MEngIntEgRaSIkan PaUd
Edisi Khusus PAUD/Tahun II/Juli-Agustus 2007/Rp 40.000,-
FoRMal dan nonFoRMal
REFERENSI TERPERCAYA DUNIA PENDIDIKAN
Inggris
dIbIkIn SIal
UJIan naSIonal
Ir. Hj. Umi Rosidah, MS
JUal RUMaH dan MobIl
UntUk bangUn PaUd
GELIAT PAUD
Di Sekujur Nusantara
COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in1 1 7/14/2007 8:54:45 AM
Majalah PENA Pendidikan
Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan
PT. REKA GAGAS CIPTA
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710, T/F: +62 21 7973957 Email: rekagagascipta@yahoo.com
COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in2 2 7/14/2007 8:55:50 AM
Telah Hadir BUNDEL PENA Pendidikan
12
M
aj a
Ha
ala R
ny
h p3
da 0
lam 0.
1
BU 0,-
00
ND
EL
Ingin mengoleksi Majalah PENA Pendidikan dari awal tapi sulit mencari edisi lama?
Telah tersedia Majalah PENA Pendidikan dalam bentuk Bundel.
Buruan!!! Hubungi:
021-7973957
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957
PT. REKA GAGAS CIPTA Email: rekagagascipta@yahoo.com
COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in3 3 7/14/2007 8:56:31 AM
Jangan Remehkan
Taman Kanak-kanak
TAMAN YANG
PALING INDAH
Penulis : Saiful Anam
Penerbit : Wajatri
Cetakan : April 2007
Tebal : XX + 228 halaman k
ana
k-k
ana
nK
a
Tam
Siapapun mengakui bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),
termasuk di dalamnya pendidikan taman kanak-kanak (TK),
merupakan layanan pendidikan yang sangat penting. Pendidikan
TK berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang.
Bahkan, berbagai penelitian membuktikan bahwa anak-anak
yang mengenyam pendidikan TK pada umumnya memiliki prestasi
pendidikan yang lebih baik saat menempuh studi pada jenjang
pendidikan berikutnya. Selain itu, setelah dewasa mereka juga
memiliki pendapatan ekonomi yang lebih tinggi.
Sayangnya, hingga kini kondisi pendidikan TK kita masih harus
diperbaiki. Inilah tantangan serius yang dihadapi Direktorat
Pembinaan TK dan SD, Departemen Pendidikan Nasional,
yaitu bagaimana terus berupaya meningkatkan pemerataan
dan perluasan akses. Selain itu, Direktorat Pembinaan TK dan
SD juga mesti meningkatkan mutu dan relevansi, termasuk di
dalamnya meluruskan berbagai kekeliruan yang terjadi dalam
kegiatan pembelajaran di TK, misalnya memaksakan pengajaran
baca-tulis-hitung secara klasikal.
Buku yang penulisannya menggunakan pendekatan jurnalistik
ini berusaha memeaparkan perjalanan pembangunan pendidikan
TK di Indonesia serta berbagai program yang telah dan akan
digulirkan Direktorat Pembinaan TK dan SD. Selain itu juga
dikemukakan pandangan dari akademisi, pengamat, anggota
legislatif, penyelenggara TK hingga guru.
COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in4 4 7/14/2007 8:56:43 AM
Salam Pena
H
ARI Anak Nasional kembali diperingati pada 2 Juli. Tentunya
semua berharap peringatan HAN ini tak sekadar meriah di seremoni
belaka. Apalagi pemerintah sendiri menegaskan
visinya buat anak-anak, bahwa pada 2015 mendatang
mampu membikin seluruh anak Indonesia sehat, cerdas,
berakhlak mulia dan terlindungi.
Tentunya, pemerintah mematok target itu dengan
perhitungan sangat serius. Dari sisi perundangan, sejatinya anak
telah mendapat tempat. Sudah ada Undang-Undang Nomor 4
Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Lalu lahir UU Nomor
Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. Kemudian lahir pula
Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1990 tentang Ratifikasi
Konvensi Hak Anak. Yang terakhir tentunya UU Nomor 2 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak.
PR besar memang masih mengelayuti dunia anak-anak kita.
Dari soal pendidikan, kesejahteraan, hingga maraknya eksploitasi
terhadap pekerja anak. Di bidang pendidikan, pemerintah
memang masih mengejar penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. Juga
pemberantasan buta aksara. Yang tengah gencar dilaksanakan
belakangan ini adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Data Departemen Pendidikan Nasional mencatat, hingga akhir 2006 jumlah TK sebanyak 54.742, hanya 1,% atawa 708 TK milik
pemerintah. Jumlah ini tak sebanding bila disandingkan dengan jumlah SD yang sekira 150.000 sekolah, lebih dari 95% di antaranya
berstatus sekolah negeri.
Padahal jumlah anak usia 0-6 tahun yang terekam jumlahnya lebih dari 28 juta. Hanya .72.924 atau 2,78% yang mencicipi
pendidikan TK. Dalam istilah pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat Taman Kanak-kanak (TK) mencapai 2,78%. Jika ditambah
PAUD nonformal, total APK-nya menjadi 45,6%.
PAUD nonformal? Ya istilah itu dikukuhkan pada UU Nomor 20 Tahun 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PAUD dijabarkan
sebagai pendidikan untuk anak usia 0-6 tahun. Bentuknya terdiri dari PAUD formal (TK, Raudhatul Athfal, Bustanul Atfal), PAUD Nonformal
(Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Satuan PAUD Sejenis), dan PAUD Informal (keluarga).
Perkembangan PAUD yang demikian pesat mendorong kami menuliskannya dalam Edisi Khusus ini. Kami sengaja menerjunkan
wartawan ke sejumlah kota yang semoga bisa mewakili gambaran perkembangan PAUD. Meski tak terjun ke banyak kota di satu
provinsi yang kami kunjungi, namun setidaknya berusaha memotret gambaran di provinsi tersebut.
Provinsi yang kami rekam perkembangan PAUD nya adalah: Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI
Yogyakarta, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Papua. Di komandoi langsung Saiful Anam, sang Pemimpin Redaksi yang
terjun sendiri ke Papua, Gorontalo, dan sejumlah kota di Jawa Timur.
Selain itu kami terjunkan Ayu N Andini ke Banten, dan juga meliput DKI Jakarta. Kemudian Fetty Shinta Lestari (Sumatera Barat dan
DKI Jakarta), Robi Sugara (Jawa Barat), Eva Rohilah (Sulawesi Selatan), dan Murnita Dian Kartini (DI Yogyakarta dan Jawa Tengah). Tak
terkecuali koresponden kami, Mukti Ali (Malang) dan Mochammad Fathoni Arief (Yogyakarta) kami kerahkan.
Kami berharap sajian kami tidak menjadi potret hitam putih perkembangan PAUD di Tanah Air. Kalaulah ada gambaran
menggembirakan semoga tidak menjadi kebanggaan semata. Sedangkan yang masih belum sesuai harapan tidak menjadi noda yang
mesti kita tutupi. Sebaliknya menjadi cambuk untuk membangun lebih baik lagi.
Selamat Hari Anak Nasional. Songsong anak Indonesia yang berkualitas, calon pemimpin negeri ini.
PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful
Edisi Khusus/Tahun II/Juli-Agustus 2007
Anam REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful
Anam, Dipo Handoko, Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, Robi
Sugara KORESPONDEN DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief
Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya), R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI:
Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita
Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL: Prambudi, Sugiyono
FOTOGRAPHER: Arien T.W. SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta
DIREKTUR UTAMA: Iwan Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS
CIPTA: Bank Niaga cab.Edisi 13/Tahun II/Mei 064.01.6285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya
BEJ Jakarta Rek. 2007
22 JAKARTA 12770, Telp/Faks: +6221 797 957, E-mail: rekagagascipta@yahoo.com ISSN 1907 - 429
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 3 7/14/2007 10:42:18 AM
Suara Pembaca
USUL RUBRIK (1)
S
aya mengikuti perkembangan majalah Pena Pendidikan sejak edisi Narkoba,
sejauh ini dari segi konten dan pengemasan sudah cukup bagus. Sayangnya, dari
edisi itu saya tidak menemukan adanya rubrik konsultasi pendidikan. Semacam
rubrik khusus yang memberikan wadah komunikasi bagi pembaca dengan redaksi
atau dengan instansi yang terkait, dalam hal ini Depdiknas.
Ruang konsultasi ini saya rasa cukup penting karena dengan narasumber yang
tersedia, pembaca bisa bertanya segala sesuatu hal menyangkut dunia pendidikan
dan mendapat jawaban yang berimbang dari narasumber yang berkompeten.
Sekadar usul untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia, semoga sukses
selalu!
Nurrohman Zainurry, S.Pd
Peminat Pendidikan
Jl. Daan Mogot
Kalideres, Jakarta Barat
Edisi Khusus/Tahun II *) Terimakasih atas usulan Bapak. Kami memang sudah mempertimbangkan akan
Juli - Agustus 2007
menambah halaman, di antaranya untuk rubrik Konsultasi. Namun saat ini masih
dalam proses pembahasan.
Cover : Prambudi
Foto : Saiful Anam
SAYA INGIN BERLANGGANAN MAJALAH PENA PENDIDIKAN.
Majalah PENA Pendidikan adalah majalah dengan content berita-
berita dunia pendidikan yang sangat menarik untuk dijadikan
Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan dan collectible item
* Formulir ini boleh di perbanyak (fotokopi). Berikan kesempatan kepada saudara atau
kolega Anda. Beri tanda pada pilihan Anda
METODE PEMBAYARAN:
Nama lengkap :
Tempat/tanggal lahir : Transfer Bank
Alamat rumah : BANK NIAGA KANTOR
CABANG BEJ JAKARTA
No. A/C: 064.01.63285.006
Telpon/fax :
a/n PT. REKA GAGAS CIPTA
Ponsel :
Bayar di tempat (cash)
Email :
khusus untuk DKI JAKARTA
ONGKOS KIRIM PER EDISI:
PAKET LANGGANAN:
Jabodetabek Rp 2.000,-
Edisi : Harga Normal :
06 Rp 120.000,-
Jawa
P. Rp 5.000,-
Rp 110.000,-
Harga Khusus :
P. Jawa Rp 7.000,-
Luar
Edisi : Harga Normal :
12 Rp 240.000,-
Rp 200.000,-
Harga Khusus :
Berlangganan Mulai Edisi
Kirim formulir ini (beserta bukti pembayaran untuk berlangganan) ke alamat redaksi PENA Pendidikan:
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12770, Tel/Fax: (021) 797 3957 atau Email: redaksipena@rekacipta.com
4 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 4 7/14/2007 10:42:25 AM
Suara Pembaca
USUL RUBRIK (2) menikmati pendidikan secara layak. Ketika
pertimbangkan bisa direalisasikan untuk
sebagian dari mereka duduk nyaman di
edisi mendatang.
B
ruang kelas dan mendapat pendidikan
eberapa kali saya membaca usulan
bagus, sebagian lainnya terpaksa menerima
mengenai perbaikan rubrik resensi
HALO BAHASA DAERAH nasib menghabiskan waktu mereka memeras
yang hanya menghadirkan buku-
keringat mencari sesuap nasi. Pendidikan
buku formal selama ini. Memang untuk
A
hanya tinggal kenangan dan masa depan
beberapa edisi terakhir ada perbaikan, buku pakah masih ada pelajaran bahasa
hanya menyisakan impian.
lebih variatif dan luwes. Sepertinya tidak ada daerah? Kalaupun masih ada, saya
Mohon Pena Pendidikan meliput nasib
salahnya jika mencoba mengulas buku-buku kira penerapannya masih jauh dari
anak jalanan. Rasanya sangat menarik.
sejarah lama, atau novel-novel karya sastra level “dipakai” dengan benar. Anak-anak lebih
Harapannya semoga semakin banyak
lama yang tentunya sangat memegang andil tertarik memakai bahasa Indonesia yang gaul
orang, terutama pemerintah, peduli dan
dalam kelahiran sastra-sastra baru atau ilmu- seperti di sinetron-sinetron. Bahkan salah
memikirkan solusi bagi mereka. Mereka juga
ilmu pengetahuan baru di Indonesia seperti seorang teman saya mengambil S Bahasa
bagian dari warga Indonesia yang berhak
pernah diusulkan beberapa pembaca. Dan Jawa malah di luar negeri. Ironis sekali.
mendapat pendidikan layak.
sepertinya lebih menarik jika ditambahkan Bahasa daerah sebaiknya tidak diajarkan
Achmad Azis Bisri
rubrik yang mengulas film-film/ pertunjukan sebagai sebuah wacana saja, artinya mulai
Kraton Blumbangan, Sinduadi
teater/ drama yang berkaitan dengan digerakkan sebagai sebuah kewajiban dan
Sleman
dunia pendidikan dan sekaligus budaya unsur dalam acara-acara sekolah. Jadi anak-
kita. Karena mengandalkan pendidikan anak juga semakin terbiasa memakai bahasa
PENDIDIKAN PULAU TERLUAR
dari media televisi rupanya sudah tidak daerah dengan benar.
Ir. Arief Muhammad
bisa lagi, di mana sinetron-sinetron yang
Pogung Lor, Yogyakarta
tidak mendidik dan cenderung meracuni
S
generasi muda kita berhamburan di semua aya mendapatkan Majalah PENA
stasiun televisi. PENDIDIKAN dari teman. Ternyata
UJIAN KESETARAAN APA
Mungkin usulan ini sedikit repetitif, tapi susah mencarinya di pasaran. Ternyata,
FUNGSINYA?
tak ada maksud lain selain perbaikan dan setelah membaca edisi-edisi sebelumnya,
pencerahan. Sebagai catatan saja, edisi saya nilai majalah ini termasuk langka dan
D
khusus Pena Pendidikan kemarin menarik, perlu didukung agar tetap terbit. Salut
ulu, sebelum ramai kontroversi
dari segi isi sangat rapat dan padat, tapi tidak hingga PENA bisa melalui masa satu tahun
ujian nasional (UN), ujian kesetaraan
membosankan. penerbitan.
dilaksanakan sekitar bulan
Kinara Harasthri Meski telat, saya sempatkan membaca
September, jauh setelah UN dilaksanakan.
Mahasiswi, pendidik nonformal edisi-edisi sebelumnya. Ternyata banyak
Tapi yang ada sekarang, pelaksanaan ujian
Menteng Atas, Jakarta Pusat persoalan pendidikan nasional belum
kesetaraan malah dimajukan. Dengan kesan
*) Terima kasih usulan Anda juga pujiannya. juga membaik. Misalnya, pendidikan di
agar mereka yang gagal di UN bisa tetap
Semoga dalam waktu dekat kami bisa pulau-pulau terluar republik ini yang masih
lanjut sekolah.
menulis tema-tema yang nyastra. terpinggirkan. Saya bahkan belum pernah
Ini tidak adil mengingat jeda waktu yang
membaca artikel panjang yang khusus
ditetapkan untuk ujian kesetaraan hanya
mengupas nasib pendidikan di pulau-pulau
berselang setengah bulan saja. Bagaimana
USUL RUBRIK (3) terpencil.
fungsinya kemudian? Kalau fungsinya sama
Memang, artikel tentang pulau-pulau
lebih baik ditiadakan, toh hanya mengulur
S
terluar pernah saya baca di satu media
waktu saja.
aya membayangkan bila Catatan
Kristian S. Gijono cetak. Ada satu hal yang cukup ironi ketika
Pena tidak dimonopoli penulis dari
Palur, Karanganyar penduduk yang tinggal di daerah perbatasan
redaksi PENA PENDIDIKAN. Misalnya
lebih mengenal mata uang ringgit ataupun
menerima tulisan dari para guru, pendidik
peso daripada rupiah.
dan tenaga kependidikan yang berkutat
PENDIDIKAN ANAK JALANAN B a g a i m a n a k a l a u m a j a l a h Pe n a
langsung di dunia pendidikan. Gaya
Pendidikan mengulas secara mendalam
penulisannya sih sebaiknya ala “Saiful Anam”.
S
perkembangan sektor pendidikan di daerah-
Biar senada dengan gaya PENA PENDIDIKAN. alut buat Majalah Pena Pendidikan.
daerah seperti itu. Sebenarnya seperti apa
Bisa juga tulisan yang dimuat adalah opini Beberapa nomor terak hir saya
sebenarnya yang terjadi? Tentunya selain
terbaik dari pembaca. termasuk pembaca setia. Dari situ
saya ada banyak dari para pembaca yang
Saya rasa menarik. Sebab saya pun sangat saya baru tahu masalah pendidikan ternyata
ingin tahu juga. Sebenarnya seperti apa
tertarik menulisnya. tak sesederhana yang saya bayangkan. Ada
Retno Inti Triasti kondisi pendidikan disana?
banyak hal yang hingga kini mengusik bathin
Heru Martono
Wartawan media cetak lokal saya yaitu berkaitan dengan pemerataan
Jalan Gejayan, Soropadan
Tinggal di Surakarta pendidikan.
Yogyakarta
*) Bagus juga usulan Anda. Kami akan Selama ini masih banyak anak belum
5
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 5 7/14/2007 10:42:25 AM
Daftar Isi
PENA PENDIDIKAN JULI-AGUSTUS 2007
10
108
BAHASAN UTAMA INTERNASIONAL
KETIKA MUSIM PAUD NONFORMAL BERSEMI... DIBIKIN SIAL UJIAN NASIONAL
PAUD nonformal berkembang dalam satu dekade terakhir. Para penjaga gawang kualitas pendidikan di Inggris sedang
Namun baru digalakkan di daerah sejak kehadiran Direktorat resah. Dua bulan terakhir, negeri dengan tradisi pendidikan
PAUD Depdiknas pada 2001. Kini PAUD nonformal mulai diterima formal berusia ribuan tahun itu terus-menerus bertanya: apakah
masyarakat luas. Meski belum menjangkau sekujur pelosok negeri. ujian nasional bagi para murid SD memang diperlukan. Banyak
Setidaknya, gairah itu nampak di mana-mana. Dari yang berbentuk pemerhati pendidikan, guru, juga orangtua murid merasakan
Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Posyandu, dan Satuan ujian nasional tak juga mendongkrak kualitas pendidikan. Ada
PAUD Sejenis. Perlu sinergi antara PAUD Formal dan Nonformal. desakan ujian untuk anak-anak di bawah 16 tahun dihapuskan.
3 SALAM Timur
4 SUARA • Bondowoso: Merangsek Hingga
8 TEKNOLOGI Dusun
• Kontes Robot: G-Rush Taklukkan • Surabaya: Sertifikat Kepesertaan
104
Laba-laba PAUD
• Brain Trainner Bikin Cerdas • Lumajang: Gerbang Mas Berlipat
• Pulpen Pintar Teman Belajar 00
• Malang: Menanti Insentif PAUD
10 BAHASAN UTAMA Nonformal
WAWANCARA • Ketika PAUD Nonformal Bersemi.. • Ngawi: Menggenjot Target Setiap
• Awal Menentukan Sang Buah Hati Desa
Ace Sur yadi PhD, Direktur Jenderal
• Ikhlas Menjaga Fitrah Anak
Pendidikan Nonformal dan Informal
36 PAPUA
MENGENTASKAN ANAK KANDUNG YANG • Mengajar dengan Sentra dan
DIANAKTIRIKAN Lingkaran • Memperkokoh Fondasi NKRI Melalui
Penuntasan buta huruf dengan enam • Peletak Dasar PAUD PAUD
strategi. Dari sistem blok di kecamatan • Tancap Gas Himpaudi • Gairah PAUD Bumi Cenderawasih
hingga Kuliah Kerja Nyata tematik di • Aisyiyah: Setiap Tahun Menolak
26 JAWA TIMUR
kampus-kampus. Pendidikan Anak Usia Dini Murid
menjadi kunci pendidikan berkelanjutan. • Menyinergikan PAUD Formal dan • Yayasan Pendidikan Kristen-
Sistem pendidikan matapelajaran sebaiknya Nonformal Katholik: Ujung Tombak Pendidikan
• Wawancara Ketua Himpaudi Jawa
6 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 6 7/14/2007 10:42:29 AM
DAFTAR ISI
PENA PENDIDIKAN JULI-AGUSTUS 2007
100
26
JAWA TIMUR FIGUR
Menyinergikan PAUD Formal dan Nonformal Hj. Nibras binti Oedin Rahmani Salim
PERJALANAN HIDUP YANG MENGINSPIRASI
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi yang perkembangan PAUD-
nya paling pesat. Untuk memperluas akses, Dinas Pendidikan Sejak usia 2 tahun terpisah dari orangtuanya. Tergerak
Provinsi Jawa Timur kini menyinergikan program PAUD formal menggeluti pendidikan anak lantaran prihatin melihat anak
dan nonformal. Realisasinya, ribuan TK yang sudah ada didorong SMA tak hafal kalimat syahadat. Pada 1958 ia merintis TK Islam
agar membuka Kelompok Bermain (KB), yang merupakan bagian yang mengenalkan pendekatan bermain sambil belajar, selalu
dari PAUD nonformal. Sedangkan bagi PAUD nonformal yang bertaut dengan nafas Islam. TK Istiqlal yang dipimpinnya
sudah mapan, diminta membuka TK. menjadi rujukan model PAUD tingkat nasional.
44 DKI JAKARTA • Wawancara Kepala Dinas Pendidikan • Kolaborasi Kuat Jadi yang Tercepat
• Golden Age di Lahan Sempit Gorontalo • Dari Setting Kelas Hingga Manajemen
• Memilih PAUD Terbaik Lewat Lomba • Wawancara Ketua Himpaudi
94 NONFORMAL
• Mangga Ubi Punya Profesor Gorontalo
• Dua Bulan Melek Aksara
50 BANTEN 76 SULAWESI SELATAN • Memperkuat Kiprah PAUD Nonformal
• Mengikis Sikap Kolot dengan PAUD • Menyonsong Generasi Cerdas, Kuat • Yang Cerdas, Berakhlak, dan
• Pelangi PAUD dari Banten dan Berkualitas Nasionalis
• Wawancara Ketua Forum PAUD
56 JAWA BARAT 100 FIGUR
Sulawesi Selatan
• Ketika Si Kakak Iri Pada Adiknya • Gowa: Konsisten Memajukan • Nibras binti OR Salim
• Bergerak untuk Sejuta Anak Pendidikan • Ir Umi Rosidah, MS
• Merintis dan Memahami Kearifan
62 SUMATERA BARAT 111 PERISTIWA
Lokal
• Tradisi Pendidikan Urang Awak • Dari Pelanggan Banjir ke Percontohan
82 DI YOGYAKARTA
• Duo Uni Pendekar PAUD • Tuntutan Isntitut Penyerap Devisa
• Mendirikan Sekolah Texas di Padang • Menebar Seribu Pos PAUD • Acara Membimbing SBI
• Sentuhan Imtak dan Kemitraan
118 CATATAN PENA
• Mengusung Orientasi Universal
70 GORONTALO
88 JAWA TENGAH
• Jurusan Ampuh Provinsi Muda
7
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 7 7/14/2007 10:42:33 AM
Teknologi
FOTO-FOTO: FETTY SHINTA LESTARI
G-RUSH PENAKLUK
LABA-LABA
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mendominasi kontes
robot. Siap berlaga di ajang Asian Pacific Broadcasting Union
(ABU) Robocon 2007 di Vietnam.
P
”saudaranya,” karya mahasiswa PENS lainnya. menyala yang diletakkan acak di kamar-kamar.
AGI itu raut muka Satryo Soemantri
Selain juara, G-Rush meraih penghargaan Pemenangnya adalah robot yang paling cepat
Brodjonegoro, Direktur Jenderal
sebagai robot peraih poin terbanyak dan menemukan api, memadamkannya dan
Pendidikan Tinggi, Depdiknas
tim dengan Teknologi Informasi terbaik. kembali ke tempat semula.
sumringah. Ia bangga berbicara mengenai
Sedangkan penghargaan khusus diberikan Robot di KRCI juga memiliki sensor-
Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot
kepada Empu Gandring dari Politeknik Negeri sensor canggih. Sensor terbaru mampu
Cerdas Indonesia (KRCI). Ajang tahunan yang
Malang. Robot berpenampilan terbaik diraih mengatasi lampu kamera. “Peserta belajar
ia tunggu-tunggu itu dilaksanakan di Graha
Robot Bombastic dari Universitas Indonesia. dari pengalaman tahun lalu ketika robot tidak
Sepuluh November, Institut Teknologi Sepuluh
Robot-robot ditandingkan dalam berfungsi optimal karena terpengaruh cahaya
November, Surabaya, pada 9-10 Juni 2007.
memecahkan misteri pada susunan lapangan dan panas dari lampu kamera para wartawan
“Tujuan ajang kreasi mahasiswa ini agar
pertandingan berbentuk sarang laba-laba. dan pengunjung yang datang,” kata Endro.
dosen dan mahasiswa mampu menguasai
Sarang laba-labanya terbuat dari benang atau KRCI juga didominasi PENS. Dzi-Gear dan
teknologi. Semua perguruan tinggi diharapkan
jalur putih. Di persimpangan atau sambungan Mech-Robo menjadi jawara. Dua divisi lain
meningkat kualitasnya dalam bidang ilmu
tertentu terdapat pulau-pulau yang diibaratkan dimenangi robot Ababil dari Universitas
pengetahuan dan teknologi,” katanya.
sebagai kepulauan Komodo. Robot-robot Brawijaya Malang dan Tarantula-116 karya
KRI kesembilan diikuti 40 tim dari 5
harus mampu meletakkan objek berbentuk Universitas Komputer Indonesia Bandung.
perguruan tinggi di Indonesia. Sebenarnya yang
Penghargaan robot dengan ide terbaik
mengajukan proposal untuk bisa unjuk gigi silinder berdiameter 6 cm yang disebut pearl
disematkan kepada Q-Lan Teus karya
dalam kontes robot bejibun: 18 proposal dari (mutiara) di pulau yang sudah ditemukan dan
Universitas Surabaya. Kategori robot dengan
80 perguruan tinggi. Mereka yang bisa tampil dikuasai. Pemenangnya adalah robot yang
inovasi terbaik tak satu pun diraih kontestan.
adalah peserta yang bisa merangkai robot yang paling banyak menemukan dan meletakkan
Robot Indonesia pernah unjuk gigi dalam
diajukan di proposal. “Tidak seperti tahun lalu, mutiara di pulau-pulau tersebut.
ajang robotika dunia. Tim robot B-CAK dari
peserta hanya mampu mengajukan proposal, Sementara Kontes Robot Cerdas Indonesia
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
tapi tidak mampu mewujudkannya,” kata Endro (KRCI) diselenggarakan kali keempat. Proposal
menyabet Juara I ABU Robocon 2001 di Tokyo.
Pitowarno, Ketua Dewan Juri KRCI 2007. robot cerdas yang masuk meja panitia ada 205.
Semoga kali ini G-Rush juga mampu berbicara
Juara KRI 2007 memperoleh piala bergilir Jumlah ini meningkat dibanding KRCI 2006
di ajang dunia.
Sambhawana Pratimacala dan berhak mewakili yang hanya menerima 90 usulan. Tema KRCI
Indonesia di kontes Asian Pacific Broadcasting “Robot Cerdas Pemedam Api” mengadopsi FETTY SHINTA LESTARI
Union (ABU) Robocon 2007 di Hanoi, Vietnam, tema kontes robot di
pada 26 Agustus nanti. Tema KRI “Pencarian Amerika Serikat.
Pulau Komodo.” Robot-robot yang berlaga tidak KRCI tahun ini
boleh lebih dari 50 kg. Dimensi robot tidak boleh mempertandingkan
lebih dari 1 meter x 1 meter x 1,5 meter. empat divisi: senior
G-Rush akhirnya menjadi pemenang KRI. beroda, berkaki,
expert dan expert
Robot itu karya tim Politeknik Elektronika
swarm. Semua
Negeri Surabaya (PENS). Mereka terdiri dari
Pramudya Airlangga, Marsudi Handoyo, robot harus mampu
Firdaus Nurdian Syah, Andik Hermawanto memadamkan api
dan Ali Murtadlo. G-Rush sempat bermasalah di sebuah model
menghadapi sinar terang di panggung. Namun lorong-lorong
menjelang kontes ABU di Hanoi, sensor G-Rush rumah dengan
mampu menantang sinar dua lampu 500 kamar di kiri-
berdaya 500 watt. kanan. Api diwakili
Di final, G-Rush mengalahkan Q-Numb-On, sebuah lilin
8 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 8 7/14/2007 10:42:38 AM
Teknologi
BRAIN TRAINER
otak dilakukan setiap hari. ”Kita dapat lebih
otak. Sebagian otak akan
cepat mengetahui sejauh mana peningkatan
mengontrol kreativitas, daya
kemampuan otak kita,” katanya.
ingat, kemampuan komunikasi,
Tahun lalu, Braine Trainer yang diproduksi
dan pengendalian diri.
BIKIN CERDAS besar-besaran meraih sukses di pasaran
Dalam kotak mungil
Jepang. Tahun ini produk ini mulai merambah
ciptaan Ryuta itu tersimpan
pasaran di Eropa dan Amerika Serikat. Di
100 bentukan puzzle dengan
Inggris harganya 9.95 Poundsterling atau
level penyelesaian dan
BENTUKNYA sekilas mirip kalkulator ukuran sekitar Rp 180.000.
tingkat kesulitan bervariatif.
Brain Trainer juga punya AYU N. ANDINI
buku saku, ada tombol-tombol angka dan
seri permainan berhitung,
layar LCD. Untuk pengoperasiannya pun cuma mengamati, dan
butuh dua baterai jenis AAA yang harganya penguji ingatan.
terjangkau. Sesuai namanya, The Brain Trainer, M a s i n g - m a s i n g
perangkat yang tampaknya sederhana ini punya skor yang
bisa disimpan
berfungsi untuk melatih otak Anda.
hingga satu tahun.
Dari berbagai tes
“Menggunakan Brain Trainer sangat kemampuan, Anda bisa melihat
membantu otak Anda memaksimalkan nilai kemampuan otak Anda.
fungsi,” kata Tony Buzan, pakar sohor dunia Peningkatan atau penurunan skor
yang sering melakukan riset dan pelatihan akan tercatat dan ditampilkan
kemampuan otak dan kemampuan berpikir dalam grafik nilai.
M e n u r u t To n y B u z a n ,
manusia.
Produk yang didesaian untuk segala usia melatih kemampuan kerja otak
ini karya Dr. Ryuta Kawashima, ahli saraf prinsipnya sama dengan proses
terkenal dari Jepang. Ryuta memang getol melatih tubuh dan kemampuan
menganalisi fungsi otak. Ia mengadakan fisik dengan olahraga. Mereka
berbagai riset, misalnya penelitian yang melatih otot dan tubuh
bagaimana otak berfunsgi ketika seseorang dengan olahraga ter tentu,
menjadikan tubuh sehat dan
sedang berpikir dan diuji kemampuannya.
Ryuta menyimpulkan bahwa latihan kuat. Begitu pula halnya dengan
berhitung matematis dan membaca proses melatih kemampuan kerja
nyaring (oral reading) adalah cara yang otak. Tony merekomendasikan
paling efektif untuk melatih kemampuan paling tidak, latihan kemampuan
Pulpen Pintar
I
memilih contoh lagu, sampai
NI bukan pulpen biasa. Sebab fungsinya
perangkat perekam suara.
bisa untuk penyimpan data dan memindai,
Teman Belajar
Pulpen ajaib juga dilengkapi
sekaligus mendengarkan musik format
program Fly Open Paper yang
mp. Namun pulpen jumbo ini tak bisa
dibuat agar anak-anak berani
dipakai untuk menulis di sembarang kertas. Ia
menuliskan ide-ide mereka.
butuh kertas khusus yang
Ada juga program
permukaannya berlapis
mungkin pada anak-anak.
kalkulator yang bisa membantu anak-
koordinat digital agar
Generasi terbaru Fly Pentop Computer
anak berhitung. Sebutkan saja oeprasi
bisa langsung memindai
dipasarkan pada Juli ini. Namanya Fly Fusion
perhitungan, Fly Pentop Computer
tulisan ke dalam bentuk file
Pentop Coumputing. Pulpen keluaran
segera mengkalkulasikannya. Bahkan
yang tersimpan dalam chip
Amerika Serikat ini dijual bebas di Toy “R”
membacakan hasilnya.
komputer.
Us dengan harga US$100 atau tak lebih
Pembuatnya, perusahaan
Pulpen canggih ini namanya
dari Rp1 juta.
LeapFrog, menargetkan produk
Fly Pentop Computer. Ketika pulpen
Sangat disarankan agar tidak dipakai
Fly Pentop Computer bisa
menunjuk sebuah negara dalam peta,
untuk menyontek. Para guru mesti waspada.
digunakan anak-anak usia
maka akan segera keluar data (berupa suara)
Jika musim ujian tiba, jangan-jangan pulpen
8 sampai 14 tahun. Ini akan
tentang ibu kota negaranya sampai lagu
canggih ini dipakai untuk menyontek.
menjadi sebuah langkah cerdas untuk
kebangsaan negara yang bersangkutan.
memperkenalkan teknologi komputer sedini
Ada tombol-tombol khusus untuk
9
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 9 7/14/2007 10:42:42 AM
Bahasan Utama
DOK. DEPDIKNAS
KETIKA MUSIM
PAUD NONFORMAL
BERSEMI...
Murid-murid TK-SD Satu Atap
Kembang Ringgit II Mojokerto
PAUD nonformal baru berkembang dalam berkembang bagus. Sementara (TK) tumbuh subur di banyak kota.
satu dekade terakhir. Namun jumlahnya sudah Seperempat abad setelah merdeka, TK di Indonesia jumlahnya
lebih dari 6.000 dengan murid lebih dari 4.000. Jumlahnya terus
puluhan ribu. Perlu sinergi antara PAUD Formal
bertambah. Hingga akhir Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I
dan Nonformal. pada 1974, TK membengkak menjadi 10.482 sekolah dengan
B
ulan Juli terasa istimewa bagi dunia anak. Maklum, setiap murid tak kurang dari 92.000 (Lima Puluh Tahun Perkembangan
tanggal 2 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional Pendidikan Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional, 1995).
(HAN), yang diatur dalam Keppres RI No 44 Tahun 1984. Dalam dua dekade belakangan, persisnya pada Pelita IV
Peringatan HAN tahun ini dipusatkan di kawasan Ancol, Jakarta, (1984/1985), jumlah TK mencapai 25.72 buah dengan guru sekira
dihadiri Ibu Negara Ani Yudhoyono. 56.000 orang. Setahun berikutnya, jumlah TK bertambah menjadi
Terminonogi usia anak mencakup 0-18 tahun. Di 26.500. Jumlah itu hanya mampu menampung sekira 1,26 juta
dalamnya tercakup rentang anak usia dini, yaitu 0-6 tahun. anak atawa rata-rata satu TK berisi 50-an murid. Dari jumlah itu,
Memperbincangkan anak usia dini, sebenarnya sudah dipikirkan hanya 1% saja yang merupakan TK negeri.
sejak lama oleh Ki Hajar Dewantara. Persisnya, Bapak Pendidikan Di tahun 2000, jumlah TK ada 41.17. Bertambah banyak
Indonesia itu membatasi usia dini adalah anak-anak di bawah 7 memang, tapi jumlah TK negeri malahan berkurang menjadi 225
tahun. Ki Hajar menamai “sekolah anak-anak,” itu dengan Taman (0,54%). Jumlah guru TK sebanyak 95.000 untuk mendidik 1,6 juta
Indria. Taman Indria lahir di Yogyakarta pada Juli 1922. Label murid. Sayangnya, perkembangan TK itu tak sepadan dengan
”indria” dipakai karena Ki Hajar mencermati bahwa anak usia jumlah anak-anak usia dini yang ada. Hingga 2000 itu, TK yang
di bawah 7 tahun lebih dominan belajar menggunakan indera ada hanya menyerap 12,65% dari total anak usia 4-6 tahun atawa
(indria). sekira 12,6 juta anak.
Gagasan dan penamaannya kalau dicermati lebih pas Ki Hajar rasanya akan gundah menyaksikan jumlah TK yang
ketimbang lahirnya kindergarten yang dirintis Friedrich Wilhelm sudah banyak itu ternyata belum menjangkau sekujur pelosok
Frobel (1782-1852). Ahli pendidikan Jerman itu mendirikan negeri. Data Departemen Pendidikan Nasional hingga akhir 2006
mencatat jumlah TK sebanyak 54.742. Dari jumlah itu, hanya
Taman Kanak-kanak (TK) pertama di dunia pada 187. Memang,
penamaan kinder (anak-anak) dan garten (taman) pada akhirnya 1,% atawa 708 TK milik pemerintah. Selebihnya, 54.04 (98,7%)
yang diadopsi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang diselenggarakan swasta. Tentu saja jumlah ini tak sebanding bila
menggunakan istilah TK. disandingkan dengan jumlah SD yang sekira 150.000 sekolah,
Sayangnya, perkembangan Taman Indria di lingkungan Taman lebih dari 95% di antaranya berstatus sekolah negeri.
Siswa, lembaga pendidikan yang digagas Ki Hajar Dewantara, tak Belum lagi bila bicara jumlah anak usia TK yang belum
10 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 10 7/14/2007 10:42:43 AM
DOK. DIT. PAUD
berdampak positif bagi peningkatan
kualitas pendidikan nasional. Selain
itu juga berpengaruh pada kenaikan
angka indeks pembangunan
manusia (HDI/Human Development
Index) Indonesia.
Mendiknas mengibaratkan
PAUD sebagai masa kecambah. ”Agar kecambah
itu tumbuh secara normal, pendidikan di usia ini lebih
mementingkan proses pembelajaran melalui bermain.
Setiap manusia itu pada dasarnya mempunyai keunikan
sendiri. Melalui pendidikan PAUD inilah keunikan
tersebut dapat digali,” katanya. Mendiknas berharap
pengembangan PAUD, khusus PAUD nonformal, selalu
mengacu pada Rencana dan Strategi Depdiknas 2005-
2009.
Berkembang Dari Bank Dunia
terlayani. Menurut data Depdiknas, hingga akhir 2006 dari jumlah
anak usia 4-6 tahun sebanyak 11.59.805, hanya .72.924 atau Dunia memang menghendaki semua negara memperhatikan
2,78% yang sudah mencicipi pendidikan di TK. Dalam istilah pendidikan anak usia dini. Setidaknya sejak pertemuan di Jomtien,
pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat Taman Kanak- Thailand, pada 1990. Forum itu melahirkan Deklarasi Jomtien
kanak (TK) mencapai 2,78%. “Jika ditambah pendidikan anak yang isinya antara lain menyatakan pentingnya pendidikan untuk
usia dini (PAUD) nonformal, total APK-nya menjadi 45,6%,” semua mulai dari kandungan sampai liang lahat. Riset dunia
kata Drs Mudjito Ak, Msi, Direktur Pembinaan TK-SD, Ditjen menyatakan perkembangan otak demikian pesatnya terlihat
sejak minggu ketiga embrio bayi hidup. (Lihat: Awal Menentukan
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas.
Yang disebut PAUD nonformal adalah ”sekolah” yang Sang Buah Hati)
Konsep pendidikan untuk semua (education for all) lebih
dikenal masyarakat sebagai Kelompok Bermain (playgroup)
dan Taman Penitipan Anak (TPA). Sesuai Pasal 28 UU Nomor ditegaskan lagi dalam pertemuan Dakkar, Senegal pada 2000.
20 Tahun 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Deklarasi Dakkar antara lain menyatakan komitmen untuk
PAUD diselenggarakan melalui tiga jalur: formal, nonformal dan “memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan
informal. PAUD jalur formal diselenggarakan dalam bentuk TK dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat
raudlatul athfal alias TK Islam. Jalur nonformal khusus menangani rawan dan kurang beruntung.” Selain itu juga menekankan pada
anak-anak usia 2-4 tahun yang diserap Kelompok Bermain (Play program wajib belajar pendidikan dasar, life skills, pemberantasan
Group) dan Tempat Penitipan Anak. Sedangkan jalur informal buta aksara, kesetaraan jender, dan peningkatan mutu
adalah pendidikan di keluarga. pendidikan.
Kemudian muncul Deklarasi “A World Fit for Children” di New
Jumlah anak usia dini hingga akhir 2006 tercatat sebanyak
York, Amerika Serikat, pada 2002. Forum menekankan perlunya
28.64.00. Anak yang menikmati layanan pendidikan anak usia
dini, baik formal dan nonformal, jumlahnya mencapai 1.22.812. penyediaan pendidikan yang berkualitas, serta millennium
Dari angka-angka itu, nyata terlihat bahwa lebih dari separuh development goals yang di antaranya meliputi penekanan kepada
anak-anak belum terlayani pendidikannya. Tingkat APK TK pun pemberlakuan pendidikan dasar yang universal.
Di Indonesia, PAUD baru berkembang dalam satu dekade
terendah dibanding APK SD yang 115%, SMP (88,68%), dan SMA
terakhir. Bermula dari tawaran Bank Dunia melalui Badan
(55%).
Angka partisipasi PAUD Indonesia pun menurut laporan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 1996.
Unesco tahun 2005, terendah di dunia, baru sekitar 20% dari Perkembangan PAUD tak bisa dilepaskan dari peran sejumlah
sekitar 20 juta anak usia 0-8 tahun. Di dunia internasional, PAUD tokoh, di antaranya
didefinisikan sebagai pendidikan bagi anak usia
SAIFUL ANAm
Nina Sardjunani, M. Sc
0 sampai 8 tahun. Sedangkan Indonesia kategori
PAUD, untuk usia 0-6 tahun. Unesco mencatat
angka partisipasi PAUD di Indonesia lebih rendah
dari Thailand (86%), Malaysia (89%), bahkan
Filipina (27%) dan Vietnam (4%).
Prof. Dr. Bambang Sudibyo sejak menjabat
Menteri Pendidikan Nasional, Oktober 2004,
menyatakan komitmennya yang tinggi terhadap Prof. Dr. Bambang Sudibyo
program PAUD. Mendiknas meyakini PAUD
11
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 11 7/14/2007 10:42:49 AM
Bahasan Utama
ARIEN
dilakukan pada orang dewasa dalam bentuk
dr. Fasli Jalal, Ph. D Dr. Ace Suryadi
job training,” kata Nina pada diskusi tentang
PAUD yang digelar Forum Wartawan Peduli
Pendidikan (Fortadik) di Jakarta, awal
Januari lalu.
”Saya diperkenalkan PAUD pada tahun
2002 oleh Direktur PAUD Depdiknas,
Gutama. Kemudian saya mengikuti
presentasi tentang PAUD di Washington
oleh pakar ternama. Dari situ saya mulai
terbuka bahwa pentingnya masa emas
PAUD di usia 0-6 tahun,” kata Nina.
Menurut hitung-hitungan Nina, investasi
yang diberikan pada program PAUD
dibandingkan dengan investasi bagi
manusia dewasa dalam bentuk job trainning nilainya berbanding
dr. Fasli Jalal, Ph.D. Ketika itu, ahli gizi lulusan Universitas Cornell,
1:4. Artinya, ”Satu dolar yang diinvestasikan untuk pre school
Amerika Serikat, itu menjabat Kepala Biro Agama, Pendidikan,
menghasilkan tambahan nilai ekonomi hingga 8 poin. Sedangkan
Kebudayaan dan Olahraga Bappenas. Bank Dunia memberi
investasi dalam bentuk job training hanya menambah nilai
pinjaman senilai US$ 20 juta.
ekonomi 2 poin saja,” katanya.
Uji coba program PAUD melibatkan Departemen Kesehatan
dan Depdiknas. Kala itu, PAUD dikembangkan Direktorat
Pendidikan Masyarakat di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan
Hingga Basis Keluarga
Luar Sekolah dan Pemuda (Ditjen PLSP). Program awal PAUD itu
dilaksanakan di 12 kabupaten di provinsi Jawa Barat (sekarang PAUD nonformal tersebar dalam bentuk Taman Penitipan
plus Banten), Bali, dan Sulawesi Selatan. Proyek ini baru berakhir Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis. Kelompok
2006 lalu. Bermain dapat diikuti anak mulai usia dua tahun. Sedangkan
“Kalau dilihat dari jumlah nilai proyeknya memang sangat Taman Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis diikuti bayi.
kecil, hanya US$ 10 juta. Tapi itu berguna sekali karena kita bisa Satuan PAUD sejenis di antaranya berupa Bina Keluarga Balita,
mendatangkan pakar-pakar PAUD dari luar negeri dan melakukan Taman Pendidikan Quran (TPQ), dan Sekolah Minggu.
studi banding,” kata Gutama, Direktur PAUD Depdiknas. TPQ dan Sekolah Minggu adalah PAUD Nonformal yang
Selain itu, Indonesia juga diundang menghadiri pertemuan- dikembangkan oleh lembaga bernafaskan agama (Lihat: Ikhlas
pertemuan internasional. ”Dalam laporan akhir tahun 2006 Bank Menjaga Fitrah Anak). Jumlahnya tergolong banyak. TPQ
Dunia begitu bangga melihat perkembangan PAUD di Indonesia, diperkirakan mampu menyerap anak lebih dari 5,6 juta. Jauh
dan menyebutnya sebagai sebuah investasi yang lebih baik.” lebih banyak dari jumlah murid TK sekalipun yang baru sekira
Investasi yang lebih baik? Penilaian Bank Dunia itu diamini Nina 2,1 jutaan.
Sardjunani, staf ahli Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Sedangkan di jalur informal Direktorat PAUD juga tengah
Nasional Bidang SDM dan Kemiskinan. ”Investasi program merintisnya melalui PAUD berbasis keluarga. ”Prinsip PAUD
Prinsip
prasekolah jauh lebih menghasilkan dibanding investasi yang melalui keluarga adalah bentuk pendidikan nonformal yang
DOK. DIT. PAUD
SAIFUL ANAm
Dr. Gutama, Direktur PAUD, saat mengunjungi PAUD Papua Drs. Mudjito AK, M. Si,
saat mengunjungi TK di Malang
12 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 12 7/14/2007 10:42:58 AM
dapat mendorong kesiapan anak dalam proses belajar di usia PAUD nonformal. Misalnya, Eddy Susanto
sekolah,” kata Dr Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan yang menitipkan anak mereka Celine Alifia ke
Formal dan Informal, Depdiknas, pada acara jumpa pers di Gerai TPA Kasih Ibu, milik Yayasan Bunga Bangsa,
Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, awal April lalu. Semarang. ”Pengasuhan dan kesehatan
Menurut Ace, konsep dasar dirintisnya PAUD berbasis keluarga anak kami terlayani dengan baik karena
karena banyak orangtua mengeluh anak-anak mereka belum gizi dan nutrisi sangat diperhatikan di TPA.
memperoleh kesempatan mengirimkan anaknya ke lembaga Anak kami juga jadi lebih mandiri, mampu berkonsentrasi
PAUD yang ada, seperti TK, Playgrup dan Taman Penitipan Anak. dan bersosialisasi dengan baik. Stimulasi pendidikan di sini sesuai
“Melalui PAUD berbasis keluarga ini kami berikan pedoman dengan tahap perkembangan anak kami,” kata Eddy Susanto,
umum berisi prinsip-prinsip mendidik anak dengan baik dan seperti dikutip majalah Bunga Bangsa.
benar,” kata Ace. Beruntung bagi Yayasan Bunga Bangsa yang membuka PAUD
PAUD berbasis keluarga masih dalam proses pengembangan bukan cuma TK tapi sekaligus Play Group. Juga lembaga lain yang
konsep. Tahun 2008, baru diselenggarakan di beberapa daerah. membuka PAUD nonformal macam Kelompok Bermain dan TPA
Kemajuan luar biasa PAUD itu bukan semata melihat semakin sekaligus TK. Namun mereka yang cuma punya TK, meski dibagi
menjadi TK kecil (untuk anak usia di bawah 5 tahun) dan TK besar
banyak lembaga PAUD di daerah. Namun juga perkembangan
(untuk anak usia di atas 5 tahun), merasakan dampak tak sedap
sarana prasarana dan metode pembelajaran. Di semua PAUD
kehadiran PAUD nonformal.
benar-benar dipikirkan alat permaian edukatif, juga beraram
Sepak terjang PAUD yang sukses mendapat sambutan
metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, seperti
masyarakat itu menuai protes dari kalangan penyelenggara TK.
Beyond Center and Circle Time (BCCT).
Ketika ada pertemuan guru TK yang tergabung dalam Ikatan Guru
Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTK) dan pengelola TK dalam
PAUD Menghimpit TK wadah Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak
Indonesia (GOPKTI) di kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa
Pelan tapi pasti orangtua semakin banyak melirik ke lembaga
www.GOOGLE.cOm
TABEL ANGKA PARTISIPASI KASAR PAUD (2004-2006)
KETERANGAN 2004 2005 2006
Anak usia 0-6 tahun 28.116.000 (100%) 28.171.000 (100%) 28.64.00 (100%)
Anak yang mendapat layanan
7.814.181 (27,8%) 7.984.214 (28,%) 1.22.812 (46,6%)
PAUD
a. TK/BA/RA 2.215.92 1.826.84 201780875
b. Playgroup 94.076 1.106.456 1.117.629
c. Posyandu 15.08 17.865 20.206
d. Satuan PAUD Sejenis 2.847.60 2.91.797 1.546.907
e. TPQ -- -- 5.651.066
f. Prasekolah 2.641.262 2.641.262 2.709.129
Anak yang belum dapat
20.01.819 (72.2%) 20.186.786 (71.7%) 15.140.488 (5,4%)
layanan PAUD
1
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 13 7/14/2007 10:42:59 AM
Bahasan Utama
dengan perkembangan pendidikan terhadap anak
DOK. DIT. PAUD
Kegiatan PAUD di Aceh
memang bisa tergerus oleh lembaga PAUD baru.
Biasanya lembaga PAUD yang bermunculan hadir
dengan banyak kelebihan. Dari sarana dan prasarana
yang oke, pengasuhan dan layanan kesehatan, hingga
metode pembelajaran yang sesuai perkembangan
usia anak. Sementara sebagian TK yang berjalan ala
kadarnya tergerus kehadiran PAUD nonformal.
Mudjito mengakui nasib TK memang belum
menggembirakan. ”Kondisi sarana dan prasarana TK
masih memprihatinkan. Maklum, sebagian besar TK
diusahakan swasta,” kata Mudjito.
Selain itu, kata Mudjito, dari sisi proses pembelajaran,
juga marak terjadi praktik kekeliruan lantaran
rendahnya kompetensi guru TK. Guru TK justru
berlomba-lomba memaksakan pengajaran baca-tulis-
hitung secara klasikal, yang secara psikologis justru
bertentangan dengan kodrat anak itu sendiri yakni
bermain sambil belajar.
Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta,
Barat, 19 Juni 2007, yang dipantau wartawan PENA Pendidikan,
Profesor Dr. Conny Semiawan buruknya penyelenggaraan
tumpah ruahlah keluhan para guru dan pengelola TK.
pendidikan TK selama ini bukan semata-mata disebabkan
Delegasi dari IGTKI Sukabumi, misalnya, menilai Gerakan
kurang pahamnya masyarakat terhadap hakikat dan pentingnya
Sejuta PAUD menimbulkan bentrok di lapangan dengan TK.
pendidikan TK. “Pemerintah kurang memiliki senses yang tinggi
“Banyak masyarakat yang semula akan memasukkan anaknya
untuk melayani pendidikan anak-anak usia dini. Padahal,
ke TK akhirnya tersedot ke PAUD,” katanya. Gerakan Sejuta PAUD
pendidikan bagi anak usia dini sangat menentukan bagi
memang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam
pembentukan karakter, kepribadian, dan perilaku manusia
memperluas akses PAUD.
setelah dewasa,” kata mantan Kepala Pusat Kurikululum
Orangtua lebih memilih memasukkan anaknya ke PAUD
Departemen Pendidikan Nasional itu, seperti dikutip buku Taman
karena gratis, ketimbang TK yang mesti keluar biaya. PAUD
Yang Paling Indah, Jangan Remehkan Taman Kanak-kanak (2007)
nonformal yang digalakkan dalam Gerakan Sejuta PAUD
yang ditulis Saiful Anam.
memang tak memungut biaya sepeser pun alias cuma-cuma.
Persinggungan PAUD dan TK juga terjadi di sejumlah daerah
Padahal anak-anak juga mendapat beragam pendidikan yang
yang lembaga PAUD-nya mulai banyak dikembangkan. Namun,
juga diajarkan di TK.
sebenarnya tidak semua daerah bisa mengembangkan PAUD
Mereka juga menyoal anggaran yang timpang. “TK hanya
sepesat Jawa Barat dengan Gerakan Sejuta PAUD, atau Jawa
kebagian Rp juta untuk tahun ini. Sementara PAUD mendapat
Tengah dan Yogyakarta dengan Seribu Pos PAUD. Apalagi semaju
Rp 12 juta. Padahal TK sudah lebih lama beroperasi daripada
Jawa Timur yang dikenal sebagai daerah yang paling cepat
PAUD,” kata guru asal Sukabumi itu bersungut.
mengembangkan PAUD.
Yang lebih parah, masih menurut guru TK asal Sumedang, ada
Seperti Sumatera Barat misalnya. APK PAUD di sana memang
beberapa TK gulung tikar karena terhimpit Gerakan Sejuta PAUD.
naik pesat dalam dua terakhir. Namun angkanya masih
(Lihat: Ketika Kakak Iri pada Adiknya)
sangat rendah. Dari 21% pada awal tahun 2006, menjadi
TK yang tidak tanggap
29% pada awal 2007 ini. Menurut data Dinas Pendidikan
Sumbar, jumlah lembaga PAUD nonformal di sana 425
buah yang menjangkau 10.000-an anak. Sedangkan
TK jumlahnya 1.585 sekolah. Jumlah ini tidak sepadan
dengan anak usia 0-6 tahun yang mencapai 69.57.
Lambatnya perkembangan PAUD karena masyarakat
Urang Awak sendiri menilai PAUD adalah “pendidikan
luar sekolah”. ”Sebagian besar masyarakat beranggapan
pendidikan anak baru dimulai pada umur 6 tahun.
Mereka menganggap pendidikan di bawah umur itu
tidak penting,” kata Dr. Ir. Rahmat Syahni, M.Sc, Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
Masyarakat Minang sendiri sejak zaman lampau
A
DOK. PEN
sebenarnya tergolong masyarakat yang melek
14 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 14 7/14/2007 10:43:03 AM
banyak pengelenggara PAUD
DOK. DIT. PAUD
menutup kegiatannya. (Lihat:
Tradisi Pendidikan Urang
Awak)
Ada baiknya daerah-
daerah meniru Jawa Timur
dalam mensinergikan PAUD
nonformal dan formal. Sebagai provinsi
yang perkembangan PAUD-nya paling pesat,
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,
mengimbau ribuan TK yang sudah didorong
membuka Kelompok Bermain (KB), yang
merupakan bagian dari PAUD nonformal.
Sedangkan bagi PAUD nonformal yang mapan
diminta membuka TK.
Hingga Juni 2007, Jatim punya kurang lebih
16.500 TK, hanya 65 berstatus negeri, dan
sekitar 6000 PAUD nonformal yang semuanya
diselenggarakan swasta. Meski begitu, secara
komulatif angka partisipasi kasar PAUD belum
mencapai 50%.
pendidikan. ”Pendidikan adalah tradisi orang Minang. Para
“Kita harapkan tidak ada dikotomi antara PAUD formal dan
orangtua rela miskin asal anaknya bersekolah,” kata Rahmat.
nonformal. Semua itu kan PAUD. Dengan cara seperti ini maka
Hanya saja, PAUD, masih melekat stigma sebagai pendidikan di
daya tampung bagi anak-anak usia 2-6 tahun menjadi lebih
luar sekolah.
banyak. Setelah dari KB mereka langsung ke TK di lembaga yang
Tidak berkembangnya PAUD di Sumbar juga disebabkan
sama,” tambah Dr Rasiyo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
anggaran yang belum tersedia. Para penyelenggara PAUD
Timur (Lihat: Menyinergikan PAUD Formal dan Nonformal).
menganggap akan terus menerima bantuan dari pemerintah
untuk mengelola PAUD. Padahal, pemerintah hanya memberikan
dana rintisan. Buntutnya, ketika bantuan pemerintah tak ada lagi, DIPO HANDOKO, ROBI SUGARA, SAIFUL ANAm, mURNITA DIAN KARTINI, dan FETTY SHINTA LESTARI
Wawancara Prof. Dr. Lily I Rilantono, Ketua Yayasan Kesehatan Anak Indonesia, mantan Dosen Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia
SEMUA BERSUMBER DARI USIA DINI
PAUD sangat penting karena 100 miliar sel otak itu tidak
Perkembangan PAUD di dunia dewasa ini seperti apa
ada artinya jika tidak distimulasi atau dirangsang sejak
dan bagaimana konstelasi di Indonesia?
dini. Pernah ada penelitian di Amerika terhadap penjahat.
Negara-negara di luar berhasil memasyarakatkan PAUD
Setelah ditelusuri, ujung-ujungnya perilaku tersebut
kepada keluarga. Di tingkat dunia, Amerika
bersumber sejak usia dini. Karena begitu pentingnya
Serikat, misalnya, mensubsidi anak
PAUD, maka Amerika kemudian membuat kebijakan
miskin yang masuk
nasional bahwa PAUD itu penting, sejak tahun 1970-an.
PAUD. Yang disubsidi
bukan lembaganya
tapi anaknya karena Bagaimana dengan negara-negara Eropa?
Di negara-negara Eropa juga seperti itu. Jerman,
semua anak punya
misalnya, memasukkan TK dalam pendidikan dasar.
akte kelahiran. Di sini
Sebetulnya kami dulu usulkan begitu, tapi tidak diterima
kan tidak, dan tidak
oleh Depdiknas.
disubsidi.
LA
SAIFU
Bagaimana Anda melihat PAUD di Indonesia?
Apakah subsidi di AS
Masih jauh. Saya sudah lama membicarakan pentingnya
itu kebijakan Presiden
PAUD, sejak tahun 1980-an. Tapi saya dulu malah
Bush?
dimusuhi orang. Orang berkomentar, ini apa lagi sih kan
Subsidi itu sudah
sudah ada pendidikan dasar. Saya tahu karena saya kan
lama. Amerika
dokter anak
menyadari
15
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
Liliantono
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 15 7/14/2007 10:43:12 AM
Bahasan Utama
AWAL MENENTUKAN
SANG BUAH HATI
Saat lahir otak bayi memiliki 100 miliar neuron, kira-kira sebanyak bintang
di galaksi Bima Sakti. Bila anak-anak jarang diajak bermain dan disentuh,
perkembangan otaknya 20% atau 30% lebih kecil daripada ukuran normalnya
pada usia itu.
K
EHIDUPAN luar biasa nampak pada minggu ketiga setelah Februari 1997.
FOcUS.HmS.HARvARD.EDU
sperma membuahi sel telur yang bersemayam di rahim. Sel-sel otak bayi itu
Ketika itu selapis tipis sel dalam embrio calon si jabang baru sebagian yang
bayi, berkembang pesat, menari-nari, melipat membentuk telah terhubung dengan
silinder berisi cairan yang disebut neuron. Sel-sel dalam neuron sejumlah organ penting,
kemudian berkembang berlipat-lipat dengan kecepatan 250.000 di antaranya sel-sel otak
per menit. Otak dan sumsum tulang belakang membentuk diri yang mengendalikan
dalam gerakan-gerakan yang sudah terprogram rapih. detak jantung,
Pada pekan kesepuluh sesudah pembuahan, sel-sel saraf pernafasan, gerak
dalam otak janin semakin sibuk dengan aneka kegiatan. Setiap refleks, pendengaran,
sel otak menghubungi teman-temannya, saling berkomunikasi, dan naluri hidup.
terus menerus dan berulang-ulang. Ada gelombang kegiatan Saat anak usia
Carla Shatz, ahli neurobiologi
neuron yang tengah membentuk sirkuit otak menjadi pola yang tahun, sel otak telah
University of California, Berkeley,
lama-kelamaan menyebabkan bayi yang kelak lahir nanti mampu membentuk sekitar
Amerika Serikat
menangkap suara ayah, sentuhan ibu, atawa gerakan mainan 1000 triliun jaringan
gantung di boks tempat tidurnya. koneksi (sinapsis).
Begitulah Carla Shatz, ahli neurobiologi dari University of Jumlah ini 2 kali lipat, lebih banyak dari yang dimiliki orang
California, Berkeley, Amerika Serikat, memerikan keajaiban dewasa. Setiap satu sel otak dapat berhubungan dengan
pertumbuhan otak bayi sejak berbentuk embrio. Perkembangan 15.000 sel lain. Jaringan koneksi yang jarang digunakan akan
ilmu mutakhir, memang lebih getol menelisik kegiatan otak dan mati, sedangkan yang sering digunakan akan semakin kuat dan
struktur otak, menyisihkan teori tentang genetika semata. Kini permanen. Setiap rangsangan atawa stimulasi yang diterima
para ahli sependapat bahwa bayi tidaklah dilahirkan sebagai anak melahirkan sambungan baru, dan memperkuat sambungan
sesuatu yang diprogram sebelumnya secara genetis, ibarat batu yang sudah ada.
tulis yang bisa ditulisi semaunya oleh lingkungan. Pertumbuhan spektakuler otak itu juga dikemukakan Tony
Saat lahir otak bayi memiliki 100 miliar neuron, kira-kira Buzan, ahli neurologi yang menulis tak kurang dari 80 judul
sebanyak bintang di galaksi Bima Sakti. Otak orok sudah dilengkapi buku mengenai otak. Selama kurang lebih sembilan bulan dalam
satu triliun glia. Sel glia (dari bahasa Yunani yang berarti perekat), kandungan, otak bayi berkembang lebih cepat dibandingkan saat
membentuk semacam sarang sudah lahir (Tony Buzan, Brain Child, How Smart Parents Make
yang melindungi dan memberi Smart Kids --terjemahan bahasa Indonesia berjudul Brain Child,
makan neuron. “Otak bayi Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, 2005).
sudah berisi hampir semua sel Perkembangan otak janin, kata Buzan, juga dipengaruhi
saraf yang akan dimilikinya. berbagai faktor, antara lain faktor genetis dan asupan makanan
Namun pola penyambungan yang mengalir dalam darah ibunya. Makanan bergizi dan
antara sel-sel itu masih harus seimbang bukan hanya bermanfaat untuk sang ibu, melainkan
dimantapkan,” kata Shatz juga berpengaruh pada perkembangan janin, terutama untuk
dari Berkeley, seperti ditulis J pembentukan sel otak.
Madeleine Nash dalam Otak Ibu hamil mutlak harus memahami faktor-faktor penghambat
Kanak-Kanak, yang dimuat pertumbuhan sel saraf otak bayi. Di antaranya rokok, alkohol dan
dalam Majalah TIME, edisi obat-obat terlarang. Menurut Buzan, kondisi psikologis si ibu juga
16 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 16 7/14/2007 10:43:13 AM
andai anak di usia dini terkena stroke atau
berpengaruh pada pertumbuhan janin. Apa yang terjadi pada
cedera yang merusak satu belahan otaknya,
pikiran ibu dapat mempengaruhi perkembangan mental bayi.
ia masih bisa tumbuh menjadi orang dewasa
Bila selama pertumbuhan itu, anak tidak mendapat rangsangan
dengan fungsi organ secara penuh. “Kita
yang tepat, otak anak akan menderita. Para peneliti di Baylor
mungkin tidak dapat berbuat banyak
College of Medicine, misalnya, menemukan bahwa apabila
untuk mengubah apa yang terjadi sebelum bayi
anak-anak jarang diajak bermain, disentuh, perkembangan
dilahirkan. Tetapi kita bisa mengubah apa yang terjadi
otaknya 20% atau 0% lebih kecil daripada ukuran normalnya
sesudah anak lahir,” kata Dr Harry Chugani, ahli neurologi pediatri
pada usia itu.
dari Wayne State University Detroit, Amerika Serikat.
Hasil kajian sangat fenomenal dikemukakan Benjamin S. Bloom.
Psikolog kondang Amerika Serikat itu menelurkan tesis bahwa Penelitian lain membuktikan bahwa pendidikan anak usia
pada usia 4 tahun perkembangan kecerdasan anak mencapai dini berperan besar bagi kehidupan anak, kelak saat dewasa,
50%. Pada usia 8 tahun tingkat kecerdasannya mencapai 80 %, baik dilihat dari sisi prestasi akademik maupun keberhasilan
dan di usia 18 tahun sudah paripurna alias 100%. pendapatan ekonomi. Studi High Scope Perry Preschool
“Dengan kata lain, pertumbuhan intelektual anak sejak lahir Program di Amerika Serikat kurun 1962-1967 memfokuskan
sampai usia 4 tahun sama banyaknya dengan usia 4-18 tahun,” penelitian pada anak-anak Amerika Serikat keturunan Afrika
kata Dr Gutama, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen dari keluarga berpenghasilan rendah yang punya risiko putus
Pendidikan Luar Sekolah, Depdiknas. (Lihat Pena Pendidikan, sekolah. Anak-anak itu, baik dari kelompok peserta maupun
edisi Desember 2006). kontrol, ditelusuri setiap tahun dari usia 3 hingga 11 tahun,
Dilihat dari sisi pertumbuhan fisik, orok baru lahir sudah dan beberapa kali sampai mereka berusia 40 tahun.
mencapai 25% kesempurnaan fisik manusia. Pada usia 6 tahun ”Faktanya, anak-anak yang mengikuti pendidikan prasekolah
mencapai 90%. Kesempurnaan fisik manusia dicapai pada usia terbukti mampu meningkatkan IQ pada usia 5 tahun. Tingkat
12 tahun (100%). kelulusan mereka juga lebih tinggi di sekolah menengah, serta
Tentu saja, pengetahuan baru ini tidak saja menarik bagi memiliki pendapatan yang lebih tinggi pada usia 40 tahun.
perkembangan ilmu pengetahuan. Mestinya juga dipahami para Analisis rinci menunjukkan program itu menghasilkan rasio
orangtua dan pengambilan kebijakan bidang pendidikan. Ahli antara manfaat berbanding biaya sekitar 17:1,” kata Drs. Mudjito
perkembangan anak di dunia Barat menilai perlunya program AK, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD, Depdiknas.
prasekolah yang bertujuan memperbesar daya otak anak yang Begitu berartinya PAUD mendorong dunia internasional
dilahirkan di keluarga miskin di pedesaan dan perkampungan lebih memberikan komitmen dan perhatian tinggi. Antara
kota. “Ada skala waktu bagi perkembangan otak, dan tahun lain terlihat dari pertemuan di Jomtien, Thailand, pada 1990.
yang paling penting adalah tahun pertama,” kata Frank Newman, Forum itu melahirkan Deklarasi Jomtien yang isinya antara
Presiden Komisi Pendidikan Amerika Serikat. Pada usia tiga tahun, lain menyatakan pentingnya pendidikan untuk semua mulai
anak yang ditelantarkan atau disia-siakan akan membawa cap dari kandungan sampai liang lahat.
yang sulit atau bahkan tidak dapat dihapus. Konsep pendidikan untuk semua (education for all) lebih
Penelitian baru lainnya memberi harapan bahwa otak anak ditegaskan lagi dalam pertemuan Dakkar, Senegal pada 2000.
selama tahun-tahun pertama itu, mudah dibentuk. Deklarasi Dakkar antara lain menyatakan komitmen
Sehingga, untuk “memperluas dan memperbaiki keseluruhan
perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama
bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang
beruntung.” Selain itu juga menekankan pada
program wajib belajar pendidikan dasar, life skills,
pemberantasan buta aksara, kesetaraan jender,
dan peningkatan mutu pendidikan.
Konsep elok para ilmuwan di abad ke-21 itu
dan semangat internasional pada PAUD, sejatinya
sudah ditangkap Ki Hajar Dewantara dengan
Taman Indria-nya di awal abad ke-20. Sayangnya,
kebijakan pemerintah di zaman kolonial, masa
kemerdekaan hingga periode panjang di era
Orde Baru tidak berpihak kepada pendidikan
anak usia dini. Direktorat Pendidikan Anak Dini
Usia (PADU) saja, dibentuk di Depdiknas baru
pada 2001 lalu.
PAUD
DIPO HANDOKO
DOK. DIREKTORAT
17
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 17 7/14/2007 10:43:15 AM
Bahasan Utama
IKHLAS MENJAGA FITRAH ANAK
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Peran orangtua sangat berpengaruh dalam mengubah
anak menjadi berwarna merah, hitam dan kelabu. Agama memiliki tuntunan yang kaya tentang
pendidikan anak usia dini sesuai ajaran kitab suci.
FOTO-FOTO: SAIFUL ANAm
selain harus mengonsumsi makanan
yang mengandung gizi dan asupan
vitamin yang bagus, disarankan juga sang
Bapak membaca ayat Al Quran dengan
cara diperdengarkan langsung ke perut
istrinya yang sedang hamil. Dengan cara
ini anak akan merasakan kedamaian dan
perhatian terutama nilai-nilai agama dari
orangtuanya.
Kewajiban Orangtua
Setelah mengalami masa usia sembilan
bulan dalam kandungan, bayi akan lahir
ke dunia dengan segala anugerah yang
diberikan Allah SWT. Ibarat kertas polos
yang kosong, setiap bayi yang dilahirkan
adalah fitrah atau suci. Sebagaimana
hadits Rasulullah SAW: “Setiap anak itu
dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka
kedua orangtuanyalah yang menyebabkan
B
ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi,”
ANYAK istilah sering digunakan dalam menggambarkan
(Hadits Riwayat Bukhari).
kasih sayang orangtua terhadap anak. “Anak permata
Hadits ini adalah dalil yang kuat tentang pentingnya orang tua
Bunda, belahan jiwa, si jantung hati, dan buah hati mama”.
Sebutan itu mencerminkan betapa anak adalah segalanya. memberikan pendidikan bagi anak. Kelahiran bayi merupakan
Sebagai buah hati ia mampu menjadi daya pengikat yang kokoh anugerah Allah SWT, oleh karena itu kelahiran bayi yang dinanti-
dan perekat yang kuat dalam jalinan kasih sayang dan hubungan nantikan baik laki-laki maupun perempuan harus disambut
harmonis rumah tangga. dengan penuh syukur.
Mendidik anak sejak dini menjadi suatu kewajiban orangtua Setelah bayi lahir, orangtua harus mengazaninya agar si anak
sejak dari kandungan hingga beranjak dewasa. Islam, misalnya, kelak selalu mendengar perintah-Nya dan mendengar hal-hal
mengajarkan pentingnya pendidikan anak sejak ia berada dalam baik dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, ada empat hal yang
kandungan ibunya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al diwajibkan orang tua kepada anaknya saat 7 hari usia bayi. Yaitu
Quran: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada memberi nama yang baik, melakukan aqiqah, mencukur rambut
Engkau, anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang dan memberi sedekah pada orang miskin paling kurang perak
saleh dan berkhidmat. Karena itu terimalah nazar itu daripadaku. seberat rambut itu.
Sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha Pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang cukup, makanan bergizi
Mengetahui.”(Quran Surat Ali Imran: 8) dan imunisasi juga sangat penting dalam menjaga pertumbuhan
anak agar menjadi generasi yang sehat baik jasmani maupun
Ayat di atas menegaskan bahwa sejak bayi dalam kandungan,
rohani. Pada saat usia dua tahun anak menunjukkan emosi
seorang ibu senantiasa mendidik bayinya dengan memanjatkan
doa kepada Allah SWT. Kandungan ayat itu klop dengan riset yang labil dan sukar mengendalikan diri. Ia mudah mengenal
ilmiah ilmu kedokteran, yang menyatakan sejak kandungan identitas dan merasa dirinya penting dan ingin terlihat menonjol.
berusia 7 minggu, embrio yang ada dalam rahim untuk Ia menghendaki apa-apa yang diinginkannya segera dituruti dan
pertamakalinya saraf dan otot bekerja. Bersamaan dengan itu, mengharapkan perhatian lebih.
embrio mempunyai reflek dan bergerak spontan. Akhir minggu Pada masa usia -5 tahun sebaiknya orangtua memberi
ke-7 ini otak bayi akan terbentuk lengkap. keteladanan pada anak dan menyarankan anak untuk memiliki
Saat pembentukan otak dalam kandungan, seorang ibu lingkungan baru seperti kelompok bermain, Taman Asuh dan
18 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 18 7/14/2007 10:43:18 AM
persaudaraan dan cinta kasih. Selain itu orang
sejenisnya. Lingkungan baru ini agak berbeda dengan lingkungan
tuabertanggung jawab mengajar anak-anak
rumah yang selama ini anak jalani.
berdoa dan menuntun mereka sebagai citra
”Al Quran menyebutkan cita-cita Nabi dan Rasul untuk
Allah melalui kesaksian hidup sesuai dengan
memperoleh anak yang saleh sebagai pewaris dan penerus
Injil.
usahanya. Al Quran juga menyebutkan tanggung jawab ibu dan
Kesadaran dalam penanaman dan
bapak untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya sejak dini
pemeliharaan iman menjadi pokok
dengan baik, supaya kelak di kemudian hari jangan menjadi
perhatian dalam pelayanan pastoral gereja. Konsili Vatikan
anak yang sengsara dan lemah baik fisik maupun jiwanya,” ujar
II menegaskan bahwa pembinaan iman anak merupakan tugas
Dr. K.H. Sahal Mahfudh, Ketua Majelis Ulama Indonesia dalam
utama gereja, selain orangtua dan masyrakat (Lumen Gentium 11).
sambutan buku berjudul Pendidikan Anak Usia Dini Menurut
Dewasa ini setiap paroki di Indonesia telah menyelenggarakan
Pandangan Islam.
Pendidikan Bina Iman Anak (BIA)
Apa yang disampaikan Dr. K.H. Sahal Mahfudh semakin
Tugas dan tanggungjawab pendidikan anak usia dini dalam
mempertegas pentingnya pendidikan anak usia dini untuk
iman Katholik diselenggarakan oleh keluarga, penanggung
bergabung dengan kelompok bermain dan melalui fase
jawab (bidang pewartaan dan pendalaman iman di tingkat
sosialisasi. Yakni fase di mana anak-anak mulai kenal teman, guru
keuskupan dan paroki, dan pendamping Bina Iman Anak dengan
dan lain-lain di luar hubungannya sebagai anggota keluarga. Ia
tujuan membantu keluarga Katholik agar sadar akan pentingya
mulai kenal berbagai peraturan yang harus ditaati. Pada masa
pendidikan iman anak sejak usia dini dan mampu memberikan
ini sifat keakuan mulai berkurang perasaan emosional lebih kecil
iman kepada anak-anaknya sesuai ajaran Yesus Kristus.
dibanding dengan sebelumnya.
Beberapa hal yang dilakukan gereja adalah
Pada masa ini juga daya intelektualitas mulai berkembang.
Daya fantasi, sifat ingin tahu, dan sifat meniru menjadi lebih - Merencanakan kaderisasi tim pendamping melalui
menonjol. Dalam hubungan ini yang perlu diupayakan adalah: pelatihan secara berkala dan berjenjang.
Pertama memberikan Kebebasan yang terbatas dalam arti - Menyiapkan materi pelatihan bagi para pendamping iman
memberikan tuntunan, bimbingan, nasihat dan pengendalian. anak
Selanjutnya yang kedua adalah mengadakan komunikasi - Menyusun materi Bina Iman Anak (BIA) dan metode
timbal balik, Ketiga, melatih mereka bertanggung jawab dalam pendampingan yang cocok dengan kebutuhan, minat minat
menyelesaikan pekerjaan, Keempat, mengadakan kegiatan dan daya serap anak.
bersama seperti shalat berjamaah. Kelima jangan terlalu - Menyusun alat peraga atau alat permainan edukatif
memanjakan dan mengekangnya dengan memberikan materi (APE) secara kreatif. Dan disesuaikan dengan keadaan
yang berlebihan. Keenam memberikan perhatian, pendidikan setempat.
kedisiplinan dan akhlakul karimah, serta pendidikan bagaimana - Bekerjasama dengan dewan paroki, pengurus stasi,
menjadi mandiri. orangtua, guru PAUD dan lembaga-lembaga yang peduli
Itulah beberapa usaha yang harus dilakukan orangtua akan PAUD dalam mendidik anak secara kristiani.
dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan
prinsip-prinsip Islam. Diharapkan jika hal ini dilakukan dengan EvA ROHILAH
ikhlas akan memberi kebahagiaan dan kesejahteraan
bagi anak. Anak yang sejahtera adalah
penerus kesejahteraan orangtuanya dan
merupakan kekayaan bangsanya. Anak
idaman adalaha nak yang qurrata a’yun
alias penyenang hati dan penyejuk mata.
Pendekatan Iman Dan Kasih
Dalam ajaran Kristiani, perhatian
terhadap pendidikan anak usia dini juga
besar. Sebagaimana tersebut dalam Efesus
6:4 yang menyatakan: ”...Kamu, bapa-bapa,
janganlah bangkitkan amarah di dalam hati
anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam
ajaran dan nasihat Tuhan.”
Pendidikan iman oleh orangtua diberikan
pada anak dengan membiasakan mereka
menghayati nilai-nilai iman kristiani di
lingk ungan keluarga lewat suasana
yang indah dan menggembirakan, iklim
19
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 19 7/14/2007 10:43:21 AM
Bahasan Utama
MENGAJAR DENGAN
SENTRA DAN LINGKARAN
BCCT dianggap paling
ideal diterapkan di
Tanah Air. Mampu
merangsang seluruh
aspek kecerdasan anak.
Setting pembelajaran
mampu merangsang
anak aktif, kreatif, dan
terus berpikir menggali
pengalaman sendiri
B
bersama anak dengan posisi
ELAKANGAN ini obrolan di kalangan pendidik Pendidikan
melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang
Anak Usia Dini (PAUD) tak lepas dari pembicaraan
dilakukan sebelum dan sesudah main.
mengenai metode pembelajaran BCCT (Beyond Centers
and Circle Time) alias pendekatan sentra dan saat lingkaran. Ada
pula yang menyebutnya metode senling kependekan dari sentra
KEUNGGULAN BCCT
dan lingkaran.
Metode BCCT sendiri lahir dari serangkaian pembahasan di Kurikulum BCCT diarahkan untuk membangun pengetahuan
Creative Center for Childhood Research and Training (CCCRT) anak yang digali oleh anak itu sendiri. Anak didorong untuk
di Florida, Amerika Serikat. CCCRT meramu kajian teoritik dan bermain di sentra-sentra kegiatan. Sedangkan pendidik berperan
pengalaman empirik dari berbagai pendekatan. Dari montessopri, sebagai perancang, pendukung, dan penilai kegiatan anak.
highscope, head start, dan reggio emilia. CCCRT dalam kajiannya Pembelajarannya bersifat individual, sehingga rancangan,
dukungan, dan penilaiannya pun disesuaikan dengan tingkatan
telah diterapkan di Creative Pre School selama lebih dari
perkembangan dan kebutuhan setiap anak.
tahun.
Semua tahapan perkembangan anak dirumusk an
Di Indonesia, BCCT kali pertama diadaptasi oleh lembaga
dengan rinci dan jelas. Sehingga guru punya
PAUD berlatar belakang Islam. Adalah Nibras binti OR Salim,
panduan dalam penilaian perkembangan anak.
pimpinan TK Istiqlal Jakarta, yang pernah terbang langsung ke
Kegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas. Dari
CCCRT melakukan riset selama tiga bulan.
penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan-
BCCT dianggap paling ideal diterapkan di Tanah Air. Selain
pijakan (scaffolding).
tidak memerlukan peralatan yang banyak, tapi kecerdasan anak
Setiap anak memperoleh dukungan untuk aktif, kreatif,
tetap bisa dioptimalkan. BCCT diyakini mampu merangsang
seluruh aspek kecerdasan anak (multiple inteligent) melalui dan berani mengambil keputusan sendiri, tanpa mesti tahu
bermain yang terarah. Setting pembelajaran mampu merangsang membuat kesalahan. Setiap tahap perkembangan bermain anak
dirumuskan secara jelas, sehingga dapat menjadi acuan bagi
anak saling aktif, kreatif, dan terus berpikir dengan menggali
pendidik melakukan penilaian perkembangan anak.
pengalaman sendiri. Jelas berbeda dengan pembelajarn masa
Penerapan metode BCCT tidak bersifat kaku. Bisa saja dilakukan
silam yang menghendaki murid mengikuti perintah, meniru,
secara bertahap, sesuai situasi dan kondisi setempat. Lingkungan
atau menghapal.
bermain yang bermutu untuk anak usia dini setidaknya mampu
Pendekatan Sentra dan Lingkaran berfokus pada anak.
mendukung tiga jenis main yang dikenal dalam penelitian anak
Pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam
usia dini.
lingkaran. Sentra main adalah zona atau area main anak yang
dilengkapi seperangkat alat main yang berfungsi sebagai pijakan
lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan
SENSORIMOTOR HINGGA MAIN PERAN
anak dalam tiga jenis permainan. Yakni main sensorimotor
(fungsional), main peran, dan main pembangunan. Sensorimotor bisa dilihat saat anak menangkap rangsangan
Sedangkan saat lingkaran adalah saat pendidik duduk melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai
20 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 20 7/14/2007 10:43:25 AM
kecerdasan menampilkan kembali,” kata
Jean Piaget (1962).
Ketika anak bermain pembangunan,
anak terbantu mengembangkan
keterampilan koordinasi motorik
halus. Juga berkembangnya kognisi
ke arah berpikir operasional, dan
membangun keberhasilan sekolah di kemudian hari.
Contoh bahan main berupa bahan pembangunan yang
terstruktur, seperti balok unit, balok berongga, balok
berwarna, lego, puzzle, cat, pulpen hingga pensil.
Anak usia dini yang belum punya pengalaman
dengan bahan main pembangunan, memulainya dengan
kegiatan sensorimotor. Anak diminta memegang dan
membawa bahan main pembangunan sampai mereka
mengerti penggunaannya. Ketika anak menguasai
bahan-bahan dan anak meningkat keterampilan motorik
halusnya, hasil karya anak kian nyata.
Pada metode BCCT, anak-anak dibolehkan memilih serangkaian
reaksinya. Anak bermain dengan benda untuk membangun
kegiatan main setiap hari yang menyediakan kesempatan untuk
persepsi. Anak sangat perlu memiliki pengalaman sensorimotor
terlibat dalam main peran, main pembangunan, dan sensorimotor.
sebab anak usia dini belajar melalui panca inderanya dan melalui
Umpamanya anak dapat menggunakan cat di papan tulis , cat jari,
hubungan fisik dengan lingkungan mereka.
atau cat dengan kuas kecil.
Main sensorimotor merupakan respons paling sederhana.
Gerakan lebih diarahkan pada makna. Misalnya, bayi menggeliat
karena terkena dingin, anak memegang, mencium, atau
PENGENALAN SENTRA
menendang. Main sensorimotor menjadi penting karena diyakini
mempertebal sambungan antara neuron.Main sensorimotor Model pendidikan sentra menitik beratkan pada pandangan
juga dianggap memenuhi kebutuhan anak untuk selalu aktif ahli pendidikan, Helen Parkhust yang lahir di Amerika pada 1807.
berekplorasi dan bereksperimen. Menurut Helen, kegiatan pengajaran harus
Main peran atau disebut main disesuaikan dengan sifat dan keadaan
simbolik, role play, pura-pura, make individu yang mempunyai tempat dan
believe, fantasi, imajinasi, fantasi, imajinasi, irama perkembangan berbeda satu
atau main drama. Anak bermain dengan dengan yang lain.
benda untuk membantu menghadirkan ”Kegiatan pengajaran harus
konsep yang merek a milik . Fungsi memberikan kemungkinan kepada
main peran menunjukkan kemampuan murid untuk berinteraksi, bersosialisasi
berpikir anak yang lebih tinggi. Sebab dan bekerja sama dengan murid lain
anak mampu menahan pengalaman yang dalam mengerjakan tugas tertentu
didapatnya melalui panca indera dan secara mandiri,” kata Helen.
menampilkannya kembali dalam bentuk Pandangan Helen Parkhust ini tidak
perilaku berpura-pura. mementingkan aspek individu, tapi
Main peran membolehkan anak juga aspek sosial. Bentuk pengajarannya memadukan
memproyeksikan diri ke masa depan, menciptakan kembali masa model klasikal dan individual.
lalu, dan mengembangkan keterampilan khayalan. Main peran Ruangan kelas dapat dimodifikasi menjadi kelas-kelas kecil,
diyakini menjadi terapi bagi anak yang mengalami traumatik. yang disebut ruangan vak atau sentra-sentra. Setiap sentra terdiri
Pada main peran mikro, anak memainkan peran melalui tokoh dari satu bidang pengembangan. Ada sentra bahasa, sentra
yang diwakili benda-benda berukuran kecil. Contohnya kandang daya pikir, sentra daya cipta, sentra agama, sentra seni, sentra
dengan binatang-binatangan dan orang-orangan kecil. kemampuan motorik.
Sedangkan pada main peran makro anak diajak memainkan Contohnya pada sentra bahasa. Di sana ada
bahan, alat-alat, ser ta sumber belajar seper ti tape
tokoh dengan menggunakan alat berukuran besar ( ukuran
recorder, alat pendengar, kaset, alat peraga, dan gambar.
sesungguhnya ). Contohnya, anak memakai baju dan menggunakan
Pada sentra daya pikir berisi bahan-bahan ajar seperti alat
kardus besar yang dianggap sebagai mobil-mobilan atau binatang.
mengukur, manik-manik, gambar-gambar, alat-alat geometris,
Main pembangunan bertujuan merangsang kemampuan anak
alat-alat laboratorium atau majalah pengetahuan.
mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya, menjadi karya
nyata. ”Saat anak menghadirkan dunia mereka melalui main DIPO HANDOKO
pembangunan, mereka berada di posisi tengah antara main dan (Sumber: Disarikan dari berbagai sumber)
21
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 21 7/14/2007 10:43:30 AM
Bahasan Utama
FOTO-FOTO: ROBI SUGARA
PELETAK DASAR PAUD
Jika melihat gerakan PAUD saat ini, jangan lupakan FORUM
PAUD. Lembaga inilah yang pertama bersosialisasi dalam
menggolkan PAUD ke dalam UU Sisdiknas. Acara Forum PAUD
“P
di angkatan laut sejak 1965. Masuk dalam tim direktorat PAUD,
erjuangan memasukkan PAUD ke produk UU begitu
Damanhuri mewakili Yayasan Kesejehteraan Anak Indonesia
panjang dan berat,” kata Damanhuri Rosadi di acara
(YKAI). Pergulatannya sebagai dokter membuat, Damanhuri
Workshop Himpaudi dan Forum PAUD se-Indonesia
konsen pada pelayanan anak kecil. “Dahulu saya melihat, banyak
di Bandung, 17-19 Juni 2007. Pria kelahiran Bandung 18 Oktober
anak yang ditinggalkan orangtuanya berlayar. Bagaimana
1940, adalah Ketua Harian Forum PAUD.
pendidikan mereka?” Begitu yang kerap ditanyakan Damanhuri
Ajang pertemuan Himpaudi dan Forum PAUD itu dimanfaatkan
dalam hatinya.
Damanhuri untuk menceritakan proses masuknya PAUD dalam
Begitu ada sinyal-sinyal gerakan PAUD dari pemerintah,
UU Sistem Pendidikan Nasional serta berdirinya Forum PAUD dan
Damanhuri bersama teman-temannya menyambut peluang
Himpaudi. Perjuangan berat yang disebut Damanhuri lantaran
itu. Tak melihat anggarannya ada atau tidak, Damanhuri
sejak awal gerakan PAUD dipandang sebelah oleh banyak
langsung tergerak membuat sosialisasi ke sejumlah stakeholder
kalangan. “Banyak para pejabat yang belum mengerti terkait
penyelenggara pendidikan, khususnya pendidikan nonformal.
pentingnya pendidkan usia dini ini,” katanya.
Mereka melangkah ringan seperti ada yang mendorong terus
Ungkapan itu beberapa kali juga dikatakan Dr Gutama,
bekerja dan bekerja mensosialisasikan PAUD. “Ini berangkat dari
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Departemen Pendidikan
kepedulian terhadap nasib anak bangsa kita,” ungkapnya.
Nasional (Depdiknas). Mantan guru TK ini mengatakan, banyak
Lewat diskusi, seminar, semiloka, pelatihan dan sejumlah
yang mencibir terkait keberadaan direktorat PAUD. Jangankan
sosialisasi lainnya, Damanhuri langsung tancap gas. Opini akan
di luar, di internal Depdiknas sendiri, PAUD tak ubahnya angin
pentingnya pendidikan usia dini semakin membludar. Ujungnya,
lalu. Ketika itu dikatakan, posisi direktur PAUD di Depdiknas tidak
dari pemikiran para praktisi, akademisi, dan sejumlah instansi,
begitu penting.
Forum PAUD terbentuk pada 21 Februari 2002. Bayangkan, kata
Tapi beruntung, kata Gutama, ia tak berjalan sendiri. Begitu
Damanhuri, saat itu belum ada UU Sisdiknas. “Himpaudi juga
diangkat jadi Direktur PAUD pada 2001, Gutama tak mau berleha-
belum ada,” tambahnnya.
leha. Direktorat PAUD, ketika itu di bawah Ditjen Pendidikan
Menurut Gutama, nama Forum PAUD muncul tak lepas
Luar Sekolah dan Pemuda, bersama komponen masyarakat
dari gagasan Fasli Djalal yang saat itu masih menjabat Dirjen
terus bergerak. Damanhuri menjadi salah satu teman seiring
Pendidikan Luar Skeolah dan Pemuda. Sebelumnya, forum
perjuangan Gutama pada awal gerakan PAUD.
ini namanya panjang sekali: Forum Perawatan, Pengasuhan,
Damanhuri adalah bekas dokter di Angkatan Laut. Dia bertugas
22 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 22 7/14/2007 10:43:32 AM
Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini. Penyebabnya, Oleh karena itu, pendidikan dan pengembangan
karena urusan anak usia dini melibatkan banyak kalangan. anak usia dini merupakan upaya strategis
Yakni Raudhatul Atfal di bawah asuhan Departemen Agama, mewujudkan kualitas anak, remaja dan
Taman Penitipan Anak di bawah asuhan Departemen Sosial, dan pemuda menuju tujuan nasional, khususnya
Posyandu di bawah garis kerja Departemen Kesehatan. kesejahteraan umum dan mencerdaskan
Ketika itu selalu muncul protes dari masing-masing pihak. Jika kehidupan bangsa. ”Jadi jelas, pendidkan
hanya muncul kata pendidikan, departemen lain tidak sepakat. dan pengembangan anak adalah untuk
Begitu juga dengan Depdiknas yang keberatan jika tidak ada kata membangun masa depan bangsa,” kata Damanhuri.
”pendidikan”. Namun Fasli Djalal lebih suka menyebutnya Forum Pada akhirnya DPR, meski Komisi IX yang membawahi
PAUD. Sepak terjang forum ini meski berjalan seiring dengan bidang pendidikan menyikapi biasa-biasa saja, menerima usulan
direktorat PAUD, sama sekali bukan bagian dari keorganisasian tentang PAUD. PAUD pun masuk pada pasal-pasal UU Sisdiknas.
Depdiknas. Memang, ketika itu Forum PAUD banyak ngantor Pasal 1, butir 14 ditegaskan ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah
di Direktorat PAUD Depdiknas di Gedung Depdiknas, Jalan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir
Sudirman, Jakarta. sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian
Forum PAUD dan Direktorat PAUD kemudian instens rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan,
mendekati DPR. Mereka banyak memberikan masukan seputar perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan
pentingnya pendidikan anak usia dini. Gerak cepat mereka dalam memasuki pendidkan lebih lanjut.”
lantaran memanfaatkan momen penting: pembahasan UU Sistem Selanjutnya pada Pasal 28 dijelaskan bahwa (1) PAUD
Pendidikan Nasional. diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) PAUD
Dari sisi agama, Damanhuri tak jengah untuk menekankan dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,
bahawa pendidikan usia dini adalah anak amanah dan sekaligus nonformal, dan/atau informal. () PAUD pada jalur pendidikan
karunia Tuhan Yang Maha Esa. Dalam ajaran agama, menekankan formal berbentuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat. (4)
agar senantiasa menjaga anak karena dalam dirinya melekat PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok
harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang wajib bermain, taman penitipan anak, atau bentuk lainnya yang
dijunjung tinggi. sederajat. (5) PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk
Selain itu, kehadiran PAUD dikuatkan lagi dengan konvensi pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan
Hak Anak sebagai instrumen hukum internasional yang mengikat oleh lingkungan.
secara juridis dan politis. Secara substantif sudah termuat dalam Meski secara yuridis keberadaan PAUD kuat, Damanhuri
menilai pemerintah, swasta dan masyarakat belum sepenuhnya
Pasal 28 UUD 1945 dan jabarannya pada UU Nomor 2 Tahun
memahami dan menyadari bahwa Forum PAUD adalah
200 tentang Perlindungan Anak. Pengembangan Anak usia dini
“insfrastruktur sosial” yang bermakna dan sejalan untuk
mencakup upaya pemenuhan hak anak atas kesehatan nutrisi,
meningkatkan gerakan masyarakat untuk Pendidikan Untuk
pendidikan dan perlindungan agar dapat melejitkan
Semua, terutama pendidikan anak usia dini.
potensi kecerdasan anak dan
Menurut Damanhuri ada sejumlah aspek yang perlu terus
kehidupan lebih baik di masa
ditingkatkan dan dikembangkan. Di antaranya, keanggotaan
depan.
menyangkut para pakar, praktisi, pemerhati, dan LSM. Juga soal
pengembangan di bidang PAUD, penerbit buku anak, produsen
makanan pengganti ASI/susu/vitamin untuk anak, instansi terkait
dan elemen lain.
Damanhuri berharap rintisan PAUD bisa menyentuh sampai
ke kelurahan dan desa. Ia juga berharap Forum PAUD lebih
beroreintasi pada tugas bukan pada anggaran. Yakni melakukan
Damanhuri, Ketua iuran anggota tiap bulan, ketua forum dan pengurus secara rutin
harian Forum PAUD diganti dari para anggotanya, tempat kegiatan bergantian di
Pusat masing-masing instansi, pelatihan SDM dan peningkatan kualitas
pengelola pelayanan PAUD, dan nonpartisan.
Masih banyak PR bagi Forum PAUD yang baru berumur
satu dekade. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir
Forum PAUD sebagai peletak batu pertama keberadaan
PAUD, seakan tenggelam oleh kehadiran Himpaudi yang
kini digawangi banyak ahli pendidikan. Sehingga di
sejumlah daerah banyak yang belum memahami tugas
dan fungsi Forum PAUD dan Himpaudi (Lihat: Tancap Gas
Himpaudi).
ROBI SUGARA
2
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 23 7/14/2007 10:43:36 AM
Bahasan Utama
FOTO-FOTO: SAIFUL ANAm
Workshop Himpaudi yang diadakan di Bandung
TANCAP GAS mengenai PAUD nonformal ini dan pendidiknya.
Direktorat PAUD di Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal
HIMPAUDI
(dulu Ditjen Pendidikan Luar Sekolah) bersama Forum PAUD
akhirnya membentuk wadah untuk menampung aspirasi para
pendidik PAUD. Namanya, Himpunan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Lembaga
ini dibentuk dari serangkaian pertemuan.
Direktorat PAUD bersama Forum PAUD Pembahasan pertama muncul di pertemuan di Balai
membentuk HIMPAUDI. Salah satu tujuannya Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BP PLSP)
untuk mensejahterakan honor para tenaga Surabaya, Jawa Timur, pada Maret 2004. Sejumlah keputusan
pendidiknya. muncul. Di antaranya nama lembaga disepakati Himpaudi.
Keputusan itu diteken sejumlah tokoh, di antaranya, Dr. Masyitoh
D
Chusnan M.Ag, Dra Opih Zaenal, Dra. Kamsanah HDM, Dra. Ella
I masyarakat umum mereka ini dipanggil Bu Guru atau
Sulhah, M.Pd, Dra. Latifah T, Drs. Candi Rasidy,Dipl.Int, Ismah Yusuf,
Pak Guru. Namun statusnya sebagai pendidik tak ubahnya
Dra. NQ Mei Tientje, M.Pd, dan Dra. Sofia Hartati M.Si.
“saudara kandung yang terbuang.” Kurang lebih itu yang
Selang sebulanm berikutnya, pada pertemuan di Direktorat
dialami para “guru” di beragam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
PAUD Depdiknas, dibentuklah panitia persiapan untuk mengisi
(PAUD). Secara administrasi kepegawaian, mereka ini memang tak
kepengurusan Himpaudi. Muncullah nama-nama Dr. Masyitoh
berhak menyandang sebutan guru. Label mereka cuma pendidik
PAUD. Padahal, saudara kandung mereka, Taman Kanak-Kanak (TK) Chusnan sebagai ketua panitia, sekretaris Dra. Opih Zaenal,
lebih mengenal Bu Guru untuk menyebut para pengajarnya. dengan anggota Dra. Ella Sulhah MPd, Dra. Kamsanah HDM, dan
TK pada akhirnya menyandang label sebagai PAUD formal. Dra. T. Yulia Bambang.
Pendidiknya pun akrab dipanggil guru TK. Lain halnya dengan Hingga akhirnya, tim formatur yang diketuai Dr Masyitoh
pendidik di Kelompok Bermain (playgroup), atau Taman Penitipan Chusnan, memilih Dra. Gusnawirta M.Pd. sebagai Ketua Umum
Anak (TPA) yang kini melekat label sebagai pendidik di PAUD Himpaudi. Pembahasan singkat itu turut dihadiri sejumlah
nonformal. Jangankan bicara kualitas PAUD nonformal dan para tokoh masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan
pendidiknya, jumlahnya saja masih sangat kurang. organisasi profesi, seperti Aisyiyah, Muslimat NU, Wanita Islam,
“Mengajar di PAUD nonformal tidak ada honornya. Sehingga IGTKI, GOP TKI, BPTKI, dan Universitas Negeri Jakarta.
sangat sulit mencari lulusan sarjana di daerah-daerah terpencil
yang mau menjadi pendidik PAUD nonformal,” kata Dr Gutama,
Sudah Sejak 1975
Direktur PAUD, Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal,
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Menurut Gusnawirta, gaung pendidikan usia dini (PAUD)
Beruntung, kala keberadaan PAUD nonformal secara sah sebenarnya sudah dikumandangkan Persatuan Bangsa-bangsa
menjadi bagian hirarkis sistem pendidikan nasional, dengan (PBB) di Mexico City dalam World Conference International Year
masuknya lembaga ini dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun of Woman, pada 1975. Konferensi itu menghasilkan deklarasi
kesamaan antara perempuan dan laki-laki dalam hal pendidikan.
200 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berbagai seminar,
“Pendidikan adalah hak dan kewajiban setiap orang,” katanya.
workshop, dan diskusi mulai intensif membahas segala persoalan
24 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 24 7/14/2007 10:43:37 AM
pembangunan dan pengembangan
REKoMENDASI MUNAS pendidikan anak usia dini di seluruh
HIMPAUDI KE-1 2006 wilayah Indonesia,” katanya.
Setelah Terbentuk
1. Setiap menyelenggarakan pendidikan anak usia dini 0-6 tahun harus
menggunakan terminologi PAUD. Bak tak ada waktu, Gusnawirta
2. Dalam rangka menjaga mutu pendidik PAUD perlu ditetapkan dan pengurus Himpaudi langsung t a n c a p g a s .
kualifikasi pendidikan, sebagai berikut: SMP kompetensi dan Sejumlah pertemuan digelar membahas anggaran dasar
kewenangannya mengasuh pendidikan anak usia dini (PAUD), dan rumah tangga, serta program kerja di setiap bidang.
SMA kompetensi dan kewenangannya mengasuh, mendidik, Pembahasan AD/ART tuntas pada pertemuan di Wisma
merencanakan dan melaksanakan program PAUD, D-4 atau Hijau Cimanggis, Bogor, awal Agustus 2005. Himpaudi
S-1 kompetensi dan kewenangannya mengasuh, mendidik, sendiri dideklarasikan oleh wakil dari provinsi di Hotel
merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan program PAUD, Acida Batu Malang, akhir Agustus 2005.
S-2 dan S-3 PAUD kompetensi dan kewenangannya mendidik, Pertemuan-pertemuan selanjutnya digelar untuk
merencanakan,melaksanakan,menyusun dan mengembangkan memberi masukan berharga bagi penyempurnaan
kurikulum, meneliti dan menetapkan program PAUD. AD/ART dan program kerja. Munas I Himpaudi
3. Dalam rangka pemerataan pemberian kesejahteraan perlu diberikan pun digelar di Denpasar, pada 2-4 Agustus 2006.
insentif kepada pendidik PAUD minimal Upah Minimum Munas mengesahkan AD/ART dan prgram kerja serta
Kabupaten/kota per bulan. rekomendasi. Kepengurusan Himpaudi dikukuhkan
4. Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Indonesia maka untuk periode kepengurusan pada 2006-2010. Pengurus
pemerintah Provinsi dan Kab/Kota perlu mendukung dan proaktif Himpaudi daerah pun ditetapkan masa jabatannya 4
kegiatan PAUD. tahun, sama dengan pengurus pusat.
5. Perlu adanya penghargaan dari pemerintah bagi gubernur, bupati Gebrakan Himpaudi yang cepat itu mendapat
dan walikota yang secara terus menerus mendukung dan proaktif apresiasi sejumlah pejabat Depdiknas. Di antaranya
terhadap kegiatan program PAUD. Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Dr Ace
6. Merekomendasikan kepada peserta Munas untuk mengukuhkan Suryadi dan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik
kepengurusan HimpaudiPusat masa bakti tahun 2006-2010. dan Tenaga Kependidikan Fasli Djalal, PhD. Mereka
7. Merekomendasikan untuk mengikuti kegiatan World Forum di Kuala menilai, meski Himpaudi baru seumur jagung, namun
Lumpur mampu bersinergi dengan instansi dan departemen
8. Sosialisasi kegiatan yang lebih meluas supaya lebih menggema di terkait pendidikan anak usia dini. Yakni Departemen
masyarakat Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam
Negeri, Departemen Agama, dan Kementerian Negara
Pemberdayaan Wanita
Pendidikan usia dini, lanjutnya, merupakan hal yang sangat ROBI SUGARA
mendasar dan strategis dalam pembentukan
manusia seutuhnya yang berakhlakul
karimah, berbudi pekerti luhur dan sehat
lahir batin. Gusnawirta memandang upaya
itu diperlukan untuk pengembangan
pendidikan anak usia dini.
Himpaudi digagas sebagai organisasi
yang memiliki visi dan misi untuk turut
serta membangun manusia Indonesia
agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cerdas,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang bertanggungjawab kepada
nusa dan bangsa.
Himpaudi, masih kata Gusnawirta, juga
mempunyai fungsi pembinaan kemitraan
dan pengembangan peran masyarakat
dalam peningkatan pendidikan anak usia
dini. ”Himpaudi senantiasa melakukan
pembinaan dan sosialisasi terhadap program
25
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 25 7/14/2007 10:43:40 AM
Jawa Timur
MENGINTEGRASIKAN PAUD
FORMAL DAN NONFORMAL
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi yang perkembangan PAUD-nya paling pesat. Untuk
memperluas akses, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kini menyinergikan program PAUD
formal dan nonformal. Realisasinya, ribuan TK yang sudah ada didorong agar membuka
Kelompok Bermain (KB), yang merupakan bagian dari PAUD nonformal. Sedangkan bagi PAUD
nonformal yang sudah mapan, diminta membuka TK.
FOTO-FOTO: SAIFUL ANAm
Menghilangkan Dikotomi
Rasiyo menegaskan, fokus pembangunan
pendidikan periode 2006-2010 adalah
pemerataan kesempatan memperoleh
pendidikan, termasuk PAUD. Anak-anak
usia 2-6 tahun harus mendapat layanan
pendidikan, baik melalui PAUD formal (TK)
maupun nonformal. Hingga Juni 2007, di
Jatim terdapat kurang lebih 16.500 TK (hanya
65 negeri, sisanya swasta) dan sekitar 6000
PAUD nonformal (semuanya swasta). Meski
begitu, secara komulatif angka partisipasi
kasar PAUD belum mencapai 50%.
Untuk menggenjot APK PAUD, mulai
tahun 2007 Rasiyo meluncurkan jurus
baru: mengintegrasikan PAUD formal dan
nonformal. Ia sudah mengumpulkan anak
buahnya yang mengurusi TK maupun PAUD
S
rata nasional. Setelah itu, kami akan fokus nonformal, Dinas Pendidikan Kabupaten/
enyum merekah senantiasa memancar
pada Wajib Belajar Pendidikan Menengah Kota, plus pengurus HIMPAUDI (Himpunan
dari bibir Dr. Rasiyo. Maklum, Kepala
12 Tahun, dimulai 2008. Deklarasinya Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak
Dinas Pendidikan Jawa Timur itu
dilakukan September 2007 oleh Presiden Usia Dini), Forum PAUD, IGTKI (Ikatan Guru
baru saja mendapat penghargaan Widya
RI, bersamaan dengan acara pembukaan Taman Kanak-kanak Indonesia), dan GOPTKI
Krama dari Presiden Susilo Bambang
Olimpiade Sains Nasional (OSN) di (Gabungan Organisasi Penyelenggara
Yudhoyono, yang disematkan pada puncak
Surabaya. Kita harapkan anak-anak Jawa Taman Kanak-kanak Indonesia).
peringatan Hari Pendidikan Nasional di
Timur nantinya berpendidikan minimal Setelah dibahas mendalam, Rasiyo
Prambanan, DIY, 26 Mei lalu. Widya Krama
SMA deserajat,” kata Rasiyo kepada PENA kemudian mengambil keputusan bahwa bagi
adalah penghargaan bagi daerah yang
PENDIDIKAN. TK, terutama TK Pembina, diminta membuka
telah berhasil menuntaskan Wajib Belajar
Bagaimana dengan Pendidikan Anak Kelompok Bermain (KB) atau playgroup
Pendidikan Dasar 9 tahun. Sejumlah provinsi
Usia Dini (PAUD)? “Tetap prioritas, hanya sebagai bagian satu paket. Sebaliknya bagi
lain juga telah berhasil merengkuhnya,
fokusnya wajib belajar 12 tahun. Jadi PAUD nonformal yang sudah mapan, yang
antara lain DKI Jakarta dan DIY.
tidak perlu dikuatirkan,” ujarnya. Kata selama ini fokus membuka KB, juga diminta
Jawa Timur mendapat penghargaan
Rasiyo, pihaknya telah membuat rencana sekalian membuka TK.
lantaran Angka Partisipasi Kasar (APK)
pembangunan pendidikan jangka panjang “Kita harapkan tidak ada dikotomi antara
SMP sudah menembus 96,84%. Sementara
sampai 2025. Selanjutnya, dibikin program PAUD formal dan nonformal. Semua itu kan
rata-rata nasional baru 88,68%. Untuk
lima tahunan mengacu pada Rencana PAUD. Dengan cara seperti ini maka daya
disebut tuntas wajib belajar pendidikan
Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan tampung bagi anak-anak usia 2-6 tahun
dasar 9 tahun, indikatornya adalah APK
Nasional. menjadi lebih banyak. Setelah dari KB mereka
SMP minimal 95%. “Kami mendahului rata-
26 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 26 7/14/2007 10:43:41 AM
Jawa Timur
langsung ke TK di lembaga yang sama,” KB mulai tahun ini. Tidak sulit lantaran lahan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
tambah Rasio. Masyarakat juga didorong yang dimiliki TK Pembina cukup luas. Setelah yang mencapai sekitar Rp ,5 triliun,
menyelenggarakan PAUD nonformal, baik di itu, diharapkan diikuti TK swasta. Bahkan ada memungkinkan untuk lebih menggenjot
rumah penduduk, pendopo, langgar, hingga sebagian TK swasta yang sudah sejak lama perluasan akses PAUD.
balai RW. Sehingga program PAUD menjadi membuka KB. Rasiyo mengakui, pesatnya perkembangan
tanggungjawab bersama. Hingga Juni 2007, data yang terekam di PAUD di Jatim antara lain berkat komitmen
Meski disinergikan, tidak lantas Dinas Pendidikan Jawa Timur menunjukkan kuat dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo
menimbulkan benturan. Tanggungjawab bahwa dari sekitar 6000 PAUD nonformal, terhadap pembangunan sektor pendidikan.
pengelolaan TK berada di bawah Sub terdapat kurang lebih 14.000 guru dan “Karena Pak Gubernur sangat peduli terhadap
Dinas Pendidikan TK-SD, sedangkan PAUD pendidikan, maka saya selaku kepala dinas
melayani sekitar 19.000 murid. Jika TK
nonformal di bawah kendali Sub Dinas menjadi enak mengikutinya,” katanya. Selain
diminta membuka KB dan sebaliknya PAUD
Pendidikan Luar Sekolah. “Tidak masalah. Ini itu, peran organisasi-organisasi wanita, ibu-ibu
nonformal yang sudah mapan membuka TK,
dilakukan karena kita ingin mengedepankan PKK, Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah,
maka jumlah anak-anak usia 2-6 tahun yang
hak dasar anak memperoleh pendidikan,” bupati/walikota hingga lurah, istri-istri
mendapat layanan akan berlipat ganda.
tandas Rasiyo. pejabat, dan tokoh masyarakat juga sangat
Untuk menuju ke sana, agaknya bukan hal
Sebagai tahap awal, Rasiyo meminta berjasa dalam membesarkan PAUD
yang tidak mungkin direngkuh. Anggaran
pendidikan provinsi Jawa Timur tahun
65 TK Negeri Pembina yang tersebar di 8
2007 yang sekitar 12,5% dari Anggaran
kabupaten/kota di Jawa Timur membuka SAIFUL ANAm (Surabaya)
BERANGKAT DARI GURU
M asyarakat Jawa Timur sungguh beruntung lantaran Rasiyo memiliki komitmen tinggi terhadap
pendidikan. Maklum, pria kelahiran Madiun, 17 Desember 1951, itu pernah lama menjadi
guru. Setelah lulus dari STM Siang Madiun tahun 1970, ia melanjutkan ke Jurusan Matematika
IKIP Surabaya hingga meraih sarjana muda (BA) tahun 1975.
Sejak masih kuliah, ia sudah mengajar di sebuah SMP di Surabaya. Sambil mengajar, ia
melanjutkan kuliah hingga meraih sarjana lengkap tahun 1978. Ia langsung diangkat sebagai guru
SMP berstatus PNS.
Tahun 1984-1985, Rasiyo diangkat menjadi Kepala SMP Negeri I Paciran, Kabupaten
Dr. Rasiyo, Lamongan. Berikutnya, 1985-1987, menjadi Kepala SMP Negeri I Cerme, Kabupaten Gresik
ndidikan Jatim
Kepala Dinas Pe dan tahun 1988-1993 menjadi Kepala SMP Negeri Gresik. Lalu, 1993-1994, ia ditarik ke Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai pengawas sekolah.
Karirnya di Dinas Pendidikan Provinsi terus meroket. Tahun 1994-1997 ditunjuk menjadi Kepala Bidang Pembinaan Generasi Muda.
Selanjutnya, 1997-1998 sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum, dilanjutkan Koordinator Urusan Administrasi, 1998-2001.
Sejak 20 Februari 2001 – sekarang, pria berpenampilan sederhana itu menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
PUSAT PAUD
U ntuk lebih mengembangkan PAUD di Jawa Timur, pada tahun 2003 Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur mendirikan PUSAT PAUD, tetapi baru diresmikan 2005.
Kantornya bertempat di Jl. Walikota Mustajab Surabaya. Dulunya adalah gedung perpustakaan
Pemerintah Kota Surabaya.
Menurut Totok Isnanto, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,
PUSAT PAUD dirancang sebagai pusat informasi, pusat layanan, hingga pusat pengembangan
PAUD. Siapapun yang ingin tahu tentang PAUD, baik dari sisi pembelajaran, kurikulum,
sarana prasarana, hingga manajemennya, silahkan datang ke situ. “Sekarang memang
belum bisa dikatakan sudah ideal. Baru kira-kira 40% dari mimpi yang saya harapkan,”
kata Totok.
Di PUSAT PAUD sudah ada layanan/model, sekretariat, perpustakaan, pelatihan, ruang
konsultasi, ruang observasi, dan tempat bermain. Harapannya ke depan nanti ada dokter dan psikolog
anak, sehingga lebih lengkap dan canggih
27
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 27 7/14/2007 10:43:48 AM
Jawa Timur
Rubrik Biasa
Menggandeng Lintas Sektor
S
jadi satu dengan TK. Karena
ebagai Kepala
Totok Isnanto Siti Aminah
itu kami menyambut gembira
Seksi PAUD, Subdin
kebijakan Pak Rasiyo yang
Pendidikan Luar Sekolah
mendorong TK agar membuka
(PLS) Dinas Pendidikan
KB, dan sebaliknya PAUD
Provinsi Jawa Timur, Drs. Totok
nonformal yang sudah mapan
Isnanto mengaku bersyukur
membuka TK,” katanya.
memiliki atasan Dr. Rasiyo
Pesatnya perkembangan
yang sangat paham terhadap
PAUD di Jawa Timur, salah
seluk beluk pendidikan,
faktornya adalah pemecahan
termasuk PAUD. Karena itu,
dana rintisan. Pada tahun
ia mendapat kemudahan
2002, baru 52 lembaga yang
dalam menggulirkan dan
mendapat bantuan dana
mengembangkan program
rintisan masing-masing Rp 25
PAUD di Jawa Timur.
juta. “Tapi yang terbentuk ternyata sekitar
Totok mulai menjabat Kepala Seksi PAUD TK yang dikelolanya lantas ditambahi KB,”
sejak akhir 2001. Ia mengaku, pada awalnya katanya. 50 lembaga. Artinya, banyak masyarakat
tidak tahu apa-apa tentang PAUD. Maklum, Mulai 2007, Totok memperluas yang membentuk PAUD secara swadaya. Jadi
sebelumnya ia lama sebagai staf di Subdin kerjasamanya dengan merangkul BKPRMI yang dapat bantuan hanya 52, sementara
Pendidikan Menengah Kejuruan. Namun ia (Badan Komunikasi Pembinaan Remaja sekitar 00-an tidak dapat apa-apa. Ini kan
terus belajar tentang PAUD. “Setelah paham, Masjid Indonesia) Jawa Timur. Hal itu tidak adil,” kata Totok.
saya kemudian bicara PAUD di mana-mana. dibenarkan Siti Aminah, Direktur LPPKS Akhirnya pada 200 dilakukan pemecahan
Saya seperti seorang sales yang menjual (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan dana rintisan. Satu dana rintisan boleh
produk PAUD,” katanya. Totok kini bahkan Keluarga Sakinah). LPPKS adalah unit kerja dipecah untuk lima lembaga, masing-masing
ditasbihkan sebagai tokoh PAUD di Jawa di bawah BKPRMI. Rp 5 juta. Direktorat PAUD Depdiknas pun
Timur dan salah satu tokoh PAUD nasional. Menurut Siti Aminah, LPPKS memiliki menyetujui. Maka, dalam waktu singkat
Meski secara nasional program PAUD sejumlah program terkait PAUD, antara lain PAUD di Jawa Timur tumbuh sangat pesat.
digulirkan sejak 1997 melalui proyek Bank pengembangan TAAM (Taman Asuh Anak Pada tahun 2005, misalnya, dari sekitar
Dunia, dan Direktorat PAUD Depdiknas Muslim) dan pelatihan bagi generasi muda 10.000 PAUD nonformal di Indonesia, sekitar
didirikan tahun 2000, namun ketika muslimah untuk menyiapkan mereka menjadi 40% berada di Jawa Timur.
mengawali tugasnya sebagai Kasi PAUD ibu dan muslimah yang solehah. “Termasuk Meski mengaku masih belum puas,
Totok melihat kondisinya di Jawa Timur di dalamnya pelatihan tentang pra nikah, namun Totok merasa gembira melihat
masih sangat menyedihkan. Saat itu baru membangun keluarga sakinah, dan PAUD,” perkembangan PAUD di Jawa Timur. Alokasi
kata lajang kelahiran Probolinggo, 6 April
ada 11 Kelompok Bermain (KB) yang anggaran untuk PAUD dari 8 kabupaten/
1981, yang meraih gelar sarjana hukum dari
semuanya menyatu di TK. kota di Jawa Timur juga terus meningkat
Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.
“Ketika itu Pos PAUD (Posyandu Integrasi dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2002
Hingga Juni 2007 baru ada satu TAAM
PAUD) belum ada. Baru setelah diperkuat tidak ada satu pun kabupaten/kota yang
yang dikelola BKPRMI bersama Dinas
UU No 20/200 tentang Sistem Pendidikan menganggarkan untuk PAUD. Tahun 200
Pendidikan Provinsi JawaTimur, yaitu
Nasional, yang pada pasal 28 menyatakan total baru sekitar Rp 475 juta. Tahun 2007 ini
di kawasan Sukolilo, Surabaya. BKPRMI
secara eksplisit tentang PAUD, kita kemudian melonjak sekitar Rp 15 miliar dari akumulasi
berencana memperluas kerjasama dengan
berpikir untuk mempercepat akses. Maka, 8 kabupaten/kota. Ini diluar anggaran
Dinas Pendidikan untuk membina puluhan
selain mendirikan KB, kita juga mulai pemerintah provinsi, yang tahun ini Rp 1,14
mengintegrasikan dengan Posyandu, yang TAAM lain yang tersebar di 8 kabupaten/ miliar,” katanya.
disebut Pos PAUD,” ujarnya. kota di JawaTimur. “Selain itu, kerjasama ini Ke depan, Totok berharap agar program
Keterlibatan organisasi-organisasi wanita juga menyangkut pelatihan bagi guru-guru PAUD lebih mendapat perhatian serius,
seperti Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, PAUD, kursus pranikah, dan penyediaan Alat baik dari sisi kelembagaan, kualitas layanan,
hingga ibu-ibu PKK, diakui Totok sangat Permainan Edukatif (APE),” katanya. peningkatan mutu, hingga kesejahteraan
berjasa dalam memperluas akses. “Muslimat Totok menambahkan, hingga kini guru-gurunya. Sungguh tidak fair jika pada
NU memang sejak awal sangat agresif dalam lembaga PAUD nonformal di Jawa Timur satu sisi peran PAUD diakui sangat strategis,
mengembangkan PAUD, apalagi Jawa Timur sudah tercatat sekitar 6000-an, terdiri dari namun pada sisi lain belum memperoleh
dikenal sebagai basisnya NU. Belakangan, sekitar 4.500 dan 1.500 Pos PAUD. Dari sekitar perlakuan yang semestinya.
Aisyiah, PKK, dan organisasi-organisasi 4.500 KB, sebagian terdapat di TK. “Artinya,
wanita lain juga tak mau ketinggalan. TK- masih banyak KB yang berdiri sendiri, tidak SAIFUL ANAm (Surabaya)
28 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 28 7/14/2007 10:43:53 AM
Rubrik Biasa
Jawa Timur
Dra. Hj. Siti Fatimah Soenaryo, m.Pd Sementara yang 7 kabupaten/kota
Ketua HImPAUDI Jawa Timur sudah membentuk kepengurusan.
Hanya saja 20 kabupaten/kota sudah
TIDAK BOLEH MAIN-MAIN dilantik, sisanya yang 17 masih belum.
Anggotanya sekitar 14.000 guru PAUD.
“Jawa Timur memang sedang booming
H
berganti menjadi HIMPAUDI, dan Dra. PAUD. Karena itu kita tidak bisa main-
IMPAUDI Jawa Timur dibentuk
Hj. Siti Fatimah Soenaryo, M.Pd, terpilih main,” tambahnya.
sejak 6 Juni 2004. Saat itu
menjadi ketua. Inilah pemilihan ketua Bu Fat mengakui, dari ribuan
namanya masih IKAPAUDI (Ikatan
HIMPAUDI yang pertama kali berlangsung pendidik PAUD tersebut, sebagian besar
Pendidik Pendidikan Anak
secara terbuka. “Persis seperti pemilihan berpendidikan SMA sederajat. Bahkan
Usia Dini). Tahun 2006
ketua partai,” kata Drs. Totok Isnanto, ada sebagian yang lulusan SMP/MTs.
digelar
Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan “Meski begitu ada pula yang lulusan
Musyawarah
Provinsi Jawa Timur. S1, bahkan S2,” kata ibu satu anak
Wilayah
Sehari-hari, Bu Fat, demikian Siti
(Muswil). kelahiran 19 November 195 itu. Saat ini
Fatimah Soenaryo biasa dipanggil, adalah
Namanya Bu Fat tengah menyelesaikan disertasi
dosen di Universitas Muhammadiyah doktornya di Universitas Negeri Malang
Malang (UMM). Menurut dia, dari 8 yang mengusung penelitian tentang
m
L ANA
kabupaten/kota di Jawa Timur, hingga PAUD.
SAIFU
Juni 2007 hanya satu daerah yang Sebagai Ketua HIMPAUDI, hal yang
FOTO:
belum tertentuk organisasi HIMPAUDI- paling merisaukannya adalah melihat
FOTO-
nya, yaitu Kabupaten Pamekasan. kenyataan honor guru PAUD yang masih
“Insya Alloh tidak lama lagi terbentuk. sangat memprihatinkan. Ada guru PAUD
Saya merasa tidak enak. Soalnya yanghanya dibayar Rp 0.000 atau Rp
saya berasal dari Madura,” ujar Bu 50.000 per bulan. “Kami mohon agar
Dra. Hj. Fatimah, Fat dengan logat Madura-nya yang pemerintah memberikan insentif kepada
Mpd, Ketua kental. mereka,”katanya
HIMPAUDI Jatim
F
Dra. Hj. Gadis Heria Nurdiana Agung Prasmono
orum PAUD Jawa Timur terbentuk
Ketua Forum PAUD Jawa Timur
pada 2002. Pada Musyawarah
Daerah (Musda) I, Juni 2006, Dra. Hj.
GROGI DIGODA MURID
Gadis Heria Nurdiana Agung Prasmono
terpilih menjadi ketua.
Gadis dikenal sebagai aktivis sosial dan
pernah menjadi Ketua Ikatan Istri Dokter Setelah menikah dengan Agung dan
Ibu dua anak keturunan Jawa-Minang
Indonesia (IIDI) Cabang Surabaya 2000- pindah ke Surabaya, Gadis memilih
yang lahir di Klaten, Jawa Tengah, 29
menjadi ibu rumah tangga. Tapi sejak
200. Suaminya, dr. H. Agung Prasmono, Mei 1958 itu menyelesaikan pendidikan
2006, ia back to basic ke dunia
adalah dokter bedah yang bertugas di sarjanya dari Jurusan Civic Hukum IKIP
pendidikan. Tapi kali
Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Ia juga Jakarta (sekarang Universitas Negeri
ini yang diurus
mengajar di Universitas Airlangga. Jakarta) tahun 1981. Begitu lulus, ia
PAUD, bukan
Di benak Gadis, tantangan PAUD ke sempat mengajar di sebuah SMA negeri
SMA.
depan masih berat. “Kerjasama lintas di Jakarta. Tapi hanya betah mengajar
sektor harus berjalan bagus. Selama ini selama tiga bulan. Soalnya, wajahnya yang SAIFUL ANAm
masih terkesan jalan sendiri-sendiri.” cantik dan postur tubuhnya yang bagus
Kegiatan yang dilakukan Forum PAUD membuat murid-murid SMA tersebut
sejak setahun terakhir ini antara lain gencar menggodanya. Maklum, usianya
sosialisasi PAUD yang melibatkan lintas saat itu baru 2 tahun, masih kinyis-kinyis.
sektor dan gebyar PAUD. Kegiatan gebyar “Kalau pulang dari mengajar saya sering
PAUD digelar September 2006 lalu, dicegat di depan pintu. Ih, serem…,”
diikuti 550 anak dari 8 kabupaten/kota. kenangnya.
Ia jadi takut mengajar dan memilih
Acara dilangsungkan di tempat wisata
bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Sengkaling, Malang.
29
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
Ki Hadjar Dewantara
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 29 7/14/2007 10:44:06 AM
Jawa Timur
Program PAUD
Bondowoso
di Kabupaten
Bondowoso mengalami
perkembangan luar
biasa. Hingga Juni 2007
tercatat sekitar 600
PAUD nonformal, jauh
di atas TK (PAUD formal)
yang berjumlah 323
buah. Bupati Mashoed
menargetkan seluruh
MERANGSEK dusun (pedukuhan) yang
berjumlah 800, sudah
HINGGA DUSUN
memiliki PAUD nonformal
sebelum ia lengser dari
jabatannya Agustus 2008.
J
DOK PEmKAB BONDOwOSO
di kecamatan-kecamatan. Program keahlian
ika Anda baru mengenal Bondowoso manusianya bermutu. “Dan itu hanya bisa
yang dikembangkan disesuaikan dengan
hanya sebatas sebagai kota tape dilakukan lewat pendidikan,” tegasnya.
kebutuhan dan lingkungan setempat karena
singkong, berarti Anda ketinggalan Saat baru menjabat, Mashoed dihadapkan
pendidikan harus berbasis masyarakat,”
zaman. Memang, Bondowoso kondang pada kenyataan bahwa Bondowoso dikenal
tambahnya.
sebagai penghasil tape singkong yang sebagai kantong buta aksara. Jumlahnya
rasanya menggoda selera. Tetapi, Anda lebih dari 50.000 penduduk. Selain itu, anak-
juga perlu tahu bahwa sejak beberapa anak usia sekolah enggan masuk SD, terutama
PAUD DI SETIAP DUSUN
tahun terakhir ini Bondowoso menyandang mereka yang tinggal di daerah pegunungan.
predikat baru: kota PAUD. Maklum, di Belum lagi cukup tingginya anak-anak putus Mashoed berpandangan, agar ketuntasan
kabupaten ini kini berdiri tak kurang dari sekolah pada kelas-kelas awal SD. Begitu buta aksara berjalan permanen, dan
kompleksnya, ia sampai pernah berencana
600 PAUD nonformal dan 2 PAUD formal anak-anak mau sekolah, maka ia melihat
memecah Dinas Pendidikan menjadi dua,
(TK). PAUD sebagai senjata ampuh. Ia lantas
yaitu Dinas Pendidikan Formal dan Dinas
Menjamurnya PAUD di Bondowoso itu menggalakkan PAUD di mana-mana.
Pendidikan Nonformal. Tetapi, setelah dikaji
merupakan buah dari komitmen tinggi Hasilnya kini sudah tampak. Selain gairah
ulang, akhirnya dibatalkan.
pemerintah daerah setempat dalam bidang PAUD menggelora, anak-anak setelah
Berangkat dari berbagai persoalan
pendidikan. Hal itu tak lepas dari sosok menyelesaikan PAUD langsung masuk
tersebut, Mashoed kemudian berupaya
Bupati Bondowoso Dr. H. Mashoed, M.Si sekolah ke SD.
keras menyukseskan program wajib belajar
dan istrinya, Ny. Hj. Sri Utami Mashoed. Ayah “Dulu, sebelum ada PAUD, guru-guru
pendidikan dasar 9 tahun, pemberantasan
enam anak dan kakek sembilan cucu itu yang bertugas di daerah pegunungan dan
buta aksara, pendidikan kesetaraan,
diangkat menjadi Bupati Bondowoso sejak desa-desa pelosok, harus susah payah cari
pendidikan kejuruan, hingga PAUD. Hasilnya
1998. “Saat itu saya jadi bupati drop-dropan,” murid. Sekarang mereka tidak perlu lagi.
sungguh patut diacungi jempol. Kini hanya
ujar Mashoed yang sebelumnya menjabat Anak-anak setelah selesai di PAUD pasti
tinggal sekitar 8.500 orang buta aksara.
sebagai Kepala Pendidikan dan Pelatihan minta melanjutkan ke SD. Jadi implikasinya
“Agustus nanti diperkirakan sudah beres,
Provinsi Jawa Timur. Setelah habis masa bagi angka partisipasi anak-anak yang
dan kami akan mendeklarasikan bebas
jabatannya yang pertama, ia terpilih kembali masuk SD sangat signifikan,” timpal Drs.
buta aksara,” kata Mashoed kepada PENA Paiman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
melalui Pilkada pada 200.
PENDIDIKAN. Bondowoso.
Sejak awal dipercaya menjadi bupati,
Begitu pula dengan pendidikan kejuruan. “Sejak digencarkan program PAUD,
Mashoed menempatkan pembangunan
Mashoed kini sudah membangun 21 Sekolah anak-anak jadi keranjingan masuk sekolah.
bidang pendidikan sebagai prioritas utama.
Menengah Kejuruan (SMK), sementara Orangtuanya juga makin menyadari
Bagi dia, Bondowoso yang merupakan
SMA-nya 15. “Komposisi ini sudah sesuai pentingnya pendidikan. Jadi pada bagian
daerah miskin sumber daya alam hanya
harapan Depdiknas. Kami membangun SMK atas kita berantas buta aksaranya, pada
akan diperhitungkan jika sumber daya
0 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 30 7/14/2007 10:44:08 AM
Jawa Timur
bagian bawah kita galakkan PAUD. Ke depan
Ibu Sri Utami Masmoed
Dr. H. Mashoed, MSi.
SAIFUL ANAm
di Bondowoso tidak boleh ada lagi anak usia
DOK PEmKAB BONDOwOSO
sekolah yang tidak sekolah dan tidak boleh
ada penduduk yang buta aksara,” tegas
Mashoed.
Mashoed mengaku bersyukur mendapat
dukungan penuh dari istrinya, Ny. Sri Utami
Mashoed. Sri Utami bahkan menjadi Ketua
Forum PAUD Kabupaten Bondowoso. Ia
menggalakkannya melalui jalur ibu-ibu PKK,
organisasi wanita, Muslimat NU, Aisyiah
Muhammadiyah, dan lain-lain. “Selain itu,
dukungan dari aparat Dinas Pendidikan dan
tokoh-tokoh masyarakat sangat penting
bagi perkembangan PAUD di sini,” kata
Mashoed.
Kini, jumlah lembaga PAUD non formal
di Bondowoso sudah melebihi jumlah desa
yang 21. Mashoed menargetkan, sebelum ia
mengakhiri masa jabatannya Agustus nanti,
APBD
semua dusun (pedukuhan) yang berjumlah anak dengan tiga
(tidak termasuk gaji). Jika digabung dengan
800 sudah memiliki PAUD nonformal. pengajar.
Mashoed mengakui, salah satu faktor gaji, menjadi sekitar 5%. Dari anggaran Huzain Baidjuri menambahkan,
yang membuatnya memiliki komitmen itu, sebanyak Rp 50.000 per bulan diberikan dukungan Bupati dan Ibu Bupati
tinggi terhadap pembangunan sektor Bondowoso terhadap program PAUD
kepada 1.41 guru PAUD, yang dikucurkan
pendidikan adalah karena ia dulu pernah tidak hanya dalam bentuk pemberian
setiap tiga bulan sekali. Maklum, semua guru
bekerja sebagai guru. Ia lahir di Jombang 16 insentif bagi para guru. Berbagai kegiatan
PAUD itu swasta.
Agustus 1942. “Sejak kecil saya bercita-cita HIMPAUDI, seperti pelatihan bagi para
Insentif yang diberikan bagi para guru
jadi guru,” katanya. guru, juga difasilitasi. Hal serupa juga
PAUD, meski jumlahnya jauh dari memadai,
Setelah lulus dari SD, ia masuk ke Sekolah dirasakan oleh Forum PAUD. “Setiap
dipandang Achmad Huzain Baidjuri,
Guru B (SGB), lalu ke Sekolah Guru A (SGA) Minggu pagi Forum PAUD menggelar
S.Ag, merupakan tingginya kepedulian
Jombang. Lulus dari SGA, lantas menjadi talkshow di radio tentang PAUD. Ini
Bupati Bondowoso terhadap PAUD.
guru. Ia pernah mengajar di SD, MI, hingga dilakukan sejak tahun lalu. Ibu Bupati
“Jumlahnya memang tidak seberapa.
SMEA, mulai 1962 – 1969. Sejak 1970 selalu terlibat dan meluangkan waktu,”
Tapi itu sudah sangat membantu. Syukur
ia masuk ke birokrasi pemerintahan. Ia ujar Dra. Ida Syafriani, M.Si, Wakil Sekretaris
kalau ke depan kesejahteraan para guru
meraih gelar doktor bidang administrasi Forum PAUD Kabupaten Bondowoso.
PAUD lebih ditingkatkan, apalagi diangkat
pemerintahan dari Universitas Tujuh Belas Selain itu, kegiatan penting dan rutin
menjadi pegawai negeri,” kata Ketua
Agustus Surabaya, tahun 2004. yang dilakukan HIMPAUDI dan Forum
HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan
PAUD adalah setiap sebulan sekali mereka
Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak
bersama-sama mengadakan pertemuan
Usia Dini) Kabupaten Bondowoso itu. Saat
Insentif Guru untuk mengevaluasi program yang sudah
ini Huzain Baidjuri mengelola PAUD Nurul
dilakukan dan merancang apa saja yang
Islam yang memiliki 50 murid dan 5 guru.
Kabupaten Bondowoso berpenduduk
akan dilakukan ke depan. Pertemuan yang
PAUD tersebut terletak di Desa Jubung
sekitar 750.000
dihadiri sekitar 700 undangan itu digelar
Lor, Kecamatan Telogosari, Kabupaten
jiwa. Pada tahun
setiap Rabu pekan kedua, bertempat
Bondowoso.
2007 ini APBD-
di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten
“Saya sangat senang mendapat bantuan
nya sekitar
Bondowoso.
dari Pak Bupati, walaupun hanya Rp 50.000
400 miliar.
Mashoed optimistis program PAUD
per bulan. Lebih bagus lagi kalau ke
Anggaran
akan terus dilanjutkan meski tahun depan
depan jumlahnya ditambah,” timpal Luluk
berganti bupati. “Saya kira, siapa pun
Hikmah, pendidik PAUD Tunas Harapan di
pendidikannya
yang jadi bupati nanti, tidak akan mampu
Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami,
sekitar 17% dari
m
ANA membubarkan PAUD di Bondowoso. Kami
Kabupaten Bondowoso. Ia bersama
FUL
: SAI
FOTO
sudah meletakkan fondasinya cukup
suaminya, Suryadi, S.Ag, mendirikan
kokoh, sehingga sulit dirobohkan,” ujarnya.
PAUD tersebut tanpa memungut biaya
yang diperuntukkan bagi anak-anak desa
setempat. Saat ini jumlah muridnya 2 SAIFUL ANAm (Bondowoso)
Ahmad Husain Baijuri
1
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 31 7/14/2007 10:44:18 AM
Jawa Timur
Rubrik Biasa
SURABAYA
SERTIFIKAT
PESERTA PAUD
SAIF
UL A
Peran Dyah Katarina Bambang DH, S.Psi, istri walikota
Surabaya, dalam menggerakkan program PAUD terlihat
nyata. Ia melibatkan ibu-ibu PKK hingga ke tingkat RW.
Anak-anak yang mengikuti PAUD diberi sertifikat tanda
Dra. Dyah Katarina Bambang DH,
kepesertaan. Ibu Walikota Surabaya
M
orang mencibir, kini justru banyak yang
dari mancanegara yang bergerak di
enggeluti dunia anak sungguh
mendukung. “Hal ini bisa dibuktikan dengan
bidang pemberdayaan pendidikan anak.
menantang dan mengasyikkan.
adanya 200 PAUD non formal yang tersebar
Kebetulan Plan memiliki sejumlah program
Itulah kesan singkat yang diutarakan
di Surabaya.
Dyah Katarina Bambang DH, S.Psi, setelah di 16 kelurahan yang ada di Surabaya.
Dyah yang kelahiran Surabaya, 27 Juni
beberapa tahun terakhir ini terlibat aktif dalam Setiap lembaga memiliki 50 sampai 100
1968, itu sebenarnya sarjana psikologi
program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). anak didik,” katanya. Itu adalah PAUD yang
industri dari Universitas Airlangga, lulus
Istri walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, diinisiasi oleh ibu-ibu PKK. Belum lagi yang
M.Pd, itu pertama kali mengikuti sosialisasi 199. “Kuliah saya memang psikologi. Tapi didirikan oleh Muslimat NU, Aisyiah, yayasan-
PAUD tahun 2002 di Hotel Borobudur Jakarta, yayasan pendidikan Kristen/Katholik, dan
yang saya pelajari psikologi perusahaan
yang diselenggarakan oleh Direktorat PAUD, lain-lain. Kalau ditotal jumlahnya lebih dari
dan orang dewasa,” ujar ibu tiga anak
Departemen Pendidikan Nasional. Saat itu 500-an.
itu. Kendati begitu, ia mengaku tidak
statusnya masih istri wakil walikota, lantaran Dyah menargetkan setiap RW memiliki
kesulitan mendalami pengetahuan tentang
walikota dijabat oleh Soenarto Sumoprawiro PAUD. Ibu-ibu ketua RW, kata Dyah,
psikologi anak. “Saya jadi tahu, ternyata
(alm). menyambut positif. “Bahkan ada seorang
masa anak usia dini sangat penting bagi
Setelah mengikuti sosialisasi itu, Bu RW sampai mengontrak rumah hanya
pembentukan karakter dan kemampuan
pemahaman Dyah terhadap anak menjadi untuk kegiatan PAUD,” tambahnya.
intelektual seseorang,” katanya.
semakin mendalam. Ia juga berkomunikasi Program penting lain khas Surabaya
Ia mengakui, pada awalnya yang paling
dengan Plan Internasional, sebuah lembaga yang mulai tahun ini digulirkan adalah
sulit dihadapi adalah memberi pemahaman
nirlaba pemberian sertifikat kepesertaan PAUD.
kepada masyarakat tentang pentingnya
Sertifikat itu menerangkan bahwa anak
PAUD. Mereka mengira anak hanya main-
yang bersangkutan sudah ikut PAUD sekian
main saja. “Dulu kita mengajak masyarakat
bulan. “Sehingga saat masuk SD, paling tidak
untuk datang ke kegiatan PAUD susah sekali.
gurunya tahu anak tersebut sudah pernah
Tapi sekarang orang tua justru bangga
ikut PAUD. Ini bisa jadi bekal awal bagi guru,”
mengantar anak-anaknya mengikuti PAUD.
katanya.
Bahkan kadang bapak-bapaknya juga tidak
Program lain yang dilakukan tahun ini
mau ketinggalan,” ujarnya.
adalah memeriahkan Hari Anak Nasional
Untuk menggerakkan PAUD di Surabaya,
(HAN). Kegiatannya berlangsung sejak awal
Dyah memanfaatkan jaringan Bina Keluarga
hingga akhir Juli, melibatkan organisasi-
Balita (BKB). BKB ini ada hingga di RW-RW.
organisasi kewanitaan, lembaga swadaya
Sasarannya adalah ibu-ibu. Materi yang
masyarakat, hingga perusahaan. Ragam
disampaikan tentang bagaimana merawat
kegiatannya antara lain hiburan untuk
anak. Dulunya, BKB ini hidup segan mati tak
anak-anak panti asuhan, teater anak, hingga
mau. Dyah lantas menumpanginya dengan
melukis dengan jari (finger painting) secara
program PAUD. Ternyata sekarang justru
massal.
jadi bergairah.
Respon masyarakat terhadap PAUD
sangat bagus. Kalau awalnya banyak SAIFUL ANAm (Surabaya)
2 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 32 7/14/2007 10:44:35 AM
Rubrik Biasa
Jawa Timur
malang
MENANTI
INSENTIF
PENDIDIK
PAUD
Insentif buat pendidik PAUD
rencananya akan dikucurkan mulai
2008. Ada desakan dibuka jurusan
Walikota Malang Drs. Peni Suparto
PAUD untuk sarjana. Dana Pemkot
bersama istri dan Direktur PAUD
Malang untuk PAUD tersedot untuk
DOK. DIT. PAUD
Depdiknas saat acara gebyar PAUD
pemenuhan alat permainan edukatif.
kota Malang
M
bulanan kepada pendidik PAUD.
ESKI dikenal sebagai kota yang maju 10 lembaga PAUD yang ada, 25 di antaranya
Keluhan Mike ditanggapi Dra Zubaidah,
pembangunan pendidikannya, dikelola Posyandu. “Tiap PAUD ada hingga
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah
namun Kota Malang masih harus 6 guru. Yang memiliki ijasah S-1 masih kurang
Dinas Pendidikan Kota Malang. “Kami selalu
kerja keras untuk mengangkat derajat dari 50%,” timpa Dra. Mike S. Arifin, M.Pd, Ketua
mengupayakan adanya insentif guru PAUD,
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi Himpaudi Malang.
semoga saja secepatnya itu bisa terealisasi,”
lebih bermartabat. Para pengajar lembaga Mike berpendapat minimnya pendidik
katanya.
PAUD di Malang, kebanyakan berijasah SMP PAUD bergelar sarjana, karena belum ada
Guru-guru TK sudah mendapatkan insentif
dan SMA. Paling tinggi mengantongi ijasah D-2 perguruan tinggi yang membuka Program
sebesar Rp 150.000/bulan. Dananya diambil
Pendidikan Guru Taman Kanak- Kanak. PAUD di tingkat sarjana. Mike berharap
anggaran buat Pendidikan Luar Sekolah yang
“Harus kita akui keadaan guru PAUD masih pemerintah segera membuka kesarjanaan
totalnya sebesar Rp 5 miliar. ”Insentif untuk
belang bentong,” kata Drs. Suyadi, M.Pd, Kepala jurusan PAUD.
PAUD kami usulkan mulai 2008. Kami harus
Bidang Organisasi Himpunan Pendidik dan Faricha Ulva, mahasiswi Jurusan Biologi
menyeleksi, mereka yang sudah mengajar
Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Universitas Negeri Malang, menilai mereka
2 tahun yang mendapat insentif,” kata Ida,
Dini (Himpaudi) Malang dan juga Wakil Ketua yang bukan berlatar pendidikan jurusan PAUD
panggilan akrab Zubaidah.
Himpaudi Jawa Timur. bisa saja terjun sebagai guru PAUD. “Asal
Pos anggaran buat PAUD selama ini lebih
Kendati begitu, komitmen Walikota Malang mau belajar, sebenarnya boleh juga kok” kata
diprioritaskan untuk alat permainan edukatif
Drs. Peni Suparto bersama istrinya Faricha, 22 tahun.
(APE) dan aneka kegiatan peningkatan
terhadap program PAUD Selain soal kualifikasi, Himpaudi juga
kompetensi pendidik PAUD, berupa pelatihan,
termasuk salah satu akan memperjuangkan peningkatan
seminar maupun workshop. “Selain untuk APE,
ya n g te r b i l a n g kesejahteraan pendidik PAUD. Saat
kami juga telah memberikan dana rintisan dan
bagus di Jawa ini rata-rata pendidik PAUD di sana
dana operasional lain untuk masing-masing
Timur. Hal itu cuma bergaji Rp 200.000-Rp 400.000
PAUD. Total dana yang sudah kami keluarkan
tampak antara sebulan. “Dengan gaji yang sangat
lebih dari Rp 500 juta,” Ida menambahkan.
lain digelarnya kecil, bagaimana mereka bisa
Zubaidah menilai komitmen Pemkot
gebyar PAUD melanjutkan kuliah ke jenjang S-1,”
Malang terhadap pengembangan bagus.
tahun lalu. kata Mike yang juga Kepala TK Anak
Semakin bermunculannya lembaga PAUD
Menurut Saleh Malang.
turut mendongkrak Angka Partisipasi Kasar
catatan Mike berharap Pemerintah
(APK) PAUD yang mendekati 60%. Forum
Himpaudi, Kota Malang segera menggulirkan
PAUD sendiri diketuai oleh Ny. Peni Suparto,
kebijakan pemberian insentif terhadap
istri Walikota Malang. Ia telah menggagas
pendidik PAUD. Mike mencontohkan
pelatihan untuk PKK yang akan dijadikan Pos
Kabupaten Lumajang, sekali
PAUD.
pun kabupaten kecil tetapi
Zubaidah mampu memberi insentif mUKTI ALI (malang)
FO
TO
:
SA
IFU
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LA
NA
m
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 33 7/14/2007 10:44:45 AM
Jawa Timur
Rubrik Biasa
FOTO: mUKTI ALI
Bantuan pemerintah itu memang kecil.
Hj. Hamida Fauzi mengikuti senam bersama PAUD
Namun kesungguhan Pemkab menggalakkan
PAUD patut diacungi jempol. Pasalnya, belum
banyak kabupaten mau menggelontorkan
dana APBD untuk pengembangan PAUD.
“Kebijakan ini tak lepas dari dukungan
Komisi D DPRD yang sangat mendukung
program kami,” kata H. Achmad Fauzi, Bupati
Lumajang.
Meski kecil, naiknya insentif itu disyukuri
para pendidik PAUD. Asal tahu saja, rata-rata
PAUD di sana cuma memungut iuran siswa
berkisar Rp 1.500-Rp 5.000 per bulan. Jika
Lumajang satu PAUD cuma mendidik 20 anak, uang
GERBANG MAS
yang terkumpul hanya Rp 100.000. Buat
ongkos penyelenggaran PAUD saja jauh dari
mencukupi.
Toh Rahayu, Ketua Himpaudi Kabupaten
BERLIPAT 300 Lumajang bersyukur. “Senang sekali,”
katanya sumringah. “Perhatian terhadap
kesejahteraan pendidik PAUD sangat perlu,
mengingat penyelenggara PAUD sendiri
Pos PAUD berkembang sangat pesat. Menjadi jawaranya Bina tidak bisa memberikan insentif cukup,”
Keluarga Balita tingkat nasional. Pemberian insentif sangat wanita yang juga Kepala PAUD Melati,
diperlukan. Mengingat iuran Pos PAUD cuma lima ribu perak. Kecamatan Tempeh ini menambahkan.
Perhatian Pemkab terhadap nasib pendidik
T
PAUD juga ditunjukkan dengan pemberian
terintegrasi dengan PAUD yang digulirkan
AHUN 2001 lalu, cuma ada satu Pos
bingkisan tahunan, setidaknya menjelang
pada 2004, merupakan rintisan Pemkab
PAUD di Kabupaten Lumajang. Kini
lebaran.
Lumajang. Lumajang mendahuluinya dua
tercatat tak kurang dari 26 Pos PAUD
Aktivitas Himpaudi sendiri ditopang dana
tahun lebih cepat. “Tahun 2002 kami pernah
yang didukung sekira seribu pendidik.
alakadarnya. Di antaranya iuran bulanan
diminta pemerintah pusat memaparkan
Menjamurnya Pos PAUD di sana seiring
sebesar Rp 5.000 per lembaga. Dana untuk
presentasi di Jakarta,” ujar Hj. Hamidah
dengan bergulirnya program Gerbang Mas
pelatihan masih mengandalkan bantuan dari
Fauzi, Ketua Forum PAUD Kabupaten
alias Gerakan Membangun Masyarakat Sehat
Pemkab, pemerintah propinsi dan Depdiknas.
Lumajang, yang juga istri Achmad Fauzi,
pada 2002. “Dari satu Pos PAUD pada 2001
Aneka pelatihan itu amat dibutuhkan para
Bupati Lumajang.
bertambah menjadi lima pada 2002. Kini
pendidik PAUD mengingat kualifikasi mereka
Lumajang boleh berbangga lantaran
sudah 26 Pos PAUD,” kata Drs Agus Eko,
masih sangat rendah. Pendidik di Pos PAUD
BKB mereka dinobatkan sebagai Juara I BKB
Ketua Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas
tak lain kader Posyandu. ”Rata-rata mereka
Nasional pada 2004. Menjamurnya Pos PAUD
Pendidikan Kabupaten Lumajang.
berijazah SMP atau SMA,” kata Anita Endro,
itu juga tak lepas dari kiprah Forum PAUD.
Berseminya Pos PAUD di sekujur Lumajang
Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara
Forum PAUD mengenalkan beragam Alat
itu menurut Agus, tak lepas dari kepedulian
Taman Kanak-Kanak Indonesia Kabupaten
Permainan Edukatif (APE). ”APE juga kami
bupati dan Forum PAUD. “Bersyukur sekali
Lumajang.
datangkan dari hasil kerjasama dengan salah
kami memiliki pimpinan yang sangat peduli
Butuh kerja ekstra keras bagi Lumajang
satu perusahaan swasta di Lumajang,” kata
dalam pengembangan pendidikan,” kata
untuk memenuhi kualifikasi minimal
Dra. Nurul Hartono, Wakil Ketua Forum PAUD
Agus.
pendidik PAUD yang harus memiliki ijasah
Lumajang, yang merangkap Wakil Kepala
Gerbang Mas sebenarnya lebih fokus pada
S-1 atau D-4, seperti yang disyaratkan
Forum PAUD Jatim.
pembenahan perilaku hidup masyarakat
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005
Pemkab Lumajang sendiri mengucurkan
pedesaan. Simpul-simpul Gerbang Mas
tentang Guru dan Dosen. “Tidak semudah
dana buat APE sekitar Rp 250 juta. Sejak
dipusatkan di Posyandu Gerbang Mas. Setiap
membalikkan tangan memiliki guru-guru
2004, Pemkab juga memberi bantuan
Posyandu mendapat dana rintisan sebesar
PAUD yang semuanya berijasah S-1. Yang
dana operasional kepada setiap Pos PAUD
Rp 4 juta. Setiap desa rata-rata memiliki 2-
paling penting bagi kami, mereka punya
sebesar Rp 500 ribu/tahun. Selain itu, ada
Posyandu.
kemampuan tinggi mendidik anak usia dini.
lagi kebijakan pemberian insentif bagi para
Posyandu Gerbang Mas selain untuk
Sabar, telaten dan teladan,” kata Hamidah
pendidik PAUD. Besarnya Rp 40.000/bulan
layanan kesehatan dikembangkan menjadi
Fauzi.
setiap pendidik. Mulai Juli ini, Pemkab
penyelenggara PAUD melalui Bina Keluarga
menaikkan insentif menjadi Rp 100.000/
Balita (BKB). Tidaklah berlebihan jika dibilang
bulan.
program nasional tentang Posyandu yang mUKTI ALI (Lumajang)
4 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 34 7/14/2007 10:44:51 AM
Jawa Timur
Rubrik Biasa
R
FOTO-FOTO: SAIFUL A
atusan penggiat Pendidikan Anak Pelatihan guru PAUD
Usia Dini (PAUD) menyesaki Aula
Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi,
26 Juni lalu. Mereka merupakan sebagian
dari anggota HIMPAUDI dan Forum
PAUD setempat yang mengikuti kegiatan
workshop tentang pembelajaran PAUD.
Pembicara yang hadir antara lain Drs. Totok
Isnanto, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan
Jawa Timur.
PAUD di kabupaten yang berpenduduk
sekitar 880.000 jiwa itu boleh dibilang
berkembang pesat. Menurut Drs. Abdullah
NGAwI
Zaini, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan
MENGGENJOT TARGET
K a b u p a t e n N g a w i , p r o g r a m PAU D
kini merupakan salah satu prioritas
pembangunan pendidikan di daerahnya.
“Setelah program wajib belajar 9 tahun
SETIAP DESA
selesai, kami sekarang memprioritaskan
program wajib belajar 12 tahun dan PAUD,”
ujarnya.
PAUD di Ngawi berkembang pesat
Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadikan program PAUD
terutama dalam setahun terakhir. Hingga
sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan. Tantangan
Juni 2007, sudah berdiri 15 lembaga
yang paling berat adalah guru suka keluar masuk lantaran
PAUD nonformal yang tersebar di 20
honornya sangat kecil.
desa dari 19 kecamatan. “Insya Allah, tahun
2008 seluruh desa di Ngawi punya PAUD.
Inggris beberapa anak SD,” katanya.
”Tapi dipecah Rp 5 juta-an, sehingga berdiri
Untuk meningkatkan mutu, pelaksanaan
Baik Novita maupun Nurhidayati
40 PAUD. Ini untuk pemerataan,”katanya.
pendidikan PAUD harus sesuai standar. Tidak
sependapat bahwa tantangan paling berat
Berkembangnya PAUD di Ngawi juga
boleh sekedar mengumpulkan anak-anak
terhadap pengembangan program PAUD
tak lepas dari komitmen tinggi dan kerja
ala kadarnya,” tegasnya.
adalah kecilnya honor guru. Akibatnya,
keras dari Forum PAUD dan HIMPAUDI
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah
banyak guru PAUD keluar masuk, hanya
setempat. Forum PAUD Kabupaten Ngawi
Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Drs.
sekedar sambilan. Jika sudah mendapat
berdiri pada 2004. Ketuanya sekarang adalah
Suroyo, menambahkan kucuran dana
pekerjaan lain yang penghasilannya lebih
Novita, seorang akuntan lulusan Politeknik
rintisan dari pemerintah pusat yang besarnya
menjanjikan, mereka cabut begitu saja.
Rp 25 juta per lembaga sangat membantu Universitas Brawijaya Malang tahun 199.
Di Kabupaten Ngawi terdapat sekitar
pertumbuhan PAUD. Pada 2007 misalnya, Pembinanya adalah Ibu Bupati Ngawi.
1000 guru PAUD, semuanya honorer. Sekitar
ada kucuran untuk 8 lembaga. Novita yang lahir di Ngawi, 8 November
70% adalah lulusan SMA sederajat. Lantaran
1972, sejak beberapa tahun terakhir ini
mereka sering keluar masuk, jika diundang
mengelola PAUD, yaitu Modern School.
rapat yang datang sering berganti-ganti. “Ini
Lembaga ini merupakan salah satu PAUD
sebenarnya tidak bagus bagi keberlanjutan
unggulan dan memiliki sarana lengkap. Pada
program,” kata Nurhidayati.
Juni 2007, PAUD (Taman Kanak-kanak dan
Pemerintah kabupaten Ngawi mulai
Kelompok Bermain) tersebut memiliki 112
memberi perhatian. Misalnya mulai 2007
murid dan 15 guru.
diberikan insentif Rp100.000 per bulan bagi
Sedangkan Ketua HIMPAUDI Kabupaten
112 guru terpilih. Novita dan Nurhidayati
Ngawi adalah Dra. Nurhidayati, seorang
berharap agar ke depan pemerintah memberi
sarjana sarstra Inggris lulusan Universitas
perhatian besar terhadap kesejahteraan
Sebelas Maret Surakarta tahun 2004, yang
guru-guru PAUD. Kalau mereka keluar
kemudian juga terjun menggeluti PAUD.
masuk, tentu yang dirugikan anak-anak
Lajang kelahiran Ngawi, 4 Februari 1979
juga. Padahal mencari pendidik PAUD yang
itu mengajar di PAUD HARUM (Harapan
bagus dan memiliki komitmen tinggi tidak
Ummat). Sebulan ia dibayar Rp 125.000.
Kepala Dinas gampang.
“Tentu tidak cukup, tapi saya senang
Abdullah Zaini,
awi Jawa Timur
Pendidikan Ng mengajar anak-anak PAUD. Untuk menutupi
kebutuhan, saya memberi les bahasa SAIFUL ANAm
5
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 35 7/14/2007 10:44:58 AM
Papua
Jayapura
FOTO-FOTO: SAIFUL A
MEMPERKOKOH FONDASI
NKRI MELALUI PAUD
Program PAUD di Papua berkembang pesat. Yayasan-yayasan keinginannya untuk merdeka. Beragam
pendidikan keagamaan, terutama Kristen dan Katholik, berperan cara selama ini dilakukan pemerintah
sangat penting menjangkau layanan pendidikan hingga ke pelosok Indonesia untuk meredamnya, terutama
bertumpu pada pendekatan politik dan
kampung. Kondisi geografis yang dijejali daerah pegunungan,
keamanan. Sejauh ini masih bisa diatasi
rumah tinggal penduduk yang berjauhan, beragamnya suku dan sehingga ketiga daerah tersebut masih
bahasa, ditambah kondisi ekonomi yang masih menyedihkan, dalam pangkuan Republik Indonesia
membuat model pendidikan nonformal seperti PAUD lebih cocok (RI).
di Papua. Program PAUD juga bisa menjadi wahana efektif untuk Berbagai kajian sosial, ekonomi, dan
politik selama ini banyak dilakukan
memperkokoh rasa nasionalisme sejak dini.
untuk menganalisa dan memetakan
A
persoalan kronis di tiga daerah itu. Paling
setempat, digelar suguhan tarian yang
roma gerakan separatis dalam
mutakhir, para pakar dan praktisi bidang
mengibarkan bendera Bintang Kejora.
beberapa hari di akhir Juni hingga
pendidikan, terutama Pendidikan Anak
Berikutnya, di Aceh muncul deklarasi
awal Juli 2007 tampak mencuat
Usia Dini (PAUD), juga melontarkan solusi
p embentukan partai Gerakan Aceh
kembali. Simak saja, saat Presiden Susilo
untuk memperkokoh fondasi Negara
Merdeka (GAM). Gerakan separatis sedang
Bambang Yudhoyono menghadiri puncak
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
unjuk gigi?
acara Hari Keluarga Nasional (Harganas)
Dari sudut pandang pendidikan,
Boleh jadi begitu, dan hal ini tentu
di Ambon, Maluku, akhir Juni, dikejutkan
suburnya gerakan yang berusaha
cukup merisaukan para petinggi politik
oleh manuver tarian cakalele yang
memisahkan diri dari NKRI itu lantaran
dan keamanan di Jakarta. Tiga daerah
mengibarkan bendera RMS (Republik
kurangnya pengenalan Indonesia sejak
tersebut, Maluku Selatan, Papua, dan
Maluku Selatan). Beberapa hari kemudian,
usia dini. Oleh karena itu kehadiran
Aceh, memang sudah lama sebagian
kejutan datang dari tanah Papua. Dalam
PAUD bukan semata-mata untuk
masyarakatnya mendengungkan
pertemuan tokoh masyarakat adat
6 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 36 7/14/2007 10:45:03 AM
Papua
Muh. Yusuf James Modow,
Kadinas Papua
PAUD. Pola bermain yang dikembangkan baik Kristen, Katholik, Islam, maupun
mengembangkan seluruh daya dan
mencerminkan simbul-simbul Indonesia, agama lain sangat berperan dalam
potensi yang dimiliki anak, tetapi juga
misalnya lagu kebangsaan, bendera penyelenggaraan pendidikan di Papua.
memupuk rasa nasionalismenya sejak
merah putih, dan lain-lain. “Sehingga Yayasan-yayasan itulah yang menjadi
dini.
anak-anak sejak dini sudah dipupuk rasa ujung tombak dan berada di barisan
Semangat itu kini menggelora dalam
cinta tanah air,” paparnya. terdepan dalam menakhlukkan medan
rangkaian program PAUD di Papua,
Yusuf menambahkan, Gubernur geografis Papua yang sangat berat. Peran
provinsi paling timur Indonesia yang
Papua Barnabas Suebu dan Kepala Dinas gereja sangat dominan lantaran sekitar
berpenduduk sekitar 2 juta jiwa dan
Pendidikan dan Pengajaran Papua Drs. 70% penduduk Papua beragama Kristen
memiliki kurang lebih 200 suku dan
James Modow, M.Mt, punya perhatian dan Katholik. Kalau hanya mengandalkan
bahasa. Sebagaimana dikemukakan
tinggi terhadap PAUD. “PAUD juga aparat pemerintah, jelas tidak akan
Drs. Muhammad Yusuf, mantan Kepala
sejalan dengan program Pak Gubernur mampu tertangani.
Subdin Pendidikan Luar Sekolah Dinas
berupa turun kampung ke pelosok- Ia menegaskan, kehadiran program
Pendidikan dan Pengajaran Provinsi
pelosok. Juga senafas dengan cita-cita PAUD sejalan dengan prioritas
Papua yang baru diganti awal Juni 2007
Pak Gubernur yang ingin menjadikan pembangunan di Papua saat ini, yaitu
lalu, untuk menggelorakan semangat
anak-anak Papua cerdas dan gemilang perbaikan makanan dan gizi, pendidikan,
ke-Indonesiaan dan memperkokoh
pada 2025,” katanya. dan kesehatan. ”Kita jadikan PAUD sebagai
fondasi NKRI sejak
Provinsi Papua terdiri dari 20 program yang terpadu dengan perbaikan
dini itu dilakukan
kabupaten/kota. Kata Yusuf, pada makanan dan gizi serta kesehatan. Jadi
dengan cara
2005 saat ia mengawali tugasnya tidak berdiri sendiri,” katanya.
memperkenalkan
sebagai Kepala Subdin PLS, program Ia menambahkan, tak kurang dari
simbul-simbul
PAUD baru bergulir di enam 10 lembaga donor sudah menyatakan
nasional sejak
kabupaten/kota, yaitu Merauke, siap membantu. ”Kita akan menjadikan
di lembaga
Jayapura, Nabire, Biak, Serui, dan program PAUD ini sebagai primadona,”
Kota Jayapura.“Sekarang di seluruh tegas pria kelahiran 26 Desember 1949
kabupaten/kota sudah ada PAUD-nya. itu.
Bahkan di beberapa kabupaten sudah Simson Rombekwan, Kepala Seksi
menjangkau sampai ke kecamatan. Yang Kurikulum, Subdin Pendidikan Dasar
paling maju di Kabupaten Jayapura, dan Menengah, Dinas Pendidikan
berkat peran maksimal dari Ibu dan Pengajaran Provinsi Papua, juga
Bupati Habel,” ujarnya. membenarkan peran yayasan-yayasan
pendidikan keagamaan tersebut. Ribuan
SD dan SMP didirikan oleh mereka hingga
Peran Gereja ke pelosok-pelosok. Jika program PAUD
digenjot, maka akan berimplikasi positif
Sekretaris Daerah Provinsi
pada kenaikan angka partisipasi anak
Papua, Drs. Tedjo Suprapto,
mengikuti pendidikan dasar.
menambahkan yayasan-
Tedjo Soeprapto,
yayasan pendidikan
Sekda Papua
berbasis keagamaan SAIFUL ANAm (Jayapura)
7
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 37 7/14/2007 10:45:20 AM
Papua
HIMPAUDI DAN FoRUM PAUD
H IMPAUDI Provinsi Papua didirikan sejak 2006, diketuai oleh Ny. Kostafina Bona Suwae, S.Sos. Wanita kelahiran
Serui, 22 Agustus 1952, itu juga istri dari Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae. Karena itu ibu enam anak
tersebut akrab dipanggil Mama Habel.
Secara jujur Kostafina belum mengetahui persis jumlah pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini di Papua,
karena sedang dilakukan pendataan. Meski begitu, kata dia, tantangan yang dihadapi para pendidik pada umumnya
adalah minimnya kesejahteraan dan kualifikasinya yang pada umumnya hanya lulusan SMP dan SMA. Bahkan
ada pula sebagian yang lulusan SD.
Dari pengamatannya, organisasi HIMPAUDI yang paling aktif melakukan
kegiatan adalah Kabupaten Jayapura. Lembaga PAUD-nya juga sudah
berjibun. Dari 25 kecamatan di Kabupaten Jayapura, semuanya sudah
memiliki PAUD.
Sementara Forum PAUD Papua didirikan pada 2003. Ketuanya
adalah Pdt. Yuweni, tokoh masyarakat Papua. Sarah Mohari, SE,
dipercaya sebagai Sekretaris. Sarah sehari-hari bekerja di Subdin
Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Pengajaran
Provinsi Papua.
Sejauh ini, kerjasama dengan HIMPAUDI berjalan
bagus. ”Kalau ada apa-apa, kami gampang sekali
berkomunikasi dengan Mama Habel. Melakukan
kegiatan apapun, mulai dari memberikan pelatihan
hingga menggelar acara gebyar anak, kami selalu
bergandengan tangan, ” ujar Sarah.
Ia menambahkan, dari 20 kabupaten/kota di
Provinsi Papua, Forum PAUD dan HIMPAUDI
Sarah Mohari
baru ada di lima kabupaten/kota. Lainnya masih Ny. Kostafina Bona Suwae, S.Sos
dalam proses pembentukan.
PAUD KASIH MAMA
D inas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua tidak main-main dalam
menggarap program PAUD. Untuk memberi contoh, didirikan lembaga
PAUD di samping kantornya, yang diberi nama PAUD Kasih Mama, di Jl
Tanjung Ria Jayapura. PAUD ini dibina bersama KORPRI Provinsi Papua.
Penanggung jawabnya adalah Siti Amanah, staf di Subdin Pendidikan Luar
Sekolah, Dinas P dan P Provinsi Papua.
Menurut Amanah, PAUD Kasih Mama memiliki 30 murid dan empat
guru. Murid-muridnya campur, ada yang asli keturunan Papua, ada pula yang
keturunan pendatang. Empat gurunya adalah Mellinda, Herlin, Regina Yaung,
dan Ria. Semua gurunya swasta, dibayar Rp 500.000 per bulan.
PAUD Kasih Mama berdiri pada 15 Juni 2005. Sarana bermainnya
lumayan lengkap. ”Bagi penyelenggara PAUD baru yang ingin tahu bagaimana
mengelolanya, bisa melihat ke tempat kami,” ujar Amanah
8 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 38 7/14/2007 10:46:19 AM
Papua
PAUD. Dikiranya anak-anak yang di Jayapura. Seluruh muridnya asli anak
GAIRAH datang ke lembaga PAUD hanya keturunan Papua, tidak ada pendatang.
main-main. Mereka belum melihat
PAUD BUMI
PAUD sebagai kebutuhan. Oleh
Robert Mariyan
karena itu kami sering turun ke
Ketua Yayasan Fajar Papua dan Pengelola
kabupaten, kecamatan, bahkan
PKBM Fajar Papua
sampai ke kampung-kampung, untuk
CENDRAWASIH meyakinkan pentingnya PAUD.
Sekarang kami sedang mendirikan
Robert Mariyan
dua PAUD yang dibina oleh PKK,
keduanya di Kabupaten Jayapura. Ini
FOTO-FOTO: SAIFUL A
Model pendidikan nonformal, jadi semacam uji coba. Setelah itu
kami akan mendirikan di kabupaten/
termasuk PAUD, dipandang sangat
kabupaten lain.
cocok dikembangkan di Papua.
Tantangan yang dihadapi beragam.
Viktor Tebai
Berikut cuplikan gambaran yang dari
sejumlah penggiat PAUD, baik dari Penilik Pendidikan Luar Sekolah
dan Pengelola Pusat Kegiatan
aparat pemerintah maupun swasta.
Belajar Masyarakat (PKBM)
Simapitoa Jayapura
Di Papua cukup banyak PKBM, karena
model pendidikan nonformal memang
sangat cocok di sini. Di distrik Jayapura
Utara saja, tempat saya bertugas sebagai
penilik, hingga Juni 2007 sudah berdiri
11 PKBM. Aktivitas PKBM itu bermacam- Yayasan dan PKBM yang saya kelola itu
macam, mulai dari pemberantasan buta berdiri pada 10 November 2002. Melalui dua
aksara, pendidikan kesetaraan, kursus lembaga itu, saya ingin ikut memberikan
keterampilan, dan PAUD. andil dalam mewujudkan generasi Papua
Tantangan yang dihadapi PKBM yang cerdas dan diperhitungkan. Saya
beragam. Pada umumnya sarana dan juga mengajar di SMA Negeri I Nembora,
prasarananya kurang memadai. Honor Kabupaten Jayapura.
tutornya juga kecil. Selain itu, harus kerja Fokus kegiatan kami adalah pemberdayaan
keras merayu masyarakat agar mau ekonomi masyarakat, pendidikan nonformal,
memanfaatkan PKBM. dan advokasi bidang kesehatan. Khusus
pendidikan nonformal, kami fokus pada
Khusus PAUD, kami punya 1 murid,
garapan program PAUD. Jumlah muridnya
berdiri sejak 2005 lalu. PKBM yang saya
50, gurunya empat. Kami mendirikan PAUD
kelola ini berada di tengah masyarakat
yang tinggal di pegunungan tengah itu sejak 200.
Selain itu, kami juga
membina dua Satuan
PAUD Sejenis (SPS)
Beka Ramandey
di bawah naungan
g e re j a . D u a PAU D
Beka Ramandey tersebut adalah Talenta
Wakil Ketua III PKK Provinsi Papua Nembora dan Cahaya
Kasih. Masing-masing
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI PKK
jumlah muridnya 65
Provinsi Papua, Juni 2006 lalu, memutuskan
dan 54. Guru yang
program PAUD sebagai salah satu prioritas.
mengajar di Talenta
Kami merancang agar penggarapannya
Nembora empat orang,
sampai ke tingkat distrik (kecamatan).
sedangkan Cahaya
Tantangan paling berat yang kami hadapi
Kasih tiga orang.
dalam menyosialisasikan program PAUD
Saya tertarik
selama ini adalah banyak masyarakat yang
Viktor Tebai
mengelola PAUD karena
belum memahami manfaat dan pentingnya
9
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 39 7/14/2007 10:46:52 AM
Papua
melalui dana rintisan. Belum termasuk yang
persoalan utama yang dihadapi masyarakat dekat kami jutga akan membuka PAUD.
diusahakan yayasan-yayasan swasta. Ke
Papua adalah mereka jauh tertinggal dari
depan akan kami perbanyak lagi.
para pendatang dalam segala hal. Untuk
Anton Wiama
mengangkat derajat anak-anak Papua, tidak
Kepala Subdin Pendidikan Luar Sekolah
ada rumus lain kecuali melalui pendidikan,
Markus Kilungga
(PLS) Dinas Pendidikan Kabupaten Boven
dan harus dimulai sejak PAUD.
Digul Ketua Yayasan Pelayanan Antar Budaya
Kabupaten Boven Digul merupakan Yayasan yang kami pimpin beroperasi di
Magdalena Sape pemekaran dari Kabupaten Merauke, sejak Kabupaten Jayawijaya. Awalnya kami hanya
Pamong Belajar BPKB (Balai 200. Sebagaimana orang Papua pada fokus pada pemberantasan buta aksara. Ada
Pengembangan Kegiatan Belajar) Papua 7 kelompok buta aksara yang
dan Pengelola PKBM Karya Kasih Jayapura kami tangani. Pembelajarannya
Tantangan pendidikan di Papua, khususnya berlangsung di gereja-gereja, karena
Anton Wiama
pendidikan nonformal, sungguh berat dan kami bekerjasama dengan yayasan-
banyak. Soalnya masyarakatnya beragam, yayasan pendidikan Kristen dan
dan tanahnya bergunung-gunung. Tapi Katholik.
kita melakukannya enjoy saja, tidak terlalu Tetapi setelah saya amati,
dipikirkan. Termasuk dalam membina PAUD. program pemberantasan buta
Di BPKB Papua ada 20 pamong belajar. aksara itu sering terhambat karena
Pendidikan nonformal memang banyak peserta program ini kerap diganggu
diminati. Pendidikan kesetaraan, terutama oleh anak-anaknya. Kebanyakan
PAKET C, misalnya, dari tahun ke tahun terus pesertanya memang ibu-ibu, dan
meningkat. Umumnya untuk bekal cari kerja banyak di antara mereka yang
atau naik golongan kepangkatan. Yang paling membawa anak-anak usia 0-7 tahun.
berat adalah memberantas buta aksara, Kalau anak-anaknya mengganggu
karena medan yang dihadapi sangat berat, orangtuanya, otomatis mereka tidak
naik turun gunung. bisa konsentrasi dalam belajar.
PKBM yang saya kelola berdiri tahun Oleh karena itu, kami kemudian
2006. Program utamanya adalah pendidikan berpikir sekalian saja dibuka PAUD.
kesetaraan dan pemberantasan buta aksara. Dari 7 kelompok buta aksara, kami
Total jumlah tutornya 29 orang, terdiri dari sudah membuka 0 PAUD. Kami
masing-masing 8 tutor Paket A dan B, 10 tutor menargetkan sampai akhir tahun ini
Paket C, dan tutor keaksaraan. Dalam waktu seluruh kelompok buta aksara sudah
umumnya, kami masih jauh tertinggal. Kami ada PAUD-nya
beruntung dipimpin Bupati Yusak Yaluwo, SAIFUL ANAm (Jayapura)
SH, M.Si, yang sangat peduli terhadap
Magdalena Sape
pembangunan pendidikan, termasuk PAUD.
Tantangan paling berat, khususnya PAUD,
adalah anak-anak yang tinggal di desa banyak Markus Kilungga
yang mengikuti tradisi orangtuanya hidup
berpindah-pindah. Mereka menggantungkan
diri dari hasil hutan. Kalau mencari
nafkah di hutan, anak-anaknya dibawa.
Kalau yang tinggal di kota kecamatan
masih bagus, karena orangtuanya
tidak pindah-pindah. Berangkat pagi ke
hutan, sore kembali ke rumahnya.
Pendidikan SD juga menghadapi
tantangan yang sama. Bahkan kalaupun
masih sempat sekolah, paling banter
sampai kelas III. Karena itu buta aksara
di Boven Digul tinggi, saat ini sekitar
58.000 orang.
Begitu beratnya tantangan yang
kami hadapi, sehingga kami baru
bisa merintis pendirian 8 PAUD. Ini
yang diusahakan oleh pemerintah
40 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 40 7/14/2007 10:47:05 AM
Papua
Para tokoh agama di Papua juga
DOK. DIT. PAUD
mendirikan yayasan-yayasan agama,
yang di dalamnya mencakup pendidikan.
Karena itu, yayasan-yayasan pendidikan
Kristen-Katholik di Papua usianya sudah
sangat tua. Bahkan mereka umumnya
lebih diterima masyarakat ketimbang
pendekatan yang dilakukan oleh
aparat pemerintah. Begitu pula dalam
Yayasan Pendidikan penyelenggaraan PAUD, keberadaan
yayasan-yayasan pendidikan Kristen-
Kristen – Katholik Katholik berperan sangat besar. Hampir
UJUNG TOMBAK
setiap gereja memiliki Sekolah Minggu.
Di Papua ada puluhan yayasan berbasis
agama dan pendidikan. Misalnya Yayasan
PENDIDIKAN
Gereja Advent, Yayasan Gereja Bethel,
Yayasan Gereja Baptis, Yayasan Gereja
Injili di Indonesia, Yasayan Gereja Bethel
Indonesia, Yayasan Pendidikan Katholik
Kristus Radja, dan lain-lain.
Menurut John Piter Ayomi, pengurus
Yayasan Pendidikan Kristen dan Katholik sangat berperan dalam
Jemaat Protestan-Pantekosta Jayapura,
pembangunan dan penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Papua,
Sekolah Minggu itu diperuntukkan bagi
termasuk Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD yang diselenggarakan anak-anak usia -18 tahun. Materi yang
oleh mereka berbasis di gereja-geraja, dikenal dengan Sekolah diajarkan adalah pendidikan agama.
Minggu. Di Papua diperkirakan terdapat ribuan
Sekolah Minggu yang melekat di gereja.
J
sebutan Bumi Cendrawasih memang
ika Anda ke Jayapura, Papua, sempatkan Dalam satu sekolah terdiri dari kurang lebih
dikenal sebagai basis agama Nasrani
memandang bukit menjulang yang 0 murid.
(Kristen-Katholik). Diperkirakan kurang
bertengger di punggung pusat kota. Di Martehn Tanati, Kepala Subdin
lebih 70% penduduk provinsi paling timur
atas bukit yang berdiri tegak di bibir Teluk Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan
Indonesia yang berjumlah sekitar dua juta
Yoteva itu tertulis “Jayapura City”, yang Kota Jayapura penambahkan, Sekolah
jiwa itu beragama Kristen dan Katholik.
di sampingnya dipampang simbul salib Minggu itu dibagi dalam beberapa
berukuran raksasa. Jika malam tiba, lampu Sisanya yang 0% Islam, Budha, Hindhu, kelompok. Usia – 5 tahun adalah Kelompok
kerlap-kerlip yang mengelilingi tulisan dan lain-lain. Wajar jika gereja dan simbul- Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK).
dan simbul salib tersebut menambah simbul agama Kristen dan Katholik mudah Usia 6 – 8 tahun disebut kelompok Anak
keindahan kota. dijumpai di berbagai tempat. Kecil. Usia 9 -11 tahun dikenal dengan nama
Ya, Papua yang Sejak dikangkangi penjajah Belanda, Kelas Tanggung. “Sedangkan kelompok
dikenal pula dengan Papua memang usia 12-15 tahun Kelas Remaja, dan umur
menjadi basis 16-18 tahun Kelas Al-Kitab,” kata Tanati
penyebaran agama yang juga menjadi pimpinan di sebuah
Kristen dan Katholik. Sekolah Minggu.
Zending dan Tambah bahwa sebelum digulirkannya
Misionaris, penyebar program PAUD oleh Departemen
agama Nasrani, sejak Pendidikan Nasional, yayasan-yayasan
dulu hingga kini pendidikan Kristen dan Katholik di Papua
berperan penting sudah mendidik anak-anak usia dini. Hanya
m
NA dalam berbagai aktivitas saja yang diajarkan murni keagamaan.
LA
IFU
SA
TO: kehidupan masyarakat Kehadiran PAUD kini justru memperkuat
-FO
O
FOT Papua, termasuk keberadaan mereka. “Program PAUD yang
pendidikan. Hingga kini digulirkan pemerintah bisa dipadukan
para juru dakwah agama dengan kurikulum di sekolah-sekolah
Nasrani itu rajin keluar minggu,” kata Piter. PAUD dan Sekolah
masuk pelosok kampung, Minggu pun tampak saling memperkuat.
menggunakan pesawat
Marthen Tanati
capung.
John Piter Ayomi SAIFUL ANAm
41
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 41 7/14/2007 10:47:19 AM
Papua
berdiri sejak 2005. Ini adalah
FOTO: SAIFUL A
satu-satunya PAUD berbasis NU
di Kota Jayapura.
PAUD Kartika Aswaja Jayapura
boleh dibilang merupakan PAUD
terbaik yang dikelola Muslimat
NU di Papua. Fasilitasnya lengkap.
Gedungnya dibangun atas upaya
dari sejumlah pengusaha muslim
di Papua. “Bu Khofifah pernah
berkunjung ke sini pada tahun
2005, memberi semangat pada
kami,” kata Rubiati, yang sudah
punya 10 cucu dari lima anaknya
itu. Khofifah Indarparawangsa
adalah Ketua Pimpinan Pusat
Muslimat NU.
“Masyarakat muslim Jayapura,
khususnya yang berlatarbelakang
NU, ingin agar anak-anaknya
sejak dini sudah mengenal Islam.
Karena itu PAUD Kartika Aswaja
bukan sekedar mendidik anak
belajar sambil bermain, tapi
juga menanamkan nilai-nilai
Islam,” tegas Rubiati yang bersuamikan H.
muslimat Nahdlatul Ulama Slamet itu.
Seluruh murid PAUD Kartika Aswaja
MEMBENTENGI
yang berjumlah 4 anak itu memang
beragama Islam dan semuanya keturunan
warga pendatang. Kendati begitu, Rubiati
ANAK-ANAK SEJAK DINI
sudah berancang-ancang akan membuka
PAUD yang diperuntukkan bagi anak-anak
non muslim dan asli Papua. Lokasinya
berdampingan dengan PAUD Kartika
Organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, tak Aswaja.
Kalau ada dua PAUD berbasis Islam dan
mau ketinggalan dalam penyelenggaraan PAUD di Papua. Melalui
Nasrani dalam satu kompleks apakah nanti
Muslimat Nahdlatul Ulama, NU mendirikan sejumlah PAUD berbasis tidak potensial menimbulkan benturan?
Islam. “Insya Allah tidak ada apa-apa. Justru kami
ingin menanamkan pemahaman dan saling
S
sebuah SMP di Jayapura. menghargai perbedaan beragama itu sejak
ungguh beruntung Muslimat NU
Setelah cukup kenyang mengajar dini,” ujarnya.
memiliki seorang kader berkualitas
matapelajaran Pendidikan Moral Hingga Juni 2007, di seluruh Irian
dan militan seperti Hj. Rubiati. Wanita
Pancasila(PMP) di SMP, ia kemudian Jaya (Papua dan Irian Jaya Barat) sudah
kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 14 Desember
ditarik menjadi pengawas sekolah di Dinas terdapat 15 PAUD yang dibina Muslimat
1951 itu merupakan tokoh penting dalam
Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, NU. Khofifah, seperti ditirukan Rubiati,
pengembangan dan penyelenggaraan
sejak tahun 2000. berharap agar seluruh kabupaten/kota di
pendidikan anak usia dini berbasis NU di
Selain berstatus PNS, Rubiati juga Irian Jaya nantinya memiliki minimal satu
Papua.
aktif di organisasi Muslimat NU. Ia kini PAUD yang dibina Muslimat NU.
Rubiati merantau ke Jayapura pada
dipercaya sebagai Wakil Ketua Muslimat Rubiati berharap agar ke depan
1970, setelah lulus dari SPG Negeri
NU Kota Jayapura dan Ketua Yayasan pemerintah lebih memperhatikan
Kudus tahun 1969. Ia kemudian menjadi
Pendidikan Muslimat NU Provinsi Papua. kelangsungan PAUD, terutama honor bagi
guru berstatus pegawai negeri sipil. Ia
Sebagai pimpinan yayasan pendidikan guru-gurunya
juga melanjutkan pendidikannya di D-1
NU, ia dipercaya mengelola PAUD Kartika
Universitas Cenderawasih , lalu ke D-2 SAIFUL ANAm
Aswaja (Ahlussunnah Waljamaah) Jayapura,
Universitas Terbuka. Ia lama mengajar di
42 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 42 7/14/2007 10:47:22 AM
Papua
FOTO: SAIFUL ANAm
Aisyiah Muhammadiyah sudah lama berkiprah dalam pendidikan
anak usia dini di Papua, melalui Taman Kanak-kanak (TK). Animo
masyarakat tinggi, sehingga setiap tahun menolak murid. Tahu diri
berdiri di tenga-tengah dominasi masyarakat Nasrani.
Aisyiah muhammadiyah
SETIAP
TAHUN
MENOLAK
MURID
S
sekitar 60 TK Aisyiah (PAUD formal). Dari pimpinan Muhammadiyah Jayapura, untuk
ebagai organisasi massa Islam,
jumlah itu, yang punya KB ada 6 TK. Jumlah membantu mengajar di TK Aisyiah Bustanul
Muhammadiyah tampak sangat
ini memang lebih banyak dibanding punya Athfal, menggantikan seorang guru yang
gencar melebarkan sayapnya di
Muslimat NU. Ke depan bahkan Aisyiah tengah melahirkan. ”Saya bilang, saya tidak
bidang pendidikan di Papua. Organisasi
merencanakan untuk mendirikan PAUD (TK punya bakat mengajar. Tapi kata beliau dicoba
Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta
plus KB) minimal satu di setiap kabupaten/ dulu. Akhirnya saya mulai mengajar pada Mei
oleh KH Achmad Dahlan pada tahun 1912
kota. 1979,” ujarnya.
itu salah satu bidang garapannya memang
Dari sekitar 60 PAUD Aisyiah di Irian Jaya, Rupanya, bergumul dengan anak-anak
pendidikan. Ribuan lembaga pendidikan
TK/PAUD Bustanul Athfal yang beralamat membuatnya merasa cocok. Ia kemudian
Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak-
di Jl. Gerilyawan, Abepura, Jayapura, boleh diangkat menjadi guru tetap, sejak 1985.
kanak (TK) hingga perguruan tinggi tersebar
dibilang paling maju. Sarananya paling Posisinya semakin mantap lantaran ia
di pelosok Nusantara. Selain itu, usahanya
lengkap. Hal itu juga diakui oleh Suhaebah, dipercaya menjadi kepala TK. Kini di PAUD
di bidang kesehatan dengan mendirikan
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Provinsi tersebut terdapat 12 guru TK dan KB.
rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah juga
Papua. Ia menambahkan, di Jayapura ada 11 Sebagai pimpinan PAUD berbasis Islam
tumbuh subur.
PAUD Islam, masing-masing dua milik Aisyiah, yang berada di tenga-tengah mayoritas
Muhammadiyah memiliki organisasi
satu punya Muslimat NU (TK Kartika Aswaja), masyarakat Kristen dan Katholik, Martini
wanita, yaitu Aisyiah Muhammadiyah. Di Irian
sisanya dikelola oleh Yayasan Pendidikan mengaku harus tahu diri. Misalnya kalau ada
Jaya (Provinsi Irian Jaya Barat dan Papua),
Islam (YAPIS). liburan hari-hari tertentu bagi umat Kristiani,
Aisyiah mempunyai 14 cabang. Khusus di
PAUD Bustanul Athfal dikepalai oleh maka harus ikut libur. “Kalau tidak bisa kurang
Jayapura, kiprah Aisyiah Muhammadiyah
Ny. Martini. Wanita kelahiran Purworejo, enak,” katanya.
dalam menggarap pendidikan anak usia
Animo masyarakat yang memasukkan
dini sudah lama, yaitu sejak 197 dengan Jawa Tengah, 10 Januari 195 itu merantau
ke PAUD Bustanul Athfal dari tahun ke tahun
mendirikan TK. Sejak 2006, TK Aisyiah ”Bustanul ke Jayapura sejak 1974, setelah lulus dari
terus meningkat. Setiap tahun pasti menolak
Athfal” tersebut juga mendirikan Kelompok Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA)
murid lantaran daya tampungnya cuma 200
Bermain (KB). di Purworejo. Di Jayapura, Martini yang anak
anak. “Kami sebenarnya ingin menambah
Menurut Atmiati, anggota Majelis bungsu dari delapan bersaudara pasangan
daya tampung, tapi lahannya terbatas,”
Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Prawiroredjo dan Siti Khotijah itu ikut kakaknya
ujarnya
Wilayah Aisyiah Provinsi Papua, di seluruh yang sejak 1962 sudah tinggal di sana.
Irian Jaya (Irian Jaya Barat dan Papua) terdapat Pada 1979 Martini diminta Hasan Chasmali, SAIFUL ANAm
4
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 43 7/14/2007 10:47:24 AM
Jakarta
punya kebijakan bahwa setiap orang
GOLDEN AGE DI
FOTO-FOTO: AYU N.A
bisa jadi kader PKK. Ini didukung oleh
dikeluarkannya SK Gubernur DKI Jakarta
tentang Penyelenggaraan Pendidikan
LAHAN SEMPIT
Formal dan Nonformal,” papar Novida
tentang penyebab pesatnya pertumbuhan
PAUD di kota metropolitan ini.
Agar nantinya perkembangan dan
pertumbuhan PAUD tidak “menyerobot”
pertumbuhan TK di DKI Jakarta, dibuatlah
kebijakan. ‘’Daerah yang tanpa TK bisa
membuka Kelompok Bermain,” ucap
Novida.
Warga tak hanya terlibat dan turun
tangan langsung sebagai pengelola. Mereka
Ruang belajar BKB PAUD
Agung 02, Kecamatan Taman juga bisa sebagai orangtua murid. Mereka
Sari, Jakarta Barat--berada tak segan menyumbang semacam iuran
di lingkungan kumuh, padat bulanan. Jumlahnya cukup variatif.
penduduk
Biasanya iuran ini digunakan untuk
kebutuhan operasional PAUD. Mengingat,
Angka partisipasi kasar (APK) PAUD mencapai 52,9% dari sekitar 1 kebanyakan yang berdiri adalah PAUD yang
juta jiwa anak usia dini. Sebanyak 60% dana pengembangan PAUD terintegrasi dengan Bina Keluarga Balita,
untuk PAUD nonformal. alias BKB, yang diselenggarakan oleh ibu-ibu
PKK di masing-masing wilayah. Terhadap hal
“L
ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak lepas
segala sumber dayanya untuk mendidik
AHANNYA belum memadai, tapi
dukungan. Kucuran bantuan juga mengalir
kaum belia di Ibu Kota.
kami tak bisa menunggu lama.
lewat APBN dan APBD.
Bang Yos, sapaan akrab Sutuiyoso, yang
Anak-anak ini butuh sekolah,”
Melalui APBD, dana yang dianggarkan
tak lama lagi lengser dari kursi gubernur,
ucap Neneng Suryati, pendidik untuk anak
khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini
mengajak bawahannya plus istri-istri mereka
usia dini di Kecamatan Taman Sari, Jakarta
(PAUD) tahun 2007 ini sebesar Rp 1,529
untuk menggalakkan Pendidikan Anak Usia
Barat. Di lingkungan kumuh dan padat
miliar. “Porsinya lebih banyak untuk PAUD
Dini, biasa disingkat PAUD. Walikota beserta
penduduk ini, sekolah untuk anak usia dini
nonformal, yakni 60% dari keseluruhan dana
istri, demikian pula camat dan lurah, semua
didirikan.
khusus untuk PAUD ini,” ungkap Novida.
diajak serta. “Kami ingin mempercepat jalur
Usia emas hanya datang sekali, tatkala
Kontribusi pemerintah provinsi juga
sosialisasi, pertumbuhan, dan peningkatan
manusia berusia teramat belia: 0-6 tahun.
mengalir lewat Dinas Pendidikan Dasar
mutu PAUD itu sendiri,” ungkap Dra. Novida
Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, tak mau
DKI Jakarta, berupa pelatihan untuk kader
S, M. Pd, Kepala Seksi PAUD, Subdinas
usia penting itu lewat begitu saja bagi
tenaga pendidik PAUD. Walaupun frekuensi
Pendidikan Luar sekolah, Dinas Pendidikan
warganya. Ia pun mengerahkan
pelatihannya hanya setahun sekali, jumlah
Dasar DKI Jakarta.
pesertanya selalu meningkat. Tahun 2006
Kini, di DKI Jakarta telah ada 500-an
. Pd,
Rita Rosmala, M lalu, pesertanya hanya 150 orang tenaga
rta PAUD yang beroperasi. Mereka tersebar di
Himpaudi Jaka
wakil Ketua
pendidik PAUD. Namun untuk 2007 ini kuota
lima kotamadia plus Kabupaten Kepulauan
peserta pelatihan ditingkatkan menjadi dua
Seribu. Data angka partisipasi kasar
kali lipat.
terakhir menunjukkan, angka 52,9%
Pemberian bantuan alat permainan
dari sekitar 1 juta jiwa anak usia dini ikut
eduk atif (APE) juga berjalan setiap
berpartisipasi.
tahun. Selain itu, pembinaan Kerangka
Animo masyarakat tentang pentingnya
Pengembangan Kurikulum PAUD (KPKP)
PAUD di kota metropolitan cukup tinggi.
dan pelatihan penyeragaman model
Bisa dilihat dari dukungan penuh
penyelenggaraan PAUD juga diselenggarakan
para lurahnya dalam meningkatkan
Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta.
pertumbuhan PAUD di daerahnya
Depar temen Pendidikan Nasional
masing-masing. Mereka bahkan punya
juga membantu. Melalui Direktorat PAUD
target, setiap RW punya minimal satu
dikucurkan dana dekonsentrasi untuk
lembaga PAUD nonformal. Gerakan ini
PAUD nonformal, sebesar Rp 2, 787 miliar.
makin efektif, karena melibatkan istri
“Dana ini kami gunakan untuk pengadaan
mereka sebagai kader PKK.
buku-buku PAUD, program sosialisasi, dan
“Pemerintah DKI Jakarta memang
44 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 44 7/14/2007 10:47:43 AM
Jakarta
pendukung. “Tidak bisa dijadikan dana
Aktifitas di BKB PAUD Dorang I, Kecamatan Aktifitas di BKB PAUD Agung 02,
operasional terus-terusan, karena pasti
Kelapa Gading, Jakarta Utara Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat
akan habis. Hendaknya, ada kontribusi
dari orang tua untuk membantu
operasional PAUD. Demi kemajuan
anak-anak mereka sendiri,” lanjutnya. Ia
pun prihatin terhadap penyelenggaraan
PAUD di Kepulauan Seribu. “Sarana
dan prasarananya sangat minim,”
ungkapnya.
Namun di samping semua kendala
ini, ada kendala utama yang masih
membutuhkan perhatian. “Untuk di DKI
Jakarta ini memang terfokus kepada
kualitas dan kompetensi tenaga pendidik
PAUD nonformal ini,” ungkap Novida.
Kaitannya juga erat dengan penguasaan
Beyond Centre Circle Time (BCCT ).
Metode pembelajaran yang jadi acuan
utama untuk PAUD di Indonesia ini,
belum tentu bisa diserap dan dipahami
berbeda jauh. BKB PAUD agung 02 adalah secara merata oleh semua tenaga pendidik
penyelenggaraan pusat PAUD percontohan
satu di antara sekian banyak PAUD yang PAUD di DKI Jakarta.
di lima kotamadia se-Jakarta,” tutur Novida.
menerima dana rintisan sebesar Rp 25 Untuk hal ini, Pemda DKI Jakarta melalui
Ia menambahkan, tercatat telah ada 68 PAUD
juta dari Direktorat PAUD. Pengelolanya dana APBDnya, memberikan bantuannya
di Jakarta yang juga menerima program
memaksimalk an lahan di kelurahan dalam bentuk pelatihan untuk tenaga
block grant dari Direktorat PAUD.
mereka. pendidik PAUD di DKI Jakarta. “Pelatihan
“Yang kami pakai ini adalah lahan milik ini berharga untuk meningkatkan mutu
Lahan yang Sulit Pemda DKI Jakarta. Awalnya, dibuat taman. tenaga pendidik PAUD. Pelaksanaannya
Eh, tak terawat dan malah jadi tempat baru setahun sekali, dan diikuti sekitar 200
Ruang adalah permasalahan yang kerap
parkir gerobak bakso,” ujar Neneng Suryati, orang,” jelasnya.
muncul di kota berpenduduk padat ini.
Kepala Sekolah dan pengelola BKB
Berdasarkan sensus penduduk tahun 2004,
PAUD Agung 02 Kecamatan Taman Sari.
penduduk Jakarta mencapai jumlah 8,79
Lahan yang kini menjadi ruang belajar
juta jiwa. Luas provinsinya 740,28 km².
bagi 85 muridnya, luasnya hanya 5m x
Tak gampang mendapatkan lahan untuk
10m. Letaknya di sebuah gang sempit,
kegiatan PAUD.
kumuh, dan padat penduduk.
Para pendukung PAUD cukup berjibaku
Novida mengakui, lahan jadi masalah
untuk menyediakan lahan ruang belajarnya.
penting untuk PAUD di masyarakat
Akhirnya digunakan alternatif yang banyak
perkotaan. Apalagi di Jakarta. “Kami
digunakan adalah ruang serba guna atau
pernah mendapati ada lembaga
lapangan olahraga di RW atau kelurahan
PAUD di ruang sangat sempit di tepi
masing-masing. Seperti yang dilakukan
rel,” tambahnya. Sebenarnya, ada
oleh para kader PKK penggagas BKB PAUD
kebijakan yang bisa jadi jalan keluar
Dorang I di Kecamatan Kelapa Gading,
dari masalah ini. Dinas Pendidikan
Jakarta Utara. BKB merupakan kependekan
Dasar Jakarta membuat kebijakan
dari Bina Keluarga Balita.
bahwa TK yang ruang belajarnya
Atas dukungan lurahnya, akhirnya pada
cukup untuk melayani anak-anak
2005 gedung BKB PAUD Dorang I rampung
umur 2 s/d 4 tahun, dapat mendirikan
didirikan di atas lahan lapangan olahraga
Kelompok Bermain di dalamnya.
RW 01. “Biaya pembangunannya kami cicil
dari donatur dan kocek sendiri,” ungkap
Ariyanti Yudi M, Wakil Kepala Sekolah BKB
Bantuan Masyarakat Hj. Ulha Soraya
PAUD Dorang I, Kecamatan Kelapa Gading, , sekretaris Yaya
san
Pendidikan Mus
limat Nahdatul
Jakarta Utara. Dalam bahasa Novida, bantuan Ulama
BKB PAUD Agung 02 Kecamatan dan dukungan APBN dan APBD
Taman Sari, Jakarta Barat, kondisinya tak sesungguhnya merupakan dana
45
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 45 7/14/2007 10:47:59 AM
Jakarta
Kontribusi Masyarakat mengadakan pelatihan BCCT di lima Dra. Asni Djaafa
r, M. Pd,
wilayah se-DKI Jakarta. Juga melakukan
Perkembangan mutu PAUD di DKI Jakarta
kegiatan roadshow Hardiknas tahun 2006
tak lepas dari keterlibatan Himpunan PAUD
lalu. Kegiatan ini melibatkan para orangtua
Indonesia Jakarta, Forum PAUD Jakarta,
murid dan tenaga pendidik PAUD di lima
juga beberapa lembaga pendidikan swasta
wilayah kodya se-DKI Jakarta. “Bentuknya
Islam yang memberikan kontribusi metode
dialog interaktif, antara para orangtua,
pembelajaran PAUD Islami.
tenaga pendidik PAUD, dan pakar PAUD
Sejak berdiri tahun 2006 lalu sesuai
yang kami undang,” jelasnya.
dengan tugas pokok dan fungsinya, Himpaudi
Kualitas mutu PAUD di Jakarta, sedikit
Jakarta banyak berperan mengadakan
banyak juga merupakan hasil urun
pelatihan untuk tenaga pendidik dan
tangan dari Forum PAUD DKI Jakarta.
penyelenggara PAUD, pembelajaran PAUD,
“Kerja-kerja kami lebih pada bidang
dan sosialisasi tentang pentingnya PAUD.
sosialisasi kepada masyarakat umum
“Sekarang kami banyak bekerja sama
tentang pentingnya PAUD. Sejauh ini,
dengan PKK di setiap kotamadia. Kini,
pemahaman atas PAUD di Jakarta
Himpaudi juga telah didirikan di setiap
nilainya masih sekitar 50%,” ucap Dra.
wilayah kodya se-DKI Jakarta, maka jalur
Asni Djaafar, M.Pd , Ketua Forum PAUD
kerjasama dan koordinasinya jadi lebih
DKI Jakarta. Sasarannya tak hanya
mudah,” ucap Rita Rosmala, S.Pd, Wakil Ketua
masyarakat yang masih awam, tetapi
Himpaudi Jakarta.
juga melibatkan banyak pihak, antara lain,
H impaudi Jak ar ta juga ber tugas daripada PAUD nonformal
para tenaga pendidik, para penyelenggara
memonitor dan mengevaluasi kegiatan lainnya.”
PAUD, organisasi-organisasi guru, dan
yang terselenggara di seluruh PAUD se- Mengenai kondisi mutu tenaga
jajaran birokrat di masing-masing wilayah.
Jakarta. Pasalnya, dari sekitar 2.000 orang pendidik PAUD Aisiyah I DKI Jakarta, Bu
Forum PAUD DKI Jakarta berdiri sejak
tenaga pendidik PAUD nonformal di DKI Asni mengungkapkan bahwa yang telah
tahun 2004. “Setidaknya, anak usia 2-6
Jakarta, hanya 10% berlatar pendidikan memenuhi kualifikasi baru mencapai 10%.
tahun di DKI Jakarta dapat secepatnya
sarjana PAUD, 50% lulusan D2 PGTK, dan “Ada 0 orang tenaga pendidik PAUD
memperoleh kesempatan untuk menikmati
40% nya lulusan SMA. Aisiyah Jakarta yang telah lulus S1 PAUD.
layanan pendidikan PAUD di kotanya
Kondisi ini menjadi semakin 65% selebihnya adalah para sarjana dengan
sendiri,” ucap Bu Asni, yang juga menjabat
memprihatinkan tatkala semakin banyak latzar pendidikan umum dan pendidikan
sebagai wakil ketua Divisi TK dan PAUD di
PAUD yang diselenggarakan PKK. “Tenaga guru,” papar Bu Asni.
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah di
pendidiknya bahkan ada yang hanya lulusan Kondisi mutu ini juga tak berbeda
pimpinan Aisyiyah.
SD dan SMP. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami jauh dengan PAUD nonformal di bawah
Menurut pandangannya, lembaga
kerap turun ke lapangan untuk melatih naungan Muslimat Nahdatul Ulama. Dari
Aisyiyah di bawah naungan besar Yayasan
mereka,” tutur Rita. sejumlah 2.22 PAUD nonformal NU di
Muhammadiyah ini juga telah memberikan
Setahun sekali seluruh Indonesia, masih 60% tenaga
kontribusinya untuk turut meningkatkan
Himpaudi pendidiknya yang belum memiliki ijazah S1
APK PAUD di DKI Jakarta. “Kami sudah mulai
Jakarta PAUD. “Karena kualifikasi guru masih banyak
menyelenggarakan pendidikan untuk anak ditentukan oleh Muslimat Nahdatul Ulama
usia dini sejak tahun 1919, dalam sebuah bahwa para lulusan SMA atau Aliyah, telah
naungan lembaga pendidikan yang disebut dibolehkan mengajar,” ujar Hj. Ulha Soraya,
Bustanul Athfal,” paparnya. yang kini menjabat sebagai Sekretaris
Selama ini Lembaga Aisyiyah, telah Yayasan Pendidikan Muslimat NU.
mengelola 5.775 TK Aisyiyah yang tersebar Yayasan Muslimat NU telah memberikan
kontribusinya dalam menyediakan layanan
di provinsi, dan ada 1000-an PAUD di
pendidikan bagi anak usia dini, sejak tahun
dalamnya. Khusus untuk DKI Jakarta sendiri,
2000 silam. Konsep-konsep pembelajaran
ada 44 PAUD nonformal. Bu Asni
khas Muslimat NU juga dimasukkan ke
yang kini genap berusia 67 tahun
dalam kurikulum PAUDnya. “Kami memberi
ini, masih terus aktif memonitoring
porsi sebanyak 10% untuk PAUD. Materi-
penyelenggaraan TK dan PAUD
materi yang mulai diperkenalkan kepada
Aisyiyah di seluruh Indonesia.
para murid PAUD kami, adalah nilai-nilai
Ia mengatakan, “Konsep
pembelajarannya memang Sunnah Wal Jama’ah. Tentunya dengan cara
khas ala Muhammadiyah. belajar sambil bermain,” tegasnya
Dra. Novida S. , M. Pd, Pengenalan konsep AYU N. ANDINI
Kepala Seksi PAUD, Subdin keislamannya lebih kental
PLS--Dinas Dikdas DKI JKT
46 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 46 7/14/2007 10:48:10 AM
Jakarta
MANGGA UBI
Santi Sukesti Martono, Ketua POKJA 2
FOTO: FETTY S.L
Tim Penggerak PKK DKI Jakarta
PUNyA
PROFESOR
NAMANYA Santi Sukesti Martono. Ia
sangat serius saat mendengarkan
paparan ibu-ibu kader BKB-PAUD
(Bina Keluarga Balita-Pendidikan
Anak Usia Dini) Dorang I, RW 10,
Kelapa Gading Barat, Jakarta
Utara. Bu Santi adalah tim penilai
lomba BKB-PAUD tingkat provinsi di
Jakarta, tahun ini.
S
sudah dilakukan oleh BKB-PAUD percontohan
etelah mendengarkan paparan, Bu minimal lulusan SMA. Di lapangan, ada yang
tahun 2006, yaitu BKB-PAUD Mangga Ubi.
Santi balik bertanya kepada kader BKB- hanya lulusan SMP, karena sulitnya mencari
Si Mangga merupakan kegiatan terpadu
PAUD. “Ibu, seragamnya cantik sekali. kader PKK yang masih muda. “Yang masih muda
antara Posyandu, BKB, dan PAUD. Lembaga
Ibu membelinya sendiri?” Ia bertanya sambil lebih memilih untuk berkarir, sehingga kita
ini bermitra dengan seorang guru besar yang
tersenyum. Yang ditanya merasa senang. berdayakan yang ada saja yaitu para sesepuh.”
tinggal di daerah situ. Juga dengan dokter gigi,
Santi juga menjadi ketua Kelompok Kerja tukas Santi.
dokter umum, psikolog, bahkan pianis yang
(Pokja) II, Tim Penggerak PKK Propinsi DKI Rintangan itu tak menghalangi PKK Propinsi
juga tinggal di sekitar Mangga Ubi. Warga yang
Jakarta. Kegiatannya terfokus pada pendidikan DKI Jakarta untuk mengadakan pelatihan.
etnis cina pun bergabung.
dan keterampilan. Program unggulannya adalah Materinya beragam. Mulai dari bina keluarga
Tujuan pendirian BKB-PAUD adalah
pembinaan BKB-PAUD. “Untuk membina BKB- balita seperti asupan gizi yang baik untuk balita
memberikan pendidikan usia dini kepada anak-
PAUD ini PKK bekerja sama dengan Depdiknas, sampai ke kurikulum untuk PAUD.
anak dari keluarga kurang mampu. Sehingga
Dinas Kesehatan, dan BKKB Jakarta,” kata Darimana dana untuk pelatihan? “Kelurahan-
kelompok BKB-PAUD tidak memungut biaya
Santi. BKKB adalah Badan Koordinasi Keluarga kelurahan di DKI Jakarta itu mendapatkan dana
. Meski demikian, para peserta menyumbang
Berencana. minimal 1 milyar untuk Program Pemberdayaan
semampu mereka. Seperti masyarakat anggota
Masyarakat Kelurahan dari Pemerintah
Di Jakarta terdapat 6 kelompok BKB-
BKB-PAUD Dorang I. Setiap bulan mereka
DKI.” kata Santi. Secuil di antaranya untuk
PAUD. Untuk membina mereka, Santi sering
menyumbang Rp 5.000.
mengembangkan BKB-PAUD di kelurahan
berkeliling, termasuk ke Kabupaten Kepulauan
Hal seperti ini sangat disadari oleh Santi.
tersebut.
Seribu. “BKB-PAUD di Jakarta Barat dan Jakarta
Karena itu setiap datang berkunjung ke
Agar para kader mudah mendapatkan
Timur berkembang dengan pesat. Di Kepulauan
kelompok BKB-PAUD, Pokja II tim penggerak
literatur mengenai pembinaan BKB-PAUD,
Seribu, BKB PAUD juga makin maju,” kata
PKK selalu membawakan sesuatu. “Kemarin
rencananya bulan depan PKK propinsi DKI
Santi.
kami membagi buku dongeng sekitar 700
Jakarta akan menerbitkan 5000 buku pedoman
Namun belum semua BKB-PAUD di Jakarta
eksemplar.” kata Santi.
untuk pelaksanaan BKB-PAUD. “Materinya
maju atau berhasil. Terutama di daerah
Harapan Santi, lomba BKB-PAUD ini dapat
kemarin sudah kita godok. Ada materi dari
pinggiran Jakarta. Mereka kepentok masalah
memotivasi para kadernya, demi peningkatan
BKKBN dan Dinas Pendidikan Dasar.” kata
tempat. Mereka biasanya hanya menempati
pelayanan kepada masyarakat, khususnya orang
Santi. Buku pedoman ini diharapakan dapat
ruang RW yang tidak memadai. “Walaupun
tua dan anak usia dini. Selain itu, masih ada target
menjembatani materi antara BKKBN, Dinas
Direktorat Pembinaan Paud mengatakan bahwa
yang ingin dicapai oleh Santi, yaitu pendidikan
Pendidikan Dasar dan Direktorat Pembinaan
pendidikan usia dini non-formal bisa di mana
usia dini bagi semua kalangan masyarakat. “Saya
PAUD Depdiknas.
pun, sekalipun di bawah pohon, kenyataannya
menginginkan agar pendidikan anak-anak yang
Untuk meningkatkan pemberdayaan BKB-
sulit dilaksanakan.” ujar Santi.
pra sejahtera tidak kalah dengan anak-anak
PAUD, Santi selalu menghimbau kepada
Kendala lainnya dalam pembinaan BKB-
sejahtera,” tegas Santi
kelompok-kelompok BKB PAUD agar bermitra
PAUD adalah latar belakang pendidikan
dengan semua pemangku kepentingan. Hal ini
kadernya yang heterogen. Standarnya, kader FETTY SHINTA LESTARI
47
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 47 7/14/2007 10:48:13 AM
Jakarta
tentang lembaga PAUD-nya di depan juri.
FOTO-FOTO: FETTY S.L
Kelompok BKB PAUD Dorang I, Kelurahan
Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara didirikan
pada 19 Mei 2006. Saat ini jumlah peserta
didik yang aktif di kelompok BKB PAUD
Dorang I ada 70 anak. Mereka terdiri dari 10
anak berumur 1 – 2 tahun, 18 anak berusia
2 – tahun, 27 anak berumur – 4 tahun
dan 15 anak berusia 4 – 6 tahun. BKB PAUD
Dorang I dikelola oleh 12 orang kader PKK.
Di Dorang 1, BKB dilaksanakan 2 kali
sebulan, yaitu tiap Rabu pekan pertama, dan
Jumat pekan ketiga. “Tujuan BKB ini adalah
MEMILIH PAUD TERBAIK
untuk meningkatkan pengetahuan dan
kesadaran ibu dan anggota keluarga lainnya
dalam membina tumbuh kembang anak
balita,” kata Yuni DK. Maka, tiap pertemuan,
LEWAT LOMBA para kader memberikan materi kepada para
ibu tentang cara menjalin interaksi yang
baik dengan anak, membentuk karakter
anak sejak dini, dan materi lainnya yang
berkaitan dengan pembinaan balita.
BKB PAUD Dorang I Kelapa Gading Barat menjadi yang terbaik di Jakarta Sedangkan kegiatan PAUD dilaksanakan
Utara. Lomba BKB PAUD tingkat Provinsi DKI Jakarta digelar di sini. dua kali sepekan, yaitu tiap Rabu dan
P
Jumat sore. Kegiatan pendidikan anak
agi itu, 19 Juni 2007, ada kesibukan Provinsi DKI Jakarta. Meskipun seluruh
usia dini di kelompok BKB PAUD Dorang I,
yang tidak biasa di Dorang I RW warga Dorang I direpotkan, mereka tampak
antara lain melatih kemampuan beribadah,
10 Kelurahan Kelapa Gading Barat, bersemangat menyambut kegiatan lomba
berolahraga untuk mengembangkan fisik
Jakarta Utara. Spanduk yang bertuliskan yang akan digelar. Mereka yakin BKB PAUD
mereka, mengajak mereka berkomunikasi
“Selamat Datang Tim Penilai Lomba BKB di RW-nya tidak akan kalah bersaing dengan
dan berpikir logis. Juga, mengenalkan
PAUD” membentang di atas jalan Sentosa BKB PAUD di seluruh lima wilayah DKI Jakarta,
mereka pada alam lingkungan, dan
Barat, di komplek Angkatan Laut itu. plus Kepulauan Seribu. Sebelumnya, BKB
lingkugan sosialnya. “Dengan kegiatan-
Ketua RW dan kader-kadernya dengan PAUD Dorang I adalah pemenang lomba BKB
kegiatan ini, diharapkan potensi anak dapat
pakaian necis bersiap-siap menyambut PAUD tingkat Kota Jakarta Utara.
dikembangkan sejak dini, sehingga kelak
kedatangan tim penilai lomba BKB (Bina Tepat pukul 09.00, acara pun dimulai. Para
mereka dapat menyesuaikan diri dengan
Keluarga Balita) PAUD (Pendidikan Anak anggota tim penilai sudah mengambil posisi
Usia Dini) di kantor RW. Para anggota satuan di tempat duduknya masing-masing.
pengamanan (Satpam) tak kalah sibuknya Mereka terdiri dari unsur Tim Penggerak
berjaga-jaga. Para warga yang pagi itu PKK DKI (yang diwakili oleh Santi Sukesti
hendak membayar tagihan listrik dialihkan Martono), unsur Dinas Pendidikan Dasar
ke tempat lain. Selama ini, kantor RW (yang diwakili oleh Septi Novida) dan
memang jadi tempat pembayaran tagihan unsur BKB (yang diwakili oleh Jumadi).
listrik, selain jadi tempat pelaksanaan BKB Setelah para juri siap, peserta lomba
PAUD, dan posyandu. yang terdiri dari para pengelola BKB
Di dalam kantor RW, sejumlah anak-anak PAUD unggulan dari seluruh Jakarta
tengah asyik bermain. Sementara para ibu dipanggil untuk memaparkan berbagai
yang mengenakan pakaian seragam PKK hal mengenai BKB PAUD-nya. Yang
berwarna biru, dan batik, sibuk menata dinilai oleh tim juri adalah bagaimana
ruangan. Di barisan belakang, ibu-ibu yang pelaksanaan BKB PAUD sehari-harinya,
menangani bagian konsumsi tak kalah repot. dan upaya-upaya yang dilakukan
Mereka menyiapkan makanan prasmanan pengelola untuk menjaga kelangsungan
ala sunda untuk para tamu. BKB PAUD-nya. Para peserta lomba
juga harus memaparkan pandangan-
pandangannya tentang pentingnya BKB
Lomba BKB Paud PAUD bagi masyaralat.
Ketua kelompok BKB PAUD Dorang I
Hari itu, di Dorang I, Kelapa Gading, digelar
, Yuni DK, pun memaparkan banyak hal
lomba memilih BKB PAUD terbaik tingkat
48 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 48 7/14/2007 10:48:19 AM
Jakarta
mendapatkan pelatihan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Dasar masing-masing
lingkungan untuk menyongsong masa
Direktorat PAUD Depdiknas, Walikota Jakarta wilayah.
depannya,” ujar Yuni DK.
Utara, dan Yayasan Term Education. “BKB PAUD Dorang I sudah cukup ideal
untuk melaksanakan PAUD non formal di RW ini
Dirikan Secara Swadaya karena telah memiliki prasarana bermain yang
Ditawari Magang layak,” komentar Novida. Novida mengimbau
Kelompok BKB PAUD Dorang I didirikan
para kader agar melaksanakan kegiatan BKB
secara swadaya oleh masyarakat. Ide awalnya Hasil lomba BKB PAUD tingkat provinsi itu
PAUD setiap hari untuk anak-anak usia dini
berasal dari Yuni DK, yang saat ini menjadi Ketua tentu tak bisa langsung diumumkan. Namun,
yang lebih tua, yaitu 5–6 tahun.
Kelompok BKB PAUD Dorang I. Kala itu, Yuni pemaparan Yuni, sebagai Ketua Kelompok
“Kebutuhan anak 5-6 tahun adalah belajar
melihat banyak anak usia dini main berkeliaran. BKB PAUD Dorang I mengundang simpati
rutin setiap hari. Tidak cukup hanya dua
“Saya berpikir alangkah baiknya jika mereka juri. Dra, Novida, S.M.Pd, salah satu juri dari
kali dalam seminggu,” ujar Novida. Karena
bermain sambil belajar,” kata Yuni. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta menawari
itu, Novida mengingatkan para kader agar
Yuni kemudian menularkan idenya kepada para kader BKB PAUD Dorang I magang di
menguasai standar kemampuan untuk
warga lain. “Sebagai sekretaris PKK, saya lalu TK Percontohan Hang Tuah, Kelapa Gading,
mendidik anak usia 5–6 tahun.
door to door mengenalkan manfaat program Jakarta Utara. “Dengan magang di sana, para
Menanggapi komentar Novida, Yuni
BKB PAUD,” tutur Yuni. Dan, respons warga kader dapat mengetahui pembelajaran di
DK sebagai ketua BKB PAUD Dorang I
pun positif, sehingga akhirnya mereka bahu TK,” kata Septi Novida.
menyatakan akan menyiapkan kadernya
membahu mendirikan BKB PAUD Dorang I. Para kader BKB PAUD Dorang I sangat
untuk mulai mengajarkan anak kelompok
Saat pertama kali kelompok BKB PAUD antusias menyambut tawaran itu. “Ini
usia 5 – 6 tahun. Lalu, apakah tak akan
ini dibentuk, mereka tidak punya apa-apa. bagaikan angin segar bagi kami. Kami
menimbulkan “benturan” atau persaingan
“Berkat swadaya masyarakat, dan para diberikan kepercayaan untuk magang.
dengan Taman Kanak-kanak (TK) di sekitar
donatur, kini fasilitas kelompok BKB PAUD Karena kami basicnya bukan pengajar,” ujar
Dorang I yang sudah berdiri sejak lama?
Dorang I sudah lengkap,” kata Yuni. Mereka Yuni. Selain ditawari magang, BKB PAUD
“Tidak ada,” ujar Yuni. Ia menjelaskan
sudah memiliki, antara lain, alat permainan Dorang I juga dijanjikan mendapat dana
bahwa selama ini, BKB PAUD Dorang I justru
edukatif (APE), seperti alfabet. Ada juga rintisan dari pemerintah.
telah menjalin kemitraan dengan TK untuk
ayunan, dan perpustakaan yang koleksi Namun, tentunya BKB PAUD Dorang
saling tukar informasi, yakni dengan TK Al
bukunya cukup lengkap seperti buku-buku I harus memberikan proposal dan harus
Barkah. “TK Al Barkah merasa terbantu dengan
dongeng, buku cerita dalam bahasa Inggris mampu bersaing dengan kelompok BKB
adanya BKB PAUD ini, karena kami bisa bahu
dan kaset lagu anak-anak. PAUD lain yang mengajukan proposal yang
membahu menanganai pendidikan anak usia
Dengan dana yang pas-pasan, BKB Dorang sama. Lembaga PAUD yang mendapatkan
dini,” kata Yuni. Jika tujuannya sama-sama
I, terus melangsungkan aktivitasnya. “Dana dana rintisan memang terbatas. Untuk satu
mulia untuk menangani pendidikan anak,
operasional memang masih amat minim,” kotamadia, hanya 10 lembaga BKB PAUD
memang tak perlu ada benturan.
kata Yuni. Kelompok BKB PAUD Dorang I terbaik saja yang mendapatkan dana rintisan.
tidak pernah mendapat dana rintisan dari Proses penyeleksiannya dilakukan oleh Suku EScASTRA dan FETTY SHINTA LESTARI
pemerintah yang biasa diberikan kepada BKB
PAUD lain. “Semuanya kami jalankan secara
swadaya,” ujar Yuni.
Para orang tua peserta didik, yang
umumnya berasal dari kalangan kurang
mampu, hanya menyumbangkan dana
sebesar Rp 5.000 per bulan. Karena itu, untuk
menutupi kekurangan dana operasional,
para kader BKB PAUD ini tak segan-segan
merogoh kocek sendiri. “Untuk biaya seragam
batik para kader, misalnya, kami membelinya
dengan uang sendiri,” ujar Yuni.
Tentang latar belakang pendidikan para
pendidiknya, Yuni memang mengakui masih
terbilang rendah. Tapi, ia menganggap bukan
masalah serius. “BKB PAUD tidak seperti TK,
pembelajarannya masih lebih sederhana,
jadi tak menuntut pendidikan terlalu tinggi,”
katanya.
Yuni memandang penting pelatihan-
pelatihan terhadap para pengajar. Selama
ini, para kader kelompok BKB PAUD Dorang I
49
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 49 7/14/2007 10:48:23 AM
Banten
MENGIKIS
“Penyelenggaraan PAUD yang ideal,
FOTO-FOTO: AYU N.A
masih terbatas,” kata Widodo. Berdasarkan
data tahun 2005 dari Subdinas PLSPO
Provinsi Banten, APK (Angka Partisipasi
SIKAP
Kasar) untuk usia PAUD baru mencapai
15,66% dari sekitar 400.000 anak usia 0-6
tahun di Banten.
KOLOT
PAUD yang diselenggarakan di Banten,
lebih ditujukan untuk melayani kebutuhan
pendidikan anak 0 - 6 tahun yang tak
terlayani Taman Kanak-kanak (TK). “Sebanyak
DENGAN
50% PAUD di sini, adalah PAUD nonformal
yang mandiri,” kata Widodo Hadi.
Drs Sugeng Purnomo M. Pd, Ketua Forum
PAUD Provinsi Banten, mengatakan bahwa
PAUD
Widodo Hadi,
animo masyarakat terhadap PAUD di Banten
kepala dinas pendidikan provinsi Banten
masih rendah. “Masih sedikit masyarakat
Banten yang paham pentingnya PAUD,”
ujar Sugeng. Forum PAUD Provinsi Banten
pembangunan yang diprioritaskan. Kendala
memang ditemukan di berbagai sisi, termasuk didirikan sejak tahun lalu, beranggotakan
Gerakan membumikan sikap sebagian besar masyarakatnya yang
masih dianggap kolot.
pendidikan anak usia dini juga
“Banten memang punya warisan tradisi
menggelora di Provinsi Banten. yang biasa disebut Banten Kolot,” ujar H.
Tapi dana pendidikan lebih Nawawi A.F, Kepala Subdinas Pendidikan
banyak dialokasikan pada Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga,
program Wajib Belajar Sembilan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. ”Dengan
tradisi kolot itu, memang tak mudah segala
Tahun.
hal yang modern masuk ke sini, termasuk
bidang pendidikan,” Nawawi melanjutkan.
P
Namun, sikap-sikap tradisional yang
rovinsi Banten masih terbilang muda.
sempit itu perlahan dikikis. Berkat
Wilayah seluas 8.651,2 km 2 yang
pembangunan pendidikannya yang
menempel di ujung barat Pulau Jawa
terus dipacu, Banten kini malah jadi
ini resmi ditetapkan menjadi provinsi ke-0,
proyek percontohan Bank Dunia untuk
pada 17 Oktober 2000.
penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia
Namun di usianya yang masih belia,
Dini (PAUD).
Provinsi Banten terus menggeliat membangun Drs. Sugeng Purnomo, M. Pd,
dirinya sendiri. Pendidikan termasuk bidang Ketua Forum PAUD Provinsi Banten
Prioritas Bidang Pendidikan
Prioritas pemerintah Provinsi Banten 19 orang, terdiri dari para akademisi, praktisi
dalam pembangunan bidang pendidikan PAUD, unsur Dinas Pendidikan, PKK, BKKBN,
terfokus pada dua hal, yakni pemberantasan Dinas Kesehatan, dan Departemen Agama.
buta huruf dan penuntasan Wajib Belajar Titik berat program kerjanya adalah
(Wajar) Pendidikan Dasar (Dikdas) 9 tahun. sosialisasi PAUD dan program-program
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi PAUD. Menurut Sugeng, selama menjalankan
Banten tahun 2006, masih ada sekitar sosialisasi ke kabupaten dan kota, Forum
PAUD banyak bekerja sama dengan berbagai
20.000 orang penduduk Banten yang
instansi, yaitu PKK Provinsi, Dinas Pendidikan
buta aksara.
kabupaten dan kota, dan Himpaudi Provinsi
“Dana APBD banyak tersedot ke program
Banten.
penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun dan
“Kendala terbesar yang dialami PAUD
pemberantasan buta aksara. Khusus
di Banten adalah masih kurangnya dana,”
untuk Pendidikan Anak Usia Dini, masih
ungkap Sugeng. Masalah ini berimplikasi
menduduki prioritas yang kecil,” kata
pada kelengkapan sarana dan prasarana
Widodo Hadi, Kepala Dinas Pendidikan
H. Nawawi AF, Kasubdin PLS, Provinsi Banten
PAUD. “Banyak lembaga PAUD belum punya
Provinsi Banten.
50 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 50 7/14/2007 10:48:31 AM
Banten
dapat menyosialisasikan
anggota di Himpaudi
tempat permanen dan belum punya Alat
wawasan dan ilmu
Provinsi Banten yang
Permainan Edukatif (APE),” kata Sugeng.
pengetahuan yang ia
seluruhnya berjumlah 21
Tahun 2006 lalu, Forum PAUD Provinsi
peroleh dari kegiatan
orang, telah menjalankan
Banten mendapat bantuan dana operasional
magang itu, kepada seluruh
berbagai upayanya itu
sebanyak Rp 40 juta dari dana dekonsentrasi
pengurus Himpaudi di
tanpa pamrih. “Kami ini
APBN. ”Dana operasional ini banyak
Kabupaten dan Kecamatan
hanya sekumpulan orang-
digunakan untuk sosialisasi PAUD dan
di Banten,” kata Nawawi.
orang yang solid saja.
program-program PAUD sebanyak 2 kali
Kini Dinas Pendidikan
Yang mau bekerja tanpa
dalam setahun,” kata Sugeng yang sehari-
Provinsi Banten terus
bayaran dan kompensasi,”
hari mengajar di Jurusan Pendidikan Luar
berupaya meningkatkan
kata Titin.
Sekolah, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Wahyudin, S. Pd,
kualitas penyelenggaraan
Mereka
Serang. Selain itu, juga digunakan untuk Staf Pengelola Program PAUD
PAUD, dengan
kegiatan-kegiatan monitoring dan evaluasi. bahu membahu Provinsi Banten
memanfaatkan segala
menyelenggarakan
Sebagian dana juga digunakan untuk
potensi yang dimiliki,
diklat, magang, seminar,
pembinaan para tutor PAUD.
serta dukungan dari seluruh stakeholder
pelatihan-pelatihan, dan lain-lain untuk
PAUD. Dukungan antara lain datang dari
para tutor. Mereka juga mengupayakan
Berintegrasi dengan BKB Pemerintah Pusat melalui dana APBN.
pemberian sertifikat kepada para tutor
Bantuan juga datang dari Direktorat
PAUD yang latar belakang pendidikannya
H. Nawawi A.F, Kepala Subdin PLSPO,
PAUD dan Direktorat PTK-PNF (Pendidik
bukan dari PAUD atau PGTK.
Provinsi Banten mengungkapkan, pada
dan Tenaga Kependidikan Pendidikan
Himpaudi Provinsi Banten, punya daftar
tahun ini ada sekitar 400 lembaga PAUD
Nonformal), Depdiknas.
kerja yang cukup panjang untuk menggenjot
yang telah terselenggara di Banten.
“Tahun lalu, Banten telah menerima
mutu tenaga pendidik (tutor) PAUD. Dari
“Pertumbuhan jumlah PAUD di Banten
beasiswa untuk peningkatan mutu PAUD
sekitar 2.000 orang tutor PAUD di Banten,
tiap tahunnya sekitar 10%,” kata Nawai.
dari Direktorat PTK-PNF, Depdiknas. Ada
baru sekitar 100 orang saja yang memenuhi
Sebagian besar PAUD berintegrasi dengan
100 orang tutor PAUD yang diajukan untuk
kualifikasi atau yang memiliki ijazah PGTK
Bina Keluarga Balita (BKB) yang dikelola
mendapatkan beasiswa itu. Hasilnya, 42
dan ijazah S-1 PAUD.
PKK.
orang lolos seleksi dan menerima beasiswa
PAUD yang berintegrasi dengan BKB,
S-1,” tutur Nawawi.
roda kegiatannya banyak digerakkan
Himpaudi Roadshow Selain itu, bantuan juga datang dalam
oleh ibu-ibu PKK, termasuk yang menjadi
bentuk dana rintisan dari Direktorat PAUD,
pengajarnya. “Selain dibantu PKK, kami Himpaudi Provinsi Banten punya program
Depdiknas. Nawawi memaparkan ada
juga banyak dibantu oleh Forum PAUD dan rutin yang disebut, Himpaudi Roadshow.
tiga daerah yang menerima bantuan
Himpaudi Provinsi Banten,” tutur Nawawi. Setiap satu bulan sekali, Himpaudi dari tiap
dana rintisan, yakni Kabupaten Lebak,
Himpaudi Provinsi Banten didirikan kabupaten, melakukan pelatihan singkat
Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten
pada 22 Agustus 2006. Hj Titin Prihatini untuk para tutor PAUD. Minimal, di setiap
Tanggerang. Untuk masing-masing PAUD,
M.Pd, Ketua Himpaudi Provinsi Banten kabupaten ada 5 orang tutor yang ikut
diberikan dana rintisan Rp 25 juta. Dana ini
menjelaskan bahwa titik berat program pelatihan singkat setiap bulannya. Kegiatan
dialokasikan untuk pembangunan sarana
Himpaudi adalah pada peningkatan mutu ini sudah dimulai sejak tahun lalu.
fisik, kebutuhan sarana alat permainan
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Selama perjalanan tugasnya pada tahun
edukatif, dan operasional harian.
PAUD di Banten. 2006 lalu, Subdinas PLSPO Dinas Pendidikan
Pemerintah Provinsi Banten juga turun
“Jika kesadaran tentang Provinsi Banten, juga telah
tangan. APBD provinsi Banten per tahun
pentingnya PAUD ini mengikutsertakan 40
2007 ini, mengalokasikan dananya untuk
kuat, biar pun tak ada orang tutor PAUD dalam
Subdinas PLSPO sebanyak Rp 14 miliar. “Ini
dana, akan tetap jalan, pelatihan BCCT. Pelatihan
memang tak hanya untuk program PAUD
termasuk dalam upaya ini diselenggarakan
saja, tapi untuk seluruh program Pendidikan
meningkatkan mutu atas kerjasama Dinas
Luar Sekolah,” kata Nawawi.
tutornya,” kata Titin yang Pendidikan dengan
Kini masih sekitar setengah dari total
kini sedang menempuh Himpaudi Provinsi
PAUD yang ada di Banten, kondisinya
Banten.
jenjang S- Jurusan
masih memprihatinkan. Para pendidiknya
Selain itu, pada Mei
PAUD di Universitas
pun masih harus ditingkatkan kualitasnya.
lalu, beberapa orang
Negeri Jakarta. Titin terus
Dengan kemauan keras dari semua pihak,
pengurus Himpaudi juga
berusaha meningkatkan
untuk mewujudkan pendidikan anak usia
dikirim magang di YARSI,
mutu para tutor alias
dini seperti yang diharapkan, tentu segala
Jakarta. ”Kami berharap
pendidik PAUD.
Dra. Titin Prihatini, M. Pd,
kendala niscaya bisa diatasi.
para pengurus Himpaudi
Titin bersama tim
ketua Himpaudi Provinsi Bandten
di tingkat Provinsi Banten,
pengurus dan para EScASTRA dan AYU ANDINI (Banten)
51
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 51 7/14/2007 10:48:36 AM
Banten
PELANGI PAUD
FOTO-FOTO: AYU N.A
DARI BANTEN
BANTEN yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung
dengan Jakarta, masih belum seberuntung Ibu Kota. PR
bidang pendidikan di sana masih berat. Angka Partisipasi
Kasar jenjang PAUD di semua kabupaten masih sangat
rendah. Banyangkan: APK PAUD di Tangerang, yang
berimpitan dengan Jakarta, cuma 7%. Artinya, 93% dari Drs. Agus Rusli,
total 400.000 anak Tangerang tak tersentuh layanan kepala Bidang PAUD, dinas PLS Kabupaten
Pandeglang, Banten
PAUD. Berikut gambarans ekilas perkembangan PAUD di
beberapa kabupaten di Banten. kami memberikan penjelasan kepada
masyarakat, tapi mereka hanya paham
Kabupaten Pandeglang: TK saja,” ungkap Ipah Maftuhah, salah
memalukan,” kata Drs. Agus Rifai, Kepala
Menggalakkan TK PAUD satu pengelola PAUD di Kabupaten
Seksi Pendidikan Luar Sekolah Kabupaten
Pandeglang.
Pandeglang.
Sosialisasi PAUD memang belum
Bantuan tahun lalu dari Unicef itu sebesar
PENELITIAN Unicef menyatakan
menjangkau lapisan masyarakat ekonomi
Rp 276 juta. Pada 2007 ini, jumlahnya
Pandeglang masuk kategori kabupaten
rendah di Pandeglang. Data 2006 mencatat
naik menjadi Rp 600 juta. Dana ini untuk
miskin dan tertinggal. Hasil kajian itu
hanya ada 25 Pusat PAUD, 20 TK Rehab
penyelenggaraan PAUD yang terintegrasi
yang mendorong Unicef memasukkan
dengan Bina Keluarga Balita (BKB) di tiga
Pandeglang dalam daftar penerima PAUD, 52 Pos PAUD, 6 Posyandu Tumbuh
kecamatan. Bantuan itu di antaranya untuk
bantuan penyelenggaraan PAUD kurun Kembang Anak, dan 15 Lembaga Posyandu
pelatihan kader. Misalnya, magang di lokasi
2006-2007. “Kami memperoleh bantuan Berkah Unicef. Pendidiknya tercatat 102
binaan termasuk ke Yayasan Surya Kanti di
karena penelitian Unicef yang menyatakan orang di TK Rehab PAUD, 75 orang di Pusat
Bandung.
Pandeglang tergolong kabupaten miskin dan PAUD, 15 orang kader Posyandu Tumbuh
Dana ini juga banyak digunakan untuk
tertinggal. Ini Kembang Anak, dan 75 Kader Pos PAUD
melengkapi Alat Permainan Edukatif (APE)
memang alasan Berkah Unicef
PAUD. ”Sasarannya PAUD-PAUD terintegrasi
yang Pusat PAUD As-Syifa, adalah salah satu
dengan BKB yang berlokasi di Kecamatan
agak yang cukup lama berdiri. As Syifa berdiri
Kroncong, Kecamatan Mekar Jaya, dan pada 1999. Bentuk kegiatannya memberikan
Kecamatan Cikedal”, ucap Ade Suparman, program pola asuh kepada para orangtua
S. Sos, Staf Dikmas Bidang Pendidikan dan kegiatan Posyandu rutin setiap sebulan
Nonformal Kabupaten Lebak. satu kali. Mereka juga menyelenggarakan TK
Berdasarkan data di Dinas Pendidikan dan Kelompok Bermain.
Drs. Agus Rifai,
Kabupaten Pandeglang, dari sekitar 2 juta Di area 400m², As Syifa mengajar 7
kepala seksi
penduduknya masih ada 52.426 yang buta murid yang tinggal tak jauh dari lokasi
PLS kabupaten
aksara. Masyarakatnya yang tergolong di Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari,
Pandeglang,
miskin dan buta aksara, menjadi kendala Kabupaten Pandeglang. Tahun 2005 lalu
Banten
bagi perkembangan pemahaman As Syifa menerima bantuan dana rintisan
penduduknya terhadap PAUD. sebanyak Rp 25 juta dari Direktorat PAUD.
Idealnya, sasaran PAUD adalah Nadrah, 28 tahun, merangkap pengelola
anak-anak usia dini yang tidak Pusat PAUD sekaligus tutor. Ia mengeluhkan
terlayani di TK dan kebanyakan pemahaman masyarakat atas pentingnya
berada dalam golongan ekonomi PAUD yang masih sangat kurang. “Bahkan,
rendah. Akibatnya, hingga kini para orangtua anak usia dini di lingkungan
PAUD selalu disebut TK PAUD. kami hanya memahami bahwa TK
“Masyarakat belum paham sama mengajarkan anak membaca, menulis, dan
sekali tentang PAUD. Berulangkali berhitung. Jika anak mereka lulus dari TK,
52 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 52 7/14/2007 10:48:54 AM
Banten
ada 12 PAUD harus pendidik PAUD, Kabupaten Lebak tergolong
Para tenaga pendidik
didirikan di Lebak,” ujar beruntung. Pasalnya, tahun 2006, dari 16
dan pengelola PAUD di
Kabupaten Pandeglang Drs. Zaenal, Kasubdin PAUD ada 14 tutor mendapat beasiswa dari
ipah maftuhah, nadrah, PLS Kabupaten Lebak. Direktorat PTK-PNF melanjutkan pendidikan
dan Ade Suparman Menurut Zaenal, S1 di UNJ. Ade Rakhayu Ama, pengelola
masalah yang masih Pusat PAUD Harapan Mulya misalnya. Ketua
mengganjal hingga Himpaudi Kabupaten Lebak itu tengah
kini adalah kurangnya menyelesaikan kuliah S-1 di UNJ.
tenaga tutor PAUD. Pusat PAUD Harapan Mulya memulai
Di 16 PAUD didukung operasional di Desa Taman Jaya, sejak 2002.
ada 62 orang tutor, “Ini Pusat PAUD yang pernah mendapat
yang sebagian besar prestasi 10 besar terbaik dari 600 PAUD se-
honorer. Indonesia menurut tinjauan dan penilaian
Provinsi Banten dari Depdiknas tahun 2004,” kata Edi
memberikan bantuan Julyadi.
mereka menuntut agar anak-anak sudah
insentif untuk tutor KB sebesar Rp 200.000 Pusat PAUD Harapan Mulya membuka
bisa calistung (membaca, menulis dan
dan tutor PAUD sebanyak Rp 400.000 Satuan PAUD Sejenis, yakni Taman
berhitung),” tutur Nadrah yang sedang
per bulan. Zaenal berharap kelak ada Pengasuhan Anak Soleh yang kegiatannya
menempuh jenjang pendidikan S1 jurusan
pengangkatan tenaga honorer menjadi
PAUD di Universitas Negeri Jakarta. diadakan kali seminggu setiap sore.
tenaga tetap. “Banyak di antara mereka
Untuk mendukung kegiatan operasional Muridnya 25 anak-anak usia 4-6 tahun. Mereka
masa kerjanya sudah 5-6 tahun,” katanya.
harian, As Syifa menarik iuran partisipasi dari diajar konsep keislaman secara sederhana.
orangtua murid sebesar Rp 5.000/bulan Misalnya, belajar mengucap salam,
untuk TK. Sedangkan khusus untuk KB, tak membaca basmalah dan berdoa
para murid dan tenaga pendidik di Pusat PAUD
dipungut iuran sama sekali. setiap memulai kegiatan.
Harapan Mulya
Agak berbeda dengan Pusat PAUD As Pusat PAUD Harapan Mulya
Syifa, di PAUD Al Fatach iuran partisipasi menempati lokasi yang luasnya
orangtua dipungut di TK dan KB. Jumlahnya mencapai 000m². Halaman
sama, perbulannya sebesar Rp 5.000. PAUD dan arena bermain outdoor (luar
Al Fatach yang dikelola Ipah Maftuhah ruangnya) cukup terawat rapi. Di
ini berdiri di Desa Saninten Kecamatan desa berhawa sejuk ini, murid-murid
Kaduhejo, pada 1999. PAUD ini bermurid 72 yang seluruhnya berjumlah 9 orang
anak. Tahun 2005 menerima dana rintisan didukung 4 tenaga pendidik.
PAUD dari Bank Dunia sebesar Rp 25 juta. Pusat PAUD ini melayani anak-
PAUD Al Fatach didukung 4 pengajar. anak usia dini dari keluarga golongan
Penerapan metode BCCT di sana lebih ekonomi lemah. “Orangtua mereka
banyak dipakai untuk mengenalkan anak kebanyakan
pada huruf-huruf. Hal ini juga dilakukan di para
PAUD As Syifa.
Tutot di PAUD rintisan ini lumayan bisa
bernafas lantaran mendapat insentif dari
Pemrintah Provinsi Banten sebesar Rp
400.000/bulan sejak 2006. “Namun, honor
ini diterima tidak setiap bulan. Lebih sering sa
rapan Mulya, de
Pusat PAUD Ha
dibayarkan dalam kurun waktu bulan lu
camatan Ciku
taman jaya, ke
sekali,” ucap Ipah yang kini juga sedang
menempuh perkuliahan jenjang S1 PAUD
Dinas PLS Kabupaten Lebak
di Universitas Negeri Jakarta.
juga memberikan sokongan biaya
Kabupaten Lebak: 10 Besar operasional sebesar Rp 200.000
yang dibayarkan setiap bulan
Terbaik sekali. “Paling tidak bisa cukup
Di daerah seluas 285.996 hektar ini, dunia memenuhi kebutuhan
PAUD baru dikenal sejak 2002. Namun baru ATK per bulan,” papar
ada 16 PAUD di sana. “Mulai tahun depan Zaenal.
hingga 2009, kami menargetkan setiap Untuk peningkatan
kecamatan punya 1 PAUD. Artinya, masih mutu tenaga Drs. Zaenal,Kasi PLS Kabupaten Lebak
5
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 53 7/14/2007 10:49:09 AM
Banten
laporan pengelolaan Pusat PAUD
buruh tani dan tukang ojek,” ungkap Sri
Rajawali dan disampaikan ke Dinas
Aryanti, Ama.Pd, salah satu tutor Pusat PAUD
PLS Kabupaten Tanggerang. Begitu
Harapan Mulya. Mereka juga mengadakan
juga dari pihak Dinas PLS Tanggerang,
kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) yang
dalam satu bulan bisa satu-tiga kali
merangkul anak usia 0-2 tahun.
datang menjenguk kami,” papar
Kabupaten Tangerang: APK Lilis Sumarni, Ama.Pd, pengelola
harian sekaligus tutor Pusat PAUD
PAUD 7% Rajawali.
Pada awal berdiri, ada pengalaman
Berbatasan dengan Jakarta, menjadikan
unik dialami pengelolanya. “Waktu
Tangerang sebagai daerah limpahan
itu, kami benar-benar langsung
aktivitas Jakarta. Antara lain industri,
terjun ke lapangan, dari pintu ke
pemukiman perkantoran dan infrastruktur
pintu mengundang para calon
jalan serta kereta api. Tangerang menjadi
murid mengikuti pembelajaran
bagian besar dari Banten bagian utara yang
di Pusat PAUD Rajawali ini,” Lilis
perkembangan ekonominya cukup maju
mengenang.
daripada kabupaten lainnya di Banten. Tapi
Dulunya, Pusat PAUD Rajawali
kota ini tak bisa mengelak dari catatan angka
didirikan di daerah kumuh dan
buta aksara sebesar 80.000 orang untuk usia
miskin. Yang hidup dan tinggal di
15-44 tahun.
H. Supyan S, kepala bidang kebudayan dan PLS
lingkungan itu adalah masyarakat
Penyelenggaraan PAUD di Tangerang Kabupaten tanggerang
ekonomi bawah. Selang dua tahun
lumayan bagus. “Di Kabupaten Tangerang
kemudian, di kecamatan ini berdiri
berdiri 45 PAUD. Terdiri dari PAUD murni dan
perumahan. Murid-muridnya jadi lebih
yang terintegrasi BKB, 5 di antaranya PAUD ada di kecamatan Pondok Aren, Pamulang,
beragam. Setelah 5 tahun operasional, PAUD
yang menjadi proyek percontohan Bank dan Ciputat,” kata H. Supyan.
Rajawali melibatkan partisipasi orangtua
Dunia. Yaitu, kecamatan Rajeg, kecamatan Sasaran PAUD secara keseluruhan
murid melalui iuran bulanan sebesar Rp
Jambe, kecamatan Kronjo, kecamatan diutamakan meraih anak-anak usia dini
Cisoka, dan kecamatan Balaraja,” papar dari golongan ekonomi menengah ke
.000 per murid.
H. Supyan S, Kasi Kebudayaan dan PLS bawah dan yang tak terlayani di TK. Menurut
Kini muridnya berjumlah 108 orang,
Kabupaten Tangerang. keterangan H. Supyan APK PAUD Tangerang
terdiri dari 90 murid TK, dan 18 murid
Satu di antara proyek percontohan ini, baru 7% dari 400.000 anak usia dini.
PAUD. Kontribusi yang dibutuhkan juga
adalah Pusat PAUD Rajawali. Pusat PAUD Dukungan mengalir dari Depdiknas sejak
makin tinggi. Sekarang iuran per bulannya
ini memulai operasionalnya di Kecamatan 2005 hingga sekarang. Bentuknya bantuan
Rp 25.000.
Rajeg, pada 1997. Pengelolaannya di bawah APE. Bantuan lainnya berupa dana rintisan
Karakteristik PAUD di Tengarang
tanggung jawab langsung Bidang PLS Rp 25 juta yang diberikan sejak 2001. Tahun
kebanyakan PAUD mandiri. “Hanya 25%
Kabupaten Tangerang. lalu, tercatat 8 PAUD Tangerang menerima
PAUD terintegrasi dan itu
“Setiap bulan, kami menyusun bantuan dari Bank Dunia.
Pemerintah Provinsi Banten juga
mengucurkan bantuan pengembangan
PAUD. Tahun lalu ada 7 PAUD dana
operasional dari APBD melalui Dinas
Pendidikan Provinsi Banten. Jumlahnya Rp
6 juta untuk setiap PAUD. Provinsi Banten
juga memberi kontribusi peningkatan
mutu tenaga pendidik PAUD dalam bentuk
pelatihan untuk Training of Trainer (TOT)
tutor PAUD.
Sasaran TOT setiap tahun bisa menjangkau
lebih dari 10 tutor PAUD. Selain itu, program
beasiswa S1 tahun 2007 juga datang dari
Direktorat PAUD dan telah menyentuh
6 tutor PAUD. Peningkatan mutu tenaga
pendidiknya juga ditunjang dana insentif
dari Pemerintah Provinsi Banten. Jumlahnya
berkisar Rp 250.000-Rp 500.000 per bulan.
54 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 54 7/14/2007 10:49:17 AM
Banten
Kabupaten Serang: Melawan untuk mereka,” ucap Jajang KH.
Buta Aksara Bupati Serang, H.A. Taufik Nuriman
mendukung penuh penyelenggaraan PAUD
di daerahnya. “PAUD merupakan keharusan
Tren penyelenggaraan PAUD dikenal di
karena modal masa depan kita berasal dari
Serang sejak 1995. Kini, jumlah PAUD di sana
para anak usia emas ini. Kabupaten Serang
mencapai 25 PAUD. Terdiri dari 150 KB,
menargetkan, agar seluruh anak usia dini
121 Lembaga BKB Kesehatan Masyarakat, 2
di sini menjadi anak yang sehat, cerdas, dan
Taman Penitipan Anak, dan 52 Pos PAUD yang
bertakwa,” ucapnya tegas.
tersebar di
Menurut Bupati, PAUD dan
pemberantasan buta aksara
menjadi prioritas program
pendidikan. Berdasarkan
data 2006, Kabupaten Serang
berpenduduk 1,8 juta jiwa.
Dari jumlah itu, masih ada
49.572 orang belum melek
Ny. Aat Suirat Abdul Wahib,
huruf.
pengelola PAUD GARUDA
PAUD Garuda yang
r
Aktifitas belaja berlokasi di area bekas
jar di
dan menga
mushola Komplek Pendidikan
PAUD Garuda
dan Kebudayaan, Blok B,
Jl. Manokwari, Panancangan Baru Serang,
Kecamatan Cipocok baru berdiri 2 Mei 2007.
4 kecamatan.
Namun muridnya luamayan banyak: 40 anak
“APK PAUD di Serang sudah mencapai
25.000 anak usia dini dari target sebanyak usia -4 tahun didukung 7 pendidik. Kegiatan
174.000 anak yang akan diraih pada 2007- belajar mengajar di dalam ruang seluas
2009,” ungkap Drs. Jajang KH, M.Pd, Kasi Bina 150m² ini berjalan lancar. Meski tanpa sarana
Pendidikan Masyarakat Kabupaten Serang. Alat Permainan Edukatif (APE).
Mengenai peningkatan mutu PAUD, ia “Metode pembelajaran di sini terbagi
menjelaskan bahwa kebijakan Bupati Serang dalam beberapa konsep. Mengenal diri,
mengerucut pada program menyukseskan sosialisasi diri dan belajar doa,” papar
PAUD lewat sokongan APBD. Tahun 2007 Aat Suirat Abdul Wahid, pengelola PAUD
mengucur dana pengadaan buku-buku Garuda.
PAUD, rintisan PAUD, dan pengembangan Di dinding ruang belajarnya memang pelepasan 1000 anak Pau
d oleh
banyak tempelan kertas warna-warni dan
PAUD. Jumlahnya Rp 10 juta. Penerimanya Bupati Kabupaten Serang
tulisan-tulisan besar yang menyiratkan
112 PAUD, masing-masing sebesar Rp 10juta.
keislaman yang kental. Tujuannya agar murid
Dukungan lainnya, berupa pemberian
terbiasa mengenal huruf Arab dan beberapa Modal awal operasional dikeluarkan
insentif terhadap para
doa pendek. dari uang kas PKK RW 09 dan dana pribadi.
pendidiknya
Hingga kini, PAUD Garuda belum tersentuh
dengan Para pendidik terdiri dari tenaga tetap
bantuan dana dan pelatihan tenaga
jumlah dan 4 tenaga magang. “Ada 2 orang tenaga
pendidik, baik dari Depdiknas, Provinsi
rata-rata Rp pendidik tetap yang masih kuliah di PGTK
Banten, maupun Kabupaten Serang. Tapi
200.000/ dan 1 orang pensiunan kepala SD. Sedangkan
nampaknya semangat Bu Aat dan rekan
bulan. untuk tenaga magang, mereka mahasiswi di
kerjanya tak terbendung. Mereka tetap
“Ini hanya S-1 dan D2 PGTK Universitas Tirtayasa,” kata
semangat melahirkan anak-anak cerdas di
sebagai ibu rumah tangga berusia 54 tahun ini.
lingkungan mereka.
pengganti Sebelum mengelola PAUD Garuda, Aat
“Kebanyakan muridnya dari keluarga
biaya punya pengalaman menjadi koordinator
ekonomi rendah. Orangtua mereka bekerja
transportasi TK. “Awalnya mendirikan PAUD Garuda
sebagai buruh pabrik, pemulung, dan supir
karena selain menyenangi dan menyayangi
angkot. Oleh karenanya, PAUD Garuda ini
anak-anak, juga merupakan gerakan POKJA 2
gratis untuk anak-anak mereka,” kata Aat.
Kabupaten. Kami dari PKK RW 09 Kecamatan
Cipocok menindaklanjuti program tersebut
dengan mendirikan PAUD Garuda,” ucap
Drs. Jajang KH, M. Pd,
Aat. AYU N. ANDINI
Kepala Seksi Bina Pendidikan Masyarakat
55
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 55 7/14/2007 10:49:35 AM
Jawa Barat
Kependidikan Usia Dini
FOTO-FOTO: ROBBY SUGARA
Indonesia) Jabar, itu mulai
gaduh. Beberapa guru tak
sabar menyampaikan unek-
uneknya dengan emosional.
Sang Kepala Dinas dengan
kalem menerima semua
ungkapan perasaan para
guru TK itu. Bibirnya
beberapa kali tersenyum.
“Ayo siapa lagi yang mau
berbicara,” kata Dadang.
Guru-guru TK pun masih
terus berbicara bergantian.
Seluruh yang hadir punya
keinginan bicara, bahkan
yang sudah bicara pun
KETIKA SI KAKAK ingin bicara lagi. Persoalan
yang mereka angkat pada
prinsipnya sama saja, yakni
IRI PADA ADIKNyA seputar persaingan TK-
PAUD dan ketimpangan
jumlah anggaran.
Tapi ada juga yang
menyempal dari pandangan
PAUD menjadi prioritas dari lima program pendidikan di Provinsi teman-temannya. Di antara mereka ada
Jabar. Tahun ini ditargetkan sejuta anak usia dini terlayani yang mengungkapkan, justru dengan
pendidikannya. Menepis friksi dengan pengelola Taman Kanak-kanak adanya gerakan PAUD, penanganan
pendidikan anak usia dini jadi lebih sinergis.
D
Ternyata, mereka yang berpandangan
Kesempatan itu tak disia-siakan. Para
r H Dadang Dally terlihat tenang.
seperti itu memang mengelola TK sekaligus
guru TK satu-satu berbicara. Delegasi dari
Sesekali bibir Kepala Dinas
pengelola lembaga PAUD juga.
IGTKI Sukabumi, misalnya, mengungkapkan
Pendidikan (Kadis) Propinsi Jawa
Dalam penjelasannya, Dadang
bahwa kebijakan pemerintah dengan
Barat (Jabar) itu tersenyum. Dengan sabar,
berupaya menenangkan para guru TK
gerakan Sejuta PAUD menimbulkan bentrok
ia mendengarkan keluhan sekumpulan guru
yang gelisah itu, seraya memberikan
di lapangan dengan TK yang sudah lama
Taman Kanak-kanak (TK) yang tergabung
pemahaman tentang tujuan pemerintah
berdiri. “Banyak masyarakat yang semula
dalam IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-
menggerakkan PAUD. “Pada intinya tidak
akan memasukkan anaknya ke TK akhirnya
kanak Indonesia) dan GOPTKI (Gabungan
ada yang harus digundahkan. Justru, kita
tersedot ke PAUD,” katanya.
Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-
harus lebih bersinergis,” ujar Dadang. “TK
Dia juga menyoal anggaran yang
kanak Indonesia).
menggarap bidang pendidikan formal
Hari itu Selasa 19 Juni 2007, di ruang timpang. “TK hanya kebagian Rp juta
anak usia dini, sementara PAUD bergerak
acara Dinas Pendidikan Jabar tengah untuk tahun ini. Sementara PAUD mendapat
di bidang pendidikan nonformal. Jadi
digelar pertemuan. Inisiatif pertemuan itu Rp 12 juta. Padahal TK sudah lebih lama
tidak ada yang harus kebakaran jenggot.
berasal dari guru-guru TK dari berbagai beroperasi daripada PAUD,” sungutnya.
Masing-masing sudah jelas tugasnya,”
penjuru Jabar. Para guru TK itu sengaja Kemudian keluhan lain muncul dari
terang Dadang.
ingin melakukan pertemuan dengan Dinas delegasi IGTKI Subang, Depok, Ciamis,
Namun Dadang mengatakan dapat
Pendidikan untuk membahas kebijakan dan Sumedang. Mereka mengungkapkan
memahami perasaan para guru yang
baru Pemerintah Jabar soal gerakan persoalan yang tidak jauh berbeda dengan
gundah itu. Segala persoalan yang
sejuta PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). IGTKI Sukabumi. Seputar ketimpangan
diungkapkan para guru, katanya, akan
Pada 2007 ini, Jabar menargetkan sejuta anggaran, benturan dengan PAUD,
dijadikan bahan kajian untuk mengevaluasi
anak usia dini dari umur 0-6 tahun bisa tersedotnya murid-murid TK dan guru-
Gerakan Sejuta PAUD. Para guru TK pun
terlayani. gurunya ke PAUD. Yang lebih parah,
bertepuk tangan. “Inilah enaknya berbicara
“Silakan Ibu-Ibu, persoalan apa yang bisa pengakuan dari IGTKI Sumedang. Ternyata
di depan guru TK, banyak dikasih tepuk
saya bantu?” ucap Dadang Dally membuka ada beberapa TK gulung tikar karena
tangan,” timpal Dadang sambil tersenyum.
pertemuan dengan para pengajar dan terhimpit gerakan Sejuta PAUD ini.
Para guru pun tertawa. Suasana pertemuan
pengelola TK yang seluruhnya perempuan Acara yang dihadiri pengurus Himpaudi
berubah ceria. Tidak tegang lagi.
itu. (Himpunan Pendidik dan Tenaga
56 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 56 7/14/2007 10:49:38 AM
Jawa Barat
Pertemuan Curhat Drs H Herang Abiyanto, MM mengatakan, Pendidikan Nonformal dan Informal
PAUD Nonformal tidak sama dengan TK Depdiknas, Ace Suryadi, Direktur PAUD
Kepala Seksi (Kasi) Warga Belajar Sub Dinas
yang sudah memiliki infrastuktur yang Depdiknas, Gutama, Gubernur Jabar,
Pendidikan Luar Sekolah, Dinas Pendidikan
sudah mapan. “PAUD Nonformal digerakan sejumlah pejabat dinas provinsi, DPRD
Jabar, Drs H Husen R Hasan, MPd turut hadir
untuk membantu meningkatkan Angka Jabar, dan masyarakat yang peduli pada
dalam pertemuan itu. Husen memang kerap
Partisipasi Kasar (APK) yang masih rendah pendidikan usia dini. Acara itu juga diisi
menerima keluhan dari para pengelola TK.
dan peningkatannya berjalan tersendat- dengan penandatanganan kerjasama antara
“Tapi, jika keluhan itu dialamatkan ke Sub
sendat,” katanya. “PAUD Nonformal Dinas Pendidikan dan Tim Penggerak PKK
Dinas PLS, jelas salah alamat. Seharusnya,
merupakan alternatif bagi masyarakat yang Jabar.
keluhan itu ditujukan ke Subdin Pendidikan
tak mampu membayar TK. Sebab, semua Menurut Dadang, Gerakan PAUD
Dasar yang mengurusi pendidikan formal,”
anak usia dini di Indonesia harus bisa merupakan program prioritas di antara lima
ujar Husen. Tapi Husen senang, Kepala Dinas
terlayani pendidikannya,” ungkap Herang. program pendidikan Provinsi Jabar. Kelima
Pendidikan ternyata berkenan menanggapi
Bukan hanya Jabar sebenarnya yang program itu adalah: pertama, program
langsung keluhan para guru TK.
memiliki persoalan dengan APK anak usia sejuta anak usia dini terlayani. Kedua,
“Dengan bijak Pak Kadis menanggapi
dini yang rendah ini. Hampir semua wilayah program penuntasan wajib belajar 9 tahun.
semua keluhan para pengelola TK dan
di penjuru Indonesia mengalami hal serupa. Ketiga, program perintisan wajib belajar
pertemuan yang semula tegang, jadi
Karena itu pemerintah kini memacu kembali 12 tahun. Keempat role-sharing perbaikan
berubah ceria,” kata Husen. Himpaudi yang
Gerakan PAUD yang sebenarnya sudah gedung-gedung SD yang rusak antara
turut hadir dalam pertemuan itu memilih
dicanangkan sejak tahun 2000 itu. Direktur pemerintah pusat dan daerah. Dan yang
tidak mengomentari keluhan para guru TK,
PAUD, Departemen Pendidikan Nasional kelima, implementasi dan optimalisasi
khawatir akan memperuncing masalah.
(Depdiknas), Dr Gutama, mengungkapkan pendidikan yang berorientasi kerja.
Husen mengatakan, acara pertemuan
bahwa Gerakan PAUD di beberapa daerah Dadang mengakui, di wilayahanya kondisi
dengan Kepala Dinas itu memang dijadikan
telah dimotori para istri pejabat, Ketua penyelenggaraan layanan pendidikan bagi
semacam forum curhat (curahan hati). Para
Tim Penggerak PKK, anggota DPRD, dan anak usia dini masih sangat rendah. Padahal,
guru TK dipersilakan mengungkapkan segala
sejumlah stakeholder lain. menurut dia, pembentukan sumber daya
keluhannya terhadap kebijakan Gerakan
manusia yang berkualitas harus dimulai
Sejuta PAUD yang dibuat oleh pemerintah
sejak usia dini. Data Angka Partisipasi Kasar
Provinsi Jabar. Husen pun mengaku bisa
Program Sejuta Anak (APK) tahun 2006 tentang PAUD di Jabar
memahami keluhan para guru TK. “Mereka,
hanya 14,28%, berdasarkan jumlah TK, RA,
para pengelola TK lama seakan merasa Pemerintah Provinsi Jabar pada tahun
Tempat Penitipan Anak, dan sejumlah PAUD
ditinggalkan,” kata Husen. ini memang sedang sibuk-sibuknya
lain kala itu.
Para pengelola TK merasa tersaingi, menargetkan pencapaian sejuta anak
Berdasarkan data BPS (Badan Pusat
karena banyak orangtua lebih memilih yang terlayani pendidikannya. Program
Statistik) Provinsi Jabar, pada tahun 2006
memasukkan anaknya ke PAUD yang gratis ini diluncurkan pada Selasa 12 Juni 2007
ketimbang masuk TK yang harus bayar. “PAUD di Bandung. Hadir dalam acara itu Dirjen penduduk Jabar berjumlah 40.77.594
nonformal yang kita gerakkan memang
tak memungut biaya apa pun, meskipun
model permainan yang diajarkannya sama
saja dengan TK, sedangkan TK memungut
biaya macam-macam. Karena itu masyarakat
memang lebih memilih PAUD nonformal,”
kata Husen.
Husen mengibaratkan PAUD nonformal
itu sebagai anak yang baru lahir. Sedangkan
para pengelola TK ibarat kakaknya yang
cemas, takut kasih sayang orangtuanya akan
beralih ke adiknya yang baru lahir itu. “Jadi
ini hanya kecemburuan saja,” ungkap Husen
sambil tertawa.
Tapi Husen menjelaskan bahwa PAUD
nonformal juga tidak akan selamanya
gratis. “Dana bantuan yang diberikan
pemerintah sifatnya hanya sementara,”
ujarnya. Setelah itu, mungkin PAUD juga
akan mengutip bayaran dari para orang tua
dan masyarakat.
Kepala Subdinas Pendidikan Luar Sekolah, IGTKI Se Jabar
57
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 57 7/14/2007 10:49:42 AM
Jawa Barat
Jalur Formal dan Nonformal
yang terlayani oleh PAUD nonformal baru
dadang Dally,
70.565 anak atau 8,1%. Sedangkan yang Ada sejumlah alasan mengapa
r
Kadis Prop. Jaba
sudah bisa dilayani pendidikan formal pemerintah Jabar memprioritaskan PAUD
(TK/RA) sebanyak 280.456 anak, atau dalam program pendidikan. Gubernur
6,15%, sehingga total yang terlayani baru Jabar, Danny Setiawan, mengatakan bahwa
651.021 anak atau 14,28% dari seluruh sumber daya manusia yang berkualitas
anak usia dini. harus dipersiapkan sedini mungkin. Menurut
Data tersebut bisa dirinci lagi: untuk Danny, pertumbuhan dan perkembangan
kelompok anak lelaki usia 0-2 tahun yang manusia terjadi pada usia 0 hingga 6 tahun
(golden age), dan negara-negara yang
terlayani PAUD baru 8.91 orang, dan
terbukti telah maju, ternyata menaruh
anak perempuan baru 82.689 orang, dari
perhatian yang tinggi terhadap PAUD. “Inilah
jumlah total yang mencapai 1.899.741
yang menjadi sandaran kami,” tambah
anak. Kelompok anak lelaki usia 2-4 tahun
Danny.
baru terlayani 4.049 anak, dan kelompok
Menurut Danny, dana yang disediakan
anak perempuan baru 8.91 orang, dari
untuk Gerakan Sejuta PAUD di Jabar
total 1.19.845 anak. Kelompok usia 4-6
mencapai Rp 9.119.750.000. Duit itu berasal
tahun untuk laki-laki yang terlayani PAUD
dari APBN (Anggaran Pendapatan dan
jiwa, dengan laju baru 41.45 anak, dan untuk perempuan
pertumbuhan penduduk rata-rata 2,2 baru 14.656 orang, dari 1.519.79 anak. Belanja Negara) sebanyak Rp 7.51.250,
per tahun. Jumlah anak usia dini dari 0- Jumlah anak usia tersebut tersebar di 25 dan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja
6 tahun mencapai 4.559.79 jiwa. Tapi kabupaten/kota di Jabar. Daerah) Jabar sebesar Rp 1.588.500.000.
DATA PAUD YANG TERLAYANI PADA 2006
Jumlah Anak yang terlayani
Jumlah Anak Usia Dini Total
Kabupeten/ Pendidikan
No Jumlah Pendidikan Formal
Kota nonformal
0-2 2-4 4-6 TK RA Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1. Kota Bogor 6.599 21.859 29.279 87.87 7.49 .67 10.986 20.59 25.560 29,10 6.546 41,61
2. Kab. Bogor 217.060 10.26 17.648 520.94 18.086 6.05 24.19 1,41 1.771 0,4 25.910 4,97
. Kota Depok 52.882 1.729 42.06 126.917 14.101 2.785 16.886 11,11 1.8 1,09 18.269 14,9
4. Kab. Sukabumi 120.898 72.59 96.718 290.155 5.262 .209 8.471 1,81 2.50 0,81 10.821 ,7
5. Kota Sukabumi 17.659 10.595 14.127 42.81 2.747 989 .78 6,48 4 0,81 4.079 9,62
6. Kab. Cianjur 110.28 66.197 88.262 264.787 2.442 1.87 4.15 0,92 2.8 1,07 7.148 2,70
7. Kab. Bandung 194.494 116.697 155.595 466.786 14.065 2.074 16.19 ,01 8.864 8, 55.00 11,78
8. Kota Bandung 95.275 57.165 76.220 228.659 22.622 5.857 28.479 9,89 19.740 8,6 48.219 21,09
9. Kota Cimahi 2.479 19.487 25.98 77.949 .288 1.845 5.1 4.22 6.565 8,42 11.698 15,01
10. Kab. Sumedang 50.462 0.277 40.70 121.109 4.954 1.021 5.975 4,09 7.822 6,46 1.797 11,9
11. Kab. Garut 148.405 89.04 118.724 56.17 8.21 4.0 12.54 2,4 88.272 24,78 100.626 28,25
12. Kab. Tasikmalaya 96.129 57.677 76.90 20.709 6.160 .155 9.15 2,67 14.174 6,14 1.797 11,9
1. Kota Tasikmalaya 28.86 17.02 2.069 69.206 2.671 2.09 4.980 ,86 6.601 9,51 11.581 16,7
14. Kab. Ciamis 77.575 46.545 62.060 186.179 8.0 4.671 12.974 4,46 29.994 16,11 42.968 2,08
15. Kota Banjar 1.12 7.879 10.506 1.517 988 - 988 ,1 2.688 8,5 .676 11,66
16. Kab. Kuningan 40.06 24.184 2.245 96.75 5.815 1.97 7.788 6,01 12.418 12,84 20.206 20,89
17. Kab. Cirebon 92.25 55.52 7.802 221.406 7.821 2.511 10.2 ,5 6.841 ,09 17.17 7,76
18. Kota Cirebon 14.175 8.505 11.40 4.020 2.878 864 .742 8,46 1.054 ,10 4.796 14,10
19. Kab. Majalengka 47.064 28.29 7.651 112.954 6.964 2.000 8.964 6,17 16.462 14,57 25.426 22.51
20. Kab. Indramayu 95.550 57.0 76.440 229.19 8.55 2.05 10.90 ,64 66.72 29,10 77.122 ,6
21. Kab. Subang 57.681 4.609 46.145 18.45 2.955 1.628 4.58 2,1 1.99 1,44 6.576 4,75
22. Kab. Purwakarta 28.570 17.142 22.856 68.568 2.510 1.108 .618 ,66 2.592 ,78 6.210 9,06
2. Kab. Karawang 89.897 5.958 71.918 215.75 2.077 2.88 4.915 0,96 8.716 4,04 1.61 6,2
24. Kab. Bekasi 52.828 1.697 42.26 126.788 14.0 .00 17.0 11,28 1.712 1,5 19.015 15,00
25. Kota Bekasi 89.206 5.524 71.65 214.094 0.720 1.21 4.951 14,5 .084 1,44 47.05 21,97
Jumlah 1.899.741 1.19.845 1.519.79 4.559.79 205.757 74.699 280.456 6,15 70.565 8,1 651.021 14,28
Sumber: Disdik Jabar 2006
58 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 58 7/14/2007 10:49:51 AM
Jawa Barat
dan pengelola PAUD dengan cara pelatihan
Danny yakin betul sejuta anak di Jabar bisa ,
Hasan R. Husein g secara intensif. Kelima, memberikan
terlayani pendidikan pada tahun ini. Belajar Bandun
Kasi Warga
penghargaan kepada bupati walikota yang
Ada dua jalur pendidikan yang
telah berhasil menaikkan angka partsipasi
dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Jabar
pendidikan anak usia dini. Kemudian yang
untuk menggenjot angka partisipasi
terakhir, melakukan monitoring, evaluasi
pendidikan anak usia dini. Pertama dengan
dan pelaporan program PAUD yang sudah
jalur PAUD pendidikan formal, dan kedua
berjalan.
jalur nonformal. Jalur formal dilaksanakan
Kepala Seksi Warga Belajar, Husen R
oleh TK dan RA (Raudhtaul Atfal), yang
Hasan, pun mengaku optimistis, sejuta
mengurusi pendidikan anak usia 4-6 tahun.
anak bisa terlayani pendidikannya tahun
Sedangkan PAUD nonformal dijalankan
ini. “Perangkat-perangkat pelaksananya kini
oleh Kelompok Bermain, Taman Penitipan
sudah tersedia, terutama Tim Penggerak PKK
Anak, dan Satuan PAUD sejenis (Pos PAUD,
yang dipimpin oleh Ibu Gubernur,” katanya.
Posyandu, dan Bina Keluarga Balita).
Instansi-instansi dan lembaga lain bahu
Dari dua jalur itu, ada enam langkah yang
membahu menyukseskan program Sejuta
ditetapkan oleh pemerintah Jabar dalam
PAUD, seperti BAPEDA, Dinas Kesehatan,
mendongkrak angka partisipasi pendidikan
Dinas Sosial, Departemen Agama, perguruan
tingkat desa atau kelurahan,” terang Danny.
usia dini. Pertama, melakukan pendataan
tinggi, BKKBN, BPS, BPMD, BPPSLP, dan
Ketiga, memberikan bantuan dana block
sejumlah PAUD di Jabar. “Dari situ akan bisa
lain-lain. Dengan dukungan berbagai pihak,
grant rintisan dan kerjasama kelembagaan
dipetakan sudah berapa anak usia dini yang
dan dengan tekad yang kuat, program
PAUD. Dana block grant ini diambil dari dua
terlayani, dan apa saja persoalannya,” kata
pendidikan untuk benih-benih penerus
sumber: APBN dan APBD.
Danny. Kedua, meningkatkan pemberdayaan
bangsa ini niscaya berhasil.
Kemudian yang keempat, melakukan
tim koordinasi dan kelompok kerja (pokja).
peningkatan kapasitas tenaga pendidik
“Tim ini disebar dari tingkat provinsi hingga ES cASTRA dan ROBI SUGARA (Bandung)
TARGET PAUD YANG AKAN DILAYANI PADA 2007
Jumlah Anak Usia Jumlah Anak Terlayani Jumlah anak yang Proyeksi target harapan 1
No Kabupeten/Kota % %
Dini 0-6 Formal/Nonromal belum terlayani juta anak 2007 jumlah
1. Kota Bogor 87.87 6.546 41.61 51.291 19.265 1.9
2. Kab. Bogor 520.94 25.910 4.97 495.0 114.257 11.4
. Kota Depok 126.917 18.269 14.9 108.648 27.86 2.78
4. Kab. Sukabumi 290.155 10.821 .7 279.4 6.69 6.6
5. Kota Sukabumi 42.81 4.079 9,62 8.02 9.295 0.9
6. Kab. Cianjur 264.787 7.148 2,70 257.69 58.075 5,81
7. Kab. Bandung 466.786 55.00 11,78 411.78 102.79 10,24
8. Kota Bandung 228.659 48.219 21,09 180.440 50.151 5,02
9. Kota Cimahi 77.949 11.698 15,01 66.251 17.096 1,71
10. Kab. Sumedang 121.109 1.797 11,9 107.12 26.56 2,66
11. Kab. Garut 56.17 100.626 28,25 255.547 78.119 7,81
12. Kab. Tasikmalaya 20.709 2.489 10,18 207.220 50.601 5,06
1. Kota Tasikmalaya 69.206 11.581 16,7 57.625 15.179 1,52
14. Kab. Ciamis 186.179 42.968 2,08 14.211 40.84 4,08
15. Kota Banjar 1.517 .676 11,66 27.841 6.91 0,69
16. Kab. Kuningan 96.75 20.206 20,89 76.529 21.217 2,12
17. Kab. Cirebon 221.406 17.17 7,76 204.2 48.561 4,86
18. Kota Cirebon 4.020 4.796 14,10 29.224 7.462 0,75
19. Kab. Majalengka 112.954 25.426 22,51 87.528 24.774 2,48
20. Kab. Indramayu 229.19 77.122 ,6 152.197 50.296 5,0
21. Kab. Subang 18.45 6.576 4,75 11.859 0.6 ,04
22. Kab. Purwakarta 68.568 6.210 9,06 62.58 15.09 1,50
2. Kab. Karawang 215.75 1.61 6,2 202.122 47.21 4,7
24. Kab. Bekasi 126.788 19.015 15,00 107.77 27.808 2,78
25. Kota Bekasi 214.094 47.05 21,97 167.059 46.957 4,70
Sumber: Data diambil dari Buku Pedoman Operasional Pengelolaan PAUD Jabar 2007
59
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 59 7/14/2007 10:49:52 AM
Jawa Barat
mahal. Awalnya malah tidak dipungut biaya,
FOTO-FOTO: ROBY SUGARA
alias gratis. Namun, belakangan, para orang
tua murid merasa terpanggil untuk membantu
membayar honor para tenaga pendidiknya
yang tak seberapa. Honor para pendidik di
Kober cuma Rp 175.000 sebulan. “Tapi saya
senang saja mengajar di sini,” kata Tri Wuryani,
satu di antara tenaga pendidik Kober.
Kober Bunga Nusantara dikelola oleh
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Jayagiri,
Bandung. Tempatnya nebeng di gedung BP-
PLSP (Balai Pengembangan- Pendidikan Luar
Sekolah dan Pemuda) Regional II. Riany Arista
sendiri adalah pengurus BP-PLSP. Saat ini,
untuk tahun ajaran 2006-2007, jumlah warga
BERGERAK UNTUK
belajar di Kober Bunga Nusantara sebanyak
8 anak. Tiap hari, Kober Bunga Nusantara
membuka pendaftaran. Dengan sarana-
SEJUTA ANAK
prasarana permainan yang cukup memadai,
Kober Bunga Nusanara merupakan salah satu
kelompok belajar yang dijadikan percontohan
oleh Pemerintah Provinsi Jabar.
Para orangtua di Jawa Barat kian menyadari pentingnya pendidikan
anak usia dini. Sejak disosialisasikan gerakan sejuta PAUD di Jabar,
Perlu 30.000 Lembaga Paud
Tim Penggerak PKK, Forum PAUD, Himpaudi, dan organisasi massa
Sejak Departemen Pendidikan Nasional giat
bahu-membahu menggolkan target sejuta anak terlayani pendidikan menyosialisasikan PAUD, seluruh pemerintah
pada tahun ini. daerah sigap merespon program itu. Banyak
K
Lilis tak menganggap penting pendidikan
amis, 21 Juni 2007, mungkin merupakan lembaga PAUD bermunculan. Pemerintah
anak usia dini. Apalagi biaya masuk Kelompok
hari yang paling membahagiakan bagi Daerah Provinsi Jabar mematok target
Bermain dan Taman Kanak-kanak di Bandung
Yusuf Oktariansyah. Bocah kelahiran memasukkan sejuta anak pada lembaga
tidak murah.
Bandung, 17 Oktober 2002, itu dengan ceria PAUD, tahun ini. Asumsinya, jika setiap
Lalu, ketika Pemerintah Provinsi Jawa
mengenakan toga wisuda sebagai tanda lembaga PAUD menampung 0 anak, berarti
Barat (Jabar) gencar menyosialisasikan
tamat pendidikannya di Kelompok Bermain harus ada lebih dari 0.000 lembaga PAUD.
gerakan PAUD, Lilis akhirnya tersadarkan
Bunga Nusantara, Jayagiri, Bandung. Dari data yang tercatat di Dinas pendidikan
bahwa pendidikan usia dini itu amat penting.
Lilis Purwani (0 tahun), orangtua Yusuf Jabar, pada 2006 terhitung ada sekitar 1.
Akhirnya, Lilis memasukkan anaknya ke Kober
juga turut merasakan kebahagiaan yang kober yang tersebar di seluruh penjuru Jabar.
Bunga Nusantara, yang menawarkan konsep
sama menyaksikan wisuda anaknya. “Ada Selain itu, ada Taman Penitipan Anak sebanyak
Kelompok Bermain berbiaya murah. Banyak
rasa haru bagi saya ketika melihat anak saya 16 unit, ada 1.008 Pos PAUD, 1.47 Posyandu,
perubahan yang dialami anaknya setelah
memakai toga, bernyanyi, dan berjoget,” dan ada 97 lembaga PAUD lainnya. Jika
masuk Kober. “Anak saya sudah bisa mandiri
ungkap perempuan yang berprofesi sebagai ditotal, baru ada 4.47 lembaga PAUD. Masih
sendiri, pake baju sendiri, sepatu sendiri, dan
perias pengantin itu. jauh sekali di bawah kebutuhan.
kecerdasannya mulai terlihat,” tutur Lilis.
Lilis senang karena Yusuf bisa ikut Kepala Seksi Warga Belajar Subdinas
Riany Arista, pengelola Kober Bunga
pendidikan pra sekolah di Kober—sebutan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Dinas
Nusantara, membenarkan bahwa biaya
untuk Kelompok Bermain Bunga Nusantara, Pendidikan Jabar, Drs H Husen R Hasan,
pendidikan di lembaga pendidikannya tidak
yang biayanya terbilang murah. Awalnya, mengakui masih sedikitnya jumlah lembaga
PAUD di Jabar. Namun, ia merasa yakin
Anna Anggraen
Siti Djubadeah,
at NU
Ella M, Muslim i, bahwa target sejuta anak yang terlayani
Himpaudi Jaba
Aisyiyah
r PAUD akan tercapai tahun ini. “Di lapangan,
gerakan PAUD yang dilakukan masyarakat
kian semarak, apalagi setelah dibentuk
Forum PAUD dan Himpaudi tahun lalu,”
kata Husen.
Selain Forum PAUD, dan Himpaudi,
Arysad Ahmad
, ada sejumlah lembaga lain yang turut
Forum PAUD Ja
bar
concern menggerakkan PAUD, seperti PKK,
60 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 60 7/14/2007 10:50:03 AM
Jawa Barat
juga turut berpartisipasi aktif dalam Gerakan
penggerak PAUD lainnya seperti Posyandu,
PKBM, Aisyiyah, Muslimat NU, Posyandu, dan
Sejuta PAUD ini. NU dengan muslimat NU-
Muslimat NU, Aisiyah dan sebagainya,” kata
sejumlah masjid.
nya memiliki lembaga PAUD sekitar 194
Arsyad. “Tugas kami adalah menciptakan
Ketua Harian Forum PAUD, Dr . Ir.H.
buah. Ketua Muslimat NU Jabar, Dra.Hj.R.Ella
sinergi di antara semua komponen penggerak
Arsyad Ahmad, M.Pd, mengatakan bahwa
Muhammad, mengatakan bahwa jauh
PAUD,” Arsal menegaskan.
tugas yang diemban Forum PAUD adalah
sebelum Pemerintah Jabar menyosialisasikan
Himpaudi pun tak mau ketinggalan langkah.
men-sinergi-kan lembaga PAUD yang ada di
gerakan PAUD, lembaganya sudah bergerak
“Kami akan terus berupaya meningkatkan
Jabar. Selain itu, Forum Paud juga berusaha
lebih dulu.
kompetensi, kualitas, juga kesejahteraan para
menggalang bantuan dari masyarakat dan
Pendapat senada juga diungkapkan Ketua
pendidik PAUD,” kata Anna Anggraeni, Ketua
seluruh stakeholder PAUD. “Kami akan terus
Aisiyah Jabar, Siti Djubaidah. Ia mengatakan
Himpaudi. Menurut Anna, sebagian besar para
melakukan sosialisasi, evaluasi, menjalin
bahwa Aisiyah bahkan telah peduli pada
pendidik PAUD hanya berpendidikan SMA,
kerjasama dengan sejumlah pihak untuk
pendidikan anak sejak sebelum kemerdekaan.
bahkan ada yang cuma lulus SMP. “Kami akan
turut membantu gerakan PAUD,” ujar Arsyad.
“Jadi, Aisiyah bisa dibilang gurunya bangsa
tingkatkan pendidikan mereka,” ujar Anna
“Pokoknya, tugas kami adalah ngomporin
ini,” ujar Djubaidah.
yang memiliki enam lembaga PAUD, tersebar
orang untuk mau membantu PAUD,” Arsyad
Muslimat NU dan Aisiyah yakin, Gerakan
di Bandung.
menambahkan sambil tersenyum. Seperti
Sejuta PAUD di Jabar akan sukses. Alasannya,
Tim penggerak PKK yang dimotori Ibu
diungkapkan Husen R Hasan, tanpa bantuan
seluruh komponen masyarakat telah ikut
Gubernur, Nyonya Danny Setiawan, juga turut
semua pihak, program sejuta anak terlayani
tersadarkan untuk mengembangkan PAUD.
berjibaku menggerakkan perluasan PAUD di
PAUD tak bakal tercapai tahun ini seperrti
Apalagi, pemerintah turut membantu dari
seantero Jabar. “Gerakan ini tak akan berhasil
yang diharapkan.
segi pendanaan, sehingga masyarakat tak
jika tak melibatkan kekuatan masyarakat,” ujar
Forum PAUD juga akan menggerakkan
terbebani dalam urusan biaya. Dengan
Nyonya Danny. “Karena itu saya akan terus
sejumlah tempat atau fasilitas umum untuk
bantuan pemerintah itu, PAUD kini bisa
mengajak semua lapisan masyarakat untuk
berpartisipasi dalam penyelenggaraan PAUD
dinikmati oleh kalangan masyarakat yang
terjun membantu gerakan ini,” tegasnya.
sesuai dengan kapasitasnya. Misalnya, terminal,
tidak mampu.
Dua organisasi massa terbesar di Indonesia,
stasiun, dan masjid-masjid. “Kami akan selalu
Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah,
bergandengan tangan dengan lembaga ES cASTRA dan ROBI SUGARA
JUMLAH LEMBAGA DAN TENAGA PENDIDIK PAUD NoNFoRMAL JABAR 2006
Jumlah Lembaga Jumlah tenaga pendidik
Jumlah anak Jumlah anak
Kabupaten/Kota Jumlah (%)
usia 0-6 yang terlayani Kober TPA Pos PAUD Posyandu Lainnya L P Jml
Kota Bogor 87.87 25.560 29,10 18 - 6 79 - 19 105 124
Kab. Bogor 520.94 1.771 0,4 4 1 75 98 - 6 154 190
Kab. Cianjur 264.787 2.8 1,07 45 1 11 42 - 27 157 184
Kab. Sukabumi 290.155 2.50 0,81 68 - 20 102 - 2 170 19
Kota Sukabumi 42.81 4 0,81 7 5 17 25 - 1 40 41
Kota Depok 126.917 1.8 1,09 87 2 65 79 15 19 144 16
Kab. Purwakarta 68.568 2.592 ,78 16 9 109 7 - 1 159 172
Kab. Karawang 215.75 8.716 4,04 - 77 - - 77 145 222
Kab. Bekasi 126.788 1.712 1,5 9 - 10 99 - 1 148 161
Kota Bekasi 214.094 .084 1,44 190 8 79 116 - 5 87 440
Kab. Subang 18.45 1.99 1,44 21 2 1 40 96 46 457 50
Kab. Cirebon 221.406 6.841 ,09 2 - 20 57 22 11 84 95
Kota Cirebon 4.020 1.054 ,10 6 2 11 24 7 54 61
Kab. Indramayu 229.19 66.72 29,10 - 21 1 - 6 76 82
Kab. Kuningan 96.75 12.418 12,84 69 10 75 51 - 1 117 10
Kab. Majalengka 112.954 16.462 14,57 120 1 1 61 - 1 148 179
Kab. Bandung 466.786 8.864 8, 202 40 - 199 0 56 205 261
Kota Bandung 228.659 19.740 8,6 47 9 72 45 - 75 245 20
Kab. Sumedang 121.109 7.822 6,46 1 6 16 54 55 20 19 159
Kab. Garut 56.17 88.272 24,78 94 7 122 1 1 15 170 185
Kab. Tasikmalaya 20.709 14.174 6,14 4 - 17 1 41 12 162 174
Kab. Ciamis 186.179 29.994 16,11 44 - 59 25 25 229 500 729
Kota Cimahi 77.949 6.566 8,42 12 2 9 2 - 2 67 99
Kota Tasikmalaya 69.206 6.601 9,54 9 1 15 18 76 15 8 5
Kota Banjar 1.517 2.688 8,5 9 - 28 154 - 7 28 5
Jumlah 4.559.79 70.565 8,1 1. 16 1.008 1.47 97 856 4.099 4.9555
Sumber: Disdik Jabar 2006
61
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 61 7/14/2007 10:50:06 AM
Sumatera Barat
FOTO-FOTO: FETTY S.L
Kegiatan para guru membina murid PAUD
TRADISI PENDIDIKAN
URANG AWAK
APK PAUD masih rendah: 29%. Selain
soal minimnya dana, warga masyarakat
menilai pendidikan dimulai di usia 6 tahun.
Anggaran pendidikan tersedot untuk
membangun SMP di pelosok kabupaten.
N
hampir selalu masuk 10 besar tingkat
M.Sc, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
AMA-nama seperti Haji Agus Salim,
nasional berdasarkan angka kelulusan
Sumatera Barat.
Drs Mohammad Hatta, Sjahrir, dan
siswa. Pada Ujian Nasional 2006 tingkat
Pendidikan di masyarakat Minang
ulama besar Haji Abdul Malik Karim
SMA, Sumbar menduduki posisi delapan
memang menjadi bagian budaya masa
Amrullah alias Hamka, sungguh tak asing
besar. Rinciannya: tingkat kelulusan SMA
lampau yang disebut jujai. Jujai secara
bagi kita. Mereka adalah putra-putra terbaik
Jurusan IPA mencapai 96,5%, SMA Jurusan
harafiah bermakna rangsangan. Tradisi
negeri ini yang mewarnai sejarah republik
IPS 92,2%, dan Jurusan Bahasa 95,5%.
menjujai (memberi stimulan atau memberi
ini. Mereka adalah urang awak yang berasal
Sedangkan untuk tingkat SMP, Sumatera
rangsangan) berawal dari budaya hidup
dari kalangan terpelajar. Mereka pula
Barat menduduki posisi ketujuh, dengan
di rumah gadang. Sebuah rumah gadang
setidaknya tercatat dalam sejarah emas
tingkat kelulusan 92,9%.
yang besar di masa lalu bisa dihuni seluruh
dunia pendidikan di Sumatera Barat,
Di luar itu, masih banyak tantangan
keluarga besar, mulai nenek, kakek, putra-
sebagai tokoh-tokoh yang menorehkan
tak ringan. Mulai dari kekurangan sarana-
putri hingga cucu-cicit.
prestasi membanggakan.
prasarana sekolah, kualifikasi guru, APK
Semua anak yang lahir di rumah gadang
Di masa lampau, ranah Minang menjadi
PAUD dan TK hanya 29%, sampai masalah
akan selalu dijujai. Yakni diberi pendidikan
tempat tujuan paling populer bagi mereka
klasik: keterbatasan dana.
sesuai adat keluarga. Yang memberi
yang ingin menimba ilmu. Banyak orang
Menurut Rahmat Syahni, banyak sekolah
pengajaran semua anggota keluarga yang
dari daerah lain menuntut ilmu di Padang
di Sumbar sudah uzur. Nyaris tak layak
sudah dewasa. Sang anak diajak bermain,
Panjang dan Bukittinggi. Bahkan dari
disebut bangunan sekolah. “Sekolah-
bercakap-cakap, dididik tata krama, hingga
Malaysia pun banyak yang belajar di ranah
sekolah yang sudah tua dan mulai hampir
dilatih bernyanyi. Meski rumah gadang
Minang. Tak heran jika di Padang, kini masih
runtuh itu tentu harus diperbaiki dan
mulai menghilang, namun tradisi menjujai
banyak tersisa sekolah-sekolah berumur tua,
biayanya jelas tidak sedikit,” kata doktor
masih terus hidup.
yang pernah terkenal pada zamannya.
statistika dari Iowa State University, Amerika
Kejayaan pendidikan Sumatera Barat
“Pendidikan adalah tradisi orang Minang.
Serikat.
(Sumbar) itu masih bersisa, meski tak gilang
Para orangtua rela miskin asal anaknya
Tak hanya perlu merehabilitasi bangunan
gemilang. Setidaknya, tiap tahun Sumbar
bersekolah,” kata Dr. Ir. Rahmat Syahni,
62 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 62 7/14/2007 10:50:09 AM
Sumatera Barat
pemasangan baliho.
sekolah. Untuk meningkatkan kualitas di daerah perkotaan memang tak ada
“Kami menginstruksikan seluruh dinas
pendidikan di Sumatera Barat, Rahmat masalah, tapi di kabupaten-kabupaten
pendidikan kabupaten/kota untuk mengajak
Syahni juga berusaha mendandani para masih menghadapi banyak persoalan,”
anak-anak kembali ke sekolah,” kata Rahmat.
tenaga pengajarnya melalui peningkatan kata Rahmat. Pemerintah Provinsi Sumbar
Para guru juga diminta membujuk anak-
kualifikasi guru. “Banyak guru di Sumatera menargetkan tuntas Wajib Belajar 9 tahun
anak putus sekolah di lingkungan tempat
Barat belum berijasah sarjana,” katanya. pada 2009.
tinggalnya kembali bersekolah. Bagi anak-
”Mereka yang belum sarjana kita lanjutkan Menurut Rahmat, masih banyaknya
anak pintar dari keluarga kurang mampu
kuliahnya, bahkan kita juga menyekolahkan wilayah kabupaten terisolasi yang tingkat
disediakan beasiswa dari APBD sebagai
guru ke tingkat S-2.” APK SMP/MTs masih sangat rendah.
pendamping BOS. Dinas Pendidikan juga
Para guru yang mendapat prioritas Misalnya di Kabupaten Mentawai anak usia
membagi-bagikan seragam sekolah secara
melanjutkan studinya ke jenjang S-2 SMP masih sulit mengakses sekolah. Lokasi
cuma-cuma kepada anak-anak sekolah di
adalah yang membidangi mata pelajaran permukiman penduduk yang berpencar-
daerah terpencil.
penting seperti Matematika, Fisika, Kimia, pencar menyebabkan anak-anak tidak
Kendala lain yang paling umum dan
dan Biologi. ”Kita memang membutuhkan mudah mencapai sekolah yang letaknya
sudah menjadi masalah klasik adalah
guru yang punya kemampuan lebih untuk di ibukota kabupaten. ”Mereka memilih
masalah dana. Baru dua tahun terakhir ini
pelajaran-pelajaran itu,” kata Rahmat. tidak sekolah, daripada harus berjalan kaki
Dinas Pendidikan berhasil meningkatkan
Saat ini jumlah guru dari SD sampai SMA selama lima jam untuk mencapai sekolah,”
anggarannya. Sebelumnya anggaran
kata Rahmat prihatin.
Negeri di seluruh Sumbar ada 76.15 orang.
pendidikan amat kecil. Tahun 2005,
Untuk mengatasi masalah ini, Dinas
Dari jumlah tersebut, yang berpendidikan
Pendidikan berusaha membangun unit-unit
sarjana berjumlah 1.076 orang, sisanya anggaran pendidikan masih ,1% dari
sekolah baru, sekolah satu atap dan sekolah
belum sarjana. Karena itu, sejak tahun APBD. Tahun 2006 meningkat hingga
kecil, terutama di daerah terpencil. Selain
2006, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera 1,1% atau sekitar Rp 105 miliar. Tahun ini,
itu, untuk mengakses anak-anak yang putus
Barat sudah menyekolahkan sekitar 1.700 anggaran pendidikan naik menjadi 17%
sekolah, Dinas Pendidikan Sumatera Barat
orang gurunya hingga meraih gelar sarjana. atau sekitar Rp 120 miliar.
juga memberdayakan program-program
Menurut Rahmat, untuk meningkatkan “Namun belajar dari pengalaman tahun
kesetaraan.
kualifikasi guru ini, Dinas Pendidikan 2006, kami kewalahan kalau mengelola
Supaya guru mau mengajar di tempat
Sumbar menggunakan dana dari APBD, sendiri dana sebanyak itu, maka kini
terisolasi, Dinas Pendidikan memberi
APBN dan Dana Alokasi Khusus. yang kami kelola hanya sekitar Rp 50
tunjangan khusus bagi mereka yang
Sumbar juga masih bekerja ekstra keras miliar. Sedangkan sisanya, langsung kami
bertugas di daerah terpencil. Tunjangan
menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun. APK jadikan block grant di kabupaten kota,”
itu dimaksudkan sebagai perangsang, agar kata Rahmat. Dari Rp 70 miliar dana block
SD/MI tahun 2005 sebesar 109,7%. Namun
para guru tetap bersemangat mengajar grant itu, menurut Rahmat, sebagian besar
APK SMP/MTs masih 87,2%. Setidaknya
di pelosok. Sosialisasinya dilakukan digunakan untuk rehabilitasi sekolah.
butuh mengatrol 8% buat disebut tuntas
melalui radio, televisi, koran dan dengan Karena baru dua tahun mendapat
Wajar 9 Tahun. ”Program Wajib Belajar
anggaran yang cukup besar, maka banyak
pekerjaan yang langsung digarap dalam
dua tahun ini. “Sepertinya kami harus
merapel pekerjaan yang selama ini tertunda
penyelesaiannya. Jadi kami agak kewalahan
juga menangani pekerjaan yang menumpuk
ini,” tutur Rahmat.
Pendidikan Anak Usia Dini
Secara umum perkembangan Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD) dan TK di Sumatera
Barat juga masih berjalan lambat. Menurut
data Dinas Pendidikan Sumbar tahun 2006,
jumlah lembaga PAUD di sana 425 buah.
Terdiri dari Kelompok Bermain 182 buah,
Taman Penitipan Anak 77 buah, dan Satuan
PAUD Sejenis 166 buah.
Sementara itu jumlah TK ada 1.585
sekolah. Hanya 16 TK berstatus negeri. Hal
Dr. Ir. Rahmat Syahni, M.Sc, Kepala Dinas ini tidak sepandan dengan jumlah anak
Pendidikan Provinsi Sumatera Barat usia 0–6 tahun yang mencapai 69.57.
6
Juli - Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 63 7/14/2007 10:50:18 AM
Sumatera Barat
dan Muslimat NU.
waktu melukis di yari
Diakui Johny, Ibu Gubernur, Ibu
Wakil Gubernur, dan ibu-ibu bupati
yang tergabung dalam PKK, berperan
penting dalam mengembangkan PAUD.
”Di Kabupaten-kabupaten yang sudah
terbentuk Himpaudi dan Forum PAUD,
perkembangan pendidikan anak usia
dininya makin maju, berkat dukungan aktif
PKK,” kata Johny. Kabupaten-kabupaten itu
antara lain, Bukittinggi, Padangpanjang,
Agam, Tanahdatar, Padangpariaman,
Sawahlunto, dan Damasraya.
Dalam membangun PAUD, upaya yang
dilakukan Dinas Pendidikan antara lain
menyekolahkan 8 pendidik PAUD dari 19
kabupaten hingga meraih gelar sarjana. Saat
ini, kualifikasi pendidik PAUD di Sumatera
Barat memang masih dianggap sangat
rendah. Rata-rata mereka hanya lulusan
Kendala perkembangan PAUD lainnya SMA. Untuk meningkatkan kompetensinya,
Minimnya jumlah lembaga PAUD setara
adalah dana APBD yang masih minim mereka diikutkan dalam berbagai pelatihan,
dengan jumlah murid yang tersentuh
untuk PAUD. Selama ini dinas pendidikan seperti pelatihan mengenai metode
lembaga PAUD yang baru sekitar 10.88.
hanya mengharapkan partisipasi swasta pembelajaran Beyond Centre and Circle Time
Sisanya, terserap Posyandu yang berjumlah
untuk menangani pendidikan anak usia (BCCT), mengenai tumbuh kembang anak,
6.652 unit, yang tersebar di 19 kabupaten.
dini. “Kalau kita ingin menangani PAUD dan pelatihan membuat alat permainan
Belakangan, sejumlah organisasi yang
berarti kita juga harus siap dengan dana yang murah.
membidangi PAUD bermunculan di sana.
yang besar. Karena jumlah PAUD yang kita Menurut Johny, usaha lain yang
Tahun lalu, berdiri Himpaudi dan Forum
tangani cukup besar,” kata Rahmat. dilakukan adalah menyosialisasikan
PAUD Provinsi Sumbar. Himpaudi berdiri
Selain itu, menurut betapa pentingnya PAUD.
pada Juni 2006, sedangkan Forum PAUD ada
Johny, ada anggapan Sosialisasi dilakukan melalui
sejak 2005. Namun, kegiatannya perlahan-
yang salah dari para berbagai media, seperti radio,
lahan mati suri, dan baru diaktifkan kembali
penyelenggara PAUD. surat kabar, dan baliho.
tiga bulan lalu. Ibu Gubernur Sumatera
”Mereka beranggapan “Kami menyosialisasikan
Barat, Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, yang
akan terus menerima semua program yang
terpilih menjadi ketua Forum PAUD, hingga
bantuan dari pemerintah diselenggarakan PAUD,
kini belum sempat dilantik, sehingga belum
untuk penyelenggaraan serta berusaha mengajak
melaksanakan program-program kerja.
PAUD. Padahal pemerintah masyarakat membawa
Menurut Rahmat Syahni, lambatnya
hanya memberikan dana anak-anak usia dininya
perkembangan penanganan PAUD
rintisan,” kata Johny. ke lembaga PAUD,” ujar
disebabkan sifat PAUD sendiri yang dinilai
Buntutnya, ketika bantuan Johny.
“pendidikan luar sekolah”. Para orangtua
in
Drs Johny Nurd
pemerintah tak ada lagi, Keseriusan Pemerintah
masih tidak menganggap penting PAUD.
maka banyak pengelenggara Provinsi Sumbar
”Sebagian besar masyarakat beranggapan
PAUD menutup kegiatannya. ”Biaya meningkatkan PAUD setidaknya bsia
bahwa pendidikan anak, baru dimulai
penyelenggaraan PAUD itu memang disimak dengan terbitnya buku pedoman
pada umur 6 tahun. Mereka menganggap
seharusnya jadi tanggung jawab penyelenggaraan PAUD yang terintegrasi.
pendidikan di bawah umur itu tidak
masyarakat, dan orang tua. Pemerintah Buku ini dibuat atas kerjasama Dinas
penting,” kata Rahmat.
hanya membantu,” ujar Johny. Pendidikan dengan Dinas Kesehatan, PKK,
Pendapat Kepala Seksi Pendidikan
Toh, Johny optimistis bahwa PAUD di PKBM dan berbagai pihak lain yang jadi
Luar Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi
Sumatera Barat akan terus membaik. Tahun stake holder PAUD. Dana untuk membantu
Sumatera Barat, Drs Johny Nurdin, senada
lalu, anak usia 0–6 tahun yang terlayani PAUD penyelenggaraan PAUD pun terus
dengan pandangan Rahmat. ”Kendala PAUD
baru 21%. Tahun ini meningkat menjadi ditingkatkan. Tahun ini, Dinas Pendidikan
adalah tingkat kesadaran dan pemahaman
29%. Peningkatan ini berkat upaya keras sudah menganggarkan sekitar Rp 400 juta
masyarakat terhadap PAUD yang masih
dari dinas pendidikan yang bekerjasama yang berasal dari APBD
rendah di Sumatera Barat,” katanya. ”Mereka
dengan Himpaudi, tim penggerak PKK, dan
beranggapan pendidikan hanya dimulai
asosiasi wanita lain seperti BKW, Aisyiyah,
dari SD.” FETTY SHINTA LESTARI (Padang)
64 Pena Pendidikan Juli - Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 64 7/14/2007 10:50:24 AM
Sumatera Barat
foto-foto: fEttY SHINtA LEStARI
Yusticia Katar bersama murid-muridnya
MENDIRIKAN SEKOLAH
TEXAS DI PADANG
Seorang doktor dari Universitas Andalas mendirikan sekolah internasional di Padang.
Idenya berawal dari kebutuhan lembaga pendidikan yang pas buat anaknya.
“G
mencari sekolah yang bagus buat anak saya,”
ibunda Yari, Dr. Yusticia Katar, yang sehari-
ood Morning, Miss..,” kata Yari
kata Yusticia. Tapi ia merasa tak ada yang
hari menjadi dosen di Fakultas Kedokteran
kepada gurunya. Pagi itu Yari
cocok dengan harapannya. Maka, Yusticia
Universitas Andalas, Padang.
baru tiba di sekolahnya, dan
pun berinisiatif mendirikan sendiri sekolah
Ide mendirikan sekolah berpengantar
berpapasan dengan seorang ibu gurunya.
ini.
bahasa Inggris itu berawal dari pemikiran
Yari adalah bocah laki-laki, siswa kelas tiga
Yusticia akan pentingnya sekolah internasional
Primary School (setingkat sekolah dasar) di
bagi anaknya. Ia menilai bahasa Inggris sudah
Yari International School, Padang, Sumatera
Inspirasi Jerman
jadi bahasa internasional, sehingga harus
Barat.
dikuasai Yari. Namun, di Padang belum ada
Loh.. kok nama Yari sama dengan nama Yusticia terinspirasi oleh sekolah milik
sekolah internasional yang pas dan bisa
sekolahnya? Ya, karena dari namanya itulah temannya, ketika ia mengambil program S-3
dimasuki anaknya itu.
nama sekolah ini berasal. Yari International di salah satu perguruan tinggi di Jerman. Di
“Saya sempat berkeliling Kota Padang
School didirikan pada Agustus 2002 oleh tempat teman Jermannya itu Yusticia pernah
65
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd65 65 7/14/2007 10:06:39 AM
Sumatera Barat
model pembelajarannya. Sedangkan berbicara dengan anak-anak mengunakan
Yusticia bertanggung jawab dalam kata-kata sederhana dalam bahasa Inggris,
soal pendanaannya. seperti menyebutkan warna-warna.
Dipilihlah model pembelajaran “Kami di sini tidak menyuruh anak untuk
yang diterapkan lembaga PAUD menghafal kosa kata bahasa Inggris, tapi
di Jerman dan Belanda, kemudian langsung mengajak mereka bicara dengan
dicocokan dengan kultur Indonesia. bahasa Inggris,” kata Yusticia. “Anak-anak
Yusticia bersemangat sekali mengelola akan menyimpan setiap kata-kata yang
sekolahnya itu, karena cita-citanya didengarnya dalam memorinya. Dan
menjadi guru dan pengelola TK yang kemudian, ia akan mengucapkannya dengan
terpendam lama dapat diwujudkan. lancar. Inilah metode bilingual yang kita
Kemudian, Yusticia memasang gunakan,” Yusticia menjelaskan.
iklan di koran mencari para calon guru Sarana dan prasarana yang dimiliki
untuk sekolahnya. Menurut Yusticia, “Sekolah Texas” ini cukup lengkap. Alat
syarat utama calon gurunya adalah permainan edukatif melimpah ruah, dengan
harus mencintai anak, memiliki emosi ruang belajar yang bersih, dan jendela besar
yang stabil, dan yang lebih penting, tak berdaun di setiap kelas yang membuat
harus mampu berbahasa Inggris. sirkulasi udara sangat baik. Selain itu, ada
Dari 40 pelamar yang datang pada perpustakaan, laboratorium komputer dan
gelombang pertama, tidak satu pun internet, ruang musik dan keterampilan, serta
yang memenuhi seluruh persyaratan kendaraan antar jemput anak.
tadi. Anak-anak yang bersekolah di Yari dapat
Namun, selang dua hari datang memilih ekstrakurikuler yang disukai seperti
dua orang yang ternyata memenuhi sempoa, karate, gitar, biola, drum, baca Al
syarat. Akhirnya kedua orang itulah Quran, renang dan lain-lain. Dengan fasilitas
yang dilatih Astrid menjadi guru. Saat yang lengkap dan memadai, tentu orang
memasuki tahun ajaran baru, Agustus tua juga harus mengeluarkan uang ekstra.
2002, Yari International School pun Berapa biaya masuk ke sekolah ini? Untuk
resmi dibuka. Peserta pertamanya sekitar playgroup Rp 200.000, untuk TK Rp 250.000,
melihat-lihat katalog yang berisi tentang
20 anak. dan SD Rp 425.000.
banyak hal yang berhubungan dengan
Karena semua warga sekolah di Yari
pendidikan anak usia dini. Ia melihat banyak
International School harus menggunakan
sekali permainan anak di Jerman yang dibuat
Dari Playgroup Sampai SMP
dari kayu. bahasa Inggris, maka para guru pun dituntut
Kemudian ia teringat kayu-kayu kualitas Yari International School yang menempati untuk mahir berbahasa internasional ini.
bagus yang teronggok di gudang rumahnya lahan seluas 3.500 m 2, memiliki empat Mereka diminta untuk terus memperkaya kosa-
di Padang. Yusticia lalu mulai membuat jenjang. Keempatnya adalah: jenjang kata dalam bahasa Inggris. Selain itu mereka
permainan anak dan perlengkapan sekolah infant atau toddler (untuk usia 5 bulan – 18 juga harus terus mengasah kemampuan
seperti bangku dan meja dari kayu, dan bulan), playgroup (usia 18 bulan – 4 tahun), pedagogiknya dan memperdalam ilmu
kemudian memanfaatkannnya untuk kindergaten atau taman kanak-kanak (4 – 6 psikologi tentang anak.
prasarana main anak-anak usia dini di sekolah tahun) dan primary atau sekolah dasar (6 –12 Yusticia mempunyai cara khusus untuk
yang akan didirikannya. tahun). Namun untuk jenjang primary saat melatih guru sehingga menjadi guru yang
Sebelum menyelenggarakan pendidikan ini baru ada 3 kelas yaitu dari kelas 1 sampai potensial. Ia lebih memilih calon guru
anak usia dini berkonsep internasional itu, kelas 3. Bangunan untuk Kelas 4 hingga kelas lulusan sastra Inggris, daripada lulusan
Yusticia berkonsultasi dengan temannya, 6 sedang dibangun. Yusticia kini juga tengah PGTK (Pendidikan Guru Taman Kanak-
Astrid E.C. Smith-Haan Bsc. Dia seorang menyiapkan jenjang SMP. kanak). Alasannya karena sekolahnya lebih
guru PAUD (pendidikan anak usia dini) yang Jumlah murid Yari International School membutuhkan guru yang bisa berbahasa
pernah bersekolah PAUD di Belanda. Yusticia saat ini mencapai 134 anak, dan hampir Inggris. “Kalau syarat mampu berbahasa
memaparkan kembali idenya mendirikan semuanya sudah mampu menggunakan Inggris sudah terpenuhi, mereka tinggal
lembaga PAUD internasional, karena ia merasa bahasa Inggris. Bagi para siswa mulai dari dididik kemampuan pedagogik dan psikologis
kesulitan mencari lembaga pendidikan kelas 3 sekolah dasar, mereka memang harus anak,” kata Yusticia.
prasekolah buat anaknya. sudah harus full berbahasa Inggris di dalam Sebaliknya, para lulusan PGTK umumnya
Astrid ternyata menyambut ide Yusticia. kelas maupun di luar kelas. kurang menguasai bahasa Inggris, karena
Akhirnya bersama Astrid, Yusticia bekerja Namun anak-anak yang berada di kelas mereka memang disiapkan untuk mengajar
sama mendirikan lembaga PAUD, dan infant dan playgroup pun sudah diperkenalkan di PAUD konvensional, bukan di lembaga
sekaligus sekolah dasar internasional. Astrid bahasa Inggris. Guru biasa mengajak mereka pendidikan internasional. “Bagi saya, lebih
ditugaskan menyusun kurikulum dan beryanyi lagu “Twinkle Twinkle Little Star” atau mudah menerima tamatan sastra Inggris,
66 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd66 66 7/14/2007 10:06:42 AM
Sumatera Barat
Para guru memperhatikan karakter masing-
kemudian baru diberi pengetahuan TK,” kata anak bisa mandiri, maka guru harus mandiri.
masing anak dengan jeli. Jadi, para guru
Yusticia. Umumnya, mereka bisa dibentuk Semuanya yang kita inginkan pada diri
paham benar dengan masing-masing pribadi
dan mereka juga bisa belajar cepat tentang anak, harus ada pada diri guru. Guru adalah
anak, sehingga tahu cara menghadapinya.
pedagogik dan psikologi anak. motivator, stimulator, fasilitator. Itu lah guru
“Tiap anak memiliki karakter emosi
Di luar kemampuan bahasa Inggris, yang ideal,” tegas Yusticia.
dan intelijensia masing-masing,” kata Miss
penguasaan pedagogik dan psikologi Guru yang berkualitas, kata Yusticia,
Neneng.“Ada anak yang dalam satu hari dapat
anak, kata Yusticia, yang lebih penting, para tentu punya harga. Dan, orang pun berani
menguasai pelajaran dengan baik, tapi ada
calon guru di sekolahnya harus punya sifat membayar mahal. Yusticia bersyukur guru-
juga temannya yang dalam tiga hari belum
penyayang terhadap anak-anak. gurunya punnya kualitas lebih bagus. Hal itu
menguasai,” kata Miss Neneng. “Kuncinya,
“Karena itu, ketika saya mencari guru terbukti ketika guru-guru di Yari International
ternyata bagaimana kita menghadapi
di sini, saya tidak peduli ijazah dan IPK-nya school ikut bergabung saat Himpaudi
karakter emosi anak-anak.”
berapa, tapi isi hati nuraninya. Mereka harus Sumatera Barat membuka konseling pasca-
Metode penanganan anak di Sekolah
menyayangi anak-anak,” katanya. gempa. “Ternyata banyak yang memilih
Yari itu sejalan dengan program yang
konseling dengan guru-guru Yari,” kata
dilaksanakan oleh Direktorat PAUD,
Yusticia. “Mereka juga sering diajak bertemu
Menggembleng Guru Departemen Pendidikan Nasional, yaitu
oleh guru lain dan pengurus Himpaudi untuk
PAUD berbasis keluarga. Yang dimaksud
pelatihan,” lanjutnya.
Menurut Yustisia, kendala utama dalam
dengan PAUD berbasis keluarga adalah PAUD
Yusticia kini mempercayakan Yuri
menjalankan pendidikan di sekolahnya
yang tidak hanya mendidik anak-anak, tapi
International School kepada Wirdaningsih,
adalah langkanya guru yang qualified. Para
juga memberi pemahaman kepada para
yang biasa disapa “Miss Neneng”, sebagai
calon guru umumnya punya kelemahan yang
orangtua dalam menangani anak-anaknya.
kepala sekolah. Yusticia sendiri, sebagai
sama; kurang menguasai bahasa Inggris.
Tiap anak berbeda emosinya, dan orang tua
p e m i l i k , h a ny a m e n g a r a h k a n d a n
Dampaknya, para guru yang tidak mahir
harus mampu mendidik mereka berdasarkan
bertanggung jawab dalam penyiapan
berbahasa Inggris bukan hanya kurang lancar
karakter emosinya itu.
prasarananya, selain ikut mengajar.
dalam mendidik anak-anak, tapi juga tak
“Orangtua harus paham program sekolah
piawai memanfaatkan literatur-literatur asing
anak-anaknya, sehingga bisa saling bekerja
untuk meningkatkan kompetensinya.
Dijuluki Sekolah Texas sama demi terselenggaranya pendidikan
Karena itu, Yusticia selalu berusaha untuk
usia dini dengan baik. Misalnya, jika di
menggembleng guru-gurunya dengan Karena metode pembelajaran di Yari
sekolah anak dilatih untuk mandiri, maka di
memberi pelatihan, dan memberinya bahan- International School berbeda dengan
rumah pun juga dilatih mandiri. Bukan malah
bahan bacaan berbahasa Inggris yang lembaga PAUD dan sekolah konvensional,
sepulang sekolah si anak langsung ditangani
berkaitan dengan dunia PAUD. “Setiap hari maka sekolah ini kerap dijuluki “Sekolah
baby sitter,” jelas Yusticia.
saya mengajarkan guru hal yang berbeda. Texas”. Sebutan “Sekolah Texas” juga diberikan
Menurut Yusticia, tugas Sekolah Yari
Jika satu hal sudah dikuasai guru dengan baik, karena para guru yang mengajar di Sekolah
bukan hanya mendidik anak, tapi juga
maka besok guru akan diberikan hal lain lagi. Yari tidak diwajibkan mengenakan pakaian
merangkul seluruh komponen keluarga
Sehingga mereka benar- seragam. Mereka bebas memilih pakian
mulai dari ibu, ayah, hingga kakek dan
benar menjadi pendidik asal yang sopan. Karena
nenek, untuk bersama-sama mendidik si
yang berkualitas,” kata itu banyak yang memilih
anak. “Kami menyadari, anak-anak lebih
Yusticia. pakaian santai seperti
banyak menghabiskan waktunya di rumah
Yu s t i c i a j u g a celana jeans. “Dengan
bersama anggota keluarga mereka, daripada
kerap mendatangkan menggunakan pakaian
di sekolah,” kata Yusticia. Karena itu, katanya,
narasumber yang bebas, guru bebas
orang tua harus memahami posisinya sebagai
kompeten sebagai bergerak,” alasan Yusticia.
salah satu komponen pendidik.
pelatih guru ke D i S e k o l a h Ya r i ,
“Sebagus apa pun kualitas pendidikan
sekolahnya. Misalnya, anak-anak lebih banyak
di sekolah, tapi jika tidak dibarengi dengan
E l k e O s t h e i m e r, dibebaskan bermain.
dukungan orang tua terhadap program
kepala TK dari “Bermain adalah proses
sekolah di rumah, maka tujuan pendidikan
Jerman. Selama satu belajar bagi anak. Jika
tak akan tercapai dengan baik,” ujar Yusticia.
setengah tahun, Elke ia senang memanjat,
Program anak di sekolah dan di rumah
mengajar para guru maka kami akan
katanya, harus sejalan dan saling dukung.
di Yari International memberi panjatan
“Jadi yang paling penting dari PAUD berbasis
School, dan juga para guru TK yang tinggi. Biarkan anak-
keluarga adalah kerjasama antara keluarga
di Sumatera Barat. anak itu bebas. Saya memang
dan sekolah. Dan inilah yang saya hidupkan
Dalam pandangan Yusticia, kualitas ingin gaya ‘Texas’. Bebas. Saya bangga,”
disini,” kata Yusticia.
guru sangat mempengaruhi kualitas tukas Yusticia.
anak. “Jika menginginkan anak kritis, Selain itu pembelajaran yang diberikan
maka gurunya pun harus kritis. Jika ingin pada anak di Sekolah Yari bersifat individual. ESCAStRA dAN fEttY SHINtA LEStARI (PAdANg)
67
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd67 67 7/14/2007 10:06:45 AM
Sumatera Barat
Sumatera Barat. Sedangkan Maerawita
Marlis Rahman diberi amanah menjadi ketua
Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Anak Usia Dini), sekaligus
Ketua BKOW (Badan Koordinasi Organisasi
Wanita) Provinsi Sumatera Barat.
Forum PAUD
Sebenarnya Forum PAUD sudah didirikan
pada 2005, atas permintaan Departemen
Pendidikan Nasional. Kala itu, jabatan ketua
dan para pengurusnya dipegang para
pejabat Dinas Pendidikan Sumatera Barat.
Karena itulah dalam perjalanannya sering
terjadi ironi yang lucu. Setiap Forum PAUD
melakukan kegiatan, yang terlibat orang-
orang Dinas Pendidikan juga. Padahal,
mestinya kegiatan itu menjaring partisipasi
masyarakat. Begitu juga, ketika Dinas
Pendidikan memanggil para pengurus Forum
PAUD untuk membicarakan perkembangan
pendidikan usia dini, yang datang orang
Dinas Pendidikan juga.
“Ibarat jeruk mak an jeruk , Dinas
Pendidikan memanggil organisasi, tapi
yang datang orang Dinas Pendidikan juga,”
kata Johny Nurdin, Ketua Seksi Pendidikan
Luar Sekolah Dinas Pendidikan Sumatera
DUO UNI
Barat. Karena dirasa tidak menyentuh akar
sasarannya, maka kegiatan Forum PAUD pun
sempat vakum selama hampir dua tahun.
Di pihak lain, pemerintah Provinsi
PENDEKAR PAUD S u m ate ra B a rat , m a k i n m e ra s a k a n
pentingnya pengembangan PAUD untuk
mempersiapkan anak memasuki jenjang
sekolah dasar. Akhirnya, Maret lalu, Forum
Ibu Gubernur Sumatera Barat, Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, dan PAUD dibangunkan kembali dari tidurnya.
Ibu Wakil Gubernur, Dra. Hj. Maerawita Marlis Rahman M.Si, Untuk mengoordinasikannya, ditunjuk Hj.
ditunjuk jadi ketua Forum PAUD, dan ketua HIMPAUDI Sumatera Vita Gamawan Fauzi, SH, sebagai ketua
Barat. Pendidikan anak usia dini dimulai di posyandu. Forum PAUD. Pertimbangannya, karena
Vita Gamawan Fauzi adalah istri Gubernur
Sumatera Barat, Gamawan Fauzi. Vita
fEttY SHINtA LEStARI
juga menjadi ketua Tim penggerak PKK
P
(Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)
pendidikan anak usia dini, yang sebelumnya
endidikan anak usia dini (PAUD)
Sumatera Barat. Vita sudah berkecimpung
dirasa masih kurang memadai. Untuk
termasuk bagian penting dalam
mengurus PKK selama kurang lebih 12
mengurus pendidikan prasekolah itu, dua
proses pendidikan untuk menyiapkan
tahun. Dan, PKK menjadi mitra utama Dinas
Srikandi Sumatera Barat telah turun untuk
masa depan anak. Pendidikan prasekolah
Pendidikan dalam penyelenggaraan PAUD di
mengoordinasikan penyelenggaraan PAUD
ini dimaksudkan untuk mengondisikan
Sumatera Barat.
yang lebih baik. Dou uni itu adalah Ibu
psikologi anak sebelum memasuki jenjang
Hingga berita ini diturunkan, Vita
Gubernur, Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, dan
pendidikan yang sesungguhnya di sekolah,
Gamawan Fauzi belum sempat dilantik secara
Ibu Wakil Gubernur, Dra. Hj. Maerawita Marlis
mulai tingkat dasar, menengah, bahkan
resmi. “Jadi belum ada aktivitas organisasi,
Rahman M.Si.
hingga perguruan tinggi.
karena saya masih sedang mempelajari
Vita Gamawan Fauzi ditunjuk sebagai
Karena itulah, kini pemerintah Provinsi
cara kerjanya dan segala hal tentang Forum
ketua Forum PAUD Provinsi Sumatera Barat,
Sumatera Barat tengah terus berupaya
PAUD ini,” kata Vita. Tapi sebagai Ketua PKK,
sekaligus ketua Tim Penggerak PKK Provinsi
memperbaik i dan mengembangk an
68 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd68 68 7/14/2007 10:06:48 AM
Sumatera Barat
Menurut Vita Gamawan Fauzi, untuk berbagai unsur, antara lain para pendidik
Vita sebenarnya sudah kenyang pengalaman
meningkatkan mutu pelayanan BKB-PAUD, PAUD, pengelola PAUD, dokter anak, unsur
dalam menyelenggarkan pendidikan bagi
para kader PAUD terus diasah kompetensinya dinas pendidikan, dan akademisi.
anak usia dini.
melalui pelatihan, kursus, dan pendidikan. Kegiatan Himpaudi Sumbar selama
Vita memaparkan bahwa dalam tubuh
”Karena itu setiap ada informasi mengenai setahun ini lebih fokus pada kegiatan
organisasi PKK ada 10 program PKK,
pelatihan, Tim Penggerak PKK Provinsi memberikan pelatihan kepada para
termasuk BKB (Bina Keluarga Balita). BKB
menginformasikan kepada kader PAUD anggotanya untuk menambah wawasan
adalah kegiatan pendidikan anak usia dini
melalui tim penggerak PKK di kabapaten/ mereka baik dalam metode pembelajaran,
yang pelaksanaannya digabungkan dalam
kota sampai ke tim penggerak PKK di lapisan maupun dalam pemanfaatan alat-alat
kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu).
paling bawah, yaitu nagari dan kelurahan,” permainan. Dalam satu tahun ini Himpaudi
” K a r e n a i t u , u n t u k m e ny u k s e s k a n
kata Vita. ”Kemudian kalau ada dana, kader mengikuti dua pelatihan tingkat Sumatera.
penyelenggaraan BKB-PAUD ini dibutuhkan
PAUD bisa melakukan studi banding ke Selain itu, mereka juga gencar
kerja sama terintegrasi dengan Dinas
kelompok PAUD yang lebih bagus,” ibu tiga menyosialisasikan kegiatan PAUD ke seluruh
Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Badan
anak itu menambahkan. stake holder, termasuk masyarakat, orangtua,
Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
Saat ini Sumatera Barat memiliki PAUD anggota DPR, akademisi, dan praktisi
(BKKBN),” kata Vita.
percontohan yakni PAUD di Kabupaten pendidikan. Kegiatan sosial penting yang
Vita menjelaskan, dalam kegiatan BKB,
Tanahdatar, yang merupakan PAUD pertama pernah dilakukan adalah pada saat gempa
orangtua diberi pengetahuan mengenai
yang didirikan di Indonesia. “Saya selaku mengguncang Sumatera Barat, beberapa
tumbuh kembang anak. Anak-anaknya juga
ketua tim penggerak PKK menghimbau bulan lalu. Kala itu, mereka giat melakukan
dididik mandiri sesuai dengan kelompok
ketua tim penggerak PKK kabupaten/kota, konseling pascagempa bagi anak-anak, dan
umur. Dalam BKB ada lima kelompok umur,
untuk belajar PAUD di Tanahdatar. Tidak usah orangtua yang mengalami trauma.
yaitu dari 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun,
jauh-jauh ke daerah lain, cukup difEttY SHINtA LEStARI
daerah kita Menurut Maerawita Marlis Rahman,
3-4 tahun, 4-5 tahun. Setelah mendapat
sendiri saja,” ujar Vita, sambil tersenyum. PAUD di Sumatera Barat masih mencari
pendidikan dalam program BKB, anak-anak
metode pembelajaran yang tepat. Metode
berusia 5 tahun sudah bisa dimasukkan ke
Beyond Centre Circle Time (BCCT) yang
Taman Kanak-kanak (TK).
HIMPAUDI sejatinya diterapkan untuk PAUD, belum bisa
”Namun karena masih banyak nagari
dijalankan sepenuhnya. ”Karena metode
(desa) di Sumatera Barat yang masih belum Upaya pengembangan penyelenggaraan
BCCT memang belum terpahami dengan
memiliki TK, maka kelompok bermain BKB pendidikan anak usia dini, kini juga dilakukan
jelas karena belum ada acuannya. Oleh
inilah yang dimanfaatkan untuk PAUD,” tutur Himpaudi Sumatera Barat. Himpaudi
karena itu untuk sementara, Himpaudi
Vita. Jadi, menurut dia, BKB sebetulnya adalah Sumatera Barat berdiri pertengahan Juni
Sumatera Barat masih menggunakan
cikal bakal sistem pendidikan anak usia 2006. Ketuanya disepakati Dra. Hj. Maerawita
alat seadanya untuk pembelajaran PAUD
dini. ”Terbukti, BKB PAUD dapat memenuhi Marlis Rahman M.Si, istri Wakil Gubernur
terutama di pelosok,” kata Maerawita.
kebutuhan pendidikan usia dini, terutama di Sumatera Barat. Saat ini jumlah anggota
“Lagipula, kalau kita mengikuti model BCCT
desa-desa terpencil melalui posyandu.” Himpaudi sekitar 50 orang, yang berasal dari
sepenuhnya, perlu biaya yang cukup besar
untuk bisa menjangkau PAUD di daerah-
Anak-anak PAUD YARI International
daerah terpencil. Jadi belum sepenuhnya
School Padang sedang diperiksa giginya
kita terapkan,” Maerawita menambahkan.
M aerawita ber harap pemer intah
bisa terus konsisten mengembangkan
PAUD dengan memberikan dana rintisan
yang cukup guna peningkatan kualitas.
Untuk meningkatkan kualitas PAUD,
tentu harus memperhatikan kualitas para
pendidiknya.
”J i k a PAU D d i d i r i k a n s e b a n y a k
mungkin, tapi pendidiknya tidak diberikan
pembelajaran yang cukup mengenai
kurikulum dan metode mengajar anak,
maka tujuan memberikan pendidikan
yang baik untuk anak usia dini, hanya
tinggal angan-angan saja,” kata Maerawita.
Ia mengusulkan agar dana rintisan dan
dana pelatihan pendidikan PAUD, diberikan
secara seimbang.
ES CAStRA dAN fEttY SHINtA LEStARI (PAdANg)
69
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd69 69 7/14/2007 10:06:51 AM
Gorontalo
SAIfUL ANAM
P
erhelatan lokakarya Forum PAUD dan
JURUS AMPUH
HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini
Indonesia) yang berlangsung di Bandung,
PROvINSI MUDA
Jawa Barat, pertengahan Juni lalu terasa
istimewa. Pasalnya, acara tersebut dihadiri
oleh Hana Hasanah Fadel Muhammad, istri
Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad.
Ia hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua
Program PAUD di Provinsi Gorontalo berkembang sangat cepat antara
Forum PAUD Provinsi Gorontalo.
lain karena kesediaan Hana Hasanah Fadel Muhammad, istri Gubernur
Hana merupakan satu-satunya istri
gubernur yang hadir. Ada juga istri pejabat Provinsi Gorontalo Ir. Fadel Muhammad, menduduki posisi sebagai
lain yang datang, misalnya istri Wakil
Ketua Forum PAUD. Istri-istri bupati/walikota juga menjadi Ketua
Gubernur Sumatera Selatan yang menjadi
Forum PAUD di daerahnya masing-masing. Sosialisasi dilakukan lewat
Ketua Forum PAUD di daerahnya. Hana
berbagai cara, antara lain siaran rutin melalui RRI.
menyempatkan mampir ke Bandung
meski keesokan harinya pergi ke Eropa
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo,
muda setelah melepaskan diri dari Sulawesi
mendampingi suaminya.
Drs. Weni Liputo.
Utara itu mengakui Hana sangat aktif terlibat
Kehadiran Hana di acara lokakarya
Irina Popoi, Sekretaris Forum PAUD
dalam kegiatan PAUD. “Kami mendapat
Forum PAUD dan HIMPAUDI Bandung
Provinsi Gorontalo, menyatakan bahwa
dukungan penuh dari Pak Gubernur dan
hanya sebagian dari bentuk kepedulian dan
Hana menjadi Ketua sejak paguyuban ini
Ibu Gubernur dalam menjalankan program-
komitmennya yang tinggi terhadap PAUD.
dibentuk pada Juni 2006 lalu. Kendati baru
program pendidikan, termasuk PAUD,” kata
Jajaran masyarakat pendidikan di provinsi
70 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd70 70 7/14/2007 10:06:53 AM
Gorontalo
dengan tiga prioritas pembangunan di
Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad bersama istri provinsi tersebut, yaitu peningkatan mutu
sumber daya manusia (SDM), agropolitan
jagung (pertanian), serta perikanan dan
kelautan. PAUD menjadi bagian dari prioritas
program pertama.
Hingga kini, jumlah lembaga PAUD di
provinsi yang berpenduduk kurang lebih
satu juta jiwa itu sudah mendekati angka
300. Padahal, kata Weni Liputo, pada
2003 baru ada tiga. Pertumbuhan paling
pesat terjadi di Kabupaten Gorontalo dan
Bualemo, lantaran bupati setempat juga
sangat peduli.
Salah satu tantangan yang menghadang
PEMPRov. goRoNtALo
pelaksanaan program PAUD adalah
fakta bahwa sebagian besar gurunya
berpendidikan SMA. Namun Universitas
Negeri Gorontalo (UNG) memberi dukungan
penuh, yang dibuktikan dengan dibukanya
program S-1 PAUD mulai 2007.
dibentuk setahun silam, namun lembaga Sosialisasi juga dilakukan melalui
Irina yang sehari-hari bekerja sebagai
PAUD sudah mulai tumbuh sejak 2003, paguyuban-paguyuban tertentu, seperti
dosen di Fakultas Ekonomi UNG memang
misalnya PAUD Permata di Kabupaten Bone i k a t a n p e n g g e m a r k e ro n co n g d a n
tidak terlibat dalam pembukaan program
Bolango. “Saya senang Bu Hana bersedia ikatan penggemar dangdut. “Kami juga
S-1 PAUD, karena berada di bawah FKIP
menjadi ketua, apalagi beliau juga Ketua PKK bekerjasama dengan organisasi-organisasi
(Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan).
Provinsi Gorontalo. Sehingga pelaksanaan wanita, mulai dari Muslimat NU, Aisyiah,
Namun, dalam pandangan dia sebagai
program PAUD menjadi lancar,” katanya. PKK, BKOW (Badan Koordinasi Organisasi
pengurus Forum PAUD, didirikannya S-1
Kesediaan Hana menjadi Ketua Forum Wanita), hingga Bhayangkari,” ujar Irina. “Tak
PAUD tersebut akan semakin memperkokoh
PAUD ternyata berimplikasi sampai kebawah. ketinggalan pula sosialisasi PAUD disisipkan
pelaksanaan program PAUD di provinsi ini.
Buktinya, para istri bupati/walikota di melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh
Gorontalo juga menjadi Ketua Forum PAUD pendeta dan pastur,” tambah Sastriwati.
di daerahnya masing-masing. Walhasil, wajar Perhatian tinggi Gubernur Gorontalo
jika program PAUD menjadi primadona. dan istrinya terhadap program PAUD sejalan SAIfUL ANAM (goRoNtALo)
Ada beragam kegiatan yang
foto-foto: SAIfUL ANAM
dilakukan oleh Forum PAUD. Satu
yang khas adalah melalui siaran di Irina Popoi
radio RRI. “Dibanding media lain,
siaran melalui radio RRI sangat
efektif karena pendengarnya
banyak. Masyarakat Gorontalo
sangat fanatik dengan RRI,” timpal
Sastriwati Mangkarto, Kepala
Seksi PAUD Dinas Pendidikan
Provinsi Gorontalo.
Di RRI, secara rutin program
PAUD disisipkan dalam acara
Hikmah Pagi yang disiarkan
pukul 5.30 sampai 6.00. “Yang
sering membawakan Ustad
H. Muhammad Bakari,” kata
Sastriwati. Selain itu, Irina
menambahkan, program PAUD
juga dimasukkan dalam acara
Dialog Rakyat yang disiarkan
jam 15.00 dengan menggunakan Sastriwati Mangkarto
bahasa daerah Gorontalo.
71
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd71 71 7/14/2007 10:07:01 AM
Gorontalo
memanfaatkan balai desa, atau rumah-
SAIfUL ANAM
Wawancara drs. Weni Liputo rumah pejabat yang ada di desa.
Kepala dinas Pendidikan Provinsi gorontalo Berapa target yang hendak Anda capai?
Saat ini lembaga PAUD yang ada sudah
hampir 300. Target kita sampai 2010
adalah minimal 75 persen desa-desa yang
ada di Provinsi Gorontalo sudah memiliki
layanan pendidikan anak usia dini. Saat
ini tercatat 448 desa, tapi belum termasuk
desa-desa pemekaran tahun 2007 ini.
Lembaga PAUD yang ada sekarang masih
belum merata. Ada satu desa yang sampai
punya tiga, sementara di desa-desa lain
belum ada.
Bagaimana komitmen dari gubernur?
Sangat bagus. Bahkan Ibu Gubernur
menjadi Ketua Forum PAUD. Ini menjadi
barang langka karena di daerah-daerah
lain masih cukup banyak istri gubernur
yang tidak terlibat. Bapak dan Ibu Gubernur
sangat peduli PAUD karena menyadari
bahwa kalau Gorontalo mau maju, kualitas
sumber daya manusia (SDM)-nya harus
dipersiapkan dengan baik sejak dini.
MENyIAPKAN
Dengan posisi Ibu Gubernur menjadi
Ketua Forum PAUD, maka kemudian dikuti
oleh istri bupati/walikota. Mereka menjadi
SDM BERKUALITAS
Ketua Forum PAUD di kabupaten/kota
masing-masing. Pekerjaan Dinas Pendidikan
menjadi terbantu.
Apa tantangan yang paling menonjol
P
terkait pelaksanaan program PAUD?
Kedua, kita mengintervensi program
rogram PAUD di Provinsi Gorontalo
Pertama, minimnya sarana prasarana.
pendidikan usia dini mulai dari dua tahun.
berkembang pesat berkat sokongan
Ketersediaan alat-alat pendidikan untuk
Sampai tahun 2005, kondisinya masih
p e n u h d a r i G u b e r n u r Fa d e l
PAUD masih belum memadai. Kedua,
benar-benar memprihatink an. Yang
Muhammad dan istrinya. Pada 2005 baru ada
kualitas gurunya. Mereka kebanyakan hanya
muncul baru beberapa kelompok bermain
tiga lembaga PAUD, kini sudah mendekati
lulusan SMA. Ketiga, kesejahteraan. Guru-
(KB) atau play group yang diinisiasi oleh
300. Untuk mengetahui perkembangan
guru PAUD paling hanya menerima honor Rp
pemerintah maupun masyarakat. Pada
PAUD, berikut wawancara PENA PENDIDIKAN
100.000 per bulan, bahkan di daerah-daerah
waktu itu baru kita temukan hanya tiga
dengan Drs. Weni Liputo, Kepala Dinas
terpencil ada yang Rp 50.000. Kita memang
KB. Kemudian kita berusaha untuk lebih
Pendidikan Provinsi Gorontalo:
ada insentif untuk mereka, tapi yang dapat
maksimal. Alhamdulillah pada awal 2006
Bagaimana pelaksanaan program PAUD baru sebagian.
sudah mulai muncul dengan melibatkan
di Provinsi Gorontalo? organisasi-organisasi wanita, terutama
Berapa anggaran pendidikan di Provinsi
PKK, organiasasi keagamaan, termasuk
Sesuai rencana dan strategi kita ke depan
Gorontalo?
juga aparatur-aparatur yang ada di tingkat
dalam memacu perkembangan anak usia
Sekitar Rp 33 miliar, atau 15,6% dari
desa.
dini di Provinsi Gorontalo, hal pertama yang
APBD. Khusus untuk PAUD sekitar Rp 875
kita lakukan adalah mengadakan sosialisasi
Apa saja bentuk keterlibatan aparat juta. Kabupaten/kota malah ada yang
PAUD kepada masyarakat secara maksimal,
desa dalam program PAUD? menganggarkan lebih tinggi. Kabupaten
terutama mereka yang memiliki anak usia
Gorontalo, misalnya, sudah miliaran.
Saya sampaikan kepada mereka, kalau
dini. Kita berusaha untuk memberikan
Kabupaten Gorontalo dan Bualemo memang
bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. Bisa
pencerahan pada masyarakat bahwa
saya lihat paling bagus program PAUD-nya.
bergabung dengan TK yang sudah ada yang
pendidikan bukan dimulai pada usia SD,
dibina oleh masyarakat itu sendiri. Bisa juga
tetapi sejak PAUD.
72 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd72 72 7/14/2007 10:07:05 AM
Gorontalo
Wawancara Hamsina tome
Ketua HIMPAUdI Provinsi gorontalo
BERHARAP ADA BEASISwA
H
SAIfUL ANAM
Berapa jumlah anggota HIMPAUDI di
IMPAUDI Provinsi Gorontalo sudah
Provinsi Gorontalo?
menjangkau ke lima kabupaten/kota.
Hanya satu yang belum terbentuk Total jumlahnya 854 orang. Mereka
kepengurusannya, yaitu Kabupaten Gorontalo mengajar di 284 lembaga PAUD, yang
Utara. Untuk mengetahui lebih dalam terdiri dari 236 Kelompok Bermain
HIMPAUDI Gorontalo, berikut wawancara dan sisanya berupa SPS (Satuan PAUD
PENA PENDIDIKAN dengan Hamsina Tome, Sejenis).
Ketua HIMPAUDI Provinsi Gorontalo.
Pada umumnya apa latar
Kapan HIMPAUDI Gorontalo berdiri? belakang pendidikan mereka?
S e b e n a r ny a b e rd i r i ny a p a d a 2 9 Sekitar 90% lulusan SMA
November 2005. Tetapi kami dikukuhkan sederajat. Hanya sekitar 10 % yang
kepengurusannya pada 11 April 2006, oleh lulusan D2 PGTK dan sarjana.
Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Anda sendiri lulusan dari mana?
Gorontalo.
Saya sekarang sedang
Anda jadi ketua yang pertama? mengambil S-1 PAUD di Universitas
Iya. Waktu itu kami para pendidik PAUD Negeri Gorontalo, dan sudah
sedang mengikuti pelatihan tingkat provinsi semester terakhir. Tadinya saya
yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan lulusan D2 PGTK.
Gorontalo. Nah, momentum itu sekalian kami
Apa saja tantangan yang
manfaatkan untuk pembentukan sekaligus
dihadapi HIMPAUDI?
pemilihan pengurus HIMPAUDI. Kepala Dinas
Iya, betul. Bahkan Ibu Gubernur menjadi
Pendidikan setuju. Pemilihannya dilakukan Cukup banyak. Pertama, rendahnya
Ketua Forum PAUD. Kalau ada acara
secara langsung oleh peserta yang hadir, dan kualifikasi dan kompetensi. Para pendidik
lokakarya, beliau pasti menyempatkan
alhamdulillah saya terpilih sebagai ketua. pada awalnya belum tahu bagaimana
hadir. Misalnya lokakarya Forum PAUD dan
cara mendidik anak yang benar. Maklum
Anda sehari-hari mengajar PAUD? HIMPAUDI di Bandung, Juni 2007 ini. Di
mereka lulusan SMA. Kami kemudian
tengah kesibukannya beliau mau datang.
Saya dari dulu memang mengajar di mengikutsertakan mereka dalam berbagai
Saya sendiri di Forum PAUD menjadi Wakil
PAUD, yaitu PAUD formal (TK). Namanya TK program pelatihan. Kira-kira masih ada 25%
Sekretaris.
Berlian. Muridnya 30 anak. Selain itu saya anggota HIMPAUDI yang belum pernah
Kerjasama kami di HIMPAUDI dengan
juga mengelola Kelompok Bermain(KB). mengikuti pelatihan dasar.
Forum PAUD juga berjalan sangat bagus.
Namun sejak 2002, saya diperbantukan Kedua, minimnya kesejahteraan. Dari 854
Organisasi-organisasi wanita seperti
di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Gorontalo pendidik PAUD, sekitar 300 orang mendapat
Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah,
untuk membantu pelaksanaan PAUD. tunjangan insentif, yaitu mereka yang ada
PKK, Bhayangkari, juga aktif terlibat dalam
Otomatis saya sering berkunjung memantau di Kabupaten Gorontalo. Sisanya yang
program PAUD. Universitas Negeri Gorontalo
PAUD, baik formal maupun nonformal. 554 orang masih belum dapat. Kabupaten
juga mendukung penuh, dibuktikan dengan
Gorontalo memang punya perhatian sangat
Apakah HIMPAUDI sudah menjangkau ke dibukanya S-1 PAUD.
tinggi terhadap PAUD.
seluruh kabupaten/kota? Saya dengar kabar katanya Direktorat
Harapan Anda ke depan?
Alhamdulillah, dari enam kabupaten/kota PTK-PNF (Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kalau bisa pemerintah memberi beasiswa
yang ada di Provinsi Gorontalo, hanya satu Pendidikan Nonformal) Depdiknas akan
bagi teman-teman yang mau melanjutkan ke
yang belum terbentuk, yaitu Kabupaten memberikan insentif. Syukurlah, mudah-
S-1 PAUD. Selain itu, alangkah bagus kalau
Gorontalo Utara. Lima kabupaten/kota mudahan terwujud.
para guru PAUD jelas statusnya, misalnya
yang sudah berdiri adalah Kota Gorontalo,
Gubernur dan Ibu Gubernur Gorontalo diangkat sebagai guru honorer dulu. Syukur
Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bualemo,
punya perhatian dan komitmen tinggi kalau setelah itu bisa jadi pegawai negeri
Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone
terhadap PAUD? sipil.
Bolango.
73
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd73 73 7/14/2007 10:07:14 AM
Gorontalo
Namanya PAUD Abdi Jaya.
PAUD ini dibuka sejak
Oktober 2006. Jumlah
muridnya pada Juni 2007
lalu 38 anak. “Kalau nanti
ditambah anak-anak
ya n g n o n PAU D, I n s ya
Alloh jumlah murid SD
k ami ak an ber tambah,”
k ata Hatibie yang juga
menjadi penanggungjawab
p e n g e l o l a a n PA U D
tersebut.
PA U D A b d i J a y a
mempunyai empat guru,
yaitu Rukminu, Muliati
Mamonto, Minar Sigani, dan
ia sendiri yang merangkap
sebagai Kepala PAUD. Tiga
tenaga guru itu adalah
h o n o r e r, d i b a y a r d a r i
dana sekolah. “Sebulan Rp
AGAR TIDAK
100.000,” ujarnya.
Hatibie mengaku senang
lantaran tanggapan dari
KEKURANGAN MURID
masyarakat sekitarnya bagus.
Kini mereka tak lagi perlu
jauh-jauh memasukkkan
anaknya ke TK Huntu Utara.
foto-foto: SAIfUL ANAM
P
Selidik punya selidik, rupanya SD Negeri
erasaan galau menyergap Rizal SAIfUL ANAM
Huntu Utara punya TK. Sehingga anak-anak
Hatibie, S.Pd, saat baru ditempatkan
yang masuk TK, walaupun berasal dari Huntu
sebagai Kepala SD Inpres Huntu
Selatan, setelah lulus langsung dijanjikan
Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone
masuk ke SD tersebut. “Ini rupanya kuncinya,
Bolango, Provinsi Gorontalo, tahun 1998
pantas saya kuwalahan,” gumam pria
silam. Ia terperanjat, jumlah murid kelas I
kelahiran Gorontalo, 11 Maret 1953 itu.
hingga VI hanya 60 anak. “Sedikit sekali,”
Maka, Hatibie pun berniat mendirikan TK.
katanya. Guru-guru yang bertugas lama
Namun karena sekalian untuk menampung
di sekolah tersebut menceritakan kalau
anak-anak usia di bawah empat
dari tahun ke tahun jumlah muridnya terus
tahun, maka ia
merosot. Kalau dibiarkan terus, bisa habis.
dirikan PAUD di
Sekolah tersebut bisa ditutup.
samping SD
Hatibie lantas berusaha keras
tersebut.
mendongk rak jumlah mur idnya. Ia
berkomunikasi dengan tokoh-tokoh
masyarakat sekitar. Ia juga merayu anak-
anak agar mau masuk ke sekolahnya,
yang sudah berdiri sejak 1980. Upayanya
memang membuahkan hasil, namun Hatibie
mengaku belum puas. Hingga tahun ajaran
2006/2007 total muridnya berjumlah 99
Rizal Hatibie, S.Pd,
anak, atau bertambah 39 dibanding tahun
1998. Ia merasa heran, anak-anak di Desa
Huntu Selatan tersebut lebih suka masuk
ke SD Negeri Huntu Utara, meski lokasinya
lebih jauh.
74 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd74 74 7/14/2007 10:07:18 AM
Gorontalo
foto-foto: SAIfUL ANAM
PERTAMA DAN IDOLA
beberapa kecamatan.
Dari pantauannya, tantangan paling
berat yang dihadapi PAUD adalah guru-
gurunya yang umumnya kurang memiliki
D
Di PAUD Permata tersebut kalau sore kompetensi yang diharapkan. Maklum,
ari hampir 300 lembaga PAUD
dan malam juga dipakai untuk kegiatan mereka kebanyakan lulusan SMA yang tidak
di Provinsi Gorontalo, salah satu
pendidikan kesetaraan dan keaksaraan punya pengetahuan cukup tentang anak.
ya n g te r b i l a n g m a j u a d a l a h
fungsional. Peminat pendidikan kesetaraan Setelah dilatih, ada sebagian yang cepat bisa
PAUD Permata, di Desa Ayula Selatan,
puluhan, terutama Paket C. Sedangkan menerapkan. Namun banyak yang masih
Kecamatan Lamahu, Kabupaten Bone
peserta keaksaraan 20 orang, sebagian tampak kesulitan mendidik anak.
Bolango. Penanggungjawabnya adalah
besar wanita.
Sukarni Timbola. Jumlah muridnya 79 anak, SAIfUL ANAM
Kepala Desa Ayula Selatan, Iskandar
sementara gurunya enam orang. Dua guru
Gobel, menyambut gembira keberadaan
sudah berstatus pegawai negeri sipil, yang
PAUD Permata. “Masyarakat sangat
empat honorer.
antusias dan mendukung sekali,”
PAUD Permata berdiri pada 16 Mei 2003,
katanya. Ia berharap agar pemerintah
termasuk paling awal di Provinsi Gorontalo.
membantu pengembangan PAUD
Ia menjadi rujukan bagi lembaga-lembaga
tersebut sehingga bisa menampung
PAUD lain. Menempati lahan seluas 12x9
seluruh anak yang berniat belajar.
meter milik desa. Di PAUD ini ada tiga
Rita Gani, S.Pd, penilik Pendidikan
kelompok belajar, yaitu Kelompok A usia
Luar Sekolah Dinas Pendidikan Bone
3-4 tahun, B usia 4-5 tahun, dan C umur
Bolango, mengakui kalau PAUD Permata
5-6 tahun. Sebenarnya dari tahun ke tahun
salah satu yang termaju di Gorontalo.
yang daftar membludak. “Tapi tidak bisa
“PAUD ini menjadi andalan saya,” katanya.
kami terima karena kapasitasnya terbatas,”
Ia membina lima PAUD yang tersebar di Iskandar Gobel dan Rita Gani
ujar Sukarni.
75
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd75 75 7/14/2007 10:07:35 AM
Sulawesi Selatan
foto-foto: EvA RoHILAH
Lembaga PAUD berkembang pesat. Partisipasi masyarakat meningkat,
peran pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan juga
membuncah. Kesejahteraan para pendidik PAUD masih rendah.
MENyONGSONG Sekolah Bertaraf Internasional,” kata Drs. M.
Yusuf Nippi, MEd, Kepala Subdin Pendidikan
Menengah dan Tinggi, Dinas Pendidikan
GENERASI CERDAS,
Sulsel optimistis.
PAUD dalam beberapa tahun terakhir
juga menjadi fokus perhatian. Bersama
dengan Jawa Barat dan Bali, Sulawesi Selatan
KUAT DAN
BERKUALITAS
S
pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK)
ULAWESI Selatan bukan cuma dikenal
SMP mencapai 79,56% dan angka kelulusan
karena memiliki jajaran pantai nan
SMP tahun ini mencapai 95,4%.
indah. Provinsi dengan luas wilayah
D i n a s Pe n d i d i k a n S u l s e l te n g a h
45.574,48 km 2 ini kini termasuk daerah
merancang program sekolah unggulan.
yang pesat mengembangkan lembaga
Nantinya akan dikembangkan sekolah
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Makassar,
berskala internasional di setiap kabupaten
sebagai ibu kota provinsi, dan 20 kabupaten
Drs.M.Yusuf Nippi, MEd
dan kota. ”Saat ini ada 109 sekolah dari SD,
plus 2 kota mampu mencapai kinerja
SMP dan SMA yang diproyeksikan menjadi
pendidikan yang baik. Setidaknya dalam
76 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd76 76 7/14/2007 10:07:39 AM
Sulawesi Selatan
mencermati jumlah anak usia 0-6 tahun.
swadaya. Sedangkan di Bulukumba ada 34
Hingga 2006, PAUD terintegrasi Posyandu,
KB rintisan dan 7 KB swadaya. Kabupaten
PAUD terintegrasi Taman Pengajian Al
lain macam Bone, Pinrang, Tana Toraja,
Quran, Kelompok Bermain dan Taman
Takalar dan Maros mulai tumbuh juga.
Penitipan Anak baru menjangkau tak lebih
“Hampir 99%, Kelompok Bermain
dari 13.000 anak.
aktif, terutama di empat kabupaten yang
mendapat dana Bank Dunia. Hal ini dipicu
semakin tingginya tingkat kesadaran
Peran Pemda dan Ormas
masyarakat,” ujar Abdul Wahab Jafar, SE,
MM, Pembina PAUD Subdin Pendidikan Luar Menjamurnya PAUD di sana tak lepas
Sekolah Sulsel. dari dukungan pemerintah kabupaten/kota
Melonjaknya jumlah KB tak diimbangi dan organisasi kemasyarakatan. Juga Forum
keberadaan Taman Penitipan Anak (TPA). PAUD dan Himpaudi. Satu di antaranya yang
“Sangat disayangkan, jumlah TPA sangat memiliki komitmen tinggi mengembangkan
kurang. Kami hanya memiliki tujuh,” ujar PAUD adalah Gowa. Bupati H. Ichsan Yasin
Drs.H.Andi Patabai Pabokori,
Drs. Abdulah Parrewe, Kepala Subdin PLS Limpo, SH, adalah pengggas Sanggar
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel
Sulsel, saat memberikan sambutan Semiloka Pendidikan Anak Sholeh (SPAS) yang juga
TPA Regional Timur. “Meski demikian, PAUD peraih Pratama dan Madya dari Departemen
Sulsel terdepan dan paling cemerlang Pendidikan Nasional karena kepeduliannya
ditunjuk sebagai penerima proyek Bank
menyusul Keaksaraan Fungsional dan Buta terhadap pendidikan nonformal.
Dunia untuk program PAUD. PAUD rintisan
Aksara,” ujar lelaki ramah berkacamata Organisasi kemasyarakatan seperti Mus-
itu dikembangkan di 12 kabupaten. Di
ini yang disambut tepuk tangan peserta limat NU, Aisyiyah, PKK, dan Dharma Wanita
provinsi yang punya julukan Ayam Jantan
semiloka. juga menjadi kawan seiring pelaksanaan
dari Timur ini, yang ditunjuk adalah Gowa,
Apa yang dikatakan Abdullah Parrewe pendidikan dan pengasuhan anak usia dini
Maros, Bulukumba dan Bone.
diamini Ketua Forum PAUD Sulsel, Prof. Dr. di sana. “Tokoh-tokoh di sini cukup mema-
Meskipun kucuran dana Bank Dunia
Arismunandar, M.Pd. “Di sini ada Universitas hami pentingnya PAUD. Ketua MUI sangat
sudah dihentik an pada ak hir 2006,
Negeri Makassar yang memiliki jurusan peduli, ketua Himpaudi juga dari DPRD,
perkembangan PAUD tak lantas berhenti.
PAUD untuk Program Pascasarjana. Bahkan ketua Forum PAUD dari Pembantu Rektor
Kelompok Bermain tetap tumbuh. Sosialisasi
sudah dibentuk PAUD berbasis teknologi Universitas Negeri Makassar. Bahkan di UNM
PAUD di empat kabupaten tetap berjalan.
komunikasi yang diharapkan menjadi sudah dibuka jurusan PAUD untuk Program
Partisipasi masyarakat pun bermunculan
PAUD Percontohan bagi wilayah regional Pascasarjana. Saya juga sangat memberi
dengan kehadiran kelompok bermain
timur,” kata lelaki yang menempuh S-3 apresiasi kegiatan Sanggar Pendidikan Anak
rintisan dan swadaya masyarakat.
Manajemen Pendidikan di IKIP Malang ini Sholeh di Gowa yang didirikan di setiap
“Alhamdulillah, sangat menggembirakan
serius. (Lihat: Berharap Golden Age Menjadi desa dengan bantuan dana APBD,” kata
melihat orangtua, masyarakat, dan para
Golden Program). Dr. Gutama, Direktur PAUD, usai membuka
pemimpin memperlihatkan komitmen tinggi
Berseminya jumlah lembaga PAUD Semiloka TPA di Makassar itu.
dalam program PAUD,” kata Drs. H. Andi
itu memang masih jauh dari cukup jika
Patabai Pabokori, Kepala Dinas Pendidikan EvA RoHILAH (MAKASSAR)
Sulawesi Selatan seraya tersenyum.
Komitmen bupati, walikota dan gubernur
selama ini dibuktikan dengan anggaran PAUD
yang dari tahun ke tahun meningkat. Tahun
lalu Sulses menganggarkan Rp 399 juta
untuk PAUD. Tahun ini melonjak menjadi Rp
1 miliar. “Ini peluang emas kami dalam upaya
menciptakan generasi muda yang cerdas,
kuat dan berkualitas” ujar Andi Patabai.
KB dan TPA
Menurut data Dinas Pendidikan Sulsel
Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah,
Makassar tercatat yang paling banyak
mengembangkan Kelompok Bermain
(KB) yang mencapai tak kurang dari 173 Wahab Jafar, Pembina PAUD
Kasubdin PLS Drs. Abdullah Parrewe
KB Rintisan dan 65 KB Swadaya. Di Gowa Subdit PLS Sulsel
dikembangkan 32 KB rintisan dan 10 KB
77
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd77 77 7/14/2007 10:07:43 AM
Sulawesi Selatan
MENEKANKAN ASPEK SPIRITUAL
F orum PAUD dan Himpaudi Sulawesi Selatan bergerak cepat cuma warga menengah. Mereka yang masuk kategori miskin pun
dalam melakukan sosialisasi PAUD. Di antaranya melalui juga dilayani.
pelatihan, workshop, dan semiloka. Sasarannya tidak hanya
lembaga dinas atau pamong, melainkan melibatkan berbagai
KB Aisyiyah Jongaya, Makassar
pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan.
”HIMPAUDI Sulsel sudah bekerjasama dengan Muslimat KB Aisyiyah Jongaya yang berada di ranting Balang Boddong,
NU, PKK, Aisyiah, Dharma Wanita, Kepala SKB, Camat dan Ibu Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, selalu dipenuhi anak-anak.
Camat, lurah dan Ibu lurah seterusnya dalam rangka percepatan Maklum lokasinya di perkotaan sehingga banyak diminati. Siang
akses layanan, sosialisasi PAUD, dan mendongkrak mutu tenaga itu nampak anak-anak berlarian ke sana ke mari, ada yang bermain
pendidik,” kata M. Alimudin, MPd, Wakil Ketua Himpaudi di ayunan. Sebagian bermain di perosotan di arena bangunan
Sulawesi Selatan. bercat warna-warni itu.
Ormas ta cuma puas menyelenggarakan satu Kelompok ”Sebagai ormas yang konsen terhadap pendidikan anak,
Bermain. Mereka juga merintis KB binaan di beberapa cabang Aisyiyah Muhammadiyah sejak dini menanamkan nilai-nilai
organisasi. Muslimat NU dan Aisyiyah kini memiliki masing- kemuhammadiyahan kepada anak. Di tingkat pusat kami memiliki
masing 20 Kelompok Bermain. Berikut profil Kelompok Bermain divisi khusus PAUD yang bertugas melakukan sosialisasi PAUD
binaan kedua organisasi ini: dan merintis kelompok bermain di tingkat ranting,” kata Hj.
Nasyiah Abdullah, S.Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel
Majlis Dikdasmen.
KB Muslimat NU, Gowa Sayangnya, kata Nasyiah, kurangnya perhatian pemerintah
pusat berkaitan dengan kesejahteraan tenaga pendidik maupun
KB Muslimat NU Gowa memiliki 20 orang anak dan dua
perawatan gedung.
orang pamong sebagai tenaga pendidik. Sesuai dengan visi dan
”Saya harap pemerintah pusat memiliki perhatian yang lebih
misi Nahdlatul Ulama yang memegang teguh konsep ahli sunah
terhadap PAUD karena anak-anak kami banyak yang berasal dari
waljamaah, sekolah ini meramu pembelajaran PAUD dengan
kaum dhuafa,” ujar Nurul menyampaikan unek-uneknya yang
Taman Pengajian Al Quran. ”Kami memang menekankan aspek
selama ini ditahan.
spiritual,” kata Dra. Hj. Nurul Fuadi, MA, Ketua Pimpinan
Apa yang dikatakan Nurul diamini juga oleh Nas.”Mungkin
Wilayah Muslimat NU Sulsel.
perhatian yang sudah diberikan sekarang harus ditingkatkan lagi
Kelompok Bermain Muslimat NU Gowa adalah yang terbaik
agar kami lebih termotivasi,” ungkap Nas terus terang.
dari 20 KB yang telah dibentuk Muslimat NU. Peminatnya tak
78 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd78 78 7/14/2007 10:07:45 AM
Sulawesi Selatan
Wawancara Profesor dr Arismunandar, MPd,
Ketua forum PAUd Sulawesi Selatan
BERHARAP GOLDEN AGE
JADI GOLDEN PROGRAM
EvA RoHILAH
A
di daerah perkotaan seperti Makasar
WET muda dan cerdas. Itulah kesan
dan Pare-Pare. Meski ada program
pertama saat bertemu Profesor Dr.
stimulus dari pemerintah pusat,
Arismunandar, MPd. Ketua Forum
tidak semua pemerintah daerah
PAUD Sulawesi Selatan ini nampak jauh
tergerak. Mestinya mencontoh
lebih muda dari usianya yang 45 tahun, 14
Sinjai yang membiayai rintisan
Juli ini. Tutur katanya yang bernas pertanda
PAUD dari APBD.
Pembantu Rektor II Universitas Negeri
Makassar, yang masih sering mengajar ini
Apa langkah Forum PAUD
sosok yang amat menguasai pengetahuan
agar para pendidik memiliki
tentang PAUD.
kompetensi memadai?
Kepada Eva Rohilah dari PENDA
berupa pelatihan yang benar-benar mampu
Yang kami fokuskan adalah sosialisasi
PENDIDiKAN, ayah tiga putra yang gemar
menghasikan guru-guru yang memiliki
dan meningkatkan kapasitas manajemen
tenis dan menyanyi ini bicara panjang lebar
kompetensi berdasar standar yang kami
pengelolaan PAUD. Kami minta pengelola
tentang PAUD, di ruang Purek II UNM, akhir
susun tadi.
PAUD, baik kepala kelompok bermain
Juni lalu. Berikut petikannya:
maupun pamong, mengikuti pelatihan untuk
UNM memiliki Jurusan PAUD jenjang S-2
Bagaimana perkembangan Forum PAUD memperkuat aspek pengembangan income
dan memiliki PAUD berbasis teknologi
di Sulawesi Selatan? generating unit. Problemnya, hampir semua
dan komunikasi. Keterlibatan Forum
penyelenggara PAUD dibiayai masyarakat,
Forum PAUD Sulsel berdiri pada 2003
PAUD apa?
tidak dapat disubsidi pemerintah. Kami
sesuai SK Gubernur. Forum ini didirikan
Ya. Mahasiswa Jurusan PAUD S-2 baru
juga sudah membuat kurikulum berstandar
sebagai stimulus dari Forum PAUD Pusat,
sekitar 20 orang. Mahasiswanya dari Dinas
kompetensi bagi para pendidik PAUD.
yang berusaha merangkul stakeholder
Pendidikan Luar Sekolah, praktisi dan
seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial,
Standar kompetensi seperti apa? mahasiswa murni.
BKKBN, akademisi dan praktisi. Tujuannya
Forum PAUD bekerjasama dengan Subdin
Pertama, kami mengacu pada standar
bersama-sama meningkatkan partisipasi
PLS Dinas Pendidikan Sulsel membangun
kompetensi guru secara umum. Seorang
masyarakat akan pentingnya pendidikan
Kelompok Bermain dan Taman Penitipan
guru paling tidak memiliki 4 kompetensi
pada periode emas anak-anak usia dini
Anak dengan fasilitas lengkap seperti
dasar. Yaitu kompetensi kepribadian,
untuk investasi di masa mendatang.
komputer dan internet. PAUD percontohan
kompetensi profesional, kompetensi sosial
Apa potensi anak-anak usia dini di Sulsel? itu lebih mengarah pada sumber belajar
dan kompetensi pedagogik. Oleh karena
bagi mahasiswa Pendidikan Guru Taman
itu mereka yang tidak berasal dari lembaga
Sulawesi Selatan masih boleh disebut
Kanak-kanak dan S-2 PAUD sebagai tempat
pendidikan akan kami beri penekanan pada
daerah belum maju. PAUD belum dianggap
riset. Harapannya, PAUD yang dibina Dharma
kompetensi pedagogik, berupa metode
sebagai investasi oleh sebagian besar
Wanita UNM ini menjadi PAUD Percontohan
mengajar untuk anak usia dini.
masyarakat, sebagaimana investasi penting
untuk wilayah timur.
pada pendidikan dasar. Banyak anak usia
Sekarang masuk tahap apa?
dini masih dipelihara ibunya di rumah
Apa harapan Anda untuk PAUD di
Sudah kami rumuskan standar
daripada disekolahkan.
Sulawesi Selatan?
kompetensinya. Hanya saja belum
Tapi di Gowa PAUD cukup maju, Harapan saya, PAUD bukan hanya bisa
disosialisasikan. Kami sudah menyusun
kesadaran orangtua akan pentingnya menjadi golden age, tetapi juga bisa menjadi
kurikulum pelatihan untuk mendapat guru
PAUD cukup tinggi? golden program bagi pemerintah Sulawesi
yang memiliki kompetensi.
Selatan. Artinya, PAUD harus menjadi
Ya. Hanya empat kabupaten yang
Kapan rencana itu dilakukan? prioritas agar usia emas benar-benar
mendapat dana untuk PAUD rintisan. Masih
menjadi masa depan emas bagi anak-anak
Kami sedang mencari dukungan
banyak kabupaten lain yang belum maju.
kita nanti.
pembiayaan. Saat ini baru tahap uji coba,
Saya kira partisipasi PAUD reaktif lebih baik
79
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd79 79 7/14/2007 10:07:56 AM
Sulawesi Selatan
foto-foto: EvA RoHILAH
gowa, Sulawesi Selatan
KONSISTEN MEMAJUKAN
PENDIDIKAN
Tidak hanya PAUD berkembang pesat, Sanggar Pendidikan Anak
Shaleh jadi program andalan. Pendidikan bagi anak miskin berusia
7-14 tahun tersebar di setiap kecamatan.
G
sekolah juga cukup tinggi. “Salah satu cara
OWA telah lama dikenal sebagai Para tenaga pendidik baik formal maupun
memberantas kemiskinan adalah denga
daerah yang sarat nuansa budaya. nonformal, termasuk PAUD dan SPAS,
pendidikan. Strateginya saya menggalakkan
Selama beberapa abad, Gowa mendapat pelatihan Emotional Spiritual
SPAS,” ujar pria berkacamata yang saat
dengan kebesaran jiwa dan semangat Quotient (ESQ) pimpinan Ary Ginanjar. “Saat
diwawancari mengenakan baju dinas
tokoh-tokoh pendahulunya menempatkan ini sudah 462 guru mengikuti pelatihan ESQ,”
berwarna hijau ini panjang lebar.
Gowa sebagai daerah yang diperhitungkan. ujar Idris Faisal Kadir bangga.
Setelah terpilih sebagai bupati Gowa
Sebagai kabupaten yang mendapat bantuan Hasil pelatihan ESQ? Para tutor menjadi
periode 2005-2010, alumni Fakultas Hukum
proyek Bank Dunia untuk program PAUD, lebih ikhlas dan sabar mengahadapi anak
Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar
kemajuan di sana luar biasa. Gowa memiliki didik. Selain itu, kompetensi mereka juga
ini hanya butuh waktu delapan bulan
32 PAUD ditambah 154 Sanggar Pendidikan meningkat. Meskipun tingkat kesejahteraan
untuk merealisasikan janjinya. Program
Anak Shaleh yang digunakan pula untuk guru biasa-biasa saja.
SPAS bergaung di mana-mana. Semua dana
kegiatan PAUD. Kabar menggembirakan juga menggapai
SPAS diambil dari APBD Gowa yang 20% di
“Menurut Pak Bupati Gowa, dana 22 orang pamong PAUD yang diangkat
antaranya untuk pendidikan.
pendidikan luar sekolah, terutama PAUD menjadi PNS tahun ini. Di antara mereka adalah
dan Sanggar Pendidikan Anak Shaleh, Siti Aminah dari Pusat PAUD Bontomanai,
diupayakan dibiayai APBD. Dana itu bisa Sokhrah A.Ma, Pusat PAUD Renggang Tana
dipergunakan untuk membangun fasilitas Bangka Bajeng Barat dan Ferawati dari
seperti taman bermain, perpustakaan, Pusat PAUD Harapan Bangsa Desa Belapun
sekaligus ruang tunggu bagi orangtua. Ranga, Kecamatan Parang Loe.
Buta aksara juga bisa diberantas melalui “Ini adalah satu kemajuan bagi PAUD
perpustakaan,” ujar Idris Faisal Kadir, SH, Gowa,” ujar Dwinita Yunus, dari Subdit
Kepala Dinas Pendidikan Gowa berapi- Penitipan Anak Direktorat PAUD Depdiknas
api. yang bertemu langsung dengan mereka di
kantor Dinas Pendidikan Gowa bersama
Drs.Idris Faisal Kadir, SH. H. Ichsan Yasin
SPAS: Pengentasan Abdul Wahab Jafar SE MM Pembina PAUD
Limpo, SH.
dari Subdin Pendidikan Luar Sekolah
Kemiskinan Sulsel.
“Kabupaten Gowa sudah 2 tahun berturut- Meningkatnya kompetensi guru dan
Keberadaan Sanggar Pendidikan Anak
turut sebagai kabupaten yang pertama maraknya kegiatan PAUD dan SPAS di
Shaleh (SPAS) lahir dari gagasan Bupati Gowa,
menyelesaikan pengalokasian anggaran kabupaten Gowa membuat Bupati Gowa
H. Ichsan Yasin Limpo, SH. SPAS merupakan
pendidikan sebanyak 20% APBD. Itu murni optimistis dengan kualitas Sumber Daya
lembaga pendidikan Islam sekaligus wadah
untuk pendidikan, di luar gaji guru. Alokasi Manusia di Gowa dalam kurun 15-20 tahun
taman belajar mengajar bagi anak yatim
terbesar untuk pendidikan nonformal, ” ujar mendatang.
piatu atau anak miskin putus sekolah usia
Ichsan Yasin Limpo. Atas kepedualiannya “Saya yakin anak usia dini di kabupaten
7-14 tahun. “Perda Nomor 7 Tahun 2003
terhadap pendidikan nonformal itu Yasin Gowa jika komputer otaknya terbuka 80%,
tentang Pemberantasan Buta Aksara Al Quran
Limpo mendapat penghargaan Pratama dan maka potensi SDM-nya akan meningkat.
menjadi pemicu saya memajukan pendidikan
Madya dari Dirjen Pendidikan Non Formal dan Mereka mampu mengelola potensi Gowa
di Gowa,” kata Pak Bupati.
Informal dan Menteri Pendidikan Nasional. di jalur strategis,” kata Bupati Gowa, yang
Kehadiran SPAS persisnya ketika Ichsan
mendapat penghargaan dari Persatuan
Yasin Limpo masuk gelanggang pemilihan
Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel atas
bupati. SPAS lahir berpijak pada data 36,36%
ESQ Bagi Guru keaktifannya mendukung tugas pers di Sulsel
warga Gowa miskin. Jumlahnya 507.507
pada 2006.
jiwa. Sebanyak 20.646 Kepala Keluarga Tidak hanya segi fisik, Gowa
masuk kategori sangat miskin. Tingkat putus memperhatikan instrumen pendidikan. EvA RoHILAH (goWA)
80 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd80 80 7/14/2007 10:08:02 AM
Sulawesi Selatan
Kelompok Bermain teratai, Somba opu, gowa membangun pusat-pusat PAUD rintisan
di Gowa. Sebelumnya pada 1999, para
MERINTIS DAN MEMAHAMI
calon tenaga pendidik di empat kabupaten
tersebut mendapat beasiswa untuk menjadi
guru PAUD di Universitas Negeri Makassar
KEARIFAN LOKAL
(UNM). Sehingga setelah studi mereka selesai,
gedung pusat PAUD juga siap dipakai.
“Dulu gedung ini dibangun pada 1999,
saat masih rintisan. Jadi sementara gedung
Happy ye ye ye happy yee. Aku pilih PAUD saja
ini dibangun, para gurunya disekolahkan
Siang kita bermain, hati jadi gembira di UNM sampai 2002,” ujar Ros yang saat ini
,
Cintaku semakin mendalam berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sampai saat ini Pusat PAUD Mawang
berhasil mengembangkan potensi anak usia
foto-foto: EvA RoHILAH
Anak-anak Kelompok Bermain Mawang Teratai dini dengan ”mewisuda” 200 anak binaan
Sumba Opu bernyanyi sebelum makan PAUD masuk Sekolah Dasar Negeri. ”Sudah
ada tiga kali perpisahan,” ujar Ros bangga
karena sudah lima tahun mengabdi di Pusat
PAUD Mawang.
Kearifan Lokal
Meskipun demikian, Ros masih sulit
memberikan pendidikan pada anak didiknya
di Kelas Bermain untuk menggunakan
Bahasa Indonesia, bukan bahasa Daerah.
”Anak di usia bermain 2-4 tahun,
menyukai tanya jawab dan bercerita.
Mereka menjawab dengan bahasa daerah
dan Bahasa Indonesia. Biasanya kita
luruskan agar mereka menggunakan bahasa
Indonesia,” ujar wanita berbadan subur yang
yang mengenakan jilbab ini kalem.
M
Jika Ros mengalami masalah dengan
engenakan seragam berompi diikuti dua orang temannya. Sementara itu,
Bahasa, lain halnya dengan Ferawati, atau
warna hijau toska, Ikram terlihat di belakang Ikram, Lastri terlihat pendiam.
biasa dipanggil Fera. Pamong di Pusat
riang gembira menyanyikan lagu Saat ditanya gurunya ia mau bermain
PAUD Harapan Bangsa Desa Belapun Ranga
kanak-kanak berjudul ”Happy” bersama apa. Gadis empat tahun hitam manis ini
kecamatan ParangLoe ini memiliki masalah
teman-temannya. Sambil bertepuk tangan, menjawab, ”Menggambar Bu Guru.”
yang berbeda dengan kearifan lokal di
sesekali bocah 3 tahun berkulit gelap ini
Mengembangkan daerahnya berkaitan dengan Kelompok
tertawa riang sambil melirik ibunya yang
Bermain maupun Taman Penitipan Anak.
menunggu di luar. Ikram dan teman-
Potensi Anak ”Di daerah saya masih banyak Ibu-
temannya di Kelompok Bermain (KB) Teratai
ibu yang belum rela anaknya bermain di
Pusat PAUD Mawang Kabupaten Gowa, Ikram dan Lastri adalah satu di antara 24
Kelompok Bermain Pusat PAUD maupun
Sulsel tampak ceria. anak Kelompok Bermain (KB) Teratai di Pusat
TPA, mereka lebih senang mengasuhnya di
Pengelola PAUD sekaligus pamong yang PAUD Mawang. Pusat PAUD yang memiliki
rumah,” ujar Fera heran.
kebetulan sedang mengajar pagi itu, terlihat luas 1000 m2 adalah satu di antara 19 Pusat
Meskipun demikian apa yang dialami Ros
sabar dan lincah. Rosmawati, atau biasa PAUD di Gowa yang mendapat bantuan
dan Fera bukanlah suatu hambatan dalam
dipanggil Ros, usai bernyanyi membawa dana dari Bank Dunia. Gedung PAUD
mendidik anak usia dini yang memiliki tujuan
anak-anak ke tempat bermain yang ada berbentuk L ini memiliki fasilitas lengkap
mulia ini. ”Menurut saya, menjadi seorang
dalam ruangan. Di sana ada beragam Alat yang terdiri dari tiga ruangan: Ruang
pamong harus lebih kreatif,” pungkas Ros
Permainan Edukatif dari beragam jenis Pengelola, Ruang Belajar, dan Kelompok
yang berkeinginan Pusat PAUD Mawang
seperti sentra balok, macroplay, dan papan Bermain. Alat bermainnya pun komplit, baik
memiliki Taman Penitipan Anak dan akan
tempel. di dalam ruangan maupun alat bermain
terus berkembang walaupun tanpa bantuan
”Ikram mau bermain apa? Tanya Ros di luar seperti jungkitan, perosotan, titian,
Bank Dunia.
kepada bocah yang terlihat aktif ini. “Balok Bu ayunan dan panjatan.
Guru,” ujarnya seraya berlari ke Sentra Balok Sejak 1999, secara serentak Bank Dunia EvA RoHILAH (goWA)
81
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd81 81 7/14/2007 10:08:05 AM
Yogyakarta
MENEBAR SERIBU
PAUD, yang gencar disosialisasikan sejak
tahun 2003 juga berkembang baik di provinsi
ini. Setidaknya ada 1.398 jumlah lembaga
PAUD yang tersebar di 5 kabupaten dengan
POS PAUD
rincian: 330 Kelompok Belajar (KB), 61 Taman
Penitipan Anak (TPA), dan 1007 Satuan PAUD
Sejenis (SPS).
Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD
Taman Penitipan Anak berkembang pesat. Masyarakat masih mengalami kenaikan per tahunnya. Saat ini
dari 305.032 jumlah anak usia dini (0-6 tahun)
memandang Kelompok Bermain tak ubahnya TK. Butuh kerja ekstra
di DIY, 113.294 anak atau 37,1% mengecap
keras mendongkrak kualitas pendidik. bangku PAUD. Sehingga masih tersisa jumlah
191.738 anak belum terlayani.
Adalah Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan
Justina, pengelola, dan anak binaan GRHA TAA GAYAM YK
Program 1000 Pos PAUD yang menjadi ujung
tombak. Seperti diungkapkan Drs. Aliyanto,
MPd, Kabid PLS Dinas Pendidikan Provinsi
DIY, “Kalau ada da’i sejuta umat, maka di sini
ada 1000 Pos PAUD.”
SPS dan Pos PAUD ini didirikan di tingkat
RW dan bekerjasama dengan PKK. Konsepnya
mengintegrasikan PAUD ke dalam kegiatan
Posyandu. Tenaga pengajarnya berasal dari
ibu-ibu PKK, remaja, dan orang-orang yang
peduli terhadap PAUD.
PAUD jenis ini justru menjadi pelayanan
holistik. Yakni memperhatikan pendidikan,
pengasuhan dan pelayanan kesehatan anak.
Pelaksanaan SPS ini didampingi lembaga
PAUD yang ditunjuk dan didukung dana
rintisan dari pemerintah. Keberadaan SPS
diharapkan mampu menjaring semua anak
usia dini. “Meskipun tidak dilaksanakan
setiap hari, namun keberadaannya cukup
foto-foto: MURNItA d. KARtINI
memfasilitasi masyarakat,” jelas Aliyanto.
R
M e n j a m u r ny a l e m b a g a PAU D d i
Pertumbuhan pendidikan memang
AGAM wajah Yogyakarta sebagai
Yogyakarta didukung banyak faktor. Dekan
berkembang pesat di sana. Jalur pendidikan
Kota Pelajar, Kota Wisata, Kota Budaya
Fakultas Ilmu Pendidikan UNY yang sekaligus
formal mencatat APK (Angka Partisipasi
rasanya tak lekang dimakan zaman.
Ketua Forum PAUD Provinsi Yogyakarta, Drs.
Kasar) SD/MI mencapai 109,24%. APK SMP
Sebagian Yogyakarta sempat luluh lantak
Muh. Farozin, MPd menerangkan beberapa
yang lebih dari 100% juga melampaui
diguncang gempa hebat berskala 5,9 Richter
analisis. Faktor paling buruk adalah latah dan
syarat tuntas wajib belajar. Bahkan APK
pada akhir Mei 2006. Kabupaten Bantul
gengsi. Mereka yang ada dalam kelompok
SMA mencapai 76,63%, melebihi APK SMA
sebagai wilayah terparah sempat lumpuh
ini tidak memiliki pengetahuan cukup
secara nasional yang hanya 56,2%. Angka
semua sendi kehidupannya.
mengapa penting memasukkan anaknya ke
Partisipasi Murni (APM) SD/MI mencapai
Setahun berlalu, wajah Yogyakarta
lembaga PAUD. Mereka juga yang nantinya
93,69. APM SMP tercatat 76,79% dan APM
seakan tak pernah berduka disapu bencana.
justru membebani pihak lembaga dengan
SMA/MA 55,89. Bahkan saat ini juga sedang
Suasananya menjadi pesona yang ngangeni
tuntutan-tuntutan yang tidak sesuai, dalam
dirintis Wajib Belajar 12 Tahun sampai tingkat
bagi siapa saja yang pernah bernostalgi.
hal ini metode pembelajaran menjadi kasus
SMA.
Jagat pendidikan yang sempat tersendat
yang paling jamak dialami lembaga-lembaga
Pe n d i d i k a n n o n f o r m a l t a k m a u
karena ratusan gedung sekolah rusak,
PAUD.
ketinggalan. Dana-dana rintisan dalam
hancur dan sebagian rata tanah, mulai
Sebaliknya, tidak menjadi masalah ketika
bentuk block grant banyak digulirkan.
bergulir pendidikan tetap menjadi harta
orangtua tahu kebutuhan anaknya akan
Penyelenggaraan Pendidikan Aanak Usia
yang tak ternilai dan harus tetap dijalankan
pendidikan di usia dini dan karena alasan
Dini (PAUD), program Kejar Paket A, B,
dengan kondisi yang ada. “Pendidikan
tersebut kemudian memasukkan anaknya
dan C, juga Taman Baca Masyarakat (TBM)
Yogyakarta masih sangat prospektif,” ujar
ke lembaga PAUD. Di faktor yang ketiga
Mobile mengalami kenaikan kuantitas cukup
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY, Drs.
ini, orangtua bisa memahami bahwa anak
signifikan.
Sugito, MSi, mantap.
82 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd82 82 7/14/2007 10:08:09 AM
Yogyakarta
pelaksana kebijakan.” Maksudnya,
dengan usia dini membutuhkan teman
organisasional Himpaudi terdiri
bermain yang sesuai dan lingkungan
dari para praktisi PAUD yang terjun
belajar yang baik. Ketika orangtua merasa
langsung ke lapangan.
tidak mampu memenuhi kewajiban itu
Aktivitas Himpaudi dan
karena kesibukan bekerja, maka mereka
Forum PAUD bergerak di seputar
mempercayakan lembaga PAUD untuk
penyelanggaran diklat, sosialisasi
membantu memenuhi kebutuhan tersebut.
dan pendampingan. Himpaudi
Tapi di satu sisi, mereka tetap sadar bahwa
bergerak langsung ke lapangan,
proses itu tetap melibatkan mereka sebagi
mengintegrasikan PAUD lewat
tokoh sentral.
Posyandu dan kegiatan PKK.
Himpaudi tengah bekerja keras
Forum PAUD dan HIMPAUDI mengusahakan pengadaan insentif
untuk para pendidik PAUD dan
Adalah Himpaudi dan Forum PAUD,
persiapan menjelang peluncuran
institusi yang lekat dengan penyelenggaraan
program 1000 Pos PAUD bulan
PAUD. Keduanya berbeda peran, meskipun
Juli 2007.
dalam kenyataannya banyak peran yang
Sedangkan Forum PAUD bekerja
berhimpitan. Namun secara struktural
lewat seminar, lokakarya dan
keanggotaan kedua lembaga ini berbeda.
pendampingan yang membahas
”Sebenarnya saya lebih menekankan forum
tentang metode, fasilitas, hingga
PAUD untuk mencari pemikiran-pemikiran
pemahaman PAUD. Termasuk
cara yang bagus tentang pendidikan anak
Drs. Sugito, Msi, Kadis Pendidikan DIY
penyelenggaraan peringatan Hari
usia dini,” jelas Farozin.
Anak Nasional (HAN) 2007, 23
Secara struktural Forum PAUD terdiri dari
Juli ini. Tahun ini ada tiga kegiatan
pemerhati anak, unsur akademisi, LSM, PKK Group dan Preschool (sekolah persiapan),
pada HAN sesuai arahan dari dinas provinsi. dan Satuan PAUD Sejenis.
(BKOW), Aisyiyah, tokoh masyarakat dan dari
Di antaranya pameran lembaga-lembaga
unsur kedinasan seperti Dinas Kesehatan, Di Yogyakarta, kebanyakan lembaga
PAUD, seminar PAUD dan pengembangan PAUD berbentuk TPA. Beberapa lembaga
BKKBN, dan Departemen Sosial.” Pokoknya
penyaluran kreativitas anak.
berbagai macam unsur yang diduga erat PAUD memang masih memegang fungsi
Soal kesejahteraan pendidik PAUD yang ini secara murni. Satu di antaranya TPA
dengan pendidikan terhadap anak baik
masih jauh dari memadai juga menjadi Grha Asih Anak yang berlokasi di Jalan Ki
secara langsung maupun tidak,” kata Farozin
perhatian Forum PAUD. Banyak dari para Mangunsarkoro 80, Gayam. Di lembaga
lagi.
pendidik honornya masih di bawah Upah
Keterangan ini ini, anak tak sekadar dititipkan tetapi juga
Minimum Kabupaten/Kota. Selain itu,
diperjelas Ketua mendapatkan pendidikan yang tepat
Forum PAUD juga berupaya mendongkrak dan sesuai dengan tingkat pertumbuhan
HIMPAUDI
kualitas para pendidika. Misalnya dengan mereka.
Provinsi
menyelenggarakan diklat. Sayangnya, lagi-
D I Y, E n d i n TPA ini dilaksanakan oleh gereja St.
lagi, kegiatan ini berjalan tersendat lantaran Antonius dalam naunganYayasan Papa Miskin
Wicaksono,
keterbatasan anggaran.
”Himpaudi Kotabaru Yogyakarta. Seperti diungkapkan
itu bekerja kepala TPA, Yustina Satiti Sumardi, “Metode
di lingkup pengasuhan adalah pelayanan penuh cinta
Antara TK dan PAUD
teknis, kasih dan memberikan pendidikan mengacu
PAUD adalah rival TK, begitu stigma yang pada sistem PAUD 0-6 tahun.”
T PA d i b u k a p u k u l 0 8 . 0 0 - 1 5 . 0 0 .
masih berkembang di masyarakat. Istilahnya
“rebutan lahan”. Bagaimanapun sosialisasi TK Pembelajarannya meliputi pengembangan
aspek moral dan agama, fisik, bahasa,
ke dalam masyarakat lebih mengena karena
berlangsung lebih dulu dan lebih lama. kognitif, sosial emosional dan seni. Biaya
Ironisnya, kehadiran lembaga-lembaga yang ditawarkan Rp 5.000,00/hari dan
uang pangkal Rp 50.000 untuk berbagai
PAUD mengurangi kuantitas siswa
yang masuk ke TK. Padahal keduanya fasilitas termasuk makanan bergizi, layanan
konsultasi psikologi, kesehatan, dan keluarga.
berbeda fungsi, pun secara teknis.
TK adalah lembaga PAUD Dengan berbagai keunggulan itulah, pada
formal. Sedangkan PAUD adalah 2003 lembaga PAUD ini dinyatakan sebagai
jalur nonformal. PAUD terbagi Juara I Lomba Kelembagaan Pendidikan
Drs. Muh. Farozin,MPD, Dekan
PAUD DIY.
dalam Taman Penitipan Anak
Fakultas Ilmu Pendidikan UNY
(TPA), Kelompok Bermain/Play MURNItA d. KARtINI (YogYAKARtA)
83
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd83 83 7/14/2007 10:08:24 AM
Yogyakarta
E SENTUHAN IMTAK DAN
MBRIONYA berupa Taman Penitipan
Anak. Lalu melebarkan sayap menjadi
TK dan Kelompok Bermain. Jadilah
KEMITRAAN
Taman Asuh Anak, Kelompok Bermain, dan
Taman Kanak-kanak menjadi satu manajemen
berlabel Aisyiyah Nur’aini. Nur’aini yang
terletak di lokasi strategis di Jalan KH Ahmad
Memadukan sentuhan muatan Islam dengan aspek pendidikan,
Dahlan Nomor 152 Ngampilan, Yogyakarta,
tergolong favorit. Di area seluas 1500 m2 dan
pengasuhan, dan layanan kesehatan. Masih terbentur pendanaan.
gedung berkelas-kelas berkapasitas 200 anak,
Pendidiknya bergaji di bawah Upah Minimum Provinsi. Masyarakat
ini dilengkapi ragam perangkat permainan.
belum paham esensi PAUD.
Dari bola dunia, ayunan, jungkat-jungkit,
titian, mangkok putar, tangga majemuk,
foto-foto: MURNItA d. KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf
keranjang bola, hingga kolam renang.
Meski mampu menerima 200-an anak,
jumlah siswa Nur’aini sekarang hanya 92
anak. Taman Asuh Anak (TA) menampung
anak usia 1-3 tahun menerima layanan sejak
pukul 07.00 sampai 16.00. Kelompok Bermain
(KB) dengan murid-murid umur 3-4 tahun
dan TK untuk kelompok anak 4-6 tahun,
belajar hingga pukul 10.00. Anak TK dan KB
ini setelah jam belajar usai, tak sedikit yang
dititipkan di TAA. Biaya pendidikan berkisar
Rp 100.000-Rp 250.000 per bulan, tampaknya
masih murah bagi warga Yogyakarta. Terbukti,
tahun ajaran depan, siswa
yang diterima jumlahnya
naik menjadi 104 anak.
Nur’aini hanya satu dari
hampir 1.400 lembaga
Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) di Yogyakarta. Sesuai
namanya, Nur’aini berada di
bawah payung organisasi
2002, Nur’aini juga membuka diri menjadi
model pembiasaan.
kemasyarakatan Aisyiyah,
pusat kunjungan dan magang (latih kerja).
Misalnya, membiasakan
yang menginduk pada
Setidaknya dalam lima tahun terakhir itu
anak memulai segala
Muhammadiyah. Tentu saja, Dra. Kis Rahayu,
tercatat 109 kunjungan dari berbagai institusi
kegiatan dengan doa
konsentrasi pembelajaran Kepala Aisyiyah
dari sejumlah daerah. Juga menjadi tujuan
dan membiasakan anak
di sana yang paling utama Nur'aini Ngampilan
magang bagi 28 pendidik PAUD dari berbagai
membaca surat-surat
adalah penanaman nilai
latar belakang.
pendek Al Quran.
dasar tentang budi pekerti
Pengajar Nur’aini sendiri tergolong cukup
dan keagamaan versi Muhammadiyah.
memadai. Hampir separuhnya, dari 37
Mereka juga punya visi untuk membentuk
Berbasis Kemitraan
pendidik sudah mengenyam pendidikan
sikap kedisiplinan dan kemandirian,
sarjana. Bahkan kurang lebih 75% dari
mengembangkan potensi anak, berupa Muhammadiyah maju dengan Aisyiyah,
para guru pernah mengikuti berbagai
potensi spiritual, bahasa, motorik, kognitif, Nahdlatul Ulama (NU) punya Yayasan
diklat dan seminar mengenai tumbuh
seni, sosial dan emosional. Muslimat NU. Masyarakat Yogyakarta pun
kembang anak dan pendekatan-pendekatan
“Secara umum kami mengadaptasi sistem akrab dengan nama ini. Maklum, Yayasan
penyelenggaraan PAUD, baik yang dibiayai
BCCT (Beyond Centres and Circles Time). Muslimat NU selama ini lekat dengan aneka
dinas pendidikan Yoogyakarta maupun dari
Namun yang utama bagi kami memberikan kegiatan pengajian. Begitu juga dengan
kocek yayasan.
sentra Imtak, Iman dan Takwa,” kata Kis yang di Yogyakarta, mereka memang biasa
Hasilnya memang lumayan. Banyak
Rahayu, Pimpinan Aisyiyah Nur’aini. mengadakan pengajian saban sore di masjid
penghargaan digapai murid-murid Nur’aini
Mulai ajaran 2007-2008, Nur ’aini An Nuur di Desa Krapyak, Triharjo, Sleman.
melalui berbagai lomba. Seperti lomba
menyelenggarakan Materi Pagi, yakni Anak-anak yang mengaji jumlahnya
melukis, tari, dan kesenian. Sejak Desember
kelas kelas agama yang dikemas dalam sekira 100-an anak usia 5-13 tahun. Ketika
84 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd84 84 7/14/2007 10:08:28 AM
Yogyakarta
diperuntukkan buat uang makan. Sisanya
sosialisasi pendidikan anak usia dini (PAUD) Sebagaimana Nur’aini, An Nuur juga
tertutup dari subsidi silang.
sampai ke sana, timbullah niatan membuka menonjol muatan Islamnya. Inilah yang
Total murid saat ini mencapai 125 anak.
Taman Balita (TB) dan Kelompok Bermain mereka sebut program plus. Ada pemberian
Kelas Kupu-kupu yang diperuntukkan bagi
(KB). Mereka menerapkan pendidikan materi berupa pembiasaan anak untuk
anak usia 4 bulan-2,5 tahun dibuka hanya
holistik: memadukan aspek pendidikan, berdoa, bersuci dan menjalankan ibadah
tiga kali dalam sepekan: Senin, Selasa,
pengasuhan, dan layanan kesehatan. Layanan lain. Hal lain yang menonjol adalah semangat
dan Rabu, pada
kesehatan dilakukan dengan kekeluargaan. Orangtua juga dilibatkan
08.00-10.30. Kelas
menggandeng Posyandu. dalam proses kembang tumbuh anak.
ini menampung Sekolah juga punya program home visit yang
S etiap bulan Posyandu
maksimal 20 anak
mengecek kesehatan dan memungkinkan para pendidik menyambangi
dengan 5 orang
imunisasi siswa. anak asuhnya. Misalnya ketika si anak tidak
pengasuh.
Layanan kesehatan juga masuk sekolah, atau pada hari istimewa
Kelas Lebah
mendatangkan dokter-dokter. seperti Idul Fitri. “Ini juga proses belajar,” kata
untuk anak-anak
Bukan berarti mereka kaya Nur Cholimah.
usia 2,5-4 tahun. Di
dan mampu membayar jasa
sini 30 muridnya
dokter. Sebab sang dokter
Kendala Klasik
adalah sukarelawan yang
tidak mendapat honor Meski mampu membangun lem-
sepeser pun. Mereka anggota baga PAUD yang jadi favorit ma-
masyarakat yang sukarela syarakat, Nur’aini dan An Nuur sama-
Nur Cholimah, SpD, Kepala
membantu. “Pendidikan tidak sama mengaku kesulitan dengan
TPKB An Nuur Sleman
bisa dilaksanakan sendiri,”kata menjaring dana. Untuk operasional
Nur Cholimah, Kepala TBKB An pengajaran saja mereka masih belum
Nuur Sleman. mampu memenuhi secara optimal.
An Nuur memang dibangun dengan Alat Permainan Edukatif pun seba-
mengedepankan konsep kemitraan. Mereka gian dibikin sendiri dari bahan-bahan
sadar tidak bisa membangun “sekolah” sederhana dan murah.
dalam sekejap tanpa didukung modal Dana operasional juga belum
memadai. An Nuur pun sengaja memperkuat mampu buat membayar gaji para
jaringan mitranya. Di antaranya dinas-dinas pendidiknya dengan layak. Sekolah
pendidikan, sosial, dan agama, di tingkat bahkan belum bisa membayar sesuai
provinsi, kabupaten, hingga kelurahan. PKBM upah minimum provinsi DI Yogykarta.
pun dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Artinya, masih di bawah UMP 2007
Di usia seumur jagung, An Nuur telah yang sebesar Rp 500.000 per bulan.
membuka beberapa kelas. Di sana ada Taman “Mungkin sebentar lagi masyarakat
Balita (TB) yang disebut Kelas Kupu-kupu, akan berteriak-teriak karena SPP
Kelompok Bermain (KB) atau Kelas Lebah, naik,” Kis Rahayu prihatin. Biaya
dan Pendidikan Al I’dad/ Kelas Persiapan pendidikan sebesar Rp 175.000,
Mengakrabkan anak dengan teknologi
atau Kelas Laba-laba. Biaya pendidikannya Rp memang dinaikkan dari semula Rp
175.000 per bulan. Jumlah yang tidak murah 150.000 pada tahun lalu.
diberi pengajaran mendasar soal sikap,
untuk warga Yogyakarta. Namun menjadi Selain belum mampu menggaji para
pengetahuan dan keterampilan yang
wajar bila menyimak apa yang didapat sang pendidik secara layak, An Nuur juga belum
diperlukan untuk kelas jenjang lebih tinggi.
buah hati bila bersekolah di sana. Gedung bisa mendongkrak kualitas para pendidik.
Hari belajar juga dilaksanakan tiga kali dalam
berlantai dua itu dilengkapi ruang tidur Pelatihan para guru baru sebatas upaya
sepekan dari pukul 08.00-11.30.
bagi yang dititipkan sehari penuh. Ada uang mandiri. Caranya membahas materi pelatihan
Kelas Laba-laba adalah kelas persiapan
bermain, ruang belajar cukup lapang dan dalam pertemuan rutin. Sesekali mereka
yang diperuntukkan bagi anak usia 4-6 tahun
komplit dengan alat permainan edukatif. mendatangkan instruktur.
yang akan memasuki dunia sekolah dasar.
Masih ada tambahan menu makanan Persoalan lain justru datang dari
Di kelas ini ada 75 anak yang bergabung.
bergizi hasil olahan sendiri, konsultasi anak masyarakat. Warga masyarakat tampaknya
Pembelajarannya menitikberatkan pada
dan kesehatan, dan ekstra kurikuler yang belum paham benar esensi PAUD. Mereka
memberikan stimulasi dan memberdayakan
disesuaikan dengan minat anak. justru menuntut anak mereka bisa baca
potensi anak. Kelas ini dibuka setiap hari,
Meski menjaring dari kalangan menengah tulis. Padahal PAUD hanyalah motivator dan
kecuali Sabtu dengan jam belajar pada 08.00-
atas. Namun, Yayasan Muslimat NU sengaja fasilitator, dalam mengembangkan potensi
11.30. Sabtu hanya berupa pengajaran ekstra
“menyisakan” jatah 25% buat anak dari anak, yang metodenya dengan cara bermain.
kurikuler berupa renang, melukis, outbond
keluarga tak mampu. Biaya pendidikan
dan filtrip.
mereka cuma Rp 50.000 per bulan, yang MURNItA d. KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf (YogYAKARtA)
85
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd85 85 7/14/2007 10:08:33 AM
Yogyakarta
“Kami ingin semua anak terfasilitasi dengan
rasio guru-anak yang ideal,” kata Linawati,
SH, Wakil Direktur ECCD-RC.
Bukan sekadar mengejar rasio guru-
murid yang ideal. Kualitas dan kualifikasi
guru pun menjaid perhatian serius. Para
educator semuanya sarjana dari bermacam
konsentrasi pendidikan. Mereka mendapat
sejumlah diklat. Untuk lebih meningkatkan
kualitas educator ECCD sedang mendorong
para educator bisa memiliki Akta IV.
Dukungan guru yang oke, metode
pembelajaran yang tepat plus perangkat
pembelajaran yang pas itu, jelas butuh dana
tak sedikit. Sebelum dilepas 3 induk LSM
pendirinya, ECCD masih mendapat kucuran
dana lumayan. Namun sejak manajemennya
independen, ECCD mau tak mau mesti
membiayai operasional mereka dari SPP
siswa.
ECCD menerapkan pola subsidi silang
untuk pembiayaan sekolah. Ada uang
tahunan dan ada uang bulanan. Sekolah
menawarkan tiga level pembiayaan sesuai
foto-foto: MURNItA d. KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf
keadaan ekonomi orangtua siswa. Yakni
ECCd-RC Yogyakarta kelompok rendah untuk program beasiswa,
MENGUSUNG ORIENTASI
level menengah untuk para orangtua dari
kalangan menengah, dan level tinggi untuk
yang mampu.
Besarnya SPP tiap bulan untuk siswa dari
UNIvERSAL keluarga mampu berkisar Rp 200.000 hingga
Rp 250.000. Bagi murid dari golongan
sedang antara Rp 150.000. Sedangkan
siswa dari kelompok ekonomi lemah cukup
Didirikan tiga LSM beda karakter. Menghapus bias jender, perbedaan membayar Rp 50.000-Rp 75.000/bulan.
Beberapa staf ECCD ada yang memberikan
ras, dan agama. Semua anak, baik laki-laki atau perempuan dari
subsidi kepada anak-anak dari kalangan
semua latar belakang mempunyai hak yang sama untuk mengem- tak mampu.
bangkan potensi yang dimiliki. Konsep lain yang membedakan
ECCD dari lembaga lain, adalah sekolah
T
yang menjunjung tinggi perbedaan ras,
Development-Resource Centre (ECCD-RC)
AK ada meja-kursi layaknya sebuah
kultur dan agama. Lembaga PAUD ini
Yogyakarta. Lembaga Pendidikan Anak
kelas. Kalau pun ada hanya beberapa.
memang lahir dari komitmen tiga Lembaga
Usia Dini (PAUD) yang beralamat di Jalan DI
Anak-anak belajar memanfaatkan
Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbeda
Panjaitan Nomor 70 Yogyakarta ini membagi
sejumlah area. Ada yang belajar di area
latar belakang. Yakni Lembaga Studi
satu kelas menjadi kelompok-kelompok
bermain peran, area persiapan baca tulis,
Perkembangan Perempuan dan Anak, Plan
kecil. Untuk kelas “play group kecil”, maksimal
area balok dan area cair. Anak-anak bebas
International Indonesia, dan AusAid.
setiap kelompok kecil beranggotakan 4
bermain dengan koleksi beragam mainan,
Sesuai latar belakang pendirinya yang
anak dengan 2 educator, sapaan buat para
baik buatan pabrik maupun karya mereka
berbeda visi, ECCD yang didirikan 22
pendidik di sana.
sendiri. Ada yang terbuat dari bahan-bahan
Juni 2002 ini garis kerjanya pun mewakili
Sedangkan untuk “play group besar”,
sisa, sebagian dari bahan alami. Semua
banyak tujuan. “Kami memang universal
satu kelompok terdiri dari 7 anak dengan
mainan dipilih yang bisa memberikan
oriented,” kata Linawati. Tak heran jika yang
2 educator. Untuk TK kecil setiap kelompok
rangsangan motorik, pola pikir (kognisi),
menjadi fokus lembaga ini adalah gabungan
terdiri dari 12 anak, juga 2 educator.
kreativitas, kemampuan berbahasa dan rasa
antara pendidikan dan pengasuhan anak
Sedangkan TK besar berisikan 21 murid
sosial anak.
usia dini, semangat jender yang adil,
diasuh 3 educator. Pembagian kelompok
Itulah model active learning yang
penghargaan terhadap hak anak dan
belajar ini tak lazim ditemui di sekolah lain.
diterapkan Eearly Childhood and Care
86 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd86 86 7/14/2007 10:08:36 AM
Yogyakarta
juga menerima siswa dari negara
keragaman budaya.
asing. Perlakuannya hampir-
Semangat menghapus pengkotakan
hampir sama. Hanya berbeda
berdasar ras, budaya dan agama ini masih
pada penggunaan bahasa. Namun
diemban ECCD, meski pada 2004 lembaga ini
setelah beberapa bulan, anak-
dilepas dari tiga induknya. ECCD-RC bermitra
anak itu mampu membiasakan
kerja dengan LSM, donatur, pemerintah,
diri berkomunikasi menggunakan
universitas untuk bisa optimal memberikan
bahasa Indonesia.
pelayanan bagi anak, keluarga, pendidik
Satu hal lagi yang menjadi
anak usia dini, sekolah maupun institusi dan
komitmen ECCD, “Kami tidak
kelompok yang peduli dengan pendidikan
m e m a k a i s e r a g a m ,” u c a p
dan tumbuh kembang anak usia dini.
perempuan muda yang akrab
Tujuan dari berdirinya ECCD sendiri
disapa Lina ini. Memang, seringkali
untuk mewujudkan pembelajaran anak usia
menjadi pertanyaan, ketika siswa
dini yang lebih menyenangkan. Linawati
PAUD lainnya memakai seragam.
melihat selama ini ada semacam tuntutan
Mengapa tidak berseragam?“Lebih
memberatkan bagi anak agar harus lancar
fleksibel dan tidak membebani
calistung (baca-tulis-hitung). Tatanan
orangtua dengan biaya seragam,”
yang sudah mapan itu akan didobrak
tambah Lina. Baju kerja para
dengan pembelajaran menyenangkan.
educator, sebutan bagi pendidik di
Pertimbangannya, masa-masa kritis anak
sana, boleh memakai jins dan kaos
atau yang populer disebut golden age harus
asal bukan kaos oblong.
mendapat metode pembelajaran yang Linawati, Wakil Direktur EECD-RC
tepat. “Metode bermain dipilih sebagai
sarana paling tepat bagi anak usia dini untuk
Metode Mandiri
belajar,” kata Linawati. kebutuhan.
Sengaja menampung banyak perbedaan Ada tiga divisi utama dikembangkan Divisi Training berfungsi memberikan
latar belakang, adalah keistimewaan ECCD. Yakni Laboratorium School (Lab- pelatihan bagi siapa pun yang ingin belajar
ECCD. Sebagai lembaga universal, siswa school) Rumah Citta yang terdiri dari cara mendidik anak usia dini. Kegiatannya
yang ditampung di sana tak terbatas dari kelompok bermain, taman kanak-kanak, dan mengadakan pelatihan-pelatihan dan
golongan, ras, dan agama tertentu. ECCD taman penitipan anak edukatif. Kemudian seminar-seminar. Pelatihan ini menjadi
Training Program, dan sarana ECCD untuk mensosialisasikan nilai-
program pengembangan nilai dan konsep pembelajaran anak usia dini
media dan kampanye. kepada masyarakat.
Pro gr a m d i r a n c a n g Media kampanye, salah satu yang
untuk memperkaya anak populer di sini adalah perpustakaan. Yakni
dengan pengalaman. perpustakaan dewasa dan perpustakaan
Berbahan alam dan limbah, anak. Inilah wahana kampanye melalui
mengenal dan mencintai buku-buku. Lebih familiar dengan set
lingkungan, mengenal cara sebagai perpustakaan ramah, artinya
kerja mesin tradisional dan semua buku yang masuk adalah hasil seleksi
modern, sains, dan seni yang ketat. Buku-buku edukatif ini boleh
budaya. dipinjam.
Lab-school Rumah Pembelajaran didukung juga dengan
Citta mengaplikasi prinsip metode filtrip yang memperkenalkan anak
pendidikan yang berpusat pada keadaan nyata. Misalnya, kunjungan
pada anak dan berbasis ke pasar tradisional, museum dirgantara,
dan kegiatan outdoor seperti outbond
aktifitas pada anak usia
2-6 tahun. Kurikulumnya dan berenang sebulan sekali. ECCD tidak
berisikan nilai-nilai mengajarkan calistung, tapi lebih pada
inklusivitas yang disusun persiapan bagaimana mereka menghadapi
secara mandiri oleh Rumah belajar membaca dan menulis. Lebih
Citta. Metode BCCT tidak tepatnya mempersiapkan anak didik untuk
sepenuhnya dipakai di sini. siap menghadapi teks di SD.
Sebab setiap tahun lembaga
Kegiatan mencuci tangan
ini memperbarui kurikulum MURNItA d. KARtINI dAN
dengan penyesuaian sesuai M. fAtHoNI ARIEf (YogYAKARtA)
87
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd87 87 7/14/2007 10:08:45 AM
Jawa Tengah
sudah melantik pengurus Himpaudi, bahkan
KOLABORASI KUAT,
di kecamatan.
Penanganan PAUD di Jawa Tengah
memang terkesan berlari. Himpaudi Jawa
Tengah, bersama Dinas Pendidikan Jawa
JADI yANG TERCEPAT
Tengah, punya andil besar dalam gerak
cepat memperluas akses PAUD. Sosialisasi
gencar dilaksanakan. Di antaranya melalui
media massa, seminar, yang melibatkan
kelembagaan masyarakat seperti PKK.
Tercepat dalam perluasan akses PAUD secara nasional. Padahal
Juga melalui penyelenggaraan diklat dan
masih ada 2,8 juta anak belum terlayani. Menggandeng swasta dan pengusahaan insentif untuk pendidik,
mendapat kucuran APBD sejumlah kota/kabupaten. menjalin kemitraan dengan swasta, dan
mendukung database pemerintah.
Kini Himpaudi dan Dinas Pendidikan
Aktivitas Himpaudi Semarang Provinsi sedang mengadakan program
diklat untuk 1050 pendidik dari 350 lembaga
PAUD yang memperoleh dana rintisan dari
pemerintah. Diklat ini berlangsung secara
maraton selama kurun Juni-September.
Program diklat dilanjutkan dengan magang
(latih kerja) di 15 lembaga PAUD yang ditunjuk
di 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Di
antaranya Purworejo, Cilacap, Pekalongan,
Kota Tegal, Solo, Klaten, Kudus, Boyolali,
Semarang, Pati, Magelang, Wonosobo, dan
Karanganyar.
Kerjasama dengan swasta di antaranay
dijalin dengan penerbit Erlangga. Bentuknya
menerbitkan modul-modul materi PAUD dan
menyelenggarakan diklat gratis untuk para
pendidik. Upaya mendongkrak kesejahteraan
pendidik PAUD juga menunjukkan hasil.
Tahun 2007, ada tambahan insentif dari
S
APBD. “Upaya efektif dengan mengetuk hati
104 Taman Penitipan Anak (TPA), dan lebih
EMARANG yang panas, layaknya kota
nurani para pejabat saat sosialisasi,” kata Ir.
dari 500 Pos PAUD. Pos PAUD atau Satuan
pelabuhan lain menjadi teman warga
Nila Kusumaningtyas, Ketua Himpaudi Jawa
PAUD Sejenis (SPS) yang diselenggarakan
kota yang terkenal karena lunpianya
Tengah.
di tingkat RW memang menjadi target
yang lezat ini. Bukan tengah mengobrolkan
Saat sosialisasi di daerah, panitia sengaja
pencapaian program 1000 Pos PAUD.
aneka jajanan yang memang enak-enak di
mengumpulkan para pejabat di lingkungan
Pos PAUD ini mengintegrasikan konsep
Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Namun
Pemda dan instansi terkait. Hasilnya, insentif
pendidikan anak usia dini dengan pelayanan
persoalan pendidikan yang belum segurih
dikucurkan 15 kabupaten dari kantong
kesehatan di Posyandu. Tenaga pendidiknya
lunpia dan semantap tahu gimbal. Jawa
anggaran APBD.
berasal dari ibu-ibu PKK, remaja, dan orang-
Tengah termasuk lumbung buta aksara, selain
orang yang peduli terhadap perkembangan
Jawa Timur, dan Jawa Barat. MURNItA dIAN KARtINI (SEMARANg)
PAUD. Mereka jugalah yang dilibatkan
Persoalan pendidikan keaksaraan pun
sebagai kader dan menjadi narasumber
menjadi salah satu prioritas kebijakan
dalam pelatihan-pelatihan seperti memasak
pendidikan, Jawa Tengah. Namun Jawa
dan ketrampilan. Sebanyak 500 Pos PAUD
Tengah juga tergolong provinsi yang memberi
sudah mendapat dana kelembagaan dari
perhatian baik pada pendidikan anak usia dini
pemerintah.
(PAUD). Jawa Tengah adalah provinsi besar
Perluasan akses PAUD di Jawa Tengah
dengan jumlah penduduk terbanyak setelah
itu masuk kategori cepat secara nasional.
Jawa Timur. Di sana ada 3,5 juta anak usia dini
Dalam Workshop Himpaudi dan Forum PAUD
tersebar di 35 kabupaten/kota. Hanya sekitar
Tingkat Nasional, Juni lalu, Jateng dinyatakan
780.000 anak terlayani lembaga PAUD.
Ir. Nila. K, Ketua HIMPAUDI Semarang (Berkas
sebagai yang tercepat membentuk PAUD.
Ada sekitar 2000 lembaga PAUD yang Kuning) saat pencanangan POS PAUD
Bahkan semua kabupaten di Jawa Tengah
terbagi dalam 1385 Kelompok Belajar (KB),
88 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd88 88 7/14/2007 10:08:50 AM
Jawa Tengah
K
ETIKA Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (IKIP) melebur menjadi
universitas, gaung kampusnya para
guru ini meredup. Tidak halnya dengan
Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas
Negeri Semarang (dulu IKIP Semarang).
Fakultas ini tak jenuh menggodok metode
pembelajaran, manajemen, dan masalah-
masalah tumbuh kembang anak. “Pusat studi
ini adalah kekayaan secara akademis,” kata
Dra. Sri Dewanti H, M.Pd, Ketua Program Studi
Pendidikan Guru TK FIP Universitas Negeri
Semarang.
Apa saja yang dikaji dan dipelajari di
PGTK, wartawan PENA PENDIDIKAN, Murnita
Dian Kartini mewancarainya, akhir Juni lalu.
Petikannya:
Bagaimana perkembangan PAUD di Jawa
Wawancara Ketua Program Studi Pendidikan guru tK
Tengah?
Istilah PAUD saat ini sangat booming.
fIP Universitas Negeri Semarang, dra. Sri dewanti H, M.Pd
Semua lapisan masyarakat mengenal
DARI SETTING KELAS
istilah ini dengan baik. Sebenarnya sejak
lama kita punya kegiatan untuk PAUD.
Misalnya, Posyandu. Ketika ada program
HINGGA MANAJEMEN
resmi dari pemerintah (Dinas Pendidikan Luar
Sekolah Jawa Tengah), secara teknis menjadi
tersistematika dengan baik. Masyarakat mulai
sadar anak-anak usia dini perlu mendapat
Apa yang perlu diperhatikan dalam
Banyak orangtua merasa puas anaknya
pelayanan pendidikan.
menyelenggarakan PAUD?
terlayani dengan baik. Ketika sampai di SD
Sebagai sebuah pusat studi mengenai Pe r t a m a , p e n g e l o l a a n l e m b a g a ,
anak-anak sudah mengenal banyak hal secara
PAUD, apa saja yang diteliti di sini? manajemen lembaga harus solid dan kuat.
sistematis dan terarah.
Kemudian metode pembelajaran. Tidak
Keseluruhan. Mulai setting kelas,
Bagaimana dengan mutu pendidik PAUD? harus metode tertentu, karena sifatnya
manajemen, metode pembelajaran, dan
harus variatif. Tidak bisa dikatakan satu
Orang yang terjun sebagai tutor/guru
masalah-masalah tumbuh kembang anak.
metode lebih baik dari yang lain, karena
PAUD adalah orang-orang yang terpanggil
Pusat studi ini adalah kekayaan secara
sasarannya multiple intelegent. Metode
hatinya. Meskipun dengan honor yang
akademis, di mana siswa-siswi PGTK yang
Beyond Centre and Circle Time (BCCT) secara
hanya Rp 100.000- Rp 150.000, tapi dia punya
calon guru ini mempunyai laboratorium
ideal membutuhkan sentra luas. Di luar
kekuatan berkumpul dengan anak-anak kecil
untuk mendukung pendidikan mereka.
negeri ukuran satu rumah itu untuk satu
yang masih polos. Unsur emosi yang lekat
Mereka bisa langsung mempelajari tumbuh
sentra belajar. Maka di Indonesia sistemnya
dengan anak seperti ini yang tidak selalu
kembang anak dengan metode-metode
hanya mengenalkan konsepnya saja.
dipunyai orang. Saat ini perkembangannya
tertentu.
sedang berproses untuk profesional. Proses
Seperti apa pengelompokan anak itu?
Apa bedanya PAUD nonformal dan TK? ke arah sertifikasi masih dalam dalam bentuk
Secara umum anak dikelompokkan
pelatihan.
Sebenarnya hanya masalah teknis birokrasi
berdasarkan kemampuan intelejensi (IQ),
Banyak pendidik berlatar belakang
dan istilahnya saja. Secara kajian akademis
kebutuhan layanan khususnya, misal anak
pendidikan bukan sebagai pendidik PAUD
yang diakui secara makro di seluruh dunia
mempunyai keadaan psikologis autis atau
hanya mendapat pelatihan PAUD. Program
menyebutkan usia dini adalah anak usia 0-
hiperaktif, tentu pelayanannya berbeda
Studi Pendidikan Guru TK sedang merintis
8 tahun. Kajian lain menyebutkan usia 0-4
dengan mereka yang tidak. Lalu, karena bakat
program terjun ke lapangan tanpa honor.
tahun sebagai usia dini. Sedangkan anak usia
dan minat, kalau dengan sistem sentra berarti
Program ini dikaitkan dengan mata kuliah,
4-6 tahun masuk kategori usia TK.
ada pembelajaran mengenai respons. Ke
pelaksanaannya dibiayai kampus sekadar
Apa pentingnya PAUD? mana arah minatnya. Ada anak yang hanya
untuk transport. Yang perlu digarisbawahi
menyenangi satu sentra, itu berarti multiple
bahwa menjadi guru adalah tugas yang
Jika proses tumbuh kembang anak tidak
inteligent-nya sedang berkembang.
sangat mulia.
optimal, maka terjadi ketidaksempurnaan.
89
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd89 89 7/14/2007 10:08:54 AM
Jawa Tengah
Kegiatan anak-anak Yayasan Nasima
foto-foto: MURNItA dIAN KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf
TRADISIONAL OKE,
NASIONALIS BOLEH JUGA
J
kebangsaan dan keislaman. Di jenjang PAUD
aula sekolah yang cukup untuk menampung
AWA TENGAH masih menanggung
mereka memberikan materi pengajaran
tiga ratusan anak. Ada yang tengah
beban berat dalam pengembangan
spesifik. Misalnya budaya aneka daerah,
berwudhu dan menggelar tikar. Beberapa
PAUD. Saat ini, dari 3,5 juta anak usia
dari bahasa, tarian hingga lelaguan
yang lain tampak hilir mudik menunggu
dini yang tersebar di 35 kabupaten dan kota,
tradisional. Pengajarannya dengan metode
jemputan orangtuanya.
hanya sekitar 780.000 saja yang terlayani
keseharian.
Mereka siap-siap Jumatan itu siswa SD
lembaga PAUD. Jumlah yang masih minim.
Selain mengangkat budaya berbagai
kelas 4 hingga kelas 6. Sedangkan mereka
Tapi dalam beberapa tahun terakhir,
daerah yang dikemas dalam sentra-sentra
yang tengah menanti jemputan adalah
ratusan PAUD bersemi di sana. Setidaknya
pembelajaran, Nasima selalu menyisipkan
murid SD kelas 1-3. Aktivitas seperti itu
ada sekira 2000 lembaga PAUD. Bentuknya
nilai-nilai Islam ke dalam budaya. Misalnya,
rutin dijumpai di sekolah yang berdiri di
sebagian besar Kelompok Belajar (KB).
tema keluarga sakinah diajarkan dengan
bawah nauangan Yayasan Perguruan Islam
Sisanya Taman Penitipan Anak dan lebih dari
tokoh wayang, seperti keluarga Pandawa
Nasima ini. Nasima menyelenggarakan
500 Pos PAUD. Berikut sejumlah KB di Jawa
dan Punakawan. Pembelajaran berkembang
pendidikan dari jenjang PAUD sampai SMA.
Tengah yang patut jadi teladan:
dengan mengajari anak membuat wayang
Namun bangunan di Pusponjolo hanya
yayasan Nasima Semarang: dari daun, kertas, padi, ranting juga dengan
khusus untuk tempat belajar siswa PAUD
ekspresi warna. “Kami memadukan konsep
dan SD saja.
NASIONALISME DAN AGAMA formal dan nonformal, tapi hanya esensinya
Nasima, kependekan dari nasionalisme
saja yang kami adaptasi,”kata Roostrianawati,
dan agama, berdiri tahun 1994. Mulanya
KESIBUKAN nampak terlihat di gedung
Manajer Pendidikan Nasima.
menyelenggarakan TK untuk anak usia
mentereng berlantai dua bercat putih
Pada hari-hari besar tertentu, umpamanya
3-4 tahun. Pada 2001 memperluas area
bersih di kawasan Jalan Pusponjolo Selatan
Hari Pahlawan, mereka mengadakan
pendidikan usia dini hingag rentang usia
Nomor 53 Semarang. Nampak seratusan
kegiatan tabur bunga dan mengundang
8 tahun. Sesuai namanya, Nasima berciri
anak berseragam putih-putih tengah sibuk
para veteran perang. Para veteran diminta
khas perpaduan kurikulum bernuansa
mempersiapkan sholat Jumat berjamaah di
90 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd90 90 7/14/2007 10:08:56 AM
Jawa Tengah
angka Rp 200.000,00 dengan uang pangkal
bercerita perjuangan mereka melawan
Rp 3 juta. Nasima mampu menyelenggarakan
penjajah. Anak-anak dilatih menjadi pribadi
pendidikan secara mandiri, tak menunggu
kritis, kreatif dan mampu menghargai jasa
bantuan pemerintah. Juga memberi
pahlawan. Nasima juga mengajak anak-anak
pelatihan internal setiap bulan dan beasiswa
terlibat dalam kegiatan perayaan hari besar
bagi para pengajarnya hingga tingkat S-3.
bersama masyarakat sekitar.
PAUD Nasima membuka Kelompok
KB Masyitoh Pekalongan:
Bermain (KB) untuk 12 anak dan TK untuk 24
anak. Di tingkat SD, muridnya lebih dari 300
PRAKTIK SHOLAT DAN
anak. Rasio pendidik untuk PAUD, 2 orang
MENDONGENG
pendidik untuk 10-15 anak usia 2-3 tahun, 2
pendidik untuk 24 anak usia 4-6 tahun, dan Di Kota Batik Pekalongan, lembaga
seorang pendidik untuk 28 anak SD. PAUD milik Muslimat NU adalah salah satu
Biaya SPP per bulan beragam. Berkisar di pilihan bagi para orangtua bekerja untuk
mempercayakan pendidikan usia dini bagi
putra-putri mereka. Menariknya, dari Parlina, Kepala KB
Masyitoh
anak Ketua DPRD Pekalongan hingga
anak tukang becak bisa belajar di meja
mensyukuri apa
yang sama. Tak ada perbedaan bagi
saja yang diberikan Tuhan. “Dengan
mereka yang ingin menyekolahkan
itu anak bisa mengetahui bahwa setiap
anaknya di lembaga PAUD yang berdiri
orang mempunyai kelebihan selain
pada 2002 ini.
kekurangannya,” kata Parlina, Kepala
Kini mereka menampung 66 anak,
KB Masyitoh ketika diwawancarai PENA
yang terbagi dalam kelompok-kelompok
PENDIDIKAN di Semarang.
kecil berdasarkan usia. Kelompok 1
Selain mengadaptasi metode BCCT,
untuk usia 2,5-3 tahun, Kelompok
Masyitoh juga menerapkan muatan agama
2 untuk usia 4-5 tahun, sedangkan
dan muatan khusus lain. Contohnya, materi
Kelompok 3 buat anak usia 5-6 tahun.
pagi berisi berisi hafalan surat-surat pendek,
Pada dasarnya yayasan tidak pilih-pilih
doa sehari-hari plus gerakan dan bacaan
dalam memberikan pendidikan bagi
sholat. “Kami berusaha agar selepas dari
mereka yang membutuhkan. Pun dengan
Masyitoh, di usia 6 tahun anak sudah hafal
anak-anak yang mempunyai kebutuhan
surat dan bisa praktik sholat sendiri, karena
khusus. Masyitoh mengajarkan bagaimana
usia 7 tahun anak sudah wajib sholat,”
Laboratorium komputer Nas lanjutnya.
ima
Mendongeng dan bertutur menjadi
satu kegiatan yang disukai siswa-siswa
di Masyitoh. Kegiatan ini menstimulasi
kemampuan keaksaraan anak, selain juga
mengajarkan anak untuk kreatif dalam
berpikir dengan membedah satu cerita
setiap harinya. Menarik karena mungkin
jarang bagi mereka didongengkan sebelum
tidur. Atau bagi mereka yang biasa dibacakan
cerita, kemudian membawa buku cerita
favorit mereka untuk dibacakan dan dibahas
di kelas.
Semua murid dibebani biaya SPP sama
besarnya: SPP pokok Rp 52.000 plus biaya
makan Rp 39.000. Sedangkan uang pangkal
dibedakan menurut kemampuan orangtua
siswa. Mereka yang masuk golongan
ekonomi lemah hanya diminta membayar
uang pangk al sebesar R p 150.000.
Sedangkan kelompok ekonomi sedang dan
atas, masing-masing membayar Rp 200.000
91
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd91 91 7/14/2007 10:09:05 AM
Jawa Tengah
dan Art Center (sentra seni). Dekorasi
disesaikan dengan tema harian yang dipilih.
ARIEf
KARtINI dAN M. fAtHoNI
foto-foto: MURNItA dIAN
Contohnya, saat pelajaran tema pedesaan
maka disulaplah kelas menjadi bernuansa
pedesaan dengan menambahkan gubuk
atau kandang-kandang dari bambu secara
sederhana. “Metode BCCT memang sesuai
dengan tujuan membentuk anak-anak
kreatif dan berkarakter,” kata Yuli Siantayani,
MPd, Kepala Bukti Aksara.
Murid-murid juga menjadi mandiri,
berani berpendapat, dan mampu
Aksara Semarang bersosialisasi dengan baik. “Anak-anak hasil
Bukit
Kegiatan anak-anak
didikan lembaga PAUD terbukti lebih siap,
dan metode bermain itu tidak membuang-
memasak intensif. Materi pembelajarannya
buang waktu,” Yuli menambahkan.
dilengkapi dengan fasilitas dapur mini yang
dan Rp 250.000.
Bukit Aksara membagi kelasnya dalam
asli memang untuk memasak beneran.
Untuk menjaring siswa, Masyitoh
10 kelompok kecil yang masing-masing
Anak-anak diajar memasak, mulai persiapan
menerapkan cara unik. Ada potongan
diampu seorang pengajar. Pengajarnya
bahan, meracik, memasaknya hingga
Rp 10.000 untuk SPP jika wali murid bisa
yang berjumlah 13 orang semuanya sarjana
membersihkan kembali peralatan masak.
mengajak rekan, saudara atau tetangga
pendidikan.
Kunjungan ke lapangan juga menjadi
untuk menyekolahkan anak mereka di
Pembelajaran yang oke dan fasilitas yang
kegiatan favorit di Bukit Aksara. Lokasinya
Masyitoh. Cara ini dinilai efektif menjaring
layak itu diimbangi biaya pendidikan yang
yang berada di kompleks usaha, seperti
siswa baru setiap tahunnya karena secara
lumayan tinggi untuk ukuran daerah. Uang
perbengkelan, stasiun radio, dan stasiun
tidak langsung para orangtua berlomba
pangkal per siswa dipatok Rp 4 juta. Tapi ada
pemancar televisi memperkaya wawasan
mencari dan mempromosikan sekolah. Iklan
diskon 20% bagi mereka yang mendaftar
murid-murid.
dari mulut ke mulut ini rupanya menjadi
jauh-jauh hari sebelum tahun ajaran baru.
Kegiatan belajar di sentra-sentra ala BCCT
media promosi terbaik bagi Masyitoh.
SPP per bulannya Rp 275.000/siswa. Bagi
dibuat dan didesain semenarik mungkin
Bukit Aksara Semarang: anak yang melanjutkan ke Bukit Aksara
dengan dekorasi yang asyik. Sentra belajar
Primary School, SD ala Bukit Aksara, mereka
terdiri dari 5 kelas, Block Center (sentra
KELAS MEMASAK INTENSIF tidak ada lagi dipungut uang gedung.
balok), Messy and Fluid Center (Sentra bahan
cair), Symbolic Play Center (sentra bermain
Bukit Aksara mungkin satu di antara
simbol), Readiness
sedikit lembaga PAUD sekaligus Sekolah
Center (Kelas
Dasar (SD), atau biasa disebut TK-SD Satu
Persiapan),
Atap. Sekolah yang beralamat di Jalan
Bukitsari Raya Nomor 1 Semarang ini yang
pertama menggunakan metode BCCT di
Semarang. Di awal berdiri, mereka mengajar
menulis dan membaca dengan metode
klasikal.
Penerapan metode BCCT baru pada
2003. Persisnya, tak lama setelah mereka
berdiskusi dengan konsultan Direktorat
PAUD mengenai metode pembelajaran
yang sesuai untuk anak usia dini. Model
belajar agar anak pandai baca-tulis di usia
dini mulai dihapuskan. Gantinya, pengajaran
yang dikemas sambil bermain. Sistem
diubah 180 derajat, sarana dan prasarana
disesuaikan, para pengajar diberi pelatihan
dan pemahaman disosialisasikan kepada
orangtua murid.
Metode ini dijabarkan dalam perluasan
kelas. Anak-anak dibebaskan belajar dalam
konteks bermain sesuai usianya. Satu yang
istimewa di Bukit Aksara adalah kelas
92 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd92 92 7/14/2007 10:09:08 AM
Jawa Tengah
dengan profesinya.
Play group dibagi 2 kelas: Batita
Bunga Bangsa yang nasionalis
untuk anak dengan usia 1-2,6 tahun dan
mengajarkan makna keragaman budaya
Kelas Play Group untuk anak usia 2,6-3,6
dan agama. Ada program Aim Damai
tahun. Sedangkan Kindy untuk anak 4-6
(Anak Indonesia Membangun Budaya
tahun. Secara umum pola pembelajaran
Cinta Damai). Program saban Senin ini
di sana dengan lembaga PAUD lain
mengakrabkan murid TK pada kegiatan
yang mengedepankan pembelajaran
religius sesuai agama yang dianut dengan
menyenangkan. Ciri khasnya pelajaran
pendekatan budi pekerti. Selain pengajaran
ekstra kurikuler dan holiday fun. Semua
di kelas, juga disertai pengenalan tempat
anak, baik dari TK dan play group,
ibadah, praktik ibadah dan perayaan hari
juga anak-anak sanggar belajar turut
raya agama.
bergabung dalam kegiatan ini.
Aneka kegiatan Bunga Bangsa didukung
Pilihan ekstrakurikuler beragam. Bina
fasilitas memadai. Tempat bermain outdoor
vokalia menjadi pilihan favorit. Setiap
dan indoor, kolam renang, sentra-sentra
tahun anak-anak diberi kesempatan
belajar, sentra memasak dan musik, ruang
membuat rekaman dan video klip dalam
komputer, pengajar profesional, dan layanan
bentuk CD. Ada juga sempoa, komputer,
kesehatan dan konsultasi. Sekolah mengutip
bahasa Inggris, melukis, taekwondo, alat
Silviana, Kepala KB Bung
a Bangsa
SPP Rp 135.000 per bulan.
musik (keyboard dan angklung), menari,
hingga fashion show dan modelling. Semua
Bunga Bangsa, Semarang: diajarkan dengan metode yang mudah
HOLIDAy FUN DAN Play Group
dipahami anak.
Sedangkan Holiday Fun merupakan
EKSTRA KURIKULER Aisyiyah 01 Semarang:
kegiatan mengisi liburan yang rutin diadakan
MENANAMKAN JIwA SOSIAL
per semester. Kegiatannya berupa outbond,
Mulanya membuka sanggar kegiatan
SEJAK DINI
fieldtrip, cooking class, berenang, seni,
belajar bagi anak TK dan SD yang tinggal
dan day shopping.
di sekitar Tlogosari, Semarang, pada 2000.
Kemudian membuka layanan PAUD. Yayasan
Bunga Bangsa yang beralamat di Jalan
Taman Sekar Jagad Nomor 32 Semarang ini
Konsultasi Kesehatan Aisyiyah
membuka Play Group (Junior Kid Class) dan
TK (Kindy A-B).
Ada lagi kegiatan Polisi Sahabat Anak. Minimnya jumlah PAUD di bulangan
Anak dikenalkan dengan polisi, rambu Banyumanik, Semarang menjadi inspirasi bagi
lalu lintas, dan mengakrabkan hubungan Aisyiyah, organisasi wanita Muhammadiyah,
polisi dan anak. Selain itu ada Parents untuk membuka PAUD Aisyiyah, 2003 lalu.
Day, sebuah kegiatan dimana orangtua Aisyiyah juga mengedepankan pembelajaran
terlibat secara langsung dalam kegiatan nilai-nilai Islam. Secara khusus, Aisyiyah
pembelajaran. Orangtua mengajar sesuai mengedepankan tumbuhnya karakter
93
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd93 93 7/14/2007 10:09:13 AM
Jawa Tengah
Aisyiyah mempunyai 30 murid yang para pendidik menggagas dan menciptakan
M. fAtHoNI ARIEf
terbagi dalam 2 kelompok: usia 2-3 Alat Permainan Edukatif secara mandiri
tahun dan 3-4 tahun. Kegiatan anak- dan sederhana. Bahan-bahannya dari
anak didukung dengan bermacam barang bekas. Kegiatan membuat APE ini
MURNItA dIAN KARtINI dAN
fasilitas mulai dari permainan indoor juga diberikan di sentra seni. Sehingga
dan outdoor, sentra-sentra bermain yang anak-anak tidak hanya mengenal mainan-
nyaman, dan layanan antarjemput. mainan komersil yang mahal, tetapi
Ada pengalaman menarik ketika juga mampu membuat mainan sendiri
Aisyiyah menangani salah seorang dengan cara yang mudah dan sederhana.
murid yang mempunyai kelainan “Kami juga menciptakan inovasi-inovasi
Down Syndrome dalam tahap debile. di aspek pembelajaran dengan terus
Mereka bekerjasama dengan psikolog mengembangkan metode-metode belajar,”
untuk menentukan perlakuan yang ujar Nila.
pas. Penanganan dan terapi yang tepat Taman Belia mempunyai 6 kelompok
itu mampu membawa sang anak bisa kelas dan 1 kelas transisi. Kelas untuk anak
diterima baik di lingkungan bermainnya. usia 1,5-2 tahun, 2-2,5 tahun, 2,5-3 tahun,
Ellysa Aditya Surya
wati, Kepala PG Anak-anak yang normal juga diajari bisa 3-4 tahun, 4-5 tahun, 5-6 tahun dan satu
Aisyiyah 01 Banyum
anik dan Ketua menerima kekurangan orang lain dan lebih kelas peralihan bagi anak-anak usia antara
Yayasan Aisyiyah Ra
nting Banyumanik
bisa bersyukur. TK dan SD. Setiap Sabtu lembaga belajar
Rangkaian pelayanan Aisyiyah ini butuh ini dipakai untuk kegiatan Pos PAUD dan
biaya pendidikan Rp 175.000 per bulan. membina anak-anak di lingkungan sekitar
Namun tak semua siswa dibebani biaya dengan biaya Rp 3.250 per anak.
intelektual dan spiritual.
sama. Sebab di sana diberlakukan sistem Sebulan sekali anak-anak diajak berenang
Mengembangkan karakter intelektual
subsidi silang. Biaya sebesar itu hanya bagi di hotel Patra Jasa, melakukan kegiatan
dan karakter spiritual dipandang sebagai
anak keluarga mampu. Sedangkan siswa dari outbond atau kunjungan ke perusahaan
modal awal pembentukan karakter pribadi
keluarga tak mampu mendapat subsidi. atau kolektor binatang. Taman Belia juga
anak. Caranya melalui pendekatan kecintaan
mengajak orangtua menjadi guru di
lingkungan, pengenalan ibadah, dan empati
KB Taman Belia kegiatan Parents Visiting atau mengajak
sosial.
orangtua bermain bersama anak dan
Konsep belajarnya dirancang dengan
yayasan Putri Ibu: guru di kegiatan Parents Day. Kegiatan
pola tematik. Misalnya mengenalkan anak-
BERKREASI DAN BERPRESTASI ini melibatkan orangtua secara langsung
anak untuk mencintai lingkungan dengan
dalam kegiatan sang anak sehingga peran
tema belajar Aku Ciptaan Allah atau Tanaman Kelompok Bermain (KB) Taman Belia amat
orangtua sebagai “guru” utama bagi anak-
dan Hewan Ciptaan Allah. dikenal di Semarang. Tak lain karena sekolah
anaknya.
Mengajari anak berinfak di masjid pada ini milik Ir Nila Kusumaningtyas, Ketua
Pendekatan kepada anak dilakukan
Jumat atau Sabtu menjadi kebiasaan di sana. Himpaudi Jawa Tengah melalui bendera
dengan ekstra. Tidak boleh ada pemaksaan,
Namanya kegiatan Tabungan Akhirat. Infak Yayasan Putri Ibu. Bukan saja karena nama
itu prinsipnya. “Pemaksaan” pun dilakukan
yang terkumpul disumbangkan ke panti Nila sekolah ini amat dikenal. Prestasinya
dengan cara halus misalnya dengan
asuhan. Kegiatan ini untuk menanamkan memang ciamik. Desember 2006 lalu KB
bercerita atau bernyanyi. Misalnya ketika
rasa sosial sejak dini. Anak ditanamkan Taman Belia menerima penghargaan Juara
menghadapi anak yang cepat bosan. Kalau
sikap saling berbagi dan menumbuhkan I Kelompok Bermain Tingkat Nasional.
anak berpindah-pindah permainan maka
empati kepada mereka yang bernasib tak Taman Belia menjadi yang terbaik dalam
berarti pekerjaannya tidak tuntas. Maka
beruntung. 4 kriteria penilaian: berkualitas, murah,
dengan dibantu bunda, sebutan untuk para
Kegiatan rutin laiannya adalah Pemberian mudah, dan inovatif. Berkualitas karena
pendidik, anak dirayu dengan cerita atau
Makanan Tambahan setiap pagi, Bina menerapkan metode-metode yang mampu
perumpamaan, hingga secara tidak sadar
Pustaka, Aku Senang Ibadah, konsultasi memberi stimulasi kecerdasan majemuk
pekerjaan mereka bsia rampung. Anak pun
kesehatan dan psikologi, juga kegiatan anak dengan didukung fasilitas dan sentra
terbiasa menyelesaikan pekerjaan.
pengembangan potensi melalui pentas seni yang memadai.
Sekolah juga menanamkan kepada
Akhirrusannah, kelas bahasa Inggris, Talents Murah karena di kota Semarang lembaga
orangtua agar perilaku mereka bisa menjadi
Day dan kegiatan outbond. PAUD ini tergolong yang berbiaya tak
contoh bagi sang anak. Nilai berharap
Aisyiyah juga menerapkan metode mahal-mahal amat. Biaya pendidikan antara
agar orangtua tak cuma berharap anak
BCCT. Fasilitas yang oke memungkinkan Rp 180.000-Rp 225.000. Uang pangkalnya
mereka bisa mandiri sementara di rumah,
mereka mengembangkan sentra-sentra maksimal Rp 2,5 juta. Sistemnya juga subsidi
orangtua membiasakan bergantung kepada
bermain seperti sentra bahan cair, sentra silang sehingga bisa dijangkau kalangan
pembantu.
peran, sentra seni, sentra balok, sentra ekonomi menengah ke bawah.
memasak, dan sentra iman dan takwa yang Kriteria “mudah” dihubungkan dengan MURNItA dIAN KARtINI dAN
dikembangkan sendiri. kriteria inovatif. Setiap dua minggu sekali M. fAtHoNI ARIEf (SEMARANg)
94 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd94 94 7/14/2007 10:09:17 AM
Non Formal
bahasa ibu yang ditunjang peran tutor lokal.
SAIfUL ANAM
Selain itu, ujar Wiwin, mereka juga
menghilangkan gambar pada modul ajar
karena dianggap sering menyesatkan.
Contoh yang diberikan berupa suku kata
yang tidak punya arti. Dengan demikian,
tutor bisa mengetahui apakah peserta bisa
membaca atau tidak.
Karena melibatkan penggunaan bahasa
ibu, mahasiswa KKN diusahakan putra daerah
yang benar-benar memahami bahasa ibu di
daerah pemberantasan buta aksara. Syarat itu
itu juga berlaku bagi dosen pembimbingnya.
Maksudnya, untuk menghindari kesalahan
dan pelanggaran budaya lokal.
Sekalipun sudah dipilih putra daerah, kata
Wiwin, tetap saja mahasiswa masih terkejut
dengan kondisi yang ditemuinya di lapangan.
Sebab, acapkali lokasi KKN berbeda dengan
informasi yang berkembang tentang daerah
tersebut. Padahal, menurut Wiwin, kekeliruan
DUA BULAN MELEK HURUF
informasi tersebut sering
membuat mahasiswa kuatir
secara berlebihan.
Wiwin memberi contoh
Pulau Madura, yang dikenal
Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata bertema
masyarakat sebagai daerah
pemberatasan buta aksara. Telah dikembangkan metode belajar baca-tulis singkat. carok. Buktinya, setelah
51 perguruan tinggi melaksanakannya. mahasiswa melewati KKN
beberapa pekan, mereka justru mendapat
B
tanggapan di luar dugaan. “Mereka begitu
jawab KKN Pemberantasan Buta Aksara, Prof.
UTA aksara masih mengepung 12
antusias menyambut kegiatan para
Retno Sunarminingsih, yang tak lain istri
juta penduduk Indonesia. Jumlah
mahasiswa,” ujar Herli, mantan Koordinator
Mendiknas Bambang Sudibyo.
itu sebenarnya sudah turun sekitar
Mahasiswa Tingkat Unit KKN PBA di
Pada tahap orientasi, program berbasis pola
3 jutaan dalam tiga tahun terakhir. Tapi,
Kabupaten Sumenep.
pemberdayaan itu, UGM memberangkatkan
keberhasilan itu masih perlu di genjot.
Kenyataannya, kata Wiwin, pendekatan
450 mahasiswa. Program itu, menurut
Karena itu, Departemen Pendidikan Nasional
yang baik justru dilakukan oleh mahasiswa
Koordinator Program KKN PBA, Dra. Wiwin
menggelar seminar penuntasan buta aksara
yang agamanya berbeda dengan mayoritas
Widyawati, M.Hum, berhasil mengentaskan
di Yogyakarta, akhir Mei lalu.
penduduk. “Ia bisa mengajar di surau,”
2.500 orang buta aksara.
Menteri Pendidikan Nasional, Profesor
ujarnya. Saking luwesnya, menurut dia,
Program tersebut akan diteruskan dengan
Dr Bambang Sudibyo, menyebutkan, pada
bahkan ada mahasiswa yang akan mengajar
memberangkatkan 825 mahasiswa. Targetnya,
2009, ia menargetkan angka buta huruf
menunggui muridnya mencari pasir.
12.000 orang buta aksara di puluhan daerah
tinggal tersisa 7,5 juta. Masalahnya, selama
Pengalaman itu, kata Wiwin, terjadi karena
berbagai pelosok Jawa dan Madura.
ini pengajaran baca tulis itu membutuhkan
para mahasiswa menggunakan cara jemput
Pelaksanaan KKN-PPM UGM meliputi
waktu 6 bulan. Akibatnya, penurunan angka
bola “Warga belajar yang menentukan waktu
tiga tahap. Paket tersebut dimulai dengan
buta huruf jauh dari target.
dan tempatnya,” kata Wiwin. Hal itu berbeda
pengenalan baca tulis (ca-lis) dengan
Untunglah, sebagai universitas riset,
dengan metoda para tutor yang dibentuk
bahasa ibu. Lalu, pengenalan ca-lis dengan
Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat
oleh Dinas. Di sini, warga justru menyesuaikan
Bahasa Indonesia. Selanjutnya, pengenalan
(PPM) UGM telah mengembangkan metoda
waktu dengan para tutornya.
aspek berhitung. Pelaksanaan dan pendataan
pengajaran baca-tulis dalam dua bulan.
Untuk memaksimalkan pengabdiannya,
warga ajar buta aksara diakhiri dengan
Metoda tersebut dikembangkan seiring
UGM sengaja memilih daerah-daerah
ujian keaksaraan. Nanti, para peserta akan
program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
terpencil yang sulit dijangkau.“Karena selama
mendapat sertifikat dari Depdiknas.
KKN Pemberantasan Buta Aksara (PBA)
ini angka tinggi buta aksara justru terdapat di
Tingkat keberhasilan paket tersebut,
yang dikampanyekan UGM sejak tahun lalu,
wilayah seperti itu,” katanya.
menurut Wiwin, mencapai 86%. Keberhasilan
kini diikuti 51 universitas di Indonesia. “KKN
itu, menurut dia, ditunjang oleh modul yang
memang menjadi karakteristik UGM yang MURNItA dIAN KARtINI dAN
inovatif, yakni yang disusun menggunakan
tidak bisa dipisahkan,” ujar penanggung MoCH fAtHoNI ARIEf (YogYAKARtA)
95
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd95 95 7/14/2007 10:09:20 AM
Non Formal
MEMPERKUAT KIPRAH
Himpaudi) juga hadir hingga acara rampung.
“Kami memang ingin melihat persoalan
demi persoalan, baik yang dialami Forum
PAUD NONFORMAL
PAUD maupun Himpaudi,” kata Gutama.
Dilibatkan Depsos
Status pendidik PAUD hangat dibincangkan. Tugas dan fungsi Beragam persoalan yang membelit
PAUD bukan semata menjadi menjadi
Himpaudi dan Forum PAUD belum sepenuhnya dipahami pengurus
beban Depdiknas. Depsos dengan program
daerah. Belum ada PNS untuk pendidik PAUD Nonformal. Taman Penitipan Anak (TPA), Depkes dengan
Posyandu, dan Depag dengan Raudhatul
SAIfUL ANAM
Atfal, turut andil mengembangkan PAUD.
Workshop itu salah satunya memang
ingin membuat program yang sinergi
antardepartemen terkait. “Lembaga PAUD
adalah wadah yang bersifat terbuka
bagi siapa saja yang peduli terhadap
pengembangan anak dini usia, terutama
para pakar, praktisi, pemerhati, LSM,
pengembangan di bidang PAUD, penerbit
buku anak, produsen makanan pengganti
ASI/Susu/Vitamin untuk anak, instansi terkait
dan elemen lainnya,” kata dr. Haniff Asmara,
MMSc, Direktur Bina Pelayanan Sosial Anak,
Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial
Depsos, dalam paparannya.
Haniff berharap lembaga PAUD bisa
memperluas jangkauan dan pemerataan
pelayanan dan rehabilitasi sosial hingga
Workshop HIMPAUDI & Forum PAUD Tingkat menjangkau anak di berbagai tingkatan
Nasional yang diadakan di Bandung wilayah. Selain itu, kata Haniff, lembaga
ini harus meningkatkan dan memperkuat
peran serta masyarakat, melengkapi sarana
H
dan prasarana pelayanan dan rehabilitasi
IMPAUDI dan FORUM PAUD se- Tak lain karena dihadiri semua utusan dari
sosial, baik fisik, personil dan pembiayaan.
nasional yang digelar pada 17- kabupaten dan kota di Tanah Air. Apalagi
Ia juga berharap PAUD bisa menjalin
19 Juni 2007 membahas banyak kebanyakan pengurus Himpaudi dan Forum
koordinasi intra dan intersektoral untuk
persoalan. Dua persoalan yang kerap muncul PAUD dijabat istri pejabat (gubernur, bupati
mendukung penyelenggaraan pelayanan
di acara itu: soal status tenaga pendidik dan dan walikota), praktisi, dan ahli pendidikan
dan rehabilitasi sosial, memantapkan
tugas dan fungsi kedua wadah itu. dari perguruan tinggi.
manajemen pelayanan dan rehabilitasi
Sejak berdirinya Direktorat Pendidikan Dari lintas departemen juga hadir pada
sosial, dan meningkatkan pendataan dan
Anak Usia Dini (PAUD), di Direktorat pertemuan itu. Yakni dari Departemen
informasi masalah kesejahteraan sosial
Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Sosial, Departemen Kesehatan, Deputi
dalam koordinasi dengan pemerintah
Pemuda, Departemen Pendidikan Nasional Kesejahteraan dan Perlindungan Anak,
daerah dan masyarakat.
(Depdiknas) pada 2002, gaung PAUD Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat,
Selama ini, kata Hanif, peran Depsos
semakin nyata. Berbagai pertemuan, seperti Bidang Pendidikan, Agama, dan Aparatur
sudah nyata. Di antaranya, peningkatan
seminar, semiloka, dan workshop hadir Negara, serta Badan Koordinasi Keluarga
capacity building pekerja sosial terhadap
di mana-mana. Ada yang kemudian rutin Berencana. Pejabat Depdiknas yang datang,
perlindungan anak dan program
digelar saban tahun, seperti workshop di antaranya, Erman Syamsuddin, SH, M.Pd
multilayanan terhadap panti-panti sosial.
Forum PAUD dan Himpunan Pendidik dan (Direktur Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Nah, karena ada gerakan serupa, Depsos kini
Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Nonformal).
akan melibatkan PAUD. “Kita akan bersama-
Dini (Himpaudi). Tentu saja Dr Gutama, Direktur PAUD
sama melaksanakan pengawasan dan
Workshop itu kembali digelar Direktorat sebagai tuan rumah hadir. Ia bahkan
monitoring,” kata Haniff. Depsos juga berjanji
PAUD di Hotel Topas Galeri Bandung, pada mengikuti acara hingga tuntas. Drs
akan memfasilitasi rujukan ke institusi
17-19 Juni lalu. Pertemuan dua organisasi Damanhuri Rosyadi, SKM (Ketua Forum
sosial untuk balita yang membutuhkan
penggerak PAUD itu berlangsung meriah. PAUD) dan Masyitoh Chusnan (Ketua Harian
96 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd96 96 7/14/2007 10:09:23 AM
Non Formal
perlindungan khusus.
SAIfUL ANAM
Muhammad Fuad, Deputi Menko Kesra
Bidang Pendidikan, Agama dan Aparatur
Negara menyampaikan bahwa gerakan
PAUD selama ini hanya menjangkau kalangan
terbatas. Hal senada juga disampaikan
sejumlah narasumber dari Depkes, Deputi
Kesejahteraan dan Perlindungan Anak, dan
BKKBN. Mereka beranggapan PAUD belum
bisa menjangkau lapisan masyarakat. Meski
begitu, mereka juga sadar gerakan PAUD
baru dimulai. Tentu, banyak kekurangan di
sana sini.
Walau begitu, bukan berarti kegiatan
workshop HIMPAUDI & FORUM PAUD yang
digelat direktorat PAUD tak ada artinya.
Mereka menilai langkah-langkah seperti
itu adalah positif dan konstruktif bagi
pengembangan anak usia dini. Apalagi jika
ke depan melakukan gerakan ini dengan
cara yang sinergis.
O l e h k a re n a i t u, k a t a C h u s n a n ,
berbagai persoalan di lapangan. “Apa saja
Kesejahteraan Minim keberadaan Himpaudi bertujuan, antara
persoalan yang dihadapi di lapangan terkait
lain, menampung, memperjuangkan dan
Penguatan kerjasama antardepartemen penyelenggaraannya terungkap di sini,” kata
mewujudkan aspirasi, para penyelenggara,
terkait itu memang menjadi tugas dan Drs. HM Nuch Rahardjo, M.Pd, Kepala Subdit
pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.
kegiatan Subdit Kemitraan Direktorat PAUD kemitraan, Direktorat PAUD, Depdiknas.
Sementara pengurus Forum PAUD
Depdiknas. Selain itu, workshop diharapkan Sejumlah persoalan yang banyak
sendiri banyak yang masih bingung tugas
bisa menjadi wahana untuk memecahkan disinggung utusan daerah adalah status
dan fungsi mereka dibanding Himpaudi.
t e n a g a p e n d i d i k PA U D
Kegundahan peserta itu dijawab Damanhuri
nonformal. Para pendidik yang
yang dengan panjang lebar menjelaskan
tergabung dalam Himpaudi
tugas dan fungsi Forum PAUD. “Forum
sendiri masih mempertanyakan
PAUD merupakan wadah komunikasi
status pengajar di PAUD
dan kerjasama untuk menyatukan visi,
nonformal. Misalnya, soal
misi, langkah dan peran masing-masing
s e b u t a n p e n d i d i k PAU D,
anggota dalam upaya pengembangan
apakah pamong seperti
anak usia dini seutuhnya. Anggotanya para
pendidik di Pusat Kegiatan
pakar pendidikan, praktisi, pemerhati, LSM,
Belajar Masyarakat (PKBM) atau
pengembangan bidang PAUD, penerbit
bisa juga disebut guru.
buku anak, produsen makanan pengganti
Ketua Harian Himpaudi,
anak, dan instansi terkait. Dari sini saja
Masyitoh Chusnan, menyadari
sudah terlihat tugas dan fungsinya,” kata
tenaga pendidik di PAUD
Damanhuri panjang lebar.
nonformal masih terbatas
Gerakan PAUD yang belum maksimal
j u m l a h d a n k u a l i t a s ny a .
itu diakui Gutama. “Jika mengikuti proses
Bahkan pada umumnya belum
gerakan PAUD sembari awal, dua lembaga
sesuai dengan kualifikasi dan
ini amat berperan dalam mengembangkan
kompetensi yang disyaratkan
PAUD. Mereka bekerja dengan hati yang
UU Nomor 14 Tahun 2005
ikhlas,” katanya.
tentang Guru dan Dosen.
Gutama berharap, di masa mendatang,
“Tingkat kesejahteraan tenaga
workshop semacam itu semakin memperkuat
pendidik belum memperoleh
gerakan PAUD. “Harapannya, nanti tidak
perhatian serius. Sederhananya,
ada lagi anak usia dini yang tidak terlayani
belum ada tenaga pendidik
RoBI SUgARA
Drs. H. M. Nueh Rahardjo, MPd.,
pendidikannya.”
PAUD yang PNS pada jalur
Kasubdit Kemitraan
nonformal,” kata Chusnan. RoBI SUgARA (BANdUNg)
97
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd97 97 7/14/2007 10:09:31 AM
Non Formal
foto-foto: MUKtI ALI
Didisain berstandar internasional. Sarana prasarana pendukung komplit. Setiap kelas
diajar dua guru yang hampir semuanya sarjana. Bisa di kursi, lesehan, atau belajar di
luar kelas. Guru-gurunya harus punya tiga metode pembelajaran berbeda.
Pusat Pendidikan Unggulan Al Ya’lu Malang
yANG CERDAS, BERAKHLAK,
DAN NASIONALIS
U
menyempatkan diri mempelajari sistem dan
“Kami akan segera membangun SMP
LVA tak sengaja melintas di Jalan
kultur pendidikan di sana.
dan tengah merencanakan jenjang SMA
Teluk Mandar, Malang, Jawa Timur.
dan SMK. Mudah-mudahan nantinya bisa
Kedua matanya terantuk pada
membuat pula perguruan tinggi,” kata
bangunan bernomor 55 --persis di depan
Sekolah Unggulan
Drs Bambang Triono, MM, Ketua Yayasan
Pusat Pengembangan Pemberdayaan
Pendidikan Al Ya’lu, pendiri dan pengelola
Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Al Ya’lu pun dibangun dengan standar
Sekolah Unggulan Al Ya’lu.
Otomotif dan Elektronika. “Benar ini sekolah? internasional. Sarana dan prasarananya
Al ya’lu dirintis Bambang pada 2003. Kala
Kok seperti tempat wisata,” kata mahasiswi lengkap: mulai laboratorium komputer,
itu baru dibangun jenjang TK dan Kelompok
Universitas Negeri Malang itu terheran. perpustakaan, musola, peralatan olahraga,
Bermain. Pada 2005, yayasan membuka
Keheranan Ulva itu bisa jadi dialami musik, memasak, hingga kerajinan tangan.
kelas untuk SD. Bambang merintis Al Ya’lu
banyak orang yang melintas di taman Setiap kelas didukung beragam alat
karena kecintaannya pada pendidikan. ”Saya
indah itu. Di area lapang seluas 4677 m2 itu permainan edukatif, loker sepatu dan tas.
kesengsem dengan dengan sekolah-sekolah Loker sepatu disediakan karena setiap masuk
berdiri bangunan megah yang dikelilingi
maju di luar negeri. Sebut saja di Jerman, kelas, anak dan guru melepas sepatu.
taman plus sejumlah sarana bermain. Mulai
Arab Saudi, Swiss, Cina, Jepang, dan Korea Aturan lepas sepatu itu bukan saja
kereta luncur, papan luncur, papan panjat
Selatan,” kata pria asal Ponorogo itu. berdampak lantai kelas selalu bersih.
tebing, wahana bersepatu roda, ayunan, dan
Konsep pendidikan di Al Ya’lu juga Melainkan sengaja diciptakan agar siswa
permainan lainnya. Bahkan ada lapangan
terinspirasi sekolah-sekolah di luar negeri tidak selalu duduk di kursi selama belajar.
futsal, kolam renang, dan lapangan bola
yang pernah dikunjungi Bambang. Ia Acapkali guru mengemas pelajarannya
basket. Di lokasi itu yang mirip tempat
memang beberapa kali bertandang ke luar dengan gaya lesehan. Kursi di TK dan
wisata itu berdirilah sekolah berlabel Pusat
negeri ketika bertugas di P4TK Otomotif playgroup sengaja dipakai yang bisa
Pendidikan Unggulan Al Ya’lu.
dan Elektronika, Malang. Paling sering ia berputar. ”Agar anak-anak tetap bisa riang
Al Ya’lu membuka pendidikan dari
terbang ke Jerman dan Arab Saudi. Ia selalu
jenjang TK, playgroup dan sekolah dasar. dan rileks dalam belajar,” kata Endang
98 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd98 98 7/14/2007 10:09:34 AM
Non Formal
Supadminingsih, SPd, MPd, Kepala TK dan
Playgroup Al Ya’lu.
Sedangkan kursi buat siswa SD dibikin
seperti layaknya anak kuliahan: kursi
berdisain menyatu dengan lembaran papan
yang difungsikan sebagai meja kecil. “Hal
ini untuk memudahkan penciptaan model
tatap muka antara siswa dengan guru saat
mengajar,” kata Isnada Waris Tasrim SPd,
MPd, Kepala SD Unggulan Al Ya’lu.
Posisi duduknya kadang melingkari sang
guru. Lain waktu formasi duduk di kelas
berbentuk huruf U. Bisa juga tatap muka
dengan gaya lesehan. Pembelajarannya juga
tidak melulu di ruang kelas. Kadang guru
mengajar di tempat-tempat umum, seperti
bank, perkebunan, hutan, atawa sawah.
Dengan fasilitas pendukung dan
Bambang Triono saat menyambut kunjungan Fasli Jalal,
pembelajaran yang komplit itu, Al Ya’lu tak
Ph.D, Dirjen PMPTK Depdiknas
ragu menyelenggarakan sistem pendidikan
sehari penuh (full day school). TK dan
anak,” kata Endang Supadmaningsih.
playgroup sehari penuh? Begitulah. Bambang energi juga dicukupi dengan penyediaan
Begitulah.Bambang
Selama proses belajar mengajar setiap
makan siang yang bergizi dan higienes.
tak gentar dengan ketakutan masyarakat
guru juga diharuskan selalu siap dengan
Al Ya’lu memiliki 105 murid TK, 30 murid
bahwa pendidik an yang berlebihan
minimal tiga metode mengajar. “Sehingga
playgroup dan 96 siswa SD, sebatas kelas I
pada anak usia dini bisa membahayakan
uru bisa mengatasi keadaan siswa yang
dan II, plus 7 murid kelas III dan 9 siswa kelas
perkembangan otak si anak. “Yang penting
seringkali berubah-ubah,” kata Isnada Isnada
IV. Resminya, SD Al Ya’lu baru memiliki dua
tidak keluar dari konsep bermain sambil
Waris Tasrim SPd, MPd, Kepala SD Unggulan
angkatan, kelas I dan II. Siswa kelas III dan IV
belajar,” katanya.
Al Ya’lu, menambahkan.
hanyalah siswa pindahan dari sekolah lain.
Bambang mencontohkan keberadaan
Sarana dan pembelajaran yang terjamin
Tiap kelas dibatasi tak lebih dari 24 murid.
alat permaian seperti kereta luncur. Kereta
itu memang diimbangin dengan biaya
Pengajarnya, setiap kelas dan setiap mata
luncur, selain membuat anak senang, juga
sekolah yang tergolong mahal. Siswa
pelajaran dilakukan dua guru untuk jenjang
untuk menumbuhkan keberanian. Selain
TK dan playgroup dibebani Sumbangan
SD. Sedangkan setiap kelas TK diajar tiga guru.
metode, iklim dan lingkungan sekolah mesti
Pengembangan Pendidikan (SPP) Rp
Bahkan tiap kelas playgroup diajar 5 guru.
mendukung, yang bisa menjadikan sekolah
520.000/bulan plus ”uang gedung” sebesar
Para guru di sana hampir semua S-1. Hanya
sebagai rumah kedua sang anak. Misalnya, saat
Rp 4 juta. Sedangkan murid-murid SD
tujuh guru dari 24 guru TK dan playgroup
istirahat, ia mendisain waktu yang cukup dan
membayar SPP sebesar Rp 500.000/bulan
yang berijasah D-2 Pendidikan Guru TK.
ruang khusus untuk tidur siang. Kebutuhan
dan uang gedung Rp 6 juta rupiah.
Selebihnya berijasah
Sarana prasarana oke, biaya pendidikan
S1 dan S2. Bahkan
tercukupi, hasilnya? Setidaknya sejumlah
21 guru SD merek a
pretasi diraih siswa-siswi Al Ya’lu. Di antaranya
seluruhnya berijasah
Qonita Deifaky Tsauria yang menyabet
S1. Beberapa orang di
Juara Nasional English Conversation yang
antaranya berijasah S-2.
diselenggarakan Badan Kesejahteraan
Al Ya’lu juga didukung
Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia
tenaga kependidikan,
(BKPRMI) pada 2005. Qonita juga Juara I
kebersihan, sopir, hingga
Lomba Akting Calon Bintang on Contest
satpam.
oleh Matahari Departement Store pada
Setiap guru di sana
2006.
juga wajib hukumnya
Selain itu, Abyan Nagata Javier yang
memiliki minimal dua
Juara I Vocabulary pada 2004. Ada lagi
keterampilan khusus.
M.Fawwaz Musyafa’ (Juara II English Contest
“Mereka juga harus bisa
Kindergarten 2004), Dara Zulfa Maulida
berbahasa Inggris aktif.
(Juara III Mewarna Integreted Campaign).
Setiap guru juga harus
Model pengaturan kelas
memiliki kemampuan
SD Al-Ya_lu Malang
pengasuhan terhadap MUKtI ALI (MALANg)
99
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd99 99 7/14/2007 10:09:38 AM
Figur
yang dikenal dan yang tidak diketahui.
foto-foto: MURNItA dIAN KARtINI
Sejak usia 2 tahun terpisah dari
orangtuanya. Tergerak menggeluti
Pahitnya Masa Kecil
pendidikan anak lantaran prihatin melihat Berlinang air mata, Nibras menceritakan
anak SMA tak hafal kalimat syahadat. perjalanan hidupnya yang terjal kala PENA
Pada 1958 ia merintis TK Islam yang PENDIDIKAN menanyakan kisah masa
lalunya. Nibras kecil lahir di Maninjau,
mengenalkan pendekatan bermain sambil
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan
belajar, selalu bertaut dengan nafas Islam.
segepok kenangan pahit. Sang ayah, Oedin
TK Istiqlal yang dipimpinnya menjadi Rahmani Salim, yang pejuang kemerdekaan
rujukan model PAUD tingkat nasional. ditangkap dan dibuang ke Digul, Papua,
ketika Nibras berusia 2 tahun. Ibunya
menjadi depresi lantaran kakak dan seorang
anaknya meninggal dunia, selang beberapa
bulan sejak tak bersanding dengan sang
suami.
Nibras kecil diungsikan ke rumah
neneknya di Lubuk Basung, masih di
Kabupaten Agam. Di sanalah ia
menghabiskan masa kecil hingga remaja
bersama neneknya. Nibras remaja akrab
dengan suasana sawah dan ladang. Biasa
memasak dan mengerjakan aktivitas harian
sebagai perempuan dewasa. Sang bunda
hanya setahun sekali menengoknya.
Hj. Nibras binti oedin Rahmani Salim Ia merasa asing terpisah dengan keluarga
PERJALANAN HIDUP
dekat. Pelukan hangat sang ibu justru
membuatnya takut. Lantaran ia lebih
terbiasa bersama sang nenek. Memang
ketika ia dewasa, hubungannya dengan
yANG MENGINSPIRASI
ibunda membaik. Sayangnya, ibunda Nibras
tetap tinggal di Maninjau. Sementara Nibras
tetap ikut neneknya di Lubuk Basung.
Ketika sang ayah kembali dari
pembuangan pada 1946, Nibras tak kenal
T
lagi ayahandanya. Maklum, di usia dua
Dia pula yang mengembangkan TK dan
angan kirinya berbalut perban,
tahun ingatan tentang sang ayah tak
Kelompok Bermain Masjid Istiqlal sebagai
baru beberapa hari yang lalu jatuh
begitu banyak. Selang 3 tahun kemudian,
PAUD Islam percontohan. Saat konsep PAUD
saat hendak melaksanakan tahajud.
Ibu Nibras baru bisa menjalani kehidupan
baru dikenalkan Bank Dunia di Indonesia
Suaranya juga sedang parau, radang
bersama ayahnya. “Ketika ada anak berpisah
pada 1996, Ibu Nibras-lah yang terbang ke
tenggorokan. Tapi ingatannya masih
dengan ibunya, saya benar-benar sedih,”
Florida, Amerika Serikat melakukan studi
sangat tajam. Itulah gambaran awal ketika
Nibras berkaca-kaca.
banding. Selama tiga bulan, ia melakukan
Pena Pendidikan menyambangi Hj. Nibras
Ibu Nibras kembali ke Maninjau. Namun
observasi penyelenggaraan pendidikan
OR Salim di ruang kerjanya TK Istiqlal di
tak lama berkumpul kembali dengan ayah
TK di sana. “Saya melihat nilai-nilai Islam
kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, awal
dan ibunya, Ibu Nibras memilih sekolah
dipraktikkan di sana, meskipun mereka
Juli ini.
ke Sekolah Guru Hakim Agama, setingkat
nonmuslim,” katanya seperti dikutip dalam
Di usia rentanya yang memasuki 76
Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Purworejo.
buku karya Saiful Anam berjudul Taman
tahun, Ibu Nibras masih fasih bercerita
Ia baru mengantongi SK PNS sebagai guru
Yang Paling Indah: Jangan Remehkan Taman
kisahnya bergelut di dunia anak-anak
agama di Purworejo pada 1958. Di sanalah
Kanak-kanak (2007).
sejak 1958. Bagi yang berkecimpung di
Ibu Nibras merintis TK.
Menurut pengamatannya di Florida, anak-
jagat pendidikan anak usia dini, khususnya
Pada 1960 Ibu Nibras hijrah ke Jakarta.
anak usia 2-4 tahun dibiasakan menyapa
pendidikan Islam, sosok Ibu Nibras tak asing
Ia sempat berpindah karier menjadi guru
orang lain, saat bertemu di mana pun seraya
lagi. Selama dua periode, 1995-2000 dan
agama di SMA 4 Jakarta hingga 1966.
tersenyum. Nilai itu menurut Ibu Nibras sama
2000-2005, Ibu Nibras dipercaya menjadi
Selang lima tahun kemudian, di usia 40
dengan konsep Islam tatbiihussalam, yang
Ketua Umum Badan Pembina TK Islam
tahun, Nibras menikah dengan seorang
maknanya memberikan salam pada orang
Indonesia.
100 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd100 100 7/14/2007 10:09:40 AM
Figur
tembok atau lantai. Cara itu yang paling
optimal,” katanya.
pedagang asal Jawa Timur bernama Salim
pas untuk mengenalkan bentuk dan fungsi
PAUD yang kali pertama didengungkan
Abdul Manaf.
pensil kepada anak usia dini. Ketika orang
pada 2000, kata Ibu Nibras, dirasa mampu
Kariernya berpindah ke Departemen
dewasa memakainya, sang bayi dengan
membawa nuansa pencerahan bagi
Agama. Ia menjabat Kepala Seksi Pembinaan
sendiri meniru bagaimana menggunakan
pendidikan anak-anak usia dini. Nibras
Dai Depag selama kurun 1975-1980. Tahun
pensil.
menggambarkan betapa dahulu tidak
1980-1984 Nibras berpindah bagian menjadi
Metode BCCT sendiri lahir dari konferensi
pernah didengar istilah PAUD. Tapi
Kepala Seksi Urusan Bimbingan Perkawinan
internasional, bukan hasil pemikiran
perkembangannya saat ini memang luar
Depag. Di posisi itulah ia pensiun, di usia
perorangan saja. Metode ini menggabungkan
biasa. Nibras menjadi orang yang turut
53 tahun.
sejumlah model pembelajaran yang dipakai
berkiprah langsung “kelahiran” PAUD di
sebelumnya, misalnya Montesori. Konsep
Tanah Air. Sejak seminar PAUD pertama
Integrasi Nilai-nilai Agama BCCT ini kemudian diadaptasi di seluruh
digelar, Nibras sudah mengikuti. Dari
dunia, termasuk Indonesia. Pelaksanaannya
seminar ke seminar itu Nibras mencatat
disesuaikan dengan kultur dan kemampuan
poin-poin yang harus dikembangkan dalam
K a l a m e n g a j a r d i S MA a d a s at u
masing-masing negara.
penyelenggaraan PAUD.
pengalaman yang tak terlupakan, yang
Di Indonesia, BCC T k ali per tama
Sayangnya, kata Nibras, masyarakat
pada akahirnya mendorong untuk terjun
diadaptasi oleh lembaga PAUD berlatar
menganggap usia ideal anak mengenyam
di pendidikan anak. Ia prihatin saat dua
belakang Islam. Konsepnya secara tidak
pendidikan dimulai pada usia minimal
orang muridnya mengaku tidak hafal
langsung mengadopsi materi-materi
3-4 tahun. “Padahal itu terlambat. Karena
syadahat dan materi tentang khilafiyah. Ia
keislaman, seperti mengucap salam dan
pendidikan anak dimulai sejak usia 0 tahun,”
sadar betapa susah membentuk anak usia
berdoa. “Semua harus berbalut agama.
kata Ibu Nibras menegaskan.
belasan tahun.
Kala merintis TK di Purworejo, sejatinya
Ia pun mengalihkan perhatiannya Sudah saatnya berpikir tentang kecerdasan
Ibu Nibras sudah mengenalkan pentingnya
pada pendidikan anak usia dini. “Bayi lahir spiritual anak,” kata Nibras. Pun ketika
pendidik an spiritual dalam konteks
tidak dibekali apa-apa,” katanya, “Tapi bayi mengenalkan sesuatu, pendidik wajib
kehidupan beragama sejak anak usia 0
dibekali kemampuan melihat, mendengar mengenalkan anak pada ciptaan Allah.
tahun. Secara metode, Ibu Nibras juga
dan merasa.” Alasan itulah yang membuat Meski kesejahteraan pendidik PAUD
sudah mengembangkan metode bermain
PAUD begitu penting di matanya. jauh dari layak, Nibras tidak menjadikan itu
sambil belajar, secara sederhana di TK yang
Ia meyakini semua pendidikan harus sebagai alasan PAUD tak berkembang.“Ikhlas,
didirikannya itu.
didasari sentuhan agama. Sejak usia 0 tahun, itu kuncinya.” Di usianya genap 76 tahun, ia
Di masa pensiunnya Ibu Nibras total
saat sang jabang bayi lahir, cairan-cairan dari tetap ikhlas dan selalu bersyukur menjalani
mengabdikan hidupnya untuk pendidikan
telinganya mulai dibersihkan, sang ayah profesi sebagai guru. Sakit berulang kali
anak. Wawasannya berkembang saat ia
melafalkan kalimat azan, kata Allah yang yang mendera tubuh ringkihnya, justru
dikirim Yayasan Al Falah, Cibubur melakukan
didengar pertama yang orok. “Itu sudah membuat Ibu Nibras menerimanya sebagai
studi banding mengenai metode Beyond
bentuk pendidikan anak usia dini,” kata Ibu lahan menjaga keimanan dan ketakwaan.
Center and Circle Time (BCCT) ke Florida,
Nibras.
Amerika Serikat, pada 1996.
Ibu Nibras menjumput salah satu ayat MURNItA dIAN KARtINI
Banyak hal
Al Quran, yang berbunyi, “Allah berfirman,
dipelajarinya.
”Kenalkan Aku pada bayi yang baru lahir.”
Misalnya, ia
“Ruh sendiri berjanji kepada Allah untuk
belajar cara
mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
mengenalkan
Kalimat azan adalah kalimat yang paling
sesuatu pada
bisa dipahami anak karena ketika baru
anak usia dini.
lahir telinga bayi yang paling berfungsi,
Ia melihat guru
sementara kemampuan hati dan matanya
mengenalkan
belum stabil. Kalimat itu meluncur ke
pensil pada bayi
seluruh organ tubuh bayi melalui otaknya,”
umur setahun.
kata Ibu Nibras panjang lebar.
Bukan dengan
Artinya, kata Nibras, PAUD menjadi begitu
mengatakan,
penting karena sejalan dengan perintah
“ I n i p e n s i l .”
Allah. Mestinya setiap orang memahami
Melaink an guru
akan pentingnya PAUD. Perkembangan
memberikan pensil
otak bayi yang sudah mencapai 40%,
kepada si mungil.
sudah mampu bagi bayi untuk meniru
Bayi dibiarkan
orangtuanya. Dari cara bersikap, bahasa, dan
menggunakannya
perbuatan. “Jadi ketika masa keemasan tidak
untuk menulis atau sekadar dimainkan di
direbut, perkembangan anak menjadi tidak
101
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd101 101 7/14/2007 10:09:42 AM
Figur
foto-foto: SAIfUL ANAM
Ir. Hj. Umi Rosidah, MS
JUAL RUMAH DAN MOBIL
UNTUK BANGUN PAUD
Walaupun berprofesi sebagai dosen di Universitas Sriwijaya Palembang, namun Ir. Hj. Umi Rosidah, MS
mengaku lebih enjoy mendidik anak-anak usia dini. Tekadnya yang besar dalam mengembangkan
PAUD sampai membuatnya menjual enam rumah dan sebuah mobilnya. Kini ia dipercaya sebagai
Ketua HIMPAUDI Sumatera Selatan.
R
mengembangkan usaha percetakan dan
tamat dari SMA 5 Malang lantas melanjutkan
atusan penggiat Pendidikan Anak
fotocopy. Selain mengajar, Umi bersama
ke Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan
Usia Dini (PAUD) menjejali kota
suaminya memang mengelola usaha
Teknologi Pertanian. Ia lulus dan meraih
Bandung, Jawa Barat, pertengahan
percetakan dan forokopi. Kendati begitu,
gelar insinyur pertanian pada 1984. Setelah
Juni lalu. Sebagian besar dari mereka adalah
keinginannya untuk mendirikan sekolah tidak
itu, sejak 1985 ia menjadi dosen di Unsri. Di
ibu-ibu. Para undangan itu adalah Ketua
pernah pudar.
kampus ini pula ia dipertemukan jodohnya,
HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga
menikah dengan Slamet Widodo yang
Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) dan
mengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Forum PAUD dari 33 provinsi. Selain itu juga
Saran Amien Rais
di universitas tersebut. Untuk meningkatkan
hadir para pengurus teras HIMPAUDI dan
ilmunya, Umi melanjutkan ke jenjang S-2 dan
Forum PAUD pusat, sejumlah pakar PAUD dari Setelah sekian lama keinginannya mendiri-
lulus pada 1990.
perguruan tinggi, aktivis lembaga swadaya kan lembaga pendidikan terbengkalai, baru
Saat menyelesaikan studinya di IPB tahun
masyarakat, dan jajaran pejabat penting pada 2002 Umi membangun Taman Kanak-
1984, Umi sempat berkumpul dan melakukan
Departemen Pendidikan Nasional. Selama kanak (TK). Ceritanya, pada tahun itu ia diajak
perenungan bersama teman-teman jurusan
tiga hari mereka menghadiri lokakarya suaminya bersilaturahmi ke Prof. Dr. Amin
seangkatannya. “Kita sudah dibekali ilmu
gabungan dua organisasi yang mengurusi Rais, tokoh reformasi yang juga pendiri Partai
cukup banyak di bidang teknologi pertanian.
PAUD tersebut. Amanat Nasional. Slamet Widodo memang
Selanjutnya kita berpikir, apa yang mesti kita
Salah satu undangan yang tampak tekun kenal baik Amin Rais lantaran ia adik kelasnya
lakukan ke depan untuk memberi manfaat
mengikuti kegiatan itu adalah Ir. Hj. Umi saat kuliah di Universitas Gajah Mada.
yang lebih besar bagi masyarakat. Nah, saat
Rosidah, MS, Ketua HIMPAUDI Sumatera “Kami bertanya ke Pak Amin, perjuangan di
itulah tercetus keinginan kami suatu saat
Selatan. Perbincangan wartawan PENA bidang apa yang lebih memberi manfaat besar
nanti mendirikan sekolah,” katanya.
PENDIDIKAN dengan dosen Universitas bagi masyarakat? Beliau merekomendasikan
Namun, usai acara pertemuan tersebut
Sriwijaya Palembang di sela-sela acara untuk berjuang di bidang pendidikan dengan
tidak pernah ada kelanjutannya. Kesepakatan
lokakarya itu berjalan gayeng lantaran mendirikan sekolah, karena perjuangan lewat
untuk mendirikan sekolah yang dikelola
Umi memiliki cerita sangat menarik dalam sekolah lebih bermakna dan mengena,”
bersama-sama tidak pernah terwujud. Umi
menggeluti PAUD. kenang Umi. Ia pun merasa klop dengan
pun seolah terbenam dalam tumpukan
Umi yang lahir di Desa Gondanglegi, keinginannya mendirikan sekolah yang
tugas-tugasnya sebagai dosen. Hasil kerjanya
Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, sudah lama dipendamnya.
ia investasikan berupa rumah, mobil, dan
Jawa Timur, 20 November 1960, itu setelah Rekomendasi Amin Rais itu juga sejalan
102 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd102 102 7/14/2007 10:09:51 AM
Figur
percetakan dan fotocopy miliknya yang
dengan kegelisahaan Umi selama menjalani Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari
berkembang pesat.
pekerjaan sebagai dosen. Sebagai dosen, ia 15 kabupaten/kota sudah tumbuh ratusan
Lembaga PAUD yang pertama dibentuknya
merasa susah sekali membentuk karakter lembaga PAUD formal dan nonformal. Di
adalah TK (PAUD formal), yang diberi nama TK
mahasiswa. Ia maunya menegakkan disiplin, kota Palembang terdapat paling banyak,
Harapan Mulia. Selama dua tahun Umi naik
tapi malah diolok-olok. “Kalau ada mahasiswa yaitu 110 PAUD. “Tentu ini perkembangan
sepeda motor untuk menemani aktivitasnya
terlambat mengumpulkan tugas lantas yang sangat menggembirakan, terutama
mengajar. Kendati begitu, ia merasakan
saya kasih nilai nol, eh saya malah dibilang PAUD nonformal yang banyak menjangkau
kenikmatan luar biasa saat bertemu dan
dosen jahat. Padahal saya ingin membentuk kelompok masyarakat menengah ke bawah
bercengkerama dengan anak-anak. “Mereka
manusia yang disiplin dan tertib, agar mereka yang sangat membutuhkan pendidikan,”
polos, lucu, dan menyenangkan. Selama
nanti diperhitungkan di masyarakat dan katanya.
menjadi dosen tidak pernah ada mahasiswa
laku di pasaran kerja setelah lulus. Tapi saya Ia mengakui, kucuran dana rintisan
yang bilang saya cantik. Tapi anak-anak sering
malah rugi sendiri. Jadi, begitu susahnya dari Departemen Pendidikan Nasional
memuji, Bu Umi cantik ya,” ujarnya sembari
merubah pola pikir dan karakter mahasiswa. yang besarnya Rp 25 juta per lembaga
tertawa.
Rupanya, setelah saya pelajari, pembentukan sangat membantu perluasan akses PAUD.
Dalam waktu singkat TK yang didirikan
karakter itu harus dimulai sejak usia dini. Dari Masyarakat yang awalnya tidak punya
Umi di pusat kota Palembang itu berkembang
situ saya lantas tertarik menggeluti PAUD,” kekuatan mendirikan PAUD, menjadi terbantu.
pesat.Tahun berikutnya, 2003, Umi mendirikan
tandasnya. Bahkan tidak sedikit rumah-rumah panggung
Kelompok Bermain. Kini, jumlah murid PAUD
Untuk mendirikan PAUD, Umi bersama yang disulap menjadi PAUD.
tersebut 192 anak, meliputi KB dan TK. PAUD
suaminya tak tanggung-tanggung. Enam Sebagai Ketua HIMPAUDI, Umi ikut
yang dirintis Umi bersama suaminya itu
rumah yang tersebar di Yogyakarta dan berperan dalam meningkatkan mutu para
kini dikenal sebagai lembaga pendidikan
Palembang, plus sebuah mobil dijual. Ia pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.
unggulan di Palembang. Kurikulumnya
merasa sangat berat saat melego mobil Persoalan ini ia rasakan berat. Pasalnya,
menerapkan BCCT (Beyond Center and Circle
kesayangannya, Izusu Panther keluaran 2001 sebagian besar pendidik PAUD lulusan SMA
Times), baik di KB maupun TK. Dan, setelah
yang baru dibelinya. “Saya sampai menangis sederajat yang kurang paham tentang seluk-
sempat dua tahun naik sepeda motor, pada
saat melepas mobil itu, yang sehari-hari saya seluk dunia anak. Selain itu, honor mereka
2004 Umi berhasil membeli mobil Isuzu
pakai mengajar. Tapi suami saya bilang kita sangat kecil. Banyak yang menerima bayaran
Panther lagi.
harus ikhlas kehilangan apapun jika sudah Rp 100.000 per bulan, bahkan kurang dari itu.
diniatkan,” katanya. “Untuk transpor saja mungkin tidak cukup.
Dari hasil jual rumah dan mobil itu Tetapi, inilah hebatnya guru-guru PAUD.
Ketua HIMPAUDI
terkumpul uang sekitar 700 juta. Namun Pengabdian dan militansinya luar biasa,”
rupanya masih belum cukup. Ia masih tambahnya.
A k t i v i t a s n y a d i PAU D a k h i r n y a
harus pinjam uang di bank Rp 500 juta Hingga kini, berapa jumlah persinya
mengantarkan Umi terpilih menjadi Ketua
untuk tambahan modal membangun PAUD. lembaga PAUD, jumlah murid, dan jumlah
HIMPAUDI Provinsi Sumatera Selatan, yang
Namun ia lancar mengangsur berkat usaha gurunya di Sumatera Selatan masih dalam
dibentuk Mei 2006 lalu. Menurut dia, di
pendataan. Kendati begitu, upaya yang
sudah dilakukan untuk meningkatkan mutu
sebagian guru PAUD adalah memberikan
pelatihan kepada mereka, baik tentang
perkembangan anak maupun BCCT.
Umi berharap, ke depan pemerintah
memberi perhatian lebih besar terhadap
program PAUD, terutama dari sisi pendanaan.
Selain itu, ia mengharapkan agar perusahaan-
perusahaan besar juga peduli. Apalagi
mereka punya program CSR (Corporate
Social Responsibility), yang salah satunya bisa
diwujudkan dalam bidang pendidikan.
Benar, memang. Jika pemerintah memberi
perhatian lebih serius dan perusahaan-
perusahaan besar beradu kecepatan dalam
mengucurkan bantuan untuk PAUD, maka
anak-anak usia dini akan mendapat layanan
pendidikan optimal. Guru-gurunya bisa
tersnyum ceria. Dan, masa depan bangsa
lebih menjanjikan.
SAIfUL ANAM
103
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd103 103 7/14/2007 10:09:54 AM
Internasional
Rubrik Biasa
Wawancara
Bidang Desentralisasi Pendidikan di era
Ace Suryadi Phd, direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Malik Fajar ini banyak melakukan terobosan
Informal, departemen Pendidikan Nasional dan gebrakan baru dalam Pendidikan Luar
MENGENTASKAN
Sekolah atau Pendidikan Nonformal.
Kepada Saiful Anam dari PENA PENDIDIKAN,
lelaki penggemar olahraga bulutangkis yang
logat Sundanya sangat kental ini, berbicara
ANAK KANDUNG yANG
panjang lebar tentang berbagai programnya.
Dari pemberantasan buta Aksara, aktualisasi
pendidikan nonformal, dan pentingnya
Literacy Economy.
DIANAKTIRIKAN Petikan wawancaranya:
Pada 2006, peringkat Human
Development Indeks (HDI) Indonesia naik
Penuntasan buta huruf dengan enam strategi. Dari sistem blok di dari 110 menjadi 108. Apakah hal ini
kecamatan hingga Kuliah Kerja Nyata tematik di kampus-kampus. terjadi karena jumlah penyandang buta
Pendidikan Anak Usia Dini menjadi kunci pendidikan berkelanjutan. aksara turun?
Pemberantasan buta aksara memang
besar sekali pengaruhnya pada HDI. HDI
O
Nasional (Depdiknas), yang belum lama ini 2006 itu berasal dari data rujukan tahun
RANG yang akrab dengannya akan
berganti nama menjadi Direktorat Jenderal 2005. Kalau data pemberantasan buta aksara
sepakat menyebut sosok ini memiliki
Pendidikan Nonformal dan Informal. (PBA) tahun 2006 bisa masuk, maka peringkat
banyak gagasan dan pemikiran oke
Mungkin tak banyak yang mengetahui HDI bisa mencapai 104 atau 102. Dilihat dari
tentang memajukan dunia pendidikan
bahwa Ace punya andil besar lahirnya sisi Angka Partisipasi Kasar (APK) pun, kita
di Indonesia. Khususnya pendidikan non
ketentuan perundangan yang mensyaratkan sudah naik. Bahkan jika data 2006 dan 2007
formal sebagai alternatif sejajar dengan
dana pos pendidikan dalam APBN setiap itu digabungkan, maka angka HDI kita akan
pendidikan formal. Dialah, Ace Suryadi PhD,
tahunnya minimal 20 persen dari APBN. Bahkan kembali seperti sebelum krisis yaitu peringkat
Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah
Ace, orang pertama yang menggagasnya, ke 104.
Departemen
melalui artikel di media massa, yang menjadi
Pendidikan
Bagaimana perkembangan terakhir
rujukan para pengambil keputusan.
pemberantasan buta aksara?
Lelaki sederhana yang menghabiskan
masa kecilnya di Cipamekan, Congeang, Sebenarnya literacy ini menjadi program
Sumedang, ini adalah anak tertua dari yang sangat prioritas dari mulai Rencana
empat bersaudara. Ayahnya Haji Muhamad Pendidikan Jangka Panjang (RPJP) sampai
Kosim berotak pintar meski secara formal dengan Rencana Strategis. Saya sangat
hanya lulusan kelas lima SD. Demikian beruntung karena kita punya Instruksi
pula Ibunya Hj.Siti Mariyah lulusan kelas Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang
tiga SD yang nyaris buta huruf. Namun ia Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan
penyandang master (S-2) jurusan ekonomi Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan
pendidikan di Amerika Serikat. Dalam usia Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara.
relatif muda sekitar 30-an tahun, Ace yang Sekarang ini ada sekretariat tersendiri untuk
sering melontarkan humor ini berhasil PBA yang langsung di bawah koordinasi
menggondol gelar doktor (S-3) hanya menteri.
dalam tempo 3,7 tahun saja. Tahun 2006 ini merupakan awal yang
Kini, mantan Kepala Pusat Pendataan baik. Dilihat dari segi hasil dan proses, sangat
Balitbang Depdikbud ini bintangnya memuaskan. Kita sudah mencapai 8,07%
sedang bersinar. Ibarat mutiara saja dari jumlah penduduk. Sekarang ini
yang diletakkan di tempat yang tinggal 12,7 juta penyandang buta aksara
semestinya akan memancarkan usia 15 tahun ke atas. Artinya, tinggal 5 juta
kilau cahaya. Sejak diangkat untuk mencapai target menjadi 7,7 juta pada
sebagai Direktorat Jenderal 2009.
Pendidikan Luar Sekolah Akan tetapi 5 juta penyandang buta
(Dirjen PLS) pada Mei 2005, aksara ini kondisinya berbeda dengan
Ace Suryadi
mantan Staf Ahli Menteri 10 tahun lalu. Karena sekarang ini lebih
104 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd104 104 7/14/2007 10:10:02 AM
Rubrik Biasa
Wawancara
bantuan. Jadi, kalau sekadar papan namanya
doang ya buat apa.
Berapa dana yang diterima PKBM setiap
tahunnya?
Rp 10 juta selama setahun. Sekarang
ini sedang memperbaiki standar. Artinya
sedang meneliti dan memperbaiki sistem
yang ada. Sebetulnya menurut saya PKBM
itu jangan menjadi satuan pendidikan
nonformal yang kaku. Harapan saya justru
PKBM itu menjadi pusat produksi atau
pusat bisnis.
Berkaitan dengan tenaga pendidik
nonformal, waktu saya ke NTT, pamong
di PKBM dan lembaga sejenis itu kok
seperti anak tiri?
Seperti anak kandung yang dianaktirikan.
doK. PENA
Anak-anak Papua sedang belajar baca tulis
Sebenarnya begini, kalau dilihat dari
komitmen Pak Menteri, sudah tidak diragukan
lagi. Kalau dilihat dari 2004 naiknya sudah
sangat tinggi. Bagi desa yang sudah tuntas,
sukar dientaskan atau masuk kategori
dua kali lipat.
kita beri anugerah.
hard rock seperti di Papua. Papua memang
Saya rasa komitmen pemerintah sudah
harus mendapat perhatian lebih dalam
Bentuk anugerahnya seperti apa? serius. Persoalannya justru di tengah-tengah.
pemberantasan buta akasara. Di samping
Di Bappenas kabarnya akan ada perubahan.
Sertifikat dan tambahan block grant untuk
itu literacy economy juga penting.
Nah, misalnya kalau dananya diturunkan
taman bacaan masyarakat, agar mereka mau
Bagaimana upaya mengatasi artinya pemerintah tidak komit terhadap
membaca. Sertifikat tuntas saat ini sudah
penyandang buta aksara kategori hard pendidikan nonformal (PNF). Padahal PNF
ratusan. Kategori tuntas juga ada tiga yakni
rock itu tadi? itu besar artinya dalam penanggulangan
tuntas pratama, tuntas madya, dan tuntas
masalah pendidikan dan pengangguran
paripurna.
Begini. Penyandang buta aksara kategori
di Indonesia. Dalam perkembangannya
hard rock itu berada di daerah terpencil. Jadi
Bagaimana dukungan aparat daerah PNF juga sudah melakukan pendekatan
kita harus punya strategi khusus.
terhadap upaya penuntasan dengan horisontal.
Secara keseluruhan, ada enam strategi
sistem blok ini?
yang kami gunakan. Pertama, daerah prioritas.
Apa yang dimaksud dengan pendekatan
Hal itu berkaitan dengan strategi ketiga,
Yang dianggap daerah prioritas adalah daerah
horisontal?
yaitu pendekatan Vertikal. Presiden, melalui
transmigrasi, perbatasan, terisolasi dan sulit
Pendekatan horisontal adalah strategi
Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 2006
komunikasinya serta daerah kepulauan,
keempat dalam pengentasan buta aksara.
menginstruksikan kepada menteri hingga
rimba pedalaman dan suku terasing. Juga
Dalam pendekatan ini pemerintah melakukan
kepala desa untuk menggerakkan seluruh
provinsi terpadat jumlah buta aksaranya
kerjasama formal dengan Perguruan tinggi,
unsur masyarakat yang ada di daerah dalam
seperti Papua.
organisasi perempuan, organisasi sosial
memberantas buta aksara.
Meskipun jumlah penyandang buta
dan organisasi kemasyarakatan yang ada
Berkat pendekatan vertikal ini maka
aksara di Papua hanya 360.000, tapi hampir
seperti: Kowani, PKK, Aisyiah, Muslimat NU,
semua komponen masyarakat bergerak
merata di kampung-kampung. Kami sudah
Wanita Indonesia, Dewan Masjid Indonesia
secara aktif. Seperti Unit Pelaksana Teknis
mengalokasikan 150.000 sasaran khusus
dan lain-lain.
PLS, khususnya dengan BPPLSP, BPKB, SKB,
Papua. Kenapa kami konsentrasikan Papua,
dan PKBM. Saat ini jumlah PKBM kurang
karena kantong terbesar di sana, dalam arti
Strategi kelima?
lebih ada 3000.
persentase.
Strategi yang kelima dalam reaching the
Strategi kedua adalah sistem blok,
Apakah 3000 PKBM sebagian besar unreach penuntasan buta aksara adalah
yaitu memberantas secara tuntas di suatu
berperan aktif? dengan mengunakan KKN tematik yang
kecamatan atau kabupaten yang terpadat
digagas Ibu Retno Bambang Sudibyo dari
Saya kira hanya seperlima saja yang benar.
buta aksaranya kemudian secara bertahap
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, sejak
Jadi saya bilang ke Pak Zaini Aroni (Seketaris
berpindah ke kecamatan atau kabupaten
tahun 2006. Ada 11 kabupaten di Jawa
Ditjen PLS) agar hati-hati dalam memilih
yang kurang padat jumlah buta aksaranya.
Tengah dan Jawa Timur termasuk Madura
PKBM. Jangan pukul rata juga. Lihat mana
Begitu seterusnya sampai ke tingkat desa,
yang dikelola UGM.
yang sekiranya berpotensi bagus baru diberi
sehingga efektivitas pemberantasan menjadi
105
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd105 105 7/14/2007 10:10:05 AM
Wawancara
Jadi muridnya nanti lebih diorientasikan
bisa dijelaskan lebih jauh tentang
doK PENA
untuk menjadi praktisi ya?
konsep literacy economy?
Ya begitu. Jadi memang lebih dipraktikkan
L i t e ra c y e c o n o m y a t a u m e l e k
dalam kehidupan sehari-hari. Yang namanya
ekonomi, menurut saya itu harus jadi
pendidikan ekonomi. Saat ini kan orientasinya
pendidikan dasar (basic education).
sarjana. Tiap orang jadi gak paham. Padahal
Selama ini pendidikan ekonomi hanya
tidak semua orang jadi sarjana.
diperoleh di tingkat sarjana. Seolah-
Literacy economy itu sudah harus jadi
olah ekonomi itu sesuatu yang sulit
basic education. Anak SD harus tahu cara
dijangkau. Padahal transaksi ekonomi
membeli yang baik, cara memutuskan
itu sudah dilakukan setiap orang.
untuk membeli sesuatu, mengapa harus
Kenapa tidak sejak kecil saja diterapkan
meminjam, kenapa harus dikembalikan,
literacy ekonomi. Sebagai UPE (universal
kenapa harus bayar pajak dan sebagainya
primary education).
itu sudah harus diterapkan sejak dini. Dalam
Apakah Anda akan menerapkan pendidikan dasar kita, literacy economy
literacy economy di pendidikan belum diajarkan.
nonformal?
Apa kritik bapak terhadap pendidikan
Selama ini kebanyakan masalah
dasar?
ekonomi diberikan melalui teori baik di
Selama ini kita mengartikan pendidikan
SMP maupun SMA hingga perguruan
Kegiatan Outbond
dasar itu SD, SMP, Paket A dan Paket B. Sebena-
tinggi. Padahal sejak kecil kita selalu
adalah salah satu
rnya itu adalah lembaganya. Nah, maknanya
mempraktikkan kegiatan ekonomi.
alternatif bagus untuk
banyak yang tidak diketahui orang.
Ekonomi seharusnya menjadi pendidikan
pendidikan di luar kelas
Kalau dalam Education for All (EFA) ada
dasar. Hal ini mungkin supaya anak-anak
dua jenis pendidikan dasar. Pertama Basic
itu paham sejak dini, sehingga anak-anak
Sudah berapa kampus yang menjalin Learning Skill (BLS). Basic Learning Skill
itu tidak akan menjadi orang yang harak
kerjasama penuntasan buta aksara? itu mengharuskan siswa bisa membaca,
(rakus).
menghitung, menganalisis, dan memecahkan
Saya sekarang minta Bu Ella Yulaelawati
Sudah 52 k ampus. UGM sebagai
masalah. Kemampuan ini harus dimiliki
( D i r e k t u r Pe n d i d i k a n K e s e t a r a a n )
koordinatornya. Model yang dikembangkan
setiap orang.
mempersiapkan hal itu. Mungkin 2007
UGM terbukti bagus dan efektif. Ada sekitar
Kedua, Basic Learning Content. Didalamnya
ini akan dimulai. Saya punya 20 standar
86% yang lulus dari 4500 orang penyandang
ada values, pemahaman dan sikap. Kita telah
kompetensi untuk mempertajam dan
buta aksara. Kalau lewat program ini efektif.
memiliki standar isi dalam BLC. Menurut
memperkuat literacy economy. Saya menjalin
Dalam waktu dua bulan hal ini bisa berjalan.
saya isi pendidikan itu jangan jadi hafalan,
kerjasama dengan NCFEE (National Council
Nah sekarang sudah diikuti oleh universitas
karena kecendrungannya kita tidak bisa
For Economic Education) yang berkedudukan
lain di luar jawa.
mempraktekkan apa yang kita hafal.
di New York.
Strategi yang terakhir dilakukan PLS?
Yang terakhir adalah standarisasi dan
penjaminan mutu dan sertifikasi. Agar
Anak-anak Papua yang antusias untuk belajar
mereka terukur. Kalau dulu pemberantsan
buta huruf ada tanda tangan dan daftar
nama saja. Dengan sertifikasi kita bisa
memperlihatkan kemampuan dia. Jadi enam
strategi itu yang kita laksanakan dan kita
perkuat di tahun 2007.
Anda optimistis target 2009 bisa
tercapai?
Yah, saya yakin dan optimistis. Semua
harus kerja keras karena kebanyakan yang
diberantas adalah penyandang buta aksara
kategori hard rock.
Selain pentingnya pemberantasan buta
aksara, di awal tadi Anda mengatakan
doK. PENA
tentang pentingnya literacy economy,
106 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd106 106 7/14/2007 10:10:10 AM
Wawancara
SAIfUL ANAM
Workshop Forum PAUD Tingkat Nasional di Bandung
JANGAN BATASI INTERAKSI ANAK
P
memiliki kesempatan sama mendapat
mampu mengekspresikan emosi mereka.
rogram yang juga tengah gencar
layanan PAUD. ”Program PAUD ini telah
”Berinteraksi bisa saja dengan cara melihat
dilaksanakan Direktorat Jenderal
diujikan di 50 kabupaten termiskin dan paling
kemacetan, polusi udara, polisi yang sibuk
Pendidikan Nonformal dan Informal
rendah APK-nya,” katanya.
mengatur lalu lintas di jalan raya. Atau
Depdiknas adalah Pendidikan Anak Usia
Soal alat permainan edukatif, misalnya, Ace
melihat air keruh dan pemandangan indah,”
Dini (PAUD). Berbagai kegiatan, program
menekankan agar tidak perlu mahal-mahal
kata Ace.
dan kebijakan digulirkan untuk mendorong
sehingga membebani orangtua murid. Sebab
Beda halnya bila anak cuma ditekankan
kemajuan PAUD.
APE bisa berupa kerikil, kayu, kaleng, lidi, dan
bisa bisa membaca. Lebih-lebih bagi sekolah
”Di masa tumbuh kembang anak,
benda sederhana dan murah lainnya. ”Kita
yang seharian mengajar anak harus bisa
yang harus diperhatikan adalah fisik dan
harus bisa mengembangkan alat permainan
menulis. ”Orang Sunda bilang kecerdasannya
kecerdasan. Forum PAUD dan Himpaudi harus
bermuatan lokal,” ujarnya.
akan kecentet,” kata Ace seraya tertawa.
bisa memikirkan keserasian perkembangan
Sedangkan mengenai ketidakharmonisan
Akses PAUD semakin diperluas jaringannya.
fisik dan kecerdasan anak. Terus terang,
antara PAUD dan TK, kata Aceh, mendorong
Pemerintah punya komitmen mewujudkan
pemerintah banyak dibantu dengan
Mendiknas membuat peraturan baru.
PAUD sebagai education sustainable
kehadiran Forum PAUD dan Himpaudi,” kata
”Harus ada aturan mengenai substansi yang
development. Buktinya, pada 2004, APK
Ace Suryadi saat membuka Workshop Forum
disepakati antara Pak Gutama (Direktur PAUD)
PAUD Indonesia masih di bawah Afrika. Kini,
PAUD dan Himpaudi di Bandung, pada 17-19
dan Pak Mudjito (Direktur Pembinaan TK dan
meningkat sedikit. Sudah di atas Afrika, meski
Juni 2007.
SD). Juga antara saya dengan Pak Suyanto
masih di bawah sejumlah negara tetangga
Ace berharap PAUD tetap berpegang
(Dirjen Manajemen Dikdasmen),” kata Ace.
di Asia.
pada prinsip tidak membatasi interaksi anak
Selain itu, perlu juga tambahan beleid
Ace menyadari PAUD masih belum
dengan lingkungan. Ia mewanti-wanti agar
yang melibatkan Ditjen Pendidikan Islam
menjangkau hingga ke pelosok pedesaan.
lembaga PAUD tidak mengajari membaca dan
Depag yang membawahi banyak lembaga
Pemerintah sedang mengembangkan
menulis. Interaksi anak dengan lingkungan
pendidikan bernuansa agama.
program PAUD yang mudah, murah dan
jauh lebih ditekankan agar anak belajar
terjangkau. Tujuannya agar anak-anak miskin
berpendapat, mengenal orang lain, dan RoBI SUgARA
107
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd107 107 7/14/2007 10:10:12 AM
Internasional
Inggris Sistem ujian ala Inggris melibatkan
DIBIKIN SIAL
54.000 penguji dan harus memeriksa 25
juta lembar tes setiap tahun. Meskipun
begitu,menurut penelitian yang dilakukan
DfES (Departemen for Education and
UJIAN NASIONAL
Skills) pada 2003, berjibun tes ini tidak
meningkatkan standar mutu pendidikan.
Karena itulah GTC berinisiatif memulai
penelitian serius ihwal perlu tidaknya ujian
Para penjaga gawang kualitas pendidikan di Inggris sedang resah. buat anak di bawah umur 16 tahun. Ujian
atau tes seharusnya bisa digunakan sebagai
Ujian untuk anak-anak dibawah umur 16 tahun sudah saatnya
tolak ukur sejauh mana siswa-siswi mengerti
dihapuskan. Indonesia pun mengalami. apa yang sudah diberikan selama ini. Kalau
mereka hanya bisa menangkap 50% dari
I
apa yang para guru ajarkan, apakah itu salah
dan kualitas belajar di Inggris. Sekitar Maret
NGGRIS Raya tengah gelisah. Dua
si anak? Atau justru sistem mengajarnya
2007 lalu, mereka meneliti efektivitas tes
bulan terakhir ini, negeri dengan tradisi
yang salah? Level pendidikan seorang
atau ujian. GTC juga menyelenggarakan
pendidikan formal berusia ribuan tahun
anak harusnya tidak hanya tergantung dari
pelatihan di London dan Birmingham yang
itu terus-menerus bertanya: apakah ujian
hasil tes. ‘’Setiap anak punya keistimewaan
melibatkan para guru dan orang tua.
nasional bagi para murid sekolah dasar
sendiri-sendiri. Kami sebagai pengajar
Dalam setahun, murid sekolah dasar
memang diperlukan. Banyak pemerhati
yang harus memahami cara yang pas untuk
hingga menengah harus melewati sedikitnya
pendidikan, guru, juga orang tua murid
memberikan pendidikan bagi pelajar kami,’’
70 kali tes tertulis untuk dapat melanjutkan
merasak an ujian nasional tak juga
kata Natalie Davis, salah seorang anggota
ke jenjang lebih tinggi. “Hampir 40% hasil
mendongkrak kualitas pendidikan.
GTC.
tes itu salah menempatkan level siswa.
Kerisauan itu antara lain diungkapkan
Hasil penelitian dan workshop tersebut
Kalau sudah begitu, siapa yang bertanggung
GTC (General Teaching Council for England),
mengejutkan. Ternyata, rata-rata banyak
jawab? Kertas ujian?” kata seorang guru asal
badan khusus untuk pengajar professional
anak-anak stress di usia dini karena harus
Manchester.
untuk meningkatkan standard pengajaran
108 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd108 108 7/14/2007 10:10:13 AM
Internasional
menghadapi ujian. Padahal anak-anak dihapuskan begitu saja. Sebagai
dibawah umur 16 tahun, harusnya dipacu gantinya, GTC menyarankan agar
untuk meningkatkan keingintahuan mereka ujian nasional (Standard Attainment
terhadap banyak hal, untuk selanjutnya jadi Tests, biasa disingkat SATs, yang
panduan minat mereka terhadap berbagai merupakan bagian dari National
bidang. ‘’Bukannya disuruh duduk dan Assessments Curriculum) diganti
mengerutkan kening untuk menghadapi dengan bentuk tes lain tergantung
tujuannya.
ujian,’’ kata Davis lagi. Ujian terbukti dapat
Contohnya, bila seorang anak
menekan motivasi siswa dan menambah
terlihat berminat besar terhadap
kegelisahan.
matematika. Ketika mereka
Selain itu tes ini tidak cukup memenuhi
dianggap siap untuk memilih
kepentingan hubungan orang tua dan
jenjang pendidikan yang lebih
siswa. Anak-anak akhirnya hanya belajar
tinggi, tes yang diberikan adalah tes
untuk menghadapi ujian dan bukan
yang berkaitan dengan matematika.
untuk menambah keingintahuan mereka.
Usulan GTC itu mendapat dukungan.
Berdasarkan workshop tersebut, banyak
‘’Kepala serikat guru, dan para orang
juga orang tua yang tidak mengerti, atau
tua murid, setuju,’’ kata Davis.
lebih tepatnya bingung tentang bagaimana
G TC b e r h a r a p E S S C a l i a s
anak mereka dinilai di sekolah. Mereka
The Education and Skills Select
berharap, ujian di sekolah dapat membantu
Committee, komite di bawah
memberikan apa yang bisa mendukung
Depar temen Pendidik an, bisa
hasil tes tersebut.
m enggunak an wewenangnya
“Tapi apa yang bisa kami dapatkan
untuk mendesak pemer intah
dengan ujian yang lebih terlihat sebagai
segera mengambil tindakan dan
aktivitas formal menggunakan kertas
mereview kembali kebijakan mereka
dan pensil ? Yang kami tahu, dari ujian itu –tentu saja melalui bimbingan pengajar
terhadap berbagai tes yang dilakukan secara
mereka naik kelas, lalu apa yang harus kami profesional—ak an diarahk an untuk
nasional.
lakukan ketika anak kami naik kelas? Tidak menemukan sendiri minatnya. Orang tua akan
Keahlian para guru diharapkan terus
cukup hanya dengan bangga kan? Lalu terus diberi laporan tentang perkembangan
meningkat. Mereka diminta mengunakan
bagaimana kalau tidak naik kelas? Masa minat si anak. Sementara guru, bertugas
penilaian profesionalnya dalam menilai
sudah stress nggak naik kelas, mereka harus mengamati dan memberi fasilitas.
kemampuan siswa siswinya. Sistem yang
kami hukum?” begitu salah satu komentar GTC juga menyarankan agar para guru
disebut Assessment For Learning (AfL)
dari orang tua siswa yang dikutip dari bisa mendapat akses langsung ke bank tes
(tes untuk belajar) ini adalah sistem yang
laporan GTC. nasional dan menggunakan akses tersebut
membuat semua pihak aktif, baik itu siswa,
GTC tidak menganjurkan semua ujian untuk mengevaluasi perkembangan murid
pengajar maupun orang tua. Setiap siswa
untuk anak di bawah umur 16 tahun ketika mereka dianggap sudah siap. Di
Bank tes ini, setiap pengajar bisa mencari
tes macam apa yang cocok untuk diberikan
kepada muridnya. Jika si murid ternyata
mengalami kesulitan ---entah karena bentuk
tesnya yang terlalu rumit, atau memang
daya tangkap si anak belu sampai kesitu—
maka pengajar harus mencari bentuk tes
yang lain.
Dengan menggunakan metode AfL ini,
GTC berharap bisa meningkatkan keahlian
para guru, mempertajam analisa mereka dan
mengaktifkan proses moderasi di sekolah
untuk menumbuhkan informasi yang lebih
baik, dialog yang lebih beragam antara
para orang tua dan pihak sekolah. Yang
paling penting, anak-anak dapat menikmati
belajar tanpa tekanan tes. Mereka bisa
mengeksplorasi keingintahuannya terhadap
berbagai subjek.
ASMAYANI KUSRINI
109
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd109 109 7/14/2007 10:10:14 AM
Internasional
pemerintah menganggarkan £ 5 juta, lebih dari Rp 90 milyar
setahun. Dengan itu, seorang guru bisa mengajukan proposal
untuk ikut kursus, penelitian, atau pelatihan, setahun Rp 184
juta. Ketika program ini diluncurkan pada 2001, sebanyak
1.400 guru memanfaatkan paket ini. Ada yang mengambil
kursus, ada pula yang menggunakannya untuk uji banding
ke sekolah lain.
Banyak guru yang memanfaatkannya untuk belajar
ilmu teknologi informasi, kursus mengenai bagaimana
mengendalikan emosi murid, lingkungan hidup, serta
mengatasi pelecehan di sekolah.
Melihat manfaatnya, program peningkatan kualitas guru
akan ditambah dananya. Pemerintah akan menganggarkan
£1,500 dalam bentuk hibah untuk para guru yang ingin ikut
program perturkaran internasional. Juga ada £3,000 hingga
£5,000 bila para guru ingin mengikuti kuliah sabatikal.
BUKAN SEKAdAR dEwAN Ini merupakan program lanjutan bagi guru yang ingin ‘’nyepi’’
untuk membuat buku, penelitian, atau tesis. Bila sekolah ingin
D mengadakan program peningkatan kualitas bagi lembaganya,
EWAN Guru Umum (General Teaching Council)
pemerintah menyediakan £30,000.
merupakan lembaga independen, bertujuan memberi
Perbaikan lain yang diusulkan adalah pada metode menentukan
masukan kepada pemerintah untuk meningkatkan kualitas
kelulusan. Inilah yang mendorong GTC kemudian mengusulkan
pendidikan. Pada prakteknya, tak hanya masukan yang bisa ia
‘revolusi di bidang ujian nasional’. Penyebabnya, menurut
sampaikan. Sejak 2000, Dewan Guru bisa memindahkan, bahkan
pemantauannya, tidak ada peningkatan kualitas dari anak-anak
memberhentikan guru yang dinilai tidak layak.
pengikut ujian kurikulum nasional pada usia 7, 11, dan 14 tahun,
Mereka dinilai tak becus bila setelah mendapatkan pelatihan
yang menjadi sampel.
berulang-ulang, tetap saja kinerjanya tak membaik.
Untuk menggenjot kualitas para pengajar, di Wales saja
Segenap jajaran redaksi dan usaha
Majalah PENA Pendidikan
mengucapkan
Selamat Hari Anak nasional
23 juli 2007
110 Pena Pendidikan Juli-Agustus 2007
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd110 110 7/14/2007 10:10:18 AM
Peristiwa
Kampung Percontohan Manggarai dihadapi dalam pelaksanaan program
ini adalah sifat apatis pada sebagian
DARI PELANGGAN BANJIR masyarakat, yang memang masih hidup pas-
pasan. Mereka hanya berpikir bagaimana
mencari makan hari ini, bukan apakah
KE PERCONTOHAN
harus bersekolah atau tidak. “Karena itu
kami berupaya menanamkan kepada warga
bahwa belajar itu penting. Dan, belajar tidak
harus di dalam sebuah ruangan dengan
PKPU bersama Indosat mengajak warga Manggarai untuk
deretan meja dan kursi,” kata Suharyanto.
membangun kawasan sadar pendidikan dan kesehatan. Masih Belajar bisa dilakukan di mana saja.
banyak warga yang apatis. Sejak didirikan tahun 1999, PKPU giat
melaksanakan program-program sosialnya,
S
terutama program pendidikan. “PKPU
menjadikan permukiman mereka sebagai
eolah sudah terpatri di memori
selalu berupaya untuk memperluas dan
masyarakat pembelajar,” kata Suharyanto,
warga Jakarta bahwa Manggarai
memperbaiki keseluruhan perawatan dan
aktivis sekaligus juru bicara PKPU. Kampung
identik dengan pintu air. Manggarai
pendidikan anak usia dini terutama bagi
percontohan Manggarai merupakan bagian
juga dikenal sebagai salah satu kantong
anak-anak rawan dan tidak beruntung,” kata
dari rangkaian program bina desa yang
permukiman kumuh di Jakarta Selatan. Tiap
Suharyanto. PKPU juga berusaha memulihkan
digulirkan PKPU tahun ini.
tahun, daerah ini nyaris selalu jadi pelanggan
sistem pendidikan di daerah yang dilanda
Saat ini PKPU telah mendirikan sebuah
banjir. Sebaliknya, pada musim kemarau,
konflik, ketidakstabilan dan bencana alam.
p o s k o s e r b a g u n a b a gi m a s ya ra k at
bahaya kebakaran pun mengintai karena letak
Misalnya, di Ambon, Ternate (Maluku),
Manggarai. Kelak, posko itu akan difungsikan
rumah-rumah kumuh yang berjejalan. Tiap
Madura, Aceh, Yogyakarta, Pangandaran
untuk berbagai macam kegiatan, mulai
banjir datang, warga Manggarai dihadapkan
(Jawa Barat) dan terakhir di Padang.
dari aktivitas pembelajaran, pelayanan
dengan masalah kesehatan akibat kondisi
kesehatan, pemberdayaan
lingkungan yang tidak sehat. Pendidikan
fEttY SHINtA LEStARI
anak-anaknya pun terganggu. Mereka tak
an Manggarai
bisa masuk sekolah karena rumahnya atau
Tandatangan kesepakat
sekolahnya terendam banjir.
Kondisi itu mengundang empati Pos
Keadilan Peduli Umat (PKPU), sebuah
lembaga swadaya masyarakat, yang peduli
pada masalah-masalah sosial masyarakat.
Lembaga yang berkantor di bilangan
Condet, Batuampar, Jakarta Timur, itu
berhasil mengajak warga Manggarai untuk
bersama-sama membenahi kawasan tempat
tinggal mereka. Bekerjasama dengan
Indosat, PKPU kini menjadikan Manggarai
sebagai kampung percontohan di Jakarta.
Program-program perbaikan kawasan
yang dilaksanakannya meliputi program
kesehatan dan pendidikan.
Di bidang kesehatan, PKPU mengajak para
Di daerah-daerah rawan itu, PKPU telah
kader PKK dan Posyandu di Manggarai untuk
berupaya memulihkan kegiatan pendidikan,
ekonomi, sarana urun rembuk warga
bersama-sama menyadarkan warga mewu-
dengan cara mendirikan sekolah,
hingga posko siaga banjir yang dilengkapi
judkan budaya sadar gizi. Sedangkan dalam
laboratorium --mulai dari SD hingga SMU,
dengan alat-alat evakuasi. PKPU kini tengah
bidang pendidikan, program yang digelar
sekolah terbuka, rumah baca, perpustakaan
melakukan survey untuk mendapatkan
adalah pendidikan anak usia dini (PAUD) bagi
keliling, beasiswa bagi siswa yang tidak
data yang valid guna menetapkan prioritas
anak-anak usia 4 – 6 tahun, pemberantasan
mampu, dan menggelar pelatihan berkala
program yang akan dilaksanakan.
buta aksara, serta program life skill yang
untuk meningkatkan profesionalime guru.
Berapa dana yang dibutuhkan? “Tidak
meliputi kursus komputer dan menjahit. Di
Dengan pendidikan yang layak, diharapkan
banyak, karena yang kami lakukan untuk
Manggarai, kini telah berdiri taman bacaan
anak-anak korban bencana atau korban
masyarakat Manggarai ini hanyalah stimulus
dan taman bermain bagi anak-anak usia dini
konflik pun bisa meneratas jalan ke masa
awal, untuk memotivasi warga agar mau
dan anak-anak usia SD dan SMP.
depan yang lebih baik.
membangun daerahnya sendiri,” kata
“Program yang kami jalankan merupakan
Suharyanto. Menurut dia, kendala yang
stimulus bagi masyarakat Manggarai untuk ESCAStRA dAN fEttY SHINtA LEStARI
111
Juli-Agustus 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd111 111 7/14/2007 10:10:20 AM
Peristiwa
TUNTUTAN INSTITUT
Gatot berharap, sebagai negara yang
berpotensi menciptakan tenaga kerja
pariwisata, Indonesia dapat menambah
PENyERAP DEvISA
jumlah lembaga pendidikan pariwisata
yang mampu melahirkan tenaga profesional
di bidang pariwisata. Tujuannya, untuk
mememenuhi kebutuhan SDM dalam
Pelaku pariwisata mendesak agar pariwisata dijadikan disiplin ilmu negeri, khususnya bidang perhotelan. Selain
itu, sebagai tenaga kerja di perhotelan
mandiri. Empat lembaga pendidikan pariwisata berubah status.
internasional, Indonesia juga punya
target untuk menciptakan 10% tenaga
perhotelan.
Perubahan status STP dan Akpar,
ujar Gatot, juga diharapkan mampu
meningkatkan keyakinan otoritas pendidikan
tinggi di lingkungan Depdiknas. Terutama,
atas pentingnya pengakuan terhadap
kepariwisataan sebagai ilmu mandiri.
Aspek legal dari STP atau Akpar baik di
bawah Depdiknas maupun Depbudpar,
diharapkan juga berhasil digodok dalam
lokakarya. Sehingga, jaringan kerja nasional
dan internasional di bidang perhotelan dan
pariwisata dapat ditingkatkan.
Secara spesifik lokakarya ini bertujuan
mengembangkan sistem pendidikan dan
Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto (tengah) dalam perbicangan
ketetapan STP dan Akpar yang sesuai dengan
secara teleconference membahas sekolah tinggi pariwisata
sumber standar pendidikan tinggi Depdiknas.
Dengan demikian, terjadi kesamaan pendapat
E
0 comments
Post a comment