Perspektif Hukum Islam Mengenai Perilaku Penyimpangan Seksual M Ihsan Dacholfany M.Ed , 2008 Guru SMA Islam Al-Ma’ruf Cibubur
Allah telah melarang keras penyimpangan seks, seperti terjadinya perkosaan, bestaliti dan segala bentuk hubungan seks tanpa nikah, walaupun antara pria dan wanita itu menyatakan suka sama suka. Sebab dengan timbulnya penyimpangan seks semacam itu, benar-benar membawa dampak yang negatif. Maka penyimpangan seks itu benar-benar-benar melanggar syariat Islam, merusak jiwa, akhlak dan agama, serta tidak sesuai dengan moral-moral pancasila, juga tidak sesuai dengan budaya bangsa Islam mengakui adanya kecendrungan seks pada manusia, sebagaiman ia juga mengakui kecendrungan dan naluri lainnya. Karena Islam itu Agama fitrah, mak diadakan pula aturan-aturan fitrah untuk mengontrol naluri-naluri tersebut, dan Islam mempunyai posisi tersendiri dalam mengaturnya. Bagi siapa saja yang benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan nafsu seksnya, maka agama Islam dapat menghalalkan hubungan antara pria dan wanita untuk melakukan seks sepuas-puasanya, sete;lah ditandai dengan dua kata yaitu ijab dan qabul yang dikenal dengan nama pernikahan dan perkawinan. Hukuman adalah penghalang sebelum terjadinya kejahatan dan pencegahan. Setelah itu maka dengan adanya hukuman masyarakat dapat terpelihara dari berbagai penyimpangan seks, disamping pelakunya mendapat pelajaran ia akan takut melakukan kejahatan dan penyimpang
PENDIDIKAN SEKS
TERNYATA
Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007/Rp 40.000,-
MUBAZIR
REFERENSI TERPERCAYA DUNIA PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 BANGIL
JAWARA UJIAN
NASIONAL
JURUS PAMUNGKAS
MEMBERANTAS
BUTA AKSARA
PERTARUHAN
REFORMASI
PENDIDIKAN
COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.1 1 5/17/2007 7:33:00 AM
Majalah PENA Pendidikan
Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan
PT. REKA GAGAS CIPTA
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710, T/F: +62 21 7973957 Email: rekagagascipta@yahoo.com
COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.2 2 5/17/2007 7:33:26 AM
Telah Hadir BUNDEL PENA Pendidikan
12
M
aj a
Ha
ala R
ny
h p3
da 0
lam 0.
1
BU 0,-
00
ND
EL
Ingin mengoleksi Majalah PENA Pendidikan dari awal tapi sulit mencari edisi lama?
Telah tersedia Majalah PENA Pendidikan dalam bentuk Bundel.
Buruan!!! Hubungi:
021-7973957 dengan Yuli Lestari
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957
PT. REKA GAGAS CIPTA Email: rekagagascipta@yahoo.com
COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.3 3 5/17/2007 7:33:44 AM
Jangan Remehkan
Taman Kanak-kanak
TAMAN YANG
PALING INDAH
Penulis : Saiful Anam
Penerbit : Wajatri
Cetakan : April 2007
Tebal : XX + 228 halaman k
ana
k-k
ana
nK
a
Tam
Siapapun mengakui bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),
termasuk di dalamnya pendidikan taman kanak-kanak (TK),
merupakan layanan pendidikan yang sangat penting. Pendidikan
TK berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang.
Bahkan, berbagai penelitian membuktikan bahwa anak-anak
yang mengenyam pendidikan TK pada umumnya memiliki prestasi
pendidikan yang lebih baik saat menempuh studi pada jenjang
pendidikan berikutnya. Selain itu, setelah dewasa mereka juga
memiliki pendapatan ekonomi yang lebih tinggi.
Sayangnya, hingga kini kondisi pendidikan TK kita masih harus
diperbaiki. Inilah tantangan serius yang dihadapi Direktorat
Pembinaan TK dan SD, Departemen Pendidikan Nasional,
yaitu bagaimana terus berupaya meningkatkan pemerataan
dan perluasan akses. Selain itu, Direktorat Pembinaan TK dan
SD juga mesti meningkatkan mutu dan relevansi, termasuk di
dalamnya meluruskan berbagai kekeliruan yang terjadi dalam
kegiatan pembelajaran di TK, misalnya memaksakan pengajaran
baca-tulis-hitung secara klasikal.
Buku yang penulisannya menggunakan pendekatan jurnalistik
ini berusaha memeaparkan perjalanan pembangunan pendidikan
TK di Indonesia serta berbagai program yang telah dan akan
digulirkan Direktorat Pembinaan TK dan SD. Selain itu juga
dikemukakan pandangan dari akademisi, pengamat, anggota
legislatif, penyelenggara TK hingga guru.
COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.4 4 5/17/2007 7:33:51 AM
Salam Pena
T
AK terasa rentang waktu satu tahun terlampaui. Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2006 lalu, PENA PENDIDIKAN hadir
menyapa masyarakat pendidikan. Kini, di hari penuh makna bagi
insan pendidikan, Peringatan Hardiknas tahun ini PENA PENDIDIKAN
menjumpai Anda dengan sajian Edisi Khusus.
Di hari jadi ini memang tidak dirayakan dengan pesta. Kami
menyambutnya dengan sujud syukur dan dalam suasana bersahaja.
Bersyukur karena majalah ini bisa tetap “langggeng” dengan dukungan
reporter, penulis, dan tenaga disain yang berenergi, dinamis, dan mampu
bekerja ekstra keras. Juga tenaga kesekretariatan, keuangan, dan bagian
umum yang turut menyumbang andil membesarkan majalah ini.
Bukan sekadar bangga bisa bertahan dan melewati usia satu tahun.
Bangga karena PENA PENDIDIKAN bukan sekadar penggembira keberadaan
sejumlah media pendidikan di Tanah Air. Bangga karena beragam tulisan
kami mendapat sambutan. Kami tak mabuk sanjung dan puja-puji. Ucap terima
kasih kami haturkan atas masukan, kritikan, dan protes dari pembaca. Yang bisa membuat kami terlecut berusaha lebih baik lagi di
penerbitan selanjutnya.
Kami juga bangga PENA PENDIDIKAN bisa mengunjungi sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia, meski belum mampu
menjangkau seluruh kabupaten/kota sebanyak 441.
Edisi Khusus ini juga menandai evolusi perubahan tampilan majalah. Logo lama terkesan kegemukan dan bertipografi huruf yang
terkesan tua. Kini, logo PENA PENDIDIKAN lebih ramping, dinamis dan modern. Tampilan disain dan warna tak lagi mengumbar garis-
garis kaku dan warna lugas. Disain lebih kami perlunak dengan warna-warna medium, dan mengurangi nuansa kaku.
Sejumlah tulisan panjang kami pilih berdasarkan tema-tema yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Yakni sertifikasi
guru, wajib belajar, buta aksara, pendidikan anak usia dini, buku paket, kurikulum, ujian nasional, olimpiade sains, jaringan pendidikan
nasional, peran daerah, dan peran swasta.
Kami sengaja memilih tema sertifikasi guru sebagai bahasan utama. Guru yang total berjumlah sekitar 2,7 juta merupakan ujung
tombak bagi peningkatan mutu pendidikan. Namun justru guru merupakan masalah terbesar dalam dunia pendidikan kita. Kualifikasi
dan kompetensi mereka memperihatinkan. Kesejahteraannya jauh dari layak. Kehadiran UU No.14/2005 tentang
Guru dan Dosen memang telah memberi harapan. Tapi rupanya banyak pihak yang
belum bersedia menerima secara lapang dada melihat guru nantinya “naik
kelas”. Buktinya implementasi UU Guru dan Dosen berjalan alot. Permendiknas
yang mengatur tentang sertifikasi guru memang sudah keluar awal Mei ini. Tapi
semua itu masih menunggu pembuktian.
Selain tema-tema terpilih itu tadi, kami juga memotret sejumlah profil
sekolah, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Sekolah yang terpilih adalah
terbaik dalam nilai Ujian Nasional 2006. Sedangkan kepala sekolah dan
pengawas sekolah adalah mereka yang dianugerahi penghargaan berprestasi
dan berdedikasi pada 2006.
Edisi ini sengaja berlabel Mei-Juni 2007 karena tanggal terbit kami menyesuaikan
dengan seremoni puncak peringatan Hardiknas 2007 yang dipusatkan di Candi
Prambanan, Yogyakarta, 26 Mei ini. Sehingga berita-berita reguler hingga
pertengahan Mei ini masih bisa kami tulis. Selamat membaca!
PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful
Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007
Anam REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful
Anam, Dipo Handoko, Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, Robi
Sugara KORESPONDEN DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief
Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya), R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI:
Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita
Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL: Prambudi, Sugiono
SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta DIREKTUR UTAMA: Iwan
Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS CIPTA: Bank Niaga cab. BEJ
Jakarta Rek. 064.01.6285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya 22 JAKARTA 12770, Telp/Faks:
Edisi 13/Tahun II/Mei 2007
+6221 797 957, E-mail: rekagagascipta@yahoo.com ISSN 1907 - 429
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-63 3 5/17/2007 6:24:48 AM
Suara Pembaca
FENOMENA P
ernah saya mendengar berita tentang
akan diberdayakannya taman baca di
Indonesia. Saya seorang mahasiswi
TAMAN
yang saat ini sedang mengadakan riset
tentang menjamurnya taman baca. Ini
menarik, sebab dari tahun ke tahun ada kans
BACA
kenaikan jumlah, yang meskipun sedikit
tapi ada.
Ini bisa jadi sebuah fenomena yang lahir
dari kekhawatiran banyak pihak tentang
menurunnya minat baca di negeri ini. Sebuah langkah bagus juga, tapi sayangnya
apakah ini berarti menurunnya fungsi perpustakaan?
Sebab yang saya tahu, di taman baca itu juga diperkenalkan dengan bermacam
ketrampilan yang disenangi anak-anak. Jadi semacam memperkenalkan budaya
membaca dengan cara yang berbeda, tidak sekedar membaca tulisan.
Hanya sekedar masukan saran, bagaimana kalau Pena Pendidikan mengangkat
fenomena ini? Salam.
Indah Ratriana
Mahasiswi Jurusan Kearsipan
Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007
Cover : Prambudi Ciputat, Tangerang
Foto : Prambudi
SAYA INGIN BERLANGGANAN MAJALAH PENA PENDIDIKAN.
Majalah PENA Pendidikan adalah majalah dengan content berita-
berita dunia pendidikan yang sangat menarik untuk dijadikan
Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan dan collectible item
* Formulir ini boleh di perbanyak (fotokopi). Berikan kesempatan kepada saudara atau
kolega Anda. Beri tanda pada pilihan Anda
METODE PEMBAYARAN:
Nama lengkap :
Tempat/tanggal lahir : Transfer Bank
Alamat rumah : BANK NIAGA KANTOR
CABANG BEJ JAKARTA
No. A/C: 064.01.63285.006
Telpon/fax :
a/n PT. REKA GAGAS CIPTA
Ponsel :
Bayar di tempat (cash)
Email :
khusus untuk DKI JAKARTA
ONGKOS KIRIM PER EDISI:
PAKET LANGGANAN:
Jabodetabek Rp 2.000,-
Edisi : Harga Normal :
06 Rp 120.000,-
Jawa
P. Rp 5.000,-
Rp 110.000,-
Harga Khusus :
P. Jawa Rp 7.000,-
Luar
Edisi : Harga Normal :
12 Rp 240.000,-
Rp 200.000,-
Harga Khusus :
Berlangganan Mulai Edisi
Kirim formulir ini (beserta bukti pembayaran untuk berlangganan) ke alamat redaksi PENA Pendidikan:
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12770, Tel/Fax: (021) 797 3957 atau Email: redaksipena@rekacipta.com
4 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-64 4 5/17/2007 6:24:51 AM
Suara Pembaca
BELAJAR DARI NAGABONAR
RALAT Kemarin saya baru saja menonton film
Nagabonar (Jadi) 2. Ketika banyak orang
Pada PENA PENDIDIKAN Edisi 12, April 2007 lalu, tulisan pada rubrik Peristiwa
tertawa terbahak-bahak saya justru menan-
Rumah Ceria Dukuh Jembangan, pada alenia ke-5 baris ke-4 tertulis: “Mereka
gis. Ada satu adegan di mana airmata saya
menggandeng Japan International Corporation Agency (JAICA), LSM asal
tak tertahan lagi. Sebuah dialog dari Na-
Jepang...” Seharusnya yang benar adalah “....Japan International Corporation
gabonar (yang diperankan Dedy Mizwar):
Agency (JICA), LSM asal Jepang...” Dengan demikian kesalahan telah kami
”Jenderal turunkan tanganmu Jenderal, apa
perbaiki.
yang kau hormati dari mereka yang tidak
REDAKSI
mengacuhkanmu!” (kira-kira seperti itu dia-
lognya). Nagabonar naik ke patung Jenderal
(LAGI-LAGI) MASALAH Sudirman untuk menurunkan tangannya.
benar-benar mendapat pengawasan.
PENDIDIKAN Sebuah satir yang lembut, namun begitu
Horor ini sebenarnya tidak hanya berkutat
mengena. Film ini sarat pendidikan dan satir
pada segi kekerasan saja. Para praja hampir
Membicarakan masalah pendidikan
yang tidak memaksa orang untuk menerima
menyelesaikan studi harus waswas karena
mungkin tidak akan habis-habisnya. Ya,
sesuai apa yang disampaikan, namun justru
ancaman penutupan kampus.
dengan keadaan yang ada sekarang ini,
membebaskan orang untuk berpikir sesuai
Segala kejahatan kampus itu lahirnya
ditandai dengan demo di sejumlah tempat
dengan persepsinya masing-masing.
dari heritage yang diturunkan secara turun
yang pada dasarnya menuntut pendidikan
Pelajaran demi pelajaran ada di tiap
temurun dari angkatan pertama. Kejahatan
murah. Kemarin teman saya bercerita,
adegannya, diselipkan dalam humor yang
itu terjadi karena ada unsur “harus dilakukan”
tentang sekolah anaknya yang masih
sangat edukatif. Dari bagaimana menghormati
lepas dari urusan “balas dendam”.
memungut bayaran padahal sudah ada
pendapat orang lain, menghormati orang
Sistem adalah faktor utama, bagaimana
dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
yang lebih tua, menghormati leluhur, sampai
p a ra m a n u s i a p i l i h a n i n i d i b e nt u k
Ternyata pihak sekolah sengaja memungut
rela berkorban.
menjadi “mesin pembunuh.” Saran saya,
biaya sebesar Rp 15.000,00 per bulan untuk
Metode belajar nasionalisme seperti
Pena Pendidikan bisa mengulasnya lebih
perbaikan dan penambahan sarpras (sarana
ini bisa diadopsi guru. Belajar tak melulu
mendalam. Bukan dari segi kekerasannya,
prasarana) sekolah seperti tiang sekolah, WC
dengan membaca dan menghafal buku
tapi dari segi sistem dan pendidikan, dan
sekolah, dll. Masalahnya, sekolah negeri lain
tebal. Belajarlah dari film, yang benar-
psikologinya. Semoga bermanfaat.
yang masih berada di satu komplek dengan
benar fokus pada sejarah seperti Gie, dan
sekolah anaknya tidak memungut biaya
Drs. Rijadi Kartosemito Nagabonar (Jadi) 2 ini. Marilah mencintai
tambahan apapun.
Dusun Joho Lor, Giriwono sejarah. Seperti kata Bung Karno: Jasmerah,
Lalu saya berpikir, ada ketidakadilan, dua
Wonogiri, Jateng Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!
sekolah dalam satu lingkup wilayah begitu
jauh berbeda keadaannya. Apalagi masalah
sulukhanggoraras@yahoo.com
fasilitas/ sarana dan prasarana yang ada
Peminat pendidikan, wartawan, penulis
di sekolah. Bukankah seharusnya sarpras
INFO BUKU Depok, Jawa Barat
sekolah harus diseragamkan di semua
Beberapa kali membaca resensi buku di
wilayah, tanpa ada perbedaan itu desa atau
majalah Pena Pendidikan, saya tertarik untuk
kota? Perbedaan Uang Pangkal juga menjadi
memberi saran. Mengapa buku-buku yang
pertanyaan. Tentu lain halnya dengan
dibahas adalah buku yang bersifat formal
sekolah swasta, yang sah-sah saja menerima
saja? Mungkin lebih sesuai jika yang dibahas
sumbangan dari pihak mana pun.
buku-buku pendidikan yang sifatnya lebih
pop. Novel sejarah misalnya, panduan
Nanang Baidowi, SS bahasa, atau buku-buku sastra. Buku-buku
m
co
B2PLKDN Bandung dongeng rakyat juga menarik. Mungkin
g I.
lAn
Jl. Gatot Subroto 170, Bandung 40275 bisa jadi panduan dalam memberikan
pA
KA
pengajaran bagi siswa. Itu juga termasuk
lingkup pendidikan kan? Sekedar saran,
salam.
HOROR IPDN
Ajeng Andarini
Diganti nama ataupun tidak, masalah
Mahasiswi
kekerasan di dunia pendidikan lekat sekali
Margonda Raya, Depok
dengan IPDN. Sebuah institusi pendidikan
pencetak calon-calon birokrat malah dijejali
dengan perkuliahan model premanisme Saran Anda kami tampung. Terimakasih
dan anarkhisme. Model pembelajaran harus atas kesetiaannya. Salam.
5
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-65 5 5/17/2007 6:24:57 AM
Daftar Isi
PENA PENDIDIKAN MEI-JUNI 2007
10
22
BAHASAN UTAMA WAJIB BELAJAR
Angin Surga Yang Menanti Pembuktian Maunya Sih Tuntas Berkualitas, Tapi …
Dunia pendidikan Indonesia memasuki reformasi yang sangat Program Wajib Belajar pendidikan dasar menorehkan prestasi
fundamental, terutama menyangkut peningkatan mutu guru mengagumkan. Dalam waktu relatif singkat Wajib Belajar
(pendidik). Kehadiran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Enam Tahun berhasil dicapai. Kini tuntas Wajib Belajar Sembilan
tentang Guru dan Dosen menjelma menjadi pemantik yang Tahun mesti tercapai pada 2009. Dari 1,5 juta anak usia 1-15
menggerakkan gerbong raksasa sekitar 2,7 juta guru menuju ke tahun, daya tampung SMP/MTs hanya 10,5 juta. Soal kualitas?
gerbang kemajuan. Sayangnya, tahap meraih sertifikat pendidik Tunggu dulu...
bak melewati jalan panjang. Peraturan Mendiknas tentang sertifikasi
akhirnya turun sebagai acuan pelaksanaan uji sertifikasi.
3 SALAM
6 SUARA
10 BAHASAN UTAMA
• Angin Surga Yang Menanti Pembuktian
• Memoles Mutu Guru Demi Mutu Lulusan
• Reinkarnasi Menuju Penjaminan Mutu
22 WAJIB BELAJAR
114 26 BUTA AKSARA
30 PAUD
34 BUKU PAKET
INTERNASIONAL
38 KURIKULUM
Amerika Serikat: Menggoyang Kampanye Pantang
Program kampanye ‘’jangan berhubungan seks sebelum
42 UJIAN NASIONAL
menikah’’ ternyata mubazir. Tetap saja remaja Amerika tak
perawan di usia 15 tahun. Presiden George Bush bersikeras
46 OLIMPIADE NASIONAL
melanjutkan.
6 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-66 6 5/17/2007 6:25:12 AM
DAFTAR ISI
PENA PENDIDIKAN MEI-JUNI 2007
26
70
BUTA AKSARA SEKOLAH
Strategi Jitu Menghapus “Si Buta” Perguruan Taman Siswa
Nama Besar Taman Siswa Masih Adakah?
Tahun ini pemerintah menargetkan 2,2 juta penduduk melek
huruf. Menipiskan separuh jumlah buta aksara nasional dari Ketika hak akan pendidikan hanya menjadi milik penjajah
total 1 jutaan. Aspek geografis hingga sosiologis menjadi Belanda dan kaum bangsawan, Raden Mas Suwardi Suryaningrat
alias Ki Hajar Dewantara, mendirikan Perguruan Nasional Taman
penghalang. Titik berat pada Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa
Siswa, 85 tahun silam. Pada mulanya, perguruan ini menekankan
Barat, Sulawesi Selatan dan NTT. Hanya untuk mendongkrak
pendidikan rasa kebangsaan agar anak didiknya mampu
indek pembangunan manusia (HDI)?
merebut kemerdekaan
50 JARDIKNAS 90 KEPALA SEKOLAH 110 PENGAWAS SEKOLAH
• Drs H A Sholeh Dimyathi, MF, MM: • Inggris: Visi Ambisius Lembaga Bayi
52 BADAN HUKUM PENDIDIKAN Dengan Imtak Menengahi Tawuran • Amerika Serikat: Menggoyang
• Drs Tamsir: Membentuk Warga Kampanye Pantang
54 PENDIDIKAN ISLAM Sekolah Sebagai TeamWork
118 PERISTIWA
• Drs Suwarni: Ibarat Membangun
58 PERAN DAERAH Petilasan • Penghargaan Baru Pengajar Konstitusi
• Soedarini: Keluarga Ningrat ke • Formula Cerdas Mencapai Target
62 PERAN SWASTA Sekolah Luar Biasa • Kepekaan Sosial Siswa Jakarta
• Mengakrabkan Ilmu Pengetahuan
66 FIGUR 100 PENGAWAS SEKOLAH
• Inu Kencana: Tak Gentar Meski • Masyhur Ashari, SPd: Jangan
124 APASIAPA
Melarat Menghitung uang di Kantung Orang
• Drs Sudarno: Kisah Pengawas Luar • Darnie M Daud Rektor Universitas
70 SEKOLAH Biasa Syah Kuala Aceh
• SD Percobaan Malang • Salma Hayek
104 DIKLAT
• SMP 5 Yogyakarta • Sumarna Surapranata
• SMA 1 Bangil Pasuruan • LPMP Yogyakarta: Ibarat Menarik • Nurul Arifin
• SMA 1 Cimalaka, Semedang Gerbong Lama
126 CATATAN PENA
• SMA 2 Karawang
109 BUKU
• SMA 1 Cimahi, Bandung • Saiful Anam: Inu Kencana
• INS Kayutanam • Menerobos Kemacetan Visi
• Taman Siswa Pendidikan
7
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-67 7 5/17/2007 6:25:22 AM
Advertorial
siap dipindahkan ke tempat
MILIKI
mana saja. Akhirnya saya
belum memanfaatkan
Taperum,” kata Asih.
Taperum itu sendiri
RUMAH
merujuk Keputusan
Presiden Nomor 14 Tahun
199 tentang Tabungan
Perumahan Pegawai Negeri
DENGAN
Sipil. Besaran iuran per
bulan disesuaikan menurut
golongan/pangkat.
Golongan I besarnya Rp
TAPERUM
.000, golongan II sebesar Rp
5.000, golongan III sebesar
Rp 7.000 dan golongan IV
sebesar Rp 10.000.
Sementara untuk dana
Sejak 1993, Bapertarum-PNS sudah bantuan, masih menurut
penjelasan Toeti, juga
membantu hampir 2 juta PNS memiliki
disesuaikan dengan
rumah sendiri. Dari bantuan uang golongan. Golongan
muka Kredit Pemilikan Rumah hingga I jumlah bantuannya Rp
pinjaman biaya membangun rumah. 1.200.000, golongan II
sebesar Rp 1.500.000,00,
golongan III Rp 1.800.000,
Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari
dan golongan IV/a dan IV/
b Rp 2.100.000,00. “Para
S
peserta Taperum ini tersebar di seluruh
jajarannya akan memperbanyak penyebaran
EBAGIAN besar Pegawai Negeri Sipil
Indonesia, dan dari tiga golongan layanan
informasi di berbagai media, baik cetak
(PNS) tak asing mendengar nama
masing-masing mempunyai daerah
dan elektronik. Juga pemuatan sejumlah
Tabungan Perumahan Rakyat PNS
advertorial mengenai Taperum PNS di penyebaran yang berbeda-beda,” katanya.
alias Taperum-PNS. Pengelolanya Badan
Rumah yang bisa dimiliki dari bantuan
majalah terbitan departemen/kementerian,
Pertimbangan Tabungan Perumahan
Taperum hanya di lokasi PNS bekerja. Sebab
konferensi pers, serta menghadiri undangan
(Bapertarum). Meski populer di kalangan
sesuai tujuan utama Taperum, memang
dari berbagai daerah untuk keperluan
PNS, namanya mungkin agak asing bagi
memudahkan PNS dalam bekerja. “Nah bagi
sosialisasi di daerah-daerah. “Agenda 2007,
masyarakat luas.
kami akan membuat website dan layanan yang suka berpindah-pindah tugas, uangnya
Namun, jangan sepelekan dana yang
call centre Taperum PNS,” kata Toeti. Selain akan dikembalikan setelah pensiun,” kata
mengalir dari Taperum PNS. Data Bapertarum
Toeti.
itu, kata Toeti. “Agar PNS bisa mengakses
mencatat sejak 199 hingga Februari 2007,
Taperum sendiri bisa dimanfaatkan
langsung.”
sedikitnya ada 512.76 PNS memanfaatkan
dalam dua bentuk. Pertama untuk bantuan
Taperum untuk membayar uang muka
Tugas Berpindah dan uang muka KPR yang diberikan kepada PNS
Kredit Pemilikan rumah (KPR) senilai Rp
aktif atau suami/istri PNS. Sedangkan yang
827.149.4.825. Sebanyak 472.90 PNS
Prosedur kedua, berupa bantuan biaya membangun
memanfaatkan pinjaman Taperum senilai
rumah yang diberikan kepada PNS aktif
Rp 82.854.88.080 untuk membangun Panggilan tugas yang berpindah-pindah
atau suami/istri PNS yang memiliki tanah
rumah. memang menjadi penghalang PNS segera
sendiri di lokasi tempat bekerja. Sedangkan
Angka-angka yang cukup fantastis. memiliki rumah. Asih, 45 tahun, misalnya.
bagi pegawai yang tidak akan membeli
Sebab mengingat jumlah PNS sendiri yang Guru SD Negeri 08, Kramat Sentiong, Jakarta
rumah, uangnya akan dikembalikan setelah
totalnya sekira 4 jutaan orang. Artinya, Pusat, itu mengenal betul program Taperum.
pensiun dengan nama Pengembalian
pegawai yang merasakan manfaat Taperum Sebab puluhan tahun gajinya dipotong untuk
Tabungan.
jumlahnya hampir satu jutaan. “PNS yang tabungan perumahan.
Mereka yang minta pengembalian
belum memanfaatkan Taperum terganjal Sayangnya, perempuan kelahiran
tabungan jumlahnya cukup besar. Data dari
oleh sosialisasi, prosedur, dan tugas pegawai Bukittinggi, Sumatera Barat ini keburu
yang berpindah-pindah,” kata Toeti Ariati dipindah-pindah tugas mengajar. Terakhir tahun 199 hingga Februari 2007 mencatat
Sussongko, Kepala Bapertarum. kali, Asih bahkan dipindah ke Jakarta, sebanyak 81.7 PNS dengan nilai uang Rp
Untuk menggenjot sosialisasi, Toeti dan beberapa tahun lalu. “Sebagai PNS harus 482.216.684.82.
8 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-68 8 5/17/2007 6:25:24 AM
Advertorial
Pinjaman Rp 10 juta diambil. “KPR Swadaya adalah program
(menurun).
dari pemerintah yang dilaksanakan oleh
Jangka waktu pengembalian disesuaikan
Bapertarum juga mengeluarkan produk
Kementrian Negara Perumahan Rakyat lewat
dengan jangka waktu KPR. Pinjaman berupa
layanan baru berupa pinjaman. Program
bank pelaksana yang ditunjuk,” ungkap Toeti.
biaya membangun, besar dan bunganya
pinjaman itu berupa pinjaman uang muka
juga sama dengan pinjaman untuk uang
kepada PNS yang membeli rumah lewat
muka KPR. Hanya jangka waktu peminjaman
fasilitas KPR. Besarnya pinjaman maksimal
disamakan dengan KPR swadaya yang
Rp 10 juta dengan bunga 7,5% anuitas RoBI SUgARA & mURnITA DIAn KARTInI
Wawancara menteri negara perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari
UNTUK GURU ADA BANTUAN
D gajinya rata-rata Rp 4 juta.
diakui insentif bukan satu-satunya faktor.
I Kabinet Indonesia Bersatu yang sudah
Prinsipnya, kalau penghasilannya Rp 1-1,5
Menarik bagi si A belum tentu bagi si B.
dirombak, namanya tetap bertahan. Kata
juta, apalagi di bawahnya, pasti berat untuk
Para guru berharap, pemerintah memberi
Menteri Negara Perumahan Rakyat, Muhammad
mencicil. Kita harapkan untuk menyewa.
subsidi.
Yusuf Asy’ari, jadi menteri atau tidak sepenuhnya
Untuk membantu mereka, kami punya ide
Jelas, pemerintah mengupayakan memberi
merupakan kewenangan Presiden. “Kalau kita
sewa-beli. Orang yang berminat akan menyewa
subsidi bunga, dananya dari APBN. Saya belum
dapat beslit dari Presiden, ya jadi menteri. Kalau
dulu, misalnya 5 tahun. Dalam komponen
tahu persisnya berapa, karena baru Desember
tidak, ya tidak jadi,” katanya.
sewa itu terdapat cicilan untuk uang muka.
depan penjualan dimulai. Yang sudah ada,
Akhir April lalu, di tengah santernya berita
Setelah 5 tahun, baru ada akad kredit. Tapi
pemerintah mengalokasikan Rp 300 miliar
perombakan kabinet, Yusuf Asy’ari tampil dalam
untuk menjalankan ini, pemerintah harus
untuk rumah sederhana.
seminar yang diadakan Partai Keadilan Sejahtera,
punya uang untuk membeli bangunan agar
partai yang menyorongkan namanya menjadi
Bantuan apa yang mau diberikan pemerintah bisa disewa selama 5 tahun. Memang banyak
menteri. Seusai seminar itu, Yusuf mojok di
untuk prajurit dan pegawai negeri? pernik-perniknya.
salah satu tempat untuk berbincang-bincang
Bagi mereka ada tambahan fasilitas. Prajurit
dengan PENA Pendidikan seputar rumah bagi
Ribet ya?
kan memiliki YKPP, Yayasan Kesejahteraan
pegawai negeri, termasuk guru, dan sejumlah
Perumahan Prajurit. Sedang untuk pegawai Memang ribet. Makanya, kami juga harus
isyu lainnya. Petikannya:
negeri, ada Bapertarum PNS. Kalau PNS, ada berpikir keras. Apalagi di era otonomi daerah
sumbangan sampai sekitar Rp 10 juta. Bagi ini. Masing-masing bupati merasa paling berhak
Banyak guru berminat membeli rumah susun,
prajurit juga ada bantuan uang muka. Sehingga mengurus daerahnya.
agar tempat tinggalnya dekat dengan lokasi
kalau prajurit atau PNS mau menempati rumah
kerja. Sebetulnya rencana pembangunan
Adakah korslet dengan departemen lain?
susun, mereka bisa mendapat subsidi bunga
seribu menara itu kapan selesai?
dari APBN, plus bantuan dari Bapertarum atau Ada. Kalau saya bilang tidak ada, itu bohong.
Seribu menara itu diharapkan selesai dalam
YKPP. Tapi yang penting, kami masih bisa saling
lima tahun. Diharapkan 2009 selesai. Kita
Pegawai negeri seperti guru yang gajinya di berkomunikasi.
usahakan ke depan, pembangunannya makin
kisaran Rp 2 juta mengeluh. Mereka merasakan Kalau rumah susun Berland, Jakarta, jadi
cepat. Setelah pembangunan di Jakarta, kami
rumah susun yang paling kecil sekalipun dibangun, tentu banyak guru yang bisa tinggal
berharap, Surabaya, Makassar, dan Medan. Insya
harganya terlalu mahal. di sana?
Allah, pelaksanaannya tidak jauh lagi.
Keluhan itu bisa dimaklumi. Dengan Betul. Masalahnya, kompleks Berland itu
Tapi Peraturan Pemerintah belum juga
gaji sebesar itu, pasti berat untuk membayar masih menghadapi masalah sosialisasi. Warga
diumumkan? Padahal PP inilah yang jadi payung
cicilan rumah. Apalagi bila si pegawai negeri pemilik tanah di situ banyak yang masih keberatan.
untuk memangkas biaya.
sudah memiliki anak. Karena itu, pemerintah Tapi pemerintah bertekad, pembangunan rusun
Kalau itu, tanya Presiden dong. Saya tidak
akan mengembangkan social housing. Yang di Berland tetap dilaksanakan. Daerahnya kan
bisa memaksa presiden. Di situ diatur agar rumah
dibangun pemerintah, disewakan bagi mereka. kumuh. Dengan diremajakan, banyak yang
susun dimasukkan dalam komoditas kelompok
Bisa sewa yang pulih biaya, atau yang tidak. mendapatkan manfaatnya. Termasuk para guru
barang strategis, sehingga tidak dipungut PPN
Kalau pulih biaya, artinya uang sewanya juga dan prajurit penghuninya.
(pajak pertambahan nilai). Menteri Keuangan
mencukupi untuk perawatan. Kalau tidak pulih
berpendapat, hal seperti ini lebih bagus bila diatur
Kenapa sih namanya rusun? Kesannya
biaya, artinya pemerintah harus menomboki
dengan PP. Lebih kuat dasar hukumnya.
kumuh. Kok bukan disebut apartemen saja?
kekurangannya.
Tapi sebetulnya pegawai negari tidak Memang, ada rencana begitu. Seperti semua
Hambatannya di mana?
miskin-miskin amat. Pegawai negeri itu juga kendaraan roda empat, disebutnya mobil. Kalau
Pernik-perniknya banyak. Saya berharap,
kelompoknya bervariasi. Kalau kita bicara guru, semua rumah susun disebut apartemen bagus
adanya insentif ini bisa mempercepat
di Jakarta, mereka lumayan. Anda tahu, mereka saja.
pembangunan rumah susun. Walau, harus
9
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-69 9 5/17/2007 6:25:25 AM
Bahasan Utama
HASAn HAmKA
Fasli Jalal saat kunjungan ke Papua
Dunia pendidikan Indonesia kini memasuki reformasi sangat fundamental, terutama menyangkut
peningkatan mutu guru (pendidik). Kehadiran UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen telah
menjelma menjadi pemantik yang menggerakkan “gerbong raksasa” sekitar 2,7 juta guru menuju
ke gerbang kemajuan.
S
didirikan, anak-anak di daerah itu belajar
sebelah timur laut dan berjarak sekitar 20
enyum merekah senantiasa
di bawah pohon selama kurang lebih 1,5
km dari pusat kota Lombok Barat (Lobar).
menghiasi bibir Musa Sofyan. Kepala
tahun.
Musa Sofyan diangkat sebagai Kepala
Sekolah Dasar Negeri 02 Mekarsari,
Sekilas, jarak dari SD 02 Mekarsari ke
SD 02 Mekarsari sejak 2002. Tapi ia sekaligus
Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari,
dua SD Filial tersebut tak begitu jauh.
mengepalai dua SD Filial (cabang), yaitu SD
Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa
Tetapi, untuk menuju ke dua sekolah itu
Filial Ranjok dan SD Filial Sempeni. Kedua
Tenggara Barat (NTB), itu hampir tidak
harus melalui jalan naik turun gunung.
SD tersebut terletak di lereng gunung, dan
pernah mengeluh dalam menjalankan
Kendaraan yang bisa lewat hanya sepeda
berjarak masing-masing sekitar 5 dan 7
tugasnya sehari-hari meski harus keluar
motor. Jika hujan mengguyur, praktis jalan
kilometer dari SD 02 Mekarsari sebagai SD
masuk hutan untuk menjumpai anak
sulit dilewati lantaran licin.
induk. Sebelum kedua SD Filial tersebut
didiknya. SD Negeri 02 Mekarsari terletak
10 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-610 10 5/17/2007 6:25:27 AM
Agama Islam Negeri
Negeri Selong, Lombok Timur. Berbagai
Musa Sofyan sendiri sudah langganan
(PGAN) Mataram
penghargaan dan kegiatan pelatihan
jatuh saat mengendarai sepeda motonya
pernah diikuti. Tapi entah mengapa, dalam
menuju dua SD tersebut. “Kalau dihitung- tahun 197.
pemilihan guru maupun kepala sekolah
hitung, dari setiap tiga kali saya ke SD H.AkbarAli, Kepala
berdedikasi nasional tahun 2006 lalu ia tak
Filial Ranjok maupun Sempeni, sekali Subdin Pendidikan Dasar
masuk dalam pilihan.
pasti jatuh. Beruntung sampai sekarang Dinas Pendidikan dan K e b u d a y a a n
H. Warni Jasmuddin, BA, kolega Musa
saya masih selamat,” kata ayah tiga anak Kabupaten Lombok Barat mengungkapkan,
Sofyan di Lombok Barat, juga setali tiga SD Filial Ranjok, Sempeni, dan Batupemali
kelahiran Lombok Timur, 1 Desember
uang. Jasmuddin adalah Kepala SD Negeri
1960 itu. Ia berharap agar kelak kedua hanya sebagian saja dari 2 SD Filial di
02 Penimbung, Kecamatan Gunungsari,
SD Filial tersebut dapat menjadi sekolah Lombok Barat. Untuk mendukung SD Filial,
Lombok Barat. Ia juga mengepalai SD Filial
mandiri. Saat ini SD Filial Ranjok dan SD sejak tahun 2004 pemerintah Kabupaten
Batupemali, yang berjarak sekitar 4 km dari
Filial Sempeni masing-masing memiliki Lombok Barat memberikan bantuan block
SD 02 Penimbung sebagai sekolah induk.
188 dan 118 murid. grant yang besarnya Rp 20 juta setiap
SD Filial Batupemali baru berdiri sejak 2004,
SD Filial Ranjok berdiri di tengah-tengah sekolah per tahun. “Khusus tahun 2007
sehingga masih memiliki murid sampai
rerimbunan pepohonan. Di sekililingnya ini ditingkatkan menjadi Rp 50 juta per
kelas III. Ada tiga guru yang bertugas,
tumbuh puluhan pohon aren. Murid- sekolah. Dananya diambil dari APBD,”timpal
yaitu Suhaidi, Mursidi, dan Heni Hidayati.
muridnya kalau ke sekolah ada yang Akhmad Nawawi, Kepala Dinas Pendidikan
Mereka berasal dari Batupemali. Suhaidi
mengenakan sepatu, tapi banyak pula dan Kebudayaan Kabupaten Lombok
dan Mursidi merupakan guru kontrak,
yang memakai sandal jepit. Penduduk Barat kepada PENA. Ia menambahkan,
sedangkan Heni berstatus guru honorer.
di kampung Ranjok pada umumnya total jumlah SD di Lombok Barat saat ini
Ada hal menarik di SD Filial Batupemali.
hidup miskin. Kebutuhan ekonominya sebanyak 450 sekolah ditambah 2 filial.
Kalau murid-murid ditanya cita-citanya
mengandalkan hasil hutan, seperti kayu, Guru berdedikasi luar biasa seperti
kelak jadi apa, hampir semua menjawab
buah-buahan, ubi-ubian, hingga dedaunan Musa Sofyan dan Warni Jasmuddin ini
jadi guru.“Soalnya, anak-anak di Batupemali
yang dijual ke pasar dengan jalan kaki. banyak dijumpai di daerah-daerah lain.
hanya mengenal guru sebagai profesi yang
Hampir 100% penduduknya buta aksara. Lihatlah bagaimana seorang Hj. Nur Dewi
kerjanya sehari-hari mengenakan celana
Tapi mereka sangat antusias menyambut sering terombang-ambing diguncang
panjang. Orangtuanya sehari-hari kan
kehadiran SD tersebut. ombak raksasa di tengah lautan dalam
mengenakan celana pendek. Mereka tidak
SD ini mempunyai 6 guru, terdiri dari menjalankan tugasnya sebagai guru
pernah mengenal atau melihat profesi lain
5 guru kontrak (dibayar pemda) dan sekaligus Kepala SD Negeri Bahuluang di
seperti dokter, polisi, tentara, pengacara,
satu guru honor (dibayar sekolah). Gaji Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. Pantas
karena tidak pernah ada yang datang ke
guru kontrak besarnya Rp 550.000 per jika ia terpilih sebagai salah satu guru
situ. Mereka juga tidak pernah melihat
bulan, sedangkan imbalan guru honorer berdedikasi nasional 2006.
karena di rumahnya tidak ada televisi,”
Rp 250.000 per bulan. Para guru SD Filial Pada sisi lain, simak pula bagaimana
kata Jasmuddin, lulusan Pendidikan Guru
Ranjok semuanya berasal dari kampung seorang Ahmad Furqon begitu terpacu
setempat dan tak ada satupun yang lulusan
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Musa Sofyan, Kepala Sekolah Filial, Ranjok
(LPTK). Mereka adalah Abror (lulusan
Madrasah Aliyah/MA), Mahnun (lulusan
MA), Muhammad Hamdi (lulusan SMA),
Sunaini (lulusan MA), Artiani (lulusan MA),
dan Saparma (lulusan SMA).
Setiap pekan Musa Sofyan
menyempatkan berkunjung ke SD Filial
Ranjok maupun Sempeni. Lantaran para
gurunya tak ada yang punya latar belakang
pendidikan keguruan, maka kedatangan
Musa Sofyan juga sekaligus mengajari
bagaimana para guru muda itu mengajar
dengan benar. Ia memberi contoh
mengajar murid-muridnya, sementara
para guru muda itu menyimaknya.
Musa Sofyan mengawali profesinya
SAIfUl AnAm
sebagai guru SD sejak tahun 1979 setelah
lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG)
11
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-611 11 5/17/2007 6:25:30 AM
Bahasan Utama
SAIfUl AnAm
benar dari 40 soal yang disediakan.
muridnya. Naudzubillahi Mindzalik!
“ Tahun lalu saya juga diberitahu
Berbagai pekerjaan sampingan itu
oleh seorang kawan. Ia bercerita bahwa
terpaksa dilakukan karena kebutuhan
soal-soal ujian nasional tahun 2006 coba
ekonominya tak tercukupi oleh gaji guru
diteskan kepada guru-guru di sebuah
yang sangat kecil. Tapi, usaha-usaha
provinsi. Ternyata, dari 40 soal, rata-rata
sampingan seperti itu pada gilirannya
hanya bisa menyelesaikan 7 koma sekian,
mencederai profesinya sebagai guru.
atau di bawah sepuluh soal. Bahkan ada
Memang, guru-guru berstatus pegawai
yang hanya bisa menyelesaikan satu soal.
negeri sipil (PNS) di sebagian daerah,
Bayangkan, ini kan mengerikan sekali,”
misalnya Provinsi DKI Jakarta, boleh
kata Fasli Jalal.
dibilang hidup relatif cukup. Selain
Rendahnya kompetensi guru
mendapat gaji sebagai PNS, mereka
berdasarkan kajian Depdiknas itu juga
juga mendapat tunjangan khusus yang
sejalan dengan hasil penelitian Prof.
besarnya Rp 2,5 juta per bulan. Total
Dr. Ki Supriyoko pada tahun 2000. Ahli
dalam sebulan mereka mengantongi
pendidikan dari Perguruan Taman Siswa,
pendapatan hampir Rp 4 juta. Tentu bisa
Yogyakarta, itu melakukan penelitian
bikin guru di provinsi lain ngiler. Tapi
Warni Jasmudin
terhadap kemampuan bernalar guru,
bagaimana dengan ribuan guru lain yang
mulai dar i SD sampai SMA. Hasil
gajinya pas-pasan, bahkan masih ada
untuk berusaha mengajar sebaik-baiknya
penelitian terhadap 8000 guru itu lantas
yang menerima honor Rp 100.000 per
di SD Negeri Polisi IV Bogor Tengah,
diklasifikasikan menjadi lima kelompok:
bulan? Banyak pula guru yang ditugaskan
Kota Bogor, Jawa Barat. Ia adalah Juara
sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah,
di pedalaman Papua terpaksa bolos
I Guru SD Berprestasi Nasional 2006. Ia
dan sangat rendah. Hasilnya, lebih
berhari-hari karena gajinya habis setelah
kini tercatat sebagai mahasiswa S-2 di
dari 50% masuk klasifikasi rendah dan
dipakai pulang ke rumahnya di dekat
sebuah universitas di Bogor. Pencipta
sangat rendah. “Kalau mereka tidak
pusat kota.
teori pembelajaran PAIKEM GEMBROT
punya penalaran bagus bagaimana bisa
Selain gaji minim, wajah buram
(Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif,
mengajar dengan baik,” katanya (Saiful
guru Indonesia itu juga terlihat dari
Menyenangkan, Gembira, Bermakna, dan
Anam, Sekolah Dasar Pergulatan Mengejar
rendahnya kompetensi, kualifikasi,
Produktif ) itu berniat terus melanjutkan
Ketertinggalan, 2006).
tingkat kehadirannya di sekolah, hingga
studinya ke jenjang S-. Meski kelak
Melihat kondisi seperti itu, maka patut
distribusinya yang timpang. Dr. Fasli
bertitel doktor, toh ia bertekad tetap
dipertanyakan mutu proses pendidikan di
Jalal, Ph.D, Direktur Jenderal Peningkatan
menjadi guru SD.
LPTK yang menyiapkan calon guru. Pasti
Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
ada yang tidak beres, dan ini merupakan
(Ditjen PMPTK) Departemen Pendidikan
Kompetensi Rendah pekerjaan rumah yang tidak ringan.
Nasional mengutip hasil kajian Depdiknas
terhadap calon guru negeri tahun 2004
Sayangnya, tak semua guru memiliki
silam. Saat itu ada sekitar 1,2 juta pelamar
mental baja dan begitu mencintai
Didominasi Non Sarjana
untuk memperebutkan 64.000 formasi
pekerjaannya sebagai pendidik seperti
lowongan. “Gambaran kompetensinya
Musa Sofyan, Warni Jasmuddin, Nur Dewi, Bagaimana dengan kualifikasi guru?
sungguh memprihatinkan,” ujar Fasli.
Ahmad Furqon, atau sederetan guru Kompetensi dan kualifikasi itu berjalan
Betapa tidak. Sebagai contoh, dari 40
hebat lain. Tengok saja, pada 18 April lalu beriringan. Penyebab utama rendahnya
soal bahasa Inggris untuk calon guru SMP,
ada seorang guru SD bernama Mulyana kompetensi guru adalah kualifikasinya
ada yang hanya bisa menjawab satu soal
(42 tahun) tewas secara mengenaskan yang juga rendah. Jika para calon guru
dengan benar meski dia lulusan sarjana
setelah gantung diri. Sebagaimana dikutip berkualifikasi sarjana saja masih ada yang
pendidikan bahasa Inggris. Bahkan
sejumlah media, guru sebuah SD di hanya mampu mengerjakan satu soal
untuk bahasa Indonesia, yang merupakan
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu dengan benar dari 40 soal yang harus
bahasa sehari-hari, ada calon guru SMP
diduga mengakhiri hidupnya lantaran diselesaikan, sudah bisa dibayangkan
yang hanya bisa mengerjakan dua soal
terbelit hutang. kompetensi mereka yang kualifikasinya
dengan benar dari 40 soal. Padahal calon
Guru yang tak kuat menanggung beban non sarjana. Padahal, justru sebagian
guru itu menyandang gelar sarjana
hidup seperti Mulyana sehingga sampai besar guru kita bukan sarjana.
pendidikan bahasa Indonesia.
bunuh diri memang jarang kita dengar. Data yang terekam di Depdiknas
Pada tingkat SMA, kondisinya juga tidak
Sebagian besar mereka masih memilih menunjukkan bahwa jumlah guru kita
beda. Ada calon guru mata pelajaran Fisika
bertahan hidup dengan melakukan sekitar 2,7 juta orang, negeri maupun
dan Ekonomi yang masing-masing hanya
usaha-usaha “kreatif” seperti mengajar swasta. Mereka mengajar di sekitar
bisa mengerjakan satu soal dengan benar.
di sejumlah sekolah lain, beternak ikan, 250.000 sekolah, mulai dari TK/RA hingga
Ada pula calon guru matematika yang
ngojek, makelar tanah, bahkan ada yang SMA/MA/SMK. Dari 2,7 juta guru itu, baru
hanya bisa mengerjakan dua soal dengan
nekad menjadi mucikari bagi murid- sekitar 900.000 yang berijazah sarjana
12 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-612 12 5/17/2007 6:25:33 AM
Rendahnya kualifikasi dan kompetensi
atau D-4. Sisanya yang sekitar 1,8 juta 1.000 lulusan. “Artinya, ada
guru, terutama guru SD, seringkali
berkualifikasi non sarjana, terutama sekitar 110.000 guru SD
dikaitkan dengan Proyek Guru Inpres.
banyak disandang oleh guru TK/RA dan yang diangkat berasal
Pengangkatan guru secara besar-besaran
SD/MI. dari negeri antah
sejak 1974 hingga pertengahan 1980-an
Jumlah guru TK/RA tidak begitu berantah. Mereka
ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
banyak, total hanya sekitar 174.000 adalah lulusan
guru dalam jumlah besar menyusul
orang. Sehingga walaupun yang lulusan SMA, SMEA, dan
digulirkannya Proyek SD Inpres berupa
sarjana atau D-4 hanya sekitar 10%, SMP. Bahkan banyak juga lulusan SD
pembangunan gedung SD dalam jumlah
jumlah nominal yang non sarjana tidak yang kemudian diikutkan KPG (Kursus
besar-besaran. Selama periode 1974
begitu besar. Bandingkan dengan guru Pelatihan Guru) selama enam bulan lalu
SD yang mencapai sekitar 1,25 juta orang. diangkat jadi guru SD. Inilah salah satu
hingga 1987, telah diangkat sekitar 85.000
Dari jumlah itu, baru sekitar 16,5% yang penyebab buruknya mutu pendidikan
guru SD (lihat Tabel 2).
lulusan S-1 atau D-4. Padahal pendidikan kita. Tapi kita tidak bisa menyalahkan
Pe n g a n g k a t a n g u r u S D p a l i n g
di tingkat SD posisinya sangat strategis mereka sepenuhnya. Pemerintah maunya
spektakuler terjadi pada tahun 1985/1986,
karena menjadi fondasi bagi pendidikan menuntut banyak, tapi pada sisi lain gaji
yaitu 141.24 guru. Padahal kemampuan
selanjutnya (lihat Tabel 1). guru kecil, dan sistem rekrutmennya
SPG waktu itu cuma menghasilkan sekitar
Tabel 1 Tabel 2
kurang bagus,” kata Sumarna Surapranata, pula pada tingkat SMP, satu guru rata-rata fulltime bisa mencapai 40 jam.
Ph.D, Direktur Pembinaan Pendidikan dan harus melayani 91 murid. Kenyataannya, kegiatan tatap muka guru
Pelatihan, Ditjen PMPTK Depdiknas. Fasli pernah menjumpai satu SD di negeri rata-rata di bawah 24 jam pelajaran.
Papua yang diajar oleh seorang guru. Sementara jam-jam lain yang termasuk non
Sekolah tersebut hanya memiliki satu tatap muka seperti menyiapkan pelajaran,
Timpang dan Suka Bolos ruang kelas. Bayangkan, kelas I sampai menilai pekerjaan rumah murid, hingga
VI hanya ditangani satu orang. Fasli melakukan bimbingan dan pelatihan, tidak
Ketimpangan distribusi guru kita juga
bertanya kepada guru tersebut, bagaimana jelas apakah benar-benar dimanfaatkan.
tampak memprihatinkan. Menurut Fasli
caranya mengajar secara pararel. Guru itu “Faktanya kan cukup banyak guru yang
Jalal, sekitar 68% sekolah di perkotaan
menjawab dengan polos: “Saya punya satu hadir di sekolah hanya tiga hari dalam
mengalami kelebihan guru. Sebaliknya,
ruang kelas. Di dalamnya ada empat papan sepekan. Guru-guru kita umumnya hanya
banyak dijumpai di daerah pedalaman,
tulis. Kelas I sampai IV belajar bersamaan, menghitung jam tatap muka saja. Maka,
terpencil, atau terisolir, satu SD hanya
menghadap ke empat papan tulis masing- harus diakui, sebenarnya banyak guru kita
memiliki satu atau dua guru saja. Memang,
masing. Saya mengajar secara bergantian. yang mengajar di bawah kewajibannya
rasio guru dan siswa kita termasuk ideal,
Kelas V dan VI main-main dulu di luar. (under obligation),” tutur Fasli.
sekitar 1:15. Tapi, di kota guru menumpuk,
Setelah kelas I dan II pulang, baru mereka Fasli mengungkapkan, di sekolah
di desa dan pedalaman guru kekurangan.
giliran masuk kelas,” katanya. perkotaan ada guru yang cuma mengajar
Di sejumlah kabupaten, ada satu guru
Guru kita juga terkenal suka bolos. 19 jam tatap muka per minggu. Di desa
SD yang rata-rata hanya melayani 11 murid.
Idealnya, jatah mengajar guru melalui tatap 26 jam, begitu di daerah terpencil ada
Bahkan ada satu guru SMP yang rata-rata
muka minimal 24 jam per minggu. Kalau
hanya melayani 6 murid. Sementara di yang sampai 4 jam. “Artinya, guru di
Kabupaten Yahukimo, Papua, satu guru SD ditambah non tatap muka menjadi 7 jam. daerah terpencil tugasnya sudah berat
rata-rata harus melayani 7 murid. Begitu Bahkan bagi guru swasta yang kerjanya dari sisi geografis, beban mengajarnya
1
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-613 13 5/17/2007 6:25:39 AM
Bahasan Utama
Indeks Pembangunan Manusia (Human Studi serupa juga dilakukan oleh PISA
juga jauh lebih banyak. Ini contoh betapa
Development Index) dari tahun ke tahun (Programme for International Student
banyak ketidakadilan yang menimpa
senantiasa menempatkan Indonesia di Assessment). Hanya saja, obyek surveinya
guru-guru kita di daerah terpencil. Jadi bisa
peringkat bawah. Secara berturut-turut, anak-anak usia 15 tahun. Tiga aspek yang
dibayangkan carut marutnya masalah guru
diteliti PISA adalah kemampuan membaca,
kita. Bagaimana kita mau menjaga dan dari tahun 200 hingga 2006, peringkat
matematika, dan sains. Dari Asia Tenggara
meningkatkan mutu kalau kondisi seperti HDI Indonesia berada di urutan 112, 111,
yang mengikuti studi PISA hanya Indonesia
ini terus terjadi dan dibiarkan saja. Apalagi 110, dan 108. Bandingkan dengan Malasyia
dan Thailand.
kalau hal ini tidak dianggap sebagai yang secara konsisten berada di peringkat
masalah serius,” ia menambahkan. 60-an. HDI itu menggunakan parameter Tahun 200, ada 41 negara yang
Belantara persoalan yang menggelayuti pendidikan, kesehatan, dan usia harapan disurvei. Bagi Indonesia, hasilnya tak
guru sebagaimana tergambar di atas masih hidup (ekonomi). jauh beda dengan studi IEA. Dalam
ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Dari sisi prestasi akademis, juga sangat kemampuan membaca dan matematika,
sekitar 20% guru-guru kita mengajar memprihatinkan. Hal itu tergambar dari masing-masing menempati peringkat 9.
tidak sesuai latar belakang pendidikannya survei yang dilakukan IEA (The International Sedangkan dalam kemampuan sains di
(mismatch). Dan bom waktu berikutnya Association for the Evaluation of Educationan urutan 8. Negara-negara Eropa dan Asia
kini sudah menunggu: kekurangan guru. Achievement). IEA adalah sebuah organisasi Timur menduduki peringkat atas.
Pasalnya, ratusan ribu guru SD yang yang bergerak di bidang penilaian dan Memang, di tengah kondisi
diangkat pada tahun 1970-an hingga 1980- pengukuran pendidikan yang berpusat di mutu pendidikan kita yang masih
an melalui proyek Guru Inpres kini sudah Belanda, dan secara periodik melakukan memprihatinkan, ada sebagian guru hebat
mulai antre memasuki pensiun. yang berhasil menghantarkan murid-murid
studi terhadap anak-anak usia 1 tahun
kita menorehkan prestasi mengagumkan
dalam kemampuan matematika dan
IPA. Studinya dikenal dengan nama The di ajang olimpiade keilmuan internasional.
Prestasi Jeblok International Mathematics and Science Ini menunjukkan bahwa talenta anak-anak
Study (TIMSS). kita, termasuk dari daerah pedalaman atau
Kesembronoan pemerintah yang selama
pesisir pantai, tidak kalah dari anak-anak
ini menelantarkan sektor pendidikan, Tahun 200, IEA menggelar survei yang
perkotaan yang saban hari minum susu
terutama guru, pada gilirannya harus diikuti 46 negara, termasuk Indonesia.
dan mengunyah makanan lezat. Tapi,
dibayar mahal. Prestasi Indonesia dalam Hasilnya, siswa-siswa kita menempati
jumlah mereka itu tak ubahnya seperti
berbagai bidang hampir selalu jeblok. urutan 4 untuk matematika, dan 6 untuk
setitik noktah di tengah lautan padang
Profesi guru dicibir di mana-mana, IPA. Singapura menempati urutan pertama,
pasir.
dan dianggap sebagai pekerjaan tidak baik matematika maupun IPA. Negara-
Kalau potensi anak-anak bangsa itu
bermartabat lantaran tidak menjanjikan negara Asia Timur lain seperti Korea
dimaksimalkan dengan kehadiran guru-
hidup layak. Kualitas sumberdaya manusia Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Jepang,
guru hebat, memiliki dedikasi tinggi,
Indonesia pun jarang diperbincangkan di mendominasi peringkat atas. Sementara
kebutuhan minimalnya terpenuhi, dan
pentas internasional. Malasyia berada di urutan 10 untuk
mereka mendapat perlindungan serta
Simak saja, hasil survei UNDP mengenai matematika, dan 20 untuk IPA/sains.
penghargaan profesi secara memadai,
SAIfUl AnAm
wow... wajah Indonesia dipastikan akan
Guru sedang mengajar di SD terpencil
berubah 180 derajat. Visi Indonesia 200
seperti yang disampaikan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono pada 22 Maret lalu
di Istana Negara, yang menempatkan
Indonesia sebagai salah satu dari lima
negara paling disegani di dunia pada tahun
200, akan bisa dengan terwujud.
Visi Indonesia 200 itu bisa tercapai
dengan asumsi jika pertumbuhan ekonomi
riil rata-rata 7,62 persen, laju inflasi 4,95
persen, dan pertumbuhan penduduk
rata-rata 1,12 persen per tahun. Pada 200,
dengan jumlah penduduk sekitar 285
juta jiwa, produk domestik bruto (PDB)
Indonesia mencapai 5,1 triliun dollar AS.
Namun, tanpa mengurangi rasa hormat
kepada Presiden SBY, sayangnya banyak
masyarakat, terutama penggiat pendidikan,
bersikap skeptis akan mimpi indah yang
14 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-614 14 5/17/2007 6:25:42 AM
mengikuti program
kekayaan sumber daya alam/SDA
sertifikasi profesi.
(10%). “Kemampuan berinovasi itu
“Berbagai langkah
menyangkut tataran kualitas SDM.
yang akan kita lakukan
Kita lihat, Finlandia dan Singapura
ke depan itu intinya
punya kekayaan alam apa sih.
untuk mengangkat
Keduanya merupakan negara kecil
harkat dan martabat
yang miskin sumber daya alam.
guru. Kita harapkan m a s y a r a k a t
Tetapi karena kualitas SDM-nya
melihat guru ini lebih gagah. Bukan guru
sangat bagus, maka keduanya tampil
yang pakai sepeda ontel, kumuh, pakai
sebagai negara yang diperhitungkan
sandal jepit, dan jalannya tertatih-tatih. Ini
di pentas dunia,” k ata Sur ya
harus kita tumbuhkan. Kita ingin profesi
Dharma.
guru sejajar dengan dokter, akuntan,
Kualitas SDM bagus mensyaratkan
insinyur, dan lain-lain,” ujar Fasli.
penyelenggaraan pendidikan dan
J i k a ro d a s e r t i f i k a s i i n i s u d a h
guru yang bagus pula. Kehadiran
menggelinding, reformasi guru tak akan
UU No 14/2005 tentang Guru dan
bisa dihentikan. Maka tak salah jika
Dosen memang sangat menjanjikan
Andrew Steer, mantan Kepala Perwakilan
bagi upaya untuk mengangkat
Bank Dunia untuk Indonesia, menyebut
harkat dan martabat profesi guru. Ia
Indonesia kini tengah melakukan reformasi
bagaikan angin surga yang kemudian
pendidikan terbesar di dunia.
perlahan-lahan menggerakkan
Angin surga yang dijanjikan dalam
“gerbong raksasa” sekitar 2,7 juta
Siswa SD Filial Ranjok
UU Guru dan Dosen itu memang masih
guru. Sayangnya, ketika para guru
menunggu pembuktian. Apakah benar-
sudah bersemangat merespon beleid
SAIfUl AnAm
benar berangkat dari kesadaran untuk
tersebut, justru implementasinya
dikemukakan jenderal kelahiran Pacitan
memajukan kejayaan bangsa atau sekedar
tersebut. Pasalnya, bagaimana mimpi itu hingga kini masih berjalan tertatih-tatih.
sebuah janji manis politik.
bisa terwujud jika anggaran pendidikan Tampak ada sebagian kalangan yang tidak
sulit sekali beranjak dari kisaran 10%, meski rela melihat status guru “naik kelas”.
Hingga memasuki 1,5 tahun setelah UU
UU Sistem Pendidikan Nasional dengan SAIfUl AnAm
jelas menyatakan minimal 20%. Bagaimana Guru disahkan, praktis upaya peningkatan
Visi Indonesia 200 bisa tercapai jika mutu guru baru sebatas menapaki program-
implementasi UU Guru dan Dosen yang program pinggiran, misalnya bantuan
menjadi lomomotif perubahan bagi mutu block grant bagi Penelitian
pendidikan masih sangat alot untuk Tindakan Kelas dan
Forum Ilmiah Guru,
diimplementasikan.
pemberdayaan
Kelompok Kerja Guru(KKG)/
Reformasi Fundamental Musyawarah Guru Mata Pelajaran
Lantas, bagaimana kita beranjak dari (MGMP), perbaikan sistem
belenggu carut marut dan kompleksitas pelatihan, pemberian
pendidikan yang begitu berat? Lagi-lagi, penghargaan bagi
kuncinya terletak pada mutu guru plus guru berprestasi dan
tenaga kependidikan lainnya (kepala berdedikasi, revitalisasi
sekolah, pengawas sekolah, pustakawan, L e m b a g a Pe n j a m i n a n
dan lain-lain). “Ini juga diperkuat oleh hasil Mutu Pendidikan
kajian Bank Dunia,” kata Surya Darma, MPA, (LPMP) dan Pusat
Ph.D, Direktur Tenaga Kependidikan, Ditjen Pengembangan dan
Penataran Guru (PPPG),
PMPTK Depdiknas.
H a s i l k a j i a n B a n k D u n i a y a n g dan lain-lain. Sementara
d i p u b l i k a s i k a n t a h u n 2 0 0 5 l a l u program utama, yaitu
menegaskan bahwa faktor paling sertifikasi, rencananya
menentukan keunggulan suatu negara baru akan dilaksanakan
adalah kemampuan dalam berinovasi, t a h u n i n i s e t e l a h
yang kontribusinya mencapai 45%. tahun lalu tertunda.
Selanjutnya baru networking (25%), Diperkirakan tahun
kemampuan teknologi (20%), dan terakhir ini sek itar 200.000 Siswa SMP di Jakarta
15
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
ARIEn
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-615 15 5/17/2007 6:25:56 AM
Bahasan Utama
dengan tujuan mengembangkan Sistem
Pembinaan Profesional (SPP) guru.
Awalnya, pelatihan guru melalui proyek
PKG dilakukan di ibukota-ibukota provinsi.
Pemberi materinya disebut dengan istilah
instruktur provinsi. Kemudian, pelatihan
mulai dikembangkan ke kabupaten-
kabupaten. Di tingkat ini, materi pelatihan
diberikan oleh para guru inti (senior).
Pengembangan sanggar PKG hingga ke
daerah-daerah dilakukan karena banyak
guru di pelosok daerah yang kualitasnya
dianggap masih rendah dan perlu
pembinaan profesi.
Tahun 1979, sanggar PKG mulai
melakukan pembinaan kepada guru
bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kegiatan MGMP di Probolinggo
Kemudian tahun 1982, PKG Matematika
DoK.DEpDIKnAS
juga digelar. Empat tahun berikutnya, PKG
MEMOLES MUTU GURU melaksanakan pembinaannya untuk guru
bidang studi Bahasa Inggris, dan Bahasa
Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1990,
DEMI MUTU LULUSAN PKG membina guru Ilmu Pengetahuan
Sosial (IPS) dan Geografi.
Pada 1994 jumlah total sanggar PKG
mencapai 290, tersebar di berbagai
Pemerintah memberdayakan kembali lembaga Kelompok Kerja kabupaten di seluruh provinsi. Kegiatannya
berjalan lancar karena banyak bantuan
Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Mutu guru harus
mengucur ke lembaga ini. Misalnya dari
dikatrol supaya bisa mencetak sumber daya manusia yang United Nations Educational, Scientific and
kompetitif. Cultural Organization (Unesco) dan United
Nations Development Program (UNDP).
“G
Bank Dunia pun turun tangan meminjamkan
Satu dari upaya-upaya yang dilakukan
uru kencing berdiri, murid
dananya untuk membiayai pembinaan
adalah melalui pemberdayaan lembaga-
kencing berlari.” Ungkapan itu
profesi guru, untuk waktu 10 tahun (1984-
lembaga peningkatan mutu guru, yakni
kini sudah jarang terdengar
1994). Jumlah total dana pinjaman dari Bank
Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah
lagi, seiring memudarnya minat para
Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Kami sedang
penulis menyitir peribahasa-peribahasa Dunia mencapai US$ 8.241 atau senilai
menyosialisasikan program peningkatan
lama. Bahkan kalimat itu sekarang mungkin Rp 145.671.000 (berdasarkan kurs dolar
mutu guru melalui pemberdayaan KKG
terkesan jorok. Namun maknanya masih Amerika tahun 1989).
dan MGMP,” kata Fasli Jalal, PhD, Direktur
tetap relevan untuk mengingatkan, Upaya pembinaan yang dilakukan
Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
alangkah pentingnya kualitas guru dalam sanggar-sanggar PKG akhirnya menyentuh
Tenaga Kependidikan (PMPTK), Departemen
membentuk kepribadian murid seperti guru-guru di tingkat sekolah dasar (SD).
Pendidikan Nasional (Depdiknas).
yang diamanatkan pendidikan. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan
Guru yang baik saja belum tentu Menengah Departemen Pendidikan dan
menghasilkan murid yang baik. Apalagi Kebudayaan membuat surat keputusan
Berawal dari Sanggar
guru yang buruk. Seperti makna yang pada 7 April 199, yang menetapkan
tersirat dari peribahasa tadi: jika guru Kelompok Kerja Guru (KKG) berawal Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan
melakukan suatu kejelekan, murid biasanya dari lembaga bernama Pemantapan Kerja Profesional Guru. Berdasarkan keputusan
akan melakukannya lebih jelek lagi. Guru (PKG) yang populer pada tahun itu, pembinaan guru SD dilakukan melalui
Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan 1980-an. Lembaga ini dibentuk oleh pembentukan gugus sekolah di tiap
sangat ditentukan oleh kualitas guru. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kecamatan.
Karena itu, pemerintah senantiasa terus (sekarang Depdiknas) tahun 1979, khusus Tiap gugus sekolah beranggotakan
menerus berupaya meningkatkan kualitas diperuntukan bagi guru SMP dan SMA. sejumlah SD, plus organisasi Kelompok
guru, agar tujuan pendidikan nasional, PKG dirancang oleh Direktur Pendidikan Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala
membentuk manusia-manusia pintar yang Menengah Umum (Dikmenum) kala itu, Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Pengawas
berkepribadian bisa tercapai. Prof. Dr. Benny Suprapto Brotosiswoyo, Sekolah (KKPS), Pusat Kegiatan Guru (PKG),
16 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-616 16 5/17/2007 6:25:59 AM
melakuk an reformasi
Daerah (PBD) dan Anggaran Pendapatan
Guru Pemandu, dan Tutor.
dalam pembelajaran
dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, pada
Dalam perkembangannya, kegiatan
(class reform). Konsep
kurun 1980-1999, kinerja MGMP sempat
proyek PKG mulai surut, seiring makin
ini menekankan
dianggap kurang bagus karena kurang
berkurangnya bantuan dana. Namun,
perubahan orientasi
intensif lagi menjalankan perannya sebagai
kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG)
pembelajaran dari
pengatrol mutu guru. Malah sering dituduh
masih tetap berjalan atas kesadaran
teaching ke learning. Jika
membuat laporan bohong hanya untuk
para guru sendiri untuk meningkatkan
dulu, guru merasa paling pintar di
menyenangkan para pejabat di tingkat
kemampuannya. Dalam pelaksanaannya,
kelas dan sebagian dari mereka akan
kabupaten/kota, provinsi, dan tingkat
KKG dibagi-bagi menjadi kelompok-
merasa hebat dan senang bila anak
pusat. Kendala utama lesunya kegiatan
kelompok kecil, yaitu kelompok guru-
didiknya mengalami kesulitan dalam
MGMP adalah masalah klasik, biaya. Dana
guru kelas, dan kelompok guru-guru
memahami materi, maka paradigma itu
untuk membiayai operasional lembaga ini
mata pelajaran. Pembinaannya dilakukan
harus direformasi.
terus berkurang.
langsung oleh kepala sekolah, pengawas
Sekarang, guru harus banyak berperan
MGMP yang “mati enggan, hidup tak
sekolah, guru pemandu mata pelajaran,
sebagai pengarah.“Inisiatif dan kreatifitasnya
hendak” itu kemudian direvitalisasikan
dan tutor.
dalam menyampaikan materi
pelajaran di kelas dituntut harus
Forum Profesional lebih memperhatikan kebutuhan
anak didik,”kata Fasli Jalal, Direktur
Musyawarah Guru Mata
Jenderal PMPTK, Depdiknas.
pelajaran (MGMP) dibentuk
Kegiatan KKG dan MGMP
sekitar setahun setelah PKG
kini sudah mulai berdenyut lagi.
lahir. Misinya sama, ingin
Direktorat Pembinaan Pendidikan
meningkatkan mutu guru. Kala
dan Latihan (Diklat) Depdiknas
itu, di sejumlah kota telah berdiri
kembali akan mengucurkan
perhimpunan-perhimpunan
block grant bagi KKG dan
profesi guru. Misalnya, ada Ikatan
MGMP di seluruh kecamatan
Pengajar Sains dan Matematika
dan kabupaten/kota, di seluruh
(IPSM) di Jakarta, dan Kelompok
Indonesia. Bantuan dana juga
Kerja Pendidikan Biologi di
akan dibantu oleh Pemerintah
Semarang (KKPBS).
Belanda dan pinjaman dari Bank
MGMP lebih merupakan
Dunia, seluruhnya senilai US$
sebuah forum atau wadah
200 juta.
kegiatan profesional guru-guru
Selain dengan
mata pelajaran sejenis di tingkat
memberdayakan kembali
kebupaten/kota. Anggota
KKG dan MGMP, dalam upaya
MGMP adalah semua guru mata
meningkatkan kualitas guru,
pelajaran sejenis baik di sekolah
pada tahun 2008 mendatang,
negeri maupun swasta untuk
Depdiknas akan meluncurkan
jenjang SMP dan SMA. Melalui
program Better Education
wadah MGMP, para guru dapat
HASAn HAmKA
trough Reformed Management
berkomunikasi, berkonsultasi,
and Universal Teacher Upgrading yang
pada tahun 2000 ketika Direktur Dikmenum
serta saling bertukar informasi serta
disingkat BERMUTU. Program ini dijalankan
Depdiknas dijabat oleh Prof. Dr. Zamroni.
pengalaman.
oleh Direktorat Jenderal PMPTK.
Pada tahun 2006, Depdik nas
D e n g a n b e r h i m p u n d i M G M P,
Berbagai upaya itu tujuannya tetap satu;
mengucurkan dana block grant bagi 6
setidak nya diharapk an, para guru
diharapkan dapat makin meningkatkan
MGMP untuk setiap kabupaten/kota di
dapat mengembangkan wawasan dan
kualitas guru demi keberhasilan
Indonesia. Tercatat, ada 2.646 MGMP yang
kemampuannya untuk keberhasilan
pembangunan pendidikan. Guru adalah
telah menerima manfaat block grant ini.
belajar mengajar di kelas. Dengan makin
garda terdepan dalam mencetak generasi
MGMP diberdayakan kembali sebagai
luasnya wawasan guru, kualitas pendidikan
wadah para guru menambah wawasan
pun akan meningkat. Namun dalam penerus bangsa yang berkualitas. Karena
metode pembelajaran. Sejak itu kegiatan
perkembangannya, MGMP mulai kurang itu, guru harus makin profesional, supaya
MGMP kembali bergairah, namun lebih
menarik minat guru. Hanya sedikit saja guru bisa mencetak lulusan sekolah yang
terfokus pada pembinaan guru-guru SMA.
yang melirik wadah ini sebagai penunjang mampu bersaing dengan bangsa lain di
Perubahan-perubahan paradigma mulai
peningkatan mutu profesinya. tengah persaingan global ini.
dilakukan.
Dana operasional MGMP diperoleh
Untuk merevitalisasi MGMP, guru dituntut
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja ES cASTRA DAn AYU n. AnDInI
17
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-617 17 5/17/2007 6:26:03 AM
Bahasan Utama
REINKARNASI MENUJU Artinya, roh LPMP ”penjamin” ya sama
saja dengan lembaga penatar belaka yang
berkedudukan di ibukota provinsi.
PENJAMINAN MUTU Namun sejak berubah menjadi LPMP
yang benar-benar menekankan fungsi
”penjaminan”, tugas dan fungsinya jadi
lebih berat dan meluas. LPMP tetap
Mutu pendidikan dulunya ditopang lembaga kursus singkat. berkedudukan di ibukota provinsi,
Reinkarnasi menjadi lembaga yang melakukan penjaminan mutu yang totalnya baru ada 0 LPMP, dari
pendidikan nasional. Beguru kepada OFSTED di Inggris Raya. provinsi. Segala hal menyangkut kualitas
pendidikan di daerah menjadi tanggung
SAIfUl AnAm
jawab LPMP. Bukan cuma masukan saja,
LPMP Yogyakarta
seperti kurikulum, silabus pendidikan,
atau model pembelajaran, yang menjadi
urusan LPMP. Namun juga hasil yang
dicapai guru, kepala sekolah, sekolah dan
menjadi perhatian serius LPMP.
Bermula dari Kursus
Cikal bakal dari P4TK dan LPMP
bermula dari kursus-kursus singkat yang
diselenggarakan pemerintah. Keberadaan
kursus-kursus untuk menjawab kebutuhan
akan tenaga pendidik yang mendesak di
era pascakemerdekaan.
Di awal-awal kemerdekaan, jumlah
guru sangat kurang. Sekolah pun masih
sangat minim jika dibandingkan jumlah
anak usia sekolah. Otomatis tingkat
S
Awal tahun ini saja, Pranata telah menata pendidikan di banyak daerah umumnya
ETIDAKNYA ada tiga pilar utama
dan mengembangkan sejumlah lembaga masih sangat rendah. Tingkat pendidikan
peningkatkan mutu pendidikan
diklat menjadi lebih luas dan tegas tugas para guru pun tak sedikit sedikit yang
nasional. Yakni pengembangan
dan fungsinya. hanya lulusan sekolah rakyat (SR) atau
standar pendidikan, penilaian (akreditasi),
Yakni, lembaga Pusat Pengembangan setingkat sekolah dasar (SD). Namun,
dan penjaminan mutu (quality assurance).
dan Penataran Guru (PPPG) yang bersalin kebutuhan guru dama jumlah banyak
Pilat ketiga, mengenai penjaminan mutu,
nama menjadi Pusat Pengembangan sudah sangat mendesak.
menjadi tanggung jawab balai penataran
dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kurun 1945-1950, dunia pendidikan
pendidikan, yang kini bersalin nama
Kependidikan (P4TK). PPPG sendiri nasional sama compang-campingnya
menjadi Lembaga Penjaminan Mutu
sebernarnya telah menjadi lembaga dengan keadaan negeri ini. Kala itu
Pendidikan (LPMP).
yang selangkah lebih maju dibanding pemerintahan lebih fakous pada upaya
Sampai sejauh mana balai-balai
cikal bakal lembaga ini saat berdiri. PPPG memper tahank an kedaulatan dari
penataran, yang kemudian beralih fungsi
dulunya adalah Balai Penataran Guru (BPG) rongrongan pemerintah Belanda yang
menjadi wahana pengembangan dan
Nasional. Sesuai namanya BPG hanyalah berupaya menguasai kembali RI.
pemberdayaan itu mampu mengembang
lembaga untuk menatar guru. Fungsi Toh, di tengah keterbatasan kursus-
tugas dan fungsinya? “Inilah yang terus
mengembangkan dan memberdayaan kursus pembekalan guru jalan terus. Di
digenjot oleh kami selama ini,” kata
kemampuan para guru, kurang optimal antaranya ada Kursus Pengantar Kepada
Sumarna Surapranata, Ph.D, Direktur
dijalankan. Persiapan Kewajiban Belajar (KPKPKB),
Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan,
Sedangkan Lembaga Penjaminan Kursus Guru B (KGB), Kursus Guru A (KGA),
Depar temen Pendidik an Nasional
Mutu Pendidikan (LPMP), awalnya adalah dan Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan
(Depdiknas).
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan. Tingkatan Pertama (PGSLTP). Untuk
Yang disebut Pranata, panggilan akrab
Singkatan nama boleh sama. Namun KPKPKB, model kursus yang digunakan
Sumarna Surapranata, bukan sekadar
makna penjamin dan penjaminan jauh seperti ”pendidikan kedinasan” dengan
pernyataan formal pejabat. Fakta di
berbeda. Apalagi, LPMP ”penjamin” tadinya sistem asrama yang dibuka setiap
lapangan, memang nampak jelas,
adalah Balai Penataran Guru daerah kabupaten.
bagaiamna upaya keras jajaran Direktorat
yang tersebar di hampir semua provinsi. Di era Orde Baru, di saat pemerintah
Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan.
18 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-618 18 5/17/2007 6:26:06 AM
bawah lingkungan Direktorat Jenderal
membangun secara besar-besaran sekolah Tahun 200 tentang Sistem
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
dasar, Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Pendidikan Nasional,
Kependidikan.
Kebudayaan melembagakan aneka kursus UU Nomor 14 Tahun
itu menjadi Balai Pendidikan Guru (BPG), 2005 tentang Guru
pada 2 April 1977. Tugas dan fungsi BPG dan Dosen, PP Nomor
Sarat Dasar Teori 19 tentang Standar
ini menyelenggarakan kursus tertulis bagi
Nasional Pendidikan, ser ta
guru berijasah rendah dan meningkatkan Perubahan nama dan perluasan cakupan
PP Guru yang akan terbit.
kompetensinya. Perubahan ini juga dilatari kerja sebuah lembaga tentu memiliki
oleh pendidikan nasional yang semakin landasan historis, hukum, dan teoritis. PPPG
terencana dan terlembaga. Tertulis di Bandung misalnya. Dulunya
Mencapai Standar Jaminan
BPG pusat cakupan kerjanya meliputi, lembaga itu bernama Science Teaching
penyusunan rencana dan program Center, yang berdiri pada 1950-an. Lembaga Meski usia lembaga penjamin mutu,
penataran guru dan tenaga teknis ini menyusun modul pembelajaran. jika dari akar berdirinya, seumur negeri ini,
lainnya, penyelenggaraan pengaturan, Begitu juga dengan PPPG lain. toh fungsinya belum benar-benar menjadi
pengurusan, pengendalian dan penjamin mutu (quality assurance). “Saat
Lembaga-lembaga itu: PPPG Pertanian di
pelaksanaan penataran teknis-edukatif Cianjur, PPPG Teknologi di Medan, PPPG ini mereka masih belum menjalankan
bagi guru dan tenaga tek nis lain, Matematika di Jogjakarta, PPPG Bahasa fungsi QA. Mereka masih sibuk dengan
penyelanggaraan penelitian dan penilaian di Jakarta, PPPG IPA di Bandung, PPPG pelatihan-pelatihan,” ujar Pranata.
penataran, penyelenggaraan pembinaan Teknologi di Bandung, PPPG IPS dan PMP Lepasnya fungsi QA, kata Pranata,
dengan jalan memberikan petunjuk dan di Malang, PPPG Keguruan di Jakarta, PPPG terhambat banyak faktor. Di antaranya,
pedoman pelaksanaan penataran, dan Teknologi di Malang, PPPG Kejuruan di minimnya dana penataran para guru.
membuat laporan serta memberikan saran Jakarta, dan PPPG Kesenian di Jogjakarta, Jalur bantuan dana ke LPMP masa lalu
dan pertimbangan kepada Mendikbud yang memiliki akar sejarah pendirian kuat. juga ribet: melalui dinas pendidikan.
melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Sebagai landasan teori, Pranata Teriska Rahardjo, MEd, Kepala LPMP Jawa
Menengah (Dikdasmen) tentang hal yang menuturkan, untuk PPPG yang tadinya Barat mengungkapkan, waktu masih
berkaitan dengan tugasnya. d a l a m m e m b a h a s s e s u at u h a nya berstatus BPG Jawa Barat, anggaran
berdasarkan asumsi- setahun untuk kegiatan
penataran di BPG hanya
PPPG Kesenian
Yogyakarta
Rp 80 juta-Rp 100 juta.
“Uang sejumlah itu
untuk apa. Maksimal
hanya untuk kegiatan
penataran dua kali,”
kata Teriska.
Jajaran Ditjen
PMPTK berharap,
perubahan nama
dan refungsionalisasi
ian Cianjur
PPPG Pertan K
mURnITA DIAn
peran lembaga ini
SAIfUl AnAm
bisa menjawab persoalan pendidikan.
Sebagai bukti awal, lembaga yang dulunya
Sementara BPG daerah bertugas asumsi. Tapi pembahasan
hanya berbentuk kursus ala kadarnya kini
m e ny u s u n p r o g r a m p e l a k s a n a a n di P4TK harus berdasarkan data lapangan.
mendapatkan kucuran dana cukup besar.
penataran, menggelar penataran pada Sedangkan LPMP perubahannya bukan
BPG Pekanbaru misalnya, mendapat
seluruh bidang studi, melakukan penilaian sekadar akhiran ’an’ saja. “Kalau ’penjamin’
Kalau
anggaran Rp 1,5 miliar. BPG lainnya ada
penataran, dan menjalankan urusan tata saja, LPMP menjadi pemberi garansi.
yang menerima dana bantuan Rp 5,5
usaha dan tata rumah tangga. Singkatnya, Artinya, kalau ada sekolah rusak, guru
miliar (BPG Bandung) dan Rp 6,5 miliar
BPG pusat berorientasi pada mata pelajaran jelek, maka LPMP yang mengganti. Padahal
(BPG Surabaya).
tertentu seperti Matematika, IPA, dan mestinya tidak begitu. ”Peran LPMP menjadi
LPMP diharapkan menjadi the Office for
Bahasa. Sementara BPG daerah mencakup jauh lebih luas dan sangat strategis,” kata
Standards Education (OFSTED), lembaga
semua mata pelajaran di sekolah. Pranata.
penjaminan mutu pendidikan di Inggris
Kini, BPG Pusat menjelama menjadi Sebagai landasan hukum pergantian
Raya. (Lihat: Visi Ambisius Lembaga Bayi).
menjadi P4TK. Sedangkan BPG daerah perubahan ini diatur dalam Peraturan Menteri
OFSTED menjadi kiblat sekira 140-an
menjadi LPMP. Secara struktur, lembaga Pendidikan Nasional (Permendiknas)
negara.
ini juga beralih haluan. Jika dulunya-- Nomor 7 Tahun 2007, 1 Februari lalu.
keduanya di bawah lingkungan Dirjen Selain itu, kata Pranata, landasan perubahan
Dikdasmen, sekarang ini berada di menyesuaikan dengan UU Nomor 20 RoBI SUgARA & SAIfUl AnAm
19
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-619 19 5/17/2007 6:26:11 AM
Kolom
KI HADJAR DEWANTARA
DAN TAMAN SISWA
oleh : prof. Dr. Ki Supriyoko, m.pd
pamong Taman Siswa dan murid Ki Hadjar Dewantara.
S
etiap memperingati Hardiknas nama Ki Hadjar Dewantara baru sekaligus mengobarkan api semangat bangsanya; dengan
selalu melekat di dalamnya. Memang demikianlah keadaannya! semangat yang berapi-api beliau berusaha mengemukakan wawasan,
Kiranya memang tidak ada yang tidak sependapat bahwa pendapat dan argumentasinya di berbagai media massa.
pengukuhan tanggal 2 Mei oleh Pemerintah RI sebagai Hari Tulisan-tulisan Ki Hadjar di berbagai media massa yang bernada
Pendidikan Nasional memang dimaksudkan supaya senantiasa anti kolonial itulah yang ikut “mengangkat” nama beliau; sehingga
dapat ”menghormati” jasa-jasa Ki Hadjar yang berhasil menanamkan muncul pendapat yang mengatakan berangkat dari pena emasnya
konsep-konsep pendidikan bagi kemajuan bangsa. maka semangat perjuangan beliau menjadi makin menyala. Demikian
Sebagaimana diketahui pemerintah melalui Surat Keputusan pula semangat perjuangan beliau menjadi main menyala. Demikian
pula semangat perjuangan pembacanya pun ikut menyala pula.
Presiden RI Nomor 16/1959 tertanggal 16 Desember 1959
Sebenarnyalah bahwa Ki Hadjar itu adalah seorang tangguh; karena
menetapkan tanggal atau hari lahir Ki Hajar Dewantara, 2 Mei,
materi tulisannya bersifat ”tegar” serta mampu membangkitkan
sebagai Hari Pendidikan Nasional sebagaimana yang selalu kita
semangat anti kolonial, di samping tulisan-tulisan beliau sekaligus
peringati pada setiap tahunnya itu.
berisikan konsep pendidikan yang bercirikan wawasan nasional. Sejak
Siapa pun mengenal, Ki Hadjar Dewantara adalah Tokoh
muda beliau memang sangat akrab dengan dunia tulis-menulis; hal
Pendidikan Nasional Indonesia. Persahabatannya dengan beberapa
ini terbukti dengan banyaknya tulisannya yang dimunculkan melalui
Tokoh Pendidikan dari manca negara –di antaranya Rabrindanath
berbagai surat kabar tempo dulu : antara lain adalah Sedya Tama,
Tagore (India), J.J. van Rijckevorsel (Netherland), Maria Montessori
Midden Java, Kaoem Moeda, Oetoesan Hindia, Tjahaja Timoer, De
(Netherland), dsb-- untuk saling tukar pandangan menyebabkan
Expres, dan sebagainya.
nama tokoh ini sangat dikenal. Ki Hadjar mengembangkan
Kisah ”petualangan”Ki Hadjar bersama dengan beberapa kawannya
Konsep Trikon yang amat terkenal, yang unsurnya terdiri dari
yang sangat berkesan juga dimulai dari dunia tulis-menulis tersebut.
kontinuitas, konvergensitas, dan konsentrisitas. Adapun inti konsep
kebudayaan ini adalah menerima budaya manca secara selektif Pada tahun 191 pemerintah Belanda merencanakan akan melakukan
tanpa meninggalkan budaya bangsa sendiri. Itulah sebabnya tanpa perayaan 100 tahun hari kemerdekaannya dari tangan Perancis.
segan Ki Hadjar mau menerima kultur manca atau kebudayaan luar Rencana perayaan hari kemerdekaan, sekarang HUT kemerdekaan,
sepanjang tidak bertentangan dengan akar budaya kita. tersebut yang di Indonesia akan dilaksanakan secara besar-besaran
Pada sisi lainnya konsep pendidikan Ki Hadjar pun ternyata dengan penuh hura-hura tanggal 15 November 191.
cukup berpengaruh di mancanegara; setidak-tidaknya di India Dari tinjauan kemanusiaan rencana tersebut tentu kurang masuk
waktu itu. Sistem paguron Ki Hadjar dikembangkan di mana-mana akal, bahkan ”gila”. Bagaimana tidak, mereka akan merayakan
meski sebagian konsepnya diadaptasi dari model pesantren yang kemerdekaan di tanah jajahan; atau dengan ungkapan lain
lebih tua usianya. Bahkan sampai kini sistem paguron masih relevan merayakan kemerdekaan sambil menjajah bangsa lain. Ibarat
dikembangkan di Indonesia. seorang yang berpesta-pora karena lepas dari terkaman macan,
Atas jasa-jasanya itu di atas maka sangatlah wajar bila selanjutnya tetapi kakinya sambil menginjak-injak kucing.
pemerintah ”menobatkan” Ki Hadjar sebagai Tokoh Pendidikan Rencana ”gila” tersebut langsung dikritik dengan pedasnya oleh
Nasional; bahkan (mantan) Presiden RI Soekarno sewaktu masih Ki Hadjar melalui dua buah tulisan yang sangat terkenal itu: ”Als ik
aktif memimpin negeri ini pernah mengakui ketokohan Ki Hadjar eens Nederlander was” (Andaikan Aku Seorang Belanda) dan ”Een
dengan tiga sebutan sekaligus; ialah sebagai Tokoh Nasional, Tokoh voor Allen, maar Ook Allen voor Een” (Satu untuk Semua, tetapi Juga
Kemerdekaan dan tokoh Pendidikan Nasional. Semua untuk Satu). Tulisan ini sangatlah populer pada jamannya
dan betul-betul dapat membangkitkan gairah perjuangan bangsa
Indonesia.
Penulis Tangguh Lalu dua temannya membuat tulisan senada. Tjipto
Mangoenkoesoemo dengan ”Kracht of Vrees?” (Kekuatan atau
Sebutan penghargaan yang diberikan seorang presiden kepada
Ketakutan ?), sedang Douwes Dekker “Onze Helden : Tjipto en
Ki Hadjar tentunya tidak keliru; akan tetapi mengapa Ki Hadjar bisa
Soewardi” (Pahlawan-pahlawan Kita: Tjipto dan Soewardi).
meraih berbagai predikat tersebut sekaligus? Salah satu jawabannya
adalah karena Ki Hadjar gemar menulis untuk memberikan wawasan Pemerintah penjajah tidak tahan menerima kritik itu, akhirnya tiga
20 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-620 20 5/17/2007 6:26:13 AM
Kolom
Setiap tanggal 2 Mei bangsa Indonesia senantiasa memperingati Hari
Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan segala kekhidmadannya; suatu
moment tradisi nasional untuk mengingatkan kita terhadap perjuangan
pendidikan yang dilakukan oleh para pendahulu.
Konsep-konsep pendidikan Ki Hadjar akhirnya banyak yang
serangkai langsung ditangkap dan diinternir ke Belanda (setelah
diadaptasi dan dioperasionalisasi oleh pemerintah kita sampai
sebelumnya menurut rencana ketiganya akan diasingkan secara
kini. Dengan demikian sangatlah wajar apabila dalam setiap
berpencaran; Ki Hadjar ke Pulau Bangka, Tjipto Mangoenkoesoemo
memperingati Hardiknas kita selalu mengenang kejuangannya !!!
ke Banda Neira, dan Douwes ke Timor Kupang).
Awal September 191 ketiganya segera menuju Negeri Belanda
tempat “pembuangannya” menggunakan kapal laut, dan dari atas
kapal Ki Hadjar sempat menulis surat kepada teman-temannya
di tanah air untuk mengupayakan supaya rencana perayaan
kemerdekaan Belanda dapat dibatalkan, karena perayaan semacam
ini sangat menghina martabat bangsa Indonesia.
Mendirikan Taman Siswa
Bukanlah Ki Hadjar kalau dia suka menyia-nyiakan kesempatan
yang ada. Harapan kaum penjajah dengan ”dibuangnya” beliau
dan kawan-kawannya ke Belanda agar supaya semangat
nasionalismenya menjadi surut ternyata sia-sia; bahkan yang
terjadi justru sebaliknya.
Pengalaman enam tahun di Belanda oleh Ki Hadjar
dipergunakan untuk memperdalam ilmu dan pengetahuannya,
khususnya yang bersangkut-paut dengan masalah pendidikan
dan kebudayaan, juga digunakan menyusun strategi untuk
mencerdaskan dan mendewasakan bangsa Indonesia.
Sekembalinya dari Belanda, tahun 1919, Beliau mulai
menulis lagi dengan tujuan membangkitkan semangat
perjuangan bangsanya, meski dipenjara merupakan risiko
yang tidak dapat dielakkan.
Pada tanggal Juli 1922 Soewardi Soerjanigrat bersama
Soetatmo Soerjokoesoemo, Pronowidigdo, Soejopoetro,
dkk, berhasil memproklamasi berdirinya ”National Onderwijs
Instituut Tamansiswa” atau ”Perguruan Nasional Tamansiswa” di
Yogyakarta. Berdirinya perguruan ini dibangun atas keyakinan bahwa
DoK.
perjuangan bangsa Indonesia tidak mungkin hanya dilewati pEnA
melalui jalur fisik serta politik semata, akan tetapi jalur
pendidikan pun harus ditempuhnya pula.
Dengan berdirinya Perguruan Tamansiswa
tersebut di atas resmilah Soewardi Soejanigrat,
yang pada tanggal Februari 1928 menggunakan
”asma” baru Ki Hadjar Dewantara, menjadi seorang
pejuang serta pendidik sejati yang konsep-
konsepnya mulai dapat direalisasikan lebih nyata
lagi melalui sekolah-sekolah yang dirintis bersama Ki Hadjar Dewantara
teman-teman sejawatnya.
21
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-621 21 5/17/2007 6:26:17 AM
Wajib Biasa
RubrikBelajar
MAUNYA SIH TUNTAS
secara konstitusional program wajib belajar
mendapat payung hukum sangat kuat.
Salah satu tujuan nasional sebagaimana
BERKUALITAS, TAPI …
tertuang dalam Pembukaan UUD 1945
adalah “…mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Selanjutnya dalam Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945
dinyatakan bahwa “…Setiap warga negara
berhak mendapat pengajaran”.
Program Wajib Belajar pendidikan dasar menorehkan prestasi Pada era 1945-1950, pemerintah
membangun sistem persekolahan yang
mengagumkan. Dalam waktu relatif singkat Wajib Belajar Enam
terdiri dari jenjang pendidikan rendah,
Tahun berhasil dicapai. Tapi soal kualitas, tunggu dulu. pendidikan guru, pendidikan umum,
pendidikan kejuruan, dan pendidikan tinggi.
B
Terkait wajib belajar, keberadaan pendidikan
olehlah publik mencaci maki 95%, sesungguhnya telah melalui jalan
rendah (Sekolah Rakyat/SR) memegang
mantan Presiden Soeharto lantaran panjang dan berliku. Jika kita tengok ke
peranan penting. M ak a, jumlahnya
dianggap telah mewariskan segudang belakang, upaya memberikan kesempatan
diperbanyak. Lama pendidikan yang semula
persoalan sangat pelik. Tetapi, sejujurnya, kepada setiap warga negara untuk
tiga tahun diubah menjadi enam tahun
pensiunan jenderal TNI bintang lima itu memperoleh pendidikan sejatinya sudah
(Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
diakui mempunyai andil besar dalam dilakukan sejak awal kemerdekaan.
Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan
mendorong percepatan program wajib Menjelang peralihan kekuasaan dari
Indonesia, 1996).
belajar pendidikan dasar. Program ini penjajah Belanda ke Jepang, atau tepatnya
Dalam perkembangan selanjutnya,
boleh dibilang merupakan reformasi paling pada tahun 1940, jumlah sekolah dasar
lahir UU No 4/1950 tentang Dasar-dasar
fundamental dalam dunia pendidikan di (SD) kita baru tercatat 21.256 sekolah.
Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah
Indonesia hingga kini. Sedangkan jumlah siswa dan guru SD saat itu
untuk seluruh Indonesia. Bab X1 Pasal
masing-masing adalah 2.49.000 anak dan
17 menegaskan bahwa: “Tiap-tiap warga
45.415 guru. Pada Sekolah Lanjutan Tingkat
Periode 1945 - 1970 negara Republik Indonesia mempunyai hak
Pertama (SLTP), jumlahya baru 156. Saat itu
yang sama untuk diterima menjadi murid
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar baru tercatat masing-masing 17.700 murid
suatu sekolah, jika memenuhi syarat-syarat
9 Tahun, yang ditargetkan tuntas pada dan 1.06 guru SLTP.
yang ditetapkan untuk pendidikan dan
tahun 2009 dengan indikator utama berupa Setelah kemerdekaan, pemerintah
pengajaran pada sekolah itu”.
pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) berusaha keras menggenjot akses. Apalagi,
Untuk memperluas dan
HASAn HAmKA, DEpDIKnAS
memeratkan akses pendidikan
Anak-anak Papua yang sedang belajar
bagi anak-anak usia SD, pemerintah
melibatkan peran masyarakat dan
lembaga-lembaga swasta. Saat itu
dibentuk Persatuan Orangtua Murid
dan Guru (POMG). Sumbangan
mereka dalam memperluas
akses pendidikan benar-benar
signifikan. Sampai akhir 1954,
masyarakat melalui POMG telah
menyumbangkan 6.878 gedung
sekolah berser ta tanahnya
kepada pemerintah. Begitu pula
peran pendidikan swasta yang
diprakarsai oleh Muhammadiyah,
Ma’arif (Nahdlatul Ulama), Taman
Siswa, yayasan-yayasan pendidikan
Kristen/Katholik, dan lain-lain telah
ikut memberikan andil besar dalam
memperluas akses.
Meski begitu, anak yang belum
tertampung masih berjibun. Pada
tahun 1951 terdapat 10.962.000 anak
usia SD, tapi yang tertampung hanya
22 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-622 22 5/17/2007 6:26:19 AM
Wajib Belajar
Rubrik Biasa
paparnya (Saiful Anam, Sekolah Dasar
DoK. DEpDIKnAS
Kunjungan Mendiknas Bambang Sudibyo ke SMP Negeri 2 Batam
Pergulatan Mengejar Ketertinggalan, 2006).
SD Inpres
Meski berbagai upaya telah dilakukan
untuk menggenjot akses pendidikan SD
sejak awal kemerdekaan hingga akhir 1960-
an, namun jumlah anak usia SD yang belum
bersekolah masih cukup banyak. Maklum,
pada periode ini banyak terjadi gejolak politik,
sehingga sektor pendidikan pun terganggu.
Apalagi anggaran pendidikan juga cekak.
Rezim Orde Baru kemudian menggulirkan
kebijakan SD Inpres pada awal 1970-an.
Dibangunlah puluhan ribu sekolah, yang
ibangunlah
dikenal SD Inpres. Pembangunan yang
dimulai sejak 197 itu berlangsung hingga
pertengahan 1980-an. Jumlah SD pun
melonjak drastis. Pada tahun 197/1974,
jumlahnya baru 65.910 sekolah. Tetapi pada
tahun 1988/1989 melonjak menjadi 145.571
Setelah berlakunya otonomi daerah,
5.040.850. Pemerintah lantas mengeluarkan sekolah. Dengan kata lain, dalam dua dekade
memang tidak ada lagi dualisme pengelolaan.
Peraturan Pemerintah No 65/1951. Sesuai PP penambahannya mencapai 79.661 sekolah.
Tetapi, kata Mudjito, ternyata tidak mudah
ini, tanggung jawab pengelolaan pendidikan Bandingkan dengan penambahan
mengintegrasikan dua lembaga yang
SD ditanggung secara bersama-sama antara jumlah SD dari tahun 1940 yang saat itu
warisan kultur dan urusannya berbeda.
pemerintah pusat dan pemerintah daerah. tercatat 21.256 sekolah ke tahun 197 yang
“Dualisme pengelolaan ini mewariskan akar
Pemerintah pusat mengurusi software atau 65.910 sekolah, atau hanya 44.654 sekolah
persoalan yang sangat kompleks hingga kini.
teknis edukatif. Sementara urusan yang dalam waktu tahun. Sejak akhir 1980-
Kita tahu, orang-orang daerah yang dulu
menyangkut hardware atau aspek fisik yang an, penambahan jumlah SD tidak banyak.
ditugaskan di Dinas Pendidikan hampir tidak
meliputi man, money, and material (tiga Hingga akhir 2006, jumlah mencapai sekitar
pernah memikirkan soal teknis edukatif.
M), berada di bawah kendali pemerintah 150.000 sekolah.
Yang mereka pikir hanya urusan fisik,
daerah. Pembangunan SD besar-besaran itu
karena selama ini mereka hanya mengurus
I n i l a h a w a l t e r j a d i ny a d u a l i s m e mendorong anak-anak usia SD yang masuk
man, money, and material. Mereka tak
pengelolaan SD. Menurut Prof. Dr. Tarwotjo, sekolah meningkat tajam. Pada tahun
jarang melihat pendidikan sebagai ‘proyek’,”
mantan Direktur Pendidik an Dasar, 197/1974, jumlah murid SD tercatat
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
periode 1975 - 1981, alasan utama yang
SAIfUl AnAm
Siswa-siswi SD di Lombok Barat
mendasari lahirnya peraturan tersebut
adalah semangat berbagi (sharing) dalam
memecahkan persoalan pendidikan antara
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Dengan jumlah penduduk yang demikian
banyak sementara sarana dan prasarana
sekolah saat itu sangat terbatas, pemerintah
pusat meminta pemerintah daerah bersama-
sama mengelola pendidikan tingkat SD.
“Dualisme ini tidak pernah selesai-
selesai, dan di sana-sini sering terjadi
tumpang tindih. Mereka saling berebut
kuasa dalam pengelolaan. Ini merupakan
contoh otonomi setengah hati. Kedua
lembaga itu baru diintegrasikan setelah
berlakunya otonomi daerah,” timpal Drs.
Mudjito Ak, M.Si, Direktur Pembinaan TK dan
SD Departemen Pendidikan Nasional.
2
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-623 23 5/17/2007 6:26:24 AM
Wajib Biasa
RubrikBelajar
kemudian dikenal dengan block grant.
Mudjito
Program tersebut juga terbukti mampu
mempertahankan angka partisipasi
kasar (APK) dan menurunkan angka
putus sekolah, sehingga tidak sampai
terjun bebas. Hingga berakhirnya JPS
tahun 200, APK SMP/MTs mencapai
77,44%, meningkat dibanding APK
pada 1998 yang sebesar 70,4%.
Meski sudah diundur menjadi
tahun 2008, dan JPS pendidikan sudah
digulirkan, namun untuk mencapai
target tuntas Wajib Belajar Pendidikan
Dasar 9 Tahun bukanlah hal yang
gampang. Setelah era JPS berakhir,
dana bantuan pendidikan masih
terus mengalir. Belakangan muncul
skema pendanaan melalui Dana
Alokasi Khusus (DAK) pendidikan dan
Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hamid Muhammad
DAK pendidikan bergulir sejak tahun
SAIfUl AnAm
200 khusus untuk SD, terutama
Wajib Belajar 9 Tahun
1.069.456 anak. Dalam rentang 15 tahun untuk merehabilitasi sekolah-sekolah rusak.
kemudian, atau pada tahun 1988/1989, Setelah sukses menuntaskan program Sedangkan BOS disalurkan bagi siswa
melonjak menjadi 26.725.64 anak. Wajib Belajar Pendidikan Dasar Enam Tahun, SD/MI dan SMP/MTs, dengan hitungan per
Proyek SD Inpres itu memang sangat kemudian dilanjutkan dengan Wajib Belajar siswa. BOS diluncurkan sejak tahun 2005
berperan dalam mendongkrak Angka Pendidikan Dasar 9 Tahun atau setara SMP yang besarnya Rp 5,16 triliun. Tahun 2006
Par tisipasi Kasar (APK ) SD sehingga yang dicanangkan pada tanggal 2 Mei meningkat menjadi Rp 10,27 triliun.
mencapai 88,6% pada 1984. Pada saat 1994, bersamaan dengan peringatan Hari Belum lagi, pemerintah daerah melalui
itulah pemerintah mencanangkan program Pendidikan Nasional. Saat itu pemerintah anggaran pendidikan daerahnya juga ikut
nasional Wajib Belajar Enam Tahun. menargetkan tuntas dalam rentang satu menggenjot penuntasan wajib belajar
dekade, atau tahun 2004. tersebut. Di sejumlah provinsi, seperti DKI
Dalam waktu 9 tahun (199), target
Namun, krisis ekonomi yang merangsek Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta
tuntas Wajib Belajar Enam tahun sudah
sejak akhir 1997, membuat target tersebut (DIY), target APK SMP sebesar 95% sudah
tercapai. Pada akhir 1994 APK SD mencapai
kemudian diundur menjadi tahun 2008. berhasil dilewati sehingga sudah tuntas.
110%, melampaui batas minimal APK
Keputusan itu diambil dalam forum sidang Begitu pula sejumlah kabupaten/kota juga
sebesar 95% yang merupakan indikator
kabinet tahun 2000. Untuk mengatasi sudah bisa bertepuk dada. Namun sebagian
ketuntasan wajib belajar. Atas keberhasilan
dampak buruk krisis ekonomi terhadap besar provinsi dan kabupaten/kota lain
tersebut, pemerintah Indonesia menerima
target penuntasan wajib belajar, berbagai saat ini masih berjibaku melakukan sprint
penghargaan Medali Avicena dari UNESCO.
terobosan penting dilakukan. Misalnya, memasuki target deadline tersebut. Bahkan
Badan PBB yang mengurusi bidang
pada tahun 1998 digulirkan program sejumlah provinsi maupun kabupaten/kota,
pendidikan itu menilai Indonesia berhasil
Jaring Pengaman Sosial (JPS) pendidikan. dipastikan tak akan berhasil mencapai target
mewujudkan pendidikan dasar universal
Bentuknya berupa pemberian beasiswa alias di bawah rata-rata nasional.
(universal primary education).
kepada anak-anak miskin dalam jumlah
Kalau dihitung sejak kemerdekaan RI
besar dan pengucuran dana bantuan
tahun 1945, tuntas Wajib Belajar Enam Tahun
Hard Rock
operasional (DBO) kepada ribuan SD/MI
itu bisa dicapai hanya dalam waktu 48 tahun.
dan SMP/MTs.
Padahal negara-negara maju sekali pun, Hingga akhir 2006, APK SMP sudah
Selama lima tahun digulirkan, program mencapai 88,68%. Artinya, tinggal 6,2%
seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan
JPS pendidikan yang menelan dana sekitar lagi untuk dapat mencapai 95% sebagai
Jerman, yang baru menuntaskan program
Rp 5 triliun itu berhasil mengucurkan indikator utama ketuntasan wajib belajar
serupa dalam waktu 60 tahun hingga 100
beasiswa kepada sekitar 4,1 juta siswa SD/ pendidikan dasar.
tahun. Tapi, wajib belajar di negara-negara
MI dan SMP/MTs. Selain itu, kurang lebih
maju itu dibarengi dengan mutu lulusan Tetapi Hamid Muhammad, Ph.D, Direktur
yang memadai. Sedangkan di sekolah- Pembinaan SMP Depdiknas, mengingatkan
12.000 SD/MI dan SMP/MTs mendapat
sekolah kita masih cukup banyak lulusan kucuran DBO. JPS pendidikan juga menjadi bahwa untuk merengkuh sisa 6,2% itu
SD yang tidak bisa membaca, menulis, dan titik awal bergulirnya pola bantuan bukan hal yang gampang. Pasalnya, pada
berhitung. pembiayaan langsung ke sekolah yang 5% terakhir merupakan tantangan yang
24 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-624 24 5/17/2007 6:26:29 AM
Wajib Belajar
Rubrik Biasa
seperti itu,” kata Hamid.
paling sulit diatasi. “Seperti hard rock yang penyelenggaraan pendidikan non formal
Ia menambahkan, kesuksesan Wajar
sulit dihancurkan,” katanya. setara pendidikan dasar melalui Paket A dan
Dikdas 9 Tahun itu sebenarnya mencakup
“Pengalaman di berbagai negara Paket B. Departemen Agama (Depag) juga
tiga indikator, yaitu APK SMP/MTs 95%,
menunjukkan bahwa untuk mencapai APK tak ketinggakan dengan mendongkrak akses
angka disparitas antara APK perkotaan dan
90 % masih relatif mudah. Tetapi begitu maupun mutu madrasah dan pendidikan
pedesaan (kabupaten) sekitar 16%, dan
menginjak 5% berikutnya, tantangannya syalafiyah penyelenggara wajib belajar.
hasil Ujian Nasional (UN) rata-rata 7,0. Angka
sangat berat. Mereka merupakan kelompok- Bahkan, menurut Kepala Pusat Informasi
disparitas pendidikan dasar saat ini masih
kelompok masyarakat yang sulit dari banyak dan Humas Depdiknas, Bambang Wasito
segi, baik ekonomi, budaya, geografis, Adi, SH, M.Sc, Depdiknas dan Depag telah
cukup tinggi, sekitar 2%. “Karena itu yang
dan lain-lain. Jadi ketika masuk 90%, kita sepakat berbagi tugas untuk mengejar target
harus digenjot APK-nya adalah di daerah
menghadapi kelompok yang susah-susah ketuntasan wajib belajar terhadap anak-
kabupaten (pedesaan),” ujarnya.
itu. Ibarat memanjat, sangat susah untuk Untuk menggenjot tuntas wajib belajar, anak usia 1.468.181 anak usia SMP (1-15
naik lagi,” ujar Hamid. pemerintah juga mengeluarkan Intruksi tahun) yang belum tertampung. Depdiknas
Menurut Hamid, pada tahun 2005 dan Presiden No 5/2006 tentang Percepatan bertanggung jawab sebesar 78,71% yang
2006 pihaknya telah membangun sekitar Penuntasan Wajib Belajar dan Pemberantasan dilaksanakan melalui pendidikan SMP 75,10%
1000 gedung SMP baru. Tahun 2007 akan Buta Aksara. Atas dasar itu, Depdiknas (1.102.750 anak), pendidikan Sekolah Luar
dibangun lagi 570 sekolah. “Selain itu, kemudian menggulirkan sejumlah program Biasa/SLB sebesar 0,07 % (1.028 anak), dan
kita bangun SD-SMP Satu Atap terutama terobosan, antara lain Kuliah Kerja Nyata pendidikan Paket B sebesar ,54% (51.97
di daerah-daerah terpencil, terisolir, dan (KKN) Tematik yang melibatkan 18 perguruan anak). Sedangkan Depag bertanggung jawab
pedalaman. Hingga kini sudah ada sekitar tinggi. KKN yang melibatkan tenaga sebesar 21,29% yang dilaksanakan melalui
2000-an SD-SMP Satu Atap. Tahun 2007 ini mahasiswa untuk mempercepat ketuntasan pendidikan MTs 18,76% (275.41 anak) dan
akan kita bangun 1.200-an lagi,” ujarnya. wajib belajar ini ditujukan kepada daerah- pendidikan pada pondok pesantren sebesar
Tak ketinggalan pula pembangunan daerah yang APK-nya masih rendah. 2,5% (7.145 anak).
ribuan ruang kelas baru untuk menambah Selain itu, digulirkan pula program Sementara terkait dengan mutu, jika
kapasitas daya tampung sekolah. Selama sosialisasi wajib belajar dengan cara hasil UN dipakai sebagai rujukan, maka
ini cukup banyak keluhan sekolah menolak melibatkan para sarjana dan pemuda. keberhasilan program wajib ini patut diacungi
atau tidak mau menerima murid lagi karena Program yang dimulai tahun 2007 ini jempol. Hasil UN tahun 2006 menunjukkan
daya tampungnya terbatas. Selain untuk dikenal dengan nama Sarjana dan Pemuda bahwa rata-rata hasil UN SMP sudah mencapai
menambah daya tampung, penambahan Penggerak Wajar Dikdas 9 Tahun (SP2WB), 7,05 atau di atas target. Hasil UN 2007 masih
ruang kelas itu juga untuk mengurangi harus ditunggu pada Juni depan.
yang melibatkan 12 sarjana dan pemuda.
double shift. “Sampai sekarang masih cukup Tapi indikator UN itu kini banyak
Mereka diterjunkan di 40 kabupaten yang
banyak sekolah yang memberlakukan masuk dipertanyakan kesahihannya. Pasalnya,
APK-nya di bawah 80%.
pagi dan sore karena keterbatasan ruang dari laporan media terungkap bahwa di
Di luar itu, masih ada upaya keras dari
kelas. Ke depan tidak boleh lagi ada yang banyak tempat terjadi rekayasa secara
Direktorat Kesetaraan yang menggeber
sistematis yang dilakukan oleh oknum guru
HASAn HAmKA, DEpDIKnAS
maupun kepala sekolah untuk memudahkan
anak-anak didiknya dalam mengerjakan
soal-soal UN agar bisa lulus. Bisik-bisik pun
terdengar nyaring bahwa praktik seperti
itu ibarat gunung es. Jika fenomena seperti
itu merebak secara nasional, maka publik
akan mempertanyakan hasil UN tersebut.
Dengan demikian, keberhasilan program
wajib belajar patut dipertanyakan.
Meski begitu, seandainya pada akhir 2008
target ketuntasan program wajib belajar tidak
tercapai, sesungguhnya Depdiknas tak perlu
bersedih hati. Pasalnya, amanat anggaran
pendidikan sebesar 20 % sebagaimana
dinyatakan dalam UU Sisdiknas hingga kini
belum terlaksana. Mahkamah Konstitusi pun
menyatakan dengan tegas hal itu menyalahi
undang-undang. Tapi pemerintah sepertinya
tutup telinga, tahu tapi pura-pura tidak tahu.
Entah sampai kapan ...
SAIfUl AnAm
25
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-625 25 5/17/2007 6:26:32 AM
Buta Aksara
STRATEGI JITU MENGHAPUS SI BUTA
Tahun ini pemerintah menargetkan 2,2 juta penduduk melek huruf. Menipiskan separuh jumlah buta aksara
nasional dari total 13 jutaan. Aspek geografis hingga sosiologis menjadi penghalang. Titik berat pada Jawa
Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, NTT dan Papua.
DoK. pEnA
sehingga sulit belajar membaca.
Lasinten, pedagang cilok yang buta aksara
Pada acara Rembuk Nasional Pendidikan
di Pusdiklat Sawangan, Depok, 8-11 April
2007, pemberantasan buta aksara mendapat
perhatian khusus. Buta aksara dibahas tuntas
bahas
dalam komisi satu sub komisi dua. Komisi
ini terdiri dari 126 peserta terdiri dari dirjen,
staf ahli dan kepala dinas dari provinsi serta
kabupaten/kota.
Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi
Nandik a menyampaik an rancangan
penuntasan buta aksara menjadi
komitmen unit kerja kementerian lembaga
di pusat bersama-sama dengan dinas
pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota.
Pernyataan Dodi Nandika ini diamini Ace
Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Luar
Sekolah. Menurutnya, untuk menuntaskan
buta aksara Tahun 2007 Depdiknas akan
melakukan sharing pendanaan pusat dan
daerah sebesar 50:50. Dia menyebutkan
besar anggaran pusat sebanyak Rp.700 miliar
untuk menuntaskan 1,2 juta penyandang
buta aksara, sedangkan daerah sebanyak
Rp. 550 miliar untuk menuntaskan 1,067
juta orang.
”Jadi kurang lebih anggarannya 1,2 triliun
rupiah untuk satu tahun. Targetnya adalah
minimal 2,2 juta orang, kalau ada tambahan
dari komitmen daerah saya kira akan lebih
tinggi lagi,” ujar doktor Ekonomi Pendidikan
dari State University of New York, Albany,
Amerika Serikat ini optimistis.
Upaya memberantas buta aksara
dilakukan sesuai Instruksi Presiden Nomor
“S
Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan
Lasinten hanya satu di antara 870 orang
aya ini orang bodoh, tidak bisa
Nasional Percepatan Penuntasan Wajib
penyandang buta aksara di Malang, Jawa
baca tulis, tidak pernah sekolah.
Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan
Timur. Atau satu di antara hampir 4 jutaan
Namun saya senang bisa melayani
Pemberantasan Buta Aksara. Pemberantasan
penduduk Jawa Timur yang buta huruf.
anak-anak sekolah. Wong, hanya ini yang
buta aksara tahun lalu cukup sukses. Dari
Lasinten adalah potret masyarakat
bisa saya lakukan, Mas,” kata nenek 50 tahun
total warga buta huruf 15,4 juta pada 2000,
kebanyakan penyandang buta aksara. Boleh
ini lugu.
kini tinggal 12,7 juta warga usia 15 tahun ke
dibilang Lasinten adalah produk kegagalan
Lasinten saban hari ada di SDN I Kota
atas yang belum melek huruf. “Kelompok
pendidikan di masa lalu. Mereka ini menjadi
Lama Malang. Namun, di sekolah Lasinten
Lasinten dkk” sendiri jumlahnya lebih dari
target pengentasan penyandang buta huruf.
tidak bersekolah. Lasinten hanyalah bakul
10 jutaan.
Susahnya, penyandang buta aksara usia 45
cilok (aci dicolok). Cilok adalah jajanan dari
Target pemerintah mengurangi angka
tahun ke atas seperti Lasinten, ini banyak
tepung kanji berbentuk bulatan seperti
buta huruf itu menjadi separuhnya saja
bakso, dimakan dengan saus kacang. yang bermasalah dengan penglihatan,
26 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-626 26 5/17/2007 6:26:37 AM
Buta Aksara
Tabel HDI Indonesia Versus Negara Lain
pada 2009, atau sekira 7,7 juta. Artinya,
untuk mencapai target pada sisa tenggat
Tahun
tak lebih dari dua tahun ke depan, mesti Negara
1995 2000 2002 2003 2004 2006
mengentaskan 5 juta warga dari belenggu
buta huruf. “Tapi, lima juta sekarang beda Thailand 58 76 70 74 76 74
dengan sepuluh tahun lalu. Sebab jauh lebih Malaysia 59 61 59 58 59 61
sukar dan masuk kategori hard rock, terutama Philipina 100 77 77 85 8 84
di daerah Papua,” kata Ace Suryadi. Indonesia 104 109 110 112 111 108
Penyandang buta aksara yang masuk
China 111 99 96 104 94 81
kategori hard rock itu adalah mereka yang
Vietnam 120 108 109 109 112 109
sangat sulit diberantas. Menurut penjelasan
Sumber: UNDP HDI Rank (1995, 2000, 2002, 200, 2004, dan 2006)
Ace, mereka sulit dijangkau karena berada
Tabel Pemberantasan Buta Aksara 2005-2006 dan Target 2007-2009
2006*) 2006**) 2007***) 2008***) 2009***) AKHIR 2009
No PROVINSI
% % %
1 Jawa Timur ,594,22 12.9 ,504,72 12.58 46,961 44,4 624,811 1,999,167 7.18
2 Jawa Tengah 2,801,72 11.76 2,4,726 9.8 262,854 266,747 75,854 1,429,271 6
Jawa Barat 1,441,86 5.09 1,1,579 4.64 14,629 16,62 192,506 849,821
4 Sulawesi Selatan 765,954 14. 75,701 1.74 81,404 82,610 116,400 455,287 8.5
5 Nusa Tenggara Barat 615,82 21.22 582,007 20.05 76,284 77,414 109,079 19,20 11
INDONESIA 1,571,17 8.55 2.881.080 8,07 1,420,965 1,442,012 2,01,88 7,717,105 4.99
Keterangan:
*) Keadaan awal tahun 2006 Hasil Susenas BPS tahun 2006
**) Perhitungan akhir tahun 2006 dengan asumsi tingkat keberhasilan 80 %
***) Dengan asumsi tingkat keberhasilan 80%, sasaran PBA untuk tahun 2007, 2008, dan 2009.
disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi
dengan Samar Institute of Language, lemba-
Selatan, NTB, NTT, Papua, Banten dan
ga internasional dengan misi kemanusiaan.
Kalimantan Barat.
Kami menitipkan muatan keaksaraan dalam
Ace optimistis dengan berbagai strategi
misi kemanusiaan. Mereka punya jaringan
itu angka buta aksara semakin menipis.
ke kampung-kampung, pesawatnya pun
Pada 2006, dengan adanya gerakan
banyak,” kata Ace.
nasional pemberantasan buta aksara, ada
Penanganan buta aksara di Papua juga
1,9 juta warga berhasil melek huruf. Padahal,
dengan tujuan memberi pengaruh positif
sebelumnya, pada 2005 dari 15,4 juta hanya
terhadap Papua. Sebab, slama ini pemerintah
berkurang 500.000-an menjadi 14,95 juta.
dinilai kurang perhatian terhadap provinsi
Pemerintah juga merangsang setiap desa,
ujung timur Indonesia itu. Selain itu,
kecamatan, hingga kabupaten/kota yang
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pun
berhasil dengan pemberian anugerah. Yakni
akan digenjot di sana. “Kami akan lebih
berupa sertifikat tuntas buta aksara dan
menguatkan NKRI di Papua melalui program
block grant untuk pembuatan taman bacaan
pemberantasan buta aksara dan PAUD,”
Ace Suryadi
masyarakat. Sertifikat tuntas buta aksara di
katanya.
SAIfUl AnAm
desa dan kecamatan ditandatangi Dirjen
Tahun ini, Ace dan jajarannya menggulir-
PLS. Sedangkan sertifikat tingkat kabupaten
kan enam strategi jitu pemberantasan buta
di daerah terpencil. Umpamanya di daerah
dikeluarkan Menteri Pendidikan Nasional.
aksara. Yakni, sistem daerah prioritas, sistem
perbatasan, rimba pedalaman dan suku-suku
Selain itu, mulai pertengahan tahun
blok, sistem vertikal, sistem horisontal, Kuliah
terasing, seperti Papua. “Kami betul-betul
ini Ace juga mengeluarkan jurus baru:
Kerja Nyata Tematik, dan standarisasi dan
harus punya strategi khusus. Papua meskipun
menggandeng perusahaan-perusahaan
penjaminan mutu plus sertifikasi. (Lihat Boks:
jumlah penyandang buta aksaranya hanya
Percepatan Tuntas Buta Huruf) swasta dan Badan Usaha Milik Negara
60.000, tapi hampir merata di kampung-
(BUMN) untuk memberantas buta aksara.
Daerah yang mendapat prioritas gerakan
kampung pedalaman,” kata Ace Suryadi.
“Itu bagian dari Corporate Social
adalah sembilan provinsi dengan jumlah
Ace mendukung konsep Gubernur Papua
Responsibility mereka” kata Ace.
warga buta huruf terbesar. Jawara buta huruf
yang membangun pendidikan berangkat
Ada puluhan perusahaan yang bakal
ada di Jawa Timur, sebanyak 4,6 juta. Lalu
dari kampung-kampung. “Kami bekerjasama
27
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-627 27 5/17/2007 6:26:40 AM
Buta Aksara
108. Penyebabnya tak lain karena indikator
digandeng, antara lain Pertamina, Bank BNI Dana sebesar itu diperlukan lantaran
pendidikan masih rendah, jumlah buta
Sampoerna, dan Telkom. pembiayaan selama ini dinilai minim.
aksara masih besar, Saya perkirakan ketika Pada 2004, anggaran pemberantasan
Tuntutan Dunia bebas buta aksara, angka HDI bisa mencapai buta aksara hanya Rp 5 miliar. Tahun 2005,
90-100,” ujar Ace Suryadi. meningkat menjadi Rp 80 miliar. Tahun 2006,
Pemberantasan buta aksara sejalan
Laporan UNDP 2006 menayatakan
dengan program Education for All (EFA). sebenarnya melonjak menjadi Rp 200 miliar.
peringkat HDI Indonesia berada pada Namun, jumlah itu masih belum mencukupi
Konferensi EFA di Dakkar, Senegal, tahun
untuk mengejar target mengurangi angka
2000, salah satunya mencanangk an posisi 108 dari 177 negara. (Lihat Tabel HDI
buta huruf sebanyak 5 juta dalam dua tahun
penuntasan buta aksara dunia. Forum
ke depan.
menyepakati pengurangan angka buta
Menurut data terakhir di Ditjen Pendidikan
aksara sebesar 50% pada 2015.
Luar Sekolah, hingga akhir 2006, warga buta
Menurut laporan Unesco, buta aksara
aksara masih sekira 12,7 jutaan. Dengan
menjadi persoalan di semua negara,
waktu tersisa kurang dari dua tahun, setiap
setidaknya di 20 negara anggota konferensi
tahun harus ada warga yang melek aksara
EFA. Unesco, Unicef, WHO, Bank Dunia,
sekira 2,5 juta. Tugas yang tak ringan. Sebab
dan badan internasional lain sangat
Unit Pelaksana Teknis Ditjen PLS baru
gencar mensosialisasikan pentingnya
menjangkau tingkat kabupaten/kota.
pemberantasan buta aksara di seluruh
dunia.
Penyebab Buta Aksara
Perempuan mengikuti kursus
ARSIp JAWA TImUR
Tipisnya angka buta aksara memang buta huruf di Banyuwangi
menjadi sangat penting bagi semua negara. Penyebab tingginya buta aksara itu
pada tahun 1960
Badan PBB Urusan Program Pembangunan jika dipilah-pilah, setidaknya ada lima
(UNDP) memilah perkembangan faktor utama: putus sekolah dasar, kondisi
pembangunan di negara-negara dengan Indonesia versus negara lain). geografis, buta huruf kembali, munculnya
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pemerintah pun tak tanggung-tanggung buta aksara baru, dan sosilogis.
atau Human Development Index (HDI). dalam menggerus angka buta huruf. “Tahun Sulitnya aspek geografis menjadi bagian
Indikator HDI ditentukan oleh keberhasilan 2007, Depdiknas mengajukan anggaran tak terpisahkan dari warga buta aksara di
pembangunan pendidikan, kesehatan dan pemberantasan buta huruf sebesar Rp pedesaan. Data mencatat sekitar 70-80%
tingkat ekonomi. dari 218 juta penduduk Indonesia, ada di
1, triliun, yang diprioritaskan untuk
Menipiskan angka buta aksara dipandang pedesaan. Selain itu, tak sedikit warga yang
sembilan provinsi di atas,” kata Sudjarwo,
paling mudah untuk mendongkrak peringkat melek aksara kembali menjadi buta huruf
Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen PLS
HDI Indonesia. “Angka HDI Indonesia masih lantaran tidak memperoleh layanan dan
Depdiknas.
PERCEPATAN TUNTAS melakukan kerjasama formal dengan perguruan tinggi, organisasi
BUTA HURUF perempuan, organisasi ada seperti: KOWANI, PKK, Aisyiah,
muslimat NU, Wanita Indonesia, Dewan Masjid, Karang Taruna.
• Distribusi dana melalui block grant penjaminan mutu: yakni
H ingga kini, strategi pelaksanaan reaching the unreached dengan SKK (Standar Kompetensi Keaksaraan) dan SPHB
dilakukan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah Departemen (Standar Penilaian Hasil Belajar).
Pendidikan Nasional sebagai berikut: • Tingkatan keaksaraan: pendidikan keaksaraan dibedakan menjadi
• Daerah prioritas: meliputi provinsi yang terpadat jumlah buta 3 tingkatan dengan lama belajar yang berbeda. Lama belajar untuk
aksaranya, dan daerah-daerah transmigrasi, perbatasan, terisolasi Tingkat Dasar (Basic) 114 jam (6 bulan); lama belajar untuk
dan sulit komunikasinya serta daerah kepulauan. Tingkat Lanjutan (functional) 66 jam (4 bulan) dan; lama belajar
• Sistem Blok: membertantas secara tuntas di suatu kecamatan atau untuk Tingkat Mandiri selama 36 jam (2 bulan)
kabupaten yang terpadat buta aksaranya kemudian secara bertahap • Prioritas sasaran: sasaran prioritasnya adalah penduduk berusia
berpindah ke kecamatan atau kabupaten yang kurang padat jumlah 15-44 tahun. Setelah mereka melek aksara prioritas kedua mereka
buta aksaranya. yang berusia 45 - 55 tahun.
• Pendekatan Vertikal Berdasarkan Keppres Nomor 5 Tahun 2006, • Kerjasama dengan Perguruan Tinggi: Sampai saat ini kerjasama
Presiden sebagai Kepala Negara menginstruksikan kepada para dengan PT telah mencakup 49 PT negeri. Kerjasama ini awalnya
Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan Lurah. PBA juga melalui KKN dan Universitas Terbuka (UT) melalui program
dilakukan melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) PLS khususnya akademik.
dengan lima BP-PLSP, dan dengan BPKB dan SKB serta melalui • Metode Pembelajaran.
PKBM yang ada yang jumlahnya sekitar 3000an. • Komunikasi, Edukasi dan Informasi
• Pendekatan Horisontal (Horizontal Approach ): pemerintah • Monitoring dan Evaluasi
28 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-628 28 5/17/2007 6:26:43 AM
Buta Aksara
Kawasan tapal kuda dikenal lebih banyak
fasilitas baca tulis dan hitung selama -4
Buta aksara di Papua
dihuni warga etnis Madura. Meski belum
tahun beriktunya.
ada penelitian khusus, Madura, juga Jawa
Angka buta aksara juga masih tinggi,
dan Bugis, adalah etnis yang terbanyak
lantaran tak sedikit muncul warga buta
menyandang buta aksara.
aksara baru. Sulitnya pemberantasan
“Buta aksara selalu berkorelasi dengan
buta aksara juga karena alasan sosial.
osial.
masyarakat Jawa, Madura dan Bugis, yang
Warga buta aksara tak berminat lantaran
jumlah penduduknya memang terbanyak
mereka yang lulus tidak mendapat
dibanding daerah lain,” kata Ace Suryadi.
ijazah.
“Di banyak negara, penggunaan
Strategi Pemberdayaan bahasa daerah sebagai pengantar belajar
dirasakan sangat efektif dan berhasil baik,”
Pemerintah menggalakk an
ungkap Sudjarwo menambahkan.
pemberantasan buta aksara melalui Unit
Beragam strategi itu tentu saja,
Pelaksana Tugas (UPT) PLS, khususnya DoK. pEnA
diharapkan mampu membebaskan jutaan
dengan lima BP-PLSP, dan BPKB dan SKB dikembangkan adalah mengajar keaksaraan
warga dari pasung buta aksara. Bukan
dengan bahasa Jawa, Madura, dan Bugis.
serta melalui PKBM. Jumlahnya sekitar 000-
Di Jawa Timur, misalnya, pencanangan semata mengdongkrak HDI. Lebih dari itu,
an di seluruh Indonesia. Universitas Gadjah
pemberantasan buta huruf dilakukan mengenyam pendidikan adalah bagian dari
Mada Yogyakarta juga membantu dengan
di daerah tapal kuda. Yakni di Jember, hak warga negara Indonesia.
mengembangkan metode pendidikan
Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
keaksaraan dengan bahasa ibu. Metode yang EVA RoHIlAH DAn SAIfUl AnAm
MENGEJAR MELEK AKSARA WARISAN PENDIDIKAN
LOKALISASI MASA LALU
S alah satu daerah yang cukup menarik untuk program penuntasan buta aksara 1. Periode 1945-1965
adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bukan rahasia lagi bila Indramayu • Penekanan pada pemberantasan buta huruf
termasuk daerah “kaya” buta aksara. Jumlahnya lebih dari 270.000 orang, 188.000 • Pada awal kemerdekaan hanya 3% orang Indonesia
di antaranya kaum perempuan. bersekolah, sisanya buta huruf.
Di antara wanita penyandang buta huruf itu, bukan sebuah kebetulan bila • Pada 1960 masih ada 40% penduduk buta aksara
mereka berstatus wanita tuna susila (WTS). Dalam berbagai studi, pelacuran sangat • Tujuannya seluruh penduduk mengenal alfabet dan
berkait dengan kemiskinan dan kebodohan. Wanita Indramayu bahkan dikenal dapat menulis nama mereka dan memahami kalimat-
sebagai “pemasok” di sejumlah lokalisasi di kota-kota Tanah Air. Di lokalisasi kalimat sederhana
Saritem, Bandung misalnya, 80% wanita penghuninya ber-KTP Indramayu. 2. Periode 1966-1970
Wanita penjaja cinta asal Indramayu ini juga menyerbu berbagai tempat hiburan • Penekanan pada pemberantasan buta huruf
di Jakarta, Batam, dan Pulau Bintan. fungsional
Yayasan Creatif Generasi Muda Indonesia, adalah salah satu yang peduli • Hasilnya mampu membaca, menulis, plus meningkatkan
terhadap nasib wanita pemuas hidung belang penyandang buta aksara. Mereka produktivitas pekerja buta huruf dengan mengajarkan
mempunyai 34 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Di Indramayu, yayasan keterampilan terkait dengan pekerjaan mereka
yang berdiri Juli 2006 ini menerjunkan tenaga pengajarnya di Kecamatan Bongas, 3. Periode 1971-1990
salah satu sentra pengirim WTS ke berbagai daerah. • Model pertama pemberantasan buta huruf dengan
“Meskipun yayasan ini memiliki 34 PKBM, namun yang disetujui pemerintah nama program Paket A
hanya tiga PKBM. Artinya, hanya mampu mengajar untuk 80 orang buta aksara,” • Paket A mengajarkan keterampilan membaca, menulis,
kata Ciptara, S.Pd, Ketua PKBM yang juga bekerja sebagai guru SD Negeri Cipaat, dan keterampilan fungsional
Kecamatan Bongas. • Hasilnya angka buta huruf dari 31,5 juta (1971) turun
Menurut Ciptara, masyarakat penyandang buta huruf sebenarnya senang menjadi 17,3 juta (1980), 13,5 juta (1985) dan 5,7 juta
untuk belajar. Meskipun sebagian merasa malu mengakui diri mereka buta huruf. (1990).
Yang membahagiakan Ciptara, saat menyaksikan warga yang mampu membaca 4. Periode 1995-2003
dan menulis. • Pada 1995 dikembangkan keaksaraan fungsional (KF)
Kabupaten Indramayu sebenarnya cukup serius memperhatikan pendidikan. di 9 provinsi. Tujuannya adalah memperbaiki sistem
Terbukti APBD 2007 yang berjumlah Rp 956 miliar, 39% dialokasikan untuk pelatihan, metodologi pembelajaran, dan sistem
untuk sektor pendidikan. Persoalannya, dana pendidikan itu masih belum optimal penyelenggaraannya.
buat membongkar pasung aksara di kalangan wanita penjaja cinta. Semoga, stigma • Dalam perkembangannya Keaksaraan Fungsional
Indramayu sebagai pemasok WTS akan segera berganti menjadi Indramayu bebas (KF) menurut UU Nomor 20 tahun 2003 diistilahkan
buta aksara. dengan Pendidikan Keaksaraan.
29
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-629 29 5/17/2007 6:26:46 AM
Paud
MENYIAPKAN
GENERASI EMAS
SEJAK DINI
SAIfUl AnAm
Kegiatan PAUD di BPKB NTT
Secara yuridis kehadiran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di jagat Indonesia relatif anyar, yaitu baru
dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU
Sisdiknas). Namun, dalam usianya yang masih sangat muda, PAUD telah menerobos di sekujur pelosok
Nusantara. Para istri gubernur, bupati, camat, lurah/kepala desa, pakar dari perguruan tinggi, hingga
pengurus organisasi sosial kemasyarakatan, terlibat aktif dalam pengelolaan PAUD. Ini sebuah pertanda
baik bagi perkembangan PAUD ke depan.
L
Ya, NTT memang merupakan salah satu
ihatlah puluhan anak berbaju kuning yang kini sedang marak didirikan di Tanah
provinsi yang pendidikannya relatif tertinggal,
yang tengah asyik mewarnai berbagai Air. Strategi yang diterapkan Departemen
baik dari sisi pemerataan akses maupun
bentuk gambar di Balai Pengembangan Pendidikan Nasional untuk menyosialisasikan
mutu. Anggota DPR RI dari NTT, Cyprianus
Kegiatan Belajar (BPKB) Provinsi Nusa PAUD tampak manjur. Buktinya, kini para ibu-
Aoer, juga mengakui kalau provinsi ini dibelit
Te n g g a ra Ti m u r ( N T T ) . S e ny u m nya ibu pengurus PKK, pengurus organisasi sosial
dua persoalan mendasar, yaitu kemiskinan
mengembang ceria. Mereka rata-rata berusia kemasyarakatan, pakar dari perguruantinggi,
dan busung lapar. Dua masalah krusial itu
sekitar 4 tahun. Mereka adalah peserta istri gubernur, bupati/walikota, camat,
sangat terkait dengan kondisi pendidikan di
program PAUD yang diselenggarakan balai hingga lurah/kepaladesa, merasa bangga
wilayah ini. Cyprianus mendukung penuh
tersebut. tercatat sebagai pembina PAUD.
upaya Yohana mendidik anak-anak usia dini
Kepala BPKB NTT, Yohana, mengakui Organisasi yang memayungi para
agar kelak lahir generasi berkualitas emas
program PAUD yang diselenggarakannya pendidik dan tenaga kependidikannya, yaitu
dari provinsi yang penduduknya kebanyakan
merupakan salah satu model unggulan. HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga
berkulit gelap itu.
Harapannya, bisa ditularkan ke seluruh Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia)
PAUD yang diselenggarakan BPKB NTT
pelosok NTT sehingga ke depan mutu juga berkembang sangat pesat. Organisasi
hanya sebagian saja dari ribuan PAUD
pendidikan di provinsi ini meningkat. independen yang dipimpin Gusnawirta Jalal
0 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-630 30 5/17/2007 6:26:49 AM
Paud
intelektual anak sejak lahir sampai
Kegiatan PAUD
usia 4 tahun sama banyaknya dengan
usia 4-18 tahun,” ujar Gutama (Pena
Pendidikan, edisi Desember 2006).
Dari sisi pertumbuhan fisik, anak
yang baru lahir sudah mencapai 25%.
Pada usia 6 tahun mencapai 90%.
Kesempurnaan fisik manusia dicapai
pada usia 12 tahun (100 %).
Begitu pentingnya PAUD, sehingga
mendorong negara-negara di dunia
lebih memberikan komitmen dan
perhatian tinggi. Hal itu antara lain
terlihat dari pertemuan di kota
Jomtien, Thailand, pada tahun 1990.
Pertemuan tersebut menghasilkan
DEKLARASI JOMTIEN yang isinya
antara lain menyatakan tentang
pentingnya pendidikan untuk semua
mulai dari kandungan sampai liang
lahat.
Satu dekade kemudian ditegaskan
ini bahkan sudah merambah sampai pada Buzan, Brain Child, How Smart Parents
lagi dalam pertemuan di Dakkar, Senegal.
Make Smart Kids -- diterjemahkan dalam
tingkat kecamatan. Tapi soal mutu guru-
Deklarasi Dakkar menghasilkan sejumlah
gurunya? Nanti dulu. bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh PT.
item, yang pertama adalah pentingnya
Gramedia dengan judul Brain Child, Cara
“memperluas dan memperbaiki keseluruhan
Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, 2005).
Mengapa PAUD Penting? perawatan dan pendidikan anak usia dini,
Buzan juga menyatakan bahwa
terutama bagi anak-anak yang sangat rawan
perkembangan otak janin dipengaruhi
Di dunia internasional, PAUD didefinisikan
dan kurang beruntung”. Item-item lain terkait
berbagai faktor, antara lain faktor genetis
sebagai pendidikan bagi anak usia 0 s/d
dengan program wajib belajar pendidikan
dan asupan makanan yang mengalir dalam
8 tahun. Sedangkan di Indonesia, sesuai
dasar, life skills, pemberantasan buta aksara,
darah ibunya. Karena itu, seorang ibu
UU Sisdiknas, mencakup usia 0-6 tahun.
kesetaraan jender, dan peningkatan mutu
hamil membutuhkan makanan bergizi
Definisi PAUD versi Indonesia itu tampaknya
pendidikan.
dan seimbang. Makanan tersebut bukan
didorong oleh pertimbangan administratif,
Cukup banyak penelitian yang
hanya bermanfaat untuk dirinya, tetapi
yaitu untuk memudahkan penanganannya
membuktikan bahwa pendidikan yang
juga berpengaruh pada perkembangan
lantaran usia 7 tahun sudah masuk wajib
tepat bagi anak usia dini berimplikasi
janinnya, terutama untuk pembentukan sel
belajar yang ditangani jalur pendidikan
saraf otak.
formal. sangat positif bagi kehidupannya kelak
Ibu hamil juga harus mengetahui faktor-
Pentingnya PAUD didasarkan pada
faktor yang menghambat pertumbuhan sel
penelitian ahli-ahli psikologi maupun ilmu
Dr. Gutama
saraf otak bayi, seperti mengkonsumsi rokok,
syaraf yang menyatakan bahwa masa anak
alkohol dan obat-obat terlarang lainnya.
usia dini merupakan rentang usia yang sangat
Kondisi psikologis si ibu juga berpengaruh
penting dalam perkembangan kehidupan
pada pertumbuhan janin. Apa yang terjadi
manusia. Pada fase ini anak mengalami
pada pikiran ibu dapat mempengaruhi
perkembangan sangat pesat, baik fisik,
perkembangan mental bayi.
motorik, bahasa, maupun kecerdasannya.
Hasil kajian sangat fenomenal
Begitu strategisnya, sehingga dikenal
dengan usia emas (golden age). dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom.
Sebagaimana dikutip Dr. Gutama, Direktur
Meski konsep PAUD dimulai sejak anak
Pendidikan Anak Usia Dini, Departemen
lahir, namun perkembangan fisik dan
Pendidikan Nasional, psikolog kondang
otak sejatinya sudah dimulai sejak dalam
dari Amerika Serikat itu menyatakan bahwa
kandungan. Tony Buzan, seorang pakar
pada usia 4 tahun perkembangan intelektual
otak yang menulis tak kurang dari 80 judul
atau kecerdasan anak sudah mencapai 50%.
buku mengenai otak, menyatakan bahwa
Pada usia 8 tahun, tingkat kecerdasannya
selama kurang lebih sembilan bulan dalam
SAIfUl AnAm
mencapai 80 %, dan usia 18 tahun mencapai
kandungan, otak bayi berkembang lebih
100 %. “Dengan kata lain, pertumbuhan
cepat dibandingkan saat sudah lahir (Tony
1
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-631 31 5/17/2007 6:26:56 AM
Paud
setelah dewasa, baik bagi prestasi akademik
maupun pendapatan ekonominya. Direktur
Pembinaan TK dan SD, Drs. Mudjito AK, M.Si,
mengutip hasil studi longitudinal High/
Scope Perry Preschool Program di Amerika
Serikat, dalam kurun 1962-1967. Studi ini
memfokuskan penelitiannya pada anak-
anak Amerika Serikat keturunan Afrika dari
keluarga berpenghasilan rendah yang punya
resiko putus sekolah. Anak-anak tersebut,
baik dari kelompok peserta maupun kontrol,
lantas ditelusuri setiap tahun dari usia
hingga 11 tahun, dan beberapa kali sampai
mereka berusia 40 tahun.
”Faktanya, anak-anak yang mengikuti
pendidikan prasekolah terbukti mampu
meningkatkan IQ pada usia 5 tahun. Tingkat
kelulusan mereka juga lebih tinggi di sekolah
menengah, serta memiliki pendapatan yang
lebih tinggi pada usia 40 tahun. Analisis rinci
menunjukkan program ini menghasilkan
rasio antara manfaat berbanding biaya sama
dengan 17 dibanding 1,” ujar Mudjito.
Perkembangan PAUD
di Indonesia
Sesuai pasal 28 UU No 20/200 tentang
S i s te m Pe n d i d i k a n N a s i o n a l, PAU D
diselenggarakan melalui tiga jalur, yaitu
formal, nonformal, dan informal. PAUD
DoK. DEpDIKnAS
jalur formal antara lain diselenggarakan
Terlepas dari adanya persinggungan
dalam bentuk taman kanak-kanak(TK) atau dan Pengajaran di Sekolah untuk Seluruh
antara “sang adik” dengan “sang kakak”,
raudlatul athfal (RA). PAUD jalur nonformal Indonesia. Bab V Pasal 6 Ayat 1 secara tegas
secara umum perkembangan pendidikan
terutama menangani pendidikan anak-anak menyatakan TK sebagai salah satu jenjang
anak usia 0-6 tahun hingga kini masih kurang
usia 2-4 tahun (Kelompok Bermain/Play pendidikan.
menggembirakan, baik menyangkut akses
Group, dan Tempat Penitipan Anak/TPA). Berikutnya, dalam UU No 2/1989 tentang
maupun mutu. Secara historis, keberadaan
Pengelolaan TK (PAUD formal) menjadi Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) juga
TK sebenarnya sudah dirintis oleh Ki Hajar
tanggung jawab Direktorat Pembinaan TK dinyatakan tentang pendidikan prasekolah.
Dewantara yang mendirikan Taman Indria
dan SD. Sedangkan jalur nonformal menjadi Begitu pula pada Peraturan Pemerintah
tanggung jawab Direktorat PAUD. Untuk di Yogyakarta, pada Juli 1922. (PP) No. 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan
jalur informal menjadi tanggung jawab Taman Indria berada di bawah Taman Prasekolah, Pasal 1 ayat 2 dinyatakan: “Taman
keluarga. Siswa, sebuah organisasi yang bergerak di kanak-kanak adalah salah satu bentuk
Masuknya PAUD dalam UU Sisdiknas tak bidang pendidikan yang dirintis Ki Hajar pendidikan prasekolah yang menyediakan
urung sempat menimbulkan ketegangan Dewantara. Taman Indria memberi layanan program pendidikan dini bagi anak usia
di antara pejabat maupun penyelenggara pendidikan bagi anak-anak yang berusia di empat tahun sampai memasuki pendidikan
pendidik an TK dengan pejabat dan bawah 7 tahun. Menurut Ki Hajar Dewantara, dasar”. Keputusan Menteri Pendidikan dan
penyelenggara PAUD nonformal. Terminologi Taman Indria didirikan karena pada usia di Kebudayaan RI Nomor 486/U/1992 tanggal
PAUD yang mencakup usia 0-6 tahun dinilai bawah 7 tahun anak-anak lebih dominan 0 Nopember 1992 tentang Taman Kanak-
seolah-olah hendak menerkam pendidikan belajar dengan menggunakan indra (indria)- kanak semakin mengukuhkan keberadaan
TK yang menangani anak-anak usia 4-6 tahun. nya (Slamet Suyanto, Dasar-Dasar Pendidikan pendidikan TK.
Apalagi keberadaan TK secara yuridis juga Anak Usia Dini, Hikayat, 2005). Undang-undang No. 20 Tahun 200
sangat kuat dan melewati perjalanan sejarah Pasca kemerdekaan RI, secara yuridis tentang Sistem Pendidikan Nasional
panjang. Eh, “sang adik” yang baru lahir penyelenggaraan pendidikan TK dikuatkan memang menyebut sekilas saja tentang
kemarin sore, kok tiba-tiba mau mengusik dengan UU No 4 Tahun 1950 jo UU No 12 pendidikan TK, yang merupakan bagian dari
singgasana “sang kakak”. Tahun 1954 tentang Dasar-Dasar Pendidikan pendidikan anak usia dini. Cakupan PAUD ini
2 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-632 32 5/17/2007 6:27:00 AM
Paud
lebih luas, yaitu mencakup usia 0-6 tahun. Malaysia (89%).
Meski secara historis TK sudah lama hadir,
dan secara yuridis memiliki payung hukum
Tantangan ke Depan
kuat, namun dari sisi akses maupun mutu
kondisinya masih memprihatinkan. Hingga Kehadiran PAUD di Indonesia tak lepas
akhir 2006, Angka Partisipasi Kasar (APK) dari peran sejumlah tokoh, antara lain dr.
TK baru mencapai 2,78%. Artinya, baru Fasli Jalal, Ph.D. Ahli gizi lulusan Universitas
.72.924 dari 11.59.805 anak usia 4-6 Cornell, Amerika Serikat, itu ikut berperan
penting dalam mendorong program PAUD
tahun yang mengikuti pendidikan TK. “Jika
yang awalnya ditawarkan oleh Bank Dunia
ditambah PAUD non formal, total APK-nya
melalui Bappenas (Badan Perencanaan
menjadi 45,6%,” kata Mudjito. “Target APK
Pembangunan Nasional) pada tahun
PAUD 2009 sebesar 5,9%. Kami optimistis
1996/1997. Saat itu Fasli menjabat sebagai
bisa tercapai,” timpal Gutama.
Kepala Biro Agama, Pendidikan, Kebudayaan
Angka tersebut terendah dibanding APK
dan Olahraga Bappenas.
SD (115%), SMP (88,68%), dan SMA (55%).
Proyek PAUD dari Bank Dunia itu ditangani
Data ini sekaligus memberikan gambaran
dua instansi. Aspek pendidikan ditangani
bahwa tingkat layanan pendidikan terhadap Gusnawirta Jalal
Depdiknas, sedangkan aspek gizi ditangani
anak usia dini masih sangat terbatas. “Ini
SAIfUl AnAm
Departemen Kesehatan. Total pinjaman
memprihatinkan,” ujar Mudjito (Saiful Anam,
gemuruhnya perkembangan PAUD itu,
Bank Dunia hanya USD 20 juta, masing-
Jangan Remehkan Taman Kanak-Kanak,
tantangan yang dihadapi sungguh berat.
masing 10 juta dolar AS untuk Departemen
Taman Yang Paling Indah, Wajatri, 2007).
Pada TK, misalnya, seperti diakui Mudjito,
Pendidikan Nasional dan Departemen
Data Departemen Pendidikan Nasional
kondisi sarana dan prasarananya masih
Kesehatan. Dalam perkembangannya,
hingga awal 2007 menunjukkan bahwa
memprihatinkan. Maklum, sebagian besar
yang berjalan hanya Depdiknas. Proyek ini
jumlah TK di Indonesia tercatat 54.742. Dari
TK diusahakan oleh swasta. Selain itu, dari
dijalankan di bawah Direktorat Pendidikan
jumlah ini, 54.04 (98,7%) diselenggarakan
sisi proses pembelajaran, juga marak terjadi
Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan
oleh swasta. Hanya 708 TK (1,%) yang
praktik kekeliruan lantaran rendahnya
Luar Sekolah dan Pemuda (Ditjen PLSP).
dikelola pemerintah. Bandingkan dengan
kompetensi guru TK. Mereka pada berlomba-
Daerah yang mendapat bantuan program ini
jumlah SD yang mencapai sekitar 150.000
lomba memaksakan pengajaran baca-tulis-
12 kabupaten yang tersebar di tiga provinsi,
sekolah. Lebih dari 95% berstatus negeri.
hitung secara klasikal, yang secara psikologis
yaitu Jawa Barat (sekarang plus Banten), Bali,
Setali tiga uang dengan data yang
justru bertentangan dengan kodrat anak itu
dan Sulawesi Selatan. Proyek ini berakhir
terekam di Depdiknas, dalam laporannya
sendiri, yaitu bermain sambil belajar.
2006 lalu.
tahun 2005 lalu UNESCO juga menyatakan
Kondisi serupa juga terjadi pada PAUD
“Kalau dilihat dari jumlah nilai proyeknya
angka partisipasi PAUD di Indonesia
non formal. Seperti diakui Gusnawirta Jalal,
memang sangat kecil, hanya 10 juta US
merupakan salah satu yang terendah di
Ketua Umum HIMPAUDI, masyarakat kita
dolar. Tapi itu berguna sekali karena kita bisa
dunia, baru sekitar 20% dari sekitar 20
dewasa ini semakin menyadari pentingnya
mendatangkan pakar-pakar PAUD dari luar
juta anak. Lebih rendah dari Philipina
PAUD. Namun jumlah dan kualitas pendidik
negeri dan melakukan studi banding. Selain
(27%), Vietnam (4%),
dan tenaga kependidikannya masih terbatas.
itu, kita juga diundang untuk menghadiri
Thailand (86%) dan
Cukup banyak pendidik PAUD yang lulusan
pertemuan-pertemuan internasional. Dalam
SMA, sarjana pertanian, sarjana teknik, dan
laporan terakhir tahun 2006 ini, Bank
lain-lain. Honor mereka ada yang cuma
Dunia begitu bangga melihat
puluhan ribu per bulan.
perkembangan PAUD di
Padahal guru merupakan ujung tombak
Indonesia, dan menyebutnya
bagi peningkatan mutu pendidikan.
sebagai sebuah investasi yang
Inilah tantangan serius yang menjadi
lebih baik,” ujar Gutama.
tugas Direktorat Jenderal Peningkatan
Memang, dari sisi gairah
Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
kini PAUD mengalami
Depdiknas. Jika gurunya bermutu, maka
perkembangan luar
upaya menyiapkan generasi emas pada masa
biasa. Organisasi-
yang akan datang relatif bisa dengan mudah
organisasi sosial,
direalisasikan. Sebaliknya, jika gurunya
ibu-ibu PKK, istri
bermutu rendah, euforia penyelenggaraan
pejabat, pak ar dari
foT
oSE
PAUD itu boleh jadi tak lebih seperti gemuruh
perguruan tinggi, hingga
AR
c H.
co m
suara kendaraan bajay yang memekik telinga
sejumlah ar tis, terlibat
tapi jalannya sangat lambat.
dalam pengembangan dan
pengelolaan PAUD. Tapi, ditengah SAIfUl AnAm
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-633 33 5/17/2007 6:27:12 AM
Buku Paket
BUKU DIDERA P
ERSOALAN perbukuan nasional rupanya masih belum tuntas
saat Bambang Soedibyo menduduki kursi Menteri Pendidikan
Nasional (Mendiknas) pada Oktober 2004. Sejak masa Buku
RAGAM
Paket (1971-1995) hingga era Proyek Bank Dunia (1995-2000) dan
fase Block Grant Buku (2000-2004) nuansa monopoli dan oligopoli
perbukuan teks pelajaran begitu kental.
Perubahan besar digulirkan Mendiknas Bambang Sudibyo
KEPENTINGAN
melalui Peraturan Mendiknas Nomor 11 Tahun 2005 tentang
Buku Teks Pelajaran. Dalam beleid itu ada ketentuan di antaranya,
mengatur masa pakai buku teks pelajaran minimal lima tahun dan
larangan kepada pihak sekolah terlibat penjualan buku pelajaran
Aturan pengadaan buku pelajaran menuai pro dan di sekolah.
Aturan Pak Menteri ini semangatnya berpihak kepada orangtua
kontra. Murid bersyukur tak perlu beli buku anyar
siswa dan mendorong banyak penerbit dan toko buku di daerah
saban tahun. Penerbit protes tak bisa menjual buku tumbuh lebih bergairah. “Saya ingin mengarahkan pasar buku yang
ke sekolah-sekolah. Penerbit dituding mematikan tidak berkonsentrasi kepada beberapa penerbit saja, beberapa
toko buku. percetakan saja, dan beberapa toko buku saja, tapi menjadi pasar
kompetitif yang menyebar di seluruh Indonesia,” kata Pak Menteri.
Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga
Kependidikan Fasli Jalal Fasli juga menilai aturan itu bisa
menghilangkan nuansa bisnis dalam pengadaan buku pelajaran.
“Pada dasarnya, baik para guru dan komite sekolah, tidak dibenarkan
menjual buku pelajaran,” kata Fasli.
Sekolah jelas tak bisa seenaknya menelorkan kebijakan tiap tahun
berganti buku baru. Yang bersungut adalah kalangan penerbit dan
toko buku. Maklum, sebelum beleid Pak Mendiknas diteken, sudah
jamak terjadi gerilya para penerbit di sekolah-sekolah jauh-jauh
hari dari awal tahun ajaran baru. Terjalin mesra hubungan penerbit-
sekolah yang intinya murid “dipaksa” membeli buku dari penerbit
yang sudah ditentukan. Harganya tak lebih murah dibandingkan
dengan buku-buku sejenis di pasaran.
Banyak pula sekolah yang tak ubahnya menjadi penyalur buku-
buku tertentu dari penerbit. Uang bahkan dipungut pada awal
tahun ajaran baru. Biasanya pungutan itu masuk pos kegiatan
belajar-mengajar (KBM). Setiap tahun ajaran baru, uang KBM ya
mesti dibayar calon siswa. Buku-buku tahun sebelumnya, sudah
benar-benar tutup buku, meski kandungannya tak berbeda dengan
buku-buku anyar.
Di kalangan guru sendiri sebenarnya ada pro kontra mengenai
kerjasama sekolah dan penerbit dalam pembelian buku-buku
tertentu. Bagi guru-guru yang terlibat urusan pengadaan buku,
bukan rahasia lagi bila mereka juga kecipratan rezeki dari
sekolah. Namun, guru yang punya dedikasi, kreatif,
inovatif, tentu saja kecewa mesti dipaksa membeli buku
pelajaran yang bisa jadi tak sesuai bagi pengajaran.
Penerbit juga biasa mendekati sekolah dengan
kunjungan ke sekolah-sekolah. Selain menawarkan
kelebihan buku-buku terbitan mereka, tentu saja, soal
komisi kepada sekolah, melalui rabat yang besarnya
bisa mencapai 40 persen dari harga buku. Tak sedikit
penerbit yang mengiming-imingi sekolah hadiah
hadiah langsung, umpamanya perangkat elektronik yang
dibutuhkan sekolah.
m
. co
RcH
“Di mana ada monopoli, di situ pasti ada vested interest.
SEA
o
foT
Ada KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang selalu melibatkan
penerbit. Yang menikmati korupsi terutama kepala sekolah dan
4 Pena Pendidikan Mei 20072007
Mei-Juni
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-634 34 5/17/2007 6:27:28 AM
Buku Paket
DoK. pEnA
guru-guru dan penerbit,” kata Bambang
Sudibyo, beberapa waktu lalu.
Toko-toko buku sendiri mengeluh
kehabisan napas. Dengan pembatasan
masa pakai minimal lima tahun, pasar buku
tak seramai setiap ganti tahun ajaran baru.
Pasar buku loak juga sepi pengunjung.
Tak ada buku bekas yang masuk loakan,
lantaran buku pelajaran masih terus dipakai
setidaknya dalam lima tahunan.
Mendiknas pun diberondong protes
kalangan penerbit dan toko buku. Pak
Menteri sampai-sampai merasa perlu
berkonsultasi dengan Komisi Pengawas
Persaingan Usaha (KPPU). Rombongan Pak
Menteri didampingi Sekretaris Jenderal
Depdiknas Dodi Nandika plus staf dari Badan
Standar Nasional Pendidikan bertandang ke
kantor KPPU di Jalan Veteran, Jakarta, awal
Februari. Suasana perpustakaan
“Saya mengeluarkan peraturan karena
sangat dijiwai UU Nomor 5 Tahun 1999
tentang Larangan Praktek Monopoli dan kebijakan sekolah yang saban tahun
Mendiknas mengenai buku pelajaran
Persaingan Usaha Tidak Sehat. Juga karena mewajibkan siswanya membeli buku
ini memang di satu sisi bersebarangan
pelajaran baru.
dengan kepentingan penerbit. Coba simak
UU Nomor 20 Tahun 200 tentang Sistem
Pasal 8 tegas menyatakan guru hanya
sejumlah pasalnya yang semangatnya untuk
Pendidikan Nasional yang mengamanatkan
dapat menganjurkan pembelian buku
mempersempit praktik monopoli.
manajemen berbasis sekolah,” ujar
pelajaran kepada siswa yang mampu.
Pasal 7 ayat 1, misalnya, menegaskan
Bambang.
Bahkan dalam butir lain juga ditegaskan
masa pakai buku teks pelajaran oleh satuan
guru tidak bisa memaksa atau mewajibkan
pendidikan minimal 5 tahun. Otimatis,
Berseberangan Kepentingan murid membeli buku teks pelajaran.
sekolah dan para guru tak bisa mengganti
Kebutuhan buku pelajaran bagi siswa tak
buku teks pelajaran tiap tahunnya. Ketentuan
KPPU belum mengetok palu putusan.
mampu menjadi tanggung jawab sekolah.
Pak Menteri sebenarnya menjawab keluhan
Merek a masih mengevaluasi aturan
Sekolah diwajibkan menyediakan minimal
para orangtua. Mereka keberatan dengan
perbukuan itu. Peraturan
IKAPI GESIT, GATBI MERANA
K ADO tak enak diterima Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), saat pembukaan Kongres XVI Ikapi di
Hotel Sultan, Jakarta, 13-15 September lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuding para penerbit buku
sekolah, yang menjual langsung ke sekolah-sekolah mengakibatkan banyak toko buku tutup. “Kenapa
toko-toko buku mati? Karena dimatikan para penerbit sendiri dengan menjual buku-buku langsung ke
sekolah-sekolah,” kata Wapres kala membuka kongres.
Menurut Wapres Jusuf Kalla, saat ini orang sulit sekali mencari toko buku termasuk di mal-mal. “Penerbit
banyak, percetakan banyak, tapi kelemahan kita adalah akses untuk mendapat buku sulit karena toko buku sulit
dijumpai,” katanya. “Tidak ada industri yang maju tanpa toko, outlet atau dealer yang banyak.”
Tudingan Wapres mungkin ada benarnya. Namun, bangkrut tidaknya toko buku tidak sepenuhnya “dosa” penerbit”
yang bergerilya ke sekolah. “Selama ini outlet masih terbatas di kota-kota tertentu. Mengapa penerbit-penerbit buku pelajaran
harus langsung ke sekolah. Sebab di beberapa kota/kabupaten tidak ada outlet penjualan buku pelajaran. Kalau pun ada, outlet itu
semi, mereka menjual kelontong tapi juga buku pelajaran,” kata Setia Darma Madjid, Ketua Umum Ikapi periode 2006-2010.
Setia Darma pun menjelaskan bahwa Ikapi sendiri berusaha untuk bersinergi dengan Gabungan Toko Buku Indonesia. “Paling
tidak nantinya ada outlet di setiap kota/kabupaten,” kata Setia Darma, yang telah menjadi pengurus Ikapi sejak menjabat wakil sekretaris
umum pada 1982.
Kalau toh banyak penerbit memakai jalur koperasi sekolah, hal itu dilakukan karena hanya kota-kota besar yang punya toko buku. Di
Lebak, Banten, yang boleh dibilang tak jauh dari Jakarta, ternyata tidak punya satu pun toko buku. Penerbit, kata Setia Dharma, harus
jemput bola. Kalau pun ada toko buku kecil di daerah, penerbit berpikir dua kali bila toko-toko itu pembayarannya susah.
5
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
Mei
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-635 35 5/17/2007 6:27:36 AM
Buku Paket
10 eksemplar buku teks pelajaran untuk pembahasan awal BOS Buku pada Maret 40.000-Rp 50.000.
setiap mata pelajaran pada setiap kelas, 2006. Sebaran distribusi buku juga diubah
yang menjadi koleksi perpustakaan. Pemerintah menetapkan BOS Buku SD untuk provinsi. Ikatan Penerbit Indonesia
Sementara Pasal 9 menegaskan bahwa meliputi pelajaran matematika, sains, dan (Ikapi) tak keberatan soal penyebaran buku
guru, tenaga kependidik an, satuan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk SMP yang menjangkau seluruh provinsi. “Tapi,
pendidikan, komite sekolah tidak dibenarkan terdiri dari matematika, bahasa Indonesia, kita kaget dengan harga yang ditetapkan.
melakukan penjualan buku kepada peserta dan bahasa Inggris. Pada awal pembahasan, Harga di pasaran jauh lebih tinggi,” kata
didik. BOS buku diutamakan untuk 12 provinsi Wanti Syaifullah, Sekretaris Umum Ikapi,
Persoalan lain yang memantik gesekan yang nilai Ujian Nasional 2005 masuk yang ketika ditemui PENA PENDIDIKAN, akhir
Depdiknas dan kalangan penerbit kategori rendah, plus daerah yang dilanda Juli lalu, menjabat Ketua Kompartemen
adalah mengenai kebijakan pemerintah bencana. Sempat muncul formula dana pagu Penerbit Buku Pelajaran, Anak, dan Remaja
membagikan buku gratis buat sekolah- buku SD sebesar Rp 120.000 dan Rp 150.000 Ikapi.
s e k o l a h m e l a l u i p ro g r a m B a n t u a n untuk SMP. Jika mengacu pada rumusan ini, Ikapi dan Gabungan Toko Buku Indonesia
Operasional Sekolah (BOS) khusus. Rencana (Gatbi) padahal pernah memaparkan
seorang siswa mendapat buku.
itu mestinya dilakukan pada awal tahun kepada Komisi X DPR mengenai harga
Masalah muncul ketika pada rapat
ajaran 2006/2007 lalu. Sayangnya, BOS buku pelajaran di pasaran, lengkap dengan
dengar pendapat Komisi X DPR dengan
rincian komponen harga. Standar harga
buku buat hampir 0 jutaan murid SD dan Menteri Pendidikan Nasional memutuskan
Rp 20.000 itu, menurut Wanti, tak pernah
SMP, itu baru terlaksana akhir 2006 silam. harga per buku tidak lebih dari Rp 20.000.
terlontar dari Ikapi. “Kami kecewa. Dari mana
Kata sepakat antara penerbit, toko buku Artinya jauh melenceng dari pembicaraan
kesimpulan bahwa Ikapi sudah sepakat
dan pemerintah cukup alot dicapai sejak awal, yang rata-rata buku dibandrol Rp
MODEL PAKET BERGANTI Depdiknas menunjuk Balai Pustaka, unit bisnis yang berada
BOS BUKU di bawah kendali Depdiknas. Penilaian terhadap
buku yang akan dicetak juga dilakukan oleh
P tim kecil yang dibentuk Depdiknas
engadaan buku sekolah pada masa sebelum Mendiknas Bambang
sendiri, yang prosesnya tidak ketat
Sudibyo, dikenal sebagai fase block grant. Pengadaan buku
dan tak transparan. Praktis, tidak
sepenuhnya diserahkan ke sekolah. Depdiknas hanya berperan
ada kontrol. Peran pasar buku
pada proses penilaian dan penentuan buku mana saja yang layak
dihilangkan. Sekolah dan siswa
dipakai sekolah. Yang menyeleksi adalah Panitia Nasional Penilai
sebagai konsumen, maupun toko-
Buku Pelajaran.
toko buku, tidak berdaya menghadapi
Pemerintah mengucurkan dana pembelian buku dalam bentuk
monopoli Depdiknas. Buku yang dibagikan
hibah (block grant). Dana hibah diguyur ke sekolah tanpa melalui
gratis ini cukup banyak yang tidak dipakai oleh
jalur birokrasi. Sayangnya, terjadi penyimpangan di sekolah-sekolah.
sekolah. Ada bermacam alasan, mulai dari teknik
Penerbit berlomba bergerilya ke sekolah menawarkan buku-buku.
penyajiannya yang dianggap tidak runtut, grafiknya
Buku yang ditawarkan memang telah lulus seleksi Panitia Perbukuan.
kurang menarik, sampai pemberian contoh-contoh yang tak
Persoalannya, para penerbit saling berlomba memberi rabat tinggi
memperhatikan potensi lokal. Tak sedikit sekolah atau guru yang
kepada sekolah. Buntutnya, di sebagian sekolah membikin kebijakan
lebih suka menggunakan buku terbitan swasta. Walhasil, buku
anyar saban tahun mesti ganti buku baru.
paket gelontoran Depdiknas itu banyak yang mubazir.
Sebelum masa block grant, kebijakan perbukuan mengalami
perubahan dua kali. Pada masa Orde Baru, seiring pembangunan
Fase Proyek Bank Dunia (1995-
gedung SD secara besar-besaran berdasarkan Instruksi Presiden
Soeharto Nomor 10 Tahun 1971, muncullah pemberlakuan buku
2000)
paket. Proyek SD Inpres membengkakkan jumlah SD yang kurang
dari 60.000 menjadi 120.000 dengan jumlah murid jutaan. Berikut Ciri: Nilai proyek tahapan ini sebesar US$ 132,5 juta. Proyek
tahapan pengadaan buku yang pernah dilakukan pemerintah: buku dan minat baca berlangsung empat tahap.
Keuntungan: Pengadaan buku dilakukan masing-masing provinsi.
Di setiap provinsi ada pimpinan proyek. Depdiknas pusat hanya
Fase Buku Paket (1971-1995) berperan dalam proses seleksi dan penilaian buku-buku yang layak
Ciri: Pengadaan buku sepenuhnya dilakukan Depdiknas. pakai. Anggota tim penilai diambil dari kalangan ahli berbagai bidang.
Depdiknas memegang monopoli tunggal pengadaan buku. Buku Tim penilai ini dikenal dengan nama National Textbook Evaluation
paket didistribusikan secara gratis ke sekolah-sekolah. Committee (NTEC). Lantaran proyek ini dibiayai Bank Dunia, lembaga
Keuntungan: Siswa dan sekolah sangat diuntungkan karena tidak donor raksasa ini memberlakukan Standard Bidding Document dalam
mengeluarkan uang. Buku dibagikan secara gratis. pengadaan buku tersebut. Tujuannya agar bisa diperoleh buku yang
Kerugian: Sarat praktik KKN. Modusnya melalui monopoli. bagus dengan harga kompetitif dan bebas KKN.
6 Pena Pendidikan Mei 20072007
Mei-Juni
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-636 36 5/17/2007 6:27:40 AM
Buku Paket
dengan harga Rp 20.000?” kata Wanti, yang Harga Perhitungan Sendiri (HPS) Ikapi keuntungan percetakan 10% dan pajak PPN
juga Wakil Presiden Direktur PT Grafindo merinci harga berdasar hitungan biaya 10%, patokan harga cetak menjadi hampir
Media Pratama, penerbit buku di kawasan persiapan cetak, bahan baku, cetak, dan Rp 8.900 per buku.
industri Pulogadung, Jakarta. purna cetak, sekira Rp 7.00 per buku, untuk HPS itu belum memasukkan komponen
Ikapi punya hitung-hitungan sendiri. cetakan 10.000 eksemplar. Plus komponen editorial, royalti, pemasaran dan biaya
overhead, distribusi, dan keuntungan
penerbit. Jika semua komponen tadi
diperhitungkan, harga per buku menjadi
Siswa SD sedang membaca buku
hampir Rp 5.500. Hitungan sederhana
ARIEn T W
itu tentu berbeda untuk pelajaran lain,
tergantung ketebalan dan warna.
“Dengan standar harga Rp 20.000,
biaya distribusi hanya sampai ke
perwakilan penerbit di ibukota provinsi.
Sangat sulit bisa menjangkau setiap
kota dan toko buku. Penerbit juga
harus menekan ekstra biaya pemasaran,
overhead, dan prosentase keuntungan,”
kata Wanti panjang lebar.
DIpo HAnDoKo
ke sekolah-sekolah menawarkan
buku-buku yang sudah lulus PNPBP.
Para penerbit memberi rabat atau
keuntungan tinggi kepada kepala
sekolah atau guru kalau bisa menjual
bukunya. Tentu saja iming-iming
ini menggiurkan guru dan sekolah.
Jadilah kepala sekolah dan guru
terlibat dalam permainan pemburu
rente, berdagang buku. Sekolah
mewajibkan siswa-siswanya membeli
buku di sekolah, tidak boleh bebas
membeli di toko buku. Akibatnya,
toko-toko buku apalagi pasar buku
Kerugian: KKN masih menggila, hanya bergeser ke tingkat
loak kembang kempis. Sekolah memberlakukan masa pakai buku
provinsi. Diduga ada permainan antara penerbit yang bukunya lulus
hanya satu tahun.
seleksi NTEC dengan oknum pengendali proyek di provinsi. Apalagi
di antara penerbit juga ditengarai terjadi pembagian kapling. Pada
Fase Peraturan Mendiknas Nomor
fase kedua ini, buku yang lulus seleksi NTEC memang sudah bagus.
Tetapi dengan adanya kolusi dan pengaturan seperti itu, harganya
11 Tahun 2005
menjadi mahal dan tidak efisien.
Ciri: KKN bidang perbukuan semakin berkurang.
Fase Block Grant (2000-2004) Keuntungan: Kepmendiknas N0 11 Tahun 2005 ini membatasi
kebijakan kepala sekolah dan guru dalam pengadaan buku. Sekolah
Ciri: Pengadaan buku diserahkan ke sekolah. Depdiknas hanya dilarang berdagang buku di sekolah, baik langsung maupun tidak
berperan dalam proses penilaian dan penentuan kelulusan buku, langsung. Mereka juga tidak boleh memaksakan siswa membeli
yang dilakukan oleh Panitia Nasional Penilai Buku Pelajaran buku dari penerbit tertentu. Selain itu, Bambang juga mencabut hak
(PNPBP). Dana langsung digelontorkan ke sekolah dalam bentuk monopoli Depdiknas maupun PT Balai Pustaka dalam pengadaan
dana subsidi hibah atau block grant. buku secara nasional.
Keuntungan: Sekolah dipersilakan membeli sendiri buku-buku Kerugian: Masih terjadi kebijakan sepihak sekolah mewajibkan
yang sudah dinyatakan lulus seleksi oleh PNPBP di toko buku. orangtua murid membeli buku pelajaran. Sanksi terhadap para guru
Kewenangan yang diberikan kepada sekolah ini sejalan dengan dan pihak-pihak yang melanggar Kepmendiknas ini masih belum
pemberlakukan Manajemen Berbasis Sekolah. ditegakkan.
Kerugian: Banyak terjadi penyimpangan. Penerbit bergerilya Dpo
7
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
Mei
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-637 37 5/17/2007 6:27:45 AM
Kurikulum
menuntut tercapainya kompetensi.
DoK. pEnA
Yang diharapkan sekolah-sekolah
di daerah, kata Erwin, “Perubahan
kurikulum juga diikuti pemenuhan
perlengkapan sekolah. Misalnya buku-
buku dan alat peraga pendidikan.
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
untuk triwulan Januari-Maret 2006 saja
baru cair bulan Juni.”
Erwin dan sekolah di Koala
Pambuang, hanya cermin betapa
sosialisasi KTSP belum sepenuhnya
berhasil baik. Jangan dulu tanya
bagaimana hasil penerapan KTSP, bila
apa itu KTSP saja di banyak sekolah
masih belum paham benar. Jakarta saja
tidak sepenuhnya siap menjalankan
KTSP.
Sylviana Murni, Kepala Dinas
Pendidikan Dasar DKI Jakarta, meski
menyatakan siap melaksanakan
KTSP, masih perlu memberi
Kegiatan active learning disekolah antara siswa dan guru
catatan: kemampuan guru-guru
mengembangkan silabus. Pasalnya,
KURIKULUM (TIDAK)
sebagian guru SD dan SMP di DKI Jakarta
masih belum berijazah S-1. Dari 2.98
guru SD di DKI, yang berijazah S-1 baru
4.568 orang, tak lebih dari 20%. Sedangkan
SIAP PAKAI
dari 10.442 guru SMP, hanya 6.912 orang
bergelar sarjana atawa dua pertiganya.
Silabus Daerah Seragam
Setiap pergantian kurikulum, kurikulum lama pun belum sepenuhnya KTSP lahir berbekal Peraturan Mendiknas
dilaksanakan di sekolah-sekolah. Lemahnya sosialisasi dan Nomor 22 Tahun 2006 mengenai Standar
pemahaman minim dinas pendidikan di daerah turut andil membuat Isi kurikulum dan Permendiknas Nomor 2
Tahun 2006 mengenai Standar Kompetensi
KTSP lambat diterapkan di sekolah. Acuan silabus diseragamkan di
Lulusan. Kedua beleid itu diteken Mei 2006.
daerah-daerah. Sedangkan sosialisasi kurikulum paling gres
itu diatur dalam Permendiknas Nomor 24
E
Tahun 2006 yang dikeluarkan pada 2 Juni
RWIN NARA mengaku baru sebatas dasar saja. Guru masih harus banyak
2006 lalu.
mendengar namanya saja saat ditanya berceramah. Maklumlah di pedesaan,” kata
Kurikulum ini menuntut setiap
mengenai Kurikulum Tingkat Satuan sarjana kependidikan Universitas Lambung
sekolah mengembangkan kurikulumnya
Pendidikan (KTSP), lebih dari sebulan Mangkurat, Banjarmasin itu.
sendiri. Sekurang-kurangnya sekolah
sejak beleid Menteri Pendidikan Nasional Pada ujian nasional lalu, misalnya, tak
diminta mengembangkan empat hal.
mengenai KTSP disahkan Mei 2006. “Seperti sedikit siswa kesulitan menjawab soal
Yaitu perumusan tujuan pendidikan yang
apa kurikulum baru itu, kami di sini belum dengan standar nasional. “Banyak yang
mengacu pada standar kompetensi lulusan,
tahu persis,” katanya guru SMP Negeri 2 menjawab soal pilihan ganda dengan
kompetensi dasar setiap mata pelajaran,
Koala Pambuang, Seruyan, Kalimantan menghitung kancing baju,” kata Erwin seraya
Tengah, ketika dihubungi PENA PENDIDIKAN, kalender pendidikan atau alokasi waktu,
tertawa.
dan silabus setiap mata pelajaran.
Juli tahun lalu. Bagaimana KTSP berjalan setelah hampir
Silabus sendiri merupakan penjabaran
Penerapan Kurikulum 2004 alias satu tahun digulirkan? Menurut Erwin, belum
dari standar kompetensi dan kompetensi
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) banyak perkembangan berarti. Sekolah
dasar setiap mata pelajaran. Silabus harus
saja, kata Erwin, belum sesuai standar. dan guru belum sanggup membuat silabus
memuat materi apa saja yang diajarkan,
“Di sini siswa masih belum bisa lebih aktif pelajaran sesuai kebutuhan sekolah. Belum
kompetensi apa yang diharapkan dari
untuk bisa menunjukkan kompetensi lagi menerapkan metode pembelajaran yang
8 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-638 38 5/17/2007 6:27:48 AM
Kurikulum
menuju kurikulum KTSP,” kata Drs. Dalmono,
dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran
peserta didik pada satuan pendidikan
Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMA
(MGMP). “Koordinasi MGMP dalam satu
tertentu dari setiap mata pelajaran, dalam
Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di sana,
kabupaten bentuknya sharing bagaimana
rentang semester, indikator-indikator
materi pelajarannya kental sekali nuansa
pembelajaran yang akan dipakai,” kata Arik,
pencapaiannya, penentuan alokasi waktu
kemuhammadiyahan. Materi lain ya nantinya
alumni Pendidikan Matematika Universitas
secara rinci, sumber belajar yang digunakan
ditekankan pada penerapan KTSP mendatang
Negeri Malang.
(guru, buku, internet, dan lain-lain), dan
adalah pengetahuan tentang teknologi
Sementara di Kota Pelajar, Yogyakarta,
metode pembelajarannya harus berpusat
informasi yang didasarkan pada Islam.
belum semua sekolah telah melaksanakannya.
pada peserta didik.
Lain halnya, sekolah unggulan
SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, misalnya.
Persoalannya, guru dan sekolah selama
“Kami masih dalam proses perpindahan
bertahun-tahun belakangan ini, terbiasa SMAN Yogyakarta, yang tak merasa
mengajar berdasar ketentuan bikinan Pusat
DoK. 50 TAHUn pERKEmBAngAn pEnD. InDonESIA
yang sudah komplit. Mulai struktur kurikulum
yang seragam, silabus dan Rencana
Pembelajaran, bahkan soal-soal ujian dan
kunci jawaban sudah lengkap dengan juklak
dan juknis. Boleh dibilang, selama bertahun-
tahun guru terkebiri perannya sebagai
pengembang pembelajaran. Guru pun tak
lebih dari pelaksana kurikulum semata.
Akibatnya, sebagian besar guru gagap
menerapkan KTSP yang menghendaki
mereka lebih aktif. Model acuan silabus dari
Pusat Kurikulum, pada praktiknya digunakan
begitu saja mentah-mentah oleh sekolah.
Setidaknya itulah yang terjadi di Malang.
Tengoklah SMAN 12 Malang, misalnya,
Ketika PENA PENDIDIKAN berkunjung
Februari lalu, ternyata “makhluk” KTSP
masih saja membuat sejumlah guru di sana Kegiatan belajar mengajar tahun 1960
bingung. “Revolusi pembelajaran bikin
bingung, terutama dialami guru-guru yang
enjoy dengan cara pembelajaran ceramah,”
YANG BARU DARI KTSP
kata Arik Harianto, SPd, 28 tahun, guru
Matematika, sekaligus Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kurikulum SMAN 12 Malang. • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan
Sekolah memang bersepakat menerapkan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan
KTSP pada tahun ajaran 2007/2008. • Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah
Mereka berharap tahun ajaran depan para memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun
guru sudah siap. Rekan-rekan guru Arik Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
kebanyakan bingung dan gagap untuk • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model
menyusun silabus. “Sepintas memang sama kurikulum tingkat satuan pendidikan
dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. • Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan
Yang membedakan terletak pada rencana pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite
kegiatan serta jumlah jam pelajarannya Sekolah atau Komite Madrasah
saja,” kata Arik menambahkan. • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan peraturan tentang Standar
Tahun ajaran lalu, silabus dan rencana Isi dan Standar Kompetensi Lulusan mulai tahun ajaran 2006/2007
pelaksanaan pelajaran (RPP) di SMA 12 • Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah menerapkan peraturan tentang
Malang, adalah “contekan” dari sekolah lain. Di Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan paling lambat tahun ajaran 2009/2010
beberapa sekolah, menurut Arik, mengadopsi • Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum
mentah-mentah silabus yang dibikin Lembaga 2004 secara menyeluruh kurikulum baru ini untuk semua tingkatan kelasnya mulai
Penjaminan Mutu Pendidikan LPMP di provinsi tahun ajaran 2006/2007
adalah hal biasa. • Penyimpangan terhadap ketentuan penerapan peraturan ini hingga melebihi tahun ajaran
“Contek-menyontek” silabus antar 2009/2010 dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional
sekolah itu kemudian malah diseragamkan di • Gubernur, walikota, bupati dapat mengatur jadwal pelaksanaan peraturan ini disesuaikan
sekolah-sekolah di Malang. Silabus dan RPP kondisi dan kesiapan sekolah
disusun bersama guru-guru yang tergabung
9
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-639 39 5/17/2007 6:27:49 AM
Kurikulum
bermasalah dengan kurikulum anyar. SMA “Kurikulum sejelek apa pun ditangan guru pendidikan daerah akan KTSP, dinilai banyak
ini memadukan KTSP dengan kurikulum yang baik hasilnya akan baik dan sebaliknya kalangan karena lemahnya pelaksanaan
internasional, khususnya Cambridge of kurikulum yang baik di tangan guru yang sosialisasi. Permendiknas Nomor 24 Tahun
University. Sejak 2006, SMA merupakan kemampuannya kurang baik hasilnya 2006 sempat dituding sebagai biang
juga tidak akan baik. Baiknya memang
rintisan sekolah nasional berstandar lambannya sosialisasi KTSP. “Permendiknas
kurikulumnya baik di tangan guru yang baik
internasional (SNBI). “Kami tidak masalah Nomor 24/2006 tidak menyebutkan secara
pula,” kata Maman.
dengan adanya pergantian kurikulum,” tegas peran pemerintah daerah dalam
kata Drs. Maman Surakhman, Wakil Kepala sosialisasi KTSP. Mereka jadinya bersikap
acuh tak acuh,” kata Dra Diah Harianti, MPSi,
Bagian Kurikulum SMAN Yogyakarta.
Beleid Tambahan Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas.
Maman berpendapat, guru menjadi
Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, ahli
kunci penting pergantian kurikulum. Kurangnya pemahaman sekolah dan dinas
KALA LEER PLAN BERSALIN JADI KTSP
Rencana Pelajaran 1947 Terapannya nampak pada pelajaran bahasa
Kurikulum 1964 juga ditandai perubahan
Indonesia. Misalnya, melahirkan metode eja,
sistem penilaian di rapor. Mulai Tahun Ajaran
Inilah Kurikulum pertama masa kemerdekaan.
baik untuk membaca maupun menulis. Metode
1966/1967, rapor siswa kelas I dan II nilainya
Kala itu istilah leer plan, bahasa Belanda,
pembelajaran unsur menjadi bertolak belakang
huruf A, B, C, dan D. Nilai A diperuntukkan
(rencana pelajaran) lebih popular ketimbang
ketika pemerintah mengenalkan matematika
bagi siswa yang berprestasi “amat baik”, dan
curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi
modern pada 1971. Padahal guru hanya
nilai B untuk yang prestasi belajarnya “baik”.
pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi
menguasai pelajaran berhitung. Matematika
Selanjutnya, C bagi yang prestasinya dinilai
pendidikan Belanda ke kepentingan nasional.
sendiri punya cabang berhitung (aritmatika), ilmu
“cukup”, dan D untuk yang “kurang.” Siswa
Asas pendidikan ditetapkan Pancasila.
geometri (ilmu ukur) dan aljabar.
kelas III hingga kelas VI menggunakan penilaian
Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan
angka 10-100.
sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan
menyebut sejarah perkembangan kurikulum
Kurikulum 1975
diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya
Kurikulum 1968
memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran Pendekatan Kurikulum 1975 menekankan
dan jam pengajarannya, plus garis-garis besar Bergulirnya Kurikulum 1968 lebih bersifat pada tujuan. Maksudnya agar pendidikan lebih
pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi politis. Tujuannya lebih pada upaya mengganti efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah
pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan pengaruh konsep di bidang manajemen, yaitu
watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada MBO (management by objective) yang terkenal
materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum saat itu,” kata Drs. Mudjito Ak, MSi, Direktur
sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan 1968 menekankan pendekatan organisasi materi Pembinaan TK dan SD Depdiknas.
pendidikan jasmani. pada 9 mata pelajaran: kelompok pembinaan Metode, materi, dan
Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan tujuan
Rencana Pelajaran khusus.
Djauzak menyebut
Terurai 1952 Kurikulum 1968 sebagai
kurikulum bulat. “Hanya
Kurikulum ini lebih merinci setiap mata
memuat mata pelajaran
pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai
pokok-pokok saja,”
1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali.
katanya. Muatan materi
Seorang guru mengajar satu mata pelajaran,”
pelajaran bersifat teoritis,
kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar
tak mengaitkan dengan
Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia
permasalahan faktual di
16 tahun, Djauzak adalah guru SD Tambelan dan
lapangan. Titik beratnya
Tanjung Pinang, Riau.
pada materi apa saja
Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul
yang tepat diberikan
Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964.
kepada siswa di setiap
Fokusnya pada pengembangan daya cipta,
jenjang pendidikan.
rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana).
Metode
Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima
pembelajaran banyak
kelompok bidang studi: moral, kecerdasan,
dipengaruhi teori
emosional/artistik, keprigelan (keterampilan),
psikologi unsur.
dan jasmaniah.
40 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-640 40 5/17/2007 6:27:52 AM
Kurikulum
tidak mau, agar kurikulum tidak jalan di
kurikulum yang juga anggota Badan Standar diganti dengan Permendiknas Nomor 6
tempat, bukan cuma Depdiknas yang
Nasional Pendidikan, sependapat dengan Tahun 2007, yang dikeluarkan Februari
dituntut gerak cepat. Dinas pendidikan
Diah. Dalam kunjungannya ke sejumlah lalu. Permendiknas menegaskan Ditjen
daerah yang membawahi sekolah-sekolah,
daerah, Mungin menjumpai tak sedikit Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
harus lebih sigap lagi.
sekolah yang rampung membuat KTSP. yang sebelumnya hanya menggandakan
Semoga saja KTSP tidak hanya menjadi
Rancangan kurikulum itu diserahkan ke dinas dan mendistribusikan KTSP ke setiap
dokumen sejarah penggunaan kurikulum
pendidikan setempat untuk dilegalisasi. satuan pendidikan, diberdayakan lagi untuk
nasional belaka.
“Dinas pendidikan yang seharusnya melakukan bimbingan teknis, supervisi, dan
berperan sebagai supervisor malah tidak evaluasi pelaksanaan KTSP.
memahami apa itu KTSP,” katanya. KTSP pun belakangan ini diplesetkan DIpo HAnDoKo, mUKTI AlI (mAlAng),
Aturan sosialisasi KTSP, akhirnya menjadi Kurikulum Tidak Siap Pakai. Mau DAn m fATHonI ARIEf (YogYAKARTA)
DoK. 50 TAHUn pERKEmBAngAn pEnD. InDonESIA
1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal
Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas
sejumlah materi. Misalnya materi pelajaran
periode 1980-1986 yang juga
Kewarganegaraan mengenai Peristiwa 30
Rektor IKIP Jakarta -- sekarang
September 1965. Tafsir soal siapa dalang
Universitas Negeri Jakarta --
dan bagaimana peristiwa itu terjadi tidak lagi
periode 1984-1992. Konsep CBSA
berdasar skenario tunggal yang menuduh Partai
yang elok secara teoritis dan bagus
Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor utama
hasilnya di sekolah-sekolah yang
pemberontakan.
diujicobakan, mengalami banyak
deviasi dan reduksi saat diterapkan
secara nasional. Sayangnya, banyak
Kurikulum 2004
sekolah salah menafsirkan CBSA.
Sekolah Rakyat pada tahun 1947 Sehingga yang terlihat adalah Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis
suasana ruang kelas gaduh lantaran Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai
siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan
pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai
gambar, dan yang menyolok guru tak lagi
Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila
mengajar model berceramah. Penolakan CBSA
istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa,
bermunculan.
setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional
dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional masih berupa soal pilihan ganda. Sungguh
Kurikulum 1994 dan
khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, bertolak belakang. Bila target kompetensi yang
kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada
Suplemen Kurikulum
Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru praktik atau soal uraian yang mampu mengukur
1999
dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan seberapa besar pemahaman dan kompetensi
dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. “Saat siswa.
Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya
itu, pendidikan praktis terjebak dalam hirarki Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah
memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya.
tujuan,” kata Mudjito. Menurutnya, ada yang sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di
“Jiwanya ingin mengkombinasikan antara
tereduksi berulang-ulang ketika guru menjabarkan luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya
Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara
tujuan-tujuan: dari tujuan kurikuler, instruksional tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul
pendekatan tujuan dan pendekatan proses,” kata
umum hingga instruksional khusus. apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan
Mudjito menjelaskan.
pembuat kurikulum. Awal 2006 ujicoba KBK
Sayang, ramuan tujuan dan proses itu belum
dihentikan. Kini berganti lagi jadi KTSP.
juga cespleng. Kritik bertebaran, lantaran beban
Kurikulum 1984 belajar siswa dinilai terlalu berat. Dari muatan Dpo
nasional hingga lokal. Materi muatan
Kurikulum 1984 mengusung process skill
DoK. pEnA
lokal disesuaikan dengan kebutuhan
approach. Meski mengutamakan pendekatan
Kegiatan belajar mengajar lebih aktif
daerah masing-masing, misalnya bahasa
proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum
daerah, kesenian, keterampilan daerah,
ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang
dan lain-lain. Berbagai kepentingan
Disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan
kelompok-kelompok masyarakat juga
sebagai subyek belajar. Dari mengamati sesuatu,
mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk
mengelompokkan, mendiskusikan, hingga
dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum
melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar
1994 menjelma menjadi kurikulum super
Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning
padat.
(SAL).
Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998,
Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum
diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum
1984 adalah Profesor Dr. Conny R. Semiawan,
41
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-641 41 5/17/2007 6:27:58 AM
Ujian Nasional
Pelaksanaan UN di SMK Walisongo, Jakarta
foTo-foTo: ARIEn T W
KETIKA UJIAN
Harianto bisa tersenyum lepas. Namun,
tidak demikian dengan banyak siswa SMKN
4 Ngawi, Jawa Timur. Sampai-sampai,
sang kepala sekolah mencuri satu bundel
DINODAI KECURANGAN
soal ujian Bahasa Indonesia. Pak Kepsek
rela mencuri demi mendongkrak nilai
siswa-siswanya. Sejumlah kecurangan pun
menyeruak di tengah ketatnya pembuatan
Meski ditanggapi pro dan kontra Ujian Nasional yang dimajukan soal hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
jadualnya, tetap dilaksanakan. Ada kepala sekolah yang mencuri (LIhat: Kecurangan Mencari Celah)
Gambaran selintas itu setidaknya
materi soal demi mendongkrak nilai murid-muridnya. Secara nasional
menyiratkan ada perbedaan kepercayaan diri
rata-rata nilai ujian nasional sudah di atas standar kelulusan. SMA di juga kesiapan siswa dan sekolah. Perubahan
Jawa Timur merajai perolehan nilai. Jakarta terlempar dari lima besar. jadual ujian yang lebih cepat satu bulan dari
biasanya, jelas punya dampak psikologis.
P
Ade Irawan dari Koalisi Pendidikan
AGI itu Harianto bergegas ke sekolah. Indonesia. Rona tegang di wajah siswa
menilai UN yang minim sosialisasi itu secara
Hari itu memang bukan seperti SMKN 8 Jakarta itu sirna. Ia pun sudah bisa
psikologi telah menimbulkan kecemasan
hari-hari biasanya. Ia datang ke tersenyum lepas.
bagis siswa dan orangtua murid. Waswas
sekolah sebagai salah seorang peserta Ujian Harianto mungkin satu dari 2.075.800
itu muncul karena adanya standar nilai
Nasional. Harianto tiba di ruang ujian, sekira siswa SMA/sederajat yang tengah mengikuti
sejam sebelum bel tanda ujian dibunyikan. Ujian Nasional 17-19 April, dengan rasa kelulusan dari ,01 pada tahun 2002/200
Meski tampak tegang, ia mengaku sudah optimistis. Ujian Nasional yang jadualnya menjadi 5,0 pada 2007 ini. “Siswa dipaksa
siap ujian saat memasuki ruangan. dimajukan dari Mei menjadi April, itu menghafalkan pelajaran-pelajaran yang
“Nggak terlalu sulit. Karena selama dua akhirnya terlaksana juga, di tengah pro akan diujikan,” kata Ade kepada PENA
bulan terakhir sudah digelontor berbagai dan kontra. Ujian tingkat SMP/sederajat PENDIDIKAN.
soal latihan,” kata Harianto, begitu keluar Koalisi Pendidikan sendiri termasuk
yang diikuti .180.000 siswa juga telah
dari ruang ujian mengerjakan Bahasa kalangan yang menentang keberadaan ujian
diselenggarakan pada 24-26 April.
42 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-642 42 5/17/2007 6:28:00 AM
Ujian Nasional
nasional. Selain, alasan psikologis itu tadi, ada Mahkamah Agung mengenai uji materiil pernah melakukan survei mengenai kinerja
sejumlah penyimpangan penyelenggaraan terhadap Kepmendiknas Nomor 15/U/200 pendidikan dasar dan menengah pada 200.
Ujian Nasional. Yakni dari sisi pedagogik, tentang Ujian Akhir Nasional. Mendiknas “Survei ini menjadi bahan untuk melengkapi
yuridis dan ekonomi. Menurut pandangan pun dengan tegas menerbitkan Peraturan dan bahkan mendasari perumusan kebijakan
pedagogik, kemampuan peserta didik Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2005 dan rencana strategis peningkatan kualitas,
mencakup aspek pengetahuan (kognitif ), sebagai dasar penyelenggaraan UN. pemerataan, dan efisiensi pendidikan,”
keterampilan (psikomotorik), dan sikap Idealnya kegiatan penilaian penentuan kata Dodi Nandika, Sekretaris Jenderal
(afektif ). “UN hanya menilai kemampuan kelulusan siswa memang dilakuk an Depdiknas. Ketika survei itu dilakukan Dodi
kognitif,” kata Ade yang juga Kepala Divisi sekolah. Namun, hal itu memerlukan masih menjabat sebagai Kepala Balitbang
Monitoring Pelayanan Umum Indonesia syarat bahwa semua sekolah harus Depdiknas.
Corruption Watch (ICW). paham cara mengukur prestasi belajar Survei Balitbang ini berdasarkan data
Dari telaah hukum, Ujian Nasional siswa dan hasil pengukurannya bisa dari sekolah umum dan madrasah, dari
melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional dipertanggungjawabkan. taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah
Masalahnya, siapa yang bisa menjamin menengah, hingga perguruan tinggi.
Nomor 20 Tahun 200, khususnya Pasal
kalau penentuan kelulusan diserahkan ke Sekolah yang disurvei tersebar di 6.000 desa,
5 ayat 1. Aturan ini menyatakan standar
sekolah, tidak terjadi praktik mark up nilai
nasional pendidikan terdiri atas standar 4.500 kecamatan, 96 kota/kabupaten, dan
dan semua lulus seperti pada masa lalu.
isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga 0 provinsi.
Bukankah kalau anak-anak gampang lulus,
kependidikan, sarana dan prasarana, Hasil ujian nasional sebenarnya telah
penyelenggaraan pendidikan ala kadarnya,
pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian melampaui batas 4,50. Rata-rata nasional
anak-anak malas lantaran belajar atau tidak
pendidikan, yang harus ditingkatkan secara ujian sekolah di SD bahkan mencapai 6,41.
belajar toh lulus juga, akan mendorong
berencana dan berkala. Sedangkan UN Sedangkan UN di SMP, SMA, SMK mencapai
maraknya praktik-praktik korupsi-kolusi-
hanya mengukur kemampuan pengetahuan 5,76; 6; 5,9. “Kinerja pendidikan secara
nepotisme?
dan penentuan standar pendidik an nasional mendekati standar tapi disparitas
yang ditentukan secara sepihak oleh antarprovinsi dan kabupaten/kota cukup
pemerintah. tajam,” kata Dodi.
Kesenjangan Antarsekolah
Pasal 58 ayat 1 UU Sisdiknas menyebutkan Pada Ujian Nasional 2006 lalu, sekolah-
bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik sekolah di Jawa Timur kembali membuktikans
Pemerintah sendiri menyadari adanya
dilakukan oleh pendidik untuk memantau ebagai yang terbaik. SMA Negeri 1 Bangil,
kesenjangan antarsekolah dan daerah.
proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar Pasuruan, SMA Negeri 1 Banyuwangi, SMA
Makanya, standar kelulusan Ujian Nasional
peserta didik secara berkesinambungan. UN Negeri 1 Pandaan, Pasuruan, dan SMA
tidak serta merta dipatok tinggi. Awalnya,
dianggap merampas hak guru melakukan Negeri 1 Ponorogo, adalah peringkat empat
ketika masih bernama Ujian Akhir Nasional,
penilaian dan mengabaikan unsur penilaian besar terbaik, Ujian Nasional SMA program
standar kelulusan dipatok nilai minimal
berupa proses. studi IPA.
,01. Kemudian tiap tahun ditingkatkan
Selain itu, pada pasal 59 ayat 1 SMA 1 Bangil bahkan nomor satu juga
standarnya, hingga mencapai nilai minimal
dinyatakan, pemerintah dan pemerintah untuk program studi IPS dan Bahasa. Rata-
5 pada UN 2007 ini.
daerah melakukan evaluasi terhadap rata nilai ujian nasional di SMAN 1 Bangil
Badan Penelitian dan Pengembangan
pengelola, satuan jalur, jenjang, dan jenis untuk bahasa Indonesia (9,46), Bahasa
(Balitbang) Departemen Pendidikan Nasional
pendidikan. Tapi dalam UN pemerintah
hanya melakukan evaluasi terhadap hasil Siswi SMK 8 Jakarta yang sedang mengikuti UN
belajar siswa yang sebenarnya merupakan
tugas pendidik.
Koalisi Pendidikan menuding Ujian
Nasional hanya memboroskan anggaran
negara. Tahun ini, dana UN mencapai Rp
244 miliar. Masing-masing sebesar Rp 16
miliar untuk pelaksanaan UN SMP, Rp 9
Miliar untuk SMA dan sisanya sekitar Rp 15
miliar untuk biaya operasional tim pemantau
independen. Tahun lalu, dana APBN yang
tersedot buat UN mencapai Rp 260 miliar,
plus dana APBD dari untuk pelaksanaan UN
di daerah.
Kritik ber tubi-tubi itu ditanggapi
Menteri Pendidikan Nasional Bambang
Soedibyo dengan tenang. Apalagi setelah
dikeluarkannya ketetapan hukum dari
4
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-643 43 5/17/2007 6:28:03 AM
Ujian Nasional
Inggris 9,80, dan matematika 9,71. Herannya,
tak ada SMA Jakarta di 25 besar, kecuali
SMAK 1 BPK PENABUR. Mereka ini bahkan
dipecundangi SMA Negeri 2 Karawang, yang
menempati peringkat 5 nasional dengan
total nilai 28,16.
Di tingkat SMP, jawaranya adalah SMP
Internat Al Kautsar, Sukabumi. Lagi-lagi tak
ada SMP Jakarta unjuk gigi. Hanya ada SMP
Labschool Kebayoran dan SMP 2 PENABUR
yang menyelamatkan muka Ibu Kota.
Ujian Nasional memang masih
menimbulkan pendapat pro dan kontra.
Harus diakui bahwa peta pendidikan di
Tanah Air masih timpang. Ibarat wajah,
foTo-foTo: ARIEn T W
masih banyak bagian yang perlu dipermak,
sebagian dipoles.
Para pengawas sedang menata
ulang lembar soal dan jawaban
m fAlIKUl ISBAH
KECURANGAN MENCARI CELAH
S Yunan Yusuf, Ketua Badan Standar Nasional
terjadi di Ngawi, Jawa Timur. Seorang kepala
IKAP tak terpuji masih saja mewarnai
Pendidikan (BSNP), dalam Konferensi Pers,
sekolah mencuri satu amplop soal.
pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Baik
awal 4 Mei lalu.
Toh, celah kecurangan tetap ada. Modus
yang diselenggarakan di tingkat SMA/MA,
Di antaranya, madrasah Al Khiairaat yang
operandinya bermacam-macam. Misalnya,
SMK (17-19 April 2007) dan SMP/MTs,
menyimpan soal. Di Jawa Barat berkembang
ketika bahan UN diambil pukul 05.00 pagi,
SMPLB dan SMALB (24-26 April 2007).
isu di Bandung telah terjadi kebocoran kunci
maka waktu luang pada pukul 05.00-07.30
Dari soal kunci jawaban yang tiba-tiba beredar
jawaban. Namun, tim investigasi menyatakan
digunakan oknum guru atau kepala sekolah
di kalangan siswa, hingga kepala sekolah yang
tidak ada kebocoran kunci jawaban. Di SMAN
membuka amplop soal UN dan mengerjakan
nekat mencuri lembar soal, demi mendongkrak
2 Tarogong Kidul Garut, guru olahraga, wakil
soal tersebut di tempat rahasia dengan cepat
nilai siswa-siswanya.
kepala sekolah, dan kepala sekolah terbukti
dan segera menutup kembali paket soal
Padahal, distribusi soal UN sudah dijaga
membantu siswa menyelesaikan jawaban soal
tersebut dengan rapi. Hasil jawaban yang
super ketat. Master soal dikirim dari tingkat
matematika dan Bahasa Inggris 10 menit
diedarkan dalam bentuk contekan-contekan
pusat ke penyelenggara tingkat provinsi. Serah
terakhir menjelang akhir waktu ujian.
kecil yang dibawa masuk ke ruang ujian oleh
terima langsung di percetakan yang ditunjuk
Di Sumatera Barat, terjadi boikot ujian
guru sekolah penyelenggara.
gubernur sebagai pemenang tender. Acara
yang dilakukan oleh siswa SMKS Dhuafa.
Model lain dengan memanipulasi jumlah
penyerahan disaksikan kepala dinas provinsi,
Mereka melakukan walk out pada hari kedua
peserta ujian dengan jumlah soal yang
tim pemantau independen dan aparat
UN dan tidak mengikuti UN hari ketiga
dibagikan. Ada sekolah yang dengan sengaja
kepolisian. Master soal ujian diawasi kepolisian
untuk Bahasa Inggris. Awalnya isu boikot
mendesain jumlah bangku ujian untuk 18 atau
dan tim pemantau.
terjadi karena ada perlakuan tidak adil SMKN
20 soal. Sisa soal diambil oknum guru untuk
Percetakan tidak dibenarkan melakukan
5 Padang selaku penyelenggara UN. Terbukti
dikerjakan dan kemudian dibagikan kepada
penelaahan soal, editing, pengetikan ulang
aksi itu semata dilakukan karena ketidaksiapan
siswa dalam bentuk pesan pendek di ponsel
naskah soal, maupun merubah setting lay out,
siswa.
atau contekan-contekan kecil.
termasuk mengatur tata letak gambar. Bahan
Kebocoran soal terjadi di Maluku Utara.
Kasus lain yang ditemukan, ketika sisa
UN yang rusak segera dimusnahkan disaksikan
Penyelenggara ujian membagikan keseluruhan
soal disimpan di ruang kepala sekolah maka
aparat kepolisian dan tim pemantau. Selama
soal pada H-1 ke semua sekolah di Ternate.
oknum kepala sekolah/ guru yang berambisi
soal belum dibagikan juga dijaga ketat aparat
Kasus parah ya pak kepala SMA PGRI 4 Ngawi
mencapai rangking tinggi menyuruh orang
dengan pengamanan tiga jenis gembok
yang mencuri satu set soal bahasa Indonesia
mengerjakan soal tersebut di ruang khusus
berbeda.
dan kaset bahasa Inggris. Juga di Sumbawa,
dan membagikannya via sms, contekan kecil,
Distribusi juga dilaksanakan di bawah
NTT, naskah dicuri dua guru. Sementara d
bahkan ditulis secara terang-terangan di papan
pengawalan ketat kepolisian dan harus
MTs Pringgasela, pengawas memberikan kunci
tulis dan dibacakan.
dilaksanakan pada waktu sedekat mungkin
jawaban pada siswa.
Tercatat 37 kasus kecurangan dan
dengan waktu pelaksanaan ujian. Toh, hingga
mURnITA DIAn KARTInI
pelanggaran di tujuh provinsi diungkap M.
tahap ini hanya ada satu kecurangan yang
44 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-644 44 5/17/2007 6:28:06 AM
Ujian Nasional
DARI UJIAN NEGARA KE Pada era Ebtanas dikenal rumus NA = (P+Q+R)/3. NA adalah
Nilai Akhir, P adalah nilai cawu I, Q merupakan nilai cawu II, dan R
UJIAN NASIONAL adalah NEM. Dengan rumus seperti itu, berapa pun NEM, setelah
ditambah dengan nilai cawu atau semester yang dikatrol secara
I fantastis, hasilnya memenuhi syarat kelulusan. Misalnya, bisa saja
NDONESIA bisa menjadi contoh menarik adanya beragam
NEM mata pelajaran matematika hanya 2, tetapi di ijazah tertulis 7.
pola ujian nasional di sekolah. Sebut saja sejak era 1945-1969,
Hitungannya, NEM matematika 2 digabung hasil cawu I dan II, yang
siswa saat itu mengenal Ujian Negara. Berturut-turut setelah itu
masing-masing dikatrol menjadi 9, sehingga total nilai gabungan 20.
ada Ujian Sekolah (1970-1982), Evaluasi Belajar Tahap Akhir
Setelah dibagi tiga dan dibulatkan, ketemulah angka 7.
Nasional (1983-2002), Ujian Akhir Nasional (2003-2005) hingga
NEM tak ubahnya macan ompong. Lulusan 100% mudah
yang terakhir Ujian Nasional, mulai 2006 lalu.
dicapai. Namun buntutnya mutu lulusan rendah dan banyak terjadi
Perubahan berbagai model ujian itu, setidaknya karena
praktik markup nilai. “Jadi, sebagai pengendali mutu lulusan, sistem
diyakini sistem tersebut memiliki keunggulan pada masanya.
NEM ini hampir tidak ada gunanya juga,” ujar Bahrul.
Ujian Negara yang hampir seperempat abad diterapkan, mutlak
Ujian Akhir Nasional hampir mirip dengan model Ujian
dikontrol negara, baik materi ujian maupun penetapan kelulusan.
Nasional. Prinsipnya sama-sama memadukan Ujian Negara dan
“Sekolah tidak punya peran sama sekali. Seluruh mata pelajaran
Ujian Sekolah. Perbedaan sangat mendasar adalah nilai ujian
diujikan secara nasional,” kata Bahrul Hayat, mantan Kepala
nasional menentukan kelulusan. Sekolah tidak bisa main-main
Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas, yang kini menjabat sebagai
mengutak-atik nilai. Fungsi pengendali mutu lulusan dan praktik
Sekretaris Jenderal Departemen Agama.
mark up nilai berhasil diterapkan.
Ujian Negara dianggap unggul dalam mengendalikan standar
Kelemahannya, angka kelulusan menjadi lebih rendah. Pada
mutu lulusan. Siswa yang lulus mutunya benar-benar bagus.
tahun pertama diberlakukan, 2003, nilai kelulusan masing-masing
Namun, pada era akhir 1960-an, banyak ahli pendidikan yang
matapelajaran, hanya 3,01. Baru pada 2004, dinaikkan minimal
mengkritik bahwa kegiatan penilaian dan penentuan kelulusan
4,01. Toh angka kelulusannya maish rendah. Pada ujian akhir
siswa merupakan hak pedagogis guru. Alasannya, guru paling tahu
nasional 2005, saja rata-rata kelulusan SMP dan SMA tak jauh
materi yang diajarkan dan keragaman kemampuan siswa dalam
dari angka 80%. Artinya, hampir seperlima siswa tidak lulus.
menyerap bahan ajar.
Pada Ujian Nasional 2006, ketika angka batas lulus dinaikkan
Ahli pendidikan juga menilai standar tinggi Ujian Negara hanya
menjadi 4,5 ternyata diimbangi jumlah kelulusan. Persentase
sah diberlakukan bila seluruh sarana dan prasarana sekolah sama
kelulusan peserta ujian-yang terdiri atas siswa sekolah menengah
atau memenuhi standar kelayakan. Akibatnya, cukup banyak siswa
atas, madrasah aliyah, dan sekolah menengah kejuruan--meningkat
dari sekolah kelas bawah tidak lulus. ”Banyak ahli pendidikan
drastis, mencapai lebih dari 90 persen.
berpendapat Ujian Negara tidak sejalan dengan rasa keadilan
Rembuk Nasional Pendidikan 2007, April lalu, menggulirkan
dalam pendidikan,” kata Bahrul.
keputusan anyar. Jenjang SD mulai 2008/2009 menerapkan Ujian
Ujian Sekolah merupakan kebalikan total dari Ujian Negara.
Nasional, yang juga menjadi penentu kelulusan. Banyak kalangan
Sayangnya, teori para ahli pendidikan pendukung model ini, tak
khawatir Ujian Nasional SD bisa berdampak mengurangi angka
sejalan di lapangan. Otonomi penuh sekolah justru menjadikan
partisipasi murni (APM) jenjang SMP. Padahal, pemerintah
sekolah seenaknya memberi nilai murid-muridnya. Siswa gampang
menargetkan terpenuhinya Wajib Belajar 9 Tahun pada 2008.
sekali lulus, bahkan lulus 100%. Fungsi eksternal penilaian sebagai
pengendali mutu lulusan menjadi hilang.
m fAlIKUl ISBAH
Walhasil, kala itu bak sudah jamak terjadi praktik
penggelembungan (mark up) nilai ijazah. Mutu lulusan ujian
sekolah cenderung merosot drastis. Fenomena yang menonjol
saat itu adalah guru mengajar santai. Siswa bersikap semau
gue, karena merasa dijamin lulus semua. Kalau nilai jeblok,
tinggal sogok sana sogok biar lulus.
Babak berikutnya paduan Ujian Negara dan Ujian Sekolah,
yakni Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional alias Ebtanas.
Mata pelajaran yang diujikan secara nasional enam sampai
tujuh. Sisanya, berupa ujian sekolah. Hasil ujian nasional itu
disebut Nilai Ebtanas Murni (NEM). NEM tidak menentukan
kelulusan siswa. NEM hanya untuk seleksi jenjang pendidikan
di atasnya. Penentuan kelulusan tetap di tangan sekolah. Nilai
akhir ijasah penentu kelulusan merupakan gabungan NEM
dan nilai catur wulan (cawu)/semester I dan II. Model ini
belakangan dinilai memberi peluang sekolah mengatrol nilai Siswa sedang melihat pengumuman
setelah dilaksanakan UN di SMK 56 Jakarta
semester atau cawu agar nilai ijasah tetap oke.
45
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-645 45 5/17/2007 6:28:10 AM
Olimpiade Sains
MENGGAPAI KAMPIUN eksperimen 47,2 dari total 50. Keberhasilan
Jonathan dkk itu merupakan pencapaian
tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia
DUNIA LEWAT SAINS
di Olimpiade Fisika Internasional (IphO)
sejak 199. Artinya, butuh 1 tahun buat
menggapai prestasi terbaik.
Pencapaian gemilang tim olimpiade
fisika itu sesuai obsesi Yohanes Surya.
Di tingkat nasional masih dikuasai provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Yohanes Surya jauh-jauh hari mematok
Penjaringan bibit unggul hingga Madura dan Papua. Tim Olimpiade Fisika target menjadikan Indonesia juara dunia.
membuktikan diri sebagai juara dunia. Muncul kelas super dengan siswa Yohanes saban tahun kerja ekstra keras
IQ di atas 150 sebagai wahana melahirkan jawara sains. mempersiapkan timnya. Kali pertama
berpartisipasi di IPhO 199 di Amerika Serikat,
Indonesia pulang dengan penghargaan
T
yang andilnya sangat besar mengantarkan honorabel mention. Emas pertama diraih
IM Olimpiade Fisik a Indonesia
Jonathan dkk meraih prestasi puncak.
( TOFI) menguk ir sejarah pada tim Merah Putih pada IPhO 1999 di Padova,
Di ajang itu Indonesia yang memperolehan
penyelenggaraan International Physics Italia melalui I Made Wirawan (SMAN 1
empat medali emas, sebenarnya kalah satu
Olympiad di Singapura, 8-17 Juli. Bahkan Bangli, Bali).
emas dibanding China. Namun, juara
layak ditulis dengan tinta emas buat anggota Kebahagiaan bertambah kala Indonesia
dunia ditahbiskan kepada tim Merah Putih
TOFI yang terdiri dari Jonathan Pradana berhasil “mengungguli” China di kandang
lantaran prestasi top yang diraih Jonathan
Mailoa, Pangus Ho, Irwan Ade Putra, Andy mereka saat ajang Olimpiade Fisika Asia Ke-8
Pradana Mailoa yang dinobatkan sebagai
Octavian Latief, dan Muhammad Firmansyah di Shanghai, China, 22-28 April 2007. Peroleh
absolute winner. Jonathan mengungguli
Kasim. Juga Profesor Dr Yohanes Surya medali Indonesia dua emas, tiga perak dan
dua perunggu plus satu Honorable Mention.
sang pembimbing sekaligus pendiri TOFI 82 peserta lain dengan nilai teori dan
Tim Indonesia A dan B berpose di depan back-drop setelah acara pembukaan APhO 8 Shanghai
foTo-foTo: WWW.TofI.oR.ID
46 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-646 46 5/17/2007 6:28:11 AM
Olimpiade Sains
MENANTI SELAIN JAKARTA 29 medali, 9 di antaranya emas. BPK PENABUR menyumbang
hampir 40% perolehan medali kontingen DKI Jakarta dengan
DAN JATENG capaian 17 emas, 21 perak, dan 36 perunggu. Bahkan emas Jakarta,
separuhnya digapai siswa BPK PENABUR.
N AFIS Ulin Nuha mungkin belum menjadi perbincangan
Kedigdayaan DKI Jakarta yang menjuarai OSN IV 2005, di
hangat di pentas olimpiade internasional. Prestasinya di
Jakarta dihentikan tim tuan rumah, Jawa Tengah. Jawa Tengah jadi
Olimpiade Sains Nasional (OSN) V di Semarang, 4-9 September
juara umum dengan capaian 19 emas, 31 perak, 40 perunggu.
lalu “baru” menyabet medali perunggu bidang matematika tingkat
Olimpiade sains belakangan ini menjadi ajang pembuktian
sekolah dasar (SD).
sekolah sebagai yang terbaik. Sayangnya, OSN masih dikuasai
Namun perunggu Nafis itu kebanggaan luar biasa bagi
provinsi langganan juara: Jawa Tengah dan DKI Jakarta. “Kami
Parjan, pembimbingnya di sekolah. “Ini untuk pertama kalinya
tidak berharap banyak. Paling mereka-mereka yang berjaket
sekolah kami meraih medali, bahkan Banjarnegara baru kali ini
oranye itu yang mendominasi medali,” kata Bontor, pejabat dari
pula berhasil meraih perunggu dan satu-satunya medali yang
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Duta-duta Jakarta
dicapai,” kata guru SDN 1 Wanadadi Banjarnegara, Jawa Tengah
mengenakan seragam jaket oranye.
ini ketika ditemui PENA PENDIDIKAN, di arena lomba OSN
Prestasi tim Kalimantan Barat sebenarnya tidaklah buruk: 2
V di Semarang.
emas, 2 perak, 4 perunggu. Posisinya di peringkat delapan dari 33
Kebanggaan luar biasa juga dirasakan Irene Cindy Sanur. Siswi
provinsi. Masih lebih baik dibanding provinsi Bangka Belitung,
SMP Mater Inviolata Flores Timur ini menyumbang perunggu
Gorontalo, Maluku, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara,
buat Nusa Tenggara Timur dari total medali yang diraih satu perak
dan Sulawesi Barat, yang pulang ke daerah tanpa sekeping pun
dan dua perunggu. Begitu juga kebahagiaan Reza Auliandra, peraih
medali.
perunggu matematika --satu-satunya medali yang dibawa pulang
Penguasa perhelatan hingga lima kali digelar hanya Jateng dan
kontingen Nanggroe Aceh Darussalam. “Saya tidak menyangka
DKI Jakarta. Jateng menjadi yang terbaik di OSN I 2002 di
bisa meraih medali,” kata Reza, siswa SMAN 2 Modal Bangsa,
Jogjakarta dan OSN III 2004 di Pekanbaru.
Aceh Besar.
Sedangkan DKI Jakarta jawaranya OSN II
Prestasi Nafis, memang, bukan tandingan Nathan Darius.
2003 di Balikpapan dan OSN IV 2005 di
Nathan, siswa SDK Tirta Marta, Jakarta, bukan cuma menggondol
Jakarta. Di luar Jawa Tengah dan Jakarta,
emas. Melainkan juga memborong penghargaan sebagai peserta
hanya Jawa Timur, Jawa Barat, dan
terbaik kategori teori dan eksplorasi matematika. Nathan juga
Sumatera Utara --satu-satunya
dinobatkan sebagai peserta terbaik. Membandingkan SD 1
provinsi luar Pulau Jawa--
Wanadadi pun bukan taranya bagi SD Tirta Marta.
yang bisa bersaing di tiga
SDK Tirta Marta merupakan sekolah di bawah naungan
besar.
Yayasan BPK PENABUR. Pada OSN sekolah-sekolah yang
tergabung dalam Yayasan BPK PANABUR Jakarta, merajai dengan Dpo
keikutsertaan di ajang
Memang, jauh dari capaian tujuh mediali (SMAN 1 Jember), plus Honorable Mention
Thailand Elementary
emas yang diborong China. diraih Sandy Adhitya dari Ekahana (SMAK
Mathematics Contest (Themic) di Bangkok,
Namun, emas yang diraih Muhammad 1 BPK PENABUR Jakarta). Yang sangat
Firmansyah Kasim bisa menerobos dominasi mengejutkan, medali emas Indonesia diraih 200. Direktorat Pendidikan TK dan SD,
lima terbaik yang dikuasai China. Apalagi, itu diraih pelajar kelas I. Padahal, hampir ketika itu, juga menggelar Asena Primary
siswa kelas I SMAN Athirah Makassar semua peserta adalah kelas III SMA. Mathematics and Science Olympiad di
itu berhasil menggungguli perolehan Jakarta pada tahun itu juga. Hasilnya,
nilai eksperimen Yun Yang, jagoan China Indonesia memborong 4 emas, 6 perak dan 9
SD Mulai Berjaya
yang dinobatkan sebagai absolute winner. perunggu, sekaligus menjadi juara umum.
Firmansyah kalah di nilia teori, sehingga Di tahun-tahun berikutnya, ajang
Prestasi tim olimpiade fisik a itu
total nilainya 42,2, terpaut 0,1 dari Yun ini bersalin nama menjadi International
memang lebih mengilap dibanding tim
Yang. Mathematics and Science Olympiad for
olimpiade bidang studi lainnya. Sejarah
Medali emas lainnya digapai Rudi Primary School (IMSO). Pesertanya selain
mencatat, Indonesia kali pertama mengikuti
Handoko, siswa kelas I SMA Sutomo 1 negara Asean, plus China, Taiwan, Turki,
Olimpiade Matematika Internasional (IMO)
Medan. Sedangkan medali perak diraih India, Pakistan, Srilangka, Afrika Selatan.
di Australia pada 1988. IMO sendiri sudah
Musswadah Mukhtar (SMAN 78 Jakarta), Pada IMSO 2005 bertambah negara-negara
diselenggarakan sejak 1959.
David Halim (SMA Xaverius Bandar Lampung) seperti Azerbaijan, dan Ukraina. Sayangnya,
Kedigdayaan juara matematika nasional
dan Ivan Gozali (SMA Kanisius Jakarta). pada IMSO 2006 lalu, prestasi gemilang
belakangan mulai bisa disejajarkan dengan
Medali perunggu diraih Yosua Maranatha siswa Tanah Air gagal berbicara banyak.
siswa dunia, setidaknya di tingkat sekolah
Hanya Nathan Darius, satu-satunya
dasar. Bermula dari dua perunggu dalam
(SMAN Yogyakarta), Adam Badra Cahaya
47
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-647 47 5/17/2007 6:28:17 AM
Olimpiade Sains
peraih medali emas. Di bidang matematika itu, peserta tuan rumah terantuk soal- memang memerlukan daya nalar tinggi.
Indonesia harus puas dengan perolehan 1 soal eksplorasi. Bivan Al Zacky, misalnya, Menurut dosen Universitas Pendidikan
emas, perak, 9 perunggu. Perak dicapai mengakui soal eksplorasi tergolong pelik. Indonesia Bandung ini soal eksplorasi
Jessica Handojo, Maxmilian Sutanto, dan Siswa kelas enam SD Tunas Karya 2, Gading mengharuskan peserta mengembangkan
Stephen Sanjaya. Sedangkan perunggu diraih Indah, Kelapa Gading, Jakarta itu memang nalarnya dengan bantuan berbagai
Muhammad Rizky Rahmananda, Rahadiyan mengerjakan semua soal. “Tapi enggak tahu alat peraga. Peralatan itu, kata Tatang,
Whisnu, Bivan, Ahmad Mutafakkir, Yusuf Adi, deh betul apa enggak. Yang bikin pusing mendorong siswa mengamati fenomena
soal-soal eksplorasi,” kata Bivan kepada PENA
Natasha Thea, Reza, dan Harfiyanto. dan situasi-situasi yang ada. “Matematika
PENDIDIKAN, kala itu.
S edangk an lomba bidang sains, bukan sekadar abstrak. Peralatan di soal
Indonesia tak memperolah satu emas pun. Menurut Akhmad Muklis, juri dari eksplorasi mendorong peserta berpikir
Hingga akhir lomba yang diikuti 119 siswa Indonesia, soal-soal IMSO 2006 memang jauh sederhana lalu menyelesaikannya. Di bagian
dari 12 negara itu, pencapaian medali lebih menantang dibanding perlombaan ini tidak ada soal rutin seperti yang mereka
tahun lalu. Tantangan datang dari soal-soal pelajari di sekolah,” kata Tatang.
Indonesia hanya perak dan 10 perunggu
eksplorasi untuk bidang Matematika. Soal
plus satu penghargaan. Posisi Nathan
matematika terdiri dari 25 isian singkat
dkk ini jauh di bawah China Taipei yang
Teori dan Eksplorasi
memboyong emas, perak, 1 perunggu dan 1 soal eksplorasi. “Levelnya memang
dan satu tropi. Negeri tetangga, Thailand beda karena ajang ini internasional. Peserta Soal-soal IMSO 2006 dibedakan
meraih total medali 2 emas, 2 perak, kita kesulitan menghadapi soal eksplorasi. dua bagian: teori dan eksplorasi atau
perunggu dan satu tropi. Negeri kota Kalau untuk teori anak-anak kita bagus,” kata eksperimen untuk bidang sains. Tes teori
Singapura sukses memboyong juara umum Muklis, dosen matematika Institut Teknologi meliputi pertanyaan dengan jawaban
Bandung. singkat, uraian dan esai. Sedangkan
dengan memborong 4 emas, 4 perak dan
Tatang Hernawan, sesama juri dari soal eksplorasi menjadi ikon Indonesia.
perunggu.
Indonesia, juga menilai soal-soal eksplorasi Sebab, soal model ini hanya ada di sini. Di
Pada penyelenggaraan IMSO 2006
KARYA ILMIAH DOELOE, medali emas jumlahnya tidak hanya satu. Jumlahnya tergantung
kesepakatan antara penyelenggara dan sponsor pemberi hadiah.
OLIMPIADE KINI Pada OSN I masih terbatas pada lomba mata pelajaran
tingkat SMA: fisika, kimia dan matematika. Pada OSN II 2003
1 di Balikpapan, murid SD dan SMP dilibatkan. Seterusnya OSN
988, 18 tahun lampau. Indonesia kali pertama mengikuti
diikuti siswa SD/MI hingga SMA/MA. Pada OSN IV 2005
ajang Olimpiade Internasional Matematika (IMO). Lantas
di Jakarta terjadi penambahan bidang lomba yakni astronomi.
berpartisipasi di Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) pada
Sedangkan pada OSN V di Semarang ini, ekonomi dan komputer
1993, Olimpiade Biologi Internasional (IBO) pada tahun 2000,
mulai diperlombakan. Yang juga perlu dicatat. Peserta perempuan
Olimpiade Kimia Internasional (IChO) tahun 1997 dan Teknologi
dalam lomba bidang komputer rupanya cukup besar: 30% dari
Komputer (IOI) tahun 1995. Kemudian Olimpiade Astronomi
113 peserta.
Internasional (IAO) tahun 1995 hingga debat bahasa Inggris
berlabel World School Debating Championship
(WSDC). Tim Indonesia A & B di ajang APhO 2007 Shanghai, China saat dilepas
Barulah pada 2002, Olimpiade Sains Nasional Dirjen Mandikdasmen di Gedung E Depdknas Jl. Sudirman Jakarta
lahir kali pertama dan digelar di Jogjakarta.
Sebelum kelahiran OSN, ajang ilmiah yang
diperlombakan adalah Lomba Penelitian Ilmiah
Remaja oleh Departemen Pendidikan Nasional
dan Lomba Karya Ilmiah Remaja oleh Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Konsep olimpiade melombakan kemampuan
peserta secara individual terhadap pemahaman
konsep ilmu dasar, baik secara teori dan praktik.
Sedangkan lomba penelitian dan karya ilmiah lebih
mengarah pada penerapan ilmu dalam kehidupan
sehari-hari. Pada kriteria tertentu, peserta lomba
karya tulis dan olimpiade adalah kelompok.
Peserta lomba penelitian dan karya tulis juga
hanya siswa SMP dan SMA. Yang lebih mencolok
lagi pada olimpiade juara pertama atawa peraih
48 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-648 48 5/17/2007 6:28:21 AM
Olimpiade Sains
Metode Penyusunan Soal
BUAT YANG SUPER CERDAS Penyusunan soal yang bikin pusing
peserta itu membuktikan bahwa juri
J UARA dunia fisika, mengungguli China di satu sisi, adalah obsesi Profesor Yohanes tak sembarang mengeluark an soal.
Surya yang menajdi kenayataan. Namun ada satu lagi yang masih menjadi dambaan Pembahasannya saja menghabiskan waktu
pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) itu, yakni mencetak 500 fisikawan pada setahun. Pembahasan melibatkan ahli
2020 mendatang. Satu di antanra bisa meraih Nobel Fisika. matematika dari sejumlah institusi. Yakni ITB,
Salah satu upaya Yohanes itu didekati dengan mendirikan Kelas Super Cinta Negeri. UPI, PPPG Matematika, Universitas Negeri
Kelas ini memang diperuntukkan bagi siswa dengan IQ minimal 150 dan nilai rata- Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan
rata di SMP 9,5. Saat ini baru ada di SMA Negeri 3 Jakarta. Kelas ini dibuka mulai Direktorat Pembinaan TK-SD.
2005/2006 berkat kerjasama dengan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Setiap institusi mengusulkan soal. Soal-soal
Jakarta dan BMW Indonesia. itu dikumpulkan dan didiskusikan. Panitia
Mata pelajaran di sana sedikit berbeda dengan kelas reguler. Sebanyak 20 siswa di juga meminta semua peserta dari negara lain
tahun pertama itu disiapkan menguasai matematika, fisika, kimia, bilogi, dan komputer, mengirimkan usulan soal. Soal-soal itu dipilah-
bidang-bidang yang dilombakan dalam olmipiade. Selain itu juga ada pelajaran agama, pilah menurut tipe (aritmatika, statistika,
seni dan olahraga plus etika. Perbedaan yang menyolok adalah materinya yang super. geometri, data, dan pengukuran). Juga
Pengajarnya pun bukan sembarangan ada 60 doktor dari berbagai perguruan tinggi dikelompokkan menurut tingkat kesukaran.
ternama. “Pelajaran sains kelas I setara dengan tingkat pertama universitas,” kata Ade Soal yang dikeluarkan atas persetujuan
Cristian Aritonang, staf operasional kelas super. para tutor dari semua peserta. Kumpulan
soal itu digabung dengan sumbangan para
juri, baru akhirnya diputuskan juri, yang
semuanya dari Indonesia, mana saja yang
Sang juara dunia Olimpiade Fisika Internasional 2007, Singapura
layak diujikan. Oleh karena itu soal-soal
pilihan juri masih didiskusikan lagi dengan
para tutor dari semua peserta. Bersama tutor
juga dibahas sistem penilaian dan skoring.
Barulah dicapai putusan finalnya.
Dalam masa pembahasan, soal-soal itu
juga telah diujicobakan ke pengawas, kepala
sekolah dan guru matematika di sejumlah
daerah. Tapi, “Mereka yang dites tidak
mengetahui sedang menjadi objek uji coba
soal,” kata Elvira, panitia seksi lomba IMSO
2006. Mengapa diujicobakan ke guru, tak
lain agar sekolah paham bermacam-macam
soal yang sebenarnya berbasis kurikulum SD
tapi sudah dimodifikasi.
Selain kajian oleh para ahli matematika,
soal-soal itu juga dicermati dari sisi
psikologis. “Kami melibatkan para psikolog.
Kami kaji apakah akan menyebabkan murid
bisa coba-coba dulu, supaya mengetahui
negara lain tak mengenal tes eksplorasi
SD nervous atau menimbulkan efek samping
jawaban benar atau tidak. Peraga hanya
matematika. Bidang IPA juga sama, ada
apa tidak,” kata Elvira yang selalu menjadi
membantu. Kalau peserta bisa menjawab
tes teori dengan jawaban singkat, uraian
tanpa menggunakan peraga, peraganya
singkat dan esai. Semua soal hanya diberi panitia lomba IMSO sejak digelar 200.
boleh saja tidak dipakai,” kata Tatang.
waktu mengerjakan dua jam. Soal-soal juga diujicobakan ke siswa dari
Matematika misalnya, siswa diajak
Tes eksplorasi yang dikeluhkan susah sejumlah sekolah berkualitas di beberapa
menerapkan bilangan pecahan dengan
oleh banyak peserta jumlahnya enam. daerah, baik negeri dan swasta. Selain untuk
persamaan X dan Y. Adapun untuk bidang
Jenis soal sendiri, masih menurut Tatang, menguji kualitas soal, sekaligus mencari
Sains, siswa diarahkan mempertegas
berupa pemecahan masalah (problem bibit bagus yang luput dalam rekrutmen tim
pengenalan dan nalarnya akan sifat-
base). Soal eksplorasi yang sekilas cuma olimpiade. Selama ini mereka yang mewakili
sifat hewan dan tumbuhan pada
mirip permainan. Macam alat peraganya IMSO adalah para jawara Olimpiade Sains
kelompok tertentu. Selain itu, ada juga
beragam. Ada yang mirip papan catur, pipet, Nasional tahun ini plus hasil rekrutmen
pertanyaan mengenai kecepatan dan cara
dan kotak kubus. Depdiknas. “Kami berharap ada mutiara-
menghitungnya, berikut sifat-sifat gaya
Disebut eksplorasi lantaran peserta mutiara sekolah yang bisa kita asah,” kata
yang menyertai sebuah pengungkit dan
memang wajib melakukan eksplorasi alat Elvira.
pegas.
peraga, berbekal rumus dan teori. “Peserta DIpo HAnDoKo
49
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-649 49 5/17/2007 6:28:24 AM
Jardiknas
di pertemuan SEAMEO, Nusa Dua,
ARIEn
Pelajar SMK Negeri 8 Jakarta sedang
Bali, Maret lalu.
memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer
Konferensi SEAMEO itu diikuti
170 peserta dari 11 negara yang
menjadi anggota penuh, plus tujuh
negara yang tergabung dalam
sajumlah asosiasi pendidikan. Satu
di antara sejumlah pembahasan
adalah mendiskusikan target yang
dicapai masing-masing negara
dalam pengembangan ICT untuk
mendukung peningkatan mutu
pendidikan di sekolah.
“Kita akan bertukar pengalaman
pengembangan ICT dalam
peningkatan mutu pendidikan,
seperti di Malaysia dikenal dengan
nama Smart School yang telah
diimplementasikan sejak 2000.
Demikian pula Singapura dan
Thailand memiliki cara sendiri-sendiri
dalam pemanfaatan ICT,” kata Dr
Gatot Hari Priowirjanto, Kepala Biro
Perencanaan dan Kerjasama Luar
Negeri, Depdiknas.
JEJARING YANG KIAN Jardiknas sebenarnya diperkenalkan
kepada masyarakat pada 27 September
2006. Program berbasis teknologi informasi
MENDEKATKAN ini menghubungkan kantor Depdiknas
Pusat dengan Dinas Pendidikan Provinsi
hingga Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Selain itu, sejumlah lembaga otonom di
Berawal dari jaringan internet, kemudian menjadi Jaringan Informasi bawah Depdiknas seperti P4TK (Pusat
Sekolah di SMK. Kini menjelma menjadi jaringan nasional dari pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan) dan LPMP
ke dinas pendidikan daerah dan sekolah. Undang-undang, kurikulum,
(Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan),
hingga modul pelajaran bisa mudah diakses semua sekolah. Siswa juga terhubung. Program selanjutnya adalah
dan guru punya nomor induk nasional. Tahun 2007 dicanangkan menghubungkan jaringan ke sebagian besar
sebagai Tahun Teknologi Komunikasi dan Informasi. sekolah.
Cikla bakal Jardiknas berawal dari jaringan
F
internet (Jarnet) di lingkungan SMK pada
Konferensi Menteri-Menteri Pendidikan
ORUM Rembuk Nasional Pendidikan
1999. Penggagasnya Gatot, yang kala itu
Asia Tenggara (SEAMEO Council Conference).
yang digelar April lalu, bukan hanya
menjabat Direktur Pendidikan Menengah
Namanya Jejaring Pendidikan Nasional
diisi pembahasan serius berbagai
Kejuruan Depdiknas (1997-2005). Pada 2000,
alias Jardiknas. Jardiknas adalah jaringan
permasalahan pendidikan. Ada pameran
Jarnet berkembang menjadi JIS (Jaringan
informasi data yang terhubung online
pendidikan yang diikuti sejumlah institusi
Informasi Sekolah).
di lingkungan Departemen Pendidikan menghubungkan 5 simpul di provinsi,
Kini Jardiknas yang berbasis internet dan
Nasional (Depdiknas). Stan yang menarik 441 kota/kabupaten, lebih dari .600 SMA
intranet itu dikembangkan di 10 provinsi.
perhatian peserta Rembuk Nasional adalah dan lebih dari 84 perguruan tinggi plus
Yakni di seluruh provinsi di Pulau Jawa,
anjungan milik Pusat Teknologi Komunikasi 61 Kantor Dinas Pendidikan di seluruh
Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Bali,
dan Informasi Pendidikan (Pustekkom), ICT Indonesia.
dan Sumatera Selatan. “Program Jardiknas
(Information and Communication Technology) “Jaringan Pendidikan Nasional atau
akan menata dan memperkuat tata kelola
Center for Education, Pendidikan Jarak Jauh, Indonesia Education Network t e l a h
pendidikan nasional. Sebab program
dan Televisi Edukasi. menyambungkan komunikasi dan informasi
ini membantu pemerintah melakukan
Segala perangkat berbasis teknologi dari provinsi-provinsi di Indonesia, yakni
komunikasi langsung dengan sekolah dan
informasi yang canggih itu diluncurkan dari Aceh hingga Papua,” kata Presiden
dinas pendidikan di daerah,” kata Menteri
kepada publik pada acara pembukaan Soesilo Bambang Yudhoyono dalam pidato
50 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-650 50 5/17/2007 6:28:27 AM
Jardiknas
Regional Language Center, pusat regional
Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. Kalau terjadi pemekaran kabupaten,
untuk bidang bahasa yang berkedudukan
Saat ini, Jardiknas sudah terpasang di nomor sekolah tak berubah. Misalnya
d i Singapura. Indonesia dipercaya
sekira 25 persen SMA/SMK/Madrasah Aliyah Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari 7
mengembangkan tiga pusat regional
(MA) di seluruh Indonesia. Jumlahnya sekira kabupaten/kota. Begitu ada tambahan
SEAMEO. Yakni untuk bidang tanaman
000 SMA/MA/SMK. Juga menghubungkan pemerintahan kota baru, atau sekolah baru,
tropis di Tajur Bogor, bidang pendidikan
1 LPMP, 12 P4TK, 5 Balai Pengembangan ya tinggal didaftar saja. Sekolah sendiri
dan pembelajaran jarak jauh di Pustekkom
Luar Sekolah dan Pemuda (BPLSP), dan 10 harus meng-update datanya secara periodik,
Depdiknas, Ciputat, Tangerang dan bidang
Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Sedangkan, di setiap enam bulan sekali.
kesehatan masyarakat di Universitas
perguruan tinggi jaringan baru tersambung Data akurat menyangkut profil sekolah,
Indonesia, kampus Salemba, Jakarta.
untuk seluruh perguruan tinggi negeri. siswa dan guru, itu juga berfungsi
“Semua terkait untuk meningkatkan mutu untuk menghindari kebocoran bantuan
Nomor Induk Nasional
guru dan pembelajaran di sekolah dan dana. “Misalnya Bantuan Operasional
perguruan tinggi. Antara lain, bisa belajar Sekolah (BOS). Kan kemarin disinyalir
Komponen yang tercakup dalam
dari jarak jauh,” Gatot menambahkan. ada kebocoran di sana-sini karena pihak
Jardiknas ini antara lain meliputi data
sekolah memanipulasi jumlah siswa. Setelah
jumlah sekolah, guru, siswa, pegawai,
adanya Jardiknas, hal itu tidak akan bisa lagi
anggaran, dan lain-lain. Berbagai kebijakan
Menyamai Negeri Asia dilakukan,” ujar Gatot.
terbaru Depdiknas maupun modul-modul
Jardiknas telah melakukan pendataan
pembelajaran juga bisa dengan cepat
Kehadiran Jardiknas menjadi kebutuhan
NPSN. Hingga awal tahun ini, dari 220.000
disosialisasikan melalui Jardiknas.
mutlak penunjang kualitas pendidikan
sekolah SD/MI sampai SMA/MA/SMK, sudah
Jardiknas mencakup integrasi SIM (Sistem
nasional. Spektrum permasalahan yang
sekitar 182.000 memiliki NPSN. “Jardiknas
Informasi dan Manajemen) keuangan,
menyerimpung Depdiknas sudah teramat
ini seperti jalan tol. Manfaatnya luar biasa
pegawai, sarana dan prasarana, guru, siswa,
pelik dan besar. Misalnya, persoalan guru,
bagi penyelenggaraan pendidikan kita,”
dan lain-lain.Semua sekolah memiliki NPSN
murid, rehabilitasi sekolah, dan kondisi
tambah Gatot.
(Nomor Pokok Sekolah Nasional). Memang,
geografis yang menjadi kendala peningkatan
Yang menjadi perhatian serius Depdiknas,
dulu ada NSS (Nomor Statistik Sekolah),
mutu pendidikan. “Sistem ini bermanfaat
Jardiknas butuh peralatan dan sumberdaya
tapi setelah berlakunya otonomi daerah,
untuk membangun infrastruktur dan
manusia (SDM) yang mumpuni. Penyiapan
semuanya bubar begitu saja.
konektivitas informasi dan teknologi skala
SDM masih menjadi kendala. Saat ini
Siswa juga memiliki Nomor Induk Siswa
nasional di lingkungan Depdiknas. Selain itu,
operator Jardiknas, yakni Teknisi Komputer
Nasional (NISN). Guru memiliki Nomor
untuk mendukung proses belajar mengajar
Jaringan dan Web adalah lulusan Diploma
Induk Guru Nasional (NIGN). Setiap sekolah,
berbasis ICT,” ujar Gatot.
guru, dan siswa memiliki nomor yang unik,
Apalagi bila menyimak perkembangan . Setidaknya diperlukan tak kurang 6000
masing-masing punya nomor sampai bubar
teknologi informasi untuk pendidikan teknisi handal, yang nantinya ditempatkan
atau meninggal. Nomor ini benar-benar
di negeri tetangga di Asia Tenggara. di tiap kabupaten/kota.
sebuah Single Identity Number, bisa dipakai
SEAMEO saat ini memiliki 15 Pusat Regional Tak ubahnya jalan tol yang mesti ada
untuk banyak keperluan. Boleh dibilang
SEAMEO yang tersebar di beberapa negara. petugas penjaga tiket. Jardiknas memang
Antara lain SEAMEO Center for History and fungsinya lebih dari sekadar Kartu Tanda masih butuh tenaga-tenaga profesional.
Traditional Value (SEAMEO-CHAT). Yakni Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi
(SIM).
pusat regional untuk bidang sejarah dan DIpo HAnDoKo
nilai-nilai tradisional yang DoK. pEnA
berkedudukan di Yangoon,
Myanmar.
SEAMEO Regional Center
for Education Inovation
and Technology, pusat
regional untuk bidang
inovasi pendidikan,
berkedudukan di Manila,
Filipina. Sedangkan
SEAMEO Regional Center
for Education in Science
and Mathematics, pusat
regional untuk bidang
IPA dan matematika
Rektor UI, Usman Chatib Warsa dan Dirjen Dikti,
berkedudukan di Penang,
EVA RoHIlAH
Satryo Brojonegoro saat mencoba casting di stan
Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, Kepala
Malaysia. ICT di Rembuk Nasional
Biro Perencanaan Depdiknas
Ada juga SEAMEO
51
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-651 51 5/17/2007 6:28:31 AM
BHP
dengan menghasilkan banyak penelitian.
Pada 2005, UI berhasil melakukan 1.500 riset.
Tahun berikutnya, jumlah penelitian yang
dilakukan UI meningkat menjadi 2.900 riset.
Biaya tiap riset mencapai sekitar Rp 15 juta,
yang umumnya diperoleh dari sponsorship
atau perusahaan yang berkepentingan
dengan penelitian itu.
Kemajuan lain yang diraih UI setelah
jadi BHMN adalah menyangkut dana
pendidikan. Sebelum menjadi BHMN,
karena UI masih diatur oleh pemerintah,
seluruh dana pendidikan untuk operasional
UI sepenuhnya bergantung pada subsidi
pemerintah yang jumlahnya amat terbatas.
UI pun praktis tak mampu mengembangkan
potensinya.
Setelah menjadi BHMN, kata Usman,
UI mampu mencari dana sendiri, karena
punya otonomi. Tahun lalu, kabarnya, UI
berhasil bisa menjaring dana sebanyak Rp
DoK. pEnA
HABIS BHMN
490 miliar. Sebagian besar dari dana itu
diperoleh dari biaya pendidikan mahasiswa
program master dan doktor. Untuk
mempertanggungjawabkan pengelolaan
TERBITLAH BHP
keuangan, Usman, mempersilahkan
BPK (Badan Pemeriksa Keungan) untuk
melakukan pemeriksaan secara menyeluruh
terhadap keuangan universitasnya.
Pemerintah akan menyempurnakan upaya pemandirian perguruan
Konsep BHMN
tinggi dari konsep Badan Hukum Milik Negara menjadi Badan Hukum
Pendidikan. Rancangan Peraturan Pemerintah-nya sedang digodok Konsep BHMN dicetuskan berdasarkan
PP Nomor 61/1999 yang efektif diberlakukan
DPR. Ada yang mengkritiknya sebagai privatisasi pendidikan.
pada 2000. PP itu disebut-sebut kalangan
birokrasi pendidikan tinggi sebagai
S
Australia,” ungkap Usman, bangga. terobosan manajemen yang tepat. PP itu
ETELAH berstatus Badan Hukum Milik
Kemajuan sebuah universitas, kata telah menyapih perguruan tinggi negeri,
Negara (BHMN), Universitas Indonesia
Usman, dinilai melalui kemampuan meneliti yang selama ini merupakan instansi
(UI) Jakar ta mengalami banyak
(research ability), dan kualitas lulusannya. pemerintah, menjadi sebuah entitas
peningkatan. Setidaknya, hal itu diungkapkan
Standar internasional yang ditetapkan, administrasi yang mandiri (independent
Prof Dr Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD,
sebuah universitas harus menghasilkan administrative entity). Entitas itu kemudian
Rektor UI, dalam acara Rembuk Nasional
lulusan minimal 50 doktor, tiap tahun. dikenal sebagai perguruan tinggi BHMN.
Pendidikan yang digelar Departemen
Tidak mudah memang untuk bisa meraih Dalam pelaksanaannya, PP tersebut tidak
Pendidikan Nasional, pertengahan April
standar seperti itu. Tapi setidaknya, Usman serentak diberlakukan untuk semua PTN di
lalu, di Pusat Pengembangan Pemberdayaan
mengungkapkan, saat ini UI sudah mencetak negeri ini. Di awal pemberlakukannya, hanya
Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK)
125 doktor dalam tiga tahun terakhir. empat PTN yang dianggap mampu menjadi
Sawangan, Depok.
Sedangkan untuk gelar master, UI sudah pioner untuk berubah status menjadi BHMN,
Dalam beberapa tahun ini, kata Usman,
yaitu UI, Universitas Gadjah Mada (UGM),
UI mampu bersaing dengan sejumlah mampu mencetak sekitar .000 lulusan per
Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut
universitas di dunia. Saat ini, UI berada tahun.
Pertanian Bogor (IPB). Untuk PTN lain masih
di nomor ke-6 ASEAN. Sedangkan untuk Usman juga mengaku bangga pada hasil-
menunggu kesiapan lebih jauh.
tingkat Asia, kampus berjas kuning ini hasil riset yang dilakukan para mahasiswa
Namun respon kampus dan civitas
berada di posisi 11. “Meski tidak berada di S. “Hasil riset yang mereka lakukan sudah
akademika tidak serta merta menerima
urutan pertama, setidaknya kita sudah bisa memuaskan,” katanya. Malah, kata Usman,
kebijakan baru itu. Beberapa di antaranya,
membawahi universitas di Malaysia dan UI sudah mencapai indeks riset internasional,
52 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-652 52 5/17/2007 6:28:36 AM
BHP
“Pada lima tahun awal, secara administratif
terutama PTN yang dianggap belum siap,
badan itu adalah badan milik pemerintah
memandang skeptis terhadap kebijakan
yang bersifat nirlaba,” kata Satryo. ”Dia
tersebut. “Alih-alih, membuat mandiri PTN
diberi kemandirian dalam mengelola urusan
tapi malah bisa mencekik para mahasiswanya
akademik, keuangan, dan kepegawaian.”
dengan biaya pendidikan yang menggila,”
Semua kebebasan itu, kata Satryo, diberikan
demikian kritik yang mereka lontarkan.
agar PTN-BHMN tidak terikat oleh berbagai
Tapi, pemerintah juga punya alasan
kekakuan peraturan birokrasi pemerintah,
mendasar untuk menerapkan konsep BHMN.
khususnya dalam bidang keuangan dan
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan
kepegawaian.
Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Dr Satryo Soemantri
Setelah melewati masa lima tahun
Brodjonegoro, konsep BHMN diterapkan,
onsep
pertama, menurut Satryo, lima tahun
karena selama hampir 60 tahun lebih,
berikutnya dialokasikan untuk lebih menata
kinerja PTN terkendala berbagai aturan ketat
perubahan manajemen kepegawaian.
yang diterapkan pada instansi pemerintah.
”Jadi, pada 2010 nanti semua pegawai di
“Akibatnya, lembaga pendidikan nasional Rektor UI, Usman Chatib
ARIEn
lingkungan PTN-BHMN tidak lagi berstatus
tidak mampu melaksanakan misinya dengan
PNS tetapi pegawai PTN-BHMN,” jelas
baik dan tertinggal jauh dari PT negara
Satryo. Persiapan untuk perubahan status acara rembuk nasional di Sawangan, Depok,
tetangga dalam mutu akademik,” katanya.
kepegawaian itu, kata Satryo, sebenarnya itu. Lalu sudah sampai sejauhmana PP itu?
Pernyataan Satryo cukup beralasan. Survei
sudah dilakukan sejak lima tahun pertama Satryo menjawab masih di tangan DPR.
PT yang diselenggarakan Majalah Asiaweek
penerapan BHMN. Tanggapan publik soal BHP lumayan
pada 2000 menunjukkan PTN papan atas
ramai, tak ubahnya seperti ketika pemerintah
di Indonesia (UI dan UGM), hanya mampu
akan menerapkan konsep BHMN. Penuh
menduduki posisi 61 dan 68 dari 77 PT
Dari BHMN Ke BHP dengan perdebatan dan kontroversi. Angger
yang ikut disurvei. UGM, hanya menduduki
P Pramono, pemerhati pendidikan, dan M
ranking 4 dalam kualitas akademik, ranking Sejak 2004, pemerintah mulai menggodok
Firdaus, aktivis Jaringan Pendidikan untuk
77 dalam kualitas dosen, ranking 69 dalam aturan baru soal pengaturan badan hukum
Keadilan, pernah mengkritik konsep BHP
kualitas penelitian, ranking 7 dalam sumber di bidang pendidikan. Beleid lama, Peraturan
dalam tulisan-tulisannya di media massa.
keuangan, 76 dalam publikasi ilmiah, dan 71 Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 1999, telah
Dalam tulisannya, keduanya mencurigai
dalam fasilitas teknologi informasi. digeser oleh aturan baru yakni Undang-
BHP itu berpotensi mengarah pada
Satryo mengatakan, tahap pemandirian Undang Nomor 20 Tahun 200 tentang
komersialisasi dan privatisasi pendidikan.
perguruan tinggi melalui BHMN itu dilakukan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Menurut Angger, peluang komersialisasi
secara bertahap. Selama lima tahun pertama Pasal 5 Undang-Undang itu
itu terletak pada kebijakan memutuskan
sejak konsep BHMN diterapkan, PTN yang mengamanatkan dibentuknya badan hukum
pembayaran dana pendidikan. Nah kebijakan
menjadi BHMN diberi kesempatan lebih bagi penyelenggara dan satuan pendidikan.
itu berada di tangan universitas. Sementara,
dahulu untuk melakukan konsolidasi Karena itu, pemerintah telah merancang
Firdaus mengkritisi soal privatisasi. Dengan
menuju perubahan yang lebih mendasar. bentuk badan hukum baru di bidang
diberlakukannya BHP, privatisasi pendidikan
pendidikan, yang akan bernama Badan
akan secara otomatis berlaku. Dari segi
Hukum Pendidikan (BHP). Pemerintah telah
ini, Firdaus melihat, pemerintah seperti
membuat rancangan aturannya dalam
ingin cuci tangan soal pendidikan karena
bentuk PP.
membebani semuanya ke universitas yang
Namun, hingga saat ini rancangan PP itu
bersangkutan.
belum disahkan. Padahal draft-nya sudah
Dan memang, Satryo mengakui bahwa
disusun sejak 2004. Menurut kabar dari
perdebatan seperti inilah yang masih
parlemen, rancangan PP itu masih menjadi
menjadi diskusi sengit di DPR. Tapi, kata
perdebatan publik dalam beberapa pasal.
Satryo, sebenarnya persoalan itu sudah
Misalkan ada yang mempersoalkan bentuk
InI
AnD
n
terjawab oleh wali amanah yang berisikan
AYU dan fungsi kelembagaan, independensi,
dari tenaga pengajar, pimpinan universitas,
prinsip-prinsip usaha, dan ekses
dan pemerintah. Jadi keputusan apapun
komersialisasi.
akan melalui musyawarah di tingkat wali
Toh, Satryo Soemantri Brodjonegoro
amanah. Soal ekses privatisasi, Usman
menegaskan, upaya untuk membuat
mengatakan, meski diberlakukannya BHP,
BHP sudah sangat relevan dan teruji.
gaji dosen harus tetap disubsidi oleh
“Kami akan menyegerakan PP BHP
pemerintah.
itu yang melandasi perkembangan
PT ke depan yang otonom, kreatif
dan akuntabel,” ungkapnya dalam RoBI SUgARA, fAlIKUl ISBAH, DAn AYU n AnDInI
Satryo Sumantri Brodjonegoro
5
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-653 53 5/17/2007 6:28:53 AM
Pendidikan Islam
Suasana belajar mengajar di sekolah Muhammadiyah
ISTImEWA
MENANTI MADRASAH DAN
PONDOK LEBIH BERSINAR
Pemerintah selama ini belum serius mengurusi madrasah, pondok pesantren, dan sekolah bercirikan Islam
yang 90 persen milik swasta. Kualitas guru dan kepala madrasah masih jauh dibanding sekolah umum.
Pengelolaan madrasah oleh Departemen Agama masih memantik perdebatan.
M
turut melengkapi model bandongan dan
tua yang dikenal masyarakat. Adalah
ulanya pesantren. Sistem
sorogan. Pada sistem bandongan, sang
penjajah Belanda, yang mengenalkan era
pendidikan awal yang dikenal
guru atau kyai membaca kitab dan para
sekolah. Muridnya mulai terbagi-bagi dalam
masyarakat muslim Nusantara.
santri mendengarkan. Sebaliknya, sorogan
tingkat kemampuan. Ada model evaluasi
Sebuah perpaduan antara rupa padepokan
berlangsung dengan murid bergiliran
dan tanda kelulusan. Muslim Tanah Air yang
para pendekar yang dikenal di zaman
membaca dan guru mendengarkan.
mengenyam pendidikan di dunia Arab dan
kerajaan Hindu-Budha dengan muatan
Model pembagian kelas di pondok
Eropa di awal abad XIX pun mulai mengenal
pengajaran Islam ala Arab. Para santri yang
pesantren, atau kini disebut klasikal
model pembagian kelas sesuai tingkat
tadinya hanya belajar, lama-lama memilih
merupakan cikal bakal model madrasah.
kemampuan.
tinggal tinggal di sekeliling masjid dan
Bedanya hanya pada muatan materi. Di
Perlahan tapi pasti, sistem kelas mulai
rumah sang guru. Pesentren pun lambat
beberapa pesantren salafi (klasik ortodoks),
marak di lembaga pendidikan Islam.
laun membangun pondok-pondok buat
biarpun memakai model klasikal, hanya
Banyak pesantren mulai membagi santri-
tinggal para santrinya. Lahirlah pondok
ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan. Di luar
santri mereka dalam kelas-kelas. Sesuai
pesantren.
itu, banyak pesantren yang secara perlahan
tingkat kemampuan dan tingkat kesulitan
Pondok pesantren inilah sejatinya
memasukkan ilmu-ilmu umum (matematika,
materi yang berbeda tentunya. Model ini
merupakan lembaga pendidikan berusia
54 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-654 54 5/17/2007 6:28:55 AM
Pendidikan Islam
madrasah tidak dialihkan ke Depdiknas,
sekolah juga diajarkan di madrasah. Untuk
kimia, biologi, dan ilmu sosial).
maka selama itu pula madrasah tidak maju-
bisa dinyatakan lulus, siswa juga harus
Sebagian pesantren mengubah sistem
maju. “Sudah puluhan tahun madrasah tidak
menjalani Ujian Nasional, sama dengan
klasikal mereka pada bentuk yang lebih
terurus dengan baik. Padahal, madrasah pun
siswa sekolah. Pendek kata, lanjut Firdaus,
formal, yang kemudian disebut madrasah.
dituntut memberikan pendidikan bermutu,”
standar yang digunakan sama. Sehingga
Kini, madrasah tak lagi hanya di pesantren.
paparnya.
kesempatan yang diperoleh para lulusan
Banyak komunitas masyarakat muslim
Cendekiawan Komaruddin Hidayat yang
juga sama.
secara swadaya mendirikan madrasah, demi
memandu diskusi turut mengingatkan
Namun banyak kalangan masih belum
pendidikan yang lebih bercorak agamis bagi
bahwa meskipun nantinya madrasah dikelola
puas dengan tata birokrasi madrasah.
anak-anak mereka.
oleh Depdiknas, ciri khas keagamaannya
Tuntutan mengalihk an pengelolaan
Madrasah Sebagai tetap harus dipertahankan.
madrasah dari Departemen Agama ke
Salah satu solusi yang muncul dalam
Departemen Pendidikan Nasional pernah
Subsistem diskusi itu adalah menyerahkan pengelolaan
mencuat beberapa tahun lalu. Menyusul
madrasah dari tingkat ibtidaiyah (setingkat
wacana dari Rektor Universitas Islam Negeri
Di era Departemen Agama, madrasah,
SD), tsanawiyah (SMP), dan aliyah (SMA).
(UIN) Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra,
pesantren dan sekolah agama menjadi
Pengelolaan institut agama Islam (PT )
Juni 2004 lalu, desakan tersebut semakin
tanggung jawab departemen ini. Dalam
diusulkan ditangani oleh departemen
kuat dalam sebuah diskusi di Jakarta
formalitas tata pemerintahan di bidang
tersendiri, yang ia namakan Departemen
pertengahan tahun 2004.
pendidikan, madrasah dibagi menjadi tiga
Pendidikan Tinggi dan Riset.
Diskusi bertema Masa Depan Madrasah
tingkatan. Madrasah Ibtida’iyah (MI) setara
Azra mengusulkan agar eksistensi
tersebut menghadirkan para pimpinan
dengan SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs)
suprastruktur Direktorat Jenderal (Ditjen)
madrasah dan pondok pesantren dari
setara dengan SMP, dan Madrasah Aliyah
Binbaga Depag diper tahankan. Tapi
berbagai wilayah, tokoh pendidikan,
(MA) setara dengan SMA.
penyelenggaraan pendidikan dilimpahkan
kalangan DPR, dan birokrat. Di antaranya KH
Orde pemerintahan silih berganti. Dalam
kepada pemerintah kabupaten/kota.
Nur Iskandar SQ (Pimpinan Pondok Pesantren
rentang yang sangat panjang kualitas
Asshiddiqiyah Jakarta, Bogor, dan Karawang),
madrasah masih tetap dianggap sebagai Pertimbangannya, Depag tetap bisa
Ki Supriyoko (guru besar Perguruan Taman
lembaga pendidikan kelas dua, dibanding memegang kewenangan dalam mengelola
Siswa), Taufikurrahman Saleh (Ketua Komisi
sekolah umum binaan Depar temen pendidikan agama dan keagamaan sesuai
VI DPR), Indra Djati Sidi (Dirjen Pendidikan
Pendidikan. Namun Drs. H. Firdaus Basyuni, dengan aspirasi masyarakat muslim.
Dasar dan Menengah Depdiknas), Qodri A
M.Pd., Direktur Pendidikan Madrasah
Azizy (Dirjen Kelembagaan Agama Islam
Departemen Agama saat ini menyatakan
Depag), dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah
lembaga pendidikan binaannya ini mulai
Azyumardi Azra.
beranjak mencapai kualitas yang sama
Intinya, demi menyelamatkan nasib
dengan lembaga pendidikan umum.
madrasah, Depag tak perlu berlama-lama
Bagi Firdaus, rendahnya mutu
mengelola madrasah. Dalam era otonomi
madrasah di masa lalu tak lain karena
daerah, kehidupan madrasah semakin
ketimpangan kebijakan. Pemerintah lebih
merana. Madrasah diangap bagian dari
memprioritaskan sekolah-sekolah umum,
kewenangan pemerintah pusat (Depag),
terutama sekolah negeri. Padahal, sebagian
sehingga pemerintah daerah enggan
besar madrasah berstatus swasta. Saat ini,
mengurusnya.
UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan SAIf
Ul A
n Am
Ki Supriyoko dan Azyumardi menegaskan,
Nasional menghilangkan dikotomi itu. “Ini
madrasah harus dipisahkan dari sudut
adalah peluang bagi kita untuk segera
pandang agama. Madrasah harus dilihat
mendorong madrasah-madrasah yang
sebagai persekolahan atau bagian
sebagian besar swasta itu supaya bisa maju,”
dari pendidikan. Karena itu, madrasah
ujar alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan
hendaknya dikelola secara profesional
Kalijaga Yogyakarta ini.
oleh Depdiknas seperti halnya sekolah-
Memang, dalam UU Sisdiknas dan
sekolah umum.
Rencana Strategis Pendidikan Nasional
“Biarlah kewenangan Departemen
2004-2009, madrasah tertera sebagai bagian
Agama lebih ter fokus pada urusan
integral dari sistem pendidikan nasional.
pembinaan keagamaan,” kata Ki Supriyoko.
Madrasah punya hak dan kewajiban sama
Ia mencontohkan, salah satu masalah
dengan sekolah. Mereka punya hak atas
mendasar yang dialami madrasah selama
anggaran dan kebijakan yang adil. Juga,
ini adalah keterbatasan jumlah dan mutu
wajib mengusahakan proses pendidikan Drs. H. Firdaus Basyuni, M.Pd.,
guru.
yang bermutu bagi semua anak bangsa. Direktur Pendidikan Madrasah
KH Iskandar menambahkan, selama
Semua mata pelajaran yang diajarkan di Departemen Agama
55
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-655 55 5/17/2007 6:29:04 AM
Pendidikan Islam
agama ditempatkan di Universitas Islam
“Kelemahannya, apa pemerintah adanya. Semangatnya adalah semangat
Negeri Jakarta, Jogjakarta, Bandung,
kabupaten/kota mau sebagai pelaksana keagamaan atau dakwah, “ ujarnya.
Makasar, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan
saja, sedangkan kebijakannya ada di Firdaus yang mulai menjabat sebagai
IAIN Walisongo Semarang.
Depag? Selain itu, apa Depag mau hanya Direktur Madrasah awal 2005 lalu mengakui
Bagi 675 guru yang sedang menjalani
tinggal melaksanakan hubungan antarumat bahwa lulusan madrasah masih kalah
studi S2 di beberapa perguruan tinggi
beragama saja?” kata Azyumardi. dibanding lulusan sekolah. “Ini yang harus
di atas, Depag menanggung seluruh
Selain itu, menuru Azyumardi, institusi ditingkatkan. Siswanya diberi beasiswa
biaya pendidik an. M erek a ini juga
Ditjen Binbaga Depag diintegrasikan ke supaya tidak putus dan bersemangat,”
mendapat insentif living cost sebesar Rp
dalam Depdiknas, dan penyelenggaraan katanya.
1.250.000 per bulan. “Kita benar-benar
pendidik an agama dan keagamaan Pengalihan madrasah menjadi
mencoba memfasilitasi guru-guru supaya
diserahkan kepada pemerintah daerah. tanggung jawab Depdiknas, Firdaus
mendapatkan pengetahuan dari sumber
Pertimbangannya, dengan satu atap di menilai tidak perlu. Sebab Depag tengah
yang berkualitas, dan supaya tumbuh
bawah Depdiknas, maka penyelenggaraan, melakukan sejumlah terobosan. Pertama,
kebanggaan bahwa dia dari perguruan
ter masuk pendanaan, dan k ualitas sebagian besar atau sekitar 90% anggaran
tinggi yang baik,” tambahnya.
pendidikan agama dan keagamaaan sama dialokasikan untuk madrasah swasta. Tahun
Firdaus mencontohkan, seorang guru
dan sejajar dengan sekolah umum. 2007 ini kurang lebih 90% dari Rp 800 miliar
fisika yang mengikuti program S-2 Jurusan
“Kekuatan alternatif ini pendidikan agama adalah pos anggaran madrasah. Setiap
Fisika di ITB sangat bangga dan percaya diri
kegiatan peningkatan mutu guru, porsi
bila kembali ke madrasah. “Kan tidak banyak
untuk guru non-PNS akan lebih diperbesar.
guru yang mendapatkan kesempatan
Madrasah swasta juga mendapat prioritas
melanjutkan ke ITB,” tandasnya.
mendapatkan pembangunan dan
perbaikan fisik.
Kebijakan ini cukup beralasan. “Kalau
Dirundung Kekurangan
madrasah swasta ditingkatkan kualitasnya
maka angka kelulusan akan naik signifikan. Tentu apa yang dikatakan Direktur
Bila yang digelontor madrasah negeri, maka M a d ra s a h i n i b e l u m s e b e ra p a b i l a
pertambahannya tidak akan signifikan,” dibanding kebutuhan di lapangan. Bahrul
kata Firdaus yang lahir di Palembang, 11 Hayat, Sekjen Depag saat ini, pernah
September 1950 ini. mengungkapkan di depan DPR bahwa
Kebijkan kedua adalah seluruh program madrasah-madrasah yang berstatus swasta
lebih mengutamakan pada produk. Sebab (91,5%) ini dirundung berbagai kekurangan,
yang menentukan masa depan madrasah antara lain sarana, prasarana maupun guru-
bukan prosesnya, melainkan kualitas guru yang memfasilitasi siswa dalam proses
lulusannya. Masyarakat bisa menimkati pembelajaran.
SAIfUl AnAm
langsung kualitas lulusan madrasah. Proses pembelajaran di madrasah
Dr. Bahrul Hayat
Pada 2006 lalu terdapat 675 guru sebagian besar dilaksanakan oleh guru-
madrasah mendapat fasilitas pendidikan guru honorer (nonPNS) dengan kualifikasi
k e j e n j a n g S - 2 . S e d a n g b a gi ya n g
dan keagamaan menjadi lebih terintegrasi pendidikan rata-rata di bawah S1 dan
belum memenuhi kualifikasi S1, apapun
ke dalam sistem pendidikan nasional. Akan mengajar bidang studi yang kurang bahkan
risikonya dan berapapun biayanya, Depag
tetapi, memang kurang ada jaminan tentang tidak sesuai dengan latar belak ang
memfasilitasi program penyetaraan.
kelangsungan eksistensi pendidikan agama pendidikan.
Dan bagi mereka yang punya semangat
dan keagamaan Islam, sehingga bukan tidak Jumlah guru nonPNS yang bertugas
mengembangkan potensi telah didukung
mungkin pengintegrasian struktural itu di berbagai jenjang madrasah seluruhnya
untuk S-2 sesuai matapelajaran yang
merupakan langkah awal dari peleburan sebanyak 52.215 yang terdiri dari, guru
diampu. “Seorang guru matematika harus
pendidikan agama dan keagamaan Islam kontrak sebanyak 16.044, guru yayasan
masuk jurusan matematika pada jenjang
ke dalam sistem pendidikan umum, ujar sebanyak 12.890, dan guru BP/Komite
S2-nya,” kata dosen IAIN Raden Fatah
Azyumardi. madrasah sebanyak 10.281. Sedangkan
Palembang ini.
Secara realitas historis, menurut jumlah guru madrasah berdasark an
Menurut Firdaus, beasiswa S2 yang kini
Azyumardi Azra, madrasah sebenarnya kualifikasi pendidikan sebanyak 150.719
berjalan hanya pada 15 perguruan tinggi
sudah jauh lebih dulu menerapkan konsep tingkat SLTA ke bawah (0,41%), 2.222
terbaik di Indonesia. Di antaranya Institut
pendidikan berbasis masyarakat. Masyarakat, tingkat D1 (7,49%), 100.908 tingkat D2
Pertanian Bogor, Universitas Indonesia,
baik secara individu maupun organisasi, (16,06%, 57.16 tingkat D (9,10%), dan
Institut Teknologi Bandng, Universitas
membangun madrasah untuk memenuhi 22.215 tingkat S1 (6.95%).
Gadjah Mada, Universitas Negeri Malang,
kebutuhan pendidikan mereka. “Jangan Menurut Bahrul Hayat, kekurangan
dan Institut Teknologi 10 November
heran kalau madrasah yang dibangun bisa guru tahun 2006 untuk MTs sebanyak
Surabaya. Sedangkan guru matapelajaran
seadanya saja, atau memakai tempat apa 11.886 guru yang didominasi oleh guru-
56 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-656 56 5/17/2007 6:29:07 AM
Pendidikan Islam
guru untuk bidang studi Bahasa Indonesia
DoK. pEnA
Lembaga Pendidikan Gontor
sebanyak 1.129 orang, Matematika (47),
Bahasa Arab (5.022), Muatan Lokal (6.25),
Bimbingan dan Penyuluhan (11.641).
Sayangnya, kata Bahrul, perlakuan
beberapa pemerintah daerah terhadap
guru madrasah dan guru pendidikan
agama di sekolah masih diskriminatif.
Misalnya dalam pemberian tunjangan atau
insentif bagi guru negeri dan swasta.
Butuh yang Profesional
Soal kompetensi kepala madrasah juga
menjadi sorotan. “Jika madrasah dipimpin
seorang kepala yang berkompeten
dan profesional, niscaya madrasah
akan maju. Sebaliknya, jika madrasah
dipimpin kepala yang tidak berkualitas,
tidak memiliki kompetensi dan tidak
profesional, niscaya madrasah akan selalu
dalam ketidakberdayaan dan kalah dalam
Kompetensi (KBK) pun masih belum
kurikulum. Bahkan banyak di antara mereka
persaingan antarlembaga pendidikan yang
kenal.
yang tidak paham hakikat kurikulum
kian bertambah ketat,” kata Drs Mahfudh
S elain itu, masih k ata M ahfudh,
dan pengembangannya. “Mereka tidak
Djunaidi MA, Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN
kemampuan berkreasi dan berinovasi.
berkemampuan mengarahkan tenaga
Walisongo Semarang.
kepala madrasah pada umumnya masih jauh
pendidik untuk menyusun rencana dan
Menurut Mahfudh, kepala madrasah
tertinggal dibanding para kepala sekolah.
program pelaksanaan kurikulum,” kata
harus punya kemampuan dalam hal
“Sulit kita temukan kepala madrasah
Mahfudh.
manajemen sekolah. Sayangnya, mayoritas
berdaya kreasi dan inovasi tinggi dalam
Tak sedikit kepala madrasah tidak
kepala madrasah masih belum cakap dan
pengembangan madrasah, baik dalam
memiliki kompetensi dalam identifikasi
terampil dalam pengelolaan pendidikan.
pengembangan kurikulum, penggalian
kebutuhan dan pengembangan kurikulum
Bahkan cenderung kurang paham soal
dana, maupun perlengkapan sarana dan
terutama lokal. Di antara mereka bahkan
manajemen kurikulum, manajemen
prasarana madrasah,” katanya.
tidak berkemampuan mengevaluasi
keuangan sekolah, manajemen administrasi
Menurut Mahfudh, demi kemajuan
pelaksanaan kurikulum. Jangan Kurikulum
sekolah, dan lain-lain.
madrasah, Depag harus proaktif dan
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang
Soal kurikulum, sendiri, mayoritas
responsif mengadakan pelatihan-pelatihan
menuntut sekolah aktif, Kurikulum Berbasis
kepala madrasah masih belum menguasai
khusus bagi guru dan kepala madrasah.
Centang perenang lembaga pendidikan
berciri khas Islam tentu saja tak cuma
disesali. Madrasah, pondok pesantren,
sekolah Islam, memang dibangun
masyarakat dengan modal semangat.
Tentu, bukan sebuah kebanggaan bila
madrasah yang cuma punya segilintir
murid tak merasa perlu gulung tikar.
Pemerintah memang perlu memberikan
porsi anggaran lebih kepada madrasah,
dan sekolah-sekolah bercirikan Islam. Lebih
dari itu, peran swasta amat diharapkan.
Semoga, madrasah dan sekolah keagamaan
mampu bersinar dan menjadi kebanggaan
masyarakat pendidikan di masa mendatang.
DoK. pEnA
Laboratorium komputer Lembaga Pendidikan Gontor
SAIfUl AnAm DAn m fAlIKUl ISBAH
57
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-657 57 5/17/2007 6:29:09 AM
Peran Daerah
DoK. DEpDIKnAS
pemberantasan buta aksara, ada sekitar
.296.654 jiwa penduduk Jawa Tengah
tidak bisa baca tulis. Mereka ini 10% dari
jumlah total penduduk Jateng. Tahap
pemberantasan berlangsung tiga tahap,
yakni tahap pemberantasan keaksaraan
dasar 2006, tahap pembinaan dan keaksaraan
lanjutan 2007, serta tahap pelestarian untuk
keaksaraan mandiri 2008.
Pada tahun ini jumlah buta aksara menurun
menjadi 2,9 juta jiwa dan ditargetkan
tahun 2008 capaian pemberantasan buta
huruf di Jawa Tengah bisa berkurang
hingga 1,9 juta jiwa. Untuk mencapai target
yang diharapkan, dinas pendidikan Jawa
tengah merangkul berbagai macam elemen
pendidikan.
Selain mengoptimalkan Sanggar Kegiatan
Bersama (SKB) dan PKBM (Pusat Kegiatan
Belajar Mengajar), Dinas Pendidikan Jateng
Rehabilitasi Sekolah bekerjasama dengan 28 Perguruan Tinggi
DAERAH MEMACU
yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Bentuk
kerjasama dilakukan melalui program Kuliah
Kerja Nyata (KKN).
“Kami bersinergi dengan 28 Perguruan
PENDIDIKAN
tinggi se-Jawa Tengah dengan melibatkan
20.000 mahasiswa. Ditargetkan satu
mahasiswa dalam waktu 5 minggu bisa
mengentaskan buta aksara 10 orang,”ungkap
ayah dari tiga anak ini menyampaikan kiat–
Setelah otonomi daerah diterapkan, pemerintah provinsi dan
kabupaten/kota mau tak mau harus mengalokasikan anggaran
pendidikan lebih banyak lagi. Porsi anggaran pendidikan masih
minim. perhatian pada dana pendidikan. Provinsi muda terus
memacu mutu pendidikannya.
K
pada saat terjadinya gempa tahun lalu.
ETIKA gempa mengguncang
Dari 25 Kabupaten dan kota yang berada
Jogjakarta dan Jawa Tengah 27 Mei ARIEn
TW
di Jawa Tengah, bangunan sekolah di10
2006, sebanyak 881 gedung sekolah
Kabupaten rusak parah. Klaten merupakan
di Jawa Tengah rusak. Bahkan tidak sedikit
memprihatinkan.
di antaranya rata dengan tanah. Namun
Selain membangun sarana dan prasarana
belum genap setahun Dinas Pendidikan
27.999 ruang kelas sekolah dasar sampai
Jawa Tengah cepat tanggap melakukan
sekolah menengah atas rusak, masalah
rehabilitasi bangunan. Kini sebanyak 214
penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun juga harus
Sekolah di antaranya sudah hampir selesai
terlaksana. Di samping pemberantasan
di perbaiki. Tidak hanya fisik gedung yang
Buta Aksara melalui Program Keaksaraan
dibangun, segenap usaha dikerahkan agar
Fungsional, Kelompok Belajar Paket A, B,
proses belajar mengajar berjalan tanpa
dan C, dan memperhatikan guru Wiyata
hambatan.
Bhakti adalah skala prioritas yang harus
“Kami akan mengerahkan segenap
diselesaikan dinas pendidikan Jawa
kemampuan agar dunia pendidikan di Jawa
Tengah pada tahun ini.
Tengah bisa semakin maju,” ujar Widadi SH,
Diakui Widadi, jumlah penduduk yang
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Saat
masih buta aksara di Jawa Tengah cukup
ini, secara garis besar kondisi pendidikan
tinggi. Sebelum dilakukan program
Jawa Tengah jauh lebih baik dibanding Widadi
58 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-658 58 5/17/2007 6:29:23 AM
Peran Daerah
EVA RoHIlAH
kiat khusus pemberantasan buta aksara di memiliki banyak pulau kecil dan letaknya
Jawa Tengah. terpencil.
Tahun ini Jawa Tengah berhasil melebihi “Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan
target yang dicanangkan Departemen di pulau-pulau kecil itu kami membangun
Pendidikan Nasional sesuai MoU (perjanjian) sekolah SD dan SMP satu atap,”papar Sunardi.
dalam pemberantasan buta aksara yaitu Artinya, dari SD hingga SMP dilenggarakan
sekaligus di dalam satu bangunan atau satu
sekitar 00.000 orang. Namun capaian
komplek. Pembangunan sekolah satu atap di
yang bisa diraih bisa dua kali lipatnya. Dari
Babel berkembang pesat. Kini total jenderal
program regular, program Keaksaraan
sekolah satu atap di Babel ada 26 sekolah.
Fungsional, pembentukan Pusat Kegiatan
Selain sekolah satu atap, kinerja Sunardi
Belajar Masyarakat (PKBM) dan Kelompok
yang mendapat pengakuan adalah dirintisnya
Belajar Paket A, B, dan C ada 400.000 orang
sebuah SMK Kelautan dan Perikanan.
yang sudah terbebaskan, sedangkan dari
Namanya SMK I Selat Nasik, dibangun di
program KKN berjumlah sekitar 200.000
Pulau Nasik yang berpenduduk 6.000 orang,
orang.
dan semuanya bermata pencaharian sebagai
Di luar Jawa Tengah, provinsi-provinsi lain
nelayan. Setiap siswa yang lulus dari SMK ini
yang kini juga sedang berupaya bangkit,
Sunardi
bisa langsung membudidayakan ikan dari
menata kembali sektor pendidikan yang
mulai penyemaian hingga pembibitan.
porak poranda, di antaranya adalah Aceh
Kurikulum SMK Kelautan dan Perikanan
dan Sumatera Utara. Daerah-daerah itu yang rusak, atau hampir ambruk. Semuanya
ini cocok dengan mata pencaharian dan
tentu tak ingin dunia pendidikannya terlalu dalam keadaan “segar bugar”.
budidaya masyarakat lokal.
lama terpuruk. Mereka harus bangkit dengan “Saat ini pembangunan fisik sudah
segala kemampuan yang dimiliki. Sebab, selesai. Tahun depan kita akan fokus pada
setelah otonomi daerah diterapkan melalui peningkatan kualitas guru,” kata Drs Sunardi,
Gorontalo
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
tentang Pemerintahan Daerah, kemudian Provinsi Babel. Selain upaya rehabilitasi Pembangunan pendidikan juga sedang
gedung sekolah, Dinas Pendidikan Babel
direvisi dengan UU Nomor 2 Tahun 2004, giat dilakukan provinsi muda lain, Gorontalo.
saat ini juga sedang membangun beberapa
pendidikan dasar dan menengah kini Jumlah lembaga pendidikan dasar sudah
sekolah di daerah kepulauan. Sebelum
hampir sepenuhnya jadi tanggung jawab cukup memadai, namun yang masih
dibangun, Dinas Pendidikan Provinsi Babel
pemerintah daerah. jadi masalah adalah jumlah lembaga
membuat standar nasional di kabupaten
Gegap gempita membangun sektor pendidikan jenjang menengah (SMP dan
dan kota. Saat ini ada tujuh bangunan
pendidikan juga terjadi di provinsi-provinsi SMA). Sehingga, banyak lulusan SD yang
Sekolah Dasar (SD), tujuh gedung Sekolah
baru. Antara lain, Bangka Belitung, dan tidak bisa meneruskan ke SMP. Para lulusan
Menengah Pertama (SMP) dan SMU yang
Gorontalo. Bukan berarti provinsi tua, yang SMP pun agak kesulitan meneruskan ke SMA
berskala nasional di kabupaten kota yang
sudah makan asam garam dalam mengelola karena banyak kecamatan belum memiliki
biayai oleh Anggaran Pendapatan dan
pendidikan, tinggal ongkang-ongkang kaki. SMA. “Kami sedang berupaya menambah
Belanja Daerah (APBD) provinsi.
Provinsi Sulawesi Selatan misalnya, kini jumlah SMP dan SMA,” kata Kepala Dinas
“Pemerintah daerah Babel
masih berjuang keras memberantas buta
ARIEn T W
mengalokasikan APBD bagi pendidikan
huruf yang masih menyergap provinsi itu.
sekitar 17%, sedangkan anggaran dari
Sedangkan Provinsi Papua masih berkutat
APBD kabupaten dan kota lebih besar lagi,
dengan hambatan geografis, karena
jumlahnya mencapai 22-24,5%,” ungkap
penduduknya yang terpencar-pencar di
Sunardi. Secara umum, kondisi pendidikan
pelosok terasing. Berikut ini, sekilas kisah
di Babel sudah baik. Selain dukungan
tentang kegiatan-kegiatan membangun
dari pemerintah memang kuat, animo
sektor pendidikan di provinsi-provinsi itu.
masyarakat untuk belajar melonjak tajam.
“Sayangnya, kualitas sumber daya manusia
Bangka Belitung (SDM) baik pengelola sekolah, maupun para
guru, kualitasnya masih rendah,” ujar Sunardi
Provinsi Bangka Belitung atau biasa
terus terang.
disingkat Babel, merupakan salah satu
Sebagai provinsi kepulauan, Babel memiki
provinsi paling muda di Indonesia. Namun,
keunikan tersendiri dalam mengembangkan
perkembangan pendidikan di provinsi yang
pendidikan lokal. Permasalah pendidikan
dikenal sebagai penghasil logam timah itu
di sini berbeda dengan beberapa masalah
bisa dibilang maju pesat. Jika berkeliling
pendidikan di provinsi lain yang ada di
melihat-lihat bangunan sekolah di sana, Wenny Liputo
Indonesia. Sebab, provinsi kepualaun ini
Anda tak akan menemukan bangunan
59
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-659 59 5/17/2007 6:29:28 AM
Peran Daerah
DoK. DEpDIKnAS
beasiswa melanjutkan pendidikan di
Provinsi Gorontalo, Drs Weny Liputo.
Proyek pembang
beberapa yayasan sekolah unggulan
Solusi pembangunan SMA Rintisan pun
di Jakarta seperti Insan Cendikia,
digulirkan. SMA Rintisan adalah sekolah
Wirabhakti, dan Dwiwarna.
dengan skala kecil, hanya kelas belajar,
Untuk siswa SMA ada beasiswa
yang dibangun di kecamatan-kecamatan
Gorontalo Unggul yang menjaring
yang belum mempunyai SMA atau SMK.
Sedangkan untuk SMP dibuat layanan sekitar 0 siswa SMA berprestasi
pendidikan di tingkat kecamatan. “Dalam untuk melanjutkan pendidikan di
program ini, Dinas Pendidikan Provinsi perguruan tinggi yang ditunjuk.
mendukung dari segi sarana dan prasarana, Mereka dimasukkan ke fakultas-
sedangkan dari segi ketenagaan dan institusi fakultas yang lulusannya sangat
menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dibutuhkan provinsi Gorontalo dalam
Kabupaten/Kota,” ujar Weny. 10-20 tahun mendatang. Namun,
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan program beasiswa ini tidak mengikat.
Provinsi Gorontalo juga sedang berupaya Lulusan program beasiswa itu tak
memerangi buta huruf. APBD provinsi harus kembali ke Gorontalo setelah
sudah secara khusus mengalokasikan dana pendidikan selesai. Mereka boleh
untuk penanganan buta aksara. Begitu mengabdi di mana saja.
juga dengan dana dari dinas pendidikan Gorontalo juga masih memiliki
kabupaten kota. Dalam upaya memberantas kawasan perkampungan masyarakat
buta aksara itu, Dinas Pendidikan Gorontalo yang terpencil, yang agak sulit
menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, dijangkau. Karena itu, pembangunan lebih dinikmati masyarakat perkotaan saja.
di antaranya organisasi kemasyarakatan, pendidikan masih susah dilakukan di Kini, Dinas Pendidikan dan Pengajaran
PKK, Dharma Wanita, para ulama, pemuda, kawasan-kawasan itu. “Banyak guru enggan Provinsi Papua berupaya mengembangkan
perguruan tinggi, dan tentu dengan dinas- ditempatkan di tempat terpencil. Sebagian paradigma baru dalam membangun
dinas lain yang terkait. besar guru terpusat di kota kabupaten, pendidikan di daerahnya. Pembangunan
Pengembangan pendidikan untuk padahal layanan pendidikan harus merata pendidikan kini dimulai dari kampung, dari
meningkatkan kualitas siswa juga dirangsang sampai ke pelosok,” kata Weny. Kondisi itu unsur paling kecil dalam sebuah komunitas
melalui sistem beasiswa. Satu di antara diperparah oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. Di Papua, perkampungan-
program biasiswa itu adalah program masyarakat terpencil serta minat sekolah perkampungan terpencil dengan kehidupan
Gorontalo Siap yang ditujukan untuk murid- yang masih rendah. masyarakatnya yang masih tradisional,
murid SMP berprestasi. Sebanyak 50 siswa Kini, pemerintah Gorontalo sedang masih sangat banyak, dan membutuhkan
SMP diseleksi dari aspek berupaya membangun fasilitas pendidikan penanganan khusus.
pengetahuan yang lebih baik di tempat-tempat terpencil. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran
akademis, Pemerintah Gorontalo menyediakan Provinsi Papua, Drs James Modouw, MMT
kemampuan banyak beasiswa bagi anak-anak miskin mengatakan, anggaran pendidikan, baik
dan nilai dari kawasan terisolasi itu. “Saat ini tersedia dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun
sikapnya. APBD, kini sudah mulai banyak dialirkan ke
1.00 beasiswa dari Depdiknas, dan sekitar
Bagi siswa daerah-daerah terpencil. “Dana block grant
800 beasiswa dari pemerintah kabupaten/
yang pun langsung jatuh ke tangan masyarakat
kota,” papar Weny. Selain itu, kualitas guru
lolos akan di pelosok-pelosok,” ujar James.
pun terus dipacu. Targetnya, “Semua guru
mendapat K o n d i s i m a s ya ra k a t ya n g m a s i h
baik di sekolah negeri maupun swasta
nomaden dengan latar geografis yang
harus mendapatkan layanan peningkatan
TW
IEn
AR
sulit memang menjadi tugas berat.
kualifikasi,” jelas Weny.
Untuk menyelenggarakan pendidikan
secara massal di daerah dengan kondisi
Papua yang terpencil tentu butuh biaya yang
tidak sedikit. Untuk beberapa daerah
Provinsi Papua, sebenarnya bukan
yang sudah dijangkau pendidikan, dinas
provinsi muda. Namun, provinsi Indonesia
memperkenalkan sistem belajar Paket A
yang paling timur itu masih tetap berkutat
dan B. Ada 14 wilayah terisolasi yang kini
pada persoalan geografis. Wilayah yang
ditangani dinas Pendidikan Provinsi Papua
sangat luas, dengan jumlah penduduk
secara intensif. Targetnya, anak-anak di
yang masih jarang dan terpencar-
wilayah-wilayah itu bisa menuntaskan
pencar, tentu menghambat upaya
pendidikan dasarnya.
pemerataan pendidikan. Akibatnya, hasil
James Modouw
Jumlah SD di Provinsi Papua saat ini
pembangunan pendidikan cenderung
60 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-660 60 5/17/2007 6:29:37 AM
Peran Daerah
sekolah dasar yang terus bertambah,
Keaksaraan Fungsional, Kelompok Belajar
sudah hampir 2.000 sekolah.
Proyek pembangunan sekolah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus
Paket A, B, dan C. “Target kami, tahun
Sedangkan jumlah SMP
menambah jumlah SMP dan SMA. Tak hanya
2008 jumlah penyandang buta aksara bisa
masih sekitar 08 sekolah.
itu. SMK dengan kurikulum lokal pun mulai
berkurang drastis jadi tinggal 5% saja,” ujar
Rasio itu masih dianggap
dibangun dan ditingkatkan pengelolaannya,
Muhammad Yusuf Nippi, Kepala Sub Dinas
amat jomplang, karena
untuk mencetak lulusan siap kerja.
Pendidikan Menengah Tinggi (Kasubdis
terlalu banyak lulusan SD
Karena Sulawesi Selatan terkenal dengan
Dikmenti) Sulawesi Selatan. Saat ini, menurut
yang tak tertampung di SMP.
hasil laut dan hasil buminya, pembangunan
Yusuf, 200.000 orang penyandang buta
“Ke depan, kami berharap
SMK Kelautan dan SMK Pertanian kini
huruf sudah berhasil dientaskan. Jadi tahun
perbandingan SMP dan SD
mulai digalakkan. Ilmu budidaya tanaman-
2007 ini tinggal 401. 000 orang saja.
menjadi 1:,” kata James.
tanaman komersial, seperti kakao dan
Buta aksara, di Sulawesi selatan dibagi
Artinya satu SMP melayani
jagung, makin diminati. Masyarakat
dua: buta aksara formal, yaitu tidak bisa
lulusan tiga SD.
Sulawesi Selatan yang membudidayakan
membaca huruf latin, dan buta aksara
Untuk mencapai target
ulat sutera pun makin banyak. Karena itu,
Arab, yaitu tidak bisa membaca alqur’an.
ini dibutuhkan sekitar 400
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini
Pemberantasan buta aksara formal di
sekolah SMP baru. Jika
mengembangkan SMK I Watang Soppeng,
entaskan melalui program reguler lewat
satu SMP membutuhkan
menjadi satu-satunya sekolah kejuruan yang
Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)
setidaknya 9 orang guru
mengajarkan teknik budidaya ulat sutera
dan Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) yang
di luar kebutuhan tenaga
untuk menghasilkan benang sutera. Benang
tersebar di pelbagai pelosok di Makassar.
administrasinya, maka tentu
sutera adalah bahan dasar kain sutera, yang
Sedangkan pemberantasan buta aksara
diperlukan .600 orang
berkualitas tinggi, dan harganya mahal.
bagi penduduk yang tidak bisa membaca
guru. “Jumlah 400 sekolah
Dengan dibukanya pendidikan khusus
al-qur’an diaktifkan di sekolah madrasah
baru itu akan dibangun di daerah terpencil
tentang budidaya ulat sutera, diharapkan
dan mesjid.
yang belum mempunyai SMP,” kata James.
masyarakat Sulawesi Selatan kelak lebih
Selain masalah pemberantasan buta
Sejauh ini sangat sulit merekrut tenaga
piawai lagi dalam membudidayakannya,
aksara, penuntasan wajib belajar pendidikan
pengajar yang siap dan rela mengajar di
sehingga benang sutera yang dihasilkan
dasar 9 tahun dan rehabilitasi gedung
daerah terpencil.
daerah ini terus meningkat dengan kualitas
adalah, merupakan tiga masalah pokok
Bagaimana dengan SMA? Sama saja.
yang makin baik.
yang dihadapi Dinas Pendidikan Sulawesi
SMA di Papua belum banyak, saat ini hanya
Selatan. Saat ini Dinas Pendidikan Sulawesi
ada 108 sekolah. Namun, jumlah siswa
Selatan sedang berupaya menggenjot
yang meneruskan hingga SMA juga tidak ES cASTRA, EVA RoHIlAH, mURnITA DIAn KARTInI, DAn
Angka Partisipasi Kasar (APK), meningkatkan
terlalu banyak, karena SMP-nya memang m fAlIKUl ISBAH
partisipasi anak-anak usia sekolah pada
masih sedikit. SMA di Papua lebih banyak
pendidikan.
tersebar di wilayah kabupaten atau kota.
Menurut Yusuf, hingga tahun 2007, APK
Seluruh SMA negeri di Papua, kata James,
untuk jenjang SMP di Sulawesi Selatan masih
dinilai sudah mampu menyelenggarakan
79%. “Masih ada 21% yang belum tercapai,”
pendidikan dengan mutu yang memuaskan.
katanya. “Kami menanganinya dengan
Untuk mengimbangi jumlah SMP yang akan
membangun sekolah di daerah terpencil,
terus ditambah, pemerintah Papua pun
wilayah permukiman transmigrasi dan
mulai mengembangkan jumlah SMA. “Kini,
TW
daerah perbatasan,” Yusuf menambahkan.
perhatian lebih diarahkan pada SMA swasta, IEn
AR
Mengejar target 21%, kata Yusuf, bukan
termasuk SMK, yang dibuka khusus untuk
perkara mudah. Kendalanya saat ini adalah
menampung lulusan SMP,” ujar James.
banyaknya sekolah yang sudah rusak
dan perlu rehabilitasi. Dalam tiga tahun
Sulawesi Selatan terakhir ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi
Selatan sudah menggelontorkan dana
Sulawesi Selatan juga bukan provinsi
sebesar Rp 2,8 miliar untuk rehabilitasi fisik
muda. Namun, kondisi yang mirip persoalan
sekolah. Hingga saat ini, sebanyak 56%
di Papua juga terjadi di sini. Kondisi geografis,
dari bangunan SD yang rusak sudah
suku dan adat istiadat masyarakatnya
diperbaiki. Untuk tingkat SMP sudah 46%
yang masih terpencil dan tertinggal
yang diperbaiki.
mengakibatkan pendidikan belum merata
Seperti permasalahan di provinsi
bagi seluruh penduduk. Angka penyandang
lain, jenjang pendidikan menengah
buta aksara di Sulawesi Selatan masih sekitar
di Sulawesi Selatan belum seimbang
601.000 orang pada tahun 2005.
dibandingkan dengan jumlah SD.
Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan
Karena itu, untuk menampung lulusan
memberantas buta huruf melalui Program Moh. Yusuf Nippi
61
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-661 61 5/17/2007 6:29:45 AM
Daerah
Rubrik Biasa
sertifikat emas yang terukir dalam Buku
Agenda Emas Pendidikan Loteng.
Sebagai contoh, pada tahun 2005 lalu
ada enam penerima sertifikat emas. Mereka
adalah Rahayu Agustiani, I Putu Ariyasa,
dan Wahyuningsih, yang masing-masing
merupakan siswa SMP yang meraih juara I, II,
dan III pada Olimpiade Sains Nasional (OSN)
2005 bidang biologi. Ada pula Lalu Fathul
Jayadi dan Baiq Yuliati yang masing-masing
meraih juara I dan II pada lomba atletik
nasional untuk siswa Sekolah Dasar Luar Biasa
(SDLB). Sedangkan satu orang lagi berasal dari
guru SD, yaitu Makbul Ramen, yang meraih
juara III pada lomba penulisan cerita anak
tingkat nasional tahun 2005.
Berikutnya, tahun 2006 yang mendapat
sertifikat emas adalah Satriawan Amri (SMAN
1 Praya), Sulaeman (SMAN 1 Praya Barat),
foTo-foTo: SAIfUl AnAm
Lalu Dendi Aghestha Randa (SMAN 1 Praya),
nusa Tenggara Barat Lalu Nasrul Hadi (SMAN 2 Praya), Dio Dara
GELIAT PENDIDIKAN
Virgiansari (SMAN 1 Praya), Ign. Bayu Putra
Adi Nata (SMPN 1 Praya), Lalu Agus Wirahadi
(SLB Praya), Alhammudin (SLB Praya),
Agus Wiranata (SLB Praya), dan Rendra Tri
DI LOTENG DAN LOBAR
Parlementaria (SMAN 1 Praya). Mereka adalah
peraih penghargaan dalam berbagai lomba,
mulai dari menggambar komik, pidato bahasa
Inggris, oliampiade biologi, atletik, hingga
Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR).
Meski Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat Prestasi lain yang dicapai Loteng adalah
(Lobar) dikenal sebagai daerah minus, namun tak menghalangi dalam DBEP (Decentralized Basic Education
(
tekad kuat mereka dalam memajukan pendidikan. Bahkan Loteng Project). Program pembangunan pendidikan
dasar yang dibiayai Bank Pembangunan Asia
kini menasbihkan diri sebagai Kabupaten MBS (Manajemen Berbasis
(Asian Development Bank/ADB) itu mulai
Sekolah). Lobar juga tak mau ketinggalan, dengan menggenjot bergulir tahun 200/2004 dan berakhir
program sekolah filial dan SD-SMP Satu Atap. tahun 2007/2008. DBEP dilaksanakan di 21
kabupaten/kota yang tersebar di provinsi
R
ibuan guru, siswa, birokrat, akademisi, rata nasional yang 88,68%. “Kami optimistis Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara
dan tokoh masyarakat berjubel target tuntas wajib belajar pendidikan dasar Timur (NTT), dan Bali.
memadati alun-alun Kabupaten pada tahun 2008 bisa tercapai,” kata Drs. Pimpinan DBEP di Kabupaten Lombok
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 8 Mei H. Lalu Ruplan, Kepala Dinas Pendidikan Tengah, Lendek Jayadi, SE, menegaskan
lalu. Mereka pada mengenakan pakaian adat Kabupaten Loteng. bahwa program tersebut ditujukan untuk
setempat. Hari itu, Loteng memang menggelar Indikator lain adalah dideklarasikannya meningkatkan mutu pembelajaran dan
hajatan istimewa, yaitu mencanangkan diri pernyataan Komunike Bersama pada 24 memperbaiki bangunan pendidikan dasar
sebagai Kabupaten MBS. November 2005, yang ditandatangani Bupati (SD dan SMP). Pada akhir 2005, Depdiknas
Loteng yang berpenduduk sekitar 900.000 Loteng H. Lalu Wiratmaja dan Ketua DPRD H. bersama ADB melakukan penilaian terhadap
jiwa itu memang dikenal sebagai daerah Ahsan Hoesain. Isinya antara lain, pertama, program DBEP. Hasilnya, DBEP di Loteng
yang punya perhatian tinggi terhadap secara konsisten memberikan prioritas dinobatkan sebagai yang terbaik dan berhak
pendidikan. Simak saja, jika pada tahun 2006 utama pada pembangunan sektor pendidikan meraih sertifikat Widya Karya Utama dari
anggaran pendidikannya baru sekitar 9% dari dan berupaya terus meningkatkan mutu Depdiknas.
pendidikan. Kedua, setiap prestasi anak didik,
APBD, tahun ini naik menjadi sekitar 1%,
guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat
yang nominalnya sekitar Rp 6 miliar.
Kabupaten MBS
yang terkait erat dengan peningkatan
Maka, wajar jika Angka Partisipasi Kasar
mutu pendidikan bertaraf nasional dan
(APK) tingkat SMP/MTs di Loteng saat ini juga Program MBS di Loteng mulai diperkenalkan
internasional, diberikan penghargaan dan
sudah mencapai sekitar 9%, atau di atas rata- sejak 2002. Dua tahun sebelumnya, program
62 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-662 62 5/17/2007 6:29:48 AM
Rubrik Biasa
Daerah
terdapat 25 SD Filial. Program ini mulai
digulirk an sejak tahun 2004 untuk
mempercepat penuntasan wajib belajar
pendidikan dasar 9 tahun. Sekolah filial
merupakan cabang dari sebuah SD Induk.
Selain mendirikan sekolah filial, Kabupaten
Lobar yang berpenduduk sekitar 77.000
jiwa itu juga giat membangun SD-SMP Satu
Atap atau SPDT (Sekolah Pendidikan Dasar
Terpadu). Sekolah tersebut dibangun di SD-
SD yang berlokasi di daerah terpencil, terisolir,
dan pedalaman. Tujuannya adalah untuk
memudahkan anak-anak dari daerah tersebut
dalam melanjutkan ke tingkat SMP.
Jika harus memilih ke SMP di kota, anak-
anak dari daerah terpencil, terisolir, dan
pedalaman itu merasa keberatan sehingga
memilih tak melanjutkan. Karena itu, lantas
dibuatkan ruang kelas baru dalam satu
kompleks SD dengan memanfaatkan lahan
yang ada. “Saat ini sudah terdapat 29 SD-SMP
hasilnya sangat positif. Pengelolaan sekolah Satu Atap di Kabupaten Lobar,” kata Nawawi,
ini sudah mulai dirintis di Jawa Tengah, Jawa
menjadi terbuka, anak-anak dan guru terlibat yang sebelumnya pernah menjadi guru SMP
Timur, dan Sulawesi Selatan. Pemberlakuan
aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan dan SMA sejak 1970 sampai 1998.
MBS tersebut atas sokongan dua lembaga
masyarakat berperan optimal dalam kegiatan Jurus sekolah filial dan SD-SMP Satu Atap
PBB, yaitu UNICEF dan UNESCO. Aslinya
sekolah. Program rintisan itu kemudian itu tampaknya memberi andil signifikan bagi
sih bernama CLCC (Creating Learning
ditularkan ke sekolah-sekolah lain. keberhasilan program wajib belajar di Lobar.
Communities for Children) atau “Menciptakan
Masyarakat Peduli Pendidikan Anak”. Tapi Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Meski didera berbagai kesulitan, terutama
Pendidikan Nasional, Drs. Mudjito AK, M.Si, kemiskinan dan kondisi geografis, namun
lebih kondang disebut MBS. Program ini
juga memuji upaya keras Kabupaten Loteng APK SMP di Lobar kini sudah mencapai
bertujuan meningkatan mutu SD/MI melalui
dalam memberlakukan MBS. Kata Mudjito, 91%, atau sudah di atas rata-rata nasional
tiga komponen utama: manajemen terbuka,
keberhasilan program MBS memang tidak yang 88,68%. Akhmad Nawawi yang pernah
peningkatan peran serta masyarakat (PSM),
bisa kelihatan dalam waktu cepat, apalagi menyabet predikat sebagai Juara II Guru
dan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif
kalau menggunakan parameter angka-angka. Teladan Nasional tingkat SMA tahun 1987
dan menyenangkan (PAKEM).
“Namun nilai-nilai yang dikembangkan dalam itu mengaku optimistis target tuntas wajib
Menurut Drs. H. Lalu Dhyana Imran,
MBS sangat mendukung anak-anak kita untuk belajar pendidikan dasar 9 tahun di Lobar
Kepala Sub Dinas TK/SD Dinas Pendidikan
menjadi bangsa yang tangguh pada masa bakal tercapai tahun 2008, sesuai target
Loteng, sosialisasi program MBS di Loteng
yang akan datang. Nilai-nilai keterbukaan, nasional.
yang dilakukan sejak 2002 telah menjangkau
berani mengemukakan pendapat, toleransi,
seluruh SD yang berjumlah .685. “Yang SAIfUl AnAm (mATARAm)
kreatif, dan inovatif, semua dikembangkan
sangat menggembirakan, dalam sosialisasi ini
dalam MBS. Nilai-nilai itu sangat diperlukan
70% pendanaannya dtanggung oleh sekolah
untuk menjadi bangsa maju,’’ tandasnya.
sendiri. Ini menunjukkan keinginan mereka
menerapkan MBS sangat tinggi,” ujarnya.
Setelah kegiatan sosialisasi menyentuh
Sekolah Filial
seluruh SD, Loteng kemudian menasbihkan
diri sebagai Kabupaten MBS. Ini merupakan Gairah untuk memajukan pendidikan juga
kabupaten kedua yang menyatakan dirinya tampak di Kabupaten Lombok Barat (Lobar),
sebagai Kabupaten MBS setelah Bantaeng, tetangga Loteng. Tengoklah bagaimana
Sulawesi Selatan. daerah ini bekerja sangat serius untuk
Willem Standaert, Senior Programme melayani pendidikan anak-anak di daerah
Coordinator UNICEF Indonesia, menyatakan terpencil, pedalaman, dan terisolir, dengan
gembira atas kesungguhan Loteng dalam membangun sekolah filial (cabang) dan
memberlakukan MBS. Awalnya, kata Willem, sekolah satu atap.
digelar program rintisan MBS di Gusus 06 Menurut Drs. H. Akhmad Nawawi, MM,
Kecamatan Kopang dan Gugus 01 Kecamatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Pujut yang mencakup 15 SD/MI. Ternyata Kabupaten Lobar, di daerahnya saat ini Ahmad Nawawi
6
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-663 63 5/17/2007 6:30:02 AM
Peran Swasta
DoK. pEnA
HMS Donation
SWASTA “T
tapi juga membuka lembaga-lembaga
IDAK ada k ata ak hir untuk
pendidikan yang penyelenggaraannya jauh
perjuangan suatu bangsa,” kata
lebih bagus daripada sekolah-sekolah negeri.
Pandit Jawaharlal Nehru, Perdana
MENATA
Bagi mereka, menangani pendidikan bukan
Menteri India, yang pada masanya dulu
hanya bagian dari perwujudan tanggung
menjadi sahabat Presiden pertama RI,
jawab sosial perusahaan, melainkan juga
Soekarno. Di balik kalimat sederhana itu
berangkat dari kesadaran akan pentingnya
sesungguhnya tertanam makna yang
KUALITAS
sumber daya manusia yang bermutu.
dalam. Suatu bangsa tentu tak akan pernah
berhenti melakukan perjuangan.
Pendidikan menjadi bagian yang mutlak
Medco dan Sampoerna
dibutuhkan dalam mengemas sumber
daya manusia. Masalahnya, meskipun Medco, perusahaan minyak milik Arifin
Banyak pengusaha ikut andil penyelenggaraan pendidikan sepenuhnya Panigoro, sudah banyak mengucurkan
menangani pendidikan. menjadi tanggung jawab pemerintah dananya untuk mendirikan sekolah.
Berangkat dari keprihatinan sesuai dengan amanat konstitusi, namun Melalui Yayasan Pendidikan Medco (YPM),
pada kondisi pendidikan pemerintah memilik i keterbatasan- perusahaan itu tak hanya membangun
keterbatasan. Beruntunglah, semakin Kelompok Bermain, TK, SD dan SMA. Tapi
nasional dan kesadaran
banyak kalangan swasta turut memberikan juga banyak memberikan beasiswa kepada
akan pentingnya sumber perhatiannya terhadap pendidikan. ratusan mahasiswa di berbagai perguruan
daya manusia bermutu. Sebut saja di antaranya PT HM Sampoerna, tinggi terkemuka di Indonesia. Kerap juga
Muhammadiyah dan NU Medco, kelompok usaha Sutanto Tanoto, menyeponsori kompetesi keilmuan di luar
mengelola puluhan ribu sekolah. grup Ciputra, grup Sahid, dan Bank Lippo. negeri yang diikuti mahasiswa Indonesia.
Mereka bukan hanya memberikan beasiswa, Anggaran yang dihabiskan Medco untuk
64 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-664 64 5/17/2007 6:30:05 AM
Peran Swasta
dan kualitas sistem sekolah,” jelas Sapto. diluncurkan Agustus mendatang, pelatihan
mendanai berbagai kegiatan pendidikan itu
Sejak program ini dimulai pertengahan buat guru-guru SMA yang diadopsi dalam
mencapai US$ 1,5 juta-US$ 2 juta setahun.
2005, sudah ada enam SMA yang diadopsi program SQIP sudah dilakukan. “Di tahun
Medco juga kerap merekrut insinyur-
atau mendapat pendampingan Sampoerna pertama dan kedua lembaga ini akan
insinyur yang baru lulus kuliah untuk dididik
Foundation melalui SQIP. Keenam sekolah menyediakan kursus-kursus dan pelatihan
lebih profesional, sehingga siap terjun ke
untuk meningkatkan profesionalitas
lapangan menangani pekerjaan-pekerjaan itu adalah SMA Depok, SMA 11 Bandung,
guru,” kata Sapto. “Baru di tahun ketiga
berteknologi tinggi. Tidak hanya itu. “Medco SMA 2 Balikpapan, SMA 2 Bukit Tinggi, SMA
program pascasarjana untuk mencetak guru
bahkan kerap membiayai grup-grup musik 2 Sekayu Sumatera Selatan, dan SMA 4
berkualitas dimulai.”
anak-anak yang kesulitan mentas di luar Denpasar.
negeri,” kata Yani Panigoro, Direktur YPM. “Melalui pendampingan ini, Kepala
Pernah Medco membiayai anak-anak sekolah dilatih menjadi CEO yang profesional
Tanoto, Ciputra dan Sahid
jalanan asuhan almarhum Harry Roesli dalam mengelola, menggalang dana untuk
yang mentas di Jerman. Medco membiayai program-program sekolah dan mampu Tanoto Foundation (TF) atau Yayasan
keberangkatan mereka. berkomunikasi dengan public,” kata Sapto. Bhakti Tanoto, dari kelompok usaha milik
Perhatian besar terhadap pendidikan Sedangkan untuk guru disediakan pelatihan pengusaha Sutanto Tanoto, sudah lama
juga ditunjukkan Sampoerna Foundation pendalaman materi pelajaran dan cara bergulat dengan program pelatihan guru.
atau Yayasan Sampoerna. Yayasan ini menyampaikannya. Peningkatan kualitas Direktur Eksekutif TF, Ratih SA Loekito,
didirikan pada 2001 oleh Putera Sampoerna sistem sekolah misalnya dilakukan dengan mengatakan, program kerja TF bertujuan
dan sejumlah pemilik saham perusahaan menyempurnakan kurikulum. untuk meningkatkan kualitas guru. “Guru
rokok PT HM Sampoerna. “Kami sudah Jika Program SQIP ditujukan untuk memainkan peranan yang sangat penting
sekolah jenjang menengah, maka program dalam meningkatkan kualitas siswanya,”
aktif melakukan kegiatan sosial sejak 191,
IDP yang dijalankan Sampoerna berbentuk kata Ratih.
tapi organisasi sosialnya baru dibentuk
pendampingan terhadap perguruan- Akhir Maret lalu, TF menggandeng
tahun 2001,” ujar Sapto Handoyo Sakti,
perguruan tinggi. Sampoerna Foundation Yayasan Kemala Bhayangk ari ( YBK )
Communication Director Sampoerna
menawarkan kesempatan kepada sekolah- menggelar program pelatihan untuk
Foundation.
sekolah tinggi bisnis untuk mengajukan membantu meningkatkan kualitas guru
Menurut Sapto, Sampoerna Foundation
proposal. “Misalnya, kalau mereka ingin di lingkungan sekolah milik YBK. Program
adalah Corporate Social Responsibility
membuat program MBA yang bagus, kita pelatihan guru itu diselenggarakan di Bogor.
Operator dari perusahaan-perusahaan
akan bantu carikan partner,” kata Sapto. Pelatihan diikuti 50 guru dan kepala sekolah
yang menjadi donor mereka. Perusahaan
Sedangkan program Teacher Institute dari 25 sekolah di lingkungan YKB yang
mitra Sampoerna Foundation terbagi dalam
adalah sebuah lembaga pendidikan untuk tersebar di 14 provinsi. Ke-14 provinsi itu
tiga kelompok: mitra beasiswa, mitra kerja
mencetak guru-guru yang profesional. adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
magang, dan mitra program-program
Program ini bekerja sama dengan National Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera
khusus. Beasiswa Sampoerna Foundation,
Institute of Education Singapore, semacam Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan,
kata Sapto, diberikan untuk membantu
IKIP-nya Singapura. Teacher Institute Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan
masyarakat yang tidak mampu. Menurut
menerima lulusan S1 yang berminat menjadi Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan
Sapto, beasiswa paling banyak diberikan
guru. Meskipun program ini baru akan DKI Jakarta.
kepada siswa SMA, karena di tingkat SMA
drop out-nya paling banyak. “Selama lima
Yani Panigoro
tahun terakhir kami sudah memberikan
beasiswa kepada 15.000 siswa SMA,” kata
Sapto.
Dalam membantu meningkatkan
kualitas pendidikan, Sampoerna
Foundation menjalankan tiga program
berupa pendampingan terhadap sekolah-
sekolah yang mutunya masih rendah.
Ketiga program itu adalah School Quality
Improvement Program (SQIP), Program
Institutional Development Program (IDP)
dan Teacher Institute.
SQIP adalah program Sampoerna
Foundation untuk mendampingi sekolah-
sekolah SMA negeri pada jenjang menengah.
“Kami menjadi semacam konsultan untuk
memajukan kualitas sekolah-sekolah itu,
DoK. pEnA
Sapto Handoya Sakti
dengan meningkatkan kualitas SDM sekolah
65
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-665 65 5/17/2007 6:30:12 AM
Peran Swasta
Abdul Mu’ti, Sekjen Dikdasmen PP Muhammadiyah
“Pelatihan ini diharapk an dapat
memberi pembekalan optimal kepada
guru maupun kepala sekolah dalam
meningkatkan profesionalisme mereka,”
kata Ratih. “Dengan guru yang profesional,
murid-murid pun akan lebih bersemangat
mengikuti proses pembelajaran dengan
hasil yang lebih baik lagi.” Sebelumnya,
TF sudah banyak menggelar pelatihan
sejenis, terutama di daerah bencana, seperti
di Aceh dan Sumatera Utara. Dr Anita
Lie, pakar pendidikan yang juga penulis
buku Cooperative Learning, digandeng TF
untuk menjadi fasilitator dalam pelatihan-
pelatihan itu.
Pada Juni 2006, TF meluncurkan program
pemberian beasiswa untuk mahasiswa S1
ISTImEWA
dan S2 ITB. Sebelumnya, TF juga sudah
memberikan bantuan serupa kepada UI, IPB,
keagamaan, keilmuan, dan bahkan kegiatan
UGM, Universitas Riau, dan USU. sekadar melontarkan kritikan. Ia memberikan
perekonomian,” kata Sukamdani seperti
Mulai tahun ini, TF juga akan rutin solusi, dengan mendirikan sekolah-sekolah
dikutip Harian Republika. Di PPM Sahid, para
m e m b e r i k a n p e n g h a r g a a n Ta n o to unggulan. Sampai saat ini, sudah ada 1
santri mendapatkan tiga mata pelajaran yang
Professorial Award, untuk para guru besar sekolah dan tiga universitas yang didirikan
bersifat normatif (PPKN, bahasa Indonesia,
yang dianggap berdedikasi. Program Ciputra. Antara lain, Pondok Indah Global
agama Islam), adaptif (bahasa Inggris,
p e m b e r i a n a wa r d i n i m e r u p a k a n School dan Perguruan Don Bosco. Ciputra
bahasa Arab, matematika, fisika, kimia,
penghargaan TF atas dedikasi guru besar sendiri menjabat sebagai Pembina Yayasan
biologi) dan produktif (pelatihan kejuruan
di Indonesia, dan untuk membantu mereka Pondok Indah Don Bosco, yayasan pengelola
pertanian, pelatihan MIPA terapan).
melakukan riset di bidang ilmunya bagi lembaga pendidikan elit itu.
PPM Sahid tetap mengacu pada kurikulum
kepentingan kehidupan umat manusia. Kepedulian terhadap dunia pendidikan
pendidikan umum, ditambah dengan
Tahun ini, Tanoto Professional Award, juga ditunjukkan oleh pengusaha besar,
pendalaman agama Islam. Sedangkan
diberikan kepada Prof Dr Ir SM Widyastuti, H Sukamdani Sahid Gitosardjono. Melalui
untuk mendidik keahlian, PPM Sahid
MSc dan tim risetnya dari Fakultas Kehutanan Yayasan Pendidikan Sahid lahirlah antara
membuka beberapa program pelatihan
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. lain Universitas Sahid, Jakarta. Ia juga
seperti pelatihan pertanian, perkebunan,
Penghargaan itu disertai bantuan dana Rp memoles sistem pendidikan pesantren
peternakan dan perikanan. “Penekanan
1,2 miliar untuk biaya riset selama tiga tahun. dengan mendirikan Pondok Pesantren
pendidikan memang sengaja diarahkan
TF menetapkan fokus riset pada ganoderma, Modern Sahid (PPM Sahid), empat tahun
pada pengembangan sikap, keahlian,
yaitu sejenis jamur yang mengakibatkan akar lalu. “Agama menjadi sumber etika dan
dan pengetahuan,” kata Soekamdani.
dan batang tanaman membusuk. Penelitian ini syariat yang memberi tuntutan kepada
“Prinsipnya adalah keterpaduan aspek
diharapkan memberi andil pada kepentingan manusia. Sedangkan ilmu pengetahuan
afektif, kognitif, serta psikomotor yang dapat
industri perkebunan dan kehutanan. memberikan kaidah-kaidah empiris untuk
diunjukkerjakan melalui ilmu amaliah dan
Grup usaha Ciputra, milik pengusaha menjalani kehidupan di dunia ini,” kata
amal ilmiah.”
Ciputra, juga memberi perhatian besar Sukamdani.
terhadap pendidikan di Indonesia. Ciputra, PPM Sahid menyelenggarakan
pendidikan bagi santri tingkat Tsanawiyah
pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 191,
Muhammadiyah dan NU
(SLTP Islam) dan Aliyah (SLTA Islam). PPM
itu mengkritik sistem pendidikan Indonesia
Sahid berlokasi di kawasan Gunung Menyan,
yang dianggapnya hanya mencetak lulusan Selain perusahaan-perusahaan kelas
Bogor, Jawa Barat. Dengan luas areal 50
yang pandai menghapal. “Sekolah-sekolah kakap, organisasi kemasyarakatan besar juga
hektare, PPM Sahid memiliki beragam
kita hanya mendidik anak untuk nyontek dan ikut menangani pendidikan. Muhammadiyah
fasilitas penunjang. Selain masjid dan
bukan mencipta. Tanpa disadari orangtua dan Nahdlatul Ulama (NU) adalah dua di
gedung asrama yang bisa menampung
dan guru yang menyuruh anak menghapal antara organisasi massa yang sudah lama
150 santri, ada pula laboratorium komputer,
akan menutup kreativitasnya,” kata Ciputra berkecimpung mengurus pendidikan. NU,
fisika, kimia, biologi, dan bahasa, serta
seperti dikutip harian Bisnis Indonesia. sebagai organisasi kegamaan yang terbesar
perpustakaan dan lapangan olahraga.
Akibatnya, generasi sekarang ini tidak di Indonesia memiliki seabrek sekolah mulai
“Di sini kami berupaya mewujudkan
punya daya kreasi dan inovasi yang tinggi. dari madrasah ibditaiyah (MI), madrasah
suatu komplek lingkungan pusat
Padahal kreativitas dan inovasi menjadi kunci tsanawiyah (MTS), madrasah aliyah (MA)
komunitas santri dalam kehidupan sosial,
sukses seorang entrepreneur. Ciputra tak hingga Universitas, yang tersebar di pelosok
66 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-666 66 5/17/2007 6:30:16 AM
Peran Swasta
95 tahun yang lalu, didorong oleh keprihatinan
pengawasan Ma’arif,” kata Drs Aceng Abdul
negeri. Dari 90 % madrasah di Indonesia,
atas kondisi dunia pendidikan pada masa
Azis Dy, Wakil Ketua Bidang Data dan
60% di antaranya milik NU.
penjajahan. Kala itu, kondisi masyarakat
Informasi LP Ma’arif NU.
NU yang didirikan tahun 1926 sejak
Indonesia masih dicekam kebodohan karena
Total madrasah di seluruh Indonesia
awal mengusung paham keagamaan yang
pemerintah Belanda tidak memperhatikan
mencapai 40.000. Namun belum seluruhnya
disebut dengan ahlussunnah waljama’ah.
pendidikan untuk pribumi.
mendapat perhatian dari pemerintah. Bantuan
Paham ini mencakup tiga aspek yang
Berangk at dari keprihatinan atas
yang telah diberikan oleh Departemen Agama
harus dipedomani oleh warga nahdliyin
keterbelakangan masyarakatnya, KH
dinilai LP Maarif NU belum cukup untuk
dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ahmad Dahlan, seorang pedagang batik
merehabilitasi madrasah dari segi pembiayaan,
Yaitu akidah, fiqh/syari’ah dan akhlak/
pribumi asal Kauman, Yogyakarta, kemudian
ketenagaan dan konten pendidikan. “Justru di
tashawuf. Dengan berpegang pada paham
mendirikan Madrasah Dismul Aqro pada
situlah LP Maarif NU memiliki peranan penting,
Ahlussunah Waljama’ah, NU telah mencatat
tahun 1911. Selang setahun, pada 1912,
memelihara eksistensi madrasah-madrasah
sejarah begitu panjang dengan berbagai
madrasah pertama untuk pribumi itu diberi
swasta dengan target melayani masyarakat,”
dinamikanya bagi kehidupan bangsa
nama Persyarikatan Muhammadiyah.
ujar Aceng.
Indonesia, termasuk dalam peningkatan
Pe r j u a n g a n K H A h m a d D a h l a n
Pemerintah dalam hal ini Departemen
kualitas pendidikan di Indonesia.
untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
Agama memberikan bantuan berupa
Dalam struktur kepengurusan
dilanjutkan oleh para kadernya hingga
block grant kepada madrasah yang ada di
PBNU, Lembaga Pendidikan (LP) Maarif
sekarang. Bidang pendidikan yang kemudian
seluruh Indonesia. Dari tingkat MI, MTS, dan
NU merupakan salah satu departemen
dikembangkan Muhammadiyah, terbagi
Madrasah Aliyah. Program yang diberikan
yang bertugas melaksanakan kebijakan
dalam tiga kategori besar. Pertama, kategori
bernama Bantuan Operasional Manajemen
p e n d i d i k a n . L P M a’a r i f N U d a l a m
Taman Kanak-kanan dan usia pra sekolah,
Mutu (BOMM). Jumlah Dana BOMM yang
perjalanannya secara aktif melibatkan
yang dikelola oleh lembaga Aisyiyah. Kedua,
dikucurkan mencapai Rp 60 juta untuk
diri dalam proses-proses pengembangan
kategori SD, SMP, SMA, SMK, termasuk
madrasah ibtidaiyah, Rp 65 juta untuk
pendidikan di Indonesia. LP Ma’arif NU
Madrasah, Pesantren dan Diniyah yang
madrasah tsanawiyah dan Rp 70 juta untuk
juga mendirikan satuan-satuan pendidikan
dikelola oleh Majelis Pendidikan Dasar
madrasah aliyah. Dana tersebut langsung
mulai dari tingkat dasar, menengah
dan Menengah (Dikdasmen) Persyarikatan
diberikan oleh Departemen Agama (Depag)
hingga perguruan tinggi.
Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketiga, kategori
ke setiap sekolah.
“Di seluruh Indonesia,
perguruan tinggi yang dikelola oleh Majelis
“Tujuan dana BOMM di antaranya
sampai Maret 2006
Pendidikan Tinggi Badan Penelitian dan
adalah untuk peningkatan mutu
ada sekitar 12.000
Pengembangan PP Muhammadiyah.
hasil ujian nasional dan peningkatan
madrasah yang
Abdul Mu’ti, Sekretaris Jenderal Majelis
manajemen mutu pendidikan, bukan
Dikdasmen, PP Muhammadiyah mengatakan
untuk pembangunan fisik gedung
bahwa berdasarkan data tahun 2005,
atau rehabilitasi sekolah,” jelas Aceng.
Kiprah Muhammadiyah dalam Muhammadiyah mengelola 5.62 lembaga
menangani pendidikan juga sama pendidikan di seluruh Indonesia. Lembaga-
akbarnya. Muhammadiyah lembaga pendidikan itu terdiri dari 1.12
adalah organisasi Sekolah Dasar, 1.769 Madrasah Ibtida’iyah dan
kemasyarakatan Islam Madrasah Diniyah. 1.184 SMP, 54 Madrasah
kedua terbesar setelah Tsanawiyah, 511 SMA, 172 Madrasah Aliyah,
NU. Kelahiran Muhammadiyah 26 SMK, dan 67 Pesantren.
berada Dalam pengelolaan lembaga
di bawah pendidikannya, Muhammadiyah
menerapkan konsep sentralistik konsultatif.
EVA
RoH
Artinya, menurut Mu’ti, pengembangannya
IlA
H
tak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi
harus mendapat persetujuan pimpinan
p e r s y a r i k a t a n . “ Pro s e s s e l e k s i d a n
pengangkatan guru pun, tak sepenuhnya
bisa dilakukan kepala sekolah,” katanya.
“Melainkan harus melibatkan Majelis
Dikdasmen dan Pimpinan Persyarikatan
Muhammadiyah.”
Semoga saja, makin banyak pihak,
terutama pengusaha dan organisasi massa,
yang makin peduli pada pendidikan.
Aceng Abdul Azis ES cASTRA, EVA RoHIlAH, AYU n AnDInI
67
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-667 67 5/17/2007 6:30:20 AM
Figur
Inu Kencana Syafii
TAK GENTAR MESKI
MELARAT
Prinsipnya berkata jujur. Menolak disuap Rp 300 juta untuk
menutupi kasus praja bermasalah. Banyak berkas praja
bermasalah yang dilaporkannya raib. Penghasilannya lebih
utama untuk pendidikan anak-anak. Rumah dinas untuk dosen
bergolongan II masih ditempatinya meski ia berpangkat golongan
IV. Menulis 42 judul buku.
S
terlambat, para senior Cliff memberikan
“Tolong kejar dan tangkap orang yang
OSOKNYA yang berbadan kurus-kecil
materi tambahan. Materinya, berupa
mengatakan Cliff meninggal karena
sungguh kontras dengan sikapnya
pukulan di perut dan tendangan di dada
penyakit liver. Logikanya mana boleh
yang pemberani, lugas, dan tangkas.
sambil matanya ditutup handuk. Ini bukan
ada praja punya penyakit.” Padahal, yang
Namanya kembali menjadi perbincangan
materi tambahan tapi penyiksaan,” kata
mengatakan Cliff meninggal karena sakit
di banyak media massa. Tak lain karena ia
Inu.
liver akut adalah Rektor IPDN, I Nyoman
membeberkan sejumlah kasus penganiayaan
Cliff bersama 12 praja lainnya dipanggil
Sumaryadi. Nyoman Sumaryadi yang
praja senior terhadap junior yang berujung
seniornya, praja tingkat III di Barak DKI
akhirnya diganti memberi pernyataan yang
kematian di IPDN.
Jakarta. Karena tak kuat menahan materi
disebutnya berdasar laporan tim investigasi
Dialah Inu Kencana Syafii, dosen Institut
tambahan itu, tubuh Cliff tersungkur.
internal IPDN.
Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),
Nahasnya, bukannya ditolong, tubuh lemah
Konsekuensi ucapan Inu berdampak
Bandung. Dialah yang membeberkan
itu malah ditendang dan diinjak perutnya
tak ringan. Hanya dalam hitungan jam, ia
dengan gamblang kasus kematian Cliff
karena dianggap “lemot”. Baru setelah tak
diskors dari jabatannya sampai penyelidikan
Muntu, praja tingk at II IPDN akibat
berkutik, para senior itu panik. Cliff yang
kematian Cliff Muntu jelas. Toh, ia tak takut.
penganiayaan sejumlah seniornya. Suara
dibawa ke Rumah Sakit Islam Sumedang,
“Saya hanya takut kepada Allah,” ungkap
lugas Inu berseberangan dengan mayoritas
rumah sakit terdekat dari IPDN, sudah tak
lelaki kelahiran Payakumbuh, Sumatera
pejabat IPDN yang kompak melakukan
bernyawa.
Barat, 14 Juni 1952, sambil mengacungkan
gerakan tutup mulut.
Tak hanya kematian Cliff yang Inu
telunjuknya ke atas.
Yang disebut Inu itu berseberangan
beberkan. Kepada media dan kepolisian,
Kisah kematian Cliff, praja asal Sulawesi
dengan pernyataan resmi IPDN yang
Inu membongkar kejanggalan kematian
Utara itu, tak ditutupi Inu. “Karena Cliff
disampaikan rektorat. Inu mengatakan,
robby Sugara
IpdnmanIa.blogSpot.com
Demo Kekerasan IPDN Demo didepan Kampus IPDN
68 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-68 68 5/17/2007 7:36:50 AM
Figur
robby Sugara
www.Suara merdeKa.com
Pendidikan dan Pelatihan di IPDN
Kampus IPDN
dijumpainya di IPDN. Misalnya, ketika Inu
masih tinggal di sini. Tapi tidak apa-apalah,”
sejumlah praja dalam beberapa tahun
menjadi pengasuh para praja. Banyak
ujarnya kepada PENA PENDIDIKAN.
belakangan. Sosoknya menjadi orang
tawaran dari orangtua praja yang anak
Saban hari Inu pun mesti berjalan kaki
yang dicari media, juga seteru Inu, pejabat
mereka terlibat kasus-kasus berat seperti
dari rumah di ujung menuju kelas-kelas.
kampus dan para praja yang menilai
narkoba, dan seks bebas. “Saya pernah mau
Jaraknya, sekitar 500 meter. Setiap hari
Inu menjatuhkan citra IPDN. Sikap tegar
dikasih uang Rp 300 juta, tapi saya tolak,”
itu pula ia berjalan kaki dari kelas ke kelas,
Inu berbuah hasil baik. Presiden Susilo
kata Inu.
hingga kembali ke rumah mungilnya.
Bambang Yudhoyono bahkan turun
Inu berpegang pada prinsip: uang
Mengapa sampai berjalan kaki? “Jangankan
tangan dan membentuk tim evaluasi.
melimpah itu tidak ada harganya dibanding
mobil, sepeda motor pun saya tidak punya,”
Departemen Dalam Negeri mencopot I
kejujuran. Inu pun ogah diminta menutupi
kata Inu, tanpa tedeng aling-aling.
Nyoman Sumaryadi sebagai rektor. Surat
kebohongan. Jika ada praja terbukti
Bahkan, di rumah dinas Inu yang kumuh
keputusan penonaktifan Inu mengajar
bersalah, kata inu, harus dinyatakan
dan sumpek itu, tidak ada barang-barang
dicabut kembali.
bersalah tanpa ada kompromi apapun.
berharga. Cuma ada televisi, kursi tamu
Inu lega kasus kematian sejumlah
“Saya laporkan semua kasus-kasus itu ke
sederhana, satu unit komputer lawas di
mahasiswa IPDN disidik aparat kepolisian.
sidang senat,” ungkapnya.
kamarnya yang kecil, dan buku-buku yang
Ia juga amat senang, ucapannya banyak
Sayangnya, kejujuran Inu melaporkan
berjubel di lemari ruangan tengahnya.
didengar publik. Selama ini, kata Inu,
sejumlah pelanggaran di kampus itu seakan
“Anda lihat, jam tangan saja saya enggak
teriakannya di kampus soal kasus kematian
tak berbekas. Hanya selang beberapa hari,
punya,” kata Inu.
sejumlah praja tak pernah didukung satu
kala Inu melaporkan kasus-kasus praja
Meski begitu, Inu tidak merasa malu
pun pejabat kampus. Yang Inu dapat, “Gaji
bermasalah, muncul perintah dari para
dengan keadaannya itu. Benda-benda
pernah distop, diancam, dan pangkat yang
petinggi kampus untuk menutup kasus.
berharga dan harta berlimpah, bukan
sulit naik,” katanya.
Ketika Inu mencari berkasnya ke bagian
tujuan hidup Inu sesungguhnya. Hal yang
Hidup Sederhana arsip, eh sudah lenyap semua berkasnya.
pertama baginya, adalah pendidikan anak-
“Inilah realita yang selalu saya hadapi
anaknya bisa sampai ke jenjang perguruan
Kehidupan sebagai dosen di IPDN (ketika
selama mengajar di sini,” katanya.
tinggi. Putranya hasil pernikahan dengan
itu namanya Sekolah Tinggi Pemerintah
Indah Prasetya, yakni Raka Manggala,
Dalam Negeri) dijalani Inu sejak 1994. Ia
Masa Kecil Berliku
Nagara Belagama, dan Priska Bundha, bisa
memang sosok sangat sederhana. Rumah
menempuh pendidikan tinggi.
dinasnya, dari dulu sampai sekarang Masa kecil Inu berlika-liku. Pada awalnya
Hal lain yang selalu dipegangnya adalah
masih Inu dan keluarganya tempati. Inu kecil terlahir serba kecukupan. Ayahnya,
berbicara jujur. “Jangan pernah ada yang
Yakni di Kompleks perumahan Dosen Abdullah Syafii, bupati di Bengkalis, Riau.
ditutup-tutupi tentang keburukan, apalagi
IPDN di kampus Jatinangor, Kabupaten Ibunya Zaidar Syafii, guru di sekolah
menyangkut kepentingan publik,” ujarnya
Sumedang. keputrian Raja Siak Sri Indrapura. Inu anak
tegas.
Rumah ini hanya berukuran 42 meter bungsu dari 12 bersaudara dari tiga istri
Pendidikan anak dan berkata jujur,
persegi. Tempatnya berada di ujung ayahnya.
menjadi dua hal yang membuat Inu tak
paling jauh dari kampus. Nampak kumuh, Pendidikan Inu sempat berpindah-
sembarangan mengejar harta. Sebenarnya
sempit, dan jauh dari gerbang kampus. pindah tempat. SD ia selesaikan di
bukan perkara teramat sulit bagi Inu
Rumah-rumah di blok itu mestinya untuk Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh,
mengumpulkan uang berlebih dari gaji
dosen golongan II. Padahal, saat ini Inu Sumatera Barat. Masa SMP dilaluinya di SMP
bulanannya. Tak sedikit peluang yang
bergolongan IV. “Saya enggak tahu kenapa Negeri VIII Jakarta. Ia menamatkan SMA
69
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-69 69 5/17/2007 7:36:57 AM
Figur
Bioadata
IStImewa
Nama Lengkap: Inu Kencana Syafii
Kelahiran : Payakumbuh, Sumatera Barat, 14
Juni 1952
Pekerjaan : Dosen IPDN sejak 1991 (golongan
IV, lektor kepala)
Alamat : Rumah Dinas IPD, Blok E 25
Pendidikan : 1. SD Negeri di Simalanggang,
Kecamatan Payaukumbuh, Inu Kencana bersama keluarga
Sumatera Barat.
2. SMPN VIII di Jakarta.
3. SMAN Paspal, Pangkalan Brandan pada 1971.
4. Akademik Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Jayapura, lulus 1979.
5. Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta, 1985-1987.
6. Program Master, jurusan Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada (UGM).
7. Kandidat doktor di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Konsentrasi Ilmu
Pemerintahan.
Nama Istri : Indah Prasetya
Putra/Putri : Raka Manggala, Nagara Belagama, dan Priska Bundha.
Foto-Foto: robby Sugara
Inu Kencana saat diwawancarai
para wartawan dirumahnya
mengenai kasus IPDN
Seiring kehidupan barunya sebagai
Baru pada 1979, ia rampungkan studi
Negeri Paspal, Pangkalan Brandan, 1971.
dosen, Inu mendapat beasiswa S-2 Jurusan
Akademi Pemerintahan Dalam Negeri
Ia terpaksa bersekolah berpindah-pindah
Administrasi Negara di Universitas Gadjah
(APDN) Jayapura. Ia menjadi pegawai
lantaran menumpang di rumah kakak-
Mada, Yogyakarta. Kini, Inu tengah
Pemerintah Daerah Jayapura. Beruntung,
kakaknya. “Jika mendengar lagu Maleleng,
merampungkan studi doktoral Jurusan
ia mendapat tugas sekolah setingkat
lagu Padang, saya selalu terbayang peristiwa
Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran
sarjana di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP)
numpang dari kakak yang satu ke kakak
Bandung. Inu memang mengajar Ilmu
Jakarta (1985-1987). Tak berselang lama,
yang lain,” kata Inu mengenang.
Pemerintahan di IPDN. “Tapi, biayanya
pada 1991 Inu jadi dosen di Sekolah Tinggi
Inu sempat mengenyam kuliah di Fakultas
sedang tersendat,” kata Inu yang sudah
Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN)
Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta pada
menulis 42 judul buku.
Jatinangor, Sumedang, sebelum namanya
1972. Namun ia putus di tengah jalanan.
berubah menjadi IPDN.
“Alasannya keuangan,” katanya. robI Sugara (Sumedang)
70 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-70 70 5/17/2007 7:37:04 AM
Figur
SiKLUS SEPULUH taHUN iNU
S pernikahan. Pernikahan tetap berlangsung
Petikannya:
EORANG Inu yang rasional rupanya
dengan cara islami. Namun keluarga
Dalam hidup yang berangkat sampai
meyakini ada kejadian-kejadian “ajaib”
istrinya tidak hadir dalam pernikahan.
seratus tahun
yang mengiringi garis hidupnya. “Saya
Inu bahkan tak mempersoalkan keyakinan
Kenapa tidak kau terjang saja segalanya
mengalami kejadian penting selalu dalam
istrinya setelah mengarungi bahtera rumah
ini
rentang sepuluh tahun,” katanya. Menurut
tangga. Hingga saatnya, dengan kerelaan
Telan kepahitan tanpa peduli
hitung-hitungan Inu, siklus sepuluh tahun
Indah masuk Islam. “Saya tertarik masuk
Dan setelah itu bersatu tubuh dengan
itu diawali di usia 2 tahun. “Kehidupan saya
Islam karena sering membaca buku-buku
bumi mati
ini dihitung sejak usia 2 tahun. Sebab anak
suami tentang Islam,” kata Indah.
Untuk berbuat sesuai hati
baru lahir atau di bawah dua tahun belum
Hasil perkawinan itu dikaruniai tiga
Ada juga rasa tak tega
mengenal dunia.”
anak. Yakni Raka Manggala (mahasiswa
Rasa yang telah diberi-Nya
Sepuluh tahun pertama jatuh pada usia 12
semester VIII Jurusan Psikologi Universitas
Ya Asy Syahid
tahun, persisnya pada tahun 1964. Kejadian
Diponegoro Semarang), Nagara Belagama
Sepuluh tahun setelah kematian ibunya,
penting saat itu, ayahnya meninggal dunia.
(mahasiswa semester II Jurusan Musik di
Inu menikah. Ia menyunting Indah
Di siklus sepuluh tahun kedua, 22 tahun,
Universitas Pasundan Bandung), Priska
Prasetya, lulusan Diploma-3 Universitas
ibunya yang meninggal dunia. Kejadian
Bundha (siswa SMA).
Cendrawasih, Jayapura. Pada 1984 itu,
penting ini sempat mendera sisi psikologis
Siklus Sepuluh tahun berikutnya,
Inu memang bekerja di Pemerintah Daerah
Inu. “Saya bahkan sempat berpikir Tuhan
1994, Inu untuk menunaikan ibadah haji.
Jayapura. Kisah asamara Inu-Indah hanya
membuat sengsara saya karena mencabut
Dilanjutkan siklus pada 2004, ia berhasil
singkat. Hanya beberapa kali pertemuan,
nyawa kedua orangtua,” katanya.
membongkar kasus penganiayaan berujung
cinta Inu dan Indah sudah bersemi.
Inu mengalami krisis keyakinan. Bahkan
kematian Wahyu Hidayat, praja IPDN.
Langkah mereka ke mahligai pernikahan
ia sampai menjadi atheis alias tak percaya
“Saya merasa kejadian setiap sepuluh tahun
sempat terganjal perbedaan agama. Inu
lagi pada Tuhan. “Saya membenci Tuhan
ini benar-benar aneh,” ungkapnya. Apa
beragama Islam, sementara Indah beragama
dan tidak percaya dengan Tuhan,” kata Inu
lagi yang akan terjadi sepuluh tahun ke
Kristen Protestan.
mengenang kejadian lebih dari 30 tahun
depan?
Tapi asmara yang sudah menyatu
lampau itu.
tak membuat mereka mengurungkan
Hidup tanpa keyakinan dan pegangan robI Sugara
hidup berIslam yang sejak kecil
ia tekuni, membuat hidup Inu
robby Sugara
menderita. “Hidup saya kering.
Sisi sosial dan spritual saya
kosong,” kata Inu. Renungan
Inu pada beberapa kejadian
penting membuka kembali
pintu Islam.
Inu mendapatkan
jawaban permenungannya.
Ia mendapatkan pencerahan:
bahwa tujuan hidup adalah
mencari kebenaran. Kebenaran
yang hakiki adalah Tuhan. Ketika
kebenaran itu diinjak-injak,
berarti dia sudah menginjak-
injak Tuhan. “Inilah yang hingga
sekarang menjadi dasar hidup
saya: mencari dan menegakkan
kebenaran,” katanya.
Inu menulis buku filsafat yang
dijuduli “Filsafat Kehidupan.”
Ada sebait puisi di awal buku
Inu Kencana di depan rumahnya
itu berjudul “Kenyataan.”
71
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-71 71 5/17/2007 7:37:08 AM
Sekolah
pertanian, peternakan, perikanan hingga
SD Percobaan IKIP Malang tampak luar
bengkel otomotif.
Bermula dari SD 8 Tahun
Sekolah PPSP didirikan atas gagasan
Prof Dr Soepartini Pakasih (alm), pakar
pendidikan ternama dari IKIP Malang
(sekarang Universitas Negeri Malang).
Pada tahun 1968, tokoh pendidikan
ini mencetuskan ide penyelenggaraan
pendidikan dasar delapan tahun. Nama yang
dipakai untuk sekolah ini awalnya adalah SD
8 tahun Laboratorium IKIP Malang. Sekolah
ini sengaja didesain sebagai sekolah model
yang otaknya adalah para pakar pendidikan
dari IKIP Malang.
Foto-Foto: muKtI allI
Setelah tujuh tahun berjalan, tepatnya
tahun 1975 sekolah itu dijadikan proyek
pemerintah. Namanya diganti dengan PPSP
(Proyek Perintis Sekolah Pembangunan), dan
jenjang pendidikannya ditambah hingga
SMA. Statusnya sebagai sekolah negeri
Sd negeri percobaan malang dan biaya operasional sekolah sepenuhnya
JEJAK KEUNGGULAN
ditanggung pemerintah. Ada delapan
PPSP yang dibentuk pemerintah di seluruh
Indonesia saat itu. Dua di antaranya dibuka
di Jakarta, dan satu PPSP masing-masing
MASA LALU didirikan di Bandung, Yogyakarta, Padang,
Surabaya, Malang, dan Bali. Pengelolaan
sekolah ini diserahkan kepada masing-
masing IKIP Negeri di kota- kota tersebut.
SD Negeri Percobaan Malang berusaha meneruskan kejayaan Namun, pada tahun 1986 pemerintah
masa lalu semasa bernama sekolah PPSP Malang. Jumlah membubarkan semua PPSP. Hanya IKIP
siswanya tak bisa ditambah karena keterbatasan ruang kelas. Jakarta saja yang mempertahankannya.
Nama yang digunakan untuk sekolah-
sekolah eks PPSP di IKIP Jakarta kemudian
B
kata Djoko. diubah jadi Lab School. Jenjangnya tetap,
EBERAPA tahun terakhir ini, masyarakat
mulai SD hingga SMA.
mengenal istilah- istilah baru di dunia Djoko adalah alumni SD PPSP Malang
pendidikan. Misalnya, pembelajaran –yang kini menjadi SD Negeri Percobaan
model moving class, pembelajaran sistem Malang. Djoko menyebut nama seorang
modul, penguatan life skill peserta didik, kawan satu sekolahnya, Andang Bachtiar,
sekolah model dan kelas akselerasi. Tapi sebagai siswa paling cerdas dan mampu
menurut Dr Djoko Saryono, dosen dan pakar menyelesaikan pendidikan dasar delapan
pendidikan di Universitas Negeri Malang, tahun dengan hanya enam tahun. Andang
sesungguhnya sejak 1970-an, istilah- kini adalah pendiri sekaligus ketua Ahli
istilah itu sudah dikenal dan diterapkan Geologi Indonesia.
di sekolah PPSP (Proyek Perintis Sekolah Semasa belajar di SMA PPSP Malang,
Pembangunan). Djoko juga merasakan sistem
Ia mencontohkan penyelenggaran pendidikan yang sudah canggih.
pendidikan SD dan SMP di PPSP yang Selain menerapkan pembelajaran
dikemas menjadi pendidikan dasar delapan menggunakan sistem modul dan
dikemas secara moving class, SMA
tahun. Sekolah PPSP juga sudah menerapkan
pembelajaran menggunakan sistem modul, PPSP Malang juga dilengkapi
dan program akselerasi. “Moving class juga fasilitas penunjang life
Mutini, Kepala SD
skill. Mulai dari lahan
menjadi menu pembelajaran sehari- hari,”
Percobaan IKIP Malang
72 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-72 72 5/17/2007 7:37:20 AM
Sekolah
memang masih tersimpan di sana.
PPSP Malang juga dibubarkan. SD PPSP menerima siswa baru sebanyak 120 anak,
Malang diubah namanya jadi SD Negeri Apa pun, Kepala SD Negeri Percobaan sedangkan yang daftar mencapai sekitar 250
Malang --yang kemudian berubah lagi jadi Malang, Mutini S.Pd, berusaha meneruskan anak. SD Negeri Percobaan Malang tak bisa
SD Negeri Percobaan (sampai sekarang). kejayaan sekolahnya pada masa lalu. Kini menambah daya tampungnya karena hanya
Sedangkan SMP PPSP berubah jadi SMPN jumlah tenaga pengajar di sekolah ini mencapai bisa menyediakan dua kelas saja, tiap kelas
4 Malang. 34 orang. Sekalipun mereka kebanyakan guru- berisi sekitar enam puluh siswa. “Ini memang
Alasan pemerintah membubarkan guru baru, tapi semuanya selalu diarahkan sangat tidak ideal, sebenarnya,” kata Murtini.
sekolah-sekolah PPSP waktu itu antara untuk belajar dari kejayaan masa lalu. Tapi Mutini belum bisa berbuat banyak
lain karena sifat sekolah-sekolah itu yang Kini, masa kejayaan itu
merupakan proyek berjangka waktu. perlahan diraih kembali. SD
Lagipula, pemerintah tak ingin membuat Negeri Percobaan Malang
perbedaan dengan sekolah-sekolah reguler saat ini termasuk sekolah
lain yang sudah dikenal masyarakat. dasar terbaik di Malang.
Djoko menyayangkan sikap pemerintah “Setiap tahunnya siswa SD
yang tidak melihat sisi-sisi keunggulan Negeri Percobaan Malang
sekolah PPSP. “Pemerintah sama sekali tidak selalu masuk dalam jajaran
melihat inovasi-inovasi pembelajaran serta sepuluh besar nilai rata- rata
pengelolaan sekolah seperti yang diterapkan UPM (Uji Pengendali Mutu)
di PPSP,” kata Djoko Padahal setelah PPSP tingkat SD se-Kota Malang,”
dibubarkan, banyak sekolah yang kemudian kata Mutini.
mencontoh pola-pola pembelajaran yang Satu dari siswa di
pernah diterapkan di PPSP. sekolah ini, A. Fauzy, pada Siswa SD Percobaan IKIP Malang
Karena tak ada lagi tempat praktek 2004 berhasil menjadi juara sedang belajar kelompok
penyelenggaraan pendidikan setelah pertama Olimpiade IPA
bubarnya PPSP, IKIP Malang kemudian tingkat nasional. Pada 2005,
membentuk Yayasan Sekolah Laboratorium. siswa bernama Dwi Wahyuni, juga menjadi untuk menambah ruang kelas. Mengingat
Jenjang pendidikan yang dikelolah tidak juara ketiga olimpiade IPA se-Kota Malang. lahan sekolah seluas 4.210 meter2 itu berada
hanya TK dan SD saja, tapi juga SMP dan SMA. Pada tahun itu juga sekolah ini meraih di kompleks perumahan dosen Universitas
Pada masing- masing sekolah tercantum juara pertama lomba kinerja SD se-Jawa Negeri Malang, dan tak mungkin dilebarkan.
label Laboratorium IKIP Malang. Timur, dan juara harapan pertama tingkat Untuk menambah lantai, terbentur masalah
Nasional. Masih pada tahun 2005, sekolah biaya pula.
Tapi Djoko melihat apa yang diterapkan
ini juga menjadi juara pertama lomba UKS
pada sekolah Laboratorium IKIP Malang Siswa SD Negeri Percobaan Malang tiap
tingkat Kota Malang.
tidak sama dengan yang diterapkan di bulan diwajibkan membayar SPP Rp 78.000
sekolah PPSP dulu. Terutama pada kultur Prestasi-prestasi itu, kata Mutini diraih rupiah. “Sebenarnya seratus ribu rupiah,
akademisnya. “Setahu saya sekolah- berkat kerja keras guru serta kekompakan tapi dikurangi dana BOS sebesar dua puluh
sekolah laboratorium itu sama saja dengan tim. Menurut Mutini, saat ini SD Negeri dua ribu rupiah,” kata Mutini. Selain SPP,
sekolah-sekolah pada umumnya, tak punya Percobaan Malang telah melaksanakan setiap siswa juga dikenakan uang gedung
keunggulan yang menonjol,” katanya. KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan), yang besarnya bervariasi. Tergantung
Sekolah- sekolah eks PPSP pun yang kini meskipun belum sempurna. Pada kelas I-V, kemampuan orang tua siswa. Yang tidak
jadi sekolah negeri, tak tampak menonjol. katanya, 30% kurikulum yang diterapkan mampu malah digratiskan. Menurut Mutini
“Tidak tampak lagi kultur akademis seperti adalah KBK, sedangkan 70% adalah KTSP. rata- rata uang gedung yang dibayarkan
yang diterapkan di zaman PPSP dulu,” kata Untuk kelas VI, 50% KBK dan 50% KTSP. masing- masing siswa sebesar Rp 500.000.
Djoko. Salah satu upaya yang dilakukan SDN Walaupun ruang kelas masih sangat
Percobaan Malang menggenjot prestasi terbatas, tetapi Mutini masih bersyukur.
akademik siswanya adalah dengan melakukan Pasalnya sekolah ini memiliki kelengkapan
Kembali ke SD Percobaan pelajaran tambahan pada sore hari. Tapi itu fasilitas yang memadai. Mulai dari Lab IPA, Lab
Sekolah bekas SD PPSP Malang kini hanya diterapkan untuk kelas VI saja. Materi Matematika, Perpustakaan, lapangan olah
dikenal sebagai SD Negeri Percobaan yang diberikan pada sore hari itu lebih raga serta Lab Komputer. Bahkan SD Negeri
Malang. Entah apa maksud embel-embel banyak pada pemantapan persiapan ujian. Percobaan Malang juga memiliki ruang KKG
“percobaan” pada nama sekolah itu, Pemantapan itu dilakukan selama empat tersendiri. Prinsip lebih mementingkan
karena saat ini SD tersebut tidak lagi jadi bulan sebelum ujian berlangsung. Dari sekitar kualitas ketimbang kuantitas, tampaknya
sekolah percobaan Universitas Negeri 120 siswa kelas VI yang biasanya terbagi dalam dipegang teguh sekolah ini. Meski jumlah
Malang. Tampaknya, menurut Djoko, kata dua kelas, pada sore hari mereka terbagi dalam siswanya tidak banyak, jika kualitasnya
“percobaan” hanyalah untuk mengenang empat kelas. “Agar pembelajaran bisa berjalan bagus, pasti membesarkan nama sekolah.
kejayaan masa lalu, karena berkas-berkas maksimal,” jelas Murtini.
dokumen semasa jadi sekolah percobaan Tiap tahun, SD Negeri Percobaan Malang eS caStra dan muKtI alI
73
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-73 73 5/17/2007 7:37:25 AM
Sekolah
kelebihan masing-masing.
Smpn 5 yogyakarta
PAWITRIKA Gladi dan Gala
Untuk menjaga prestasi dalam bidang
akademik, khususnya pencapaian nilai
MENGASUH BUDI Ujian Nasiona (UN) yang tinggi, sekolah
merancang program pelatihan khusus.
“Sejak dulu Di SMPN 5 memang sudah
MEMACU PRESTASI punya program rutin untuk memacu
prestasi belajar siswa,” ujar Wakil Kepala
Bidang Kurikulum, Arief Wicaksono.
Program itu dikemas dan diberi nama Gala
Widyatama dan Gladi Widyatama.
Gala, menurut Arief, merupakan program
pengayaan dan pelatihan soal-soal untuk
siswa kelas XII. Setelah diberi pengayaan
untuk memantau dan mengevaluasi hasil
dari Gala, kemudian diselenggarakanlah
Gladi, semacam try out atau simulasi ujian
yang mendekati sesuangguhnya.
Hasil Gladi itu kemudian diranking
untuk mengetahui perkembangan prestasi
belajar siswa. Gala dan Gladi, menurut Arief,
sebenarnya mempunyai beberapa tujuan.
Antara lain, siswa terlatih untuk mengikuti
ujian dengan bekal yang cukup. Selain itu,
anak memiliki mental yang kuat dalam
SMPN 5 Yogyakarta mengolah rasa dan kasra siswa menyelesaikan soal dan terakhir teknis.
Foto-Foto: FathonI arIeF
dengan memberi porsi lebih pada mata pelajaran Selain Gala dan Gladi, kata Arief,
kesenian. Dinilai bagian dari upaya mengasah budi sebenarnya ada juga program semacam
bimbingan belajar yang ditujukan untuk
pekerti. Menuai segudang prestasi.
siswa kelas X dan XI. Program tersebut
merupakan program sukarela bagi siswa
S
yang berminat. Biasanya program ini
etiap hari, sejumlah guru berderet
diselenggarakan setiap sore hari.
Selain memantau siswa yang datang,
di depan pintu gerbang SMPN 5
mereka juga menyimbolkan kedekatan
Yogyakarta. Mereka menyapa dan
antara siswa dan guru seperti orang tua
menyambut siswa yang akan memasuki
Berbagai Pilihan Kelas
dengan anaknya. “Guru harus ada dan
sekolah. Para siswa lalu bergiliran
memantau siswa yang masuk,” kata Guru
menyalami mereka. Sebagaimana sekolah favorit lainnya,
Bagian Kesiswaan, Sujiyana.
Begitulah SMPN 5 membudayakan SMPN 5 juga mempunyai bermacam pilihan
Pelajaran budi pekerti memang
penghormatan murid terhadap guru. program. Aneka program itu bisa dipilih
ditekankan di SMPN 5 Yogyakarta. Selain
Bersalaman juga bertujuan menjalin rasa setelah siswa diterima di sekolah tersebut.
membiasakan bersalaman, mereka juga
kebersamaan di sekolah tersebut. Budaya Untuk mengikuti program tersebut, siswa
mengadakan kegiatan outbond. Biasanya
itu sengaja dipertahankan di sana. Bagi harus memenuhi persyaratan yang berbeda
acaranya diadakan di akhir semester.
mereka, bersalaman merupakan salah untuk sertiap masing.
Dalam kegiatan tersebut ada banyak
satu praktek ajaran budi pekerti dalam Program yang ditawarkan tersebut,
nilai yang diajarkan lewat berbagai hal,
kehidupan sehari-hari di lingkungan a nt ara la in , ya it u ke la s ak se le ra si ,
antara lain, tembang-tembang Jawa dan
sekolah. program regular, dan kelas Information
sejumlah permainan tradisional. “Ada
Mereka juga melakukannya setiap kali Communication Technologi Model
banyak nilai yang bisa didapat dari lagu-
bertemu, berpapasan, maupun ketika School Network (ICT). Semula ICT hanya
lagu dan dolanan anak-anak,” ujar Sujiana.
hendak pulang sekolah. Sedangkan para merupakan program kelas ekstrakurikuler.
Misalnya, dalam lagu Jawa Menthok-
guru menunggu di pintu gerbang adalah Namun, pada tahun ajaran 2006/2007
menthok, Sarjana Seni Tari dari Uiversitas
guru piket yang dijadwalkan secara ditingkatkan menjadi kelas reguler yang
Negeri Yogyakarta itu menjelaskan pada
bergiliran. Biasanya mereka sudah ada di diikuti 32 siswa.
para murid bahwa tiap orang punya
sekolah pukul 06.00. Konsep awal program ICT menerapkan
74 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-74 74 5/17/2007 7:37:30 AM
Sekolah
masing-masing.
bilingual menggunakan fasilitas piranti Namun, di lain pihak ada pula siswa yang
Pemberian muatan seni yang lebih itu,
teknologi komunikasi, komputer, laptop biaya sekolahnya digratiskan.
menurut Sujiyana, bertujuan tidak hanya
dan internet di kelas. Pendekatan yang Walhasil, tak sedikit orang tua yang
untuk mengolah rasa. “Jadi yang maju
digunakan dalam pembelajaran adalah membayar lebih dari Rp 1,75 juta. Hal
bukan hanya karsanya saja,” kata Sujiyana.
Contextual Teaching And Learning (CTL), tersebut, menurut Sujiyana, dilandasi
Karena itu, untuk menekankan unsur rasa,
Problem Base Learning (PBL), Mastery kebanggaan orangtua karena putranya
semua siswa dipastikan sudah pernah
Learning, dan Ubiquitous Learning. berhasil masuk di SMPN 5 Yogyakarta.
Di dalam kelas ICT bergantung Pengelola sekolah sendiri
dua buah jam dinding dengan berusaha membangun citra
Bagian depan SMPN 5 Yogyakarta
dua waktu. Jam dinding yang bahwa SMPN 5 bukanlah
pertama adalah Waktu Indonesia sekolah orang kaya melainkan
Barat (WIB). Sedangkan jam sekolah orang pintar. Untuk
dinding sebelahnya mengacu mewujudkan citra tersebut,
pada waktu OESAM, Korea SMPN 5 banyak diberikan
Selatan. bantuan biaya pendidikan
Rupanya, tahun ini program bagi yang siswa benar-benar
ICT ditetapkan sebagai Rintisan tidak mampu.“Tahun kemarin
Sekolah Bertaraf Internasional. 30 siswa diberi biaya sekolah
Ketika Pena berkunjung ke SMP gratis,” kata Sujiyana.
N 5 di sana sedang berlangsung
sosialisasi pelaksaan program
Pawitikra Kebesaran
tersebut. Dalam melaksanakan
program ini, SMPN 5 Yogyakarta Pawitikra atau Panca Wiyata
bekerja sama dengan OESAM Bhakti Karana merupakan nama
Middle School Korea Selatan. kebesaran SMPN 5 Yogyakarta.
Artinya, tempat mengabdi atau
menabuh gamelan. berbakti dalam lingkup pendidikan lima.
Budi Pekerti Lewat Seni Sujiyana, misalnya, membiarkan saja Tulisan Pawitikra tertoreh dalam aksara
anak didiknya gaduh mencoba berbagai Jawa berkalung pita dalam lambang
SMPN 5 Yogyakarta merupakan salah
macam bunyi-bunyian. “Gaduh, tapi tidak sekolah ini.
satu SMP terbaik tak hanya di DIY melainkan
apa karena hal itu untuk mengolah rasa Ada beberapa simbol yang tercantum
juga di tingkat nasional. Buktinya, prestasi
mereka,” katanya. Apalagi, alat-alat bunyi- dalam lambang sekolah tersebut. Bentuk
dari berbagai cabang telah dicapai siswa-
bunyian seperti galon air, gitar, dan alat dasar segi lima menunjukkan Pancasila,
siswanya. Beragam penghargaan dari
musik lain itu mereka bawa sendiri dari dasar negara Republik Indonesia.
prestasi tersebut telah menyesaki ruang
rumah. Lalu, gunungan berarti kepatuhan,
khusus yang digunakan untuk menyimpan
kedisiplinan, dan ketakwaan. Sedangkan
berbagai penghargaan yang diraih.
Komite Sekolah dan patung Ganesha menjunjukkan lambang
Siswa SMPN 5 tak hanya piawai di
pemberantasan kebodohan. Adapun
bidang akademik. Ada pula yang mencatai
Beasiswa untaian huruf Jawa berarti akar budaya
prestasi di bidang seni dan olahraga. Di
Jawa sebagai fondasi budaya nasional.
antara mereka, antara lain, ada Ahmad Untuk mencapai hasil memuaskan dalam
Secara umum, lambang tersebut
Ataka AR. Ia tak hanya dikenal sebagai juara berbagai bidang, mau tak mau harus ada
menunjukkan gajah bermahkota untaian
Fisika dan Matematika. Kini, ia juga dikenal dukungan pendanaan yang cukup. Untuk
berlambang tut wuri handayani, yang
sebagai seorang novelis cilik. itulah Komite Sekolah mengambil peranan.
memangku bola dunia di atas buku putih
Di bidang kesenian, seperti seni tari dan Untuk menjalankan semua programnya itu,
terbuka. Di sana ada surya sengkala yang
karawitan, siswa SMPN 5 juga menunjukkan SMPN 5 memakan anggaran sekitar RP 1,7
bermakna Raja Liman Ambuka Jagad.
kepiawaiannya. Dalam sejumlah kegiatan milyar dalam satu tahun ajaran.
Sedangkan 1951 adalah tahun kelahiran
lomba yang diselenggarakan baik di tingkat Dana tersebut, menurut Sujiyana,
SMPN 5 Yogyakarta.
kota maupun provinsi, seringkali siswa dihimpun dari berbagi sumber. Salah
Untaian manik-manik pada kalung
SMPN 5 membawa pulang gelar juara. satunya dari sumbangan orangtua.
berjumlah tujuh mengacu pada bulan.
Rupanya, di sekolah ini, kesenian Sumbangan itu dipungut ketika siswa
Manik-manik pada mahkota berjumlah 23
diberikan sebagai mata pelajaran muatan baru masuk. Besarnya bervariasi antara Rp
adalah tanggal. Lalu, untaian huruf Panca
lokal. Hal tersebut masih ada hubungannya 500.000 hingga Rp 1,75 juta.
Wiyata Bhakti Karana dikaitkan adalah
dengan usaha penanaman budi pekerti Penentuan besaran biaya masuk
perpaduan nama kebesaran dan nama
dengan memajukan kesenian. Di SMPN 5 tersebut, kata Sujiyana, disesuaikan dengan
formal.
ada beragam kesenian yang diajarkan. Para keadaan ekonomi orang tua siswa. Di satu
siswa tinggal memilih sesuai dengan minat sisi ada orang tua yang membayar lebih. m. FathonI arIeF (yogyaKarta)
75
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-75 75 5/17/2007 7:37:34 AM
Sekolah
IStImewa
Kegiatan Outbound
Sman 1 bangil pasuruan
BERPACU MENGEJAR
TARGET INTERNASIONAL
H. Prayitno, MPd
merombak struktur kepemipinan sekolah
dengan nilai 28,22.
Lokasi boleh tidak di pusat kota, menjadi lima bidang. Dengan demikian, wakil
“K ami sendiri heran, prestasi itu
namun nilai rata-rata Ujian kepala sekolah tidak hanya meliputi bidang
kebablasan,” ujar Kepala Litbang SMAN 1
Nasional menduduki peringkat Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan
Bangil, Chairul Anwar, berseloroh. Soalnya,
pertama tingkat nasional. Humas saja. Tambahannya adalah bidang
sedianya mereka hanya memasang target
Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
menembus prestasi lima besar atau sepuluh
Pembenahan manajemen dan
“Bidang ini bertugas melakukan evaluasi,
besar se-Jawa Timur saja.
perecanaan menjadi resepnya. analisis, dan membuat perencanaan jangka
Secara fisik, fasilitas SMAN 1 Bangil tak
panjang,” ujar Chairul.
berbeda dengan SMA lainnya di Tanah
L
Kini, perencanaan pengembangan
Air. Di lahan seluas dua hektare di Jalan
OKASINYA masih 14 km dari pusat
Bader Nomor 3 Bangil itu, sekolah tersebut
kota Pasuruan, sebuah kota kecil sekolah sudah dibuat hingga 2011. Pada
dilengkapi sejumlah laboratorium. Mulai dari
di JawaTimur. Namun, prestasinya saat itu, SMAN 1 Bangil diharapkan menjadi
Laboratorium Kimia, Fisika, Biologi, Bahasa,
membuat iri seluruh SMA di Indonesia. Sekolah Nasional Bertaraf Internasional
Multimedia, serta Komputer.
Soalnya, tahun lalu SMAN 1 Bangil menduduki (SNBI). “Sekarang kan masih merintis,”
Dari depan sekolah, tampak lapangan
peringkat pertama nilai rata-rata Ujian ujarnya. Dengan terget itu, ia berharap ada
olah raga yang cukup layak. Sebuah mushola
Nasional (UN) tingkat nasional. peningkatan mutu sekolah, pegawai/guru,
memperkuat identitas sekolah sebagai
Karuan saja, ketika menjelang dan pada serta belajar siswa.
bagian Pasuruan sebagai kota santri. Di
saat berlangsungnya Ujian Nasional, SMAN Dengan sarana dan prasarana yang
bagian depan kanan lahan sekolah, berdiri
1 Bangil mendapat banyak perhatian dari terbilang memadai, Prayitno menilai,
Student Center untuk berbagai kegiatan
media nasional. “Kami sangat senang Anda hal utama yang wajib dibenahi adalah
siswa. Sekolah ini juga memiliki ruang
bisa berkunjung ke sekolah kami,” kata H. kompetensi serta kekompakan kerja para
terbuka yang ditata secara khusus untuk
Prayitno M.Pd, 51 tahun, Kepala SMAN 1 pegawai. SMAN 2 Bangil kini memiliki 98
arena belajar di luar kelas.
Bangil, kepada wartawan yang berkunjung “awak”. Sebanyak 70 di antaranya adalah
Namun, menurut Chairul, fasilitas itu
ke sana. guru.
tak ada artinya jika manajemen sekolah
Wajar saja, prestasi yang diraih SMAN 1 Dari jumlah tersebut, 51 orang di antaranya
amburadul. Hal itu, kata Chairul, sangat
Bangil memang tidak tanggung-tanggung. guru PNS. Sebagian besar dari mereka telah
menjadi perhatian Kepala Sekolah SMAN 1
Sebab diraih untuk tiga jurusan sekaligus. mengantongi ijazah S1. Sedangkan lima di
Bangil, H. Prayitno M.Pd.
Masing-masing adalah IPA dengan total antaranya berijazah S2. Sisanya adalah 4 guru
Pertama-tama, kata Chairul, Prayitno
nilai 28,37, IPS total nilai 28,23, serta Bahasa bantu, dan 14 guru tidak tetap.
76 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-76 76 5/17/2007 7:37:40 AM
Sekolah
duduk di kelas reguler. Jurusan Bahasa se-Jawa Timur. Sedangkan
“Di tangan merekalah prestasi siswa serta
Selain menggenjot prestasi akademis pada Jurusan IPA dan IPS, SMAN 1 Bangil
kredibilitas SMAN 1 Bangil dipertaruhkan,”
siswa dengan pola pembagian kelas, SMAN masuk dalam lima besar se-Kabupaten.
ujar Chairul. Karena itu, Prayitno selalu
1 Bangil juga menerapkan program belajar Pesaing paling ketat, menurut Chairul,
menghimbau kepada setiap pegawai untuk
intensif, atau kegiatan belajar tambahan datang dari SMAN 1 Pandaan tahun lalu
selalu menjalankan tugas sebaik mungkin.
di luar jam formal. Program ini dinamakan menduduki peringkat ketiga nasional nilai
Sedangkan khusus untuk guru dihimbau untuk
Program Pelajaran Plus. Tambahan jam rata-rata Ujian Nasional Jurusan IPA.
senantiasa proaktif dalam setiap kegiatan baik
belajar tersebut hanya diberikan selama Prestasi SMAN 1 Bangil juga mendapat
di dalam maupun di luar sekolah.
satu jam. perhatian Japan Foundation. Pada 2001
Kepedulian dan aktivitas guru SMAN 1
Program tersebut diterapkan sejak kelas lalu, sebanyak 17 siswanya mampu meraih
Bangil tersebut dibuktikan dengan terpilihnya
satu, khususnya bagi sisa kelas unggulan. nilai 10 dalam Ujian Nasional Bahasa Jepang.
enam guru asal sekolah tersebut sebagai
Beberapa mata pelajaran dalam program Bahkan, dalam dua tahun terakhir, dua
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran
tersebut di antaranya adalah Matematika, siswa SMAN 1 Bangil, Husain Choiri dan Isna
(MGMP) Kabupaten Pasuruan. Malahan, di
Fisika, Kimia, Biologi serta Bahasa Inggris. Rahmawati, berhasil mendapatkan beasiswa
antara mereka ada Lautri Ramadhani, yang
Mata pelajaran tambahan yang diberikan untuk belajar di Amerika Serikat.
juga menjadi Ketua MGMP Bahasa Jepang
pada semua kelas adalah Akhlakul Karimah Prestasi akademis siswa, menurut Chairul,
Propinsi Jawa Timur serta instruktur nasional
sebagai muatan lokal Pasuruan sebagai memang menjadi acuan keberhasilan
Bahasa Jepang.
Kota Santri. pengelolaan sebuah sekolah. Tetapi, bagi
Untuk menyongsong Sekolah Nasional
Dengan adanya program plus tersebut, Ketua MGMP BP/BK Kabupaten Pasuruan itu,
Bertaraf Internasional, baik guru maupun
dengan sendirinya jumlah jam pelajaran peran guru BP/BK SMAN 1 Bangil yang tidak
nonguru di SMAN 1 Bangil wajib mengikuti
bertambah pula. Jika jam belajar formal kalah penting. Peran yang dimaksud berupa
k u r s u s B a h a s a I n g gr i s. S e d a n g k a n
dimulai dari pukul 07.00, dengan adanya menciptakan kultur sekolah yang mampu
pembenahan di kalangan siswa. Dilakukan
program plus siswa haruskan masuk pada jam memotivasi dan menumbuhkan semangat
dengan menerapkan dua macam kelas bagi
06.00. Jika tetap masuk pukul 07.00, tambahan belajar siswa.
siswa di luar penjurusan. Yakni, kelas reguler
pelajaran diberikan
dan kelas unggulan. “Kelas reguler untuk
muKtI alI
selepas bel pulang.
siswa yang kemampuan akademisnya biasa,
Program intensif
sedangkan kelas unggulan adalah kelas yang
lebih diperketat di kelas
siswanya lebih pandai,” kata Prayitno.
III. Sejak pertengahan
Pemisahan kelas tersebut dilakukan hanya
semester per tama,
di kelas satu dan dua saja. Klasifikasinya
kelas ini sudah dipacu
didasarkan pada penjurusan. Di kelas tiga,
dengan intensif setiap
kedua kelas itu lalu diacak. “Agar siswa yang
pandai bisa menularkan kepandaiannya hari. Bahkan sepanjang
kepada siswa dari kelas reguler,” Prayitno semester dua di kelas
menambahkan. III program try out
Meski pembenahan telah dilakukan sejak diagendakan sebanyak
enam tahun silam itu, tahun lalu Prayitno delapan kali. Targetnya,
melakukan pembenahan ulang ketika SMAN seluruh siswa sukses
1 Bangil ditunjuk sebagai SMA rintisan dalam Ujian Nasional
Sekolah Nasional Bertaraf Internasional serta SPMB.
Kabupaten Pasuruan. Kendati SMAN 1
Karena ini, murid angkatan 2006/2007 Sekalipun begitu, menurut Chairul,
Bangil baru merintis Sekolah Nasional
kemudian dikelompokkan dalam tiga kerjasama dan komunikasi tidak hanya dijalin
Bertaraf Internasional bekerjasama dengan
kelas: reguler, unggulan, dan Kelas dengan siswa, melainkan juga dengan guru
SMAN 3 Malang, siswa kelas III menyambut
Rintisan Berstandar Internasional sebagai mata pelajaran secara intensif. “Sudah tidak
baik. “Kurang lebih 40 siswa berminat
perwujudan rintisan Sekolah Nasional seharusnya guru BP/BK hanya bersikap
mengikuti sertifikasi Cambridge,” ujar
Bertaraf Internasional SMAN 1 Bangil. menunggu bola,” ujarnya.
Penanggungjawab SNBI SMAN 1 Bangil,
Pengelompokan dilakukan berdasarkan nilai Kendati geliat akademisnya lebih
Sugiono S.Pd. Padahal untuk mengikuti
tes Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa menonjol, SMAN 1 tak mengenyampingkan
ujian Cambridge, siswa wajib membayar Rp
Indonesia terhadap 320 siswa baru. kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah yang
900.000 setiap mata pelajaran, mulai dari
Siswa peringkat 160 besar kemudian dites berdiri sejak 1981 itu juga menawarkan
Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia
Bahasa Inggris berupa listening, interview, sejumlah kegiatan ekskul. Sebut saja,
serta Biologi.
serta presentasi dalam Bahasa Inggris. Lalu, Pramuka, drum band, kesenian, olahraga,
Atas upayanya itu SMAN 1 Bangil meraup
ditambah lagi tes Psikotes. Siswa ranking 72 maupun karya ilmiah.
sederet prestasi. Sepanjang 2003-2005,
besar berhak masuk di kelas KRBI. Sedangkan misalnya, sekolah ini mampu mendapat
sisanya masuk di kelas Unggulan. Selebihnya peringkat kedua nilai rata-rata Ujian Nasional muKtI alI (paSuruan)
77
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-77 77 5/17/2007 7:37:46 AM
Sekolah
Kokom Komala, M.Pd, 44 tahun. Kokom saat
ini menjabat wakil kepala sekolah bidang
kurikulum. Sebelumnya, ibu dua anak itu
menjabat wakil kepala sekolah bidang
humas dan sarana. Ini jabatan terakhirnya.
”Di sekolah kami, seorang wakil kepala
sekolah tak boleh menjabat lebih dari tiga
periode,” kata lulusan program sarjana dan
program S2 dari Universitas Pendidikan
Indonesia (UPI), Bandung itu.
Menyandang predikat guru berprestasi
bukan perkara gampang. Menurut Kokom,
yang memulai k arier gurunya pada
1986, selain mendapatkan predikat itu
susah, menjaganya juga berat. Kokom
bercerita, awalnya ia mengikuti seleksi
guru berprestasi di tingkat sekolahnya lebih
Foto-Foto: robI Sugara
dulu. Para guru diuji kompetensinya, seperti
kompetensi pedagogis, profesional, sosial,
dan kepribadian.
SMA 1 Cimalaka Sumedang nampak depan
Lulus seleksi di tingkat sekolah, Kokom
lalu beranjak ke proses seleksi di tingkat
Sma negeri 1 cimalaka kabupaten. Ternyata, Kokom lolos seleksi
tingk at K abupaten dan selanjutnya
SEKOLAH PELOSOK, mengikuti seleksi tingkat provinsi, hingga
akhirnya ia terpilih sebagai guru berprestasi
Jawa Barat.
PRESTASI KOTA
Dalam seleksi tingkat provinsi itu,
Kokom, bersama peserta seleksi lainnya,
harus membuat karya ilmiah dan
mempresentasikannya dengan bahasa
Menjadi terbaik ketiga nilai rata-rata Ujian Nasional 2006. Dua Inggris. Karya ilmiah yang dipresentasikan
gurunya menyandang predikat guru berprestasi tingkat kabupaten Kokom waktu itu berjudul ”Hubungan
Prestasi Belajar Siswa di SMP dengan SMA
dan provinsi. Tidak ada jurusan buangan.
pada Siswa yang diterima melalui jalur
A
Penelusuran Siswa Unggul Berprestasi.”
N G G A PA N b a hw a s e k o l a h d i pelatihan, dan kursus-kursus bahasa.
Judul ini, katanya, sesuai dengan disiplin
pelosok mutunya kurang bagus Meski tidak ada dana block grant
ilmunya, yaitu bidang bimbingan konseling.
dibandingkan dengan sekolah- untuk biaya peningkatan mutu guru,
”Saya selalu mulai sesuatu dari potensi anak,”
sekolah yang ada di kota, ternyata tidak Rismanah selalu mengupayakannya dengan
ungkapnya.
sepenuhnya benar. Buktinya, SMAN 1 menggunakan dana sekolah, juga dari dana
Di lingkungan sekolahnya, Kokom
Cimalaka, di Sumedang, Jawa Barat, mampu komite sekolah. ”Kami bahu membahu antara
memang dikenal sebagai sosok guru
berprestasi mengalahkan sekolah lain di guru dan orang tua dalam meningkatkan
yang memiliki wawasan kependidikan
kota-kota besar. kualitas para guru,” ungkap Rismanah.
yang luas. Semasa bersekolah di Sekolah
Dua orang guru dari SMAN 1 Cimalaka Pikirnya, untuk meningkatkan kualitas
Pendidikan Guru (SPG) hingga kuliah
tercatat sebagai guru berprestasi untuk lulusan sekolahnya sebagai tujuan akhir
program sarjana dan pascasarjana di UPI,
tingkat Kabupaten Sumedang, dan Tingkat dari semua upaya, yang harus digarap lebih
prestasinya terbilang mencorong. Semasa
Provinsi. Sedangkan para siswanya menyabet dahulu adalah kemampuan para gurunya.
di SPG, rangkingnya selalu masuk 10 Besar.
predikat juara tiga tingkat nasional untuk ”Para guru harus menguasai metodologi
Bahkan ketika kuliah S1 dan S2 di UPI, ia
nilai rata-rata ujian nasional tertinggi, pada pengajaran yang benar, profesional, dan
mendapatkan predikat cum laude.
tahun ajaran 2005-2006. memiliki wawasan keilmuan yang luas,” kata
Menyandang predikat guru berprestasi,
Menurut Kepala SMAN 1 Cimalaka, Dra Rismanah.
kata Kokom, seperti memegang amanah
Rismanah Sutriawati, MM, berbagai prestasi
yang berat. ”Perilaku guru dengan predikat
itu merupakan buah dari segala upaya yang
Guru Berprestasi Dan Nilai Un ini akan senantiasa terus diawasi, sehingga
sudah dilakukan sekolahnya. ”Kami selalu
harus benar-benar bisa menjaga reputasi itu,”
berusaha meningkatkan kualitas guru, baik Guru berprestasi untuk tingkat Provinsi
katanya. Tapi Kokom berharap ajang seleksi
lewat seminar, diskusi, workshop, pelatihan- Jawa Barat dari SMAN 1 Cimalaka adalah
78 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-78 78 5/17/2007 7:37:50 AM
Sekolah
apresiasi atas prestasi yang telah diukir
guru berprestasi harus dimasyarakatkan,
SMAN I Cimalaka sehingga membawa
sebab akan terus memacu para guru
nama baik daerah ke tingkat nasional.
meningkatkan kompetensinya.
Selain menyerahkan piala, Gubernur juga
Setiap sekolah pasti berharap siswa-
menyerahkan dana ”kadeudeuh” untuk biaya
siswinya mendapatkan nilai terbaik dalam
pendidikan para siswa SMAN 1 Cimalaka yang
Ujian nasional (UN). Namun harapan
berprestasi.
itu, tak akan terwujud tanpa kerja keras.
Rismanah, sang kepala sekolah SMA
Negeri 1 Cimalaka, mengaku sudah
Bimbingan Penjuruasan
mengupayakan berbagai cara untuk
menghadapi UN tahun ajaran 2006-2007. Di SMAN 1 Cimalaka, komunikasi antara
Mulai dari kerjasama dengan perguruan guru, murid, dan orang tua siswa, terjalin
tinggi, bimbingan belajar, kursus, dan amat erat. Tiap tahun, SMAN 1 Cimalaka
tryout. ”Kami terus mengevaluasi hasilnya menyelenggarakan psikotes bagi para
tiap bulan,” ungkap Rismanah, yang mulai siswa, untuk mengukur potensi mereka dan Destrayana Rifandi, siswa kelas 3
mengajar sejak 1983. mengenali bakat-bakatnya. Setelah itu, para
Soal-soal yang dibahas untuk UN sudah siswa dan orang tua dipanggil. Para orang tua
berpuluh-puluh kali di-try out-kan. Selain atau wali siswa diberi tahu tentang kondisi Destrayana sudah bulat hendak mengambil
itu, pihak sekolah membuat program bakat dan potensi anak-anaknya. kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
intensif. Program ini, kata Rismanah, Menurut Kokom Komala --Wakil Kepala Politik.
selalu diujikan ke tingkat provinsi sebagai Sekolah Bidang Kurikulum-- langkah ini Para siswa Jurusan Bahasa pun tak
persiapan awal. Dengan upaya itu, katanya, diambil sebagai semacam progress report terkesan belajar asal-asalan. Mereka adalah
hasil try out dan hasil UN sesungguhnya hasil belajar siswa kepada para orang siswa-siswa yang benar-benar tertarik pada
biasanya tidak jauh meleset. tuanya. ”Dengan begitu, orang tua akan kajian bahasa, terutama bahasa asing. Tiap
Pada tahun ajaran 2005-2006, SMAN melihat potensi anak-anaknya dan ikut jurusan di SMAN I Cimalaka, telah memiliki
I Cimalaka berhasil meraih nilai rata-rata juga membantu mengarahkan bakat yang fasilitas yang lengkap. Misalnya, labotarium
tertinggi ketiga dalam UN tingkat nasional. dimiliki anaknya,” ungkap Kokom. Kokom komputer lengkap dengan jaringan internet,
Atas prestasi itu, Gubenur Jawa Barat, berpendapat, persoalan pendidikan tidak IPA, dan 2 labotarium bahasa. Ke depan, kata
Dany Setiawan, memanggil pimpinan akan bisa ditangani oleh pihak sekolah Kokom, akan dipersiapkan labotarium untuk
SMA Negeri 1 Cimalaka ke kantornya semata. Tapi perlu dukungan dari orang tua jurusan IPS.
di Bandung. Gubernur menyerahkan juga. Selain itu, sekolah yang memiliki juga
sejumlah penghargaan dan memberikan Ketika hendak melangkah ke kelas tiga, menyediakan kegiatan ekstrakuerikuler
para siswa SMAN 1 Cimalaka mendapat seperti olah raga, kesenian, bela diri,
arahan yang intensif dalam mengambil dan keagamaan. Tapi kendati begitu,
Rismanah Sutriwati dan Kokom Komala
jurusan. Ada tiga jurusan tersedia di Kokom merasa masih harus ada fasilitas
(Kepala dan Wakil Kepala SMA 1Cimalaka
sekolah yang memiliki 70 guru dan yang dilengkapi. Misalkan tersedianya
1.200 siswa ini: Jurusan Bahasa, IPA, dan media pembelajaran: Laptop dan in
IPS. ”Para siswa masuk ke suatu jurusan fokus di berbagai ruangan belajar, juga di
harus betul-betul sesuai dengan bakat perpusatakaan.
dan potensinya, bukan hanya ikut- Saat ini, kata Kokom, SMAN 1 Cimalaka
ikutan teman dekatnya,” kata Kokom. sedang dipersiapkan menjadi Sekolah
”Di sini tak ada jurusan buangan! Mandiri oleh Dinas Pendidikan Provinsi
Siswa di semua jurusan harus belajar Jawa Barat. Rencana menjadikan Sekolah
dengan sungguh-sungguh,” Kokom Mandiri itu masih didiskusikan di Dinas
menegaskan. Pendidikan. Sekolah Mandiri adalah bagian
Kesan bahwa Jurusan Bahasa dan dari program pemerintah meningkatkan
IPS lebih banyak diisi siswa-siswa santai kualitas sekolah, sehingga kelak, sekolah
sama sekali tidak benar. Hal itu diakui yang menjalani program ini menjadi
Destrayana Riffandi, siswa Jurusan IPS sekolah unggulan yang jadi acuan sekolah-
SMAN I Cimalaka. ”Saya tertarik pada sekolah lain. Ada tiga tingkatan sekolah
bidang sosial dan politik. Karena itu unggulan yang sedang digalakan dalam
saya diarahkan untuk mengambil program pendidikan nasional, yakni
Jurusan IPS, dan saya harus belajar Sekolah Regional, Sekolah Mandiri, dan
sungguh-sungguh,” ungkapnya. Ia Sekolah Bertaraf Internasional.
bercita-cita menjadi politikus atau
diplomat. Karena itu, setelah lulus SMA, robI Sugara
79
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-79 79 5/17/2007 7:37:57 AM
Sekolah
Sman 2 Karawang
SEDERHANA
JADI JUARA
Menjadi terbaik kelima
hasil Ujian Nasional
2006. Padahal fasilitas
sekolahnya sangat
sederhana. Di Karawang
hanya jadi pilihan ketiga.
Faktor keberuntungan
atau prestasi?
Foto-Foto: robI Sugara
A
kerjasama dengan universitas dan lembaga
sep Saefulmillah terlihat malu-malu masalah laboratorium bahasa, tanyanya ke
kursus untuk meningkatkan kualitas siswa,”
ketika membacakan teks pidato kepala sekolah atau wakilnya aja.” Alasan
kata pria kelahiran Karawang, 15 Mei 1963.
bahasa Inggris di depan teman- sesungguhnya sih jelas, mereka memang
Ketika PENA Pendidikan berkunjung
temannya. Muka Asep, sapaan akrabnya, belum mempunyai laboratorium bahasa.
ke sana, selang H minus 7 hari dari Ujian
sedikit memerah. Nafasnya turun naik, tak
Nasional SMA 17-19 April. Nampak aroma
beraturan. Sesekali, wajahnya menoleh ke
Yakin 70 Persen persiapan ujian yang sangat terasa. “Kami
arah teman-temannya yang berada persis
merasa berat menghadapi Ujian Nasional
di sekeliling Asep. Tapi tak lama, mata siswa Fasilitas sekolah boleh tidak lengkap, tapi
kali ini. Minimal harus bisa mempertahankan
SMA Negeri 2 Karawang ini bak menancap prestasi Asep dkk bolehlah dibilang hebat
peringkat kelima UN tahun
ke teks pidato yang dipegangnya. eui. Pada tahun ajaran 2005-2006, SMA
lalu,” kata Endang.
“Ini adalah kegiatan praktik membaca Negeri 2 Karawang meraih peringkat kelima
Endang
bahasa Inggris,” ungkap Asep ketika ditanya Ujian Nasional. Kebetulan atau benar-benar
yang memiliki
PENA Pendidikan usai menyelesaikan prestasi?
tinggi badan
pidatonya. Setiap siswa dan siswi kelas Yang jelas, kata Asep, sejak ia naik ke
165 sentimeter
3 SMA Negeri 2, kata remaja kelahiran kelas 3, kegiatan belajar-mengajarnya
ini semakin
Karawang, 13 April 1989, pasti kebagian jadi bertambah. “Setiap minggunya ada
terbebani
membaca teks pidato berbahasa Inggris. Bimbingan Belajar dan tryout semacam
lantaran
Menurut Neng, guru bahasa Inggris, persiapan ujian sekolah,” kata siswa kelas
ia baru
praktik seperti ini bertujuan melatih siswa IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) ini, yang
menjawab soal listening dalam Ujian Nasional juga tinggal di pondok pesantren
bidang bahasa Inggris. Selain membaca tak jauh dari tempat sekolahnya
teks, para siswa diwajibkan membuat pada pertengahan April lalu.
pidato yang dibacakan di setiap kelas dan Endang Saefuddin, Wakil
mendengarkan pidato bahasa Inggris dari Kepala SMA Negeri 2, turut
beberapa kaset. membenarkan ungkapan
Praktik itu lazimnya dilakukan di dalam siswanya. Khusus untuk
ruangan khusus semacam laboratorium siswa kelas 3, kata Endang,
bahasa. Namun bagi Asep dkk, cukuplah sekolah memberikan
di ruangan terbuka. Ketika ditanyakan bimbel dan tryout. “Selain
ke Neng, ia hanya menjawab, ”Kalau itu kita juga mengadakan
80 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
Wakasek SMAN 2 Karawang, Endang Saefuddin
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-80 80 5/17/2007 7:38:12 AM
Sekolah
menjabat wakil kepala sekolah mulai tahun
Para siswa sedang latihan speech contest
ajaran baru 2006-2007. Begitu juga kepala
sekolah Drs. Dudung Rukmanda, M.Pd.
Pasangan Dudung-Endang sama-sama
mengawali jabatan baru, mulai tahun ajaran
2006-2007.
Tak heran bila, Endang bahu-membahu
dengan para guru berupaya semaksimal
mungkin mempertahankan peringkat
lima besar. “Jika nanti hasilnya malah jadi
menurun, berarti perlu ditingkatkan lagi
proses belajar mengajarnya,” kata Endang
di ruangan kerjanya. Asep pun yakin bisa
mempertahankan prestasi sekolahnya. “Saya
yakin 70 persen,” ungkap siswa yang punya
cita-cita jadi dokter itu.
Pilihan Ketiga
Jawaban Asep yang tidak yakin 100%,
di tempat terbuka? Endang mengakui
Mereka mencantumkan dulu SMA 1 dan 3.
bisa jadi mewakili masyarakat Karawang,
bahwa di sekolahnya memang belum ada
“Saat ini malah yang sering mendapat juara
yang bahkan heran bin tak kurang percaya
labotarium bahasa. Tapi soal siswa-siswinya,
dari perlombaan apapun, SMA Negeri 3,” ujar
mendengar kabar bahwa rata-rata hasil UN
Endang yakin dengan kemampuannya.
Elis Solihat, siswa SMA Negeri 3 Karawang.
di SMA Negeri 2 terbaik kelima. “Kok bisa
Jika tidak bisa mempertahankan peringkat
Tapi, menurut Endang, sekolah yang
sih, SMA itu dapat peringkat bagus padahal
kelima dalam UN, ia berharap bisa lulus
didukung 44 orang guru yang mengajar
sekolahnya biasa-biasa saja.” Ungkapan
seratus persen dalam UN tahun ajaran ini.
1007 murid ini cukup fasilitas yang cukup
seperti ini kerap didengar Asep dari kawan-
Kepala SMA Negeri 2 Karawang, Dudung
memadai. Setidaknya ada labotarium IPA,
kawan dan guru-guru sekolah lain.
berharap sama. “Kami bahu-membahu
komputer dan sarana olahraga. Fasilitas
Bukan rahasia lagi, bila selama ini, di
meningkatkan kualitas siswa,” kata Dudung
seperti ini, kata pria yang sudah mengajar
amta warga Karawang, SMA favorit di sana
yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala
ilmu kimia sejak 1987 ini, sudah cukup
adalah SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3.
Sekolah (MKKS) SMA se-Karawang. Apakah
untuk proses kegiatan belajar mengajar,
Setidaknya bisa dilihat dari jumlah pendaftar
masih yakin dengan kemampuan para
meski memang tetap harus terus lebih
setiap tahunnya hingga tahun ajaran 2005-
siswanya? Dudung menjawab yakin.
ditingkatkan.
2006 lalu. Biasanya lulusan SMP jarang
Bagaimana dengan praktik bahasa Inggris
menjatuhkan pilihan pertamanya ke SMA 2. robI Sugara (Karawang)
NiLai PLUS BaGi SEKoLaH
D Dudung berharap MKKS di bawah kepemimpinannya akan
rs. Dudung Rukmanda, M.Pd, baru tahun ajaran 2006-2007
lebih kondusif. Ia akan menggenjot peningkatan mutu sekolah,
ini menjabat Kepala SMA Negeri 2 Karawang. Namun ia
baik kualitas guru dan siswanya, di Kabupaten Karawang.
juga dipercaya menjadi ketua MKKS SMA se-Karawang. Dudung
Selain itu, Dudung berjanji akan meningkatkan tali silaturahmi
yang lahir di Sumedang pada 7 Juli 1954, terpilih menjadi ketua
antarkepala sekolah yang tergabung dalam MKKS. “Karawang
pada akhir 2006 lalu melalui musyawarah kepala sekolah di
sekarang ini sudah maju. Jika ini
Gedung SMA Negeri 5 Karawang.
terus dilakukan maka organisasi
Ia akan menempati posisi itu untuk
MKKS akan seiring dengan keinginan
periode 2006-2009.
masyarakat,” ungkapnya.
Entah ini kebetulan juga atau
Dahlan Suhendar, Ketua Komite
tidak, yang jelas, terpilihnya Dudung
S M A Ne g e r i 2 , m e n y a t a k a n
sebagai pemimpin diantara kepala
kebanggaannya dengan terpilihnya
sekolah di wilayah Karawang akan
Dudung menjadi Ketua MKKS.
menjadi nilai plus bagi SMA Negeri
“Semoga menjadi motivasi bagi
2 Karawang. Dengan menjabatnya
keluarga besar SMA Negeri 2. Tentunya
Dudung dikursi penting ini semakin
akan berujung pada lahirnya siswa-
menguatkan bahwa posisi SMA
siswa terbaik dari sekolah ini,” Dahlan
Negeri 2 ini sudah mulai berperan MKKS Karawang
menambahkan.
aktif di kancah pendidikan.
81
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-81 81 5/17/2007 7:38:19 AM
Sekolah
Normatif, Adatif, Produktif
SmK negeri 1 cimahi, bandung Prestasi itu diraih dengan model
pembelajaran yang beragam. Yakni model
MELAHIRKAN BIBIT
normatif, adaftif, dan produktif. Untuk model
normatif dan adaftif diterapkan untuk siswa
kelas 1 hingga kelas 3. Sedangkan model
UNGGUL LAYAK JUAL
pembelajaran produktif spesial buat siswa
kelas 4. “Lama belajar di sini memang empat
tahun,” kata suami dari Ai Sumiyati ini.
Model pembelajaran normatif, masih
Program Pertelevisian bikin tayangan di televisi lokal. Menduduki menurut penjelasan Mulyono, terutama
peringkat ketiga terbaik nilai Ujian Nasional 2006. Hanya menerima untuk tiga mata pelajaran yang diujikan
dalam Ujian Nasional. Yakni bahasa Indonesia,
siswa SMP dengan nilai rata-rata Ujian Nasional paling rendah delapan.
bahasa Inggris, dan Matematika. Sedangkan
pembelajaran adaftif, adalah untuk mata
pelajaran sesuai bidang program keahlian
B
b a h a s a I n g gr i s m i n i m a l 8 . “ K a re n a masing-masing. Bentuknya pemebalajaran
AGI Anda yang kebetulan bermalam
dalam pengajarannya nanti, separuhnya teori dan praktik di bengkel. Metode adaptif
di Bandung, Jawa Barat, pada malam
menggunakan pengantar bahasa Inggris,” ini masing-masing pelajaran keahlian
Jumat, coba hidupkan televisi di
kata Sri Prihatiningsih, Kepala Program disesuaikan dengan kebutuhan kerja
saluran stasiun lokal STV. Persisnya pada
Teknik Komputer dan Jaringan. di lapangan. “Apa saja yang sekarang
pukul 19.30-20.30. Ada tayangan bertajuk
Sekolah yang beralamat di Jalan Leuwi dibutuhkan di industri saat ini, lalu kita
Mojang Majeng, bikinan siswa-siswi
Gajah ini memang boleh berbangga. pelajari di sekolah,” ujarnya.
SMK Negeri 1 Cimahi, Bandung. Acara
Beberapa alumninya, kata Mulyono, banyak Cara seperti itu, kata Mulyono, sangat
itu mengupas mojang-mojang (remaja)
bertebaran di sejumlah industri di Indonesia, berkaitan dengan model pembelajaran
berprestasi dan seputar kegiatan sekolah di
plus di mancanegara. Sekolah memang produktif. Siswa kelas 4 mewajibkan
wilayah Bandung.
menyesuaikan kurikulum dengan melakukan praktik kerja
Acara berdurasi sejam itu diracik dengan
kebutuhan industri. “Agar lulusan langsung di industri.
sejumlah segmen. Di antaranya ada: Kata
selalu siap pakai,” ungkap lelaki “Coba kalau tidak sesuai
Kamu, Profile Siswa Terbaik, Cerita Kita,
yang pernah mengikuti Fellowship
dan Ramalan Bintang. “Daripada melamun,
Program di Kanada.
mendingan nonton Mojang Majeng, yuk,”
Prestasi anak didik Mulyono di
ajak dua gadis, Shela dan Ghea, pembawa
ajang lomba juga oke. Muhamad
acara Mojang Majeng di setiap awal acara.
Taufiq meraih juara bidang teknologi
Shela dan Ghea adalah siswa SMK Negeri
informasi di Lomba Kompetensi Siswa
1 Cimahi.
(LKS), ajang kompetisi antarsiswa
Program Mojang Majeng adalah kreasi
SMK tingkat nasional. Juga
siswa Program Keahlian Teknik Produksi
Muhammad Aditya
Program Pertelevisian SMK Negeri 1 Bandung.
yang menang di
Nama kerennya jurusan broadcasting. “Itu
lomba bahasa Jepang
program studi baru dari sembilan program
di ajang LKS 2006 itu.
yang ada dis ekolah,” kata Wakil Kepala
Aditya dan Taufiq
Sekolah Bidang Akademik SMK Negeri 1
selain mendapat
Bandung Drs. Mulyono. “Semua program
Foto-Foto: robby Sugara
hadiah juga
studi ungulan dan diminati masyarakat,” kata
kesempatan belajar
kata lelaki kelahiran Cimahi, 8 September
d i J e p a n g. Ta h u n
1960 ini berpromosi.
2006 lalu, sekolah
Pro g r a m k e a h l i a n y a n g m e n j a d i
yang dulunya
unggulan itu adalah Teknik Transmisi,
bernama STM
Elektronik Industri dan Komputer, Listrik
Pembangunan
Industri, Teknik Pendinginan Tata Udara,
ini, meraih
Kontrol Proses, Kontrol Mekanik, Teknik
peringkat
Komputer dan Jaringan, dan Rekayasa
ketiga nasional
Perangkat Lunak.
nilai Ujian
Te k n i k K o m p u t e r d a n J a r i n g a n
Nasional.
merupakan program keahlian internasional. Mohammad Taufik,
Siswa jurusan ini mematok syarat nilai Siswa berprestasi bidang TI
82 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-82 82 5/17/2007 7:38:39 AM
Sekolah
Sejak awal masuk di kelas internasional, dia
Siswa yang sedang
adalah juara kelas. Pada tingkat 2, Taufiq
praktek jaringan listrik
mengikuti kejuaraan LKS di bidang teknologi
informasi. Mulai dari kabupaten, provinsi,
hingga nasional, ia terus menjadi juara
pertama. Karena preatasinya ini, ia dapat
kesempatan berkunjung ke Jepang dan
mendapatkan beasiswa pendidikan.
“Saya beruntung dapat beasiswa ini
karena ayah dan ibu saya sudah tidak kerja.
Dulu ayah saya kerja sebagai kondektur bus
Damri. Usianya sekarang sudah tua. Saya juga
senang bisa berkunjung ke Jepang. Negara
itu sangat disiplin dan orang-orangnya
pekerja keras.”Taufiq bercerita panjang lebar
ke PENA PENDIDIKAN, ketika ditemui di
sekolahnya, pertengahan April lalu.
Apa yang akan dilakukan remaja kelahiran
13 Oktober 1988 setelah lulus? Ia menjawab,
“Saya mah kerja aja, supaya bisa ngasih
uang ke orangtua.” Tak ada bedanya dengan
Aditya. Dia juga bukan golongan keluarga
berada. Ayahnya sudah tiada. Dulunya
lulus seleksi administratif. Jelas hanya siswa
materinya, pasti akan kerepotan para siswa
ayah Aditya itu pensiunan guru olahraga.
jempolan yang menjadi siswa SMK N 1
berpraktik,” tukas Mulyono.
Keluarga Aditya pun hanya mengandalkan
Cimahi.
Praktik kerja dilakukan minimal 4 bulan.
uang pensiun ayah.
Kendati begitu, bibit-bibit unggul itu
Jika pihak industri menghendaki lama praktik
Untunglah, kekurangan remaja kelahiran
tidak maksimal hasilnya bila pembelajaran
kerja hingga setahun, kata Mulyono, tidak
12 Oktober 1989 ini bisa ditutupi oleh
selama empat tahun di sekolah tak bermutu.
dilarang. “Syukur-syukur, setelah itu mereka
prestasinya. Aditya adalah juara ketiga
Model pembelajaran: normatif, adaftif, dan
langsung bekerja di tempat praktiknya.
bahasa Jepang tingkat nasional hingga ia
produkti, kata Mulyono, menjadikan bibit-
Tujuan orang masuk ke STM-kan untuk siap
terpilih ikut perlombaan di Jepang. “Dari sini
bibit unggul itu ketika dipanen hasilnya
kerja,” kata Mulyono.
saya dapat beasiswa,” tuturnya polos.
sangat memuaskan. Selain itu, sekolah
Ujian Nasional tetap dilaksanakan di
Mojang Majeng, Taufiq, dan Aditya adalah
ini juga didukung fasilitas memadai.
tingkat 3, sama halnya dengan sekolah
sebagian kecil yang unjuk keberhasilan
Di antaranya jaringan internet 24 jam,
umum. Bedanya pada tingkat ke-4, siswa
SMK 1 Cimahi. Bibit unggul itu lahir dari
labotarium bahasa, komputer di setiap
SMK masih menjalani praktik nyata di
proses panjang pendidikan, yang mampu
program keahlian, lapangan olah raga, dan
industri dan ujian kompetensi. “Jadi ada dua
membuktikan layak jual di dunia kerja.
kegiatan eskul.
ujian, pertama UN dan kedua uji komptensi,”
Program “Mojang Majeng” yang disiarkan
ujar Mulyono.
stasiun T V lokal Bandung, setidaknya
Meski materi pelajaran umum dan robI Sugara (cImahI, bandung)
menjadi bukti
keahlian nampaknya banyak, menurut
keberhasilan metode
Mulyono, jumlah jam pelajaran 48-50 jam
p e m b e l a j a ra n d i
dalam sepekan. Pola empat tahun ini, cukup
sana. Tayangan hasil
efektif mengontrol kemampuan siswa
c i p t a k a r s a p a ra
terhadap keahlian masing-masing. “Kami
siswa SMK Negeri
cukup bangga, belum sampai uji kompetensi
1 Cimahi terbukti
banyak siswa sudah diterima kerja,” kata
pula layak jual. “Dari
Mulyono.
sini, siswa benar-
benar memahami
Menjaring Bibit Unggul ilmu dengan secara
n y a t a ,” u j a r S r i
Lulusan unggul yang dilahirkan, rupanya
Prihatiningsih.
tak lepas dari proses rekrutmen yang
Begitu juga
memang hanya menerima bibit-bibit unggul.
dengan Taufiq dan
Standar nilai dan tes masuk ke sekolah ini
Aditya. Taufiq adalah
cukup tinggi. Hanya lulusan SMP dengan
siswa berprestasi.
nilai Ujian Nasional miminal 8 yang bisa
83
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-83 83 5/17/2007 7:38:49 AM
Sekolah
InS Kayutanam, padang pariaman
JATUH BANGUN
SEKOLAH MANDIRI
Gerbang Kampus INS Kayutanam
Foto-Foto: Fahrul raSyId
T
bukit kecil. Di halamannya nan lereng ada dalam diri mereka.
eduh dan nyaman. Kesan itulah yang
tumbuh tanaman bunga yang berakhir di Syafe’i menyebutnya, “mengasah
melekat pada kampus Indonesische
pinggir kolam ikan yang terentang panjang kecerdasan dan akal budi murid, membentuk
Nationale School (INS) di Kayu
melingkar taman. manusia menjadi dirinya sendiri, yang tidak
Tanam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkuang,
Para siswa yang memang diwajibkan meminta buah mangga kepada pohon
Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera
mondok, disediakan dua gedung asrama, rambutan. Tapi yang mengusahakan tiap
Barat. Udaranya pun sejuk. Maklum, terletak
dilengkapi dua ruang makan dan sebuah pohon berbuah manis”. Prinsipnya, “cari
di kilometer 53, persis di pinggir jalan
ruang ekstra kurikuler. Untuk guru yang sendiri dan kerjakan sendiri.” Karena itu
Padang-Bukittingi atau di ujung selatan
berkunjungan dan menetap disediakan ia berharap tiap alumni mampu mampu
Hutan Cagar Alam Lembah Anai yang
pula dua unit mess, 25 unit rumah guru dan membuka lapangan kerja sendiri.
terkenal itu.
karyawan. Dalam mengembangkan sekolahnya,
Suasana terasa kian nyaman di bawah
Bahkan buat tamu yang ingin menginap Muhammad Sjafei banyak belajar dari
rindangnya pohon mahoni yang berjejer
tersedia sebuah guest house dengan alam. Alam takambang jadi guru, begitu
lurus di pingir jalan-jalan dari bangunan
empat kamar. Para siswa, guru maupun orang Minang biasa menyebut berbagai
ke bangunan. Di tengah kampus seluas
pengunjung bisa berolah raga sepanjang pelajaran yang diberikan alam kepada
18 hektare itu berdiri gedung bercat putih
waktu. Maklum, di sini tersedia lapangan manusia. Berbagai tamsil, seperti layaknya
berlantai dua, Kantor Yayasan Penyantun
sepak bola, basket, bola voli, sepak takraw, orang Minangkabau, dan medium lain ia
Cita-cita Pendidikan INS.
dua line lapangan tenis dan kolam renang. gunakan. Ia, misalnya, melukiskan seekor
Di sekitar kantor itu terdapat tujuh lokal
laba-laba yang sedang memintal benang
belajar, dua laboratorium ilmu pengetahuan
Sekolah Gado-gado menjadi sarang untuk menggambarkan
alam, sembilan bengkel kerja, dua ruang
bahwa pekerjaan betapa pun kecilnya, jika
latihan musik, dua laboratorium komputer, Kampus INS Kayu Tanam, agaknya satu-
dilakukan dengan tekun pasti menghasilkan
sebuah perpustakaan, ruang pameran, satunya kampus pendidikan dengan fasilitas
sesuatu yang berguna.
dua ruang pertemuan, ruang khusus guru serba ada. Bahkan boleh dibilang sekolah
“Sehari selembar benang, lama-lama.
dan instruktur. Ada pula peternakan, areal gado-gado. Maklum, sekolah yang didirikan
. .” begitu salah satu bunyi tulisan Sjafei
pertanian dan sembilan unit kolam ikan. almarhum Mohammad Syafe’i, pada 31
yang hingga kini masih terpampang di
Lingkungan kampus ini kian terasa asri Oktober 1926 lampau, ini mendidik calon
pojok ruangan di INS Kayutanam. Bagi
melihat sebuah masjid bertengger di atas siswa berdasarkan kemauan dan bakat yang
84 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-84 84 5/17/2007 7:38:52 AM
Sekolah
Tanam. Di sini INS menamakan diri Ruang
Awal berdirinya, INS dibangun dekat
Engku Sjafei, sekolah berfungsi mengasah
Pendidikan dan Pengajaran Keterampilan.
Pasar Kayu Tanam dengan gedung seadanya.
kecerdasan dan akal budi murid, bukan
Entah merasa miliknya, pada Agresi
Muridnya saat itu sekitar 75 orang. Lalu,
membentuk manusia yang lain dari dirinya.
Belanda II tahun 1948, Belanda menduduki
setelah menerima tanah wakaf penduduk
Akhlak mulia yang dibentuk. Bukan sekadar
kampus INS dan dijadikan markas tentara.
pada tahun 1935 Syafei membangun
murid dengan keahlian. “Jangan minta
Tak pelak gedung-gedung INS pun hancur
kampus seperti sekarang. Lokasinya sekira
mangga berbuah durian. Tapi mintalah
diserang peluru tentara Indonesia. Setelah
3 kilometer dari gedung lama. Dari hasil
buah yang manis,” demikian amsal yang
Indonesia aman, INS membangun sekolah.
pertunjukkan sandiwara dan penjualan karya
disampaikan Sjafei seperti yang dikutip
Siswanya sekitar 30-an orang. Karena
siswanya, Syafe’i kemudian membangun
kembali oleh Farid Anfasa Moeloek.
kondisi keuangan menipis, Syafe’i untuk
ruang belajar, asrama siswa dan guru,
INS Kayutanam menerima siswa tingkat
kali pertama mau menerima bantuan dari
gedung musik, taman bacaan dan kolam
sekolah lanjutan pertama dan lanjutan
pemerintah. Pemerintah memberikan dana
renang.
atas, selain menyediakan kelas belajar
sebesar Rp 75 tiap murid.
Di masa pemerintahan penjajahan
juga dilengkapi berbagai workshop sesuai
Jepang, INS Kayu Tanam pun aman. Cuma
bakat siswa yang juga beragam. Antara
Sekolah Guru Bawah
namanya diganti jadi Indonesia Nipon
lain, bengkel keramik, kayu, otomotif,
Sekolah. Celakanya, meski dibiarkan
kerajinan tangan, mesin, las fabrikasi dan Pada perjalanan berikutnya, INS sempat
tetap melanjutkan pendidikan, Jepang
bengkel elektronika. Bahkan tersedia berubah fungsi. Pada 1952, ketika kebutuhan
memanfaatkan kampus INS jadi arena latihan
sejumlah sangar, misalnya, sanggar sastra guru amat mendesak, INS bersalin menjadi
tentara. Akibatnya, banyak bangunannya
dan jurnalistik, sanggar keseniana seperti Sekolah Guru Bawah Pemerintah Istimewa
yang rusak dan ambruk dan sekolahpun
randai, tari, silat, teater, musik dan melukis. atau Sekolah Guru Bawah Istimewa Negeri.
terpaksa ditutup.
Hasil karya para siap ditampung di sebuah Meski berubah menjadi sekolah guru, Syefe’i
Setelah kemerdekaan RI, INS berubah
ruang pameran. tetap dipercaya sebagai pimpinan. Saat itu
jadi Indonesia National School. Selain
Enskilopedi Minangkabau (2006) ia juga menerbitkan majalah bulanan Sendi,
mendirikan bangunan baru, gedung
menyebutkan bahwa prinsip mandiri yang lengkap dengan percetakannya bernama
lama yang rusak-rusak diperbaiki. Maka,
dikembangkan Syafe’i terinspirasi sistem Sridharma.
sementara, kegiatan belajar mengajar
pendidikan John Dewey pendiri Arbeit Namun, kondisi keuangan INS tak
terpaksa dipindahkan ke kota Padang
Schule Kerchensteiner atau sekolah kerja membaik. Setahun kemudian Gubernur
Panjang, sekitar 17 kilometer di utara Kayu
di Jerman yang pernah dikunjunginya. Sumatera Tengah, saat itu, Roeslan
Pendidikan model ini pun sejalan dengan Moeljohahardjo, memaksa INS menerima
tuntutan tenaga kerja murah yang bantuan pemerintah. Gedung dan fasilitas
diperlukan pemerintahan Belanda saat itu. pendidikan pun dibangun. Tapi, bantuan
Dan, karena dianggap tak mengajar politik, pemerintah provinsi itu tak lama mengalir.
INS pun terlepas dari kebijakan ordonansi
guru yang diterapkan Pemerintah Belanda
tahun 1928.
Bagi Syafe’i sendiri, membina dan
menyalurkan bakat siswa bukan hal sulit.
Sebab, dia sendiri menguasai sejumlah
keterampilan. Antara lain kemampuan
menggambar, melukis, kerajinan tangan
dan juga musik.
Suasana Kampus INS Kayutanam
85
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-85 85 5/17/2007 7:38:54 AM
Sekolah
Pergolakan Pemerintah Revolusioner
Republik Indonesia (PRRI) pada kurun 1958-
1960, melumpuhkan aktivitas masyarakat
termasuk INS. Syafe’i sendiri terpaksa
meninggalkan Kayu Tanam.
Syafei baru kembali dan membenahi
INS pada 1967. Namun belum sempat
banyak berbuat, pada 5 Maret 1969, beliau
meninggal dunia. Kepemimpinan INS beralih
ke tangan A. Hamid. Mulai era kepemimpinan
setelah Syafe’i inilah dibentuk Yayasan
Penyantun Cita-cita Pendidikan INS di
Jakarta. Usaha yayasan menampakkah hasil.
Pada 1971, Van Vlijmen, Direktur Novib,
Belanda, mengguyur bantuan sebesar Rp
100 juta.
INS kembali menggeliat. Bahkan mampu
melaksanakan pendidikan secara sempurna. Laboratorium Komputer INS Kayutanam
Namun muncul beleid Presiden Soeharto
yang melarang sekolah swasta menerima
anggaran.
bantuan asing. Mendadak, INS terseok-seok kontras dengan pasar kerja kelas menengah
Padahal kalau mau membuka diri dan
lagi. INS dihidupi dari bantuan pemerintah di sana yang masih terbuka lebar. Baik
bekerjasama dengan pemerintah kabupaten
dan pihak ketiga. Yayasan Penyantun Cita- di pedesaan, perkotaan maupun di luar
dan kota, INS bisa saja membuka kelas
cita Pendidikan INS un dipimpin Boestanul negeri, seperti di Malaysia. Karena itu banyak
keterampilan bagi pemuda putus sekolah
Arifin, yang saat itu menjabat Kepala Bulog kalangan menyarankan, INS memanfaatkan
atau taman sekolah lanjutan dalam jumlah
dan Menteri Koperasi. Dari Boestanul beralih sarana dan fasilitas yang dimiliki dengan
besar. Dengan begitu tuntutan tenaga kerja
ke tangan Ir. Azwar Anas, Mantan Gubernur membuka pendidikan keterampilan
kelas menengah, setidaknya, di Sumatera
Sumatera Barat. Kini, diketuai, Dr. Farid tambahan bagi tamatan SMP dan SMA.
Barat akan terpenuhi.
Anfasa Muluk, mantan Menteri Kesehatan. Sehingga, mereka siap terjun ke lapangan
Tapi, para pengasuh INS Kayu Tanam
kerja. Paling tidak di desa masing-masing.
Tambahan Keterampilan tampaknya masih larut dalam pergumulan
Misalnya, bidang pertukangan.
keinginan. Di satu pihak ada yang ingin
Regenerasi tukang bangunan di hampir
Toh, INS sepi peminat. Padahal, statusnya
mempertahankan sistem pendidikan model
semua daerah nyaris berlangsung secara
kini menjadi SMA Plus saja, sebab INS hanya
awal INS. Yakni mendidik anak-anak sesuai
alami. Akibatnya, Sumatera Barat kesulitan
menerima siswa tingkat SMA. Siswanya
bakatnya. Padahal, konsekuensinya jelas
mendapatkan tenaga tukang terampil.
hanya 102 orang dengan jumlah guru
butuh banyak tenaga dan biaya cukup besar.
Karena itu upah tukang di daerah terbilang
30 orang. Sebagian besar siswa, sekitar
Bayangkan, untuk satu jurusan keterampilan,
tinggi. Maka, jangan heran untuk pekerjaan
dua pertiganya, merupakan utusan dari
sebagaimana terjadi sekarang, muridnya
bangunan tertentu, pengusaha Sumatera
pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera
cuma dua orang.
Barat terpaksa mendatangkan tenaga
Barat. Ada juga murid dari luar provinsi
Di pihak lain ada yang menuntut INS
tukang dari Pulau Jawa, atau dari Sumatera
Sumatera Barat, misalnya, dari Batam dan
menyesuaikan diri layaknya sekolah
Utara.
Provinsi Jambi.
menengah kejuruan. Sehingga, tamatan
Pendidikan keterampilan bagi tamatan
Minimnnya jumlah siswa itu nampak
INS bisa punya pilihan terbuka, langsung
sekolah menegah kini
mencari pekerjaan atau melanjutkan ke
hanya dilakukan Balai
bangku kuliah.
Latihan Kerja di bawah
Dinas Tenaga Kerja
Buka Tutup Buka
atau Dinas Pendidikan
Provinsi Sumatera Nama harum INS, rupanya tak populer
Barat. Daya tampung di kalangan generasi muda Sumatera Barat.
balai latihan itu sangat INS Kayu Tanam hingga kini belum memiliki
terbatas, sekitar 40 organisasi alumni. Jangan heran bila sampai
pemuda untuk lama muncul pandangan INS dianggap sebagai
pendidikan empat sekolah khusus anak-anak nakal atau
bulanan. Aktivitasnya sekolah luar biasa.
pun tergantung Di tengah kondisi itu pergulatan antara
ketersediaan pengagum masa lalu dan pihak yang ingin
86 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-86 86 5/17/2007 7:39:00 AM
Sekolah
Suasana Belajar di ruang praktek
Kabupaten/ Kota, harapan tertuju kepada
juga mengilhami para pengasuhnya untuk
menyesuaikan diri dengan perkembangan,
pengusaha dan perantau Minang.
keluar dari kesulitan. Padahal, tiap tahunnya,
belum juga menemukan jalan tengah. Akhir
Keinginan INS untuk merealasikan
biaya operasional INS tak sedikit, sekitar Rp 1
2000 lalu, para siswa sempat turun ke jalan
semboyan pendirinya, Mohammad Syafe’i,
miliar. Berharap dari uang sekolah siswa yang
menggelar protes. Sejak itu hingga 2003, INS
cari sendiri dan kerjakan sendiri, masih
ada jelas tak memadai. Bantuan Pemerintah
terpaksa ditutup. INS baru dibuka kembali
belum kesampaian.
Provinsi Sumatera Barat hanya Rp 500 juta
tahun 2004. Namanya pun berubah jadi
setahun. Untuk menutup kekurangan tak
Institut Nasional Syafe’i.
ada pilihan, selain kepada Pemerintah
Perjalanan panjang nampaknya belum Fachrul raSyId hF (buKIttInggI)
MENGHidUPKaN KEMBaLi ENGKU
G ELIAT INS Kayutanam nampak kembali tahun lalu. Persisnya ketika digelar seminar bertajuk “Kontribusi Taman Siswa dan
INS Kayutanam dalam Membangun Karakter Bangsa, Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan.” Seminar yang diselenggarakan
Departemen Pendidikan Nasional, akhir Agustus, itu dihadiri banyak alumni INS Kayutanam dan Taman Siswa, serta tokoh-tokoh
pendidik.
Nilai-nilai moral dan akhlak mulia yang kental sekali dan menjadi ciri khas sekolah ini kembali dibincangkan. Seperti INS Kayutanam,
Taman Siswa pun mengusung nilai-nilai luhur yang dirintis Ki Hajar Dewantara. Sekolah bernama Nationaal Onderwijs Institut atau
Perguruan Nasional Taman Siswa itu didirikan pada 3 Juli 1922.
Sayangnya, hampir sepanjang masa kemerdekaan, pemerintah agaknya lupa memperhatikan kedua sekolah legendaris dan sarat
nilai sejarah ini. “Entah karena apa, kok tiba-tiba sekarang pemerintah menengok kita-kita. Selama ini kita dilupakan. Apakah karena
konsep pendidikan yang disusun pemerintah sebenarnya apa yang sudah dikembangkan kami sejak lama?” kata Abdullah Assegaff,
Sekretaris Jenderal Taman Siswa.
Ki Supriyoko, tokoh pendidik Taman Siswa, malahan melihat bahwa konsep pemerintah mengenai Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBS) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sebenarnya sudah lama diajarkan dan dikembangkan di Taman Siswa. “Mengapa
harus sibuk melakukan studi banding ke luar negeri untuk mencari format pendidikan. Padahal sejak lama Ki Hajar Dewantara punya
konsep itu,” kata Supriyoko.
Menurut Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Fasli Jalal, apa yang jadi roh pendidikan,
baik Taman Siswa dan INS Kayutanam, sebenarnya selalu diulang-ulang dalam berbagai produk perundangan: Tap MPR, GBHN,
juga Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional.
Karena sifatnya yang umum dan pada saatnya masih sesuai dengan keadaan di masa lalu, maka roh itu perlu diterjemahkkan dalam
bentuk yang lebih konkrit. “Jika dulu guru dengan kehidupan yang sederhana sudah cukup dan sangat dihormati masyarakat, sekarang
semua itu harus dikembangkan. Begitu juga dengan kesejahteraan guru,” kata Fasli.
87
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-87 87 5/17/2007 7:39:02 AM
Sekolah
NAMA BESAR
TAMAN SISWA
MASIH ADAKAH?
Foto-Foto: FathonI arIeF
Ketika hak akan pendidikan hanya menjadi milik penjajah Belanda Taman Siswa, menurut Wakil Ketua
Majelis Ibu Pawiyatan, Ki Sugeng Subagya,
dan kaum bangsawan, Raden Mas Suwardi Suryaningrat alias
masih berpegang teguh prinsip sebagai
Ki Hajar Dewantara, mendirikan Perguruan Nasional Taman sekolah untuk semua golongan. Tak
Siswa, 85 tahun silam. Pada mulanya, perguruan ini menekankan sedikit tokoh nasional yang dilahirkan dari
pendidikan rasa kebangsaan agar anak didiknya mampu merebut Perguruan Taman Siswa.
kemerdekaan. Sebut saja seniman Djaduk Ferianto
atau Butet Kertarajasa. Sedangkan
H
ini? Pena mengunjungi langsung Kantor beberapa murid langsung Ki Hajar antara
ingga kini, Taman Siswa masih
Pusat Taman Siswa Majelis Ibu Pawiyatan, lain adalah pengusaha Probosutedjo,
menjadi bagian tonggak sejarah
pengelola Perguruan Taman Siswa yang Sulasikin Murpratomo, dan almarhum Susilo
pendidikan Indonesia yang masih
didirikan oleh Ki Hajar. Sudarman. Bahkan, mantan KSAD, Tyasno
hidup. Perguruannya tak hanya berada di
Sudarto, merupakan salah satu alumninya.
depan penjara Wirogunan, Yogyakarta,
Di berbagai daerah, Taman Siswa juga
tempat Ki Hajar mendirikan perguruan
Seniman Hingga Jenderal meluluskan sejumlah tokoh penting. Antara
tersebut untuk pertama kalinya. Kini,
lain, Jenderal (Purnawirawan) Feisal Tanjung
perguruan tersebut tersebar di berbagai Sejak dulu hingga sekarang Taman Siswa
dari Taman Siswa Medan, Jend (Purn) Tri
penjuru tanah air. masih tampil penuh percaya diri dengan
Sutrisno dari Taman Siswa Surabaya, serta
Perguruan pertama didirikan Ki Hajar ciri egaliternya. Ketika banyak sekolah
almarhum Ateng dan almarhum Benyamin
hingga kini masih masih ada di bawah yang mencoba menonjolkan diri dengan
dari Taman Siswa Jakarta.
pengelolaan Majelis Ibu Pawiyatan. berbagai cap seperti sekolah unggulan,
Tyasno sendiri kini terpilih sebagai
Sedangkan perguruan di tempat lain sekolah internasional, atau sekolah favorit,
pimpinan Majelis Luhur Taman Siswa
dikelola oleh Majelis Luhur. perguruan ini masih tetap rendah hati
periode 2007-2011. Sejak kecil ia memang
Seperti apakah kondisi Taman Siswa saat sebagaimana pertama kali didirikan.
88 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-88 88 5/17/2007 7:39:04 AM
Sekolah
kurikulum pemerintah. Namun, ditambah
dididik di Taman Siswa. Ia sudah mengecap among.
dengan muatan-muatan dari Ki Hajar seperti
pendidikan di sana mulai dari Taman Indria Dalam sistem ini, pamong –sebutan
dolanan anak-anak, bahasa Jawa, dan
Surabaya, Taman Muda Bandung, Taman untung guru--secara penuh mengabdi pada
tembang bahasa.
Dewasa, dan Taman Madya Yogyakarta. anak didik. Ketika mengajar, ia benar-benar
“Juga materi lain yang mengikuti
Apalagi, ayah Tyasno, Ki S. Suryobroto, menyampaikan tanpa paksaan dan tanpa
perkembangan jaman,” ujarnya. Kini, Taman
merupakah salah seorang tokoh Taman hukuman.
Indria memiliki dua kelas dengan jumlah
Siswa dan anggota Badan Pinisepuh Among, menurut Ki Sugeng, memiliki
siswa pada tahun ini mencapai 36 anak.
Persatuan Taman Siswa yang seluruh tiga sisi. Pertama adalah ngemong. Artinya,
Satu tingkat di atas Taman Indria ada
hidupnya diabdikan penuh untuk kejayaan tidak memerintah, tidak memimpin, dan
Taman Muda. Ini adalah Sekolah Dasar
perguruan tersebut. tidak mendikte. Kedua, momong, yaitu
pertama yang didirikan Ki Hajar. Sekolah
Pendidikan budi pekerti dan kebangsaan benar-benar mencurahkan kasih sayang
ini, hingga kini masih konsisten memberi
itu, kata Ki Sugeng, tertanam mendalam bagaikan seorang ibu yang momong anak
anak didiknya prinsip-prinsip pendidikan
pada diri Tyasno. Buktinya, sekalipun kecil. Terakhir adalah among sendiri yang
berdasarkan budi pekerti luhur yang
pendah menduduki posisi tertinggi di artinya tut wuri handayani.
bertujuan mengembangkan kecerdasan
Angkatan Darat, alumni Taman Madya itu Dengan tut wuri handayani anak diberi
emosional.
masih ingat teman sebangkunya, seorang keleluasaan untuk berkreasi. Namun jika
Pada tahap ini semangat patriotik seorang
anak tukang sulap keliling. arahnya melenceng, maka handayaninya
siswa baru akan tumbuh. Karena itu, anak-
Ketika Tyasno pensiun dan kembali ke yang dipakai.
anak pada tahap perkembangan tersebut
Yogya, ia mencari teman sebangkunya itu. Tut wuri berada di belakang, sedangkan
banyak diberi cerita-cerita dongeng. Muatan
Setelah ditelusuri jejaknya, ternyata kini ia handayani memberi pengaruh. “Jadi guru
lokal yang diberikan adalah Bahasa Jawa,
menjadi juru parker di alun-alun. “Meskipun tak boleh membiarkan siswanya berbuat
Bahasa Inggris, dan seni tari.
ia pernah menjabat KSAD, tapi tak canggung seenaknya, itu kasih sayang yang terlalu
Tingkat selanjutnya adalah Taman
untuk menyambangi rekannya yang seorang berlebihan namanya,” tutur Ki Sugeng.
Dewasa. Ini adalah sekolah yang sejak
tukang parkir,” ujar Ki Sugeng.
Tingkatan Sekolah dulu mengundang minat orang tua untuk
menyekolahkan anaknya di sana. Alasannya,
Sekolah pertama yang didirikan Ki Hajar
Sumbangsih Taman Siswa para orang tua banyak yang terkesan pada
adalah Taman Indria. Pada tingkat tersebut
pendidikan yang diberikan, terutama
Pembelajaran di Taman Siswa, tutur Ki siswa dikenalkan pada panca indera. Tujuan
nasionalisme kebangsaan.
Sugeng, diberikan melalui dua pendekatan. utamanya adalah menekankan kemandirian.
“Kebiasaan setelah menyelesaikan
Pertama, lewat keteladanan. Seperti Ing Sedangkan metode pembelajaran
pendidikan formal mereka secara turun
Ngarsa Sung Tuladha selalu berada di depan menggunakan metode among sebagaimana
temurun ingin menyekolahkan anaknya di
untuk memberikan contoh. Cara kedua perguruan Taman Siswa lainnya.
sini,” ujar Kepala bidang Taman Dewasa,
adalah pendekatan praktis melalui cerita- Kurikulumnya sendiri, menurut Kepala
Ki Budi. Karena itu, jumlah murid yang
cerita dongeng. Bidang Taman Indria, Nyi Sihgiyanti, sesuai
Adapun muatan lokal yang diberikan
adalah kesenian. “Pengetahuan-
pengetahuan lain kalau belum didahului
dengan pendidikan watak justru pinternya
untuk minteri orang,” ujar Ki Sugeng.
Namun, Ki Sugeng, menganggap
pemahaman kebangsaan yang diberikan
saat ini masih kurang. “Keberagaman
memang ada dan disampaikan tapi belum
sampai pada pemahaman terhadap
kebhineka-tunggal-ikaan,” katanya.
Ia berpendapat, perguruan baru memberi
pemahaman tentang kebhinekaan tetapi
tunggal ikanya belum. Sekalipun demikian, ia
masih yakin suatu saat akan ada penyadaran
pendidikan kebangsaan.
Sistem Among
Hingga kini, sistem pendidikan Taman
Siswa masih menggunakan pola yang
diwariskan oleh Ki Hajar, yakni sistem
89
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-89 89 5/17/2007 7:39:08 AM
Sekolah
tanpa membeda-bedakan siswa pintar dan
berdiri, kata Ki Budi, minat masyarakat cukup
mendaftar di Taman Dewasa hingga kini
tidak pintar. Semua siswa bisa diterima tanpa
besar. Padahal, sekolah itu didirikan ketika
cukup stabil bahkan melebihi jumlah yang
batasan nilai. Namun, karena keterbatasan
banyak sekolah kejuruan gulung tikar. Di
ditargetkan yayasan pada 2006.
tempat, seleksi dan saringan bisa saja
sana, kini sedang diprogramkan pelatihan
Taman Dewasa merupakan tingkatan
dilakukan apabila kapasitasnya sudah
kewirausahaan untuk bekal bagi siswa
tempat anak masuk pada masa peralihan
penuh.
setelah lulus.
untuk mencari jati diri. Di masa ini banyak
Sedangkan sumber dananya berasal
Dibandingkan dengan sekolah negeri
ditanamkan tata karma dan budi pekerti.
dari iuran orang tua yang disebut sebagai
maupun swasta berbasis agama, Taman
“Kalau dilihat unggah-ungguhnya, anak-
uang berguru. Ada juga sumbangan dari
Siswa memang mempunyai ciri khas.
anak kita masih baik,” kata Ki Budi yang
luar yang tidak mengikat. Kemandirian
Yakni, adanya wawasan kebangsaan.
merupakan lulusan Taman Guru itu.
sumber keuangan tersebut bertujuan demi
Agama apapun tumbuh tanpa perbedaan.
Lalu ada Taman Madya dan Taman Karya,
kemerdekaan pendidikan. “Selama tak ada
Tak heran, jauh sebelum Nyepi dijadikan
yakni sekolah setara SMA dan sekolah teknik
tuntutan terhadap suatu bantuan, kita ya
hari libur nasional, Taman Siswa sudah
menengah (STM). Di tingkat ini siswa mulai
oke aja,” kata Ki Sugeng
menerapkan libur Nyepi di lingkungannya.
belajar menganalisis dan mengenali kasus.
Selain itu, penjaringan siswanya pun
Meski Taman Karya baru tiga tahun
Tenaga Pengajar Dan
Kesejahteraan
Ancaman serius yang menghadang
perguruan Taman Siswa adalah
kurangnya ketersediaan tenaga
pengajar. Ancaman itu muncul sejak
Taman Guru, sekolah pencetak guru
setara Sekolah Pendidikan Guru (SPG),
ditutup pada 1991.
Padahal, sebelumnya Taman Siswa
memiliki Taman Guru Dewasa dan
Taman Guru Madya. Namun, pemerintah
membuat kebijakan bahwa seorang
guru harus lulusan pergutuan tinggi.
Kini, kebutuhan akan tenaga
pendidik tersebut diperoleh dari
Sarjanawiyata, yakni perguruan tinggi
yang berinduk pada Taman Siswa.
Sayangnya, kebutuhan sekolah Taman
Siswa seringkali tidak pas dengan
lulusan Sarjanawiyata. Solusinya,
para calon pamong itu harus terlebih
dulu menjalani pendidikan nilai-nilai
ketamansiswaan.
Ketika menjadi pamong, mereka
mendapt gelar Ki bagi laki-laki, atau
Ni dan Nyi bagi perempuan. Sebutan
ini pertama kali digunakan oleh Ki
Hajar untuk menghapus jarak antara
bangsawan dengan rakyat biasa.
Taman Siswa juga tidak mengenal
istilah gaji dalam organisasi. Pengajar
di sama menerima nafkah yang
ukurannya adalah ketercukupan.
“Karena namanya nafkah, ya tidak
berlebihan,” ujar Ki Sugeng.
Besaran nafkah berbeda dari tahun
ke tahun tergantung kondisi keuangan
yayasan. Faktor lain yang menentukan
adalah ijazah, masa kerja, dan beban
90 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-90 90 5/17/2007 7:39:14 AM
Sekolah
tanggung jawab pamong tersebut. Sumber
nafkah berasal dari uang sekolah dan
usaha-usaha lain seperti koperasi, dan
penyelenggaraan beragam pelatihan.
Pengajar di Taman Siswa dibedakan
dalam pamong anggota dan pamong
keluarga. Pamong anggota hanya bekerja
untuk Taman Siswa. Selain mendapatkan
nafkah dari Taman Siswa, mereka mendapat
bantuan dari pemerintah. Sedangkan
pamong keluarga memiliki tugas pokok di
tempat lain, namun mengabdi di Taman
Siswa sebagai guru honorer.
Fasilitas Pendidikan Dan
Prestasi
Semua gedung Taman Siswa, kecuali
Taman Indria, kini sudah tersambung
dengan internet. Bahkan, Juni mendatang
Badan Pusat Wanita Taman Siswa
fihak Ibu Pawiyatan akan meluncurkan
website. Taman Siswa juga dilengkapi
sarana laboratorium. Taman Kesenian, salah satu bagian
Siswa diminta sekolah di Gunung Kidul
Sebagian besar prestasi Taman Siswa di Taman Siswa, juga pada 2006 baru
untuk melatih jurnalistik pelajar. Tradisi
berasal dari bidang-bidang non-akademik, saja mendapat anugerah dari Menteri
ini merupakan warisan Ki Hajar yang dulu
seperti atletik, pencak silat, dan humaniora. Kebudayaan dan Pariwisata.
berjuang lewat pena. Berbagai tulisannya
Bidang seperti jurnalistik juga sangat ternyata mampu membuat bangsa ini
berkembang. Bahkan, beberapa kali Taman melek. m. FathonI arIeF (yogyaKarta)
MERaiH KEMERdEKaaN dENGaN
PENdidiKaN
N ational Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Taman Siswa didirikan pada 3 Juli 1922
oleh Raden Mas Suwardi Suryadiningrat. Ia menetapkan asas Taman Siswa berisi tujuh pasal yang
memperlihatkan bagaimana pendidikan diberikan.
Yakni, untuk menyiapkan rasa kebebasan dan tanggung jawab agar anak-anak berkembang merdeka
dan menjadi serasi, terikat erat kepada milik budaya sendiri sehingga terhindar dari pengaruh yang
tidak baik dan tekanan dalam hubungan kolonial, seperti rasa rendah diri, ketakutan, keseganan,
dan peniruan yang membuta.
Selain itu, Taman Siswa mendidik anak-anak menjadi putra tanah air yang setia dan bersemangat
untuk menanamkan rasa pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam pendidikan ini nilai rohani
lebih tinggi dari nilai jasmani.
RM Suwardi yang lahir dari kalangan keraton Yogyakarta, 2 Mei 1889, mendalami masalah
pendidikan dan pengajaran selama menjalani masa hukuman pembuangannya di Belanda sejak Agustu
1913. Di sana ia memperoleh sertifikat Europeesche Akte.
Ia kembali ke Tanah Air pada 1918 dan mencurahkan perhatian pada bidang pendidikan sebagai
alat perjuangan meraih kemerdekaan. Saat genap berusia 40 tahun dalam hitungan Tahun Caka, ia
berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya, agar ia dapat bebas dekat dengan rakyat
secara fisik maupun mental.
Untuk membendung perjuangan Ki Hajar, Belanda mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada
1 Oktober 1932. Namun, dengan perlawanan Ki Hajar, ordonansi itu akhirnya dicabut. Untuk
menghormati jasanya, hari kelahiran Ki Hajar diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
91
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-91 91 5/17/2007 7:39:18 AM
Kepala Sekolah
drs h. a. Sholeh dimyathi, mF, mm
DENGAN
IMTAK
MENENGAHI
TAWURAN
Terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi
2006. Ia menggagas model Imtak untuk
membina pekerti siswa dan sebagai solusi
masalah tawuran pelajar. Berkali-kali juara
di ajang Lomba Kompetensi Guru.
J
umum Lomba Kompetensi Guru (LKG) tahun
ULUKANNYA “kepala sekolah bagian
1997, sehingga ia mendapatkan hadiah
luar negeri”. Soalnya, hampir tiap hari
rumah seharga Rp 90 juta dari Presiden RI
setelah pukul 10 pagi ia tidak ada di
kala itu, Soeharto. Kemudian tahun 2001
sekolah. Bukan karena dia suka keluyuran
dan 2002, Shaleh juga meraih juara kedua
tanpa juntrungan, melainkan karena dia
lomba LKG.
mengemban segudang tugas. Antara lain,
ia menjadi ketua jaringan pengembang
kurikulum, ketua MGMP Pendidikan Agama
Iman dan Takwa
Islam SMK se-DKI Jakarta, ketua Imtak (Iman
dan Takwa) dan ketua KKKS Kejuruan Jakarta Sholeh memulai kiprahnya sebagai
tw
Utara. Di antara kesibukannya itu, ia juga pengajar pada 1985, dengan menjadi guru
Ien
ar
masih menyempatkan diri mengajar agama Islam di STM 26 Pembangunan,
mengaji dan menjadi pengkhotbah Jakarta. Kala itu, Sholeh melihat ada
(khatib) pada salat Jumat. perubahan perilaku pada sejumlah
Siapa dia? Dia adalah Drs HA siswanya. Setelah diselidiki, ternyata mereka
Sholeh Dimyathi, MF, MM, Kepala mendapatkan doktrin yang dikenal dengan
SMK 56 Jakarta. Pada tahun 2006, sebutan NII (Negara Islam Indonesia).
berkat setumpuk prestasinya, Sholeh merasa heran karena doktrin NII
Sholeh terpilih sebagai Kepala mampu mengubah sikap para pengikutnya
Sekolah Berprestasi Tahun dalam waktu singkat. Sedangkan pendidikan
2006. Sebelumnya, tahun 2004, agama Islam di sekolah, yang diberikan
Sholeh juga mendapatkan selama tiga tahun, tidak mampu merubah
penghargaan Satya Lencana perilaku siswa segampang itu.
Pendidikan sebagai guru Yang dipikirkan Sholeh selanjutnya
berprestasi dan berdedikasi bukan lagi doktrin NII, melainkan bagaimana
tinggi. mengemas metode pengajaran agama
Drs H. A. Sholeh Dimyathi, MF, MM
Sholeh juga menjadi juara Islam di sekolah. Setelah melakukan
92 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-92 92 5/17/2007 7:39:44 AM
Kepala Sekolah
doK SmK 56
beribadah. model ini di Kantor Wilayah Departemen
Model inilah yang disebut oleh Sholeh Pendidikan dan Kebudayaan (Kanwil
sebagai metode Imtak (Iman dan Takwa). Depdikbud) DKI Jakarta bidang Pendidikan
”Imtak adalah pengembangan model Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur).
pembelajaraan pendidikan agama Islam,” Ternyata, konsep Imtak hasil kreasi
kata Sholeh. Menurut dia, pendidikan agama Sholeh diterima oleh Suharyanto, yang
Islam tidak hanya harus dilakukan di kelas, waktu itu menjadi kepala bidang Dikmenjur
tapi seharusnya terus dilakukan selama 24 (Sekarang Kepala Sub Direktorat SMK).
jam sehari. Suharyanto menangkap positif model
Model ini sempat diprotes para guru ini, dan berniat menerapkannya untuk
lain. Namun Sholeh menjelaskan bahwa menangani tawuran pelajar. Maklum, kala
tugas mengajarkan agama Islam kepada itu tawuran pelajar sangat marak, sehingga
siswa, bukan hanya diemban guru agama. ada istilah tiada hari tanpa tawuran pelajar.
Melainkan tugas semua muslim. Suharyanto berharap metode Imtak bisa
Untuk mengetahui keberhasilan model memperbaiki citra SMK, yang kala itu paling
pembelajaran agama yang ia kembangkan, banyak melakukan tawuran.
Sholeh melakukan pengujian. Di satu kelas, Suharyanto meminta Sholeh membuat
ia mengajar dengan cara konvensional, disain baru pengembangan Imtak sehingga
yaitu dengan ceramah dan sesi tanya jawab. bisa dipakai sekolah yang pelajarnya
Sedangkan di kelas lain, ia mengajar dengan banyak melakukan tawuran. Akhirnya,
model Imtak. melalui model Imtak, guru BP, guru bidang
Di kelas Imtak, Sholeh menjelaskan suatu kurikulum, kepala sekolah dan tenaga
tema dan memberikan tugas kepada siswa pendidik lainnya diberikan pelatihan agar
untuk mencari dan menyalin ayat dan hadist. bisa memberikan mentoring dengan
Dalam memberikan nilai terhadap hasil pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL).
Berfoto bersama siswa dan paskibra
tugas siswa. Sholeh tidak membatasi tempat DSL adalah pembinaan keislaman dengan
seusai pelaksanaan upacara 17 Agustus
dan waktu. Kapan dan di mana pun siswa pendekatan teman sebaya dalam bentuk
di SMK 56 Jakarta
boleh meminta nilai dari dia. ”Kadang, baru kelompok yang terdiri dari sepuluh sampai
turun dari motor, siswa sudah menondong lima belas siswa.
minta nilai. Saya paraf dan berikan nilai A, Penerapan model I mtak dengan
penelitian, sholeh menemukan beberapa
tanpa saya koreksi”, kata Sholeh. Memang, pendek atan DSL ter nyata lumayan
kelemahan dari metode pengajaran selama
Sholeh tidak pernah mengkoreksi tugas berhasil. Tingkat tawuran pelajar tahun
ini. ”Penilaian pada pendidikan agama Islam
siswanya. Karena Sholeh yakin bahwa dalam 2001 menurun. Dari 16 titik tawuran di DKI
itu berdasarkan penilaian dakwah, dan lebih
mengerjakan tugas, siswa akan bersikap Jakarta, jumlah kasus tawuran turun dari
berorientasi kognitif,” kata Sholeh.
jujur. 122 kasus menjadi 70 kasus pada tahun
Melihat kelemahan ini, Sholeh ingin
Sholeh memberikan nilai antara A (setara 2003. SMK yang menerapkan DSL waktu itu
memperbaikinya dengan merubah pola
dengan angka 10) hingga D (setara dengan adalah SMK Poncol, SMK Bahariawan, SMK
pendidikan agama Islam, dan mengubah
angka 4). Bagi siswa yang bisa menyelesaikan Budut dan sekolah lain yang dikenal sering
strategi penilaian pendidikan agama.
tugas lebih awal, nilainya akan lebih tinggi. melakukan tawuran. Saat ini ada 150 sekolah
Sebelumnya nilai agama siswa itu diberikan
Jadi, nilai tergantung pada keaktifan siswa. di DKI yang mengembangkan model ini.
oleh guru. Tapi Sholeh merubahnya dengan
Dari hasil pengujiannya itu, Sholeh ”Jadi kalau masih ada sekolah yang
nilai agama yang siswa dapatkan berasal
melihat 95% anak yang diuji-coba dengan pelajarnya tawuran, itu berarti pendidikan
dari diri mereka sendiri. Caranya, untuk
model ini lebih berhasil mengubah perilaku Imtaknya belum dilakukan,” ujar Sholeh.
mendapatkan nilai agama, para siswa harus
keagamaannya. Kemudian konsep model Sholeh sudah pernah panjang lebar
mengikuti kegiatan mentoring di kelas.
ini dituangkan oleh Sholeh dalam karya memaparkan solusi menyelesaikan masalah
Kemudian siswa juga wajib melakukan
tulis dan diikutkan LKG 1997. Ternyata ia tawuran pelajar di internet.
kegiatan mandiri berupa praktek keagamaan,
mendapat juara pertama. Sholeh tak cuma mendisain model
seperti salat berjamaah dan salat Jumat, baik
Imtak. Ia juga mengembangkan model
di sekolah, di rumah atau di masyarakat.
SKKS (Sistem Kredit Kegiatan Kesiswaan),
Jika ingin mendapatkan nilai, maka
Solusi Untuk Tawuran untuk mendorong prestasi siswa. ”Melalui
siswa harus mengumpulkan bukti bahwa
sistem ini, aktivitas siswa lebih dihargai, baik
mereka memang benar melakukan praktek Pada 2001, Sholeh mulai berusaha
aktivitas yang dilakukan di sekolah maupun
keagamaan. Untuk dapat bukti itu siswa memperkenalkan model Imtak ke guru
di luar sekolah,” kata Sholeh. Misalnya, siswa
harus minta tanda tangan dari guru lain agama Islam di sekolah-sekolah lain.
yang bukan guru agama, dan orang lain Waktu itu ada lima sekolah yang kemudian mengikuti lomba basket di tingkat RT. Kalau
yang bukan guru, termasuk orang tua, mengikuti jejak Sholeh, dan hasilnya cukup menang, ia akan mendapatkan skor 1.
yang menjelaskan bahwa ia memang rajin positif. Kemudian Sholeh mempresentasikan Kalau menang di tingkat kecamatan, siswa
93
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-93 93 5/17/2007 7:39:45 AM
Kepala Sekolah
sempat protes kepada pihak sekolah karena Sholeh sudah memiliki hobi menulis
mendapatkan skor 2. ”Skor-skor itu menjadi
mereka mengira anaknya tidak belajar sejak duduk di bangku PGA (Pendidikan
bagian penilaian akhir anak,” kata Sholeh.
di sekolah, malah disuruh jualan. Namun Guru Agama) --setara dengan SMA. Sholeh
Menurut Sholeh, kadang-kadang sekolah
Sholeh memberikan penjelasan kepada paling suka membuat puisi. Di samping itu,
sering melakukan justifikasi terhadap anak
para orang tua, bahwa unit usaha di sekolah Sholeh juga punya hobi membaca.
yang kurang berprestasi di bidang akademik.
hanya sarana untuk praktek kerja. ”Para Sholeh dilahirkan di Pati, Jawa Tengah,
Padahal si anak mempunyai prestasi di
orang tua pun akhirnya mengerti, dan malah dari pasangan H. Dimyathi dan Daryah.
bidang lain, seperti di bidang olahraga.
mendukung,” kata Sholeh. Sholeh yang lahir tanggal 17 Oktober 1954,
Nah, model SKKS akan menilai prestasi siswa
adalah anak pertama dari 9 bersaudara.
dari segala aspek, bukan hanya dari prestasi
Ayahnya adalah pensiunan veteran pejuang
akademiknya saja. Pada tahun 2001, Sholeh
Jadi Juri LKG tahun 1945. sedangkan ibunya adalah
menerima penghargaan untuk model SKKS
pedagang.
yang dikembangkannya itu. Karena terus mendapatkan juara di LKG,
Sholeh tumbuh di lingkungan santri. Ada
Kemudian pada tahun 2002, kembali Sholeh tidak dibolehkan ikut LKG lagi. Tapi
52 pesantren berada di sekitar rumahnya.
Sholeh mengikuti LKG, dan meraih juara Sholeh diminta untuk menjadi juri LKG di
Tapi meski belajar di pesantren, Sholeh
kedua. Dalam LKG itu, Sholeh menulis tahap awal yang menyeleksi naskah yang
tidak pernah tinggal di pondok pesantren.
tentang unit produksi sebagai replika praktek masuk. Sholeh menjadi juri tahap awal
Ia tetap tinggal di rumah membantu ibunya
kerja siswa. Dalam mengembangkan unit selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2003,
berjualan. Atau terkadang menyiapkan
produksi atau unit usaha di sekolah, Sholeh 2004 dan 2005. ”Ada sekitar 1.800 naskah
makanan untuk seluruh keluarga.
bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang masuk dari para peserta. Tapi herannya
Tidak ada cita-cita jadi guru di benak
obat. Unit usaha tersebut dimodali oleh naskah yang saya nilai, umumnya jadi juara,”
Sholeh waktu ia kecil. ”Saya hanya ingin
sekolah, tapi dikelola oleh siswa sendiri, dari kata Sholeh sambil tersenyum.
menjadi orang yang bermanfaat bagi orang
mulai perencanaan, pelaksanaan, promosi, Sholeh juga kreatif menulis. Ia telah
lain,” kata Sholeh. Tapi watak kepemimpinan
penjualan sampai kepada hasil. menghasilkan banyak artikel, beberapa
dan rendah hatinya sudah tampak sejak kecil.
”Dengan didirikan unit usaha ini, maka buku dan modul. Salah satu hasil tulisannya
Watak itulah yang ia bawa hingga dewasa.
ada tempat untuk praktek kerja siswa,” kata yang berjudul ”Mairil, Satu Bentuk
Di sekolahnya kini Sholeh memosisikan
Sholeh. Unit usaha ini juga melatih para Penyimpangan Seksual di Kalangan Santri”,
dirinya sebagai pengayom. Sholeh sangat
siswa untuk memasarkan suatu produk. pernah diterbitkan sebuah majalah Psikologi
memperhatikan persoalan-persoalan
Untuk mendorong semangat siswa, sekolah di Jakarta. Mairil adalah istilah di pesantren
sekolah, siswa dan para guru. Ia tak segan
membebaskan membayar uang sekolah untuk perbuatan homoseksual. Sholeh juga
memberikan nasihat atau bimbingan kepada
selama beberapa bulan bagi siswa yang menjadi editor sebuah penerbit. ”Padahal
siapa saja yang membutuhkannya.
dapat memenuhi target tugasnya dalam saya tidak punya keahlian jurnalitik, hanya
Untuk menjalankan peran sekolah secara
unit usaha. modal ingin belajar saja,” ujar Sholeh,
benar, Sholeh membuat sistem mekanisme
Pada awalnya para orang tua siswa merendah.
kerja terlebih dahulu. Sholeh
membuat dulu standar operasional
doK SmK 56
prosedur organisasi, sehingga setiap
warga sekolah mengetahui tugas
dan fungsi pokoknya. ”Dengan
begitu, setiap langkah dan kebijakan
yang diambil tidak akan melenceng
dari sistemnya,” kata Sholeh.
Setelah lulus dari PGA, Sholeh
kemudian meneruskan pendidikan
ke IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta,
tahun 1974. Sebelumnya Sholeh
sempat mencicipi kuliah di Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM,
tapi tidak ia teruskan karena
terbentur biaya. ”Waktu itu jaman
sedang susah. Orang antri untuk
dapat beras. Banyak yang hanya
bisa makan bulgur, jagung merah,”
kenangnya.
Selama kuliah, Sholeh tinggal
di tempat indekos di Yogyakarta.
Memimpin pembahasan KTSP di SMK 56 Jakarta
Untuk mengirit duit kiriman orang
94 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-94 94 5/17/2007 7:39:49 AM
Kepala Sekolah
pelatihan, Sholeh menjadi kepala teknisi
doK SmK 56
doK SmK 56
proyek. Namun karena sesuatu hal, Sholeh
akhirnya keluar dan pindah bekerja ke Hotel
Indonesia (HI). Di HI Sholeh mengurusi
manajemen koperasi. Tapi ia hanya bertahan
6 bulan, lalu mengundurkan diri.
Abdi Pendidikan
Tahun 1984, Sholeh ikut tes pegawai
negeri sipil dan lulus. Kemudian tahun
1985 ia diangkat jadi guru agama di STM
26 Pembangunan, Jakarta. Di sinilah ia
meneratas kariernya sebagai pengajar sejati.
Dunia pendidikan akhirnya menjadi ladang
pengabdiannya.
Pada 1998, Sholeh mengikuti pelatihan
Memberikan pengarahan saat rapat
kepala sekolah. Dan, tahun 2000 ia benar-
Orangtua dan Wali di SMK 56 Jakarta
benar diangkat menjadi kepala sekolah
di SMK 20, Jakarta Selatan. Di sekolah
lagi berhubungan dengan teman-temannya. itu Sholeh membuat terobosan dengan
tuanya, ia menjual jasa sebagai juru masak
Sholeh tak mau diganggu. ”Bahkan ada surat membuka program perbankan syariah.
untuk keluarga yang punya tempat indekos.
dari orangtua, tidak saya buka, sampai les Program ini dibuka atas kerja sama SMK
”Dengan uang kiriman Rp 10.000 dan beras
bahasa Inggris kelar,” kata Sholeh sambil 20 dengan Bank Muamalat. ”Ini program
10 liter, per bulan, saya tak bisa membeli
tertawa. Ternyata usahanya membawa hasil. pertama yang dibuka di Indonesia,” ujar
apa-apa. Beras pun sering tak cukup,” kata
Ia lulus les bahasa Inggris, dan lulus pula Sholeh bangga.
Sholeh. ”Tapi dengan jadi juru masak, saya
dalam seleksi untuk program pertukaran Sekarang sudah banyak SMK yang
mendapat imbalan makan gratis,” Sholeh
pelajar. Ia akan ditempatkan di Filipina. membuka program ini. Sholeh menjadi
menambahkan.
Sebelum berangkat ke Filipina, Sholeh kepala SMK 20 selama 4 tahun 6 bulan.
pulang ke rumah orang tuanya di Pati, Jawa Kemudian ia mengambil kuliah di STIM,
Masuk TKS BUTSI Tengah, untuk pamit. Namun tidak terduga, tapi karena kesibukannya, ia agak lambat
sampai di rumah Sholeh dinikahkan dengan menyelesaikan pendidikannya, dan baru
Tahun 1980, Sholeh lulus dari IAIN.
gadis pilihan orangtuanya. Kemudian bisa menggondol gelar S2 tahun 2005.
Kemudian Sholeh memilih masuk ke TKS
Sholeh kembali ke Jakarta, dan melapor ke Sebelumnya, tahun 2004, Sholeh
BUTSI (Tenaga Kerja Sukarela Badan Urusan
Departemen Tenaga Kerja --yang menggelar dipindahkan ke SMKN 56 Teknologi di
Tenaga Kerja Sukarela Indonesia) dan
program pertukaran pelajar itu. Pluit, Jakarta Utara. Sebelumnya sekolah ini
ditempatkan di Jakarta. Pada tahun ketiga
Ternyata ada peraturan yang melarang bermasalah, tapi setelah Sholeh memimpin
Sholeh di TKS BUTSI, ia ditawari program
menikah kepada para peserta program di situ mulai membaik. Manajemen menjadi
pertukaran pekerja untuk belajar, atau
pertukaran pelajar. Apa daya, akhirnya lebih baik. Sarana dan prasarananya pun
biasa disebut pertukaran pelajar. Lokasi
Sholeh batal berangkat ke Filipina. Dia ditingkatkan oleh Sholeh. ”Waktu saya
penempatannya ada tiga pilihan, yaitu
malah dikirim ke Bandung untuk mengikuti masuk dulu ke sana, kondisi komputernya
Papua, Timor-Timor dan luar negeri.
pendidikan dan latihan (diklat) di Akademi masih pentium satu, sekarang sudah
Sholeh bingung mau memilih yang
Tenaga Pekerjaan Umum (ATPU). pentium 4,” kata Sholeh. Bahkan tahun
mana. Ia berpikir, kalau pergi ke Papua, ia
Di ATPU, Sholeh belajar teknik. Tentu 2005, SMK 56 56 memenangi lomba net
takut terserang malaria. Seperti banyak
bukan urusan gampang bagi Sholeh yang kuis se- Jakarta.
diberitakan kala itu bahwa di Papua masih
sebelumnya lebih banyak belajar agama. Kini, Sholeh masih menyimpan satu
ada wabah malaria. Kalau pergi ke Timor-
”Bayangkan, saya yang memiliki latar obsesi. Ia ingin sekolah yang dipimpinnya
timor ia takut terkena peluru nyasar karena
belakang pendidikan agama di IAIN, harus menjadi sekolah bertaraf internasional.
kala itu masih terjadi perang. Sedangkan
belajar teknik,” katanya. Tapi Sholeh bertekad ”Mungkin saya tidak bisa mencapainya,
kalau pergi ke luar negri, ia tidak percaya
harus bisa, supaya bisa lulus dari ATPU. Dan, karena keterbatasan waktu,” kata pria
diri karena bahasa Inggris-nya kacau balau.
ia berhasil. Setelah tamat dari ATPU, Sholeh berumur 52 tahun itu. ”Tapi saya ingin
Namun, akhirnya Sholeh memilih luar
ditugaskan menjadi Petugas Lapangan mengarahkannya menuju ke sana,” Sholeh
negeri.
Proyek (PLP). menambahkan. Ia masih tetap bersemangat
Sholeh mengambil les bahasa Inggris
Kerena dinilai berhasil dalam menjalankan meski sebentar lagi harus pensiun.
intensif sebelum ujian penyaringan program
tugasnya sebagai PLP, Sholeh diikutkan
pertukaran pelajar. Ia serius mempersiapkan
dalam pelatihan teknisi proyek. Selesai
bahasa Inggris-nya, sampai-sampai tak mau eS caStra dan Fetty ShInta leStarI
95
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-95 95 5/17/2007 7:39:52 AM
Kepala Sekolah
IStImewa
drs. tamsir
MEMBENTUK WARGA SEKOLAH
SEBAGAI TEAM WORK
Drs Tamsir terpilih sebagai
kepala sekolah terbaik
Provinsi DI Yogyakarta.
Bercita-cita jadi guru
karena kekagumannya
pada sosok seorang guru.
Ia membentuk sekolah
sebagai sistem yang
ditaati seluruh warganya.
Tamsir dan rekan sesama guru
D
Kepala SMKN I Wonosari, mendapat pujian.
INAS Pendidikan DI Yogyakarta tidak 1 Wonosari. Selama delapan tahun ia
Ia mendapatkan sertifikat predikat istimewa
keliru memilih Drs Tamsir sebagai mengabdi di sana. Selanjutnya, pada 2004,
dari Direktur Jenderal Pendidikan dasar
Kepala Sekolah Terbaik tingkat ia dipercaya menjabat Kepala SMAN 2
dan Menengah kala itu, Dr Indrajati Sidi,
provinsi tahun ini. Kepala SMAN 2 Wonosari, Wonosari, hingga saat ini. Karier gurunya
karena pengelolaan sekolahnya dianggap
Gunung Kidul, itu memang sosok yang sendiri dimulai sejak tahun 1981 ketaika
terbagus.
idealis, dan memiliki pola yang terkonsep mengajar di SMK 1 Wonosari.
Atas dasar prestasi itu, Kepala Dinas
dalam memimpin sekolah. Seandainya tahun Setelah empat belas tahun mengajar,
Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul
ini ada pemilihan kepala sekolah terbaik Tamsir akhirnya diangkat menjadi Kepala
menunjuk Tamsir sebagai wakil kabupaten
tingkat nasional, Tamsir layak diunggulkan SMKN 1 Wonosari selama dua periode.
dalam pemilihan kepala sekolah terbaik
menjadi pemenangnya. Sebenarnya ia masih dibutuhkan sebagai
tingkat provinsi. Dalam seleksi di tingkat
Tamsir terpilih menjadi Kepala Sekolah kepala sekolah. Tapi karena ada peraturan
provinsi, panitia yang terdiri dari unsur
Terbaik Provinsi DI Yogyakarta melalui yang menetapkan bahwa kepala sekolah
Dinas Pendidikan dan para akademisi dari
penjaringan yang dimulai di tingkat tidak boleh menjabat lebih dari dua periode di
Universitas Negeri Yogyakarta, menggelar
kabupaten. Kepala dinas pendidikan satu sekolah, Tamsir kemudian dipindahkan
berbagai tes. Tes yang diberikan antara lain
setempat menunjuk beberapa kepala ke SMAN 2 Wonosari, hingga saat ini.
mengenai manajemen sekolah, wawasan,
sekolah yang dianggap terbaik sebagai Tamsir lulus dari sekolah dasar di
penguasaan program komputer, dan
nominator. Selanjutnya, ditetapkan hanya Banjarnegara kampung kelahirannya.
kemampuan berbahasa Inggris. Hasilnya,
satu kepala sekolah yang akan dikirim untuk Setelah itu ia melanjutkan ke Pendidikan
Tamsir terpilih sebagai kepala sekolah
dipilih di tingkat provinsi. Guru Agama (PGA), dan selanjutnya kuliah
terbaik.
Tamsir dipilih sebagai wakil dari Kabupaten di IKIP Yogyakarta jurusan Bimbingan dan
Gunung Kidul berdasarkan catatan bagus Penuluhan. Ia lulus tahun 1982. Menjadi
yang ditorehkannya. Pada tahun 1998, ketika guru adalah cita-citanya sejak kecil.
Karir Sebagai Guru
tim dari Departemen Pendidikan Nasional “Saya tertarik menjadi guru karena
melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah di kekaguman terhadap sosok seorang guru
Tamsir menjabat kepala sekolah sejak
Gunung Kidul, Tamsir yang kala itu menjabat sewaktu saya duduk di sekolah dasar,”
tahun 1995, yaitu ketika mengepalai SMKN
96 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-96 96 5/17/2007 7:39:55 AM
Kepala Sekolah
Kiat Memimpin Sekolah UAN (ujian akhir nasional) bagi siswa kelas
kata Tamsir, mengenang. “Beliau sangat
akhir,” ujar Tamsir. “Tapi jam-jam pelajaran
mengayomi. Sikapnya tegas, tapi tidak Menurut Tamsir, bekal utama yang
tambahan juga diberikan kepada siswa kelas
berarti galak. Beliau selalu membimbing harus dimiliki seseorang untuk menjadi
yang lebih rendah.” Kalau cuma mengejar
dan mengarahkan, tapi juga selalu bertindak kepala sekolah adalah skill manajerial.
target kelulusan UAN, kata Tamsir, gampang
tegas memegang aturan sekolah,” Tamsir “Ketika seorang panglima perang akan
saja. “Para siswa kelas akhir saya pacu saja
memaparkan. bertempur, pasti akan melihat medannya
dengan latihan soal,” katanya. “Tapi kalau
Suatu hari, Tamsir menyampaikan seperti apa, bagaimana kondisi pasukan,
seperti itu, saya khawatir sekolah saya akan
cita-citanya menjadi guru kepada sang dan persenjataan yang dimiliki,” katanya,
dicap sebagai lembaga kursus UAN,” kata
guru kebanggaannya itu, seraya meminta bertamsil.
Tamsir lagi sambil terkekeh.
pendapatnya. Sang guru sebenarnya lebih Dalam mengelola sekolah, Tamsir sangat
Dalam pandangan Tamsir, sekolah
berharap Tamsir masuk SMA. Namun, karena tegas memegang aturan. Tamsir menjadikan
adalah satu kesatuan utuh yang harus
Tamsir sudah menyatakan tekadnya jadi sekolah sebuah sistem yang membuat
mampu membentuk karakter, kepribadian,
guru, ia pun langsung mengarahkan Tamsir seluruh warga sekolah bertanggung jawab
dan kecerdasa. Hal itu harus tumbuh
untuk masuk SPG, setamat SMP. pada sistem itu. “Seluruh penghuni sekolah
secara bersama-sama. Nah, khusus untuk
Namun, orang tuanya punya pendapat harus taat pada
membentuk kepribadian sekolah, Tamsir
lain. Setelah Tamsir lulus SMP, mereka sistem, dan bertanggung jawab terhadap
membentuk sistem pengawasan anak.
menyekolahkan Tamsir, anak kedua dari berjalannya sistem,” kata Tamsir.
Sistem ini akan mencatat pelanggaran yang
enam bersaudara itu, ke Pendidikan Guru Dengan begitu, katanya, semua pihak
dilakukan setiap siswa.
Agama (PGA). “Keluarga saya sangat taat punya tanggung jawab sesuai dengan
Untuk siswa yang melakukan pelanggaran
terhadap agama, dan karena itu saya diminta proporsinya. Jika ada masalah, semuanya
tingkat 1, sekolah akan memanggil orang
masuk pendidikan guru agama saja,” kenang dikembalikan kepada aturan main yang
tuanya. Jika masih tetap melanggar, orang
Tamsir. Ternyata, alur pendidikannya tak telah disepakati dalam sistem itu.
tuanya akan dipanggil lagi untuk kedua
terhenti di PGA. Sebab, setelah lulus dari Tamsir pun selalu membangun
kalinya. Bila siswa masih juga melanggar,
sana, Tamsir kemudian meneruskan ke etos kerja yang keras terhadap warga
pada pemanggilan orang tua yang ketiga,
IKIP Yogyakarta, yang sekarang menjadi sekolahnya. “Semua warga sekolah adalah
siswa diminta membuat pernyataan. Kalau
Universitas Negeri Yogyakarta. team work yang harus bahu membahu
masih juga melanggar, akhirnya, pada
Kini, Tamsir layak bangga karena cita- dalam menjalankan tugasnya,” ujar Tamsir.
pelanggaran tingkat selanjutnya, siswa
citanya menjadi guru yang baik telah tercapai. Kualitas dan kompetensi guru tentu saja
akan mendapat skorsing tiga hari. Bila masih
Saat ini Tamsir telah dikaruniai empat putera menjadi perhatiannya. Untuk itu, Tamsir
juga melanggar, siswa diminta membuat
hasil pernikahannya dengan istrinya yang kerap menyelenggarakan pelatihan-
pernyataan bersedia tidak naik kelas jika
berprofesi sebagai bidan. Putera pertama pelatihan baik di sekolah maupun di luar
melakukan pelanggaran berikutnya.
sudah kuliah di Teknik Industri Universitas sekolah.
Dengan sistem pengawasan seperti itu,
Islam Indonesia, yang kedua kuliah di Fakultas Pelatihan-pelatihan yang pernah
kata Tamsir, sekolah tak hanya membentuk
Kedokteran Universitas Muhammadiyah diadakan di antaranya komputer, teknologi
kecerdasan siswanya, tapi juga membangun
Yogyakarta. Sedangkan putera ketiga dan informasi, metode pengajaran kreatif, dan
kepribadian dan tanggung jawab siswa.
keempatnya masih duduk di SMA dan SMP. pelatihan membuat modul pembelajaran.
Dengan pengawasan kepribadian ini,
Tamsir tentu bangga telah bisa mengongkosi Untuk meningkatkan kualitas lulusan,
yang tidak naik kelas bukan cuma siswa
putera-puteranya hingga ke perguruan Tamsir menggelar pelajaran-pelajaran
yang tidak pandai, tapi mungkin juga
tinggi. Tak banyak guru yang bisa tambahan untuk para siswa mulai dari
siswa pandai yang nilai kepribadiannya
melakukannya. “Jika hanya bergantung Kelas X. Misalnya, pelajaran
rendah. Hal itu sesuai dengan tujuan
pada gaji guru, tentu tak bisa,” kata Tamsir. tambahan matematika,
pendidikan untuk mencetak manusia
“Untunglah istri saya bidan, sehingga kimia, dan bahasa Inggris.
cerdas dan berkepribadian. Siswa yang nilai
mampu menyokong biaya pendidikan buat Bahkan untuk siswa yang
kepribadiannya masih rendah tentu layak
anak-anak,” Tamsir menjelaskan. kemampuan bahasa
mengulang kelas.
Inggrisnya lemah,
“Dampak sistem pengawasan ini ternyata
ada klinik Bahasa
bagus,” kata Tamsir. “Para siswa jadi lebih
Inggris untuk
tertib, dan terbiasa memegang janji.”
menolongnya
Mereka tahu, setiap tindakan pasti ada
belajar lebih
konsekuensinya. Dan yang lebih penting,
cermat.
mereka sadar bahwa fungsi sekolah memang
“Kami
bukan hanya untuk mencerdaskan otak, tapi
meningkatkan
juga membentuk kepribadian yang baik dan
kegiatan
bertanggung jawab.
pembelajaran
bukan hanya
menjelang eS caStra dan m. arIeF FathonI (yogyaKarta)
97
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
FathonI arIeF
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-97 97 5/17/2007 7:40:02 AM
Kepala Sekolah
Suwarni, Spd
IBARAT MEMBANGUN
PETILASAN
Dipercaya menjadi kepala
sekolah-sekolah ndesa
selama hampir sepuluh tahun
terakhir. Budi pekerti menjadi
kunci membina siswa dan
guru. Latar belakang petani
menjadikan sekolahnya hijau
dan bersih. Budaya cium
tangan guru.
N
perbukitan dengan jalan menanjak penuh jadi hijau itu, memang tak jauh-jauh
GADIROJO, sekira 30 km arah
bebatuan, lantaran aspal berlubang di dari hobi Suwarni yang demen tanam-
timur dari pusat kota Pacitan, Jawa
sana-sini. Di Tulakan, Suwarni itulah menanam. Di rumahnya yang tak begitu
Timur. Untuk mencapai kecamatan
menjabat kepala sekolah hampir delapan besar, terasa sejuk saat memandang
ini mesti melintasi jalan menanjak yang
tahun. Barangkali pertimbangan kenyang hijaunya dedaunan koleksi tanaman hias
lumayan sulit dijangkau. Jalanan berlubang
pengalaman itulah, Suwarni menjadi satu Suwarni.
sehingga nampak bebatuan nongol di
di antara sejumlah kepala sekolah lainnya Penghijauan sekolah membuat SMPN
sana-sini. Siapa sangka di daerah ndeso
terpilih dalam seleksi awal di tingkat 2 Tulakan menjadi sekolah terbersih
ini berdiri sekolah berstandar nasional
provinsi Jawa Timur. Ia akhirnya yang di Kabupaten Pacitan. Beberapa kali
bernama SMPN 1 Ngadirojo. Sebentar lagi,
terpilih mewakili Jawa Timur. sekolah itu mewakili Pacitan dalam lomba
tetangganya, SMPN 3 Kecamatan Tulakan,
kebersihan sekolah. Rupanya, upaya
menyusul menjadi sekolah berstandar
Membangun dari Nol menghijaukan sekolah itu juga dilandasi
nasional pula.
filosofi hidup Suwarni. “Guru kuwi kudu
Tersebutlah Suwarni SPd, Kepala SMP Jabatan kepala sekolah kali pertama
gawe petilasan (harus membuat sesuatu
N 1 Ngadirojo yang punya andil besar diemban Suwarni di sekolah yang baru
yang bersejarah). Guru harus meninggalkan
membawa sekolahnya menuju level beridiri. SMPN 3 Tulakan memang baru
hal-hal positif untuk anak-anak didik,” kata
berkelas. Putra asli Pacitan yang hampir berdiri pada 1999. “Kami membangun
Suwarni.
setahun belakangan memimpin SMPN 1 sekolah dari nol. Mulai dari gedung yang
Menjadi guru sejatinya bukan satu-
Ngadirojo itu, mendapat penghargaan tidak ada apa-apanya, belum tertata, tak
satunya cita-cita yang didambakan Suwarni.
sebagai kepala sekolah berdedikasi dari ada karyawan, guru pun masih pinjam dari
Sejak lulus sekolah dasar, Suwarni mematok
Departemen Pendidikan Nasional, 2006 guru-guru SD,” kata Suwarni yang genap 55
cita-citanya menjadi sarjana pertanian.
lalu. Saban hari ia bolak-balik dari rumahnya tahun, 13 April lalu.
Maklum, orangtuanya menhidupi keluarga
yang sederhana --berukuran tak lebih dari Di awal perjuangannya itu, Suwarni
dari bertani. Dari kecil, Suwarni terbiasa
100 meter persegi-- menuju sekolah yang hanya punya murid 88 siswa. Namun
dalam lingkungan petani. Namun,
berjarak sekira 12 kilometer. hanya dalam tiga tahun berikutnya, murid-
orangtuanya tak menghendaki Suwarni
Suwarni boleh dibilang cukup kenyang murid SMPN 2 Tulakan mencapai 534
menjadi sarjana pertanian.
menjadi kepala sekolah. Sebelum di orang. Kondisi sekolah juga nampak asri.
Cita-cita menjadi sarjana pertanian
Ngadirojo, Suwarni memimpin SMPN Tanaman hias dan pepohonan menjadikan
seakan lindap dalam benak Suwarni. Ia
3 Tulakan. Tulakan letaknya tak begitu lingkungan sekolah benar-benar nyaman
dikenalkan dengan dunia pendidikan oleh
jauh dari Ngadirojo, sama-sama daerah buat belajar. Soal sekolah yang mendadak
98 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-98 98 5/17/2007 7:40:08 AM
Kepala Sekolah
Kesibukannya sehari-hari diisi dengan
budi pekerti,” katanya. Di sekolah, ia
sang paman. Pak Lik, sapaan paman di
menjadi ketua PGRI Kecamatan Tulakan. Ia
membiasakan siswa menghormati para
kalangan Jawa, berpendapat keponakannya
juga pernah menjadi ketua LKMD desanya
guru dengan membudayakan cium tangan
itu pas menjadi dengan dunai mengajar. Ia
selama dua periode berturut-turut.
guru-gurunya.
pun seringkali membawakan buku-buku
Sosok sederhana Suwarni yang
Kecintaan Suwarni pada pekerjaannya,
pendidikan. “Paklik saya datang dan
mengabdi sebagai guru ini amat membekas
membuat ia dicintai murid-murid dan guru-
bilang kamu pantasnya jadi guru saja,”
bagi dua putrinya: Fitria Virgantari dan
guru. Ketika ia pindah tugas dari SMPN 3
ujar Suwarni.
Naning Ari Cendani. Si sulung mengikuti
Tulakan, ia dibikin haru dengan kenang-
Buku-buku pendidikan itu yang akhirnya
jejak Suwarni dan istrinya, Sri Sudarmi
kenangan yang diberikan sekolah. Suasana
mengantarkan Suwarni mencintai dunia
yang guru SD Negeri 2 Losari, Pacitan. Fitria
perpisahan di sekolah dipenuhi isak tangis.
mengajar. Selepas SMA ia memutuskan
mengajar matematika di SMPN 1 Pacitan.
Ketika selesai acara, ia berpamitan dan
masuk IKIP, jurusan Matematika pilihannya.
Sedangkan si bungsu, masih kuliah di
diantar dengan mobil ke rumahnya. Tanpa
Sayangnya, ayahnya mengingatkan Suwarni,
Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi 10
ia sadari, ada sebuah mobil menguntit
yang anak kedua dari tujuh bersaudara itu,
November Surabaya.
hingga sampai rumah Suwarni.
agar mendahulukan adik-adiknya agar bisa
Kesederhanaannya, falsafah hidupnya
Begitu sampai di rumah. Mobil
terus sekolah. Apalagi sepeninggal ibunya,
menjadikan anak pintar dan berbudi pekerti,
penguntit itu juga berhenti tak jauh dari
Suwarni harus bisa ngemong adik-adiknya,
telah membuahkan hasil di keluarganya. Ia
pelataran rumahnya. Tahu-tahu, dua orang
seakan menggantikan peran ibunya, yang
tak pernah surut hati meski gaji guru dan
menggotong kardus besar hingga masuk
meninggal saat si bungsu berusia delapan
kepala sekolah masih belum mencukupi
ke ruang tengah. Mereka menyingkirkan
belas bulan.
buat menyekolahkan anak-anak hingga
televisi 14 inchi yang tergeletak di meja
Toh, keinginannya menjadi guru tak
jenjang pendidikan tinggi.
pendek ruang keluarga. Sebuah televisi
pupus. Suwarni memutuskan melanjutkan
“Gaji guru dikatakan cukup ya tidak,
21 inchi pun bertengger menggantikan
studi di Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan
lebih juga tidak. Tapi saya terbiasa hidup
televisi lama Suwarni. Suwarni tak kuasa
Pertama (PGSLP) Jurusan Ilmu Pasti di Solo.
prihatin dan hati-hati. Saya menambalnya
meneteskan air mata mendapat kenang-
Begitu lulus pada 1975, Suwarni mulai
dengan usaha sampingan dari kebun
kenangan dari murid dan guru. “Tivi ini
hari-hari sebagai guru di sekolah milik
cengkih dan tanaman palawija.”
hingga nanti rusak tetap saya simpan. Ada
Yayasan Kembang Mas, organisasi di bawah
Sosok berdedikasi, yang memang pantas
sejarah yang sangat berharga,” katanya.
Departemen Pertahanan dan Keamanan.
ditauladani. Bukan saja berhasil membina
Selain terpilih sebagai kepala sekolah
Kala itu, ia sempat diterima menjadi guru
murid, guru dan sekolah. Melainkan juga
berdedikasi, sejumlah prestasi pernah
di sekolah milik Pertaminan di Medan.
membawa keluarganya ke kedudukan
disandangnya. Antara lain menjadi Juara
Namun, ia urung pergi merantau demi
terpandang.
I PP Keluarga Berencana Sejahtera tingkat
melihat nasib adik-adiknya yang butuh
Provinsi Jawa Timur, Juara 2 Temu Wicara
perhatian. m. FathonI arIeF (pacItan)
Provinsi Jawa Timur di TVRI Surabaya.
Pengorbanan Suwarni juga dengan
menunda pernikahan demi membiayai
sekolah adik-adiknya. Satu-satu persatu
PREStaSi NaSioNaL SEKoLaH
adik-adik Suwarni bisa menyelesaikan
KaMPUNG
sekolah. Bahkan si bungsu yang sarjana
hukum, kini bekerja di Pemerintah
S MPN 1 Ngadirojo, yang persisnya ada di Desa Cokrokembang, Kecamatan
Kabupaten Pacitan.
Ngadirojo, memang bolehlah disebut sekolah ndesa. Daerah yang biasa disebut
Kuncinya Budi Pekerti Lorok, ini dulu-dulunya merupakan bagian dari kawedanan di masa kolonialisme
Belanda. Jarak sekolah ini dari pusat kota Pacitan, sekira 30 km arah barat.
Tempaan hidup dari keluarga
Meski sekolah ini sederhana, Suwarni mampu menghimpun dana dari masyarakat
sederhana. Membina adik-adiknya
untuk mengembangkan sekolah. Anggaran Belanja Sekolah tahun ini saja mencapai
hingga mencapai kedudukan terpandang
Rp 1,6 miliar. Jumlah yang tak sedikit untuk ukuran sekolah di kecamatan.
cukup mempengaruhi falsafah kerjanya
Dana sebesar itu terbukti mampu dikelola Suwarni. Prestasi siswanya terbukti
sebagai guru dan kepala sekolah yang
tidak kampungan. Tengok saja prestasi para siswa dalam beberapa
disandangnya. Suwarni memang amat
tahun belakangan. Setidaknya ada Agung Tri Laksono
peduli dengan keberhasilan siswa, guru,
yang menjadi Juara Lomba Poster Internasional
dan sekolah. Satu hal yang selalu ia tekankan
(2002), Zoraya (siswa berprestasi tingkat
kepada para siswa dan guru: akhlak. “Mau
provinsi dan juara Lomba Karya Ilmiah
pinter kaya apa, kalau akhlaknya rusak ya
Remaja 2003), Juara Lomba Vocal
tidak ada artinya,” kata Suwarni.
Group Kabupaten (2005), dan Juara I
Akhlak atawa budi pekerti menjadi
Lomba Karya Ilmiah Siswa Kabupaten
kunci membangun sekolah. “Sejak pertama
(2005).
kali menjadi guru hingga sekarang, saya
benar-benar konsenstrasi membentuk
99
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-99 99 5/17/2007 7:40:18 AM
Kepala Sekolah
Soedarini
KELUARGA
Foto-Foto: ayu n
NINGRAT KE
SEKOLAH
LUAR BIASA Soedarini,
Kepala SLB Cempaka Putih
Terpilih sebagai kepala sekolah berdedikasi
tahun 2006. Menjadi guru anak-anak
penyandang cacat atas saran sepupunya.
Pengalamannya akan dibukukan.
T
SLTPLB dan SMLB.
alat tulis dan instalasi air bersih.
eman-temannya biasa memanggil
Kiprahnya memikirkan pendidikan anak-
Secara rutin dalam dua minggu sekali, Bu
perempuan ini, Bu Rini. Nama lengkapnya
anak cacat mendapat dukungan moral
Rini mengadakan pertemuan dengan para
Soedarini. Ia telah mengabdi selama 35
dari keluarganya. Anak-anak dan suaminya
guru sekolahnya. “Kami membahas semua
tahun sebagai pengajar di lembaga pendidikan
tak pernah keberatan meski kesibukan
kegiatan pembelajaran yang telah dan
luar biasa, sejak usianya masih 21 tahun.
mengajar anak-anak cacat dibawa Bu Rini
akan dilakukan,” kata Soedarini. Perhatian
Ibu empat anak ini menerima penghargaan
hingga ke rumah. Kini Bu Rini sedang
Soedarini terhadap pendidikan anak-anak
sebagai Kepala Sekolah Berdedikasi Tingkat
menuliskan pengalaman-pengalamannya
cacat tak hanya disalurkan di sekolah. Ia
Nasional Tahun 2006.
dalam mengajar anak-anak cacat. Kelak ia
juga kerap terlibat dalam seminar-seminar,
Soedarini rela mengorbankan banyak
ingin menerbitkannya sebagai buku dengan
penataran dan pelatihan guru SLB. Bu Rini
waktu dalam hidupnya untuk anak-anak
judul Menolong Diri Sendiri.
sudah mengantungi tak kurang dari 62
penyandang cacat, karena ia mengaku
Sebagian naskahnya sudah diserahkan
lembar piagam, dan sertifikat penghargaan
sangat mencintai anak-anak. “Mereka punya
ke Subdit Pendidikan Luar Biasa (sekarang
atas perannya dalam membantu pendidikan
kebutuhan khusus yang harus kita perhatikan
disebut sebagai Direktorat Pendidikan Luar
anak-anak cacat.
sungguh-sungguh secara individual,” kata
Biasa), Depdiknas. “Saya ingin membagi
Pada tahun 1990-an Bu Rini direkrut
Bu Rini.
pengalaman kepada para guru lain selama
menjadi anggota tim penataan dan
Soedarini saat ini menjabat sebagai kepala
mengajar anak-anak tuna grahita,” katanya.
penyusunan Garis Besar Program Pengajaran
sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) B dan C
Bu Rini juga telah menyusun makalah yang
(GBPP) Kurikulum SLB bagian C tingkat
Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sekolah swasta
berjudul Apakah Saya Bisa Mandiri. Makalah
persiapan/lanjutan di Departemen
ini menangani anak-anak tuna grahita dan
yang berisi materi-materi Activity Day Living
Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud).
tuna rungu. SLB BC Cempaka Putih berdiri di
(ADL) itu disajikan pada acara penataran
Pada 1992, Soedarini dilibatkan lagi dalam
tengah lingkungan yang terbilang kumuh.
guru-guru dari seluruh Indonesia di Kupang
tim penyempurnaan draft buku pedoman
Murid-muridnya pun mayoritas berdatangan
pada 2003 dan 2006, serta di Banten pada
SLB. Ia juga jadi anggota tim penyusunan dan
dari golongan ekonomi lemah.
2002.
penilaian buku petunjuk teknis kurikulum
Setelah dikepalai Bu Rini sejak tahun 2000
“Pengajar SLB harus punya modal cinta
TKLB, SDLB, SLTPLB, dan SMLB. Usai mengikuti
lalu, sudah banyak kemajuan yang dicapai
kasih yang benar-benar tulus kepada anak-
penataran dan penulisan soal Ebtanas SDLB
sekolah ini. Bantuan datang antara lain dari
anak didiknya. Mereka punya perasaan yang
tahun pelajaran 2000/2001, Bu Rini langsung
Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta berupa
lebih peka, dan bisa merasakan jika hati kita
direkrut dalam tim penulisan soal Ebtanas
biaya memperbaiki gedung sekolah. Sekolah
tak tulus,” kata Bu Rini. Ketulusan inilah yang
SDLB. Hingga sekarang, Bu Rini tetap terlibat
yang bermurid 63 orang ini, juga menerima
mengantarkannya menjadi Kepala Sekolah
sebagai tim penulis soal Ujian Akhir Nasional
bantuan pemerintah Cili, tahun 2004, berupa
100 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-100 100 5/17/2007 7:40:38 AM
Kepala Sekolah
Di sana ia ditugasi menangani anak-anak
ia jalani. Tak disangka, ia lulus dan diterima
Berdedikasi tingkat nasional pada tahun 2006.
tuna grahita kategori sedang, usia 7 tahun
kuliah di sana. Ada banyak ilmu baru yang ia
sampai 10 tahun, dan anak-anak hiperaktif
peroleh. Salah satunya adalah mata kuliah ilmu
Dari Lingkungan Ningrat usia 6 tahun sampai 9 tahun. Selama 6 tahun,
kejiwaan. Ilmu yang sangat jauh berbeda dari
Soedarini mengabdi sebagai guru di sana.
ilmu-ilmu eksakta yang sangat ia gemari.
Soedarini dibesarkan di lingkungan ningrat.
Pada 1987, di tengah rutinitasnya mengajar
Semuanya berjalan lancar. Soedarini
Ayahnya, Raden Djiwo Soedarsono adalah
di SLB Sumber Asih I, Soedarini mendapat
menamatkan pendidikan SGPLB Negeri
seorang kepala sekolah. Ia menginginkan
tawaran mengajar di SLB Luhur Asih, Pulo
Yogyakarta pada akhir tahun 1971. Menginjak
Soedarini muda mengikuti jejaknya sebagai
Mas, Jakarta Timur. Sejak itu, ia menghabiskan
bulan Maret 1972, Soedarini mengajukan
guru. Sedangkan Ibunya, Raden Ngt.
waktu siang hingga petangnya di SLB
lamaran kerjanya ke SLB C Panti Asih Pakem,
Mujiyah, adalah seorang apoteker yang juga
Luhur Asih. Soedarini mendapatkan banyak
Yogyakarta. Ia diterima dan bekerja di sana
menginginkan Soedarini berkarir di dunia
pelajaran baru di sana. Karena untuk pertama
dengan gaji pokok Rp 3.500 per bulan. “Kala
apoteker. Akhirnya Soedarini mengambil
kalinya, ia bekerja menangani anak-anak
itu, uang Rp 3.500 lumayan besar, cukup
jalan tengah dan memilih meneruskan
down syndrome (anak dengan kelainan
buat jajan dan memenuhi kebutuhan sendiri,
pendidikannya ke Sekolah Menengah
kromosom) yang border line (IQ dibawah 79)
karena saya belum menikah dan masih
Atas (SMA). Tahun 1969 ia menamatkan
berusia 1,5 tahun sampai 14 tahun.
tinggal dengan orang tua,” tutur Bu Rini.
pendidikannya di SMA 3 IKIP Yogyakarta.
Selang dua tahun, karirnya meningkat.
SLB C Panti Asih Pakem berada di bawah
Masa kecil dan remajanya ia habiskan di
Ia diangkat menjadi kepala sekolah di SLB
pengelolaan Yayasan Panti Asih Pakem, sebuah
rumah orangtuanya, di desa Pakem Selatan,
Luhur Asih hingga tahun 1992. Jabatan ini
yayasan milik para misionaris. Di sekolah inilah,
Yogyakarta. Suatu hari, Soedarini mendapat
tak mengganggu rutinitasnya mengajar di
Soedarini mendapat banyak pelajaran di bawah
kunjungan sepupunya dari kota. Sang
SLB Sumber Asih I, bahkan pada 1991, ia
bimbingan ketua Yayasan Panti Asih Pakem
sepupu telah menjadi guru di sebuah TK yang
pun diangkat jadi wakil kepala sekolah di SLB
yang waktu itu dijabat oleh Saragih.
menangani anak berkebutuhan khusus. Ia
Sumber Asih hingga tahun 2000.
Selama bekerja di sana, ia dididik untuk
lalu menyarankan Soedarini muda agar mau
Pada pertengahan jabatannya sebagai
bisa menangani anak-anak tuna grahita
menjadi guru supaya diangkat jadi pegawai
wakil kepala sekolah, tahun 1992 ia
(anak yang mengalami hambatan kecerdasan
negeri. “Kala itu, orang berpikir pegawai
mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan
intelektual, emosi, sosial, dan fisik) kategori
negeri sangat terhormat, dan profesi guru
pendidikan ke jenjang Sarjana di Universitas
sedang, usia 6 tahun sampai 20 tahun.
menjadi jalan termudah menjadi pegawai
Islam Nusantara (Uninus) Bandung, jurusan
Materi yang diajarkannya khusus untuk
negeri,” kenang Bu Rini.
pendidikan luar biasa. Sejak tahun 1992,
pengaktifan pergerakan (motorik kasar
Lalu Soedarini diajak berkunjung ke
akhir pekannya (Sabtu dan Minggu) dipenuhi
dan motorik halus). Penanganan yang ia
kota, melihat sekolah TK tempat sepupunya
dengan jadual kuliah di Bandung hingga
lakukan bersifat individual. Ia jadi makin
mengajar. Ada keterkejutan luar biasa dalam
berhasil lulus tahun 1996.
dekat dengan murid-muridnya. Ada rasa
hati Soedarini. Anak-anak yang ada di dalam
Kini di usianya yang mestinya sudah
cinta terhadap anak-anak yang diam-diam
ruangan kelas, adalah anak-anak yang
pensiun, Bu Rini masih terus berkiprah
tertanam dalam hatinya. Soedarini makin
memiliki cacat mental. Tak terbayangkan di
memikirkan anak-anak penyandang cacat.
menyukai pekerjaannya. Ia mulai jatuh hati
benaknya, bagaimana jika kelak ia menangani
Penghargaan tertinggi atas sikap mulia itu
pada anak-anak berkebutuhan khusus ini.
anak-anak yang berkondisi seperti itu.
tentu hanya bisa diberikan Yang Kuasa.
Hatinya tak bisa berpaling lagi.
Tapi kemudian Soedarini mengikuti
Pada 1972, Soedarini hijrah ke Jakarta dan
anjuran sepupunya, dengan mendaftarkan
ia diterima sebagai pengajar di SLB Sumber
diri ke Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa
Asih I, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.
(SGPLB) Negeri Yogyakarta. Serangkaian tes eS caStra dan ayu n.andInI
Kegiatan belajar mengajar
di SLB Cempaka Putih Jakarta
101
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-101 101 5/17/2007 7:40:44 AM
Pengawas
(SGB) di Jakarta. Ketika itu, SGB adalah
Foto-Foto: ayu n
lembaga pendidikan formal untuk menjadi
guru Sekolah Rakyat (SR). Namun, lembaga
itu dihapus sejak 1968.
Satu tahun kemudian Masyhur sudah
mengantongi ijazah. Sejak itulah ia memulai
perjalanan karirnya. Kala itu ia bekerja sebagai
guru di SDN Duri Petang, Jakarta Barat. Ia
mengajar di Kelas 3. “Saya mengajarkan
semua mata pelajaran kecuali Agama dan
Pendidikan Jasmani,” ia mengenang.
Ia lalu diangkat menjadi guru hindria.
Guru hindria adalah guru muda yang
langsung mengenyam pendidikan SGB dan
h. masyhur asyari, S. pd mengajar di sekolah dasar sehabis lulus SMP.
JANGAN
Pendapatannya waktu itu Rp 356 per bulan.
“Sekarang, nilai sebesar itu sudah tidak
cukup untuk beli beras, ya?” katanya.
Sambil mengajar, ia menuntut ilmu lagi
MENGHITUNG
di Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) I
Jakarta. Ia lulus dari sana pada 1970. “Jangan
cuma ijazah SMP plus aja. Nanggung
banget!” ujar lelaki asli Betawi itu.
UANG DI
Tiga tahun kemudian, ia menikahi
Yuliati. Tantangan dalam rumah tangga
membuatnya kian semangat belajar. Ia
pun mengambil kuliah di Fakultas Hukum
KANTUNG
Universitas Islam Jakarta.
Sayangnya, Masyhur gagal
merampungkan tugas skripsi. Akhirnya,
ORANG
ia berhenti kuliah pada 1981 tanpa gelar
sarjana. Namun, ia justru mendapat predikat
Masyhur Asyari dalam acara
Guru Teladan kedua se-Kotamadya Jakarta
pertemuan pengawas se Jakarta Barat
Barat. “Ini takdir saya,” ujarnya. Sejak itu,
ia diajak Badan Pengkajian dan Penilaian
Pengembang Kapasitas-Nasional (BP3K) –
Mengabdikan hampir seluruh sekitarnya,” katanya. Mengikuti falsafah kini berganti nama menjadi Pusat Kurikulum-
hidupnya untuk pendidikan, air, begitu ia menyebut motto hidupnya, - untuk ikut terlibat dalam proses revisi
mengutip sebuah buku yang ia baca. kurikulum 1972.
Masyhur Asyari berprinsip
Falsafah itu pula yang ia terapkan ketika Pada 1983 gaji pokok guru SD sebesar
selalu mempersembahkan yang menjalani pekerjaannya sebagai pengawas Rp 40.800,- per bulan sudah tidak mampu
terbaik. Tak bosan mengenyam sekolah. Agar tidak menjadi beban, ia menutupi kebutuhan hidup bersama
pendidikan. menjalani semua pekerjaannya dengan cara istri dan keempat anaknya. Masyhur lalu
menikmatinya. “Jengkel, sedih, gembira, itu melamar ke SMP PGRI 26 Kebon Jeruk yang
M
baru dibuka. Di sana, ia langsung mendapat
ESKI mengaku sudah tidak rajin sangat manusiawi,” katanya.
kepercayaan memangku jabatan sebagai
berolah raga, H. Masyhur Asyari, S. Karena itu, predikat yang disematkan pada
wakil kepala sekolah.
Pd, masih terlihat bugar di usinya Masyhur tak terasa berat baginya. Apalagi,
Setiap hari Masyhur membagi waktu
yang segera menginjak 57 tahun, pada . ayah enam putra-putri ini telah menempuh
untuk pekerjaannya di dua sekolah itu. “Saya
Tahun lalu, penggemar olahraga tenis meja perjalanan karier yang cukup panjang.
bekerja di SMP petang hari, pagi harinya saya
itu baru saja terpilih sebagai Pengawas
tetap mengajar di SD Negeri,” katanya.
Sekolah Berprestasi tingkat nasional.
Guru, Awal Karier Di SMP, untuk pertama kalinya ia
Sekalipun begitu, Masyhur menganggap
mengenal profesi pengawas sekolah.
seluruh perjalanan hidupnya tak ubahnya Masyhur menjadi guru sejak usianya
Tak jarang dalam beberapa kesempatan
air. “Mengalir begitu saja, membasahi terbilang muda. Selepas lulus dari SMPN
kunjungan, ia mendapat kritikan tajam
dan mengairi daratan, tepiannya, serta 31 Jakarta pada 1967, ia memutuskan
dari pengawas. Misalnya, karena absensi
memberikan manfaat bagi yang ada di mengambil pendidikan Sekolah Guru Bawah
102 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-102 102 5/17/2007 7:40:50 AM
Pengawas
Menjadi Pengawas
guru, daftar nilai harian siswa, dan daftar Mulanya Masyhur, yang mendapat
kemajuan harian kelas tidak sempurna. Ketika masih menjalani hari-harinya pendidikan guru SD, merasa canggung
Namun, dari ia banyak mengutip pelajaran sebagai guru, Juni 1996 Kantor Dinas ketika diserahi tugas pengawas sekolah
dari pengalamannya. Pendidikan Dasar DKI Jakarta mengangkat Taman Kanak-Kanak. Untunglah, tak berapa
Di sela kesibukannya, Masyhur sudah Masyhur sebagai pengawas TK dan SD di lama setelah diangkat menjadi pengawas,
mulai menguji kemampuan menyusun soal- wilayah Binaan I, Jakarta Barat. Pekerjaan ia diberi kesempatan mengikuti diklat yang
soal ulangan umum tingkat SD. Soal-soal itu itu mulai dilakoninya secara penuh sejak diadakan oleh Direktorat Pembinaan TK
ia buatkan untuk SD swasta. Hingga ia makin Januari 1997. dan SD.
sering terlibat dalam proses penyusunan Sejak menjadi guru, Masyhur juga aktif Setiap jadwal kunjungannya ke sekolah-
mengikuti kegiatan Pramuka di lingkungan sekolah dimaknainya sebagai proses
soal Evaluasi Hasil Belajar (EHB).
sekolahnya. Karena itu, pada 1988, ia pembelajaran yang sangat berharga. Salah
Tahun berikutnya, ia diangkat sebagai
ditunjuk oleh Kwartir Nasional Gerakan satunya, ketika ia berkunjung ke TK Parkit di
Pelaksana Harian SDN Duri Kepa 06 Pagi.
Pramuka sebagai tim pelatih Pembina kawasan Jakarta Barat, dua tahun yang lalu.
Tugasnya tak jauh beda dengan kepala
Pramuka di Timor Timur dalam rangka Di sana, ia mendapati sistem evaluasi
sekolah. Jabatan itu diberikan karena
persiapan Musyawarah Nasional. dan pencatatan perencanaan pembelajaran
gelarnya yang bukan sarjana pendidikan.
“Saya banyak mendapatkan pelajaran dan yang cukup baik dan belum pernah ia
Pangk atnya yang belum memenuhi
rasa percaya diri dari aktifitas saya di Gerakan temukan di tempat lain. “Ini bisa menjadi
syarat. Meski persyaratan kualifikasinya
Pramuka,” katanya. Sebab, sebenarnya ia model bagi sekolah-sekolah TK yang lain,”
belum terpenuhi, Masyhur
seorang pemalu yang katanya.
bukan orang yang mudah
tak pandai bicara di Menjadi pengawas tak lantas
menyerah.
membuatnya merasa lebih tinggi daripada
depan umum.
guru dan kepala sekolah. “Jangan pernah
Kini, Masyhur
malu untuk bertanya,” katanya. Sebagai
menjadi pengawas
pengawas, kata dia, wajar apabila mendapati
di wilayah Binaan
banyak hal baru ketika bekerja.
Kecamatan
Masyhur juga percaya bahwa profesi itu
Kembangan, Jakarta
memiliki potensi daya jual yang baik. Bagi
Barat. Ia membawahi
dia, ini adalah sebuah bandingan yang
6 TK swasta dan 13
ia buat atas berbagai isu miring tentang
SD Negeri dan swasta.
pengawas penerima amplop. Dengan
Atas pengabdiannya
kualitas kerja ditambah wawasan penilaian
sebagai pengawas
yang baik, menurut dia, mustahil pengawas
sekolah, ia ter pilih
sebagai pengawas sekolah bisa dilecehkan.
berprestasi se -DKI Jabatannya sebagai koordinator
Jakarta. pengawas wilayah Jakarta Barat sejak 2002,
Pria bersahaja ini mengaku membuatnya merasa wajib untuk terus
tak punya kiat khusus untuk meraih predikat
Untuk menanamkan paradigma terbaik bagi
itu. “Saya ini dipilih,” katanya. Ia hanya
memantapkan profesinya, pada 1985, ia sesama pengawas. “Saya selalu berpesan,
menjalani tugas dengan sebaik-baiknya.
mulai melirik Pendidikan Guru Sekolah jangan pernah menghitung uang di kantung
Jadi, semua tentang dia ada di mata orang
Menengah Pertama (PGSMTP). Di sana, orang lain. Tapi tunjukkan dulu, kualitas kerja
lain. “Begitu juga dengan baik dan buruknya,”
ia memilih mendalami Bahasa Indonesia. kita yang terbaik,” ujarnya.
ia menambahkan.
Studinya dirampungkan pada 1986. Tak Apalagi, sebagian besar tugasnya
Karena itu, Masyhur mengaku hanya
kenyang sampai di situ, ia melanjutkan dijalani di luar kantor. Sebanyak dua
berpegang teguh pada tugas utama
pendidikannya ke Universitas Terbuka. Pada pekan sekali, secara rutin ia mengunjugi
pengawas yang jadi acuannya selama
1990 ia lulus Diploma I. sekolah. Bahkan, jika ia menganggap perlu
bekerja. Tugas utama tersebut adalah
Pada 1991 ia dimutasi ke SDN Kedoya 09, pembinaan intensif, frekuensi kunjungan
membina tugas-tugas guru dalam menyusun
Jakarta Barat, yang muridnya dua kali lipat dilipatgandakan menjadi satu pekan untuk
program pengajaran, teknik dan kegiatan
lebih banyak. “Sebuah tantangan tersendiri sekolah yang bersangkutan.
pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar
untuk saya,” ujar Masyhur. Karema itu, ia Sebagai pengawas berprestasi, ia
anak didiknya.
melanjutkan pendidikan Diploma II (DII) di berharap pemilihan pengawas berprestasi
Sedangkan pembinaannya terhadap
Universitas Terbuka. dan pengawas berdedikasi oleh Departemen
kepala sekolah, dilakukan sesuai dengan
Pada saat yang sama juga ia mengikuti Pendidikan Nasional, dapat memotivasi
program Manajemen Berbasis Sekolah
program kuliah sore di IKIP Jakarta. Meski kinerja pengawas sekolah di seluruh
(MBS). Selain membina, pengawas juga
harus mengocek kantong sendiri, ia akhirnya Indonesia.
wajib menilai hasil kerja dan kinerja guru,
bisa menyandang gelar sarjana pendidikan
pada 1995. serta kinerja kepala sekolah. ayu n andInI
103
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-103 103 5/17/2007 7:40:55 AM
Pengawas
ayahnya.
Foto-Foto: arIen
Sudarno, Spd Keinginannya jadi guru SLB terbit setelah
KISAH
melihat sepupunya yang lulus dari SGPLB
langsung menjadi guru SLB. Maka, setelah
lulus STM tahun 1979, Sudarno langsung
PENGAWAS
mendaftar di SGPLB Negeri Surakarta. Di sana
ia mengambil jurusan tuna daksa. “Waktu itu
saya pikir, tugas guru untuk para tuna daksa
LUAR BIASA
tak terlalu berat,” kata Sudarno, mengenang.
Setelah lulus tahun 1983, Sudarno merantau
ke Jakarta, dan diterima sebagai pengajar
anak tuna grahita (keterbelakangan mental)
di Yayasan Wimarasih, Jakarta.
Kini, setelah jadi pengawas PLB, Sudarno
Terpilih menjadi pengawas pendidikan luar biasa sadar bahwa semua anak cacat memang
berprestasi Jakarta. Karena dedikasi dan disiplin tinggi. harus mendapat perhatian yang sama
Ingin seluruh anak cacat mendapat pendidikan layak. dalam memperoleh pendidikan. Dalam
melakukan pengawasannya, Sudarno selalu
memperhatikan proses pembelajaran
S
di kelas. Ia mengawasi bagaimana guru
Wimarasih, yang berlokasi di Pejaten,
emua warga negara memiliki hak
mengelola kelas dan program khusus yang
Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia mengajar
yang sama untuk memperoleh
sesuai dengan pelayanan anak cacat.
matematika dan keterampilan batik.
pendidikan. Hal itu merupakan amanat
Menurut Sudarno, seorang pengawas
Keseriusannya melakukan pengawasan
konstitusi, sebagai upaya mencerdaskan
harus mengetahui fokus pendidikan pada
terhadap lembaga-lembaga pendidikan
kehidupan bangsa. Pendidikan bukan hanya
masing-masing anak cacat. Anak tuna
luar biasa mengantarnya ke ajang pemilihan
diperuntukkan bagi anak-anak normal,
rungu, misalnya, pendidikannya lebih pada
pengawas PLB berprestasi tingkat DKI Jakarta.
melainkan juga para penyandang cacat.
bagaimana membina komunikasi, persepsi
Dan ia keluar sebagai pemenangnya.
Khusus bagi anak-anak kurang beruntung
bunyi dan irama. Untuk tuna grahita diajarkan
yang secara fisik atau mental tidak seperti
bagaimana kemampuan menolong diri.
anak-anak normal lain, pemerintah telah
Mengajar & Mengawasi Tuna daksa diberi kemampuan membina
menyelenggarakan Pendidikan Luar biasa
diri dan gerak. Tuna laras diajari berperilaku
(PLB). Sudarno memulai kariernya sebagai guru
sosial yang baik. ”Metode pengajaran harus
Sayangnya, sikap masyarakat justru di SLB C Wimarasih pada awal 1984. Pada
dikuasai oleh pengawas, agar pengetahuan
sering memandang rendah lembaga- tahun itu pula ia diangkat jadi pegawai
pengawas tidak ketinggalan dari guru,” ujar
lembaga pendidikan luar biasa. Akibatnya, negeri sipil (PNS). Selang tiga tahun, Sudarno
Sudarno.
banyak orang tua merasa malu untuk dipercaya jadi wakil kepala SLB. Pada tahun
Menurut Sudarno, tantangan seorang
menyekolahkan anaknya yang tidak normal 1991, Sudarno meneruskan pendidikannya
pengawas PLB adalah harus menangani
ke lembaga pendidikan ini. “Padahal hanya di Univesitas Negeri Jakarta. Ia mengambil
program pembelajaran bagi anak-anak yang
dengan pendidikan, masa depan anak- jurusan pendidikan luar biasa. Tahun 1995
berkebutuhan khusus. Sebab, kemampuan
anak cacat bisa terbantu,” kata Sudarno, ia berhasil mendapatkan gelar S1. Saat
masing-masing anak berbeda. ”Selain
pengawas sekolah luar biasa DKI Jakarta. itu Sudarno menulis skripsi mengenai
itu, seorang pengawas juga harus bisa
Sudarno, 48 tahun, adalah segilintir orang kemampuan membaca pemahaman soal
memberikan pengarahan kepada guru,
yang begitu peduli pada nasib pendidikan cerita Matematika pada siswa SD Luar
bagaimana program individu, bagaimana
luar biasa. Dia yang sudah 9 tahun menjadi Biasa-C. Sudarno ingin membuktikan
melaksanakan program pembelajaran,” kata
pengawas, dinobatkan sebagai Pengawas bahwa peyandang tuna grahita pun dapat
Sudarno. ”Seorang pengawas juga harus
Sekolah Luar Biasa Berprestasi 2006, tingkat mengerjakan soal cerita Matematika.
membina komunikasi yang baik dengan
Provinsi DKI Jakarta. “Saya berharap SLB Tahun 1998 Sudarno diangkat menjadi
guru, kepala sekolah dan yayasan.”
tidak dinomorduakan dalam penanganan pengawas PLB DKI Jakarta. Dua tahun
Jika pembelajaran di kelas sudah terarah,
pendidikan, agar anak-anak cacat dapat kemudian, Sudarno melanjutkan kuliahnya
hal kedua yang diawasi adalah sarana dan
memperoleh pendidikan yang layak,” ke STIE Jagakarsa. Dan berhasil menggondol
prasarana. Sarana dan prasarana setiap
Sudarno berharap. gelar S3 pada 2002.
sekolah boleh berbeda-beda, tapi tetap
Karier Sudarno sebagai pengawas Sudarno, yang lahir di Surakarta, Jawa
harus ada standar minimal. Rasio guru dan
berawal ketika kantor wilayah Departemen tengah, adalah anak pertama dari delapan
siswa harus 1 : 5.
Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta bersaudara. Ayahnya hanya seorang petani
Biasanya masalah klasik yang sering
membuka lowongan untuk pengawas, dan ibunya berdagang. Sudarno sejak duduk
dijumpai adalah masalah biaya. Namun
tahun 1998. Sudarno kala itu mengajar di di Sekolah Tehnik Negeri (setingkat SMP)
menurut Sudarno, masalah ini tidak begitu
Sekolah Luar Biasa (SLB) C, milik Yayasan sampai STM dititipkan ke rumah saudara
104 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-104 104 5/17/2007 7:41:18 AM
Pengawas
di India. Diklat ini diselenggarakan atas
tunjangan kesejahteraan.
signifikan. ”Masalah pembiayaan sudah
kerjasama Dinas Diknas DKI Jakarta dengan
Sifat Sudarno yang berdisiplin dan
mendapatkan bantuan dari pemerintah,
HKI (Helen Keller Internasional). Ada 14
berdedikasi tinggi membuatnya dipercaya
walaupun jumlahnya hanya untuk usia
orang yang mengikuti diklat ini terdiri
menjadi koordinator pengawas. Sudarno
wajib belajar,” kata Sudarno. Memang
dari pengawas PLB yang diwakilkan oleh
tidak segan membagikan tipsnya agar
bantuan BOS untuk SDLB dirasakan Sudarno
Sudarno, 12 guru SLB orang dan satu orang
menjadi pengawas yang baik. Menurut
cukup membantu. Misalnya untuk bantuan
dosen.
dia, seorang pengawas harus terus
BOS diberikan sekitar Rp 19.500 per siswa.
Harapan Sudarno ke depan, adalah
meningkatkan kompetensi diri. ”Pengawas
Kemudian untuk SMPLB diberikan sekitar
Depdiknas lebih sering mengadakan
harus terus belajar, mengikuti seminar dan
Rp 27.500 per siswa. SMALB tidak mendapat
pendidikan dan pelatihan untuk tenaga
diklat, dan terus memperbahurui informasi
bantuan dana karena bukan lembaga
kependidikan. ”Selain itu, sebaiknya
dari sekitarnya,” kata Sudarno.
pendidikan bagi usia wajib belajar. Para guru
pengawas sekolah diberikan kompensasi
Sudarno pernah mengikuti pendidikan
juga terbantu dengan subsidi kelebihan jam
dalam perjalanan dinas,” katanya. Sudarno
dan latihan (diklat) di India Selatan pada
mengajar, sekitar Rp 115.000.
juga mengharapkan agar anak-anak dari
tahun 2004. Selama diklat tiga bulan
tenaga kependidikan yang berprestasi
itu, Sudarno diberikan pelatihan khusus
PLB DKI Jakarta diberikan beasiswa, supaya beban para
mengenai huruf braille. Sudarno juga
tenaga kependidikan dalam menyekolahkan
diajarkan bagaimana menggunakan bahasa
Di DKI Jakarta terdapat 89 SLB, tiga
anaknya sedikit teringankan.
isyarat. Kemudian Sudarno juga diajak
di antaranya berstatus sekolah negeri.
mengunjungi sekolah-sekolah inklusif
Ketiganya terletak di Jakarta Selatan. eS caStra dan Fetty ShInta leStarI
”Rencananya, kelak di semua wilayah di
Jakarta, memiliki minimal satu SLB negeri,”
kata Sudarno. Wilayah pengawasan Sudarno
sendiri berada di Jakarta Selatan.
Jumlah SLB di masing-masing wilayah di
Jakarta berbeda. Untuk di Jakarta Selatan,
ada 31 SLB yang diawasi oleh 3 pengawas.
Di Jakarta Timur ada 26 SLB yang diawasi
oleh 2 pengawas. Di Jakarta Barat ada
14 sekolah SLB dengan 2 pengawas. Di
Jakarta pusat terdapat 9 SLB dengan 1
pengawas. Dan di Jakarta Utara terdapat
7 sekolah dengan 1 pengawas. Seorang
pengawas PLB DKI Jakarta mengawasi 8-
10 sekolah. ”Mengawasi SLB harus lebih
intens daripada mengawasi sekolah biasa,”
ujar Sudarno.
Sudarno yang sudah bekerja sebagai
pengawas selama 9 tahun, dikenal sebagai
orang yang sangat berkomitmen kepada
tugas. Sudarno juga dikenal berdisiplin
tinggi dalam mengemban tugas. Hal itu
diungkapkan Drs Supardi MM, kolega
Sudarno. ”Dalam kondisi apa pun, Pak
Sudarno tetap menjalankan tugasnya
dengan baik,” kata Supardi. Sudarno sendiri
merasa tak ada yang luar biasa pada
dirinya. ”Menjadi pengawas itu harus
sanggup bekerja keras, dan semuanya harus
dilakukan dengan ikhlas,” katanya.
Menurut Sudarno, kendala yang kerap
ditemui pengawas sekolah adalah akomodasi
transportasi. ”PLB ini kan ada di kota. Jadi
kami bertugas ke kecamatan-kecamatan,
yang jaraknya cukup jauh,” katanya. Untuk
mengatasi kendala tersebut, Sudarno
biasanya mengambil biaya operasional dari
105
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-105 105 5/17/2007 7:41:22 AM
Diklat
lpmp yogyakarta pokok dan fungsi LPMP.
IBARAT MENARIK
Apa sebenarnya makna penjaminan itu?
Quality assurance itu terjemahannya
bukan penjaminan mutu. Asssurance itu lebih
GERBONG LAMA
dimaknai sebagai pemastian atau proses
pencapaian mutu itu. Apakah proses yang
terjadi di sekolah itu sesuai dengan standar
atau enggak.
Mutu sendiri adalah keberlanjutan proses
Drs Harmanto, MSi, memimpin LPMP berbekal pengalaman yang sama dan konsisten. Tapi selama
sebagai guru STM Pembangunan, instruktur penataran, dan ini, persoalan yang sama, tentang mutu,
kepala seksi kurikulum. Menjalin kemitraan dengan KKG, dalam waktu berbeda, dipecahkan dengan
solusi berbeda. Yang tepatkan, persoalan
MGMP, dan pengawas sekolah.
yang sama, pada waktu berbeda, tetap
mendapatkan pelayanan yang sama atau
SaIFul anam
berbeda. Keberadaan lebih baik. Itu namanya baru mutu.
LPMP daerah, pun awalnya
Apa peran manajemen dalam LPMP?
dirasakan sangat berbeda
di banding pada masa silam. Sekarang ini, dengan sistem manajemen
Cikal bakal LPMP daerah diarahkan untuk mencapai peran sebagai
itu sendiri berasal dari lembaga penjaminan. Harus ada kepastiannya.
Balai Penataran Guru (BPG) ISO 9001:2000 yang dicapai LPMP Yogyakarta
daerah. itu mengenai sistem manajemen. Sertifikat
Harmanto turut merasakan manajemen itu sudah didapat pada 2005
perubahan dari BPG menjadi (ketika itu Harmanto memimpin Lembaga
LPMP, hingga menjadi LPMP Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan,
versi anyar. Apa saja yang kurun 2003-2006, sebelumnya memimpin
akan dilakukan Harmanto Balai Penataran Guru Makassar, kurun 2002-
dalam memimpin LPMP 2003).
Yogyakarta? Wartawan PENA LPMP Sulawesi Selatan sudah diaudit
PENDIDIKAN, Saiful Anam, kali keempat. Kurang dua kali lagi sudah
mewawancarainya di satu sustainable. LPMP pertama yang mendapat
pertemuan di Jakarta, akhir sertifikat ISO adalah Jawa Barat. LPMP Jabar
April. Petikannya: hanya satu unit sistem. LPMP Makasar semua
unit mendapatkan sertifikasi.
Perbedaan apa yang Anda Sedangkan di Yogyakarta ini, belum
rasakan dari perubahan mendapatkan ISO. Saya sendiri ibaratnya baru
BPG ke LPMP? datang. Soal ISO, saya tidak mau memaksakan.
Perubahan BPG ke Saya cuma ingin bangkitkan kemauan teman-
L
LPMP tugas pokok dan fungsinya sangat teman supaya mereka terlibat dan merasakan
EMBAGA Penjaminan Mutu Pendidikan
berbeda jauh. Perbedaannya pada konsepsi sendiri pentingnya seritikasi ISO. Memang
(LPMP) menggantikan peran Lembaga
penjaminan mutu atau quality assurance. itu bukan satu-satunya, tapi paling mudah
Penjamin Mutu Pendidikan, sejak
Ibaratnya LPMP itu seperti lokomotif baru untuk pemula.
Februari lalu. Meski cuma berbeda satu
yang menarik gerbong lama. Kalau saya tarik
kata: ”penjamin” menjadi ”penjaminan”,
BPG fokus pada Diklat, kalau LPMP selain
dengan kecepatan tinggi pasti lepas rodanya.
peran yang diemban ”LPMP baru” jauh lebih
diklat apa lagi?
Orang-orang di gerbong lama akan muntah-
luas, dan lebih fokus ”Asssurance itu lebih
muntah. Saya lakukan strategi: meyakinkan Konsep saya, apakah proses di sekolah
pada pemastian atau proses memastikan
kepada orang-orang di sini bahwa proses sesuai dengan standar nasional pendidikan.
pencapaian standar mutu. Apakah proses
ini metamorfosa. Bahwa perubahan itu Standar nasional itu syarat minimal yang
yang terjadi di sekolah itu sesuai dengan
evolutif. harus dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi itulah
standar atau enggak,” kata Drs. Harmanto,
Saya benahi sumber daya manusia. Saya tugas LPMP. Apakah ketidaksesuaiannya kecil,
MSi, Kepala LPMP DIYogyakarta.
sekolahkan, juga ikut training. Otaknya harus sedang atau besar.
Harmanto dan LPMP Yogyakarta, juga
dicuci. Sebab orang-orang BPG paradigmanya
29 LPMP di ibu kota provinsi lainnya tengah
Bagaimana Anda menggerakkan LPMP?
sudah terbentuk. Bahkan sudah punya
menjalani peran barunya itu. Bukan soal
budaya kerja. Dasar perubahan itu ya tugas
perubahan LPMP versi baru ini saja yang Yang penting tupoksi LPMP dilaksanakan
106 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-106 106 5/17/2007 7:41:32 AM
Diklat
Artinya LPMP memang harus
penting, tapi kemampuan guru men-triger
untuk mengawal Standar Nasional Pendidikan,
bekerjasama dengan dinas pendidikan?
siswa jauh lebih penting.
sehingga proses di sekolah minimal sesuai
Dinas pendidikan kabupaten/kota dan
dengan standar itu. Walaupun di Peraturan
Komunikasi dengan KKG dan MGMP provinsi, KKG, MGMP, dan Pengawas kita
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
seperti apa? rangkul semua. Sebab yang LPMP lakukan
Standar Nasional Pendidikan, LPMP bukan
adalah untuk kepentingan mereka. Sebenarnya
Mereka kami undang ke LPMP. Mereka
satu-satunya lembaga, ada Dinas Pendidikan
enggak kaku-kaku amat kerjasamanya. Kami
memperkenalkan programnya apa saja.
kabupaten dan provinsi.
cukup telepon kepala dinas pendidikan. Kami
Kami sampaikan juga program LPMP apa
Yang paling utama bukan pada LPMP
ang
sampaikan apa yang akan LPMP lakuan di
saja. Setelah negosiasi, muncullah program
tapi sekolah itu sendiri. Tentu saja untuk
sekolah. Sudah itu saja. Tidak sekaku yang
bersama. Pada saatnya akan menjadi program
sampai ke sekolah, kita harus izin dengan
dibayangkan orang di luar.
pendampingan. Bisa lebih intensif dari tahun
dinas pendidikan. Etikanya, menyampaikan
sebelumnya.
permintaan ke dinas pendidikan kota/
Apa perbedaan LPMP di bawah
kabupaten. Tembusannya dinas
Ditjen Mandikdasmen dengan
provinsi. Kalau ada lampu hijau,
SaIFul anam
PMPTK?
berarti jalan. Pertanyaannya,
Saya belum sempat memikirkan
dengan siapa kerjasama dengan
atau melihat ke arah itu. Saya
dinas pendidik an? Dengan
lebih melihat kemampuan LPMP
pengawas sekolah. Sebab mereka
untuk memerankan diri, sesuai
orang terdepan jika dilihat dari sisi
dengan peran penjaminan mutu
memotret atau memetakan.
pendidikan yang diamanahkan
Jika dilihat dari sisi menjaga
oleh PP Nomor 19 Tahun 2005
kualitas, LPMP bergerak bisa
d a n Pe r a t u r a n M e n d i k n a s
melalui diklat yang menyentuh
Nomor 7 Tahun 2007. Kalau ada
Kelompok Kerja Guru dan
ketidaksesuaian dengan kebijakan
Musyawarah Guru Mata Pelajaran.
yang ada akan saya sampaikan.
Saya lebih fokus pada mereka
dari pada Kelompok Kerja Kepala
Sekolah. Sarana penting, biaya
daRi MENGaJaR HiNGGa MENataR
S EOLAH lahir memang digariskan pengajar. Harmanto lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 42 tahun silam. Namun pendidikannya
dilalui di kota berlainan. Ia menamatkan SD di Jakarta, SMP di Kebumen sebagai lulusan terbaik. Kala SMA ia sempat setahun di
Kebumen, sebelum memutuskan pindah ke STM Yogyakarta. ”Tak ada yang mengantar saya pergi Yogyakarta,” kata Harmanto.
Di STM ia memilih jurusan mesin. Saat tamat pada 1978, ia adalah lulusan terbaik pada jurusan mesin, atau nomor dua untuk satu
sekolah. Berkat prestasinya, Harmanto mendapat beasiswa pendidikan dari Bank Dunia. Ia melanjutkan kuliah di Jurusan Mesin dan
Mekanika IKIP Yogyakarta. Begitu rampung ia sudah diminta mengajar di STM Pembangunan Ujung Pandang (sekarang Makasar),
Sulawesi Selatan.
”Saya hanya berbekal hasil yudisium skripsi dan surat tugas dari Ditjen Dikdasmen saat pergi ke sana,” katanya mengenang. Padahal
status Harmanto baru Calon PNS. Setelah dua tahun mengajar di sana, ia baru mengantungi SK PNS.
Meski tergolong guru sangat muda, Harmanto dinilai berpotensi. Baru dua tahun mengajar, ia diangkat menjadi instruktur penataran
guru di Ujung Pandang. Ia melanjutkan studi ke Bandung, kemudian ke Australia. Pulang dari Australia, seakan tiada jeda jadual penataran
guru yang harus ia jalani. Harmanto mendapat kesempatan lagi belajar ke Australia selama setahun.
Setelah itu, hari-hari Harmanto seakan dijejali dengan penataran guru. ”Saya bosan,” katanya. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan
STM Telekomunikasi pada 1992. Statusnya sebagai PNS tetap ia jalani. Di sekolah yang didirikannya itu, Harmanto tidak mau menjadi
kepala sekolah. Pria ini lebih memilih menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum. ”Saya ingin lebih dekat dengan seluruh proses
pembelajaran,” katanya.
Kerja keras Harmanto dibuktikannya pada prestasi siswa STM Telkom. Di tahun ketiga, siswanya berhasil mencapai nilai Ebtanas
tertinggi kedua tingkat nasional. ”Itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi hidup saya,” ujarnya kenangnya.
Prestasi ciamik sekolah yang didirikannya membuat Kantor Wilayah Depdikbud Sulawesi Selatan kesengsem. Harmanto mendapat
kepercayaan sebagai kepala seksi kurikulum. Ia juga dipercaya sebagai tim penyiapan implementasi ISO 9000:2000 untuk sekolah
kejuruan. Ia diminta belajar soal manajemen dan evaluasi pendidikan di Australia.
Jabatan Kepala Seksi Kurikulum masih diembannya hingga 2001. September 2002, ia menduduki jabatan baru, sebagai Kepala
BPG Makassar. Hingga lembaga ini berubah nama menjadi LPMP pada 2003, Harmanto tetap dipercaya di pos jabatan itu. Baru pada
Agustus 2006, Harmanto dipindah ke LPMP Yogyakarta.
107
Mei-Juni 2007 Pena Pendidikan
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-107 107 5/17/2007 7:41:35 AM
Advertorial
MENGGAPAI MUTU Pendapatan Belanja Daerah (APBD), baik
provinsi maupun kabupaten dan kota.
Skenario kedua, semua pembiayaan
LAYANAN PENDIDIKAN
bersumber dari dana pemerintah pusat.
Artinya, dana penuntasan rehabilitasi ruang
kelas dan pengadaan komputer SD dan SMP
semuanya dipenuhi melalui DAK 2008.
Melalui dua skenario itu, sasaran DAK
Dana Alokasi Khusus (DAK) 2008 bidang pendidikan yang akan 2008 adalah SD/SDLN, sekolah setara SD
dikucurkan sebesar Rp 10.653.150.000.000. Pembiayaan peningkatan berbasis keagamaan dan MI/Salafiah Ula,
layanan sekolah diharapkan juga bersumber dari dana pemerintah SMP/SMLB, MTs/Salafiyah Ustha yang
tersebar di 32 provinsi dan 434 kabupaten
daerah. Tahun ini lebih dari 80.000 kelas direhabilitasi.
dan kota. Sekolah yang mendapat DAK,
antara lain, SDN Klojen Malang Kota
T
(Kabupaten Malang), SD Jatisari IV, SD
UNTAS Wajib Belajar Pendidikan Dasar diperuntukkan bagi kabupaten dan kota
Sukapura II dan SDLB Semampir (Kabupaten
Sembilan Tahun pada 2008 menjadi yang masih memerlukan program perbaikan
Probolinggo), dan SDN Sumber Kulon
salah satu prioritas pembangunan bangunan sekolah. Sedangkan peningkatan
(Kabupaten Tulungagung).
pendidikan nasional. Bukan hal mudah mutu diwujudkan melalui pengadaan
DAK disalurkan secara penuh dan utuh
menggapai tuntas, dengan Angka Partisipasi perpustakaan dan komputer.
tanpa potongan pajak, baik dari Kas Negara
Kasar (APK) SMP/MTs mencapai 95%. Program DAK yang digulirkan sejak 2003
ke Kas Daerah, juga dari Kas Daerah
Tabel Alokasi DAK dan Hasilnya (2003-2007) ke rekening sekolah. “Pemerintah
provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah
Komponen 2003 2004 2005 2006 2007
yang mendapat DAK tidak boleh
Dana Rp 625 miliar Rp 652,6 miliar Rp 1.221 miliar Rp 2.919,525 miliar Rp 5.195,290 miliar
menggunakannya untuk membiayai
Kab/Kota 287 302 333 434 434
kegiatan belanja administrasi umum,
Hasil 27.632 kelas 36.075 kelas 67.835 kelas 100.103 kelas 69.270 kelas
persiapan kegiatan fisik, penelitian,
pelatihan, perjalanan pegawai daerah
Tabel Rehabilitasi Sekolah dari Bantuan DAK Pendidikan dan biaya umum lain yang sejenis,” kata
Mudjito.
Hasil Rehab Melalui Program Pusat Hasil Rehab
Rencana Sisa Rusak
2003-2006 Melalui APBD
Ruang kelas Rehab 2007 2008
2003-2006
rusak 2003 2004 2005 2006
2003 19.152 26.805 52.937 118.370 18.866 81.993
(1,92%) (2,69%) (5,30%) (11,86%) (1,89%) (8,21%) 213.063
(21,35%)
531.186
31,87%
(53,22%)
Untuk mencapai tuntas wajib belajar hingga sekarang berhasil memperbaiki
pendidikan dasar 9 tahun, perbaikan lebih dari 200.000 ruang kelas SD/SDLB, MI/
layanan pendidikan di SD menjadi salah satu Salafiah Ula dan sekolah setara SD berbasis
kunci. Tak mesti membangun unit sekolah keagamaan. Pemerintah menargetkan tahun
baru. Kapasitas sekolah bisa diperbanyak 2008 tidak ada lagi sekolah rusak. “Agar
dengan merehabilitasi kelas-kelas yang target tercapai, DAK bidang pendidikan
rusak. Perbaikan layanan juga dilakukan yang akan dikeluarkan pada tahun 2008
dengan menyediakan sarana penunjang sebesar Rp 10.653.150.000.000,” kata Mudjito
pendidikan. Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD
Pemerintah tak putus perhatian meski Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan
anggaran pendidikan belum mencapai Menengah Depdiknas. Rinciannya, setiap
porsi 20 persen dari Anggaran Pendapatan sekolah yang butuh perbaikan mendapat
dan Belanja Negara (APBN), seperti yang bantuan Rp 50 juta.
diamanatkan Amandemen UUD 1945. Muncul dua skenario pembiayaan
Pemerintah menyediakan anggaran khusus peningkatan layanan sekolah. Skenario
berlabel Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pertama, peningakatan layanan sekolah
pendidikan. dibiayai bersama antara pemerintah
DAK pendidikan dibagi dalam dua pusat dan daerah. Artinya, dana
kategori: rehabilitasi ruang kelas dan yang dihimpun berasal dari DAK,
peningkatan mutu. Rehabilitasi dana dekonsentrasi dan Anggaran Mudjito Ak, MSi
108 Pena Pendidikan Mei-Juni 2007
LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-108 108 5/17/2007 7:41:46 AM
Buku
MENEROBOS
M
ungkin pembaca akan mengira
jika buku berjudul Belajar Sejati
Vs Kurikulum Nasional adalah
KEMACETAN VISI
buku yang menjabarkan tentang konsep
belajar sejati berhadapan dengan kurikulum
nasional yang beberapa kali mengalami
perubahan. Dilihat dari judul dan desain
PENDIDIKAN
sampulnya yang akrobatik memang
mengesankan demikian. Sebuah perlawanan
terhadap kemapanan dunia pendidikan.
Namun, buku karya Yosef Dedy Pradipto ini
mengulas lebih dari itu.
Permasalahan menjadi semakin kompleks
Gagasan tentang belajar sejati dan Edukasi Dasar inilah yang kemudian diserap
ketika kurikulum nasional diterapkan
suasana hati yang merdek a dalam Dedy Pradipto.
di sekolah dengan kondisi yang tidak
pendidikan dasar muncul dari proses Konsep pendidikan Romo Mangun itulah
seragam di tiap-tiap daerah. Sekolah Dasar
panjang dalam perjalanan hidup Yusuf yang diangkat Dedy dalam disertasi doktoral
Eksperimental Mangunan merupakan salah
Bilyarta Mangun Wijaya atau akrab dipanggil di Jurusan Antropologi Universitas Indonesia
satu bentuk pendidikan eksperimental
Romo Mangun menjadi tema utama buku Jakarta. Karya ilmiah ini yang kemudian
yang menawarkan kurikulum yang berbeda
ini. Ide-ide pendidikan Romo Mangun yang dibukukan Penerbit Kanisius Jogjakarta.
dengan kurikulum nasional. Romo Mangun
kemudian dilembagakan menjadi Dinamika
1 comments
Comments 1 - 1 of 1 previous next Post a comment