Your SlideShare is downloading. ×
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
pena pendidikan 14
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

pena pendidikan 14

22,801

Published on

Published in: Education, Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
22,801
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
2,139
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. MEngIntEgRaSIkan PaUd Edisi Khusus PAUD/Tahun II/Juli-Agustus 2007/Rp 40.000,- FoRMal dan nonFoRMal REFERENSI TERPERCAYA DUNIA PENDIDIKAN Inggris dIbIkIn SIal UJIan naSIonal Ir. Hj. Umi Rosidah, MS JUal RUMaH dan MobIl UntUk bangUn PaUd GELIAT PAUD Di Sekujur Nusantara COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in1 1 7/14/2007 8:54:45 AM
  • 2. Majalah PENA Pendidikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan PT. REKA GAGAS CIPTA Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710, T/F: +62 21 7973957 Email: rekagagascipta@yahoo.com COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in2 2 7/14/2007 8:55:50 AM
  • 3. Telah Hadir BUNDEL PENA Pendidikan 12 M aj a Ha ala R ny h p3 da 0 lam 0. 1 BU 0,- 00 ND EL Ingin mengoleksi Majalah PENA Pendidikan dari awal tapi sulit mencari edisi lama? Telah tersedia Majalah PENA Pendidikan dalam bentuk Bundel. Buruan!!! Hubungi: 021-7973957 Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957 PT. REKA GAGAS CIPTA Email: rekagagascipta@yahoo.com COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in3 3 7/14/2007 8:56:31 AM
  • 4. Jangan Remehkan Taman Kanak-kanak TAMAN YANG PALING INDAH Penulis : Saiful Anam Penerbit : Wajatri Cetakan : April 2007 Tebal : XX + 228 halaman k ana k-k ana nK a Tam Siapapun mengakui bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk di dalamnya pendidikan taman kanak-kanak (TK), merupakan layanan pendidikan yang sangat penting. Pendidikan TK berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Bahkan, berbagai penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang mengenyam pendidikan TK pada umumnya memiliki prestasi pendidikan yang lebih baik saat menempuh studi pada jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, setelah dewasa mereka juga memiliki pendapatan ekonomi yang lebih tinggi. Sayangnya, hingga kini kondisi pendidikan TK kita masih harus diperbaiki. Inilah tantangan serius yang dihadapi Direktorat Pembinaan TK dan SD, Departemen Pendidikan Nasional, yaitu bagaimana terus berupaya meningkatkan pemerataan dan perluasan akses. Selain itu, Direktorat Pembinaan TK dan SD juga mesti meningkatkan mutu dan relevansi, termasuk di dalamnya meluruskan berbagai kekeliruan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di TK, misalnya memaksakan pengajaran baca-tulis-hitung secara klasikal. Buku yang penulisannya menggunakan pendekatan jurnalistik ini berusaha memeaparkan perjalanan pembangunan pendidikan TK di Indonesia serta berbagai program yang telah dan akan digulirkan Direktorat Pembinaan TK dan SD. Selain itu juga dikemukakan pandangan dari akademisi, pengamat, anggota legislatif, penyelenggara TK hingga guru. COVER_PENA14_VOL02_EDISI PAUD.in4 4 7/14/2007 8:56:43 AM
  • 5. Salam Pena H ARI Anak Nasional kembali diperingati pada 2 Juli. Tentunya semua berharap peringatan HAN ini tak sekadar meriah di seremoni belaka. Apalagi pemerintah sendiri menegaskan visinya buat anak-anak, bahwa pada 2015 mendatang mampu membikin seluruh anak Indonesia sehat, cerdas, berakhlak mulia dan terlindungi. Tentunya, pemerintah mematok target itu dengan perhitungan sangat serius. Dari sisi perundangan, sejatinya anak telah mendapat tempat. Sudah ada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Lalu lahir UU Nomor Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak. Kemudian lahir pula Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 1990 tentang Ratifikasi Konvensi Hak Anak. Yang terakhir tentunya UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. PR besar memang masih mengelayuti dunia anak-anak kita. Dari soal pendidikan, kesejahteraan, hingga maraknya eksploitasi terhadap pekerja anak. Di bidang pendidikan, pemerintah memang masih mengejar penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun. Juga pemberantasan buta aksara. Yang tengah gencar dilaksanakan belakangan ini adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Data Departemen Pendidikan Nasional mencatat, hingga akhir 2006 jumlah TK sebanyak 54.742, hanya 1,% atawa 708 TK milik pemerintah. Jumlah ini tak sebanding bila disandingkan dengan jumlah SD yang sekira 150.000 sekolah, lebih dari 95% di antaranya berstatus sekolah negeri. Padahal jumlah anak usia 0-6 tahun yang terekam jumlahnya lebih dari 28 juta. Hanya .72.924 atau 2,78% yang mencicipi pendidikan TK. Dalam istilah pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat Taman Kanak-kanak (TK) mencapai 2,78%. Jika ditambah PAUD nonformal, total APK-nya menjadi 45,6%. PAUD nonformal? Ya istilah itu dikukuhkan pada UU Nomor 20 Tahun 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PAUD dijabarkan sebagai pendidikan untuk anak usia 0-6 tahun. Bentuknya terdiri dari PAUD formal (TK, Raudhatul Athfal, Bustanul Atfal), PAUD Nonformal (Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Satuan PAUD Sejenis), dan PAUD Informal (keluarga). Perkembangan PAUD yang demikian pesat mendorong kami menuliskannya dalam Edisi Khusus ini. Kami sengaja menerjunkan wartawan ke sejumlah kota yang semoga bisa mewakili gambaran perkembangan PAUD. Meski tak terjun ke banyak kota di satu provinsi yang kami kunjungi, namun setidaknya berusaha memotret gambaran di provinsi tersebut. Provinsi yang kami rekam perkembangan PAUD nya adalah: Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Papua. Di komandoi langsung Saiful Anam, sang Pemimpin Redaksi yang terjun sendiri ke Papua, Gorontalo, dan sejumlah kota di Jawa Timur. Selain itu kami terjunkan Ayu N Andini ke Banten, dan juga meliput DKI Jakarta. Kemudian Fetty Shinta Lestari (Sumatera Barat dan DKI Jakarta), Robi Sugara (Jawa Barat), Eva Rohilah (Sulawesi Selatan), dan Murnita Dian Kartini (DI Yogyakarta dan Jawa Tengah). Tak terkecuali koresponden kami, Mukti Ali (Malang) dan Mochammad Fathoni Arief (Yogyakarta) kami kerahkan. Kami berharap sajian kami tidak menjadi potret hitam putih perkembangan PAUD di Tanah Air. Kalaulah ada gambaran menggembirakan semoga tidak menjadi kebanggaan semata. Sedangkan yang masih belum sesuai harapan tidak menjadi noda yang mesti kita tutupi. Sebaliknya menjadi cambuk untuk membangun lebih baik lagi. Selamat Hari Anak Nasional. Songsong anak Indonesia yang berkualitas, calon pemimpin negeri ini. PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful Edisi Khusus/Tahun II/Juli-Agustus 2007 Anam REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Dipo Handoko, Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, Robi Sugara KORESPONDEN DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya), R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI: Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK DESAIN KOM. VISUAL: Prambudi, Sugiyono FOTOGRAPHER: Arien T.W. SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta DIREKTUR UTAMA: Iwan Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS CIPTA: Bank Niaga cab.Edisi 13/Tahun II/Mei 064.01.6285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya BEJ Jakarta Rek. 2007 22 JAKARTA 12770, Telp/Faks: +6221 797 957, E-mail: rekagagascipta@yahoo.com ISSN 1907 - 429 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 3 7/14/2007 10:42:18 AM
  • 6. Suara Pembaca USUL RUBRIK (1) S aya mengikuti perkembangan majalah Pena Pendidikan sejak edisi Narkoba, sejauh ini dari segi konten dan pengemasan sudah cukup bagus. Sayangnya, dari edisi itu saya tidak menemukan adanya rubrik konsultasi pendidikan. Semacam rubrik khusus yang memberikan wadah komunikasi bagi pembaca dengan redaksi atau dengan instansi yang terkait, dalam hal ini Depdiknas. Ruang konsultasi ini saya rasa cukup penting karena dengan narasumber yang tersedia, pembaca bisa bertanya segala sesuatu hal menyangkut dunia pendidikan dan mendapat jawaban yang berimbang dari narasumber yang berkompeten. Sekadar usul untuk kemajuan dunia pendidikan Indonesia, semoga sukses selalu! Nurrohman Zainurry, S.Pd Peminat Pendidikan Jl. Daan Mogot Kalideres, Jakarta Barat Edisi Khusus/Tahun II *) Terimakasih atas usulan Bapak. Kami memang sudah mempertimbangkan akan Juli - Agustus 2007 menambah halaman, di antaranya untuk rubrik Konsultasi. Namun saat ini masih dalam proses pembahasan. Cover : Prambudi Foto : Saiful Anam SAYA INGIN BERLANGGANAN MAJALAH PENA PENDIDIKAN. Majalah PENA Pendidikan adalah majalah dengan content berita- berita dunia pendidikan yang sangat menarik untuk dijadikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan dan collectible item * Formulir ini boleh di perbanyak (fotokopi). Berikan kesempatan kepada saudara atau kolega Anda. Beri tanda pada  pilihan Anda METODE PEMBAYARAN: Nama lengkap : Tempat/tanggal lahir : Transfer Bank  Alamat rumah : BANK NIAGA KANTOR CABANG BEJ JAKARTA No. A/C: 064.01.63285.006 Telpon/fax : a/n PT. REKA GAGAS CIPTA Ponsel : Bayar di tempat (cash) Email :  khusus untuk DKI JAKARTA ONGKOS KIRIM PER EDISI: PAKET LANGGANAN: Jabodetabek Rp 2.000,-   Edisi : Harga Normal : 06 Rp 120.000,-  Jawa P. Rp 5.000,- Rp 110.000,- Harga Khusus :  P. Jawa Rp 7.000,- Luar  Edisi : Harga Normal : 12 Rp 240.000,- Rp 200.000,- Harga Khusus : Berlangganan Mulai Edisi Kirim formulir ini (beserta bukti pembayaran untuk berlangganan) ke alamat redaksi PENA Pendidikan: Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12770, Tel/Fax: (021) 797 3957 atau Email: redaksipena@rekacipta.com 4 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 4 7/14/2007 10:42:25 AM
  • 7. Suara Pembaca USUL RUBRIK (2) menikmati pendidikan secara layak. Ketika pertimbangkan bisa direalisasikan untuk sebagian dari mereka duduk nyaman di edisi mendatang. B ruang kelas dan mendapat pendidikan eberapa kali saya membaca usulan bagus, sebagian lainnya terpaksa menerima mengenai perbaikan rubrik resensi HALO BAHASA DAERAH nasib menghabiskan waktu mereka memeras yang hanya menghadirkan buku- keringat mencari sesuap nasi. Pendidikan buku formal selama ini. Memang untuk A hanya tinggal kenangan dan masa depan beberapa edisi terakhir ada perbaikan, buku pakah masih ada pelajaran bahasa hanya menyisakan impian. lebih variatif dan luwes. Sepertinya tidak ada daerah? Kalaupun masih ada, saya Mohon Pena Pendidikan meliput nasib salahnya jika mencoba mengulas buku-buku kira penerapannya masih jauh dari anak jalanan. Rasanya sangat menarik. sejarah lama, atau novel-novel karya sastra level “dipakai” dengan benar. Anak-anak lebih Harapannya semoga semakin banyak lama yang tentunya sangat memegang andil tertarik memakai bahasa Indonesia yang gaul orang, terutama pemerintah, peduli dan dalam kelahiran sastra-sastra baru atau ilmu- seperti di sinetron-sinetron. Bahkan salah memikirkan solusi bagi mereka. Mereka juga ilmu pengetahuan baru di Indonesia seperti seorang teman saya mengambil S Bahasa bagian dari warga Indonesia yang berhak pernah diusulkan beberapa pembaca. Dan Jawa malah di luar negeri. Ironis sekali. mendapat pendidikan layak. sepertinya lebih menarik jika ditambahkan Bahasa daerah sebaiknya tidak diajarkan Achmad Azis Bisri rubrik yang mengulas film-film/ pertunjukan sebagai sebuah wacana saja, artinya mulai Kraton Blumbangan, Sinduadi teater/ drama yang berkaitan dengan digerakkan sebagai sebuah kewajiban dan Sleman dunia pendidikan dan sekaligus budaya unsur dalam acara-acara sekolah. Jadi anak- kita. Karena mengandalkan pendidikan anak juga semakin terbiasa memakai bahasa PENDIDIKAN PULAU TERLUAR dari media televisi rupanya sudah tidak daerah dengan benar. Ir. Arief Muhammad bisa lagi, di mana sinetron-sinetron yang Pogung Lor, Yogyakarta tidak mendidik dan cenderung meracuni S generasi muda kita berhamburan di semua aya mendapatkan Majalah PENA stasiun televisi. PENDIDIKAN dari teman. Ternyata UJIAN KESETARAAN APA Mungkin usulan ini sedikit repetitif, tapi susah mencarinya di pasaran. Ternyata, FUNGSINYA? tak ada maksud lain selain perbaikan dan setelah membaca edisi-edisi sebelumnya, pencerahan. Sebagai catatan saja, edisi saya nilai majalah ini termasuk langka dan D khusus Pena Pendidikan kemarin menarik, perlu didukung agar tetap terbit. Salut ulu, sebelum ramai kontroversi dari segi isi sangat rapat dan padat, tapi tidak hingga PENA bisa melalui masa satu tahun ujian nasional (UN), ujian kesetaraan membosankan. penerbitan. dilaksanakan sekitar bulan Kinara Harasthri Meski telat, saya sempatkan membaca September, jauh setelah UN dilaksanakan. Mahasiswi, pendidik nonformal edisi-edisi sebelumnya. Ternyata banyak Tapi yang ada sekarang, pelaksanaan ujian Menteng Atas, Jakarta Pusat persoalan pendidikan nasional belum kesetaraan malah dimajukan. Dengan kesan *) Terima kasih usulan Anda juga pujiannya. juga membaik. Misalnya, pendidikan di agar mereka yang gagal di UN bisa tetap Semoga dalam waktu dekat kami bisa pulau-pulau terluar republik ini yang masih lanjut sekolah. menulis tema-tema yang nyastra. terpinggirkan. Saya bahkan belum pernah Ini tidak adil mengingat jeda waktu yang membaca artikel panjang yang khusus ditetapkan untuk ujian kesetaraan hanya mengupas nasib pendidikan di pulau-pulau berselang setengah bulan saja. Bagaimana USUL RUBRIK (3) terpencil. fungsinya kemudian? Kalau fungsinya sama Memang, artikel tentang pulau-pulau lebih baik ditiadakan, toh hanya mengulur S terluar pernah saya baca di satu media waktu saja. aya membayangkan bila Catatan Kristian S. Gijono cetak. Ada satu hal yang cukup ironi ketika Pena tidak dimonopoli penulis dari Palur, Karanganyar penduduk yang tinggal di daerah perbatasan redaksi PENA PENDIDIKAN. Misalnya lebih mengenal mata uang ringgit ataupun menerima tulisan dari para guru, pendidik peso daripada rupiah. dan tenaga kependidikan yang berkutat PENDIDIKAN ANAK JALANAN B a g a i m a n a k a l a u m a j a l a h Pe n a langsung di dunia pendidikan. Gaya Pendidikan mengulas secara mendalam penulisannya sih sebaiknya ala “Saiful Anam”. S perkembangan sektor pendidikan di daerah- Biar senada dengan gaya PENA PENDIDIKAN. alut buat Majalah Pena Pendidikan. daerah seperti itu. Sebenarnya seperti apa Bisa juga tulisan yang dimuat adalah opini Beberapa nomor terak hir saya sebenarnya yang terjadi? Tentunya selain terbaik dari pembaca. termasuk pembaca setia. Dari situ saya ada banyak dari para pembaca yang Saya rasa menarik. Sebab saya pun sangat saya baru tahu masalah pendidikan ternyata ingin tahu juga. Sebenarnya seperti apa tertarik menulisnya. tak sesederhana yang saya bayangkan. Ada Retno Inti Triasti kondisi pendidikan disana? banyak hal yang hingga kini mengusik bathin Heru Martono Wartawan media cetak lokal saya yaitu berkaitan dengan pemerataan Jalan Gejayan, Soropadan Tinggal di Surakarta pendidikan. Yogyakarta *) Bagus juga usulan Anda. Kami akan Selama ini masih banyak anak belum 5 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 5 7/14/2007 10:42:25 AM
  • 8. Daftar Isi PENA PENDIDIKAN JULI-AGUSTUS 2007 10 108 BAHASAN UTAMA INTERNASIONAL KETIKA MUSIM PAUD NONFORMAL BERSEMI... DIBIKIN SIAL UJIAN NASIONAL PAUD nonformal berkembang dalam satu dekade terakhir. Para penjaga gawang kualitas pendidikan di Inggris sedang Namun baru digalakkan di daerah sejak kehadiran Direktorat resah. Dua bulan terakhir, negeri dengan tradisi pendidikan PAUD Depdiknas pada 2001. Kini PAUD nonformal mulai diterima formal berusia ribuan tahun itu terus-menerus bertanya: apakah masyarakat luas. Meski belum menjangkau sekujur pelosok negeri. ujian nasional bagi para murid SD memang diperlukan. Banyak Setidaknya, gairah itu nampak di mana-mana. Dari yang berbentuk pemerhati pendidikan, guru, juga orangtua murid merasakan Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Posyandu, dan Satuan ujian nasional tak juga mendongkrak kualitas pendidikan. Ada PAUD Sejenis. Perlu sinergi antara PAUD Formal dan Nonformal. desakan ujian untuk anak-anak di bawah 16 tahun dihapuskan. 3 SALAM Timur 4 SUARA • Bondowoso: Merangsek Hingga 8 TEKNOLOGI Dusun • Kontes Robot: G-Rush Taklukkan • Surabaya: Sertifikat Kepesertaan 104 Laba-laba PAUD • Brain Trainner Bikin Cerdas • Lumajang: Gerbang Mas Berlipat • Pulpen Pintar Teman Belajar 00 • Malang: Menanti Insentif PAUD 10 BAHASAN UTAMA Nonformal WAWANCARA • Ketika PAUD Nonformal Bersemi.. • Ngawi: Menggenjot Target Setiap • Awal Menentukan Sang Buah Hati Desa Ace Sur yadi PhD, Direktur Jenderal • Ikhlas Menjaga Fitrah Anak Pendidikan Nonformal dan Informal 36 PAPUA MENGENTASKAN ANAK KANDUNG YANG • Mengajar dengan Sentra dan DIANAKTIRIKAN Lingkaran • Memperkokoh Fondasi NKRI Melalui Penuntasan buta huruf dengan enam • Peletak Dasar PAUD PAUD strategi. Dari sistem blok di kecamatan • Tancap Gas Himpaudi • Gairah PAUD Bumi Cenderawasih hingga Kuliah Kerja Nyata tematik di • Aisyiyah: Setiap Tahun Menolak 26 JAWA TIMUR kampus-kampus. Pendidikan Anak Usia Dini Murid menjadi kunci pendidikan berkelanjutan. • Menyinergikan PAUD Formal dan • Yayasan Pendidikan Kristen- Sistem pendidikan matapelajaran sebaiknya Nonformal Katholik: Ujung Tombak Pendidikan • Wawancara Ketua Himpaudi Jawa 6 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 6 7/14/2007 10:42:29 AM
  • 9. DAFTAR ISI PENA PENDIDIKAN JULI-AGUSTUS 2007 100 26 JAWA TIMUR FIGUR Menyinergikan PAUD Formal dan Nonformal Hj. Nibras binti Oedin Rahmani Salim PERJALANAN HIDUP YANG MENGINSPIRASI Jawa Timur tercatat sebagai provinsi yang perkembangan PAUD- nya paling pesat. Untuk memperluas akses, Dinas Pendidikan Sejak usia 2 tahun terpisah dari orangtuanya. Tergerak Provinsi Jawa Timur kini menyinergikan program PAUD formal menggeluti pendidikan anak lantaran prihatin melihat anak dan nonformal. Realisasinya, ribuan TK yang sudah ada didorong SMA tak hafal kalimat syahadat. Pada 1958 ia merintis TK Islam agar membuka Kelompok Bermain (KB), yang merupakan bagian yang mengenalkan pendekatan bermain sambil belajar, selalu dari PAUD nonformal. Sedangkan bagi PAUD nonformal yang bertaut dengan nafas Islam. TK Istiqlal yang dipimpinnya sudah mapan, diminta membuka TK. menjadi rujukan model PAUD tingkat nasional. 44 DKI JAKARTA • Wawancara Kepala Dinas Pendidikan • Kolaborasi Kuat Jadi yang Tercepat • Golden Age di Lahan Sempit Gorontalo • Dari Setting Kelas Hingga Manajemen • Memilih PAUD Terbaik Lewat Lomba • Wawancara Ketua Himpaudi 94 NONFORMAL • Mangga Ubi Punya Profesor Gorontalo • Dua Bulan Melek Aksara 50 BANTEN 76 SULAWESI SELATAN • Memperkuat Kiprah PAUD Nonformal • Mengikis Sikap Kolot dengan PAUD • Menyonsong Generasi Cerdas, Kuat • Yang Cerdas, Berakhlak, dan • Pelangi PAUD dari Banten dan Berkualitas Nasionalis • Wawancara Ketua Forum PAUD 56 JAWA BARAT 100 FIGUR Sulawesi Selatan • Ketika Si Kakak Iri Pada Adiknya • Gowa: Konsisten Memajukan • Nibras binti OR Salim • Bergerak untuk Sejuta Anak Pendidikan • Ir Umi Rosidah, MS • Merintis dan Memahami Kearifan 62 SUMATERA BARAT 111 PERISTIWA Lokal • Tradisi Pendidikan Urang Awak • Dari Pelanggan Banjir ke Percontohan 82 DI YOGYAKARTA • Duo Uni Pendekar PAUD • Tuntutan Isntitut Penyerap Devisa • Mendirikan Sekolah Texas di Padang • Menebar Seribu Pos PAUD • Acara Membimbing SBI • Sentuhan Imtak dan Kemitraan 118 CATATAN PENA • Mengusung Orientasi Universal 70 GORONTALO 88 JAWA TENGAH • Jurusan Ampuh Provinsi Muda 7 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 7 7/14/2007 10:42:33 AM
  • 10. Teknologi FOTO-FOTO: FETTY SHINTA LESTARI G-RUSH PENAKLUK LABA-LABA Politeknik Elektronika Negeri Surabaya mendominasi kontes robot. Siap berlaga di ajang Asian Pacific Broadcasting Union (ABU) Robocon 2007 di Vietnam. P ”saudaranya,” karya mahasiswa PENS lainnya. menyala yang diletakkan acak di kamar-kamar. AGI itu raut muka Satryo Soemantri Selain juara, G-Rush meraih penghargaan Pemenangnya adalah robot yang paling cepat Brodjonegoro, Direktur Jenderal sebagai robot peraih poin terbanyak dan menemukan api, memadamkannya dan Pendidikan Tinggi, Depdiknas tim dengan Teknologi Informasi terbaik. kembali ke tempat semula. sumringah. Ia bangga berbicara mengenai Sedangkan penghargaan khusus diberikan Robot di KRCI juga memiliki sensor- Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot kepada Empu Gandring dari Politeknik Negeri sensor canggih. Sensor terbaru mampu Cerdas Indonesia (KRCI). Ajang tahunan yang Malang. Robot berpenampilan terbaik diraih mengatasi lampu kamera. “Peserta belajar ia tunggu-tunggu itu dilaksanakan di Graha Robot Bombastic dari Universitas Indonesia. dari pengalaman tahun lalu ketika robot tidak Sepuluh November, Institut Teknologi Sepuluh Robot-robot ditandingkan dalam berfungsi optimal karena terpengaruh cahaya November, Surabaya, pada 9-10 Juni 2007. memecahkan misteri pada susunan lapangan dan panas dari lampu kamera para wartawan “Tujuan ajang kreasi mahasiswa ini agar pertandingan berbentuk sarang laba-laba. dan pengunjung yang datang,” kata Endro. dosen dan mahasiswa mampu menguasai Sarang laba-labanya terbuat dari benang atau KRCI juga didominasi PENS. Dzi-Gear dan teknologi. Semua perguruan tinggi diharapkan jalur putih. Di persimpangan atau sambungan Mech-Robo menjadi jawara. Dua divisi lain meningkat kualitasnya dalam bidang ilmu tertentu terdapat pulau-pulau yang diibaratkan dimenangi robot Ababil dari Universitas pengetahuan dan teknologi,” katanya. sebagai kepulauan Komodo. Robot-robot Brawijaya Malang dan Tarantula-116 karya KRI kesembilan diikuti 40 tim dari 5 harus mampu meletakkan objek berbentuk Universitas Komputer Indonesia Bandung. perguruan tinggi di Indonesia. Sebenarnya yang Penghargaan robot dengan ide terbaik mengajukan proposal untuk bisa unjuk gigi silinder berdiameter 6 cm yang disebut pearl disematkan kepada Q-Lan Teus karya dalam kontes robot bejibun: 18 proposal dari (mutiara) di pulau yang sudah ditemukan dan Universitas Surabaya. Kategori robot dengan 80 perguruan tinggi. Mereka yang bisa tampil dikuasai. Pemenangnya adalah robot yang inovasi terbaik tak satu pun diraih kontestan. adalah peserta yang bisa merangkai robot yang paling banyak menemukan dan meletakkan Robot Indonesia pernah unjuk gigi dalam diajukan di proposal. “Tidak seperti tahun lalu, mutiara di pulau-pulau tersebut. ajang robotika dunia. Tim robot B-CAK dari peserta hanya mampu mengajukan proposal, Sementara Kontes Robot Cerdas Indonesia Politeknik Elektronika Negeri Surabaya tapi tidak mampu mewujudkannya,” kata Endro (KRCI) diselenggarakan kali keempat. Proposal menyabet Juara I ABU Robocon 2001 di Tokyo. Pitowarno, Ketua Dewan Juri KRCI 2007. robot cerdas yang masuk meja panitia ada 205. Semoga kali ini G-Rush juga mampu berbicara Juara KRI 2007 memperoleh piala bergilir Jumlah ini meningkat dibanding KRCI 2006 di ajang dunia. Sambhawana Pratimacala dan berhak mewakili yang hanya menerima 90 usulan. Tema KRCI Indonesia di kontes Asian Pacific Broadcasting “Robot Cerdas Pemedam Api” mengadopsi FETTY SHINTA LESTARI Union (ABU) Robocon 2007 di Hanoi, Vietnam, tema kontes robot di pada 26 Agustus nanti. Tema KRI “Pencarian Amerika Serikat. Pulau Komodo.” Robot-robot yang berlaga tidak KRCI tahun ini boleh lebih dari 50 kg. Dimensi robot tidak boleh mempertandingkan lebih dari 1 meter x 1 meter x 1,5 meter. empat divisi: senior G-Rush akhirnya menjadi pemenang KRI. beroda, berkaki, expert dan expert Robot itu karya tim Politeknik Elektronika swarm. Semua Negeri Surabaya (PENS). Mereka terdiri dari Pramudya Airlangga, Marsudi Handoyo, robot harus mampu Firdaus Nurdian Syah, Andik Hermawanto memadamkan api dan Ali Murtadlo. G-Rush sempat bermasalah di sebuah model menghadapi sinar terang di panggung. Namun lorong-lorong menjelang kontes ABU di Hanoi, sensor G-Rush rumah dengan mampu menantang sinar dua lampu 500 kamar di kiri- berdaya 500 watt. kanan. Api diwakili Di final, G-Rush mengalahkan Q-Numb-On, sebuah lilin 8 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 8 7/14/2007 10:42:38 AM
  • 11. Teknologi BRAIN TRAINER otak dilakukan setiap hari. ”Kita dapat lebih otak. Sebagian otak akan cepat mengetahui sejauh mana peningkatan mengontrol kreativitas, daya kemampuan otak kita,” katanya. ingat, kemampuan komunikasi, Tahun lalu, Braine Trainer yang diproduksi dan pengendalian diri. BIKIN CERDAS besar-besaran meraih sukses di pasaran Dalam kotak mungil Jepang. Tahun ini produk ini mulai merambah ciptaan Ryuta itu tersimpan pasaran di Eropa dan Amerika Serikat. Di 100 bentukan puzzle dengan Inggris harganya 9.95 Poundsterling atau level penyelesaian dan BENTUKNYA sekilas mirip kalkulator ukuran sekitar Rp 180.000. tingkat kesulitan bervariatif. Brain Trainer juga punya AYU N. ANDINI buku saku, ada tombol-tombol angka dan seri permainan berhitung, layar LCD. Untuk pengoperasiannya pun cuma mengamati, dan butuh dua baterai jenis AAA yang harganya penguji ingatan. terjangkau. Sesuai namanya, The Brain Trainer, M a s i n g - m a s i n g perangkat yang tampaknya sederhana ini punya skor yang bisa disimpan berfungsi untuk melatih otak Anda. hingga satu tahun. Dari berbagai tes “Menggunakan Brain Trainer sangat kemampuan, Anda bisa melihat membantu otak Anda memaksimalkan nilai kemampuan otak Anda. fungsi,” kata Tony Buzan, pakar sohor dunia Peningkatan atau penurunan skor yang sering melakukan riset dan pelatihan akan tercatat dan ditampilkan kemampuan otak dan kemampuan berpikir dalam grafik nilai. M e n u r u t To n y B u z a n , manusia. Produk yang didesaian untuk segala usia melatih kemampuan kerja otak ini karya Dr. Ryuta Kawashima, ahli saraf prinsipnya sama dengan proses terkenal dari Jepang. Ryuta memang getol melatih tubuh dan kemampuan menganalisi fungsi otak. Ia mengadakan fisik dengan olahraga. Mereka berbagai riset, misalnya penelitian yang melatih otot dan tubuh bagaimana otak berfunsgi ketika seseorang dengan olahraga ter tentu, menjadikan tubuh sehat dan sedang berpikir dan diuji kemampuannya. Ryuta menyimpulkan bahwa latihan kuat. Begitu pula halnya dengan berhitung matematis dan membaca proses melatih kemampuan kerja nyaring (oral reading) adalah cara yang otak. Tony merekomendasikan paling efektif untuk melatih kemampuan paling tidak, latihan kemampuan Pulpen Pintar I memilih contoh lagu, sampai NI bukan pulpen biasa. Sebab fungsinya perangkat perekam suara. bisa untuk penyimpan data dan memindai, Teman Belajar Pulpen ajaib juga dilengkapi sekaligus mendengarkan musik format program Fly Open Paper yang mp. Namun pulpen jumbo ini tak bisa dibuat agar anak-anak berani dipakai untuk menulis di sembarang kertas. Ia menuliskan ide-ide mereka. butuh kertas khusus yang Ada juga program permukaannya berlapis mungkin pada anak-anak. kalkulator yang bisa membantu anak- koordinat digital agar Generasi terbaru Fly Pentop Computer anak berhitung. Sebutkan saja oeprasi bisa langsung memindai dipasarkan pada Juli ini. Namanya Fly Fusion perhitungan, Fly Pentop Computer tulisan ke dalam bentuk file Pentop Coumputing. Pulpen keluaran segera mengkalkulasikannya. Bahkan yang tersimpan dalam chip Amerika Serikat ini dijual bebas di Toy “R” membacakan hasilnya. komputer. Us dengan harga US$100 atau tak lebih Pembuatnya, perusahaan Pulpen canggih ini namanya dari Rp1 juta. LeapFrog, menargetkan produk Fly Pentop Computer. Ketika pulpen Sangat disarankan agar tidak dipakai Fly Pentop Computer bisa menunjuk sebuah negara dalam peta, untuk menyontek. Para guru mesti waspada. digunakan anak-anak usia maka akan segera keluar data (berupa suara) Jika musim ujian tiba, jangan-jangan pulpen 8 sampai 14 tahun. Ini akan tentang ibu kota negaranya sampai lagu canggih ini dipakai untuk menyontek. menjadi sebuah langkah cerdas untuk kebangsaan negara yang bersangkutan. memperkenalkan teknologi komputer sedini Ada tombol-tombol khusus untuk 9 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 9 7/14/2007 10:42:42 AM
  • 12. Bahasan Utama DOK. DEPDIKNAS KETIKA MUSIM PAUD NONFORMAL BERSEMI... Murid-murid TK-SD Satu Atap Kembang Ringgit II Mojokerto PAUD nonformal baru berkembang dalam berkembang bagus. Sementara (TK) tumbuh subur di banyak kota. satu dekade terakhir. Namun jumlahnya sudah Seperempat abad setelah merdeka, TK di Indonesia jumlahnya lebih dari 6.000 dengan murid lebih dari 4.000. Jumlahnya terus puluhan ribu. Perlu sinergi antara PAUD Formal bertambah. Hingga akhir Pembangunan Lima Tahun (Pelita) I dan Nonformal. pada 1974, TK membengkak menjadi 10.482 sekolah dengan B ulan Juli terasa istimewa bagi dunia anak. Maklum, setiap murid tak kurang dari 92.000 (Lima Puluh Tahun Perkembangan tanggal 2 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional Pendidikan Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional, 1995). (HAN), yang diatur dalam Keppres RI No 44 Tahun 1984. Dalam dua dekade belakangan, persisnya pada Pelita IV Peringatan HAN tahun ini dipusatkan di kawasan Ancol, Jakarta, (1984/1985), jumlah TK mencapai 25.72 buah dengan guru sekira dihadiri Ibu Negara Ani Yudhoyono. 56.000 orang. Setahun berikutnya, jumlah TK bertambah menjadi Terminonogi usia anak mencakup 0-18 tahun. Di 26.500. Jumlah itu hanya mampu menampung sekira 1,26 juta dalamnya tercakup rentang anak usia dini, yaitu 0-6 tahun. anak atawa rata-rata satu TK berisi 50-an murid. Dari jumlah itu, Memperbincangkan anak usia dini, sebenarnya sudah dipikirkan hanya 1% saja yang merupakan TK negeri. sejak lama oleh Ki Hajar Dewantara. Persisnya, Bapak Pendidikan Di tahun 2000, jumlah TK ada 41.17. Bertambah banyak Indonesia itu membatasi usia dini adalah anak-anak di bawah 7 memang, tapi jumlah TK negeri malahan berkurang menjadi 225 tahun. Ki Hajar menamai “sekolah anak-anak,” itu dengan Taman (0,54%). Jumlah guru TK sebanyak 95.000 untuk mendidik 1,6 juta Indria. Taman Indria lahir di Yogyakarta pada Juli 1922. Label murid. Sayangnya, perkembangan TK itu tak sepadan dengan ”indria” dipakai karena Ki Hajar mencermati bahwa anak usia jumlah anak-anak usia dini yang ada. Hingga 2000 itu, TK yang di bawah 7 tahun lebih dominan belajar menggunakan indera ada hanya menyerap 12,65% dari total anak usia 4-6 tahun atawa (indria). sekira 12,6 juta anak. Gagasan dan penamaannya kalau dicermati lebih pas Ki Hajar rasanya akan gundah menyaksikan jumlah TK yang ketimbang lahirnya kindergarten yang dirintis Friedrich Wilhelm sudah banyak itu ternyata belum menjangkau sekujur pelosok Frobel (1782-1852). Ahli pendidikan Jerman itu mendirikan negeri. Data Departemen Pendidikan Nasional hingga akhir 2006 mencatat jumlah TK sebanyak 54.742. Dari jumlah itu, hanya Taman Kanak-kanak (TK) pertama di dunia pada 187. Memang, penamaan kinder (anak-anak) dan garten (taman) pada akhirnya 1,% atawa 708 TK milik pemerintah. Selebihnya, 54.04 (98,7%) yang diadopsi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia yang diselenggarakan swasta. Tentu saja jumlah ini tak sebanding bila menggunakan istilah TK. disandingkan dengan jumlah SD yang sekira 150.000 sekolah, Sayangnya, perkembangan Taman Indria di lingkungan Taman lebih dari 95% di antaranya berstatus sekolah negeri. Siswa, lembaga pendidikan yang digagas Ki Hajar Dewantara, tak Belum lagi bila bicara jumlah anak usia TK yang belum 10 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 10 7/14/2007 10:42:43 AM
  • 13. DOK. DIT. PAUD berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Selain itu juga berpengaruh pada kenaikan angka indeks pembangunan manusia (HDI/Human Development Index) Indonesia. Mendiknas mengibaratkan PAUD sebagai masa kecambah. ”Agar kecambah itu tumbuh secara normal, pendidikan di usia ini lebih mementingkan proses pembelajaran melalui bermain. Setiap manusia itu pada dasarnya mempunyai keunikan sendiri. Melalui pendidikan PAUD inilah keunikan tersebut dapat digali,” katanya. Mendiknas berharap pengembangan PAUD, khusus PAUD nonformal, selalu mengacu pada Rencana dan Strategi Depdiknas 2005- 2009. Berkembang Dari Bank Dunia terlayani. Menurut data Depdiknas, hingga akhir 2006 dari jumlah anak usia 4-6 tahun sebanyak 11.59.805, hanya .72.924 atau Dunia memang menghendaki semua negara memperhatikan 2,78% yang sudah mencicipi pendidikan di TK. Dalam istilah pendidikan anak usia dini. Setidaknya sejak pertemuan di Jomtien, pendidikan, Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat Taman Kanak- Thailand, pada 1990. Forum itu melahirkan Deklarasi Jomtien kanak (TK) mencapai 2,78%. “Jika ditambah pendidikan anak yang isinya antara lain menyatakan pentingnya pendidikan untuk usia dini (PAUD) nonformal, total APK-nya menjadi 45,6%,” semua mulai dari kandungan sampai liang lahat. Riset dunia kata Drs Mudjito Ak, Msi, Direktur Pembinaan TK-SD, Ditjen menyatakan perkembangan otak demikian pesatnya terlihat sejak minggu ketiga embrio bayi hidup. (Lihat: Awal Menentukan Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. Yang disebut PAUD nonformal adalah ”sekolah” yang Sang Buah Hati) Konsep pendidikan untuk semua (education for all) lebih dikenal masyarakat sebagai Kelompok Bermain (playgroup) dan Taman Penitipan Anak (TPA). Sesuai Pasal 28 UU Nomor ditegaskan lagi dalam pertemuan Dakkar, Senegal pada 2000. 20 Tahun 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), Deklarasi Dakkar antara lain menyatakan komitmen untuk PAUD diselenggarakan melalui tiga jalur: formal, nonformal dan “memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan informal. PAUD jalur formal diselenggarakan dalam bentuk TK dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat raudlatul athfal alias TK Islam. Jalur nonformal khusus menangani rawan dan kurang beruntung.” Selain itu juga menekankan pada anak-anak usia 2-4 tahun yang diserap Kelompok Bermain (Play program wajib belajar pendidikan dasar, life skills, pemberantasan Group) dan Tempat Penitipan Anak. Sedangkan jalur informal buta aksara, kesetaraan jender, dan peningkatan mutu adalah pendidikan di keluarga. pendidikan. Kemudian muncul Deklarasi “A World Fit for Children” di New Jumlah anak usia dini hingga akhir 2006 tercatat sebanyak York, Amerika Serikat, pada 2002. Forum menekankan perlunya 28.64.00. Anak yang menikmati layanan pendidikan anak usia dini, baik formal dan nonformal, jumlahnya mencapai 1.22.812. penyediaan pendidikan yang berkualitas, serta millennium Dari angka-angka itu, nyata terlihat bahwa lebih dari separuh development goals yang di antaranya meliputi penekanan kepada anak-anak belum terlayani pendidikannya. Tingkat APK TK pun pemberlakuan pendidikan dasar yang universal. Di Indonesia, PAUD baru berkembang dalam satu dekade terendah dibanding APK SD yang 115%, SMP (88,68%), dan SMA terakhir. Bermula dari tawaran Bank Dunia melalui Badan (55%). Angka partisipasi PAUD Indonesia pun menurut laporan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 1996. Unesco tahun 2005, terendah di dunia, baru sekitar 20% dari Perkembangan PAUD tak bisa dilepaskan dari peran sejumlah sekitar 20 juta anak usia 0-8 tahun. Di dunia internasional, PAUD tokoh, di antaranya didefinisikan sebagai pendidikan bagi anak usia SAIFUL ANAm Nina Sardjunani, M. Sc 0 sampai 8 tahun. Sedangkan Indonesia kategori PAUD, untuk usia 0-6 tahun. Unesco mencatat angka partisipasi PAUD di Indonesia lebih rendah dari Thailand (86%), Malaysia (89%), bahkan Filipina (27%) dan Vietnam (4%). Prof. Dr. Bambang Sudibyo sejak menjabat Menteri Pendidikan Nasional, Oktober 2004, menyatakan komitmennya yang tinggi terhadap Prof. Dr. Bambang Sudibyo program PAUD. Mendiknas meyakini PAUD 11 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 11 7/14/2007 10:42:49 AM
  • 14. Bahasan Utama ARIEN dilakukan pada orang dewasa dalam bentuk dr. Fasli Jalal, Ph. D Dr. Ace Suryadi job training,” kata Nina pada diskusi tentang PAUD yang digelar Forum Wartawan Peduli Pendidikan (Fortadik) di Jakarta, awal Januari lalu. ”Saya diperkenalkan PAUD pada tahun 2002 oleh Direktur PAUD Depdiknas, Gutama. Kemudian saya mengikuti presentasi tentang PAUD di Washington oleh pakar ternama. Dari situ saya mulai terbuka bahwa pentingnya masa emas PAUD di usia 0-6 tahun,” kata Nina. Menurut hitung-hitungan Nina, investasi yang diberikan pada program PAUD dibandingkan dengan investasi bagi manusia dewasa dalam bentuk job trainning nilainya berbanding dr. Fasli Jalal, Ph.D. Ketika itu, ahli gizi lulusan Universitas Cornell, 1:4. Artinya, ”Satu dolar yang diinvestasikan untuk pre school Amerika Serikat, itu menjabat Kepala Biro Agama, Pendidikan, menghasilkan tambahan nilai ekonomi hingga 8 poin. Sedangkan Kebudayaan dan Olahraga Bappenas. Bank Dunia memberi investasi dalam bentuk job training hanya menambah nilai pinjaman senilai US$ 20 juta. ekonomi 2 poin saja,” katanya. Uji coba program PAUD melibatkan Departemen Kesehatan dan Depdiknas. Kala itu, PAUD dikembangkan Direktorat Pendidikan Masyarakat di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Hingga Basis Keluarga Luar Sekolah dan Pemuda (Ditjen PLSP). Program awal PAUD itu dilaksanakan di 12 kabupaten di provinsi Jawa Barat (sekarang PAUD nonformal tersebar dalam bentuk Taman Penitipan plus Banten), Bali, dan Sulawesi Selatan. Proyek ini baru berakhir Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis. Kelompok 2006 lalu. Bermain dapat diikuti anak mulai usia dua tahun. Sedangkan “Kalau dilihat dari jumlah nilai proyeknya memang sangat Taman Penitipan Anak dan Satuan PAUD Sejenis diikuti bayi. kecil, hanya US$ 10 juta. Tapi itu berguna sekali karena kita bisa Satuan PAUD sejenis di antaranya berupa Bina Keluarga Balita, mendatangkan pakar-pakar PAUD dari luar negeri dan melakukan Taman Pendidikan Quran (TPQ), dan Sekolah Minggu. studi banding,” kata Gutama, Direktur PAUD Depdiknas. TPQ dan Sekolah Minggu adalah PAUD Nonformal yang Selain itu, Indonesia juga diundang menghadiri pertemuan- dikembangkan oleh lembaga bernafaskan agama (Lihat: Ikhlas pertemuan internasional. ”Dalam laporan akhir tahun 2006 Bank Menjaga Fitrah Anak). Jumlahnya tergolong banyak. TPQ Dunia begitu bangga melihat perkembangan PAUD di Indonesia, diperkirakan mampu menyerap anak lebih dari 5,6 juta. Jauh dan menyebutnya sebagai sebuah investasi yang lebih baik.” lebih banyak dari jumlah murid TK sekalipun yang baru sekira Investasi yang lebih baik? Penilaian Bank Dunia itu diamini Nina 2,1 jutaan. Sardjunani, staf ahli Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Sedangkan di jalur informal Direktorat PAUD juga tengah Nasional Bidang SDM dan Kemiskinan. ”Investasi program merintisnya melalui PAUD berbasis keluarga. ”Prinsip PAUD Prinsip prasekolah jauh lebih menghasilkan dibanding investasi yang melalui keluarga adalah bentuk pendidikan nonformal yang DOK. DIT. PAUD SAIFUL ANAm Dr. Gutama, Direktur PAUD, saat mengunjungi PAUD Papua Drs. Mudjito AK, M. Si, saat mengunjungi TK di Malang 12 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 12 7/14/2007 10:42:58 AM
  • 15. dapat mendorong kesiapan anak dalam proses belajar di usia PAUD nonformal. Misalnya, Eddy Susanto sekolah,” kata Dr Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan yang menitipkan anak mereka Celine Alifia ke Formal dan Informal, Depdiknas, pada acara jumpa pers di Gerai TPA Kasih Ibu, milik Yayasan Bunga Bangsa, Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, awal April lalu. Semarang. ”Pengasuhan dan kesehatan Menurut Ace, konsep dasar dirintisnya PAUD berbasis keluarga anak kami terlayani dengan baik karena karena banyak orangtua mengeluh anak-anak mereka belum gizi dan nutrisi sangat diperhatikan di TPA. memperoleh kesempatan mengirimkan anaknya ke lembaga Anak kami juga jadi lebih mandiri, mampu berkonsentrasi PAUD yang ada, seperti TK, Playgrup dan Taman Penitipan Anak. dan bersosialisasi dengan baik. Stimulasi pendidikan di sini sesuai “Melalui PAUD berbasis keluarga ini kami berikan pedoman dengan tahap perkembangan anak kami,” kata Eddy Susanto, umum berisi prinsip-prinsip mendidik anak dengan baik dan seperti dikutip majalah Bunga Bangsa. benar,” kata Ace. Beruntung bagi Yayasan Bunga Bangsa yang membuka PAUD PAUD berbasis keluarga masih dalam proses pengembangan bukan cuma TK tapi sekaligus Play Group. Juga lembaga lain yang konsep. Tahun 2008, baru diselenggarakan di beberapa daerah. membuka PAUD nonformal macam Kelompok Bermain dan TPA Kemajuan luar biasa PAUD itu bukan semata melihat semakin sekaligus TK. Namun mereka yang cuma punya TK, meski dibagi menjadi TK kecil (untuk anak usia di bawah 5 tahun) dan TK besar banyak lembaga PAUD di daerah. Namun juga perkembangan (untuk anak usia di atas 5 tahun), merasakan dampak tak sedap sarana prasarana dan metode pembelajaran. Di semua PAUD kehadiran PAUD nonformal. benar-benar dipikirkan alat permaian edukatif, juga beraram Sepak terjang PAUD yang sukses mendapat sambutan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, seperti masyarakat itu menuai protes dari kalangan penyelenggara TK. Beyond Center and Circle Time (BCCT). Ketika ada pertemuan guru TK yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTK) dan pengelola TK dalam PAUD Menghimpit TK wadah Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPKTI) di kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Pelan tapi pasti orangtua semakin banyak melirik ke lembaga www.GOOGLE.cOm TABEL ANGKA PARTISIPASI KASAR PAUD (2004-2006) KETERANGAN 2004 2005 2006 Anak usia 0-6 tahun 28.116.000 (100%) 28.171.000 (100%) 28.64.00 (100%) Anak yang mendapat layanan 7.814.181 (27,8%) 7.984.214 (28,%) 1.22.812 (46,6%) PAUD a. TK/BA/RA 2.215.92 1.826.84 201780875 b. Playgroup 94.076 1.106.456 1.117.629 c. Posyandu 15.08 17.865 20.206 d. Satuan PAUD Sejenis 2.847.60 2.91.797 1.546.907 e. TPQ -- -- 5.651.066 f. Prasekolah 2.641.262 2.641.262 2.709.129 Anak yang belum dapat 20.01.819 (72.2%) 20.186.786 (71.7%) 15.140.488 (5,4%) layanan PAUD 1 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 13 7/14/2007 10:42:59 AM
  • 16. Bahasan Utama dengan perkembangan pendidikan terhadap anak DOK. DIT. PAUD Kegiatan PAUD di Aceh memang bisa tergerus oleh lembaga PAUD baru. Biasanya lembaga PAUD yang bermunculan hadir dengan banyak kelebihan. Dari sarana dan prasarana yang oke, pengasuhan dan layanan kesehatan, hingga metode pembelajaran yang sesuai perkembangan usia anak. Sementara sebagian TK yang berjalan ala kadarnya tergerus kehadiran PAUD nonformal. Mudjito mengakui nasib TK memang belum menggembirakan. ”Kondisi sarana dan prasarana TK masih memprihatinkan. Maklum, sebagian besar TK diusahakan swasta,” kata Mudjito. Selain itu, kata Mudjito, dari sisi proses pembelajaran, juga marak terjadi praktik kekeliruan lantaran rendahnya kompetensi guru TK. Guru TK justru berlomba-lomba memaksakan pengajaran baca-tulis- hitung secara klasikal, yang secara psikologis justru bertentangan dengan kodrat anak itu sendiri yakni bermain sambil belajar. Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Barat, 19 Juni 2007, yang dipantau wartawan PENA Pendidikan, Profesor Dr. Conny Semiawan buruknya penyelenggaraan tumpah ruahlah keluhan para guru dan pengelola TK. pendidikan TK selama ini bukan semata-mata disebabkan Delegasi dari IGTKI Sukabumi, misalnya, menilai Gerakan kurang pahamnya masyarakat terhadap hakikat dan pentingnya Sejuta PAUD menimbulkan bentrok di lapangan dengan TK. pendidikan TK. “Pemerintah kurang memiliki senses yang tinggi “Banyak masyarakat yang semula akan memasukkan anaknya untuk melayani pendidikan anak-anak usia dini. Padahal, ke TK akhirnya tersedot ke PAUD,” katanya. Gerakan Sejuta PAUD pendidikan bagi anak usia dini sangat menentukan bagi memang diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembentukan karakter, kepribadian, dan perilaku manusia memperluas akses PAUD. setelah dewasa,” kata mantan Kepala Pusat Kurikululum Orangtua lebih memilih memasukkan anaknya ke PAUD Departemen Pendidikan Nasional itu, seperti dikutip buku Taman karena gratis, ketimbang TK yang mesti keluar biaya. PAUD Yang Paling Indah, Jangan Remehkan Taman Kanak-kanak (2007) nonformal yang digalakkan dalam Gerakan Sejuta PAUD yang ditulis Saiful Anam. memang tak memungut biaya sepeser pun alias cuma-cuma. Persinggungan PAUD dan TK juga terjadi di sejumlah daerah Padahal anak-anak juga mendapat beragam pendidikan yang yang lembaga PAUD-nya mulai banyak dikembangkan. Namun, juga diajarkan di TK. sebenarnya tidak semua daerah bisa mengembangkan PAUD Mereka juga menyoal anggaran yang timpang. “TK hanya sepesat Jawa Barat dengan Gerakan Sejuta PAUD, atau Jawa kebagian Rp juta untuk tahun ini. Sementara PAUD mendapat Tengah dan Yogyakarta dengan Seribu Pos PAUD. Apalagi semaju Rp 12 juta. Padahal TK sudah lebih lama beroperasi daripada Jawa Timur yang dikenal sebagai daerah yang paling cepat PAUD,” kata guru asal Sukabumi itu bersungut. mengembangkan PAUD. Yang lebih parah, masih menurut guru TK asal Sumedang, ada Seperti Sumatera Barat misalnya. APK PAUD di sana memang beberapa TK gulung tikar karena terhimpit Gerakan Sejuta PAUD. naik pesat dalam dua terakhir. Namun angkanya masih (Lihat: Ketika Kakak Iri pada Adiknya) sangat rendah. Dari 21% pada awal tahun 2006, menjadi TK yang tidak tanggap 29% pada awal 2007 ini. Menurut data Dinas Pendidikan Sumbar, jumlah lembaga PAUD nonformal di sana 425 buah yang menjangkau 10.000-an anak. Sedangkan TK jumlahnya 1.585 sekolah. Jumlah ini tidak sepadan dengan anak usia 0-6 tahun yang mencapai 69.57. Lambatnya perkembangan PAUD karena masyarakat Urang Awak sendiri menilai PAUD adalah “pendidikan luar sekolah”. ”Sebagian besar masyarakat beranggapan pendidikan anak baru dimulai pada umur 6 tahun. Mereka menganggap pendidikan di bawah umur itu tidak penting,” kata Dr. Ir. Rahmat Syahni, M.Sc, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Masyarakat Minang sendiri sejak zaman lampau A DOK. PEN sebenarnya tergolong masyarakat yang melek 14 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 14 7/14/2007 10:43:03 AM
  • 17. banyak pengelenggara PAUD DOK. DIT. PAUD menutup kegiatannya. (Lihat: Tradisi Pendidikan Urang Awak) Ada baiknya daerah- daerah meniru Jawa Timur dalam mensinergikan PAUD nonformal dan formal. Sebagai provinsi yang perkembangan PAUD-nya paling pesat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, mengimbau ribuan TK yang sudah didorong membuka Kelompok Bermain (KB), yang merupakan bagian dari PAUD nonformal. Sedangkan bagi PAUD nonformal yang mapan diminta membuka TK. Hingga Juni 2007, Jatim punya kurang lebih 16.500 TK, hanya 65 berstatus negeri, dan sekitar 6000 PAUD nonformal yang semuanya diselenggarakan swasta. Meski begitu, secara komulatif angka partisipasi kasar PAUD belum mencapai 50%. pendidikan. ”Pendidikan adalah tradisi orang Minang. Para “Kita harapkan tidak ada dikotomi antara PAUD formal dan orangtua rela miskin asal anaknya bersekolah,” kata Rahmat. nonformal. Semua itu kan PAUD. Dengan cara seperti ini maka Hanya saja, PAUD, masih melekat stigma sebagai pendidikan di daya tampung bagi anak-anak usia 2-6 tahun menjadi lebih luar sekolah. banyak. Setelah dari KB mereka langsung ke TK di lembaga yang Tidak berkembangnya PAUD di Sumbar juga disebabkan sama,” tambah Dr Rasiyo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa anggaran yang belum tersedia. Para penyelenggara PAUD Timur (Lihat: Menyinergikan PAUD Formal dan Nonformal). menganggap akan terus menerima bantuan dari pemerintah untuk mengelola PAUD. Padahal, pemerintah hanya memberikan dana rintisan. Buntutnya, ketika bantuan pemerintah tak ada lagi, DIPO HANDOKO, ROBI SUGARA, SAIFUL ANAm, mURNITA DIAN KARTINI, dan FETTY SHINTA LESTARI Wawancara Prof. Dr. Lily I Rilantono, Ketua Yayasan Kesehatan Anak Indonesia, mantan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia SEMUA BERSUMBER DARI USIA DINI PAUD sangat penting karena 100 miliar sel otak itu tidak Perkembangan PAUD di dunia dewasa ini seperti apa ada artinya jika tidak distimulasi atau dirangsang sejak dan bagaimana konstelasi di Indonesia? dini. Pernah ada penelitian di Amerika terhadap penjahat. Negara-negara di luar berhasil memasyarakatkan PAUD Setelah ditelusuri, ujung-ujungnya perilaku tersebut kepada keluarga. Di tingkat dunia, Amerika bersumber sejak usia dini. Karena begitu pentingnya Serikat, misalnya, mensubsidi anak PAUD, maka Amerika kemudian membuat kebijakan miskin yang masuk nasional bahwa PAUD itu penting, sejak tahun 1970-an. PAUD. Yang disubsidi bukan lembaganya tapi anaknya karena Bagaimana dengan negara-negara Eropa? Di negara-negara Eropa juga seperti itu. Jerman, semua anak punya misalnya, memasukkan TK dalam pendidikan dasar. akte kelahiran. Di sini Sebetulnya kami dulu usulkan begitu, tapi tidak diterima kan tidak, dan tidak oleh Depdiknas. disubsidi. LA SAIFU Bagaimana Anda melihat PAUD di Indonesia? Apakah subsidi di AS Masih jauh. Saya sudah lama membicarakan pentingnya itu kebijakan Presiden PAUD, sejak tahun 1980-an. Tapi saya dulu malah Bush? dimusuhi orang. Orang berkomentar, ini apa lagi sih kan Subsidi itu sudah sudah ada pendidikan dasar. Saya tahu karena saya kan lama. Amerika dokter anak menyadari 15 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan Liliantono LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 15 7/14/2007 10:43:12 AM
  • 18. Bahasan Utama AWAL MENENTUKAN SANG BUAH HATI Saat lahir otak bayi memiliki 100 miliar neuron, kira-kira sebanyak bintang di galaksi Bima Sakti. Bila anak-anak jarang diajak bermain dan disentuh, perkembangan otaknya 20% atau 30% lebih kecil daripada ukuran normalnya pada usia itu. K EHIDUPAN luar biasa nampak pada minggu ketiga setelah Februari 1997. FOcUS.HmS.HARvARD.EDU sperma membuahi sel telur yang bersemayam di rahim. Sel-sel otak bayi itu Ketika itu selapis tipis sel dalam embrio calon si jabang baru sebagian yang bayi, berkembang pesat, menari-nari, melipat membentuk telah terhubung dengan silinder berisi cairan yang disebut neuron. Sel-sel dalam neuron sejumlah organ penting, kemudian berkembang berlipat-lipat dengan kecepatan 250.000 di antaranya sel-sel otak per menit. Otak dan sumsum tulang belakang membentuk diri yang mengendalikan dalam gerakan-gerakan yang sudah terprogram rapih. detak jantung, Pada pekan kesepuluh sesudah pembuahan, sel-sel saraf pernafasan, gerak dalam otak janin semakin sibuk dengan aneka kegiatan. Setiap refleks, pendengaran, sel otak menghubungi teman-temannya, saling berkomunikasi, dan naluri hidup. terus menerus dan berulang-ulang. Ada gelombang kegiatan Saat anak usia Carla Shatz, ahli neurobiologi neuron yang tengah membentuk sirkuit otak menjadi pola yang tahun, sel otak telah University of California, Berkeley, lama-kelamaan menyebabkan bayi yang kelak lahir nanti mampu membentuk sekitar Amerika Serikat menangkap suara ayah, sentuhan ibu, atawa gerakan mainan 1000 triliun jaringan gantung di boks tempat tidurnya. koneksi (sinapsis). Begitulah Carla Shatz, ahli neurobiologi dari University of Jumlah ini 2 kali lipat, lebih banyak dari yang dimiliki orang California, Berkeley, Amerika Serikat, memerikan keajaiban dewasa. Setiap satu sel otak dapat berhubungan dengan pertumbuhan otak bayi sejak berbentuk embrio. Perkembangan 15.000 sel lain. Jaringan koneksi yang jarang digunakan akan ilmu mutakhir, memang lebih getol menelisik kegiatan otak dan mati, sedangkan yang sering digunakan akan semakin kuat dan struktur otak, menyisihkan teori tentang genetika semata. Kini permanen. Setiap rangsangan atawa stimulasi yang diterima para ahli sependapat bahwa bayi tidaklah dilahirkan sebagai anak melahirkan sambungan baru, dan memperkuat sambungan sesuatu yang diprogram sebelumnya secara genetis, ibarat batu yang sudah ada. tulis yang bisa ditulisi semaunya oleh lingkungan. Pertumbuhan spektakuler otak itu juga dikemukakan Tony Saat lahir otak bayi memiliki 100 miliar neuron, kira-kira Buzan, ahli neurologi yang menulis tak kurang dari 80 judul sebanyak bintang di galaksi Bima Sakti. Otak orok sudah dilengkapi buku mengenai otak. Selama kurang lebih sembilan bulan dalam satu triliun glia. Sel glia (dari bahasa Yunani yang berarti perekat), kandungan, otak bayi berkembang lebih cepat dibandingkan saat membentuk semacam sarang sudah lahir (Tony Buzan, Brain Child, How Smart Parents Make yang melindungi dan memberi Smart Kids --terjemahan bahasa Indonesia berjudul Brain Child, makan neuron. “Otak bayi Cara Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, 2005). sudah berisi hampir semua sel Perkembangan otak janin, kata Buzan, juga dipengaruhi saraf yang akan dimilikinya. berbagai faktor, antara lain faktor genetis dan asupan makanan Namun pola penyambungan yang mengalir dalam darah ibunya. Makanan bergizi dan antara sel-sel itu masih harus seimbang bukan hanya bermanfaat untuk sang ibu, melainkan dimantapkan,” kata Shatz juga berpengaruh pada perkembangan janin, terutama untuk dari Berkeley, seperti ditulis J pembentukan sel otak. Madeleine Nash dalam Otak Ibu hamil mutlak harus memahami faktor-faktor penghambat Kanak-Kanak, yang dimuat pertumbuhan sel saraf otak bayi. Di antaranya rokok, alkohol dan dalam Majalah TIME, edisi obat-obat terlarang. Menurut Buzan, kondisi psikologis si ibu juga 16 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 16 7/14/2007 10:43:13 AM
  • 19. andai anak di usia dini terkena stroke atau berpengaruh pada pertumbuhan janin. Apa yang terjadi pada cedera yang merusak satu belahan otaknya, pikiran ibu dapat mempengaruhi perkembangan mental bayi. ia masih bisa tumbuh menjadi orang dewasa Bila selama pertumbuhan itu, anak tidak mendapat rangsangan dengan fungsi organ secara penuh. “Kita yang tepat, otak anak akan menderita. Para peneliti di Baylor mungkin tidak dapat berbuat banyak College of Medicine, misalnya, menemukan bahwa apabila untuk mengubah apa yang terjadi sebelum bayi anak-anak jarang diajak bermain, disentuh, perkembangan dilahirkan. Tetapi kita bisa mengubah apa yang terjadi otaknya 20% atau 0% lebih kecil daripada ukuran normalnya sesudah anak lahir,” kata Dr Harry Chugani, ahli neurologi pediatri pada usia itu. dari Wayne State University Detroit, Amerika Serikat. Hasil kajian sangat fenomenal dikemukakan Benjamin S. Bloom. Psikolog kondang Amerika Serikat itu menelurkan tesis bahwa Penelitian lain membuktikan bahwa pendidikan anak usia pada usia 4 tahun perkembangan kecerdasan anak mencapai dini berperan besar bagi kehidupan anak, kelak saat dewasa, 50%. Pada usia 8 tahun tingkat kecerdasannya mencapai 80 %, baik dilihat dari sisi prestasi akademik maupun keberhasilan dan di usia 18 tahun sudah paripurna alias 100%. pendapatan ekonomi. Studi High Scope Perry Preschool “Dengan kata lain, pertumbuhan intelektual anak sejak lahir Program di Amerika Serikat kurun 1962-1967 memfokuskan sampai usia 4 tahun sama banyaknya dengan usia 4-18 tahun,” penelitian pada anak-anak Amerika Serikat keturunan Afrika kata Dr Gutama, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen dari keluarga berpenghasilan rendah yang punya risiko putus Pendidikan Luar Sekolah, Depdiknas. (Lihat Pena Pendidikan, sekolah. Anak-anak itu, baik dari kelompok peserta maupun edisi Desember 2006). kontrol, ditelusuri setiap tahun dari usia 3 hingga 11 tahun, Dilihat dari sisi pertumbuhan fisik, orok baru lahir sudah dan beberapa kali sampai mereka berusia 40 tahun. mencapai 25% kesempurnaan fisik manusia. Pada usia 6 tahun ”Faktanya, anak-anak yang mengikuti pendidikan prasekolah mencapai 90%. Kesempurnaan fisik manusia dicapai pada usia terbukti mampu meningkatkan IQ pada usia 5 tahun. Tingkat 12 tahun (100%). kelulusan mereka juga lebih tinggi di sekolah menengah, serta Tentu saja, pengetahuan baru ini tidak saja menarik bagi memiliki pendapatan yang lebih tinggi pada usia 40 tahun. perkembangan ilmu pengetahuan. Mestinya juga dipahami para Analisis rinci menunjukkan program itu menghasilkan rasio orangtua dan pengambilan kebijakan bidang pendidikan. Ahli antara manfaat berbanding biaya sekitar 17:1,” kata Drs. Mudjito perkembangan anak di dunia Barat menilai perlunya program AK, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD, Depdiknas. prasekolah yang bertujuan memperbesar daya otak anak yang Begitu berartinya PAUD mendorong dunia internasional dilahirkan di keluarga miskin di pedesaan dan perkampungan lebih memberikan komitmen dan perhatian tinggi. Antara kota. “Ada skala waktu bagi perkembangan otak, dan tahun lain terlihat dari pertemuan di Jomtien, Thailand, pada 1990. yang paling penting adalah tahun pertama,” kata Frank Newman, Forum itu melahirkan Deklarasi Jomtien yang isinya antara Presiden Komisi Pendidikan Amerika Serikat. Pada usia tiga tahun, lain menyatakan pentingnya pendidikan untuk semua mulai anak yang ditelantarkan atau disia-siakan akan membawa cap dari kandungan sampai liang lahat. yang sulit atau bahkan tidak dapat dihapus. Konsep pendidikan untuk semua (education for all) lebih Penelitian baru lainnya memberi harapan bahwa otak anak ditegaskan lagi dalam pertemuan Dakkar, Senegal pada 2000. selama tahun-tahun pertama itu, mudah dibentuk. Deklarasi Dakkar antara lain menyatakan komitmen Sehingga, untuk “memperluas dan memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung.” Selain itu juga menekankan pada program wajib belajar pendidikan dasar, life skills, pemberantasan buta aksara, kesetaraan jender, dan peningkatan mutu pendidikan. Konsep elok para ilmuwan di abad ke-21 itu dan semangat internasional pada PAUD, sejatinya sudah ditangkap Ki Hajar Dewantara dengan Taman Indria-nya di awal abad ke-20. Sayangnya, kebijakan pemerintah di zaman kolonial, masa kemerdekaan hingga periode panjang di era Orde Baru tidak berpihak kepada pendidikan anak usia dini. Direktorat Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) saja, dibentuk di Depdiknas baru pada 2001 lalu. PAUD DIPO HANDOKO DOK. DIREKTORAT 17 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 17 7/14/2007 10:43:15 AM
  • 20. Bahasan Utama IKHLAS MENJAGA FITRAH ANAK Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci. Peran orangtua sangat berpengaruh dalam mengubah anak menjadi berwarna merah, hitam dan kelabu. Agama memiliki tuntunan yang kaya tentang pendidikan anak usia dini sesuai ajaran kitab suci. FOTO-FOTO: SAIFUL ANAm selain harus mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dan asupan vitamin yang bagus, disarankan juga sang Bapak membaca ayat Al Quran dengan cara diperdengarkan langsung ke perut istrinya yang sedang hamil. Dengan cara ini anak akan merasakan kedamaian dan perhatian terutama nilai-nilai agama dari orangtuanya. Kewajiban Orangtua Setelah mengalami masa usia sembilan bulan dalam kandungan, bayi akan lahir ke dunia dengan segala anugerah yang diberikan Allah SWT. Ibarat kertas polos yang kosong, setiap bayi yang dilahirkan adalah fitrah atau suci. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orangtuanyalah yang menyebabkan B ia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi,” ANYAK istilah sering digunakan dalam menggambarkan (Hadits Riwayat Bukhari). kasih sayang orangtua terhadap anak. “Anak permata Hadits ini adalah dalil yang kuat tentang pentingnya orang tua Bunda, belahan jiwa, si jantung hati, dan buah hati mama”. Sebutan itu mencerminkan betapa anak adalah segalanya. memberikan pendidikan bagi anak. Kelahiran bayi merupakan Sebagai buah hati ia mampu menjadi daya pengikat yang kokoh anugerah Allah SWT, oleh karena itu kelahiran bayi yang dinanti- dan perekat yang kuat dalam jalinan kasih sayang dan hubungan nantikan baik laki-laki maupun perempuan harus disambut harmonis rumah tangga. dengan penuh syukur. Mendidik anak sejak dini menjadi suatu kewajiban orangtua Setelah bayi lahir, orangtua harus mengazaninya agar si anak sejak dari kandungan hingga beranjak dewasa. Islam, misalnya, kelak selalu mendengar perintah-Nya dan mendengar hal-hal mengajarkan pentingnya pendidikan anak sejak ia berada dalam baik dari lingkungan sekitarnya. Selain itu, ada empat hal yang kandungan ibunya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al diwajibkan orang tua kepada anaknya saat 7 hari usia bayi. Yaitu Quran: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada memberi nama yang baik, melakukan aqiqah, mencukur rambut Engkau, anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang dan memberi sedekah pada orang miskin paling kurang perak saleh dan berkhidmat. Karena itu terimalah nazar itu daripadaku. seberat rambut itu. Sesungguhnya Engkaulah yang maha mendengar lagi maha Pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang cukup, makanan bergizi Mengetahui.”(Quran Surat Ali Imran: 8) dan imunisasi juga sangat penting dalam menjaga pertumbuhan anak agar menjadi generasi yang sehat baik jasmani maupun Ayat di atas menegaskan bahwa sejak bayi dalam kandungan, rohani. Pada saat usia dua tahun anak menunjukkan emosi seorang ibu senantiasa mendidik bayinya dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kandungan ayat itu klop dengan riset yang labil dan sukar mengendalikan diri. Ia mudah mengenal ilmiah ilmu kedokteran, yang menyatakan sejak kandungan identitas dan merasa dirinya penting dan ingin terlihat menonjol. berusia 7 minggu, embrio yang ada dalam rahim untuk Ia menghendaki apa-apa yang diinginkannya segera dituruti dan pertamakalinya saraf dan otot bekerja. Bersamaan dengan itu, mengharapkan perhatian lebih. embrio mempunyai reflek dan bergerak spontan. Akhir minggu Pada masa usia -5 tahun sebaiknya orangtua memberi ke-7 ini otak bayi akan terbentuk lengkap. keteladanan pada anak dan menyarankan anak untuk memiliki Saat pembentukan otak dalam kandungan, seorang ibu lingkungan baru seperti kelompok bermain, Taman Asuh dan 18 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 18 7/14/2007 10:43:18 AM
  • 21. persaudaraan dan cinta kasih. Selain itu orang sejenisnya. Lingkungan baru ini agak berbeda dengan lingkungan tuabertanggung jawab mengajar anak-anak rumah yang selama ini anak jalani. berdoa dan menuntun mereka sebagai citra ”Al Quran menyebutkan cita-cita Nabi dan Rasul untuk Allah melalui kesaksian hidup sesuai dengan memperoleh anak yang saleh sebagai pewaris dan penerus Injil. usahanya. Al Quran juga menyebutkan tanggung jawab ibu dan Kesadaran dalam penanaman dan bapak untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya sejak dini pemeliharaan iman menjadi pokok dengan baik, supaya kelak di kemudian hari jangan menjadi perhatian dalam pelayanan pastoral gereja. Konsili Vatikan anak yang sengsara dan lemah baik fisik maupun jiwanya,” ujar II menegaskan bahwa pembinaan iman anak merupakan tugas Dr. K.H. Sahal Mahfudh, Ketua Majelis Ulama Indonesia dalam utama gereja, selain orangtua dan masyrakat (Lumen Gentium 11). sambutan buku berjudul Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Dewasa ini setiap paroki di Indonesia telah menyelenggarakan Pandangan Islam. Pendidikan Bina Iman Anak (BIA) Apa yang disampaikan Dr. K.H. Sahal Mahfudh semakin Tugas dan tanggungjawab pendidikan anak usia dini dalam mempertegas pentingnya pendidikan anak usia dini untuk iman Katholik diselenggarakan oleh keluarga, penanggung bergabung dengan kelompok bermain dan melalui fase jawab (bidang pewartaan dan pendalaman iman di tingkat sosialisasi. Yakni fase di mana anak-anak mulai kenal teman, guru keuskupan dan paroki, dan pendamping Bina Iman Anak dengan dan lain-lain di luar hubungannya sebagai anggota keluarga. Ia tujuan membantu keluarga Katholik agar sadar akan pentingya mulai kenal berbagai peraturan yang harus ditaati. Pada masa pendidikan iman anak sejak usia dini dan mampu memberikan ini sifat keakuan mulai berkurang perasaan emosional lebih kecil iman kepada anak-anaknya sesuai ajaran Yesus Kristus. dibanding dengan sebelumnya. Beberapa hal yang dilakukan gereja adalah Pada masa ini juga daya intelektualitas mulai berkembang. Daya fantasi, sifat ingin tahu, dan sifat meniru menjadi lebih - Merencanakan kaderisasi tim pendamping melalui menonjol. Dalam hubungan ini yang perlu diupayakan adalah: pelatihan secara berkala dan berjenjang. Pertama memberikan Kebebasan yang terbatas dalam arti - Menyiapkan materi pelatihan bagi para pendamping iman memberikan tuntunan, bimbingan, nasihat dan pengendalian. anak Selanjutnya yang kedua adalah mengadakan komunikasi - Menyusun materi Bina Iman Anak (BIA) dan metode timbal balik, Ketiga, melatih mereka bertanggung jawab dalam pendampingan yang cocok dengan kebutuhan, minat minat menyelesaikan pekerjaan, Keempat, mengadakan kegiatan dan daya serap anak. bersama seperti shalat berjamaah. Kelima jangan terlalu - Menyusun alat peraga atau alat permainan edukatif memanjakan dan mengekangnya dengan memberikan materi (APE) secara kreatif. Dan disesuaikan dengan keadaan yang berlebihan. Keenam memberikan perhatian, pendidikan setempat. kedisiplinan dan akhlakul karimah, serta pendidikan bagaimana - Bekerjasama dengan dewan paroki, pengurus stasi, menjadi mandiri. orangtua, guru PAUD dan lembaga-lembaga yang peduli Itulah beberapa usaha yang harus dilakukan orangtua akan PAUD dalam mendidik anak secara kristiani. dalam merawat, mengasuh dan mendidik anak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Diharapkan jika hal ini dilakukan dengan EvA ROHILAH ikhlas akan memberi kebahagiaan dan kesejahteraan bagi anak. Anak yang sejahtera adalah penerus kesejahteraan orangtuanya dan merupakan kekayaan bangsanya. Anak idaman adalaha nak yang qurrata a’yun alias penyenang hati dan penyejuk mata. Pendekatan Iman Dan Kasih Dalam ajaran Kristiani, perhatian terhadap pendidikan anak usia dini juga besar. Sebagaimana tersebut dalam Efesus 6:4 yang menyatakan: ”...Kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” Pendidikan iman oleh orangtua diberikan pada anak dengan membiasakan mereka menghayati nilai-nilai iman kristiani di lingk ungan keluarga lewat suasana yang indah dan menggembirakan, iklim 19 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 19 7/14/2007 10:43:21 AM
  • 22. Bahasan Utama MENGAJAR DENGAN SENTRA DAN LINGKARAN BCCT dianggap paling ideal diterapkan di Tanah Air. Mampu merangsang seluruh aspek kecerdasan anak. Setting pembelajaran mampu merangsang anak aktif, kreatif, dan terus berpikir menggali pengalaman sendiri B bersama anak dengan posisi ELAKANGAN ini obrolan di kalangan pendidik Pendidikan melingkar untuk memberikan pijakan kepada anak yang Anak Usia Dini (PAUD) tak lepas dari pembicaraan dilakukan sebelum dan sesudah main. mengenai metode pembelajaran BCCT (Beyond Centers and Circle Time) alias pendekatan sentra dan saat lingkaran. Ada pula yang menyebutnya metode senling kependekan dari sentra KEUNGGULAN BCCT dan lingkaran. Metode BCCT sendiri lahir dari serangkaian pembahasan di Kurikulum BCCT diarahkan untuk membangun pengetahuan Creative Center for Childhood Research and Training (CCCRT) anak yang digali oleh anak itu sendiri. Anak didorong untuk di Florida, Amerika Serikat. CCCRT meramu kajian teoritik dan bermain di sentra-sentra kegiatan. Sedangkan pendidik berperan pengalaman empirik dari berbagai pendekatan. Dari montessopri, sebagai perancang, pendukung, dan penilai kegiatan anak. highscope, head start, dan reggio emilia. CCCRT dalam kajiannya Pembelajarannya bersifat individual, sehingga rancangan, dukungan, dan penilaiannya pun disesuaikan dengan tingkatan telah diterapkan di Creative Pre School selama lebih dari perkembangan dan kebutuhan setiap anak. tahun. Semua tahapan perkembangan anak dirumusk an Di Indonesia, BCCT kali pertama diadaptasi oleh lembaga dengan rinci dan jelas. Sehingga guru punya PAUD berlatar belakang Islam. Adalah Nibras binti OR Salim, panduan dalam penilaian perkembangan anak. pimpinan TK Istiqlal Jakarta, yang pernah terbang langsung ke Kegiatan pembelajaran tertata dalam urutan yang jelas. Dari CCCRT melakukan riset selama tiga bulan. penataan lingkungan main sampai pada pemberian pijakan- BCCT dianggap paling ideal diterapkan di Tanah Air. Selain pijakan (scaffolding). tidak memerlukan peralatan yang banyak, tapi kecerdasan anak Setiap anak memperoleh dukungan untuk aktif, kreatif, tetap bisa dioptimalkan. BCCT diyakini mampu merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (multiple inteligent) melalui dan berani mengambil keputusan sendiri, tanpa mesti tahu bermain yang terarah. Setting pembelajaran mampu merangsang membuat kesalahan. Setiap tahap perkembangan bermain anak dirumuskan secara jelas, sehingga dapat menjadi acuan bagi anak saling aktif, kreatif, dan terus berpikir dengan menggali pendidik melakukan penilaian perkembangan anak. pengalaman sendiri. Jelas berbeda dengan pembelajarn masa Penerapan metode BCCT tidak bersifat kaku. Bisa saja dilakukan silam yang menghendaki murid mengikuti perintah, meniru, secara bertahap, sesuai situasi dan kondisi setempat. Lingkungan atau menghapal. bermain yang bermutu untuk anak usia dini setidaknya mampu Pendekatan Sentra dan Lingkaran berfokus pada anak. mendukung tiga jenis main yang dikenal dalam penelitian anak Pembelajarannya berpusat di sentra main dan saat anak dalam usia dini. lingkaran. Sentra main adalah zona atau area main anak yang dilengkapi seperangkat alat main yang berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan SENSORIMOTOR HINGGA MAIN PERAN anak dalam tiga jenis permainan. Yakni main sensorimotor (fungsional), main peran, dan main pembangunan. Sensorimotor bisa dilihat saat anak menangkap rangsangan Sedangkan saat lingkaran adalah saat pendidik duduk melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai 20 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 20 7/14/2007 10:43:25 AM
  • 23. kecerdasan menampilkan kembali,” kata Jean Piaget (1962). Ketika anak bermain pembangunan, anak terbantu mengembangkan keterampilan koordinasi motorik halus. Juga berkembangnya kognisi ke arah berpikir operasional, dan membangun keberhasilan sekolah di kemudian hari. Contoh bahan main berupa bahan pembangunan yang terstruktur, seperti balok unit, balok berongga, balok berwarna, lego, puzzle, cat, pulpen hingga pensil. Anak usia dini yang belum punya pengalaman dengan bahan main pembangunan, memulainya dengan kegiatan sensorimotor. Anak diminta memegang dan membawa bahan main pembangunan sampai mereka mengerti penggunaannya. Ketika anak menguasai bahan-bahan dan anak meningkat keterampilan motorik halusnya, hasil karya anak kian nyata. Pada metode BCCT, anak-anak dibolehkan memilih serangkaian reaksinya. Anak bermain dengan benda untuk membangun kegiatan main setiap hari yang menyediakan kesempatan untuk persepsi. Anak sangat perlu memiliki pengalaman sensorimotor terlibat dalam main peran, main pembangunan, dan sensorimotor. sebab anak usia dini belajar melalui panca inderanya dan melalui Umpamanya anak dapat menggunakan cat di papan tulis , cat jari, hubungan fisik dengan lingkungan mereka. atau cat dengan kuas kecil. Main sensorimotor merupakan respons paling sederhana. Gerakan lebih diarahkan pada makna. Misalnya, bayi menggeliat karena terkena dingin, anak memegang, mencium, atau PENGENALAN SENTRA menendang. Main sensorimotor menjadi penting karena diyakini mempertebal sambungan antara neuron.Main sensorimotor Model pendidikan sentra menitik beratkan pada pandangan juga dianggap memenuhi kebutuhan anak untuk selalu aktif ahli pendidikan, Helen Parkhust yang lahir di Amerika pada 1807. berekplorasi dan bereksperimen. Menurut Helen, kegiatan pengajaran harus Main peran atau disebut main disesuaikan dengan sifat dan keadaan simbolik, role play, pura-pura, make individu yang mempunyai tempat dan believe, fantasi, imajinasi, fantasi, imajinasi, irama perkembangan berbeda satu atau main drama. Anak bermain dengan dengan yang lain. benda untuk membantu menghadirkan ”Kegiatan pengajaran harus konsep yang merek a milik . Fungsi memberikan kemungkinan kepada main peran menunjukkan kemampuan murid untuk berinteraksi, bersosialisasi berpikir anak yang lebih tinggi. Sebab dan bekerja sama dengan murid lain anak mampu menahan pengalaman yang dalam mengerjakan tugas tertentu didapatnya melalui panca indera dan secara mandiri,” kata Helen. menampilkannya kembali dalam bentuk Pandangan Helen Parkhust ini tidak perilaku berpura-pura. mementingkan aspek individu, tapi Main peran membolehkan anak juga aspek sosial. Bentuk pengajarannya memadukan memproyeksikan diri ke masa depan, menciptakan kembali masa model klasikal dan individual. lalu, dan mengembangkan keterampilan khayalan. Main peran Ruangan kelas dapat dimodifikasi menjadi kelas-kelas kecil, diyakini menjadi terapi bagi anak yang mengalami traumatik. yang disebut ruangan vak atau sentra-sentra. Setiap sentra terdiri Pada main peran mikro, anak memainkan peran melalui tokoh dari satu bidang pengembangan. Ada sentra bahasa, sentra yang diwakili benda-benda berukuran kecil. Contohnya kandang daya pikir, sentra daya cipta, sentra agama, sentra seni, sentra dengan binatang-binatangan dan orang-orangan kecil. kemampuan motorik. Sedangkan pada main peran makro anak diajak memainkan Contohnya pada sentra bahasa. Di sana ada bahan, alat-alat, ser ta sumber belajar seper ti tape tokoh dengan menggunakan alat berukuran besar ( ukuran recorder, alat pendengar, kaset, alat peraga, dan gambar. sesungguhnya ). Contohnya, anak memakai baju dan menggunakan Pada sentra daya pikir berisi bahan-bahan ajar seperti alat kardus besar yang dianggap sebagai mobil-mobilan atau binatang. mengukur, manik-manik, gambar-gambar, alat-alat geometris, Main pembangunan bertujuan merangsang kemampuan anak alat-alat laboratorium atau majalah pengetahuan. mewujudkan pikiran, ide, dan gagasannya, menjadi karya nyata. ”Saat anak menghadirkan dunia mereka melalui main DIPO HANDOKO pembangunan, mereka berada di posisi tengah antara main dan (Sumber: Disarikan dari berbagai sumber) 21 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 21 7/14/2007 10:43:30 AM
  • 24. Bahasan Utama FOTO-FOTO: ROBI SUGARA PELETAK DASAR PAUD Jika melihat gerakan PAUD saat ini, jangan lupakan FORUM PAUD. Lembaga inilah yang pertama bersosialisasi dalam menggolkan PAUD ke dalam UU Sisdiknas. Acara Forum PAUD “P di angkatan laut sejak 1965. Masuk dalam tim direktorat PAUD, erjuangan memasukkan PAUD ke produk UU begitu Damanhuri mewakili Yayasan Kesejehteraan Anak Indonesia panjang dan berat,” kata Damanhuri Rosadi di acara (YKAI). Pergulatannya sebagai dokter membuat, Damanhuri Workshop Himpaudi dan Forum PAUD se-Indonesia konsen pada pelayanan anak kecil. “Dahulu saya melihat, banyak di Bandung, 17-19 Juni 2007. Pria kelahiran Bandung 18 Oktober anak yang ditinggalkan orangtuanya berlayar. Bagaimana 1940, adalah Ketua Harian Forum PAUD. pendidikan mereka?” Begitu yang kerap ditanyakan Damanhuri Ajang pertemuan Himpaudi dan Forum PAUD itu dimanfaatkan dalam hatinya. Damanhuri untuk menceritakan proses masuknya PAUD dalam Begitu ada sinyal-sinyal gerakan PAUD dari pemerintah, UU Sistem Pendidikan Nasional serta berdirinya Forum PAUD dan Damanhuri bersama teman-temannya menyambut peluang Himpaudi. Perjuangan berat yang disebut Damanhuri lantaran itu. Tak melihat anggarannya ada atau tidak, Damanhuri sejak awal gerakan PAUD dipandang sebelah oleh banyak langsung tergerak membuat sosialisasi ke sejumlah stakeholder kalangan. “Banyak para pejabat yang belum mengerti terkait penyelenggara pendidikan, khususnya pendidikan nonformal. pentingnya pendidkan usia dini ini,” katanya. Mereka melangkah ringan seperti ada yang mendorong terus Ungkapan itu beberapa kali juga dikatakan Dr Gutama, bekerja dan bekerja mensosialisasikan PAUD. “Ini berangkat dari Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Departemen Pendidikan kepedulian terhadap nasib anak bangsa kita,” ungkapnya. Nasional (Depdiknas). Mantan guru TK ini mengatakan, banyak Lewat diskusi, seminar, semiloka, pelatihan dan sejumlah yang mencibir terkait keberadaan direktorat PAUD. Jangankan sosialisasi lainnya, Damanhuri langsung tancap gas. Opini akan di luar, di internal Depdiknas sendiri, PAUD tak ubahnya angin pentingnya pendidikan usia dini semakin membludar. Ujungnya, lalu. Ketika itu dikatakan, posisi direktur PAUD di Depdiknas tidak dari pemikiran para praktisi, akademisi, dan sejumlah instansi, begitu penting. Forum PAUD terbentuk pada 21 Februari 2002. Bayangkan, kata Tapi beruntung, kata Gutama, ia tak berjalan sendiri. Begitu Damanhuri, saat itu belum ada UU Sisdiknas. “Himpaudi juga diangkat jadi Direktur PAUD pada 2001, Gutama tak mau berleha- belum ada,” tambahnnya. leha. Direktorat PAUD, ketika itu di bawah Ditjen Pendidikan Menurut Gutama, nama Forum PAUD muncul tak lepas Luar Sekolah dan Pemuda, bersama komponen masyarakat dari gagasan Fasli Djalal yang saat itu masih menjabat Dirjen terus bergerak. Damanhuri menjadi salah satu teman seiring Pendidikan Luar Skeolah dan Pemuda. Sebelumnya, forum perjuangan Gutama pada awal gerakan PAUD. ini namanya panjang sekali: Forum Perawatan, Pengasuhan, Damanhuri adalah bekas dokter di Angkatan Laut. Dia bertugas 22 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 22 7/14/2007 10:43:32 AM
  • 25. Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini. Penyebabnya, Oleh karena itu, pendidikan dan pengembangan karena urusan anak usia dini melibatkan banyak kalangan. anak usia dini merupakan upaya strategis Yakni Raudhatul Atfal di bawah asuhan Departemen Agama, mewujudkan kualitas anak, remaja dan Taman Penitipan Anak di bawah asuhan Departemen Sosial, dan pemuda menuju tujuan nasional, khususnya Posyandu di bawah garis kerja Departemen Kesehatan. kesejahteraan umum dan mencerdaskan Ketika itu selalu muncul protes dari masing-masing pihak. Jika kehidupan bangsa. ”Jadi jelas, pendidkan hanya muncul kata pendidikan, departemen lain tidak sepakat. dan pengembangan anak adalah untuk Begitu juga dengan Depdiknas yang keberatan jika tidak ada kata membangun masa depan bangsa,” kata Damanhuri. ”pendidikan”. Namun Fasli Djalal lebih suka menyebutnya Forum Pada akhirnya DPR, meski Komisi IX yang membawahi PAUD. Sepak terjang forum ini meski berjalan seiring dengan bidang pendidikan menyikapi biasa-biasa saja, menerima usulan direktorat PAUD, sama sekali bukan bagian dari keorganisasian tentang PAUD. PAUD pun masuk pada pasal-pasal UU Sisdiknas. Depdiknas. Memang, ketika itu Forum PAUD banyak ngantor Pasal 1, butir 14 ditegaskan ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah di Direktorat PAUD Depdiknas di Gedung Depdiknas, Jalan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir Sudirman, Jakarta. sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian Forum PAUD dan Direktorat PAUD kemudian instens rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan, mendekati DPR. Mereka banyak memberikan masukan seputar perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan pentingnya pendidikan anak usia dini. Gerak cepat mereka dalam memasuki pendidkan lebih lanjut.” lantaran memanfaatkan momen penting: pembahasan UU Sistem Selanjutnya pada Pasal 28 dijelaskan bahwa (1) PAUD Pendidikan Nasional. diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) PAUD Dari sisi agama, Damanhuri tak jengah untuk menekankan dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, bahawa pendidikan usia dini adalah anak amanah dan sekaligus nonformal, dan/atau informal. () PAUD pada jalur pendidikan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Dalam ajaran agama, menekankan formal berbentuk TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat. (4) agar senantiasa menjaga anak karena dalam dirinya melekat PAUD pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang wajib bermain, taman penitipan anak, atau bentuk lainnya yang dijunjung tinggi. sederajat. (5) PAUD pada jalur pendidikan informal berbentuk Selain itu, kehadiran PAUD dikuatkan lagi dengan konvensi pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan Hak Anak sebagai instrumen hukum internasional yang mengikat oleh lingkungan. secara juridis dan politis. Secara substantif sudah termuat dalam Meski secara yuridis keberadaan PAUD kuat, Damanhuri menilai pemerintah, swasta dan masyarakat belum sepenuhnya Pasal 28 UUD 1945 dan jabarannya pada UU Nomor 2 Tahun memahami dan menyadari bahwa Forum PAUD adalah 200 tentang Perlindungan Anak. Pengembangan Anak usia dini “insfrastruktur sosial” yang bermakna dan sejalan untuk mencakup upaya pemenuhan hak anak atas kesehatan nutrisi, meningkatkan gerakan masyarakat untuk Pendidikan Untuk pendidikan dan perlindungan agar dapat melejitkan Semua, terutama pendidikan anak usia dini. potensi kecerdasan anak dan Menurut Damanhuri ada sejumlah aspek yang perlu terus kehidupan lebih baik di masa ditingkatkan dan dikembangkan. Di antaranya, keanggotaan depan. menyangkut para pakar, praktisi, pemerhati, dan LSM. Juga soal pengembangan di bidang PAUD, penerbit buku anak, produsen makanan pengganti ASI/susu/vitamin untuk anak, instansi terkait dan elemen lain. Damanhuri berharap rintisan PAUD bisa menyentuh sampai ke kelurahan dan desa. Ia juga berharap Forum PAUD lebih beroreintasi pada tugas bukan pada anggaran. Yakni melakukan Damanhuri, Ketua iuran anggota tiap bulan, ketua forum dan pengurus secara rutin harian Forum PAUD diganti dari para anggotanya, tempat kegiatan bergantian di Pusat masing-masing instansi, pelatihan SDM dan peningkatan kualitas pengelola pelayanan PAUD, dan nonpartisan. Masih banyak PR bagi Forum PAUD yang baru berumur satu dekade. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir Forum PAUD sebagai peletak batu pertama keberadaan PAUD, seakan tenggelam oleh kehadiran Himpaudi yang kini digawangi banyak ahli pendidikan. Sehingga di sejumlah daerah banyak yang belum memahami tugas dan fungsi Forum PAUD dan Himpaudi (Lihat: Tancap Gas Himpaudi). ROBI SUGARA 2 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 23 7/14/2007 10:43:36 AM
  • 26. Bahasan Utama FOTO-FOTO: SAIFUL ANAm Workshop Himpaudi yang diadakan di Bandung TANCAP GAS mengenai PAUD nonformal ini dan pendidiknya. Direktorat PAUD di Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal HIMPAUDI (dulu Ditjen Pendidikan Luar Sekolah) bersama Forum PAUD akhirnya membentuk wadah untuk menampung aspirasi para pendidik PAUD. Namanya, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Lembaga ini dibentuk dari serangkaian pertemuan. Direktorat PAUD bersama Forum PAUD Pembahasan pertama muncul di pertemuan di Balai membentuk HIMPAUDI. Salah satu tujuannya Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BP PLSP) untuk mensejahterakan honor para tenaga Surabaya, Jawa Timur, pada Maret 2004. Sejumlah keputusan pendidiknya. muncul. Di antaranya nama lembaga disepakati Himpaudi. Keputusan itu diteken sejumlah tokoh, di antaranya, Dr. Masyitoh D Chusnan M.Ag, Dra Opih Zaenal, Dra. Kamsanah HDM, Dra. Ella I masyarakat umum mereka ini dipanggil Bu Guru atau Sulhah, M.Pd, Dra. Latifah T, Drs. Candi Rasidy,Dipl.Int, Ismah Yusuf, Pak Guru. Namun statusnya sebagai pendidik tak ubahnya Dra. NQ Mei Tientje, M.Pd, dan Dra. Sofia Hartati M.Si. “saudara kandung yang terbuang.” Kurang lebih itu yang Selang sebulanm berikutnya, pada pertemuan di Direktorat dialami para “guru” di beragam lembaga Pendidikan Anak Usia Dini PAUD Depdiknas, dibentuklah panitia persiapan untuk mengisi (PAUD). Secara administrasi kepegawaian, mereka ini memang tak kepengurusan Himpaudi. Muncullah nama-nama Dr. Masyitoh berhak menyandang sebutan guru. Label mereka cuma pendidik PAUD. Padahal, saudara kandung mereka, Taman Kanak-Kanak (TK) Chusnan sebagai ketua panitia, sekretaris Dra. Opih Zaenal, lebih mengenal Bu Guru untuk menyebut para pengajarnya. dengan anggota Dra. Ella Sulhah MPd, Dra. Kamsanah HDM, dan TK pada akhirnya menyandang label sebagai PAUD formal. Dra. T. Yulia Bambang. Pendidiknya pun akrab dipanggil guru TK. Lain halnya dengan Hingga akhirnya, tim formatur yang diketuai Dr Masyitoh pendidik di Kelompok Bermain (playgroup), atau Taman Penitipan Chusnan, memilih Dra. Gusnawirta M.Pd. sebagai Ketua Umum Anak (TPA) yang kini melekat label sebagai pendidik di PAUD Himpaudi. Pembahasan singkat itu turut dihadiri sejumlah nonformal. Jangankan bicara kualitas PAUD nonformal dan para tokoh masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan pendidiknya, jumlahnya saja masih sangat kurang. organisasi profesi, seperti Aisyiyah, Muslimat NU, Wanita Islam, “Mengajar di PAUD nonformal tidak ada honornya. Sehingga IGTKI, GOP TKI, BPTKI, dan Universitas Negeri Jakarta. sangat sulit mencari lulusan sarjana di daerah-daerah terpencil yang mau menjadi pendidik PAUD nonformal,” kata Dr Gutama, Sudah Sejak 1975 Direktur PAUD, Ditjen Pendidikan Nonformal dan Informal, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Menurut Gusnawirta, gaung pendidikan usia dini (PAUD) Beruntung, kala keberadaan PAUD nonformal secara sah sebenarnya sudah dikumandangkan Persatuan Bangsa-bangsa menjadi bagian hirarkis sistem pendidikan nasional, dengan (PBB) di Mexico City dalam World Conference International Year masuknya lembaga ini dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun of Woman, pada 1975. Konferensi itu menghasilkan deklarasi kesamaan antara perempuan dan laki-laki dalam hal pendidikan. 200 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berbagai seminar, “Pendidikan adalah hak dan kewajiban setiap orang,” katanya. workshop, dan diskusi mulai intensif membahas segala persoalan 24 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 24 7/14/2007 10:43:37 AM
  • 27. pembangunan dan pengembangan REKoMENDASI MUNAS pendidikan anak usia dini di seluruh HIMPAUDI KE-1 2006 wilayah Indonesia,” katanya. Setelah Terbentuk 1. Setiap menyelenggarakan pendidikan anak usia dini 0-6 tahun harus menggunakan terminologi PAUD. Bak tak ada waktu, Gusnawirta 2. Dalam rangka menjaga mutu pendidik PAUD perlu ditetapkan dan pengurus Himpaudi langsung t a n c a p g a s . kualifikasi pendidikan, sebagai berikut: SMP kompetensi dan Sejumlah pertemuan digelar membahas anggaran dasar kewenangannya mengasuh pendidikan anak usia dini (PAUD), dan rumah tangga, serta program kerja di setiap bidang. SMA kompetensi dan kewenangannya mengasuh, mendidik, Pembahasan AD/ART tuntas pada pertemuan di Wisma merencanakan dan melaksanakan program PAUD, D-4 atau Hijau Cimanggis, Bogor, awal Agustus 2005. Himpaudi S-1 kompetensi dan kewenangannya mengasuh, mendidik, sendiri dideklarasikan oleh wakil dari provinsi di Hotel merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan program PAUD, Acida Batu Malang, akhir Agustus 2005. S-2 dan S-3 PAUD kompetensi dan kewenangannya mendidik, Pertemuan-pertemuan selanjutnya digelar untuk merencanakan,melaksanakan,menyusun dan mengembangkan memberi masukan berharga bagi penyempurnaan kurikulum, meneliti dan menetapkan program PAUD. AD/ART dan program kerja. Munas I Himpaudi 3. Dalam rangka pemerataan pemberian kesejahteraan perlu diberikan pun digelar di Denpasar, pada 2-4 Agustus 2006. insentif kepada pendidik PAUD minimal Upah Minimum Munas mengesahkan AD/ART dan prgram kerja serta Kabupaten/kota per bulan. rekomendasi. Kepengurusan Himpaudi dikukuhkan 4. Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Indonesia maka untuk periode kepengurusan pada 2006-2010. Pengurus pemerintah Provinsi dan Kab/Kota perlu mendukung dan proaktif Himpaudi daerah pun ditetapkan masa jabatannya 4 kegiatan PAUD. tahun, sama dengan pengurus pusat. 5. Perlu adanya penghargaan dari pemerintah bagi gubernur, bupati Gebrakan Himpaudi yang cepat itu mendapat dan walikota yang secara terus menerus mendukung dan proaktif apresiasi sejumlah pejabat Depdiknas. Di antaranya terhadap kegiatan program PAUD. Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Dr Ace 6. Merekomendasikan kepada peserta Munas untuk mengukuhkan Suryadi dan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik kepengurusan HimpaudiPusat masa bakti tahun 2006-2010. dan Tenaga Kependidikan Fasli Djalal, PhD. Mereka 7. Merekomendasikan untuk mengikuti kegiatan World Forum di Kuala menilai, meski Himpaudi baru seumur jagung, namun Lumpur mampu bersinergi dengan instansi dan departemen 8. Sosialisasi kegiatan yang lebih meluas supaya lebih menggema di terkait pendidikan anak usia dini. Yakni Departemen masyarakat Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Agama, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Wanita Pendidikan usia dini, lanjutnya, merupakan hal yang sangat ROBI SUGARA mendasar dan strategis dalam pembentukan manusia seutuhnya yang berakhlakul karimah, berbudi pekerti luhur dan sehat lahir batin. Gusnawirta memandang upaya itu diperlukan untuk pengembangan pendidikan anak usia dini. Himpaudi digagas sebagai organisasi yang memiliki visi dan misi untuk turut serta membangun manusia Indonesia agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cerdas, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang bertanggungjawab kepada nusa dan bangsa. Himpaudi, masih kata Gusnawirta, juga mempunyai fungsi pembinaan kemitraan dan pengembangan peran masyarakat dalam peningkatan pendidikan anak usia dini. ”Himpaudi senantiasa melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap program 25 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 25 7/14/2007 10:43:40 AM
  • 28. Jawa Timur MENGINTEGRASIKAN PAUD FORMAL DAN NONFORMAL Jawa Timur tercatat sebagai provinsi yang perkembangan PAUD-nya paling pesat. Untuk memperluas akses, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur kini menyinergikan program PAUD formal dan nonformal. Realisasinya, ribuan TK yang sudah ada didorong agar membuka Kelompok Bermain (KB), yang merupakan bagian dari PAUD nonformal. Sedangkan bagi PAUD nonformal yang sudah mapan, diminta membuka TK. FOTO-FOTO: SAIFUL ANAm Menghilangkan Dikotomi Rasiyo menegaskan, fokus pembangunan pendidikan periode 2006-2010 adalah pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, termasuk PAUD. Anak-anak usia 2-6 tahun harus mendapat layanan pendidikan, baik melalui PAUD formal (TK) maupun nonformal. Hingga Juni 2007, di Jatim terdapat kurang lebih 16.500 TK (hanya 65 negeri, sisanya swasta) dan sekitar 6000 PAUD nonformal (semuanya swasta). Meski begitu, secara komulatif angka partisipasi kasar PAUD belum mencapai 50%. Untuk menggenjot APK PAUD, mulai tahun 2007 Rasiyo meluncurkan jurus baru: mengintegrasikan PAUD formal dan nonformal. Ia sudah mengumpulkan anak buahnya yang mengurusi TK maupun PAUD S rata nasional. Setelah itu, kami akan fokus nonformal, Dinas Pendidikan Kabupaten/ enyum merekah senantiasa memancar pada Wajib Belajar Pendidikan Menengah Kota, plus pengurus HIMPAUDI (Himpunan dari bibir Dr. Rasiyo. Maklum, Kepala 12 Tahun, dimulai 2008. Deklarasinya Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Dinas Pendidikan Jawa Timur itu dilakukan September 2007 oleh Presiden Usia Dini), Forum PAUD, IGTKI (Ikatan Guru baru saja mendapat penghargaan Widya RI, bersamaan dengan acara pembukaan Taman Kanak-kanak Indonesia), dan GOPTKI Krama dari Presiden Susilo Bambang Olimpiade Sains Nasional (OSN) di (Gabungan Organisasi Penyelenggara Yudhoyono, yang disematkan pada puncak Surabaya. Kita harapkan anak-anak Jawa Taman Kanak-kanak Indonesia). peringatan Hari Pendidikan Nasional di Timur nantinya berpendidikan minimal Setelah dibahas mendalam, Rasiyo Prambanan, DIY, 26 Mei lalu. Widya Krama SMA deserajat,” kata Rasiyo kepada PENA kemudian mengambil keputusan bahwa bagi adalah penghargaan bagi daerah yang PENDIDIKAN. TK, terutama TK Pembina, diminta membuka telah berhasil menuntaskan Wajib Belajar Bagaimana dengan Pendidikan Anak Kelompok Bermain (KB) atau playgroup Pendidikan Dasar 9 tahun. Sejumlah provinsi Usia Dini (PAUD)? “Tetap prioritas, hanya sebagai bagian satu paket. Sebaliknya bagi lain juga telah berhasil merengkuhnya, fokusnya wajib belajar 12 tahun. Jadi PAUD nonformal yang sudah mapan, yang antara lain DKI Jakarta dan DIY. tidak perlu dikuatirkan,” ujarnya. Kata selama ini fokus membuka KB, juga diminta Jawa Timur mendapat penghargaan Rasiyo, pihaknya telah membuat rencana sekalian membuka TK. lantaran Angka Partisipasi Kasar (APK) pembangunan pendidikan jangka panjang “Kita harapkan tidak ada dikotomi antara SMP sudah menembus 96,84%. Sementara sampai 2025. Selanjutnya, dibikin program PAUD formal dan nonformal. Semua itu kan rata-rata nasional baru 88,68%. Untuk lima tahunan mengacu pada Rencana PAUD. Dengan cara seperti ini maka daya disebut tuntas wajib belajar pendidikan Strategis (Renstra) Departemen Pendidikan tampung bagi anak-anak usia 2-6 tahun dasar 9 tahun, indikatornya adalah APK Nasional. menjadi lebih banyak. Setelah dari KB mereka SMP minimal 95%. “Kami mendahului rata- 26 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 26 7/14/2007 10:43:41 AM
  • 29. Jawa Timur langsung ke TK di lembaga yang sama,” KB mulai tahun ini. Tidak sulit lantaran lahan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tambah Rasio. Masyarakat juga didorong yang dimiliki TK Pembina cukup luas. Setelah yang mencapai sekitar Rp ,5 triliun, menyelenggarakan PAUD nonformal, baik di itu, diharapkan diikuti TK swasta. Bahkan ada memungkinkan untuk lebih menggenjot rumah penduduk, pendopo, langgar, hingga sebagian TK swasta yang sudah sejak lama perluasan akses PAUD. balai RW. Sehingga program PAUD menjadi membuka KB. Rasiyo mengakui, pesatnya perkembangan tanggungjawab bersama. Hingga Juni 2007, data yang terekam di PAUD di Jatim antara lain berkat komitmen Meski disinergikan, tidak lantas Dinas Pendidikan Jawa Timur menunjukkan kuat dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo menimbulkan benturan. Tanggungjawab bahwa dari sekitar 6000 PAUD nonformal, terhadap pembangunan sektor pendidikan. pengelolaan TK berada di bawah Sub terdapat kurang lebih 14.000 guru dan “Karena Pak Gubernur sangat peduli terhadap Dinas Pendidikan TK-SD, sedangkan PAUD pendidikan, maka saya selaku kepala dinas melayani sekitar 19.000 murid. Jika TK nonformal di bawah kendali Sub Dinas menjadi enak mengikutinya,” katanya. Selain diminta membuka KB dan sebaliknya PAUD Pendidikan Luar Sekolah. “Tidak masalah. Ini itu, peran organisasi-organisasi wanita, ibu-ibu nonformal yang sudah mapan membuka TK, dilakukan karena kita ingin mengedepankan PKK, Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, maka jumlah anak-anak usia 2-6 tahun yang hak dasar anak memperoleh pendidikan,” bupati/walikota hingga lurah, istri-istri mendapat layanan akan berlipat ganda. tandas Rasiyo. pejabat, dan tokoh masyarakat juga sangat Untuk menuju ke sana, agaknya bukan hal Sebagai tahap awal, Rasiyo meminta berjasa dalam membesarkan PAUD yang tidak mungkin direngkuh. Anggaran pendidikan provinsi Jawa Timur tahun 65 TK Negeri Pembina yang tersebar di 8 2007 yang sekitar 12,5% dari Anggaran kabupaten/kota di Jawa Timur membuka SAIFUL ANAm (Surabaya) BERANGKAT DARI GURU M asyarakat Jawa Timur sungguh beruntung lantaran Rasiyo memiliki komitmen tinggi terhadap pendidikan. Maklum, pria kelahiran Madiun, 17 Desember 1951, itu pernah lama menjadi guru. Setelah lulus dari STM Siang Madiun tahun 1970, ia melanjutkan ke Jurusan Matematika IKIP Surabaya hingga meraih sarjana muda (BA) tahun 1975. Sejak masih kuliah, ia sudah mengajar di sebuah SMP di Surabaya. Sambil mengajar, ia melanjutkan kuliah hingga meraih sarjana lengkap tahun 1978. Ia langsung diangkat sebagai guru SMP berstatus PNS. Tahun 1984-1985, Rasiyo diangkat menjadi Kepala SMP Negeri I Paciran, Kabupaten Dr. Rasiyo, Lamongan. Berikutnya, 1985-1987, menjadi Kepala SMP Negeri I Cerme, Kabupaten Gresik ndidikan Jatim Kepala Dinas Pe dan tahun 1988-1993 menjadi Kepala SMP Negeri Gresik. Lalu, 1993-1994, ia ditarik ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai pengawas sekolah. Karirnya di Dinas Pendidikan Provinsi terus meroket. Tahun 1994-1997 ditunjuk menjadi Kepala Bidang Pembinaan Generasi Muda. Selanjutnya, 1997-1998 sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum, dilanjutkan Koordinator Urusan Administrasi, 1998-2001. Sejak 20 Februari 2001 – sekarang, pria berpenampilan sederhana itu menjadi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur PUSAT PAUD U ntuk lebih mengembangkan PAUD di Jawa Timur, pada tahun 2003 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur mendirikan PUSAT PAUD, tetapi baru diresmikan 2005. Kantornya bertempat di Jl. Walikota Mustajab Surabaya. Dulunya adalah gedung perpustakaan Pemerintah Kota Surabaya. Menurut Totok Isnanto, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, PUSAT PAUD dirancang sebagai pusat informasi, pusat layanan, hingga pusat pengembangan PAUD. Siapapun yang ingin tahu tentang PAUD, baik dari sisi pembelajaran, kurikulum, sarana prasarana, hingga manajemennya, silahkan datang ke situ. “Sekarang memang belum bisa dikatakan sudah ideal. Baru kira-kira 40% dari mimpi yang saya harapkan,” kata Totok. Di PUSAT PAUD sudah ada layanan/model, sekretariat, perpustakaan, pelatihan, ruang konsultasi, ruang observasi, dan tempat bermain. Harapannya ke depan nanti ada dokter dan psikolog anak, sehingga lebih lengkap dan canggih 27 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 27 7/14/2007 10:43:48 AM
  • 30. Jawa Timur Rubrik Biasa Menggandeng Lintas Sektor S jadi satu dengan TK. Karena ebagai Kepala Totok Isnanto Siti Aminah itu kami menyambut gembira Seksi PAUD, Subdin kebijakan Pak Rasiyo yang Pendidikan Luar Sekolah mendorong TK agar membuka (PLS) Dinas Pendidikan KB, dan sebaliknya PAUD Provinsi Jawa Timur, Drs. Totok nonformal yang sudah mapan Isnanto mengaku bersyukur membuka TK,” katanya. memiliki atasan Dr. Rasiyo Pesatnya perkembangan yang sangat paham terhadap PAUD di Jawa Timur, salah seluk beluk pendidikan, faktornya adalah pemecahan termasuk PAUD. Karena itu, dana rintisan. Pada tahun ia mendapat kemudahan 2002, baru 52 lembaga yang dalam menggulirkan dan mendapat bantuan dana mengembangkan program rintisan masing-masing Rp 25 PAUD di Jawa Timur. juta. “Tapi yang terbentuk ternyata sekitar Totok mulai menjabat Kepala Seksi PAUD TK yang dikelolanya lantas ditambahi KB,” sejak akhir 2001. Ia mengaku, pada awalnya katanya. 50 lembaga. Artinya, banyak masyarakat tidak tahu apa-apa tentang PAUD. Maklum, Mulai 2007, Totok memperluas yang membentuk PAUD secara swadaya. Jadi sebelumnya ia lama sebagai staf di Subdin kerjasamanya dengan merangkul BKPRMI yang dapat bantuan hanya 52, sementara Pendidikan Menengah Kejuruan. Namun ia (Badan Komunikasi Pembinaan Remaja sekitar 00-an tidak dapat apa-apa. Ini kan terus belajar tentang PAUD. “Setelah paham, Masjid Indonesia) Jawa Timur. Hal itu tidak adil,” kata Totok. saya kemudian bicara PAUD di mana-mana. dibenarkan Siti Aminah, Direktur LPPKS Akhirnya pada 200 dilakukan pemecahan Saya seperti seorang sales yang menjual (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan dana rintisan. Satu dana rintisan boleh produk PAUD,” katanya. Totok kini bahkan Keluarga Sakinah). LPPKS adalah unit kerja dipecah untuk lima lembaga, masing-masing ditasbihkan sebagai tokoh PAUD di Jawa di bawah BKPRMI. Rp 5 juta. Direktorat PAUD Depdiknas pun Timur dan salah satu tokoh PAUD nasional. Menurut Siti Aminah, LPPKS memiliki menyetujui. Maka, dalam waktu singkat Meski secara nasional program PAUD sejumlah program terkait PAUD, antara lain PAUD di Jawa Timur tumbuh sangat pesat. digulirkan sejak 1997 melalui proyek Bank pengembangan TAAM (Taman Asuh Anak Pada tahun 2005, misalnya, dari sekitar Dunia, dan Direktorat PAUD Depdiknas Muslim) dan pelatihan bagi generasi muda 10.000 PAUD nonformal di Indonesia, sekitar didirikan tahun 2000, namun ketika muslimah untuk menyiapkan mereka menjadi 40% berada di Jawa Timur. mengawali tugasnya sebagai Kasi PAUD ibu dan muslimah yang solehah. “Termasuk Meski mengaku masih belum puas, Totok melihat kondisinya di Jawa Timur di dalamnya pelatihan tentang pra nikah, namun Totok merasa gembira melihat masih sangat menyedihkan. Saat itu baru membangun keluarga sakinah, dan PAUD,” perkembangan PAUD di Jawa Timur. Alokasi kata lajang kelahiran Probolinggo, 6 April ada 11 Kelompok Bermain (KB) yang anggaran untuk PAUD dari 8 kabupaten/ 1981, yang meraih gelar sarjana hukum dari semuanya menyatu di TK. kota di Jawa Timur juga terus meningkat Universitas Muhammadiyah Surabaya itu. “Ketika itu Pos PAUD (Posyandu Integrasi dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2002 Hingga Juni 2007 baru ada satu TAAM PAUD) belum ada. Baru setelah diperkuat tidak ada satu pun kabupaten/kota yang yang dikelola BKPRMI bersama Dinas UU No 20/200 tentang Sistem Pendidikan menganggarkan untuk PAUD. Tahun 200 Pendidikan Provinsi JawaTimur, yaitu Nasional, yang pada pasal 28 menyatakan total baru sekitar Rp 475 juta. Tahun 2007 ini di kawasan Sukolilo, Surabaya. BKPRMI secara eksplisit tentang PAUD, kita kemudian melonjak sekitar Rp 15 miliar dari akumulasi berencana memperluas kerjasama dengan berpikir untuk mempercepat akses. Maka, 8 kabupaten/kota. Ini diluar anggaran Dinas Pendidikan untuk membina puluhan selain mendirikan KB, kita juga mulai pemerintah provinsi, yang tahun ini Rp 1,14 mengintegrasikan dengan Posyandu, yang TAAM lain yang tersebar di 8 kabupaten/ miliar,” katanya. disebut Pos PAUD,” ujarnya. kota di JawaTimur. “Selain itu, kerjasama ini Ke depan, Totok berharap agar program Keterlibatan organisasi-organisasi wanita juga menyangkut pelatihan bagi guru-guru PAUD lebih mendapat perhatian serius, seperti Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, PAUD, kursus pranikah, dan penyediaan Alat baik dari sisi kelembagaan, kualitas layanan, hingga ibu-ibu PKK, diakui Totok sangat Permainan Edukatif (APE),” katanya. peningkatan mutu, hingga kesejahteraan berjasa dalam memperluas akses. “Muslimat Totok menambahkan, hingga kini guru-gurunya. Sungguh tidak fair jika pada NU memang sejak awal sangat agresif dalam lembaga PAUD nonformal di Jawa Timur satu sisi peran PAUD diakui sangat strategis, mengembangkan PAUD, apalagi Jawa Timur sudah tercatat sekitar 6000-an, terdiri dari namun pada sisi lain belum memperoleh dikenal sebagai basisnya NU. Belakangan, sekitar 4.500 dan 1.500 Pos PAUD. Dari sekitar perlakuan yang semestinya. Aisyiah, PKK, dan organisasi-organisasi 4.500 KB, sebagian terdapat di TK. “Artinya, wanita lain juga tak mau ketinggalan. TK- masih banyak KB yang berdiri sendiri, tidak SAIFUL ANAm (Surabaya) 28 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 28 7/14/2007 10:43:53 AM
  • 31. Rubrik Biasa Jawa Timur Dra. Hj. Siti Fatimah Soenaryo, m.Pd Sementara yang 7 kabupaten/kota Ketua HImPAUDI Jawa Timur sudah membentuk kepengurusan. Hanya saja 20 kabupaten/kota sudah TIDAK BOLEH MAIN-MAIN dilantik, sisanya yang 17 masih belum. Anggotanya sekitar 14.000 guru PAUD. “Jawa Timur memang sedang booming H berganti menjadi HIMPAUDI, dan Dra. PAUD. Karena itu kita tidak bisa main- IMPAUDI Jawa Timur dibentuk Hj. Siti Fatimah Soenaryo, M.Pd, terpilih main,” tambahnya. sejak 6 Juni 2004. Saat itu menjadi ketua. Inilah pemilihan ketua Bu Fat mengakui, dari ribuan namanya masih IKAPAUDI (Ikatan HIMPAUDI yang pertama kali berlangsung pendidik PAUD tersebut, sebagian besar Pendidik Pendidikan Anak secara terbuka. “Persis seperti pemilihan berpendidikan SMA sederajat. Bahkan Usia Dini). Tahun 2006 ketua partai,” kata Drs. Totok Isnanto, ada sebagian yang lulusan SMP/MTs. digelar Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan “Meski begitu ada pula yang lulusan Musyawarah Provinsi Jawa Timur. S1, bahkan S2,” kata ibu satu anak Wilayah Sehari-hari, Bu Fat, demikian Siti (Muswil). kelahiran 19 November 195 itu. Saat ini Fatimah Soenaryo biasa dipanggil, adalah Namanya Bu Fat tengah menyelesaikan disertasi dosen di Universitas Muhammadiyah doktornya di Universitas Negeri Malang Malang (UMM). Menurut dia, dari 8 yang mengusung penelitian tentang m L ANA kabupaten/kota di Jawa Timur, hingga PAUD. SAIFU Juni 2007 hanya satu daerah yang Sebagai Ketua HIMPAUDI, hal yang FOTO: belum tertentuk organisasi HIMPAUDI- paling merisaukannya adalah melihat FOTO- nya, yaitu Kabupaten Pamekasan. kenyataan honor guru PAUD yang masih “Insya Alloh tidak lama lagi terbentuk. sangat memprihatinkan. Ada guru PAUD Saya merasa tidak enak. Soalnya yanghanya dibayar Rp 0.000 atau Rp saya berasal dari Madura,” ujar Bu 50.000 per bulan. “Kami mohon agar Dra. Hj. Fatimah, Fat dengan logat Madura-nya yang pemerintah memberikan insentif kepada Mpd, Ketua kental. mereka,”katanya HIMPAUDI Jatim F Dra. Hj. Gadis Heria Nurdiana Agung Prasmono orum PAUD Jawa Timur terbentuk Ketua Forum PAUD Jawa Timur pada 2002. Pada Musyawarah Daerah (Musda) I, Juni 2006, Dra. Hj. GROGI DIGODA MURID Gadis Heria Nurdiana Agung Prasmono terpilih menjadi ketua. Gadis dikenal sebagai aktivis sosial dan pernah menjadi Ketua Ikatan Istri Dokter Setelah menikah dengan Agung dan Ibu dua anak keturunan Jawa-Minang Indonesia (IIDI) Cabang Surabaya 2000- pindah ke Surabaya, Gadis memilih yang lahir di Klaten, Jawa Tengah, 29 menjadi ibu rumah tangga. Tapi sejak 200. Suaminya, dr. H. Agung Prasmono, Mei 1958 itu menyelesaikan pendidikan 2006, ia back to basic ke dunia adalah dokter bedah yang bertugas di sarjanya dari Jurusan Civic Hukum IKIP pendidikan. Tapi kali Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Ia juga Jakarta (sekarang Universitas Negeri ini yang diurus mengajar di Universitas Airlangga. Jakarta) tahun 1981. Begitu lulus, ia PAUD, bukan Di benak Gadis, tantangan PAUD ke sempat mengajar di sebuah SMA negeri SMA. depan masih berat. “Kerjasama lintas di Jakarta. Tapi hanya betah mengajar sektor harus berjalan bagus. Selama ini selama tiga bulan. Soalnya, wajahnya yang SAIFUL ANAm masih terkesan jalan sendiri-sendiri.” cantik dan postur tubuhnya yang bagus Kegiatan yang dilakukan Forum PAUD membuat murid-murid SMA tersebut sejak setahun terakhir ini antara lain gencar menggodanya. Maklum, usianya sosialisasi PAUD yang melibatkan lintas saat itu baru 2 tahun, masih kinyis-kinyis. sektor dan gebyar PAUD. Kegiatan gebyar “Kalau pulang dari mengajar saya sering PAUD digelar September 2006 lalu, dicegat di depan pintu. Ih, serem…,” diikuti 550 anak dari 8 kabupaten/kota. kenangnya. Ia jadi takut mengajar dan memilih Acara dilangsungkan di tempat wisata bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sengkaling, Malang. 29 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan Ki Hadjar Dewantara LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 29 7/14/2007 10:44:06 AM
  • 32. Jawa Timur Program PAUD Bondowoso di Kabupaten Bondowoso mengalami perkembangan luar biasa. Hingga Juni 2007 tercatat sekitar 600 PAUD nonformal, jauh di atas TK (PAUD formal) yang berjumlah 323 buah. Bupati Mashoed menargetkan seluruh MERANGSEK dusun (pedukuhan) yang berjumlah 800, sudah HINGGA DUSUN memiliki PAUD nonformal sebelum ia lengser dari jabatannya Agustus 2008. J DOK PEmKAB BONDOwOSO di kecamatan-kecamatan. Program keahlian ika Anda baru mengenal Bondowoso manusianya bermutu. “Dan itu hanya bisa yang dikembangkan disesuaikan dengan hanya sebatas sebagai kota tape dilakukan lewat pendidikan,” tegasnya. kebutuhan dan lingkungan setempat karena singkong, berarti Anda ketinggalan Saat baru menjabat, Mashoed dihadapkan pendidikan harus berbasis masyarakat,” zaman. Memang, Bondowoso kondang pada kenyataan bahwa Bondowoso dikenal tambahnya. sebagai penghasil tape singkong yang sebagai kantong buta aksara. Jumlahnya rasanya menggoda selera. Tetapi, Anda lebih dari 50.000 penduduk. Selain itu, anak- juga perlu tahu bahwa sejak beberapa anak usia sekolah enggan masuk SD, terutama PAUD DI SETIAP DUSUN tahun terakhir ini Bondowoso menyandang mereka yang tinggal di daerah pegunungan. predikat baru: kota PAUD. Maklum, di Belum lagi cukup tingginya anak-anak putus Mashoed berpandangan, agar ketuntasan kabupaten ini kini berdiri tak kurang dari sekolah pada kelas-kelas awal SD. Begitu buta aksara berjalan permanen, dan kompleksnya, ia sampai pernah berencana 600 PAUD nonformal dan 2 PAUD formal anak-anak mau sekolah, maka ia melihat memecah Dinas Pendidikan menjadi dua, (TK). PAUD sebagai senjata ampuh. Ia lantas yaitu Dinas Pendidikan Formal dan Dinas Menjamurnya PAUD di Bondowoso itu menggalakkan PAUD di mana-mana. Pendidikan Nonformal. Tetapi, setelah dikaji merupakan buah dari komitmen tinggi Hasilnya kini sudah tampak. Selain gairah ulang, akhirnya dibatalkan. pemerintah daerah setempat dalam bidang PAUD menggelora, anak-anak setelah Berangkat dari berbagai persoalan pendidikan. Hal itu tak lepas dari sosok menyelesaikan PAUD langsung masuk tersebut, Mashoed kemudian berupaya Bupati Bondowoso Dr. H. Mashoed, M.Si sekolah ke SD. keras menyukseskan program wajib belajar dan istrinya, Ny. Hj. Sri Utami Mashoed. Ayah “Dulu, sebelum ada PAUD, guru-guru pendidikan dasar 9 tahun, pemberantasan enam anak dan kakek sembilan cucu itu yang bertugas di daerah pegunungan dan buta aksara, pendidikan kesetaraan, diangkat menjadi Bupati Bondowoso sejak desa-desa pelosok, harus susah payah cari pendidikan kejuruan, hingga PAUD. Hasilnya 1998. “Saat itu saya jadi bupati drop-dropan,” murid. Sekarang mereka tidak perlu lagi. sungguh patut diacungi jempol. Kini hanya ujar Mashoed yang sebelumnya menjabat Anak-anak setelah selesai di PAUD pasti tinggal sekitar 8.500 orang buta aksara. sebagai Kepala Pendidikan dan Pelatihan minta melanjutkan ke SD. Jadi implikasinya “Agustus nanti diperkirakan sudah beres, Provinsi Jawa Timur. Setelah habis masa bagi angka partisipasi anak-anak yang dan kami akan mendeklarasikan bebas jabatannya yang pertama, ia terpilih kembali masuk SD sangat signifikan,” timpal Drs. buta aksara,” kata Mashoed kepada PENA Paiman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten melalui Pilkada pada 200. PENDIDIKAN. Bondowoso. Sejak awal dipercaya menjadi bupati, Begitu pula dengan pendidikan kejuruan. “Sejak digencarkan program PAUD, Mashoed menempatkan pembangunan Mashoed kini sudah membangun 21 Sekolah anak-anak jadi keranjingan masuk sekolah. bidang pendidikan sebagai prioritas utama. Menengah Kejuruan (SMK), sementara Orangtuanya juga makin menyadari Bagi dia, Bondowoso yang merupakan SMA-nya 15. “Komposisi ini sudah sesuai pentingnya pendidikan. Jadi pada bagian daerah miskin sumber daya alam hanya harapan Depdiknas. Kami membangun SMK atas kita berantas buta aksaranya, pada akan diperhitungkan jika sumber daya 0 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 30 7/14/2007 10:44:08 AM
  • 33. Jawa Timur bagian bawah kita galakkan PAUD. Ke depan Ibu Sri Utami Masmoed Dr. H. Mashoed, MSi. SAIFUL ANAm di Bondowoso tidak boleh ada lagi anak usia DOK PEmKAB BONDOwOSO sekolah yang tidak sekolah dan tidak boleh ada penduduk yang buta aksara,” tegas Mashoed. Mashoed mengaku bersyukur mendapat dukungan penuh dari istrinya, Ny. Sri Utami Mashoed. Sri Utami bahkan menjadi Ketua Forum PAUD Kabupaten Bondowoso. Ia menggalakkannya melalui jalur ibu-ibu PKK, organisasi wanita, Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, dan lain-lain. “Selain itu, dukungan dari aparat Dinas Pendidikan dan tokoh-tokoh masyarakat sangat penting bagi perkembangan PAUD di sini,” kata Mashoed. Kini, jumlah lembaga PAUD non formal di Bondowoso sudah melebihi jumlah desa yang 21. Mashoed menargetkan, sebelum ia mengakhiri masa jabatannya Agustus nanti, APBD semua dusun (pedukuhan) yang berjumlah anak dengan tiga (tidak termasuk gaji). Jika digabung dengan 800 sudah memiliki PAUD nonformal. pengajar. Mashoed mengakui, salah satu faktor gaji, menjadi sekitar 5%. Dari anggaran Huzain Baidjuri menambahkan, yang membuatnya memiliki komitmen itu, sebanyak Rp 50.000 per bulan diberikan dukungan Bupati dan Ibu Bupati tinggi terhadap pembangunan sektor Bondowoso terhadap program PAUD kepada 1.41 guru PAUD, yang dikucurkan pendidikan adalah karena ia dulu pernah tidak hanya dalam bentuk pemberian setiap tiga bulan sekali. Maklum, semua guru bekerja sebagai guru. Ia lahir di Jombang 16 insentif bagi para guru. Berbagai kegiatan PAUD itu swasta. Agustus 1942. “Sejak kecil saya bercita-cita HIMPAUDI, seperti pelatihan bagi para Insentif yang diberikan bagi para guru jadi guru,” katanya. guru, juga difasilitasi. Hal serupa juga PAUD, meski jumlahnya jauh dari memadai, Setelah lulus dari SD, ia masuk ke Sekolah dirasakan oleh Forum PAUD. “Setiap dipandang Achmad Huzain Baidjuri, Guru B (SGB), lalu ke Sekolah Guru A (SGA) Minggu pagi Forum PAUD menggelar S.Ag, merupakan tingginya kepedulian Jombang. Lulus dari SGA, lantas menjadi talkshow di radio tentang PAUD. Ini Bupati Bondowoso terhadap PAUD. guru. Ia pernah mengajar di SD, MI, hingga dilakukan sejak tahun lalu. Ibu Bupati “Jumlahnya memang tidak seberapa. SMEA, mulai 1962 – 1969. Sejak 1970 selalu terlibat dan meluangkan waktu,” Tapi itu sudah sangat membantu. Syukur ia masuk ke birokrasi pemerintahan. Ia ujar Dra. Ida Syafriani, M.Si, Wakil Sekretaris kalau ke depan kesejahteraan para guru meraih gelar doktor bidang administrasi Forum PAUD Kabupaten Bondowoso. PAUD lebih ditingkatkan, apalagi diangkat pemerintahan dari Universitas Tujuh Belas Selain itu, kegiatan penting dan rutin menjadi pegawai negeri,” kata Ketua Agustus Surabaya, tahun 2004. yang dilakukan HIMPAUDI dan Forum HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan PAUD adalah setiap sebulan sekali mereka Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak bersama-sama mengadakan pertemuan Usia Dini) Kabupaten Bondowoso itu. Saat Insentif Guru untuk mengevaluasi program yang sudah ini Huzain Baidjuri mengelola PAUD Nurul dilakukan dan merancang apa saja yang Islam yang memiliki 50 murid dan 5 guru. Kabupaten Bondowoso berpenduduk akan dilakukan ke depan. Pertemuan yang PAUD tersebut terletak di Desa Jubung sekitar 750.000 dihadiri sekitar 700 undangan itu digelar Lor, Kecamatan Telogosari, Kabupaten jiwa. Pada tahun setiap Rabu pekan kedua, bertempat Bondowoso. 2007 ini APBD- di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten “Saya sangat senang mendapat bantuan nya sekitar Bondowoso. dari Pak Bupati, walaupun hanya Rp 50.000 400 miliar. Mashoed optimistis program PAUD per bulan. Lebih bagus lagi kalau ke Anggaran akan terus dilanjutkan meski tahun depan depan jumlahnya ditambah,” timpal Luluk berganti bupati. “Saya kira, siapa pun Hikmah, pendidik PAUD Tunas Harapan di pendidikannya yang jadi bupati nanti, tidak akan mampu Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, sekitar 17% dari m ANA membubarkan PAUD di Bondowoso. Kami Kabupaten Bondowoso. Ia bersama FUL : SAI FOTO sudah meletakkan fondasinya cukup suaminya, Suryadi, S.Ag, mendirikan kokoh, sehingga sulit dirobohkan,” ujarnya. PAUD tersebut tanpa memungut biaya yang diperuntukkan bagi anak-anak desa setempat. Saat ini jumlah muridnya 2 SAIFUL ANAm (Bondowoso) Ahmad Husain Baijuri 1 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 31 7/14/2007 10:44:18 AM
  • 34. Jawa Timur Rubrik Biasa SURABAYA SERTIFIKAT PESERTA PAUD SAIF UL A Peran Dyah Katarina Bambang DH, S.Psi, istri walikota Surabaya, dalam menggerakkan program PAUD terlihat nyata. Ia melibatkan ibu-ibu PKK hingga ke tingkat RW. Anak-anak yang mengikuti PAUD diberi sertifikat tanda Dra. Dyah Katarina Bambang DH, kepesertaan. Ibu Walikota Surabaya M orang mencibir, kini justru banyak yang dari mancanegara yang bergerak di enggeluti dunia anak sungguh mendukung. “Hal ini bisa dibuktikan dengan bidang pemberdayaan pendidikan anak. menantang dan mengasyikkan. adanya 200 PAUD non formal yang tersebar Kebetulan Plan memiliki sejumlah program Itulah kesan singkat yang diutarakan di Surabaya. Dyah Katarina Bambang DH, S.Psi, setelah di 16 kelurahan yang ada di Surabaya. Dyah yang kelahiran Surabaya, 27 Juni beberapa tahun terakhir ini terlibat aktif dalam Setiap lembaga memiliki 50 sampai 100 1968, itu sebenarnya sarjana psikologi program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). anak didik,” katanya. Itu adalah PAUD yang industri dari Universitas Airlangga, lulus Istri walikota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, diinisiasi oleh ibu-ibu PKK. Belum lagi yang M.Pd, itu pertama kali mengikuti sosialisasi 199. “Kuliah saya memang psikologi. Tapi didirikan oleh Muslimat NU, Aisyiah, yayasan- PAUD tahun 2002 di Hotel Borobudur Jakarta, yayasan pendidikan Kristen/Katholik, dan yang saya pelajari psikologi perusahaan yang diselenggarakan oleh Direktorat PAUD, lain-lain. Kalau ditotal jumlahnya lebih dari dan orang dewasa,” ujar ibu tiga anak Departemen Pendidikan Nasional. Saat itu 500-an. itu. Kendati begitu, ia mengaku tidak statusnya masih istri wakil walikota, lantaran Dyah menargetkan setiap RW memiliki kesulitan mendalami pengetahuan tentang walikota dijabat oleh Soenarto Sumoprawiro PAUD. Ibu-ibu ketua RW, kata Dyah, psikologi anak. “Saya jadi tahu, ternyata (alm). menyambut positif. “Bahkan ada seorang masa anak usia dini sangat penting bagi Setelah mengikuti sosialisasi itu, Bu RW sampai mengontrak rumah hanya pembentukan karakter dan kemampuan pemahaman Dyah terhadap anak menjadi untuk kegiatan PAUD,” tambahnya. intelektual seseorang,” katanya. semakin mendalam. Ia juga berkomunikasi Program penting lain khas Surabaya Ia mengakui, pada awalnya yang paling dengan Plan Internasional, sebuah lembaga yang mulai tahun ini digulirkan adalah sulit dihadapi adalah memberi pemahaman nirlaba pemberian sertifikat kepesertaan PAUD. kepada masyarakat tentang pentingnya Sertifikat itu menerangkan bahwa anak PAUD. Mereka mengira anak hanya main- yang bersangkutan sudah ikut PAUD sekian main saja. “Dulu kita mengajak masyarakat bulan. “Sehingga saat masuk SD, paling tidak untuk datang ke kegiatan PAUD susah sekali. gurunya tahu anak tersebut sudah pernah Tapi sekarang orang tua justru bangga ikut PAUD. Ini bisa jadi bekal awal bagi guru,” mengantar anak-anaknya mengikuti PAUD. katanya. Bahkan kadang bapak-bapaknya juga tidak Program lain yang dilakukan tahun ini mau ketinggalan,” ujarnya. adalah memeriahkan Hari Anak Nasional Untuk menggerakkan PAUD di Surabaya, (HAN). Kegiatannya berlangsung sejak awal Dyah memanfaatkan jaringan Bina Keluarga hingga akhir Juli, melibatkan organisasi- Balita (BKB). BKB ini ada hingga di RW-RW. organisasi kewanitaan, lembaga swadaya Sasarannya adalah ibu-ibu. Materi yang masyarakat, hingga perusahaan. Ragam disampaikan tentang bagaimana merawat kegiatannya antara lain hiburan untuk anak. Dulunya, BKB ini hidup segan mati tak anak-anak panti asuhan, teater anak, hingga mau. Dyah lantas menumpanginya dengan melukis dengan jari (finger painting) secara program PAUD. Ternyata sekarang justru massal. jadi bergairah. Respon masyarakat terhadap PAUD sangat bagus. Kalau awalnya banyak SAIFUL ANAm (Surabaya) 2 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 32 7/14/2007 10:44:35 AM
  • 35. Rubrik Biasa Jawa Timur malang MENANTI INSENTIF PENDIDIK PAUD Insentif buat pendidik PAUD rencananya akan dikucurkan mulai 2008. Ada desakan dibuka jurusan Walikota Malang Drs. Peni Suparto PAUD untuk sarjana. Dana Pemkot bersama istri dan Direktur PAUD Malang untuk PAUD tersedot untuk DOK. DIT. PAUD Depdiknas saat acara gebyar PAUD pemenuhan alat permainan edukatif. kota Malang M bulanan kepada pendidik PAUD. ESKI dikenal sebagai kota yang maju 10 lembaga PAUD yang ada, 25 di antaranya Keluhan Mike ditanggapi Dra Zubaidah, pembangunan pendidikannya, dikelola Posyandu. “Tiap PAUD ada hingga Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah namun Kota Malang masih harus 6 guru. Yang memiliki ijasah S-1 masih kurang Dinas Pendidikan Kota Malang. “Kami selalu kerja keras untuk mengangkat derajat dari 50%,” timpa Dra. Mike S. Arifin, M.Pd, Ketua mengupayakan adanya insentif guru PAUD, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi Himpaudi Malang. semoga saja secepatnya itu bisa terealisasi,” lebih bermartabat. Para pengajar lembaga Mike berpendapat minimnya pendidik katanya. PAUD di Malang, kebanyakan berijasah SMP PAUD bergelar sarjana, karena belum ada Guru-guru TK sudah mendapatkan insentif dan SMA. Paling tinggi mengantongi ijasah D-2 perguruan tinggi yang membuka Program sebesar Rp 150.000/bulan. Dananya diambil Pendidikan Guru Taman Kanak- Kanak. PAUD di tingkat sarjana. Mike berharap anggaran buat Pendidikan Luar Sekolah yang “Harus kita akui keadaan guru PAUD masih pemerintah segera membuka kesarjanaan totalnya sebesar Rp 5 miliar. ”Insentif untuk belang bentong,” kata Drs. Suyadi, M.Pd, Kepala jurusan PAUD. PAUD kami usulkan mulai 2008. Kami harus Bidang Organisasi Himpunan Pendidik dan Faricha Ulva, mahasiswi Jurusan Biologi menyeleksi, mereka yang sudah mengajar Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Universitas Negeri Malang, menilai mereka 2 tahun yang mendapat insentif,” kata Ida, Dini (Himpaudi) Malang dan juga Wakil Ketua yang bukan berlatar pendidikan jurusan PAUD panggilan akrab Zubaidah. Himpaudi Jawa Timur. bisa saja terjun sebagai guru PAUD. “Asal Pos anggaran buat PAUD selama ini lebih Kendati begitu, komitmen Walikota Malang mau belajar, sebenarnya boleh juga kok” kata diprioritaskan untuk alat permainan edukatif Drs. Peni Suparto bersama istrinya Faricha, 22 tahun. (APE) dan aneka kegiatan peningkatan terhadap program PAUD Selain soal kualifikasi, Himpaudi juga kompetensi pendidik PAUD, berupa pelatihan, termasuk salah satu akan memperjuangkan peningkatan seminar maupun workshop. “Selain untuk APE, ya n g te r b i l a n g kesejahteraan pendidik PAUD. Saat kami juga telah memberikan dana rintisan dan bagus di Jawa ini rata-rata pendidik PAUD di sana dana operasional lain untuk masing-masing Timur. Hal itu cuma bergaji Rp 200.000-Rp 400.000 PAUD. Total dana yang sudah kami keluarkan tampak antara sebulan. “Dengan gaji yang sangat lebih dari Rp 500 juta,” Ida menambahkan. lain digelarnya kecil, bagaimana mereka bisa Zubaidah menilai komitmen Pemkot gebyar PAUD melanjutkan kuliah ke jenjang S-1,” Malang terhadap pengembangan bagus. tahun lalu. kata Mike yang juga Kepala TK Anak Semakin bermunculannya lembaga PAUD Menurut Saleh Malang. turut mendongkrak Angka Partisipasi Kasar catatan Mike berharap Pemerintah (APK) PAUD yang mendekati 60%. Forum Himpaudi, Kota Malang segera menggulirkan PAUD sendiri diketuai oleh Ny. Peni Suparto, kebijakan pemberian insentif terhadap istri Walikota Malang. Ia telah menggagas pendidik PAUD. Mike mencontohkan pelatihan untuk PKK yang akan dijadikan Pos Kabupaten Lumajang, sekali PAUD. pun kabupaten kecil tetapi Zubaidah mampu memberi insentif mUKTI ALI (malang) FO TO : SA IFU Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LA NA m LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 33 7/14/2007 10:44:45 AM
  • 36. Jawa Timur Rubrik Biasa FOTO: mUKTI ALI Bantuan pemerintah itu memang kecil. Hj. Hamida Fauzi mengikuti senam bersama PAUD Namun kesungguhan Pemkab menggalakkan PAUD patut diacungi jempol. Pasalnya, belum banyak kabupaten mau menggelontorkan dana APBD untuk pengembangan PAUD. “Kebijakan ini tak lepas dari dukungan Komisi D DPRD yang sangat mendukung program kami,” kata H. Achmad Fauzi, Bupati Lumajang. Meski kecil, naiknya insentif itu disyukuri para pendidik PAUD. Asal tahu saja, rata-rata PAUD di sana cuma memungut iuran siswa berkisar Rp 1.500-Rp 5.000 per bulan. Jika Lumajang satu PAUD cuma mendidik 20 anak, uang GERBANG MAS yang terkumpul hanya Rp 100.000. Buat ongkos penyelenggaran PAUD saja jauh dari mencukupi. Toh Rahayu, Ketua Himpaudi Kabupaten BERLIPAT 300 Lumajang bersyukur. “Senang sekali,” katanya sumringah. “Perhatian terhadap kesejahteraan pendidik PAUD sangat perlu, mengingat penyelenggara PAUD sendiri Pos PAUD berkembang sangat pesat. Menjadi jawaranya Bina tidak bisa memberikan insentif cukup,” Keluarga Balita tingkat nasional. Pemberian insentif sangat wanita yang juga Kepala PAUD Melati, diperlukan. Mengingat iuran Pos PAUD cuma lima ribu perak. Kecamatan Tempeh ini menambahkan. Perhatian Pemkab terhadap nasib pendidik T PAUD juga ditunjukkan dengan pemberian terintegrasi dengan PAUD yang digulirkan AHUN 2001 lalu, cuma ada satu Pos bingkisan tahunan, setidaknya menjelang pada 2004, merupakan rintisan Pemkab PAUD di Kabupaten Lumajang. Kini lebaran. Lumajang. Lumajang mendahuluinya dua tercatat tak kurang dari 26 Pos PAUD Aktivitas Himpaudi sendiri ditopang dana tahun lebih cepat. “Tahun 2002 kami pernah yang didukung sekira seribu pendidik. alakadarnya. Di antaranya iuran bulanan diminta pemerintah pusat memaparkan Menjamurnya Pos PAUD di sana seiring sebesar Rp 5.000 per lembaga. Dana untuk presentasi di Jakarta,” ujar Hj. Hamidah dengan bergulirnya program Gerbang Mas pelatihan masih mengandalkan bantuan dari Fauzi, Ketua Forum PAUD Kabupaten alias Gerakan Membangun Masyarakat Sehat Pemkab, pemerintah propinsi dan Depdiknas. Lumajang, yang juga istri Achmad Fauzi, pada 2002. “Dari satu Pos PAUD pada 2001 Aneka pelatihan itu amat dibutuhkan para Bupati Lumajang. bertambah menjadi lima pada 2002. Kini pendidik PAUD mengingat kualifikasi mereka Lumajang boleh berbangga lantaran sudah 26 Pos PAUD,” kata Drs Agus Eko, masih sangat rendah. Pendidik di Pos PAUD BKB mereka dinobatkan sebagai Juara I BKB Ketua Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas tak lain kader Posyandu. ”Rata-rata mereka Nasional pada 2004. Menjamurnya Pos PAUD Pendidikan Kabupaten Lumajang. berijazah SMP atau SMA,” kata Anita Endro, itu juga tak lepas dari kiprah Forum PAUD. Berseminya Pos PAUD di sekujur Lumajang Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Forum PAUD mengenalkan beragam Alat itu menurut Agus, tak lepas dari kepedulian Taman Kanak-Kanak Indonesia Kabupaten Permainan Edukatif (APE). ”APE juga kami bupati dan Forum PAUD. “Bersyukur sekali Lumajang. datangkan dari hasil kerjasama dengan salah kami memiliki pimpinan yang sangat peduli Butuh kerja ekstra keras bagi Lumajang satu perusahaan swasta di Lumajang,” kata dalam pengembangan pendidikan,” kata untuk memenuhi kualifikasi minimal Dra. Nurul Hartono, Wakil Ketua Forum PAUD Agus. pendidik PAUD yang harus memiliki ijasah Lumajang, yang merangkap Wakil Kepala Gerbang Mas sebenarnya lebih fokus pada S-1 atau D-4, seperti yang disyaratkan Forum PAUD Jatim. pembenahan perilaku hidup masyarakat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Pemkab Lumajang sendiri mengucurkan pedesaan. Simpul-simpul Gerbang Mas tentang Guru dan Dosen. “Tidak semudah dana buat APE sekitar Rp 250 juta. Sejak dipusatkan di Posyandu Gerbang Mas. Setiap membalikkan tangan memiliki guru-guru 2004, Pemkab juga memberi bantuan Posyandu mendapat dana rintisan sebesar PAUD yang semuanya berijasah S-1. Yang dana operasional kepada setiap Pos PAUD Rp 4 juta. Setiap desa rata-rata memiliki 2- paling penting bagi kami, mereka punya sebesar Rp 500 ribu/tahun. Selain itu, ada Posyandu. kemampuan tinggi mendidik anak usia dini. lagi kebijakan pemberian insentif bagi para Posyandu Gerbang Mas selain untuk Sabar, telaten dan teladan,” kata Hamidah pendidik PAUD. Besarnya Rp 40.000/bulan layanan kesehatan dikembangkan menjadi Fauzi. setiap pendidik. Mulai Juli ini, Pemkab penyelenggara PAUD melalui Bina Keluarga menaikkan insentif menjadi Rp 100.000/ Balita (BKB). Tidaklah berlebihan jika dibilang bulan. program nasional tentang Posyandu yang mUKTI ALI (Lumajang) 4 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 34 7/14/2007 10:44:51 AM
  • 37. Jawa Timur Rubrik Biasa R FOTO-FOTO: SAIFUL A atusan penggiat Pendidikan Anak Pelatihan guru PAUD Usia Dini (PAUD) menyesaki Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, 26 Juni lalu. Mereka merupakan sebagian dari anggota HIMPAUDI dan Forum PAUD setempat yang mengikuti kegiatan workshop tentang pembelajaran PAUD. Pembicara yang hadir antara lain Drs. Totok Isnanto, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Jawa Timur. PAUD di kabupaten yang berpenduduk sekitar 880.000 jiwa itu boleh dibilang berkembang pesat. Menurut Drs. Abdullah NGAwI Zaini, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan MENGGENJOT TARGET K a b u p a t e n N g a w i , p r o g r a m PAU D kini merupakan salah satu prioritas pembangunan pendidikan di daerahnya. “Setelah program wajib belajar 9 tahun SETIAP DESA selesai, kami sekarang memprioritaskan program wajib belajar 12 tahun dan PAUD,” ujarnya. PAUD di Ngawi berkembang pesat Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadikan program PAUD terutama dalam setahun terakhir. Hingga sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan. Tantangan Juni 2007, sudah berdiri 15 lembaga yang paling berat adalah guru suka keluar masuk lantaran PAUD nonformal yang tersebar di 20 honornya sangat kecil. desa dari 19 kecamatan. “Insya Allah, tahun 2008 seluruh desa di Ngawi punya PAUD. Inggris beberapa anak SD,” katanya. ”Tapi dipecah Rp 5 juta-an, sehingga berdiri Untuk meningkatkan mutu, pelaksanaan Baik Novita maupun Nurhidayati 40 PAUD. Ini untuk pemerataan,”katanya. pendidikan PAUD harus sesuai standar. Tidak sependapat bahwa tantangan paling berat Berkembangnya PAUD di Ngawi juga boleh sekedar mengumpulkan anak-anak terhadap pengembangan program PAUD tak lepas dari komitmen tinggi dan kerja ala kadarnya,” tegasnya. adalah kecilnya honor guru. Akibatnya, keras dari Forum PAUD dan HIMPAUDI Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah banyak guru PAUD keluar masuk, hanya setempat. Forum PAUD Kabupaten Ngawi Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi, Drs. sekedar sambilan. Jika sudah mendapat berdiri pada 2004. Ketuanya sekarang adalah Suroyo, menambahkan kucuran dana pekerjaan lain yang penghasilannya lebih Novita, seorang akuntan lulusan Politeknik rintisan dari pemerintah pusat yang besarnya menjanjikan, mereka cabut begitu saja. Rp 25 juta per lembaga sangat membantu Universitas Brawijaya Malang tahun 199. Di Kabupaten Ngawi terdapat sekitar pertumbuhan PAUD. Pada 2007 misalnya, Pembinanya adalah Ibu Bupati Ngawi. 1000 guru PAUD, semuanya honorer. Sekitar ada kucuran untuk 8 lembaga. Novita yang lahir di Ngawi, 8 November 70% adalah lulusan SMA sederajat. Lantaran 1972, sejak beberapa tahun terakhir ini mereka sering keluar masuk, jika diundang mengelola PAUD, yaitu Modern School. rapat yang datang sering berganti-ganti. “Ini Lembaga ini merupakan salah satu PAUD sebenarnya tidak bagus bagi keberlanjutan unggulan dan memiliki sarana lengkap. Pada program,” kata Nurhidayati. Juni 2007, PAUD (Taman Kanak-kanak dan Pemerintah kabupaten Ngawi mulai Kelompok Bermain) tersebut memiliki 112 memberi perhatian. Misalnya mulai 2007 murid dan 15 guru. diberikan insentif Rp100.000 per bulan bagi Sedangkan Ketua HIMPAUDI Kabupaten 112 guru terpilih. Novita dan Nurhidayati Ngawi adalah Dra. Nurhidayati, seorang berharap agar ke depan pemerintah memberi sarjana sarstra Inggris lulusan Universitas perhatian besar terhadap kesejahteraan Sebelas Maret Surakarta tahun 2004, yang guru-guru PAUD. Kalau mereka keluar kemudian juga terjun menggeluti PAUD. masuk, tentu yang dirugikan anak-anak Lajang kelahiran Ngawi, 4 Februari 1979 juga. Padahal mencari pendidik PAUD yang itu mengajar di PAUD HARUM (Harapan bagus dan memiliki komitmen tinggi tidak Ummat). Sebulan ia dibayar Rp 125.000. Kepala Dinas gampang. “Tentu tidak cukup, tapi saya senang Abdullah Zaini, awi Jawa Timur Pendidikan Ng mengajar anak-anak PAUD. Untuk menutupi kebutuhan, saya memberi les bahasa SAIFUL ANAm 5 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 35 7/14/2007 10:44:58 AM
  • 38. Papua Jayapura FOTO-FOTO: SAIFUL A MEMPERKOKOH FONDASI NKRI MELALUI PAUD Program PAUD di Papua berkembang pesat. Yayasan-yayasan keinginannya untuk merdeka. Beragam pendidikan keagamaan, terutama Kristen dan Katholik, berperan cara selama ini dilakukan pemerintah sangat penting menjangkau layanan pendidikan hingga ke pelosok Indonesia untuk meredamnya, terutama bertumpu pada pendekatan politik dan kampung. Kondisi geografis yang dijejali daerah pegunungan, keamanan. Sejauh ini masih bisa diatasi rumah tinggal penduduk yang berjauhan, beragamnya suku dan sehingga ketiga daerah tersebut masih bahasa, ditambah kondisi ekonomi yang masih menyedihkan, dalam pangkuan Republik Indonesia membuat model pendidikan nonformal seperti PAUD lebih cocok (RI). di Papua. Program PAUD juga bisa menjadi wahana efektif untuk Berbagai kajian sosial, ekonomi, dan politik selama ini banyak dilakukan memperkokoh rasa nasionalisme sejak dini. untuk menganalisa dan memetakan A persoalan kronis di tiga daerah itu. Paling setempat, digelar suguhan tarian yang roma gerakan separatis dalam mutakhir, para pakar dan praktisi bidang mengibarkan bendera Bintang Kejora. beberapa hari di akhir Juni hingga pendidikan, terutama Pendidikan Anak Berikutnya, di Aceh muncul deklarasi awal Juli 2007 tampak mencuat Usia Dini (PAUD), juga melontarkan solusi p embentukan partai Gerakan Aceh kembali. Simak saja, saat Presiden Susilo untuk memperkokoh fondasi Negara Merdeka (GAM). Gerakan separatis sedang Bambang Yudhoyono menghadiri puncak Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). unjuk gigi? acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) Dari sudut pandang pendidikan, Boleh jadi begitu, dan hal ini tentu di Ambon, Maluku, akhir Juni, dikejutkan suburnya gerakan yang berusaha cukup merisaukan para petinggi politik oleh manuver tarian cakalele yang memisahkan diri dari NKRI itu lantaran dan keamanan di Jakarta. Tiga daerah mengibarkan bendera RMS (Republik kurangnya pengenalan Indonesia sejak tersebut, Maluku Selatan, Papua, dan Maluku Selatan). Beberapa hari kemudian, usia dini. Oleh karena itu kehadiran Aceh, memang sudah lama sebagian kejutan datang dari tanah Papua. Dalam PAUD bukan semata-mata untuk masyarakatnya mendengungkan pertemuan tokoh masyarakat adat 6 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 36 7/14/2007 10:45:03 AM
  • 39. Papua Muh. Yusuf James Modow, Kadinas Papua PAUD. Pola bermain yang dikembangkan baik Kristen, Katholik, Islam, maupun mengembangkan seluruh daya dan mencerminkan simbul-simbul Indonesia, agama lain sangat berperan dalam potensi yang dimiliki anak, tetapi juga misalnya lagu kebangsaan, bendera penyelenggaraan pendidikan di Papua. memupuk rasa nasionalismenya sejak merah putih, dan lain-lain. “Sehingga Yayasan-yayasan itulah yang menjadi dini. anak-anak sejak dini sudah dipupuk rasa ujung tombak dan berada di barisan Semangat itu kini menggelora dalam cinta tanah air,” paparnya. terdepan dalam menakhlukkan medan rangkaian program PAUD di Papua, Yusuf menambahkan, Gubernur geografis Papua yang sangat berat. Peran provinsi paling timur Indonesia yang Papua Barnabas Suebu dan Kepala Dinas gereja sangat dominan lantaran sekitar berpenduduk sekitar 2 juta jiwa dan Pendidikan dan Pengajaran Papua Drs. 70% penduduk Papua beragama Kristen memiliki kurang lebih 200 suku dan James Modow, M.Mt, punya perhatian dan Katholik. Kalau hanya mengandalkan bahasa. Sebagaimana dikemukakan tinggi terhadap PAUD. “PAUD juga aparat pemerintah, jelas tidak akan Drs. Muhammad Yusuf, mantan Kepala sejalan dengan program Pak Gubernur mampu tertangani. Subdin Pendidikan Luar Sekolah Dinas berupa turun kampung ke pelosok- Ia menegaskan, kehadiran program Pendidikan dan Pengajaran Provinsi pelosok. Juga senafas dengan cita-cita PAUD sejalan dengan prioritas Papua yang baru diganti awal Juni 2007 Pak Gubernur yang ingin menjadikan pembangunan di Papua saat ini, yaitu lalu, untuk menggelorakan semangat anak-anak Papua cerdas dan gemilang perbaikan makanan dan gizi, pendidikan, ke-Indonesiaan dan memperkokoh pada 2025,” katanya. dan kesehatan. ”Kita jadikan PAUD sebagai fondasi NKRI sejak Provinsi Papua terdiri dari 20 program yang terpadu dengan perbaikan dini itu dilakukan kabupaten/kota. Kata Yusuf, pada makanan dan gizi serta kesehatan. Jadi dengan cara 2005 saat ia mengawali tugasnya tidak berdiri sendiri,” katanya. memperkenalkan sebagai Kepala Subdin PLS, program Ia menambahkan, tak kurang dari simbul-simbul PAUD baru bergulir di enam 10 lembaga donor sudah menyatakan nasional sejak kabupaten/kota, yaitu Merauke, siap membantu. ”Kita akan menjadikan di lembaga Jayapura, Nabire, Biak, Serui, dan program PAUD ini sebagai primadona,” Kota Jayapura.“Sekarang di seluruh tegas pria kelahiran 26 Desember 1949 kabupaten/kota sudah ada PAUD-nya. itu. Bahkan di beberapa kabupaten sudah Simson Rombekwan, Kepala Seksi menjangkau sampai ke kecamatan. Yang Kurikulum, Subdin Pendidikan Dasar paling maju di Kabupaten Jayapura, dan Menengah, Dinas Pendidikan berkat peran maksimal dari Ibu dan Pengajaran Provinsi Papua, juga Bupati Habel,” ujarnya. membenarkan peran yayasan-yayasan pendidikan keagamaan tersebut. Ribuan SD dan SMP didirikan oleh mereka hingga Peran Gereja ke pelosok-pelosok. Jika program PAUD digenjot, maka akan berimplikasi positif Sekretaris Daerah Provinsi pada kenaikan angka partisipasi anak Papua, Drs. Tedjo Suprapto, mengikuti pendidikan dasar. menambahkan yayasan- Tedjo Soeprapto, yayasan pendidikan Sekda Papua berbasis keagamaan SAIFUL ANAm (Jayapura) 7 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 37 7/14/2007 10:45:20 AM
  • 40. Papua HIMPAUDI DAN FoRUM PAUD H IMPAUDI Provinsi Papua didirikan sejak 2006, diketuai oleh Ny. Kostafina Bona Suwae, S.Sos. Wanita kelahiran Serui, 22 Agustus 1952, itu juga istri dari Bupati Jayapura, Habel Melkias Suwae. Karena itu ibu enam anak tersebut akrab dipanggil Mama Habel. Secara jujur Kostafina belum mengetahui persis jumlah pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini di Papua, karena sedang dilakukan pendataan. Meski begitu, kata dia, tantangan yang dihadapi para pendidik pada umumnya adalah minimnya kesejahteraan dan kualifikasinya yang pada umumnya hanya lulusan SMP dan SMA. Bahkan ada pula sebagian yang lulusan SD. Dari pengamatannya, organisasi HIMPAUDI yang paling aktif melakukan kegiatan adalah Kabupaten Jayapura. Lembaga PAUD-nya juga sudah berjibun. Dari 25 kecamatan di Kabupaten Jayapura, semuanya sudah memiliki PAUD. Sementara Forum PAUD Papua didirikan pada 2003. Ketuanya adalah Pdt. Yuweni, tokoh masyarakat Papua. Sarah Mohari, SE, dipercaya sebagai Sekretaris. Sarah sehari-hari bekerja di Subdin Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua. Sejauh ini, kerjasama dengan HIMPAUDI berjalan bagus. ”Kalau ada apa-apa, kami gampang sekali berkomunikasi dengan Mama Habel. Melakukan kegiatan apapun, mulai dari memberikan pelatihan hingga menggelar acara gebyar anak, kami selalu bergandengan tangan, ” ujar Sarah. Ia menambahkan, dari 20 kabupaten/kota di Provinsi Papua, Forum PAUD dan HIMPAUDI Sarah Mohari baru ada di lima kabupaten/kota. Lainnya masih Ny. Kostafina Bona Suwae, S.Sos dalam proses pembentukan. PAUD KASIH MAMA D inas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua tidak main-main dalam menggarap program PAUD. Untuk memberi contoh, didirikan lembaga PAUD di samping kantornya, yang diberi nama PAUD Kasih Mama, di Jl Tanjung Ria Jayapura. PAUD ini dibina bersama KORPRI Provinsi Papua. Penanggung jawabnya adalah Siti Amanah, staf di Subdin Pendidikan Luar Sekolah, Dinas P dan P Provinsi Papua. Menurut Amanah, PAUD Kasih Mama memiliki 30 murid dan empat guru. Murid-muridnya campur, ada yang asli keturunan Papua, ada pula yang keturunan pendatang. Empat gurunya adalah Mellinda, Herlin, Regina Yaung, dan Ria. Semua gurunya swasta, dibayar Rp 500.000 per bulan. PAUD Kasih Mama berdiri pada 15 Juni 2005. Sarana bermainnya lumayan lengkap. ”Bagi penyelenggara PAUD baru yang ingin tahu bagaimana mengelolanya, bisa melihat ke tempat kami,” ujar Amanah 8 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 38 7/14/2007 10:46:19 AM
  • 41. Papua PAUD. Dikiranya anak-anak yang di Jayapura. Seluruh muridnya asli anak GAIRAH datang ke lembaga PAUD hanya keturunan Papua, tidak ada pendatang. main-main. Mereka belum melihat PAUD BUMI PAUD sebagai kebutuhan. Oleh Robert Mariyan karena itu kami sering turun ke Ketua Yayasan Fajar Papua dan Pengelola kabupaten, kecamatan, bahkan PKBM Fajar Papua sampai ke kampung-kampung, untuk CENDRAWASIH meyakinkan pentingnya PAUD. Sekarang kami sedang mendirikan Robert Mariyan dua PAUD yang dibina oleh PKK, keduanya di Kabupaten Jayapura. Ini FOTO-FOTO: SAIFUL A Model pendidikan nonformal, jadi semacam uji coba. Setelah itu kami akan mendirikan di kabupaten/ termasuk PAUD, dipandang sangat kabupaten lain. cocok dikembangkan di Papua. Tantangan yang dihadapi beragam. Viktor Tebai Berikut cuplikan gambaran yang dari sejumlah penggiat PAUD, baik dari Penilik Pendidikan Luar Sekolah dan Pengelola Pusat Kegiatan aparat pemerintah maupun swasta. Belajar Masyarakat (PKBM) Simapitoa Jayapura Di Papua cukup banyak PKBM, karena model pendidikan nonformal memang sangat cocok di sini. Di distrik Jayapura Utara saja, tempat saya bertugas sebagai penilik, hingga Juni 2007 sudah berdiri 11 PKBM. Aktivitas PKBM itu bermacam- Yayasan dan PKBM yang saya kelola itu macam, mulai dari pemberantasan buta berdiri pada 10 November 2002. Melalui dua aksara, pendidikan kesetaraan, kursus lembaga itu, saya ingin ikut memberikan keterampilan, dan PAUD. andil dalam mewujudkan generasi Papua Tantangan yang dihadapi PKBM yang cerdas dan diperhitungkan. Saya beragam. Pada umumnya sarana dan juga mengajar di SMA Negeri I Nembora, prasarananya kurang memadai. Honor Kabupaten Jayapura. tutornya juga kecil. Selain itu, harus kerja Fokus kegiatan kami adalah pemberdayaan keras merayu masyarakat agar mau ekonomi masyarakat, pendidikan nonformal, memanfaatkan PKBM. dan advokasi bidang kesehatan. Khusus pendidikan nonformal, kami fokus pada Khusus PAUD, kami punya 1 murid, garapan program PAUD. Jumlah muridnya berdiri sejak 2005 lalu. PKBM yang saya 50, gurunya empat. Kami mendirikan PAUD kelola ini berada di tengah masyarakat yang tinggal di pegunungan tengah itu sejak 200. Selain itu, kami juga membina dua Satuan PAUD Sejenis (SPS) Beka Ramandey di bawah naungan g e re j a . D u a PAU D Beka Ramandey tersebut adalah Talenta Wakil Ketua III PKK Provinsi Papua Nembora dan Cahaya Kasih. Masing-masing Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VI PKK jumlah muridnya 65 Provinsi Papua, Juni 2006 lalu, memutuskan dan 54. Guru yang program PAUD sebagai salah satu prioritas. mengajar di Talenta Kami merancang agar penggarapannya Nembora empat orang, sampai ke tingkat distrik (kecamatan). sedangkan Cahaya Tantangan paling berat yang kami hadapi Kasih tiga orang. dalam menyosialisasikan program PAUD Saya tertarik selama ini adalah banyak masyarakat yang Viktor Tebai mengelola PAUD karena belum memahami manfaat dan pentingnya 9 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 39 7/14/2007 10:46:52 AM
  • 42. Papua melalui dana rintisan. Belum termasuk yang persoalan utama yang dihadapi masyarakat dekat kami jutga akan membuka PAUD. diusahakan yayasan-yayasan swasta. Ke Papua adalah mereka jauh tertinggal dari depan akan kami perbanyak lagi. para pendatang dalam segala hal. Untuk Anton Wiama mengangkat derajat anak-anak Papua, tidak Kepala Subdin Pendidikan Luar Sekolah ada rumus lain kecuali melalui pendidikan, Markus Kilungga (PLS) Dinas Pendidikan Kabupaten Boven dan harus dimulai sejak PAUD. Digul Ketua Yayasan Pelayanan Antar Budaya Kabupaten Boven Digul merupakan Yayasan yang kami pimpin beroperasi di Magdalena Sape pemekaran dari Kabupaten Merauke, sejak Kabupaten Jayawijaya. Awalnya kami hanya Pamong Belajar BPKB (Balai 200. Sebagaimana orang Papua pada fokus pada pemberantasan buta aksara. Ada Pengembangan Kegiatan Belajar) Papua 7 kelompok buta aksara yang dan Pengelola PKBM Karya Kasih Jayapura kami tangani. Pembelajarannya Tantangan pendidikan di Papua, khususnya berlangsung di gereja-gereja, karena Anton Wiama pendidikan nonformal, sungguh berat dan kami bekerjasama dengan yayasan- banyak. Soalnya masyarakatnya beragam, yayasan pendidikan Kristen dan dan tanahnya bergunung-gunung. Tapi Katholik. kita melakukannya enjoy saja, tidak terlalu Tetapi setelah saya amati, dipikirkan. Termasuk dalam membina PAUD. program pemberantasan buta Di BPKB Papua ada 20 pamong belajar. aksara itu sering terhambat karena Pendidikan nonformal memang banyak peserta program ini kerap diganggu diminati. Pendidikan kesetaraan, terutama oleh anak-anaknya. Kebanyakan PAKET C, misalnya, dari tahun ke tahun terus pesertanya memang ibu-ibu, dan meningkat. Umumnya untuk bekal cari kerja banyak di antara mereka yang atau naik golongan kepangkatan. Yang paling membawa anak-anak usia 0-7 tahun. berat adalah memberantas buta aksara, Kalau anak-anaknya mengganggu karena medan yang dihadapi sangat berat, orangtuanya, otomatis mereka tidak naik turun gunung. bisa konsentrasi dalam belajar. PKBM yang saya kelola berdiri tahun Oleh karena itu, kami kemudian 2006. Program utamanya adalah pendidikan berpikir sekalian saja dibuka PAUD. kesetaraan dan pemberantasan buta aksara. Dari 7 kelompok buta aksara, kami Total jumlah tutornya 29 orang, terdiri dari sudah membuka 0 PAUD. Kami masing-masing 8 tutor Paket A dan B, 10 tutor menargetkan sampai akhir tahun ini Paket C, dan tutor keaksaraan. Dalam waktu seluruh kelompok buta aksara sudah umumnya, kami masih jauh tertinggal. Kami ada PAUD-nya beruntung dipimpin Bupati Yusak Yaluwo, SAIFUL ANAm (Jayapura) SH, M.Si, yang sangat peduli terhadap Magdalena Sape pembangunan pendidikan, termasuk PAUD. Tantangan paling berat, khususnya PAUD, adalah anak-anak yang tinggal di desa banyak Markus Kilungga yang mengikuti tradisi orangtuanya hidup berpindah-pindah. Mereka menggantungkan diri dari hasil hutan. Kalau mencari nafkah di hutan, anak-anaknya dibawa. Kalau yang tinggal di kota kecamatan masih bagus, karena orangtuanya tidak pindah-pindah. Berangkat pagi ke hutan, sore kembali ke rumahnya. Pendidikan SD juga menghadapi tantangan yang sama. Bahkan kalaupun masih sempat sekolah, paling banter sampai kelas III. Karena itu buta aksara di Boven Digul tinggi, saat ini sekitar 58.000 orang. Begitu beratnya tantangan yang kami hadapi, sehingga kami baru bisa merintis pendirian 8 PAUD. Ini yang diusahakan oleh pemerintah 40 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 40 7/14/2007 10:47:05 AM
  • 43. Papua Para tokoh agama di Papua juga DOK. DIT. PAUD mendirikan yayasan-yayasan agama, yang di dalamnya mencakup pendidikan. Karena itu, yayasan-yayasan pendidikan Kristen-Katholik di Papua usianya sudah sangat tua. Bahkan mereka umumnya lebih diterima masyarakat ketimbang pendekatan yang dilakukan oleh aparat pemerintah. Begitu pula dalam Yayasan Pendidikan penyelenggaraan PAUD, keberadaan yayasan-yayasan pendidikan Kristen- Kristen – Katholik Katholik berperan sangat besar. Hampir UJUNG TOMBAK setiap gereja memiliki Sekolah Minggu. Di Papua ada puluhan yayasan berbasis agama dan pendidikan. Misalnya Yayasan PENDIDIKAN Gereja Advent, Yayasan Gereja Bethel, Yayasan Gereja Baptis, Yayasan Gereja Injili di Indonesia, Yasayan Gereja Bethel Indonesia, Yayasan Pendidikan Katholik Kristus Radja, dan lain-lain. Menurut John Piter Ayomi, pengurus Yayasan Pendidikan Kristen dan Katholik sangat berperan dalam Jemaat Protestan-Pantekosta Jayapura, pembangunan dan penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Papua, Sekolah Minggu itu diperuntukkan bagi termasuk Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD yang diselenggarakan anak-anak usia -18 tahun. Materi yang oleh mereka berbasis di gereja-geraja, dikenal dengan Sekolah diajarkan adalah pendidikan agama. Minggu. Di Papua diperkirakan terdapat ribuan Sekolah Minggu yang melekat di gereja. J sebutan Bumi Cendrawasih memang ika Anda ke Jayapura, Papua, sempatkan Dalam satu sekolah terdiri dari kurang lebih dikenal sebagai basis agama Nasrani memandang bukit menjulang yang 0 murid. (Kristen-Katholik). Diperkirakan kurang bertengger di punggung pusat kota. Di Martehn Tanati, Kepala Subdin lebih 70% penduduk provinsi paling timur atas bukit yang berdiri tegak di bibir Teluk Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Indonesia yang berjumlah sekitar dua juta Yoteva itu tertulis “Jayapura City”, yang Kota Jayapura penambahkan, Sekolah jiwa itu beragama Kristen dan Katholik. di sampingnya dipampang simbul salib Minggu itu dibagi dalam beberapa berukuran raksasa. Jika malam tiba, lampu Sisanya yang 0% Islam, Budha, Hindhu, kelompok. Usia – 5 tahun adalah Kelompok kerlap-kerlip yang mengelilingi tulisan dan lain-lain. Wajar jika gereja dan simbul- Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK). dan simbul salib tersebut menambah simbul agama Kristen dan Katholik mudah Usia 6 – 8 tahun disebut kelompok Anak keindahan kota. dijumpai di berbagai tempat. Kecil. Usia 9 -11 tahun dikenal dengan nama Ya, Papua yang Sejak dikangkangi penjajah Belanda, Kelas Tanggung. “Sedangkan kelompok dikenal pula dengan Papua memang usia 12-15 tahun Kelas Remaja, dan umur menjadi basis 16-18 tahun Kelas Al-Kitab,” kata Tanati penyebaran agama yang juga menjadi pimpinan di sebuah Kristen dan Katholik. Sekolah Minggu. Zending dan Tambah bahwa sebelum digulirkannya Misionaris, penyebar program PAUD oleh Departemen agama Nasrani, sejak Pendidikan Nasional, yayasan-yayasan dulu hingga kini pendidikan Kristen dan Katholik di Papua berperan penting sudah mendidik anak-anak usia dini. Hanya m NA dalam berbagai aktivitas saja yang diajarkan murni keagamaan. LA IFU SA TO: kehidupan masyarakat Kehadiran PAUD kini justru memperkuat -FO O FOT Papua, termasuk keberadaan mereka. “Program PAUD yang pendidikan. Hingga kini digulirkan pemerintah bisa dipadukan para juru dakwah agama dengan kurikulum di sekolah-sekolah Nasrani itu rajin keluar minggu,” kata Piter. PAUD dan Sekolah masuk pelosok kampung, Minggu pun tampak saling memperkuat. menggunakan pesawat Marthen Tanati capung. John Piter Ayomi SAIFUL ANAm 41 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 41 7/14/2007 10:47:19 AM
  • 44. Papua berdiri sejak 2005. Ini adalah FOTO: SAIFUL A satu-satunya PAUD berbasis NU di Kota Jayapura. PAUD Kartika Aswaja Jayapura boleh dibilang merupakan PAUD terbaik yang dikelola Muslimat NU di Papua. Fasilitasnya lengkap. Gedungnya dibangun atas upaya dari sejumlah pengusaha muslim di Papua. “Bu Khofifah pernah berkunjung ke sini pada tahun 2005, memberi semangat pada kami,” kata Rubiati, yang sudah punya 10 cucu dari lima anaknya itu. Khofifah Indarparawangsa adalah Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU. “Masyarakat muslim Jayapura, khususnya yang berlatarbelakang NU, ingin agar anak-anaknya sejak dini sudah mengenal Islam. Karena itu PAUD Kartika Aswaja bukan sekedar mendidik anak belajar sambil bermain, tapi juga menanamkan nilai-nilai Islam,” tegas Rubiati yang bersuamikan H. muslimat Nahdlatul Ulama Slamet itu. Seluruh murid PAUD Kartika Aswaja MEMBENTENGI yang berjumlah 4 anak itu memang beragama Islam dan semuanya keturunan warga pendatang. Kendati begitu, Rubiati ANAK-ANAK SEJAK DINI sudah berancang-ancang akan membuka PAUD yang diperuntukkan bagi anak-anak non muslim dan asli Papua. Lokasinya berdampingan dengan PAUD Kartika Organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, tak Aswaja. Kalau ada dua PAUD berbasis Islam dan mau ketinggalan dalam penyelenggaraan PAUD di Papua. Melalui Nasrani dalam satu kompleks apakah nanti Muslimat Nahdlatul Ulama, NU mendirikan sejumlah PAUD berbasis tidak potensial menimbulkan benturan? Islam. “Insya Allah tidak ada apa-apa. Justru kami ingin menanamkan pemahaman dan saling S sebuah SMP di Jayapura. menghargai perbedaan beragama itu sejak ungguh beruntung Muslimat NU Setelah cukup kenyang mengajar dini,” ujarnya. memiliki seorang kader berkualitas matapelajaran Pendidikan Moral Hingga Juni 2007, di seluruh Irian dan militan seperti Hj. Rubiati. Wanita Pancasila(PMP) di SMP, ia kemudian Jaya (Papua dan Irian Jaya Barat) sudah kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 14 Desember ditarik menjadi pengawas sekolah di Dinas terdapat 15 PAUD yang dibina Muslimat 1951 itu merupakan tokoh penting dalam Pendidikan dan Pengajaran Kota Jayapura, NU. Khofifah, seperti ditirukan Rubiati, pengembangan dan penyelenggaraan sejak tahun 2000. berharap agar seluruh kabupaten/kota di pendidikan anak usia dini berbasis NU di Selain berstatus PNS, Rubiati juga Irian Jaya nantinya memiliki minimal satu Papua. aktif di organisasi Muslimat NU. Ia kini PAUD yang dibina Muslimat NU. Rubiati merantau ke Jayapura pada dipercaya sebagai Wakil Ketua Muslimat Rubiati berharap agar ke depan 1970, setelah lulus dari SPG Negeri NU Kota Jayapura dan Ketua Yayasan pemerintah lebih memperhatikan Kudus tahun 1969. Ia kemudian menjadi Pendidikan Muslimat NU Provinsi Papua. kelangsungan PAUD, terutama honor bagi guru berstatus pegawai negeri sipil. Ia Sebagai pimpinan yayasan pendidikan guru-gurunya juga melanjutkan pendidikannya di D-1 NU, ia dipercaya mengelola PAUD Kartika Universitas Cenderawasih , lalu ke D-2 SAIFUL ANAm Aswaja (Ahlussunnah Waljamaah) Jayapura, Universitas Terbuka. Ia lama mengajar di 42 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 42 7/14/2007 10:47:22 AM
  • 45. Papua FOTO: SAIFUL ANAm Aisyiah Muhammadiyah sudah lama berkiprah dalam pendidikan anak usia dini di Papua, melalui Taman Kanak-kanak (TK). Animo masyarakat tinggi, sehingga setiap tahun menolak murid. Tahu diri berdiri di tenga-tengah dominasi masyarakat Nasrani. Aisyiah muhammadiyah SETIAP TAHUN MENOLAK MURID S sekitar 60 TK Aisyiah (PAUD formal). Dari pimpinan Muhammadiyah Jayapura, untuk ebagai organisasi massa Islam, jumlah itu, yang punya KB ada 6 TK. Jumlah membantu mengajar di TK Aisyiah Bustanul Muhammadiyah tampak sangat ini memang lebih banyak dibanding punya Athfal, menggantikan seorang guru yang gencar melebarkan sayapnya di Muslimat NU. Ke depan bahkan Aisyiah tengah melahirkan. ”Saya bilang, saya tidak bidang pendidikan di Papua. Organisasi merencanakan untuk mendirikan PAUD (TK punya bakat mengajar. Tapi kata beliau dicoba Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta plus KB) minimal satu di setiap kabupaten/ dulu. Akhirnya saya mulai mengajar pada Mei oleh KH Achmad Dahlan pada tahun 1912 kota. 1979,” ujarnya. itu salah satu bidang garapannya memang Dari sekitar 60 PAUD Aisyiah di Irian Jaya, Rupanya, bergumul dengan anak-anak pendidikan. Ribuan lembaga pendidikan TK/PAUD Bustanul Athfal yang beralamat membuatnya merasa cocok. Ia kemudian Muhammadiyah, mulai dari Taman Kanak- di Jl. Gerilyawan, Abepura, Jayapura, boleh diangkat menjadi guru tetap, sejak 1985. kanak (TK) hingga perguruan tinggi tersebar dibilang paling maju. Sarananya paling Posisinya semakin mantap lantaran ia di pelosok Nusantara. Selain itu, usahanya lengkap. Hal itu juga diakui oleh Suhaebah, dipercaya menjadi kepala TK. Kini di PAUD di bidang kesehatan dengan mendirikan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Provinsi tersebut terdapat 12 guru TK dan KB. rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah juga Papua. Ia menambahkan, di Jayapura ada 11 Sebagai pimpinan PAUD berbasis Islam tumbuh subur. PAUD Islam, masing-masing dua milik Aisyiah, yang berada di tenga-tengah mayoritas Muhammadiyah memiliki organisasi satu punya Muslimat NU (TK Kartika Aswaja), masyarakat Kristen dan Katholik, Martini wanita, yaitu Aisyiah Muhammadiyah. Di Irian sisanya dikelola oleh Yayasan Pendidikan mengaku harus tahu diri. Misalnya kalau ada Jaya (Provinsi Irian Jaya Barat dan Papua), Islam (YAPIS). liburan hari-hari tertentu bagi umat Kristiani, Aisyiah mempunyai 14 cabang. Khusus di PAUD Bustanul Athfal dikepalai oleh maka harus ikut libur. “Kalau tidak bisa kurang Jayapura, kiprah Aisyiah Muhammadiyah Ny. Martini. Wanita kelahiran Purworejo, enak,” katanya. dalam menggarap pendidikan anak usia Animo masyarakat yang memasukkan dini sudah lama, yaitu sejak 197 dengan Jawa Tengah, 10 Januari 195 itu merantau ke PAUD Bustanul Athfal dari tahun ke tahun mendirikan TK. Sejak 2006, TK Aisyiah ”Bustanul ke Jayapura sejak 1974, setelah lulus dari terus meningkat. Setiap tahun pasti menolak Athfal” tersebut juga mendirikan Kelompok Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA) murid lantaran daya tampungnya cuma 200 Bermain (KB). di Purworejo. Di Jayapura, Martini yang anak anak. “Kami sebenarnya ingin menambah Menurut Atmiati, anggota Majelis bungsu dari delapan bersaudara pasangan daya tampung, tapi lahannya terbatas,” Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Prawiroredjo dan Siti Khotijah itu ikut kakaknya ujarnya Wilayah Aisyiah Provinsi Papua, di seluruh yang sejak 1962 sudah tinggal di sana. Irian Jaya (Irian Jaya Barat dan Papua) terdapat Pada 1979 Martini diminta Hasan Chasmali, SAIFUL ANAm 4 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 43 7/14/2007 10:47:24 AM
  • 46. Jakarta punya kebijakan bahwa setiap orang GOLDEN AGE DI FOTO-FOTO: AYU N.A bisa jadi kader PKK. Ini didukung oleh dikeluarkannya SK Gubernur DKI Jakarta tentang Penyelenggaraan Pendidikan LAHAN SEMPIT Formal dan Nonformal,” papar Novida tentang penyebab pesatnya pertumbuhan PAUD di kota metropolitan ini. Agar nantinya perkembangan dan pertumbuhan PAUD tidak “menyerobot” pertumbuhan TK di DKI Jakarta, dibuatlah kebijakan. ‘’Daerah yang tanpa TK bisa membuka Kelompok Bermain,” ucap Novida. Warga tak hanya terlibat dan turun tangan langsung sebagai pengelola. Mereka Ruang belajar BKB PAUD Agung 02, Kecamatan Taman juga bisa sebagai orangtua murid. Mereka Sari, Jakarta Barat--berada tak segan menyumbang semacam iuran di lingkungan kumuh, padat bulanan. Jumlahnya cukup variatif. penduduk Biasanya iuran ini digunakan untuk kebutuhan operasional PAUD. Mengingat, Angka partisipasi kasar (APK) PAUD mencapai 52,9% dari sekitar 1 kebanyakan yang berdiri adalah PAUD yang juta jiwa anak usia dini. Sebanyak 60% dana pengembangan PAUD terintegrasi dengan Bina Keluarga Balita, untuk PAUD nonformal. alias BKB, yang diselenggarakan oleh ibu-ibu PKK di masing-masing wilayah. Terhadap hal “L ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak lepas segala sumber dayanya untuk mendidik AHANNYA belum memadai, tapi dukungan. Kucuran bantuan juga mengalir kaum belia di Ibu Kota. kami tak bisa menunggu lama. lewat APBN dan APBD. Bang Yos, sapaan akrab Sutuiyoso, yang Anak-anak ini butuh sekolah,” Melalui APBD, dana yang dianggarkan tak lama lagi lengser dari kursi gubernur, ucap Neneng Suryati, pendidik untuk anak khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini mengajak bawahannya plus istri-istri mereka usia dini di Kecamatan Taman Sari, Jakarta (PAUD) tahun 2007 ini sebesar Rp 1,529 untuk menggalakkan Pendidikan Anak Usia Barat. Di lingkungan kumuh dan padat miliar. “Porsinya lebih banyak untuk PAUD Dini, biasa disingkat PAUD. Walikota beserta penduduk ini, sekolah untuk anak usia dini nonformal, yakni 60% dari keseluruhan dana istri, demikian pula camat dan lurah, semua didirikan. khusus untuk PAUD ini,” ungkap Novida. diajak serta. “Kami ingin mempercepat jalur Usia emas hanya datang sekali, tatkala Kontribusi pemerintah provinsi juga sosialisasi, pertumbuhan, dan peningkatan manusia berusia teramat belia: 0-6 tahun. mengalir lewat Dinas Pendidikan Dasar mutu PAUD itu sendiri,” ungkap Dra. Novida Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, tak mau DKI Jakarta, berupa pelatihan untuk kader S, M. Pd, Kepala Seksi PAUD, Subdinas usia penting itu lewat begitu saja bagi tenaga pendidik PAUD. Walaupun frekuensi Pendidikan Luar sekolah, Dinas Pendidikan warganya. Ia pun mengerahkan pelatihannya hanya setahun sekali, jumlah Dasar DKI Jakarta. pesertanya selalu meningkat. Tahun 2006 Kini, di DKI Jakarta telah ada 500-an . Pd, Rita Rosmala, M lalu, pesertanya hanya 150 orang tenaga rta PAUD yang beroperasi. Mereka tersebar di Himpaudi Jaka wakil Ketua pendidik PAUD. Namun untuk 2007 ini kuota lima kotamadia plus Kabupaten Kepulauan peserta pelatihan ditingkatkan menjadi dua Seribu. Data angka partisipasi kasar kali lipat. terakhir menunjukkan, angka 52,9% Pemberian bantuan alat permainan dari sekitar 1 juta jiwa anak usia dini ikut eduk atif (APE) juga berjalan setiap berpartisipasi. tahun. Selain itu, pembinaan Kerangka Animo masyarakat tentang pentingnya Pengembangan Kurikulum PAUD (KPKP) PAUD di kota metropolitan cukup tinggi. dan pelatihan penyeragaman model Bisa dilihat dari dukungan penuh penyelenggaraan PAUD juga diselenggarakan para lurahnya dalam meningkatkan Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta. pertumbuhan PAUD di daerahnya Depar temen Pendidikan Nasional masing-masing. Mereka bahkan punya juga membantu. Melalui Direktorat PAUD target, setiap RW punya minimal satu dikucurkan dana dekonsentrasi untuk lembaga PAUD nonformal. Gerakan ini PAUD nonformal, sebesar Rp 2, 787 miliar. makin efektif, karena melibatkan istri “Dana ini kami gunakan untuk pengadaan mereka sebagai kader PKK. buku-buku PAUD, program sosialisasi, dan “Pemerintah DKI Jakarta memang 44 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 44 7/14/2007 10:47:43 AM
  • 47. Jakarta pendukung. “Tidak bisa dijadikan dana Aktifitas di BKB PAUD Dorang I, Kecamatan Aktifitas di BKB PAUD Agung 02, operasional terus-terusan, karena pasti Kelapa Gading, Jakarta Utara Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat akan habis. Hendaknya, ada kontribusi dari orang tua untuk membantu operasional PAUD. Demi kemajuan anak-anak mereka sendiri,” lanjutnya. Ia pun prihatin terhadap penyelenggaraan PAUD di Kepulauan Seribu. “Sarana dan prasarananya sangat minim,” ungkapnya. Namun di samping semua kendala ini, ada kendala utama yang masih membutuhkan perhatian. “Untuk di DKI Jakarta ini memang terfokus kepada kualitas dan kompetensi tenaga pendidik PAUD nonformal ini,” ungkap Novida. Kaitannya juga erat dengan penguasaan Beyond Centre Circle Time (BCCT ). Metode pembelajaran yang jadi acuan utama untuk PAUD di Indonesia ini, belum tentu bisa diserap dan dipahami berbeda jauh. BKB PAUD agung 02 adalah secara merata oleh semua tenaga pendidik penyelenggaraan pusat PAUD percontohan satu di antara sekian banyak PAUD yang PAUD di DKI Jakarta. di lima kotamadia se-Jakarta,” tutur Novida. menerima dana rintisan sebesar Rp 25 Untuk hal ini, Pemda DKI Jakarta melalui Ia menambahkan, tercatat telah ada 68 PAUD juta dari Direktorat PAUD. Pengelolanya dana APBDnya, memberikan bantuannya di Jakarta yang juga menerima program memaksimalk an lahan di kelurahan dalam bentuk pelatihan untuk tenaga block grant dari Direktorat PAUD. mereka. pendidik PAUD di DKI Jakarta. “Pelatihan “Yang kami pakai ini adalah lahan milik ini berharga untuk meningkatkan mutu Lahan yang Sulit Pemda DKI Jakarta. Awalnya, dibuat taman. tenaga pendidik PAUD. Pelaksanaannya Eh, tak terawat dan malah jadi tempat baru setahun sekali, dan diikuti sekitar 200 Ruang adalah permasalahan yang kerap parkir gerobak bakso,” ujar Neneng Suryati, orang,” jelasnya. muncul di kota berpenduduk padat ini. Kepala Sekolah dan pengelola BKB Berdasarkan sensus penduduk tahun 2004, PAUD Agung 02 Kecamatan Taman Sari. penduduk Jakarta mencapai jumlah 8,79 Lahan yang kini menjadi ruang belajar juta jiwa. Luas provinsinya 740,28 km². bagi 85 muridnya, luasnya hanya 5m x Tak gampang mendapatkan lahan untuk 10m. Letaknya di sebuah gang sempit, kegiatan PAUD. kumuh, dan padat penduduk. Para pendukung PAUD cukup berjibaku Novida mengakui, lahan jadi masalah untuk menyediakan lahan ruang belajarnya. penting untuk PAUD di masyarakat Akhirnya digunakan alternatif yang banyak perkotaan. Apalagi di Jakarta. “Kami digunakan adalah ruang serba guna atau pernah mendapati ada lembaga lapangan olahraga di RW atau kelurahan PAUD di ruang sangat sempit di tepi masing-masing. Seperti yang dilakukan rel,” tambahnya. Sebenarnya, ada oleh para kader PKK penggagas BKB PAUD kebijakan yang bisa jadi jalan keluar Dorang I di Kecamatan Kelapa Gading, dari masalah ini. Dinas Pendidikan Jakarta Utara. BKB merupakan kependekan Dasar Jakarta membuat kebijakan dari Bina Keluarga Balita. bahwa TK yang ruang belajarnya Atas dukungan lurahnya, akhirnya pada cukup untuk melayani anak-anak 2005 gedung BKB PAUD Dorang I rampung umur 2 s/d 4 tahun, dapat mendirikan didirikan di atas lahan lapangan olahraga Kelompok Bermain di dalamnya. RW 01. “Biaya pembangunannya kami cicil dari donatur dan kocek sendiri,” ungkap Ariyanti Yudi M, Wakil Kepala Sekolah BKB Bantuan Masyarakat Hj. Ulha Soraya PAUD Dorang I, Kecamatan Kelapa Gading, , sekretaris Yaya san Pendidikan Mus limat Nahdatul Jakarta Utara. Dalam bahasa Novida, bantuan Ulama BKB PAUD Agung 02 Kecamatan dan dukungan APBN dan APBD Taman Sari, Jakarta Barat, kondisinya tak sesungguhnya merupakan dana 45 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 45 7/14/2007 10:47:59 AM
  • 48. Jakarta Kontribusi Masyarakat mengadakan pelatihan BCCT di lima Dra. Asni Djaafa r, M. Pd, wilayah se-DKI Jakarta. Juga melakukan Perkembangan mutu PAUD di DKI Jakarta kegiatan roadshow Hardiknas tahun 2006 tak lepas dari keterlibatan Himpunan PAUD lalu. Kegiatan ini melibatkan para orangtua Indonesia Jakarta, Forum PAUD Jakarta, murid dan tenaga pendidik PAUD di lima juga beberapa lembaga pendidikan swasta wilayah kodya se-DKI Jakarta. “Bentuknya Islam yang memberikan kontribusi metode dialog interaktif, antara para orangtua, pembelajaran PAUD Islami. tenaga pendidik PAUD, dan pakar PAUD Sejak berdiri tahun 2006 lalu sesuai yang kami undang,” jelasnya. dengan tugas pokok dan fungsinya, Himpaudi Kualitas mutu PAUD di Jakarta, sedikit Jakarta banyak berperan mengadakan banyak juga merupakan hasil urun pelatihan untuk tenaga pendidik dan tangan dari Forum PAUD DKI Jakarta. penyelenggara PAUD, pembelajaran PAUD, “Kerja-kerja kami lebih pada bidang dan sosialisasi tentang pentingnya PAUD. sosialisasi kepada masyarakat umum “Sekarang kami banyak bekerja sama tentang pentingnya PAUD. Sejauh ini, dengan PKK di setiap kotamadia. Kini, pemahaman atas PAUD di Jakarta Himpaudi juga telah didirikan di setiap nilainya masih sekitar 50%,” ucap Dra. wilayah kodya se-DKI Jakarta, maka jalur Asni Djaafar, M.Pd , Ketua Forum PAUD kerjasama dan koordinasinya jadi lebih DKI Jakarta. Sasarannya tak hanya mudah,” ucap Rita Rosmala, S.Pd, Wakil Ketua masyarakat yang masih awam, tetapi Himpaudi Jakarta. juga melibatkan banyak pihak, antara lain, H impaudi Jak ar ta juga ber tugas daripada PAUD nonformal para tenaga pendidik, para penyelenggara memonitor dan mengevaluasi kegiatan lainnya.” PAUD, organisasi-organisasi guru, dan yang terselenggara di seluruh PAUD se- Mengenai kondisi mutu tenaga jajaran birokrat di masing-masing wilayah. Jakarta. Pasalnya, dari sekitar 2.000 orang pendidik PAUD Aisiyah I DKI Jakarta, Bu Forum PAUD DKI Jakarta berdiri sejak tenaga pendidik PAUD nonformal di DKI Asni mengungkapkan bahwa yang telah tahun 2004. “Setidaknya, anak usia 2-6 Jakarta, hanya 10% berlatar pendidikan memenuhi kualifikasi baru mencapai 10%. tahun di DKI Jakarta dapat secepatnya sarjana PAUD, 50% lulusan D2 PGTK, dan “Ada 0 orang tenaga pendidik PAUD memperoleh kesempatan untuk menikmati 40% nya lulusan SMA. Aisiyah Jakarta yang telah lulus S1 PAUD. layanan pendidikan PAUD di kotanya Kondisi ini menjadi semakin 65% selebihnya adalah para sarjana dengan sendiri,” ucap Bu Asni, yang juga menjabat memprihatinkan tatkala semakin banyak latzar pendidikan umum dan pendidikan sebagai wakil ketua Divisi TK dan PAUD di PAUD yang diselenggarakan PKK. “Tenaga guru,” papar Bu Asni. Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah di pendidiknya bahkan ada yang hanya lulusan Kondisi mutu ini juga tak berbeda pimpinan Aisyiyah. SD dan SMP. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami jauh dengan PAUD nonformal di bawah Menurut pandangannya, lembaga kerap turun ke lapangan untuk melatih naungan Muslimat Nahdatul Ulama. Dari Aisyiyah di bawah naungan besar Yayasan mereka,” tutur Rita. sejumlah 2.22 PAUD nonformal NU di Muhammadiyah ini juga telah memberikan Setahun sekali seluruh Indonesia, masih 60% tenaga kontribusinya untuk turut meningkatkan Himpaudi pendidiknya yang belum memiliki ijazah S1 APK PAUD di DKI Jakarta. “Kami sudah mulai Jakarta PAUD. “Karena kualifikasi guru masih banyak menyelenggarakan pendidikan untuk anak ditentukan oleh Muslimat Nahdatul Ulama usia dini sejak tahun 1919, dalam sebuah bahwa para lulusan SMA atau Aliyah, telah naungan lembaga pendidikan yang disebut dibolehkan mengajar,” ujar Hj. Ulha Soraya, Bustanul Athfal,” paparnya. yang kini menjabat sebagai Sekretaris Selama ini Lembaga Aisyiyah, telah Yayasan Pendidikan Muslimat NU. mengelola 5.775 TK Aisyiyah yang tersebar Yayasan Muslimat NU telah memberikan kontribusinya dalam menyediakan layanan di provinsi, dan ada 1000-an PAUD di pendidikan bagi anak usia dini, sejak tahun dalamnya. Khusus untuk DKI Jakarta sendiri, 2000 silam. Konsep-konsep pembelajaran ada 44 PAUD nonformal. Bu Asni khas Muslimat NU juga dimasukkan ke yang kini genap berusia 67 tahun dalam kurikulum PAUDnya. “Kami memberi ini, masih terus aktif memonitoring porsi sebanyak 10% untuk PAUD. Materi- penyelenggaraan TK dan PAUD materi yang mulai diperkenalkan kepada Aisyiyah di seluruh Indonesia. para murid PAUD kami, adalah nilai-nilai Ia mengatakan, “Konsep pembelajarannya memang Sunnah Wal Jama’ah. Tentunya dengan cara khas ala Muhammadiyah. belajar sambil bermain,” tegasnya Dra. Novida S. , M. Pd, Pengenalan konsep AYU N. ANDINI Kepala Seksi PAUD, Subdin keislamannya lebih kental PLS--Dinas Dikdas DKI JKT 46 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 46 7/14/2007 10:48:10 AM
  • 49. Jakarta MANGGA UBI Santi Sukesti Martono, Ketua POKJA 2 FOTO: FETTY S.L Tim Penggerak PKK DKI Jakarta PUNyA PROFESOR NAMANYA Santi Sukesti Martono. Ia sangat serius saat mendengarkan paparan ibu-ibu kader BKB-PAUD (Bina Keluarga Balita-Pendidikan Anak Usia Dini) Dorang I, RW 10, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Bu Santi adalah tim penilai lomba BKB-PAUD tingkat provinsi di Jakarta, tahun ini. S sudah dilakukan oleh BKB-PAUD percontohan etelah mendengarkan paparan, Bu minimal lulusan SMA. Di lapangan, ada yang tahun 2006, yaitu BKB-PAUD Mangga Ubi. Santi balik bertanya kepada kader BKB- hanya lulusan SMP, karena sulitnya mencari Si Mangga merupakan kegiatan terpadu PAUD. “Ibu, seragamnya cantik sekali. kader PKK yang masih muda. “Yang masih muda antara Posyandu, BKB, dan PAUD. Lembaga Ibu membelinya sendiri?” Ia bertanya sambil lebih memilih untuk berkarir, sehingga kita ini bermitra dengan seorang guru besar yang tersenyum. Yang ditanya merasa senang. berdayakan yang ada saja yaitu para sesepuh.” tinggal di daerah situ. Juga dengan dokter gigi, Santi juga menjadi ketua Kelompok Kerja tukas Santi. dokter umum, psikolog, bahkan pianis yang (Pokja) II, Tim Penggerak PKK Propinsi DKI Rintangan itu tak menghalangi PKK Propinsi juga tinggal di sekitar Mangga Ubi. Warga yang Jakarta. Kegiatannya terfokus pada pendidikan DKI Jakarta untuk mengadakan pelatihan. etnis cina pun bergabung. dan keterampilan. Program unggulannya adalah Materinya beragam. Mulai dari bina keluarga Tujuan pendirian BKB-PAUD adalah pembinaan BKB-PAUD. “Untuk membina BKB- balita seperti asupan gizi yang baik untuk balita memberikan pendidikan usia dini kepada anak- PAUD ini PKK bekerja sama dengan Depdiknas, sampai ke kurikulum untuk PAUD. anak dari keluarga kurang mampu. Sehingga Dinas Kesehatan, dan BKKB Jakarta,” kata Darimana dana untuk pelatihan? “Kelurahan- kelompok BKB-PAUD tidak memungut biaya Santi. BKKB adalah Badan Koordinasi Keluarga kelurahan di DKI Jakarta itu mendapatkan dana . Meski demikian, para peserta menyumbang Berencana. minimal 1 milyar untuk Program Pemberdayaan semampu mereka. Seperti masyarakat anggota Masyarakat Kelurahan dari Pemerintah Di Jakarta terdapat 6 kelompok BKB- BKB-PAUD Dorang I. Setiap bulan mereka DKI.” kata Santi. Secuil di antaranya untuk PAUD. Untuk membina mereka, Santi sering menyumbang Rp 5.000. mengembangkan BKB-PAUD di kelurahan berkeliling, termasuk ke Kabupaten Kepulauan Hal seperti ini sangat disadari oleh Santi. tersebut. Seribu. “BKB-PAUD di Jakarta Barat dan Jakarta Karena itu setiap datang berkunjung ke Agar para kader mudah mendapatkan Timur berkembang dengan pesat. Di Kepulauan kelompok BKB-PAUD, Pokja II tim penggerak literatur mengenai pembinaan BKB-PAUD, Seribu, BKB PAUD juga makin maju,” kata PKK selalu membawakan sesuatu. “Kemarin rencananya bulan depan PKK propinsi DKI Santi. kami membagi buku dongeng sekitar 700 Jakarta akan menerbitkan 5000 buku pedoman Namun belum semua BKB-PAUD di Jakarta eksemplar.” kata Santi. untuk pelaksanaan BKB-PAUD. “Materinya maju atau berhasil. Terutama di daerah Harapan Santi, lomba BKB-PAUD ini dapat kemarin sudah kita godok. Ada materi dari pinggiran Jakarta. Mereka kepentok masalah memotivasi para kadernya, demi peningkatan BKKBN dan Dinas Pendidikan Dasar.” kata tempat. Mereka biasanya hanya menempati pelayanan kepada masyarakat, khususnya orang Santi. Buku pedoman ini diharapakan dapat ruang RW yang tidak memadai. “Walaupun tua dan anak usia dini. Selain itu, masih ada target menjembatani materi antara BKKBN, Dinas Direktorat Pembinaan Paud mengatakan bahwa yang ingin dicapai oleh Santi, yaitu pendidikan Pendidikan Dasar dan Direktorat Pembinaan pendidikan usia dini non-formal bisa di mana usia dini bagi semua kalangan masyarakat. “Saya PAUD Depdiknas. pun, sekalipun di bawah pohon, kenyataannya menginginkan agar pendidikan anak-anak yang Untuk meningkatkan pemberdayaan BKB- sulit dilaksanakan.” ujar Santi. pra sejahtera tidak kalah dengan anak-anak PAUD, Santi selalu menghimbau kepada Kendala lainnya dalam pembinaan BKB- sejahtera,” tegas Santi kelompok-kelompok BKB PAUD agar bermitra PAUD adalah latar belakang pendidikan dengan semua pemangku kepentingan. Hal ini kadernya yang heterogen. Standarnya, kader FETTY SHINTA LESTARI 47 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 47 7/14/2007 10:48:13 AM
  • 50. Jakarta tentang lembaga PAUD-nya di depan juri. FOTO-FOTO: FETTY S.L Kelompok BKB PAUD Dorang I, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara didirikan pada 19 Mei 2006. Saat ini jumlah peserta didik yang aktif di kelompok BKB PAUD Dorang I ada 70 anak. Mereka terdiri dari 10 anak berumur 1 – 2 tahun, 18 anak berusia 2 – tahun, 27 anak berumur – 4 tahun dan 15 anak berusia 4 – 6 tahun. BKB PAUD Dorang I dikelola oleh 12 orang kader PKK. Di Dorang 1, BKB dilaksanakan 2 kali sebulan, yaitu tiap Rabu pekan pertama, dan Jumat pekan ketiga. “Tujuan BKB ini adalah MEMILIH PAUD TERBAIK untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang anak balita,” kata Yuni DK. Maka, tiap pertemuan, LEWAT LOMBA para kader memberikan materi kepada para ibu tentang cara menjalin interaksi yang baik dengan anak, membentuk karakter anak sejak dini, dan materi lainnya yang berkaitan dengan pembinaan balita. BKB PAUD Dorang I Kelapa Gading Barat menjadi yang terbaik di Jakarta Sedangkan kegiatan PAUD dilaksanakan Utara. Lomba BKB PAUD tingkat Provinsi DKI Jakarta digelar di sini. dua kali sepekan, yaitu tiap Rabu dan P Jumat sore. Kegiatan pendidikan anak agi itu, 19 Juni 2007, ada kesibukan Provinsi DKI Jakarta. Meskipun seluruh usia dini di kelompok BKB PAUD Dorang I, yang tidak biasa di Dorang I RW warga Dorang I direpotkan, mereka tampak antara lain melatih kemampuan beribadah, 10 Kelurahan Kelapa Gading Barat, bersemangat menyambut kegiatan lomba berolahraga untuk mengembangkan fisik Jakarta Utara. Spanduk yang bertuliskan yang akan digelar. Mereka yakin BKB PAUD mereka, mengajak mereka berkomunikasi “Selamat Datang Tim Penilai Lomba BKB di RW-nya tidak akan kalah bersaing dengan dan berpikir logis. Juga, mengenalkan PAUD” membentang di atas jalan Sentosa BKB PAUD di seluruh lima wilayah DKI Jakarta, mereka pada alam lingkungan, dan Barat, di komplek Angkatan Laut itu. plus Kepulauan Seribu. Sebelumnya, BKB lingkugan sosialnya. “Dengan kegiatan- Ketua RW dan kader-kadernya dengan PAUD Dorang I adalah pemenang lomba BKB kegiatan ini, diharapkan potensi anak dapat pakaian necis bersiap-siap menyambut PAUD tingkat Kota Jakarta Utara. dikembangkan sejak dini, sehingga kelak kedatangan tim penilai lomba BKB (Bina Tepat pukul 09.00, acara pun dimulai. Para mereka dapat menyesuaikan diri dengan Keluarga Balita) PAUD (Pendidikan Anak anggota tim penilai sudah mengambil posisi Usia Dini) di kantor RW. Para anggota satuan di tempat duduknya masing-masing. pengamanan (Satpam) tak kalah sibuknya Mereka terdiri dari unsur Tim Penggerak berjaga-jaga. Para warga yang pagi itu PKK DKI (yang diwakili oleh Santi Sukesti hendak membayar tagihan listrik dialihkan Martono), unsur Dinas Pendidikan Dasar ke tempat lain. Selama ini, kantor RW (yang diwakili oleh Septi Novida) dan memang jadi tempat pembayaran tagihan unsur BKB (yang diwakili oleh Jumadi). listrik, selain jadi tempat pelaksanaan BKB Setelah para juri siap, peserta lomba PAUD, dan posyandu. yang terdiri dari para pengelola BKB Di dalam kantor RW, sejumlah anak-anak PAUD unggulan dari seluruh Jakarta tengah asyik bermain. Sementara para ibu dipanggil untuk memaparkan berbagai yang mengenakan pakaian seragam PKK hal mengenai BKB PAUD-nya. Yang berwarna biru, dan batik, sibuk menata dinilai oleh tim juri adalah bagaimana ruangan. Di barisan belakang, ibu-ibu yang pelaksanaan BKB PAUD sehari-harinya, menangani bagian konsumsi tak kalah repot. dan upaya-upaya yang dilakukan Mereka menyiapkan makanan prasmanan pengelola untuk menjaga kelangsungan ala sunda untuk para tamu. BKB PAUD-nya. Para peserta lomba juga harus memaparkan pandangan- pandangannya tentang pentingnya BKB Lomba BKB Paud PAUD bagi masyaralat. Ketua kelompok BKB PAUD Dorang I Hari itu, di Dorang I, Kelapa Gading, digelar , Yuni DK, pun memaparkan banyak hal lomba memilih BKB PAUD terbaik tingkat 48 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 48 7/14/2007 10:48:19 AM
  • 51. Jakarta mendapatkan pelatihan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Dasar masing-masing lingkungan untuk menyongsong masa Direktorat PAUD Depdiknas, Walikota Jakarta wilayah. depannya,” ujar Yuni DK. Utara, dan Yayasan Term Education. “BKB PAUD Dorang I sudah cukup ideal untuk melaksanakan PAUD non formal di RW ini Dirikan Secara Swadaya karena telah memiliki prasarana bermain yang Ditawari Magang layak,” komentar Novida. Novida mengimbau Kelompok BKB PAUD Dorang I didirikan para kader agar melaksanakan kegiatan BKB secara swadaya oleh masyarakat. Ide awalnya Hasil lomba BKB PAUD tingkat provinsi itu PAUD setiap hari untuk anak-anak usia dini berasal dari Yuni DK, yang saat ini menjadi Ketua tentu tak bisa langsung diumumkan. Namun, yang lebih tua, yaitu 5–6 tahun. Kelompok BKB PAUD Dorang I. Kala itu, Yuni pemaparan Yuni, sebagai Ketua Kelompok “Kebutuhan anak 5-6 tahun adalah belajar melihat banyak anak usia dini main berkeliaran. BKB PAUD Dorang I mengundang simpati rutin setiap hari. Tidak cukup hanya dua “Saya berpikir alangkah baiknya jika mereka juri. Dra, Novida, S.M.Pd, salah satu juri dari kali dalam seminggu,” ujar Novida. Karena bermain sambil belajar,” kata Yuni. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta menawari itu, Novida mengingatkan para kader agar Yuni kemudian menularkan idenya kepada para kader BKB PAUD Dorang I magang di menguasai standar kemampuan untuk warga lain. “Sebagai sekretaris PKK, saya lalu TK Percontohan Hang Tuah, Kelapa Gading, mendidik anak usia 5–6 tahun. door to door mengenalkan manfaat program Jakarta Utara. “Dengan magang di sana, para Menanggapi komentar Novida, Yuni BKB PAUD,” tutur Yuni. Dan, respons warga kader dapat mengetahui pembelajaran di DK sebagai ketua BKB PAUD Dorang I pun positif, sehingga akhirnya mereka bahu TK,” kata Septi Novida. menyatakan akan menyiapkan kadernya membahu mendirikan BKB PAUD Dorang I. Para kader BKB PAUD Dorang I sangat untuk mulai mengajarkan anak kelompok Saat pertama kali kelompok BKB PAUD antusias menyambut tawaran itu. “Ini usia 5 – 6 tahun. Lalu, apakah tak akan ini dibentuk, mereka tidak punya apa-apa. bagaikan angin segar bagi kami. Kami menimbulkan “benturan” atau persaingan “Berkat swadaya masyarakat, dan para diberikan kepercayaan untuk magang. dengan Taman Kanak-kanak (TK) di sekitar donatur, kini fasilitas kelompok BKB PAUD Karena kami basicnya bukan pengajar,” ujar Dorang I yang sudah berdiri sejak lama? Dorang I sudah lengkap,” kata Yuni. Mereka Yuni. Selain ditawari magang, BKB PAUD “Tidak ada,” ujar Yuni. Ia menjelaskan sudah memiliki, antara lain, alat permainan Dorang I juga dijanjikan mendapat dana bahwa selama ini, BKB PAUD Dorang I justru edukatif (APE), seperti alfabet. Ada juga rintisan dari pemerintah. telah menjalin kemitraan dengan TK untuk ayunan, dan perpustakaan yang koleksi Namun, tentunya BKB PAUD Dorang saling tukar informasi, yakni dengan TK Al bukunya cukup lengkap seperti buku-buku I harus memberikan proposal dan harus Barkah. “TK Al Barkah merasa terbantu dengan dongeng, buku cerita dalam bahasa Inggris mampu bersaing dengan kelompok BKB adanya BKB PAUD ini, karena kami bisa bahu dan kaset lagu anak-anak. PAUD lain yang mengajukan proposal yang membahu menanganai pendidikan anak usia Dengan dana yang pas-pasan, BKB Dorang sama. Lembaga PAUD yang mendapatkan dini,” kata Yuni. Jika tujuannya sama-sama I, terus melangsungkan aktivitasnya. “Dana dana rintisan memang terbatas. Untuk satu mulia untuk menangani pendidikan anak, operasional memang masih amat minim,” kotamadia, hanya 10 lembaga BKB PAUD memang tak perlu ada benturan. kata Yuni. Kelompok BKB PAUD Dorang I terbaik saja yang mendapatkan dana rintisan. tidak pernah mendapat dana rintisan dari Proses penyeleksiannya dilakukan oleh Suku EScASTRA dan FETTY SHINTA LESTARI pemerintah yang biasa diberikan kepada BKB PAUD lain. “Semuanya kami jalankan secara swadaya,” ujar Yuni. Para orang tua peserta didik, yang umumnya berasal dari kalangan kurang mampu, hanya menyumbangkan dana sebesar Rp 5.000 per bulan. Karena itu, untuk menutupi kekurangan dana operasional, para kader BKB PAUD ini tak segan-segan merogoh kocek sendiri. “Untuk biaya seragam batik para kader, misalnya, kami membelinya dengan uang sendiri,” ujar Yuni. Tentang latar belakang pendidikan para pendidiknya, Yuni memang mengakui masih terbilang rendah. Tapi, ia menganggap bukan masalah serius. “BKB PAUD tidak seperti TK, pembelajarannya masih lebih sederhana, jadi tak menuntut pendidikan terlalu tinggi,” katanya. Yuni memandang penting pelatihan- pelatihan terhadap para pengajar. Selama ini, para kader kelompok BKB PAUD Dorang I 49 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 49 7/14/2007 10:48:23 AM
  • 52. Banten MENGIKIS “Penyelenggaraan PAUD yang ideal, FOTO-FOTO: AYU N.A masih terbatas,” kata Widodo. Berdasarkan data tahun 2005 dari Subdinas PLSPO Provinsi Banten, APK (Angka Partisipasi SIKAP Kasar) untuk usia PAUD baru mencapai 15,66% dari sekitar 400.000 anak usia 0-6 tahun di Banten. KOLOT PAUD yang diselenggarakan di Banten, lebih ditujukan untuk melayani kebutuhan pendidikan anak 0 - 6 tahun yang tak terlayani Taman Kanak-kanak (TK). “Sebanyak DENGAN 50% PAUD di sini, adalah PAUD nonformal yang mandiri,” kata Widodo Hadi. Drs Sugeng Purnomo M. Pd, Ketua Forum PAUD Provinsi Banten, mengatakan bahwa PAUD Widodo Hadi, animo masyarakat terhadap PAUD di Banten kepala dinas pendidikan provinsi Banten masih rendah. “Masih sedikit masyarakat Banten yang paham pentingnya PAUD,” ujar Sugeng. Forum PAUD Provinsi Banten pembangunan yang diprioritaskan. Kendala memang ditemukan di berbagai sisi, termasuk didirikan sejak tahun lalu, beranggotakan Gerakan membumikan sikap sebagian besar masyarakatnya yang masih dianggap kolot. pendidikan anak usia dini juga “Banten memang punya warisan tradisi menggelora di Provinsi Banten. yang biasa disebut Banten Kolot,” ujar H. Tapi dana pendidikan lebih Nawawi A.F, Kepala Subdinas Pendidikan banyak dialokasikan pada Luar Sekolah, Pemuda dan Olah Raga, program Wajib Belajar Sembilan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. ”Dengan tradisi kolot itu, memang tak mudah segala Tahun. hal yang modern masuk ke sini, termasuk bidang pendidikan,” Nawawi melanjutkan. P Namun, sikap-sikap tradisional yang rovinsi Banten masih terbilang muda. sempit itu perlahan dikikis. Berkat Wilayah seluas 8.651,2 km 2 yang pembangunan pendidikannya yang menempel di ujung barat Pulau Jawa terus dipacu, Banten kini malah jadi ini resmi ditetapkan menjadi provinsi ke-0, proyek percontohan Bank Dunia untuk pada 17 Oktober 2000. penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Namun di usianya yang masih belia, Dini (PAUD). Provinsi Banten terus menggeliat membangun Drs. Sugeng Purnomo, M. Pd, dirinya sendiri. Pendidikan termasuk bidang Ketua Forum PAUD Provinsi Banten Prioritas Bidang Pendidikan Prioritas pemerintah Provinsi Banten 19 orang, terdiri dari para akademisi, praktisi dalam pembangunan bidang pendidikan PAUD, unsur Dinas Pendidikan, PKK, BKKBN, terfokus pada dua hal, yakni pemberantasan Dinas Kesehatan, dan Departemen Agama. buta huruf dan penuntasan Wajib Belajar Titik berat program kerjanya adalah (Wajar) Pendidikan Dasar (Dikdas) 9 tahun. sosialisasi PAUD dan program-program Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi PAUD. Menurut Sugeng, selama menjalankan Banten tahun 2006, masih ada sekitar sosialisasi ke kabupaten dan kota, Forum PAUD banyak bekerja sama dengan berbagai 20.000 orang penduduk Banten yang instansi, yaitu PKK Provinsi, Dinas Pendidikan buta aksara. kabupaten dan kota, dan Himpaudi Provinsi “Dana APBD banyak tersedot ke program Banten. penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun dan “Kendala terbesar yang dialami PAUD pemberantasan buta aksara. Khusus di Banten adalah masih kurangnya dana,” untuk Pendidikan Anak Usia Dini, masih ungkap Sugeng. Masalah ini berimplikasi menduduki prioritas yang kecil,” kata pada kelengkapan sarana dan prasarana Widodo Hadi, Kepala Dinas Pendidikan H. Nawawi AF, Kasubdin PLS, Provinsi Banten PAUD. “Banyak lembaga PAUD belum punya Provinsi Banten. 50 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 50 7/14/2007 10:48:31 AM
  • 53. Banten dapat menyosialisasikan anggota di Himpaudi tempat permanen dan belum punya Alat wawasan dan ilmu Provinsi Banten yang Permainan Edukatif (APE),” kata Sugeng. pengetahuan yang ia seluruhnya berjumlah 21 Tahun 2006 lalu, Forum PAUD Provinsi peroleh dari kegiatan orang, telah menjalankan Banten mendapat bantuan dana operasional magang itu, kepada seluruh berbagai upayanya itu sebanyak Rp 40 juta dari dana dekonsentrasi pengurus Himpaudi di tanpa pamrih. “Kami ini APBN. ”Dana operasional ini banyak Kabupaten dan Kecamatan hanya sekumpulan orang- digunakan untuk sosialisasi PAUD dan di Banten,” kata Nawawi. orang yang solid saja. program-program PAUD sebanyak 2 kali Kini Dinas Pendidikan Yang mau bekerja tanpa dalam setahun,” kata Sugeng yang sehari- Provinsi Banten terus bayaran dan kompensasi,” hari mengajar di Jurusan Pendidikan Luar berupaya meningkatkan kata Titin. Sekolah, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Wahyudin, S. Pd, kualitas penyelenggaraan Mereka Serang. Selain itu, juga digunakan untuk Staf Pengelola Program PAUD PAUD, dengan kegiatan-kegiatan monitoring dan evaluasi. bahu membahu Provinsi Banten memanfaatkan segala menyelenggarakan Sebagian dana juga digunakan untuk potensi yang dimiliki, diklat, magang, seminar, pembinaan para tutor PAUD. serta dukungan dari seluruh stakeholder pelatihan-pelatihan, dan lain-lain untuk PAUD. Dukungan antara lain datang dari para tutor. Mereka juga mengupayakan Berintegrasi dengan BKB Pemerintah Pusat melalui dana APBN. pemberian sertifikat kepada para tutor Bantuan juga datang dari Direktorat PAUD yang latar belakang pendidikannya H. Nawawi A.F, Kepala Subdin PLSPO, PAUD dan Direktorat PTK-PNF (Pendidik bukan dari PAUD atau PGTK. Provinsi Banten mengungkapkan, pada dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Himpaudi Provinsi Banten, punya daftar tahun ini ada sekitar 400 lembaga PAUD Nonformal), Depdiknas. kerja yang cukup panjang untuk menggenjot yang telah terselenggara di Banten. “Tahun lalu, Banten telah menerima mutu tenaga pendidik (tutor) PAUD. Dari “Pertumbuhan jumlah PAUD di Banten beasiswa untuk peningkatan mutu PAUD sekitar 2.000 orang tutor PAUD di Banten, tiap tahunnya sekitar 10%,” kata Nawai. dari Direktorat PTK-PNF, Depdiknas. Ada baru sekitar 100 orang saja yang memenuhi Sebagian besar PAUD berintegrasi dengan 100 orang tutor PAUD yang diajukan untuk kualifikasi atau yang memiliki ijazah PGTK Bina Keluarga Balita (BKB) yang dikelola mendapatkan beasiswa itu. Hasilnya, 42 dan ijazah S-1 PAUD. PKK. orang lolos seleksi dan menerima beasiswa PAUD yang berintegrasi dengan BKB, S-1,” tutur Nawawi. roda kegiatannya banyak digerakkan Himpaudi Roadshow Selain itu, bantuan juga datang dalam oleh ibu-ibu PKK, termasuk yang menjadi bentuk dana rintisan dari Direktorat PAUD, pengajarnya. “Selain dibantu PKK, kami Himpaudi Provinsi Banten punya program Depdiknas. Nawawi memaparkan ada juga banyak dibantu oleh Forum PAUD dan rutin yang disebut, Himpaudi Roadshow. tiga daerah yang menerima bantuan Himpaudi Provinsi Banten,” tutur Nawawi. Setiap satu bulan sekali, Himpaudi dari tiap dana rintisan, yakni Kabupaten Lebak, Himpaudi Provinsi Banten didirikan kabupaten, melakukan pelatihan singkat Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten pada 22 Agustus 2006. Hj Titin Prihatini untuk para tutor PAUD. Minimal, di setiap Tanggerang. Untuk masing-masing PAUD, M.Pd, Ketua Himpaudi Provinsi Banten kabupaten ada 5 orang tutor yang ikut diberikan dana rintisan Rp 25 juta. Dana ini menjelaskan bahwa titik berat program pelatihan singkat setiap bulannya. Kegiatan dialokasikan untuk pembangunan sarana Himpaudi adalah pada peningkatan mutu ini sudah dimulai sejak tahun lalu. fisik, kebutuhan sarana alat permainan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Selama perjalanan tugasnya pada tahun edukatif, dan operasional harian. PAUD di Banten. 2006 lalu, Subdinas PLSPO Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Banten juga turun “Jika kesadaran tentang Provinsi Banten, juga telah tangan. APBD provinsi Banten per tahun pentingnya PAUD ini mengikutsertakan 40 2007 ini, mengalokasikan dananya untuk kuat, biar pun tak ada orang tutor PAUD dalam Subdinas PLSPO sebanyak Rp 14 miliar. “Ini dana, akan tetap jalan, pelatihan BCCT. Pelatihan memang tak hanya untuk program PAUD termasuk dalam upaya ini diselenggarakan saja, tapi untuk seluruh program Pendidikan meningkatkan mutu atas kerjasama Dinas Luar Sekolah,” kata Nawawi. tutornya,” kata Titin yang Pendidikan dengan Kini masih sekitar setengah dari total kini sedang menempuh Himpaudi Provinsi PAUD yang ada di Banten, kondisinya Banten. jenjang S- Jurusan masih memprihatinkan. Para pendidiknya Selain itu, pada Mei PAUD di Universitas pun masih harus ditingkatkan kualitasnya. lalu, beberapa orang Negeri Jakarta. Titin terus Dengan kemauan keras dari semua pihak, pengurus Himpaudi juga berusaha meningkatkan untuk mewujudkan pendidikan anak usia dikirim magang di YARSI, mutu para tutor alias dini seperti yang diharapkan, tentu segala Jakarta. ”Kami berharap pendidik PAUD. Dra. Titin Prihatini, M. Pd, kendala niscaya bisa diatasi. para pengurus Himpaudi Titin bersama tim ketua Himpaudi Provinsi Bandten di tingkat Provinsi Banten, pengurus dan para EScASTRA dan AYU ANDINI (Banten) 51 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 51 7/14/2007 10:48:36 AM
  • 54. Banten PELANGI PAUD FOTO-FOTO: AYU N.A DARI BANTEN BANTEN yang sebagian wilayahnya berbatasan langsung dengan Jakarta, masih belum seberuntung Ibu Kota. PR bidang pendidikan di sana masih berat. Angka Partisipasi Kasar jenjang PAUD di semua kabupaten masih sangat rendah. Banyangkan: APK PAUD di Tangerang, yang berimpitan dengan Jakarta, cuma 7%. Artinya, 93% dari Drs. Agus Rusli, total 400.000 anak Tangerang tak tersentuh layanan kepala Bidang PAUD, dinas PLS Kabupaten Pandeglang, Banten PAUD. Berikut gambarans ekilas perkembangan PAUD di beberapa kabupaten di Banten. kami memberikan penjelasan kepada masyarakat, tapi mereka hanya paham Kabupaten Pandeglang: TK saja,” ungkap Ipah Maftuhah, salah memalukan,” kata Drs. Agus Rifai, Kepala Menggalakkan TK PAUD satu pengelola PAUD di Kabupaten Seksi Pendidikan Luar Sekolah Kabupaten Pandeglang. Pandeglang. Sosialisasi PAUD memang belum Bantuan tahun lalu dari Unicef itu sebesar PENELITIAN Unicef menyatakan menjangkau lapisan masyarakat ekonomi Rp 276 juta. Pada 2007 ini, jumlahnya Pandeglang masuk kategori kabupaten rendah di Pandeglang. Data 2006 mencatat naik menjadi Rp 600 juta. Dana ini untuk miskin dan tertinggal. Hasil kajian itu hanya ada 25 Pusat PAUD, 20 TK Rehab penyelenggaraan PAUD yang terintegrasi yang mendorong Unicef memasukkan dengan Bina Keluarga Balita (BKB) di tiga Pandeglang dalam daftar penerima PAUD, 52 Pos PAUD, 6 Posyandu Tumbuh kecamatan. Bantuan itu di antaranya untuk bantuan penyelenggaraan PAUD kurun Kembang Anak, dan 15 Lembaga Posyandu pelatihan kader. Misalnya, magang di lokasi 2006-2007. “Kami memperoleh bantuan Berkah Unicef. Pendidiknya tercatat 102 binaan termasuk ke Yayasan Surya Kanti di karena penelitian Unicef yang menyatakan orang di TK Rehab PAUD, 75 orang di Pusat Bandung. Pandeglang tergolong kabupaten miskin dan PAUD, 15 orang kader Posyandu Tumbuh Dana ini juga banyak digunakan untuk tertinggal. Ini Kembang Anak, dan 75 Kader Pos PAUD melengkapi Alat Permainan Edukatif (APE) memang alasan Berkah Unicef PAUD. ”Sasarannya PAUD-PAUD terintegrasi yang Pusat PAUD As-Syifa, adalah salah satu dengan BKB yang berlokasi di Kecamatan agak yang cukup lama berdiri. As Syifa berdiri Kroncong, Kecamatan Mekar Jaya, dan pada 1999. Bentuk kegiatannya memberikan Kecamatan Cikedal”, ucap Ade Suparman, program pola asuh kepada para orangtua S. Sos, Staf Dikmas Bidang Pendidikan dan kegiatan Posyandu rutin setiap sebulan Nonformal Kabupaten Lebak. satu kali. Mereka juga menyelenggarakan TK Berdasarkan data di Dinas Pendidikan dan Kelompok Bermain. Drs. Agus Rifai, Kabupaten Pandeglang, dari sekitar 2 juta Di area 400m², As Syifa mengajar 7 kepala seksi penduduknya masih ada 52.426 yang buta murid yang tinggal tak jauh dari lokasi PLS kabupaten aksara. Masyarakatnya yang tergolong di Desa Sukasari, Kecamatan Pulosari, Pandeglang, miskin dan buta aksara, menjadi kendala Kabupaten Pandeglang. Tahun 2005 lalu Banten bagi perkembangan pemahaman As Syifa menerima bantuan dana rintisan penduduknya terhadap PAUD. sebanyak Rp 25 juta dari Direktorat PAUD. Idealnya, sasaran PAUD adalah Nadrah, 28 tahun, merangkap pengelola anak-anak usia dini yang tidak Pusat PAUD sekaligus tutor. Ia mengeluhkan terlayani di TK dan kebanyakan pemahaman masyarakat atas pentingnya berada dalam golongan ekonomi PAUD yang masih sangat kurang. “Bahkan, rendah. Akibatnya, hingga kini para orangtua anak usia dini di lingkungan PAUD selalu disebut TK PAUD. kami hanya memahami bahwa TK “Masyarakat belum paham sama mengajarkan anak membaca, menulis, dan sekali tentang PAUD. Berulangkali berhitung. Jika anak mereka lulus dari TK, 52 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 52 7/14/2007 10:48:54 AM
  • 55. Banten ada 12 PAUD harus pendidik PAUD, Kabupaten Lebak tergolong Para tenaga pendidik didirikan di Lebak,” ujar beruntung. Pasalnya, tahun 2006, dari 16 dan pengelola PAUD di Kabupaten Pandeglang Drs. Zaenal, Kasubdin PAUD ada 14 tutor mendapat beasiswa dari ipah maftuhah, nadrah, PLS Kabupaten Lebak. Direktorat PTK-PNF melanjutkan pendidikan dan Ade Suparman Menurut Zaenal, S1 di UNJ. Ade Rakhayu Ama, pengelola masalah yang masih Pusat PAUD Harapan Mulya misalnya. Ketua mengganjal hingga Himpaudi Kabupaten Lebak itu tengah kini adalah kurangnya menyelesaikan kuliah S-1 di UNJ. tenaga tutor PAUD. Pusat PAUD Harapan Mulya memulai Di 16 PAUD didukung operasional di Desa Taman Jaya, sejak 2002. ada 62 orang tutor, “Ini Pusat PAUD yang pernah mendapat yang sebagian besar prestasi 10 besar terbaik dari 600 PAUD se- honorer. Indonesia menurut tinjauan dan penilaian Provinsi Banten dari Depdiknas tahun 2004,” kata Edi memberikan bantuan Julyadi. mereka menuntut agar anak-anak sudah insentif untuk tutor KB sebesar Rp 200.000 Pusat PAUD Harapan Mulya membuka bisa calistung (membaca, menulis dan dan tutor PAUD sebanyak Rp 400.000 Satuan PAUD Sejenis, yakni Taman berhitung),” tutur Nadrah yang sedang per bulan. Zaenal berharap kelak ada Pengasuhan Anak Soleh yang kegiatannya menempuh jenjang pendidikan S1 jurusan pengangkatan tenaga honorer menjadi PAUD di Universitas Negeri Jakarta. diadakan kali seminggu setiap sore. tenaga tetap. “Banyak di antara mereka Untuk mendukung kegiatan operasional Muridnya 25 anak-anak usia 4-6 tahun. Mereka masa kerjanya sudah 5-6 tahun,” katanya. harian, As Syifa menarik iuran partisipasi dari diajar konsep keislaman secara sederhana. orangtua murid sebesar Rp 5.000/bulan Misalnya, belajar mengucap salam, untuk TK. Sedangkan khusus untuk KB, tak membaca basmalah dan berdoa para murid dan tenaga pendidik di Pusat PAUD dipungut iuran sama sekali. setiap memulai kegiatan. Harapan Mulya Agak berbeda dengan Pusat PAUD As Pusat PAUD Harapan Mulya Syifa, di PAUD Al Fatach iuran partisipasi menempati lokasi yang luasnya orangtua dipungut di TK dan KB. Jumlahnya mencapai 000m². Halaman sama, perbulannya sebesar Rp 5.000. PAUD dan arena bermain outdoor (luar Al Fatach yang dikelola Ipah Maftuhah ruangnya) cukup terawat rapi. Di ini berdiri di Desa Saninten Kecamatan desa berhawa sejuk ini, murid-murid Kaduhejo, pada 1999. PAUD ini bermurid 72 yang seluruhnya berjumlah 9 orang anak. Tahun 2005 menerima dana rintisan didukung 4 tenaga pendidik. PAUD dari Bank Dunia sebesar Rp 25 juta. Pusat PAUD ini melayani anak- PAUD Al Fatach didukung 4 pengajar. anak usia dini dari keluarga golongan Penerapan metode BCCT di sana lebih ekonomi lemah. “Orangtua mereka banyak dipakai untuk mengenalkan anak kebanyakan pada huruf-huruf. Hal ini juga dilakukan di para PAUD As Syifa. Tutot di PAUD rintisan ini lumayan bisa bernafas lantaran mendapat insentif dari Pemrintah Provinsi Banten sebesar Rp 400.000/bulan sejak 2006. “Namun, honor ini diterima tidak setiap bulan. Lebih sering sa rapan Mulya, de Pusat PAUD Ha dibayarkan dalam kurun waktu bulan lu camatan Ciku taman jaya, ke sekali,” ucap Ipah yang kini juga sedang menempuh perkuliahan jenjang S1 PAUD Dinas PLS Kabupaten Lebak di Universitas Negeri Jakarta. juga memberikan sokongan biaya Kabupaten Lebak: 10 Besar operasional sebesar Rp 200.000 yang dibayarkan setiap bulan Terbaik sekali. “Paling tidak bisa cukup Di daerah seluas 285.996 hektar ini, dunia memenuhi kebutuhan PAUD baru dikenal sejak 2002. Namun baru ATK per bulan,” papar ada 16 PAUD di sana. “Mulai tahun depan Zaenal. hingga 2009, kami menargetkan setiap Untuk peningkatan kecamatan punya 1 PAUD. Artinya, masih mutu tenaga Drs. Zaenal,Kasi PLS Kabupaten Lebak 5 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 53 7/14/2007 10:49:09 AM
  • 56. Banten laporan pengelolaan Pusat PAUD buruh tani dan tukang ojek,” ungkap Sri Rajawali dan disampaikan ke Dinas Aryanti, Ama.Pd, salah satu tutor Pusat PAUD PLS Kabupaten Tanggerang. Begitu Harapan Mulya. Mereka juga mengadakan juga dari pihak Dinas PLS Tanggerang, kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) yang dalam satu bulan bisa satu-tiga kali merangkul anak usia 0-2 tahun. datang menjenguk kami,” papar Kabupaten Tangerang: APK Lilis Sumarni, Ama.Pd, pengelola harian sekaligus tutor Pusat PAUD PAUD 7% Rajawali. Pada awal berdiri, ada pengalaman Berbatasan dengan Jakarta, menjadikan unik dialami pengelolanya. “Waktu Tangerang sebagai daerah limpahan itu, kami benar-benar langsung aktivitas Jakarta. Antara lain industri, terjun ke lapangan, dari pintu ke pemukiman perkantoran dan infrastruktur pintu mengundang para calon jalan serta kereta api. Tangerang menjadi murid mengikuti pembelajaran bagian besar dari Banten bagian utara yang di Pusat PAUD Rajawali ini,” Lilis perkembangan ekonominya cukup maju mengenang. daripada kabupaten lainnya di Banten. Tapi Dulunya, Pusat PAUD Rajawali kota ini tak bisa mengelak dari catatan angka didirikan di daerah kumuh dan buta aksara sebesar 80.000 orang untuk usia miskin. Yang hidup dan tinggal di 15-44 tahun. H. Supyan S, kepala bidang kebudayan dan PLS lingkungan itu adalah masyarakat Penyelenggaraan PAUD di Tangerang Kabupaten tanggerang ekonomi bawah. Selang dua tahun lumayan bagus. “Di Kabupaten Tangerang kemudian, di kecamatan ini berdiri berdiri 45 PAUD. Terdiri dari PAUD murni dan perumahan. Murid-muridnya jadi lebih yang terintegrasi BKB, 5 di antaranya PAUD ada di kecamatan Pondok Aren, Pamulang, beragam. Setelah 5 tahun operasional, PAUD yang menjadi proyek percontohan Bank dan Ciputat,” kata H. Supyan. Rajawali melibatkan partisipasi orangtua Dunia. Yaitu, kecamatan Rajeg, kecamatan Sasaran PAUD secara keseluruhan murid melalui iuran bulanan sebesar Rp Jambe, kecamatan Kronjo, kecamatan diutamakan meraih anak-anak usia dini Cisoka, dan kecamatan Balaraja,” papar dari golongan ekonomi menengah ke .000 per murid. H. Supyan S, Kasi Kebudayaan dan PLS bawah dan yang tak terlayani di TK. Menurut Kini muridnya berjumlah 108 orang, Kabupaten Tangerang. keterangan H. Supyan APK PAUD Tangerang terdiri dari 90 murid TK, dan 18 murid Satu di antara proyek percontohan ini, baru 7% dari 400.000 anak usia dini. PAUD. Kontribusi yang dibutuhkan juga adalah Pusat PAUD Rajawali. Pusat PAUD Dukungan mengalir dari Depdiknas sejak makin tinggi. Sekarang iuran per bulannya ini memulai operasionalnya di Kecamatan 2005 hingga sekarang. Bentuknya bantuan Rp 25.000. Rajeg, pada 1997. Pengelolaannya di bawah APE. Bantuan lainnya berupa dana rintisan Karakteristik PAUD di Tengarang tanggung jawab langsung Bidang PLS Rp 25 juta yang diberikan sejak 2001. Tahun kebanyakan PAUD mandiri. “Hanya 25% Kabupaten Tangerang. lalu, tercatat 8 PAUD Tangerang menerima PAUD terintegrasi dan itu “Setiap bulan, kami menyusun bantuan dari Bank Dunia. Pemerintah Provinsi Banten juga mengucurkan bantuan pengembangan PAUD. Tahun lalu ada 7 PAUD dana operasional dari APBD melalui Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Jumlahnya Rp 6 juta untuk setiap PAUD. Provinsi Banten juga memberi kontribusi peningkatan mutu tenaga pendidik PAUD dalam bentuk pelatihan untuk Training of Trainer (TOT) tutor PAUD. Sasaran TOT setiap tahun bisa menjangkau lebih dari 10 tutor PAUD. Selain itu, program beasiswa S1 tahun 2007 juga datang dari Direktorat PAUD dan telah menyentuh 6 tutor PAUD. Peningkatan mutu tenaga pendidiknya juga ditunjang dana insentif dari Pemerintah Provinsi Banten. Jumlahnya berkisar Rp 250.000-Rp 500.000 per bulan. 54 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 54 7/14/2007 10:49:17 AM
  • 57. Banten Kabupaten Serang: Melawan untuk mereka,” ucap Jajang KH. Buta Aksara Bupati Serang, H.A. Taufik Nuriman mendukung penuh penyelenggaraan PAUD di daerahnya. “PAUD merupakan keharusan Tren penyelenggaraan PAUD dikenal di karena modal masa depan kita berasal dari Serang sejak 1995. Kini, jumlah PAUD di sana para anak usia emas ini. Kabupaten Serang mencapai 25 PAUD. Terdiri dari 150 KB, menargetkan, agar seluruh anak usia dini 121 Lembaga BKB Kesehatan Masyarakat, 2 di sini menjadi anak yang sehat, cerdas, dan Taman Penitipan Anak, dan 52 Pos PAUD yang bertakwa,” ucapnya tegas. tersebar di Menurut Bupati, PAUD dan pemberantasan buta aksara menjadi prioritas program pendidikan. Berdasarkan data 2006, Kabupaten Serang berpenduduk 1,8 juta jiwa. Dari jumlah itu, masih ada 49.572 orang belum melek Ny. Aat Suirat Abdul Wahib, huruf. pengelola PAUD GARUDA PAUD Garuda yang r Aktifitas belaja berlokasi di area bekas jar di dan menga mushola Komplek Pendidikan PAUD Garuda dan Kebudayaan, Blok B, Jl. Manokwari, Panancangan Baru Serang, Kecamatan Cipocok baru berdiri 2 Mei 2007. 4 kecamatan. Namun muridnya luamayan banyak: 40 anak “APK PAUD di Serang sudah mencapai 25.000 anak usia dini dari target sebanyak usia -4 tahun didukung 7 pendidik. Kegiatan 174.000 anak yang akan diraih pada 2007- belajar mengajar di dalam ruang seluas 2009,” ungkap Drs. Jajang KH, M.Pd, Kasi Bina 150m² ini berjalan lancar. Meski tanpa sarana Pendidikan Masyarakat Kabupaten Serang. Alat Permainan Edukatif (APE). Mengenai peningkatan mutu PAUD, ia “Metode pembelajaran di sini terbagi menjelaskan bahwa kebijakan Bupati Serang dalam beberapa konsep. Mengenal diri, mengerucut pada program menyukseskan sosialisasi diri dan belajar doa,” papar PAUD lewat sokongan APBD. Tahun 2007 Aat Suirat Abdul Wahid, pengelola PAUD mengucur dana pengadaan buku-buku Garuda. PAUD, rintisan PAUD, dan pengembangan Di dinding ruang belajarnya memang pelepasan 1000 anak Pau d oleh banyak tempelan kertas warna-warni dan PAUD. Jumlahnya Rp 10 juta. Penerimanya Bupati Kabupaten Serang tulisan-tulisan besar yang menyiratkan 112 PAUD, masing-masing sebesar Rp 10juta. keislaman yang kental. Tujuannya agar murid Dukungan lainnya, berupa pemberian terbiasa mengenal huruf Arab dan beberapa Modal awal operasional dikeluarkan insentif terhadap para doa pendek. dari uang kas PKK RW 09 dan dana pribadi. pendidiknya Hingga kini, PAUD Garuda belum tersentuh dengan Para pendidik terdiri dari tenaga tetap bantuan dana dan pelatihan tenaga jumlah dan 4 tenaga magang. “Ada 2 orang tenaga pendidik, baik dari Depdiknas, Provinsi rata-rata Rp pendidik tetap yang masih kuliah di PGTK Banten, maupun Kabupaten Serang. Tapi 200.000/ dan 1 orang pensiunan kepala SD. Sedangkan nampaknya semangat Bu Aat dan rekan bulan. untuk tenaga magang, mereka mahasiswi di kerjanya tak terbendung. Mereka tetap “Ini hanya S-1 dan D2 PGTK Universitas Tirtayasa,” kata semangat melahirkan anak-anak cerdas di sebagai ibu rumah tangga berusia 54 tahun ini. lingkungan mereka. pengganti Sebelum mengelola PAUD Garuda, Aat “Kebanyakan muridnya dari keluarga biaya punya pengalaman menjadi koordinator ekonomi rendah. Orangtua mereka bekerja transportasi TK. “Awalnya mendirikan PAUD Garuda sebagai buruh pabrik, pemulung, dan supir karena selain menyenangi dan menyayangi angkot. Oleh karenanya, PAUD Garuda ini anak-anak, juga merupakan gerakan POKJA 2 gratis untuk anak-anak mereka,” kata Aat. Kabupaten. Kami dari PKK RW 09 Kecamatan Cipocok menindaklanjuti program tersebut dengan mendirikan PAUD Garuda,” ucap Drs. Jajang KH, M. Pd, Aat. AYU N. ANDINI Kepala Seksi Bina Pendidikan Masyarakat 55 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 55 7/14/2007 10:49:35 AM
  • 58. Jawa Barat Kependidikan Usia Dini FOTO-FOTO: ROBBY SUGARA Indonesia) Jabar, itu mulai gaduh. Beberapa guru tak sabar menyampaikan unek- uneknya dengan emosional. Sang Kepala Dinas dengan kalem menerima semua ungkapan perasaan para guru TK itu. Bibirnya beberapa kali tersenyum. “Ayo siapa lagi yang mau berbicara,” kata Dadang. Guru-guru TK pun masih terus berbicara bergantian. Seluruh yang hadir punya keinginan bicara, bahkan yang sudah bicara pun KETIKA SI KAKAK ingin bicara lagi. Persoalan yang mereka angkat pada prinsipnya sama saja, yakni IRI PADA ADIKNyA seputar persaingan TK- PAUD dan ketimpangan jumlah anggaran. Tapi ada juga yang menyempal dari pandangan PAUD menjadi prioritas dari lima program pendidikan di Provinsi teman-temannya. Di antara mereka ada Jabar. Tahun ini ditargetkan sejuta anak usia dini terlayani yang mengungkapkan, justru dengan pendidikannya. Menepis friksi dengan pengelola Taman Kanak-kanak adanya gerakan PAUD, penanganan pendidikan anak usia dini jadi lebih sinergis. D Ternyata, mereka yang berpandangan Kesempatan itu tak disia-siakan. Para r H Dadang Dally terlihat tenang. seperti itu memang mengelola TK sekaligus guru TK satu-satu berbicara. Delegasi dari Sesekali bibir Kepala Dinas pengelola lembaga PAUD juga. IGTKI Sukabumi, misalnya, mengungkapkan Pendidikan (Kadis) Propinsi Jawa Dalam penjelasannya, Dadang bahwa kebijakan pemerintah dengan Barat (Jabar) itu tersenyum. Dengan sabar, berupaya menenangkan para guru TK gerakan Sejuta PAUD menimbulkan bentrok ia mendengarkan keluhan sekumpulan guru yang gelisah itu, seraya memberikan di lapangan dengan TK yang sudah lama Taman Kanak-kanak (TK) yang tergabung pemahaman tentang tujuan pemerintah berdiri. “Banyak masyarakat yang semula dalam IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak- menggerakkan PAUD. “Pada intinya tidak akan memasukkan anaknya ke TK akhirnya kanak Indonesia) dan GOPTKI (Gabungan ada yang harus digundahkan. Justru, kita tersedot ke PAUD,” katanya. Organisasi Penyelenggara Taman Kanak- harus lebih bersinergis,” ujar Dadang. “TK Dia juga menyoal anggaran yang kanak Indonesia). menggarap bidang pendidikan formal Hari itu Selasa 19 Juni 2007, di ruang timpang. “TK hanya kebagian Rp juta anak usia dini, sementara PAUD bergerak acara Dinas Pendidikan Jabar tengah untuk tahun ini. Sementara PAUD mendapat di bidang pendidikan nonformal. Jadi digelar pertemuan. Inisiatif pertemuan itu Rp 12 juta. Padahal TK sudah lebih lama tidak ada yang harus kebakaran jenggot. berasal dari guru-guru TK dari berbagai beroperasi daripada PAUD,” sungutnya. Masing-masing sudah jelas tugasnya,” penjuru Jabar. Para guru TK itu sengaja Kemudian keluhan lain muncul dari terang Dadang. ingin melakukan pertemuan dengan Dinas delegasi IGTKI Subang, Depok, Ciamis, Namun Dadang mengatakan dapat Pendidikan untuk membahas kebijakan dan Sumedang. Mereka mengungkapkan memahami perasaan para guru yang baru Pemerintah Jabar soal gerakan persoalan yang tidak jauh berbeda dengan gundah itu. Segala persoalan yang sejuta PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). IGTKI Sukabumi. Seputar ketimpangan diungkapkan para guru, katanya, akan Pada 2007 ini, Jabar menargetkan sejuta anggaran, benturan dengan PAUD, dijadikan bahan kajian untuk mengevaluasi anak usia dini dari umur 0-6 tahun bisa tersedotnya murid-murid TK dan guru- Gerakan Sejuta PAUD. Para guru TK pun terlayani. gurunya ke PAUD. Yang lebih parah, bertepuk tangan. “Inilah enaknya berbicara “Silakan Ibu-Ibu, persoalan apa yang bisa pengakuan dari IGTKI Sumedang. Ternyata di depan guru TK, banyak dikasih tepuk saya bantu?” ucap Dadang Dally membuka ada beberapa TK gulung tikar karena tangan,” timpal Dadang sambil tersenyum. pertemuan dengan para pengajar dan terhimpit gerakan Sejuta PAUD ini. Para guru pun tertawa. Suasana pertemuan pengelola TK yang seluruhnya perempuan Acara yang dihadiri pengurus Himpaudi berubah ceria. Tidak tegang lagi. itu. (Himpunan Pendidik dan Tenaga 56 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 56 7/14/2007 10:49:38 AM
  • 59. Jawa Barat Pertemuan Curhat Drs H Herang Abiyanto, MM mengatakan, Pendidikan Nonformal dan Informal PAUD Nonformal tidak sama dengan TK Depdiknas, Ace Suryadi, Direktur PAUD Kepala Seksi (Kasi) Warga Belajar Sub Dinas yang sudah memiliki infrastuktur yang Depdiknas, Gutama, Gubernur Jabar, Pendidikan Luar Sekolah, Dinas Pendidikan sudah mapan. “PAUD Nonformal digerakan sejumlah pejabat dinas provinsi, DPRD Jabar, Drs H Husen R Hasan, MPd turut hadir untuk membantu meningkatkan Angka Jabar, dan masyarakat yang peduli pada dalam pertemuan itu. Husen memang kerap Partisipasi Kasar (APK) yang masih rendah pendidikan usia dini. Acara itu juga diisi menerima keluhan dari para pengelola TK. dan peningkatannya berjalan tersendat- dengan penandatanganan kerjasama antara “Tapi, jika keluhan itu dialamatkan ke Sub sendat,” katanya. “PAUD Nonformal Dinas Pendidikan dan Tim Penggerak PKK Dinas PLS, jelas salah alamat. Seharusnya, merupakan alternatif bagi masyarakat yang Jabar. keluhan itu ditujukan ke Subdin Pendidikan tak mampu membayar TK. Sebab, semua Menurut Dadang, Gerakan PAUD Dasar yang mengurusi pendidikan formal,” anak usia dini di Indonesia harus bisa merupakan program prioritas di antara lima ujar Husen. Tapi Husen senang, Kepala Dinas terlayani pendidikannya,” ungkap Herang. program pendidikan Provinsi Jabar. Kelima Pendidikan ternyata berkenan menanggapi Bukan hanya Jabar sebenarnya yang program itu adalah: pertama, program langsung keluhan para guru TK. memiliki persoalan dengan APK anak usia sejuta anak usia dini terlayani. Kedua, “Dengan bijak Pak Kadis menanggapi dini yang rendah ini. Hampir semua wilayah program penuntasan wajib belajar 9 tahun. semua keluhan para pengelola TK dan di penjuru Indonesia mengalami hal serupa. Ketiga, program perintisan wajib belajar pertemuan yang semula tegang, jadi Karena itu pemerintah kini memacu kembali 12 tahun. Keempat role-sharing perbaikan berubah ceria,” kata Husen. Himpaudi yang Gerakan PAUD yang sebenarnya sudah gedung-gedung SD yang rusak antara turut hadir dalam pertemuan itu memilih dicanangkan sejak tahun 2000 itu. Direktur pemerintah pusat dan daerah. Dan yang tidak mengomentari keluhan para guru TK, PAUD, Departemen Pendidikan Nasional kelima, implementasi dan optimalisasi khawatir akan memperuncing masalah. (Depdiknas), Dr Gutama, mengungkapkan pendidikan yang berorientasi kerja. Husen mengatakan, acara pertemuan bahwa Gerakan PAUD di beberapa daerah Dadang mengakui, di wilayahanya kondisi dengan Kepala Dinas itu memang dijadikan telah dimotori para istri pejabat, Ketua penyelenggaraan layanan pendidikan bagi semacam forum curhat (curahan hati). Para Tim Penggerak PKK, anggota DPRD, dan anak usia dini masih sangat rendah. Padahal, guru TK dipersilakan mengungkapkan segala sejumlah stakeholder lain. menurut dia, pembentukan sumber daya keluhannya terhadap kebijakan Gerakan manusia yang berkualitas harus dimulai Sejuta PAUD yang dibuat oleh pemerintah sejak usia dini. Data Angka Partisipasi Kasar Provinsi Jabar. Husen pun mengaku bisa Program Sejuta Anak (APK) tahun 2006 tentang PAUD di Jabar memahami keluhan para guru TK. “Mereka, hanya 14,28%, berdasarkan jumlah TK, RA, para pengelola TK lama seakan merasa Pemerintah Provinsi Jabar pada tahun Tempat Penitipan Anak, dan sejumlah PAUD ditinggalkan,” kata Husen. ini memang sedang sibuk-sibuknya lain kala itu. Para pengelola TK merasa tersaingi, menargetkan pencapaian sejuta anak Berdasarkan data BPS (Badan Pusat karena banyak orangtua lebih memilih yang terlayani pendidikannya. Program Statistik) Provinsi Jabar, pada tahun 2006 memasukkan anaknya ke PAUD yang gratis ini diluncurkan pada Selasa 12 Juni 2007 ketimbang masuk TK yang harus bayar. “PAUD di Bandung. Hadir dalam acara itu Dirjen penduduk Jabar berjumlah 40.77.594 nonformal yang kita gerakkan memang tak memungut biaya apa pun, meskipun model permainan yang diajarkannya sama saja dengan TK, sedangkan TK memungut biaya macam-macam. Karena itu masyarakat memang lebih memilih PAUD nonformal,” kata Husen. Husen mengibaratkan PAUD nonformal itu sebagai anak yang baru lahir. Sedangkan para pengelola TK ibarat kakaknya yang cemas, takut kasih sayang orangtuanya akan beralih ke adiknya yang baru lahir itu. “Jadi ini hanya kecemburuan saja,” ungkap Husen sambil tertawa. Tapi Husen menjelaskan bahwa PAUD nonformal juga tidak akan selamanya gratis. “Dana bantuan yang diberikan pemerintah sifatnya hanya sementara,” ujarnya. Setelah itu, mungkin PAUD juga akan mengutip bayaran dari para orang tua dan masyarakat. Kepala Subdinas Pendidikan Luar Sekolah, IGTKI Se Jabar 57 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 57 7/14/2007 10:49:42 AM
  • 60. Jawa Barat Jalur Formal dan Nonformal yang terlayani oleh PAUD nonformal baru dadang Dally, 70.565 anak atau 8,1%. Sedangkan yang Ada sejumlah alasan mengapa r Kadis Prop. Jaba sudah bisa dilayani pendidikan formal pemerintah Jabar memprioritaskan PAUD (TK/RA) sebanyak 280.456 anak, atau dalam program pendidikan. Gubernur 6,15%, sehingga total yang terlayani baru Jabar, Danny Setiawan, mengatakan bahwa 651.021 anak atau 14,28% dari seluruh sumber daya manusia yang berkualitas anak usia dini. harus dipersiapkan sedini mungkin. Menurut Data tersebut bisa dirinci lagi: untuk Danny, pertumbuhan dan perkembangan kelompok anak lelaki usia 0-2 tahun yang manusia terjadi pada usia 0 hingga 6 tahun (golden age), dan negara-negara yang terlayani PAUD baru 8.91 orang, dan terbukti telah maju, ternyata menaruh anak perempuan baru 82.689 orang, dari perhatian yang tinggi terhadap PAUD. “Inilah jumlah total yang mencapai 1.899.741 yang menjadi sandaran kami,” tambah anak. Kelompok anak lelaki usia 2-4 tahun Danny. baru terlayani 4.049 anak, dan kelompok Menurut Danny, dana yang disediakan anak perempuan baru 8.91 orang, dari untuk Gerakan Sejuta PAUD di Jabar total 1.19.845 anak. Kelompok usia 4-6 mencapai Rp 9.119.750.000. Duit itu berasal tahun untuk laki-laki yang terlayani PAUD dari APBN (Anggaran Pendapatan dan jiwa, dengan laju baru 41.45 anak, dan untuk perempuan pertumbuhan penduduk rata-rata 2,2 baru 14.656 orang, dari 1.519.79 anak. Belanja Negara) sebanyak Rp 7.51.250, per tahun. Jumlah anak usia dini dari 0- Jumlah anak usia tersebut tersebar di 25 dan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja 6 tahun mencapai 4.559.79 jiwa. Tapi kabupaten/kota di Jabar. Daerah) Jabar sebesar Rp 1.588.500.000. DATA PAUD YANG TERLAYANI PADA 2006 Jumlah Anak yang terlayani Jumlah Anak Usia Dini Total Kabupeten/ Pendidikan No Jumlah Pendidikan Formal Kota nonformal 0-2 2-4 4-6 TK RA Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1. Kota Bogor 6.599 21.859 29.279 87.87 7.49 .67 10.986 20.59 25.560 29,10 6.546 41,61 2. Kab. Bogor 217.060 10.26 17.648 520.94 18.086 6.05 24.19 1,41 1.771 0,4 25.910 4,97 . Kota Depok 52.882 1.729 42.06 126.917 14.101 2.785 16.886 11,11 1.8 1,09 18.269 14,9 4. Kab. Sukabumi 120.898 72.59 96.718 290.155 5.262 .209 8.471 1,81 2.50 0,81 10.821 ,7 5. Kota Sukabumi 17.659 10.595 14.127 42.81 2.747 989 .78 6,48 4 0,81 4.079 9,62 6. Kab. Cianjur 110.28 66.197 88.262 264.787 2.442 1.87 4.15 0,92 2.8 1,07 7.148 2,70 7. Kab. Bandung 194.494 116.697 155.595 466.786 14.065 2.074 16.19 ,01 8.864 8, 55.00 11,78 8. Kota Bandung 95.275 57.165 76.220 228.659 22.622 5.857 28.479 9,89 19.740 8,6 48.219 21,09 9. Kota Cimahi 2.479 19.487 25.98 77.949 .288 1.845 5.1 4.22 6.565 8,42 11.698 15,01 10. Kab. Sumedang 50.462 0.277 40.70 121.109 4.954 1.021 5.975 4,09 7.822 6,46 1.797 11,9 11. Kab. Garut 148.405 89.04 118.724 56.17 8.21 4.0 12.54 2,4 88.272 24,78 100.626 28,25 12. Kab. Tasikmalaya 96.129 57.677 76.90 20.709 6.160 .155 9.15 2,67 14.174 6,14 1.797 11,9 1. Kota Tasikmalaya 28.86 17.02 2.069 69.206 2.671 2.09 4.980 ,86 6.601 9,51 11.581 16,7 14. Kab. Ciamis 77.575 46.545 62.060 186.179 8.0 4.671 12.974 4,46 29.994 16,11 42.968 2,08 15. Kota Banjar 1.12 7.879 10.506 1.517 988 - 988 ,1 2.688 8,5 .676 11,66 16. Kab. Kuningan 40.06 24.184 2.245 96.75 5.815 1.97 7.788 6,01 12.418 12,84 20.206 20,89 17. Kab. Cirebon 92.25 55.52 7.802 221.406 7.821 2.511 10.2 ,5 6.841 ,09 17.17 7,76 18. Kota Cirebon 14.175 8.505 11.40 4.020 2.878 864 .742 8,46 1.054 ,10 4.796 14,10 19. Kab. Majalengka 47.064 28.29 7.651 112.954 6.964 2.000 8.964 6,17 16.462 14,57 25.426 22.51 20. Kab. Indramayu 95.550 57.0 76.440 229.19 8.55 2.05 10.90 ,64 66.72 29,10 77.122 ,6 21. Kab. Subang 57.681 4.609 46.145 18.45 2.955 1.628 4.58 2,1 1.99 1,44 6.576 4,75 22. Kab. Purwakarta 28.570 17.142 22.856 68.568 2.510 1.108 .618 ,66 2.592 ,78 6.210 9,06 2. Kab. Karawang 89.897 5.958 71.918 215.75 2.077 2.88 4.915 0,96 8.716 4,04 1.61 6,2 24. Kab. Bekasi 52.828 1.697 42.26 126.788 14.0 .00 17.0 11,28 1.712 1,5 19.015 15,00 25. Kota Bekasi 89.206 5.524 71.65 214.094 0.720 1.21 4.951 14,5 .084 1,44 47.05 21,97 Jumlah 1.899.741 1.19.845 1.519.79 4.559.79 205.757 74.699 280.456 6,15 70.565 8,1 651.021 14,28 Sumber: Disdik Jabar 2006 58 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 58 7/14/2007 10:49:51 AM
  • 61. Jawa Barat dan pengelola PAUD dengan cara pelatihan Danny yakin betul sejuta anak di Jabar bisa , Hasan R. Husein g secara intensif. Kelima, memberikan terlayani pendidikan pada tahun ini. Belajar Bandun Kasi Warga penghargaan kepada bupati walikota yang Ada dua jalur pendidikan yang telah berhasil menaikkan angka partsipasi dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Jabar pendidikan anak usia dini. Kemudian yang untuk menggenjot angka partisipasi terakhir, melakukan monitoring, evaluasi pendidikan anak usia dini. Pertama dengan dan pelaporan program PAUD yang sudah jalur PAUD pendidikan formal, dan kedua berjalan. jalur nonformal. Jalur formal dilaksanakan Kepala Seksi Warga Belajar, Husen R oleh TK dan RA (Raudhtaul Atfal), yang Hasan, pun mengaku optimistis, sejuta mengurusi pendidikan anak usia 4-6 tahun. anak bisa terlayani pendidikannya tahun Sedangkan PAUD nonformal dijalankan ini. “Perangkat-perangkat pelaksananya kini oleh Kelompok Bermain, Taman Penitipan sudah tersedia, terutama Tim Penggerak PKK Anak, dan Satuan PAUD sejenis (Pos PAUD, yang dipimpin oleh Ibu Gubernur,” katanya. Posyandu, dan Bina Keluarga Balita). Instansi-instansi dan lembaga lain bahu Dari dua jalur itu, ada enam langkah yang membahu menyukseskan program Sejuta ditetapkan oleh pemerintah Jabar dalam PAUD, seperti BAPEDA, Dinas Kesehatan, mendongkrak angka partisipasi pendidikan Dinas Sosial, Departemen Agama, perguruan tingkat desa atau kelurahan,” terang Danny. usia dini. Pertama, melakukan pendataan tinggi, BKKBN, BPS, BPMD, BPPSLP, dan Ketiga, memberikan bantuan dana block sejumlah PAUD di Jabar. “Dari situ akan bisa lain-lain. Dengan dukungan berbagai pihak, grant rintisan dan kerjasama kelembagaan dipetakan sudah berapa anak usia dini yang dan dengan tekad yang kuat, program PAUD. Dana block grant ini diambil dari dua terlayani, dan apa saja persoalannya,” kata pendidikan untuk benih-benih penerus sumber: APBN dan APBD. Danny. Kedua, meningkatkan pemberdayaan bangsa ini niscaya berhasil. Kemudian yang keempat, melakukan tim koordinasi dan kelompok kerja (pokja). peningkatan kapasitas tenaga pendidik “Tim ini disebar dari tingkat provinsi hingga ES cASTRA dan ROBI SUGARA (Bandung) TARGET PAUD YANG AKAN DILAYANI PADA 2007 Jumlah Anak Usia Jumlah Anak Terlayani Jumlah anak yang Proyeksi target harapan 1 No Kabupeten/Kota % % Dini 0-6 Formal/Nonromal belum terlayani juta anak 2007 jumlah 1. Kota Bogor 87.87 6.546 41.61 51.291 19.265 1.9 2. Kab. Bogor 520.94 25.910 4.97 495.0 114.257 11.4 . Kota Depok 126.917 18.269 14.9 108.648 27.86 2.78 4. Kab. Sukabumi 290.155 10.821 .7 279.4 6.69 6.6 5. Kota Sukabumi 42.81 4.079 9,62 8.02 9.295 0.9 6. Kab. Cianjur 264.787 7.148 2,70 257.69 58.075 5,81 7. Kab. Bandung 466.786 55.00 11,78 411.78 102.79 10,24 8. Kota Bandung 228.659 48.219 21,09 180.440 50.151 5,02 9. Kota Cimahi 77.949 11.698 15,01 66.251 17.096 1,71 10. Kab. Sumedang 121.109 1.797 11,9 107.12 26.56 2,66 11. Kab. Garut 56.17 100.626 28,25 255.547 78.119 7,81 12. Kab. Tasikmalaya 20.709 2.489 10,18 207.220 50.601 5,06 1. Kota Tasikmalaya 69.206 11.581 16,7 57.625 15.179 1,52 14. Kab. Ciamis 186.179 42.968 2,08 14.211 40.84 4,08 15. Kota Banjar 1.517 .676 11,66 27.841 6.91 0,69 16. Kab. Kuningan 96.75 20.206 20,89 76.529 21.217 2,12 17. Kab. Cirebon 221.406 17.17 7,76 204.2 48.561 4,86 18. Kota Cirebon 4.020 4.796 14,10 29.224 7.462 0,75 19. Kab. Majalengka 112.954 25.426 22,51 87.528 24.774 2,48 20. Kab. Indramayu 229.19 77.122 ,6 152.197 50.296 5,0 21. Kab. Subang 18.45 6.576 4,75 11.859 0.6 ,04 22. Kab. Purwakarta 68.568 6.210 9,06 62.58 15.09 1,50 2. Kab. Karawang 215.75 1.61 6,2 202.122 47.21 4,7 24. Kab. Bekasi 126.788 19.015 15,00 107.77 27.808 2,78 25. Kota Bekasi 214.094 47.05 21,97 167.059 46.957 4,70 Sumber: Data diambil dari Buku Pedoman Operasional Pengelolaan PAUD Jabar 2007 59 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 59 7/14/2007 10:49:52 AM
  • 62. Jawa Barat mahal. Awalnya malah tidak dipungut biaya, FOTO-FOTO: ROBY SUGARA alias gratis. Namun, belakangan, para orang tua murid merasa terpanggil untuk membantu membayar honor para tenaga pendidiknya yang tak seberapa. Honor para pendidik di Kober cuma Rp 175.000 sebulan. “Tapi saya senang saja mengajar di sini,” kata Tri Wuryani, satu di antara tenaga pendidik Kober. Kober Bunga Nusantara dikelola oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Jayagiri, Bandung. Tempatnya nebeng di gedung BP- PLSP (Balai Pengembangan- Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda) Regional II. Riany Arista sendiri adalah pengurus BP-PLSP. Saat ini, untuk tahun ajaran 2006-2007, jumlah warga BERGERAK UNTUK belajar di Kober Bunga Nusantara sebanyak 8 anak. Tiap hari, Kober Bunga Nusantara membuka pendaftaran. Dengan sarana- SEJUTA ANAK prasarana permainan yang cukup memadai, Kober Bunga Nusanara merupakan salah satu kelompok belajar yang dijadikan percontohan oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Para orangtua di Jawa Barat kian menyadari pentingnya pendidikan anak usia dini. Sejak disosialisasikan gerakan sejuta PAUD di Jabar, Perlu 30.000 Lembaga Paud Tim Penggerak PKK, Forum PAUD, Himpaudi, dan organisasi massa Sejak Departemen Pendidikan Nasional giat bahu-membahu menggolkan target sejuta anak terlayani pendidikan menyosialisasikan PAUD, seluruh pemerintah pada tahun ini. daerah sigap merespon program itu. Banyak K Lilis tak menganggap penting pendidikan amis, 21 Juni 2007, mungkin merupakan lembaga PAUD bermunculan. Pemerintah anak usia dini. Apalagi biaya masuk Kelompok hari yang paling membahagiakan bagi Daerah Provinsi Jabar mematok target Bermain dan Taman Kanak-kanak di Bandung Yusuf Oktariansyah. Bocah kelahiran memasukkan sejuta anak pada lembaga tidak murah. Bandung, 17 Oktober 2002, itu dengan ceria PAUD, tahun ini. Asumsinya, jika setiap Lalu, ketika Pemerintah Provinsi Jawa mengenakan toga wisuda sebagai tanda lembaga PAUD menampung 0 anak, berarti Barat (Jabar) gencar menyosialisasikan tamat pendidikannya di Kelompok Bermain harus ada lebih dari 0.000 lembaga PAUD. gerakan PAUD, Lilis akhirnya tersadarkan Bunga Nusantara, Jayagiri, Bandung. Dari data yang tercatat di Dinas pendidikan bahwa pendidikan usia dini itu amat penting. Lilis Purwani (0 tahun), orangtua Yusuf Jabar, pada 2006 terhitung ada sekitar 1. Akhirnya, Lilis memasukkan anaknya ke Kober juga turut merasakan kebahagiaan yang kober yang tersebar di seluruh penjuru Jabar. Bunga Nusantara, yang menawarkan konsep sama menyaksikan wisuda anaknya. “Ada Selain itu, ada Taman Penitipan Anak sebanyak Kelompok Bermain berbiaya murah. Banyak rasa haru bagi saya ketika melihat anak saya 16 unit, ada 1.008 Pos PAUD, 1.47 Posyandu, perubahan yang dialami anaknya setelah memakai toga, bernyanyi, dan berjoget,” dan ada 97 lembaga PAUD lainnya. Jika masuk Kober. “Anak saya sudah bisa mandiri ungkap perempuan yang berprofesi sebagai ditotal, baru ada 4.47 lembaga PAUD. Masih sendiri, pake baju sendiri, sepatu sendiri, dan perias pengantin itu. jauh sekali di bawah kebutuhan. kecerdasannya mulai terlihat,” tutur Lilis. Lilis senang karena Yusuf bisa ikut Kepala Seksi Warga Belajar Subdinas Riany Arista, pengelola Kober Bunga pendidikan pra sekolah di Kober—sebutan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Dinas Nusantara, membenarkan bahwa biaya untuk Kelompok Bermain Bunga Nusantara, Pendidikan Jabar, Drs H Husen R Hasan, pendidikan di lembaga pendidikannya tidak yang biayanya terbilang murah. Awalnya, mengakui masih sedikitnya jumlah lembaga PAUD di Jabar. Namun, ia merasa yakin Anna Anggraen Siti Djubadeah, at NU Ella M, Muslim i, bahwa target sejuta anak yang terlayani Himpaudi Jaba Aisyiyah r PAUD akan tercapai tahun ini. “Di lapangan, gerakan PAUD yang dilakukan masyarakat kian semarak, apalagi setelah dibentuk Forum PAUD dan Himpaudi tahun lalu,” kata Husen. Selain Forum PAUD, dan Himpaudi, Arysad Ahmad , ada sejumlah lembaga lain yang turut Forum PAUD Ja bar concern menggerakkan PAUD, seperti PKK, 60 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 60 7/14/2007 10:50:03 AM
  • 63. Jawa Barat juga turut berpartisipasi aktif dalam Gerakan penggerak PAUD lainnya seperti Posyandu, PKBM, Aisyiyah, Muslimat NU, Posyandu, dan Sejuta PAUD ini. NU dengan muslimat NU- Muslimat NU, Aisiyah dan sebagainya,” kata sejumlah masjid. nya memiliki lembaga PAUD sekitar 194 Arsyad. “Tugas kami adalah menciptakan Ketua Harian Forum PAUD, Dr . Ir.H. buah. Ketua Muslimat NU Jabar, Dra.Hj.R.Ella sinergi di antara semua komponen penggerak Arsyad Ahmad, M.Pd, mengatakan bahwa Muhammad, mengatakan bahwa jauh PAUD,” Arsal menegaskan. tugas yang diemban Forum PAUD adalah sebelum Pemerintah Jabar menyosialisasikan Himpaudi pun tak mau ketinggalan langkah. men-sinergi-kan lembaga PAUD yang ada di gerakan PAUD, lembaganya sudah bergerak “Kami akan terus berupaya meningkatkan Jabar. Selain itu, Forum Paud juga berusaha lebih dulu. kompetensi, kualitas, juga kesejahteraan para menggalang bantuan dari masyarakat dan Pendapat senada juga diungkapkan Ketua pendidik PAUD,” kata Anna Anggraeni, Ketua seluruh stakeholder PAUD. “Kami akan terus Aisiyah Jabar, Siti Djubaidah. Ia mengatakan Himpaudi. Menurut Anna, sebagian besar para melakukan sosialisasi, evaluasi, menjalin bahwa Aisiyah bahkan telah peduli pada pendidik PAUD hanya berpendidikan SMA, kerjasama dengan sejumlah pihak untuk pendidikan anak sejak sebelum kemerdekaan. bahkan ada yang cuma lulus SMP. “Kami akan turut membantu gerakan PAUD,” ujar Arsyad. “Jadi, Aisiyah bisa dibilang gurunya bangsa tingkatkan pendidikan mereka,” ujar Anna “Pokoknya, tugas kami adalah ngomporin ini,” ujar Djubaidah. yang memiliki enam lembaga PAUD, tersebar orang untuk mau membantu PAUD,” Arsyad Muslimat NU dan Aisiyah yakin, Gerakan di Bandung. menambahkan sambil tersenyum. Seperti Sejuta PAUD di Jabar akan sukses. Alasannya, Tim penggerak PKK yang dimotori Ibu diungkapkan Husen R Hasan, tanpa bantuan seluruh komponen masyarakat telah ikut Gubernur, Nyonya Danny Setiawan, juga turut semua pihak, program sejuta anak terlayani tersadarkan untuk mengembangkan PAUD. berjibaku menggerakkan perluasan PAUD di PAUD tak bakal tercapai tahun ini seperrti Apalagi, pemerintah turut membantu dari seantero Jabar. “Gerakan ini tak akan berhasil yang diharapkan. segi pendanaan, sehingga masyarakat tak jika tak melibatkan kekuatan masyarakat,” ujar Forum PAUD juga akan menggerakkan terbebani dalam urusan biaya. Dengan Nyonya Danny. “Karena itu saya akan terus sejumlah tempat atau fasilitas umum untuk bantuan pemerintah itu, PAUD kini bisa mengajak semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan PAUD dinikmati oleh kalangan masyarakat yang terjun membantu gerakan ini,” tegasnya. sesuai dengan kapasitasnya. Misalnya, terminal, tidak mampu. Dua organisasi massa terbesar di Indonesia, stasiun, dan masjid-masjid. “Kami akan selalu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah, bergandengan tangan dengan lembaga ES cASTRA dan ROBI SUGARA JUMLAH LEMBAGA DAN TENAGA PENDIDIK PAUD NoNFoRMAL JABAR 2006 Jumlah Lembaga Jumlah tenaga pendidik Jumlah anak Jumlah anak Kabupaten/Kota Jumlah (%) usia 0-6 yang terlayani Kober TPA Pos PAUD Posyandu Lainnya L P Jml Kota Bogor 87.87 25.560 29,10 18 - 6 79 - 19 105 124 Kab. Bogor 520.94 1.771 0,4 4 1 75 98 - 6 154 190 Kab. Cianjur 264.787 2.8 1,07 45 1 11 42 - 27 157 184 Kab. Sukabumi 290.155 2.50 0,81 68 - 20 102 - 2 170 19 Kota Sukabumi 42.81 4 0,81 7 5 17 25 - 1 40 41 Kota Depok 126.917 1.8 1,09 87 2 65 79 15 19 144 16 Kab. Purwakarta 68.568 2.592 ,78 16 9 109 7 - 1 159 172 Kab. Karawang 215.75 8.716 4,04 - 77 - - 77 145 222 Kab. Bekasi 126.788 1.712 1,5 9 - 10 99 - 1 148 161 Kota Bekasi 214.094 .084 1,44 190 8 79 116 - 5 87 440 Kab. Subang 18.45 1.99 1,44 21 2 1 40 96 46 457 50 Kab. Cirebon 221.406 6.841 ,09 2 - 20 57 22 11 84 95 Kota Cirebon 4.020 1.054 ,10 6 2 11 24 7 54 61 Kab. Indramayu 229.19 66.72 29,10 - 21 1 - 6 76 82 Kab. Kuningan 96.75 12.418 12,84 69 10 75 51 - 1 117 10 Kab. Majalengka 112.954 16.462 14,57 120 1 1 61 - 1 148 179 Kab. Bandung 466.786 8.864 8, 202 40 - 199 0 56 205 261 Kota Bandung 228.659 19.740 8,6 47 9 72 45 - 75 245 20 Kab. Sumedang 121.109 7.822 6,46 1 6 16 54 55 20 19 159 Kab. Garut 56.17 88.272 24,78 94 7 122 1 1 15 170 185 Kab. Tasikmalaya 20.709 14.174 6,14 4 - 17 1 41 12 162 174 Kab. Ciamis 186.179 29.994 16,11 44 - 59 25 25 229 500 729 Kota Cimahi 77.949 6.566 8,42 12 2 9 2 - 2 67 99 Kota Tasikmalaya 69.206 6.601 9,54 9 1 15 18 76 15 8 5 Kota Banjar 1.517 2.688 8,5 9 - 28 154 - 7 28 5 Jumlah 4.559.79 70.565 8,1 1. 16 1.008 1.47 97 856 4.099 4.9555 Sumber: Disdik Jabar 2006 61 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 61 7/14/2007 10:50:06 AM
  • 64. Sumatera Barat FOTO-FOTO: FETTY S.L Kegiatan para guru membina murid PAUD TRADISI PENDIDIKAN URANG AWAK APK PAUD masih rendah: 29%. Selain soal minimnya dana, warga masyarakat menilai pendidikan dimulai di usia 6 tahun. Anggaran pendidikan tersedot untuk membangun SMP di pelosok kabupaten. N hampir selalu masuk 10 besar tingkat M.Sc, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi AMA-nama seperti Haji Agus Salim, nasional berdasarkan angka kelulusan Sumatera Barat. Drs Mohammad Hatta, Sjahrir, dan siswa. Pada Ujian Nasional 2006 tingkat Pendidikan di masyarakat Minang ulama besar Haji Abdul Malik Karim SMA, Sumbar menduduki posisi delapan memang menjadi bagian budaya masa Amrullah alias Hamka, sungguh tak asing besar. Rinciannya: tingkat kelulusan SMA lampau yang disebut jujai. Jujai secara bagi kita. Mereka adalah putra-putra terbaik Jurusan IPA mencapai 96,5%, SMA Jurusan harafiah bermakna rangsangan. Tradisi negeri ini yang mewarnai sejarah republik IPS 92,2%, dan Jurusan Bahasa 95,5%. menjujai (memberi stimulan atau memberi ini. Mereka adalah urang awak yang berasal Sedangkan untuk tingkat SMP, Sumatera rangsangan) berawal dari budaya hidup dari kalangan terpelajar. Mereka pula Barat menduduki posisi ketujuh, dengan di rumah gadang. Sebuah rumah gadang setidaknya tercatat dalam sejarah emas tingkat kelulusan 92,9%. yang besar di masa lalu bisa dihuni seluruh dunia pendidikan di Sumatera Barat, Di luar itu, masih banyak tantangan keluarga besar, mulai nenek, kakek, putra- sebagai tokoh-tokoh yang menorehkan tak ringan. Mulai dari kekurangan sarana- putri hingga cucu-cicit. prestasi membanggakan. prasarana sekolah, kualifikasi guru, APK Semua anak yang lahir di rumah gadang Di masa lampau, ranah Minang menjadi PAUD dan TK hanya 29%, sampai masalah akan selalu dijujai. Yakni diberi pendidikan tempat tujuan paling populer bagi mereka klasik: keterbatasan dana. sesuai adat keluarga. Yang memberi yang ingin menimba ilmu. Banyak orang Menurut Rahmat Syahni, banyak sekolah pengajaran semua anggota keluarga yang dari daerah lain menuntut ilmu di Padang di Sumbar sudah uzur. Nyaris tak layak sudah dewasa. Sang anak diajak bermain, Panjang dan Bukittinggi. Bahkan dari disebut bangunan sekolah. “Sekolah- bercakap-cakap, dididik tata krama, hingga Malaysia pun banyak yang belajar di ranah sekolah yang sudah tua dan mulai hampir dilatih bernyanyi. Meski rumah gadang Minang. Tak heran jika di Padang, kini masih runtuh itu tentu harus diperbaiki dan mulai menghilang, namun tradisi menjujai banyak tersisa sekolah-sekolah berumur tua, biayanya jelas tidak sedikit,” kata doktor masih terus hidup. yang pernah terkenal pada zamannya. statistika dari Iowa State University, Amerika Kejayaan pendidikan Sumatera Barat “Pendidikan adalah tradisi orang Minang. Serikat. (Sumbar) itu masih bersisa, meski tak gilang Para orangtua rela miskin asal anaknya Tak hanya perlu merehabilitasi bangunan gemilang. Setidaknya, tiap tahun Sumbar bersekolah,” kata Dr. Ir. Rahmat Syahni, 62 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 62 7/14/2007 10:50:09 AM
  • 65. Sumatera Barat pemasangan baliho. sekolah. Untuk meningkatkan kualitas di daerah perkotaan memang tak ada “Kami menginstruksikan seluruh dinas pendidikan di Sumatera Barat, Rahmat masalah, tapi di kabupaten-kabupaten pendidikan kabupaten/kota untuk mengajak Syahni juga berusaha mendandani para masih menghadapi banyak persoalan,” anak-anak kembali ke sekolah,” kata Rahmat. tenaga pengajarnya melalui peningkatan kata Rahmat. Pemerintah Provinsi Sumbar Para guru juga diminta membujuk anak- kualifikasi guru. “Banyak guru di Sumatera menargetkan tuntas Wajib Belajar 9 tahun anak putus sekolah di lingkungan tempat Barat belum berijasah sarjana,” katanya. pada 2009. tinggalnya kembali bersekolah. Bagi anak- ”Mereka yang belum sarjana kita lanjutkan Menurut Rahmat, masih banyaknya anak pintar dari keluarga kurang mampu kuliahnya, bahkan kita juga menyekolahkan wilayah kabupaten terisolasi yang tingkat disediakan beasiswa dari APBD sebagai guru ke tingkat S-2.” APK SMP/MTs masih sangat rendah. pendamping BOS. Dinas Pendidikan juga Para guru yang mendapat prioritas Misalnya di Kabupaten Mentawai anak usia membagi-bagikan seragam sekolah secara melanjutkan studinya ke jenjang S-2 SMP masih sulit mengakses sekolah. Lokasi cuma-cuma kepada anak-anak sekolah di adalah yang membidangi mata pelajaran permukiman penduduk yang berpencar- daerah terpencil. penting seperti Matematika, Fisika, Kimia, pencar menyebabkan anak-anak tidak Kendala lain yang paling umum dan dan Biologi. ”Kita memang membutuhkan mudah mencapai sekolah yang letaknya sudah menjadi masalah klasik adalah guru yang punya kemampuan lebih untuk di ibukota kabupaten. ”Mereka memilih masalah dana. Baru dua tahun terakhir ini pelajaran-pelajaran itu,” kata Rahmat. tidak sekolah, daripada harus berjalan kaki Dinas Pendidikan berhasil meningkatkan Saat ini jumlah guru dari SD sampai SMA selama lima jam untuk mencapai sekolah,” anggarannya. Sebelumnya anggaran kata Rahmat prihatin. Negeri di seluruh Sumbar ada 76.15 orang. pendidikan amat kecil. Tahun 2005, Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Dari jumlah tersebut, yang berpendidikan Pendidikan berusaha membangun unit-unit sarjana berjumlah 1.076 orang, sisanya anggaran pendidikan masih ,1% dari sekolah baru, sekolah satu atap dan sekolah belum sarjana. Karena itu, sejak tahun APBD. Tahun 2006 meningkat hingga kecil, terutama di daerah terpencil. Selain 2006, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera 1,1% atau sekitar Rp 105 miliar. Tahun ini, itu, untuk mengakses anak-anak yang putus Barat sudah menyekolahkan sekitar 1.700 anggaran pendidikan naik menjadi 17% sekolah, Dinas Pendidikan Sumatera Barat orang gurunya hingga meraih gelar sarjana. atau sekitar Rp 120 miliar. juga memberdayakan program-program Menurut Rahmat, untuk meningkatkan “Namun belajar dari pengalaman tahun kesetaraan. kualifikasi guru ini, Dinas Pendidikan 2006, kami kewalahan kalau mengelola Supaya guru mau mengajar di tempat Sumbar menggunakan dana dari APBD, sendiri dana sebanyak itu, maka kini terisolasi, Dinas Pendidikan memberi APBN dan Dana Alokasi Khusus. yang kami kelola hanya sekitar Rp 50 tunjangan khusus bagi mereka yang Sumbar juga masih bekerja ekstra keras miliar. Sedangkan sisanya, langsung kami bertugas di daerah terpencil. Tunjangan menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun. APK jadikan block grant di kabupaten kota,” itu dimaksudkan sebagai perangsang, agar kata Rahmat. Dari Rp 70 miliar dana block SD/MI tahun 2005 sebesar 109,7%. Namun para guru tetap bersemangat mengajar grant itu, menurut Rahmat, sebagian besar APK SMP/MTs masih 87,2%. Setidaknya di pelosok. Sosialisasinya dilakukan digunakan untuk rehabilitasi sekolah. butuh mengatrol 8% buat disebut tuntas melalui radio, televisi, koran dan dengan Karena baru dua tahun mendapat Wajar 9 Tahun. ”Program Wajib Belajar anggaran yang cukup besar, maka banyak pekerjaan yang langsung digarap dalam dua tahun ini. “Sepertinya kami harus merapel pekerjaan yang selama ini tertunda penyelesaiannya. Jadi kami agak kewalahan juga menangani pekerjaan yang menumpuk ini,” tutur Rahmat. Pendidikan Anak Usia Dini Secara umum perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK di Sumatera Barat juga masih berjalan lambat. Menurut data Dinas Pendidikan Sumbar tahun 2006, jumlah lembaga PAUD di sana 425 buah. Terdiri dari Kelompok Bermain 182 buah, Taman Penitipan Anak 77 buah, dan Satuan PAUD Sejenis 166 buah. Sementara itu jumlah TK ada 1.585 sekolah. Hanya 16 TK berstatus negeri. Hal Dr. Ir. Rahmat Syahni, M.Sc, Kepala Dinas ini tidak sepandan dengan jumlah anak Pendidikan Provinsi Sumatera Barat usia 0–6 tahun yang mencapai 69.57. 6 Juli - Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 63 7/14/2007 10:50:18 AM
  • 66. Sumatera Barat dan Muslimat NU. waktu melukis di yari Diakui Johny, Ibu Gubernur, Ibu Wakil Gubernur, dan ibu-ibu bupati yang tergabung dalam PKK, berperan penting dalam mengembangkan PAUD. ”Di Kabupaten-kabupaten yang sudah terbentuk Himpaudi dan Forum PAUD, perkembangan pendidikan anak usia dininya makin maju, berkat dukungan aktif PKK,” kata Johny. Kabupaten-kabupaten itu antara lain, Bukittinggi, Padangpanjang, Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, Sawahlunto, dan Damasraya. Dalam membangun PAUD, upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan antara lain menyekolahkan 8 pendidik PAUD dari 19 kabupaten hingga meraih gelar sarjana. Saat ini, kualifikasi pendidik PAUD di Sumatera Barat memang masih dianggap sangat rendah. Rata-rata mereka hanya lulusan Kendala perkembangan PAUD lainnya SMA. Untuk meningkatkan kompetensinya, Minimnya jumlah lembaga PAUD setara adalah dana APBD yang masih minim mereka diikutkan dalam berbagai pelatihan, dengan jumlah murid yang tersentuh untuk PAUD. Selama ini dinas pendidikan seperti pelatihan mengenai metode lembaga PAUD yang baru sekitar 10.88. hanya mengharapkan partisipasi swasta pembelajaran Beyond Centre and Circle Time Sisanya, terserap Posyandu yang berjumlah untuk menangani pendidikan anak usia (BCCT), mengenai tumbuh kembang anak, 6.652 unit, yang tersebar di 19 kabupaten. dini. “Kalau kita ingin menangani PAUD dan pelatihan membuat alat permainan Belakangan, sejumlah organisasi yang berarti kita juga harus siap dengan dana yang murah. membidangi PAUD bermunculan di sana. yang besar. Karena jumlah PAUD yang kita Menurut Johny, usaha lain yang Tahun lalu, berdiri Himpaudi dan Forum tangani cukup besar,” kata Rahmat. dilakukan adalah menyosialisasikan PAUD Provinsi Sumbar. Himpaudi berdiri Selain itu, menurut betapa pentingnya PAUD. pada Juni 2006, sedangkan Forum PAUD ada Johny, ada anggapan Sosialisasi dilakukan melalui sejak 2005. Namun, kegiatannya perlahan- yang salah dari para berbagai media, seperti radio, lahan mati suri, dan baru diaktifkan kembali penyelenggara PAUD. surat kabar, dan baliho. tiga bulan lalu. Ibu Gubernur Sumatera ”Mereka beranggapan “Kami menyosialisasikan Barat, Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, yang akan terus menerima semua program yang terpilih menjadi ketua Forum PAUD, hingga bantuan dari pemerintah diselenggarakan PAUD, kini belum sempat dilantik, sehingga belum untuk penyelenggaraan serta berusaha mengajak melaksanakan program-program kerja. PAUD. Padahal pemerintah masyarakat membawa Menurut Rahmat Syahni, lambatnya hanya memberikan dana anak-anak usia dininya perkembangan penanganan PAUD rintisan,” kata Johny. ke lembaga PAUD,” ujar disebabkan sifat PAUD sendiri yang dinilai Buntutnya, ketika bantuan Johny. “pendidikan luar sekolah”. Para orangtua in Drs Johny Nurd pemerintah tak ada lagi, Keseriusan Pemerintah masih tidak menganggap penting PAUD. maka banyak pengelenggara Provinsi Sumbar ”Sebagian besar masyarakat beranggapan PAUD menutup kegiatannya. ”Biaya meningkatkan PAUD setidaknya bsia bahwa pendidikan anak, baru dimulai penyelenggaraan PAUD itu memang disimak dengan terbitnya buku pedoman pada umur 6 tahun. Mereka menganggap seharusnya jadi tanggung jawab penyelenggaraan PAUD yang terintegrasi. pendidikan di bawah umur itu tidak masyarakat, dan orang tua. Pemerintah Buku ini dibuat atas kerjasama Dinas penting,” kata Rahmat. hanya membantu,” ujar Johny. Pendidikan dengan Dinas Kesehatan, PKK, Pendapat Kepala Seksi Pendidikan Toh, Johny optimistis bahwa PAUD di PKBM dan berbagai pihak lain yang jadi Luar Sekolah Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat akan terus membaik. Tahun stake holder PAUD. Dana untuk membantu Sumatera Barat, Drs Johny Nurdin, senada lalu, anak usia 0–6 tahun yang terlayani PAUD penyelenggaraan PAUD pun terus dengan pandangan Rahmat. ”Kendala PAUD baru 21%. Tahun ini meningkat menjadi ditingkatkan. Tahun ini, Dinas Pendidikan adalah tingkat kesadaran dan pemahaman 29%. Peningkatan ini berkat upaya keras sudah menganggarkan sekitar Rp 400 juta masyarakat terhadap PAUD yang masih dari dinas pendidikan yang bekerjasama yang berasal dari APBD rendah di Sumatera Barat,” katanya. ”Mereka dengan Himpaudi, tim penggerak PKK, dan beranggapan pendidikan hanya dimulai asosiasi wanita lain seperti BKW, Aisyiyah, dari SD.” FETTY SHINTA LESTARI (Padang) 64 Pena Pendidikan  Juli - Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_3-64.indd 64 7/14/2007 10:50:24 AM
  • 67. Sumatera Barat foto-foto: fEttY SHINtA LEStARI Yusticia Katar bersama murid-muridnya MENDIRIKAN SEKOLAH TEXAS DI PADANG Seorang doktor dari Universitas Andalas mendirikan sekolah internasional di Padang. Idenya berawal dari kebutuhan lembaga pendidikan yang pas buat anaknya. “G mencari sekolah yang bagus buat anak saya,” ibunda Yari, Dr. Yusticia Katar, yang sehari- ood Morning, Miss..,” kata Yari kata Yusticia. Tapi ia merasa tak ada yang hari menjadi dosen di Fakultas Kedokteran kepada gurunya. Pagi itu Yari cocok dengan harapannya. Maka, Yusticia Universitas Andalas, Padang. baru tiba di sekolahnya, dan pun berinisiatif mendirikan sendiri sekolah Ide mendirikan sekolah berpengantar berpapasan dengan seorang ibu gurunya. ini. bahasa Inggris itu berawal dari pemikiran Yari adalah bocah laki-laki, siswa kelas tiga Yusticia akan pentingnya sekolah internasional Primary School (setingkat sekolah dasar) di bagi anaknya. Ia menilai bahasa Inggris sudah Yari International School, Padang, Sumatera Inspirasi Jerman jadi bahasa internasional, sehingga harus Barat. dikuasai Yari. Namun, di Padang belum ada Loh.. kok nama Yari sama dengan nama Yusticia terinspirasi oleh sekolah milik sekolah internasional yang pas dan bisa sekolahnya? Ya, karena dari namanya itulah temannya, ketika ia mengambil program S-3 dimasuki anaknya itu. nama sekolah ini berasal. Yari International di salah satu perguruan tinggi di Jerman. Di “Saya sempat berkeliling Kota Padang School didirikan pada Agustus 2002 oleh tempat teman Jermannya itu Yusticia pernah 65 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd65 65 7/14/2007 10:06:39 AM
  • 68. Sumatera Barat model pembelajarannya. Sedangkan berbicara dengan anak-anak mengunakan Yusticia bertanggung jawab dalam kata-kata sederhana dalam bahasa Inggris, soal pendanaannya. seperti menyebutkan warna-warna. Dipilihlah model pembelajaran “Kami di sini tidak menyuruh anak untuk yang diterapkan lembaga PAUD menghafal kosa kata bahasa Inggris, tapi di Jerman dan Belanda, kemudian langsung mengajak mereka bicara dengan dicocokan dengan kultur Indonesia. bahasa Inggris,” kata Yusticia. “Anak-anak Yusticia bersemangat sekali mengelola akan menyimpan setiap kata-kata yang sekolahnya itu, karena cita-citanya didengarnya dalam memorinya. Dan menjadi guru dan pengelola TK yang kemudian, ia akan mengucapkannya dengan terpendam lama dapat diwujudkan. lancar. Inilah metode bilingual yang kita Kemudian, Yusticia memasang gunakan,” Yusticia menjelaskan. iklan di koran mencari para calon guru Sarana dan prasarana yang dimiliki untuk sekolahnya. Menurut Yusticia, “Sekolah Texas” ini cukup lengkap. Alat syarat utama calon gurunya adalah permainan edukatif melimpah ruah, dengan harus mencintai anak, memiliki emosi ruang belajar yang bersih, dan jendela besar yang stabil, dan yang lebih penting, tak berdaun di setiap kelas yang membuat harus mampu berbahasa Inggris. sirkulasi udara sangat baik. Selain itu, ada Dari 40 pelamar yang datang pada perpustakaan, laboratorium komputer dan gelombang pertama, tidak satu pun internet, ruang musik dan keterampilan, serta yang memenuhi seluruh persyaratan kendaraan antar jemput anak. tadi. Anak-anak yang bersekolah di Yari dapat Namun, selang dua hari datang memilih ekstrakurikuler yang disukai seperti dua orang yang ternyata memenuhi sempoa, karate, gitar, biola, drum, baca Al syarat. Akhirnya kedua orang itulah Quran, renang dan lain-lain. Dengan fasilitas yang dilatih Astrid menjadi guru. Saat yang lengkap dan memadai, tentu orang memasuki tahun ajaran baru, Agustus tua juga harus mengeluarkan uang ekstra. 2002, Yari International School pun Berapa biaya masuk ke sekolah ini? Untuk resmi dibuka. Peserta pertamanya sekitar playgroup Rp 200.000, untuk TK Rp 250.000, melihat-lihat katalog yang berisi tentang 20 anak. dan SD Rp 425.000. banyak hal yang berhubungan dengan Karena semua warga sekolah di Yari pendidikan anak usia dini. Ia melihat banyak International School harus menggunakan sekali permainan anak di Jerman yang dibuat Dari Playgroup Sampai SMP dari kayu. bahasa Inggris, maka para guru pun dituntut Kemudian ia teringat kayu-kayu kualitas Yari International School yang menempati untuk mahir berbahasa internasional ini. bagus yang teronggok di gudang rumahnya lahan seluas 3.500 m 2, memiliki empat Mereka diminta untuk terus memperkaya kosa- di Padang. Yusticia lalu mulai membuat jenjang. Keempatnya adalah: jenjang kata dalam bahasa Inggris. Selain itu mereka permainan anak dan perlengkapan sekolah infant atau toddler (untuk usia 5 bulan – 18 juga harus terus mengasah kemampuan seperti bangku dan meja dari kayu, dan bulan), playgroup (usia 18 bulan – 4 tahun), pedagogiknya dan memperdalam ilmu kemudian memanfaatkannnya untuk kindergaten atau taman kanak-kanak (4 – 6 psikologi tentang anak. prasarana main anak-anak usia dini di sekolah tahun) dan primary atau sekolah dasar (6 –12 Yusticia mempunyai cara khusus untuk yang akan didirikannya. tahun). Namun untuk jenjang primary saat melatih guru sehingga menjadi guru yang Sebelum menyelenggarakan pendidikan ini baru ada 3 kelas yaitu dari kelas 1 sampai potensial. Ia lebih memilih calon guru anak usia dini berkonsep internasional itu, kelas 3. Bangunan untuk Kelas 4 hingga kelas lulusan sastra Inggris, daripada lulusan Yusticia berkonsultasi dengan temannya, 6 sedang dibangun. Yusticia kini juga tengah PGTK (Pendidikan Guru Taman Kanak- Astrid E.C. Smith-Haan Bsc. Dia seorang menyiapkan jenjang SMP. kanak). Alasannya karena sekolahnya lebih guru PAUD (pendidikan anak usia dini) yang Jumlah murid Yari International School membutuhkan guru yang bisa berbahasa pernah bersekolah PAUD di Belanda. Yusticia saat ini mencapai 134 anak, dan hampir Inggris. “Kalau syarat mampu berbahasa memaparkan kembali idenya mendirikan semuanya sudah mampu menggunakan Inggris sudah terpenuhi, mereka tinggal lembaga PAUD internasional, karena ia merasa bahasa Inggris. Bagi para siswa mulai dari dididik kemampuan pedagogik dan psikologis kesulitan mencari lembaga pendidikan kelas 3 sekolah dasar, mereka memang harus anak,” kata Yusticia. prasekolah buat anaknya. sudah harus full berbahasa Inggris di dalam Sebaliknya, para lulusan PGTK umumnya Astrid ternyata menyambut ide Yusticia. kelas maupun di luar kelas. kurang menguasai bahasa Inggris, karena Akhirnya bersama Astrid, Yusticia bekerja Namun anak-anak yang berada di kelas mereka memang disiapkan untuk mengajar sama mendirikan lembaga PAUD, dan infant dan playgroup pun sudah diperkenalkan di PAUD konvensional, bukan di lembaga sekaligus sekolah dasar internasional. Astrid bahasa Inggris. Guru biasa mengajak mereka pendidikan internasional. “Bagi saya, lebih ditugaskan menyusun kurikulum dan beryanyi lagu “Twinkle Twinkle Little Star” atau mudah menerima tamatan sastra Inggris, 66 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd66 66 7/14/2007 10:06:42 AM
  • 69. Sumatera Barat Para guru memperhatikan karakter masing- kemudian baru diberi pengetahuan TK,” kata anak bisa mandiri, maka guru harus mandiri. masing anak dengan jeli. Jadi, para guru Yusticia. Umumnya, mereka bisa dibentuk Semuanya yang kita inginkan pada diri paham benar dengan masing-masing pribadi dan mereka juga bisa belajar cepat tentang anak, harus ada pada diri guru. Guru adalah anak, sehingga tahu cara menghadapinya. pedagogik dan psikologi anak. motivator, stimulator, fasilitator. Itu lah guru “Tiap anak memiliki karakter emosi Di luar kemampuan bahasa Inggris, yang ideal,” tegas Yusticia. dan intelijensia masing-masing,” kata Miss penguasaan pedagogik dan psikologi Guru yang berkualitas, kata Yusticia, Neneng.“Ada anak yang dalam satu hari dapat anak, kata Yusticia, yang lebih penting, para tentu punya harga. Dan, orang pun berani menguasai pelajaran dengan baik, tapi ada calon guru di sekolahnya harus punya sifat membayar mahal. Yusticia bersyukur guru- juga temannya yang dalam tiga hari belum penyayang terhadap anak-anak. gurunya punnya kualitas lebih bagus. Hal itu menguasai,” kata Miss Neneng. “Kuncinya, “Karena itu, ketika saya mencari guru terbukti ketika guru-guru di Yari International ternyata bagaimana kita menghadapi di sini, saya tidak peduli ijazah dan IPK-nya school ikut bergabung saat Himpaudi karakter emosi anak-anak.” berapa, tapi isi hati nuraninya. Mereka harus Sumatera Barat membuka konseling pasca- Metode penanganan anak di Sekolah menyayangi anak-anak,” katanya. gempa. “Ternyata banyak yang memilih Yari itu sejalan dengan program yang konseling dengan guru-guru Yari,” kata dilaksanakan oleh Direktorat PAUD, Yusticia. “Mereka juga sering diajak bertemu Menggembleng Guru Departemen Pendidikan Nasional, yaitu oleh guru lain dan pengurus Himpaudi untuk PAUD berbasis keluarga. Yang dimaksud pelatihan,” lanjutnya. Menurut Yustisia, kendala utama dalam dengan PAUD berbasis keluarga adalah PAUD Yusticia kini mempercayakan Yuri menjalankan pendidikan di sekolahnya yang tidak hanya mendidik anak-anak, tapi International School kepada Wirdaningsih, adalah langkanya guru yang qualified. Para juga memberi pemahaman kepada para yang biasa disapa “Miss Neneng”, sebagai calon guru umumnya punya kelemahan yang orangtua dalam menangani anak-anaknya. kepala sekolah. Yusticia sendiri, sebagai sama; kurang menguasai bahasa Inggris. Tiap anak berbeda emosinya, dan orang tua p e m i l i k , h a ny a m e n g a r a h k a n d a n Dampaknya, para guru yang tidak mahir harus mampu mendidik mereka berdasarkan bertanggung jawab dalam penyiapan berbahasa Inggris bukan hanya kurang lancar karakter emosinya itu. prasarananya, selain ikut mengajar. dalam mendidik anak-anak, tapi juga tak “Orangtua harus paham program sekolah piawai memanfaatkan literatur-literatur asing anak-anaknya, sehingga bisa saling bekerja untuk meningkatkan kompetensinya. Dijuluki Sekolah Texas sama demi terselenggaranya pendidikan Karena itu, Yusticia selalu berusaha untuk usia dini dengan baik. Misalnya, jika di menggembleng guru-gurunya dengan Karena metode pembelajaran di Yari sekolah anak dilatih untuk mandiri, maka di memberi pelatihan, dan memberinya bahan- International School berbeda dengan rumah pun juga dilatih mandiri. Bukan malah bahan bacaan berbahasa Inggris yang lembaga PAUD dan sekolah konvensional, sepulang sekolah si anak langsung ditangani berkaitan dengan dunia PAUD. “Setiap hari maka sekolah ini kerap dijuluki “Sekolah baby sitter,” jelas Yusticia. saya mengajarkan guru hal yang berbeda. Texas”. Sebutan “Sekolah Texas” juga diberikan Menurut Yusticia, tugas Sekolah Yari Jika satu hal sudah dikuasai guru dengan baik, karena para guru yang mengajar di Sekolah bukan hanya mendidik anak, tapi juga maka besok guru akan diberikan hal lain lagi. Yari tidak diwajibkan mengenakan pakaian merangkul seluruh komponen keluarga Sehingga mereka benar- seragam. Mereka bebas memilih pakian mulai dari ibu, ayah, hingga kakek dan benar menjadi pendidik asal yang sopan. Karena nenek, untuk bersama-sama mendidik si yang berkualitas,” kata itu banyak yang memilih anak. “Kami menyadari, anak-anak lebih Yusticia. pakaian santai seperti banyak menghabiskan waktunya di rumah Yu s t i c i a j u g a celana jeans. “Dengan bersama anggota keluarga mereka, daripada kerap mendatangkan menggunakan pakaian di sekolah,” kata Yusticia. Karena itu, katanya, narasumber yang bebas, guru bebas orang tua harus memahami posisinya sebagai kompeten sebagai bergerak,” alasan Yusticia. salah satu komponen pendidik. pelatih guru ke D i S e k o l a h Ya r i , “Sebagus apa pun kualitas pendidikan sekolahnya. Misalnya, anak-anak lebih banyak di sekolah, tapi jika tidak dibarengi dengan E l k e O s t h e i m e r, dibebaskan bermain. dukungan orang tua terhadap program kepala TK dari “Bermain adalah proses sekolah di rumah, maka tujuan pendidikan Jerman. Selama satu belajar bagi anak. Jika tak akan tercapai dengan baik,” ujar Yusticia. setengah tahun, Elke ia senang memanjat, Program anak di sekolah dan di rumah mengajar para guru maka kami akan katanya, harus sejalan dan saling dukung. di Yari International memberi panjatan “Jadi yang paling penting dari PAUD berbasis School, dan juga para guru TK yang tinggi. Biarkan anak- keluarga adalah kerjasama antara keluarga di Sumatera Barat. anak itu bebas. Saya memang dan sekolah. Dan inilah yang saya hidupkan Dalam pandangan Yusticia, kualitas ingin gaya ‘Texas’. Bebas. Saya bangga,” disini,” kata Yusticia. guru sangat mempengaruhi kualitas tukas Yusticia. anak. “Jika menginginkan anak kritis, Selain itu pembelajaran yang diberikan maka gurunya pun harus kritis. Jika ingin pada anak di Sekolah Yari bersifat individual. ESCAStRA dAN fEttY SHINtA LEStARI (PAdANg) 67 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd67 67 7/14/2007 10:06:45 AM
  • 70. Sumatera Barat Sumatera Barat. Sedangkan Maerawita Marlis Rahman diberi amanah menjadi ketua Himpaudi (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini), sekaligus Ketua BKOW (Badan Koordinasi Organisasi Wanita) Provinsi Sumatera Barat. Forum PAUD Sebenarnya Forum PAUD sudah didirikan pada 2005, atas permintaan Departemen Pendidikan Nasional. Kala itu, jabatan ketua dan para pengurusnya dipegang para pejabat Dinas Pendidikan Sumatera Barat. Karena itulah dalam perjalanannya sering terjadi ironi yang lucu. Setiap Forum PAUD melakukan kegiatan, yang terlibat orang- orang Dinas Pendidikan juga. Padahal, mestinya kegiatan itu menjaring partisipasi masyarakat. Begitu juga, ketika Dinas Pendidikan memanggil para pengurus Forum PAUD untuk membicarakan perkembangan pendidikan usia dini, yang datang orang Dinas Pendidikan juga. “Ibarat jeruk mak an jeruk , Dinas Pendidikan memanggil organisasi, tapi yang datang orang Dinas Pendidikan juga,” kata Johny Nurdin, Ketua Seksi Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Sumatera DUO UNI Barat. Karena dirasa tidak menyentuh akar sasarannya, maka kegiatan Forum PAUD pun sempat vakum selama hampir dua tahun. Di pihak lain, pemerintah Provinsi PENDEKAR PAUD S u m ate ra B a rat , m a k i n m e ra s a k a n pentingnya pengembangan PAUD untuk mempersiapkan anak memasuki jenjang sekolah dasar. Akhirnya, Maret lalu, Forum Ibu Gubernur Sumatera Barat, Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, dan PAUD dibangunkan kembali dari tidurnya. Ibu Wakil Gubernur, Dra. Hj. Maerawita Marlis Rahman M.Si, Untuk mengoordinasikannya, ditunjuk Hj. ditunjuk jadi ketua Forum PAUD, dan ketua HIMPAUDI Sumatera Vita Gamawan Fauzi, SH, sebagai ketua Barat. Pendidikan anak usia dini dimulai di posyandu. Forum PAUD. Pertimbangannya, karena Vita Gamawan Fauzi adalah istri Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi. Vita fEttY SHINtA LEStARI juga menjadi ketua Tim penggerak PKK P (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) pendidikan anak usia dini, yang sebelumnya endidikan anak usia dini (PAUD) Sumatera Barat. Vita sudah berkecimpung dirasa masih kurang memadai. Untuk termasuk bagian penting dalam mengurus PKK selama kurang lebih 12 mengurus pendidikan prasekolah itu, dua proses pendidikan untuk menyiapkan tahun. Dan, PKK menjadi mitra utama Dinas Srikandi Sumatera Barat telah turun untuk masa depan anak. Pendidikan prasekolah Pendidikan dalam penyelenggaraan PAUD di mengoordinasikan penyelenggaraan PAUD ini dimaksudkan untuk mengondisikan Sumatera Barat. yang lebih baik. Dou uni itu adalah Ibu psikologi anak sebelum memasuki jenjang Hingga berita ini diturunkan, Vita Gubernur, Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, dan pendidikan yang sesungguhnya di sekolah, Gamawan Fauzi belum sempat dilantik secara Ibu Wakil Gubernur, Dra. Hj. Maerawita Marlis mulai tingkat dasar, menengah, bahkan resmi. “Jadi belum ada aktivitas organisasi, Rahman M.Si. hingga perguruan tinggi. karena saya masih sedang mempelajari Vita Gamawan Fauzi ditunjuk sebagai Karena itulah, kini pemerintah Provinsi cara kerjanya dan segala hal tentang Forum ketua Forum PAUD Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Barat tengah terus berupaya PAUD ini,” kata Vita. Tapi sebagai Ketua PKK, sekaligus ketua Tim Penggerak PKK Provinsi memperbaik i dan mengembangk an 68 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd68 68 7/14/2007 10:06:48 AM
  • 71. Sumatera Barat Menurut Vita Gamawan Fauzi, untuk berbagai unsur, antara lain para pendidik Vita sebenarnya sudah kenyang pengalaman meningkatkan mutu pelayanan BKB-PAUD, PAUD, pengelola PAUD, dokter anak, unsur dalam menyelenggarkan pendidikan bagi para kader PAUD terus diasah kompetensinya dinas pendidikan, dan akademisi. anak usia dini. melalui pelatihan, kursus, dan pendidikan. Kegiatan Himpaudi Sumbar selama Vita memaparkan bahwa dalam tubuh ”Karena itu setiap ada informasi mengenai setahun ini lebih fokus pada kegiatan organisasi PKK ada 10 program PKK, pelatihan, Tim Penggerak PKK Provinsi memberikan pelatihan kepada para termasuk BKB (Bina Keluarga Balita). BKB menginformasikan kepada kader PAUD anggotanya untuk menambah wawasan adalah kegiatan pendidikan anak usia dini melalui tim penggerak PKK di kabapaten/ mereka baik dalam metode pembelajaran, yang pelaksanaannya digabungkan dalam kota sampai ke tim penggerak PKK di lapisan maupun dalam pemanfaatan alat-alat kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu). paling bawah, yaitu nagari dan kelurahan,” permainan. Dalam satu tahun ini Himpaudi ” K a r e n a i t u , u n t u k m e ny u k s e s k a n kata Vita. ”Kemudian kalau ada dana, kader mengikuti dua pelatihan tingkat Sumatera. penyelenggaraan BKB-PAUD ini dibutuhkan PAUD bisa melakukan studi banding ke Selain itu, mereka juga gencar kerja sama terintegrasi dengan Dinas kelompok PAUD yang lebih bagus,” ibu tiga menyosialisasikan kegiatan PAUD ke seluruh Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Badan anak itu menambahkan. stake holder, termasuk masyarakat, orangtua, Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Saat ini Sumatera Barat memiliki PAUD anggota DPR, akademisi, dan praktisi (BKKBN),” kata Vita. percontohan yakni PAUD di Kabupaten pendidikan. Kegiatan sosial penting yang Vita menjelaskan, dalam kegiatan BKB, Tanahdatar, yang merupakan PAUD pertama pernah dilakukan adalah pada saat gempa orangtua diberi pengetahuan mengenai yang didirikan di Indonesia. “Saya selaku mengguncang Sumatera Barat, beberapa tumbuh kembang anak. Anak-anaknya juga ketua tim penggerak PKK menghimbau bulan lalu. Kala itu, mereka giat melakukan dididik mandiri sesuai dengan kelompok ketua tim penggerak PKK kabupaten/kota, konseling pascagempa bagi anak-anak, dan umur. Dalam BKB ada lima kelompok umur, untuk belajar PAUD di Tanahdatar. Tidak usah orangtua yang mengalami trauma. yaitu dari 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-3 tahun, jauh-jauh ke daerah lain, cukup difEttY SHINtA LEStARI daerah kita Menurut Maerawita Marlis Rahman, 3-4 tahun, 4-5 tahun. Setelah mendapat sendiri saja,” ujar Vita, sambil tersenyum. PAUD di Sumatera Barat masih mencari pendidikan dalam program BKB, anak-anak metode pembelajaran yang tepat. Metode berusia 5 tahun sudah bisa dimasukkan ke Beyond Centre Circle Time (BCCT) yang Taman Kanak-kanak (TK). HIMPAUDI sejatinya diterapkan untuk PAUD, belum bisa ”Namun karena masih banyak nagari dijalankan sepenuhnya. ”Karena metode (desa) di Sumatera Barat yang masih belum Upaya pengembangan penyelenggaraan BCCT memang belum terpahami dengan memiliki TK, maka kelompok bermain BKB pendidikan anak usia dini, kini juga dilakukan jelas karena belum ada acuannya. Oleh inilah yang dimanfaatkan untuk PAUD,” tutur Himpaudi Sumatera Barat. Himpaudi karena itu untuk sementara, Himpaudi Vita. Jadi, menurut dia, BKB sebetulnya adalah Sumatera Barat berdiri pertengahan Juni Sumatera Barat masih menggunakan cikal bakal sistem pendidikan anak usia 2006. Ketuanya disepakati Dra. Hj. Maerawita alat seadanya untuk pembelajaran PAUD dini. ”Terbukti, BKB PAUD dapat memenuhi Marlis Rahman M.Si, istri Wakil Gubernur terutama di pelosok,” kata Maerawita. kebutuhan pendidikan usia dini, terutama di Sumatera Barat. Saat ini jumlah anggota “Lagipula, kalau kita mengikuti model BCCT desa-desa terpencil melalui posyandu.” Himpaudi sekitar 50 orang, yang berasal dari sepenuhnya, perlu biaya yang cukup besar untuk bisa menjangkau PAUD di daerah- Anak-anak PAUD YARI International daerah terpencil. Jadi belum sepenuhnya School Padang sedang diperiksa giginya kita terapkan,” Maerawita menambahkan. M aerawita ber harap pemer intah bisa terus konsisten mengembangkan PAUD dengan memberikan dana rintisan yang cukup guna peningkatan kualitas. Untuk meningkatkan kualitas PAUD, tentu harus memperhatikan kualitas para pendidiknya. ”J i k a PAU D d i d i r i k a n s e b a n y a k mungkin, tapi pendidiknya tidak diberikan pembelajaran yang cukup mengenai kurikulum dan metode mengajar anak, maka tujuan memberikan pendidikan yang baik untuk anak usia dini, hanya tinggal angan-angan saja,” kata Maerawita. Ia mengusulkan agar dana rintisan dan dana pelatihan pendidikan PAUD, diberikan secara seimbang. ES CAStRA dAN fEttY SHINtA LEStARI (PAdANg) 69 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd69 69 7/14/2007 10:06:51 AM
  • 72. Gorontalo SAIfUL ANAM P erhelatan lokakarya Forum PAUD dan JURUS AMPUH HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) yang berlangsung di Bandung, PROvINSI MUDA Jawa Barat, pertengahan Juni lalu terasa istimewa. Pasalnya, acara tersebut dihadiri oleh Hana Hasanah Fadel Muhammad, istri Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad. Ia hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Program PAUD di Provinsi Gorontalo berkembang sangat cepat antara Forum PAUD Provinsi Gorontalo. lain karena kesediaan Hana Hasanah Fadel Muhammad, istri Gubernur Hana merupakan satu-satunya istri gubernur yang hadir. Ada juga istri pejabat Provinsi Gorontalo Ir. Fadel Muhammad, menduduki posisi sebagai lain yang datang, misalnya istri Wakil Ketua Forum PAUD. Istri-istri bupati/walikota juga menjadi Ketua Gubernur Sumatera Selatan yang menjadi Forum PAUD di daerahnya masing-masing. Sosialisasi dilakukan lewat Ketua Forum PAUD di daerahnya. Hana berbagai cara, antara lain siaran rutin melalui RRI. menyempatkan mampir ke Bandung meski keesokan harinya pergi ke Eropa Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, muda setelah melepaskan diri dari Sulawesi mendampingi suaminya. Drs. Weni Liputo. Utara itu mengakui Hana sangat aktif terlibat Kehadiran Hana di acara lokakarya Irina Popoi, Sekretaris Forum PAUD dalam kegiatan PAUD. “Kami mendapat Forum PAUD dan HIMPAUDI Bandung Provinsi Gorontalo, menyatakan bahwa dukungan penuh dari Pak Gubernur dan hanya sebagian dari bentuk kepedulian dan Hana menjadi Ketua sejak paguyuban ini Ibu Gubernur dalam menjalankan program- komitmennya yang tinggi terhadap PAUD. dibentuk pada Juni 2006 lalu. Kendati baru program pendidikan, termasuk PAUD,” kata Jajaran masyarakat pendidikan di provinsi 70 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd70 70 7/14/2007 10:06:53 AM
  • 73. Gorontalo dengan tiga prioritas pembangunan di Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad bersama istri provinsi tersebut, yaitu peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM), agropolitan jagung (pertanian), serta perikanan dan kelautan. PAUD menjadi bagian dari prioritas program pertama. Hingga kini, jumlah lembaga PAUD di provinsi yang berpenduduk kurang lebih satu juta jiwa itu sudah mendekati angka 300. Padahal, kata Weni Liputo, pada 2003 baru ada tiga. Pertumbuhan paling pesat terjadi di Kabupaten Gorontalo dan Bualemo, lantaran bupati setempat juga sangat peduli. Salah satu tantangan yang menghadang PEMPRov. goRoNtALo pelaksanaan program PAUD adalah fakta bahwa sebagian besar gurunya berpendidikan SMA. Namun Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberi dukungan penuh, yang dibuktikan dengan dibukanya program S-1 PAUD mulai 2007. dibentuk setahun silam, namun lembaga Sosialisasi juga dilakukan melalui Irina yang sehari-hari bekerja sebagai PAUD sudah mulai tumbuh sejak 2003, paguyuban-paguyuban tertentu, seperti dosen di Fakultas Ekonomi UNG memang misalnya PAUD Permata di Kabupaten Bone i k a t a n p e n g g e m a r k e ro n co n g d a n tidak terlibat dalam pembukaan program Bolango. “Saya senang Bu Hana bersedia ikatan penggemar dangdut. “Kami juga S-1 PAUD, karena berada di bawah FKIP menjadi ketua, apalagi beliau juga Ketua PKK bekerjasama dengan organisasi-organisasi (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Provinsi Gorontalo. Sehingga pelaksanaan wanita, mulai dari Muslimat NU, Aisyiah, Namun, dalam pandangan dia sebagai program PAUD menjadi lancar,” katanya. PKK, BKOW (Badan Koordinasi Organisasi pengurus Forum PAUD, didirikannya S-1 Kesediaan Hana menjadi Ketua Forum Wanita), hingga Bhayangkari,” ujar Irina. “Tak PAUD tersebut akan semakin memperkokoh PAUD ternyata berimplikasi sampai kebawah. ketinggalan pula sosialisasi PAUD disisipkan pelaksanaan program PAUD di provinsi ini. Buktinya, para istri bupati/walikota di melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh Gorontalo juga menjadi Ketua Forum PAUD pendeta dan pastur,” tambah Sastriwati. di daerahnya masing-masing. Walhasil, wajar Perhatian tinggi Gubernur Gorontalo jika program PAUD menjadi primadona. dan istrinya terhadap program PAUD sejalan SAIfUL ANAM (goRoNtALo) Ada beragam kegiatan yang foto-foto: SAIfUL ANAM dilakukan oleh Forum PAUD. Satu yang khas adalah melalui siaran di Irina Popoi radio RRI. “Dibanding media lain, siaran melalui radio RRI sangat efektif karena pendengarnya banyak. Masyarakat Gorontalo sangat fanatik dengan RRI,” timpal Sastriwati Mangkarto, Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo. Di RRI, secara rutin program PAUD disisipkan dalam acara Hikmah Pagi yang disiarkan pukul 5.30 sampai 6.00. “Yang sering membawakan Ustad H. Muhammad Bakari,” kata Sastriwati. Selain itu, Irina menambahkan, program PAUD juga dimasukkan dalam acara Dialog Rakyat yang disiarkan jam 15.00 dengan menggunakan Sastriwati Mangkarto bahasa daerah Gorontalo. 71 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd71 71 7/14/2007 10:07:01 AM
  • 74. Gorontalo memanfaatkan balai desa, atau rumah- SAIfUL ANAM Wawancara drs. Weni Liputo rumah pejabat yang ada di desa. Kepala dinas Pendidikan Provinsi gorontalo Berapa target yang hendak Anda capai? Saat ini lembaga PAUD yang ada sudah hampir 300. Target kita sampai 2010 adalah minimal 75 persen desa-desa yang ada di Provinsi Gorontalo sudah memiliki layanan pendidikan anak usia dini. Saat ini tercatat 448 desa, tapi belum termasuk desa-desa pemekaran tahun 2007 ini. Lembaga PAUD yang ada sekarang masih belum merata. Ada satu desa yang sampai punya tiga, sementara di desa-desa lain belum ada. Bagaimana komitmen dari gubernur? Sangat bagus. Bahkan Ibu Gubernur menjadi Ketua Forum PAUD. Ini menjadi barang langka karena di daerah-daerah lain masih cukup banyak istri gubernur yang tidak terlibat. Bapak dan Ibu Gubernur sangat peduli PAUD karena menyadari bahwa kalau Gorontalo mau maju, kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya harus dipersiapkan dengan baik sejak dini. MENyIAPKAN Dengan posisi Ibu Gubernur menjadi Ketua Forum PAUD, maka kemudian dikuti oleh istri bupati/walikota. Mereka menjadi SDM BERKUALITAS Ketua Forum PAUD di kabupaten/kota masing-masing. Pekerjaan Dinas Pendidikan menjadi terbantu. Apa tantangan yang paling menonjol P terkait pelaksanaan program PAUD? Kedua, kita mengintervensi program rogram PAUD di Provinsi Gorontalo Pertama, minimnya sarana prasarana. pendidikan usia dini mulai dari dua tahun. berkembang pesat berkat sokongan Ketersediaan alat-alat pendidikan untuk Sampai tahun 2005, kondisinya masih p e n u h d a r i G u b e r n u r Fa d e l PAUD masih belum memadai. Kedua, benar-benar memprihatink an. Yang Muhammad dan istrinya. Pada 2005 baru ada kualitas gurunya. Mereka kebanyakan hanya muncul baru beberapa kelompok bermain tiga lembaga PAUD, kini sudah mendekati lulusan SMA. Ketiga, kesejahteraan. Guru- (KB) atau play group yang diinisiasi oleh 300. Untuk mengetahui perkembangan guru PAUD paling hanya menerima honor Rp pemerintah maupun masyarakat. Pada PAUD, berikut wawancara PENA PENDIDIKAN 100.000 per bulan, bahkan di daerah-daerah waktu itu baru kita temukan hanya tiga dengan Drs. Weni Liputo, Kepala Dinas terpencil ada yang Rp 50.000. Kita memang KB. Kemudian kita berusaha untuk lebih Pendidikan Provinsi Gorontalo: ada insentif untuk mereka, tapi yang dapat maksimal. Alhamdulillah pada awal 2006 Bagaimana pelaksanaan program PAUD baru sebagian. sudah mulai muncul dengan melibatkan di Provinsi Gorontalo? organisasi-organisasi wanita, terutama Berapa anggaran pendidikan di Provinsi PKK, organiasasi keagamaan, termasuk Sesuai rencana dan strategi kita ke depan Gorontalo? juga aparatur-aparatur yang ada di tingkat dalam memacu perkembangan anak usia Sekitar Rp 33 miliar, atau 15,6% dari desa. dini di Provinsi Gorontalo, hal pertama yang APBD. Khusus untuk PAUD sekitar Rp 875 kita lakukan adalah mengadakan sosialisasi Apa saja bentuk keterlibatan aparat juta. Kabupaten/kota malah ada yang PAUD kepada masyarakat secara maksimal, desa dalam program PAUD? menganggarkan lebih tinggi. Kabupaten terutama mereka yang memiliki anak usia Gorontalo, misalnya, sudah miliaran. Saya sampaikan kepada mereka, kalau dini. Kita berusaha untuk memberikan Kabupaten Gorontalo dan Bualemo memang bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. Bisa pencerahan pada masyarakat bahwa saya lihat paling bagus program PAUD-nya. bergabung dengan TK yang sudah ada yang pendidikan bukan dimulai pada usia SD, dibina oleh masyarakat itu sendiri. Bisa juga tetapi sejak PAUD. 72 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd72 72 7/14/2007 10:07:05 AM
  • 75. Gorontalo Wawancara Hamsina tome Ketua HIMPAUdI Provinsi gorontalo BERHARAP ADA BEASISwA H SAIfUL ANAM Berapa jumlah anggota HIMPAUDI di IMPAUDI Provinsi Gorontalo sudah Provinsi Gorontalo? menjangkau ke lima kabupaten/kota. Hanya satu yang belum terbentuk Total jumlahnya 854 orang. Mereka kepengurusannya, yaitu Kabupaten Gorontalo mengajar di 284 lembaga PAUD, yang Utara. Untuk mengetahui lebih dalam terdiri dari 236 Kelompok Bermain HIMPAUDI Gorontalo, berikut wawancara dan sisanya berupa SPS (Satuan PAUD PENA PENDIDIKAN dengan Hamsina Tome, Sejenis). Ketua HIMPAUDI Provinsi Gorontalo. Pada umumnya apa latar Kapan HIMPAUDI Gorontalo berdiri? belakang pendidikan mereka? S e b e n a r ny a b e rd i r i ny a p a d a 2 9 Sekitar 90% lulusan SMA November 2005. Tetapi kami dikukuhkan sederajat. Hanya sekitar 10 % yang kepengurusannya pada 11 April 2006, oleh lulusan D2 PGTK dan sarjana. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Anda sendiri lulusan dari mana? Gorontalo. Saya sekarang sedang Anda jadi ketua yang pertama? mengambil S-1 PAUD di Universitas Iya. Waktu itu kami para pendidik PAUD Negeri Gorontalo, dan sudah sedang mengikuti pelatihan tingkat provinsi semester terakhir. Tadinya saya yang difasilitasi oleh Dinas Pendidikan lulusan D2 PGTK. Gorontalo. Nah, momentum itu sekalian kami Apa saja tantangan yang manfaatkan untuk pembentukan sekaligus dihadapi HIMPAUDI? pemilihan pengurus HIMPAUDI. Kepala Dinas Iya, betul. Bahkan Ibu Gubernur menjadi Pendidikan setuju. Pemilihannya dilakukan Cukup banyak. Pertama, rendahnya Ketua Forum PAUD. Kalau ada acara secara langsung oleh peserta yang hadir, dan kualifikasi dan kompetensi. Para pendidik lokakarya, beliau pasti menyempatkan alhamdulillah saya terpilih sebagai ketua. pada awalnya belum tahu bagaimana hadir. Misalnya lokakarya Forum PAUD dan cara mendidik anak yang benar. Maklum Anda sehari-hari mengajar PAUD? HIMPAUDI di Bandung, Juni 2007 ini. Di mereka lulusan SMA. Kami kemudian tengah kesibukannya beliau mau datang. Saya dari dulu memang mengajar di mengikutsertakan mereka dalam berbagai Saya sendiri di Forum PAUD menjadi Wakil PAUD, yaitu PAUD formal (TK). Namanya TK program pelatihan. Kira-kira masih ada 25% Sekretaris. Berlian. Muridnya 30 anak. Selain itu saya anggota HIMPAUDI yang belum pernah Kerjasama kami di HIMPAUDI dengan juga mengelola Kelompok Bermain(KB). mengikuti pelatihan dasar. Forum PAUD juga berjalan sangat bagus. Namun sejak 2002, saya diperbantukan Kedua, minimnya kesejahteraan. Dari 854 Organisasi-organisasi wanita seperti di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Gorontalo pendidik PAUD, sekitar 300 orang mendapat Muslimat NU, Aisyiah Muhammadiyah, untuk membantu pelaksanaan PAUD. tunjangan insentif, yaitu mereka yang ada PKK, Bhayangkari, juga aktif terlibat dalam Otomatis saya sering berkunjung memantau di Kabupaten Gorontalo. Sisanya yang program PAUD. Universitas Negeri Gorontalo PAUD, baik formal maupun nonformal. 554 orang masih belum dapat. Kabupaten juga mendukung penuh, dibuktikan dengan Gorontalo memang punya perhatian sangat Apakah HIMPAUDI sudah menjangkau ke dibukanya S-1 PAUD. tinggi terhadap PAUD. seluruh kabupaten/kota? Saya dengar kabar katanya Direktorat Harapan Anda ke depan? Alhamdulillah, dari enam kabupaten/kota PTK-PNF (Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kalau bisa pemerintah memberi beasiswa yang ada di Provinsi Gorontalo, hanya satu Pendidikan Nonformal) Depdiknas akan bagi teman-teman yang mau melanjutkan ke yang belum terbentuk, yaitu Kabupaten memberikan insentif. Syukurlah, mudah- S-1 PAUD. Selain itu, alangkah bagus kalau Gorontalo Utara. Lima kabupaten/kota mudahan terwujud. para guru PAUD jelas statusnya, misalnya yang sudah berdiri adalah Kota Gorontalo, Gubernur dan Ibu Gubernur Gorontalo diangkat sebagai guru honorer dulu. Syukur Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bualemo, punya perhatian dan komitmen tinggi kalau setelah itu bisa jadi pegawai negeri Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone terhadap PAUD? sipil. Bolango. 73 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd73 73 7/14/2007 10:07:14 AM
  • 76. Gorontalo Namanya PAUD Abdi Jaya. PAUD ini dibuka sejak Oktober 2006. Jumlah muridnya pada Juni 2007 lalu 38 anak. “Kalau nanti ditambah anak-anak ya n g n o n PAU D, I n s ya Alloh jumlah murid SD k ami ak an ber tambah,” k ata Hatibie yang juga menjadi penanggungjawab p e n g e l o l a a n PA U D tersebut. PA U D A b d i J a y a mempunyai empat guru, yaitu Rukminu, Muliati Mamonto, Minar Sigani, dan ia sendiri yang merangkap sebagai Kepala PAUD. Tiga tenaga guru itu adalah h o n o r e r, d i b a y a r d a r i dana sekolah. “Sebulan Rp AGAR TIDAK 100.000,” ujarnya. Hatibie mengaku senang lantaran tanggapan dari KEKURANGAN MURID masyarakat sekitarnya bagus. Kini mereka tak lagi perlu jauh-jauh memasukkkan anaknya ke TK Huntu Utara. foto-foto: SAIfUL ANAM P Selidik punya selidik, rupanya SD Negeri erasaan galau menyergap Rizal SAIfUL ANAM Huntu Utara punya TK. Sehingga anak-anak Hatibie, S.Pd, saat baru ditempatkan yang masuk TK, walaupun berasal dari Huntu sebagai Kepala SD Inpres Huntu Selatan, setelah lulus langsung dijanjikan Selatan, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone masuk ke SD tersebut. “Ini rupanya kuncinya, Bolango, Provinsi Gorontalo, tahun 1998 pantas saya kuwalahan,” gumam pria silam. Ia terperanjat, jumlah murid kelas I kelahiran Gorontalo, 11 Maret 1953 itu. hingga VI hanya 60 anak. “Sedikit sekali,” Maka, Hatibie pun berniat mendirikan TK. katanya. Guru-guru yang bertugas lama Namun karena sekalian untuk menampung di sekolah tersebut menceritakan kalau anak-anak usia di bawah empat dari tahun ke tahun jumlah muridnya terus tahun, maka ia merosot. Kalau dibiarkan terus, bisa habis. dirikan PAUD di Sekolah tersebut bisa ditutup. samping SD Hatibie lantas berusaha keras tersebut. mendongk rak jumlah mur idnya. Ia berkomunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat sekitar. Ia juga merayu anak- anak agar mau masuk ke sekolahnya, yang sudah berdiri sejak 1980. Upayanya memang membuahkan hasil, namun Hatibie mengaku belum puas. Hingga tahun ajaran 2006/2007 total muridnya berjumlah 99 Rizal Hatibie, S.Pd, anak, atau bertambah 39 dibanding tahun 1998. Ia merasa heran, anak-anak di Desa Huntu Selatan tersebut lebih suka masuk ke SD Negeri Huntu Utara, meski lokasinya lebih jauh. 74 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd74 74 7/14/2007 10:07:18 AM
  • 77. Gorontalo foto-foto: SAIfUL ANAM PERTAMA DAN IDOLA beberapa kecamatan. Dari pantauannya, tantangan paling berat yang dihadapi PAUD adalah guru- gurunya yang umumnya kurang memiliki D Di PAUD Permata tersebut kalau sore kompetensi yang diharapkan. Maklum, ari hampir 300 lembaga PAUD dan malam juga dipakai untuk kegiatan mereka kebanyakan lulusan SMA yang tidak di Provinsi Gorontalo, salah satu pendidikan kesetaraan dan keaksaraan punya pengetahuan cukup tentang anak. ya n g te r b i l a n g m a j u a d a l a h fungsional. Peminat pendidikan kesetaraan Setelah dilatih, ada sebagian yang cepat bisa PAUD Permata, di Desa Ayula Selatan, puluhan, terutama Paket C. Sedangkan menerapkan. Namun banyak yang masih Kecamatan Lamahu, Kabupaten Bone peserta keaksaraan 20 orang, sebagian tampak kesulitan mendidik anak. Bolango. Penanggungjawabnya adalah besar wanita. Sukarni Timbola. Jumlah muridnya 79 anak, SAIfUL ANAM Kepala Desa Ayula Selatan, Iskandar sementara gurunya enam orang. Dua guru Gobel, menyambut gembira keberadaan sudah berstatus pegawai negeri sipil, yang PAUD Permata. “Masyarakat sangat empat honorer. antusias dan mendukung sekali,” PAUD Permata berdiri pada 16 Mei 2003, katanya. Ia berharap agar pemerintah termasuk paling awal di Provinsi Gorontalo. membantu pengembangan PAUD Ia menjadi rujukan bagi lembaga-lembaga tersebut sehingga bisa menampung PAUD lain. Menempati lahan seluas 12x9 seluruh anak yang berniat belajar. meter milik desa. Di PAUD ini ada tiga Rita Gani, S.Pd, penilik Pendidikan kelompok belajar, yaitu Kelompok A usia Luar Sekolah Dinas Pendidikan Bone 3-4 tahun, B usia 4-5 tahun, dan C umur Bolango, mengakui kalau PAUD Permata 5-6 tahun. Sebenarnya dari tahun ke tahun salah satu yang termaju di Gorontalo. yang daftar membludak. “Tapi tidak bisa “PAUD ini menjadi andalan saya,” katanya. kami terima karena kapasitasnya terbatas,” Ia membina lima PAUD yang tersebar di Iskandar Gobel dan Rita Gani ujar Sukarni. 75 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd75 75 7/14/2007 10:07:35 AM
  • 78. Sulawesi Selatan foto-foto: EvA RoHILAH Lembaga PAUD berkembang pesat. Partisipasi masyarakat meningkat, peran pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan juga membuncah. Kesejahteraan para pendidik PAUD masih rendah. MENyONGSONG Sekolah Bertaraf Internasional,” kata Drs. M. Yusuf Nippi, MEd, Kepala Subdin Pendidikan Menengah dan Tinggi, Dinas Pendidikan GENERASI CERDAS, Sulsel optimistis. PAUD dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi fokus perhatian. Bersama dengan Jawa Barat dan Bali, Sulawesi Selatan KUAT DAN BERKUALITAS S pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) ULAWESI Selatan bukan cuma dikenal SMP mencapai 79,56% dan angka kelulusan karena memiliki jajaran pantai nan SMP tahun ini mencapai 95,4%. indah. Provinsi dengan luas wilayah D i n a s Pe n d i d i k a n S u l s e l te n g a h 45.574,48 km 2 ini kini termasuk daerah merancang program sekolah unggulan. yang pesat mengembangkan lembaga Nantinya akan dikembangkan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Makassar, berskala internasional di setiap kabupaten sebagai ibu kota provinsi, dan 20 kabupaten Drs.M.Yusuf Nippi, MEd dan kota. ”Saat ini ada 109 sekolah dari SD, plus 2 kota mampu mencapai kinerja SMP dan SMA yang diproyeksikan menjadi pendidikan yang baik. Setidaknya dalam 76 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd76 76 7/14/2007 10:07:39 AM
  • 79. Sulawesi Selatan mencermati jumlah anak usia 0-6 tahun. swadaya. Sedangkan di Bulukumba ada 34 Hingga 2006, PAUD terintegrasi Posyandu, KB rintisan dan 7 KB swadaya. Kabupaten PAUD terintegrasi Taman Pengajian Al lain macam Bone, Pinrang, Tana Toraja, Quran, Kelompok Bermain dan Taman Takalar dan Maros mulai tumbuh juga. Penitipan Anak baru menjangkau tak lebih “Hampir 99%, Kelompok Bermain dari 13.000 anak. aktif, terutama di empat kabupaten yang mendapat dana Bank Dunia. Hal ini dipicu semakin tingginya tingkat kesadaran Peran Pemda dan Ormas masyarakat,” ujar Abdul Wahab Jafar, SE, MM, Pembina PAUD Subdin Pendidikan Luar Menjamurnya PAUD di sana tak lepas Sekolah Sulsel. dari dukungan pemerintah kabupaten/kota Melonjaknya jumlah KB tak diimbangi dan organisasi kemasyarakatan. Juga Forum keberadaan Taman Penitipan Anak (TPA). PAUD dan Himpaudi. Satu di antaranya yang “Sangat disayangkan, jumlah TPA sangat memiliki komitmen tinggi mengembangkan kurang. Kami hanya memiliki tujuh,” ujar PAUD adalah Gowa. Bupati H. Ichsan Yasin Drs.H.Andi Patabai Pabokori, Drs. Abdulah Parrewe, Kepala Subdin PLS Limpo, SH, adalah pengggas Sanggar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Sulsel, saat memberikan sambutan Semiloka Pendidikan Anak Sholeh (SPAS) yang juga TPA Regional Timur. “Meski demikian, PAUD peraih Pratama dan Madya dari Departemen Sulsel terdepan dan paling cemerlang Pendidikan Nasional karena kepeduliannya ditunjuk sebagai penerima proyek Bank menyusul Keaksaraan Fungsional dan Buta terhadap pendidikan nonformal. Dunia untuk program PAUD. PAUD rintisan Aksara,” ujar lelaki ramah berkacamata Organisasi kemasyarakatan seperti Mus- itu dikembangkan di 12 kabupaten. Di ini yang disambut tepuk tangan peserta limat NU, Aisyiyah, PKK, dan Dharma Wanita provinsi yang punya julukan Ayam Jantan semiloka. juga menjadi kawan seiring pelaksanaan dari Timur ini, yang ditunjuk adalah Gowa, Apa yang dikatakan Abdullah Parrewe pendidikan dan pengasuhan anak usia dini Maros, Bulukumba dan Bone. diamini Ketua Forum PAUD Sulsel, Prof. Dr. di sana. “Tokoh-tokoh di sini cukup mema- Meskipun kucuran dana Bank Dunia Arismunandar, M.Pd. “Di sini ada Universitas hami pentingnya PAUD. Ketua MUI sangat sudah dihentik an pada ak hir 2006, Negeri Makassar yang memiliki jurusan peduli, ketua Himpaudi juga dari DPRD, perkembangan PAUD tak lantas berhenti. PAUD untuk Program Pascasarjana. Bahkan ketua Forum PAUD dari Pembantu Rektor Kelompok Bermain tetap tumbuh. Sosialisasi sudah dibentuk PAUD berbasis teknologi Universitas Negeri Makassar. Bahkan di UNM PAUD di empat kabupaten tetap berjalan. komunikasi yang diharapkan menjadi sudah dibuka jurusan PAUD untuk Program Partisipasi masyarakat pun bermunculan PAUD Percontohan bagi wilayah regional Pascasarjana. Saya juga sangat memberi dengan kehadiran kelompok bermain timur,” kata lelaki yang menempuh S-3 apresiasi kegiatan Sanggar Pendidikan Anak rintisan dan swadaya masyarakat. Manajemen Pendidikan di IKIP Malang ini Sholeh di Gowa yang didirikan di setiap “Alhamdulillah, sangat menggembirakan serius. (Lihat: Berharap Golden Age Menjadi desa dengan bantuan dana APBD,” kata melihat orangtua, masyarakat, dan para Golden Program). Dr. Gutama, Direktur PAUD, usai membuka pemimpin memperlihatkan komitmen tinggi Berseminya jumlah lembaga PAUD Semiloka TPA di Makassar itu. dalam program PAUD,” kata Drs. H. Andi itu memang masih jauh dari cukup jika Patabai Pabokori, Kepala Dinas Pendidikan EvA RoHILAH (MAKASSAR) Sulawesi Selatan seraya tersenyum. Komitmen bupati, walikota dan gubernur selama ini dibuktikan dengan anggaran PAUD yang dari tahun ke tahun meningkat. Tahun lalu Sulses menganggarkan Rp 399 juta untuk PAUD. Tahun ini melonjak menjadi Rp 1 miliar. “Ini peluang emas kami dalam upaya menciptakan generasi muda yang cerdas, kuat dan berkualitas” ujar Andi Patabai. KB dan TPA Menurut data Dinas Pendidikan Sulsel Sub Dinas Pendidikan Luar Sekolah, Makassar tercatat yang paling banyak mengembangkan Kelompok Bermain (KB) yang mencapai tak kurang dari 173 Wahab Jafar, Pembina PAUD Kasubdin PLS Drs. Abdullah Parrewe KB Rintisan dan 65 KB Swadaya. Di Gowa Subdit PLS Sulsel dikembangkan 32 KB rintisan dan 10 KB 77 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd77 77 7/14/2007 10:07:43 AM
  • 80. Sulawesi Selatan MENEKANKAN ASPEK SPIRITUAL F orum PAUD dan Himpaudi Sulawesi Selatan bergerak cepat cuma warga menengah. Mereka yang masuk kategori miskin pun dalam melakukan sosialisasi PAUD. Di antaranya melalui juga dilayani. pelatihan, workshop, dan semiloka. Sasarannya tidak hanya lembaga dinas atau pamong, melainkan melibatkan berbagai KB Aisyiyah Jongaya, Makassar pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan. ”HIMPAUDI Sulsel sudah bekerjasama dengan Muslimat KB Aisyiyah Jongaya yang berada di ranting Balang Boddong, NU, PKK, Aisyiah, Dharma Wanita, Kepala SKB, Camat dan Ibu Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, selalu dipenuhi anak-anak. Camat, lurah dan Ibu lurah seterusnya dalam rangka percepatan Maklum lokasinya di perkotaan sehingga banyak diminati. Siang akses layanan, sosialisasi PAUD, dan mendongkrak mutu tenaga itu nampak anak-anak berlarian ke sana ke mari, ada yang bermain pendidik,” kata M. Alimudin, MPd, Wakil Ketua Himpaudi di ayunan. Sebagian bermain di perosotan di arena bangunan Sulawesi Selatan. bercat warna-warni itu. Ormas ta cuma puas menyelenggarakan satu Kelompok ”Sebagai ormas yang konsen terhadap pendidikan anak, Bermain. Mereka juga merintis KB binaan di beberapa cabang Aisyiyah Muhammadiyah sejak dini menanamkan nilai-nilai organisasi. Muslimat NU dan Aisyiyah kini memiliki masing- kemuhammadiyahan kepada anak. Di tingkat pusat kami memiliki masing 20 Kelompok Bermain. Berikut profil Kelompok Bermain divisi khusus PAUD yang bertugas melakukan sosialisasi PAUD binaan kedua organisasi ini: dan merintis kelompok bermain di tingkat ranting,” kata Hj. Nasyiah Abdullah, S.Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel Majlis Dikdasmen. KB Muslimat NU, Gowa Sayangnya, kata Nasyiah, kurangnya perhatian pemerintah pusat berkaitan dengan kesejahteraan tenaga pendidik maupun KB Muslimat NU Gowa memiliki 20 orang anak dan dua perawatan gedung. orang pamong sebagai tenaga pendidik. Sesuai dengan visi dan ”Saya harap pemerintah pusat memiliki perhatian yang lebih misi Nahdlatul Ulama yang memegang teguh konsep ahli sunah terhadap PAUD karena anak-anak kami banyak yang berasal dari waljamaah, sekolah ini meramu pembelajaran PAUD dengan kaum dhuafa,” ujar Nurul menyampaikan unek-uneknya yang Taman Pengajian Al Quran. ”Kami memang menekankan aspek selama ini ditahan. spiritual,” kata Dra. Hj. Nurul Fuadi, MA, Ketua Pimpinan Apa yang dikatakan Nurul diamini juga oleh Nas.”Mungkin Wilayah Muslimat NU Sulsel. perhatian yang sudah diberikan sekarang harus ditingkatkan lagi Kelompok Bermain Muslimat NU Gowa adalah yang terbaik agar kami lebih termotivasi,” ungkap Nas terus terang. dari 20 KB yang telah dibentuk Muslimat NU. Peminatnya tak 78 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd78 78 7/14/2007 10:07:45 AM
  • 81. Sulawesi Selatan Wawancara Profesor dr Arismunandar, MPd, Ketua forum PAUd Sulawesi Selatan BERHARAP GOLDEN AGE JADI GOLDEN PROGRAM EvA RoHILAH A di daerah perkotaan seperti Makasar WET muda dan cerdas. Itulah kesan dan Pare-Pare. Meski ada program pertama saat bertemu Profesor Dr. stimulus dari pemerintah pusat, Arismunandar, MPd. Ketua Forum tidak semua pemerintah daerah PAUD Sulawesi Selatan ini nampak jauh tergerak. Mestinya mencontoh lebih muda dari usianya yang 45 tahun, 14 Sinjai yang membiayai rintisan Juli ini. Tutur katanya yang bernas pertanda PAUD dari APBD. Pembantu Rektor II Universitas Negeri Makassar, yang masih sering mengajar ini Apa langkah Forum PAUD sosok yang amat menguasai pengetahuan agar para pendidik memiliki tentang PAUD. kompetensi memadai? Kepada Eva Rohilah dari PENDA berupa pelatihan yang benar-benar mampu Yang kami fokuskan adalah sosialisasi PENDIDiKAN, ayah tiga putra yang gemar menghasikan guru-guru yang memiliki dan meningkatkan kapasitas manajemen tenis dan menyanyi ini bicara panjang lebar kompetensi berdasar standar yang kami pengelolaan PAUD. Kami minta pengelola tentang PAUD, di ruang Purek II UNM, akhir susun tadi. PAUD, baik kepala kelompok bermain Juni lalu. Berikut petikannya: maupun pamong, mengikuti pelatihan untuk UNM memiliki Jurusan PAUD jenjang S-2 Bagaimana perkembangan Forum PAUD memperkuat aspek pengembangan income dan memiliki PAUD berbasis teknologi di Sulawesi Selatan? generating unit. Problemnya, hampir semua dan komunikasi. Keterlibatan Forum penyelenggara PAUD dibiayai masyarakat, Forum PAUD Sulsel berdiri pada 2003 PAUD apa? tidak dapat disubsidi pemerintah. Kami sesuai SK Gubernur. Forum ini didirikan Ya. Mahasiswa Jurusan PAUD S-2 baru juga sudah membuat kurikulum berstandar sebagai stimulus dari Forum PAUD Pusat, sekitar 20 orang. Mahasiswanya dari Dinas kompetensi bagi para pendidik PAUD. yang berusaha merangkul stakeholder Pendidikan Luar Sekolah, praktisi dan seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Standar kompetensi seperti apa? mahasiswa murni. BKKBN, akademisi dan praktisi. Tujuannya Forum PAUD bekerjasama dengan Subdin Pertama, kami mengacu pada standar bersama-sama meningkatkan partisipasi PLS Dinas Pendidikan Sulsel membangun kompetensi guru secara umum. Seorang masyarakat akan pentingnya pendidikan Kelompok Bermain dan Taman Penitipan guru paling tidak memiliki 4 kompetensi pada periode emas anak-anak usia dini Anak dengan fasilitas lengkap seperti dasar. Yaitu kompetensi kepribadian, untuk investasi di masa mendatang. komputer dan internet. PAUD percontohan kompetensi profesional, kompetensi sosial Apa potensi anak-anak usia dini di Sulsel? itu lebih mengarah pada sumber belajar dan kompetensi pedagogik. Oleh karena bagi mahasiswa Pendidikan Guru Taman itu mereka yang tidak berasal dari lembaga Sulawesi Selatan masih boleh disebut Kanak-kanak dan S-2 PAUD sebagai tempat pendidikan akan kami beri penekanan pada daerah belum maju. PAUD belum dianggap riset. Harapannya, PAUD yang dibina Dharma kompetensi pedagogik, berupa metode sebagai investasi oleh sebagian besar Wanita UNM ini menjadi PAUD Percontohan mengajar untuk anak usia dini. masyarakat, sebagaimana investasi penting untuk wilayah timur. pada pendidikan dasar. Banyak anak usia Sekarang masuk tahap apa? dini masih dipelihara ibunya di rumah Apa harapan Anda untuk PAUD di Sudah kami rumuskan standar daripada disekolahkan. Sulawesi Selatan? kompetensinya. Hanya saja belum Tapi di Gowa PAUD cukup maju, Harapan saya, PAUD bukan hanya bisa disosialisasikan. Kami sudah menyusun kesadaran orangtua akan pentingnya menjadi golden age, tetapi juga bisa menjadi kurikulum pelatihan untuk mendapat guru PAUD cukup tinggi? golden program bagi pemerintah Sulawesi yang memiliki kompetensi. Selatan. Artinya, PAUD harus menjadi Ya. Hanya empat kabupaten yang Kapan rencana itu dilakukan? prioritas agar usia emas benar-benar mendapat dana untuk PAUD rintisan. Masih menjadi masa depan emas bagi anak-anak Kami sedang mencari dukungan banyak kabupaten lain yang belum maju. kita nanti. pembiayaan. Saat ini baru tahap uji coba, Saya kira partisipasi PAUD reaktif lebih baik 79 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd79 79 7/14/2007 10:07:56 AM
  • 82. Sulawesi Selatan foto-foto: EvA RoHILAH gowa, Sulawesi Selatan KONSISTEN MEMAJUKAN PENDIDIKAN Tidak hanya PAUD berkembang pesat, Sanggar Pendidikan Anak Shaleh jadi program andalan. Pendidikan bagi anak miskin berusia 7-14 tahun tersebar di setiap kecamatan. G sekolah juga cukup tinggi. “Salah satu cara OWA telah lama dikenal sebagai Para tenaga pendidik baik formal maupun memberantas kemiskinan adalah denga daerah yang sarat nuansa budaya. nonformal, termasuk PAUD dan SPAS, pendidikan. Strateginya saya menggalakkan Selama beberapa abad, Gowa mendapat pelatihan Emotional Spiritual SPAS,” ujar pria berkacamata yang saat dengan kebesaran jiwa dan semangat Quotient (ESQ) pimpinan Ary Ginanjar. “Saat diwawancari mengenakan baju dinas tokoh-tokoh pendahulunya menempatkan ini sudah 462 guru mengikuti pelatihan ESQ,” berwarna hijau ini panjang lebar. Gowa sebagai daerah yang diperhitungkan. ujar Idris Faisal Kadir bangga. Setelah terpilih sebagai bupati Gowa Sebagai kabupaten yang mendapat bantuan Hasil pelatihan ESQ? Para tutor menjadi periode 2005-2010, alumni Fakultas Hukum proyek Bank Dunia untuk program PAUD, lebih ikhlas dan sabar mengahadapi anak Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kemajuan di sana luar biasa. Gowa memiliki didik. Selain itu, kompetensi mereka juga ini hanya butuh waktu delapan bulan 32 PAUD ditambah 154 Sanggar Pendidikan meningkat. Meskipun tingkat kesejahteraan untuk merealisasikan janjinya. Program Anak Shaleh yang digunakan pula untuk guru biasa-biasa saja. SPAS bergaung di mana-mana. Semua dana kegiatan PAUD. Kabar menggembirakan juga menggapai SPAS diambil dari APBD Gowa yang 20% di “Menurut Pak Bupati Gowa, dana 22 orang pamong PAUD yang diangkat antaranya untuk pendidikan. pendidikan luar sekolah, terutama PAUD menjadi PNS tahun ini. Di antara mereka adalah dan Sanggar Pendidikan Anak Shaleh, Siti Aminah dari Pusat PAUD Bontomanai, diupayakan dibiayai APBD. Dana itu bisa Sokhrah A.Ma, Pusat PAUD Renggang Tana dipergunakan untuk membangun fasilitas Bangka Bajeng Barat dan Ferawati dari seperti taman bermain, perpustakaan, Pusat PAUD Harapan Bangsa Desa Belapun sekaligus ruang tunggu bagi orangtua. Ranga, Kecamatan Parang Loe. Buta aksara juga bisa diberantas melalui “Ini adalah satu kemajuan bagi PAUD perpustakaan,” ujar Idris Faisal Kadir, SH, Gowa,” ujar Dwinita Yunus, dari Subdit Kepala Dinas Pendidikan Gowa berapi- Penitipan Anak Direktorat PAUD Depdiknas api. yang bertemu langsung dengan mereka di kantor Dinas Pendidikan Gowa bersama Drs.Idris Faisal Kadir, SH. H. Ichsan Yasin SPAS: Pengentasan Abdul Wahab Jafar SE MM Pembina PAUD Limpo, SH. dari Subdin Pendidikan Luar Sekolah Kemiskinan Sulsel. “Kabupaten Gowa sudah 2 tahun berturut- Meningkatnya kompetensi guru dan Keberadaan Sanggar Pendidikan Anak turut sebagai kabupaten yang pertama maraknya kegiatan PAUD dan SPAS di Shaleh (SPAS) lahir dari gagasan Bupati Gowa, menyelesaikan pengalokasian anggaran kabupaten Gowa membuat Bupati Gowa H. Ichsan Yasin Limpo, SH. SPAS merupakan pendidikan sebanyak 20% APBD. Itu murni optimistis dengan kualitas Sumber Daya lembaga pendidikan Islam sekaligus wadah untuk pendidikan, di luar gaji guru. Alokasi Manusia di Gowa dalam kurun 15-20 tahun taman belajar mengajar bagi anak yatim terbesar untuk pendidikan nonformal, ” ujar mendatang. piatu atau anak miskin putus sekolah usia Ichsan Yasin Limpo. Atas kepedualiannya “Saya yakin anak usia dini di kabupaten 7-14 tahun. “Perda Nomor 7 Tahun 2003 terhadap pendidikan nonformal itu Yasin Gowa jika komputer otaknya terbuka 80%, tentang Pemberantasan Buta Aksara Al Quran Limpo mendapat penghargaan Pratama dan maka potensi SDM-nya akan meningkat. menjadi pemicu saya memajukan pendidikan Madya dari Dirjen Pendidikan Non Formal dan Mereka mampu mengelola potensi Gowa di Gowa,” kata Pak Bupati. Informal dan Menteri Pendidikan Nasional. di jalur strategis,” kata Bupati Gowa, yang Kehadiran SPAS persisnya ketika Ichsan mendapat penghargaan dari Persatuan Yasin Limpo masuk gelanggang pemilihan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel atas bupati. SPAS lahir berpijak pada data 36,36% ESQ Bagi Guru keaktifannya mendukung tugas pers di Sulsel warga Gowa miskin. Jumlahnya 507.507 pada 2006. jiwa. Sebanyak 20.646 Kepala Keluarga Tidak hanya segi fisik, Gowa masuk kategori sangat miskin. Tingkat putus memperhatikan instrumen pendidikan. EvA RoHILAH (goWA) 80 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd80 80 7/14/2007 10:08:02 AM
  • 83. Sulawesi Selatan Kelompok Bermain teratai, Somba opu, gowa membangun pusat-pusat PAUD rintisan di Gowa. Sebelumnya pada 1999, para MERINTIS DAN MEMAHAMI calon tenaga pendidik di empat kabupaten tersebut mendapat beasiswa untuk menjadi guru PAUD di Universitas Negeri Makassar KEARIFAN LOKAL (UNM). Sehingga setelah studi mereka selesai, gedung pusat PAUD juga siap dipakai. “Dulu gedung ini dibangun pada 1999, saat masih rintisan. Jadi sementara gedung Happy ye ye ye happy yee. Aku pilih PAUD saja ini dibangun, para gurunya disekolahkan Siang kita bermain, hati jadi gembira di UNM sampai 2002,” ujar Ros yang saat ini , Cintaku semakin mendalam berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sampai saat ini Pusat PAUD Mawang berhasil mengembangkan potensi anak usia foto-foto: EvA RoHILAH Anak-anak Kelompok Bermain Mawang Teratai dini dengan ”mewisuda” 200 anak binaan Sumba Opu bernyanyi sebelum makan PAUD masuk Sekolah Dasar Negeri. ”Sudah ada tiga kali perpisahan,” ujar Ros bangga karena sudah lima tahun mengabdi di Pusat PAUD Mawang. Kearifan Lokal Meskipun demikian, Ros masih sulit memberikan pendidikan pada anak didiknya di Kelas Bermain untuk menggunakan Bahasa Indonesia, bukan bahasa Daerah. ”Anak di usia bermain 2-4 tahun, menyukai tanya jawab dan bercerita. Mereka menjawab dengan bahasa daerah dan Bahasa Indonesia. Biasanya kita luruskan agar mereka menggunakan bahasa Indonesia,” ujar wanita berbadan subur yang yang mengenakan jilbab ini kalem. M Jika Ros mengalami masalah dengan engenakan seragam berompi diikuti dua orang temannya. Sementara itu, Bahasa, lain halnya dengan Ferawati, atau warna hijau toska, Ikram terlihat di belakang Ikram, Lastri terlihat pendiam. biasa dipanggil Fera. Pamong di Pusat riang gembira menyanyikan lagu Saat ditanya gurunya ia mau bermain PAUD Harapan Bangsa Desa Belapun Ranga kanak-kanak berjudul ”Happy” bersama apa. Gadis empat tahun hitam manis ini kecamatan ParangLoe ini memiliki masalah teman-temannya. Sambil bertepuk tangan, menjawab, ”Menggambar Bu Guru.” yang berbeda dengan kearifan lokal di sesekali bocah 3 tahun berkulit gelap ini Mengembangkan daerahnya berkaitan dengan Kelompok tertawa riang sambil melirik ibunya yang Bermain maupun Taman Penitipan Anak. menunggu di luar. Ikram dan teman- Potensi Anak ”Di daerah saya masih banyak Ibu- temannya di Kelompok Bermain (KB) Teratai ibu yang belum rela anaknya bermain di Pusat PAUD Mawang Kabupaten Gowa, Ikram dan Lastri adalah satu di antara 24 Kelompok Bermain Pusat PAUD maupun Sulsel tampak ceria. anak Kelompok Bermain (KB) Teratai di Pusat TPA, mereka lebih senang mengasuhnya di Pengelola PAUD sekaligus pamong yang PAUD Mawang. Pusat PAUD yang memiliki rumah,” ujar Fera heran. kebetulan sedang mengajar pagi itu, terlihat luas 1000 m2 adalah satu di antara 19 Pusat Meskipun demikian apa yang dialami Ros sabar dan lincah. Rosmawati, atau biasa PAUD di Gowa yang mendapat bantuan dan Fera bukanlah suatu hambatan dalam dipanggil Ros, usai bernyanyi membawa dana dari Bank Dunia. Gedung PAUD mendidik anak usia dini yang memiliki tujuan anak-anak ke tempat bermain yang ada berbentuk L ini memiliki fasilitas lengkap mulia ini. ”Menurut saya, menjadi seorang dalam ruangan. Di sana ada beragam Alat yang terdiri dari tiga ruangan: Ruang pamong harus lebih kreatif,” pungkas Ros Permainan Edukatif dari beragam jenis Pengelola, Ruang Belajar, dan Kelompok yang berkeinginan Pusat PAUD Mawang seperti sentra balok, macroplay, dan papan Bermain. Alat bermainnya pun komplit, baik memiliki Taman Penitipan Anak dan akan tempel. di dalam ruangan maupun alat bermain terus berkembang walaupun tanpa bantuan ”Ikram mau bermain apa? Tanya Ros di luar seperti jungkitan, perosotan, titian, Bank Dunia. kepada bocah yang terlihat aktif ini. “Balok Bu ayunan dan panjatan. Guru,” ujarnya seraya berlari ke Sentra Balok Sejak 1999, secara serentak Bank Dunia EvA RoHILAH (goWA) 81 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd81 81 7/14/2007 10:08:05 AM
  • 84. Yogyakarta MENEBAR SERIBU PAUD, yang gencar disosialisasikan sejak tahun 2003 juga berkembang baik di provinsi ini. Setidaknya ada 1.398 jumlah lembaga PAUD yang tersebar di 5 kabupaten dengan POS PAUD rincian: 330 Kelompok Belajar (KB), 61 Taman Penitipan Anak (TPA), dan 1007 Satuan PAUD Sejenis (SPS). Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Taman Penitipan Anak berkembang pesat. Masyarakat masih mengalami kenaikan per tahunnya. Saat ini dari 305.032 jumlah anak usia dini (0-6 tahun) memandang Kelompok Bermain tak ubahnya TK. Butuh kerja ekstra di DIY, 113.294 anak atau 37,1% mengecap keras mendongkrak kualitas pendidik. bangku PAUD. Sehingga masih tersisa jumlah 191.738 anak belum terlayani. Adalah Satuan PAUD Sejenis (SPS) dan Justina, pengelola, dan anak binaan GRHA TAA GAYAM YK Program 1000 Pos PAUD yang menjadi ujung tombak. Seperti diungkapkan Drs. Aliyanto, MPd, Kabid PLS Dinas Pendidikan Provinsi DIY, “Kalau ada da’i sejuta umat, maka di sini ada 1000 Pos PAUD.” SPS dan Pos PAUD ini didirikan di tingkat RW dan bekerjasama dengan PKK. Konsepnya mengintegrasikan PAUD ke dalam kegiatan Posyandu. Tenaga pengajarnya berasal dari ibu-ibu PKK, remaja, dan orang-orang yang peduli terhadap PAUD. PAUD jenis ini justru menjadi pelayanan holistik. Yakni memperhatikan pendidikan, pengasuhan dan pelayanan kesehatan anak. Pelaksanaan SPS ini didampingi lembaga PAUD yang ditunjuk dan didukung dana rintisan dari pemerintah. Keberadaan SPS diharapkan mampu menjaring semua anak usia dini. “Meskipun tidak dilaksanakan setiap hari, namun keberadaannya cukup foto-foto: MURNItA d. KARtINI memfasilitasi masyarakat,” jelas Aliyanto. R M e n j a m u r ny a l e m b a g a PAU D d i Pertumbuhan pendidikan memang AGAM wajah Yogyakarta sebagai Yogyakarta didukung banyak faktor. Dekan berkembang pesat di sana. Jalur pendidikan Kota Pelajar, Kota Wisata, Kota Budaya Fakultas Ilmu Pendidikan UNY yang sekaligus formal mencatat APK (Angka Partisipasi rasanya tak lekang dimakan zaman. Ketua Forum PAUD Provinsi Yogyakarta, Drs. Kasar) SD/MI mencapai 109,24%. APK SMP Sebagian Yogyakarta sempat luluh lantak Muh. Farozin, MPd menerangkan beberapa yang lebih dari 100% juga melampaui diguncang gempa hebat berskala 5,9 Richter analisis. Faktor paling buruk adalah latah dan syarat tuntas wajib belajar. Bahkan APK pada akhir Mei 2006. Kabupaten Bantul gengsi. Mereka yang ada dalam kelompok SMA mencapai 76,63%, melebihi APK SMA sebagai wilayah terparah sempat lumpuh ini tidak memiliki pengetahuan cukup secara nasional yang hanya 56,2%. Angka semua sendi kehidupannya. mengapa penting memasukkan anaknya ke Partisipasi Murni (APM) SD/MI mencapai Setahun berlalu, wajah Yogyakarta lembaga PAUD. Mereka juga yang nantinya 93,69. APM SMP tercatat 76,79% dan APM seakan tak pernah berduka disapu bencana. justru membebani pihak lembaga dengan SMA/MA 55,89. Bahkan saat ini juga sedang Suasananya menjadi pesona yang ngangeni tuntutan-tuntutan yang tidak sesuai, dalam dirintis Wajib Belajar 12 Tahun sampai tingkat bagi siapa saja yang pernah bernostalgi. hal ini metode pembelajaran menjadi kasus SMA. Jagat pendidikan yang sempat tersendat yang paling jamak dialami lembaga-lembaga Pe n d i d i k a n n o n f o r m a l t a k m a u karena ratusan gedung sekolah rusak, PAUD. ketinggalan. Dana-dana rintisan dalam hancur dan sebagian rata tanah, mulai Sebaliknya, tidak menjadi masalah ketika bentuk block grant banyak digulirkan. bergulir pendidikan tetap menjadi harta orangtua tahu kebutuhan anaknya akan Penyelenggaraan Pendidikan Aanak Usia yang tak ternilai dan harus tetap dijalankan pendidikan di usia dini dan karena alasan Dini (PAUD), program Kejar Paket A, B, dengan kondisi yang ada. “Pendidikan tersebut kemudian memasukkan anaknya dan C, juga Taman Baca Masyarakat (TBM) Yogyakarta masih sangat prospektif,” ujar ke lembaga PAUD. Di faktor yang ketiga Mobile mengalami kenaikan kuantitas cukup Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY, Drs. ini, orangtua bisa memahami bahwa anak signifikan. Sugito, MSi, mantap. 82 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd82 82 7/14/2007 10:08:09 AM
  • 85. Yogyakarta pelaksana kebijakan.” Maksudnya, dengan usia dini membutuhkan teman organisasional Himpaudi terdiri bermain yang sesuai dan lingkungan dari para praktisi PAUD yang terjun belajar yang baik. Ketika orangtua merasa langsung ke lapangan. tidak mampu memenuhi kewajiban itu Aktivitas Himpaudi dan karena kesibukan bekerja, maka mereka Forum PAUD bergerak di seputar mempercayakan lembaga PAUD untuk penyelanggaran diklat, sosialisasi membantu memenuhi kebutuhan tersebut. dan pendampingan. Himpaudi Tapi di satu sisi, mereka tetap sadar bahwa bergerak langsung ke lapangan, proses itu tetap melibatkan mereka sebagi mengintegrasikan PAUD lewat tokoh sentral. Posyandu dan kegiatan PKK. Himpaudi tengah bekerja keras Forum PAUD dan HIMPAUDI mengusahakan pengadaan insentif untuk para pendidik PAUD dan Adalah Himpaudi dan Forum PAUD, persiapan menjelang peluncuran institusi yang lekat dengan penyelenggaraan program 1000 Pos PAUD bulan PAUD. Keduanya berbeda peran, meskipun Juli 2007. dalam kenyataannya banyak peran yang Sedangkan Forum PAUD bekerja berhimpitan. Namun secara struktural lewat seminar, lokakarya dan keanggotaan kedua lembaga ini berbeda. pendampingan yang membahas ”Sebenarnya saya lebih menekankan forum tentang metode, fasilitas, hingga PAUD untuk mencari pemikiran-pemikiran pemahaman PAUD. Termasuk cara yang bagus tentang pendidikan anak Drs. Sugito, Msi, Kadis Pendidikan DIY penyelenggaraan peringatan Hari usia dini,” jelas Farozin. Anak Nasional (HAN) 2007, 23 Secara struktural Forum PAUD terdiri dari Juli ini. Tahun ini ada tiga kegiatan pemerhati anak, unsur akademisi, LSM, PKK Group dan Preschool (sekolah persiapan), pada HAN sesuai arahan dari dinas provinsi. dan Satuan PAUD Sejenis. (BKOW), Aisyiyah, tokoh masyarakat dan dari Di antaranya pameran lembaga-lembaga unsur kedinasan seperti Dinas Kesehatan, Di Yogyakarta, kebanyakan lembaga PAUD, seminar PAUD dan pengembangan PAUD berbentuk TPA. Beberapa lembaga BKKBN, dan Departemen Sosial.” Pokoknya penyaluran kreativitas anak. berbagai macam unsur yang diduga erat PAUD memang masih memegang fungsi Soal kesejahteraan pendidik PAUD yang ini secara murni. Satu di antaranya TPA dengan pendidikan terhadap anak baik masih jauh dari memadai juga menjadi Grha Asih Anak yang berlokasi di Jalan Ki secara langsung maupun tidak,” kata Farozin perhatian Forum PAUD. Banyak dari para Mangunsarkoro 80, Gayam. Di lembaga lagi. pendidik honornya masih di bawah Upah Keterangan ini ini, anak tak sekadar dititipkan tetapi juga Minimum Kabupaten/Kota. Selain itu, diperjelas Ketua mendapatkan pendidikan yang tepat Forum PAUD juga berupaya mendongkrak dan sesuai dengan tingkat pertumbuhan HIMPAUDI kualitas para pendidika. Misalnya dengan mereka. Provinsi menyelenggarakan diklat. Sayangnya, lagi- D I Y, E n d i n TPA ini dilaksanakan oleh gereja St. lagi, kegiatan ini berjalan tersendat lantaran Antonius dalam naunganYayasan Papa Miskin Wicaksono, keterbatasan anggaran. ”Himpaudi Kotabaru Yogyakarta. Seperti diungkapkan itu bekerja kepala TPA, Yustina Satiti Sumardi, “Metode di lingkup pengasuhan adalah pelayanan penuh cinta Antara TK dan PAUD teknis, kasih dan memberikan pendidikan mengacu PAUD adalah rival TK, begitu stigma yang pada sistem PAUD 0-6 tahun.” T PA d i b u k a p u k u l 0 8 . 0 0 - 1 5 . 0 0 . masih berkembang di masyarakat. Istilahnya “rebutan lahan”. Bagaimanapun sosialisasi TK Pembelajarannya meliputi pengembangan aspek moral dan agama, fisik, bahasa, ke dalam masyarakat lebih mengena karena berlangsung lebih dulu dan lebih lama. kognitif, sosial emosional dan seni. Biaya Ironisnya, kehadiran lembaga-lembaga yang ditawarkan Rp 5.000,00/hari dan uang pangkal Rp 50.000 untuk berbagai PAUD mengurangi kuantitas siswa yang masuk ke TK. Padahal keduanya fasilitas termasuk makanan bergizi, layanan konsultasi psikologi, kesehatan, dan keluarga. berbeda fungsi, pun secara teknis. TK adalah lembaga PAUD Dengan berbagai keunggulan itulah, pada formal. Sedangkan PAUD adalah 2003 lembaga PAUD ini dinyatakan sebagai jalur nonformal. PAUD terbagi Juara I Lomba Kelembagaan Pendidikan Drs. Muh. Farozin,MPD, Dekan PAUD DIY. dalam Taman Penitipan Anak Fakultas Ilmu Pendidikan UNY (TPA), Kelompok Bermain/Play MURNItA d. KARtINI (YogYAKARtA) 83 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd83 83 7/14/2007 10:08:24 AM
  • 86. Yogyakarta E SENTUHAN IMTAK DAN MBRIONYA berupa Taman Penitipan Anak. Lalu melebarkan sayap menjadi TK dan Kelompok Bermain. Jadilah KEMITRAAN Taman Asuh Anak, Kelompok Bermain, dan Taman Kanak-kanak menjadi satu manajemen berlabel Aisyiyah Nur’aini. Nur’aini yang terletak di lokasi strategis di Jalan KH Ahmad Memadukan sentuhan muatan Islam dengan aspek pendidikan, Dahlan Nomor 152 Ngampilan, Yogyakarta, tergolong favorit. Di area seluas 1500 m2 dan pengasuhan, dan layanan kesehatan. Masih terbentur pendanaan. gedung berkelas-kelas berkapasitas 200 anak, Pendidiknya bergaji di bawah Upah Minimum Provinsi. Masyarakat ini dilengkapi ragam perangkat permainan. belum paham esensi PAUD. Dari bola dunia, ayunan, jungkat-jungkit, titian, mangkok putar, tangga majemuk, foto-foto: MURNItA d. KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf keranjang bola, hingga kolam renang. Meski mampu menerima 200-an anak, jumlah siswa Nur’aini sekarang hanya 92 anak. Taman Asuh Anak (TA) menampung anak usia 1-3 tahun menerima layanan sejak pukul 07.00 sampai 16.00. Kelompok Bermain (KB) dengan murid-murid umur 3-4 tahun dan TK untuk kelompok anak 4-6 tahun, belajar hingga pukul 10.00. Anak TK dan KB ini setelah jam belajar usai, tak sedikit yang dititipkan di TAA. Biaya pendidikan berkisar Rp 100.000-Rp 250.000 per bulan, tampaknya masih murah bagi warga Yogyakarta. Terbukti, tahun ajaran depan, siswa yang diterima jumlahnya naik menjadi 104 anak. Nur’aini hanya satu dari hampir 1.400 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Yogyakarta. Sesuai namanya, Nur’aini berada di bawah payung organisasi 2002, Nur’aini juga membuka diri menjadi model pembiasaan. kemasyarakatan Aisyiyah, pusat kunjungan dan magang (latih kerja). Misalnya, membiasakan yang menginduk pada Setidaknya dalam lima tahun terakhir itu anak memulai segala Muhammadiyah. Tentu saja, Dra. Kis Rahayu, tercatat 109 kunjungan dari berbagai institusi kegiatan dengan doa konsentrasi pembelajaran Kepala Aisyiyah dari sejumlah daerah. Juga menjadi tujuan dan membiasakan anak di sana yang paling utama Nur'aini Ngampilan magang bagi 28 pendidik PAUD dari berbagai membaca surat-surat adalah penanaman nilai latar belakang. pendek Al Quran. dasar tentang budi pekerti Pengajar Nur’aini sendiri tergolong cukup dan keagamaan versi Muhammadiyah. memadai. Hampir separuhnya, dari 37 Mereka juga punya visi untuk membentuk Berbasis Kemitraan pendidik sudah mengenyam pendidikan sikap kedisiplinan dan kemandirian, sarjana. Bahkan kurang lebih 75% dari mengembangkan potensi anak, berupa Muhammadiyah maju dengan Aisyiyah, para guru pernah mengikuti berbagai potensi spiritual, bahasa, motorik, kognitif, Nahdlatul Ulama (NU) punya Yayasan diklat dan seminar mengenai tumbuh seni, sosial dan emosional. Muslimat NU. Masyarakat Yogyakarta pun kembang anak dan pendekatan-pendekatan “Secara umum kami mengadaptasi sistem akrab dengan nama ini. Maklum, Yayasan penyelenggaraan PAUD, baik yang dibiayai BCCT (Beyond Centres and Circles Time). Muslimat NU selama ini lekat dengan aneka dinas pendidikan Yoogyakarta maupun dari Namun yang utama bagi kami memberikan kegiatan pengajian. Begitu juga dengan kocek yayasan. sentra Imtak, Iman dan Takwa,” kata Kis yang di Yogyakarta, mereka memang biasa Hasilnya memang lumayan. Banyak Rahayu, Pimpinan Aisyiyah Nur’aini. mengadakan pengajian saban sore di masjid penghargaan digapai murid-murid Nur’aini Mulai ajaran 2007-2008, Nur ’aini An Nuur di Desa Krapyak, Triharjo, Sleman. melalui berbagai lomba. Seperti lomba menyelenggarakan Materi Pagi, yakni Anak-anak yang mengaji jumlahnya melukis, tari, dan kesenian. Sejak Desember kelas kelas agama yang dikemas dalam sekira 100-an anak usia 5-13 tahun. Ketika 84 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd84 84 7/14/2007 10:08:28 AM
  • 87. Yogyakarta diperuntukkan buat uang makan. Sisanya sosialisasi pendidikan anak usia dini (PAUD) Sebagaimana Nur’aini, An Nuur juga tertutup dari subsidi silang. sampai ke sana, timbullah niatan membuka menonjol muatan Islamnya. Inilah yang Total murid saat ini mencapai 125 anak. Taman Balita (TB) dan Kelompok Bermain mereka sebut program plus. Ada pemberian Kelas Kupu-kupu yang diperuntukkan bagi (KB). Mereka menerapkan pendidikan materi berupa pembiasaan anak untuk anak usia 4 bulan-2,5 tahun dibuka hanya holistik: memadukan aspek pendidikan, berdoa, bersuci dan menjalankan ibadah tiga kali dalam sepekan: Senin, Selasa, pengasuhan, dan layanan kesehatan. Layanan lain. Hal lain yang menonjol adalah semangat dan Rabu, pada kesehatan dilakukan dengan kekeluargaan. Orangtua juga dilibatkan 08.00-10.30. Kelas menggandeng Posyandu. dalam proses kembang tumbuh anak. ini menampung Sekolah juga punya program home visit yang S etiap bulan Posyandu maksimal 20 anak mengecek kesehatan dan memungkinkan para pendidik menyambangi dengan 5 orang imunisasi siswa. anak asuhnya. Misalnya ketika si anak tidak pengasuh. Layanan kesehatan juga masuk sekolah, atau pada hari istimewa Kelas Lebah mendatangkan dokter-dokter. seperti Idul Fitri. “Ini juga proses belajar,” kata untuk anak-anak Bukan berarti mereka kaya Nur Cholimah. usia 2,5-4 tahun. Di dan mampu membayar jasa sini 30 muridnya dokter. Sebab sang dokter Kendala Klasik adalah sukarelawan yang tidak mendapat honor Meski mampu membangun lem- sepeser pun. Mereka anggota baga PAUD yang jadi favorit ma- masyarakat yang sukarela syarakat, Nur’aini dan An Nuur sama- Nur Cholimah, SpD, Kepala membantu. “Pendidikan tidak sama mengaku kesulitan dengan TPKB An Nuur Sleman bisa dilaksanakan sendiri,”kata menjaring dana. Untuk operasional Nur Cholimah, Kepala TBKB An pengajaran saja mereka masih belum Nuur Sleman. mampu memenuhi secara optimal. An Nuur memang dibangun dengan Alat Permainan Edukatif pun seba- mengedepankan konsep kemitraan. Mereka gian dibikin sendiri dari bahan-bahan sadar tidak bisa membangun “sekolah” sederhana dan murah. dalam sekejap tanpa didukung modal Dana operasional juga belum memadai. An Nuur pun sengaja memperkuat mampu buat membayar gaji para jaringan mitranya. Di antaranya dinas-dinas pendidiknya dengan layak. Sekolah pendidikan, sosial, dan agama, di tingkat bahkan belum bisa membayar sesuai provinsi, kabupaten, hingga kelurahan. PKBM upah minimum provinsi DI Yogykarta. pun dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Artinya, masih di bawah UMP 2007 Di usia seumur jagung, An Nuur telah yang sebesar Rp 500.000 per bulan. membuka beberapa kelas. Di sana ada Taman “Mungkin sebentar lagi masyarakat Balita (TB) yang disebut Kelas Kupu-kupu, akan berteriak-teriak karena SPP Kelompok Bermain (KB) atau Kelas Lebah, naik,” Kis Rahayu prihatin. Biaya dan Pendidikan Al I’dad/ Kelas Persiapan pendidikan sebesar Rp 175.000, Mengakrabkan anak dengan teknologi atau Kelas Laba-laba. Biaya pendidikannya Rp memang dinaikkan dari semula Rp 175.000 per bulan. Jumlah yang tidak murah 150.000 pada tahun lalu. diberi pengajaran mendasar soal sikap, untuk warga Yogyakarta. Namun menjadi Selain belum mampu menggaji para pengetahuan dan keterampilan yang wajar bila menyimak apa yang didapat sang pendidik secara layak, An Nuur juga belum diperlukan untuk kelas jenjang lebih tinggi. buah hati bila bersekolah di sana. Gedung bisa mendongkrak kualitas para pendidik. Hari belajar juga dilaksanakan tiga kali dalam berlantai dua itu dilengkapi ruang tidur Pelatihan para guru baru sebatas upaya sepekan dari pukul 08.00-11.30. bagi yang dititipkan sehari penuh. Ada uang mandiri. Caranya membahas materi pelatihan Kelas Laba-laba adalah kelas persiapan bermain, ruang belajar cukup lapang dan dalam pertemuan rutin. Sesekali mereka yang diperuntukkan bagi anak usia 4-6 tahun komplit dengan alat permainan edukatif. mendatangkan instruktur. yang akan memasuki dunia sekolah dasar. Masih ada tambahan menu makanan Persoalan lain justru datang dari Di kelas ini ada 75 anak yang bergabung. bergizi hasil olahan sendiri, konsultasi anak masyarakat. Warga masyarakat tampaknya Pembelajarannya menitikberatkan pada dan kesehatan, dan ekstra kurikuler yang belum paham benar esensi PAUD. Mereka memberikan stimulasi dan memberdayakan disesuaikan dengan minat anak. justru menuntut anak mereka bisa baca potensi anak. Kelas ini dibuka setiap hari, Meski menjaring dari kalangan menengah tulis. Padahal PAUD hanyalah motivator dan kecuali Sabtu dengan jam belajar pada 08.00- atas. Namun, Yayasan Muslimat NU sengaja fasilitator, dalam mengembangkan potensi 11.30. Sabtu hanya berupa pengajaran ekstra “menyisakan” jatah 25% buat anak dari anak, yang metodenya dengan cara bermain. kurikuler berupa renang, melukis, outbond keluarga tak mampu. Biaya pendidikan dan filtrip. mereka cuma Rp 50.000 per bulan, yang MURNItA d. KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf (YogYAKARtA) 85 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd85 85 7/14/2007 10:08:33 AM
  • 88. Yogyakarta “Kami ingin semua anak terfasilitasi dengan rasio guru-anak yang ideal,” kata Linawati, SH, Wakil Direktur ECCD-RC. Bukan sekadar mengejar rasio guru- murid yang ideal. Kualitas dan kualifikasi guru pun menjaid perhatian serius. Para educator semuanya sarjana dari bermacam konsentrasi pendidikan. Mereka mendapat sejumlah diklat. Untuk lebih meningkatkan kualitas educator ECCD sedang mendorong para educator bisa memiliki Akta IV. Dukungan guru yang oke, metode pembelajaran yang tepat plus perangkat pembelajaran yang pas itu, jelas butuh dana tak sedikit. Sebelum dilepas 3 induk LSM pendirinya, ECCD masih mendapat kucuran dana lumayan. Namun sejak manajemennya independen, ECCD mau tak mau mesti membiayai operasional mereka dari SPP siswa. ECCD menerapkan pola subsidi silang untuk pembiayaan sekolah. Ada uang tahunan dan ada uang bulanan. Sekolah menawarkan tiga level pembiayaan sesuai foto-foto: MURNItA d. KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf keadaan ekonomi orangtua siswa. Yakni ECCd-RC Yogyakarta kelompok rendah untuk program beasiswa, MENGUSUNG ORIENTASI level menengah untuk para orangtua dari kalangan menengah, dan level tinggi untuk yang mampu. Besarnya SPP tiap bulan untuk siswa dari UNIvERSAL keluarga mampu berkisar Rp 200.000 hingga Rp 250.000. Bagi murid dari golongan sedang antara Rp 150.000. Sedangkan siswa dari kelompok ekonomi lemah cukup Didirikan tiga LSM beda karakter. Menghapus bias jender, perbedaan membayar Rp 50.000-Rp 75.000/bulan. Beberapa staf ECCD ada yang memberikan ras, dan agama. Semua anak, baik laki-laki atau perempuan dari subsidi kepada anak-anak dari kalangan semua latar belakang mempunyai hak yang sama untuk mengem- tak mampu. bangkan potensi yang dimiliki. Konsep lain yang membedakan ECCD dari lembaga lain, adalah sekolah T yang menjunjung tinggi perbedaan ras, Development-Resource Centre (ECCD-RC) AK ada meja-kursi layaknya sebuah kultur dan agama. Lembaga PAUD ini Yogyakarta. Lembaga Pendidikan Anak kelas. Kalau pun ada hanya beberapa. memang lahir dari komitmen tiga Lembaga Usia Dini (PAUD) yang beralamat di Jalan DI Anak-anak belajar memanfaatkan Swadaya Masyarakat (LSM) yang berbeda Panjaitan Nomor 70 Yogyakarta ini membagi sejumlah area. Ada yang belajar di area latar belakang. Yakni Lembaga Studi satu kelas menjadi kelompok-kelompok bermain peran, area persiapan baca tulis, Perkembangan Perempuan dan Anak, Plan kecil. Untuk kelas “play group kecil”, maksimal area balok dan area cair. Anak-anak bebas International Indonesia, dan AusAid. setiap kelompok kecil beranggotakan 4 bermain dengan koleksi beragam mainan, Sesuai latar belakang pendirinya yang anak dengan 2 educator, sapaan buat para baik buatan pabrik maupun karya mereka berbeda visi, ECCD yang didirikan 22 pendidik di sana. sendiri. Ada yang terbuat dari bahan-bahan Juni 2002 ini garis kerjanya pun mewakili Sedangkan untuk “play group besar”, sisa, sebagian dari bahan alami. Semua banyak tujuan. “Kami memang universal satu kelompok terdiri dari 7 anak dengan mainan dipilih yang bisa memberikan oriented,” kata Linawati. Tak heran jika yang 2 educator. Untuk TK kecil setiap kelompok rangsangan motorik, pola pikir (kognisi), menjadi fokus lembaga ini adalah gabungan terdiri dari 12 anak, juga 2 educator. kreativitas, kemampuan berbahasa dan rasa antara pendidikan dan pengasuhan anak Sedangkan TK besar berisikan 21 murid sosial anak. usia dini, semangat jender yang adil, diasuh 3 educator. Pembagian kelompok Itulah model active learning yang penghargaan terhadap hak anak dan belajar ini tak lazim ditemui di sekolah lain. diterapkan Eearly Childhood and Care 86 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd86 86 7/14/2007 10:08:36 AM
  • 89. Yogyakarta juga menerima siswa dari negara keragaman budaya. asing. Perlakuannya hampir- Semangat menghapus pengkotakan hampir sama. Hanya berbeda berdasar ras, budaya dan agama ini masih pada penggunaan bahasa. Namun diemban ECCD, meski pada 2004 lembaga ini setelah beberapa bulan, anak- dilepas dari tiga induknya. ECCD-RC bermitra anak itu mampu membiasakan kerja dengan LSM, donatur, pemerintah, diri berkomunikasi menggunakan universitas untuk bisa optimal memberikan bahasa Indonesia. pelayanan bagi anak, keluarga, pendidik Satu hal lagi yang menjadi anak usia dini, sekolah maupun institusi dan komitmen ECCD, “Kami tidak kelompok yang peduli dengan pendidikan m e m a k a i s e r a g a m ,” u c a p dan tumbuh kembang anak usia dini. perempuan muda yang akrab Tujuan dari berdirinya ECCD sendiri disapa Lina ini. Memang, seringkali untuk mewujudkan pembelajaran anak usia menjadi pertanyaan, ketika siswa dini yang lebih menyenangkan. Linawati PAUD lainnya memakai seragam. melihat selama ini ada semacam tuntutan Mengapa tidak berseragam?“Lebih memberatkan bagi anak agar harus lancar fleksibel dan tidak membebani calistung (baca-tulis-hitung). Tatanan orangtua dengan biaya seragam,” yang sudah mapan itu akan didobrak tambah Lina. Baju kerja para dengan pembelajaran menyenangkan. educator, sebutan bagi pendidik di Pertimbangannya, masa-masa kritis anak sana, boleh memakai jins dan kaos atau yang populer disebut golden age harus asal bukan kaos oblong. mendapat metode pembelajaran yang Linawati, Wakil Direktur EECD-RC tepat. “Metode bermain dipilih sebagai sarana paling tepat bagi anak usia dini untuk Metode Mandiri belajar,” kata Linawati. kebutuhan. Sengaja menampung banyak perbedaan Ada tiga divisi utama dikembangkan Divisi Training berfungsi memberikan latar belakang, adalah keistimewaan ECCD. Yakni Laboratorium School (Lab- pelatihan bagi siapa pun yang ingin belajar ECCD. Sebagai lembaga universal, siswa school) Rumah Citta yang terdiri dari cara mendidik anak usia dini. Kegiatannya yang ditampung di sana tak terbatas dari kelompok bermain, taman kanak-kanak, dan mengadakan pelatihan-pelatihan dan golongan, ras, dan agama tertentu. ECCD taman penitipan anak edukatif. Kemudian seminar-seminar. Pelatihan ini menjadi Training Program, dan sarana ECCD untuk mensosialisasikan nilai- program pengembangan nilai dan konsep pembelajaran anak usia dini media dan kampanye. kepada masyarakat. Pro gr a m d i r a n c a n g Media kampanye, salah satu yang untuk memperkaya anak populer di sini adalah perpustakaan. Yakni dengan pengalaman. perpustakaan dewasa dan perpustakaan Berbahan alam dan limbah, anak. Inilah wahana kampanye melalui mengenal dan mencintai buku-buku. Lebih familiar dengan set lingkungan, mengenal cara sebagai perpustakaan ramah, artinya kerja mesin tradisional dan semua buku yang masuk adalah hasil seleksi modern, sains, dan seni yang ketat. Buku-buku edukatif ini boleh budaya. dipinjam. Lab-school Rumah Pembelajaran didukung juga dengan Citta mengaplikasi prinsip metode filtrip yang memperkenalkan anak pendidikan yang berpusat pada keadaan nyata. Misalnya, kunjungan pada anak dan berbasis ke pasar tradisional, museum dirgantara, dan kegiatan outdoor seperti outbond aktifitas pada anak usia 2-6 tahun. Kurikulumnya dan berenang sebulan sekali. ECCD tidak berisikan nilai-nilai mengajarkan calistung, tapi lebih pada inklusivitas yang disusun persiapan bagaimana mereka menghadapi secara mandiri oleh Rumah belajar membaca dan menulis. Lebih Citta. Metode BCCT tidak tepatnya mempersiapkan anak didik untuk sepenuhnya dipakai di sini. siap menghadapi teks di SD. Sebab setiap tahun lembaga Kegiatan mencuci tangan ini memperbarui kurikulum MURNItA d. KARtINI dAN dengan penyesuaian sesuai M. fAtHoNI ARIEf (YogYAKARtA) 87 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd87 87 7/14/2007 10:08:45 AM
  • 90. Jawa Tengah sudah melantik pengurus Himpaudi, bahkan KOLABORASI KUAT, di kecamatan. Penanganan PAUD di Jawa Tengah memang terkesan berlari. Himpaudi Jawa Tengah, bersama Dinas Pendidikan Jawa JADI yANG TERCEPAT Tengah, punya andil besar dalam gerak cepat memperluas akses PAUD. Sosialisasi gencar dilaksanakan. Di antaranya melalui media massa, seminar, yang melibatkan kelembagaan masyarakat seperti PKK. Tercepat dalam perluasan akses PAUD secara nasional. Padahal Juga melalui penyelenggaraan diklat dan masih ada 2,8 juta anak belum terlayani. Menggandeng swasta dan pengusahaan insentif untuk pendidik, mendapat kucuran APBD sejumlah kota/kabupaten. menjalin kemitraan dengan swasta, dan mendukung database pemerintah. Kini Himpaudi dan Dinas Pendidikan Aktivitas Himpaudi Semarang Provinsi sedang mengadakan program diklat untuk 1050 pendidik dari 350 lembaga PAUD yang memperoleh dana rintisan dari pemerintah. Diklat ini berlangsung secara maraton selama kurun Juni-September. Program diklat dilanjutkan dengan magang (latih kerja) di 15 lembaga PAUD yang ditunjuk di 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Di antaranya Purworejo, Cilacap, Pekalongan, Kota Tegal, Solo, Klaten, Kudus, Boyolali, Semarang, Pati, Magelang, Wonosobo, dan Karanganyar. Kerjasama dengan swasta di antaranay dijalin dengan penerbit Erlangga. Bentuknya menerbitkan modul-modul materi PAUD dan menyelenggarakan diklat gratis untuk para pendidik. Upaya mendongkrak kesejahteraan pendidik PAUD juga menunjukkan hasil. Tahun 2007, ada tambahan insentif dari S APBD. “Upaya efektif dengan mengetuk hati 104 Taman Penitipan Anak (TPA), dan lebih EMARANG yang panas, layaknya kota nurani para pejabat saat sosialisasi,” kata Ir. dari 500 Pos PAUD. Pos PAUD atau Satuan pelabuhan lain menjadi teman warga Nila Kusumaningtyas, Ketua Himpaudi Jawa PAUD Sejenis (SPS) yang diselenggarakan kota yang terkenal karena lunpianya Tengah. di tingkat RW memang menjadi target yang lezat ini. Bukan tengah mengobrolkan Saat sosialisasi di daerah, panitia sengaja pencapaian program 1000 Pos PAUD. aneka jajanan yang memang enak-enak di mengumpulkan para pejabat di lingkungan Pos PAUD ini mengintegrasikan konsep Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini. Namun Pemda dan instansi terkait. Hasilnya, insentif pendidikan anak usia dini dengan pelayanan persoalan pendidikan yang belum segurih dikucurkan 15 kabupaten dari kantong kesehatan di Posyandu. Tenaga pendidiknya lunpia dan semantap tahu gimbal. Jawa anggaran APBD. berasal dari ibu-ibu PKK, remaja, dan orang- Tengah termasuk lumbung buta aksara, selain orang yang peduli terhadap perkembangan Jawa Timur, dan Jawa Barat. MURNItA dIAN KARtINI (SEMARANg) PAUD. Mereka jugalah yang dilibatkan Persoalan pendidikan keaksaraan pun sebagai kader dan menjadi narasumber menjadi salah satu prioritas kebijakan dalam pelatihan-pelatihan seperti memasak pendidikan, Jawa Tengah. Namun Jawa dan ketrampilan. Sebanyak 500 Pos PAUD Tengah juga tergolong provinsi yang memberi sudah mendapat dana kelembagaan dari perhatian baik pada pendidikan anak usia dini pemerintah. (PAUD). Jawa Tengah adalah provinsi besar Perluasan akses PAUD di Jawa Tengah dengan jumlah penduduk terbanyak setelah itu masuk kategori cepat secara nasional. Jawa Timur. Di sana ada 3,5 juta anak usia dini Dalam Workshop Himpaudi dan Forum PAUD tersebar di 35 kabupaten/kota. Hanya sekitar Tingkat Nasional, Juni lalu, Jateng dinyatakan 780.000 anak terlayani lembaga PAUD. Ir. Nila. K, Ketua HIMPAUDI Semarang (Berkas sebagai yang tercepat membentuk PAUD. Ada sekitar 2000 lembaga PAUD yang Kuning) saat pencanangan POS PAUD Bahkan semua kabupaten di Jawa Tengah terbagi dalam 1385 Kelompok Belajar (KB), 88 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd88 88 7/14/2007 10:08:50 AM
  • 91. Jawa Tengah K ETIKA Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) melebur menjadi universitas, gaung kampusnya para guru ini meredup. Tidak halnya dengan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Semarang (dulu IKIP Semarang). Fakultas ini tak jenuh menggodok metode pembelajaran, manajemen, dan masalah- masalah tumbuh kembang anak. “Pusat studi ini adalah kekayaan secara akademis,” kata Dra. Sri Dewanti H, M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Guru TK FIP Universitas Negeri Semarang. Apa saja yang dikaji dan dipelajari di PGTK, wartawan PENA PENDIDIKAN, Murnita Dian Kartini mewancarainya, akhir Juni lalu. Petikannya: Bagaimana perkembangan PAUD di Jawa Wawancara Ketua Program Studi Pendidikan guru tK Tengah? Istilah PAUD saat ini sangat booming. fIP Universitas Negeri Semarang, dra. Sri dewanti H, M.Pd Semua lapisan masyarakat mengenal DARI SETTING KELAS istilah ini dengan baik. Sebenarnya sejak lama kita punya kegiatan untuk PAUD. Misalnya, Posyandu. Ketika ada program HINGGA MANAJEMEN resmi dari pemerintah (Dinas Pendidikan Luar Sekolah Jawa Tengah), secara teknis menjadi tersistematika dengan baik. Masyarakat mulai sadar anak-anak usia dini perlu mendapat Apa yang perlu diperhatikan dalam Banyak orangtua merasa puas anaknya pelayanan pendidikan. menyelenggarakan PAUD? terlayani dengan baik. Ketika sampai di SD Sebagai sebuah pusat studi mengenai Pe r t a m a , p e n g e l o l a a n l e m b a g a , anak-anak sudah mengenal banyak hal secara PAUD, apa saja yang diteliti di sini? manajemen lembaga harus solid dan kuat. sistematis dan terarah. Kemudian metode pembelajaran. Tidak Keseluruhan. Mulai setting kelas, Bagaimana dengan mutu pendidik PAUD? harus metode tertentu, karena sifatnya manajemen, metode pembelajaran, dan harus variatif. Tidak bisa dikatakan satu Orang yang terjun sebagai tutor/guru masalah-masalah tumbuh kembang anak. metode lebih baik dari yang lain, karena PAUD adalah orang-orang yang terpanggil Pusat studi ini adalah kekayaan secara sasarannya multiple intelegent. Metode hatinya. Meskipun dengan honor yang akademis, di mana siswa-siswi PGTK yang Beyond Centre and Circle Time (BCCT) secara hanya Rp 100.000- Rp 150.000, tapi dia punya calon guru ini mempunyai laboratorium ideal membutuhkan sentra luas. Di luar kekuatan berkumpul dengan anak-anak kecil untuk mendukung pendidikan mereka. negeri ukuran satu rumah itu untuk satu yang masih polos. Unsur emosi yang lekat Mereka bisa langsung mempelajari tumbuh sentra belajar. Maka di Indonesia sistemnya dengan anak seperti ini yang tidak selalu kembang anak dengan metode-metode hanya mengenalkan konsepnya saja. dipunyai orang. Saat ini perkembangannya tertentu. sedang berproses untuk profesional. Proses Seperti apa pengelompokan anak itu? Apa bedanya PAUD nonformal dan TK? ke arah sertifikasi masih dalam dalam bentuk Secara umum anak dikelompokkan pelatihan. Sebenarnya hanya masalah teknis birokrasi berdasarkan kemampuan intelejensi (IQ), Banyak pendidik berlatar belakang dan istilahnya saja. Secara kajian akademis kebutuhan layanan khususnya, misal anak pendidikan bukan sebagai pendidik PAUD yang diakui secara makro di seluruh dunia mempunyai keadaan psikologis autis atau hanya mendapat pelatihan PAUD. Program menyebutkan usia dini adalah anak usia 0- hiperaktif, tentu pelayanannya berbeda Studi Pendidikan Guru TK sedang merintis 8 tahun. Kajian lain menyebutkan usia 0-4 dengan mereka yang tidak. Lalu, karena bakat program terjun ke lapangan tanpa honor. tahun sebagai usia dini. Sedangkan anak usia dan minat, kalau dengan sistem sentra berarti Program ini dikaitkan dengan mata kuliah, 4-6 tahun masuk kategori usia TK. ada pembelajaran mengenai respons. Ke pelaksanaannya dibiayai kampus sekadar Apa pentingnya PAUD? mana arah minatnya. Ada anak yang hanya untuk transport. Yang perlu digarisbawahi menyenangi satu sentra, itu berarti multiple bahwa menjadi guru adalah tugas yang Jika proses tumbuh kembang anak tidak inteligent-nya sedang berkembang. sangat mulia. optimal, maka terjadi ketidaksempurnaan. 89 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd89 89 7/14/2007 10:08:54 AM
  • 92. Jawa Tengah Kegiatan anak-anak Yayasan Nasima foto-foto: MURNItA dIAN KARtINI dAN M. fAtHoNI ARIEf TRADISIONAL OKE, NASIONALIS BOLEH JUGA J kebangsaan dan keislaman. Di jenjang PAUD aula sekolah yang cukup untuk menampung AWA TENGAH masih menanggung mereka memberikan materi pengajaran tiga ratusan anak. Ada yang tengah beban berat dalam pengembangan spesifik. Misalnya budaya aneka daerah, berwudhu dan menggelar tikar. Beberapa PAUD. Saat ini, dari 3,5 juta anak usia dari bahasa, tarian hingga lelaguan yang lain tampak hilir mudik menunggu dini yang tersebar di 35 kabupaten dan kota, tradisional. Pengajarannya dengan metode jemputan orangtuanya. hanya sekitar 780.000 saja yang terlayani keseharian. Mereka siap-siap Jumatan itu siswa SD lembaga PAUD. Jumlah yang masih minim. Selain mengangkat budaya berbagai kelas 4 hingga kelas 6. Sedangkan mereka Tapi dalam beberapa tahun terakhir, daerah yang dikemas dalam sentra-sentra yang tengah menanti jemputan adalah ratusan PAUD bersemi di sana. Setidaknya pembelajaran, Nasima selalu menyisipkan murid SD kelas 1-3. Aktivitas seperti itu ada sekira 2000 lembaga PAUD. Bentuknya nilai-nilai Islam ke dalam budaya. Misalnya, rutin dijumpai di sekolah yang berdiri di sebagian besar Kelompok Belajar (KB). tema keluarga sakinah diajarkan dengan bawah nauangan Yayasan Perguruan Islam Sisanya Taman Penitipan Anak dan lebih dari tokoh wayang, seperti keluarga Pandawa Nasima ini. Nasima menyelenggarakan 500 Pos PAUD. Berikut sejumlah KB di Jawa dan Punakawan. Pembelajaran berkembang pendidikan dari jenjang PAUD sampai SMA. Tengah yang patut jadi teladan: dengan mengajari anak membuat wayang Namun bangunan di Pusponjolo hanya yayasan Nasima Semarang: dari daun, kertas, padi, ranting juga dengan khusus untuk tempat belajar siswa PAUD ekspresi warna. “Kami memadukan konsep dan SD saja. NASIONALISME DAN AGAMA formal dan nonformal, tapi hanya esensinya Nasima, kependekan dari nasionalisme saja yang kami adaptasi,”kata Roostrianawati, dan agama, berdiri tahun 1994. Mulanya KESIBUKAN nampak terlihat di gedung Manajer Pendidikan Nasima. menyelenggarakan TK untuk anak usia mentereng berlantai dua bercat putih Pada hari-hari besar tertentu, umpamanya 3-4 tahun. Pada 2001 memperluas area bersih di kawasan Jalan Pusponjolo Selatan Hari Pahlawan, mereka mengadakan pendidikan usia dini hingag rentang usia Nomor 53 Semarang. Nampak seratusan kegiatan tabur bunga dan mengundang 8 tahun. Sesuai namanya, Nasima berciri anak berseragam putih-putih tengah sibuk para veteran perang. Para veteran diminta khas perpaduan kurikulum bernuansa mempersiapkan sholat Jumat berjamaah di 90 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd90 90 7/14/2007 10:08:56 AM
  • 93. Jawa Tengah angka Rp 200.000,00 dengan uang pangkal bercerita perjuangan mereka melawan Rp 3 juta. Nasima mampu menyelenggarakan penjajah. Anak-anak dilatih menjadi pribadi pendidikan secara mandiri, tak menunggu kritis, kreatif dan mampu menghargai jasa bantuan pemerintah. Juga memberi pahlawan. Nasima juga mengajak anak-anak pelatihan internal setiap bulan dan beasiswa terlibat dalam kegiatan perayaan hari besar bagi para pengajarnya hingga tingkat S-3. bersama masyarakat sekitar. PAUD Nasima membuka Kelompok KB Masyitoh Pekalongan: Bermain (KB) untuk 12 anak dan TK untuk 24 anak. Di tingkat SD, muridnya lebih dari 300 PRAKTIK SHOLAT DAN anak. Rasio pendidik untuk PAUD, 2 orang MENDONGENG pendidik untuk 10-15 anak usia 2-3 tahun, 2 pendidik untuk 24 anak usia 4-6 tahun, dan Di Kota Batik Pekalongan, lembaga seorang pendidik untuk 28 anak SD. PAUD milik Muslimat NU adalah salah satu Biaya SPP per bulan beragam. Berkisar di pilihan bagi para orangtua bekerja untuk mempercayakan pendidikan usia dini bagi putra-putri mereka. Menariknya, dari Parlina, Kepala KB Masyitoh anak Ketua DPRD Pekalongan hingga anak tukang becak bisa belajar di meja mensyukuri apa yang sama. Tak ada perbedaan bagi saja yang diberikan Tuhan. “Dengan mereka yang ingin menyekolahkan itu anak bisa mengetahui bahwa setiap anaknya di lembaga PAUD yang berdiri orang mempunyai kelebihan selain pada 2002 ini. kekurangannya,” kata Parlina, Kepala Kini mereka menampung 66 anak, KB Masyitoh ketika diwawancarai PENA yang terbagi dalam kelompok-kelompok PENDIDIKAN di Semarang. kecil berdasarkan usia. Kelompok 1 Selain mengadaptasi metode BCCT, untuk usia 2,5-3 tahun, Kelompok Masyitoh juga menerapkan muatan agama 2 untuk usia 4-5 tahun, sedangkan dan muatan khusus lain. Contohnya, materi Kelompok 3 buat anak usia 5-6 tahun. pagi berisi berisi hafalan surat-surat pendek, Pada dasarnya yayasan tidak pilih-pilih doa sehari-hari plus gerakan dan bacaan dalam memberikan pendidikan bagi sholat. “Kami berusaha agar selepas dari mereka yang membutuhkan. Pun dengan Masyitoh, di usia 6 tahun anak sudah hafal anak-anak yang mempunyai kebutuhan surat dan bisa praktik sholat sendiri, karena khusus. Masyitoh mengajarkan bagaimana usia 7 tahun anak sudah wajib sholat,” Laboratorium komputer Nas lanjutnya. ima Mendongeng dan bertutur menjadi satu kegiatan yang disukai siswa-siswa di Masyitoh. Kegiatan ini menstimulasi kemampuan keaksaraan anak, selain juga mengajarkan anak untuk kreatif dalam berpikir dengan membedah satu cerita setiap harinya. Menarik karena mungkin jarang bagi mereka didongengkan sebelum tidur. Atau bagi mereka yang biasa dibacakan cerita, kemudian membawa buku cerita favorit mereka untuk dibacakan dan dibahas di kelas. Semua murid dibebani biaya SPP sama besarnya: SPP pokok Rp 52.000 plus biaya makan Rp 39.000. Sedangkan uang pangkal dibedakan menurut kemampuan orangtua siswa. Mereka yang masuk golongan ekonomi lemah hanya diminta membayar uang pangk al sebesar R p 150.000. Sedangkan kelompok ekonomi sedang dan atas, masing-masing membayar Rp 200.000 91 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd91 91 7/14/2007 10:09:05 AM
  • 94. Jawa Tengah dan Art Center (sentra seni). Dekorasi disesaikan dengan tema harian yang dipilih. ARIEf KARtINI dAN M. fAtHoNI foto-foto: MURNItA dIAN Contohnya, saat pelajaran tema pedesaan maka disulaplah kelas menjadi bernuansa pedesaan dengan menambahkan gubuk atau kandang-kandang dari bambu secara sederhana. “Metode BCCT memang sesuai dengan tujuan membentuk anak-anak kreatif dan berkarakter,” kata Yuli Siantayani, MPd, Kepala Bukti Aksara. Murid-murid juga menjadi mandiri, berani berpendapat, dan mampu Aksara Semarang bersosialisasi dengan baik. “Anak-anak hasil Bukit Kegiatan anak-anak didikan lembaga PAUD terbukti lebih siap, dan metode bermain itu tidak membuang- memasak intensif. Materi pembelajarannya buang waktu,” Yuli menambahkan. dilengkapi dengan fasilitas dapur mini yang dan Rp 250.000. Bukit Aksara membagi kelasnya dalam asli memang untuk memasak beneran. Untuk menjaring siswa, Masyitoh 10 kelompok kecil yang masing-masing Anak-anak diajar memasak, mulai persiapan menerapkan cara unik. Ada potongan diampu seorang pengajar. Pengajarnya bahan, meracik, memasaknya hingga Rp 10.000 untuk SPP jika wali murid bisa yang berjumlah 13 orang semuanya sarjana membersihkan kembali peralatan masak. mengajak rekan, saudara atau tetangga pendidikan. Kunjungan ke lapangan juga menjadi untuk menyekolahkan anak mereka di Pembelajaran yang oke dan fasilitas yang kegiatan favorit di Bukit Aksara. Lokasinya Masyitoh. Cara ini dinilai efektif menjaring layak itu diimbangi biaya pendidikan yang yang berada di kompleks usaha, seperti siswa baru setiap tahunnya karena secara lumayan tinggi untuk ukuran daerah. Uang perbengkelan, stasiun radio, dan stasiun tidak langsung para orangtua berlomba pangkal per siswa dipatok Rp 4 juta. Tapi ada pemancar televisi memperkaya wawasan mencari dan mempromosikan sekolah. Iklan diskon 20% bagi mereka yang mendaftar murid-murid. dari mulut ke mulut ini rupanya menjadi jauh-jauh hari sebelum tahun ajaran baru. Kegiatan belajar di sentra-sentra ala BCCT media promosi terbaik bagi Masyitoh. SPP per bulannya Rp 275.000/siswa. Bagi dibuat dan didesain semenarik mungkin Bukit Aksara Semarang: anak yang melanjutkan ke Bukit Aksara dengan dekorasi yang asyik. Sentra belajar Primary School, SD ala Bukit Aksara, mereka terdiri dari 5 kelas, Block Center (sentra KELAS MEMASAK INTENSIF tidak ada lagi dipungut uang gedung. balok), Messy and Fluid Center (Sentra bahan cair), Symbolic Play Center (sentra bermain Bukit Aksara mungkin satu di antara simbol), Readiness sedikit lembaga PAUD sekaligus Sekolah Center (Kelas Dasar (SD), atau biasa disebut TK-SD Satu Persiapan), Atap. Sekolah yang beralamat di Jalan Bukitsari Raya Nomor 1 Semarang ini yang pertama menggunakan metode BCCT di Semarang. Di awal berdiri, mereka mengajar menulis dan membaca dengan metode klasikal. Penerapan metode BCCT baru pada 2003. Persisnya, tak lama setelah mereka berdiskusi dengan konsultan Direktorat PAUD mengenai metode pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini. Model belajar agar anak pandai baca-tulis di usia dini mulai dihapuskan. Gantinya, pengajaran yang dikemas sambil bermain. Sistem diubah 180 derajat, sarana dan prasarana disesuaikan, para pengajar diberi pelatihan dan pemahaman disosialisasikan kepada orangtua murid. Metode ini dijabarkan dalam perluasan kelas. Anak-anak dibebaskan belajar dalam konteks bermain sesuai usianya. Satu yang istimewa di Bukit Aksara adalah kelas 92 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd92 92 7/14/2007 10:09:08 AM
  • 95. Jawa Tengah dengan profesinya. Play group dibagi 2 kelas: Batita Bunga Bangsa yang nasionalis untuk anak dengan usia 1-2,6 tahun dan mengajarkan makna keragaman budaya Kelas Play Group untuk anak usia 2,6-3,6 dan agama. Ada program Aim Damai tahun. Sedangkan Kindy untuk anak 4-6 (Anak Indonesia Membangun Budaya tahun. Secara umum pola pembelajaran Cinta Damai). Program saban Senin ini di sana dengan lembaga PAUD lain mengakrabkan murid TK pada kegiatan yang mengedepankan pembelajaran religius sesuai agama yang dianut dengan menyenangkan. Ciri khasnya pelajaran pendekatan budi pekerti. Selain pengajaran ekstra kurikuler dan holiday fun. Semua di kelas, juga disertai pengenalan tempat anak, baik dari TK dan play group, ibadah, praktik ibadah dan perayaan hari juga anak-anak sanggar belajar turut raya agama. bergabung dalam kegiatan ini. Aneka kegiatan Bunga Bangsa didukung Pilihan ekstrakurikuler beragam. Bina fasilitas memadai. Tempat bermain outdoor vokalia menjadi pilihan favorit. Setiap dan indoor, kolam renang, sentra-sentra tahun anak-anak diberi kesempatan belajar, sentra memasak dan musik, ruang membuat rekaman dan video klip dalam komputer, pengajar profesional, dan layanan bentuk CD. Ada juga sempoa, komputer, kesehatan dan konsultasi. Sekolah mengutip bahasa Inggris, melukis, taekwondo, alat Silviana, Kepala KB Bung a Bangsa SPP Rp 135.000 per bulan. musik (keyboard dan angklung), menari, hingga fashion show dan modelling. Semua Bunga Bangsa, Semarang: diajarkan dengan metode yang mudah HOLIDAy FUN DAN Play Group dipahami anak. Sedangkan Holiday Fun merupakan EKSTRA KURIKULER Aisyiyah 01 Semarang: kegiatan mengisi liburan yang rutin diadakan MENANAMKAN JIwA SOSIAL per semester. Kegiatannya berupa outbond, Mulanya membuka sanggar kegiatan SEJAK DINI fieldtrip, cooking class, berenang, seni, belajar bagi anak TK dan SD yang tinggal dan day shopping. di sekitar Tlogosari, Semarang, pada 2000. Kemudian membuka layanan PAUD. Yayasan Bunga Bangsa yang beralamat di Jalan Taman Sekar Jagad Nomor 32 Semarang ini Konsultasi Kesehatan Aisyiyah membuka Play Group (Junior Kid Class) dan TK (Kindy A-B). Ada lagi kegiatan Polisi Sahabat Anak. Minimnya jumlah PAUD di bulangan Anak dikenalkan dengan polisi, rambu Banyumanik, Semarang menjadi inspirasi bagi lalu lintas, dan mengakrabkan hubungan Aisyiyah, organisasi wanita Muhammadiyah, polisi dan anak. Selain itu ada Parents untuk membuka PAUD Aisyiyah, 2003 lalu. Day, sebuah kegiatan dimana orangtua Aisyiyah juga mengedepankan pembelajaran terlibat secara langsung dalam kegiatan nilai-nilai Islam. Secara khusus, Aisyiyah pembelajaran. Orangtua mengajar sesuai mengedepankan tumbuhnya karakter 93 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd93 93 7/14/2007 10:09:13 AM
  • 96. Jawa Tengah Aisyiyah mempunyai 30 murid yang para pendidik menggagas dan menciptakan M. fAtHoNI ARIEf terbagi dalam 2 kelompok: usia 2-3 Alat Permainan Edukatif secara mandiri tahun dan 3-4 tahun. Kegiatan anak- dan sederhana. Bahan-bahannya dari anak didukung dengan bermacam barang bekas. Kegiatan membuat APE ini MURNItA dIAN KARtINI dAN fasilitas mulai dari permainan indoor juga diberikan di sentra seni. Sehingga dan outdoor, sentra-sentra bermain yang anak-anak tidak hanya mengenal mainan- nyaman, dan layanan antarjemput. mainan komersil yang mahal, tetapi Ada pengalaman menarik ketika juga mampu membuat mainan sendiri Aisyiyah menangani salah seorang dengan cara yang mudah dan sederhana. murid yang mempunyai kelainan “Kami juga menciptakan inovasi-inovasi Down Syndrome dalam tahap debile. di aspek pembelajaran dengan terus Mereka bekerjasama dengan psikolog mengembangkan metode-metode belajar,” untuk menentukan perlakuan yang ujar Nila. pas. Penanganan dan terapi yang tepat Taman Belia mempunyai 6 kelompok itu mampu membawa sang anak bisa kelas dan 1 kelas transisi. Kelas untuk anak diterima baik di lingkungan bermainnya. usia 1,5-2 tahun, 2-2,5 tahun, 2,5-3 tahun, Ellysa Aditya Surya wati, Kepala PG Anak-anak yang normal juga diajari bisa 3-4 tahun, 4-5 tahun, 5-6 tahun dan satu Aisyiyah 01 Banyum anik dan Ketua menerima kekurangan orang lain dan lebih kelas peralihan bagi anak-anak usia antara Yayasan Aisyiyah Ra nting Banyumanik bisa bersyukur. TK dan SD. Setiap Sabtu lembaga belajar Rangkaian pelayanan Aisyiyah ini butuh ini dipakai untuk kegiatan Pos PAUD dan biaya pendidikan Rp 175.000 per bulan. membina anak-anak di lingkungan sekitar Namun tak semua siswa dibebani biaya dengan biaya Rp 3.250 per anak. intelektual dan spiritual. sama. Sebab di sana diberlakukan sistem Sebulan sekali anak-anak diajak berenang Mengembangkan karakter intelektual subsidi silang. Biaya sebesar itu hanya bagi di hotel Patra Jasa, melakukan kegiatan dan karakter spiritual dipandang sebagai anak keluarga mampu. Sedangkan siswa dari outbond atau kunjungan ke perusahaan modal awal pembentukan karakter pribadi keluarga tak mampu mendapat subsidi. atau kolektor binatang. Taman Belia juga anak. Caranya melalui pendekatan kecintaan mengajak orangtua menjadi guru di lingkungan, pengenalan ibadah, dan empati KB Taman Belia kegiatan Parents Visiting atau mengajak sosial. orangtua bermain bersama anak dan Konsep belajarnya dirancang dengan yayasan Putri Ibu: guru di kegiatan Parents Day. Kegiatan pola tematik. Misalnya mengenalkan anak- BERKREASI DAN BERPRESTASI ini melibatkan orangtua secara langsung anak untuk mencintai lingkungan dengan dalam kegiatan sang anak sehingga peran tema belajar Aku Ciptaan Allah atau Tanaman Kelompok Bermain (KB) Taman Belia amat orangtua sebagai “guru” utama bagi anak- dan Hewan Ciptaan Allah. dikenal di Semarang. Tak lain karena sekolah anaknya. Mengajari anak berinfak di masjid pada ini milik Ir Nila Kusumaningtyas, Ketua Pendekatan kepada anak dilakukan Jumat atau Sabtu menjadi kebiasaan di sana. Himpaudi Jawa Tengah melalui bendera dengan ekstra. Tidak boleh ada pemaksaan, Namanya kegiatan Tabungan Akhirat. Infak Yayasan Putri Ibu. Bukan saja karena nama itu prinsipnya. “Pemaksaan” pun dilakukan yang terkumpul disumbangkan ke panti Nila sekolah ini amat dikenal. Prestasinya dengan cara halus misalnya dengan asuhan. Kegiatan ini untuk menanamkan memang ciamik. Desember 2006 lalu KB bercerita atau bernyanyi. Misalnya ketika rasa sosial sejak dini. Anak ditanamkan Taman Belia menerima penghargaan Juara menghadapi anak yang cepat bosan. Kalau sikap saling berbagi dan menumbuhkan I Kelompok Bermain Tingkat Nasional. anak berpindah-pindah permainan maka empati kepada mereka yang bernasib tak Taman Belia menjadi yang terbaik dalam berarti pekerjaannya tidak tuntas. Maka beruntung. 4 kriteria penilaian: berkualitas, murah, dengan dibantu bunda, sebutan untuk para Kegiatan rutin laiannya adalah Pemberian mudah, dan inovatif. Berkualitas karena pendidik, anak dirayu dengan cerita atau Makanan Tambahan setiap pagi, Bina menerapkan metode-metode yang mampu perumpamaan, hingga secara tidak sadar Pustaka, Aku Senang Ibadah, konsultasi memberi stimulasi kecerdasan majemuk pekerjaan mereka bsia rampung. Anak pun kesehatan dan psikologi, juga kegiatan anak dengan didukung fasilitas dan sentra terbiasa menyelesaikan pekerjaan. pengembangan potensi melalui pentas seni yang memadai. Sekolah juga menanamkan kepada Akhirrusannah, kelas bahasa Inggris, Talents Murah karena di kota Semarang lembaga orangtua agar perilaku mereka bisa menjadi Day dan kegiatan outbond. PAUD ini tergolong yang berbiaya tak contoh bagi sang anak. Nilai berharap Aisyiyah juga menerapkan metode mahal-mahal amat. Biaya pendidikan antara agar orangtua tak cuma berharap anak BCCT. Fasilitas yang oke memungkinkan Rp 180.000-Rp 225.000. Uang pangkalnya mereka bisa mandiri sementara di rumah, mereka mengembangkan sentra-sentra maksimal Rp 2,5 juta. Sistemnya juga subsidi orangtua membiasakan bergantung kepada bermain seperti sentra bahan cair, sentra silang sehingga bisa dijangkau kalangan pembantu. peran, sentra seni, sentra balok, sentra ekonomi menengah ke bawah. memasak, dan sentra iman dan takwa yang Kriteria “mudah” dihubungkan dengan MURNItA dIAN KARtINI dAN dikembangkan sendiri. kriteria inovatif. Setiap dua minggu sekali M. fAtHoNI ARIEf (SEMARANg) 94 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd94 94 7/14/2007 10:09:17 AM
  • 97. Non Formal bahasa ibu yang ditunjang peran tutor lokal. SAIfUL ANAM Selain itu, ujar Wiwin, mereka juga menghilangkan gambar pada modul ajar karena dianggap sering menyesatkan. Contoh yang diberikan berupa suku kata yang tidak punya arti. Dengan demikian, tutor bisa mengetahui apakah peserta bisa membaca atau tidak. Karena melibatkan penggunaan bahasa ibu, mahasiswa KKN diusahakan putra daerah yang benar-benar memahami bahasa ibu di daerah pemberantasan buta aksara. Syarat itu itu juga berlaku bagi dosen pembimbingnya. Maksudnya, untuk menghindari kesalahan dan pelanggaran budaya lokal. Sekalipun sudah dipilih putra daerah, kata Wiwin, tetap saja mahasiswa masih terkejut dengan kondisi yang ditemuinya di lapangan. Sebab, acapkali lokasi KKN berbeda dengan informasi yang berkembang tentang daerah tersebut. Padahal, menurut Wiwin, kekeliruan DUA BULAN MELEK HURUF informasi tersebut sering membuat mahasiswa kuatir secara berlebihan. Wiwin memberi contoh Pulau Madura, yang dikenal Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata bertema masyarakat sebagai daerah pemberatasan buta aksara. Telah dikembangkan metode belajar baca-tulis singkat. carok. Buktinya, setelah 51 perguruan tinggi melaksanakannya. mahasiswa melewati KKN beberapa pekan, mereka justru mendapat B tanggapan di luar dugaan. “Mereka begitu jawab KKN Pemberantasan Buta Aksara, Prof. UTA aksara masih mengepung 12 antusias menyambut kegiatan para Retno Sunarminingsih, yang tak lain istri juta penduduk Indonesia. Jumlah mahasiswa,” ujar Herli, mantan Koordinator Mendiknas Bambang Sudibyo. itu sebenarnya sudah turun sekitar Mahasiswa Tingkat Unit KKN PBA di Pada tahap orientasi, program berbasis pola 3 jutaan dalam tiga tahun terakhir. Tapi, Kabupaten Sumenep. pemberdayaan itu, UGM memberangkatkan keberhasilan itu masih perlu di genjot. Kenyataannya, kata Wiwin, pendekatan 450 mahasiswa. Program itu, menurut Karena itu, Departemen Pendidikan Nasional yang baik justru dilakukan oleh mahasiswa Koordinator Program KKN PBA, Dra. Wiwin menggelar seminar penuntasan buta aksara yang agamanya berbeda dengan mayoritas Widyawati, M.Hum, berhasil mengentaskan di Yogyakarta, akhir Mei lalu. penduduk. “Ia bisa mengajar di surau,” 2.500 orang buta aksara. Menteri Pendidikan Nasional, Profesor ujarnya. Saking luwesnya, menurut dia, Program tersebut akan diteruskan dengan Dr Bambang Sudibyo, menyebutkan, pada bahkan ada mahasiswa yang akan mengajar memberangkatkan 825 mahasiswa. Targetnya, 2009, ia menargetkan angka buta huruf menunggui muridnya mencari pasir. 12.000 orang buta aksara di puluhan daerah tinggal tersisa 7,5 juta. Masalahnya, selama Pengalaman itu, kata Wiwin, terjadi karena berbagai pelosok Jawa dan Madura. ini pengajaran baca tulis itu membutuhkan para mahasiswa menggunakan cara jemput Pelaksanaan KKN-PPM UGM meliputi waktu 6 bulan. Akibatnya, penurunan angka bola “Warga belajar yang menentukan waktu tiga tahap. Paket tersebut dimulai dengan buta huruf jauh dari target. dan tempatnya,” kata Wiwin. Hal itu berbeda pengenalan baca tulis (ca-lis) dengan Untunglah, sebagai universitas riset, dengan metoda para tutor yang dibentuk bahasa ibu. Lalu, pengenalan ca-lis dengan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat oleh Dinas. Di sini, warga justru menyesuaikan Bahasa Indonesia. Selanjutnya, pengenalan (PPM) UGM telah mengembangkan metoda waktu dengan para tutornya. aspek berhitung. Pelaksanaan dan pendataan pengajaran baca-tulis dalam dua bulan. Untuk memaksimalkan pengabdiannya, warga ajar buta aksara diakhiri dengan Metoda tersebut dikembangkan seiring UGM sengaja memilih daerah-daerah ujian keaksaraan. Nanti, para peserta akan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). terpencil yang sulit dijangkau.“Karena selama mendapat sertifikat dari Depdiknas. KKN Pemberantasan Buta Aksara (PBA) ini angka tinggi buta aksara justru terdapat di Tingkat keberhasilan paket tersebut, yang dikampanyekan UGM sejak tahun lalu, wilayah seperti itu,” katanya. menurut Wiwin, mencapai 86%. Keberhasilan kini diikuti 51 universitas di Indonesia. “KKN itu, menurut dia, ditunjang oleh modul yang memang menjadi karakteristik UGM yang MURNItA dIAN KARtINI dAN inovatif, yakni yang disusun menggunakan tidak bisa dipisahkan,” ujar penanggung MoCH fAtHoNI ARIEf (YogYAKARtA) 95 Juli-Agustus 2007  Pena Pendidikan LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd95 95 7/14/2007 10:09:20 AM
  • 98. Non Formal MEMPERKUAT KIPRAH Himpaudi) juga hadir hingga acara rampung. “Kami memang ingin melihat persoalan demi persoalan, baik yang dialami Forum PAUD NONFORMAL PAUD maupun Himpaudi,” kata Gutama. Dilibatkan Depsos Status pendidik PAUD hangat dibincangkan. Tugas dan fungsi Beragam persoalan yang membelit PAUD bukan semata menjadi menjadi Himpaudi dan Forum PAUD belum sepenuhnya dipahami pengurus beban Depdiknas. Depsos dengan program daerah. Belum ada PNS untuk pendidik PAUD Nonformal. Taman Penitipan Anak (TPA), Depkes dengan Posyandu, dan Depag dengan Raudhatul SAIfUL ANAM Atfal, turut andil mengembangkan PAUD. Workshop itu salah satunya memang ingin membuat program yang sinergi antardepartemen terkait. “Lembaga PAUD adalah wadah yang bersifat terbuka bagi siapa saja yang peduli terhadap pengembangan anak dini usia, terutama para pakar, praktisi, pemerhati, LSM, pengembangan di bidang PAUD, penerbit buku anak, produsen makanan pengganti ASI/Susu/Vitamin untuk anak, instansi terkait dan elemen lainnya,” kata dr. Haniff Asmara, MMSc, Direktur Bina Pelayanan Sosial Anak, Ditjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Depsos, dalam paparannya. Haniff berharap lembaga PAUD bisa memperluas jangkauan dan pemerataan pelayanan dan rehabilitasi sosial hingga Workshop HIMPAUDI Forum PAUD Tingkat menjangkau anak di berbagai tingkatan Nasional yang diadakan di Bandung wilayah. Selain itu, kata Haniff, lembaga ini harus meningkatkan dan memperkuat peran serta masyarakat, melengkapi sarana H dan prasarana pelayanan dan rehabilitasi IMPAUDI dan FORUM PAUD se- Tak lain karena dihadiri semua utusan dari sosial, baik fisik, personil dan pembiayaan. nasional yang digelar pada 17- kabupaten dan kota di Tanah Air. Apalagi Ia juga berharap PAUD bisa menjalin 19 Juni 2007 membahas banyak kebanyakan pengurus Himpaudi dan Forum koordinasi intra dan intersektoral untuk persoalan. Dua persoalan yang kerap muncul PAUD dijabat istri pejabat (gubernur, bupati mendukung penyelenggaraan pelayanan di acara itu: soal status tenaga pendidik dan dan walikota), praktisi, dan ahli pendidikan dan rehabilitasi sosial, memantapkan tugas dan fungsi kedua wadah itu. dari perguruan tinggi. manajemen pelayanan dan rehabilitasi Sejak berdirinya Direktorat Pendidikan Dari lintas departemen juga hadir pada sosial, dan meningkatkan pendataan dan Anak Usia Dini (PAUD), di Direktorat pertemuan itu. Yakni dari Departemen informasi masalah kesejahteraan sosial Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Sosial, Departemen Kesehatan, Deputi dalam koordinasi dengan pemerintah Pemuda, Departemen Pendidikan Nasional Kesejahteraan dan Perlindungan Anak, daerah dan masyarakat. (Depdiknas) pada 2002, gaung PAUD Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Selama ini, kata Hanif, peran Depsos semakin nyata. Berbagai pertemuan, seperti Bidang Pendidikan, Agama, dan Aparatur sudah nyata. Di antaranya, peningkatan seminar, semiloka, dan workshop hadir Negara, serta Badan Koordinasi Keluarga capacity building pekerja sosial terhadap di mana-mana. Ada yang kemudian rutin Berencana. Pejabat Depdiknas yang datang, perlindungan anak dan program digelar saban tahun, seperti workshop di antaranya, Erman Syamsuddin, SH, M.Pd multilayanan terhadap panti-panti sosial. Forum PAUD dan Himpunan Pendidik dan (Direktur Tenaga Pendidik dan Kependidikan Nah, karena ada gerakan serupa, Depsos kini Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Nonformal). akan melibatkan PAUD. “Kita akan bersama- Dini (Himpaudi). Tentu saja Dr Gutama, Direktur PAUD sama melaksanakan pengawasan dan Workshop itu kembali digelar Direktorat sebagai tuan rumah hadir. Ia bahkan monitoring,” kata Haniff. Depsos juga berjanji PAUD di Hotel Topas Galeri Bandung, pada mengikuti acara hingga tuntas. Drs akan memfasilitasi rujukan ke institusi 17-19 Juni lalu. Pertemuan dua organisasi Damanhuri Rosyadi, SKM (Ketua Forum sosial untuk balita yang membutuhkan penggerak PAUD itu berlangsung meriah. PAUD) dan Masyitoh Chusnan (Ketua Harian 96 Pena Pendidikan  Juli-Agustus 2007 LO_PENA14_VOL02_PAUD_65-118.indd96 96 7/14/2007 10:09:23 AM
  • 99. Non Formal perlindungan khusus. SAIfUL ANAM Muhammad Fuad, Deputi Menko Kesra Bidang Pendidikan, Agama dan Aparatur Negara menyampaikan bahwa gerakan PAUD selama ini hanya menjangkau kalangan terbatas. Hal senada juga disampaikan sejumlah narasumber dari Depkes, Deputi Kesejahteraan dan Perlindungan Anak, dan BKKBN. Mereka beranggapan PAUD belum bisa menjangkau lapisan masyarakat. Meski begitu, mereka juga sadar gerakan PAUD baru dimulai. Tentu, banyak kekurangan di sana sini. Walau begitu, bukan berarti kegiatan workshop HIMPAUDI FORUM PAUD yang digelat direktorat PAUD tak ada artinya. Mereka menilai langkah-langkah seperti itu adalah positif dan konstruktif bagi pengembangan anak usia dini. Apalagi jika ke depan melakukan gerakan ini dengan cara yang sinergis. O l e h k a re n a i t u, k a t a C h u s n a n , berbagai persoalan di lapangan. “Apa saja Kesejahteraan Minim keberadaan Himpaudi bertujuan, antara persoalan yang dihadapi di lapangan terkait lain, menampung, memperjuangkan dan Penguatan kerjasama antardepartemen penyelenggaraannya terungkap di sini,” kata mewujudkan aspirasi, para penyelenggara, terkait itu memang menjadi tugas dan Drs. HM Nuch Rahardjo, M.Pd, Kepala Subdit pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. kegiatan Subdit Kemitraan Direktorat PAUD kemitraan, Direktorat PAUD, Depdiknas. Sementara pengurus Forum PAUD Depdiknas. Selain itu, workshop diharapkan Sejumlah persoalan yang banyak sendiri banyak yang masih bingung tugas bisa menjadi wahana untuk memecahkan disinggung utusan daerah adalah status dan fungsi mereka dibanding Himpaudi. t e n a g a p e n d i d i k PA U D Kegundahan peserta itu dijawab Damanhuri nonformal. Para pendidik yang yang dengan panjang lebar menjelaskan tergabung dalam Himpaudi tugas dan fungsi Forum PAUD. “Forum sendiri masih mempertanyakan PAUD merupakan wadah komunikasi status pengajar di PAUD dan kerjasama untuk menyatukan visi, nonformal. Misalnya, soal misi, langkah dan peran masing-masing s e b u t a n