pena pendidikan 13

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

1 comments

Comments 1 - 1 of 1 previous next Post a comment

  • + guestb5471b guestb5471b 7 months ago
    Perspektif Hukum Islam Mengenai Perilaku Penyimpangan Seksual
    M Ihsan Dacholfany M.Ed , 2008 Guru SMA Islam Al-Ma’ruf Cibubur


    Allah telah melarang keras penyimpangan seks, seperti terjadinya perkosaan, bestaliti dan segala bentuk hubungan seks tanpa nikah, walaupun antara pria dan wanita itu menyatakan suka sama suka. Sebab dengan timbulnya penyimpangan seks semacam itu, benar-benar membawa dampak yang negatif. Maka penyimpangan seks itu benar-benar-benar melanggar syariat Islam, merusak jiwa, akhlak dan agama, serta tidak sesuai dengan moral-moral pancasila, juga tidak sesuai dengan budaya bangsa
    Islam mengakui adanya kecendrungan seks pada manusia, sebagaiman ia juga mengakui kecendrungan dan naluri lainnya. Karena Islam itu Agama fitrah, mak diadakan pula aturan-aturan fitrah untuk mengontrol naluri-naluri tersebut, dan Islam mempunyai posisi tersendiri dalam mengaturnya. Bagi siapa saja yang benar-benar sudah tidak dapat mengendalikan nafsu seksnya, maka agama Islam dapat menghalalkan hubungan antara pria dan wanita untuk melakukan seks sepuas-puasanya, sete;lah ditandai dengan dua kata yaitu ijab dan qabul yang dikenal dengan nama pernikahan dan perkawinan.
    Hukuman adalah penghalang sebelum terjadinya kejahatan dan pencegahan. Setelah itu maka dengan adanya hukuman masyarakat dapat terpelihara dari berbagai penyimpangan seks, disamping pelakunya mendapat pelajaran ia akan takut melakukan kejahatan dan penyimpang
Post a comment
Embed Video
Edit your comment Cancel

1 Favorite

pena pendidikan 13 - Presentation Transcript

  1. PENDIDIKAN SEKS TERNYATA Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007/Rp 40.000,- MUBAZIR REFERENSI TERPERCAYA DUNIA PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 BANGIL JAWARA UJIAN NASIONAL JURUS PAMUNGKAS MEMBERANTAS BUTA AKSARA PERTARUHAN REFORMASI PENDIDIKAN COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.1 1 5/17/2007 7:33:00 AM
  2. Majalah PENA Pendidikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan PT. REKA GAGAS CIPTA Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710, T/F: +62 21 7973957 Email: rekagagascipta@yahoo.com COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.2 2 5/17/2007 7:33:26 AM
  3. Telah Hadir BUNDEL PENA Pendidikan 12 M aj a Ha ala R ny h p3 da 0 lam 0. 1 BU 0,- 00 ND EL Ingin mengoleksi Majalah PENA Pendidikan dari awal tapi sulit mencari edisi lama? Telah tersedia Majalah PENA Pendidikan dalam bentuk Bundel. Buruan!!! Hubungi: 021-7973957 dengan Yuli Lestari Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957 PT. REKA GAGAS CIPTA Email: rekagagascipta@yahoo.com COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.3 3 5/17/2007 7:33:44 AM
  4. Jangan Remehkan Taman Kanak-kanak TAMAN YANG PALING INDAH Penulis : Saiful Anam Penerbit : Wajatri Cetakan : April 2007 Tebal : XX + 228 halaman k ana k-k ana nK a Tam Siapapun mengakui bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk di dalamnya pendidikan taman kanak-kanak (TK), merupakan layanan pendidikan yang sangat penting. Pendidikan TK berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Bahkan, berbagai penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang mengenyam pendidikan TK pada umumnya memiliki prestasi pendidikan yang lebih baik saat menempuh studi pada jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, setelah dewasa mereka juga memiliki pendapatan ekonomi yang lebih tinggi. Sayangnya, hingga kini kondisi pendidikan TK kita masih harus diperbaiki. Inilah tantangan serius yang dihadapi Direktorat Pembinaan TK dan SD, Departemen Pendidikan Nasional, yaitu bagaimana terus berupaya meningkatkan pemerataan dan perluasan akses. Selain itu, Direktorat Pembinaan TK dan SD juga mesti meningkatkan mutu dan relevansi, termasuk di dalamnya meluruskan berbagai kekeliruan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran di TK, misalnya memaksakan pengajaran baca-tulis-hitung secara klasikal. Buku yang penulisannya menggunakan pendekatan jurnalistik ini berusaha memeaparkan perjalanan pembangunan pendidikan TK di Indonesia serta berbagai program yang telah dan akan digulirkan Direktorat Pembinaan TK dan SD. Selain itu juga dikemukakan pandangan dari akademisi, pengamat, anggota legislatif, penyelenggara TK hingga guru. COVER_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS.4 4 5/17/2007 7:33:51 AM
  5. Salam Pena T AK terasa rentang waktu satu tahun terlampaui. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2006 lalu, PENA PENDIDIKAN hadir menyapa masyarakat pendidikan. Kini, di hari penuh makna bagi insan pendidikan, Peringatan Hardiknas tahun ini PENA PENDIDIKAN menjumpai Anda dengan sajian Edisi Khusus. Di hari jadi ini memang tidak dirayakan dengan pesta. Kami menyambutnya dengan sujud syukur dan dalam suasana bersahaja. Bersyukur karena majalah ini bisa tetap “langggeng” dengan dukungan reporter, penulis, dan tenaga disain yang berenergi, dinamis, dan mampu bekerja ekstra keras. Juga tenaga kesekretariatan, keuangan, dan bagian umum yang turut menyumbang andil membesarkan majalah ini. Bukan sekadar bangga bisa bertahan dan melewati usia satu tahun. Bangga karena PENA PENDIDIKAN bukan sekadar penggembira keberadaan sejumlah media pendidikan di Tanah Air. Bangga karena beragam tulisan kami mendapat sambutan. Kami tak mabuk sanjung dan puja-puji. Ucap terima kasih kami haturkan atas masukan, kritikan, dan protes dari pembaca. Yang bisa membuat kami terlecut berusaha lebih baik lagi di penerbitan selanjutnya. Kami juga bangga PENA PENDIDIKAN bisa mengunjungi sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia, meski belum mampu menjangkau seluruh kabupaten/kota sebanyak 441. Edisi Khusus ini juga menandai evolusi perubahan tampilan majalah. Logo lama terkesan kegemukan dan bertipografi huruf yang terkesan tua. Kini, logo PENA PENDIDIKAN lebih ramping, dinamis dan modern. Tampilan disain dan warna tak lagi mengumbar garis- garis kaku dan warna lugas. Disain lebih kami perlunak dengan warna-warna medium, dan mengurangi nuansa kaku. Sejumlah tulisan panjang kami pilih berdasarkan tema-tema yang menjadi pembicaraan hangat di masyarakat. Yakni sertifikasi guru, wajib belajar, buta aksara, pendidikan anak usia dini, buku paket, kurikulum, ujian nasional, olimpiade sains, jaringan pendidikan nasional, peran daerah, dan peran swasta. Kami sengaja memilih tema sertifikasi guru sebagai bahasan utama. Guru yang total berjumlah sekitar 2,7 juta merupakan ujung tombak bagi peningkatan mutu pendidikan. Namun justru guru merupakan masalah terbesar dalam dunia pendidikan kita. Kualifikasi dan kompetensi mereka memperihatinkan. Kesejahteraannya jauh dari layak. Kehadiran UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen memang telah memberi harapan. Tapi rupanya banyak pihak yang belum bersedia menerima secara lapang dada melihat guru nantinya “naik kelas”. Buktinya implementasi UU Guru dan Dosen berjalan alot. Permendiknas yang mengatur tentang sertifikasi guru memang sudah keluar awal Mei ini. Tapi semua itu masih menunggu pembuktian. Selain tema-tema terpilih itu tadi, kami juga memotret sejumlah profil sekolah, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Sekolah yang terpilih adalah terbaik dalam nilai Ujian Nasional 2006. Sedangkan kepala sekolah dan pengawas sekolah adalah mereka yang dianugerahi penghargaan berprestasi dan berdedikasi pada 2006. Edisi ini sengaja berlabel Mei-Juni 2007 karena tanggal terbit kami menyesuaikan dengan seremoni puncak peringatan Hardiknas 2007 yang dipusatkan di Candi Prambanan, Yogyakarta, 26 Mei ini. Sehingga berita-berita reguler hingga pertengahan Mei ini masih bisa kami tulis. Selamat membaca! PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007 Anam REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Dipo Handoko, Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, Robi Sugara KORESPONDEN DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya), R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI: Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL: Prambudi, Sugiono SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta DIREKTUR UTAMA: Iwan Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS CIPTA: Bank Niaga cab. BEJ Jakarta Rek. 064.01.6285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya 22 JAKARTA 12770, Telp/Faks: Edisi 13/Tahun II/Mei 2007 +6221 797 957, E-mail: rekagagascipta@yahoo.com ISSN 1907 - 429  Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-63 3 5/17/2007 6:24:48 AM
  6. Suara Pembaca FENOMENA P ernah saya mendengar berita tentang akan diberdayakannya taman baca di Indonesia. Saya seorang mahasiswi TAMAN yang saat ini sedang mengadakan riset tentang menjamurnya taman baca. Ini menarik, sebab dari tahun ke tahun ada kans BACA kenaikan jumlah, yang meskipun sedikit tapi ada. Ini bisa jadi sebuah fenomena yang lahir dari kekhawatiran banyak pihak tentang menurunnya minat baca di negeri ini. Sebuah langkah bagus juga, tapi sayangnya apakah ini berarti menurunnya fungsi perpustakaan? Sebab yang saya tahu, di taman baca itu juga diperkenalkan dengan bermacam ketrampilan yang disenangi anak-anak. Jadi semacam memperkenalkan budaya membaca dengan cara yang berbeda, tidak sekedar membaca tulisan. Hanya sekedar masukan saran, bagaimana kalau Pena Pendidikan mengangkat fenomena ini? Salam. Indah Ratriana Mahasiswi Jurusan Kearsipan Edisi Khusus/Tahun II/Mei-Juni 2007 Cover : Prambudi Ciputat, Tangerang Foto : Prambudi SAYA INGIN BERLANGGANAN MAJALAH PENA PENDIDIKAN. Majalah PENA Pendidikan adalah majalah dengan content berita- berita dunia pendidikan yang sangat menarik untuk dijadikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan dan collectible item * Formulir ini boleh di perbanyak (fotokopi). Berikan kesempatan kepada saudara atau kolega Anda. Beri tanda pada  pilihan Anda METODE PEMBAYARAN: Nama lengkap : Tempat/tanggal lahir : Transfer Bank  Alamat rumah : BANK NIAGA KANTOR CABANG BEJ JAKARTA No. A/C: 064.01.63285.006 Telpon/fax : a/n PT. REKA GAGAS CIPTA Ponsel : Bayar di tempat (cash) Email :  khusus untuk DKI JAKARTA ONGKOS KIRIM PER EDISI: PAKET LANGGANAN: Jabodetabek Rp 2.000,-   Edisi : Harga Normal : 06 Rp 120.000,-  Jawa P. Rp 5.000,- Rp 110.000,- Harga Khusus :  P. Jawa Rp 7.000,- Luar  Edisi : Harga Normal : 12 Rp 240.000,- Rp 200.000,- Harga Khusus : Berlangganan Mulai Edisi Kirim formulir ini (beserta bukti pembayaran untuk berlangganan) ke alamat redaksi PENA Pendidikan: Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12770, Tel/Fax: (021) 797 3957 atau Email: redaksipena@rekacipta.com 4 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-64 4 5/17/2007 6:24:51 AM
  7. Suara Pembaca BELAJAR DARI NAGABONAR RALAT Kemarin saya baru saja menonton film Nagabonar (Jadi) 2. Ketika banyak orang Pada PENA PENDIDIKAN Edisi 12, April 2007 lalu, tulisan pada rubrik Peristiwa tertawa terbahak-bahak saya justru menan- Rumah Ceria Dukuh Jembangan, pada alenia ke-5 baris ke-4 tertulis: “Mereka gis. Ada satu adegan di mana airmata saya menggandeng Japan International Corporation Agency (JAICA), LSM asal tak tertahan lagi. Sebuah dialog dari Na- Jepang...” Seharusnya yang benar adalah “....Japan International Corporation gabonar (yang diperankan Dedy Mizwar): Agency (JICA), LSM asal Jepang...” Dengan demikian kesalahan telah kami ”Jenderal turunkan tanganmu Jenderal, apa perbaiki. yang kau hormati dari mereka yang tidak REDAKSI mengacuhkanmu!” (kira-kira seperti itu dia- lognya). Nagabonar naik ke patung Jenderal (LAGI-LAGI) MASALAH Sudirman untuk menurunkan tangannya. benar-benar mendapat pengawasan. PENDIDIKAN Sebuah satir yang lembut, namun begitu Horor ini sebenarnya tidak hanya berkutat mengena. Film ini sarat pendidikan dan satir pada segi kekerasan saja. Para praja hampir Membicarakan masalah pendidikan yang tidak memaksa orang untuk menerima menyelesaikan studi harus waswas karena mungkin tidak akan habis-habisnya. Ya, sesuai apa yang disampaikan, namun justru ancaman penutupan kampus. dengan keadaan yang ada sekarang ini, membebaskan orang untuk berpikir sesuai Segala kejahatan kampus itu lahirnya ditandai dengan demo di sejumlah tempat dengan persepsinya masing-masing. dari heritage yang diturunkan secara turun yang pada dasarnya menuntut pendidikan Pelajaran demi pelajaran ada di tiap temurun dari angkatan pertama. Kejahatan murah. Kemarin teman saya bercerita, adegannya, diselipkan dalam humor yang itu terjadi karena ada unsur “harus dilakukan” tentang sekolah anaknya yang masih sangat edukatif. Dari bagaimana menghormati lepas dari urusan “balas dendam”. memungut bayaran padahal sudah ada pendapat orang lain, menghormati orang Sistem adalah faktor utama, bagaimana dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). yang lebih tua, menghormati leluhur, sampai p a ra m a n u s i a p i l i h a n i n i d i b e nt u k Ternyata pihak sekolah sengaja memungut rela berkorban. menjadi “mesin pembunuh.” Saran saya, biaya sebesar Rp 15.000,00 per bulan untuk Metode belajar nasionalisme seperti Pena Pendidikan bisa mengulasnya lebih perbaikan dan penambahan sarpras (sarana ini bisa diadopsi guru. Belajar tak melulu mendalam. Bukan dari segi kekerasannya, prasarana) sekolah seperti tiang sekolah, WC dengan membaca dan menghafal buku tapi dari segi sistem dan pendidikan, dan sekolah, dll. Masalahnya, sekolah negeri lain tebal. Belajarlah dari film, yang benar- psikologinya. Semoga bermanfaat. yang masih berada di satu komplek dengan benar fokus pada sejarah seperti Gie, dan sekolah anaknya tidak memungut biaya Drs. Rijadi Kartosemito Nagabonar (Jadi) 2 ini. Marilah mencintai tambahan apapun. Dusun Joho Lor, Giriwono sejarah. Seperti kata Bung Karno: Jasmerah, Lalu saya berpikir, ada ketidakadilan, dua Wonogiri, Jateng Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah! sekolah dalam satu lingkup wilayah begitu jauh berbeda keadaannya. Apalagi masalah sulukhanggoraras@yahoo.com fasilitas/ sarana dan prasarana yang ada Peminat pendidikan, wartawan, penulis di sekolah. Bukankah seharusnya sarpras INFO BUKU Depok, Jawa Barat sekolah harus diseragamkan di semua Beberapa kali membaca resensi buku di wilayah, tanpa ada perbedaan itu desa atau majalah Pena Pendidikan, saya tertarik untuk kota? Perbedaan Uang Pangkal juga menjadi memberi saran. Mengapa buku-buku yang pertanyaan. Tentu lain halnya dengan dibahas adalah buku yang bersifat formal sekolah swasta, yang sah-sah saja menerima saja? Mungkin lebih sesuai jika yang dibahas sumbangan dari pihak mana pun. buku-buku pendidikan yang sifatnya lebih pop. Novel sejarah misalnya, panduan Nanang Baidowi, SS bahasa, atau buku-buku sastra. Buku-buku m co B2PLKDN Bandung dongeng rakyat juga menarik. Mungkin g I. lAn Jl. Gatot Subroto 170, Bandung 40275 bisa jadi panduan dalam memberikan pA KA pengajaran bagi siswa. Itu juga termasuk lingkup pendidikan kan? Sekedar saran, salam. HOROR IPDN Ajeng Andarini Diganti nama ataupun tidak, masalah Mahasiswi kekerasan di dunia pendidikan lekat sekali Margonda Raya, Depok dengan IPDN. Sebuah institusi pendidikan pencetak calon-calon birokrat malah dijejali dengan perkuliahan model premanisme Saran Anda kami tampung. Terimakasih dan anarkhisme. Model pembelajaran harus atas kesetiaannya. Salam. 5 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-65 5 5/17/2007 6:24:57 AM
  8. Daftar Isi PENA PENDIDIKAN MEI-JUNI 2007 10 22 BAHASAN UTAMA WAJIB BELAJAR Angin Surga Yang Menanti Pembuktian Maunya Sih Tuntas Berkualitas, Tapi … Dunia pendidikan Indonesia memasuki reformasi yang sangat Program Wajib Belajar pendidikan dasar menorehkan prestasi fundamental, terutama menyangkut peningkatan mutu guru mengagumkan. Dalam waktu relatif singkat Wajib Belajar (pendidik). Kehadiran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Enam Tahun berhasil dicapai. Kini tuntas Wajib Belajar Sembilan tentang Guru dan Dosen menjelma menjadi pemantik yang Tahun mesti tercapai pada 2009. Dari 1,5 juta anak usia 1-15 menggerakkan gerbong raksasa sekitar 2,7 juta guru menuju ke tahun, daya tampung SMP/MTs hanya 10,5 juta. Soal kualitas? gerbang kemajuan. Sayangnya, tahap meraih sertifikat pendidik Tunggu dulu... bak melewati jalan panjang. Peraturan Mendiknas tentang sertifikasi akhirnya turun sebagai acuan pelaksanaan uji sertifikasi. 3 SALAM 6 SUARA 10 BAHASAN UTAMA • Angin Surga Yang Menanti Pembuktian • Memoles Mutu Guru Demi Mutu Lulusan • Reinkarnasi Menuju Penjaminan Mutu 22 WAJIB BELAJAR 114 26 BUTA AKSARA 30 PAUD 34 BUKU PAKET INTERNASIONAL 38 KURIKULUM Amerika Serikat: Menggoyang Kampanye Pantang Program kampanye ‘’jangan berhubungan seks sebelum 42 UJIAN NASIONAL menikah’’ ternyata mubazir. Tetap saja remaja Amerika tak perawan di usia 15 tahun. Presiden George Bush bersikeras 46 OLIMPIADE NASIONAL melanjutkan. 6 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-66 6 5/17/2007 6:25:12 AM
  9. DAFTAR ISI PENA PENDIDIKAN MEI-JUNI 2007 26 70 BUTA AKSARA SEKOLAH Strategi Jitu Menghapus “Si Buta” Perguruan Taman Siswa Nama Besar Taman Siswa Masih Adakah? Tahun ini pemerintah menargetkan 2,2 juta penduduk melek huruf. Menipiskan separuh jumlah buta aksara nasional dari Ketika hak akan pendidikan hanya menjadi milik penjajah total 1 jutaan. Aspek geografis hingga sosiologis menjadi Belanda dan kaum bangsawan, Raden Mas Suwardi Suryaningrat alias Ki Hajar Dewantara, mendirikan Perguruan Nasional Taman penghalang. Titik berat pada Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Siswa, 85 tahun silam. Pada mulanya, perguruan ini menekankan Barat, Sulawesi Selatan dan NTT. Hanya untuk mendongkrak pendidikan rasa kebangsaan agar anak didiknya mampu indek pembangunan manusia (HDI)? merebut kemerdekaan 50 JARDIKNAS 90 KEPALA SEKOLAH 110 PENGAWAS SEKOLAH • Drs H A Sholeh Dimyathi, MF, MM: • Inggris: Visi Ambisius Lembaga Bayi 52 BADAN HUKUM PENDIDIKAN Dengan Imtak Menengahi Tawuran • Amerika Serikat: Menggoyang • Drs Tamsir: Membentuk Warga Kampanye Pantang 54 PENDIDIKAN ISLAM Sekolah Sebagai TeamWork 118 PERISTIWA • Drs Suwarni: Ibarat Membangun 58 PERAN DAERAH Petilasan • Penghargaan Baru Pengajar Konstitusi • Soedarini: Keluarga Ningrat ke • Formula Cerdas Mencapai Target 62 PERAN SWASTA Sekolah Luar Biasa • Kepekaan Sosial Siswa Jakarta • Mengakrabkan Ilmu Pengetahuan 66 FIGUR 100 PENGAWAS SEKOLAH • Inu Kencana: Tak Gentar Meski • Masyhur Ashari, SPd: Jangan 124 APASIAPA Melarat Menghitung uang di Kantung Orang • Drs Sudarno: Kisah Pengawas Luar • Darnie M Daud Rektor Universitas 70 SEKOLAH Biasa Syah Kuala Aceh • SD Percobaan Malang • Salma Hayek 104 DIKLAT • SMP 5 Yogyakarta • Sumarna Surapranata • SMA 1 Bangil Pasuruan • LPMP Yogyakarta: Ibarat Menarik • Nurul Arifin • SMA 1 Cimalaka, Semedang Gerbong Lama 126 CATATAN PENA • SMA 2 Karawang 109 BUKU • SMA 1 Cimahi, Bandung • Saiful Anam: Inu Kencana • INS Kayutanam • Menerobos Kemacetan Visi • Taman Siswa Pendidikan 7 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-67 7 5/17/2007 6:25:22 AM
  10. Advertorial siap dipindahkan ke tempat MILIKI mana saja. Akhirnya saya belum memanfaatkan Taperum,” kata Asih. Taperum itu sendiri RUMAH merujuk Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 199 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri DENGAN Sipil. Besaran iuran per bulan disesuaikan menurut golongan/pangkat. Golongan I besarnya Rp TAPERUM .000, golongan II sebesar Rp 5.000, golongan III sebesar Rp 7.000 dan golongan IV sebesar Rp 10.000. Sementara untuk dana Sejak 1993, Bapertarum-PNS sudah bantuan, masih menurut penjelasan Toeti, juga membantu hampir 2 juta PNS memiliki disesuaikan dengan rumah sendiri. Dari bantuan uang golongan. Golongan muka Kredit Pemilikan Rumah hingga I jumlah bantuannya Rp pinjaman biaya membangun rumah. 1.200.000, golongan II sebesar Rp 1.500.000,00, golongan III Rp 1.800.000, Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari dan golongan IV/a dan IV/ b Rp 2.100.000,00. “Para S peserta Taperum ini tersebar di seluruh jajarannya akan memperbanyak penyebaran EBAGIAN besar Pegawai Negeri Sipil Indonesia, dan dari tiga golongan layanan informasi di berbagai media, baik cetak (PNS) tak asing mendengar nama masing-masing mempunyai daerah dan elektronik. Juga pemuatan sejumlah Tabungan Perumahan Rakyat PNS advertorial mengenai Taperum PNS di penyebaran yang berbeda-beda,” katanya. alias Taperum-PNS. Pengelolanya Badan Rumah yang bisa dimiliki dari bantuan majalah terbitan departemen/kementerian, Pertimbangan Tabungan Perumahan Taperum hanya di lokasi PNS bekerja. Sebab konferensi pers, serta menghadiri undangan (Bapertarum). Meski populer di kalangan sesuai tujuan utama Taperum, memang dari berbagai daerah untuk keperluan PNS, namanya mungkin agak asing bagi memudahkan PNS dalam bekerja. “Nah bagi sosialisasi di daerah-daerah. “Agenda 2007, masyarakat luas. kami akan membuat website dan layanan yang suka berpindah-pindah tugas, uangnya Namun, jangan sepelekan dana yang call centre Taperum PNS,” kata Toeti. Selain akan dikembalikan setelah pensiun,” kata mengalir dari Taperum PNS. Data Bapertarum Toeti. itu, kata Toeti. “Agar PNS bisa mengakses mencatat sejak 199 hingga Februari 2007, Taperum sendiri bisa dimanfaatkan langsung.” sedikitnya ada 512.76 PNS memanfaatkan dalam dua bentuk. Pertama untuk bantuan Taperum untuk membayar uang muka Tugas Berpindah dan uang muka KPR yang diberikan kepada PNS Kredit Pemilikan rumah (KPR) senilai Rp aktif atau suami/istri PNS. Sedangkan yang 827.149.4.825. Sebanyak 472.90 PNS Prosedur kedua, berupa bantuan biaya membangun memanfaatkan pinjaman Taperum senilai rumah yang diberikan kepada PNS aktif Rp 82.854.88.080 untuk membangun Panggilan tugas yang berpindah-pindah atau suami/istri PNS yang memiliki tanah rumah. memang menjadi penghalang PNS segera sendiri di lokasi tempat bekerja. Sedangkan Angka-angka yang cukup fantastis. memiliki rumah. Asih, 45 tahun, misalnya. bagi pegawai yang tidak akan membeli Sebab mengingat jumlah PNS sendiri yang Guru SD Negeri 08, Kramat Sentiong, Jakarta rumah, uangnya akan dikembalikan setelah totalnya sekira 4 jutaan orang. Artinya, Pusat, itu mengenal betul program Taperum. pensiun dengan nama Pengembalian pegawai yang merasakan manfaat Taperum Sebab puluhan tahun gajinya dipotong untuk Tabungan. jumlahnya hampir satu jutaan. “PNS yang tabungan perumahan. Mereka yang minta pengembalian belum memanfaatkan Taperum terganjal Sayangnya, perempuan kelahiran tabungan jumlahnya cukup besar. Data dari oleh sosialisasi, prosedur, dan tugas pegawai Bukittinggi, Sumatera Barat ini keburu yang berpindah-pindah,” kata Toeti Ariati dipindah-pindah tugas mengajar. Terakhir tahun 199 hingga Februari 2007 mencatat Sussongko, Kepala Bapertarum. kali, Asih bahkan dipindah ke Jakarta, sebanyak 81.7 PNS dengan nilai uang Rp Untuk menggenjot sosialisasi, Toeti dan beberapa tahun lalu. “Sebagai PNS harus 482.216.684.82. 8 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-68 8 5/17/2007 6:25:24 AM
  11. Advertorial Pinjaman Rp 10 juta diambil. “KPR Swadaya adalah program (menurun). dari pemerintah yang dilaksanakan oleh Jangka waktu pengembalian disesuaikan Bapertarum juga mengeluarkan produk Kementrian Negara Perumahan Rakyat lewat dengan jangka waktu KPR. Pinjaman berupa layanan baru berupa pinjaman. Program bank pelaksana yang ditunjuk,” ungkap Toeti. biaya membangun, besar dan bunganya pinjaman itu berupa pinjaman uang muka juga sama dengan pinjaman untuk uang kepada PNS yang membeli rumah lewat muka KPR. Hanya jangka waktu peminjaman fasilitas KPR. Besarnya pinjaman maksimal disamakan dengan KPR swadaya yang Rp 10 juta dengan bunga 7,5% anuitas RoBI SUgARA & mURnITA DIAn KARTInI Wawancara menteri negara perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari UNTUK GURU ADA BANTUAN D gajinya rata-rata Rp 4 juta. diakui insentif bukan satu-satunya faktor. I Kabinet Indonesia Bersatu yang sudah Prinsipnya, kalau penghasilannya Rp 1-1,5 Menarik bagi si A belum tentu bagi si B. dirombak, namanya tetap bertahan. Kata juta, apalagi di bawahnya, pasti berat untuk Para guru berharap, pemerintah memberi Menteri Negara Perumahan Rakyat, Muhammad mencicil. Kita harapkan untuk menyewa. subsidi. Yusuf Asy’ari, jadi menteri atau tidak sepenuhnya Untuk membantu mereka, kami punya ide Jelas, pemerintah mengupayakan memberi merupakan kewenangan Presiden. “Kalau kita sewa-beli. Orang yang berminat akan menyewa subsidi bunga, dananya dari APBN. Saya belum dapat beslit dari Presiden, ya jadi menteri. Kalau dulu, misalnya 5 tahun. Dalam komponen tahu persisnya berapa, karena baru Desember tidak, ya tidak jadi,” katanya. sewa itu terdapat cicilan untuk uang muka. depan penjualan dimulai. Yang sudah ada, Akhir April lalu, di tengah santernya berita Setelah 5 tahun, baru ada akad kredit. Tapi pemerintah mengalokasikan Rp 300 miliar perombakan kabinet, Yusuf Asy’ari tampil dalam untuk menjalankan ini, pemerintah harus untuk rumah sederhana. seminar yang diadakan Partai Keadilan Sejahtera, punya uang untuk membeli bangunan agar partai yang menyorongkan namanya menjadi Bantuan apa yang mau diberikan pemerintah bisa disewa selama 5 tahun. Memang banyak menteri. Seusai seminar itu, Yusuf mojok di untuk prajurit dan pegawai negeri? pernik-perniknya. salah satu tempat untuk berbincang-bincang Bagi mereka ada tambahan fasilitas. Prajurit dengan PENA Pendidikan seputar rumah bagi Ribet ya? kan memiliki YKPP, Yayasan Kesejahteraan pegawai negeri, termasuk guru, dan sejumlah Perumahan Prajurit. Sedang untuk pegawai Memang ribet. Makanya, kami juga harus isyu lainnya. Petikannya: negeri, ada Bapertarum PNS. Kalau PNS, ada berpikir keras. Apalagi di era otonomi daerah sumbangan sampai sekitar Rp 10 juta. Bagi ini. Masing-masing bupati merasa paling berhak Banyak guru berminat membeli rumah susun, prajurit juga ada bantuan uang muka. Sehingga mengurus daerahnya. agar tempat tinggalnya dekat dengan lokasi kalau prajurit atau PNS mau menempati rumah kerja. Sebetulnya rencana pembangunan Adakah korslet dengan departemen lain? susun, mereka bisa mendapat subsidi bunga seribu menara itu kapan selesai? dari APBN, plus bantuan dari Bapertarum atau Ada. Kalau saya bilang tidak ada, itu bohong. Seribu menara itu diharapkan selesai dalam YKPP. Tapi yang penting, kami masih bisa saling lima tahun. Diharapkan 2009 selesai. Kita Pegawai negeri seperti guru yang gajinya di berkomunikasi. usahakan ke depan, pembangunannya makin kisaran Rp 2 juta mengeluh. Mereka merasakan Kalau rumah susun Berland, Jakarta, jadi cepat. Setelah pembangunan di Jakarta, kami rumah susun yang paling kecil sekalipun dibangun, tentu banyak guru yang bisa tinggal berharap, Surabaya, Makassar, dan Medan. Insya harganya terlalu mahal. di sana? Allah, pelaksanaannya tidak jauh lagi. Keluhan itu bisa dimaklumi. Dengan Betul. Masalahnya, kompleks Berland itu Tapi Peraturan Pemerintah belum juga gaji sebesar itu, pasti berat untuk membayar masih menghadapi masalah sosialisasi. Warga diumumkan? Padahal PP inilah yang jadi payung cicilan rumah. Apalagi bila si pegawai negeri pemilik tanah di situ banyak yang masih keberatan. untuk memangkas biaya. sudah memiliki anak. Karena itu, pemerintah Tapi pemerintah bertekad, pembangunan rusun Kalau itu, tanya Presiden dong. Saya tidak akan mengembangkan social housing. Yang di Berland tetap dilaksanakan. Daerahnya kan bisa memaksa presiden. Di situ diatur agar rumah dibangun pemerintah, disewakan bagi mereka. kumuh. Dengan diremajakan, banyak yang susun dimasukkan dalam komoditas kelompok Bisa sewa yang pulih biaya, atau yang tidak. mendapatkan manfaatnya. Termasuk para guru barang strategis, sehingga tidak dipungut PPN Kalau pulih biaya, artinya uang sewanya juga dan prajurit penghuninya. (pajak pertambahan nilai). Menteri Keuangan mencukupi untuk perawatan. Kalau tidak pulih berpendapat, hal seperti ini lebih bagus bila diatur Kenapa sih namanya rusun? Kesannya biaya, artinya pemerintah harus menomboki dengan PP. Lebih kuat dasar hukumnya. kumuh. Kok bukan disebut apartemen saja? kekurangannya. Tapi sebetulnya pegawai negari tidak Memang, ada rencana begitu. Seperti semua Hambatannya di mana? miskin-miskin amat. Pegawai negeri itu juga kendaraan roda empat, disebutnya mobil. Kalau Pernik-perniknya banyak. Saya berharap, kelompoknya bervariasi. Kalau kita bicara guru, semua rumah susun disebut apartemen bagus adanya insentif ini bisa mempercepat di Jakarta, mereka lumayan. Anda tahu, mereka saja. pembangunan rumah susun. Walau, harus 9 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-69 9 5/17/2007 6:25:25 AM
  12. Bahasan Utama HASAn HAmKA Fasli Jalal saat kunjungan ke Papua Dunia pendidikan Indonesia kini memasuki reformasi sangat fundamental, terutama menyangkut peningkatan mutu guru (pendidik). Kehadiran UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen telah menjelma menjadi pemantik yang menggerakkan “gerbong raksasa” sekitar 2,7 juta guru menuju ke gerbang kemajuan. S didirikan, anak-anak di daerah itu belajar sebelah timur laut dan berjarak sekitar 20 enyum merekah senantiasa di bawah pohon selama kurang lebih 1,5 km dari pusat kota Lombok Barat (Lobar). menghiasi bibir Musa Sofyan. Kepala tahun. Musa Sofyan diangkat sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri 02 Mekarsari, Sekilas, jarak dari SD 02 Mekarsari ke SD 02 Mekarsari sejak 2002. Tapi ia sekaligus Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, dua SD Filial tersebut tak begitu jauh. mengepalai dua SD Filial (cabang), yaitu SD Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tetapi, untuk menuju ke dua sekolah itu Filial Ranjok dan SD Filial Sempeni. Kedua Tenggara Barat (NTB), itu hampir tidak harus melalui jalan naik turun gunung. SD tersebut terletak di lereng gunung, dan pernah mengeluh dalam menjalankan Kendaraan yang bisa lewat hanya sepeda berjarak masing-masing sekitar 5 dan 7 tugasnya sehari-hari meski harus keluar motor. Jika hujan mengguyur, praktis jalan kilometer dari SD 02 Mekarsari sebagai SD masuk hutan untuk menjumpai anak sulit dilewati lantaran licin. induk. Sebelum kedua SD Filial tersebut didiknya. SD Negeri 02 Mekarsari terletak 10 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-610 10 5/17/2007 6:25:27 AM
  13. Agama Islam Negeri Negeri Selong, Lombok Timur. Berbagai Musa Sofyan sendiri sudah langganan (PGAN) Mataram penghargaan dan kegiatan pelatihan jatuh saat mengendarai sepeda motonya pernah diikuti. Tapi entah mengapa, dalam menuju dua SD tersebut. “Kalau dihitung- tahun 197. pemilihan guru maupun kepala sekolah hitung, dari setiap tiga kali saya ke SD H.AkbarAli, Kepala berdedikasi nasional tahun 2006 lalu ia tak Filial Ranjok maupun Sempeni, sekali Subdin Pendidikan Dasar masuk dalam pilihan. pasti jatuh. Beruntung sampai sekarang Dinas Pendidikan dan K e b u d a y a a n H. Warni Jasmuddin, BA, kolega Musa saya masih selamat,” kata ayah tiga anak Kabupaten Lombok Barat mengungkapkan, Sofyan di Lombok Barat, juga setali tiga SD Filial Ranjok, Sempeni, dan Batupemali kelahiran Lombok Timur, 1 Desember uang. Jasmuddin adalah Kepala SD Negeri 1960 itu. Ia berharap agar kelak kedua hanya sebagian saja dari 2 SD Filial di 02 Penimbung, Kecamatan Gunungsari, SD Filial tersebut dapat menjadi sekolah Lombok Barat. Untuk mendukung SD Filial, Lombok Barat. Ia juga mengepalai SD Filial mandiri. Saat ini SD Filial Ranjok dan SD sejak tahun 2004 pemerintah Kabupaten Batupemali, yang berjarak sekitar 4 km dari Filial Sempeni masing-masing memiliki Lombok Barat memberikan bantuan block SD 02 Penimbung sebagai sekolah induk. 188 dan 118 murid. grant yang besarnya Rp 20 juta setiap SD Filial Batupemali baru berdiri sejak 2004, SD Filial Ranjok berdiri di tengah-tengah sekolah per tahun. “Khusus tahun 2007 sehingga masih memiliki murid sampai rerimbunan pepohonan. Di sekililingnya ini ditingkatkan menjadi Rp 50 juta per kelas III. Ada tiga guru yang bertugas, tumbuh puluhan pohon aren. Murid- sekolah. Dananya diambil dari APBD,”timpal yaitu Suhaidi, Mursidi, dan Heni Hidayati. muridnya kalau ke sekolah ada yang Akhmad Nawawi, Kepala Dinas Pendidikan Mereka berasal dari Batupemali. Suhaidi mengenakan sepatu, tapi banyak pula dan Kebudayaan Kabupaten Lombok dan Mursidi merupakan guru kontrak, yang memakai sandal jepit. Penduduk Barat kepada PENA. Ia menambahkan, sedangkan Heni berstatus guru honorer. di kampung Ranjok pada umumnya total jumlah SD di Lombok Barat saat ini Ada hal menarik di SD Filial Batupemali. hidup miskin. Kebutuhan ekonominya sebanyak 450 sekolah ditambah 2 filial. Kalau murid-murid ditanya cita-citanya mengandalkan hasil hutan, seperti kayu, Guru berdedikasi luar biasa seperti kelak jadi apa, hampir semua menjawab buah-buahan, ubi-ubian, hingga dedaunan Musa Sofyan dan Warni Jasmuddin ini jadi guru.“Soalnya, anak-anak di Batupemali yang dijual ke pasar dengan jalan kaki. banyak dijumpai di daerah-daerah lain. hanya mengenal guru sebagai profesi yang Hampir 100% penduduknya buta aksara. Lihatlah bagaimana seorang Hj. Nur Dewi kerjanya sehari-hari mengenakan celana Tapi mereka sangat antusias menyambut sering terombang-ambing diguncang panjang. Orangtuanya sehari-hari kan kehadiran SD tersebut. ombak raksasa di tengah lautan dalam mengenakan celana pendek. Mereka tidak SD ini mempunyai 6 guru, terdiri dari menjalankan tugasnya sebagai guru pernah mengenal atau melihat profesi lain 5 guru kontrak (dibayar pemda) dan sekaligus Kepala SD Negeri Bahuluang di seperti dokter, polisi, tentara, pengacara, satu guru honor (dibayar sekolah). Gaji Pulau Selayar, Sulawesi Selatan. Pantas karena tidak pernah ada yang datang ke guru kontrak besarnya Rp 550.000 per jika ia terpilih sebagai salah satu guru situ. Mereka juga tidak pernah melihat bulan, sedangkan imbalan guru honorer berdedikasi nasional 2006. karena di rumahnya tidak ada televisi,” Rp 250.000 per bulan. Para guru SD Filial Pada sisi lain, simak pula bagaimana kata Jasmuddin, lulusan Pendidikan Guru Ranjok semuanya berasal dari kampung seorang Ahmad Furqon begitu terpacu setempat dan tak ada satupun yang lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Musa Sofyan, Kepala Sekolah Filial, Ranjok (LPTK). Mereka adalah Abror (lulusan Madrasah Aliyah/MA), Mahnun (lulusan MA), Muhammad Hamdi (lulusan SMA), Sunaini (lulusan MA), Artiani (lulusan MA), dan Saparma (lulusan SMA). Setiap pekan Musa Sofyan menyempatkan berkunjung ke SD Filial Ranjok maupun Sempeni. Lantaran para gurunya tak ada yang punya latar belakang pendidikan keguruan, maka kedatangan Musa Sofyan juga sekaligus mengajari bagaimana para guru muda itu mengajar dengan benar. Ia memberi contoh mengajar murid-muridnya, sementara para guru muda itu menyimaknya. Musa Sofyan mengawali profesinya SAIfUl AnAm sebagai guru SD sejak tahun 1979 setelah lulus dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 11 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-611 11 5/17/2007 6:25:30 AM
  14. Bahasan Utama SAIfUl AnAm benar dari 40 soal yang disediakan. muridnya. Naudzubillahi Mindzalik! “ Tahun lalu saya juga diberitahu Berbagai pekerjaan sampingan itu oleh seorang kawan. Ia bercerita bahwa terpaksa dilakukan karena kebutuhan soal-soal ujian nasional tahun 2006 coba ekonominya tak tercukupi oleh gaji guru diteskan kepada guru-guru di sebuah yang sangat kecil. Tapi, usaha-usaha provinsi. Ternyata, dari 40 soal, rata-rata sampingan seperti itu pada gilirannya hanya bisa menyelesaikan 7 koma sekian, mencederai profesinya sebagai guru. atau di bawah sepuluh soal. Bahkan ada Memang, guru-guru berstatus pegawai yang hanya bisa menyelesaikan satu soal. negeri sipil (PNS) di sebagian daerah, Bayangkan, ini kan mengerikan sekali,” misalnya Provinsi DKI Jakarta, boleh kata Fasli Jalal. dibilang hidup relatif cukup. Selain Rendahnya kompetensi guru mendapat gaji sebagai PNS, mereka berdasarkan kajian Depdiknas itu juga juga mendapat tunjangan khusus yang sejalan dengan hasil penelitian Prof. besarnya Rp 2,5 juta per bulan. Total Dr. Ki Supriyoko pada tahun 2000. Ahli dalam sebulan mereka mengantongi pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, pendapatan hampir Rp 4 juta. Tentu bisa Yogyakarta, itu melakukan penelitian bikin guru di provinsi lain ngiler. Tapi Warni Jasmudin terhadap kemampuan bernalar guru, bagaimana dengan ribuan guru lain yang mulai dar i SD sampai SMA. Hasil gajinya pas-pasan, bahkan masih ada untuk berusaha mengajar sebaik-baiknya penelitian terhadap 8000 guru itu lantas yang menerima honor Rp 100.000 per di SD Negeri Polisi IV Bogor Tengah, diklasifikasikan menjadi lima kelompok: bulan? Banyak pula guru yang ditugaskan Kota Bogor, Jawa Barat. Ia adalah Juara sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, di pedalaman Papua terpaksa bolos I Guru SD Berprestasi Nasional 2006. Ia dan sangat rendah. Hasilnya, lebih berhari-hari karena gajinya habis setelah kini tercatat sebagai mahasiswa S-2 di dari 50% masuk klasifikasi rendah dan dipakai pulang ke rumahnya di dekat sebuah universitas di Bogor. Pencipta sangat rendah. “Kalau mereka tidak pusat kota. teori pembelajaran PAIKEM GEMBROT punya penalaran bagus bagaimana bisa Selain gaji minim, wajah buram (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, mengajar dengan baik,” katanya (Saiful guru Indonesia itu juga terlihat dari Menyenangkan, Gembira, Bermakna, dan Anam, Sekolah Dasar Pergulatan Mengejar rendahnya kompetensi, kualifikasi, Produktif ) itu berniat terus melanjutkan Ketertinggalan, 2006). tingkat kehadirannya di sekolah, hingga studinya ke jenjang S-. Meski kelak Melihat kondisi seperti itu, maka patut distribusinya yang timpang. Dr. Fasli bertitel doktor, toh ia bertekad tetap dipertanyakan mutu proses pendidikan di Jalal, Ph.D, Direktur Jenderal Peningkatan menjadi guru SD. LPTK yang menyiapkan calon guru. Pasti Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan ada yang tidak beres, dan ini merupakan (Ditjen PMPTK) Departemen Pendidikan Kompetensi Rendah pekerjaan rumah yang tidak ringan. Nasional mengutip hasil kajian Depdiknas terhadap calon guru negeri tahun 2004 Sayangnya, tak semua guru memiliki silam. Saat itu ada sekitar 1,2 juta pelamar mental baja dan begitu mencintai Didominasi Non Sarjana untuk memperebutkan 64.000 formasi pekerjaannya sebagai pendidik seperti lowongan. “Gambaran kompetensinya Musa Sofyan, Warni Jasmuddin, Nur Dewi, Bagaimana dengan kualifikasi guru? sungguh memprihatinkan,” ujar Fasli. Ahmad Furqon, atau sederetan guru Kompetensi dan kualifikasi itu berjalan Betapa tidak. Sebagai contoh, dari 40 hebat lain. Tengok saja, pada 18 April lalu beriringan. Penyebab utama rendahnya soal bahasa Inggris untuk calon guru SMP, ada seorang guru SD bernama Mulyana kompetensi guru adalah kualifikasinya ada yang hanya bisa menjawab satu soal (42 tahun) tewas secara mengenaskan yang juga rendah. Jika para calon guru dengan benar meski dia lulusan sarjana setelah gantung diri. Sebagaimana dikutip berkualifikasi sarjana saja masih ada yang pendidikan bahasa Inggris. Bahkan sejumlah media, guru sebuah SD di hanya mampu mengerjakan satu soal untuk bahasa Indonesia, yang merupakan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu dengan benar dari 40 soal yang harus bahasa sehari-hari, ada calon guru SMP diduga mengakhiri hidupnya lantaran diselesaikan, sudah bisa dibayangkan yang hanya bisa mengerjakan dua soal terbelit hutang. kompetensi mereka yang kualifikasinya dengan benar dari 40 soal. Padahal calon Guru yang tak kuat menanggung beban non sarjana. Padahal, justru sebagian guru itu menyandang gelar sarjana hidup seperti Mulyana sehingga sampai besar guru kita bukan sarjana. pendidikan bahasa Indonesia. bunuh diri memang jarang kita dengar. Data yang terekam di Depdiknas Pada tingkat SMA, kondisinya juga tidak Sebagian besar mereka masih memilih menunjukkan bahwa jumlah guru kita beda. Ada calon guru mata pelajaran Fisika bertahan hidup dengan melakukan sekitar 2,7 juta orang, negeri maupun dan Ekonomi yang masing-masing hanya usaha-usaha “kreatif” seperti mengajar swasta. Mereka mengajar di sekitar bisa mengerjakan satu soal dengan benar. di sejumlah sekolah lain, beternak ikan, 250.000 sekolah, mulai dari TK/RA hingga Ada pula calon guru matematika yang ngojek, makelar tanah, bahkan ada yang SMA/MA/SMK. Dari 2,7 juta guru itu, baru hanya bisa mengerjakan dua soal dengan nekad menjadi mucikari bagi murid- sekitar 900.000 yang berijazah sarjana 12 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-612 12 5/17/2007 6:25:33 AM
  15. Rendahnya kualifikasi dan kompetensi atau D-4. Sisanya yang sekitar 1,8 juta 1.000 lulusan. “Artinya, ada guru, terutama guru SD, seringkali berkualifikasi non sarjana, terutama sekitar 110.000 guru SD dikaitkan dengan Proyek Guru Inpres. banyak disandang oleh guru TK/RA dan yang diangkat berasal Pengangkatan guru secara besar-besaran SD/MI. dari negeri antah sejak 1974 hingga pertengahan 1980-an Jumlah guru TK/RA tidak begitu berantah. Mereka ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan banyak, total hanya sekitar 174.000 adalah lulusan guru dalam jumlah besar menyusul orang. Sehingga walaupun yang lulusan SMA, SMEA, dan digulirkannya Proyek SD Inpres berupa sarjana atau D-4 hanya sekitar 10%, SMP. Bahkan banyak juga lulusan SD pembangunan gedung SD dalam jumlah jumlah nominal yang non sarjana tidak yang kemudian diikutkan KPG (Kursus besar-besaran. Selama periode 1974 begitu besar. Bandingkan dengan guru Pelatihan Guru) selama enam bulan lalu SD yang mencapai sekitar 1,25 juta orang. diangkat jadi guru SD. Inilah salah satu hingga 1987, telah diangkat sekitar 85.000 Dari jumlah itu, baru sekitar 16,5% yang penyebab buruknya mutu pendidikan guru SD (lihat Tabel 2). lulusan S-1 atau D-4. Padahal pendidikan kita. Tapi kita tidak bisa menyalahkan Pe n g a n g k a t a n g u r u S D p a l i n g di tingkat SD posisinya sangat strategis mereka sepenuhnya. Pemerintah maunya spektakuler terjadi pada tahun 1985/1986, karena menjadi fondasi bagi pendidikan menuntut banyak, tapi pada sisi lain gaji yaitu 141.24 guru. Padahal kemampuan selanjutnya (lihat Tabel 1). guru kecil, dan sistem rekrutmennya SPG waktu itu cuma menghasilkan sekitar Tabel 1 Tabel 2 kurang bagus,” kata Sumarna Surapranata, pula pada tingkat SMP, satu guru rata-rata fulltime bisa mencapai 40 jam. Ph.D, Direktur Pembinaan Pendidikan dan harus melayani 91 murid. Kenyataannya, kegiatan tatap muka guru Pelatihan, Ditjen PMPTK Depdiknas. Fasli pernah menjumpai satu SD di negeri rata-rata di bawah 24 jam pelajaran. Papua yang diajar oleh seorang guru. Sementara jam-jam lain yang termasuk non Sekolah tersebut hanya memiliki satu tatap muka seperti menyiapkan pelajaran, Timpang dan Suka Bolos ruang kelas. Bayangkan, kelas I sampai menilai pekerjaan rumah murid, hingga VI hanya ditangani satu orang. Fasli melakukan bimbingan dan pelatihan, tidak Ketimpangan distribusi guru kita juga bertanya kepada guru tersebut, bagaimana jelas apakah benar-benar dimanfaatkan. tampak memprihatinkan. Menurut Fasli caranya mengajar secara pararel. Guru itu “Faktanya kan cukup banyak guru yang Jalal, sekitar 68% sekolah di perkotaan menjawab dengan polos: “Saya punya satu hadir di sekolah hanya tiga hari dalam mengalami kelebihan guru. Sebaliknya, ruang kelas. Di dalamnya ada empat papan sepekan. Guru-guru kita umumnya hanya banyak dijumpai di daerah pedalaman, tulis. Kelas I sampai IV belajar bersamaan, menghitung jam tatap muka saja. Maka, terpencil, atau terisolir, satu SD hanya menghadap ke empat papan tulis masing- harus diakui, sebenarnya banyak guru kita memiliki satu atau dua guru saja. Memang, masing. Saya mengajar secara bergantian. yang mengajar di bawah kewajibannya rasio guru dan siswa kita termasuk ideal, Kelas V dan VI main-main dulu di luar. (under obligation),” tutur Fasli. sekitar 1:15. Tapi, di kota guru menumpuk, Setelah kelas I dan II pulang, baru mereka Fasli mengungkapkan, di sekolah di desa dan pedalaman guru kekurangan. giliran masuk kelas,” katanya. perkotaan ada guru yang cuma mengajar Di sejumlah kabupaten, ada satu guru Guru kita juga terkenal suka bolos. 19 jam tatap muka per minggu. Di desa SD yang rata-rata hanya melayani 11 murid. Idealnya, jatah mengajar guru melalui tatap 26 jam, begitu di daerah terpencil ada Bahkan ada satu guru SMP yang rata-rata muka minimal 24 jam per minggu. Kalau hanya melayani 6 murid. Sementara di yang sampai 4 jam. “Artinya, guru di Kabupaten Yahukimo, Papua, satu guru SD ditambah non tatap muka menjadi 7 jam. daerah terpencil tugasnya sudah berat rata-rata harus melayani 7 murid. Begitu Bahkan bagi guru swasta yang kerjanya dari sisi geografis, beban mengajarnya 1 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-613 13 5/17/2007 6:25:39 AM
  16. Bahasan Utama Indeks Pembangunan Manusia (Human Studi serupa juga dilakukan oleh PISA juga jauh lebih banyak. Ini contoh betapa Development Index) dari tahun ke tahun (Programme for International Student banyak ketidakadilan yang menimpa senantiasa menempatkan Indonesia di Assessment). Hanya saja, obyek surveinya guru-guru kita di daerah terpencil. Jadi bisa peringkat bawah. Secara berturut-turut, anak-anak usia 15 tahun. Tiga aspek yang dibayangkan carut marutnya masalah guru diteliti PISA adalah kemampuan membaca, kita. Bagaimana kita mau menjaga dan dari tahun 200 hingga 2006, peringkat matematika, dan sains. Dari Asia Tenggara meningkatkan mutu kalau kondisi seperti HDI Indonesia berada di urutan 112, 111, yang mengikuti studi PISA hanya Indonesia ini terus terjadi dan dibiarkan saja. Apalagi 110, dan 108. Bandingkan dengan Malasyia dan Thailand. kalau hal ini tidak dianggap sebagai yang secara konsisten berada di peringkat masalah serius,” ia menambahkan. 60-an. HDI itu menggunakan parameter Tahun 200, ada 41 negara yang Belantara persoalan yang menggelayuti pendidikan, kesehatan, dan usia harapan disurvei. Bagi Indonesia, hasilnya tak guru sebagaimana tergambar di atas masih hidup (ekonomi). jauh beda dengan studi IEA. Dalam ditambah lagi dengan kenyataan bahwa Dari sisi prestasi akademis, juga sangat kemampuan membaca dan matematika, sekitar 20% guru-guru kita mengajar memprihatinkan. Hal itu tergambar dari masing-masing menempati peringkat 9. tidak sesuai latar belakang pendidikannya survei yang dilakukan IEA (The International Sedangkan dalam kemampuan sains di (mismatch). Dan bom waktu berikutnya Association for the Evaluation of Educationan urutan 8. Negara-negara Eropa dan Asia kini sudah menunggu: kekurangan guru. Achievement). IEA adalah sebuah organisasi Timur menduduki peringkat atas. Pasalnya, ratusan ribu guru SD yang yang bergerak di bidang penilaian dan Memang, di tengah kondisi diangkat pada tahun 1970-an hingga 1980- pengukuran pendidikan yang berpusat di mutu pendidikan kita yang masih an melalui proyek Guru Inpres kini sudah Belanda, dan secara periodik melakukan memprihatinkan, ada sebagian guru hebat mulai antre memasuki pensiun. yang berhasil menghantarkan murid-murid studi terhadap anak-anak usia 1 tahun kita menorehkan prestasi mengagumkan dalam kemampuan matematika dan IPA. Studinya dikenal dengan nama The di ajang olimpiade keilmuan internasional. Prestasi Jeblok International Mathematics and Science Ini menunjukkan bahwa talenta anak-anak Study (TIMSS). kita, termasuk dari daerah pedalaman atau Kesembronoan pemerintah yang selama pesisir pantai, tidak kalah dari anak-anak ini menelantarkan sektor pendidikan, Tahun 200, IEA menggelar survei yang perkotaan yang saban hari minum susu terutama guru, pada gilirannya harus diikuti 46 negara, termasuk Indonesia. dan mengunyah makanan lezat. Tapi, dibayar mahal. Prestasi Indonesia dalam Hasilnya, siswa-siswa kita menempati jumlah mereka itu tak ubahnya seperti berbagai bidang hampir selalu jeblok. urutan 4 untuk matematika, dan 6 untuk setitik noktah di tengah lautan padang Profesi guru dicibir di mana-mana, IPA. Singapura menempati urutan pertama, pasir. dan dianggap sebagai pekerjaan tidak baik matematika maupun IPA. Negara- Kalau potensi anak-anak bangsa itu bermartabat lantaran tidak menjanjikan negara Asia Timur lain seperti Korea dimaksimalkan dengan kehadiran guru- hidup layak. Kualitas sumberdaya manusia Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Jepang, guru hebat, memiliki dedikasi tinggi, Indonesia pun jarang diperbincangkan di mendominasi peringkat atas. Sementara kebutuhan minimalnya terpenuhi, dan pentas internasional. Malasyia berada di urutan 10 untuk mereka mendapat perlindungan serta Simak saja, hasil survei UNDP mengenai matematika, dan 20 untuk IPA/sains. penghargaan profesi secara memadai, SAIfUl AnAm wow... wajah Indonesia dipastikan akan Guru sedang mengajar di SD terpencil berubah 180 derajat. Visi Indonesia 200 seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 Maret lalu di Istana Negara, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara paling disegani di dunia pada tahun 200, akan bisa dengan terwujud. Visi Indonesia 200 itu bisa tercapai dengan asumsi jika pertumbuhan ekonomi riil rata-rata 7,62 persen, laju inflasi 4,95 persen, dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 persen per tahun. Pada 200, dengan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa, produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 5,1 triliun dollar AS. Namun, tanpa mengurangi rasa hormat kepada Presiden SBY, sayangnya banyak masyarakat, terutama penggiat pendidikan, bersikap skeptis akan mimpi indah yang 14 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-614 14 5/17/2007 6:25:42 AM
  17. mengikuti program kekayaan sumber daya alam/SDA sertifikasi profesi. (10%). “Kemampuan berinovasi itu “Berbagai langkah menyangkut tataran kualitas SDM. yang akan kita lakukan Kita lihat, Finlandia dan Singapura ke depan itu intinya punya kekayaan alam apa sih. untuk mengangkat Keduanya merupakan negara kecil harkat dan martabat yang miskin sumber daya alam. guru. Kita harapkan m a s y a r a k a t Tetapi karena kualitas SDM-nya melihat guru ini lebih gagah. Bukan guru sangat bagus, maka keduanya tampil yang pakai sepeda ontel, kumuh, pakai sebagai negara yang diperhitungkan sandal jepit, dan jalannya tertatih-tatih. Ini di pentas dunia,” k ata Sur ya harus kita tumbuhkan. Kita ingin profesi Dharma. guru sejajar dengan dokter, akuntan, Kualitas SDM bagus mensyaratkan insinyur, dan lain-lain,” ujar Fasli. penyelenggaraan pendidikan dan J i k a ro d a s e r t i f i k a s i i n i s u d a h guru yang bagus pula. Kehadiran menggelinding, reformasi guru tak akan UU No 14/2005 tentang Guru dan bisa dihentikan. Maka tak salah jika Dosen memang sangat menjanjikan Andrew Steer, mantan Kepala Perwakilan bagi upaya untuk mengangkat Bank Dunia untuk Indonesia, menyebut harkat dan martabat profesi guru. Ia Indonesia kini tengah melakukan reformasi bagaikan angin surga yang kemudian pendidikan terbesar di dunia. perlahan-lahan menggerakkan Angin surga yang dijanjikan dalam “gerbong raksasa” sekitar 2,7 juta Siswa SD Filial Ranjok UU Guru dan Dosen itu memang masih guru. Sayangnya, ketika para guru menunggu pembuktian. Apakah benar- sudah bersemangat merespon beleid SAIfUl AnAm benar berangkat dari kesadaran untuk tersebut, justru implementasinya dikemukakan jenderal kelahiran Pacitan memajukan kejayaan bangsa atau sekedar tersebut. Pasalnya, bagaimana mimpi itu hingga kini masih berjalan tertatih-tatih. sebuah janji manis politik. bisa terwujud jika anggaran pendidikan Tampak ada sebagian kalangan yang tidak sulit sekali beranjak dari kisaran 10%, meski rela melihat status guru “naik kelas”. Hingga memasuki 1,5 tahun setelah UU UU Sistem Pendidikan Nasional dengan SAIfUl AnAm jelas menyatakan minimal 20%. Bagaimana Guru disahkan, praktis upaya peningkatan Visi Indonesia 200 bisa tercapai jika mutu guru baru sebatas menapaki program- implementasi UU Guru dan Dosen yang program pinggiran, misalnya bantuan menjadi lomomotif perubahan bagi mutu block grant bagi Penelitian pendidikan masih sangat alot untuk Tindakan Kelas dan Forum Ilmiah Guru, diimplementasikan. pemberdayaan Kelompok Kerja Guru(KKG)/ Reformasi Fundamental Musyawarah Guru Mata Pelajaran Lantas, bagaimana kita beranjak dari (MGMP), perbaikan sistem belenggu carut marut dan kompleksitas pelatihan, pemberian pendidikan yang begitu berat? Lagi-lagi, penghargaan bagi kuncinya terletak pada mutu guru plus guru berprestasi dan tenaga kependidikan lainnya (kepala berdedikasi, revitalisasi sekolah, pengawas sekolah, pustakawan, L e m b a g a Pe n j a m i n a n dan lain-lain). “Ini juga diperkuat oleh hasil Mutu Pendidikan kajian Bank Dunia,” kata Surya Darma, MPA, (LPMP) dan Pusat Ph.D, Direktur Tenaga Kependidikan, Ditjen Pengembangan dan Penataran Guru (PPPG), PMPTK Depdiknas. H a s i l k a j i a n B a n k D u n i a y a n g dan lain-lain. Sementara d i p u b l i k a s i k a n t a h u n 2 0 0 5 l a l u program utama, yaitu menegaskan bahwa faktor paling sertifikasi, rencananya menentukan keunggulan suatu negara baru akan dilaksanakan adalah kemampuan dalam berinovasi, t a h u n i n i s e t e l a h yang kontribusinya mencapai 45%. tahun lalu tertunda. Selanjutnya baru networking (25%), Diperkirakan tahun kemampuan teknologi (20%), dan terakhir ini sek itar 200.000 Siswa SMP di Jakarta 15 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan ARIEn LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-615 15 5/17/2007 6:25:56 AM
  18. Bahasan Utama dengan tujuan mengembangkan Sistem Pembinaan Profesional (SPP) guru. Awalnya, pelatihan guru melalui proyek PKG dilakukan di ibukota-ibukota provinsi. Pemberi materinya disebut dengan istilah instruktur provinsi. Kemudian, pelatihan mulai dikembangkan ke kabupaten- kabupaten. Di tingkat ini, materi pelatihan diberikan oleh para guru inti (senior). Pengembangan sanggar PKG hingga ke daerah-daerah dilakukan karena banyak guru di pelosok daerah yang kualitasnya dianggap masih rendah dan perlu pembinaan profesi. Tahun 1979, sanggar PKG mulai melakukan pembinaan kepada guru bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kegiatan MGMP di Probolinggo Kemudian tahun 1982, PKG Matematika DoK.DEpDIKnAS juga digelar. Empat tahun berikutnya, PKG MEMOLES MUTU GURU melaksanakan pembinaannya untuk guru bidang studi Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1990, DEMI MUTU LULUSAN PKG membina guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Geografi. Pada 1994 jumlah total sanggar PKG mencapai 290, tersebar di berbagai Pemerintah memberdayakan kembali lembaga Kelompok Kerja kabupaten di seluruh provinsi. Kegiatannya berjalan lancar karena banyak bantuan Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Mutu guru harus mengucur ke lembaga ini. Misalnya dari dikatrol supaya bisa mencetak sumber daya manusia yang United Nations Educational, Scientific and kompetitif. Cultural Organization (Unesco) dan United Nations Development Program (UNDP). “G Bank Dunia pun turun tangan meminjamkan Satu dari upaya-upaya yang dilakukan uru kencing berdiri, murid dananya untuk membiayai pembinaan adalah melalui pemberdayaan lembaga- kencing berlari.” Ungkapan itu profesi guru, untuk waktu 10 tahun (1984- lembaga peningkatan mutu guru, yakni kini sudah jarang terdengar 1994). Jumlah total dana pinjaman dari Bank Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah lagi, seiring memudarnya minat para Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Kami sedang penulis menyitir peribahasa-peribahasa Dunia mencapai US$ 8.241 atau senilai menyosialisasikan program peningkatan lama. Bahkan kalimat itu sekarang mungkin Rp 145.671.000 (berdasarkan kurs dolar mutu guru melalui pemberdayaan KKG terkesan jorok. Namun maknanya masih Amerika tahun 1989). dan MGMP,” kata Fasli Jalal, PhD, Direktur tetap relevan untuk mengingatkan, Upaya pembinaan yang dilakukan Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan alangkah pentingnya kualitas guru dalam sanggar-sanggar PKG akhirnya menyentuh Tenaga Kependidikan (PMPTK), Departemen membentuk kepribadian murid seperti guru-guru di tingkat sekolah dasar (SD). Pendidikan Nasional (Depdiknas). yang diamanatkan pendidikan. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Guru yang baik saja belum tentu Menengah Departemen Pendidikan dan menghasilkan murid yang baik. Apalagi Kebudayaan membuat surat keputusan Berawal dari Sanggar guru yang buruk. Seperti makna yang pada 7 April 199, yang menetapkan tersirat dari peribahasa tadi: jika guru Kelompok Kerja Guru (KKG) berawal Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan melakukan suatu kejelekan, murid biasanya dari lembaga bernama Pemantapan Kerja Profesional Guru. Berdasarkan keputusan akan melakukannya lebih jelek lagi. Guru (PKG) yang populer pada tahun itu, pembinaan guru SD dilakukan melalui Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan 1980-an. Lembaga ini dibentuk oleh pembentukan gugus sekolah di tiap sangat ditentukan oleh kualitas guru. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kecamatan. Karena itu, pemerintah senantiasa terus (sekarang Depdiknas) tahun 1979, khusus Tiap gugus sekolah beranggotakan menerus berupaya meningkatkan kualitas diperuntukan bagi guru SMP dan SMA. sejumlah SD, plus organisasi Kelompok guru, agar tujuan pendidikan nasional, PKG dirancang oleh Direktur Pendidikan Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala membentuk manusia-manusia pintar yang Menengah Umum (Dikmenum) kala itu, Sekolah (KKKS), Kelompok Kerja Pengawas berkepribadian bisa tercapai. Prof. Dr. Benny Suprapto Brotosiswoyo, Sekolah (KKPS), Pusat Kegiatan Guru (PKG), 16 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-616 16 5/17/2007 6:25:59 AM
  19. melakuk an reformasi Daerah (PBD) dan Anggaran Pendapatan Guru Pemandu, dan Tutor. dalam pembelajaran dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, pada Dalam perkembangannya, kegiatan (class reform). Konsep kurun 1980-1999, kinerja MGMP sempat proyek PKG mulai surut, seiring makin ini menekankan dianggap kurang bagus karena kurang berkurangnya bantuan dana. Namun, perubahan orientasi intensif lagi menjalankan perannya sebagai kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) pembelajaran dari pengatrol mutu guru. Malah sering dituduh masih tetap berjalan atas kesadaran teaching ke learning. Jika membuat laporan bohong hanya untuk para guru sendiri untuk meningkatkan dulu, guru merasa paling pintar di menyenangkan para pejabat di tingkat kemampuannya. Dalam pelaksanaannya, kelas dan sebagian dari mereka akan kabupaten/kota, provinsi, dan tingkat KKG dibagi-bagi menjadi kelompok- merasa hebat dan senang bila anak pusat. Kendala utama lesunya kegiatan kelompok kecil, yaitu kelompok guru- didiknya mengalami kesulitan dalam MGMP adalah masalah klasik, biaya. Dana guru kelas, dan kelompok guru-guru memahami materi, maka paradigma itu untuk membiayai operasional lembaga ini mata pelajaran. Pembinaannya dilakukan harus direformasi. terus berkurang. langsung oleh kepala sekolah, pengawas Sekarang, guru harus banyak berperan MGMP yang “mati enggan, hidup tak sekolah, guru pemandu mata pelajaran, sebagai pengarah.“Inisiatif dan kreatifitasnya hendak” itu kemudian direvitalisasikan dan tutor. dalam menyampaikan materi pelajaran di kelas dituntut harus Forum Profesional lebih memperhatikan kebutuhan anak didik,”kata Fasli Jalal, Direktur Musyawarah Guru Mata Jenderal PMPTK, Depdiknas. pelajaran (MGMP) dibentuk Kegiatan KKG dan MGMP sekitar setahun setelah PKG kini sudah mulai berdenyut lagi. lahir. Misinya sama, ingin Direktorat Pembinaan Pendidikan meningkatkan mutu guru. Kala dan Latihan (Diklat) Depdiknas itu, di sejumlah kota telah berdiri kembali akan mengucurkan perhimpunan-perhimpunan block grant bagi KKG dan profesi guru. Misalnya, ada Ikatan MGMP di seluruh kecamatan Pengajar Sains dan Matematika dan kabupaten/kota, di seluruh (IPSM) di Jakarta, dan Kelompok Indonesia. Bantuan dana juga Kerja Pendidikan Biologi di akan dibantu oleh Pemerintah Semarang (KKPBS). Belanda dan pinjaman dari Bank MGMP lebih merupakan Dunia, seluruhnya senilai US$ sebuah forum atau wadah 200 juta. kegiatan profesional guru-guru Selain dengan mata pelajaran sejenis di tingkat memberdayakan kembali kebupaten/kota. Anggota KKG dan MGMP, dalam upaya MGMP adalah semua guru mata meningkatkan kualitas guru, pelajaran sejenis baik di sekolah pada tahun 2008 mendatang, negeri maupun swasta untuk Depdiknas akan meluncurkan jenjang SMP dan SMA. Melalui program Better Education wadah MGMP, para guru dapat HASAn HAmKA trough Reformed Management berkomunikasi, berkonsultasi, and Universal Teacher Upgrading yang pada tahun 2000 ketika Direktur Dikmenum serta saling bertukar informasi serta disingkat BERMUTU. Program ini dijalankan Depdiknas dijabat oleh Prof. Dr. Zamroni. pengalaman. oleh Direktorat Jenderal PMPTK. Pada tahun 2006, Depdik nas D e n g a n b e r h i m p u n d i M G M P, Berbagai upaya itu tujuannya tetap satu; mengucurkan dana block grant bagi 6 setidak nya diharapk an, para guru diharapkan dapat makin meningkatkan MGMP untuk setiap kabupaten/kota di dapat mengembangkan wawasan dan kualitas guru demi keberhasilan Indonesia. Tercatat, ada 2.646 MGMP yang kemampuannya untuk keberhasilan pembangunan pendidikan. Guru adalah telah menerima manfaat block grant ini. belajar mengajar di kelas. Dengan makin garda terdepan dalam mencetak generasi MGMP diberdayakan kembali sebagai luasnya wawasan guru, kualitas pendidikan wadah para guru menambah wawasan pun akan meningkat. Namun dalam penerus bangsa yang berkualitas. Karena metode pembelajaran. Sejak itu kegiatan perkembangannya, MGMP mulai kurang itu, guru harus makin profesional, supaya MGMP kembali bergairah, namun lebih menarik minat guru. Hanya sedikit saja guru bisa mencetak lulusan sekolah yang terfokus pada pembinaan guru-guru SMA. yang melirik wadah ini sebagai penunjang mampu bersaing dengan bangsa lain di Perubahan-perubahan paradigma mulai peningkatan mutu profesinya. tengah persaingan global ini. dilakukan. Dana operasional MGMP diperoleh Untuk merevitalisasi MGMP, guru dituntut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja ES cASTRA DAn AYU n. AnDInI 17 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-617 17 5/17/2007 6:26:03 AM
  20. Bahasan Utama REINKARNASI MENUJU Artinya, roh LPMP ”penjamin” ya sama saja dengan lembaga penatar belaka yang berkedudukan di ibukota provinsi. PENJAMINAN MUTU Namun sejak berubah menjadi LPMP yang benar-benar menekankan fungsi ”penjaminan”, tugas dan fungsinya jadi lebih berat dan meluas. LPMP tetap Mutu pendidikan dulunya ditopang lembaga kursus singkat. berkedudukan di ibukota provinsi, Reinkarnasi menjadi lembaga yang melakukan penjaminan mutu yang totalnya baru ada 0 LPMP, dari  pendidikan nasional. Beguru kepada OFSTED di Inggris Raya. provinsi. Segala hal menyangkut kualitas pendidikan di daerah menjadi tanggung SAIfUl AnAm jawab LPMP. Bukan cuma masukan saja, LPMP Yogyakarta seperti kurikulum, silabus pendidikan, atau model pembelajaran, yang menjadi urusan LPMP. Namun juga hasil yang dicapai guru, kepala sekolah, sekolah dan menjadi perhatian serius LPMP. Bermula dari Kursus Cikal bakal dari P4TK dan LPMP bermula dari kursus-kursus singkat yang diselenggarakan pemerintah. Keberadaan kursus-kursus untuk menjawab kebutuhan akan tenaga pendidik yang mendesak di era pascakemerdekaan. Di awal-awal kemerdekaan, jumlah guru sangat kurang. Sekolah pun masih sangat minim jika dibandingkan jumlah anak usia sekolah. Otomatis tingkat S Awal tahun ini saja, Pranata telah menata pendidikan di banyak daerah umumnya ETIDAKNYA ada tiga pilar utama dan mengembangkan sejumlah lembaga masih sangat rendah. Tingkat pendidikan peningkatkan mutu pendidikan diklat menjadi lebih luas dan tegas tugas para guru pun tak sedikit sedikit yang nasional. Yakni pengembangan dan fungsinya. hanya lulusan sekolah rakyat (SR) atau standar pendidikan, penilaian (akreditasi), Yakni, lembaga Pusat Pengembangan setingkat sekolah dasar (SD). Namun, dan penjaminan mutu (quality assurance). dan Penataran Guru (PPPG) yang bersalin kebutuhan guru dama jumlah banyak Pilat ketiga, mengenai penjaminan mutu, nama menjadi Pusat Pengembangan sudah sangat mendesak. menjadi tanggung jawab balai penataran dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kurun 1945-1950, dunia pendidikan pendidikan, yang kini bersalin nama Kependidikan (P4TK). PPPG sendiri nasional sama compang-campingnya menjadi Lembaga Penjaminan Mutu sebernarnya telah menjadi lembaga dengan keadaan negeri ini. Kala itu Pendidikan (LPMP). yang selangkah lebih maju dibanding pemerintahan lebih fakous pada upaya Sampai sejauh mana balai-balai cikal bakal lembaga ini saat berdiri. PPPG memper tahank an kedaulatan dari penataran, yang kemudian beralih fungsi dulunya adalah Balai Penataran Guru (BPG) rongrongan pemerintah Belanda yang menjadi wahana pengembangan dan Nasional. Sesuai namanya BPG hanyalah berupaya menguasai kembali RI. pemberdayaan itu mampu mengembang lembaga untuk menatar guru. Fungsi Toh, di tengah keterbatasan kursus- tugas dan fungsinya? “Inilah yang terus mengembangkan dan memberdayaan kursus pembekalan guru jalan terus. Di digenjot oleh kami selama ini,” kata kemampuan para guru, kurang optimal antaranya ada Kursus Pengantar Kepada Sumarna Surapranata, Ph.D, Direktur dijalankan. Persiapan Kewajiban Belajar (KPKPKB), Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan, Sedangkan Lembaga Penjaminan Kursus Guru B (KGB), Kursus Guru A (KGA), Depar temen Pendidik an Nasional Mutu Pendidikan (LPMP), awalnya adalah dan Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan (Depdiknas). Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan. Tingkatan Pertama (PGSLTP). Untuk Yang disebut Pranata, panggilan akrab Singkatan nama boleh sama. Namun KPKPKB, model kursus yang digunakan Sumarna Surapranata, bukan sekadar makna penjamin dan penjaminan jauh seperti ”pendidikan kedinasan” dengan pernyataan formal pejabat. Fakta di berbeda. Apalagi, LPMP ”penjamin” tadinya sistem asrama yang dibuka setiap lapangan, memang nampak jelas, adalah Balai Penataran Guru daerah kabupaten. bagaiamna upaya keras jajaran Direktorat yang tersebar di hampir semua provinsi. Di era Orde Baru, di saat pemerintah Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan. 18 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-618 18 5/17/2007 6:26:06 AM
  21. bawah lingkungan Direktorat Jenderal membangun secara besar-besaran sekolah Tahun 200 tentang Sistem Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga dasar, Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Pendidikan Nasional, Kependidikan. Kebudayaan melembagakan aneka kursus UU Nomor 14 Tahun itu menjadi Balai Pendidikan Guru (BPG), 2005 tentang Guru pada 2 April 1977. Tugas dan fungsi BPG dan Dosen, PP Nomor Sarat Dasar Teori 19 tentang Standar ini menyelenggarakan kursus tertulis bagi Nasional Pendidikan, ser ta guru berijasah rendah dan meningkatkan Perubahan nama dan perluasan cakupan PP Guru yang akan terbit. kompetensinya. Perubahan ini juga dilatari kerja sebuah lembaga tentu memiliki oleh pendidikan nasional yang semakin landasan historis, hukum, dan teoritis. PPPG terencana dan terlembaga. Tertulis di Bandung misalnya. Dulunya Mencapai Standar Jaminan BPG pusat cakupan kerjanya meliputi, lembaga itu bernama Science Teaching penyusunan rencana dan program Center, yang berdiri pada 1950-an. Lembaga Meski usia lembaga penjamin mutu, penataran guru dan tenaga teknis ini menyusun modul pembelajaran. jika dari akar berdirinya, seumur negeri ini, lainnya, penyelenggaraan pengaturan, Begitu juga dengan PPPG lain. toh fungsinya belum benar-benar menjadi pengurusan, pengendalian dan penjamin mutu (quality assurance). “Saat Lembaga-lembaga itu: PPPG Pertanian di pelaksanaan penataran teknis-edukatif Cianjur, PPPG Teknologi di Medan, PPPG ini mereka masih belum menjalankan bagi guru dan tenaga tek nis lain, Matematika di Jogjakarta, PPPG Bahasa fungsi QA. Mereka masih sibuk dengan penyelanggaraan penelitian dan penilaian di Jakarta, PPPG IPA di Bandung, PPPG pelatihan-pelatihan,” ujar Pranata. penataran, penyelenggaraan pembinaan Teknologi di Bandung, PPPG IPS dan PMP Lepasnya fungsi QA, kata Pranata, dengan jalan memberikan petunjuk dan di Malang, PPPG Keguruan di Jakarta, PPPG terhambat banyak faktor. Di antaranya, pedoman pelaksanaan penataran, dan Teknologi di Malang, PPPG Kejuruan di minimnya dana penataran para guru. membuat laporan serta memberikan saran Jakarta, dan PPPG Kesenian di Jogjakarta, Jalur bantuan dana ke LPMP masa lalu dan pertimbangan kepada Mendikbud yang memiliki akar sejarah pendirian kuat. juga ribet: melalui dinas pendidikan. melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Sebagai landasan teori, Pranata Teriska Rahardjo, MEd, Kepala LPMP Jawa Menengah (Dikdasmen) tentang hal yang menuturkan, untuk PPPG yang tadinya Barat mengungkapkan, waktu masih berkaitan dengan tugasnya. d a l a m m e m b a h a s s e s u at u h a nya berstatus BPG Jawa Barat, anggaran berdasarkan asumsi- setahun untuk kegiatan penataran di BPG hanya PPPG Kesenian Yogyakarta Rp 80 juta-Rp 100 juta. “Uang sejumlah itu untuk apa. Maksimal hanya untuk kegiatan penataran dua kali,” kata Teriska. Jajaran Ditjen PMPTK berharap, perubahan nama dan refungsionalisasi ian Cianjur PPPG Pertan K mURnITA DIAn peran lembaga ini SAIfUl AnAm bisa menjawab persoalan pendidikan. Sebagai bukti awal, lembaga yang dulunya Sementara BPG daerah bertugas asumsi. Tapi pembahasan hanya berbentuk kursus ala kadarnya kini m e ny u s u n p r o g r a m p e l a k s a n a a n di P4TK harus berdasarkan data lapangan. mendapatkan kucuran dana cukup besar. penataran, menggelar penataran pada Sedangkan LPMP perubahannya bukan BPG Pekanbaru misalnya, mendapat seluruh bidang studi, melakukan penilaian sekadar akhiran ’an’ saja. “Kalau ’penjamin’ Kalau anggaran Rp 1,5 miliar. BPG lainnya ada penataran, dan menjalankan urusan tata saja, LPMP menjadi pemberi garansi. yang menerima dana bantuan Rp 5,5 usaha dan tata rumah tangga. Singkatnya, Artinya, kalau ada sekolah rusak, guru miliar (BPG Bandung) dan Rp 6,5 miliar BPG pusat berorientasi pada mata pelajaran jelek, maka LPMP yang mengganti. Padahal (BPG Surabaya). tertentu seperti Matematika, IPA, dan mestinya tidak begitu. ”Peran LPMP menjadi LPMP diharapkan menjadi the Office for Bahasa. Sementara BPG daerah mencakup jauh lebih luas dan sangat strategis,” kata Standards Education (OFSTED), lembaga semua mata pelajaran di sekolah. Pranata. penjaminan mutu pendidikan di Inggris Kini, BPG Pusat menjelama menjadi Sebagai landasan hukum pergantian Raya. (Lihat: Visi Ambisius Lembaga Bayi). menjadi P4TK. Sedangkan BPG daerah perubahan ini diatur dalam Peraturan Menteri OFSTED menjadi kiblat sekira 140-an menjadi LPMP. Secara struktur, lembaga Pendidikan Nasional (Permendiknas) negara. ini juga beralih haluan. Jika dulunya-- Nomor 7 Tahun 2007, 1 Februari lalu. keduanya di bawah lingkungan Dirjen Selain itu, kata Pranata, landasan perubahan Dikdasmen, sekarang ini berada di menyesuaikan dengan UU Nomor 20 RoBI SUgARA & SAIfUl AnAm 19 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-619 19 5/17/2007 6:26:11 AM
  22. Kolom KI HADJAR DEWANTARA DAN TAMAN SISWA oleh : prof. Dr. Ki Supriyoko, m.pd pamong Taman Siswa dan murid Ki Hadjar Dewantara. S etiap memperingati Hardiknas nama Ki Hadjar Dewantara baru sekaligus mengobarkan api semangat bangsanya; dengan selalu melekat di dalamnya. Memang demikianlah keadaannya! semangat yang berapi-api beliau berusaha mengemukakan wawasan, Kiranya memang tidak ada yang tidak sependapat bahwa pendapat dan argumentasinya di berbagai media massa. pengukuhan tanggal 2 Mei oleh Pemerintah RI sebagai Hari Tulisan-tulisan Ki Hadjar di berbagai media massa yang bernada Pendidikan Nasional memang dimaksudkan supaya senantiasa anti kolonial itulah yang ikut “mengangkat” nama beliau; sehingga dapat ”menghormati” jasa-jasa Ki Hadjar yang berhasil menanamkan muncul pendapat yang mengatakan berangkat dari pena emasnya konsep-konsep pendidikan bagi kemajuan bangsa. maka semangat perjuangan beliau menjadi makin menyala. Demikian Sebagaimana diketahui pemerintah melalui Surat Keputusan pula semangat perjuangan beliau menjadi main menyala. Demikian pula semangat perjuangan pembacanya pun ikut menyala pula. Presiden RI Nomor 16/1959 tertanggal 16 Desember 1959 Sebenarnyalah bahwa Ki Hadjar itu adalah seorang tangguh; karena menetapkan tanggal atau hari lahir Ki Hajar Dewantara, 2 Mei, materi tulisannya bersifat ”tegar” serta mampu membangkitkan sebagai Hari Pendidikan Nasional sebagaimana yang selalu kita semangat anti kolonial, di samping tulisan-tulisan beliau sekaligus peringati pada setiap tahunnya itu. berisikan konsep pendidikan yang bercirikan wawasan nasional. Sejak Siapa pun mengenal, Ki Hadjar Dewantara adalah Tokoh muda beliau memang sangat akrab dengan dunia tulis-menulis; hal Pendidikan Nasional Indonesia. Persahabatannya dengan beberapa ini terbukti dengan banyaknya tulisannya yang dimunculkan melalui Tokoh Pendidikan dari manca negara –di antaranya Rabrindanath berbagai surat kabar tempo dulu : antara lain adalah Sedya Tama, Tagore (India), J.J. van Rijckevorsel (Netherland), Maria Montessori Midden Java, Kaoem Moeda, Oetoesan Hindia, Tjahaja Timoer, De (Netherland), dsb-- untuk saling tukar pandangan menyebabkan Expres, dan sebagainya. nama tokoh ini sangat dikenal. Ki Hadjar mengembangkan Kisah ”petualangan”Ki Hadjar bersama dengan beberapa kawannya Konsep Trikon yang amat terkenal, yang unsurnya terdiri dari yang sangat berkesan juga dimulai dari dunia tulis-menulis tersebut. kontinuitas, konvergensitas, dan konsentrisitas. Adapun inti konsep kebudayaan ini adalah menerima budaya manca secara selektif Pada tahun 191 pemerintah Belanda merencanakan akan melakukan tanpa meninggalkan budaya bangsa sendiri. Itulah sebabnya tanpa perayaan 100 tahun hari kemerdekaannya dari tangan Perancis. segan Ki Hadjar mau menerima kultur manca atau kebudayaan luar Rencana perayaan hari kemerdekaan, sekarang HUT kemerdekaan, sepanjang tidak bertentangan dengan akar budaya kita. tersebut yang di Indonesia akan dilaksanakan secara besar-besaran Pada sisi lainnya konsep pendidikan Ki Hadjar pun ternyata dengan penuh hura-hura tanggal 15 November 191. cukup berpengaruh di mancanegara; setidak-tidaknya di India Dari tinjauan kemanusiaan rencana tersebut tentu kurang masuk waktu itu. Sistem paguron Ki Hadjar dikembangkan di mana-mana akal, bahkan ”gila”. Bagaimana tidak, mereka akan merayakan meski sebagian konsepnya diadaptasi dari model pesantren yang kemerdekaan di tanah jajahan; atau dengan ungkapan lain lebih tua usianya. Bahkan sampai kini sistem paguron masih relevan merayakan kemerdekaan sambil menjajah bangsa lain. Ibarat dikembangkan di Indonesia. seorang yang berpesta-pora karena lepas dari terkaman macan, Atas jasa-jasanya itu di atas maka sangatlah wajar bila selanjutnya tetapi kakinya sambil menginjak-injak kucing. pemerintah ”menobatkan” Ki Hadjar sebagai Tokoh Pendidikan Rencana ”gila” tersebut langsung dikritik dengan pedasnya oleh Nasional; bahkan (mantan) Presiden RI Soekarno sewaktu masih Ki Hadjar melalui dua buah tulisan yang sangat terkenal itu: ”Als ik aktif memimpin negeri ini pernah mengakui ketokohan Ki Hadjar eens Nederlander was” (Andaikan Aku Seorang Belanda) dan ”Een dengan tiga sebutan sekaligus; ialah sebagai Tokoh Nasional, Tokoh voor Allen, maar Ook Allen voor Een” (Satu untuk Semua, tetapi Juga Kemerdekaan dan tokoh Pendidikan Nasional. Semua untuk Satu). Tulisan ini sangatlah populer pada jamannya dan betul-betul dapat membangkitkan gairah perjuangan bangsa Indonesia. Penulis Tangguh Lalu dua temannya membuat tulisan senada. Tjipto Mangoenkoesoemo dengan ”Kracht of Vrees?” (Kekuatan atau Sebutan penghargaan yang diberikan seorang presiden kepada Ketakutan ?), sedang Douwes Dekker “Onze Helden : Tjipto en Ki Hadjar tentunya tidak keliru; akan tetapi mengapa Ki Hadjar bisa Soewardi” (Pahlawan-pahlawan Kita: Tjipto dan Soewardi). meraih berbagai predikat tersebut sekaligus? Salah satu jawabannya adalah karena Ki Hadjar gemar menulis untuk memberikan wawasan Pemerintah penjajah tidak tahan menerima kritik itu, akhirnya tiga 20 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-620 20 5/17/2007 6:26:13 AM
  23. Kolom Setiap tanggal 2 Mei bangsa Indonesia senantiasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan segala kekhidmadannya; suatu moment tradisi nasional untuk mengingatkan kita terhadap perjuangan pendidikan yang dilakukan oleh para pendahulu. Konsep-konsep pendidikan Ki Hadjar akhirnya banyak yang serangkai langsung ditangkap dan diinternir ke Belanda (setelah diadaptasi dan dioperasionalisasi oleh pemerintah kita sampai sebelumnya menurut rencana ketiganya akan diasingkan secara kini. Dengan demikian sangatlah wajar apabila dalam setiap berpencaran; Ki Hadjar ke Pulau Bangka, Tjipto Mangoenkoesoemo memperingati Hardiknas kita selalu mengenang kejuangannya !!! ke Banda Neira, dan Douwes ke Timor Kupang). Awal September 191 ketiganya segera menuju Negeri Belanda tempat “pembuangannya” menggunakan kapal laut, dan dari atas kapal Ki Hadjar sempat menulis surat kepada teman-temannya di tanah air untuk mengupayakan supaya rencana perayaan kemerdekaan Belanda dapat dibatalkan, karena perayaan semacam ini sangat menghina martabat bangsa Indonesia. Mendirikan Taman Siswa Bukanlah Ki Hadjar kalau dia suka menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Harapan kaum penjajah dengan ”dibuangnya” beliau dan kawan-kawannya ke Belanda agar supaya semangat nasionalismenya menjadi surut ternyata sia-sia; bahkan yang terjadi justru sebaliknya. Pengalaman enam tahun di Belanda oleh Ki Hadjar dipergunakan untuk memperdalam ilmu dan pengetahuannya, khususnya yang bersangkut-paut dengan masalah pendidikan dan kebudayaan, juga digunakan menyusun strategi untuk mencerdaskan dan mendewasakan bangsa Indonesia. Sekembalinya dari Belanda, tahun 1919, Beliau mulai menulis lagi dengan tujuan membangkitkan semangat perjuangan bangsanya, meski dipenjara merupakan risiko yang tidak dapat dielakkan. Pada tanggal  Juli 1922 Soewardi Soerjanigrat bersama Soetatmo Soerjokoesoemo, Pronowidigdo, Soejopoetro, dkk, berhasil memproklamasi berdirinya ”National Onderwijs Instituut Tamansiswa” atau ”Perguruan Nasional Tamansiswa” di Yogyakarta. Berdirinya perguruan ini dibangun atas keyakinan bahwa DoK. perjuangan bangsa Indonesia tidak mungkin hanya dilewati pEnA melalui jalur fisik serta politik semata, akan tetapi jalur pendidikan pun harus ditempuhnya pula. Dengan berdirinya Perguruan Tamansiswa tersebut di atas resmilah Soewardi Soejanigrat, yang pada tanggal  Februari 1928 menggunakan ”asma” baru Ki Hadjar Dewantara, menjadi seorang pejuang serta pendidik sejati yang konsep- konsepnya mulai dapat direalisasikan lebih nyata lagi melalui sekolah-sekolah yang dirintis bersama Ki Hadjar Dewantara teman-teman sejawatnya. 21 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-621 21 5/17/2007 6:26:17 AM
  24. Wajib Biasa RubrikBelajar MAUNYA SIH TUNTAS secara konstitusional program wajib belajar mendapat payung hukum sangat kuat. Salah satu tujuan nasional sebagaimana BERKUALITAS, TAPI … tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah “…mencerdaskan kehidupan bangsa”. Selanjutnya dalam Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945 dinyatakan bahwa “…Setiap warga negara berhak mendapat pengajaran”. Program Wajib Belajar pendidikan dasar menorehkan prestasi Pada era 1945-1950, pemerintah membangun sistem persekolahan yang mengagumkan. Dalam waktu relatif singkat Wajib Belajar Enam terdiri dari jenjang pendidikan rendah, Tahun berhasil dicapai. Tapi soal kualitas, tunggu dulu. pendidikan guru, pendidikan umum, pendidikan kejuruan, dan pendidikan tinggi. B Terkait wajib belajar, keberadaan pendidikan olehlah publik mencaci maki 95%, sesungguhnya telah melalui jalan rendah (Sekolah Rakyat/SR) memegang mantan Presiden Soeharto lantaran panjang dan berliku. Jika kita tengok ke peranan penting. M ak a, jumlahnya dianggap telah mewariskan segudang belakang, upaya memberikan kesempatan diperbanyak. Lama pendidikan yang semula persoalan sangat pelik. Tetapi, sejujurnya, kepada setiap warga negara untuk tiga tahun diubah menjadi enam tahun pensiunan jenderal TNI bintang lima itu memperoleh pendidikan sejatinya sudah (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, diakui mempunyai andil besar dalam dilakukan sejak awal kemerdekaan. Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan mendorong percepatan program wajib Menjelang peralihan kekuasaan dari Indonesia, 1996). belajar pendidikan dasar. Program ini penjajah Belanda ke Jepang, atau tepatnya Dalam perkembangan selanjutnya, boleh dibilang merupakan reformasi paling pada tahun 1940, jumlah sekolah dasar lahir UU No 4/1950 tentang Dasar-dasar fundamental dalam dunia pendidikan di (SD) kita baru tercatat 21.256 sekolah. Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah Indonesia hingga kini. Sedangkan jumlah siswa dan guru SD saat itu untuk seluruh Indonesia. Bab X1 Pasal masing-masing adalah 2.49.000 anak dan 17 menegaskan bahwa: “Tiap-tiap warga 45.415 guru. Pada Sekolah Lanjutan Tingkat Periode 1945 - 1970 negara Republik Indonesia mempunyai hak Pertama (SLTP), jumlahya baru 156. Saat itu yang sama untuk diterima menjadi murid Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar baru tercatat masing-masing 17.700 murid suatu sekolah, jika memenuhi syarat-syarat 9 Tahun, yang ditargetkan tuntas pada dan 1.06 guru SLTP. yang ditetapkan untuk pendidikan dan tahun 2009 dengan indikator utama berupa Setelah kemerdekaan, pemerintah pengajaran pada sekolah itu”. pencapaian Angka Partisipasi Kasar (APK) berusaha keras menggenjot akses. Apalagi, Untuk memperluas dan HASAn HAmKA, DEpDIKnAS memeratkan akses pendidikan Anak-anak Papua yang sedang belajar bagi anak-anak usia SD, pemerintah melibatkan peran masyarakat dan lembaga-lembaga swasta. Saat itu dibentuk Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG). Sumbangan mereka dalam memperluas akses pendidikan benar-benar signifikan. Sampai akhir 1954, masyarakat melalui POMG telah menyumbangkan 6.878 gedung sekolah berser ta tanahnya kepada pemerintah. Begitu pula peran pendidikan swasta yang diprakarsai oleh Muhammadiyah, Ma’arif (Nahdlatul Ulama), Taman Siswa, yayasan-yayasan pendidikan Kristen/Katholik, dan lain-lain telah ikut memberikan andil besar dalam memperluas akses. Meski begitu, anak yang belum tertampung masih berjibun. Pada tahun 1951 terdapat 10.962.000 anak usia SD, tapi yang tertampung hanya 22 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-622 22 5/17/2007 6:26:19 AM
  25. Wajib Belajar Rubrik Biasa paparnya (Saiful Anam, Sekolah Dasar DoK. DEpDIKnAS Kunjungan Mendiknas Bambang Sudibyo ke SMP Negeri 2 Batam Pergulatan Mengejar Ketertinggalan, 2006). SD Inpres Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk menggenjot akses pendidikan SD sejak awal kemerdekaan hingga akhir 1960- an, namun jumlah anak usia SD yang belum bersekolah masih cukup banyak. Maklum, pada periode ini banyak terjadi gejolak politik, sehingga sektor pendidikan pun terganggu. Apalagi anggaran pendidikan juga cekak. Rezim Orde Baru kemudian menggulirkan kebijakan SD Inpres pada awal 1970-an. Dibangunlah puluhan ribu sekolah, yang ibangunlah dikenal SD Inpres. Pembangunan yang dimulai sejak 197 itu berlangsung hingga pertengahan 1980-an. Jumlah SD pun melonjak drastis. Pada tahun 197/1974, jumlahnya baru 65.910 sekolah. Tetapi pada tahun 1988/1989 melonjak menjadi 145.571 Setelah berlakunya otonomi daerah, 5.040.850. Pemerintah lantas mengeluarkan sekolah. Dengan kata lain, dalam dua dekade memang tidak ada lagi dualisme pengelolaan. Peraturan Pemerintah No 65/1951. Sesuai PP penambahannya mencapai 79.661 sekolah. Tetapi, kata Mudjito, ternyata tidak mudah ini, tanggung jawab pengelolaan pendidikan Bandingkan dengan penambahan mengintegrasikan dua lembaga yang SD ditanggung secara bersama-sama antara jumlah SD dari tahun 1940 yang saat itu warisan kultur dan urusannya berbeda. pemerintah pusat dan pemerintah daerah. tercatat 21.256 sekolah ke tahun 197 yang “Dualisme pengelolaan ini mewariskan akar Pemerintah pusat mengurusi software atau 65.910 sekolah, atau hanya 44.654 sekolah persoalan yang sangat kompleks hingga kini. teknis edukatif. Sementara urusan yang dalam waktu  tahun. Sejak akhir 1980- Kita tahu, orang-orang daerah yang dulu menyangkut hardware atau aspek fisik yang an, penambahan jumlah SD tidak banyak. ditugaskan di Dinas Pendidikan hampir tidak meliputi man, money, and material (tiga Hingga akhir 2006, jumlah mencapai sekitar pernah memikirkan soal teknis edukatif. M), berada di bawah kendali pemerintah 150.000 sekolah. Yang mereka pikir hanya urusan fisik, daerah. Pembangunan SD besar-besaran itu karena selama ini mereka hanya mengurus I n i l a h a w a l t e r j a d i ny a d u a l i s m e mendorong anak-anak usia SD yang masuk man, money, and material. Mereka tak pengelolaan SD. Menurut Prof. Dr. Tarwotjo, sekolah meningkat tajam. Pada tahun jarang melihat pendidikan sebagai ‘proyek’,” mantan Direktur Pendidik an Dasar, 197/1974, jumlah murid SD tercatat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, periode 1975 - 1981, alasan utama yang SAIfUl AnAm Siswa-siswi SD di Lombok Barat mendasari lahirnya peraturan tersebut adalah semangat berbagi (sharing) dalam memecahkan persoalan pendidikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan jumlah penduduk yang demikian banyak sementara sarana dan prasarana sekolah saat itu sangat terbatas, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah bersama- sama mengelola pendidikan tingkat SD. “Dualisme ini tidak pernah selesai- selesai, dan di sana-sini sering terjadi tumpang tindih. Mereka saling berebut kuasa dalam pengelolaan. Ini merupakan contoh otonomi setengah hati. Kedua lembaga itu baru diintegrasikan setelah berlakunya otonomi daerah,” timpal Drs. Mudjito Ak, M.Si, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional. 2 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-623 23 5/17/2007 6:26:24 AM
  26. Wajib Biasa RubrikBelajar kemudian dikenal dengan block grant. Mudjito Program tersebut juga terbukti mampu mempertahankan angka partisipasi kasar (APK) dan menurunkan angka putus sekolah, sehingga tidak sampai terjun bebas. Hingga berakhirnya JPS tahun 200, APK SMP/MTs mencapai 77,44%, meningkat dibanding APK pada 1998 yang sebesar 70,4%. Meski sudah diundur menjadi tahun 2008, dan JPS pendidikan sudah digulirkan, namun untuk mencapai target tuntas Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun bukanlah hal yang gampang. Setelah era JPS berakhir, dana bantuan pendidikan masih terus mengalir. Belakangan muncul skema pendanaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hamid Muhammad DAK pendidikan bergulir sejak tahun SAIfUl AnAm 200 khusus untuk SD, terutama Wajib Belajar 9 Tahun 1.069.456 anak. Dalam rentang 15 tahun untuk merehabilitasi sekolah-sekolah rusak. kemudian, atau pada tahun 1988/1989, Setelah sukses menuntaskan program Sedangkan BOS disalurkan bagi siswa melonjak menjadi 26.725.64 anak. Wajib Belajar Pendidikan Dasar Enam Tahun, SD/MI dan SMP/MTs, dengan hitungan per Proyek SD Inpres itu memang sangat kemudian dilanjutkan dengan Wajib Belajar siswa. BOS diluncurkan sejak tahun 2005 berperan dalam mendongkrak Angka Pendidikan Dasar 9 Tahun atau setara SMP yang besarnya Rp 5,16 triliun. Tahun 2006 Par tisipasi Kasar (APK ) SD sehingga yang dicanangkan pada tanggal 2 Mei meningkat menjadi Rp 10,27 triliun. mencapai 88,6% pada 1984. Pada saat 1994, bersamaan dengan peringatan Hari Belum lagi, pemerintah daerah melalui itulah pemerintah mencanangkan program Pendidikan Nasional. Saat itu pemerintah anggaran pendidikan daerahnya juga ikut nasional Wajib Belajar Enam Tahun. menargetkan tuntas dalam rentang satu menggenjot penuntasan wajib belajar dekade, atau tahun 2004. tersebut. Di sejumlah provinsi, seperti DKI Dalam waktu 9 tahun (199), target Namun, krisis ekonomi yang merangsek Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta tuntas Wajib Belajar Enam tahun sudah sejak akhir 1997, membuat target tersebut (DIY), target APK SMP sebesar 95% sudah tercapai. Pada akhir 1994 APK SD mencapai kemudian diundur menjadi tahun 2008. berhasil dilewati sehingga sudah tuntas. 110%, melampaui batas minimal APK Keputusan itu diambil dalam forum sidang Begitu pula sejumlah kabupaten/kota juga sebesar 95% yang merupakan indikator kabinet tahun 2000. Untuk mengatasi sudah bisa bertepuk dada. Namun sebagian ketuntasan wajib belajar. Atas keberhasilan dampak buruk krisis ekonomi terhadap besar provinsi dan kabupaten/kota lain tersebut, pemerintah Indonesia menerima target penuntasan wajib belajar, berbagai saat ini masih berjibaku melakukan sprint penghargaan Medali Avicena dari UNESCO. terobosan penting dilakukan. Misalnya, memasuki target deadline tersebut. Bahkan Badan PBB yang mengurusi bidang pada tahun 1998 digulirkan program sejumlah provinsi maupun kabupaten/kota, pendidikan itu menilai Indonesia berhasil Jaring Pengaman Sosial (JPS) pendidikan. dipastikan tak akan berhasil mencapai target mewujudkan pendidikan dasar universal Bentuknya berupa pemberian beasiswa alias di bawah rata-rata nasional. (universal primary education). kepada anak-anak miskin dalam jumlah Kalau dihitung sejak kemerdekaan RI besar dan pengucuran dana bantuan tahun 1945, tuntas Wajib Belajar Enam Tahun Hard Rock operasional (DBO) kepada ribuan SD/MI itu bisa dicapai hanya dalam waktu 48 tahun. dan SMP/MTs. Padahal negara-negara maju sekali pun, Hingga akhir 2006, APK SMP sudah Selama lima tahun digulirkan, program mencapai 88,68%. Artinya, tinggal 6,2% seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan JPS pendidikan yang menelan dana sekitar lagi untuk dapat mencapai 95% sebagai Jerman, yang baru menuntaskan program Rp 5 triliun itu berhasil mengucurkan indikator utama ketuntasan wajib belajar serupa dalam waktu 60 tahun hingga 100 beasiswa kepada sekitar 4,1 juta siswa SD/ pendidikan dasar. tahun. Tapi, wajib belajar di negara-negara MI dan SMP/MTs. Selain itu, kurang lebih maju itu dibarengi dengan mutu lulusan Tetapi Hamid Muhammad, Ph.D, Direktur yang memadai. Sedangkan di sekolah- Pembinaan SMP Depdiknas, mengingatkan 12.000 SD/MI dan SMP/MTs mendapat sekolah kita masih cukup banyak lulusan kucuran DBO. JPS pendidikan juga menjadi bahwa untuk merengkuh sisa 6,2% itu SD yang tidak bisa membaca, menulis, dan titik awal bergulirnya pola bantuan bukan hal yang gampang. Pasalnya, pada berhitung. pembiayaan langsung ke sekolah yang 5% terakhir merupakan tantangan yang 24 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-624 24 5/17/2007 6:26:29 AM
  27. Wajib Belajar Rubrik Biasa seperti itu,” kata Hamid. paling sulit diatasi. “Seperti hard rock yang penyelenggaraan pendidikan non formal Ia menambahkan, kesuksesan Wajar sulit dihancurkan,” katanya. setara pendidikan dasar melalui Paket A dan Dikdas 9 Tahun itu sebenarnya mencakup “Pengalaman di berbagai negara Paket B. Departemen Agama (Depag) juga tiga indikator, yaitu APK SMP/MTs 95%, menunjukkan bahwa untuk mencapai APK tak ketinggakan dengan mendongkrak akses angka disparitas antara APK perkotaan dan 90 % masih relatif mudah. Tetapi begitu maupun mutu madrasah dan pendidikan pedesaan (kabupaten) sekitar 16%, dan menginjak 5% berikutnya, tantangannya syalafiyah penyelenggara wajib belajar. hasil Ujian Nasional (UN) rata-rata 7,0. Angka sangat berat. Mereka merupakan kelompok- Bahkan, menurut Kepala Pusat Informasi disparitas pendidikan dasar saat ini masih kelompok masyarakat yang sulit dari banyak dan Humas Depdiknas, Bambang Wasito segi, baik ekonomi, budaya, geografis, Adi, SH, M.Sc, Depdiknas dan Depag telah cukup tinggi, sekitar 2%. “Karena itu yang dan lain-lain. Jadi ketika masuk 90%, kita sepakat berbagi tugas untuk mengejar target harus digenjot APK-nya adalah di daerah menghadapi kelompok yang susah-susah ketuntasan wajib belajar terhadap anak- kabupaten (pedesaan),” ujarnya. itu. Ibarat memanjat, sangat susah untuk Untuk menggenjot tuntas wajib belajar, anak usia 1.468.181 anak usia SMP (1-15 naik lagi,” ujar Hamid. pemerintah juga mengeluarkan Intruksi tahun) yang belum tertampung. Depdiknas Menurut Hamid, pada tahun 2005 dan Presiden No 5/2006 tentang Percepatan bertanggung jawab sebesar 78,71% yang 2006 pihaknya telah membangun sekitar Penuntasan Wajib Belajar dan Pemberantasan dilaksanakan melalui pendidikan SMP 75,10% 1000 gedung SMP baru. Tahun 2007 akan Buta Aksara. Atas dasar itu, Depdiknas (1.102.750 anak), pendidikan Sekolah Luar dibangun lagi 570 sekolah. “Selain itu, kemudian menggulirkan sejumlah program Biasa/SLB sebesar 0,07 % (1.028 anak), dan kita bangun SD-SMP Satu Atap terutama terobosan, antara lain Kuliah Kerja Nyata pendidikan Paket B sebesar ,54% (51.97 di daerah-daerah terpencil, terisolir, dan (KKN) Tematik yang melibatkan 18 perguruan anak). Sedangkan Depag bertanggung jawab pedalaman. Hingga kini sudah ada sekitar tinggi. KKN yang melibatkan tenaga sebesar 21,29% yang dilaksanakan melalui 2000-an SD-SMP Satu Atap. Tahun 2007 ini mahasiswa untuk mempercepat ketuntasan pendidikan MTs 18,76% (275.41 anak) dan akan kita bangun 1.200-an lagi,” ujarnya. wajib belajar ini ditujukan kepada daerah- pendidikan pada pondok pesantren sebesar Tak ketinggalan pula pembangunan daerah yang APK-nya masih rendah. 2,5% (7.145 anak). ribuan ruang kelas baru untuk menambah Selain itu, digulirkan pula program Sementara terkait dengan mutu, jika kapasitas daya tampung sekolah. Selama sosialisasi wajib belajar dengan cara hasil UN dipakai sebagai rujukan, maka ini cukup banyak keluhan sekolah menolak melibatkan para sarjana dan pemuda. keberhasilan program wajib ini patut diacungi atau tidak mau menerima murid lagi karena Program yang dimulai tahun 2007 ini jempol. Hasil UN tahun 2006 menunjukkan daya tampungnya terbatas. Selain untuk dikenal dengan nama Sarjana dan Pemuda bahwa rata-rata hasil UN SMP sudah mencapai menambah daya tampung, penambahan Penggerak Wajar Dikdas 9 Tahun (SP2WB), 7,05 atau di atas target. Hasil UN 2007 masih ruang kelas itu juga untuk mengurangi harus ditunggu pada Juni depan. yang melibatkan 12 sarjana dan pemuda. double shift. “Sampai sekarang masih cukup Tapi indikator UN itu kini banyak Mereka diterjunkan di 40 kabupaten yang banyak sekolah yang memberlakukan masuk dipertanyakan kesahihannya. Pasalnya, APK-nya di bawah 80%. pagi dan sore karena keterbatasan ruang dari laporan media terungkap bahwa di Di luar itu, masih ada upaya keras dari kelas. Ke depan tidak boleh lagi ada yang banyak tempat terjadi rekayasa secara Direktorat Kesetaraan yang menggeber sistematis yang dilakukan oleh oknum guru HASAn HAmKA, DEpDIKnAS maupun kepala sekolah untuk memudahkan anak-anak didiknya dalam mengerjakan soal-soal UN agar bisa lulus. Bisik-bisik pun terdengar nyaring bahwa praktik seperti itu ibarat gunung es. Jika fenomena seperti itu merebak secara nasional, maka publik akan mempertanyakan hasil UN tersebut. Dengan demikian, keberhasilan program wajib belajar patut dipertanyakan. Meski begitu, seandainya pada akhir 2008 target ketuntasan program wajib belajar tidak tercapai, sesungguhnya Depdiknas tak perlu bersedih hati. Pasalnya, amanat anggaran pendidikan sebesar 20 % sebagaimana dinyatakan dalam UU Sisdiknas hingga kini belum terlaksana. Mahkamah Konstitusi pun menyatakan dengan tegas hal itu menyalahi undang-undang. Tapi pemerintah sepertinya tutup telinga, tahu tapi pura-pura tidak tahu. Entah sampai kapan ... SAIfUl AnAm 25 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-625 25 5/17/2007 6:26:32 AM
  28. Buta Aksara STRATEGI JITU MENGHAPUS SI BUTA Tahun ini pemerintah menargetkan 2,2 juta penduduk melek huruf. Menipiskan separuh jumlah buta aksara nasional dari total 13 jutaan. Aspek geografis hingga sosiologis menjadi penghalang. Titik berat pada Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, NTT dan Papua. DoK. pEnA sehingga sulit belajar membaca. Lasinten, pedagang cilok yang buta aksara Pada acara Rembuk Nasional Pendidikan di Pusdiklat Sawangan, Depok, 8-11 April 2007, pemberantasan buta aksara mendapat perhatian khusus. Buta aksara dibahas tuntas bahas dalam komisi satu sub komisi dua. Komisi ini terdiri dari 126 peserta terdiri dari dirjen, staf ahli dan kepala dinas dari provinsi serta kabupaten/kota. Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandik a menyampaik an rancangan penuntasan buta aksara menjadi komitmen unit kerja kementerian lembaga di pusat bersama-sama dengan dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota. Pernyataan Dodi Nandika ini diamini Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah. Menurutnya, untuk menuntaskan buta aksara Tahun 2007 Depdiknas akan melakukan sharing pendanaan pusat dan daerah sebesar 50:50. Dia menyebutkan besar anggaran pusat sebanyak Rp.700 miliar untuk menuntaskan 1,2 juta penyandang buta aksara, sedangkan daerah sebanyak Rp. 550 miliar untuk menuntaskan 1,067 juta orang. ”Jadi kurang lebih anggarannya 1,2 triliun rupiah untuk satu tahun. Targetnya adalah minimal 2,2 juta orang, kalau ada tambahan dari komitmen daerah saya kira akan lebih tinggi lagi,” ujar doktor Ekonomi Pendidikan dari State University of New York, Albany, Amerika Serikat ini optimistis. Upaya memberantas buta aksara dilakukan sesuai Instruksi Presiden Nomor “S Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Lasinten hanya satu di antara 870 orang aya ini orang bodoh, tidak bisa Nasional Percepatan Penuntasan Wajib penyandang buta aksara di Malang, Jawa baca tulis, tidak pernah sekolah. Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Timur. Atau satu di antara hampir 4 jutaan Namun saya senang bisa melayani Pemberantasan Buta Aksara. Pemberantasan penduduk Jawa Timur yang buta huruf. anak-anak sekolah. Wong, hanya ini yang buta aksara tahun lalu cukup sukses. Dari Lasinten adalah potret masyarakat bisa saya lakukan, Mas,” kata nenek 50 tahun total warga buta huruf 15,4 juta pada 2000, kebanyakan penyandang buta aksara. Boleh ini lugu. kini tinggal 12,7 juta warga usia 15 tahun ke dibilang Lasinten adalah produk kegagalan Lasinten saban hari ada di SDN I Kota atas yang belum melek huruf. “Kelompok pendidikan di masa lalu. Mereka ini menjadi Lama Malang. Namun, di sekolah Lasinten Lasinten dkk” sendiri jumlahnya lebih dari target pengentasan penyandang buta huruf. tidak bersekolah. Lasinten hanyalah bakul 10 jutaan. Susahnya, penyandang buta aksara usia 45 cilok (aci dicolok). Cilok adalah jajanan dari Target pemerintah mengurangi angka tahun ke atas seperti Lasinten, ini banyak tepung kanji berbentuk bulatan seperti buta huruf itu menjadi separuhnya saja bakso, dimakan dengan saus kacang. yang bermasalah dengan penglihatan, 26 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-626 26 5/17/2007 6:26:37 AM
  29. Buta Aksara Tabel HDI Indonesia Versus Negara Lain pada 2009, atau sekira 7,7 juta. Artinya, untuk mencapai target pada sisa tenggat Tahun tak lebih dari dua tahun ke depan, mesti Negara 1995 2000 2002 2003 2004 2006 mengentaskan 5 juta warga dari belenggu buta huruf. “Tapi, lima juta sekarang beda Thailand 58 76 70 74 76 74 dengan sepuluh tahun lalu. Sebab jauh lebih Malaysia 59 61 59 58 59 61 sukar dan masuk kategori hard rock, terutama Philipina 100 77 77 85 8 84 di daerah Papua,” kata Ace Suryadi. Indonesia 104 109 110 112 111 108 Penyandang buta aksara yang masuk China 111 99 96 104 94 81 kategori hard rock itu adalah mereka yang Vietnam 120 108 109 109 112 109 sangat sulit diberantas. Menurut penjelasan Sumber: UNDP HDI Rank (1995, 2000, 2002, 200, 2004, dan 2006) Ace, mereka sulit dijangkau karena berada Tabel Pemberantasan Buta Aksara 2005-2006 dan Target 2007-2009 2006*) 2006**) 2007***) 2008***) 2009***) AKHIR 2009 No PROVINSI % % % 1 Jawa Timur ,594,22 12.9 ,504,72 12.58 46,961 44,4 624,811 1,999,167 7.18 2 Jawa Tengah 2,801,72 11.76 2,4,726 9.8 262,854 266,747 75,854 1,429,271 6  Jawa Barat 1,441,86 5.09 1,1,579 4.64 14,629 16,62 192,506 849,821  4 Sulawesi Selatan 765,954 14. 75,701 1.74 81,404 82,610 116,400 455,287 8.5 5 Nusa Tenggara Barat 615,82 21.22 582,007 20.05 76,284 77,414 109,079 19,20 11 INDONESIA 1,571,17 8.55 2.881.080 8,07 1,420,965 1,442,012 2,01,88 7,717,105 4.99 Keterangan: *) Keadaan awal tahun 2006 Hasil Susenas BPS tahun 2006 **) Perhitungan akhir tahun 2006 dengan asumsi tingkat keberhasilan 80 % ***) Dengan asumsi tingkat keberhasilan 80%, sasaran PBA untuk tahun 2007, 2008, dan 2009. disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi dengan Samar Institute of Language, lemba- Selatan, NTB, NTT, Papua, Banten dan ga internasional dengan misi kemanusiaan. Kalimantan Barat. Kami menitipkan muatan keaksaraan dalam Ace optimistis dengan berbagai strategi misi kemanusiaan. Mereka punya jaringan itu angka buta aksara semakin menipis. ke kampung-kampung, pesawatnya pun Pada 2006, dengan adanya gerakan banyak,” kata Ace. nasional pemberantasan buta aksara, ada Penanganan buta aksara di Papua juga 1,9 juta warga berhasil melek huruf. Padahal, dengan tujuan memberi pengaruh positif sebelumnya, pada 2005 dari 15,4 juta hanya terhadap Papua. Sebab, slama ini pemerintah berkurang 500.000-an menjadi 14,95 juta. dinilai kurang perhatian terhadap provinsi Pemerintah juga merangsang setiap desa, ujung timur Indonesia itu. Selain itu, kecamatan, hingga kabupaten/kota yang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pun berhasil dengan pemberian anugerah. Yakni akan digenjot di sana. “Kami akan lebih berupa sertifikat tuntas buta aksara dan menguatkan NKRI di Papua melalui program block grant untuk pembuatan taman bacaan pemberantasan buta aksara dan PAUD,” Ace Suryadi masyarakat. Sertifikat tuntas buta aksara di katanya. SAIfUl AnAm desa dan kecamatan ditandatangi Dirjen Tahun ini, Ace dan jajarannya menggulir- PLS. Sedangkan sertifikat tingkat kabupaten kan enam strategi jitu pemberantasan buta di daerah terpencil. Umpamanya di daerah dikeluarkan Menteri Pendidikan Nasional. aksara. Yakni, sistem daerah prioritas, sistem perbatasan, rimba pedalaman dan suku-suku Selain itu, mulai pertengahan tahun blok, sistem vertikal, sistem horisontal, Kuliah terasing, seperti Papua. “Kami betul-betul ini Ace juga mengeluarkan jurus baru: Kerja Nyata Tematik, dan standarisasi dan harus punya strategi khusus. Papua meskipun menggandeng perusahaan-perusahaan penjaminan mutu plus sertifikasi. (Lihat Boks: jumlah penyandang buta aksaranya hanya Percepatan Tuntas Buta Huruf) swasta dan Badan Usaha Milik Negara 60.000, tapi hampir merata di kampung- (BUMN) untuk memberantas buta aksara. Daerah yang mendapat prioritas gerakan kampung pedalaman,” kata Ace Suryadi. “Itu bagian dari Corporate Social adalah sembilan provinsi dengan jumlah Ace mendukung konsep Gubernur Papua Responsibility mereka” kata Ace. warga buta huruf terbesar. Jawara buta huruf yang membangun pendidikan berangkat Ada puluhan perusahaan yang bakal ada di Jawa Timur, sebanyak 4,6 juta. Lalu dari kampung-kampung. “Kami bekerjasama 27 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-627 27 5/17/2007 6:26:40 AM
  30. Buta Aksara 108. Penyebabnya tak lain karena indikator digandeng, antara lain Pertamina, Bank BNI Dana sebesar itu diperlukan lantaran pendidikan masih rendah, jumlah buta Sampoerna, dan Telkom. pembiayaan selama ini dinilai minim. aksara masih besar, Saya perkirakan ketika Pada 2004, anggaran pemberantasan Tuntutan Dunia bebas buta aksara, angka HDI bisa mencapai buta aksara hanya Rp 5 miliar. Tahun 2005, 90-100,” ujar Ace Suryadi. meningkat menjadi Rp 80 miliar. Tahun 2006, Pemberantasan buta aksara sejalan Laporan UNDP 2006 menayatakan dengan program Education for All (EFA). sebenarnya melonjak menjadi Rp 200 miliar. peringkat HDI Indonesia berada pada Namun, jumlah itu masih belum mencukupi Konferensi EFA di Dakkar, Senegal, tahun untuk mengejar target mengurangi angka 2000, salah satunya mencanangk an posisi 108 dari 177 negara. (Lihat Tabel HDI buta huruf sebanyak 5 juta dalam dua tahun penuntasan buta aksara dunia. Forum ke depan. menyepakati pengurangan angka buta Menurut data terakhir di Ditjen Pendidikan aksara sebesar 50% pada 2015. Luar Sekolah, hingga akhir 2006, warga buta Menurut laporan Unesco, buta aksara aksara masih sekira 12,7 jutaan. Dengan menjadi persoalan di semua negara, waktu tersisa kurang dari dua tahun, setiap setidaknya di 20 negara anggota konferensi tahun harus ada warga yang melek aksara EFA. Unesco, Unicef, WHO, Bank Dunia, sekira 2,5 juta. Tugas yang tak ringan. Sebab dan badan internasional lain sangat Unit Pelaksana Teknis Ditjen PLS baru gencar mensosialisasikan pentingnya menjangkau tingkat kabupaten/kota. pemberantasan buta aksara di seluruh dunia. Penyebab Buta Aksara Perempuan mengikuti kursus ARSIp JAWA TImUR Tipisnya angka buta aksara memang buta huruf di Banyuwangi menjadi sangat penting bagi semua negara. Penyebab tingginya buta aksara itu pada tahun 1960 Badan PBB Urusan Program Pembangunan jika dipilah-pilah, setidaknya ada lima (UNDP) memilah perkembangan faktor utama: putus sekolah dasar, kondisi pembangunan di negara-negara dengan Indonesia versus negara lain). geografis, buta huruf kembali, munculnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pemerintah pun tak tanggung-tanggung buta aksara baru, dan sosilogis. atau Human Development Index (HDI). dalam menggerus angka buta huruf. “Tahun Sulitnya aspek geografis menjadi bagian Indikator HDI ditentukan oleh keberhasilan 2007, Depdiknas mengajukan anggaran tak terpisahkan dari warga buta aksara di pembangunan pendidikan, kesehatan dan pemberantasan buta huruf sebesar Rp pedesaan. Data mencatat sekitar 70-80% tingkat ekonomi. dari 218 juta penduduk Indonesia, ada di 1, triliun, yang diprioritaskan untuk Menipiskan angka buta aksara dipandang pedesaan. Selain itu, tak sedikit warga yang sembilan provinsi di atas,” kata Sudjarwo, paling mudah untuk mendongkrak peringkat melek aksara kembali menjadi buta huruf Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen PLS HDI Indonesia. “Angka HDI Indonesia masih lantaran tidak memperoleh layanan dan Depdiknas. PERCEPATAN TUNTAS melakukan kerjasama formal dengan perguruan tinggi, organisasi BUTA HURUF perempuan, organisasi ada seperti: KOWANI, PKK, Aisyiah, muslimat NU, Wanita Indonesia, Dewan Masjid, Karang Taruna. • Distribusi dana melalui block grant penjaminan mutu: yakni H ingga kini, strategi pelaksanaan reaching the unreached dengan SKK (Standar Kompetensi Keaksaraan) dan SPHB dilakukan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah Departemen (Standar Penilaian Hasil Belajar). Pendidikan Nasional sebagai berikut: • Tingkatan keaksaraan: pendidikan keaksaraan dibedakan menjadi • Daerah prioritas: meliputi provinsi yang terpadat jumlah buta 3 tingkatan dengan lama belajar yang berbeda. Lama belajar untuk aksaranya, dan daerah-daerah transmigrasi, perbatasan, terisolasi Tingkat Dasar (Basic) 114 jam (6 bulan); lama belajar untuk dan sulit komunikasinya serta daerah kepulauan. Tingkat Lanjutan (functional) 66 jam (4 bulan) dan; lama belajar • Sistem Blok: membertantas secara tuntas di suatu kecamatan atau untuk Tingkat Mandiri selama 36 jam (2 bulan) kabupaten yang terpadat buta aksaranya kemudian secara bertahap • Prioritas sasaran: sasaran prioritasnya adalah penduduk berusia berpindah ke kecamatan atau kabupaten yang kurang padat jumlah 15-44 tahun. Setelah mereka melek aksara prioritas kedua mereka buta aksaranya. yang berusia 45 - 55 tahun. • Pendekatan Vertikal Berdasarkan Keppres Nomor 5 Tahun 2006, • Kerjasama dengan Perguruan Tinggi: Sampai saat ini kerjasama Presiden sebagai Kepala Negara menginstruksikan kepada para dengan PT telah mencakup 49 PT negeri. Kerjasama ini awalnya Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, Camat dan Lurah. PBA juga melalui KKN dan Universitas Terbuka (UT) melalui program dilakukan melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) PLS khususnya akademik. dengan lima BP-PLSP, dan dengan BPKB dan SKB serta melalui • Metode Pembelajaran. PKBM yang ada yang jumlahnya sekitar 3000an. • Komunikasi, Edukasi dan Informasi • Pendekatan Horisontal (Horizontal Approach ): pemerintah • Monitoring dan Evaluasi 28 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-628 28 5/17/2007 6:26:43 AM
  31. Buta Aksara Kawasan tapal kuda dikenal lebih banyak fasilitas baca tulis dan hitung selama -4 Buta aksara di Papua dihuni warga etnis Madura. Meski belum tahun beriktunya. ada penelitian khusus, Madura, juga Jawa Angka buta aksara juga masih tinggi, dan Bugis, adalah etnis yang terbanyak lantaran tak sedikit muncul warga buta menyandang buta aksara. aksara baru. Sulitnya pemberantasan “Buta aksara selalu berkorelasi dengan buta aksara juga karena alasan sosial. osial. masyarakat Jawa, Madura dan Bugis, yang Warga buta aksara tak berminat lantaran jumlah penduduknya memang terbanyak mereka yang lulus tidak mendapat dibanding daerah lain,” kata Ace Suryadi. ijazah. “Di banyak negara, penggunaan Strategi Pemberdayaan bahasa daerah sebagai pengantar belajar dirasakan sangat efektif dan berhasil baik,” Pemerintah menggalakk an ungkap Sudjarwo menambahkan. pemberantasan buta aksara melalui Unit Beragam strategi itu tentu saja, Pelaksana Tugas (UPT) PLS, khususnya DoK. pEnA diharapkan mampu membebaskan jutaan dengan lima BP-PLSP, dan BPKB dan SKB dikembangkan adalah mengajar keaksaraan warga dari pasung buta aksara. Bukan dengan bahasa Jawa, Madura, dan Bugis. serta melalui PKBM. Jumlahnya sekitar 000- Di Jawa Timur, misalnya, pencanangan semata mengdongkrak HDI. Lebih dari itu, an di seluruh Indonesia. Universitas Gadjah pemberantasan buta huruf dilakukan mengenyam pendidikan adalah bagian dari Mada Yogyakarta juga membantu dengan di daerah tapal kuda. Yakni di Jember, hak warga negara Indonesia. mengembangkan metode pendidikan Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi. keaksaraan dengan bahasa ibu. Metode yang EVA RoHIlAH DAn SAIfUl AnAm MENGEJAR MELEK AKSARA WARISAN PENDIDIKAN LOKALISASI MASA LALU S alah satu daerah yang cukup menarik untuk program penuntasan buta aksara 1. Periode 1945-1965 adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bukan rahasia lagi bila Indramayu • Penekanan pada pemberantasan buta huruf termasuk daerah “kaya” buta aksara. Jumlahnya lebih dari 270.000 orang, 188.000 • Pada awal kemerdekaan hanya 3% orang Indonesia di antaranya kaum perempuan. bersekolah, sisanya buta huruf. Di antara wanita penyandang buta huruf itu, bukan sebuah kebetulan bila • Pada 1960 masih ada 40% penduduk buta aksara mereka berstatus wanita tuna susila (WTS). Dalam berbagai studi, pelacuran sangat • Tujuannya seluruh penduduk mengenal alfabet dan berkait dengan kemiskinan dan kebodohan. Wanita Indramayu bahkan dikenal dapat menulis nama mereka dan memahami kalimat- sebagai “pemasok” di sejumlah lokalisasi di kota-kota Tanah Air. Di lokalisasi kalimat sederhana Saritem, Bandung misalnya, 80% wanita penghuninya ber-KTP Indramayu. 2. Periode 1966-1970 Wanita penjaja cinta asal Indramayu ini juga menyerbu berbagai tempat hiburan • Penekanan pada pemberantasan buta huruf di Jakarta, Batam, dan Pulau Bintan. fungsional Yayasan Creatif Generasi Muda Indonesia, adalah salah satu yang peduli • Hasilnya mampu membaca, menulis, plus meningkatkan terhadap nasib wanita pemuas hidung belang penyandang buta aksara. Mereka produktivitas pekerja buta huruf dengan mengajarkan mempunyai 34 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Di Indramayu, yayasan keterampilan terkait dengan pekerjaan mereka yang berdiri Juli 2006 ini menerjunkan tenaga pengajarnya di Kecamatan Bongas, 3. Periode 1971-1990 salah satu sentra pengirim WTS ke berbagai daerah. • Model pertama pemberantasan buta huruf dengan “Meskipun yayasan ini memiliki 34 PKBM, namun yang disetujui pemerintah nama program Paket A hanya tiga PKBM. Artinya, hanya mampu mengajar untuk 80 orang buta aksara,” • Paket A mengajarkan keterampilan membaca, menulis, kata Ciptara, S.Pd, Ketua PKBM yang juga bekerja sebagai guru SD Negeri Cipaat, dan keterampilan fungsional Kecamatan Bongas. • Hasilnya angka buta huruf dari 31,5 juta (1971) turun Menurut Ciptara, masyarakat penyandang buta huruf sebenarnya senang menjadi 17,3 juta (1980), 13,5 juta (1985) dan 5,7 juta untuk belajar. Meskipun sebagian merasa malu mengakui diri mereka buta huruf. (1990). Yang membahagiakan Ciptara, saat menyaksikan warga yang mampu membaca 4. Periode 1995-2003 dan menulis. • Pada 1995 dikembangkan keaksaraan fungsional (KF) Kabupaten Indramayu sebenarnya cukup serius memperhatikan pendidikan. di 9 provinsi. Tujuannya adalah memperbaiki sistem Terbukti APBD 2007 yang berjumlah Rp 956 miliar, 39% dialokasikan untuk pelatihan, metodologi pembelajaran, dan sistem untuk sektor pendidikan. Persoalannya, dana pendidikan itu masih belum optimal penyelenggaraannya. buat membongkar pasung aksara di kalangan wanita penjaja cinta. Semoga, stigma • Dalam perkembangannya Keaksaraan Fungsional Indramayu sebagai pemasok WTS akan segera berganti menjadi Indramayu bebas (KF) menurut UU Nomor 20 tahun 2003 diistilahkan buta aksara. dengan Pendidikan Keaksaraan. 29 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-629 29 5/17/2007 6:26:46 AM
  32. Paud MENYIAPKAN GENERASI EMAS SEJAK DINI SAIfUl AnAm Kegiatan PAUD di BPKB NTT Secara yuridis kehadiran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di jagat Indonesia relatif anyar, yaitu baru dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Namun, dalam usianya yang masih sangat muda, PAUD telah menerobos di sekujur pelosok Nusantara. Para istri gubernur, bupati, camat, lurah/kepala desa, pakar dari perguruan tinggi, hingga pengurus organisasi sosial kemasyarakatan, terlibat aktif dalam pengelolaan PAUD. Ini sebuah pertanda baik bagi perkembangan PAUD ke depan. L Ya, NTT memang merupakan salah satu ihatlah puluhan anak berbaju kuning yang kini sedang marak didirikan di Tanah provinsi yang pendidikannya relatif tertinggal, yang tengah asyik mewarnai berbagai Air. Strategi yang diterapkan Departemen baik dari sisi pemerataan akses maupun bentuk gambar di Balai Pengembangan Pendidikan Nasional untuk menyosialisasikan mutu. Anggota DPR RI dari NTT, Cyprianus Kegiatan Belajar (BPKB) Provinsi Nusa PAUD tampak manjur. Buktinya, kini para ibu- Aoer, juga mengakui kalau provinsi ini dibelit Te n g g a ra Ti m u r ( N T T ) . S e ny u m nya ibu pengurus PKK, pengurus organisasi sosial dua persoalan mendasar, yaitu kemiskinan mengembang ceria. Mereka rata-rata berusia kemasyarakatan, pakar dari perguruantinggi, dan busung lapar. Dua masalah krusial itu sekitar 4 tahun. Mereka adalah peserta istri gubernur, bupati/walikota, camat, sangat terkait dengan kondisi pendidikan di program PAUD yang diselenggarakan balai hingga lurah/kepaladesa, merasa bangga wilayah ini. Cyprianus mendukung penuh tersebut. tercatat sebagai pembina PAUD. upaya Yohana mendidik anak-anak usia dini Kepala BPKB NTT, Yohana, mengakui Organisasi yang memayungi para agar kelak lahir generasi berkualitas emas program PAUD yang diselenggarakannya pendidik dan tenaga kependidikannya, yaitu dari provinsi yang penduduknya kebanyakan merupakan salah satu model unggulan. HIMPAUDI (Himpunan Pendidik dan Tenaga berkulit gelap itu. Harapannya, bisa ditularkan ke seluruh Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) PAUD yang diselenggarakan BPKB NTT pelosok NTT sehingga ke depan mutu juga berkembang sangat pesat. Organisasi hanya sebagian saja dari ribuan PAUD pendidikan di provinsi ini meningkat. independen yang dipimpin Gusnawirta Jalal 0 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-630 30 5/17/2007 6:26:49 AM
  33. Paud intelektual anak sejak lahir sampai Kegiatan PAUD usia 4 tahun sama banyaknya dengan usia 4-18 tahun,” ujar Gutama (Pena Pendidikan, edisi Desember 2006). Dari sisi pertumbuhan fisik, anak yang baru lahir sudah mencapai 25%. Pada usia 6 tahun mencapai 90%. Kesempurnaan fisik manusia dicapai pada usia 12 tahun (100 %). Begitu pentingnya PAUD, sehingga mendorong negara-negara di dunia lebih memberikan komitmen dan perhatian tinggi. Hal itu antara lain terlihat dari pertemuan di kota Jomtien, Thailand, pada tahun 1990. Pertemuan tersebut menghasilkan DEKLARASI JOMTIEN yang isinya antara lain menyatakan tentang pentingnya pendidikan untuk semua mulai dari kandungan sampai liang lahat. Satu dekade kemudian ditegaskan ini bahkan sudah merambah sampai pada Buzan, Brain Child, How Smart Parents lagi dalam pertemuan di Dakkar, Senegal. Make Smart Kids -- diterjemahkan dalam tingkat kecamatan. Tapi soal mutu guru- Deklarasi Dakkar menghasilkan sejumlah gurunya? Nanti dulu. bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh PT. item, yang pertama adalah pentingnya Gramedia dengan judul Brain Child, Cara “memperluas dan memperbaiki keseluruhan Pintar Membuat Anak Jadi Pintar, 2005). Mengapa PAUD Penting? perawatan dan pendidikan anak usia dini, Buzan juga menyatakan bahwa terutama bagi anak-anak yang sangat rawan perkembangan otak janin dipengaruhi Di dunia internasional, PAUD didefinisikan dan kurang beruntung”. Item-item lain terkait berbagai faktor, antara lain faktor genetis sebagai pendidikan bagi anak usia 0 s/d dengan program wajib belajar pendidikan dan asupan makanan yang mengalir dalam 8 tahun. Sedangkan di Indonesia, sesuai dasar, life skills, pemberantasan buta aksara, darah ibunya. Karena itu, seorang ibu UU Sisdiknas, mencakup usia 0-6 tahun. kesetaraan jender, dan peningkatan mutu hamil membutuhkan makanan bergizi Definisi PAUD versi Indonesia itu tampaknya pendidikan. dan seimbang. Makanan tersebut bukan didorong oleh pertimbangan administratif, Cukup banyak penelitian yang hanya bermanfaat untuk dirinya, tetapi yaitu untuk memudahkan penanganannya membuktikan bahwa pendidikan yang juga berpengaruh pada perkembangan lantaran usia 7 tahun sudah masuk wajib tepat bagi anak usia dini berimplikasi janinnya, terutama untuk pembentukan sel belajar yang ditangani jalur pendidikan saraf otak. formal. sangat positif bagi kehidupannya kelak Ibu hamil juga harus mengetahui faktor- Pentingnya PAUD didasarkan pada faktor yang menghambat pertumbuhan sel penelitian ahli-ahli psikologi maupun ilmu Dr. Gutama saraf otak bayi, seperti mengkonsumsi rokok, syaraf yang menyatakan bahwa masa anak alkohol dan obat-obat terlarang lainnya. usia dini merupakan rentang usia yang sangat Kondisi psikologis si ibu juga berpengaruh penting dalam perkembangan kehidupan pada pertumbuhan janin. Apa yang terjadi manusia. Pada fase ini anak mengalami pada pikiran ibu dapat mempengaruhi perkembangan sangat pesat, baik fisik, perkembangan mental bayi. motorik, bahasa, maupun kecerdasannya. Hasil kajian sangat fenomenal Begitu strategisnya, sehingga dikenal dengan usia emas (golden age). dikemukakan oleh Benjamin S. Bloom. Sebagaimana dikutip Dr. Gutama, Direktur Meski konsep PAUD dimulai sejak anak Pendidikan Anak Usia Dini, Departemen lahir, namun perkembangan fisik dan Pendidikan Nasional, psikolog kondang otak sejatinya sudah dimulai sejak dalam dari Amerika Serikat itu menyatakan bahwa kandungan. Tony Buzan, seorang pakar pada usia 4 tahun perkembangan intelektual otak yang menulis tak kurang dari 80 judul atau kecerdasan anak sudah mencapai 50%. buku mengenai otak, menyatakan bahwa Pada usia 8 tahun, tingkat kecerdasannya selama kurang lebih sembilan bulan dalam SAIfUl AnAm mencapai 80 %, dan usia 18 tahun mencapai kandungan, otak bayi berkembang lebih 100 %. “Dengan kata lain, pertumbuhan cepat dibandingkan saat sudah lahir (Tony 1 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-631 31 5/17/2007 6:26:56 AM
  34. Paud setelah dewasa, baik bagi prestasi akademik maupun pendapatan ekonominya. Direktur Pembinaan TK dan SD, Drs. Mudjito AK, M.Si, mengutip hasil studi longitudinal High/ Scope Perry Preschool Program di Amerika Serikat, dalam kurun 1962-1967. Studi ini memfokuskan penelitiannya pada anak- anak Amerika Serikat keturunan Afrika dari keluarga berpenghasilan rendah yang punya resiko putus sekolah. Anak-anak tersebut, baik dari kelompok peserta maupun kontrol, lantas ditelusuri setiap tahun dari usia  hingga 11 tahun, dan beberapa kali sampai mereka berusia 40 tahun. ”Faktanya, anak-anak yang mengikuti pendidikan prasekolah terbukti mampu meningkatkan IQ pada usia 5 tahun. Tingkat kelulusan mereka juga lebih tinggi di sekolah menengah, serta memiliki pendapatan yang lebih tinggi pada usia 40 tahun. Analisis rinci menunjukkan program ini menghasilkan rasio antara manfaat berbanding biaya sama dengan 17 dibanding 1,” ujar Mudjito. Perkembangan PAUD di Indonesia Sesuai pasal 28 UU No 20/200 tentang S i s te m Pe n d i d i k a n N a s i o n a l, PAU D diselenggarakan melalui tiga jalur, yaitu formal, nonformal, dan informal. PAUD DoK. DEpDIKnAS jalur formal antara lain diselenggarakan Terlepas dari adanya persinggungan dalam bentuk taman kanak-kanak(TK) atau dan Pengajaran di Sekolah untuk Seluruh antara “sang adik” dengan “sang kakak”, raudlatul athfal (RA). PAUD jalur nonformal Indonesia. Bab V Pasal 6 Ayat 1 secara tegas secara umum perkembangan pendidikan terutama menangani pendidikan anak-anak menyatakan TK sebagai salah satu jenjang anak usia 0-6 tahun hingga kini masih kurang usia 2-4 tahun (Kelompok Bermain/Play pendidikan. menggembirakan, baik menyangkut akses Group, dan Tempat Penitipan Anak/TPA). Berikutnya, dalam UU No 2/1989 tentang maupun mutu. Secara historis, keberadaan Pengelolaan TK (PAUD formal) menjadi Sistem Pendidikan Nasional (UU SPN) juga TK sebenarnya sudah dirintis oleh Ki Hajar tanggung jawab Direktorat Pembinaan TK dinyatakan tentang pendidikan prasekolah. Dewantara yang mendirikan Taman Indria dan SD. Sedangkan jalur nonformal menjadi Begitu pula pada Peraturan Pemerintah tanggung jawab Direktorat PAUD. Untuk di Yogyakarta, pada  Juli 1922. (PP) No. 27 Tahun 1990 tentang Pendidikan jalur informal menjadi tanggung jawab Taman Indria berada di bawah Taman Prasekolah, Pasal 1 ayat 2 dinyatakan: “Taman keluarga. Siswa, sebuah organisasi yang bergerak di kanak-kanak adalah salah satu bentuk Masuknya PAUD dalam UU Sisdiknas tak bidang pendidikan yang dirintis Ki Hajar pendidikan prasekolah yang menyediakan urung sempat menimbulkan ketegangan Dewantara. Taman Indria memberi layanan program pendidikan dini bagi anak usia di antara pejabat maupun penyelenggara pendidikan bagi anak-anak yang berusia di empat tahun sampai memasuki pendidikan pendidik an TK dengan pejabat dan bawah 7 tahun. Menurut Ki Hajar Dewantara, dasar”. Keputusan Menteri Pendidikan dan penyelenggara PAUD nonformal. Terminologi Taman Indria didirikan karena pada usia di Kebudayaan RI Nomor 486/U/1992 tanggal PAUD yang mencakup usia 0-6 tahun dinilai bawah 7 tahun anak-anak lebih dominan 0 Nopember 1992 tentang Taman Kanak- seolah-olah hendak menerkam pendidikan belajar dengan menggunakan indra (indria)- kanak semakin mengukuhkan keberadaan TK yang menangani anak-anak usia 4-6 tahun. nya (Slamet Suyanto, Dasar-Dasar Pendidikan pendidikan TK. Apalagi keberadaan TK secara yuridis juga Anak Usia Dini, Hikayat, 2005). Undang-undang No. 20 Tahun 200 sangat kuat dan melewati perjalanan sejarah Pasca kemerdekaan RI, secara yuridis tentang Sistem Pendidikan Nasional panjang. Eh, “sang adik” yang baru lahir penyelenggaraan pendidikan TK dikuatkan memang menyebut sekilas saja tentang kemarin sore, kok tiba-tiba mau mengusik dengan UU No 4 Tahun 1950 jo UU No 12 pendidikan TK, yang merupakan bagian dari singgasana “sang kakak”. Tahun 1954 tentang Dasar-Dasar Pendidikan pendidikan anak usia dini. Cakupan PAUD ini 2 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-632 32 5/17/2007 6:27:00 AM
  35. Paud lebih luas, yaitu mencakup usia 0-6 tahun. Malaysia (89%). Meski secara historis TK sudah lama hadir, dan secara yuridis memiliki payung hukum Tantangan ke Depan kuat, namun dari sisi akses maupun mutu kondisinya masih memprihatinkan. Hingga Kehadiran PAUD di Indonesia tak lepas akhir 2006, Angka Partisipasi Kasar (APK) dari peran sejumlah tokoh, antara lain dr. TK baru mencapai 2,78%. Artinya, baru Fasli Jalal, Ph.D. Ahli gizi lulusan Universitas .72.924 dari 11.59.805 anak usia 4-6 Cornell, Amerika Serikat, itu ikut berperan penting dalam mendorong program PAUD tahun yang mengikuti pendidikan TK. “Jika yang awalnya ditawarkan oleh Bank Dunia ditambah PAUD non formal, total APK-nya melalui Bappenas (Badan Perencanaan menjadi 45,6%,” kata Mudjito. “Target APK Pembangunan Nasional) pada tahun PAUD 2009 sebesar 5,9%. Kami optimistis 1996/1997. Saat itu Fasli menjabat sebagai bisa tercapai,” timpal Gutama. Kepala Biro Agama, Pendidikan, Kebudayaan Angka tersebut terendah dibanding APK dan Olahraga Bappenas. SD (115%), SMP (88,68%), dan SMA (55%). Proyek PAUD dari Bank Dunia itu ditangani Data ini sekaligus memberikan gambaran dua instansi. Aspek pendidikan ditangani bahwa tingkat layanan pendidikan terhadap Gusnawirta Jalal Depdiknas, sedangkan aspek gizi ditangani anak usia dini masih sangat terbatas. “Ini SAIfUl AnAm Departemen Kesehatan. Total pinjaman memprihatinkan,” ujar Mudjito (Saiful Anam, gemuruhnya perkembangan PAUD itu, Bank Dunia hanya USD 20 juta, masing- Jangan Remehkan Taman Kanak-Kanak, tantangan yang dihadapi sungguh berat. masing 10 juta dolar AS untuk Departemen Taman Yang Paling Indah, Wajatri, 2007). Pada TK, misalnya, seperti diakui Mudjito, Pendidikan Nasional dan Departemen Data Departemen Pendidikan Nasional kondisi sarana dan prasarananya masih Kesehatan. Dalam perkembangannya, hingga awal 2007 menunjukkan bahwa memprihatinkan. Maklum, sebagian besar yang berjalan hanya Depdiknas. Proyek ini jumlah TK di Indonesia tercatat 54.742. Dari TK diusahakan oleh swasta. Selain itu, dari dijalankan di bawah Direktorat Pendidikan jumlah ini, 54.04 (98,7%) diselenggarakan sisi proses pembelajaran, juga marak terjadi Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan oleh swasta. Hanya 708 TK (1,%) yang praktik kekeliruan lantaran rendahnya Luar Sekolah dan Pemuda (Ditjen PLSP). dikelola pemerintah. Bandingkan dengan kompetensi guru TK. Mereka pada berlomba- Daerah yang mendapat bantuan program ini jumlah SD yang mencapai sekitar 150.000 lomba memaksakan pengajaran baca-tulis- 12 kabupaten yang tersebar di tiga provinsi, sekolah. Lebih dari 95% berstatus negeri. hitung secara klasikal, yang secara psikologis yaitu Jawa Barat (sekarang plus Banten), Bali, Setali tiga uang dengan data yang justru bertentangan dengan kodrat anak itu dan Sulawesi Selatan. Proyek ini berakhir terekam di Depdiknas, dalam laporannya sendiri, yaitu bermain sambil belajar. 2006 lalu. tahun 2005 lalu UNESCO juga menyatakan Kondisi serupa juga terjadi pada PAUD “Kalau dilihat dari jumlah nilai proyeknya angka partisipasi PAUD di Indonesia non formal. Seperti diakui Gusnawirta Jalal, memang sangat kecil, hanya 10 juta US merupakan salah satu yang terendah di Ketua Umum HIMPAUDI, masyarakat kita dolar. Tapi itu berguna sekali karena kita bisa dunia, baru sekitar 20% dari sekitar 20 dewasa ini semakin menyadari pentingnya mendatangkan pakar-pakar PAUD dari luar juta anak. Lebih rendah dari Philipina PAUD. Namun jumlah dan kualitas pendidik negeri dan melakukan studi banding. Selain (27%), Vietnam (4%), dan tenaga kependidikannya masih terbatas. itu, kita juga diundang untuk menghadiri Thailand (86%) dan Cukup banyak pendidik PAUD yang lulusan pertemuan-pertemuan internasional. Dalam SMA, sarjana pertanian, sarjana teknik, dan laporan terakhir tahun 2006 ini, Bank lain-lain. Honor mereka ada yang cuma Dunia begitu bangga melihat puluhan ribu per bulan. perkembangan PAUD di Padahal guru merupakan ujung tombak Indonesia, dan menyebutnya bagi peningkatan mutu pendidikan. sebagai sebuah investasi yang Inilah tantangan serius yang menjadi lebih baik,” ujar Gutama. tugas Direktorat Jenderal Peningkatan Memang, dari sisi gairah Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, kini PAUD mengalami Depdiknas. Jika gurunya bermutu, maka perkembangan luar upaya menyiapkan generasi emas pada masa biasa. Organisasi- yang akan datang relatif bisa dengan mudah organisasi sosial, direalisasikan. Sebaliknya, jika gurunya ibu-ibu PKK, istri bermutu rendah, euforia penyelenggaraan pejabat, pak ar dari foT oSE PAUD itu boleh jadi tak lebih seperti gemuruh perguruan tinggi, hingga AR c H. co m suara kendaraan bajay yang memekik telinga sejumlah ar tis, terlibat tapi jalannya sangat lambat. dalam pengembangan dan pengelolaan PAUD. Tapi, ditengah SAIfUl AnAm  Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-633 33 5/17/2007 6:27:12 AM
  36. Buku Paket BUKU DIDERA P ERSOALAN perbukuan nasional rupanya masih belum tuntas saat Bambang Soedibyo menduduki kursi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) pada Oktober 2004. Sejak masa Buku RAGAM Paket (1971-1995) hingga era Proyek Bank Dunia (1995-2000) dan fase Block Grant Buku (2000-2004) nuansa monopoli dan oligopoli perbukuan teks pelajaran begitu kental. Perubahan besar digulirkan Mendiknas Bambang Sudibyo KEPENTINGAN melalui Peraturan Mendiknas Nomor 11 Tahun 2005 tentang Buku Teks Pelajaran. Dalam beleid itu ada ketentuan di antaranya, mengatur masa pakai buku teks pelajaran minimal lima tahun dan larangan kepada pihak sekolah terlibat penjualan buku pelajaran Aturan pengadaan buku pelajaran menuai pro dan di sekolah. Aturan Pak Menteri ini semangatnya berpihak kepada orangtua kontra. Murid bersyukur tak perlu beli buku anyar siswa dan mendorong banyak penerbit dan toko buku di daerah saban tahun. Penerbit protes tak bisa menjual buku tumbuh lebih bergairah. “Saya ingin mengarahkan pasar buku yang ke sekolah-sekolah. Penerbit dituding mematikan tidak berkonsentrasi kepada beberapa penerbit saja, beberapa toko buku. percetakan saja, dan beberapa toko buku saja, tapi menjadi pasar kompetitif yang menyebar di seluruh Indonesia,” kata Pak Menteri. Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Fasli Jalal Fasli juga menilai aturan itu bisa menghilangkan nuansa bisnis dalam pengadaan buku pelajaran. “Pada dasarnya, baik para guru dan komite sekolah, tidak dibenarkan menjual buku pelajaran,” kata Fasli. Sekolah jelas tak bisa seenaknya menelorkan kebijakan tiap tahun berganti buku baru. Yang bersungut adalah kalangan penerbit dan toko buku. Maklum, sebelum beleid Pak Mendiknas diteken, sudah jamak terjadi gerilya para penerbit di sekolah-sekolah jauh-jauh hari dari awal tahun ajaran baru. Terjalin mesra hubungan penerbit- sekolah yang intinya murid “dipaksa” membeli buku dari penerbit yang sudah ditentukan. Harganya tak lebih murah dibandingkan dengan buku-buku sejenis di pasaran. Banyak pula sekolah yang tak ubahnya menjadi penyalur buku- buku tertentu dari penerbit. Uang bahkan dipungut pada awal tahun ajaran baru. Biasanya pungutan itu masuk pos kegiatan belajar-mengajar (KBM). Setiap tahun ajaran baru, uang KBM ya mesti dibayar calon siswa. Buku-buku tahun sebelumnya, sudah benar-benar tutup buku, meski kandungannya tak berbeda dengan buku-buku anyar. Di kalangan guru sendiri sebenarnya ada pro kontra mengenai kerjasama sekolah dan penerbit dalam pembelian buku-buku tertentu. Bagi guru-guru yang terlibat urusan pengadaan buku, bukan rahasia lagi bila mereka juga kecipratan rezeki dari sekolah. Namun, guru yang punya dedikasi, kreatif, inovatif, tentu saja kecewa mesti dipaksa membeli buku pelajaran yang bisa jadi tak sesuai bagi pengajaran. Penerbit juga biasa mendekati sekolah dengan kunjungan ke sekolah-sekolah. Selain menawarkan kelebihan buku-buku terbitan mereka, tentu saja, soal komisi kepada sekolah, melalui rabat yang besarnya bisa mencapai 40 persen dari harga buku. Tak sedikit penerbit yang mengiming-imingi sekolah hadiah hadiah langsung, umpamanya perangkat elektronik yang dibutuhkan sekolah. m . co RcH “Di mana ada monopoli, di situ pasti ada vested interest. SEA o foT Ada KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang selalu melibatkan penerbit. Yang menikmati korupsi terutama kepala sekolah dan 4 Pena Pendidikan  Mei 20072007 Mei-Juni LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-634 34 5/17/2007 6:27:28 AM
  37. Buku Paket DoK. pEnA guru-guru dan penerbit,” kata Bambang Sudibyo, beberapa waktu lalu. Toko-toko buku sendiri mengeluh kehabisan napas. Dengan pembatasan masa pakai minimal lima tahun, pasar buku tak seramai setiap ganti tahun ajaran baru. Pasar buku loak juga sepi pengunjung. Tak ada buku bekas yang masuk loakan, lantaran buku pelajaran masih terus dipakai setidaknya dalam lima tahunan. Mendiknas pun diberondong protes kalangan penerbit dan toko buku. Pak Menteri sampai-sampai merasa perlu berkonsultasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Rombongan Pak Menteri didampingi Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika plus staf dari Badan Standar Nasional Pendidikan bertandang ke kantor KPPU di Jalan Veteran, Jakarta, awal Februari. Suasana perpustakaan “Saya mengeluarkan peraturan karena sangat dijiwai UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan kebijakan sekolah yang saban tahun Mendiknas mengenai buku pelajaran Persaingan Usaha Tidak Sehat. Juga karena mewajibkan siswanya membeli buku ini memang di satu sisi bersebarangan pelajaran baru. dengan kepentingan penerbit. Coba simak UU Nomor 20 Tahun 200 tentang Sistem Pasal 8 tegas menyatakan guru hanya sejumlah pasalnya yang semangatnya untuk Pendidikan Nasional yang mengamanatkan dapat menganjurkan pembelian buku mempersempit praktik monopoli. manajemen berbasis sekolah,” ujar pelajaran kepada siswa yang mampu. Pasal 7 ayat 1, misalnya, menegaskan Bambang. Bahkan dalam butir lain juga ditegaskan masa pakai buku teks pelajaran oleh satuan guru tidak bisa memaksa atau mewajibkan pendidikan minimal 5 tahun. Otimatis, Berseberangan Kepentingan murid membeli buku teks pelajaran. sekolah dan para guru tak bisa mengganti Kebutuhan buku pelajaran bagi siswa tak buku teks pelajaran tiap tahunnya. Ketentuan KPPU belum mengetok palu putusan. mampu menjadi tanggung jawab sekolah. Pak Menteri sebenarnya menjawab keluhan Merek a masih mengevaluasi aturan Sekolah diwajibkan menyediakan minimal para orangtua. Mereka keberatan dengan perbukuan itu. Peraturan IKAPI GESIT, GATBI MERANA K ADO tak enak diterima Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), saat pembukaan Kongres XVI Ikapi di Hotel Sultan, Jakarta, 13-15 September lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuding para penerbit buku sekolah, yang menjual langsung ke sekolah-sekolah mengakibatkan banyak toko buku tutup. “Kenapa toko-toko buku mati? Karena dimatikan para penerbit sendiri dengan menjual buku-buku langsung ke sekolah-sekolah,” kata Wapres kala membuka kongres. Menurut Wapres Jusuf Kalla, saat ini orang sulit sekali mencari toko buku termasuk di mal-mal. “Penerbit banyak, percetakan banyak, tapi kelemahan kita adalah akses untuk mendapat buku sulit karena toko buku sulit dijumpai,” katanya. “Tidak ada industri yang maju tanpa toko, outlet atau dealer yang banyak.” Tudingan Wapres mungkin ada benarnya. Namun, bangkrut tidaknya toko buku tidak sepenuhnya “dosa” penerbit” yang bergerilya ke sekolah. “Selama ini outlet masih terbatas di kota-kota tertentu. Mengapa penerbit-penerbit buku pelajaran harus langsung ke sekolah. Sebab di beberapa kota/kabupaten tidak ada outlet penjualan buku pelajaran. Kalau pun ada, outlet itu semi, mereka menjual kelontong tapi juga buku pelajaran,” kata Setia Darma Madjid, Ketua Umum Ikapi periode 2006-2010. Setia Darma pun menjelaskan bahwa Ikapi sendiri berusaha untuk bersinergi dengan Gabungan Toko Buku Indonesia. “Paling tidak nantinya ada outlet di setiap kota/kabupaten,” kata Setia Darma, yang telah menjadi pengurus Ikapi sejak menjabat wakil sekretaris umum pada 1982. Kalau toh banyak penerbit memakai jalur koperasi sekolah, hal itu dilakukan karena hanya kota-kota besar yang punya toko buku. Di Lebak, Banten, yang boleh dibilang tak jauh dari Jakarta, ternyata tidak punya satu pun toko buku. Penerbit, kata Setia Dharma, harus jemput bola. Kalau pun ada toko buku kecil di daerah, penerbit berpikir dua kali bila toko-toko itu pembayarannya susah. 5 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan Mei LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-635 35 5/17/2007 6:27:36 AM
  38. Buku Paket 10 eksemplar buku teks pelajaran untuk pembahasan awal BOS Buku pada Maret 40.000-Rp 50.000. setiap mata pelajaran pada setiap kelas, 2006. Sebaran distribusi buku juga diubah yang menjadi koleksi perpustakaan. Pemerintah menetapkan BOS Buku SD untuk  provinsi. Ikatan Penerbit Indonesia Sementara Pasal 9 menegaskan bahwa meliputi pelajaran matematika, sains, dan (Ikapi) tak keberatan soal penyebaran buku guru, tenaga kependidik an, satuan bahasa Indonesia. Sedangkan untuk SMP yang menjangkau seluruh provinsi. “Tapi, pendidikan, komite sekolah tidak dibenarkan terdiri dari matematika, bahasa Indonesia, kita kaget dengan harga yang ditetapkan. melakukan penjualan buku kepada peserta dan bahasa Inggris. Pada awal pembahasan, Harga di pasaran jauh lebih tinggi,” kata didik. BOS buku diutamakan untuk 12 provinsi Wanti Syaifullah, Sekretaris Umum Ikapi, Persoalan lain yang memantik gesekan yang nilai Ujian Nasional 2005 masuk yang ketika ditemui PENA PENDIDIKAN, akhir Depdiknas dan kalangan penerbit kategori rendah, plus daerah yang dilanda Juli lalu, menjabat Ketua Kompartemen adalah mengenai kebijakan pemerintah bencana. Sempat muncul formula dana pagu Penerbit Buku Pelajaran, Anak, dan Remaja membagikan buku gratis buat sekolah- buku SD sebesar Rp 120.000 dan Rp 150.000 Ikapi. s e k o l a h m e l a l u i p ro g r a m B a n t u a n untuk SMP. Jika mengacu pada rumusan ini, Ikapi dan Gabungan Toko Buku Indonesia Operasional Sekolah (BOS) khusus. Rencana (Gatbi) padahal pernah memaparkan seorang siswa mendapat  buku. itu mestinya dilakukan pada awal tahun kepada Komisi X DPR mengenai harga Masalah muncul ketika pada rapat ajaran 2006/2007 lalu. Sayangnya, BOS buku pelajaran di pasaran, lengkap dengan dengar pendapat Komisi X DPR dengan rincian komponen harga. Standar harga buku buat hampir 0 jutaan murid SD dan Menteri Pendidikan Nasional memutuskan Rp 20.000 itu, menurut Wanti, tak pernah SMP, itu baru terlaksana akhir 2006 silam. harga per buku tidak lebih dari Rp 20.000. terlontar dari Ikapi. “Kami kecewa. Dari mana Kata sepakat antara penerbit, toko buku Artinya jauh melenceng dari pembicaraan kesimpulan bahwa Ikapi sudah sepakat dan pemerintah cukup alot dicapai sejak awal, yang rata-rata buku dibandrol Rp MODEL PAKET BERGANTI Depdiknas menunjuk Balai Pustaka, unit bisnis yang berada BOS BUKU di bawah kendali Depdiknas. Penilaian terhadap buku yang akan dicetak juga dilakukan oleh P tim kecil yang dibentuk Depdiknas engadaan buku sekolah pada masa sebelum Mendiknas Bambang sendiri, yang prosesnya tidak ketat Sudibyo, dikenal sebagai fase block grant. Pengadaan buku dan tak transparan. Praktis, tidak sepenuhnya diserahkan ke sekolah. Depdiknas hanya berperan ada kontrol. Peran pasar buku pada proses penilaian dan penentuan buku mana saja yang layak dihilangkan. Sekolah dan siswa dipakai sekolah. Yang menyeleksi adalah Panitia Nasional Penilai sebagai konsumen, maupun toko- Buku Pelajaran. toko buku, tidak berdaya menghadapi Pemerintah mengucurkan dana pembelian buku dalam bentuk monopoli Depdiknas. Buku yang dibagikan hibah (block grant). Dana hibah diguyur ke sekolah tanpa melalui gratis ini cukup banyak yang tidak dipakai oleh jalur birokrasi. Sayangnya, terjadi penyimpangan di sekolah-sekolah. sekolah. Ada bermacam alasan, mulai dari teknik Penerbit berlomba bergerilya ke sekolah menawarkan buku-buku. penyajiannya yang dianggap tidak runtut, grafiknya Buku yang ditawarkan memang telah lulus seleksi Panitia Perbukuan. kurang menarik, sampai pemberian contoh-contoh yang tak Persoalannya, para penerbit saling berlomba memberi rabat tinggi memperhatikan potensi lokal. Tak sedikit sekolah atau guru yang kepada sekolah. Buntutnya, di sebagian sekolah membikin kebijakan lebih suka menggunakan buku terbitan swasta. Walhasil, buku anyar saban tahun mesti ganti buku baru. paket gelontoran Depdiknas itu banyak yang mubazir. Sebelum masa block grant, kebijakan perbukuan mengalami perubahan dua kali. Pada masa Orde Baru, seiring pembangunan Fase Proyek Bank Dunia (1995- gedung SD secara besar-besaran berdasarkan Instruksi Presiden Soeharto Nomor 10 Tahun 1971, muncullah pemberlakuan buku 2000) paket. Proyek SD Inpres membengkakkan jumlah SD yang kurang dari 60.000 menjadi 120.000 dengan jumlah murid jutaan. Berikut Ciri: Nilai proyek tahapan ini sebesar US$ 132,5 juta. Proyek tahapan pengadaan buku yang pernah dilakukan pemerintah: buku dan minat baca berlangsung empat tahap. Keuntungan: Pengadaan buku dilakukan masing-masing provinsi. Di setiap provinsi ada pimpinan proyek. Depdiknas pusat hanya Fase Buku Paket (1971-1995) berperan dalam proses seleksi dan penilaian buku-buku yang layak Ciri: Pengadaan buku sepenuhnya dilakukan Depdiknas. pakai. Anggota tim penilai diambil dari kalangan ahli berbagai bidang. Depdiknas memegang monopoli tunggal pengadaan buku. Buku Tim penilai ini dikenal dengan nama National Textbook Evaluation paket didistribusikan secara gratis ke sekolah-sekolah. Committee (NTEC). Lantaran proyek ini dibiayai Bank Dunia, lembaga Keuntungan: Siswa dan sekolah sangat diuntungkan karena tidak donor raksasa ini memberlakukan Standard Bidding Document dalam mengeluarkan uang. Buku dibagikan secara gratis. pengadaan buku tersebut. Tujuannya agar bisa diperoleh buku yang Kerugian: Sarat praktik KKN. Modusnya melalui monopoli. bagus dengan harga kompetitif dan bebas KKN. 6 Pena Pendidikan  Mei 20072007 Mei-Juni LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-636 36 5/17/2007 6:27:40 AM
  39. Buku Paket dengan harga Rp 20.000?” kata Wanti, yang Harga Perhitungan Sendiri (HPS) Ikapi keuntungan percetakan 10% dan pajak PPN juga Wakil Presiden Direktur PT Grafindo merinci harga berdasar hitungan biaya 10%, patokan harga cetak menjadi hampir Media Pratama, penerbit buku di kawasan persiapan cetak, bahan baku, cetak, dan Rp 8.900 per buku. industri Pulogadung, Jakarta. purna cetak, sekira Rp 7.00 per buku, untuk HPS itu belum memasukkan komponen Ikapi punya hitung-hitungan sendiri. cetakan 10.000 eksemplar. Plus komponen editorial, royalti, pemasaran dan biaya overhead, distribusi, dan keuntungan penerbit. Jika semua komponen tadi diperhitungkan, harga per buku menjadi Siswa SD sedang membaca buku hampir Rp 5.500. Hitungan sederhana ARIEn T W itu tentu berbeda untuk pelajaran lain, tergantung ketebalan dan warna. “Dengan standar harga Rp 20.000, biaya distribusi hanya sampai ke perwakilan penerbit di ibukota provinsi. Sangat sulit bisa menjangkau setiap kota dan toko buku. Penerbit juga harus menekan ekstra biaya pemasaran, overhead, dan prosentase keuntungan,” kata Wanti panjang lebar. DIpo HAnDoKo ke sekolah-sekolah menawarkan buku-buku yang sudah lulus PNPBP. Para penerbit memberi rabat atau keuntungan tinggi kepada kepala sekolah atau guru kalau bisa menjual bukunya. Tentu saja iming-iming ini menggiurkan guru dan sekolah. Jadilah kepala sekolah dan guru terlibat dalam permainan pemburu rente, berdagang buku. Sekolah mewajibkan siswa-siswanya membeli buku di sekolah, tidak boleh bebas membeli di toko buku. Akibatnya, toko-toko buku apalagi pasar buku Kerugian: KKN masih menggila, hanya bergeser ke tingkat loak kembang kempis. Sekolah memberlakukan masa pakai buku provinsi. Diduga ada permainan antara penerbit yang bukunya lulus hanya satu tahun. seleksi NTEC dengan oknum pengendali proyek di provinsi. Apalagi di antara penerbit juga ditengarai terjadi pembagian kapling. Pada Fase Peraturan Mendiknas Nomor fase kedua ini, buku yang lulus seleksi NTEC memang sudah bagus. Tetapi dengan adanya kolusi dan pengaturan seperti itu, harganya 11 Tahun 2005 menjadi mahal dan tidak efisien. Ciri: KKN bidang perbukuan semakin berkurang. Fase Block Grant (2000-2004) Keuntungan: Kepmendiknas N0 11 Tahun 2005 ini membatasi kebijakan kepala sekolah dan guru dalam pengadaan buku. Sekolah Ciri: Pengadaan buku diserahkan ke sekolah. Depdiknas hanya dilarang berdagang buku di sekolah, baik langsung maupun tidak berperan dalam proses penilaian dan penentuan kelulusan buku, langsung. Mereka juga tidak boleh memaksakan siswa membeli yang dilakukan oleh Panitia Nasional Penilai Buku Pelajaran buku dari penerbit tertentu. Selain itu, Bambang juga mencabut hak (PNPBP). Dana langsung digelontorkan ke sekolah dalam bentuk monopoli Depdiknas maupun PT Balai Pustaka dalam pengadaan dana subsidi hibah atau block grant. buku secara nasional. Keuntungan: Sekolah dipersilakan membeli sendiri buku-buku Kerugian: Masih terjadi kebijakan sepihak sekolah mewajibkan yang sudah dinyatakan lulus seleksi oleh PNPBP di toko buku. orangtua murid membeli buku pelajaran. Sanksi terhadap para guru Kewenangan yang diberikan kepada sekolah ini sejalan dengan dan pihak-pihak yang melanggar Kepmendiknas ini masih belum pemberlakukan Manajemen Berbasis Sekolah. ditegakkan. Kerugian: Banyak terjadi penyimpangan. Penerbit bergerilya Dpo 7 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan Mei LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-637 37 5/17/2007 6:27:45 AM
  40. Kurikulum menuntut tercapainya kompetensi. DoK. pEnA Yang diharapkan sekolah-sekolah di daerah, kata Erwin, “Perubahan kurikulum juga diikuti pemenuhan perlengkapan sekolah. Misalnya buku- buku dan alat peraga pendidikan. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk triwulan Januari-Maret 2006 saja baru cair bulan Juni.” Erwin dan sekolah di Koala Pambuang, hanya cermin betapa sosialisasi KTSP belum sepenuhnya berhasil baik. Jangan dulu tanya bagaimana hasil penerapan KTSP, bila apa itu KTSP saja di banyak sekolah masih belum paham benar. Jakarta saja tidak sepenuhnya siap menjalankan KTSP. Sylviana Murni, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, meski menyatakan siap melaksanakan KTSP, masih perlu memberi Kegiatan active learning disekolah antara siswa dan guru catatan: kemampuan guru-guru mengembangkan silabus. Pasalnya, KURIKULUM (TIDAK) sebagian guru SD dan SMP di DKI Jakarta masih belum berijazah S-1. Dari 2.98 guru SD di DKI, yang berijazah S-1 baru 4.568 orang, tak lebih dari 20%. Sedangkan SIAP PAKAI dari 10.442 guru SMP, hanya 6.912 orang bergelar sarjana atawa dua pertiganya. Silabus Daerah Seragam Setiap pergantian kurikulum, kurikulum lama pun belum sepenuhnya KTSP lahir berbekal Peraturan Mendiknas dilaksanakan di sekolah-sekolah. Lemahnya sosialisasi dan Nomor 22 Tahun 2006 mengenai Standar pemahaman minim dinas pendidikan di daerah turut andil membuat Isi kurikulum dan Permendiknas Nomor 2 Tahun 2006 mengenai Standar Kompetensi KTSP lambat diterapkan di sekolah. Acuan silabus diseragamkan di Lulusan. Kedua beleid itu diteken Mei 2006. daerah-daerah. Sedangkan sosialisasi kurikulum paling gres itu diatur dalam Permendiknas Nomor 24 E Tahun 2006 yang dikeluarkan pada 2 Juni RWIN NARA mengaku baru sebatas dasar saja. Guru masih harus banyak 2006 lalu. mendengar namanya saja saat ditanya berceramah. Maklumlah di pedesaan,” kata Kurikulum ini menuntut setiap mengenai Kurikulum Tingkat Satuan sarjana kependidikan Universitas Lambung sekolah mengembangkan kurikulumnya Pendidikan (KTSP), lebih dari sebulan Mangkurat, Banjarmasin itu. sendiri. Sekurang-kurangnya sekolah sejak beleid Menteri Pendidikan Nasional Pada ujian nasional lalu, misalnya, tak diminta mengembangkan empat hal. mengenai KTSP disahkan Mei 2006. “Seperti sedikit siswa kesulitan menjawab soal Yaitu perumusan tujuan pendidikan yang apa kurikulum baru itu, kami di sini belum dengan standar nasional. “Banyak yang mengacu pada standar kompetensi lulusan, tahu persis,” katanya guru SMP Negeri 2 menjawab soal pilihan ganda dengan kompetensi dasar setiap mata pelajaran, Koala Pambuang, Seruyan, Kalimantan menghitung kancing baju,” kata Erwin seraya Tengah, ketika dihubungi PENA PENDIDIKAN, kalender pendidikan atau alokasi waktu, tertawa. dan silabus setiap mata pelajaran. Juli tahun lalu. Bagaimana KTSP berjalan setelah hampir Silabus sendiri merupakan penjabaran Penerapan Kurikulum 2004 alias satu tahun digulirkan? Menurut Erwin, belum dari standar kompetensi dan kompetensi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) banyak perkembangan berarti. Sekolah dasar setiap mata pelajaran. Silabus harus saja, kata Erwin, belum sesuai standar. dan guru belum sanggup membuat silabus memuat materi apa saja yang diajarkan, “Di sini siswa masih belum bisa lebih aktif pelajaran sesuai kebutuhan sekolah. Belum kompetensi apa yang diharapkan dari untuk bisa menunjukkan kompetensi lagi menerapkan metode pembelajaran yang 8 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-638 38 5/17/2007 6:27:48 AM
  41. Kurikulum menuju kurikulum KTSP,” kata Drs. Dalmono, dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran peserta didik pada satuan pendidikan Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMA (MGMP). “Koordinasi MGMP dalam satu tertentu dari setiap mata pelajaran, dalam Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di sana, kabupaten bentuknya sharing bagaimana rentang semester, indikator-indikator materi pelajarannya kental sekali nuansa pembelajaran yang akan dipakai,” kata Arik, pencapaiannya, penentuan alokasi waktu kemuhammadiyahan. Materi lain ya nantinya alumni Pendidikan Matematika Universitas secara rinci, sumber belajar yang digunakan ditekankan pada penerapan KTSP mendatang Negeri Malang. (guru, buku, internet, dan lain-lain), dan adalah pengetahuan tentang teknologi Sementara di Kota Pelajar, Yogyakarta, metode pembelajarannya harus berpusat informasi yang didasarkan pada Islam. belum semua sekolah telah melaksanakannya. pada peserta didik. Lain halnya, sekolah unggulan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, misalnya. Persoalannya, guru dan sekolah selama “Kami masih dalam proses perpindahan bertahun-tahun belakangan ini, terbiasa SMAN  Yogyakarta, yang tak merasa mengajar berdasar ketentuan bikinan Pusat DoK. 50 TAHUn pERKEmBAngAn pEnD. InDonESIA yang sudah komplit. Mulai struktur kurikulum yang seragam, silabus dan Rencana Pembelajaran, bahkan soal-soal ujian dan kunci jawaban sudah lengkap dengan juklak dan juknis. Boleh dibilang, selama bertahun- tahun guru terkebiri perannya sebagai pengembang pembelajaran. Guru pun tak lebih dari pelaksana kurikulum semata. Akibatnya, sebagian besar guru gagap menerapkan KTSP yang menghendaki mereka lebih aktif. Model acuan silabus dari Pusat Kurikulum, pada praktiknya digunakan begitu saja mentah-mentah oleh sekolah. Setidaknya itulah yang terjadi di Malang. Tengoklah SMAN 12 Malang, misalnya, Ketika PENA PENDIDIKAN berkunjung Februari lalu, ternyata “makhluk” KTSP masih saja membuat sejumlah guru di sana Kegiatan belajar mengajar tahun 1960 bingung. “Revolusi pembelajaran bikin bingung, terutama dialami guru-guru yang enjoy dengan cara pembelajaran ceramah,” YANG BARU DARI KTSP kata Arik Harianto, SPd, 28 tahun, guru Matematika, sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 12 Malang. • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan Sekolah memang bersepakat menerapkan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan KTSP pada tahun ajaran 2007/2008. • Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah Mereka berharap tahun ajaran depan para memperhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun guru sudah siap. Rekan-rekan guru Arik Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kebanyakan bingung dan gagap untuk • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model menyusun silabus. “Sepintas memang sama kurikulum tingkat satuan pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. • Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan Yang membedakan terletak pada rencana pendidikan dasar dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite kegiatan serta jumlah jam pelajarannya Sekolah atau Komite Madrasah saja,” kata Arik menambahkan. • Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menerapkan peraturan tentang Standar Tahun ajaran lalu, silabus dan rencana Isi dan Standar Kompetensi Lulusan mulai tahun ajaran 2006/2007 pelaksanaan pelajaran (RPP) di SMA 12 • Satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah menerapkan peraturan tentang Malang, adalah “contekan” dari sekolah lain. Di Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan paling lambat tahun ajaran 2009/2010 beberapa sekolah, menurut Arik, mengadopsi • Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum mentah-mentah silabus yang dibikin Lembaga 2004 secara menyeluruh kurikulum baru ini untuk semua tingkatan kelasnya mulai Penjaminan Mutu Pendidikan LPMP di provinsi tahun ajaran 2006/2007 adalah hal biasa. • Penyimpangan terhadap ketentuan penerapan peraturan ini hingga melebihi tahun ajaran “Contek-menyontek” silabus antar 2009/2010 dapat dilakukan setelah mendapat izin Menteri Pendidikan Nasional sekolah itu kemudian malah diseragamkan di • Gubernur, walikota, bupati dapat mengatur jadwal pelaksanaan peraturan ini disesuaikan sekolah-sekolah di Malang. Silabus dan RPP kondisi dan kesiapan sekolah disusun bersama guru-guru yang tergabung 9 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-639 39 5/17/2007 6:27:49 AM
  42. Kurikulum bermasalah dengan kurikulum anyar. SMA “Kurikulum sejelek apa pun ditangan guru pendidikan daerah akan KTSP, dinilai banyak ini memadukan KTSP dengan kurikulum yang baik hasilnya akan baik dan sebaliknya kalangan karena lemahnya pelaksanaan internasional, khususnya Cambridge of kurikulum yang baik di tangan guru yang sosialisasi. Permendiknas Nomor 24 Tahun University. Sejak 2006, SMA  merupakan kemampuannya kurang baik hasilnya 2006 sempat dituding sebagai biang juga tidak akan baik. Baiknya memang rintisan sekolah nasional berstandar lambannya sosialisasi KTSP. “Permendiknas kurikulumnya baik di tangan guru yang baik internasional (SNBI). “Kami tidak masalah Nomor 24/2006 tidak menyebutkan secara pula,” kata Maman. dengan adanya pergantian kurikulum,” tegas peran pemerintah daerah dalam kata Drs. Maman Surakhman, Wakil Kepala sosialisasi KTSP. Mereka jadinya bersikap acuh tak acuh,” kata Dra Diah Harianti, MPSi, Bagian Kurikulum SMAN  Yogyakarta. Beleid Tambahan Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas. Maman berpendapat, guru menjadi Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, ahli kunci penting pergantian kurikulum. Kurangnya pemahaman sekolah dan dinas KALA LEER PLAN BERSALIN JADI KTSP Rencana Pelajaran 1947 Terapannya nampak pada pelajaran bahasa Kurikulum 1964 juga ditandai perubahan Indonesia. Misalnya, melahirkan metode eja, sistem penilaian di rapor. Mulai Tahun Ajaran Inilah Kurikulum pertama masa kemerdekaan. baik untuk membaca maupun menulis. Metode 1966/1967, rapor siswa kelas I dan II nilainya Kala itu istilah leer plan, bahasa Belanda, pembelajaran unsur menjadi bertolak belakang huruf A, B, C, dan D. Nilai A diperuntukkan (rencana pelajaran) lebih popular ketimbang ketika pemerintah mengenalkan matematika bagi siswa yang berprestasi “amat baik”, dan curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi modern pada 1971. Padahal guru hanya nilai B untuk yang prestasi belajarnya “baik”. pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi menguasai pelajaran berhitung. Matematika Selanjutnya, C bagi yang prestasinya dinilai pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. sendiri punya cabang berhitung (aritmatika), ilmu “cukup”, dan D untuk yang “kurang.” Siswa Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. geometri (ilmu ukur) dan aljabar. kelas III hingga kelas VI menggunakan penilaian Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan angka 10-100. sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum Kurikulum 1975 diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya Kurikulum 1968 memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran Pendekatan Kurikulum 1975 menekankan dan jam pengajarannya, plus garis-garis besar Bergulirnya Kurikulum 1968 lebih bersifat pada tujuan. Maksudnya agar pendidikan lebih pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi politis. Tujuannya lebih pada upaya mengganti efisien dan efektif. “Yang melatarbelakangi adalah pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan pengaruh konsep di bidang manajemen, yaitu watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada MBO (management by objective) yang terkenal materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum saat itu,” kata Drs. Mudjito Ak, MSi, Direktur sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan 1968 menekankan pendekatan organisasi materi Pembinaan TK dan SD Depdiknas. pendidikan jasmani. pada 9 mata pelajaran: kelompok pembinaan Metode, materi, dan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan tujuan Rencana Pelajaran khusus. Djauzak menyebut Terurai 1952 Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. “Hanya Kurikulum ini lebih merinci setiap mata memuat mata pelajaran pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai pokok-pokok saja,” 1952. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. katanya. Muatan materi Seorang guru mengajar satu mata pelajaran,” pelajaran bersifat teoritis, kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar tak mengaitkan dengan Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia permasalahan faktual di 16 tahun, Djauzak adalah guru SD Tambelan dan lapangan. Titik beratnya Tanjung Pinang, Riau. pada materi apa saja Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul yang tepat diberikan Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. kepada siswa di setiap Fokusnya pada pengembangan daya cipta, jenjang pendidikan. rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Metode Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima pembelajaran banyak kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, dipengaruhi teori emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), psikologi unsur. dan jasmaniah. 40 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-640 40 5/17/2007 6:27:52 AM
  43. Kurikulum tidak mau, agar kurikulum tidak jalan di kurikulum yang juga anggota Badan Standar diganti dengan Permendiknas Nomor 6 tempat, bukan cuma Depdiknas yang Nasional Pendidikan, sependapat dengan Tahun 2007, yang dikeluarkan Februari dituntut gerak cepat. Dinas pendidikan Diah. Dalam kunjungannya ke sejumlah lalu. Permendiknas menegaskan Ditjen daerah yang membawahi sekolah-sekolah, daerah, Mungin menjumpai tak sedikit Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah harus lebih sigap lagi. sekolah yang rampung membuat KTSP. yang sebelumnya hanya menggandakan Semoga saja KTSP tidak hanya menjadi Rancangan kurikulum itu diserahkan ke dinas dan mendistribusikan KTSP ke setiap dokumen sejarah penggunaan kurikulum pendidikan setempat untuk dilegalisasi. satuan pendidikan, diberdayakan lagi untuk nasional belaka. “Dinas pendidikan yang seharusnya melakukan bimbingan teknis, supervisi, dan berperan sebagai supervisor malah tidak evaluasi pelaksanaan KTSP. memahami apa itu KTSP,” katanya. KTSP pun belakangan ini diplesetkan DIpo HAnDoKo, mUKTI AlI (mAlAng), Aturan sosialisasi KTSP, akhirnya menjadi Kurikulum Tidak Siap Pakai. Mau DAn m fATHonI ARIEf (YogYAKARTA) DoK. 50 TAHUn pERKEmBAngAn pEnD. InDonESIA 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas sejumlah materi. Misalnya materi pelajaran periode 1980-1986 yang juga Kewarganegaraan mengenai Peristiwa 30 Rektor IKIP Jakarta -- sekarang September 1965. Tafsir soal siapa dalang Universitas Negeri Jakarta -- dan bagaimana peristiwa itu terjadi tidak lagi periode 1984-1992. Konsep CBSA berdasar skenario tunggal yang menuduh Partai yang elok secara teoritis dan bagus Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor utama hasilnya di sekolah-sekolah yang pemberontakan. diujicobakan, mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Sayangnya, banyak Kurikulum 2004 sekolah salah menafsirkan CBSA. Sekolah Rakyat pada tahun 1947 Sehingga yang terlihat adalah Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis suasana ruang kelas gaduh lantaran Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai gambar, dan yang menyolok guru tak lagi Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila mengajar model berceramah. Penolakan CBSA istilah “satuan pelajaran”, yaitu rencana pelajaran dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, bermunculan. setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional masih berupa soal pilihan ganda. Sungguh Kurikulum 1994 dan khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, bertolak belakang. Bila target kompetensi yang kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada Suplemen Kurikulum Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru praktik atau soal uraian yang mampu mengukur 1999 dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan seberapa besar pemahaman dan kompetensi dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. “Saat siswa. Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya itu, pendidikan praktis terjebak dalam hirarki Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. tujuan,” kata Mudjito. Menurutnya, ada yang sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di “Jiwanya ingin mengkombinasikan antara tereduksi berulang-ulang ketika guru menjabarkan luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara tujuan-tujuan: dari tujuan kurikuler, instruksional tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul pendekatan tujuan dan pendekatan proses,” kata umum hingga instruksional khusus. apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan Mudjito menjelaskan. pembuat kurikulum. Awal 2006 ujicoba KBK Sayang, ramuan tujuan dan proses itu belum dihentikan. Kini berganti lagi jadi KTSP. juga cespleng. Kritik bertebaran, lantaran beban Kurikulum 1984 belajar siswa dinilai terlalu berat. Dari muatan Dpo nasional hingga lokal. Materi muatan Kurikulum 1984 mengusung process skill DoK. pEnA lokal disesuaikan dengan kebutuhan approach. Meski mengutamakan pendekatan Kegiatan belajar mengajar lebih aktif daerah masing-masing, misalnya bahasa proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum daerah, kesenian, keterampilan daerah, ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 yang dan lain-lain. Berbagai kepentingan Disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan kelompok-kelompok masyarakat juga sebagai subyek belajar. Dari mengamati sesuatu, mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk mengelompokkan, mendiskusikan, hingga dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar 1994 menjelma menjadi kurikulum super Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Learning padat. (SAL). Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. Semiawan, 41 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-641 41 5/17/2007 6:27:58 AM
  44. Ujian Nasional Pelaksanaan UN di SMK Walisongo, Jakarta foTo-foTo: ARIEn T W KETIKA UJIAN Harianto bisa tersenyum lepas. Namun, tidak demikian dengan banyak siswa SMKN 4 Ngawi, Jawa Timur. Sampai-sampai, sang kepala sekolah mencuri satu bundel DINODAI KECURANGAN soal ujian Bahasa Indonesia. Pak Kepsek rela mencuri demi mendongkrak nilai siswa-siswanya. Sejumlah kecurangan pun menyeruak di tengah ketatnya pembuatan Meski ditanggapi pro dan kontra Ujian Nasional yang dimajukan soal hingga distribusi ke sekolah-sekolah. jadualnya, tetap dilaksanakan. Ada kepala sekolah yang mencuri (LIhat: Kecurangan Mencari Celah) Gambaran selintas itu setidaknya materi soal demi mendongkrak nilai murid-muridnya. Secara nasional menyiratkan ada perbedaan kepercayaan diri rata-rata nilai ujian nasional sudah di atas standar kelulusan. SMA di juga kesiapan siswa dan sekolah. Perubahan Jawa Timur merajai perolehan nilai. Jakarta terlempar dari lima besar. jadual ujian yang lebih cepat satu bulan dari biasanya, jelas punya dampak psikologis. P Ade Irawan dari Koalisi Pendidikan AGI itu Harianto bergegas ke sekolah. Indonesia. Rona tegang di wajah siswa menilai UN yang minim sosialisasi itu secara Hari itu memang bukan seperti SMKN 8 Jakarta itu sirna. Ia pun sudah bisa psikologi telah menimbulkan kecemasan hari-hari biasanya. Ia datang ke tersenyum lepas. bagis siswa dan orangtua murid. Waswas sekolah sebagai salah seorang peserta Ujian Harianto mungkin satu dari 2.075.800 itu muncul karena adanya standar nilai Nasional. Harianto tiba di ruang ujian, sekira siswa SMA/sederajat yang tengah mengikuti sejam sebelum bel tanda ujian dibunyikan. Ujian Nasional 17-19 April, dengan rasa kelulusan dari ,01 pada tahun 2002/200 Meski tampak tegang, ia mengaku sudah optimistis. Ujian Nasional yang jadualnya menjadi 5,0 pada 2007 ini. “Siswa dipaksa siap ujian saat memasuki ruangan. dimajukan dari Mei menjadi April, itu menghafalkan pelajaran-pelajaran yang “Nggak terlalu sulit. Karena selama dua akhirnya terlaksana juga, di tengah pro akan diujikan,” kata Ade kepada PENA bulan terakhir sudah digelontor berbagai dan kontra. Ujian tingkat SMP/sederajat PENDIDIKAN. soal latihan,” kata Harianto, begitu keluar Koalisi Pendidikan sendiri termasuk yang diikuti .180.000 siswa juga telah dari ruang ujian mengerjakan Bahasa kalangan yang menentang keberadaan ujian diselenggarakan pada 24-26 April. 42 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-642 42 5/17/2007 6:28:00 AM
  45. Ujian Nasional nasional. Selain, alasan psikologis itu tadi, ada Mahkamah Agung mengenai uji materiil pernah melakukan survei mengenai kinerja sejumlah penyimpangan penyelenggaraan terhadap Kepmendiknas Nomor 15/U/200 pendidikan dasar dan menengah pada 200. Ujian Nasional. Yakni dari sisi pedagogik, tentang Ujian Akhir Nasional. Mendiknas “Survei ini menjadi bahan untuk melengkapi yuridis dan ekonomi. Menurut pandangan pun dengan tegas menerbitkan Peraturan dan bahkan mendasari perumusan kebijakan pedagogik, kemampuan peserta didik Menteri Pendidikan Nomor 1 Tahun 2005 dan rencana strategis peningkatan kualitas, mencakup aspek pengetahuan (kognitif ), sebagai dasar penyelenggaraan UN. pemerataan, dan efisiensi pendidikan,” keterampilan (psikomotorik), dan sikap Idealnya kegiatan penilaian penentuan kata Dodi Nandika, Sekretaris Jenderal (afektif ). “UN hanya menilai kemampuan kelulusan siswa memang dilakuk an Depdiknas. Ketika survei itu dilakukan Dodi kognitif,” kata Ade yang juga Kepala Divisi sekolah. Namun, hal itu memerlukan masih menjabat sebagai Kepala Balitbang Monitoring Pelayanan Umum Indonesia syarat bahwa semua sekolah harus Depdiknas. Corruption Watch (ICW). paham cara mengukur prestasi belajar Survei Balitbang ini berdasarkan data Dari telaah hukum, Ujian Nasional siswa dan hasil pengukurannya bisa dari sekolah umum dan madrasah, dari melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional dipertanggungjawabkan. taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah Masalahnya, siapa yang bisa menjamin menengah, hingga perguruan tinggi. Nomor 20 Tahun 200, khususnya Pasal kalau penentuan kelulusan diserahkan ke Sekolah yang disurvei tersebar di 6.000 desa, 5 ayat 1. Aturan ini menyatakan standar sekolah, tidak terjadi praktik mark up nilai nasional pendidikan terdiri atas standar 4.500 kecamatan, 96 kota/kabupaten, dan dan semua lulus seperti pada masa lalu. isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga 0 provinsi. Bukankah kalau anak-anak gampang lulus, kependidikan, sarana dan prasarana, Hasil ujian nasional sebenarnya telah penyelenggaraan pendidikan ala kadarnya, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian melampaui batas 4,50. Rata-rata nasional anak-anak malas lantaran belajar atau tidak pendidikan, yang harus ditingkatkan secara ujian sekolah di SD bahkan mencapai 6,41. belajar toh lulus juga, akan mendorong berencana dan berkala. Sedangkan UN Sedangkan UN di SMP, SMA, SMK mencapai maraknya praktik-praktik korupsi-kolusi- hanya mengukur kemampuan pengetahuan 5,76; 6; 5,9. “Kinerja pendidikan secara nepotisme? dan penentuan standar pendidik an nasional mendekati standar tapi disparitas yang ditentukan secara sepihak oleh antarprovinsi dan kabupaten/kota cukup pemerintah. tajam,” kata Dodi. Kesenjangan Antarsekolah Pasal 58 ayat 1 UU Sisdiknas menyebutkan Pada Ujian Nasional 2006 lalu, sekolah- bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik sekolah di Jawa Timur kembali membuktikans Pemerintah sendiri menyadari adanya dilakukan oleh pendidik untuk memantau ebagai yang terbaik. SMA Negeri 1 Bangil, kesenjangan antarsekolah dan daerah. proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar Pasuruan, SMA Negeri 1 Banyuwangi, SMA Makanya, standar kelulusan Ujian Nasional peserta didik secara berkesinambungan. UN Negeri 1 Pandaan, Pasuruan, dan SMA tidak serta merta dipatok tinggi. Awalnya, dianggap merampas hak guru melakukan Negeri 1 Ponorogo, adalah peringkat empat ketika masih bernama Ujian Akhir Nasional, penilaian dan mengabaikan unsur penilaian besar terbaik, Ujian Nasional SMA program standar kelulusan dipatok nilai minimal berupa proses. studi IPA. ,01. Kemudian tiap tahun ditingkatkan Selain itu, pada pasal 59 ayat 1 SMA 1 Bangil bahkan nomor satu juga standarnya, hingga mencapai nilai minimal dinyatakan, pemerintah dan pemerintah untuk program studi IPS dan Bahasa. Rata- 5 pada UN 2007 ini. daerah melakukan evaluasi terhadap rata nilai ujian nasional di SMAN 1 Bangil Badan Penelitian dan Pengembangan pengelola, satuan jalur, jenjang, dan jenis untuk bahasa Indonesia (9,46), Bahasa (Balitbang) Departemen Pendidikan Nasional pendidikan. Tapi dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil Siswi SMK 8 Jakarta yang sedang mengikuti UN belajar siswa yang sebenarnya merupakan tugas pendidik. Koalisi Pendidikan menuding Ujian Nasional hanya memboroskan anggaran negara. Tahun ini, dana UN mencapai Rp 244 miliar. Masing-masing sebesar Rp 16 miliar untuk pelaksanaan UN SMP, Rp 9 Miliar untuk SMA dan sisanya sekitar Rp 15 miliar untuk biaya operasional tim pemantau independen. Tahun lalu, dana APBN yang tersedot buat UN mencapai Rp 260 miliar, plus dana APBD dari untuk pelaksanaan UN di daerah. Kritik ber tubi-tubi itu ditanggapi Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo dengan tenang. Apalagi setelah dikeluarkannya ketetapan hukum dari 4 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-643 43 5/17/2007 6:28:03 AM
  46. Ujian Nasional Inggris 9,80, dan matematika 9,71. Herannya, tak ada SMA Jakarta di 25 besar, kecuali SMAK 1 BPK PENABUR. Mereka ini bahkan dipecundangi SMA Negeri 2 Karawang, yang menempati peringkat 5 nasional dengan total nilai 28,16. Di tingkat SMP, jawaranya adalah SMP Internat Al Kautsar, Sukabumi. Lagi-lagi tak ada SMP Jakarta unjuk gigi. Hanya ada SMP Labschool Kebayoran dan SMP 2 PENABUR yang menyelamatkan muka Ibu Kota. Ujian Nasional memang masih menimbulkan pendapat pro dan kontra. Harus diakui bahwa peta pendidikan di Tanah Air masih timpang. Ibarat wajah, foTo-foTo: ARIEn T W masih banyak bagian yang perlu dipermak, sebagian dipoles. Para pengawas sedang menata ulang lembar soal dan jawaban m fAlIKUl ISBAH KECURANGAN MENCARI CELAH S Yunan Yusuf, Ketua Badan Standar Nasional terjadi di Ngawi, Jawa Timur. Seorang kepala IKAP tak terpuji masih saja mewarnai Pendidikan (BSNP), dalam Konferensi Pers, sekolah mencuri satu amplop soal. pelaksanaan Ujian Nasional 2007. Baik awal 4 Mei lalu. Toh, celah kecurangan tetap ada. Modus yang diselenggarakan di tingkat SMA/MA, Di antaranya, madrasah Al Khiairaat yang operandinya bermacam-macam. Misalnya, SMK (17-19 April 2007) dan SMP/MTs, menyimpan soal. Di Jawa Barat berkembang ketika bahan UN diambil pukul 05.00 pagi, SMPLB dan SMALB (24-26 April 2007). isu di Bandung telah terjadi kebocoran kunci maka waktu luang pada pukul 05.00-07.30 Dari soal kunci jawaban yang tiba-tiba beredar jawaban. Namun, tim investigasi menyatakan digunakan oknum guru atau kepala sekolah di kalangan siswa, hingga kepala sekolah yang tidak ada kebocoran kunci jawaban. Di SMAN membuka amplop soal UN dan mengerjakan nekat mencuri lembar soal, demi mendongkrak 2 Tarogong Kidul Garut, guru olahraga, wakil soal tersebut di tempat rahasia dengan cepat nilai siswa-siswanya. kepala sekolah, dan kepala sekolah terbukti dan segera menutup kembali paket soal Padahal, distribusi soal UN sudah dijaga membantu siswa menyelesaikan jawaban soal tersebut dengan rapi. Hasil jawaban yang super ketat. Master soal dikirim dari tingkat matematika dan Bahasa Inggris 10 menit diedarkan dalam bentuk contekan-contekan pusat ke penyelenggara tingkat provinsi. Serah terakhir menjelang akhir waktu ujian. kecil yang dibawa masuk ke ruang ujian oleh terima langsung di percetakan yang ditunjuk Di Sumatera Barat, terjadi boikot ujian guru sekolah penyelenggara. gubernur sebagai pemenang tender. Acara yang dilakukan oleh siswa SMKS Dhuafa. Model lain dengan memanipulasi jumlah penyerahan disaksikan kepala dinas provinsi, Mereka melakukan walk out pada hari kedua peserta ujian dengan jumlah soal yang tim pemantau independen dan aparat UN dan tidak mengikuti UN hari ketiga dibagikan. Ada sekolah yang dengan sengaja kepolisian. Master soal ujian diawasi kepolisian untuk Bahasa Inggris. Awalnya isu boikot mendesain jumlah bangku ujian untuk 18 atau dan tim pemantau. terjadi karena ada perlakuan tidak adil SMKN 20 soal. Sisa soal diambil oknum guru untuk Percetakan tidak dibenarkan melakukan 5 Padang selaku penyelenggara UN. Terbukti dikerjakan dan kemudian dibagikan kepada penelaahan soal, editing, pengetikan ulang aksi itu semata dilakukan karena ketidaksiapan siswa dalam bentuk pesan pendek di ponsel naskah soal, maupun merubah setting lay out, siswa. atau contekan-contekan kecil. termasuk mengatur tata letak gambar. Bahan Kebocoran soal terjadi di Maluku Utara. Kasus lain yang ditemukan, ketika sisa UN yang rusak segera dimusnahkan disaksikan Penyelenggara ujian membagikan keseluruhan soal disimpan di ruang kepala sekolah maka aparat kepolisian dan tim pemantau. Selama soal pada H-1 ke semua sekolah di Ternate. oknum kepala sekolah/ guru yang berambisi soal belum dibagikan juga dijaga ketat aparat Kasus parah ya pak kepala SMA PGRI 4 Ngawi mencapai rangking tinggi menyuruh orang dengan pengamanan tiga jenis gembok yang mencuri satu set soal bahasa Indonesia mengerjakan soal tersebut di ruang khusus berbeda. dan kaset bahasa Inggris. Juga di Sumbawa, dan membagikannya via sms, contekan kecil, Distribusi juga dilaksanakan di bawah NTT, naskah dicuri dua guru. Sementara d bahkan ditulis secara terang-terangan di papan pengawalan ketat kepolisian dan harus MTs Pringgasela, pengawas memberikan kunci tulis dan dibacakan. dilaksanakan pada waktu sedekat mungkin jawaban pada siswa. Tercatat 37 kasus kecurangan dan dengan waktu pelaksanaan ujian. Toh, hingga mURnITA DIAn KARTInI pelanggaran di tujuh provinsi diungkap M. tahap ini hanya ada satu kecurangan yang 44 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-644 44 5/17/2007 6:28:06 AM
  47. Ujian Nasional DARI UJIAN NEGARA KE Pada era Ebtanas dikenal rumus NA = (P+Q+R)/3. NA adalah Nilai Akhir, P adalah nilai cawu I, Q merupakan nilai cawu II, dan R UJIAN NASIONAL adalah NEM. Dengan rumus seperti itu, berapa pun NEM, setelah ditambah dengan nilai cawu atau semester yang dikatrol secara I fantastis, hasilnya memenuhi syarat kelulusan. Misalnya, bisa saja NDONESIA bisa menjadi contoh menarik adanya beragam NEM mata pelajaran matematika hanya 2, tetapi di ijazah tertulis 7. pola ujian nasional di sekolah. Sebut saja sejak era 1945-1969, Hitungannya, NEM matematika 2 digabung hasil cawu I dan II, yang siswa saat itu mengenal Ujian Negara. Berturut-turut setelah itu masing-masing dikatrol menjadi 9, sehingga total nilai gabungan 20. ada Ujian Sekolah (1970-1982), Evaluasi Belajar Tahap Akhir Setelah dibagi tiga dan dibulatkan, ketemulah angka 7. Nasional (1983-2002), Ujian Akhir Nasional (2003-2005) hingga NEM tak ubahnya macan ompong. Lulusan 100% mudah yang terakhir Ujian Nasional, mulai 2006 lalu. dicapai. Namun buntutnya mutu lulusan rendah dan banyak terjadi Perubahan berbagai model ujian itu, setidaknya karena praktik markup nilai. “Jadi, sebagai pengendali mutu lulusan, sistem diyakini sistem tersebut memiliki keunggulan pada masanya. NEM ini hampir tidak ada gunanya juga,” ujar Bahrul. Ujian Negara yang hampir seperempat abad diterapkan, mutlak Ujian Akhir Nasional hampir mirip dengan model Ujian dikontrol negara, baik materi ujian maupun penetapan kelulusan. Nasional. Prinsipnya sama-sama memadukan Ujian Negara dan “Sekolah tidak punya peran sama sekali. Seluruh mata pelajaran Ujian Sekolah. Perbedaan sangat mendasar adalah nilai ujian diujikan secara nasional,” kata Bahrul Hayat, mantan Kepala nasional menentukan kelulusan. Sekolah tidak bisa main-main Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas, yang kini menjabat sebagai mengutak-atik nilai. Fungsi pengendali mutu lulusan dan praktik Sekretaris Jenderal Departemen Agama. mark up nilai berhasil diterapkan. Ujian Negara dianggap unggul dalam mengendalikan standar Kelemahannya, angka kelulusan menjadi lebih rendah. Pada mutu lulusan. Siswa yang lulus mutunya benar-benar bagus. tahun pertama diberlakukan, 2003, nilai kelulusan masing-masing Namun, pada era akhir 1960-an, banyak ahli pendidikan yang matapelajaran, hanya 3,01. Baru pada 2004, dinaikkan minimal mengkritik bahwa kegiatan penilaian dan penentuan kelulusan 4,01. Toh angka kelulusannya maish rendah. Pada ujian akhir siswa merupakan hak pedagogis guru. Alasannya, guru paling tahu nasional 2005, saja rata-rata kelulusan SMP dan SMA tak jauh materi yang diajarkan dan keragaman kemampuan siswa dalam dari angka 80%. Artinya, hampir seperlima siswa tidak lulus. menyerap bahan ajar. Pada Ujian Nasional 2006, ketika angka batas lulus dinaikkan Ahli pendidikan juga menilai standar tinggi Ujian Negara hanya menjadi 4,5 ternyata diimbangi jumlah kelulusan. Persentase sah diberlakukan bila seluruh sarana dan prasarana sekolah sama kelulusan peserta ujian-yang terdiri atas siswa sekolah menengah atau memenuhi standar kelayakan. Akibatnya, cukup banyak siswa atas, madrasah aliyah, dan sekolah menengah kejuruan--meningkat dari sekolah kelas bawah tidak lulus. ”Banyak ahli pendidikan drastis, mencapai lebih dari 90 persen. berpendapat Ujian Negara tidak sejalan dengan rasa keadilan Rembuk Nasional Pendidikan 2007, April lalu, menggulirkan dalam pendidikan,” kata Bahrul. keputusan anyar. Jenjang SD mulai 2008/2009 menerapkan Ujian Ujian Sekolah merupakan kebalikan total dari Ujian Negara. Nasional, yang juga menjadi penentu kelulusan. Banyak kalangan Sayangnya, teori para ahli pendidikan pendukung model ini, tak khawatir Ujian Nasional SD bisa berdampak mengurangi angka sejalan di lapangan. Otonomi penuh sekolah justru menjadikan partisipasi murni (APM) jenjang SMP. Padahal, pemerintah sekolah seenaknya memberi nilai murid-muridnya. Siswa gampang menargetkan terpenuhinya Wajib Belajar 9 Tahun pada 2008. sekali lulus, bahkan lulus 100%. Fungsi eksternal penilaian sebagai pengendali mutu lulusan menjadi hilang. m fAlIKUl ISBAH Walhasil, kala itu bak sudah jamak terjadi praktik penggelembungan (mark up) nilai ijazah. Mutu lulusan ujian sekolah cenderung merosot drastis. Fenomena yang menonjol saat itu adalah guru mengajar santai. Siswa bersikap semau gue, karena merasa dijamin lulus semua. Kalau nilai jeblok, tinggal sogok sana sogok biar lulus. Babak berikutnya paduan Ujian Negara dan Ujian Sekolah, yakni Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional alias Ebtanas. Mata pelajaran yang diujikan secara nasional enam sampai tujuh. Sisanya, berupa ujian sekolah. Hasil ujian nasional itu disebut Nilai Ebtanas Murni (NEM). NEM tidak menentukan kelulusan siswa. NEM hanya untuk seleksi jenjang pendidikan di atasnya. Penentuan kelulusan tetap di tangan sekolah. Nilai akhir ijasah penentu kelulusan merupakan gabungan NEM dan nilai catur wulan (cawu)/semester I dan II. Model ini belakangan dinilai memberi peluang sekolah mengatrol nilai Siswa sedang melihat pengumuman setelah dilaksanakan UN di SMK 56 Jakarta semester atau cawu agar nilai ijasah tetap oke. 45 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-645 45 5/17/2007 6:28:10 AM
  48. Olimpiade Sains MENGGAPAI KAMPIUN eksperimen 47,2 dari total 50. Keberhasilan Jonathan dkk itu merupakan pencapaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia DUNIA LEWAT SAINS di Olimpiade Fisika Internasional (IphO) sejak 199. Artinya, butuh 1 tahun buat menggapai prestasi terbaik. Pencapaian gemilang tim olimpiade fisika itu sesuai obsesi Yohanes Surya. Di tingkat nasional masih dikuasai provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Yohanes Surya jauh-jauh hari mematok Penjaringan bibit unggul hingga Madura dan Papua. Tim Olimpiade Fisika target menjadikan Indonesia juara dunia. membuktikan diri sebagai juara dunia. Muncul kelas super dengan siswa Yohanes saban tahun kerja ekstra keras IQ di atas 150 sebagai wahana melahirkan jawara sains. mempersiapkan timnya. Kali pertama berpartisipasi di IPhO 199 di Amerika Serikat, Indonesia pulang dengan penghargaan T yang andilnya sangat besar mengantarkan honorabel mention. Emas pertama diraih IM Olimpiade Fisik a Indonesia Jonathan dkk meraih prestasi puncak. ( TOFI) menguk ir sejarah pada tim Merah Putih pada IPhO 1999 di Padova, Di ajang itu Indonesia yang memperolehan penyelenggaraan International Physics Italia melalui I Made Wirawan (SMAN 1 empat medali emas, sebenarnya kalah satu Olympiad di Singapura, 8-17 Juli. Bahkan Bangli, Bali). emas dibanding China. Namun, juara layak ditulis dengan tinta emas buat anggota Kebahagiaan bertambah kala Indonesia dunia ditahbiskan kepada tim Merah Putih TOFI yang terdiri dari Jonathan Pradana berhasil “mengungguli” China di kandang lantaran prestasi top yang diraih Jonathan Mailoa, Pangus Ho, Irwan Ade Putra, Andy mereka saat ajang Olimpiade Fisika Asia Ke-8 Pradana Mailoa yang dinobatkan sebagai Octavian Latief, dan Muhammad Firmansyah di Shanghai, China, 22-28 April 2007. Peroleh absolute winner. Jonathan mengungguli Kasim. Juga Profesor Dr Yohanes Surya medali Indonesia dua emas, tiga perak dan dua perunggu plus satu Honorable Mention. sang pembimbing sekaligus pendiri TOFI 82 peserta lain dengan nilai teori dan Tim Indonesia A dan B berpose di depan back-drop setelah acara pembukaan APhO 8 Shanghai foTo-foTo: WWW.TofI.oR.ID 46 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-646 46 5/17/2007 6:28:11 AM
  49. Olimpiade Sains MENANTI SELAIN JAKARTA 29 medali, 9 di antaranya emas. BPK PENABUR menyumbang hampir 40% perolehan medali kontingen DKI Jakarta dengan DAN JATENG capaian 17 emas, 21 perak, dan 36 perunggu. Bahkan emas Jakarta, separuhnya digapai siswa BPK PENABUR. N AFIS Ulin Nuha mungkin belum menjadi perbincangan Kedigdayaan DKI Jakarta yang menjuarai OSN IV 2005, di hangat di pentas olimpiade internasional. Prestasinya di Jakarta dihentikan tim tuan rumah, Jawa Tengah. Jawa Tengah jadi Olimpiade Sains Nasional (OSN) V di Semarang, 4-9 September juara umum dengan capaian 19 emas, 31 perak, 40 perunggu. lalu “baru” menyabet medali perunggu bidang matematika tingkat Olimpiade sains belakangan ini menjadi ajang pembuktian sekolah dasar (SD). sekolah sebagai yang terbaik. Sayangnya, OSN masih dikuasai Namun perunggu Nafis itu kebanggaan luar biasa bagi provinsi langganan juara: Jawa Tengah dan DKI Jakarta. “Kami Parjan, pembimbingnya di sekolah. “Ini untuk pertama kalinya tidak berharap banyak. Paling mereka-mereka yang berjaket sekolah kami meraih medali, bahkan Banjarnegara baru kali ini oranye itu yang mendominasi medali,” kata Bontor, pejabat dari pula berhasil meraih perunggu dan satu-satunya medali yang Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat. Duta-duta Jakarta dicapai,” kata guru SDN 1 Wanadadi Banjarnegara, Jawa Tengah mengenakan seragam jaket oranye. ini ketika ditemui PENA PENDIDIKAN, di arena lomba OSN Prestasi tim Kalimantan Barat sebenarnya tidaklah buruk: 2 V di Semarang. emas, 2 perak, 4 perunggu. Posisinya di peringkat delapan dari 33 Kebanggaan luar biasa juga dirasakan Irene Cindy Sanur. Siswi provinsi. Masih lebih baik dibanding provinsi Bangka Belitung, SMP Mater Inviolata Flores Timur ini menyumbang perunggu Gorontalo, Maluku, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, buat Nusa Tenggara Timur dari total medali yang diraih satu perak dan Sulawesi Barat, yang pulang ke daerah tanpa sekeping pun dan dua perunggu. Begitu juga kebahagiaan Reza Auliandra, peraih medali. perunggu matematika --satu-satunya medali yang dibawa pulang Penguasa perhelatan hingga lima kali digelar hanya Jateng dan kontingen Nanggroe Aceh Darussalam. “Saya tidak menyangka DKI Jakarta. Jateng menjadi yang terbaik di OSN I 2002 di bisa meraih medali,” kata Reza, siswa SMAN 2 Modal Bangsa, Jogjakarta dan OSN III 2004 di Pekanbaru. Aceh Besar. Sedangkan DKI Jakarta jawaranya OSN II Prestasi Nafis, memang, bukan tandingan Nathan Darius. 2003 di Balikpapan dan OSN IV 2005 di Nathan, siswa SDK Tirta Marta, Jakarta, bukan cuma menggondol Jakarta. Di luar Jawa Tengah dan Jakarta, emas. Melainkan juga memborong penghargaan sebagai peserta hanya Jawa Timur, Jawa Barat, dan terbaik kategori teori dan eksplorasi matematika. Nathan juga Sumatera Utara --satu-satunya dinobatkan sebagai peserta terbaik. Membandingkan SD 1 provinsi luar Pulau Jawa-- Wanadadi pun bukan taranya bagi SD Tirta Marta. yang bisa bersaing di tiga SDK Tirta Marta merupakan sekolah di bawah naungan besar. Yayasan BPK PENABUR. Pada OSN sekolah-sekolah yang tergabung dalam Yayasan BPK PANABUR Jakarta, merajai dengan Dpo keikutsertaan di ajang Memang, jauh dari capaian tujuh mediali (SMAN 1 Jember), plus Honorable Mention Thailand Elementary emas yang diborong China. diraih Sandy Adhitya dari Ekahana (SMAK Mathematics Contest (Themic) di Bangkok, Namun, emas yang diraih Muhammad 1 BPK PENABUR Jakarta). Yang sangat Firmansyah Kasim bisa menerobos dominasi mengejutkan, medali emas Indonesia diraih 200. Direktorat Pendidikan TK dan SD, lima terbaik yang dikuasai China. Apalagi, itu diraih pelajar kelas I. Padahal, hampir ketika itu, juga menggelar Asena Primary siswa kelas I SMAN Athirah Makassar semua peserta adalah kelas III SMA. Mathematics and Science Olympiad di itu berhasil menggungguli perolehan Jakarta pada tahun itu juga. Hasilnya, nilai eksperimen Yun Yang, jagoan China Indonesia memborong 4 emas, 6 perak dan 9 SD Mulai Berjaya yang dinobatkan sebagai absolute winner. perunggu, sekaligus menjadi juara umum. Firmansyah kalah di nilia teori, sehingga Di tahun-tahun berikutnya, ajang Prestasi tim olimpiade fisik a itu total nilainya 42,2, terpaut 0,1 dari Yun ini bersalin nama menjadi International memang lebih mengilap dibanding tim Yang. Mathematics and Science Olympiad for olimpiade bidang studi lainnya. Sejarah Medali emas lainnya digapai Rudi Primary School (IMSO). Pesertanya selain mencatat, Indonesia kali pertama mengikuti Handoko, siswa kelas I SMA Sutomo 1 negara Asean, plus China, Taiwan, Turki, Olimpiade Matematika Internasional (IMO) Medan. Sedangkan medali perak diraih India, Pakistan, Srilangka, Afrika Selatan. di Australia pada 1988. IMO sendiri sudah Musswadah Mukhtar (SMAN 78 Jakarta), Pada IMSO 2005 bertambah negara-negara diselenggarakan sejak 1959. David Halim (SMA Xaverius Bandar Lampung) seperti Azerbaijan, dan Ukraina. Sayangnya, Kedigdayaan juara matematika nasional dan Ivan Gozali (SMA Kanisius Jakarta). pada IMSO 2006 lalu, prestasi gemilang belakangan mulai bisa disejajarkan dengan Medali perunggu diraih Yosua Maranatha siswa Tanah Air gagal berbicara banyak. siswa dunia, setidaknya di tingkat sekolah Hanya Nathan Darius, satu-satunya dasar. Bermula dari dua perunggu dalam (SMAN  Yogyakarta), Adam Badra Cahaya 47 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-647 47 5/17/2007 6:28:17 AM
  50. Olimpiade Sains peraih medali emas. Di bidang matematika itu, peserta tuan rumah terantuk soal- memang memerlukan daya nalar tinggi. Indonesia harus puas dengan perolehan 1 soal eksplorasi. Bivan Al Zacky, misalnya, Menurut dosen Universitas Pendidikan emas,  perak, 9 perunggu. Perak dicapai mengakui soal eksplorasi tergolong pelik. Indonesia Bandung ini soal eksplorasi Jessica Handojo, Maxmilian Sutanto, dan Siswa kelas enam SD Tunas Karya 2, Gading mengharuskan peserta mengembangkan Stephen Sanjaya. Sedangkan perunggu diraih Indah, Kelapa Gading, Jakarta itu memang nalarnya dengan bantuan berbagai Muhammad Rizky Rahmananda, Rahadiyan mengerjakan semua soal. “Tapi enggak tahu alat peraga. Peralatan itu, kata Tatang, Whisnu, Bivan, Ahmad Mutafakkir, Yusuf Adi, deh betul apa enggak. Yang bikin pusing mendorong siswa mengamati fenomena soal-soal eksplorasi,” kata Bivan kepada PENA Natasha Thea, Reza, dan Harfiyanto. dan situasi-situasi yang ada. “Matematika PENDIDIKAN, kala itu. S edangk an lomba bidang sains, bukan sekadar abstrak. Peralatan di soal Indonesia tak memperolah satu emas pun. Menurut Akhmad Muklis, juri dari eksplorasi mendorong peserta berpikir Hingga akhir lomba yang diikuti 119 siswa Indonesia, soal-soal IMSO 2006 memang jauh sederhana lalu menyelesaikannya. Di bagian dari 12 negara itu, pencapaian medali lebih menantang dibanding perlombaan ini tidak ada soal rutin seperti yang mereka tahun lalu. Tantangan datang dari soal-soal pelajari di sekolah,” kata Tatang. Indonesia hanya  perak dan 10 perunggu eksplorasi untuk bidang Matematika. Soal plus satu penghargaan. Posisi Nathan matematika terdiri dari 25 isian singkat dkk ini jauh di bawah China Taipei yang Teori dan Eksplorasi memboyong  emas,  perak, 1 perunggu dan 1 soal eksplorasi. “Levelnya memang dan satu tropi. Negeri tetangga, Thailand beda karena ajang ini internasional. Peserta Soal-soal IMSO 2006 dibedakan meraih total medali 2 emas, 2 perak,  kita kesulitan menghadapi soal eksplorasi. dua bagian: teori dan eksplorasi atau perunggu dan satu tropi. Negeri kota Kalau untuk teori anak-anak kita bagus,” kata eksperimen untuk bidang sains. Tes teori Singapura sukses memboyong juara umum Muklis, dosen matematika Institut Teknologi meliputi pertanyaan dengan jawaban Bandung. singkat, uraian dan esai. Sedangkan dengan memborong 4 emas, 4 perak dan  Tatang Hernawan, sesama juri dari soal eksplorasi menjadi ikon Indonesia. perunggu. Indonesia, juga menilai soal-soal eksplorasi Sebab, soal model ini hanya ada di sini. Di Pada penyelenggaraan IMSO 2006 KARYA ILMIAH DOELOE, medali emas jumlahnya tidak hanya satu. Jumlahnya tergantung kesepakatan antara penyelenggara dan sponsor pemberi hadiah. OLIMPIADE KINI Pada OSN I masih terbatas pada lomba mata pelajaran tingkat SMA: fisika, kimia dan matematika. Pada OSN II 2003 1 di Balikpapan, murid SD dan SMP dilibatkan. Seterusnya OSN 988, 18 tahun lampau. Indonesia kali pertama mengikuti diikuti siswa SD/MI hingga SMA/MA. Pada OSN IV 2005 ajang Olimpiade Internasional Matematika (IMO). Lantas di Jakarta terjadi penambahan bidang lomba yakni astronomi. berpartisipasi di Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) pada Sedangkan pada OSN V di Semarang ini, ekonomi dan komputer 1993, Olimpiade Biologi Internasional (IBO) pada tahun 2000, mulai diperlombakan. Yang juga perlu dicatat. Peserta perempuan Olimpiade Kimia Internasional (IChO) tahun 1997 dan Teknologi dalam lomba bidang komputer rupanya cukup besar: 30% dari Komputer (IOI) tahun 1995. Kemudian Olimpiade Astronomi 113 peserta. Internasional (IAO) tahun 1995 hingga debat bahasa Inggris berlabel World School Debating Championship (WSDC). Tim Indonesia A & B di ajang APhO 2007 Shanghai, China saat dilepas Barulah pada 2002, Olimpiade Sains Nasional Dirjen Mandikdasmen di Gedung E Depdknas Jl. Sudirman Jakarta lahir kali pertama dan digelar di Jogjakarta. Sebelum kelahiran OSN, ajang ilmiah yang diperlombakan adalah Lomba Penelitian Ilmiah Remaja oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Lomba Karya Ilmiah Remaja oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Konsep olimpiade melombakan kemampuan peserta secara individual terhadap pemahaman konsep ilmu dasar, baik secara teori dan praktik. Sedangkan lomba penelitian dan karya ilmiah lebih mengarah pada penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Pada kriteria tertentu, peserta lomba karya tulis dan olimpiade adalah kelompok. Peserta lomba penelitian dan karya tulis juga hanya siswa SMP dan SMA. Yang lebih mencolok lagi pada olimpiade juara pertama atawa peraih 48 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-648 48 5/17/2007 6:28:21 AM
  51. Olimpiade Sains Metode Penyusunan Soal BUAT YANG SUPER CERDAS Penyusunan soal yang bikin pusing peserta itu membuktikan bahwa juri J UARA dunia fisika, mengungguli China di satu sisi, adalah obsesi Profesor Yohanes tak sembarang mengeluark an soal. Surya yang menajdi kenayataan. Namun ada satu lagi yang masih menjadi dambaan Pembahasannya saja menghabiskan waktu pendiri Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) itu, yakni mencetak 500 fisikawan pada setahun. Pembahasan melibatkan ahli 2020 mendatang. Satu di antanra bisa meraih Nobel Fisika. matematika dari sejumlah institusi. Yakni ITB, Salah satu upaya Yohanes itu didekati dengan mendirikan Kelas Super Cinta Negeri. UPI, PPPG Matematika, Universitas Negeri Kelas ini memang diperuntukkan bagi siswa dengan IQ minimal 150 dan nilai rata- Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan rata di SMP 9,5. Saat ini baru ada di SMA Negeri 3 Jakarta. Kelas ini dibuka mulai Direktorat Pembinaan TK-SD. 2005/2006 berkat kerjasama dengan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Setiap institusi mengusulkan soal. Soal-soal Jakarta dan BMW Indonesia. itu dikumpulkan dan didiskusikan. Panitia Mata pelajaran di sana sedikit berbeda dengan kelas reguler. Sebanyak 20 siswa di juga meminta semua peserta dari negara lain tahun pertama itu disiapkan menguasai matematika, fisika, kimia, bilogi, dan komputer, mengirimkan usulan soal. Soal-soal itu dipilah- bidang-bidang yang dilombakan dalam olmipiade. Selain itu juga ada pelajaran agama, pilah menurut tipe (aritmatika, statistika, seni dan olahraga plus etika. Perbedaan yang menyolok adalah materinya yang super. geometri, data, dan pengukuran). Juga Pengajarnya pun bukan sembarangan ada 60 doktor dari berbagai perguruan tinggi dikelompokkan menurut tingkat kesukaran. ternama. “Pelajaran sains kelas I setara dengan tingkat pertama universitas,” kata Ade Soal yang dikeluarkan atas persetujuan Cristian Aritonang, staf operasional kelas super. para tutor dari semua peserta. Kumpulan soal itu digabung dengan sumbangan para juri, baru akhirnya diputuskan juri, yang semuanya dari Indonesia, mana saja yang Sang juara dunia Olimpiade Fisika Internasional 2007, Singapura layak diujikan. Oleh karena itu soal-soal pilihan juri masih didiskusikan lagi dengan para tutor dari semua peserta. Bersama tutor juga dibahas sistem penilaian dan skoring. Barulah dicapai putusan finalnya. Dalam masa pembahasan, soal-soal itu juga telah diujicobakan ke pengawas, kepala sekolah dan guru matematika di sejumlah daerah. Tapi, “Mereka yang dites tidak mengetahui sedang menjadi objek uji coba soal,” kata Elvira, panitia seksi lomba IMSO 2006. Mengapa diujicobakan ke guru, tak lain agar sekolah paham bermacam-macam soal yang sebenarnya berbasis kurikulum SD tapi sudah dimodifikasi. Selain kajian oleh para ahli matematika, soal-soal itu juga dicermati dari sisi psikologis. “Kami melibatkan para psikolog. Kami kaji apakah akan menyebabkan murid bisa coba-coba dulu, supaya mengetahui negara lain tak mengenal tes eksplorasi SD nervous atau menimbulkan efek samping jawaban benar atau tidak. Peraga hanya matematika. Bidang IPA juga sama, ada apa tidak,” kata Elvira yang selalu menjadi membantu. Kalau peserta bisa menjawab tes teori dengan jawaban singkat, uraian tanpa menggunakan peraga, peraganya singkat dan esai. Semua soal hanya diberi panitia lomba IMSO sejak digelar 200. boleh saja tidak dipakai,” kata Tatang. waktu mengerjakan dua jam. Soal-soal juga diujicobakan ke siswa dari Matematika misalnya, siswa diajak Tes eksplorasi yang dikeluhkan susah sejumlah sekolah berkualitas di beberapa menerapkan bilangan pecahan dengan oleh banyak peserta jumlahnya enam. daerah, baik negeri dan swasta. Selain untuk persamaan X dan Y. Adapun untuk bidang Jenis soal sendiri, masih menurut Tatang, menguji kualitas soal, sekaligus mencari Sains, siswa diarahkan mempertegas berupa pemecahan masalah (problem bibit bagus yang luput dalam rekrutmen tim pengenalan dan nalarnya akan sifat- base). Soal eksplorasi yang sekilas cuma olimpiade. Selama ini mereka yang mewakili sifat hewan dan tumbuhan pada mirip permainan. Macam alat peraganya IMSO adalah para jawara Olimpiade Sains kelompok tertentu. Selain itu, ada juga beragam. Ada yang mirip papan catur, pipet, Nasional tahun ini plus hasil rekrutmen pertanyaan mengenai kecepatan dan cara dan kotak kubus. Depdiknas. “Kami berharap ada mutiara- menghitungnya, berikut sifat-sifat gaya Disebut eksplorasi lantaran peserta mutiara sekolah yang bisa kita asah,” kata yang menyertai sebuah pengungkit dan memang wajib melakukan eksplorasi alat Elvira. pegas. peraga, berbekal rumus dan teori. “Peserta DIpo HAnDoKo 49 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-649 49 5/17/2007 6:28:24 AM
  52. Jardiknas di pertemuan SEAMEO, Nusa Dua, ARIEn Pelajar SMK Negeri 8 Jakarta sedang Bali, Maret lalu. memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer Konferensi SEAMEO itu diikuti 170 peserta dari 11 negara yang menjadi anggota penuh, plus tujuh negara yang tergabung dalam sajumlah asosiasi pendidikan. Satu di antara sejumlah pembahasan adalah mendiskusikan target yang dicapai masing-masing negara dalam pengembangan ICT untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah. “Kita akan bertukar pengalaman pengembangan ICT dalam peningkatan mutu pendidikan, seperti di Malaysia dikenal dengan nama Smart School yang telah diimplementasikan sejak 2000. Demikian pula Singapura dan Thailand memiliki cara sendiri-sendiri dalam pemanfaatan ICT,” kata Dr Gatot Hari Priowirjanto, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Depdiknas. JEJARING YANG KIAN Jardiknas sebenarnya diperkenalkan kepada masyarakat pada 27 September 2006. Program berbasis teknologi informasi MENDEKATKAN ini menghubungkan kantor Depdiknas Pusat dengan Dinas Pendidikan Provinsi hingga Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Selain itu, sejumlah lembaga otonom di Berawal dari jaringan internet, kemudian menjadi Jaringan Informasi bawah Depdiknas seperti P4TK (Pusat Sekolah di SMK. Kini menjelma menjadi jaringan nasional dari pusat Pengembangan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan LPMP ke dinas pendidikan daerah dan sekolah. Undang-undang, kurikulum, (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), hingga modul pelajaran bisa mudah diakses semua sekolah. Siswa juga terhubung. Program selanjutnya adalah dan guru punya nomor induk nasional. Tahun 2007 dicanangkan menghubungkan jaringan ke sebagian besar sebagai Tahun Teknologi Komunikasi dan Informasi. sekolah. Cikla bakal Jardiknas berawal dari jaringan F internet (Jarnet) di lingkungan SMK pada Konferensi Menteri-Menteri Pendidikan ORUM Rembuk Nasional Pendidikan 1999. Penggagasnya Gatot, yang kala itu Asia Tenggara (SEAMEO Council Conference). yang digelar April lalu, bukan hanya menjabat Direktur Pendidikan Menengah Namanya Jejaring Pendidikan Nasional diisi pembahasan serius berbagai Kejuruan Depdiknas (1997-2005). Pada 2000, alias Jardiknas. Jardiknas adalah jaringan permasalahan pendidikan. Ada pameran Jarnet berkembang menjadi JIS (Jaringan informasi data yang terhubung online pendidikan yang diikuti sejumlah institusi Informasi Sekolah). di lingkungan Departemen Pendidikan menghubungkan 5 simpul di  provinsi, Kini Jardiknas yang berbasis internet dan Nasional (Depdiknas). Stan yang menarik 441 kota/kabupaten, lebih dari .600 SMA intranet itu dikembangkan di 10 provinsi. perhatian peserta Rembuk Nasional adalah dan lebih dari 84 perguruan tinggi plus Yakni di seluruh provinsi di Pulau Jawa, anjungan milik Pusat Teknologi Komunikasi 61 Kantor Dinas Pendidikan di seluruh Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Bali, dan Informasi Pendidikan (Pustekkom), ICT Indonesia. dan Sumatera Selatan. “Program Jardiknas (Information and Communication Technology) “Jaringan Pendidikan Nasional atau akan menata dan memperkuat tata kelola Center for Education, Pendidikan Jarak Jauh, Indonesia Education Network t e l a h pendidikan nasional. Sebab program dan Televisi Edukasi. menyambungkan komunikasi dan informasi ini membantu pemerintah melakukan Segala perangkat berbasis teknologi dari provinsi-provinsi di Indonesia, yakni komunikasi langsung dengan sekolah dan informasi yang canggih itu diluncurkan dari Aceh hingga Papua,” kata Presiden dinas pendidikan di daerah,” kata Menteri kepada publik pada acara pembukaan Soesilo Bambang Yudhoyono dalam pidato 50 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-650 50 5/17/2007 6:28:27 AM
  53. Jardiknas Regional Language Center, pusat regional Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo. Kalau terjadi pemekaran kabupaten, untuk bidang bahasa yang berkedudukan Saat ini, Jardiknas sudah terpasang di nomor sekolah tak berubah. Misalnya d i Singapura. Indonesia dipercaya sekira 25 persen SMA/SMK/Madrasah Aliyah Provinsi Jawa Timur, yang terdiri dari 7 mengembangkan tiga pusat regional (MA) di seluruh Indonesia. Jumlahnya sekira kabupaten/kota. Begitu ada tambahan SEAMEO. Yakni untuk bidang tanaman 000 SMA/MA/SMK. Juga menghubungkan pemerintahan kota baru, atau sekolah baru, tropis di Tajur Bogor, bidang pendidikan 1 LPMP, 12 P4TK, 5 Balai Pengembangan ya tinggal didaftar saja. Sekolah sendiri dan pembelajaran jarak jauh di Pustekkom Luar Sekolah dan Pemuda (BPLSP), dan 10 harus meng-update datanya secara periodik, Depdiknas, Ciputat, Tangerang dan bidang Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Sedangkan, di setiap enam bulan sekali. kesehatan masyarakat di Universitas perguruan tinggi jaringan baru tersambung Data akurat menyangkut profil sekolah, Indonesia, kampus Salemba, Jakarta. untuk seluruh perguruan tinggi negeri. siswa dan guru, itu juga berfungsi “Semua terkait untuk meningkatkan mutu untuk menghindari kebocoran bantuan Nomor Induk Nasional guru dan pembelajaran di sekolah dan dana. “Misalnya Bantuan Operasional perguruan tinggi. Antara lain, bisa belajar Sekolah (BOS). Kan kemarin disinyalir Komponen yang tercakup dalam dari jarak jauh,” Gatot menambahkan. ada kebocoran di sana-sini karena pihak Jardiknas ini antara lain meliputi data sekolah memanipulasi jumlah siswa. Setelah jumlah sekolah, guru, siswa, pegawai, adanya Jardiknas, hal itu tidak akan bisa lagi anggaran, dan lain-lain. Berbagai kebijakan Menyamai Negeri Asia dilakukan,” ujar Gatot. terbaru Depdiknas maupun modul-modul Jardiknas telah melakukan pendataan pembelajaran juga bisa dengan cepat Kehadiran Jardiknas menjadi kebutuhan NPSN. Hingga awal tahun ini, dari 220.000 disosialisasikan melalui Jardiknas. mutlak penunjang kualitas pendidikan sekolah SD/MI sampai SMA/MA/SMK, sudah Jardiknas mencakup integrasi SIM (Sistem nasional. Spektrum permasalahan yang sekitar 182.000 memiliki NPSN. “Jardiknas Informasi dan Manajemen) keuangan, menyerimpung Depdiknas sudah teramat ini seperti jalan tol. Manfaatnya luar biasa pegawai, sarana dan prasarana, guru, siswa, pelik dan besar. Misalnya, persoalan guru, bagi penyelenggaraan pendidikan kita,” dan lain-lain.Semua sekolah memiliki NPSN murid, rehabilitasi sekolah, dan kondisi tambah Gatot. (Nomor Pokok Sekolah Nasional). Memang, geografis yang menjadi kendala peningkatan Yang menjadi perhatian serius Depdiknas, dulu ada NSS (Nomor Statistik Sekolah), mutu pendidikan. “Sistem ini bermanfaat Jardiknas butuh peralatan dan sumberdaya tapi setelah berlakunya otonomi daerah, untuk membangun infrastruktur dan manusia (SDM) yang mumpuni. Penyiapan semuanya bubar begitu saja. konektivitas informasi dan teknologi skala SDM masih menjadi kendala. Saat ini Siswa juga memiliki Nomor Induk Siswa nasional di lingkungan Depdiknas. Selain itu, operator Jardiknas, yakni Teknisi Komputer Nasional (NISN). Guru memiliki Nomor untuk mendukung proses belajar mengajar Jaringan dan Web adalah lulusan Diploma Induk Guru Nasional (NIGN). Setiap sekolah, berbasis ICT,” ujar Gatot. guru, dan siswa memiliki nomor yang unik, Apalagi bila menyimak perkembangan . Setidaknya diperlukan tak kurang 6000 masing-masing punya nomor sampai bubar teknologi informasi untuk pendidikan teknisi handal, yang nantinya ditempatkan atau meninggal. Nomor ini benar-benar di negeri tetangga di Asia Tenggara. di tiap kabupaten/kota. sebuah Single Identity Number, bisa dipakai SEAMEO saat ini memiliki 15 Pusat Regional Tak ubahnya jalan tol yang mesti ada untuk banyak keperluan. Boleh dibilang SEAMEO yang tersebar di beberapa negara. petugas penjaga tiket. Jardiknas memang Antara lain SEAMEO Center for History and fungsinya lebih dari sekadar Kartu Tanda masih butuh tenaga-tenaga profesional. Traditional Value (SEAMEO-CHAT). Yakni Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM). pusat regional untuk bidang sejarah dan DIpo HAnDoKo nilai-nilai tradisional yang DoK. pEnA berkedudukan di Yangoon, Myanmar. SEAMEO Regional Center for Education Inovation and Technology, pusat regional untuk bidang inovasi pendidikan, berkedudukan di Manila, Filipina. Sedangkan SEAMEO Regional Center for Education in Science and Mathematics, pusat regional untuk bidang IPA dan matematika Rektor UI, Usman Chatib Warsa dan Dirjen Dikti, berkedudukan di Penang, EVA RoHIlAH Satryo Brojonegoro saat mencoba casting di stan Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto, Kepala Malaysia. ICT di Rembuk Nasional Biro Perencanaan Depdiknas Ada juga SEAMEO 51 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-651 51 5/17/2007 6:28:31 AM
  54. BHP dengan menghasilkan banyak penelitian. Pada 2005, UI berhasil melakukan 1.500 riset. Tahun berikutnya, jumlah penelitian yang dilakukan UI meningkat menjadi 2.900 riset. Biaya tiap riset mencapai sekitar Rp 15 juta, yang umumnya diperoleh dari sponsorship atau perusahaan yang berkepentingan dengan penelitian itu. Kemajuan lain yang diraih UI setelah jadi BHMN adalah menyangkut dana pendidikan. Sebelum menjadi BHMN, karena UI masih diatur oleh pemerintah, seluruh dana pendidikan untuk operasional UI sepenuhnya bergantung pada subsidi pemerintah yang jumlahnya amat terbatas. UI pun praktis tak mampu mengembangkan potensinya. Setelah menjadi BHMN, kata Usman, UI mampu mencari dana sendiri, karena punya otonomi. Tahun lalu, kabarnya, UI berhasil bisa menjaring dana sebanyak Rp DoK. pEnA HABIS BHMN 490 miliar. Sebagian besar dari dana itu diperoleh dari biaya pendidikan mahasiswa program master dan doktor. Untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan TERBITLAH BHP keuangan, Usman, mempersilahkan BPK (Badan Pemeriksa Keungan) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap keuangan universitasnya. Pemerintah akan menyempurnakan upaya pemandirian perguruan Konsep BHMN tinggi dari konsep Badan Hukum Milik Negara menjadi Badan Hukum Pendidikan. Rancangan Peraturan Pemerintah-nya sedang digodok Konsep BHMN dicetuskan berdasarkan PP Nomor 61/1999 yang efektif diberlakukan DPR. Ada yang mengkritiknya sebagai privatisasi pendidikan. pada 2000. PP itu disebut-sebut kalangan birokrasi pendidikan tinggi sebagai S Australia,” ungkap Usman, bangga. terobosan manajemen yang tepat. PP itu ETELAH berstatus Badan Hukum Milik Kemajuan sebuah universitas, kata telah menyapih perguruan tinggi negeri, Negara (BHMN), Universitas Indonesia Usman, dinilai melalui kemampuan meneliti yang selama ini merupakan instansi (UI) Jakar ta mengalami banyak (research ability), dan kualitas lulusannya. pemerintah, menjadi sebuah entitas peningkatan. Setidaknya, hal itu diungkapkan Standar internasional yang ditetapkan, administrasi yang mandiri (independent Prof Dr Usman Chatib Warsa, SpMK, PhD, sebuah universitas harus menghasilkan administrative entity). Entitas itu kemudian Rektor UI, dalam acara Rembuk Nasional lulusan minimal 50 doktor, tiap tahun. dikenal sebagai perguruan tinggi BHMN. Pendidikan yang digelar Departemen Tidak mudah memang untuk bisa meraih Dalam pelaksanaannya, PP tersebut tidak Pendidikan Nasional, pertengahan April standar seperti itu. Tapi setidaknya, Usman serentak diberlakukan untuk semua PTN di lalu, di Pusat Pengembangan Pemberdayaan mengungkapkan, saat ini UI sudah mencetak negeri ini. Di awal pemberlakukannya, hanya Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) 125 doktor dalam tiga tahun terakhir. empat PTN yang dianggap mampu menjadi Sawangan, Depok. Sedangkan untuk gelar master, UI sudah pioner untuk berubah status menjadi BHMN, Dalam beberapa tahun ini, kata Usman, yaitu UI, Universitas Gadjah Mada (UGM), UI mampu bersaing dengan sejumlah mampu mencetak sekitar .000 lulusan per Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut universitas di dunia. Saat ini, UI berada tahun. Pertanian Bogor (IPB). Untuk PTN lain masih di nomor ke-6 ASEAN. Sedangkan untuk Usman juga mengaku bangga pada hasil- menunggu kesiapan lebih jauh. tingkat Asia, kampus berjas kuning ini hasil riset yang dilakukan para mahasiswa Namun respon kampus dan civitas berada di posisi 11. “Meski tidak berada di S. “Hasil riset yang mereka lakukan sudah akademika tidak serta merta menerima urutan pertama, setidaknya kita sudah bisa memuaskan,” katanya. Malah, kata Usman, kebijakan baru itu. Beberapa di antaranya, membawahi universitas di Malaysia dan UI sudah mencapai indeks riset internasional, 52 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-652 52 5/17/2007 6:28:36 AM
  55. BHP “Pada lima tahun awal, secara administratif terutama PTN yang dianggap belum siap, badan itu adalah badan milik pemerintah memandang skeptis terhadap kebijakan yang bersifat nirlaba,” kata Satryo. ”Dia tersebut. “Alih-alih, membuat mandiri PTN diberi kemandirian dalam mengelola urusan tapi malah bisa mencekik para mahasiswanya akademik, keuangan, dan kepegawaian.” dengan biaya pendidikan yang menggila,” Semua kebebasan itu, kata Satryo, diberikan demikian kritik yang mereka lontarkan. agar PTN-BHMN tidak terikat oleh berbagai Tapi, pemerintah juga punya alasan kekakuan peraturan birokrasi pemerintah, mendasar untuk menerapkan konsep BHMN. khususnya dalam bidang keuangan dan Menurut Direktur Jenderal Pendidikan kepegawaian. Tinggi (Dirjen Dikti) Prof Dr Satryo Soemantri Setelah melewati masa lima tahun Brodjonegoro, konsep BHMN diterapkan, onsep pertama, menurut Satryo, lima tahun karena selama hampir 60 tahun lebih, berikutnya dialokasikan untuk lebih menata kinerja PTN terkendala berbagai aturan ketat perubahan manajemen kepegawaian. yang diterapkan pada instansi pemerintah. ”Jadi, pada 2010 nanti semua pegawai di “Akibatnya, lembaga pendidikan nasional Rektor UI, Usman Chatib ARIEn lingkungan PTN-BHMN tidak lagi berstatus tidak mampu melaksanakan misinya dengan PNS tetapi pegawai PTN-BHMN,” jelas baik dan tertinggal jauh dari PT negara Satryo. Persiapan untuk perubahan status acara rembuk nasional di Sawangan, Depok, tetangga dalam mutu akademik,” katanya. kepegawaian itu, kata Satryo, sebenarnya itu. Lalu sudah sampai sejauhmana PP itu? Pernyataan Satryo cukup beralasan. Survei sudah dilakukan sejak lima tahun pertama Satryo menjawab masih di tangan DPR. PT yang diselenggarakan Majalah Asiaweek penerapan BHMN. Tanggapan publik soal BHP lumayan pada 2000 menunjukkan PTN papan atas ramai, tak ubahnya seperti ketika pemerintah di Indonesia (UI dan UGM), hanya mampu akan menerapkan konsep BHMN. Penuh menduduki posisi 61 dan 68 dari 77 PT Dari BHMN Ke BHP dengan perdebatan dan kontroversi. Angger yang ikut disurvei. UGM, hanya menduduki P Pramono, pemerhati pendidikan, dan M ranking 4 dalam kualitas akademik, ranking Sejak 2004, pemerintah mulai menggodok Firdaus, aktivis Jaringan Pendidikan untuk 77 dalam kualitas dosen, ranking 69 dalam aturan baru soal pengaturan badan hukum Keadilan, pernah mengkritik konsep BHP kualitas penelitian, ranking 7 dalam sumber di bidang pendidikan. Beleid lama, Peraturan dalam tulisan-tulisannya di media massa. keuangan, 76 dalam publikasi ilmiah, dan 71 Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 1999, telah Dalam tulisannya, keduanya mencurigai dalam fasilitas teknologi informasi. digeser oleh aturan baru yakni Undang- BHP itu berpotensi mengarah pada Satryo mengatakan, tahap pemandirian Undang Nomor 20 Tahun 200 tentang komersialisasi dan privatisasi pendidikan. perguruan tinggi melalui BHMN itu dilakukan Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Menurut Angger, peluang komersialisasi secara bertahap. Selama lima tahun pertama Pasal 5 Undang-Undang itu itu terletak pada kebijakan memutuskan sejak konsep BHMN diterapkan, PTN yang mengamanatkan dibentuknya badan hukum pembayaran dana pendidikan. Nah kebijakan menjadi BHMN diberi kesempatan lebih bagi penyelenggara dan satuan pendidikan. itu berada di tangan universitas. Sementara, dahulu untuk melakukan konsolidasi Karena itu, pemerintah telah merancang Firdaus mengkritisi soal privatisasi. Dengan menuju perubahan yang lebih mendasar. bentuk badan hukum baru di bidang diberlakukannya BHP, privatisasi pendidikan pendidikan, yang akan bernama Badan akan secara otomatis berlaku. Dari segi Hukum Pendidikan (BHP). Pemerintah telah ini, Firdaus melihat, pemerintah seperti membuat rancangan aturannya dalam ingin cuci tangan soal pendidikan karena bentuk PP. membebani semuanya ke universitas yang Namun, hingga saat ini rancangan PP itu bersangkutan. belum disahkan. Padahal draft-nya sudah Dan memang, Satryo mengakui bahwa disusun sejak 2004. Menurut kabar dari perdebatan seperti inilah yang masih parlemen, rancangan PP itu masih menjadi menjadi diskusi sengit di DPR. Tapi, kata perdebatan publik dalam beberapa pasal. Satryo, sebenarnya persoalan itu sudah Misalkan ada yang mempersoalkan bentuk InI AnD n terjawab oleh wali amanah yang berisikan AYU dan fungsi kelembagaan, independensi, dari tenaga pengajar, pimpinan universitas, prinsip-prinsip usaha, dan ekses dan pemerintah. Jadi keputusan apapun komersialisasi. akan melalui musyawarah di tingkat wali Toh, Satryo Soemantri Brodjonegoro amanah. Soal ekses privatisasi, Usman menegaskan, upaya untuk membuat mengatakan, meski diberlakukannya BHP, BHP sudah sangat relevan dan teruji. gaji dosen harus tetap disubsidi oleh “Kami akan menyegerakan PP BHP pemerintah. itu yang melandasi perkembangan PT ke depan yang otonom, kreatif dan akuntabel,” ungkapnya dalam RoBI SUgARA, fAlIKUl ISBAH, DAn AYU n AnDInI Satryo Sumantri Brodjonegoro 5 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-653 53 5/17/2007 6:28:53 AM
  56. Pendidikan Islam Suasana belajar mengajar di sekolah Muhammadiyah ISTImEWA MENANTI MADRASAH DAN PONDOK LEBIH BERSINAR Pemerintah selama ini belum serius mengurusi madrasah, pondok pesantren, dan sekolah bercirikan Islam yang 90 persen milik swasta. Kualitas guru dan kepala madrasah masih jauh dibanding sekolah umum. Pengelolaan madrasah oleh Departemen Agama masih memantik perdebatan. M turut melengkapi model bandongan dan tua yang dikenal masyarakat. Adalah ulanya pesantren. Sistem sorogan. Pada sistem bandongan, sang penjajah Belanda, yang mengenalkan era pendidikan awal yang dikenal guru atau kyai membaca kitab dan para sekolah. Muridnya mulai terbagi-bagi dalam masyarakat muslim Nusantara. santri mendengarkan. Sebaliknya, sorogan tingkat kemampuan. Ada model evaluasi Sebuah perpaduan antara rupa padepokan berlangsung dengan murid bergiliran dan tanda kelulusan. Muslim Tanah Air yang para pendekar yang dikenal di zaman membaca dan guru mendengarkan. mengenyam pendidikan di dunia Arab dan kerajaan Hindu-Budha dengan muatan Model pembagian kelas di pondok Eropa di awal abad XIX pun mulai mengenal pengajaran Islam ala Arab. Para santri yang pesantren, atau kini disebut klasikal model pembagian kelas sesuai tingkat tadinya hanya belajar, lama-lama memilih merupakan cikal bakal model madrasah. kemampuan. tinggal tinggal di sekeliling masjid dan Bedanya hanya pada muatan materi. Di Perlahan tapi pasti, sistem kelas mulai rumah sang guru. Pesentren pun lambat beberapa pesantren salafi (klasik ortodoks), marak di lembaga pendidikan Islam. laun membangun pondok-pondok buat biarpun memakai model klasikal, hanya Banyak pesantren mulai membagi santri- tinggal para santrinya. Lahirlah pondok ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan. Di luar santri mereka dalam kelas-kelas. Sesuai pesantren. itu, banyak pesantren yang secara perlahan tingkat kemampuan dan tingkat kesulitan Pondok pesantren inilah sejatinya memasukkan ilmu-ilmu umum (matematika, materi yang berbeda tentunya. Model ini merupakan lembaga pendidikan berusia 54 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-654 54 5/17/2007 6:28:55 AM
  57. Pendidikan Islam madrasah tidak dialihkan ke Depdiknas, sekolah juga diajarkan di madrasah. Untuk kimia, biologi, dan ilmu sosial). maka selama itu pula madrasah tidak maju- bisa dinyatakan lulus, siswa juga harus Sebagian pesantren mengubah sistem maju. “Sudah puluhan tahun madrasah tidak menjalani Ujian Nasional, sama dengan klasikal mereka pada bentuk yang lebih terurus dengan baik. Padahal, madrasah pun siswa sekolah. Pendek kata, lanjut Firdaus, formal, yang kemudian disebut madrasah. dituntut memberikan pendidikan bermutu,” standar yang digunakan sama. Sehingga Kini, madrasah tak lagi hanya di pesantren. paparnya. kesempatan yang diperoleh para lulusan Banyak komunitas masyarakat muslim Cendekiawan Komaruddin Hidayat yang juga sama. secara swadaya mendirikan madrasah, demi memandu diskusi turut mengingatkan Namun banyak kalangan masih belum pendidikan yang lebih bercorak agamis bagi bahwa meskipun nantinya madrasah dikelola puas dengan tata birokrasi madrasah. anak-anak mereka. oleh Depdiknas, ciri khas keagamaannya Tuntutan mengalihk an pengelolaan Madrasah Sebagai tetap harus dipertahankan. madrasah dari Departemen Agama ke Salah satu solusi yang muncul dalam Departemen Pendidikan Nasional pernah Subsistem diskusi itu adalah menyerahkan pengelolaan mencuat beberapa tahun lalu. Menyusul madrasah dari tingkat ibtidaiyah (setingkat wacana dari Rektor Universitas Islam Negeri Di era Departemen Agama, madrasah, SD), tsanawiyah (SMP), dan aliyah (SMA). (UIN) Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, pesantren dan sekolah agama menjadi Pengelolaan institut agama Islam (PT ) Juni 2004 lalu, desakan tersebut semakin tanggung jawab departemen ini. Dalam diusulkan ditangani oleh departemen kuat dalam sebuah diskusi di Jakarta formalitas tata pemerintahan di bidang tersendiri, yang ia namakan Departemen pertengahan tahun 2004. pendidikan, madrasah dibagi menjadi tiga Pendidikan Tinggi dan Riset. Diskusi bertema Masa Depan Madrasah tingkatan. Madrasah Ibtida’iyah (MI) setara Azra mengusulkan agar eksistensi tersebut menghadirkan para pimpinan dengan SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) suprastruktur Direktorat Jenderal (Ditjen) madrasah dan pondok pesantren dari setara dengan SMP, dan Madrasah Aliyah Binbaga Depag diper tahankan. Tapi berbagai wilayah, tokoh pendidikan, (MA) setara dengan SMA. penyelenggaraan pendidikan dilimpahkan kalangan DPR, dan birokrat. Di antaranya KH Orde pemerintahan silih berganti. Dalam kepada pemerintah kabupaten/kota. Nur Iskandar SQ (Pimpinan Pondok Pesantren rentang yang sangat panjang kualitas Asshiddiqiyah Jakarta, Bogor, dan Karawang), madrasah masih tetap dianggap sebagai Pertimbangannya, Depag tetap bisa Ki Supriyoko (guru besar Perguruan Taman lembaga pendidikan kelas dua, dibanding memegang kewenangan dalam mengelola Siswa), Taufikurrahman Saleh (Ketua Komisi sekolah umum binaan Depar temen pendidikan agama dan keagamaan sesuai VI DPR), Indra Djati Sidi (Dirjen Pendidikan Pendidikan. Namun Drs. H. Firdaus Basyuni, dengan aspirasi masyarakat muslim. Dasar dan Menengah Depdiknas), Qodri A M.Pd., Direktur Pendidikan Madrasah Azizy (Dirjen Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama saat ini menyatakan Depag), dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah lembaga pendidikan binaannya ini mulai Azyumardi Azra. beranjak mencapai kualitas yang sama Intinya, demi menyelamatkan nasib dengan lembaga pendidikan umum. madrasah, Depag tak perlu berlama-lama Bagi Firdaus, rendahnya mutu mengelola madrasah. Dalam era otonomi madrasah di masa lalu tak lain karena daerah, kehidupan madrasah semakin ketimpangan kebijakan. Pemerintah lebih merana. Madrasah diangap bagian dari memprioritaskan sekolah-sekolah umum, kewenangan pemerintah pusat (Depag), terutama sekolah negeri. Padahal, sebagian sehingga pemerintah daerah enggan besar madrasah berstatus swasta. Saat ini, mengurusnya. UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan SAIf Ul A n Am Ki Supriyoko dan Azyumardi menegaskan, Nasional menghilangkan dikotomi itu. “Ini madrasah harus dipisahkan dari sudut adalah peluang bagi kita untuk segera pandang agama. Madrasah harus dilihat mendorong madrasah-madrasah yang sebagai persekolahan atau bagian sebagian besar swasta itu supaya bisa maju,” dari pendidikan. Karena itu, madrasah ujar alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan hendaknya dikelola secara profesional Kalijaga Yogyakarta ini. oleh Depdiknas seperti halnya sekolah- Memang, dalam UU Sisdiknas dan sekolah umum. Rencana Strategis Pendidikan Nasional “Biarlah kewenangan Departemen 2004-2009, madrasah tertera sebagai bagian Agama lebih ter fokus pada urusan integral dari sistem pendidikan nasional. pembinaan keagamaan,” kata Ki Supriyoko. Madrasah punya hak dan kewajiban sama Ia mencontohkan, salah satu masalah dengan sekolah. Mereka punya hak atas mendasar yang dialami madrasah selama anggaran dan kebijakan yang adil. Juga, ini adalah keterbatasan jumlah dan mutu wajib mengusahakan proses pendidikan Drs. H. Firdaus Basyuni, M.Pd., guru. yang bermutu bagi semua anak bangsa. Direktur Pendidikan Madrasah KH Iskandar menambahkan, selama Semua mata pelajaran yang diajarkan di Departemen Agama 55 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-655 55 5/17/2007 6:29:04 AM
  58. Pendidikan Islam agama ditempatkan di Universitas Islam “Kelemahannya, apa pemerintah adanya. Semangatnya adalah semangat Negeri Jakarta, Jogjakarta, Bandung, kabupaten/kota mau sebagai pelaksana keagamaan atau dakwah, “ ujarnya. Makasar, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan saja, sedangkan kebijakannya ada di Firdaus yang mulai menjabat sebagai IAIN Walisongo Semarang. Depag? Selain itu, apa Depag mau hanya Direktur Madrasah awal 2005 lalu mengakui Bagi 675 guru yang sedang menjalani tinggal melaksanakan hubungan antarumat bahwa lulusan madrasah masih kalah studi S2 di beberapa perguruan tinggi beragama saja?” kata Azyumardi. dibanding lulusan sekolah. “Ini yang harus di atas, Depag menanggung seluruh Selain itu, menuru Azyumardi, institusi ditingkatkan. Siswanya diberi beasiswa biaya pendidik an. M erek a ini juga Ditjen Binbaga Depag diintegrasikan ke supaya tidak putus dan bersemangat,” mendapat insentif living cost sebesar Rp dalam Depdiknas, dan penyelenggaraan katanya. 1.250.000 per bulan. “Kita benar-benar pendidik an agama dan keagamaan Pengalihan madrasah menjadi mencoba memfasilitasi guru-guru supaya diserahkan kepada pemerintah daerah. tanggung jawab Depdiknas, Firdaus mendapatkan pengetahuan dari sumber Pertimbangannya, dengan satu atap di menilai tidak perlu. Sebab Depag tengah yang berkualitas, dan supaya tumbuh bawah Depdiknas, maka penyelenggaraan, melakukan sejumlah terobosan. Pertama, kebanggaan bahwa dia dari perguruan ter masuk pendanaan, dan k ualitas sebagian besar atau sekitar 90% anggaran tinggi yang baik,” tambahnya. pendidikan agama dan keagamaaan sama dialokasikan untuk madrasah swasta. Tahun Firdaus mencontohkan, seorang guru dan sejajar dengan sekolah umum. 2007 ini kurang lebih 90% dari Rp 800 miliar fisika yang mengikuti program S-2 Jurusan “Kekuatan alternatif ini pendidikan agama adalah pos anggaran madrasah. Setiap Fisika di ITB sangat bangga dan percaya diri kegiatan peningkatan mutu guru, porsi bila kembali ke madrasah. “Kan tidak banyak untuk guru non-PNS akan lebih diperbesar. guru yang mendapatkan kesempatan Madrasah swasta juga mendapat prioritas melanjutkan ke ITB,” tandasnya. mendapatkan pembangunan dan perbaikan fisik. Kebijakan ini cukup beralasan. “Kalau Dirundung Kekurangan madrasah swasta ditingkatkan kualitasnya maka angka kelulusan akan naik signifikan. Tentu apa yang dikatakan Direktur Bila yang digelontor madrasah negeri, maka M a d ra s a h i n i b e l u m s e b e ra p a b i l a pertambahannya tidak akan signifikan,” dibanding kebutuhan di lapangan. Bahrul kata Firdaus yang lahir di Palembang, 11 Hayat, Sekjen Depag saat ini, pernah September 1950 ini. mengungkapkan di depan DPR bahwa Kebijkan kedua adalah seluruh program madrasah-madrasah yang berstatus swasta lebih mengutamakan pada produk. Sebab (91,5%) ini dirundung berbagai kekurangan, yang menentukan masa depan madrasah antara lain sarana, prasarana maupun guru- bukan prosesnya, melainkan kualitas guru yang memfasilitasi siswa dalam proses lulusannya. Masyarakat bisa menimkati pembelajaran. SAIfUl AnAm langsung kualitas lulusan madrasah. Proses pembelajaran di madrasah Dr. Bahrul Hayat Pada 2006 lalu terdapat 675 guru sebagian besar dilaksanakan oleh guru- madrasah mendapat fasilitas pendidikan guru honorer (nonPNS) dengan kualifikasi k e j e n j a n g S - 2 . S e d a n g b a gi ya n g dan keagamaan menjadi lebih terintegrasi pendidikan rata-rata di bawah S1 dan belum memenuhi kualifikasi S1, apapun ke dalam sistem pendidikan nasional. Akan mengajar bidang studi yang kurang bahkan risikonya dan berapapun biayanya, Depag tetapi, memang kurang ada jaminan tentang tidak sesuai dengan latar belak ang memfasilitasi program penyetaraan. kelangsungan eksistensi pendidikan agama pendidikan. Dan bagi mereka yang punya semangat dan keagamaan Islam, sehingga bukan tidak Jumlah guru nonPNS yang bertugas mengembangkan potensi telah didukung mungkin pengintegrasian struktural itu di berbagai jenjang madrasah seluruhnya untuk S-2 sesuai matapelajaran yang merupakan langkah awal dari peleburan sebanyak 52.215 yang terdiri dari, guru diampu. “Seorang guru matematika harus pendidikan agama dan keagamaan Islam kontrak sebanyak 16.044, guru yayasan masuk jurusan matematika pada jenjang ke dalam sistem pendidikan umum, ujar sebanyak 12.890, dan guru BP/Komite S2-nya,” kata dosen IAIN Raden Fatah Azyumardi. madrasah sebanyak 10.281. Sedangkan Palembang ini. Secara realitas historis, menurut jumlah guru madrasah berdasark an Menurut Firdaus, beasiswa S2 yang kini Azyumardi Azra, madrasah sebenarnya kualifikasi pendidikan sebanyak 150.719 berjalan hanya pada 15 perguruan tinggi sudah jauh lebih dulu menerapkan konsep tingkat SLTA ke bawah (0,41%), 2.222 terbaik di Indonesia. Di antaranya Institut pendidikan berbasis masyarakat. Masyarakat, tingkat D1 (7,49%), 100.908 tingkat D2 Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, baik secara individu maupun organisasi, (16,06%, 57.16 tingkat D (9,10%), dan Institut Teknologi Bandng, Universitas membangun madrasah untuk memenuhi 22.215 tingkat S1 (6.95%). Gadjah Mada, Universitas Negeri Malang, kebutuhan pendidikan mereka. “Jangan Menurut Bahrul Hayat, kekurangan dan Institut Teknologi 10 November heran kalau madrasah yang dibangun bisa guru tahun 2006 untuk MTs sebanyak Surabaya. Sedangkan guru matapelajaran seadanya saja, atau memakai tempat apa 11.886 guru yang didominasi oleh guru- 56 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-656 56 5/17/2007 6:29:07 AM
  59. Pendidikan Islam guru untuk bidang studi Bahasa Indonesia DoK. pEnA Lembaga Pendidikan Gontor sebanyak 1.129 orang, Matematika (47), Bahasa Arab (5.022), Muatan Lokal (6.25), Bimbingan dan Penyuluhan (11.641). Sayangnya, kata Bahrul, perlakuan beberapa pemerintah daerah terhadap guru madrasah dan guru pendidikan agama di sekolah masih diskriminatif. Misalnya dalam pemberian tunjangan atau insentif bagi guru negeri dan swasta. Butuh yang Profesional Soal kompetensi kepala madrasah juga menjadi sorotan. “Jika madrasah dipimpin seorang kepala yang berkompeten dan profesional, niscaya madrasah akan maju. Sebaliknya, jika madrasah dipimpin kepala yang tidak berkualitas, tidak memiliki kompetensi dan tidak profesional, niscaya madrasah akan selalu dalam ketidakberdayaan dan kalah dalam Kompetensi (KBK) pun masih belum kurikulum. Bahkan banyak di antara mereka persaingan antarlembaga pendidikan yang kenal. yang tidak paham hakikat kurikulum kian bertambah ketat,” kata Drs Mahfudh S elain itu, masih k ata M ahfudh, dan pengembangannya. “Mereka tidak Djunaidi MA, Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN kemampuan berkreasi dan berinovasi. berkemampuan mengarahkan tenaga Walisongo Semarang. kepala madrasah pada umumnya masih jauh pendidik untuk menyusun rencana dan Menurut Mahfudh, kepala madrasah tertinggal dibanding para kepala sekolah. program pelaksanaan kurikulum,” kata harus punya kemampuan dalam hal “Sulit kita temukan kepala madrasah Mahfudh. manajemen sekolah. Sayangnya, mayoritas berdaya kreasi dan inovasi tinggi dalam Tak sedikit kepala madrasah tidak kepala madrasah masih belum cakap dan pengembangan madrasah, baik dalam memiliki kompetensi dalam identifikasi terampil dalam pengelolaan pendidikan. pengembangan kurikulum, penggalian kebutuhan dan pengembangan kurikulum Bahkan cenderung kurang paham soal dana, maupun perlengkapan sarana dan terutama lokal. Di antara mereka bahkan manajemen kurikulum, manajemen prasarana madrasah,” katanya. tidak berkemampuan mengevaluasi keuangan sekolah, manajemen administrasi Menurut Mahfudh, demi kemajuan pelaksanaan kurikulum. Jangan Kurikulum sekolah, dan lain-lain. madrasah, Depag harus proaktif dan Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang Soal kurikulum, sendiri, mayoritas responsif mengadakan pelatihan-pelatihan menuntut sekolah aktif, Kurikulum Berbasis kepala madrasah masih belum menguasai khusus bagi guru dan kepala madrasah. Centang perenang lembaga pendidikan berciri khas Islam tentu saja tak cuma disesali. Madrasah, pondok pesantren, sekolah Islam, memang dibangun masyarakat dengan modal semangat. Tentu, bukan sebuah kebanggaan bila madrasah yang cuma punya segilintir murid tak merasa perlu gulung tikar. Pemerintah memang perlu memberikan porsi anggaran lebih kepada madrasah, dan sekolah-sekolah bercirikan Islam. Lebih dari itu, peran swasta amat diharapkan. Semoga, madrasah dan sekolah keagamaan mampu bersinar dan menjadi kebanggaan masyarakat pendidikan di masa mendatang. DoK. pEnA Laboratorium komputer Lembaga Pendidikan Gontor SAIfUl AnAm DAn m fAlIKUl ISBAH 57 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-657 57 5/17/2007 6:29:09 AM
  60. Peran Daerah DoK. DEpDIKnAS pemberantasan buta aksara, ada sekitar .296.654 jiwa penduduk Jawa Tengah tidak bisa baca tulis. Mereka ini 10% dari jumlah total penduduk Jateng. Tahap pemberantasan berlangsung tiga tahap, yakni tahap pemberantasan keaksaraan dasar 2006, tahap pembinaan dan keaksaraan lanjutan 2007, serta tahap pelestarian untuk keaksaraan mandiri 2008. Pada tahun ini jumlah buta aksara menurun menjadi 2,9 juta jiwa dan ditargetkan tahun 2008 capaian pemberantasan buta huruf di Jawa Tengah bisa berkurang hingga 1,9 juta jiwa. Untuk mencapai target yang diharapkan, dinas pendidikan Jawa tengah merangkul berbagai macam elemen pendidikan. Selain mengoptimalkan Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) dan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar), Dinas Pendidikan Jateng Rehabilitasi Sekolah bekerjasama dengan 28 Perguruan Tinggi DAERAH MEMACU yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Bentuk kerjasama dilakukan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). “Kami bersinergi dengan 28 Perguruan PENDIDIKAN tinggi se-Jawa Tengah dengan melibatkan 20.000 mahasiswa. Ditargetkan satu mahasiswa dalam waktu 5 minggu bisa mengentaskan buta aksara 10 orang,”ungkap ayah dari tiga anak ini menyampaikan kiat– Setelah otonomi daerah diterapkan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mau tak mau harus mengalokasikan anggaran pendidikan lebih banyak lagi. Porsi anggaran pendidikan masih minim. perhatian pada dana pendidikan. Provinsi muda terus memacu mutu pendidikannya. K pada saat terjadinya gempa tahun lalu. ETIKA gempa mengguncang Dari 25 Kabupaten dan kota yang berada Jogjakarta dan Jawa Tengah 27 Mei ARIEn TW di Jawa Tengah, bangunan sekolah di10 2006, sebanyak 881 gedung sekolah Kabupaten rusak parah. Klaten merupakan di Jawa Tengah rusak. Bahkan tidak sedikit memprihatinkan. di antaranya rata dengan tanah. Namun Selain membangun sarana dan prasarana belum genap setahun Dinas Pendidikan 27.999 ruang kelas sekolah dasar sampai Jawa Tengah cepat tanggap melakukan sekolah menengah atas rusak, masalah rehabilitasi bangunan. Kini sebanyak 214 penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun juga harus Sekolah di antaranya sudah hampir selesai terlaksana. Di samping pemberantasan di perbaiki. Tidak hanya fisik gedung yang Buta Aksara melalui Program Keaksaraan dibangun, segenap usaha dikerahkan agar Fungsional, Kelompok Belajar Paket A, B, proses belajar mengajar berjalan tanpa dan C, dan memperhatikan guru Wiyata hambatan. Bhakti adalah skala prioritas yang harus “Kami akan mengerahkan segenap diselesaikan dinas pendidikan Jawa kemampuan agar dunia pendidikan di Jawa Tengah pada tahun ini. Tengah bisa semakin maju,” ujar Widadi SH, Diakui Widadi, jumlah penduduk yang Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah. Saat masih buta aksara di Jawa Tengah cukup ini, secara garis besar kondisi pendidikan tinggi. Sebelum dilakukan program Jawa Tengah jauh lebih baik dibanding Widadi 58 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-658 58 5/17/2007 6:29:23 AM
  61. Peran Daerah EVA RoHIlAH kiat khusus pemberantasan buta aksara di memiliki banyak pulau kecil dan letaknya Jawa Tengah. terpencil. Tahun ini Jawa Tengah berhasil melebihi “Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan target yang dicanangkan Departemen di pulau-pulau kecil itu kami membangun Pendidikan Nasional sesuai MoU (perjanjian) sekolah SD dan SMP satu atap,”papar Sunardi. dalam pemberantasan buta aksara yaitu Artinya, dari SD hingga SMP dilenggarakan sekaligus di dalam satu bangunan atau satu sekitar 00.000 orang. Namun capaian komplek. Pembangunan sekolah satu atap di yang bisa diraih bisa dua kali lipatnya. Dari Babel berkembang pesat. Kini total jenderal program regular, program Keaksaraan sekolah satu atap di Babel ada 26 sekolah. Fungsional, pembentukan Pusat Kegiatan Selain sekolah satu atap, kinerja Sunardi Belajar Masyarakat (PKBM) dan Kelompok yang mendapat pengakuan adalah dirintisnya Belajar Paket A, B, dan C ada 400.000 orang sebuah SMK Kelautan dan Perikanan. yang sudah terbebaskan, sedangkan dari Namanya SMK I Selat Nasik, dibangun di program KKN berjumlah sekitar 200.000 Pulau Nasik yang berpenduduk 6.000 orang, orang. dan semuanya bermata pencaharian sebagai Di luar Jawa Tengah, provinsi-provinsi lain nelayan. Setiap siswa yang lulus dari SMK ini yang kini juga sedang berupaya bangkit, Sunardi bisa langsung membudidayakan ikan dari menata kembali sektor pendidikan yang mulai penyemaian hingga pembibitan. porak poranda, di antaranya adalah Aceh Kurikulum SMK Kelautan dan Perikanan dan Sumatera Utara. Daerah-daerah itu yang rusak, atau hampir ambruk. Semuanya ini cocok dengan mata pencaharian dan tentu tak ingin dunia pendidikannya terlalu dalam keadaan “segar bugar”. budidaya masyarakat lokal. lama terpuruk. Mereka harus bangkit dengan “Saat ini pembangunan fisik sudah segala kemampuan yang dimiliki. Sebab, selesai. Tahun depan kita akan fokus pada setelah otonomi daerah diterapkan melalui peningkatan kualitas guru,” kata Drs Sunardi, Gorontalo Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pemerintahan Daerah, kemudian Provinsi Babel. Selain upaya rehabilitasi Pembangunan pendidikan juga sedang gedung sekolah, Dinas Pendidikan Babel direvisi dengan UU Nomor 2 Tahun 2004, giat dilakukan provinsi muda lain, Gorontalo. saat ini juga sedang membangun beberapa pendidikan dasar dan menengah kini Jumlah lembaga pendidikan dasar sudah sekolah di daerah kepulauan. Sebelum hampir sepenuhnya jadi tanggung jawab cukup memadai, namun yang masih dibangun, Dinas Pendidikan Provinsi Babel pemerintah daerah. jadi masalah adalah jumlah lembaga membuat standar nasional di kabupaten Gegap gempita membangun sektor pendidikan jenjang menengah (SMP dan dan kota. Saat ini ada tujuh bangunan pendidikan juga terjadi di provinsi-provinsi SMA). Sehingga, banyak lulusan SD yang Sekolah Dasar (SD), tujuh gedung Sekolah baru. Antara lain, Bangka Belitung, dan tidak bisa meneruskan ke SMP. Para lulusan Menengah Pertama (SMP) dan SMU yang Gorontalo. Bukan berarti provinsi tua, yang SMP pun agak kesulitan meneruskan ke SMA berskala nasional di kabupaten kota yang sudah makan asam garam dalam mengelola karena banyak kecamatan belum memiliki biayai oleh Anggaran Pendapatan dan pendidikan, tinggal ongkang-ongkang kaki. SMA. “Kami sedang berupaya menambah Belanja Daerah (APBD) provinsi. Provinsi Sulawesi Selatan misalnya, kini jumlah SMP dan SMA,” kata Kepala Dinas “Pemerintah daerah Babel masih berjuang keras memberantas buta ARIEn T W mengalokasikan APBD bagi pendidikan huruf yang masih menyergap provinsi itu. sekitar 17%, sedangkan anggaran dari Sedangkan Provinsi Papua masih berkutat APBD kabupaten dan kota lebih besar lagi, dengan hambatan geografis, karena jumlahnya mencapai 22-24,5%,” ungkap penduduknya yang terpencar-pencar di Sunardi. Secara umum, kondisi pendidikan pelosok terasing. Berikut ini, sekilas kisah di Babel sudah baik. Selain dukungan tentang kegiatan-kegiatan membangun dari pemerintah memang kuat, animo sektor pendidikan di provinsi-provinsi itu. masyarakat untuk belajar melonjak tajam. “Sayangnya, kualitas sumber daya manusia Bangka Belitung (SDM) baik pengelola sekolah, maupun para guru, kualitasnya masih rendah,” ujar Sunardi Provinsi Bangka Belitung atau biasa terus terang. disingkat Babel, merupakan salah satu Sebagai provinsi kepulauan, Babel memiki provinsi paling muda di Indonesia. Namun, keunikan tersendiri dalam mengembangkan perkembangan pendidikan di provinsi yang pendidikan lokal. Permasalah pendidikan dikenal sebagai penghasil logam timah itu di sini berbeda dengan beberapa masalah bisa dibilang maju pesat. Jika berkeliling pendidikan di provinsi lain yang ada di melihat-lihat bangunan sekolah di sana, Wenny Liputo Indonesia. Sebab, provinsi kepualaun ini Anda tak akan menemukan bangunan 59 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-659 59 5/17/2007 6:29:28 AM
  62. Peran Daerah DoK. DEpDIKnAS beasiswa melanjutkan pendidikan di Provinsi Gorontalo, Drs Weny Liputo. Proyek pembang beberapa yayasan sekolah unggulan Solusi pembangunan SMA Rintisan pun di Jakarta seperti Insan Cendikia, digulirkan. SMA Rintisan adalah sekolah Wirabhakti, dan Dwiwarna. dengan skala kecil, hanya  kelas belajar, Untuk siswa SMA ada beasiswa yang dibangun di kecamatan-kecamatan Gorontalo Unggul yang menjaring yang belum mempunyai SMA atau SMK. Sedangkan untuk SMP dibuat layanan sekitar 0 siswa SMA berprestasi pendidikan di tingkat kecamatan. “Dalam untuk melanjutkan pendidikan di program ini, Dinas Pendidikan Provinsi perguruan tinggi yang ditunjuk. mendukung dari segi sarana dan prasarana, Mereka dimasukkan ke fakultas- sedangkan dari segi ketenagaan dan institusi fakultas yang lulusannya sangat menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan dibutuhkan provinsi Gorontalo dalam Kabupaten/Kota,” ujar Weny. 10-20 tahun mendatang. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan program beasiswa ini tidak mengikat. Provinsi Gorontalo juga sedang berupaya Lulusan program beasiswa itu tak memerangi buta huruf. APBD provinsi harus kembali ke Gorontalo setelah sudah secara khusus mengalokasikan dana pendidikan selesai. Mereka boleh untuk penanganan buta aksara. Begitu mengabdi di mana saja. juga dengan dana dari dinas pendidikan Gorontalo juga masih memiliki kabupaten kota. Dalam upaya memberantas kawasan perkampungan masyarakat buta aksara itu, Dinas Pendidikan Gorontalo yang terpencil, yang agak sulit menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, dijangkau. Karena itu, pembangunan lebih dinikmati masyarakat perkotaan saja. di antaranya organisasi kemasyarakatan, pendidikan masih susah dilakukan di Kini, Dinas Pendidikan dan Pengajaran PKK, Dharma Wanita, para ulama, pemuda, kawasan-kawasan itu. “Banyak guru enggan Provinsi Papua berupaya mengembangkan perguruan tinggi, dan tentu dengan dinas- ditempatkan di tempat terpencil. Sebagian paradigma baru dalam membangun dinas lain yang terkait. besar guru terpusat di kota kabupaten, pendidikan di daerahnya. Pembangunan Pengembangan pendidikan untuk padahal layanan pendidikan harus merata pendidikan kini dimulai dari kampung, dari meningkatkan kualitas siswa juga dirangsang sampai ke pelosok,” kata Weny. Kondisi itu unsur paling kecil dalam sebuah komunitas melalui sistem beasiswa. Satu di antara diperparah oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. Di Papua, perkampungan- program biasiswa itu adalah program masyarakat terpencil serta minat sekolah perkampungan terpencil dengan kehidupan Gorontalo Siap yang ditujukan untuk murid- yang masih rendah. masyarakatnya yang masih tradisional, murid SMP berprestasi. Sebanyak 50 siswa Kini, pemerintah Gorontalo sedang masih sangat banyak, dan membutuhkan SMP diseleksi dari aspek berupaya membangun fasilitas pendidikan penanganan khusus. pengetahuan yang lebih baik di tempat-tempat terpencil. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran akademis, Pemerintah Gorontalo menyediakan Provinsi Papua, Drs James Modouw, MMT kemampuan banyak beasiswa bagi anak-anak miskin mengatakan, anggaran pendidikan, baik dan nilai dari kawasan terisolasi itu. “Saat ini tersedia dari Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun sikapnya. APBD, kini sudah mulai banyak dialirkan ke 1.00 beasiswa dari Depdiknas, dan sekitar Bagi siswa daerah-daerah terpencil. “Dana block grant 800 beasiswa dari pemerintah kabupaten/ yang pun langsung jatuh ke tangan masyarakat kota,” papar Weny. Selain itu, kualitas guru lolos akan di pelosok-pelosok,” ujar James. pun terus dipacu. Targetnya, “Semua guru mendapat K o n d i s i m a s ya ra k a t ya n g m a s i h baik di sekolah negeri maupun swasta nomaden dengan latar geografis yang harus mendapatkan layanan peningkatan TW IEn AR sulit memang menjadi tugas berat. kualifikasi,” jelas Weny. Untuk menyelenggarakan pendidikan secara massal di daerah dengan kondisi Papua yang terpencil tentu butuh biaya yang tidak sedikit. Untuk beberapa daerah Provinsi Papua, sebenarnya bukan yang sudah dijangkau pendidikan, dinas provinsi muda. Namun, provinsi Indonesia memperkenalkan sistem belajar Paket A yang paling timur itu masih tetap berkutat dan B. Ada 14 wilayah terisolasi yang kini pada persoalan geografis. Wilayah yang ditangani dinas Pendidikan Provinsi Papua sangat luas, dengan jumlah penduduk secara intensif. Targetnya, anak-anak di yang masih jarang dan terpencar- wilayah-wilayah itu bisa menuntaskan pencar, tentu menghambat upaya pendidikan dasarnya. pemerataan pendidikan. Akibatnya, hasil James Modouw Jumlah SD di Provinsi Papua saat ini pembangunan pendidikan cenderung 60 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-660 60 5/17/2007 6:29:37 AM
  63. Peran Daerah sekolah dasar yang terus bertambah, Keaksaraan Fungsional, Kelompok Belajar sudah hampir 2.000 sekolah. Proyek pembangunan sekolah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus Paket A, B, dan C. “Target kami, tahun Sedangkan jumlah SMP menambah jumlah SMP dan SMA. Tak hanya 2008 jumlah penyandang buta aksara bisa masih sekitar 08 sekolah. itu. SMK dengan kurikulum lokal pun mulai berkurang drastis jadi tinggal 5% saja,” ujar Rasio itu masih dianggap dibangun dan ditingkatkan pengelolaannya, Muhammad Yusuf Nippi, Kepala Sub Dinas amat jomplang, karena untuk mencetak lulusan siap kerja. Pendidikan Menengah Tinggi (Kasubdis terlalu banyak lulusan SD Karena Sulawesi Selatan terkenal dengan Dikmenti) Sulawesi Selatan. Saat ini, menurut yang tak tertampung di SMP. hasil laut dan hasil buminya, pembangunan Yusuf, 200.000 orang penyandang buta “Ke depan, kami berharap SMK Kelautan dan SMK Pertanian kini huruf sudah berhasil dientaskan. Jadi tahun perbandingan SMP dan SD mulai digalakkan. Ilmu budidaya tanaman- 2007 ini tinggal 401. 000 orang saja. menjadi 1:,” kata James. tanaman komersial, seperti kakao dan Buta aksara, di Sulawesi selatan dibagi Artinya satu SMP melayani jagung, makin diminati. Masyarakat dua: buta aksara formal, yaitu tidak bisa lulusan tiga SD. Sulawesi Selatan yang membudidayakan membaca huruf latin, dan buta aksara Untuk mencapai target ulat sutera pun makin banyak. Karena itu, Arab, yaitu tidak bisa membaca alqur’an. ini dibutuhkan sekitar 400 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini Pemberantasan buta aksara formal di sekolah SMP baru. Jika mengembangkan SMK I Watang Soppeng, entaskan melalui program reguler lewat satu SMP membutuhkan menjadi satu-satunya sekolah kejuruan yang Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) setidaknya 9 orang guru mengajarkan teknik budidaya ulat sutera dan Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) yang di luar kebutuhan tenaga untuk menghasilkan benang sutera. Benang tersebar di pelbagai pelosok di Makassar. administrasinya, maka tentu sutera adalah bahan dasar kain sutera, yang Sedangkan pemberantasan buta aksara diperlukan .600 orang berkualitas tinggi, dan harganya mahal. bagi penduduk yang tidak bisa membaca guru. “Jumlah 400 sekolah Dengan dibukanya pendidikan khusus al-qur’an diaktifkan di sekolah madrasah baru itu akan dibangun di daerah terpencil tentang budidaya ulat sutera, diharapkan dan mesjid. yang belum mempunyai SMP,” kata James. masyarakat Sulawesi Selatan kelak lebih Selain masalah pemberantasan buta Sejauh ini sangat sulit merekrut tenaga piawai lagi dalam membudidayakannya, aksara, penuntasan wajib belajar pendidikan pengajar yang siap dan rela mengajar di sehingga benang sutera yang dihasilkan dasar 9 tahun dan rehabilitasi gedung daerah terpencil. daerah ini terus meningkat dengan kualitas adalah, merupakan tiga masalah pokok Bagaimana dengan SMA? Sama saja. yang makin baik. yang dihadapi Dinas Pendidikan Sulawesi SMA di Papua belum banyak, saat ini hanya Selatan. Saat ini Dinas Pendidikan Sulawesi ada 108 sekolah. Namun, jumlah siswa Selatan sedang berupaya menggenjot yang meneruskan hingga SMA juga tidak ES cASTRA, EVA RoHIlAH, mURnITA DIAn KARTInI, DAn Angka Partisipasi Kasar (APK), meningkatkan terlalu banyak, karena SMP-nya memang m fAlIKUl ISBAH partisipasi anak-anak usia sekolah pada masih sedikit. SMA di Papua lebih banyak pendidikan. tersebar di wilayah kabupaten atau kota. Menurut Yusuf, hingga tahun 2007, APK Seluruh SMA negeri di Papua, kata James, untuk jenjang SMP di Sulawesi Selatan masih dinilai sudah mampu menyelenggarakan 79%. “Masih ada 21% yang belum tercapai,” pendidikan dengan mutu yang memuaskan. katanya. “Kami menanganinya dengan Untuk mengimbangi jumlah SMP yang akan membangun sekolah di daerah terpencil, terus ditambah, pemerintah Papua pun wilayah permukiman transmigrasi dan mulai mengembangkan jumlah SMA. “Kini, TW daerah perbatasan,” Yusuf menambahkan. perhatian lebih diarahkan pada SMA swasta, IEn AR Mengejar target 21%, kata Yusuf, bukan termasuk SMK, yang dibuka khusus untuk perkara mudah. Kendalanya saat ini adalah menampung lulusan SMP,” ujar James. banyaknya sekolah yang sudah rusak dan perlu rehabilitasi. Dalam tiga tahun Sulawesi Selatan terakhir ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menggelontorkan dana Sulawesi Selatan juga bukan provinsi sebesar Rp 2,8 miliar untuk rehabilitasi fisik muda. Namun, kondisi yang mirip persoalan sekolah. Hingga saat ini, sebanyak 56% di Papua juga terjadi di sini. Kondisi geografis, dari bangunan SD yang rusak sudah suku dan adat istiadat masyarakatnya diperbaiki. Untuk tingkat SMP sudah 46% yang masih terpencil dan tertinggal yang diperbaiki. mengakibatkan pendidikan belum merata Seperti permasalahan di provinsi bagi seluruh penduduk. Angka penyandang lain, jenjang pendidikan menengah buta aksara di Sulawesi Selatan masih sekitar di Sulawesi Selatan belum seimbang 601.000 orang pada tahun 2005. dibandingkan dengan jumlah SD. Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Karena itu, untuk menampung lulusan memberantas buta huruf melalui Program Moh. Yusuf Nippi 61 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-661 61 5/17/2007 6:29:45 AM
  64. Daerah Rubrik Biasa sertifikat emas yang terukir dalam Buku Agenda Emas Pendidikan Loteng. Sebagai contoh, pada tahun 2005 lalu ada enam penerima sertifikat emas. Mereka adalah Rahayu Agustiani, I Putu Ariyasa, dan Wahyuningsih, yang masing-masing merupakan siswa SMP yang meraih juara I, II, dan III pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2005 bidang biologi. Ada pula Lalu Fathul Jayadi dan Baiq Yuliati yang masing-masing meraih juara I dan II pada lomba atletik nasional untuk siswa Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Sedangkan satu orang lagi berasal dari guru SD, yaitu Makbul Ramen, yang meraih juara III pada lomba penulisan cerita anak tingkat nasional tahun 2005. Berikutnya, tahun 2006 yang mendapat sertifikat emas adalah Satriawan Amri (SMAN 1 Praya), Sulaeman (SMAN 1 Praya Barat), foTo-foTo: SAIfUl AnAm Lalu Dendi Aghestha Randa (SMAN 1 Praya), nusa Tenggara Barat Lalu Nasrul Hadi (SMAN 2 Praya), Dio Dara GELIAT PENDIDIKAN Virgiansari (SMAN 1 Praya), Ign. Bayu Putra Adi Nata (SMPN 1 Praya), Lalu Agus Wirahadi (SLB Praya), Alhammudin (SLB Praya), Agus Wiranata (SLB Praya), dan Rendra Tri DI LOTENG DAN LOBAR Parlementaria (SMAN 1 Praya). Mereka adalah peraih penghargaan dalam berbagai lomba, mulai dari menggambar komik, pidato bahasa Inggris, oliampiade biologi, atletik, hingga Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR). Meski Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dan Lombok Barat Prestasi lain yang dicapai Loteng adalah (Lobar) dikenal sebagai daerah minus, namun tak menghalangi dalam DBEP (Decentralized Basic Education ( tekad kuat mereka dalam memajukan pendidikan. Bahkan Loteng Project). Program pembangunan pendidikan dasar yang dibiayai Bank Pembangunan Asia kini menasbihkan diri sebagai Kabupaten MBS (Manajemen Berbasis (Asian Development Bank/ADB) itu mulai Sekolah). Lobar juga tak mau ketinggalan, dengan menggenjot bergulir tahun 200/2004 dan berakhir program sekolah filial dan SD-SMP Satu Atap. tahun 2007/2008. DBEP dilaksanakan di 21 kabupaten/kota yang tersebar di provinsi R ibuan guru, siswa, birokrat, akademisi, rata nasional yang 88,68%. “Kami optimistis Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara dan tokoh masyarakat berjubel target tuntas wajib belajar pendidikan dasar Timur (NTT), dan Bali. memadati alun-alun Kabupaten pada tahun 2008 bisa tercapai,” kata Drs. Pimpinan DBEP di Kabupaten Lombok Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, 8 Mei H. Lalu Ruplan, Kepala Dinas Pendidikan Tengah, Lendek Jayadi, SE, menegaskan lalu. Mereka pada mengenakan pakaian adat Kabupaten Loteng. bahwa program tersebut ditujukan untuk setempat. Hari itu, Loteng memang menggelar Indikator lain adalah dideklarasikannya meningkatkan mutu pembelajaran dan hajatan istimewa, yaitu mencanangkan diri pernyataan Komunike Bersama pada 24 memperbaiki bangunan pendidikan dasar sebagai Kabupaten MBS. November 2005, yang ditandatangani Bupati (SD dan SMP). Pada akhir 2005, Depdiknas Loteng yang berpenduduk sekitar 900.000 Loteng H. Lalu Wiratmaja dan Ketua DPRD H. bersama ADB melakukan penilaian terhadap jiwa itu memang dikenal sebagai daerah Ahsan Hoesain. Isinya antara lain, pertama, program DBEP. Hasilnya, DBEP di Loteng yang punya perhatian tinggi terhadap secara konsisten memberikan prioritas dinobatkan sebagai yang terbaik dan berhak pendidikan. Simak saja, jika pada tahun 2006 utama pada pembangunan sektor pendidikan meraih sertifikat Widya Karya Utama dari anggaran pendidikannya baru sekitar 9% dari dan berupaya terus meningkatkan mutu Depdiknas. pendidikan. Kedua, setiap prestasi anak didik, APBD, tahun ini naik menjadi sekitar 1%, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat yang nominalnya sekitar Rp 6 miliar. Kabupaten MBS yang terkait erat dengan peningkatan Maka, wajar jika Angka Partisipasi Kasar mutu pendidikan bertaraf nasional dan (APK) tingkat SMP/MTs di Loteng saat ini juga Program MBS di Loteng mulai diperkenalkan internasional, diberikan penghargaan dan sudah mencapai sekitar 9%, atau di atas rata- sejak 2002. Dua tahun sebelumnya, program 62 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-662 62 5/17/2007 6:29:48 AM
  65. Rubrik Biasa Daerah terdapat 25 SD Filial. Program ini mulai digulirk an sejak tahun 2004 untuk mempercepat penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Sekolah filial merupakan cabang dari sebuah SD Induk. Selain mendirikan sekolah filial, Kabupaten Lobar yang berpenduduk sekitar 77.000 jiwa itu juga giat membangun SD-SMP Satu Atap atau SPDT (Sekolah Pendidikan Dasar Terpadu). Sekolah tersebut dibangun di SD- SD yang berlokasi di daerah terpencil, terisolir, dan pedalaman. Tujuannya adalah untuk memudahkan anak-anak dari daerah tersebut dalam melanjutkan ke tingkat SMP. Jika harus memilih ke SMP di kota, anak- anak dari daerah terpencil, terisolir, dan pedalaman itu merasa keberatan sehingga memilih tak melanjutkan. Karena itu, lantas dibuatkan ruang kelas baru dalam satu kompleks SD dengan memanfaatkan lahan yang ada. “Saat ini sudah terdapat 29 SD-SMP hasilnya sangat positif. Pengelolaan sekolah Satu Atap di Kabupaten Lobar,” kata Nawawi, ini sudah mulai dirintis di Jawa Tengah, Jawa menjadi terbuka, anak-anak dan guru terlibat yang sebelumnya pernah menjadi guru SMP Timur, dan Sulawesi Selatan. Pemberlakuan aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan dan SMA sejak 1970 sampai 1998. MBS tersebut atas sokongan dua lembaga masyarakat berperan optimal dalam kegiatan Jurus sekolah filial dan SD-SMP Satu Atap PBB, yaitu UNICEF dan UNESCO. Aslinya sekolah. Program rintisan itu kemudian itu tampaknya memberi andil signifikan bagi sih bernama CLCC (Creating Learning ditularkan ke sekolah-sekolah lain. keberhasilan program wajib belajar di Lobar. Communities for Children) atau “Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidikan Anak”. Tapi Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Meski didera berbagai kesulitan, terutama Pendidikan Nasional, Drs. Mudjito AK, M.Si, kemiskinan dan kondisi geografis, namun lebih kondang disebut MBS. Program ini juga memuji upaya keras Kabupaten Loteng APK SMP di Lobar kini sudah mencapai bertujuan meningkatan mutu SD/MI melalui dalam memberlakukan MBS. Kata Mudjito, 91%, atau sudah di atas rata-rata nasional tiga komponen utama: manajemen terbuka, keberhasilan program MBS memang tidak yang 88,68%. Akhmad Nawawi yang pernah peningkatan peran serta masyarakat (PSM), bisa kelihatan dalam waktu cepat, apalagi menyabet predikat sebagai Juara II Guru dan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif kalau menggunakan parameter angka-angka. Teladan Nasional tingkat SMA tahun 1987 dan menyenangkan (PAKEM). “Namun nilai-nilai yang dikembangkan dalam itu mengaku optimistis target tuntas wajib Menurut Drs. H. Lalu Dhyana Imran, MBS sangat mendukung anak-anak kita untuk belajar pendidikan dasar 9 tahun di Lobar Kepala Sub Dinas TK/SD Dinas Pendidikan menjadi bangsa yang tangguh pada masa bakal tercapai tahun 2008, sesuai target Loteng, sosialisasi program MBS di Loteng yang akan datang. Nilai-nilai keterbukaan, nasional. yang dilakukan sejak 2002 telah menjangkau berani mengemukakan pendapat, toleransi, seluruh SD yang berjumlah .685. “Yang SAIfUl AnAm (mATARAm) kreatif, dan inovatif, semua dikembangkan sangat menggembirakan, dalam sosialisasi ini dalam MBS. Nilai-nilai itu sangat diperlukan 70% pendanaannya dtanggung oleh sekolah untuk menjadi bangsa maju,’’ tandasnya. sendiri. Ini menunjukkan keinginan mereka menerapkan MBS sangat tinggi,” ujarnya. Setelah kegiatan sosialisasi menyentuh Sekolah Filial seluruh SD, Loteng kemudian menasbihkan diri sebagai Kabupaten MBS. Ini merupakan Gairah untuk memajukan pendidikan juga kabupaten kedua yang menyatakan dirinya tampak di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), sebagai Kabupaten MBS setelah Bantaeng, tetangga Loteng. Tengoklah bagaimana Sulawesi Selatan. daerah ini bekerja sangat serius untuk Willem Standaert, Senior Programme melayani pendidikan anak-anak di daerah Coordinator UNICEF Indonesia, menyatakan terpencil, pedalaman, dan terisolir, dengan gembira atas kesungguhan Loteng dalam membangun sekolah filial (cabang) dan memberlakukan MBS. Awalnya, kata Willem, sekolah satu atap. digelar program rintisan MBS di Gusus 06 Menurut Drs. H. Akhmad Nawawi, MM, Kecamatan Kopang dan Gugus 01 Kecamatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pujut yang mencakup 15 SD/MI. Ternyata Kabupaten Lobar, di daerahnya saat ini Ahmad Nawawi 6 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-663 63 5/17/2007 6:30:02 AM
  66. Peran Swasta DoK. pEnA HMS Donation SWASTA “T tapi juga membuka lembaga-lembaga IDAK ada k ata ak hir untuk pendidikan yang penyelenggaraannya jauh perjuangan suatu bangsa,” kata lebih bagus daripada sekolah-sekolah negeri. Pandit Jawaharlal Nehru, Perdana MENATA Bagi mereka, menangani pendidikan bukan Menteri India, yang pada masanya dulu hanya bagian dari perwujudan tanggung menjadi sahabat Presiden pertama RI, jawab sosial perusahaan, melainkan juga Soekarno. Di balik kalimat sederhana itu berangkat dari kesadaran akan pentingnya sesungguhnya tertanam makna yang KUALITAS sumber daya manusia yang bermutu. dalam. Suatu bangsa tentu tak akan pernah berhenti melakukan perjuangan. Pendidikan menjadi bagian yang mutlak Medco dan Sampoerna dibutuhkan dalam mengemas sumber daya manusia. Masalahnya, meskipun Medco, perusahaan minyak milik Arifin Banyak pengusaha ikut andil penyelenggaraan pendidikan sepenuhnya Panigoro, sudah banyak mengucurkan menangani pendidikan. menjadi tanggung jawab pemerintah dananya untuk mendirikan sekolah. Berangkat dari keprihatinan sesuai dengan amanat konstitusi, namun Melalui Yayasan Pendidikan Medco (YPM), pada kondisi pendidikan pemerintah memilik i keterbatasan- perusahaan itu tak hanya membangun keterbatasan. Beruntunglah, semakin Kelompok Bermain, TK, SD dan SMA. Tapi nasional dan kesadaran banyak kalangan swasta turut memberikan juga banyak memberikan beasiswa kepada akan pentingnya sumber perhatiannya terhadap pendidikan. ratusan mahasiswa di berbagai perguruan daya manusia bermutu. Sebut saja di antaranya PT HM Sampoerna, tinggi terkemuka di Indonesia. Kerap juga Muhammadiyah dan NU Medco, kelompok usaha Sutanto Tanoto, menyeponsori kompetesi keilmuan di luar mengelola puluhan ribu sekolah. grup Ciputra, grup Sahid, dan Bank Lippo. negeri yang diikuti mahasiswa Indonesia. Mereka bukan hanya memberikan beasiswa, Anggaran yang dihabiskan Medco untuk 64 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-664 64 5/17/2007 6:30:05 AM
  67. Peran Swasta dan kualitas sistem sekolah,” jelas Sapto. diluncurkan Agustus mendatang, pelatihan mendanai berbagai kegiatan pendidikan itu Sejak program ini dimulai pertengahan buat guru-guru SMA yang diadopsi dalam mencapai US$ 1,5 juta-US$ 2 juta setahun. 2005, sudah ada enam SMA yang diadopsi program SQIP sudah dilakukan. “Di tahun Medco juga kerap merekrut insinyur- atau mendapat pendampingan Sampoerna pertama dan kedua lembaga ini akan insinyur yang baru lulus kuliah untuk dididik Foundation melalui SQIP. Keenam sekolah menyediakan kursus-kursus dan pelatihan lebih profesional, sehingga siap terjun ke untuk meningkatkan profesionalitas lapangan menangani pekerjaan-pekerjaan itu adalah SMA  Depok, SMA 11 Bandung, guru,” kata Sapto. “Baru di tahun ketiga berteknologi tinggi. Tidak hanya itu. “Medco SMA 2 Balikpapan, SMA 2 Bukit Tinggi, SMA program pascasarjana untuk mencetak guru bahkan kerap membiayai grup-grup musik 2 Sekayu Sumatera Selatan, dan SMA 4 berkualitas dimulai.” anak-anak yang kesulitan mentas di luar Denpasar. negeri,” kata Yani Panigoro, Direktur YPM. “Melalui pendampingan ini, Kepala Pernah Medco membiayai anak-anak sekolah dilatih menjadi CEO yang profesional Tanoto, Ciputra dan Sahid jalanan asuhan almarhum Harry Roesli dalam mengelola, menggalang dana untuk yang mentas di Jerman. Medco membiayai program-program sekolah dan mampu Tanoto Foundation (TF) atau Yayasan keberangkatan mereka. berkomunikasi dengan public,” kata Sapto. Bhakti Tanoto, dari kelompok usaha milik Perhatian besar terhadap pendidikan Sedangkan untuk guru disediakan pelatihan pengusaha Sutanto Tanoto, sudah lama juga ditunjukkan Sampoerna Foundation pendalaman materi pelajaran dan cara bergulat dengan program pelatihan guru. atau Yayasan Sampoerna. Yayasan ini menyampaikannya. Peningkatan kualitas Direktur Eksekutif TF, Ratih SA Loekito, didirikan pada 2001 oleh Putera Sampoerna sistem sekolah misalnya dilakukan dengan mengatakan, program kerja TF bertujuan dan sejumlah pemilik saham perusahaan menyempurnakan kurikulum. untuk meningkatkan kualitas guru. “Guru rokok PT HM Sampoerna. “Kami sudah Jika Program SQIP ditujukan untuk memainkan peranan yang sangat penting sekolah jenjang menengah, maka program dalam meningkatkan kualitas siswanya,” aktif melakukan kegiatan sosial sejak 191, IDP yang dijalankan Sampoerna berbentuk kata Ratih. tapi organisasi sosialnya baru dibentuk pendampingan terhadap perguruan- Akhir Maret lalu, TF menggandeng tahun 2001,” ujar Sapto Handoyo Sakti, perguruan tinggi. Sampoerna Foundation Yayasan Kemala Bhayangk ari ( YBK ) Communication Director Sampoerna menawarkan kesempatan kepada sekolah- menggelar program pelatihan untuk Foundation. sekolah tinggi bisnis untuk mengajukan membantu meningkatkan kualitas guru Menurut Sapto, Sampoerna Foundation proposal. “Misalnya, kalau mereka ingin di lingkungan sekolah milik YBK. Program adalah Corporate Social Responsibility membuat program MBA yang bagus, kita pelatihan guru itu diselenggarakan di Bogor. Operator dari perusahaan-perusahaan akan bantu carikan partner,” kata Sapto. Pelatihan diikuti 50 guru dan kepala sekolah yang menjadi donor mereka. Perusahaan Sedangkan program Teacher Institute dari 25 sekolah di lingkungan YKB yang mitra Sampoerna Foundation terbagi dalam adalah sebuah lembaga pendidikan untuk tersebar di 14 provinsi. Ke-14 provinsi itu tiga kelompok: mitra beasiswa, mitra kerja mencetak guru-guru yang profesional. adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, magang, dan mitra program-program Program ini bekerja sama dengan National Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera khusus. Beasiswa Sampoerna Foundation, Institute of Education Singapore, semacam Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, kata Sapto, diberikan untuk membantu IKIP-nya Singapura. Teacher Institute Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan masyarakat yang tidak mampu. Menurut menerima lulusan S1 yang berminat menjadi Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sapto, beasiswa paling banyak diberikan guru. Meskipun program ini baru akan DKI Jakarta. kepada siswa SMA, karena di tingkat SMA drop out-nya paling banyak. “Selama lima Yani Panigoro tahun terakhir kami sudah memberikan beasiswa kepada 15.000 siswa SMA,” kata Sapto. Dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan, Sampoerna Foundation menjalankan tiga program berupa pendampingan terhadap sekolah- sekolah yang mutunya masih rendah. Ketiga program itu adalah School Quality Improvement Program (SQIP), Program Institutional Development Program (IDP) dan Teacher Institute. SQIP adalah program Sampoerna Foundation untuk mendampingi sekolah- sekolah SMA negeri pada jenjang menengah. “Kami menjadi semacam konsultan untuk memajukan kualitas sekolah-sekolah itu, DoK. pEnA Sapto Handoya Sakti dengan meningkatkan kualitas SDM sekolah 65 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-665 65 5/17/2007 6:30:12 AM
  68. Peran Swasta Abdul Mu’ti, Sekjen Dikdasmen PP Muhammadiyah “Pelatihan ini diharapk an dapat memberi pembekalan optimal kepada guru maupun kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme mereka,” kata Ratih. “Dengan guru yang profesional, murid-murid pun akan lebih bersemangat mengikuti proses pembelajaran dengan hasil yang lebih baik lagi.” Sebelumnya, TF sudah banyak menggelar pelatihan sejenis, terutama di daerah bencana, seperti di Aceh dan Sumatera Utara. Dr Anita Lie, pakar pendidikan yang juga penulis buku Cooperative Learning, digandeng TF untuk menjadi fasilitator dalam pelatihan- pelatihan itu. Pada Juni 2006, TF meluncurkan program pemberian beasiswa untuk mahasiswa S1 ISTImEWA dan S2 ITB. Sebelumnya, TF juga sudah memberikan bantuan serupa kepada UI, IPB, keagamaan, keilmuan, dan bahkan kegiatan UGM, Universitas Riau, dan USU. sekadar melontarkan kritikan. Ia memberikan perekonomian,” kata Sukamdani seperti Mulai tahun ini, TF juga akan rutin solusi, dengan mendirikan sekolah-sekolah dikutip Harian Republika. Di PPM Sahid, para m e m b e r i k a n p e n g h a r g a a n Ta n o to unggulan. Sampai saat ini, sudah ada 1 santri mendapatkan tiga mata pelajaran yang Professorial Award, untuk para guru besar sekolah dan tiga universitas yang didirikan bersifat normatif (PPKN, bahasa Indonesia, yang dianggap berdedikasi. Program Ciputra. Antara lain, Pondok Indah Global agama Islam), adaptif (bahasa Inggris, p e m b e r i a n a wa r d i n i m e r u p a k a n School dan Perguruan Don Bosco. Ciputra bahasa Arab, matematika, fisika, kimia, penghargaan TF atas dedikasi guru besar sendiri menjabat sebagai Pembina Yayasan biologi) dan produktif (pelatihan kejuruan di Indonesia, dan untuk membantu mereka Pondok Indah Don Bosco, yayasan pengelola pertanian, pelatihan MIPA terapan). melakukan riset di bidang ilmunya bagi lembaga pendidikan elit itu. PPM Sahid tetap mengacu pada kurikulum kepentingan kehidupan umat manusia. Kepedulian terhadap dunia pendidikan pendidikan umum, ditambah dengan Tahun ini, Tanoto Professional Award, juga ditunjukkan oleh pengusaha besar, pendalaman agama Islam. Sedangkan diberikan kepada Prof Dr Ir SM Widyastuti, H Sukamdani Sahid Gitosardjono. Melalui untuk mendidik keahlian, PPM Sahid MSc dan tim risetnya dari Fakultas Kehutanan Yayasan Pendidikan Sahid lahirlah antara membuka beberapa program pelatihan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. lain Universitas Sahid, Jakarta. Ia juga seperti pelatihan pertanian, perkebunan, Penghargaan itu disertai bantuan dana Rp memoles sistem pendidikan pesantren peternakan dan perikanan. “Penekanan 1,2 miliar untuk biaya riset selama tiga tahun. dengan mendirikan Pondok Pesantren pendidikan memang sengaja diarahkan TF menetapkan fokus riset pada ganoderma, Modern Sahid (PPM Sahid), empat tahun pada pengembangan sikap, keahlian, yaitu sejenis jamur yang mengakibatkan akar lalu. “Agama menjadi sumber etika dan dan pengetahuan,” kata Soekamdani. dan batang tanaman membusuk. Penelitian ini syariat yang memberi tuntutan kepada “Prinsipnya adalah keterpaduan aspek diharapkan memberi andil pada kepentingan manusia. Sedangkan ilmu pengetahuan afektif, kognitif, serta psikomotor yang dapat industri perkebunan dan kehutanan. memberikan kaidah-kaidah empiris untuk diunjukkerjakan melalui ilmu amaliah dan Grup usaha Ciputra, milik pengusaha menjalani kehidupan di dunia ini,” kata amal ilmiah.” Ciputra, juga memberi perhatian besar Sukamdani. terhadap pendidikan di Indonesia. Ciputra, PPM Sahid menyelenggarakan pendidikan bagi santri tingkat Tsanawiyah pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 191, Muhammadiyah dan NU (SLTP Islam) dan Aliyah (SLTA Islam). PPM itu mengkritik sistem pendidikan Indonesia Sahid berlokasi di kawasan Gunung Menyan, yang dianggapnya hanya mencetak lulusan Selain perusahaan-perusahaan kelas Bogor, Jawa Barat. Dengan luas areal 50 yang pandai menghapal. “Sekolah-sekolah kakap, organisasi kemasyarakatan besar juga hektare, PPM Sahid memiliki beragam kita hanya mendidik anak untuk nyontek dan ikut menangani pendidikan. Muhammadiyah fasilitas penunjang. Selain masjid dan bukan mencipta. Tanpa disadari orangtua dan Nahdlatul Ulama (NU) adalah dua di gedung asrama yang bisa menampung dan guru yang menyuruh anak menghapal antara organisasi massa yang sudah lama 150 santri, ada pula laboratorium komputer, akan menutup kreativitasnya,” kata Ciputra berkecimpung mengurus pendidikan. NU, fisika, kimia, biologi, dan bahasa, serta seperti dikutip harian Bisnis Indonesia. sebagai organisasi kegamaan yang terbesar perpustakaan dan lapangan olahraga. Akibatnya, generasi sekarang ini tidak di Indonesia memiliki seabrek sekolah mulai “Di sini kami berupaya mewujudkan punya daya kreasi dan inovasi yang tinggi. dari madrasah ibditaiyah (MI), madrasah suatu komplek lingkungan pusat Padahal kreativitas dan inovasi menjadi kunci tsanawiyah (MTS), madrasah aliyah (MA) komunitas santri dalam kehidupan sosial, sukses seorang entrepreneur. Ciputra tak hingga Universitas, yang tersebar di pelosok 66 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-666 66 5/17/2007 6:30:16 AM
  69. Peran Swasta 95 tahun yang lalu, didorong oleh keprihatinan pengawasan Ma’arif,” kata Drs Aceng Abdul negeri. Dari 90 % madrasah di Indonesia, atas kondisi dunia pendidikan pada masa Azis Dy, Wakil Ketua Bidang Data dan 60% di antaranya milik NU. penjajahan. Kala itu, kondisi masyarakat Informasi LP Ma’arif NU. NU yang didirikan tahun 1926 sejak Indonesia masih dicekam kebodohan karena Total madrasah di seluruh Indonesia awal mengusung paham keagamaan yang pemerintah Belanda tidak memperhatikan mencapai 40.000. Namun belum seluruhnya disebut dengan ahlussunnah waljama’ah. pendidikan untuk pribumi. mendapat perhatian dari pemerintah. Bantuan Paham ini mencakup tiga aspek yang Berangk at dari keprihatinan atas yang telah diberikan oleh Departemen Agama harus dipedomani oleh warga nahdliyin keterbelakangan masyarakatnya, KH dinilai LP Maarif NU belum cukup untuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ahmad Dahlan, seorang pedagang batik merehabilitasi madrasah dari segi pembiayaan, Yaitu akidah, fiqh/syari’ah dan akhlak/ pribumi asal Kauman, Yogyakarta, kemudian ketenagaan dan konten pendidikan. “Justru di tashawuf. Dengan berpegang pada paham mendirikan Madrasah Dismul Aqro pada situlah LP Maarif NU memiliki peranan penting, Ahlussunah Waljama’ah, NU telah mencatat tahun 1911. Selang setahun, pada 1912, memelihara eksistensi madrasah-madrasah sejarah begitu panjang dengan berbagai madrasah pertama untuk pribumi itu diberi swasta dengan target melayani masyarakat,” dinamikanya bagi kehidupan bangsa nama Persyarikatan Muhammadiyah. ujar Aceng. Indonesia, termasuk dalam peningkatan Pe r j u a n g a n K H A h m a d D a h l a n Pemerintah dalam hal ini Departemen kualitas pendidikan di Indonesia. untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Agama memberikan bantuan berupa Dalam struktur kepengurusan dilanjutkan oleh para kadernya hingga block grant kepada madrasah yang ada di PBNU, Lembaga Pendidikan (LP) Maarif sekarang. Bidang pendidikan yang kemudian seluruh Indonesia. Dari tingkat MI, MTS, dan NU merupakan salah satu departemen dikembangkan Muhammadiyah, terbagi Madrasah Aliyah. Program yang diberikan yang bertugas melaksanakan kebijakan dalam tiga kategori besar. Pertama, kategori bernama Bantuan Operasional Manajemen p e n d i d i k a n . L P M a’a r i f N U d a l a m Taman Kanak-kanan dan usia pra sekolah, Mutu (BOMM). Jumlah Dana BOMM yang perjalanannya secara aktif melibatkan yang dikelola oleh lembaga Aisyiyah. Kedua, dikucurkan mencapai Rp 60 juta untuk diri dalam proses-proses pengembangan kategori SD, SMP, SMA, SMK, termasuk madrasah ibtidaiyah, Rp 65 juta untuk pendidikan di Indonesia. LP Ma’arif NU Madrasah, Pesantren dan Diniyah yang madrasah tsanawiyah dan Rp 70 juta untuk juga mendirikan satuan-satuan pendidikan dikelola oleh Majelis Pendidikan Dasar madrasah aliyah. Dana tersebut langsung mulai dari tingkat dasar, menengah dan Menengah (Dikdasmen) Persyarikatan diberikan oleh Departemen Agama (Depag) hingga perguruan tinggi. Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketiga, kategori ke setiap sekolah. “Di seluruh Indonesia, perguruan tinggi yang dikelola oleh Majelis “Tujuan dana BOMM di antaranya sampai Maret 2006 Pendidikan Tinggi Badan Penelitian dan adalah untuk peningkatan mutu ada sekitar 12.000 Pengembangan PP Muhammadiyah. hasil ujian nasional dan peningkatan madrasah yang Abdul Mu’ti, Sekretaris Jenderal Majelis manajemen mutu pendidikan, bukan Dikdasmen, PP Muhammadiyah mengatakan untuk pembangunan fisik gedung bahwa berdasarkan data tahun 2005, atau rehabilitasi sekolah,” jelas Aceng. Kiprah Muhammadiyah dalam Muhammadiyah mengelola 5.62 lembaga menangani pendidikan juga sama pendidikan di seluruh Indonesia. Lembaga- akbarnya. Muhammadiyah lembaga pendidikan itu terdiri dari 1.12 adalah organisasi Sekolah Dasar, 1.769 Madrasah Ibtida’iyah dan kemasyarakatan Islam Madrasah Diniyah. 1.184 SMP, 54 Madrasah kedua terbesar setelah Tsanawiyah, 511 SMA, 172 Madrasah Aliyah, NU. Kelahiran Muhammadiyah 26 SMK, dan 67 Pesantren. berada Dalam pengelolaan lembaga di bawah pendidikannya, Muhammadiyah menerapkan konsep sentralistik konsultatif. EVA RoH Artinya, menurut Mu’ti, pengembangannya IlA H tak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi harus mendapat persetujuan pimpinan p e r s y a r i k a t a n . “ Pro s e s s e l e k s i d a n pengangkatan guru pun, tak sepenuhnya bisa dilakukan kepala sekolah,” katanya. “Melainkan harus melibatkan Majelis Dikdasmen dan Pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah.” Semoga saja, makin banyak pihak, terutama pengusaha dan organisasi massa, yang makin peduli pada pendidikan. Aceng Abdul Azis ES cASTRA, EVA RoHIlAH, AYU n AnDInI 67 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_3-667 67 5/17/2007 6:30:20 AM
  70. Figur Inu Kencana Syafii TAK GENTAR MESKI MELARAT Prinsipnya berkata jujur. Menolak disuap Rp 300 juta untuk menutupi kasus praja bermasalah. Banyak berkas praja bermasalah yang dilaporkannya raib. Penghasilannya lebih utama untuk pendidikan anak-anak. Rumah dinas untuk dosen bergolongan II masih ditempatinya meski ia berpangkat golongan IV. Menulis 42 judul buku. S terlambat, para senior Cliff memberikan “Tolong kejar dan tangkap orang yang OSOKNYA yang berbadan kurus-kecil materi tambahan. Materinya, berupa mengatakan Cliff meninggal karena sungguh kontras dengan sikapnya pukulan di perut dan tendangan di dada penyakit liver. Logikanya mana boleh yang pemberani, lugas, dan tangkas. sambil matanya ditutup handuk. Ini bukan ada praja punya penyakit.” Padahal, yang Namanya kembali menjadi perbincangan materi tambahan tapi penyiksaan,” kata mengatakan Cliff meninggal karena sakit di banyak media massa. Tak lain karena ia Inu. liver akut adalah Rektor IPDN, I Nyoman membeberkan sejumlah kasus penganiayaan Cliff bersama 12 praja lainnya dipanggil Sumaryadi. Nyoman Sumaryadi yang praja senior terhadap junior yang berujung seniornya, praja tingkat III di Barak DKI akhirnya diganti memberi pernyataan yang kematian di IPDN. Jakarta. Karena tak kuat menahan materi disebutnya berdasar laporan tim investigasi Dialah Inu Kencana Syafii, dosen Institut tambahan itu, tubuh Cliff tersungkur. internal IPDN. Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Nahasnya, bukannya ditolong, tubuh lemah Konsekuensi ucapan Inu berdampak Bandung. Dialah yang membeberkan itu malah ditendang dan diinjak perutnya tak ringan. Hanya dalam hitungan jam, ia dengan gamblang kasus kematian Cliff karena dianggap “lemot”. Baru setelah tak diskors dari jabatannya sampai penyelidikan Muntu, praja tingk at II IPDN akibat berkutik, para senior itu panik. Cliff yang kematian Cliff Muntu jelas. Toh, ia tak takut. penganiayaan sejumlah seniornya. Suara dibawa ke Rumah Sakit Islam Sumedang, “Saya hanya takut kepada Allah,” ungkap lugas Inu berseberangan dengan mayoritas rumah sakit terdekat dari IPDN, sudah tak lelaki kelahiran Payakumbuh, Sumatera pejabat IPDN yang kompak melakukan bernyawa. Barat, 14 Juni 1952, sambil mengacungkan gerakan tutup mulut. Tak hanya kematian Cliff yang Inu telunjuknya ke atas. Yang disebut Inu itu berseberangan beberkan. Kepada media dan kepolisian, Kisah kematian Cliff, praja asal Sulawesi dengan pernyataan resmi IPDN yang Inu membongkar kejanggalan kematian Utara itu, tak ditutupi Inu. “Karena Cliff disampaikan rektorat. Inu mengatakan, robby Sugara IpdnmanIa.blogSpot.com Demo Kekerasan IPDN Demo didepan Kampus IPDN 68 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-68 68 5/17/2007 7:36:50 AM
  71. Figur robby Sugara www.Suara merdeKa.com Pendidikan dan Pelatihan di IPDN Kampus IPDN dijumpainya di IPDN. Misalnya, ketika Inu masih tinggal di sini. Tapi tidak apa-apalah,” sejumlah praja dalam beberapa tahun menjadi pengasuh para praja. Banyak ujarnya kepada PENA PENDIDIKAN. belakangan. Sosoknya menjadi orang tawaran dari orangtua praja yang anak Saban hari Inu pun mesti berjalan kaki yang dicari media, juga seteru Inu, pejabat mereka terlibat kasus-kasus berat seperti dari rumah di ujung menuju kelas-kelas. kampus dan para praja yang menilai narkoba, dan seks bebas. “Saya pernah mau Jaraknya, sekitar 500 meter. Setiap hari Inu menjatuhkan citra IPDN. Sikap tegar dikasih uang Rp 300 juta, tapi saya tolak,” itu pula ia berjalan kaki dari kelas ke kelas, Inu berbuah hasil baik. Presiden Susilo kata Inu. hingga kembali ke rumah mungilnya. Bambang Yudhoyono bahkan turun Inu berpegang pada prinsip: uang Mengapa sampai berjalan kaki? “Jangankan tangan dan membentuk tim evaluasi. melimpah itu tidak ada harganya dibanding mobil, sepeda motor pun saya tidak punya,” Departemen Dalam Negeri mencopot I kejujuran. Inu pun ogah diminta menutupi kata Inu, tanpa tedeng aling-aling. Nyoman Sumaryadi sebagai rektor. Surat kebohongan. Jika ada praja terbukti Bahkan, di rumah dinas Inu yang kumuh keputusan penonaktifan Inu mengajar bersalah, kata inu, harus dinyatakan dan sumpek itu, tidak ada barang-barang dicabut kembali. bersalah tanpa ada kompromi apapun. berharga. Cuma ada televisi, kursi tamu Inu lega kasus kematian sejumlah “Saya laporkan semua kasus-kasus itu ke sederhana, satu unit komputer lawas di mahasiswa IPDN disidik aparat kepolisian. sidang senat,” ungkapnya. kamarnya yang kecil, dan buku-buku yang Ia juga amat senang, ucapannya banyak Sayangnya, kejujuran Inu melaporkan berjubel di lemari ruangan tengahnya. didengar publik. Selama ini, kata Inu, sejumlah pelanggaran di kampus itu seakan “Anda lihat, jam tangan saja saya enggak teriakannya di kampus soal kasus kematian tak berbekas. Hanya selang beberapa hari, punya,” kata Inu. sejumlah praja tak pernah didukung satu kala Inu melaporkan kasus-kasus praja Meski begitu, Inu tidak merasa malu pun pejabat kampus. Yang Inu dapat, “Gaji bermasalah, muncul perintah dari para dengan keadaannya itu. Benda-benda pernah distop, diancam, dan pangkat yang petinggi kampus untuk menutup kasus. berharga dan harta berlimpah, bukan sulit naik,” katanya. Ketika Inu mencari berkasnya ke bagian tujuan hidup Inu sesungguhnya. Hal yang Hidup Sederhana arsip, eh sudah lenyap semua berkasnya. pertama baginya, adalah pendidikan anak- “Inilah realita yang selalu saya hadapi anaknya bisa sampai ke jenjang perguruan Kehidupan sebagai dosen di IPDN (ketika selama mengajar di sini,” katanya. tinggi. Putranya hasil pernikahan dengan itu namanya Sekolah Tinggi Pemerintah Indah Prasetya, yakni Raka Manggala, Dalam Negeri) dijalani Inu sejak 1994. Ia Masa Kecil Berliku Nagara Belagama, dan Priska Bundha, bisa memang sosok sangat sederhana. Rumah menempuh pendidikan tinggi. dinasnya, dari dulu sampai sekarang Masa kecil Inu berlika-liku. Pada awalnya Hal lain yang selalu dipegangnya adalah masih Inu dan keluarganya tempati. Inu kecil terlahir serba kecukupan. Ayahnya, berbicara jujur. “Jangan pernah ada yang Yakni di Kompleks perumahan Dosen Abdullah Syafii, bupati di Bengkalis, Riau. ditutup-tutupi tentang keburukan, apalagi IPDN di kampus Jatinangor, Kabupaten Ibunya Zaidar Syafii, guru di sekolah menyangkut kepentingan publik,” ujarnya Sumedang. keputrian Raja Siak Sri Indrapura. Inu anak tegas. Rumah ini hanya berukuran 42 meter bungsu dari 12 bersaudara dari tiga istri Pendidikan anak dan berkata jujur, persegi. Tempatnya berada di ujung ayahnya. menjadi dua hal yang membuat Inu tak paling jauh dari kampus. Nampak kumuh, Pendidikan Inu sempat berpindah- sembarangan mengejar harta. Sebenarnya sempit, dan jauh dari gerbang kampus. pindah tempat. SD ia selesaikan di bukan perkara teramat sulit bagi Inu Rumah-rumah di blok itu mestinya untuk Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, mengumpulkan uang berlebih dari gaji dosen golongan II. Padahal, saat ini Inu Sumatera Barat. Masa SMP dilaluinya di SMP bulanannya. Tak sedikit peluang yang bergolongan IV. “Saya enggak tahu kenapa Negeri VIII Jakarta. Ia menamatkan SMA 69 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-69 69 5/17/2007 7:36:57 AM
  72. Figur Bioadata IStImewa Nama Lengkap: Inu Kencana Syafii Kelahiran : Payakumbuh, Sumatera Barat, 14 Juni 1952 Pekerjaan : Dosen IPDN sejak 1991 (golongan IV, lektor kepala) Alamat : Rumah Dinas IPD, Blok E 25 Pendidikan : 1. SD Negeri di Simalanggang, Kecamatan Payaukumbuh, Inu Kencana bersama keluarga Sumatera Barat. 2. SMPN VIII di Jakarta. 3. SMAN Paspal, Pangkalan Brandan pada 1971. 4. Akademik Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Jayapura, lulus 1979. 5. Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta, 1985-1987. 6. Program Master, jurusan Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada (UGM). 7. Kandidat doktor di Universitas Padjajaran Bandung, jurusan Konsentrasi Ilmu Pemerintahan. Nama Istri : Indah Prasetya Putra/Putri : Raka Manggala, Nagara Belagama, dan Priska Bundha. Foto-Foto: robby Sugara Inu Kencana saat diwawancarai para wartawan dirumahnya mengenai kasus IPDN Seiring kehidupan barunya sebagai Baru pada 1979, ia rampungkan studi Negeri Paspal, Pangkalan Brandan, 1971. dosen, Inu mendapat beasiswa S-2 Jurusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Ia terpaksa bersekolah berpindah-pindah Administrasi Negara di Universitas Gadjah (APDN) Jayapura. Ia menjadi pegawai lantaran menumpang di rumah kakak- Mada, Yogyakarta. Kini, Inu tengah Pemerintah Daerah Jayapura. Beruntung, kakaknya. “Jika mendengar lagu Maleleng, merampungkan studi doktoral Jurusan ia mendapat tugas sekolah setingkat lagu Padang, saya selalu terbayang peristiwa Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjajaran sarjana di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) numpang dari kakak yang satu ke kakak Bandung. Inu memang mengajar Ilmu Jakarta (1985-1987). Tak berselang lama, yang lain,” kata Inu mengenang. Pemerintahan di IPDN. “Tapi, biayanya pada 1991 Inu jadi dosen di Sekolah Tinggi Inu sempat mengenyam kuliah di Fakultas sedang tersendat,” kata Inu yang sudah Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta pada menulis 42 judul buku. Jatinangor, Sumedang, sebelum namanya 1972. Namun ia putus di tengah jalanan. berubah menjadi IPDN. “Alasannya keuangan,” katanya. robI Sugara (Sumedang) 70 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-70 70 5/17/2007 7:37:04 AM
  73. Figur SiKLUS SEPULUH taHUN iNU S pernikahan. Pernikahan tetap berlangsung Petikannya: EORANG Inu yang rasional rupanya dengan cara islami. Namun keluarga Dalam hidup yang berangkat sampai meyakini ada kejadian-kejadian “ajaib” istrinya tidak hadir dalam pernikahan. seratus tahun yang mengiringi garis hidupnya. “Saya Inu bahkan tak mempersoalkan keyakinan Kenapa tidak kau terjang saja segalanya mengalami kejadian penting selalu dalam istrinya setelah mengarungi bahtera rumah ini rentang sepuluh tahun,” katanya. Menurut tangga. Hingga saatnya, dengan kerelaan Telan kepahitan tanpa peduli hitung-hitungan Inu, siklus sepuluh tahun Indah masuk Islam. “Saya tertarik masuk Dan setelah itu bersatu tubuh dengan itu diawali di usia 2 tahun. “Kehidupan saya Islam karena sering membaca buku-buku bumi mati ini dihitung sejak usia 2 tahun. Sebab anak suami tentang Islam,” kata Indah. Untuk berbuat sesuai hati baru lahir atau di bawah dua tahun belum Hasil perkawinan itu dikaruniai tiga Ada juga rasa tak tega mengenal dunia.” anak. Yakni Raka Manggala (mahasiswa Rasa yang telah diberi-Nya Sepuluh tahun pertama jatuh pada usia 12 semester VIII Jurusan Psikologi Universitas Ya Asy Syahid tahun, persisnya pada tahun 1964. Kejadian Diponegoro Semarang), Nagara Belagama Sepuluh tahun setelah kematian ibunya, penting saat itu, ayahnya meninggal dunia. (mahasiswa semester II Jurusan Musik di Inu menikah. Ia menyunting Indah Di siklus sepuluh tahun kedua, 22 tahun, Universitas Pasundan Bandung), Priska Prasetya, lulusan Diploma-3 Universitas ibunya yang meninggal dunia. Kejadian Bundha (siswa SMA). Cendrawasih, Jayapura. Pada 1984 itu, penting ini sempat mendera sisi psikologis Siklus Sepuluh tahun berikutnya, Inu memang bekerja di Pemerintah Daerah Inu. “Saya bahkan sempat berpikir Tuhan 1994, Inu untuk menunaikan ibadah haji. Jayapura. Kisah asamara Inu-Indah hanya membuat sengsara saya karena mencabut Dilanjutkan siklus pada 2004, ia berhasil singkat. Hanya beberapa kali pertemuan, nyawa kedua orangtua,” katanya. membongkar kasus penganiayaan berujung cinta Inu dan Indah sudah bersemi. Inu mengalami krisis keyakinan. Bahkan kematian Wahyu Hidayat, praja IPDN. Langkah mereka ke mahligai pernikahan ia sampai menjadi atheis alias tak percaya “Saya merasa kejadian setiap sepuluh tahun sempat terganjal perbedaan agama. Inu lagi pada Tuhan. “Saya membenci Tuhan ini benar-benar aneh,” ungkapnya. Apa beragama Islam, sementara Indah beragama dan tidak percaya dengan Tuhan,” kata Inu lagi yang akan terjadi sepuluh tahun ke Kristen Protestan. mengenang kejadian lebih dari 30 tahun depan? Tapi asmara yang sudah menyatu lampau itu. tak membuat mereka mengurungkan Hidup tanpa keyakinan dan pegangan robI Sugara hidup berIslam yang sejak kecil ia tekuni, membuat hidup Inu robby Sugara menderita. “Hidup saya kering. Sisi sosial dan spritual saya kosong,” kata Inu. Renungan Inu pada beberapa kejadian penting membuka kembali pintu Islam. Inu mendapatkan jawaban permenungannya. Ia mendapatkan pencerahan: bahwa tujuan hidup adalah mencari kebenaran. Kebenaran yang hakiki adalah Tuhan. Ketika kebenaran itu diinjak-injak, berarti dia sudah menginjak- injak Tuhan. “Inilah yang hingga sekarang menjadi dasar hidup saya: mencari dan menegakkan kebenaran,” katanya. Inu menulis buku filsafat yang dijuduli “Filsafat Kehidupan.” Ada sebait puisi di awal buku Inu Kencana di depan rumahnya itu berjudul “Kenyataan.” 71 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-71 71 5/17/2007 7:37:08 AM
  74. Sekolah pertanian, peternakan, perikanan hingga SD Percobaan IKIP Malang tampak luar bengkel otomotif. Bermula dari SD 8 Tahun Sekolah PPSP didirikan atas gagasan Prof Dr Soepartini Pakasih (alm), pakar pendidikan ternama dari IKIP Malang (sekarang Universitas Negeri Malang). Pada tahun 1968, tokoh pendidikan ini mencetuskan ide penyelenggaraan pendidikan dasar delapan tahun. Nama yang dipakai untuk sekolah ini awalnya adalah SD 8 tahun Laboratorium IKIP Malang. Sekolah ini sengaja didesain sebagai sekolah model yang otaknya adalah para pakar pendidikan dari IKIP Malang. Foto-Foto: muKtI allI Setelah tujuh tahun berjalan, tepatnya tahun 1975 sekolah itu dijadikan proyek pemerintah. Namanya diganti dengan PPSP (Proyek Perintis Sekolah Pembangunan), dan jenjang pendidikannya ditambah hingga SMA. Statusnya sebagai sekolah negeri Sd negeri percobaan malang dan biaya operasional sekolah sepenuhnya JEJAK KEUNGGULAN ditanggung pemerintah. Ada delapan PPSP yang dibentuk pemerintah di seluruh Indonesia saat itu. Dua di antaranya dibuka di Jakarta, dan satu PPSP masing-masing MASA LALU didirikan di Bandung, Yogyakarta, Padang, Surabaya, Malang, dan Bali. Pengelolaan sekolah ini diserahkan kepada masing- masing IKIP Negeri di kota- kota tersebut. SD Negeri Percobaan Malang berusaha meneruskan kejayaan Namun, pada tahun 1986 pemerintah masa lalu semasa bernama sekolah PPSP Malang. Jumlah membubarkan semua PPSP. Hanya IKIP siswanya tak bisa ditambah karena keterbatasan ruang kelas. Jakarta saja yang mempertahankannya. Nama yang digunakan untuk sekolah- sekolah eks PPSP di IKIP Jakarta kemudian B kata Djoko. diubah jadi Lab School. Jenjangnya tetap, EBERAPA tahun terakhir ini, masyarakat mulai SD hingga SMA. mengenal istilah- istilah baru di dunia Djoko adalah alumni SD PPSP Malang pendidikan. Misalnya, pembelajaran –yang kini menjadi SD Negeri Percobaan model moving class, pembelajaran sistem Malang. Djoko menyebut nama seorang modul, penguatan life skill peserta didik, kawan satu sekolahnya, Andang Bachtiar, sekolah model dan kelas akselerasi. Tapi sebagai siswa paling cerdas dan mampu menurut Dr Djoko Saryono, dosen dan pakar menyelesaikan pendidikan dasar delapan pendidikan di Universitas Negeri Malang, tahun dengan hanya enam tahun. Andang sesungguhnya sejak 1970-an, istilah- kini adalah pendiri sekaligus ketua Ahli istilah itu sudah dikenal dan diterapkan Geologi Indonesia. di sekolah PPSP (Proyek Perintis Sekolah Semasa belajar di SMA PPSP Malang, Pembangunan). Djoko juga merasakan sistem Ia mencontohkan penyelenggaran pendidikan yang sudah canggih. pendidikan SD dan SMP di PPSP yang Selain menerapkan pembelajaran dikemas menjadi pendidikan dasar delapan menggunakan sistem modul dan dikemas secara moving class, SMA tahun. Sekolah PPSP juga sudah menerapkan pembelajaran menggunakan sistem modul, PPSP Malang juga dilengkapi dan program akselerasi. “Moving class juga fasilitas penunjang life Mutini, Kepala SD skill. Mulai dari lahan menjadi menu pembelajaran sehari- hari,” Percobaan IKIP Malang 72 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-72 72 5/17/2007 7:37:20 AM
  75. Sekolah memang masih tersimpan di sana. PPSP Malang juga dibubarkan. SD PPSP menerima siswa baru sebanyak 120 anak, Malang diubah namanya jadi SD Negeri Apa pun, Kepala SD Negeri Percobaan sedangkan yang daftar mencapai sekitar 250 Malang --yang kemudian berubah lagi jadi Malang, Mutini S.Pd, berusaha meneruskan anak. SD Negeri Percobaan Malang tak bisa SD Negeri Percobaan (sampai sekarang). kejayaan sekolahnya pada masa lalu. Kini menambah daya tampungnya karena hanya Sedangkan SMP PPSP berubah jadi SMPN jumlah tenaga pengajar di sekolah ini mencapai bisa menyediakan dua kelas saja, tiap kelas 4 Malang. 34 orang. Sekalipun mereka kebanyakan guru- berisi sekitar enam puluh siswa. “Ini memang Alasan pemerintah membubarkan guru baru, tapi semuanya selalu diarahkan sangat tidak ideal, sebenarnya,” kata Murtini. sekolah-sekolah PPSP waktu itu antara untuk belajar dari kejayaan masa lalu. Tapi Mutini belum bisa berbuat banyak lain karena sifat sekolah-sekolah itu yang Kini, masa kejayaan itu merupakan proyek berjangka waktu. perlahan diraih kembali. SD Lagipula, pemerintah tak ingin membuat Negeri Percobaan Malang perbedaan dengan sekolah-sekolah reguler saat ini termasuk sekolah lain yang sudah dikenal masyarakat. dasar terbaik di Malang. Djoko menyayangkan sikap pemerintah “Setiap tahunnya siswa SD yang tidak melihat sisi-sisi keunggulan Negeri Percobaan Malang sekolah PPSP. “Pemerintah sama sekali tidak selalu masuk dalam jajaran melihat inovasi-inovasi pembelajaran serta sepuluh besar nilai rata- rata pengelolaan sekolah seperti yang diterapkan UPM (Uji Pengendali Mutu) di PPSP,” kata Djoko Padahal setelah PPSP tingkat SD se-Kota Malang,” dibubarkan, banyak sekolah yang kemudian kata Mutini. mencontoh pola-pola pembelajaran yang Satu dari siswa di pernah diterapkan di PPSP. sekolah ini, A. Fauzy, pada Siswa SD Percobaan IKIP Malang Karena tak ada lagi tempat praktek 2004 berhasil menjadi juara sedang belajar kelompok penyelenggaraan pendidikan setelah pertama Olimpiade IPA bubarnya PPSP, IKIP Malang kemudian tingkat nasional. Pada 2005, membentuk Yayasan Sekolah Laboratorium. siswa bernama Dwi Wahyuni, juga menjadi untuk menambah ruang kelas. Mengingat Jenjang pendidikan yang dikelolah tidak juara ketiga olimpiade IPA se-Kota Malang. lahan sekolah seluas 4.210 meter2 itu berada hanya TK dan SD saja, tapi juga SMP dan SMA. Pada tahun itu juga sekolah ini meraih di kompleks perumahan dosen Universitas Pada masing- masing sekolah tercantum juara pertama lomba kinerja SD se-Jawa Negeri Malang, dan tak mungkin dilebarkan. label Laboratorium IKIP Malang. Timur, dan juara harapan pertama tingkat Untuk menambah lantai, terbentur masalah Nasional. Masih pada tahun 2005, sekolah biaya pula. Tapi Djoko melihat apa yang diterapkan ini juga menjadi juara pertama lomba UKS pada sekolah Laboratorium IKIP Malang Siswa SD Negeri Percobaan Malang tiap tingkat Kota Malang. tidak sama dengan yang diterapkan di bulan diwajibkan membayar SPP Rp 78.000 sekolah PPSP dulu. Terutama pada kultur Prestasi-prestasi itu, kata Mutini diraih rupiah. “Sebenarnya seratus ribu rupiah, akademisnya. “Setahu saya sekolah- berkat kerja keras guru serta kekompakan tapi dikurangi dana BOS sebesar dua puluh sekolah laboratorium itu sama saja dengan tim. Menurut Mutini, saat ini SD Negeri dua ribu rupiah,” kata Mutini. Selain SPP, sekolah-sekolah pada umumnya, tak punya Percobaan Malang telah melaksanakan setiap siswa juga dikenakan uang gedung keunggulan yang menonjol,” katanya. KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan), yang besarnya bervariasi. Tergantung Sekolah- sekolah eks PPSP pun yang kini meskipun belum sempurna. Pada kelas I-V, kemampuan orang tua siswa. Yang tidak jadi sekolah negeri, tak tampak menonjol. katanya, 30% kurikulum yang diterapkan mampu malah digratiskan. Menurut Mutini “Tidak tampak lagi kultur akademis seperti adalah KBK, sedangkan 70% adalah KTSP. rata- rata uang gedung yang dibayarkan yang diterapkan di zaman PPSP dulu,” kata Untuk kelas VI, 50% KBK dan 50% KTSP. masing- masing siswa sebesar Rp 500.000. Djoko. Salah satu upaya yang dilakukan SDN Walaupun ruang kelas masih sangat Percobaan Malang menggenjot prestasi terbatas, tetapi Mutini masih bersyukur. akademik siswanya adalah dengan melakukan Pasalnya sekolah ini memiliki kelengkapan Kembali ke SD Percobaan pelajaran tambahan pada sore hari. Tapi itu fasilitas yang memadai. Mulai dari Lab IPA, Lab Sekolah bekas SD PPSP Malang kini hanya diterapkan untuk kelas VI saja. Materi Matematika, Perpustakaan, lapangan olah dikenal sebagai SD Negeri Percobaan yang diberikan pada sore hari itu lebih raga serta Lab Komputer. Bahkan SD Negeri Malang. Entah apa maksud embel-embel banyak pada pemantapan persiapan ujian. Percobaan Malang juga memiliki ruang KKG “percobaan” pada nama sekolah itu, Pemantapan itu dilakukan selama empat tersendiri. Prinsip lebih mementingkan karena saat ini SD tersebut tidak lagi jadi bulan sebelum ujian berlangsung. Dari sekitar kualitas ketimbang kuantitas, tampaknya sekolah percobaan Universitas Negeri 120 siswa kelas VI yang biasanya terbagi dalam dipegang teguh sekolah ini. Meski jumlah Malang. Tampaknya, menurut Djoko, kata dua kelas, pada sore hari mereka terbagi dalam siswanya tidak banyak, jika kualitasnya “percobaan” hanyalah untuk mengenang empat kelas. “Agar pembelajaran bisa berjalan bagus, pasti membesarkan nama sekolah. kejayaan masa lalu, karena berkas-berkas maksimal,” jelas Murtini. dokumen semasa jadi sekolah percobaan Tiap tahun, SD Negeri Percobaan Malang eS caStra dan muKtI alI 73 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-73 73 5/17/2007 7:37:25 AM
  76. Sekolah kelebihan masing-masing. Smpn 5 yogyakarta PAWITRIKA Gladi dan Gala Untuk menjaga prestasi dalam bidang akademik, khususnya pencapaian nilai MENGASUH BUDI Ujian Nasiona (UN) yang tinggi, sekolah merancang program pelatihan khusus. “Sejak dulu Di SMPN 5 memang sudah MEMACU PRESTASI punya program rutin untuk memacu prestasi belajar siswa,” ujar Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Arief Wicaksono. Program itu dikemas dan diberi nama Gala Widyatama dan Gladi Widyatama. Gala, menurut Arief, merupakan program pengayaan dan pelatihan soal-soal untuk siswa kelas XII. Setelah diberi pengayaan untuk memantau dan mengevaluasi hasil dari Gala, kemudian diselenggarakanlah Gladi, semacam try out atau simulasi ujian yang mendekati sesuangguhnya. Hasil Gladi itu kemudian diranking untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa. Gala dan Gladi, menurut Arief, sebenarnya mempunyai beberapa tujuan. Antara lain, siswa terlatih untuk mengikuti ujian dengan bekal yang cukup. Selain itu, anak memiliki mental yang kuat dalam SMPN 5 Yogyakarta mengolah rasa dan kasra siswa menyelesaikan soal dan terakhir teknis. Foto-Foto: FathonI arIeF dengan memberi porsi lebih pada mata pelajaran Selain Gala dan Gladi, kata Arief, kesenian. Dinilai bagian dari upaya mengasah budi sebenarnya ada juga program semacam bimbingan belajar yang ditujukan untuk pekerti. Menuai segudang prestasi. siswa kelas X dan XI. Program tersebut merupakan program sukarela bagi siswa S yang berminat. Biasanya program ini etiap hari, sejumlah guru berderet diselenggarakan setiap sore hari. Selain memantau siswa yang datang, di depan pintu gerbang SMPN 5 mereka juga menyimbolkan kedekatan Yogyakarta. Mereka menyapa dan antara siswa dan guru seperti orang tua menyambut siswa yang akan memasuki Berbagai Pilihan Kelas dengan anaknya. “Guru harus ada dan sekolah. Para siswa lalu bergiliran memantau siswa yang masuk,” kata Guru menyalami mereka. Sebagaimana sekolah favorit lainnya, Bagian Kesiswaan, Sujiyana. Begitulah SMPN 5 membudayakan SMPN 5 juga mempunyai bermacam pilihan Pelajaran budi pekerti memang penghormatan murid terhadap guru. program. Aneka program itu bisa dipilih ditekankan di SMPN 5 Yogyakarta. Selain Bersalaman juga bertujuan menjalin rasa setelah siswa diterima di sekolah tersebut. membiasakan bersalaman, mereka juga kebersamaan di sekolah tersebut. Budaya Untuk mengikuti program tersebut, siswa mengadakan kegiatan outbond. Biasanya itu sengaja dipertahankan di sana. Bagi harus memenuhi persyaratan yang berbeda acaranya diadakan di akhir semester. mereka, bersalaman merupakan salah untuk sertiap masing. Dalam kegiatan tersebut ada banyak satu praktek ajaran budi pekerti dalam Program yang ditawarkan tersebut, nilai yang diajarkan lewat berbagai hal, kehidupan sehari-hari di lingkungan a nt ara la in , ya it u ke la s ak se le ra si , antara lain, tembang-tembang Jawa dan sekolah. program regular, dan kelas Information sejumlah permainan tradisional. “Ada Mereka juga melakukannya setiap kali Communication Technologi Model banyak nilai yang bisa didapat dari lagu- bertemu, berpapasan, maupun ketika School Network (ICT). Semula ICT hanya lagu dan dolanan anak-anak,” ujar Sujiana. hendak pulang sekolah. Sedangkan para merupakan program kelas ekstrakurikuler. Misalnya, dalam lagu Jawa Menthok- guru menunggu di pintu gerbang adalah Namun, pada tahun ajaran 2006/2007 menthok, Sarjana Seni Tari dari Uiversitas guru piket yang dijadwalkan secara ditingkatkan menjadi kelas reguler yang Negeri Yogyakarta itu menjelaskan pada bergiliran. Biasanya mereka sudah ada di diikuti 32 siswa. para murid bahwa tiap orang punya sekolah pukul 06.00. Konsep awal program ICT menerapkan 74 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-74 74 5/17/2007 7:37:30 AM
  77. Sekolah masing-masing. bilingual menggunakan fasilitas piranti Namun, di lain pihak ada pula siswa yang Pemberian muatan seni yang lebih itu, teknologi komunikasi, komputer, laptop biaya sekolahnya digratiskan. menurut Sujiyana, bertujuan tidak hanya dan internet di kelas. Pendekatan yang Walhasil, tak sedikit orang tua yang untuk mengolah rasa. “Jadi yang maju digunakan dalam pembelajaran adalah membayar lebih dari Rp 1,75 juta. Hal bukan hanya karsanya saja,” kata Sujiyana. Contextual Teaching And Learning (CTL), tersebut, menurut Sujiyana, dilandasi Karena itu, untuk menekankan unsur rasa, Problem Base Learning (PBL), Mastery kebanggaan orangtua karena putranya semua siswa dipastikan sudah pernah Learning, dan Ubiquitous Learning. berhasil masuk di SMPN 5 Yogyakarta. Di dalam kelas ICT bergantung Pengelola sekolah sendiri dua buah jam dinding dengan berusaha membangun citra Bagian depan SMPN 5 Yogyakarta dua waktu. Jam dinding yang bahwa SMPN 5 bukanlah pertama adalah Waktu Indonesia sekolah orang kaya melainkan Barat (WIB). Sedangkan jam sekolah orang pintar. Untuk dinding sebelahnya mengacu mewujudkan citra tersebut, pada waktu OESAM, Korea SMPN 5 banyak diberikan Selatan. bantuan biaya pendidikan Rupanya, tahun ini program bagi yang siswa benar-benar ICT ditetapkan sebagai Rintisan tidak mampu.“Tahun kemarin Sekolah Bertaraf Internasional. 30 siswa diberi biaya sekolah Ketika Pena berkunjung ke SMP gratis,” kata Sujiyana. N 5 di sana sedang berlangsung sosialisasi pelaksaan program Pawitikra Kebesaran tersebut. Dalam melaksanakan program ini, SMPN 5 Yogyakarta Pawitikra atau Panca Wiyata bekerja sama dengan OESAM Bhakti Karana merupakan nama Middle School Korea Selatan. kebesaran SMPN 5 Yogyakarta. Artinya, tempat mengabdi atau menabuh gamelan. berbakti dalam lingkup pendidikan lima. Budi Pekerti Lewat Seni Sujiyana, misalnya, membiarkan saja Tulisan Pawitikra tertoreh dalam aksara anak didiknya gaduh mencoba berbagai Jawa berkalung pita dalam lambang SMPN 5 Yogyakarta merupakan salah macam bunyi-bunyian. “Gaduh, tapi tidak sekolah ini. satu SMP terbaik tak hanya di DIY melainkan apa karena hal itu untuk mengolah rasa Ada beberapa simbol yang tercantum juga di tingkat nasional. Buktinya, prestasi mereka,” katanya. Apalagi, alat-alat bunyi- dalam lambang sekolah tersebut. Bentuk dari berbagai cabang telah dicapai siswa- bunyian seperti galon air, gitar, dan alat dasar segi lima menunjukkan Pancasila, siswanya. Beragam penghargaan dari musik lain itu mereka bawa sendiri dari dasar negara Republik Indonesia. prestasi tersebut telah menyesaki ruang rumah. Lalu, gunungan berarti kepatuhan, khusus yang digunakan untuk menyimpan kedisiplinan, dan ketakwaan. Sedangkan berbagai penghargaan yang diraih. Komite Sekolah dan patung Ganesha menjunjukkan lambang Siswa SMPN 5 tak hanya piawai di pemberantasan kebodohan. Adapun bidang akademik. Ada pula yang mencatai Beasiswa untaian huruf Jawa berarti akar budaya prestasi di bidang seni dan olahraga. Di Jawa sebagai fondasi budaya nasional. antara mereka, antara lain, ada Ahmad Untuk mencapai hasil memuaskan dalam Secara umum, lambang tersebut Ataka AR. Ia tak hanya dikenal sebagai juara berbagai bidang, mau tak mau harus ada menunjukkan gajah bermahkota untaian Fisika dan Matematika. Kini, ia juga dikenal dukungan pendanaan yang cukup. Untuk berlambang tut wuri handayani, yang sebagai seorang novelis cilik. itulah Komite Sekolah mengambil peranan. memangku bola dunia di atas buku putih Di bidang kesenian, seperti seni tari dan Untuk menjalankan semua programnya itu, terbuka. Di sana ada surya sengkala yang karawitan, siswa SMPN 5 juga menunjukkan SMPN 5 memakan anggaran sekitar RP 1,7 bermakna Raja Liman Ambuka Jagad. kepiawaiannya. Dalam sejumlah kegiatan milyar dalam satu tahun ajaran. Sedangkan 1951 adalah tahun kelahiran lomba yang diselenggarakan baik di tingkat Dana tersebut, menurut Sujiyana, SMPN 5 Yogyakarta. kota maupun provinsi, seringkali siswa dihimpun dari berbagi sumber. Salah Untaian manik-manik pada kalung SMPN 5 membawa pulang gelar juara. satunya dari sumbangan orangtua. berjumlah tujuh mengacu pada bulan. Rupanya, di sekolah ini, kesenian Sumbangan itu dipungut ketika siswa Manik-manik pada mahkota berjumlah 23 diberikan sebagai mata pelajaran muatan baru masuk. Besarnya bervariasi antara Rp adalah tanggal. Lalu, untaian huruf Panca lokal. Hal tersebut masih ada hubungannya 500.000 hingga Rp 1,75 juta. Wiyata Bhakti Karana dikaitkan adalah dengan usaha penanaman budi pekerti Penentuan besaran biaya masuk perpaduan nama kebesaran dan nama dengan memajukan kesenian. Di SMPN 5 tersebut, kata Sujiyana, disesuaikan dengan formal. ada beragam kesenian yang diajarkan. Para keadaan ekonomi orang tua siswa. Di satu siswa tinggal memilih sesuai dengan minat sisi ada orang tua yang membayar lebih. m. FathonI arIeF (yogyaKarta) 75 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-75 75 5/17/2007 7:37:34 AM
  78. Sekolah IStImewa Kegiatan Outbound Sman 1 bangil pasuruan BERPACU MENGEJAR TARGET INTERNASIONAL H. Prayitno, MPd merombak struktur kepemipinan sekolah dengan nilai 28,22. Lokasi boleh tidak di pusat kota, menjadi lima bidang. Dengan demikian, wakil “K ami sendiri heran, prestasi itu namun nilai rata-rata Ujian kepala sekolah tidak hanya meliputi bidang kebablasan,” ujar Kepala Litbang SMAN 1 Nasional menduduki peringkat Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Bangil, Chairul Anwar, berseloroh. Soalnya, pertama tingkat nasional. Humas saja. Tambahannya adalah bidang sedianya mereka hanya memasang target Penelitian dan Pengembangan (Litbang). menembus prestasi lima besar atau sepuluh Pembenahan manajemen dan “Bidang ini bertugas melakukan evaluasi, besar se-Jawa Timur saja. perecanaan menjadi resepnya. analisis, dan membuat perencanaan jangka Secara fisik, fasilitas SMAN 1 Bangil tak panjang,” ujar Chairul. berbeda dengan SMA lainnya di Tanah L Kini, perencanaan pengembangan Air. Di lahan seluas dua hektare di Jalan OKASINYA masih 14 km dari pusat Bader Nomor 3 Bangil itu, sekolah tersebut kota Pasuruan, sebuah kota kecil sekolah sudah dibuat hingga 2011. Pada dilengkapi sejumlah laboratorium. Mulai dari di JawaTimur. Namun, prestasinya saat itu, SMAN 1 Bangil diharapkan menjadi Laboratorium Kimia, Fisika, Biologi, Bahasa, membuat iri seluruh SMA di Indonesia. Sekolah Nasional Bertaraf Internasional Multimedia, serta Komputer. Soalnya, tahun lalu SMAN 1 Bangil menduduki (SNBI). “Sekarang kan masih merintis,” Dari depan sekolah, tampak lapangan peringkat pertama nilai rata-rata Ujian ujarnya. Dengan terget itu, ia berharap ada olah raga yang cukup layak. Sebuah mushola Nasional (UN) tingkat nasional. peningkatan mutu sekolah, pegawai/guru, memperkuat identitas sekolah sebagai Karuan saja, ketika menjelang dan pada serta belajar siswa. bagian Pasuruan sebagai kota santri. Di saat berlangsungnya Ujian Nasional, SMAN Dengan sarana dan prasarana yang bagian depan kanan lahan sekolah, berdiri 1 Bangil mendapat banyak perhatian dari terbilang memadai, Prayitno menilai, Student Center untuk berbagai kegiatan media nasional. “Kami sangat senang Anda hal utama yang wajib dibenahi adalah siswa. Sekolah ini juga memiliki ruang bisa berkunjung ke sekolah kami,” kata H. kompetensi serta kekompakan kerja para terbuka yang ditata secara khusus untuk Prayitno M.Pd, 51 tahun, Kepala SMAN 1 pegawai. SMAN 2 Bangil kini memiliki 98 arena belajar di luar kelas. Bangil, kepada wartawan yang berkunjung “awak”. Sebanyak 70 di antaranya adalah Namun, menurut Chairul, fasilitas itu ke sana. guru. tak ada artinya jika manajemen sekolah Wajar saja, prestasi yang diraih SMAN 1 Dari jumlah tersebut, 51 orang di antaranya amburadul. Hal itu, kata Chairul, sangat Bangil memang tidak tanggung-tanggung. guru PNS. Sebagian besar dari mereka telah menjadi perhatian Kepala Sekolah SMAN 1 Sebab diraih untuk tiga jurusan sekaligus. mengantongi ijazah S1. Sedangkan lima di Bangil, H. Prayitno M.Pd. Masing-masing adalah IPA dengan total antaranya berijazah S2. Sisanya adalah 4 guru Pertama-tama, kata Chairul, Prayitno nilai 28,37, IPS total nilai 28,23, serta Bahasa bantu, dan 14 guru tidak tetap. 76 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-76 76 5/17/2007 7:37:40 AM
  79. Sekolah duduk di kelas reguler. Jurusan Bahasa se-Jawa Timur. Sedangkan “Di tangan merekalah prestasi siswa serta Selain menggenjot prestasi akademis pada Jurusan IPA dan IPS, SMAN 1 Bangil kredibilitas SMAN 1 Bangil dipertaruhkan,” siswa dengan pola pembagian kelas, SMAN masuk dalam lima besar se-Kabupaten. ujar Chairul. Karena itu, Prayitno selalu 1 Bangil juga menerapkan program belajar Pesaing paling ketat, menurut Chairul, menghimbau kepada setiap pegawai untuk intensif, atau kegiatan belajar tambahan datang dari SMAN 1 Pandaan tahun lalu selalu menjalankan tugas sebaik mungkin. di luar jam formal. Program ini dinamakan menduduki peringkat ketiga nasional nilai Sedangkan khusus untuk guru dihimbau untuk Program Pelajaran Plus. Tambahan jam rata-rata Ujian Nasional Jurusan IPA. senantiasa proaktif dalam setiap kegiatan baik belajar tersebut hanya diberikan selama Prestasi SMAN 1 Bangil juga mendapat di dalam maupun di luar sekolah. satu jam. perhatian Japan Foundation. Pada 2001 Kepedulian dan aktivitas guru SMAN 1 Program tersebut diterapkan sejak kelas lalu, sebanyak 17 siswanya mampu meraih Bangil tersebut dibuktikan dengan terpilihnya satu, khususnya bagi sisa kelas unggulan. nilai 10 dalam Ujian Nasional Bahasa Jepang. enam guru asal sekolah tersebut sebagai Beberapa mata pelajaran dalam program Bahkan, dalam dua tahun terakhir, dua Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran tersebut di antaranya adalah Matematika, siswa SMAN 1 Bangil, Husain Choiri dan Isna (MGMP) Kabupaten Pasuruan. Malahan, di Fisika, Kimia, Biologi serta Bahasa Inggris. Rahmawati, berhasil mendapatkan beasiswa antara mereka ada Lautri Ramadhani, yang Mata pelajaran tambahan yang diberikan untuk belajar di Amerika Serikat. juga menjadi Ketua MGMP Bahasa Jepang pada semua kelas adalah Akhlakul Karimah Prestasi akademis siswa, menurut Chairul, Propinsi Jawa Timur serta instruktur nasional sebagai muatan lokal Pasuruan sebagai memang menjadi acuan keberhasilan Bahasa Jepang. Kota Santri. pengelolaan sebuah sekolah. Tetapi, bagi Untuk menyongsong Sekolah Nasional Dengan adanya program plus tersebut, Ketua MGMP BP/BK Kabupaten Pasuruan itu, Bertaraf Internasional, baik guru maupun dengan sendirinya jumlah jam pelajaran peran guru BP/BK SMAN 1 Bangil yang tidak nonguru di SMAN 1 Bangil wajib mengikuti bertambah pula. Jika jam belajar formal kalah penting. Peran yang dimaksud berupa k u r s u s B a h a s a I n g gr i s. S e d a n g k a n dimulai dari pukul 07.00, dengan adanya menciptakan kultur sekolah yang mampu pembenahan di kalangan siswa. Dilakukan program plus siswa haruskan masuk pada jam memotivasi dan menumbuhkan semangat dengan menerapkan dua macam kelas bagi 06.00. Jika tetap masuk pukul 07.00, tambahan belajar siswa. siswa di luar penjurusan. Yakni, kelas reguler pelajaran diberikan dan kelas unggulan. “Kelas reguler untuk muKtI alI selepas bel pulang. siswa yang kemampuan akademisnya biasa, Program intensif sedangkan kelas unggulan adalah kelas yang lebih diperketat di kelas siswanya lebih pandai,” kata Prayitno. III. Sejak pertengahan Pemisahan kelas tersebut dilakukan hanya semester per tama, di kelas satu dan dua saja. Klasifikasinya kelas ini sudah dipacu didasarkan pada penjurusan. Di kelas tiga, dengan intensif setiap kedua kelas itu lalu diacak. “Agar siswa yang pandai bisa menularkan kepandaiannya hari. Bahkan sepanjang kepada siswa dari kelas reguler,” Prayitno semester dua di kelas menambahkan. III program try out Meski pembenahan telah dilakukan sejak diagendakan sebanyak enam tahun silam itu, tahun lalu Prayitno delapan kali. Targetnya, melakukan pembenahan ulang ketika SMAN seluruh siswa sukses 1 Bangil ditunjuk sebagai SMA rintisan dalam Ujian Nasional Sekolah Nasional Bertaraf Internasional serta SPMB. Kabupaten Pasuruan. Kendati SMAN 1 Karena ini, murid angkatan 2006/2007 Sekalipun begitu, menurut Chairul, Bangil baru merintis Sekolah Nasional kemudian dikelompokkan dalam tiga kerjasama dan komunikasi tidak hanya dijalin Bertaraf Internasional bekerjasama dengan kelas: reguler, unggulan, dan Kelas dengan siswa, melainkan juga dengan guru SMAN 3 Malang, siswa kelas III menyambut Rintisan Berstandar Internasional sebagai mata pelajaran secara intensif. “Sudah tidak baik. “Kurang lebih 40 siswa berminat perwujudan rintisan Sekolah Nasional seharusnya guru BP/BK hanya bersikap mengikuti sertifikasi Cambridge,” ujar Bertaraf Internasional SMAN 1 Bangil. menunggu bola,” ujarnya. Penanggungjawab SNBI SMAN 1 Bangil, Pengelompokan dilakukan berdasarkan nilai Kendati geliat akademisnya lebih Sugiono S.Pd. Padahal untuk mengikuti tes Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa menonjol, SMAN 1 tak mengenyampingkan ujian Cambridge, siswa wajib membayar Rp Indonesia terhadap 320 siswa baru. kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah yang 900.000 setiap mata pelajaran, mulai dari Siswa peringkat 160 besar kemudian dites berdiri sejak 1981 itu juga menawarkan Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia Bahasa Inggris berupa listening, interview, sejumlah kegiatan ekskul. Sebut saja, serta Biologi. serta presentasi dalam Bahasa Inggris. Lalu, Pramuka, drum band, kesenian, olahraga, Atas upayanya itu SMAN 1 Bangil meraup ditambah lagi tes Psikotes. Siswa ranking 72 maupun karya ilmiah. sederet prestasi. Sepanjang 2003-2005, besar berhak masuk di kelas KRBI. Sedangkan misalnya, sekolah ini mampu mendapat sisanya masuk di kelas Unggulan. Selebihnya peringkat kedua nilai rata-rata Ujian Nasional muKtI alI (paSuruan) 77 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-77 77 5/17/2007 7:37:46 AM
  80. Sekolah Kokom Komala, M.Pd, 44 tahun. Kokom saat ini menjabat wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Sebelumnya, ibu dua anak itu menjabat wakil kepala sekolah bidang humas dan sarana. Ini jabatan terakhirnya. ”Di sekolah kami, seorang wakil kepala sekolah tak boleh menjabat lebih dari tiga periode,” kata lulusan program sarjana dan program S2 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung itu. Menyandang predikat guru berprestasi bukan perkara gampang. Menurut Kokom, yang memulai k arier gurunya pada 1986, selain mendapatkan predikat itu susah, menjaganya juga berat. Kokom bercerita, awalnya ia mengikuti seleksi guru berprestasi di tingkat sekolahnya lebih Foto-Foto: robI Sugara dulu. Para guru diuji kompetensinya, seperti kompetensi pedagogis, profesional, sosial, dan kepribadian. SMA 1 Cimalaka Sumedang nampak depan Lulus seleksi di tingkat sekolah, Kokom lalu beranjak ke proses seleksi di tingkat Sma negeri 1 cimalaka kabupaten. Ternyata, Kokom lolos seleksi tingk at K abupaten dan selanjutnya SEKOLAH PELOSOK, mengikuti seleksi tingkat provinsi, hingga akhirnya ia terpilih sebagai guru berprestasi Jawa Barat. PRESTASI KOTA Dalam seleksi tingkat provinsi itu, Kokom, bersama peserta seleksi lainnya, harus membuat karya ilmiah dan mempresentasikannya dengan bahasa Menjadi terbaik ketiga nilai rata-rata Ujian Nasional 2006. Dua Inggris. Karya ilmiah yang dipresentasikan gurunya menyandang predikat guru berprestasi tingkat kabupaten Kokom waktu itu berjudul ”Hubungan Prestasi Belajar Siswa di SMP dengan SMA dan provinsi. Tidak ada jurusan buangan. pada Siswa yang diterima melalui jalur A Penelusuran Siswa Unggul Berprestasi.” N G G A PA N b a hw a s e k o l a h d i pelatihan, dan kursus-kursus bahasa. Judul ini, katanya, sesuai dengan disiplin pelosok mutunya kurang bagus Meski tidak ada dana block grant ilmunya, yaitu bidang bimbingan konseling. dibandingkan dengan sekolah- untuk biaya peningkatan mutu guru, ”Saya selalu mulai sesuatu dari potensi anak,” sekolah yang ada di kota, ternyata tidak Rismanah selalu mengupayakannya dengan ungkapnya. sepenuhnya benar. Buktinya, SMAN 1 menggunakan dana sekolah, juga dari dana Di lingkungan sekolahnya, Kokom Cimalaka, di Sumedang, Jawa Barat, mampu komite sekolah. ”Kami bahu membahu antara memang dikenal sebagai sosok guru berprestasi mengalahkan sekolah lain di guru dan orang tua dalam meningkatkan yang memiliki wawasan kependidikan kota-kota besar. kualitas para guru,” ungkap Rismanah. yang luas. Semasa bersekolah di Sekolah Dua orang guru dari SMAN 1 Cimalaka Pikirnya, untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Guru (SPG) hingga kuliah tercatat sebagai guru berprestasi untuk lulusan sekolahnya sebagai tujuan akhir program sarjana dan pascasarjana di UPI, tingkat Kabupaten Sumedang, dan Tingkat dari semua upaya, yang harus digarap lebih prestasinya terbilang mencorong. Semasa Provinsi. Sedangkan para siswanya menyabet dahulu adalah kemampuan para gurunya. di SPG, rangkingnya selalu masuk 10 Besar. predikat juara tiga tingkat nasional untuk ”Para guru harus menguasai metodologi Bahkan ketika kuliah S1 dan S2 di UPI, ia nilai rata-rata ujian nasional tertinggi, pada pengajaran yang benar, profesional, dan mendapatkan predikat cum laude. tahun ajaran 2005-2006. memiliki wawasan keilmuan yang luas,” kata Menyandang predikat guru berprestasi, Menurut Kepala SMAN 1 Cimalaka, Dra Rismanah. kata Kokom, seperti memegang amanah Rismanah Sutriawati, MM, berbagai prestasi yang berat. ”Perilaku guru dengan predikat itu merupakan buah dari segala upaya yang Guru Berprestasi Dan Nilai Un ini akan senantiasa terus diawasi, sehingga sudah dilakukan sekolahnya. ”Kami selalu harus benar-benar bisa menjaga reputasi itu,” berusaha meningkatkan kualitas guru, baik Guru berprestasi untuk tingkat Provinsi katanya. Tapi Kokom berharap ajang seleksi lewat seminar, diskusi, workshop, pelatihan- Jawa Barat dari SMAN 1 Cimalaka adalah 78 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-78 78 5/17/2007 7:37:50 AM
  81. Sekolah apresiasi atas prestasi yang telah diukir guru berprestasi harus dimasyarakatkan, SMAN I Cimalaka sehingga membawa sebab akan terus memacu para guru nama baik daerah ke tingkat nasional. meningkatkan kompetensinya. Selain menyerahkan piala, Gubernur juga Setiap sekolah pasti berharap siswa- menyerahkan dana ”kadeudeuh” untuk biaya siswinya mendapatkan nilai terbaik dalam pendidikan para siswa SMAN 1 Cimalaka yang Ujian nasional (UN). Namun harapan berprestasi. itu, tak akan terwujud tanpa kerja keras. Rismanah, sang kepala sekolah SMA Negeri 1 Cimalaka, mengaku sudah Bimbingan Penjuruasan mengupayakan berbagai cara untuk menghadapi UN tahun ajaran 2006-2007. Di SMAN 1 Cimalaka, komunikasi antara Mulai dari kerjasama dengan perguruan guru, murid, dan orang tua siswa, terjalin tinggi, bimbingan belajar, kursus, dan amat erat. Tiap tahun, SMAN 1 Cimalaka tryout. ”Kami terus mengevaluasi hasilnya menyelenggarakan psikotes bagi para tiap bulan,” ungkap Rismanah, yang mulai siswa, untuk mengukur potensi mereka dan Destrayana Rifandi, siswa kelas 3 mengajar sejak 1983. mengenali bakat-bakatnya. Setelah itu, para Soal-soal yang dibahas untuk UN sudah siswa dan orang tua dipanggil. Para orang tua berpuluh-puluh kali di-try out-kan. Selain atau wali siswa diberi tahu tentang kondisi Destrayana sudah bulat hendak mengambil itu, pihak sekolah membuat program bakat dan potensi anak-anaknya. kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu intensif. Program ini, kata Rismanah, Menurut Kokom Komala --Wakil Kepala Politik. selalu diujikan ke tingkat provinsi sebagai Sekolah Bidang Kurikulum-- langkah ini Para siswa Jurusan Bahasa pun tak persiapan awal. Dengan upaya itu, katanya, diambil sebagai semacam progress report terkesan belajar asal-asalan. Mereka adalah hasil try out dan hasil UN sesungguhnya hasil belajar siswa kepada para orang siswa-siswa yang benar-benar tertarik pada biasanya tidak jauh meleset. tuanya. ”Dengan begitu, orang tua akan kajian bahasa, terutama bahasa asing. Tiap Pada tahun ajaran 2005-2006, SMAN melihat potensi anak-anaknya dan ikut jurusan di SMAN I Cimalaka, telah memiliki I Cimalaka berhasil meraih nilai rata-rata juga membantu mengarahkan bakat yang fasilitas yang lengkap. Misalnya, labotarium tertinggi ketiga dalam UN tingkat nasional. dimiliki anaknya,” ungkap Kokom. Kokom komputer lengkap dengan jaringan internet, Atas prestasi itu, Gubenur Jawa Barat, berpendapat, persoalan pendidikan tidak IPA, dan 2 labotarium bahasa. Ke depan, kata Dany Setiawan, memanggil pimpinan akan bisa ditangani oleh pihak sekolah Kokom, akan dipersiapkan labotarium untuk SMA Negeri 1 Cimalaka ke kantornya semata. Tapi perlu dukungan dari orang tua jurusan IPS. di Bandung. Gubernur menyerahkan juga. Selain itu, sekolah yang memiliki juga sejumlah penghargaan dan memberikan Ketika hendak melangkah ke kelas tiga, menyediakan kegiatan ekstrakuerikuler para siswa SMAN 1 Cimalaka mendapat seperti olah raga, kesenian, bela diri, arahan yang intensif dalam mengambil dan keagamaan. Tapi kendati begitu, Rismanah Sutriwati dan Kokom Komala jurusan. Ada tiga jurusan tersedia di Kokom merasa masih harus ada fasilitas (Kepala dan Wakil Kepala SMA 1Cimalaka sekolah yang memiliki 70 guru dan yang dilengkapi. Misalkan tersedianya 1.200 siswa ini: Jurusan Bahasa, IPA, dan media pembelajaran: Laptop dan in IPS. ”Para siswa masuk ke suatu jurusan fokus di berbagai ruangan belajar, juga di harus betul-betul sesuai dengan bakat perpusatakaan. dan potensinya, bukan hanya ikut- Saat ini, kata Kokom, SMAN 1 Cimalaka ikutan teman dekatnya,” kata Kokom. sedang dipersiapkan menjadi Sekolah ”Di sini tak ada jurusan buangan! Mandiri oleh Dinas Pendidikan Provinsi Siswa di semua jurusan harus belajar Jawa Barat. Rencana menjadikan Sekolah dengan sungguh-sungguh,” Kokom Mandiri itu masih didiskusikan di Dinas menegaskan. Pendidikan. Sekolah Mandiri adalah bagian Kesan bahwa Jurusan Bahasa dan dari program pemerintah meningkatkan IPS lebih banyak diisi siswa-siswa santai kualitas sekolah, sehingga kelak, sekolah sama sekali tidak benar. Hal itu diakui yang menjalani program ini menjadi Destrayana Riffandi, siswa Jurusan IPS sekolah unggulan yang jadi acuan sekolah- SMAN I Cimalaka. ”Saya tertarik pada sekolah lain. Ada tiga tingkatan sekolah bidang sosial dan politik. Karena itu unggulan yang sedang digalakan dalam saya diarahkan untuk mengambil program pendidikan nasional, yakni Jurusan IPS, dan saya harus belajar Sekolah Regional, Sekolah Mandiri, dan sungguh-sungguh,” ungkapnya. Ia Sekolah Bertaraf Internasional. bercita-cita menjadi politikus atau diplomat. Karena itu, setelah lulus SMA, robI Sugara 79 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-79 79 5/17/2007 7:37:57 AM
  82. Sekolah Sman 2 Karawang SEDERHANA JADI JUARA Menjadi terbaik kelima hasil Ujian Nasional 2006. Padahal fasilitas sekolahnya sangat sederhana. Di Karawang hanya jadi pilihan ketiga. Faktor keberuntungan atau prestasi? Foto-Foto: robI Sugara A kerjasama dengan universitas dan lembaga sep Saefulmillah terlihat malu-malu masalah laboratorium bahasa, tanyanya ke kursus untuk meningkatkan kualitas siswa,” ketika membacakan teks pidato kepala sekolah atau wakilnya aja.” Alasan kata pria kelahiran Karawang, 15 Mei 1963. bahasa Inggris di depan teman- sesungguhnya sih jelas, mereka memang Ketika PENA Pendidikan berkunjung temannya. Muka Asep, sapaan akrabnya, belum mempunyai laboratorium bahasa. ke sana, selang H minus 7 hari dari Ujian sedikit memerah. Nafasnya turun naik, tak Nasional SMA 17-19 April. Nampak aroma beraturan. Sesekali, wajahnya menoleh ke Yakin 70 Persen persiapan ujian yang sangat terasa. “Kami arah teman-temannya yang berada persis merasa berat menghadapi Ujian Nasional di sekeliling Asep. Tapi tak lama, mata siswa Fasilitas sekolah boleh tidak lengkap, tapi kali ini. Minimal harus bisa mempertahankan SMA Negeri 2 Karawang ini bak menancap prestasi Asep dkk bolehlah dibilang hebat peringkat kelima UN tahun ke teks pidato yang dipegangnya. eui. Pada tahun ajaran 2005-2006, SMA lalu,” kata Endang. “Ini adalah kegiatan praktik membaca Negeri 2 Karawang meraih peringkat kelima Endang bahasa Inggris,” ungkap Asep ketika ditanya Ujian Nasional. Kebetulan atau benar-benar yang memiliki PENA Pendidikan usai menyelesaikan prestasi? tinggi badan pidatonya. Setiap siswa dan siswi kelas Yang jelas, kata Asep, sejak ia naik ke 165 sentimeter 3 SMA Negeri 2, kata remaja kelahiran kelas 3, kegiatan belajar-mengajarnya ini semakin Karawang, 13 April 1989, pasti kebagian jadi bertambah. “Setiap minggunya ada terbebani membaca teks pidato berbahasa Inggris. Bimbingan Belajar dan tryout semacam lantaran Menurut Neng, guru bahasa Inggris, persiapan ujian sekolah,” kata siswa kelas ia baru praktik seperti ini bertujuan melatih siswa IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) ini, yang menjawab soal listening dalam Ujian Nasional juga tinggal di pondok pesantren bidang bahasa Inggris. Selain membaca tak jauh dari tempat sekolahnya teks, para siswa diwajibkan membuat pada pertengahan April lalu. pidato yang dibacakan di setiap kelas dan Endang Saefuddin, Wakil mendengarkan pidato bahasa Inggris dari Kepala SMA Negeri 2, turut beberapa kaset. membenarkan ungkapan Praktik itu lazimnya dilakukan di dalam siswanya. Khusus untuk ruangan khusus semacam laboratorium siswa kelas 3, kata Endang, bahasa. Namun bagi Asep dkk, cukuplah sekolah memberikan di ruangan terbuka. Ketika ditanyakan bimbel dan tryout. “Selain ke Neng, ia hanya menjawab, ”Kalau itu kita juga mengadakan 80 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 Wakasek SMAN 2 Karawang, Endang Saefuddin LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-80 80 5/17/2007 7:38:12 AM
  83. Sekolah menjabat wakil kepala sekolah mulai tahun Para siswa sedang latihan speech contest ajaran baru 2006-2007. Begitu juga kepala sekolah Drs. Dudung Rukmanda, M.Pd. Pasangan Dudung-Endang sama-sama mengawali jabatan baru, mulai tahun ajaran 2006-2007. Tak heran bila, Endang bahu-membahu dengan para guru berupaya semaksimal mungkin mempertahankan peringkat lima besar. “Jika nanti hasilnya malah jadi menurun, berarti perlu ditingkatkan lagi proses belajar mengajarnya,” kata Endang di ruangan kerjanya. Asep pun yakin bisa mempertahankan prestasi sekolahnya. “Saya yakin 70 persen,” ungkap siswa yang punya cita-cita jadi dokter itu. Pilihan Ketiga Jawaban Asep yang tidak yakin 100%, di tempat terbuka? Endang mengakui Mereka mencantumkan dulu SMA 1 dan 3. bisa jadi mewakili masyarakat Karawang, bahwa di sekolahnya memang belum ada “Saat ini malah yang sering mendapat juara yang bahkan heran bin tak kurang percaya labotarium bahasa. Tapi soal siswa-siswinya, dari perlombaan apapun, SMA Negeri 3,” ujar mendengar kabar bahwa rata-rata hasil UN Endang yakin dengan kemampuannya. Elis Solihat, siswa SMA Negeri 3 Karawang. di SMA Negeri 2 terbaik kelima. “Kok bisa Jika tidak bisa mempertahankan peringkat Tapi, menurut Endang, sekolah yang sih, SMA itu dapat peringkat bagus padahal kelima dalam UN, ia berharap bisa lulus didukung 44 orang guru yang mengajar sekolahnya biasa-biasa saja.” Ungkapan seratus persen dalam UN tahun ajaran ini. 1007 murid ini cukup fasilitas yang cukup seperti ini kerap didengar Asep dari kawan- Kepala SMA Negeri 2 Karawang, Dudung memadai. Setidaknya ada labotarium IPA, kawan dan guru-guru sekolah lain. berharap sama. “Kami bahu-membahu komputer dan sarana olahraga. Fasilitas Bukan rahasia lagi, bila selama ini, di meningkatkan kualitas siswa,” kata Dudung seperti ini, kata pria yang sudah mengajar amta warga Karawang, SMA favorit di sana yang juga ketua Musyawarah Kerja Kepala ilmu kimia sejak 1987 ini, sudah cukup adalah SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3. Sekolah (MKKS) SMA se-Karawang. Apakah untuk proses kegiatan belajar mengajar, Setidaknya bisa dilihat dari jumlah pendaftar masih yakin dengan kemampuan para meski memang tetap harus terus lebih setiap tahunnya hingga tahun ajaran 2005- siswanya? Dudung menjawab yakin. ditingkatkan. 2006 lalu. Biasanya lulusan SMP jarang Bagaimana dengan praktik bahasa Inggris menjatuhkan pilihan pertamanya ke SMA 2. robI Sugara (Karawang) NiLai PLUS BaGi SEKoLaH D Dudung berharap MKKS di bawah kepemimpinannya akan rs. Dudung Rukmanda, M.Pd, baru tahun ajaran 2006-2007 lebih kondusif. Ia akan menggenjot peningkatan mutu sekolah, ini menjabat Kepala SMA Negeri 2 Karawang. Namun ia baik kualitas guru dan siswanya, di Kabupaten Karawang. juga dipercaya menjadi ketua MKKS SMA se-Karawang. Dudung Selain itu, Dudung berjanji akan meningkatkan tali silaturahmi yang lahir di Sumedang pada 7 Juli 1954, terpilih menjadi ketua antarkepala sekolah yang tergabung dalam MKKS. “Karawang pada akhir 2006 lalu melalui musyawarah kepala sekolah di sekarang ini sudah maju. Jika ini Gedung SMA Negeri 5 Karawang. terus dilakukan maka organisasi Ia akan menempati posisi itu untuk MKKS akan seiring dengan keinginan periode 2006-2009. masyarakat,” ungkapnya. Entah ini kebetulan juga atau Dahlan Suhendar, Ketua Komite tidak, yang jelas, terpilihnya Dudung S M A Ne g e r i 2 , m e n y a t a k a n sebagai pemimpin diantara kepala kebanggaannya dengan terpilihnya sekolah di wilayah Karawang akan Dudung menjadi Ketua MKKS. menjadi nilai plus bagi SMA Negeri “Semoga menjadi motivasi bagi 2 Karawang. Dengan menjabatnya keluarga besar SMA Negeri 2. Tentunya Dudung dikursi penting ini semakin akan berujung pada lahirnya siswa- menguatkan bahwa posisi SMA siswa terbaik dari sekolah ini,” Dahlan Negeri 2 ini sudah mulai berperan MKKS Karawang menambahkan. aktif di kancah pendidikan. 81 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-81 81 5/17/2007 7:38:19 AM
  84. Sekolah Normatif, Adatif, Produktif SmK negeri 1 cimahi, bandung Prestasi itu diraih dengan model pembelajaran yang beragam. Yakni model MELAHIRKAN BIBIT normatif, adaftif, dan produktif. Untuk model normatif dan adaftif diterapkan untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3. Sedangkan model UNGGUL LAYAK JUAL pembelajaran produktif spesial buat siswa kelas 4. “Lama belajar di sini memang empat tahun,” kata suami dari Ai Sumiyati ini. Model pembelajaran normatif, masih Program Pertelevisian bikin tayangan di televisi lokal. Menduduki menurut penjelasan Mulyono, terutama peringkat ketiga terbaik nilai Ujian Nasional 2006. Hanya menerima untuk tiga mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional. Yakni bahasa Indonesia, siswa SMP dengan nilai rata-rata Ujian Nasional paling rendah delapan. bahasa Inggris, dan Matematika. Sedangkan pembelajaran adaftif, adalah untuk mata pelajaran sesuai bidang program keahlian B b a h a s a I n g gr i s m i n i m a l 8 . “ K a re n a masing-masing. Bentuknya pemebalajaran AGI Anda yang kebetulan bermalam dalam pengajarannya nanti, separuhnya teori dan praktik di bengkel. Metode adaptif di Bandung, Jawa Barat, pada malam menggunakan pengantar bahasa Inggris,” ini masing-masing pelajaran keahlian Jumat, coba hidupkan televisi di kata Sri Prihatiningsih, Kepala Program disesuaikan dengan kebutuhan kerja saluran stasiun lokal STV. Persisnya pada Teknik Komputer dan Jaringan. di lapangan. “Apa saja yang sekarang pukul 19.30-20.30. Ada tayangan bertajuk Sekolah yang beralamat di Jalan Leuwi dibutuhkan di industri saat ini, lalu kita Mojang Majeng, bikinan siswa-siswi Gajah ini memang boleh berbangga. pelajari di sekolah,” ujarnya. SMK Negeri 1 Cimahi, Bandung. Acara Beberapa alumninya, kata Mulyono, banyak Cara seperti itu, kata Mulyono, sangat itu mengupas mojang-mojang (remaja) bertebaran di sejumlah industri di Indonesia, berkaitan dengan model pembelajaran berprestasi dan seputar kegiatan sekolah di plus di mancanegara. Sekolah memang produktif. Siswa kelas 4 mewajibkan wilayah Bandung. menyesuaikan kurikulum dengan melakukan praktik kerja Acara berdurasi sejam itu diracik dengan kebutuhan industri. “Agar lulusan langsung di industri. sejumlah segmen. Di antaranya ada: Kata selalu siap pakai,” ungkap lelaki “Coba kalau tidak sesuai Kamu, Profile Siswa Terbaik, Cerita Kita, yang pernah mengikuti Fellowship dan Ramalan Bintang. “Daripada melamun, Program di Kanada. mendingan nonton Mojang Majeng, yuk,” Prestasi anak didik Mulyono di ajak dua gadis, Shela dan Ghea, pembawa ajang lomba juga oke. Muhamad acara Mojang Majeng di setiap awal acara. Taufiq meraih juara bidang teknologi Shela dan Ghea adalah siswa SMK Negeri informasi di Lomba Kompetensi Siswa 1 Cimahi. (LKS), ajang kompetisi antarsiswa Program Mojang Majeng adalah kreasi SMK tingkat nasional. Juga siswa Program Keahlian Teknik Produksi Muhammad Aditya Program Pertelevisian SMK Negeri 1 Bandung. yang menang di Nama kerennya jurusan broadcasting. “Itu lomba bahasa Jepang program studi baru dari sembilan program di ajang LKS 2006 itu. yang ada dis ekolah,” kata Wakil Kepala Aditya dan Taufiq Sekolah Bidang Akademik SMK Negeri 1 selain mendapat Bandung Drs. Mulyono. “Semua program Foto-Foto: robby Sugara hadiah juga studi ungulan dan diminati masyarakat,” kata kesempatan belajar kata lelaki kelahiran Cimahi, 8 September d i J e p a n g. Ta h u n 1960 ini berpromosi. 2006 lalu, sekolah Pro g r a m k e a h l i a n y a n g m e n j a d i yang dulunya unggulan itu adalah Teknik Transmisi, bernama STM Elektronik Industri dan Komputer, Listrik Pembangunan Industri, Teknik Pendinginan Tata Udara, ini, meraih Kontrol Proses, Kontrol Mekanik, Teknik peringkat Komputer dan Jaringan, dan Rekayasa ketiga nasional Perangkat Lunak. nilai Ujian Te k n i k K o m p u t e r d a n J a r i n g a n Nasional. merupakan program keahlian internasional. Mohammad Taufik, Siswa jurusan ini mematok syarat nilai Siswa berprestasi bidang TI 82 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-82 82 5/17/2007 7:38:39 AM
  85. Sekolah Sejak awal masuk di kelas internasional, dia Siswa yang sedang adalah juara kelas. Pada tingkat 2, Taufiq praktek jaringan listrik mengikuti kejuaraan LKS di bidang teknologi informasi. Mulai dari kabupaten, provinsi, hingga nasional, ia terus menjadi juara pertama. Karena preatasinya ini, ia dapat kesempatan berkunjung ke Jepang dan mendapatkan beasiswa pendidikan. “Saya beruntung dapat beasiswa ini karena ayah dan ibu saya sudah tidak kerja. Dulu ayah saya kerja sebagai kondektur bus Damri. Usianya sekarang sudah tua. Saya juga senang bisa berkunjung ke Jepang. Negara itu sangat disiplin dan orang-orangnya pekerja keras.”Taufiq bercerita panjang lebar ke PENA PENDIDIKAN, ketika ditemui di sekolahnya, pertengahan April lalu. Apa yang akan dilakukan remaja kelahiran 13 Oktober 1988 setelah lulus? Ia menjawab, “Saya mah kerja aja, supaya bisa ngasih uang ke orangtua.” Tak ada bedanya dengan Aditya. Dia juga bukan golongan keluarga berada. Ayahnya sudah tiada. Dulunya lulus seleksi administratif. Jelas hanya siswa materinya, pasti akan kerepotan para siswa ayah Aditya itu pensiunan guru olahraga. jempolan yang menjadi siswa SMK N 1 berpraktik,” tukas Mulyono. Keluarga Aditya pun hanya mengandalkan Cimahi. Praktik kerja dilakukan minimal 4 bulan. uang pensiun ayah. Kendati begitu, bibit-bibit unggul itu Jika pihak industri menghendaki lama praktik Untunglah, kekurangan remaja kelahiran tidak maksimal hasilnya bila pembelajaran kerja hingga setahun, kata Mulyono, tidak 12 Oktober 1989 ini bisa ditutupi oleh selama empat tahun di sekolah tak bermutu. dilarang. “Syukur-syukur, setelah itu mereka prestasinya. Aditya adalah juara ketiga Model pembelajaran: normatif, adaftif, dan langsung bekerja di tempat praktiknya. bahasa Jepang tingkat nasional hingga ia produkti, kata Mulyono, menjadikan bibit- Tujuan orang masuk ke STM-kan untuk siap terpilih ikut perlombaan di Jepang. “Dari sini bibit unggul itu ketika dipanen hasilnya kerja,” kata Mulyono. saya dapat beasiswa,” tuturnya polos. sangat memuaskan. Selain itu, sekolah Ujian Nasional tetap dilaksanakan di Mojang Majeng, Taufiq, dan Aditya adalah ini juga didukung fasilitas memadai. tingkat 3, sama halnya dengan sekolah sebagian kecil yang unjuk keberhasilan Di antaranya jaringan internet 24 jam, umum. Bedanya pada tingkat ke-4, siswa SMK 1 Cimahi. Bibit unggul itu lahir dari labotarium bahasa, komputer di setiap SMK masih menjalani praktik nyata di proses panjang pendidikan, yang mampu program keahlian, lapangan olah raga, dan industri dan ujian kompetensi. “Jadi ada dua membuktikan layak jual di dunia kerja. kegiatan eskul. ujian, pertama UN dan kedua uji komptensi,” Program “Mojang Majeng” yang disiarkan ujar Mulyono. stasiun T V lokal Bandung, setidaknya Meski materi pelajaran umum dan robI Sugara (cImahI, bandung) menjadi bukti keahlian nampaknya banyak, menurut keberhasilan metode Mulyono, jumlah jam pelajaran 48-50 jam p e m b e l a j a ra n d i dalam sepekan. Pola empat tahun ini, cukup sana. Tayangan hasil efektif mengontrol kemampuan siswa c i p t a k a r s a p a ra terhadap keahlian masing-masing. “Kami siswa SMK Negeri cukup bangga, belum sampai uji kompetensi 1 Cimahi terbukti banyak siswa sudah diterima kerja,” kata pula layak jual. “Dari Mulyono. sini, siswa benar- benar memahami Menjaring Bibit Unggul ilmu dengan secara n y a t a ,” u j a r S r i Lulusan unggul yang dilahirkan, rupanya Prihatiningsih. tak lepas dari proses rekrutmen yang Begitu juga memang hanya menerima bibit-bibit unggul. dengan Taufiq dan Standar nilai dan tes masuk ke sekolah ini Aditya. Taufiq adalah cukup tinggi. Hanya lulusan SMP dengan siswa berprestasi. nilai Ujian Nasional miminal 8 yang bisa 83 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-83 83 5/17/2007 7:38:49 AM
  86. Sekolah InS Kayutanam, padang pariaman JATUH BANGUN SEKOLAH MANDIRI Gerbang Kampus INS Kayutanam Foto-Foto: Fahrul raSyId T bukit kecil. Di halamannya nan lereng ada dalam diri mereka. eduh dan nyaman. Kesan itulah yang tumbuh tanaman bunga yang berakhir di Syafe’i menyebutnya, “mengasah melekat pada kampus Indonesische pinggir kolam ikan yang terentang panjang kecerdasan dan akal budi murid, membentuk Nationale School (INS) di Kayu melingkar taman. manusia menjadi dirinya sendiri, yang tidak Tanam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkuang, Para siswa yang memang diwajibkan meminta buah mangga kepada pohon Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera mondok, disediakan dua gedung asrama, rambutan. Tapi yang mengusahakan tiap Barat. Udaranya pun sejuk. Maklum, terletak dilengkapi dua ruang makan dan sebuah pohon berbuah manis”. Prinsipnya, “cari di kilometer 53, persis di pinggir jalan ruang ekstra kurikuler. Untuk guru yang sendiri dan kerjakan sendiri.” Karena itu Padang-Bukittingi atau di ujung selatan berkunjungan dan menetap disediakan ia berharap tiap alumni mampu mampu Hutan Cagar Alam Lembah Anai yang pula dua unit mess, 25 unit rumah guru dan membuka lapangan kerja sendiri. terkenal itu. karyawan. Dalam mengembangkan sekolahnya, Suasana terasa kian nyaman di bawah Bahkan buat tamu yang ingin menginap Muhammad Sjafei banyak belajar dari rindangnya pohon mahoni yang berjejer tersedia sebuah guest house dengan alam. Alam takambang jadi guru, begitu lurus di pingir jalan-jalan dari bangunan empat kamar. Para siswa, guru maupun orang Minang biasa menyebut berbagai ke bangunan. Di tengah kampus seluas pengunjung bisa berolah raga sepanjang pelajaran yang diberikan alam kepada 18 hektare itu berdiri gedung bercat putih waktu. Maklum, di sini tersedia lapangan manusia. Berbagai tamsil, seperti layaknya berlantai dua, Kantor Yayasan Penyantun sepak bola, basket, bola voli, sepak takraw, orang Minangkabau, dan medium lain ia Cita-cita Pendidikan INS. dua line lapangan tenis dan kolam renang. gunakan. Ia, misalnya, melukiskan seekor Di sekitar kantor itu terdapat tujuh lokal laba-laba yang sedang memintal benang belajar, dua laboratorium ilmu pengetahuan Sekolah Gado-gado menjadi sarang untuk menggambarkan alam, sembilan bengkel kerja, dua ruang bahwa pekerjaan betapa pun kecilnya, jika latihan musik, dua laboratorium komputer, Kampus INS Kayu Tanam, agaknya satu- dilakukan dengan tekun pasti menghasilkan sebuah perpustakaan, ruang pameran, satunya kampus pendidikan dengan fasilitas sesuatu yang berguna. dua ruang pertemuan, ruang khusus guru serba ada. Bahkan boleh dibilang sekolah “Sehari selembar benang, lama-lama. dan instruktur. Ada pula peternakan, areal gado-gado. Maklum, sekolah yang didirikan . .” begitu salah satu bunyi tulisan Sjafei pertanian dan sembilan unit kolam ikan. almarhum Mohammad Syafe’i, pada 31 yang hingga kini masih terpampang di Lingkungan kampus ini kian terasa asri Oktober 1926 lampau, ini mendidik calon pojok ruangan di INS Kayutanam. Bagi melihat sebuah masjid bertengger di atas siswa berdasarkan kemauan dan bakat yang 84 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-84 84 5/17/2007 7:38:52 AM
  87. Sekolah Tanam. Di sini INS menamakan diri Ruang Awal berdirinya, INS dibangun dekat Engku Sjafei, sekolah berfungsi mengasah Pendidikan dan Pengajaran Keterampilan. Pasar Kayu Tanam dengan gedung seadanya. kecerdasan dan akal budi murid, bukan Entah merasa miliknya, pada Agresi Muridnya saat itu sekitar 75 orang. Lalu, membentuk manusia yang lain dari dirinya. Belanda II tahun 1948, Belanda menduduki setelah menerima tanah wakaf penduduk Akhlak mulia yang dibentuk. Bukan sekadar kampus INS dan dijadikan markas tentara. pada tahun 1935 Syafei membangun murid dengan keahlian. “Jangan minta Tak pelak gedung-gedung INS pun hancur kampus seperti sekarang. Lokasinya sekira mangga berbuah durian. Tapi mintalah diserang peluru tentara Indonesia. Setelah 3 kilometer dari gedung lama. Dari hasil buah yang manis,” demikian amsal yang Indonesia aman, INS membangun sekolah. pertunjukkan sandiwara dan penjualan karya disampaikan Sjafei seperti yang dikutip Siswanya sekitar 30-an orang. Karena siswanya, Syafe’i kemudian membangun kembali oleh Farid Anfasa Moeloek. kondisi keuangan menipis, Syafe’i untuk ruang belajar, asrama siswa dan guru, INS Kayutanam menerima siswa tingkat kali pertama mau menerima bantuan dari gedung musik, taman bacaan dan kolam sekolah lanjutan pertama dan lanjutan pemerintah. Pemerintah memberikan dana renang. atas, selain menyediakan kelas belajar sebesar Rp 75 tiap murid. Di masa pemerintahan penjajahan juga dilengkapi berbagai workshop sesuai Jepang, INS Kayu Tanam pun aman. Cuma bakat siswa yang juga beragam. Antara Sekolah Guru Bawah namanya diganti jadi Indonesia Nipon lain, bengkel keramik, kayu, otomotif, Sekolah. Celakanya, meski dibiarkan kerajinan tangan, mesin, las fabrikasi dan Pada perjalanan berikutnya, INS sempat tetap melanjutkan pendidikan, Jepang bengkel elektronika. Bahkan tersedia berubah fungsi. Pada 1952, ketika kebutuhan memanfaatkan kampus INS jadi arena latihan sejumlah sangar, misalnya, sanggar sastra guru amat mendesak, INS bersalin menjadi tentara. Akibatnya, banyak bangunannya dan jurnalistik, sanggar keseniana seperti Sekolah Guru Bawah Pemerintah Istimewa yang rusak dan ambruk dan sekolahpun randai, tari, silat, teater, musik dan melukis. atau Sekolah Guru Bawah Istimewa Negeri. terpaksa ditutup. Hasil karya para siap ditampung di sebuah Meski berubah menjadi sekolah guru, Syefe’i Setelah kemerdekaan RI, INS berubah ruang pameran. tetap dipercaya sebagai pimpinan. Saat itu jadi Indonesia National School. Selain Enskilopedi Minangkabau (2006) ia juga menerbitkan majalah bulanan Sendi, mendirikan bangunan baru, gedung menyebutkan bahwa prinsip mandiri yang lengkap dengan percetakannya bernama lama yang rusak-rusak diperbaiki. Maka, dikembangkan Syafe’i terinspirasi sistem Sridharma. sementara, kegiatan belajar mengajar pendidikan John Dewey pendiri Arbeit Namun, kondisi keuangan INS tak terpaksa dipindahkan ke kota Padang Schule Kerchensteiner atau sekolah kerja membaik. Setahun kemudian Gubernur Panjang, sekitar 17 kilometer di utara Kayu di Jerman yang pernah dikunjunginya. Sumatera Tengah, saat itu, Roeslan Pendidikan model ini pun sejalan dengan Moeljohahardjo, memaksa INS menerima tuntutan tenaga kerja murah yang bantuan pemerintah. Gedung dan fasilitas diperlukan pemerintahan Belanda saat itu. pendidikan pun dibangun. Tapi, bantuan Dan, karena dianggap tak mengajar politik, pemerintah provinsi itu tak lama mengalir. INS pun terlepas dari kebijakan ordonansi guru yang diterapkan Pemerintah Belanda tahun 1928. Bagi Syafe’i sendiri, membina dan menyalurkan bakat siswa bukan hal sulit. Sebab, dia sendiri menguasai sejumlah keterampilan. Antara lain kemampuan menggambar, melukis, kerajinan tangan dan juga musik. Suasana Kampus INS Kayutanam 85 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-85 85 5/17/2007 7:38:54 AM
  88. Sekolah Pergolakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada kurun 1958- 1960, melumpuhkan aktivitas masyarakat termasuk INS. Syafe’i sendiri terpaksa meninggalkan Kayu Tanam. Syafei baru kembali dan membenahi INS pada 1967. Namun belum sempat banyak berbuat, pada 5 Maret 1969, beliau meninggal dunia. Kepemimpinan INS beralih ke tangan A. Hamid. Mulai era kepemimpinan setelah Syafe’i inilah dibentuk Yayasan Penyantun Cita-cita Pendidikan INS di Jakarta. Usaha yayasan menampakkah hasil. Pada 1971, Van Vlijmen, Direktur Novib, Belanda, mengguyur bantuan sebesar Rp 100 juta. INS kembali menggeliat. Bahkan mampu melaksanakan pendidikan secara sempurna. Laboratorium Komputer INS Kayutanam Namun muncul beleid Presiden Soeharto yang melarang sekolah swasta menerima anggaran. bantuan asing. Mendadak, INS terseok-seok kontras dengan pasar kerja kelas menengah Padahal kalau mau membuka diri dan lagi. INS dihidupi dari bantuan pemerintah di sana yang masih terbuka lebar. Baik bekerjasama dengan pemerintah kabupaten dan pihak ketiga. Yayasan Penyantun Cita- di pedesaan, perkotaan maupun di luar dan kota, INS bisa saja membuka kelas cita Pendidikan INS un dipimpin Boestanul negeri, seperti di Malaysia. Karena itu banyak keterampilan bagi pemuda putus sekolah Arifin, yang saat itu menjabat Kepala Bulog kalangan menyarankan, INS memanfaatkan atau taman sekolah lanjutan dalam jumlah dan Menteri Koperasi. Dari Boestanul beralih sarana dan fasilitas yang dimiliki dengan besar. Dengan begitu tuntutan tenaga kerja ke tangan Ir. Azwar Anas, Mantan Gubernur membuka pendidikan keterampilan kelas menengah, setidaknya, di Sumatera Sumatera Barat. Kini, diketuai, Dr. Farid tambahan bagi tamatan SMP dan SMA. Barat akan terpenuhi. Anfasa Muluk, mantan Menteri Kesehatan. Sehingga, mereka siap terjun ke lapangan Tapi, para pengasuh INS Kayu Tanam kerja. Paling tidak di desa masing-masing. Tambahan Keterampilan tampaknya masih larut dalam pergumulan Misalnya, bidang pertukangan. keinginan. Di satu pihak ada yang ingin Regenerasi tukang bangunan di hampir Toh, INS sepi peminat. Padahal, statusnya mempertahankan sistem pendidikan model semua daerah nyaris berlangsung secara kini menjadi SMA Plus saja, sebab INS hanya awal INS. Yakni mendidik anak-anak sesuai alami. Akibatnya, Sumatera Barat kesulitan menerima siswa tingkat SMA. Siswanya bakatnya. Padahal, konsekuensinya jelas mendapatkan tenaga tukang terampil. hanya 102 orang dengan jumlah guru butuh banyak tenaga dan biaya cukup besar. Karena itu upah tukang di daerah terbilang 30 orang. Sebagian besar siswa, sekitar Bayangkan, untuk satu jurusan keterampilan, tinggi. Maka, jangan heran untuk pekerjaan dua pertiganya, merupakan utusan dari sebagaimana terjadi sekarang, muridnya bangunan tertentu, pengusaha Sumatera pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera cuma dua orang. Barat terpaksa mendatangkan tenaga Barat. Ada juga murid dari luar provinsi Di pihak lain ada yang menuntut INS tukang dari Pulau Jawa, atau dari Sumatera Sumatera Barat, misalnya, dari Batam dan menyesuaikan diri layaknya sekolah Utara. Provinsi Jambi. menengah kejuruan. Sehingga, tamatan Pendidikan keterampilan bagi tamatan Minimnnya jumlah siswa itu nampak INS bisa punya pilihan terbuka, langsung sekolah menegah kini mencari pekerjaan atau melanjutkan ke hanya dilakukan Balai bangku kuliah. Latihan Kerja di bawah Dinas Tenaga Kerja Buka Tutup Buka atau Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Nama harum INS, rupanya tak populer Barat. Daya tampung di kalangan generasi muda Sumatera Barat. balai latihan itu sangat INS Kayu Tanam hingga kini belum memiliki terbatas, sekitar 40 organisasi alumni. Jangan heran bila sampai pemuda untuk lama muncul pandangan INS dianggap sebagai pendidikan empat sekolah khusus anak-anak nakal atau bulanan. Aktivitasnya sekolah luar biasa. pun tergantung Di tengah kondisi itu pergulatan antara ketersediaan pengagum masa lalu dan pihak yang ingin 86 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-86 86 5/17/2007 7:39:00 AM
  89. Sekolah Suasana Belajar di ruang praktek Kabupaten/ Kota, harapan tertuju kepada juga mengilhami para pengasuhnya untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan, pengusaha dan perantau Minang. keluar dari kesulitan. Padahal, tiap tahunnya, belum juga menemukan jalan tengah. Akhir Keinginan INS untuk merealasikan biaya operasional INS tak sedikit, sekitar Rp 1 2000 lalu, para siswa sempat turun ke jalan semboyan pendirinya, Mohammad Syafe’i, miliar. Berharap dari uang sekolah siswa yang menggelar protes. Sejak itu hingga 2003, INS cari sendiri dan kerjakan sendiri, masih ada jelas tak memadai. Bantuan Pemerintah terpaksa ditutup. INS baru dibuka kembali belum kesampaian. Provinsi Sumatera Barat hanya Rp 500 juta tahun 2004. Namanya pun berubah jadi setahun. Untuk menutup kekurangan tak Institut Nasional Syafe’i. ada pilihan, selain kepada Pemerintah Perjalanan panjang nampaknya belum Fachrul raSyId hF (buKIttInggI) MENGHidUPKaN KEMBaLi ENGKU G ELIAT INS Kayutanam nampak kembali tahun lalu. Persisnya ketika digelar seminar bertajuk “Kontribusi Taman Siswa dan INS Kayutanam dalam Membangun Karakter Bangsa, Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan.” Seminar yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Nasional, akhir Agustus, itu dihadiri banyak alumni INS Kayutanam dan Taman Siswa, serta tokoh-tokoh pendidik. Nilai-nilai moral dan akhlak mulia yang kental sekali dan menjadi ciri khas sekolah ini kembali dibincangkan. Seperti INS Kayutanam, Taman Siswa pun mengusung nilai-nilai luhur yang dirintis Ki Hajar Dewantara. Sekolah bernama Nationaal Onderwijs Institut atau Perguruan Nasional Taman Siswa itu didirikan pada 3 Juli 1922. Sayangnya, hampir sepanjang masa kemerdekaan, pemerintah agaknya lupa memperhatikan kedua sekolah legendaris dan sarat nilai sejarah ini. “Entah karena apa, kok tiba-tiba sekarang pemerintah menengok kita-kita. Selama ini kita dilupakan. Apakah karena konsep pendidikan yang disusun pemerintah sebenarnya apa yang sudah dikembangkan kami sejak lama?” kata Abdullah Assegaff, Sekretaris Jenderal Taman Siswa. Ki Supriyoko, tokoh pendidik Taman Siswa, malahan melihat bahwa konsep pemerintah mengenai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBS) dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), sebenarnya sudah lama diajarkan dan dikembangkan di Taman Siswa. “Mengapa harus sibuk melakukan studi banding ke luar negeri untuk mencari format pendidikan. Padahal sejak lama Ki Hajar Dewantara punya konsep itu,” kata Supriyoko. Menurut Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Fasli Jalal, apa yang jadi roh pendidikan, baik Taman Siswa dan INS Kayutanam, sebenarnya selalu diulang-ulang dalam berbagai produk perundangan: Tap MPR, GBHN, juga Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional. Karena sifatnya yang umum dan pada saatnya masih sesuai dengan keadaan di masa lalu, maka roh itu perlu diterjemahkkan dalam bentuk yang lebih konkrit. “Jika dulu guru dengan kehidupan yang sederhana sudah cukup dan sangat dihormati masyarakat, sekarang semua itu harus dikembangkan. Begitu juga dengan kesejahteraan guru,” kata Fasli. 87 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-87 87 5/17/2007 7:39:02 AM
  90. Sekolah NAMA BESAR TAMAN SISWA MASIH ADAKAH? Foto-Foto: FathonI arIeF Ketika hak akan pendidikan hanya menjadi milik penjajah Belanda Taman Siswa, menurut Wakil Ketua Majelis Ibu Pawiyatan, Ki Sugeng Subagya, dan kaum bangsawan, Raden Mas Suwardi Suryaningrat alias masih berpegang teguh prinsip sebagai Ki Hajar Dewantara, mendirikan Perguruan Nasional Taman sekolah untuk semua golongan. Tak Siswa, 85 tahun silam. Pada mulanya, perguruan ini menekankan sedikit tokoh nasional yang dilahirkan dari pendidikan rasa kebangsaan agar anak didiknya mampu merebut Perguruan Taman Siswa. kemerdekaan. Sebut saja seniman Djaduk Ferianto atau Butet Kertarajasa. Sedangkan H ini? Pena mengunjungi langsung Kantor beberapa murid langsung Ki Hajar antara ingga kini, Taman Siswa masih Pusat Taman Siswa Majelis Ibu Pawiyatan, lain adalah pengusaha Probosutedjo, menjadi bagian tonggak sejarah pengelola Perguruan Taman Siswa yang Sulasikin Murpratomo, dan almarhum Susilo pendidikan Indonesia yang masih didirikan oleh Ki Hajar. Sudarman. Bahkan, mantan KSAD, Tyasno hidup. Perguruannya tak hanya berada di Sudarto, merupakan salah satu alumninya. depan penjara Wirogunan, Yogyakarta, Di berbagai daerah, Taman Siswa juga tempat Ki Hajar mendirikan perguruan Seniman Hingga Jenderal meluluskan sejumlah tokoh penting. Antara tersebut untuk pertama kalinya. Kini, lain, Jenderal (Purnawirawan) Feisal Tanjung perguruan tersebut tersebar di berbagai Sejak dulu hingga sekarang Taman Siswa dari Taman Siswa Medan, Jend (Purn) Tri penjuru tanah air. masih tampil penuh percaya diri dengan Sutrisno dari Taman Siswa Surabaya, serta Perguruan pertama didirikan Ki Hajar ciri egaliternya. Ketika banyak sekolah almarhum Ateng dan almarhum Benyamin hingga kini masih masih ada di bawah yang mencoba menonjolkan diri dengan dari Taman Siswa Jakarta. pengelolaan Majelis Ibu Pawiyatan. berbagai cap seperti sekolah unggulan, Tyasno sendiri kini terpilih sebagai Sedangkan perguruan di tempat lain sekolah internasional, atau sekolah favorit, pimpinan Majelis Luhur Taman Siswa dikelola oleh Majelis Luhur. perguruan ini masih tetap rendah hati periode 2007-2011. Sejak kecil ia memang Seperti apakah kondisi Taman Siswa saat sebagaimana pertama kali didirikan. 88 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-88 88 5/17/2007 7:39:04 AM
  91. Sekolah kurikulum pemerintah. Namun, ditambah dididik di Taman Siswa. Ia sudah mengecap among. dengan muatan-muatan dari Ki Hajar seperti pendidikan di sana mulai dari Taman Indria Dalam sistem ini, pamong –sebutan dolanan anak-anak, bahasa Jawa, dan Surabaya, Taman Muda Bandung, Taman untung guru--secara penuh mengabdi pada tembang bahasa. Dewasa, dan Taman Madya Yogyakarta. anak didik. Ketika mengajar, ia benar-benar “Juga materi lain yang mengikuti Apalagi, ayah Tyasno, Ki S. Suryobroto, menyampaikan tanpa paksaan dan tanpa perkembangan jaman,” ujarnya. Kini, Taman merupakah salah seorang tokoh Taman hukuman. Indria memiliki dua kelas dengan jumlah Siswa dan anggota Badan Pinisepuh Among, menurut Ki Sugeng, memiliki siswa pada tahun ini mencapai 36 anak. Persatuan Taman Siswa yang seluruh tiga sisi. Pertama adalah ngemong. Artinya, Satu tingkat di atas Taman Indria ada hidupnya diabdikan penuh untuk kejayaan tidak memerintah, tidak memimpin, dan Taman Muda. Ini adalah Sekolah Dasar perguruan tersebut. tidak mendikte. Kedua, momong, yaitu pertama yang didirikan Ki Hajar. Sekolah Pendidikan budi pekerti dan kebangsaan benar-benar mencurahkan kasih sayang ini, hingga kini masih konsisten memberi itu, kata Ki Sugeng, tertanam mendalam bagaikan seorang ibu yang momong anak anak didiknya prinsip-prinsip pendidikan pada diri Tyasno. Buktinya, sekalipun kecil. Terakhir adalah among sendiri yang berdasarkan budi pekerti luhur yang pendah menduduki posisi tertinggi di artinya tut wuri handayani. bertujuan mengembangkan kecerdasan Angkatan Darat, alumni Taman Madya itu Dengan tut wuri handayani anak diberi emosional. masih ingat teman sebangkunya, seorang keleluasaan untuk berkreasi. Namun jika Pada tahap ini semangat patriotik seorang anak tukang sulap keliling. arahnya melenceng, maka handayaninya siswa baru akan tumbuh. Karena itu, anak- Ketika Tyasno pensiun dan kembali ke yang dipakai. anak pada tahap perkembangan tersebut Yogya, ia mencari teman sebangkunya itu. Tut wuri berada di belakang, sedangkan banyak diberi cerita-cerita dongeng. Muatan Setelah ditelusuri jejaknya, ternyata kini ia handayani memberi pengaruh. “Jadi guru lokal yang diberikan adalah Bahasa Jawa, menjadi juru parker di alun-alun. “Meskipun tak boleh membiarkan siswanya berbuat Bahasa Inggris, dan seni tari. ia pernah menjabat KSAD, tapi tak canggung seenaknya, itu kasih sayang yang terlalu Tingkat selanjutnya adalah Taman untuk menyambangi rekannya yang seorang berlebihan namanya,” tutur Ki Sugeng. Dewasa. Ini adalah sekolah yang sejak tukang parkir,” ujar Ki Sugeng. Tingkatan Sekolah dulu mengundang minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sana. Alasannya, Sekolah pertama yang didirikan Ki Hajar Sumbangsih Taman Siswa para orang tua banyak yang terkesan pada adalah Taman Indria. Pada tingkat tersebut pendidikan yang diberikan, terutama Pembelajaran di Taman Siswa, tutur Ki siswa dikenalkan pada panca indera. Tujuan nasionalisme kebangsaan. Sugeng, diberikan melalui dua pendekatan. utamanya adalah menekankan kemandirian. “Kebiasaan setelah menyelesaikan Pertama, lewat keteladanan. Seperti Ing Sedangkan metode pembelajaran pendidikan formal mereka secara turun Ngarsa Sung Tuladha selalu berada di depan menggunakan metode among sebagaimana temurun ingin menyekolahkan anaknya di untuk memberikan contoh. Cara kedua perguruan Taman Siswa lainnya. sini,” ujar Kepala bidang Taman Dewasa, adalah pendekatan praktis melalui cerita- Kurikulumnya sendiri, menurut Kepala Ki Budi. Karena itu, jumlah murid yang cerita dongeng. Bidang Taman Indria, Nyi Sihgiyanti, sesuai Adapun muatan lokal yang diberikan adalah kesenian. “Pengetahuan- pengetahuan lain kalau belum didahului dengan pendidikan watak justru pinternya untuk minteri orang,” ujar Ki Sugeng. Namun, Ki Sugeng, menganggap pemahaman kebangsaan yang diberikan saat ini masih kurang. “Keberagaman memang ada dan disampaikan tapi belum sampai pada pemahaman terhadap kebhineka-tunggal-ikaan,” katanya. Ia berpendapat, perguruan baru memberi pemahaman tentang kebhinekaan tetapi tunggal ikanya belum. Sekalipun demikian, ia masih yakin suatu saat akan ada penyadaran pendidikan kebangsaan. Sistem Among Hingga kini, sistem pendidikan Taman Siswa masih menggunakan pola yang diwariskan oleh Ki Hajar, yakni sistem 89 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-89 89 5/17/2007 7:39:08 AM
  92. Sekolah tanpa membeda-bedakan siswa pintar dan berdiri, kata Ki Budi, minat masyarakat cukup mendaftar di Taman Dewasa hingga kini tidak pintar. Semua siswa bisa diterima tanpa besar. Padahal, sekolah itu didirikan ketika cukup stabil bahkan melebihi jumlah yang batasan nilai. Namun, karena keterbatasan banyak sekolah kejuruan gulung tikar. Di ditargetkan yayasan pada 2006. tempat, seleksi dan saringan bisa saja sana, kini sedang diprogramkan pelatihan Taman Dewasa merupakan tingkatan dilakukan apabila kapasitasnya sudah kewirausahaan untuk bekal bagi siswa tempat anak masuk pada masa peralihan penuh. setelah lulus. untuk mencari jati diri. Di masa ini banyak Sedangkan sumber dananya berasal Dibandingkan dengan sekolah negeri ditanamkan tata karma dan budi pekerti. dari iuran orang tua yang disebut sebagai maupun swasta berbasis agama, Taman “Kalau dilihat unggah-ungguhnya, anak- uang berguru. Ada juga sumbangan dari Siswa memang mempunyai ciri khas. anak kita masih baik,” kata Ki Budi yang luar yang tidak mengikat. Kemandirian Yakni, adanya wawasan kebangsaan. merupakan lulusan Taman Guru itu. sumber keuangan tersebut bertujuan demi Agama apapun tumbuh tanpa perbedaan. Lalu ada Taman Madya dan Taman Karya, kemerdekaan pendidikan. “Selama tak ada Tak heran, jauh sebelum Nyepi dijadikan yakni sekolah setara SMA dan sekolah teknik tuntutan terhadap suatu bantuan, kita ya hari libur nasional, Taman Siswa sudah menengah (STM). Di tingkat ini siswa mulai oke aja,” kata Ki Sugeng menerapkan libur Nyepi di lingkungannya. belajar menganalisis dan mengenali kasus. Selain itu, penjaringan siswanya pun Meski Taman Karya baru tiga tahun Tenaga Pengajar Dan Kesejahteraan Ancaman serius yang menghadang perguruan Taman Siswa adalah kurangnya ketersediaan tenaga pengajar. Ancaman itu muncul sejak Taman Guru, sekolah pencetak guru setara Sekolah Pendidikan Guru (SPG), ditutup pada 1991. Padahal, sebelumnya Taman Siswa memiliki Taman Guru Dewasa dan Taman Guru Madya. Namun, pemerintah membuat kebijakan bahwa seorang guru harus lulusan pergutuan tinggi. Kini, kebutuhan akan tenaga pendidik tersebut diperoleh dari Sarjanawiyata, yakni perguruan tinggi yang berinduk pada Taman Siswa. Sayangnya, kebutuhan sekolah Taman Siswa seringkali tidak pas dengan lulusan Sarjanawiyata. Solusinya, para calon pamong itu harus terlebih dulu menjalani pendidikan nilai-nilai ketamansiswaan. Ketika menjadi pamong, mereka mendapt gelar Ki bagi laki-laki, atau Ni dan Nyi bagi perempuan. Sebutan ini pertama kali digunakan oleh Ki Hajar untuk menghapus jarak antara bangsawan dengan rakyat biasa. Taman Siswa juga tidak mengenal istilah gaji dalam organisasi. Pengajar di sama menerima nafkah yang ukurannya adalah ketercukupan. “Karena namanya nafkah, ya tidak berlebihan,” ujar Ki Sugeng. Besaran nafkah berbeda dari tahun ke tahun tergantung kondisi keuangan yayasan. Faktor lain yang menentukan adalah ijazah, masa kerja, dan beban 90 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-90 90 5/17/2007 7:39:14 AM
  93. Sekolah tanggung jawab pamong tersebut. Sumber nafkah berasal dari uang sekolah dan usaha-usaha lain seperti koperasi, dan penyelenggaraan beragam pelatihan. Pengajar di Taman Siswa dibedakan dalam pamong anggota dan pamong keluarga. Pamong anggota hanya bekerja untuk Taman Siswa. Selain mendapatkan nafkah dari Taman Siswa, mereka mendapat bantuan dari pemerintah. Sedangkan pamong keluarga memiliki tugas pokok di tempat lain, namun mengabdi di Taman Siswa sebagai guru honorer. Fasilitas Pendidikan Dan Prestasi Semua gedung Taman Siswa, kecuali Taman Indria, kini sudah tersambung dengan internet. Bahkan, Juni mendatang Badan Pusat Wanita Taman Siswa fihak Ibu Pawiyatan akan meluncurkan website. Taman Siswa juga dilengkapi sarana laboratorium. Taman Kesenian, salah satu bagian Siswa diminta sekolah di Gunung Kidul Sebagian besar prestasi Taman Siswa di Taman Siswa, juga pada 2006 baru untuk melatih jurnalistik pelajar. Tradisi berasal dari bidang-bidang non-akademik, saja mendapat anugerah dari Menteri ini merupakan warisan Ki Hajar yang dulu seperti atletik, pencak silat, dan humaniora. Kebudayaan dan Pariwisata. berjuang lewat pena. Berbagai tulisannya Bidang seperti jurnalistik juga sangat ternyata mampu membuat bangsa ini berkembang. Bahkan, beberapa kali Taman melek. m. FathonI arIeF (yogyaKarta) MERaiH KEMERdEKaaN dENGaN PENdidiKaN N ational Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Taman Siswa didirikan pada 3 Juli 1922 oleh Raden Mas Suwardi Suryadiningrat. Ia menetapkan asas Taman Siswa berisi tujuh pasal yang memperlihatkan bagaimana pendidikan diberikan. Yakni, untuk menyiapkan rasa kebebasan dan tanggung jawab agar anak-anak berkembang merdeka dan menjadi serasi, terikat erat kepada milik budaya sendiri sehingga terhindar dari pengaruh yang tidak baik dan tekanan dalam hubungan kolonial, seperti rasa rendah diri, ketakutan, keseganan, dan peniruan yang membuta. Selain itu, Taman Siswa mendidik anak-anak menjadi putra tanah air yang setia dan bersemangat untuk menanamkan rasa pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam pendidikan ini nilai rohani lebih tinggi dari nilai jasmani. RM Suwardi yang lahir dari kalangan keraton Yogyakarta, 2 Mei 1889, mendalami masalah pendidikan dan pengajaran selama menjalani masa hukuman pembuangannya di Belanda sejak Agustu 1913. Di sana ia memperoleh sertifikat Europeesche Akte. Ia kembali ke Tanah Air pada 1918 dan mencurahkan perhatian pada bidang pendidikan sebagai alat perjuangan meraih kemerdekaan. Saat genap berusia 40 tahun dalam hitungan Tahun Caka, ia berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya, agar ia dapat bebas dekat dengan rakyat secara fisik maupun mental. Untuk membendung perjuangan Ki Hajar, Belanda mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Namun, dengan perlawanan Ki Hajar, ordonansi itu akhirnya dicabut. Untuk menghormati jasanya, hari kelahiran Ki Hajar diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. 91 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-91 91 5/17/2007 7:39:18 AM
  94. Kepala Sekolah drs h. a. Sholeh dimyathi, mF, mm DENGAN IMTAK MENENGAHI TAWURAN Terpilih sebagai kepala sekolah berprestasi 2006. Ia menggagas model Imtak untuk membina pekerti siswa dan sebagai solusi masalah tawuran pelajar. Berkali-kali juara di ajang Lomba Kompetensi Guru. J umum Lomba Kompetensi Guru (LKG) tahun ULUKANNYA “kepala sekolah bagian 1997, sehingga ia mendapatkan hadiah luar negeri”. Soalnya, hampir tiap hari rumah seharga Rp 90 juta dari Presiden RI setelah pukul 10 pagi ia tidak ada di kala itu, Soeharto. Kemudian tahun 2001 sekolah. Bukan karena dia suka keluyuran dan 2002, Shaleh juga meraih juara kedua tanpa juntrungan, melainkan karena dia lomba LKG. mengemban segudang tugas. Antara lain, ia menjadi ketua jaringan pengembang kurikulum, ketua MGMP Pendidikan Agama Iman dan Takwa Islam SMK se-DKI Jakarta, ketua Imtak (Iman dan Takwa) dan ketua KKKS Kejuruan Jakarta Sholeh memulai kiprahnya sebagai tw Utara. Di antara kesibukannya itu, ia juga pengajar pada 1985, dengan menjadi guru Ien ar masih menyempatkan diri mengajar agama Islam di STM 26 Pembangunan, mengaji dan menjadi pengkhotbah Jakarta. Kala itu, Sholeh melihat ada (khatib) pada salat Jumat. perubahan perilaku pada sejumlah Siapa dia? Dia adalah Drs HA siswanya. Setelah diselidiki, ternyata mereka Sholeh Dimyathi, MF, MM, Kepala mendapatkan doktrin yang dikenal dengan SMK 56 Jakarta. Pada tahun 2006, sebutan NII (Negara Islam Indonesia). berkat setumpuk prestasinya, Sholeh merasa heran karena doktrin NII Sholeh terpilih sebagai Kepala mampu mengubah sikap para pengikutnya Sekolah Berprestasi Tahun dalam waktu singkat. Sedangkan pendidikan 2006. Sebelumnya, tahun 2004, agama Islam di sekolah, yang diberikan Sholeh juga mendapatkan selama tiga tahun, tidak mampu merubah penghargaan Satya Lencana perilaku siswa segampang itu. Pendidikan sebagai guru Yang dipikirkan Sholeh selanjutnya berprestasi dan berdedikasi bukan lagi doktrin NII, melainkan bagaimana tinggi. mengemas metode pengajaran agama Drs H. A. Sholeh Dimyathi, MF, MM Sholeh juga menjadi juara Islam di sekolah. Setelah melakukan 92 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-92 92 5/17/2007 7:39:44 AM
  95. Kepala Sekolah doK SmK 56 beribadah. model ini di Kantor Wilayah Departemen Model inilah yang disebut oleh Sholeh Pendidikan dan Kebudayaan (Kanwil sebagai metode Imtak (Iman dan Takwa). Depdikbud) DKI Jakarta bidang Pendidikan ”Imtak adalah pengembangan model Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur). pembelajaraan pendidikan agama Islam,” Ternyata, konsep Imtak hasil kreasi kata Sholeh. Menurut dia, pendidikan agama Sholeh diterima oleh Suharyanto, yang Islam tidak hanya harus dilakukan di kelas, waktu itu menjadi kepala bidang Dikmenjur tapi seharusnya terus dilakukan selama 24 (Sekarang Kepala Sub Direktorat SMK). jam sehari. Suharyanto menangkap positif model Model ini sempat diprotes para guru ini, dan berniat menerapkannya untuk lain. Namun Sholeh menjelaskan bahwa menangani tawuran pelajar. Maklum, kala tugas mengajarkan agama Islam kepada itu tawuran pelajar sangat marak, sehingga siswa, bukan hanya diemban guru agama. ada istilah tiada hari tanpa tawuran pelajar. Melainkan tugas semua muslim. Suharyanto berharap metode Imtak bisa Untuk mengetahui keberhasilan model memperbaiki citra SMK, yang kala itu paling pembelajaran agama yang ia kembangkan, banyak melakukan tawuran. Sholeh melakukan pengujian. Di satu kelas, Suharyanto meminta Sholeh membuat ia mengajar dengan cara konvensional, disain baru pengembangan Imtak sehingga yaitu dengan ceramah dan sesi tanya jawab. bisa dipakai sekolah yang pelajarnya Sedangkan di kelas lain, ia mengajar dengan banyak melakukan tawuran. Akhirnya, model Imtak. melalui model Imtak, guru BP, guru bidang Di kelas Imtak, Sholeh menjelaskan suatu kurikulum, kepala sekolah dan tenaga tema dan memberikan tugas kepada siswa pendidik lainnya diberikan pelatihan agar untuk mencari dan menyalin ayat dan hadist. bisa memberikan mentoring dengan Dalam memberikan nilai terhadap hasil pendekatan Dakwah Sistem Langsung (DSL). Berfoto bersama siswa dan paskibra tugas siswa. Sholeh tidak membatasi tempat DSL adalah pembinaan keislaman dengan seusai pelaksanaan upacara 17 Agustus dan waktu. Kapan dan di mana pun siswa pendekatan teman sebaya dalam bentuk di SMK 56 Jakarta boleh meminta nilai dari dia. ”Kadang, baru kelompok yang terdiri dari sepuluh sampai turun dari motor, siswa sudah menondong lima belas siswa. minta nilai. Saya paraf dan berikan nilai A, Penerapan model I mtak dengan penelitian, sholeh menemukan beberapa tanpa saya koreksi”, kata Sholeh. Memang, pendek atan DSL ter nyata lumayan kelemahan dari metode pengajaran selama Sholeh tidak pernah mengkoreksi tugas berhasil. Tingkat tawuran pelajar tahun ini. ”Penilaian pada pendidikan agama Islam siswanya. Karena Sholeh yakin bahwa dalam 2001 menurun. Dari 16 titik tawuran di DKI itu berdasarkan penilaian dakwah, dan lebih mengerjakan tugas, siswa akan bersikap Jakarta, jumlah kasus tawuran turun dari berorientasi kognitif,” kata Sholeh. jujur. 122 kasus menjadi 70 kasus pada tahun Melihat kelemahan ini, Sholeh ingin Sholeh memberikan nilai antara A (setara 2003. SMK yang menerapkan DSL waktu itu memperbaikinya dengan merubah pola dengan angka 10) hingga D (setara dengan adalah SMK Poncol, SMK Bahariawan, SMK pendidikan agama Islam, dan mengubah angka 4). Bagi siswa yang bisa menyelesaikan Budut dan sekolah lain yang dikenal sering strategi penilaian pendidikan agama. tugas lebih awal, nilainya akan lebih tinggi. melakukan tawuran. Saat ini ada 150 sekolah Sebelumnya nilai agama siswa itu diberikan Jadi, nilai tergantung pada keaktifan siswa. di DKI yang mengembangkan model ini. oleh guru. Tapi Sholeh merubahnya dengan Dari hasil pengujiannya itu, Sholeh ”Jadi kalau masih ada sekolah yang nilai agama yang siswa dapatkan berasal melihat 95% anak yang diuji-coba dengan pelajarnya tawuran, itu berarti pendidikan dari diri mereka sendiri. Caranya, untuk model ini lebih berhasil mengubah perilaku Imtaknya belum dilakukan,” ujar Sholeh. mendapatkan nilai agama, para siswa harus keagamaannya. Kemudian konsep model Sholeh sudah pernah panjang lebar mengikuti kegiatan mentoring di kelas. ini dituangkan oleh Sholeh dalam karya memaparkan solusi menyelesaikan masalah Kemudian siswa juga wajib melakukan tulis dan diikutkan LKG 1997. Ternyata ia tawuran pelajar di internet. kegiatan mandiri berupa praktek keagamaan, mendapat juara pertama. Sholeh tak cuma mendisain model seperti salat berjamaah dan salat Jumat, baik Imtak. Ia juga mengembangkan model di sekolah, di rumah atau di masyarakat. SKKS (Sistem Kredit Kegiatan Kesiswaan), Jika ingin mendapatkan nilai, maka Solusi Untuk Tawuran untuk mendorong prestasi siswa. ”Melalui siswa harus mengumpulkan bukti bahwa sistem ini, aktivitas siswa lebih dihargai, baik mereka memang benar melakukan praktek Pada 2001, Sholeh mulai berusaha aktivitas yang dilakukan di sekolah maupun keagamaan. Untuk dapat bukti itu siswa memperkenalkan model Imtak ke guru di luar sekolah,” kata Sholeh. Misalnya, siswa harus minta tanda tangan dari guru lain agama Islam di sekolah-sekolah lain. yang bukan guru agama, dan orang lain Waktu itu ada lima sekolah yang kemudian mengikuti lomba basket di tingkat RT. Kalau yang bukan guru, termasuk orang tua, mengikuti jejak Sholeh, dan hasilnya cukup menang, ia akan mendapatkan skor 1. yang menjelaskan bahwa ia memang rajin positif. Kemudian Sholeh mempresentasikan Kalau menang di tingkat kecamatan, siswa 93 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-93 93 5/17/2007 7:39:45 AM
  96. Kepala Sekolah sempat protes kepada pihak sekolah karena Sholeh sudah memiliki hobi menulis mendapatkan skor 2. ”Skor-skor itu menjadi mereka mengira anaknya tidak belajar sejak duduk di bangku PGA (Pendidikan bagian penilaian akhir anak,” kata Sholeh. di sekolah, malah disuruh jualan. Namun Guru Agama) --setara dengan SMA. Sholeh Menurut Sholeh, kadang-kadang sekolah Sholeh memberikan penjelasan kepada paling suka membuat puisi. Di samping itu, sering melakukan justifikasi terhadap anak para orang tua, bahwa unit usaha di sekolah Sholeh juga punya hobi membaca. yang kurang berprestasi di bidang akademik. hanya sarana untuk praktek kerja. ”Para Sholeh dilahirkan di Pati, Jawa Tengah, Padahal si anak mempunyai prestasi di orang tua pun akhirnya mengerti, dan malah dari pasangan H. Dimyathi dan Daryah. bidang lain, seperti di bidang olahraga. mendukung,” kata Sholeh. Sholeh yang lahir tanggal 17 Oktober 1954, Nah, model SKKS akan menilai prestasi siswa adalah anak pertama dari 9 bersaudara. dari segala aspek, bukan hanya dari prestasi Ayahnya adalah pensiunan veteran pejuang akademiknya saja. Pada tahun 2001, Sholeh Jadi Juri LKG tahun 1945. sedangkan ibunya adalah menerima penghargaan untuk model SKKS pedagang. yang dikembangkannya itu. Karena terus mendapatkan juara di LKG, Sholeh tumbuh di lingkungan santri. Ada Kemudian pada tahun 2002, kembali Sholeh tidak dibolehkan ikut LKG lagi. Tapi 52 pesantren berada di sekitar rumahnya. Sholeh mengikuti LKG, dan meraih juara Sholeh diminta untuk menjadi juri LKG di Tapi meski belajar di pesantren, Sholeh kedua. Dalam LKG itu, Sholeh menulis tahap awal yang menyeleksi naskah yang tidak pernah tinggal di pondok pesantren. tentang unit produksi sebagai replika praktek masuk. Sholeh menjadi juri tahap awal Ia tetap tinggal di rumah membantu ibunya kerja siswa. Dalam mengembangkan unit selama tiga tahun berturut-turut, yaitu 2003, berjualan. Atau terkadang menyiapkan produksi atau unit usaha di sekolah, Sholeh 2004 dan 2005. ”Ada sekitar 1.800 naskah makanan untuk seluruh keluarga. bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang masuk dari para peserta. Tapi herannya Tidak ada cita-cita jadi guru di benak obat. Unit usaha tersebut dimodali oleh naskah yang saya nilai, umumnya jadi juara,” Sholeh waktu ia kecil. ”Saya hanya ingin sekolah, tapi dikelola oleh siswa sendiri, dari kata Sholeh sambil tersenyum. menjadi orang yang bermanfaat bagi orang mulai perencanaan, pelaksanaan, promosi, Sholeh juga kreatif menulis. Ia telah lain,” kata Sholeh. Tapi watak kepemimpinan penjualan sampai kepada hasil. menghasilkan banyak artikel, beberapa dan rendah hatinya sudah tampak sejak kecil. ”Dengan didirikan unit usaha ini, maka buku dan modul. Salah satu hasil tulisannya Watak itulah yang ia bawa hingga dewasa. ada tempat untuk praktek kerja siswa,” kata yang berjudul ”Mairil, Satu Bentuk Di sekolahnya kini Sholeh memosisikan Sholeh. Unit usaha ini juga melatih para Penyimpangan Seksual di Kalangan Santri”, dirinya sebagai pengayom. Sholeh sangat siswa untuk memasarkan suatu produk. pernah diterbitkan sebuah majalah Psikologi memperhatikan persoalan-persoalan Untuk mendorong semangat siswa, sekolah di Jakarta. Mairil adalah istilah di pesantren sekolah, siswa dan para guru. Ia tak segan membebaskan membayar uang sekolah untuk perbuatan homoseksual. Sholeh juga memberikan nasihat atau bimbingan kepada selama beberapa bulan bagi siswa yang menjadi editor sebuah penerbit. ”Padahal siapa saja yang membutuhkannya. dapat memenuhi target tugasnya dalam saya tidak punya keahlian jurnalitik, hanya Untuk menjalankan peran sekolah secara unit usaha. modal ingin belajar saja,” ujar Sholeh, benar, Sholeh membuat sistem mekanisme Pada awalnya para orang tua siswa merendah. kerja terlebih dahulu. Sholeh membuat dulu standar operasional doK SmK 56 prosedur organisasi, sehingga setiap warga sekolah mengetahui tugas dan fungsi pokoknya. ”Dengan begitu, setiap langkah dan kebijakan yang diambil tidak akan melenceng dari sistemnya,” kata Sholeh. Setelah lulus dari PGA, Sholeh kemudian meneruskan pendidikan ke IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, tahun 1974. Sebelumnya Sholeh sempat mencicipi kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, tapi tidak ia teruskan karena terbentur biaya. ”Waktu itu jaman sedang susah. Orang antri untuk dapat beras. Banyak yang hanya bisa makan bulgur, jagung merah,” kenangnya. Selama kuliah, Sholeh tinggal di tempat indekos di Yogyakarta. Memimpin pembahasan KTSP di SMK 56 Jakarta Untuk mengirit duit kiriman orang 94 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-94 94 5/17/2007 7:39:49 AM
  97. Kepala Sekolah pelatihan, Sholeh menjadi kepala teknisi doK SmK 56 doK SmK 56 proyek. Namun karena sesuatu hal, Sholeh akhirnya keluar dan pindah bekerja ke Hotel Indonesia (HI). Di HI Sholeh mengurusi manajemen koperasi. Tapi ia hanya bertahan 6 bulan, lalu mengundurkan diri. Abdi Pendidikan Tahun 1984, Sholeh ikut tes pegawai negeri sipil dan lulus. Kemudian tahun 1985 ia diangkat jadi guru agama di STM 26 Pembangunan, Jakarta. Di sinilah ia meneratas kariernya sebagai pengajar sejati. Dunia pendidikan akhirnya menjadi ladang pengabdiannya. Pada 1998, Sholeh mengikuti pelatihan Memberikan pengarahan saat rapat kepala sekolah. Dan, tahun 2000 ia benar- Orangtua dan Wali di SMK 56 Jakarta benar diangkat menjadi kepala sekolah di SMK 20, Jakarta Selatan. Di sekolah lagi berhubungan dengan teman-temannya. itu Sholeh membuat terobosan dengan tuanya, ia menjual jasa sebagai juru masak Sholeh tak mau diganggu. ”Bahkan ada surat membuka program perbankan syariah. untuk keluarga yang punya tempat indekos. dari orangtua, tidak saya buka, sampai les Program ini dibuka atas kerja sama SMK ”Dengan uang kiriman Rp 10.000 dan beras bahasa Inggris kelar,” kata Sholeh sambil 20 dengan Bank Muamalat. ”Ini program 10 liter, per bulan, saya tak bisa membeli tertawa. Ternyata usahanya membawa hasil. pertama yang dibuka di Indonesia,” ujar apa-apa. Beras pun sering tak cukup,” kata Ia lulus les bahasa Inggris, dan lulus pula Sholeh bangga. Sholeh. ”Tapi dengan jadi juru masak, saya dalam seleksi untuk program pertukaran Sekarang sudah banyak SMK yang mendapat imbalan makan gratis,” Sholeh pelajar. Ia akan ditempatkan di Filipina. membuka program ini. Sholeh menjadi menambahkan. Sebelum berangkat ke Filipina, Sholeh kepala SMK 20 selama 4 tahun 6 bulan. pulang ke rumah orang tuanya di Pati, Jawa Kemudian ia mengambil kuliah di STIM, Masuk TKS BUTSI Tengah, untuk pamit. Namun tidak terduga, tapi karena kesibukannya, ia agak lambat sampai di rumah Sholeh dinikahkan dengan menyelesaikan pendidikannya, dan baru Tahun 1980, Sholeh lulus dari IAIN. gadis pilihan orangtuanya. Kemudian bisa menggondol gelar S2 tahun 2005. Kemudian Sholeh memilih masuk ke TKS Sholeh kembali ke Jakarta, dan melapor ke Sebelumnya, tahun 2004, Sholeh BUTSI (Tenaga Kerja Sukarela Badan Urusan Departemen Tenaga Kerja --yang menggelar dipindahkan ke SMKN 56 Teknologi di Tenaga Kerja Sukarela Indonesia) dan program pertukaran pelajar itu. Pluit, Jakarta Utara. Sebelumnya sekolah ini ditempatkan di Jakarta. Pada tahun ketiga Ternyata ada peraturan yang melarang bermasalah, tapi setelah Sholeh memimpin Sholeh di TKS BUTSI, ia ditawari program menikah kepada para peserta program di situ mulai membaik. Manajemen menjadi pertukaran pekerja untuk belajar, atau pertukaran pelajar. Apa daya, akhirnya lebih baik. Sarana dan prasarananya pun biasa disebut pertukaran pelajar. Lokasi Sholeh batal berangkat ke Filipina. Dia ditingkatkan oleh Sholeh. ”Waktu saya penempatannya ada tiga pilihan, yaitu malah dikirim ke Bandung untuk mengikuti masuk dulu ke sana, kondisi komputernya Papua, Timor-Timor dan luar negeri. pendidikan dan latihan (diklat) di Akademi masih pentium satu, sekarang sudah Sholeh bingung mau memilih yang Tenaga Pekerjaan Umum (ATPU). pentium 4,” kata Sholeh. Bahkan tahun mana. Ia berpikir, kalau pergi ke Papua, ia Di ATPU, Sholeh belajar teknik. Tentu 2005, SMK 56 56 memenangi lomba net takut terserang malaria. Seperti banyak bukan urusan gampang bagi Sholeh yang kuis se- Jakarta. diberitakan kala itu bahwa di Papua masih sebelumnya lebih banyak belajar agama. Kini, Sholeh masih menyimpan satu ada wabah malaria. Kalau pergi ke Timor- ”Bayangkan, saya yang memiliki latar obsesi. Ia ingin sekolah yang dipimpinnya timor ia takut terkena peluru nyasar karena belakang pendidikan agama di IAIN, harus menjadi sekolah bertaraf internasional. kala itu masih terjadi perang. Sedangkan belajar teknik,” katanya. Tapi Sholeh bertekad ”Mungkin saya tidak bisa mencapainya, kalau pergi ke luar negri, ia tidak percaya harus bisa, supaya bisa lulus dari ATPU. Dan, karena keterbatasan waktu,” kata pria diri karena bahasa Inggris-nya kacau balau. ia berhasil. Setelah tamat dari ATPU, Sholeh berumur 52 tahun itu. ”Tapi saya ingin Namun, akhirnya Sholeh memilih luar ditugaskan menjadi Petugas Lapangan mengarahkannya menuju ke sana,” Sholeh negeri. Proyek (PLP). menambahkan. Ia masih tetap bersemangat Sholeh mengambil les bahasa Inggris Kerena dinilai berhasil dalam menjalankan meski sebentar lagi harus pensiun. intensif sebelum ujian penyaringan program tugasnya sebagai PLP, Sholeh diikutkan pertukaran pelajar. Ia serius mempersiapkan dalam pelatihan teknisi proyek. Selesai bahasa Inggris-nya, sampai-sampai tak mau eS caStra dan Fetty ShInta leStarI 95 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-95 95 5/17/2007 7:39:52 AM
  98. Kepala Sekolah IStImewa drs. tamsir MEMBENTUK WARGA SEKOLAH SEBAGAI TEAM WORK Drs Tamsir terpilih sebagai kepala sekolah terbaik Provinsi DI Yogyakarta. Bercita-cita jadi guru karena kekagumannya pada sosok seorang guru. Ia membentuk sekolah sebagai sistem yang ditaati seluruh warganya. Tamsir dan rekan sesama guru D Kepala SMKN I Wonosari, mendapat pujian. INAS Pendidikan DI Yogyakarta tidak 1 Wonosari. Selama delapan tahun ia Ia mendapatkan sertifikat predikat istimewa keliru memilih Drs Tamsir sebagai mengabdi di sana. Selanjutnya, pada 2004, dari Direktur Jenderal Pendidikan dasar Kepala Sekolah Terbaik tingkat ia dipercaya menjabat Kepala SMAN 2 dan Menengah kala itu, Dr Indrajati Sidi, provinsi tahun ini. Kepala SMAN 2 Wonosari, Wonosari, hingga saat ini. Karier gurunya karena pengelolaan sekolahnya dianggap Gunung Kidul, itu memang sosok yang sendiri dimulai sejak tahun 1981 ketaika terbagus. idealis, dan memiliki pola yang terkonsep mengajar di SMK 1 Wonosari. Atas dasar prestasi itu, Kepala Dinas dalam memimpin sekolah. Seandainya tahun Setelah empat belas tahun mengajar, Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul ini ada pemilihan kepala sekolah terbaik Tamsir akhirnya diangkat menjadi Kepala menunjuk Tamsir sebagai wakil kabupaten tingkat nasional, Tamsir layak diunggulkan SMKN 1 Wonosari selama dua periode. dalam pemilihan kepala sekolah terbaik menjadi pemenangnya. Sebenarnya ia masih dibutuhkan sebagai tingkat provinsi. Dalam seleksi di tingkat Tamsir terpilih menjadi Kepala Sekolah kepala sekolah. Tapi karena ada peraturan provinsi, panitia yang terdiri dari unsur Terbaik Provinsi DI Yogyakarta melalui yang menetapkan bahwa kepala sekolah Dinas Pendidikan dan para akademisi dari penjaringan yang dimulai di tingkat tidak boleh menjabat lebih dari dua periode di Universitas Negeri Yogyakarta, menggelar kabupaten. Kepala dinas pendidikan satu sekolah, Tamsir kemudian dipindahkan berbagai tes. Tes yang diberikan antara lain setempat menunjuk beberapa kepala ke SMAN 2 Wonosari, hingga saat ini. mengenai manajemen sekolah, wawasan, sekolah yang dianggap terbaik sebagai Tamsir lulus dari sekolah dasar di penguasaan program komputer, dan nominator. Selanjutnya, ditetapkan hanya Banjarnegara kampung kelahirannya. kemampuan berbahasa Inggris. Hasilnya, satu kepala sekolah yang akan dikirim untuk Setelah itu ia melanjutkan ke Pendidikan Tamsir terpilih sebagai kepala sekolah dipilih di tingkat provinsi. Guru Agama (PGA), dan selanjutnya kuliah terbaik. Tamsir dipilih sebagai wakil dari Kabupaten di IKIP Yogyakarta jurusan Bimbingan dan Gunung Kidul berdasarkan catatan bagus Penuluhan. Ia lulus tahun 1982. Menjadi yang ditorehkannya. Pada tahun 1998, ketika guru adalah cita-citanya sejak kecil. Karir Sebagai Guru tim dari Departemen Pendidikan Nasional “Saya tertarik menjadi guru karena melakukan peninjauan ke sekolah-sekolah di kekaguman terhadap sosok seorang guru Tamsir menjabat kepala sekolah sejak Gunung Kidul, Tamsir yang kala itu menjabat sewaktu saya duduk di sekolah dasar,” tahun 1995, yaitu ketika mengepalai SMKN 96 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-96 96 5/17/2007 7:39:55 AM
  99. Kepala Sekolah Kiat Memimpin Sekolah UAN (ujian akhir nasional) bagi siswa kelas kata Tamsir, mengenang. “Beliau sangat akhir,” ujar Tamsir. “Tapi jam-jam pelajaran mengayomi. Sikapnya tegas, tapi tidak Menurut Tamsir, bekal utama yang tambahan juga diberikan kepada siswa kelas berarti galak. Beliau selalu membimbing harus dimiliki seseorang untuk menjadi yang lebih rendah.” Kalau cuma mengejar dan mengarahkan, tapi juga selalu bertindak kepala sekolah adalah skill manajerial. target kelulusan UAN, kata Tamsir, gampang tegas memegang aturan sekolah,” Tamsir “Ketika seorang panglima perang akan saja. “Para siswa kelas akhir saya pacu saja memaparkan. bertempur, pasti akan melihat medannya dengan latihan soal,” katanya. “Tapi kalau Suatu hari, Tamsir menyampaikan seperti apa, bagaimana kondisi pasukan, seperti itu, saya khawatir sekolah saya akan cita-citanya menjadi guru kepada sang dan persenjataan yang dimiliki,” katanya, dicap sebagai lembaga kursus UAN,” kata guru kebanggaannya itu, seraya meminta bertamsil. Tamsir lagi sambil terkekeh. pendapatnya. Sang guru sebenarnya lebih Dalam mengelola sekolah, Tamsir sangat Dalam pandangan Tamsir, sekolah berharap Tamsir masuk SMA. Namun, karena tegas memegang aturan. Tamsir menjadikan adalah satu kesatuan utuh yang harus Tamsir sudah menyatakan tekadnya jadi sekolah sebuah sistem yang membuat mampu membentuk karakter, kepribadian, guru, ia pun langsung mengarahkan Tamsir seluruh warga sekolah bertanggung jawab dan kecerdasa. Hal itu harus tumbuh untuk masuk SPG, setamat SMP. pada sistem itu. “Seluruh penghuni sekolah secara bersama-sama. Nah, khusus untuk Namun, orang tuanya punya pendapat harus taat pada membentuk kepribadian sekolah, Tamsir lain. Setelah Tamsir lulus SMP, mereka sistem, dan bertanggung jawab terhadap membentuk sistem pengawasan anak. menyekolahkan Tamsir, anak kedua dari berjalannya sistem,” kata Tamsir. Sistem ini akan mencatat pelanggaran yang enam bersaudara itu, ke Pendidikan Guru Dengan begitu, katanya, semua pihak dilakukan setiap siswa. Agama (PGA). “Keluarga saya sangat taat punya tanggung jawab sesuai dengan Untuk siswa yang melakukan pelanggaran terhadap agama, dan karena itu saya diminta proporsinya. Jika ada masalah, semuanya tingkat 1, sekolah akan memanggil orang masuk pendidikan guru agama saja,” kenang dikembalikan kepada aturan main yang tuanya. Jika masih tetap melanggar, orang Tamsir. Ternyata, alur pendidikannya tak telah disepakati dalam sistem itu. tuanya akan dipanggil lagi untuk kedua terhenti di PGA. Sebab, setelah lulus dari Tamsir pun selalu membangun kalinya. Bila siswa masih juga melanggar, sana, Tamsir kemudian meneruskan ke etos kerja yang keras terhadap warga pada pemanggilan orang tua yang ketiga, IKIP Yogyakarta, yang sekarang menjadi sekolahnya. “Semua warga sekolah adalah siswa diminta membuat pernyataan. Kalau Universitas Negeri Yogyakarta. team work yang harus bahu membahu masih juga melanggar, akhirnya, pada Kini, Tamsir layak bangga karena cita- dalam menjalankan tugasnya,” ujar Tamsir. pelanggaran tingkat selanjutnya, siswa citanya menjadi guru yang baik telah tercapai. Kualitas dan kompetensi guru tentu saja akan mendapat skorsing tiga hari. Bila masih Saat ini Tamsir telah dikaruniai empat putera menjadi perhatiannya. Untuk itu, Tamsir juga melanggar, siswa diminta membuat hasil pernikahannya dengan istrinya yang kerap menyelenggarakan pelatihan- pernyataan bersedia tidak naik kelas jika berprofesi sebagai bidan. Putera pertama pelatihan baik di sekolah maupun di luar melakukan pelanggaran berikutnya. sudah kuliah di Teknik Industri Universitas sekolah. Dengan sistem pengawasan seperti itu, Islam Indonesia, yang kedua kuliah di Fakultas Pelatihan-pelatihan yang pernah kata Tamsir, sekolah tak hanya membentuk Kedokteran Universitas Muhammadiyah diadakan di antaranya komputer, teknologi kecerdasan siswanya, tapi juga membangun Yogyakarta. Sedangkan putera ketiga dan informasi, metode pengajaran kreatif, dan kepribadian dan tanggung jawab siswa. keempatnya masih duduk di SMA dan SMP. pelatihan membuat modul pembelajaran. Dengan pengawasan kepribadian ini, Tamsir tentu bangga telah bisa mengongkosi Untuk meningkatkan kualitas lulusan, yang tidak naik kelas bukan cuma siswa putera-puteranya hingga ke perguruan Tamsir menggelar pelajaran-pelajaran yang tidak pandai, tapi mungkin juga tinggi. Tak banyak guru yang bisa tambahan untuk para siswa mulai dari siswa pandai yang nilai kepribadiannya melakukannya. “Jika hanya bergantung Kelas X. Misalnya, pelajaran rendah. Hal itu sesuai dengan tujuan pada gaji guru, tentu tak bisa,” kata Tamsir. tambahan matematika, pendidikan untuk mencetak manusia “Untunglah istri saya bidan, sehingga kimia, dan bahasa Inggris. cerdas dan berkepribadian. Siswa yang nilai mampu menyokong biaya pendidikan buat Bahkan untuk siswa yang kepribadiannya masih rendah tentu layak anak-anak,” Tamsir menjelaskan. kemampuan bahasa mengulang kelas. Inggrisnya lemah, “Dampak sistem pengawasan ini ternyata ada klinik Bahasa bagus,” kata Tamsir. “Para siswa jadi lebih Inggris untuk tertib, dan terbiasa memegang janji.” menolongnya Mereka tahu, setiap tindakan pasti ada belajar lebih konsekuensinya. Dan yang lebih penting, cermat. mereka sadar bahwa fungsi sekolah memang “Kami bukan hanya untuk mencerdaskan otak, tapi meningkatkan juga membentuk kepribadian yang baik dan kegiatan bertanggung jawab. pembelajaran bukan hanya menjelang eS caStra dan m. arIeF FathonI (yogyaKarta) 97 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan FathonI arIeF LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-97 97 5/17/2007 7:40:02 AM
  100. Kepala Sekolah Suwarni, Spd IBARAT MEMBANGUN PETILASAN Dipercaya menjadi kepala sekolah-sekolah ndesa selama hampir sepuluh tahun terakhir. Budi pekerti menjadi kunci membina siswa dan guru. Latar belakang petani menjadikan sekolahnya hijau dan bersih. Budaya cium tangan guru. N perbukitan dengan jalan menanjak penuh jadi hijau itu, memang tak jauh-jauh GADIROJO, sekira 30 km arah bebatuan, lantaran aspal berlubang di dari hobi Suwarni yang demen tanam- timur dari pusat kota Pacitan, Jawa sana-sini. Di Tulakan, Suwarni itulah menanam. Di rumahnya yang tak begitu Timur. Untuk mencapai kecamatan menjabat kepala sekolah hampir delapan besar, terasa sejuk saat memandang ini mesti melintasi jalan menanjak yang tahun. Barangkali pertimbangan kenyang hijaunya dedaunan koleksi tanaman hias lumayan sulit dijangkau. Jalanan berlubang pengalaman itulah, Suwarni menjadi satu Suwarni. sehingga nampak bebatuan nongol di di antara sejumlah kepala sekolah lainnya Penghijauan sekolah membuat SMPN sana-sini. Siapa sangka di daerah ndeso terpilih dalam seleksi awal di tingkat 2 Tulakan menjadi sekolah terbersih ini berdiri sekolah berstandar nasional provinsi Jawa Timur. Ia akhirnya yang di Kabupaten Pacitan. Beberapa kali bernama SMPN 1 Ngadirojo. Sebentar lagi, terpilih mewakili Jawa Timur. sekolah itu mewakili Pacitan dalam lomba tetangganya, SMPN 3 Kecamatan Tulakan, kebersihan sekolah. Rupanya, upaya menyusul menjadi sekolah berstandar Membangun dari Nol menghijaukan sekolah itu juga dilandasi nasional pula. filosofi hidup Suwarni. “Guru kuwi kudu Tersebutlah Suwarni SPd, Kepala SMP Jabatan kepala sekolah kali pertama gawe petilasan (harus membuat sesuatu N 1 Ngadirojo yang punya andil besar diemban Suwarni di sekolah yang baru yang bersejarah). Guru harus meninggalkan membawa sekolahnya menuju level beridiri. SMPN 3 Tulakan memang baru hal-hal positif untuk anak-anak didik,” kata berkelas. Putra asli Pacitan yang hampir berdiri pada 1999. “Kami membangun Suwarni. setahun belakangan memimpin SMPN 1 sekolah dari nol. Mulai dari gedung yang Menjadi guru sejatinya bukan satu- Ngadirojo itu, mendapat penghargaan tidak ada apa-apanya, belum tertata, tak satunya cita-cita yang didambakan Suwarni. sebagai kepala sekolah berdedikasi dari ada karyawan, guru pun masih pinjam dari Sejak lulus sekolah dasar, Suwarni mematok Departemen Pendidikan Nasional, 2006 guru-guru SD,” kata Suwarni yang genap 55 cita-citanya menjadi sarjana pertanian. lalu. Saban hari ia bolak-balik dari rumahnya tahun, 13 April lalu. Maklum, orangtuanya menhidupi keluarga yang sederhana --berukuran tak lebih dari Di awal perjuangannya itu, Suwarni dari bertani. Dari kecil, Suwarni terbiasa 100 meter persegi-- menuju sekolah yang hanya punya murid 88 siswa. Namun dalam lingkungan petani. Namun, berjarak sekira 12 kilometer. hanya dalam tiga tahun berikutnya, murid- orangtuanya tak menghendaki Suwarni Suwarni boleh dibilang cukup kenyang murid SMPN 2 Tulakan mencapai 534 menjadi sarjana pertanian. menjadi kepala sekolah. Sebelum di orang. Kondisi sekolah juga nampak asri. Cita-cita menjadi sarjana pertanian Ngadirojo, Suwarni memimpin SMPN Tanaman hias dan pepohonan menjadikan seakan lindap dalam benak Suwarni. Ia 3 Tulakan. Tulakan letaknya tak begitu lingkungan sekolah benar-benar nyaman dikenalkan dengan dunia pendidikan oleh jauh dari Ngadirojo, sama-sama daerah buat belajar. Soal sekolah yang mendadak 98 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-98 98 5/17/2007 7:40:08 AM
  101. Kepala Sekolah Kesibukannya sehari-hari diisi dengan budi pekerti,” katanya. Di sekolah, ia sang paman. Pak Lik, sapaan paman di menjadi ketua PGRI Kecamatan Tulakan. Ia membiasakan siswa menghormati para kalangan Jawa, berpendapat keponakannya juga pernah menjadi ketua LKMD desanya guru dengan membudayakan cium tangan itu pas menjadi dengan dunai mengajar. Ia selama dua periode berturut-turut. guru-gurunya. pun seringkali membawakan buku-buku Sosok sederhana Suwarni yang Kecintaan Suwarni pada pekerjaannya, pendidikan. “Paklik saya datang dan mengabdi sebagai guru ini amat membekas membuat ia dicintai murid-murid dan guru- bilang kamu pantasnya jadi guru saja,” bagi dua putrinya: Fitria Virgantari dan guru. Ketika ia pindah tugas dari SMPN 3 ujar Suwarni. Naning Ari Cendani. Si sulung mengikuti Tulakan, ia dibikin haru dengan kenang- Buku-buku pendidikan itu yang akhirnya jejak Suwarni dan istrinya, Sri Sudarmi kenangan yang diberikan sekolah. Suasana mengantarkan Suwarni mencintai dunia yang guru SD Negeri 2 Losari, Pacitan. Fitria perpisahan di sekolah dipenuhi isak tangis. mengajar. Selepas SMA ia memutuskan mengajar matematika di SMPN 1 Pacitan. Ketika selesai acara, ia berpamitan dan masuk IKIP, jurusan Matematika pilihannya. Sedangkan si bungsu, masih kuliah di diantar dengan mobil ke rumahnya. Tanpa Sayangnya, ayahnya mengingatkan Suwarni, Jurusan Teknik Kimia Institut Teknologi 10 ia sadari, ada sebuah mobil menguntit yang anak kedua dari tujuh bersaudara itu, November Surabaya. hingga sampai rumah Suwarni. agar mendahulukan adik-adiknya agar bisa Kesederhanaannya, falsafah hidupnya Begitu sampai di rumah. Mobil terus sekolah. Apalagi sepeninggal ibunya, menjadikan anak pintar dan berbudi pekerti, penguntit itu juga berhenti tak jauh dari Suwarni harus bisa ngemong adik-adiknya, telah membuahkan hasil di keluarganya. Ia pelataran rumahnya. Tahu-tahu, dua orang seakan menggantikan peran ibunya, yang tak pernah surut hati meski gaji guru dan menggotong kardus besar hingga masuk meninggal saat si bungsu berusia delapan kepala sekolah masih belum mencukupi ke ruang tengah. Mereka menyingkirkan belas bulan. buat menyekolahkan anak-anak hingga televisi 14 inchi yang tergeletak di meja Toh, keinginannya menjadi guru tak jenjang pendidikan tinggi. pendek ruang keluarga. Sebuah televisi pupus. Suwarni memutuskan melanjutkan “Gaji guru dikatakan cukup ya tidak, 21 inchi pun bertengger menggantikan studi di Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan lebih juga tidak. Tapi saya terbiasa hidup televisi lama Suwarni. Suwarni tak kuasa Pertama (PGSLP) Jurusan Ilmu Pasti di Solo. prihatin dan hati-hati. Saya menambalnya meneteskan air mata mendapat kenang- Begitu lulus pada 1975, Suwarni mulai dengan usaha sampingan dari kebun kenangan dari murid dan guru. “Tivi ini hari-hari sebagai guru di sekolah milik cengkih dan tanaman palawija.” hingga nanti rusak tetap saya simpan. Ada Yayasan Kembang Mas, organisasi di bawah Sosok berdedikasi, yang memang pantas sejarah yang sangat berharga,” katanya. Departemen Pertahanan dan Keamanan. ditauladani. Bukan saja berhasil membina Selain terpilih sebagai kepala sekolah Kala itu, ia sempat diterima menjadi guru murid, guru dan sekolah. Melainkan juga berdedikasi, sejumlah prestasi pernah di sekolah milik Pertaminan di Medan. membawa keluarganya ke kedudukan disandangnya. Antara lain menjadi Juara Namun, ia urung pergi merantau demi terpandang. I PP Keluarga Berencana Sejahtera tingkat melihat nasib adik-adiknya yang butuh Provinsi Jawa Timur, Juara 2 Temu Wicara perhatian. m. FathonI arIeF (pacItan) Provinsi Jawa Timur di TVRI Surabaya. Pengorbanan Suwarni juga dengan menunda pernikahan demi membiayai sekolah adik-adiknya. Satu-satu persatu PREStaSi NaSioNaL SEKoLaH adik-adik Suwarni bisa menyelesaikan KaMPUNG sekolah. Bahkan si bungsu yang sarjana hukum, kini bekerja di Pemerintah S MPN 1 Ngadirojo, yang persisnya ada di Desa Cokrokembang, Kecamatan Kabupaten Pacitan. Ngadirojo, memang bolehlah disebut sekolah ndesa. Daerah yang biasa disebut Kuncinya Budi Pekerti Lorok, ini dulu-dulunya merupakan bagian dari kawedanan di masa kolonialisme Belanda. Jarak sekolah ini dari pusat kota Pacitan, sekira 30 km arah barat. Tempaan hidup dari keluarga Meski sekolah ini sederhana, Suwarni mampu menghimpun dana dari masyarakat sederhana. Membina adik-adiknya untuk mengembangkan sekolah. Anggaran Belanja Sekolah tahun ini saja mencapai hingga mencapai kedudukan terpandang Rp 1,6 miliar. Jumlah yang tak sedikit untuk ukuran sekolah di kecamatan. cukup mempengaruhi falsafah kerjanya Dana sebesar itu terbukti mampu dikelola Suwarni. Prestasi siswanya terbukti sebagai guru dan kepala sekolah yang tidak kampungan. Tengok saja prestasi para siswa dalam beberapa disandangnya. Suwarni memang amat tahun belakangan. Setidaknya ada Agung Tri Laksono peduli dengan keberhasilan siswa, guru, yang menjadi Juara Lomba Poster Internasional dan sekolah. Satu hal yang selalu ia tekankan (2002), Zoraya (siswa berprestasi tingkat kepada para siswa dan guru: akhlak. “Mau provinsi dan juara Lomba Karya Ilmiah pinter kaya apa, kalau akhlaknya rusak ya Remaja 2003), Juara Lomba Vocal tidak ada artinya,” kata Suwarni. Group Kabupaten (2005), dan Juara I Akhlak atawa budi pekerti menjadi Lomba Karya Ilmiah Siswa Kabupaten kunci membangun sekolah. “Sejak pertama (2005). kali menjadi guru hingga sekarang, saya benar-benar konsenstrasi membentuk 99 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-99 99 5/17/2007 7:40:18 AM
  102. Kepala Sekolah Soedarini KELUARGA Foto-Foto: ayu n NINGRAT KE SEKOLAH LUAR BIASA Soedarini, Kepala SLB Cempaka Putih Terpilih sebagai kepala sekolah berdedikasi tahun 2006. Menjadi guru anak-anak penyandang cacat atas saran sepupunya. Pengalamannya akan dibukukan. T SLTPLB dan SMLB. alat tulis dan instalasi air bersih. eman-temannya biasa memanggil Kiprahnya memikirkan pendidikan anak- Secara rutin dalam dua minggu sekali, Bu perempuan ini, Bu Rini. Nama lengkapnya anak cacat mendapat dukungan moral Rini mengadakan pertemuan dengan para Soedarini. Ia telah mengabdi selama 35 dari keluarganya. Anak-anak dan suaminya guru sekolahnya. “Kami membahas semua tahun sebagai pengajar di lembaga pendidikan tak pernah keberatan meski kesibukan kegiatan pembelajaran yang telah dan luar biasa, sejak usianya masih 21 tahun. mengajar anak-anak cacat dibawa Bu Rini akan dilakukan,” kata Soedarini. Perhatian Ibu empat anak ini menerima penghargaan hingga ke rumah. Kini Bu Rini sedang Soedarini terhadap pendidikan anak-anak sebagai Kepala Sekolah Berdedikasi Tingkat menuliskan pengalaman-pengalamannya cacat tak hanya disalurkan di sekolah. Ia Nasional Tahun 2006. dalam mengajar anak-anak cacat. Kelak ia juga kerap terlibat dalam seminar-seminar, Soedarini rela mengorbankan banyak ingin menerbitkannya sebagai buku dengan penataran dan pelatihan guru SLB. Bu Rini waktu dalam hidupnya untuk anak-anak judul Menolong Diri Sendiri. sudah mengantungi tak kurang dari 62 penyandang cacat, karena ia mengaku Sebagian naskahnya sudah diserahkan lembar piagam, dan sertifikat penghargaan sangat mencintai anak-anak. “Mereka punya ke Subdit Pendidikan Luar Biasa (sekarang atas perannya dalam membantu pendidikan kebutuhan khusus yang harus kita perhatikan disebut sebagai Direktorat Pendidikan Luar anak-anak cacat. sungguh-sungguh secara individual,” kata Biasa), Depdiknas. “Saya ingin membagi Pada tahun 1990-an Bu Rini direkrut Bu Rini. pengalaman kepada para guru lain selama menjadi anggota tim penataan dan Soedarini saat ini menjabat sebagai kepala mengajar anak-anak tuna grahita,” katanya. penyusunan Garis Besar Program Pengajaran sekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) B dan C Bu Rini juga telah menyusun makalah yang (GBPP) Kurikulum SLB bagian C tingkat Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sekolah swasta berjudul Apakah Saya Bisa Mandiri. Makalah persiapan/lanjutan di Departemen ini menangani anak-anak tuna grahita dan yang berisi materi-materi Activity Day Living Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). tuna rungu. SLB BC Cempaka Putih berdiri di (ADL) itu disajikan pada acara penataran Pada 1992, Soedarini dilibatkan lagi dalam tengah lingkungan yang terbilang kumuh. guru-guru dari seluruh Indonesia di Kupang tim penyempurnaan draft buku pedoman Murid-muridnya pun mayoritas berdatangan pada 2003 dan 2006, serta di Banten pada SLB. Ia juga jadi anggota tim penyusunan dan dari golongan ekonomi lemah. 2002. penilaian buku petunjuk teknis kurikulum Setelah dikepalai Bu Rini sejak tahun 2000 “Pengajar SLB harus punya modal cinta TKLB, SDLB, SLTPLB, dan SMLB. Usai mengikuti lalu, sudah banyak kemajuan yang dicapai kasih yang benar-benar tulus kepada anak- penataran dan penulisan soal Ebtanas SDLB sekolah ini. Bantuan datang antara lain dari anak didiknya. Mereka punya perasaan yang tahun pelajaran 2000/2001, Bu Rini langsung Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta berupa lebih peka, dan bisa merasakan jika hati kita direkrut dalam tim penulisan soal Ebtanas biaya memperbaiki gedung sekolah. Sekolah tak tulus,” kata Bu Rini. Ketulusan inilah yang SDLB. Hingga sekarang, Bu Rini tetap terlibat yang bermurid 63 orang ini, juga menerima mengantarkannya menjadi Kepala Sekolah sebagai tim penulis soal Ujian Akhir Nasional bantuan pemerintah Cili, tahun 2004, berupa 100 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-100 100 5/17/2007 7:40:38 AM
  103. Kepala Sekolah Di sana ia ditugasi menangani anak-anak ia jalani. Tak disangka, ia lulus dan diterima Berdedikasi tingkat nasional pada tahun 2006. tuna grahita kategori sedang, usia 7 tahun kuliah di sana. Ada banyak ilmu baru yang ia sampai 10 tahun, dan anak-anak hiperaktif peroleh. Salah satunya adalah mata kuliah ilmu Dari Lingkungan Ningrat usia 6 tahun sampai 9 tahun. Selama 6 tahun, kejiwaan. Ilmu yang sangat jauh berbeda dari Soedarini mengabdi sebagai guru di sana. ilmu-ilmu eksakta yang sangat ia gemari. Soedarini dibesarkan di lingkungan ningrat. Pada 1987, di tengah rutinitasnya mengajar Semuanya berjalan lancar. Soedarini Ayahnya, Raden Djiwo Soedarsono adalah di SLB Sumber Asih I, Soedarini mendapat menamatkan pendidikan SGPLB Negeri seorang kepala sekolah. Ia menginginkan tawaran mengajar di SLB Luhur Asih, Pulo Yogyakarta pada akhir tahun 1971. Menginjak Soedarini muda mengikuti jejaknya sebagai Mas, Jakarta Timur. Sejak itu, ia menghabiskan bulan Maret 1972, Soedarini mengajukan guru. Sedangkan Ibunya, Raden Ngt. waktu siang hingga petangnya di SLB lamaran kerjanya ke SLB C Panti Asih Pakem, Mujiyah, adalah seorang apoteker yang juga Luhur Asih. Soedarini mendapatkan banyak Yogyakarta. Ia diterima dan bekerja di sana menginginkan Soedarini berkarir di dunia pelajaran baru di sana. Karena untuk pertama dengan gaji pokok Rp 3.500 per bulan. “Kala apoteker. Akhirnya Soedarini mengambil kalinya, ia bekerja menangani anak-anak itu, uang Rp 3.500 lumayan besar, cukup jalan tengah dan memilih meneruskan down syndrome (anak dengan kelainan buat jajan dan memenuhi kebutuhan sendiri, pendidikannya ke Sekolah Menengah kromosom) yang border line (IQ dibawah 79) karena saya belum menikah dan masih Atas (SMA). Tahun 1969 ia menamatkan berusia 1,5 tahun sampai 14 tahun. tinggal dengan orang tua,” tutur Bu Rini. pendidikannya di SMA 3 IKIP Yogyakarta. Selang dua tahun, karirnya meningkat. SLB C Panti Asih Pakem berada di bawah Masa kecil dan remajanya ia habiskan di Ia diangkat menjadi kepala sekolah di SLB pengelolaan Yayasan Panti Asih Pakem, sebuah rumah orangtuanya, di desa Pakem Selatan, Luhur Asih hingga tahun 1992. Jabatan ini yayasan milik para misionaris. Di sekolah inilah, Yogyakarta. Suatu hari, Soedarini mendapat tak mengganggu rutinitasnya mengajar di Soedarini mendapat banyak pelajaran di bawah kunjungan sepupunya dari kota. Sang SLB Sumber Asih I, bahkan pada 1991, ia bimbingan ketua Yayasan Panti Asih Pakem sepupu telah menjadi guru di sebuah TK yang pun diangkat jadi wakil kepala sekolah di SLB yang waktu itu dijabat oleh Saragih. menangani anak berkebutuhan khusus. Ia Sumber Asih hingga tahun 2000. Selama bekerja di sana, ia dididik untuk lalu menyarankan Soedarini muda agar mau Pada pertengahan jabatannya sebagai bisa menangani anak-anak tuna grahita menjadi guru supaya diangkat jadi pegawai wakil kepala sekolah, tahun 1992 ia (anak yang mengalami hambatan kecerdasan negeri. “Kala itu, orang berpikir pegawai mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan intelektual, emosi, sosial, dan fisik) kategori negeri sangat terhormat, dan profesi guru pendidikan ke jenjang Sarjana di Universitas sedang, usia 6 tahun sampai 20 tahun. menjadi jalan termudah menjadi pegawai Islam Nusantara (Uninus) Bandung, jurusan Materi yang diajarkannya khusus untuk negeri,” kenang Bu Rini. pendidikan luar biasa. Sejak tahun 1992, pengaktifan pergerakan (motorik kasar Lalu Soedarini diajak berkunjung ke akhir pekannya (Sabtu dan Minggu) dipenuhi dan motorik halus). Penanganan yang ia kota, melihat sekolah TK tempat sepupunya dengan jadual kuliah di Bandung hingga lakukan bersifat individual. Ia jadi makin mengajar. Ada keterkejutan luar biasa dalam berhasil lulus tahun 1996. dekat dengan murid-muridnya. Ada rasa hati Soedarini. Anak-anak yang ada di dalam Kini di usianya yang mestinya sudah cinta terhadap anak-anak yang diam-diam ruangan kelas, adalah anak-anak yang pensiun, Bu Rini masih terus berkiprah tertanam dalam hatinya. Soedarini makin memiliki cacat mental. Tak terbayangkan di memikirkan anak-anak penyandang cacat. menyukai pekerjaannya. Ia mulai jatuh hati benaknya, bagaimana jika kelak ia menangani Penghargaan tertinggi atas sikap mulia itu pada anak-anak berkebutuhan khusus ini. anak-anak yang berkondisi seperti itu. tentu hanya bisa diberikan Yang Kuasa. Hatinya tak bisa berpaling lagi. Tapi kemudian Soedarini mengikuti Pada 1972, Soedarini hijrah ke Jakarta dan anjuran sepupunya, dengan mendaftarkan ia diterima sebagai pengajar di SLB Sumber diri ke Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa Asih I, di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. (SGPLB) Negeri Yogyakarta. Serangkaian tes eS caStra dan ayu n.andInI Kegiatan belajar mengajar di SLB Cempaka Putih Jakarta 101 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-101 101 5/17/2007 7:40:44 AM
  104. Pengawas (SGB) di Jakarta. Ketika itu, SGB adalah Foto-Foto: ayu n lembaga pendidikan formal untuk menjadi guru Sekolah Rakyat (SR). Namun, lembaga itu dihapus sejak 1968. Satu tahun kemudian Masyhur sudah mengantongi ijazah. Sejak itulah ia memulai perjalanan karirnya. Kala itu ia bekerja sebagai guru di SDN Duri Petang, Jakarta Barat. Ia mengajar di Kelas 3. “Saya mengajarkan semua mata pelajaran kecuali Agama dan Pendidikan Jasmani,” ia mengenang. Ia lalu diangkat menjadi guru hindria. Guru hindria adalah guru muda yang langsung mengenyam pendidikan SGB dan h. masyhur asyari, S. pd mengajar di sekolah dasar sehabis lulus SMP. JANGAN Pendapatannya waktu itu Rp 356 per bulan. “Sekarang, nilai sebesar itu sudah tidak cukup untuk beli beras, ya?” katanya. Sambil mengajar, ia menuntut ilmu lagi MENGHITUNG di Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) I Jakarta. Ia lulus dari sana pada 1970. “Jangan cuma ijazah SMP plus aja. Nanggung banget!” ujar lelaki asli Betawi itu. UANG DI Tiga tahun kemudian, ia menikahi Yuliati. Tantangan dalam rumah tangga membuatnya kian semangat belajar. Ia pun mengambil kuliah di Fakultas Hukum KANTUNG Universitas Islam Jakarta. Sayangnya, Masyhur gagal merampungkan tugas skripsi. Akhirnya, ORANG ia berhenti kuliah pada 1981 tanpa gelar sarjana. Namun, ia justru mendapat predikat Masyhur Asyari dalam acara Guru Teladan kedua se-Kotamadya Jakarta pertemuan pengawas se Jakarta Barat Barat. “Ini takdir saya,” ujarnya. Sejak itu, ia diajak Badan Pengkajian dan Penilaian Pengembang Kapasitas-Nasional (BP3K) – Mengabdikan hampir seluruh sekitarnya,” katanya. Mengikuti falsafah kini berganti nama menjadi Pusat Kurikulum- hidupnya untuk pendidikan, air, begitu ia menyebut motto hidupnya, - untuk ikut terlibat dalam proses revisi mengutip sebuah buku yang ia baca. kurikulum 1972. Masyhur Asyari berprinsip Falsafah itu pula yang ia terapkan ketika Pada 1983 gaji pokok guru SD sebesar selalu mempersembahkan yang menjalani pekerjaannya sebagai pengawas Rp 40.800,- per bulan sudah tidak mampu terbaik. Tak bosan mengenyam sekolah. Agar tidak menjadi beban, ia menutupi kebutuhan hidup bersama pendidikan. menjalani semua pekerjaannya dengan cara istri dan keempat anaknya. Masyhur lalu menikmatinya. “Jengkel, sedih, gembira, itu melamar ke SMP PGRI 26 Kebon Jeruk yang M baru dibuka. Di sana, ia langsung mendapat ESKI mengaku sudah tidak rajin sangat manusiawi,” katanya. kepercayaan memangku jabatan sebagai berolah raga, H. Masyhur Asyari, S. Karena itu, predikat yang disematkan pada wakil kepala sekolah. Pd, masih terlihat bugar di usinya Masyhur tak terasa berat baginya. Apalagi, Setiap hari Masyhur membagi waktu yang segera menginjak 57 tahun, pada . ayah enam putra-putri ini telah menempuh untuk pekerjaannya di dua sekolah itu. “Saya Tahun lalu, penggemar olahraga tenis meja perjalanan karier yang cukup panjang. bekerja di SMP petang hari, pagi harinya saya itu baru saja terpilih sebagai Pengawas tetap mengajar di SD Negeri,” katanya. Sekolah Berprestasi tingkat nasional. Guru, Awal Karier Di SMP, untuk pertama kalinya ia Sekalipun begitu, Masyhur menganggap mengenal profesi pengawas sekolah. seluruh perjalanan hidupnya tak ubahnya Masyhur menjadi guru sejak usianya Tak jarang dalam beberapa kesempatan air. “Mengalir begitu saja, membasahi terbilang muda. Selepas lulus dari SMPN kunjungan, ia mendapat kritikan tajam dan mengairi daratan, tepiannya, serta 31 Jakarta pada 1967, ia memutuskan dari pengawas. Misalnya, karena absensi memberikan manfaat bagi yang ada di mengambil pendidikan Sekolah Guru Bawah 102 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-102 102 5/17/2007 7:40:50 AM
  105. Pengawas Menjadi Pengawas guru, daftar nilai harian siswa, dan daftar Mulanya Masyhur, yang mendapat kemajuan harian kelas tidak sempurna. Ketika masih menjalani hari-harinya pendidikan guru SD, merasa canggung Namun, dari ia banyak mengutip pelajaran sebagai guru, Juni 1996 Kantor Dinas ketika diserahi tugas pengawas sekolah dari pengalamannya. Pendidikan Dasar DKI Jakarta mengangkat Taman Kanak-Kanak. Untunglah, tak berapa Di sela kesibukannya, Masyhur sudah Masyhur sebagai pengawas TK dan SD di lama setelah diangkat menjadi pengawas, mulai menguji kemampuan menyusun soal- wilayah Binaan I, Jakarta Barat. Pekerjaan ia diberi kesempatan mengikuti diklat yang soal ulangan umum tingkat SD. Soal-soal itu itu mulai dilakoninya secara penuh sejak diadakan oleh Direktorat Pembinaan TK ia buatkan untuk SD swasta. Hingga ia makin Januari 1997. dan SD. sering terlibat dalam proses penyusunan Sejak menjadi guru, Masyhur juga aktif Setiap jadwal kunjungannya ke sekolah- mengikuti kegiatan Pramuka di lingkungan sekolah dimaknainya sebagai proses soal Evaluasi Hasil Belajar (EHB). sekolahnya. Karena itu, pada 1988, ia pembelajaran yang sangat berharga. Salah Tahun berikutnya, ia diangkat sebagai ditunjuk oleh Kwartir Nasional Gerakan satunya, ketika ia berkunjung ke TK Parkit di Pelaksana Harian SDN Duri Kepa 06 Pagi. Pramuka sebagai tim pelatih Pembina kawasan Jakarta Barat, dua tahun yang lalu. Tugasnya tak jauh beda dengan kepala Pramuka di Timor Timur dalam rangka Di sana, ia mendapati sistem evaluasi sekolah. Jabatan itu diberikan karena persiapan Musyawarah Nasional. dan pencatatan perencanaan pembelajaran gelarnya yang bukan sarjana pendidikan. “Saya banyak mendapatkan pelajaran dan yang cukup baik dan belum pernah ia Pangk atnya yang belum memenuhi rasa percaya diri dari aktifitas saya di Gerakan temukan di tempat lain. “Ini bisa menjadi syarat. Meski persyaratan kualifikasinya Pramuka,” katanya. Sebab, sebenarnya ia model bagi sekolah-sekolah TK yang lain,” belum terpenuhi, Masyhur seorang pemalu yang katanya. bukan orang yang mudah tak pandai bicara di Menjadi pengawas tak lantas menyerah. membuatnya merasa lebih tinggi daripada depan umum. guru dan kepala sekolah. “Jangan pernah Kini, Masyhur malu untuk bertanya,” katanya. Sebagai menjadi pengawas pengawas, kata dia, wajar apabila mendapati di wilayah Binaan banyak hal baru ketika bekerja. Kecamatan Masyhur juga percaya bahwa profesi itu Kembangan, Jakarta memiliki potensi daya jual yang baik. Bagi Barat. Ia membawahi dia, ini adalah sebuah bandingan yang 6 TK swasta dan 13 ia buat atas berbagai isu miring tentang SD Negeri dan swasta. pengawas penerima amplop. Dengan Atas pengabdiannya kualitas kerja ditambah wawasan penilaian sebagai pengawas yang baik, menurut dia, mustahil pengawas sekolah, ia ter pilih sebagai pengawas sekolah bisa dilecehkan. berprestasi se -DKI Jabatannya sebagai koordinator Jakarta. pengawas wilayah Jakarta Barat sejak 2002, Pria bersahaja ini mengaku membuatnya merasa wajib untuk terus tak punya kiat khusus untuk meraih predikat Untuk menanamkan paradigma terbaik bagi itu. “Saya ini dipilih,” katanya. Ia hanya memantapkan profesinya, pada 1985, ia sesama pengawas. “Saya selalu berpesan, menjalani tugas dengan sebaik-baiknya. mulai melirik Pendidikan Guru Sekolah jangan pernah menghitung uang di kantung Jadi, semua tentang dia ada di mata orang Menengah Pertama (PGSMTP). Di sana, orang lain. Tapi tunjukkan dulu, kualitas kerja lain. “Begitu juga dengan baik dan buruknya,” ia memilih mendalami Bahasa Indonesia. kita yang terbaik,” ujarnya. ia menambahkan. Studinya dirampungkan pada 1986. Tak Apalagi, sebagian besar tugasnya Karena itu, Masyhur mengaku hanya kenyang sampai di situ, ia melanjutkan dijalani di luar kantor. Sebanyak dua berpegang teguh pada tugas utama pendidikannya ke Universitas Terbuka. Pada pekan sekali, secara rutin ia mengunjugi pengawas yang jadi acuannya selama 1990 ia lulus Diploma I. sekolah. Bahkan, jika ia menganggap perlu bekerja. Tugas utama tersebut adalah Pada 1991 ia dimutasi ke SDN Kedoya 09, pembinaan intensif, frekuensi kunjungan membina tugas-tugas guru dalam menyusun Jakarta Barat, yang muridnya dua kali lipat dilipatgandakan menjadi satu pekan untuk program pengajaran, teknik dan kegiatan lebih banyak. “Sebuah tantangan tersendiri sekolah yang bersangkutan. pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar untuk saya,” ujar Masyhur. Karema itu, ia Sebagai pengawas berprestasi, ia anak didiknya. melanjutkan pendidikan Diploma II (DII) di berharap pemilihan pengawas berprestasi Sedangkan pembinaannya terhadap Universitas Terbuka. dan pengawas berdedikasi oleh Departemen kepala sekolah, dilakukan sesuai dengan Pada saat yang sama juga ia mengikuti Pendidikan Nasional, dapat memotivasi program Manajemen Berbasis Sekolah program kuliah sore di IKIP Jakarta. Meski kinerja pengawas sekolah di seluruh (MBS). Selain membina, pengawas juga harus mengocek kantong sendiri, ia akhirnya Indonesia. wajib menilai hasil kerja dan kinerja guru, bisa menyandang gelar sarjana pendidikan pada 1995. serta kinerja kepala sekolah. ayu n andInI 103 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-103 103 5/17/2007 7:40:55 AM
  106. Pengawas ayahnya. Foto-Foto: arIen Sudarno, Spd Keinginannya jadi guru SLB terbit setelah KISAH melihat sepupunya yang lulus dari SGPLB langsung menjadi guru SLB. Maka, setelah lulus STM tahun 1979, Sudarno langsung PENGAWAS mendaftar di SGPLB Negeri Surakarta. Di sana ia mengambil jurusan tuna daksa. “Waktu itu saya pikir, tugas guru untuk para tuna daksa LUAR BIASA tak terlalu berat,” kata Sudarno, mengenang. Setelah lulus tahun 1983, Sudarno merantau ke Jakarta, dan diterima sebagai pengajar anak tuna grahita (keterbelakangan mental) di Yayasan Wimarasih, Jakarta. Kini, setelah jadi pengawas PLB, Sudarno Terpilih menjadi pengawas pendidikan luar biasa sadar bahwa semua anak cacat memang berprestasi Jakarta. Karena dedikasi dan disiplin tinggi. harus mendapat perhatian yang sama Ingin seluruh anak cacat mendapat pendidikan layak. dalam memperoleh pendidikan. Dalam melakukan pengawasannya, Sudarno selalu memperhatikan proses pembelajaran S di kelas. Ia mengawasi bagaimana guru Wimarasih, yang berlokasi di Pejaten, emua warga negara memiliki hak mengelola kelas dan program khusus yang Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ia mengajar yang sama untuk memperoleh sesuai dengan pelayanan anak cacat. matematika dan keterampilan batik. pendidikan. Hal itu merupakan amanat Menurut Sudarno, seorang pengawas Keseriusannya melakukan pengawasan konstitusi, sebagai upaya mencerdaskan harus mengetahui fokus pendidikan pada terhadap lembaga-lembaga pendidikan kehidupan bangsa. Pendidikan bukan hanya masing-masing anak cacat. Anak tuna luar biasa mengantarnya ke ajang pemilihan diperuntukkan bagi anak-anak normal, rungu, misalnya, pendidikannya lebih pada pengawas PLB berprestasi tingkat DKI Jakarta. melainkan juga para penyandang cacat. bagaimana membina komunikasi, persepsi Dan ia keluar sebagai pemenangnya. Khusus bagi anak-anak kurang beruntung bunyi dan irama. Untuk tuna grahita diajarkan yang secara fisik atau mental tidak seperti bagaimana kemampuan menolong diri. anak-anak normal lain, pemerintah telah Mengajar & Mengawasi Tuna daksa diberi kemampuan membina menyelenggarakan Pendidikan Luar biasa diri dan gerak. Tuna laras diajari berperilaku (PLB). Sudarno memulai kariernya sebagai guru sosial yang baik. ”Metode pengajaran harus Sayangnya, sikap masyarakat justru di SLB C Wimarasih pada awal 1984. Pada dikuasai oleh pengawas, agar pengetahuan sering memandang rendah lembaga- tahun itu pula ia diangkat jadi pegawai pengawas tidak ketinggalan dari guru,” ujar lembaga pendidikan luar biasa. Akibatnya, negeri sipil (PNS). Selang tiga tahun, Sudarno Sudarno. banyak orang tua merasa malu untuk dipercaya jadi wakil kepala SLB. Pada tahun Menurut Sudarno, tantangan seorang menyekolahkan anaknya yang tidak normal 1991, Sudarno meneruskan pendidikannya pengawas PLB adalah harus menangani ke lembaga pendidikan ini. “Padahal hanya di Univesitas Negeri Jakarta. Ia mengambil program pembelajaran bagi anak-anak yang dengan pendidikan, masa depan anak- jurusan pendidikan luar biasa. Tahun 1995 berkebutuhan khusus. Sebab, kemampuan anak cacat bisa terbantu,” kata Sudarno, ia berhasil mendapatkan gelar S1. Saat masing-masing anak berbeda. ”Selain pengawas sekolah luar biasa DKI Jakarta. itu Sudarno menulis skripsi mengenai itu, seorang pengawas juga harus bisa Sudarno, 48 tahun, adalah segilintir orang kemampuan membaca pemahaman soal memberikan pengarahan kepada guru, yang begitu peduli pada nasib pendidikan cerita Matematika pada siswa SD Luar bagaimana program individu, bagaimana luar biasa. Dia yang sudah 9 tahun menjadi Biasa-C. Sudarno ingin membuktikan melaksanakan program pembelajaran,” kata pengawas, dinobatkan sebagai Pengawas bahwa peyandang tuna grahita pun dapat Sudarno. ”Seorang pengawas juga harus Sekolah Luar Biasa Berprestasi 2006, tingkat mengerjakan soal cerita Matematika. membina komunikasi yang baik dengan Provinsi DKI Jakarta. “Saya berharap SLB Tahun 1998 Sudarno diangkat menjadi guru, kepala sekolah dan yayasan.” tidak dinomorduakan dalam penanganan pengawas PLB DKI Jakarta. Dua tahun Jika pembelajaran di kelas sudah terarah, pendidikan, agar anak-anak cacat dapat kemudian, Sudarno melanjutkan kuliahnya hal kedua yang diawasi adalah sarana dan memperoleh pendidikan yang layak,” ke STIE Jagakarsa. Dan berhasil menggondol prasarana. Sarana dan prasarana setiap Sudarno berharap. gelar S3 pada 2002. sekolah boleh berbeda-beda, tapi tetap Karier Sudarno sebagai pengawas Sudarno, yang lahir di Surakarta, Jawa harus ada standar minimal. Rasio guru dan berawal ketika kantor wilayah Departemen tengah, adalah anak pertama dari delapan siswa harus 1 : 5. Pendidikan dan Kebudayaan DKI Jakarta bersaudara. Ayahnya hanya seorang petani Biasanya masalah klasik yang sering membuka lowongan untuk pengawas, dan ibunya berdagang. Sudarno sejak duduk dijumpai adalah masalah biaya. Namun tahun 1998. Sudarno kala itu mengajar di di Sekolah Tehnik Negeri (setingkat SMP) menurut Sudarno, masalah ini tidak begitu Sekolah Luar Biasa (SLB) C, milik Yayasan sampai STM dititipkan ke rumah saudara 104 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-104 104 5/17/2007 7:41:18 AM
  107. Pengawas di India. Diklat ini diselenggarakan atas tunjangan kesejahteraan. signifikan. ”Masalah pembiayaan sudah kerjasama Dinas Diknas DKI Jakarta dengan Sifat Sudarno yang berdisiplin dan mendapatkan bantuan dari pemerintah, HKI (Helen Keller Internasional). Ada 14 berdedikasi tinggi membuatnya dipercaya walaupun jumlahnya hanya untuk usia orang yang mengikuti diklat ini terdiri menjadi koordinator pengawas. Sudarno wajib belajar,” kata Sudarno. Memang dari pengawas PLB yang diwakilkan oleh tidak segan membagikan tipsnya agar bantuan BOS untuk SDLB dirasakan Sudarno Sudarno, 12 guru SLB orang dan satu orang menjadi pengawas yang baik. Menurut cukup membantu. Misalnya untuk bantuan dosen. dia, seorang pengawas harus terus BOS diberikan sekitar Rp 19.500 per siswa. Harapan Sudarno ke depan, adalah meningkatkan kompetensi diri. ”Pengawas Kemudian untuk SMPLB diberikan sekitar Depdiknas lebih sering mengadakan harus terus belajar, mengikuti seminar dan Rp 27.500 per siswa. SMALB tidak mendapat pendidikan dan pelatihan untuk tenaga diklat, dan terus memperbahurui informasi bantuan dana karena bukan lembaga kependidikan. ”Selain itu, sebaiknya dari sekitarnya,” kata Sudarno. pendidikan bagi usia wajib belajar. Para guru pengawas sekolah diberikan kompensasi Sudarno pernah mengikuti pendidikan juga terbantu dengan subsidi kelebihan jam dalam perjalanan dinas,” katanya. Sudarno dan latihan (diklat) di India Selatan pada mengajar, sekitar Rp 115.000. juga mengharapkan agar anak-anak dari tahun 2004. Selama diklat tiga bulan tenaga kependidikan yang berprestasi itu, Sudarno diberikan pelatihan khusus PLB DKI Jakarta diberikan beasiswa, supaya beban para mengenai huruf braille. Sudarno juga tenaga kependidikan dalam menyekolahkan diajarkan bagaimana menggunakan bahasa Di DKI Jakarta terdapat 89 SLB, tiga anaknya sedikit teringankan. isyarat. Kemudian Sudarno juga diajak di antaranya berstatus sekolah negeri. mengunjungi sekolah-sekolah inklusif Ketiganya terletak di Jakarta Selatan. eS caStra dan Fetty ShInta leStarI ”Rencananya, kelak di semua wilayah di Jakarta, memiliki minimal satu SLB negeri,” kata Sudarno. Wilayah pengawasan Sudarno sendiri berada di Jakarta Selatan. Jumlah SLB di masing-masing wilayah di Jakarta berbeda. Untuk di Jakarta Selatan, ada 31 SLB yang diawasi oleh 3 pengawas. Di Jakarta Timur ada 26 SLB yang diawasi oleh 2 pengawas. Di Jakarta Barat ada 14 sekolah SLB dengan 2 pengawas. Di Jakarta pusat terdapat 9 SLB dengan 1 pengawas. Dan di Jakarta Utara terdapat 7 sekolah dengan 1 pengawas. Seorang pengawas PLB DKI Jakarta mengawasi 8- 10 sekolah. ”Mengawasi SLB harus lebih intens daripada mengawasi sekolah biasa,” ujar Sudarno. Sudarno yang sudah bekerja sebagai pengawas selama 9 tahun, dikenal sebagai orang yang sangat berkomitmen kepada tugas. Sudarno juga dikenal berdisiplin tinggi dalam mengemban tugas. Hal itu diungkapkan Drs Supardi MM, kolega Sudarno. ”Dalam kondisi apa pun, Pak Sudarno tetap menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Supardi. Sudarno sendiri merasa tak ada yang luar biasa pada dirinya. ”Menjadi pengawas itu harus sanggup bekerja keras, dan semuanya harus dilakukan dengan ikhlas,” katanya. Menurut Sudarno, kendala yang kerap ditemui pengawas sekolah adalah akomodasi transportasi. ”PLB ini kan ada di kota. Jadi kami bertugas ke kecamatan-kecamatan, yang jaraknya cukup jauh,” katanya. Untuk mengatasi kendala tersebut, Sudarno biasanya mengambil biaya operasional dari 105 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-105 105 5/17/2007 7:41:22 AM
  108. Diklat lpmp yogyakarta pokok dan fungsi LPMP. IBARAT MENARIK Apa sebenarnya makna penjaminan itu? Quality assurance itu terjemahannya bukan penjaminan mutu. Asssurance itu lebih GERBONG LAMA dimaknai sebagai pemastian atau proses pencapaian mutu itu. Apakah proses yang terjadi di sekolah itu sesuai dengan standar atau enggak. Mutu sendiri adalah keberlanjutan proses Drs Harmanto, MSi, memimpin LPMP berbekal pengalaman yang sama dan konsisten. Tapi selama sebagai guru STM Pembangunan, instruktur penataran, dan ini, persoalan yang sama, tentang mutu, kepala seksi kurikulum. Menjalin kemitraan dengan KKG, dalam waktu berbeda, dipecahkan dengan solusi berbeda. Yang tepatkan, persoalan MGMP, dan pengawas sekolah. yang sama, pada waktu berbeda, tetap mendapatkan pelayanan yang sama atau SaIFul anam berbeda. Keberadaan lebih baik. Itu namanya baru mutu. LPMP daerah, pun awalnya Apa peran manajemen dalam LPMP? dirasakan sangat berbeda di banding pada masa silam. Sekarang ini, dengan sistem manajemen Cikal bakal LPMP daerah diarahkan untuk mencapai peran sebagai itu sendiri berasal dari lembaga penjaminan. Harus ada kepastiannya. Balai Penataran Guru (BPG) ISO 9001:2000 yang dicapai LPMP Yogyakarta daerah. itu mengenai sistem manajemen. Sertifikat Harmanto turut merasakan manajemen itu sudah didapat pada 2005 perubahan dari BPG menjadi (ketika itu Harmanto memimpin Lembaga LPMP, hingga menjadi LPMP Penjamin Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan, versi anyar. Apa saja yang kurun 2003-2006, sebelumnya memimpin akan dilakukan Harmanto Balai Penataran Guru Makassar, kurun 2002- dalam memimpin LPMP 2003). Yogyakarta? Wartawan PENA LPMP Sulawesi Selatan sudah diaudit PENDIDIKAN, Saiful Anam, kali keempat. Kurang dua kali lagi sudah mewawancarainya di satu sustainable. LPMP pertama yang mendapat pertemuan di Jakarta, akhir sertifikat ISO adalah Jawa Barat. LPMP Jabar April. Petikannya: hanya satu unit sistem. LPMP Makasar semua unit mendapatkan sertifikasi. Perbedaan apa yang Anda Sedangkan di Yogyakarta ini, belum rasakan dari perubahan mendapatkan ISO. Saya sendiri ibaratnya baru BPG ke LPMP? datang. Soal ISO, saya tidak mau memaksakan. Perubahan BPG ke Saya cuma ingin bangkitkan kemauan teman- L LPMP tugas pokok dan fungsinya sangat teman supaya mereka terlibat dan merasakan EMBAGA Penjaminan Mutu Pendidikan berbeda jauh. Perbedaannya pada konsepsi sendiri pentingnya seritikasi ISO. Memang (LPMP) menggantikan peran Lembaga penjaminan mutu atau quality assurance. itu bukan satu-satunya, tapi paling mudah Penjamin Mutu Pendidikan, sejak Ibaratnya LPMP itu seperti lokomotif baru untuk pemula. Februari lalu. Meski cuma berbeda satu yang menarik gerbong lama. Kalau saya tarik kata: ”penjamin” menjadi ”penjaminan”, BPG fokus pada Diklat, kalau LPMP selain dengan kecepatan tinggi pasti lepas rodanya. peran yang diemban ”LPMP baru” jauh lebih diklat apa lagi? Orang-orang di gerbong lama akan muntah- luas, dan lebih fokus ”Asssurance itu lebih muntah. Saya lakukan strategi: meyakinkan Konsep saya, apakah proses di sekolah pada pemastian atau proses memastikan kepada orang-orang di sini bahwa proses sesuai dengan standar nasional pendidikan. pencapaian standar mutu. Apakah proses ini metamorfosa. Bahwa perubahan itu Standar nasional itu syarat minimal yang yang terjadi di sekolah itu sesuai dengan evolutif. harus dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi itulah standar atau enggak,” kata Drs. Harmanto, Saya benahi sumber daya manusia. Saya tugas LPMP. Apakah ketidaksesuaiannya kecil, MSi, Kepala LPMP DIYogyakarta. sekolahkan, juga ikut training. Otaknya harus sedang atau besar. Harmanto dan LPMP Yogyakarta, juga dicuci. Sebab orang-orang BPG paradigmanya 29 LPMP di ibu kota provinsi lainnya tengah Bagaimana Anda menggerakkan LPMP? sudah terbentuk. Bahkan sudah punya menjalani peran barunya itu. Bukan soal budaya kerja. Dasar perubahan itu ya tugas perubahan LPMP versi baru ini saja yang Yang penting tupoksi LPMP dilaksanakan 106 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-106 106 5/17/2007 7:41:32 AM
  109. Diklat Artinya LPMP memang harus penting, tapi kemampuan guru men-triger untuk mengawal Standar Nasional Pendidikan, bekerjasama dengan dinas pendidikan? siswa jauh lebih penting. sehingga proses di sekolah minimal sesuai Dinas pendidikan kabupaten/kota dan dengan standar itu. Walaupun di Peraturan Komunikasi dengan KKG dan MGMP provinsi, KKG, MGMP, dan Pengawas kita Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang seperti apa? rangkul semua. Sebab yang LPMP lakukan Standar Nasional Pendidikan, LPMP bukan adalah untuk kepentingan mereka. Sebenarnya Mereka kami undang ke LPMP. Mereka satu-satunya lembaga, ada Dinas Pendidikan enggak kaku-kaku amat kerjasamanya. Kami memperkenalkan programnya apa saja. kabupaten dan provinsi. cukup telepon kepala dinas pendidikan. Kami Kami sampaikan juga program LPMP apa Yang paling utama bukan pada LPMP ang sampaikan apa yang akan LPMP lakuan di saja. Setelah negosiasi, muncullah program tapi sekolah itu sendiri. Tentu saja untuk sekolah. Sudah itu saja. Tidak sekaku yang bersama. Pada saatnya akan menjadi program sampai ke sekolah, kita harus izin dengan dibayangkan orang di luar. pendampingan. Bisa lebih intensif dari tahun dinas pendidikan. Etikanya, menyampaikan sebelumnya. permintaan ke dinas pendidikan kota/ Apa perbedaan LPMP di bawah kabupaten. Tembusannya dinas Ditjen Mandikdasmen dengan provinsi. Kalau ada lampu hijau, SaIFul anam PMPTK? berarti jalan. Pertanyaannya, Saya belum sempat memikirkan dengan siapa kerjasama dengan atau melihat ke arah itu. Saya dinas pendidik an? Dengan lebih melihat kemampuan LPMP pengawas sekolah. Sebab mereka untuk memerankan diri, sesuai orang terdepan jika dilihat dari sisi dengan peran penjaminan mutu memotret atau memetakan. pendidikan yang diamanahkan Jika dilihat dari sisi menjaga oleh PP Nomor 19 Tahun 2005 kualitas, LPMP bergerak bisa d a n Pe r a t u r a n M e n d i k n a s melalui diklat yang menyentuh Nomor 7 Tahun 2007. Kalau ada Kelompok Kerja Guru dan ketidaksesuaian dengan kebijakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. yang ada akan saya sampaikan. Saya lebih fokus pada mereka dari pada Kelompok Kerja Kepala Sekolah. Sarana penting, biaya daRi MENGaJaR HiNGGa MENataR S EOLAH lahir memang digariskan pengajar. Harmanto lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 42 tahun silam. Namun pendidikannya dilalui di kota berlainan. Ia menamatkan SD di Jakarta, SMP di Kebumen sebagai lulusan terbaik. Kala SMA ia sempat setahun di Kebumen, sebelum memutuskan pindah ke STM Yogyakarta. ”Tak ada yang mengantar saya pergi Yogyakarta,” kata Harmanto. Di STM ia memilih jurusan mesin. Saat tamat pada 1978, ia adalah lulusan terbaik pada jurusan mesin, atau nomor dua untuk satu sekolah. Berkat prestasinya, Harmanto mendapat beasiswa pendidikan dari Bank Dunia. Ia melanjutkan kuliah di Jurusan Mesin dan Mekanika IKIP Yogyakarta. Begitu rampung ia sudah diminta mengajar di STM Pembangunan Ujung Pandang (sekarang Makasar), Sulawesi Selatan. ”Saya hanya berbekal hasil yudisium skripsi dan surat tugas dari Ditjen Dikdasmen saat pergi ke sana,” katanya mengenang. Padahal status Harmanto baru Calon PNS. Setelah dua tahun mengajar di sana, ia baru mengantungi SK PNS. Meski tergolong guru sangat muda, Harmanto dinilai berpotensi. Baru dua tahun mengajar, ia diangkat menjadi instruktur penataran guru di Ujung Pandang. Ia melanjutkan studi ke Bandung, kemudian ke Australia. Pulang dari Australia, seakan tiada jeda jadual penataran guru yang harus ia jalani. Harmanto mendapat kesempatan lagi belajar ke Australia selama setahun. Setelah itu, hari-hari Harmanto seakan dijejali dengan penataran guru. ”Saya bosan,” katanya. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan STM Telekomunikasi pada 1992. Statusnya sebagai PNS tetap ia jalani. Di sekolah yang didirikannya itu, Harmanto tidak mau menjadi kepala sekolah. Pria ini lebih memilih menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum. ”Saya ingin lebih dekat dengan seluruh proses pembelajaran,” katanya. Kerja keras Harmanto dibuktikannya pada prestasi siswa STM Telkom. Di tahun ketiga, siswanya berhasil mencapai nilai Ebtanas tertinggi kedua tingkat nasional. ”Itu merupakan kebanggaan tersendiri bagi hidup saya,” ujarnya kenangnya. Prestasi ciamik sekolah yang didirikannya membuat Kantor Wilayah Depdikbud Sulawesi Selatan kesengsem. Harmanto mendapat kepercayaan sebagai kepala seksi kurikulum. Ia juga dipercaya sebagai tim penyiapan implementasi ISO 9000:2000 untuk sekolah kejuruan. Ia diminta belajar soal manajemen dan evaluasi pendidikan di Australia. Jabatan Kepala Seksi Kurikulum masih diembannya hingga 2001. September 2002, ia menduduki jabatan baru, sebagai Kepala BPG Makassar. Hingga lembaga ini berubah nama menjadi LPMP pada 2003, Harmanto tetap dipercaya di pos jabatan itu. Baru pada Agustus 2006, Harmanto dipindah ke LPMP Yogyakarta. 107 Mei-Juni 2007  Pena Pendidikan LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-107 107 5/17/2007 7:41:35 AM
  110. Advertorial MENGGAPAI MUTU Pendapatan Belanja Daerah (APBD), baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Skenario kedua, semua pembiayaan LAYANAN PENDIDIKAN bersumber dari dana pemerintah pusat. Artinya, dana penuntasan rehabilitasi ruang kelas dan pengadaan komputer SD dan SMP semuanya dipenuhi melalui DAK 2008. Melalui dua skenario itu, sasaran DAK Dana Alokasi Khusus (DAK) 2008 bidang pendidikan yang akan 2008 adalah SD/SDLN, sekolah setara SD dikucurkan sebesar Rp 10.653.150.000.000. Pembiayaan peningkatan berbasis keagamaan dan MI/Salafiah Ula, layanan sekolah diharapkan juga bersumber dari dana pemerintah SMP/SMLB, MTs/Salafiyah Ustha yang tersebar di 32 provinsi dan 434 kabupaten daerah. Tahun ini lebih dari 80.000 kelas direhabilitasi. dan kota. Sekolah yang mendapat DAK, antara lain, SDN Klojen Malang Kota T (Kabupaten Malang), SD Jatisari IV, SD UNTAS Wajib Belajar Pendidikan Dasar diperuntukkan bagi kabupaten dan kota Sukapura II dan SDLB Semampir (Kabupaten Sembilan Tahun pada 2008 menjadi yang masih memerlukan program perbaikan Probolinggo), dan SDN Sumber Kulon salah satu prioritas pembangunan bangunan sekolah. Sedangkan peningkatan (Kabupaten Tulungagung). pendidikan nasional. Bukan hal mudah mutu diwujudkan melalui pengadaan DAK disalurkan secara penuh dan utuh menggapai tuntas, dengan Angka Partisipasi perpustakaan dan komputer. tanpa potongan pajak, baik dari Kas Negara Kasar (APK) SMP/MTs mencapai 95%. Program DAK yang digulirkan sejak 2003 ke Kas Daerah, juga dari Kas Daerah Tabel Alokasi DAK dan Hasilnya (2003-2007) ke rekening sekolah. “Pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan sekolah Komponen 2003 2004 2005 2006 2007 yang mendapat DAK tidak boleh Dana Rp 625 miliar Rp 652,6 miliar Rp 1.221 miliar Rp 2.919,525 miliar Rp 5.195,290 miliar menggunakannya untuk membiayai Kab/Kota 287 302 333 434 434 kegiatan belanja administrasi umum, Hasil 27.632 kelas 36.075 kelas 67.835 kelas 100.103 kelas 69.270 kelas persiapan kegiatan fisik, penelitian, pelatihan, perjalanan pegawai daerah Tabel Rehabilitasi Sekolah dari Bantuan DAK Pendidikan dan biaya umum lain yang sejenis,” kata Mudjito. Hasil Rehab Melalui Program Pusat Hasil Rehab Rencana Sisa Rusak 2003-2006 Melalui APBD Ruang kelas Rehab 2007 2008 2003-2006 rusak 2003 2004 2005 2006 2003 19.152 26.805 52.937 118.370 18.866 81.993 (1,92%) (2,69%) (5,30%) (11,86%) (1,89%) (8,21%) 213.063 (21,35%) 531.186 31,87% (53,22%) Untuk mencapai tuntas wajib belajar hingga sekarang berhasil memperbaiki pendidikan dasar 9 tahun, perbaikan lebih dari 200.000 ruang kelas SD/SDLB, MI/ layanan pendidikan di SD menjadi salah satu Salafiah Ula dan sekolah setara SD berbasis kunci. Tak mesti membangun unit sekolah keagamaan. Pemerintah menargetkan tahun baru. Kapasitas sekolah bisa diperbanyak 2008 tidak ada lagi sekolah rusak. “Agar dengan merehabilitasi kelas-kelas yang target tercapai, DAK bidang pendidikan rusak. Perbaikan layanan juga dilakukan yang akan dikeluarkan pada tahun 2008 dengan menyediakan sarana penunjang sebesar Rp 10.653.150.000.000,” kata Mudjito pendidikan. Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Pemerintah tak putus perhatian meski Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan anggaran pendidikan belum mencapai Menengah Depdiknas. Rinciannya, setiap porsi 20 persen dari Anggaran Pendapatan sekolah yang butuh perbaikan mendapat dan Belanja Negara (APBN), seperti yang bantuan Rp 50 juta. diamanatkan Amandemen UUD 1945. Muncul dua skenario pembiayaan Pemerintah menyediakan anggaran khusus peningkatan layanan sekolah. Skenario berlabel Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pertama, peningakatan layanan sekolah pendidikan. dibiayai bersama antara pemerintah DAK pendidikan dibagi dalam dua pusat dan daerah. Artinya, dana kategori: rehabilitasi ruang kelas dan yang dihimpun berasal dari DAK, peningkatan mutu. Rehabilitasi dana dekonsentrasi dan Anggaran Mudjito Ak, MSi 108 Pena Pendidikan  Mei-Juni 2007 LO_PENA01_VOL02_EDISI KHUSUS_68-108 108 5/17/2007 7:41:46 AM
  111. Buku MENEROBOS M ungkin pembaca akan mengira jika buku berjudul Belajar Sejati Vs Kurikulum Nasional adalah KEMACETAN VISI buku yang menjabarkan tentang konsep belajar sejati berhadapan dengan kurikulum nasional yang beberapa kali mengalami perubahan. Dilihat dari judul dan desain PENDIDIKAN sampulnya yang akrobatik memang mengesankan demikian. Sebuah perlawanan terhadap kemapanan dunia pendidikan. Namun, buku karya Yosef Dedy Pradipto ini mengulas lebih dari itu. Permasalahan menjadi semakin kompleks Gagasan tentang belajar sejati dan Edukasi Dasar inilah yang kemudian diserap ketika kurikulum nasional diterapkan suasana hati yang merdek a dalam Dedy Pradipto. di sekolah dengan kondisi yang tidak pendidikan dasar muncul dari proses Konsep pendidikan Romo Mangun itulah seragam di tiap-tiap daerah. Sekolah Dasar panjang dalam perjalanan hidup Yusuf yang diangkat Dedy dalam disertasi doktoral Eksperimental Mangunan merupakan salah Bilyarta Mangun Wijaya atau akrab dipanggil di Jurusan Antropologi Universitas Indonesia satu bentuk pendidikan eksperimental Romo Mangun menjadi tema utama buku Jakarta. Karya ilmiah ini yang kemudian yang menawarkan kurikulum yang berbeda ini. Ide-ide pendidikan Romo Mangun yang dibukukan Penerbit Kanisius Jogjakarta. dengan kurikulum nasional. Romo Mangun kemudian dilembagakan menjadi Dinamika