SMK-MAK kelas10 smk budidaya ikan gusrina

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    SMK-MAK kelas10 smk budidaya ikan gusrina - Presentation Transcript

    1. Gusrina untuk Sekolah Menengah Kejuruan Gusrina BUDIDAYA IKAN untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional
    2. Gusrina BUDAYA IKAN Untuk SMK Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional i
    3. Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang BUDIDAYA IKAN Untuk SMK Penulis : Gusrina Ilustrasi, Tata Letak : Perancang Kulit : Ukuran Buku : 410 GUS GUSRINA b Budidaya Ikan untuk SMK /oleh Gusrina. ---- Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008 ii
    4. KATA SAMBUTAN Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah melaksanakan penulisan pembelian hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui website bagi siswa SMK. Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh Indonesia. Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional tersebut, dapat diunduh (download), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan ditayangkannya soft copy ini akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk mengaksesnya sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Selanjutnya, kepada para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Direktur Pembinaan SMK iii
    5. KATA PENGANTAR Buku Budidaya Ikan merupakan salah satu judul buku teks kejuruan yang akan digunakan oleh para pendidik dan peserta didik SMK dan lembaga pendidikan dan pelatihan lainnya. Buku teks kejuruan dalam bidang budidaya ikan saat ini belum banyak dibuat, yang beredar saat ini kebanyakan buku- buku praktis tentang beberapa komoditas budidaya ikan. Buku Budidaya Ikan secara menyeluruh yang beredar dimasyarakat saat ini belum memenuhi kebutuhan sebagai bahan ajar bagi siswa SMK yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan model Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK. Dengan melakukan budidaya ikan maka keberadaan ikan sebagai bahan pangan bagi masyarakat akan berkesinambungan dan tidak akan punah. Pada buku ini akan dibahas beberapa bab yang dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan budidaya ikan. Bab pertama berisi tentang wadah budidaya ikan, bab kedua berisi tentang media budidaya ikan, bab ketiga berisi tentang hama dan penyakit ikan, bab keempat berisi tentang nutrisi ikan, bab kelima berisi tentang teknologi pakan buatan, bab keenam berisi tentang teknologi pakan alami, bab ketujuh berisi tentang pengembangbiakan ikan dan bab kedelapan berisi tentang hama dan penyakit ikan. Sedangkan materi penunjang seperti pemasaran, analisa usaha budidaya ikan dan kesehatan dan keselamatan kerja terdapat pada bab terakhir. Agar dapat membudidayakan ikan yang berasal dari perairan tawar, payau maupun laut ada beberapa hal yang harus dipahami antara lain adalah memahami jenis-jenis wadah dan media budidaya ikan, pengetahuan tentang nutrisi ikan dan jenis-jenis pakan alami yang meliputi tentang morfologi, biologi dan kebiasaan hidup. Selain itu pengetahuan teknis lainnya yang harus dipahami adalah tentang pengembangbiakan ikan mulai dari seleksi induk, teknik pemijahan ikan, proses pemeliharaannya sampai pemanenen ikan. Akhir kata penulis mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan penulisan buku ini dihadapan pembaca. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada suami dan anak-anak atas dukungan dan orang tua tercinta serta teman-teman yang telah membantu. Selain itu kepada Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah yang menyediakan anggaran untuk meyediakan sumber belajar buku teks kejuruan yang sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kompetensi Kelulusan SMK. Semoga buku ini bermanfaat bagi yang membacanya dan menambah pengetahuan serta wawasan. Dan juga kami mohon saran dan masukan yang membangun karena keterbatasan yang dimiliki oleh penyusun. Cianjur, November 2007 Penyusun iv
    6. DAFTAR ISI Halaman iv Kata Pengantar v Daftar Isi ix Daftar Gambar xiii Daftar Tabel xvi Glosari xxviii Sinopsis xxx Peta Kompetensi 1 Bab I. PENDAHULUAN 21 Bab II. WADAH BUDIDAYA IKAN 21 2.1. JENIS-JENIS WADAH BUDIDAYA IKAN 2.1.1. Kolam 21 2.1.2. Bak 24 2.1.3. Akuarium 24 2.1.4. Karamba Jaring Apung 26 27 2.2. KONSTRUKSI WADAH BUDIDAYA 2.2.1. Konstruksi kolam 27 2.2.1.1. Pematang kolam 27 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran 28 2.2.1.3. Pintu air 29 2.2.2. Konstruksi akuarium 31 2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung 34 2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA 43 50 Bab III. MEDIA BUDIDAYA IKAN 50 3.1. SUMBER AIR 53 3.2. PARAMETER KUALITAS AIR 3.2.1. Sifat Fisik 53 3.2.1.1. Kepadatan (density/berat jenis) 53 3.2.1.2. Kekentalan (Viscosity) 53 3.2.1.3. Tegangan Permukaan 54 3.2.1.4. Suhu air 54 3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air 56 3.2.1.6. Salinitas 57 3.2.2. Sifat Kimia 58 3.2.2.1. Oksigen 58 3.2.2.2. Karbondioksida 60 3.2.2.3. pH air 61 3.2.2.4. Bahan organic dan garam mineral 63 3.2.2.5. Nitrogen 65 3.2.2.6. Alkalinitas dan kesadahan 67 3.2.3. Sifat Biologi 68 68 3.3. PENGUKURAN KUALITAS AIR BUDIDAYA v
    7. 73 Bab IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN 73 4.1. SELEKSI INDUK 4.1.1. Selective Breeding 76 4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/Crossbreeding 81 4.1.3. Seks Reversal 83 4.1.4. Inbreeding 92 4.1.5. Aplikasi seleksi induk pada budidaya 95 4.1.5.1. Seleksi induk ikan Lele 96 4.1.5.2. Seleksi induk ikan mas 97 4.1.5.3. Seleksi induk ikan Nila 100 4.1.5.4. Seleksi induk ikan Patin 102 103 4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN 4.2.1. Perkembangan dan pematangan gonad 104 4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 109 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel target 113 4.2.4. Stripping dan pembuahan buatan 114 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi 116 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan pada ikan budidaya 117 4.2.6.1. Pemijahan ikan mas 117 4.2.6.2. Pemijahan ikan lele 124 4.2.6.3. Pemijahan ikan nila 126 130 4.3. PENETASAN TELUR 4.3.1. Perkembangan embrio 131 4.3.2. Proses penetasan telur 132 4.3.3. Aplikasi penetasan telur ikan 133 138 4.4. PEMELIHARAAN LARVA DAN BENIH IKAN 146 4.5. PEMBESARAN IKAN 4.5.1. Pembesaran ikan mas 146 4.5.2. Pembesaran ikan nila 151 4.5.3. Pembesaran ikan bandeng 154 157 4.6. PEMANENAN 4.6.1. Pemanenan benih ikan nila 157 4.6.2. Pemanenan benih ikan patin 158 4.6.3. Pemanenan ikan mas 160 162 Bab V. NUTRISI IKAN 162 5.1. ENERGI 167 5.2. PROTEIN 182 5.3. KARBOHIDRAT 190 5.4. LIPID 199 5.5. VITAMIN 232 5.6. MINERAL 243 Bab VI. TEKNOLOGI PAKAN BUATAN 246 6.1. JENIS-JENIS BAHAN BAKU 258 6.2. PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN 6.2.1. Metode segi empat Pearsons 258 6.2.2. Metode aljabar 264 vi
    8. 6.2.3. Metode linier 268 6.2.4. Metode Trial and error (coba-coba) 272 6.2.5. Metode Worksheet 277 282 6.3. PROSEDUR PEMBUATAN PAKAN 292 6.4. UJI COBA PAKAN IKAN 6.4.1. Uji pakan secara kimia 292 6.4.2. Uji pakan secara fisik 304 6.4.3. Uji pakan secara biologis 308 6.5. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN 315 6.6. PAKAN DAN KUALITAS AIR 324 329 Bab VII. TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAN ALAMI 329 7.1. JENIS-JENIS PAKAN ALAMI 336 7.2. BUDIDAYA PHYTOPLANKTON 7.2.1. Wadah dan peralatan budidaya Phytoplankton 336 7.2.2. Penyiapan media budidaya Phytoplankton 339 7.2.3. Penebaran bibit/inokulasi 348 354 7.3. BUDIDAYA ZOOPLANKTON 7.3.1. Budidaya Daphnia 354 7.3.2. Budidaya Artemia 367 7.3.3. Budidaya Rotifera 377 388 7.4. BUDIDAYA BENTHOS 396 7.5. BIOENKAPSULASI 400 Bab VIII. HAMA DAN PENYAKIT IKAN 400 8.1. JENIS-JENIS HAMA DAN PENYAKIT 8.1.1. Hama ikan 400 8.1.2. Penyakit ikan 402 412 8.2. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN 8.2.1. Pencegahan hama 412 8.2.2. Pencegahan parasit dengan penyaringan air 413 sistem filter 415 8.2.3. Pencegahan terhadap beberapa penyakit 417 431 8.3. GEJALA SERANGAN PENYAKIT 8.4. PENGOBATAN PENYAKIT IKAN 446 Bab IX. PEMASARAN 446 9.1. PENGERTIAN PEMASARAN 447 9.2. CIRI-CIRI PEMASARAN HASIL PERIKANAN 449 9.3. PERENCANAAN DAN TARGET PENJUALAN 450 9.4. ESTIMASI HARGA JUAL 454 9.5. SISTEM PENJUALAN 455 9.6. STRATEGI PROMOSI 463 Bab X. ANALISA USAHA BUDIDAYA IKAN 463 10.1. PENGERTIAN STUDI KELAYAKAN 476 10.2. NET PRESENT VALUE (NPV) 477 10.3. NET BENEFIT COST RATIO (NBC RATIO) vii
    9. 477 10.4. INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) 478 10.5. ANALISIS BREAK EVENT POINT 479 10.6. APLIKASI ANALISA USAHA 485 Bab XI. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA 485 11.1. PENGERTIAN K3 485 11.2. PENERAPAN KAIDAH K3 PADA DUNIA USAHA PERIKANAN BUDIDAYA 492 Daftar Pustaka viii
    10. DAFTAR GAMBAR No. Judul Halaman 1.1. Ikan Mas (Cyprinus carpio) 4 1.2. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) 4 1.3. Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) 4 1.4. Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) 4 1.5. Ikan Patin (Pangasius hiphothalamus) 4 1.6. Ikan Bawal (Colosoma brachyponum) 5 1.7. Ikan Tawes (Puntius gonionotus) 5 1.8. Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) 5 1.9. Ikan Sepat (Trichogaster pectolaris) 5 1.10. Ikan Kowan (Ctenopharyngodon idella) 5 1.11. Ikan Lele (Clarias sp) 5 1.12. Ikan Sidat (Anguilla sp) 6 1.13. Udang vanamei (Penaeus vannamei) 6 1.14. Ikan Bandeng (Chanos chanos) 6 1.15. Kerapu Merah (Plectopomus maculates) 6 1.16. Ikan Kakap putih (Lates calcarifer) 6 1.17. Ikan Kerapu (Chromileptes altivelis) 6 1.18. Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorata) 6 1.19. Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) 6 1.20. Ikan Beronang (Siganus gutatus) 7 2.1 Kolam tanah 22 2.2 Kolam semiintensif 22 2.3 Kolam intensif 22 2.4 Kolam Pemijahan 23 2.5 Kolam Penetasan 23 2.6 Kolam Pemeliharaan 23 2.7 Kolam Pemberokan 24 2.8 Bak beton 24 2.9 Bak Fiber 24 2.10 Bak Plastik 24 2.11 Akuarium Kelompok 25 2.12 Akuarium sejenis 26 2.13 Akuarium Tanaman 26 2.14 Kolam jaring terapung tampak atas 26 2.15 Kolam jaring terapung tampak depan 27 2.16 Bentuk pematang trapesium sama kaki 28 2.17 Bentuk pematang trapesium tidak sama kaki 28 2.18 Kemiringan dasar kolam 28 2.19 Saluran tengah atau kemalir 29 2.20 Pintu pemasukan dan pengeluaran air di tengah 29 2.21 Pintu pemasukan dan pengeluaran air di sudut 29 2.22 Pintu pemasukan dan pengeluaran air bentuk L 30 2.23 Pintu pemasukan dan pengeluaran air system monik 30 ix
    11. 2.24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon 30 2.25 Meletakkan lembaran kaca 32 2.26 Mengukur kaca 32 2.27 Memotong kaca 32 2.28 Menghaluskan bagian pinggir kaca 32 2.29 Lem silicon dan alat tembak lem 33 2.30 Penggunaan alat tembak lem 33 2.31 Lakban pada kaca 34 2.32 Mengeringkan akuarium 34 2.33 Kerangka jarring apung 37 2.34 Pelampung drum besi 38 2.35 Jangkar 38 2.36 Pola jarring 41 2.37 Pengeringan dasar kolam 43 2.38 Mengairi kolam 46 2.39 Sanitasi bak budidaya 48 3.1 Termometer 71 3.2 Secchi disk 71 3.3 Salinometer 71 3.4 Refraktometer 71 3.5 Flow meter 71 3.6 DO meter 71 3.7 pH meter 72 3.8 Kerta Lakmus 72 3.9 Planktonnet 72 3.10 Haemocytometer 72 3.11 Ekman Dredge 72 3.12 Spektrofotometer 72 4.1 Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding 95 4.2 Induk ikan lele betina dan genital papilla 96 4.3 Induk ikan lele jantan dan genital papilla 97 4.4 Induk ikan mas betina dan genital papilla 100 4.5 Induk ikan mas jantan dan genital papilla 100 4.6 Induk ikan nila 102 4.7 Induk ikan patin jantan dan betina 102 4.8 Kanulasi induk ikan patin 103 4.9 Skema pengaturan sekresi hormone 105 4.10 Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan 106 4.11 Mekanisme hormone steroid 109 4.12 Representasi diagram pada penempang sagital otak 110 4.13 Pengambilan kelenjar hipofisa 111 4.14 Penggerusan kelenjar hipofisa 112 4.15 Pemutaran alat sentrifuse 112 4.16 Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa 112 4.17 Pengambilan kelenjar ekstrak hipofisa 112 4.18 Penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa 113 4.19 Pemasangan kakaban dikolam pemijahan cara Sunda 118 4.20 Kolam pemijahan cara Cimindi 119 x
    12. 4.21 Kolam pemijahan cara Magek 120 4.22 Kolam pemijahan cara Kantong 121 4.23 Kolam pemijahan cara Dubish 122 4.24 Kolam pemijahan cara Hofer 123 4.25 Diagram susunan kolam pemijahan bersekat 129 4.26 Sampling benih ikan 145 4.27 Pengemasan benih 159 6.1 Disk mill 283 6.2 Hammer mill 283 6.3 Vertical mixer 284 6.4 Horizontal mixer 284 6.5 Alat penggiling daging 286 6.6 Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi 287 6.7 Silo 287 6.8 Alat pengukur kadar air 293 6.9 Peralatan pengukuran kadar protein 294 6.10 Peralatan pengukuran kadar lemak 294 6.11 Peralatan pengukuran kadar serat kasar 295 6.12 Peralatan pengukuran kadar abu 296 6.13 Metode pemberian pakan dengan tangan 323 6.14 Ametode pemberian pakan dengan demand feeder 323 7.1 Chlorella sp 331 7.2 Tetrasemis sp 332 7.3 Scenedesmus sp 332 333 7.4 Skeletonema costatum 7.5 Spirulina sp 333 7.6 Brachionus sp 334 334 7.7 Artemia salina 7.8 Moina sp 335 7.9 Daphnia sp 335 335 7.10 Paramecium 7.11 Tubifex sp 335 7.12 Erlemeyer 336 7.13 Cawan Petri 337 7.14 Jarum ose 337 7.15 Pipet kaca 337 7.16 Tabung reaksi 337 7.17 Mikroskop 337 7.18 Bak fiber 338 7.19 Aerator 338 7.20 Daphnia sp (bagian-bagian tubuh) 360 7.21 Kemasan cyst Artemia 367 7.22 Perkembangbiakan Artemia 373 7.23 Rotifera 382 7.24 Daur hidup rotifer 384 7.25 Tubifex 391 7.26 Daur hidup tubifex 392 405 8.1 Ichthyophthirius multifiliis xi
    13. 8.2 Siklus hidup Ichthyophthirius multifiliis 406 8.3 Trichodina tampak bawah 407 8.4 Trichodina tampak atas 407 8.5 Myxobolus sp 407 8.6 Myxosoma sp 408 8.7 Thellohanellus sp 408 8.8 Henneguya sp 408 8.9 Dactylogyrus sp 409 8.10 Gyrodactilus sp 409 8.11 Lernea sp 410 8.12 Argulus indicus tampak bawah 411 8.13 Saprolegnia sp 411 8.14 Achlya sp 411 8.15 Aeromonas sp 412 8.16 Mekanisme kerja mekanik 413 8.17 Penumpukan partikel pada media filter mekanik 414 8.18 Filter air 415 8.19 Dropsy pada ikan plati dan cupang 418 8.20 Dropsy tampak samping 419 8.21 Akumulasi cairan 419 8.22 Contoh kasus kelainan gelembung renang 420 8.23 Gejala umum ulcer 421 8.24 Ikan terserang white spot 422 xii
    14. DAFTAR TABEL No. Judul Halaman 1.1 Komoditas akuakultur yang sudah lazim 3 dibudidayakan dalam system budidaya di Indonesia 2.1 Perbandingan antara ukuran akuarium dengan 31 ketebalan kaca 2.2 Jenis pelampung dan lama pemakaian 37 2.3 Ukuran mata jaring yang digunakan berdasarkan 39 ukuran ikan yang dibudidayakan 2.4 Perbandingan jumlah mata jarring yang harus 42 dipotong dalam berbagai ukuran kantong jarring dan mata jaring. 2.5 Dosis kapur tohor (CaO) 45 3.1 Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan 56 3.2 Hubungan antara kadar oksigen terlarut dan suhu 60 3.3 Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan 62 3.4 Presentase ammonia bebas terhadap ammonia total 66 3.5 Kriteria kualitas air Golongan C 69 3.6 Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan 70 peralatan pengukuran yang dapat digunakan 4.1 Perbandingan strategi, keuntungan dan kerugian dari 78 seleksi individu (A), seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) 4.2 Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotype 94 dan frekuensi alel dalam lokus 4.3 Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas 99 4.4 Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan mas matang 99 gonad 4.5 Ciri-ciri induk jantan dan betina ikan nila 101 4.6 Dosis pengapuran untuk menetralkan dari berbagai 128 jenis tekstur tanah dan pH awal yang berbeda 4.7 Perkembangan stadia embrio ikan lele pada suhu 28 134 o C 4.8 Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem 150 pemeliharaan 5.1 Kebutuhan energi untuk ikan Salmon 166 5.2 Kebutuhan energi untuk Catfish 166 5.3 Nama dan singkatan asam amino 171 5.4 Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa 178 jenis ikan dalam % protein pakan 5.5 Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering 182 pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya 5.6 Klasifikasi karbohidrat 184 5.7 Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan 188 sumbernya oleh beberapa ikan budidaya xiii
    15. 5.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk 190 pertumbuhan beberapa ikan budidaya 5.9 Nama umum asam lemak 194 5.10 Kelompok asam lemak unsaturated jenuh 195 5.11 Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan 196 5.12 Komposisi asam lemak essensial pada berbagai 197 sumber lipid (g/100 g asam lemak) 5.13 Penggolongan beberapa sumber vitamin A 202 5.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya 203 5.15 Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan 203 5.16 Kebutuhan vitamin D beberapa spesies ikan budidaya 205 5.17 Kebutuhan vitamin E beberapa spesies ikan budidaya 207 5.18 Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E 208 sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya 5.19 Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan 209 budidaya 5.20 Kebutuhan tiamin dalam pakan 211 5.21 Tanda-tanda kekurangan tiamin A pada ikan budidaya 212 5.22 Kebutuhan vitamin B2 dalam pakan ikan 213 5.23 Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan 214 budidaya 5.24 Kebutuhan vitamin B6 dalam pakan ikan 215 5.25 Tanda-tanda kekurangan piridoksin pada ikan 216 budidaya 5.26 Kebutuhan vitamin B5 dalam pakan ikan 218 5.27 Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan 218 budidaya 5.28 Kebutuhan biotin dalam pakan ikan 220 5.29 Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya 220 5.30 Kebutuhan asam folat dalam pakan ikan 221 5.31 Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan 222 budidaya 5.32 Kebutuhan vitamin B12 dalam pakan ikan 223 5.33 Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan 223 budidaya 5.34 Kebutuhan Niasin dalam pakan ikan 224 5.35 Tanda-tanda kekurangan Niasin pada ikan budidaya 225 5.36 Kebutuhan inositol dalam pakan ikan 226 5.37 Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya 226 5.38 Kebutuhan Kolin dalam pakan ikan 227 5.39 Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya 228 5.40 Kebutuhan vitamin C dalam pakan ikan 229 5.41 Tanda-tanda kekurangan vitamin C pada ikan 230 budidaya 5.42 Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada 237 berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) 5.43 Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai 237 xiv
    16. jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) 5.44 Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan 238 5.45 Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan 239 5.46 Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan 240 5.47 Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan 241 6.1 Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan 247 makannya 6.2 Kandungan nutrisi bahan baku nabati 251 6.3 Kandungan nutrisi bahan baku hewani 252 6.4 Kandungan nutrisi bahan baku limbah pertanian 252 6.5 Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan 254 ikan dan udang dalam % 6.6 Jenis dan kandungan nutrisi bahan baku ikan 255 karnivora 6.7 Hasil analisa proksimat bahan baku 256 6.8 Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi dan cara menghilangkan zat antinutrisi 285 6.9 Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan 291 budidaya 6.10 Skedul pemberian pakan dalam usaha budidaya ikan 320 6.11 Skedul pemberian pakan pada udang 321 6.12 Jumlah pakan harian pudang dengan kelangsungan 322 hidup 80% 7.1 Komposisi pupuk pada media stok murni kultur algae 341 7.2 Komposisi Trace Metal Solution 341 7.3 Komposisi pupuk pada phytoplankton air tawar 342 7.4 Komposisi pupuk phytoplankton semi masal 346 7.5 Komposisi pupuk kultur missal 347 7.6 Komposisi campuran vitamin pada media Dphnia 363 7.7 Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar 371 garam 5 permill 7.8 Komposisi bahan kimia untuk membuat air laut kadar 372 garam 30 permill 7.9 Ukuran badan dan nilai kalori rotifer 383 7.10 Kandungan komposisi beberapa bahan 398 bioenkapsulasi 8.1 Bahan ekstrak dari tumbuh-tumbuhan serta dosisnya 402 8.2 Obat dan bahan kimia yang digunakan pengobatan 443 penyakit ikan xv
    17. GLOSARI salah satu bagian dari kelenjar hipofisa yang Adenohipofisa : mengandung sel-sel pensekresi hormon prolaktin, hormon Adrenocorticotropic (ACTH), hormon pelepas tiroid (Thyroid Stimulating Hormone), hormon pertumbuhan (STH- Somatotropin) dan Gonadotropin. Pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte Stimulating Hormone). Adaptasi : Masa penyesuaian suatu organisme dalam lingkungan baru. Aerasi : Pemberian udara ke dalam air untuk penambahan oksigen Akrosom : Organel penghujung pada kepala spema yang dikeluarkan yang berfungsi membantu sperma menembus sel telur. Aksi gen aditif : aksi gen yang mana fenotipe heterosigot merupakan intermedit antara kedua fenotipe homosigot, kedua alel tidak memperlihatkan dominansi, keduanya memberikan konstribusi yang seimbang dalam menghasilkan suatu fenotipe Aklimatisasi : Penyesuaian fisiologis terhadap perubahan salah satu faktor lingkungan Albinisme : kondisi genetik yang tidak sempurna yang menyebabkan organisme tidak membentuk pigmen Bentuk alternatif suatu gen Alel : Alel yang diekspresikan secara penuh dalam Alel dominan : fenotipe itu Alel yang pemunculan fenotipenya ditutupi secara Alel resesif : sempurna Molekul organik dengan gugus karbonil yang Aldehida : terletak pada ujung kerangka karbon xvi
    18. Pembentukan zat organik kompleks dari yang Anabolisme : sederhana, asimilasi zat makanan oleh organisme untuk membangun atau memulihkan jaringan dan bagian-bagian hidup lainnya. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya Anadromus : dihabiskan dilaut dan bermigrasi ke air tawar untuk memijah. Anafase : Tahap mitosis dan meiosis yang mengikuti metafase ketika separuh kromosom atau kromosom homolog memisah dan bergerak ke arah kutub gelendong. Hormon steroid jantan utama, misalnya testoteron Androgen : Androgenesis : Proses penjantanan Bahan kimiawi yang membunuh bakteri atau Antibiotik : menghambat pertumbuhannya. Imunoglobin pengikat antigen yang dihasilkan oleh Antibodi : sel limfosit B, berfungsi sebagai efektor dalam suatu respon imun. Makromolekul asing yang bukan merupakan Antigen : bagian dari organisme inang dan yang memicu munculnya respon imun. Asam amino : Molekul organik yang memiliki gugus karboksil maupun gugus amino. Asam amino berfungsi sebagai monomer protein. Suatu molekul asam nukleat berbentuk heliks dan Asam : beruntai ganda yang mampu bereplikasi dan deoksiribonukleat menentukan struktur protein sel yang diwariskan. Asam karboksilik dengan rantai karbon panjang. Asam lemak (fatty : Asam lemak bervariasi panjang dan jumlah dan acid) lokasi ikatan gandanya, tiga asam lemak berikatan dengan satu molekul gliserol akan membentuk lemak. Asam lemak dimana semua karbon dalam ekor Asam lemak jenuh : hidrokarbonnya dihubungkan oleh ikatan tunggal, (Saturated fatty sehingga memaksimumkan jumlah atom hidrogen acid) yang dapat berikatan dengan kerangka karbon. xvii
    19. Asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan Asam lemak tak : ganda antara karbon-karbon dalam ekor jenuh (Unsaturated hidrokarbon. Ikatan seperti itu mengurangi jumlah fatty acid) atom hidrogen yang terikat ke kerangka karbon. Suatu polimer yang terdiri atas banyak monomer Asam nukleat : nukleotida, yang berfungsi sebagai cetak biru untuk protein dan melalui kerja protein, untuk semua aktivitas seluler. Ada dua jenis yaitu DNA dan RNA. Asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri Asam amino : oleh tubuh hewan sehingga harus tersedia dalam essensial makanan. Perkembangbiakan tidak melalui perkawinan Aseksual : Kromosom yang secara tidak langsung terlibat Autosom : dalam penentuan jenis kelamin, sebagai kebalikan dari kromosom seks. Sel-sel yang besar berasal Auksospora : dari perkembangbiakan zigot baru Bentuk perkawinan yang sering digunakan dalam Backross : pemuliaan yaitu mengawinkan kembali antara anak dan orangtuanya yang sama untuk beberapa generasi. Basofil : Bersifat menyerap basa. Organisme yang hidup di dasar perairan Benthos : Blastomer : Sel-sel anak yang dihasilkan selama pembelahan zygot. Blastula : Rongga yang terbentuk selama fase pembelahan zigot. Proses pembentukan blastula Blastulasi : Bobot kering bahan organik yang terdiri atas Biomassa : sekelompok organisme di dalam suatu habitat tertentu atau bobot seluruh bahan organik pada satuan luas dalam suatu waktu tertentu. Usaha yang bermanfaat dan memberi hasil, suatu Budidaya : xviii
    20. sistem yang digunakan untuk memproduksi sesuatu dibawah kondisi buatan. Perkawinan yang dekat sekali kaitan keluarganya, Closed Breeding : misalnya antara anak dan tetua atau antara antar saudara sekandung. Fase dorman dari crustacea karena kondisi Cyste : lingkungan yang tidak sesuai Fungi dan bakteri saprotropik yang menyerap Dekomposer : nutrien dari materi organik yang tidak hidup seperti bangkai, materi tumbuhan yang telah jatuh dan buangan organisme hidup dan mengubahnya menjadi bentuk anorganik. Jumlah individu persatuan luas atau volume atau Densitas : masa persatuan volume yang biasanya dihitung dalam gram/cm3 atau jumlah sel/ml. Deoksiribosa : Komponen gula pada DNA, yang gugus hidroksilnya kurang satu dibandingkan dengan ribosa, komponen gula pada RNA Detritus : Materi organik yang telah mati atau hancuran bahan organik yang berasal dari proses penguraian secara biologis. Disipon : Membersihkan badan air dengan mengeluarkan kotoran bersama sebagian jumlah air. Disucihamakan : Disterilkan dari jasad pengganggu. Dorsal : Bagian punggung Diagnosis : Proses pemeriksaan terhadap suatu hal Diferensiasi gonad : Proses penentuan kelamin dengan pernyataan fenotipe melalui perkembangan alat kelamin dan ciri-ciri kelamin. Diploid : Keadaan perangkat kromosom bila setiap kromosomnya diwakili dua kali (2n) Diploidisasi : Penggandaan jumlah kromosom pada sel-sel haploid Donor : Pemberi sumbangan xix
    21. Telur yang dibuahi dan merupakan dinding tebal Dormant : dan jika menetas menjadi betina amiktik. Ekspresi gen : Pengejewantahan bahan genetik pada suatu makhluk hidup sebagai keseluruhan jumlah tabiat yang khas. Pemisahan asam nukleat atau protein Elektroforesis gel : berdasarkan ukuran dan muatan listriknya, dengan cara mengukur laju pergerakkannya melalui suatu medan listrik dalam suatu gel. Proses perkembangan embrio Embriogenesis : Endokrin : Kelenjar/sel yang menghasilkan hormon Molekul protein komplek yang dihasilkan oleh sel Enzim : dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia didalam tubuh makhluk hidup. Enzim yang digunakan untuk memotong fragmen Enzim restriksi : DNA yang memiliki sekuen tertentu. Estrogen : Hormon seks steroid betina yang utama. Makhluk yang sel-selnya mengandung inti sejati Eukaryot : yang diselimuti selaput inti, mengalami meiosis, membelah dengan mitosis dan enzim oksidatifnya dikemas dalam mitokondria. Jumlah sel telur yang dihasilkan oleh seekor Fekunditas : hewan betina pertahun atau persatuan berat hewan. Feminisasi : Proses pembetinaan Fenotipe : Ciri fisik dan fisiologis pada suatu organisme atau sifat yang terlihat pada makhluk hidup yang dihasilkan oleh genotipe bersama-sama dengan faktor lingkungan. Sinyal kimiawi atsiri dan kecil yang berfungsi Feromon : dalam komunikasi diantara hewan-hewan dan bertindak sangat mirip dengan hormon dalam mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku. xx
    22. Penyatuan gamet haploid untuk menghasilkan Fertilisasi : suatu zigot diploid. Tonjolan berbentuk cambuk pada salah satu sel Flagella : untuk alat gerak. Fotosintesis : Pengubahan energi cahaya menjadi energi kimiawi yang disimpan dalam glukosa atau senyawa organik lainnya. Pengelompokkan anggota-anggota jenis yang Galur : hanya memiliki satu atau sejumput ciri, biasanya bersifat homozigot dan dipertahankan untuk keperluan percobaan genetika. Sel sperma atau telur haploid, gamet menyatu Gamet : selama reproduksi seksual untuk menghasilkan suatu zigot diploid. Tahapan pembentukan embrio berlapis dua dan Gastrula : berbentuk piala. Proses pembentukan gastrula dari blastula atau Gastrulasi : proses pembentukan tiga daun kecambah ektoderm, mesoderm dan endoderm. Kumpulan mikrotubula yang menyelaraskan Gelendong : pergerakan kromosom selama pembelahan eukariotik. Bagian kromosom yang mengatur sifat-sifat Gen : keturunan tertentu atau satuan informasi yang terdiri atas suatu urutan nukleotida spesifik dalam DNA. Turunan pertama atau turunan hibrid dalam Generasi F1 : fertilisasi-silang genetik. Keturunan yang dihasilkan dari perkawinan Generasi F2 : generasi hibrid F1. Komplemen lengkap gen-gen suatu organisme, Genom : materi genetik suatu organisme. Genotipe : Kandungan genetik suatu organisme. Proses perkembangan embrio yang berasal dari Ginogenesis : xxi
    23. telur tanpa kontribusi material genetik jantan Gonad : Organ seks jantan dan betina, organ penghasil gamet pada sebagian besar hewan. Gonadotropin : Hormon yang merangsang aktivitas testes dan ovarium. Haploid : Memiliki jumlah kromosom yang khas untuk gamet makhluknya. Keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi Heritabilitas : genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Dinotasikan dengan huruf h2 dengan nilai berkisar antara 0 – 1. Hermaphrodit : Individu yang mempunyai alat kelamin jantan dan betina. Heliks ganda : Bentuk DNA asli Haemoglobin : Protein mengandung besi dalam sel darah merah yang berikatan secara reversibel dengan oksigen. Herbivora : Hewan heterotropik yang memakan tumbuhan. Heterozigot : Mempunyai dua alel yang berbeda untuk suatu sifat genetik tertentu. Heterosis : Suatu ukuran untuk menilai keunggulan dan ketidakunggulan hibrid Hibrid : Turunan dari tetua yang secara genetik sangat berbeda, bahkan mungkin berlainan jenis atau marga. Hibridisasi : Perkawinan antara individu yang berbeda atau persilangan. Hipofisasi : Salah satu teknik dalam pengembangbiakan ikan dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa kepada induk ikan untuk mempercepat tingkat kematangan gonad. Hipotalamus : Bagian ventral otak depan vertebrata, yang berfungsi dalam mempertahankan homeostasis, xxii
    24. khususnya dalam mengkoordinasikan sistem endokrin dengan sistem saraf. Histon : Protein kecil dengan porsi besar yang terdiri dari asam amino bermuatan positif yang berikatan dengan DNA bermuatan negatif dan berperan penting dalam struktur kromatinnya. Kondisi fisiologis yang mantap dalam tubuh. Homeostasis : Mempunyai dua alel yang identik untuk suatu sifat Homozigot : tertentu. Bahan kimia pembawa sinyal yang dibentuk dalam Hormon : sel-sel khusus pada kelenjar endokrin. Hormon disekresikan ke dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Ikan transgenik : Ikan yang memiliki DNA asing didalam tubuhnya Menonaktifkan sperma Inaktivasi sperma : Perkawinan antara individu-individu yang Inbreeding : sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina yang sama. Salah satu metode transfer gen. Metode ini Infeksi Retroviral : menggunakan gen-gen heterogen yang dimasukkan ke dalam genome virus dan dapat dipindahkan kepada inang yang terinfeksi virus tersebut. Masa penyimpanan Inkubasi : Fase dimana tidak ada perubahan pada inti sel, Interfase : waktu istirahat. Suatu ciri yang dapat diturunkan dalam suatu Karakter kuantitatif : populasi yang bervariasi secara kontinu sebagai akibat pengaruh lingkungan dan pengaruh tambahan dua atau lebih gen. Metode pengorganisasian kromosom suatu sel Kariotipe : dalam kaitannya dengan jumlah, ukuran dan jenis. Ikan-ikan yang sebagian besar hidupnya Katadromus : dihabiskan di perairan tawar dan bermigrasi ke xxiii
    25. laut untuk memijah. Kelenjar kecil dibagian otak bawah yang Kelenjar hipofisa : menghasilkan berbagai macam hormon yang dibutuhkan pada makhluk hidup . Struktur pembawa gen yang mirip benang yang Kromosom : terdapat di dalam nukleus. Proses perkawinan Kopulasi : Suatu stadia istirahat pada hewan cladosera atau Kista : crustacea tingkat rendah. Organisme yang belum dewasa yang baru keluar Larva : dari telur atau stadia setelah telur menetas. Larutan hipoklorit : Larutan yang mengandung HClO Lokus : Tempat khusus disepanjang kromosom tertentu dimana gen tertentu berada. Penjantanan. Maskul;inisasi : Tipe pembelahan sel dan nukleous ketika jumlah Meiosis : kromosom direduksi dari diploid ke haploid. Kromosom yang sentromernya terletak ditengah- Metasentrik : tengah. Metafase : Tahapan mitosis dan meiosis ketika kromosom mencapai keseimbangan posisi pada bidang ekuator. Perubahan bentuk organisme dalam daur hidup Metamormofose : Mikropil : Lubang kecil pada telur tempat masuknya sperma. Mikroinjeksi : Metode yang digunakan dalam mengintroduksi DNA asing ke dalam pronukleus atau sitoplasma telur yang telah terbuahi. DNA asing disuntikkan pada saat fase 1-2 sel. Proses pembelahan nukleus pada sel eukariotik Mitosis : yang secara konvensional dibagi menjadi lima tahapan : profase, prometafase, metafase, anafase, dan telofase. Mitosis mempertahankan xxiv
    26. jumlah kromosom dengan cara mengalokasikan kromosom yang direplikasikan secara sama ke masing-masing nukleus anak. Sekelompok sel anak (blastomer) yang terbentuk Morula : selama fase pembelahan zygot. Bentuk stadia setelah menetas pada crustacea Nauplii : atau copepoda. Bagian dari kelenjar hipofisa, terdiri dari pars Neurohipofisa : nervosa yang berfungsi mensekresi Oxytoxin, Arginin Vasotocin dan Isotocin Omnivore : Organisme pemakan segala Kelenjar kelamin betina yang menghasilkan ovum. Ovarium : Ovipar : Berkembangbiak dengan menghasilkan telur. Berkembangbiak dengan menghasilkan telur Ovivipar : tetapi telur tersebut menetas dalam tubuh induknya. Perkawinan antara individu-individu yang tidak Outbreeding : sekerabat (berbeda induknya), masih dalam satu varietas atau beda varietas. Ovulasi : Proses terlepasnya sel telur dari folikel. Perkembangbiakan telur menjadi individu baru Partenogenesis : tanpa pembuahan telur dan menghasilkan telur diploid. Pemijahan : Proses peletakan telur atau perkawinan Zat warna tubuh Pigmen : Molekul DNA sirkular yang bereplikasi pada sel-sel Plasmid : bakteri secara independent. Sel telur hasil pembelahan meiosis yang tidak Polar body : memiliki sitoplasma. Tahap pertama meiosis dan Profase : mitosis ketika kromosom mulai jelas terlihat. Keturunan yang berasal dari sumber yang sama, Progeni : xxv
    27. anak cucu Proses pergantian kromosom dimana individu Poliploidisasi : yang dihasilkan mempunyai lebih dari dua set kromosom. Proses perkembangbiakan baik secara aseksual Reproduksi : maupun seksual. Pemisahan populasi dasar yang digunakan ke Seleksi : dalam kedua kelompok, yaitu kelompok terpilih dan kelompok yang harus terbuang. Bagian kromosom yang terletak pada titik ekuator Sentromer : kumparan pada metafase, tempat melekat benang penarik gelendong, posisi sentromer menentukan bentuk kromosom. Seks reversal : Proses pembalikan kelamin dengan menggunakan metode tertentu. Spermatogenesis : Proses perkembangan spermatogonium menjadi spermatis Sel-sel kecambah untuk membentuk sperma Spermatogonium : Sel gamet jantan dengan inti haploid yang Spermatozoa : ememiliki bentuk berekor. Proses dimana spermatozoa dilepaskan dari cyste Spermiasi : dan masuk kedalam lumen. Proses metamorfosa spermatid Spermiogenesis : menjadi spermatozoa Sentromer terletak pada ujung kromosom yang Submetacentrik : memiliki dua lengan yang tidak sama panjangnya. Sentromer juga terletak pada ujung kromosom Subtelocentrik : namun masih jelas terlihat adanya lengan pendek. Suatu instrumen yang mengukur porsi dari cahaya Spektrofotometer : dengan panjang gelombang yang berbeda yang diserap dan dihantarkan oleh suatu larutan berpigmen. Tahap akhir dari mitosis atau meiosis ketika Telofase : xxvi
    28. pembagian sitoplasma dan penyusunan inti selesai. Testis : Gonad yang berperan menghasilkan sperma Tetraploid : Individu yang mempunyai empat perangkat kromosom haploid pada nukleusnya. Triploid : Individu yang mempunyai tiga perangkat kromosom haploid pada nukleusnya. Triploidisasi : Proses pembuatan organisme triploid dengan menggunakan kejutan suhu untuk menahan polar body II atau menahan pembelahan mitosis awal. Vitellogenesis : Proses deposisi kuning telur, dicirikan oleh bertambah banyaknya volume sitoplasma yang berasal dari vitelogenin eksogen yang membentuk kuning telur. Zygot Sel diploid sebagai hasil perpaduan gamet jantan dan gamet betina haploid. SINOPSIS Buku teks dengan judul budidaya ikan dapat dipelajari oleh para peserta diklat dan pendidik pada Sekolah Menengah Kejuruan yang mengambil program studi Budidaya Ikan. Menurut SKKNI dalam program studi Budidaya Ikan dapat dikelompokkan menjadi Budidaya Ikan Air Tawar, Budidaya Ikan Air Laut, Budidaya Ikan Air Payau dan Budidaya Ikan Hias. Dalam buku teks ini akan memberikan pengetahuan mendasar tentang bagaimana membudidayakan ikan dan dapat di aplikasikan pada berbagai habitat budidaya. Pada buku teks ini berisi tentang wadah budidaya yang dapat digunakan dalam melakukan budidaya ikan, media yang optimal dalam budidaya ikan agar proses budidaya dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan ikan untuk hidup tumbuh dan berkembang, bagaimana melakukan proses perkembangbiakan ikan budidaya dari sudut biologis ikan budidaya dan aplikasi pada beberapa ikan budidaya, kebutuhan nutrisi untuk ikan yang akan dibudidayakan, bagaimana membuat pakan ikan yang harus diberikan pada ikan budidaya, bagaimana memproduksi pakan alami sebagai pakan yang sangat dibutuhkan bagi larva ikan dan benih ikan budidaya, hama dan xxvii
    29. penyakit ikan yang dapat menyerang ikan budidaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya ikan. Budidaya ikan merupakan suatu kegiatan yang sangat penting saat ini dan masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan ikan merupakan salah satu jenis pangan yang sangat dibutuhkan oleh manusia yang mempunyai harga jual relatif murah dan mempunyai kandungan gizi yang lengkap. Dengan mengkonsumsi ikan maka kebutuhan gizi manusia akan terpenuhi. Oleh karena itu kemampuan sumberdaya manusia untuk memproduksi ikan budidaya sangat dibutuhkan. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan budidaya selanjutnya, maka dibutuhkan suatu teknologi budidaya ikan pada lahan yang terbatas dan produktivitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan para pembaca dapat mengaplikasikan ilmu budidaya pada berbagai media dan teknologi budidaya. Pengetahuan tentang wadah budidaya ikan dan media yang dibutuhkan bagi ikan budidaya akan memberikan pemahaman tentang investasi yang harus dipersiapkan sesuai dengan skala produksi yang akan diterapkan. Dengan menerapkan teknologi budidaya ikan yang intensif dibutuhkan pemahaman tentang produksi pakan buatan yang ramah lingkungan tetapi sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya. Selain itu dalam membudidayakan ikan sangat dibutuhkan pakan alami pada fase larva dan benih, maka sangat dibutuhkan suatu pemahaman bagaimana membudidayakan pakan alami yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu dalam suatu budidaya ikan maka akan ada kendala yang dialami pembudidaya ikan yaitu adanya serangan hama dan penyakit ikan. Oleh karen itu diperlukan pemahaman tentang jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang ikan budidaya serta bagaimana tindakan pencegahan dan pengobatan yang harus dilakukan oleh para pembudidaya agar ikan yang dibudidayakan tidak terserang hama dan penyakit. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka penerapan teknologi yang terkini telah merambah dalam budidaya ikan. Pengembangbiakan ikan secara tradisional akan semakin kurang diminati dan akan beralih kepada sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produksi pada ikan budidaya. Aplikasi teknologi molekuker dalam budidaya ikan sudah bisa diterapkan mulai dari rekayasa kromosom, rekayasa gen dan terkini adalah rekayasa sel. Rekayasa kromosom antara lain adalah melakukan kegiatan ginogenesis, androgenesis dan poliploidisasi yang tujuan dari manipulasi kromosom ini untuk meningkatkan produktivitas ikan budidaya dan memberikan nilai tambah pada pembudidaya ikan. Sedangkan rekayasa gen dapat diterapkan jika peralatan untuk melakukan rekayasa ini tersedia dimana dengan melakukan rekayasa gen dapat dibuat komoditas ikan budidaya yang disisipi gen yang menguntungkan bagi pembudidaya misalnya gen pertumbuhan, gen antibeku dan gen warna tubuh. xxviii
    30. Dengan mempelajari buku teks ini diharapkan dapat memahami pengetahuan yang sangat mendasar dalam membudidayakan ikan. Dalam buku teks ini juga dijelaskan berbagai kemampuan dasar untuk melakukan suatu kegiatan yang langsung dapat diaplikasikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh berbagai kalangan. PETA KOMPETENSI KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI/SUB KOMPETENSI Memenuhi persyaratan kerja di DU/DI PBD. PL 00.001U.01 1. Menyetujui kondisi dan ketentuan ketenagakerjaan 2. Memenuhi persyaratan ketenagakerjaan Memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan dan lingkungan di tempat kerja 1. Mengikuti prosedur di tempat kerja untuk kesehatan PBD. PL 00.002U.01 dan keselamatan di tempat kerja 2. Melakukan tindakan kesehatan dan keselamatan kerja dalam kondisi bahaya/darurat 3. Memelihara insfrastruktur dan lingkungan kerja Membina kerjasama 1. Melakukan interaksi di tempat kerja 2. Melakukan pertemuan, menyelami dan mengarahkan PBD. PL 00.003U.01 klien dan pelanggan 3. Memelihara penampilan pribadi Menggunakan sistem komunikasi 1. Mengumpulkan, mencatat dan mengirim data xxix
    31. PBD. PL 00.004U.01 2. Mengumpulkan, mencatat dan menyediakan informasi untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja 3. Menanggapi masalah Membuat perencanaan kerja PBD. PL 00.005U.01 1. Membuat jadwal kegiatan 2. Mengatur bahan, peralatan dan cara kerja Menyiapkan peralatan 1. Mengidentifikasi jenis peralatan PBD. PL 00. 006U. 01 2. Menentukan peralatan 3. Mengontrol cara kerja peralatan 4. Membuat laporan Mengidentifikasi parameter kualitas air 1. Menyiapkan peralatan dan bahan yang digunakan dalam identifikasi parameter kualitas air PBD.PL 00.007U.01 2. Mengambil sampel air di lapangan 3. Mengukur parameter kualitas air 4. Membuat laporan hasil identifikasi parameter kualitas air KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI/ELEMEN KOMPETENSI Menentukan lokasi budidaya 1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi budidaya PBD. PL00.008U. 01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi budidaya melalui kegiatan survey lapangan 3. Menentukan lokasi 4. Membuat laporan Menyiapkan wadah 1. Mengidentifikasi wadah 2. Menentukan wadah PBD. PL 00. 009U. 01 3. Mengontrol proses penggunaan wadah 4. Membuat laporan Mengidentifikasi hama dan penyakit ikan xxx
    32. 1. Mengambil sampel di lapangan 2. Mengidentifikasi gejala serangan PBD. PL 00. 010U. 01 3. Menentukan jenis parasit 4. Membuat laporan Mengemas ikan 1. Menyiapkan teknik pengepakan 2. Menentukan jenis ikan yang dikemas PBD. PL 00. 011U. 01 3. Melakukan pengepakan ikan 4. Membuat laporan Memasarkan ikan PBD. PL00.012U. 01 1. Mencari order pemasaran 2. Melaksanakan penjualan 3. Menyiapkan kuota/target 4. Mengontrol proses pemasaran Menentukan lokasi pembenihan ikan 1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi PBD.PL 01.001I.01 pembenihan 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembenihan ikan 3. Memilih lokasi pembenihan ikan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembenihan ikan 1. Merencanakan kegiatan persiapan media PBD.PL 01.002I.01 pembenihan 2. Menyiapkan wadah pembenihan 3. Menyiapkan air untuk pembenihan 4. Membuat laporan Mengelola induk ikan 1. Memelihara calon induk ikan PBD.PL 01.003I.01 2. Menyeleksi calon induk jantan dan betina 3. Melakukan pematangan gonad induk ikan 4. Menyeleksi induk siap pijah Memijahkan induk ikan 1. Melakukan proses pemijahan ikan PBD.PL 01.004I.01 2. Menangani telur 3. Menetaskan telur Mengkultur pakan alami 1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan alami PBD.PL 01.005I.01 2. Menyiapkan media tempat tumbuhnya pakan alami 3. Menebar bibit pakan alami xxxi
    33. Memelihara larva ikan 1. Merawat larva ikan 2. Memberi pakan larva PBD.PL 01.006I.01 3. Mengamati perkembangan larva 4. Menangani hama dan penyakit pada pemeliharaan larva 5. Memantau kualitas dan kuantitas air pada pemeliharaan larva Memanen hasil pembenihan ikan 1. Merencanakan kegiatan pemanenan hasil pembenihan PBD.PL.01.007I.01 2. Melakukan pemananen benih ikan 3. Mengemas benih ikan 4. Membuat laporan Memasarkan hasil pembenihan ikan 1. Mengidentifikasi calon pembeli PBD.PL.01.008I.01 2. Membuat kesepakatan 3. Melakukan transaksi 4. Melakukan perhitungan laba rugi 5. Membuat laporan Menentukan lokasi pendederan ikan 1. Merencanakan tahapan kegiatan penentuan lokasi PBD.PL 02.009I.01 pendederan ikan 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pendederan ikan 3. Memilih lokasi pendederan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pendederan ikan 1. Merencanakan kegiatan persiapan pendederan ikan PBD.PL 02.010I.01 2. Menyiapkan wadah pendederan ikan 3. Menyiapkan air untuk pendederan ikan 4. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pendederan PBD.PL 02.011I.01 1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Menebar benih ikan 3. Membuat laporan Memantau pertumbuhan benih ikan pada pendederan 1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan PBD.PL 02.012I.01 benih ikan 2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan benih ikan 3. Melakukan sortasi xxxii
    34. 4. Membuat laporan Mengelola pakan benih ikan pada pendederan 1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk benih ikan PBD.PL 02.013I.01 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan benih ikan 3. Menentukan jumlah, waktu dan frekuensi pemberian pakan 4. Membuat laporan Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan PBD.PL 02.014I.01 1. Merencanakan kegiatan pengelolaan kualitas dan kuantitas air 2. Mengidentifikasi kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 3. Mengelola kualitas dan kuantitas air pada pendederan ikan 4. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pendederan ikan 1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan PBD.PL 02.015I.01 penyakit 2. Mengidentifikasi hama dan penyakit 3. Melakukan pengobatan ikan 4. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. Membuat laporan Memanen hasil pendederan ikan 1 Merencanakan kegiatan pemanenan hasil PBD.PL 02.016I.01 pendederan ikan 2. Memanen benih ikan 3. Membuat laporan Memasarkan hasil pendederan ikan 1. Mengidentifikasi calon pembeli PBD.PL 02.017I.01 2. Membuat kesepakatan 3. Melakukan transaksi 4. Melakukan perhitungan laba rugi 5. Membuat laporan Menentukan lokasi pembesaran ikan xxxiii
    35. 1. Merencanakan tahapan kegiatan pemilihan lokasi PBD.PL 03.018I.01 2. Mengidentifikasi persyaratan lokasi pembesaran ikan 3. Memilih lokasi pembesaran ikan 4. Membuat laporan Menyiapkan media pembesaran ikan 1. Merencanakan kegiatan persiapan pembesaran PBD.PL 03.019I.01 ikan 2. Menyiapkan wadah pembesaran ikan 3. Menyiapkan media pembesaran ikan 4. Membuat laporan Menebar benih ikan pada pembesaran PBD.PL 03.020I.01 1. Merencanakan kegiatan penebaran benih ikan 2. Menebar benih ikan 3. Membuat laporan Memantau pertumbuhan ikan pada pembesaran 1. Merencanakan kegiatan pemantauan pertumbuhan PBD.PL 03.021I.01 ikan 2. Mengambil sampel untuk menduga pertumbuhan ikan 3. Melakukan sortasi 4. Membuat laporan Mengelola pakan pembesaran ikan 1. Mengidentifikasi jenis-jenis pakan untuk PBD.PL 03.022I.01 pembesaran ikan 2. Merencanakan kegiatan pengelolaan pakan pembesaran ikan 3. Menentukan jumlah, waktu dan frekuensi pemberian pakan 4. Membuat laporan Mengendalikan hama dan penyakit pada pembesaran ikan 1. Merencanakan kegiatan monitoring hama dan PBD.PL 03.023I.01 penyakit 2. Mengidentifikasi hama dan penyakit pada pembesaran ikan 3. Melakukan pengobatan ikan 4. Mencatat kejadian serangan penyakit 5. Membuat laporan Memanen hasil pembesaran ikan xxxiv
    36. 1. Merencanakan kegiatan pemanenan ikan hasil PBD.PL 03.024I.01 pembesaran 2. Melakukan pemanenan 3. Mengemas ikan hasil pembesaran 4. Membuat laporan Memasarkan hasil pembesaran ikan 1. Mengidentifikasi calon pembeli ikan 2. Melakukan kesepakatan PBD.PL 03.025I.01 3. Melakukan transaksi 4. Melakukan penghitungan laba rugi 5. Membuat laporan xxxv
    37. BAB I PENDAHULUAN Indonesia Perikanan Republik Indonesia, merupakan salah satu menurut Freddy Numberi (2006), negara dengan luas perairan hampir akan menargetkan produksi dua pertiga dari luas wilayahnya perikanan pada tahun 2006 yaitu sekitar 70%. Wilayah perairan mencapai 7,7 juta ton atau di Indonesia berdasarkan kandungan meningkat sebesar 13%, yang terdiri kadar garamnya atau salinitas dapat dari produksi perikanan tangkap dikelompokkan menjadi tiga jenis sebesar 5,1 juta ton dan produksi perairan yaitu perairan tawar, perikanan budidaya sebesar 2,6 juta perairan payau dan perairan laut. ton, serta konsumsi ikan menjadi Dari ketiga jenis perairan tersebut 28kg/kapita/tahun. dapat dihasilkan suatu produksi perikanan yang memberikan nilai Berdasarkan target produksi tambah bagi pertumbuhan ekonomi perikanan budidaya yang telah nasional yang dapat meningkatkan ditetapkan oleh Departemen kesejahteraan masyarakat Kelautan dan Perikanan maka Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional sebagai departemen yang akan Potensi perikanan budidaya secara menciptakan sumber daya manusia nasional diperkirakan sebesar 15,59 yang bergelut dibidang kelautan dan juta hektar (Ha) yang terdiri dari perikanan untuk membuat suatu potensi air tawar 2,23 juta ha, air perangkat pendidikan agar dihasilkan payau 1,22 juta ha dan budidaya laut sumber daya manusia yang 12,14 juta ha. Pemanfaatannya kompeten sesuai dengan tuntutan hingga saat ini masing-masing baru perkembangan ilmu pengetahuan 10,1 persen untuk budidaya ikan air dan teknologi yang berkembang saat tawar, 40 persen pada budidaya air ini. payau dan 0,01 persen untuk budidaya laut, sehingga secara Perikanan budidaya baik perikanan nasional produksi perikanan air tawar, air payau dan air laut budidaya baru mencapai 1,48 juta sangat potensial untuk ton. Oleh karena itu, untuk tahun dikembangkan di Indonesia. Sekolah 2006 Departemen Kelautan dan Menengah Kejuruan merupakan 1
    38. salah satu jenjang pendidikan yang dalam beberapa bab yaitu wadah akan menciptakan sumberdaya budidaya ikan, media budidaya ikan, manusia tingkat menengah yang pengembangbiakan ikan, nutrisi ikan, trampil dan kompenten sesuai teknologi pakan buatan, teknologi dengan bidang keahliannya masing- produksi pakan alami, hama penyakit masing. Salah satu bidang keahlian ikan dan genetika ikan. yang ada pada SMK ini adalah Budidaya Ikan/Budidaya Perairan. Dalam bidang keahlian ini akan Wadah budidaya ikan dipelajari berbagai macam hal tentang budidaya ikan dari berbagai Dalam bab ini akan dibahas tentang macam perairan baik tawar, payau berbagai macam wadah yang dapat dan laut, yang dalam kegiatan dipergunakan untuk melakukan produksi akuakultur dikenal sebagai kegiatan budidaya ikan antara lain budidaya air tawar (freshwater adalah kolam/tambak, bak, akuarium culture), budidaya air payau dan karamba jaring terapung. Selain (brackishwater culture) dan budidaya itu juga akan dibahas tentang laut (mariculture). Salah satu alat bagaimana konstruksi dari setiap bantu yang dapat membantu dalam wadah yang akan dipergunakan kegiatan belajar mengajar di SMK untuk melakukan kegiatan budidaya adalah buku. Saat ini ketersediaan ikan yang sesuai dengan buku teks tentang budidaya ikan di tingkat/level produksi yang Indonesia masih sangat terbatas. diterapkan. Dan juga akan dibahas Oleh karena itu Departemen tentang bagaimana menyiapkan Pendidikan Nasional melalui wadah budidaya ikan yang akan Direktorat Pembinaan SMK, Dirjen dipergunakan untuk kegiatan Mandikdasmen mengadakan budidaya sesuai dengan kaidah- kegiatan penulisan buku teks yang kaidah dalam melakukan kegiatan dapat digunakan bagi semua budidaya. kalangan pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di SMK. Dengan memahami berbagai macam wadah budidaya, konstruksi wadah Buku teks yang akan dipergunakan budidaya dan persiapan wadah untuk kegiatan pembelajaran di SMK budidaya ikan yang akan bagi bidang keahlian Budidaya Air dipergunakan untuk kegiatan tawar, Budidaya Air Payau dan budidaya maka akan diperoleh Budidaya Air laut ini diberi judul peningkatan produktivitas dalam Budidaya Ikan. Dalam buku budidaya ikan. Berdasarkan Budidaya Ikan ini akan dibahas keberadaan dan lokasi perairan tentang berbagai topik yang sangat yang ada di Indonesia maka kegiatan mendukung pemahaman tentang budidaya ikan air tawar akan lebih bagaimana cara melakukan banyak dilakukan pada masyarakat budidaya ikan sesuai dengan kaidah- yang tinggal di daerah dataran kaidah dalam melakukan kegiatan rendah atau dataran tinggi, produksi budidaya ikan. Topik-topik sedangkan budidaya ikan air payau pembelajaran ini dikelompokkan 2
    39. dapat dilakukan pada masyarakat tersebut dapat dilakukan pemilihan Indonesia yang tinggal di daerah terhadap wadah budidaya ikan yang sekitar pantai, muara sungai atau sesuai dengan karakteristik setiap rawa payau. lokasi budidaya. Berdasarkan jenis wadah budidaya ikan yang dipilih Pada masyarakat yang hidup di oleh para pembudidaya ikan di daerah pantai dimana pantainya Indonesia,menurut Effendi (2004), mempunyai perairan laut yang sistem budidaya ikan dan beberapa terlindung dari ombak dan badai komoditas yang sudah lazim seperti teluk, selat dan perairan dibudidayakan di Indonesia dapat dangkal yang terlindung dapat dilihat pada Tabel 1.1. dan Gambar melakukan kegiatan budidaya ikan. 1.1 – 1.20 Berbagai macam Berdasarkan lokasi budidaya ikan komoditas ikan budidaya. Tabel 1.1. Komoditas akuakultur yang sudah lazim dibudidayakan dalam sistem budidaya di Indonesia. Sistem Komoditas Kolam air tenang Ikan mas, nila, gurami, udang galah, patin, bawal, tawes, ikan hias, tambakan, sepat, kowan, mola, sidat, pakan alami Kolam air deras Ikan mas Tambak Udang windu, bandeng, belanak, mujair, nila, kakap putih, kerapu, rumput laut, kepiting bakau, udang galah Jaring apung Kerapu, kakap, udang windu, bandeng, samadar, ikan hias laut, ikan mas, nila, mujair, gurami, patin, bawal, sidat, ikan hias air tawar. Jaring tancap Kerapu, kakap, udang windu, bandeng, samadar, ikan hias laut, ikan mas, nila, mujair, gurami, patin, bawal, sidat, ikan hias air tawar Keramba Ikan mas, nila, mujair, patin, gurami, betutu Kombongan Ikan mas, ikan nila Akuarium/tangki/bak Ikan hias, benih ikan konsumsi, plankton pakan alami 3
    40. Gambar 1.1. Ikan Mas (Cyprinus carpio) Gambar 1.4. Udang galah Gambar 1.2. Ikan Nila (Oreochromis (Macrobrachium rosenbergii) niloticus) Gambar 1.3. Ikan Gurami Gambar 1.5. Ikan Patin (Pangasius (Osphronemus Gouramy) hiphothalamus) 4
    41. Gambar 1.9. Ikan sepat Gambar 1.6. Ikan bawal (Colosoma (Trichogaster pectolaris ) brachyponum) Gambar 1.10. Ikan kowan (Ctenopharyngodon idella) Gambar 1.7. Ikan tawes ( Puntius gonionotus) Gambar 1.11. Ikan lele (Clarias sp) Gambar 1.8. Ikan tambakan (Helestoma temmincki) 5
    42. Gambar 1.12. Ikan sidat (Anguilla sp.) Gambar 1.16. Ikan kakap putih (Lates calcariver) Gambar 1.13. Udang Vanamei Gambar 1.17. Ikan kerapu (Penaeus vannamei) (Chromileptes altivelis) Gambar 1.18. Ikan betutu Gambar 1.14. Ikan bandeng (Chanos (Oxyeleotris marmorata) chanos) Gambar 1.19. Lobster Air tawar Gambar 1.15. Kerapu merah (Cherax Quadricarinatus) (Plectropomus maculatus) 6
    43. perairan, jika manusia melakukan kegiatan budidaya yaitu memproduksi organisme tersebut dalam suatu lingkungan perairan yang terbatas dan terkontrol dengan baik maka manusia harus memahami tentang lingkungan perairan dimana ikan tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak seperti di habitat aslinya. Lingkungan Gambar 1.20. Ikan Beronang Lada perairan tempat ikan yang (Siganus gutatus) dibudidayakan tumbuh dan berkembang biasa disebut dengan Berdasarkan sistem budidaya ikan media. Media yang dapat tersebut maka dapat dipilih beberapa dipergunakan untuk melakukan wadah budidaya ikan yang akan kegiatan budidaya ikan ada dipergunakan untuk melakukan beberapa persyaratan-persyaratan kegiatan budidaya yaitu kolam yang agar ikan dapat tumbuh dan dapat dikelompokkan menjadi kolam berkembangbiak pada wadah yang air deras dan kolam air tenang terbatas tersebut. Dalam buku teks berdasarkan sumber air yang ini akan dibahas tentang berbagai dipergunakan dalam kegiatan macam sumber air yang dapat budidaya. Sedangkan beberapa jenis dipergunakan untuk kegiatan wadah budidaya ikan yang dapat budidaya ikan, berbagai macam dipergunakan untuk kegiatan parameter kualitas air yang akan budidaya ikan diperairan umum mendukung kegiatan budidaya ikan antara lain adalah jaring apung, dan bagaimana kita melakukan jaring tancap, karamba dan pengukuran terhadap beberapa kombongan. Pada kegiatan budidaya parameter kualitas air yang sangat ikan air tawar, payau ataupun laut diperlukan untuk kelangsungan hidup dibutuhkan benih ikan dan induk ikan oragnisme air yang akan yang dapat menggunakan jenis dibudidayakan. wadah budidaya antara lain adalah bak,tangki dari bahan serat fiber dan Dalam bahasan sumber air berisi akuarium. Oleh karena itu dalam tentang sumber air yang dapat buku teks ini akan dibahas tentang digunakan untuk kegiatan budidaya berbagai macam wadah budidaya ikan ada beberapa macam. ikan antara lain adalah kolam/ Berdasarkan asalnya sumber air tambak, bak, akuarium dan karamba yang dapat digunakan untuk jaring terapung. kegiatan budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu air permukaan dan air tanah. Air Media Budidaya Ikan permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/berakumulasi Ikan sebagai salah satu jenis sementara ditempat-tempat rendah organisme yang hidup pada suatu misalnya : air sungai, waduk, danau 7
    44. dan rawa. Selain itu air permukaan yang sesuai untuk media budidaya dapat juga didefenisikan sebagai air ikan. yang berada disungai, danau, Pada topik pengukuran parameter waduk, rawa dan badan air lainnya kualitas air akan dibahas beberapa yang tidak mengalami infiltrasi parameter kualitas air dari aspek kedalam. Sumber air permukaan fisik, kimia dan biologi dengan tersebut sudah banyak dipergunakan menggunakan beberapa peralatan untuk kegiatan budidaya ikan. pengukuran kualitas air yang sangat Sedangkan air tanah yaitu air hujan mudah pengoperasionalan alatnya yang mengendap atau air yang dan tersedia dibeberapa tempat berada dibawah permukaan tanah. budidaya. Dengan mengetahui nilai Air tanah yang saat ini digunakan parameter kualitas air pada suatu untuk kegiatan budidaya dapat media budidaya maka akan dapat diperoleh melalui cara pengeboran dicegah suatu kejadian yang dapat air tanah dengan kedalaman tertentu merugikan bagi organisme air yang sampai diperoleh titik sumber air dibudidayakan sehingga tidak yang akan keluar dan dapat merugikan manusia. Seperti dipergunakan untuk kegiatan diketahui bahwa organisme air yang budidaya. dipelihara dalam suatu wadah budidaya mempunyai kemampuan Pada topik tentang parameter untuk beradaptasi dengan media kualitas air akan dibahas tentang dimana ikan itu hidup, sehingga jika beberapa parameter kualitas air dari terjadi fluktuasi terhadap beberapa berbagai aspek antara lain adalah parameter kualitas air pada suatu aspek fisik, aspek kimia dan aspek lingkungan budidaya segera biologi. Dari aspek fisik akan dibahas dilakukan penanganan dengan secara detail tentang beberapa memberikan perlakuan khusus pada parameter fisik dari suatu perairan media budidaya. yang sangat berpengaruh dalam melakukan kegiatan budidaya ikan antara lain adalah kepadatan/berat Pengembangbiakan ikan jenis air, kekentalan/viscosity, tegangan permukaan, suhu air, Ikan sebagai salah satu jenis kecerahan dan kekeruhan air serta organisme perairan yang sudah salinitas. Pada aspek secara kimia dapat dibudidayakan oleh manusia. akan dibahas secara detail tentang Dengan melakukan kegiatan beberapa parameter kimia yang budidaya maka kebutuhan manusia sangat berpengaruh pada media akan ikan akan selalu tersedia budidaya ikan antara lain adalah sesuai dengan permintaan. Dalam oksigen, karbondioksida, pH, bahan melakukan kegiatan budidaya ikan organik dan garam mineral, nitrogen, untuk memperoleh hasil produksi alkalinitas dan kesadahan. yang maksimal dilakukan suatu Sedangkan pada aspek secara program pengembangbiakan biologi akan dibahas tentang terhadap ikan yang akan kepadatan dan kelimpahan plankton dibudidayakan. Ilmu yang mendasari pada suatu wadah budidaya ikan 8
    45. dalam program pengembangbiakan 2. Domestikasi dikatakan hampir ikan adalah tentang biologi ikan, sempurna apabila seluruh siklus fisiologi ikan, kebiasaan hidup ikan, hidupnya sudah dapat dipelihara reproduksi ikan dan berbagai ilmu di dalam sistem budidaya, tetapi tentang rekayasa siklus reproduksi keberhasilannya masih rendah. ikan. Ikan yang akan dibudidayakan Ikan asli Indonesia yang harus dikelola dengan baik tentang terdomestikasi hampir sempurna persediaan induk ikan yang akan antara lain adalah ikan betutu, dibudidayakan. Pengembangbiakan balashark dan arwana. ikan peliharaan akan berhasil jika 3. Domestikasi belum sempurna tersedia induk yang baik. apabila baru sebagian siklus Ketersediaan induk ikan budidaya hidupnya yang dapat dipelihara harus dikelola dengan baik untuk di dalam sistem budidaya. memperoleh benih ikan yang tepat Contohnya antara lain adalah waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, ikan Napoleon, ikan hias laut, tepat jenis dan tepat harga. Oleh ikan tuna. karena itu dalam buku ini akan 4. Belum terdomestikasi apabila dibahas tentang beberapa hal yang seluruh siklus hidupnya belum berperan penting dalam melakukan dapat dipelihara di dalam sistem program pengembangbiakan ikan budidaya. budidaya. Jenis-jenis ikan yang sudah dapat Ikan yang akan dibudidayakan dibudidayakan di Indonesia sangat adalah ikan yang telah mengalami banyak jumlahnya ada yang berasal domestikasi dalam lingkungan dari perairan Indonesia asli atau budidaya. Domestikasi adalah diintroduksi dari negara lain.Jenis pemindahan suatu organisme dari ikan introduksi yang sudah habitat lama ke habitat baru dalam terdomestikasi secara sempurna di hal ini manusia biasa memperoleh Indonesia adalah ikan Mas dan ikan ikan dengan cara mengambil dari Nila. Dengan banyaknya jenis ikan alam kemudian dipelihara dalam yang sudah terdomestikasi secara suatu lingkungan yang terbatas yaitu sempurna akan memudahkan kolam pemeliharaan. Suatu jenis manusia untuk melakukan kegiatan ikan dalam sistem budidaya ikan pengembangbiakan. dapat dikelompokkan berdasarkan Pengembangbiakan ikan budidaya tingkat domestikasinya menjadi dapat dilakukan dengan cara empat tingkat yaitu : tradisional, semi intensif ataupun 1. Domestikasi sempurna, yaitu intensif. Dengan melakukan apabila seluruh siklus hidup ikan pengembangbiakan ikan maka sudah dapat dipelihara di dalam ketersediaan benih ikan secara sistem budidaya. Contoh kualitas dan kuantitas akan beberapa jenis ikan asli memadai. Penyediaan benih ikan Indonesia yang sudah budidaya saat ini dapat dilakukan terdomestikasi sempurna antara oleh masyarakat dengan cara lain adalah ikan gurame, ikan menangkap benih ikan dari alam baung dan bandeng. (sungai, danau, laut dan sebagainya) 9
    46. atau dengan cara melakukan proses kegiatan pembenihan ikan, kegiatan pemijahan ikan di dalam wadah pendederan ikan, kegiatan budidaya. Pemijahan ikan budidaya pembesaran ikan dan kegiatan di dalam wadah budidaya dapat pemanenan ikan. Kegiatan dilakukan dengan tiga metode yaitu pembenihan ikan merupakan suatu pemijahan ikan secara alami, kegiatan budidaya yang pemijahan ikan secara semi buatan menghasilkan benih ikan. Benih ikan dan pemijahan ikan secara buatan. dalam budidaya ikan diperoleh dari induk ikan, oleh karena itu sebelum Pemijahan ikan secara alami adalah melakukan kegiatan pembenihan pemijahan ikan tanpa campur ikan harus dipahami terlebih dahulu tangan manusia, terjadi secara tentang teknik seleksi induk ikan, alamiah (tanpa pemberian karena benih ikan yang unggul rangsangan hormon) di dalam wadah diperoleh dari induk yang unggul. budidaya. Jenis ikan yang sudah Jika dalam melakukan kegiatan dapat dilakukan pemijahan secara pembenihan ikan tidak alami didalam wadah budidaya memperhatikan tentang seleksi induk antara lain adalah ikan Mas, ikan yang baik maka akan memperoleh Nila, ikan Bandeng, ikan Kerapu, benih ikan yang tidak bermutu. Benih ikan Kakap, ikan Gurame, ikan ikan yang diperoleh dari hasil Baung, ikan Lele. Pemijahan ikan pembenihan ikan akan dilakukan secara semi intensif adalah tahapan pemeliharaan yang disebut pemijahan ikan yang terjadi dengan dengan kegiatan pendederan. memberikan rangsangan hormon Pendederan adalah kegiatan untuk mempercepat kematangan pemeliharaan ikan untuk gonad, tetapi proses ovulasinya menghasilkan benih yang siap terjadi secara alamiah di kolam. ditebarkan pada kegiatan Jenis ikan yang sudah dapat pembesaran ikan. Pada beberapa dilakukan pemijahan secara semi jenis ikan air tawar ada beberapa buatan antara lain adalah ikan tahapan kegiatan pendederan ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, ikan untuk mempercepat siklus Kerapu. Pemijahan ikan secara perputaran produksi, seperti pada buatan adalah pemijahan ikan yang budidaya ikan mas ada beberapa terjadi dengan memberikan tahapan pendederan, misalnya rangsangan hormon untuk pendederan pertama menghasilkan mempercepat kematangan gonad benih ikan berukuran 2 – 3 cm, serta proses ovulasinya dilakukan pendederan kedua menghasilkan secara buatan dengan teknik benih ikan berukuran 5 – 8 cm. Baru stripping/pengurutan. Jenis ikan yang kemudian berlanjut pada kegiatan sudah dapat dilakukan pemijahan produksi selanjutnya yaitu secara buatan antara lain adalah pembesaran ikan. Kegiatan ikan Patin, ikan Mas, ikan Lele. pembesaran ikan merupakan kegiatan budidaya yang memelihara Dalam buku ini akan dibahas tentang benih ikan sampai berukuran bagaimana cara melakukan kegiatan konsumsi. Dengan melakukan produksi budidaya ikan mulai dari seluruh kegiatan budidaya ikan mulai 10
    47. dari pembenihan sampai buatan harus diperhatikan tentang pembesaran ikan maka kegiatan kandungan zat gizinya agar ikan pengembangbiakan ikan budidaya yang diberi pakan tersebut dapat telah dilakukan untuk memenuhi tumbuh dan berkembang. kebutuhan manusia akan sumber pangan dan non pangan yang relatif Dengan memahami kebutuhan murah. nutrisi setiap ikan yang dibudidayakan maka kebutuhan zat gizi ikan akan terpenuhi. Seperti diketahui pakan atau makanan yang Nutrisi ikan dikonsumsi oleh ikan melupakan sumber energi utama dalam tubuh Kajian tentang nutrisi ikan sangat ikan. Makanan yang masuk kedalam diperlukan untuk memahami tubuh ikan akan diubah menjadi kebutuhan ikan akan zat gizi yang energi kimia dan disimpan oleh tubuh dibutuhkan ikan agar tumbuh dan dalam bentuk ATP (Adenosin berkembang. Zat gizi yang triphosphat). Energi yang diperoleh dibutuhkan oleh ikan agar dapat dari makanan itu yang akan tumbuh dan berkembang meliputi digunakan oleh ikan untuk tentang kandungan protein, kegiatannya. Dalam buku ini akan karbohidrat, lemak, vitamin dan dibahas tentang penggunaan energi mineral. Zat gizi tersebut pada setiap yang berasal dari pakan oleh ikan jenis ikan mempunyai kebutuhan dan bagaimana penyebarannya yang berbeda-beda. Oleh karena itu dalam proses metabolisme ikan. sangat diperlukan pengetahuan Energi yang diperoleh dari makanan tentang kebutuhan zat gizi tersebut akan dapat memberikan bagi setiap jenis ikan yang akan pertumbuhan dan perkembangan dibudidayakan. Dalam kegiatan ikan budidaya jika makanan yang budidaya ikan biasanya para petani diberikan mempunyai kandungan ikan sangat membutuhkan pakan nutrisi yang cukup untuk setiap jenis yang akan diberikan pada ikan yang ikan. Oleh karena itu sangat penting dibudidayakan pada wadah mengetahui kebutuhan energi untuk budidaya. Pakan yang diberikan ada setiap jenis ikan. Seperti diketahui dua jenis yaitu pakan alami dan bahwa pakan buatan harus pakan buatan. Pakan alami adalah mengandung energi lebih dari 3000 jasad hidup yang diberikan sebagai kilokalori agar dapat memberikan pakan pada organisme air. pertumbuhan yang baik bagi ikan Sedangkan pakan buatan adalah budidaya. pakan yang dibuat dari berbagai macam bahan baku hewani dan Setelah memahami tentang energi nabati dengan memperhatikan yang dibutuhkan oleh setiap jenis kandungan gizi, sifat dan ukuran ikan ikan maka pengetahuan tentang yang akan mengkonsumsi pakan sumber nutrien utama sebagai tersebut dengan cara dibuat oleh sumber energi yaitu protein, lemak manusia dengan bantuan peralatan dan karbohidrat serta vitamin dan pakan. Pada pakan alami dan pakan mineral harus dipelajari agar 11
    48. kebutuhan ikan akan nutrisi protein yang disimpan didalam tercukupi. Protein adalah suatu jaringan otot akan dirombak menjadi molekul komplek yang besar sumber energi sehingga (makromolekul), yang terbentuk dari pertumbuhan menjadi terhambat. molekul asam amino (20 macam), dimana asam amino satu sama lain Pengetahuan nutrisi ikan selanjutnya berhubungan dengan ikatan peptida. adalah karbohidrat, karbohidrat Protein merupakan nutrisi utama adalah senyawa organik yang terdiri yang mengandung nitrogen dan dari unsur karbon, hidrogen dan merupakan unsur utama dari oksigen dalam perbandingan yang jaringan dan organ tubuh hewan dan berbeda-beda. Karbohidrat adalah juga senyawa nitrogen lainnya sumber energi yang murah dan seperti asam nukleat, enzim, dapat menggantikan protein yang hormon, vitamin dan lain-lain. Protein mahal sebagai sumber energi. dibutuhkan sebagai sumber energi Karbohidrat pada manusia dan utama karena protein ini terus hewan darat merupakan sumber menerus diperlukan dalam makanan energi utama sedangkan pada ikan untuk pertumbuhan dan perbaikan karbohidrat merupakan sumber jaringan yang rusak. Protein sangat energi yang disebut dengan Protein dibutuhkan oleh ikan sebagai sumber Sparring Effect yaitu karbohidrat utama energi dan pada ikan dapat digunakan sebagai sumber kebutuhan protein ini bervariasi energi pengganti bagi protein , bergantung pada jenis ikan yang karbohidrat sebagai mitra protein jika dibudidayakan. Kebutuhan ikan akan tubuh kekurangan protein maka protein ini berkisar antara 20 – 60% karbohidrat akan dipecah sebagai dan kebutuhan protein ini sudah pengganti energi yang berasal dari sampai pada kebutuhan asam amino protein. Dengan menggunakan setiap jenis ikan dimana setiap jenis karbohidrat dan lemak sebagai ikan kebutuhannnya akan asam sumber bahan baku maka hal ini amino sangat spesifik. Protein yang dapat mengurangi harga pakan. diberikan pada ikan budidaya tidak Pemanfaatan karbohidrat sebagai boleh berlebih ataupun kekurangan sumber energi dalam tubuh dapat harus tepat karena kalau berlebih juga dipengaruhi oleh aktivitas enzim ataupun kekurangan akan dan hormon. Enzim dan hormon ini memberikan pertumbuhan yang penting untuk proses metabolisme negatif. Kelebihan protein dalam karbohidrat dalam tubuh seperti pakan akan mengakibatkan ikan glikolisis, siklus asam trikarboksilat, memerlukan energi ekstra untuk jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis melakukan proses deaminasi dan dan glikogenesis. Selain itu dalam mengeluarkan amoniak sebagai aplikasi pembuatan pakan senyawa yang bersifat racun karbohidrat seperti zat tepung, agar- sehingga energi yang digunakan agar, alga, dan getah dapat juga untuk pertumbuhan akan berkurang. digunakan sebagai pengikat Kekurangan protein dalam pakan makanan (binder) untuk jelas akan mengakibatkan meningkatkan kestabilan pakan pertumbuhan yang negatif karena 12
    49. dalam air pada pakan ikan dan setiap jenis ikan mempunyai udang. kebutuhan yang spesifik. Kemampuan setiap jenis ikan dalam Nutrien yang digunakan oleh ikan memanfaatkan karbohidrat berbeda- sebagai katalisator (pemacu) beda, kebutuhan karbohidrat bagi terjadinya proses metabolisme di ikan budidaya berkisar antara 20 – dalam tubuh ikan adalah vitamin. 40%. Hal ini dikarenakan enzim yang Vitamin merupakan salah satu mencerna karbohidrat yaitu amilase nutrien yang bukan merupakan pada ikan omnivora dan herbivora sumber tenaga tetapi sangat aktivitasnya lebih tinggi dibandingkan dibutuhkan untuk kelangsungan dengan ikan karnivora, oleh karena semua proses di dalam tubuh. itu pada pencernaan karbohidrat Vitamin merupakan senyawa organik pada ikan karnivora lebih rendah dan biasa disebut dietary essensial dibandingkan dengan ikan herbivora yaitu harus diberikan dari luar tubuh dan omnivora. Selain itu kemampuan karena tubuh tidak dapat mensintesis sel memanfaatkan glukosa sebagai sendiri, kecuali beberapa vitamin bentuk sederhana dari karbohidrat misalnya vitamin C pada ayam dan dan sumber energi yang paling cepat vitamin B pada ruminansia. Menurut diserap didalam sel pada ikan Steffens (1989) vitamin adalah herbivora dan omnivora lebih besar senyawa organik dengan berat dibandingkan dengan ikan karnivora. molekul rendah dengan komposisi Pengetahuan tentang kebutuhan dan fungsi yang beragam dimana karbohidrat pada komposisi nutrisi sangat penting untuk kehidupan pakan setiap jenis ikan perlu tetapi tidak dapat disintesis (atau dipelajari agar dapat menyusun hanya disintesis dalam kuantitas kebutuhan nutrisi ikan yang tepat yang tidak cukup/terbatas) oleh dan murah. hewan tingkat tinggi dan oleh sebab itu harus disuplai dari makanan. Kebutuhan nutrien ikan selanjutnya Vitamin dibutuhkan oleh ikan dalam adalah lemak. Lemak sebenarnya jumlah yang tidak banyak tetapi adalah bagian dari lipid. Lipid adalah kekurangan vitamin dalam komposisi senyawa organik yang tidak larut pakan akan membawa dampak dalam air tapi dapat diekstraksi negatif bagi ikan budidaya. Pada dengan pelarut nonpolar seperti buku teks ini akan dibahas tentang kloroform, eter dan benzena. Lipid itu berbagai macam vitamin, fungsi dan terdiri dari lemak, minyak, malam peranannya, kebutuhan berbagai dan senyawa-senyawa lain yang ada jenis ikan akan vitamin dan dampak hubungannya. Perbedaan lemak dan yang diakibatkan jika dalam minyak adalah pada titik cairnya komposisi pakan kekurangan dimana lemak cenderung lebih tinggi vitamin. Vitamin berdasarkan titik cairnya karena molekulnya lebih klasifikasinya dikelompokkan berat dan rantai molekulnya lebih menjadi dua yaitu vitamin yang larut panjang. Kebutuhan ikan akan lemak dalam air dan vitamin yang larut juga bervariasi antara 4 – 18% dan dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air mempunyai sifat bergerak 13
    50. bebas didalam badan, darah dan menggunakan bahan makanan yang limpa, mudah rusak dalam segar, kecuali pada beberapa jenis pengolahan, mudah hilang karena ikan herbivora yang dapat tercuci atau terlarut oleh air keluar memanfaatkan vitamin dari daun. dari bahan, tidak stabil dalam Pada proses pembuatan pakan ikan, penyimpanan, kecuali vitamin B12 kehilangan vitamin tidak dapat dapat disimpan dalam hati selama dihindarkan karena sifat vitamin beberapa tahun, berfungsi sebagai tersebut. Oleh karena itu perlu koenzim atau kofaktor dalam reaksi diperhitungkan kandungan vitamin enzimatik, kecuali vitamin C dan yang tepat pada waktu menyusun kelebihan vitamin ini di dalam tubuh formulasi pakan. akan dieksresikan ke dalam urin. Jenis vitamin yang larut dalam air Nutrien selanjutnya yang bukan adalah vitamin B1 (Tiamin), vitamin merupakan sumber energi tetapi B2 (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), berperan sebagai kofaktor dalam vitamin B5 (Asam pantotenat), setiap proses metabolisme adalah vitamin B6 (Piridoksin), vitamin B12 mineral. Mineral merupakan unsur (Kobalamin), biotin, asam folat, anorganik yang dibutuhkan oleh inositol, kolin dan vitamin C. organisme perairan (ikan) untuk Kelompok yang kedua adalah proses hidupnya secara normal. Ikan vitamin yang larut dalam lemak. sebagai organisme air mempunyai Kelompok vitamin yang larut dalam kemampuan untuk menyerap lemak mempunyai sifat dapat beberapa unsur anorganik ini tidak disimpan dalam hati dan jaringan- hanya dari makanannya saja tetapi jaringan lemak, tidak larut dalam air juga dari lingkungannya. Jumlah maka vitamin ini tidak dapat mineral yang dibutuhkan oleh ikan dikeluarkan atau dieksresikan dalam jumlah yang sedikit tetapi akibatnya vitamin ini dapat ditimbun mempunyai fungsi yang sangat dalam tubuh jika dikonsumsi dalam penting. Dalam penyusunan pakan jumlah banyak. Kelompok vitamin ini buatan mineral mix biasanya terdiri dari vitamin A, vitamin D, ditambahkan berkisar antara 2 – 5 % vitamin E dan vitamin K. dari total jumlah bahan dan bergantung pada jenis ikan yang Kebutuhan ikan akan vitamin sangat akan mengkonsumsinya. Walaupun ditentukan oleh ukuran atau umur sangat sedikit yang dibutuhkan oleh ikan, kandungan nutrien pakan, laju ikan mineral mempunyai fungsi yang pertumbuhan dan lingkungan dimana sangat utama dalam tubuh ikan. ikan itu hidup. Vitamin merupakan Dalam buku teks ini akan dijelaskan koenzim yang sangat diperlukan secara detail tentang kebutuhan dalam metabolisme tubuh. Bila mineral pada ikan yang kekurangan vitamin maka ikan akan dibudidayakan serta dampak yang memberikan gejala-gejala yang diakibatkan jika ikan kekurangan spesifik untuk setiap jenis vitamin. mineral dalam komposisi pakannya. Penggunaan vitamin dalam pakan ikan biasanya memakai vitamin yang Mineral berdasarkan konsentrasinya sintetik karena ikan tidak dapat di dalam tubuh hewan dikelompok- 14
    51. kan menjadi dua kelompok, biaya operasional tertinggi kurang kelompok pertama adalah mineral lebih 60% dari total biaya produksi, makro yaitu mineral yang jika kita dapat mengelola dengan konsentrasinya dalam tubuh baik penggunaan pakan buatan organisme dibutuhkan dalam jumlah dalam suatu uasaha budidaya ikan besar (lebih dari 100 mg/kg pakan maka biaya pakan akan dapat kering) terdiri dari Calsium (Ca), dikurangi dan pertumbuhan ikan Magnesium (Mg), Sodium (Na), terjadi secara optimal sehingga Potassium (K), Phosphorus (P), keuntungan produksi meningkat. Clorine (Cl) dan Sulphur (S). Selain itu dalam proses pemberian pakan pada ikan sebagai organisme Kelompok yang kedua adalah air yang hidup dalam media air maka mineral mikro yaitu mineral yang harus diketahui juga tentang kaitan konsentrasinya dalam tubuh setiap antara pakan ikan dan kualitas air, organisme dibutuhkan dalam jumlah sehingga pakan yang diberikan sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan selama proses budidaya ikan kering) terdiri dari Besi (Fe), berlangsung tidak memberikan Tembaga (Cu), Mangan (Mn), Seng dampak negatif terhadap media (Zn), Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), budidaya. Cromium (Cr), Selenium (Se), Fluorinr (F), Yodium (I), Nickel (Ni) Jenis-jenis bahan baku yang dapat dan lain-lain. digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dikelompokkan kedalam bahan baku hewani yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal dari Teknologi pakan buatan hewan, bahan baku nabati yaitu jenis-jenis bahan baku yang berasal Dalam buku teks ini akan diuraikan dari tumbuh-tumbuhan dan bahan secara jelas tentang berbagai kajian baku limbah industri yaitu bahan yang mendukung dalam membuat baku yang berasal dari hasil suatu rekayasa dalam membuat pengolahan industri pertanian, pakan ikan. Beberapa subtopik akan perikanan yang sudah tidak dibahas antara lain adalah jenis-jenis digunakan tetapi masih dapat diolah bahan baku, bagaimana cara untuk sumber bahan baku pakan. menyusun formulasi pakan ikan dari yang sangat sederhana sampai Penyusunan formulasi pakan teknologi komputer, bagaimana merupakan suatu kompetensi yang prosedur pembuatan pakan dari harus dimiliki oleh para pembudidaya skala rumah tangga sampai ikan yang akan membuat pakan ikan pabrikasi, dan bagaimana melakukan sendiri karena pakan ikan yang pengelolaan terhadap pakan yang dibuat sendiri mempunyai sangat membutuhkan keahlian keuntungan yang lebih baik tersendiri agar dalam melakukan dibandingkan dengan membeli suatu usaha budidaya ikan dipasar. Pakan ikan yang dibuat menguntungkan. Dimana kita tahu sendiri mempunyai formulasi sesuai bahwa pakan buatan merupakan dengan kebutuhan ikan yang akan 15
    52. mengkonsumsi pakan tersebut. langkah untuk memudahkan dalam Karena setiap jenis ikan mempunyai penyusunan formulasi. kebutuhan kandungan nutrien/zat gizi yang spesifik. Oleh karena itu Pakan ikan dibuat oleh para dalam menyusun formulasi pakan produsen untuk memenuhi harus dibuat perencanaan yang tepat kebutuhan produksi budidaya ikan. tentang peruntukkannya jenis dan Jika para pembudidaya ikan dapat umur ikan yang akan membuat pakan ikan sendiri akan mengkonsumsinya. Dalam sangat menguntungkan apabila menyusun formulasi pakan ada dipahami prosedur pembuatan pakan beberapa metode yang dapat ikan yang benar. Pakan ikan dapat digunakan antara lain adalah metode dibuat secara skala rumahtangga segiempat/square methods maupun secara pabrikasi. Prinsip merupakan metode penyusunan dalam pembuatan pakan ikan yang formulasi pakan yang paling lama harus dipahami adalah bagaimana sebagai dasar utama dalam prosedur yang benar dalam menyusun formulasi pakan, membuat pakan ikan. Pakan ikan selanjutnya adalah metode coba- berbeda dengan pakan ternak, coba/trial and error yaitu metode pakan ikan dibuat untuk dikonsumsi penyusunan formulasi pakan yang oleh ikan yang hidup diair, dilakukan dengan cara mencoba mempunyai ukuran lambung yang berbagai bahan dengan komposisi pendek, dan tidak langsung dapat disesuaikan dengan kandungan gizi dikonsumsi ikan tetapi berhubungan setiap bahan baku dan merupakan dengan media air dimana ikan hidup. kelanjutan dari metode segiempat. Oleh karena itu dalam prosedur Metode selanjutnya adalah metode pembuatan pakan harus diperhatikan aljabar merupakan suatu metode dengan benar tentang komposisi penyusunan formulasi pakan ikan bahan baku yang akan digunakan dengan menggunakan persamaan dalam membuat pakan ikan, bentuk matematika yaitu persamaan aljabar bahan baku yang akan digunakan dan keempat juga menggunakan harus dalam bentuk tepung. Oleh persamaan matematika yaitu karena itu tahapan pertama dalam persamaan linier. Penyusunan prosedur pembuatan pakan adalah formulasi pakan dengan membuat tepung semua bahan baku menggunakan persamaan yang disebut dengan milling. matematika dapat menggunakan alat Peralatan yang dapat digunakan bantu komputer apabila anda bisa untuk melakukan penepungan bahan membuat program matematika baku ada berbagai macam tersebut dalam komputer. Selain itu bergantung pada kapasitas bahan ada juga yang menyusun formulasi baku yang akan ditepung mulai dari pakan ikan dengan metode disc mill, hammer mill dan lain-lain. worksheet yang prinsipnya hampir Prosedur selanjutnya setelah bahan sama dengan persamaan baku ditepung adalah melakukan sebelumnya, perbedaannya hanya penimbangan bahan baku jika menggunakan lembar kerja setiap proses pembuatan pakan dilakukan secara skala rumah tangga, tetapi 16
    53. jika pembuatan pakan dilakukan lingkungan yang memperhatikan secara pabrikasi maka langkah kandungan gizi pakan dengan selanjutnya adalah pencampuran dampaknya terhadap kualitas air atau mixing. Setelah dilakukan sebagai media budidaya ikan. pencampuran langkah selanjutnya adalah pembuatan adonan sampai benar-benar tercampur secara Teknologi pakan alami sempurna, kemudian pencetakan pakan buatan atau pelleting. Pakan Pada bab sebelumnya telah dibahas yang telah terbentuk sesuai dengan tentang pakan buatan, pada bab ini keinginan pembuat jika dilakukan akan dibahas tentang jenis-jenis secara skala rumah tangga maka pakan alami yang dapat digunakan pakan tersebut harus dilakukan dalam budidaya ikan, bagaimana pengeringan atau drying, tetapi jika melakukan budidaya berbagai jenis dilakukan secara pabrikasi dimana pakan alami yang dapat dikonsumsi peralatan pembuatan pakannya telah oleh ikan terdiri dari phytoplankton, dilengkapi dengan peralatan steam zooplankton dan bentos. Plankton untuk mengeringkan pakan sehingga adalah organisme renik yang hidup tidak dibutuhkan proses pengeringan melayang-layang mengikuti pakan. Langkah terakhir dalam pergerakan air. Plankton didalam proses pembuatan pakan adalah perairan dapat dikelompokkan pengemasan dan pengangkutan menjadi dua yaitu phytoplankton dan pakan kepada para konsumen. zooplankton. Phytoplankton adalah organisme renik yang hidup Pakan dibutuhkan dalam suatu melayang-layang mengikuti usaha budidaya ikan dapat berasal pergerakan air yang berasal dari dari pakan alami dan pakan buatan. jasad nabati sedangkan zooplankton Pada usaha budidaya ikan yang adalah organisme renik yang hidup intensif pakan yang digunakan dalam melayang-layang mengikuti usaha tersebut adalah pakan buatan. pergerakan air yang berasal dari Oleh karena itu harus dibuat suatu jasad hewani. Sedangkan bentos manejemen pakan yang baik agar adalah organisme air yang hidup pakan yang digunakan benar efisien didasar perairan . dan efektif. Penggunaan pakan yang benar dalam proses budidaya akan Jenis-jenis phytoplankton dan sangat menguntungkan para zooplankton yang dapat pembudidaya. dibudidayakan dapat dikelompokkan Selain itu ikan sebagai organisme air berdasarkan habitatnya adalah maka habitatnya selalu berada plankton air tawar dan plankton air didalam air. Oleh karena itu laut. Plankton air tawar digunakan bagaimana para pembudidaya ikan untuk ikan-ikan air tawar dan harus memahami keterkaitan antara plankton air laut digunakan untuk pakan ikan dan kualitas air yang ikan-ikan air laut. Begitu juga dengan sesuai dengan kebutuhan ikan. Saat benthos disesuaikan dengan ini telah ditemukan tentang habitatnya tetapi benthos yang formulasi pakan ikan yang ramah 17
    54. sudah dapat dibudidayakan pada peralatan yang akan digunakan umumnya adalah yang berasal dari untuk kegiatan budidaya telah air tawar. disucihamakan, jangan memelihara ikan yang sakit dengan ikan yang Untuk meningkatkan mutu dari pakan sehat secara bersamaan, membuang alami saat ini sudah dapat dilakukan segera ikan yang sakit. Jika ikan tenkologi bioenkapsulasi yaitu proses telah terserang hama dan penyakit peningkatan mutu dari zooplankton ikan maka langkah yang harus yang telah dibudidayakan untuk dilakukan adalah melakukan meningkatkan kelangsungan hidup pengobatan terhadap ikan yang larva yang mengkonsumsi pakan sakit. alami tersebut. Ada berbagai macam bahan yang dapat digunakan untuk Dalam buku teks ini akan dibahas meningkatkan mutu dari zooplankton tentang jenis-jenis hama dan tersebut. Dalam buku teks ini akan penyakit yang biasa menyerang ikan dibahas berbagai cara dan bahan budidaya, beberapa kegiatan yang dapat digunakan untuk pengendalian terhadap serangan meningkatkan mutu dari pakan hama dan penyakit ikan serta cara alami. melakukan pengobatan jika ikan yang dibudidayakan telah terserang hama dan penyakit ikan. Hama adalah makhluk hidup yang Hama dan penyakit ikan menyerang atau memangsa ikan yang dipelihara sehingga ikan Pada setiap kegiatan budidaya ikan tersebut mati. Jenis hama ada pasti akan terdapat kendala yang beberapa macam ada hama yang dapat menyebabkan berkurangnya menyerang larva ikan, benih ikan produktivitas dalam suatu usaha. atau ikan ukuran besar. Penyakit Penyebab utama terjadinya ikan adalah suatu akibat dari kegagalan produksi ikan budidaya interaksi tiga komponen yaitu biasanya disebabkan oleh karena lingkungan, ikan itu sendiri dan agen adanya hama dan penyakit yang penyakit yang menyebabkan ikan menyerang dalam wadah budidaya yang dibudidayakan menjadi sakit ikan. Karena ikan yang sakit tidak dan dapat menyebabkan kematian. akan mengalami pertumbuhan berat Penyakit ikan ini dapat disebabkan badan yang optimal dan hal ini oleh berbagai hal diantaranya adalah sangat merugikan bagi para penyakit ikan yang disebabkan oleh pembudidaya. Agar tidak terjadi virus, bakteri, jamur, parasit dan serangan hama dan penyakit ikan makanan. Pada bagian selanjutnya dalam wadah budidaya maka akan dibahas secara detail jenis- sebelum dilakukan kegiatan jenis penyakit dan cara budidaya harus dilakukan treatment penanggulangannya serta pada wadah yang akan digunakan pengobatannya. seperti membersihkan wadah budidaya, penggunaan air yang baik secara kualitas dan kuantitas, 18
    55. keuntungan. Jika dalam melakukan Pemasaran suatu usaha tidak mendapatkan keuntungan sebagai upah dari Pada bab ini akan dibahas tentang mengelola usaha budidaya ikan pengertian pemasaran, ciri-ciri maka para pembudidaya ikan tidak pemasaran hasil perikanan, akan tertarik untuk membudidayakan perencanaan dan target penjualan, komoditas perikanan. Seperti kita estimasi harga jual, sistem penjualan ketahui budidaya ikan pada kondisi dan strategi promosi. Dengan lahan yang semakin lama semakin mempelajari materi pemasaran ini terbatas karena bertambahnya diharapkan pembaca dapat populasi manusia di bumi harus memahami tentang pemasaran hasil selalau dibudidayakan dan produksi budidaya ikan dengan memberikan nilai tambah bagi para berbagai karakteristik produk pembudidaya. perikanan yang laku jual dimasyarakat. Kesehatan dan keselamatan kerja Pelaksanaan kesehatan dan Analisa Usaha Budidaya Ikan keselamatan kerja pada suatu usaha budidaya ikan harus dapat Dalam suatu kegiatan budidaya diaplikasikan. Dengan melaksanakan tujuan dilakukannya produksi adalah Kesehatan dan keselamatan kerja untuk memenuhi kebutuhan merupakan suatu upaya untuk masyarakat akan produk hasil menciptakan tempat kerja yang budidaya ikan. Budidaya ikan aman, sehat, bebas dari pencemaran sebagai salah satu usaha yang lingkungaan, sehingga dapat menghasilkan ikan untuk dijual yang mengurangi dan atau bebas dari berarti akan mendapatkan suatu kecelakaan kerja yang pada akhirnya nilah tambah bagi para dapat meningkatkan efisiensi dan pembudidayanya. Dalam bab ini produktivitas kerja. akan dibahas tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu Peraturan tentang kesehatan dan usaha budidaya ikan keselamatan kerja pada dunia usaha menguntungkan dikaji dari aspek dan dunia industri telah diatur oleh ekonomi. Oleh karena itu akan negara yang tertuang dalam dibahas tentang pengertian studi Undang-Undang Nomor 1 Tahun kelayakan, Net Present Value (NPV), 1970 tentang keselamatan kerja. Net Benefit Cost Ratio (NBC Ratio), Usaha budidaya ikan merupakan Internal Rate of return, Analisis break suatu kegiatan yang dapat dilakukan Event Point (BEP), dan aplikasi ditempat tertutup atau terbuka analisa usaha. Dalam melakukan seperti kolam, tambak, jaring usaha budidaya ikan diharapkan terapung. Oleh karena itu harus produk yang dihasilkan akan terjual diperhatikan tentang kesehatan dan semua dan mempunyai harga yang keselamatan kerja selama sesuai dengan keinginan penjual melakukan kegiatan budidaya sehingga akan diperoleh diberbagai tempat kerja. Tempat 19
    56. kerja merupakan suatu ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja atausering dimasuki tempat kerja untuk keperluan usaha dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya. Dengan melakukan budidaya ikan secara intensif untuk memperoleh target produksi yang telah ditetapkan maka kesehatan dan keselamatan kerja harus selalu diperhatikan agar tidak terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh kecerobohan atau kelalaian manusia. 20
    57. BAB II WADAH BUDIDAYA IKAN Jenis-jenis kolam dapat dibedakan 2.1. Jenis-Jenis Wadah berdasarkan sistem budidaya yang Budidaya Ikan akan diterapkan dan sumber air yang digunakan. Sedangkan jenis-jenis Dalam budidaya ikan air tawar dan bak atau tanki ini biasanya laut, ada beberapa jenis wadah yang dikelompokkan berdasarkan bahan dapat digunakan antara lain adalah baku pembuatannya yaitu yang kolam, bak, akuarium, jaring terbuat dari beton disebut bak beton, terapung/ karamba jaring apung. yang terbuat dari kayu dilapisi Kolam dapat digunakan sebagai dengan plastik disebut bak plastik, wadah untuk budidaya ikan air tawar yang terbuat dari serat fiber disebut sedangkan bak, akuarium, jaring bak fiber. Akuarium merupakan salah terapung dapat digunakan untuk satu wadah yang digunakan untuk melakukan budidaya ikan air tawar budidaya ikan yang terbuat dari kaca dan laut. Kolam dan bak dan mempunyai ukuran tertentu. berdasarkan defenisinya dibedakan Jaring terapung merupakan suatu karena kolam dalam bahasa wadah budidaya ikan air tawar dan Inggrisnya pond adalah suatu wadah laut yang sengaja dibuat oleh yang dapat menampung air dalam manusia untuk membatasi air yang luasan yang terbatas, sengaja dibuat berada dalam suatu perairan umum oleh manusia dengan cara (danau, laut, waduk, sungai) agar melakukan penggalian tanah pada dapat digunakan untuk lahan tertentu dengan kedalaman membudidayakan ikan. rata-rata berkisar antara 1,5 – 2,0 m dan sumber air bermacam-macam. Sedangkan bak atau tanki adalah 2.1.1. Kolam suatu wadah budidaya ikan yang sengaja dibuat oleh manusia yang Jenis-jenis kolam yang akan berada diatas permukaan tanah yang digunakan sangat tergantung kepada dapat menampung air dengan bahan sistem budidaya yang akan baku yang digunakan untuk diterapkan. Ada tiga sistem budidaya membuat bak tersebut disesuaikan ikan air yang biasa dilakukan yaitu : dengan kebutuhan manusia. 21
    58. 1. Tradisional/ekstensif, kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2.1). 2. Semi intensif, kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah (Gambar 2.2). Gambar 2.2. Kolam semiintensif 3. Intensif, kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok (Gambar 2.3). Jenis-jenis kolam berdasarkan sumber air yang digunakan adalah kolam air mengalir/running water dengan sumber air berasal dari sungai atau saluran irigasi dimana pada kolam tersebut selalu terjadi aliran air yang debitnya cukup besar (50 l/detik) dan kolam air tenang/ stagnant water dengan sumber air Gambar 2.3. Kolam Intensif yang digunakan untuk kegiatan budidaya adalah sungai, saluran irigasi, mata air, hujan dan lain-lain Jenis-jenis kolam yang dibutuhkan tetapi aliran air yang masuk ke dalam untuk membudidayakan ikan kolam sangat sedikit debit airnya (0,5 berdasarkan proses budidaya dan – 5 l/detik) dan hanya berfungsi fungsinya dapat dikelompokkan menggantikan air yang meresap dan menjadi beberapa kolam antara lain menguap. adalah kolam pemijahan, kolam penetasan, kolam pemeliharaan/ pembesaran, kolam pemberokan induk. Kolam pemijahan adalah kolam yang sengaja dibuat sebagai tempat perkawinan induk-induk ikan budidaya. Ukuran kolam pemijahan ikan bergantung kepada ukuran besar usaha, yaitu jumlah induk ikan yang akan dipijahkan dalam setiap Gambar 2.1. Kolam tanah kali pemijahan. Bentuk kolam 22
    59. pemijahan biasanya empat persegi panjang dan lebar kolam pemijahan misalnya untuk kolam pemijahan ikan mas sebaiknya tidak terlalu berbeda dengan panjang kakaban. Sebagai patokan untuk 1 kg induk ikan mas membutuhkan ukuran kolam pemijahan 3 x 1,5 m dengan kedalaman air 0,75 – 1,00 m. Kolam pemijahan sebaiknya dibuat Gambar 2.5. Kolam Penetasan dengan sistem pengairan yang baik yaitu mudah dikeringkan dan pada Kolam pemeliharaan benih adalah lokasi yang mempunyai air yang kolam yang digunakan untuk mengalir serta bersih. Selain itu memelihara benih ikan sampai kolam pemijahan harus tidak bocor ukuran siap jual (dapat berupa benih dan bersih dari kotoran atau rumput- atau ukuran konsumsi). Kolam rumput liar (Gambar 2.4). pemeliharaan biasanya dapat dibedakan menjadi kolam pendederan dan kolam pembesaran ikan. Pada kolam semi intensif atau tradisional sebaiknya tanah dasar kolam adalah tanah yang subur jika dipupuk dapat tumbuh pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan (Gambar 2.6). Gambar 2.4. Kolam Pemijahan Kolam penetasan adalah kolam yang khusus dibuat untuk menetaskan telur ikan , sebaiknya dasar kolam penetasan terbuat dari semen atau tanah yang keras agar tidak ada lumpur yang dapat mengotori telur Gambar 2.6. Kolam Pemeliharaan ikan sehingga telur menjadi buruk Kolam pemberokan adalah kolam atau rusak. Ukuran kolam yang digunakan untuk menyimpan penetasan disesuaikan juga dengan skala usaha. Biasanya untuk induk-induk ikan yang akan memudahkan perawatan dan dipijahkan atau ikan yang akan pemeliharaan larva, ukurannya dijual/angkut ke tempat jauh (Gambar 2.7) adalah 3 x 2 m atau 4 x 3 m (Gambar 2.5). 23
    60. Gambar 2.9. Bak fiber Gambar 2.7. Kolam Pemberokan 2.1.2. Bak Wadah budidaya ikan selanjutnya adalah bak atau tanki yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya ikan. Berdasarkan proses budidaya ikan, jenis bak yang akan digunakan disesuaikan dengan skala produksi budidaya dan hampir sama dengan kolam dimana dapat Gambar 2.10. Bak Plastik dikelompokkan menjadi bak pemijahan, bak penetasan, bak pemeliharaan dan bak pemberokan. 2.1.3. Akuarium Bak yang digunakan untuk Akuarium merupakan salah satu melakukan pemijahan ikan biasanya wadah pemeliharaan ikan yang relatif adalah bak yang terbuat dari beton sangat mudah dalam perawatannya. (Gambar 2.8) atau fiber (Gambar Akuarium dapat digunakan untuk 2.9) sedangkan bak plastik (Gambar budidaya ikan tawar dan air laut 2.10) biasanya digunakan untuk biasanya pada proses kegiatan melakukan pemeliharaan larva ikan. pembenihan ikan atau untuk pemeliharaan ikan hias. Akuarium ini terbuat dari bahan kaca dimana penamaan akuarium ini berasal dari bahasa latin yaitu aqua yang berarti air dan area yang berarti ruang. Jadi akuarium ini adalah ruangan yang terbatas untuk tempat air yang berpenghuni, yang dapat diawasi dan dinikmati. Gambar 2.8. Bak Beton 24
    61. Akuarium yang digunakan untuk 2.1.3.2. Akuarium Kelompok budidaya ikan ini dapat dibuat sendiri Ikan-ikan yang dipelihara di dalam atau membeli langsung dari toko. akuarium kelompok harus ikan Fungsi akuarium sebagai wadah sejenis/sekeluarga serta ditanami untuk budidaya ikan juga dapat oleh tanaman air yang tanaman air berfungsi sebagai penghias ruangan yang diperlukan oleh kelompok ikan dimana akuarium tersebut dapat yang dipelihara. dinikmati keindahannya oleh penggemarnya. Berdasarkan Syarat akuarium kelompok : fungsinya, akuarium dapat a. Jenis ikan yang dipelihara harus dibedakan antara lain adalah : masih sekarabat b. Susunan tanaman air disesuaikan dengan ikan yang 2.1.3.1. Akuarium Umum dipelihara. Akuarium ini diisi dengan berbagai Jenis akuarium ini biasanya jenis ikan dan tanaman air yang digunakan untuk memelihara ikan bertujuan untuk penghias ruangan. dalam satu kelompok baik ikan hias maupun ikan konsumsi dari ikan air Syarat akuarium umum : tawar dan laut (Gambar 2.11). a. Akuarium akan diletakkan sesuai dan serasi dengan ruangan. b. Alat perlengkapan akuarium meliputi aerator, kabel listrik, pipa pvc, dan lain-lain yang diletakkan tersembunyi supaya nampak alami. c. Usahakan dasar akuarium tampak alami d. Tanaman disusun dengan estetika e. Jenis ikan yang dipelihara harus harmonis Gambar 2.11. Akuarium Kelompok Jenis akuarium ini biasanya digunakan sebagai hiasan bagi berbagai jenis ikan yang dapat 2.1.3.3. Akuarium Sejenis dinikmati keindahan warna tubuh ikan baik ikan air tawar maupun ikan Dalam akuarium ini, estetika dan air laut dari jenis ikan hias maupun dekorasi dikesampingkan, karena ikan konsumsi. tujuan dari akuarium sejenis untuk mengembang-biakan ikan. Jenis akuarium ini yang biasa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan laut (Gambar 2.12). 25
    62. karamba merupakan alternatif wadah budidaya ikan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena seperti diketahui wilayah Indonesia ini terdiri dari 70% perairan baik air tawar maupun air laut. Dengan menggunakan wadah budidaya karamba dapat diterapkan beberapa sistem budidaya ikan yaitu secara ekstensif, semi intensif maupun intensif disesuaikan dengan Gambar 2.12. Akuarium sejenis kemampuan para pembudidaya ikan. Jenis-jenis wadah yang dapat digunakan dalam membudidayakan 2.1.3.4. Akuarium Tanaman ikan dengan karamba ada beberapa antara lain adalah karamba jaring Dalam akuarium ini yang memegang terapung, karamba bambu tradisional peranan adalah tanaman air. Ikan dengan berbagai bentuk bergantung dimasukan kedalam akuarium untuk pada kebiasaan masyarakat sekitar. penghias dan pemelihara tanaman. Teknologi yang digunakan dalam membudidayakan ikan dengan karamba ini relatif tidak mahal dan sederhana, tidak memerlukan lahan daratan menjadi badan air yang baru serta dapat meningkatkan produksi perikanan budidaya. Jenis karamba jaring apung yang digunakan untuk membudidayakan ikan dapat dilihat pada Gambar 2.14 dan 2.15. Gambar 2.12. Akuarium Tanaman 2.1.4. Keramba Jaring Apung (KJA) Wadah budidaya ikan selanjutnya Gambar 2.14. Kolam jaring terapung yang dapat digunakan oleh tampak atas masyarakat yang tidak memiliki lahan darat dalam bentuk kolam, masyarakat dapat melakukan budidaya ikan di perairan umum. Budidaya ikan dengan menggunakan 26
    63. berbentuk bujur sangkar, berbentuk lingkaran atau berbentuk segitiga. Dari berbagai bentuk kolam ini yang harus diperhatikan adalah tentang persyaratan teknis konstruksi kolam. Persyaratan teknis konstruksi suatu kolam yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan sebaiknya mempunyai : Gambar 2.15. Kolam jaring terapung 2.2.1.1. Pematang kolam. tampak depan Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam 2.2. Konstruksi Wadah agar tidak keluar dari dalam kolam. Budidaya Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat Dari beberapa jenis wadah budidaya pematang kolam harus kompak dan ikan yang telah dijelaskan kedap air serta tidak mudah bocor. sebelumnya dapat digunakan untuk Jenis tanah yang baik untuk menentukan jenis wadah yang akan pematang kolam adalah tanah liat digunakan untuk membudidayakan atau liat berpasir. Kedua jenis tanah ikan. Langkah selanjutnya adalah ini dapat diidentifikasi dengan memahami konstruksi wadah memperhatikan tanah yang ciri- budidaya agar wadah budidaya yang cirinya antara lain memiliki sifat akan dibuat sesuai dengan kaidah lengket, tidak poros, tidak mudah budidaya. pecah dan mampu menahan air. Ukuran pematang disesuaikan dengan ukuran kolam. Tinggi 2.2.1. Konstruksi kolam pematang ditentukan oleh kedalaman air kolam, sebaiknya Konstruksi kolam yang akan dasar pematang kolam ini ditanam digunakan untuk budidaya ikan sedalam ± 20 cm dari permukaan sangat dipengaruhi oleh pemilihan dasar kolam. lokasi yang tepat. Untuk membuat kolam maka tanah yang akan Bentuk pematang yang biasa dibuat dijadikan kolam harus mampu dalam kolam budidaya ikan ada dua menyimpan air atau kedap air bentuk yaitu berbentuk trapesium sehingga kolam yang akan di buat sama kaki dan bentuk trapesium tidak bocor. Bentuk kolam yang akan tidak sama kaki. Bentuk pematang digunakan untuk membudidayakan trapesium sama kaki artinya ikan ada beberapa macam antara perbandingan antara kemiringan lain adalah kolam berbentuk segi pematang 1 : 1 (Gambar 2.16), empat/empat persegipanjang, 27
    64. Gambar 2.16. Bentuk pematang trapesium sama kaki sedangkan bentuk pematang adalah 1 m maka lebar pematang trapesium tidak sama kaki artinya pada bagian bawahnya adalah 4 m perbandingan antara kemiringan pada kedalaman kolam 1 m. pematang 1 : 1,5 (Gambar 2.17). 2.2.1.2. Dasar kolam dan saluran Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air, kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap seratus meter panjang dasar Gambar 2.17. Bentuk pematang kolam ada perbedaan tinggi trapesium tidak sama sepanjang 1-2 meter (Gambar 2.18). kaki Sebagai acuan dalam membuat pematang kolam untuk kolam yang berukuran 200 m2 lebar pematang dibagian atas adalah 1 m maka lebar pematang pada bagian bawahnya adalah 3 m untuk pematang bentuk Gambar 2.18. Kemiringan dasar trapesium sama kaki pada kolam kedalaman kolam 1m, jika kolam Cara pengukuran yang mudah untuk tersebut dibuat dengan pematang mengetahui kemiringan dasar kolam trapesium tidak sama kaki maka adalah dengan menggunakan selang lebar pematang pada bagian atas 28
    65. air yang kecil. Pada masing-masing ujung pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air ditempatkan sebatang kayu atau bambu yang sudah diberi ukuran, yang paling bagus meteran, kemudian selang kecil yang telah berisi air direntangkan dan ditempatkan pada bambu, kayu atau meteran. Perbedaan tinggi air pada ujung- ujung selang itu menunjukkan perbedaan tinggi tanah/ kemiringan dasar kolam. Gambar 2.20. Pintu pemasukkan air dan pengeluaran Saluran didalam kolam budidaya ada air ditengah dua macam yaitu saluran keliling atau caren dan saluran tengah atau kemalir. Saluran didalam kolam ini Ada juga letak pintu pengeluaran dan dibuat miring ke arah pintu pemasukan air berada disudut pengeluaran air. Hal ini untuk secara diagonal (Gambar 2.21). memudahkan di dalam pengeringan Letak pintu air tersebut ada kolam dan pemanenan ikan (Gambar kelemahannya yaitu air dikedua 2.19). sudut yang lain tidak berganti dan memperpanjang saluran pengeringan sehingga penangkapan ikan relatif berlangsung agak lama. Gambar 2.19. Saluran tengah atau kemalir 2.2.1.3. Pintu air Gambar 2.21. Pintu pengeluaran Kolam yang baik harus memiliki pintu dan pemasukan pemasukan air dan pintu air berada disudut pengeluaran air secara terpisah. Letak pintu pemasukkan dan Pada kolam tanah pintu pengeluaran air sebaiknya berada di pemasukan dan pengeluaran air tengah-tengah sisi kolam terpendek dibuat dari bambu atau pipa agar air dalam kolam dapat berganti paralon. Bentuk pintu pemasukan seluruhnya (Gambar 2.20). 29
    66. diletakkan sejajar dengan permukaan tanggul sedangkan pintu pengeluaran dapat dibuat dua model yaitu pertama sama dengan pintu pemasukkan dengan ketinggian sesuai dengan tinggi air kolam dan kedua dibuat dengan model huruf L (Gambar 2.22). Gambar 2.23. Pintu pemasukan dan pengeluaran air menggunakan sistem monik Persyaratan konstruksi teknik dalam membuat bak yang akan digunakan untuk budidaya ikan secara prinsip hampir sama dengan kolam dimana harus mempunyai pintu pemasukan Gambar 2.22. Pintu pemasukan dan pengeluaran air tetapi dasar bak dan pengeluaran pada umumnya adalah rata. air bentuk L Konstruksi pintu dan pemasukan air pada bak dapat dibuat dengan model pembuatan instalasi air untuk Pada kolam beton pintu pemasukan pemasukan air dan pengeluaran dan pengeluaran air menggunakan airnya menggunakan pipa paralon sistem monik. Pada pintu air sistem (PVC) dengan bentuk huruf L monik ini ada celah penyekatnya dan (Gambar 2.24). dapat dibuat lebih dari satu. Celah penyekat ini berfungsi untuk menempatkan papan-papan kayu yang disusun bertumpuk. Papan- papan kayu ini dapat dibuka dan diatur yang pengaturannya disesuaikan dengan kebutuhan. Pada pintu air ini papan penyekatnya dapat diganti dengan saringan (Gambar 2.23). Gambar 2.24 Pemasukan dan pengeluaran air pipa paralon (PVC) 30
    67. akuarium kaca yang akan dibuat, 2.2.2. Konstruksi Akuarium langkah selanjutnya menentukan Konstruksi wadah akuarium sangat ukuran kaca yang akan bergantung pada desain yang akan dipergunakan untuk membuat dikerjakan berdasarkan bentuk akuarium. Ukuran kaca yang akan akuarium yang diinginkan. Bentuk digunakan biasanya berkisar antara akuarium yang biasa digunakan 3 mm – 16 mm. Sebagai acuan sebagai wadah budidaya ikan antara dalam membuat akuarium, ukuran lain adalah akuarium segiempat, kaca yang akan digunakan dapat akuarium trapesium, akuarium dilihat pada Tabel 1. Untuk kaca segidelapan, akuarium segienam, yang akan digunakan sebagai dasar akuarium botol dan akuarium ellips. akuarium sebaiknya ketebalannya Setelah merencanakan bentuk ditambah 1 – 2 mm. Tabel 2.1. Perbandingan antara ukuran akuarium dengan ketebalan kaca Panjang Lebar Tinggi Tebal kaca (mm) akuarium (cm) akuarium akuarium (cm) (cm) 3 30 20 20 3 40 20 30 3 50 30 30 5 70 35 35 5 80 40 40 6 90 45 45 6 120 50 50 10 150 45 50 10 150 45 60 10 180 45 60 12 190 50 60 16 200 70 65 Setelah menentukan bentuk dan 1. Letakkan lembaran kaca pada ukuran kaca yang akan meja kerja, meja kerja harus dipergunakan untuk membuat dalam keadaan datar dan bersih. akuarium maka langkah selanjutnya Hal ini untuk menghindari adalah memotong kaca. Kaca yang terjadinya keretakan kaca yang dipergunakan untuk membuat akan dipergunakan. akuarium masih dalam bentuk lembaran kaca. Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam memotong kaca antara lain adalah : 31
    68. Gambar 2.25. Meletakan lembaran Gambar 2.27. Memotong kaca kaca 4. Setelah kaca terpotong, bagian 2. Ukuran kaca yang akan dipotong pinggir dari potongan-potongan ini disesuaikan dengan bentuk kaca harus dihaluskan dengan akuarium yang akan dibuat. gerinda atau batu asahan karborondum. Dalam membuat potongan- potongan kaca, lembaran kaca dibuat polanya terlebih dahulu dengan menggunakan spidol dan penggaris besi. Pola yang sudah dibentuk dapat langsung dipotong. Gambar 2.28. Menghaluskan bagian pinggir kaca Setelah kaca yang dibutuhkan untuk membuat akuarium tersebut disiapkan langkah selanjutnya adalah melakukan perakitan Gambar 2.26. Mengukur kaca akuarium. Dalam merakit akuarium dibutuhkan ketelitian dan ketepatan 3. Untuk memotong kaca gunakan dalam merangkainya. Kaca sebagai alat pemotong kaca yang banyak bahan utama dalam pembuatan dijual di toko besi. akuarium dapat diperoleh dengan cara membeli lembaran kaca atau 32
    69. membeli potongan kaca sesuai menyiapkan alat dan bahan lainnya dengan ukuran yang tepat. yaitu lem kaca silikon, alat tembak Akuarium sebagai salah satu wadah lem, lakban besar dan cutter. yang dapat digunakan untuk membudidayakan ikan baik ikan hias Lem kaca yang digunakan adalah maupun ikan konsumsi yang berasal lem silikon yaitu lem khusus untuk dari perairan tawar dan laut dapat merekatkan kaca agar melekat diperoleh dengan cara membeli dengan baik dan tidak bocor. Alat langsung ditoko atau membuatnya tembak lem silikon ini berfungsi sendiri. Dengan membuat akuarium untuk memudahkan si pembuat sendiri akan diperoleh keuntungan akuarium dalam merakit akuarium, antara lain adalah harganya relatif bentuk alat tembak ini seperti pistol lebih murah, ukuran sesuai dengan sehingga disebut alat tembak. kebutuhan dan kaca yang digunakan mempunyai ketebalan sesuai dengan luasan akuarium yang dibuat. Dalam membuat akuarium, ada beberapa hal yang harus dikuasai agar akuarium yang dibuat tidak bocor dan tahan lama, yaitu merancang/mendesain akuarium, memotong kaca, merakit akuarium dan melakukan uji coba terhadap akuarium tersebut.Akuarium yang Gambar 2.29. Lem silikon dan alat akan dirakit sendiri, langkah awal tembak lem yang harus dilakukan adalah menyiapkan kaca sebagai dasar utama pembuatan akuarium. Kaca yang akan dirakit menjadi akuarium ini sudah dalam bentuk potongan- potongan kaca yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran akuarium yang akan dibuat. Sebelum dirakit kaca-kaca tersebut sebaiknya dilakukan penggosokan dengan menggunakan batu asahan karborundum atau gerinda. Hal ini bertujuan agar akuarium yang dibuat Gambar 2.30. Penggunaan alat tidak berbahaya bagi pemakainya. tembak lem Kaca-kaca yang telah dihaluskan Sedangkan lakban yang digunakan seluruh bagian pinggirnya dengan dalam merakit akuarium sebaiknya gerinda ini telah siap untuk dirakit. lakban plastik yang berwarna colklat Langkah selanjutnya adalah 33
    70. atau hitam dengan ukuran lebar Langkah terakhir dalam merakit lakbannya adalah 5 cm. Lakban ini akuarium adalah melakukan uji coba berfungsi untuk membantu berdirinya terhadap akuarium tersebut. Ujicoba kaca dengan kaca lainnya agar tidak tersebut dilakukan dengan mengisi bergeser yang memudahkan dalam air ke dalam akuarium selama 24 pemberian lem kaca. jam dan perhatikan apakah ada bagian yang bocor. Untuk memperoleh akuarium yang rapih setelah diuji coba bersihkan lem yang tidak rapih dengan menggunakan cutter. 2.2.3. Konstruksi Keramba Jaring Apung Wadah budidaya ikan selanjutnya yang sangat potensial dikembangkan di Indonesia adalah karamba jaring Gambar 2.31. Plakban pada kaca terapung. Agar dapat melakukan budidaya ikan dijaring terapung yang Pada saat menempelkan lem silikon menguntungkan maka konstruksi ke kaca sebaiknya ketebalan lem wadah tersebut harus sesuai dengan pada seluruh permukaan kaca sama. persyaratan teknis. Konstruksi Hal ini akan membuat ketebalan lem wadah jaring terapung pada sama pada setiap sudut . Setelah dasarnya terdiri dari dua bagian yaitu seluruh kaca terakit menjadi kerangka dan kantong jaring. akuarium, langkah selanjutnya Kerangka berfungsi sebagai tempat adalah mengeringkan akuarium pemasangan kantong jaring dan tersebut minimal selama 24 jam agar tempat lalu lalang orang pada waktu lem silikon tersebut benar-benar memberi pakan dan saat panen. kering. Kantong jaring merupakan tempat pemeliharaan ikan yang akan dibudidayakan. Dengan memper- hitungkan konstruksi wadah secara baik dan benar akan diperoleh suatu wadah budidaya ikan yang mempunyai masa pakai yang lama. Dalam mendesain konstruksi wadah budidaya ikan disesuaikan dengan lokasi yang dipilih untuk membuat budidaya ikan dijaring terapung. Budidaya ikan dijaring terapung Gambar 2.31. Mengeringkan dapat dilakukan untuk komoditas akuarium ikan air tawar dan ikan air laut. 34
    71. Sebelum membuat konstruksi wadah budidaya atau jaring dapat karamba jaring terapung pemilihan diusahakan di perairan tersebut, lokasi yang tepat dari aspek sosial tetapi jumlahnya tidak boleh lebih ekonomis dan teknis benar. Sama dari 1% dari luas perairan. Pada seperti wadah budidaya ikan kondisi perairan yang tidak sebelumnya persyaratan secara mengalir, unit budidaya teknis dan sosial ekonomis dalam sebaiknya diletakkan ditengah memilih lahan yang akan digunakan perairan sejajar dengan garis untuk melakukan budidaya ikan pantai. harus diperhatikan. Aspek sosial ekonomis yang sangat umum yang 2. Tingkat kesuburan. harus dipertimbangkan adalah lokasi Pada perairan umum dan waduk tersebut dekat dengan pusat ditinjau dari tingkat kesuburannya kegiatan yang mendukung dapat dikelompokkan menjadi operasionalisasi suatu usaha seperti perairan dengan tingkat tempat penjualan pakan, pembeli kesuburan rendah (oligotropik), ikan dan lokasi yang dipilih sedang (mesotropik) dan tinggi merupakan daerah pengembangan (eutropik). Jenis perairan yang budidaya ikan sehingga mempunyai sangat baik untuk digunakan prasarana jalan yang baik serta dalam budidaya ikan di jaring keamanan terjamin. Persyaratan terapung dengan sistem intensif teknis yang harus diperhatikan dalam adalah perairan dengan tingkat memilih lokasi usaha budidaya ikan kesuburan rendah hingga di karamba jaring terapung antara sedang.Jika perairan dengan lain adalah : tingkat kesuburan tinggi digunakan dalam budidaya ikan 1. Arus air. di jaring terapung maka hal ini Arus air pada lokasi yang dipilih sangat beresiko tinggi karena diusahakan tidak terlalu kuat pada perairan eutropik namun tetap ada arusnya agar kandungan oksigen terlarut pada tetap terjadi pergantian air malam hari sangat rendah dan dengan baik dan kandungan berpengaruh buruk terhadap ikan oksigen terlarut dalam wadah yang dipelihara dengan budidaya ikan tercukupi, selain kepadatan tinggi. itu dengan adanya arus maka dapat menghanyutkan sisa-sisa 3. Bebas dari pencemaran. pakan dan kotoran ikan yang Dalam dunia perikanan, yang terjatuh di dasar perairan. dimaksud dengan pencemaran Dengan tidak terlalu kuatnya arus perairan adalah penambahan juga berpengaruh terhadap sesuatu berupa bahan atau keamanan jaring dari kerusakan energi ke dalam perairan yang sehingga masa pakai jaring lebih menyebabkan perubahan lama. Bila pada perairan yang kualitas air sehingga mengurangi akan dipilih ternyata tidak ada atau merusak nilai guna air dan arusnya (kondisi air tidak sumber air perairan tersebut. mengalir), disarankan agar unit Bahan pencemar yang biasa 35
    72. masuk kedalam suatu badan maupun sosial ekonomis maka harus perairan pada prinsipnya dapat dilakukan perencanaan selanjutnya. dikelompokkan menjadi dua yaitu Perencanaan disesuaikan dengan bahan pencemar yang sulit data yang diperoleh pada waktu terurai dan bahan pencemar melakukan survey lokasi. yang mudah terurai. Contoh Perencanaan tersebut dapat dibuat bahan pencemar yang sulit dengan membuat gambar dari terurai berupa persenyawaan konstruksi wadah budidaya yang logam berat, sianida, DDT atau akan dibuat. Konstruksi wadah jaring bahan organik sintetis. Contoh terapung terdiri dari beberapa bahan pencemar yang mudah bagian, antara lain : terurai berupa limbah rumah tangga, bakteri, limbah panas 1. Kerangka atau limbah organik. Kedua jenis Kerangka (bingkai) jaring bahan pencemar tersebut terapung dapat dibuat dari bahan umumnya disebabkan oleh kayu, bambu atau besi yang kegiatan manusia, baik secara dilapisi bahan anti karat (cat langsung maupun tidak besi). Memilih bahan untuk langsung. Penyebab kedua kerangka, sebaiknya disesuai- adalah keadaan alam seperti : kan dengan ketersediaan bahan banjir atau gunung meletus. Jika di lokasi budidaya dan nilai lokasi budidaya mengandung ekonomis dari bahan tersebut. bahan pencemar maka akan berpengaruh terhadap kehidupan Kayu atau bambu secara ikan yang dipelihara didalam ekonomis memang lebih murah wadah budidaya ikan tersebut. dibandingkan dengan besi anti karat, tetapi jika dilihat dari masa 4. Kualitas air. pakai dengan menggunakan Dalam budidaya ikan, secara kayu atau bambu jangka waktu umum kualitas air dapat diartikan (usia teknisnya) hanya 1,5–2 sebagai setiap perubahan tahun. Sesudah 1,5–2 tahun (variabel) yang mempengaruhi masa pakai, kerangka yang pengelolaan, kelangsungan terbuat dari kayu atau bambu ini hidup dan produktivitas ikan yang sudah tidak layak pakai dan dibudidayakan. Jadi perairan harus direnofasi kembali. Jika yang dipilih harus berkualitas air akan memakai besi anti karat yang memenuhi persyaratan bagi sebagai kerangka jaring pada kehidupan dan pertumbuhan ikan umumnya usia ekonomis/ angka yang akan dibudidayakan. waktu pemakaiannya relatif lebih Kualitas air meliputi sifat fisika, lama, yaitu antara 4–5 tahun. kimia dan biologi. Secara detail tentang kualitas air ini akan Pada umumnya petani ikan di dibahas pada Bab 2. jaring terapung menggunakan bambu sebagai bahan utama Setelah mendapatkan lokasi yang pembuatan kerangka, karena memenuhi persyaratan teknis selain harganya relatif murah 36
    73. juga ketersediaannya di lokasi 2. Pelampung budidaya sangat banyak. Pelampung berfungsi untuk mengapungkan kerangka/ jaring Bambu yang digunakan untuk terapung. Bahan yang digunakan kerangka sebaiknya mempunyai sebagai pelampung berupa drum garis tengah 5 – 7 cm di bagian (besi atau plastik) yang pangkalnya, dan bagian berkapasitas 200 liter, busa ujungnya berukuran antara 3 – 5 plastik (stryrofoam) atau cm. Jenis bambu yang digunakan fiberglass. Jenis pelampung yang adalah bambu tali. Ada juga akan digunakan biasanya dilihat jenis bambu gombong yang berdasarkan lama pemakaian. mempunyai diameter 12 -15 cm Hal ini dapat dilihat pada Tabel tetapi jenis bambu ini kurang baik 2.2 digunakan untuk kerangka karena cepat lapuk. Tabel 2.2. Jenis pelampung dan lama pemakaian Ukuran kerangka jaring terapung berkisar antara 5 X 5 meter Jenis Lama sampai 10 X 10 meter. Petani No. pelampung pemakaian ikan jaring terapung di perairan (bulan) cirata pada umumnya menggunakan kerangka dari 1. Drum besi 12 – 15 bambu dengan ukuran 7 X 7 2. Styrofoam 36 – 75 meter. Kerangka dari jaring 3. Fiberglass 50 – 75 apung umumnya dibuat tidak hanya satu petak/kantong tetapi satu unit. Satu unit jaring Jika akan menggunakan terapung terdiri dari empat buah pelampung dari drum maka drum petak/kantong. Untuk lebih harus terlebih dahulu dicat jelasnya dapat dilihat pada dengan menggunakan cat yang Gambar 2.32. mengandung bahan anti karat. Jumlah pelampung yang akan digunakan disesuaikan dengan besarnya kerangka jaring apung yang akan dibuat. Jaring terapung berukuran 7 X 7 meter, dalam satu unit jaring terapung membutuhkan pelampung antara 33 – 35 buah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 2.33. Gambar 2.32. Kerangka Jaring Apung 37
    74. Gambar 2.33. Pelampung drum besi 3. Pengikat Tali pengikat sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat, seperti tambang plastik, kawat ukuran 5 mm, besi beton ukuran 8 mm atau 10 mm. Tali pengikat ini digunakan untuk mengikat kerangka jaring terapung, pelampung atau jaring. 4. Jangkar Jangkar berfungsi sebagai penahan jaring terapung agar Gambar 2.34. Jangkar rakit jaring terapung tidak hanyut terbawa oleh arus air dan angin 5. Jaring yang kencang. Jangkar terbuat Jaring yang digunakan untuk dari bahan batu, semen atau budidaya ikan di perairan umum, besi. Pemberat diberi tali biasanya terbuat dari bahan pemberat/tali jangkar yang polyethylene atau disebut jaring terbuat dari tambang plastik yang trawl. Ukuran mata jaring yang berdiameter sekitar 10 mm – 15 digunakan tergantung dari mm. Jumlah pemberat untuk satu besarnya ikan yang akan unit jaring terapung empat dibudidayakan. Kantong jaring petak/kantong adalah sebanyak terapung ini mempunyai ukuran 4 buah. Pemberat diikatkan pada bervariasi disesuaikan dengan masing-masing sudut dari jenis ikan yang dibudidayakan, kerangka jaring terapung. Berat untuk ikan air laut ukuran jangkar berkisar antara 50 – 75 kantong jaring yang biasa kg. Untuk lebih jelasnya dapat digunakan berukuran mulai 2 X 2 dilihat pada Gambar 2.34. 38
    75. X 2 m sampai 5 X 5 x 5 m. Tabel 2.3. Ukuran mata jaring yang Sedangkan untuk jenis ikan air digunakan berdasarkan tawar berkisar antara 3 X 3 X 3 m ukuran ikan yang sampai 7 X 7 X 2,5 m. Untuk dibudidayakan. mengurangi resiko kebocoran akibat gigitan binatang lain, No. Ukuran mata Ukuran ikan biasanya kantong jaring terapung jaring dipasang rangkap (doubel) yaitu kantong jaring luar dan kantong 1. 0,5 cm 1 – 2 cm jaring dalam. Ukuran jaring 2. 1,0 cm 5 – 10 cm bagian luar biasanya mempunyai 3. 2,5 cm 20 – 30 cm mata jaring (mesh size) yang 4. > 2,5 cm > 30 cm lebih besar. Salah satu contohnya adalah Kantong jaring yang digunakan sebagai berikut : untuk memelihara ikan dapat a. Jaring polyethylene no. 380 diperoleh dengan membeli jaring D/9 dengan ukuran mata utuh. Dalam hal ini biasanya jaring (mesh size) sebesar 2 jaring trawl dijual dipasaran inch (5,08 cm) yang berupa lembaran atau gulungan. dipergunakan sebagai Langkah awal yang harus kantong jaring luar. dilakukan untuk membuat b. Jaring polyethylene no. 280 kantong jaring adalah membuat D/12 dengan ukuran mata desain/rancangan kantong jaring jaring 1 inch (2,5 cm) atau 1,5 yang akan dipergunakan. Ukuran inch (3,81 cm) dipergunakan kantong jaring yang akan sebagai kantong jaring dipergunakan berkisar antara 2 dalam. X 2 m sampai dengan 10 X 10 m. Setelah ukuran kantong jaring Jaring yang mempunyai ukuran yang akan dipergunakan, mata jaring lebih kecil dari 1 inch misalnya akan dibuat kantong biasanya digunakan untuk jaring dengan ukuran 7 X 7 X 2 memelihara ikan yang berukuran m, langkah selanjutnya adalah lebih kecil. Di perairan umum, memotong jaring. khususnya dalam budidaya ikan di jaring terapung ukuran jaring Untuk memotong jaring harus yang digunakan adalah ukuran ¾ dilakukan dengan benar - 1 inch. Untuk lebih jelasnya berdasarkan pada ukuran mata dapat dilihat pada Tabel 2.3. jaring dan tingkat perenggangannya saat terpasang di perairan. Menurut hasil penelitian, jaring dalam keadaan terpasang atau sudah berupa kantong jaring akan mengalami perenggangan atau mata jaring dalam keadaan 39
    76. tertarik/terbuka (”Hang In Ratio”). i Nilai ”Hang In Ratio” dalam L = ------ membuat kantong jaring terapung 1–S adalah 30%. Adapun perhitungan yang digunakan untuk memotong 28 28 jaring ada dua cara, yaitu : (1) L = ------- = ------- = 40 m menggunakan rumus tertentu 1 – 0,3 0,7 dan (2) melakukan perhitungan cara di lapangan. Jadi panjang tiap sisi adalah 40 m : 4 = 10 m Rumus berdasarkan ”Hang In Jumlah mata jaring 10 m = 1000 Ratio” adalah sebagai berikut : cm : 5,08 cm = 197,04 mata i jaring dibulatkan 197 mata jaring. 1. L = ----------- 1-S Diketahui dalam jaring sesudah Hang In (d) adalah 2 m, maka 2. d = D √ 2S – S2 dalam kantong jaring sebelum dipotong (D) adalah : Keterangan : D √ 2S – S2 d = S : Hang In Ratio L : Panjang jaring sebelum d Hang In atau dalam D= ------------ keadaan tertarik √ 2S – S2 i : Panjang tali ris D : dalam kantong jaring (jumlah mata jaring 2 dikalikan ukuran mata jaring D = -------------------- √ 2 (0,3) – 0,32 dalam keadaan tertarik) D : dalam kantong jaring sesudah 2 = --------------- Contoh penggunaan rumus √ 0,6 – 0,09 dalam menghitung jaring yang akan dipotong dengan ukuran 7 2 X 7 X 2 m adalah sebagai = ---------- berikut: √ 0,51 Misalnya, kantong jaring yang 2 akan dibuat 7 X 7 X 2 m dengan = --------- = 2,8 m ukuran mata jaring (mesh size) 2 0,7141 inch (5,08 cm). Diketahui Hang In Ratio (S) adalah 30% = 0,3, Jadi jumlah mata jaring 2,8 m = Panjang tali ris (i) = 4 X 7 m = 28 280 cm : 5,08 cm = 55,1 mata m. Maka untuk mencari panjang jaring dibulatkan menjadi 55 mata jaring sebelum Hang In adalah : jaring. 40
    77. 100 Dari hasil perhitungan tersebut ------------------ = diperoleh ukuran lembaran jaring 0,7 X 2,54 yang akan dipotong untuk kantong jaring berukuran 7 X 7 X 100 2 m adalah 197 X 197 X 55 mata --------- = 56,2 = 56 jaring. 1,778 Sedangkan para petani ikan Jadi dalam satu meter jaring dilapangan biasanya menghitung yang berukuran 1 inch terdapat jaring yang akan digunakan 56 mata jaring, sehingga jika untuk membuat kantong jaring akan membuat jaring dengan menggunakan perhitungan ukuran 7 X 7 X 2 m, jumlah mata sebagai berikut : jaringnya adalah 392 X 392 X 112 mata jaring. Sedangkan Misalnya kantong jaring yang ukuran mata jaring yang akan akan dibuat berukuran 7 X 7 X 2 digunakan adalah 2 inch maka m dengan ukuran mata jaring jumlah mata jaring yang akan (mesh size) 2 inch (5,08 cm). dipotong adalah 196 X 196 X 56. Berdasarkan hasil penelitian Angka-angka ini diperoleh dari panjang jaring akan berkurang hasil perkalian antara ukuran sebesar 30% dari semula. Maka kantong jaring dengan jumlah secara praktis dilapangan mata jaring. Berdasarkan hasil diperhitungkan jumlah mata kedua perhitungan tersebut jaring dalam setiap meter adalah: memperoleh nilai yang tidak jauh berbeda. Langkah selanjutnya 100 yang harus dilakukan adalah ------------------------------ = memindahkan pola yang telah (100% - 30%) X 2,54 dibuat langsung kejaring. Jaring tersebut dibentangkan dan dibuat pola seperti Gambar 2.35. Gambar 2.35. Pola jaring 41
    78. Sebagai acuan untuk membuat kantong jaring melakukan pemotongan jaring terapung dapat dilihat pada yang akan dipergunakan untuk Tabel 2.4. Tabel 2.4. Perhitungan jumlah mata jaring yang harus dipotong dalam berbagai ukuran kantong jaring dan mata jaring. Ukuran kantong Ukuran mata Ukuran kantong jaring jaring (p X l X t) jaring (inch) (p X lX t) dalam jumlah mata (meter) jaring 2 X 2 X2 1 112 X 112 X 112 2 56 X 56 X 56 3X3X2 1 168 X 168 X 112 2 84 X 84 X 56 4X4X2 1 224 X 224 X 112 2 112 X 112 X 56 5X5X2 1 280 X 280 X 112 2 140 X 140 X 56 6X6X2 1 336 X 336 X 112 2 168 X 168 X 56 7X7X2 1 392 X 392 X 112 2 196 X 196 X 56 8X8X2 1 448 X 448 X 112 2 224 X 224 X 56 9X9X2 1 504 X 504 X 112 2 252 X 252 X 56 10 X 10 X 2 1 560 X 560 X 112 2 280 X 280 X 56 6. Pemberat beratnya antara 2–5 kg. Fungsi pemberat ini agar jaring tetap Pemberat yang digunakan simetris dan pemberat ini biasanya terbuat dari batu atau diletakkan pada setiap sudut timah yang masing-masing kantong jaring terapung. 42
    79. 7. Tali/tambang budidaya. Dalam membudidayakan ikan dengan menggunakan kolam Tali/tambang yang digunakan yang biasanya dilakukan untuk biasanya disesuaikan dengan melakukan budidaya ikan air tawar, kondisi perairan pada perairan harus dilakukan persiapan kolam tawar adalah tali plastik yang agar dapat dipergunakan untuk mempunyai diameter 5–10 mm, membudidayakan ikan. Persiapan sedangkan pada perairan laut kolam meliputi pengeringan kolam, tali/tambang yang digunakan perbaikan pematang, pengolahan terbuat dari nilon atau tambang dasar kolam, perbaikan saluran yang kuat terhadap salinitas. pemasukan dan pengeluaran air, Tali/tambang ini dipergunakan pemupukan dan pengapuran. sebagai penahan jaring pada bagian atas dan bawah. Tali Untuk lebih jelasnya akan diuraikan tambang ini mempunyai istilah tahapan-tahapan yang harus lain yang disebut dengan tali ris. dilakukan meliputi : Panjang tali ris adalah sekeliling dari kantong jaring terapung. 1. Pengeringan Misalnya, kantong jaring ter- Pengeringan dasar kolam sangat apung berukuran 7X7X2m maka dibutuhkan oleh ikan agar bakteri tali risnya adalah 7m X 4 =28 m. pembusuk yang dapat Dengan dikalikan empat karena menyebabkan ikan sakit, racun kantong sisi jaring terapung sisa dekomposisi selama adalah empat sisi. Khusus untuk budidaya terbuang. Pada kolam tali ris pada bagian atas pemijahan pengeringan dasar sebaiknya dilebihkan 0,5 m untuk kolam bertujuan agar ikan dapat setiap sudut. Jadi tali risnya memijah karena tanah yang mempunyai panjang 28 m +( 4 X dikeringkan dan diairi akan 0,5 m) = 30 m. Hal ini untuk melepaskan bau tertentu yang memudahkan dalam melakukan disebut petrichor, selain itu aktivitas kegiatan operasional pengeringan dasar kolam dapat pada saat melakukan budidaya membunuh hama dan penyakit ikan. yang ada di dalam kolam Gambar 2.36. 2.3. PERSIAPAN WADAH BUDIDAYA Setelah mengetahui bermacam- macam wadah budidaya ikan dan mengetahui konstruksi wadah tersebut maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan segalanya agar wadah budidaya ikan tersebut dapat Gambar 2.36. Pengeringan dasar dipergunakan untuk kegiatan kolam 43
    80. 2. Perbaikan pematang untuk menjaga agar tidak ada Perbaikan pematang bertujuan hama yang masuk ke dalam untuk mencegah kebocoran kolam dan benih ikan budidaya kolam. Kebocoran kolam dapat yang ditebarkan tidak kabur atau diakibatkan oleh binatang air keluar kolam (Gambar 2.37). seperti belut, kepiting dan hewan air lainnya. Pematang bocor mengakibatkan air kolam tidak stabil dan benih ikan banyak yang keluar kolam. Perbaikan pematang ini hanya dilakukan pada kolam tanah, sedangkan pada kolam tembok dilakukan perawatan dan pengecekan kebocoran pada setiap bagian pematang. Gambar 2.37. Pengolahan tanah 3. Pengolahan dasar kolam dasar kolam Pengolahan dasar kolam dilakukan pada kolam tradisional 4. Pengapuran. dan kolam semi intensif dimana Pengapuran dasar kolam dasar kolam berupa tanah. sebaiknya dilakukan setelah Pengolahan dasar kolam pengolahan tanah. Pada saat dilakukan dengan mencangkul tanah dibalikkan dan sambil dasar kolam sedalam 10 – 20 menunggu kering tanah dasar, cm. Tanah tersebut dibalik dan penebaran kapur dapat dibiarkan kering sampai 3-5 hari. dilakukan. Pengapuran Tujuan pengolahan dasar kolam merupakan salah satu upaya adalah mempercepat untuk mempertahankan berlangsungnya proses kestabilan keasaman (pH) tanah dekomposisi (penguraian) dan air, sekaligus memberantas senyawa-senyawa organik dalam hama penyakit. Jenis kapur yang tanah sehingga senyawa- digunakan untuk pengapuran senyawa yang beracun yang kolam ada beberapa macam terdapat di dasar kolam akan diantaranya adalah kapur menguap. Tanah yang baru pertanian, yaitu kapur carbonat : dicangkul diratakan. Setelah CaCO3 atau [CaMg(CO3)]2, dan dasar kolam rata, lalu dibuat kapur tohor/kapur aktif (CaO). saluran ditengah kolam. Saluran ini disebut kemalir. Kemalir Kapur pertanian yang biasa berfungsi untuk memudahkan digunakan adalah kapur karbonat pemanenan dan sebagai tempat yaitu kapur yang bahannya dari berlindung benih ikan pada siang batuan kapur tanpa lewat proses hari. Saluran pemasukan dan pembakaran tapi langsung pengeluaran air dilengkapi digiling. Kapur pertanian ada dua dengan saringan. Tujuannya yaitu Kalsit dan Dolomit. Kalsit 44
    81. bahan bakunya lebih banyak Dosis kapur yang akan mengandung karbonat, ditebarkan harus tepat ukurannya magnesiumnya sedikit (CaCO3), karena jika berlebihan kapur sedangkan dolomit bahan akan menyebabkan kolam tidak bakunya banyak mengandung subur, sedangkan bila kalsium karbonat dan magnesium kekurangan kapur dalam kolam karbonat [CaMg(CO3)]2, Dolomit akan menyebabkan tanah dasar merupakan kapur karbonat yang kolam menjadi masam. Sebagai dimanfaatkan untuk mengapur acuan dalam memberikan kapur lahan bertanah masam. Kapur pada kolam budidaya ikan dapat tohor adalah kapur yang dilihat pada Tabel 2.5. Tetapi ada pembuatannya lewat proses juga para petani menggunakan pembakaran. Kapur ini dikenal dosis kapur berkisar antara 100- 200gram/m2 hal ini dilakukan dengan nama kapur sirih, bahannya adalah batuan tohor bergantung kepada keasaman dari gunung dan kulit kerang. tanah kolam. Tabel 2.5. Dosis kapur Tohor (CaO) menurut jenis tanah dan macam kolam dengan luas 100 meterpersegi Jenis tanah Jenis tanah Jenis tanah Jenis tanah Macam kolam berpasir pasir lumpur berlumpur berlumpur berpasir Kolam baru 25 kg 30 kg 40 kg 60 kg Kolam lama 15 kg 20 kg 30 kg 40 kg 5. Pemupukan. Sedangkan pupuk buatan berupa Pemupukan tanah dasar kolam bahan-bahan kimia yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan manusia dipabrik pupuk yang kesuburan kolam, memperbaiki berguna untuk menyuburkan struktur tanah dan menghambat tanah. Jenis pupuk buatan yang peresapan air pada tanah-tanah dapat digunakan antara lain yang porous serta menumbuhkan adalah pupuk nitrogen (urea, ZA), phytoplankton dan zooplankton pupuk phosphor (TSP), pupuk yang digunakan sebagai pakan kalium (KCl) dan pupuk NPK alami benih ikan. Jenis pupuk yang merupakan gabungan dari yang biasa digunakan adalah ketiga hara tunggal. pupuk kandang dan pupuk buatan. Pupuk kandang adalah Dosis pupuk kandang juga pupuk yang berasal dari kotoran bergantung kepada kesuburan ternak besar (sapi, kerbau, kuda kolam ikan, biasanya berkisar gram/m2 dan lain-lain) atau kotoran antara 100-150 unggas (ayam, itik dan lain-lain) sedangkan untuk kolam yang yang telah dikeringkan. kurang kesuburannya dapat 45
    82. ditebarkan kotoran ayam dipergunakan senantiasa baik untuk sebanyak 300 – 500 gr/m2 . Dosis kegiatan budidaya maka harus selalu yang digunakan untuk pupuk dilakukan pengelolaan terhadap buatan biasanya berkisar antara kolam budidaya baik kolam 200-300 gram/m2. Kolam dapat pemeliharaan, pemijahan, penetasan juga dipupuk menggunakan, TSP telur dan lain sebagainya. Pada dan Urea masing-masing pengelolaan kolam yang akan sebanyak 10 gr/m2 dan kapur dipergunakan sebagai wadah pertanian sebanyak 25 – 30 gr/ pemeliharaan induk/calon induk m2 atau disesuaikan dengan sebaiknya mempunyai persyaratan tingkat kesuburan lahan. yang sesuai dengan lingkungan yang layak bagi kehidupan induk. 6. Pengairan Kolam yang telah dikeringkan, Hal-hal yang harus dilaksanakan dikapur dan di pupuk tersebut dalam pengelolaan kolam induk ikan lalu diairi agar pakan alami di ini adalah : kolam tersebut tumbuh dengan subur. Pengairan ini harus 1. Persiapan wadah dilakukan minimal 4 –7 hari Wadah mempunyai pematang sebelum larva/benih ikan di tebar kokoh dan tidak bocor, pintu ke dalam kolam pemeliharaan pemasukan, serta pintu agar pakan alami tumbuh dengan pengeluaran yang dipasang sempurna. saringan. Adanya saringan air ini baik pada pintu pemasukan Ketinggian air di kolam ikan ini maupun pada pintu pengeluaran, bergantung pada jenis kolam, untuk menghindari masuknya untuk kolam pemijahan ikan liar, terutama ikan predator ketinggian air 0,75-1,00 m, kolam yang dapat mengganggu proses pemeliharaan 1-1,25 m (Gambar pemijahan bahkan dapat 2.38). memangsa induk maupun larva yang dihasilkan. Pengolahan dasar kolam dengan cara membalik tanah bagian dasar kolam yang di lanjutkan dengan pengapuran dan pemupukan. Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk meningkatkan kesuburan dasar dan perairan kolam sebagai stok Gambar 2.38. Mengairi kolam pakan alami bagi calon induk. Pemberian kapur selain dapat Wadah budidaya ikan (kolam) yang membunuh hama dan parasit sudah dipersiapkan dan siap untuk ikan juga dapat menaikan pH dipergunakan sebagai wadah untuk dasar kolam. Sedangkan kegiatan budidaya. Agar kolam yang pemupukan bertujuan untuk 46
    83. memenuhi kebutuhan unsur hara pintu pemasukan air dan yang diperlukan fitoplankton pengendalian gulma secara sebagai makanan zooplankton mekanis, yaitu dengan cara maupun ikan. Pemupukan dasar mengambil /mencabut gulma kolam dapat digunakan pupuk yang ada di kolam. kandang, pupuk hijau atau pupuk buatan. Pemberian pupuk dapat Setelah semua langkah persiapan dilakukan dengan cara dilakukan maka kolam tersebut dapat menyebarkan pupuk ke dasar digunakan untuk melakukan kegiatan kolam dan dilanjutkan dengan budidaya. pemupukan susulan setelah 15 hari dengan cara memberikan Wadah budidaya ikan yang lainnya pupuk yang dibungkus dari adalah bak tembok atau bak beton, karung plastik yang diberi lubang bak yang akan digunakan untuk keci-kecil sehingga pupuk akan budidaya ikan harus dilakukan terurai secara perlahan. persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan 2. Pengairan kegiatan budidaya. Persiapan wadah Pengairan dimaksudkan untuk bertujuan untuk mengkondisikan menjaga kondisi lingkungan bagi wadah agar dapat digunakan secara induk sesuai dengan persyaratan efesien dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan yaitu perairan lingkungan yang optimal, sehingga subur, cukup tersedia oksigen ikan dapat hidup dengan laju terlarut ( >5 ppm), CO2 (<10 pertumbuhan yang optimum. Persiapan bak budidaya ikan ppm), NH3 ( <1 ppm). Untuk meliputi: mendapatkan lingkungan yang demikian, maka air kolam harus 1. Sanitasi wadah terus menerus mengalir sehingga Wadah yang akan digunakan tidak ada lagi penimbunan untuk budidaya ikan (bak) kotoran air akibat dari sisa pakan sebelum digunakan dibersihkan atau sampah lainnya. dari kotoran yang menempel, agar tidak terdapat sisa-sisa 3. Pengendalian gulma air kotoran yang dapat Tanaman air yang dapat menyebabkan pembawa penyakit mengganggu lingkungan hidup Gambar 2.31). Bahan yang ikan antara lain adalah eceng digunakan untuk membersihkan gondok dan kiambang, bila wadah dan merupakan populasinya banyak sampai desinfektan antara lain lain menutupi permukaan air, maka adalah Chlorin 200 ppm, proses difusi oksigen ke dalam Malachite green 100 ppm, air dan proses fotosintesis Formalin 25 ppm dan alkohol phytoplankton dapat terganggu 70%. Wadah yang akan sehingga Oksigen terlarut akan dipergunakan setelah disikat, menurun. Pengendalian gulma dibersihkan dan diberi air ini dapat dilakukan dengan desinfektan kemudian cara memberi saringan pada 47
    84. dibersihkan kembali dan wadah kebocoran wadah budidaya. tersebut dibiarkan kering udara Setelah kerusakan diperbaiki agar bahan beracun tersebut maka bak harus dibiarkan telah hilang menguap. Setelah beberapa hari agar bahan dilakukan sanitasi diisi dengan air tersebut telah kering dan tidak untuk memeriksa kebocoran bak. membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. 3. Perbaikan instalasi udara Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. Instalasi Gambar 2.39. Sanitasi bak udara terdiri dari pompa udara, budidaya penyaring udara, pipa penyalur, batu aerasi dan alat pengatur 2. Perbaikan wadah banyaknya aliran udara (kran). Sebelum wadah digunakan Peralatan ini sering mengalami dilakukan pemeriksaan apakah kebocoran pada pipa dan bak tersebut siap untuk penyumbatan pada batu aerasi. digunakan untuk budidaya ikan. Ganti atau perbaiki peralatan Pemeriksaan bertujuan untuk yang rusak dan tidak berfungsi mengetahui apakah bak yang lagi. Pompa udara merupakan akan digunakan mengalami alat yang paling penting pada kerusakan baik karena proses budidaya ikan di bak kebocoran dasar dan dinding bak karena banyaknya pengudaraan maupun karena adanya pada air media tergantung dari kebocoran pada pipa kekuatan pompa yang ada. Oleh pengeluaran dan pemasukan. karena itu pompa yang yang Oleh karena itu kerusakan telah lemah harus segera tersebut harus diperbaiki dahulu diperbaiki, karena dapat sebelum digunakan. Bahan untuk berakibat fatal bagi ikan bila memperbaiki kebocoran bak terhentinya aliran udara dalam dapat berupa resin serat kaca waktu lama. untuk bak yang terbuat dari serat fiber, semen atau lem khusus 4. Perbaikan instalasi air untuk beton untuk bak yang Pada budidaya ikan terbuat dari beton, bila bak yang menggunakan wadah bak akan digunakan terbuat dari biasanya tidak mempunyai pipa plastik maka dapat digunakan pemasukan air seperti dikolam, selotip tahan air untuk menutupi pada bak pintu pemasukkan air 48
    85. merupakan kran air yang papan. Setiap bahan tersebut dimasukkan kedalam bak mempunyai masa pakai yang budidaya. Sumber air yang berbeda oleh karena itu harus digunakan dapat berasal dari dilakukan perbaikan pada mata air atau dari sumur yang kerangka jarring apung yang dipompakan ke bak-bak melalui sudah mengalami kerusakan pipa pengaturan. Kebocoran agar wadah tersebut dapat sering terjadi pada pipa dipergunakan untuk budidaya penyaluran dan kran pengatur ikan. aliran. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan 2. Perbaikan jaring pergantian air pada media Jaring yang akan digunakan pemeliharaan ikan. Sedangkan untuk budidaya ikan harus pintu pengeluarannya berupa dilakukan perbaikan dan pipa yang terbuat dari pipa PVC pergantian jika telah mengalami dalam bentuk L atau lurus. Pintu kerusakan. Perbaikan jaring pengeluaran air ini harus dapat dilakukan dengan diperiksa apakah terjadi melakukan perajutan pada penyumbatan pada saluran bagian jarring yang rusak pembuangannya. sedangkan pada jaring yang sudah lapuk harus diganti Persiapan wadah budidaya ikan dengan jaring yang baru. Hal ini yang menggunakan akuarium dilakukan agar ikan yang tidak jauh berbeda dengan dibudidayakan tidak keluar dari penggunaan bak. wadah budidaya. Pada kantong jaring yang di pergunakan untuk Pada wadah budidaya karamba budidaya ikan sebelumnya jaring terapung wadah tersebut biasanya banyak terdapat harus disiapkan sebelum hewan-hewan kecil yang digunakan dengan beberapa menempel pada kantong jaring, tahap antara lain adalah : oleh karena itu harus dilakukan pembersihan dengan cara 1. Perbaikan kerangka menyikat kantong jaring dan Pemeriksaan terhadap kerangka menjemurnya kembali setelah yang digunakan dalam budidaya dibersihkan agar hewan-hewan ikan di karamba jaring terapung kecil tersebut bersih dari jaring. harus dilakukan, karena masa pakai kerangka ini tidak bisa sepanjang tahun. Masa pakai kerangka ini sangat bergantung pada bahan yang digunakannya, ada beberapa macam bahan yang digunakan sebagai kerangka antara lain adalah bambu, besi, stainless steel atau 49
    86. BAB III MEDIA BUDIDAYA IKAN Media budidaya ikan merupakan Secara umum air sebagai lingkungan hidup mempunyai sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi. Agar dapat suatu tempat hidup bagi ikan untuk melakukan pengelolaan kualitas air tumbuh dan berkembang yaitu air. dalam budidaya ikan maka harus Air yang dapat digunakan sebagai dipahami ketiga parameter kualitas budidaya ikan harus mempunyai air yang sangat menentukan standar kuantitas dan kualitas yang keberhasilan suatu budidaya ikan. sesuai dengan persyaratan hidup Dalam bab ini akan dibahas tentang ikan. Air yang dapat digunakan kuantitas air dalam hal ini sumber air sebagai media hidup ikan harus yang dapat digunakan untuk dipelajari agar ikan sebagai kegiatan budidaya, parameter organisme air dapat dibudidayakan kualitas air yang akan sangat sesuai kebutuhan manusia sebagai menentukan keberhasilan suatu sumber bahan pangan yang bergizi usaha budidaya ikan dan bagaimana dan relatif harganya murah. Air yang cara melakukan pengukuran dapat memenuhi kriteria yang baik terhadap parameter kualitas air untuk hewan dan tumbuhan tingkat tersebut agar dapat selalu dipantau rendah yaitu plankton sebagai perubahan kualitas air dalam wadah indikator paling mudah bahwa air budidaya ikan. tersebut dapat digunakan untuk budidaya ikan. Hal ini dikarenakan organisme ini merupakan produsen 3.1. Sumber air primer sebagai pendukung kesuburan perairan. Oleh karena itu Sumber air yang dapat digunakan kondisi perairan/ air harus mampu untuk kegiatan budidaya ikan ada menyiapkan kondisi yang baik, beberapa macam. Berdasarkan terutama untuk tumbuhan tingkat asalnya sumber air yang dapat rendah (Fitoplankton) dalam proses digunakan untuk kegiatan budidaya asimilasi sebagai sumber makanan ikan dapat dikelompokkan menjadi hewan terutama ikan. dua yaitu air permukaan dan air tanah. Air permukaan yaitu air hujan yang mengalami limpasan/ 50
    87. berakumulasi sementara ditempat- sumber air tanah ini dieksploitasi tempat rendah misalnya : air sungai, secara besar-besaran maka jumlah waduk, danau dan rawa. Selain itu air tanah akan semakin berkurang. air permukaan dapat juga Air tanah berdasarkan kandungan didefenisikan sebagai air yang salinitasnya merupakan air tawar berada disungai, danau, waduk, yang akan dipergunakan untuk rawa dan badan air lainnya yang budidaya ikan air tawar. Saat ini tidak mengalami infiltrasi kedalam. dibeberapa kota besar yang telah Sumber air permukaan tersebut banyak sekali terjadi pengeboran air sudah banyak dipergunakan untuk tanah secara besar-besaran maka kegiatan budidaya ikan. Sedangkan kadar salinitas dari air tanah ini air tanah yaitu air hujan yang mengalami perubahan karena telah mengendap atau air yang berada tercemar dengan air laut. Oleh dibawah permukaan tanah. Air tanah karena itu sumber air yang biasa yang saat ini digunakan untuk digunakan di kota besar adalah air kegiatan budidaya dapat diperoleh yang berasal dari PAM. Air PAM ini melalui cara pengeboran air tanah berasal dari sumber air permukaan dengan kedalaman tertentu sampai dan mengalami proses tertentu diperoleh titik sumber air yang akan sampai diperoleh kualitas air sesuai keluar dan dapat dipergunakan untuk baku mutu yang diinginkan. Sumber kegiatan budidaya. air tersebut dapat dipergunakan untuk budidaya ikan air tawar karena Air tanah memiliki kelebihan airnya memiliki kandungan oksigen yang bersih, kekurangannya air tanah cukup dan pH yang stabil. mempunyai kandungan oksigen yang Kekurangan air PAM ini biasanya rendah, kadar karbondioksida yang mengandung klorin/kaporit yang tinggi dan kandungan besi yang cukup tinggi dan solusinya sama relatif tinggi. Solusinya dengan seperti pada air tanah cukup menggunakan aerator/kincir air dilakukan pengendapan air pada /blower pada air pemeliharaan dan wadah terpisah minimal semalam yang utama air tanah tersebut harus yaitu 12 jam. diinapkan minimal semalam (12 jam) untuk meningkatkan kadar oksigen Air permukaan yang dapat terlarut, selain itu jika air tanah digunakan untuk kegiatan budidaya mengalami kontak dengan udara ikan berdasarkan kadar garamnya akan mengalami proses oksigenasi (salinitas) dibagi menjadi tiga yaitu sehingga ion feri(besi) yang terdapat air tawar, air payau dan air laut. Air pada air tanah akan segera tawar adalah air yang memiliki kadar mengalami pengendapan dan akan garam (salinitas) antara 0 – 5 ppt. Air membentuk warna kemerahan pada payau adalah air yang memiliki kadar air. Air tanah mempunyai kandungan garam (salinitas) antara 6 – 29 ppt. oksigen yang rendah karena air ini Air laut adalah air yang memiliki pergerakannya didalam tanah sangat kadar garam (salinitas) antara 30 – lambat dan sangat dipengaruhi oleh 35 ppt. Ketiga air ini dapat porositas, permeabilitas dari lapisan dipergunakan untuk kegiatan tanah dan pengisian kembali air. Jika budidaya ikan, pada air tawar 51
    88. dipergunakan untuk membudi- bergantung kepada lokasi dimana dayakan ikan air tawar, pada air budidaya ikan tawar akan dilakukan , payau dipergunakan untuk kuantitas dan kualitas air yang membudidayakan ikan air payau dan terdapat pada sumber air tersebut. air laut untuk membudidayakan ikan Walaupun sumber air tersebut air laut. Air permukaan ini dapat berasal dari alam harus diperhatikan diklasifikasikan berdasarkan lamanya juga tentang kontinuitas ketersediaan terakumulasi dalam suatu tempat air tersebut untuk kegiatan budidaya. dibagi menjadi dua yaitu perairan Pada kegiatan budidaya ikan jumlah tergenang (Lentik) antara lain adalah air yang dibutuhkan tidak sedikit danau, waduk dan situ , yang kedua harus tersedia secara terus menerus. adalah perairan mengalir (Lotik) Jumlah air yang diperlukan untuk antara lain adalah sungai, saluran mengairi wadah budidaya ikan harus irigasi, air laut. cukup dan tersedia sepanjang tahun karena dengan melakukan budidaya Air yang berasal dari danau, waduk bertujuan untuk memenuhi dan situ merupakan sumber air tawar kebutuhan pangan manusia. Untuk yang banyak digunakan oleh mengetahui kebutuhan air pada kegiatan budidaya ikan dengan wadah budidaya ikan dapat metode budidaya di perairan umum dilakukan perhitungan jumlah yaitu karamba jaring apung. Pada persediaan air sumber. Salah satu perairan tergenang yang perlu cara untuk mengetahui jumlah air diperhatikan adalah terjadinya yang diperlukan pada kegiatan stratifikasi secara vertikal yang budidaya adalah dengan mengetahui diakibatkan oleh perbedaan jumlah air pada saluran sepanjang intensitas cahaya dan perbedaan tahun. Jumlah air yang dapat suhu secara vertikal pada kolom air. dipergunakan untuk kegiatan Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya dapat diketahui dengan budidaya ikan yang berasal dari air mengukur debit air saluran. Debit air mengalir dan banyak dipergunakan saluran merupakan jumlah air yang oleh masyarakat adalah air sungai mengalir dalam saluran yang untuk budidaya ikan air tawar dan air dinyatakan dengan ukuran liter laut untuk budidaya ikan air laut. Air perdetik. Debit air saluran dapat sungai merupakan sumber air yang diukur dengan cara langsung murah dan tidak memerlukan biaya maupun secara tidak langsung. tetapi sumber air ini memiliki Pengukuran debit air secara kandungan lumpur yang cukup langsung dilakukan dengan tinggi, sehingga dalam menggunakan sekat ukur. pemakaiannya sebaiknya Sedangkan pengukuran debit air dimasukkan terlebih dahulu pada bak secara tidak langsung dilakukan pengendapan. Keuntungan sumber dengan cara menentukan rata-rata air ini adalah mempunyai kandungan luas penampang basah saluran oksigen yang cukup tinggi. dikalikan dengan kecepatan aliran air rata-rata. Pengukuran secara tidak Pemilihan dari berbagai macam langsung inilah yang banyak sumber air tersebut sangat digunakan oleh para pembudidaya 52
    89. ikan dilapangan karena relatif mudah merupakan akumulasi pengendapan dilakukan. mineral-mineral yang merupakan persediaan “nutrient” yang akan dimanfaatkan oleh mahluk hidup (yang pada umumnya tinggal 3.2. Parameter kualitas air didaerah permukaan air karena mendapatkan sinar matahari yang 3.2.1. Sifat Fisik cukup). Pada perairan yang oligotrof (cukup banyak mengandung 3.2.1.1. Kepadatan (density/berat mineral), aliran vertikal tidak banyak jenis) membawa keberuntungan, justru sebaliknya dapat mengendapkan Pada suhu 4 °C (3,95° C ) air murni mineral-mineral yang datang dari mempunyai kepadatan yang tempat lain kedasar perairan, maksimum yaitu 1 (satu), sehingga mineral-mineral tersebut akan di kalau suhu air naik, lebih tinggi dari absorbsi oleh dasar perairan . 4° C kepadatan/berat jenisnya akan Sedangkan kerugian adanya aliran turun, demikian juga kalau suhunya air ini adalah terutama aliran air yang lebih rendah dari 4 °C. Sifat air yang vertikal sering menimbulkan demikian itu, maka akan terjadi “upwalling” pada danau-danau, pelapisan-pelapisan suhu air pada sehingga menyebabkan keracunan danau atau perairan dalam, yaitu dan kematian ikan secara masal. Hal pada lapisan dalam suatu perairan ini disebabkan kondisi air yang suhu air makin rendah dibanding anaerob (oksigen rendah) dan zat- pada permukaan air. Akan tetapi bila zat beracun dari dasar perairan akan air membeku jadi es, es tersebut naik kepermukaan air. akan terapung. Akibat dari sifat tersebut akan menimbulkan pergolakan/perpindahan massa air 3.2.1.2. Kekentalan ( Viscosity ) dalam perairan tersebut, baik secara vertikal maupun horizontal. Sifat air Molekul-molekul air mempunyai daya ini mengakibatkan pada perairan saling tarik menarik, kalau daya didaerah yang beriklim dingin yang saling tarik menarik tersebut membeku perairannya hanya pada mengalami gangguan karena adanya bagian atasnya saja sedangkan pada benda yang bergerak dalam air bagian bawahnya masih berupa seperti benda tenggelam, maka akan cairan sehingga kehidupan timbul gesekan-gesekan yang organisme akuatik masih tetap disebut dengan “gesekan intern berlangsung. Selain itu keuntungan dalam air“/ Viscosity. adanya gerakan air ini dapat mendistribusikan/ menyebarkan Menurut kesepakatan para ahli fisika, berbagai zat ke seluruh perairan, pada suhu 0° C, kekentalan air murni sebagai sumber mineral bagi mempunyai nilai yang terbesar, dan fitoplankton dan fitoplankton sebagai ditandai dengan angka 100. Makin makanan ikan maupun hewan air naik suhunya, makin berkurang lainnya. Dasar perairan adalah kekentalannya. Setiap kenaikan suhu 53
    90. perairan dangkal akan menunjukkan 1° C terjadi penurunan viscosity 2%, fluktuasi suhu air yang lebih besar hingga pada suhu 25° C viscositas dari pada perairan yang dalam. turun menjadi setengahnya dari nilai Sedangkan organisme memerlukan viscosity pada suhu 0° C. Viscosity suhu yang stabil atau fluktuasi suhu ini akan berpengaruh terhadap yang rendah. Agar suhu air suatu proses pengendapan jasad renik perairan berfluktuasi rendah maka (plankton), zat-zat dan benda-benda perlu adanya penyebaran suhu. Hal yang melayang didalam air. tersebut tercapai secara sifat alam antara lain; • Penyerapan (absorbsi) panas 3.2.1.3. Tegangan Permukaan matahari pada bagian permukaan air. Molekul-molekul air mempunyai daya • Angin, sebagai penggerak saling tarik menarik terhadap permindahan massa air. molekul-molekul yang ada. Dalam • Aliran vertikal dari air itu sendiri, fase cair daya tarik menarik masih terjadi bila disuatu perairan sedemikian besarnya, sehingga (danau) terdapat lapisan suhu air molekul-molekul zat cair masih yaitu lapisan air yang bersuhu mempunyai daya “Kohesi “. rendah akan turun mendesak lapisan air yang bersuhu tinggi Daya tarik menarik molekul air ini naik kepermukaan perairan. terjadi kesegala penjuru, sedang dipermukaan hanya terjadi gaya tarik Selain itu suhu air sangat menarik kesamping dan kedalam berpengaruh terhadap jumlah saja dan sifat itu yang menyebabkan oksigen terlarut didalam air. Jika timbulnya tegangan permukaan. suhu tinggi, air akan lebih lekas Akibat adanya tegangan permukaan, jenuh dengan oksigen dibanding maka binatang dan tumbuhan yang dengan suhunya rendah. Suhu air ringan, seperti kimbung akar dapat pada suatu perairan dapat berjalan diatas permukaan air, ada dipengaruhi oleh musim, lintang juga plankton yang menggantung (latitude), ketinggian dari permukaan dibawah permukaan air. laut (altitude), waktu dalam satu hari, penutupan awan, aliran dan kedalaman air. Peningkatan suhu air 3.2.1.4. Suhu Air mengakibatkan peningkatan viskositas, reaksi kimia, evaporasi Air sebagai lingkungan hidup dan volatisasi serta penurunan organisme air relatif tidak begitu kelarutan gas dalam air seperti O2, banyak mengalami fluktuasi suhu CO2, N2, CH4 dan sebagainya. dibandingkan dengan udara, hal ini disebabkan panas jenis air lebih Kisaran suhu air yang sangat tinggi daripada udara. Artinya untuk diperlukan agar pertumbuhan ikan- naik 1° C, setiap satuan volume air ikan pada perairan tropis dapat memerlukan sejumlah panas yang berlangsung berkisar antara 25° C - lebih banyak dari pada udara. Pada 32° C. Kisaran suhu tersebut 54
    91. biasanya berlaku di Indonesia lapisan sebelah atas perairan yang sebagai salah satu negara tropis hangat dengan penurunan suhu sehingga sangat menguntungkan relatif kecil (dari 32° C menjadi 28° untuk melakukan kegiatan budidaya C). Lapisan kedua disebut dengan ikan. Suhu air sangat berpengaruh lapisan termoklin yaitu lapisan terhadap proses kimia, fisika dan tengah yang mempunyai penurunan biologi di dalam perairan, sehingga suhu sangat tajam (dari 28° C dengan perubahan suhu pada suatu menjadi 21° C ). Lapisan ketiga perairan akan mengakibatkan disebut lapisan hipolimnion yaitu berubahnya semua proses didalam lapisan paling bawah dimana pada perairan. Hal ini dilihat dari lapisan ini perbedaan suhu sangat peningkatan suhu air maka kelarutan kecil relatif konstan. Stratifikasi suhu oksigen akan berkurang. Dari hasil ini terjadi karena masuknya panas penelitian diketahui bahwa dari cahaya matahari kedalam kolom peningkatan 10° C suhu perairan air yang mengakibatkan terjadinya mengakibatkan meningkatnya gradien suhu yang vertikal. Pada konsumsi oksigen oleh organisme kolam yang kedalaman airnya akuatik sekitar 2 – 3 kali lipat, kurang dari 2 meter biasanya terjadi sehingga kebutuhan oksigen oleh stratifikasi suhu yang tidak stabil. organisme akuatik itu berkurang. Oleh karena itu bagi para Suhu air yang ideal bagi organisme pembudidaya ikan yang melakukan air yang dibudidayakan sebaiknya kegiatan budidaya ikan kedalaman adalah tidak terjadi perbedaan suhu air tidak boleh lebih dari 2 meter. yang mencolok antara siang dan Selain itu untuk memecah stratifikasi malam (tidak lebih dari 5° C) . suhu pada wadah budidaya ikan diperlukan suatu alat bantu dengan Pada perairan yang tergenang yang menggunakan aerator/blower/ kincir mempunyai kedalaman air minimal air. 1,5 meter biasanya akan terjadi pelapisan (stratifikasi) suhu. Berdasarkan hasil penelitian suhu air Pelapisan ini terjadi karena suhu sangat berpengaruh terhadap respon permukaan air lebih tinggi dibanding ikan dalam mengkonsumsi pakan dengan suhu air dibagian bawahnya. yang diberikan selama berlangsung Stratifikasi suhu pada kolom air kegiatan budidaya. Respon tersebut dikelompokkan menjadi tiga yaitu dapat dilihat pada Tabel 3.1 pertama lapisan epilimnion yaitu 55
    92. Tabel 3.1. Pengaruh suhu air terhadap respon konsumsi pakan pada ikan Respon konsumsi pakan Suhu air (°C) Mendekati 0 Kondisi kritis minimal 8 – 10 Tidak ada respon terhadap pemberian pakan 15 Pemberian pakan berkurang 22 50% optimum 28 – 30 Pemberian pakan optimum 33 50% optimum 35 Pemberian pakan berkurang 36 – 38 Tidak respon terhadap pemberian pakan 38 – 42 Kondisi kritis minimal Sumber : Tucker and Hargreaves (2004) terjadinya proses asimilasi didalam 3.2.1.5. Kecerahan dan kekeruhan air. air Kecerahan dan kekeruhan air dalam Kecerahan merupakan ukuran suatu perairan dipengaruhi oleh transparansi perairan dan jumlah cahaya matahari yang masuk pengukuran cahaya sinar matahari kedalam perairan atau disebut juga didalam air dapat dilakukan dengan dengan intensitas cahaya matahari. menggunakan lempengan/kepingan Cahaya matahari didalam air Secchi disk. Satuan untuk nilai berfungsi terutama untuk kegiatan kecerahan dari suatu perairan asimilasi fito/tanaman didalam air,. dengan alat tersebut adalah satuan Oleh karena itu daya tembus cahaya meter. Jumlah cahaya yang diterima kedalam air sangat menentukan oleh phytoplankton diperairan asli tingkat kesuburan air. Dengan bergantung pada intensitas cahaya diketahuinya intensitas cahaya pada matahari yang masuk kedalam berbagai kedalaman tertentu, kita permukaan air dan daya perambatan dapat mengetahui sampai cahaya didalam air. Masuknya dimanakah masih ada kemungkinan cahaya matahari kedalam air dipengaruhi juga oleh kekeruhan air 56
    93. (turbidity). Sedangkan kekeruhan b. Berkurangnya batas pandang menggambarkan tentang sifat optik ikan yang ditentukan berdasarkan c. Selera makan ikan berkurang, banyaknya cahaya yang diserap dan sehingga efisiensi pakan rendah dipancarkan oleh bahan-bahan yang d. Ikan sulit bernafas karena terdapat didalam perairan. Definisi insangnya tertutup oleh partikel- yang sangat mudah adalah partikel lumpur kekeruhan merupakan banyaknya zat yang tersuspensi pada suatu perairan. Hal ini menyebabkan 3.2.1.6. Salinitas hamburan dan absorbsi cahaya yang datang sehingga kekeruhan Salinitas adalah konsentrasi dari total menyebabkan terhalangnya cahaya ion yang terdapat didalam perairan. yang menembus air. Faktor-faktor Pengertian salinitas yang sangat kekeruhan air ditentukan oleh: mudah dipahami adalah jumlah a. Benda-benda halus yang kadar garam yang terdapat pada disuspensikan (seperti lumpur suatu perairan. Hal ini dikarenakan dsb) salinitas ini merupakan gambaran b. Jasad-jasad renik yang tentang padatan total didalam air merupakan plankton setelah semua karbonat dikonversi c. Warna air (yang antara lain menjadi oksida, semua bromida dan ditimbulkan oleh zat-zat koloid iodida digantikan oleh chlorida dan berasal dari daun-daun semua bahan organik telah tumbuhan yang terektrak) dioksidasi. Pengertian salinitas yang lainnya adalah jumlah segala macam Faktor-faktor ini dapat menimbulkan garam yang terdapat dalam 1000 gr warna dalam air. Pengukuran air contoh. Garam-garam yang ada kekeruhan suatu perairan dapat di air payau atau air laut pada dilakukan dengan menggunakan alat umumnya adalah Na, Cl, NaCl, yang disebut dengan Jackson MgSO4 yang menyebabkan rasa Candler Turbidimeter dengan satuan pahit pada air laut, KNO3 dan lain- unit turbiditas setara dengan 1 mg/l lain. Salinitas dapat dilakukan SiO2. Satu unit turbiditas Jackson pengukuran dengan menggunakan Candler Turbidimeter dinyatakan alat yang disebut dengan dengan satuan 1 JTU (Jackson Refraktometer atau salinometer. Turbidity Unit). Satuan untuk pengukuran salinitas adalah satuan gram per kilogram (ppt) atau promil (o/oo). Nilai salinitas Air yang dapat digunakan untuk budidaya ikan selain harus jernih untuk perairan tawar biasanya tetapi tetap terdapat plankton. Air berkisar antara 0–5 ppt, perairan yang sangat keruh tidak dapat payau biasanya berkisar antara 6–29 digunakan untuk kegiatan budidaya ppt dan perairan laut berkisar antara ikan, karena air yang keruh dapat 30–35 ppt. menyebabkan : a. Rendahnya kemampuan daya ikat oksigen 57
    94. tersebut, maka air relatif mudah 3.2.2. Sifat Kimia melepaskan O2 ke udara. Dari imbangan tersebut di atas dapat 3.2.2.1. Oksigen di tarik kesimpulan sebagai berikut: Semua makhluk hidup untuk hidup • Tercapainya imbangan O2 di sangat membutuhkan oksigen air dan di udara, tergantung sebagai faktor penting bagi dari jumlah molekul-molekul pernafasan. Ikan sebagai salah satu zat (garam-garam) yang larut jenis organisme air juga di dalam air (dalam satuan- membutuhkan oksigen agar proses satuan tertentu), sebab metabolisme dalam tubuhnya jumlah tersebut yang berlangsung. Oksigen yang menentukan kemungkinan dibutuhkan oleh ikan disebut dengan terbentuknya molekul-molekul oksigen terlarut. Oksigen terlarut dan menentukan pula jumlah adalah oksigen dalam bentuk terlarut banyaknya molekul-molekul didalam air karena ikan tidak dapat gas yang meninggalkan air mengambil oksigen dalam perairan lagi. Air yang mengandung dari difusi langsung dengan udara. garam-garam pada kadar O2 Satuan pengukuran oksigen terlarut yang rendah saja sudah adalah mg/l yang berarti jumlah mg/l dapat seimbang dengan gas oksigen yang terlarut dalam air udara lebih cepat, bila di atau dalam satuan internasional bandingkan dengan air dinyatakan ppm (part per million). Air suling. mengandung oksigen dalam jumlah • Kemungkinan bertubrukan yang tertentu, tergantung dari kondisi molekul air di tentukan oleh air itu sendiri, beberapa proses yang suhu air. Makin tinggi suhu menyebabkan masuknya oksigen ke air,makin rendah jumlah dalam air yaitu: oksigen yang dapat di 1. Diffusi oksigen dari udara ke kandung/ di ikat oleh air. dalam air melalui permukannya, Artinya; jika suhu air tinggi, yang terjadi karena adanya maka air itu dengan kadar gerakan molekul-molekul udara oksigen yang rendah saja yang tidak berurutan karena sudah dapat seimbang terjadi benturan dengan molekul dengan udara, sehingga air sehingga O2 terikat didalam penambahan oksigen lebih air. Proses diffusi ini akan selalu lanjut tidak akan terjadi bila pergerakan air yang meningkatkan oksigen mampu mengguncang oksigen, terlarut dalam air. Dalam karena kandungan O2 didalam kegiatan budidaya ikan sifat udara jauh lebih banyak. Menurut tersebut penting artinya, penelitian, air murni 1000 cc terutama dalam pada suhu kamar mengandung 7 pengangkutan ikan hidup, cc O2, sedangkan udara murni pemeliharaan ikan di suhu pada kamar mengundang akuarium, atau pemeliharaan 210 cc O2. Dari gambaran ikan secara tertutup pada 58
    95. Recyle Sistem. Pada 4. Proses Asimilasi tumbuh- pengangkutan ikan sebaiknya tumbuhan. dilakukan pada pagi/sore hari waktu suhu udara masih Tanaman air yang seluruh relatif rendah, sehingga batangnya ada didalam air di goncangan airnya yang waktu siang akan melakukan terjadi akan mampu proses asimilasi, dan akan meningkatkan difusi 02 menambah O2 didalam air. kedalam air. Pada Sedangkan pada malam hari pemeliharaan ikan tanaman tersebut menggunakan diakuarium atau pada tempat O2 yang ada didalam air. yang terbatas, pemberian Pengambilan air O2 didalam air lampu, yang mengakibatkan disebabkan oleh: • Proses pernafasan binatang suhu air meningkat, akan menurunkan kemampuan air dan tanaman air. mengikat. • Proses pembongkaran (menetralisasi) bahan-bahan 2. Diperairan umum, pemasukan organik. oksigen ke dalam air terjadi • Dasar perairan yang bersifat karena air yang masuk sudah mereduksi, dasar demikian mengandung oksigen, kecuali itu hanya dapat di tumbuhi dengan aliran air, mengakibatkan bakteri yang anaerob saja, gerakan air yang mampu yang dapat menimbulkan mendorong terjadinya proses hasil pembakaran. difusi oksigen dari udara ke dalam air. Menurut Brown (1987) peningkatan suhu 1o C akan 3. Hujan yang jatuh,secara tidak meningkatkan konsumsi oksigen langsung akan meningkatkan O2 sekitar 10%. Hubungan antara di dalam air, pertama suhu air oksigen terlarut dan suhu dapat akan turun, sehingga dilihat pada Tabel 3.2. yang kemampuan air mengikat oksigen menggambarkan bahwa semakin meningkat, selanjutnya bila tinggi suhu, kelarutan oksigen volume air bertambah dari semakin berkurang. gerakan air, akibat jatuhnya air hujan akan mampu meningkatkan O2 di dalam air. 59
    96. Tabel 3.2. Hubungan antara kadar oksigen terlarut jenuh dan suhu pada tekanan udara 760 mm Hg (Cole, 1983) Kadar Kadar Kadar Oksigen Oksigen Oksigen o o o Suhu ( C) Suhu ( C) Suhu ( C) terlarut terlarut terlarut (mg/l) (mg/l) (mg/l) 0 14,62 14 10,31 28 7,83 1 14,22 15 10,08 29 7,69 2 13,83 16 9,87 30 7,56 3 13,46 17 9,66 31 7,43 4 13,11 18 9,47 32 7,30 5 12,77 19 9,28 33 7,18 6 12,45 20 9,09 34 7,06 7 12,14 21 8,91 35 6,95 8 11,84 22 8,74 36 6,84 9 11,56 23 8,58 37 6,73 10 11,29 24 8,42 38 6,62 11 11,03 25 8,26 39 6,51 12 10,78 26 8,11 40 6,41 13 10,54 27 7,97 Kadar oksigen terlarut dalam suatu dianalisis dalam kegiatan budidaya wadah budidaya ikan sebaiknya adalah karbondioksida dalam bentuk berkisar antara 7 – 9 ppm. gas yang terkandung di dalam air. Konsentrasi oksigen terlarut ini Gas CO2 memegang peranan sangat menentukan dalam sebagai unsur makanan bagi semua akuakultur. Kadar oksigen terlarut tumbuhan yang mempunyai dalam wadah budidaya ikan dapat chlorophil, baik tumbuh-tumbuhan ditentukan dengan dua cara yaitu renik maupun tumbuhan tingkat dengan cara titrasi atau dengan tinggi. Sumber gas CO2 didalam air menggunakan alat ukur yang disebut adalah hasil pernafasan oleh dengan DO meter (Dissolved binatang-binatang air dan tumbuh- Oxygen). tumbuhan serta pembakaran bahan organik didalam air oleh jasad renik. Bagian air yang banyak mengandung CO2 adalah didasar perairan, karena ditempat itu terjadi proses 3.2.2.2. Karbondioksida pembakaran bahan organik yang Karbondioksida merupakan salah cukup banyak. Untuk kegiatan satu parameter kimia yang sangat asimilasi bagi tumbuh-tumbuhan, menentukan dalam kegiatan jumlah CO2 harus cukup, tetapi bila budidaya ikan. Karbondioksida yang jumlah CO2 melampaui batas akan 60
    97. kritis bagi kehidupan binatang- basa, dapat mendorong proses binatang air. Pengaruh CO2 yang pembongkaran bahan organik dalam terlalu banyak tidak saja terhadap air menjadi mineral-mineral yang perubahan pH air, tetapi juga bersifat dapat diasimilasikan oleh tumbuh- racun. Dengan meningkatnya CO2, tumbuhan (garam amonia dan nitrat). maka O2 dalam air juga ikut Pada perairan yang tidak menurun, sehingga pada level mengandung bahan organik dengan tertentu akan berbahaya bagi cukup, maka mineral dalam air tidak kehidupan binatang air. Kadar CO2 akan ditemukan. Andaikata kedalam yang bebas didalam air tidak boleh kolam itu kemudian kita bubuhkan mencapai batas yang mematikan bahan organik seperti pupuk (lethal), pada kadar 20 ppm sudah kandang, pupuk hijau dsb dengan merupakan racun bagi ikan dan cukup, tetapi kurang mengandung mematikan ikan jika kelarutan garam-garam bikarbonat yang dapat oksigen didalam air kurang dari 5 melepaskan kationnya, maka ppm (5 mg/l). mineral-mineral yang mungkin CO2 yang digunakan oleh organisme terlepas juga tidak akan lama berada dalam air, mula-mula adalah CO2 didalam air itu. Untuk menciptakan bebas, bila yang bebas sudah habis, lingkungan air yang bagus, pH air itu air akan melepaskan CO2 yang sendiri harus mantap dulu (tidak terikat dalam bentuk Calsium banyak terjadi pergoncangan pH air). bikarbonat maupun Magnesium Ikan rawa seperti sepat siam bikarbonat. Air yang banyak (Tricogaster pectoralis), sepat jawa mengandung persediaan Calsium (Tricogaster tericopterus ) dan ikan atau Magnesium bikarbonat dalam gabus dapat hidup pada lingkungan jumlah yang cukup, mempunyai pH air 4-9, untuk ikan lunjar kesan kapasitas produksi yang baik. pH 5-8 ,ikan karper (Cyprinus carpio) dan gurami, tidak dapat hidup pada pH 4-6, tapi pH idealnya 7,2. Klasifikasi nilai pH dapat 3.2.2.3. pH Air dikelompokkan menjadi tiga yaitu : • Netral : pH = 7 pH (singkatan dari “ puisance negatif de H “ ), yaitu logaritma negatif dari • Alkalis (basa) : 7 < pH < 14 kepekatan ion-ion H yang terlepas • Asam : 0 < pH < 7 dalam suatu perairan dan mempunyai pengaruh besar Derajat keasaman suatu kolam ikan terhadap kehidupan organisme sangat dipengaruhi oleh keadaan perairan, sehingga pH perairan tanahnya yang dapat menentukan dipakai sebagai salah satu untuk kesuburan suatu perairan. Nilai pH menyatakan baik buruknya sesuatu asam tidak baik untuk budidaya ikan perairan. dimana produksi ikan dalam suatu perairan akan rendah. Pada pH Pada perairan perkolaman pH air netral sangat baik untuk kegiatan mempunyai arti yang cukup penting budidaya ikan, biasanya berkisar untuk mendeteksi potensi antara 7 – 8, sedangkan pada pH produktifitas kolam. Air yang agak basa juga tidak baik untuk kegiatan 61
    98. budidaya. Pengaruh pH pada komunitas biologi perairan, untuk perairan dapat berakibat terhadap jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Pengaruh pH terhadap komunitas biologi perairan (Effendi, 2000) Nilai pH Pengaruh Umum • Keanekaragaman plankton dan benthos mengalami sedikit penurunan 6,0 – 6,5 • Kelimpahan total, biomassa dan produktivitas tak mengalami perubahan • Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan benthos semakin nampak • Kelimpahan total, biomassa dan produktivitas masih 5,5 – 6,0 belum mengalami perubahan berarti • Algae hijau berfilamen mulai nampak pada zona literal • Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifiton dan benthos semakin besar • Penurunan kelimpahan total dan biomassa 5,0 – 5,5 zooplankton dan benthos • Algae hijau berfilamen semakin banyak • Proses nitrifikasi terhambat • Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifiton dan benthos semakin besar • Penurunan kelimpahan total dan biomassa 4,5 – 5,0 zooplankton dan benthos • Algae hijau berfilamen semakin banyak • Proses nitrifikasi terhambat Air kolam yang pH nya bergoncang pengangkutan ikan hidup secara antara 4,5-6,5 masih dapat diperbaiki terbuka, kelebihan CO2 hasil dengan menambahkan kapur dalam pernafasan ikan yang diangkut tidak jumlah yang cukup. Agar pH nya jadi masalah, sebab CO2 itu dapat dinaikan menjadi 8,0 supaya senantiasa masih berkesempatan pengaruh OH yang rendah bisa menjadi seimbang dengan udara ditiadakan. Pada umumnya pada terbuka diatasnya, sehingga pagi hari, waktu air banyak penurunan pH air tidak akan terlalu mengandung CO2, pH air rendah, buruk bagi ikan. Pada pengangkutan pada waktu sore hari air kehabisan tertutup upaya mencegah CO2 untuk asimilasi pH air menjadi penurunan pH air dapat ditambahkan tinggi. Kondisi pH ini akan sangat larutan buffer seperti Na2HPO4 , penting artinya pada pengangkutan sehingga pH yang sedianya akan ikan hidup secara tertutup dengan turun dapat dicegah. Dengan pemberian gas O2. Pada demikian waktu pengangkutan ikan 62
    99. dapat diupayakan lebih panjang. menjadi berkurang. Kalcium Metode penentuan pH air dapat bikarbonat yang terbentuk pada menggunakan alat pH meter atau pemecahan itu akan mengendap dengan menggunakan kertas berupa endapan putih didasar indikator pH. perairan, pada daun-daun tanaman air dsb. Sebaliknya, apabila Diperairan asli, pergoncangan pH terbentuk gas CO2 yang banyak dari yang tinggi ke pH rendah dapat didalam air maka mula-mula pH air disanggah oleh unsur calsium yang mempunyai kecenderungan untuk terdapat dalam air asli itu sendiri. turun akan tetapi dengan segera gas Apabila suatu perairan kadar calsium CO2 yang berkeliaran bebas itu akan dalam bentuk Ca(HCO3)2 cukup diikat oleh CaC03 yang sulit larut tinggi, maka daya menyanggah air dalam air tadi. Menurut persamaan terhadap pergoncangan pH menjadi reaksi: besar. Unsur Ca didalam air membentuk CaCO + CO2 + H2O Ca (HCO3)2. dua macam senyawa yaitu: 1. Senyawa kalsium carbonat Sehingga jumlah CO2 bebasnya (CaCO3) yang tidak dapat larut akan berkurang, akibatnya pH air 2. Senyawa kalsium bicarbonat atau mempunyai kecenderungan untuk kalsium hidrogen karbonat naik, sehingga kecenderungan pH (Ca(HCO3)2) yang dapat larut untuk turun dapat disanggah. dalam air. Proses imbangan pH dapat dituliskan dengan reaksi sebagai berikut : Faktor yang menentukan besar kecilnya kemampuan penyanggah Ca (HCO3)2 CaCO3 + CO2 + H2O pergoncangan asam (pH) adalah banyaknya Ca (HCO3)2 di dalam air. Jadi jumlah Ca (HCO3 )2 dalam air merupakan salah satu unsur dari Proses terjadinya penyanggahan baik buruknya perairan sebagai asam didalam air adalah sbb: lingkungan hidup. Kalau dalam suatu perairan, CO2 terambil, maka mula-mula pH air akan naik, akan tetapi pada saat 3.2.2.4. Bahan Organik dan garam yang bersamaan Ca(HCO3)2 yang mineral dalam air larut dalam air itu akan pecah menurut persamaan sebagai berikut: Mineral merupakan salah satu unsur kimia yang selalu ada dalam suatu Ca (HCO3)2 Ca CO3 + H2O + CO2 perairan, beberapa jenis mineral antara lain adalah Kalsium (Ca), Sehingga dalam air itu terjadi Pospor (P), Magnesium (Mg), pembentukan CO2 yang baru, Potassium (K), Sodium (Na), Sulphur selanjutnya pH air mempunyai (S), zat besi (Fe), Tembaga (Cu), kecenderungan untuk turun lagi. Mangan (Mn), Seng (Zn), Florin (F), Berdasarkan proses tersebut diatas, Yodium (I) dan Nikel (Ni). Diperairan kadar Ca yang terkandung dalam air 63
    100. umum mineral yang diperlukan oleh berwarna kehitaman. Gas itu phytoplakton senantiasa diperoleh merupakan limiting factor/ faktor dari pembongkaran bahan-bahan pembatas bagi kesuburan perairan. organik sisa dari tumbuhan dan Kandungan H2S - 6 mg/ l sudah binatang yang sudah mati. Di alam dapat membunuh ikan Cyprinus mineral tersebut berasal dari air yang carpio dalam beberapa jam saja. masuk, atau adanya penambahan Untuk mencegah timbulnya H2S pupuk buatan. Pembongkaran bahan dalam kolam biasanya kolam yang organik dilakukan oleh jasad renik akan digunakan untuk budidaya ikan yang terdapat didalam air. Pada harus dilakukan pengolahan tanah umumnya jasad renik ini dasar dan pengeringan. Jenis gas menghendaki perairan yang pHnya 7 beracun lainnya yang berasal dari sedikit mendekati basa. pembongkaran bahan organik adalah Pembongkaran bahan organik ada gas metana. yang dilakukan secara anaerob (tidak memerlukan oksigen). Proses Gas Metana ( CH4 ) adalah gas yang pembongkaran itu juga dipengaruhi bersifat mereduksi dan dikenal oleh suhu air. sebagai gas rawa. Metana itu timbul pada proses pembongkaran hidrat Bahan organik yang larut didalam air arang dari bahan organik yang belum dapat dimanfaatkan oleh tertimbun dalam perairan. Hidrat binatang air secara langsung. arang dalam suasana anaerob mula- Bahan-bahan organik yang mula dibongkar menjadi asam-asam mengendap di dasar perairan yang karboksilat. Bila suasana air tetap dangkal dapat dimakan secara anaerob maka asam-asam langsung oleh berbagai macam karboksilat direduksikan lebih lanjut binatang benthos (binatang yaang menjadi Metana. Bila gas Metana ini hidup didasar perairan) seperti siput berhubungan dengan O2 dalam air vivipar javanica, cacing tubifex, larva sekelilingnya, maka air itu akan chironomaus dan sebagainya. berkurang O2, dan sebagai hasilnya Bagian-bagian dari pada lumpur timbullah gas CO2. Pembongkaran organik demikian yang tidak dapat dalam suasana anaerob juga dapat dicernakan, menyisa sebagai detritus dilakukan oleh ragi di dasar perairan. Jumlah bahan (Saccharomyces), hasil organik yang terdapat dalam suatu pembongkaran itu adalah alkohol perairan dapat digunakan sebagai dan lebih lanjut lagi menjadi asam salah satu indikator banyak tidaknya cuka (asam asetat ) oleh bakterium mineral yang dapat dibongkar kelak. aceti. Kandungan bahan organik Bila suasana perairan anaerob, dalam air sangat sulit untuk maka protein-protein yang menang ditentukan yang biasa disebut mengandung belerang dapat dengan kandungan total bahan dibongkar oleh bakteri anaerob organik (Total Organic Matter/TOM). (diantaranya adalah Bakterium vulgare). Hasil pembongkaran tersebut adalah gas hidrogen sulfida (H2S) dan ditandai bau busuk, air 64
    101. 2NH3 + 3O2 2HNO2 + H2O 3.2.2.5. Nitrogen Nitrogen didalam perairan dapat Bila perairan tersebut cukup berupa nitrogen organik dan nitrogen mengandung kation-kation maka anorganik. Nitrogen anorganik dapat asam nitrit yang terbentuk itu dengan berupa ammonia (NH3), ammonium segera dapat dirubah menjadi (NH4), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3) dan garam-garam nitrit, oleh bakteri molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk Nitrobacter atau Nitrosomonas, gas. Sedangkan nitrogen organik garam-garam nitrit itu selanjutnya adalah nitrogen yang berasal bahan dikerjakan lebih lanjut menjadi berupa protein, asam amino dan garam-garam nitrit, reaksinya urea. Bahan organik yang berasal sebagai berikut: dari binatang yang telah mati akan mengalami pembusukan mineral 2NaNO2+O2 2NaNO3 yang terlepas dan utama adalah garam-garam nitrogen (berasal dari Garam-garam nitrit itu penting asam amino penyusun protein). sebagai mineral yang diasimilasikan Proses pembusukan tadi mula-mula oleh tumbuh-tumbuhan hijau untuk terbentuk amoniak (NH3) sebagai menyusun asam amino kembali hasil perombakan asam amino oleh dalam tubuhnya, untuk menbentuk berbagai jenis bakteri aerob dan protoplasma itu selanjutnya anaerob. Pembongkaran itu akan tergantung pada nitrit, phitoplankton menghasilkan suatu gas CO2 bebas, itu selanjutnya menjadi bahan menurut persamaan reaksinya makanan bagi organisme yang lebih adalah: tinggi. Nitrit tersebut pada suatu saat dapat dibongkar lebih lanjut oleh R. CH.NH2. COOH +O2 bakteri denitrifikasi (yang terkenal R. COOH + NH3 + CO2 yaitu Micrococcus denitrifikan), bakterium nitroxus menjadi nitrogen- Berdasarkan reaksi kimia tersebut nitrogen bebas, reaksinya sebagai dapat diperlihatkan bahwa kolam berikut: yang dipupuk dengan pupuk kandang/hijau yang masih baru 5 C6H12O0 + 24 HNO3 dalam jumlah banyak dan langsung 24 H2 CO3 + 6 CO3 +18 H2O +12 N2 ditebarkan benih ikan kedalam kolam, biasanya akan terjadi Agar supaya phitoplankton dapat mortalitas yang tinggi pada ikan tumbuh dan berkembang biak karena kebanyakan gas CO2 . Bila dengan subur dalam suatu perairan, keadaan perairan semakin buruk, paling sedikit dalam air itu harus sehingga O2 dalam air sampai habis, tersedia 4 mg/l nitrogen (yang maka secara perlahan proses diperhitungkan dari kadar N dalam pembongkaran bahan organik akan bentuk nitrat), bersama dengan 1 diambil oleh bakteri lain yang mg/l P dan 1 mg/l K. terkenal ialah Nitrosomonas menjadi senyawa nitrit. Reaksi tersebut Bila kadar NH3 hasil pembongkaran sebagai berikut: bahan organik di dalam air terdapat 65
    102. dalam jumlah besar, yang beracun bagi ikan budidaya, tetapi disebabkan proses pembongkaran jika dalam bentuk amonium tidak protein terhenti sehingga tidak begitu berbahaya pada media terbentuk nitrat sebagai hasil akhir, akuakultur. Amonia yang ada dalam maka air tersebut disebut “sedang wadah budidaya dapat diukur dan mengalami pengotoran (Pollution)”. biasanya dalam bentuk ammonia Kadar N dalam bentuk NH3 dipakai total. Menurut Boyd (1988), terdapat juga sebagai indikator untuk hubungan antara kadar ammonia menyatakan derajat polusi. Kadar 0,5 total dengan ammonia bebas pada mg/l merupakan batas maksimum berbagai pH dan suhu yang dapat yang lazim dianggap sebagai batas dilihat pada Tabel 3.4. Pada tabel untuk menyatakan bahan air itu tersebut memperlihatkan daya racun “unpolluted”. Ikan masih dapat hidup ammonia yang akan meningkat pada air yang mengandung N 2 mg/l. dengan meningkatnya kadar pH dan Batas letal akan tercapai pada kadar suhu terhadap organisme perairan 5 mg/l. Di perairan kolam nitrogen termasuk ikan. dalam bentuk amonia sangat Tabel 3.4. Persentase (%) ammonia bebas (NH3) terhadap ammonia total (Boyd, 1988) 26oC 28oC 30oC 32oC pH 7,0 0,60 0,70 0,81 0,95 7,2 0,95 1,10 1,27 1,50 7,4 1,50 1,73 2,00 2,36 7,6 2,35 2,72 3,13 3,69 7,8 3,68 4,24 4,88 5,72 8,0 5,71 6,55 7,52 8,77 8,2 8,75 10,00 11,41 13,22 8,4 13,20 14,98 16,96 19,46 8,6 19,42 21,83 24,45 27,68 8,8 27,64 30,68 33,90 37,76 9,0 37,71 41,23 44,84 49,02 9,2 48,96 52,65 56,30 60,38 9,4 60,33 63,79 67,12 70,72 9,6 70,67 73,63 76,39 79,29 9,8 79,25 81,57 83,68 85,85 10,0 85,82 87,52 89,05 90,58 10,2 90,56 91,75 92,80 93,84 Kadar amonia yang dapat mematikan ikan budidaya jika dalam 66
    103. wadah budidaya mengandung 0,1 – Menurut Schimittou (1991), perairan 0,3 ppm. Oleh karena itu sebaiknya dengan alkalinitas yang rendah kadar amonia didalam wadah (misal kurang dari 15 mg/l) tidak budidaya ikan tidak lebih dari 0,2 diinginkan dalam akuakultur karena : • Perairan tersebut sangat asam mg/l (ppm). Kadar amonia yang tinggi ini diakibatkan adanya sehingga performansi produksi pencemaran bahan organik yang ikan (Kesehatan umum dan berasal dari limbah domestik, industri kelangsungan hidup, dan limpasan pupuk pertanian. pertumbuhan, hasil dan efisiensi pakan) dipengaruhi secara negatif. 3.2.2.6. Alkalinitas dan • Produksi phytoplankton dibatasi kesadahan oleh ketidakcukupan CO2 dan HCO3 yang cenderung Alkalinitas menggambarkan jumlah menyebabkan rendahnya basa (alkali) yang terkandung dalam kelarutan oksigen dan bisa air, sedangkan alkalinitas total mengakibatkan kematian adalah konsentrasi total dari basa plankton. yang terkandung dalam air yang • Pada tanah-tanah asam dapat dinyatakan dalam ppm setara menyerap fosfor yang akan dengan kalsium karbonat. Total mereduksi efek pemupukan pada alkalinitas biasanya selalu dikaitkan tingkat produksi akuakultur dengan pH karena pH air ini akan sistem ekstensif, tingkat menunjukkan apakah suatu perairan pemupukan ekstensif dan itu asam atau basa. Alkalinitas juga pemupukan intensif. disebut dengan Daya Menggabung • Fluktuasi pada pH dan faktor- Asam (DMA) atau buffer/penyangga faktor yang berhubungan dapat suatu perairan yang dapat menyebabkan ketidakstabilan menunjukkan kesuburan suatu mutu air yang dapat perairan tersebut. Sedangkan menyebabkan ikan stres. kesadahan menggambarkan • Pada tingkat pH yang ekstrem kandungan Ca, Mg dan ion-ion yang dapat menyebabkan kondisi- terlarut dalam air. Berdasarkan kondisi stres masam pada pagi Effendi (2000) Nilai alkalinitas hari dan kondisi stres alkalin berkaitan jenis perairan yaitu pada senja hari. perairan dengan nilai alkalinitas kurang dari 40 mg/l CaCO3 disebut Untuk meningkatkan kandungan sebagai perairan lunak (Soft water), alkalinitas total pada kolam sedangkan perairan yang nilai pemeliharaan ikan dapat digunakan alkalinatasnya lebih dari 40 mg/l kapur pertanian. Oleh karena itu CaCO3 disebut sebagai perairan dalam kolam pemeliharaan ikan keras (Hard water). Perairan dengan sebelum digunakan dilakukan proses nilai alkalinitas yang tinggi lebih pengapuran dengan menggunakan produkstif daripada dengan perairan beberapa jenis batu kapur yang yang nilai alkalinitasnya rendah. 67
    104. disesuaikan dengan kualitas tanah 3. Nannoplankton atau dasar kolam pemeliharaan. microplankton (dapat lolos dengan plankton net diatas). Berdasarkan tempat hidupnya dan 3.2.3. Sifat Biologi daerah penyebarannya, plankton dapat merupakan : Parameter biologi dari kualitas air • Limnoplankton (plankton air yang biasa dilakukan pengukuran tawar/danau) untuk kegiatan budidaya ikan adalah • Haliplankton (hidup dalam air tentang kelimpahan plankton, asin) benthos dan perifiton sebagai • Hypalmyroplankton (khusus organisme air yang hidup di perairan hidup di air payau) dan dapat digunakan sebagai pakan • Heleoplankton (khusus hidup alami bagi ikan budidaya. Kajian dalam kolam-kolam) secara detail dari ketiga aspek • Petamoplankton atau tersebut akan dibahas pada Bab 6. rheoplankton (hidup dalam air Kelimpahan plankton yang terdiri dari mengalir, sungai) phytoplankton dan zooplankton sangat diperlukan untuk mengetahui kesuburan suatu perairan yang akan 3.3. Pengukuran Kualitas dipergunakan untuk kegiatan budidaya. Plankton sebagai air Budidaya Ikan organisme perairan tingkat rendah yang melayang-layang di air dalam Parameter kualitas air yang dapat waktu yang relatif lama mengikuti digunakan untuk keperluan pergerakan air. Plankton pada perikanan dan peternakan di umumnya sangat peka terhadap Indonesia sudah dibuat Peraturan perubahan lingkungan hidupnya Pemerintah Republik Indonesia (suhu, pH, salinitas, gerakan air, Nomor 20 Tahun 1990, tanggal 5 cahaya matahari dll) baik untuk Juni 1990 tentang Pengendalian mempercepat perkembangan atau Pencemaran Air. Dalam peraturan yang mematikan. tersebut dibuat kriteria kualitas air berdasarkan golongan yaitu Berdasarkan ukurannya, plankton Golongan A adalah kriteria kualitas dapat dibedakan sebagai berikut : air yang dapat digunakan sebagai air 1. Macroplankton (masih dapat minum secara langsung tanpa dilihat dengan mata telanjang/ pengolahan terlebih dahulu, biasa/tanpa pertolongan Golongan B adalah kriteria kualitas mikroskop). air yang dapat digunakan sebagai air 2. Netplankton atau mesoplankton baku air minum, Golongan C adalah (yang masih dapat disaring oleh kriteria kualitas air yang dapat plankton net yang mata netnya digunakan untuk keperluan 0,03 - 0,04 mm). Perikanan dan Peternakan, Golongan D adalah kriteria kualitas air yang dapat digunakan untuk 68
    105. keperluan pertanian, dapat peraturan tersebut kriteria kualitas air dimanfaatkan untuk usaha untuk perikanan dapat dilihat pada perkotaan, industri dan pembangkit Tabel 3.5. listrik tenaga air. Berdasarkan Tabel 3.5. Kriteria kualitas air Golongan C Kadar No. Parameter Satuan Ket. maksimum Kimia Anorganik 1. Air raksa mg/l 0.002 2. Ammoniak bebas mg/l 0,02 3. Arsen mg/l 1 4. Fluorida mg/l 1,5 5. Kadmium mg/l 0,01 6. Klorin bebas mg/l 0,003 7. Kromium, valensi 6 mg/l 0,05 8. Nitrit, sebagai N mg/l 0,06 Oksigen terlarut (DO) mg/l - >3 9. 10. pH - 6–9 11. Selenium mg/l 0,05 12. Seng mg/l 0,02 13. Sianida mg/l 0,02 14. Sulfida sebagai H2S mg/l 0,002 15. Tembaga mg/l 0,02 16. Timbal mg/l 0,03 Kimia organik 1. BHC mg/l 0,21 2. DDT mg/l 0,002 3. Endrin mg/l 0,004 4. Fenol mg/l 0,001 5. Minyak dan lemak mg/l 1 6. Organofosfat dan karbonat mg/l 0,1 7. Senyawa aktif biru metilen mg/l 0,2 (Surfaktan) Radioaktivitas 1. Aktivitas Alfa (Gross Alpha Activity) Bq/l 0,1 2. Aktivitas beta (Gross Beta Activity) Bq/l 1,0 Keterangan : Bq : Bequerel 69
    106. Berdasarkan Tabel 3.6 diatas Parameter kualitas air itu dapat tersebut jika akan melakukan dilakukan pengukuran dengan kegiatan budidaya ikan maka harus menggunakan beberapa peralatan dilakukan pengukuran beberapa pengukuran. Untuk lebih jelasnya parameter kualitas air pada air yang dapat dilihat pada Tabel 3.6. akan digunakan untuk budidaya. Tabel 3.6. Parameter kualitas air untuk budidaya ikan dan peralatan pengukuran yang dapat digunakan. Nilai kisaran untuk No. Parameter Peralatan Pengukuran Budidaya Ikan Aspek Fisik 20 – 30 oC 1. Suhu Termometer 2. Kecerahan > 10 cm Secchi Disc 3. Kekeruhan 25 – 400 JTU Turbiditymeter Air tawar 0 – 5 o/oo 4. Salinitas Salinometer/ Air payau 6 – 29 o/oo Refraktometer Air tawar 30 – 35 o/oo 5. Debit air Air deras 50 l/dt Current meter Air tenang 0,5 – 5 l/dt Aspek Kimia 1. Oksigen terlarut 5 – 6 ppm DO meter/Metode Winkler 2. Karbondioksida Max 25 ppm CO meter/Metode Titrasi 3. pH 6,5 – 8 pH meter/Kertas Lakmus 4. Alkalinitas 50 – 500 ppm CaCO3 5. Kesadahan 3 – 15 dH dH meter 6. Ammonia < 1,5 ppm Spektrofotometer 7. H2S < 0,1 ppm Spektrofotometer 8. Nitrit < 0,2 ppm Spektrofotometer 9. Nitrat 0 – 1,5 ppm Spektrofotometer 10. Phosphat < 0,02 ppm Spektrofotometer Aspek Biologi 1. Kelimpahan Plankton Sesuai kebutuhan Planktonnet/ 2. Kelimpahan Benthos Haemocytometer 3. Kelimpahan Perifiton Ekman Dredge Peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kualitas air dapat dilihat pada Gambar . 3.1 sampai dengan Gambar 3.12. 70
    107. Gambar 3.1. Termometer Gambar 3.2. Secchi disc Gambar 3.3. Salinometer Gambar 3.4. Refraktometer Gambar 3.5. Flow meter Gambar 3.6. DO meter 71
    108. Gambar 3.7. pH meter Gambar 3.8. Kertas lakmus Gambar 3.9. Planktonnet Gambar 3.10. Haemocytometer Gambar 3.11 Ekman dredge Gambar 3.12. Spektrofotometer 72
    109. BAB IV. PENGEMBANGBIAKAN IKAN Pengembangbiakan yang menjamin keunggulan setiap jenis ikan. Induk ikan yang unggul ikan meru- pada setiap kegiatan usaha budidaya pakan salah satu kegiatan dari ikan dapat berasal dari hasil proses budidaya ikan. Ikan yang budidaya atau menangkap ikan di akan dibudidayakan harus dapat alam. Karakteristik induk yang tumbuh dan berkembang biak agar unggul untuk setiap jenis ikan sangat kontinuitas produksi budidaya dapat berbeda. Hal-hal yang sangat berkelanjutan. Dalam bab ini akan penting untuk diperhatikan oleh para dibahas beberapa materi yang terkait pembudidaya ikan dalam melakukan dalam proses pengembangbiakan seleksi induk agar tidak terjadi ikan antara lain adalah seleksi induk, penurunan mutu induk antara lain pemijahan, penetasan telur, pemeli- adalah : haraan larva dan benih ikan, • Mengetahui asal usul induk pembesaran ikan dan pemanenan. • Melakukan pencatatan data tentang umur induk, masa reproduksi dan waktu pertama 4.1. SELEKSI INDUK kali dilakukan pemijahan sampai usia produktif. Seleksi induk merupakan tahap awal • Melakukan seleksi induk dalam kegiatan budidaya ikan yang berdasarkan kaidah genetik sangat menentukan keberhasilan • Melakukan pemeliharaan calon produksi. Dengan melakukan seleksi induk sesuai dengan proses induk yang benar akan diperoleh budidaya sehingga kebutuhan induk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi induk terpenuhi. sehingga produktivitas usaha • Mengurangi kemungkinan budidaya ikan optimal. Seleksi induk perkawinan sedarah ikan budidaya dapat dilakukan Untuk meningkatkan mutu induk secara mudah dengan yang akan digunakan dalam proses memperhatikan karakter fenotipenya budidaya maka induk yang akan atau dengan melakukan program digunakan harus dilakukan seleksi. breeding untuk meningkatkan nilai Seleksi ikan bertujuan untuk pemuliabiakan ikan budidaya. memperbaiki genetik dari induk ikan yang akan digunakan. Oleh karena Induk ikan yang unggul akan itu dengan melakukan seleksi ikan menghasilkan benih ikan yang yang benar akan dapat memperbaiki unggul. Di Indonesia saat ini belum genetik ikan tersebut sehingga dapat ada tempat sebagai pusat induk ikan melakukan pemuliaan ikan. Tujuan 73
    110. dari pemuliaan ikan ini adalah Poliploidisasi, level sel misalnya menghasilkan benih yang unggul dengan melakukan transplantasi dimana benih yang unggul tersebut sel. diperoleh dari induk ikan hasil seleksi 3. Rekayasa faktor eksternal dan agar dapat meningkatkan internal yaitu menggabungkan produktivitas. antara kedua rekayasa eksternal dan internal. Produktivitas dalam budidaya ikan dapat ditingkatkan dengan beberapa Oleh karena itu agar dapat cara yaitu : memperoleh produktivitas yang tinggi 1. Ekstensifikasi yaitu mening- dalam budidaya ikan harus dilakukan katkan produktivitas hasil seleksi terhadap ikan yang akan budidaya dengan memperluas digunakan. Seleksi menurut Tave lahan budidaya. (1995) adalah program breeding 2. Intensifikasi yaitu meningkatkan yang memanfaatkan phenotipic produktivitas hasil dengan variance (keragaman fenotipe) yang meningkatkan hasil persatuan diteruskan dari tetua kepada luas dengan melakukan keturunannya. Keragaman fenotipe manipulasi terhadap faktor merupakan penjumlahan dari internal dan eksternal. keragaman genetik, keragaman lingkungan dan interaksi antara Dengan bertambahnya jumlah variasi lingkungan dan genetik. penduduk sepanjang tahun dan Seleksi merupakan aplikasi genetik jumlah lahan budidaya yang tidak dimana informasi genetik dapat akan bertambah jumlahnya, maka digunakan untuk melakukan seleksi. untuk meningkatkan produktivitas Seleksi ikan yang paling mudah budidaya masa yang akan datang dilakukan oleh para pembudidaya lebih baik menerapkan budidaya ikan ikan adalah melakukan seleksi yang intensif dengan memperhatikan fenotipe dibandingkan dengan aspek ramah lingkungan. Program seleksi genotipe. Seleksi fenotipe intensifikasi dalam bidang budidaya dapat dikelompokkan menjadi dua ikan dapat dilakukan antara lain yaitu seleksi fenotipe kualitatif dan adalah : seleksi fenotipe kuantitatif. Menurut 1. Rekayasa faktor eksternal yaitu Tave (1986), seleksi fenotipe lingkungan hidup ikan dan pakan, kualitatif adalah seleksi ikan contoh yang sudah dapat berdasarkan sifat kualitatif seperti diaplikasikan adalah budidaya misalnya warna tubuh, tipe sirip, pola ikan pada kolam air deras dan sisik ataupun bentuk tubuh dan membuat pakan ikan ramah bentuk punggung dan sebagainya lingkungan. yang diinginkan. Fenotipe kualitatif 2. Rekayasa faktor internal yaitu ini merupakan sifat yang tidak dapat melakukan rekayasa terhadap diukur tetapi dapat dibedakan dan genetik ikan pada level gen dikelompokkan secara tegas. Sifat ini misalnya transgenik, level dikendalikan oleh satu atau kromosom misalnya beberapa gen dan sedikit atau tidak Gynogenesis, Androgenesis, dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 74
    111. Sedangkan seleksi fenotipe gradasi dari yang rendah sampai kuantitatif adalah seleksi terhadap yang tinggi (kontinu). Karakter penampakan ikan atau sifat yang kuanlitatif ditentukan ole satu atau dapat diukur, dikendalikan oleh dua gen saja sedangkan karakter banyak pasang gen dan dipengaruhi kuantitatif disebabkan oleh banyak oleh lingkungan. Adapun ciri-ciri atau gen (tiga atau lebih). Dengan parameter yang dapat diukur antara melakukan seleksi maka akan lain adalah panjang tubuh, bobot, menghasilkan suatu karakter yang persentase daging, daya hidup, mempunyai nilai ekonomis penting kandungan lemak, protein, dan karakter fenotipe yang terbaik fekunditas dan lain sebagainya. sesuai dengan keinginan para pembudidaya. Fenotipe adalah bentuk luar atau bagaimana kenyataannya karakter Untuk mendapatkan induk ikan yang yang dikandung oleh suatu individu unggul dilakukan program seleksi atau fenotipe adalah setiap dengan menerapkan beberapa karakteristik yang dapat diukur atau program pengembangbiakan antara sifat nyata yang dipunyai oleh lain dengan kegiatan selective organisme. Fenotipe merupakan breeding, hibridisasi/outbreeding/ hasil interaksi antara genotipe dan crossbreeding, inbreeding, mono- lingkungan serta interaksi antara seks/seks reversal atau kombinasi genotipe dan lingkungan serta beberapa program breeding. Dalam merupakan bentuk luar atau sifat- bab ini akan dibahas semua program sifat yang tampak. Menurut Yatim breeding tersebut sehingga dalam (1996), genotipe menentukan budidaya ikan akan diperoleh hasil karakter sedangkan lingkungan baik induk dan benih yang unggul. menetukan sampai dimana tercapai Induk yang unggul akan potensi itu. Fenotipe tidak bisa menghasilkan benih yang unggul melewati kemampuan atau potensi sehingga dengan memelihara benih genotipe. Yang dimaksud dengan unggul proses budidaya akan karakter itu adalah sifat fisik dan menguntungkan dengan melihat laju psikis bagian-bagian tubuh atau pertumbuhan ikan yang optimal jaringan. Karakter diatur oleh banyak sehingga produktivitas budidaya ikan macam gen, atau satu gen saja. akan meningkat. Berhubung dengan banyaknya gen yang menumbuhkan karakter maka 4.1.1. Selective breeding dibuat dua kelompok karakter yaitu karakter kualitatif dan karakter Selective breeding adalah suatu kuantitatif. Karakter kualitatif adalah program breeding yang mencoba karakter yang dapat dilihat ada atau untuk memperbaiki nilai tidaknya suatu karakter. Karakter ini pemuliabiakan (breeding value) dari tidak dapat diukur atau dibuat suatu populasi dengan melakukan gradasi (diskontinyu). Sedangkan seleksi dan perkawinan hanya pada karakter kuantitatif adalah karakter ikan-ikan yang terbaik. Hasil yang yang dapat diukur nilai atau akan diperoleh adalah induk yang derajatnya, sehingga ada urutan terseleksi yang mempunyai 75
    112. karakteristik lebih baik dari populasi yang berasal dari satu bapak dengan sebelumnya. Selective breeding beberapa induk betina (Half sib), menurut Tave (1995) dapat karena pada ikan satu induk jantan dilakukan dengan dua cara yaitu : dapat membuahi lebih dari satu 1. Seleksi individu/massa induk betina, maka anak-anak yang 2. Seleksi famili dihasilkan dari bapak yang sama dengan induk betina yang berbeda Pada ikan teknik seleksi dapat ini disebut dengan saudara tiri dilakukan dengan menggunakan dua sebapak. Sedangkan setiap metode yaitu seleksi massa/individu keluarga/famili yang berasal dari satu dan seleksi famili. Seleksi induk bapak dengan satu induk disebut secara individu ini disebut juga saudara sekandung (full sib), dan dengan seleksi massa. Seleksi pada ikan budidaya ada juga yang massa/individu adalah seleksi yang melakukan perkawinan dimana satu dilakukan dengan memilih individu- jantan hanya membuahi satu induk individu dengan performan terbaik. betina. Seleksi famili dapat Seleksi ini merupakan teknik seleksi diterapkan untuk ikan jika nilai yang paling sederhana dengan biaya heritabilitas ikan tersebut lebih kecil lebih murah dibandingkan seleksi atau sama dengan 0,15. Seleksi lainnya. Hal ini dikarenakan pada famili merupakan alternatif seleksi seleksi individu hanya memerlukan yang dapat dilakukan apabila fasilitas dan peralatan sedikit (kolam, pengaruh lingkungan sulit dikontrol. jaring, hapa dan lain-lain), Dalam seleksi famili ada dua jenis pencatatan data lebih singkat seleksi yaitu seleksi dalam famili sehingga akan lebih mudah (within-family) dan seleksi diantara dilakukan. Seleksi individu dapat famili (between family). Seleksi within diterapkan pada ikan nila jika nilai family sebaiknya diterapkan untuk heritabilitas ikan nila ini lebih besar seleksi pertumbuhan pada ikan , dari 0,25, waktu pemijahan harus karena masing-masing famili bersamaan dan culling top 5 – 10% dipelihara pada kolam terpisah dan (Tave, 1995). Induk yang baik secara ikan dengan pertumbuhan terbaik alami dapat dihasilkan melalui dipilih dari masing-masing famili, seleksi secara ketat dan tepat sehingga semua famili akan terwakili. terhadap sekelompok ikan, Cara ini dilakukan merupakan salah pengalaman menunjukan bahwa satu cara untuk mengantisipasi untuk mendapatkan induk 50 ekor adanya perbedaan umur akibat tidak yang sesuai kriteria diperlukan 2000 terjadinya proses pemijahan secara ekor calon induk. serempak. Dari hasil penelitian pada ikan nila, diantara ketiga teknik Seleksi famili adalah seleksi dengan seleksi yaitu seleksi individu, seleksi mempergunakan performans dari within family dan between family, saudaranya baik saudara tiri ternyata seleksi within family lebih sebapak (half sib) atau saudara efisien hasilnya dibandingkan sekandung (full sib). Saudara tiri dengan seleksi individu atau sebapak adalah keluarga (famili) between family. yang dibentuk oleh sekelompok anak 76
    113. Pada saat akan membudidayakan Nilai heritabilitas satu berarti karakter ikan setiap pembudidaya harus yang diwariskan kepada sudah memahamii karakter fenotipe keturunannya seluruhnya diakibatkan setiap individu ikan yang akan oleh keragaman genetik tidak ada dibudidayakan dengan pengaruh lingkungan. Nilai memperhatikan ciri-ciri morfologinya. heritabilitas nol berarti karakter yang Ciri-ciri morfologi setiap ikan diwariskan kepada keturunannya budidaya yang harus diamati adalah seluruhnya diakibatkan oleh karakter morfometrik dan karakter keragaman lingkungan tidak ada meristik. Karakter morfometrik pengaruh genetik. Nilai heritabilitas adalah bentuk tubuh dari setiap ikan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga budidaya seperti panjang total tubuh, yaitu rendah mempunyai nilai antara panjang standar, panjang kepala, 0–0,1, medium mempunyai nilai tinggi badan dan lain-lain, sedangkan antara 0,1–0,3 dan tinggi mempunyai karakter meristik yang dapat diukur nilai antara 0,3 – 1,0. antara lain adalah jumlah sisik pada linea lateralis, jumlah jari-jari sirip Selain itu dalam tabel tersebut punggung, jumlah jari-jari lemah sirip terdapat istilah asynchronous dada, jumlah jari-jari lemah sirip spawning, istilah ini merupakan salah perut, jumlah jari-jari sirip dubur, satu kelompok strategi dalam jumlah tapis insang pada lengkung reproduksi ikan dimana ada tiga insang bagian luar (gill racker), strategi reproduksi ikan yaitu jumlah vertebrae dan jumlah tulang synchronous spawning, synchronous rusuk. Dengan memahami karakter- spawning kelompok dan karakter yang harus dipunyai oleh asynchronous spawning. induk ikan yang unggul berdasarkan Synchronous spawning berarti karakteristik setiap jenis ikan. proses pemijahan ikan dalam reproduksi dilakukan dengan cara Menurut Tave (1995) perbandingan semua telur dipijahkan dan induk strategi keuntungan serta kerugian ikan akan mati, contohnya pada ikan dari seleksi individu (A), seleksi salmon. Synchronous spawning within family (B) dan seleksi between kelompok adalah kelompok ikan family (C) dapat dilihat pada Tabel yang dapat memijah berkali-kali 4.1. tetapi pemijahannya ini masih Dalam tabel 4.1 tersebut ada huruf h2, huruf ini berarti heritabilitas. Heritabilitas dapat dilakukan pengukuran yang bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman fenotipe yang diakibatkan oleh aksi genotipe atau menggambarkan tentang persentase keragaman fenotipe yang diwariskan dari induk kepada keturunannya. Nilai heritabilitas dinotasikan dengan angka, yang berkisar antara 0 – 1. 77
    114. Tabel 4.1. Perbandingan strategi, keuntungan dan kerugian dari seleksi individu (A), seleksi within family (B) dan seleksi between family (C) (Tave, 1985) Tipe Strategi Keuntungan Kerugian Terbaik ketika h2 ≥ 0,25,murah, dapat Tidak efektif ketika h2 ≤ 0,15, sehingga A Memilih individu yang terbaik, hubungan famili tidak penting dilakukan dengan sedikit kolam, relative sangat sukar untuk memilih ikan yang mudah untuk menggunakan 2-3 fenotipe, terbaik, asynchronous spawning dan seluruh ikan yang besar terseleksi, menyebabkan masalah. mudah untuk menahan populasi breeding, data yang dibutuhkan sedikit jumlah data yang dikumpulkan sedikit h2 B Memilih individu yang terbaik Terbaik ketika ≤ 0,15 dan Moderatly expensive, membutuhkan dari setiap famili mempengaruhi Ve famili daripada banyak kolam, sukar untuk individu, dapat digunakan dengan menggabungkan 2-3 fenotipe, ikan kecil asynchronous spawning, mudah untuk dapat menjadi induk ikan yang terpilih, memelihara populasi breeding yang membutuhkan banyak data dan banyak besar, sedikit mahal daripada between data yang harus dikumpulkan. famili. h2 C Memilih famili yang terbaik Terbaik ketika ≤ 0,15 dan Sangat mahal, membutuhkan banyak berdasarkan nilai rata-rata mempengaruhi Ve individu daripada kolam, sukar untuk menggabungkan 2-3 famili, nilai individual tidak famili, dapat dipergunakan ketika ikan fenotipe, ikan kecil dapat menjadi induk dipertimbangkan harus dimatikan terpilih dapat mengakibatkan terjadinya inbreeding, membutuhkan banyak data dan banyak data yang dikumpulkan. 78
    115. tergantung pada musim pemijahan, dari pemijahan satu pasang misalnya ikan patin, ikan bawal. induk ikan diperoleh benih ikan Sedangkan asynchronous spawning sebanyak 200 – 300 ekor, maka adalah kelompok ikan yang dapat harus selalu dilakukan memijah berkali-kali dan tidak pemantauan pertumbuhan benih tergantung pada musim pemijahan ikan tersebut. karena proses perkembangan 3. Membuat kurva pertumbuhan oositnya selalu ada, contoh jenis ikan dari data pertumbuhan benih ikan kelompok ini adalah ikan nila. dan lakukan pemanenan pada individu yang terbaik sebanyak Program selective breeding di 5–10% dari ukuran populasi yang lakukan untuk memperbaiki karakter tertinggi nilai pertumbuhannya. fenotipe terutama laju pertumbuhan. 4. Benih ikan yang terpilih pada Laju pertumbuhan yang tinggi pada tahap ketiga tersebut dipelihara populasi ikan budidaya akan secara terpisah sebagai calon meningkatkan produksi ikan yang induk yang akan digunakan untuk dibudidayakan dan biasanya proses pemijahan selanjutnya. berkaitan dengan peningkatan dalam Menurut Tave (1995) dalam produksi pakan bila ikan yang program seleksi individu akan dibudidayakan mengkonsumsi pakan diperoleh induk yang unggul buatan. Dengan produktivitas yang dengan melakukan perkawinan tinggi dalam budidaya ikan maka pada populasi terpilih sebanyak pendapatan para pembudidaya ikan empat generasi. akan meningkat. Dengan melakukan 5. Dari calon induk yang dipelihara seleksi ikan berdasarkan selective pada tahap keempat akan breeding ini akan diperoleh individu diperoleh induk ikan yang dapat ikan yang mempunyai karakter digunakan untuk proses fenotipe terbaik sehingga dapat pemijahan selanjutnya , dan akan meningkatkan laju pertumbuhan diperoleh larva dan benih ikan. pada saat dibudidayakan. Kemudian proses selanjutnya dilakukan pemeliharaan sampai Prosedur yang harus dilakukan bagi diperoleh kurva pertumbuhan para pembudidaya yang akan dan lakukan pemilihan dari melakukan seleksi individu dengan populasi individu sebanyak 5 – strategi memilih individu yang terbaik 10% dari populasi yang terbaik dalam suatu populasi adalah sebagai yang mempunyai ukuran berikut : tertinggi. Lakukan kegiatan 1. Dalam suatu usaha budidaya tersebut sampai empat generasi ikan jika akan melakukan dan akan diperoleh calon induk program seleksi individu minimal yang telah terseleksi secara harus mempunyai 25 pasang individu induk yaitu 25 ekor induk jantan dan 25 ekor induk betina. Berikut ini adalah contoh seleksi 2. Melakukan pemijahan ikan dan calon induk pada ikan nila meliputi mengamati pertumbuhan ikan beberapa kriteria yaitu : dari setiap pasangan. Misalnya 79
    116. • akan diperoleh famili sebanyak Tingkat pertumbuhan ikan, calon 32 yaitu 1 jantan dapat induk mempunyai tingkat membuahi 4 betina sehingga pertumbuhan yang paling cepat satu jantan dapat membuat famili diantara kelompok ikan. halfsib dan full sib sebanyak 32 • Warna ikan nila yang masih famili fullsib dan 8 famili haflsib mempunyai tingkat kemurnian karena dari satu jantan akan yang baik dapat di identifikasi dihasilkan empat keluarga fullsib dengan adanya warna garis maka 8 jantan akan ada 32 famili hitam tegas dan jelas terletak fullsib atau 8 famili halfsib. secara horisontal di bagian tubuh 2. Melakukan pemijahan untuk ke ikan. 32 famili tersebut dan lakukan • Bentuk badan melebar, mata pengamatan intensif dan cermat relatif besar, dan sisik teratur. setiap hari untuk mengamati • Konversi pakannya baik, yang pasangan-pasangan ikan yang dapat di identifikasikan dengan sudah memijah. pertumbuhan bobot badan > 70 3. Melakukan pemeliharaan larva % dari jumlah pakan yang ikan pada setiap famili pada hapa diberikan 3 - 5 % perhari dari yang terpisah dengan bobot ikan. memberikan pakan dan • Waktu matang gonad induk pengelolaan kualitas air sesuai berumur 7 - 8 bulan, dengan prosedur. berat badan rata-rata 300 gram 4. Melakukan pemeliharaan benih per ekor untuk jantan dan 250 - ikan pada setiap famili pada 300 gram per ekor untuk betina. waring yang terpisah, hitung • Produktifitas dalam menghasilkan jumlah benih yang dihasilkan dari telur cukup tinggi (induk dengan setiap famili. Pada ikan nila panjang badan 6 cm dapat misalnya satu ekor induk betina menghasilkan 200 telur, sedang menghasilkan 2000 – 3000 ekor. induk yang panjang badannya 20 Pendederan dilakukan pada cm menghasilkan 1500 butir padat penbaran yang rendah telur). untuk setiap famili pada kolam pendederan minimal 2 bulan. Prosedur yang dapat dilakukan oleh 5. Menghitung jumlah ikan yang para pembudidaya ikan yang akan diperoleh dari hasil pendederan melakukan seleksi famili adalah dan lakukan pengukuran berat sebagai berikut : dan panjang tubuhnya sebanyak 1. Menyiapkan ikan yang akan 30% dari jumlah populasi setiap dipijahkan dari beberapa famili famili,misalnya dalam satu famili yang dimiliki, minimal jumlah ada 2000 ekor maka jumlah famili yang harus dikumpulkan sampel yang dihitung adalah 600 adalah 30 famili. Pada ikan nila ekor. dimana pemijahan dapat 6. Melakukan pemilhan ukuran dari dilakukan dengan perbandingan seluruh populasi dan ambil jantan dan betina adalah 1 : 4 individu dari setiap famili yang maka dalam perkawinan 8 jantan mempunyai pertumbuhan yang 80
    117. terbaik, kurang lebih 8 minggu pemindahan gen untuk generasi kemudian tentukan 50% dari berikutnya. Individu yang mempunyai populasi yang terbaik heterosigositas yang tinggi maka pertumbuhannya untuk dipelihara akan mempunyai fitness yang tinggi lebih lanjut menjadi calon induk pula. Oleh karena itu untuk dan sisanya dijual. memperoleh induk ikan yang 7. Melakukan pemeliharaan pada mempunyai kemampuan hidup yang kolam pembesaran ikan sampai tinggi sebaiknya dalam proses ikan-ikan pada setiap famili budidaya harus dilakukan berukuran induk dan lakukan perkawinan yang terseleksi. pengukuran satu persatu pada setiap famili dan pilih sebanyak Sedangkan crossbreeding atau 20-30 ekor betina terbesar dan hibridisasi merupakan program jantan terbesar sebanyak 10-20 persilangan yang dapat diaplikasikan ekor dari setiap famili. pada ikan, udang, kerang-kerangan 8. Sisanya dibuang atau dijual maupun rumput laut. Hasil dari sebagai ikan ukuran besar dan program ini dapat menghasilkan induk yang terpilih dapat individu-individu yang unggul, dilakukan untuk seleksi induk kadang-kadang ada juga yang steril selanjutnya dengan melakukan dan dapat menghasilkan strain baru pemijahan massal. Pada (Rustidja, 2005). Hibridisasi akan beberapa spesies ikan sangat mudah dilakukan apabila dapat berbeda untuk diperoleh induk dilakukan reproduksi buatan seperti unggulnya. Pada jenis ikan nila halnya ikan mas dan ikan nila, wanayasa dapat diperoleh induk dimana dapat dilakukan striping telur yang terseleksi secara famili dan sperma. Selain itu ada defenisi dengan melakukan pemijahan lain dari hibridisasi yang sebenarnya ikan yang terpilih pada generasi tidak jauh berbeda. Hibridisasi ke tiga. adalah perkawinan antara spesies yang berbeda. Hibridisasi atau persilangan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kombinasi 4.1.2. Outbreeding/Hibridisasi/ antara populasi yang berbeda untuk Crossbreeding menghasilkan keturunan yang Outbreeding adalah perkawinan memiliki sifat unggul. Berdasarkan antara individu-individu yang tidak hal tersebut para ahli genetika sekerabat (berbeda induknya), masih perikanan membagai hibridisasi ke dalam satu varietas atau beda dalam dua macam yaitu : varietas. Outbreeding ini akan 1. Interspecifik hibridisasi yaitu menghasilkan heterozigositas yang perkawinan antara spesies yang akan menguatkan individu- berbeda. individunya terhadap perubahan 2. Intraspecipik hibridisasi yaitu lingkungan yang biasa disebut juga perkawinan dalam satu species. mempunyai fitnes yang tinggi. Fitnes yaitu kemampuan relative pada Hasil dari beberapa jenis ikan yang organisma untuk bertahan hidup dan dilakukan persilangan biasanya 81
    118. paling mudah memperhatikan jenis-jenis ikan hias yang dihasilkan karakter fenotipe kualitatif misalnya : oleh para pembudidaya ikan banyak 1. Warna tubuh, dimana dapat yang diperoleh dari hasil persilangan. dilakukan persilangan antara ikan Salah satu pendekatan yang dapat yang mempunyai warna antara digunakan dalam produksi benih ikan lain : hias baru-baru ini dari suatu populasi • Ikan warna tubuh Albino yakni persilangan antar varitas atau strain (hibridisasi intervaritas) yang disilangkan dengan ikan memiliki tampilan morfologi dari berpigmen normal spesies yang sama. Hibridsasi • Ikan berwarna intervaritas adalah mempersilangkan kuning/merah/putih antara induk jantan dan induk betina disilangkan dengan ikan yang berasal dari spesies yang sama berwarna hijau/biru/abu-abu namun minimal memiliki dua karakter • Ikan berwarna bintik fenotipe tampilan morfologi yang disilangkan dengan ikan berbeda (Kirpichnikov, 1981). tanpa bintik Disamping itu, karakter lain dari hasil 2. Tipe sirip pada ikan dapat persilangan antara varitas adalah dilakukan persilangan antara ikan fertile yakni dari masing-masing jenis yang mempunyai sirip antara lain: kelamin masih tetap mampu untuk • Ikan bersirip kumpay menghasilkan keturunan walaupun disilangkan dengan ikan peluang dari benih keturunan bersirip normal tersebut cenderung memiliki karakter • Ikan bersirip kumpay fenotipe tampilan morfologi yang disilangkan dengan ikan yang bervariasi. ekornya membundar 3. Pola sisik pada ikan dapat Hibridisasi merupakan persilangan dilakukan persilangan antara ikan antara varitas atau spesies yang yang mempunyai sisik antara secara morfologis memiliki lain: perbedaan. Kirpichnikov (1981), • Ikan bersisik bergaris menyatakan bahwa perbedaan yang disilangkan dengan ikan yang paling menonjol yang digunakan tidak mempunyai sisik dalam hibridisasi intervaritas adalah • Ikan bersisik menyebar/kaca perbedaan warna, bentuk, ukuran disilangkan dengan ikan yang dan kelengkapan biologis lain yang bersisik penuh melekat pada organ tubuh. 4. Bentuk tubuh ikan Perolehan ikan hybrid sangat bergantung pada karakter dari induk. Dalam kegiatan hibridisasi ini Waynorovich dan Horvarth (1980) biasanya akan dihasilkan individu menyatakan bahwa ikan hasil baru pada ikan konsumsi yang sudah hibridisasi interspesies adalah steril. dilakukan misalnya melakukan Disamping itu rata-rata ukuran persilangan antara ikan nila hitam morfometrik dan meristik dari ikan dengan ikan nila putih akan hibrid kebanyakan berada pada dihasilkan ikan nila yang berwarna pertengahan (intermediate) diantara tubuh ikan merah. Pada umumnya 82
    119. nilai rata-rata morfometerik dan (Carassius auratus). Sementara meristik induk. pada spesies ikan konsumsi, adalah ikan mas (Cyprinus carpio), ikan nila Hibridisasi merupakan metode yang (Oreochromis niloticus) dan spesies digunakan dalam upaya memperoleh ikan konsumsi lain karena disamping ikan keturunan baru. Matsui (1935) memiliki berbagai varitas juga menyatakan bahwa banyaknya keturunan hibrid telah mampu untuk varitas pada ikan maskoki dibudidayakan. merupakan akibat dari perkawinan antara mutan dengan induk asal atau Pengertian tentang persilangan ikan antara mutan dengan mutan dari ini ada berbagai pendapat misalnya induk yang sama sehingga secara crossbreeding merupakan morfologi terdapat varitas ikan persilangan juga tetapi bukan maskoki baru. Hibridisasi didasarkan persilangan seperti hibridisasi, pada perbedaan tampilan melainkan persilangan balik. Jenis morfometrik dan meristik. Metode ikan konsumsi yang merupakan hasil paling banyak dilakukan oleh petani persilangan balik adalah lele ikan maskoki adalah hibridisasi sangkuriang yang telah direlease karena disamping memiliki varitas oleh Menteri Perikanan dan Kelautan yang banyak, pada ikan keturunan pada tahun 2004. Jenis ikan ini sering diperoleh warna, bentuk dan merupakan hasil persilangan balik ukuran tubuh yang berbeda sehingga antara ikan lele generasi ke dua jumlah varitas akan lebih banyak. dengan ikan lele generasi ke enam Kirpichnikov (1981) menyatakan yang telah dibuat oleh Balai Besar bahwa hasil perlakuan hibridisasi Pengembangan Budidaa Air Tawar, tidak hanya dilihat dari tampilan Sukabumi. morfologi namun harus dilakukan pula pengukuran morfometrik dan meristik karena data yang diperoleh 4.1.3. Seks reversal merupakan refleksi dari kekuatan penurunan karakter dari sumber Seks reversal (monosex) adalah gamet disamping kondisi lingkungan suatu teknologi yang membalikan terjadi pada saat pembelahan sel arah perkembangan kelamin menjadi mulai bekerja. berlawanan. Cara ini dilakukan pada waktu menetas gonad ikan belum Beberapa spesies ikan air tawar berdiferensiasi secara jelas menjadi yang sering digunakan dalam jantan atau betina tanpa merubah kegiatan persilangan adalah spesies- genotipenya. Tujuan dari penerapan spesies ikan yang memiliki varitas sek reversal adalah menghasilkan yang banyak dan memiliki karakter populasi monoseks (tunggal morfologi yang dapat dibedakan kelamin), yang sangat bermanfaat secara jelas seperti populasi spesies dalam : ikan hias yang terdiri dari spesies 1. Mendapatkan ikan dengan ekor pedang (Xyphophorus pertumbuhan yang cepat maculatus), ikan guppi (Poecilia Pada beberapa jenis ikan reticulata) dan ikan maskoki konsumsi ada beberapa jenis 83
    120. ikan dimana pertumbuhan ikan yang berkelamin jantan jantan mempunyai pertumbuhan mempunyai warna tubuh yang yang lebih cepat daripada ikan lebih indah dibandingkan dengan betina, misalnya ikan nila jantan ikan bentinanya. Oleh karena itu mempunyai pertumbuhan lebih jika yang dipelihara pada ikan cepat pada ikan bentina, tetapi hias adalah ikan jantan maka pada jenis ikan lainnya yaitu ikan akan diperoleh hasil yang lebih mas pertumbuhan ikan betinanya menguntungkan karena nilai justru lebih cepat dibandingkan jualnya lebih mahal. dengan ikan jantan. Pada kelompok udang-udangan 4. Menunjang genetika ikan yaitu khususnya lobster untuk yang teknik pemurnian ras ikan berjenis kelamin jantan Pada kegiatan rekayasa genetika mempunyai pertumbuhan lebih misalnya ginogenesi akan cepat dibandingkan dengan diperoleh induk ikan yang betina. Oleh karena itu bagi para mempunyai galur murni. Induk pembudidaya yang akan ikan yang galur murni ini akan memelihara jenis ikan tersebut mempunyai gen yang homozigot dengan menggunakan populasi sehingga untuk melakukan tunggal kelamin akan lebih perkawinan pada induk yang menguntungkan dibandingkan homozigot tanpa mempengaruhi jika memelihara ikan dengan karakter jenis kelamin ikan populasi dua kelamin, selain itu tersebut dilakukan aplikasi seks waktu yang dibutuhkan untuk reversal pada induk galur murni memelihara ikan tersebut lebih sehingga pemurnian gen itu cepat sehingga terjadi efisiensi masih tetap bertahan. biaya produksi dan keuntungan akan meningkat. Teknologi seks reversal dapat dilakukan dengan menggunakan dua 2. Mencegah pemijahan liar metode yaitu : Dalam kegiatan budidaya ikan 1. Terapi hormon yaitu dengan jika memelihara ikan jantan dan menggunakan hormon steroid betina dalam satu wadah 2. Rekayasa kromosom budidaya maka tidak menutup kemungkinan ikan tersebut pada Teknologi seks reversal dengan saat matang gonad akan rekayasa kromosom akan dibahas melakukan pemijahan yang tidak pada bab IX secara detail pada diinginkan pada beberapa jenis subbab ini akan dibahas teknologi ikan yang memijahnya sepanjang seks reversal dengan menggunakan masa, seperti ikan nila, ikan mas. terapi hormon. Menurut Koolman & Rohm (2001) hormon adalah bahan 3. Mendapatkan penampilan yang kimia pembawa sinyal yang dibentuk baik dalam sel-sel khusus pada kelenjar Ikan yang dinikamati keindahan endokrin. Hormon disekresikan ke warna tubuhnya adalah ikan hias, dalam darah kemudian disalurkan ke hampir semua jenis ikan hias organ-organ yang menjalankan 84
    121. fungsi-fungsi regulasi tertentu secara 1. Gonokhorisme (gonochorism), fisiologik dan biokimia. Sel-sel yaitu memiliki jenis kelamin yang sasaran pada organ sasaran terpisah memiliki reseptor yang dapat 2. Hermaprodit (hermaphroditism), mengikat hormon, sehingga yaitu kedua jenis kelamin berada informasi yang diperoleh dapat pada individu yang sama. diteruskan ke sel-sel akhirnya 3. Uniseksualitas (unizexuality), menghasilkan suatu respon. Pesan yaitu spesies yang semua hormon disampaikan pada sel-sel individunya betina sasaran menurut dua prinsip yang berbeda. Hormon lipofilik masuk Ekspresi atau perwujudan seks kedalam sel dan bekerja pada inti bergantung pada dua proses, yaitu sel, sedangkan hormone hidrofilik determinasi seks dan diferensiasi bekerja pada membran sel. seks. Determinasi seks bertaggung jawab pada seks genetik (seks Teknik sex reversal mulai dikenal genotipe), sedangkan diferensiasi seks bertanggung jawab pada tahun 1937 ketika estradiol 17β perkembangan yang nyata dari disintesis untuk pertama kalinya. kedua jenis gonad (seks genotipe), Dalam perjalanannya teknik sex yaitu jantan dan betina. Kedua reversal telah mengalami beberapa proses tersebut secara bersama- perbaikan berawal dari perlakuan sama bertanggung jawab pada sex reversal yang baik dilakukan timbulnya dua kemungkinan pada saat beberapa hari setelah morfologi, fungsional, serta perilaku menetas, yaitu sebelum gonad pada individu jantan dan betina. berdiferensiasi, terus berkembang hingga penerapanyang dilakukan Penentu seks merupakan sejumlah pada induk yang sedang bunting. unsur genetik yang bertanggung Teknik sex reversal berbeda dengan jawab terhadap keberadaan gonad, hermaprodit, pada ikan hermaprodit atau sekumpulan gen yang setelah melewati rentang waktu bertanggungjawab terhadap tertentu, gonad secara alamiah akan pembentukan gonad. Terdapat tiga berubah menjadi jenis kelamin yang model penentu seks yang dapat berlawanan, fungsi hormon hanya diterapkan pada ikan, yaitu : mempercepat proses perubahan • Kromosom, yang merupakan tersebut. Sedangkan pada teknik sex pewarisan seks atau reversal perubahan jenis kelamin heterokromosom. Sistem ikan sangat dipaksakan dengan kromosom determinasi seks membelokkan perkembangan gonad betina atau jantan XX/XY. menjadi jantan atau betina dengan • Penentu proses penjantanan (maskulinisasi) seks poligenik atau pembetinaan dengan (polifaktorial) adalah suatu sistem (feminisasi). penentuan seks dimana terdapat gen penentu seks jantan dan Berdasarkan tipe reproduksinya, ikan betina epistatik (superior) yang dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu : berada pada autosom maupun heterokromosom. 85
    122. • atau ethynil estradiol. Hormon ini Penentu seks oleh lingkungan, memberikan efek perubahan dari melibatkan interaksi antar jantan menjadi betina genotipe dan lingkungan, (feminisasi). terutama suhu media selama 2. Androgen (hormon jantan) : perkembangan larva. Testoteron, 17 α-Methyl Testo- teron, androstendion. Hormon ini Proses diferensiasi seks adalah memberikan efek perubahan dari suatu proses perkembangan gonad betina menjadi jantan ikan menjadi suatu jaringan yang (maskulinisasi). definitif (pasti), yang terjadi terlebih dahulu pada betina dan kemudian Pada sex reversal terkadang terjadi baru terjadi pada jantan. Gonad ikan penyimpangan ekstrim yang dialami, pada saat baru menetas masih hal ini dapat terjadi karena pada berupa benang yang sangat halus beberapa jenis ikan (lele amerika) dan belum berdiferensiasi menjadi terdapat suatu zat yang menyerupai jantan atau betina. Proses enzim aromaterase sehingga hormon diferensiasi seks pada betina ditandai dengan meiosis oogonia 17α metiltestosteron yang masuk ke dan/atau perbanyakan sel-sel dalam tubuh terlebih dahulu somatik membentuk rongga ovari, dikonversi menjadi estradiol 17β dan sebaliknya pada diferensiasi seks berfungsi sebagai hormon sehingga pada jantan ditandai dengan terjadi penyimpangan hingga 100%. muculnya spermatoonia serta pembentukan sistem vaskular pada Dalam penerapan sex reversal testis. dengan menggunakan terapi hormon dapat diberikan beberapa cara yang Hormon steroid secara alamiah didasarkan pada efektifitas, efisiensi, terlibat dalam proses diferensiasi kemungkinan polusi dan biaya. Cara seks. Upaya pengontrolan proses pemberian hormone dalam teknologi diferensiasi seks dilakukan dengan seks reversal dapat dilakukan pemberian steroid seks dari luar dengan beberapa cara antara alin tubuh (eksogenous) pada ikan yang adalah : belum berdiferensiasi. Ikan-ikan hasil 1. Oral sex reversal pada umumnya Metoda oral adalah metode mengalami perubahan kelamin yang pemberian hormon melalui mulut bersifat permanen dan berfungsi yang dapat dilakukan dengan normal. Pemberian steroid seks pemberian pakan alami maupun sebaiknya diberikan sebelum muncul pakan butan. Pada pakan tanda-tanda diferensiasi gonad buatan, hormon dilarutkan dalam dengan menggunakan hormon pelarut polar seperti alkohol. estrogen atau androgen. Jenis-jenis Cara yang dilakukan adalah hormon steroid yang dapat dengan mencampur hormon 17 α digunakan dalam terapi hormon metyltestoesteron secara merata antara lain adalah : dengan pakan dengan dosis 1. Estrogen (hormon betina) : disesuaikan jenis ikan yang akan Estradiol-17 β, esteron, estriol diaplikasikan. Pemberian hormon 86
    123. pada pakan alami dapat larutan hormon secara merata dilakukan dengan teknik kepermukaan pakan dengan bioenkapsulasi. Secara detail menggunakan sprayer. Setelah teknik tentang bioenkapsulasi ini tercampur dengan merata, pakan dijelaskan secara detail pada bab dibiarkan di udara terbuka di VII. tempat yang tidak terkena sinar matahari (di angin-anginkan) Selanjutnya Anonim, (2001), agar alkohol dapat menguap. mengatakan bahwa berdasarkan Selanjutnya pakan yang telah penelitian sampai saat ini teknik tercamput hormon dimasukkan penghormonan melalui oral ke dalam wadah tertutup dan di paling banyak digunakan para simpan di dalam lemari pendingin pembudidaya ikan karena hasil yang diperoleh lebih dari 95 2. Perendaman (dipping/bathing) sampai 100% bila dibandingkan Metoda perendaman (dipping), dengan perendaman yang yaitu dengan cara merendamkan menghasilkan 70 – 80%. Dengan larva ikan ke dalam larutan air pencampuran hormon pada yang mengandung 17 α pakan juga sangat efisien dalam metyltestoesteron dengan dosis pemakaian dosis hormon dan 1,0 gram/liter air. Metode ini kemudahan memperoleh pakan dapat diaplikasikan pada embrio, ikan. Sedangkan kelemahan dan pada larva ikan yang masih metoda oral ini adalah pada awal belum mengalami diferensiasi pemberian pakan, larva perlu jenis kelamin (sex), dan lama menyesuaikan jenis pakan perendaman tergantung dosis buatan sehingga apabila pakan hormon yang diaplikasikan, tidak segera dimakan maka dimana semakin banyak dosis kemungkinan besar hormon akan hormon maka semakin singkat tercuci kedalam media budidaya. waktu perendaman dan demikian juga sebaliknya. Menurut Muhammmad Zairin Jr. (2002), pemberian akriflavin Perendaman yang dilakukan dengan dosis 15 mg/kg pakan pada fase embrio dilakukan pada dengan frekwensi pemberian saat fase bintik mata mulai pakan 3 – 4 kali sehari terbentuk, karena dinggap embrio menghasilkan 89% ikan jantan telah kuat dalam menerima dengan survival rate 88%. perlakuan. Kelemahan cara ini adalah obat atau hormone terlau Prinsip kerja pencampuran jauh mengenai target gonad, hormon pada pakan yakni namun lebih hemat pada hormon dilarutkan dan penggunaan hormone. diencerkan dalam alkohol. Perendaman juga dapat Kemudian larutan hormon dilakukan pada umur larva yang dicampurkan dengan pakan telah habis kuning telurnya, buatan berupa pellet serbuk karena ada anggapan pada dengan cara menyemprotkan stadia ini gonad masih berada 87
    124. pada fase labil sehingga mudah tidak dapat berkembang. Hal ini dipengaruhi oleh rangsangan biasanya berhubungan dengan luar. Kelemahannya adalah kesesuaian dosis yang diberikan. efektifitas hormone berkurang Menurut Zairin Jr (2002) Secara karena jauh mengenai target umum dosis yang terlalu tinggi akan gonad. Larva yang dipergunakan mendorong sterilitas dan dosis yang dalam penerapan teknologi sex terlalu rendah akan mendorong sex reversal ini adalah larva yang reversal yang tidak sempurna berumur antara 5 – 10 hari sehingga bakal testis dan ovari dapat setelah menetas atau pada saat dijumpai pada saat bersamaan. tersebut panjang total larva berkisar antara 9,0 sampai 13 Setelah dilakukan aplikasi teknologi mm , dimana ikan dengan umur seks reversal pada individu ikan, serta ukuran seperti tersebut di maka harus dilakukan uji progeni. Uji atas secara morfologis masih progeni ini untuk menentukan belum mengalami diferensiasi apakah ikan yang telah ditreatment kelamin.(Anonim, 2001). tersebut sudah berubah kelamin. Terdapat dua metode yang Perendaman induk betina yang digunakan dalam identifikasi jenis sedang bunting juga merupakan kelamin, antara lain adalah : salah satu alternative pada 1. Metode asetokarmin metode dipping namun harus Identifikasi gonad dengan dipertimbangkan efektifitas dan metode asetokarmin dilakukan efesiensinya sehingga induk hanya untuk keperluan yang direndam sebaiknya induk- penelitian, karena ikan harus induk yang berukuran kecil. dimatikan terlebih dahulu untuk diambil gonadnya. Asetokarmin 3. Suntikan/implantasi adalah larutan pewarna yang Metode suntikan atau implantasi digunakan untuk mewarnai ini biasanya hanya dapat jaringan gonad. Larutan ini dibuat dilakukan pada ikan yang dengan cara melautkan 0,6 g berukuran dewasa. Proses bubuk karmin didalam 100 ml penyuntikan dilakukan pada asam asetat 45%. Larutan bagian punggung ikan dengan dididihkan selama 2 – 4 menit dosis yang disesuaikan dengan kemudian didinginkan, kemudian jenis dan ukuran ikan. disaring dengan kertas saring dan disimpan dalam botol yang Perlu diperhatikan bahwa tertutup rapat pada suhu ruang. pengubahan jantanisasi (maskulinisasi) kadang-kadang Pemeriksaan gonad dilakukan menunjukkan penyimpangan seperti dengan cara membedah ikan ditemukan individu yang memiliki terlebih dahulu yang kemudian bakal testis dan sekaligus bakal diambil gonadnya secara hati- ovari. Selain itu mungkin saja hati. Gonad yang sudah terambil dijumpai individu yang diletakkan pada gelas objek dan steril/abnormal karena gonadnya diberi larutan asetokarmin 2 – 3 88
    125. tetes, kemudian dicincang plastik, wadah perlakuan yang dengan pisau skalpel sampai berupa akuarium dengan ukuran halus, lalu tutup dengan gelas yang menyesuaikan dengan penutup dan siap diamati di kepadatan ikan yang akan diberi bawah mikroskop. perlakuan, dan wadah pemeliharaan larva. 2. Metode morfologi Identifikasi kelamin dengan Peralatan yang digunakan pada pengamatan morfologi adalah teknik sex reversal adalah peralatan cara terhemat karena tidak harus lapangan pemeliharaan ikan yang mematikan ikan yang akan berupa seser, selang sipon, aerator, diamati. Cara ini apat dilakukan selang aerasi, dan batu aerasi. pada ikan-ikan yang memiliki Peralatan yang akan digunakan dimorfisme seksual yang jelas sebaiknya disanitasi terlebih dahulu antara jantan dan betina. dengan menggunakan larutan desinfektan atau sabun cuci untuk Aplikasi seks reversal telah berhasil menghindari ikan yang akan dilakukan pada beberapa jenis ikan dipelihara dari hama penyakit yang berdasarkan hasil penelitian antara kemungkinan terbawa pada wadah. lain adalah : Selain peralatan lapangan, untuk 1. Ikan hias : ikan guppy, cupang, melakukan teknik sex reversal juga tetra kongo dan rainbow trout diperlukan peralatan dalam dengan menggunakan metode perlakuan melalui pakan yaitu, perendaman embrio untuk ikan baskom yang digunakan sebagai cupang dan tetra kongo, wadah dalam pembuatan ramuan perendaman induk untuk ikan pakan, sendok kayu digunakan untuk guppy, perendaman larva untuk mengaduk dan meratakan larutan rainbow dan pemberian pakan. hormon, hand sprayer digunakan 2. Ikan konsumsi : nila dan mas, untuk menyemprotkan larutan dengan perendaman embrio, hormon dalam pakan, spuit suntik larva dan pemberian pakan. sebagai alat untuk mengambil larutan hormon dan botol gelas yang Langkah awal dalam melakukan berwarna gelap sebagai wadah seks reversal adalah menyiapkan pelarutan hormon dengan alcohol. wadah yang akan digunakan. Wadah Sedangkan peralatan yang yang dapat digunakan untuk diperlukan pada perlakuan melalui melakukan teknik sex reversal antara rendaman antara lain, baskom lain adalah akuarium, bak fiber, bak plastik sebagai wadah perendaman semen, bak plastik. Wadah untuk induk atau larva, aerator sebagai teknik sex reversal dapat penyuplai udara, spuit suntik sebagai dikelompokan berdasarkan alat untuk mengambil larutan hormon kebutuhan dan jenis metode yang dan botol gelas yang berwarna gelap akan digunakan. Wadah-wadah yang sebagai wadah pelarutan hormon digunakan yang mendasar adalah dengan alcohol wadah pemeliharaan induk dapat berupa kolam semen atau bak-bak 89
    126. Bahan-bahan yang harus disediakan dengan dosis yang sudah ditentukan (Feeding rate 30 – antara lain hormon 17α 40% per bobot biomassa/hari) metiltestosteron atau estradiol 17β dikalikan selama 10 hari sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemberian pakan. sex reversal, alcohol sebagai pelarut 5. Siapkanlah larutan alkohol hormon, pakan alami atau buatan dengan konsentrasi 70% sesuai (bila melalui metode oral) dan air dengan kebutuhan. bersih yang telah diendapkan selama 6. Siapkanlah hormon yang akan 12 – 24 jam sebagai media digunakan sesuai kebutuhan. perendaman (bila menggunakan Misalnya jumlah kebutuhan metode dipping) pakan 250 gram, dosis penghormonan 40 mg/kg pakan, Pembuatan pakan berhormon maka timbanglah hormon Dalam aplikasi seks reversal dengan sebanyak 10 mg. metode oral melalui pemberian 7. Larutkanlah hormon tadi ke pakan berhormon maka dosis dalam alkohol tersebut sebanyak hormon yang digunakan akan sangat 10 ml ( 1mg/ml), lalu simpan spesifik untuk jenis ikan tertentu. dalam botol berwarna gelap Dalam prosedur ini akan dibuat (tidak bening). pakan berhormon untuk jenis ikan 8. Campurlah larutan hormon nila. Adapun prosedur yang dengan pakan dengan cara dilakukan adalah sebagai berikut : menggunakan hand sprayer 1. Tangkaplah larva ikan yang akan disemprotkan secara merata diberikan perlakuan dari pada pakan. Untuk kolam/bak pemijahan menghilangkan alkohol angin- 2. Pilihlah larva yang masih anginkanlah pakan tersebut berumur di bawah 10 hari sampai bau alkoholnya sudah dengan melihat kriteria yang tidak menyengat lagi. sesuai dengan ciri-ciri yang 9. Simpanlah hormon yang sudah sudah ditentukan. dianginkan pada kantong plastik 3. Timbanglah biomassa larva yang yang berwarna gelap dengan akan diberi perlakuan ditutp rapat-rapat baik sebelum penghormonan yaitu dengan maupun sesudah dipakan, atau cara mengambil dan menimbang dapat juga disimpan dalam beberapa sampel untuk reprigrator (+ 4o C) kemudian hasil penimbangan 10. Diskusikan secara berkelompok sampel dibagi dengan jumlah tentang prosedur pembuatan rata-rata larva sampel untuk pakan berhormon mendapatkan berat rata-rata larva, selanjutnya hitunglah jumlah populasi larva, lalu Pembuatan larutan perendaman kalikan dengan berat rata-rata larva untuk mendapatkan berat Aplikasi seks reversal pada ikan total larva. guppy bertujuan untuk menghasilkan 4. Timbanglah pakan yang ikan berjenis kelamin jantan. Pada dibutuhkan untuk larva sesuai 90
    127. ikan guppy jenis kelamin jantan 5. Pindahkan induk ikan guppy mempunyai warna dan bentuk tubuh yang telah direndam ke dalam yang lebih indah dibandingkan akuarium dan amati proses dengan ikan betina. Teknik seks kelahiran anak dan hitung jumlah reversal pada ikan guppy dapat anak yang dihasilkan dilakukan dengan dua metode yaitu 6. peliharalah anak yang dihasilkan perendaman induk dan pemberian sampai berumur 2-3 bulan dan pakan berhormon. Pada metode diidentifikasi jenis kelaminnya perendaman, dosis yang digunakan secara morfologis dan histologis. adalah 2 mg/l air dan lama perendaman selama 12 jam sampai Penerapan seks reversal yang telah 24 jam pada induk ikan yang sedang dilakukan penelitian oleh beberapa bunting dan memberikan hasil 100% peneliti yang telah disusun dalam jantan. Sedangkan dengan metode Zairin (2002) sangat berbeda untuk pemberian pakan dengan dosis 400 jenis ikan tentang dosis dan hasil mg/l dengan lama perlakuan 10 hari yang diperoleh antara lain adalah : • Ikan mas : 100 mg/kg pakan hanya menghasilkan 58% jantan (Zairin, 2002). Adapun prosedur selama 36 hari pada larva 8 – 63 hari, pada suhu 20 – 25 oC, pembuatan larutan perendaman adalah sebagai berikut : menghasilkan 71 – 90% betina 1. Siapkan alat dan bahan yang • Ikan mas : 100 mg/kg pakan akan diperlukan selama 36 hari, pakan 2. Buatlah larutan hormon dengan berhormon-cacing-pakan cara timbang hormon sebanyak berhormon, menghasilkan 97% 20 mg dan masukkan dalam betina tabung polietilen dan tambhakan • Ikan nila 10 – 60 mg /kg pakan, 0,5 ml larutan alkohol 70%. Tutup selama 10 – 15 hari, umur 21-28 dan kocok sampai hormon larut, hari, hasilnya 95-100% jantan kemudian tuangkan hormon • Ikan guppy, 400 mg mt/kg kedalam wadah berisi 10 liter air pakan, selama 10-15 hari pada pemeliharaan , beri aerasi dan betina bunting, hasil 70% jantan siap untuk digunakan. • Ikan guppy, 1-2 mg/liter media 3. Pilihlah induk ikan guppy yang selama 24 jam pada betina sedang bunting dengan melihat bunting, hasil 100% jantan bentuk tubuhnya dan pilihlah • Congo tetra fase bintik mata, 25 induk yang akan melahirkan 8 mg/liter media selama 8 jam, hari kemudian sebanyak 50 ekor. hasil 89% jantan Ikan guppy biasanya mengalami • Betta splendens/cupang fase masa bunting selama 40 hari. bintik mata, 20 mg/liter media 4. Masukkan induk tersebut selama 8 jam, hasil 85% jantan kedalam larutan hormon dan rendam selama 24 jam. 91
    128. Keberhasilan teknik sex reversal dapat diketahui melalui beberapa parameter antara lain : a. Daya tetas telur atau kualitas larva yang dihasilkan Jumlah telur yang menetas Perhitungan daya tetas telur = x 100% Jumlah telur awal b. Derajat kelangsungan hidup larva yang dihitung setelah beberapa hari pemeliharan Jumlah larva yang hidup Derajat kelangsungan hidup = x 100% Jumlah larva awal c. Nisbah kelamin, perbandingan jenis kelamin yang dihasilkan. Hal ini dapat dihitung setelah 2-3 bulan pemeliharaan larva. perhitungan nisbah kelamin untuk mengetahui keberhasilan teknik sex reversal dengan rumus : jumlah individu jantan % jantan = x 100% jumlah individu total jumlah individu betina % betina = x 100% jumlah individu total peningkatan frekuensi ketidak Inbreeding normalan bentuk dan penurunan laju Inbreeding adalah perkawinan antara pertumbuhan ikan. individu-individu yang sekerabat yaitu berasal dari jantan dan betina Silang dalam menyebabkan yang sama induknya dan pada heterozigositas ikan berkurang dan varietas yang sama. Inbreeding atau keragaman genetik menjadi rendah. silang dalam akan menghasilkan Menurut Nurhidayat (2000), lele individu yang homozigositas. dumbo yang berasal dari Sleman, Kehomozigotan ini akan Tulung Agung dan Bogor mempunyai melemahkan individu-individunya stabilitas perkembangan yang terhadap perubahan lingkungan. rendah akibat telah mengalami Homozigositas ini berari hanya ada tekanan silang dalam yang satu tipe alel untuk satu atau lebih ditunjukkan dengan tingginya nilai lokus. Selain itu silang dalam akan fluktuasi asimetri dan adanya menyebabkan penurunan individu yang tidak tumbuh sirip dada kelangsungan hidup telur dan larva, dan sirip perut pada kedua sisinya 92
    129. (abnormal). Menurut Leary et al ikan dibutuhkan suatu penerapan (1985), individu yang homozigot effective breeding number (Ne) pada kurang mampu mengimbangi ikan budidaya. Berdasarkan hasil keragaman lingkungan dan penelitian nilai Ne untuk setiap jenis memproduksi energi untuk ikan berbeda, misalnya pada ikan pertumbuhan dan perkembangan. mas nilai Nenya adalah > 50 ekor Oleh karena itu fluktuasi asimetri yang berarti jika para pembudidaya merupakan indikator untuk akan melakukan program mengetahui adanya silang dalam. pembenihan ikan mas dalam suatu Fluktuasi asimetri ini merupakan hatchery, minimal harus mempunyai perubahan organ atau bagian tubuh induk dengan jumlah lebih dari 25 sebelah kiri dan kanan yang pasang agar tidak terjadi inbreeding. menyebar normal dengan rataan Pada ikan nila, nilai Nenya adalah > mendekati nol. Selain itu individu 133 ekor , sedangkan pada ikan lele yang mengalami tekanan silang adalah 50 ekor. dalam mempunyai ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang Dalam memperoleh induk ikan yang rendah. mempunyai galur murni dapat dilakukan dengan dua metode yaitu : Berdasarkan beberapa parameter pengukuran dalam menentukan 1. Closed breeding. apakah pada suatu populasi telah Closed breeding berarti mengalami tekanan silang dalam, perkawinan yang tertutup, yang memperlihatkan bahwa silang dalam mempunyai arti lain yaitu memberikan dampak negatif dalam melakukan perkawinan yang budidaya ikan. Tetapi dalam program dekat sekali kaitan untuk memperoleh individu galur kekeluargaannya misalnya anak murni hanya dapat dilakukan dengan dan tetua atau antar saudara menerapkan program breeding sekandung. Perkawinan antara ini.Jadi tujuan penerapan silang saudara sekandung atau antara dalam (inbreeding) hanya bertujuan individu-individu yang sefamili untuk memperoleh induk ikan yang akan mengakibatkan pembagian mempunyai galur murni, individu alel-alel melalui satu atau lebih galur murni mempunyai dari leluhur yang sama. Bila homozigositas yang tinggi. Program perkawinan individu ini terjadi breeding ini merupakan program maka alel-alel yang mereka konvensional dalam memperoleh dapatkan dari leluhur yang sama induk ikan yang galur murni. akan diperoleh kembali. Maka hal ini akan mengakibatkan Perkawinan antara individu-individu keturunan yang dihasilkan adalah yang sekerabat ini yang sangat dekat individu-individu yang homozigot kekerabatannya biasa terjadi dalam dari satu atau lebih lokus. suatu populasi ikan yang sangat Dengan melakukan silang dalam, kecil. Oleh karena itu untuk ferkuensi gen tidak berubah menghindari terjadinya silang dalam tetapi homosigositas meningkat. pada program penegmbangbiakan Menurut Tave (1986) pengaruh 93
    130. silang dalam terhadap frekuensi untuk beberapa generasi. genotipe dan frekuensi alel Menurut Tave (1986) prosedur dalam lokus dapat dilihat pada linebreeding dapat dilakukan Tabel 4.2. dengan dua tipe yaitu Mild Linebreeding dan Intense 2. Line breeding. Linebreeding. Untuk Line breeding berarti perkawinan membedakan kedua program satu jalur yaitu perkawinan linebreeding ini menurut Tave keluarga yang bertujuan untuk (1986) dapat dilihat pada Gambar meningkatkan sifat-sifat tertentu 4.1. Dari hasil mild linebreeding baik yang berasal dari nenek bertujuan untuk individu A moyang bersama yang jantan berkontribusi 53,12% pada gen maupun betina terhadap kostitusi individu K, sedangkan pada genetik pada progeninya. Bentuk intense linebreeding individu A line breeding yang sering berkontribusi 93,75% pada gen dilakukan adalah backcross individu G. kepada orangtuanya yang sama Tabel 4.2. Pengaruh silang dalam terhadap frekuensi genotipe dan frekuensi alel dalam lokus. Perkawinan setiap generasi : AA X AA; Aa X Aa; aa X aa (Tave, 1986) Frekuensi genotipe Frekuensi Alel Generasi f(AA) f(Aa) f (aa) f(A) f(a) P1 0,25 0,5 0,25 0,5 0,5 F1 0,375 0,25 0,375 0,5 0,5 F2 0,4375 0,125 0,4375 0,5 0,5 F3 0,46875 0,0625 0,46875 0,5 0,5 F4 0,48437 0,3125 0,48437 0,5 0,5 F5 0,49218 0,15625 0,49218 0,5 0,5 F6 0,49609 0,007812 0,49609 0,5 0,5 F7 0,49804 0,003906 0,49804 0,5 0,5 F8 0,49902 0,001953 0,49902 0,5 0,5 F9 0,49951 0,000976 0,49951 0,5 0,5 Fn 0,5 0,0 0,5 0,5 0,5 94
    131. Mild Linebreeding Intense Linebreeding A X B AXB ↓ ↓ CX D A XC ↓ ↓ E X G AXD ↓ ↓ H X I AXE ↓ ↓ A X J G ↓ K Gambar 4.1. Diagram skematik perkawinan dua tipe linebreeding yaitu mildline breeding dan intense line breeding (Tave, 1986). pemeliharaan induk. Biasanya kolam Aplikasi seleksi induk pada induk hanya disesuaikan dengan budidaya kondisi lahan dan keuangan. Untuk Dalam aplikasi budidaya para petani memudahkan dalam pengelolaan ikan biasanya melakukan dan efisiensi penggunaan kolam, pemeliharaan terhadap induk ikan maka luas kolam induk jantan dan yang diperoleh dari hasil budidaya betina masing-masing berkisar 15 – dengan cara induk jantan dan betina 30 meter persegi. Setiap kolam dipelihara secara terpisah. Hal ini dilengkapi dengan saluran lebih memudahkan dalam pemasukan dan pengeluaran air. Di pengelolaan, pengontrolan dan yang kedua saluran ini biasanya terpenting dapat mencegah dilengkapi dengan saringan agar terjadinya memijah diluar kehendak induk-induk tersebut tidak keluar “mijah maling”. Kolam induk berupa atau kabur. Kepadatan penebaran induk antara 3 – 4 kg/m2, sedangkan kolam tanah, kolam tembok, atau kolam tanah dengan pematang dari ketinggian air dikolam induk antara tembok. Tidak ada ketentuan khusus 60 – 75 cm. Agar diperoleh tentang ukuran kolam untuk kematangan induk yang memadai, 95
    132. setiap hari induk di beri pakan tersebut dilakukan seleksi induk bergizi. Jenis pakan yang diberikan secara berkala sampai mendapat berupa pakan buatan berupa pelet induk yang benar-benar baik dan sebanyak 3 – 5 % perhari dari bobot sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan induk yang dipelihara. Ada juga pembenihan ikan lele diawali dengan induk ikan yang diberikan pakan seleksi induk. Induk yang akan dipilih berupa limbah peternakan ayam adalah induk jantan dan betina yang (ayam yang mati) yang dibakar atau matang gonad. Ciri-ciri induk betina direbus terlebih dahulu. ikan lele adalah genital papila berbentuk bundar (oval), bagian perut relatif lebih besar, gerakan 4.1.5.1. Seleksi Induk Ikan Lele lambat, jika di raba bagian perut terasa lembek dan alat kelamin berwarna kemerah merahan. Seleksi induk ikan lele secara umum sedangkan induk jantan dicirikan di mulai dari ikan ukuran benih (5-10 dengan genitalnya meruncing ke cm ). Benih ikan yang baik untuk arah ekor, perut ramping dan pada induk di pilih dengan ciri-ciri antara ujung alat kelamin berwarna lain adalah memiliki pertumbuhan kemerahan selain itu ada perubahan yang lebih cepat, tidak cacat, warna tubuh menjadi coklat gerakan lincah dan memiliki bentuk kemerahan. Untuk lebih jelasnya tubuh yang baik. Benih/calon induk dapat dilihat pada Gambar 4.2 dan tersebut dipelihara didalam kolam Gambar 4.3. dengan baik, selanjutnya calon induk Gambar 4.2. Induk ikan lele betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) 96
    133. Gambar 4.3. Induk ikan lele jantan tampak atas (kiri), genital papilla (kanan) • Induk yang sudah dipilih Jika bagian perut secara berdasarkan matang gonadnya, perlahan diurut ke arah anus, kemudian diberok (dipuasakan) akan keluar beberapa butir telur selama 2 hari. Selama pemberokan berwarna hijau tua dan induk jantan dan betina dipisahkan. ukurannya relatif besar. Tujuan dari pemberokan ini adalah • Gerakannya lambat. untuk mengurangi kandungan lemak pada tubuh ikan. Hal ini disebabkan Ciri-ciri induk jantan lele dumbo lemak pada tubuh ikan dapat jantan yang telah siap untuk menghambat ovulasi telur pada dipijahkan sebagai berikut : betina dan pengeluaran sperma • Alat kelamin tampak jelas pada induk jantan. Induk yang akan memerah diberok dipisahkan antara induk • Warna tubuh agak kemerah- jantan dan betina. Hal ini bertujuan merahan untuk menghindari mijah maling. • Tubuh ramping dan gerakannya Selain itu, pemisahan induk tersebut lincah. bertujuan mempercepat pemijahan ikan. 4.1.5.2. Seleksi induk ikan Mas Ciri-ciri induk betina lele dumbo yang siap untuk dipijahkan sebagai Induk ikan Mas yang akan dipijahkan berikut: sebaiknya dipelihara dalam tempat • Bagian perut tampak membesar yang terpisah antara jantan dan ke arah anus dan jika diraba betina agar pertumbuhan induk ikan terasa lembek. opimal dan tidak terjadi perkawinan • Lubang kelamin berwarna yang tidak diinginkan. Dalam kemerahan dan tampak agak pemeliharaan induk ikan Mas harus membesar. dilakukan dengan baik dan benar 97
    134. agar diperoleh induk yang siap dan terhadap penyakit dan unggul untuk dikawinkan. perubahan lingkungan serta responsive terhadap pakan. Pemeliharaan induk ikan Mas merupakan salah satu aspek penting Calon-calon induk yang telah di yang harus dilaksanakan dalam seleksi dipelihara di kolam program pengembangbiakan ikan pemeliharaan induk sampai siap Mas. Induk ikan Mas yang dipelihara untuk dipijahkan. Agar diperoleh dengan baik akan menghasilkan telur induk yang berkualitas dan dapat dan benih ikan dalam jumlah dan menghasilkan telur dalam jumlah kualitas yang diharapkan. yang maksimal, yang harus diperhatikan adalah: • Pemeliharaan Induk ikan yang baik sebaiknya pakan yang dipelihara dari masa benih, hal teratur, pakan yang diberikan tersebut dapat dilihat dari gerakan harus mempunyai kadar protein yang incah, tumbuh bongsor, sehat 30-35%, jumalh pakan yang dan mempunyai nafsu makan yang diberikan per hari berkisar antara baik. Pemeliharaan benih calon 2-3% dan frekuensi pemberian induk sebaiknya dilakukan sejak pakan sebanyak 2-3 kali. pemanenan, benih umur 1 bulan. • Kondisi kolam pemeliharaan Dalam pemeliharaan calon induk ini harus optimal, yaitu kandungan harus diberi pakan yang cukup dan oksigen terlarut minimal 5 ppm, bergizi. Calon-calon induk yang suhu air berkisar25-300C dan air dipelihara tersebut selanjutnya di tidak tercemar. seleksi kembali pada saat berukuran • Padat penebaran calon induk 100-200 gram. Calon induk jantan berkisar antara 0,1 kg/m2 – 0,25 dan betina dipilih berdasarkan ciri-iri kg/m2. morfologisnya yang baik, diantaranya adalah: Calon-calon induk tersebut dipelihara • Calon induk harus mempunyai sampai mencapai ukuran tertentu karakter morfologis dengan untuk dipijahkan. Induk ikan Mas kriteria sebagai berikut: bentuk jantan lebih cepat matang gonad tubuh kekar, pangkal ekor kuat dibandingkan dengan ikan Mas dan lebar, sisik besar dan teratur, betina. Umur ikan Mas jantan 10-12 warna cerah, kepala lancip dan bulan dengan bobot 0,6-0,75 kg lebih kecil dari lebar tubuh (1 : sudah sampai matang kelamin, 1,5), daerah perut melebar dan sedangkan induk betina yang ideal datar, badan tebal dan mencapai matang gonad pada umur berpunggung tinggi. 1,5-2 tahun dengan berat 2-3 kg. • Calon induk harus berasal dari Induk ikan Mas yang akan dipijahkan keturunan yang berbeda, baik harus benar-benar dapat dibedakan jantan maupun ikan betina. antara jantan dan betina. Adapun • Calon induk harus mempunyai ciri-ciri induk jantan dan betina ikan sifat cepat tumbuh, sehat, tahan Mas dapat dilihat pada Tabel 4.1. 98
    135. Tabel 4.1. Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Ikan Mas No Jantan Betina 1. Sirip dada relatif panjang, jari-jari Sirip dada relatif pendek, lunak, luar tebal lemah, jari-jari luar tipis 2. Lapisan sirip dada kasar Lapisan dalam sirip dada licin 3. Kepala tidak melebar Kepala relatif kecil, bentuk agak meruncing 4. Tubuh lebih tipis/langsing, Tubuh lebih tebal/gemuk ramping dibandingkan betina dibandingkan jantan pada umur pada umur yang sama yang sama 5. Gerakannya gesit Gerakannya lamban dan jinak 6. Sehat dan tidak cacat Sehat dan tidak cacat 7. Sisik teratur dan warna cerah Sisik teratur dan warna cerah Induk ikan Mas jantan dan betina baik akan dapat mencapai matang harus dipelihara dalam kolam yang gonad. Adapun ciri-ciri induk ikan terpisah agar ikan cepat matang Mas yang matang gonad dapat kelamin dan tidak terjadi perkawinan dilihat pada Tabel 4.2. dan Gambar liar. Induk yang dipelihara dengan 4.3 dan Gambar 4.4. Tabel 4.2 . Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina Matang Gonad No Jantan Betina 1. Tubuh ramping Perut membulat dan lunak jika diraba 2. Mengeluarkan cairan putih/ Genital papilla mengembang, sperma bila perut ditekan ke arah agak terbuka dan berwarna anus kemerahan 3. Lubang anus melebar dan menonjol (agak membengkak) 99
    136. Gambar 4.3. Induk ikan mas betina tampak atas (kiri) dan genital papilla (kanan) Gambar 4.4. Induk ikan mas jantan tampak atas (kiri), genital papilla (kanan) induk agar mampu hidup dan 4.1.5.3. Seleksi induk ikan nila berkembang-biak secara optimal. Pengelolaan induk dalam kegiatan Ruang lingkup pengelolaan induk usaha pembenihan mempunyai dengan mengacu pada ketercapaian peran yang sangat penting dalam efisiensi suatu usaha pembenihan menunjang keberhasilan, karena ikan dapat di kelompokan ke dalam induk merupakan salah satu faktor tiga kelompok yaitu pengadaan utama yang akan menentukan induk, pemeliharaan calon induk, dan kualitas dan kuantitas benih yang peningkatan mutu induk atau dihasilkan. mempertahankan mutu induk. Pengelolaan induk dilakukan atas Untuk dapat mencapai efisiensi dasar sifat induk dan kebutuhan suatu usaha pembenihan, dalam pengadaan induk ada dua hal yang 100
    137. • harus diperhatikan yaitu kuantitas Mortalitas induk, yaitu prosentase calon induk dan kualitas calon induk. jumlah induk yang hilang selama Perhitungan untuk menentukan pemeliharaan (umur produktif) berapa jumlah induk yang harus baik yang disebabkan oleh tersedia dalam suatu unit kematian/hilang atau sesuatu hal pembenihan, agar dapat sehingga induk tersebut tidak menghasilkan benih sesuai dengan berproduksi untuk menghasilkan peluang atau pangsa pasar yang telur. ada, maka dalam menghitung jumlah induk harus mempertimbangkan 4 Dari aspek tersebut diatas secara aspek yaitu : praktis jumlah induk ikan nila pada • Skala usaha, yaitu satuan unit suatu areal/kolam pemijahan usaha terkecil dalam pembenihan ditentukan oleh induk jantan dan ikan nila yang secara ekonomis ukuran induk. Hal ini disebabkan sifat masih mampu memberikan ikan nila memijah adalah dimana efisiensi dan keuntungan yang induk jantan akan membuat suatu optimal. daerah teritorial yang tidak boleh • Kuantitas digangggu ikan lain. Dengan dan kontinuitas demikian jumlah ikan betina produksi, yaitu banyaknya produk umumnya lebih banyak dari pada (benih) yang harus dihasilkan ikan jantan agar mudah memberi sesuai dengan kriteria yang kesempatan pada jantan untuk dapat ditentukan dalam periode dan menemukan betina yang matang interval waktu tertentu secara gonad. terus menerus sesuai dengan target yang telah ditentukan. Setelah mengetahui tanda-tanda • Produktifitas induk, yaitu calon induk yang baik pada ikan nila, kemampuan induk betina dari selanjutnya kita harus mampu setiap pemijahan untuk membedakan induk jantan dan induk menghasilkan benih ikan nila betina. Untuk dapat membedakan sesuai dengan kriteria yang antara induk jantan dan betina dapat ditentukan. dilihat pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.5. Tabel 4.3 . Ciri-ciri Induk Jantan dan Betina CIRI-CIRI INDUK BETINA CIRI-CIRI INDUK JANTAN • • Dagu relatif kecil berwarna putih. Dagu menonjol berwarna merah. • • Sirip dada berwarna hitam dan Sirip dada berwarna coklat pendek. kemerahan dan relatif panjang. • • Perut melebar berwarna putih. Perut pipih warna hitam. • • Bila perut diurut dari dada ke Bila perut diurut dari dada ke genitalia keluar cairan bening. genitalia tidak keluar cairan. 101
    138. dapat dipijahkan adalah bila bagian perut diurut ke arah anus akan keluar cairan putih dan kental. Untuk dapat membedakan induk ikan patin jantan dan betina yang matang gonad dapat dilihat pada Gambar 4.6. Gambar 4.6. Induk ikan patin jantan (atas) dan betina (bawah) Induk ikan yang telah diseleksi Gambar 4.5. Induk ikan nila selanjutnya diberok (dipuasakan) selama 1-2 hari. Selama pemberokan induk ikan, air terus 4.1.5.4. Seleksi induk ikan patin menerus dialirkan ke kolam/wadah pemberokan. Tujuan pemberokan Induk ikan patin dapat dipijahkan adalah untuk mengurangi kadar setelah umur 2-3 tahun. Pada umur lemak pada saluran pengeluaran tersebut induk ikan patin telah telur. Oleh sebab itu selama memiliki berat badan 3-5 kg/ekor. pemberokan induk ikan tidak diberi Ciri-ciri induk betina adalah memiliki makan. Bila bagian perut induk ikan bentuk urogenital bulat dan perut betina masih tampak membesar relatif lebih mengembang setelah pemberokan, induk ikan dibandingkan induk jantan. tersebut dikanulasi (dilakukan Sedangkan induk jantan memiliki penyedotan telur ikan dengan papila dan bagian perut lebih kateter) untuk menetukan apakah ramping. induk ikan tersebut sudah siap dipijahkan. Untuk lebih jelasnya Induk betina ikan patin yang matang dapat dilihat pada Gambar 4.6. gonad mempunyai ciri-ciri bagian perut membesar ke arah lubang Kanulasi bertujuan untuk mengetahui genital berwarna merah, derajat kematangan gonad induk membengkak dan mengkilat agak betina dengan mengukur menonjol serta jika diraba bagian keseragaman diameter telur. perut terasa lembek. Sedangkan Kanulasi dilakukan dengan cara ciri-ciri induk jantan ikan patin yang 102
    139. menyedot telur dengan 1. Pemijahan ikan secara alami, menggunakan selang kecil (kateter) yaitu pemijahan ikan tanpa berdiameter 2-2,5 mm. Selang kecil campur tangan manusia, terjadi tersebut dimasukkan ke dalam secara alamiah (tanpa pemberian lubang urogenital sedalam 4 - 6 cm rangsangan hormon). ke dalam ovarium. Ujung selang 2. Pemijahan ikan secara semi yang lain dihisap dengan mulut intensif, yaitu pemijahan ikan selanjutnya selang tadi ditarik keluar yang terjadi dengan memberikan dari lubang urogenital, lalu ditiup rangsangan hormon untuk untuk mendorong telur keluar dari mempercepat kematangan selang. Telur yang keluar dari selang gonad, tetapi proses ovulasinya ditampung pada lempeng kaca tipis terjadi secara alamiah di kolam. atau pada wadah lain. Selanjutnya 3. Pemijahan ikan secara intensif, telur tersebut diukur garis tengahnya yaitu pemijahan ikan yang terjadi menggunakan penggaris. Bila 90 - dengan memberikan rangsangan 95% telur memiliki garis tengah 1,0 – hormon untuk mempercepat 1,2 mm, berarti induk betina tersebut kematangan gonad serta proses dapat dipijahkan. Selain itu ciri-ciri ovulasinya dilakukan secara telur yang telah matang adalah akan buatan dengan teknik stripping/ cepat mengering atau saling pengurutan. berpisah bila diletakkan dipunggung tangan. Untuk dapat melakukan pemijahan ikan pada beberapa jenis ikan budidaya maka harus memahami tentang tingkat kematangan gonad dan faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap kematangan gonad. Hal ini harus dipelajari karena tingkat kematangan gonad ikan sangat mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan. Walaupun saat ini telah banyak diketemukan hormon– hormon perangsang pertumbuhan dan pematangan gonad, namun tetap saja membutuhkan waktu Gambar 4.7. Kanulasi induk ikan dalam proses pertumbuhan dan patin pematangannya. Tingkat kematangan gonad ikan 4.2. TEKNIK PEMIJAHAN IKAN dapat dideteksi dengan melihat tanda-tanda morfologi dan fisiologi Pemijahan adalah proses sel telur atau sel sperma. Tanda- perkawinan antara ikan jantan dan tanda morfologis ikan matang gonad betina. Dalam budidaya ikan teknik untuk ikan betina antara lain adalah : pemijahan ikan dapat dilakukan gerakannya lamban, perut gembung, dengan 3 macam cara, yaitu: perut bila diraba terasa lunak, kulit 103
    140. kadang kelihatan memerah, kadang- Perkembangan telur dipengaruhi kadang telur telah keluar pada oleh faktor dalam dan luar dari ikan lubang genital, lubang genital (lingkungan dan pakan). Pengaruh memerah. Dan tanda-tanda sel telur faktor lingkungan terhadap matang secara fisiologis adalah: gametogenesis dibantu oleh Polar Body I telah keluar, Germinal hubungan antara poros Hipotalamus- Vesicle/GV (Inti sel) telah menepi Pituitary-Gonad melalui proses berada di depan microfile, warna stimulisasi atau rangsangan. telur telah transparan, ukuran telur Hormon-hormon yang ikut dalam mendekati 1 mm. Sejenak sebelum proses ini adalah GnRH dan Steroid. ovulasi GV akan melebur sehingga Keadaan ini memungkinkan untuk disebut Germinal Vesicle Break perlakuan pemberian hormone baik Down (GVBD). melaui penyuntikan, implantasi dan pakan. Sedangkan tanda-tanda ikan jantan matang gonad secara morfologis Hormon sangat penting dalam antara lain adalah : ikan lebih pengaturan reproduksi dan sistem langsing dibanding ikan betina, endocrine yang ada dalam tubuh, gerakannya lincah, bila diurut kearah yang reaksinya lambat untuk lubang genital cairan seperti susu menyesuaikan dengan keadaan luar. akan keluar. Dan tanda-tanda sel Hasil kegiatan sistem endocrine sperma matang antara lain adalah : adalah terjadinya keselarasan yang warna kental seperti susu/santan, baik antara kematangan gonad organ sperma telah lengkap, dengan kondisi di luar, yang cocok motilitas tinggi, kenormalan lebih dari untuk mengadakan perkawinan. 90%. Disamping kesehatan, Aktivitas gonadotropin terhadap kenormalan ikan merupakan unsur perkembangan gonad tidak langsung yang penting juga, karena faktor ini tetapi melalui biosintesis hormon akan diturunkan kepada anaknya. steroid gonad pada media stadia gametogenesis, termasuk Pada saat pemilihan induk ikan perkembangan oosit (vitelogenesis) matang gonad usahakan induk ikan pematangan oosit, spermato-genesis tidak stress. Jika induk ikan stress dan spermiasi. walaupun kematangan gonadnya sudah memenuhi, ikan tersebut Hormon gonadotropin dengan biasanya tidak akan memijah. Jika glicoprotein rendah dapat mengontrol demikian keadaannya pemijahan vitelogenesis, sedangkan yang tinggi ikan bisa tertunda atau malah tidak mengakibatkan aksi ovulasi. Hormon jadi memijah, yang akhirnya telur tiroid akan aktif bersinergi dengan ikan akan terserap kembali atau gonadotropin untuk mempengaruhi atresia. perkembangan ovari dan kemungkinan lain juga untuk meningkatkan sensitivitas pengaruh 4.2.1. Perkembangan dan gonadotropin. Sel target hormon pematangan gonad gonadotropin adalah sel teka yang merupakan bagian luar dari lapisan 104
    141. folikel. Pada ikan goldfish dan atau dari satu sel ke sel lainnya di dalam organ; (b) transportasi melalui rainbowtrout dihasilkan 17α- darah atau berbagai cairan tubuh hidrokxy-20β-dihidroxyprogresterone sehingga langsung mencapai organ (17 α, 20β-Pg) oleh lapisan folikel atau sel; atau (c) secara tidak sebagai respon terhadap aktifitas langsung melalui lingkungan luarnya. gonadotropin untuk merangsang kematangan telur. Teori yang lain Sistem endokrin didalam tubuh kontrol endokrin terhadap sangat kompleks tetapi biasanya kematangan oosit dan ovulasi pada mengikuti dua prinsip. Pertama teleostei adalah GTH merangsang berdasarkan responnya dibagi (a) sintesa steroid pematangan pada menjadi dua kelenjar endokrin, yaitu dinding folikel (ovari) dan (b) sekresi pituitary dan beberapa kelenjar mediator ovulasi. dibawah kontrol pituitary. Kedua, hormone yang dihasilkan oleh Sistem endokrin dan sistem saraf kelenjar tersebut seringkali merupakan sistem kontrol pada menghambat produksi hormone semua makhluk hidup tidak pituitary, proses ini disebut terkecuali ikan, sistem ini adalah penghambatan feedback. Adanya cara utama tubuh untuk bentuk kombinasi sistem menyampaikan informasi antar sel penghambatan feedback ini dan jaringan yang berbeda. Dalam menyebabkan terjadinya sistem endokrin dilakukan sekresi keseimbangan respons. Jadi sistem internal dari substansi aktif biologik. endokrin mengontrol dirinya sendiri Sistem endokrin menggunakan sebagaimana halnya mengontrol messenger kimia yang disebut sistem organ yang lain. Skema hormone yang ditransportasikan oleh pengaturan sekresi hormone sistem pembuluh darah. Sistem diilustrasikan pada Gambar 4.8. endokrin lebih lambat daripada sistem saraf karena hormone harus melalui perjalanan ke sistem memutar untuk mencapai organ target. Berdasarkan dari sudut ilmu, endokrin merupakan mediasi biokimia pada proses fisiologis. Mediasi ini dapat terjadi antar populasi, antar organisma, antar jaringan di dalam suatu organisma, antar organ dan sel, dan juga antar generasi pada kasus hormon di dalam telur. Hormon sebagai mediator biokimiawi dilepas dari Gambar 4.8. Skema pengaturan tempat produksinya menuju organ sekresi hormone, + menunjukkan target melalui beberapa cara, yaitu (a) difusi sederhana di dalam sel 105
    142. sekresi hormone; - menunjukkan berkembang dari ectoderm atau mekanisme feedback endoderm mensekresikan hormone amino termodifikasi, peptid atau Secara umum sistem endokrin ikan protein. sama dengan vertebrata lainnya. Ikan memiliki urofisis yang terletak Kelenjar endokrin pada ikan menurut pada pangkal ekor, tetapi tidak Lagler et al (1962) terdapat pada memiliki kelenjar paratiroid. Sistem beberapa organ antara lain adalah endokrin juga memungkinkan tubuh pituitary, pineal, thymus, jaringan untuk dapat mengatasi stress. ginjal, jaringan kromaffin, interregnal tissue, corpuscles of stannous, Kelenjar endokrin dilihat dari asal thyroid, ultibranchial, pancreatic embrionya berdiferensiasi dari islets, intestinal tissue, interstitial seluruh lapisan germinal. Untuk yang tissue of gonads dan urohypophysis. berasal dari mesoderm (korteks Untuk lebih jelasnya dapat dilihat adrenal, gonad) menghasilkan pada Gambar 4.9. hormone-hormon steroid; dan yang Gambar 4.9. Letak dan jenis kelenjar endokrin ikan dari arah depan ke arah belakang (Lagler et al.,1962) Kelenjar endokrin pada ikan Thyrotrophs (TSH), Melanotrophs menghasilkan jenis hormone (MSH) dan Neurosecretory nerve tertentu, seperti pada kelenjar utama ending (NS). Hormon yang terdapat pada ikan adalah pituitary dimana pada kelenjar pituitary antara lain pada kelenjar tersebut menghasilkan adalah Oxytocin yang berfungsi sembilan macam sel penghasil merangsang konstraksi urine dan hormone yaitu prolactin (PL), kelenjar susu, Anti Diuretic Hormone corticotrophs (CT), Gonadotrophs (ADH) yang berfungsi menaikkan (GTH), Somatotrophs (STH), tekanan darah lewat aksinya pada 106
    143. arteriola dan menggiatkan reabsorbsi perkembangan normal. Hormon air dari tubuli ginjal serta hormon ini Thyroid pada ikan selalu berasosiasi sangat penting dalam osmoregulasi dengan hormone pertumbuhan dan yaitu pengaturan tekanan osmosis cortisol memberikan kontribusi pada cairan tubuh. Kedua hormon tersebut kontrol pertumbuhan dan terdapat pada bagian posterior perkembangan, metabolisme dan pituitary. Pada bagian anterior osmoregulasi. Sedangkan Calcitonin pituitary terdapat beberapa macam merangsang penyimpanan kalsium hormon diantaranya adalah hormon pada tulang, sekresi calcitonin pertumbuhan yang berfungsi dirangsang oleh tingginya kalsium merangsang pertumbuhan dan dalam darah. mengontrol proses osmoregulasi; hormon prolactin pada mamalia Pada kelenjar adrenal cortex yang menstimulasi aksi produksi susu, merupakan lapisan luar dari kelenjar pada ikan kontrol hidromineral (air adrenal menghasilkan beberapa tawar) hyperosmotic regulation pada jenis hormone antara lain adalah ikan teleost selain itu prolactin pada cortisol (A. Glucocorticoid), ikan air tawar berfungsi untuk Aldoserone (Mineralocorticoid), maintannce ion dan water kortikosterone. Produksi cortisol permeability pada ephitelium dari meningkat sebagai akibat dari organ osmoregulasi, dan pada berbagai stimulant stress yaitu beberapa ikan prolactin memberikan rendahnya kualitas air, penanganan, efek dalam mengontrol gonadal kenyamanan ikan, pollutant dan steroidogenesis, metabolisme lemak water acidification. Fungsi utama dan parental panning. cortisol ini berkaitan dengan metabolisme energi, ion regulation Hormon selanjutnya yang dihasilkan dan respon terhadap stress. dari anterior pituitary adalah Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang Kelenjar adrenal medulla atau sel merangsang produksi gamet oleh kromaffin menghasilkan hormone gonad atau merangsang antara lain adalah ephineprin dan pematangan gonad (vitellogenesis), norephinephrin. Epinephrin berfungsi Luteinezing Hormone (LH) yang mobilisasi glikogen, bertambahnya merangsang produksi sex hormone aliran darah lewat otot skeletal, yaitu testosterone, estrogen, bertambahnya konsumsi oksigen progesterone atau merangsang denyut jantung, sedangkan pematangan akhir. norephineprin berfungsi pada neurotransmitter adrenergic, naiknya Kelenjar lainnya penghasil hormon tekanan darah dan konstraksi adalah kelenjar Thyroid antara lain arteriola dan venula. adalah Tiroksin Tetraiodothyronine (T4), Triidothyronine (T3) dan Hormon yang dihasilkan oleh Calcitonin. Fungsi dari hormon kelenjar endocrine pancreas pada tersebut antara lain adalah kebanyakan vertebrata terdapat meningkatkan laju metabolisme, pada pulau-pulau individu dari sel esensial untuk pertumbuhan dan sekresi yang diliputi oleh connective 107
    144. tissue dan terbenam dalam exocrine diduga berperan dalam tissue dari pancreas. Pada Islet of osmoregulator dan fisiologi Langerhans ini mengandung 4 tipe reproduksi, ekstrak urophysis sel endocrine yaitu A cell (Glucagon), menyebabkan konstraksi gonadal B cell (Insulin), D cell smooth muscle. Hal ini dimungkinkan (Somatostantin) dan F cell atau PP Urotensin mensikronisasi (Pancreatic Polypeptide). Glucagon osmoregulasi dan reproduksi pada berfungsi meningkatkan glukosa ikan matang gonad. Urotensin II darah, merangsang katabolisme mempunyai fungsi antara lain adalah protein, selain itu dapat menstimulasi kontraksi jantung, kantung kemih, lipolysis pada ikan atau memobilisasi usus, penyerapan ion di usus. lemak. Insulin pada ikan berfungsi untuk menurunkan glukosa darah, Pada jaringan chromaffin juga menambahkan pemakaian glukosa dihasilkan hormone antara lain dan sintesis protein serta lemak dan adalah catecholamines, adrenalin menurunkan glukoneogenesis dan dan nor adrenalin. Pada teleost merangsang glikogenesisi. katekolamin memiliki pengaruh Somotostantin merupakan hormone penting pada peredaran oksigen ke yang menghambat pertumbuhan, jaringan, mempengaruhi pergerakan peran pada ikan secara fisiologis ion pada ikan yang meningkatkan belum jelas tetapi dengan pertukaran ion melalui insang menyuntikkan somatostantin pada dengan menstimulasi peningkatan coho salmon dapat menyebabkan luar area gill lamella dalam kontak penurunan insulin, plasma, dengan lingkungan. glucagons menurun dan level GLP serta berhubungan dengan Pada subbab ini akan dibahas penurunan glikogen hati dan tentang mekanisme aksi-aksi hyperglycemia. hormone steroid pada ikan. Hormon steroid adalah hormone yang Pada kelenjar pineal dihasilkan memiliki struktur kimia berdasarkan hormone melatonin, sedangkan pada pada inti steroid, yang mirip dengan kelenjar thymus dihasilkan hormone cholesterol dan sebagian besar jenis Thymosin, Pada gastrointestinal hormone ini berasal dari kolesterol endocrine cels dihasilkan beberapa itu sendiri, disekresi oleh korteks hormone utama antara lain adalah adrenal (kortisol dan aldosteron), Glucagon, Glucagon Like Peptide, ovarium (estrogen : estradiol-17ß, Somatostantin, Pancratic esteron, estriol dan lain-lain, Polypeptide, Gastrin, Sekretin, progesterone), testis (androgen : Cholecytokin, Bombensin, androstendion, testosterone, 11- Enkephalin, Tachikinins, Serotonin, ketotestosteron dan lain-lain) dan Vasoactive Intestinal Peptida, plasenta (estrogen dan neuropeptide, Gatric Inhibitory progesterone). Menurut Koolman & peptide. Sedangkan pada Urophysis Rohm (2001) hormone adalah bahan dihasilkan hormone Urotensin I dan kimia pembawa sinyal yang dibentuk Urotensin II yang secara fisiologis dalam sel-sel khusus pada kelenjar masih belum jelas fungsinya namun endokrin. Hormon disekresikan ke 108
    145. dalam darah kemudian disalurkan ke organ-organ yang menjalankan fungsi-fungsi regulasi tertentu secara fisiologik dan biokimia. Sel-sel sasaran pada organ sasaran memiliki reseptor yang dapat mengikat hormone, sehingga informasi yang diperoleh dapat diteruskan ke sel-sel akhirnya menghasilkan suatu respon. Pesan hormone disampaikan pada sel-sel Gambar 4.10. Mekanisme hormone sasaran menurut dua prinsip yang steroid berbeda. Hormon lipofilik masuk kedalam sel dan bekerja pada inti Teori lain untuk pematangan sel telur sel, sedangkan hormone hidrofilik adalah adanya hubungan erat antara bekerja pada membrane sel. Hormon poros Hipotalamus-Pituitary-Gonad. steroid dan tiroksin termasuk Hipotalamus akan melepas GnRH kedalam kelompok hormone lipofilik. jika dopamin tidak aktif. Fungsi Hormon ini menembus membrane GnRH adalah merangsang keluarnya sel dan berikatan pada suatu GtH (Gondotropin) yang berada pada reseptor spesifik didalam sasaran. Hipofisa. Jika GtH keluar maka hormon Testosteron yang berada Berdasarkan uraian diatas maka pada sel theca keluar, sedangkan mekanisme hormone steroid adalah hormon Testosteron akan dengan cara hormone steroid masuk merangsang dikeluarkannya hormon kedalam sel dan berikatan dengan Estradiol-17β yang berada pada sel reseptor didalam sitoplasma. granulose. Hormon Estradiol-17β ini Hormon reseptor yang kompleks akan menggertak kerja liver untuk masuk kedalam nucleus dimana memproses precursor kuning telur akan berikatan dengan chromatin (vitellogen) untuk dikirimkan ke sel dan mengaktivasi gen yang spesifik. telur sebagai kuning telur. Dengan Gen (DNA) yang mengandung demikian pertumbuhan telur terjadi. informasi akan memproduksi protein. Ketika gen aktif maka protein akan Sebagai pematang sel telur dihasilkan secara diagram dapat diperlukan media MIH (Maturtaion dilihat pada Gambar 4.10. Inducing Hormon) dan MPF (Maturation Promoting Factor) untuk hormon 17α,20β-dyhidroxy-4- pregnen-3-one yang bersumber dari sel granulose. 4.2.2. Kelenjar hipofisa, HCG dan ovaprim 109
    146. Kelenjar hipofisa banyak sekali terdapat pada bagian otak sebelah mengandung hormon terutama depan. Kelenjar ini menempel pada hormon yang berhubungan dengan infundubulum dengan suatu tangkai perkembangan dan pematangan yang pendek, agak panjang atau gonad. Hormon tersebut diantaranya pipih bergantung pada jenis ikannya. adalah Gonadotropin yaitu GTH I Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dan GTH II, sehingga ekstrak pada Gambar 4.11 tentang otak dan kelenjar hipofisa sering digunakan bagian-bagian pada ikan maskoki sebagai perangsang pematangan dan hampir sama untuk semua ikan. gonad. Letak kelenjar hipofisa ini Gambar 4.11. Representasi diagram pada penampang sagittal dari otak goldfish sebagai dasar penampang seri menggambarkan topografi dari GHRH-ir perikarya pada otak, pinealocytes dalam pineal dan corticotrophs pada pituitary (siklus yang gelap). Garis putus-putus mengindikasikan GHRH-ir fiber tract. Catatan bahwa GHRH-ir fiber pada area NPO dan PVO tidak asli pada nuclei ini., tetapi area transverse. AVT, Area Ventralis Telencephali, CBL, Cerebellum, FL, Facial Lobes, GNC, Glomerular Nuclear Complex, INF, Hypothalamic Inferior Lobe, LR, Lateral Recess, NLL, Nucleus of the Lateral Lemniscus, NLTi Nucleus Lateralis Tuberis pars Lateralis, NLTp, Nucleus Lateralis Tuberis pars posterioris, NPO, Nucleus Preopticus, NPP, Nucleus Preopticus Periventricularis; OLB, Olfactory Bulb; ON, Optic Nerve; OT, Optic Tectum; PIN, pineal; PIT, Pituitary; PVO, Paraventricular Organ; SGN, Secondary Gustatory Nucleus; TEL, Telencephalon. (Rao, et al., 1995). Pematangan oosit dan ovulasi telur untuk induksi pematangan akhir sel dengan menggunakan ekstraksi telur dan sel sperma tidak tepat. kelenjar hipofisa banyak (3) belum diketahui dengan pasti mengandung kelemahan diantaranya hormon mana yang sebenarnya adalah: berpotensi untuk ovulasi dan (1) hilangnya ikan donor karena kematangan gonad. diambil kelenjar hipofisanya. (4) penyakit mudah menular. (2) standarisasi ekstrak kelenjar Bagi para pembudidaya ikan yang hipofisa ikan sebagai bahan suntikan akan melakukan pemijahan ikan 110
    147. secara buatan dengan menggunakan 4. Kepala ikan yang terpotong kelenjar hipofisa dapat dengan dihadapkan keatas dan disayat mudah membuatnya. Adapun cara dari pangkal hidung ke bawah membuat kelenjar hipofisa ini adalah bagian potongan pertama hingga sebagai berikut : tulang tengkorak ikan terbuka 1. Menentukan dosis yang akan dan otak kelihatan jelas (Gambar digunakan dalam proses 4.12 kiri tengah dan bawah). pemijahan. 5. Kemudian kelenjar otak 2. Menimbang ikan donor dan ikan disingkap/diangkat dan akan resipien . tampak kelenjar hipofisa 3. Ikan donor diletakkan di atas dibawah kelenjar otak (Gambar talenan yang tidak licin dan 4.12, kanan). dipotong secara vertikal dengan 6. Dengan menggunakan pinset, titik pemotongan dibagian kelenjar hipofisa diambil dan belakang tutup insangnya hingga diletakkan di dalam cawan kepala ikan putus atau terpisah (Gambar 4.12, kanan) dari badannya (Gambar 4.12, kiri atas). Gambar 4.11. Pengambilan kelenjar hipofisa 111
    148. 7. Selanjutnya dibersihkan dengan 11. Larutan hipofisa disentrifuse dan aquadest hingga kotoran dan didiamkan selama satu menit darah yang melekat hilang. sampai terbentuk dua lapisan 8. Kelenjar hipofisa dimasukkan ke pada larutan tersebut. Larutan dalam tabung pengerus. Kelenjar yang agak keruh dibagian atas hipofisa digerus menggunakan endapan diambil dengan jarum alu kaca hingga hancur (Gambar suntik (Gambar 4.14 dan Gambar 4.12) 4.15). Gambar 4.12. Penggerusan kelenjar Gambar 4.14. Pemutaran alat hipofisa sentrifuse 9. Larutan hipofisa diambil dari gelas pengerus menggunakan alat suntik/spuit Dimasukkan ke dalam tabung reaksi/tabung sentrifuse (Gambar 4.13) Gambar 4.15. Pengambilan ekstrak Gambar 4.13. Pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa kelenjar hipofisa 112
    149. 11. Larutan siap disuntikkan pada pecahnya folikel dan pengeluaran ikan yang akan dipijahkan oosit yang telah matang. (Gambar 4.16) OVAPRIM adalah campuran analog salmon GnRH dan Anti dopamine dinyatakan bahwa setiap 1 ml ovaprim mengandung 20 ug sGnRH- a(D-Arg6-Trp7, Lcu8, Pro9-NET) – LHRH dan 10 mg anti dopamine. Ovaprim juga berperan dalam memacu terjadinya ovulasi. Pada proses pematangan gonad GnRH analog yang terkandung didalamnya berperan merangsang hipofisa untuk melepaskan gonadotropin. Gambar 4.16. Ekstrak kelenjar Sedangkan sekresi gonadotropin hipofisa siap disuntikkan pada ikan akan dihambat oleh dopamine. Bila dopamine dihalangi dengan Hormon Chorionic Gonadotropin antagonisnya maka peran dopamine (hCG) adalah hormon gonadotropin akan terhenti, sehingga sekresi yang disekresi oleh wanita hamil dan gonadotropin akan meningkat. disintesa oleh sel-sel sintitio tropoblas dari placenta. HCG Dari ketiga macam hormon yang mempunyai dua rangkaian rantai dapat digunakan untuk melakukan peptida yaitu α yang mengandung pemijahan ikan seperti yang telah 92 asam amino dan β mengandung dijelaskan, maka pemilihan hormon 145 asam amino. Pada beberapa yang akan digunakan sangat spesies menggunakan hCG sebagai bergantung pada jenis ikan yang pemacu merangsang pematangan akan dibudidayakan, harga ekonomis gonad sangat efektif, bisa sebagai dan efisiensi dalam penggunaannya. pengganti ekstrak kelenjar hipofisa Ketiga hormon tersebut prinsipnya tetapi pada beberapa spesies adalah membantu proses penggunaan hCG kurang efektif kematangan gonad ikan yang akan mesti dikombinasikan dengan menentukan keberhasilan proses Pregnan Mare Serum Gonadotropin pemijahan. (PMSG) atau ovaprim. HCG berperan dalam pemecahan dinding folikel saat akann terjadi ovulasi. LH 4.2.3. Perjalanan hormon ke sel (Litunuising Hormon) adalah hormon target perangsang ovulasi yang kuat, hCG memiliki potensi LH. Fungsi LH Bagaimana hormon yang disuntikan dalam sel theca akan merangsang itu mencapai sel target. Hormon PGE (prostaglandin) dan PGF2α dari tersebut mencapai sel target melalui asam arachidonad. PGF2α juga komunikasi antar sel. Ada tiga cara mempunyai peran penting dalam sel-sel itu berkomunikasi yaitu : 113
    150. 1. Sel menskresikan senyawa kimia 4.2.4. Stripping dan pembuahan (chemical signaling) kepada sel buatan lain ditempat yang berjauhan. 2. Sel mengekspresikan molekul Stripping adalah proses permukaan yang mempengaruhi dikeluarkannya telur atau sperma sel lainnya yang berkontak fisik ikan dengan bantuan manusia/bukan dengan sel tersebut. secara alamiah. Proses pengeluaran 3. Sel membentuk ’gap juction’ yang telur atau sperma tersebut tentu saja menghubungkan masing-masing menghendaki cara tertentu agar telur sitoplasma sehingga dapat terjadi atau sperma tidak rusak ataupun pertukaran molekul-molekul kecil. justru induk ikan yang akan rusak/mati. Seseorang yang akan Sedangkan komunikasi antar sel melakukan stripping telur atau dengan cara sekresi kimia dapat sperma ikan mesti harus telah tahu dibagi berdasarkan jauhnya jarak cara stripping yang baik, dan tahu yang dirempuh senyawa kimia posisi gonad ikan, dengan demikian tersebut yaitu: arah urutan/stripping akan benar atau organ yang diurut tidak salah. 1. Sinyal endokrin (Endocrine Feeling seorang pengurut sebaiknya signaling), dimana sel kelenjar telah menyatu dengan induk ikan endokrin akan mensekresikan tersebut. Kenapa demikian karena hormon yang akan dibawa aliran seseorang tersebut akan mengerti darah ke sel target yang kapan pengurutan diberhentikan dan terdistribusi di bagian lain dari kapan akan dimulai lagi. Oleh karena tubuh. itu seorang pembudidaya harus 2. Sinyal parakrin (Paracrine memahami tentang proses secara signaling), dimana sel fisiologis ovulasi dan akan dibahas menskresikan senyawa kimia pada subbab ini. Telur atau sperma (local chemical mediator) yang tidak akan bisa distripping jika proses mempunyai efek terhadap sel fisiologis ovulasi belum sempurna. yang berada disekelilingnya. Senyawa kimia yang diskresikan Pembuahan secara buatan dilakukan ini akan diserap dan diserap dengan bantuan manusia, dengan dengan cepat. cara mempertemukan sel telur 3. Sinyal sinaptik (Synaptic dengan sel sperma pada suatu signaling), merupakan suatu tempat tertentu dan dengan alat neurotransmitter dan bekerja tertentu. Proses melakukan khusus untuk sel syaraf pada pembuahan buatan ini diperlukan suatu daerah khusus yang sikap kehati-hatian agar telur tidak disebut chemical synapses. luka, sperma tidak luka atau proses Sel-sel target akan memberikan penempelan sperma pada sel telur respon terhadap sinyal yang datang merata. Meratanya sperma melalui protein khusus yang disebut menempel pada telur akan receptor. menambah jumlah pembuahan sperma pada sel telur. Proses pembuahan buatan ini membutuhkan 114
    151. waktu tertentu, maksudnya jika chromosom-Y akan menghasilkan terlalu lama maka sperma atau sel embrio jantan. telur bisa mati atau terganggu. Jika demikian keadaannya proses Ekor sperma, ekor sperma berfungsi pembuahan tidak akan berhasil memberi gerak maju seperti gerak dengan baik. Ingat telur dan sperma cambuk. Selubung mitokondria itu hidup sehingga bermetabolisme. berasal dari pangkal kepala membentuk dua struktur spiral Kematangan telur dan sperma ikan kearah berlawanan dengan arah dipastikan diperiksa dibawah jarum jam. Bagian tengah ekor mikroskop, jika telah memenuhi merupakan gudang energi untuk tanda-tanda tersebut di atas maka kehidupan dan pergerakan segeralah dilakukan stripping. spermatozoa oleh proses-proses Langkah pertama lakukan stripping metabolik yang berlangsung di dalam induk jantan terlebih dahulu dengan helix mitokondria. Mitokondria prosedur yang telah ditentukan. mengandung enzim-enzim yang Sperma adalah gamet jantan yang berhubungan dengan metabolisme dihasilkan oleh testis. Cairan sperma spermatozoa. Bagian ini banyak adalah larutan spermatozoa yang mengandung fosfolipid, lecithin dan berada dalam cairan seminal dan plasmalogen.Plasmalogen dihasilkan oleh hidrasi testis. mengandung satu aldehid lemak dan Campuran antara seminal plasma satu asam lemak yang berhubungan dengan spermatozoa disebut semen. dengan glicerol maupun cholin. Dalam setiap testis semen terdapat Asam lemak dapat dioksidasi dan jutaan spermatozoa. sebagai sumber energi untuk aktifitas sperma. Sperma ikan yang sudah matang terdiri dari kepala, leher dan ekor. Komposisi kimiawi sperma pada Ada sperma yang mempunyai plasma inti (nukleoplasma) “middel Piece” sebagai penghubung diantaranya adalah DNA, Protamine, antara leher dan ekor. Di dalam Non Basik Protein. Sedangkan middle piece ini berisi mitokondria seminal plasma mengandung yang akan berfungsi untuk protein, potassium, sodium, calsium, metabolisme sperma. magnesium, posfat, klarida. Sedangkan komposisi kimia ekor Kepala sperma, kepala sperma sperma adalah protein, lecithin dan terisi materi inti, chromosom terdiri cholesterol. dari DNA yang bersenyawa dengan protein. Informasi genetika yang Sperma tidak bergerak dalam dibawa oleh spermatozoa semen/air mani, tetapi akan segera diterjemahkan dan disimpan di dalam bergerak ketika bersentuhan dengan nolekul DNA. Sperma yang air. Fruktosa dan galaktosa didalamnya terkandung chromosom- merupakan sumber energi utama X akan menghasilkan embrio betina bagi sperma ikan mas. Gardiner sedangkan sperma mengandung dalam Norman (1995) menyatakan semen yang encer banyak 115
    152. mengandung glukosa sehingga dipergunakan sitrat, fosfat dan tris. memberikan motilitas yang lebih Untuk menghambat pertumbuhan baik. Sedangkan semen yang kental kuman dipergunakan penicilin, banyak mengandung potassium streptomicin, sedangkan untuk sehingga akan menghambat motilitas pembekuan diperlukan glicerol. sperma. Motilitas sperma banyak dipengaruhi oleh konsentrasi glukosa, NaCl, KCl, serta Osmolitas 4.2.5. Ovulasi dan fertilisasi media. Setelah telur matang maka telur Daya tahan hidup sperma akan diovulasikan oleh ikan betina. dipengaruhi oleh pH, tekanan Ovulasi itu adalah proses keluarnya osmotik , elektrolit, non elektrolit, sel telur (oosit) yang telah matang suhu dan cahaya. Pada umumnya dari folikel dan masuk ke dalam sperma than hidup dan aktif pada pH rongga ovarium atau rongga perut 7. Sperma tetap motil untuk waktu (Nagahama, 1990). lama di dalam media yang isotonik dengan darah. Pada umumknya Pelepasan sel telur terjadi akibat: sperma mudah dipengaruhi oleh 1. Telur membesar. keadaan hipertonik dari pada 2. Adanya konstraksi aktif dari hipotonik. folikel (bertindak sebagai otot halus) yang menekan sel telur Larutan elektrolit sperti kalium, keluar. magnesium, dapat dipergunakan 3. Daerah tertentu pada folikel sebagai pengencer sperma tetapi melemah, membentuk benjolan Calsium, pospor dan kalium yang hingga pecah dan terbentuk tinggi dapat menghambat motilitas lubang pelepasan hingga telur sperma. Sedangkan cuprum dan keluar. besi merupakan racun bagi sperma. Larutan non elektrolit dalam bentuk Enzim yang berperan dalam gula, sperti fruktosa, glukosa dapat pemecahan dinding folikel: protease dipergunakan sebagai pengencer iplasmin kemudian diikuti oleh sperma. hormon Prostaglandin F2α (PGF2α) Prinsip dasar untuk atau Cotecholamin yang mempertahankan agar sperma tetap merangsang konstraksi aktif dari hidup adalah dengan menambahkan folikel sesuatu kedalam semen yang berintikan mempertahankan pH, Setelah ovulasi kemudian akan tekanan osmotik serta menekan diikuti oleh ikan jantan untuk pertumbuhan kuman. Untuk mengeluarkan sperma. Sperma keperluan yang sesuai bagi yang tadinya bergerak lamban kebutuhan sperma dipergunakan menjadi bergerak cepat (motilitas bahan glukosa, kuning telur, air susu tinggi) dikarenakan bersentuhan yang mengandung lippoprotein dan dengan air. Pergerakan sperma lecithin. Sedangkan untuk tersebut akan mengarah pada sel mempertahankan pH semen telur kerena distimulasi oleh adanya 116
    153. Gimnogamon I yang dieksresikan tertinggal di luar. Cytoplasma dan oleh telur. Setelah sperma chorion merenggang dan semakin menempel pada telur, telur akan tersumbat yang akan segera mengeluarkan Androgamon I untuk menutup mycropyle untuk menekan motilitas sperma dan menghalangi masuknya Gymnogamon II untuk spermatozoa lainnya. Sumantadinata menggumpalkan sperma. (1983) mengatakan, setelah memasuki telur, inti spermatozoa Berjuta-juta sperma menempel pada mulai membesar dan chromosomnya sel telur tetapi hanya satu sperma mengalami perubahan sehingga yang bisa masuk melalui micropil. memungkinkan untuk berhimpun Kepala sperma masuk dan ekornya dengan chromosom dari sel telur tertinggal diluar, sebagai sumbat fase awal pembelahan. micropile sehingga yang lain tidak bisa masuk. Berjuta-juta sperma yang menempel pada telur 4.2.6. Aplikasi teknik pemijahan disingkirkan oleh telur dengan reaksi pada ikan budidaya kortek. Karena apabila tidak disingkirkan akan mengganggu 4.2.6.1. Pemijahan ikan Mas metabolisme zigot. Macam-macam Metode Pemijahan Ikan Mas menurut Sumantadinata Pembuahan sel telur merupakan (1983) dapat dilakukan secara alami awal dari perkembangan embrio dan secara buatan. Pemijahan ikan. Pembuahan merupakan secara alami setiap daerah memiliki penggabungan sel telur dengan ciri khas dalam cara memijahkan spermatozoa sehingga membentuk ikan Mas. Pemijahan ikan Mas zygote. Pembuahan pada ikan secara alami yang banyak dikenal di umumnya terjadi di luar tubuh, masyarakat adalah cara Sunda, dimana induk betina mengeluarkan Cimindi, Rancapaku, Magek, telur dan induk jantan mengeluarkan Kantong, Dubisch dan Hofer. spermatozoa. Telur yang tidak dibuahi akan mati 1. Pemijahan cara Sunda dan berwarna putih air susu. Menurut Pemijahan ikan Mas cara Sunda Nesler dalam Sumantadinata (1983), merupakan cara pemijahan yang suatu substansi yang disebut banyak digunakan petani, fertilizing merangsang spermatozoa khususnya di Jawa Barat. Cara untuk berenang berusaha mencapai ini menggunakan kolam telur. Telur akan mengeluarkan pemijahan dan kolam penetasan fertilizing pada saat-saat terakhir secara terpisah. Kolam ketika dilepas dan siap dibuahi. pemijahan dipersiapkan secara khusus, yaitu dengan Pembuahan satu telur hanya mengeringkan dasar kolam, membutuhkan satu spermatozoa membersihkan kolam dari rumput bagian kepalanya masuk Kedalam atau sampah, memasang telur melalui mycropyle, sedangkan substrat dan mengairi kolam. bagian ekornya tetap berada 117
    154. Pemijahan cara ini menggunakan pemijahan. Pelepasan induk kakaban sebagai substrat untuk dilakukan + pukul 16.00-17.00. menempelkan telur. Kakaban Proses pemijahan biasanya tersebut dipasang berderet-deret terjadi mulai tengah malam pukul dan terapung 5-10 cm di bawah 01.00-06.00 yang ditandai permukaan air. Induk ikan yang dengan gerakan ikan yang saling siap dipijahkan dilepaskan secara berkejaran dan timbulnya bau hati-hati ke dalam kolam anyir pada air kolam pemijahan. 3 2 1 1. Kakaban 2. Bilah bambu penahan 3. Patok bambu Gambar 4.17. Pemasangan kakaban di kolam pemijahan pada pemijahan cara Sunda (Sumantadinata, 1983). Sehari setelah induk ikan dilepas penetasan sekaligus sebagai pada kolam pemijahan dilakukan kolam pendederan. Persiapan pengamatan terhadap kakaban. kolam penetasan meliputi Kakaban yang telah berisi telur pengolahan dasar kolam, segera diangkat dan dipindahkan pembuatan kamalir, pemupukan, ke kolam penetasan. Sebelum pengapuran dan mengairi. kakaban disusun di kolam Persiapan kolam tersebut penetasan, terlebih dahulu dilakukan beberapa hari sebelum dibersihkan dari Lumpur dengan pemijahan induk. menggoyang-goyangkan secara 2. Pemijahan cara Cimindi perlahan di kolam pemijahan. Persiapan kolam pemijahan cara Kakaban tersebut dipasang Sunda dan Cimindi pada berderet-deret di kolam dasarnya adalah sama, hanya penetasan 3-5 cm di bawah terdapat perbedaan induk kolam. permukaan air. Telur akan Pada pemijahan cara Cimindi, menetas setelah 36-48 jam pada suhu 28-300C. Pemijahan cara kolam pemijahan merupakan bagian dari kolam penetasan dan Sunda menggunakan kolam 118
    155. kolam pendederan. Kolam penetasan melalui lubang pemijahan terletak pada salah pematang sementara. Telur ikan satu sudut kolam penetasan pada kakaban ditetaskan pada dengan pematang dari tanah kolam pemijahan. Setelah benih sebagai pembatas sementara. berumur 7 hari, pematang Bila induk ikan telah memijah, sementara dibongkar dan benih kakaban tetap berada di kolam ikan akan menyebar ke kolam pemijahan, sedangkan induk ikan besar. Pada kolam besar ini dibiarkan masuk ke kolam benih ikan didederkan. 4 2 1 3 5 1. Kolam pemijahan 2. Pematang sementara 3. Kolam penetasan/pendederan 4. Saluran pemasukan air 5. Saluran pengeluaran air Gambar 4.18. Kolam pemijahan cara Cimindi (Sumantadinata, 1983). 3. Pemijahan cara Rancapaku pemeliharaan induk, sedangkan kakaban tetap di kolam Pemijahan cara Rancapaku pemijahan. Telur ikan Mas akan hampir sama dengan cara menetas setelah 36-48 jam pada Cimindi, yaitu kolam pemijahan suhu 28-300C. anak ikan Mas merupakan bagian kolam yang mulai mencari makan akan penetasan. Perbedaannya menyebar ke kolam besar melalui adalah petak pemijahan dengan celah tumpukan batu atau cara Rancapaku terbuat dari bambu. Benih ikan tersebut tumpukan batu atau bambu. dipelihara sampai umur 2-3 Penetasan telur dilakukan pada minggu. kolam pemijahan. Setelah selesai memijah, induk ikan dipindahkan ke kolam besar atau ke kolam 119
    156. 4. Pemijahan cara Magek tetap berada di kolam pemijahan, sedangkan induk ditangkap dan Pemijahan ikan Mas di Sumatera dikembalikan ke kolam induk. Barat dikenal dengan cara Telur-telur ikan Mas ditetaskan Magek. Pemijahan dengan cara padakolam pemijahan. Benih ini diperlukan kolam seluas 3-4 ikan ditangkap setelah berumur 1 m2 dengan kedalaman air 0,75 m. minggu. Pemanenan benih dinding kolam tegak lurus dilakukan dengan mengalirkan air diperkuat papan. Dasar kolam dari dasar kolam dan ditampung ditebari pasir yang telah dicuci dengan kantong yang terbuat bersih dari tanah dan bahan- dengan bahan kain halus. bahan lain yang berbahaya. Di Selanjutnya benih tersebut atas pasir ini dhamparkan ijuk dipindahkan ke wadah lain untuk yang dijepit dengan belahan didederkan atau dipasarkan. bambu. Setelah induk ikan selesai memijah, ijuk tersebut b a c d P2 P1 0,5-0,6 m P3 K 1,5-2,0 m a. papan P1 pipa pemasukan b. penyekat papan P2 pipa pelimpasan c. belahan bambu P3 pipa pengurasan d. ijuk Gambar 4.19. Kolam pemijahan cara Magek (Sumantadinata, 1983). 5. Pemijahan cara Kantong jernih. Bentuk dasar kolam dibuat miring ke arah pengeluaran air Pada beberapa daerah di Jawa untuk memudahkan pengaturan Barat, pemijahan ikan Mas air dalam penangkapan anak dilakukan dengan cara Kantong. ikan. Pemijahan cara Kantong Pemijahan cara Kantong mirip menggunakan rumput sebagai dengan cara Magek. Kolam tempat menempelkan telur. pemijahan berbentuk segi empat Rumput yang digunakan adalah dengan kedalaman air sekiatr 60 rumput yang tidak mudah busuk cm. Dasar kolam diberi lapisan di air. Rumput tersebut disebar di kerikil dan pasir agar airnya tetap 120
    157. kolam pemijahan, induk yang bersama air melalui pintu telah selesai memijah ditangkap pengeluaran yang dialirkan ke dan dikembalikan ke kolam bentangan kain yang induk, sedangkan telur-telurnya direntangkan pada dua buah dibiarkan di kolam pemijahan bambu. Bentangan kain tersebut untuk ditetaskan. Kolam berupa kantong yang terendam pemijahan dialiri air secara setengah bagian pada genangan perlahan. Telur ikan akan air tenang. Selanjutnya benih- menetas setelah 36-48 jam pada benih yang ditampung pada kain suhu 28-300C. benih yang tersebut dikumpulkan dan berumur 5-7 hari dipungut/panen. didederkan di sawah/kolam. Benih –benih ikan akan hanyut 1 A 2 B K Keterangan: A. Kolam pemijahan K. kantong B. Kolam kecil tempat kantong 1. pipa pelimpasan Gambar 4.20. Kolam pemijahan cara Kantong (Sumantadinata, 1983). 6. Pemijahan cara Dubisch dan pemijahan adalah 30 cm. Pada Hofer bagian tengah dasar kolam lebih tinggi daripada bagian tepi/sisi Pemijahan ikan cara Dubisch dan kolam. Pada dasar kolam Hofer menggunakan rumput sekeliling petakan terdapat sebagai tempat meletakkan telur. saluran keliling dengan lebar 60 Dubisch adalah seorang ahli cm dn kedalaman 30-40 cm. perikanan berasal dari Jerman. Saluran keliling berfungsi untuk Oleh sebab itu cara pemijahan memudahkan penangkapan ikan yang diperkenalkan Dubisch induk setelah selesai memijah. disebut cara Dubisch. Cara ini Ketinggian air kolam adalah 10 banyak digunakan di Jawa cm di atas pucuk rumput. Bagian Tengah dan Jawa Timur. Kolam tengah dasar kolam miring ke pemijahan cara Dubisch arah saluran pengeluaran air dan berbentuk empat persegi panjang ditanami rumput yang tahan dengan ukuran 8 x 8 atau 10 x 10 tergenang air. Dasar tengah yang meter. Kedalaman air kolam 121
    158. miring memudahkan turunnya air kolam pemeliharaan induk, dalam pemanenan benih ikan. sedangkan telur dibiarkan untuk Induk ikan yang selesai memijah ditetaskan. ditangkap dan dipindahkan ke Ardiwinata (1971) Huet (1970) A A B B B A. Rumput B B. Saluran Gambar 4.21. Kolam pemijahan cara Dubisch (Sumantadinata, 1983) Hofer seorang ahli perikanan stress ini mengurangi keinginan melihat beberapa kelemahan/ ikan untuk memijah. kekurangan pemijahan cara Dubisch. Kelemahan tersebut Berdasarkan kelemahan tersebut, terletak pada dasar kolam yang Hofer memodifikasi dasar kolam dapat menimbulkan stress bagi pemijahan cara Dubisch. Pada kolam induk ikan. Hal ini disebabkan pemijahan cara Hofer tidak terdapat adanya perubahan drastic saluran keliling kolam, tetapi seluruh antara bentuk saluran dengan petakan kolam dibagi menjadi dua bentuk pelataran (bagian tengah bagian, yaitu setengah bagian yang kolam) yang ditumbuhi rumput dangkal dan setengah bagian lebih tempat memijah. Induk ikan dalam. Bagian yang dangkal istirahat di saluran merasa ditanami rumput sebagai tempat tempat/kolam tersebut kecil, menempelkan telur, sedangkan tidak ada rumput dan gelap, bagian lebih dalam digunakan untuk tetapi setelah keluar dari saluran berkumpulnya benih ikan Mas menuju bagian tengah kolam sehingga memudahkan pemungutan yang ditumbuhi rumput dan benih ikan. terang menyebabkan induk agak ketakutan. Masa takut dan 122
    159. A B C Cara Hofer A. Pipa pemasukan air B. Bagian dasar yang dangkal ditanami rumput C. Pipa pngeluaran air Gambar 4.22. Kolam pemijahan cara Hofer (Sumantadinata, 1983) Pelepasan induk ke kolam pemijahan yang diletakkan pada kolam dilakukan dengan hati-hati. Hindari pemijahan tergantung pada jumlah induk terkena benturan. induk yang dipijahkan. Untuk Perbandingan induk jantan dan memijahkan satu pasang induk betina adalah 1 : 1 dalam satuan jumlah kakaban yang dibutuhkan berat 3 : 1 dalam satuan ekor. adalah 5-8 buah. Satu pasang induk ikan Mas adalah perbandingan Pemilihan sistem pemijahan ini jumlah induk jantan dan betina yang bergantung kepada skala usaha akan dipijahkan berdasarkan bobot yang dilakukan. Pada pemijahan ikan badan 1 : 1, sedangkan berdasarkan secara alami, pemilihan induk yang jumlah ikan adalah 2 : 1 atau 3 : 1. matang kelamin harus tepat dan benar. Dalam pemijahan ikan Mas Sebelum ikan Mas jantan dan betina secara alami dan semi buatan dipijahkan sebaiknya induk ikan dibutuhkan media/substrat tersebut diberok terlebih dahulu di pemijahan yang disebut dengan dalam kolam pemberokan selama 1- kakaban. Kakaban ini adalah tempat 2 hari dan dipisahkan antara jantan meletakkan telur ikan Mas yang dan betina. Selama dalam terbuat dari ijuk pohon enau. pemberokan, induk ikan ini tidak Kakaban ini biasanya berukuran diberi pakan, oleh karena itu kondisi panjang 1-1,5 m dengan lebar sekitar kualitas air kolam pemberokan harus 0,5 m. ijuk yang digunakan sebagai optimal. bahan pembuat kakaban ini harus Pemberokan ikan Mas ini bertujuan dibersihkan dengan membuang untuk : serat-serat yang kasar dan disisir dengan sikat kawat. Jumlah kakaban 123
    160. 1. Mengurangi lemak pada daerah ikan Mas yang telah dicampur kantong pembungkus telur sperma ditebar ke dalam akuarium (ovarium), karena lemak yang dan dipelihara sampai menetas dan terlalu banyak dapat berumur 2-4 minggu. mengganggu kelancaran pelepasa telur. 4.2.6.2. Pemijahan Ikan Lele 2. Memisahkan induk jantan dan 1. Persiapan wadah dan substrat betina untuk menahan sementara (kakaban) keinginan memijah sehingga pada saat pemijahan di kolam Persiapan bak pemijahan dilakukan pemijahan kedua induk ikan sebelum dilakukan pemijahan. Untuk saling tertarik untuk memijah. setiap pasang induk yang beratnya Pemijahan ikan Mas secara buatan antara 0,5 – 1 kg diperlukan satu biasanya dilakukan oleh para petani buah bak pemijahan dengan ukuran ikan yang membutuhkan 1 x 2 x 0,5 meter atau 1 x 1 x 0,5 ketersediaan benih yang kontinu meter. Sebelum kolam atau bak dalam jumlah dan mutu. Pemijahan digunakan, bak dicuci bersih agar secara buatan ini dilakukan dengan kotoran-kotoran dan lumut yang memberikan suntikan hormon menempel terlepas dan dasar bak kepada induk ikan Mas jantan dan menjadi bersih dan benih lele betina agar cepat mengalami terhindar dari serangan penyakit. kematangan gonad. Setelah dilakukan penyuntikan hormon, induk Selanjutnya bak diisi air bersih ikan Mas jantan dan betina akan di setinggi 30 – 40 cm. Sebagai tempat stripping, yaitu dilakukan pengurutan atau media menempelnya telur, di agar telur dan sperma keluar dari dasar bak dipasang kakaban yang tubuh induk ikan Mas dan dilakukan terbuat dari ijuk. Ukuran kakaban pembuahan ikan Mas secara buatan. disesuaikan dengan ukuran bak Hormon yang digunakan antara lain pemijahan. Namun, ukuran yang adalah ovaprim, pregnil, HCG atau biasa digunakan panjangnya 75 – kelenjar hipofisa ikan Mas itu sendiri. 100 cm dan lebarnya 30 – 40 cm. Sebagai patokan, untuk 1 pasang Ikan Mas jantan dan betina siap induk lele dumbo dengan berat induk memijah dan matang gonad betina 500 gram, dibutuhkan dimasukkan ke dalam kolam kakaban sebanyak 3 – 4 buah. Jika pemijahan. Jumlah induk yang kurang, dikhawatirkan telur yang ditebar bergantung pada luas ukuran dikeluarkan ketika pemijahan tidak kolam pemijahan. Ikan Mas akan tertampung seluruhnya atau meletakkan telur pada kakaban. menumpuk di kakaban, sehingga Kakaban yang berisi telur ikan Mas mudah membusuk dan tidak selanjutnya dipindahkan ke kolam menetas. Kakaban harus menutupi pemeliharaan larva/benih. Hal ini jika seluruh permukaan dasar bak pemijahan dilakukan alami dan semi pemijahan, sehingga semua telur lele intensif. Jika pemijahan ikan Mas dumbo tertampung di kakaban. dilakukan secara buatan, maka telur Bagian atas bak pemijahan di tutup 124
    161. dengan seng atau triplek atau disuntik. Namun, jika menggunakan anyaman bambu untuk mencegah ovaprim, penyuntikan cukup induk lele dumbo yang sedang dilakukan satu kali dengan dosis dipijahkan meloncat keluar. untuk induk betina 0,2 ml dan untuk induk jantan sebanyak 0,1 ml. Sebagai bahan pelarut digunakan air untuk injeksi berupa aquabidest 2. Pemilihan induk siap pijah sebanyak 0,3 – 0,4 ml. Penyuntikan Tidak semua induk yang dipelihara dapat dilakukan pada 3 tempat, yaitu dapat dipijahkan. Hal ini disebabkan pada otot punggung, batang ekor belum tentu semua induk telah dan sirip perut. Akan tetapi pada matang kelamin dan siap dipijahkan. umumnya dilakukan pada otot Sebelum dipijahkan, induk dipilih punggung dengan kemiringan alat yang sesuai dengan persyaratan. suntik 45°. Salah satu persyaratan yang mutlak adalah induk telah berumur 1 tahun, baik jantan maupun betina. 4. Pemijahan Pemilihan induk dilakukan dengan cara mengeringkan kolam induk, baik Induk lele dumbo yang telah disuntik kolam induk jantan mapun betina, selanjutnya dipijahkan secara alami, sehingga induk – induk ikan lele atau dipijahkan secara buatan. Jika dumbo akan terkumpul. Selanjutnya akan dilakukan secara semi buatan, induk – induk tersebut ditangkap setelah induk ikan lele disuntik dengan menggunakan seser atau dengan hormon maka induk tersebut serokan dan ditampung dalam dimasukan ke dalam bak pemijahan wadah seperti tong plastik. yang telah disiapkan. Induk akan memijah setelah 8 – 12 jam dari penyuntikan. Selama proses 3. Penyuntikan hormon pemijahan berlangsung dilakukan pengontrolan agar induk yang Untuk merangsang induk lele dumbo sedang memijah tidak melompat agar memijah sesuai dengan yang keluar tempat pemijahan. diharapkan, sebelumnya induk harus disuntik menggunakan zat Pemijahan ikan lele dapat dilakukan perangsang berupa kelenjar hipofisa secara alami, semi buatan dan atau HCG (Human Chlorionic buatan (induced breeding). Gonadotropine) atau ovaprim. Pemijahan ikan lele secara alami Kelenjar hipofisa dapat diambil dari dapat dilakukan dengan memijahkan donor ikan lele dumbo yang telah induk jantan dan betina tanpa matang kelamin dan telah berumur perlakuan khusus. Induk ikan lele minimal 1 tahun. Penyuntikan memijah berdasarkan kondisi alam menggunakan kelenjar hipofisa dan ikan itu sendiri. Kelemahan cukup dengan 1 dosis. Artinya, ikan pemijahan secara alami adalah donor yang akan diambil kelenjar pemijahan induk belum dapat hipofisanya, beratnya sama dengan diperkirakan waktunya sehingga ikan induk lele dumbo yang akan ketersediaan telur juga belum dapat 125
    162. di perkirakan. Pemijahan secara yang telah disiapkan sebelumnya semi buatan adalah pemijahan dicampur dengan telur. Telur dan dengan cara memberi perlakuan sperma diaduk menggunakan bulu khusus yaitu dengan menyuntik ayam. Setelah telur dan sperma induk ikan menggunakan hormon. tercampur merata, lalu ditambah air Hormon yang digunakan adalah sampai semua telur terendam dan hormon sintetis atau hormon biarkan beberapa menit agar semua hypofisa. Jika Induk disuntik telur terbuahi oleh sperma. Air menggunakan hormon sintetis rendaman yang berwarna putih (Ovaprim) dapat dilakukan dengan selanjutnya di buang, dosis 0,1-0,2 ml di tambah aquabides sebanyak 1-2 ml. Telur yang telah dibuahi disebarkan Pemijahan secara semi buatan induk kepermukaan substrat “kakaban” dan jantan dan betina disuntik. Induk direndam dalam bak sampai yang telah disuntik dimasukkan menetas. Untuk mencegah infeksi kedalam kolam/bak pemijahan. pada induk, maka setelah dilakukan Pemijahan secara buatan yaitu pengurutan induk ikan ditreatment dengan menyuntikan hormon dengan cara direndam dalam larutan gonadotropin kedalam tubuh induk formalin 50 – 150 ppm selama 3 jam, betina. Untuk mendapatkan hormon kemudian induk ikan di lepas ke ini ada yang sudah dalam bentuk dalam bak fiber penampungan induk cairan hormon siap pakai, ada pula yang sudah disediakan. yang harus di ekstrak dari kelenjar horman ikan tertentu. 4.2.6.3. Pemijahan ikan nila Pada ikan lele yang akan dilakukan Ikan Nila dapat berkembang biak pemijahan secara buatan maka secara optimal pada suhu 20 - 30 pengambilan sperma dilakukan derajat celsius. Pada umumnya nila dengan pembedahan perut induk bersifat mengerami telurnya di dalam jantan. Selanjutnya sperma diambil mulut sampai menetas kurang lebih dan dibersihkan dari darah dengan 4 hari dan mengasuh larvanya ± 14 menggunakan tissue. Kelenjar hari sampai larva dapat berenang sperma dipotong-potong dengan bebas diperairan, mengerami telur menggunakan gunting kemudian dan mengasuh larva dilakukan oleh ditekan secara halus untuk induk betina. Nila dapat dipijahkan mengeluarkan sel sperma dari setelah mencapai berat 100 gr/ekor. kelenjar sperma tersebut, lalu Secara alami nila memijah pada diencerkan di dalam larutan sodium sarang yang dibuat oleh ikan jantan clorida 0.9 % dalam mangkuk plastik di dasar kolam, sehingga diperlukan yang bersih. dasar kolam yang berlumpur. Untuk menjaga induk hidup optimal, maka Pengurutan induk betina dilakukan parameter kualitas air dipertahankan dengan hati-hati agar induk tersebut dalam kondisi yang layak bagi tidak terluka. Telur induk betina kehidupan induk, terutama tersebut ditampung dalam baki dan kandungan oksigen terlarut (> 5 pada waktu yang bersamaan sperma 126
    163. ppm) dan suhu tidak berfluktuasi. Persiapan Kolam Padat penebaran induk tergantung dari ukuran induk dan sistem Kolam pemijahan luasnya harus pemijahan yang dilakukan. Selama disesuaikan dengan jumlah induk proses pemijahan air kolam harus yang akan dipijahkan. Perbandingan tetap berganti, dengan cara jantan dan betina adalah 1 : 3 ukuran mengalirkan air pemasukan ke kolam 250 - 500 gr perekor. Dengan padat secara kontinu melalui pipa yang ada penebaran 1 ekor/m2. Hal ini saringannya. Air dijatuhkan berdasarkan sifat ikan jantan yang kepermukaan kolam agar terjadi membuat sarang berbentuk kobakan percikan air untuk proses difusi didasar kolam dengan diameter oksigen. kira-kira 50 cm dan akan mempertahankan kobakan tersebut Pemijahan ikan nila dengan dari ikan jantan lainnya. Kobakan menggunakan hapa (kantung jaring tersebut akan digunakan ikan jantan dengan mata jaring yang lembut untuk memikat ikan betina dalam lebih kecil dari ukuran larva) hanya pemijahan. Oleh karena itu jumlah pada ikan nila yang sudah diadaptasi ikan jantan setiap luasan kolam pada kondisi tersebut. Kantung jaring tergantung pada berapa banyak dapat digunakan beberapa bulan kemungkinan kobakan yang dapat saja paling lama 6 bulan, karena dibuat oleh ikan jantan pada dasar mata jaring mudah sekali tertutup kolam tersebut. Biasanya jarak baik oleh lumpur maupun organisme antara kobakan satu dengan yang yang menempel pada jaring lainnya kira-kira 25 cm. Bila sehingga dapat mengganggu areal/kolam mempunyai luasan 100 m2 (1000 x 1000 cm2), maka satu sirkulasi air. baris panjang didapat 1000:100 cm = Pemijahan ikan nila berdasarkan 10 dan satu baris lebar 1000:100 = pengelolaannya dibedakan beberapa 10, jadi banyaknya kobakan 10 x 10 sistim antara lain: = 100 atau banyaknya ikan jantan adalah 100 ekor. Sedangkan yang betina adalah 3 x 100 = 300 ekor. 1. Pemijahan Secara Tradisional/ Induk betina yang lebih banyak 3 x Alami jantan adalah agar mudah memberi Pemijahan secara alami dapat kesempatan pada jantan untuk dapat dilakukan di kolam. Ikan nila menemukan betina yang matang membutuhkan sarang dalam proses gonad. Dinding kolam diupayakan pemijahan. Sarang di buat di dasar kokoh dan tidak ada yang bocor agar kolam oleh induk jantan untuk mampu menahan air kolam. memikat induk betina tempat Kedalam air kolam 70 cm. Dasar bercumbu dan memijah, sekaligus kolam dilakukan pengolahan, merupakan wilayah teritorialnya yang pembuatan kemalir, pemupukan dan tidak boleh diganggu oleh pasangan pengapuran. Kegiatan ini lain. Kegiatan pemijahan alami dimaksudkan untuk menciptakan meliputi antara lain; suasana dasar kolam berlumpur untuk pembuatan sarang dan 127
    164. meningkatkan kesuburannya agar parasit larva ikan serta meningkatkan cukup tersedia pakan alami untuk pH dasar kolam. Dosis pengapuran konsumsi induk dan larva hasil untuk menetralkan berbagai pemijahan. tingkatan pH dan jenis tekstur tanah dapat dilihat pada Tabel 4.6. Pengapuran dilakukan untuk mengendalikan hama, penyakit dan Tabel 4.6. Dosis Pengapuran untuk Menetralkan dari Berbagai Jenis Tekstur Tanah dan pH Awal yang Berbeda Kebutuhan Kapur CaCO3 (kg/Ha) NO pH Awal Lempung berliat Lempung berpasir Pasir 1 < 4,0 14.320 7.160 4.475 2 4,0 - 4,5 10.740 5.370 4.475 3 4,6 - 5,0 8.950 4.975 3.580 4 5,1 - 5,5 5.370 3.580 1.790 5 5,6 - 6,0 3.580 1.790 895 6 6,1 - 6,5 1.790 1.790 0 Pemupukan dapat diberikan pupuk susulan dapat diberikan 2 minggu kandang, pupuk hijau dan pupuk kemudian dengan cara memasukan buatan atau kombinasi dari ketiga pupuk kandang/hijau ke dalam macam pupuk tersebut. karung plastik yang diberi lubang Jenis pupuk yang biasa digunakan secara merata dan direndam di dekat terdiri dari : pintu pemasukan air kolam. Cara ini • Kotoran ternak besar (sapi, akan memberikan pengaruh penguraian pupuk secara bertahap kerbau, kuda dll) dengan dosis dan terus menerus sehingga 1500 kg/ha atau kotoran ayam pertumbuhan pakan alami dapat sebanyak 600- 1200 kg/ha stabil dan tidak terjadi blooming • TSP dosis 100 kg/ha plankton yang merugikan. • Urea dosis 150 kg/ha Dosis tersebut tidak mutlak , tetapi bisa disesuaikan dengan tingkat Pengairan kesuburan tanah kolam perairan. Cara pemberian pupuk kandang bisa Selama proses pemijahan ikan dionggokan dibeberapa tepi kolam. membutuhkan suasana parameter Sedang untuk pupuk anorganik kualitas air yang sesuai yaitu oksigen disebarkan pada dasar kolam. Agar terlarut > 5 ppm, pH > 5, suhu 20 - kolam bisa menjadi subur lagi bisa 30 °C dan NH3 < 1 ppm. Untuk ditambah dengan pupuk hijau, menciptakan kondisi seperti tersebut, misalnya daun orok-orok, daun pengairan kolam harus dilakukan lamtoro dan lain- lain. Selanjutnya dengan pengaturan yang baik. Air kolam diairi ± 70 cm. Pemupukan 128
    165. pemasukan terus menerus dialirkan dalam kolam yang berbeda, dengan dengan debit 2 - 5 liter/ menit untuk demikian pemanenan larva relatif luasan kolam 200 m2. mudah dilakukan dan induk akan lebih produktif karena tidak sering terganggu yang dapat menimbulkan Pemberian pakan stres dan kematian pada induk. Desain kolam pemijahan dapat Meskipun kolam telah di pupuk dan dilihat pada Gambar . tumbuh subur pakan alami, • pemberian pakan tambahan mutlak Persiapan kolam di perlukan. Pemberian pakan Kolam pemijahan dibuat dari tambahan dimaksudkan untuk pagar bambu yang bersekat- menjaga stabilitas produktifitas induk sekat antara kolam jantan, kolam karena selama masa inkubasi telur betina dan kolam larva 3-4 hari induk berpuasa sehingga (gambar.1). Kolam induk jantan pada proses pemijahan harus cukup (lingkaran I) hanya dapat cadangan energi dari pakan ikan. dimasuki ikan betina yang Pakan tambahan dapat berbentuk berukuran lebih kecil dari ikan dedak, bungkil kedelai, bungkil jantan, kolam induk betina kacang atau pellet. Pellet dapat (lingkaran II) hanya dapat dilalui diberikan 3 - 6 % per hari dari bobot larva sedang induk betina tidak induk. Selama proses pemijahan ± 7 dapat keluar dari sekat, dan kolam larva (III) untuk hari dan pasca inkubasi telur yaitu menangkap larva yang setelah hari ke 8 - 12. dihasilkan. Pengolahan dasar kolam dilakukan seperti pada persiapan kolam pemijahan 2. Pemijahan secara intensif alami. Dari sifat perilaku ikan nila maka untuk meningkatkan hasil dan produktifitas induk ikan nila di dalam menghasilkan larva, pemijahan ikan dapat dilakukan dengan melakukan manipulasi lingkungan yang sesuai dengan sifat memijah ikan. Pemijahan secara buatan dapat dilakukan dengan dua cara : Pemijahan Intensif Yang Sepenuhnya Dilakukan Di Kolam Gambar 4.23. Diagram susunan kolam pemijahan bersekat Metoda ini dilakukan pada kolam yang didesain sedemikian rupa • Proses pemijahan sehingga setelah pemijahan selesai Apabila konstruksi kolam dapat dipisahkan antara induk berbentuk lingkaran dengan jantan, induk betina dan larva ikan 129
    166. diameter kolam I adalah 4 meter mengumpulkan induk-induk pada dan kolam II adalah 10 meter, satu sudut hapa untuk memperkecil serta luas kolam III adalah 44 ruang gerak induk dan memudahkan meter persegi, maka padat penangkapan. Induk betina di penebaran induk adalah antara tangkap satu persatu di pegang 250 -300 ekor induk betina bobot bagian kepala, mulut di buka dan di ± 250 gr/ekor dan 40 ekor jantan goyang-goyang di dalam air atau dialiri air yang bagian bawahnya bobot > 500 gr/ekor. Induk- sudah dipasang lambit/seser halus. induk ikan pada saat pemijahan Telur yang ada pada mulut induk nila menempati kolam I. Setelah akan keluar dan tertampung di lambit proses pemijahan berlangsung dan selanjutnya di tampung pada dan telur telah menetas, induk wadah (ember/baki) untuk di bawa betina akan keluar dari kolam I ke ke tempat penetasan. Setelah kolam II untuk mengasuh selesai pengambilan telur, induk anaknya. Di kolam II ini larva dipelihara di kolam secara terpisah tumbuh sampai ukuran ± 1 cm, antara jantan dan betina dan setelah selanjutnya larva akan masuk ke ± 14 hari sudah dapat dipijahkan kolam III, sedangkan induk betina kembali. Setelah pemijahan induk tetap pada kolam II karena ada jantan dan induk betina di ambil dan sekat. Kolam III hanya dapat di di pelihara pada kolam induk yang masuki oleh larva dari kolam II ke berbeda, untuk persiapan pemijahan kolam III, larva akan terusir dari berikutnya. kolam II, karena terganggu oleh induk betina yang ada. 4.3. Penetasan telur • Pemeliharaan Pemeliharaan induk dilakukan Setelah induk ikan melakukan dengan pemberian pakan pemijahan maka sel telur dan sel tambahan 3 - 6 % perhari dari sperma akan bertemu dan bobot ikan. Pemberian pakan mengalami proses pembuahan dilakukan sesuai yang (fertilisasi) yang akan membentuk dibutuhkan oleh induk dan larva. zygot. Oleh karena itu pembuahan ini merupakan proses peleburan antara sel telur dan sel sperma untuk Pemijahan Dilakukan Di Hapa, membentuk zygot. Pembuahan Penetasan Telur Dilakukan Pada terjadi ditandai dengan masuknya Corong Tetas spermatozoa ke dalam telur lewat micropyle. Tiap sel sperma cukup Induk yang sudah siap dipijahkan untuk membuahi satu butir telur. (matang gonad) di masukkan ke Pada saat pembuahan spermatozoa dalam hapa pemijahan dan masuk yaitu hanya kepalanya saja dipelihara dengan memberikan sedangkan ekornya tinggal di luar, pakan tambahan serta pengaturan cytoplasma dan chorion merenggang air yang baik sampai hari ke 7. dan semacam sumbat segera Pengambilan telur dilakukan pada menutup micropyle untuk hari ke 8 - 10 dengan cara 130
    167. menghalangi masuknya melintang dan mulai membentuk spermatozoa lain. Pengerasan formasi lapisan kedua secara samar chorion disebabkan oleh enzim pada kutup anima. Stadia morula pengeras yang terdapat pada bagian berakhir apabila pembelahan sel dalam lapisan chorion. Pengerasan sudah menghasilkan blastomer. chorion berguna untuk melindungi Blastomer kemudian memadat embrio yang masih sangat sensitif. menjadi blastodisk kecil membentuk Setelah membentuk zygot maka dua lapis sel. Pada akhir setiap individu akan mengalami pembelahan akan dihasilkan dua proses embriogenesis sebelum kelompok sel. Pertama kelompok menetas. Untuk memahami tentang sel-sel utama (blastoderm), yang proses penetasan telur maka harus meliputi sel-sel formatik atau dipahami proses tentang gumpalan sel-sel dalam (inner mass embryogenesis. cells), fungsinya adalah membentuk tubuh embrio. Kedua adalah adalah kelompok sel-sel pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, 4.3.1. Perkembangan embrio auxilliary cells, fungsinya adalah Perkembangan embrio dimulai dari melindungi dan menghubungi antara pembelahan zygote (cleavage), embrio dengan induk atau stadia morula (morulasi), stadia lingkungan luar. Kelompok sel-sel blastula (blastulasi), stadia gastrula yang terdiri dari jaringan embrio (gastrulasi) dan stadia (blastodic) dan jaringan periblas, organogenesis. pada ikan, reptil dan burug disebut cakram kecambah (germinal disc). Stadia Cleavage Cleavage adalah pembelahan zygote Stadia blastula secara cepat menjadi unit-unit yang Blastulasi adalah proses yang lebih kecil yang di sebut blastomer. menghasilkan blastula yaitu Stadium cleavage merupakan campuran sel-sel blastoderm yang rangkaian mitosis yang berlangsung membentuk rongga penuh cairan berturut-turut segera setelah terjadi sebagai blastocoel. Pada akhir pembuahan yang menghasilkan blastulasi, sel-sel blastoderm akan morula dan blastomer. terdiri dari neural, epidermal, notochordal, meso-dermal, dan endodermal yang merupakan bakal Stadia morula Morula merupakan pembelahan sel pembentuk organ-organ. dicirikan yang terjadi setelah sel berjumlah 32 dua lapisan yang sangat nyata dari sel dan berakhir bila sel sudah sel-sel datar membentuk blastocoel menghasilkan sejumlah blastomer dan blastodisk berada di lubang yang berukuran sama akan tetapi vegetal berpindah menutupi ukurannya lebih kecil. Sel tersebut sebagian besar kuning telur. Pada memadat untuk menjadi blastodik blastula sudah terdapat daerah yang kecil yang membentuk dua lapisan berdifferensiasi membentuk organ- sel. Pada saat ini ukuran sel mulai organ tertentu seperti sel saluran beragam. Sel membelah secara pencernaan, notochorda, syaraf, 131
    168. epiderm, ektoderm, mesoderm dan turut bakal organ yaitu syaraf, endoderm. notochorda, mata, somit, rongga kuffer, kantong alfaktori, rongga ginjal, usus, tulang subnotochord, Stadia gastrula Gastrulasi adalah proses linea lateralis, jantung, aorta, insang, perkembangan embrio, dimana sel infundibullum dan lipatan-lipatan bakal organ yang telah terbentuk sirip. Sistem organ-organ tubuh pada stadia blastula mengalami berasal dari tiga buah daun perkembangan lebih lanjut. Proses kecambah, yaitu ektodermal, perkembangan sel bakal organ ada endodermal dan mesodermal. Pada dua, yaitu epiboli dan emboli. Epiboli ektodermal akan membentuk organ- adalah proses pertumbuhan sel yang organ susunan (sistem) saraf dan bergerak ke arah depan, belakang epidermis kulit. Endodermal akan dan kesamping dari sumbu embrio membentuk saluran pencernaan dan akan membentuk epidermal, beserta kelenjar-kelenjar pencernaan sedangkan emboli adalah proses dan alat pernafasan, dan pertumbuhan sel yang bergerak ke mesodermal akan membentuk arah dalam terutama diujung sumbu rangka, otot, alat-alat peredaran embrio. darah, alat eksresi, alat-alat reproduksi dan korium (chorium) Stadia gastrula ini merupakan kulit. Jika proses organogenesis ini proses pembentukan ketiga daun telah sempurna maka akan kecambah yaitu ektoderm, dilanjutkan dengan proses mesoderm dan endoderm. Pada penetasan telur. proses gastrula ini terjadi perpindahan ektoderm, mesoderm, endoderm dan notochord menuju 4.3.2. Proses penetasan telur tempat yang definitif. Pada periode ini erat hubungannya dengan proses Penetasan adalah perubahan pembentukan susunan syaraf. intracapsular (tempat yang terbatas) Gastrulasi berakhir pada saat kuning ke fase kehidupan (tempat luas), hal telur telah tertutupi oleh lapisan sel. ini penting dalam perubahan- Dan beberapa jaringan mesoderm perubahan morfologi hewan. yang berada disepanjang kedua sisi Penetasan merupakann saat terakhir notochord disusun menjadi segmen- masa pengeraman sebagai hasil segmen yang disebut somit yaitu beberapa proses sehingga embrio ruas yang terdapat pada embrio. keluar dari cangkangnya. Penetasan terjadi karena 1) kerja Stadia organogenesis Organogenesis merupakan stadia mekanik, oleh karena embrio sering terakhir dari proses perkembangan mengubah posisinya karena embrio. Stadia ini merupakan proses kekurangan ruang dalam pembentukan organ-organ tubuh cangkangnya, atau karena embrio makhluk hidup yang sedang telah lebih panjang dari lingkungan berkembang. Dalam proses dalam cangkangnya (Lagler et al. organogenesis terbentuk berturut- 1962). Dengan pergerakan- 132
    169. pergerakan tersebut bagian telur 4.3.3. Aplikasi Penetasan Telur lembek dan tipis akan pecah ikan sehingga embrio akan keluar dari cangkangnya. 2) Kerja enzimatik, Penetasan telur pada ikan budidaya yaitu enzim dan zat kimia lainnya dapat dilakukan dengan berbagai yang dikeluarkan oleh kelenjar wadah. Wadah penetasan telur ikan endodermal di daerah pharink dapat digunakan antara lain adalah embrio. Enzim ini disebut chorionase akuarium, kolam, bak atau fiber yang kerjanya bersifat mereduksi glass. Wadah yang di gunakan harus chorion yang terdiri dari bersih. Sebelum penetasan telur, air pseudokeratine menjadi lembek. wadah penetasan di sanitasi Sehingga pada bagian cangkang menggunakan methalyne blue (MB). yang tipis dan terkena chorionase Jika penetasan telur dilakukan di akan pecah dan ekor embrio keluar kolam harus menggunakan hapa. dari cangkang kemudian diikuti tubuh Hapa yang digunakan dengan mata dan kepalanya. jaring 1 mm atau lebih kecil dari butiran telur. Air pada wadah Semakin aktif embrio bergerak akan penetasan harus mengalir terus semakin cepat penetasan terjadi. menerus. Salah satu sumber oksigen Aktifitas embrio dan pembentukan terlarut di dalam wadah penetasan chorionase dipengaruhi oleh faktor berasal dari difusi air langsung dalam dan luar. Faktor dalam antara dengan udara. Kadar oksigen terlarut lain hormon dan volume kuning telur. di dalam wadah adalah 6 - 8 ppm. Hormon tersebut adalah hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisa dan Pada ikan lele biasanya telurnya tyroid sebagai hormon metamorfosa, dilekatkan pada substrat. Telur yang sedang volume kuning telur telah menempel pada kakaban dapat berhubungan dengan energi ditetaskan dalam wadah budidaya perkembangan embrio. Sedangkan disesuaikan dengan sistem budidaya faktor luar yang berpengaruh adalah yang akan diaplikasikan. Selama suhu, oksigen, pH salinitas dan penetasan telur, air dialirkan terus intensitas cahaya. menerus. Seluruh telur yang akan ditetaskan harus terendam air, Penetasan telur terjadi bila embrio kakaban yang penuh dengan telur telah menjadi lebih panjang dari diletakan terbalik sehingga telur pada lingkaran kuning dan telah menghadap ke dasar bak. Dengan terbentuk sirip ekor. Penetasan demikian telur akan terendam air terjadi dengan cara pelunakan seluruhnya. Telur yang telah dibuahi chorion oleh suatu enzim atau berwarna kuning cerah kecoklatan, substansi kimia lainnya hasil sekresi sedangkan telur yang tidak dibuahi kelenjar ekstoderm. Selain itu berwarna putih pucat. Di dalam penetasan juga disebabkan oleh proses penetasan telur diperlukan gerakan-gerakan larva akibat suplai oksigen yang cukup. Untuk peningkatan suhu, intensitas cahaya memenuhi kebutuhan akan oksigen dan pengurangan tekanan oksigen. terlarut dalam air, setiap bak penetasan di pasang aerasi. Telur 133
    170. akan menetas tergantung dari suhu Pada ikan nila penetasan telur dapat air wadah penetasan dan suhu dilakukan dengan dua metode yaitu udara. Jika suhu semakin panas, penetasan dengan menggunakan telur akan menetas semakin cepat. corong penetasan dan metode Begitu juga sebaliknya, jika suhu konvensional. Pada metode rendah, menetasnya semakin lama. konvensional dari induk ikan nila yang mempunyai bobot 250 - 300 gr Telur ikan lele akan menetas dapat menghasilkan 300 - 800 butir berkisar antara 24-57 jam dari telur. Telur ikan nila akan menetas pembuahan. Selama penetasan telur setelah 4 - 6 hari. Telur yang telah harus selalu dicek, telur yang sehat menetas tidak langsung dilepaskan berwarna hijau kecoklatan, bila ada induknya melainkan tetap telur yang berwarna putih harus dimulutnya. Induk betina melepas segera dibuang untuk menghindari larva jika sudah dapat berenang. berkembangnya jamur. Pada tahap awal larva dilepaskan, Perkembangan stadia embrio pada induk betina masih menjaganya. Di ikan lele telah diamati oleh Volkaert alam, induk betina ikan nila mulai et al (1994) yang melakukan melepaskan larva dari mulutnya pengamatan pada suhu penetasan pada umur 4 - 5 hari. Pada umur telur yang optimal adalah 28oC tersebut induk betina masih menjaga (Tabel 4.7). Telur ikan lele (African larva-larva tersebut. Jika keadaan catfish) akan menetas setelah 24 jam lingkungan larva kurang aman, induk dengan derajat penetasan 80–100%. ikan menghisap kembali larvanya. Kuning telur larva akan habis setelah berumur 5 - 7 hari. Setelah kuning Tabel 4.7. Perkembangan stadia telur habis, larva akan mencari embrio ikan lele pada suhu 28oC makanan disekitarnya. Biasanya induk betina menjaganya dengan Waktu (jam) Stadia embrionik mengikuti kelompok larva tersebut 0 : 45 2 sel berenang. Jika ada ikan lain yang 1 : 00 4 sel mendekati kelompok larva atau 1 : 15 16 sel keadaan perairan kurang aman 1 : 30 32 sel maka induk tersebut memasukkan 1 : 45 64 sel kembali larva-larva tersebut kedalam 2 : 00 128 sel mulutnya. Selanjutnya larva 2 : 15 Morula dilepaskan kembali pada perairan 2 : 30 Awal Blastula yang relatif aman dari gangguan ikan 2 : 45 Akhir Blastula lainnya. Secara keseluruhan proses 4 : 15 Dimulainya epiboly ini memerlukan waktu kurang lebih 4 : 45 30% epiboly 18 hari. 5 : 15 Germinal disk 7 : 00 60% epiboly Sedangkan penetasan telur ikan nila 8 : 15 90% epiboly secara intensif dilakukan pada 12 : 00 1 – 10 somite corong tetas, yang merupakan 24 : 00 80–100% menetas modifikasi dari penetasan telur secara alami. Modifikasi tersebut 134
    171. terlihat pada kondisi lingkungan, kira 6 bulan sekali dibersihkan. Hal suplai air untuk gerakan telur, ini untuk menghindari penyumbatan oksigen terlarut dan sebagainya. Air aliran air oleh kotoran. yang dialirkan ke corong penetasan selain agar telur-telur tetap bergerak Tujuan penetasan telur meggunakan juga untuk mempertahankan kualitas corong tetas adalah untuk air tetap baik. Corong tetas yang meningkatkan daya tetas telur. digunakan berbentuk kerucut terbuat Tahap awal perkembangan telur, dari bahan fibre glass atau bahan telur sangat rentan terhadap lain. Pada corong tetas terdapat gangguan khususnya gangguan pipa- pemasukan dan pengeluaran secara mekanik. Gangguan secara air. Pipa pemasukan terletak di dasar mekanik umumnya terjadi pada saat corong tetas sedangkan pipa membersihkan telur dari kotoran, pengeluaran terletak di bagian atas memasukkan telur ke corong corong tetas. Corong yang berukuran penetasan dan gerakan telur akibat tinggi 45 cm, diameter atas 30 cm, debit air yang terlalu besar. Oleh diameter bawah 15 cm dapat sebab itu penanganan telur harus menetaskan telur sebanyak ± 15.000 dilakukan secara hati-hati. Debit air yang terlalu besar dapat butir telur/corong. menyebabkan telur membentur dinding atau telur lainnya dengan Corong tetas sebelum digunakan keras sehingga dapat terlebih dahulu dibersihkan dari mengakibatkan kematian. Pada saat endapan kotoran, sisa telur dan panen, sering terdapat perbedaan lumut kemudian dikeringkan. Setelah umur larva. Perbedaan ini karena itu direndam pada larutan malachyte pemijahan induk tidak serentak green atau methalyn blue 10 ppm sehingga perkembangan embrio telur selama 15 - 30 menit. setiap induk pada kolam pemijahan yang sama sering berbeda. Demikian Selama kegiatan penetasan telur air juga ukuran telur setiap induk terus menerus dialirkan ke corong berbeda-beda. Sebelum dimasukkan penetasan. Agar penggunaan air ke corong penetasan, telur yang lebih efisien, sebaiknya memakai berbeda baik masa inkubasi maupun sistem resirkulasi air. Dengan sistem ukuran telur harus dipisahkan ini air yang telah digunakan akan terlebih dahulu. Pemisahan telur melalui saringan terlebih dahulu baik bertujuan untuk memudahkan secara fisis, biologis mapun khemis pemanenan larva. sebelum digunakan selanjutnya ke corong tetas. Dengan menggunakan Pemisahan atau pemilihan telur saringan tersebut, sistem resirkulasi dapat dilakukan pada saat telur air dapat digunakan selama lebih diambil dari mulut induk dan pada dari 6 bulan, selain lebih efisien, juga saat telur ditampung. Umumnya telur mudah dalam pengontrolan pada satu induk seragam baik masa parameter kualitas air yang sesuai inkubasi maupun ukuran. Oleh sebab dengan kebutuhan telur dan larva. itu pemisahan telur lebih baik dan Bak penampungan air dan saringan lebih cepat dilakukan dilakukan yang digunakan secara berkala kira- 135
    172. pada saat telur diambil dari mulut telur tidak bergerak dan kekurangan induk. Setiap telur yang diambil dari oksigen. Telur yang tidak bergerak mulut induk ditampung dalam satu dan kekurang oksigen akan mati. wadah. Sedangkan telur dari induk Oleh sebab itu kegiatan sehari-hari lain yang berbeda masa inkubasi dan pada saat penetasan telur adalah ukuran telurnya ditampung pada mengontrol debit air dan wadah yang lain. Selanjutnya setelah membersihkan corong tetas. Corong dibersihkan, telur yang sama masa tetas dapat dibersihkan dengan inkubasi dan ukuran dari induk yang menyipon kotoran atau telur yang lain di tetaskan pada corong tetas mati. Pada saat pengontrolan debit yang sama. Sedangkan telur yang air di dalam corong tetas harus lain ditetaskan pada corong tetas selalu stabil sehingga tidak yang berbeda. Jika pemisahan telur mengganggu gerakan telur. pada wadah penampungan dinama seluruh telur ditampung dalam satu Air yang masuk pada corong tetas wadah kemudian dilakukan memiliki tekanan yang merata pemisahan akan lebih rumit dan diseluruh bagian corong tetas agar lama sehingga dapat mengakibatkan telur yang ada semua bergerak. Jika telur mati. Kematian telur tersebut tekanan aliran air hanya terdapat dapat karena telur tidak bergerak, pada beberapa begian corong tetas benturan dan sinar matahari saja mengakibatkan terdapat titik langsung. mati tekanan air. Telur yang terdapat pada tekanan titik mati tersebut tidak Masa inkubasi telur ikan nila bergerak dan mati. berhubungan dengan warna telur. Telur yang baru dibuahi memiliki Telur ditetaskan pada corong tetas warna kuning muda. Sedangkan telur selama 5 - 7 hari. Selama penetasan yang akan menetas berwarna kuning telur, air terus menerus dialirkan. kecoklatan. Telur yang berwarna Hari ke dua penetasan telur akan putih susu adalah telur mati. terlihat telur yang mati dan hidup. Telur yang mati segera dibuang Telur hasil seleksi dibersihkan dan karena akan mempengaruhi kualitas dipisahkan, dimasukkan ke dalam air. Sumantadinata (1983) corong tetas. Air terus menerus mengatakan faktor-faktor yang dialirkan ke dalam corong tetas. mempengaruhi daya tetas telur Besar kecilnya debit air yang masuk adalah : ke dalam corong tetas di atur 1. Kualitas telur. Kualitas telur menggunakan kran. Debit air untuk dipengaruhi oleh kualitas pakan penetasan telur ikan sebesar 0,8 liter yang diberikan pada induk dan perdetik. Debit air yang terlalu besar tingkat kematangan telur. dapat mengakibatkan kematian telur 2. Lingkungan yaitu kualitas air karena tekanan air sehingga telur terdiri dari suhu, oksigen, karbon- dapat terbentur ke dinding corong dioksida, amonia, dll. tetas atau terbawa air keluar corong 3. Gerakan air yang terlalu kuat tetas. Sebaliknya debit air yang yang menyebabkan terjadinya terlalu kecil dapat mengakibatkan benturan yang keras di antara 136
    173. telur atau benda lainnya (waring), maka caranya adalah sehingga mengakibatkan telur dengan menarik salah satu ujung pecah. hapa ke salah satu sudut hapa. dengan hati-hati untuk menghindari Blaxter dalam Sumantadinata (1983), induk mengeluarkan telur. Karena penetasan telur dapat disebabkan induk ikan nila jika merasa dalam oleh gerakan telur, peningkatan bahaya atau terdesak akan suhu, intensitas cahaya atau mengeluarkan telur di sembarang pengurangan tekanan oksigen. tempat. Hal ini akan menyulitkan Dalam penekanan mortalitas telur, dalam mengumpulkan telur ikan nila. yang banyak berperan adalah faktor kualitas air dan kualitas telur selain Pengambilan telur ikan nila dilakukan penanganan secara intensif. dengan menangkap induk satu persatu. Penangkapan induk Oleh karena itu induk betina hanya dilakukan menggunakan seser kasar dapat memijah perlu waktu lama. dan seser halus. Kedua seser ini Akan tetapi pada pemijahan secara digunakan pada saat bersamaan. intensif, induk ikan nila betina dapat Seser kasar berfungsi untuk dipijahkan setiap 2 - 4 minggu. Hal menangkap induk sedangkan seser ini dapat dijelaskan secara fisiologis halus berfungsi untuk menampung ikan sebagai berikut; pada pemijahan telur ikan. Seser kasar terletak alami, selama proses pengeraman dibagian atas dan seser halus telur dan pemeliharaan larva, induk terletak dibagian bawah. Pada saat betina akan terhambat menangkap induk dilakukan dengan perkembangan gonadnya. hati-hati agar telur tidak dikeluarkan. Sedangkan pada pemijahan intensif proses tersebut dilakukan secara Cara mengambil telur dari induk buatan (corong tetas). Dengan betina yaitu dengan memegang demikian induk betina dapat bebas bagian kepala ikan. Pada saat dari tugas tersebut dan segera bersamaan salah satu jari tangan menyiapkan kembali untuk membuka mulut dan tutup insang. pemijahan berikutnya dalam waktu Selanjutnya tutup insang di siram air yang relatif cepat. sehingga telur keluar melalui rongga mulut. Selanjutnya telur-telur Pada ikan nila yang telurnya akan tersebut ditampung dalam wadah. ditetaskan pada corong penetasan Hal yang perlu diperhatikan adalah harus dilakukan pemanenan telur. menghindari gerakan induk sekecil Pemanenan telur ikan nila ini mungkin agar telur yang telah keluar dilakukan pada hari ke 9. tidak berserakan. Induk yang telah Pemanenan dilakukan dengan cara diambil telurnya dan yang belum mengambil telur dari mulut induk memijah dikembalikan ke kolam betina ikan nila. Sebelum pemeliharaan induk. pemanenan terlebih dahulu Telur pada wadah penampungan permukaan air kolam diturunkan jangan terkena sinar matahari sampai ketinggian 10 - 20 cm. Jika langsung dan diupayakan telur selalu pemijahan dilakukan di hapa bergerak. Telur yang terlalu lama 137
    174. diam serta kena sinar matahari makanan dari luar atau lingkungan langsung dapat menimbulkan hidupnya. Larva ikan yang kematian. Selanjutnya sebelum dibudidayakan harus dilakukan dimasukkan ke corong tetas, telur pemeliharaan untuk mencapai stadia terlebih dahulu dibersihkan dari benih. Wadah yang dapat digunkan kotoran berupa lumpur, lumut, sisa untuk melakukan pemeliharaan larva pakan dan sebagainya. Telur yang ini bermacam-macam. telah bersih dari kotoran dapat Wadah pemeliharaan larva ini dimasukkan ke dalam corong antara lain dapat berupa bak atau penetasan. kolam. Pada pemeliharaan di bak yang perlu diperhatikan adalah sanitasi wadah sebelum digunakan untuk pemeliharaan dengan cara 4. 4. Pemeliharaan larva dan benih wadah direndam menggunakan ikan larutan Methilen Blue 100 ppm selama 24 jam, kemudian dikuras dan diisi air bersih. Sedangkan Larva adalah anak hewan wadah yang menggunakan kolam, avertebrata yang masih harus sebelum digunakan harus disiapkan mengalami modifikasi menjadi lebih terlebih dahulu. Persiapan kolam besar atau lebih kecil untuk pemeliharaan larva/pendederan mencapai bentuk dewasa. Menurut meliputi perbaikan pematang, Lagler (1956), larva adalah pengolahan dasar kolam, perbaikan organisme yang masih berbentuk pipa pemasukan dan pengeluaran, primitif atau belum mempunyai organ pemupukan dan pengapuran. tubuh lengkap seperti induknya untuk Perbaikan pematang bertujuan untuk menjadi bentuk definitif yaitu mencegah kebocoran kolam. metamorfosa. Perkembangan stadia Kebocoran kolam dapat diakibatkan larva meliputi stadia pro-larva dan oleh binatang air seperti belut, ular, stadia pasca larva. Stadia pro-larva kepiting dan lain-lain. Pematang merupakan tahap larva yang masih yang bocor mengakibatkan air kolam memiliki kuning telur, sedangkan tidak stabil dan benih ikan lolos stadia pasca larva merupakan tahap keluar kolam. Perbaikan pematang larva yang telah habis kuning yang bocor dilakukan dengan telurnya dan masa penyempurnaan menyumbat bagian yang bocor organ-organ tubuh yang ada. Akhir menggunakan tanah atau ijuk. stadia ini ditandai dengan bentuk larva yang sama dengan induknya Pengolahan dasar kolam dilakukan yang biasa disebut dengan juvenil dengan mencangkul dasar kolam. atau benih ikan. Tujuan mengolah dasar kolam adalah untuk menguapkan gas Larva ikan yang baru menetas beracun yang terdapat di dasar memiliki kuning telur. Larva tersebut kolam. Tanah yang baru dicangkul mengambil makanan dari kuning diratakan. Setelah dasar kolam rata, telur. Kuning telur akan habis setelah lalu dibuat saluran ditengah kolam. larva berumur 3 hari. Setelah kuning Saluran ini disebut kemalir. Kemalir telur habis, larva mengambil 138
    175. berfungsi untuk memudahkan pengeluaran air. Selanjutnya pipa pemanenan dan sebagai tempat pemasukan air di buka. Setelah berlindung benih ikan pada siang ketinggian air 20 - 30 cm, tutup pipa hari dan jika ada predator pemasukan air. Biarkan kolam (pemangsa). Kemalir dibuat mulai selama 5 - 7 hari. Hari ke - 8 benih dari pipa pemasukan air sampai pipa ikan dapat di tebar ke kolam untuk pengeluaran air. Kemalir dibuat didederkan. dengan ukuran lebar 0,5 meter dan kedalaman 0,3 meter. Setelah dipastikan hampir semua telur menetas, kakaban diangkat Pipa pemasukan dan pengeluaran untuk menghindari penurunan air dilengkapi saringan. Fungsi kualitas air akibat adanya saringan pada pipa pemasukanan pembusukan dari telur – telur yang adalah untuk menghindari masuknya tidak menetas. Disamping itu juga ikan liar atau sampah, sedangkan dilakukan pergantian air bak fungsi saringan pada pipa penetasan dengan membuang air pengeluaran adalah untuk sampai ¾ bagian volume air dan menghindari lolosnya benih ikan kemudian diisi kembali dengan air keluar kolam. Setelah melakukan yang baru. Larva ikan lele yang baru pengolahan dasar kolam dan menetas akan berwarna hijau dan perbaikan pematang, kemudian berkumpul di dasar bak penetasan dilakukan pengapuran. dibagian yang gelap. Ukuran larva lebih kurang 5 – 7 mm dengan berat Pengapuran bertujuan untuk 1,2 – 3 mg. Setelah berumur 2 hari, membasmi bibit penyakit dan larva mulai bergerak dan menyebar meningkatkan kadar pH tanah. Kapur ke seluruh bak penetasan. Sampai di tebar merata di dasar kolam. Dosis umur 3 hari larva tidak perlu diberi kapur yang di tebar adalah 10 - 50 pakan tambahan, karena masih gr/m2 . Untuk kolam baru diperlukan memanfaatkan cadangan makanan 50 - 150 kg kapur/m2 Kapur yang dibawa di dalam tubuhnya, ditebarkan pada dasar kolam lalu yakni yang dikenal dengan “kuning dicampur dengan lapisan lumpur telur”. Larva ikan lele dumbo baru paling atas sedalam 5 cm . diberikan pakan tambahan setelah Seminggu kemudian lakukan berumur 4 hari dengan memberikan pemupukan dengan 50 - 100 kg emulsi kuning telur ayam. Pemberian pupuk kandang/100 m2, TSP 0,25 pakan tersebut sampai umur 5 hari. kg/100 m2, dan urea 0,25 kg/100 Setelah menginjak umur 6 hari, larva m2. Semprot kolam dengan diberi pakan alami (makanan hidup) menggunakan pestisida golongan yang berukuran kecil, seperti kutu air organophosphat seperti Sumithion, (daphnia sp) atau cacing sutera Argothion, dan Diazinon dengan (tubifex). Pakan buatan kurang baik konsentrasi 3 - 4 ppm. Kolam sudah diberikan karena jika tidak habis dapat diairi 5 - 7 hari setelah semua akan membusuk sehingga rangkaian kegiatan tersebut diatas menurunkan kualitas air pada bak dilakukan. Kolam yang telah di pupuk pemeliharaan. Pakan alami diberikan dan dikapur segera ditutup pipa 139
    176. 3 kali sehari, pagi, siang dan sore cukup. Pemupukan dapat dilakukan hari atau sesuai dengan kebutuhan. 1 - 2 kali seminggu, menggunakan pupuk kandang (25 kg kotoran sapi Faktor lain yang perlu diperhatikan atau 3 kg kotoran ayam/100 m2). selama pemeliharaan benih atau larva adalah kualitas air. Pergantian Pada saat pemeliharaan dapat diberi air dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali makanan tambahan berupa atau tergantung dari kebutuhan. makanan halus seperti bekatul, Jumlah air yang diganti sebanyak konsentrat, atau pakan buatan 50–70 % dengan cara menyipon bentuk tepung. Pengelolaan kualitas (mengeluarkan air secara selektif air dapat dilakukan berupa dengan selang) sambil membuang pengontrolan sistem pemasukan air kotoran yang mengendap pada agar tetap mengalir untuk dasar bak pemeliharaan larva. mempertahankan tinggi air di kolam Selang yang digunakan adalah serta menjamin difusi oksigen terlarut selang plastik yang lentur dan biasa kedalam kolam. Sedangkan digunakan sebagai selang air. pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan cara mencegah Setelah benih lele berumur 2 – 3 hama atau hewan liar masuk ke minggu dan mencapai ukuran 0,5 – 2 kolam seperti: membersihkan cm, benih sudah siap untuk dipanen. lingkungan sekitar kolam, memasang Agar benih lele tidak mengalami saringan pada pipa inlet, memasang stres, pemanenan dilakukan pada pagar sekeliling kolam, memasang pagi atau sore hari saat suhu rendah. lampu perangkap, dan lain Cara memanennya adalah air dalam sebagainya. bak disurutkan secara perlahan, selanjutnya benih ditangkap secara Pendederan adalah pemeliharaan hati hati menggunakan seser benih lele dumbo yang berasal dari (serokan) halus. Benih dapat hasil pembenihan sehingga langsung dipasarkan (dijual) mencapai ukuran tertentu. langsung kepada pembeli atau Pendederan dilakukan dalam dua didederkan pada kolam pendederan. tahap, yakni pendederan pertama dan pendederan kedua. Pada Larva yang akan didederkan pendederan pertama, benih lele sebaiknya jangan ditebarkan dumbo yang dipelihara adalah benih langsung ke dalam kolam namun yang berasal dari pembenihan yang terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi berukuran 1 – 3 cm. Benih ini untuk menghindarkan perubahan dipeliharan selama 12 – 15 hari suhu ekstrim antara suhu kolam sehingga saat panen akan diperoleh dengan suhu air pada wadah lele dumbo berukuran kurang lebih 5 pengangkutan. Padat penebaran – 6 cm perekornya. Pada larva 10.000–15.000 ekor/m2. pendederan ke dua, benih yang Selama masa pendederan (28 - 30 dipelihara berasal dari hasil hari) pemupukan ulang perlu pendederan pertama. Pemeliharaan dilakukan untuk menjamin dilakukan selama 12 – 15 hari tersedianya makanan alami yang 140
    177. sehingga diperoleh benih lele dumbo disebarkan merata pada kolam berukuran 8 – 12 cm perekornya. pendederan. Pendederan ini dapat dilakukan di kolam tanah atau kolam tembok. Untuk memperkecil mortalitas atau kehilangan benih, selama Penebaran benih dilakukan setelah 6 pemeliharaan harus dilakukan hari dari pemupukan atau saat pengontrolan terhadap serangan pakan alami telah tersedia. hama dan penyakit. Hama yang Penebaran benih dilakukan pada menyerang benih lele berupa belut, pagi atau sore hari dengan ular, ikan gabus. Tindakan kepadatan 200 – 300 ekor/M2 pencegahan penyakit cukup dengan berukuran 1 - 3 cm per ekornya. menjaga kualitas dan kuatitas air Penebaran harus dilakukan dengan kolam, yakni dengan menghindarkan hati-hati agar benih lele dumbo tidak pemberian pakan yang berlebihan. mengalami stress. Benih yang akan Karena pakan yang berlebihan akan didederkan sebaiknya jangan ditebar menumpuk di dasar kolam dan bisa langsung ke kolam namun terlebih membusuk yang akhirnya menjadi dahulu dilakukan aklimatisasi untuk salah satu sumber penyakit. menghindari perubahan suhu yang mencolok antara suhu air kolam dan Pada ikan nila pemeliharaan larva suhu air pada wadah pengangkutan. dan benih ikan dapat dilakukan pada Cara penebaran untuk proses wadah pemeliharaan larva antara adaptasi (aklimatisasi) benih lele lain adalah akuarium, fibre glass, bak dumbo cukup mudah. Benih lele dan sebagainya. Sebelum larva dumbo yang masih berada di dalam dimasukkan, wadah pemeliharaan wadah pengangkutan di biarkan larva terlebih dahulu dibersihkan dan terapung-apung diatas permukaan dilakukan sanitasi. Sanitasi dapat air selama 5 menit. Selanjutnya menggunakan malachyte green atau ditambahkan air dari kolam ke wadah methalyn blue 10 ppm dengan cara pengangkutan sedikit demi sedikit. dibilas keseluruh permukaan wadah. Dengan cara ini diharapkan kualitas air yang ada di dalam wadah Pemeliharaan larva dilakukan pengangkutan tersebut akan sama selama 6 - 8 hari, larva berumur 3 dengan yang ada di kolam. hari sudah dapat berenang di dasar wadah pemeliharaan. Sedangkan Kegiatan pemeliharaan benih larva umur 5 hari sudah dapat merupakan kegiatan inti dari berenang dipermukaan air. pendederan. Selama pemeliharaan, benih harus diberi pakan tambahan. Pemeliharaan larva meliputi Pakan tambahan berupa tepung pemberian pakan dan pengelolaan pelet sebanyak 3 – 5 % dari jumlah kualitas air. Selama pemeliharaan, total benih yang dipelihara. Pakan larva dapat diberi pakan berupa diberikan 3 – 4 kali sehari. Agar pakan alami, tepung ikan, dedak pemberian pakan lebih efektif, halus dan sebagainya. Pakan yang sebaiknya pemberian pakan diberikan harus lebih kecil dari bukaan mulut larva dan jumlah 141
    178. pakan. Ukuran butiran pakan harus di kolam juga diberi pakan tambahan lebih kecil dari bukuaan mulut larva. yang halus seperti dedak. Pakan Demikian pula jumlah pakan harus tambahan tersebut ditebar di sesuai dengan jumlah larva. Pakan sepanjang kolam. Frekuensi yang tersisa di wadah pemeliharaan pemberian pakan sebanyak 2 - 3 kali dapat mengakibatkan kualitas air perhari. Kandungan protein pakan benih ikan sebesar ≥ 30 %. Jumlah kurang baik. Oleh sebab itu setiap hari dilakukan penyiponan terhadap pakan yang diberikan 10 % dari kotoran atau sisa pakan. Air harus biomasa. terus menerus mengalir di wadah. Selain itu sebaiknya diberi aerasi Kualitas air sangat penting pada wadah pemeliharaan larva. diperhatikan dalam kegiatan pendederan. Suhu yang baik untuk Benih yang telah berumur 7 - 8 hari pendederan ikan nila adalah 28 - 30 ditebar di kolam pendederan. °C. Sedangkan oksigen terlarut Diharapkan pada saat penebaran sebesar 6 - 8 ppm. Pertumbuhan pakan alami sudah tersedia di kolam. ikan mulai terganggu pada suhu ≤ 18 Padat penebaran benih ikan nila °C dan ≥ 30 °C. sebanyak 75 - 100 ekor/m2. Benih dari wadah pemeliharaan larva Pada suhu optimum, pertumbuhan ditangkap menggunakan seser ikan normal. Suhu air sangat halus. Larva yang tertangkap berpengaruh pada laju metabolisme tersebut ditampung di wadah. ikan. Perubahan temperatur yang Selanjutnya benih tersebut ditebar di terlalu drastis dapat menimbulkan kolam. Sebelum ditebar terlebih gangguan fisiologis ikan yang dapat dahulu di lakukan aklimatisasi menyebabkan ikan stress. dengan cara wadah yang berisi larva dimasukkan ke dalam air kolam. Jika Pencegahan hama dan penyakit suhu air wadah penampungan larva pada kegiatan pendederan sangat lebih rendah dari suhu air kolam perlu dilakukan. Pencegahan maka air kolam dimasukkan sedikit tersebut dapat dilakukan dengan demi sedikit ke wadah penampungan pengeringan dan pengapuran dasar sampai suhu kedua air tersebut kolam serta pergantian air kolam, sama. Selanjutnya larva ditebar membuat saringan air sebelum air dengan cara memiringkan wadah masuk ke kolam. Hama yang sering penampungan larva sehingga larva menyerang benih ikan nila adalah dapat keluar dengan sendirinya belut, ular, burung, ikan gabus dan berenang ke kolam. Penebaran larva ikan lele. Penyakit yang menyerang sebaiknya dilakukan pagi atau sore terutama penyakit parasitik seperti hari pada saat suhu udara rendah. Ichthyophthirius multifilis yang mengakibatkan bintik putih Pendederan dilakukan selama 3 - 4 dipermukaan tubuh ikan dan minggu. Pada umur tersebut benih mengakibatkan kematian masal. ikan sudah men-capai ukuran 3 - 5 Pencegahan penyakit ini dilakukan cm. Selama pendederan benih ikan dengan menambahkan garam dapur selain mendapatkan makanan alami 142
    179. di kolam media pendederan diperhatikan pada saat penggantian sebanyak 200 gr/m3. air adalah suhu air. Suhu air yang akan dimasukkan ke dalam wadah Pemeliharaan benih pada ikan patin pemeliharan. Selain itu air baru yang meliputi pemberian pakan, akan dimasukkan sebaiknya telah pengelolaan kualitas air serta diendapkan terlebih dahulu. pengendalian/hama penyakit ikan. Pemberian pakan yang perlu Pengendalian hama dan penyakit diperhatikan adalah jenis pakan, benih ikan patin lebih ditekankan kadar protein, jumlah ukuran, dan pada pencegahan. Pencegahan frekuensi pemberian pakan. dapat dilakukan dengan sanitasi Pemberian pakan benih ikan patin lingkungan seperti wadah dan air. yang dipelihara secara intensif dapat Demikian juga air yang akan diberikan jenis cacing tubifex, digunakan sebaiknya disanitasi daphnia, rotifera dan lain-lain. demgan menggunakan methylen Pemberian pakan benih ikan harus blue, malachyte green, Kalium disesuaikan ukuran benih ikan permanganat dan sebagainya. dengan ukuran pakan. Pakan yang Wadah yang akan digunakan diberikan untuk benih ikan sesuai sebaiknya terlebih dahulu dengan bukaan mulut benih ikan. dibersihkan menggunakan deterjen. Pakan yang diberikan harus lebih Hama dan penyakit ikan timbul kecil dengan bukaan mulut ikan. disebabkan oleh kondisi lingkungan, kondisi benih ikan dan bibit penyakit. Pengelolaan kualitas air mutlak perlu Ketiga bibit penyakit tersebut diperlukan karena benih patin sangat menjadi suatu sistem sehingga benih peka terhadap perubahan lingkungan ikan terserang penyakit. Kondisi khususnya kualitas air. Pada lingkungan yang kotor pemeliharaan benih ikan patin menyebabkan benih ikan lemah, secara intensif yang dilakukan di kurang nafsu makan. Pada kondisi bak atau akuarium perlu dilakukan tersebut benih ikan mudah terserang pembersihan kotoran dan bibit penyakit. Parasit/penyebab penggantian air di wadah penyakit sering menyerang bibit pemeliharaan. Pembersihan wadah benih ikan patin adalah dilakukan dengan menyipon kotoran Ichthyopthirius mulitifilis atau white dan sisa makanan menggunakan spot, gyrodactius sp, dactilogyrus sp, selang. Pada saat menyipon harus aeromonas sp dan sebagainya. dilakukan dengan hati-hati agar Ichthyopthirius sp sering menyerang benih ikan tidak ikut keluar. pada bagian sisik dan sirip benih Penyiponan dapat juga dilakukan ikan. Benih ikan yang terserang juga sekaligus dengan penggantian penyakit ich biasanya menggosok- air. Air yang dikeluarkan pada saat gosokkan bagian tubuhnya ke penyiponan segera diganti dengan dinding atau dasar wadah. air bersih. Air yang dikeluarkan sebanyak 25 - 50%. Sehingga air Pemeliharan benih ikan patin yang diganti sebanyak air yang dilakukan secara intensif di bak, dikeluarkan. Hal yang perlu akuarium, fiberglass dan dapat juga 143
    180. dilakukan dipeliharaan di kolam. Jika termasuk ”Masking factor” yaitu pemeliharan benih ikan patin di sebagai faktor pengendali perubahan kolam harus dilakukan persiapan. kimia dalam air. Ikan mempunyai alat Persiapan tersebut meliputi dan cara untuk beradaptasi terhadap pengolahan dasar kolam, lingkungannya. Alat-alat tersebut pemupukan dan pengapuran, akan dipergunakan pada saat pembuatan kamalir, perbaikan sedang mengadakan proses saluran dan sebagainya. osmoregulasi. Alat-alat tersebut antara lain kulit, insang, ginjal. Pengolahan dasar kolam berfungsi Namun demikian ikan mempunyai untuk mengoksidasi gas beracun batas toleransi terhadap perubahan yang terdapat di dasar kolam. lingkungannya. Begitu juga ikan Pengolahan dasar kolam meliputi mempunyai batas toleransi terhadap pencangkul tanah dasar kolam. perubahan lingkungannya. Sebagai Selanjutnya dilakukan pemerataan contoh ikan hanya mampu mentolerir perubahan suhu hanya ± 5 0C, dasar kolam. Pemupukan bertujuan perubahan ini mampu ditolerir 0,5 0C untuk menumbuhkan pakan alami dikolam. Pakan alami ini diharapkan permenit. Betapa pentingnya kehati- menjadi pakan utama bagi benih hatian saat pelepasan benih ikan ikan. Pupuk ditebar merata di dasar patin. kolam. Dosis pupuk yang ditebar sebanyak 0,3 - 0,5 kg/m2. Padat penebaran sangat tergantung kepada ”Caryng Capacity” kolam Selanjutnya kolam diisi dengan air tersebut dan sifat serta ukuran ikan. setinggi 40 cm. Pakan alami akan Caryng capacity bisa diartikan daya mencapai puncaknya aetelah 10 – dukung kolam yang menyangkut 14 hari dari pemupukan. Pada hari kelimpahan pakan alami, ke 10 air kolam dinaikkan menjadi ketersediaan oksigen serta 50-70 cm. Selanjutnya benih ikan minimalnya faktor penggangu dapat dilepas ke kolam. Pelepasan hidupnya ikan. Caryng capacity bisa benih sebaiknya dilakukan sore hari dihitung, contoh : ada beberapa juta agar suhu air kolam sudah menurun. sel per ml kelimpahan planktonnya, Pelepasan benih ikan menggunakan ada berapa ppm kandungan metode aklimatisasi. Demikian juga oksigennya atau berapa kapasitas untuk pelepasan benih ikan patin ini oksigen per volume kolam tersebut. juga menggunakan metode Kemudian dengan menggunakan aklimatisasi. Metode aklimatisasi metode sampling ada berapa juta sel adalah suatu cara memberikan plankton yang terdapat dalam perut kesempatan kepada ikan untuk ikan dan berapa laju kecepatan menyesuaikan diri terhadap respirasi ikan tersebut dalam lingkungan baru. Lingkungan baru menyerap oksigen. tersebut adalah suhu, pH dan salinitas. Suhu merupakan Hal ini bisa digunakan rumus ”Controling factor” yaitu apabila suhu Schroeder (1975), respirasi ikan air berubah maka faktor yang lain pada suhu 20-30 0C. akan berubah. Sedangkan pH 144
    181. Y= 0.001 W0,82 air, diusahakan ikan selalu berenang Y= Konsumsi O2/ikan (gr)/jam dipermukaan air. Hal ini terjadi W= Berat ikan apabila ikan dipuasakan. R= 0.99 Pakan yang diberikan selama pendederan benih ikan patin adalah Dengan membandingkan caryng campuran tepung pelet dengan capacity dengan jumlah plankton isi bekatul dengan perbandingan 1 : 2. perut ikan dan laju respirasi ikan Tetapi sebenarnya jenis ikan ini maka padat penebaran bisa dicari. sangat menyukai pakan alami. Jika Secara singkat caryng capacity kombinasi kedua jenis pakan yaitu biasanya telah diketemukan pakan buatan dan pakan alami berdasarkan pengalaman atas diberikan bersama adalah sangat beberapa kali pendederan ikan atau baik, karena unsur gizinya saling pemeliharaan ikan pada kolam melengkapi. Dari hari kehari ikan tersebut. Contoh kolam A seluas 200 hidup itu tumbuh, baik bertambah m2 biasanya ditebar ikan 100 ekor/ panjang maupun bertambah berat. m2 atau menghasilkan ikan 300 kg. Begitu pula dari hari ke hari populasi ikan semakin berkurang ada Dalam pemeliharaan benih ikan patin beberapa ikan yang mati. Atas dasar harus dilakukan pemberian pakan. kejadian ini maka untuk menetukan Menurut beberapa penelitian bahwa jumlah pakan pada hari-hari pendekatan jumlah pakan yang berikutnya perlu diadakan sampling diberikan per hari adalah 3% dari ikan (Gambar 4.24). Jika total bobot total bobot ikan. Frekuensi ikan diketahui maka jumlah pakan pemberian pakannya 3 kali yaitu yang dibutuhkan dapat dihitung. pagi, siang dan sore hari dengan Konversi/efesiensi pakan akan dapat jumlah yang sama. Tetapi kondisi dihitung apabila jumlah pakan yang permintaan pakan akan berubah- diberikan serta bobot total ikan ubah tergantung suhu air. Apabila diketahui. Untuk itu pendataan hal ini cuaca cerah, matahari bersinar perlu ketekunan. terang maka suhu air akan naik segala proses/metabolisme dipercepat. Barangkali apabila kondisi demikian frekuensi pemberian pakan akan lebih dari 2 kali. Tetapi apabila cuaca mendung, matahari tidak bersinar otomatis suhu akan menurun, kondisi ini dibarengi dengan fotosintesis plankton terhambat. Sehingga produksi oksigen menurun sebagai Gambar 4.24. Sampling benih ikan akibat nafsu makan ikan menurun permintaan ikan akan pakan juga menurun. Ada suatu teori bahwa untuk mengatasi ikan kekurangan oksigen disamping melakukan aerasi 145
    182. 2. Pembesaran ikan semiintensif 4.5. Pembesaran Ikan yaitu pembesaran ikan yang lebih Pembesaran ikan merupakan salah mengutamakan pakan alami satu proses dalam budidaya ikan yang terdapat pada kolam dan yang bertujuan untuk memperoleh diberi pakan tambahan yang ikan ukuran konsumsi. Pada usaha tidak lengkap kandungan gizi dari budidaya ikan pembesaran pakan tersebut. Pada merupakan segmen usaha yang pembesaran semi intensif ini banyak dilakukan oleh para padat penebaran lebih tinggi pembudidaya ikan. Dalam dibandingkan dengan tradisional. melakukan pembesaran ikan ini Misalnya melakukan pembesaran relatif tidak terlalu sulit karena ikan pada kolam air tenang ketrampilan yang dibutuhkan tidak dengan memberikan pakan sesulit dalam melakukan tambahan berupa dedak selain pembenihan ikan. Pada kegiatan pakan alami yang terdapat pada pembesaran ikan yang perlu kolam pembesaran. diperhatikan antara lain adalah 3. Pembesaran ikan intensif yaitu wadah yang akan digunakan dalam pembesaran ikan yang dalam proses pembesaran, padat proses pemeliharaannya penebaran, pola pemberian pakan, mengandalkan pakan buatan pencegahan terhadap hama dan dalam pemberian pakannya serta penyakit ikan, pengontrolan dilakukan pada wadah yang pertumbuhan (sampling, grading dan terbatas dengan kepadatan sortasi) serta pengelolaan kualitas maksimal. Dalam pembesaran air. secara intensif ini harus diperhitungkan kualitas dan Berdasarkan jenis pakan yang kuantitas air yang masuk digunakan dalam melakukan proses kedalam kolam pembesaran. pembesaran ikan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : 4.5.1. Pembesaran ikan mas 1. Pembesaran ikan secara tradisional yaitu pembesaran ikan Pembesaran ikan mas dapat yang hanya mengandalkan dibedakan menjadi 3 kelompok pakan alami yang terdapat dalam berdasarkan penyediaan pakan dan kolam budidaya. Padat luas lahan pemeliharaan, yaitu : penebaran disesuaikan dengan 1. Pembesaran ikan mas secara daya dukung kolam dan pakan ekstensif/tradisional. yang tersedia di kolam 2. Pembesaran ikan secara semi pembesaran. Dalam pembesaran intensif. tradisional ini kesuburan perairan 3. Pembesaran ikan mas secara akan sangat menentukan intensif. tumbuhnya pakan alami. Misalnya pembesaran ikan pada Pembesaran ikan mas secara kolam tergenang, pembesaran tradisional adalah pembesaran ikan ikan disawah. mas dalam kolam yang tenang 146
    183. airnya dan dalam pemeliharaannya menjadi tunggal kelamin dan hanya mengandalakan pakan yang campur kelamin. ada didalam kolam pemeliharaan, tidak ada pakan tambahan. Biasanya Pemeliharaan ikan mas tunggal ukuran kolam pembesaran relatif kelamin adalah pemeliharaan luas (lebih dari 200m2). ikan mas yang menggunakan ikan jantan atau ikan betina saja. Pembesaran secara semi intensif Pemeliharaan ikan mas campur adalah pembesaran ikan mas dalam kelamin adalah pemeliharaan kolam air tenang tetapi dalam ikan mas dengan menggunakan pemeliharannya diberi makanan ikan jantan dan betina bersama- tambahan. Makanan tambahan ini sama dalam wadah dapat berupa dedak, limbah rumah pemeliharaan. Hal ini muncul tangga, daun-daunan dan karena adanya kecenderungan sebagainya. Selain itu dapat juga pada ikan mas betina untuk ditambahkan pakan buatan (pellet) tumbuh lebih cepat dibandingkan tetapi jumlahnya sedikit. dengan ikan jantan. Pembesaran ikan mas di sawah dan 2. Polikultur yaitu pemeliharaan ikan di dalam kerambah merupakan salah mas dengan mempergunakan satu contoh pembesaran ikan mas lebih dari satu jenis ikan dalam secara semi intensif. wadah pemeliharaan. Ikan mas dapat dipelihara secara polikultur Pembesaran ikan mas secara dengan ikan mas atau ikan nila, intensif adalah ikan mas dalam air karena jenis ikan ini bukan yang mengalir, ukuran kolam merupakan pesaing makanan pemeliharaan relatif kecil (kurang dalam kolam pemeliharaan. dari 100m2) dan sangat bergantung pada pakan buatan. Pakan buatan Dalam melakukan usaha yang diberikan biasanya adalah pembesaran ikan mas, ukuran benih pellet. Salah satu contoh yang akan digunakan sangat pembesaran ikan mas secara intensif bergantung kepada sistem budidaya adalah pembesaran ikan mas di yang akan ditetapkan. Pada kolam air deras (running water) atau budidaya ikan mas di kolam air jaring terapung. deras, ukuran benih yang dapat digunakan sebaiknya berukuran 100 Berdasarkan jenis ikan yang gram/ekor. dipelihara dalam kolam pemeliharaan/pembesaran ikan mas Sedangkan pembesaran ikan mas di di kelompokkan menjadi 2, yaitu : jaring terapung saat ini sudah dapat 1. Mono kultur, yaitu pemeliharaan menggunakan benih ikan mas yang ikan mas dalam wadah berukuran lebih dari 5 – 8 cm. pembesaran yang hanya diisi Padat penebaran benih ikan mas di oleh ikan mas saja. Dalam kolam pemeliharaan harus dilakukan pemeliharaan ikan mas secara dengan hati-hati dan biasanya di monokultur dapat dikelompokkan tebar pada saat matahari belum 147
    184. bersinar. Agar benih yang ditebar kepada ikan pemeliharaan tidak mengalami stress atau tingkat seperti daun-daunnan, keong, kematian yang tinggi. Sebaiknya limbah rumah tangga dan lain- benih ikan mas tersebut dibiarkan lain. Pakan tambahan keluar dengan sendirinya dari tempat dibutuhkan oleh ikan mas dalam penampungan benih (plastik) pemeliharaan ikan mas secara kedalam pemeliharaan. semi intensif. Hal-hal yang harus diperhatikan Pakan buatan adalah pakan yang dalam melakukan pembesaran ikan dibuat dengan susunan bahan mas sampai mencapai ukuran tertentu dengan gizi sesuai konsumsi adalah : keperluan ikan. Pakan buatan dapat berbentuk pellet, larutan 1. Pakan. (emulsi dan suspensi), lembaran Pakan merupakan suatu sumber (flake atau waren) dan remahan. energi bagi ikan. Tanpa makanan Ikan mas yang dipelihara secara ikan tidak akan tumbuh dan intensif dan semi intensif berkembang biak. Pakan yang memerlukan pakan buatan. dapat diberikan untuk ikan mas Bentuk pakan buatan yang biasa adalah pakan alami, pakan diberikan adalah pellet. Garis buatan dan pakan tambahan. tengah pellet berkisar antara 2-4 mm. Pakan alami adalah makanan hidup bagi larva dan benih ikan 2. Pengelolaan kualitas air. yang diperoleh dari Pengelolaan kualitas air adalah perairan/kolam atau cara pengendalian kondisi air di membudidayakannya secara dalam kolam budidaya terpisah. Ikan mas merupakan sedemikian rupa sehingga ikan pemakan segala memenuhi persyaratan hidup (omaevora), oleh karena itu bagi ikan yang akan di pelihara. sebaiknya pada kolam pemeliharaan harus dilakukan Dalam pembesaran ikan mas agar pemupukan awal 3-5 hari dapat tumbuh dengan optimal maka sebelum penebaran benih dan kondisi air kolam pembesaran harus pemupukan susulan agar sesuai dengan kebutuhan ikan mas. ketersediaan pakan alami di Variable kualitas air yang sangat dalam kolam pemeliharaan selalu berpengaruh pada ikan mas antara ada. Ketersediaan pakan alami lain : yang melimpah akan • menguntungkan bagi ikan dan Suhu air petani itu sendiri karena tidak lagi Suhu air merupakan faktor membutuhkan pakan tambahan penting yang harus diperhatikan dalam pemeliharaannya. karena dapat mempengaruhi laju metabolisme dalam tubuh ikan. Pakan tambahan yang diberikan Pada suhu air yang tinggi maka dalam bentuk apa adanya laju metabolisme akan 148
    185. meningkat, sedangkan pada kadar O2 yang terlarut yang suhu yang rendah maka laju rendah. Oleh karena itu kadar metabolisme akan menurun. CO2 yang layak untuk budidaya Dengan suhu yang optimal maka ikan mas sebaiknya < 5mg/l laju metabolisme akan optimal. • Volume air Pertumbuhan ikan mas sangat Ikan mas yang dipelihara di dipengaruhi oleh suhu air, baik dalam kolam air deras dalam usaha pembesaran ikan mempunyai pertumbuhan yang mas atau pembenihan ikan mas. lebih cepat dibandingkan dengan Suhu yang optimal untuk ikan mas yang dipelihara d kolam pertumbuhan ikan mas berkisar air tenang. Pada pemeliharaan antara 25-30oC ikan mas di kolam air deras membtuhkan volume air yang • Kadar oksigen terlarut. besar, dimana debit air yang Untuk dapat hidup manusia masuk ke dalam kolam membutuhkan oksigen yang pemeliharaan berkisar antara 75- dibutuhkan ikan yang hidup di 300 liter/detik. dalam air disebut dengan oksigen terlarut. Ikan mas Pada kolam air deras dengan membutuhkan oksigen dalam debit air yang tinggi maka bentuk terlarut dalam air untuk kandungan oksigen terlarut di proses metabolisme di dalam dalam kolam pemeliharaan cukup tubuhnya dan untuk bernafas. tinggi. Dengan oksigen yang Kandungan oksigen terlarut di cukup maka proses metabolisme dalam air agar ikan mas tumbuh ikan akan optimal maka dan berkembang minimal 3 ppm. pertumbuhan ikan pun akan Kebutuhan oksigen terlarut ini optimal. sangat dipengaruhi oleh suhu air, • biasanya suhu air meningkat Kekeruhan air maka kandungan oksigen terlarut Dalam membesarkan ikan mas di menurun (berkurang). kolam pemeliharaan harus diperhatikan juga tentang • Kadar CO2 kekeruhan air. Kekeruhan air Sumber air yang akan digunakan menggambarkan tentang banyak untuk budidaya ikan mas antara cahaya yang dapat masuk ke lain adalah air tanah, air sungai dalam perairan. Kekeruhan air atau air hujan. Air tanah adalah ini disebabkan oleh bahan salah satu sumber air yang organic dan anorganik yang banyak digunakan untuk terlarut di dalam kolam. Air yang budidaya. Jika menggunakan jernih biasanya miskin akan maka harus di tampung terlebih mineral, air yang terlalu keruhpun dahulu dalam bak penampung air tidak baik untuk budidaya ikan minimal 24 jam, karena air tanah karena banyak mengandung tersebut mengandung CO2 yang Lumpur. Air yang baik untuk tinggi berkaitan erat dengan budidaya ikan yang mempunyai 149
    186. warna air tidak keruh dan tidak Hama yang menyerang ikan pilihan jernih. Untuk mengukur dapat diatasi dengan melakukan kekeruhan biasanya dilakukan penyaringan terhadap air yang pengukuran kecerahan air masuk ke dalam kolam karena kecerahan air sangat pemeliharaan. Penyakit ikan di bergantung kepada warna iar kolam pemeliharaan ikan mas akan dan kekeruhan. Nilai kecerahan muncul jika kondisi perairan kolam yang ideal untuk pertumbuhan air (kualitas air kolam) rendah, hal ini sebaiknya berkisar antara 25 – dapat menyebabkan daya tahan 40 cm. tubuh ikan menurun. Penyakit ikan ini dapat terjadi akibat interaksi antar 3. Pengelolaan Kesehatan Ikan ikan itu sendiri, penyakit dan Salah satu kendala dalam lingkungan yang buruk. Lingkungan membudidayakan ikan mas yang uruk sangat berpengaruh adalah terserangnya ikan mas terhadap kondisi kesehatan ikan. yang dibudidayakan dari hama Dengan lingkungan yang buruk maka dan penyakit. Jenis hama dan daya tahan tubuh ikan menurun penyakit yang biasanya sehingga penyakit akan mudah menyerang ikan mas ukuran menyerang ikan. larva sampai konsumsi dapat dikelompokkan menjadi 4 Setelah ketiga hal tersebut di golongan, yaitu : jelaskan di atas di lakukan dengan • Hama, misalnya huhurangan, baik, maka dalam memelihara ikan mas akan memperoleh produksi ikan notorecta sp, eybister sp dsb. mas yang cukup tinggi dan efisien. • Parasit, misalnya Lama pemeliharaan ikan mas sangat ichthyoptherius multifiliis tergantung kepada ukuran ikan yang berbentuk bulat putih yang digunakan, padat penebaran dan menempel pada badab ikan, luas kolam yang digunakan serta trichodina sp dsb. sistem pemeliharaan yang • Cendawan digunakan. Untuk lebih jelasnya • Bakteri dan virus. dapat dilihat pada Tabel 4.8. Tabel 4.8. Lama pemeliharaan ikan mas berdasarkan sistem pemeliharaan. Ukuran Padat Lama No. Sistem Pembesaran Benih Penebaran Pemeliharaan 1-2 kg/m2 1. Pembesaran Tradisional 50-80 6 bulan (ekstensif) gram/ekor 3-5 kg/m2 2. Pembesaran Semi Intensif 50-80 5 bulan di Kolam/ sawah gram/ekor 5-10 kg/m2 3. Pembesaran Ikan Intensif 50-100 4 bulan 150
    187. di Jaring Terapung gram/ekor lembaran (flake atau waver) dan 4.5.2. Pembesaran ikan nila remahan. Hal-hal yang harus diperhatikan Ikan nila yang dipelihara secara dalam melakukan pembesaran/ intensif dan semi intensif pemeliharaan ikan nila sampai memerlukan pakan buatan. mencapai ukuran konsumsi adalah : Bentuk pakan buatan yang biasa 1. Pakan diberikan adalah pellet. Garis Pakan merupakan sumber energi tengah pellet berkisar antara 2-4 bagi ikan. Tanpa makanan ikan mm. tidak akan tumbuh dan 2. Pengelolaan kualitas air berkembang biak. Pakan yang Pengelolaan kualitas adalah cara dapat diberikan untuk ikan nila pengendalian kondisi air di dalam adalah pakan alami, pakan kolam budidaya sedemikian rupa buatan dan pakan tambahan. sehingga memenuhi persyaratan Pakan alami adalah makanan hidup bagi ikan yang akan hidup bagi larva dan benih ikan dipelihara. yang diperoleh dari Dalam budidaya ikan nila di kolam perairan/kolam atau agar ikan dapat tumbuh dan membudidayakannya secara berkembang maka kondisi air kolam terpisah. Ikan nila merupakan budidaya harus sesuai dengan ikan pemakan plankton yang kebutuhan ikan nila. Variabel tumbuh disekitarnya. Persiapan kualitas air yang sangat berpengaruh pakan alami di kolam terhadap ikan nila antara lain adalah: pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan awal 3-5 hari • Suhu air. sebelum penebaran benih dan Suhu air merupakan faktor pemupukan susulan setelah penting yang harus diperhatikan pemeliharaan berjalan agar karena dapat mempengaruhi laju ketersediaan pakan alami di metabolisme dalam tubuh ikan. kolam tersebut tetap ada. Pada suhu air yang tinggi maka Pakan tambahan adalah pakan laju metabolisme akan yang diberikan dalam bentuk apa meningkat, sedangkan pada adanya kepada ikan seperti suhu yang rendah maka laju daun-daunan, limbah rumah metabolisme akan menurun. tangga, keong dan lain-lain. Dengan suhu yang optimal maka laju metabolisme akan optimal. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang dibuat dengan Pertumbuhan ikan nila sangat susunan bahan tertentu dengan dipengaruhi oleh suhu air dalam gizi sesuai keperluan. Pakan usaha pembesaran atau buatan dapat berbentuk pellet, pembenihan. Suhu air sangat larutan (emulsi dan suspensi), berpengaruh terhadap aktifitas 151
    188. saluran pencernaan benih ikan menyebabkan ikan tidak dapat nila. Makanan alami yang tumbuh dan akhirnya mati. berupa detritus dan fauna dasar • Kadar garam (salinitas) selesai dicerna dalam waktu 1,68 Ikan nila mempunyai toleransi jam pada suhu 27 – 28oC dan salinitas yang cukup luas, tetapi 1,31 jam pada suhu 32-33 oC. pertumbuhan ikan nila pada Pada suhu 27 – 28oC pakan kadar garam lebih dari 30% akan zooplankton dapat dicernakan terhambat. Pada kadar garam dalam waktu 2,2 jam. Ikan dapat yang tinggi ikan membutuhkan mencernakan makanannya energi yang minim untuk selama 2,5 – 3 jam pada suhu osmoregulasi sehingga energi 30oC. Berdasarkan hasil yang digunakan untuk penelitian tersebut maka suhu pertumbuhan berkurang. optimum untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 – 30oC. • Cemaran Ikan nila yang dipelihara pada • Volume air musim kemarau banyak yang Pertumbuhan ikan nila yang mati. Hal ini diakibatkan oleh dipelihara dalam air mengalir pengaruh secara tidak langsung lebih cepat daripada yang dari sinar matahari yang dapat dipelihara dalam air tergenang. meningkatkan keasaman (pH) Dalam kondisi air mengalir, ikan perairan. nila dengan bobot awal 9,1 gram diberi pakan pellet 25% protein Gejala mabuk pada ikan nila dan feeding ratenya 3,5% dalam dapat diakibatkan dari akitifitas waktu seminggu akan mencapai berenang ikan yang cepat bobot 34,2 gram. Selain itu dipermukaan dengan gerakan volume air sangat menentukan tidak beraturan dan tutup insang padat penebaran ikan nila yang bergerak aktif. Selain itu air optimal. Padat penebaran ikan budidaya yang tercemar minyak nila di kolam adalah 30 ekor/m2. akan menyebabkan kerusakan sel-sel saluran pencernaan. Oleh • Kadar oksigen terlarut karena itu agar ikan nila tunbuh Untuk dapat hidup manusia dengan cepat air budidayanya membutuhkan oksigen begitu tidak boleh tercemar baik oleh juga dengan ikan. Oksigen yang limbah industri maupun rumah dibutuhkan ikan yang hidup tangga. didalam air disebut dengan Dalam air budidaya ikan yang oksigen terlarut. Ikan nila baik sepintas dapat dilihat dari merupakan ikan yang tahan keruh atau tidaknya air kolam. terhadap kekurangan oksigen Untuk mengetahui tingkat terlarut dalam air, namun kekeruhan air kolam dapat dilihat pertumbuhan ikan ini akan dari tingkat kecerahan air kolam optimal jika kandungan oksigen dengan menggunakan alat terlarut lebih dari 3 ppm. pengukur yang disebut secchi Kandungan oksigen terlarut disk atau keeping secchi. kurang dari 3 ppm dapat 152
    189. Kecerahan yang baik untuk antar ikan itu sendiri, penyakit kehidupan ikan nila di kolam dan lingkungan yang buruk. berkisar antara 25-40 cm. Lingkungan yang buruk sangat Artinya jarak batas pengelihatan berpengaruh terhadap kondisi terhadap keeping secchi adalah kesehatan ikan. Dengan berkisar antara 25-40 cm dari lingkungan yang buruk maka atas permukaan perairan. daya tahan tubuh ikan menurun Kecerahan kurang dari 25 cm sehingga penyakit akan mudah tidak menguntungkan karena menyerang ikan. Jenis-jenis mengakibatkan rendahnya penyakit ikan antara lain adalah kandungan oksigen terlarut di penyakit pendarahan, penyakit kolam. Pada kolam budidaya jamur, penyakit bakteri. yang keruh maka jarak batas Setelah ketiga hal utama yang penglihatan terhadap keeping telah di jelaskan diatas dilakukan secchi rendah yang berarti kolam dengan baik maka dalam tercemar bahan organik atau memelihara ikan nila akan Lumpur. diperoleh produksi ikan nila yang cukup tinggi dan efisien. Lama 3. Pengelolaan kesehatan ikan pemeliharaan ikan nila sangat Dalam memelihara ikan nila di bergantung kepada ukuran ikan kolam selalu ada saja yang akan dipanen. Sebagai kendalanya diantaranya adalah bahan pertimbangan ada 4 terhadap hama dan penyakit ukuran ikan nila yang diproduksi dalam kolam pemeliharaan. dipasaran yaitu : • Ukuran 100 gram, umurnya Hama yang biasa terdapat dikolam pemeliharaan adalah kurang lebih 3-4 bulan cladocera sebagai • Ukuran 250 gram, umurnya pesaing/kompetitor, copepoda kurang lebih 4-6 bulan. sebagai predator benih, larva, • Ukuran 500 gram, umurnya kumbang air, serangga air dan kurang lebih 6–8 bulan. lain-lain. • Ukuran diatas 800 gram umurnya kurang lebih 9-12 Hama tersebut kadang-kadang bulan. sulit untuk dihilangkan. Pengendalian hama yang paling Ikan nila mempunyai ciri khas mudah melakukan penyaringan tersendiri dimana pertumbuhan ikan terhadap air yang masuk nila yang dipelihara secara tunggal kedalam kolam pemeliharaan. kelamin yaitu ikan jantan lebih cepat Penyakit ikan dikolam tumbuh dibandingkan ikan nila yang pemeliharaan akan muncul jika dipelihara secara campuran (jantan kondisi perairan kolam (kualitas dan betina). Oleh karena itu banyak air kolam) rendah, hal ini dapat petani ikan yang lebih suka menyebabkan daya tahan tubuh memelihara ikan nila jantan. Sistem ikan menurun. Penyakit ikan ini pemeliharaan ikan nila berdasarkan dapat terjadi akibat interaksi jenis kelamin ini disebut monokultur 153
    190. sedangkan untuk pemeliharaan ikan kepadatan benih yang ditebar, nila dengan jenis ikan lainnya disebut dimana untuk semi intensif padat penebarannya 5-10 ekor per m2 dengan polikultur. dan kolam diberi pupuk dan pakan tambahan kepada ikan Pada pemeliharaan ikan untuk nila berupa dedak atau ampas mencapai ukuran konsumsi dapat tahu, daun sente sebanyak 5- digunakan beberapa macam kolam 10% dari bobot ikan setiap hari pemeliharaan : 3. Pemeliharaan secara intensif 1. Kolam empat persegi panjang Pemeliharaan ikan nila secara 200-500m2, dengan luas intensif ini biasanya dilakukan di kedalaman air 1-1,25m, dasar jaring terapung atau kolam air kolam dapat tanah atau beton. deras. 2. Kolam jaring terapung yang Padat penebaran ikan nila di jaring terapung adalah 400-500 ekor per m3 berbentuk bujur sangkar dengan ukuran minimal 1-4 m2 dan dengan bobot awal benih 15-25 gram maksimal 9 – 49 m2 , yang per ekor, sedangkan di kolam air terbuat dari bahan jaring dengan deras kepadatan tebarnya 10-20 ekor per m2. kedalaman air 1,5 – 2 m. 3. Hampang atau keramba yang Pada pemeliharaan ini sumber dapat dilakukan diperairan dasar energi bagi ikan untuk tumbuh dan yang dangkal dengan kedalaman berkembang adalah pakan buatan air 1-2m. dalam bentuk pellet yang diberikan 4. Mina padi yaitu pemeliharaan sebanyak 3-5% sehari dan frekuensi ikan nila disawah. pemberian pakan 3-5 kali sehari. Pakan buatan tersebut harus Penebaran benih pada pemeliharaan mengandung protein 20-30%. ikan nila di kolam berukuran 10 gram per ekor, sedangkan untuk jenis terapung biasanya 25 gram per ekor, 4.5.3 Pembesaran ikan bandeng intensitas berbudidaya yang dapat Ikan bandeng merupakan salah satu dikelompokkan menjadi 3 yaitu : jenis ikan laut yang dapat 1. Pemeliharaan secara ekstensif dibudidayakan oleh manusia Pada pemeliharaan ini kolam ditambak. Jenis Ikan ini saat ini juga yang digunakan relatif cukup sudah dapat dibudidayakan di besar dari 200m2, kepadatan ikan keramba jaring apung pada air tawar, relatif rendah (1 ekor per m2) dan hal ini dikarenakan sifat ikan ini yang pakan yang diberikan hanya euryhaline (tahan terhadap mengandalkan pakan yang perubahan yang besar dari kadar tumbuh dari kolam. Benih yang garam dalam air) ditebarkan biasanya campur kelamin dan berukuran 10 gram Ikan bandeng dapat dipelihara per ekor. ditambak yang mempunyai kadar 2. Pemeliharaan semi intensif garam relatif berfluktuasi. Ikan Perbedaan utama dalam bandeng dapat dipijahkan secara pemeliharaan ekstensif adalah 154
    191. buatan di panti pembenihan/hatchery alam selain tidak tersedia secara dengan cara implementasi atau kontinue juga mempunyai ukuran hypofisasi. Oleh karena itu benih yang sangat beragam. Oleh karena ikan bandeng yang disebut nener ini itu nener yang berasal dari panti dapat diperoleh dari alam atau panti pembenihan sangat dibutuhkan pembenihan/hatchery. untuk memenuhi kekurangan nener ditambak-tambak pembesaran. Nener bandeng yang berasal dari Nener yang dihasilkan dari panti pantai/alam ini merupakan hasil pembenihan mempunyai pemijahan ikan bandeng secara keunggulan. Karena kemurnian alami dilaut. Ikan bandeng yang telah nener dapat dijamin 100% dan matang kelamin akan memijah umurnya diketahui secara tepat. secara alami dan akan menghasilkan telur sebanyak 5.700.000 butir dalam Nener yang berasal dari alam atau tubuhnya. Pelepasan telur ini terjadi hatchery, yang akan digunakan pada malam hari dan akan menetas untuk usaha pembesaran ikan dalam waktu 24 jam menjadi nener bandeng ditambak, haruslah nener yang berukuran 5 mm. Nener ini yang sehat. Nener yang sehat dapat akan terbawa oleh arus air dilihat dari ciri-ciri umurnya yaitu : mendekati pantai dan kemudian 1. Tidak terdapat luka atau lecet akan ditangkap oleh para penyeser. 2. Tidak cacat pada organ tubuh Ukuran nener yang ditangkap ini 3. Warnanya tidak kusam kurang lebih 13 mm. 4. Gerakannya aktif Nener ikan bandeng yang diperoleh Dengan menggunakan nener yang dari alam ditangkap oleh pencari sehat maka akan diperoleh target nener sangat bergantung kepada produksi yang sesuai dengan musim, lokasi, cara dan waktu rencana. Selain nener yang sehat penangkapan. Pada musim nener dalam pemilihan benih ikan bandeng jumlah nener cukup melimpah yang (nener) juga harus diperhatikan dapat mengakibatkan menurunnya ukuran benih. Ukuran benih yang harga nener. Selain itu waktu akan ditebar ke dalam tambak penangkapan yang tepat yaitu diawal pembesaran sebaiknya seragam. Hal musim penangkapan mempunyai ini akan menguntungkan dalam daya tahan dan vitalitas yang tinggi pemeliharaan, karena ikan tidak dalam pengangkutan serta akan berebut makanan sehingga mempunyai harga jual yang lebih pertumbuhan ikan seragam, mahal. kekuatan makanpun seragam. Tetapi ketersediaan nener dari alam Ukuran nener yang ditebar ke ini tidak bersifat kontinue sehingga tambak pembesaran bisa dimulai untuk mengusahakan pembesaran dari ukuran nener sampai ikan bandeng secara intensif gelondongan yang dapat dibutuhkan nener bandeng yang membedakannya adalah cara berasal dari panti pemeliharaan ditambak pembenihan/hatchery. Nener dari pembesarannya. 155
    192. yang akan ditebar dengan luas Jika yang ditebar adalah nener kecil tambak pembesaran. Dengan maka waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui padat penebaran pada mencapai ukuran konsumsi yaitu 4 – awal pemeliharaan akan diperoleh 6 ekor/kg bisa mencapai lebih dari 6 manfaat antara lain adalah : • Dapat menentukan jumlah pakan bulan sedangkan jika yang ditebar adalah gelondongan maka waktu yang akan diberikan yang dibutuhkan untuk mencapai • Dapat mengoptimalkan tambak ukuran konsumsi berkisar antara 4 – pembesaran sesuai dengan 6 bulan. daya dukung tambak pembesaran tersebut. Dalam memilih nener yang berasal • Dapat mengurangi timbulnya dari alam maupun hatchery dapat penyakit ditambak pembesaran dilakukan dengan menghitung jumlah karena kepadatan tinggi. ruas tulang belakang. Nener yang • Dapat menetukan target produksi berkualitas prima memiliki jumlah pada akhir pemeliharaan. ruas tulang belakang antara 44 – 45. Jumlah ruas tulang belakang dapat Masa pemeliharaan nener bandeng dihitung menggunakan mikroskop ditambak pembesaran sangat sederhana pada pembesaran 10 kali bergantung kepada ukuran nener atau nener ditempatkan pada yang ditebar pada awal sumber cahaya seperti lampu senter. pemeliharaan. Ukuran nener yang ditebar kedalam tambak pembesaran bervariasi antara 1–15 cm. Padat Nener bandeng yang telah dipilih penebaran nener ditambak selanjutnya akan ditebar kedalam pembesaran juga ditentukan oleh tambak pembesaran. Sebelum ukuran nener, lama pemeliharaan, nener tersebut ditebar harus dihitung mutu nener dan daya dukung terlebih dahulu padat penebaran kesuburan tambak pembesaran. nener ditambak pembesaran dan dilakukan aklimatisasi. Padat penebaran nener ditambak pembesaran berkisar antara 5 – 6 Nener ikan bandeng yang akan ekor/m2 untuk ukuran nener bandeng ditebar kedalam tambak pembesaran 3 – 5 cm. Sedangkan untuk nener sebaiknya ditentukan terlebih dahulu yang berukuran 1 – 3 cm, padat tentang jumlah nener yang akan penebarannya berkisar antara 2 – 3 ditebar. Nener bandeng yang akan ekor/m2. Untuk benih bandeng yang ditebarkan dan dipelihara ditambak berukuran 12 – 15 cm yang disebut pembesaran harus diketahui gelondongan ditebar ke tambak jumahnya agar dapat diketahui pembesaran dengan padat jumah ikan bandeng yang akan penebaran 1.500 ekor/ha. Nener dipanen. Istilah dalam perikan bandeng yang akan ditebar kedalam disebut dengan padat penebaran. tambak pembesaran. Setelah menghitung jumlah yang akan Padat penebaran adalah ditebar lalu dipersiapkan nener perbandingan jumlah ikan-ikan/nener 156
    193. tersebut. Nener bandeng untuk Pemanenan dilakukan pada setiap sementara diaklimatisasi selama akhir siklus budidaya. Dalam satu hari dalam bak plastik. budidaya ikan ada dua siklus Aklimatisasi ini bertujuan untuk produksi yaitu pada usaha menyesuaikan kondisi lingkungan pembenihan ikan maka yang akan dimana nener itu berada dengan dipanen adalah benih ikan. kondisi lingkungan tambak Sedangkan pada usaha pembesaran pembesaran. Penyesuaian suhu, ikan yang akan dipanen adalah ikan salinitas dan pH dapat dilakukan juga ukuran konsumsi. Prisnsip begitu nener bandeng yang dikemas pemanenan benih ikan dan ikan dalam kantong plastik dating. ukuran konsumsi pada umumnya Caranya kantong plastik yang terisi adalah sama. Dalam subbab ini akan nener diisi penuh dengan air yang diuraikan proses pemanenan ikan ada dalam tambak pembesaran, pada stadia benih. Pemanenan benih maka secara perlahan-lahan nener ikan harus dilakukan dengan hati- bandeng yang ada didalam kantong hati. Selain itu waktu dan cuaca pada platik akan keluar kedalam tambak saat panen perlu diperhatikan. pembesaran jika sudah terjadi Banyak petani pembenih yang gagal penyesuaian. karena kurang hati-hati pada saat panen. Penebaran nener ditambak pembesaran sebaiknya dilakukan, pada pagi atau sore hari pada saat 4.6.1. Pemanenan benih ikan nila matahari tenggelam. Hal ini untuk menghindari kematian nener akibat Kegiatan pemanenan benih meliputi stress karena tingginya suhu persiapan penampungan benih, dilingkungan. Lakukan penebaran pengeringan kolam, penangkapan nener dengan hati-hati ! benih dan pengangkutan. Pemanenan benih ikan sebaiknya Langkah selanjutnya setelah dilakukan pagi atau sore hari. dilakukan penebaran nener bandeng adalah melakukan proses 1. Penampungan benih pemeliharaan nener sampai Sebelum pengeringan kolam, mencapai ukuran konsumsi. Proses terlebih dahulu dilakukan yang dilakukan selama pemeliharaan persiapan penampung benih. sama persis dalam melakukan Penampung benih dapat berupa budidaya ikan lainnya meliputi hapa atau bak. Air pada pemberian pakan, pengelolaan penampungan harus terus kualitas air, pengendalian hama dan menerus mengalir, hal ini penyakit, pemantauan pertumbuhan. bertujuan untuk mensuplai Perlakuan selama pemeliharaan oksigen ke dalam air wadah sangat ditentukan oleh sistem penampungan. Hapa yang akan budidaya yang diterapkan. digunakan untuk menampung benih di pasang didepan pipa pemasukkan air. Sebaiknya 4.6. Pemanenan 157
    194. hapa di pasang di kolam yang benih ikan tidak stres akibat paling dekat dengan kolam yang kualitas air. Jika penangkapan akan dipanen. Hal ini bertujuan benih di mulai dari hulu (depan untuk memudahkan pintu pemasukkan) maka benih pengangkutan benih yang telah ikan yang terdapat di hilir akan di tangkap. Pemasangan hapa stres atau mabuk karena air dari dilakukan dengan mengikat ke hulu sudah kotor akibat lumpur. empat sudutnya ke patok Pada saat panen sering terlihat bambu/kayu. ikan mengalami stres atau mabuk. Hal ini diakibatkan 2. Pengeringan Kolam kualitas air kurang baik khusunya Pengeringan kolam sebaiknya suhu, oksigen dan lumpur. Untuk dilakukan pada pagi hari agar mengatasi hal tersebut dapat penangkapan benih dapat dilakukan dengan mengalirkan air dilakukan sebelum suhu air naik. dari pipa pemasukkan. Jika Pengeringan kolam harus masih terlihat benih ikan stres dilakukan dengan hati-hati agar atau mabuk pemanenan benih ikan dapat berkumpul pada dihentikan dan di tunda sampai kamalir sehingga memudahkan besok atau hari lainnya. pemanenan. Pengeringan kolam diawali dengan menutup pintu Benih yang telah ditangkap di pemasukkan air. Selanjutnya tampung dalam wadah pada pintu pengeluaran air di pengangkutan berupa ember pasang saringan untuk atau alat lainnya. Benih pada mencegah benih ikan keluar wadah pengangkutan segera kolam. Setelah di pasang dikumpulkan di hapa tempat saringan, pintu pengeluaran air di penampungan benih. Benih yang buka sedikit demi sedikit agar cacat, luka dan mati lebih banyak benih ikan tidak terbawa arus air. akibat penanganan. Penanganan tersebut biasa terjadi pada saat 3. Penangkapan benih penangkapan dan pengangkutan Setelah air kolam kering, benih benih ke tempat penampungan ikan berkumpul di kamalir. benih. Penangkapan benih dilakukan menggunakan seser atau ancho. Penangkapan benih di mulai dari 4.6.2. Pemanenan benih ikan hilir atau di depan pintu patin pengeluaran air. Benih ikan di depan pintu pengeluaran harus Tahap akhir dari pekerjaan habis di tangkap. Jika benih ikan memelihara benih ikan patin adalah di hilir telah habis dilanjutkan ke memanen. Hasil dari memanen lebih hulu sampai habis di depan benih ikan tersebut merupakan pintu pemasukkan air (hulu). evaluasi terhadap pekerjaan memelihara benih ikan patin Penangkapan benih ikan yang di tersebut. Jika hasilnya benih ikan mulai dari hilir bertujuan agar banyak maka secara teknik produksi 158
    195. pekerjaan memelihara benih ikan ditampung dalam tempat tersebut dapat dikatakan berhasil. penampungan baik berupa bak Tetapi kebalikannya jika hasilnya maupun fiberglass. Jangan lupa benih ikan sedikit maka pekerjaan teknik aklimatisasi tetap dilakukan memelihara benih ikan patin tersebut pada saat memasukkan benih ikan secara teknik produksi dapat tersebut ke dalam tempat dikatakan gagal. penampungan. Sebelum benih ikan patin diangkut ke tempat lain yang Kapan benih ikan patin dipanen? relatif jauh, benih ikan tersebut Menentukan waktu/saat panen benih dipuasakan terlebih dahulu selama 1 ikan patin biasanya tergantung dari hari. Pemuasaan tersebut lamanya memelihara benih ikan dimaksudkan agar benih ikan tersebut atau ukuran benih ikan mengeluarkan kotoran dari dalam tersebut. Tetapi adakalanya jika perutnya, agar nanti pada saat benih kondisi ikan serta lingkungan ikan ikan diangkut sudah tidak baik, ukuran benih ikan akan tercapai mengelurkan kotoran lagi. Jika benih pada periode waktu pemeliharaan ikan masih mengeluarkan kotoran ikan tersebut seperti biasanya. pada saat pengangkutan maka Ukuran benih ikan dipanen adalah 2 kondisi kualitas air media inci (5 cm) setelah dipelihara selam 3 pengangkutan benih ikan akan minggu dimulai dari ukuran ikan 1 dengan segera menurun sehingga inci. Pemenenan benih ikan patin tidak mustahil benih ikan akan dilakukan seperti memanen benih segera mati. ikan lainnya. Setelah benih ikan tersebut dipanen, benih ikan 159
    196. Gambar 4.26. Pengemasan benih Pengemasan benih ikan hasil pembesaran ini sebaiknya harus 2. Sistem terbuka memperhatikan faktor-faktor sebagai Pengangkutan benih ikan sistem berikut : terbuka biasanya dilakukan untuk • Jarak dan waktu tempuh mengangkut benih ke lokasi yang • Jumlah benih yang diangkut dekat. Benih ikan tersebut dalam wadah dimasukkan kedalam wadah dan • Kondisi kuailtas air selama diberi aerasi selama pengangkutan yang terpenting pengangkutan. Dan suhu air yaitu suhu air, salinitas air, pH diusahakan berkisar antara 15 – dan oksigen didalam wadah 200C . pengangkutan. Suhu air yang baik untuk pengemasan ikan 4.6.3. Pemanenan ikan mas hidup adalah 15 – 200C. Oleh karena itu sebaiknya Panen merupakan tahap akhir dari pengangkutan dilakukan pada suatu proses produksi dalam pagi atau malam hari, pH air budidaya ikan. Tidak sedikit petani yang baik adalah 7 – 8, jumlah atau pengusaha ikan yang gagal oksigen didalam pengangkutan dalam usaha budidaya ikan harus 3 kali jumlah air. dikarenakan pada waktu panen, penanganan dan alat Pengemasan benih ikan dapat kelengkapannya kurang tepat. dilakukan dalam 2 cara yaitu : Penangganan ikan pada waktu panen bertujuan untuk : 1. Sistem Tertutup 1. Mengurangi atau menghindari Sistem tertutup yaitu sistem kehilangan, kematian dan pengemasan benih ikan dalam kerusakan ikan. wadah tertutup seperti kantong 2. Mempertahankan kesegaran ikan plastik. setelah dipanen sampai tiba di Cara yang dilakukan untuk konsumen. pengangkutan benih ikan dengan Hasil panen ikan yang akan dijual kantong plastik adalah : dan dikonsumsi oleh masyarakat • Kantong plastik yang dijual dalam dua cara : digunakan harus cukup air 1. Ikan dalam keadaan hidup agar mata ikan tenggelam sampai ketangan konsumen. • Rasio oksigen = air sekitar 2. Ikan dalam keadaan mati tetapi 3:1 masih dalam kondisi segar. • Plastik harus terikat dengan baik Penentuan waktu panen biasanya • Masukkan plastik dalam diperoleh setelah dilakukan Styrofoam dan tambahkan es pengukuran berat badan ikan yang batu yang terbungkus plastik dipelihara. Berat badan ikan yang lalu diselipkan diantara plastik akan dijual sangat tergantung pada dalam Styrofoam. 160
    197. selera konsumen. Oleh karena itu seperti lumpur atau larutan sebelum melakukan panen harus suspensi lainnya dapat menutupi dilakukan pengamatan terhadap labirin pada insang lele sehingga permintaan pasar tersebut. ikan tidak dapat bernafas. 2. Pemanenan tidak dilakukan pada Dengan mengetahui data mengenai saat hujan. permintaan konsumen tentang 3. Waktu pemanenan tidak melebihi ukuran ikan dan keadaan ikan (mati dari jam 10.00 atau bila cuaca segar atau masih hidup) maka akan panas sebaiknya pada sore hari dapat dilakukan waktu pemanenan (lebih dari jam 16.00). dan penentuan cara panen yang sesuai. Gunakan alat-alat pemanenan yang Waktu panen yang tepat adalah terbuat dari bahan halus seperti : pada pagi hari atau sore hari. Hal ini seser, hapa agar tidak melukai ikan. dilakukan karena pada waktu pagi atau sore hari suhu air di kolam rendah sehingga ikan tidak stress pada saat dilakukan pemanenan. Cara panen pada prinsipnya dapat dilakukan dengan dua cara : 1. Panen selektif Panen selektif biasa dilakukan jika pada waktu tebar ukuran ikan tidak seragam atau keinginan petani untuk menjual ikan dengan ukuran yang berbeda- beda. Alat yang digunakan biasanya lambit dan hapa/waring. 2. Panen total Panen total dilakukan secara sekaligus dengan cara menguras air kolam dan di depan pintu pengeluaran telah dipasang waring atau hapa untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat panen. Untuk menghindari kematian ikan mas pada saat pemanenan, hal yang harus dilakukan jangan terjadi luka atau banyak sisik lepas karena penggunaan alat saat panen adalah: 1. Jagalah kondisi air agar tidak terlalu keruh, karena kotoran 161
    198. BAB V. NUTRISI IKAN Dalam Bab ini akan didiskusikan zat gizi ini meliputi penggolongan nutrien dan tipe, struktur kimia, fungsi umum dan arti penting di tentang berbagai macam bahan gizi dalam ilmu gizi hewan air. Nutrien pakan ikan/makanan yang sangat atau kandungan zat gizi dalam penting bagi kebutuhan ikan. Ikan bahan pakan di bagi menjadi enam merupakan salah satu jenis bagian yaitu : energi, protein dan organisme air sumber pangan bagi asam amino, lipid dan asam lemak, manusia yang banyak mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral. protein. Agar dapat dibudidayakan Dalam materi ini akan dipelajari dalam waktu yang relatif tidak terlalu secara spesifik objektifitas untuk lama maka dalam proses masing-masing bagian tersebut. pembudidayaannya selain menggunakan pakan alami juga memberikan pakan buatan. Pakan 5.1. ENERGI buatan yang diberikan pada ikan harus mengandung zat gizi yang Dalam kehidupan manusia setiap sesuai dengan kebutuhan ikan hari sering mendengar istilah energi. tersebut. Saat ini dengan semakin Energi berasal dari kata Yunani yaitu meningkatnya ilmu pengetahuan En yang berarti in dan Ergar yang tentang nutrisi ikan maka pabrik berarti work, dari arti kata asalnya pakan buatan ikan menyusun energi dapat didefenisikan sebagai formulasi pakan sesuai dengan kapasitas atau sesuatu yang dapat kebutuhan gizi setiap jenis ikan yang diolah kedalam bentuk kerja atau akan dibudidayakan. Oleh karena itu kemampuan untuk bekerja. Bentuk dalam bab ini akan dibahas energi dalam kehidupan manusia beberapa subbab yang sangat dapat dikelompokkan berdasarkan mendukung dalam proses sumbernya yaitu energi mekanik, pembuatan pakan ikan yaitu energi panas,energi listrik dan energi pengetahuan tentang energi dan molekuler. Energi akan ada dan kandungan nutrien yang harus hadir dalam setiap bentuk yang terdapat pada pakan ikan yaitu berbeda dan disesuaikan dengan protein, karbohidrat, lemak, vitamin pekerjaan berbeda. Pada ikan dan mineral. Pengetahuan tentang 162
    199. sebagai organisme yang pertumbuhan setelah kebutuhan berhubungan dengan air energi terpenuhi. Kuantitas dan membutuhkan makanan untuk energi yang tersedia untuk menyediakan energi yang mereka pertumbuhan merupakan jenis energi perlukan. Energi bagi makhluk hidup yang paling utama dari segi berasal dari makanan dimana dari pandangan akuakultur. Kebutuhan makanan ini akan diubah menjadi energi hewan air berbeda-beda energi kimia dan disimpan dalam kuantitasnya, hal ini dapat dibedakan tubuh dalam bentuk Adenosin Tri berdasarkan jenis ikan yang Phosphat (ATP). Dengan adanya dibudidayakan, kebiasaan makan, energi ini dapat mengubah energi ukuran ikan, lingkungan dan status kinetik dari suatu reaksi metabolisme reproduksi. Energi yang disediakan yang menimbulkan kerja dan panas. oleh makanan adalah salah satu pertimbangan yang penting di dalam Pada ikan sumber energi diperoleh menentukan nilai gizinya. Energi dari pakan, dimana pada pakan ikan dinyatakan dalam kilokalori (kkal) ini mengandung zat gizi/nutrien yang atau kilojoule (kJ). Satu kilokalori berasal dari karbohidrat, lemak dan adalah jumlah panas yang diperlukan protein dan dapat terukur secara untuk menaikkan temperatur satu gram air dari 14,5oC menjadi 15,5 oC langsung atas pertolongan bom (dalam air 10C). Joule adalah satuan kalorimeter. Energi diperlukan untuk melakukan pekerjaan mekanis tenaga listrik dalam sistem metrik (aktivitas otot), pekerjaan kimia dan satu kkal sama dengan 4.184 kJ. (proses kimia yang berlangsung Sebagai contoh, 70 kkal sama dalam tubuh), kerja elektrik ( aktifitas dengan 293.02 kJ atau dapat juga saraf), dan pekerjaan osmotik menggunakan satuan British (memelihara badan untuk menjaga Thermal Unit (BTU) dimana 1 BTU = keseimbangan satu sama lain dan 252 kalori. dengan medium air tawar, payau atau air laut dimana organisme air itu Setelah mempelajari bagian ini, hidup). Energi yang diperoleh oleh pembaca harus bisa membedakan makhluk hidup ini dapat bentuk energi dan pengukurannya. menimbulkan panas dimana menurut Memahami metabolisme energi ilmuwan Lavoiser dan La Place berkenaan dengan makanan, (1780) Panas dari tubuh hewan persamaan energi dalam berasal dari oksidasi zat-zat organik keseimbangan dan faktor-faktor yang dan makanan yang diberikan berpengaruh pada energi yang digunakan sebagai sumber energi. menyebabkan kebutuhan ikan akan Oleh karena itu nilai energi suatu energi disesuaikan dengan cara bahan makanan dapat dipakai pemberian pakan dalam budidaya sebagai dasar dalam menentukan ikan dan memahami arti protein nilai gizi dari bahan makanan energi ratio yang merupakan tersebut. perbandingan antara protein optimal dengan energi yang terdapat dalam Energi bebas adalah energi yang pakan ikan. tersedia untuk aktifitas biologi dan 163
    200. oleh ikan untuk aktivitas hidup harian Pemanfaatan Energi ikan. Energi yang tersisa dari proses Energi yang diperoleh dari pakan kegiatan metabolisme adalah energi digunakan sebagai sumber energi bersih yang disebut dengan Net utama yang dalam pembagian energi Energy (NE) yang akan disebut dengan Gross Energi atau dipergunakan maintennce atau energi kotor. Gross Energi (GE) nilai perawatan ikan seperti metabolisme makanan ini dapat didefenisikan basal, aktivitas ikan, aktivitas renang, sebagai total energi yang terdapat adaptasi terhadap suhu dan sisanya dalam makanan. Semua energi yang baru akan dipergunakan untuk diperoleh dari asupan pakan yang pertumbuhan. Jadi energi yang akan dikonsumsi oleh ikan, tidak dipergunakan untuk pertumbuhan semuanya dipergunakan untuk adalah energi yang tertinggal setelah keperluan pertumbuhan dan kebutuhan untuk metabolisme basal perkembangan ikan karena energi ikan terpenuhi dan jika masih ada tersebut akan dibagi menjadi yang tersisa energi tersebut akan Digestible energy (DE) yaitu energi dipergunakan untuk kegiatan yang dapat dicerna dan Fecal energy reproduksi. Jadi pertumbuhan dapat (FE) yaitu energi yang digunakan terjadi jika semua proses untuk kegiatan pembuangan hasil metabolisme ikan terpenuhi dan eksresi pada ikan berupa feses. Dari setelah pertumbuhan somatik Digestible Energy ini yang terpenuhi baru akan dilanjutkan selanjutnya akan dipergunakan oleh dengan pertumbuhan gonadik. Untuk ikan untuk kegiatan proses memudahkan dalam memahami metabolisme dan proses hasil pembagian energi yang diperoleh buangan metabolisme yang terbagi dari pakan oleh ikan dapat dilihat menjadi Metabolizable Energy (ME) pada diagram berikut : yaitu energi yang dapat dipergunakan untuk kegiatan Gross Energy(GE)/Intake Energy metabolisme dan Metabolic Fecal Energy (FE) Excretion yaitu energi yang dikeluarkan oleh ikan untuk proses Digestible Energy (DE) pembuangan urin (Urine Excretion) Metabolic Excretion dan Gill Excretion (GE). Energi yang Metabolizable Energy dipergunakan untuk kegiatan metabolisme didalam tubuh ikan ini Heat Increment (HiE) dibagi lagi menjadi dua yang akan Net Energy (NE) dipergunakan untuk kegiatan aktivitas metabolisme seperti Maintenance (HEm) kegiatan mengkonsumsi oksigen Recovered Energy (RE) dalam media pemeliharaan yang biasa disebut dengan Heat Sumber Watanabe (1988) Increment (HiE) atau dengan kata lain dalam proses fisiologis ikan yang disebut dengan Specific Dynamic Action yaitu energi yang diperlukan 164
    201. Energi didalam tubuh organisme Energi Metabolisme biasanya akan diubah menjadi energi Tingkat kebutuhan energi pada ikan kimia yang biasa disebut dengan biasanya dikaitkan dengan tingkat Adenosin Triphosphat atau ATP. kebutuhan protein optimal dalam ATP ini sangat dibutuhkan oleh pakan. Dalam dunia akuakultur biasa tubuh untuk berbagai aktivitas disebut dengan protein energi ratio misalnya proses kehidupan biokimia (P/e). Nilai protein energi ratio pada seperti anabolisme atau sintesa, ikan konsumsi sebaiknya berkisar daya mekanis, tenaga elektris, kerja antara 8 – 10. Nilai ini diperoleh dari osmotik dan proses metabolisme hasil perhitungan antara kadar lainnya. ATP adalah suatu energi protein dalam pakan dengan jumlah yang kaya akan molekul karena unit energi yang diperoleh dalam triphosphatnya berisi dua ikatan formulasi pakan tersebut pada level phosphoanhydride. Adenosin energi yang dapat dicerna (DE). Nilai triphosphat (ATP) adalah daya energi yang diperhitungkan tersebut penggerak penting karena biasa disebut dengan energi merupakan energi yang yang metabolisme. Energi metabolisme ini dibutuhkan dalam proses biokimia diperoleh setelah nutrien utama pada kehidupan. karbohidrat, lemak, dan protein mengalami beberapa proses kimia Ikan merupakan organisme air yang seperti katabolisme dan oksidasi di menggunakan protein sebagi sumber dalam tubuh hewan. Energi bebas energi utama berbeda dengan digunakan untuk pemeliharaan pada manusia yang menggunakan proses kehidupan seperti karbohidrat sebagai sumber energi metabolisme sel, pertumbuhan, utama. Oleh karena itu dalam reproduksi dan aktifitas fisik. menyusun pakan ikan ada suatu Keseimbangan antara energi dan parameter yang disebut dengan protein sangat penting dalam kesimbangan energi yang diperoleh meningkatkan laju pertumbuhan ikan dari perhitungan nilai energi yang budidaya. Apabila kandungan energi dapat dicerna dibagi dengan kadar dalam pakan berkurang maka protein protein pakan ikan. Nilai energi dari dalam tubuh ikan akan dipecah dan setiap kandungan nutrisi pada ikan dipergunakan sebagai sumber sangat berbeda, seperti berdasarkan energi. Seperti kita ketahui pada ikan hasil penelitian dari satu gram protein sangat berperan dalam protein akan memberikan nilai energi pembentukan sel baru, jika protein kotor (GE) sebesar 5,6 kkal/g, dipakai sebagi sumber energi maka sedangkan untuk satu gram lemak akan menyebabkan pertumbuhan adalah 9,4 kkal/g dan untuk satu ikan terhambat. Oleh karena itu gram karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. jumlah energi yang dibutuhkan untuk Nilai energi ini merupakan nilai pertumbuhan dan pemeliharaan ikan energi yang diperoleh apabila zat budidaya sangat dipengaruhi oleh makanan secara sempurna dibakar jenis ikan, umur ikan, komposisi menjadi hasil-hasil oksidasi melalui pakan, tingkat reproduksi dan tingkat CO2, H2O dan gas lainnya. Menurut metabolisme standar. Buwono (2004) distribusi energi pada 165
    202. ikan budidaya dapat dikelompokkan Jika pakan yang dikonsumsi oleh sebagai berikut : ikan masuk kedalam tubuh ikan • Gross Energy adalah 100% sebagai energi kotor yang secara distribusi energi adalah 100% maka • Digestible Energy adalah 85% konversi energi untuk satu gram • Fecal Energy untuk ikan protein pada DE adalah 80% dikali herbivora adalah 15% sedangkan 5,6 kkal/g yaitu 4,48 atau 4,5 kkal/g, untuk ikan karnivora adalah 20% sedangkan untuk karbohidrat adalah • Metabolizable Energy adalah 80% dikali 4,1 kkal/g yaitu 3,8 kkal/g, 80% untuk satu gram lemak adalah 80% • Metabolic Excretion berkisar dikali 9,4 kkal/g yaitu 7,52 kkal/g. antara 3 – 5% Tetapi nilai konversi energi ini dari • Net Energy adalah 52,5 % hasil penelitian sangat berbeda untuk • Heat Increment Energy adalah setiap jenis ikan yang dibudidayakan 27,5% seperti terlihat pada Tabel 5.1 dan Tabel 5.2. Tabel 5.1. Kebutuhan energi untuk ikan Salmon Gross Energy Digestibility Available Nutrient (kkal/g) (persent) (kkal/g) Protein 5,6 70 3,9 Lemak 9,4 85 8,0 Karbohidrat 4,1 40 1,6 Tabel 5.2. Kebutuhan energi untuk Catfish Gross Energy Digestibility Available Nutrient (kkal/g) (persent) (kkal/g) Protein 5,6 80 4,5 Lemak 9,4 90 8,5 Karbohidrat 4,1 70 2,9 Berdasarkan data dari tabel tersebut yang rendah terhadap karbohidrat diatas maka dapat diambil suatu sehingga energi yang diperoleh dari kesimpulan bahwa setiap jenis ikan karbohidrat hanya dapat dicerna mempunyai daya cerna yang sebanyak 40%, sedangkan ikan berbeda pada nutrisi yang catfish merupakan salah satu jenis dikonsumsinya. Pada ikan salmon ikan omnivora mempunyai merupakan salah satu jenis ikan kemampuan mencerna karbohidrat karnivora mempunyai kecernaan 166
    203. lebih tinggi dibandingkan dengan komponen utama jaringan tubuh ikan karnivora yaitu 70%. ikan. Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta perawatan jaringan dan organ. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat 5.2. PROTEIN menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki Protein merupakan nutrisi utama sel dan jaringan yang rusak. Sebagai yang mengandung nitrogen dan tambahan protein juga berperan merupakan unsur utama dari untuk kontraksi otot dan komponen jaringan dan organ tubuh hewan dan enzim, hormon dan antibodi. Protein juga senyawa nitrogen lainnya dalam bentuk komplek sebagai seperti asam nukleat, enzim, heme, karbohidrat, lipid atau asam hormon, vitamin dan lain-lain. Protein nukleat. Hewan air harus dibutuhkan sebagai sumber energi mengkonsumsi protein untuk utama karena protein ini terus menggantikan jaringan tubuh yang menerus diperlukan dalam makanan aus/rusak (perbaikan) dan untuk untuk pertumbuhan dan perbaikan mensintesis jaringan baru jaringan yang rusak. Protein (pertumbuhan dan reproduksi). mengandung karbon sebanyak 50- 55%, hidrogen 5-7%, dan oksigen Selain itu protein mempunyai 20-25% yang bersamaan dengan peranan biologis karena merupakan lemak dan karbohidrat, juga instrumen molekuler yang mengandung nitrogen sebanyak 15- mengekspresikan informasi genetik. 18%, rata-rata adalah 16% dan Semua protein pada makhluk hidup sebagian lagi merupakan unsur dibangun oleh susunan yang sama sulfur dan sedikit mengandung fosfat yaitu 20 macam asam amino baku, dan besi. Oleh karena itu beberapa yang molekulnya sendiri tidak literatur mengatakan bahwa protein mempunyai aktivitas biologi. Dari 20 adalah makro molekul yang terdiri macam asam amino ini dibagi dari karbon, hidrogen, oksigen, menjadi dua kelompok yaitu asam nitrogen dan boleh juga berisi sulfur. amino essensial sebanyak 10 Kadar nitrogen pada protein dapat macam merupakan asam amino dibedakan dari lemak dan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh karbohidrat serta komponen bahan tetapi tubuh ikan tidak dapat organik lainnya. mensintesisnya, dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam Protein berasal dari bahasa Yunani yaitu asam amino yang dibutuhkan yaitu Proteos yang berarti pertama oleh tubuh dan dapat disintesis atau utama. Hal ini dikarenakan dalam tubuh ikan itu sendiri. Dalam protein merupakan makromolekul bab ini akan dipelajari tentang yang paling berlimpah didalam sel sepuluh asam amino yang penting hidup dan merupakan 50% atau lebih yang diperlukan oleh ikan dan berat kering sel. Protein dalam setiap struktur bahan kimia, membedakan sel mahluk hidup tersimpan dalam antara asam amino essensial dan jaringan dan organ dan sebagai asam amino non-essensial; asam 167
    204. amino yang diserap ikan; efek peranan struktural atau defisiensi dan kelebihan dari asam pelindung. Beberapa contoh amino berkenaan dengan aturan protein serabut antara lain adalah makan ikan ; prosedur bagaimana collagen, yang ditemukan dalam cara menentukan kebutuhan asam tulang rawan atau tulang lembut, amino secara kwantitatif dan pembuluh darah, acuan/matriks kwalitatif pada ikan; metoda tulang, urat daging, sirip dan kulit; mengevaluasi mutu protein; dan elastins. Hal tersebut adalah bagaimana cara menentukan suatu komponen nadi/jalan kebutuhan protein beberapa jenis utama dan ikatan sendi; dan ikan budidaya. keratins, di mana protein jenis ini bersifat melindungi seperti kulit dan timbangan. Penggolongan Protein Sampai saat ini protein dapat Pengelompokkan protein lainnya diklasifikasikan penggolongannnya adalah diklasifikasikan berdasarkan berdasarkan bentuk, struktur tiga pada sifat fisis atau disebut juga dimensi serta penggolongan lainnya. kedalam protein yang digolongkan Berdasarkan bentuk protein dibagi berdasarkan penggolongan lain. menjadi dua golongan yaitu protein Protein jenis ini dapat dikelompokkan globular dan protein serabut. ke dalam protein sederhana, protein • Protein globular adalah protein gabungan dan protein asal. • Protein yang rantai-rantai polipeptidanya sederhana adalah berlipat rapat-rapat menjadi protein yang pada saat bentuk globular atau bulat yang dihidrolisis hanya menghasilkan padat atau berbentuk bola . Jenis asam amino-asam amino atau protein ini biasanya larut dalam derivat-derivatnya. Protein jenis sistem larutan (air) dan segera ini antara lain adalah albumin (zat berdifusi dan mempunyai fungsi putih telur), zat serum dari darah, gerak atau dinamik. Beberapa lactoalbumin dari susu, leucosin contoh dari protein globular dari gandum; albuminoids antara lain adalah: enzim, protein (keratin dari rambut, kuku jari transport pada darah,hormon tangan, bulu, wol, sutera fibroin, protein, protein pecahan serum elastin dari jaringan/tisu darah, antibodi dan protein menghubungkan collagen dari penyimpan nutrien. tulang rawan dan tulang); • Protein serabut adalah protein globulins (edestin dari biji-rami, serum globulin dari darah, yang tidak larut dalam air dan lactoglobulin dari susu, legumin merupakan molekul serabut dari kacang polong); histones panjang dengan rantai (globin dari hemoglobin, polipeptida yang memanjang scombrone dari spermatozoa pada satu sumbu dan tidak sejenis ikan air tawar); dan berlipat menjadi globular. Protein protamins (salmine dari ikan globular ini terdiri dari suatu salem, scombrine dari sejenis rantai panjang polypeptide. ikan air tawar). Kelompok ini Protein ini biasanya memberikan 168
    205. dibedakan oleh daya larut dalam diketahui bahwa semua protein berbagai bahan pelarut seperti adalah polipetida dengan berat air, larutan garam, alkohol, dan molekul yang besar. Suatu peptida oleh karakteristik lain. yang mengandung lebih dari 10 • asam amino dinamakan dengan Protein gabungan adalah polipeptida. Peptida ini mempunyai protein sederhana bergabung satu gugus α-asam amino bebas dan dengan radikal non protein. satu gugus α-karboksi bebas. Protein jenis ini antara lain Berdasarkan strukturnya protein adalah nukleoprotein, dikelompokkan menjadi struktur glykoprotein, phosphoprotein, primer, struktur sekunder, struktur hemoglobins, dan lecithoproteins. tersier, dan struktur kwarterner. Nukleoproteins adalah gabungan • Struktur Primer merupakan dari satu atau lebih molekul protein dengan asam nukleat struktur rangkaian asam amino yang disajikan dalam semua yang memanjang pada suatu nucleus sel. Glykoprotein adalah rantai polypeptida. Sebagai gabungan dari molekul protein contoh, peptide Leu-Gly-Thr-His- dan unsur yang berisi suatu Arg-Asp-Val mempunyai suatu karbohidrat selain dari asam struktur yang utama berbeda dari nukleat atau lesitin misalnya peptide Val-Asp-His-Leu-Gly-Arg- mucin. Phosphoprotein adalah Thr. • Struktur sekunder merupakan gabungan molekul protein dengan zat yang mengandung asam amino dalam rangkaian phosphor selain dari asam polipeptida yang membentuk nukleat atau lecithin misalnya suatu lilitan misalnya dalam kasein. Hemoglobin adalah bentuk α heliks atau lembaran gabungan molekul protein berlipat β. Struktur sekunder α dengan hematin atau zat-zat heliks kerangka peptida secara yang sejenis. Lecithoprotein ketat mengelilingi sumbu panjang adalah gabungan molekul protein molekul dan gugus R residu dengan lecithin misalnya jaringan asam amino dibiarkan mengarah fibrinogen. keluar dari heliks dan kaya akan • Protein asal adalah protein yang residu sistein yang dapat berasal dari protein bermolekul memberikan jembatan disulfida. tinggi yang mengalami degradasi Konformasi yang stabil α heliks karena pengaruh panas, enzim, dari rantai polipeptida karena atau zat-zat kimia. Protein yang adanya ikatan peptida yang termasuk kedalam golongan ini berada pada bidang datar, tidak terdiri dari protein primer berotasi dan pembentukan misalnya protean dan protein banyak ikatan. Struktur sekunder sekunder misalnya protease, lembaran berlipat β membentuk pepton, peptida. zigzag dan tidak ada ikatan hidrogen dalam rantai polipeptida Pengelompokkan protein yang ketiga yang berdekatan. Gugus R adalah pengelompokkan protein mengarah keluar dari struktur berdasarkan struktur protein. Seperti zigzag. Pada struktur ini tidak 169
    206. dijumpai jembatan disulfida mempengaruhi struktur diantara rantai bersisihan dan primernya. rantai polipeptida yang berdekatan biasanya mempunyai arah yang berlawanan atau Asam amino bersifat anti pararel. • Dalam menyusun komposisi pakan Struktur tersier merupakan ikan saat ini para peneliti sudah bentuk tiga dimensi dari semua melakukan penyusunan komposisi atom di dalam molekul protein. pakan berdasarkan kebutuhan asam Interaksi antara residu asam amino setiap jenis ikan. Hal ini amino yang jauh pada suatu dikarenakan komposisi kebutuhan rantai polypeptide memimpin ke asam amino setiap jenis ikan sangat arah lipatan dan suatu berbeda dan sangat menentukan laju penyesuaian yang berbentuk pertumbuhan dari ikan yang rantai polypeptide bulat yang dibudidayakan. Asam amino mengumpamakan tiga satuan merupakan bahan dasar yang bentuk dimensional, sebagai dihasilkan dari proses pemecahan contoh, myoglobin. atau hidrolisis dari protein. Asam • Struktur kwarterner merupakan amino ini membangun blok protein. bentuk protein yang terdiri dari Istilah amino datang dari -NH2 atau dua atau lebih rantai polypeptide suatu kelompok amino yang menjadi bagian dari molekul merupakan bahan dasar alami dan protein tunggal. Yang biasanya asam datang dari perbandingan - terjadi seperti dimers, trimers, COOH atau suatu kelompok tetramers, terdiri dari dua, tiga, karboxyl, oleh karena itu disebutlah dan empat rantai polypeptide. asam amino. Dalam molekul protein Polypeptide menjaga kesatuan asam amino membentuk ikatan oleh ikatan kimia lemah, sebagai peptida (ikatan antara amino dan contoh, hemoglobin molekul kelompok karboxyl) di dalam rantai terdiri dari dua rantai α dan dua yang panjang disebut rantai rantai β. Masing-masing globin polipeptida. Ada banyak asam amino rantai di dalam hemoglobin di alam tetapi hanya dua puluh yang terikat untuk suatu kelompoknya, terjadi secara alami. Asam amino yang berfungsi mengangkut sangat dibutuhkan oleh ikan untuk oksigen ke jaringan badan. tumbuh dan berkembang. Dalam Protein kwarterner mudah pengelompokkannya dibagi menjadi dirusak oleh berbagai manipulasi dua yaitu asam amino essensial dan dengan akibat kehilangan nonessensial. Asam amino secara aktivitas biologi. Kehilangan umum ditulis dengan satu atau tiga aktivitas ini disebut denaturasi huruf yang dapat dilihat pada Tabel yang secara fisik denaturasi ini 5.3. dapat dipandang sebagai suatu perubahan konfirmasi rantai polipeptida yang tidak 170
    207. Tabel 5.3. Nama dan singkatan asam amino (Millamena, 2002) Asam amino Singkatan tiga huruf Singkatan satu huruf Asam amino essensial Arginin Arg R Histidin His H Isoleucin Ile I Leucin Leu L Lysin Lys K Methionin Met M Phenylalanin Phe F Threonin Thr T Tryptophan Trp W Valin Val V Asam amino nonessensial Alanin Ala A Asparagin Asn N Asam Aspartad Asp D Cystein Cys C Asam Glutamat Glu E Glutamin Gln Q Glycin Gly G Prolin Pro P Serin Ser S Tyrosin Tyr Y Asam amino di golongkan menjadi bukanlah penting bagi ikan. Asam asam amino essensial dan asam amino non esensial yaitu asam amino non essensial. Asam amino amino yang dapat dibentuk atau essensial adalah asam amino yang disintesis dalam jaringan dan tidak tidak bisa dibuat atau disintesis oleh perlu ditambahkan dalam komposisi organisme mendukung pertumbuhan pakan. maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino. Asam amino dapat juga digolongkan Kapasitas dari pakan ikan memiliki berdasarkan komposisi kimia kandungan asam amino yang menurut Millamena (2002) adalah dibutuhkan ikan berbeda-beda. sebagai berikut: Esensialitas dari suatu asam amino 1. Asam amino alifatik • Basic terdiri dari : arginine akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Sebagai contoh, dan lysin glycine diperlukan oleh ayam tetapi 171
    208. • Asam amino non essensial Acidic terdiri dari : asam Asam amino non esensial yang aspartic dan asam glutamic dibutuhkan untuk ikan adalah: • Netral terdiri dari : leocin , alanine, asparagirie, asam aspartad, isoleucine, valine, alanine, cyestin, asam glutamat, glutamin, glycine,methionine, glycin, prolin, serin dan tyrosin. Asam chysteine, threonine dan amino non esensial asam amino serine. yang dapat secara parsial 2. Asam amino aromatic terdiri dari: menggantikan atau memberikan phenylalanine dan tyrosine asam amino yang sangat dibutuhkan 3. Asam amino heterocyclic terdiri atau harus ada dalam komposisi dari histidine, tryptophan dan pakan. proline Metabolisme Asam Amino Asam amino esensial Metabolisme asam amino meliputi Ada sepuluh asam amino esensial sintesis dan pemecahan protein, (EAA) yang diperlukan oleh protein dalam pakan pertama kali pertumbuhan ikan yaitu: arginin, dicerna didalam lambung dan asam histidin, isoleucin, leucin, methionin, klorida yang terdapat dalam lambung phenylalanin, threonin, tryptophan akan memberikan medium asam dan valin. Kesepuluh asam amino ini yang dapat mengaktivasi pepsin dan merupakan senyawa yang renin untuk membantu mencerna membangun protein dan ada protein. Pepsin memecah protein beberapa asam amino merupakan dalam gugus yang lebih sederhana bahan dasar dari struktur atau unsur yaitu protease dan pepton dan lain. Methionin adalah prekursor dari akhirnya akan dipecah menjadi asam cyestein dan cystin. Methionin juga amino. Protein kemudian diserap sebagai penyalur metil (CH3). kedalam usus dalam bentuk asam Beberapa kelompoknya terdiri dari amino. creatin, cholin, dan banyak unsur lain. Jika suatu basa hydrogen (OH) Metabolisme asam amino umumnya ditambahkan ke phenylalanin, maka dapat terjadi dalam tiga lintasan, tyrosin dibentuk. Tyrosin diperlukan yaitu 2 lintasan proses katabolisme untuk hormon thyroxin, epinephrin asam amino yang merupakan proes dan norepinephrin dan melanin degradasi dan glukoneogenesis, pigmen. Arginin menghasilkan serta satu lintasan proses ornithin ketika urea dibentuk dalam anabolisme asam amino yang siklus urea. Perpindahan suatu merupakan proses sintesa protein. karboksil (COOH) digolongkan dalam Ada 20 asam amino dalam protein. bentuk histamin. Tryptophan adalah Bila selama sintesis protein, satu dari prekursor dari serotonin atau suatu asam amino hilang, maka sintesis vitamin, asam nikotinik. Semua ikan protein terhenti. Karena sintesis dan bersirip membutuhkan ke sepuluh degradasi terus menerus dari protein asam amino esensial. adalah khas untuk semua bentuk kehidupan. Sintesis protein dikode 172
    209. oleh DNA (kode genetik) yang protein dan biomolekul lainnya tidak terdapat di inti mitokondria. dapat disimpan dalam tubuh maupun Tersedianya asam amino harus diekskresikan keluar tubuh. mencerminkan distribusinya dalam Kelebihan asam amino cenderung protein. Bila tidak, sintesis protein digunakan untuk bahan bakar. dibatasi oleh nutrien. Sebelum memasuki siklus asam trikarboksilat untuk menghasilkan Asam-asam amino terutama energi asam amino harus diperlukan dalam sintesis protein didegradasi terlebih dahulu. tubuh dan senyawa-senyawa lain Degradasi asam amino terjadi dalam yang secara fisiologis penting bagi dua tahap utama. Tahap pertama metabolisme, misalnya hormon- adalah deaminasi oksidatif, hormon dan neurotransmiter. Pada merupakan tahap pengubahan asam umumnya kelebihan asam amino amino menjadi zat antara yang dapat akan segera dikeluarkan oleh memasuki siklus asam trikarboksilat, deaminasi oksidatif dan rangka dan gugus amino. Tahap ke dua karbonnya diubah menjadi asetil atau adalah tahap oksidasi zat dalam aseto-asetil Ko A, piruvat, atau salah siklus asam trikarboksilat menjadi satu dari zat antara siklus asam CO2 dan H2O. trikarboksilat yang kemudian dioksidasi menjadi energi. Namun Tempatnya pemecahan asam amino dalam beberapa kasus tertentu akan adalah hati. Gugus α amino dari diubah menjadi glukosa dan lemak. banyak asam amino mula-mula akan Ikan mengekskresikan amonia bebas dipindahkan ke α keto glutarat untuk dan disebut sebagai amonetilik. membentuk asam glutamat yang kemudian mengalami deaminasi oksidatif membentuk ion NH4+. Enzim Amonia adalah toksik terhadap sistem syaraf pusat oleh mekanisme aminotransferase mengkatalisis yang belum seluruhnya dimengerti pemindahan suatu gugus α amino tetapi tampaknya melibatkan dari suatu asam amino α kepada pembalikan jalan glutamat keto. Enzim-enzim ini disebut juga dehidrogenase dan akibatnya transaminase, umumnya menya- kekurangan ketoglutarat, zat antara lurkan gugus α amino dari berbagai yang diperlukan dalam siklus asam asam amino kepada α –ketoglutarat untuk diubah menjadi NH4+ (ion trikarboksilat. Asam sitrat dan garam- garamnya bersifat sangat tidak larut amonium). Ion amonium dibentuk serta mengendap dalam jaringan dan dari glutamat dengan deaminasi cairan bila konsentrasinya oksidatif. Reaksi dikatalisis oleh melampaui beberapa miligram per enzim glutamat dehidrogenase yang 100 ml. Karena itu tidak ada produk tidak biasa karena dapat akhir dari metabolisme nitrogen yang menggunakan NAD+ maupun dapat ditolelir dengan baik oleh NADP+. Aktivitas glutamat organisme tingkat tinggi. dehidrogenase diatur secara alosterik. Guanosin trifosfat (GTP) Asam amino yang berlebihan dari dan Adenosin Trifosfat (ATP) adalah yang diperlukan untuk sintesis inhibitor alosterik, sedangkan 173
    210. Guanosin Difosfat (GDP) dan dipergunakan untuk proses hidupnya Adenosin Difosfat (ADP) adalah yaitu tumbuh, berkembang dan aktivator alosterik. Jadi penurunan bereproduksi. Dalam tubuh ikan muatan energi akan mempercepat berisi sekitar 65-75% protein pada oksidasi asam amino. suatu basis berat kering. Protein sangat menentukan dalam Dalam proses katabolisme protein menyusun formulasi pakan ikan. maka akan dihasilkan amonia Asam amino yang berasal dari sebagai hasil deaminasi oksidatif, zat protein ini sangat diperlukan oleh ini merupakan bahan yang bersifat berbagai sel untuk membangun dan racun dan harus dikeluarkan dari memperbaiki jaringan rusak. tubuh. Pada makhluk hidup sebagian Kelebihan Asam amino digunakan besar dikeluarkan melalui dua jalan sebagai sumber energi atau kecil dalam tubuhnya yaitu : dikonversi ke lemak. Informasi • Amonia dengan asam glutamat tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dan dalam hati, untuk membentuk data tentang kebutuhan asam amino glutamin membutuhkan ATP, untuk setiap ikan penting karena ditranspot ke ginjal dan kemudian mutu protein sangat bergantung dipisahkan kembali menjadi kepada komposisi asam amino nya glutamat dan amonia. Akhirnya dan penyerapannya. Penentuan dieksresikan ke urin sebagai garam amonium (NH4+.) tentang kebutuhan asam amino sangat penting karena akan sangat • Amonia dengan karbondioksida membantu dalam melakukan untuk membentuk carbamil, yang perancangan diet uji amino yang kemudian difosforilasi menjadi digunakan untuk menentukan karbokmoil fosfat, sebuah reaksi kebutuhan asam amino yang yang membutuhkan dua ATP. diperlukan bagi ikan. Karbamoil fosfat kemudian masuk ke dalam siklus ornithin Protein dalam pakan ikan akan urea. Ikan-ikan yang memiliki saling keterkaitan dengan zat nutrien paru-paru (lungfish), pada musim lainnya, misalnya protein bersama kering menjadi ikan darat dan dengan mineral dan air merupakan mengeksresikan urea untuk bahan baku utama dalam menghemat air. pembentukan sel-sel dan jaringan tubuh. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga Kebutuhan asam amino essensial dalam pengaturan suhu tubuh, dalam pakan ikan pengaturan keseimbangan asam basa, pengaturan tekanan osmotik Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi cairan tubuh serta pengaturan ikan yang dibudidayakan dalam metabolisme dalam tubuh. Oleh suatu wadah budidaya. Fungsi karena itu ikan yang dibudidayakan utama pakan ini adalah sebagai harus memperoleh asam amino dari penyedia energi bagi aktifitas sel-sel protein makanannya secara terus tubuh. Dalam tubuh ikan energi menerus yang sangat diperlukan yang berasal dari pakan 174
    211. bagi pertumbuhan sel dan esensial dalam pakan diharapkan pembentukan jaringan tubuhnya. dapat memacu pertumbuhan ikan. Melalui sistem peredaran darah, asam amino ini diserap oleh seluruh Cepat tidaknya pertumbuhan ikan jaringan tubuh yang memerlukannya. ditentukan oleh banyaknya protein Pertumbuhan somatik, pertumbuhan yang dapat diserap dan kelanjar reproduksi, perkembangan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat dan pembangunan jaringan baru pembangun. Oleh karena itu agar ataupun perbaikan jaringan yang ikan dapat tumbuh secara normal, rusak selalu membutuhkan protein pakan harus memiliki kandungan secara optimal yang terutama energi yang cukup untuk memenuhi diperoleh dari asam-asam amino kebutuhan energi metabolisme essensial yang bersumber dari sehari-hari dan memiliki kandungan pakan ikan yang dikonsumsi. protein yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Ikan tidak mempunyai kebutuhan sel-sel tubuh yang baru. protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan Keseimbangan antara energi dan membutuhkan suatu campuran yang kadar protein sangat penting dalam seimbang antara asam-asam laju pertumbuhan, karena apabila aminoesensial dan non esensial. kebutuhan energi kurang, maka Protein yang dibutuhkan ikan protein akan dipecah dan digunakan dipengaruhi faktor-faktor yang sebagai sumber energi. Pemakaian bervariasi seperti ukuran ikan, sebagian protein sebagai sumber temperatur air, kecepatan pemberian energi ini akan menghambat pakan, ketersediaan dan kualitas pertumbuhan ikan, mengingat protein pakan alami, kandungan energi sangat berperan dalam keseluruhan yang dapat dihasilkan pembentukan sel baru. dari pakan dan kualitas protein. Pemberian pakan yang tepat dengan Kualitas pakan dikatakan rendah kisaran nilai kalori/energi yang apabila kadar asam-asam amino memenuhi persyaratan bagi esensial dalam proteinnya juga pertumbuhan ikan dan dengan rendah. Pemilihan bahan dan kandungan gizi yang lengkap akan komposisi bahan-bahan yang dapat meningkatkan nilai retensi digunakan dalam pembuatan pakan protein. Retensi protein merupakan akan sangat menentukan gambaran dari banyaknya protein kelengkapan dan keseimbangan yang diberikan, yang dapat diserap antara asam-asam amino esensial dan dimanfaatkan untuk membangun dan tak esensial. Ikan dapat tumbuh ataupun memperbaiki sel-sel tubuh normal apabila komposisi asam yang rusak, serta dimanfaatkan bagi amino esensial dalam pakan tak jauh metabolisme sehari-hari. berbeda (mirip) dengan asam amino dalam tubuhnya. Oleh karena itu Dalam proses pencernaan, protein adanya variasi keseimbangan antara akan dipecah menjadi bentuk-bentuk asam amino esensial dan non yang lebih sederhana yaitu asam 175
    212. amino dan dipeptida. Ada dua jenis dipertimbangkan adanya keseim- enzim yang terlibat dalam proses bangan antara asam-asam amino pencernaan protein, yaitu enzim esensial dan non esensial yang endopeptidase yang berfungsi terkandung pada protein bahan memutuskan ikatan peptida pada dasar pembuat pakan ikan tersebut. rantai polipeptida dan enzim Tidak semua bahan makanan yang eksopeptidase yang berfungsi merupakan sumber protein hewani memutuskan gugus fungsional maupun nabati mengalami defisiensi karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) asam amino yang sama. Oleh yang dimiliki protein. Asam amino karena itu, defisiensi pada salah satu dan dipeptida dapat masuk kedalam asam amino pada suatu bahan dapat aliran darah dengan cara transpot disubstitusi dengan asam amino aktif. yang sama dari bahan yang berbeda. Kualitas protein berbeda-beda Arginin merupakan asam amino yang tergantung pada jenis dan jumlah sangat diperlukan bagi pertumbuhan asam amino penyusunannya. optimal ikan muda. Disamping Penentuan kualitas protein dapat berperan dalam sintesia protein, dilakukan dengan membandingkan arginin juga berperan dalam komposisi asam amino esensial yang biosintesis urea. dikandung bahan makanan dengan standar kebutuhan asam amino Histidin merupakan asam amino esensial pada hewan uji. esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Histidin diperlukan Persentase terendah dari kandungan untuk menjaga keseimbangan asam amino esensial pada makanan nitrogen dalam tubuh. terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam Perubahan-perubahan konsentrasi amino. Adapun yang dimaksud isoleisin, leusin dan valin dalam dengan asam amino esensial serum dipengaruhi oleh peningkatan pembatas adalah asam amino kadar protein pakan. Peningkatan esensial yang mempunyai konsentrasi dari salah satu asam presentase terendah yang amino berantai cabang ini, misalnya terkandung dalam suatu protein leusin, akan memberikan pengaruh bahan makanan. pada konsentrasi isoleisin dan valin dalam serum. Pengamatan ini Dalam penyusunan komposisi memberikan indikasi leisin mungkin bahan-bahan pembuat pakan ikan, mampu mempermudah jaringan harus diperhitungkan terlebih dahulu tubuh dalam menyerap asam-asam kelengkapan asam amino esensial amino berantai cabang. pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial Lisin merupakan asam amino dan non esensial. Kebutuhan setiap esensial pembatas dalam protein jenis ikan terhadap asam amino nabati. Defisiensi lisin dalam pakan esensial dan non esensial berbeda- ikan dapat menyebabkan kerusakan beda,sehingga perlu pada sirip ekor (nekrosis), yang 176
    213. apabila berkelanjutan dapat Triptofan merupakan asam amino menyebabkan terganggunya pembatas dalam bahan makanan pertumbuhan. Tingkat penggunaan sumber protein nabati. Defisiensi lisin dipengaruhi oleh kadar arginin, triptofan pada ikan salmon urea dan amonia. Ketika terjadi menyebabkan lordosis dan skoliosis degradasi arginin, maka penggunaan sedangkan pada ikan rainbow trout lisin akan meningkat. menyebabkan nekrosis pada sirip ekor, kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata. Metionin (essensial) dan sistein (non essensial) merupakan asam amino Selain menyebabkan penyakit pada yang mengandung sulfur. Sistein mata, defisiensi triptopan juga akan mampu mereduksi sejumlah metionin meningkatkan kadar kalsium, yang diperlukan bagi pertumbuhan magnesium, sodium dan potasium optimal. Kebutuhan metionin pada dalam ginjal dan hati ikan. ikan biasanya berkaitan dengan kadar metionin dalam serum dan Kebutuhan asam amino essensial kadar makanan yang dicerna. dan nonessensial pada ikan sangat Metionin juga merupakan asam ditentukan oleh jenis bahan baku amino pembatas dalam beberapa pembuatan pakan. Hal ini dapat bahan makanan sumber protein mengakibatkan kekurangan asam nabati. Defisiensi metionin dapat amino esensial yang disebabkan mengakibatkan penyakit katarak oleh penggunaan komposisi pakan pada rainbow trout. yang kandungan proteinnya sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Dapat juga Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya disebabkan adanya bahan kimia mempunyai struktur kimia yang mirip yang dapat mempengaruhi sehingga keduanya bisa saling komposisi pakan, pemanasan yang menggantikan. Fenil alanin dan berlebih saat pembuatan pakan dan tirosin diklasifikasikan sebagai asam penguapan dari pakan tersebut. amnino aromatik. Keduanya Ketidakseimbangan asam amino diperlukan dalam jumlah yang cukup kaitannya dengan asam amino yang untuk mendorong sintesis protein saling bertentangan atau asam dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada amino yang berbahaya yang dapat ikan. Ikan mampu dengan segera menyebabkan pertumbuhan pada mengubah fenil alanin menjadi tirosin ikan tidak optimal. Pertentangan atau menggunakan tirosin untuk asam amino terjadi ketika asam melakukan metabolisme yang amino yang diberikan melebihi diperlukan bagi asam amino fenil jumlah yang dibutuhkan. Hal ini alanin tersebut. Oleh karena itu dapat meningkatkan kebutuhan untuk menentukan kebutuhan asam asam amino lain yang serupa. amino aromatik khususnya fenil Contohnya adalah pertentangan alanin, dalam pengujian haruslah leucin dengan isoleucin dan arginin digunakan bahan pangan tanpa dengan lisin yang diamati pada tirosin atau berkadar tirosin rendah. beberapa jenis ikan. Asam amino bersifat racun apabila diberikan 177
    214. dengan jumlah yang berlebih. Efek asam amino esensial dari suatu negatif yang ditimbulkan tidak dapat organisme adalah dengan diperbaiki dengan penambahan penambahan pada komposisi pakan asam amino ke dalam komposisi dengan asam amino L kristal. pakan. Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil Di dalam perumusan komposisi dengan penggunaan pakan yang pakan, komposisi pakan yang mengandung air stabil sehingga direkomendasikan tentang asam dapat menghemat penggunaan amino esensial harus dengan hati- pengikat atau memanfaatkannya hati dalam memilih dan dalam praktek pemberian pakan. mengkombinasikan dua atau lebih Sejauh ini kebutuhan asam amino sumber protein. Keterbatasan essensial dalam makanan yang kandungan asam amino dalam salah dibutuhkan oleh ikan dan jumlah satu sumber asam amino dapat yang dibutuhkan pada ikan budidaya dilengkapi dengan sumber lain yang telah ditetapkan pada beberapa jenis melimpah dengan kandungan asam ikan berdasarkan hasil penelitian. amino yang sama sehingga menjadi Kebutuhan asam amino essensial suatu pakan ynag lebih baik. Cara pada beberapa jenis ikan dapat lain untuk mengetahui kebutuhan dilihat pada Tabel 5.4. Tabel 5.4. Kebutuhan asam amino essensial pada beberapa jenis ikan dalam % protein pakan (Akiyama et al, 1997) Met Phe Jenis ikan Arg His Leu Lys + + Thr Trp Val Ile Cys Tyr Chum Salmon 6,5 1,6 3,8 5,0 3,0 6,3 3,0 0,7 3,0 2,4 Chinook Salmon 6,0 1,8 3,9 5,0 4,0 5,1 2,2 0,5 3,2 2,2 Coho Salmon 3,2 0,9 3,4 3,8 2,7 4,5 2,0 0,5 2,2 1,2 Channel Catfish 4,3 1,5 3,5 5,1 2,3 5,0 2,2 0,5 3,0 2,6 Common carp 4,3 2,1 3,3 5,7 3,1 6,5 3,9 0,8 3,6 2,5 Catle 4,8 2,5 3,7 6,2 3,4 6,2 5,0 1,0 3,6 2,4 Nile Tilapia 4,2 1,7 3,4 5,1 3,2 5,5 3,8 1,0 2,8 3,1 Milk Fish 5,3 2,0 5,1 4,0 3,3 5,2 4,5 0,6 3,6 4,0 Japanese eel 4,5 2,1 5,3 5,3 3,2 5,8 4,0 1,1 4,0 4,0 Rainbow trout 3,5 1,6 4,4 5,3 2,7 5,2 3,4 0,5 3,1 2,4 Yellow tail 3,9 2,6 4,7 5,3 2,4 4,5 2,9 0,7 3,0 2,6 White surgeon 4,8 2,3 4,3 5,4 2,2 5,3 3,3 0,3 3,3 3,0 Red drum 3,7 1,7 4,7 5,7 2,9 4,5 2,8 0,8 3,1 2,9 Kebutuhan asam amino pada ikan termasuk dalam kelompok asam seperti tabel diatas diperoleh dengan amino essensial dan non essensial cara melakukan penelitian. Menurut yaitu: • Metoda pertumbuhan Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan • Metoda radio isotop. apakah suatu asam amino tersebut 178
    215. Metoda pertumbuhan digunakan oleh dan melakukan isolasi protein. Dari Halver (1957) untuk mengetahui hasil isolasi tersebut kemudian penggunaan satu rangkaian asam protein tersebut dilakukan hidrolisasi amino diet uji yang berisi kristal L- dan asam amino yang diperoleh amino sebagai sumber nitrogen. dipisahkan dengan menggunakan Pakan dirumuskan berdasarkan peralatan chromatografi dan pada pola asam amino seperti menghitung radio aktifitas. protein telor ayam utuh, protein telor ikan Chinook, atau kantung kuning telur ikan Chinook. Untuk sepuluh Evaluasi kualitas protein amino, percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan Protein yang terdapat dalam suatu menggunakan pakan dasar yang bahan pakan dapat dikatakan berisi semua asam amino dan pakan bermutu jika memberikan uji yang tidak mengandung asam pertumbuhan positif pada ikan amino. Ikan uji dilakukan budidaya atau protein dikatakan penimbangan berat badan setiap dua mutunya tinggi apabila komposisi kali untuk mengukur pertumbuhan asam amino yang terkandung di dan mengetahui pengaruh pakan uji dalamnya menyerupai bentuk asam tersebut. Selain itu sampel ikan uji amino yang dibutuhkan oleh ikan dan juga diberi pakan yang kekurangan tingkat kecernaannya tinggi. Mutu asam amino untuk melihat protein biasanya dievaluasi dengan pertumbuhan yang terjadi dan metode biologi dan kimia. Metode dibandingkan dengan ikan yang kimia menentukan kuantitas atau diberi pakan dengan asam amino jumlah protein/asam amino pada yang lengkap, setelah itu penyelidik bahan pakan sedangkan metode menggunakan suatu diet test serupa biologi dengan cara menentukan untuk menentukan asam amino reaksi ikan terhadap protein dalam esensial yang lain pada ikan. kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan. Dalam metode biologi, Pada Metoda rasio isotop yang berat tubuh dan nitrogen digunakan digunakan oleh Cowey et al. (1970), sebagai ukuran untuk mutu protein ikan uji disuntik secara dimana metode biologi lebih akurat intraperitoneal dengan menggunakan dibanding metode kimia. Menurut radio aktif yang diberi label 14C Millamena (2002) perhitungan glukosa dan dibiarkan hidup dengan Protein Effisiensi ratio (PER), nilai mengkonsumsi pakan alami selama biologi (BV) dan kebutuhan protein 7 hari. Ikan uji kemudian dimatikan bersih (NPU) adalah sebagai berikut: dan dibuat larutan yang homogen Perbandingan Efisiensi Protein (PER) Penambahan bobot (gram) PER = Kandungan protein dalam pakan (gram) 179
    216. Nilai Biologi (BV) Nitrogen yang digunakan BV = Nitrogen yang diserap Dimana : R = Nitrogen yang digunakan A= Nitrogen yang diserap Dan : A= I – (F - Fo) R= A – (U – Uo) Dimana : I = Nitrogen yang diambil F = Nitrogen dalam feses Fo = Metabolisme nitrogen dalam feses U = Nitrogen yang keluar bersama urine Uo = Endogeneus nitrogen R I – (F–Fo) – (U – Uo) BV = x 100 x 100 A I – (F – Fo) Tidak cukup data dalam nilai biologi yang diperoleh untuk pengaturan pakan ikan dan sulit dalam penentuan metabolisme feses dan endogeneus nitrogen secara terpisah. Penggunaan Protein Bersih Nitrogen yang digunakan NPU = x 100 Nitrogen yang diambil dimana : NPU ditentukan dengan rumus sebagai berikut : Penambahan nitrogen pada + pengurangan nitrogen pada pakan ikan pakan ikan NPU = Nitrogen yang diambil dari pengujian protein 180
    217. Jumlah kebutuhan protein Kebutuhan protein pada ikan maksimum merupakan tingkat Protein didalam tubuh sangat kualitas protein yang tinggi dalam dibutuhkan untuk pemeliharaan, kandungan pakan yang diperlukan pembentukan jaringan, penggantian untuk pertumbuhan maksimum. jaringan-jaringan tubuh yang rusak Untuk menentukan kebutuhan dan penambahan protein tubuh protein suatu jenis ikan dapat dalam proses pertumbuhan. dilakukan dengan melakukan Kebutuhan protein dalam pakan percobaan pemberian pakan yang secara langsung dipengaruhi oleh akan membantu dalam penggunaan jumlah dan jenis-jenis asam amino uji kandungan protein dari sumber essensial, kandungan protein yang yang nilai biologinya tinggi. Respon dibutuhkan, kandungan energi pakan yang akan memberikan keuntungan dan faktor fisiologis ikan (Lovel, dan daya tahan paling tinggi 1989). Protein dapat juga digunakan biasanya diperoleh dari komposisi sebagai sumber energi jika pakan ikan terbaik. Protein yang kebutuhan energi dari lemak dan terdapat dalam jaringan tubuh ikan karbohidrat tidak mencukupi dan dapat digunakan sebagai ukuran juga sebagai penyusun utama enzim, untuk menentukan kebutuhan hormon dan antibodi. Oleh karena itu protein. Cara ini dilakukan dengan pemberian protein pada pakan ikan menganalisis kandungan nitrogen harus pada batas tertentu agar dapat dalam jaringan dengan interval dua memberikan pertumbuhan yang minggu sampai tidak ada penurunan optimal bagi ikan dan efisiensi pakan nitrogen yang tertahan pada yang tinggi. Selain itu protein sangat jaringan. penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam Jumlah kandungan protein yang semua sel hidup dan berperan minimal dari suatu pakan untuk sebagai instrumen molekuler yang menghasilkan pertumbuhan mengekspresikan informasi genetik, maksimum sangat bergantung pada unsur struktural didalam sel dan jenis ikan yang dibudidayakan. jaringan. Protein yang dibutuhkan Berdasarkan penelitian beberapa ikan bersumber dari berbagai macam spesies ikan kebutuhan kandungan bahan dimana kualitas protein bahan protein pada ikan budidaya berkisar bergantung pada komposisi asam dari 27% sampai 60%. Untuk lebih amino. jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.5. 181
    218. Tabel 5.5. Tingkat kebutuhan protein optimal (% berat kering pakan) pada beberapa jenis ikan budidaya (Millamena, 2002) Kadar protein Jenis ikan Sumber protein optimal Asian sea bass Fish meal, soybean meal 43 Common carp Fish meal, casein 31 – 38 Grouper Tuna, muscle meal 40 – 50 Fish meal, meat meal, shrimp meal 43 Japanese eel Casein dan asam amino 44 Kuruma shrimp Squid meal 60 Casein + egg albumin 55 Milk Fish Fish meal, casein 40 Casein, gelatin 30 – 40 Fish meal, soybean dan cassava meal 24 Red sea bream Casein 55 Snake head Fish meal 52 Red snapper Fish meal, soybean, squid meal 44 Tiger shrimp Casein 40 Fish meal, soybean, shrimp meal 40 Nile Tilapia Fish meal, casein 30 Fish meal 28 White shrimp Fish meal, mussel meal, collagen 34 – 42 Squid meal 28 – 32 Yellow tail Fish meal, casein 55 Abalone Soybean meal, rice bran 27 Fish meal, squid meal Sumber protein tinggi untuk ikan lebih tinggi dibanding ikan yang lebih dapat diperoleh pada beberapa tua pada jenis ikan yang sama itu. bahan baku antara lain adalah telor utuh, kasein, kombinasi kasein dan agar-agar. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein 5.3. KARBOHIDRAT untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis, Karbohidrat merupakan salah ukuran ikan atau umur, temperatur satumakro nutrien dan menjadi air, protein yang berkualitas seperti sumber energi utama pada manusia yang telah dikemukanan sebelumnya dan hewan darat. Pada ikan, tingkat dengan mengetahui komposisi asam pemanfaatn karbohidrat dalam pakan amino. Ikan yang berukuran lebih umumnya rendah pada khususnya kecil mempunyai kebutuhan protein hewan karnivora, karena pada ikan 182
    219. sumber energi utama adalah tanpa nitrogen. Karbohidrat biasanya protein. Ikan karnivora lebih sedikit terdapat pada tumbuhan termasuk mengkonsumsi karbohidrat pada gula sederhana, kanji, selulosa, dibandingkan dengan omnivora dan karet dan jaringan yang herbivora. Selain itu ikan yang hidup berhubungan dan mengandung diperairan tropis dan air tawar unsur C,H,O dengan rasio antara biasanya lebih mampu hidrogen dan oksigen 2:1 yang memanfaatkan karbohidrat daripada hampir serupa dengan H2O dan ikan yang hidup diperairan dingin kemudian dinamakan ”karbohidrat”. dan air laut. Ikan laut biasanya lebih Formula umum karbohidrat adalah menggunakan protein dan lemak Cn (H2O)2. sebagai sumber energi daripada karbohidrat, tetapi peranan Karbohidrat adalah sumber energi karbohidrat dalam pakan ikan sangat yang murah dan dapat menggantikan penting bagi kehidupan dan protein yang mahal sebagai sumber pertumbuhan ikan. Berdasarkan hasil energi. Selain itu karbohidrat penelitian memperlihatkan bahwa merupakan Protein sparing effect ikan yang diberi pakan dengan yang artinya karbohidrat dapat kandungan protein tinggi tanpa digunakan sebagai sumber energi karbohidrat dapat menyebabkan pengganti bagi protein dimana penurunan laju pertumbuhan dan dengan menggunakan karbohidrat retensi protein tubuh. Selain itu dan lemak sebagai sumber bahan pakan yang mengandung karbohidrat baku maka hal ini dapat mengurangi terlalu sedikit akan menyebabkan harga pakan. Pemanfaatan terjadinya tingkat katabolisme protein karbohidrat sebagai sumber energi dan lemak yang tinggi untuk dalam tubuh dapat juga dipengaruhi mensuplai kebutuhan energi ikan oleh aktivitas enzim dan hormon. dan menyediakan metabolisme Enzim dan hormon ini penting untuk lanjutan (intermedier) untuk sintesis proses metabolisme karbohidrat senyawa biologi penting lainnya, dalam tubuh seperti glikolisis, siklus sehingga pemanfaatan protein untuk asam trikarboksilat, jalur pentosa pertumbuhan berkurang. Oleh fosfat, glukoneogenesis dan karena itu pada komposisi pakan glikogenesis. Selain itu dalam ikan harus ada keseimbangan antara aplikasi pembuatan pakan karbohidrat, protein dan lemak, karbohidrat seperti kanji, zat tepung, dimana ketiga nutrien tersebut agar-agar, alga, dan getah dapat merupakan sumber energi bagi ikan juga digunakan sebagai pengikat untuk tumbuh dan berkembang. makanan (binder) untuk meningkatkan kestabilan pakan Karbohidrat merupakan senyawa dalam air pada pakan ikan dan organik yang tersusun dari atom udang. karbon (C), hidrogen (H) dan Oksigen (O) dalam suatu Klasifikasi Karbohidrat perbandingan tertentu. Karbohidrat berdasarkan analisa proksimat terdiri Karbohidrat diklasifikasikan kedalam dari serat kasar dan bahan ekstrak tiga kelompok yaitu monosakarida, 183
    220. disakarida, dan polisakarida. diklasifikasikan berdasarkan pada Pembagian karbo-hidrat ini tingkat kecernaan, yaitu karbohidrat berdasarkan pada jumlah molekul yang dapat dicerna, karbohidrat yang pembentuknya, satu, dua atau dapat dicerna sebagian dan beberapa unit gula sederhana. karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Disakarida dan polisakarida Gula, kanji, dextrin, dan glikogen merupakan turunan (derivat) dari adalah karbohidrat yang dapat monosakarida. Monosakarida tidak dicerna, selulosa, serat kasar dan dapat dihidrolisa lagi menjadi bentuk hemisellulosa adalah karbohidrat yang lebih sederhana. Disakarida yang tidak dapat dicerna. dapat dihidrolisa menjadi dua Galaktogen, mannosan, inulin dan molekul mono-sakarida, sedangkan pentosa adalah termasuk karbohidrat polisakarida (termasuk) oligosakarida yang dapat dicerna sebagian. Untuk akan membentuk lebih dari tiga lebih jelasnya dapat dilihat pada molekul monosakarida. Selain itu Tabel 5.6. karbohidrat dapat juga Tabel 5.6. Klasifikasi Karbohidrat (Millamena, 2002) Kelompok Karbohidrat contoh Monosakarida (satu unit glikosa) Pentosa, Arabinosa, Ribosa, Xylosa, Xylulosa, Hexosa, Glucosa, Fruktosa dan Mannosa Disakarida (dua unit glikosa) Sukrosa, Maltosa, Laktosa Oligosakarida (2-10 unit glikosa) Raffinosa, Stachyosa, Verbascosa Polisakarida (Glycan, > 10 unit Starch/kanji, dextrin, glycogen, glikosa) cellulosa, hemicellulosa, lignin, chitin, pectin, gums and mucilages, alginat, agar, karageenan rasanya manis. Monosakrida utama Monosakarida yang terdapat dalam bentuk bebas Monosakarida adalah bentuk dalam makanan adalah glukosa dan karbohidrat yang tidak dapat fruktosa. Glukosa, galaktosa, dihidrolisis menjadi bentuk yang fruktosa dan mannosa merupakan sederhana lagi. Umumnya bentukheksosa yang mempunyai monosakarida diperoleh dari hasil makna fisiologis paling penting. hidrolisis senyawa tanaman yang Glukosa merupakan zat gula dalam lebih kompleks, larut dalam air dan tubuh yang dibawa oleh darah dan 184
    221. merupakan bentuk paling utama arabinosa. Silosa dibentuk dengan dalam jaringan. Hal ini dikarenakan hidrolisis pada pentosa. Jumlah yang glukosa merupakan sumber energi pantas pada xilosa dibentuk dalam yang paling cepat diserap didalam pembuatan bubur pada makanan sel dan masuk kedalam darah dan melalui hidrolisis pada hemiselulosa. akan dikatabolisme dalam proses Arabino dihasilkan pada getah arabic glikolisis. Rumus empiris glukosa dan dedak gandum. Hexosa adalah C6H12O6. Glukosa banyak mempunyai rumus umum C6H12O6. terdapat dalam buah-buahan, jagung Gula heksosa biasanya dalam manis dan madu dalam bentuk D- bentuk : galactosa, dan Glukosa. D-Glukosa ini telah glukosealdoses. Fruktosa adalah dihasilkan secara komersial dengan ketohexose alami penting dan hidrolisis pati jagung yang karbohidrat paling manis. Rotan atau menghasilkan sirop jagung dan gula umbi manis (sukrosa) kristal dekstrosa. D-Glukosa ini dihidrolisis, satu molekul dibentuk mempunyai peran penting dalam pada fruktosa dan satu molekul pada pakan dan metabolisme ikan serta glukosa yang dibentuk. Laktosa tidak merupakan gula darah pada semua terjadi secara bebas di alam. hewan. Glukosa dapat disimpan Hidrolisis lactose atau gula susu didalam hati dan otot dalam bentuk menghasilkan galactose dan glikogen. Fruktosa dapat diubah glukosa. Glukosa, Fructose, dan menjadi glukosa dalam hati, galactose mempunyai rumusan sedangkan galaktosa selain dapat molekular yang sama tetapi susunan diubah menjadi glukosa dalam hati rumus mereka berbeda pengaturan juga dapat dimetabolisir. Mannosa di dalam suatu molekul. merupakan unsur pembentuk senyawa glikoprotein. Disakarida Kebanyakan monosakarida diperoleh dengan hidrolisis unsur yang lebih Disakarida merupakan bentuk komplek. Hidrolisis adalah suatu karbohidrat yang kalau dihidrolisis reaksi kimia yang mana suatu unsur akan menghasilkan dua molekul yang komplek dipecah menjadi unsur monosakarida. Rumus molekul yang lebih kecil dengan penambahan disakrida adalah C12H22O11, dari suatu katalisator. Monosakarida rumus bangun ini memperlihatkan sering dikatakan sebagai bentuk dari bahwa satu molekul air telah suatu gula sederhana. Dua dipindahkan sebagai dua rangkaian gula sederhana secara monosakarida yang telah komersil penting pentosa atau lima dikombinasikan. Dengan hidrolisis gula atom karbon dan hexoses atau mengakibatkan perpecahan molekul enam gula atom karbon. Ribosa dan dan pembentukan hexoses. Ada tiga Dioxyribosa merupakan struktur RNA bentuk disakarida penting yaitu dan DNA. Pentosa mempunyai sukrosa, laktosa dan maltosa. rumus yang umum C5 H10 O5. dan Sukrosa, bentuk gula yang biasanya mempunyai komersial yang penting disebut juga dengan gula meja, dalam bentuk aldopentosa silosa dan terdiri dari satu molekul glukosa dan 185
    222. satu molekul fruktosa yang rhizomes, dan biji-bijian. Bentuk ini dinamakan dengan gula invert. merupakan sumber bahan makanan Sumber utama sukrosa sebagian yang termurah dan merupakan besar dari tebu dan gula bit. Laktosa, sumber energi bagi manusia dan atau gula susu, banyak diperoleh hewan. Glikogen dihasilkan dari pada semua susu mamalia. Hasil mamalia dan hewan lain dari glukosa hidrolisis laktosa akan menghasilkan di dalam darah dan diperoleh sebuah molekul glukosa dan sebuah didalam jaringan otot dan hati. molekul galaktosa. Maltosa terjadi Glikogen merupakan bentuk secara alami dalam benih zat tepung penyimpanan pada karbohidrat pada yang diproduksi tumbuhan. Maltosa hewan dan merupakan zat tepung di dibentuk dari hidrolisis zat tepung dalam tumbuhan. Sedangkan dengan enzim α-amilase. Maltosa dekstrin merupakan hasil dari proses akan dihidrolisis lebih lanjut oleh pemecahan hidrolisis pati menjadi enzim α-gluc0sidase menjadi dua maltosa. Dekstrin terdiri dari molekul glukosa. serangkaian senyawa dengan bobot molekul yang lebih rendah. Pada hewan dekstrin merupakan hasil pemisahan glukosa dari amilopektin Polisakarida yang meninggalkan residu Polisakarida merupakan bentuk percabangan yang disebut α-limit karbohidrat yang kalau dihidrolisis dekstrin, tersusun dari 8 – 10 akan menghasilkan lebih dari glukosa. Didalam pakan, dekstrin sepuluh molekul monosakarida. merupakan substrat kesukaan Polisakarida biasanya dibentuk oleh organisme acidophilik dalam saluran kombinasi hexosa atau pencernaan dan bila pakan monosakarida lain dan biasanya mengandung dekstrin maka sintesis merupakan senyawa dengan vitamin B dalam usus akan molekular tinggi dan kebanyakan meningkat. tidak dapat larut dalam air dan dipertimbangkan yang paling utama Selulosa adalah komponen struktur bahan gizi tumbuhan asli. Ketika utama dalam tumbuhan pada dinding hidrolisis dengan asam atau enzim, sel tumbuhan dan unsur yang paling mereka dipecah ke dalam berbagai berlimpah-limpah pada tumbuhan. produk intermediate dan yang Selulosa adalah unsur penting yang akhirnya ke dalam gula sederhana, tidak dapat larut dan dapat polisakarida mempunyai formulasi didegradasi oleh enzim menjadi umum (C6H10O5)n. Tiga bentuk beberapa unit glukosa dan bisa polisakarida yang banyak terdapat dihidrolisis dengan asam kuat. dalam bahan baku pakan antara lain Hemiselulosa merupakan adalah pati, dextrin dan glikogen. polisakarida yang terdiri atas suatu campuran unit hexosa dan pentosa. Pati/starch merupakan bentuk Jika dihidrolisis hemiselulosa polisakarida yang banyak terdapat menghasilkan glukosa dan sebuah pada tumbuhan dan diperoleh di pentosa, biasanya silosa yang dalam akar umbi (kentang), merupakan komponen utama pada 186
    223. dinding sel tumbuhan. Tidak seperti Karbohidrat tersebut berasal dari selulosa, hemiselulosa lebih sedikit tumbuhan (zat tepung, serat, bersifat resisten terhadap degradasi sellulosa dan fruktosa) dan dari kimia dan dapat dihidrolisis dengan hewan (mangsa) berbentuk glikogen. cairan asam . Ikan tidak memiliki kelenjar air liur Lignin ditemukan dalam tongkol (salivary gland) sehingga proses jagung dan porsi akar yang berserat. pencernaan karbohidrat pada ikan Lignin merupakan struktur kompleks dimulai dibagian lambung. yang terdiri dari karbon-karbon yang Pencernaan karbohidrat secara saling berikatan dengan eter yang intensif terjadi disegmen usus yaitu mana bersifat resisten terhadap dengan adanya enzim amilase alkali dan asam. Chitin merupakan pankreatik. Pada segmen usus, komponen struktur utama amilum (zat tepung) dan glikogen menyangkut eksoskeleton kaku pada akan dihidrolisis oleh enzim amilase hewan tak bertulang punggung menjadi maltosa dan dekstrin, seperti serangga, binatang berkulit Kemudian maltosa dan dekstrin ini keras dan juga terjadi dalam sel akan dihidrolisa oleh enzim laktase ganggang, ragi dan jamur adalah atau sukrose menghasilkan polysoccoharida dengan atom zat galaktosa, glukosa dan fruktosa. hidrogen seperti halnya C,H dan O Pada dinding usus, galaktosa dan yang terdiri atas N-acetil D- fruktosa akan diubah menjadi glukosamin. Chitin mempunyai peran glukosa. Dalam bentuk glukosa itulah struktural dan suatu jumlah dari karbohidrat dapat diserap oleh kekuatan mekanis yang dapat dinding sel (enterosit) lalu masuk menghentikan ikatan hidrogen. kedalam pembuluh darah. Peptin ditemukan terutama antara Ikan tidak memiliki enzim pencerna dinding sel tumbuhan dan mungkin karbohidrat yang memadai di dalam juga sebagai penyusun dinding sel saluran pencernaannya, sehingga itu sendiri. Peptinase tidak dapat nilai kecernaan karbohidrat pakan dihidrolisis dengan enzim pectinase umumnya rendah. Aktivitas enzim mamalian tetapi dicerna oleh aksi amilase dalam menghidrolisa pati mikrobial. Tindakan itu disadap pada ikan omnivora seperti ikan dengan air panas atau air dingin dan tilapia dan ikan mas lebih tinggi membentuk suatu ”gel” (agar-agar). daripada ikan karnivora seperti ikan Alginates, agar dan caragenan rainbowtrout dan yellowtail. Nilai merupakan hasil ekstraksi dari kecernaan karbohidrat ini sangat rumput laut seperti Glacillaria sp dan dipengaruhi oleh sumber dan kadar Kappaphycus sp. karbohidrat dalam pakan serta jenis dan ukuran ikan. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh beberapa ikan budidaya dapat dilihat Pemanfaatan Karbohidrat Pakan pada Tabel 5.7 Karbohidrat yang oleh Ikan berstruktur kompleks memiliki nilai Karbohidrat pakan umumnya kecernaan yang rendah daripada berbentuk senyawa polisakarida, karbohidrat yang berstruktur disakarida dan monosakarida. sederhana. Perbedaan sumber pati 187
    224. juga dapat menyebabkan perbedaan dimana dengan melakukan nilai kecernaan karbohidrat dan pengukusan maka akan dapat bergantung juga pada rasio meningkatkan nilai kecernaan dari amilosa/amilopektin. Dimana karbohidrat tersebut. Hal ini semakin tinggi rasio amilosa/ dikarenakan pengukusan dapat amilopektin maka kecernaan menyebabkan sel-sel pati menjadi karbohidrat semakin tinggi. Beberapa lunak dan pecah sehingga lebih perlakuan yang biasa dilakukan pada mudah dicerna. saat membuat pakan ikan adalah dengan melakukan pengukusan pati Tabel 5.7. Nilai kecernaan karbohidrat berdasarkan kadar dan sumbernya oleh beberapa ikan budidaya (Wilson, 1994). Kadar Nilai kecernaan Jenis ikan Sumber Karbohidrat (%) pakan (%) Rainbow Trout Dekstrin 20 77,2 60 45,5 Tepung ubi kukus 20 69,2 60 26,1 Tepung dikukus 11,5 90,0 40,2 48,2 Glukosa 20 – 60 99 – 100 Sukrosa 20 – 60 99 – 100 Laktosa 20 – 60 94 – 97 Channel catfish Tepung jagung tidak 12,5 72,8 dikukus 25 60,9 50 55,1 Tepung jagung dikukus 12,5 83,1 25 78,3 50 66,5 Mas Tepung ubi tidak kukus ? 55,0 Tepung ubi dikukus ? 85,0 Karbohidrat berserat dalam wujud dalam tubuh ikan diperlukan secara bahan kimia sangat sukar dicerna khas dan terbatas kurang dari 7%. oleh beberapa jenis ikan dan tidak Ketersediaan berbagai formulasi membuat suatu kontribusi yang baik karbohidrat pada komposisi nilai kepada kebutuhan gizi ikan. yang gizi belum jelas, karbohidrat Tingkatan kebutuhan serat kasar yang dapat dicerna (karbohidrat 188
    225. dengan bobot molekul kecil dan terjadi laju glukoneogenesis yang panjang rantai lebih pendek seperti tinggi, sedangkan yang diberi pakan glukosa). Pada ikan mas dan ikan air dengan kandungan protein rendah tawar lainnya dapat memanfaatkan dan karbohidrat tinggi didapatkan karbohidrat lebih efektif laju glukoneogenesis yang rendah dibandingkan dengan ikan air laut. (Cowey et al, 1977). Kebutuhan Ikan air laut lebih efektif karbohidrat untuk setiap jenis dan menggunakan glukosa dan dekstrin ukuran ikan juga dipengaruhi oleh sebagai sumber zat tepungnya. kandungan lemak dan protein pakan. Udang windu menggunakan zat Pakan yang mengandung tepung lebih baik dengan glukosa karbohidrat dan lemak yang tepat dan dextrin. dapat mengurangi penggunaan protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring Effect. Terjadinya Protein Sparring Kebutuhan optimum Karbohidrat Effect oleh karbohidrat dapat Pakan menurunkan biaya produksi pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara dan mengurangi pengeluaran limbah maksimal dapat tercapai jika kondisi nitrogen ke lingkungan. lingkungan pemeliharaan dan makanan terjamin secara optimum. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi Fungsi utama karbohidrat sebagi pertumbuhan ikan budidaya sumber energi di dalam pakan harus bervariasi menurut spesies, sumber berada dalam kondisi yang seimbang karbohidrat dan kondisi antara ketiga makro nutrien (protein, lingkungannya (Tabel 5.8.). Pada lemak dan karbohidrat). Pakan yang tabel tersebut jelas terlihat bahwa mengandung karbohidrat terlalu ikan karnivora umumnya mempunyai tinggi dapt menyebabkan kemampuan yang lebih rendah menurunnya pertumbuhan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat budidaya. Beberapa penelitian telah pakan dibandingkan dengan ikan menunjukkan pertumbuhan ikan dan omnivora atau herbivora. Penyebab tingkat efisiensi pakan yang rendah rendahnya kemampuan ikan dalam bila kandungan karbohidrat dalam memanfaatkan karbohidrat pakan pakannya tinggi. tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat, Ikan sebagai organisme air kurang aktivitas enzim karboksilase ikan, mampu memanfaatkan karbohidrat kemampuan penyerapan glukosa sebagai sumber energi utama dalam serta kemampuan sel memanfaatkan pakannya dibandingkan dengan glukosa dalam darah. Secara umum hewan darat dan manusia, namun kandungan karbohidrat pakan yang dari hasil beberapa penelitian hewan dapat dimanfaatkan secara optimal air seperti ikan masih sangat oleh ikan karnivora berkisar antara membutuhkan karbohidrat dalam 10 – 20%, ikan omnivora dapat komposisi pakannya. Pada ikan memanfaatkan karbohidrat pakan rainbowtrout yang diberi pakan secara optimal pada tingkat 30 – dengan kandungan protein tinggi, 40% dalam pakannya. 189
    226. Tabel 5.8 Kebutuhan optimum karbohidrat dalam pakan untuk pertumbuhan beberapa ikan budidaya. Karbo hidrat Sumber Jenis ikan References pakan karbohidrat (%) Ekor kuning 10 Dekstrin Shimeno et al (1996) Seabream merah 20 Dekstrin De Silva dan anderson (1995) Rainbow trout 10 Dekstrin De Silva dan anderson (1995) Kakap putih 20 Tepung terigu Catacuta dan Coloso (1997) Kerapu 9 Tepung terigu Shiau dan Lan (1996) Channel catfish 30 Dekstrin Wilson (1994) Mas 40 Dekstrin Wilson(1994),Shimeno et al (1996) Tilapia 40 Dekstrin Wilson (1994),Shimeno et al (1996) dijadikan sebagai sumber energi bagi 5.4. LIPID ikan selain protein dan karbohidrat. Lipid berbeda dengan lemak. Lipid adalah senyawa organik yang Perbedaan antara lemak dan minyak tidak dapat larut dalam air tetapi adalah pada titik cairnya, lemak dapat diekstraksi dengan pelarut cenderung lebih tinggi titik cairnya, nonpolar seperti kloroform, eter dan molekulnya lebih berat dan rantai benzena. Senyawa organik ini molekulnya lebih panjang. Oleh terdapat didalam sel dan berfungsi karena itu lipid merupakan salah satu sebagai sumber energi metabolisme sumber asam lemak essensial yang dan sebagai sumber asam lemak tidak bisa di sentesa oleh ikan. esensial yang mempunyai fungsi Sebagai sumber energi, lipid telah specifik dalam tubuh seperti untuk ditunjukan untuk memberikan struktur sel dan pemeliharaan beberapa protein untuk integritas membran-membran yang pertumbuhan. Lipid juga sumber hidup. Fungsi lain dari lipid antara penting sterol, phospolipid, dan lain adalah sebagai komponen vitamin lemak yang dapat larut. utama struktur sel, penyimpan bahan Asam lemak dari lipid mungkin juga bakar metabolik, untuk mengangkut bertindak sebagai pendahuluan pada bahan bakar, sebagai pelindung steroid hormon dan prostaglandin. dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Lipid terdiri dari lemak, minyak, Klasifikasi Lipid malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Berdasarkan struktur molekulnya lipid dapat diklasifikasikan kedalam Lipid merupakan komponen penting tiga kelompok yaitu : dalam pakan ikan karena lipid dapat 190
    227. • sterol, aldehid lemak, badan Lipid sederhana, kelompok ini keton dan berbagai hormon. disebut juga dengan nama Karena tidak bermuatan homolopida yaitu suatu bentuk asilgliserol (gliserida), kolesterol ester yang mengandung karbon, dan ester kolesterol dinamakan hidrogen dan oksigen. Jika lemak netral (Meyes, 1999). dihidrolisis. Lipid yang termasuk kedalam kelompok ini hanya menghasilkan asam lemak dan Klasifikasi Lipid menurut Millamena alkohol. Lipid sederhana ini dapat et al (2002) dapat dikelompokkan dibagi menjadi dua golongan menjadi : yaitu : • Triglycerides atau lemak yang - Lemak : senyawa ester lemak dengan gliserol. Lemak dibentuk oleh reaksi glicerol dalam keadaan cair disebut dengan molekul asam lemak minyak. sehingga disebut glycerides. - Lilin/malam/waks : senyawa Dengan begitu ketika suatu ester asam lemak dengan triglyceride dihidrolisis, 3 molekul alkohol monohidrat yang asam lemak dan 1 molekul berbobot molekul tinggi glicerol dibentuk. Triglycerides tidak menjadi komponen pada • bio membran tetapi mereka Lipid kompleks, kelompok ini terakumulasi pada adipose atau berupa ester asam lemak dengan jaringan lemak. Triglyceride alkohol yang mengandung gugus merupakan bentuk utama pada lain. Lipid kompleks dibagi binatang yang menyimpan menjadi tiga golongan yaitu : energi. - Fosfolipid : kelompok lipid • Phospholipids adalah ester yang selain asam lemak dan alkohol, juga mengandung pada asam lemak dan asam residu asam fosfat. Lemak ini phosphor (H3PO4) dan basa sering mempunyai basa yang nitrogen. Senyawa campuran mengandung nitrogen dan tersebut biasa asam substituen lain, seperti gugus phosphatidic. Beberapa alkohol berupa gliserol dalam Phospholipids yang penting gliserofosfolipid dan gugus adalah phosphatidyl choline alkohol yang berupa sfingosin (lecithin), phosphatidyl dalam sfingofosfolipid. ethanolamine (cephalin), - ikolipid (Glikosfingolipid) : phosphatidyl serine, dan kelompok lipid yang phosphatidyl inositol. Mereka mengandung asam lemak, adalah komponen utama sfingosin dan karbohidrat. membran biologi. • Waxes adalah ester pada rantai - Bentuk lipid komplek lainnya: Sulfolipid dan aminolipid dan panjang asam lemak dengan lipoprotein berat molekul tinggi alkohol • monohydric. Seperti trigly- Prekursor dan derivat lipid : asam lemak, gliserol, steroid, senyawa cerides, waxes merupakan alkohol disamping gliserol serta sumber nergi yang disimpan 191
    228. dalam tumbuhan dan bintang dan kali lebih dari energi protein dan bertindak melindungi mantel. karbohidrat. • Waxes padat pada temperature Sumber dari asam lemak lingkungan. esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan Beberapa ester pada rantai kelangsungan hidup ikan. EFA alcohol yang panjang, R1- tidak bisa disintesis oleh CH2OH dan rantai panjang asam organisme air dan akan disintesis lemak, R2-COOH jika jumlahnya tidak cukup untuk O pertumbuhan dan harus Contoh : R2 –CO -CH2 –R1 disediakan pada pakan ikan, misalnya : asam arachidonik Beberapa ester, (ARA), asam eicosapentaenoie (EPA), dan asam R2-CH2 –O -CH2 –R1 decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang • sangat penting di dalam pakan Steroids adalah rantai panjang alkohol yang biasa pada ikan dan krustasea. • polycylic. Merupakan tanda pada Komponen sellular yang penting jenis kelamin atau hormon lain dan selaput subsellular, pada ikan dan udang dan secara misalnya: phospholipid dan biologi sangat penting dalam asam lemak polyunsurated proses reproduktif. Streroid (PUFA). mempunyai beberapa struktur • Sumber steroid yang umum yang terdiri dari sistem melaksanakan fungsi penting fused-ring. Kolesterol secara seperti pemeliharaan sistem fisiologi adalah sterol penting dan selaput, transportasi lipid dan tersebar luas dalam membran prekursor dari hormon steroid. biologi, terutama dalam binatang. • Sphingomyelins tidak berisi glycerol, tetapi zat asam yang Asam lemak mengandung gemuk ester membutuhkan rantai amino Salah satu unsur penting dari lipid alcohol sphingosine. Lipid ini adalah asam lemak. Asam lemak ini merupakan lipid komponen otak ada juga yang menyebutkan sebagai dan jaringan syarat pertumbuhan lipid dengan makna fisiologis. pada binatang. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH , Fungsi umum dari lipid dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan Fungsi yang umum adalah: genap. Asam lemak diberi suatu • Sumber nama umum disamping formulasi energi berkenaan bahan kimianya dan singkatan dengan metabolisme, adenosine stenografi. Di dalam tatanama asam triphosphate (ATP). Kandungan lemak, sebuah asam lemak di energi lipid berisi kira-kira dua 192
    229. • indentifikasi dengan formula: A:B n- Dua ikatan rangkap disebut asam 3, A:B n-6, A:B n-9, kadang-kadang dienoat, yaitu linoleat/ ω6 (18 : ditulis dengan huruf ω (omega) 2;9.12 ) dimana, A adalah banyaknya atom • Tiga ikatan rangkap disebut carbon dan banyaknya ikatan ganda, dengan asam trienoat antara lain n-3, n-6, n-9 adalah posisi ikatan adalah g.Linolenat/ ω6 (18 : 3; ganda dari metil berakhir pada asam 6.9.12) dan a.Linolenat/ ω3 (18 : lemak. Sebagai contoh tujuan 3;9.12.15) kuatitatif untuk palmitoleic atau asam • Empat ikatan rangkap disebut hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang asam tetranoat, antara lain ini berarti bahwa asam palmitoleic adalah arakidonat/ ω6 (20 : mempunyai 16 karbon dan berisi 4;5.8.11.14) pada ikatan rangkap terdapat pada • Lima ikatan rangkap disebut posisi karbon ketujuh karbon. asam pentanoat, antara lain adalah Timnodonat/ ω3 (20 : 5 ; Berdasarkan jumlah ikatan rangkap 5.8.11.14.17) dan Klupanodonat/ pada asam lemak maka asam lemak ω3 (22 : 5; 7.10.13.16.19) dapat dikelompokkan menjadi dua • Enam ikatan rangkap disebut yaitu asam lemak jenuh dan asam dengan asam Heksanoat antara lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh lain adalah Servoat/ ω3 (22 : 6; adalah asam lemak yang tidak 4.7.10.13.16.19) mengandung ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tidak jenuh Dari pengklasifikasian asam lemak adalah asam lemak yang tersebut diatas dapat dilihat dari mengandung satu atau lebih ikatan penulisan angka-angka dibelakang rangkap. Asam lemak jenuh terdiri koma, urutan pertama menyatakan dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu banyaknya jumlah atom Carbon, format (1), asetat (2), propionat (3), urutan kedua adalah banyaknya butirat (4), valerat (5), kaproat (6), ikatan rangkap pada unsur asam kaprilat/oktanoat (8), kaprat/dekanoat lemak, sedangkan pada urutan (10), laurat (12), miristat (14), terakhir adalah letak/lokasi ikatan palmitat (16), stearat (18), arakidat rangkap terdapat pada rantai Carbon (20), behenat (22), lignoserat (24). keberapa, misalnya asam lemak Angka yang terdapat didalam kurung Arakidonat/ ω6 (20 : 4; 5.8.11.14), merupakan jumlah atom Carbon rumus bangun asam lemak tersebut yang terdapat pada unsur asal terdiri dari Carbon sebanyak 20 lemak. Pada asam lemak tidak jenuh buah, jumlah ikatan rangkapnya dapat dikelompokkan kedalam enam adalah 4 buah, letak ikatan rangkap kelompok berdasarkan jumlah ikatan tersebut terdapat pada Carbon ke 5, rangkapnya yaitu : 8, 11 dan 14. • Satu ikatan rangkap disebut Berdasarkan Millemena (2002) dengan monoeat, antara lain pengelompokan asam lemak dapat adalah palmitat/ ω7 (16 : 1;9), dibagi menjadi empat berdasarkan oleat/ ω9 (18 : 1;9), elaidat/ ω9 kejenuhannya yaitu Saturated, (18 : 1;9) , erusat/ ω9 (22 : 1;9), Unsaturated, Polyunsaturated dan nervonat/ ω9 (24 : 1;13) 193
    230. Higly Unsaturated. Untuk lebih dan Tabel 5.10. jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5.9 Tabel 5.9 Nama umum asam lemak Nama umum Nama kimia Notasi singkat Saturated Fomat 1:0 Asetat 2:0 Propionat 3:0 Butirat Asam butanoat 4:0 Valerat Asam pentanoat 5:0 Caproat Asam keksanoat 6:0 Caprilat Asam oktanoat 8:0 Caprat Asam dekanoat 10:0 Laurat Asam dodekanoat 12:0 Miristat Asam tetradekanoat 14:0 Palmitat Asam heksadekanoat 16:0 Stearat Asam oktadekanoat 18:0 Arachidat 20:0 Behenat 22:0 Lignoserat 24:0 Unsaturated Asam Palmitoleat Asam heksadesenoat 16 :1 n-7 Asam oleat Asam oktadesenoat 18 : 1 n-9 Polyunsaturated Asam Linoleat Asam oktadekadienoat 18 : 2 n-6 Asam Linolenat Asam oktadekatrinoat 18 : 3 n-3 Highly Unsaturated Asam arakidonat Asam eikosatetraenoat 20 : 4 n-6 Asam eikosapentanoat 20 : 5 n-3 Asam dokosaheksanoat 22 : 6 n-3 194
    231. Tabel 5.10. Kelompok Asam lemak Unsaturated/tidak jenuh (Millemena, 2002) Notasi Klas Keluarga Rumus bangun singkat n-9 Oleat 18 : 1 n-9 CH3-(CH2)7-CH=CH-(CH2)7-COOH 20 : 1 n-9 n-6 Linoleat 18 : 2 n-6 CH3-(CH2)4-CH=CH-CH2-CH=CH-(CH2)7- 18 : 3 n-6 COOH 20 : 3 n-6 20 : 4 n-6 22 : 4 n-6 n-3 Linolenat 18 : 3 n-3 CH3-CH2-CH=CH-CH2-CH=CH-CH2- 20 : 5 n-3 CH=CH-(CH2)7-COOH 22 : 5 n-3 ikan terdiri dari asam lemak linoleat, Kebutuhan asam lemak pada ikan asam lemak linolenat, asam lemak Asam lemak yang dibutuhkan untuk Eicosapentanoat (EPA) dan asam pertumbuhan dan perkembangan lemak Dokosaheksanoat (DHA). ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang Komposisi asam lemak di dalam ikan sangat diperlukan untuk menunjang adalah cenderung dipengaruhi oleh pertumbuhan namun tubuh (hati) faktor seperti kadar garam, suhu dan kurang mampu mensisntesisinya makanan. Selain itu kebutuhan asam oleh karena itu harus disuplai dari lemak essensial untuk setiap jenis pakan. Sedangkan asam lemak ikan berbeda antar spesies terutama essensial yaitu asam lemak yang antara ikan air tawar dan air laut. dapat disintesa oleh tubuh. Asam Untuk lebih jelasnya dapat dilihat lemak essesial (Essensial Fatty pada Tabel 5.11. Acid/EFA) yang sangat diperlukan 195
    232. Tabel 5.11. Kebutuhan asam lemak essensial pada ikan (Watanabe, 1988) Jenis ikan Jenis asam lemak Kebutuhan (%) Rainbow Trout 18 : 3 ω3 1 18 : 3 ω3 0,8 18 : 3 ω3 20 % dari lipid ω3 HUFA 10% dari lipid Carp 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 1 Sidat 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 0,5 Chum Salmon 18 : 2 ω6 dan 18 : 3 ω3 1 ω3 HUFA 0,5 Coho Salmom Tri18 : 3 ω3 1 – 2,5 Ikan ayu 18 : 3 ω3 atau 20 : 5 ω3 1 18 : 2 ω6 atau 20 : 4 ω6 1 Tilapia zilli 18 : 3 ω6 0,5 Tilapia nilotica Seabream merah ω3 HUFA atau 20 : 5 ω3 0,5 Turbot ω3 HUFA 0,8 Yellow tail ω3 HUFA 2 Yamame 18 : 3 ω3 1 Coregonus 18 : 3 ω3 0,5 Komposisi lemak tubuh sangat mengandung berbagai macam asam dipengaruhi oleh pakan ikan yang lemak unsaturated pada rantai mengandung lemak, walaupun karbon panjang (20 atau 22 penambahan lemak pada pakan panjangnya rantai karbon), sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi kebanyakan dari sumber hewani dalam lemak pakan harus memliki asam lemak dari kelompok diperhatikan apakah terdapat n-3 . Rantai panjang n-3 asam lemak komposisi asam lemak essensialnya. biasanya menyusun 1/4 - 1/3 semua Sumber lemak bagi ikan dapat asam lemak di dalam minyak ikan, berasal dari berbagai bahan pakan sedangkan, rantai panjang asam yaitu minyak hewani atau minyak lemak di dalam kebanyakan minyak nabati, keduanya telah ditemukan nabati jarang melebihi 5% dan sering dan bisa digunakan dalam makanan kurang dari 1%. Kebutuhan lipid ikan. Komposisi asam lemak dari berkenaan dengan aturan makan berbagai bahan baku pakan ikan ikan dapat diperoleh dari profil asam dapat dilihat pada Tabel.. Jika lemak. dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan 196
    233. Tabel 5.12. Komposisi asam lemak essensial pada berbagai sumber lipid (g/100g asam lemak) (Millamena, 2002) Sumber lipid 18 : 2 n6 18 : 3 n3 20 : 5 n3 22 : 6 n3 Sumber Tanaman Minyak jagung 58 1 0 0 Minyak kelapa 2 0 0 0 Minyak bijikapas 53 1 0 0 Minyak bijilin 17 56 0 0 Minyak palm 10 1 0 0 Minyak palm kernel 2 0 0 0 15 8 0 0 Minyak Rapeseed 30 0 0 0 Minyai kacang 50 10 0 0 Minyak kedele 70 1 0 0 Minyak bungamatahari Sumber hewan laut 5 0 7 5 Minyak capelin Minyak hati cod 5 1 16 14 Minyak hati cuttlefish 1 2 12 18 Minyak herring 1 1 8 5 Minyak hati pollack 2 0 12 7 Minyak salmon 3 0 10 10 Minyak Sardin 3 1 13 10 Minyak shortnect 1 1 19 14 Minyak Skipjack 5 3 7 12 Minyak hati cumi 3 3 12 10 Ikan memerlukan asam lemak dari akan menyebabkan kematian ikan kelompok n-3 dan n-6 dalam budidaya. Asam lemak essensial ( komposisii pakannya. Jenis asam EFA) kebutuhan sangat berbeda lemak yang sangat diperlukan bagi antara satu jenis ikan dengan jenis ikan budidaya adalah asam linolenat ikan yang lainnya seperti telah ( 18:3n-3), asam linoleat ( 18:2n-6), dijelaskan pada Tabel diatas. Pada asam eocosapentaenoat ( EPA, jenis ikan rainbow trout 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat (Oncorhynchus mykiss) memerlukan ( DHA, 22: 6n-3). Kekurangan asam sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya lemak essensial pada komposisi Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 pakan ikan dapat menyebabkan dalam berbagai proporsi tidak penurunan pertumbuhan dan kondisi meningkatkan laju pertumbuhan atau kekurangan asam lemak essensial konversi pakan ikan laut. Pada ikan dalam waktu yang brekepanjangan karper (Cyprinus carpio), salah satu 197
    234. jenis ikan budidaya air tawar yang antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 paling lama dibudidayakan di dunia HUFA sebagai sumber lipid. Ikan laut memerlukan jenis asam lemak dari kakap pada stadia juvenil kelompok kedua-duanya yaitu: membutuhkan antara n-3 dan n-6 18:2n-6 dan 18: 3n-3. Selain itu PUFA dengan kadar 0,5% dalam komposisi asam lemak dapat komposisi pakannya atau pada memberikan pertambahan berat perbandingan n-3/n-6 dengan rasio badan yang terbaik dan konversi 1,0. Ikan Grouper membutuhkan n-3 pakan yang baik dengan komposisi HUFA sekitar 1%. Pada juvenil asam lemak campuran dari1% udang windu (Penaeus monodon), 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan sekitar 2,6% dari komposisi pakan belut (Anguilla japonica). Pada ikan PUFAnya dapat meningkatkan budidaya air panas yang lain., pertumbuhan sedangkan komposisi membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:2n-6 lebih besar daripada 5% 18:3n-3, tetapi pada level 0,5%. memiliki efek negatif pada Pada ikan Herbivora didaerah tropis pertumbuhan. Kemudian, spesies seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) yang berbeda membutuhkan EFA membutuhkan asam lemak n-6 yang berbeda dan perbedaan lebih ataupun lebih dari n-3. kebutuhan jelas pada ikan air panas dari pada asam lemak dalam komposisi pakan ikan air dingin. berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0,5% . Asam lemak n-3 (n- Lemak pakan yang kekurangan 3 HUFA) adalah asam lemak asam lemak essensial akan esensial dari beberapa ikan air laut memberikan dampak negatif bagi seperti red sea bream (Chrysophyrs ikan budidaya. Hal ini dikarenakan majo), dan ikan buntut kuning lemak pakan yang tidak (Seriola quinquerodiata). Kebutuhan mengandung EFA akan asam lemak polyunsaturated rantai mengakibatkan penurunan yang panjang harus diberikan untuk kandungan lemak pada menambah atom karbon atau hepatopankreas ikan carp. melepas hidrogen dari pakan, Akumulasi lemak pada hati hewan sebagian besar ikan air laut air yang kekurangan EFA dapat diperairan dingin membutuhkan mengganggu biosintesis lipoprotein. asam lemak n-3 (Millamena, 2002). Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) Penelitian tentang asam lemak kekurangan EFA akan sangat esensial dibutuhkan untuk ikan air berpengaruh terhadap panas dan spesies ikan di filiphina spawning/pemijahan rainbowtrout menunjukkan bahwa beberapa dan seabream merah, hal ini spesies membutuhkan asam lemak dikarenakan EFA berperan penting antara n-3 dan n-6 sementara pada fisiologi reproduksi sebagai lainnya hanya n-3. Pada ikan tokoferol pada ikan. Selain itu pada bandeng yang di budidayakan pada rainbowtrout dewasa yang memakan air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan lemak kekurangan EFA pada usia pertumbuhan yang terbaik tiga bulan sebelum telur matang, didapatkan dengan menggunakan maka telur yang dihasilkan memiliki 198
    235. daya tetas yang rendah. Dengan triglyserida. Triglyserida dan sedikit memberikan EFA sebanyak 1% yaitu fosfolipid dan kolesterol bebas akan asam lemak linoleat ternyata kondisi berkombinasi membentuk penetasan telur dapat ditingkatkan. Chylomicron, yaitu komplek koloid Dampak negatif lainnya jika yang besarnya 0,5 – 1,5 µm, kekurangan EFA pada telur ikan Chylomicron ini diserap kedalam yang telah dibuahi maka akan terjadi sistem lipatik dan selanjutnya lewat perubahan bentuk/deformasi tubuh melalui kantong torakic menjadi dan larva menjadi abnormal. Dengan sistem yang sistemik dan dengan adanya perubahan bentuk tubuh, cepat diangkut oleh hati dan jaringan kecacatan larva maka pertumbuhan untuk katabolisme dan cadangan ikan tersebut akan terlambat. energi. Rantai panjang asam lemak, gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak Biosintesis Asam lemak atau jaringan adipose hewan. Ketika Lemak yang dikonsumsi oleh ikan energi diperlukan dalam jumlah akan dicerna didalam lambung akan besar, asam lemak dipecahkan untuk dihidrolisis menjadi monogliserida menghasilkan energi. dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan emulsi oleh asam empedu dan 5.5. VITAMIN lecithin dalam empedu. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam Vitamin berasal dari kata vitamine lemak. Berdasarkan studi secara in yang berarti zat hidup (vital) yang vitro pada ikan layang, ikan cod dan mengandung N (amine) atau disebut rainbow trout enzim lipase akan juga biokatalis. Vitamin merupakan menghidrolisis triaslglyserol menjadi senyawa organik dengan berat 2-monoasilglyserol dan asam lemak molekul rendah (berat molekulnya bebas. Hidrolisis 2-monoasilglyserol biasanya kurang dari 1000) dengan selanjutnya akan membentuk komposisi dan fungsi yang beragam glyserol dan asam lemak bebas. yang sangat penting bagi kehidupan Setelah dicerna selanjutnya akan tetapi tidak dapat disintesis oleh dilakukan penyerapan, seperti tubuh. Vitamin termasuk kedalam diketahui bahwa asam lemak komponen pelengkap yang mana merupakan produk yang tidak larut kehadirannya dalam makanan dalam air maka asam lemak yang sangat diperlukan untuk lebih rendah dan kolin akan diserap menormalkan pertumbuhan dan langsung didalam mukosa usus perawatan kesehatan dan halus. Monogliserida dan asam ketidakcukupan dalam bahan lemak yang tidak larut diemulsi dan makanan dapat mengakibatkan dilarutkan membentuk komplek pengembangan kondisi specifik koloid yaitu misel yang masuk pathologic. Istilah vitamin dengan kedalam sel epitel. Monogliserida kata lain adalah dietary essensial disintesis disel berepitel membentuk 199
    236. yaitu harus diberikan dari luar tubuh disimpan dalam hati atau jaringan- karena tubuh tidak dapat mensintesis jaringan lemak seperti halnya lemak, sendiri. Jumlah vitamin yang vitamin memerlukan protein dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit pengangkut untuk memindahkan-nya dibandingkan dengan zat nutrisi dari satu tempat ke tampat yang lain. lainnya tetapi kekurangan vitamin Karena sifatnya yang tidak larut dalam komposisi pakan dapat dalam air maka vitamin dalam menyebabkan gejala tidak normal kelompok ini tidak dapat dikeluarkan pada ikan sehingga akan atau diekskresikan, akibatnya vitamin mengganggu proses ini dapat ditimbun dalam tubuh bila pertumbuhannya. Kebutuhan ikan dikonsumsi berlebihan/dalam jumlah akan vitamin sangat ditentukan oleh banyak. Vitamin yang larut dalam faktor dalam maupun faktor luar lemak ini dapat diserap dengan antara lain adalah jenis dan ukuran efisien kalau terdapat penyerapan ikan, laju pertumbuhan, komposisi lemak yang normal. Begitu diserap, pakan, kondisi fisiologis ikan serta molekul vitamin tersebut diangkut di lingkungan perairan dimana ikan itu dalam darah dalam bentuk hidup. lipoprotein atau terikat dengan protein pengikat yang spesifik. Vitamin-vitamin yang larut dalam air Klasifikasi Vitamin bergerak bebas dalam badan, darah Vitamin dapat dikelompokkan dan limpa. Karena sifatnya yang larut menjadi dua golongan menurut dalam air, vitamin ini mudah rusak Tacon (1991) yaitu pertama vitamin dalam pengolahan dan mudah hilang yang larut dalam lemak terdiri dari karena tercuci atau terlarut oleh air, vitamin A (retinol) , vitamin D keluar dari bahan. Selain itu sifat (kolekalsiferol/ergokalsiferol), vitamin vitamin ini tidak stabil selama E (alfa tokoferol) dan vitamin K penyimpanan. Oleh karena itu harus (menadion), kedua adalah vitamin tersedia dalam pakan secara terus yang larut dalam air terdiri dari menerus. Berbeda halnya dengan vitamin B1 (Tiamin), vitamin B2 vitamin B12 yang dapat disimpan (Riboflavin), vitamin B3 (Niasin), dalam hati selama beberapa tahun. vitamin B5 (asam pantotenat), Semua vitamin yang larut dalam air, vitamin B6 (piridoksin), vitamin B12 kecuali vitamin C berfungsi sebagi (kobalamin), biotin, asam folat, koenzim atau kofaktor dalam reaksi inocitol, kolin dan vitamin C (asam enzimatik. askorbat). Vitamin yang larut dalam lemak Vitamin A banyak terdapat dalam daging ikan, minyak ikan dan biji-bijian sebagai Vitamin A atau retinol merupakan sumber minyak seperti kacang senyawa poliisoprenoid yang tanah,kacang kedelai dan mengandung cincin sikloheksanil. sebagainya. Sekali diserap dalam Didalam tubuh, fungsi utama vitamin tubuh, vitamin-vitamin tersebut A dilaksanakan oleh retinol dan 200
    237. kedua derivatnya yaitu retinal dan membran sel batang. Pada saat asam tetinoat. Senyawa tersebut rodopsin memperoleh rangsangan terutama disimpan dalam bentuk sinar, retinal akan beraksi melalui ester retinol didalam hati (Steffens, berbagai reaksi enzimatis dan 1989). Menurut Winarno (1997), memberikan rangsangan ke saraf vitamin A merupakan jenis vitamin optik dan seterusnya akan diteruskan yang aktif dan terdapat dalam ke otak. beberapa bentuk yaitu vitamin A alkohol (retinol), vitamin A aldehida Dalam bahan makanan vitamin A (retinal), vitamin A asam (asam terdapat dalam bentuk karoen retinoat) dan vitamin A ester (ester sebagai ester dari vitamin A dan retinil). sebagai vitaminA bebas. Keaktifan biologis karoten jauh lebih rendah Vitamin A mempunyai fungsi dibandingkan dengan vitamin a, menjadikan penglihatan normal, karena karoten merupakan sumber dalam retina pada mata vitamin A utama vitamin A. Sayuran dan buah- dikombinasikan dengan protein khas buahan yang berwarna hijau atau membentuk pigmen penglihatan. kuning biasanya banyak Pigmen penglihatan ini berfungsi mengandung karoten. Ada hubungan sebagai penerima dan transmisii langsung antara derajat kehijauan cahaya dari mata ke otak. Vitamin A sayuran dengan karoten. Semakin dibutuhkan untuk memelihara hijau daun tersebut semakin tinggi jaringan epitel lendir/cairan spesial kadar karotennya, sedangkan dlam saluran reproduksi, kulit, tulang, sayuran yang daun-daunannya saluran gastrointestin. Secara normal berwrna pucat seperti selada dan kol mata akan mengeluarkan cairan sangat miskin dengan karoten. lemak kental yang disebut mukus Sumber bahan yang kaya akan (lendir). Cairan tersebut diproduksi retinol terdapat pada minyak hati oleh sel epitel mukosa, yang ikan (minyak hati ikan halibut 9000 berfungsi untuk mencegah terjadinya ug/g, minyak hati ikan cod 180 ug/g) infeksi pada mata. Mekanisme dan tepung hati hewan 25 – 100 penglihatan terjadi karena fungsi ug/g. Bahan pakan yang berasal dari vitamin A dan protein yang terjadi di tumbuhan yang kaya akan vitamin A dalam sel batang retina mata. Sel (retinol setara 1 ug/g berat basah) tersebut akan berfungsi dengan termasuk wortel tua = 20, bayam = adanya rangsangan sinar yang 10, watercess = 5. Provitamin A yaitu berintensitas rendah dan bukan oleh β-karoten banyak terdapat dalam adanya rangsangan warna. sayuran hijau dan secara praktisnya Komponen aktif yang berperan terdapat dalam wortel, ubi jalar dan dalam proses penglihatan adalah waluh. senyawa retinol teroksidasi yaitu retinal atau vitamin A aldehid yang Jumlah vitamin A/retinol dalam akan mengikat protein yang dikenal sumber bahan dinyatakan dalam dengan nama opsin. Kompleks Internasional Unit (IU) atau Satuan retinal opsin tersebut disebut Internasional (SI). 1 IU vitamin A Rodopsin, yang akan menyusun 201
    238. setara 0,344 ug retinol atau 0,6 ug Sumber vitamin A dibagi dalam tiga beta karoten, jadi : kelompok yaitu kandungan tinggi, sedang dan rendah. Untuk lebih 1RE = 1 ug retinol (3,33 IU) = 6 ug β- jelasnya dapat dilihat pada Tabel karoten (10 IU) = 12 ug karatenoid 5.13. (10 IU). Tabel 5.13. Penggolongan beberapa sumber Vitamin A (Flint (1981) dalam Winarno (1997) Tinggi Sedang Rendah (RE > 20000 ug/100g) (RE 1000-20000 ug/100g) (RE < 1000 ug/100g) Minyak ikan Hati kambing/domba Roti Minyak kelapa sawit Hati ayam Daging (sapi) Ubi jalar Kentang Wortel Ikan Bayam Vitamin A sangat dibutuhkan oleh tidak mampu memproduksi mukus, ikan dan jumlah kebutuhan vitamin A tetapi akan mengeluarkan protein pada beberapa spesies ikan yang tidak larut dalam air yang berbeda. Kebutuhan vitamin A pada disebut keratin. Apabila keadaan beberapa jenis ikan budidaya dapat tersebut terjadi secara terus dilihat pada Tabel 5.14. menerus, maka sel-sel membran akan menjadi kering dan mengeras, yang disebut dengan keratinisasi. Vitamin dalam tubuh ikan berperan Xeropthalmia adalah keadaan dalam penglihatan, mata, permukaan kekurangan vitamin A, mula-mula epitel serta membantu proses konyugasi mata mengalami pertumbuhan. Peranan retinol untuk keratinasi, kemudian kornea mata penglihatan normal sangat penting juga terpengaruh dan bila dibiarkan karena penglihatan mata sangat berlanjut akan menjadi buta. tergantung oleh adanya rodopsin, Beberapa gejala kekurangan vitamin suatu pigmen yang mengandung A pada ikan dapat dilihat pada Tabel retinol. Pada kondisi kekurangan 5.15. vitamin A, sel epitel mukosa mata 202
    239. Tabel 5.14 Kebutuhan vitamin A beberapa spesies ikan budidaya (Tacon, 1987 dan 1991) Status Jenis ikan pemeliharaan/ Kebutuhan Referensi wadah/vitamin Ikan Mas (Cyprinus Dalam ruangan/ 4000–20000IU/kg Aoe dkk, 1968 carpio) tangki/bahan murni Channel catfish (Ictalurus Dalam ruangan/ 1000–2000 IU/kg Dupre, 1970 punctatus) tangki/bahan murni Channel catfish (Ictalurus Dalam ruangan/ 2000–2500 IU/kg Halver,1972 punctatus) tangki/bahan murni Rainbow trout - 2500–5000 IU/kg Halver, 1972 Rainbow trout - 2000–2500 IU/kg Kitamura,1967 Salmon Dalam ruangan/ R Halver, 1972 tangki/bahan murni Ikan Guppy - 2000–4000 IU/kg Shim & Tan, 1989 Tabel 5.15. Kekurangan vitamin A pada beberapa jenis ikan (Tacon 1987&1991) Jenis ikan Gejala defisiensi Salmon Pertumbuhan lambat, xeropthalmia, epitel kornea menjadi keruh dan mengental, degenerasi retina Ikan mas Anoexia, warna tubuh menjadi kusam, pendarahan (Cyprinus carpio) pada sirip dan kulit, xeropthalmia, abnormal/melengkung pada bagian operculum Channel catfish Depigmentasi, mata menonjol dan buram (Ictalurus punctatus) (xeropthalmia), oedema, atropia, pendarahan pada ginjal, mortalitas meningkat Guppy Pertumbuhan menurun, efisiensi pakan buruk (Poecilia reticulata) 203
    240. Vitamin A dalam pemberiannya pada kristal putih yang dibentuk dari ikan sebaiknya tidak berlebihan, proses irradiasi senyawa sterol yang karena berdasarkan hasil penelitian kemudian diikuti dengan proses dalam Tacon (1991), pemberian pemurnian. Vitamin D disebut juga vitamin A dengan dosis 2,2 – 2,7 juta vitamin anti-rachitis (Andarwulan dan IU/kg pada ikan salmon memberikan Koswara, 1989). Sumber utama dampak keracunan. Dampak vitamin D di alam adalah keracunan vitamin A ini dapat dilihat kolekalsiferol (vitamin D3). Seperti dari gejala-gejalanya antara lain vitamin A, kolekalsiferol hanya adalah pertumbuhan menurun dan terdapat pada jaringan hewan. Pada terjadi pendarahan, pecah/erosi yang kebanyakan hewan darat hebat pada sirip ekor, dubur, dada, kolekalsiferol diproduksi dalam kulit perut dan punggung. Oleh karena itu melalui sinar UV dengan provitamin pemberian vitamin A ini harus sesuai 7 dehidrokolestrol. dengan kebutuhan ikan, karena vitamin A ini merupakan vitamin yang Vitamin D didalam tubuh aktifitasnya larut dalam lemak jika kelebihan dapat dibagi kedalam tiga tempat dalam tubuh ikan tidak dapat yaitu usus, tulang dan ginjal. Di dieksresikan keluar tubuh tetapi dalam usus vitamin D berperan disimpan dalam bentuk berikatan dalam absorbsi Ca, karena pada dengan lemak. keadaan defisiensi/kekurangan vitamin D maka penyerapan Ca menurun. Di dalam usus terdapat Ca binding protein yang memerlukan Vitamin D vitamin D. Di dalam tulang vitamin D Menurut Murray (1999), vitamin D berperan dalam proses reaksi merupakan prohormon steroid. collagen dan meningkatkan resorbsi Vitamin ini diwaklili oleh senyawa tulang. Sedangkan dalam ginjal, steroid yang terutama terdapat pada vitamin D berfungsi dalam hewan, tanaman dan ragi. Melalui mengurangi clearance Ca dan P. berbagai perubahan metabolik dalam Vitamin D dapat disintesis dalam tubuh, vitamin D menghasilkan suatu tubuh manusia dan hewan dalam hormon yang dikenal dengan nama bentuk vitamin D2. laju sintesis kalsitriol, kalsitriol ini mempunyai vitamin D tergantung pada jumlah peranan sentral dalam metabolisme sinar matahari yang diterima serta kalsium dan fosfor. Dari beberapa konsentrasi pigmen di kulit. Vitamin jenis vitamin D dua diantaranya tersebut kemudian diaktifkan oleh dianggap yang paling penting yaitu sinar matahari dan diangkut ke vitamin D2 (ergo kalsiferol) dan berbagai alat tubuh untuk vitamin D3 (7-dehidrokolesterol dimanfaatkan atau disimpan di dalam kolikolaferol). Struktur kedua vitamin hati. tersebut sangat mirip. Vitamin ini merupakan vitamin yang larut dalam Menurut Tacon (1987), sumber lemak dan sangat sensitif terhadap bahan yang kaya akan kolekalsiferol adanya oksigen dan sinarmatahari. termasuk hati ikan (minyak hati ikan Kedua vitamin tersebut merupakan cod 2 – 10 ug/g), minyak dan tepung 204
    241. hati hewan serta tepung ikan. percobaan yang dibiarkan Sumber pakan yang mengandung kekurangan vitamin D dengan cholecalciferol/vitamin D sering memberi diet rachitogeni dan dinyatakan dalam Internasional Unit kelompok lain diberi minyak ikan. (IU). 1 IU berpotensi 0,025 ug Setelah 7 – 10 hari tulang-tulang cholecalciferol dan setara 1 unit BSI panjang dianalisis terhadap adanya (British Standart Unit) atau 1,3 unit calcium line, makin tebal calcium AOAC (Association of Analytical linenya maka makin tinggi kekuatan Chemist USA). Pengukuran keaktifan vitamin D tersebut. Kebutuhan atau kekurangan vitamin D dapat vitamin D pada ikan budidaya juga dilakukan dengan cara line test yaitu bervariasi menurut jenis ikannya membandingkan 2 kelompok hewan Tabel 5.16. Tabel 5.16. Kebutuhan vitamin D pada beberapa jenis ikan budidaya (Tacon, 1987 & 1991) Status Jenis ikan pemeliharaan/ Kebutuhan Referensi wadah/vitamin Ikan Mas Dalam ruangan/ NR NRC, 1983 (Cyprinus carpio) tangki/bahan murni Channel catfish Dalam ruangan / 1000 IU/kg Murray, 1980 (Ictalurus punctatus) tangki / bahan murni Channel catfish Dalam ruangan / 500 IU/kg Lowel&Li, (Ictalurus punctatus) tangki / bahan murni 1978 Rainbow trout - 1600 – 2400IU/kg Barnet, 1979 (S. gairdneri) Penaeid Dalam ruangan / R Kanazawa, (Penaeus japonicus) tangki / bahan murni 1983 Kekurangan vitamin D pada ikan sintasan/kelangsungan hidup budidaya dapat menyebabkan menurun. Kekurangan vitamin D beberapa gejala, misalnya pada ikan dapat mengakibatkan : • Riketsia, ditandai oleh bengkok salmon mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan dan tulang belakang kaki sehingga efisiensi pakan, anorexia, tetani, isi berbentuk O pada anak-anak. hati/lemak otot meningkat tinggi dan • Tetani, suatu gejala ditandai tingkat plasma T3 meningkat. Pada bengkoknya pergelangan tangan ikan channel catfish mengakibatkan dan sendi akibat rendahnya terjadinya penurunan petumbuhan kalsium dalam serum karena sedangkan pada udang 205
    242. kekurangan vitamin D atau sebagai perangkap radikal bebas. rusaknya kelenjar paratiroid Vitamin E juga berperan penting • dalam respirasi sel dan biosintesisa Osteomalacia, penderitaan DNA dan sebagai koenzim Q. diakibatkan kekurangan vitamin Vitamin E dan vitamin C dapat D dan kalsium pada orang berfungsi sebagai antioksidan, dewasa. melindungi asam lemak secara in vitro dan in vivo (Machlin, 1990). Vitamin D dalam tubuh jika berlebihan dapat menyebabkan Sumber bahan pakan yang banyak keracunan, gejala keracunan pada mengandung tocopherol antara lain ikan salmon dapat diperlihatkan adalah : tepung alfalfa, tepung kulit dengan terjadinya penurunan ari gandum (100 mg/kg), seluruh pertumbuhan, kelesuan, warna tubuh telur ayam, kulit ari beras (75 – 100 semakin gelap. Pada ikan channel mg/kg), kulit padi, gandum biasa (10 catfish gejala keracunan -75 mg/kg), bahan pembuat bir mengakibatkan penurunan kering, bijian barley, semua tepung pertumbuhan dan efisiensi pakan lemak kedelai, biji jagung, sisa buruk (Tacon, 1991). penggilingan gandum ( 25- 50 mg/kg), tepung getah biji/buah pohon ek, dedak gandum, bijian gandum Vitamin E hitam, sorgum, tepung ikan, oat, tepung biji bunga matahari, tepung Vitamin E (tokoferol) berperan biji kapas (10-25 mg/kg) dan sumber sebagai antioksidan dari larutan lainnya. lemak ekstraseluler dan intraseluler dalam tubuh hewan. Dengan Cara pengukuran vitamin E menerima oksigen, vitamin E dapat dinyatakan dalam Satuan membantu mencegah okidasi Internasional (SI) atau dalam terhadap vitamin A dalam saluran miligram alfa tokoferol. 1 SI vitamin E pencernaan. Dalam jaringan vitamin sama dengan 1 mg DL-alfa-tokoferol E menekan terjadinya oksidasi asam asetat sintetik, D-alfa-tokoferol alami lemk tak jenuh. Vitamin E juga sama dengan 1,49 SI/g. Biasanya terlibat dalam proses sintesis, keaktifan tokoferol yang bukan alfa khususnya dalam proses tokoferol diabaikan karena potensi pemasangan pirimidin ke dalam keaktifannya rendah. asam nukleat, serta dalam proses Pencernaan vitamin E biasanya pembentukan sel darah merah dalam bersamaan dengan pencernaan sumsum tulang. Vitamin E lemak yang dimulai dari bagian dibutuhkan dalam sintesis koenzim A lambung dab secara intensif ada di yang penting dalam pernafasan. usus. Lemak dan vitamin E Selain itu dapat melindungi HUFA dihidrolisis dengan katalisator lemak (Highly Unsaturated Fatty acid) menjadi monogliserida dan asam dalam sel dan submembran sel dan lemak. Dengan adanya garam senyawa reaktif lainnya (seperti empedu yang berfungsi sebagai vitamin A dan vitamin C) dari pengelmusi lemak maka terbentuklah pengaruh oksidasi dengan bertindak 206
    243. ’miseles” yang siap diserap dalam Kebutuhan vitamin E dalam dinding usus. Penyerapan vitamin E komposisi pakan ikan mutlak di dalam usus dalam bentuk α- diberikan karena vitamin E sangat tokoferol yang merupakan bentuk membantu dalam proses reproduksi aktif vitamin E. Vitamin E akan ikan dan sebagai antibodi. dibebaskan dan diserap selama Kebutuhan vitamin E untuk setiap proses pencernaan lemak dan jenis ikan budidaya sangat diangkut dalam darah oleh bervariasi, berdasarkan hasil lipoprotein pertama lewat penyatuan penelitian oleh beberapa peneliti ke dalam kilomikron yang sangat beragam. Untuk lebih mendistribusikan vitamin kejaringan jelasnya dapat dilihat pada Tabel yang megandung lipoprotein lipase 5.17. kemudian ke hati. Tabel 5.17. Kebutuhan vitamin E pada beberapa jenis ikan (Tacon, 1987, 1991) Status Kebutuhan Jenis ikan pemeliharaan / (mg/kg Referensi wadah/vitamin pakan) Ikan Mas Dalam ruangan/ 100 Watanabe, (Cyprinus carpio) tangki / bahan murni 1970 Ikan Mas Dalam ruangan/ 300 Watanabe, (Cyprinus carpio) tangki / bahan murni 1970 Channel catfish Dalam ruangan/ 30 - 75 Murray, 1980 (Ictalurus punctatus) tangki / bahan murni Tilapia Dalam ruangan/ 50 - 100 Satoh etal, (Oreochromis niloticus) tangki / bahan murni 1987 Rainbow trout Dalam ruangan/ 20 – 30 Cowey et al, (S. gairdneri) tangki / bahan murni 1981 Rainbow trout Dalam ruangan/ 50 – 100 Watanabeet al, (S. gairdneri) tangki / bahan murni 1981 Penaeid Dalam ruangan/ 200 Kanazawa, (Penaeus japonicus) tangki / bahan murni 1983 Coho salmon Dalam ruangan/ R Halver, 1972 (O. kisuth) tangki / bahan murni Chinook salmon Dalam ruangan/ 40 – 50 Halver, 1972 (O. tshawytscha) tangki / bahan murni Brook trout Dalam ruangan/ R Halver, 1972 (S. fontinalis) tangki / bahan murni R: memperlihatkan kebutuhan akan vitamin, tetapi keperluan secara kuantitas belum diketahui Selain itu kebutuhan akan vitamin E kisaran kebutuhan vitamin untuk telah dilakukan penelitian oleh setiap jenis ikan. Untuk lebih beberapa peneliti dengan mengamati jelasnya dapat dilihat pada Tabel pertambahan berat badan dengan 5.18. 207
    244. Tabel 5.18. Kriteria respon ikan terhadap pemberian vitamin E sesuai dengan kebutuhan ikan budidaya (NRC, 1993) Kebutuhan Kriteria Jenis ikan Referensi (berat/kg pakan) Respon Atlantik salmon 35 mg WG, ADS Lall et al,1988 Pasifik salmon 30 IU WG, ADS Woodall et al,1964 Pasifik salmon 40 – 50 mg WG, MLS Halver, 1972 Rainbow trout 30 IU WG, ADS Woodall et al, 1964 Rainbow trout 25 mg WG, ADS Hung et al, 1980 Rainbow trout 100 mg MLS Watanabe et al, 1981 Rainbow trout 50 mg AASLP Cowey et al, 1983 Channel catfish 25 mg WG, ADS Murray&Andrew, 1974 Channel catfish 50 mg AASLP Wilson et al, 1984 Ikan mas 100 WG, ADS Watanabe et al, 1970 Ekor kuning 119 MLS Shimeno, 1991 Tilapia biru 25 mg WG Roem et al, 1990 Ikan nila 50 -100 mg WG, ADS Sotoh et al, 1976 Takeuchi (1992), menjelaskan vitamin E 60 mg/kg pakan dapat bahwa ikan grass carp memberikan kelngsungan hidup (Ctenopharyngodon idella) yang yang tinggi. Pada hasil penelitian diberikan α-tokoferol 2,0; 4,5; 9,4; Syahrizal (1988) pada ikan lele 18,7; 27,5; 44,5 mg/100 g pakan, pemberian α-tokoferol dalam pakan memberikan hasil pertumbuhan yang akan memberikan hasil yang terbaik terbaik pada pemberian vitamin E pada kadar 211,60 – 308,16 mg/kg sebanyak 4,5 dan 9,4 mg/100 g pakan pada kadar lemak 6,38 – pakan. Ikan mengalami distropi yang 6,50%. ditandai hilangnya daging ikan bagian punggung tubuh jika Berdasarkan hasil penelitian diberikan α-tokoferol sebanyak 2,0 beberapa peneliti yang konsern mg/100 g pakan. Sedangkan Hamre tentang pemberian vitamin E pada et al (1994), meneliti ikan salmon ikan budidaya tersebut atlantik dengan pemberian DL α- memperlihatkan bahwa vitamin E ini tokoferol asetat sebanyak 0 dan 15 benar-benar sangat dibutuhkan oleh mg/kg pakan, ikan mengalami ikan budidaya untukmeningkatkan defisiensi. Ikan yang mengalami laju pertumbuhan dan seperti juga defisiensi vitamin E akan pada manusia vitamin e dapat memperlihatkan haemoglobin seluler meningkatkan kesuburan dan rendah, volume dan jumlah sel darah ternyata pada ikan budidaya juga merah meningkat dan bagian sel memberikan dampak yang positif darah merah tidak matang. Kadar terhadap proses percepatan organ 208
    245. reproduksi yang dapat meningkatkan para peneliti diperoleh suatu gejala masa reproduksi ikan budidaya. Oleh umum jika ikan yang dibudidayakan karena itu pemberian vitamin e pada kekurangan vitamin E dalam pakan. ikan harus sesuai dengan kebutuhan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat ikan tidak boleh berlebihan dan pada Tabel 5.19. kekurangan. Dari hasil pengamatan Tabel 5.19. Gejala kekurangan vitamin E pada beberapa ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Gejala Ikan mas Penyakit otot, mortalitas meningkat, exopthalmia (Cyprinus carpio) Salmon Pertumbuhan menurun, exopthalmia, ascites, anemia, insang menggumpal, epicarditis, endapan ceroid dalam limpa, mortalitas meningkat, warna insang memucat, kerusakan otot, daya tetas telur menurun Channel catfish Pertumbuhan dan efisiensi pakan menurun, (Ictalurus punctatus) meneteskan diathesis, penyakit otot, depigmentasi, hati berlemak, anemia, terhentinya perkembangan jaringan pankreas, mortalitas meningkat, pengendapan ceroid dalam hati dan pembuluh darah Penaeids Survival dan pertumbuhan menurun (Penaeus japonicus) Tilapia Anorexia, pertumbuhan menurun, effisiensi pakan (Oreochromis niloticus) rendah, mortalitas meningkat, pendarahan pada kulit dan sirip, degradasi urat/otot, kerusakan pada sel produksi darah merah dan vitamin K2 yang disebut Vitamin K mevaquinon atau farnaquinon. Menurut Tacon (1987), di alam Vitamin K1 banyak terdapat pada vitamin K terdapat dalam dua bentuk sayuran sedangkan vitamin K2 yaitu vitamin K1 yang disebut mefiton banyak terdapat pada hasil 209
    246. metabolisme bakteri usus dan pendarahan pada insang, mata dan terdapat pada jaringan. Vitamin K jaringan pembuluh darah, merupakan senyawa sintetis yang Sedangkan pada channel catfish banyak digunakan secara klinis dan mengakibatkan pendarahan pada disebut sebagai Menadion (Vitamin kulit dan pada udang mengakibatkan K3). terjadinya penurunan kelangsungan hidup (Tacon, 1991). Vitamin K digunakan untuk pemeliharaan koagulasi darah normal dalam kemudahan produksi Vitamin Yang Larut Dalam Air dan atau pelepas berbagai protein plasma yang dipergunakan untuk Vitamin B1 (Tiamin) koagulasi darah (pembekuan darah). Tiamin berperan sebagai kofaktor Sumber bahan baku pakan yang enzim untuk metabolisme banyak mengandung vitamin K karbohidrat dalam menghasilkan antara lain adalah tepung alfalfa (9 energi dan proses dekarboksilasi mg/kg), tepung ikan (2 mg/kg), (pelepasan karbondioksida) dalam tepung hati dan sayuran hijau reaksi enzim multiplek. Penyerapan (bayam, kangkung, kubis, jelatang tiamin oleh usus berlangsung melalui dan pine neddles). Vitamin K1 dua mekanisme yaitu pertama difusi banyak terdapat pada daun lobak , secara pasif yang terjadi pada saat teh hijau, brokoli, kol, selada, konsentrasinya tinggi dan kedua sedangkan vitamin K2 banyak berlangsung melalui transport aktif terdapat pada hasil metabolisme yaitu pada saat konsentrasinya bakteri usus dan terdapat pada menurun. Didalam tubuh tiamin tidak jaringan. dapat disimpan dalam jumlah banyak, oleh karena itu kelebihian Kebutuhan vitamin K pada ikan tiamin didalam tubuh akan dibuang budidaya belum banyak dilakukan melalui urin. Sedangkan dalam penelitian, menurut Tacon (1991) jumlah terbatas tiamin dapat kebutuhan vitamin K pada ikan disimpan di dalam hati, ginjal, channel catfish berkisar antara 0,5– jantung, otot dan otak. 1 mg/kg pakan, dimana pada dosis tersebut dapat memberikan Kebutuhan tiamin untuk berbagai pertambahan berat badan. Selain itu jenis ikan berbeda-beda seperti yang kekurangan vitamin K pada ikan diperoleh dari hasil rangkuman oleh budidaya juga memberikan dampak Tacon (1991) melalui berbagai yang negatif pada ikan salmon penelitian oleh peneliti pada Tabel dimana ikan salamon yang 5.20. kekurangan vitamin K akan memberikan gejal peningkatan penggumpalan darah, anemia, 210
    247. Tabel 5.20. Kebutuhan Tiamin dalam pakan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 0,5 Aoe et al, 1969 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 1 Mclaren et al, 1978 Rainbow trout (S. gairdneri) 1 -10 Halver, 1972 Brown trout (Salmo trutta) 10 – 12 Halver, 1972 Brook trout (Salvelinus fontinalis) 10 – 12 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 10 – 15 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 10 – 15 Halver, 1972 Atlantik salmon (Salmo salar) 10 – 15 Halver, 1972 Turbot (Scopthalmus maximus) 0,6 – 2,6 Cowey et al, 1975 Tilapia (Oreochromis sp) 2,5 Lim et al, 1991 Shrimp larva (Penaeus japonicus) 40 Kanazawa, 1985 Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) 60 - 120 Deshimaru&Kuroki, 1979 Setiap jenis ikan membutuhkan maka akan menyebabkan gejala- jumlah tiamin yang berbeda dalam gejala penyakit seperti pada Tabel komposisi pakan. Apabila kandungan 5.21. tiamin dalam pakan tidak mencukupi 211
    248. Tabel 5.21. Tanda-tanda kekurangan tiamin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Berkurangnya nafsu makan, Mc Laren et al, 1974 pertumbuhan lambat, kepekaan Philips&Brockway, yang meningkat karena getaran 1975, Halver pada wadah atau akibat kilatan 1957,Kitamura et al, cahaya. 1967 Common carp Pendarahan pada sirip, Aoe et al, 1969 (Cyprinus carpio) kegugupan memucatnya warna tubuh, nafsu makan berkurang, pertumbuhan lambat Channel catfish Nafsu makan berkurang, Dupree, 1966, Murai& (Ictalurus punctatus) pertumbuhan lambat, Andrew, 1978 pewarnaan kulit menjadi gelap, kematian Red sea bream Nafsu makan berkurang, Yone, 1975 (C. major) pertumbuhan lambat Eel Nafsu makan berkurang, ataxia, Arai et al, 1972 (Anguila japonica) gejala perubahan memutarnya Hashimoto et al, 1972 badan, pendarahan pada sirip Tilapia Nafsu makan berkurang, warna Lim et al, 1991 (Oreochromis sp) kulit menjadi muda, gangguan syaraf, efisiensi pakan dan pertumbuhan rendah, hematocrit rendah Asian seabass Nafsu makan berkurang, Booyaratpalin & (Lates calcarifer) pewarnaan kulit menjadi gelap, Wanakowat, 1991 pertumbuhan lambat, kematian yang diakibatkan setelah penanganan Shrimp Pertumbuhan dan Kanazawa, 1985 (Penaeus japonicus) kelangsungan hidup rendah Sumber bahan pakan yang banyak buah-buahan. Tiamin juga sudah mengandung tiamin antara lain diproduksi secara komersil dalam adalah daging berwarna merah, hati bentuk tiamin klorida dan tiamin mamalia laut dan beras merah, difosfat monoklorida. Keberadaan krustasea, moluska, sayuran dan tiamin dalam tubuh ikan sangat 212
    249. dipengaruhi oleh suhu, pH dan Adenin Dinucleotida (FAD) bisulfat, basa organik, enzim (Prawirokusumo, 1991). tiaminase dan radiasi (Steffens, 1992) Penyerapan riboflavin akan meningkat dengan adanya garam- garam empedu. Hasil metabolisme riboflavin ini akan dieksresikan ke Vitamin B2 (Riboflavin) dalam urin dan feses dan sejumlah Riboflavin berperan dalam proses kecil melalui cairan empedu dan oksidasi reduksi dalam jaringan dan keringat. Metabolisme riboflavin terdapat dalam bentuk dipengaruhi oleh hormon tiroid koenzim/enzim flavin yang disebut dimana hormon tiroid ini akan flavoprotein. Flavoprotein ini sebagai meningkatkan aktivitas FAD dan koenzim pada oksidasi asam amino, FMN. Pada keadaan hipotiroid akan reaksi dihydropolite dehydrogenase terjadi peningkatan laju perubahan dan transport elektron. riboflavin menjadi FMN dan FAD. Riboflavin didalam usus diubah Kebutuhan ikan akan vitamin B2 ini kedalam bentuk koenzimnya dan berbeda-beda seperti yang telah setelah itu akan didistribusikan ke dirangkum oleh Tacon (1991) pada dalam sel-sel agar dapat berfungsi Tabel 5.22. Apabila kandungan dalam proses biokimia. Ada dua riboflavin dalam pakan berkurang koenzim dari riboflavin yaitu Flavin maka akan menyebabkan gejala- Mono Nucleotida (FMN) dan Flavin gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.23. Tabel 5.22. Kebutuhan Vitamin B2 dalam pakan ikan Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 7 Takeuchi et al, 1980 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 9 Murai&Andrew, 1978 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 2,7 Amezaga&Knox,1990 Brown trout (Salmo trutta) 20 – 30 Halver, 1972 Brook trout (Salvelinus fontinalis) 20 – 30 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 20 – 25 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 20 – 25 Halver, 1972 Atlantik salmon (Salmo salar) 5 – 10 Halver, 1980 Tilapia (Oreochromis sp) 0,6 – 2,6 Halver, 1972 Shrimp larva (Penaeus japonicus) 5 Lim et al, 1991 Shrimp juvenile (Penaeus japonicus) 80 Kanazawa, 1985 213
    250. Tabel 5.23. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Berkurangnya nafsu makan, McLaren et al, 1974 pertumbuhan lambat, ada paskularisasi Philips&Brockway, pada kornea, lensa mata kabur, erosi 1975, pada moncong mulut, erosi sirip ekor Halver 1957, yang parah, bertambahnya laju Kitamura et al, 1967, kematian, pendarahan pada sirip ekor, Poston et al,1977, otot yang lemah, bagian dinding perut Takeuchi et al, 1980, mengalami pencekungan, takut pada Hughes et al, 1981, cahaya, tulang punggung tidak normal, Woodward,1982, pembentukan zat warna yang terang Amegaza&Knox, atau gelap, tidak ada koordinasi, malas 1990 bergerak, kurang darah Common carp Nafsu makan berkurang, pertumbuhan Aoe et al, 1969 (Cyprinus carpio) lambat, laju kematian sangat tinggi, pendarahan pada kulit dan sirip, sangat gugup, takut sinar. Channel catfish Kekerdilan dengan badan yang pendek, Dupree, 1966, (Ictalurus hilangnya nafsu makan, pertumbuhan Murai& Andrew, 1978 punctatus) lambat, katarak Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975 (C. major) Eel (Anguila Pendarahan pada sirip, takut sinar, Arai et al, 1972 japonica) pertumbuhan lambat, nafsu makan berkurang, malas bergerak Walking carfish Nafsu makan berkurang, pertumbuhan Butthep et al, 1985 (Clarias batracus) lambat, pendarahan pada kulit dan sirip, bertambahnya laju kematian Asian seabass Pergerakan lambat, takut cahaya, Booyaratpalin & (Lates calcarifer) katarak, tubuh pendek, pertumbuhan Wanakowat, 1991 dan efisiensi pakan serta kelangsungan hidup menurun, pewarnaan tubuh menjadi gelap Tilapia Nafsu makan menurun, pertumbuhan Lim et al, 1991 (Oreochromis sp) menurun, kaget terhadap sinar, kematian tinggi, katarak Shrimp (Penaeus Pertumbuhan dan kelangsungan hidup Kanazawa, 1985 japonicus) pada benih menurun 214
    251. Sumber bahan pakan yang banyak kondensasi, reaksi aldolase serta mengandung riboflavin antara lain reaksi-reaksi lainnya. adalah daging dan produk susu, Piridoksin didalam usus diubah bayam, asparagus dan brokoli. kedalam bentuk piridoksal fosfat dan Riboflavin tidak stabil jika terkena piridoksamin fosfat. Metabolisme panas dan cahaya, dimana dengan piridoksin dimulai sejak vitamin ini adanya cahaya akan merusak masuk kedalam organ atau jaringan aktivitas riboflavin secara perlahan- tubuh dan akan diubah menjadi lahan. Dalam bentuk larutan piridoksal fosfat dan piridoksamin riboflavin sangat tidak stabil. fosfat sampai dikeluarkan lagi Dekomposisinya sangat dipengaruhi kedalam berbagai bentuk untuk olehsuhu dan pH larutan. digunakan oleh jaringan lain atau dieksresikan. Transportasi vitamin ini Vitamin B6 (Piridoksin) didalam tubuh diperantarai oleh enzim piridoksal kinase yang banyak Piridoksin berperan dalam terdapat pada semua jaringan metabolisme asam amino, maka bila terutama otak , hati dan ginjal. kekurangan vitamin ini akan mengalami gangguan pada Kebutuhan ikan akan vitamin B6 ini metabolisme protein. Dalam berbeda-beda seperti yang telah metabolisme protein ada enam dirangkum oleh Tacon (1991) pada reaksi yang memerlukan vitamin B6 Tabel 5.24. Apabila kandungan yaitu reaksi transaminasi, reaksi piridoksin dalam pakan berkurang decarboksilasi, reaksi dehydrasi, maka akan menyebabkan gejala- reaksi desulphurasi, reaksi gejala penyakit seperti yang tertera racemisasi, reaksi cleavage, reaksi pada Tabel 5.25. Tabel 5. 24. Kebutuhan Vitamin B6 dalam pakan ikan Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 5,4 Ogino, 1965 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 3 Murai&Andrew, 1978 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 10 - 15 Halver, 1972 Brown trout (Salmo trutta) 10 – 15 Halver, 1972 Brook trout (Salvelinus fontinalis) 10 – 15 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 10 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 15 – 20 Hardy et al, 1979 Atlantik salmon (Salmo salar) 10 – 15 Halver, 1980 Red sea bream (C.major) 5–6 Takeda&Yone, 1971 Glithead bream (Sparus auratus) 1,25 Kissil et al, 1981 Asean seabass ( Lates calcarifer) 5 - 10 Wanakowat et al, 1989 Penaeids (Penaeus japonicus) juvenil 60 Deshimaru&Kuroki, 1979 Penaeids (Penaeus japonicus)larva 120 Kanazawa, 1985 Penaeids (Penaeus vannamei) 80 - 100 He&Lawrence, 1991 215
    252. Tabel 5.25. Tanda-tanda kekurangan riboflavin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Mudah terganggu, peka terhadap McLaren et al, 1974 rangsangan, berkurangnya nafsu Philips&Brockway, makan, awal rigor mortis yang cepat, 1975, ataxia, penimbunan cairan pada Halver 1957, kantong perut, konstraksi overkulum Kitamura et al, 1967, yang berlebihan, berenang cepat dan Poston et al,1977, tidak teratur, pewarnaan permukaan Takeuchi et al, 1980, punggung hijau kebiruan, pewarnaan Hughes et al, 1981, pada kulit, kurang darah dan bernafas dengan cepat Common carp Nafsu makan menurun, pertumbuhan Ogino, 1965 (Cyprinus carpio) lambat, sangat mudah terganggu Channel catfish Nafsu makan menurun, sangat Dupree, 1966, (Ictalurus punctatus) mudah terganggu, berenang tidak Murai& Andrew, 1978 teratur, kejang, pewarnaan biru hijau pada permukaan punggung Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975 (C. major) Eel Nafsu makan menurun, pertumbuhan Arai et al, 1972 (Anguila japonica) lambat, sangat mudah terganggu Turbot (S maximus) Pertumbuhan menurun Adron et al, 1978 Gilthead bream Nafsu makan menurun, kematian Kissil et al, 1969 (S auratus) tinggi, hyperirritability, berenang tidak teratur, efisiensi pakan menurun Yellowtail Pertumbuhan menurun Sakaguchi et al, 1983 Snakhead Pertumbuhan menurun, ataxia, Agrawal&Mahajan, berenang tidak teratur, wedema, 1983 pewarnaan tidak normal, kebutaan, lensa kabur 216
    253. Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Ikan lele Pertumbuhan lambat, peningkatan Butthep et al, 1985 (Clarias batracus) kematian, erosi pada sungut, sangat mudah terganggu, kehilangan keseimbangan, awal rigor mortis lebih cepat, berenang tidak teratur, pengikisan pada sirip dan rahang bawah, bernafas dengan cepat Asian seabass Nafsu makan menurun, berenang di Wankowat et al, 1989 (Lates calcarifer) permukaan tidak mau berkelompok, berenang seperti spiral tidak beraturan, luka pada bibir bawah, kematian tinggi, kekejangan pada otot tak sadar, penurunan konversi pakan. Penaeid Shrimp Pertumbuhan dan kelangsungan Deshimaru&Kuroki,1 (Penaeus japonicus) hidup menurun 979, Kanazawa, 1985 adenosin -31-51 diphosphat. Koenzim Sumber bahan pakan yang banyak mengandung piridoksin antara lain A ini berfungsi dalam metabolisme adalah khamir, biji-bijian misalnya karbohidrat, protein dan lemak jagung dan gandum. Piridoksin tidak (Prawirokusumo, 1991). Asam stabil jika terkena sinar ultra violet pantotenat mudah diserap didalam karena vitamin ini mempunyai usus yang akan mengalami spektrum absornas ultra violet yang fosforilasi oleh ATP menjadi bentuk khas dan sangat dipengaruhi oleh asam 4-fosfopantotenat. perubahan pH. Kebutuhan ikan akan vitamin B5 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Vitamin B5 (Asam Pantotenat) Tabel 5.26. Apabila kandungan asam Asam pantotenat berperan dalam pantotenat dalam pakan berkurang formasi koenzim A. Koenzim A maka akan menyebabkan gejala- adalah gabungan antara mercapto gejala penyakit seperti yang tertera ethyl amine dengan pada Tabel 5.27. phosphopanthothenic acid dan 217
    254. Tabel 5.26. Kebutuhan Vitamin B5 dalam pakan Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 30 - 50 Ogino, 1965 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 15 Wilson et al, 1983 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 40 - 50 Halver, 1972 Brown trout (Salmo trutta) 40 – 50 Halver, 1972 Brook trout (Salvelinus fontinalis) 41 – 50 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 40 - 50 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 40 – 50 Halver, 1972 Red sea bream (C.major) 10 Yano et al, 1975 Mexican cichlid (C. urophthalmtus) 80 Chaves et al, 1990 Tilapia ( Oreochromis mossambicus) NR Room et al, 1990 Shrimp (Penaeus japonicus) NR Kanazawa, 1985 Tabel 5.27. Tanda-tanda kekurangan asam pantotenat pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Berkurangnya nafsu makan, McLaren et al, 1974 partumbuhan menurun, kurang darah, Philips&Brockway, tutup insang berlendir, pergerakan 1975, Halver 1957, lambat, operculum menggembung Kitamura et al, 1967, Poston et al, 1977, Coat & Halver, 1958, Common carp Nafsu makan menurun, partumbuhan Matsumoto et al, (Cyprinus carpio) menurun, pergerakan sangat lambat, 1991, Ogino, 1967 kurang darah, pendarahan pada kulit, exophthalmia Channel catfish Nafsu makan menurun, pertumbuhan Dupree, 1966, (Ictalurus menurun, pengikisan pada kulit, Murai& Andrew, 1978 punctatus) kurang darah Red sea bream Pertumbuhan menurun, kematian Yone, 1975, Yano et (C. major) tinggi al, 1988 Eel (Anguila Pertumbuhan lambat, berenang tidak Arai et al, 1972 japonica) normal, luka pada kulit 218
    255. Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Ikan lele Nafsu makan menurun, pertumbuhan Butthep et al, 1985 (Clarias batracus) menurun, kematian tinggi, sungut terkikis, pendarahan di bawah kulit, sirip rusak, oedema, bernafas cepat, insang dan hati pucat Mexican cichlid Nafsu makan menurun, pertumbuhan Chaves de Martinezl (C urophthalmus) menurun, kematian tinggi, bernafas et al, 1990 cepat, pewarnaan gelap, exophthalmia, pendarahan pada sirip dan kepala Asian seabass Nafsu makan menurun, pertum-buhan Boonyaratpalin & (Lates calcarifer) menurun, penurunan efisiensi pakan, Wanakowat, 1991 pewarnaan gelap, berenang tidak normal, pendarahan pada operculum, pengikisan pada sirip pelvic Prawn Pertumbuhan menurun Heinem, 1988 (M.rosenbergii) Sumber bahan pakan yang banyak Biotin mengandung asam pantotenat Biotin berperan di dalam antara lain adalah ragi bir kering, air metabolisme sebagai fiksasi susu, keju, keju dilaktose kering, karbondioksida yang selanjutnya telur yam, beras sosoh, tepung ditransfer ke substrat yang lain. kacang tanah, tepung biji matahari, Biotin yang berikatan dengan dedak gandum, tepung alfalfa dan karbondioksida disebut dengan gula tebu kering. Asam pantotenat karboksibiotin. Biotin juga berperan dapat mengalami kerusakan mutu dalam reaksi dalam pembentukan karena proses oksidasi dan suhu asam lemak, metabolisme beberapa tinggi. Oleh karena itu penyimpanan asam amino dan metabolisme dalam suhu dingin sangat dianjurkan. karbohidrat. Dan selama proses pengolahan pakan dengan suhu yang tinggi Kebutuhan ikan akan biotin ini vitamin ini akan mengalami berbeda-beda seperti yang telah kehilangan kandungannya karena dirangkum oleh Tacon (1991) pada pemanasan. Tabel 5.28. Apabila kandungan biotin dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala-gejala penyakit seperti yang tertera pada Tabel 5.29. 219
    256. Tabel 5.28. Kebutuhan Biotin dalam pakan Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 1 Ogino et al, 1970 Common carp (Cyprinus carpio) 1 - 25 Guther & Meyer, 1990 Channel catfish (Ictalurus punctatus) <1 Lovel & Buston, 1984 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 1 – 1,2 Halver, 1972 Rainbow trout (Salmo gairdneri) < 0,5 Walton et al, 1984 Brown trout (Salmo trutta) 1 – 1,2 Halver, 1972 Brook trout (Salvelinus fontinalis) 1,5 - 2 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 1 – 1,5 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 1 – 1,5 Halver, 1972 Lake trout (S namaycush) 0,05 – 0,251 Poston, 1976 Red sea bream (C.major) NR Yone, 1975 Larva udang (Penaeus japonicus) >4 Kanazawa, 1985 Tabel 5.29. Tanda-tanda kekurangan biotin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Berkurangnya nafsu makan, Philips&Brockway, pertumbuhan menurun, kematian 1975, Halver 1957, bertambah, efisiensi pakan menurun, Kitamura et al, 1967, luka pada colon, jaringan tidak Coat & Halver, 1958, tumbuh, kejang, insang pucat Poston & Page 1985 Common carp Pertumbuhan menurun, pergerakan Ogino et al, 1970, (Cyprinus carpio) menurun. Guther & M Burgdoff, 1990 Channel catfish Tidak terjadi pewarnaan, kurang Robinson & Lovel, (Ictalurus darah, nafsu makan menurun, 1978, punctatus) pertumbuhan menurun, Lovel & Buston, 1984 hypersinsiitifity Eel (Anguila Pertumbuhan lambat, pewarnaan Arai et al, 1972 japonica) gelap, tingkah laku berenang tidak normal Shrimp (Penaeus Pertumbuhan dan kelangsungan Kanazawa, 1985 japonicus) hidup menurun Sumber bahan pakan yang banyak kering, tepung biji bunga, telur ayam, mengandung biotin antara lain beras sosoh, tepung hati dan paru, adalah ragi bir kering, ragi torula dedak padi, tepung biji kapas, tepung 220
    257. kacang tanah, tepung alfalfa, baku pakan biasanya dalam bentuk gandum, tepung darah kering, poliglumat sedangkan asam folat tepung ikan. Biotin juga bisa dalam yang dapat diserap oleh usus harus bentuk alkohol yang disebut dengan dalam bentuk monoglutamat. Oleh biotimal dan dapat disintesis secara karena itu sebelum dapat diserap kimia dan mempunyai aktivitas biotin oleh usus, asam folat harus 100% (Tacon, 1991). Kandungan dihidrolisis terlebih dahulu. Hidrolisis biotin dari bahan baku akan mudah berlangsung oleh adanya aktivitas hilang karena proses leaching. enzim konjugase. Penyerapan asam folat dipengaruhi oleh efisiensi mekanisme dekonjungase yaitu Asam Folat yeast. Kelebihan asam folat didalam tubuh akan dibuang melalui urin. Asam folat merupakan koenzim untuk beberapa sistem enzim. Di Kebutuhan ikan akan asam folat ini dalam tubuh asam folat berfungsi berbeda-beda seperti yang telah untuk mentransfer satu satuan dirangkum oleh Tacon (1991) pada karbon seperti gugus metil dimana Tabel 5.30. Apabila kandungan biotin unit-unit karbon ini akan dihasilkan dalam pakan berkurang maka akan selama metabolisme asam amino. menyebabkan gejala-gejala penyakit Oleh karena itu asam folat berperan seperti yang tertera pada Tabel 5.31. di dalam sintesis asam amino. Asam folat yang terdapat dalam bahan Tabel 5.30. Kebutuhan Asam folat dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) NR Aoe et al, 1969 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 0,5 - 1 Duchan& Lovel, 1991 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 1–5 McLaren et al, 1972 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 6 – 10 Halver, 1972 Brown trout (Salmo trutta) 6 - 10 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 6 – 10 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 6 – 10 Halver, 1972 Atlantic salmon (Salmo salar) 5 – 10 Halver, 1980 Red sea bream (C.major) NR Yone, 1975 221
    258. Tabel 5.31. Tanda-tanda kekurangan asam folat pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Kurang darah, pertumbuhan lambat, McLaren et al, 1947, nafsu makan menurun, pewarnaan Philips&Brockway,1957 gelap, insang pucat, exophthalmia Kitamura et al, 1967, Coat & Halver, 1958 Eel (Anguila Nafsu makan menurun, pertumbuhan Arai et al, 1972 japonica) lambat, pewarnaan gelap. Rohu Penurunan hematocrit, penurunan John & Mahajan, 1979 (Labeo rohita) pertumbuhan Channel catfish Nafsu makan menurun, peningkatan Dupree, 1966, (Ictalurus kematian, lethargy, pertumbuhan Duncan & Lovel,1991 punctatus) menurun, hematocrit rendah Ikan lele Nafsu makan menurun, pertumbuhan Butthep et al, 1985 (Clarias menurun, warna kulit memudar, insang batracus) dan hati pucat Shrimp Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa, 1985 ( P japonicus) Sumber bahan pakan yang banyak tetra ring dari porphyrin. Gugus mengandung asam folat antara lain cyanide terdapat pada asam cobalt, adalah tepung ikan laut, susu, karena itu disebut cyanokobalamin. sayuran berdaun hijau tua, bunga Vitamin ini berperan dalam kobis, kacang-kacangan, gandum. penggunaan asam propionat. Asam folat dapat berbentuk kristal Kekurangan vitamin ini akan folasin sebagai bentuk komersil yang menyebabkan timbunan methyl- banyak digunakan sebagai food malonyl CoA dan akan dikeluarkan additive untuk fortifikasi bahan lewat urin dan disebut methyl- makanan (Andarwulan dan Sutrisno, malonic aciduria. 1992). Kebutuhan ikan akan vitamin B12 ini berbeda-beda seperti yang telah dirangkum oleh Tacon (1991) pada Vitamin B12 (Cyanokobalamin) Tabel 5.32. Apabila kandungan biotin Vitamin B12 disebut juga dengan dalam pakan berkurang maka akan cyanokobalamin karena berdasarkan menyebabkan gejala-gejala penyakit struktur kimianya vitamin ini terdiri seperti yang tertera pada Tabel 5.33. atas asam cobalt ditengah dengan 222
    259. Tabel 5.32. Kebutuhan Vitamin B12 dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) NR Hashimoto, 1953 Common carp (Cyprinus carpio) NR Kashiwada&Teshima,1966 Channel catfish (Ictalurus punctatus) NR Limsuwan& Lovel, 1981 Tilapia (O.niloticusi) NR Lovel&Limsuwan, 1982 Chinok salmon (O.tshawytscha) 0,015-0,02 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 0,015-0,02 Halver, 1972 Tabel 5.33. Tanda-tanda kekurangan vitamin B12 pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Nafsu makan menurun, pertumbuhan Halver, 1957, menurun, microcyctic hypochromic Philips et al, 1963 anemia, eritrocit pecah, efisiensi pakan rendah Channel catfish Penurunan pertumbuhan, hematocrit Dupree,1966; (I.punctatus) rendah Limsuwan & Lovell, 1981 Eel (Anguila Pertumbuhan lambat Arai et al, 1972 japonica) Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975 Rohu Penurunan pertumbuhan, hematocrit John & Mahajan, 1979 (Labeo rohita) rendah, megaloblastic Shrimp Penurunan kelangsungan hidup larva Kanazawa, 1985 ( P japonicus) Sumber bahan pakan yang banyak Niasin (Asam nikotinat) mengandung vitamin B12 antara lain adalah tepung ikan laut, udang, Niasin dapat juga disebut dengan kepiting, oyster, scallop, tepung vitamin B3 atau asam nikotinat yang daging dan tulang. berperan dalam reaksi enzimatik dalam tubuh. Asam nikotinat merupakan unsur dari dua buah 223
    260. koenzim, yaitu Nikotinamid Adenin peranan penting dalam sintesis Dinukleotida (NAD) dan Nikotinamid lemak dan steroid (Muchtadi dkk, Adenin Dinukleotida Fosfat (NADP). 1993). NAD adalah koenzim bagi sejumlah enzim dehidrogenase yang Kebutuhan ikan akan niasin ini berperanan dalam metabolisme berbeda-beda seperti yang telah lemak, karbohidrat dan asam amino. dirangkum oleh Tacon (1991) pada Sedangkan NADP berperan dalam Tabel 5.34. Apabila kandungan reaksi hidrogenasi pada jalur niasin dalam pakan berkurang maka heksosa monofosfat (HMP) dalam akan menyebabkan gejala-gejala metabolisme glukosa. Bentuk penyakit seperti yang tertera pada tereduksi dari NADP mempunyai Tabel 5.35. Tabel 5.34. Kebutuhan Niasin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 28 Aoe et al, 1969 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 14 Murai& Andrews, 1978 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 120 – 150 Halver, 1972 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 10 Poston&Wolfe, 1985 Brown trout (Salmo trutta) 120 - 150 Halver, 1972 Brown trout (Salmo fontinalis) 120 – 150 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 150 – 200 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 150 – 200 Halver, 1972 Shrimp (P.japonicus) larva 400 Kanazawa, 1985 224
    261. Tabel 5.35. Tanda-tanda kekurangan niasin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Nafsu makan menurun, pertumbuhan McLaren et al, 1947, lambat, penurunan efisiensi pakan, Philips&Brockway,1957 pewarnaan gelap, berenang tidak Kitamura et al, 1967, teratur, penimbunan cairan pada Coat & Halver, 1958, lambung Poston & Wolfe,1985 Common carp Pendarahan pada kulit, kematian Aoe, et al, 1966 (Cyprinus carpio) tinggi Channel catfish Pendarahan dan luka pada kulit dan Dupree, 1966, Murai & (Ictalurus sirip, kurang darah, exophthalmia, Andrew,1979 punctatus) kematian tinggi Red sea bream Pertumbuhan lambat Yone, 1975 Eel (Anguila Pendarahan dan luka pada kulit, Arai et al, 1972 japonica) penurunan pertumbuhan, ataxia, pewarnaan gelap Ikan lele Nafsu makan menurun, pertumbuhan Butthep et al, 1985 (Clarias batracus) menurun, muscle spasms, kehilangan keseimbangan, pendarahan dibawah kulit dan sirip, exopthalmia, kematian tinggi, berenang tidak teratur. Shrimp Pertumbuhan dan penurunan Kanazawa, 1985 ( P japonicus) kelangsungan hidup Sumber bahan pakan yang banyak menghilangkan lemak dalam hati. mengandung niasin antara lain Inositol berperan terutama sebagai adalah beras sosoh, ragi kering, komponen inositida pada hampir dedak, dedak gandum, tepung biji semua membran sel. Myoinositol bunga matahari, tepung kacang merupakan komponen penting tanah, tepung hati dan paru, tepung inositol yang mengandung jagung, tepung gandum (Tacon, phospholipid. Katabolisme inositol 1991). mungkin terjadi melalui reaksi glikolisis dan siklus krebs (Kuksis dan Mookerjea, 1991). Inositol Kebutuhan ikan akan inositol ini Inositol disebut pula zat lipotropik berbeda-beda seperti yang telah yang berarti dibutuhkan untuk dirangkum oleh Tacon (1991) pada 225
    262. Tabel 5.36. Apabila kandungan biotin menyebabkan gejala-gejala penyakit dalam pakan berkurang maka akan seperti yang tertera pada Tabel 5.37. Tabel 5.36. Kebutuhan inositol dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 440 Aoe et al, 1969 Channel catfish (Ictalurus punctatus) NR Burtle,1981 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 250 – 300 McLaren et al, 1947 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 200 – 300 Halver, 1972 Chinok salmon (O.tshawytscha) 300 – 400 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 300 – 400 Halver, 1972 Red sea bream (C.major) 550 – 900 Yone et al, 1971 Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 2000-4000 Kanazawa, 1985 Shrimp (Penaeus japonicus)larva 2000 Kanazawa et al, 1985 Tabel 5.37. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referens Salmonids Pertumbuhan menurun, distended Mc Laren et al, 1947, abdomen, warna gelap, Halver, 1957, peningkatan waktu pengosongan Philips & Brockway 1957 lambung Coates & Halver, 1958 Common carp Penurunan pertumbuhan, kulit dan Aoe&Masuda, 1967 (Cyprinus sirip luka/pendarahan, kehilangan carpio) mucosa kulit Red sea bream Pertumbuhan menurun Yone, 1975 Eel (Anguila Nafsu makan dan pertumbuhan Arai et al, 1972 japonica) menurun Shrimp Pertumbuhan dan kelangsungan Kanazawa et al, 1976, ( P japonicus) hidup menurun Kanazawa, 1985 Sumber bahan pakan yang banyak adalah tepung ikan, ragi bir kering, mengandung inositol antara lain benih gandum. 226
    263. grup metil untuk sintesis metionin Kolin dan substrat untuk pembentukan Kolin adalah basa ammonium neurotransmitter, asetil kolin. bervalensi empat dan tersebar luas dia alam, produk degradasinya Kebutuhan ikan akan kolin ini seperti betain (garam berbeda-beda seperti yang telah karboksimetiltrimetilammonium dirangkum oleh Tacon (1991) pada hidroksida. Menurut Halver (1988) Tabel 5.38. Apabila kandungan biotin peran dan fungsi dari kolin antara dalam pakan berkurang maka akan lain adalah komponen utama dalam menyebabkan gejala-gejala penyakit fosfolipid dalam membran sel dan seperti yang tertera pada Tabel 5.39. lipoprotein serum (pengemulsi), donor asam lemak untuk kolesterol dalam pengelolaan LDL, sumber Tabel 5.38. Kebutuhan kolin dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) 4000 Ogino et al, 1970 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 400 Wilson & Poe,1988 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 774 - 813 Rumsey, 1991 Lake trout (Salmo nemaycush) 1000 Ketola, 1976 Chinok salmon (O.tshawytscha) 600 – 800 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 600 – 800 Halver, 1972 Red sea bream (C.major) 500 Yone et al, 1988 Stureon (A. transmontanus) 1700 – 3100 Hung, 1989 Tilapia (T.aurea) NR Roem et al, 1990 Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 600 Kanazawa, 1985 Shrimp (Penaeus japonicus)larva 6000 Kanazawa et al, 1985 227
    264. Tabel 5.39. Tanda-tanda kekurangan kolin pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Pertumbuhan menurun, hati banyak Mc Laren et al, 1947, mengandung lemak, efisiensi pakan Halver, 1957, Philips & menurun, pendarahan pada ginjal Brockway, 1957,Coates dan usus & Halver, 1958, Ketola,1976, Poston, 1990, Rumsey, 1991 Common carp Pertumbuhan menurun dan hati Ogino et al, 1970 (Cyprinus carpio) banyak mengandung lemak Channel catfish Penurunan pertumbuhan, Dupree, 1976, (I. punctatus) pendarahan pada ginjal dan usus Wilson&Poe, 1988 Red sea bream Pertumbuhan menurun, kematian Yone, 1975, (C. major) Yano et al, 1988 Eel (Anguila Nafsu makan dan pertumbuhan Arai et al, 1972 japonica) menurun Sturgeon Pertumbuhan menurun, Rumsey, 1991 (A.transmontanus) penyerapan lemak pada hati Shrimp Pertumbuhan dan kelangsungan Kanazawa et al, 1976, ( P japonicus) hidup menurun Kanazawa, 1985 Sumber bahan pakan yang banyak L ascorbic acid. Vitamin C sangat mengandung kolin antara lain adalah penting bagi pertumbuhan semua tepung udang, tepung hati, tepung hewan karena berperan pada banyak biji matahari, tepung paru, tepung sistem metabolisme enzim. Hasil ikan , tepung benih gandum, tepung penelitian dari Boonyaratpalin et al ikan putih , tepung biji kapas, tepung (1993), vitamin C sangat berperan kedelai, tepung tulang, tepung dalam pembentukan hydroksiprolin kacang tanah (Tacon, 1991). (penyusun kolagen). Dimana kolagen ini terdiri dari hydroksi prolin dan hydroksiprolin. Bersama-sama dengan ATP dan Mg Cl2 merupakan Vitamin C (asam askorbat) kofaktor dalam menghambat adipose Vitamin C atau asam korbat tissue lipase dan memacu hydrolitik mempunyai dua bentuk yaitu bentuk deaminasi dari peptidaatau protein oksidasi disebut L dehydro ascorbic sehingga berperan dalam proses acid dan bentuk reduksi yang disebut aging yaitu membuat jaringan lebih 228
    265. tahan lama dari proses pelapukan. dieksresikan melalui urin. Dengan Selain itu vitamin C dapat demikian didalam urin terdapat meningkatkan respon netrofil sejumlah metabolit-metabolit asam terhadap kemotoksis dan askorbat dan yang telah meningkatkan proliferosi limfosit teridentifikasi antara lain adalah sebagai respon terhadap nitrogen asam dehidro askorbat, asam serta peningkatan aktivitas netrofil diketogulonat askorbat-2-sulfat, metil terhadap endotoksin. Gejala askorbat serta 2-keto-askorbitol defisiensi vitamin C pada ikan (Muchtadi dkk, 1993). disebabkan oleh rusaknya kolagen dan jaringan penunjang. Kolagen Kebutuhan ikan akan vitamin C ini merupakan protein pada ikan dan berbeda-beda seperti yang telah konsentrasinya tinggi ditemukan dirangkum oleh Tacon (1991) pada pada kulit dan tulang (Sandness, Tabel 5.40. Apabila kandungan 1991). viatamin C dalam pakan berkurang maka akan menyebabkan gejala- Kelebihan vitamin C dalam tubuh gejala penyakit seperti yang tertera akan dimetabolisme selanjutnya pada Tabel 5.41. Tabel 5.40. Kebutuhan vitamin C dalam pakan Ikan (Tacon, 1991) Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Common carp (Cyprinus carpio) NR Sato et al, 1978 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 60 Wilson & Poe, 1973 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 60 Lovel & Lim, 1978 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 880 Lovell, 1973 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 25 – 50 Andrew & Murray, 1974 Channel catfish (Ictalurus punctatus) NR Launer et al, 1978 Channel catfish (Ictalurus punctatus) 11 Lovell & Naggar, 1989 Nile tilapia (Oreochromis niloticus) 1250 Soliman et al, 1986 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 100 – 150 Halver, 1972 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 40 Hilton et al, 1978 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 50 – 100 Sato et al, 1982 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 20 – 264 Dabowski et al, 1990 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 210 Sato et al, 1991 Rainbow trout (Salmo gairdneri) 10 Cho & Cowey, 1991 Chinok salmon (O.tshawytscha) 100 – 150 Halver, 1972 Coho salmon (Oncorhynchus kisutch) 50 – 80 Halver, 1972 Atlantic salmon (Salmo salar) 50 Lall et al, 1989 Atlantic salmon (Salmo salar) 10 – 20 Sandness et al, 1991 Yellow tail (S quinqueradiata) 30 Kanazawa et al, in press Asean sea bass (Lates calcarifer) 700 – 1100 Boonyaratpalin et al, 1989 229
    266. Kandungan Jenis ikan Referensi (mg/kg) Mexican cichlid (C urophthalmus) 40 – 110 Chaves de Martinez, 1990 Flounder (Paralichthys olivaceus) 60 – 100 Tesima et al, 1991 Plaice (Pleuronectes platessa) 200 Rosenlund et al, 1990 Prawn (Macrobrachium rosenbergii) 50 – 100 Moncreiff et al, 1991 Shrimp (Penaeus japonicus) juvenile 10.000 Guary et al, 1976 Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 3000 Deshimaru & kuroki, 1976 Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 1000 Lightner et al, 1979 Shrimp (Penaeus japonicus) juvenil 215- 430 Shigueno&itoh, 1988 Shrimp (Penaeus vannamei) juvenil 100 Kanazawa, 1985 Shrimp (Penaeus japonicus)larva 10.000 Lawrence& He, 1991 Tabel 5.41. Tanda-tanda kekurangan inositol pada ikan budidaya (Tacon, 1991) Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Salmonids Pertumbuhan menurun, scoliosis Mc Laren et al, 1947, lordosis, pendarahan pada sirip Halver, 1989, Philips bagian dalam, warna gelap, &Brockway, 1957, kematian meningkat, penurunan Coates & Halver, 1958, daya tetas telur Kitamura et al, 1967, Hilton et al, 1978, Sato et al, 1991 Channel catfish Penurunan pertumbuhan, scoliosis Lovell,1973, (I punctatus) lordosis, pendarahan bagian dalam Andrew&Murai, 1974, dan luar, erosi pada sirip, kulit Lovel&Lim, 1973, berwarna gelap, nafsu makan Wilson&Poe, 1973, menurun, berenang tidak teratur Lim&lovell, 1978, Wilson et al, 1989 Red sea bream Pertumbuhan menurun Yone, 1975 Eel (Anguila Pertumbuhan menurun, erosi pada Arai et al, 1972 japonica) sirip, erosi pada rahang bawah Snakehead Scoliosis lordosis, kurang darah, Mahajan & Agrawal, (C.punctata) filamen insang berubah. 1979. 230
    267. Jenis ikan Tanda-tanda Referensi Tilapia Scoliosis lordosis, pertumbuhan Soliman et al, 1986 menurun, pendarahan pada bagian dalam dan luar, erosi pada sirip ekor, exophthalmia, kurang darah, daya tetas telur menurun Ikan lele Scoliosis, pendarahan pada Butthep et al, 1985 (C batracus) bagian luar, erosi pada sirip, warna kulit gelap Indian major carp Pertumbuhan menurun, kematian Agrawal & Mahajan, 1980 meningkat, scoliosis lordosis, hypochromic macrocytic anemia Turbot Pertumbuhan menurun, renal Baudin-Laurence et al, (S maximus) granuloma, kematian 1989, Coustans et al, 1990, Gouillou et al, 1991 Plaice Pertumbuhan dan kelangsungan Rosenlund et al, 1990 hidup menurun Asian seabass Pertumbuhan menurun, Boonyaratpalin et al, (Lates calcarifer) pewarnaan gelap, kehilangan 1989 keseimbangan, erosi pada sirip ekor, pendarahan pada insang, exophthalmia, badan pendek, filamen insang rusak Mexican Cichlid Pertumbuhan menurun, kematian Chevas de Martinez, tinggi, pewarnaan gelap, 1990 pendarahan pada mata, erosi pada kepala dan sirip, exophthalmia, scoliosis lordosis, iritasi, perubahan tulang kepala Udang galah Pertumbuhan dan kelangsungan Heinen, 1988, Moncreiff hidup menurun et al, 1991 Gejala kematian dengan tanda- Kanazawa, 1985, Shrimp tanda hitam, efisiensi pakan dan Guary,1976, ( P japonicus) pertumbuhan serta kelangsungan Lightener et al, 1970, hidup menurun Shigueno&Itoh, 1988, Lawrence & He, 1991 231
    268. Sumber bahan pakan yang banyak utama dalam tubuh ikan antara lain mengandung vitamin C antara lain adalah : • Merupakan bagian terbesar dari adalah lobster, kepiting dan sebagian besar terutama terdapat pada pembentukan struktur kerangka, sayuran dan buah-buahan. Vitamin C tulang, gigi dan sisik. merupakan vitamin yang paling • Mineral tertentu dalam bentuk ion mudah rusak dan sangat larut dalam di dalam cairan tubuh dapat air. Disamping itu vitamin C mudah berperan untuk mempertahankan teroksidsi bila dalam keadaan alkalis, keseimbangan asam basa serta suhu tinggi, terkena sinar matahari regulasi pH dari darah dan cairan dan logam beraty seperti seng, besi tubuh lainnya. dan terutama tembaga. Oleh karena • Adanya keterlibatan mineral itu agar vitamin C yang terdapat dalam kerja sistem syaraf dan dalam bahan pakan harus dihindari konstraksi otot dari hal-hal tersebut diatas. • Merupakan komponen penting dalam hormon, vitamin, enzim dan pigmen pernafasan atau sebagai kofaktor dalam metabolisme, katalis dan enzim 5.6. MINERAL aktivator. • Berperan dalam pemeliharaan Ikan dalam komposisi zat gizinya tekanan osmotik dan juga juga membutuhkan mineral dalam mengatur pertukaran air dan campuran pakannya agar ikan dapat larutan dalam tubuh ikan. tumbuh dengan baik. Mineral merupakan unsur anorganik yang Berdasarkan banyaknya fungsi dibutuhkan oleh organisme perairan mineral dalam kehidupan ikan, maka (ikan) untuk proses hidupnya secara mineral merupakan salah satu bahan normal. Ikan sebagai organisme air yang harus ada dalam komposisi mempunyai kemampuan untuk pakan ikan. Dan unsur mineral ini menyerap beberapa unsur anorganik sangat essensial bagi kehidupan ini, tidak hanya dari makanannya hewan, ikan dan udang. Unsur saja tetapi juga dari lingkungan. mineral essensial ini biasanya diklasifikasikan menjadi dua grup Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh berdasarkan konsentrasinya di ikan adalah sangat sedikit tetapi dalam tubuh ikan, yaitu: mineral mempunyai fungsi yang sangat makro dan mineral mikro. Mineral penting. Dalam penyusunan pakan makro adalah mineral yang buatan mineral mix biasanya konsentrasinya dalam tubuh ditambahkan berkisar antara 2 – 5% organisme dibutuhkan dalam jumlah dari total jumlah baha baku dan besar (lebih dari 100 mg/kg pakan bervariasa bergantung pada jenis kering), yaitu Calsium (Ca), ikan yang akan mengkonsumsinya. Magnesium (Mg), Sodium (Na), Walaupun sangat sedikit yang Potassium (K), Phosphorus (P), dibutuhkan oleh ikan, mineral ini Chlorine (Cl) dan Sulphur (S). mempunyai fungsi yang sangat 232
    269. Mineral mikro adalah mineral yang dan akan terbuang dalam bentuk konsentrasinya dalam tubuh setiap feses. organisme dalam jumlah sedikit (kurang dari 100 mg/kg pakan Kandungan Ca dalam perairan kering),yaitu : Besi (Fe), Tembaga sangat diperlukan untuk kehidupan (Cu), Mangan (Mn), Seng (Zn), ikan. Perairan dengan kandungan Ca Cobalt (Co), Molybdenum (Mo), rendah akan berdampak buruk Cromium (Cr), Selenium (Se), terhadap pertumbuhan dan Fluorine (F), Iodine/Iodium (I), Nickel mengganggu adaptasi pada saat (Ni) dan lain-lain. kondisi lingkungan berubah. Perairan yang kaya akan Ca akan meningkatkan toleransi terhadap temperatur dan akan mengurangi Calsium (Ca) keracunan akibat menurunnya pH. Kalsium merupakan unsur mineral Untuk perairan yang kandungan Ca makro yang didalam tubuh disimpan rendah, pH rendah dan kandungan pada tulang, gigi dan sebagian besar alumunium tinggi tidak akan dihuni pada kulit dan kerangka tubuh. oleh ikan. Kandungan Ca yang harus Peranan dan fungsi kalsium didalam ada dalam pakan ikan sangat sulit tubuh antara lain adalah sebagai untuk diterapkan secara pasti. komponen utama pembentuk tulang, Sebagai contoh, pada ikan gigi, kulit serta sisik dan memelihara rainbowtrout dengan bobot awal 1,2 ketegaran kerangka tubuh, g, antara ikan yang diberi Ca 0,3 mengentalkan darah, sebagai g/kg dengan 3,4 g/kg ternyata tidak ”intracellular regulator” atau menunjukkan adanya perbedaan messenger yaitu membantu regulasi dalam pertumbuhannya yang aktivitas otot kerangka, jantung dan dipelihara pada perairan dengan jaringan lainnya, konstraksi dan kandungan Ca 20 – 30 mg/l (Ogino relaksasi otot, membantu dan Takeda, 1978). penyerapan vitamin B12, menjaga keseimbangan osmotik. Menurut Rumsey (1977) kebutuhan Ca untuk ikan rainbowtrout pada Pengambilan kalsium dari perairan perairan dengan kalsium rendah (3 oleh ikan digunakan atas dasar untuk mg Ca/l) sama saja dengan yang kegiatan struktural. Transpor Ca dari dipelihara pada kandungan kalsium air oleh aliran darah ke jaringan tinggi (45 mg Ca/l) yaitu sebesar 2 tulang dan kulit berlangsung secara g/kg dalam pakannya. Sedangkan cepat. Jumlah lemak dalam pakan menurut Arai et al (1975) pemberian sangat berpengaruh dalam Ca sebanyak 2,4 g/kg merupakan penyerapan Ca oleh usus. Pada kebutuhan minimal yang harus kondisi abnormal, yaitu penyerapan dipertimbangkan, pemberian Ca lemak terganggu maka Ca pun akan sebanyak 11,5 – 14 g/kg akan sedikit yang diserap. Hal ini berakibat buruk terhadap laju dikarenakan asam lemak yang tidak pertumbuhan. diserap akan berikatan dengan Ca 233
    270. terhadap ikan channel catfish yang Phosphor (P) memperlihatkan bahwa peningkatan Phosphor adalah komponen P yang tersedia dalam makanan dari pembentuk kerangka tubuh dimana 0,07% menjadi 0,54% akan tulang itu disusun oleh mineral P meningkatkan pertambahan bobot sebesar 16% dan Ca 37%. Selain itu relatif dari 135% menjadi 706% dan phosphor berfungsi efisiensi pakan dari 36% menjadi dalampengaktifan proses 99%. Tetapi bila kandungan P terus metabolisme, komponen DNA, RNA, dinaikkan sampai 1,02% maka ATP dan berbagai koenzim, pertumbuhan relatif akan turun dari pergerakan otot dan memelihara 706% menjadi 620% dan efisiensi keseimbangan asam basa. pakan akan turun dari 99% mejadi 90%. Phosphor yang diserap oleh tubuh berasal dari makanan dalam bentuk ion fosfat. Penyerapan P oleh tubuh Magnesium (Mg) sangat bergantung kepada kandungan P dan Ca dalam pakan. Magnesium merupakan kofaktor bagi Tingginya kandungan P dalam pakan semua enzim yang terlibat di dalam akan berkorelasi terhadap reaksi pemindahan fosfat peningkatan penyerapan P. Akan (fosfokinase) yang menggunakan tetapi, penyerapan P akan semakin ATP dan fosfat nukleotida yang lain menurun dengan meningkatnya sebagai substrat. Pada hewan kandungan Ca dalam pakan. vertebrata kurang lebih 60% total Sebagian besar kebutuhan P untuk magnesium tubuh berada dalam membentuk jaringan struktur tubuh tulang, sebagian lagi terdapat dalam diperoleh dari pakan. Ketersediaan P bentuk mineral yang mengkristal dan dalam air akan mengganggu berada dalam sel jaringan lunak. penyerapan P dalam pakan oleh Fungsi magnesium bagi ikan dan tubuh. Pakan dengan kandungan Ca udang adalah sebagai komponen rendah dan P tinggi akan mendorong esensial dalam menjaga ikan untuk mengambil Ca dari homeostasis intra dan ekstra seluler. lingkungan perairan. Magnesium dalam tubuh diserap Kekurangan mineral P pada pakan oleh usus halus dan hanya sedikit ikan dapat mengakibatkan yang dieksresikan dan hampir pertumbuhan terhambat, proses seluruhnya diserap secara pembentukan tulang terganggu dan sempurna. Penyerapan magnesium konversi pakan menjadi meningkat. dalam tubuh dipengaruhi oleh Kekurangan phosphor pada ikan masuknya magnesium dalam usus, mas mengakibatkan pertumbuhan waktu singgah diusus, kecepatan terganggu, nafsu makan menurun, penyerapan air, kadar kalsium fosfat tulang belakang bengkok dan rapuh dan laktosa dalam pakan, sumber serta kandungan lemak dalam magnesium dan umur serta jenis daging meningkat. Wilson et al ikan. Kandungan magnesium di (1982), melakukan penelitian dalam ikan jumlahnya relatif rendah 234
    271. dibandingkan dengan hewan darat. maka dapat mengakibatkan Sebagian besar magnesium, kurang pertumbuhan lambat dan pakan lebih 65%, berada dalam kerangka menjadi tidak efisien. Sedangkan tubuh ikan. Pada ikan mirror carp pada ikan yang berukuran 21 gram terdapat 340 – 3300 gram dimana yang dipelihara selama delapan kandungan terbesar terdapat pada minggu, kekurangan Mg dapat vertebrae sebesar 1,0 – 1,6 g/kg, mengakibatkan penurunan pada otot 200 – 267 mg/kg dan pada kandungan Mg pada plasma, otot hati terdapat 62 – 203 mg/kg. dan tulang. Konsentrasi magnesium dalam Berdasarkan hasil penelitian Satoh et perairan tawar sering tidak al (1983) , pada ikan trout yang tidak mencukupi untuk kebutuhan ditambahkan mineral Mg pada pakan metabolisme ikan, oleh karena itu buatannya menunjukkan adanya pemberian mineral magnesium pada gejala katarak sebesar 29%. Pada pakan untuk pemeliharaan ikan air ikan Mas pemberian Mg sebesar 52 tawar sangat penting. Rendahnya mg/kg dapat meningkatkan kematian suplai magnesium dalam pakan sebesar 16%. Selain itu pada ikan dapat mengakibatkan nafsu makan mas yang dipelihara selama 83 hari berkurang, pertumbuhan dan dengan pakan kurang Mg aktivitas ikan berkurang, kandungan menunjukkan peningkatan terjadinya Ca dan Mg dalam tubuh dan katarak sebesar 40%. Oleh karena vertebrae akan berkurang. Selain itu itu pada ikan mas diestimasi ikan akan memperlihatkan kebutuhan Mg dalam pakan berkisar keabnormalan dalam pertumbuhan antara 400 – 500 mg/kg. tulang. Pada ikan trout telah diteliti oleh Cowey et al (1977) bahwa pertambahan bobot dan penggunaan Potassium (K) pakan pada ikan yang diberi pakan dengan kandungan Mg sebesar 1000 Ion potassium (K) adalah elektrolit mg/kg jauh lebih baik dibandingkan yang banyak dijumpai dalam tubuh dengan ikan trout yang hanya diberi dalam bentuk ion terdisosiasi penuh Mg sebesar 26 - 63 mg/kg. dan merupakan partikel utama yang Perbaikan kandungan Mg dalam bertanggungjawab dalam pakan akan berdampak terhadap osmolaritas. Ion K ini akan peningkatan Mg dalam serum. mempengaruhi kelarutan protein dan Kekurangan Mg pada kandungan Ca komponen lainnya. Ion K ini 26 dan 40 g/kg akan menyebabkan bersama-sama dengan natrium dan penyakit nephacalcinosis dan di klorida berperan secara fisiologis dalam jaringan otot akan meningkat dalam memelihara keseimbangan air kandungan Na yang dapat dan distribusinya, memelihara meningkatkan cairan ekstraseluler. keseimbangan osmotik normal, Pada ikan rainbow trout berukuran memelihara keseimbangan asam 16 gram atau 35 gram memerlukan basa dan memelihara iritabilitas otot. Mg dalam pakan sebesar 500 mg/kg. Jika kurang dari 500 mg/kg pakan 235
    272. Berdasarkan hasil penelitian dari Clorin (Cl) beberapa peneliti diketahui bahwa ikan air tawar dalam pemenuhan ion Clorin berperan besar dalam aktivitas K tidak banyak diambil dari osmoregulasi. Pertukaran klorin lingkungan perairan, namun lebih sebagian besar terjadi pada insang. banyak diperoleh dari pakan. Apabila Pada ikan air tawar pengambilan ion K dalam pakan kurang dari 1 klorin terjadi pada kondisi medium mg/kg akan menyebabkan yang hipotonik, dengan cara penggunaan pakan tidak efisien, memompa NaCl melalui insangnya pertumbuhan lambat dan kematian dan pengeluaran klorin dilakukan meningkat. Pertumbuhan ikan dapat dalam bentuk urin. Pada ikan air laut dicapai jika pada pakan ikan pengambilan klorin dilakukan dengan mengandung ion K maksimum 800 cara melakukan banyak minum air mg/kg. Konsentrasi K dalam tubuh laut sehingga klorin secara difusi ikut berkisar antara 600 – 800 mg/kg masuk kedalam tubuh ikan. Selain itu pakan. ikan air laut bisa melakukan dengan cara memompa melalui insang epithelium pada kondisi medium hipertonik. Dalam kondisi normal Sodium (Na) klorin dikeluarkan dalam bentuk urin Sodium seperti halnya potasium pada jumlah yang sedikit, namun sangat penting perannya dalam pada kondisi stres ikan osmoregulasi dan keseimbangan banyakmengeluarkan urin sehingga asam basa ikan. Pada hewan darat kehilangan NaCl cukup besar. Klorin sodium yang berasal dari makanan keluar dari tubuh melalui urin dan akan diserap oleh tubuh secara sedikit melalui feses. cepat dan efisien dan hanya sedikit sekali yang dikeluarkan melalui Ketersediaan Cl di dalam air sangat feses. menguntungkan untuk kehidupan ikan agar mempunyai toleransi Kekurangan sodium dapat terhadap perubahan suhu. Pada mengakibatkan dehidrasi, keletihan, ikan salmon yang dipelihara dengan anoeexia dan kram otot. Pemberian kandungan garam 1 – 1,5% sodium sebesar 2200 mg/kg pakan memberikan pengaruh terhadap pada ikan rainbowtrout sudah peningkatan food intake dan mencukupi kebutuhan ikan tersebut transportasi. Pemberian garam pada terhadap sodium. Tetapi dalam bahan pakan dari segi manfaatnya percobaan Salman dan Eddy (1988) masih diperdebatkan. Hal ini pemberian sodium sebesar 1000 – dikarenakan dari hasil penelitian 3000 mg/kg pakantidak memberikan memberikan hasil yang menunjukkan perbedaan pertambahan bobot . bahwa pemberian NaCl pada pakan berakibat buruk pada penambahan bobot. Pemberian NaCl sebanyak 3% pada pakan mengakibatkan pertambahan bobot hanya 85% dibandingkan dengan kontrol. Pada 236
    273. penambahan NaCl sebanyak 6% osmoregulasi dalam urin hipoosmotik memberikan pertambahan bobot normal, sedangkan pada ikan laut sebesar 77% sedangkan pengambilan NaCl dalam jumlah penambahan sebanyak 12% besar relatif sering terjadi pada mengakibatkan pertambahan bobot berbagai kasus. sebesar 70%. Hal ini dikarenakan NaCl pada tingkatan yang tinggi Kebutuhan mineral makro dan mikro diserap dalam 24 jam yang pada beberapa jenis ikan menurut kelebihannya akan dikeluarkan hasil penelitian Steffens dapat dilihat kedalam perairan tawar pada sistem pada Tabel 5.42 dan 5.43. Tabel 5.42. Kebutuhan mineral makro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg atau g/kg berat kering) Jenis ikan Ca P Mg K Rainbow trout 300 mg – 3g Sekitar 6 g 400 – 700 mg Max 1,6 g Mas 300 mg – 3g Sekitar 6 g 400 – 700 mg - Sidat Jepang 300 mg – 3g Sekitar 6 g 400 – 700 mg - Channel catfish 4,5 g 4,2 – 4,5 g 400 – 700 mg - Tilapia 7g 4,5 – 6 g 400 – 700 mg - Tabel 5.43. Kebutuhan mineral mikro dalam pakan pada berbagai jenis ikan air tawar (mg/kg pakan) Jenis ikan Fe Cu Mn Zn Co Se Rainbow trout R 3 13 15 – 30 - 0,15 - 0,38 Channel catfish 30 5 2,4 20 - 0,25 Tilapia - - 1,7 20 - - Common carp - 3 13 15 – 30 - R Ikan kerapu 30 3 5 30 0,5 0,1 macam zat besi, yaitu dalam Besi (Fe) bentuk heme dan non heme. Zat Zat besi merupakan unsur mineral besi heme ditemukan dalam bentuk mikro yang paling banyak terdapat hemoglobin dan zat besi non heme dalam tubuh ikan dan manusia. dalam otot yang disebut myoglobin. Dalam makanan terdapat dua 237
    274. Fungsi dan peranan zat besi dalam Ikan dapat menyerap zat besi tubuh ikan antara lain adalah : terlarut dari air melalui insang, sirip • Unsur yang sangat penting dan kulit. Zat besi dalam bentuk tereduksi, ion Fero (Fe ++) lebih dalam pigmen darah mudah diserap karena lebih mudah (hemoglobin dan myoglobin) larut dalam cairan-cairan • Terlibat dalam pengangkutan pencernaan. Penyerapan zat besi oksigen dalam darah dan urat dalam saluran pencernaan sangat daging (otot) serta dipengaruhi oleh kadar keasaman, pemindahan/transfer elektron pH atau keasaman lambung dan dalam tubuh bagian atas usus halus. • Unsur yang sangat penting dari variasi sistem enzim, yang Ikan sangat membutuhkan zat besi meliputi enzim katalase, enzim dalam suplai makanannya. peroxidase, enzim xantin Kebutuhan zat besi untuk setiap oksidase, enzim aldehyde jenis ikan berbeda. Menurut hasil oxidase dan enzim succinic penelitian Lall (1989) dan NRC dehydrogenase. (1993) kebutuhan zat besi pada setiap jenis ikan dapat dilihat pada Tabel 5.44. Tabel 5.44. Kebutuhan zat besi pada beberapa jenis ikan No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan) 1. Atlantik Salmon (Salmo solar) 60 2. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 30 3. Eel (Anguila japonica) 170 4. Common carp (Cyprinus carpio) 150 5. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 60 6. Kerapu (Epinephelus sp) 30 Kekurangan zat besi pada ikan ikan salmon, japanese eel, dapat membawa dampak yang common carp dan red sea bream merugikan bagi ikan. Pada dapat mengakibatkan hypochromic beberapa jenis ikan memberikan microcytic anemia yaitu sel-sel dampak yang berbeda, misalnya darah merah berwarna lebih pucat pada ikan channel catfish dapat dengan ukuran sel yang lebih mengakibatkan pertumbuhan besar. terhambat, konversi pakan rendah, nafsu makan menurun dan abnormalitas. Sedangkan pada 238
    275. akan mineral seng dapat terpenuhi. Seng (Zn) Mineral seng diserap dengan Ikan mengakumulasi seng dari dua bantuan proses difusidalam sumber, yaitu pakan dan air, duodenum dan jejenum bagian namun seng yang berasal dari atas. Zat-zat yang membantu pakan penyerapannya lebih efisien penyerapan mineral seng antara daripada dari air. Seng di dalam lain adalah asam amino terutama tubuh organisme sangat berperan histidin dan sistein, asam sitrat, penting sebagai kofaktor dari monosakarida dan komponen- beberapa sistem enzim yng penting komponen EDTA. dalam proses metabolisme. Kebutuhan ikan akan mineral seng Ikan dapat menyerap seng dari ini bervariasi bergantung pada usi, insang, kulit dan sirip. Seperti unsur kematangan seksual, komposisi lainnya selain diperoleh dari pakan, suhu air dan kualitas air. lingkungan perairan mineral seng Kebutuhan mineral seng dari hasil perlu ditambahkan kedalam sumber penelitian dapat dilihat pada Tabel makanannya agar kebutuhan ikan 5.45. Tabel 5.45. Kebutuhan mineral seng pada beberapa jenis ikan No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan) 1. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 20 2. Tilapia (Oreochromis aurea) 20 3. Common carp (Cyprinus carpio) 15 - 30 4. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 15 - 30 5. Kerapu (Epinephelus sp) 50 Dampak dari kekurangan mineral Selain itu menurut Watanabe Zn untuk setiap jenis ikan berbeda. (1988) memperlihatkan bahwa Pada ikan channel catfish dapat kekurangan seng pada Rainbow menyebabkan pertumbuhan trout dapat menyebabkan menurun, nafsu makan rendah dan pertumbuhan menurun, mortalitas menurunkan tingkat serum alkaline tinggi, pengikisan pada sirip dan phosphatase. Pada ikan mas kulit serta katarak pada mata dan menyebabkan pertumbuhan bentuk tubuh menjadi kerdil dan lambat, nafsu makan menurun, pendek. Pada Japanese eel akan kematian tinggi, pengikisan pada menyebabkan bentuk tubuh yang kulit dan sirip serta menaikkan kerdil sedangkan pada channel kadar besi dan tembaga diusus dan catfish juga menyebabkan hepatopankreas. 239
    276. pertumbuhan lambat serta kunci dari beberapa sistem enzim, anorexia. mangan essensial untuk pembentukan tulang, regenerasi sel darah merah, metabolisme karbohidrat dan siklus reproduksi. Mangan (Mn) Mangan pada ikan sangat berperan Kebutuhan mangan pada beberapa sebagai enzim aktivator untuk jenis ikan berbeda (Tabel 5.46). enzim-enzim yang menjembatani untuk induk ikan salmon kebutuhan transfer dari grup phosphatase, mineral mangannya > 50 mg/kg. sebagai komponen essensial dari enzim piruvate carboxylase, sebagai kofaktor atau komponen Tabel 5.46. Kebutuhan mangan pada beberapa jenis ikan No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan) 1. Atlantik Salmon (Salmo solar) 20 2. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 20 3. Common carp (Cyprinus carpio) 13 4. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 13 Dampak yang diakibatkan dari MnSO4) dan mangan klorida kekurangan mineral mangan pada (MnCl2). komposisi pakan ikan untuk setiap jenis ikan biasanya berbeda, antara lain adalah ; berkurangnya Tembaga (Cu) pertumbuhan, struktur tulang yang tidak normal pada ikan rainbow Tembaga merupakan unsur trout, carp dan tilapia, rendahnya essensial dari sistem oksidasi- daya tetas dan jumla telur pada reduksi-enzim dan terlibat dalam induk ikan, ataxia yaitu metabolisme besi. Oleh karena itu ketidakmampuan tubuh untuk tembaga terlibat dalam sintesis mengkoordinasikan gerakan- hemoglobin dan produksi sel darah gerakan otot secara sempurna dan perawatannya. Tembaga serta menurunnya penampakan dibutuhkan untuk pembentukan reproduksi. Kekurangan mangan pigmen melanin dan pigmen pada pada pakan dapat dilakukan kulit, untuk pembentukan tulang dengan menambahkan kandungan dan penghubung jaringan serta mineral mangan dalam pakan merawat keseimbangan serabut dalam bentuk mangan sulphat myelin dari jaringan syaraf. 240
    277. Mineral tembaga yang diserap oleh Kebutuhan mineral tembaga hewan dan ikan sangat dipengaruhi berdasarkan hasil penelitian pada oleh jumlah dan bentuk kimia beberapa jenis ikan dapat dilihat mineral tembaga yang diterima, pada Tabel 5.47. kandungan beberapa ion metal lain dan zat-zat organik serta umur. Tabel 5.47. Kebutuhan mineral tembaga pada beberapa jenis ikan No. Jenis ikan Zat besi (mg/kg pakan) 1. Atlantik Salmon (Salmo solar) 5 2. Channel catfish (Ictalurus punctatus) 5 3. Common carp (Cyprinus carpio) 3 4. Rainbow trout (Salmo gairdneri) 3 Dampak kekurangan tembaga pada Cobalt mempunyai fungsi dan ikan sebagai organisme air jarang peranan pada ikan antara lain sekali terjadi karena mineral ini adalah merupakan komponen sudah cukup banyak tersedia integral dari Cyanocobalamin dalam air. Pada ikan dampak (vitamin B12), sangat dibutuhkan mineral tembaga yang sudah untuk sintesa microflom pada diamati adalah kalau terjadi saluran usus serta sangat penting keracunan tembaga akibat untuk pembentukan sel darah terjadinya pencemaran lingkungan merah dan perawatan jaringan perairan yang dapat syaraf, cobalt juga berfungsi mengakibatkan rusaknya insang, sebagai agen kegiatan untuk mengurangi pigmentasi dan sistem variasi enzim. pertumbuhan lambat. Penyerapan mineral cobalt oleh ikan akan meningkat jika tubuh kekurangandan diserap dalam usus Cobalt (Co) halus. Cobalt yang diserap secara Mineral cobalt pada ikan diserap normal tidak selalu dalam bentuk dari air disekitarnya dan masuk vitamin B12, hanya 1/10 – 1/12 melalui insang. Konsentrasi cobalt cobalt pada tubuh dalam bentuk yang masuk kedalam tubuh ikan vitamin. Kebutuhan mineral cobalt sanagt dipengaruhi oleh suhu oleh ikan berkisar antara 1 – 6 lingkungan dan konsentrasi mg/kg pakan. Meningkatnya kalsium, dimana dengan kandungan cobalt pada tubuh ikan meningkatnya suhu dan kalsium rainbow trout dapat menyebabkan dilingkungan akan meningkatkan racun dan meningkatkan konsentrasi cobalt. haemorrhages pada saluran 241
    278. pencernaan dan pola putih pada sel Selenium (Se) darah. Selama masa perkembangan embrio telur ikan Selenium adalah bagian yang rainbow trout kebutuhan cobalt melengkapi dari enzim Glutation meningkat. Peroksidase yaitu suatu enzim yang merubah hydrogen peroxide dan lemak hydroperoxides ke dalam air dan lemak alkohol secara Yodium (I) berurutan. Enzim ini berfungsi Yodium adalah komponen integral dalam melindungi sel dari pengaruh dari hormon thyroid dan sangat peroxides. Enzim ini bersama-sama penting untuk sintesis hormon dengan vitamin E berfungsi sebagai thyroid, yaitu Triiodothyronine (T3) antioksidan biologis yang dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ melindungi polyunsaturated T4). Yodium berfungsi untuk phospholipid di dalam sel dan sub mengatur laju metabolisme seluruh sel membran dari kerusakan proses ke dalam tubuh. Ikan peroksidatif. memperoleh yodium dari air melalui pompa brachial dan makanan. Selenium diserap oleh ikan dari Jumlah total yodium yang makanan dan lingkungan perairan terkandung dalam kelnjar thyroid melalui jalur gastrointestinal. adalah 70 – 80%. Yodium terdapat Duodenum merupakan daerah dalam saluran pencernaan dalam penyerapan utama mineral ini dan bentuk ion I- dan diserap secara akan berikatan pada protein dalam sempurna dalam lambung dan bentuk asam amino yang usus, kemudian ditransport ke mengandung ikatan sulfur. kelenjar thyroid dan diubah dalam Selenium yang berikatan dengan bentuk yodium inorganik yaitu protein ini akan ditransport kedalam Monoiodotirosin, Diodotirosin, plasma darah dan jaringan lainnya. Triiodothyronine (T3) dan thyroxine (Tetra iodothyronine/ T4) serta Pada ikan selenium sangat komponen-komponen organik yang dibutuhkan untuk mencegah mengandung yodium. Yodium yang penyakit otot menyusut (muscular tertangkap oleh kelenjar thyroid dystrophy). Kebutuhan selenium akan disimpan dalam bentuk untuk mengoptimalkan Tiraglobulin merupakan protein pertumbuhan dan memaksimalkan yang mengandung yodium. aktivitas glutathione peroxidase adalah 0,15 – 0,28 mg/kg untuk Kebutuhan ikan akan yodium ikan rainbowtrout dan 0,25 mg/kg berkisar antara 1 – 5 mg/kg pakan. untuk ikan channel catfish. Pada Dampak kekurangan yodium pada ikan rainbow trout dan channel ikan brook trout mengakibatkan catfish kekurangan selenium dapat thyroid hyperflasia (pembengkakan mengakibatkan depresi pada kelenjar thyroid), bentuk pertumbuhan. tubuh kerdil dan pertumbuhan terhambat. 242
    279. BAB VI. Teknologi Pakan Buatan Pakan buatan adalah pakan yang Sebelum melakukan pembuatan pakan ikan harus dipahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis pakan dibuat oleh manusia untuk ikan yang dapat diberikan kepada ikan peliharaan yang berasal dari budidaya. Pengelompokkan jenis- berbagai macam bahan baku yang jenis pakan ikan dapat dibuat mempunyai kandungan gizi yang berdasarkan bentuk, berdasarkan baik sesuai dengan kebutuhan ikan kandungan airnya, berdasarkan dan dalam pembuatannya sangat sumber dan berdasarkan memperhatikan sifat dan ukuran konstribusinya pada pertumbuhan ikan. Pakan buatan dibuat oleh ikan. Jenis-jenis pakan buatan manusia untuk mengantisipasi berdasarkan bentuk antara lain kekurangan pakan yang berasal dari adalah: alam yang kontinuitas produksinya 1. Bentuk larutan tidak dapat dipastikan. Dengan Digunakan sebagai pakan membuat pakan buatan diharapkan burayak ikan (berumur 2 - 20 jumlah pakan yang dibutuhkan oleh hari). Larutan ada 2 macam, ikan akan terpenuhi setiap saat. yaitu: 1) Emulsi, bahan yang Pakan buatan yang berkualitas baik terlarut menyatu dengan air harus memenuhi kriteria-kriteria pelarutnya; 2) Suspensi, bahan seperti: yang terlarut tidak menyatu • Kandungan gizi pakan terutama dengan air pelarutnya. Bentuk protein harus sesuai dengan larutan ini biasanya diberikan kebutuhan ikan pada saat larva dengan • Diameter pakan harus lebih kecil komposisi bahan baku yang dari ukuran bukaan mulut ikan utama adalah kuning telur bebek • Pakan mudah dicerna atau ayam dengan tambahan • Kandungan nutrisi pakan mudah vitamin dan mineral. diserap tubuh 2. Bentuk tepung/meals • Memiliki rasa yang disukai ikan Digunakan sebagai pakan larva • Kandungan abunya rendah sampai benih (berumur 2-40 • Tingkat efektivitasnya tinggi hari). Tepung halus diperoleh dari 243
    280. remah yang dihancurkan atau yang mengkonsumsi pakan dibuat komposisi dari berbagai bentuk pellet bervariasi dari sumber bahan baku seperti ukuran bukaan mulut lebih dari 2 menyusun formulasi pakan , dan mm maka ukuran pelet yang biasanya diberikan pada larva dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 sampai benih ikan. mm. Bentuk pellet ini juga dapat 3. Bentuk butiran/granules digunakan sebagai pakan ikan Digunakan sebagai pakan benih dewasa yang sudah mempunyai gelondongan (berumur 40-80 berat > 60-75 gram dan berumur hari). Tepung kasar juga > 120 hari. diperoleh dari remah yang 7. Bentuk pellet terapung/floating dihancurkan atau dibuat sama Biasa digunakan untuk kegiatan seperti membuat formulasi pakan pembesaran ikan air tawar lengkap dan bentuknya dibuat maupun ikan air laut yang menjadi butiran. mempunyai kebiasaan tingkah 4. Bentuk remahan/crumble laku ikan tersebut berenang di Digunakan sebagai pakan permukaan perairan. Ukuran ikan gelondongan besar/ikan yang mengkonsumsi pakan tanggung (berumur 80-120 hari). bentuk pellet bervariasi dari Remah berasal dari pellet yang ukuran bukaan mulut lebih dari 2 dihancurkan menjadi butiran mm maka ukuran pelet yang kasar. dibuat biasanya 50%nya yaitu 1 5. Bentuk lembaran/flake mm. Bentuk pellet ini juga dapat Biasa diberikan pada ikan hias digunakan sebagai pakan ikan atau ikan laut dan dibuat dari dewasa yang sudah mempunyai berbagai bahan baku berat > 60-75 gram dan berumur disesuaikan dengan kebutuhan > 120 hari. dan pada saat akan dibentuk dapat menggunakan peralatan Jenis pakan ikan berdasarkan pencetak untuk bentuk lembaran kandungan airnya dapat atau secara sederhana dengan dikelompokkan menjadi tiga yaitu : cara membuat komposisi pakan 1. Pakan basah yaitu pakan yang kemudian komposisi berbagai mengandung air biasanya lebih bahan baku tersebut dibuat dari 50%. Pakan basah biasanya emulsi yang kemudian terdiri dari pakan segar atau dihamparkan di atas alas pakan beku, berupa cincangan aluminium atau seng dan atau gilingan daging ikan yang dkeringkan, kemudian diremas- tidak bernilai ekonomis. Jenis remas. pakan ini biasa diberikan kepada 6. Bentuk pellet tenggelam/sinking induk-induk ikan laut/udang, Biasa digunakan untuk kegiatan contoh pakan basah antara lain pembesaran ikan air tawar adalah cincangan daging cumi- maupun ikan air laut yang cumi atau ikan laut. mempunyai kebiasaan tingkah 2. Pakan lembab yaitu pakan yang laku ikan tersebut berenang di mengandung air berkisar antara dalam perairan. Ukuran ikan 20-40%. Pakan lembab dibuat 244
    281. sebagai alternatif dari pakan pakan dan teknologi produksi pakan basah yang banyak alami. kekurangannya antara lain dapat mencemari perairan dan Jenis pakan ikan berdasarkan kekurangan asam amino tertentu. konstribusinya dalam menghasilkan Pakan lembab ini dibuat dengan penambahan berat badan dapat komposisi pakan sesuai dikelompokkan menjadi dua yaitu : kebutuhan ikan tetapi dalam 1. Suplementary Feed/pakan prosesnya tidak dilakukan suplemen yaitu pakan yang pengeringan, dibiarkan lembab dalam konstribusinya hanya dan disimpan dalam bentuk pasta menghasilkan penambahan berat kemudian dibekukan. Tetapi ada badan kurang dari 50%. Jenis juga pakan basah ini dibuat pakan ini biasanya dibuat oleh dengan komposisi ikan yang para pembudidaya ikan dengan dipasteurisasi ditambah mencampurkan beberapa bahan beberapa tambahan seperti baku tanpa memperhitungkan perekat, vitamin dan mineral atau kandungan proteinnya sehingga silase ikan yang diberi beberapa kandungan nutrisi dari pakan ini komposisi zat tambahan. Pakan tidak lengkap. lembab ini dapat diberikan pada 2. Complete Feed/pakan lengkap ukuran ikan dari benih sampai ke yaitu pakan yang dalam pembesaran. konstribusinya menghasilkan 3. Pakan kering yaitu pakan yang penambahan berat badan lebih mengandung air kurang dari dari 50%. Jenis pakan ini 10%. Jenis pakan ini yang biasa biasanya adalah pakan kering digunakan pada budidaya ikan dengan berbagai bentuk dimana secara intensif karena sangat komposisi bahan bakunya mudah dalam proses distribusi, lengkap sehingga kandungan penyimpanan dan protein pakan mencukupi penanganannya. Jenis pakan kebutuhan ikan yang akan kering ini dapat dibuat dengan mengkonsumsinya. berbagai macam bentuk disesuaikan dengan kebutuhan Dengan mengetahui jenis-jenis ikan dan pada setiap tahapan pakan maka para pembudidaya ikan budidaya dapat menggunakan dapat menentukan jenis pakan yang pakan kering ini disesuaikan akan dibuat disesuaikan dengan ikan dengan ukuran dan jenis ikan yang akan dipeliharanya. Jenis yang akan mengkonsumsinya. pakan buatan yang akan dibahas dalam buku ini adalah pakan buatan Jenis pakan ikan berdasarkan yang akan dikonsumsi oleh ikan sumbernya dapat dikelompokkan yang berukuran induk, larva atau menjadi dua yaitu pakan alami dan benih sesuai dengan kebutuhan pakan buatan. Dalam buku teks ini nutrisi ikan dalam bentuk pakan akan dibahas secara detail setiap kering atau lembab. Pakan buatan kelompok pakan ini pada bab yang dibuat sesuai dengan tersendiri yaitu teknologi pembuatan kebutuhan nutrisi ikan akan 245
    282. memberikan pertumbuhan yang memakan pakan buatan ini. Kajian optimal bagi ikan yang tentang materi ini telah dibahas mengkonsumsinya. Selain itu pakan dalam bab sebelumnya yaitu tentang yang dibuat sendiri mempunyai nutrisi ikan. kandungan protein dan energi yang sesuai dengan kebutuhan ikan serta mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan dengan membeli 6.1. JENIS-JENIS BAHAN pakan buatan. Pakan merupakan BAKU komponen biaya operasional yang cukup besar dalam suatu usaha Bahan baku yang dapat digunakan budidaya ikan sekitar 60% dalam membuat pakan buatan ada merupakan biaya pakan. Oleh beberapa macam. Dalam memilih karena itu dengan mempunyai beraneka macam bahan baku kompetensi pembuatan pakan ikan tersebut harus dipertimbangkan diharapkan akan mengurangi biaya beberapa persyaratan. Persyaratan produksi yang cukup besar. pemilihan bahan baku ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Dalam membuat pakan buatan persyaratan teknis dan persyaratan langkah pertama yang harus sosial ekonomis. dilakukan adalah melakukan perencanaan pembuatan pakan Persyaratan teknis yang harus buatan. Perencanaan terhadap diperhatikan dalam memilih bahan pembuatan pakan harus dibuat baku untuk pembuatan pakan buatan dengan seksama agar pakan yang adalah : dibuat sesuai dengan kebutuhan ikan • Mempunyai nilai gizi tinggi, yang mengkonsumsinya. dengan bahan baku yang bergizi Pengetahuan pertama yang harus tinggi akan diperoleh pakan yang dipahami adalah mengenai dapat dicerna oleh ikan dan kandungan nutrisi dari pakan buatan. dapat menjadi daging ikan lebih besar dari 50%. Kandungan nutrisi yang terdapat • Tidak mengandung racun, bahan didalam pakan buatan harus terdiri baku yang mengandung racun dari protein, lemak, karbohidrat , akan menghambat pertumbuhan vitamin dan mineral. Komposisi ikan dan dapat membuat ikan nutrisi pakan yang terdapat pada mati. pakan buatan sangat spesifik untuk • Sesuai dengan kebiasaan makan setiap ukuran ikan. Kualitas pakan ikan, bahan baku yang buatan ditentukan antara lain oleh digunakan sebaiknya kualitas bahan baku yang ada. Hal disesuaikan dengan kebiasaan ini disebabkan selain nilai gizi yang makan ikan dialam, hal ini dapat dikandung bahan baku harus sesuai meningkatkan selera makan dan dengan kebutuhan ikan, juga pakan daya cerna ikan. Seperti buatan ini disukai ikan baik rasa, diketahui bahwa berdasarkan aroma dan lain sebagainya yang kebiasaan makannya jenis pakan dapat merangsang ikan untuk 246
    283. dapat dikelompokkan menjadi baku lebih banyak yang berasal tiga yaitu herbivor, omnivor dan dari nabati dan untuk ikan karnivor. Maka dalam memilih karnivor maka komposisi bahan bahan baku yang akan bakunya lebih banyak berasal digunakan untuk ikan herbivor dari hewani. Beberapa jenis ikan akan sangat berbeda untuk ikan berdasarkan kebiasaan karnivora atau omnivor. Pada makannya dapat dilihat pada ikan herbivor komposisi bahan Tabel 6.1. Tabel 6.1. Beberapa jenis ikan berdasarkan kebiasaan makannya (Hertrampf,J.W and Pascual,F.P, 2000) Kelompok Jenis ikan Herbivora Big head carp (Aristichtus nobilis) Grass carp/ikan koan (Ctenopharyngodon idellus) Javanese carp (Puntius gonionotus) Silver carp (Hypothalmichtys molitrix) Gurami (Osphyronemus gourami) Bandeng (Chanos chanos) Perch (Perca sp) Rabbit fish/beronang (Siganus guttatus) Tilapia (Oreochromis spp) Siamemese gurami (Trichogaster pectoralis) Omnivora Channel catfish/lele amerika (Ictalurus punctatus) Common carp/ikan mas (Cyprinus carpio) Grey mullet/ikan belanak (Mugil cephalus) Karnivora Black carp (Mylopharyngodon piceus) Catfish/ikan lele (Clarias batrachus) Grouper/ikan kerapu (Epinephelus spp) Atlantic salmon (Salmo salar) Pacific salmon (Oncorhynchus spp) Seabass/ikan kakap (Lates calcarifer) Brown trout (Salmo trutta) Rainbow trout (Salmo gairdneri) 247
    284. Persyaratan sosial ekonomis yang Bahan baku nabati adalah bahan perlu diperhatikan dalam memilih baku yang berasal dari tumbuhan bahan baku untuk pembuatan pakan atau bagian dari tumbuh-tumbuhan. buatan adalah : Bahan nabati pada umumnya • Mudah diperoleh merupakan sumber karbohidrat, namun banyak juga yang kaya akan • Mudah diolah protein dan vitamin. Beberapa • Harganya relatif murah macam bahan baku nabati yang • Bukan merupakan makanan biasa digunakan dalam pembuatan pokok manusia, sehingga tidak pakan ikan antara lain terdiri dari ; merupakan saingan. • Tepung kedelai • Sedapat mungkin memanfaat- • Tepung jagung kan limbah industri pertanian • Tepung terigu • Tepung tapioka Jenis-jenis bahan baku yang • Tepung sagu digunakan dalam membuat pakan • Tepung daun lamtoro buatan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu bahan baku • Tepung daun singkong hewani, bahan baku nabati dan • Tepung kacang tanah bahan baku limbah industri • Tepung beras pertanian. Bahan baku limbah industri pertanian Bahan baku hewani adalah bahan adalah bahan baku yang berasal dari baku yang berasal dari hewan atau limbah pertanian baik hewani bagian-bagian tubuh hewan. Bahan maupun nabati. Beberapa macam baku hewan ini merupakan sumber bahan limbah yang sering digunakan protein yang relatif lebih mudah sebagai bahan baku pembuatan dicerna dan kandungan asam pakan ikan antara lain terdiri dari; aminonya lebih lengkap • Tepung kepala udang dibandingkan dengan bahan baku • Tepung anak ayam nabati. Beberapa macam bahan • Tepung darah baku hewani yang biasa digunakan • Tepung tulang dalam pembuatan pakan ikan antara • Ampas tahu lain adalah : • Bungkil kelapa • Tepung ikan • Dedak halus • Silase ikan • Isi perut hewan mamalia • Tepung udang • Tepung cumi-cumi Selain ketiga jenis bahan baku • Tepung cacing tanah tersebut untuk melengkapi ramuan • Tepung benawa/kepiting dalam pembuatan pakan buatan • Tepung darah biasanya diberikan beberapa bahan • Tepung tulang tambahan. Jumlah bahan tambahan • Tepung hati (feed additive) yaitu bahan makanan • Tepung artemia atau suatu zat yang ditambahkan dalam komposisi pakan untuk meningkatkan kualitas dari pakan 248
    285. tersebut. Jumlah bahan tambahan oksidasi dari makanan ikan yang digunakan biasanya relatif yang mengandung lemak dan sedikit tetapi harus ada dalam unit yang larut dalam lemak. meramu pakan buatan. Jenis-jenis Tidak bersifat racun bagi ikan bahan tambahan antara lain terdiri Harus efektif dalam dari : konsentrasi rendah • Vitamin dan mineral, vitamin dan Mempunyai nilai ekonomis Jenis antioksidan yang biasa mineral dibutuhkan dalam jumlah digunakan dalam pembuatan sedikit karena tidak dapat dibuat pakan buatan adalah BHA (Butil sendiri oleh tubuh ikan maka Hidroksi Anisol) dan BHT (Butil dalam pembuatan pakan harus Hidroksi Toluene). Jumlah yang ditambahkan. Jumlah pemberian aman digunakan sebaiknya vitamin dan mineral dalam pakan adalah 200 ppm atau 0,02% dari buatan berkisar antara 2 – 5%. kandungan lemak dalam pakan, Vitamin dan mineral untuk sedangkan jenis antioksidan membuat pakan ikan dapat lainnya yaitu Etoksikuin dapat dibuat sendiri yang disebut digunakan sebesar 150 mg/kg vitamin premix atau membelinya pakan. Selain itu vitamin C saat di toko. Vitamin dan mineral dijual ini merupakan salah satu jenis di toko penggunaannya vitamin yang dapat berfungsi sebenarnya untuk ternak tetapi sebagai antioksidan. dapat juga digunakan untuk ikan. • Merek dagang vitamin dan Bahan pengikat (Binder), mineral tersebut antara lain penambahan bahan pengikat di adalah Aquamix, Rajamix, P fizer dalam ramuan pakan buatan Premix A, P frizer Premix B, Top berfungsi untuk menarik air, Mix, Rhodiamix 273. memberikan warna yang khas • Antioksidan, antioksidan adalah dan memperbaiki tekstur produk. Jenis bahan pengikat yang dapat zat antigenik yang dapat digunakan antara lain adalah : mencegah terjadinya oksidasi agar-agar, gelatin, tepung kanji, pada makanan dan bahan-bahan tepung terigu, tepung maizena, makanan. Penggunaan Carboxymethy Cellulose (CMC), antioksidan dalam pembuatan karageenan, asam alginat. pakan ikan bertujuan untuk Jumlah penggunaan bahan mencegah penurunan nilai nutrisi pengikat ini berkisar antara 5 – makanan dan bahan-bahan 10%. makanan ikan serta mencegah • terjadinya ketengikan lemak atau Asam amino essensial sintetik, minyak, serta untuk mencegah adalah asam-asam amino yang kerusakan vitamin yang larut sangat dibutuhkan sekali oleh dalam lemak. Dalam memilih ikan untuk pertumbuhannya dan jenis antioksidan yang akan tidak dapat diproduksi oleh ikan. digunakan harus diperhatikan Asam amino ini dapat diperoleh beberapa syarat berikut yaitu ; dari hasil perombakan protein, Antioksidan harus efektif protein tersebut diperoleh dari dalam mencegah proses sumber bahan baku hewani dan 249
    286. • nabati. Tetapi ada sumber bahan Attractants adalah suatu zat baku yang kandungan asam perangsang yang biasa aminonya tidak mencukupi. Oleh ditambahkan dalam komposisi karena itu bisa ditambahkan pakan udang/ikan laut. Seperti asam amino buatan/sintetik diketahui udang merupakan kedalam makanan ikan. Jenis organisme yang hidupnya di asam amino essensial tersebut dasar dan untuk menarik adalah : arginine, Histidine, perhatiannya terhadap pakan Isoleucine, Lysine, Methionine, buatan biasanya ditambahkan Phenylalanine, Threonine, zat perangsang agar pakan Tryptophan, Valine dan Leucine. buatan tersebut mempunyai bau • yang sangat menyengat Pigmen, adalah zat pewarna yang dapat diberikan dalam sehingga merangsang komposisi pakan buatan yang udang/ikan laut untuk makan peruntukkannya untuk pakan pakan ikan tersebut. Beberapa ikan hias, dimana pada ikan hias jenis attractant yang biasa yang dinikmati adalah keindahan digunakan dari bahan alami atau warna tubuhnya sehingga sintetis antara lain adalah terasi dengan menambahkan pigmen udang, kerang darah, glysine 2%, tertentu kedalam pakan buatan asam glutamate, cacing tanah akan memunculkan warna tubuh atau sukrosa. • ikan hias yang indah sesuai Hormon, adalah suatu bahan dengan keinginan pembudidaya. yang dikeluarkan oleh kelenjar Jenis pigmen yang ada dapat endokrin dan ditransportasikan diperoleh dari bahan-bahan alami melalui pembuluh darah ke atau sintetik seperti pigmen jaringan lain dimana beraksi karoten , astaxantin dan mengatur fungsi dari jaringan sebagainya. Dosis pemberian target. Ada banyak jenis hormon pigmen dalam komposisi pakan yang terdapat pada makhluk biasanya berkisar antara 5 – hidup. Penggunaan hormon 10%. dalam pakan buatan yang telah • dicoba pada beberapa ikan Antibiotik, adalah zat atau suatu jenis obat yang biasa antara lain ikan bandeng, ikan ditambahkan dalam komposisi kerapu adalah pembuatan pakan pakan untuk menyembuhkan ikan dalam bentuk pelet kolesterol, yang terserang penyakit oleh dimana pada pakan buatan bakteri. Dengan pemberian obat tersebut ditambahkan hormon dalam pakan yang berarti yang bertujuan untuk pengobatan dilakukan secara mempercepat tingkat oral mempermudah pembudi- kematangan gonad, hormon daya untuk menyembuhkan ikan yang digunakan adalah yang sakit. Dosis antibiotik yang kombinasi antara 17 α- digunakan sangat bergantung metiltestoteron dan a-LHRH. pada jenis penyakit dan ukuran ikan yang terserang penyakit. Selain mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk 250
    287. membuat pakan buatan harus akan diketahui kandungan zat gizi mengetahui kandungan nutrisi dari bahan baku yang meliputi : kadar air, bahan baku yang akan digunakan kadar abu, kadar protein, kadar untuk membuat pakan buatan. lemak, kadar serat kasar dan kadar Kandungan nutrisi bahan baku dapat bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN). diketahui dengan melakukan analisa Adapun komposisi kandungan nutrisi proximat terhadap bahan baku bahan baku dapat dilihat pada tabel tersebut. Dari hasil analisa proximat 6.2 , 6.3 dan 6.4. Tabel 6.2. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Nabati PROTEIN KARBOHIDRAT LEMAK NO JENIS BAHAN BAKU % % % 1. Dedak padi 11,35 28,62 12,15 2. Dedak gandum 11,99 64,78 1,48 3. Cantel 13,00 47,85 2,05 4. Tepung terigu 8,90 77,30 1,30 5. Tepung kedelai 39,6 29,50 14,30 6. Tahu 7,80 1,60 4,60 7. Tepung sagu 7,25 77,45 0,55 8. Bungkil kelapa 17,09 23,77 9,44 9. Biji kapok randu 27,40 18,60 5,60 10. Biji kapas 19,40 - 19,50 11. Tepung daun turi 27,54 21,30 4,73 12. Tepung daun lamtoro 36,82 16,08 5,40 13. Tepung daun singkong 34,21 14,69 4,60 14. Tepung jagung 7,63 74,23 4,43 15. Kanji 0,41 86,40 0,54 251
    288. Tabel 6.3. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Hewani PROTEIN KARBOHIDRAT LEMAK NO JENIS BAHAN BAKU % % % 1. Tepung ikan import 62,65 5,81 15,38 2. Tepung rebon 59,40 3,20 3,60 3. Benawa/kepiting 23,38 0,06 25,33 4. Tepung ikan mujair 55,6 7,36 11,2 5. Ikan teri kering 63,76 4,1 3,7 6. Ikan petek kering 60,0 2,08 15,12 7. Tepung kepiting 53,62 13,15 3,66 8. Tepung cumi 62,21 - - 9. Tepung ikan kembung 40,63 1,26 5,25 10. Rebon basah 13,37 1,67 1,52 11. Tepung bekicot 54,29 30,45 4,18 12. Tepung cacing tanah 72,00 - - 13. Tepung artemia 42,00 - - 14. Telur ayam/itik 12,80 0,70 11,50 15. Susu 35,60 52,00 1,00 Tabel 6.4. Kandungan Nutrisi Bahan Baku Limbah Pertanian PROTEIN KARBOHIDRAT LEMAK NO JENIS BAHAN BAKU % % % 1. Isi perut hewan mamalia 8,39 5,54 53,51 2. Tepung anak ayam 61,65 - 27,3 3. Bungkil kelapa sawit 18,7 64 4,5 4. Tepung kepala udang 53,74 0 6,65 5. Tepung anak ayam 61,56 - 27,30 6. Tepung kepompong ulat 46,74 - 29,75 sutera 7. Bungkil kacang tanah 49,5 28,3 11,4 8. Tepung darah 71,45 13,32 0,42 9. Silase ikan 18,20 - 1,20 10. Ampas tahu 23,55 43,45 5,54 11. Bekatul 10,86 45,46 11,19 12. Tepung menir 8,64 88,03 1,92 252
    289. Bagaimanakah anda melakukan sumber hewani. Hal ini dikarenakan penyiapan bahan baku yang akan ikan-ikan laut merupakan organisme digunakan untuk membuat pakan air yang bersifat karnivora yaitu buatan? Apakah bahan baku itu? organisme air yang makanan Untuk menjawab pertanyaan utamanya adalah berasal dari tersebut diskusikan dan pelajari hewani dalam hal ini adalah ikan- materi dalam buku ini atau mencari ikan yang mempunyai ukuran referensi lain dari buku, internet, tubuhnya lebih kecil dari yang majalah dan sebagainya. mengkonsumsinya. Bahan baku adalah bahan yang akan Berdasarkan kebiasaan makan pada digunakan untuk membuat pakan setiap jenis ikan maka jenis-jenis buatan. Bahan baku yang akan bahan baku yang akan digunakan digunakan dapat disesuaikan dengan untuk ikan karnivora atau jenis ikan yang akan mengkonsumsi herbivora/omnivora akan sangat pakan buatan tersebut. Jenis-jenis berbeda dalam pemilihannya. bahan baku yang dapat digunakan Berdasarkan hasil penelitian yang untuk membuat pakan buatan untuk telah dilakukan oleh Tacon (1988) induk, larva dan benih ikan dapat dalam Millamena et al (2000) telah dikelompokkan menjadi bahan baku direkomendasikan penggunaan hewani, nabati dan bahan tambahan. beberapa bahan baku yang dapat Jenis bahan baku yang akan digunakan berdasarkan kebiasaan digunakan untuk pembuatan pakan makan ikan (Tabel 6.5) ikan laut biasanya berasal dari 253
    290. Tabel 6.5. Rekomendasi penggunaan bahan baku untuk pakan ikan dan udang dalam % (Tacon, 1988) Ikan Ikan Udang Udang Jenis bahan baku karnivora herbivora/ karnivora herbivora/ omnivora omnivora Tepung Alfalfal 5 10 5 10 Tepung darah 10 10 10 10 Cassava/tepung tapioka 15 35 15 25 Tepung kelapa 15 25 15 25 Tepung biji jagung 20 35 15 - Tepung maizena 15 20 15 20 Tepung biji kapas 15 20 10 15 Penyulingan jagung 10 15 10 15 Dicalsium phosphate 3 3 3 3 Tepung bulu ayam 10 10 10 10 Tepung ikan Bebas Bebas 20 35 Konsentrat protein ikan 15 10 15 15 Tepung giling 15 25 15 25 Tepung hati 50 50 25 20 Tepung daging dan tulang 20 25 15 20 Tepung limbah peternakan 15 20 15 20 15 20 Tepung minyak lobak 20 25 15 35 Tepung kulit padi 15 35 Bebas Bebas Tepung udang 25 25 Bebas Bebas Tepung cumi Bebas Bebas 15 35 Tepung gandum 20 35 20 30 Tepung kedelai 25 35 20 30 Tepung kedele penuh lemak 35 40 20 35 Tepung terigu 20 35 15 30 Biji gandum 15 30 20 20 Tepung kanji 15 15 10 10 Air dadih 10 10 15 15 Yeast kering 15 15 Ikan karnivora di alam akan ikan laut akan pakan. Pakan buatan memakan ikan yang lebih kecil untuk ikan laut bahan baku yang ukurannya, didalam suatu usaha biasa digunakan antara lain dapat budidaya biasanya diberikan ikan- dilihat pada Tabel 6.6. Kandungan ikan rucah. Kontinuitas ikan rucah di nutrisi bahan baku yang biasa alam sangat bergantung kepada digunakan untuk membuat pakan ketersediaan alam. Oleh karena itu buatan dapat dilihat pada Tabel 6.6 . pembuatan pakan buatan diharapkan mampu menggantikan kebutuhan 254
    291. Tabel 6.6. Jenis dan Kandungan nutrisi bahan baku ikan karnivora Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar protein lemak karbohidrat serat air abu Jenis bahan kasar Tepung mujair 55,60 11,20 7,36 - 6,34 19,50 Tepung petek 66,00 15,12 2,08 - 9,60 13,20 Tepung teri 63,76 3,70 4,10 - 10,28 18,28 Tepung tongkol 55,72 4,11 6,62 - 4,95 28,60 Tepung kembung 40,36 5,25 1,26 - 20,90 31,96 Tepung cumi 74,80 8,80 - 0 - 3,40 Tepung kepala udang 43,95 5,11 0,26 17,45 6,53 26,70 Tepung kerang 66,56 - - - - - Tepung darah 93,00 1,40 - 1,10 - 7,10 Tepung kedelai 37,42 6,26 47,51 - 8,48 4,98 Tepung kanji 0,41 0,54 73,24 13,16 12,80 1,55 Tepung beras 14,10 15,10 - 12,80 - 12,80 Tepung sagu 7,25 0,55 66,21 11,24 8,49 1,53 Tepung ketan 8,21 2,13 83,12 2,26 1,32 2,96 Tepung dedak 10,86 11,19 34,73 13,16 12,60 1,55 Tepung jagung 7,63 4,43 72,71 1,52 11,02 2,70 Selain itu untuk menambah pengetahuan tentang jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat pakan ikan, berdasarkan hasil analisa proksimat kandungan bahan baku pakan yang telah dilakukan pada laboratorium Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Departement. Philipina dapat dilihat pada Tabel 6.7. 255
    292. Tabel 6.7. Hasil analisa proksimat bahan baku (Mllamena et al, 2000). Bahan Kadar Kadar Kadar Kadar Ekstra Jenis bahan baku serat Abu air protein lemak Tanpa kasar Nitrogen Sumber Hewani 10,3 64,1 6,5 0,8 8,5 20,1 Tepung ikan lokal 8,4 70,1 8,5 0,5 4,1 16,8 Tepung ikan chili 9,5 73,9 9,4 0,3 2,4 14,0 Tepung ikan danish Tepung ikan Peru 1 8,3 68,3 5,9 0,8 7,7 17,3 Tepung ikan Peru 2 7,1 67,9 10,0 1,3 4,1 16,7 Tepung ikan tuna 9,4 65,4 8,0 0,8 8,8 17,0 Tepung ikan putih 7,2 69,0 7,6 0,6 4,8 18,0 Tepung kepala udang 6,5 51,2 5,2 13,3 5,3 25,0 Tepung udang 8,2 68,6 3,9 3,6 7,6 16,3 Tepung cumi 6,9 78,5 5,5 1,3 6,7 8,0 5,5 74,1 7,1 0,9 8,1 9,8 Tepung kepiting 7,6 62,5 1,7 1,2 4,7 29,9 Tepung kodok 6,3 87,7 3,0 0,4 3,3 5,6 Tepung darah 5,6 46,8 9,6 2,0 7,5 34,1 Tepung daging & tulang Nabati Tepung daun akasia 4,4 25,7 5,6 21,2 41,7 5,8 Tepung daun alfalfal 7,2 17,2 3,0 27,7 42,9 9,2 Tepung daun camote 4,5 29,7 4,9 10,0 43,2 12,2 Tepung daun cassava 5,9 22,1 9,3 12,4 49,2 7,0 Tepung daun ipil 7,8 25,1 6,8 10,6 44,0 13,5 Tepung daun kangkung 5,7 28,5 5,4 10,5 43,6 12,0 Tepung malunggay 3,5 30,4 8,4 8,3 43,7 9,2 Tepung daun pepaya 5,4 20,7 11,6 11,2 42,6 13,9 Tepung copra 7,9 22,0 6,7 17,3 44,3 9,7 Cowpea 8,0 23,0 1,3 4,1 67,5 4,1 Mugbean hijau 7,1 23,2 1,2 3,1 68,7 3,8 Mugbean kuning 7,7 24,1 1,1 3,8 67,1 3,9 Butiran beras 5,0 26,5 0,8 4,0 64,6 4,1 Tepung jagung 8,4 7,8 4,7 2,6 83,1 1,8 Tepung tapioka 11,9 0,4 0,2 1,1 98,2 0,1 Tepung roti 12,1 12,9 1,2 0,3 84,9 0,7 Tepung terigu 11,3 15,3 1,7 0,8 81,1 1,1 Tepung pollard 9,5 15,4 4,5 10,3 64,0 5,8 Tepung biji gandum 6,0 27,8 4,3 3,4 59,6 4,9 Tepung maizena 7,3 62,6 7,7 2,2 25,9 1,6 Tepung beras 9,2 13,3 14,1 8,5 53,4 10,7 Dedak 7,0 3,3 2,0 32,4 41,6 20,7 Tepung jagung 5,6 35,8 19,8 4,9 33,9 5,6 256
    293. Bahan Kadar Kadar Kadar Kadar Ekstra Jenis bahan baku serat Abu air protein lemak Tanpa kasar Nitrogen Sumber lainnya Casein 7,2 89,7 0,1 0,3 8,9 1,0 Tepung kepiting 4,2 37,9 4,1 10,7 8,9 38,4 Gelatin 7,9 94,4 0,0 0,1 5,1 0,4 Tepung kerang hijau 5,9 64,6 8,6 3,0 12,5 11,8 Tepung Oyster 4,4 54,6 9,4 4,0 20,1 11,9 Tepung scallops 7,3 65,2 10,9 1,4 8,8 13,7 Tepung snail 4,0 52,1 1,8 2,1 15,7 28,3 Ragi Breewer 7,2 49,4 1,6 2,4 34,5 12,1 Ragi Candida 8,3 55,2 0,8 1,7 35,1 7,4 Pakan alami 7,8 71,2 8,3 5,4 9,9 5,2 Acartia sp 8,0 55,5 6,8 11,3 15,0 11,4 Artemia 8,0 27,2 3,4 12,9 36,5 20,0 Azolla 8,1 51,9 10,4 3,5 15,3 18,9 Brachionus sp 7,6 24,4 7,1 2,5 26,7 39,3 Chaetoceros calcitran 10,1 35,1 4,2 5,6 27,7 27,4 Chlorella air laut 10,4 33,6 18,1 4,4 23,0 20,9 Isochrysis galbana 8,5 57,8 7,6 8,4 17,2 9,0 Moina macrocopa 10,4 9,0 0,8 9,6 46,4 34,2 Sargassum 10,4 24,7 2,6 0,7 20,2 51,8 Skeletonema 8,0 56,7 2,8 0,6 28,1 11,8 Spirulina 5,5 49,1 10,7 2,1 19,0 19,1 Tetraselmis sp 9,8 20,6 3,3 16,4 35,9 23,8 Digman 15,2 13,8 1,9 9,3 36,9 38,1 Enteromorpha 7,0 10,2 0,4 5,8 44,8 38,8 Gracilaria sp Kappaphycus sp 6,1 5,4 0,8 6,1 57,3 30,4 Hasil analisa proksimat dari setiap Seperti diketahui bahwa dari hasil bahan baku yang akan digunakan analisa proksimat karbohidrat dibagi untuk membuat pakan ikan dapat menjadi serat kasar dan bahan digunakan sebagai acuan dalam ekstrak tanpa nitrogen. Sedangkan melakukan perhitungan formulasi untuk menghitung energi yang pakan. Pada tabel sebelumnya telah digunakan adalah kadar karbohidrat, diuraikan tentang kadar karbohidrat tetapi untuk mengetahui daya cerna dari setiap bahan baku pakan untuk setiap bahan baku yang dapat memudahkan dalam menghitung digunakan untuk membuat pakan jumlah energi dalam setiap formulasi. ikan adalah kadar serat kasar. Oleh 257
    294. karena itu pemahaman tentang untuk ikan laut lebih menyukai bahan baku tersebut sangat penting. sumber protein diambil dari hewani. 2. Lemak, kebutuhannya berkisar antara 4-18%. Sumber lemak/lipid biasanya adalah : 6.2. PENYUSUNAN • Hewani : lemak sapi, ayam, FORMULASI PAKAN kelinci, minyak ikan • Nabati : jagung, biji kapas, Jenis bahan baku yang harus kelapa, kelapa sawit, kacang disiapkan sangat bergantung kepada tanah, kacang kedelai jenis ikan yang akan mengkonsumsi 3. Karbohidrat, terdiri dari serat pakan tersebut dan stadia pemberian kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa pakannya. Selain itu untuk Nitrogen (BETN), kebutuhannya mengetahui jenis-jenis bahan baku berkisar antara 20 – 30%. yang akan dipilih harus dilakukan Sumber karbohidrat biasanya perhitungan. Perhitungan jumlah dari nabati seperti jagung, beras, bahan baku yang akan digunakan dedak, tepung terigu, tapioka, untuk membuat pakan ikan tersebut sagu dan lain-lain. Kandungan dinamakan menyusun formulasi serat kasar kurang dari 8% akan pakan. Setelah mengetahui tentang menambah struktur pellet, jika jenis-jenis bahan baku yang akan lebih dari 8% akan mengurangi digunakan untuk membuat pakan, kualitas pellet ikan. kandungan zat gizi dari bahan-bahan 4. Vitamin dan mineral, kebu- baku tersebut dan cara menyusun tuhannya berkisar antara 2–5% formulasi/ramuan pakan buatan 5. Jumlah keseluruhan bahan baku barulah kita dapat membuat pakan dalam menyusun formulasi pakan buatan. Pada bagian sebelumnya ikan ini harus 100%. telah dibahas tentang jenis bahan baku dan kandungan gizinya Ada beberapa metode yang selanjutnya adalah menyusun digunakan dalam menyusun formulasi. formulasi pakan antara lain adalah : 1. Metode Pearsons Square Pengetahuan yang harus dipahami (Metode segi empat Pearsons) dalam menyusun formulasi pakan 2. Metode Aljabar ikan adalah kebutuhan ikan akan 3. Metode Linier (Program linier) beberapa kandungan zat gizi antara 4. Metode coba-coba (Trial and lain adalah : Error) 1. Protein, kebutuhannya berkisar 5. Metode Work Sheet antara 20 – 60%. Untuk ikan-ikan laut biasanya kebutuhan protein cukup tinggi karena merupakan 6.2.1. Metode segi empat kelompok ikan karnivora yaitu Pearsons berkisar antara 30 – 60%. Sumber protein dapat diperoleh Metoda segiempat kuadrat adalah dari hewani atau nabati tetapi suatu metode yang pertama kali 258
    295. dibuat oleh ahli pakan ternak dalam kadar protein dari setiap bahan menyusun pakan ternak yang baku tersebut yaitu ; bernama Pearsons.. Metode ini - Bahan baku kelompok protein ternyata dapat diadaptasi oleh para Basal : Dedak halus 15,58%, ahli pakan ikan dan digunakan untuk Tepung Jagung 9,50%, menyusun formulasi pakan ikan. Tepung terigu 12,27% Dalam menyusun formulasi pakan - Bahan baku kelompok protein ikan dengan metode ini didasari Suplemen: Tepung ikan pada pembagian kadar protein 62,99%, Tepung kedelai bahan-bahan pakan ikan. 43,36% • Berdasarkan tingkat kandungan Melakukan perhitungan rata-rata protein, bahan-bahan pakan ikan ini kandungan bahan baku dari terbagi atas dua bagian yaitu : protein basal dan protein • Protein Basal, yaitu bahan baku suplemen dengan cara pakan ikan, baik yang berasal melakukan penjumlahan semua dari nabati, hewani dan limbah bahan baku yang berasal dari yang mempunyai kandungan protein basal dan membagi protein kurang dari 20%. dengan berapa macam jumlah • Protein Suplement, yaitu bahan bahan baku protein basal. Begitu juga dengan bahan baku baku pakan ikan, baik yang suplemen dilakukan penjumlahan berasal dari nabati, hewani dan kadar protein suplemen limbah yang mempunyai kemudian dibagi dengan berapa kandungan protein lebih dari macam jumlah bahan baku 20%. protein suplemen. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar Dalam metode segi empat ini protein basal dari ketiga bahan langkah pertama adalah melakukan baku tersebut adalah 15,58% + pemilihan bahan baku yang akan 9,50% + 12,27% = 37,35%, digunakan untuk membuat pakan kemudian nilai rata-rata bahan ikan. Disarankan untuk memilih baku protein basal adalah bahan baku pembuatan pakan ikan 37,35% : 3 = 12,45%. Sedangkan ini tidak hanya dari satu sumber jumlah kadar protein suplemen bahan saja tetapi menggunakan dari dua bahan baku tersebut beberapa bahan baku dari sumber adalah 62,99% + 43,36% = nabati, hewani atau limbah hasil 109,35%, kemudian rata-rata pertanian. Misalnya kita akan bahan baku protein suplemen membuat pakan ikan dengan kadar adalah 109,35% : 2 = 54,68%. protein 35% dengan menggunakan • bahan baku terdiri dari tepung ikan, Setelah bahan baku dedak halus, tepung jagung, tepung dikelompokkan menjadi dua terigu dan tepung kedelai. Maka bagian yaitu protein basal dan dengan menggunakan metode protein suplemen maka langkah segiempat ini, tahapan yang harus selanjutnya adalah membuat dilakukan antara lain adalah : kotak segi empat. Pada bagian • Mengelompokkan bahan baku tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan yang telah dipilih berdasarkan 259
    296. protein pakan yang akan dibuat. segiempat diletakkan nilai rata- Pada bagian atas kiri segiempat rata kandungan protein diletakkan nilai rat-rata suplemen, lihat pada gambar kandungan protein basal dan dibawah ini ; pada bagian bawah kiri Protein basal12,45% ..........% Protein suplemen 54,68% . ...........% • protein suplemen dengan kadar Lakukan perhitungan untuk protein pakan yaitu 54,68% - mengisi kekosongan nilai pada 35% = 19,68%. Sedangkan untuk sisi sebelah kanan segiempat mengisi nilai pada segiempat sisi dengan cara diagonal untuk kanan pada bagian bawah setiap kandungan protein basal adalah nilai protein bahan baku dan kandungan protein suplemen yang berasal dari protein basal tersebut. Pada bagian tengah bahan baku dilakukan segiempat tersebut diletakkan pengurangan antara kadar kadar protein pakan ikan yang protein pakan dengan kadar akan dibuat yaitu 35%. Untuk protein bahan baku basal yaitu mengisi nilai disebelah kanan 35% - 12,45% = 22,55%, maka segiempat bagian atas adalah dapat dilihat pada gambar nilai protein bahan baku yang segiempat dibawah ini adalah berasal dari protein suplemen sebagai berikut ; maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai Protein basal 12,45% 19,68% Protein suplemen 54,68% 22,55% • nilai pada bagian sisi sebelah Setelah diperoleh nilai pada kanan, maka dapat dilihat pada keempat sudut segiempat gambar segiempat di bawah ini : tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan 260
    297. Protein basal 12,45% 19,68% Protein suplemen 54,68% 22,55% __________ + 42,23% • membuat pakan ikan adalah Langkah selanjutnya adalah sebagai berikut : melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku - Komposisi bahan baku yang yang telah disusun dengan cara berasal protein suplemen adalah sebagai berikut : : 19,68% Tepung ikan = 53,40% : 2 Protein Basal = ---------- X 100% = 26,7% 42,23% Tepung kedelai = 53,40% : 2 = 46,60% = 26,7% 22,55% - Komposisi bahan baku yang Protein = ---------- X 100% berasal dari protein basal adalah Suplemen 42,23% : Dedak halus = 46,60% : 3 = 53,40% = 15,53% Tepung - Dari hasil perhitungan pada Jagung = 46,60% : 3 langkah sebelumnya maka dapat = 15,53% dihitung komposisi bahan baku Tepung terigu = 46,60% : 3 yang akan digunakan untuk = 15,53% Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut : Tepung ikan 26,7% X 62,99% = 16,82% Tepung kedelai 26,7% X 46,36% = 12,38% Dedak halus 15,53% X 15,58% = 2,42% Tepung jagung 15,53% X 9,50% = 1,48% Tepung terigu 15,53% X 12,27% = 1,91% -------------- + 35,01% 261
    298. Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut : Tepung ikan 26,70% X 100 kg = 26,70 kg Tepung kedelai 26, 70% X 100 kg = 26,70 kg Dedak halus 15,53% X 100 kg = 15,53 kg Tepung jagung 15,53% X 100 kg = 15,53 kg Tepung terigu 15,53% X 100 kg = 15,53 kg --------------- + 99,99 kg Jika dalam komposisi bahan baku Pada bagian tengah segiempat pembuatan pakan ikan akan tersebut diletakkan kadar protein ditambahkan bahan tambahan maka pakan ikan yang telah ditambahkan jumlah bahan baku utama harus menjadi 36,46%. Untuk mengisi nilai dikurangi dengan jumlah bahan di sebelah kanan segiempat bagian tambahan yang akan digunakan. atas adalah nilai protein bahan baku Misalnya dalam komposisi bahan yang berasal dari protein suplemen pakan tersebut akan ditambahkan maka nilai tersebut adalah vitamin sebanyak 2% dan mineral melakukan pengurangan nilai protein 2% maka jumlah bahan utama akan suplemen dengan kadar protein berkurang menjadi 100% - 4% (2% + pakan yaitu 54,68% - 36,46% = 2%) = 96%. Maka jumlah kadar 18,22%. Sedangkan untuk mengisi protein dari bahan utama tersebut nilai pada segiempat sisi kanan pada ditambahkan agar komposisi bahan bagian bawah adalah nilai protein baku dari pakan ikan tersebut bahan baku yang berasal dari protein memenuhi kebutuhan kadar protein basal bahan baku dilakukan pakan yang akan dibuat menjadi pengurangan antara kadar protein (35%) X 100% /96% = 36,46%. Hal pakan dengan kadar protein bahan ini dilakukan karena vitamin dan baku basal yaitu 36,46% - 12,45% = mineral tidak mempunyai kandungan 24,01%, maka dapat dilihat pada protein. Maka komposisi bahan baku gambar segiempat di bawah ini menjadi sebagai berikut ; adalah sebagai berikut Protein basal 12,45% 18,22% Protein suplemen 54,68% 24,01% 262
    299. Setelah diperoleh nilai pada keempat sebelah kanan, maka dapat dilihat sudut segiempat tersebut, langkah pada gambar segiempat di bawah selanjutnya adalah melakukan ini: penjumlahan nilai pada bagian sisi Protein basal 12,45% 18,22% Protein suplemen 54,68% 24,01% __________ + 42,23% Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 18,22% Protein Basal = --------------- X 96% = 41,42% 42,23% 24,01% Protein Suplemen = --------------- X 96% = 54,58% 42,23% Dari hasil perhitungan pada langkah - Komposisi bahan baku yang sebelumnya maka dapat dihitung berasal dari protein basal adalah: komposisi bahan baku yang akan Dedak halus = 41,42% : 3 digunakan untuk membuat pakan = 13,81% ikan adalah sebagai berikut : Tepung jagung = 41,42% : 3 - Komposisi bahan baku yang = 13,81% berasal protein suplemen adalah: Tepung terigu = 41,42% : 3 = 13,81% Tepung ikan = 54,58% : 2 = 7,29% Tepung kedelai = 54,58% : 2 = 27,29% 263
    300. Untuk membuktikan bahwa yang berarti dalam satu kilogram komposisi bahan baku yang pakan mengandung 350 gram dipergunakan untuk membuat pakan protein dapat dilakukan perhitungan ikan mengandung kadar protein 35% sebagai berikut : Tepung ikan 27,29% X 62,99% = 17,19% Tepung kedelai 27,29% X 46,36% = 12,6516% Dedak halus 13,81% X 15,58% = 2,1516% Tepung jagung 13,81% X 9,50% = 1,1320% Tepung terigu 13,81% X 12,27% = 1,6945% -------------- + 34,82% mendekati 35% Maka komposisi bahan baku pakan ikan menjadi : Tepung ikan 27,29% Tepung kedelai 27,29% Dedak halus 13,81% Tepung jagung 13,81% Tepung terigu 13,81% Vitamin 2% Mineral 2% -------------+ 100% digunakan dalam mencari nilai pada 6.2.2. Metode aljabar komponen X dan Y yaitu metode Metode aljabar merupakan suatu substitusi dan metode eliminasi. metode penyusunan formulasi yang Metode substitusi adalah suatu didasari pada perhitungan metode mencari nilai x dan y dengan matematika yang bahan bakunya cara mengganti dengan beberapa dikelompokkan menjadi X dan Y. X persamaan sedangkan metode merupakan jumlah berat bahan baku eliminasi adalah suatu metode dari kelompok sumber protein utama mencari nilai x dan y dengan cara (protein suplement) dan Y menghilangkan salah satu komponen merupakan jumlah berat kelompok dalam persamaan tersebut. sumber protein basal. Perhitungannya menggunakan Contoh kasus menghitung formulasi rumus aljabar sehingga didapat pakan dengan menggunakan metode formulasi pakan ikan sesuai dengan aljabar, jika akan dibuat pakan ikan kebutuhan. dengan kadar protein 35% dari berbagai bahan baku antara lain Pada persamaan aljabar dalam adalah tepung ikan (kadar protein matematika ada dua metode yang 62,65%), tepung kedelai (kadar 264
    301. protein 39,6%), ampas tahu (kadar metode aljabar rekomendasi protein 25,55%), tepung bekicot penggunaan bahan baku dapat (kadar protein 54,29%), dedak halus diterapkan sesuai dengan jenis (kadar protein 15,58%) dan tepung ikan yang akan disusun jagung (kadar protein 9,50%). Maka formulasinya. Misalnya dalam tahapan yang harus dilakukan formulasi pakan ini ingin dibuat adalah sebagai berikut : kandungan bahan baku yang • Melakukan berasal dari tepung ikan dan pengelompokkan tepung bekicot sebagai sumber bahan baku berdasarkan kadar bahan baku hewani adalah 2 kali proteinnya yang dibagi menjadi 2 lebih banyak dari komposisi kelompok, yaitu bahan baku bahan baku lainnya. Maka protein suplemen dan bahan komposisi kelompok sumber baku protein basal. Dalam bahan protein suplemen adalah metode aljabar dapat dibuat sebagai berikut: suatu formulasi pakan ikan yang - Tepung ikan kadar protein sangat sesuai dengan kebutuhan 62,65% adalah 2 bagian ikan yang akan mengkonsumsi - Tepung kedelai kadar protein pakan ikan tersebut. Pada 39,6% adalah 1 bagian metode segiempat semua bahan - Ampas tahu kadar protein baku dari kelompok protein basal 25,55% adalah1 bagian dan kelompok protein suplemen - Tepung bekicot kadar protein dibuat sama, padahal seperti kita 54,29% adalah 2 bagian ketahui ada kebutuhan bahan baku yang berbeda untuk setiap jenis ikan. Seperti dalam Maka dari komposisi kelompok rekombinasi penggunaan bahan bahan baku protein suplemen baku bahwa penggunaan bahan tersebut menjadi 6 bagian mempunyai batas optimum yang (2+1+1+2 bagian) maka rata-rata dapat digunakan untuk kadar protein dari kelompok ini menyusun formulasi pakan. Oleh menjadi : karena itu dalam menggunakan Tepung ikan kadar protein 62,65% X2 = 125,30% Tepung kedelai kadar protein 39,60% X1 = 39,60% Ampas tahu kadar protein 25,55% X1 = 25,55% Tepung bekicot kadar protein 54,29% X2 = 108,58% ------------- + 299,03% Rata-rata kadar protein dari adalah dedak halus dapat kelompok sumber protein digunakan 2 kali lebih banyak suplement adalah 299,03% dibandingkan dengan tepung dibagi 6 = 49,84% = 0,4984 jagung karen aselain harganya murah juga penggunaannya Sedangkan untuk bahan baku masih dapat lebih besar dari sebagai kelompok protein basal tepung jagung maka komposisi 265
    302. kelompok sumber bahan protein 0,1355 adalah rata-rata kadar basal adalah sebagai berikut : protein kelompok protein basal, Dedak halus kadar protein sedangkan nilai 35 adalah kadar 15,58% adalah 2 bagian protein pakan yang akan dibuat. • Tepung jagung kadar protein Setelah mendapatkan dua buah 9,50% adalah 1 bagian persamaan maka langkah selanjutnya adalah melakukan Maka dari komposisi kelompok perhitungan secara matematika bahan baku protein basal dengan menggunakan metode tersebut menjadi 3 bagian (2+1 aljabar untuk mencari nilai x dan bagian) maka rata-rata kadar y. Nilai x dan y ini dapat diperoleh protein dari kelompok ini menjadi dengan cara substitusi atau : eliminasi. Secara eliminasi : Dedak 15,58%X2 = 31,16% T. Jagung 9,50% X 1 = 9,50% X + Y = 100 (persamaan 1) --------- + 0,4948X + 0,1355 Y = 100 40,66% (persamaan 2) Rata-rata kadar protein dari Persamaan 1 dikalikan dengan kelompok sumber basal adalah nilai 0,4984 maka diperoleh 40,66% dibagi 3 = 13,55% = persamaan 3 yaitu : 0,4984 X + 0,1355 0,4984Y = 49,84 • Persamaan 3 dikurangi dengan Langkah selanjutnya menetap- kan komponen X dan Y persamaan 2 maka hasilnya : X adalah kelompok sumber 0,4984 X + 0,4984 Y = 49,84 protein suplemen 0,4984 X + 0,1355 Y = 35,00 Y adalah kelompok sumber - protein basal 0,3629 Y = 14,84 Berdasarkan persamaan aljabar Y = 14,84 akan diperoleh dua persamaan 0,3629 yaitu : = 40,89 Persamaan 1 adalah X + Y = 100, seperti diketahui bahwa Setelah diperoleh nilai Y maka jumlah bahan baku yang akan untuk mencari nilai X dengan digunakan untuk menyusun cara memasukkan persamaan 1 formulasi pakan adalah 100 %. sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 Persamaan 2 adalah 0,4948X + X = 100 – Y 0,1355Y = 35, nilai 0,4948 adalah X = 100 – 40,89 rata-rata kadar protein dari X = 59,11 kelompok protein suplemen, nilai 266
    303. Secara substitusi : Setelah diperoleh nilai Y maka X + Y = 100 (persamaan 1) untuk mencari niali X dengan 0,4948 X + 0,1355 Y = 35 cara memasukkan persamaan 1 (persamaan 2) sehingga diperoleh nilai X yaitu: X + Y = 100 Dari persamaan 1 dapat X = 100 – Y diperoleh persamaan X=100–Y, X = 100 – 40,3 maka jika nilai X dari persamaan X = 59,7 1 dimasukkan dalam persamaan 2 maka nilai Y akan diperoleh Dari kedua metode dalam yaitu : persamaan aljabar ini diperoleh nilai yang tidak terlalu berbeda 0,4948 (100–Y)+0,1355 Y = 35 sehingga dapat diperoleh nilai X dan nilai Y, dimana nilai X 49,48–0,4948Y+0,1355 Y = 35 merupakan komposisi bahan dari protein suplemen dan nilai Y - 0,4948Y+0,1355Y=35 – 49,48 merupakan komposisi bahan dari protein basal. • - 0,3593 Y= - 14,48 Langkah selanjutnya adalah Y= 14,48 menghitung setiap komposisi bahan baku dari nilai X dan Y 0,3593 yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya. = 40,3 Komposisi bahan baku dari protein suplemen adalah sebagai berikut : Tepung ikan 2/6 X 59,11% = 19,70% Tepung kedelai 1/6 X 59,11% = 9,85% Ampas tahu 1/6 X 59,11% = 9,85% Tepung bekicot 2/6 X 59,11% = 19,70% + 59,10% Komposisi bahan baku dari protein basal adalah sebagai berikut : Dedak halus 2/3 X 40,89% = 27,26% Tepung jagung 1/3 X 40,89% = 13,64% + 40,90% 267
    304. Untuk membuktikan bahwa kadar protein pakan dari hasil perhitungan ini mempunyai kadar protein 35% dapat dilakukan pengecekan dengan cara menghitung sebagai berikut : Tepung ikan 19,70% X 62,65% = 12,34% Tepung kedelai 9,85% X 39,60% = 3,90% Ampas tahu 9,95% X 25,55% = 2,54% Tepung bekicot 19,70% X 54,29% = 10,69% Dedak halus 27,26% X 15,58% = 4,25% Tepung jagung 13,63% X 9,50% = 1,29% + 35,26% Berdasarkan perhitungan tersebut baik. Pada metode linier dengan terbukti bahwa formulasi pakan melakukan perhitungan secara dengan menggunakan metode manual dengan menggunakan rumus aljabar dapat dengan mudah dibuat matematika dapat dilakukan dengan dengan kelebihan dapat cara : • Memilih jenis bahan baku yang menggunakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan ikan atau akan digunakan dan dibuat suatu kebiasaan makan ikan dan tabel dengan beberapa kebutuhan optimal pemakaian bahan persamaan yang akan baku. digunakan, misalnya akan dibuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan jenis bahan baku antara lain adalah 6.2.3. Metode linier tepung ikan (kadar protein 62,65%), tepung kedele (kadar Metode Linier merupakan metode protein 39,6%), ampas tahu penyusunan formulasi pakan dengan (25,55%), tepung bekicot (kadar menggunakan rumus matematika protein 54,59%), dedak halus dan bisa dibuat programnya melalui (kadar protein 15, 58%) dan komputer. Metode ini dapat tepung jagung (kadar protein diterapkan jika pengetahuan 9,5%). komputer dan matematikanya cukup 268
    305. Jumlah Nilai X Kadar Kadar bahan kuadrat protein yang No. Jenis bahan baku Protein (%) baku (%) (Dalam diinginkan persen) (%) X2 n X Y XY 1. Tepung ikan 62,65 ? ? ? 2. Tepung kedele 39,60 ? ? ? 3. Ampas tahu 25,55 ? ? ? 4. Tepung bekicot 54,29 ? ? ? 5. Dedak halus 15,58 ? ? ? 6. Tepung jagung 9,50 ? ? ? Σ 207,17 100% ? 35% • Nilai X kuadrat dalam persen Nilai Y dapat diperoleh dengan dapat dihitung dengan cara menggunakan persamaan linier, mengalikan nilai X pada kolom yaitu : tersebut kemudian dibagi 100 maka nilai X dalam kuadrat untuk Y=a+bX tepung ikan adalah (62,65 X 62,65) dibagi 100 = 39,25. Σ Y = n. a + b. Σ X Begitu seterusnya untuk setiap Σ X Y = n. Σ X a + b. Σ X2 bahan baku yang digunakan sehingga diperoleh nilai seperti pada tabel di bawah ini : ΣY–bΣX a= n nΣXY–ΣXΣY b= n Σ X 2 – ( Σ X )2 269
    306. Jumlah Nilai X Kadar Kadar bahan kuadrat protein yang No. Jenis bahan baku Protein (%) baku (%) (Dalam diinginkan persen) (%) X2 n X Y XY 1. Tepung ikan 62,65 ? 39,25 ? 2. Tepung kedele 39,60 ? 15,68 ? 3. Ampas tahu 25,55 ? 6,53 ? 4. Tepung bekicot 54,29 ? 29,47 ? 5. Dedak halus 15,58 ? 2,43 ? 6. Tepung jagung 9,50 ? 0,90 ? Σ 207,17 100% 94,24 35% • ΣY–bΣX Dari persamaan linier tersebut a= kita dapat menghitung nilai a dan n b sebagai koefisien yang akan dipergunakan untuk menghitung 100% - 0,02. 207,17% nilai Y dengan cara sebagai a= berikut : 6 nΣXY–ΣXΣY 100% - 4,14% b= n Σ X 2 – ( Σ X )2 a= 6 6. 35% - 207,17 . 100% 95,86 b= 2 a= 6. 94,24 – (207,17) 6 210% - 207,17% a= 15,98 b= 565,44% - 429,19% Setelah diperoleh nilai koefisien a dan b maka dapat dimasukkan 2,83 dalam persamaan linier untuk b= mencari nilai Y yaitu Y = 15,98 + 136,25 0,02 X. b = 0,02 Dari persamaan tersebut kemudian digunakan untuk menghitung nilai Y pada tabel 270
    307. diatas untuk setiap bahan baku lakukan perhitungan nilai Y untuk yang digunakan, misalnya untuk setiap bahan baku yang bahan baku tepung ikan nilai Y digunakan sehingga semua nilai nya adalah = 15,98 + (0,02 X Y pada setiap bahan baku dapat 62,65) = 15,58 + 1,253 = 17,23, dilihat pada tabel dibawah ini : Nilai X Kadar Jumlah Kadar kuadrat protein yang bahan No. Jenis bahan baku Protein (%) (Dalam diinginkan baku (%) persen) (%) X2 n X Y XY 1. Tepung ikan 62,65 17,23 39,25 ? 2. Tepung kedele 39,60 16,77 15,68 ? 3. Ampas tahu 25,55 16,49 6,53 ? 4. Tepung bekicot 54,29 17,07 29,47 ? 5. Dedak halus 15,58 16,29 2,43 ? 6. Tepung jagung 9,50 16,17 0,90 ? Σ 207,17 100% 94,24 35% • dibagi 100 maka hasilnya adalah Setelah diperoleh nilai Y pada 10,79%. Lakukan perhitungan setiap bahan baku maka dapat untuk setiap bahan baku yang dihitung nilai XY dengan cara digunakan sehingga diperoleh mengalikan nilai X dengan nilai Y nilai seperti pada Tabel dibawah sehingga dapat diperoleh nilai XY ini : untuk bahan baku tepung ikan adalah 62,65 dikali dengan 17,23 Nilai X Kadar Jumlah Kadar kuadrat protein yang bahan No. Jenis bahan baku Protein (%) (Dalam diinginkan baku (%) persen) (%) X2 n X Y XY 1. Tepung ikan 62,65 17,23 39,25 10,79% 2. Tepung kedele 39,60 16,77 15,68 6,64% 3. Ampas tahu 25,55 16,49 6,53 4,21% 4. Tepung bekicot 54,29 17,07 29,47 9,27% 5. Dedak halus 15,58 16,29 2,43 2,54% 6. Tepung jagung 9,50 16,17 0,90 1,54% Σ 207,17 100% 94,24 35% 271
    308. • memahami kebutuhan bahan baku Langkah selanjutnya adalah yang akan digunakan tersebut sesuai menyusun formulasi bahan baku dengan kebutuhan ikan dan yang akan digunakan untuk kebiasaan makan setiap jenis ikan membuat pakan ikan dengan serta kandungan optimal setiap kadar protein 35% dengan bahan baku yang akan digunakan metode linier adalah sebagai dalam formulasi tersebut. Para berikut : peneliti yang menggunakan metode ini biasanya menggunakan rumus Tepung ikan 17,23% matematika biasa yang digunakan Tepung kedelai 16,77% dalam persamaam kuadrat atau Ampas tahu 16,49% dengan menggunakan perkalian Tepung bekicot 17,07% biasa atau menggunakan metode Dedak halus 16,29% berat yaitu menghitung dengan cara Tepung jagung 16,17% mencoba dan mencoba lagi + berdasarkan satuan berat. Adapun 100,02% langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyusun pakan ikan dengan metode coba-coba (Trial and error) adalah sebagai berikut : 6.2.4. Metode Trial and Error (coba-coba) • Pilihlah bahan baku yang akan digunakan untuk menyusun Metode coba-coba (Trial and Error) pakan ikan dan susunlah merupakan metode yang banyak berdasarkan kandungan protein digunakan oleh pembuat pakan skala pada setiap bahan baku tersebut. kecil dimana metode ini relatif sangat Misalnya dalam membuat pakan mudah dalam membuat formulasi ikan untuk ikan Mas dengan pakan ikan. Metode ini prinsipnya kandungan protein 35% dengan adalah semua bahan baku yang bahan baku yang digunakan akan digunakan harus berjumlah adalah tepung ikan (kadar protein 100%. Jika bahan baku yang dipilih 62,65%), tepung kedele (kadar untuk penyusunan formulasi sudah protein 39,6%), ampas tahu ditetapkan maka langkah selanjutnya (25,55%), tepung bekicot (kadar adalah mengalikan antara jumlah protein 54,59%), dedak halus bahan baku dengan kandungan (kadar protein 15, 58%) dan protein bahan baku. Langkah tepung jagung (kadar protein tersebut dilakukan sampai diperoleh 9,5%). Untuk memudahkan maka kandungan protein pakan sesuai dibuat tabel seperti dibawah ini : dengan yang diinginkan. Dalam metode ini maka si pembuat formula harus sudah mengetahui dan 272
    309. Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein No. bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku (%) (%) 1. Tepung ikan 62,65 ? ? 2. Tepung kedele 39,60 ? ? 3. Ampas tahu 25,55 ? ? 4. Tepung bekicot 54,29 ? ? 5. Dedak halus 15,58 ? ? 6. Tepung jagung 9,50 ? ? 100% 35% • mengkonsumsi bahan baku, Masukkan jumlah bahan baku macam-macam bahan baku, yang akan digunakan dalam harga dan kebutuhan optimal formulasi pakan sampai semua bahan baku untuk setiap jenis bahan baku yang digunakan ikan berdasarkan kebiasaan berjumlah 100%. Dalam mengisi makannya. kolom jumlah bahan baku harus mempertimbangkan kadar protein bahan baku, jenis ikan yang akan Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku (%) (%) 1. Tepung ikan 62,65 20 ? 2. Tepung kedele 39,60 15 ? 3. Ampas tahu 25,55 16 ? 4. Tepung bekicot 54,29 15 ? 5. Dedak halus 15,58 20 ? 6. Tepung jagung 9,50 10 ? 7. Vitamin - 2 8. Mineral - 2 100% 35% • jumlah bahan baku yang akan Setelah jumlah bahan baku yang digunakan dkalikan dengan akan digunakan diletakkan pada kadar protein bahan baku. kolom jumlah bahan baku maka Misalnya untuk tepung ikan langkah selanjutnya adalah mempunyai kadar protein menghitung kadar protein pada 62,55%, jika akan digunakan setiap bahan baku dengan cara 273
    310. sebanyak 20% dari total bahan 12,51%. Lakukan perhitungan baku maka kontribusi kadar untuk semua bahan baku protein dari tepung ikan adalah sehingga diperoleh nilai seperti 20% dikali dengan 62,55% = dalam tabel dibawah ini. Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku (%) (%) 1. Tepung ikan 62,65 20 12,51 2. Tepung kedele 39,60 15 5,94 3. Ampas tahu 25,55 16 4,09 4. Tepung bekicot 54,29 15 8,14 5. Dedak halus 15,58 20 3,12 6. Tepung jagung 9,50 10 0,95 7. Vitamin - 2 8. Mineral - 2 100% 35% • adalah 35% maka masih Setelah dimasukkan kedalam kekurangan kadar protein tabel tersebut lakukan sebanyak 0,25%, maka dari penjumlahan dan dicek apakah bahan baku yang digunakan jumlah kadar protein semua harus ditambahkan bahan baku bahan baku tersebut sudah 35% yang kadar proteinnya tinggi dan . Jumlah kadar protein semua mengurangi jumlah bahan baku bahan baku itu adalah 12,51 + yang kadar proteinnya rendah 5,94 + 4,09 + 8,14 + 3,12 + 0,95 sampai benar-benar diperoleh = 34,75. dari hasil coba-coba nilai kadar protein sebesar 35%. tersebut baru diperoleh kadar Maka komposisi pakan ikan protein semua bahan baku kadar 35% yang telah diperbaiki adalah 34,75%, padahal kadar menjadi seperti tabel dibawah ini: protein pakan yang diinginkan 274
    311. Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku (%) (%) 1. Tepung ikan 62,65 22 13,78 2. Tepung kedele 39,60 16 6,34 3. Ampas tahu 25,55 15 3,83 4. Tepung bekicot 54,29 13 7,06 5. Dedak halus 15,58 20 3,12 6. Tepung jagung 9,50 10 0,95 7. Vitamin - 2 - 8. Mineral - 2 - 100% 35,08% Untuk melengkapi komposisi pakan perbandingan antara protein dan dari keempat metode diatas energi (digestible energi) dapat sebaiknya dilakukan perhitungan dilakukan perhitungan. Adapun cara nilai energi dari formulasi pakan melakukan perhitungan adalah tersebut. Formulasi pakan yang telah sebagai berikut : • Misalnya komposisi pakan yang dibuat tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang optimal pada ikan telah diperoleh adalah dari hasil budidaya jika pakan yang dibuat perhitungan seperti yang telah tersebut mempunyai dilakukan dengan metode trial perbandingan/rasio protein energi and error sebagai berikut : berkisar antara 8 – 10. Nilai Kadar protein Jumlah bahan Kadar protein No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku (%) (%) 1. Tepung ikan 62,65 22 13,78 2. Tepung kedele 39,60 16 6,34 3. Ampas tahu 25,55 15 3,83 4. Tepung bekicot 54,29 13 7,06 5. Dedak halus 15,58 20 3,12 6. Tepung jagung 9,50 10 0,95 7. Vitamin - 2 - 8. Mineral - 2 - 100% 35,08% 275
    312. • setiap bahan baku yang akan Langkah selanjutnya adalah digunakan untuk membuat pakan melakukan perhitungan untuk ikan sebagai berikut : kadar lemak dan karbohidrat dari Kadar lemak Jumlah bahan Kadar lemak No. Jenis bahan baku bahan baku baku (%) bahan baku (%) (%) 1. Tepung ikan 15,38 22 3,38 2. Tepung kedele 14,30 16 2,29 3. Ampas tahu 5,54 15 0,83 4. Tepung bekicot 4,18 13 0,54 5. Dedak halus 12,15 20 2,43 6. Tepung jagung 4,43 10 0,43 7. Vitamin - 2 - 8. Mineral - 2 - 100% 9,90% Setelah itu lakukan perhitungan penjumlahan dari serat kasar dan kadar karbohidrat bahan baku, bahan ekstrak tanpa nitrogen. karbohidrat dalam analisa proksimat merupakan Kadar Kadar Jenis bahan Jumlah bahan No. karbohidrat karbohidrat baku baku (%) bahan baku (%) bahan baku (%) 1. Tepung ikan 5,81 22 1,28 2. Tepung kedele 29,5 16 4,72 3. Ampas tahu 26,92 15 4,04 4. Tepung bekicot 30,45 13 3,96 5. Dedak halus 28,62 20 5,72 6. Tepung jagung 74,23 10 7,42 7. Vitamin - 2 - 8. Mineral - 2 - 100% 27,14% Dari hasil perhitungan diperoleh Kadar Lemak : 9,9% kandungan nutrisi dari formulasi Kadar Karbohidrat : 27,14% pakan yang telah dibuat yaitu : Kadar protein : 35 % 276
    313. Pada penjelasan tentang energi dengan 4,48 kkal/g, sedangkan pada bab sebelumnya telah untuk satu gram lemak adalah 7,52 dijelaskan tentang nilai energi dari kkal/g dan untuk satu gram setiap bahan makanan dimana karbohidrat adalah 3,28 kkal/g. berdasarkan nilai Gross Energi (GE) Maka dalam komposisi pakan diketahui 1 gram protein setara dengan kandungan protein 35% dengan 5,6 kkal/g, sedangkan berarti dalam satu kilogram pakan untuk satu gram lemak adalah 9,4 terdapat 350 gram protein, 99 gram kkal/g dan untuk satu gram lemak dan 271,4 gram karbohidrat. karbohidrat adalah 4,1 kkal/g. Untuk memperoleh nilai jumlah Dengan berdasarkan nilai GE dapat energi dari formulasi pakan tersebut dihitung nilai energi yang dapat dilakukan penjumlahan nilai energi dicerna oleh ikan yaitu 80% dari nilai yang berasal dari protein, lemak dan GE maka 1 gram protein setara karbohidrat yaitu : Protein : 350 gram X 4,48 kkal/gram = 1568,00 kkal Lemak : 99 gram X 7,52 kkal/gram = 744,48 kkal Karbohidrat : 271,4 gram X 3,28 kkal/gram = 890,19 kkal + 3202,67 kkal Maka protein energi ratio adalah 3202,67 dibagi 350 = 9,15. Hal ini berarti dalam satu gram kandungan nutrisi bahan baku dan protein yang dihasilkan dari formulasi jenis bahan baku yang akan pakan tersebut diimbangi dengan digunakan dimasukkan dalam data energi sebesar 9,15 kkal, yang tersebut dan berapa jumlah berarti energi yang diperoleh dari kebutuhan untuk setiap jenis bahan hasil perhitungan formulasi pakan baku harus mengalikan antara tersebut sudah memenuhi kriteria persentase bahan baku yang kebutruhan ikan akan energi yaitu digunakan dengan kandungan berkisar antara 8 – 10. protein, lemak dan karbohidrat bahan baku, dengan program ini hanya membantu dalam perkalian antara kolom yang satu dengan kolam yang 6.2.5. Metode worksheet lainnya dengan program komputer. Metode yang terakhir dan saat ini Prinsipnya adalah hampir sama banyak digunakan oleh pembuat dengan trial and error atau mau pakan adalah metode worksheet. menggunakan metode apa saja Metode ini dapat menggunakan alat untuk mengisi kolom jumlah bahan bantu komputer untuk menghitung baku yang akan digunakan dimana jumlah bahan baku yang digunakan pada metode ini perhitungan dapat dengan membuat lembar kerja pada dibantu dengan komputer. Metode ini program microsoft excell. Data dapat mempermudah para pembuat 277
    314. formulasi untuk memperoleh yang akan digunakan untuk formulasi pakan yang lengkap membuat pakan ikan dapat dengan kandungan energi dari bersumber dari hewani, nabati formulasi pakan yang dibuat. Adapun atau limbah hasil pertanian. langkah-langkah yang harus Selain itu dengan menggunakan dilakukan dalam menyusun formulasi berbagai sumber bahan baku pakan dengan metode worksheet akan saling melengkapi adalah sebagai berikut : kekurangan dan kelebihan zat nutrisi yang terkandung di dalam • setiap bahan baku. Misalnya Lakukan pemilihan terhadap jenis bahan baku yang akan bahan baku yang akan digunakan adalah tepung ikan, digunakan dalam membuat tepung kedelai, tepung bekicot, pakan ikan. Misalnya akan dibuat tepung terigu, dedak, tepung pakan ikan Mas, ikan Mas ini jagung, vitamin dan mineral merupakan salah satu jenis ikan dengan komposisi zat nutrisi berdasarkan kebiasaan pada setiap bahan baku tersebut makannya adalah ikan dari adalah seperti pada tabel kelompok omnivora yaitu dibawah ini. kelompok ikan pemakan segala. Oleh karena itu jenis bahan baku Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Jenis bahan baku protein lemak abu serat BETN (%) (%) (%) kasar (%) (%) Tepung ikan 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5 Tepung kedelai 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9 Tepung keong mas 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5 Tepung terigu 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1 Tepung jagung 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1 Dedak 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4 Vitamin - - - - - Mineral - - - - - • 10% dan kadar karbohidrat Dari tabel pada tahap kurang dari 40% dengan nilai sebelumnya tentukan terlebih energi (kalori) pakan buatan dahulu jumlah setiap bahan baku adalah 3500 sehingga yang akan digunakan untuk ratio/perbandingan protein dan membuat pakan ikan mas dan energi adalah 10. kadar protein, lemak dan • karbohidrat serta energi (kalori) Buatlah perkiraan jumlah setiap pakan buatan yang akan dibuat. bahan baku yang akan Misalnya kadar protein pakan digunakan dengan cara adalah 35%, kadar lemak adalah menggunakan menggunakan 278
    315. metode yang anda inginkan dan dan karbohidratnya. Adapun masukkan dalam kolom yang worksheet yang dibuat seperti berisi jumlah bahan baku dan tabel dibawah ini : hitunglah kadar protein, lemak Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN baku baku (%) (%) (%) kasar (%) (%) (%) Tepung ikan 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5 Tepung kedelai 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9 Tepung keong 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5 Tepung terigu 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1 Tepung jagung 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1 Dedak 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4 Vitamin - - - - - Mineral - - - - - Jumlah 100 35 10 - - <40 • dimasukkan dalam worksheet Langkah selanjutnya adalah kedua seperti dibawah ini. menentukan jumlah bahan baku yang akan digunakan dan Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN baku baku (%) (%) (%) kasar (%) (%) (%) Tepung ikan 20 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5 Tepung kedelai 15 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9 Tepung keong 10 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5 Tepung terigu 10 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1 Tepung jagung 15 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1 Dedak 25 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4 Vitamin 2 - - - - - Mineral 3 - - - - - Jumlah 100 35 10 - - <40 • sampai dioeroleh nilai seperti Hitunglah kandungan protein, yang diinginkan dengan lemak, serat kasar dan bahan menggunakan metode coba-coba ekstrak tanpa nitrogen dari atau sesuai keinginan pembuat perkiraan formulasi di atas formulasi. Dan letakkan hasil 279
    316. perhitungannya pada bagian nutrisi bahan baku seperti sudut kanan setiap kandungan worksheet dibawah ini : Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN baku baku (%) (%) (%) kasar (%) (%) (%) Tepung ikan 20 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5 13,16 1,3 0,17 Tepung kedelai 15 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9 5,37 2,97 5,09 Tepung keong 10 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5 5,28 0,14 1,95 Tepung terigu 10 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1 1,53 0,17 8,11 Tepung jagung 15 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1 1,17 0,71 12,47 Dedak 25 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4 3,33 3,53 13,35 Vitamin 2 - - - - - Mineral 3 - - - - - Jumlah 100 30 10 - <40 29,84 8,11 41,14 Dari hasil perhitungan dengan ulang sampai diperoleh nilai yang menggunakan bantuan komputer pas dengan rencana. dengan program excell (misalnya kolom 2 dikalikan dengan kolom 3 Pada perhitungan tersebut diperoleh dibagi 100) atau dengan kadar protein yang kurang dari 35%, menggunakan perhitungan begitu juga dengan kadar lemak matematika biasa dalam metode sedangkan karbohidratnya berlebih, coba-coba dimana jumlah bahan maka dalam menghitung kebutuhan baku dikalikan dengan kadar protein jumlah bahan baku selanjutnya harus dibagi 100, begitu juga dengan kadar ditambahkan bahan baku yang lemak dan karbohidrat (Bahan mempunyai kadar protein tinggi dan ekstrak tanpa nitrogen). Dari hasil mengurangi bahan baku yang perhitungan itu ternyata hasil yang kandungan karbohidratnya tinggi. diperoleh belum sesuai dengan Oleh karena itu harus dibuat kembali keinginan penyusun pada awalnya worksheets selanjutnya seperti maka harus dilakukan perhitungan dibawah ini : 280
    317. Jumlah Kadar Kadar Kadar Kadar Kadar Jenis bahan bahan protein lemak abu serat BETN baku baku (%) (%) (%) kasar (%) (%) (%) Tepung ikan 26 65,8 6,5 20,1 0,8 8,5 17,11 1,69 2,21 Tepung kedelai 12 35,8 19,8 1,8 4,9 33,9 4,29 2,38 4,07 Tepung keong 17 52,8 14,6 15,3 0,7 19,5 8,97 2,48 3,32 Tepung terigu 10 15,3 1,7 0,7 0,8 81,1 1,53 0,17 8,11 Tepung jagung 10 7,8 4,7 1,8 2,6 83,1 0,78 0,47 8,31 Dedak 20 13,3 14,1 10,7 8,5 53,4 2,66 2,82 10,64 Vitamin 2 - - - - - Mineral 3 - - - - - Jumlah 100 35 10 - <40 35, 34 10,01 36,66 Setelah diperoleh kadar nutrisi bahan komposisi bahan baku sebagai baku pakan sesuai dengan rencana berikut : langkah selanjutnya adalah menghitung nilai energi dari Protein : 353,4 gram X 4,48 kkal/gram = 1583,23 kkal Lemak : 100,1 gram X 7,52 kkal/gram = 752,75 kkal Karbohidrat : 366,6 gram X 3,28 kkal/gram = 1202,45 kkal + 3538,48 kkal Maka protein energi ratio adalah 3538,48 dibagi 350 = 10,1 Hal ini berarti dalam satu gram kriteria kebutuhan ikan akan energi protein yang dihasilkan dari yaitu berkisar antara 8 – 10. formulasi pakan tersebut diimbangi dengan energi sebesar 10,1 kkal, yang berarti energi yang diperoleh dari hasil perhitungan formulasi pakan tersebut sudah memenuhi 281
    318. sebelumnya, sebelum membuat 6.3 PROSEDUR pakan diharuskan untuk memilih PEMBUATAN jenis-jenis bahan baku yang akan PAKAN digunakan untuk membuat pakan. Jenis-jenis bahan baku yang telah Setelah ditentukan komposisi dipilih dan ditentukan jumlahnya bahan baku yang akan dibuat berdasarkan hasil perhitungan pakan buatan dengan formulasi pakan pada materi menggunakan salah satu metode, sebelumnya, selanjutnya dilakukan langkah selanjutnya adalah proses penepungan terhadap melakukan pembuatan pakan ikan. bahan-bahan baku tersebut. Bahan Prosedur dalam pembutan pakan baku yang akan dibuat menjadi ikan dapat dikelompokkan pakan buatan semuanya harus berdasarkan skala usahanya yaitu: dalam bentuk tepung karena jika 1. Skala besar yaitu pembuatan ada bahan baku yang tidak dalam pakan ikan secara bentuk tepung akan terjadi besar/pabrikasi campuran bahan baku yang tidak 2. Skala sedang yaitu pembuatan homogen dan akan menyebabkan pakan untuk memenuhi pakan yang akan dibuat tidak dapat kegiatan produksi dengan menggumpal dengan baik. peralatan sedang Penghalusan bahan baku sampai 3. Skala kecil yaitu pembuatan menjadi tepung ini menggunakan pakan secara sederhana alat bantu penepungan . dengan menggunakan peralatan rumahtangga. Penepungan bahan baku harus dilakukan agar proses pembuatan Dalam proses pembuatan pakan pakan sesuai prosedur. Bahan ikan diperlukan beberapa peralatan baku untuk pembuatan pakan baik untuk skala pabrikasi, sedang buatan pada umumnya adalah dan skala rumah tangga. Adapun bahan baku kering. Ukuran tepung peralatan yang digunakan dapat untuk bahan baku pakan buatan dikelompokkan menjadi : dalam bentuk pellet sebaiknya 1. Alat penepung (grinding) berukuran kurang dari 0,6 mm, 2. Alat pencampur (mixing) agar daya ikat antar partikel bahan 3. Alat pengukus / pemanas baku lebih kuat sehingga tidak (steaming) mudah larut dalam air. Untuk 4. Alat pencetak (pelleting) mendapatkan ukuran tepung yang 5. Alat pengering (drying) diinginkan tersebut kita dapat 6. Alat pengepak/pengemasan mengatur saringan yang terdapat (packing) pada alat penepung dengan cara mengganti/menukar saringannya Alat penepung (Grinding) sesuai dengan yang diinginkan. Alat penepung digunakan untuk Namun perlu diingat dalam membuat semua bahan baku yang menggunakan saringan pada alat akan digunakan berubah menjadi penepung sebaiknya bertahap, tepung. Seperti penjelasan yaitu saringan yang digunakan 282
    319. pertama kali harus saringan yang paling kasar sampai yang terakhir saringan yang paling halus atau ukuran saringan yang diinginkan. Hal ini perlu diperhatikan agar dalam proses penepungan tidak terjadi kemacetan pada mesin yang dapat mengakibatkan kerusakan mesin. Ada dua jenis alat yang dapat digunakan untuk melakukan penepungan bahan baku. Peralatan yang digunakan pada proses penepungan menggunakan saringan adalah menggunakan alat Gambar 6.2. Hammer Mill penepung disk mill (Gambar 6.1) dan hammer mill (Gambar 6.2). Disc mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara berputarnya suatu pasangan piringan logam baja yang satu berputar sedangkan yang lainnya sebagai landasan. Bahan baku yang akan ditepung berada pada dua kepingan logam tersebut, kemudian bahan baku yang telah dihancurkan akan dilakukan proses penyaringan dalam peralatan ini secara langsung. Sedangkan hammer mill adalah alat penepung yang bekerja dengan cara prinsip palu yaitu memukul suatu bahan baku yang akan ditepung pada sistem saringan yang berfungsi sebagai lempengan plat yang akan terpukul semua bahan baku dan tersaring pada saringan tersebut. Disc mill dan hammer mill ini dibuat dengan berbagai macam kapasitas produksi bergantung pada keinginan pemakai alat ini bisa Gambar 6.1. Disk mill digunakan untuk skala pabrikasi , skala menengah atau skala rumah tangga. Kapasitas produksi 283
    320. peralatan ini mulai dari 1kg perjam sampai satu ton perjam. Alat pencampur Setelah penepungan bahan baku dilakukan terhadap semua jenis bahan baku yang akan digunakan untuk pembuatan pakan buatan adalah melakukan penimbangan ulang bahan baku sesuai dengan formulasi yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya bahan baku yang telah ditimbang tersebut selesai, dilakukan proses pencampuran. Proses Gambar 6.3. Vertical mixer pencampuran bahan baku harus dilakukan dengan cara mencampur bahan baku yang jumlahnya paling sedikit kemudian secara bertahap ditambahkan jenis bahan baku lainnya yang jumlahnya semakin banyak. Hal ini bertujuan agar semua bahan baku tersebut dapat tercampur secara homogen. Pencampuran bahan baku kering yang sempurna akan sangat berpengaruh terhadap kekompakan bahan baku tersebut jika sudah Gambar 6.4. Horizontal mixer dicampur dengan air menjadi adonan dan siap dibentuk sesuai keinginan. Alat pemanas/pengukus Proses pencampuran bahan baku Alat pemanas ini biasanya menjadi suatu campuran yang dilakukan jika dalam membuat homogen dapat dilakukan dengan pakan ikan menggunakan menggunakan alat pencampur baik beberapa bahan baku yang alat pencampur vertikal (Vertical mengandung zat antinutrisi. mixer) (Gambar 6.3) maupun Dimana dengan perlakuan horizontal (horizontal mixer) pemanasan zat antinutrisi ini akan (Gambar 6.4). Pemakaian jenis alat menjadi tidak aktif dan dapat pencampur ini sangat bergantung meningkatkan pemakaian nutrien kepada kapasitas produksi . tersebut. Beberapa zat antinutrisi yang terdapat pada beberapa bahan baku pakan menurut 284
    321. Millamena et al (2000) dapat dilihat dapat mempengaruhi laju pada Tabel 6.8. Zat antinutrisi ini pencernaan bahan tersebut di misalnya pada bahan baku kedele dalam sistem pencernaan ikan. mentah atau jenis-jenis legumes Tabel 6.8. Bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi, dan cara menghilangkan zat antinutrisi (Millamena et al, 2000) Zat Aksi merugikan Bahan pakan Perbaikan antinutrisi Trypsin Mengikat trypsin untuk Kedele dan Pemanasan pada suhu 175-195oC atau dimasak inhibitor membentuk senyawa berbagai legumes inaktif selama 10 menit Lectins Menghancurkan sel darah Kedele dan Merebus di dalam air/ merah berbagai legumes dimasukkan dalam auto- clave selama 30 menit Goitrogens Menghambat penyerapan Kedele dan Diuapkan dan atau di- iodine kedalam kelanjar berbagai legumes masukkan dalam auto- thyroid clave selama 10-30 menit Antivitamin D Mengikat vitamin D Kedele dan Diautoclave atau direbus membuatnya tidak berbagai legumes selama 30 menit bermanfaat Antivitamin E Mengurangi kontribusi Kedele dan Diautoclave vitamin E berbagai legumes Thiaminase Merangsang peng- Ikan mentah Diautoclave, dipanaskan hancuran thiamin (Vit B1) kerang dan kedele dan dimasak Estrogens Mengganggu reproduksi Tanaman glycoside Dibuat larutan ekstrak (isoflavon) Gossipol Mengikat phosphor dan Tepung biji kapuk Menambahkan garam beberapa protein besi atau phytase Tannin Mengikat protein dan Kacang-kacangan Dehulling menghambat pencernaan dan legumes trypsin Cyanogens Melepaskan racun asam Daun singkong Direndam dalam air hydrocyanic selama 12 jam Mimosine Mengganggu sintesis Daun ipil-ipil Daun direndam selama 24 enzim pada hati, merusak jam sel hepatopankreas udang Peroksida Mengikat protein dan Penyimpanan Penyimpanan diperbaiki vitamin yang jelek Phytates Mengikat protein dan Tepung biji kapas, Dehulling mineral dan mengurangi kedele dan daya gunanya legumes 285
    322. Alat pencetak Alat pengering Alat pencetak adalah alat yang Pada skala usaha rumahtangga alat digunakan untuk mencetak pakan yang digunakan untuk mengeringkan buatan. Bentuk alat pencetak ini pakan buatan adalah sinar matahari sangat bergantung pada bentuk atau oven biasa. Pada industri skala pakan buatan yang akan dicetak. menengah biasanya menggunakan Bentuk pakan buatan yang biasa di oven listrik sedangkan pada industri buat adalah pakan kering dalam skala besar pakan buatan yang bentuk pellet dan ukuran pakannya dibuatnya menggunakan alat disesuaikan dengan peruntukkan pencetak yang lengkap dengan alat ikan. Alat pencetak (pelleting) untuk pemanas (steam) sehingga pellet skala rumah tangga dapat digunakan yang dihasilkan sudah dalam bentuk alat pengiling daging (Gambar 6.5), pellet kering. sedangkan skala menengah dapat menggunakan alat pelleting (Gambar 6.6) dan skala besar/pabrikasi Prosedur pembuatan pakan skala dengan menggunakan alat pelleting besar/pabrikasi otomatis (gambar 6.7). Panjang dan diameter pellet ini dapat diatur sesuai Pada skala besar dimana biasanya dengan kebutuhan (Gambar 6.8). menggunakan peralatan yang cukup canggih dan lengkap dengan skala produksi dapat mencapai 1-20 ton perhari. Adapun langkah pengerjaan pakan ikan ini dilakukan dengan alur proses seperti Gambar dibawah ini (Gambar 6.6 ) Gambar 6.5. Alat pengiling daging 286
    323. Gambar 6.6. Alur proses pembuatan pakan skala pabrikasi Tahap awal dalam pabrik pakan bahan baku tersebut menjadi tepung. skala pabrikasi dilakukan persiapan Bahan baku yang dibuat menjadi bahan baku dimana semua bahan tepung adalah bahan baku dalam baku di pabrik disimpan pada alat bentuk kering. Proses tahap awal ini yang disebut silo (Gambar 6.7). biasa disebut milling. Setelah semua bahan baku menjadi tepung langkah kedua adalah melakukan pencampuran bahan baku (mixing), sebelum bahan baku kering tersebut dilakukan pencampuran harus dilakukan penimbangan terlebih dahulu terhadap bahan baku tersebut sesuai dengan formulasi yang telah disusun sebelumnya. Bahan-bahan tambahan seperti vitamin, mineral dan minyak sebagai sumber lipid biasanya ditambahkan setelah semua bahan tercampur Gambar 6.7. Silo sempurna (homogen) kemudian dibiarkan selama 15 menit. Setiap bahan baku yang disimpan dalam silo ada yang sudah ditepung Langkah selanjutnya adalah mecetak terlebih dahulu atau masih dalam pellet menjadi bentuk pellet dengan bentuk bahan mentah. Jika bahan ukuran yang telah ditentukan baku masih dalam bentuk mentah (pellleting), ukuran pellet ini berkisar maka dilakukan proses penepungan antara 1 – 22 mm. Pada skala pabrik terlebih dahulu sampai semua jenis 287
    324. pellet yang telah tercetak akan sehingga tidak mudah langsung masuk kedalam mesin uap terkontaminasi. (steam) yang sudah terangkai secara pararel dengan peralatan pellleting. Bahan yang umum digunakan untuk Langkah terakhir dalam proses mengemas pakan buatan antara lain pembuatan pakan adalah adalah karung plastik anyaman untuk pengemasan dan penyimpanan bagian luar sedangkan untuk bagian pakan. Dalam skala pabrikasi pellet dilapisi kantong plastik tipis, yang telah tercetak biasanya transparan. Bagian kantong plastik langsung dikemas dalam prosesnya itulah yang membuat pellet/pakan dibuat secara berangkai dengan buatan terisolasi dari udara bebas, proses pencetakan pellet. Mesin yag sedangkan karung plastik anyaman digunakan untuk mengemas pakan merupakan pelindung agar kantong ini dilakukan secara otomatis. plastik tidak mudah bocor serta memudahkan dalam pengangkutan. Jenis bahan kemasan yang lainnya adalah dari kertas semen yang Pengemasan pakan dibuat seperti kantong dan biasanya Pengemasan/pengepakan pakan digunakan untuk mengemas pakan buatan merupakan tahap akhir dari yang mempunyai berat antara 5–10 proses pembuatan pakan sebelum kg. Kantong kertas semen ini didistribusikan kepada konsumen. merupakan bagian luar dari kantong Pengemasan pakan buatan dapat kemasan, sedangkan pada bagian dilakukan secara langsung dari dalamnya merupakan kantong plastik proses pembuatan pakan. Dengan tipis dan transparan. pengemasan yang benar akan sangat menentukan daya simpan Dalam melakukan pengemasan pakan buatan . pengemasan yang pakan buatan dibutuhkan alat untuk baik akan dapat meningkatkan daya memasukkan pakan langsung ke simpan pakan buat semakin lama dalam kantong kemasan dan sebelum dijual dan tetap dilakukan penjahitan pada kantong mempertahankan kualitas pakan bagian dalam dan bagian luar. Pada buatan. pengemasan skala pabrik semua alat pengemasan sudah terangkai Oleh karena itu, agar pakan buatan menjadi satu pada saat pakan yang sudah kering sampai kadar buatan masuk kedalam kantong airnya berkisar antara 10 – 12% kemasan langsung dilakukan sebelum dijual atau digunakan oleh penjahitan otomatis pada kemasan konsumen dan tetap terjaga kadar tersebut. Tetapi pada beberapa airnya didalam kemasan sehingga perusahaan kecil proses pakan buatan dapat disimpan dalam pengemasan dilakukan secara jangka waktu yang lama dengan manual dengan memasukkan pakan kualitas tetap terjaga, maka pakan buatan kedalam kantong dan buatan harus dikemas dengan rapi ditimbang beratnya secara manual, dan terisolasi dengan udara bebas, kemudian dilakukan penjahitan kantong kemasan dengan 288
    325. menggunakan mesin jahit portable 1. Kadar air pakan yang akan untuk plastik kemasan. disimpan sebaiknya tidak lebih dari 10% agar tidak diserang Pakan buatan yang dikemas dalam jamur dan serangga. kemasan yang benar akan 2. Kelembaban relatif ruangan mempunyai daya simpan yang relatif penyimpanan pakan sebaiknya lebih panjang daripada pakan yang kurang dari 65%, jika lebih dari tidak dikemas dengan benar. 65% akan cepat merangsang Dengan tidak adanya udara bebas pertumbuhan jamur dan dalam kantong kemasan maka serangga. mikroorganisme perusak pakan 3. Suhu ruangan penyimpanan buatan tidak dapat tumbuh sehingga pakan yang tinggi akan merusak pakan buatan yang dikemas dengan dan mengurangi ketersediaan prosedur yang benar akan mampu nutrient pakan. Suhu ruangan disimpan dalam jangka waktu 90-100 yang ideal untuk menyimpan pakan adalah 20oC. hari. 4. Supply oksigen di dalam ruangan Jumlah pakan buatan dalam setiap penyimpanan harus mencukupi. kantong kemasan berbeda mulai dari Hal ini dapat dilakukan dengan ukuran 5 kg perkemasan sampai 50 membuat ruangan penyimpanan kg perkemasan. Ukuran kemasan 5 yang banyak terdapat ventilasi. kg – 10 kg biasanya digunakan untuk Dengan adanya ventilasi yang mengemas pakan buatan untuk ikan cukup akan terdapat pergantian dalam kelompok larva/benih, udara yang cukup didalam sedangkan kemasan 25 kg – 50 kg ruangan penyimpanan yang akan biasanya digunakan untuk mengakibatkan rendahnya suhu mengemas pakan buatan untuk ikan didalam ruangan. kelompok grower/pembesaran dan 5. Kadar lemak dalam pakan, pakan induk ikan. buatan padaumumnya mengandung lemak, selama proses penyimpanan lemak yang terdapat didalam pakan jika Penyimpanan pakan ruangan tidak memenuhi syarat Proses terakhir dari suatu usaha maka lemak yang terkandung pembuatan pakan adalah didalam pakan akan penyimpanan. Penyimpanan pakan mengakibatkan proses buatan yang telah dibuat harus peroksidasi lemak terjadi dan dilakukan dengan benar agar pakan pakan akan tengik dan bau yang telah dibuat tidak mengalami busuk. kemunduran mutu pakan. Dalam menyimpan pakan buatan ada Berdasarkan beberapa hal tersebut beberapa faktor yang akan diatas maka dalam melakukan mempengaruhi stabilitas nutrient proses penyimpanan pakan buatan pakan yang disimpan antara lain ada beberapa prosedur yang harus adalah : dilakukan dalam menyimpan pakan buatan dalam bentuk kering yaitu : 289
    326. 1. Ruang penyimpanan pakan menengah tidak jauh berbeda, harus bersih, kering, aman dan dimana tahapannya dimulai dari : memiliki ventilasi yang baik. 1. Pemilihan bahan baku Sebaiknya ruang penyimpanan 2. Penepungan bahan baku pakan berhubungan langsung (grinding) dengan sinar matahari. 3. Pengayakan bahan baku 2. Kemasan pada pakan harus (screening) terdapat label pakan dan 4. Penimbangan bahan baku kandungan nutrisi yang terdapat (weighing) pada pakan serta masa 5. Pencampuran bahan baku kadaluarsa pakan tertera pada (mixing) kemasan (tanggal kadaluarsa 6. Pencampuran adonan kering dan pakan) basah 3. Tumpukan kemasan pakan 7. Pencetakan (pelleting) dalam tempat penyimpanan 8. Pengeringan pellet pakan sebaiknya tidak lebih dari 9. Pengemasan pellet enam tumpukan, dan jarak palet 10. Penyimpanan pakan buatan. yaitu kayu tempat meletakkan pakan dalam ruang penyimpanan Kesepuluh tahapan prosedur berjarak 12 – 15 cm dari dasar pembuatan pakan ini harus dilakukan lantai agar tidak terjadi kerusakan untuk memperoleh pakan buatan pakan yang ada didasar oleh yang sesuai dengan keinginan. serangga, kutu dan abu serta Langkah pertama dilakukan pada sirkulasi udara dari bawah cukup saat sebelum menyusun formulasi baik. pakan dan pemilihan bahan baku 4. Lama penyimpanan pakan pada saat akan dilakukan proses buatan didalam ruang pembuatan pakan adalah dengan penyimpanan sebaiknya tidak memilih bahan baku yang bermutu lebih dari tiga bulan. Gunakan agar pakan yang akan dibuat juga pakan yang diproduksi terlebih menghasilkan bentuk pakan yang dahulu baru pakan yang sesuai. Bentuk pakan buatan yang diproduksi selanjutnya (First in- akan dibuat mempunyai ukuran first out) sesuai dengan kebutuhan ikan. Para 5. Jangan berjalan diatas tumpukan pembudidaya ikan yang akan pakan, hal ini dapat membuat pakan ikan biasanya mengakibatkan rusak dan menggunakan acuan seperti Tabel hancurnya pakan buatan. 6.2. Prosedur pembuatan pakan skala menengah atau rumah tangga Proses pembuatan pakan skala rumah tangga dengan skala 290
    327. Tabel 6.2. Acuan bentuk dan tipe pakan buatan untuk ikan budidaya (Millamena et al, 2000) Ukuran ikan Diameter pakan Panjang pakan Tipe pakan (gram) (mm) (mm) < 0,35 Starter 1,0 - 2–5 Grower 2,0 - 5 – 12 Grower 3,0 2–3 12 – 20 Finisher 5,0 3–5 20 – 30 Finisher 7,0 5 -7 Setelah penyusunan bahan baku ini dilakukan agar semua bahan baku selesai dibuat langkah selanjutnya tersebut tercampur secara homogen. adalah melakukan penepungan Jika menggunakan alat pencampur setiap jenis bahan baku. Bahan baku mixer maka bahan baku yang yang akan digunakan untuk dicampur kedalam alat tersebut membuat pakan ikan semua harus adalah bahan baku kering, minimal dalam bentuk tepung dan semuanya pencampuran dilakukan selama lima harus berukuran sama. Pada skala menit. Pada proses skala rumah rumah tangga biasanya para tangga dapat dilakukan pembudidaya membeli bahan baku pencampuran bahan baku kering dan dalam bentuk tepung tetapi ukuran pencampuran bahan baku basah. tepungnya berbeda. Oleh karena itu Hal ini dilakukan jika bahan baku harus dilakukan penyaringan semua yang digunakan sebagai perekat jenis bahan baku tersebut dengan misalnya kanji dan untuk menggunakan saringan atau ayakan meningkatkan tingkat kecernaan khusus tepung. Hal ini harus kanji tersebut dalam pakan ikan dilakukan pada semua bahan baku maka kanji tersebut dibuat adaonan yang akan digunakan sampai ukuran basah yang terpisah dari bahan baku partikel bahan baku tersebut lainnya. Dengan cara melakukan semuanya sama. Saringan yang pemanasan kanji dengan air seperti digunakan adalah saringan yang membuat lem (sebagai acuan dapat mempunyai ukuran khusus tepung. digunakan 50 gram kanji dimasak dalam 200 ml air untuk membuat Bahan baku yang telah menjadi adonan pakan sebanyak 1000 gram) tepung selanjutnya dilakukan sampai kanji tersebut lengket seperti penimbangan sesuai dengan jelli.Jika menggunakan adonan formulasi pakan yang telah dibuat basah dalam membuat pakan ikan sebelumnya dan diletakkan dalam maka harus dilakukan pencampuran wadah yang terpisah. Kemudian antara bahan kering dan bahan dilakukan pencampuran bahan baku basah tersebut sampai benar-benar dari mulai bahan baku yang paling diperoleh campuran yang homogen. sedikit sampai yang terbanyak. Hal Untuk melihat apakah campuran 291
    328. tersebut benar-benar tercampur masyarakat dan dilakukan sebagai buatlah bentuk adonan tersebut bola- suatu usaha produksi pakan ikan bola dan adonana tersebut sudah maka pakan ikan yang telah dibuat tidak lengket ditangan. Setelah harus dilakukan uji coba terhadap dilakukan pencampuran bahan baku pakan yang telah dibuat tersebut. Uji secara homogen langkah selanjutnya coba pakan yang telah dibuat adalah membuat pakan buatan sebelum digunakan oleh ikan yang sesuai dengan bentuk pakan buatan akan mengkonsumsi pakan tersebut yang ditentukan. Pakan buatan yang adalah uji secara kimia, uji secara akan diberikan kepada ikan air ada fisik dan uji secara biologis. berbagai macam bentuk antara lain Pengujian tersebut sebaiknya adalah tepung, remahan dan pellet. dilakukan untuk mendapatkan Bentuk pellet ada berbagai macam validitas data uji coba terhadap ukuran mulai dari 1 mm sampai 5 pakan buatan yang akan digunakan. mm sesuai dengan peruntukkannya. Oleh karena itu kita akan membahas dalam subbab selanjutnya tentang uji Proses selanjutnya setelah pakan coba pakan ikan. buatan dicetak adalah melakukan pengeringan terhadap pakan yang telah dicetak. Pakan tersebut kemudian dikeringkan dengan 6.4. UJI COBA PAKAN menggunakan alat pengering atau IKAN dengan menggunakan sumber panas alami yaitu sinar matahari. Proses Pakan ikan yang akan digunakan pengeringan dengan menggunakan oleh ikan budidaya harus dilakukan sinar matahari bisa memakan waktu ujicoba terhadap pakan tersebut. Hal 2-3 hari jika sinar matahari bersinar ini dilakukan agar pakan yang akan sepanjang hari. Jika menggunakan digunakan tersebut memberikan alat pengering hanya beberapa jam hasil yang optimal sesuai dengan saja tergantung suhu pemanasan standar produk pakan ikan. Uji coba didalam oven sampai kadar air terhadap pakan ikan dapat dalam pakan tersebut adalah kurang dikelompokkan menjadi tiga yaitu : dari 10%. Hal ini bertujuan agar 1. Uji pakan secara kimia pakan yang dibuat mempunyai daya 2. Uji pakan secara fisik simpan lama dan proses 3. Uji pakan secara biologi pembusukan dihambat karena kadar air dalam bahan pakan sangat rendah. 6.4.1 Uji Pakan secara Kimia Setelah pakan buatan dicetak dan Uji pakan ikan secara kimia dapat dikeringkan langkah selanjutnya dilakukan jika memiliki peralatan adalah melakukan pengemasan dan analisa proximat yang lengkap. Pada penyimpanan pakan ikan seperti uji secara kimia bertujuan untuk yang dilakukan pada skala pabrikasi. mengetahui kandungan gizi pada Jika anda bertujuan untuk menjual pakan buatan yang telah dibuat produk pakan ikan kepada 292
    329. pakan sesuai dengan formulasi pengujian kadar air pakan yang disusun. Uji coba ini dilaboratorium adalah bahan sangat berguna bagi konsumen dan makanan (pellet) dipanaskan pada suhu 105 – 110oC, dengan juga sebagai pengawasan mutu pakan yang diproduksi. Uji pakan pemanasan tersebut maka air secara kimia meliputi : akan menguap. Peralatan yang 1. Uji kadar air, kadar air yang baik digunakan untuk melakukan uji untuk pellet/pakan buatan adalah kadar air adalah oven dan kurang dari 12%. Hal ini sangat peralatan gelas. Untuk lebih penting karena pakan buatan jelasnya dapat dilihat pada tidak langsung dikonsumsi oleh Gambar 6.8. ikan setelah diproduksi tetapi disimpan beberapa saat. Prinsip Gambar 6.8. Alat pengukur kadar air 2. Uji kadar protein, kadar protein Cara ini adalah dengan pellet yang dibuat harus benar- menentukan kadarN-nya benar disesuaikan dengan kemudian mengalikan dengan ukuran ikan dan jenis ikan yang protein 6,25. Peralatan yang akan mengkonsumsi pakan digunakan untuk mengukur kadar tersebut. Prinsip pengujian kadar protein pakan ikan dengan protein di laboratorium adalah peralatan semi mikrokjeldahl . dengan menggunakan cara Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Kyeldahl yaitu menentukan kadar pada Gambar 6.9. protein secara tidak langsung. 293
    330. Gambar 6.9. Peralatan pengukuran kadar protein 3. Uji kadar lemak, kadar lemk pengujian kadar lemak adalah dalam pakan buatan menurut bahan makanan akan larut di hasil penelitian sebaiknya kurang dalam petrelium eter disebut dari 8%. Hal ini dikarenakan jika lemak kasar. Uji inimenggunakan kadar lemak dalam pakan tinggi alat yang disebut Soxhlet. Untuk akan mempercepat proses lebih jelasnya dapat dilihat pada ketengikan pakan buatan. Prinsip Gambar 6.10. Gambar 6.10. Peralatan pengukuran kadar lemak 294
    331. 4. Kadar Serat kasar, kadar serat pengujian kadar serat kasar kasardalam pakan buatan adalah menentukan zat organik menurut hasil penelitian yang tidak larut dalam asam kuat sebaiknya adalah kurang dari dan basa kuat dan disertai 7%. Serat kasar ini diperlukan pemanasan. Peralatan yang untuk menambah baik srtuktur digunakan untuk melakukan pellet. Kandungan serat kasar pengukuran kadar serat kasar yang terlalu tinggi pada pakan adalah peralatan soxlet ditambah buatan akan mempengaruhi data dengan peralatan lainnya. Untuk cerna dan penyerapan didalam lebih jelasnya dapat dilihat pada alat pencernaan ikan. Prinsip Gambar 6.11. Gambar 6.11. Peralatan pengukuran kadar serat kasar 5. Kadar abu, kadar abu dalam dilakukan pemanasan didalam tanur listrik yang bersuhu 600oC. pakan buatan sebaiknya kurang dari 12%. Kadar abu ini Pada suhu tersebut semua merupakan bahan anorganik, jika bahan organik akan menguap kadar abu tinggi dalam pakan dan yang tertinggal hanya bahan buatan berarti pakan buatan anorganik yaitu abu. Peralatan tersebut tidak akan memberikan untuk melakuakn pengukuaran pertumbuhan yang baik untuk kadar abu dilakukan dengan ikan. Prinsip pengujian kadar abu menggunakan tanur listrik. Untuk ini adalah bahan makanan 295
    332. lebih jelasnya dapat dilihat pada Prinsip : Air akan menguap Gambar 6.12. seluruhnya jika bahan makanan dipanaskan pada suhu 105–110 oC. Peralatan : Botol timbang bertutup/cawan Dessiccator/Eksikator Oven Neraca analitik Langkah Kerja 1 : 1. Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110o C selama 1jam, dinginkan dalam eksikator selama 10 menit dan ditimbang (x1). 2. Timbang bahan/contoh yang Gambar 6.12. telah dihaluskan sebanyak 2 – 3 Peralatan pengukuran gram (a) lalu dimasukkan kadar abu. kedalam cawan X1 . 3. Cawan dan bahan dipanaskan Adapun prosedur yang dapat dalam oven selama 4 – 6 jam dilakukan dalam melakukan uji coba pada suhu 105 – 110o C, secara kimia yang disebut dengan dinginkan dalam eksikator melakukan uji analisa proksimat kemudian timbang, lakukan dapat menggunakan beberapa pemanasan kembali dalam oven metode. Dibawah ini akan diuraikan selama 30 menit, dinginkan beberapa metode yang dapat dalam eksikator dan timbang, dilakukan dalam melakukan lakukan hal tersebut sampai pengukuran beberapa parameter uji tercapai berat yang konstan kimia pakan ikan. Adapun prosedur (selisih penimbangan berturut- yang harus dilakukan adalah sebagai turut kurang dari 0,02 gram). berikut : 4. Hitunglah persentase kadar air bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : Pengukuran Kadar Air (X1 + a) - X2 Pengukuran kadar air pakan ikan Kadar air (%) = X100% atau bahan baku yang akan a digunakan untuk membuat pakan ikan dapat dilakukan dengan cara Prosedur pengukuran kadar air dapat pemanasan yang biasa disebut dilakukan berdasarkan prrosedur dengan Metode Gravimetri. Standar Nasional Indonesia (SNI), dengan menggunakan pengukuran dengan SNI yang merupakan suatu 296
    333. standar dalam melakukan Peralatan : pengukuran yang telah diakreditasi Cawan porselen secara internasional yang disebut Tanur listrik dengan ISO 17025 mengenai Neraca analitik Internasional Standar Operational Dessicator/eksikator untuk kegiatan laboratorium. Oleh karena itu bagi para penguji yang Langkah Kerja 1 : laboratoriumnya telah mendapatkan 1. Cawan dipanaskan dalam oven pada suhu 105 – 110 o C selama sertifikat ini akan menggunakan prosedur pengujian dengan prosedur 1jam, dinginkan dalam eksikator SNI. selama 10 menit dan ditimbang (X1). Langkah Kerja SNI : 2. Timbang bahan/contoh yang 1. Timbang dengan seksama 1-2 g kering sebanyak 2 – 3 gram (a) cuplikan pada sebuah botol lalu masukkan ke dalam cawan timbang bertutup yang sudah X1. diketahui bobotnya (W1). 3. Masukkan cawan dan bahan 2. Keringkan pada oven suhu 105oC kedalam oven pengabuan/tanur selama 3 jam dengan cara dipanaskan dengan suhu 550 – 600 o C sampai 3. Dinginkan dalam eksikator 4. Timbang (W), ulangi pekerjaan ini menjadi abu dan berwarna putih hingga diperoleh bobot tetap (selama 3 – 6 jam). 4. Dinginkan dalam eksikator Perhitungan : selama 15 menit dan timbang W cawan dan abu tersebut (X2). Kadar air = X 100% 5. Hitunglah persentase kadar abu W1 bahan yang dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut : X2 – X1 Pengukuran Kadar Abu Kadar Abu (%) = X 100% Pengukuran kadar abu pakan ikan a atau bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan Langkah kerja SNI : ikan dapat dilakukan dengan cara 1. Timbang dengan seksama 2-3 g pemanasan yang biasa disebut contoh kedalam cawan porselen dengan Metode Gravimetri. yang telah diketahui bobotnya 2. Arangkan di atas nyala Prinsip : Bahan makanan jika pembakar, lalu abukan dalam dilakukan pemanasan tanur listrik pada suhu maksimum 550o C sampai pengabuan didalam tanur listrik yang bersuhu 600o C, maka zat- sempurna (sekali-kali pintu tanur zat organik akan diuraikan dibuka sedikit, agar oksigen bisa menjadi air dan CO2 yang masuk) tertinggal hanya bahan 3. Dinginkan dalam eksikator, lalu anorganik yaitu abu. timbang sampai bobot tetap 297
    334. Perhitungan : Pereaksi : hexane atau pelarut lemak lainnya W1 – W2 Kadar abu = X 100% Langkah kerja 1 : W 1. Panaskan cawan labu dalam oven pada suhu 105–110o C W : Bobot contoh sebelum selama satu jam, dinginkan diabukan dalam gram dalam eksikator selama 10 menit W1 : Bobot contoh + cawan dan timbang (X1). sesudah diabukan dalam 2. Timbang bahan/contoh sebanyak gram 2 – 5 gram (bahan sebaiknya W2 : Bobot cawan kosong dalam dalam bentuk halus dan kering), gram dan dibungkus dengan kertas saring/kertas filter dalam bentuk silinder (a). 3. Masukkan selongsong kertas Pengukuran Kadar Lemak filter kedalam tabung ekstraksi Pengukuran kadar lemak pakan ikan dan diberi pemberat serta atau bahan baku yang akan dihubungkan dengan digunakan untuk membuat pakan kondensor/pendingin . ikan dapat dilakukan dengan 4. Pasanglah tabung ekstraksi pada menggunakan metode Soxhlet dan alat destilasi Soxhlet dengan metode Weibull. Metode soxlet pelarut petroleum ether/ digunakan jika bahan baku pakan petroleum benzena/hexana atau pakan ikan mengandung kadar sebanyak 150 ml yang lemak yang relatif tidak terlalu dimasukkan kedalam soxhlet banyak, dan jika kadar lemak dalam sampai kertas saring tersebut bahan pakan atau pakan ikan cukup terendam dan sisa larutan banyak maka bahan pakan dan dimasukkan kedalam labu. pakan itu harus dilakukan hidrolisis 5. Panaskan cawan labu yang terlebih dahulu dan metode yang dihubungkan dengan soxhlet di digunakan adalah metode weibull. atas water bath sampai cairan dalam soxhlet terlihat bening. Prinsip : Bahan makanan yang larut Pemanasan ini berlangsung di dalam petrelium eter, selama 2 – 4 jam, apabila atau ekstraksi lemak bebas setelah 4 jam ekstraksi belum dengan pelarut non polar sempurna pemanasan dapat dilanjutkan selama 2 jam lagi. Peralatan : 6. Lepaskan labu dari soxhlet dan Kertas saring tetap dipanaskan di atas water Labu lemak bath untuk menguapkan semua Alat soxhlet petroleum ether dari cawan labu. Pemanas listrik 7. Cawan labu dipanaskan dalam Oven oven pada suhu 105 – 110 oC Neraca analitik selama 15 –60 menit, kemudian Kapas bebas lemak didinginkan dalam eksikator 298
    335. selama 10 menit dan ditimbang. W2 : bobot labu lemak sesudah Ulangi prosedur ini sampai ekstraksi diperoleh berat yang stabil (X2). 8. Hitunglah persentase kadar lemak bahan/contoh dengan Pengukuran Kadar Lemak dengan persamaan sebagai berikut ; Metode Weibull Prinsip : ekstraksi lemak dengan X2 – X1 pelarut non polar setelah Kadar Lemak (%)= X 100% contoh dihidrolisis dalam a suasana asam untuk membebaskan lemak yang terikat. Langkah kerja SNI : 1. Timbang seksama 1-2 g contoh, Peralatan : masukkan kedalam selongsong Kertas saring kertas yang dialasi dengan kapas Kertas saring pembungkus 2. Sumbat selongsong kertas berisi (Thimle) contoh tersebut dengan kapas, Labu lemak keringkan dalam oven pada suhu Alat Soxhlet tidak lebih dari 80 oC selama Neraca Analitik lebih kurang satu jam, kemudian Pereaksi : larutan HCl 25%, masukkan ke dalam alat soxhlet kertas lakmus, n-Heksana atau yang telah dihubungkan dengan pelarut lemak lainnya labu lemak berisi batu didih yang telah dikeringkan dan telah Langkah kerja SNI ; diketahui bobotnya 1. Timbang seksama 1-2 g cuplikan 3. ekstrak dengan heksana atau ke dalam gelas piala pelarut lemak lainnya selama 2. Tambah 30 ml HCl 25% dan 20 lebih kurang 6 jam ml air serta beberapa butir batu 4. Sulingkan heksana dan didih keringkan ekstrak lemak dalam 3. Tutup gelas dengan kaca arloji oven pengering pada suhu 105oC dan didihkan selama 15 menit 5. Dinginkan dan timbang 4. Saring dengan keadaan panas 6. Ulangi pengeringan ini hingga dan cuci dengan air panas tercapai bobot tetap hingga tidak bereaksi asam lagi 5. Keringkan kertas saring berikut isinya pada suhu 100 – 105 oC. Perhitungan : 6. Masukkan ke dalam kertas saring W – W1 pembungkus (paper thimble) dan % Lemak = X 100% ekstrak dengan heksana atau W2 pelarut lemak lainnya 2 – 3 jam pada suhu lebih kurang 80 oC. W : bobot contoh dalam gram 7. Sulingkan larutan heksana atau W1 : bobot lemak sebelum pelarut lemak lainnya dan ekstraksi dalam gram 299
    336. keringkan ekstrak lemak pada Pemanas listrik/pembakar suhu 100 – 105 oC. Neraca analitik 8. Dinginkan dan timbang 9. Ulangi proses pengeringan ini Tahap Oksidasi, langkah kerjanya ; hingga tercapai bobot tetap 1. Masukkan 0,5 – 1 gram bahan/contoh (a), 3 gram katalis ( Perhitungan : K2SO4 + CuSO4) dan 10 ml W1 – W2 H2SO4 kedalam tabung Kjeldahl. Kadar lemak = X 100% 2. Tabung dipanaskan hingga W larutan di dalam tabung berubah warna menjadi hijau bening, W: bobot cuplikan dalam gram kemudian di dinginkan. W1 : bobot labu lemak sesudah 3. Encerkan dengan akuades ekstraksi dalam gram sampai larutan menjadi 100 ml. W2 : bobot labu lemak sebelum ekstraksi dalam gram Tahap Destruksi, langkah kerjanya: 1. Masukkan 5 ml larutan hasil oksidasike dalam cawan labu kjeldahl. Pengukuran Kadar Protein dengan 2. Tambahkan NaOH 0,05 N Metode Kjeldahl sebanyak 10 ml. Prinsip : 3. Siapkan Erlenmeyer, masukkan H2SO4 0,05 N sebanyak 10 ml Menentukan kadar protein secara dan tambahkan 2 – 3 tetes tidak langsung, dengan cara larutan indikator (metyl menentukan kadar N nya kemudian red/methylen blue), kemudian dikalikan dengan faktor protein 6,25. didestruksi selam 10 menit. Senyawa nitrogen diubah menjadi amonium sulfat oleh H2SO4 pekat. Tahap Titrasi Amonium Sulfat yang terbentuk 1. Hasil destruksi dititrasi dengan diuraikan dengan NaOH, amoniak NaOH 0,05 N yang dibebaskan diikat dengan asam 2. Volume titran yang digunakan borat dan kemudian dititar dengan dicatat. larutan baku asam. 3. Lakukan prosedur yang sama pada blanko. Peralatan : Labu kjeldhal Perhitungan kadar protein diperoleh Alat penyulingan dan dari persamaan sebagai berikut : kelengkapannya 0,0007 X 6,25 X 20 X (titran blanko-titran sampel) Kadar Protein (%) = X 100% a 300
    337. 4. Setelah labu kjeldahl beserta Pengukuran Kadar Protein cairannya menjadi dingin, Metode Gunning tambahkan 200 ml aquades dan Langkah kerja : 75 ml larutan NaOH 40-45% sampai larutan menjadi basa, 1. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 pasanglah labu kjeldahl dengan gram yang telah ditumbuk halus segera pada alat destilasi. dan masukkan kedalam labu 5. Panaskan labu kjeldahl sampai kjeldahl, tambahkan 10 gram amonia menguap semua, K2S atau Na2SO4 anhidrat dan destilat ditampung dalam 15 – 25 ml H2SO4 pekat, kalau erlenmeyer yang berisi 100 ml destruksi sukar dilakukan perlu HCl 0,1 N yang sudah diberi ditambah katalis CuSO4 indikator phenolphtalein 1% 2 – sebanyak 6 gram dan digoyang. 5 tetes. Destilasi diakhiri setelah 2. Kemudian dipanaskan pada volume destilat 150 ml atau pemanas listrik atau api bunsen setelah destilat yang keluar dalam almari asanm, mula-mula tidak bersifat basa. dengan api kecil dan setelah 6. Kelebihan HCl 0,1 N dalam asap hilang api dibesarkan, destilat dititrasi dengan larutan pemanasan diakhiri setelah basa standar (larutan NaOH 0,1 cairan menjadi jernih tidak N) samapi larutan berwarna berwarna. pink, catat volume titran. 3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk 7. Hitunglah kadar protein bahan perlakuan blanko. dengan persamaan sebagai berikut : (ml NaOH blanko – ml NaOH contoh) Kadar Nitrogen (%)= X N NaOH X 14,008 Gram contoh X 10 Kadar Protein (%) = Kadar Nitrogen X faktor konversi bromcresol green dengan 2 ml Pengukuran Kadar Protein Metode merah metil. SNI 3. Larutan asam borat H3BO3 2 %, larutkan 10 gr H3BO3 dalam 500 Pereaksi : 1. Campuran selen, campuran 2,5 ml air suling. Setelah dingin gr serbuk SeO2, 100 gr K2SO4 pindahkan kedalam botol dan 20 gr CuSO4 5 H2O. bertutup gelas. Campur 500 ml 2. Indikator campuran, siapkan asam borat dengan 5 ml latutan bromcresol green 0,1 % indikator. dan larutan merah metil 0,1 % 4. Larutan asam klorida, HCL 0,01 dalam alkohol 95 % secara N terpisah. Campur 10 ml 5. Larutan Natrium Hidroksida NaOH 30%, larutkan 150 gram 301
    338. Natrium Hidroksida kedalam 350 labu ukur 100 ml, tepatkan ml air, simpan dalam botol sampai tanda garis bertutup karet. 5. Pipet 5 ml larutan dan masukkan kedalam alat penyuling, Langkah kerja : tambahkan 5 ml NaOH 30% dan 1. Timbang seksama 0,51 g beberapa tetes indikator PP, cuplikan, masukkan ke dalam 6. Sulingkan selama lebih kurang labu Kjeldahl 100 ml 10 menit, sebagai penampung 2. tambahkan 2 g campuran selen gunakan 10 ml larutan asam dan 25 ml H2SO4 pekat. borat 2% yang telah dicampur 3. Panaskan diatas pemanas listrik indikator atau api pembakar sampai 7. Titar dengan larutan HCL 0,01 mendidih dan larutan menjadi N jernih kehijau-hijauan (sekitar 2 8. Kerjakan penetapan blanko jam) 4. Biarkan dingin, kemudian encerkan dan masukkan kedalam Perhitungan : (V1-V2) X N X 0,014 X f.k X fp Kadar Protein = W W: bobot cuplikan Peralatan : V1 : volume HCL 0,01 N yang Neraca analitik dipergunakan penitaran Pendingin contoh Corong Buchner V2 : volume HCl yang Pompa vakum dipergunkan penitaran blanko N: normalitas HCl Pereaksi : Fk : faktor konversi untuk protein Asam sulfat H2SO4 1,25% 6,25 Natrium Hidroksida, NaOH 3,25% fp : faktor pengenceran Etanol 96% Kertas saring Whatman 54, 541 atau 41 Pengukuran Kadar Serat Kasar Langkah kerja SNI : dengan Metode Pencucian asam 1. Timbang seksama 2 – 4 g dan basa kuat cuplikan Prinsip : Menentukan zat organik Bebaskan lemaknya dengan yang tidak larut dalam cara ekstraksi dengan cara asam kuat dan basa kuat SOXlet atau dengan cara dan disertai dengan mengaduk, mengenap tuangkan pemanasan. contoh dalam pelarut organik sebanyak 3 kali. Keringkan 302
    339. contoh dan masuk-kan ke dalam Langkah kerja 2 : erlemeyer 500 ml. 1. Timbang bahan sebanyak 0,5–2 2. Tambahkan 50 ml larutan H2SO4 gram (a) lalu masukkan kedalam 1,25%, kemudian didihkan erlenmeyer, kemudian tambah- selama 30 menit dengan kan 50 ml H2SO4 0,3 N dan di menggunakan pendingin tegak panaskan diatas hot plate selama 3. Tambahkan 50 ml NaOH 3,25% 30 menit. dan didihkan lagi selama 30 2. Tambahkan 25 ml NaOH 1,5 N menit kemudian panaskan kembali 4. Dalam keadaan panas, saring selama 30 menit. dengan corong Buchner yang 3. Panaskan kertas saring di dalam berisi kertas saring tak berabu oven selama 1 jam pada suhu 110 oC Whatman 54, 41 atau 541 yang telah dikeringkan dan diketahui Dan dinginkan dalam eksikator bobotnya. lalu ditimbang (X1). Pasang 5. Cuci endapan yang terdapat kertas saring pada corong pada kertas saring berturut-turut buchner yang dihubungkan dengan H2SO4 1,25% panas, air dengan vacuum pump. panas dan etanol 96%. Panaskan juga cawan porselen pada suhu 110 oC selama 6. Angkat kertas saring beserta satu isinya, masukkan kedalam kotak jam dan dinginkan didalam timbang yang telah diketahui eksikator. bobotnya, keringkan pada suhu 4. Larutan yang telah dipanaskan 105o C dinginkan dan timbang dituang ke dalam corong sampai bobot tetap. buchner. Lakukan pembilasan 7. bila ternyata kadar serat kasar berturut-turut menggunakan 50 lebih besar 1% abukan kertas ml air panas, 50 ml H2SO4 0,3 saring beserta isinya, timbang N, 50 ml air panas dan 25 ml sampai bobot tetap aceton. 5. Masukkan kertas saring dari Perhitungan : corong buchner kedalam cawan, panaskan pada suhu 105–110 oC a. Serat kasar < 1%, w selama 0,5–1 jam, dinginkan % Serat kasar = X 100% dalam eksikator dan timbang w1 (X2). b. serat kasar > 1% 6. Panaskan cawan dalam tanur listrik bersuhu 600 oC selama 2 w – w1 % Serat kasar = X 100% jam hingga bahan di dalam w2 cawan berwarna putih, didinginkan dan timbang (X3). w: bobot cuplikan dalam gram 7. Hitunglah kadar serat kasar w1 : bobot abu dalam gram bahan dengan menggunakan w2 : bobot endapan pada kertas persamaan sebagai berikut : saring dalam gram X2 – X3 – X1 Serat Kasar (%)= X100% a 303
    340. Langkah Kerja 3 : dengan larutan NaOH 0,313 N sebanyak 200 ml sampai semua 1. Timbang bahan sebanyak 2 – 5 residu masuk kedalam gram erlemeyer. Didihkan dengan 2. Masukkan kedalam erlemeyer pendingin balik sambil kadang 600 ml, tambahkan larutan kala digoyang-goyangkan selama H2SO4 0,255 N sebanyak 200 ml 30 menit. dan batu didih, panaskan selama 5. Saring menggunakan kertas 30 menit dengan dilakukan saring yang telah diketahui penggoyangan sesekali. beratnya, sambil dicuci dengan 3. Saring suspensi dengan kertas larutan K2SO4 10%, cuci lagi saring dan residu yang tertinggal residu dengan aquades mendidih dalam erlemeyer dicuci dengan dan kemudian dengan lebih aquades mendidih, cucilah residu kurang 15 ml alkohol 95%. dalam kertas saring sampai air 6. Keringkan kertas saring dan cucian tidak bersifat asam lagi isinya pada oven dengan suhu 110OC sampai berat konstan (uji dengan kertas lakmus, sampai berwarna biru tidak selama 1 – 2 jam, dinginkan berubah). dalam eksikator dan timbang 4. Pindahkan secara kuantitatif 7. Hitunglah kadar serat kasar residu dari kertas saring kedalam dengan persamaan sebagai erlemeyer kembali dengan berikut : spatula, dan sisanya dicuci (Berat kertas saring +serat) – Berat kertas saring) Kadar Serat Kasar(%)= X100% Berat Sampel pakan buatan didalam air akan 6.4.2. Uji Pakan secara Fisik sangat membantu para praktisi Uji coba yang kedua adalah uji coba perikanan dalam memberikan pakan, pakan secara fisik. Uji coba pakan berapa lama waktu yang dibutuhkan secara fisik bertujuan untuk oleh ikan untuk mengejar pakan mengetahui stabilitas pellet didalam dikaitkan dengan lama waktu pakan air (Water Stability Feed) yaitu daya itu bertahan didalam air sebelum tahan pakan buatan didalam air. dimakan oleh ikan. Selain itu uji fisik dapat dilakukan dengan melihat kehalusan dan Oleh karena itu dalam membuat kekerasan bahan baku pakan yang pakan buatan, bahan baku yang akan sangat berpengaruh terhadap digunakan harus dalam bentuk kekompakan pakan didalam air. Hal tepung, dengan semakin halusnya ini dapat dideteksi dengan daya bahan baku yang digunakan maka tahan pakan buatan didalam air. bentuk fisik akan semakin baik, dan Dengan mengetahui daya tahan seluruh bahan baku akan tercampur 304
    341. secara sempurna. Hal ini akan 2. Masukkan sebanyak 5 gram menghasilkan dampak terhadap pakan yang telah diketahui kadar pakan buatan yang dibentuk menjadi airnya kedalam keranjang kawat lebih kompak dan stabil. Dengan tersebut. pakan buatan yang kompak dan 3. Masukkan keranjang kawat yang stabil maka pakan buatan akan telah berisi pakan kedalam air mudah dicerna oleh ikan. Pakan pada kondisi perairan yang buatan yang mudah dicerna oleh dibuat sama dengan kondisi ikan akan mengakibatkan efisiensi pakan ikan tersebut akan pakan yang sangat baik dan sangat diberikan dan dibuat eksperiment menguntungkan pemakai/petani penelitian dengan desain waktu ikan. Adapun pengukuran pakan selama 2, 4, 6 dan 8 jam. secara fisik dapat dilakukan sebagai 4. Lakukan pengeringan keranjang berikut : basket yang telah direndam dalam air kedalam oven, kemudian simpan dalam desikator dan timbang beratnya Pengukuran Water Stability sampai diperoleh berat yang Daya tahan pakan ikan didalam air konstan. harus diperhatikan karena hal ini 5. Persentase berat kering yang sangat diperlukan bagi pakan yang hilang dihitung setelah dikurangi akan dikonsumsi oleh ikan. Ikan dengan berat keranjang. yang hidup didasar perairan 6. Nilai water stability dalam persen membutuhkan pakan yang lebih dapat dihitung menggunakan tahan lama didalam air dibandingkan rumus sebagai berikut : pakan ikan yang akan dibuat untuk ikan yang hidup dipermukaan atau Fo ditengah perairan. Semakin lama % Water stability = X 100 pakan terendam dalam air dan tidak Io cepat hancur maka ikan dapat dengan mudah memakan pakan Dimana : buatan tersebut. Oleh karena itu Io : adalah berat awal pakan water stability dari pakan ikan ini kering sangat bergantung pada Fo: adalah berat akhir pakan peruntukkan pakan tersebut. Water kering stability pakan menurut Millamenena et al (2000) dapat dilakukan Sebagai contoh dalam pengukuran pengukuran dengan prosedur water stability adalah sebagai sebagai berikut : berikut: 1. Masukkan keranjang kawat ke dalam oven untuk dikeringkan Misalnya, berat pakan adalah 5,26 pada suhu 100 oC selama 1 – 3 gram, berat kering pakan adalah jam. Kemudian simpan di dalam 95% maka berat kering pakan adalah desikator dan timbanglah berat pakan X % berat kering dibagi keranjang tersebut sampai 100. diperoleh berat yang konstant. 305
    342. % berat kering Berat kering pakan = berat pakan X 100 95 Maka Io = 5,26 gram X 100 Io = 5,0 gram Dari hasil perlakuan pencelupan tadi menit, sedangkan untuk ikan yang diperoleh data sebagai berikut : hidup dipermukaan air lebih cepat menangkap pakan sehingga waktu Berat pakan dan keranjang = 12,5 yang dibutuhkan sampai pakan gram hancur lebih cepat. Daya tahan pakan di dalam air ini sangat Berat keranjang kosong= 8,0 gram bergantung pada jumlah bahan baku yang digunakan sebagi perekat Maka berat akhir pakan kering (binder) dan prosesing pembuatan adalah berat keranjang dan pakan pakan. dikurangi dengan berat keranjang yaitu : Langkah kerja dalam uji water stability yang praktis adalah sebagai Fo = 12,5 gram – 8,0 gram berikut : Fo = 4,5 gram 1. Menyiapkan alat dan bahan yang Fo akan digunakan sebelum % Water Stability = X 100 melakukan uji fisik pakan (wadah Io budidaya, pakan ikan yang dibuat, aerator, stop watch, air). 4,5 2. Mengisi wadah uji dengan air = X 100 dengan ketinggian minimal 50 5,0 cm. 3. Memasukkan selang aerasi = 90% kedalam wadah uji. 4. Memasang aerator dengan kuat Pengukuran water stability yang sehingga air didalam wadah uji paling mudah dilakukan dengan bergerak dan menimbulkan menghitung lama waktu yang gelombang. dibutuhkan oleh pakan tersebut 5. Memasukkan pakan buatan sampai hancur di dalam wadah kedalam wadah uji dan catat budidaya. Biasanya pakan untuk waktu pertama pakan buatan udang sebagai organisme air yang dimasukkan kedalam wadah uji. hidup di dasar perairan maka pakan 6. Memperhatikan kekompakan yang direndam di dalam air minimal pakan buatan didalam wadah uji membutuhkan waktu selama 30 dan catat waktu pakan tersebut 306
    343. mulai mengembang serta catat gelombang dan masukkan ikan pula waktu pakan tersebut mulai kedalam wadah tersebut. hancur. 5. Memasukkan pakan buatan 7. Pakan yang baik akan stabil kedalam wadah uji dan didalam air selama 30 menit perhatikan tingkah laku ikan untuk pakan udang sedangkan dalam menangkap pakan dan untuk pakan ikan biasanya perhatikan juga berapa lama kurang dari tiga puluh menit. waktu yang dibutuhkan oleh ikan untuk mengkonsumsi pakan tersebut. 6. Melakukan uji fisik yang kedua Pengujian bau pakan (attractant) yaitu bau pakan buatan dengan Pakan ikan yang sudah dibuat harus cara mencium pakan buatan mempunyai bau yng khas sesuai yang telah dibuat dibandingkan dengan keinginan ikan sehingga ikan dengan pakan buatan pabrik yang mencium bau pakan ikan yang sudah biasa digunakan tersebut tertarik untuk untuk pakan ikan. mengkonsumsi pakan atau biasa 7. Membandingkan hasilnya secara disebut dengan daya terima ikan organoleptik dan juga amati daya terhadap pakan ikan yang dibuat terima ikan terhadap pakan (pallatabilitas). Pakan ikan yang buatan yang dibuat dengan cara mempunyai bau yang enak akan mengamati respon ikan terhadap menarik minat ikan untuk segera pakan buatan dan bandingkan memakan pakan ikan tersebut. Oleh pula respon ikan terhadap pakan karena itu jika anda membuat pakan pabrik. ikan ini harus dilakukan uji fisik 8. Mencatat hasil perbandingan tentang bau pakan tersebut apakah tersebut . sudah dapat diterima oleh ikan. Adapun langkah kerja yang dapat Pengujian tingkat kehalusan dilakukan untuk mengetahui bau pakan pakan dan daya terima ikan terhadap pakan dapat dilakukan dengan Pakan ikan yang dibuat biasanya prosedur sebagai berikut : tidak akan langsung dijual kepada konsumen, tetapi akan disimpan Langkah kerja : terlebih dahulu dalam ruang 1. Menyiapkan alat dan bahan yang penyimpanan pakan. Dalam ruang akan digunakan sebelum penyimpanan pakan, pakan ikan ini melakukan uji fisik pakan. biasanya disimpan dalam tumpukan 2. Mengisi wadah uji dengan air pakan yang berju