buatan yang biasa
adalah pakan alami, pakan diberikan adalah pellet. Garis
buatan dan pakan tambahan. tengah pellet berkisar antara 2-4
mm.
Pakan alami adalah makanan
hidup bagi larva dan benih ikan 2. Pengelolaan kualitas air.
yang diperoleh dari Pengelolaan kualitas air adalah
perairan/kolam atau cara pengendalian kondisi air di
membudidayakannya secara dalam kolam budidaya
terpisah. Ikan mas merupakan sedemikian rupa sehingga
ikan pemakan segala memenuhi persyaratan hidup
(omaevora), oleh karena itu bagi ikan yang akan di pelihara.
sebaiknya pada kolam
pemeliharaan harus dilakukan Dalam pembesaran ikan mas agar
pemupukan awal 3-5 hari dapat tumbuh dengan optimal maka
sebelum penebaran benih dan kondisi air kolam pembesaran harus
pemupukan susulan agar sesuai dengan kebutuhan ikan mas.
ketersediaan pakan alami di Variable kualitas air yang sangat
dalam kolam pemeliharaan selalu berpengaruh pada ikan mas antara
ada. Ketersediaan pakan alami lain :
yang melimpah akan
•
menguntungkan bagi ikan dan Suhu air
petani itu sendiri karena tidak lagi Suhu air merupakan faktor
membutuhkan pakan tambahan penting yang harus diperhatikan
dalam pemeliharaannya. karena dapat mempengaruhi laju
metabolisme dalam tubuh ikan.
Pakan tambahan yang diberikan Pada suhu air yang tinggi maka
dalam bentuk apa adanya laju metabolisme akan
148
meningkat, sedangkan pada kadar O2 yang terlarut yang
suhu yang rendah maka laju rendah. Oleh karena itu kadar
metabolisme akan menurun. CO2 yang layak untuk budidaya
Dengan suhu yang optimal maka ikan mas sebaiknya < 5mg/l
laju metabolisme akan optimal.
• Volume air
Pertumbuhan ikan mas sangat Ikan mas yang dipelihara di
dipengaruhi oleh suhu air, baik dalam kolam air deras
dalam usaha pembesaran ikan mempunyai pertumbuhan yang
mas atau pembenihan ikan mas. lebih cepat dibandingkan dengan
Suhu yang optimal untuk ikan mas yang dipelihara d kolam
pertumbuhan ikan mas berkisar air tenang. Pada pemeliharaan
antara 25-30oC ikan mas di kolam air deras
membtuhkan volume air yang
• Kadar oksigen terlarut. besar, dimana debit air yang
Untuk dapat hidup manusia masuk ke dalam kolam
membutuhkan oksigen yang pemeliharaan berkisar antara 75-
dibutuhkan ikan yang hidup di 300 liter/detik.
dalam air disebut dengan
oksigen terlarut. Ikan mas Pada kolam air deras dengan
membutuhkan oksigen dalam debit air yang tinggi maka
bentuk terlarut dalam air untuk kandungan oksigen terlarut di
proses metabolisme di dalam dalam kolam pemeliharaan cukup
tubuhnya dan untuk bernafas. tinggi. Dengan oksigen yang
Kandungan oksigen terlarut di cukup maka proses metabolisme
dalam air agar ikan mas tumbuh ikan akan optimal maka
dan berkembang minimal 3 ppm. pertumbuhan ikan pun akan
Kebutuhan oksigen terlarut ini optimal.
sangat dipengaruhi oleh suhu air,
•
biasanya suhu air meningkat Kekeruhan air
maka kandungan oksigen terlarut Dalam membesarkan ikan mas di
menurun (berkurang). kolam pemeliharaan harus
diperhatikan juga tentang
• Kadar CO2 kekeruhan air. Kekeruhan air
Sumber air yang akan digunakan menggambarkan tentang banyak
untuk budidaya ikan mas antara cahaya yang dapat masuk ke
lain adalah air tanah, air sungai dalam perairan. Kekeruhan air
atau air hujan. Air tanah adalah ini disebabkan oleh bahan
salah satu sumber air yang organic dan anorganik yang
banyak digunakan untuk terlarut di dalam kolam. Air yang
budidaya. Jika menggunakan jernih biasanya miskin akan
maka harus di tampung terlebih mineral, air yang terlalu keruhpun
dahulu dalam bak penampung air tidak baik untuk budidaya ikan
minimal 24 jam, karena air tanah karena banyak mengandung
tersebut mengandung CO2 yang Lumpur. Air yang baik untuk
tinggi berkaitan erat dengan budidaya ikan yang mempunyai
149
warna air tidak keruh dan tidak Hama yang menyerang ikan pilihan
jernih. Untuk mengukur dapat diatasi dengan melakukan
kekeruhan biasanya dilakukan penyaringan terhadap air yang
pengukuran kecerahan air masuk ke dalam kolam
karena kecerahan air sangat pemeliharaan. Penyakit ikan di
bergantung kepada warna iar kolam pemeliharaan ikan mas akan
dan kekeruhan. Nilai kecerahan muncul jika kondisi perairan kolam
yang ideal untuk pertumbuhan air (kualitas air kolam) rendah, hal ini
sebaiknya berkisar antara 25 – dapat menyebabkan daya tahan
40 cm. tubuh ikan menurun. Penyakit ikan
ini dapat terjadi akibat interaksi antar
3. Pengelolaan Kesehatan Ikan ikan itu sendiri, penyakit dan
Salah satu kendala dalam lingkungan yang buruk. Lingkungan
membudidayakan ikan mas yang uruk sangat berpengaruh
adalah terserangnya ikan mas terhadap kondisi kesehatan ikan.
yang dibudidayakan dari hama Dengan lingkungan yang buruk maka
dan penyakit. Jenis hama dan daya tahan tubuh ikan menurun
penyakit yang biasanya sehingga penyakit akan mudah
menyerang ikan mas ukuran menyerang ikan.
larva sampai konsumsi dapat
dikelompokkan menjadi 4 Setelah ketiga hal tersebut di
golongan, yaitu : jelaskan di atas di lakukan dengan
• Hama, misalnya huhurangan, baik, maka dalam memelihara ikan
mas akan memperoleh produksi ikan
notorecta sp, eybister sp dsb.
mas yang cukup tinggi dan efisien.
• Parasit, misalnya
Lama pemeliharaan ikan mas sangat
ichthyoptherius multifiliis
tergantung kepada ukuran ikan yang
berbentuk bulat putih yang
digunakan, padat penebaran dan
menempel pada badab ikan,
luas kolam yang digunakan serta
trichodina sp dsb.
sistem pemeliharaan yang
• Cendawan
digunakan. Untuk lebih jelasnya
• Bakteri dan virus.
dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8. Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan.
Ukuran Padat Lama
No. Sistem Pembesaran
Benih Penebaran Pemeliharaan
1-2 kg/m2
1. Pembesaran Tradisional 50-80 6 bulan
(ekstensif) gram/ekor
3-5 kg/m2
2. Pembesaran Semi Intensif 50-80 5 bulan
di Kolam/ sawah gram/ekor
5-10 kg/m2
3. Pembesaran Ikan Intensif 50-100 4 bulan
150
di Jaring Terapung gram/ekor
lembaran (flake atau waver) dan
4.5.2. Pembesaran ikan nila
remahan.
Hal-hal yang harus diperhatikan
Ikan nila yang dipelihara secara
dalam melakukan pembesaran/
intensif dan semi intensif
pemeliharaan ikan nila sampai
memerlukan pakan buatan.
mencapai ukuran konsumsi adalah :
Bentuk pakan buatan yang biasa
1. Pakan
diberikan adalah pellet. Garis
Pakan merupakan sumber energi
tengah pellet berkisar antara 2-4
bagi ikan. Tanpa makanan ikan
mm.
tidak akan tumbuh dan
2. Pengelolaan kualitas air
berkembang biak. Pakan yang
Pengelolaan kualitas adalah cara
dapat diberikan untuk ikan nila
pengendalian kondisi air di dalam
adalah pakan alami, pakan
kolam budidaya sedemikian rupa
buatan dan pakan tambahan.
sehingga memenuhi persyaratan
Pakan alami adalah makanan
hidup bagi ikan yang akan
hidup bagi larva dan benih ikan
dipelihara.
yang diperoleh dari
Dalam budidaya ikan nila di kolam
perairan/kolam atau
agar ikan dapat tumbuh dan
membudidayakannya secara
berkembang maka kondisi air kolam
terpisah. Ikan nila merupakan
budidaya harus sesuai dengan
ikan pemakan plankton yang
kebutuhan ikan nila. Variabel
tumbuh disekitarnya. Persiapan
kualitas air yang sangat berpengaruh
pakan alami di kolam
terhadap ikan nila antara lain adalah:
pemeliharaan dilakukan dengan
pemupukan awal 3-5 hari
• Suhu air.
sebelum penebaran benih dan
Suhu air merupakan faktor
pemupukan susulan setelah
penting yang harus diperhatikan
pemeliharaan berjalan agar
karena dapat mempengaruhi laju
ketersediaan pakan alami di
metabolisme dalam tubuh ikan.
kolam tersebut tetap ada.
Pada suhu air yang tinggi maka
Pakan tambahan adalah pakan laju metabolisme akan
yang diberikan dalam bentuk apa meningkat, sedangkan pada
adanya kepada ikan seperti suhu yang rendah maka laju
daun-daunan, limbah rumah metabolisme akan menurun.
tangga, keong dan lain-lain. Dengan suhu yang optimal maka
laju metabolisme akan optimal.
Sedangkan pakan buatan adalah
pakan yang dibuat dengan Pertumbuhan ikan nila sangat
susunan bahan tertentu dengan dipengaruhi oleh suhu air dalam
gizi sesuai keperluan. Pakan usaha pembesaran atau
buatan dapat berbentuk pellet, pembenihan. Suhu air sangat
larutan (emulsi dan suspensi), berpengaruh terhadap aktifitas
151
saluran pencernaan benih ikan menyebabkan ikan tidak dapat
nila. Makanan alami yang tumbuh dan akhirnya mati.
berupa detritus dan fauna dasar
• Kadar garam (salinitas)
selesai dicerna dalam waktu 1,68
Ikan nila mempunyai toleransi
jam pada suhu 27 – 28oC dan
salinitas yang cukup luas, tetapi
1,31 jam pada suhu 32-33 oC.
pertumbuhan ikan nila pada
Pada suhu 27 – 28oC pakan
kadar garam lebih dari 30% akan
zooplankton dapat dicernakan
terhambat. Pada kadar garam
dalam waktu 2,2 jam. Ikan dapat
yang tinggi ikan membutuhkan
mencernakan makanannya
energi yang minim untuk
selama 2,5 – 3 jam pada suhu
osmoregulasi sehingga energi
30oC. Berdasarkan hasil
yang digunakan untuk
penelitian tersebut maka suhu
pertumbuhan berkurang.
optimum untuk pertumbuhan ikan
nila adalah 25 – 30oC. • Cemaran
Ikan nila yang dipelihara pada
• Volume air
musim kemarau banyak yang
Pertumbuhan ikan nila yang
mati. Hal ini diakibatkan oleh
dipelihara dalam air mengalir
pengaruh secara tidak langsung
lebih cepat daripada yang
dari sinar matahari yang dapat
dipelihara dalam air tergenang.
meningkatkan keasaman (pH)
Dalam kondisi air mengalir, ikan
perairan.
nila dengan bobot awal 9,1 gram
diberi pakan pellet 25% protein Gejala mabuk pada ikan nila
dan feeding ratenya 3,5% dalam dapat diakibatkan dari akitifitas
waktu seminggu akan mencapai berenang ikan yang cepat
bobot 34,2 gram. Selain itu dipermukaan dengan gerakan
volume air sangat menentukan tidak beraturan dan tutup insang
padat penebaran ikan nila yang bergerak aktif. Selain itu air
optimal. Padat penebaran ikan budidaya yang tercemar minyak
nila di kolam adalah 30 ekor/m2. akan menyebabkan kerusakan
sel-sel saluran pencernaan. Oleh
• Kadar oksigen terlarut
karena itu agar ikan nila tunbuh
Untuk dapat hidup manusia
dengan cepat air budidayanya
membutuhkan oksigen begitu
tidak boleh tercemar baik oleh
juga dengan ikan. Oksigen yang
limbah industri maupun rumah
dibutuhkan ikan yang hidup
tangga.
didalam air disebut dengan
Dalam air budidaya ikan yang
oksigen terlarut. Ikan nila
baik sepintas dapat dilihat dari
merupakan ikan yang tahan
keruh atau tidaknya air kolam.
terhadap kekurangan oksigen
Untuk mengetahui tingkat
terlarut dalam air, namun
kekeruhan air kolam dapat dilihat
pertumbuhan ikan ini akan
dari tingkat kecerahan air kolam
optimal jika kandungan oksigen
dengan menggunakan alat
terlarut lebih dari 3 ppm.
pengukur yang disebut secchi
Kandungan oksigen terlarut
disk atau keeping secchi.
kurang dari 3 ppm dapat
152
Kecerahan yang baik untuk antar ikan itu sendiri, penyakit
kehidupan ikan nila di kolam dan lingkungan yang buruk.
berkisar antara 25-40 cm. Lingkungan yang buruk sangat
Artinya jarak batas pengelihatan berpengaruh terhadap kondisi
terhadap keeping secchi adalah kesehatan ikan. Dengan
berkisar antara 25-40 cm dari lingkungan yang buruk maka
atas permukaan perairan. daya tahan tubuh ikan menurun
Kecerahan kurang dari 25 cm sehingga penyakit akan mudah
tidak menguntungkan karena menyerang ikan. Jenis-jenis
mengakibatkan rendahnya penyakit ikan antara lain adalah
kandungan oksigen terlarut di penyakit pendarahan, penyakit
kolam. Pada kolam budidaya jamur, penyakit bakteri.
yang keruh maka jarak batas
Setelah ketiga hal utama yang
penglihatan terhadap keeping
telah di jelaskan diatas dilakukan
secchi rendah yang berarti kolam
dengan baik maka dalam
tercemar bahan organik atau
memelihara ikan nila akan
Lumpur.
diperoleh produksi ikan nila yang
cukup tinggi dan efisien. Lama
3. Pengelolaan kesehatan ikan pemeliharaan ikan nila sangat
Dalam memelihara ikan nila di bergantung kepada ukuran ikan
kolam selalu ada saja yang akan dipanen. Sebagai
kendalanya diantaranya adalah bahan pertimbangan ada 4
terhadap hama dan penyakit ukuran ikan nila yang diproduksi
dalam kolam pemeliharaan. dipasaran yaitu :
• Ukuran 100 gram, umurnya
Hama yang biasa terdapat
dikolam pemeliharaan adalah kurang lebih 3-4 bulan
cladocera sebagai • Ukuran 250 gram, umurnya
pesaing/kompetitor, copepoda kurang lebih 4-6 bulan.
sebagai predator benih, larva, • Ukuran 500 gram, umurnya
kumbang air, serangga air dan kurang lebih 6–8 bulan.
lain-lain. • Ukuran diatas 800 gram
umurnya kurang lebih 9-12
Hama tersebut kadang-kadang
bulan.
sulit untuk dihilangkan.
Pengendalian hama yang paling
Ikan nila mempunyai ciri khas
mudah melakukan penyaringan
tersendiri dimana pertumbuhan ikan
terhadap air yang masuk
nila yang dipelihara secara tunggal
kedalam kolam pemeliharaan.
kelamin yaitu ikan jantan lebih cepat
Penyakit ikan dikolam tumbuh dibandingkan ikan nila yang
pemeliharaan akan muncul jika dipelihara secara campuran (jantan
kondisi perairan kolam (kualitas dan betina). Oleh karena itu banyak
air kolam) rendah, hal ini dapat petani ikan yang lebih suka
menyebabkan daya tahan tubuh memelihara ikan nila jantan. Sistem
ikan menurun. Penyakit ikan ini pemeliharaan ikan nila berdasarkan
dapat terjadi akibat interaksi jenis kelamin ini disebut monokultur
153
sedangkan untuk pemeliharaan ikan kepadatan benih yang ditebar,
nila dengan jenis ikan lainnya disebut dimana untuk semi intensif padat
penebarannya 5-10 ekor per m2
dengan polikultur.
dan kolam diberi pupuk dan
pakan tambahan kepada ikan
Pada pemeliharaan ikan untuk nila berupa dedak atau ampas
mencapai ukuran konsumsi dapat tahu, daun sente sebanyak 5-
digunakan beberapa macam kolam 10% dari bobot ikan setiap hari
pemeliharaan : 3. Pemeliharaan secara intensif
1. Kolam empat persegi panjang Pemeliharaan ikan nila secara
200-500m2,
dengan luas intensif ini biasanya dilakukan di
kedalaman air 1-1,25m, dasar jaring terapung atau kolam air
kolam dapat tanah atau beton. deras.
2. Kolam jaring terapung yang Padat penebaran ikan nila di jaring
terapung adalah 400-500 ekor per m3
berbentuk bujur sangkar dengan
ukuran minimal 1-4 m2 dan dengan bobot awal benih 15-25 gram
maksimal 9 – 49 m2 , yang per ekor, sedangkan di kolam air
terbuat dari bahan jaring dengan deras kepadatan tebarnya 10-20
ekor per m2.
kedalaman air 1,5 – 2 m.
3. Hampang atau keramba yang Pada pemeliharaan ini sumber
dapat dilakukan diperairan dasar energi bagi ikan untuk tumbuh dan
yang dangkal dengan kedalaman berkembang adalah pakan buatan
air 1-2m. dalam bentuk pellet yang diberikan
4. Mina padi yaitu pemeliharaan sebanyak 3-5% sehari dan frekuensi
ikan nila disawah. pemberian pakan 3-5 kali sehari.
Pakan buatan tersebut harus
Penebaran benih pada pemeliharaan mengandung protein 20-30%.
ikan nila di kolam berukuran 10 gram
per ekor, sedangkan untuk jenis
terapung biasanya 25 gram per ekor, 4.5.3 Pembesaran ikan bandeng
intensitas berbudidaya yang dapat
Ikan bandeng merupakan salah satu
dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
jenis ikan laut yang dapat
1. Pemeliharaan secara ekstensif
dibudidayakan oleh manusia
Pada pemeliharaan ini kolam
ditambak. Jenis Ikan ini saat ini juga
yang digunakan relatif cukup
sudah dapat dibudidayakan di
besar dari 200m2, kepadatan ikan
keramba jaring apung pada air tawar,
relatif rendah (1 ekor per m2) dan
hal ini dikarenakan sifat ikan ini yang
pakan yang diberikan hanya
euryhaline (tahan terhadap
mengandalkan pakan yang
perubahan yang besar dari kadar
tumbuh dari kolam. Benih yang
garam dalam air)
ditebarkan biasanya campur
kelamin dan berukuran 10 gram
Ikan bandeng dapat dipelihara
per ekor.
ditambak yang mempunyai kadar
2. Pemeliharaan semi intensif
garam relatif berfluktuasi. Ikan
Perbedaan utama dalam
bandeng dapat dipijahkan secara
pemeliharaan ekstensif adalah
154
buatan di panti pembenihan/hatchery alam selain tidak tersedia secara
dengan cara implementasi atau kontinue juga mempunyai ukuran
hypofisasi. Oleh karena itu benih yang sangat beragam. Oleh karena
ikan bandeng yang disebut nener ini itu nener yang berasal dari panti
dapat diperoleh dari alam atau panti pembenihan sangat dibutuhkan
pembenihan/hatchery. untuk memenuhi kekurangan nener
ditambak-tambak pembesaran.
Nener bandeng yang berasal dari Nener yang dihasilkan dari panti
pantai/alam ini merupakan hasil pembenihan mempunyai
pemijahan ikan bandeng secara keunggulan. Karena kemurnian
alami dilaut. Ikan bandeng yang telah nener dapat dijamin 100% dan
matang kelamin akan memijah umurnya diketahui secara tepat.
secara alami dan akan menghasilkan
telur sebanyak 5.700.000 butir dalam Nener yang berasal dari alam atau
tubuhnya. Pelepasan telur ini terjadi hatchery, yang akan digunakan
pada malam hari dan akan menetas untuk usaha pembesaran ikan
dalam waktu 24 jam menjadi nener bandeng ditambak, haruslah nener
yang berukuran 5 mm. Nener ini yang sehat. Nener yang sehat dapat
akan terbawa oleh arus air dilihat dari ciri-ciri umurnya yaitu :
mendekati pantai dan kemudian 1. Tidak terdapat luka atau lecet
akan ditangkap oleh para penyeser. 2. Tidak cacat pada organ tubuh
Ukuran nener yang ditangkap ini 3. Warnanya tidak kusam
kurang lebih 13 mm. 4. Gerakannya aktif
Nener ikan bandeng yang diperoleh Dengan menggunakan nener yang
dari alam ditangkap oleh pencari sehat maka akan diperoleh target
nener sangat bergantung kepada produksi yang sesuai dengan
musim, lokasi, cara dan waktu rencana. Selain nener yang sehat
penangkapan. Pada musim nener dalam pemilihan benih ikan bandeng
jumlah nener cukup melimpah yang (nener) juga harus diperhatikan
dapat mengakibatkan menurunnya ukuran benih. Ukuran benih yang
harga nener. Selain itu waktu akan ditebar ke dalam tambak
penangkapan yang tepat yaitu diawal pembesaran sebaiknya seragam. Hal
musim penangkapan mempunyai ini akan menguntungkan dalam
daya tahan dan vitalitas yang tinggi pemeliharaan, karena ikan tidak
dalam pengangkutan serta akan berebut makanan sehingga
mempunyai harga jual yang lebih pertumbuhan ikan seragam,
mahal. kekuatan makanpun seragam.
Tetapi ketersediaan nener dari alam Ukuran nener yang ditebar ke
ini tidak bersifat kontinue sehingga tambak pembesaran bisa dimulai
untuk mengusahakan pembesaran dari ukuran nener sampai
ikan bandeng secara intensif gelondongan yang dapat
dibutuhkan nener bandeng yang membedakannya adalah cara
berasal dari panti pemeliharaan ditambak
pembenihan/hatchery. Nener dari pembesarannya.
155
yang akan ditebar dengan luas
Jika yang ditebar adalah nener kecil tambak pembesaran. Dengan
maka waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui padat penebaran pada
mencapai ukuran konsumsi yaitu 4 – awal pemeliharaan akan diperoleh
6 ekor/kg bisa mencapai lebih dari 6 manfaat antara lain adalah :
• Dapat menentukan jumlah pakan
bulan sedangkan jika yang ditebar
adalah gelondongan maka waktu yang akan diberikan
yang dibutuhkan untuk mencapai • Dapat mengoptimalkan tambak
ukuran konsumsi berkisar antara 4 – pembesaran sesuai dengan
6 bulan. daya dukung tambak
pembesaran tersebut.
Dalam memilih nener yang berasal • Dapat mengurangi timbulnya
dari alam maupun hatchery dapat penyakit ditambak pembesaran
dilakukan dengan menghitung jumlah karena kepadatan tinggi.
ruas tulang belakang. Nener yang • Dapat menetukan target produksi
berkualitas prima memiliki jumlah pada akhir pemeliharaan.
ruas tulang belakang antara 44 – 45.
Jumlah ruas tulang belakang dapat Masa pemeliharaan nener bandeng
dihitung menggunakan mikroskop ditambak pembesaran sangat
sederhana pada pembesaran 10 kali bergantung kepada ukuran nener
atau nener ditempatkan pada yang ditebar pada awal
sumber cahaya seperti lampu senter. pemeliharaan. Ukuran nener yang
ditebar kedalam tambak pembesaran
bervariasi antara 1–15 cm. Padat
Nener bandeng yang telah dipilih
penebaran nener ditambak
selanjutnya akan ditebar kedalam
pembesaran juga ditentukan oleh
tambak pembesaran. Sebelum
ukuran nener, lama pemeliharaan,
nener tersebut ditebar harus dihitung
mutu nener dan daya dukung
terlebih dahulu padat penebaran
kesuburan tambak pembesaran.
nener ditambak pembesaran dan
dilakukan aklimatisasi.
Padat penebaran nener ditambak
pembesaran berkisar antara 5 – 6
Nener ikan bandeng yang akan
ekor/m2 untuk ukuran nener bandeng
ditebar kedalam tambak pembesaran
3 – 5 cm. Sedangkan untuk nener
sebaiknya ditentukan terlebih dahulu
yang berukuran 1 – 3 cm, padat
tentang jumlah nener yang akan
penebarannya berkisar antara 2 – 3
ditebar. Nener bandeng yang akan
ekor/m2. Untuk benih bandeng yang
ditebarkan dan dipelihara ditambak
berukuran 12 – 15 cm yang disebut
pembesaran harus diketahui
gelondongan ditebar ke tambak
jumahnya agar dapat diketahui
pembesaran dengan padat
jumah ikan bandeng yang akan
penebaran 1.500 ekor/ha. Nener
dipanen. Istilah dalam perikan
bandeng yang akan ditebar kedalam
disebut dengan padat penebaran.
tambak pembesaran. Setelah
menghitung jumlah yang akan
Padat penebaran adalah
ditebar lalu dipersiapkan nener
perbandingan jumlah ikan-ikan/nener
156
tersebut. Nener bandeng untuk
Pemanenan dilakukan pada setiap
sementara diaklimatisasi selama
akhir siklus budidaya. Dalam
satu hari dalam bak plastik.
budidaya ikan ada dua siklus
Aklimatisasi ini bertujuan untuk
produksi yaitu pada usaha
menyesuaikan kondisi lingkungan
pembenihan ikan maka yang akan
dimana nener itu berada dengan
dipanen adalah benih ikan.
kondisi lingkungan tambak
Sedangkan pada usaha pembesaran
pembesaran. Penyesuaian suhu,
ikan yang akan dipanen adalah ikan
salinitas dan pH dapat dilakukan juga
ukuran konsumsi. Prisnsip
begitu nener bandeng yang dikemas
pemanenan benih ikan dan ikan
dalam kantong plastik dating.
ukuran konsumsi pada umumnya
Caranya kantong plastik yang terisi
adalah sama. Dalam subbab ini akan
nener diisi penuh dengan air yang
diuraikan proses pemanenan ikan
ada dalam tambak pembesaran,
pada stadia benih. Pemanenan benih
maka secara perlahan-lahan nener
ikan harus dilakukan dengan hati-
bandeng yang ada didalam kantong
hati. Selain itu waktu dan cuaca pada
platik akan keluar kedalam tambak
saat panen perlu diperhatikan.
pembesaran jika sudah terjadi
Banyak petani pembenih yang gagal
penyesuaian.
karena kurang hati-hati pada saat
panen.
Penebaran nener ditambak
pembesaran sebaiknya dilakukan,
pada pagi atau sore hari pada saat
4.6.1. Pemanenan benih ikan nila
matahari tenggelam. Hal ini untuk
menghindari kematian nener akibat
Kegiatan pemanenan benih meliputi
stress karena tingginya suhu
persiapan penampungan benih,
dilingkungan. Lakukan penebaran
pengeringan kolam, penangkapan
nener dengan hati-hati !
benih dan pengangkutan.
Pemanenan benih ikan sebaiknya
Langkah selanjutnya setelah
dilakukan pagi atau sore hari.
dilakukan penebaran nener bandeng
adalah melakukan proses
1. Penampungan benih
pemeliharaan nener sampai
Sebelum pengeringan kolam,
mencapai ukuran konsumsi. Proses
terlebih dahulu dilakukan
yang dilakukan selama pemeliharaan
persiapan penampung benih.
sama persis dalam melakukan
Penampung benih dapat berupa
budidaya ikan lainnya meliputi
hapa atau bak. Air pada
pemberian pakan, pengelolaan
penampungan harus terus
kualitas air, pengendalian hama dan
menerus mengalir, hal ini
penyakit, pemantauan pertumbuhan.
bertujuan untuk mensuplai
Perlakuan selama pemeliharaan
oksigen ke dalam air wadah
sangat ditentukan oleh sistem
penampungan. Hapa yang akan
budidaya yang diterapkan.
digunakan untuk menampung
benih di pasang didepan pipa
pemasukkan air. Sebaiknya
4.6. Pemanenan
157
hapa di pasang di kolam yang benih ikan tidak stres akibat
paling dekat dengan kolam yang kualitas air. Jika penangkapan
akan dipanen. Hal ini bertujuan benih di mulai dari hulu (depan
untuk memudahkan pintu pemasukkan) maka benih
pengangkutan benih yang telah ikan yang terdapat di hilir akan
di tangkap. Pemasangan hapa stres atau mabuk karena air dari
dilakukan dengan mengikat ke hulu sudah kotor akibat lumpur.
empat sudutnya ke patok Pada saat panen sering terlihat
bambu/kayu. ikan mengalami stres atau
mabuk. Hal ini diakibatkan
2. Pengeringan Kolam kualitas air kurang baik khusunya
Pengeringan kolam sebaiknya suhu, oksigen dan lumpur. Untuk
dilakukan pada pagi hari agar mengatasi hal tersebut dapat
penangkapan benih dapat dilakukan dengan mengalirkan air
dilakukan sebelum suhu air naik. dari pipa pemasukkan. Jika
Pengeringan kolam harus masih terlihat benih ikan stres
dilakukan dengan hati-hati agar atau mabuk pemanenan
benih ikan dapat berkumpul pada dihentikan dan di tunda sampai
kamalir sehingga memudahkan besok atau hari lainnya.
pemanenan. Pengeringan kolam
diawali dengan menutup pintu Benih yang telah ditangkap di
pemasukkan air. Selanjutnya tampung dalam wadah
pada pintu pengeluaran air di pengangkutan berupa ember
pasang saringan untuk atau alat lainnya. Benih pada
mencegah benih ikan keluar wadah pengangkutan segera
kolam. Setelah di pasang dikumpulkan di hapa tempat
saringan, pintu pengeluaran air di penampungan benih. Benih yang
buka sedikit demi sedikit agar cacat, luka dan mati lebih banyak
benih ikan tidak terbawa arus air. akibat penanganan. Penanganan
tersebut biasa terjadi pada saat
3. Penangkapan benih penangkapan dan pengangkutan
Setelah air kolam kering, benih benih ke tempat penampungan
ikan berkumpul di kamalir. benih.
Penangkapan benih dilakukan
menggunakan seser atau ancho.
Penangkapan benih di mulai dari 4.6.2. Pemanenan benih ikan
hilir atau di depan pintu patin
pengeluaran air. Benih ikan di
depan pintu pengeluaran harus Tahap akhir dari pekerjaan
habis di tangkap. Jika benih ikan memelihara benih ikan patin adalah
di hilir telah habis dilanjutkan ke memanen. Hasil dari memanen
lebih hulu sampai habis di depan benih ikan tersebut merupakan
pintu pemasukkan air (hulu). evaluasi terhadap pekerjaan
memelihara benih ikan patin
Penangkapan benih ikan yang di tersebut. Jika hasilnya benih ikan
mulai dari hilir bertujuan agar banyak maka secara teknik produksi
158
pekerjaan memelihara benih ikan ditampung dalam tempat
tersebut dapat dikatakan berhasil. penampungan baik berupa bak
Tetapi kebalikannya jika hasilnya maupun fiberglass. Jangan lupa
benih ikan sedikit maka pekerjaan teknik aklimatisasi tetap dilakukan
memelihara benih ikan patin tersebut pada saat memasukkan benih ikan
secara teknik produksi dapat tersebut ke dalam tempat
dikatakan gagal. penampungan. Sebelum benih ikan
patin diangkut ke tempat lain yang
Kapan benih ikan patin dipanen? relatif jauh, benih ikan tersebut
Menentukan waktu/saat panen benih dipuasakan terlebih dahulu selama 1
ikan patin biasanya tergantung dari hari. Pemuasaan tersebut
lamanya memelihara benih ikan dimaksudkan agar benih ikan
tersebut atau ukuran benih ikan mengeluarkan kotoran dari dalam
tersebut. Tetapi adakalanya jika perutnya, agar nanti pada saat benih
kondisi ikan serta lingkungan ikan ikan diangkut sudah tidak
baik, ukuran benih ikan akan tercapai mengelurkan kotoran lagi. Jika benih
pada periode waktu pemeliharaan ikan masih mengeluarkan kotoran
ikan tersebut seperti biasanya. pada saat pengangkutan maka
Ukuran benih ikan dipanen adalah 2 kondisi kualitas air media
inci (5 cm) setelah dipelihara selam 3 pengangkutan benih ikan akan
minggu dimulai dari ukuran ikan 1 dengan segera menurun sehingga
inci. Pemenenan benih ikan patin tidak mustahil benih ikan akan
dilakukan seperti memanen benih segera mati.
ikan lainnya. Setelah benih ikan
tersebut dipanen, benih ikan
159
Gambar 4.26. Pengemasan benih
Pengemasan benih ikan hasil
pembesaran ini sebaiknya harus 2. Sistem terbuka
memperhatikan faktor-faktor sebagai
Pengangkutan benih ikan sistem
berikut :
terbuka biasanya dilakukan untuk
• Jarak dan waktu tempuh
mengangkut benih ke lokasi yang
• Jumlah benih yang diangkut
dekat. Benih ikan tersebut
dalam wadah
dimasukkan kedalam wadah dan
• Kondisi kuailtas air selama
diberi aerasi selama
pengangkutan yang terpenting
pengangkutan. Dan suhu air
yaitu suhu air, salinitas air, pH
diusahakan berkisar antara 15 –
dan oksigen didalam wadah
200C .
pengangkutan. Suhu air yang
baik untuk pengemasan ikan
4.6.3. Pemanenan ikan mas
hidup adalah 15 – 200C. Oleh
karena itu sebaiknya
Panen merupakan tahap akhir dari
pengangkutan dilakukan pada
suatu proses produksi dalam
pagi atau malam hari, pH air
budidaya ikan. Tidak sedikit petani
yang baik adalah 7 – 8, jumlah
atau pengusaha ikan yang gagal
oksigen didalam pengangkutan
dalam usaha budidaya ikan
harus 3 kali jumlah air.
dikarenakan pada waktu panen,
penanganan dan alat
Pengemasan benih ikan dapat
kelengkapannya kurang tepat.
dilakukan dalam 2 cara yaitu :
Penangganan ikan pada waktu
panen bertujuan untuk :
1. Sistem Tertutup
1. Mengurangi atau menghindari
Sistem tertutup yaitu sistem
kehilangan, kematian dan
pengemasan benih ikan dalam
kerusakan ikan.
wadah tertutup seperti kantong
2. Mempertahankan kesegaran ikan
plastik.
setelah dipanen sampai tiba di
Cara yang dilakukan untuk
konsumen.
pengangkutan benih ikan dengan
Hasil panen ikan yang akan dijual
kantong plastik adalah :
dan dikonsumsi oleh masyarakat
• Kantong plastik yang dijual dalam dua cara :
digunakan harus cukup air
1. Ikan dalam keadaan hidup
agar mata ikan tenggelam
sampai ketangan konsumen.
• Rasio oksigen = air sekitar
2. Ikan dalam keadaan mati tetapi
3:1
masih dalam kondisi segar.
• Plastik harus terikat dengan
baik
Penentuan waktu panen biasanya
• Masukkan plastik dalam
diperoleh setelah dilakukan
Styrofoam dan tambahkan es
pengukuran berat badan ikan yang
batu yang terbungkus plastik
dipelihara. Berat badan ikan yang
lalu diselipkan diantara plastik
akan dijual sangat tergantung pada
dalam Styrofoam.
160
selera konsumen. Oleh karena itu seperti lumpur atau larutan
sebelum melakukan panen harus suspensi lainnya dapat menutupi
dilakukan pengamatan terhadap labirin pada insang lele sehingga
permintaan pasar tersebut. ikan tidak dapat bernafas.
2. Pemanenan tidak dilakukan pada
Dengan mengetahui data mengenai
saat hujan.
permintaan konsumen tentang
3. Waktu pemanenan tidak melebihi
ukuran ikan dan keadaan ikan (mati
dari jam 10.00 atau bila cuaca
segar atau masih hidup) maka akan
panas sebaiknya pada sore hari
dapat dilakukan waktu pemanenan
(lebih dari jam 16.00).
dan penentuan cara panen yang
sesuai.
Gunakan alat-alat pemanenan yang
Waktu panen yang tepat adalah terbuat dari bahan halus seperti :
pada pagi hari atau sore hari. Hal ini seser, hapa agar tidak melukai ikan.
dilakukan karena pada waktu pagi
atau sore hari suhu air di kolam
rendah sehingga ikan tidak stress
pada saat dilakukan pemanenan.
Cara panen pada prinsipnya dapat
dilakukan dengan dua cara :
1. Panen selektif
Panen selektif biasa dilakukan
jika pada waktu tebar ukuran ikan
tidak seragam atau keinginan
petani untuk menjual ikan
dengan ukuran yang berbeda-
beda. Alat yang digunakan
biasanya lambit dan hapa/waring.
2. Panen total
Panen total dilakukan secara
sekaligus dengan cara menguras
air kolam dan di depan pintu
pengeluaran telah dipasang
waring atau hapa untuk
memudahkan penangkapan ikan
pada saat panen.
Untuk menghindari kematian ikan
mas pada saat pemanenan, hal yang
harus dilakukan jangan terjadi luka
atau banyak sisik lepas karena
penggunaan alat saat panen adalah:
1. Jagalah kondisi air agar tidak
terlalu keruh, karena kotoran
161
BAB V. NUTRISI IKAN
Dalam Bab ini akan didiskusikan
zat gizi ini meliputi penggolongan
nutrien dan tipe, struktur kimia,
fungsi umum dan arti penting di
tentang berbagai macam bahan gizi
dalam ilmu gizi hewan air. Nutrien
pakan ikan/makanan yang sangat
atau kandungan zat gizi dalam
penting bagi kebutuhan ikan. Ikan
bahan pakan di bagi menjadi enam
merupakan salah satu jenis
bagian yaitu : energi, protein dan
organisme air sumber pangan bagi
asam amino, lipid dan asam lemak,
manusia yang banyak mengandung
karbohidrat, vitamin dan mineral.
protein. Agar dapat dibudidayakan
Dalam materi ini akan dipelajari
dalam waktu yang relatif tidak terlalu
secara spesifik objektifitas untuk
lama maka dalam proses
masing-masing bagian tersebut.
pembudidayaannya selain
menggunakan pakan alami juga
memberikan pakan buatan. Pakan
5.1. ENERGI
buatan yang diberikan pada ikan
harus mengandung zat gizi yang
Dalam kehidupan manusia setiap
sesuai dengan kebutuhan ikan
hari sering mendengar istilah energi.
tersebut. Saat ini dengan semakin
Energi berasal dari kata Yunani yaitu
meningkatnya ilmu pengetahuan
En yang berarti in dan Ergar yang
tentang nutrisi ikan maka pabrik
berarti work, dari arti kata asalnya
pakan buatan ikan menyusun
energi dapat didefenisikan sebagai
formulasi pakan sesuai dengan
kapasitas atau sesuatu yang dapat
kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang
diolah kedalam bentuk kerja atau
akan dibudidayakan. Oleh karena itu
kemampuan untuk bekerja. Bentuk
dalam bab ini akan dibahas
energi dalam kehidupan manusia
beberapa subbab yang sangat
dapat dikelompokkan berdasarkan
mendukung dalam proses
sumbernya yaitu energi mekanik,
pembuatan pakan ikan yaitu
energi panas,energi listrik dan energi
pengetahuan tentang energi dan
molekuler. Energi akan ada dan
kandungan nutrien yang harus
hadir dalam setiap bentuk yang
terdapat pada pakan ikan yaitu
berbeda dan disesuaikan dengan
protein, karbohidrat, lemak, vitamin
pekerjaan berbeda. Pada ikan
dan mineral. Pengetahuan tentang
162
sebagai organisme yang pertumbuhan setelah kebutuhan
berhubungan dengan air energi terpenuhi. Kuantitas dan
membutuhkan makanan untuk energi yang tersedia untuk
menyediakan energi yang mereka pertumbuhan merupakan jenis energi
perlukan. Energi bagi makhluk hidup yang paling utama dari segi
berasal dari makanan dimana dari pandangan akuakultur. Kebutuhan
makanan ini akan diubah menjadi energi hewan air berbeda-beda
energi kimia dan disimpan dalam kuantitasnya, hal ini dapat dibedakan
tubuh dalam bentuk Adenosin Tri berdasarkan jenis ikan yang
Phosphat (ATP). Dengan adanya dibudidayakan, kebiasaan makan,
energi ini dapat mengubah energi ukuran ikan, lingkungan dan status
kinetik dari suatu reaksi metabolisme reproduksi. Energi yang disediakan
yang menimbulkan kerja dan panas. oleh makanan adalah salah satu
pertimbangan yang penting di dalam
Pada ikan sumber energi diperoleh menentukan nilai gizinya. Energi
dari pakan, dimana pada pakan ikan dinyatakan dalam kilokalori (kkal)
ini mengandung zat gizi/nutrien yang atau kilojoule (kJ). Satu kilokalori
berasal dari karbohidrat, lemak dan adalah jumlah panas yang diperlukan
protein dan dapat terukur secara untuk menaikkan temperatur satu
gram air dari 14,5oC menjadi 15,5 oC
langsung atas pertolongan bom
(dalam air 10C). Joule adalah satuan
kalorimeter. Energi diperlukan untuk
melakukan pekerjaan mekanis tenaga listrik dalam sistem metrik
(aktivitas otot), pekerjaan kimia dan satu kkal sama dengan 4.184 kJ.
(proses kimia yang berlangsung Sebagai contoh, 70 kkal sama
dalam tubuh), kerja elektrik ( aktifitas dengan 293.02 kJ atau dapat juga
saraf), dan pekerjaan osmotik menggunakan satuan British
(memelihara badan untuk menjaga Thermal Unit (BTU) dimana 1 BTU =
keseimbangan satu sama lain dan 252 kalori.
dengan medium air tawar, payau
atau air laut dimana organisme air itu Setelah mempelajari bagian ini,
hidup). Energi yang diperoleh oleh pembaca harus bisa membedakan
makhluk hidup ini dapat bentuk energi dan pengukurannya.
menimbulkan panas dimana menurut Memahami metabolisme energi
ilmuwan Lavoiser dan La Place berkenaan dengan makanan,
(1780) Panas dari tubuh hewan persamaan energi dalam
berasal dari oksidasi zat-zat organik keseimbangan dan faktor-faktor yang
dan makanan yang diberikan berpengaruh pada energi yang
digunakan sebagai sumber energi. menyebabkan kebutuhan ikan akan
Oleh karena itu nilai energi suatu energi disesuaikan dengan cara
bahan makanan dapat dipakai pemberian pakan dalam budidaya
sebagai dasar dalam menentukan ikan dan memahami arti protein
nilai gizi dari bahan makanan energi ratio yang merupakan
tersebut. perbandingan antara protein optimal
dengan energi yang terdapat dalam
Energi bebas adalah energi yang pakan ikan.
tersedia untuk aktifitas biologi dan
163
oleh ikan untuk aktivitas hidup harian
Pemanfaatan Energi
ikan. Energi yang tersisa dari proses
Energi yang diperoleh dari pakan kegiatan metabolisme adalah energi
digunakan sebagai sumber energi bersih yang disebut dengan Net
utama yang dalam pembagian energi Energy (NE) yang akan
disebut dengan Gross Energi atau dipergunakan maintennce atau
energi kotor. Gross Energi (GE) nilai perawatan ikan seperti metabolisme
makanan ini dapat didefenisikan basal, aktivitas ikan, aktivitas renang,
sebagai total energi yang terdapat adaptasi terhadap suhu dan sisanya
dalam makanan. Semua energi yang baru akan dipergunakan untuk
diperoleh dari asupan pakan yang pertumbuhan. Jadi energi yang akan
dikonsumsi oleh ikan, tidak dipergunakan untuk pertumbuhan
semuanya dipergunakan untuk adalah energi yang tertinggal setelah
keperluan pertumbuhan dan kebutuhan untuk metabolisme basal
perkembangan ikan karena energi ikan terpenuhi dan jika masih ada
tersebut akan dibagi menjadi yang tersisa energi tersebut akan
Digestible energy (DE) yaitu energi dipergunakan untuk kegiatan
yang dapat dicerna dan Fecal energy reproduksi. Jadi pertumbuhan dapat
(FE) yaitu energi yang digunakan terjadi jika semua proses
untuk kegiatan pembuangan hasil metabolisme ikan terpenuhi dan
eksresi pada ikan berupa feses. Dari setelah pertumbuhan somatik
Digestible Energy ini yang terpenuhi baru akan dilanjutkan
selanjutnya akan dipergunakan oleh dengan pertumbuhan gonadik. Untuk
ikan untuk kegiatan proses memudahkan dalam memahami
metabolisme dan proses hasil pembagian energi yang diperoleh
buangan metabolisme yang terbagi dari pakan oleh ikan dapat dilihat
menjadi Metabolizable Energy (ME) pada diagram berikut :
yaitu energi yang dapat
dipergunakan untuk kegiatan Gross Energy(GE)/Intake Energy
metabolisme dan Metabolic
Fecal Energy (FE)
Excretion yaitu energi yang
dikeluarkan oleh ikan untuk proses Digestible Energy (DE)
pembuangan urin (Urine Excretion)
Metabolic Excretion
dan Gill Excretion (GE). Energi yang
Metabolizable Energy
dipergunakan untuk kegiatan
metabolisme didalam tubuh ikan ini Heat Increment (HiE)
dibagi lagi menjadi dua yang akan
Net Energy (NE)
dipergunakan untuk kegiatan
aktivitas metabolisme seperti Maintenance (HEm)
kegiatan mengkonsumsi oksigen
Recovered Energy (RE)
dalam media pemeliharaan yang
biasa disebut dengan Heat
Sumber Watanabe (1988)
Increment (HiE) atau dengan kata
lain dalam proses fisiologis ikan yang
disebut dengan Specific Dynamic
Action yaitu energi yang diperlukan
164
Energi didalam tubuh organisme
Energi Metabolisme
biasanya akan diubah menjadi energi
Tingkat kebutuhan energi pada ikan kimia yang biasa disebut dengan
biasanya dikaitkan dengan tingkat Adenosin Triphosphat atau ATP.
kebutuhan protein optimal dalam ATP ini sangat dibutuhkan oleh
pakan. Dalam dunia akuakultur biasa tubuh untuk berbagai aktivitas
disebut dengan protein energi ratio misalnya proses kehidupan biokimia
(P/e). Nilai protein energi ratio pada seperti anabolisme atau sintesa,
ikan konsumsi sebaiknya berkisar daya mekanis, tenaga elektris, kerja
antara 8 – 10. Nilai ini diperoleh dari osmotik dan proses metabolisme
hasil perhitungan antara kadar lainnya. ATP adalah suatu energi
protein dalam pakan dengan jumlah yang kaya akan molekul karena unit
energi yang diperoleh dalam triphosphatnya berisi dua ikatan
formulasi pakan tersebut pada level phosphoanhydride. Adenosin
energi yang dapat dicerna (DE). Nilai triphosphat (ATP) adalah daya
energi yang diperhitungkan tersebut penggerak penting karena
biasa disebut dengan energi merupakan energi yang yang
metabolisme. Energi metabolisme ini dibutuhkan dalam proses biokimia
diperoleh setelah nutrien utama pada kehidupan.
karbohidrat, lemak, dan protein
mengalami beberapa proses kimia Ikan merupakan organisme air yang
seperti katabolisme dan oksidasi di menggunakan protein sebagi sumber
dalam tubuh hewan. Energi bebas energi utama berbeda dengan
digunakan untuk pemeliharaan pada manusia yang menggunakan
proses kehidupan seperti karbohidrat sebagai sumber energi
metabolisme sel, pertumbuhan, utama. Oleh karena itu dalam
reproduksi dan aktifitas fisik. menyusun pakan ikan ada suatu
Keseimbangan antara energi dan parameter yang disebut dengan
protein sangat penting dalam kesimbangan energi yang diperoleh
meningkatkan laju pertumbuhan ikan dari perhitungan nilai energi yang
budidaya. Apabila kandungan energi dapat dicerna dibagi dengan kadar
dalam pakan berkurang maka protein protein pakan ikan. Nilai energi dari
dalam tubuh ikan akan dipecah dan setiap kandungan nutrisi pada ikan
dipergunakan sebagai sumber sangat berbeda, seperti berdasarkan
energi. Seperti kita ketahui pada ikan hasil penelitian dari satu gram
protein sangat berperan dalam protein akan memberikan nilai energi
pembentukan sel baru, jika protein kotor (GE) sebesar 5,6 kkal/g,
dipakai sebagi sumber energi maka sedangkan untuk satu gram lemak
akan menyebabkan pertumbuhan adalah 9,4 kkal/g dan untuk satu
ikan terhambat. Oleh karena itu gram karbohidrat adalah 4,1 kkal/g.
jumlah energi yang dibutuhkan untuk Nilai energi ini merupakan nilai
pertumbuhan dan pemeliharaan ikan energi yang diperoleh apabila zat
budidaya sangat dipengaruhi oleh makanan secara sempurna dibakar
jenis ikan, umur ikan, komposisi menjadi hasil-hasil oksidasi melalui
pakan, tingkat reproduksi dan tingkat CO2, H2O dan gas lainnya. Menurut
metabolisme standar. Buwono (2004) distribusi energi pada
165
ikan budidaya dapat dikelompokkan Jika pakan yang dikonsumsi oleh
sebagai berikut : ikan masuk kedalam tubuh ikan
• Gross Energy adalah 100% sebagai energi kotor yang secara
distribusi energi adalah 100% maka
• Digestible Energy adalah 85%
konversi energi untuk satu gram
• Fecal Energy untuk ikan
protein pada DE adalah 80% dikali
herbivora adalah 15% sedangkan
5,6 kkal/g yaitu 4,48 atau 4,5 kkal/g,
untuk ikan karnivora adalah 20%
sedangkan untuk karbohidrat adalah
• Metabolizable Energy adalah
80% dikali 4,1 kkal/g yaitu 3,8 kkal/g,
80%
untuk satu gram lemak adalah 80%
• Metabolic Excretion berkisar
dikali 9,4 kkal/g yaitu 7,52 kkal/g.
antara 3 – 5%
Tetapi nilai konversi energi ini dari
• Net Energy adalah 52,5 %
hasil penelitian sangat berbeda untuk
• Heat Increment Energy adalah
setiap jenis ikan yang dibudidayakan
27,5%
seperti terlihat pada Tabel 5.1 dan
Tabel 5.2.
Tabel 5.1. Kebutuhan energi untuk ikan Salmon
Gross Energy Digestibility Available
Nutrient
(kkal/g) (persent) (kkal/g)
Protein 5,6 70 3,9
Lemak 9,4 85 8,0
Karbohidrat 4,1 40 1,6
Tabel 5.2. Kebutuhan energi untuk Catfish
Gross Energy Digestibility Available
Nutrient
(kkal/g) (persent) (kkal/g)
Protein 5,6 80 4,5
Lemak 9,4 90 8,5
Karbohidrat 4,1 70 2,9
Berdasarkan data dari tabel tersebut yang rendah terhadap karbohidrat
diatas maka dapat diambil suatu sehingga energi yang diperoleh dari
kesimpulan bahwa setiap jenis ikan karbohidrat hanya dapat dicerna
mempunyai daya cerna yang sebanyak 40%, sedangkan ikan
berbeda pada nutrisi yang catfish merupakan salah satu jenis
dikonsumsinya. Pada ikan salmon ikan omnivora mempunyai
merupakan salah satu jenis ikan kemampuan mencerna karbohidrat
karnivora mempunyai kecernaan
166
lebih tinggi dibandingkan dengan komponen utama jaringan tubuh
ikan karnivora yaitu 70%. ikan. Nutrient ini di perlukan untuk
pertumbuhan dan perbaikan serta
perawatan jaringan dan organ. Tidak
ada bahan gizi lain yang dapat
5.2. PROTEIN
menggantikan peran utamanya
dalam membangun dan memperbaiki
Protein merupakan nutrisi utama
sel dan jaringan yang rusak. Sebagai
yang mengandung nitrogen dan
tambahan protein juga berperan
merupakan unsur utama dari
untuk kontraksi otot dan komponen
jaringan dan organ tubuh hewan dan
enzim, hormon dan antibodi. Protein
juga senyawa nitrogen lainnya
dalam bentuk komplek sebagai
seperti asam nukleat, enzim,
heme, karbohidrat, lipid atau asam
hormon, vitamin dan lain-lain. Protein
nukleat. Hewan air harus
dibutuhkan sebagai sumber energi
mengkonsumsi protein untuk
utama karena protein ini terus
menggantikan jaringan tubuh yang
menerus diperlukan dalam makanan
aus/rusak (perbaikan) dan untuk
untuk pertumbuhan dan perbaikan
mensintesis jaringan baru
jaringan yang rusak. Protein
(pertumbuhan dan reproduksi).
mengandung karbon sebanyak 50-
55%, hidrogen 5-7%, dan oksigen
Selain itu protein mempunyai
20-25% yang bersamaan dengan
peranan biologis karena merupakan
lemak dan karbohidrat, juga
instrumen molekuler yang
mengandung nitrogen sebanyak 15-
mengekspresikan informasi genetik.
18%, rata-rata adalah 16% dan
Semua protein pada makhluk hidup
sebagian lagi merupakan unsur
dibangun oleh susunan yang sama
sulfur dan sedikit mengandung fosfat
yaitu 20 macam asam amino baku,
dan besi. Oleh karena itu beberapa
yang molekulnya sendiri tidak
literatur mengatakan bahwa protein
mempunyai aktivitas biologi. Dari 20
adalah makro molekul yang terdiri
macam asam amino ini dibagi
dari karbon, hidrogen, oksigen,
menjadi dua kelompok yaitu asam
nitrogen dan boleh juga berisi sulfur.
amino essensial sebanyak 10
Kadar nitrogen pada protein dapat
macam merupakan asam amino
dibedakan dari lemak dan
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
karbohidrat serta komponen bahan
tetapi tubuh ikan tidak dapat
organik lainnya.
mensintesisnya, dan asam amino
non essensial sebanyak 10 macam
Protein berasal dari bahasa Yunani
yaitu asam amino yang dibutuhkan
yaitu Proteos yang berarti pertama
oleh tubuh dan dapat disintesis
atau utama. Hal ini dikarenakan
dalam tubuh ikan itu sendiri. Dalam
protein merupakan makromolekul
bab ini akan dipelajari tentang
yang paling berlimpah didalam sel
sepuluh asam amino yang penting
hidup dan merupakan 50% atau lebih
yang diperlukan oleh ikan dan
berat kering sel. Protein dalam setiap
struktur bahan kimia, membedakan
sel mahluk hidup tersimpan dalam
antara asam amino essensial dan
jaringan dan organ dan sebagai
asam amino non-essensial; asam
167
amino yang diserap ikan; efek peranan struktural atau
defisiensi dan kelebihan dari asam pelindung. Beberapa contoh
amino berkenaan dengan aturan protein serabut antara lain adalah
makan ikan ; prosedur bagaimana collagen, yang ditemukan dalam
cara menentukan kebutuhan asam tulang rawan atau tulang lembut,
amino secara kwantitatif dan pembuluh darah, acuan/matriks
kwalitatif pada ikan; metoda tulang, urat daging, sirip dan kulit;
mengevaluasi mutu protein; dan elastins. Hal tersebut adalah
bagaimana cara menentukan suatu komponen nadi/jalan
kebutuhan protein beberapa jenis utama dan ikatan sendi; dan
ikan budidaya. keratins, di mana protein jenis ini
bersifat melindungi seperti kulit
dan timbangan.
Penggolongan Protein
Sampai saat ini protein dapat Pengelompokkan protein lainnya
diklasifikasikan penggolongannnya adalah diklasifikasikan berdasarkan
berdasarkan bentuk, struktur tiga pada sifat fisis atau disebut juga
dimensi serta penggolongan lainnya. kedalam protein yang digolongkan
Berdasarkan bentuk protein dibagi berdasarkan penggolongan lain.
menjadi dua golongan yaitu protein Protein jenis ini dapat dikelompokkan
globular dan protein serabut. ke dalam protein sederhana, protein
• Protein globular adalah protein gabungan dan protein asal.
• Protein
yang rantai-rantai polipeptidanya sederhana adalah
berlipat rapat-rapat menjadi protein yang pada saat
bentuk globular atau bulat yang dihidrolisis hanya menghasilkan
padat atau berbentuk bola . Jenis asam amino-asam amino atau
protein ini biasanya larut dalam derivat-derivatnya. Protein jenis
sistem larutan (air) dan segera ini antara lain adalah albumin (zat
berdifusi dan mempunyai fungsi putih telur), zat serum dari darah,
gerak atau dinamik. Beberapa lactoalbumin dari susu, leucosin
contoh dari protein globular dari gandum; albuminoids
antara lain adalah: enzim, protein (keratin dari rambut, kuku jari
transport pada darah,hormon tangan, bulu, wol, sutera fibroin,
protein, protein pecahan serum elastin dari jaringan/tisu
darah, antibodi dan protein menghubungkan collagen dari
penyimpan nutrien. tulang rawan dan tulang);
• Protein serabut adalah protein globulins (edestin dari biji-rami,
serum globulin dari darah,
yang tidak larut dalam air dan
lactoglobulin dari susu, legumin
merupakan molekul serabut
dari kacang polong); histones
panjang dengan rantai
(globin dari hemoglobin,
polipeptida yang memanjang
scombrone dari spermatozoa
pada satu sumbu dan tidak
sejenis ikan air tawar); dan
berlipat menjadi globular. Protein
protamins (salmine dari ikan
globular ini terdiri dari suatu
salem, scombrine dari sejenis
rantai panjang polypeptide.
ikan air tawar). Kelompok ini
Protein ini biasanya memberikan
168
dibedakan oleh daya larut dalam diketahui bahwa semua protein
berbagai bahan pelarut seperti adalah polipetida dengan berat
air, larutan garam, alkohol, dan molekul yang besar. Suatu peptida
oleh karakteristik lain. yang mengandung lebih dari 10
• asam amino dinamakan dengan
Protein gabungan adalah
polipeptida. Peptida ini mempunyai
protein sederhana bergabung
satu gugus α-asam amino bebas dan
dengan radikal non protein.
satu gugus α-karboksi bebas.
Protein jenis ini antara lain
Berdasarkan strukturnya protein
adalah nukleoprotein,
dikelompokkan menjadi struktur
glykoprotein, phosphoprotein,
primer, struktur sekunder, struktur
hemoglobins, dan lecithoproteins.
tersier, dan struktur kwarterner.
Nukleoproteins adalah gabungan
• Struktur Primer merupakan
dari satu atau lebih molekul
protein dengan asam nukleat struktur rangkaian asam amino
yang disajikan dalam semua yang memanjang pada suatu
nucleus sel. Glykoprotein adalah rantai polypeptida. Sebagai
gabungan dari molekul protein contoh, peptide Leu-Gly-Thr-His-
dan unsur yang berisi suatu Arg-Asp-Val mempunyai suatu
karbohidrat selain dari asam struktur yang utama berbeda dari
nukleat atau lesitin misalnya peptide Val-Asp-His-Leu-Gly-Arg-
mucin. Phosphoprotein adalah Thr.
• Struktur sekunder merupakan
gabungan molekul protein
dengan zat yang mengandung asam amino dalam rangkaian
phosphor selain dari asam polipeptida yang membentuk
nukleat atau lecithin misalnya suatu lilitan misalnya dalam
kasein. Hemoglobin adalah bentuk α heliks atau lembaran
gabungan molekul protein berlipat β. Struktur sekunder α
dengan hematin atau zat-zat heliks kerangka peptida secara
yang sejenis. Lecithoprotein ketat mengelilingi sumbu panjang
adalah gabungan molekul protein molekul dan gugus R residu
dengan lecithin misalnya jaringan asam amino dibiarkan mengarah
fibrinogen. keluar dari heliks dan kaya akan
• Protein asal adalah protein yang residu sistein yang dapat
berasal dari protein bermolekul memberikan jembatan disulfida.
tinggi yang mengalami degradasi Konformasi yang stabil α heliks
karena pengaruh panas, enzim, dari rantai polipeptida karena
atau zat-zat kimia. Protein yang adanya ikatan peptida yang
termasuk kedalam golongan ini berada pada bidang datar, tidak
terdiri dari protein primer berotasi dan pembentukan
misalnya protean dan protein banyak ikatan. Struktur sekunder
sekunder misalnya protease, lembaran berlipat β membentuk
pepton, peptida. zigzag dan tidak ada ikatan
hidrogen dalam rantai polipeptida
Pengelompokkan protein yang ketiga yang berdekatan. Gugus R
adalah pengelompokkan protein mengarah keluar dari struktur
berdasarkan struktur protein. Seperti zigzag. Pada struktur ini tidak
169
dijumpai jembatan disulfida mempengaruhi struktur
diantara rantai bersisihan dan primernya.
rantai polipeptida yang
berdekatan biasanya mempunyai
arah yang berlawanan atau Asam amino
bersifat anti pararel.
• Dalam menyusun komposisi pakan
Struktur tersier merupakan
ikan saat ini para peneliti sudah
bentuk tiga dimensi dari semua
melakukan penyusunan komposisi
atom di dalam molekul protein.
pakan berdasarkan kebutuhan asam
Interaksi antara residu asam
amino setiap jenis ikan. Hal ini
amino yang jauh pada suatu
dikarenakan komposisi kebutuhan
rantai polypeptide memimpin ke
asam amino setiap jenis ikan sangat
arah lipatan dan suatu
berbeda dan sangat menentukan laju
penyesuaian yang berbentuk
pertumbuhan dari ikan yang
rantai polypeptide bulat yang
dibudidayakan. Asam amino
mengumpamakan tiga satuan
merupakan bahan dasar yang
bentuk dimensional, sebagai
dihasilkan dari proses pemecahan
contoh, myoglobin.
atau hidrolisis dari protein. Asam
• Struktur kwarterner merupakan
amino ini membangun blok protein.
bentuk protein yang terdiri dari
Istilah amino datang dari -NH2 atau
dua atau lebih rantai polypeptide
suatu kelompok amino yang
menjadi bagian dari molekul
merupakan bahan dasar alami dan
protein tunggal. Yang biasanya
asam datang dari perbandingan -
terjadi seperti dimers, trimers,
COOH atau suatu kelompok
tetramers, terdiri dari dua, tiga,
karboxyl, oleh karena itu disebutlah
dan empat rantai polypeptide.
asam amino. Dalam molekul protein
Polypeptide menjaga kesatuan
asam amino membentuk ikatan
oleh ikatan kimia lemah, sebagai
peptida (ikatan antara amino dan
contoh, hemoglobin molekul
kelompok karboxyl) di dalam rantai
terdiri dari dua rantai α dan dua
yang panjang disebut rantai
rantai β. Masing-masing globin
polipeptida. Ada banyak asam amino
rantai di dalam hemoglobin
di alam tetapi hanya dua puluh yang
terikat untuk suatu kelompoknya,
terjadi secara alami. Asam amino
yang berfungsi mengangkut
sangat dibutuhkan oleh ikan untuk
oksigen ke jaringan badan.
tumbuh dan berkembang. Dalam
Protein kwarterner mudah
pengelompokkannya dibagi menjadi
dirusak oleh berbagai manipulasi
dua yaitu asam amino essensial dan
dengan akibat kehilangan
nonessensial. Asam amino secara
aktivitas biologi. Kehilangan
umum ditulis dengan satu atau tiga
aktivitas ini disebut denaturasi
huruf yang dapat dilihat pada Tabel
yang secara fisik denaturasi ini
5.3.
dapat dipandang sebagai suatu
perubahan konfirmasi rantai
polipeptida yang tidak
170
Tabel 5.3. Nama dan singkatan asam amino (Millamena, 2002)
Asam amino Singkatan tiga huruf Singkatan satu huruf
Asam amino essensial
Arginin Arg R
Histidin His H
Isoleucin Ile I
Leucin Leu L
Lysin Lys K
Methionin Met M
Phenylalanin Phe F
Threonin Thr T
Tryptophan Trp W
Valin Val V
Asam amino nonessensial
Alanin Ala A
Asparagin Asn N
Asam Aspartad Asp D
Cystein Cys C
Asam Glutamat Glu E
Glutamin Gln Q
Glycin Gly G
Prolin Pro P
Serin Ser S
Tyrosin Tyr Y
Asam amino di golongkan menjadi bukanlah penting bagi ikan. Asam
asam amino essensial dan asam amino non esensial yaitu asam
amino non essensial. Asam amino amino yang dapat dibentuk atau
essensial adalah asam amino yang disintesis dalam jaringan dan tidak
tidak bisa dibuat atau disintesis oleh perlu ditambahkan dalam komposisi
organisme mendukung pertumbuhan pakan.
maksimum dan dapat menjadi
penyuplai dari asam amino. Asam amino dapat juga digolongkan
Kapasitas dari pakan ikan memiliki berdasarkan komposisi kimia
kandungan asam amino yang menurut Millamena (2002) adalah
dibutuhkan ikan berbeda-beda. sebagai berikut:
Esensialitas dari suatu asam amino 1. Asam amino alifatik
• Basic terdiri dari : arginine
akan tergantung pada ikan yang
diberi pakan. Sebagai contoh, dan lysin
glycine diperlukan oleh ayam tetapi
171
• Asam amino non essensial
Acidic terdiri dari : asam
Asam amino non esensial yang
aspartic dan asam glutamic
dibutuhkan untuk ikan adalah:
• Netral terdiri dari : leocin ,
alanine, asparagirie, asam aspartad,
isoleucine, valine, alanine,
cyestin, asam glutamat, glutamin,
glycine,methionine,
glycin, prolin, serin dan tyrosin. Asam
chysteine, threonine dan
amino non esensial asam amino
serine.
yang dapat secara parsial
2. Asam amino aromatic terdiri dari:
menggantikan atau memberikan
phenylalanine dan tyrosine
asam amino yang sangat dibutuhkan
3. Asam amino heterocyclic terdiri
atau harus ada dalam komposisi
dari histidine, tryptophan dan
pakan.
proline
Metabolisme Asam Amino
Asam amino esensial
Metabolisme asam amino meliputi
Ada sepuluh asam amino esensial
sintesis dan pemecahan protein,
(EAA) yang diperlukan oleh
protein dalam pakan pertama kali
pertumbuhan ikan yaitu: arginin,
dicerna didalam lambung dan asam
histidin, isoleucin, leucin, methionin,
klorida yang terdapat dalam lambung
phenylalanin, threonin, tryptophan
akan memberikan medium asam
dan valin. Kesepuluh asam amino ini
yang dapat mengaktivasi pepsin dan
merupakan senyawa yang
renin untuk membantu mencerna
membangun protein dan ada
protein. Pepsin memecah protein
beberapa asam amino merupakan
dalam gugus yang lebih sederhana
bahan dasar dari struktur atau unsur
yaitu protease dan pepton dan
lain. Methionin adalah prekursor dari
akhirnya akan dipecah menjadi asam
cyestein dan cystin. Methionin juga
amino. Protein kemudian diserap
sebagai penyalur metil (CH3).
kedalam usus dalam bentuk asam
Beberapa kelompoknya terdiri dari
amino.
creatin, cholin, dan banyak unsur
lain. Jika suatu basa hydrogen (OH)
Metabolisme asam amino umumnya
ditambahkan ke phenylalanin, maka
dapat terjadi dalam tiga lintasan,
tyrosin dibentuk. Tyrosin diperlukan
yaitu 2 lintasan proses katabolisme
untuk hormon thyroxin, epinephrin
asam amino yang merupakan proes
dan norepinephrin dan melanin
degradasi dan glukoneogenesis,
pigmen. Arginin menghasilkan
serta satu lintasan proses
ornithin ketika urea dibentuk dalam
anabolisme asam amino yang
siklus urea. Perpindahan suatu
merupakan proses sintesa protein.
karboksil (COOH) digolongkan dalam
Ada 20 asam amino dalam protein.
bentuk histamin. Tryptophan adalah
Bila selama sintesis protein, satu dari
prekursor dari serotonin atau suatu
asam amino hilang, maka sintesis
vitamin, asam nikotinik. Semua ikan
protein terhenti. Karena sintesis dan
bersirip membutuhkan ke sepuluh
degradasi terus menerus dari protein
asam amino esensial.
adalah khas untuk semua bentuk
kehidupan. Sintesis protein dikode
172
oleh DNA (kode genetik) yang protein dan biomolekul lainnya tidak
terdapat di inti mitokondria. dapat disimpan dalam tubuh maupun
Tersedianya asam amino harus diekskresikan keluar tubuh.
mencerminkan distribusinya dalam Kelebihan asam amino cenderung
protein. Bila tidak, sintesis protein digunakan untuk bahan bakar.
dibatasi oleh nutrien. Sebelum memasuki siklus asam
trikarboksilat untuk menghasilkan
Asam-asam amino terutama energi asam amino harus
diperlukan dalam sintesis protein didegradasi terlebih dahulu.
tubuh dan senyawa-senyawa lain Degradasi asam amino terjadi dalam
yang secara fisiologis penting bagi dua tahap utama. Tahap pertama
metabolisme, misalnya hormon- adalah deaminasi oksidatif,
hormon dan neurotransmiter. Pada merupakan tahap pengubahan asam
umumnya kelebihan asam amino amino menjadi zat antara yang dapat
akan segera dikeluarkan oleh memasuki siklus asam trikarboksilat,
deaminasi oksidatif dan rangka dan gugus amino. Tahap ke dua
karbonnya diubah menjadi asetil atau adalah tahap oksidasi zat dalam
aseto-asetil Ko A, piruvat, atau salah siklus asam trikarboksilat menjadi
satu dari zat antara siklus asam CO2 dan H2O.
trikarboksilat yang kemudian
dioksidasi menjadi energi. Namun Tempatnya pemecahan asam amino
dalam beberapa kasus tertentu akan adalah hati. Gugus α amino dari
diubah menjadi glukosa dan lemak. banyak asam amino mula-mula akan
Ikan mengekskresikan amonia bebas dipindahkan ke α keto glutarat untuk
dan disebut sebagai amonetilik. membentuk asam glutamat yang
kemudian mengalami deaminasi
oksidatif membentuk ion NH4+. Enzim
Amonia adalah toksik terhadap
sistem syaraf pusat oleh mekanisme aminotransferase mengkatalisis
yang belum seluruhnya dimengerti pemindahan suatu gugus α amino
tetapi tampaknya melibatkan dari suatu asam amino α kepada
pembalikan jalan glutamat keto. Enzim-enzim ini disebut juga
dehidrogenase dan akibatnya transaminase, umumnya menya-
kekurangan ketoglutarat, zat antara lurkan gugus α amino dari berbagai
yang diperlukan dalam siklus asam asam amino kepada α –ketoglutarat
untuk diubah menjadi NH4+ (ion
trikarboksilat. Asam sitrat dan garam-
garamnya bersifat sangat tidak larut amonium). Ion amonium dibentuk
serta mengendap dalam jaringan dan dari glutamat dengan deaminasi
cairan bila konsentrasinya oksidatif. Reaksi dikatalisis oleh
melampaui beberapa miligram per enzim glutamat dehidrogenase yang
100 ml. Karena itu tidak ada produk tidak biasa karena dapat
akhir dari metabolisme nitrogen yang menggunakan NAD+ maupun
dapat ditolelir dengan baik oleh NADP+. Aktivitas glutamat
organisme tingkat tinggi. dehidrogenase diatur secara
alosterik. Guanosin trifosfat (GTP)
Asam amino yang berlebihan dari dan Adenosin Trifosfat (ATP) adalah
yang diperlukan untuk sintesis inhibitor alosterik, sedangkan
173
Guanosin Difosfat (GDP) dan dipergunakan untuk proses hidupnya
Adenosin Difosfat (ADP) adalah yaitu tumbuh, berkembang dan
aktivator alosterik. Jadi penurunan bereproduksi. Dalam tubuh ikan
muatan energi akan mempercepat berisi sekitar 65-75% protein pada
oksidasi asam amino. suatu basis berat kering. Protein
sangat menentukan dalam
Dalam proses katabolisme protein menyusun formulasi pakan ikan.
maka akan dihasilkan amonia Asam amino yang berasal dari
sebagai hasil deaminasi oksidatif, zat protein ini sangat diperlukan oleh
ini merupakan bahan yang bersifat berbagai sel untuk membangun dan
racun dan harus dikeluarkan dari memperbaiki jaringan rusak.
tubuh. Pada makhluk hidup sebagian Kelebihan Asam amino digunakan
besar dikeluarkan melalui dua jalan sebagai sumber energi atau
kecil dalam tubuhnya yaitu : dikonversi ke lemak. Informasi
• Amonia dengan asam glutamat tentang kebutuhan protein kotor ikan
menjadi nilai yang menentukan dan
dalam hati, untuk membentuk
data tentang kebutuhan asam amino
glutamin membutuhkan ATP,
untuk setiap ikan penting karena
ditranspot ke ginjal dan kemudian
mutu protein sangat bergantung
dipisahkan kembali menjadi
kepada komposisi asam amino nya
glutamat dan amonia. Akhirnya
dan penyerapannya. Penentuan
dieksresikan ke urin sebagai
garam amonium (NH4+.) tentang kebutuhan asam amino
sangat penting karena akan sangat
• Amonia dengan karbondioksida
membantu dalam melakukan
untuk membentuk carbamil, yang
perancangan diet uji amino yang
kemudian difosforilasi menjadi
digunakan untuk menentukan
karbokmoil fosfat, sebuah reaksi
kebutuhan asam amino yang
yang membutuhkan dua ATP.
diperlukan bagi ikan.
Karbamoil fosfat kemudian
masuk ke dalam siklus ornithin
Protein dalam pakan ikan akan
urea. Ikan-ikan yang memiliki
saling keterkaitan dengan zat nutrien
paru-paru (lungfish), pada musim
lainnya, misalnya protein bersama
kering menjadi ikan darat dan
dengan mineral dan air merupakan
mengeksresikan urea untuk
bahan baku utama dalam
menghemat air.
pembentukan sel-sel dan jaringan
tubuh. Protein bersama dengan
vitamin dan mineral ini berfungsi juga
Kebutuhan asam amino essensial
dalam pengaturan suhu tubuh,
dalam pakan ikan
pengaturan keseimbangan asam
basa, pengaturan tekanan osmotik
Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi
cairan tubuh serta pengaturan
ikan yang dibudidayakan dalam
metabolisme dalam tubuh. Oleh
suatu wadah budidaya. Fungsi
karena itu ikan yang dibudidayakan
utama pakan ini adalah sebagai
harus memperoleh asam amino dari
penyedia energi bagi aktifitas sel-sel
protein makanannya secara terus
tubuh. Dalam tubuh ikan energi
menerus yang sangat diperlukan
yang berasal dari pakan
174
bagi pertumbuhan sel dan esensial dalam pakan diharapkan
pembentukan jaringan tubuhnya. dapat memacu pertumbuhan ikan.
Melalui sistem peredaran darah,
asam amino ini diserap oleh seluruh Cepat tidaknya pertumbuhan ikan
jaringan tubuh yang memerlukannya. ditentukan oleh banyaknya protein
Pertumbuhan somatik, pertumbuhan yang dapat diserap dan
kelanjar reproduksi, perkembangan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat
dan pembangunan jaringan baru pembangun. Oleh karena itu agar
ataupun perbaikan jaringan yang ikan dapat tumbuh secara normal,
rusak selalu membutuhkan protein pakan harus memiliki kandungan
secara optimal yang terutama energi yang cukup untuk memenuhi
diperoleh dari asam-asam amino kebutuhan energi metabolisme
essensial yang bersumber dari sehari-hari dan memiliki kandungan
pakan ikan yang dikonsumsi. protein yang cukup tinggi untuk
memenuhi kebutuhan pembangunan
Ikan tidak mempunyai kebutuhan sel-sel tubuh yang baru.
protein yang mutlak namun untuk
menunjang pertumbuhannya ikan Keseimbangan antara energi dan
membutuhkan suatu campuran yang kadar protein sangat penting dalam
seimbang antara asam-asam laju pertumbuhan, karena apabila
aminoesensial dan non esensial. kebutuhan energi kurang, maka
Protein yang dibutuhkan ikan protein akan dipecah dan digunakan
dipengaruhi faktor-faktor yang sebagai sumber energi. Pemakaian
bervariasi seperti ukuran ikan, sebagian protein sebagai sumber
temperatur air, kecepatan pemberian energi ini akan menghambat
pakan, ketersediaan dan kualitas pertumbuhan ikan, mengingat protein
pakan alami, kandungan energi sangat berperan dalam
keseluruhan yang dapat dihasilkan pembentukan sel baru.
dari pakan dan kualitas protein.
Pemberian pakan yang tepat dengan
Kualitas pakan dikatakan rendah kisaran nilai kalori/energi yang
apabila kadar asam-asam amino memenuhi persyaratan bagi
esensial dalam proteinnya juga pertumbuhan ikan dan dengan
rendah. Pemilihan bahan dan kandungan gizi yang lengkap akan
komposisi bahan-bahan yang dapat meningkatkan nilai retensi
digunakan dalam pembuatan pakan protein. Retensi protein merupakan
akan sangat menentukan gambaran dari banyaknya protein
kelengkapan dan keseimbangan yang diberikan, yang dapat diserap
antara asam-asam amino esensial dan dimanfaatkan untuk membangun
dan tak esensial. Ikan dapat tumbuh ataupun memperbaiki sel-sel tubuh
normal apabila komposisi asam yang rusak, serta dimanfaatkan bagi
amino esensial dalam pakan tak jauh metabolisme sehari-hari.
berbeda (mirip) dengan asam amino
dalam tubuhnya. Oleh karena itu Dalam proses pencernaan, protein
adanya variasi keseimbangan antara akan dipecah menjadi bentuk-bentuk
asam amino esensial dan non yang lebih sederhana yaitu asam
175
amino dan dipeptida. Ada dua jenis dipertimbangkan adanya keseim-
enzim yang terlibat dalam proses bangan antara asam-asam amino
pencernaan protein, yaitu enzim esensial dan non esensial yang
endopeptidase yang berfungsi terkandung pada protein bahan
memutuskan ikatan peptida pada dasar pembuat pakan ikan tersebut.
rantai polipeptida dan enzim Tidak semua bahan makanan yang
eksopeptidase yang berfungsi merupakan sumber protein hewani
memutuskan gugus fungsional maupun nabati mengalami defisiensi
karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) asam amino yang sama. Oleh
yang dimiliki protein. Asam amino karena itu, defisiensi pada salah satu
dan dipeptida dapat masuk kedalam asam amino pada suatu bahan dapat
aliran darah dengan cara transpot disubstitusi dengan asam amino
aktif. yang sama dari bahan yang berbeda.
Kualitas protein berbeda-beda Arginin merupakan asam amino yang
tergantung pada jenis dan jumlah sangat diperlukan bagi pertumbuhan
asam amino penyusunannya. optimal ikan muda. Disamping
Penentuan kualitas protein dapat berperan dalam sintesia protein,
dilakukan dengan membandingkan arginin juga berperan dalam
komposisi asam amino esensial yang biosintesis urea.
dikandung bahan makanan dengan
standar kebutuhan asam amino Histidin merupakan asam amino
esensial pada hewan uji. esensial bagi pertumbuhan larva dan
anak-anak ikan. Histidin diperlukan
Persentase terendah dari kandungan untuk menjaga keseimbangan
asam amino esensial pada makanan nitrogen dalam tubuh.
terhadap pola standar tersebut
dinamakan sebagai skore asam Perubahan-perubahan konsentrasi
amino. Adapun yang dimaksud isoleisin, leusin dan valin dalam
dengan asam amino esensial serum dipengaruhi oleh peningkatan
pembatas adalah asam amino kadar protein pakan. Peningkatan
esensial yang mempunyai konsentrasi dari salah satu asam
presentase terendah yang amino berantai cabang ini, misalnya
terkandung dalam suatu protein leusin, akan memberikan pengaruh
bahan makanan. pada konsentrasi isoleisin dan valin
dalam serum. Pengamatan ini
Dalam penyusunan komposisi memberikan indikasi leisin mungkin
bahan-bahan pembuat pakan ikan, mampu mempermudah jaringan
harus diperhitungkan terlebih dahulu tubuh dalam menyerap asam-asam
kelengkapan asam amino esensial amino berantai cabang.
pada bahan dan kebutuhan tiap jenis
ikan terhadap asam amino esensial Lisin merupakan asam amino
dan non esensial. Kebutuhan setiap esensial pembatas dalam protein
jenis ikan terhadap asam amino nabati. Defisiensi lisin dalam pakan
esensial dan non esensial berbeda- ikan dapat menyebabkan kerusakan
beda,sehingga perlu pada sirip ekor (nekrosis), yang
176
apabila berkelanjutan dapat Triptofan merupakan asam amino
menyebabkan terganggunya pembatas dalam bahan makanan
pertumbuhan. Tingkat penggunaan sumber protein nabati. Defisiensi
lisin dipengaruhi oleh kadar arginin, triptofan pada ikan salmon
urea dan amonia. Ketika terjadi menyebabkan lordosis dan skoliosis
degradasi arginin, maka penggunaan sedangkan pada ikan rainbow trout
lisin akan meningkat. menyebabkan nekrosis pada sirip
ekor, kerusakan pada operculum
insang dan katarak pada mata.
Metionin (essensial) dan sistein (non
essensial) merupakan asam amino Selain menyebabkan penyakit pada
yang mengandung sulfur. Sistein mata, defisiensi triptopan juga akan
mampu mereduksi sejumlah metionin meningkatkan kadar kalsium,
yang diperlukan bagi pertumbuhan magnesium, sodium dan potasium
optimal. Kebutuhan metionin pada dalam ginjal dan hati ikan.
ikan biasanya berkaitan dengan
kadar metionin dalam serum dan Kebutuhan asam amino essensial
kadar makanan yang dicerna. dan nonessensial pada ikan sangat
Metionin juga merupakan asam ditentukan oleh jenis bahan baku
amino pembatas dalam beberapa pembuatan pakan. Hal ini dapat
bahan makanan sumber protein mengakibatkan kekurangan asam
nabati. Defisiensi metionin dapat amino esensial yang disebabkan
mengakibatkan penyakit katarak oleh penggunaan komposisi pakan
pada rainbow trout. yang kandungan proteinnya sedikit
atau tidak mencukupi kebutuhan
asam amino esensial. Dapat juga
Fenil alanin (essensial) dan tirosin
(non essensial) keduanya disebabkan adanya bahan kimia
mempunyai struktur kimia yang mirip yang dapat mempengaruhi
sehingga keduanya bisa saling komposisi pakan, pemanasan yang
menggantikan. Fenil alanin dan berlebih saat pembuatan pakan dan
tirosin diklasifikasikan sebagai asam penguapan dari pakan tersebut.
amnino aromatik. Keduanya Ketidakseimbangan asam amino
diperlukan dalam jumlah yang cukup kaitannya dengan asam amino yang
untuk mendorong sintesis protein saling bertentangan atau asam
dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada amino yang berbahaya yang dapat
ikan. Ikan mampu dengan segera menyebabkan pertumbuhan pada
mengubah fenil alanin menjadi tirosin ikan tidak optimal. Pertentangan
atau menggunakan tirosin untuk asam amino terjadi ketika asam
melakukan metabolisme yang amino yang diberikan melebihi
diperlukan bagi asam amino fenil jumlah yang dibutuhkan. Hal ini
alanin tersebut. Oleh karena itu dapat meningkatkan kebutuhan
untuk menentukan kebutuhan asam asam amino lain yang serupa.
amino aromatik khususnya fenil Contohnya adalah pertentangan
alanin, dalam pengujian haruslah leucin dengan isoleucin dan arginin
digunakan bahan pangan tanpa dengan lisin yang diamati pada
tirosin atau berkadar tirosin rendah. beberapa jenis ikan. Asam amino
bersifat racun apabila diberikan
177
dengan jumlah yang berlebih. Efek asam amino esensial dari suatu
negatif yang ditimbulkan tidak dapat organisme adalah dengan
diperbaiki dengan penambahan penambahan pada komposisi pakan
asam amino ke dalam komposisi dengan asam amino L kristal.
pakan. Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil
Di dalam perumusan komposisi dengan penggunaan pakan yang
pakan, komposisi pakan yang mengandung air stabil sehingga
direkomendasikan tentang asam dapat menghemat penggunaan
amino esensial harus dengan hati- pengikat atau memanfaatkannya
hati dalam memilih dan dalam praktek pemberian pakan.
mengkombinasikan dua atau lebih Sejauh ini kebutuhan asam amino
sumber protein. Keterbatasan essensial dalam makanan yang
kandungan asam amino dalam salah dibutuhkan oleh ikan dan jumlah
satu sumber asam amino dapat yang dibutuhkan pada ikan budidaya
dilengkapi dengan sumber lain yang telah ditetapkan pada beberapa jenis
melimpah dengan kandungan asam ikan berdasarkan hasil penelitian.
amino yang sama sehingga menjadi Kebutuhan asam amino essensial
suatu pakan ynag lebih baik. Cara pada beberapa jenis ikan dapat
lain untuk mengetahui kebutuhan dilihat pada Tabel 5.4.
Tabel 5.4. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan
dalam % protein pakan (Akiyama et al, 1997)
Met Phe
Jenis ikan Arg His Leu Lys + + Thr Trp Val Ile
Cys Tyr
Chum Salmon 6,5 1,6 3,8 5,0 3,0 6,3 3,0 0,7 3,0 2,4
Chinook Salmon 6,0 1,8 3,9 5,0 4,0 5,1 2,2 0,5 3,2 2,2
Coho Salmon 3,2 0,9 3,4 3,8 2,7 4,5 2,0 0,5 2,2 1,2
Channel Catfish 4,3 1,5 3,5 5,1 2,3 5,0 2,2 0,5 3,0 2,6
Common carp 4,3 2,1 3,3 5,7 3,1 6,5 3,9 0,8 3,6 2,5
Catle 4,8 2,5 3,7 6,2 3,4 6,2 5,0 1,0 3,6 2,4
Nile Tilapia 4,2 1,7 3,4 5,1 3,2 5,5 3,8 1,0 2,8 3,1
Milk Fish 5,3 2,0 5,1 4,0 3,3 5,2 4,5 0,6 3,6 4,0
Japanese eel 4,5 2,1 5,3 5,3 3,2 5,8 4,0 1,1 4,0 4,0
Rainbow trout 3,5 1,6 4,4 5,3 2,7 5,2 3,4 0,5 3,1 2,4
Yellow tail 3,9 2,6 4,7 5,3 2,4 4,5 2,9 0,7 3,0 2,6
White surgeon 4,8 2,3 4,3 5,4 2,2 5,3 3,3 0,3 3,3 3,0
Red drum 3,7 1,7 4,7 5,7 2,9 4,5 2,8 0,8 3,1 2,9
Kebutuhan asam amino pada ikan termasuk dalam kelompok asam
seperti tabel diatas diperoleh dengan amino essensial dan non essensial
cara melakukan penelitian. Menurut yaitu:
• Metoda pertumbuhan
Millamena (2002) ada dua metoda
yang digunakan untuk menentukan • Metoda radio isotop.
apakah suatu asam amino tersebut
178
Metoda pertumbuhan digunakan oleh dan melakukan isolasi protein. Dari
Halver (1957) untuk mengetahui hasil isolasi tersebut kemudian
penggunaan satu rangkaian asam protein tersebut dilakukan hidrolisasi
amino diet uji yang berisi kristal L- dan asam amino yang diperoleh
amino sebagai sumber nitrogen. dipisahkan dengan menggunakan
Pakan dirumuskan berdasarkan peralatan chromatografi dan
pada pola asam amino seperti menghitung radio aktifitas.
protein telor ayam utuh, protein telor
ikan Chinook, atau kantung kuning
telur ikan Chinook. Untuk sepuluh Evaluasi kualitas protein
amino, percobaan dilakukan dengan
melakukan pemberian pakan dengan Protein yang terdapat dalam suatu
menggunakan pakan dasar yang bahan pakan dapat dikatakan
berisi semua asam amino dan pakan bermutu jika memberikan
uji yang tidak mengandung asam pertumbuhan positif pada ikan
amino. Ikan uji dilakukan budidaya atau protein dikatakan
penimbangan berat badan setiap dua mutunya tinggi apabila komposisi
kali untuk mengukur pertumbuhan asam amino yang terkandung di
dan mengetahui pengaruh pakan uji dalamnya menyerupai bentuk asam
tersebut. Selain itu sampel ikan uji amino yang dibutuhkan oleh ikan dan
juga diberi pakan yang kekurangan tingkat kecernaannya tinggi. Mutu
asam amino untuk melihat protein biasanya dievaluasi dengan
pertumbuhan yang terjadi dan metode biologi dan kimia. Metode
dibandingkan dengan ikan yang kimia menentukan kuantitas atau
diberi pakan dengan asam amino jumlah protein/asam amino pada
yang lengkap, setelah itu penyelidik bahan pakan sedangkan metode
menggunakan suatu diet test serupa biologi dengan cara menentukan
untuk menentukan asam amino reaksi ikan terhadap protein dalam
esensial yang lain pada ikan. kaitannya dengan pertumbuhan dan
pertahanan. Dalam metode biologi,
Pada Metoda rasio isotop yang berat tubuh dan nitrogen digunakan
digunakan oleh Cowey et al. (1970), sebagai ukuran untuk mutu protein
ikan uji disuntik secara dimana metode biologi lebih akurat
intraperitoneal dengan menggunakan dibanding metode kimia. Menurut
radio aktif yang diberi label 14C Millamena (2002) perhitungan
glukosa dan dibiarkan hidup dengan Protein Effisiensi ratio (PER), nilai
mengkonsumsi pakan alami selama biologi (BV) dan kebutuhan protein
7 hari. Ikan uji kemudian dimatikan bersih (NPU) adalah sebagai berikut:
dan dibuat larutan yang homogen
Perbandingan Efisiensi Protein (PER)
Penambahan bobot (gram)
PER =
Kandungan protein dalam pakan (gram)
179
Nilai Biologi (BV)
Nitrogen yang digunakan
BV =
Nitrogen yang diserap
Dimana : R = Nitrogen yang digunakan
A= Nitrogen yang diserap
Dan : A= I – (F - Fo)
R= A – (U – Uo)
Dimana : I = Nitrogen yang diambil
F = Nitrogen dalam feses
Fo = Metabolisme nitrogen dalam feses
U = Nitrogen yang keluar bersama urine
Uo = Endogeneus nitrogen
R I – (F–Fo) – (U – Uo)
BV = x 100 x 100
A I – (F – Fo)
Tidak cukup data dalam nilai biologi yang diperoleh untuk pengaturan pakan
ikan dan sulit dalam penentuan metabolisme feses dan endogeneus nitrogen
secara terpisah.
Penggunaan Protein Bersih
Nitrogen yang digunakan
NPU = x 100
Nitrogen yang diambil
dimana : NPU ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
Penambahan nitrogen pada + pengurangan nitrogen pada
pakan ikan pakan ikan
NPU =
Nitrogen yang diambil dari pengujian protein
180
Jumlah kebutuhan protein
Kebutuhan protein pada ikan
maksimum merupakan tingkat
Protein didalam tubuh sangat kualitas protein yang tinggi dalam
dibutuhkan untuk pemeliharaan, kandungan pakan yang diperlukan
pembentukan jaringan, penggantian untuk pertumbuhan maksimum.
jaringan-jaringan tubuh yang rusak Untuk menentukan kebutuhan
dan penambahan protein tubuh protein suatu jenis ikan dapat
dalam proses pertumbuhan. dilakukan dengan melakukan
Kebutuhan protein dalam pakan percobaan pemberian pakan yang
secara langsung dipengaruhi oleh akan membantu dalam penggunaan
jumlah dan jenis-jenis asam amino uji kandungan protein dari sumber
essensial, kandungan protein yang yang nilai biologinya tinggi. Respon
dibutuhkan, kandungan energi pakan yang akan memberikan keuntungan
dan faktor fisiologis ikan (Lovel, dan daya tahan paling tinggi
1989). Protein dapat juga digunakan biasanya diperoleh dari komposisi
sebagai sumber energi jika pakan ikan terbaik. Protein yang
kebutuhan energi dari lemak dan terdapat dalam jaringan tubuh ikan
karbohidrat tidak mencukupi dan dapat digunakan sebagai ukuran
juga sebagai penyusun utama enzim, untuk menentukan kebutuhan
hormon dan antibodi. Oleh karena itu protein. Cara ini dilakukan dengan
pemberian protein pada pakan ikan menganalisis kandungan nitrogen
harus pada batas tertentu agar dapat dalam jaringan dengan interval dua
memberikan pertumbuhan yang minggu sampai tidak ada penurunan
optimal bagi ikan dan efisiensi pakan nitrogen yang tertahan pada
yang tinggi. Selain itu protein sangat jaringan.
penting bagi kehidupan karena
merupakan protoplasma aktif dalam Jumlah kandungan protein yang
semua sel hidup dan berperan minimal dari suatu pakan untuk
sebagai instrumen molekuler yang menghasilkan pertumbuhan
mengekspresikan informasi genetik, maksimum sangat bergantung pada
unsur struktural didalam sel dan jenis ikan yang dibudidayakan.
jaringan. Protein yang dibutuhkan Berdasarkan penelitian beberapa
ikan bersumber dari berbagai macam spesies ikan kebutuhan kandungan
bahan dimana kualitas protein bahan protein pada ikan budidaya berkisar
bergantung pada komposisi asam dari 27% sampai 60%. Untuk lebih
amino. jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.5.
181
Tabel 5.5. Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada
beberapa jenis ikan budidaya (Millamena, 2002)
Kadar protein
Jenis ikan Sumber protein
optimal
Asian sea bass Fish meal, soybean meal 43
Common carp Fish meal, casein 31 – 38
Grouper Tuna, muscle meal 40 – 50
Fish meal, meat meal, shrimp meal 43
Japanese eel Casein dan asam amino 44
Kuruma shrimp Squid meal 60
Casein + egg albumin 55
Milk Fish Fish meal, casein 40
Casein, gelatin 30 – 40
Fish meal, soybean dan cassava meal 24
Red sea bream Casein 55
Snake head Fish meal 52
Red snapper Fish meal, soybean, squid meal 44
Tiger shrimp Casein 40
Fish meal, soybean, shrimp meal 40
Nile Tilapia Fish meal, casein 30
Fish meal 28
White shrimp Fish meal, mussel meal, collagen 34 – 42
Squid meal 28 – 32
Yellow tail Fish meal, casein 55
Abalone Soybean meal, rice bran 27
Fish meal, squid meal
Sumber protein tinggi untuk ikan lebih tinggi dibanding ikan yang lebih
dapat diperoleh pada beberapa tua pada jenis ikan yang sama itu.
bahan baku antara lain adalah telor
utuh, kasein, kombinasi kasein dan
agar-agar. Beberapa faktor yang
mempengaruhi kebutuhan protein 5.3. KARBOHIDRAT
untuk pertumbuhan ikan yang
maksimum antara lain adalah : jenis, Karbohidrat merupakan salah
ukuran ikan atau umur, temperatur satumakro nutrien dan menjadi
air, protein yang berkualitas seperti sumber energi utama pada manusia
yang telah dikemukanan sebelumnya dan hewan darat. Pada ikan, tingkat
dengan mengetahui komposisi asam pemanfaatn karbohidrat dalam pakan
amino. Ikan yang berukuran lebih umumnya rendah pada khususnya
kecil mempunyai kebutuhan protein hewan karnivora, karena pada ikan
182
sumber energi utama adalah tanpa nitrogen. Karbohidrat biasanya
protein. Ikan karnivora lebih sedikit terdapat pada tumbuhan termasuk
mengkonsumsi karbohidrat pada gula sederhana, kanji, selulosa,
dibandingkan dengan omnivora dan karet dan jaringan yang
herbivora. Selain itu ikan yang hidup berhubungan dan mengandung
diperairan tropis dan air tawar unsur C,H,O dengan rasio antara
biasanya lebih mampu hidrogen dan oksigen 2:1 yang
memanfaatkan karbohidrat daripada hampir serupa dengan H2O dan
ikan yang hidup diperairan dingin kemudian dinamakan ”karbohidrat”.
dan air laut. Ikan laut biasanya lebih Formula umum karbohidrat adalah
menggunakan protein dan lemak Cn (H2O)2.
sebagai sumber energi daripada
karbohidrat, tetapi peranan Karbohidrat adalah sumber energi
karbohidrat dalam pakan ikan sangat yang murah dan dapat menggantikan
penting bagi kehidupan dan protein yang mahal sebagai sumber
pertumbuhan ikan. Berdasarkan hasil energi. Selain itu karbohidrat
penelitian memperlihatkan bahwa merupakan Protein sparing effect
ikan yang diberi pakan dengan yang artinya karbohidrat dapat
kandungan protein tinggi tanpa digunakan sebagai sumber energi
karbohidrat dapat menyebabkan pengganti bagi protein dimana
penurunan laju pertumbuhan dan dengan menggunakan karbohidrat
retensi protein tubuh. Selain itu dan lemak sebagai sumber bahan
pakan yang mengandung karbohidrat baku maka hal ini dapat mengurangi
terlalu sedikit akan menyebabkan harga pakan. Pemanfaatan
terjadinya tingkat katabolisme protein karbohidrat sebagai sumber energi
dan lemak yang tinggi untuk dalam tubuh dapat juga dipengaruhi
mensuplai kebutuhan energi ikan oleh aktivitas enzim dan hormon.
dan menyediakan metabolisme Enzim dan hormon ini penting untuk
lanjutan (intermedier) untuk sintesis proses metabolisme karbohidrat
senyawa biologi penting lainnya, dalam tubuh seperti glikolisis, siklus
sehingga pemanfaatan protein untuk asam trikarboksilat, jalur pentosa
pertumbuhan berkurang. Oleh fosfat, glukoneogenesis dan
karena itu pada komposisi pakan glikogenesis. Selain itu dalam
ikan harus ada keseimbangan antara aplikasi pembuatan pakan
karbohidrat, protein dan lemak, karbohidrat seperti kanji, zat tepung,
dimana ketiga nutrien tersebut agar-agar, alga, dan getah dapat
merupakan sumber energi bagi ikan juga digunakan sebagai pengikat
untuk tumbuh dan berkembang. makanan (binder) untuk
meningkatkan kestabilan pakan
Karbohidrat merupakan senyawa dalam air pada pakan ikan dan
organik yang tersusun dari atom udang.
karbon (C), hidrogen (H) dan
Oksigen (O) dalam suatu Klasifikasi Karbohidrat
perbandingan tertentu. Karbohidrat
berdasarkan analisa proksimat terdiri Karbohidrat diklasifikasikan kedalam
dari serat kasar dan bahan ekstrak tiga kelompok yaitu monosakarida,
183
disakarida, dan polisakarida. diklasifikasikan berdasarkan pada
Pembagian karbo-hidrat ini tingkat kecernaan, yaitu karbohidrat
berdasarkan pada jumlah molekul yang dapat dicerna, karbohidrat yang
pembentuknya, satu, dua atau dapat dicerna sebagian dan
beberapa unit gula sederhana. karbohidrat yang tidak dapat dicerna.
Disakarida dan polisakarida Gula, kanji, dextrin, dan glikogen
merupakan turunan (derivat) dari adalah karbohidrat yang dapat
monosakarida. Monosakarida tidak dicerna, selulosa, serat kasar dan
dapat dihidrolisa lagi menjadi bentuk hemisellulosa adalah karbohidrat
yang lebih sederhana. Disakarida yang tidak dapat dicerna.
dapat dihidrolisa menjadi dua Galaktogen, mannosan, inulin dan
molekul mono-sakarida, sedangkan pentosa adalah termasuk karbohidrat
polisakarida (termasuk) oligosakarida yang dapat dicerna sebagian. Untuk
akan membentuk lebih dari tiga lebih jelasnya dapat dilihat pada
molekul monosakarida. Selain itu Tabel 5.6.
karbohidrat dapat juga
Tabel 5.6. Klasifikasi Karbohidrat (Millamena, 2002)
Kelompok Karbohidrat contoh
Monosakarida (satu unit glikosa) Pentosa, Arabinosa, Ribosa,
Xylosa, Xylulosa, Hexosa, Glucosa,
Fruktosa dan Mannosa
Disakarida (dua unit glikosa) Sukrosa, Maltosa, Laktosa
Oligosakarida (2-10 unit glikosa) Raffinosa, Stachyosa, Verbascosa
Polisakarida (Glycan, > 10 unit Starch/kanji, dextrin, glycogen,
glikosa) cellulosa, hemicellulosa, lignin,
chitin, pectin, gums and mucilages,
alginat, agar, karageenan
rasanya manis. Monosakrida utama
Monosakarida
yang terdapat dalam bentuk bebas
Monosakarida adalah bentuk dalam makanan adalah glukosa dan
karbohidrat yang tidak dapat fruktosa. Glukosa, galaktosa,
dihidrolisis menjadi bentuk yang fruktosa dan mannosa merupakan
sederhana lagi. Umumnya bentukheksosa yang mempunyai
monosakarida diperoleh dari hasil makna fisiologis paling penting.
hidrolisis senyawa tanaman yang Glukosa merupakan zat gula dalam
lebih kompleks, larut dalam air dan tubuh yang dibawa oleh darah dan
184
merupakan bentuk paling utama arabinosa. Silosa dibentuk dengan
dalam jaringan. Hal ini dikarenakan hidrolisis pada pentosa. Jumlah yang
glukosa merupakan sumber energi pantas pada xilosa dibentuk dalam
yang paling cepat diserap didalam pembuatan bubur pada makanan
sel dan masuk kedalam darah dan melalui hidrolisis pada hemiselulosa.
akan dikatabolisme dalam proses Arabino dihasilkan pada getah arabic
glikolisis. Rumus empiris glukosa dan dedak gandum. Hexosa
adalah C6H12O6. Glukosa banyak mempunyai rumus umum C6H12O6.
terdapat dalam buah-buahan, jagung Gula heksosa biasanya dalam
manis dan madu dalam bentuk D- bentuk : galactosa, dan
Glukosa. D-Glukosa ini telah glukosealdoses. Fruktosa adalah
dihasilkan secara komersial dengan ketohexose alami penting dan
hidrolisis pati jagung yang karbohidrat paling manis. Rotan atau
menghasilkan sirop jagung dan gula umbi manis (sukrosa)
kristal dekstrosa. D-Glukosa ini dihidrolisis, satu molekul dibentuk
mempunyai peran penting dalam pada fruktosa dan satu molekul pada
pakan dan metabolisme ikan serta glukosa yang dibentuk. Laktosa tidak
merupakan gula darah pada semua terjadi secara bebas di alam.
hewan. Glukosa dapat disimpan Hidrolisis lactose atau gula susu
didalam hati dan otot dalam bentuk menghasilkan galactose dan
glikogen. Fruktosa dapat diubah glukosa. Glukosa, Fructose, dan
menjadi glukosa dalam hati, galactose mempunyai rumusan
sedangkan galaktosa selain dapat molekular yang sama tetapi susunan
diubah menjadi glukosa dalam hati rumus mereka berbeda pengaturan
juga dapat dimetabolisir. Mannosa di dalam suatu molekul.
merupakan unsur pembentuk
senyawa glikoprotein.
Disakarida
Kebanyakan monosakarida diperoleh
dengan hidrolisis unsur yang lebih Disakarida merupakan bentuk
komplek. Hidrolisis adalah suatu karbohidrat yang kalau dihidrolisis
reaksi kimia yang mana suatu unsur akan menghasilkan dua molekul
yang komplek dipecah menjadi unsur monosakarida. Rumus molekul
yang lebih kecil dengan penambahan disakrida adalah C12H22O11, dari
suatu katalisator. Monosakarida rumus bangun ini memperlihatkan
sering dikatakan sebagai bentuk dari bahwa satu molekul air telah
suatu gula sederhana. Dua dipindahkan sebagai dua
rangkaian gula sederhana secara monosakarida yang telah
komersil penting pentosa atau lima dikombinasikan. Dengan hidrolisis
gula atom karbon dan hexoses atau mengakibatkan perpecahan molekul
enam gula atom karbon. Ribosa dan dan pembentukan hexoses. Ada tiga
Dioxyribosa merupakan struktur RNA bentuk disakarida penting yaitu
dan DNA. Pentosa mempunyai sukrosa, laktosa dan maltosa.
rumus yang umum C5 H10 O5. dan Sukrosa, bentuk gula yang biasanya
mempunyai komersial yang penting disebut juga dengan gula meja,
dalam bentuk aldopentosa silosa dan terdiri dari satu molekul glukosa dan
185
satu molekul fruktosa yang rhizomes, dan biji-bijian. Bentuk ini
dinamakan dengan gula invert. merupakan sumber bahan makanan
Sumber utama sukrosa sebagian yang termurah dan merupakan
besar dari tebu dan gula bit. Laktosa, sumber energi bagi manusia dan
atau gula susu, banyak diperoleh hewan. Glikogen dihasilkan dari
pada semua susu mamalia. Hasil mamalia dan hewan lain dari glukosa
hidrolisis laktosa akan menghasilkan di dalam darah dan diperoleh
sebuah molekul glukosa dan sebuah didalam jaringan otot dan hati.
molekul galaktosa. Maltosa terjadi Glikogen merupakan bentuk
secara alami dalam benih zat tepung penyimpanan pada karbohidrat pada
yang diproduksi tumbuhan. Maltosa hewan dan merupakan zat tepung di
dibentuk dari hidrolisis zat tepung dalam tumbuhan. Sedangkan
dengan enzim α-amilase. Maltosa dekstrin merupakan hasil dari proses
akan dihidrolisis lebih lanjut oleh pemecahan hidrolisis pati menjadi
enzim α-gluc0sidase menjadi dua maltosa. Dekstrin terdiri dari
molekul glukosa. serangkaian senyawa dengan bobot
molekul yang lebih rendah. Pada
hewan dekstrin merupakan hasil
pemisahan glukosa dari amilopektin
Polisakarida
yang meninggalkan residu
Polisakarida merupakan bentuk percabangan yang disebut α-limit
karbohidrat yang kalau dihidrolisis dekstrin, tersusun dari 8 – 10
akan menghasilkan lebih dari glukosa. Didalam pakan, dekstrin
sepuluh molekul monosakarida. merupakan substrat kesukaan
Polisakarida biasanya dibentuk oleh organisme acidophilik dalam saluran
kombinasi hexosa atau pencernaan dan bila pakan
monosakarida lain dan biasanya mengandung dekstrin maka sintesis
merupakan senyawa dengan vitamin B dalam usus akan
molekular tinggi dan kebanyakan meningkat.
tidak dapat larut dalam air dan
dipertimbangkan yang paling utama Selulosa adalah komponen struktur
bahan gizi tumbuhan asli. Ketika utama dalam tumbuhan pada dinding
hidrolisis dengan asam atau enzim, sel tumbuhan dan unsur yang paling
mereka dipecah ke dalam berbagai berlimpah-limpah pada tumbuhan.
produk intermediate dan yang Selulosa adalah unsur penting yang
akhirnya ke dalam gula sederhana, tidak dapat larut dan dapat
polisakarida mempunyai formulasi didegradasi oleh enzim menjadi
umum (C6H10O5)n. Tiga bentuk beberapa unit glukosa dan bisa
polisakarida yang banyak terdapat dihidrolisis dengan asam kuat.
dalam bahan baku pakan antara lain Hemiselulosa merupakan
adalah pati, dextrin dan glikogen. polisakarida yang terdiri atas suatu
campuran unit hexosa dan pentosa.
Pati/starch merupakan bentuk Jika dihidrolisis hemiselulosa
polisakarida yang banyak terdapat menghasilkan glukosa dan sebuah
pada tumbuhan dan diperoleh di pentosa, biasanya silosa yang
dalam akar umbi (kentang), merupakan komponen utama pada
186
dinding sel tumbuhan. Tidak seperti Karbohidrat tersebut berasal dari
selulosa, hemiselulosa lebih sedikit tumbuhan (zat tepung, serat,
bersifat resisten terhadap degradasi sellulosa dan fruktosa) dan dari
kimia dan dapat dihidrolisis dengan hewan (mangsa) berbentuk glikogen.
cairan asam . Ikan tidak memiliki kelenjar air liur
Lignin ditemukan dalam tongkol (salivary gland) sehingga proses
jagung dan porsi akar yang berserat. pencernaan karbohidrat pada ikan
Lignin merupakan struktur kompleks dimulai dibagian lambung.
yang terdiri dari karbon-karbon yang Pencernaan karbohidrat secara
saling berikatan dengan eter yang intensif terjadi disegmen usus yaitu
mana bersifat resisten terhadap dengan adanya enzim amilase
alkali dan asam. Chitin merupakan pankreatik. Pada segmen usus,
komponen struktur utama amilum (zat tepung) dan glikogen
menyangkut eksoskeleton kaku pada akan dihidrolisis oleh enzim amilase
hewan tak bertulang punggung menjadi maltosa dan dekstrin,
seperti serangga, binatang berkulit Kemudian maltosa dan dekstrin ini
keras dan juga terjadi dalam sel akan dihidrolisa oleh enzim laktase
ganggang, ragi dan jamur adalah atau sukrose menghasilkan
polysoccoharida dengan atom zat galaktosa, glukosa dan fruktosa.
hidrogen seperti halnya C,H dan O Pada dinding usus, galaktosa dan
yang terdiri atas N-acetil D- fruktosa akan diubah menjadi
glukosamin. Chitin mempunyai peran glukosa. Dalam bentuk glukosa itulah
struktural dan suatu jumlah dari karbohidrat dapat diserap oleh
kekuatan mekanis yang dapat dinding sel (enterosit) lalu masuk
menghentikan ikatan hidrogen. kedalam pembuluh darah.
Peptin ditemukan terutama antara Ikan tidak memiliki enzim pencerna
dinding sel tumbuhan dan mungkin karbohidrat yang memadai di dalam
juga sebagai penyusun dinding sel saluran pencernaannya, sehingga
itu sendiri. Peptinase tidak dapat nilai kecernaan karbohidrat pakan
dihidrolisis dengan enzim pectinase umumnya rendah. Aktivitas enzim
mamalian tetapi dicerna oleh aksi amilase dalam menghidrolisa pati
mikrobial. Tindakan itu disadap pada ikan omnivora seperti ikan
dengan air panas atau air dingin dan tilapia dan ikan mas lebih tinggi
membentuk suatu ”gel” (agar-agar). daripada ikan karnivora seperti ikan
Alginates, agar dan caragenan rainbowtrout dan yellowtail. Nilai
merupakan hasil ekstraksi dari kecernaan karbohidrat ini sangat
rumput laut seperti Glacillaria sp dan dipengaruhi oleh sumber dan kadar
Kappaphycus sp. karbohidrat dalam pakan serta jenis
dan ukuran ikan. Nilai kecernaan
beberapasumber karbohidrat oleh
beberapa ikan budidaya dapat dilihat
Pemanfaatan Karbohidrat Pakan
pada Tabel 5.7 Karbohidrat yang
oleh Ikan
berstruktur kompleks memiliki nilai
Karbohidrat pakan umumnya kecernaan yang rendah daripada
berbentuk senyawa polisakarida, karbohidrat yang berstruktur
disakarida dan monosakarida. sederhana. Perbedaan sumber pati
187
juga dapat menyebabkan perbedaan dimana dengan melakukan
nilai kecernaan karbohidrat dan pengukusan maka akan dapat
bergantung juga pada rasio meningkatkan nilai kecernaan dari
amilosa/amilopektin. Dimana karbohidrat tersebut. Hal ini
semakin tinggi rasio amilosa/ dikarenakan pengukusan dapat
amilopektin maka kecernaan menyebabkan sel-sel pati menjadi
karbohidrat semakin tinggi. Beberapa lunak dan pecah sehingga lebih
perlakuan yang biasa dilakukan pada mudah dicerna.
saat membuat pakan ikan adalah
dengan melakukan pengukusan pati
Tabel 5.7. Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh
beberapa ikan budidaya (Wilson, 1994).
Kadar
Nilai kecernaan
Jenis ikan Sumber Karbohidrat
(%)
pakan (%)
Rainbow Trout Dekstrin 20 77,2
60 45,5
Tepung ubi kukus 20 69,2
60 26,1
Tepung dikukus 11,5 90,0
40,2 48,2
Glukosa 20 – 60 99 – 100
Sukrosa 20 – 60 99 – 100
Laktosa 20 – 60 94 – 97
Channel catfish Tepung jagung tidak 12,5 72,8
dikukus 25 60,9
50 55,1
Tepung jagung dikukus 12,5 83,1
25 78,3
50 66,5
Mas Tepung ubi tidak kukus ? 55,0
Tepung ubi dikukus ? 85,0
Karbohidrat berserat dalam wujud dalam tubuh ikan diperlukan secara
bahan kimia sangat sukar dicerna khas dan terbatas kurang dari 7%.
oleh beberapa jenis ikan dan tidak Ketersediaan berbagai formulasi
membuat suatu kontribusi yang baik karbohidrat pada komposisi nilai
kepada kebutuhan gizi ikan. yang gizi belum jelas, karbohidrat
Tingkatan kebutuhan serat kasar yang dapat dicerna (karbohidrat
188
dengan bobot molekul kecil dan terjadi laju glukoneogenesis yang
panjang rantai lebih pendek seperti tinggi, sedangkan yang diberi pakan
glukosa). Pada ikan mas dan ikan air dengan kandungan protein rendah
tawar lainnya dapat memanfaatkan dan karbohidrat tinggi didapatkan
karbohidrat lebih efektif laju glukoneogenesis yang rendah
dibandingkan dengan ikan air laut. (Cowey et al, 1977). Kebutuhan
Ikan air laut lebih efektif karbohidrat untuk setiap jenis dan
menggunakan glukosa dan dekstrin ukuran ikan juga dipengaruhi oleh
sebagai sumber zat tepungnya. kandungan lemak dan protein pakan.
Udang windu menggunakan zat Pakan yang mengandung
tepung lebih baik dengan glukosa karbohidrat dan lemak yang tepat
dan dextrin. dapat mengurangi penggunaan
protein sebagai sumber energi yang
dikenal dengan Protein Sparring
Effect. Terjadinya Protein Sparring
Kebutuhan optimum Karbohidrat
Effect oleh karbohidrat dapat
Pakan
menurunkan biaya produksi pakan
Pertumbuhan ikan budidaya secara dan mengurangi pengeluaran limbah
maksimal dapat tercapai jika kondisi nitrogen ke lingkungan.
lingkungan pemeliharaan dan
makanan terjamin secara optimum. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi
Fungsi utama karbohidrat sebagi pertumbuhan ikan budidaya
sumber energi di dalam pakan harus bervariasi menurut spesies, sumber
berada dalam kondisi yang seimbang karbohidrat dan kondisi
antara ketiga makro nutrien (protein, lingkungannya (Tabel 5.8.). Pada
lemak dan karbohidrat). Pakan yang tabel tersebut jelas terlihat bahwa
mengandung karbohidrat terlalu ikan karnivora umumnya mempunyai
tinggi dapt menyebabkan kemampuan yang lebih rendah
menurunnya pertumbuhan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat
budidaya. Beberapa penelitian telah pakan dibandingkan dengan ikan
menunjukkan pertumbuhan ikan dan omnivora atau herbivora. Penyebab
tingkat efisiensi pakan yang rendah rendahnya kemampuan ikan dalam
bila kandungan karbohidrat dalam memanfaatkan karbohidrat pakan
pakannya tinggi. tersebut antara lain disebabkan oleh
nilai kecernaan sumber karbohidrat,
Ikan sebagai organisme air kurang aktivitas enzim karboksilase ikan,
mampu memanfaatkan karbohidrat kemampuan penyerapan glukosa
sebagai sumber energi utama dalam serta kemampuan sel memanfaatkan
pakannya dibandingkan dengan glukosa dalam darah. Secara umum
hewan darat dan manusia, namun kandungan karbohidrat pakan yang
dari hasil beberapa penelitian hewan dapat dimanfaatkan secara optimal
air seperti ikan masih sangat oleh ikan karnivora berkisar antara
membutuhkan karbohidrat dalam 10 – 20%, ikan omnivora dapat
komposisi pakannya. Pada ikan memanfaatkan karbohidrat pakan
rainbowtrout yang diberi pakan secara optimal pada tingkat 30 –
dengan kandungan protein tinggi, 40% dalam pakannya.
189
Tabel 5.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan
beberapa ikan budidaya.
Karbo
hidrat Sumber
Jenis ikan References
pakan karbohidrat
(%)
Ekor kuning 10 Dekstrin Shimeno et al (1996)
Seabream merah 20 Dekstrin De Silva dan anderson (1995)
Rainbow trout 10 Dekstrin De Silva dan anderson (1995)
Kakap putih 20 Tepung terigu Catacuta dan Coloso (1997)
Kerapu 9 Tepung terigu Shiau dan Lan (1996)
Channel catfish 30 Dekstrin Wilson (1994)
Mas 40 Dekstrin Wilson(1994),Shimeno et al (1996)
Tilapia 40 Dekstrin Wilson (1994),Shimeno et al (1996)
dijadikan sebagai sumber energi bagi
5.4. LIPID
ikan selain protein dan karbohidrat.
Lipid berbeda dengan lemak.
Lipid adalah senyawa organik yang
Perbedaan antara lemak dan minyak
tidak dapat larut dalam air tetapi
adalah pada titik cairnya, lemak
dapat diekstraksi dengan pelarut
cenderung lebih tinggi titik cairnya,
nonpolar seperti kloroform, eter dan
molekulnya lebih berat dan rantai
benzena. Senyawa organik ini
molekulnya lebih panjang. Oleh
terdapat didalam sel dan berfungsi
karena itu lipid merupakan salah satu
sebagai sumber energi metabolisme
sumber asam lemak essensial yang
dan sebagai sumber asam lemak
tidak bisa di sentesa oleh ikan.
esensial yang mempunyai fungsi
Sebagai sumber energi, lipid telah
specifik dalam tubuh seperti untuk
ditunjukan untuk memberikan
struktur sel dan pemeliharaan
beberapa protein untuk
integritas membran-membran yang
pertumbuhan. Lipid juga sumber
hidup. Fungsi lain dari lipid antara
penting sterol, phospolipid, dan
lain adalah sebagai komponen
vitamin lemak yang dapat larut.
utama struktur sel, penyimpan bahan
Asam lemak dari lipid mungkin juga
bakar metabolik, untuk mengangkut
bertindak sebagai pendahuluan pada
bahan bakar, sebagai pelindung
steroid hormon dan prostaglandin.
dinding sel dan juga sebagai
komponen pelindung kulit vertebrata.
Lipid terdiri dari lemak, minyak,
Klasifikasi Lipid
malam dan senyawa-senyawa lain
yang ada hubungannya.
Berdasarkan struktur molekulnya
lipid dapat diklasifikasikan kedalam
Lipid merupakan komponen penting
tiga kelompok yaitu :
dalam pakan ikan karena lipid dapat
190
• sterol, aldehid lemak, badan
Lipid sederhana, kelompok ini
keton dan berbagai hormon.
disebut juga dengan nama
Karena tidak bermuatan
homolopida yaitu suatu bentuk
asilgliserol (gliserida), kolesterol
ester yang mengandung karbon,
dan ester kolesterol dinamakan
hidrogen dan oksigen. Jika
lemak netral (Meyes, 1999).
dihidrolisis. Lipid yang termasuk
kedalam kelompok ini hanya
menghasilkan asam lemak dan
Klasifikasi Lipid menurut Millamena
alkohol. Lipid sederhana ini dapat
et al (2002) dapat dikelompokkan
dibagi menjadi dua golongan
menjadi :
yaitu :
• Triglycerides atau lemak yang
- Lemak : senyawa ester lemak
dengan gliserol. Lemak dibentuk oleh reaksi glicerol
dalam keadaan cair disebut dengan molekul asam lemak
minyak. sehingga disebut glycerides.
- Lilin/malam/waks : senyawa Dengan begitu ketika suatu
ester asam lemak dengan triglyceride dihidrolisis, 3 molekul
alkohol monohidrat yang asam lemak dan 1 molekul
berbobot molekul tinggi glicerol dibentuk. Triglycerides
tidak menjadi komponen pada
• bio membran tetapi mereka
Lipid kompleks, kelompok ini
terakumulasi pada adipose atau
berupa ester asam lemak dengan
jaringan lemak. Triglyceride
alkohol yang mengandung gugus
merupakan bentuk utama pada
lain. Lipid kompleks dibagi
binatang yang menyimpan
menjadi tiga golongan yaitu :
energi.
- Fosfolipid : kelompok lipid
• Phospholipids adalah ester
yang selain asam lemak dan
alkohol, juga mengandung pada asam lemak dan asam
residu asam fosfat. Lemak ini phosphor (H3PO4) dan basa
sering mempunyai basa yang nitrogen. Senyawa campuran
mengandung nitrogen dan tersebut biasa asam
substituen lain, seperti gugus phosphatidic. Beberapa
alkohol berupa gliserol dalam Phospholipids yang penting
gliserofosfolipid dan gugus adalah phosphatidyl choline
alkohol yang berupa sfingosin (lecithin), phosphatidyl
dalam sfingofosfolipid. ethanolamine (cephalin),
- ikolipid (Glikosfingolipid) : phosphatidyl serine, dan
kelompok lipid yang phosphatidyl inositol. Mereka
mengandung asam lemak, adalah komponen utama
sfingosin dan karbohidrat. membran biologi.
• Waxes adalah ester pada rantai
- Bentuk lipid komplek lainnya:
Sulfolipid dan aminolipid dan panjang asam lemak dengan
lipoprotein berat molekul tinggi alkohol
• monohydric. Seperti trigly-
Prekursor dan derivat lipid : asam
lemak, gliserol, steroid, senyawa cerides, waxes merupakan
alkohol disamping gliserol serta sumber nergi yang disimpan
191
dalam tumbuhan dan bintang dan kali lebih dari energi protein dan
bertindak melindungi mantel. karbohidrat.
•
Waxes padat pada temperature Sumber dari asam lemak
lingkungan. esensial (EFA) yang penting
untuk pertumbuhan dan
Beberapa ester pada rantai kelangsungan hidup ikan. EFA
alcohol yang panjang, R1- tidak bisa disintesis oleh
CH2OH dan rantai panjang asam organisme air dan akan disintesis
lemak, R2-COOH jika jumlahnya tidak cukup untuk
O pertumbuhan dan harus
Contoh : R2 –CO -CH2 –R1 disediakan pada pakan ikan,
misalnya : asam arachidonik
Beberapa ester, (ARA), asam eicosapentaenoie
(EPA), dan asam
R2-CH2 –O -CH2 –R1 decosahexaenoic (DHA) adalah
asam lemak esensial yang
• sangat penting di dalam pakan
Steroids adalah rantai panjang
alkohol yang biasa pada ikan dan krustasea.
•
polycylic. Merupakan tanda pada Komponen sellular yang penting
jenis kelamin atau hormon lain dan selaput subsellular,
pada ikan dan udang dan secara misalnya: phospholipid dan
biologi sangat penting dalam asam lemak polyunsurated
proses reproduktif. Streroid (PUFA).
mempunyai beberapa struktur • Sumber steroid yang
umum yang terdiri dari sistem melaksanakan fungsi penting
fused-ring. Kolesterol secara seperti pemeliharaan sistem
fisiologi adalah sterol penting dan selaput, transportasi lipid dan
tersebar luas dalam membran prekursor dari hormon steroid.
biologi, terutama dalam binatang.
• Sphingomyelins tidak berisi
glycerol, tetapi zat asam yang Asam lemak
mengandung gemuk ester
membutuhkan rantai amino Salah satu unsur penting dari lipid
alcohol sphingosine. Lipid ini adalah asam lemak. Asam lemak ini
merupakan lipid komponen otak ada juga yang menyebutkan sebagai
dan jaringan syarat pertumbuhan lipid dengan makna fisiologis.
pada binatang. Berdasarkan kandungan unsurnya
asam lemak mempunyai rumusan
yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH ,
Fungsi umum dari lipid dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24
dan pada umumnya suatu bilangan
Fungsi yang umum adalah: genap. Asam lemak diberi suatu
• Sumber nama umum disamping formulasi
energi berkenaan
bahan kimianya dan singkatan
dengan metabolisme, adenosine
stenografi. Di dalam tatanama asam
triphosphate (ATP). Kandungan
lemak, sebuah asam lemak di
energi lipid berisi kira-kira dua
192
•
indentifikasi dengan formula: A:B n- Dua ikatan rangkap disebut asam
3, A:B n-6, A:B n-9, kadang-kadang dienoat, yaitu linoleat/ ω6 (18 :
ditulis dengan huruf ω (omega) 2;9.12 )
dimana, A adalah banyaknya atom • Tiga ikatan rangkap disebut
carbon dan banyaknya ikatan ganda, dengan asam trienoat antara lain
n-3, n-6, n-9 adalah posisi ikatan adalah g.Linolenat/ ω6 (18 : 3;
ganda dari metil berakhir pada asam 6.9.12) dan a.Linolenat/ ω3 (18 :
lemak. Sebagai contoh tujuan 3;9.12.15)
kuatitatif untuk palmitoleic atau asam • Empat ikatan rangkap disebut
hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang asam tetranoat, antara lain
ini berarti bahwa asam palmitoleic adalah arakidonat/ ω6 (20 :
mempunyai 16 karbon dan berisi 4;5.8.11.14)
pada ikatan rangkap terdapat pada • Lima ikatan rangkap disebut
posisi karbon ketujuh karbon. asam pentanoat, antara lain
adalah Timnodonat/ ω3 (20 : 5 ;
Berdasarkan jumlah ikatan rangkap 5.8.11.14.17) dan Klupanodonat/
pada asam lemak maka asam lemak ω3 (22 : 5; 7.10.13.16.19)
dapat dikelompokkan menjadi dua • Enam ikatan rangkap disebut
yaitu asam lemak jenuh dan asam dengan asam Heksanoat antara
lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh lain adalah Servoat/ ω3 (22 : 6;
adalah asam lemak yang tidak 4.7.10.13.16.19)
mengandung ikatan rangkap.
Sedangkan asam lemak tidak jenuh Dari pengklasifikasian asam lemak
adalah asam lemak yang tersebut diatas dapat dilihat dari
mengandung satu atau lebih ikatan penulisan angka-angka dibelakang
rangkap. Asam lemak jenuh terdiri koma, urutan pertama menyatakan
dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu banyaknya jumlah atom Carbon,
format (1), asetat (2), propionat (3), urutan kedua adalah banyaknya
butirat (4), valerat (5), kaproat (6), ikatan rangkap pada unsur asam
kaprilat/oktanoat (8), kaprat/dekanoat lemak, sedangkan pada urutan
(10), laurat (12), miristat (14), terakhir adalah letak/lokasi ikatan
palmitat (16), stearat (18), arakidat rangkap terdapat pada rantai Carbon
(20), behenat (22), lignoserat (24). keberapa, misalnya asam lemak
Angka yang terdapat didalam kurung Arakidonat/ ω6 (20 : 4; 5.8.11.14),
merupakan jumlah atom Carbon rumus bangun asam lemak tersebut
yang terdapat pada unsur asal terdiri dari Carbon sebanyak 20
lemak. Pada asam lemak tidak jenuh buah, jumlah ikatan rangkapnya
dapat dikelompokkan kedalam enam adalah 4 buah, letak ikatan rangkap
kelompok berdasarkan jumlah ikatan tersebut terdapat pada Carbon ke 5,
rangkapnya yaitu : 8, 11 dan 14.
• Satu ikatan rangkap disebut Berdasarkan Millemena (2002)
dengan monoeat, antara lain pengelompokan asam lemak dapat
adalah palmitat/ ω7 (16 : 1;9), dibagi menjadi empat berdasarkan
oleat/ ω9 (18 : 1;9), elaidat/ ω9 kejenuhannya yaitu Saturated,
(18 : 1;9) , erusat/ ω9 (22 : 1;9), Unsaturated, Polyunsaturated dan
nervonat/ ω9 (24 : 1;13)
193
Higly Unsaturated. Untuk lebih dan Tabel 5.10.
jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.9
Tabel 5.9 Nama umum asam lemak
Nama umum Nama kimia Notasi singkat
Saturated
Fomat 1:0
Asetat 2:0
Propionat 3:0
Butirat Asam butanoat 4:0
Valerat Asam pentanoat 5:0
Caproat Asam keksanoat 6:0
Caprilat Asam oktanoat 8:0
Caprat Asam dekanoat 10:0
Laurat Asam dodekanoat 12:0
Miristat Asam tetradekanoat 14:0
Palmitat Asam heksadekanoat 16:0
Stearat Asam oktadekanoat 18:0
Arachidat 20:0
Behenat 22:0
Lignoserat 24:0
Unsaturated
Asam Palmitoleat Asam heksadesenoat 16 :1 n-7
Asam oleat Asam oktadesenoat 18 : 1 n-9
Polyunsaturated
Asam Linoleat Asam oktadekadienoat 18 : 2 n-6
Asam Linolenat Asam oktadekatrinoat 18 : 3 n-3
Highly Unsaturated
Asam arakidonat Asam eikosatetraenoat 20 : 4 n-6
Asam eikosapentanoat 20 : 5 n-3
Asam dokosaheksanoat 22 : 6 n-3
194
Tabel 5.10. Kelompok Asam lemak Unsaturated/tidak jenuh (Millemena, 2002)
Notasi
Klas Keluarga Rumus bangun
singkat
n-9 Oleat 18 : 1 n-9 CH3-(CH2)7-CH=CH-(CH2)7-COOH
20 : 1 n-9
n-6 Linoleat 18 : 2 n-6 CH3-(CH2)4-CH=CH-CH2-CH=CH-(CH2)7-
18 : 3 n-6 COOH
20 : 3 n-6
20 : 4 n-6
22 : 4 n-6
n-3 Linolenat 18 : 3 n-3 CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2-
20 : 5 n-3 CH=CH-(CH2)7-COOH
22 : 5 n-3
ikan terdiri dari asam lemak linoleat,
Kebutuhan asam lemak pada ikan
asam lemak linolenat, asam lemak
Asam lemak yang dibutuhkan untuk Eicosapentanoat (EPA) dan asam
pertumbuhan dan perkembangan lemak Dokosaheksanoat (DHA).
ikan budidaya adalah asam lemak
essensial yaitu asam lemak yang Komposisi asam lemak di dalam ikan
sangat diperlukan untuk menunjang adalah cenderung dipengaruhi oleh
pertumbuhan namun tubuh (hati) faktor seperti kadar garam, suhu dan
kurang mampu mensisntesisinya makanan. Selain itu kebutuhan asam
oleh karena itu harus disuplai dari lemak essensial untuk setiap jenis
pakan. Sedangkan asam lemak ikan berbeda antar spesies terutama
essensial yaitu asam lemak yang antara ikan air tawar dan air laut.
dapat disintesa oleh tubuh. Asam Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
lemak essesial (Essensial Fatty pada Tabel 5.11.
Acid/EFA) yang sangat diperlukan
195
Tabel 5.11. Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan (Watanabe, 1988)
Jenis ikan Jenis asam lemak Kebutuhan (%)
Rainbow Trout 18 : 3 ω3 1
18 : 3 ω3 0,8
18 : 3 ω3 20 % dari lipid
ω3 HUFA 10% dari lipid
Carp 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 1
Sidat 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 0,5
Chum Salmon 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 1
ω3 HUFA 0,5
Coho Salmom Tri18 : 3 ω3 1 – 2,5
Ikan ayu 18 : 3 ω3 atau 20 : 5 ω3 1
18 : 2 ω6 atau 20 : 4 ω6 1
Tilapia zilli
18 : 3 ω6 0,5
Tilapia nilotica
Seabream merah ω3 HUFA atau 20 : 5 ω3 0,5
Turbot ω3 HUFA 0,8
Yellow tail ω3 HUFA 2
Yamame 18 : 3 ω3 1
Coregonus 18 : 3 ω3 0,5
Komposisi lemak tubuh sangat mengandung berbagai macam asam
dipengaruhi oleh pakan ikan yang lemak unsaturated pada rantai
mengandung lemak, walaupun karbon panjang (20 atau 22
penambahan lemak pada pakan panjangnya rantai karbon),
sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi kebanyakan dari sumber hewani
dalam lemak pakan harus memliki asam lemak dari kelompok
diperhatikan apakah terdapat n-3 . Rantai panjang n-3 asam lemak
komposisi asam lemak essensialnya. biasanya menyusun 1/4 - 1/3 semua
Sumber lemak bagi ikan dapat asam lemak di dalam minyak ikan,
berasal dari berbagai bahan pakan sedangkan, rantai panjang asam
yaitu minyak hewani atau minyak lemak di dalam kebanyakan minyak
nabati, keduanya telah ditemukan nabati jarang melebihi 5% dan sering
dan bisa digunakan dalam makanan kurang dari 1%. Kebutuhan lipid
ikan. Komposisi asam lemak dari berkenaan dengan aturan makan
berbagai bahan baku pakan ikan ikan dapat diperoleh dari profil asam
dapat dilihat pada Tabel.. Jika lemak.
dibandingkan dengan minyak nabati
lain atau lemak minyak ikan
196
Tabel 5.12. Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid
(g/100g asam lemak) (Millamena, 2002)
Sumber lipid 18 : 2 n6 18 : 3 n3 20 : 5 n3 22 : 6 n3
Sumber Tanaman
Minyak jagung 58 1 0 0
Minyak kelapa 2 0 0 0
Minyak bijikapas 53 1 0 0
Minyak bijilin 17 56 0 0
Minyak palm 10 1 0 0
Minyak palm kernel 2 0 0 0
15 8 0 0
Minyak Rapeseed
30 0 0 0
Minyai kacang
50 10 0 0
Minyak kedele
70 1 0 0
Minyak bungamatahari
Sumber hewan laut
5 0 7 5
Minyak capelin
Minyak hati cod 5 1 16 14
Minyak hati cuttlefish 1 2 12 18
Minyak herring 1 1 8 5
Minyak hati pollack 2 0 12 7
Minyak salmon 3 0 10 10
Minyak Sardin 3 1 13 10
Minyak shortnect 1 1 19 14
Minyak Skipjack 5 3 7 12
Minyak hati cumi 3 3 12 10
Ikan memerlukan asam lemak dari akan menyebabkan kematian ikan
kelompok n-3 dan n-6 dalam budidaya. Asam lemak essensial (
komposisii pakannya. Jenis asam EFA) kebutuhan sangat berbeda
lemak yang sangat diperlukan bagi antara satu jenis ikan dengan jenis
ikan budidaya adalah asam linolenat ikan yang lainnya seperti telah
( 18:3n-3), asam linoleat ( 18:2n-6), dijelaskan pada Tabel diatas. Pada
asam eocosapentaenoat ( EPA, jenis ikan rainbow trout
20:5n-3) dan asam docosahexaenoat (Oncorhynchus mykiss) memerlukan
( DHA, 22: 6n-3). Kekurangan asam sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya
lemak essensial pada komposisi Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6
pakan ikan dapat menyebabkan dalam berbagai proporsi tidak
penurunan pertumbuhan dan kondisi meningkatkan laju pertumbuhan atau
kekurangan asam lemak essensial konversi pakan ikan laut. Pada ikan
dalam waktu yang brekepanjangan karper (Cyprinus carpio), salah satu
197
jenis ikan budidaya air tawar yang antara linolenic (18:3n-3) atau n-3
paling lama dibudidayakan di dunia HUFA sebagai sumber lipid. Ikan laut
memerlukan jenis asam lemak dari kakap pada stadia juvenil
kelompok kedua-duanya yaitu: membutuhkan antara n-3 dan n-6
18:2n-6 dan 18: 3n-3. Selain itu PUFA dengan kadar 0,5% dalam
komposisi asam lemak dapat komposisi pakannya atau pada
memberikan pertambahan berat perbandingan n-3/n-6 dengan rasio
badan yang terbaik dan konversi 1,0. Ikan Grouper membutuhkan n-3
pakan yang baik dengan komposisi HUFA sekitar 1%. Pada juvenil
asam lemak campuran dari1% udang windu (Penaeus monodon),
18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan sekitar 2,6% dari komposisi pakan
belut (Anguilla japonica). Pada ikan PUFAnya dapat meningkatkan
budidaya air panas yang lain., pertumbuhan sedangkan komposisi
membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:2n-6 lebih besar daripada 5%
18:3n-3, tetapi pada level 0,5%. memiliki efek negatif pada
Pada ikan Herbivora didaerah tropis pertumbuhan. Kemudian, spesies
seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) yang berbeda membutuhkan EFA
membutuhkan asam lemak n-6 yang berbeda dan perbedaan lebih
ataupun lebih dari n-3. kebutuhan jelas pada ikan air panas dari pada
asam lemak dalam komposisi pakan ikan air dingin.
berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6
sebanyak 0,5% . Asam lemak n-3 (n- Lemak pakan yang kekurangan
3 HUFA) adalah asam lemak asam lemak essensial akan
esensial dari beberapa ikan air laut memberikan dampak negatif bagi
seperti red sea bream (Chrysophyrs ikan budidaya. Hal ini dikarenakan
majo), dan ikan buntut kuning lemak pakan yang tidak
(Seriola quinquerodiata). Kebutuhan mengandung EFA akan
asam lemak polyunsaturated rantai mengakibatkan penurunan
yang panjang harus diberikan untuk kandungan lemak pada
menambah atom karbon atau hepatopankreas ikan carp.
melepas hidrogen dari pakan, Akumulasi lemak pada hati hewan
sebagian besar ikan air laut air yang kekurangan EFA dapat
diperairan dingin membutuhkan mengganggu biosintesis lipoprotein.
asam lemak n-3 (Millamena, 2002). Selain itu berdasarkan hasil
penelitian dari Watanabe (1988)
Penelitian tentang asam lemak kekurangan EFA akan sangat
esensial dibutuhkan untuk ikan air berpengaruh terhadap
panas dan spesies ikan di filiphina spawning/pemijahan rainbowtrout
menunjukkan bahwa beberapa dan seabream merah, hal ini
spesies membutuhkan asam lemak dikarenakan EFA berperan penting
antara n-3 dan n-6 sementara pada fisiologi reproduksi sebagai
lainnya hanya n-3. Pada ikan tokoferol pada ikan. Selain itu pada
bandeng yang di budidayakan pada rainbowtrout dewasa yang memakan
air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan lemak kekurangan EFA pada usia
pertumbuhan yang terbaik tiga bulan sebelum telur matang,
didapatkan dengan menggunakan maka telur yang dihasilkan memiliki
198
daya tetas yang rendah. Dengan triglyserida. Triglyserida dan sedikit
memberikan EFA sebanyak 1% yaitu fosfolipid dan kolesterol bebas akan
asam lemak linoleat ternyata kondisi berkombinasi membentuk
penetasan telur dapat ditingkatkan. Chylomicron, yaitu komplek koloid
Dampak negatif lainnya jika yang besarnya 0,5 – 1,5 µm,
kekurangan EFA pada telur ikan Chylomicron ini diserap kedalam
yang telah dibuahi maka akan terjadi sistem lipatik dan selanjutnya lewat
perubahan bentuk/deformasi tubuh melalui kantong torakic menjadi
dan larva menjadi abnormal. Dengan sistem yang sistemik dan dengan
adanya perubahan bentuk tubuh, cepat diangkut oleh hati dan jaringan
kecacatan larva maka pertumbuhan untuk katabolisme dan cadangan
ikan tersebut akan terlambat. energi. Rantai panjang asam lemak,
gabungan triglyserida dilakukan
penyimpanan pada suhu yang lama
dalam bentuk energi dalam lemak
Biosintesis Asam lemak
atau jaringan adipose hewan. Ketika
Lemak yang dikonsumsi oleh ikan energi diperlukan dalam jumlah
akan dicerna didalam lambung akan besar, asam lemak dipecahkan untuk
dihidrolisis menjadi monogliserida menghasilkan energi.
dan asam lemak bebas dengan
bantuan enzim lipase dan ditambah
dengan proses saponifikasi dan
emulsi oleh asam empedu dan 5.5. VITAMIN
lecithin dalam empedu. Akhir
hidrolisis menjadi gliserol dan asam Vitamin berasal dari kata vitamine
lemak. Berdasarkan studi secara in yang berarti zat hidup (vital) yang
vitro pada ikan layang, ikan cod dan mengandung N (amine) atau disebut
rainbow trout enzim lipase akan juga biokatalis. Vitamin merupakan
menghidrolisis triaslglyserol menjadi senyawa organik dengan berat
2-monoasilglyserol dan asam lemak molekul rendah (berat molekulnya
bebas. Hidrolisis 2-monoasilglyserol biasanya kurang dari 1000) dengan
selanjutnya akan membentuk komposisi dan fungsi yang beragam
glyserol dan asam lemak bebas. yang sangat penting bagi kehidupan
Setelah dicerna selanjutnya akan tetapi tidak dapat disintesis oleh
dilakukan penyerapan, seperti tubuh. Vitamin termasuk kedalam
diketahui bahwa asam lemak komponen pelengkap yang mana
merupakan produk yang tidak larut kehadirannya dalam makanan
dalam air maka asam lemak yang sangat diperlukan untuk
lebih rendah dan kolin akan diserap menormalkan pertumbuhan dan
langsung didalam mukosa usus perawatan kesehatan dan
halus. Monogliserida dan asam ketidakcukupan dalam bahan
lemak yang tidak larut diemulsi dan makanan dapat mengakibatkan
dilarutkan membentuk komplek pengembangan kondisi specifik
koloid yaitu misel yang masuk pathologic. Istilah vitamin dengan
kedalam sel epitel. Monogliserida kata lain adalah dietary essensial
disintesis disel berepitel membentuk
199
yaitu harus diberikan dari luar tubuh disimpan dalam hati atau jaringan-
karena tubuh tidak dapat mensintesis jaringan lemak seperti halnya lemak,
sendiri. Jumlah vitamin yang vitamin memerlukan protein
dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit pengangkut untuk memindahkan-nya
dibandingkan dengan zat nutrisi dari satu tempat ke tampat yang lain.
lainnya tetapi kekurangan vitamin Karena sifatnya yang tidak larut
dalam komposisi pakan dapat dalam air maka vitamin dalam
menyebabkan gejala tidak normal kelompok ini tidak dapat dikeluarkan
pada ikan sehingga akan atau diekskresikan, akibatnya vitamin
mengganggu proses ini dapat ditimbun dalam tubuh bila
pertumbuhannya. Kebutuhan ikan dikonsumsi berlebihan/dalam jumlah
akan vitamin sangat ditentukan oleh banyak. Vitamin yang larut dalam
faktor dalam maupun faktor luar lemak ini dapat diserap dengan
antara lain adalah jenis dan ukuran efisien kalau terdapat penyerapan
ikan, laju pertumbuhan, komposisi lemak yang normal. Begitu diserap,
pakan, kondisi fisiologis ikan serta molekul vitamin tersebut diangkut di
lingkungan perairan dimana ikan itu dalam darah dalam bentuk
hidup. lipoprotein atau terikat dengan
protein pengikat yang spesifik.
Vitamin-vitamin yang larut dalam air
Klasifikasi Vitamin
bergerak bebas dalam badan, darah
Vitamin dapat dikelompokkan dan limpa. Karena sifatnya yang larut
menjadi dua golongan menurut dalam air, vitamin ini mudah rusak
Tacon (1991) yaitu pertama vitamin dalam pengolahan dan mudah hilang
yang larut dalam lemak terdiri dari karena tercuci atau terlarut oleh air,
vitamin A (retinol) , vitamin D keluar dari bahan. Selain itu sifat
(kolekalsiferol/ergokalsiferol), vitamin vitamin ini tidak stabil selama
E (alfa tokoferol) dan vitamin K penyimpanan. Oleh karena itu harus
(menadion), kedua adalah vitamin tersedia dalam pakan secara terus
yang larut dalam air terdiri dari menerus. Berbeda halnya dengan
vitamin B1 (Tiamin), vitamin B2 vitamin B12 yang dapat disimpan
(Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), dalam hati selama beberapa tahun.
vitamin B5 (asam pantotenat), Semua vitamin yang larut dalam air,
vitamin B6 (piridoksin), vitamin B12 kecuali vitamin C berfungsi sebagi
(kobalamin), biotin, asam folat, koenzim atau kofaktor dalam reaksi
inocitol, kolin dan vitamin C (asam enzimatik.
askorbat).
Vitamin yang larut dalam lemak Vitamin A
banyak terdapat dalam daging ikan,
minyak ikan dan biji-bijian sebagai Vitamin A atau retinol merupakan
sumber minyak seperti kacang senyawa poliisoprenoid yang
tanah,kacang kedelai dan mengandung cincin sikloheksanil.
sebagainya. Sekali diserap dalam Didalam tubuh, fungsi utama vitamin
tubuh, vitamin-vitamin tersebut A dilaksanakan oleh retinol dan
200
kedua derivatnya yaitu retinal dan membran sel batang. Pada saat
asam tetinoat. Senyawa tersebut rodopsin memperoleh rangsangan
terutama disimpan dalam bentuk sinar, retinal akan beraksi melalui
ester retinol didalam hati (Steffens, berbagai reaksi enzimatis dan
1989). Menurut Winarno (1997), memberikan rangsangan ke saraf
vitamin A merupakan jenis vitamin optik dan seterusnya akan diteruskan
yang aktif dan terdapat dalam ke otak.
beberapa bentuk yaitu vitamin A
alkohol (retinol), vitamin A aldehida Dalam bahan makanan vitamin A
(retinal), vitamin A asam (asam terdapat dalam bentuk karoen
retinoat) dan vitamin A ester (ester sebagai ester dari vitamin A dan
retinil). sebagai vitaminA bebas. Keaktifan
biologis karoten jauh lebih rendah
Vitamin A mempunyai fungsi dibandingkan dengan vitamin a,
menjadikan penglihatan normal, karena karoten merupakan sumber
dalam retina pada mata vitamin A utama vitamin A. Sayuran dan buah-
dikombinasikan dengan protein khas buahan yang berwarna hijau atau
membentuk pigmen penglihatan. kuning biasanya banyak
Pigmen penglihatan ini berfungsi mengandung karoten. Ada hubungan
sebagai penerima dan transmisii langsung antara derajat kehijauan
cahaya dari mata ke otak. Vitamin A sayuran dengan karoten. Semakin
dibutuhkan untuk memelihara hijau daun tersebut semakin tinggi
jaringan epitel lendir/cairan spesial kadar karotennya, sedangkan
dlam saluran reproduksi, kulit, tulang, sayuran yang daun-daunannya
saluran gastrointestin. Secara normal berwrna pucat seperti selada dan kol
mata akan mengeluarkan cairan sangat miskin dengan karoten.
lemak kental yang disebut mukus Sumber bahan yang kaya akan
(lendir). Cairan tersebut diproduksi retinol terdapat pada minyak hati
oleh sel epitel mukosa, yang ikan (minyak hati ikan halibut 9000
berfungsi untuk mencegah terjadinya ug/g, minyak hati ikan cod 180 ug/g)
infeksi pada mata. Mekanisme dan tepung hati hewan 25 – 100
penglihatan terjadi karena fungsi ug/g. Bahan pakan yang berasal dari
vitamin A dan protein yang terjadi di tumbuhan yang kaya akan vitamin A
dalam sel batang retina mata. Sel (retinol setara 1 ug/g berat basah)
tersebut akan berfungsi dengan termasuk wortel tua = 20, bayam =
adanya rangsangan sinar yang 10, watercess = 5. Provitamin A yaitu
berintensitas rendah dan bukan oleh β-karoten banyak terdapat dalam
adanya rangsangan warna. sayuran hijau dan secara praktisnya
Komponen aktif yang berperan terdapat dalam wortel, ubi jalar dan
dalam proses penglihatan adalah waluh.
senyawa retinol teroksidasi yaitu
retinal atau vitamin A aldehid yang Jumlah vitamin A/retinol dalam
akan mengikat protein yang dikenal sumber bahan dinyatakan dalam
dengan nama opsin. Kompleks Internasional Unit (IU) atau Satuan
retinal opsin tersebut disebut Internasional (SI). 1 IU vitamin A
Rodopsin, yang akan menyusun
201
setara 0,344 ug retinol atau 0,6 ug Sumber vitamin A dibagi dalam tiga
beta karoten, jadi : kelompok yaitu kandungan tinggi,
sedang dan rendah. Untuk lebih
1RE = 1 ug retinol (3,33 IU) = 6 ug β- jelasnya dapat dilihat pada Tabel
karoten (10 IU) = 12 ug karatenoid 5.13.
(10 IU).
Tabel 5.13. Penggolongan beberapa sumber Vitamin A (Flint (1981) dalam
Winarno (1997)
Tinggi Sedang Rendah
(RE > 20000 ug/100g) (RE 1000-20000 ug/100g) (RE < 1000 ug/100g)
Minyak ikan Hati kambing/domba Roti
Minyak kelapa sawit Hati ayam Daging (sapi)
Ubi jalar Kentang
Wortel Ikan
Bayam
Vitamin A sangat dibutuhkan oleh tidak mampu memproduksi mukus,
ikan dan jumlah kebutuhan vitamin A tetapi akan mengeluarkan protein
pada beberapa spesies ikan yang tidak larut dalam air yang
berbeda. Kebutuhan vitamin A pada disebut keratin. Apabila keadaan
beberapa jenis ikan budidaya dapat tersebut terjadi secara terus
dilihat pada Tabel 5.14. menerus, maka sel-sel membran
akan menjadi kering dan mengeras,
yang disebut dengan keratinisasi.
Vitamin dalam tubuh ikan berperan
Xeropthalmia adalah keadaan
dalam penglihatan, mata, permukaan
kekurangan vitamin A, mula-mula
epitel serta membantu proses
konyugasi mata mengalami
pertumbuhan. Peranan retinol untuk
keratinasi, kemudian kornea mata
penglihatan normal sangat penting
juga terpengaruh dan bila dibiarkan
karena penglihatan mata sangat
berlanjut akan menjadi buta.
tergantung oleh adanya rodopsin,
Beberapa gejala kekurangan vitamin
suatu pigmen yang mengandung
A pada ikan dapat dilihat pada Tabel
retinol. Pada kondisi kekurangan
5.15.
vitamin A, sel epitel mukosa mata
202
Tabel 5.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya (Tacon,
1987 dan 1991)
Status
Jenis ikan pemeliharaan/ Kebutuhan Referensi
wadah/vitamin
Ikan Mas (Cyprinus Dalam ruangan/ 4000–20000IU/kg Aoe dkk, 1968
carpio) tangki/bahan murni
Channel catfish (Ictalurus Dalam ruangan/ 1000–2000 IU/kg Dupre, 1970
punctatus) tangki/bahan murni
Channel catfish (Ictalurus Dalam ruangan/ 2000–2500 IU/kg Halver,1972
punctatus) tangki/bahan murni
Rainbow trout - 2500–5000 IU/kg Halver, 1972
Rainbow trout - 2000–2500 IU/kg Kitamura,1967
Salmon Dalam ruangan/ R Halver, 1972
tangki/bahan murni
Ikan Guppy - 2000–4000 IU/kg Shim & Tan,
1989
Tabel 5.15. Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan (Tacon
1987&1991)
Jenis ikan Gejala defisiensi
Salmon Pertumbuhan lambat, xeropthalmia, epitel kornea
menjadi keruh dan mengental, degenerasi retina
Ikan mas Anoexia, warna tubuh menjadi kusam, pendarahan
(Cyprinus carpio) pada sirip dan kulit, xeropthalmia,
abnormal/melengkung pada bagian operculum
Channel catfish Depigmentasi, mata menonjol dan buram
(Ictalurus punctatus) (xeropthalmia), oedema, atropia, pendarahan pada
ginjal, mortalitas meningkat
Guppy Pertumbuhan menurun, efisiensi pakan buruk
(Poecilia reticulata)
203
Vitamin A dalam pemberiannya pada kristal putih yang dibentuk dari
ikan sebaiknya tidak berlebihan, proses irradiasi senyawa sterol yang
karena berdasarkan hasil penelitian kemudian diikuti dengan proses
dalam Tacon (1991), pemberian pemurnian. Vitamin D disebut juga
vitamin A dengan dosis 2,2 – 2,7 juta vitamin anti-rachitis (Andarwulan dan
IU/kg pada ikan salmon memberikan Koswara, 1989). Sumber utama
dampak keracunan. Dampak vitamin D di alam adalah
keracunan vitamin A ini dapat dilihat kolekalsiferol (vitamin D3). Seperti
dari gejala-gejalanya antara lain vitamin A, kolekalsiferol hanya
adalah pertumbuhan menurun dan terdapat pada jaringan hewan. Pada
terjadi pendarahan, pecah/erosi yang kebanyakan hewan darat
hebat pada sirip ekor, dubur, dada, kolekalsiferol diproduksi dalam kulit
perut dan punggung. Oleh karena itu melalui sinar UV dengan provitamin
pemberian vitamin A ini harus sesuai 7 dehidrokolestrol.
dengan kebutuhan ikan, karena
vitamin A ini merupakan vitamin yang Vitamin D didalam tubuh aktifitasnya
larut dalam lemak jika kelebihan dapat dibagi kedalam tiga tempat
dalam tubuh ikan tidak dapat yaitu usus, tulang dan ginjal. Di
dieksresikan keluar tubuh tetapi dalam usus vitamin D berperan
disimpan dalam bentuk berikatan dalam absorbsi Ca, karena pada
dengan lemak. keadaan defisiensi/kekurangan
vitamin D maka penyerapan Ca
menurun. Di dalam usus terdapat Ca
binding protein yang memerlukan
Vitamin D
vitamin D. Di dalam tulang vitamin D
Menurut Murray (1999), vitamin D berperan dalam proses reaksi
merupakan prohormon steroid. collagen dan meningkatkan resorbsi
Vitamin ini diwaklili oleh senyawa tulang. Sedangkan dalam ginjal,
steroid yang terutama terdapat pada vitamin D berfungsi dalam
hewan, tanaman dan ragi. Melalui mengurangi clearance Ca dan P.
berbagai perubahan metabolik dalam Vitamin D dapat disintesis dalam
tubuh, vitamin D menghasilkan suatu tubuh manusia dan hewan dalam
hormon yang dikenal dengan nama bentuk vitamin D2. laju sintesis
kalsitriol, kalsitriol ini mempunyai vitamin D tergantung pada jumlah
peranan sentral dalam metabolisme sinar matahari yang diterima serta
kalsium dan fosfor. Dari beberapa konsentrasi pigmen di kulit. Vitamin
jenis vitamin D dua diantaranya tersebut kemudian diaktifkan oleh
dianggap yang paling penting yaitu sinar matahari dan diangkut ke
vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan berbagai alat tubuh untuk
vitamin D3 (7-dehidrokolesterol dimanfaatkan atau disimpan di dalam
kolikolaferol). Struktur kedua vitamin hati.
tersebut sangat mirip. Vitamin ini
merupakan vitamin yang larut dalam Menurut Tacon (1987), sumber
lemak dan sangat sensitif terhadap bahan yang kaya akan kolekalsiferol
adanya oksigen dan sinarmatahari. termasuk hati ikan (minyak hati ikan
Kedua vitamin tersebut merupakan cod 2 – 10 ug/g), minyak dan tepung
204
hati hewan serta tepung ikan. percobaan yang dibiarkan
Sumber pakan yang mengandung kekurangan vitamin D dengan
cholecalciferol/vitamin D sering memberi diet rachitogeni dan
dinyatakan dalam Internasional Unit kelompok lain diberi minyak ikan.
(IU). 1 IU berpotensi 0,025 ug Setelah 7 – 10 hari tulang-tulang
cholecalciferol dan setara 1 unit BSI panjang dianalisis terhadap adanya
(British Standart Unit) atau 1,3 unit calcium line, makin tebal calcium
AOAC (Association of Analytical linenya maka makin tinggi kekuatan
Chemist USA). Pengukuran keaktifan vitamin D tersebut. Kebutuhan
atau kekurangan vitamin D dapat vitamin D pada ikan budidaya juga
dilakukan dengan cara line test yaitu bervariasi menurut jenis ikannya
membandingkan 2 kelompok hewan Tabel 5.16.
Tabel 5.16. Kebutuhan vitamin D pada beberapa jenis ikan budidaya (Tacon,
1987 & 1991)
Status
Jenis ikan pemeliharaan/ Kebutuhan Referensi
wadah/vitamin
Ikan Mas Dalam ruangan/ NR NRC, 1983
(Cyprinus carpio) tangki/bahan murni
Channel catfish Dalam ruangan / 1000 IU/kg Murray, 1980
(Ictalurus punctatus) tangki / bahan murni
Channel catfish Dalam ruangan / 500 IU/kg Lowel&Li,
(Ictalurus punctatus) tangki / bahan murni 1978
Rainbow trout - 1600 – 2400IU/kg Barnet, 1979
(S. gairdneri)
Penaeid Dalam ruangan / R Kanazawa,
(Penaeus japonicus) tangki / bahan murni 1983
Kekurangan vitamin D pada ikan sintasan/kelangsungan hidup
budidaya dapat menyebabkan menurun. Kekurangan vitamin D
beberapa gejala, misalnya pada ikan dapat mengakibatkan :
• Riketsia, ditandai oleh bengkok
salmon mengakibatkan terjadinya
penurunan pertumbuhan dan tulang belakang kaki sehingga
efisiensi pakan, anorexia, tetani, isi berbentuk O pada anak-anak.
hati/lemak otot meningkat tinggi dan • Tetani, suatu gejala ditandai
tingkat plasma T3 meningkat. Pada bengkoknya pergelangan tangan
ikan channel catfish mengakibatkan dan sendi akibat rendahnya
terjadinya penurunan petumbuhan kalsium dalam serum karena
sedangkan pada udang
205
kekurangan vitamin D atau sebagai perangkap radikal bebas.
rusaknya kelenjar paratiroid Vitamin E juga berperan penting
• dalam respirasi sel dan biosintesisa
Osteomalacia, penderitaan
DNA dan sebagai koenzim Q.
diakibatkan kekurangan vitamin
Vitamin E dan vitamin C dapat
D dan kalsium pada orang
berfungsi sebagai antioksidan,
dewasa.
melindungi asam lemak secara in
vitro dan in vivo (Machlin, 1990).
Vitamin D dalam tubuh jika
berlebihan dapat menyebabkan
Sumber bahan pakan yang banyak
keracunan, gejala keracunan pada
mengandung tocopherol antara lain
ikan salmon dapat diperlihatkan
adalah : tepung alfalfa, tepung kulit
dengan terjadinya penurunan
ari gandum (100 mg/kg), seluruh
pertumbuhan, kelesuan, warna tubuh
telur ayam, kulit ari beras (75 – 100
semakin gelap. Pada ikan channel
mg/kg), kulit padi, gandum biasa (10
catfish gejala keracunan
-75 mg/kg), bahan pembuat bir
mengakibatkan penurunan
kering, bijian barley, semua tepung
pertumbuhan dan efisiensi pakan
lemak kedelai, biji jagung, sisa
buruk (Tacon, 1991).
penggilingan gandum ( 25- 50
mg/kg), tepung getah biji/buah pohon
ek, dedak gandum, bijian gandum
Vitamin E
hitam, sorgum, tepung ikan, oat,
tepung biji bunga matahari, tepung
Vitamin E (tokoferol) berperan
biji kapas (10-25 mg/kg) dan sumber
sebagai antioksidan dari larutan
lainnya.
lemak ekstraseluler dan intraseluler
dalam tubuh hewan. Dengan
Cara pengukuran vitamin E
menerima oksigen, vitamin E dapat
dinyatakan dalam Satuan
membantu mencegah okidasi
Internasional (SI) atau dalam
terhadap vitamin A dalam saluran
miligram alfa tokoferol. 1 SI vitamin E
pencernaan. Dalam jaringan vitamin
sama dengan 1 mg DL-alfa-tokoferol
E menekan terjadinya oksidasi asam
asetat sintetik, D-alfa-tokoferol alami
lemk tak jenuh. Vitamin E juga
sama dengan 1,49 SI/g. Biasanya
terlibat dalam proses sintesis,
keaktifan tokoferol yang bukan alfa
khususnya dalam proses
tokoferol diabaikan karena potensi
pemasangan pirimidin ke dalam
keaktifannya rendah.
asam nukleat, serta dalam proses
Pencernaan vitamin E biasanya
pembentukan sel darah merah dalam
bersamaan dengan pencernaan
sumsum tulang. Vitamin E
lemak yang dimulai dari bagian
dibutuhkan dalam sintesis koenzim A
lambung dab secara intensif ada di
yang penting dalam pernafasan.
usus. Lemak dan vitamin E
Selain itu dapat melindungi HUFA
dihidrolisis dengan katalisator lemak
(Highly Unsaturated Fatty acid)
menjadi monogliserida dan asam
dalam sel dan submembran sel dan
lemak. Dengan adanya garam
senyawa reaktif lainnya (seperti
empedu yang berfungsi sebagai
vitamin A dan vitamin C) dari
pengelmusi lemak maka terbentuklah
pengaruh oksidasi dengan bertindak
206
’miseles” yang siap diserap dalam Kebutuhan vitamin E dalam
dinding usus. Penyerapan vitamin E komposisi pakan ikan mutlak
di dalam usus dalam bentuk α- diberikan karena vitamin E sangat
tokoferol yang merupakan bentuk membantu dalam proses reproduksi
aktif vitamin E. Vitamin E akan ikan dan sebagai antibodi.
dibebaskan dan diserap selama Kebutuhan vitamin E untuk setiap
proses pencernaan lemak dan jenis ikan budidaya sangat
diangkut dalam darah oleh bervariasi, berdasarkan hasil
lipoprotein pertama lewat penyatuan penelitian oleh beberapa peneliti
ke dalam kilomikron yang sangat beragam. Untuk lebih
mendistribusikan vitamin kejaringan jelasnya dapat dilihat pada Tabel
yang megandung lipoprotein lipase 5.17.
kemudian ke hati.
Tabel 5.17. Kebutuhan vitamin E pada beberapa jenis ikan (Tacon, 1987,
1991)
Status Kebutuhan
Jenis ikan pemeliharaan / (mg/kg Referensi
wadah/vitamin pakan)
Ikan Mas Dalam ruangan/ 100 Watanabe,
(Cyprinus carpio) tangki / bahan murni 1970
Ikan Mas Dalam ruangan/ 300 Watanabe,
(Cyprinus carpio) tangki / bahan murni 1970
Channel catfish Dalam ruangan/ 30 - 75 Murray, 1980
(Ictalurus punctatus) tangki / bahan murni
Tilapia Dalam ruangan/ 50 - 100 Satoh etal,
(Oreochromis niloticus) tangki / bahan murni 1987
Rainbow trout Dalam ruangan/ 20 – 30 Cowey et al,
(S. gairdneri) tangki / bahan murni 1981
Rainbow trout Dalam ruangan/ 50 – 100 Watanabeet al,
(S. gairdneri) tangki / bahan murni 1981
Penaeid Dalam ruangan/ 200 Kanazawa,
(Penaeus japonicus) tangki / bahan murni 1983
Coho salmon Dalam ruangan/ R Halver, 1972
(O. kisuth) tangki / bahan murni
Chinook salmon Dalam ruangan/ 40 – 50 Halver, 1972
(O. tshawytscha) tangki / bahan murni
Brook trout Dalam ruangan/ R Halver, 1972
(S. fontinalis) tangki / bahan murni
R: memperlihatkan kebutuhan akan vitamin, tetapi keperluan secara kuantitas
belum diketahui
Selain itu kebutuhan akan vitamin E kisaran kebutuhan vitamin untuk
telah dilakukan penelitian oleh setiap jenis ikan. Untuk lebih
beberapa peneliti dengan mengamati jelasnya dapat dilihat pada Tabel
pertambahan berat badan dengan 5.18.
207
Tabel 5.18. Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan
kebutuhan ikan budidaya (NRC, 1993)
Kebutuhan Kriteria
Jenis ikan Referensi
(berat/kg pakan) Respon
Atlantik salmon 35 mg WG, ADS Lall et al,1988
Pasifik salmon 30 IU WG, ADS Woodall et al,1964
Pasifik salmon 40 – 50 mg WG, MLS Halver, 1972
Rainbow trout 30 IU WG, ADS Woodall et al, 1964
Rainbow trout 25 mg WG, ADS Hung et al, 1980
Rainbow trout 100 mg MLS Watanabe et al, 1981
Rainbow trout 50 mg AASLP Cowey et al, 1983
Channel catfish 25 mg WG, ADS Murray&Andrew, 1974
Channel catfish 50 mg AASLP Wilson et al, 1984
Ikan mas 100 WG, ADS Watanabe et al, 1970
Ekor kuning 119 MLS Shimeno, 1991
Tilapia biru 25 mg WG Roem et al, 1990
Ikan nila 50 -100 mg WG, ADS Sotoh et al, 1976
Takeuchi (1992), menjelaskan vitamin E 60 mg/kg pakan dapat
bahwa ikan grass carp memberikan kelngsungan hidup
(Ctenopharyngodon idella) yang yang tinggi. Pada hasil penelitian
diberikan α-tokoferol 2,0; 4,5; 9,4; Syahrizal (1988) pada ikan lele
18,7; 27,5; 44,5 mg/100 g pakan, pemberian α-tokoferol dalam pakan
memberikan hasil pertumbuhan yang akan memberikan hasil yang terbaik
terbaik pada pemberian vitamin E pada kadar 211,60 – 308,16 mg/kg
sebanyak 4,5 dan 9,4 mg/100 g pakan pada kadar lemak 6,38 –
pakan. Ikan mengalami distropi yang 6,50%.
ditandai hilangnya daging ikan
bagian punggung tubuh jika Berdasarkan hasil penelitian
diberikan α-tokoferol sebanyak 2,0 beberapa peneliti yang konsern
mg/100 g pakan. Sedangkan Hamre tentang pemberian vitamin E pada
et al (1994), meneliti ikan salmon ikan budidaya tersebut
atlantik dengan pemberian DL α- memperlihatkan bahwa vitamin E ini
tokoferol asetat sebanyak 0 dan 15 benar-benar sangat dibutuhkan oleh
mg/kg pakan, ikan mengalami ikan budidaya untukmeningkatkan
defisiensi. Ikan yang mengalami laju pertumbuhan dan seperti juga
defisiensi vitamin E akan pada manusia vitamin e dapat
memperlihatkan haemoglobin seluler meningkatkan kesuburan dan
rendah, volume dan jumlah sel darah ternyata pada ikan budidaya juga
merah meningkat dan bagian sel memberikan dampak yang positif
darah merah tidak matang. Kadar terhadap proses percepatan organ
208
reproduksi yang dapat meningkatkan para peneliti diperoleh suatu gejala
masa reproduksi ikan budidaya. Oleh umum jika ikan yang dibudidayakan
karena itu pemberian vitamin e pada kekurangan vitamin E dalam pakan.
ikan harus sesuai dengan kebutuhan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
ikan tidak boleh berlebihan dan pada Tabel 5.19.
kekurangan. Dari hasil pengamatan
Tabel 5.19. Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya
(Tacon, 1991)
Jenis ikan Gejala
Ikan mas Penyakit otot, mortalitas meningkat, exopthalmia
(Cyprinus carpio)
Salmon Pertumbuhan menurun, exopthalmia, ascites,
anemia, insang menggumpal, epicarditis, endapan
ceroid dalam limpa, mortalitas meningkat, warna
insang memucat, kerusakan otot, daya tetas telur
menurun
Channel catfish Pertumbuhan dan efisiensi pakan menurun,
(Ictalurus punctatus) meneteskan diathesis, penyakit otot, depigmentasi,
hati berlemak, anemia, terhentinya perkembangan
jaringan pankreas, mortalitas meningkat,
pengendapan ceroid dalam hati dan pembuluh
darah
Penaeids Survival dan pertumbuhan menurun
(Penaeus japonicus)
Tilapia Anorexia, pertumbuhan menurun, effisiensi pakan
(Oreochromis niloticus) rendah, mortalitas meningkat, pendarahan pada
kulit dan sirip, degradasi urat/otot, kerusakan pada
sel produksi darah merah
dan vitamin K2 yang disebut
Vitamin K
mevaquinon atau farnaquinon.
Menurut Tacon (1987), di alam Vitamin K1 banyak terdapat pada
vitamin K terdapat dalam dua bentuk sayuran sedangkan vitamin K2
yaitu vitamin K1 yang disebut mefiton banyak terdapat pada hasil
209
metabolisme bakteri usus dan pendarahan pada insang, mata dan
terdapat pada jaringan. Vitamin K jaringan pembuluh darah,
merupakan senyawa sintetis yang Sedangkan pada channel catfish
banyak digunakan secara klinis dan mengakibatkan pendarahan pada
disebut sebagai Menadion (Vitamin kulit dan pada udang mengakibatkan
K3). terjadinya penurunan kelangsungan
hidup (Tacon, 1991).
Vitamin K digunakan untuk
pemeliharaan koagulasi darah
normal dalam kemudahan produksi Vitamin Yang Larut Dalam Air
dan atau pelepas berbagai protein
plasma yang dipergunakan untuk Vitamin B1 (Tiamin)
koagulasi darah (pembekuan darah).
Tiamin berperan sebagai kofaktor
Sumber bahan baku pakan yang enzim untuk metabolisme
banyak mengandung vitamin K karbohidrat dalam menghasilkan
antara lain adalah tepung alfalfa (9 energi dan proses dekarboksilasi
mg/kg), tepung ikan (2 mg/kg), (pelepasan karbondioksida) dalam
tepung hati dan sayuran hijau reaksi enzim multiplek. Penyerapan
(bayam, kangkung, kubis, jelatang tiamin oleh usus berlangsung melalui
dan pine neddles). Vitamin K1 dua mekanisme yaitu pertama difusi
banyak terdapat pada daun lobak , secara pasif yang terjadi pada saat
teh hijau, brokoli, kol, selada, konsentrasinya tinggi dan kedua
sedangkan vitamin K2 banyak berlangsung melalui transport aktif
terdapat pada hasil metabolisme yaitu pada saat konsentrasinya
bakteri usus dan terdapat pada menurun. Didalam tubuh tiamin tidak
jaringan. dapat disimpan dalam jumlah
banyak, oleh karena itu kelebihian
Kebutuhan vitamin K pada ikan tiamin didalam tubuh akan dibuang
budidaya belum banyak dilakukan melalui urin. Sedangkan dalam
penelitian, menurut Tacon (1991) jumlah terbatas tiamin dapat
kebutuhan vitamin K pada ikan disimpan di dalam hati, ginjal,
channel catfish berkisar antara 0,5– jantung, otot dan otak.
1 mg/kg pakan, dimana pada dosis
tersebut dapat memberikan Kebutuhan tiamin untuk berbagai
pertambahan berat badan. Selain itu jenis ikan berbeda-beda seperti yang
kekurangan vitamin K pada ikan diperoleh dari hasil rangkuman oleh
budidaya juga memberikan dampak Tacon (1991) melalui berbagai
yang negatif pada ikan salmon penelitian oleh peneliti pada Tabel
dimana ikan salamon yang 5.20.
kekurangan vitamin K akan
memberikan gejal peningkatan
penggumpalan darah, anemia,
210
Tabel 5.20. Kebutuhan Tiamin dalam pakan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 0,5 Aoe et al, 1969
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 1 Mclaren et al, 1978
Rainbow trout (S. gairdneri) 1 -10 Halver, 1972
Brown trout (Salmo trutta) 10 – 12 Halver, 1972
Brook trout (Salvelinus fontinalis) 10 – 12 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 10 – 15 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 10 – 15 Halver, 1972
Atlantik salmon (Salmo salar) 10 – 15 Halver, 1972
Turbot (Scopthalmus maximus) 0,6 – 2,6 Cowey et al, 1975
Tilapia (Oreochromis sp) 2,5 Lim et al, 1991
Shrimp larva (Penaeus japonicus) 40 Kanazawa, 1985
Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) 60 - 120 Deshimaru&Kuroki,
1979
Setiap jenis ikan membutuhkan maka akan menyebabkan gejala-
jumlah tiamin yang berbeda dalam gejala penyakit seperti pada Tabel
komposisi pakan. Apabila kandungan 5.21.
tiamin dalam pakan tidak mencukupi
211
Tabel 5.21. Tanda-tanda kekurangan tiamin pada ikan budidaya (Tacon, 1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Berkurangnya nafsu makan, Mc Laren et al, 1974
pertumbuhan lambat, kepekaan Philips&Brockway,
yang meningkat karena getaran 1975, Halver
pada wadah atau akibat kilatan 1957,Kitamura et al,
cahaya. 1967
Common carp Pendarahan pada sirip, Aoe et al, 1969
(Cyprinus carpio) kegugupan memucatnya warna
tubuh, nafsu makan berkurang,
pertumbuhan lambat
Channel catfish Nafsu makan berkurang, Dupree, 1966, Murai&
(Ictalurus punctatus) pertumbuhan lambat, Andrew, 1978
pewarnaan kulit menjadi gelap,
kematian
Red sea bream Nafsu makan berkurang, Yone, 1975
(C. major) pertumbuhan lambat
Eel Nafsu makan berkurang, ataxia, Arai et al, 1972
(Anguila japonica) gejala perubahan memutarnya Hashimoto et al, 1972
badan, pendarahan pada sirip
Tilapia Nafsu makan berkurang, warna Lim et al, 1991
(Oreochromis sp) kulit menjadi muda, gangguan
syaraf, efisiensi pakan dan
pertumbuhan rendah,
hematocrit rendah
Asian seabass Nafsu makan berkurang, Booyaratpalin &
(Lates calcarifer) pewarnaan kulit menjadi gelap, Wanakowat, 1991
pertumbuhan lambat, kematian
yang diakibatkan setelah
penanganan
Shrimp Pertumbuhan dan Kanazawa, 1985
(Penaeus japonicus) kelangsungan hidup rendah
Sumber bahan pakan yang banyak buah-buahan. Tiamin juga sudah
mengandung tiamin antara lain diproduksi secara komersil dalam
adalah daging berwarna merah, hati bentuk tiamin klorida dan tiamin
mamalia laut dan beras merah, difosfat monoklorida. Keberadaan
krustasea, moluska, sayuran dan tiamin dalam tubuh ikan sangat
212
dipengaruhi oleh suhu, pH dan Adenin Dinucleotida (FAD)
bisulfat, basa organik, enzim (Prawirokusumo, 1991).
tiaminase dan radiasi (Steffens,
1992) Penyerapan riboflavin akan
meningkat dengan adanya garam-
garam empedu. Hasil metabolisme
riboflavin ini akan dieksresikan ke
Vitamin B2 (Riboflavin)
dalam urin dan feses dan sejumlah
Riboflavin berperan dalam proses kecil melalui cairan empedu dan
oksidasi reduksi dalam jaringan dan keringat. Metabolisme riboflavin
terdapat dalam bentuk dipengaruhi oleh hormon tiroid
koenzim/enzim flavin yang disebut dimana hormon tiroid ini akan
flavoprotein. Flavoprotein ini sebagai meningkatkan aktivitas FAD dan
koenzim pada oksidasi asam amino, FMN. Pada keadaan hipotiroid akan
reaksi dihydropolite dehydrogenase terjadi peningkatan laju perubahan
dan transport elektron. riboflavin menjadi FMN dan FAD.
Riboflavin didalam usus diubah Kebutuhan ikan akan vitamin B2 ini
kedalam bentuk koenzimnya dan berbeda-beda seperti yang telah
setelah itu akan didistribusikan ke dirangkum oleh Tacon (1991) pada
dalam sel-sel agar dapat berfungsi Tabel 5.22. Apabila kandungan
dalam proses biokimia. Ada dua riboflavin dalam pakan berkurang
koenzim dari riboflavin yaitu Flavin maka akan menyebabkan gejala-
Mono Nucleotida (FMN) dan Flavin gejala penyakit seperti yang tertera
pada Tabel 5.23.
Tabel 5.22. Kebutuhan Vitamin B2 dalam pakan ikan
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 7 Takeuchi et al, 1980
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 9 Murai&Andrew, 1978
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 2,7 Amezaga&Knox,1990
Brown trout (Salmo trutta) 20 – 30 Halver, 1972
Brook trout (Salvelinus fontinalis) 20 – 30 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 20 – 25 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 20 – 25 Halver, 1972
Atlantik salmon (Salmo salar) 5 – 10 Halver, 1980
Tilapia (Oreochromis sp) 0,6 – 2,6 Halver, 1972
Shrimp larva (Penaeus japonicus) 5 Lim et al, 1991
Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) 80 Kanazawa, 1985
213
Tabel 5.23. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon,
1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Berkurangnya nafsu makan, McLaren et al, 1974
pertumbuhan lambat, ada paskularisasi Philips&Brockway,
pada kornea, lensa mata kabur, erosi 1975,
pada moncong mulut, erosi sirip ekor Halver 1957,
yang parah, bertambahnya laju Kitamura et al, 1967,
kematian, pendarahan pada sirip ekor, Poston et al,1977,
otot yang lemah, bagian dinding perut Takeuchi et al, 1980,
mengalami pencekungan, takut pada Hughes et al, 1981,
cahaya, tulang punggung tidak normal, Woodward,1982,
pembentukan zat warna yang terang Amegaza&Knox,
atau gelap, tidak ada koordinasi, malas 1990
bergerak, kurang darah
Common carp Nafsu makan berkurang, pertumbuhan Aoe et al, 1969
(Cyprinus carpio) lambat, laju kematian sangat tinggi,
pendarahan pada kulit dan sirip, sangat
gugup, takut sinar.
Channel catfish Kekerdilan dengan badan yang pendek, Dupree, 1966,
(Ictalurus hilangnya nafsu makan, pertumbuhan Murai& Andrew, 1978
punctatus) lambat, katarak
Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975
(C. major)
Eel (Anguila Pendarahan pada sirip, takut sinar, Arai et al, 1972
japonica) pertumbuhan lambat, nafsu makan
berkurang, malas bergerak
Walking carfish Nafsu makan berkurang, pertumbuhan Butthep et al, 1985
(Clarias batracus) lambat, pendarahan pada kulit dan sirip,
bertambahnya laju kematian
Asian seabass Pergerakan lambat, takut cahaya, Booyaratpalin &
(Lates calcarifer) katarak, tubuh pendek, pertumbuhan Wanakowat, 1991
dan efisiensi pakan serta kelangsungan
hidup menurun, pewarnaan tubuh
menjadi gelap
Tilapia Nafsu makan menurun, pertumbuhan Lim et al, 1991
(Oreochromis sp) menurun, kaget terhadap sinar,
kematian tinggi, katarak
Shrimp (Penaeus Pertumbuhan dan kelangsungan hidup Kanazawa, 1985
japonicus) pada benih menurun
214
Sumber bahan pakan yang banyak kondensasi, reaksi aldolase serta
mengandung riboflavin antara lain reaksi-reaksi lainnya.
adalah daging dan produk susu,
Piridoksin didalam usus diubah
bayam, asparagus dan brokoli.
kedalam bentuk piridoksal fosfat dan
Riboflavin tidak stabil jika terkena
piridoksamin fosfat. Metabolisme
panas dan cahaya, dimana dengan
piridoksin dimulai sejak vitamin ini
adanya cahaya akan merusak
masuk kedalam organ atau jaringan
aktivitas riboflavin secara perlahan-
tubuh dan akan diubah menjadi
lahan. Dalam bentuk larutan
piridoksal fosfat dan piridoksamin
riboflavin sangat tidak stabil.
fosfat sampai dikeluarkan lagi
Dekomposisinya sangat dipengaruhi
kedalam berbagai bentuk untuk
olehsuhu dan pH larutan.
digunakan oleh jaringan lain atau
dieksresikan. Transportasi vitamin ini
Vitamin B6 (Piridoksin) didalam tubuh diperantarai oleh
enzim piridoksal kinase yang banyak
Piridoksin berperan dalam terdapat pada semua jaringan
metabolisme asam amino, maka bila terutama otak , hati dan ginjal.
kekurangan vitamin ini akan
mengalami gangguan pada Kebutuhan ikan akan vitamin B6 ini
metabolisme protein. Dalam berbeda-beda seperti yang telah
metabolisme protein ada enam dirangkum oleh Tacon (1991) pada
reaksi yang memerlukan vitamin B6 Tabel 5.24. Apabila kandungan
yaitu reaksi transaminasi, reaksi piridoksin dalam pakan berkurang
decarboksilasi, reaksi dehydrasi, maka akan menyebabkan gejala-
reaksi desulphurasi, reaksi gejala penyakit seperti yang tertera
racemisasi, reaksi cleavage, reaksi pada Tabel 5.25.
Tabel 5. 24. Kebutuhan Vitamin B6 dalam pakan ikan
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 5,4 Ogino, 1965
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 3 Murai&Andrew, 1978
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 10 - 15 Halver, 1972
Brown trout (Salmo trutta) 10 – 15 Halver, 1972
Brook trout (Salvelinus fontinalis) 10 – 15 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 10 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 15 – 20 Hardy et al, 1979
Atlantik salmon (Salmo salar) 10 – 15 Halver, 1980
Red sea bream (C.major) 5–6 Takeda&Yone, 1971
Glithead bream (Sparus auratus) 1,25 Kissil et al, 1981
Asean seabass ( Lates calcarifer) 5 - 10 Wanakowat et al, 1989
Penaeids (Penaeus japonicus) juvenil 60 Deshimaru&Kuroki, 1979
Penaeids (Penaeus japonicus)larva 120 Kanazawa, 1985
Penaeids (Penaeus vannamei) 80 - 100 He&Lawrence, 1991
215
Tabel 5.25. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon,
1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Mudah terganggu, peka terhadap McLaren et al, 1974
rangsangan, berkurangnya nafsu Philips&Brockway,
makan, awal rigor mortis yang cepat, 1975,
ataxia, penimbunan cairan pada Halver 1957,
kantong perut, konstraksi overkulum Kitamura et al, 1967,
yang berlebihan, berenang cepat dan Poston et al,1977,
tidak teratur, pewarnaan permukaan Takeuchi et al, 1980,
punggung hijau kebiruan, pewarnaan Hughes et al, 1981,
pada kulit, kurang darah dan bernafas
dengan cepat
Common carp Nafsu makan menurun, pertumbuhan Ogino, 1965
(Cyprinus carpio) lambat, sangat mudah terganggu
Channel catfish Nafsu makan menurun, sangat Dupree, 1966,
(Ictalurus punctatus) mudah terganggu, berenang tidak Murai& Andrew, 1978
teratur, kejang, pewarnaan biru hijau
pada permukaan punggung
Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975
(C. major)
Eel Nafsu makan menurun, pertumbuhan Arai et al, 1972
(Anguila japonica) lambat, sangat mudah terganggu
Turbot (S maximus) Pertumbuhan menurun Adron et al, 1978
Gilthead bream Nafsu makan menurun, kematian Kissil et al, 1969
(S auratus) tinggi, hyperirritability, berenang tidak
teratur, efisiensi pakan menurun
Yellowtail Pertumbuhan menurun Sakaguchi et al, 1983
Snakhead Pertumbuhan menurun, ataxia, Agrawal&Mahajan,
berenang tidak teratur, wedema, 1983
pewarnaan tidak normal, kebutaan,
lensa kabur
216
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Ikan lele Pertumbuhan lambat, peningkatan Butthep et al, 1985
(Clarias batracus) kematian, erosi pada sungut, sangat
mudah terganggu, kehilangan
keseimbangan, awal rigor mortis lebih
cepat, berenang tidak teratur,
pengikisan pada sirip dan rahang
bawah, bernafas dengan cepat
Asian seabass Nafsu makan menurun, berenang di Wankowat et al, 1989
(Lates calcarifer) permukaan tidak mau berkelompok,
berenang seperti spiral tidak
beraturan, luka pada bibir bawah,
kematian tinggi, kekejangan pada otot
tak sadar, penurunan konversi pakan.
Penaeid Shrimp Pertumbuhan dan kelangsungan Deshimaru&Kuroki,1
(Penaeus japonicus) hidup menurun 979, Kanazawa, 1985
adenosin -31-51 diphosphat. Koenzim
Sumber bahan pakan yang banyak
mengandung piridoksin antara lain A ini berfungsi dalam metabolisme
adalah khamir, biji-bijian misalnya karbohidrat, protein dan lemak
jagung dan gandum. Piridoksin tidak (Prawirokusumo, 1991). Asam
stabil jika terkena sinar ultra violet pantotenat mudah diserap didalam
karena vitamin ini mempunyai usus yang akan mengalami
spektrum absornas ultra violet yang fosforilasi oleh ATP menjadi bentuk
khas dan sangat dipengaruhi oleh asam 4-fosfopantotenat.
perubahan pH.
Kebutuhan ikan akan vitamin B5 ini
berbeda-beda seperti yang telah
dirangkum oleh Tacon (1991) pada
Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Tabel 5.26. Apabila kandungan asam
Asam pantotenat berperan dalam pantotenat dalam pakan berkurang
formasi koenzim A. Koenzim A maka akan menyebabkan gejala-
adalah gabungan antara mercapto gejala penyakit seperti yang tertera
ethyl amine dengan pada Tabel 5.27.
phosphopanthothenic acid dan
217
Tabel 5.26. Kebutuhan Vitamin B5 dalam pakan
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 30 - 50 Ogino, 1965
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 15 Wilson et al, 1983
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 40 - 50 Halver, 1972
Brown trout (Salmo trutta) 40 – 50 Halver, 1972
Brook trout (Salvelinus fontinalis) 41 – 50 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 40 - 50 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 40 – 50 Halver, 1972
Red sea bream (C.major) 10 Yano et al, 1975
Mexican cichlid (C. urophthalmtus) 80 Chaves et al, 1990
Tilapia ( Oreochromis mossambicus) NR Room et al, 1990
Shrimp (Penaeus japonicus) NR Kanazawa, 1985
Tabel 5.27. Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya
(Tacon, 1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Berkurangnya nafsu makan, McLaren et al, 1974
partumbuhan menurun, kurang darah, Philips&Brockway,
tutup insang berlendir, pergerakan 1975, Halver 1957,
lambat, operculum menggembung Kitamura et al, 1967,
Poston et al, 1977,
Coat & Halver, 1958,
Common carp Nafsu makan menurun, partumbuhan Matsumoto et al,
(Cyprinus carpio) menurun, pergerakan sangat lambat, 1991, Ogino, 1967
kurang darah, pendarahan pada kulit,
exophthalmia
Channel catfish Nafsu makan menurun, pertumbuhan Dupree, 1966,
(Ictalurus menurun, pengikisan pada kulit, Murai& Andrew, 1978
punctatus) kurang darah
Red sea bream Pertumbuhan menurun, kematian Yone, 1975, Yano et
(C. major) tinggi al, 1988
Eel (Anguila Pertumbuhan lambat, berenang tidak Arai et al, 1972
japonica) normal, luka pada kulit
218
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Ikan lele Nafsu makan menurun, pertumbuhan Butthep et al, 1985
(Clarias batracus) menurun, kematian tinggi, sungut
terkikis, pendarahan di bawah kulit,
sirip rusak, oedema, bernafas cepat,
insang dan hati pucat
Mexican cichlid Nafsu makan menurun, pertumbuhan Chaves de Martinezl
(C urophthalmus) menurun, kematian tinggi, bernafas et al, 1990
cepat, pewarnaan gelap,
exophthalmia, pendarahan pada sirip
dan kepala
Asian seabass Nafsu makan menurun, pertum-buhan Boonyaratpalin &
(Lates calcarifer) menurun, penurunan efisiensi pakan, Wanakowat, 1991
pewarnaan gelap, berenang tidak
normal, pendarahan pada operculum,
pengikisan pada sirip pelvic
Prawn Pertumbuhan menurun Heinem, 1988
(M.rosenbergii)
Sumber bahan pakan yang banyak Biotin
mengandung asam pantotenat
Biotin berperan di dalam
antara lain adalah ragi bir kering, air
metabolisme sebagai fiksasi
susu, keju, keju dilaktose kering,
karbondioksida yang selanjutnya
telur yam, beras sosoh, tepung
ditransfer ke substrat yang lain.
kacang tanah, tepung biji matahari,
Biotin yang berikatan dengan
dedak gandum, tepung alfalfa dan
karbondioksida disebut dengan
gula tebu kering. Asam pantotenat
karboksibiotin. Biotin juga berperan
dapat mengalami kerusakan mutu
dalam reaksi dalam pembentukan
karena proses oksidasi dan suhu
asam lemak, metabolisme beberapa
tinggi. Oleh karena itu penyimpanan
asam amino dan metabolisme
dalam suhu dingin sangat dianjurkan.
karbohidrat.
Dan selama proses pengolahan
pakan dengan suhu yang tinggi
Kebutuhan ikan akan biotin ini
vitamin ini akan mengalami
berbeda-beda seperti yang telah
kehilangan kandungannya karena
dirangkum oleh Tacon (1991) pada
pemanasan.
Tabel 5.28. Apabila kandungan biotin
dalam pakan berkurang maka akan
menyebabkan gejala-gejala penyakit
seperti yang tertera pada Tabel 5.29.
219
Tabel 5.28. Kebutuhan Biotin dalam pakan
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 1 Ogino et al, 1970
Common carp (Cyprinus carpio) 1 - 25 Guther & Meyer, 1990
Channel catfish (Ictalurus punctatus) <1 Lovel & Buston, 1984
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 1 – 1,2 Halver, 1972
Rainbow trout (Salmo gairdneri) < 0,5 Walton et al, 1984
Brown trout (Salmo trutta) 1 – 1,2 Halver, 1972
Brook trout (Salvelinus fontinalis) 1,5 - 2 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 1 – 1,5 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 1 – 1,5 Halver, 1972
Lake trout (S namaycush) 0,05 – 0,251 Poston, 1976
Red sea bream (C.major) NR Yone, 1975
Larva udang (Penaeus japonicus) >4 Kanazawa, 1985
Tabel 5.29. Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya (Tacon, 1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Berkurangnya nafsu makan, Philips&Brockway,
pertumbuhan menurun, kematian 1975, Halver 1957,
bertambah, efisiensi pakan menurun, Kitamura et al, 1967,
luka pada colon, jaringan tidak Coat & Halver, 1958,
tumbuh, kejang, insang pucat Poston & Page 1985
Common carp Pertumbuhan menurun, pergerakan Ogino et al, 1970,
(Cyprinus carpio) menurun. Guther & M Burgdoff,
1990
Channel catfish Tidak terjadi pewarnaan, kurang Robinson & Lovel,
(Ictalurus darah, nafsu makan menurun, 1978,
punctatus) pertumbuhan menurun, Lovel & Buston, 1984
hypersinsiitifity
Eel (Anguila Pertumbuhan lambat, pewarnaan Arai et al, 1972
japonica) gelap, tingkah laku berenang tidak
normal
Shrimp (Penaeus Pertumbuhan dan kelangsungan Kanazawa, 1985
japonicus) hidup menurun
Sumber bahan pakan yang banyak kering, tepung biji bunga, telur ayam,
mengandung biotin antara lain beras sosoh, tepung hati dan paru,
adalah ragi bir kering, ragi torula dedak padi, tepung biji kapas, tepung
220
kacang tanah, tepung alfalfa, baku pakan biasanya dalam bentuk
gandum, tepung darah kering, poliglumat sedangkan asam folat
tepung ikan. Biotin juga bisa dalam yang dapat diserap oleh usus harus
bentuk alkohol yang disebut dengan dalam bentuk monoglutamat. Oleh
biotimal dan dapat disintesis secara karena itu sebelum dapat diserap
kimia dan mempunyai aktivitas biotin oleh usus, asam folat harus
100% (Tacon, 1991). Kandungan dihidrolisis terlebih dahulu. Hidrolisis
biotin dari bahan baku akan mudah berlangsung oleh adanya aktivitas
hilang karena proses leaching. enzim konjugase. Penyerapan asam
folat dipengaruhi oleh efisiensi
mekanisme dekonjungase yaitu
Asam Folat yeast. Kelebihan asam folat didalam
tubuh akan dibuang melalui urin.
Asam folat merupakan koenzim
untuk beberapa sistem enzim. Di Kebutuhan ikan akan asam folat ini
dalam tubuh asam folat berfungsi berbeda-beda seperti yang telah
untuk mentransfer satu satuan dirangkum oleh Tacon (1991) pada
karbon seperti gugus metil dimana Tabel 5.30. Apabila kandungan biotin
unit-unit karbon ini akan dihasilkan dalam pakan berkurang maka akan
selama metabolisme asam amino. menyebabkan gejala-gejala penyakit
Oleh karena itu asam folat berperan seperti yang tertera pada Tabel 5.31.
di dalam sintesis asam amino. Asam
folat yang terdapat dalam bahan
Tabel 5.30. Kebutuhan Asam folat dalam pakan Ikan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) NR Aoe et al, 1969
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 0,5 - 1 Duchan& Lovel, 1991
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 1–5 McLaren et al, 1972
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 6 – 10 Halver, 1972
Brown trout (Salmo trutta) 6 - 10 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 6 – 10 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 6 – 10 Halver, 1972
Atlantic salmon (Salmo salar) 5 – 10 Halver, 1980
Red sea bream (C.major) NR Yone, 1975
221
Tabel 5.31. Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya (Tacon,
1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Kurang darah, pertumbuhan lambat, McLaren et al, 1947,
nafsu makan menurun, pewarnaan Philips&Brockway,1957
gelap, insang pucat, exophthalmia Kitamura et al, 1967,
Coat & Halver, 1958
Eel (Anguila Nafsu makan menurun, pertumbuhan Arai et al, 1972
japonica) lambat, pewarnaan gelap.
Rohu Penurunan hematocrit, penurunan John & Mahajan, 1979
(Labeo rohita) pertumbuhan
Channel catfish Nafsu makan menurun, peningkatan Dupree, 1966,
(Ictalurus kematian, lethargy, pertumbuhan Duncan & Lovel,1991
punctatus) menurun, hematocrit rendah
Ikan lele Nafsu makan menurun, pertumbuhan Butthep et al, 1985
(Clarias menurun, warna kulit memudar, insang
batracus) dan hati pucat
Shrimp Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa, 1985
( P japonicus)
Sumber bahan pakan yang banyak tetra ring dari porphyrin. Gugus
mengandung asam folat antara lain cyanide terdapat pada asam cobalt,
adalah tepung ikan laut, susu, karena itu disebut cyanokobalamin.
sayuran berdaun hijau tua, bunga Vitamin ini berperan dalam
kobis, kacang-kacangan, gandum. penggunaan asam propionat.
Asam folat dapat berbentuk kristal Kekurangan vitamin ini akan
folasin sebagai bentuk komersil yang menyebabkan timbunan methyl-
banyak digunakan sebagai food malonyl CoA dan akan dikeluarkan
additive untuk fortifikasi bahan lewat urin dan disebut methyl-
makanan (Andarwulan dan Sutrisno, malonic aciduria.
1992).
Kebutuhan ikan akan vitamin B12 ini
berbeda-beda seperti yang telah
dirangkum oleh Tacon (1991) pada
Vitamin B12 (Cyanokobalamin)
Tabel 5.32. Apabila kandungan biotin
Vitamin B12 disebut juga dengan dalam pakan berkurang maka akan
cyanokobalamin karena berdasarkan menyebabkan gejala-gejala penyakit
struktur kimianya vitamin ini terdiri seperti yang tertera pada Tabel 5.33.
atas asam cobalt ditengah dengan
222
Tabel 5.32. Kebutuhan Vitamin B12 dalam pakan Ikan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) NR Hashimoto, 1953
Common carp (Cyprinus carpio) NR Kashiwada&Teshima,1966
Channel catfish (Ictalurus punctatus) NR Limsuwan& Lovel, 1981
Tilapia (O.niloticusi) NR Lovel&Limsuwan, 1982
Chinok salmon (O.tshawytscha) 0,015-0,02 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 0,015-0,02 Halver, 1972
Tabel 5.33. Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya (Tacon,
1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Nafsu makan menurun, pertumbuhan Halver, 1957,
menurun, microcyctic hypochromic Philips et al, 1963
anemia, eritrocit pecah, efisiensi
pakan rendah
Channel catfish Penurunan pertumbuhan, hematocrit Dupree,1966;
(I.punctatus) rendah Limsuwan & Lovell, 1981
Eel (Anguila Pertumbuhan lambat Arai et al, 1972
japonica)
Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975
Rohu Penurunan pertumbuhan, hematocrit John & Mahajan, 1979
(Labeo rohita) rendah, megaloblastic
Shrimp Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa, 1985
( P japonicus)
Sumber bahan pakan yang banyak Niasin (Asam nikotinat)
mengandung vitamin B12 antara lain
adalah tepung ikan laut, udang, Niasin dapat juga disebut dengan
kepiting, oyster, scallop, tepung vitamin B3 atau asam nikotinat yang
daging dan tulang. berperan dalam reaksi enzimatik
dalam tubuh. Asam nikotinat
merupakan unsur dari dua buah
223
koenzim, yaitu Nikotinamid Adenin peranan penting dalam sintesis
Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamid lemak dan steroid (Muchtadi dkk,
Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP). 1993).
NAD adalah koenzim bagi sejumlah
enzim dehidrogenase yang Kebutuhan ikan akan niasin ini
berperanan dalam metabolisme berbeda-beda seperti yang telah
lemak, karbohidrat dan asam amino. dirangkum oleh Tacon (1991) pada
Sedangkan NADP berperan dalam Tabel 5.34. Apabila kandungan
reaksi hidrogenasi pada jalur niasin dalam pakan berkurang maka
heksosa monofosfat (HMP) dalam akan menyebabkan gejala-gejala
metabolisme glukosa. Bentuk penyakit seperti yang tertera pada
tereduksi dari NADP mempunyai Tabel 5.35.
Tabel 5.34. Kebutuhan Niasin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 28 Aoe et al, 1969
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 14 Murai& Andrews, 1978
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 120 – 150 Halver, 1972
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 10 Poston&Wolfe, 1985
Brown trout (Salmo trutta) 120 - 150 Halver, 1972
Brown trout (Salmo fontinalis) 120 – 150 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 150 – 200 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 150 – 200 Halver, 1972
Shrimp (P.japonicus) larva 400 Kanazawa, 1985
224
Tabel 5.35. Tanda-tanda kekurangan niasin pada ikan budidaya (Tacon, 1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Nafsu makan menurun, pertumbuhan McLaren et al, 1947,
lambat, penurunan efisiensi pakan, Philips&Brockway,1957
pewarnaan gelap, berenang tidak Kitamura et al, 1967,
teratur, penimbunan cairan pada Coat & Halver, 1958,
lambung Poston & Wolfe,1985
Common carp Pendarahan pada kulit, kematian Aoe, et al, 1966
(Cyprinus carpio) tinggi
Channel catfish Pendarahan dan luka pada kulit dan Dupree, 1966, Murai &
(Ictalurus sirip, kurang darah, exophthalmia, Andrew,1979
punctatus) kematian tinggi
Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975
Eel (Anguila Pendarahan dan luka pada kulit, Arai et al, 1972
japonica) penurunan pertumbuhan, ataxia,
pewarnaan gelap
Ikan lele Nafsu makan menurun, pertumbuhan Butthep et al, 1985
(Clarias batracus) menurun, muscle spasms, kehilangan
keseimbangan, pendarahan dibawah
kulit dan sirip, exopthalmia, kematian
tinggi, berenang tidak teratur.
Shrimp Pertumbuhan dan penurunan Kanazawa, 1985
( P japonicus) kelangsungan hidup
Sumber bahan pakan yang banyak menghilangkan lemak dalam hati.
mengandung niasin antara lain Inositol berperan terutama sebagai
adalah beras sosoh, ragi kering, komponen inositida pada hampir
dedak, dedak gandum, tepung biji semua membran sel. Myoinositol
bunga matahari, tepung kacang merupakan komponen penting
tanah, tepung hati dan paru, tepung inositol yang mengandung
jagung, tepung gandum (Tacon, phospholipid. Katabolisme inositol
1991). mungkin terjadi melalui reaksi
glikolisis dan siklus krebs (Kuksis
dan Mookerjea, 1991).
Inositol
Kebutuhan ikan akan inositol ini
Inositol disebut pula zat lipotropik berbeda-beda seperti yang telah
yang berarti dibutuhkan untuk dirangkum oleh Tacon (1991) pada
225
Tabel 5.36. Apabila kandungan biotin menyebabkan gejala-gejala penyakit
dalam pakan berkurang maka akan seperti yang tertera pada Tabel 5.37.
Tabel 5.36. Kebutuhan inositol dalam pakan Ikan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 440 Aoe et al, 1969
Channel catfish (Ictalurus punctatus) NR Burtle,1981
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 250 – 300 McLaren et al, 1947
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 200 – 300 Halver, 1972
Chinok salmon (O.tshawytscha) 300 – 400 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 300 – 400 Halver, 1972
Red sea bream (C.major) 550 – 900 Yone et al, 1971
Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 2000-4000 Kanazawa, 1985
Shrimp (Penaeus japonicus)larva 2000 Kanazawa et al, 1985
Tabel 5.37. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon,
1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referens
Salmonids Pertumbuhan menurun, distended Mc Laren et al, 1947,
abdomen, warna gelap, Halver, 1957,
peningkatan waktu pengosongan Philips & Brockway 1957
lambung Coates & Halver, 1958
Common carp Penurunan pertumbuhan, kulit dan Aoe&Masuda, 1967
(Cyprinus sirip luka/pendarahan, kehilangan
carpio) mucosa kulit
Red sea bream Pertumbuhan menurun Yone, 1975
Eel (Anguila Nafsu makan dan pertumbuhan Arai et al, 1972
japonica) menurun
Shrimp Pertumbuhan dan kelangsungan Kanazawa et al, 1976,
( P japonicus) hidup menurun Kanazawa, 1985
Sumber bahan pakan yang banyak adalah tepung ikan, ragi bir kering,
mengandung inositol antara lain benih gandum.
226
grup metil untuk sintesis metionin
Kolin
dan substrat untuk pembentukan
Kolin adalah basa ammonium neurotransmitter, asetil kolin.
bervalensi empat dan tersebar luas
dia alam, produk degradasinya Kebutuhan ikan akan kolin ini
seperti betain (garam berbeda-beda seperti yang telah
karboksimetiltrimetilammonium dirangkum oleh Tacon (1991) pada
hidroksida. Menurut Halver (1988) Tabel 5.38. Apabila kandungan biotin
peran dan fungsi dari kolin antara dalam pakan berkurang maka akan
lain adalah komponen utama dalam menyebabkan gejala-gejala penyakit
fosfolipid dalam membran sel dan seperti yang tertera pada Tabel 5.39.
lipoprotein serum (pengemulsi),
donor asam lemak untuk kolesterol
dalam pengelolaan LDL, sumber
Tabel 5.38. Kebutuhan kolin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) 4000 Ogino et al, 1970
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 400 Wilson & Poe,1988
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 774 - 813 Rumsey, 1991
Lake trout (Salmo nemaycush) 1000 Ketola, 1976
Chinok salmon (O.tshawytscha) 600 – 800 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 600 – 800 Halver, 1972
Red sea bream (C.major) 500 Yone et al, 1988
Stureon (A. transmontanus) 1700 – 3100 Hung, 1989
Tilapia (T.aurea) NR Roem et al, 1990
Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 600 Kanazawa, 1985
Shrimp (Penaeus japonicus)larva 6000 Kanazawa et al, 1985
227
Tabel 5.39. Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya (Tacon, 1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Pertumbuhan menurun, hati banyak Mc Laren et al, 1947,
mengandung lemak, efisiensi pakan Halver, 1957, Philips &
menurun, pendarahan pada ginjal Brockway, 1957,Coates
dan usus & Halver, 1958,
Ketola,1976, Poston,
1990, Rumsey, 1991
Common carp Pertumbuhan menurun dan hati Ogino et al, 1970
(Cyprinus carpio) banyak mengandung lemak
Channel catfish Penurunan pertumbuhan, Dupree, 1976,
(I. punctatus) pendarahan pada ginjal dan usus Wilson&Poe, 1988
Red sea bream Pertumbuhan menurun, kematian Yone, 1975,
(C. major) Yano et al, 1988
Eel (Anguila Nafsu makan dan pertumbuhan Arai et al, 1972
japonica) menurun
Sturgeon Pertumbuhan menurun, Rumsey, 1991
(A.transmontanus) penyerapan lemak pada hati
Shrimp Pertumbuhan dan kelangsungan Kanazawa et al, 1976,
( P japonicus) hidup menurun Kanazawa, 1985
Sumber bahan pakan yang banyak L ascorbic acid. Vitamin C sangat
mengandung kolin antara lain adalah penting bagi pertumbuhan semua
tepung udang, tepung hati, tepung hewan karena berperan pada banyak
biji matahari, tepung paru, tepung sistem metabolisme enzim. Hasil
ikan , tepung benih gandum, tepung penelitian dari Boonyaratpalin et al
ikan putih , tepung biji kapas, tepung (1993), vitamin C sangat berperan
kedelai, tepung tulang, tepung dalam pembentukan hydroksiprolin
kacang tanah (Tacon, 1991). (penyusun kolagen). Dimana kolagen
ini terdiri dari hydroksi prolin dan
hydroksiprolin. Bersama-sama
dengan ATP dan Mg Cl2 merupakan
Vitamin C (asam askorbat)
kofaktor dalam menghambat adipose
Vitamin C atau asam korbat tissue lipase dan memacu hydrolitik
mempunyai dua bentuk yaitu bentuk deaminasi dari peptidaatau protein
oksidasi disebut L dehydro ascorbic sehingga berperan dalam proses
acid dan bentuk reduksi yang disebut aging yaitu membuat jaringan lebih
228
tahan lama dari proses pelapukan. dieksresikan melalui urin. Dengan
Selain itu vitamin C dapat demikian didalam urin terdapat
meningkatkan respon netrofil sejumlah metabolit-metabolit asam
terhadap kemotoksis dan askorbat dan yang telah
meningkatkan proliferosi limfosit teridentifikasi antara lain adalah
sebagai respon terhadap nitrogen asam dehidro askorbat, asam
serta peningkatan aktivitas netrofil diketogulonat askorbat-2-sulfat, metil
terhadap endotoksin. Gejala askorbat serta 2-keto-askorbitol
defisiensi vitamin C pada ikan (Muchtadi dkk, 1993).
disebabkan oleh rusaknya kolagen
dan jaringan penunjang. Kolagen Kebutuhan ikan akan vitamin C ini
merupakan protein pada ikan dan berbeda-beda seperti yang telah
konsentrasinya tinggi ditemukan dirangkum oleh Tacon (1991) pada
pada kulit dan tulang (Sandness, Tabel 5.40. Apabila kandungan
1991). viatamin C dalam pakan berkurang
maka akan menyebabkan gejala-
Kelebihan vitamin C dalam tubuh gejala penyakit seperti yang tertera
akan dimetabolisme selanjutnya pada Tabel 5.41.
Tabel 5.40. Kebutuhan vitamin C dalam pakan Ikan (Tacon, 1991)
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Common carp (Cyprinus carpio) NR Sato et al, 1978
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 60 Wilson & Poe, 1973
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 60 Lovel & Lim, 1978
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 880 Lovell, 1973
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 25 – 50 Andrew & Murray, 1974
Channel catfish (Ictalurus punctatus) NR Launer et al, 1978
Channel catfish (Ictalurus punctatus) 11 Lovell & Naggar, 1989
Nile tilapia (Oreochromis niloticus) 1250 Soliman et al, 1986
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 100 – 150 Halver, 1972
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 40 Hilton et al, 1978
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 50 – 100 Sato et al, 1982
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 20 – 264 Dabowski et al, 1990
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 210 Sato et al, 1991
Rainbow trout (Salmo gairdneri) 10 Cho & Cowey, 1991
Chinok salmon (O.tshawytscha) 100 – 150 Halver, 1972
Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 50 – 80 Halver, 1972
Atlantic salmon (Salmo salar) 50 Lall et al, 1989
Atlantic salmon (Salmo salar) 10 – 20 Sandness et al, 1991
Yellow tail (S quinqueradiata) 30 Kanazawa et al, in press
Asean sea bass (Lates calcarifer) 700 – 1100 Boonyaratpalin et al, 1989
229
Kandungan
Jenis ikan Referensi
(mg/kg)
Mexican cichlid (C urophthalmus) 40 – 110 Chaves de Martinez, 1990
Flounder (Paralichthys olivaceus) 60 – 100 Tesima et al, 1991
Plaice (Pleuronectes platessa) 200 Rosenlund et al, 1990
Prawn (Macrobrachium rosenbergii) 50 – 100 Moncreiff et al, 1991
Shrimp (Penaeus japonicus) juvenile 10.000 Guary et al, 1976
Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 3000 Deshimaru & kuroki, 1976
Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 1000 Lightner et al, 1979
Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 215- 430 Shigueno&itoh, 1988
Shrimp (Penaeus vannamei) juvenil 100 Kanazawa, 1985
Shrimp (Penaeus japonicus)larva 10.000 Lawrence& He, 1991
Tabel 5.41. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon,
1991)
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Salmonids Pertumbuhan menurun, scoliosis Mc Laren et al, 1947,
lordosis, pendarahan pada sirip Halver, 1989, Philips
bagian dalam, warna gelap, &Brockway, 1957,
kematian meningkat, penurunan Coates & Halver, 1958,
daya tetas telur Kitamura et al, 1967,
Hilton et al, 1978, Sato
et al, 1991
Channel catfish Penurunan pertumbuhan, scoliosis Lovell,1973,
(I punctatus) lordosis, pendarahan bagian dalam Andrew&Murai, 1974,
dan luar, erosi pada sirip, kulit Lovel&Lim, 1973,
berwarna gelap, nafsu makan Wilson&Poe, 1973,
menurun, berenang tidak teratur Lim&lovell, 1978,
Wilson et al, 1989
Red sea bream Pertumbuhan menurun Yone, 1975
Eel (Anguila Pertumbuhan menurun, erosi pada Arai et al, 1972
japonica) sirip, erosi pada rahang bawah
Snakehead Scoliosis lordosis, kurang darah, Mahajan & Agrawal,
(C.punctata) filamen insang berubah. 1979.
230
Jenis ikan Tanda-tanda Referensi
Tilapia Scoliosis lordosis, pertumbuhan Soliman et al, 1986
menurun, pendarahan pada
bagian dalam dan luar, erosi
pada sirip ekor, exophthalmia,
kurang darah, daya tetas telur
menurun
Ikan lele Scoliosis, pendarahan pada Butthep et al, 1985
(C batracus) bagian luar, erosi pada sirip,
warna kulit gelap
Indian major carp Pertumbuhan menurun, kematian Agrawal & Mahajan, 1980
meningkat, scoliosis lordosis,
hypochromic macrocytic anemia
Turbot Pertumbuhan menurun, renal Baudin-Laurence et al,
(S maximus) granuloma, kematian 1989, Coustans et al,
1990, Gouillou et al, 1991
Plaice Pertumbuhan dan kelangsungan Rosenlund et al, 1990
hidup menurun
Asian seabass Pertumbuhan menurun, Boonyaratpalin et al,
(Lates calcarifer) pewarnaan gelap, kehilangan 1989
keseimbangan, erosi pada sirip
ekor, pendarahan pada insang,
exophthalmia, badan pendek,
filamen insang rusak
Mexican Cichlid Pertumbuhan menurun, kematian Chevas de Martinez,
tinggi, pewarnaan gelap, 1990
pendarahan pada mata, erosi
pada kepala dan sirip,
exophthalmia, scoliosis lordosis,
iritasi, perubahan tulang kepala
Udang galah Pertumbuhan dan kelangsungan Heinen, 1988, Moncreiff
hidup menurun et al, 1991
Gejala kematian dengan tanda- Kanazawa, 1985,
Shrimp tanda hitam, efisiensi pakan dan Guary,1976,
( P japonicus) pertumbuhan serta kelangsungan Lightener et al, 1970,
hidup menurun Shigueno&Itoh, 1988,
Lawrence & He, 1991
231
Sumber bahan pakan yang banyak utama dalam tubuh ikan antara lain
mengandung vitamin C antara lain adalah :
• Merupakan bagian terbesar dari
adalah lobster, kepiting dan sebagian
besar terutama terdapat pada pembentukan struktur kerangka,
sayuran dan buah-buahan. Vitamin C tulang, gigi dan sisik.
merupakan vitamin yang paling • Mineral tertentu dalam bentuk ion
mudah rusak dan sangat larut dalam di dalam cairan tubuh dapat
air. Disamping itu vitamin C mudah berperan untuk mempertahankan
teroksidsi bila dalam keadaan alkalis, keseimbangan asam basa serta
suhu tinggi, terkena sinar matahari regulasi pH dari darah dan cairan
dan logam beraty seperti seng, besi tubuh lainnya.
dan terutama tembaga. Oleh karena • Adanya keterlibatan mineral
itu agar vitamin C yang terdapat dalam kerja sistem syaraf dan
dalam bahan pakan harus dihindari konstraksi otot
dari hal-hal tersebut diatas. • Merupakan komponen penting
dalam hormon, vitamin, enzim
dan pigmen pernafasan atau
sebagai kofaktor dalam
metabolisme, katalis dan enzim
5.6. MINERAL aktivator.
• Berperan dalam pemeliharaan
Ikan dalam komposisi zat gizinya
tekanan osmotik dan juga
juga membutuhkan mineral dalam
mengatur pertukaran air dan
campuran pakannya agar ikan dapat
larutan dalam tubuh ikan.
tumbuh dengan baik. Mineral
merupakan unsur anorganik yang
Berdasarkan banyaknya fungsi
dibutuhkan oleh organisme perairan
mineral dalam kehidupan ikan, maka
(ikan) untuk proses hidupnya secara
mineral merupakan salah satu bahan
normal. Ikan sebagai organisme air
yang harus ada dalam komposisi
mempunyai kemampuan untuk
pakan ikan. Dan unsur mineral ini
menyerap beberapa unsur anorganik
sangat essensial bagi kehidupan
ini, tidak hanya dari makanannya
hewan, ikan dan udang. Unsur
saja tetapi juga dari lingkungan.
mineral essensial ini biasanya
diklasifikasikan menjadi dua grup
Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh
berdasarkan konsentrasinya di
ikan adalah sangat sedikit tetapi
dalam tubuh ikan, yaitu: mineral
mempunyai fungsi yang sangat
makro dan mineral mikro. Mineral
penting. Dalam penyusunan pakan
makro adalah mineral yang
buatan mineral mix biasanya
konsentrasinya dalam tubuh
ditambahkan berkisar antara 2 – 5%
organisme dibutuhkan dalam jumlah
dari total jumlah baha baku dan
besar (lebih dari 100 mg/kg pakan
bervariasa bergantung pada jenis
kering), yaitu Calsium (Ca),
ikan yang akan mengkonsumsinya.
Magnesium (Mg), Sodium (Na),
Walaupun sangat sedikit yang
Potassium (K), Phosphorus (P),
dibutuhkan oleh ikan, mineral ini
Chlorine (Cl) dan Sulphur (S).
mempunyai fungsi yang sangat
232
Mineral mikro adalah mineral yang dan akan terbuang dalam bentuk
konsentrasinya dalam tubuh setiap feses.
organisme dalam jumlah sedikit
(kurang dari 100 mg/kg pakan Kandungan Ca dalam perairan
kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga sangat diperlukan untuk kehidupan
(Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), ikan. Perairan dengan kandungan Ca
Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), rendah akan berdampak buruk
Cromium (Cr), Selenium (Se), terhadap pertumbuhan dan
Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel mengganggu adaptasi pada saat
(Ni) dan lain-lain. kondisi lingkungan berubah. Perairan
yang kaya akan Ca akan
meningkatkan toleransi terhadap
temperatur dan akan mengurangi
Calsium (Ca)
keracunan akibat menurunnya pH.
Kalsium merupakan unsur mineral Untuk perairan yang kandungan Ca
makro yang didalam tubuh disimpan rendah, pH rendah dan kandungan
pada tulang, gigi dan sebagian besar alumunium tinggi tidak akan dihuni
pada kulit dan kerangka tubuh. oleh ikan. Kandungan Ca yang harus
Peranan dan fungsi kalsium didalam ada dalam pakan ikan sangat sulit
tubuh antara lain adalah sebagai untuk diterapkan secara pasti.
komponen utama pembentuk tulang, Sebagai contoh, pada ikan
gigi, kulit serta sisik dan memelihara rainbowtrout dengan bobot awal 1,2
ketegaran kerangka tubuh, g, antara ikan yang diberi Ca 0,3
mengentalkan darah, sebagai g/kg dengan 3,4 g/kg ternyata tidak
”intracellular regulator” atau menunjukkan adanya perbedaan
messenger yaitu membantu regulasi dalam pertumbuhannya yang
aktivitas otot kerangka, jantung dan dipelihara pada perairan dengan
jaringan lainnya, konstraksi dan kandungan Ca 20 – 30 mg/l (Ogino
relaksasi otot, membantu dan Takeda, 1978).
penyerapan vitamin B12, menjaga
keseimbangan osmotik. Menurut Rumsey (1977) kebutuhan
Ca untuk ikan rainbowtrout pada
Pengambilan kalsium dari perairan perairan dengan kalsium rendah (3
oleh ikan digunakan atas dasar untuk mg Ca/l) sama saja dengan yang
kegiatan struktural. Transpor Ca dari dipelihara pada kandungan kalsium
air oleh aliran darah ke jaringan tinggi (45 mg Ca/l) yaitu sebesar 2
tulang dan kulit berlangsung secara g/kg dalam pakannya. Sedangkan
cepat. Jumlah lemak dalam pakan menurut Arai et al (1975) pemberian
sangat berpengaruh dalam Ca sebanyak 2,4 g/kg merupakan
penyerapan Ca oleh usus. Pada kebutuhan minimal yang harus
kondisi abnormal, yaitu penyerapan dipertimbangkan, pemberian Ca
lemak terganggu maka Ca pun akan sebanyak 11,5 – 14 g/kg akan
sedikit yang diserap. Hal ini berakibat buruk terhadap laju
dikarenakan asam lemak yang tidak pertumbuhan.
diserap akan berikatan dengan Ca
233
terhadap ikan channel catfish yang
Phosphor (P)
memperlihatkan bahwa peningkatan
Phosphor adalah komponen P yang tersedia dalam makanan dari
pembentuk kerangka tubuh dimana 0,07% menjadi 0,54% akan
tulang itu disusun oleh mineral P meningkatkan pertambahan bobot
sebesar 16% dan Ca 37%. Selain itu relatif dari 135% menjadi 706% dan
phosphor berfungsi efisiensi pakan dari 36% menjadi
dalampengaktifan proses 99%. Tetapi bila kandungan P terus
metabolisme, komponen DNA, RNA, dinaikkan sampai 1,02% maka
ATP dan berbagai koenzim, pertumbuhan relatif akan turun dari
pergerakan otot dan memelihara 706% menjadi 620% dan efisiensi
keseimbangan asam basa. pakan akan turun dari 99% mejadi
90%.
Phosphor yang diserap oleh tubuh
berasal dari makanan dalam bentuk
ion fosfat. Penyerapan P oleh tubuh Magnesium (Mg)
sangat bergantung kepada
kandungan P dan Ca dalam pakan. Magnesium merupakan kofaktor bagi
Tingginya kandungan P dalam pakan semua enzim yang terlibat di dalam
akan berkorelasi terhadap reaksi pemindahan fosfat
peningkatan penyerapan P. Akan (fosfokinase) yang menggunakan
tetapi, penyerapan P akan semakin ATP dan fosfat nukleotida yang lain
menurun dengan meningkatnya sebagai substrat. Pada hewan
kandungan Ca dalam pakan. vertebrata kurang lebih 60% total
Sebagian besar kebutuhan P untuk magnesium tubuh berada dalam
membentuk jaringan struktur tubuh tulang, sebagian lagi terdapat dalam
diperoleh dari pakan. Ketersediaan P bentuk mineral yang mengkristal dan
dalam air akan mengganggu berada dalam sel jaringan lunak.
penyerapan P dalam pakan oleh Fungsi magnesium bagi ikan dan
tubuh. Pakan dengan kandungan Ca udang adalah sebagai komponen
rendah dan P tinggi akan mendorong esensial dalam menjaga
ikan untuk mengambil Ca dari homeostasis intra dan ekstra seluler.
lingkungan perairan.
Magnesium dalam tubuh diserap
Kekurangan mineral P pada pakan oleh usus halus dan hanya sedikit
ikan dapat mengakibatkan yang dieksresikan dan hampir
pertumbuhan terhambat, proses seluruhnya diserap secara
pembentukan tulang terganggu dan sempurna. Penyerapan magnesium
konversi pakan menjadi meningkat. dalam tubuh dipengaruhi oleh
Kekurangan phosphor pada ikan masuknya magnesium dalam usus,
mas mengakibatkan pertumbuhan waktu singgah diusus, kecepatan
terganggu, nafsu makan menurun, penyerapan air, kadar kalsium fosfat
tulang belakang bengkok dan rapuh dan laktosa dalam pakan, sumber
serta kandungan lemak dalam magnesium dan umur serta jenis
daging meningkat. Wilson et al ikan. Kandungan magnesium di
(1982), melakukan penelitian dalam ikan jumlahnya relatif rendah
234
dibandingkan dengan hewan darat. maka dapat mengakibatkan
Sebagian besar magnesium, kurang pertumbuhan lambat dan pakan
lebih 65%, berada dalam kerangka menjadi tidak efisien. Sedangkan
tubuh ikan. Pada ikan mirror carp pada ikan yang berukuran 21 gram
terdapat 340 – 3300 gram dimana yang dipelihara selama delapan
kandungan terbesar terdapat pada minggu, kekurangan Mg dapat
vertebrae sebesar 1,0 – 1,6 g/kg, mengakibatkan penurunan
pada otot 200 – 267 mg/kg dan pada kandungan Mg pada plasma, otot
hati terdapat 62 – 203 mg/kg. dan tulang.
Konsentrasi magnesium dalam Berdasarkan hasil penelitian Satoh et
perairan tawar sering tidak al (1983) , pada ikan trout yang tidak
mencukupi untuk kebutuhan ditambahkan mineral Mg pada pakan
metabolisme ikan, oleh karena itu buatannya menunjukkan adanya
pemberian mineral magnesium pada gejala katarak sebesar 29%. Pada
pakan untuk pemeliharaan ikan air ikan Mas pemberian Mg sebesar 52
tawar sangat penting. Rendahnya mg/kg dapat meningkatkan kematian
suplai magnesium dalam pakan sebesar 16%. Selain itu pada ikan
dapat mengakibatkan nafsu makan mas yang dipelihara selama 83 hari
berkurang, pertumbuhan dan dengan pakan kurang Mg
aktivitas ikan berkurang, kandungan menunjukkan peningkatan terjadinya
Ca dan Mg dalam tubuh dan katarak sebesar 40%. Oleh karena
vertebrae akan berkurang. Selain itu itu pada ikan mas diestimasi
ikan akan memperlihatkan kebutuhan Mg dalam pakan berkisar
keabnormalan dalam pertumbuhan antara 400 – 500 mg/kg.
tulang. Pada ikan trout telah diteliti
oleh Cowey et al (1977) bahwa
pertambahan bobot dan penggunaan Potassium (K)
pakan pada ikan yang diberi pakan
dengan kandungan Mg sebesar 1000 Ion potassium (K) adalah elektrolit
mg/kg jauh lebih baik dibandingkan yang banyak dijumpai dalam tubuh
dengan ikan trout yang hanya diberi dalam bentuk ion terdisosiasi penuh
Mg sebesar 26 - 63 mg/kg. dan merupakan partikel utama yang
Perbaikan kandungan Mg dalam bertanggungjawab dalam
pakan akan berdampak terhadap osmolaritas. Ion K ini akan
peningkatan Mg dalam serum. mempengaruhi kelarutan protein dan
Kekurangan Mg pada kandungan Ca komponen lainnya. Ion K ini
26 dan 40 g/kg akan menyebabkan bersama-sama dengan natrium dan
penyakit nephacalcinosis dan di klorida berperan secara fisiologis
dalam jaringan otot akan meningkat dalam memelihara keseimbangan air
kandungan Na yang dapat dan distribusinya, memelihara
meningkatkan cairan ekstraseluler. keseimbangan osmotik normal,
Pada ikan rainbow trout berukuran memelihara keseimbangan asam
16 gram atau 35 gram memerlukan basa dan memelihara iritabilitas otot.
Mg dalam pakan sebesar 500 mg/kg.
Jika kurang dari 500 mg/kg pakan
235
Berdasarkan hasil penelitian dari Clorin (Cl)
beberapa peneliti diketahui bahwa
ikan air tawar dalam pemenuhan ion Clorin berperan besar dalam aktivitas
K tidak banyak diambil dari osmoregulasi. Pertukaran klorin
lingkungan perairan, namun lebih sebagian besar terjadi pada insang.
banyak diperoleh dari pakan. Apabila Pada ikan air tawar pengambilan
ion K dalam pakan kurang dari 1 klorin terjadi pada kondisi medium
mg/kg akan menyebabkan yang hipotonik, dengan cara
penggunaan pakan tidak efisien, memompa NaCl melalui insangnya
pertumbuhan lambat dan kematian dan pengeluaran klorin dilakukan
meningkat. Pertumbuhan ikan dapat dalam bentuk urin. Pada ikan air laut
dicapai jika pada pakan ikan pengambilan klorin dilakukan dengan
mengandung ion K maksimum 800 cara melakukan banyak minum air
mg/kg. Konsentrasi K dalam tubuh laut sehingga klorin secara difusi ikut
berkisar antara 600 – 800 mg/kg masuk kedalam tubuh ikan. Selain itu
pakan. ikan air laut bisa melakukan dengan
cara memompa melalui insang
epithelium pada kondisi medium
hipertonik. Dalam kondisi normal
Sodium (Na)
klorin dikeluarkan dalam bentuk urin
Sodium seperti halnya potasium pada jumlah yang sedikit, namun
sangat penting perannya dalam pada kondisi stres ikan
osmoregulasi dan keseimbangan banyakmengeluarkan urin sehingga
asam basa ikan. Pada hewan darat kehilangan NaCl cukup besar. Klorin
sodium yang berasal dari makanan keluar dari tubuh melalui urin dan
akan diserap oleh tubuh secara sedikit melalui feses.
cepat dan efisien dan hanya sedikit
sekali yang dikeluarkan melalui Ketersediaan Cl di dalam air sangat
feses. menguntungkan untuk kehidupan
ikan agar mempunyai toleransi
Kekurangan sodium dapat terhadap perubahan suhu. Pada
mengakibatkan dehidrasi, keletihan, ikan salmon yang dipelihara dengan
anoeexia dan kram otot. Pemberian kandungan garam 1 – 1,5%
sodium sebesar 2200 mg/kg pakan memberikan pengaruh terhadap
pada ikan rainbowtrout sudah peningkatan food intake dan
mencukupi kebutuhan ikan tersebut transportasi. Pemberian garam pada
terhadap sodium. Tetapi dalam bahan pakan dari segi manfaatnya
percobaan Salman dan Eddy (1988) masih diperdebatkan. Hal ini
pemberian sodium sebesar 1000 – dikarenakan dari hasil penelitian
3000 mg/kg pakantidak memberikan memberikan hasil yang menunjukkan
perbedaan pertambahan bobot . bahwa pemberian NaCl pada pakan
berakibat buruk pada penambahan
bobot. Pemberian NaCl sebanyak
3% pada pakan mengakibatkan
pertambahan bobot hanya 85%
dibandingkan dengan kontrol. Pada
236
penambahan NaCl sebanyak 6% osmoregulasi dalam urin hipoosmotik
memberikan pertambahan bobot normal, sedangkan pada ikan laut
sebesar 77% sedangkan pengambilan NaCl dalam jumlah
penambahan sebanyak 12% besar relatif sering terjadi pada
mengakibatkan pertambahan bobot berbagai kasus.
sebesar 70%. Hal ini dikarenakan
NaCl pada tingkatan yang tinggi Kebutuhan mineral makro dan mikro
diserap dalam 24 jam yang pada beberapa jenis ikan menurut
kelebihannya akan dikeluarkan hasil penelitian Steffens dapat dilihat
kedalam perairan tawar pada sistem pada Tabel 5.42 dan 5.43.
Tabel 5.42. Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan
air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering)
Jenis ikan Ca P Mg K
Rainbow trout 300 mg – 3g Sekitar 6 g 400 – 700 mg Max 1,6 g
Mas 300 mg – 3g Sekitar 6 g 400 – 700 mg -
Sidat Jepang 300 mg – 3g Sekitar 6 g 400 – 700 mg -
Channel catfish 4,5 g 4,2 – 4,5 g 400 – 700 mg -
Tilapia 7g 4,5 – 6 g 400 – 700 mg -
Tabel 5.43. Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai jenis ikan
air tawar (mg/kg pakan)
Jenis ikan Fe Cu Mn Zn Co Se
Rainbow trout R 3 13 15 – 30 - 0,15 - 0,38
Channel catfish 30 5 2,4 20 - 0,25
Tilapia - - 1,7 20 - -
Common carp - 3 13 15 – 30 - R
Ikan kerapu 30 3 5 30 0,5 0,1
macam zat besi, yaitu dalam
Besi (Fe)
bentuk heme dan non heme. Zat
Zat besi merupakan unsur mineral besi heme ditemukan dalam bentuk
mikro yang paling banyak terdapat hemoglobin dan zat besi non heme
dalam tubuh ikan dan manusia. dalam otot yang disebut myoglobin.
Dalam makanan terdapat dua
237
Fungsi dan peranan zat besi dalam Ikan dapat menyerap zat besi
tubuh ikan antara lain adalah : terlarut dari air melalui insang, sirip
• Unsur yang sangat penting dan kulit. Zat besi dalam bentuk
tereduksi, ion Fero (Fe ++) lebih
dalam pigmen darah
mudah diserap karena lebih mudah
(hemoglobin dan myoglobin)
larut dalam cairan-cairan
• Terlibat dalam pengangkutan
pencernaan. Penyerapan zat besi
oksigen dalam darah dan urat
dalam saluran pencernaan sangat
daging (otot) serta
dipengaruhi oleh kadar keasaman,
pemindahan/transfer elektron
pH atau keasaman lambung dan
dalam tubuh
bagian atas usus halus.
• Unsur yang sangat penting dari
variasi sistem enzim, yang
Ikan sangat membutuhkan zat besi
meliputi enzim katalase, enzim
dalam suplai makanannya.
peroxidase, enzim xantin
Kebutuhan zat besi untuk setiap
oksidase, enzim aldehyde
jenis ikan berbeda. Menurut hasil
oxidase dan enzim succinic
penelitian Lall (1989) dan NRC
dehydrogenase.
(1993) kebutuhan zat besi pada
setiap jenis ikan dapat dilihat pada
Tabel 5.44.
Tabel 5.44. Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan
No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan)
1. Atlantik Salmon (Salmo solar) 60
2. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 30
3. Eel (Anguila japonica) 170
4. Common carp (Cyprinus carpio) 150
5. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 60
6. Kerapu (Epinephelus sp) 30
Kekurangan zat besi pada ikan ikan salmon, japanese eel,
dapat membawa dampak yang common carp dan red sea bream
merugikan bagi ikan. Pada dapat mengakibatkan hypochromic
beberapa jenis ikan memberikan microcytic anemia yaitu sel-sel
dampak yang berbeda, misalnya darah merah berwarna lebih pucat
pada ikan channel catfish dapat dengan ukuran sel yang lebih
mengakibatkan pertumbuhan besar.
terhambat, konversi pakan rendah,
nafsu makan menurun dan
abnormalitas. Sedangkan pada
238
akan mineral seng dapat terpenuhi.
Seng (Zn)
Mineral seng diserap dengan
Ikan mengakumulasi seng dari dua bantuan proses difusidalam
sumber, yaitu pakan dan air, duodenum dan jejenum bagian
namun seng yang berasal dari atas. Zat-zat yang membantu
pakan penyerapannya lebih efisien penyerapan mineral seng antara
daripada dari air. Seng di dalam lain adalah asam amino terutama
tubuh organisme sangat berperan histidin dan sistein, asam sitrat,
penting sebagai kofaktor dari monosakarida dan komponen-
beberapa sistem enzim yng penting komponen EDTA.
dalam proses metabolisme.
Kebutuhan ikan akan mineral seng
Ikan dapat menyerap seng dari ini bervariasi bergantung pada usi,
insang, kulit dan sirip. Seperti unsur kematangan seksual, komposisi
lainnya selain diperoleh dari pakan, suhu air dan kualitas air.
lingkungan perairan mineral seng Kebutuhan mineral seng dari hasil
perlu ditambahkan kedalam sumber penelitian dapat dilihat pada Tabel
makanannya agar kebutuhan ikan 5.45.
Tabel 5.45. Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan
No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan)
1. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 20
2. Tilapia (Oreochromis aurea) 20
3. Common carp (Cyprinus carpio) 15 - 30
4. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 15 - 30
5. Kerapu (Epinephelus sp) 50
Dampak dari kekurangan mineral Selain itu menurut Watanabe
Zn untuk setiap jenis ikan berbeda. (1988) memperlihatkan bahwa
Pada ikan channel catfish dapat kekurangan seng pada Rainbow
menyebabkan pertumbuhan trout dapat menyebabkan
menurun, nafsu makan rendah dan pertumbuhan menurun, mortalitas
menurunkan tingkat serum alkaline tinggi, pengikisan pada sirip dan
phosphatase. Pada ikan mas kulit serta katarak pada mata dan
menyebabkan pertumbuhan bentuk tubuh menjadi kerdil dan
lambat, nafsu makan menurun, pendek. Pada Japanese eel akan
kematian tinggi, pengikisan pada menyebabkan bentuk tubuh yang
kulit dan sirip serta menaikkan kerdil sedangkan pada channel
kadar besi dan tembaga diusus dan catfish juga menyebabkan
hepatopankreas.
239
pertumbuhan lambat serta kunci dari beberapa sistem enzim,
anorexia. mangan essensial untuk
pembentukan tulang, regenerasi sel
darah merah, metabolisme
karbohidrat dan siklus reproduksi.
Mangan (Mn)
Mangan pada ikan sangat berperan Kebutuhan mangan pada beberapa
sebagai enzim aktivator untuk jenis ikan berbeda (Tabel 5.46).
enzim-enzim yang menjembatani untuk induk ikan salmon kebutuhan
transfer dari grup phosphatase, mineral mangannya > 50 mg/kg.
sebagai komponen essensial dari
enzim piruvate carboxylase,
sebagai kofaktor atau komponen
Tabel 5.46. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan
No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan)
1. Atlantik Salmon (Salmo solar) 20
2. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 20
3. Common carp (Cyprinus carpio) 13
4. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 13
Dampak yang diakibatkan dari MnSO4) dan mangan klorida
kekurangan mineral mangan pada (MnCl2).
komposisi pakan ikan untuk setiap
jenis ikan biasanya berbeda, antara
lain adalah ; berkurangnya Tembaga (Cu)
pertumbuhan, struktur tulang yang
tidak normal pada ikan rainbow Tembaga merupakan unsur
trout, carp dan tilapia, rendahnya essensial dari sistem oksidasi-
daya tetas dan jumla telur pada reduksi-enzim dan terlibat dalam
induk ikan, ataxia yaitu metabolisme besi. Oleh karena itu
ketidakmampuan tubuh untuk tembaga terlibat dalam sintesis
mengkoordinasikan gerakan- hemoglobin dan produksi sel darah
gerakan otot secara sempurna dan perawatannya. Tembaga
serta menurunnya penampakan dibutuhkan untuk pembentukan
reproduksi. Kekurangan mangan pigmen melanin dan pigmen pada
pada pakan dapat dilakukan kulit, untuk pembentukan tulang
dengan menambahkan kandungan dan penghubung jaringan serta
mineral mangan dalam pakan merawat keseimbangan serabut
dalam bentuk mangan sulphat myelin dari jaringan syaraf.
240
Mineral tembaga yang diserap oleh Kebutuhan mineral tembaga
hewan dan ikan sangat dipengaruhi berdasarkan hasil penelitian pada
oleh jumlah dan bentuk kimia beberapa jenis ikan dapat dilihat
mineral tembaga yang diterima, pada Tabel 5.47.
kandungan beberapa ion metal lain
dan zat-zat organik serta umur.
Tabel 5.47. Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan
No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan)
1. Atlantik Salmon (Salmo solar) 5
2. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 5
3. Common carp (Cyprinus carpio) 3
4. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 3
Dampak kekurangan tembaga pada Cobalt mempunyai fungsi dan
ikan sebagai organisme air jarang peranan pada ikan antara lain
sekali terjadi karena mineral ini adalah merupakan komponen
sudah cukup banyak tersedia integral dari Cyanocobalamin
dalam air. Pada ikan dampak (vitamin B12), sangat dibutuhkan
mineral tembaga yang sudah untuk sintesa microflom pada
diamati adalah kalau terjadi saluran usus serta sangat penting
keracunan tembaga akibat untuk pembentukan sel darah
terjadinya pencemaran lingkungan merah dan perawatan jaringan
perairan yang dapat syaraf, cobalt juga berfungsi
mengakibatkan rusaknya insang, sebagai agen kegiatan untuk
mengurangi pigmentasi dan sistem variasi enzim.
pertumbuhan lambat.
Penyerapan mineral cobalt oleh
ikan akan meningkat jika tubuh
kekurangandan diserap dalam usus
Cobalt (Co)
halus. Cobalt yang diserap secara
Mineral cobalt pada ikan diserap normal tidak selalu dalam bentuk
dari air disekitarnya dan masuk vitamin B12, hanya 1/10 – 1/12
melalui insang. Konsentrasi cobalt cobalt pada tubuh dalam bentuk
yang masuk kedalam tubuh ikan vitamin. Kebutuhan mineral cobalt
sanagt dipengaruhi oleh suhu oleh ikan berkisar antara 1 – 6
lingkungan dan konsentrasi mg/kg pakan. Meningkatnya
kalsium, dimana dengan kandungan cobalt pada tubuh ikan
meningkatnya suhu dan kalsium rainbow trout dapat menyebabkan
dilingkungan akan meningkatkan racun dan meningkatkan
konsentrasi cobalt. haemorrhages pada saluran
241
pencernaan dan pola putih pada sel Selenium (Se)
darah. Selama masa
perkembangan embrio telur ikan Selenium adalah bagian yang
rainbow trout kebutuhan cobalt melengkapi dari enzim Glutation
meningkat. Peroksidase yaitu suatu enzim
yang merubah hydrogen peroxide
dan lemak hydroperoxides ke
dalam air dan lemak alkohol secara
Yodium (I)
berurutan. Enzim ini berfungsi
Yodium adalah komponen integral dalam melindungi sel dari pengaruh
dari hormon thyroid dan sangat peroxides. Enzim ini bersama-sama
penting untuk sintesis hormon dengan vitamin E berfungsi sebagai
thyroid, yaitu Triiodothyronine (T3) antioksidan biologis yang
dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ melindungi polyunsaturated
T4). Yodium berfungsi untuk phospholipid di dalam sel dan sub
mengatur laju metabolisme seluruh sel membran dari kerusakan
proses ke dalam tubuh. Ikan peroksidatif.
memperoleh yodium dari air melalui
pompa brachial dan makanan. Selenium diserap oleh ikan dari
Jumlah total yodium yang makanan dan lingkungan perairan
terkandung dalam kelnjar thyroid melalui jalur gastrointestinal.
adalah 70 – 80%. Yodium terdapat Duodenum merupakan daerah
dalam saluran pencernaan dalam penyerapan utama mineral ini dan
bentuk ion I- dan diserap secara akan berikatan pada protein dalam
sempurna dalam lambung dan bentuk asam amino yang
usus, kemudian ditransport ke mengandung ikatan sulfur.
kelenjar thyroid dan diubah dalam Selenium yang berikatan dengan
bentuk yodium inorganik yaitu protein ini akan ditransport kedalam
Monoiodotirosin, Diodotirosin, plasma darah dan jaringan lainnya.
Triiodothyronine (T3) dan thyroxine
(Tetra iodothyronine/ T4) serta Pada ikan selenium sangat
komponen-komponen organik yang dibutuhkan untuk mencegah
mengandung yodium. Yodium yang penyakit otot menyusut (muscular
tertangkap oleh kelenjar thyroid dystrophy). Kebutuhan selenium
akan disimpan dalam bentuk untuk mengoptimalkan
Tiraglobulin merupakan protein pertumbuhan dan memaksimalkan
yang mengandung yodium. aktivitas glutathione peroxidase
adalah 0,15 – 0,28 mg/kg untuk
Kebutuhan ikan akan yodium ikan rainbowtrout dan 0,25 mg/kg
berkisar antara 1 – 5 mg/kg pakan. untuk ikan channel catfish. Pada
Dampak kekurangan yodium pada ikan rainbow trout dan channel
ikan brook trout mengakibatkan catfish kekurangan selenium dapat
thyroid hyperflasia (pembengkakan mengakibatkan depresi
pada kelenjar thyroid), bentuk pertumbuhan.
tubuh kerdil dan pertumbuhan
terhambat.
242
BAB VI. Teknologi Pakan Buatan
Pakan buatan adalah pakan yang
Sebelum melakukan pembuatan
pakan ikan harus dipahami terlebih
dahulu tentang jenis-jenis pakan
dibuat oleh manusia untuk ikan
yang dapat diberikan kepada ikan
peliharaan yang berasal dari
budidaya. Pengelompokkan jenis-
berbagai macam bahan baku yang
jenis pakan ikan dapat dibuat
mempunyai kandungan gizi yang
berdasarkan bentuk, berdasarkan
baik sesuai dengan kebutuhan ikan
kandungan airnya, berdasarkan
dan dalam pembuatannya sangat
sumber dan berdasarkan
memperhatikan sifat dan ukuran
konstribusinya pada pertumbuhan
ikan. Pakan buatan dibuat oleh
ikan. Jenis-jenis pakan buatan
manusia untuk mengantisipasi
berdasarkan bentuk antara lain
kekurangan pakan yang berasal dari
adalah:
alam yang kontinuitas produksinya
1. Bentuk larutan
tidak dapat dipastikan. Dengan
Digunakan sebagai pakan
membuat pakan buatan diharapkan
burayak ikan (berumur 2 - 20
jumlah pakan yang dibutuhkan oleh
hari). Larutan ada 2 macam,
ikan akan terpenuhi setiap saat.
yaitu: 1) Emulsi, bahan yang
Pakan buatan yang berkualitas baik
terlarut menyatu dengan air
harus memenuhi kriteria-kriteria
pelarutnya; 2) Suspensi, bahan
seperti:
yang terlarut tidak menyatu
• Kandungan gizi pakan terutama
dengan air pelarutnya. Bentuk
protein harus sesuai dengan
larutan ini biasanya diberikan
kebutuhan ikan
pada saat larva dengan
• Diameter pakan harus lebih kecil komposisi bahan baku yang
dari ukuran bukaan mulut ikan utama adalah kuning telur bebek
• Pakan mudah dicerna atau ayam dengan tambahan
• Kandungan nutrisi pakan mudah vitamin dan mineral.
diserap tubuh 2. Bentuk tepung/meals
• Memiliki rasa yang disukai ikan Digunakan sebagai pakan larva
• Kandungan abunya rendah sampai benih (berumur 2-40
• Tingkat efektivitasnya tinggi hari). Tepung halus diperoleh dari
243
remah yang dihancurkan atau yang mengkonsumsi pakan
dibuat komposisi dari berbagai bentuk pellet bervariasi dari
sumber bahan baku seperti ukuran bukaan mulut lebih dari 2
menyusun formulasi pakan , dan mm maka ukuran pelet yang
biasanya diberikan pada larva dibuat biasanya 50%nya yaitu 1
sampai benih ikan. mm. Bentuk pellet ini juga dapat
3. Bentuk butiran/granules digunakan sebagai pakan ikan
Digunakan sebagai pakan benih dewasa yang sudah mempunyai
gelondongan (berumur 40-80 berat > 60-75 gram dan berumur
hari). Tepung kasar juga > 120 hari.
diperoleh dari remah yang 7. Bentuk pellet terapung/floating
dihancurkan atau dibuat sama Biasa digunakan untuk kegiatan
seperti membuat formulasi pakan pembesaran ikan air tawar
lengkap dan bentuknya dibuat maupun ikan air laut yang
menjadi butiran. mempunyai kebiasaan tingkah
4. Bentuk remahan/crumble laku ikan tersebut berenang di
Digunakan sebagai pakan permukaan perairan. Ukuran ikan
gelondongan besar/ikan yang mengkonsumsi pakan
tanggung (berumur 80-120 hari). bentuk pellet bervariasi dari
Remah berasal dari pellet yang ukuran bukaan mulut lebih dari 2
dihancurkan menjadi butiran mm maka ukuran pelet yang
kasar. dibuat biasanya 50%nya yaitu 1
5. Bentuk lembaran/flake mm. Bentuk pellet ini juga dapat
Biasa diberikan pada ikan hias digunakan sebagai pakan ikan
atau ikan laut dan dibuat dari dewasa yang sudah mempunyai
berbagai bahan baku berat > 60-75 gram dan berumur
disesuaikan dengan kebutuhan > 120 hari.
dan pada saat akan dibentuk
dapat menggunakan peralatan Jenis pakan ikan berdasarkan
pencetak untuk bentuk lembaran kandungan airnya dapat
atau secara sederhana dengan dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
cara membuat komposisi pakan 1. Pakan basah yaitu pakan yang
kemudian komposisi berbagai mengandung air biasanya lebih
bahan baku tersebut dibuat dari 50%. Pakan basah biasanya
emulsi yang kemudian terdiri dari pakan segar atau
dihamparkan di atas alas pakan beku, berupa cincangan
aluminium atau seng dan atau gilingan daging ikan yang
dkeringkan, kemudian diremas- tidak bernilai ekonomis. Jenis
remas. pakan ini biasa diberikan kepada
6. Bentuk pellet tenggelam/sinking induk-induk ikan laut/udang,
Biasa digunakan untuk kegiatan contoh pakan basah antara lain
pembesaran ikan air tawar adalah cincangan daging cumi-
maupun ikan air laut yang cumi atau ikan laut.
mempunyai kebiasaan tingkah 2. Pakan lembab yaitu pakan yang
laku ikan tersebut berenang di mengandung air berkisar antara
dalam perairan. Ukuran ikan 20-40%. Pakan lembab dibuat
244
sebagai alternatif dari pakan pakan dan teknologi produksi pakan
basah yang banyak alami.
kekurangannya antara lain dapat
mencemari perairan dan Jenis pakan ikan berdasarkan
kekurangan asam amino tertentu. konstribusinya dalam menghasilkan
Pakan lembab ini dibuat dengan penambahan berat badan dapat
komposisi pakan sesuai dikelompokkan menjadi dua yaitu :
kebutuhan ikan tetapi dalam 1. Suplementary Feed/pakan
prosesnya tidak dilakukan suplemen yaitu pakan yang
pengeringan, dibiarkan lembab dalam konstribusinya hanya
dan disimpan dalam bentuk pasta menghasilkan penambahan berat
kemudian dibekukan. Tetapi ada badan kurang dari 50%. Jenis
juga pakan basah ini dibuat pakan ini biasanya dibuat oleh
dengan komposisi ikan yang para pembudidaya ikan dengan
dipasteurisasi ditambah mencampurkan beberapa bahan
beberapa tambahan seperti baku tanpa memperhitungkan
perekat, vitamin dan mineral atau kandungan proteinnya sehingga
silase ikan yang diberi beberapa kandungan nutrisi dari pakan ini
komposisi zat tambahan. Pakan tidak lengkap.
lembab ini dapat diberikan pada 2. Complete Feed/pakan lengkap
ukuran ikan dari benih sampai ke yaitu pakan yang dalam
pembesaran. konstribusinya menghasilkan
3. Pakan kering yaitu pakan yang penambahan berat badan lebih
mengandung air kurang dari dari 50%. Jenis pakan ini
10%. Jenis pakan ini yang biasa biasanya adalah pakan kering
digunakan pada budidaya ikan dengan berbagai bentuk dimana
secara intensif karena sangat komposisi bahan bakunya
mudah dalam proses distribusi, lengkap sehingga kandungan
penyimpanan dan protein pakan mencukupi
penanganannya. Jenis pakan kebutuhan ikan yang akan
kering ini dapat dibuat dengan mengkonsumsinya.
berbagai macam bentuk
disesuaikan dengan kebutuhan Dengan mengetahui jenis-jenis
ikan dan pada setiap tahapan pakan maka para pembudidaya ikan
budidaya dapat menggunakan dapat menentukan jenis pakan yang
pakan kering ini disesuaikan akan dibuat disesuaikan dengan ikan
dengan ukuran dan jenis ikan yang akan dipeliharanya. Jenis
yang akan mengkonsumsinya. pakan buatan yang akan dibahas
dalam buku ini adalah pakan buatan
Jenis pakan ikan berdasarkan yang akan dikonsumsi oleh ikan
sumbernya dapat dikelompokkan yang berukuran induk, larva atau
menjadi dua yaitu pakan alami dan benih sesuai dengan kebutuhan
pakan buatan. Dalam buku teks ini nutrisi ikan dalam bentuk pakan
akan dibahas secara detail setiap kering atau lembab. Pakan buatan
kelompok pakan ini pada bab yang dibuat sesuai dengan
tersendiri yaitu teknologi pembuatan kebutuhan nutrisi ikan akan
245
memberikan pertumbuhan yang memakan pakan buatan ini. Kajian
optimal bagi ikan yang tentang materi ini telah dibahas
mengkonsumsinya. Selain itu pakan dalam bab sebelumnya yaitu tentang
yang dibuat sendiri mempunyai nutrisi ikan.
kandungan protein dan energi yang
sesuai dengan kebutuhan ikan serta
mempunyai harga yang lebih murah
dibandingkan dengan membeli 6.1. JENIS-JENIS BAHAN
pakan buatan. Pakan merupakan
BAKU
komponen biaya operasional yang
cukup besar dalam suatu usaha
Bahan baku yang dapat digunakan
budidaya ikan sekitar 60%
dalam membuat pakan buatan ada
merupakan biaya pakan. Oleh
beberapa macam. Dalam memilih
karena itu dengan mempunyai
beraneka macam bahan baku
kompetensi pembuatan pakan ikan
tersebut harus dipertimbangkan
diharapkan akan mengurangi biaya
beberapa persyaratan. Persyaratan
produksi yang cukup besar.
pemilihan bahan baku ini dapat
dikelompokkan menjadi dua yaitu
Dalam membuat pakan buatan
persyaratan teknis dan persyaratan
langkah pertama yang harus
sosial ekonomis.
dilakukan adalah melakukan
perencanaan pembuatan pakan
Persyaratan teknis yang harus
buatan. Perencanaan terhadap
diperhatikan dalam memilih bahan
pembuatan pakan harus dibuat
baku untuk pembuatan pakan buatan
dengan seksama agar pakan yang
adalah :
dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan
• Mempunyai nilai gizi tinggi,
yang mengkonsumsinya.
dengan bahan baku yang bergizi
Pengetahuan pertama yang harus
tinggi akan diperoleh pakan yang
dipahami adalah mengenai
dapat dicerna oleh ikan dan
kandungan nutrisi dari pakan buatan.
dapat menjadi daging ikan lebih
besar dari 50%.
Kandungan nutrisi yang terdapat
• Tidak mengandung racun, bahan
didalam pakan buatan harus terdiri
baku yang mengandung racun
dari protein, lemak, karbohidrat ,
akan menghambat pertumbuhan
vitamin dan mineral. Komposisi
ikan dan dapat membuat ikan
nutrisi pakan yang terdapat pada
mati.
pakan buatan sangat spesifik untuk
• Sesuai dengan kebiasaan makan
setiap ukuran ikan. Kualitas pakan
ikan, bahan baku yang
buatan ditentukan antara lain oleh
digunakan sebaiknya
kualitas bahan baku yang ada. Hal
disesuaikan dengan kebiasaan
ini disebabkan selain nilai gizi yang
makan ikan dialam, hal ini dapat
dikandung bahan baku harus sesuai
meningkatkan selera makan dan
dengan kebutuhan ikan, juga pakan
daya cerna ikan. Seperti
buatan ini disukai ikan baik rasa,
diketahui bahwa berdasarkan
aroma dan lain sebagainya yang
kebiasaan makannya jenis pakan
dapat merangsang ikan untuk
246
dapat dikelompokkan menjadi baku lebih banyak yang berasal
tiga yaitu herbivor, omnivor dan dari nabati dan untuk ikan
karnivor. Maka dalam memilih karnivor maka komposisi bahan
bahan baku yang akan bakunya lebih banyak berasal
digunakan untuk ikan herbivor dari hewani. Beberapa jenis ikan
akan sangat berbeda untuk ikan berdasarkan kebiasaan
karnivora atau omnivor. Pada makannya dapat dilihat pada
ikan herbivor komposisi bahan Tabel 6.1.
Tabel 6.1. Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya
(Hertrampf,J.W and Pascual,F.P, 2000)
Kelompok Jenis ikan
Herbivora Big head carp (Aristichtus nobilis)
Grass carp/ikan koan (Ctenopharyngodon idellus)
Javanese carp (Puntius gonionotus)
Silver carp (Hypothalmichtys molitrix)
Gurami (Osphyronemus gourami)
Bandeng (Chanos chanos)
Perch (Perca sp)
Rabbit fish/beronang (Siganus guttatus)
Tilapia (Oreochromis spp)
Siamemese gurami (Trichogaster pectoralis)
Omnivora Channel catfish/lele amerika (Ictalurus punctatus)
Common carp/ikan mas (Cyprinus carpio)
Grey mullet/ikan belanak (Mugil cephalus)
Karnivora Black carp (Mylopharyngodon piceus)
Catfish/ikan lele (Clarias batrachus)
Grouper/ikan kerapu (Epinephelus spp)
Atlantic salmon (Salmo salar)
Pacific salmon (Oncorhynchus spp)
Seabass/ikan kakap (Lates calcarifer)
Brown trout (Salmo trutta)
Rainbow trout (Salmo gairdneri)
247
Persyaratan sosial ekonomis yang Bahan baku nabati adalah bahan
perlu diperhatikan dalam memilih baku yang berasal dari tumbuhan
bahan baku untuk pembuatan pakan atau bagian dari tumbuh-tumbuhan.
buatan adalah : Bahan nabati pada umumnya
• Mudah diperoleh merupakan sumber karbohidrat,
namun banyak juga yang kaya akan
• Mudah diolah
protein dan vitamin. Beberapa
• Harganya relatif murah
macam bahan baku nabati yang
• Bukan merupakan makanan
biasa digunakan dalam pembuatan
pokok manusia, sehingga tidak
pakan ikan antara lain terdiri dari ;
merupakan saingan.
• Tepung kedelai
• Sedapat mungkin memanfaat-
• Tepung jagung
kan limbah industri pertanian
• Tepung terigu
• Tepung tapioka
Jenis-jenis bahan baku yang
• Tepung sagu
digunakan dalam membuat pakan
• Tepung daun lamtoro
buatan dapat dikelompokkan menjadi
tiga kelompok yaitu bahan baku • Tepung daun singkong
hewani, bahan baku nabati dan • Tepung kacang tanah
bahan baku limbah industri • Tepung beras
pertanian.
Bahan baku limbah industri pertanian
Bahan baku hewani adalah bahan adalah bahan baku yang berasal dari
baku yang berasal dari hewan atau limbah pertanian baik hewani
bagian-bagian tubuh hewan. Bahan maupun nabati. Beberapa macam
baku hewan ini merupakan sumber bahan limbah yang sering digunakan
protein yang relatif lebih mudah sebagai bahan baku pembuatan
dicerna dan kandungan asam pakan ikan antara lain terdiri dari;
aminonya lebih lengkap • Tepung kepala udang
dibandingkan dengan bahan baku • Tepung anak ayam
nabati. Beberapa macam bahan • Tepung darah
baku hewani yang biasa digunakan
• Tepung tulang
dalam pembuatan pakan ikan antara
• Ampas tahu
lain adalah :
• Bungkil kelapa
• Tepung ikan
• Dedak halus
• Silase ikan
• Isi perut hewan mamalia
• Tepung udang
• Tepung cumi-cumi
Selain ketiga jenis bahan baku
• Tepung cacing tanah tersebut untuk melengkapi ramuan
• Tepung benawa/kepiting dalam pembuatan pakan buatan
• Tepung darah biasanya diberikan beberapa bahan
• Tepung tulang tambahan. Jumlah bahan tambahan
• Tepung hati (feed additive) yaitu bahan makanan
• Tepung artemia atau suatu zat yang ditambahkan
dalam komposisi pakan untuk
meningkatkan kualitas dari pakan
248
tersebut. Jumlah bahan tambahan oksidasi dari makanan ikan
yang digunakan biasanya relatif yang mengandung lemak dan
sedikit tetapi harus ada dalam unit yang larut dalam lemak.
meramu pakan buatan. Jenis-jenis Tidak bersifat racun bagi ikan
bahan tambahan antara lain terdiri Harus efektif dalam
dari : konsentrasi rendah
• Vitamin dan mineral, vitamin dan Mempunyai nilai ekonomis
Jenis antioksidan yang biasa
mineral dibutuhkan dalam jumlah
digunakan dalam pembuatan
sedikit karena tidak dapat dibuat
pakan buatan adalah BHA (Butil
sendiri oleh tubuh ikan maka
Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil
dalam pembuatan pakan harus
Hidroksi Toluene). Jumlah yang
ditambahkan. Jumlah pemberian
aman digunakan sebaiknya
vitamin dan mineral dalam pakan
adalah 200 ppm atau 0,02% dari
buatan berkisar antara 2 – 5%.
kandungan lemak dalam pakan,
Vitamin dan mineral untuk
sedangkan jenis antioksidan
membuat pakan ikan dapat
lainnya yaitu Etoksikuin dapat
dibuat sendiri yang disebut
digunakan sebesar 150 mg/kg
vitamin premix atau membelinya
pakan. Selain itu vitamin C saat
di toko. Vitamin dan mineral dijual
ini merupakan salah satu jenis
di toko penggunaannya
vitamin yang dapat berfungsi
sebenarnya untuk ternak tetapi
sebagai antioksidan.
dapat juga digunakan untuk ikan.
•
Merek dagang vitamin dan Bahan pengikat (Binder),
mineral tersebut antara lain penambahan bahan pengikat di
adalah Aquamix, Rajamix, P fizer dalam ramuan pakan buatan
Premix A, P frizer Premix B, Top berfungsi untuk menarik air,
Mix, Rhodiamix 273. memberikan warna yang khas
• Antioksidan, antioksidan adalah dan memperbaiki tekstur produk.
Jenis bahan pengikat yang dapat
zat antigenik yang dapat
digunakan antara lain adalah :
mencegah terjadinya oksidasi
agar-agar, gelatin, tepung kanji,
pada makanan dan bahan-bahan
tepung terigu, tepung maizena,
makanan. Penggunaan
Carboxymethy Cellulose (CMC),
antioksidan dalam pembuatan
karageenan, asam alginat.
pakan ikan bertujuan untuk
Jumlah penggunaan bahan
mencegah penurunan nilai nutrisi
pengikat ini berkisar antara 5 –
makanan dan bahan-bahan
10%.
makanan ikan serta mencegah
•
terjadinya ketengikan lemak atau Asam amino essensial sintetik,
minyak, serta untuk mencegah adalah asam-asam amino yang
kerusakan vitamin yang larut sangat dibutuhkan sekali oleh
dalam lemak. Dalam memilih ikan untuk pertumbuhannya dan
jenis antioksidan yang akan tidak dapat diproduksi oleh ikan.
digunakan harus diperhatikan Asam amino ini dapat diperoleh
beberapa syarat berikut yaitu ; dari hasil perombakan protein,
Antioksidan harus efektif protein tersebut diperoleh dari
dalam mencegah proses sumber bahan baku hewani dan
249
•
nabati. Tetapi ada sumber bahan Attractants adalah suatu zat
baku yang kandungan asam perangsang yang biasa
aminonya tidak mencukupi. Oleh ditambahkan dalam komposisi
karena itu bisa ditambahkan pakan udang/ikan laut. Seperti
asam amino buatan/sintetik diketahui udang merupakan
kedalam makanan ikan. Jenis organisme yang hidupnya di
asam amino essensial tersebut dasar dan untuk menarik
adalah : arginine, Histidine, perhatiannya terhadap pakan
Isoleucine, Lysine, Methionine, buatan biasanya ditambahkan
Phenylalanine, Threonine, zat perangsang agar pakan
Tryptophan, Valine dan Leucine. buatan tersebut mempunyai bau
• yang sangat menyengat
Pigmen, adalah zat pewarna
yang dapat diberikan dalam sehingga merangsang
komposisi pakan buatan yang udang/ikan laut untuk makan
peruntukkannya untuk pakan pakan ikan tersebut. Beberapa
ikan hias, dimana pada ikan hias jenis attractant yang biasa
yang dinikmati adalah keindahan digunakan dari bahan alami atau
warna tubuhnya sehingga sintetis antara lain adalah terasi
dengan menambahkan pigmen udang, kerang darah, glysine 2%,
tertentu kedalam pakan buatan asam glutamate, cacing tanah
akan memunculkan warna tubuh atau sukrosa.
•
ikan hias yang indah sesuai Hormon, adalah suatu bahan
dengan keinginan pembudidaya. yang dikeluarkan oleh kelenjar
Jenis pigmen yang ada dapat endokrin dan ditransportasikan
diperoleh dari bahan-bahan alami melalui pembuluh darah ke
atau sintetik seperti pigmen jaringan lain dimana beraksi
karoten , astaxantin dan mengatur fungsi dari jaringan
sebagainya. Dosis pemberian target. Ada banyak jenis hormon
pigmen dalam komposisi pakan yang terdapat pada makhluk
biasanya berkisar antara 5 – hidup. Penggunaan hormon
10%. dalam pakan buatan yang telah
• dicoba pada beberapa ikan
Antibiotik, adalah zat atau suatu
jenis obat yang biasa antara lain ikan bandeng, ikan
ditambahkan dalam komposisi kerapu adalah pembuatan pakan
pakan untuk menyembuhkan ikan dalam bentuk pelet kolesterol,
yang terserang penyakit oleh dimana pada pakan buatan
bakteri. Dengan pemberian obat tersebut ditambahkan hormon
dalam pakan yang berarti yang bertujuan untuk
pengobatan dilakukan secara mempercepat tingkat
oral mempermudah pembudi- kematangan gonad, hormon
daya untuk menyembuhkan ikan yang digunakan adalah
yang sakit. Dosis antibiotik yang kombinasi antara 17 α-
digunakan sangat bergantung metiltestoteron dan a-LHRH.
pada jenis penyakit dan ukuran
ikan yang terserang penyakit. Selain mengetahui jenis-jenis bahan
baku yang akan digunakan untuk
250
membuat pakan buatan harus akan diketahui kandungan zat gizi
mengetahui kandungan nutrisi dari bahan baku yang meliputi : kadar air,
bahan baku yang akan digunakan kadar abu, kadar protein, kadar
untuk membuat pakan buatan. lemak, kadar serat kasar dan kadar
Kandungan nutrisi bahan baku dapat bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN).
diketahui dengan melakukan analisa Adapun komposisi kandungan nutrisi
proximat terhadap bahan baku bahan baku dapat dilihat pada tabel
tersebut. Dari hasil analisa proximat 6.2 , 6.3 dan 6.4.
Tabel 6.2. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati
PROTEIN KARBOHIDRAT LEMAK
NO JENIS BAHAN BAKU
% % %
1. Dedak padi 11,35 28,62 12,15
2. Dedak gandum 11,99 64,78 1,48
3. Cantel 13,00 47,85 2,05
4. Tepung terigu 8,90 77,30 1,30
5. Tepung kedelai 39,6 29,50 14,30
6. Tahu 7,80 1,60 4,60
7. Tepung sagu 7,25 77,45 0,55
8. Bungkil kelapa 17,09 23,77 9,44
9. Biji kapok randu 27,40 18,60 5,60
10. Biji kapas 19,40 - 19,50
11. Tepung daun turi 27,54 21,30 4,73
12. Tepung daun lamtoro 36,82 16,08 5,40
13. Tepung daun singkong 34,21 14,69 4,60
14. Tepung jagung 7,63 74,23 4,43
15. Kanji 0,41 86,40 0,54
251
Tabel 6.3. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Hewani
PROTEIN KARBOHIDRAT LEMAK
NO JENIS BAHAN BAKU
% % %
1. Tepung ikan import 62,65 5,81 15,38
2. Tepung rebon 59,40 3,20 3,60
3. Benawa/kepiting 23,38 0,06 25,33
4. Tepung ikan mujair 55,6 7,36 11,2
5. Ikan teri kering 63,76 4,1 3,7
6. Ikan petek kering 60,0 2,08 15,12
7. Tepung kepiting 53,62 13,15 3,66
8. Tepung cumi 62,21 - -
9. Tepung ikan kembung 40,63 1,26 5,25
10. Rebon basah 13,37 1,67 1,52
11. Tepung bekicot 54,29 30,45 4,18
12. Tepung cacing tanah 72,00 - -
13. Tepung artemia 42,00 - -
14. Telur ayam/itik 12,80 0,70 11,50
15. Susu 35,60 52,00 1,00
Tabel 6.4. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Limbah Pertanian
PROTEIN KARBOHIDRAT LEMAK
NO JENIS BAHAN BAKU
% % %
1. Isi perut hewan mamalia 8,39 5,54 53,51
2. Tepung anak ayam 61,65 - 27,3
3. Bungkil kelapa sawit 18,7 64 4,5
4. Tepung kepala udang 53,74 0 6,65
5. Tepung anak ayam 61,56 - 27,30
6. Tepung kepompong ulat 46,74 - 29,75
sutera
7. Bungkil kacang tanah 49,5 28,3 11,4
8. Tepung darah 71,45 13,32 0,42
9. Silase ikan 18,20 - 1,20
10. Ampas tahu 23,55 43,45 5,54
11. Bekatul 10,86 45,46 11,19
12. Tepung menir 8,64 88,03 1,92
252
Bagaimanakah anda melakukan sumber hewani. Hal ini dikarenakan
penyiapan bahan baku yang akan ikan-ikan laut merupakan organisme
digunakan untuk membuat pakan air yang bersifat karnivora yaitu
buatan? Apakah bahan baku itu? organisme air yang makanan
Untuk menjawab pertanyaan utamanya adalah berasal dari
tersebut diskusikan dan pelajari hewani dalam hal ini adalah ikan-
materi dalam buku ini atau mencari ikan yang mempunyai ukuran
referensi lain dari buku, internet, tubuhnya lebih kecil dari yang
majalah dan sebagainya. mengkonsumsinya.
Bahan baku adalah bahan yang akan Berdasarkan kebiasaan makan pada
digunakan untuk membuat pakan setiap jenis ikan maka jenis-jenis
buatan. Bahan baku yang akan bahan baku yang akan digunakan
digunakan dapat disesuaikan dengan untuk ikan karnivora atau
jenis ikan yang akan mengkonsumsi herbivora/omnivora akan sangat
pakan buatan tersebut. Jenis-jenis berbeda dalam pemilihannya.
bahan baku yang dapat digunakan Berdasarkan hasil penelitian yang
untuk membuat pakan buatan untuk telah dilakukan oleh Tacon (1988)
induk, larva dan benih ikan dapat dalam Millamena et al (2000) telah
dikelompokkan menjadi bahan baku direkomendasikan penggunaan
hewani, nabati dan bahan tambahan. beberapa bahan baku yang dapat
Jenis bahan baku yang akan digunakan berdasarkan kebiasaan
digunakan untuk pembuatan pakan makan ikan (Tabel 6.5)
ikan laut biasanya berasal dari
253
Tabel 6.5. Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang
dalam % (Tacon, 1988)
Ikan Ikan Udang Udang
Jenis bahan baku karnivora herbivora/ karnivora herbivora/
omnivora omnivora
Tepung Alfalfal 5 10 5 10
Tepung darah 10 10 10 10
Cassava/tepung tapioka 15 35 15 25
Tepung kelapa 15 25 15 25
Tepung biji jagung 20 35 15 -
Tepung maizena 15 20 15 20
Tepung biji kapas 15 20 10 15
Penyulingan jagung 10 15 10 15
Dicalsium phosphate 3 3 3 3
Tepung bulu ayam 10 10 10 10
Tepung ikan Bebas Bebas 20 35
Konsentrat protein ikan 15 10 15 15
Tepung giling 15 25 15 25
Tepung hati 50 50 25 20
Tepung daging dan tulang 20 25 15 20
Tepung limbah peternakan 15 20 15 20
15 20
Tepung minyak lobak 20 25
15 35
Tepung kulit padi 15 35
Bebas Bebas
Tepung udang 25 25
Bebas Bebas
Tepung cumi Bebas Bebas
15 35
Tepung gandum 20 35
20 30
Tepung kedelai 25 35
20 30
Tepung kedele penuh lemak 35 40
20 35
Tepung terigu 20 35
15 30
Biji gandum 15 30
20 20
Tepung kanji 15 15
10 10
Air dadih 10 10
15 15
Yeast kering 15 15
Ikan karnivora di alam akan ikan laut akan pakan. Pakan buatan
memakan ikan yang lebih kecil untuk ikan laut bahan baku yang
ukurannya, didalam suatu usaha biasa digunakan antara lain dapat
budidaya biasanya diberikan ikan- dilihat pada Tabel 6.6. Kandungan
ikan rucah. Kontinuitas ikan rucah di nutrisi bahan baku yang biasa
alam sangat bergantung kepada digunakan untuk membuat pakan
ketersediaan alam. Oleh karena itu buatan dapat dilihat pada Tabel 6.6 .
pembuatan pakan buatan diharapkan
mampu menggantikan kebutuhan
254
Tabel 6.6. Jenis dan Kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora
Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar
protein lemak karbohidrat serat air abu
Jenis bahan
kasar
Tepung mujair 55,60 11,20 7,36 - 6,34 19,50
Tepung petek 66,00 15,12 2,08 - 9,60 13,20
Tepung teri 63,76 3,70 4,10 - 10,28 18,28
Tepung tongkol 55,72 4,11 6,62 - 4,95 28,60
Tepung kembung 40,36 5,25 1,26 - 20,90 31,96
Tepung cumi 74,80 8,80 - 0 - 3,40
Tepung kepala udang 43,95 5,11 0,26 17,45 6,53 26,70
Tepung kerang 66,56 - - - - -
Tepung darah 93,00 1,40 - 1,10 - 7,10
Tepung kedelai 37,42 6,26 47,51 - 8,48 4,98
Tepung kanji 0,41 0,54 73,24 13,16 12,80 1,55
Tepung beras 14,10 15,10 - 12,80 - 12,80
Tepung sagu 7,25 0,55 66,21 11,24 8,49 1,53
Tepung ketan 8,21 2,13 83,12 2,26 1,32 2,96
Tepung dedak 10,86 11,19 34,73 13,16 12,60 1,55
Tepung jagung 7,63 4,43 72,71 1,52 11,02 2,70
Selain itu untuk menambah
pengetahuan tentang jenis-jenis
bahan baku yang dapat digunakan
untuk membuat pakan ikan,
berdasarkan hasil analisa
proksimat kandungan bahan baku
pakan yang telah dilakukan pada
laboratorium Southeast Asian
Fisheries Development Center,
Aquaculture Departement. Philipina
dapat dilihat pada Tabel 6.7.
255
Tabel 6.7. Hasil analisa proksimat bahan baku (Mllamena et al, 2000).
Bahan
Kadar
Kadar Kadar Kadar Ekstra
Jenis bahan baku serat Abu
air protein lemak Tanpa
kasar
Nitrogen
Sumber Hewani
10,3 64,1 6,5 0,8 8,5 20,1
Tepung ikan lokal
8,4 70,1 8,5 0,5 4,1 16,8
Tepung ikan chili
9,5 73,9 9,4 0,3 2,4 14,0
Tepung ikan danish
Tepung ikan Peru 1 8,3 68,3 5,9 0,8 7,7 17,3
Tepung ikan Peru 2 7,1 67,9 10,0 1,3 4,1 16,7
Tepung ikan tuna 9,4 65,4 8,0 0,8 8,8 17,0
Tepung ikan putih 7,2 69,0 7,6 0,6 4,8 18,0
Tepung kepala udang 6,5 51,2 5,2 13,3 5,3 25,0
Tepung udang 8,2 68,6 3,9 3,6 7,6 16,3
Tepung cumi 6,9 78,5 5,5 1,3 6,7 8,0
5,5 74,1 7,1 0,9 8,1 9,8
Tepung kepiting
7,6 62,5 1,7 1,2 4,7 29,9
Tepung kodok
6,3 87,7 3,0 0,4 3,3 5,6
Tepung darah
5,6 46,8 9,6 2,0 7,5 34,1
Tepung daging & tulang
Nabati
Tepung daun akasia 4,4 25,7 5,6 21,2 41,7 5,8
Tepung daun alfalfal 7,2 17,2 3,0 27,7 42,9 9,2
Tepung daun camote 4,5 29,7 4,9 10,0 43,2 12,2
Tepung daun cassava 5,9 22,1 9,3 12,4 49,2 7,0
Tepung daun ipil 7,8 25,1 6,8 10,6 44,0 13,5
Tepung daun kangkung 5,7 28,5 5,4 10,5 43,6 12,0
Tepung malunggay 3,5 30,4 8,4 8,3 43,7 9,2
Tepung daun pepaya 5,4 20,7 11,6 11,2 42,6 13,9
Tepung copra 7,9 22,0 6,7 17,3 44,3 9,7
Cowpea 8,0 23,0 1,3 4,1 67,5 4,1
Mugbean hijau 7,1 23,2 1,2 3,1 68,7 3,8
Mugbean kuning 7,7 24,1 1,1 3,8 67,1 3,9
Butiran beras 5,0 26,5 0,8 4,0 64,6 4,1
Tepung jagung 8,4 7,8 4,7 2,6 83,1 1,8
Tepung tapioka 11,9 0,4 0,2 1,1 98,2 0,1
Tepung roti 12,1 12,9 1,2 0,3 84,9 0,7
Tepung terigu 11,3 15,3 1,7 0,8 81,1 1,1
Tepung pollard 9,5 15,4 4,5 10,3 64,0 5,8
Tepung biji gandum 6,0 27,8 4,3 3,4 59,6 4,9
Tepung maizena 7,3 62,6 7,7 2,2 25,9 1,6
Tepung beras 9,2 13,3 14,1 8,5 53,4 10,7
Dedak 7,0 3,3 2,0 32,4 41,6 20,7
Tepung jagung 5,6 35,8 19,8 4,9 33,9 5,6
256
Bahan
Kadar
Kadar Kadar Kadar Ekstra
Jenis bahan baku serat Abu
air protein lemak Tanpa
kasar
Nitrogen
Sumber lainnya
Casein 7,2 89,7 0,1 0,3 8,9 1,0
Tepung kepiting 4,2 37,9 4,1 10,7 8,9 38,4
Gelatin 7,9 94,4 0,0 0,1 5,1 0,4
Tepung kerang hijau 5,9 64,6 8,6 3,0 12,5 11,8
Tepung Oyster 4,4 54,6 9,4 4,0 20,1 11,9
Tepung scallops 7,3 65,2 10,9 1,4 8,8 13,7
Tepung snail 4,0 52,1 1,8 2,1 15,7 28,3
Ragi Breewer 7,2 49,4 1,6 2,4 34,5 12,1
Ragi Candida 8,3 55,2 0,8 1,7 35,1 7,4
Pakan alami
7,8 71,2 8,3 5,4 9,9 5,2
Acartia sp
8,0 55,5 6,8 11,3 15,0 11,4
Artemia
8,0 27,2 3,4 12,9 36,5 20,0
Azolla
8,1 51,9 10,4 3,5 15,3 18,9
Brachionus sp
7,6 24,4 7,1 2,5 26,7 39,3
Chaetoceros calcitran
10,1 35,1 4,2 5,6 27,7 27,4
Chlorella air laut
10,4 33,6 18,1 4,4 23,0 20,9
Isochrysis galbana
8,5 57,8 7,6 8,4 17,2 9,0
Moina macrocopa
10,4 9,0 0,8 9,6 46,4 34,2
Sargassum
10,4 24,7 2,6 0,7 20,2 51,8
Skeletonema
8,0 56,7 2,8 0,6 28,1 11,8
Spirulina
5,5 49,1 10,7 2,1 19,0 19,1
Tetraselmis sp
9,8 20,6 3,3 16,4 35,9 23,8
Digman
15,2 13,8 1,9 9,3 36,9 38,1
Enteromorpha
7,0 10,2 0,4 5,8 44,8 38,8
Gracilaria sp
Kappaphycus sp 6,1 5,4 0,8 6,1 57,3 30,4
Hasil analisa proksimat dari setiap Seperti diketahui bahwa dari hasil
bahan baku yang akan digunakan analisa proksimat karbohidrat dibagi
untuk membuat pakan ikan dapat menjadi serat kasar dan bahan
digunakan sebagai acuan dalam ekstrak tanpa nitrogen. Sedangkan
melakukan perhitungan formulasi untuk menghitung energi yang
pakan. Pada tabel sebelumnya telah digunakan adalah kadar karbohidrat,
diuraikan tentang kadar karbohidrat tetapi untuk mengetahui daya cerna
dari setiap bahan baku pakan untuk setiap bahan baku yang dapat
memudahkan dalam menghitung digunakan untuk membuat pakan
jumlah energi dalam setiap formulasi. ikan adalah kadar serat kasar. Oleh
257
karena itu pemahaman tentang untuk ikan laut lebih menyukai
bahan baku tersebut sangat penting. sumber protein diambil dari
hewani.
2. Lemak, kebutuhannya berkisar
antara 4-18%. Sumber
lemak/lipid biasanya adalah :
6.2. PENYUSUNAN
• Hewani : lemak sapi, ayam,
FORMULASI PAKAN
kelinci, minyak ikan
• Nabati : jagung, biji kapas,
Jenis bahan baku yang harus
kelapa, kelapa sawit, kacang
disiapkan sangat bergantung kepada
tanah, kacang kedelai
jenis ikan yang akan mengkonsumsi
3. Karbohidrat, terdiri dari serat
pakan tersebut dan stadia pemberian
kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa
pakannya. Selain itu untuk
Nitrogen (BETN), kebutuhannya
mengetahui jenis-jenis bahan baku
berkisar antara 20 – 30%.
yang akan dipilih harus dilakukan
Sumber karbohidrat biasanya
perhitungan. Perhitungan jumlah
dari nabati seperti jagung, beras,
bahan baku yang akan digunakan
dedak, tepung terigu, tapioka,
untuk membuat pakan ikan tersebut
sagu dan lain-lain. Kandungan
dinamakan menyusun formulasi
serat kasar kurang dari 8% akan
pakan. Setelah mengetahui tentang
menambah struktur pellet, jika
jenis-jenis bahan baku yang akan
lebih dari 8% akan mengurangi
digunakan untuk membuat pakan,
kualitas pellet ikan.
kandungan zat gizi dari bahan-bahan
4. Vitamin dan mineral, kebu-
baku tersebut dan cara menyusun
tuhannya berkisar antara 2–5%
formulasi/ramuan pakan buatan
5. Jumlah keseluruhan bahan baku
barulah kita dapat membuat pakan
dalam menyusun formulasi pakan
buatan. Pada bagian sebelumnya
ikan ini harus 100%.
telah dibahas tentang jenis bahan
baku dan kandungan gizinya
Ada beberapa metode yang
selanjutnya adalah menyusun
digunakan dalam menyusun
formulasi.
formulasi pakan antara lain adalah :
1. Metode Pearsons Square
Pengetahuan yang harus dipahami
(Metode segi empat Pearsons)
dalam menyusun formulasi pakan
2. Metode Aljabar
ikan adalah kebutuhan ikan akan
3. Metode Linier (Program linier)
beberapa kandungan zat gizi antara
4. Metode coba-coba (Trial and
lain adalah :
Error)
1. Protein, kebutuhannya berkisar
5. Metode Work Sheet
antara 20 – 60%. Untuk ikan-ikan
laut biasanya kebutuhan protein
cukup tinggi karena merupakan
6.2.1. Metode segi empat
kelompok ikan karnivora yaitu
Pearsons
berkisar antara 30 – 60%.
Sumber protein dapat diperoleh
Metoda segiempat kuadrat adalah
dari hewani atau nabati tetapi
suatu metode yang pertama kali
258
dibuat oleh ahli pakan ternak dalam kadar protein dari setiap bahan
menyusun pakan ternak yang baku tersebut yaitu ;
bernama Pearsons.. Metode ini - Bahan baku kelompok protein
ternyata dapat diadaptasi oleh para Basal : Dedak halus 15,58%,
ahli pakan ikan dan digunakan untuk Tepung Jagung 9,50%,
menyusun formulasi pakan ikan. Tepung terigu 12,27%
Dalam menyusun formulasi pakan - Bahan baku kelompok protein
ikan dengan metode ini didasari Suplemen: Tepung ikan
pada pembagian kadar protein 62,99%, Tepung kedelai
bahan-bahan pakan ikan. 43,36%
•
Berdasarkan tingkat kandungan Melakukan perhitungan rata-rata
protein, bahan-bahan pakan ikan ini kandungan bahan baku dari
terbagi atas dua bagian yaitu : protein basal dan protein
• Protein Basal, yaitu bahan baku suplemen dengan cara
pakan ikan, baik yang berasal melakukan penjumlahan semua
dari nabati, hewani dan limbah bahan baku yang berasal dari
yang mempunyai kandungan protein basal dan membagi
protein kurang dari 20%. dengan berapa macam jumlah
• Protein Suplement, yaitu bahan bahan baku protein basal. Begitu
juga dengan bahan baku
baku pakan ikan, baik yang
suplemen dilakukan penjumlahan
berasal dari nabati, hewani dan
kadar protein suplemen
limbah yang mempunyai
kemudian dibagi dengan berapa
kandungan protein lebih dari
macam jumlah bahan baku
20%.
protein suplemen. Dari contoh
kasus diatas maka jumlah kadar
Dalam metode segi empat ini
protein basal dari ketiga bahan
langkah pertama adalah melakukan
baku tersebut adalah 15,58% +
pemilihan bahan baku yang akan
9,50% + 12,27% = 37,35%,
digunakan untuk membuat pakan
kemudian nilai rata-rata bahan
ikan. Disarankan untuk memilih
baku protein basal adalah
bahan baku pembuatan pakan ikan
37,35% : 3 = 12,45%. Sedangkan
ini tidak hanya dari satu sumber
jumlah kadar protein suplemen
bahan saja tetapi menggunakan
dari dua bahan baku tersebut
beberapa bahan baku dari sumber
adalah 62,99% + 43,36% =
nabati, hewani atau limbah hasil
109,35%, kemudian rata-rata
pertanian. Misalnya kita akan
bahan baku protein suplemen
membuat pakan ikan dengan kadar
adalah 109,35% : 2 = 54,68%.
protein 35% dengan menggunakan
•
bahan baku terdiri dari tepung ikan, Setelah bahan baku
dedak halus, tepung jagung, tepung dikelompokkan menjadi dua
terigu dan tepung kedelai. Maka bagian yaitu protein basal dan
dengan menggunakan metode protein suplemen maka langkah
segiempat ini, tahapan yang harus selanjutnya adalah membuat
dilakukan antara lain adalah : kotak segi empat. Pada bagian
• Mengelompokkan bahan baku tengah kotak segi empat
diletakkan nilai kandungan
yang telah dipilih berdasarkan
259
protein pakan yang akan dibuat. segiempat diletakkan nilai rata-
Pada bagian atas kiri segiempat rata kandungan protein
diletakkan nilai rat-rata suplemen, lihat pada gambar
kandungan protein basal dan dibawah ini ;
pada bagian bawah kiri
Protein basal12,45% ..........%
Protein suplemen 54,68% . ...........%
• protein suplemen dengan kadar
Lakukan perhitungan untuk
protein pakan yaitu 54,68% -
mengisi kekosongan nilai pada
35% = 19,68%. Sedangkan untuk
sisi sebelah kanan segiempat
mengisi nilai pada segiempat sisi
dengan cara diagonal untuk
kanan pada bagian bawah
setiap kandungan protein basal
adalah nilai protein bahan baku
dan kandungan protein suplemen
yang berasal dari protein basal
tersebut. Pada bagian tengah
bahan baku dilakukan
segiempat tersebut diletakkan
pengurangan antara kadar
kadar protein pakan ikan yang
protein pakan dengan kadar
akan dibuat yaitu 35%. Untuk
protein bahan baku basal yaitu
mengisi nilai disebelah kanan
35% - 12,45% = 22,55%, maka
segiempat bagian atas adalah
dapat dilihat pada gambar
nilai protein bahan baku yang
segiempat dibawah ini adalah
berasal dari protein suplemen
sebagai berikut ;
maka nilai tersebut adalah
melakukan pengurangan nilai
Protein basal 12,45% 19,68%
Protein suplemen 54,68% 22,55%
• nilai pada bagian sisi sebelah
Setelah diperoleh nilai pada
kanan, maka dapat dilihat pada
keempat sudut segiempat
gambar segiempat di bawah ini :
tersebut, langkah selanjutnya
adalah melakukan penjumlahan
260
Protein basal 12,45% 19,68%
Protein suplemen 54,68% 22,55%
__________ +
42,23%
• membuat pakan ikan adalah
Langkah selanjutnya adalah
sebagai berikut :
melakukan perhitungan
komposisi setiap bahan baku
- Komposisi bahan baku yang
yang telah disusun dengan cara
berasal protein suplemen adalah
sebagai berikut :
:
19,68% Tepung ikan = 53,40% : 2
Protein Basal = ---------- X 100% = 26,7%
42,23% Tepung
kedelai = 53,40% : 2
= 46,60%
= 26,7%
22,55% - Komposisi bahan baku yang
Protein = ---------- X 100% berasal dari protein basal adalah
Suplemen 42,23% :
Dedak halus = 46,60% : 3
= 53,40%
= 15,53%
Tepung
- Dari hasil perhitungan pada
Jagung = 46,60% : 3
langkah sebelumnya maka dapat
= 15,53%
dihitung komposisi bahan baku
Tepung terigu = 46,60% : 3
yang akan digunakan untuk
= 15,53%
Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk
membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu
kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan
sebagai berikut :
Tepung ikan 26,7% X 62,99% = 16,82%
Tepung kedelai 26,7% X 46,36% = 12,38%
Dedak halus 15,53% X 15,58% = 2,42%
Tepung jagung 15,53% X 9,50% = 1,48%
Tepung terigu 15,53% X 12,27% = 1,91%
-------------- +
35,01%
261
Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku
yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :
Tepung ikan 26,70% X 100 kg = 26,70 kg
Tepung kedelai 26, 70% X 100 kg = 26,70 kg
Dedak halus 15,53% X 100 kg = 15,53 kg
Tepung jagung 15,53% X 100 kg = 15,53 kg
Tepung terigu 15,53% X 100 kg = 15,53 kg
--------------- +
99,99 kg
Jika dalam komposisi bahan baku Pada bagian tengah segiempat
pembuatan pakan ikan akan tersebut diletakkan kadar protein
ditambahkan bahan tambahan maka pakan ikan yang telah ditambahkan
jumlah bahan baku utama harus menjadi 36,46%. Untuk mengisi nilai
dikurangi dengan jumlah bahan di sebelah kanan segiempat bagian
tambahan yang akan digunakan. atas adalah nilai protein bahan baku
Misalnya dalam komposisi bahan yang berasal dari protein suplemen
pakan tersebut akan ditambahkan maka nilai tersebut adalah
vitamin sebanyak 2% dan mineral melakukan pengurangan nilai protein
2% maka jumlah bahan utama akan suplemen dengan kadar protein
berkurang menjadi 100% - 4% (2% + pakan yaitu 54,68% - 36,46% =
2%) = 96%. Maka jumlah kadar 18,22%. Sedangkan untuk mengisi
protein dari bahan utama tersebut nilai pada segiempat sisi kanan pada
ditambahkan agar komposisi bahan bagian bawah adalah nilai protein
baku dari pakan ikan tersebut bahan baku yang berasal dari protein
memenuhi kebutuhan kadar protein basal bahan baku dilakukan
pakan yang akan dibuat menjadi pengurangan antara kadar protein
(35%) X 100% /96% = 36,46%. Hal pakan dengan kadar protein bahan
ini dilakukan karena vitamin dan baku basal yaitu 36,46% - 12,45% =
mineral tidak mempunyai kandungan 24,01%, maka dapat dilihat pada
protein. Maka komposisi bahan baku gambar segiempat di bawah ini
menjadi sebagai berikut ; adalah sebagai berikut
Protein basal 12,45% 18,22%
Protein suplemen 54,68% 24,01%
262
Setelah diperoleh nilai pada keempat sebelah kanan, maka dapat dilihat
sudut segiempat tersebut, langkah pada gambar segiempat di bawah
selanjutnya adalah melakukan ini:
penjumlahan nilai pada bagian sisi
Protein basal 12,45% 18,22%
Protein suplemen 54,68% 24,01%
__________ +
42,23%
Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan
baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut :
18,22%
Protein Basal = --------------- X 96% = 41,42%
42,23%
24,01%
Protein Suplemen = --------------- X 96% = 54,58%
42,23%
Dari hasil perhitungan pada langkah - Komposisi bahan baku yang
sebelumnya maka dapat dihitung berasal dari protein basal adalah:
komposisi bahan baku yang akan Dedak halus = 41,42% : 3
digunakan untuk membuat pakan = 13,81%
ikan adalah sebagai berikut : Tepung jagung = 41,42% : 3
- Komposisi bahan baku yang = 13,81%
berasal protein suplemen adalah: Tepung terigu = 41,42% : 3
= 13,81%
Tepung ikan = 54,58% : 2
= 7,29%
Tepung kedelai = 54,58% : 2
= 27,29%
263
Untuk membuktikan bahwa yang berarti dalam satu kilogram
komposisi bahan baku yang pakan mengandung 350 gram
dipergunakan untuk membuat pakan protein dapat dilakukan perhitungan
ikan mengandung kadar protein 35% sebagai berikut :
Tepung ikan 27,29% X 62,99% = 17,19%
Tepung kedelai 27,29% X 46,36% = 12,6516%
Dedak halus 13,81% X 15,58% = 2,1516%
Tepung jagung 13,81% X 9,50% = 1,1320%
Tepung terigu 13,81% X 12,27% = 1,6945%
-------------- +
34,82% mendekati 35%
Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi :
Tepung ikan 27,29%
Tepung kedelai 27,29%
Dedak halus 13,81%
Tepung jagung 13,81%
Tepung terigu 13,81%
Vitamin 2%
Mineral 2%
-------------+
100%
digunakan dalam mencari nilai pada
6.2.2. Metode aljabar
komponen X dan Y yaitu metode
Metode aljabar merupakan suatu substitusi dan metode eliminasi.
metode penyusunan formulasi yang Metode substitusi adalah suatu
didasari pada perhitungan metode mencari nilai x dan y dengan
matematika yang bahan bakunya cara mengganti dengan beberapa
dikelompokkan menjadi X dan Y. X persamaan sedangkan metode
merupakan jumlah berat bahan baku eliminasi adalah suatu metode
dari kelompok sumber protein utama mencari nilai x dan y dengan cara
(protein suplement) dan Y menghilangkan salah satu komponen
merupakan jumlah berat kelompok dalam persamaan tersebut.
sumber protein basal.
Perhitungannya menggunakan Contoh kasus menghitung formulasi
rumus aljabar sehingga didapat pakan dengan menggunakan metode
formulasi pakan ikan sesuai dengan aljabar, jika akan dibuat pakan ikan
kebutuhan. dengan kadar protein 35% dari
berbagai bahan baku antara lain
Pada persamaan aljabar dalam adalah tepung ikan (kadar protein
matematika ada dua metode yang 62,65%), tepung kedelai (kadar
264
protein 39,6%), ampas tahu (kadar metode aljabar rekomendasi
protein 25,55%), tepung bekicot penggunaan bahan baku dapat
(kadar protein 54,29%), dedak halus diterapkan sesuai dengan jenis
(kadar protein 15,58%) dan tepung ikan yang akan disusun
jagung (kadar protein 9,50%). Maka formulasinya. Misalnya dalam
tahapan yang harus dilakukan formulasi pakan ini ingin dibuat
adalah sebagai berikut : kandungan bahan baku yang
• Melakukan berasal dari tepung ikan dan
pengelompokkan
tepung bekicot sebagai sumber
bahan baku berdasarkan kadar
bahan baku hewani adalah 2 kali
proteinnya yang dibagi menjadi 2
lebih banyak dari komposisi
kelompok, yaitu bahan baku
bahan baku lainnya. Maka
protein suplemen dan bahan
komposisi kelompok sumber
baku protein basal. Dalam
bahan protein suplemen adalah
metode aljabar dapat dibuat
sebagai berikut:
suatu formulasi pakan ikan yang
- Tepung ikan kadar protein
sangat sesuai dengan kebutuhan
62,65% adalah 2 bagian
ikan yang akan mengkonsumsi
- Tepung kedelai kadar protein
pakan ikan tersebut. Pada
39,6% adalah 1 bagian
metode segiempat semua bahan
- Ampas tahu kadar protein
baku dari kelompok protein basal
25,55% adalah1 bagian
dan kelompok protein suplemen
- Tepung bekicot kadar protein
dibuat sama, padahal seperti kita
54,29% adalah 2 bagian
ketahui ada kebutuhan bahan
baku yang berbeda untuk setiap
jenis ikan. Seperti dalam Maka dari komposisi kelompok
rekombinasi penggunaan bahan bahan baku protein suplemen
baku bahwa penggunaan bahan tersebut menjadi 6 bagian
mempunyai batas optimum yang (2+1+1+2 bagian) maka rata-rata
dapat digunakan untuk kadar protein dari kelompok ini
menyusun formulasi pakan. Oleh menjadi :
karena itu dalam menggunakan
Tepung ikan kadar protein 62,65% X2 = 125,30%
Tepung kedelai kadar protein 39,60% X1 = 39,60%
Ampas tahu kadar protein 25,55% X1 = 25,55%
Tepung bekicot kadar protein 54,29% X2 = 108,58%
------------- +
299,03%
Rata-rata kadar protein dari adalah dedak halus dapat
kelompok sumber protein digunakan 2 kali lebih banyak
suplement adalah 299,03% dibandingkan dengan tepung
dibagi 6 = 49,84% = 0,4984 jagung karen aselain harganya
murah juga penggunaannya
Sedangkan untuk bahan baku masih dapat lebih besar dari
sebagai kelompok protein basal tepung jagung maka komposisi
265
kelompok sumber bahan protein 0,1355 adalah rata-rata kadar
basal adalah sebagai berikut : protein kelompok protein basal,
Dedak halus kadar protein sedangkan nilai 35 adalah kadar
15,58% adalah 2 bagian protein pakan yang akan dibuat.
•
Tepung jagung kadar protein Setelah mendapatkan dua buah
9,50% adalah 1 bagian persamaan maka langkah
selanjutnya adalah melakukan
Maka dari komposisi kelompok perhitungan secara matematika
bahan baku protein basal dengan menggunakan metode
tersebut menjadi 3 bagian (2+1 aljabar untuk mencari nilai x dan
bagian) maka rata-rata kadar y. Nilai x dan y ini dapat diperoleh
protein dari kelompok ini menjadi dengan cara substitusi atau
: eliminasi.
Secara eliminasi :
Dedak 15,58%X2 = 31,16%
T. Jagung 9,50% X 1 = 9,50% X + Y = 100 (persamaan 1)
--------- + 0,4948X + 0,1355 Y = 100
40,66% (persamaan 2)
Rata-rata kadar protein dari Persamaan 1 dikalikan dengan
kelompok sumber basal adalah nilai 0,4984 maka diperoleh
40,66% dibagi 3 = 13,55% = persamaan 3 yaitu : 0,4984 X +
0,1355 0,4984Y = 49,84
• Persamaan 3 dikurangi dengan
Langkah selanjutnya menetap-
kan komponen X dan Y persamaan 2 maka hasilnya :
X adalah kelompok sumber 0,4984 X + 0,4984 Y = 49,84
protein suplemen 0,4984 X + 0,1355 Y = 35,00
Y adalah kelompok sumber -
protein basal 0,3629 Y = 14,84
Berdasarkan persamaan aljabar Y = 14,84
akan diperoleh dua persamaan 0,3629
yaitu :
= 40,89
Persamaan 1 adalah X + Y =
100, seperti diketahui bahwa Setelah diperoleh nilai Y maka
jumlah bahan baku yang akan untuk mencari nilai X dengan
digunakan untuk menyusun cara memasukkan persamaan 1
formulasi pakan adalah 100 %. sehingga diperoleh nilai X yaitu:
X + Y = 100
Persamaan 2 adalah 0,4948X + X = 100 – Y
0,1355Y = 35, nilai 0,4948 adalah X = 100 – 40,89
rata-rata kadar protein dari X = 59,11
kelompok protein suplemen, nilai
266
Secara substitusi : Setelah diperoleh nilai Y maka
X + Y = 100 (persamaan 1) untuk mencari niali X dengan
0,4948 X + 0,1355 Y = 35 cara memasukkan persamaan 1
(persamaan 2) sehingga diperoleh nilai X yaitu:
X + Y = 100
Dari persamaan 1 dapat X = 100 – Y
diperoleh persamaan X=100–Y, X = 100 – 40,3
maka jika nilai X dari persamaan X = 59,7
1 dimasukkan dalam persamaan
2 maka nilai Y akan diperoleh Dari kedua metode dalam
yaitu : persamaan aljabar ini diperoleh
nilai yang tidak terlalu berbeda
0,4948 (100–Y)+0,1355 Y = 35 sehingga dapat diperoleh nilai X
dan nilai Y, dimana nilai X
49,48–0,4948Y+0,1355 Y = 35 merupakan komposisi bahan dari
protein suplemen dan nilai Y
- 0,4948Y+0,1355Y=35 – 49,48 merupakan komposisi bahan dari
protein basal.
•
- 0,3593 Y= - 14,48 Langkah selanjutnya adalah
Y= 14,48 menghitung setiap komposisi
bahan baku dari nilai X dan Y
0,3593
yang telah diperoleh pada tahap
sebelumnya.
= 40,3
Komposisi bahan baku dari protein suplemen adalah sebagai berikut :
Tepung ikan 2/6 X 59,11% = 19,70%
Tepung kedelai 1/6 X 59,11% = 9,85%
Ampas tahu 1/6 X 59,11% = 9,85%
Tepung bekicot 2/6 X 59,11% = 19,70%
+
59,10%
Komposisi bahan baku dari protein basal adalah sebagai berikut :
Dedak halus 2/3 X 40,89% = 27,26%
Tepung jagung 1/3 X 40,89% = 13,64%
+
40,90%
267
Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini
mempunyai kadar protein 35% dapat dilakukan pengecekan dengan cara
menghitung sebagai berikut :
Tepung ikan 19,70% X 62,65% = 12,34%
Tepung kedelai 9,85% X 39,60% = 3,90%
Ampas tahu 9,95% X 25,55% = 2,54%
Tepung bekicot 19,70% X 54,29% = 10,69%
Dedak halus 27,26% X 15,58% = 4,25%
Tepung jagung 13,63% X 9,50% = 1,29%
+
35,26%
Berdasarkan perhitungan tersebut baik. Pada metode linier dengan
terbukti bahwa formulasi pakan melakukan perhitungan secara
dengan menggunakan metode manual dengan menggunakan rumus
aljabar dapat dengan mudah dibuat matematika dapat dilakukan dengan
dengan kelebihan dapat cara :
• Memilih jenis bahan baku yang
menggunakan bahan baku sesuai
dengan kebutuhan ikan atau akan digunakan dan dibuat suatu
kebiasaan makan ikan dan tabel dengan beberapa
kebutuhan optimal pemakaian bahan persamaan yang akan
baku. digunakan, misalnya akan dibuat
pakan ikan dengan kadar protein
35% dengan menggunakan jenis
bahan baku antara lain adalah
6.2.3. Metode linier
tepung ikan (kadar protein
62,65%), tepung kedele (kadar
Metode Linier merupakan metode
protein 39,6%), ampas tahu
penyusunan formulasi pakan dengan
(25,55%), tepung bekicot (kadar
menggunakan rumus matematika
protein 54,59%), dedak halus
dan bisa dibuat programnya melalui
(kadar protein 15, 58%) dan
komputer. Metode ini dapat
tepung jagung (kadar protein
diterapkan jika pengetahuan
9,5%).
komputer dan matematikanya cukup
268
Jumlah Nilai X Kadar
Kadar bahan kuadrat protein yang
No. Jenis bahan baku
Protein (%) baku (%) (Dalam diinginkan
persen) (%)
X2
n X Y XY
1. Tepung ikan 62,65 ? ? ?
2. Tepung kedele 39,60 ? ? ?
3. Ampas tahu 25,55 ? ? ?
4. Tepung bekicot 54,29 ? ? ?
5. Dedak halus 15,58 ? ? ?
6. Tepung jagung 9,50 ? ? ?
Σ 207,17 100% ? 35%
• Nilai X kuadrat dalam persen
Nilai Y dapat diperoleh dengan
dapat dihitung dengan cara
menggunakan persamaan linier,
mengalikan nilai X pada kolom
yaitu :
tersebut kemudian dibagi 100
maka nilai X dalam kuadrat untuk
Y=a+bX
tepung ikan adalah (62,65 X
62,65) dibagi 100 = 39,25.
Σ Y = n. a + b. Σ X
Begitu seterusnya untuk setiap
Σ X Y = n. Σ X a + b. Σ X2 bahan baku yang digunakan
sehingga diperoleh nilai seperti
pada tabel di bawah ini :
ΣY–bΣX
a=
n
nΣXY–ΣXΣY
b=
n Σ X 2 – ( Σ X )2
269
Jumlah Nilai X Kadar
Kadar bahan kuadrat protein yang
No. Jenis bahan baku
Protein (%) baku (%) (Dalam diinginkan
persen) (%)
X2
n X Y XY
1. Tepung ikan 62,65 ? 39,25 ?
2. Tepung kedele 39,60 ? 15,68 ?
3. Ampas tahu 25,55 ? 6,53 ?
4. Tepung bekicot 54,29 ? 29,47 ?
5. Dedak halus 15,58 ? 2,43 ?
6. Tepung jagung 9,50 ? 0,90 ?
Σ 207,17 100% 94,24 35%
• ΣY–bΣX
Dari persamaan linier tersebut
a=
kita dapat menghitung nilai a dan
n
b sebagai koefisien yang akan
dipergunakan untuk menghitung
100% - 0,02. 207,17%
nilai Y dengan cara sebagai
a=
berikut :
6
nΣXY–ΣXΣY
100% - 4,14%
b=
n Σ X 2 – ( Σ X )2 a=
6
6. 35% - 207,17 . 100%
95,86
b=
2
a=
6. 94,24 – (207,17)
6
210% - 207,17%
a= 15,98
b=
565,44% - 429,19%
Setelah diperoleh nilai koefisien a
dan b maka dapat dimasukkan
2,83
dalam persamaan linier untuk
b=
mencari nilai Y yaitu Y = 15,98 +
136,25
0,02 X.
b = 0,02
Dari persamaan tersebut
kemudian digunakan untuk
menghitung nilai Y pada tabel
270
diatas untuk setiap bahan baku lakukan perhitungan nilai Y untuk
yang digunakan, misalnya untuk setiap bahan baku yang
bahan baku tepung ikan nilai Y digunakan sehingga semua nilai
nya adalah = 15,98 + (0,02 X Y pada setiap bahan baku dapat
62,65) = 15,58 + 1,253 = 17,23, dilihat pada tabel dibawah ini :
Nilai X Kadar
Jumlah
Kadar kuadrat protein yang
bahan
No. Jenis bahan baku
Protein (%) (Dalam diinginkan
baku (%)
persen) (%)
X2
n X Y XY
1. Tepung ikan 62,65 17,23 39,25 ?
2. Tepung kedele 39,60 16,77 15,68 ?
3. Ampas tahu 25,55 16,49 6,53 ?
4. Tepung bekicot 54,29 17,07 29,47 ?
5. Dedak halus 15,58 16,29 2,43 ?
6. Tepung jagung 9,50 16,17 0,90 ?
Σ 207,17 100% 94,24 35%
• dibagi 100 maka hasilnya adalah
Setelah diperoleh nilai Y pada
10,79%. Lakukan perhitungan
setiap bahan baku maka dapat
untuk setiap bahan baku yang
dihitung nilai XY dengan cara
digunakan sehingga diperoleh
mengalikan nilai X dengan nilai Y
nilai seperti pada Tabel dibawah
sehingga dapat diperoleh nilai XY
ini :
untuk bahan baku tepung ikan
adalah 62,65 dikali dengan 17,23
Nilai X Kadar
Jumlah
Kadar kuadrat protein yang
bahan
No. Jenis bahan baku
Protein (%) (Dalam diinginkan
baku (%)
persen) (%)
X2
n X Y XY
1. Tepung ikan 62,65 17,23 39,25 10,79%
2. Tepung kedele 39,60 16,77 15,68 6,64%
3. Ampas tahu 25,55 16,49 6,53 4,21%
4. Tepung bekicot 54,29 17,07 29,47 9,27%
5. Dedak halus 15,58 16,29 2,43 2,54%
6. Tepung jagung 9,50 16,17 0,90 1,54%
Σ 207,17 100% 94,24 35%
271
• memahami kebutuhan bahan baku
Langkah selanjutnya adalah
yang akan digunakan tersebut sesuai
menyusun formulasi bahan baku
dengan kebutuhan ikan dan
yang akan digunakan untuk
kebiasaan makan setiap jenis ikan
membuat pakan ikan dengan
serta kandungan optimal setiap
kadar protein 35% dengan
bahan baku yang akan digunakan
metode linier adalah sebagai
dalam formulasi tersebut. Para
berikut :
peneliti yang menggunakan metode
ini biasanya menggunakan rumus
Tepung ikan 17,23%
matematika biasa yang digunakan
Tepung kedelai 16,77%
dalam persamaam kuadrat atau
Ampas tahu 16,49%
dengan menggunakan perkalian
Tepung bekicot 17,07%
biasa atau menggunakan metode
Dedak halus 16,29%
berat yaitu menghitung dengan cara
Tepung jagung 16,17%
mencoba dan mencoba lagi
+
berdasarkan satuan berat. Adapun
100,02%
langkah-langkah yang harus
dilakukan dalam menyusun pakan
ikan dengan metode coba-coba (Trial
and error) adalah sebagai berikut :
6.2.4. Metode Trial and Error
(coba-coba)
• Pilihlah bahan baku yang akan
digunakan untuk menyusun
Metode coba-coba (Trial and Error)
pakan ikan dan susunlah
merupakan metode yang banyak
berdasarkan kandungan protein
digunakan oleh pembuat pakan skala
pada setiap bahan baku tersebut.
kecil dimana metode ini relatif sangat
Misalnya dalam membuat pakan
mudah dalam membuat formulasi
ikan untuk ikan Mas dengan
pakan ikan. Metode ini prinsipnya
kandungan protein 35% dengan
adalah semua bahan baku yang
bahan baku yang digunakan
akan digunakan harus berjumlah
adalah tepung ikan (kadar protein
100%. Jika bahan baku yang dipilih
62,65%), tepung kedele (kadar
untuk penyusunan formulasi sudah
protein 39,6%), ampas tahu
ditetapkan maka langkah selanjutnya
(25,55%), tepung bekicot (kadar
adalah mengalikan antara jumlah
protein 54,59%), dedak halus
bahan baku dengan kandungan
(kadar protein 15, 58%) dan
protein bahan baku. Langkah
tepung jagung (kadar protein
tersebut dilakukan sampai diperoleh
9,5%). Untuk memudahkan maka
kandungan protein pakan sesuai
dibuat tabel seperti dibawah ini :
dengan yang diinginkan. Dalam
metode ini maka si pembuat formula
harus sudah mengetahui dan
272
Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein
No. bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku
(%) (%)
1. Tepung ikan 62,65 ? ?
2. Tepung kedele 39,60 ? ?
3. Ampas tahu 25,55 ? ?
4. Tepung bekicot 54,29 ? ?
5. Dedak halus 15,58 ? ?
6. Tepung jagung 9,50 ? ?
100% 35%
• mengkonsumsi bahan baku,
Masukkan jumlah bahan baku
macam-macam bahan baku,
yang akan digunakan dalam
harga dan kebutuhan optimal
formulasi pakan sampai semua
bahan baku untuk setiap jenis
bahan baku yang digunakan
ikan berdasarkan kebiasaan
berjumlah 100%. Dalam mengisi
makannya.
kolom jumlah bahan baku harus
mempertimbangkan kadar protein
bahan baku, jenis ikan yang akan
Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein
No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku
(%) (%)
1. Tepung ikan 62,65 20 ?
2. Tepung kedele 39,60 15 ?
3. Ampas tahu 25,55 16 ?
4. Tepung bekicot 54,29 15 ?
5. Dedak halus 15,58 20 ?
6. Tepung jagung 9,50 10 ?
7. Vitamin - 2
8. Mineral - 2
100% 35%
• jumlah bahan baku yang akan
Setelah jumlah bahan baku yang
digunakan dkalikan dengan
akan digunakan diletakkan pada
kadar protein bahan baku.
kolom jumlah bahan baku maka
Misalnya untuk tepung ikan
langkah selanjutnya adalah
mempunyai kadar protein
menghitung kadar protein pada
62,55%, jika akan digunakan
setiap bahan baku dengan cara
273
sebanyak 20% dari total bahan 12,51%. Lakukan perhitungan
baku maka kontribusi kadar untuk semua bahan baku
protein dari tepung ikan adalah sehingga diperoleh nilai seperti
20% dikali dengan 62,55% = dalam tabel dibawah ini.
Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein
No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku
(%) (%)
1. Tepung ikan 62,65 20 12,51
2. Tepung kedele 39,60 15 5,94
3. Ampas tahu 25,55 16 4,09
4. Tepung bekicot 54,29 15 8,14
5. Dedak halus 15,58 20 3,12
6. Tepung jagung 9,50 10 0,95
7. Vitamin - 2
8. Mineral - 2
100% 35%
• adalah 35% maka masih
Setelah dimasukkan kedalam
kekurangan kadar protein
tabel tersebut lakukan
sebanyak 0,25%, maka dari
penjumlahan dan dicek apakah
bahan baku yang digunakan
jumlah kadar protein semua
harus ditambahkan bahan baku
bahan baku tersebut sudah 35%
yang kadar proteinnya tinggi dan
. Jumlah kadar protein semua
mengurangi jumlah bahan baku
bahan baku itu adalah 12,51 +
yang kadar proteinnya rendah
5,94 + 4,09 + 8,14 + 3,12 + 0,95
sampai benar-benar diperoleh
= 34,75. dari hasil coba-coba
nilai kadar protein sebesar 35%.
tersebut baru diperoleh kadar
Maka komposisi pakan ikan
protein semua bahan baku
kadar 35% yang telah diperbaiki
adalah 34,75%, padahal kadar
menjadi seperti tabel dibawah ini:
protein pakan yang diinginkan
274
Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein
No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku
(%) (%)
1. Tepung ikan 62,65 22 13,78
2. Tepung kedele 39,60 16 6,34
3. Ampas tahu 25,55 15 3,83
4. Tepung bekicot 54,29 13 7,06
5. Dedak halus 15,58 20 3,12
6. Tepung jagung 9,50 10 0,95
7. Vitamin - 2 -
8. Mineral - 2 -
100% 35,08%
Untuk melengkapi komposisi pakan perbandingan antara protein dan
dari keempat metode diatas energi (digestible energi) dapat
sebaiknya dilakukan perhitungan dilakukan perhitungan. Adapun cara
nilai energi dari formulasi pakan melakukan perhitungan adalah
tersebut. Formulasi pakan yang telah sebagai berikut :
• Misalnya komposisi pakan yang
dibuat tersebut dapat memberikan
pertumbuhan yang optimal pada ikan telah diperoleh adalah dari hasil
budidaya jika pakan yang dibuat perhitungan seperti yang telah
tersebut mempunyai dilakukan dengan metode trial
perbandingan/rasio protein energi and error sebagai berikut :
berkisar antara 8 – 10. Nilai
Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein
No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku
(%) (%)
1. Tepung ikan 62,65 22 13,78
2. Tepung kedele 39,60 16 6,34
3. Ampas tahu 25,55 15 3,83
4. Tepung bekicot 54,29 13 7,06
5. Dedak halus 15,58 20 3,12
6. Tepung jagung 9,50 10 0,95
7. Vitamin - 2 -
8. Mineral - 2 -
100% 35,08%
275
• setiap bahan baku yang akan
Langkah selanjutnya adalah
digunakan untuk membuat pakan
melakukan perhitungan untuk
ikan sebagai berikut :
kadar lemak dan karbohidrat dari
Kadar lemak Jumlah bahan Kadar lemak
No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku
(%) (%)
1. Tepung ikan 15,38 22 3,38
2. Tepung kedele 14,30 16 2,29
3. Ampas tahu 5,54 15 0,83
4. Tepung bekicot 4,18 13 0,54
5. Dedak halus 12,15 20 2,43
6. Tepung jagung 4,43 10 0,43
7. Vitamin - 2 -
8. Mineral - 2 -
100% 9,90%
Setelah itu lakukan perhitungan penjumlahan dari serat kasar dan
kadar karbohidrat bahan baku, bahan ekstrak tanpa nitrogen.
karbohidrat dalam analisa
proksimat merupakan
Kadar Kadar
Jenis bahan Jumlah bahan
No. karbohidrat karbohidrat
baku baku (%)
bahan baku (%) bahan baku (%)
1. Tepung ikan 5,81 22 1,28
2. Tepung kedele 29,5 16 4,72
3. Ampas tahu 26,92 15 4,04
4. Tepung bekicot 30,45 13 3,96
5. Dedak halus 28,62 20 5,72
6. Tepung jagung 74,23 10 7,42
7. Vitamin - 2 -
8. Mineral - 2 -
100% 27,14%
Dari hasil perhitungan diperoleh Kadar Lemak : 9,9%
kandungan nutrisi dari formulasi Kadar Karbohidrat : 27,14%
pakan yang telah dibuat yaitu :
Kadar protein : 35 %
276
Pada penjelasan tentang energi dengan 4,48 kkal/g, sedangkan
pada bab sebelumnya telah untuk satu gram lemak adalah 7,52
dijelaskan tentang nilai energi dari kkal/g dan untuk satu gram
setiap bahan makanan dimana karbohidrat adalah 3,28 kkal/g.
berdasarkan nilai Gross Energi (GE) Maka dalam komposisi pakan
diketahui 1 gram protein setara dengan kandungan protein 35%
dengan 5,6 kkal/g, sedangkan berarti dalam satu kilogram pakan
untuk satu gram lemak adalah 9,4 terdapat 350 gram protein, 99 gram
kkal/g dan untuk satu gram lemak dan 271,4 gram karbohidrat.
karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. Untuk memperoleh nilai jumlah
Dengan berdasarkan nilai GE dapat energi dari formulasi pakan tersebut
dihitung nilai energi yang dapat dilakukan penjumlahan nilai energi
dicerna oleh ikan yaitu 80% dari nilai yang berasal dari protein, lemak dan
GE maka 1 gram protein setara karbohidrat yaitu :
Protein : 350 gram X 4,48 kkal/gram = 1568,00 kkal
Lemak : 99 gram X 7,52 kkal/gram = 744,48 kkal
Karbohidrat : 271,4 gram X 3,28 kkal/gram = 890,19 kkal
+
3202,67 kkal
Maka protein energi ratio adalah 3202,67 dibagi 350 = 9,15.
Hal ini berarti dalam satu gram kandungan nutrisi bahan baku dan
protein yang dihasilkan dari formulasi jenis bahan baku yang akan
pakan tersebut diimbangi dengan digunakan dimasukkan dalam data
energi sebesar 9,15 kkal, yang tersebut dan berapa jumlah
berarti energi yang diperoleh dari kebutuhan untuk setiap jenis bahan
hasil perhitungan formulasi pakan baku harus mengalikan antara
tersebut sudah memenuhi kriteria persentase bahan baku yang
kebutruhan ikan akan energi yaitu digunakan dengan kandungan
berkisar antara 8 – 10. protein, lemak dan karbohidrat bahan
baku, dengan program ini hanya
membantu dalam perkalian antara
kolom yang satu dengan kolam yang
6.2.5. Metode worksheet
lainnya dengan program komputer.
Metode yang terakhir dan saat ini Prinsipnya adalah hampir sama
banyak digunakan oleh pembuat dengan trial and error atau mau
pakan adalah metode worksheet. menggunakan metode apa saja
Metode ini dapat menggunakan alat untuk mengisi kolom jumlah bahan
bantu komputer untuk menghitung baku yang akan digunakan dimana
jumlah bahan baku yang digunakan pada metode ini perhitungan dapat
dengan membuat lembar kerja pada dibantu dengan komputer. Metode ini
program microsoft excell. Data dapat mempermudah para pembuat
277
formulasi untuk memperoleh yang akan digunakan untuk
formulasi pakan yang lengkap membuat pakan ikan dapat
dengan kandungan energi dari bersumber dari hewani, nabati
formulasi pakan yang dibuat. Adapun atau limbah hasil pertanian.
langkah-langkah yang harus Selain itu dengan menggunakan
dilakukan dalam menyusun formulasi berbagai sumber bahan baku
pakan dengan metode worksheet akan saling melengkapi
adalah sebagai berikut : kekurangan dan kelebihan zat
nutrisi yang terkandung di dalam
• setiap bahan baku. Misalnya
Lakukan pemilihan terhadap jenis
bahan baku yang akan
bahan baku yang akan
digunakan adalah tepung ikan,
digunakan dalam membuat
tepung kedelai, tepung bekicot,
pakan ikan. Misalnya akan dibuat
tepung terigu, dedak, tepung
pakan ikan Mas, ikan Mas ini
jagung, vitamin dan mineral
merupakan salah satu jenis ikan
dengan komposisi zat nutrisi
berdasarkan kebiasaan
pada setiap bahan baku tersebut
makannya adalah ikan dari
adalah seperti pada tabel
kelompok omnivora yaitu
dibawah ini.
kelompok ikan pemakan segala.
Oleh karena itu jenis bahan baku
Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar
Jenis bahan baku protein lemak abu serat BETN
(%) (%) (%) kasar (%) (%)
Tepung ikan 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5
Tepung kedelai 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9
Tepung keong mas 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5
Tepung terigu 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1
Tepung jagung 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1
Dedak 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4
Vitamin - - - - -
Mineral - - - - -
• 10% dan kadar karbohidrat
Dari tabel pada tahap
kurang dari 40% dengan nilai
sebelumnya tentukan terlebih
energi (kalori) pakan buatan
dahulu jumlah setiap bahan baku
adalah 3500 sehingga
yang akan digunakan untuk
ratio/perbandingan protein dan
membuat pakan ikan mas dan
energi adalah 10.
kadar protein, lemak dan
•
karbohidrat serta energi (kalori) Buatlah perkiraan jumlah setiap
pakan buatan yang akan dibuat. bahan baku yang akan
Misalnya kadar protein pakan digunakan dengan cara
adalah 35%, kadar lemak adalah menggunakan menggunakan
278
metode yang anda inginkan dan dan karbohidratnya. Adapun
masukkan dalam kolom yang worksheet yang dibuat seperti
berisi jumlah bahan baku dan tabel dibawah ini :
hitunglah kadar protein, lemak
Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar
Jenis bahan
bahan protein lemak abu serat BETN
baku
baku (%) (%) (%) kasar (%)
(%) (%)
Tepung ikan 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5
Tepung kedelai 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9
Tepung keong 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5
Tepung terigu 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1
Tepung jagung 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1
Dedak 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4
Vitamin - - - - -
Mineral - - - - -
Jumlah 100 35 10 - - <40
• dimasukkan dalam worksheet
Langkah selanjutnya adalah
kedua seperti dibawah ini.
menentukan jumlah bahan baku
yang akan digunakan dan
Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar
Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN
baku baku (%) (%) (%) kasar (%)
(%) (%)
Tepung ikan 20 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5
Tepung kedelai 15 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9
Tepung keong 10 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5
Tepung terigu 10 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1
Tepung jagung 15 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1
Dedak 25 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4
Vitamin 2 - - - - -
Mineral 3 - - - - -
Jumlah 100 35 10 - - <40
• sampai dioeroleh nilai seperti
Hitunglah kandungan protein,
yang diinginkan dengan
lemak, serat kasar dan bahan
menggunakan metode coba-coba
ekstrak tanpa nitrogen dari
atau sesuai keinginan pembuat
perkiraan formulasi di atas
formulasi. Dan letakkan hasil
279
perhitungannya pada bagian nutrisi bahan baku seperti
sudut kanan setiap kandungan worksheet dibawah ini :
Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar
Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN
baku baku (%) (%) (%) kasar (%)
(%) (%)
Tepung ikan 20 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5
13,16 1,3 0,17
Tepung kedelai 15 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9
5,37 2,97 5,09
Tepung keong 10 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5
5,28 0,14 1,95
Tepung terigu 10 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1
1,53 0,17 8,11
Tepung jagung 15 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1
1,17 0,71 12,47
Dedak 25 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4
3,33 3,53 13,35
Vitamin 2 - - - - -
Mineral 3 - - - - -
Jumlah 100 30 10 - <40
29,84 8,11 41,14
Dari hasil perhitungan dengan ulang sampai diperoleh nilai yang
menggunakan bantuan komputer pas dengan rencana.
dengan program excell (misalnya
kolom 2 dikalikan dengan kolom 3 Pada perhitungan tersebut diperoleh
dibagi 100) atau dengan kadar protein yang kurang dari 35%,
menggunakan perhitungan begitu juga dengan kadar lemak
matematika biasa dalam metode sedangkan karbohidratnya berlebih,
coba-coba dimana jumlah bahan maka dalam menghitung kebutuhan
baku dikalikan dengan kadar protein jumlah bahan baku selanjutnya harus
dibagi 100, begitu juga dengan kadar ditambahkan bahan baku yang
lemak dan karbohidrat (Bahan mempunyai kadar protein tinggi dan
ekstrak tanpa nitrogen). Dari hasil mengurangi bahan baku yang
perhitungan itu ternyata hasil yang kandungan karbohidratnya tinggi.
diperoleh belum sesuai dengan Oleh karena itu harus dibuat kembali
keinginan penyusun pada awalnya worksheets selanjutnya seperti
maka harus dilakukan perhitungan dibawah ini :
280
Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar
Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN
baku baku (%) (%) (%) kasar (%)
(%) (%)
Tepung ikan 26 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5
17,11 1,69 2,21
Tepung kedelai 12 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9
4,29 2,38 4,07
Tepung keong 17 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5
8,97 2,48 3,32
Tepung terigu 10 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1
1,53 0,17 8,11
Tepung jagung 10 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1
0,78 0,47 8,31
Dedak 20 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4
2,66 2,82 10,64
Vitamin 2 - - - - -
Mineral 3 - - - - -
Jumlah 100 35 10 - <40
35, 34 10,01 36,66
Setelah diperoleh kadar nutrisi bahan komposisi bahan baku sebagai
baku pakan sesuai dengan rencana berikut :
langkah selanjutnya adalah
menghitung nilai energi dari
Protein : 353,4 gram X 4,48 kkal/gram = 1583,23 kkal
Lemak : 100,1 gram X 7,52 kkal/gram = 752,75 kkal
Karbohidrat : 366,6 gram X 3,28 kkal/gram = 1202,45 kkal
+
3538,48 kkal
Maka protein energi ratio adalah 3538,48 dibagi 350 = 10,1
Hal ini berarti dalam satu gram kriteria kebutuhan ikan akan energi
protein yang dihasilkan dari yaitu berkisar antara 8 – 10.
formulasi pakan tersebut diimbangi
dengan energi sebesar 10,1 kkal,
yang berarti energi yang diperoleh
dari hasil perhitungan formulasi
pakan tersebut sudah memenuhi
281
sebelumnya, sebelum membuat
6.3 PROSEDUR
pakan diharuskan untuk memilih
PEMBUATAN jenis-jenis bahan baku yang akan
PAKAN digunakan untuk membuat pakan.
Jenis-jenis bahan baku yang telah
Setelah ditentukan komposisi dipilih dan ditentukan jumlahnya
bahan baku yang akan dibuat berdasarkan hasil perhitungan
pakan buatan dengan formulasi pakan pada materi
menggunakan salah satu metode, sebelumnya, selanjutnya dilakukan
langkah selanjutnya adalah proses penepungan terhadap
melakukan pembuatan pakan ikan. bahan-bahan baku tersebut. Bahan
Prosedur dalam pembutan pakan baku yang akan dibuat menjadi
ikan dapat dikelompokkan pakan buatan semuanya harus
berdasarkan skala usahanya yaitu: dalam bentuk tepung karena jika
1. Skala besar yaitu pembuatan ada bahan baku yang tidak dalam
pakan ikan secara bentuk tepung akan terjadi
besar/pabrikasi campuran bahan baku yang tidak
2. Skala sedang yaitu pembuatan homogen dan akan menyebabkan
pakan untuk memenuhi pakan yang akan dibuat tidak dapat
kegiatan produksi dengan menggumpal dengan baik.
peralatan sedang Penghalusan bahan baku sampai
3. Skala kecil yaitu pembuatan menjadi tepung ini menggunakan
pakan secara sederhana alat bantu penepungan .
dengan menggunakan
peralatan rumahtangga. Penepungan bahan baku harus
dilakukan agar proses pembuatan
Dalam proses pembuatan pakan pakan sesuai prosedur. Bahan
ikan diperlukan beberapa peralatan baku untuk pembuatan pakan
baik untuk skala pabrikasi, sedang buatan pada umumnya adalah
dan skala rumah tangga. Adapun bahan baku kering. Ukuran tepung
peralatan yang digunakan dapat untuk bahan baku pakan buatan
dikelompokkan menjadi : dalam bentuk pellet sebaiknya
1. Alat penepung (grinding) berukuran kurang dari 0,6 mm,
2. Alat pencampur (mixing) agar daya ikat antar partikel bahan
3. Alat pengukus / pemanas baku lebih kuat sehingga tidak
(steaming) mudah larut dalam air. Untuk
4. Alat pencetak (pelleting) mendapatkan ukuran tepung yang
5. Alat pengering (drying) diinginkan tersebut kita dapat
6. Alat pengepak/pengemasan mengatur saringan yang terdapat
(packing) pada alat penepung dengan cara
mengganti/menukar saringannya
Alat penepung (Grinding) sesuai dengan yang diinginkan.
Alat penepung digunakan untuk Namun perlu diingat dalam
membuat semua bahan baku yang menggunakan saringan pada alat
akan digunakan berubah menjadi penepung sebaiknya bertahap,
tepung. Seperti penjelasan yaitu saringan yang digunakan
282
pertama kali harus saringan yang
paling kasar sampai yang terakhir
saringan yang paling halus atau
ukuran saringan yang diinginkan.
Hal ini perlu diperhatikan agar
dalam proses penepungan tidak
terjadi kemacetan pada mesin yang
dapat mengakibatkan kerusakan
mesin.
Ada dua jenis alat yang dapat
digunakan untuk melakukan
penepungan bahan baku. Peralatan
yang digunakan pada proses
penepungan menggunakan
saringan adalah menggunakan alat
Gambar 6.2. Hammer Mill
penepung disk mill (Gambar 6.1)
dan hammer mill (Gambar 6.2).
Disc mill adalah alat penepung
yang bekerja dengan cara
berputarnya suatu pasangan
piringan logam baja yang satu
berputar sedangkan yang lainnya
sebagai landasan. Bahan baku
yang akan ditepung berada pada
dua kepingan logam tersebut,
kemudian bahan baku yang telah
dihancurkan akan dilakukan proses
penyaringan dalam peralatan ini
secara langsung. Sedangkan
hammer mill adalah alat penepung
yang bekerja dengan cara prinsip
palu yaitu memukul suatu bahan
baku yang akan ditepung pada
sistem saringan yang berfungsi
sebagai lempengan plat yang akan
terpukul semua bahan baku dan
tersaring pada saringan tersebut.
Disc mill dan hammer mill ini dibuat
dengan berbagai macam kapasitas
produksi bergantung pada
keinginan pemakai alat ini bisa
Gambar 6.1. Disk mill
digunakan untuk skala pabrikasi ,
skala menengah atau skala rumah
tangga. Kapasitas produksi
283
peralatan ini mulai dari 1kg perjam
sampai satu ton perjam.
Alat pencampur
Setelah penepungan bahan baku
dilakukan terhadap semua jenis
bahan baku yang akan digunakan
untuk pembuatan pakan buatan
adalah melakukan penimbangan
ulang bahan baku sesuai dengan
formulasi yang telah ditentukan
sebelumnya. Selanjutnya bahan
baku yang telah ditimbang tersebut
selesai, dilakukan proses
pencampuran. Proses Gambar 6.3. Vertical mixer
pencampuran bahan baku harus
dilakukan dengan cara mencampur
bahan baku yang jumlahnya paling
sedikit kemudian secara bertahap
ditambahkan jenis bahan baku
lainnya yang jumlahnya semakin
banyak. Hal ini bertujuan agar
semua bahan baku tersebut dapat
tercampur secara homogen.
Pencampuran bahan baku kering
yang sempurna akan sangat
berpengaruh terhadap kekompakan
bahan baku tersebut jika sudah Gambar 6.4. Horizontal mixer
dicampur dengan air menjadi
adonan dan siap dibentuk sesuai
keinginan. Alat pemanas/pengukus
Proses pencampuran bahan baku Alat pemanas ini biasanya
menjadi suatu campuran yang dilakukan jika dalam membuat
homogen dapat dilakukan dengan pakan ikan menggunakan
menggunakan alat pencampur baik beberapa bahan baku yang
alat pencampur vertikal (Vertical mengandung zat antinutrisi.
mixer) (Gambar 6.3) maupun Dimana dengan perlakuan
horizontal (horizontal mixer) pemanasan zat antinutrisi ini akan
(Gambar 6.4). Pemakaian jenis alat menjadi tidak aktif dan dapat
pencampur ini sangat bergantung meningkatkan pemakaian nutrien
kepada kapasitas produksi . tersebut. Beberapa zat antinutrisi
yang terdapat pada beberapa
bahan baku pakan menurut
284
Millamena et al (2000) dapat dilihat dapat mempengaruhi laju
pada Tabel 6.8. Zat antinutrisi ini pencernaan bahan tersebut di
misalnya pada bahan baku kedele dalam sistem pencernaan ikan.
mentah atau jenis-jenis legumes
Tabel 6.8. Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi, dan cara
menghilangkan zat antinutrisi (Millamena et al, 2000)
Zat
Aksi merugikan Bahan pakan Perbaikan
antinutrisi
Trypsin Mengikat trypsin untuk Kedele dan Pemanasan pada suhu
175-195oC atau dimasak
inhibitor membentuk senyawa berbagai legumes
inaktif selama 10 menit
Lectins Menghancurkan sel darah Kedele dan Merebus di dalam air/
merah berbagai legumes dimasukkan dalam auto-
clave selama 30 menit
Goitrogens Menghambat penyerapan Kedele dan Diuapkan dan atau di-
iodine kedalam kelanjar berbagai legumes masukkan dalam auto-
thyroid clave selama 10-30 menit
Antivitamin D Mengikat vitamin D Kedele dan Diautoclave atau direbus
membuatnya tidak berbagai legumes selama 30 menit
bermanfaat
Antivitamin E Mengurangi kontribusi Kedele dan Diautoclave
vitamin E berbagai legumes
Thiaminase Merangsang peng- Ikan mentah Diautoclave, dipanaskan
hancuran thiamin (Vit B1) kerang dan kedele dan dimasak
Estrogens Mengganggu reproduksi Tanaman glycoside Dibuat larutan ekstrak
(isoflavon)
Gossipol Mengikat phosphor dan Tepung biji kapuk Menambahkan garam
beberapa protein besi atau phytase
Tannin Mengikat protein dan Kacang-kacangan Dehulling
menghambat pencernaan dan legumes
trypsin
Cyanogens Melepaskan racun asam Daun singkong Direndam dalam air
hydrocyanic selama 12 jam
Mimosine Mengganggu sintesis Daun ipil-ipil Daun direndam selama 24
enzim pada hati, merusak jam
sel hepatopankreas
udang
Peroksida Mengikat protein dan Penyimpanan Penyimpanan diperbaiki
vitamin yang jelek
Phytates Mengikat protein dan Tepung biji kapas, Dehulling
mineral dan mengurangi kedele dan
daya gunanya legumes
285
Alat pencetak Alat pengering
Alat pencetak adalah alat yang Pada skala usaha rumahtangga alat
digunakan untuk mencetak pakan yang digunakan untuk mengeringkan
buatan. Bentuk alat pencetak ini pakan buatan adalah sinar matahari
sangat bergantung pada bentuk atau oven biasa. Pada industri skala
pakan buatan yang akan dicetak. menengah biasanya menggunakan
Bentuk pakan buatan yang biasa di oven listrik sedangkan pada industri
buat adalah pakan kering dalam skala besar pakan buatan yang
bentuk pellet dan ukuran pakannya dibuatnya menggunakan alat
disesuaikan dengan peruntukkan pencetak yang lengkap dengan alat
ikan. Alat pencetak (pelleting) untuk pemanas (steam) sehingga pellet
skala rumah tangga dapat digunakan yang dihasilkan sudah dalam bentuk
alat pengiling daging (Gambar 6.5), pellet kering.
sedangkan skala menengah dapat
menggunakan alat pelleting (Gambar
6.6) dan skala besar/pabrikasi Prosedur pembuatan pakan skala
dengan menggunakan alat pelleting besar/pabrikasi
otomatis (gambar 6.7). Panjang dan
diameter pellet ini dapat diatur sesuai Pada skala besar dimana biasanya
dengan kebutuhan (Gambar 6.8). menggunakan peralatan yang cukup
canggih dan lengkap dengan skala
produksi dapat mencapai 1-20 ton
perhari. Adapun langkah pengerjaan
pakan ikan ini dilakukan dengan alur
proses seperti Gambar dibawah ini
(Gambar 6.6 )
Gambar 6.5. Alat pengiling daging
286
Gambar 6.6. Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi
Tahap awal dalam pabrik pakan bahan baku tersebut menjadi tepung.
skala pabrikasi dilakukan persiapan Bahan baku yang dibuat menjadi
bahan baku dimana semua bahan tepung adalah bahan baku dalam
baku di pabrik disimpan pada alat bentuk kering. Proses tahap awal ini
yang disebut silo (Gambar 6.7). biasa disebut milling. Setelah semua
bahan baku menjadi tepung langkah
kedua adalah melakukan
pencampuran bahan baku (mixing),
sebelum bahan baku kering tersebut
dilakukan pencampuran harus
dilakukan penimbangan terlebih
dahulu terhadap bahan baku
tersebut sesuai dengan formulasi
yang telah disusun sebelumnya.
Bahan-bahan tambahan seperti
vitamin, mineral dan minyak sebagai
sumber lipid biasanya ditambahkan
setelah semua bahan tercampur
Gambar 6.7. Silo sempurna (homogen) kemudian
dibiarkan selama 15 menit.
Setiap bahan baku yang disimpan
dalam silo ada yang sudah ditepung Langkah selanjutnya adalah mecetak
terlebih dahulu atau masih dalam pellet menjadi bentuk pellet dengan
bentuk bahan mentah. Jika bahan ukuran yang telah ditentukan
baku masih dalam bentuk mentah (pellleting), ukuran pellet ini berkisar
maka dilakukan proses penepungan antara 1 – 22 mm. Pada skala pabrik
terlebih dahulu sampai semua jenis
287
pellet yang telah tercetak akan sehingga tidak mudah
langsung masuk kedalam mesin uap terkontaminasi.
(steam) yang sudah terangkai secara
pararel dengan peralatan pellleting. Bahan yang umum digunakan untuk
Langkah terakhir dalam proses mengemas pakan buatan antara lain
pembuatan pakan adalah adalah karung plastik anyaman untuk
pengemasan dan penyimpanan bagian luar sedangkan untuk bagian
pakan. Dalam skala pabrikasi pellet dilapisi kantong plastik tipis,
yang telah tercetak biasanya transparan. Bagian kantong plastik
langsung dikemas dalam prosesnya itulah yang membuat pellet/pakan
dibuat secara berangkai dengan buatan terisolasi dari udara bebas,
proses pencetakan pellet. Mesin yag sedangkan karung plastik anyaman
digunakan untuk mengemas pakan merupakan pelindung agar kantong
ini dilakukan secara otomatis. plastik tidak mudah bocor serta
memudahkan dalam pengangkutan.
Jenis bahan kemasan yang lainnya
adalah dari kertas semen yang
Pengemasan pakan
dibuat seperti kantong dan biasanya
Pengemasan/pengepakan pakan digunakan untuk mengemas pakan
buatan merupakan tahap akhir dari yang mempunyai berat antara 5–10
proses pembuatan pakan sebelum kg. Kantong kertas semen ini
didistribusikan kepada konsumen. merupakan bagian luar dari kantong
Pengemasan pakan buatan dapat kemasan, sedangkan pada bagian
dilakukan secara langsung dari dalamnya merupakan kantong plastik
proses pembuatan pakan. Dengan tipis dan transparan.
pengemasan yang benar akan
sangat menentukan daya simpan Dalam melakukan pengemasan
pakan buatan . pengemasan yang pakan buatan dibutuhkan alat untuk
baik akan dapat meningkatkan daya memasukkan pakan langsung ke
simpan pakan buat semakin lama dalam kantong kemasan dan
sebelum dijual dan tetap dilakukan penjahitan pada kantong
mempertahankan kualitas pakan bagian dalam dan bagian luar. Pada
buatan. pengemasan skala pabrik semua alat
pengemasan sudah terangkai
Oleh karena itu, agar pakan buatan menjadi satu pada saat pakan
yang sudah kering sampai kadar buatan masuk kedalam kantong
airnya berkisar antara 10 – 12% kemasan langsung dilakukan
sebelum dijual atau digunakan oleh penjahitan otomatis pada kemasan
konsumen dan tetap terjaga kadar tersebut. Tetapi pada beberapa
airnya didalam kemasan sehingga perusahaan kecil proses
pakan buatan dapat disimpan dalam pengemasan dilakukan secara
jangka waktu yang lama dengan manual dengan memasukkan pakan
kualitas tetap terjaga, maka pakan buatan kedalam kantong dan
buatan harus dikemas dengan rapi ditimbang beratnya secara manual,
dan terisolasi dengan udara bebas, kemudian dilakukan penjahitan
kantong kemasan dengan
288
menggunakan mesin jahit portable 1. Kadar air pakan yang akan
untuk plastik kemasan. disimpan sebaiknya tidak lebih
dari 10% agar tidak diserang
Pakan buatan yang dikemas dalam jamur dan serangga.
kemasan yang benar akan 2. Kelembaban relatif ruangan
mempunyai daya simpan yang relatif penyimpanan pakan sebaiknya
lebih panjang daripada pakan yang kurang dari 65%, jika lebih dari
tidak dikemas dengan benar. 65% akan cepat merangsang
Dengan tidak adanya udara bebas pertumbuhan jamur dan
dalam kantong kemasan maka serangga.
mikroorganisme perusak pakan 3. Suhu ruangan penyimpanan
buatan tidak dapat tumbuh sehingga pakan yang tinggi akan merusak
pakan buatan yang dikemas dengan dan mengurangi ketersediaan
prosedur yang benar akan mampu nutrient pakan. Suhu ruangan
disimpan dalam jangka waktu 90-100 yang ideal untuk menyimpan
pakan adalah 20oC.
hari.
4. Supply oksigen di dalam ruangan
Jumlah pakan buatan dalam setiap penyimpanan harus mencukupi.
kantong kemasan berbeda mulai dari Hal ini dapat dilakukan dengan
ukuran 5 kg perkemasan sampai 50 membuat ruangan penyimpanan
kg perkemasan. Ukuran kemasan 5 yang banyak terdapat ventilasi.
kg – 10 kg biasanya digunakan untuk Dengan adanya ventilasi yang
mengemas pakan buatan untuk ikan cukup akan terdapat pergantian
dalam kelompok larva/benih, udara yang cukup didalam
sedangkan kemasan 25 kg – 50 kg ruangan penyimpanan yang akan
biasanya digunakan untuk mengakibatkan rendahnya suhu
mengemas pakan buatan untuk ikan didalam ruangan.
kelompok grower/pembesaran dan 5. Kadar lemak dalam pakan, pakan
induk ikan. buatan padaumumnya
mengandung lemak, selama
proses penyimpanan lemak yang
terdapat didalam pakan jika
Penyimpanan pakan
ruangan tidak memenuhi syarat
Proses terakhir dari suatu usaha maka lemak yang terkandung
pembuatan pakan adalah didalam pakan akan
penyimpanan. Penyimpanan pakan mengakibatkan proses
buatan yang telah dibuat harus peroksidasi lemak terjadi dan
dilakukan dengan benar agar pakan pakan akan tengik dan bau
yang telah dibuat tidak mengalami busuk.
kemunduran mutu pakan. Dalam
menyimpan pakan buatan ada Berdasarkan beberapa hal tersebut
beberapa faktor yang akan diatas maka dalam melakukan
mempengaruhi stabilitas nutrient proses penyimpanan pakan buatan
pakan yang disimpan antara lain ada beberapa prosedur yang harus
adalah : dilakukan dalam menyimpan pakan
buatan dalam bentuk kering yaitu :
289
1. Ruang penyimpanan pakan menengah tidak jauh berbeda,
harus bersih, kering, aman dan dimana tahapannya dimulai dari :
memiliki ventilasi yang baik. 1. Pemilihan bahan baku
Sebaiknya ruang penyimpanan 2. Penepungan bahan baku
pakan berhubungan langsung (grinding)
dengan sinar matahari. 3. Pengayakan bahan baku
2. Kemasan pada pakan harus (screening)
terdapat label pakan dan 4. Penimbangan bahan baku
kandungan nutrisi yang terdapat (weighing)
pada pakan serta masa 5. Pencampuran bahan baku
kadaluarsa pakan tertera pada (mixing)
kemasan (tanggal kadaluarsa 6. Pencampuran adonan kering dan
pakan) basah
3. Tumpukan kemasan pakan 7. Pencetakan (pelleting)
dalam tempat penyimpanan 8. Pengeringan pellet
pakan sebaiknya tidak lebih dari 9. Pengemasan pellet
enam tumpukan, dan jarak palet 10. Penyimpanan pakan buatan.
yaitu kayu tempat meletakkan
pakan dalam ruang penyimpanan Kesepuluh tahapan prosedur
berjarak 12 – 15 cm dari dasar pembuatan pakan ini harus dilakukan
lantai agar tidak terjadi kerusakan untuk memperoleh pakan buatan
pakan yang ada didasar oleh yang sesuai dengan keinginan.
serangga, kutu dan abu serta Langkah pertama dilakukan pada
sirkulasi udara dari bawah cukup saat sebelum menyusun formulasi
baik. pakan dan pemilihan bahan baku
4. Lama penyimpanan pakan pada saat akan dilakukan proses
buatan didalam ruang pembuatan pakan adalah dengan
penyimpanan sebaiknya tidak memilih bahan baku yang bermutu
lebih dari tiga bulan. Gunakan agar pakan yang akan dibuat juga
pakan yang diproduksi terlebih menghasilkan bentuk pakan yang
dahulu baru pakan yang sesuai. Bentuk pakan buatan yang
diproduksi selanjutnya (First in- akan dibuat mempunyai ukuran
first out) sesuai dengan kebutuhan ikan. Para
5. Jangan berjalan diatas tumpukan pembudidaya ikan yang akan
pakan, hal ini dapat membuat pakan ikan biasanya
mengakibatkan rusak dan menggunakan acuan seperti Tabel
hancurnya pakan buatan. 6.2.
Prosedur pembuatan pakan skala
menengah atau rumah tangga
Proses pembuatan pakan skala
rumah tangga dengan skala
290
Tabel 6.2. Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya
(Millamena et al, 2000)
Ukuran ikan Diameter pakan Panjang pakan
Tipe pakan
(gram) (mm) (mm)
< 0,35 Starter 1,0 -
2–5 Grower 2,0 -
5 – 12 Grower 3,0 2–3
12 – 20 Finisher 5,0 3–5
20 – 30 Finisher 7,0 5 -7
Setelah penyusunan bahan baku ini dilakukan agar semua bahan baku
selesai dibuat langkah selanjutnya tersebut tercampur secara homogen.
adalah melakukan penepungan Jika menggunakan alat pencampur
setiap jenis bahan baku. Bahan baku mixer maka bahan baku yang
yang akan digunakan untuk dicampur kedalam alat tersebut
membuat pakan ikan semua harus adalah bahan baku kering, minimal
dalam bentuk tepung dan semuanya pencampuran dilakukan selama lima
harus berukuran sama. Pada skala menit. Pada proses skala rumah
rumah tangga biasanya para tangga dapat dilakukan
pembudidaya membeli bahan baku pencampuran bahan baku kering dan
dalam bentuk tepung tetapi ukuran pencampuran bahan baku basah.
tepungnya berbeda. Oleh karena itu Hal ini dilakukan jika bahan baku
harus dilakukan penyaringan semua yang digunakan sebagai perekat
jenis bahan baku tersebut dengan misalnya kanji dan untuk
menggunakan saringan atau ayakan meningkatkan tingkat kecernaan
khusus tepung. Hal ini harus kanji tersebut dalam pakan ikan
dilakukan pada semua bahan baku maka kanji tersebut dibuat adaonan
yang akan digunakan sampai ukuran basah yang terpisah dari bahan baku
partikel bahan baku tersebut lainnya. Dengan cara melakukan
semuanya sama. Saringan yang pemanasan kanji dengan air seperti
digunakan adalah saringan yang membuat lem (sebagai acuan dapat
mempunyai ukuran khusus tepung. digunakan 50 gram kanji dimasak
dalam 200 ml air untuk membuat
Bahan baku yang telah menjadi adonan pakan sebanyak 1000 gram)
tepung selanjutnya dilakukan sampai kanji tersebut lengket seperti
penimbangan sesuai dengan jelli.Jika menggunakan adonan
formulasi pakan yang telah dibuat basah dalam membuat pakan ikan
sebelumnya dan diletakkan dalam maka harus dilakukan pencampuran
wadah yang terpisah. Kemudian antara bahan kering dan bahan
dilakukan pencampuran bahan baku basah tersebut sampai benar-benar
dari mulai bahan baku yang paling diperoleh campuran yang homogen.
sedikit sampai yang terbanyak. Hal Untuk melihat apakah campuran
291
tersebut benar-benar tercampur masyarakat dan dilakukan sebagai
buatlah bentuk adonan tersebut bola- suatu usaha produksi pakan ikan
bola dan adonana tersebut sudah maka pakan ikan yang telah dibuat
tidak lengket ditangan. Setelah harus dilakukan uji coba terhadap
dilakukan pencampuran bahan baku pakan yang telah dibuat tersebut. Uji
secara homogen langkah selanjutnya coba pakan yang telah dibuat
adalah membuat pakan buatan sebelum digunakan oleh ikan yang
sesuai dengan bentuk pakan buatan akan mengkonsumsi pakan tersebut
yang ditentukan. Pakan buatan yang adalah uji secara kimia, uji secara
akan diberikan kepada ikan air ada fisik dan uji secara biologis.
berbagai macam bentuk antara lain Pengujian tersebut sebaiknya
adalah tepung, remahan dan pellet. dilakukan untuk mendapatkan
Bentuk pellet ada berbagai macam validitas data uji coba terhadap
ukuran mulai dari 1 mm sampai 5 pakan buatan yang akan digunakan.
mm sesuai dengan peruntukkannya. Oleh karena itu kita akan membahas
dalam subbab selanjutnya tentang uji
Proses selanjutnya setelah pakan coba pakan ikan.
buatan dicetak adalah melakukan
pengeringan terhadap pakan yang
telah dicetak. Pakan tersebut
kemudian dikeringkan dengan 6.4. UJI COBA PAKAN
menggunakan alat pengering atau
IKAN
dengan menggunakan sumber panas
alami yaitu sinar matahari. Proses
Pakan ikan yang akan digunakan
pengeringan dengan menggunakan
oleh ikan budidaya harus dilakukan
sinar matahari bisa memakan waktu
ujicoba terhadap pakan tersebut. Hal
2-3 hari jika sinar matahari bersinar
ini dilakukan agar pakan yang akan
sepanjang hari. Jika menggunakan
digunakan tersebut memberikan
alat pengering hanya beberapa jam
hasil yang optimal sesuai dengan
saja tergantung suhu pemanasan
standar produk pakan ikan. Uji coba
didalam oven sampai kadar air
terhadap pakan ikan dapat
dalam pakan tersebut adalah kurang
dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
dari 10%. Hal ini bertujuan agar
1. Uji pakan secara kimia
pakan yang dibuat mempunyai daya
2. Uji pakan secara fisik
simpan lama dan proses
3. Uji pakan secara biologi
pembusukan dihambat karena kadar
air dalam bahan pakan sangat
rendah.
6.4.1 Uji Pakan secara Kimia
Setelah pakan buatan dicetak dan
Uji pakan ikan secara kimia dapat
dikeringkan langkah selanjutnya
dilakukan jika memiliki peralatan
adalah melakukan pengemasan dan
analisa proximat yang lengkap. Pada
penyimpanan pakan ikan seperti
uji secara kimia bertujuan untuk
yang dilakukan pada skala pabrikasi.
mengetahui kandungan gizi pada
Jika anda bertujuan untuk menjual
pakan buatan yang telah dibuat
produk pakan ikan kepada
292
pakan sesuai dengan formulasi pengujian kadar air
pakan yang disusun. Uji coba ini dilaboratorium adalah bahan
sangat berguna bagi konsumen dan makanan (pellet) dipanaskan
pada suhu 105 – 110oC, dengan
juga sebagai pengawasan mutu
pakan yang diproduksi. Uji pakan pemanasan tersebut maka air
secara kimia meliputi : akan menguap. Peralatan yang
1. Uji kadar air, kadar air yang baik digunakan untuk melakukan uji
untuk pellet/pakan buatan adalah kadar air adalah oven dan
kurang dari 12%. Hal ini sangat peralatan gelas. Untuk lebih
penting karena pakan buatan jelasnya dapat dilihat pada
tidak langsung dikonsumsi oleh Gambar 6.8.
ikan setelah diproduksi tetapi
disimpan beberapa saat. Prinsip
Gambar 6.8. Alat pengukur kadar air
2. Uji kadar protein, kadar protein Cara ini adalah dengan
pellet yang dibuat harus benar- menentukan kadarN-nya
benar disesuaikan dengan kemudian mengalikan dengan
ukuran ikan dan jenis ikan yang protein 6,25. Peralatan yang
akan mengkonsumsi pakan digunakan untuk mengukur kadar
tersebut. Prinsip pengujian kadar protein pakan ikan dengan
protein di laboratorium adalah peralatan semi mikrokjeldahl .
dengan menggunakan cara Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
Kyeldahl yaitu menentukan kadar pada Gambar 6.9.
protein secara tidak langsung.
293
Gambar 6.9. Peralatan pengukuran kadar protein
3. Uji kadar lemak, kadar lemk pengujian kadar lemak adalah
dalam pakan buatan menurut bahan makanan akan larut di
hasil penelitian sebaiknya kurang dalam petrelium eter disebut
dari 8%. Hal ini dikarenakan jika lemak kasar. Uji inimenggunakan
kadar lemak dalam pakan tinggi alat yang disebut Soxhlet. Untuk
akan mempercepat proses lebih jelasnya dapat dilihat pada
ketengikan pakan buatan. Prinsip Gambar 6.10.
Gambar 6.10. Peralatan pengukuran kadar lemak
294
4. Kadar Serat kasar, kadar serat pengujian kadar serat kasar
kasardalam pakan buatan adalah menentukan zat organik
menurut hasil penelitian yang tidak larut dalam asam kuat
sebaiknya adalah kurang dari dan basa kuat dan disertai
7%. Serat kasar ini diperlukan pemanasan. Peralatan yang
untuk menambah baik srtuktur digunakan untuk melakukan
pellet. Kandungan serat kasar pengukuran kadar serat kasar
yang terlalu tinggi pada pakan adalah peralatan soxlet ditambah
buatan akan mempengaruhi data dengan peralatan lainnya. Untuk
cerna dan penyerapan didalam lebih jelasnya dapat dilihat pada
alat pencernaan ikan. Prinsip Gambar 6.11.
Gambar 6.11. Peralatan pengukuran kadar serat kasar
5. Kadar abu, kadar abu dalam dilakukan pemanasan didalam
tanur listrik yang bersuhu 600oC.
pakan buatan sebaiknya kurang
dari 12%. Kadar abu ini Pada suhu tersebut semua
merupakan bahan anorganik, jika bahan organik akan menguap
kadar abu tinggi dalam pakan dan yang tertinggal hanya bahan
buatan berarti pakan buatan anorganik yaitu abu. Peralatan
tersebut tidak akan memberikan untuk melakuakn pengukuaran
pertumbuhan yang baik untuk kadar abu dilakukan dengan
ikan. Prinsip pengujian kadar abu menggunakan tanur listrik. Untuk
ini adalah bahan makanan
295
lebih jelasnya dapat dilihat pada Prinsip : Air akan menguap
Gambar 6.12. seluruhnya jika bahan
makanan dipanaskan
pada suhu 105–110 oC.
Peralatan :
Botol timbang bertutup/cawan
Dessiccator/Eksikator
Oven
Neraca analitik
Langkah Kerja 1 :
1. Cawan dipanaskan dalam oven
pada suhu 105 – 110o C selama
1jam, dinginkan dalam eksikator
selama 10 menit dan ditimbang
(x1).
2. Timbang bahan/contoh yang
Gambar 6.12. telah dihaluskan sebanyak 2 – 3
Peralatan pengukuran gram (a) lalu dimasukkan
kadar abu. kedalam cawan X1 .
3. Cawan dan bahan dipanaskan
Adapun prosedur yang dapat dalam oven selama 4 – 6 jam
dilakukan dalam melakukan uji coba pada suhu 105 – 110o C,
secara kimia yang disebut dengan dinginkan dalam eksikator
melakukan uji analisa proksimat kemudian timbang, lakukan
dapat menggunakan beberapa pemanasan kembali dalam oven
metode. Dibawah ini akan diuraikan selama 30 menit, dinginkan
beberapa metode yang dapat dalam eksikator dan timbang,
dilakukan dalam melakukan lakukan hal tersebut sampai
pengukuran beberapa parameter uji tercapai berat yang konstan
kimia pakan ikan. Adapun prosedur (selisih penimbangan berturut-
yang harus dilakukan adalah sebagai turut kurang dari 0,02 gram).
berikut : 4. Hitunglah persentase kadar air
bahan yang dapat diperoleh
dengan rumus sebagai berikut :
Pengukuran Kadar Air
(X1 + a) - X2
Pengukuran kadar air pakan ikan Kadar air (%) = X100%
atau bahan baku yang akan a
digunakan untuk membuat pakan
ikan dapat dilakukan dengan cara Prosedur pengukuran kadar air dapat
pemanasan yang biasa disebut dilakukan berdasarkan prrosedur
dengan Metode Gravimetri. Standar Nasional Indonesia (SNI),
dengan menggunakan pengukuran
dengan SNI yang merupakan suatu
296
standar dalam melakukan Peralatan :
pengukuran yang telah diakreditasi Cawan porselen
secara internasional yang disebut Tanur listrik
dengan ISO 17025 mengenai Neraca analitik
Internasional Standar Operational Dessicator/eksikator
untuk kegiatan laboratorium. Oleh
karena itu bagi para penguji yang Langkah Kerja 1 :
laboratoriumnya telah mendapatkan 1. Cawan dipanaskan dalam oven
pada suhu 105 – 110 o C selama
sertifikat ini akan menggunakan
prosedur pengujian dengan prosedur 1jam, dinginkan dalam eksikator
SNI. selama 10 menit dan ditimbang
(X1).
Langkah Kerja SNI : 2. Timbang bahan/contoh yang
1. Timbang dengan seksama 1-2 g kering sebanyak 2 – 3 gram (a)
cuplikan pada sebuah botol lalu masukkan ke dalam cawan
timbang bertutup yang sudah X1.
diketahui bobotnya (W1). 3. Masukkan cawan dan bahan
2. Keringkan pada oven suhu 105oC kedalam oven pengabuan/tanur
selama 3 jam dengan cara dipanaskan dengan
suhu 550 – 600 o C sampai
3. Dinginkan dalam eksikator
4. Timbang (W), ulangi pekerjaan ini menjadi abu dan berwarna putih
hingga diperoleh bobot tetap (selama 3 – 6 jam).
4. Dinginkan dalam eksikator
Perhitungan : selama 15 menit dan timbang
W cawan dan abu tersebut (X2).
Kadar air = X 100% 5. Hitunglah persentase kadar abu
W1 bahan yang dapat diperoleh
dengan rumus sebagai berikut :
X2 – X1
Pengukuran Kadar Abu
Kadar Abu (%) = X 100%
Pengukuran kadar abu pakan ikan a
atau bahan baku yang akan
digunakan untuk membuat pakan Langkah kerja SNI :
ikan dapat dilakukan dengan cara 1. Timbang dengan seksama 2-3 g
pemanasan yang biasa disebut contoh kedalam cawan porselen
dengan Metode Gravimetri. yang telah diketahui bobotnya
2. Arangkan di atas nyala
Prinsip : Bahan makanan jika pembakar, lalu abukan dalam
dilakukan pemanasan tanur listrik pada suhu maksimum
550o C sampai pengabuan
didalam tanur listrik yang
bersuhu 600o C, maka zat- sempurna (sekali-kali pintu tanur
zat organik akan diuraikan dibuka sedikit, agar oksigen bisa
menjadi air dan CO2 yang masuk)
tertinggal hanya bahan 3. Dinginkan dalam eksikator, lalu
anorganik yaitu abu. timbang sampai bobot tetap
297
Perhitungan : Pereaksi : hexane atau pelarut
lemak lainnya
W1 – W2
Kadar abu = X 100% Langkah kerja 1 :
W 1. Panaskan cawan labu dalam
oven pada suhu 105–110o C
W : Bobot contoh sebelum selama satu jam, dinginkan
diabukan dalam gram dalam eksikator selama 10 menit
W1 : Bobot contoh + cawan dan timbang (X1).
sesudah diabukan dalam 2. Timbang bahan/contoh sebanyak
gram 2 – 5 gram (bahan sebaiknya
W2 : Bobot cawan kosong dalam dalam bentuk halus dan kering),
gram dan dibungkus dengan kertas
saring/kertas filter dalam bentuk
silinder (a).
3. Masukkan selongsong kertas
Pengukuran Kadar Lemak
filter kedalam tabung ekstraksi
Pengukuran kadar lemak pakan ikan dan diberi pemberat serta
atau bahan baku yang akan dihubungkan dengan
digunakan untuk membuat pakan kondensor/pendingin .
ikan dapat dilakukan dengan 4. Pasanglah tabung ekstraksi pada
menggunakan metode Soxhlet dan alat destilasi Soxhlet dengan
metode Weibull. Metode soxlet pelarut petroleum ether/
digunakan jika bahan baku pakan petroleum benzena/hexana
atau pakan ikan mengandung kadar sebanyak 150 ml yang
lemak yang relatif tidak terlalu dimasukkan kedalam soxhlet
banyak, dan jika kadar lemak dalam sampai kertas saring tersebut
bahan pakan atau pakan ikan cukup terendam dan sisa larutan
banyak maka bahan pakan dan dimasukkan kedalam labu.
pakan itu harus dilakukan hidrolisis 5. Panaskan cawan labu yang
terlebih dahulu dan metode yang dihubungkan dengan soxhlet di
digunakan adalah metode weibull. atas water bath sampai cairan
dalam soxhlet terlihat bening.
Prinsip : Bahan makanan yang larut Pemanasan ini berlangsung
di dalam petrelium eter, selama 2 – 4 jam, apabila
atau ekstraksi lemak bebas setelah 4 jam ekstraksi belum
dengan pelarut non polar sempurna pemanasan dapat
dilanjutkan selama 2 jam lagi.
Peralatan : 6. Lepaskan labu dari soxhlet dan
Kertas saring tetap dipanaskan di atas water
Labu lemak bath untuk menguapkan semua
Alat soxhlet petroleum ether dari cawan labu.
Pemanas listrik 7. Cawan labu dipanaskan dalam
Oven oven pada suhu 105 – 110 oC
Neraca analitik selama 15 –60 menit, kemudian
Kapas bebas lemak didinginkan dalam eksikator
298
selama 10 menit dan ditimbang. W2 : bobot labu lemak sesudah
Ulangi prosedur ini sampai ekstraksi
diperoleh berat yang stabil (X2).
8. Hitunglah persentase kadar
lemak bahan/contoh dengan Pengukuran Kadar Lemak dengan
persamaan sebagai berikut ; Metode Weibull
Prinsip : ekstraksi lemak dengan
X2 – X1 pelarut non polar setelah
Kadar Lemak (%)= X 100% contoh dihidrolisis dalam
a suasana asam untuk
membebaskan lemak
yang terikat.
Langkah kerja SNI :
1. Timbang seksama 1-2 g contoh, Peralatan :
masukkan kedalam selongsong Kertas saring
kertas yang dialasi dengan kapas Kertas saring pembungkus
2. Sumbat selongsong kertas berisi (Thimle)
contoh tersebut dengan kapas, Labu lemak
keringkan dalam oven pada suhu Alat Soxhlet
tidak lebih dari 80 oC selama Neraca Analitik
lebih kurang satu jam, kemudian Pereaksi : larutan HCl 25%,
masukkan ke dalam alat soxhlet kertas lakmus, n-Heksana atau
yang telah dihubungkan dengan pelarut lemak lainnya
labu lemak berisi batu didih yang
telah dikeringkan dan telah Langkah kerja SNI ;
diketahui bobotnya 1. Timbang seksama 1-2 g cuplikan
3. ekstrak dengan heksana atau ke dalam gelas piala
pelarut lemak lainnya selama 2. Tambah 30 ml HCl 25% dan 20
lebih kurang 6 jam ml air serta beberapa butir batu
4. Sulingkan heksana dan didih
keringkan ekstrak lemak dalam 3. Tutup gelas dengan kaca arloji
oven pengering pada suhu 105oC dan didihkan selama 15 menit
5. Dinginkan dan timbang 4. Saring dengan keadaan panas
6. Ulangi pengeringan ini hingga dan cuci dengan air panas
tercapai bobot tetap hingga tidak bereaksi asam lagi
5. Keringkan kertas saring berikut
isinya pada suhu 100 – 105 oC.
Perhitungan :
6. Masukkan ke dalam kertas saring
W – W1 pembungkus (paper thimble) dan
% Lemak = X 100% ekstrak dengan heksana atau
W2 pelarut lemak lainnya 2 – 3 jam
pada suhu lebih kurang 80 oC.
W : bobot contoh dalam gram 7. Sulingkan larutan heksana atau
W1 : bobot lemak sebelum pelarut lemak lainnya dan
ekstraksi dalam gram
299
keringkan ekstrak lemak pada Pemanas listrik/pembakar
suhu 100 – 105 oC. Neraca analitik
8. Dinginkan dan timbang
9. Ulangi proses pengeringan ini Tahap Oksidasi, langkah kerjanya ;
hingga tercapai bobot tetap 1. Masukkan 0,5 – 1 gram
bahan/contoh (a), 3 gram katalis (
Perhitungan : K2SO4 + CuSO4) dan 10 ml
W1 – W2 H2SO4 kedalam tabung Kjeldahl.
Kadar lemak = X 100% 2. Tabung dipanaskan hingga
W larutan di dalam tabung berubah
warna menjadi hijau bening,
W: bobot cuplikan dalam gram kemudian di dinginkan.
W1 : bobot labu lemak sesudah 3. Encerkan dengan akuades
ekstraksi dalam gram sampai larutan menjadi 100 ml.
W2 : bobot labu lemak sebelum
ekstraksi dalam gram Tahap Destruksi, langkah kerjanya:
1. Masukkan 5 ml larutan hasil
oksidasike dalam cawan labu
kjeldahl.
Pengukuran Kadar Protein dengan
2. Tambahkan NaOH 0,05 N
Metode Kjeldahl
sebanyak 10 ml.
Prinsip : 3. Siapkan Erlenmeyer, masukkan
H2SO4 0,05 N sebanyak 10 ml
Menentukan kadar protein secara dan tambahkan 2 – 3 tetes
tidak langsung, dengan cara larutan indikator (metyl
menentukan kadar N nya kemudian red/methylen blue), kemudian
dikalikan dengan faktor protein 6,25. didestruksi selam 10 menit.
Senyawa nitrogen diubah menjadi
amonium sulfat oleh H2SO4 pekat. Tahap Titrasi
Amonium Sulfat yang terbentuk 1. Hasil destruksi dititrasi dengan
diuraikan dengan NaOH, amoniak NaOH 0,05 N
yang dibebaskan diikat dengan asam 2. Volume titran yang digunakan
borat dan kemudian dititar dengan dicatat.
larutan baku asam. 3. Lakukan prosedur yang sama
pada blanko.
Peralatan :
Labu kjeldhal Perhitungan kadar protein diperoleh
Alat penyulingan dan dari persamaan sebagai berikut :
kelengkapannya
0,0007 X 6,25 X 20 X (titran blanko-titran sampel)
Kadar Protein (%) = X 100%
a
300
4. Setelah labu kjeldahl beserta
Pengukuran Kadar Protein
cairannya menjadi dingin,
Metode Gunning
tambahkan 200 ml aquades dan
Langkah kerja : 75 ml larutan NaOH 40-45%
sampai larutan menjadi basa,
1. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 pasanglah labu kjeldahl dengan
gram yang telah ditumbuk halus segera pada alat destilasi.
dan masukkan kedalam labu 5. Panaskan labu kjeldahl sampai
kjeldahl, tambahkan 10 gram amonia menguap semua,
K2S atau Na2SO4 anhidrat dan destilat ditampung dalam
15 – 25 ml H2SO4 pekat, kalau erlenmeyer yang berisi 100 ml
destruksi sukar dilakukan perlu HCl 0,1 N yang sudah diberi
ditambah katalis CuSO4 indikator phenolphtalein 1% 2 –
sebanyak 6 gram dan digoyang. 5 tetes. Destilasi diakhiri setelah
2. Kemudian dipanaskan pada volume destilat 150 ml atau
pemanas listrik atau api bunsen setelah destilat yang keluar
dalam almari asanm, mula-mula tidak bersifat basa.
dengan api kecil dan setelah 6. Kelebihan HCl 0,1 N dalam
asap hilang api dibesarkan, destilat dititrasi dengan larutan
pemanasan diakhiri setelah basa standar (larutan NaOH 0,1
cairan menjadi jernih tidak N) samapi larutan berwarna
berwarna. pink, catat volume titran.
3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk 7. Hitunglah kadar protein bahan
perlakuan blanko. dengan persamaan sebagai
berikut :
(ml NaOH blanko – ml NaOH contoh)
Kadar Nitrogen (%)= X N NaOH X 14,008
Gram contoh X 10
Kadar Protein (%) = Kadar Nitrogen X faktor konversi
bromcresol green dengan 2 ml
Pengukuran Kadar Protein Metode
merah metil.
SNI
3. Larutan asam borat H3BO3 2 %,
larutkan 10 gr H3BO3 dalam 500
Pereaksi :
1. Campuran selen, campuran 2,5 ml air suling. Setelah dingin
gr serbuk SeO2, 100 gr K2SO4 pindahkan kedalam botol
dan 20 gr CuSO4 5 H2O. bertutup gelas. Campur 500 ml
2. Indikator campuran, siapkan asam borat dengan 5 ml
latutan bromcresol green 0,1 % indikator.
dan larutan merah metil 0,1 % 4. Larutan asam klorida, HCL 0,01
dalam alkohol 95 % secara N
terpisah. Campur 10 ml 5. Larutan Natrium Hidroksida
NaOH 30%, larutkan 150 gram
301
Natrium Hidroksida kedalam 350 labu ukur 100 ml, tepatkan
ml air, simpan dalam botol sampai tanda garis
bertutup karet. 5. Pipet 5 ml larutan dan masukkan
kedalam alat penyuling,
Langkah kerja : tambahkan 5 ml NaOH 30% dan
1. Timbang seksama 0,51 g beberapa tetes indikator PP,
cuplikan, masukkan ke dalam 6. Sulingkan selama lebih kurang
labu Kjeldahl 100 ml 10 menit, sebagai penampung
2. tambahkan 2 g campuran selen gunakan 10 ml larutan asam
dan 25 ml H2SO4 pekat. borat 2% yang telah dicampur
3. Panaskan diatas pemanas listrik indikator
atau api pembakar sampai 7. Titar dengan larutan HCL 0,01
mendidih dan larutan menjadi N
jernih kehijau-hijauan (sekitar 2 8. Kerjakan penetapan blanko
jam)
4. Biarkan dingin, kemudian
encerkan dan masukkan kedalam
Perhitungan :
(V1-V2) X N X 0,014 X f.k X fp
Kadar Protein =
W
W: bobot cuplikan Peralatan :
V1 : volume HCL 0,01 N yang Neraca analitik
dipergunakan penitaran Pendingin
contoh Corong Buchner
V2 : volume HCl yang Pompa vakum
dipergunkan penitaran blanko
N: normalitas HCl Pereaksi :
Fk : faktor konversi untuk protein Asam sulfat H2SO4 1,25%
6,25 Natrium Hidroksida, NaOH 3,25%
fp : faktor pengenceran Etanol 96%
Kertas saring Whatman 54, 541
atau 41
Pengukuran Kadar Serat Kasar
Langkah kerja SNI :
dengan Metode Pencucian asam
1. Timbang seksama 2 – 4 g
dan basa kuat
cuplikan
Prinsip : Menentukan zat organik Bebaskan lemaknya dengan
yang tidak larut dalam cara ekstraksi dengan cara
asam kuat dan basa kuat SOXlet atau dengan cara
dan disertai dengan mengaduk, mengenap tuangkan
pemanasan. contoh dalam pelarut organik
sebanyak 3 kali. Keringkan
302
contoh dan masuk-kan ke dalam Langkah kerja 2 :
erlemeyer 500 ml. 1. Timbang bahan sebanyak 0,5–2
2. Tambahkan 50 ml larutan H2SO4 gram (a) lalu masukkan kedalam
1,25%, kemudian didihkan erlenmeyer, kemudian tambah-
selama 30 menit dengan kan 50 ml H2SO4 0,3 N dan di
menggunakan pendingin tegak panaskan diatas hot plate selama
3. Tambahkan 50 ml NaOH 3,25% 30 menit.
dan didihkan lagi selama 30 2. Tambahkan 25 ml NaOH 1,5 N
menit kemudian panaskan kembali
4. Dalam keadaan panas, saring selama 30 menit.
dengan corong Buchner yang 3. Panaskan kertas saring di dalam
berisi kertas saring tak berabu oven selama 1 jam pada suhu
110 oC
Whatman 54, 41 atau 541 yang
telah dikeringkan dan diketahui Dan dinginkan dalam eksikator
bobotnya. lalu ditimbang (X1). Pasang
5. Cuci endapan yang terdapat kertas saring pada corong
pada kertas saring berturut-turut buchner yang dihubungkan
dengan H2SO4 1,25% panas, air dengan vacuum pump.
panas dan etanol 96%. Panaskan juga cawan porselen
pada suhu 110 oC selama
6. Angkat kertas saring beserta satu
isinya, masukkan kedalam kotak jam dan dinginkan didalam
timbang yang telah diketahui eksikator.
bobotnya, keringkan pada suhu 4. Larutan yang telah dipanaskan
105o C dinginkan dan timbang dituang ke dalam corong
sampai bobot tetap. buchner. Lakukan pembilasan
7. bila ternyata kadar serat kasar berturut-turut menggunakan 50
lebih besar 1% abukan kertas ml air panas, 50 ml H2SO4 0,3
saring beserta isinya, timbang N, 50 ml air panas dan 25 ml
sampai bobot tetap aceton.
5. Masukkan kertas saring dari
Perhitungan : corong buchner kedalam cawan,
panaskan pada suhu 105–110 oC
a. Serat kasar < 1%,
w selama 0,5–1 jam, dinginkan
% Serat kasar = X 100% dalam eksikator dan timbang
w1 (X2).
b. serat kasar > 1% 6. Panaskan cawan dalam tanur
listrik bersuhu 600 oC selama 2
w – w1
% Serat kasar = X 100% jam hingga bahan di dalam
w2 cawan berwarna putih,
didinginkan dan timbang (X3).
w: bobot cuplikan dalam gram 7. Hitunglah kadar serat kasar
w1 : bobot abu dalam gram bahan dengan menggunakan
w2 : bobot endapan pada kertas persamaan sebagai berikut :
saring dalam gram X2 – X3 – X1
Serat Kasar (%)= X100%
a
303
Langkah Kerja 3 : dengan larutan NaOH 0,313 N
sebanyak 200 ml sampai semua
1. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 residu masuk kedalam
gram erlemeyer. Didihkan dengan
2. Masukkan kedalam erlemeyer pendingin balik sambil kadang
600 ml, tambahkan larutan kala digoyang-goyangkan selama
H2SO4 0,255 N sebanyak 200 ml 30 menit.
dan batu didih, panaskan selama 5. Saring menggunakan kertas
30 menit dengan dilakukan saring yang telah diketahui
penggoyangan sesekali. beratnya, sambil dicuci dengan
3. Saring suspensi dengan kertas larutan K2SO4 10%, cuci lagi
saring dan residu yang tertinggal residu dengan aquades mendidih
dalam erlemeyer dicuci dengan dan kemudian dengan lebih
aquades mendidih, cucilah residu kurang 15 ml alkohol 95%.
dalam kertas saring sampai air 6. Keringkan kertas saring dan
cucian tidak bersifat asam lagi isinya pada oven dengan suhu
110OC sampai berat konstan
(uji dengan kertas lakmus,
sampai berwarna biru tidak selama 1 – 2 jam, dinginkan
berubah). dalam eksikator dan timbang
4. Pindahkan secara kuantitatif 7. Hitunglah kadar serat kasar
residu dari kertas saring kedalam dengan persamaan sebagai
erlemeyer kembali dengan berikut :
spatula, dan sisanya dicuci
(Berat kertas saring +serat) – Berat kertas saring)
Kadar Serat Kasar(%)= X100%
Berat Sampel
pakan buatan didalam air akan
6.4.2. Uji Pakan secara Fisik
sangat membantu para praktisi
Uji coba yang kedua adalah uji coba
perikanan dalam memberikan pakan,
pakan secara fisik. Uji coba pakan
berapa lama waktu yang dibutuhkan
secara fisik bertujuan untuk
oleh ikan untuk mengejar pakan
mengetahui stabilitas pellet didalam
dikaitkan dengan lama waktu pakan
air (Water Stability Feed) yaitu daya
itu bertahan didalam air sebelum
tahan pakan buatan didalam air.
dimakan oleh ikan.
Selain itu uji fisik dapat dilakukan
dengan melihat kehalusan dan
Oleh karena itu dalam membuat
kekerasan bahan baku pakan yang
pakan buatan, bahan baku yang
akan sangat berpengaruh terhadap
digunakan harus dalam bentuk
kekompakan pakan didalam air. Hal
tepung, dengan semakin halusnya
ini dapat dideteksi dengan daya
bahan baku yang digunakan maka
tahan pakan buatan didalam air.
bentuk fisik akan semakin baik, dan
Dengan mengetahui daya tahan
seluruh bahan baku akan tercampur
304
secara sempurna. Hal ini akan 2. Masukkan sebanyak 5 gram
menghasilkan dampak terhadap pakan yang telah diketahui kadar
pakan buatan yang dibentuk menjadi airnya kedalam keranjang kawat
lebih kompak dan stabil. Dengan tersebut.
pakan buatan yang kompak dan 3. Masukkan keranjang kawat yang
stabil maka pakan buatan akan telah berisi pakan kedalam air
mudah dicerna oleh ikan. Pakan pada kondisi perairan yang
buatan yang mudah dicerna oleh dibuat sama dengan kondisi
ikan akan mengakibatkan efisiensi pakan ikan tersebut akan
pakan yang sangat baik dan sangat diberikan dan dibuat eksperiment
menguntungkan pemakai/petani penelitian dengan desain waktu
ikan. Adapun pengukuran pakan selama 2, 4, 6 dan 8 jam.
secara fisik dapat dilakukan sebagai 4. Lakukan pengeringan keranjang
berikut : basket yang telah direndam
dalam air kedalam oven,
kemudian simpan dalam
desikator dan timbang beratnya
Pengukuran Water Stability
sampai diperoleh berat yang
Daya tahan pakan ikan didalam air konstan.
harus diperhatikan karena hal ini 5. Persentase berat kering yang
sangat diperlukan bagi pakan yang hilang dihitung setelah dikurangi
akan dikonsumsi oleh ikan. Ikan dengan berat keranjang.
yang hidup didasar perairan 6. Nilai water stability dalam persen
membutuhkan pakan yang lebih dapat dihitung menggunakan
tahan lama didalam air dibandingkan rumus sebagai berikut :
pakan ikan yang akan dibuat untuk
ikan yang hidup dipermukaan atau Fo
ditengah perairan. Semakin lama % Water stability = X 100
pakan terendam dalam air dan tidak Io
cepat hancur maka ikan dapat
dengan mudah memakan pakan Dimana :
buatan tersebut. Oleh karena itu Io : adalah berat awal pakan
water stability dari pakan ikan ini kering
sangat bergantung pada Fo: adalah berat akhir pakan
peruntukkan pakan tersebut. Water kering
stability pakan menurut Millamenena
et al (2000) dapat dilakukan Sebagai contoh dalam pengukuran
pengukuran dengan prosedur water stability adalah sebagai
sebagai berikut : berikut:
1. Masukkan keranjang kawat ke
dalam oven untuk dikeringkan Misalnya, berat pakan adalah 5,26
pada suhu 100 oC selama 1 – 3 gram, berat kering pakan adalah
jam. Kemudian simpan di dalam 95% maka berat kering pakan adalah
desikator dan timbanglah berat pakan X % berat kering dibagi
keranjang tersebut sampai 100.
diperoleh berat yang konstant.
305
% berat kering
Berat kering pakan = berat pakan X
100
95
Maka Io = 5,26 gram X
100
Io = 5,0 gram
Dari hasil perlakuan pencelupan tadi menit, sedangkan untuk ikan yang
diperoleh data sebagai berikut : hidup dipermukaan air lebih cepat
menangkap pakan sehingga waktu
Berat pakan dan keranjang = 12,5 yang dibutuhkan sampai pakan
gram hancur lebih cepat. Daya tahan
pakan di dalam air ini sangat
Berat keranjang kosong= 8,0 gram bergantung pada jumlah bahan baku
yang digunakan sebagi perekat
Maka berat akhir pakan kering (binder) dan prosesing pembuatan
adalah berat keranjang dan pakan pakan.
dikurangi dengan berat keranjang
yaitu : Langkah kerja dalam uji water
stability yang praktis adalah sebagai
Fo = 12,5 gram – 8,0 gram berikut :
Fo = 4,5 gram 1. Menyiapkan alat dan bahan yang
Fo akan digunakan sebelum
% Water Stability = X 100 melakukan uji fisik pakan (wadah
Io budidaya, pakan ikan yang
dibuat, aerator, stop watch, air).
4,5 2. Mengisi wadah uji dengan air
= X 100 dengan ketinggian minimal 50
5,0 cm.
3. Memasukkan selang aerasi
= 90% kedalam wadah uji.
4. Memasang aerator dengan kuat
Pengukuran water stability yang sehingga air didalam wadah uji
paling mudah dilakukan dengan bergerak dan menimbulkan
menghitung lama waktu yang gelombang.
dibutuhkan oleh pakan tersebut 5. Memasukkan pakan buatan
sampai hancur di dalam wadah kedalam wadah uji dan catat
budidaya. Biasanya pakan untuk waktu pertama pakan buatan
udang sebagai organisme air yang dimasukkan kedalam wadah uji.
hidup di dasar perairan maka pakan 6. Memperhatikan kekompakan
yang direndam di dalam air minimal pakan buatan didalam wadah uji
membutuhkan waktu selama 30 dan catat waktu pakan tersebut
306
mulai mengembang serta catat gelombang dan masukkan ikan
pula waktu pakan tersebut mulai kedalam wadah tersebut.
hancur. 5. Memasukkan pakan buatan
7. Pakan yang baik akan stabil kedalam wadah uji dan
didalam air selama 30 menit perhatikan tingkah laku ikan
untuk pakan udang sedangkan dalam menangkap pakan dan
untuk pakan ikan biasanya perhatikan juga berapa lama
kurang dari tiga puluh menit. waktu yang dibutuhkan oleh ikan
untuk mengkonsumsi pakan
tersebut.
6. Melakukan uji fisik yang kedua
Pengujian bau pakan (attractant)
yaitu bau pakan buatan dengan
Pakan ikan yang sudah dibuat harus cara mencium pakan buatan
mempunyai bau yng khas sesuai yang telah dibuat dibandingkan
dengan keinginan ikan sehingga ikan dengan pakan buatan pabrik
yang mencium bau pakan ikan yang sudah biasa digunakan
tersebut tertarik untuk untuk pakan ikan.
mengkonsumsi pakan atau biasa 7. Membandingkan hasilnya secara
disebut dengan daya terima ikan organoleptik dan juga amati daya
terhadap pakan ikan yang dibuat terima ikan terhadap pakan
(pallatabilitas). Pakan ikan yang buatan yang dibuat dengan cara
mempunyai bau yang enak akan mengamati respon ikan terhadap
menarik minat ikan untuk segera pakan buatan dan bandingkan
memakan pakan ikan tersebut. Oleh pula respon ikan terhadap pakan
karena itu jika anda membuat pakan pabrik.
ikan ini harus dilakukan uji fisik 8. Mencatat hasil perbandingan
tentang bau pakan tersebut apakah tersebut .
sudah dapat diterima oleh ikan.
Adapun langkah kerja yang dapat
Pengujian tingkat kehalusan
dilakukan untuk mengetahui bau
pakan
pakan dan daya terima ikan terhadap
pakan dapat dilakukan dengan
Pakan ikan yang dibuat biasanya
prosedur sebagai berikut :
tidak akan langsung dijual kepada
konsumen, tetapi akan disimpan
Langkah kerja :
terlebih dahulu dalam ruang
1. Menyiapkan alat dan bahan yang
penyimpanan pakan. Dalam ruang
akan digunakan sebelum
penyimpanan pakan, pakan ikan ini
melakukan uji fisik pakan.
biasanya disimpan dalam tumpukan
2. Mengisi wadah uji dengan air
pakan yang berju
0 comments
Post a comment