pena pendidikan 12

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    pena pendidikan 12 - Presentation Transcript

    1. KONTROVERSI Nomor 12/Tahun I/April 2007/Rp 20.000 SEKOLAH RITUAL KARTINI PENDIDIKAN MASA KINI WAWANCARA ICW: KORUPSI DILAKUKAN DINAS DAN SEKOLAH WAJAR DIKDAS 9 TAHUN TITIK KRITIS MENUJU TUNTAS 12_PENA all cover.indd 1 4/4/2007 6:19:37 PM
    2. Majalah PENA Pendidikan Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan I KHnUidikUanSN!a!sional DIS e d S E t Hari P Menyambu ikan edisi Mei 2007 id PENA Pend ntuk Edisi Khusus ikan, be terbit dalam tual di bidang pendid a-tema ak belajar, emuat tem ertifikasi guru, wajib m :s antara lain ikan anak usia dini, pendid a aksara, ntasan but nasional, pembera uan, ujian kan perbuk ndidikan, kebija si pe transparan m baru. dan kurikulu PT. REKA GAGAS CIPTA Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957 Email: rekacipta@rekacipta.com 12_PENA all cover.indd 2 4/4/2007 6:20:00 PM
    3. 30 th ke atas Di bawah 20 th 60 % 10 % Sarjana S1 ke atas Di bawah Sarjana S1 20 - 30 th 30 % Pria 30 % 70 % PROFIL PEMBACA 60 % 40 % Wanita Pena Pendidikan adalah majalah berita pendidikan pertama yang mengupas permasalahan hangat dunia pendidikan secara menyeluruh, jernih dan berimbang, disajikan den- gan standar jurnalistik yang teruji 12_PENA all cover.indd 3 4/4/2007 6:20:01 PM
    4. 12_PENA all cover.indd 4 4/4/2007 6:20:03 PM
    5. SALAM PENA W Tema-tema lain yang akan dibahas pada rembug ajib Belajar ( Wajar) Sembilan Tahun nasional kami singgung juga dalam edisi ini. Dari masih belum juga tuntas di banyak masalah sertifikasi guru, akreditasi sekolah dan daerah. Padahal tenggat penuntasan madrasah, implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Wajar Sembilan Tahun tinggal setahun lagi. Wajar Pendidikan (KTSP), pemberantasan buta aksara, Sembilan Tahun yang dicanangkan pada 1994 di- ujian nasional, rehabilitasi gedung sekolah rusak, targetkan tuntas dalam rentang 10 tahun. Target pendidikan anak usia dini, penataan barang milik itu perlu direvisi kala badai krisis ekonomi mempo- negara, pengembangan jaringan teknologi informasi rakporandakan pembangunan nasional, termasuk dan otonomi perguruan tinggi. pendidikan. Pemerintah menetapkan batas tuntas Kami juga mengangkat tema Kartini. Peringatan Wajar Pendidikan Dasar pada 2008. Hari Kartini pada 21 April selalu diingat dan jadi Sayangnya, indikator penting tuntas Wajar Dikdas inspirasi bagi perempuan Indonesia. Kali ini beberapa 9 Tahun, yakni Angka Partisipasi Kasar (APK) yang perempuan yang memiliki andil besar dalam minimal 95%, masih cukup berat dijangkau. Hingga memajukan dunia pendidikan di Indonesia kami akhir 2006 lalu, APK SMP baru 88,68%. Pemerintah tampilkan sebagai Kartini pendidikan masa kini. masih punya PR berat mendongkrak APK 6,32%. Bukan bermaksud mengecilkan peran yang lain bila Bukan perkara mudah mencapai angka tersebut. kami menampilan sejumlah sosok seperti Prof. Conny Program Pendidikan Kesetaraan Paket A dan B yang Semiawan, Butet Manurung, Nur Dewi, Sri Ningsih, dilakukan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah kian Sylviana Murni, Tjok Istri Mas Minggu Wathini dan digalakkan. Tujuannya agar keberhasilan program Sherina. wajib belajar bisa tercapai. Sosok Kartini yang kami tampilkan ini, bukan Sampai-sampai Depdiknas perlu menegaskan berarti merekalah perempuan terbaik. Mereka hanya kembali target tuntas Wajar Pendidikan Dasar itu, mewakili segelintir perempuan Indonesia dengan melalui Program Sosialisasi dan Publikasi Gerakan segudang prestasi. Masih banyak Kartini masa depan Nasional Percepatan Penuntasan Wajar Dikdas di Bumi Pertiwi ini. Sembilan Tahun, yang diluncurkan di Depdiknas, Selain itu, persiapan menuju sekolah berskala Jakarta, akhir Maret lalu. Program itu memang Internasional juga kami angkat. Hal ini menarik bagian dari implementasi Inpres No 5 Tahun 2006 karena sekolah berskala internasional masih dalam tentang Percepatan Penuntasan Wajib Belajar dan tahap persiapan. Khususnya di DKI Jakarta dan Pemberantasan Buta Aksara. Daerah Istimewa Jogjakarta. Bagaimana persiapan Depdiknas bahkan sampai meminta banyak dan apa saja kegiatan beberapa sekolah unggulan kalangan hadir dalam Rembug Nasional. Forum yang telah dipilih oleh Dinas Pendidikan Dasar pembahasan permasalahan pendidikan itu akan ini menyongsong persiapan sekolah berskala dilaksanakan pada 8-11 April. Topik ini menjadi internasional. Kami sajikan hanya untuk Anda. penting kami bahas panjang lebar dalam edisi kali Selamat Membaca! ini. PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful Anam REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Dipo Handoko, Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, M Falikul Isbah, Robi Sugara KORESPONDEN DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya), R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI: Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL: Roy MC Paat, Prambudi SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta DIREKTUR UTAMA: Iwan Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS CIPTA: Bank Niaga cab. BEJ Jakarta Rek. 064.01.63285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya 22 Edisi 12/Tahun I/April 2007 JAKARTA 12770, Telp/Faks: +6221 797 3957, E-mail: redaksipena@rekacipta.com ISSN 1907 - 4239 April 2007  Pena Pendidikan  12_PENA gab.indd 3 4/5/2007 9:32:01 AM
    6. DAFTAR ISI PENA PENDIDIKAN APRIL 2007 10 22 BAHASAN UTAMA DASAR Mengejar Sisa 6,32% SBI Menyongsong Masa Depan Rembug Nasional atawa dulunya disebut Rakernas, akan segera Program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) sebagai upaya digelar 8-11 April mendatang. Isu utamanya, tuntas target Wajib menggenjot peningkatan mutu sekolah, masih belum berhasil Belajar 9 tahun. Tapi ada juga masalah lain yang menuntut porsi di kembangkan pemerintah kabupaten/kota. Dinas Pendidikan perhatian yang sama. Langkah-langkah penyelesaian akan Dasar DKI Jakarta menetapkan lima SMP SBI. Gagasan SBI untuk dibesut untuk mencapai target nasional. APK SMP/MTs bisa jenjang SMP sendiri digodok sejak Dr. Sylviana Murni menjabat mencapai 95% tahun 2008. Masih ada sisa angka 6,32% untuk Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, 2005 silam. Selain mencapai kata tuntas! menggulirkan SBI, Sylviana juga menelorkan SMP unggulan dan sekolah koalisi. 3 EDITORIAL APASIAPA 4 DAFTAR ISI Doni Tata Pradita Pembalap muda 6 SUARA PEMBACA nasional, Doni Tata Pradita yang bergabung 8 TEKNOLOGI dalam Tim Yamaha Pertamina Indonesia • Laptop Tahan Banting membuktikan bahwa • PDA Ramping kemampuan remaja • USB Penghangat Kopi Indonesia bisa sejajar • Jam Home Theatre dengan remaja di • Pulpen Penyimpan Data Jepang. Setidaknya 10 BAHASAN UTAMA dalam hal balap motor. Doni meraih peringkat • Wawancara Hamid Muhammad, PHd 12 dari 26 pembalap • Dari KPKPKB Hingga BOS pada Seri I Kejuaraan • Beradu Cepat Menyentuh Finish All Japan Road Race 22 DASAR 60 Championship 2007 di Sirkuit Twin Ring • SBI Menyongsong Masa Depan Motegi, Tochigi, Jepang, • SMPN 1 Jakarta: Bangunan Tua Sistem Modern awal April ini. • SMP 19 Jakarta: Republica de Colombia Junior High School  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 4 4/5/2007 9:32:10 AM
    7. DAFTAR ISI PENA PENDIDIKAN APRIL 2007 32 56 KEJURUAN INTERNASIONAL SMKN 8 Jakarta: Merambah Korea dan Amerika Mumbai, India: Bandhavi Membangun Harapan Karena prestasinya, lulusan SMKN 8 Jakarta diminati banyak Sebuah performance art semi kolosal digelar dalam perayaan perusahaan dari berbagai skala. Siswa-siswinya banyak yang International Woman’s Day, 8 Maret silam. Judulnya, magang di luar negeri, bahkan ada siswanya yang memperoleh “Menghancurkan Batas, Membangun Komunitas”. Mereka beasiswa belajar di negeri Paman Sam. merayakannya di dalam sebuah sumur besar, sumur yang jadi penanda sumber air. Bagi mereka, air adalah harapan kehidupan, pemersatu perbedaan. Pagelaran diisi dengan baca puisi, menyanyi bersama, menggambar di tembok yang sama, dan berkreasi membuat aneka rupa kerajinan dari tanah liat. 26 MENENGAH • Hj. Nur Dewi, AMPd • SMAN 6 Jogjakarta: Sekolah Hijau Berbudaya Riset 50 FIGUR 28 KEJURUAN • Sri Nurhidayah (Direktur Lembaga Pengembangan Insani • SMKN 8 Jakarta: Merambah Korea dan Amerika Baznas Dompet Dhuafa): Kartini Mengemban Misi Kenabian 40 GURU 54 PERISTIWA • Mengajar Pola, Mengajar Kreatif • Rumah Ceria Dukuh Jembangan: Tak Lagi di Hotel Banyak • Alat Praktik Barang Bekas Bintang 34 WAWANCARA 56 INTERNASIONAL • Ade Irawan (Manajer Monitoring Pelayanan Publik ICW): • India: Bandhavi Membangun Harapan Korupsi Dilakukan Dinas dan Sekolah 58 KRONIKA 38 NONFORMAL 59 BUKU • Mengusung Standar Materi • Sertifikasi Menjaga Mutu 43 BASUS 60 APASIAPA • Sherina Munaf: Kartini Muda di Blantika Musik • Conny Riowskina Semiawan: Budaya Dinamis dan Terbuka 62 CATATAN PENA • Butet Manurung: Digigit Ular dan Diterkam Beruang • Sylviana Murni: None Jakarta Pendekar Pendidikan • Saiful Anam: Ujian Nasional • Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini: Teladan Sang Pengagum Ibu  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 5 4/5/2007 9:32:31 AM
    8. SOSIALISASI KTSP SUARA PEMBACA KRITIK COVER Singkat saja, saya merasa risih dengan tampilan cover Majalah Pena Pendidikan edisi 11 bulan Maret 2007 yang menampilkan gambar insan lain jenis sedang berciuman bibir. memang gambar tersebut sebagai penegas dari judul “Waspada! Video Mesum Pelajar”. Tapi saya kira visualisasinya yang terlalu vulgar. harusnya gambar tadi di blur/disamarkan/ ditutup garis hitam pada kissingnya. kiranya kurang etis gambar tadi dimuat di media yang notabene dibaca oleh orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. terimakasih. Juli Widiyanto Humas Politeknik Negeri Semarang 50329 Terima kasih atas saran dan masukannya. Komentar senada juga kami peroleh dari Nomor 12/Tahun I/April 2007 berbagai pihak. Kami akan lebih selektif dalam pemilihan gambar selanjutnya. Artwork : Prambudi Foto : Dok. Pena Penddikan * Ongkos kirim per edisi: Jabodetabek Rp 2.000, Pulau Jawa Rp .000, dan luar Pulau Jawa Rp 7.000  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 6 4/5/2007 9:32:34 AM
    9. ISTILAH mengajarkan tata susila dan prinsip saling diam melakukan hal seperti itu, tapi di sisi sayang - menyayangi kepada siswa atau lain memberikan handphone di usia semuda Di obrolan kalangan pendidikan sering mahasiswanya atau kurikulum pendidikan itu juga bisa menjadi sumber masalah yang muncul istilah Andragogi dan Pedagogi. tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan lain. Pendidikan periode lama, yang sering antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim Dengan rubrik-rubrik yang mengupas disebut sebagai pendidikan satu arah diberi pendidikan kita selama ini ? atau Inikah permasalahan itu dari berbagai segi saya nama pedagogi, lalu pendidikan zaman baru akibat perilaku para pejabat kita?Bagaimana seperti mendapat pencerahan. Lepas dari yang melibatkan dua pihak secara aktif Pena Pendidikan menghadapi hal ini? keprihatinan yang mendalam tentang disebut sebagai andragogi. Sebenarnya maraknya video porno di kalangan pelajar, apa makna kedua istilah tersebut? Sebagai Syarifah S.Si saya ingin juga memberi saran. awam, saya ingin tahu dengan lebih jelas Gg. Belimbing no 25 Badegan Bantul Handphone di kalangan siswa memang apa maksud kedua istilah tersebut di dunia Jogjakarta sebaiknya dibatasi penggunaannya. pendidikan? Juga seluk beluknya. Bagaimana tidak, jika saat pelajaran Semoga PENA PENDIDIKAN bisa siswa malah jadi sibuk ber sms ria. Ini membantu. Salam. PENDIDIKAN MULTIKULTURAL penyelewengan fungsi saya kira. Dan sekali Narika Adzka, Mahasiswi Reni Jaya, lagi jajaran sekolah diuji ketegasannya, Pendidikan multikultural adalah suatu Ciputat Tangerang berani tidak membuat aturan yang jelas pendekatan progresif untuk melakukan tentang penggunaan handphone? Juga transformasi pendidikan yang secara untuk orangtua untuk tidak begitu saja Menurut Malcolm Knowles dalam “The menyeluruh membongkar kekurangan, memberi ijin menggunakan handphone Adult Learner, A Neglected Species,” andragogi kegagalan dan praktik-praktik diskriminatif dengan mudah. adalah teori belajar yang tepat bagi orang dalam proses pendidikan. Semoga bermanfaat. Salam pendidikan. dewasa. Andragogi berasal dari bahasa Pendidikan multikultural didasarkan pada Yunani kuno “aner”, dengan akar kata andr- gagasan keadilan sosial dan persamaan hak Tyas Hardiyanti, SPd yang berarti laki-laki, bukan anak laki-laki dalam pendidikan. Sedangkan dalam Guru SMP, ibu rumah tangga atau orang dewasa, dan agogos yang berarti doktrin Islam sebenarnya tidak membeda- Pabelan, Kartasura, Sukoharjo membimbing atau membina. Sedangkan bedakan etnik, ras dan lain sebagainya “pedagogi”, berasal dari kata “paid” artinya dalam pendidikan. Manusia semuanya anak dan “agogos” artinya membimbing atau adalah sama, yang membedakannya adalah PENDIDIKAN MORAL memimpin. Pedagogi bermakna seni atau ketakwaan mereka kepada Allah Swt. pengetahuan membimbing, memimpin, atau Pendidikan multikultural seyogyanya Memang harus kita akui ada di antara mengajar anak. memfasilitasi proses belajar mengajar yang (oknum) generasi muda saat ini yang mudah Andragogi secara harafiah diartikan mengubah perspektif monokultural yang emosi dan lebih mengutamakan otot sebagai ilmu dan seni mengajar orang daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran esensial, penuh prasangka dan diskriminatif dewasa. Namun karena orang dewasa bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi k e p e r s p e k t i f m u l t i k u l t u ra l i s ya n g sebagai individu yang sudah mandiri dan sudah merambah dunia kampus (masih ingat menghargai keragaman dan perbedaan, mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka kematian seorang mahasiswa di Universitas toleran dan sikap terbuka. dalam andragogi yang terpenting dalam Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian Dunia pendidikan tidak boleh terasing proses interaksi belajar adalah kegiatan didalam kampus). Atau kita jarang (atau dari perbincangan realitas multikultural belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belum pernah) melihat demonstrasi yang tersebut. Bila tidak disadari, jangan-jangan belajar itu sendiri dan bukan merupakan santun dan tidak menggangu orang lain baik dunia pendidikan turut mempunyai andil kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang dalam menciptakan ketegangan dan konflik (Learner Centered Training / Teaching) ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi sosial. Dengan demikian, tidak saatnya ragu apakah demonstrasi yang dilakukan lagi pendidikan mengabaikan realitas mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat kebudayaan yang beragam tersebut. ATURAN HP atau pesanan sang pejabat. Selama ini saya membaca kurikulum Selain itu, berita-berita mengenai mata pelajaran Agama dari tingkat SD dan Saya membaca PENA PENDIDIKAN Edisi tindakan pencurian kendaraan baik roda SMP, sangat sedikit ada muatan multikultural. 11 lalu. Miris sekali, separah itukah rusaknya dua maupun empat, penguna narkoba Padahal konflik sosial di Maluku, Palu dan moral generasi muda kita? Saya seorang ibu atau bahkan pengedar, penyebaran video daerah konflik lainnya, anak-anak seusia dengan dua orang putri yang menginjak porno, pemerasan dan perampokan yang merekalah yang banyak berperan. Jadi kapan usia ABG. Saya sempat menolak keinginan hampir setiap hari mewarnai tiap lini pendidikan multikultural diterapkan di SMP? anak saya untuk meminta handphone kehidupan di negara kita tercinta ini banyak berkamera seperti yang dipunyai teman- Petrus Hariyanto dilakukan oleh oknum golongan terpelajar. teman sebayanya. Jl.Cikoko Barat 2 No 11 Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal Lalu ada dilema yang saya hadapi Pancoran Kalibata tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan ketika menolak permintaan anak saya. Ada Jakarta Selatan (dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi ketakutan kalau anak saya dengan diam- 7 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 7 4/5/2007 9:32:34 AM
    10. TEKNOLOGI LAPTOP TAHAN BANTING Fitur-fitur ATG D620 : - 500 NIT LCD dengan bahan pelapis antipantul www.dell.com - Layar WXGA 14 inci dengan resolusi 1280x800 - Support DDR2 SDRAM hingga 4GB - ATG task lights untuk pencahayaan pada keyborad - Prosesor Inter Core 2 Duo - Microsoft Windows Vista Capable - Next Bussines Day On-Site Service Standar B “Kami mendengar dengan jelas dari pengguna bahwa AGI Anda pekerja lapangan yang kesulitan notebook yang kuat dan terlindungi dengan baik serta dilengkapi memperoleh laptop tangguh dan tahan banting, monitor dengan tampilan yang jelas di luar ruangan sangat jangan menggerutu. Perusahaan komputer Dell penting dalam banyak bidang pekerjaan,” kata Megawaty Khie, memperkenalkan notebook terbaru berlabel Latitude ATG Country Manager Dell Indonesia. Dell saat ini masih fokus pada D620 (All-Terrain Grade). Laptop ini didesain spesial untuk kebutuhan militer. Disainnya dirancang untuk tahan terhadap segmen korporasi. Hingga kini, penjualan komputer Dell getaran, kelembaban, dan ketinggian. di seluruh dunia, porsi terbesar disukmabng dari sektor Kerja Dell Latitude ATG juga tak terganggu pada berbagai korporasi. kondisi menantang, yang identik dengan medan-medan militer, Latitude ATG, yang memiliki harddisk dilengkapi shock proyek-proyek konstruksi. Para petugas bantuan gawat darurat absorber, keyboard yang kedap percikan air, penutup port di lapangan, seperti polisi dan pekerja di lembaga gawat darurat, dan cat berketahanan tinggi, ditawarkan dengan harga US$ juga relawan daerah konflik, sangat pas sebagai konsumen 2.300 untuk tipe standar. utama. USB PENGHANGAT KOPI JAM HOME THEATER P N ekerjaan malam dan lembur apalagi di ruangan onton film favorit www.gadgetuniverse.com berpendingin udara, bisa membuat kopi atau teh di di tempat nyaman cangkir Anda cepat dingin. Bagi Anda yang penggemar tapi di mana saja. berat kopi, Sunbeam Tech USB Coffee Warmer menjawab Bingung? Keinginan itu kebutuhan akan hangatnya minuman itu. menjadi kenyataan berkat Coffee Warmer berbentuk piringan. Kabelnya bisa Home Theater Watch. disambungkan ke USB komputer. Pemanas ini bisa diatur Jam tangan home teater dengan leluasa karena kabel yang tersedia sekitar dua meter. ini memang dilengkapi Jadi tidak perlu khawatir tersenggol. pemutar film. Artinya, Alat ini hanya butuh daya 10 watt untuk bisa memanaskan mau di kantor, di kereta piringan hingga 70 derajat Celsius. Piringan inilah yang api, antri saat periksa membuat 150 mililiter minuman dalam gelas tetap mengepul dokter, atau sambil nongkrong di warung kopi menunggu dan dapat dihangatkan sesuai pasangan datang, bisa sembari nonton film. dengan kebutuhan, seperti dikutip Home Theater Watch didesain buat penggemar film. www.hi-techreviews.com Sebagaimana fungsinya sebagai pengatur waktu, jam ini juga Anda dapat mengaturnya bisa di-setting untuk mengingatkan kapan saatnya menonton dengan tombol on-off yang film kesukaan. tersedia. Alat ini cukup terjangkau Saat ini harganya dibandrol US$ 149,95. Memorinya 2 GB, www.hi-techreviews.com dibanderol sekitar Rp 140 ribu. Video, MP1, MP2, atau MP3 dan WMA audio. Jam yang memiliki Jadi tunggu apalagi, bagi anda layar 1,5 inci ini memiliki 260 warna. Jangan khawatir, tampilan yang biasa kerja malam segeralah film yang Anda tonton sebagus dan seterang di layar komputer. koleksi USB Coffee Warmer. Sumber www.gadgetuniverse.com  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 8 4/5/2007 9:32:41 AM
    11. PULPEN PENYIMPAN DATA K INI bukan jamannya lagi membikin kliping bacaan dengan menggunting artikel yang diinginkan. Bukan pula kliping dengan memindai artikel itu. Cara itu sama sekali tak praktis. C Technology dari Lund, Swedia, menciptakan gadget yang dinamakan C-pen, yang mampu menyimpan data tanpa bikin repot. Bentuknya unik berupa pulpen yang gampang dibawa kemana saja. Cara pakainya pun gampang, cukup tekan tombol pada gagang C-pen. Kemudian arahkan ke artikel yang ingin Anda simpan, sama seperti penggunaan warna highliter (stabillo), dan text akan tersimpan secara otomatis ke dalam pulpen. Bila ingin dipindahkan ke PC atau laptop, tinggal pake infra-red. C-pen dilempar di pasaran dengan dua macam. Bedanya kapasitas datanya. C-pen 200 untuk penyimpanan 2 MB dan C-pen 600 untuk 6 MB atau 3000 halaman artikel! Keduanya juga dilengkapi processor 100 MHz dan RAM 512 Kb. Satu lagi kemudahan bagi Anda pengguna microsoft outlook, C-address bisa mengaplikasikan kartu nama yang langsung sinkron dengan alamat email yang akan dituju, jadi penggunanya tidak perlu lagi repot untuk memasukan nama-nama alamat email tujuan. Untuk Anda, para international travellers, bisa menggunakan C-Pen ini sebagai kamus praktis yang dapat menerjemahkan kata atau kalimat dalam bahasa Inggris menjadi bahasa lainnya seperti Itali, Jerman, Prancis, Spanyol maupun Swedia. Dan selain untuk kalimat, pulpen praktis ini juga dapat menyimpan memori gambar, grafik maupun skala. PDA RAMPING Banyak ponsel aneka gaya bermunculan. Namun PDA phone tetap masih menjadi alternatif buruan. O2 XDA Atom bisa menjadi pilihan bila ingin PDA yang lebih ramping dan ergonomis. O2 XDA Atom mampu menepis persepsi bahwa PDA selalu berbentuk tebal dan tambun. Permukaan glossy menjadikan Atom Life tampak seksi. Tidak ada keluhan berarti bagi berat dan ukurannya yang 0,5 mm lebih langsing dibanding Atom Exec. Di bawah layar LCD 2,7 inci terdapat kontrol pad utama. Pad bundar melakukan tugas ganda sebagai pengatur suara dan pemilih musik Tampilan layar menghilang di bawah sinar matahari. Di atas LCD terdapat kamera VGA untuk panggilan video. Di bagian belakang, terdapat kamera 2 megapiksel, cermin potret diri dan flash LED putih. PDA ini bermemori 1GB dan terdapat tambahan memori melalui slot mini SD. Meskipun berukuran kecil, produk ini punya fitur melimpah. Kemampuan O2 XDA Atom tidak kalah dengan PDA lainnya. Prosesor Intel PXA272 416MHz menjadi otaknya, didukung oleh Flash ROM 128 MB dan RAM 64 MB. Konektivitasnya lengkap. Anda bisa memilih cara untuk terhubung dengan peranti lain atau Internet: kabel mini-USB, inframerah, Bluetooth, atau Wi-Fi. Slot miniSD tersedia apabila pemakai memerlukan tambahan memori Atom Life berjalan pada sistem operasi Windows Mobile 5.0 sehingga anda akan mendapatkan aplikasi standar seperti Word Mobile, Excel Mobile dan PowerPoint Mobile. Selain itu PDA seharga www.seeo2.com Rp.4.500.000,- ini diperkuat oleh prosesor XScale pada kecepatan 624MHz. Dari segi konektivitas, Atom Life dilengkapi dengan GSM triband (900/1800/1900 MHz). Juga terdapat fasilitas 3G serta HSDPA yang mampu mencapai kecepatan hingga 3,6 Mbps. eva rohilah  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 9 4/5/2007 9:32:50 AM
    12. BAHASAN UTAMA MENGEJAR SISA 6,32 % Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 10 4/5/2007 9:32:55 AM
    13. 11 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 11 4/5/2007 9:33:09 AM
    14. BAHASAN UTAMA 12 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 12 4/5/2007 9:33:11 AM
    15. 1 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 13 4/5/2007 9:33:14 AM
    16. BAHASAN UTAMA 1 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 14 4/5/2007 9:33:18 AM
    17. 1 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 15 4/5/2007 9:33:34 AM
    18. BAHASAN UTAMA Dari KPKPKB Hingga BOS 1 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 16 4/5/2007 9:33:39 AM
    19. 17 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 17 4/5/2007 9:33:50 AM
    20. BAHASAN UTAMA 1 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 18 4/5/2007 9:34:03 AM
    21. Beradu Cepat MENYENTUH FINISH 1 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 19 4/5/2007 9:34:11 AM
    22. DASAR SBI MENYONGSONG MASA DEPAN Program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) masih belum berhasil di kembangkan pemerintah kabupaten/kota. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta menetapkan lima SMP SBI. Di daerah masih terbatas di kota-kota dengan tingkat pendidikan bagus. Fathoni arieF P bersemangat memandu mereka. Para guru menetapkan lima SMP rintisan SBI. Yakni ARA guru tampak duduk rapi. Sesekali dan kepala sekolah berusaha bertanya atau SMPN 1 Cikini, SMPN 19 Kebayoran Baru, tergelak tawa. Tak seperti biasa, mengemukakan pendapat walaupun masih SMPN 115 Tebet, SMPN 30 Koja, dan SMPN 49. guru-guru yang biasa mengajar, kini tampak kesulitan berbicara bahasa Inggris. Diharapkan tahun depan setidaknya ada satu mereka diajar. Pengajarnya para bule lagi, “Yang penting berani nanti pasti bisa sendiri,” kelas bertaraf internasional diselenggarakan yang berbicara penuh semangat. Kurang bisik salah satu peserta pada temannya. oleh lima SMP itu. Kesibukan di sekolah lebih itulah suasana workshop untuk para Pembicara pelatihan spesial didatangkan itu nampak pada penyiapan kurikulum, guru dan kepala SMP di DKI Jakarta menuju dari Singapura. Mereka telah membantu model pengajaran, manajemen, dan tentu Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), awal penerapkan sistem manajemen berbasis saja kualitas guru yang mengharuskan Maret lalu. sekolah (MBS). Di Singapura, komite menguasai bahasa Inggris. DKI Jakarta merupakan segelintir daerah sekolah benar-benar memegang otoritas Pelatihan selain diikuti para guru yang getol menggenjot peningkatan mutu tertinggi soal manajemen, keuangan, dan dan kepala sekolah dari lima SMP yang sekolah, di antaranya dengan program SBI. pengawasan. Dinas Dikdas DKI Jakarta juga menjadi pilot project SBI, juga mengundang Gagasan SBI untuk jenjang SMP sendiri menggandeng Time Education of Singapore, perwakilan 20-an SMP yang dinilai potensial. digodok sejak Dr. Sylviana Murni menjabat lembaga pendidikan yang concern pada Sylviana berharap tahun 2008 mendatang Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, kegiatan riset, pelatihan, dan penerbitan bisa menyiapkan lima SMP lagi untuk 2005 silam. Selain menggulirkan SBI, Sylviana buku soal pendidikan. program SBI. juga menelorkan SMP unggulan dan sekolah Sekolah rintisan SBI itu, kata Sylviana, Sekitar 90 peserta berdiskusi soal koalisi. untuk menjawab rendahnya mutu, manajemen, model pengajaran dan Pelatihan guru-guru itu tindak lanjut relevansi dan daya saing pendidikan dasar, penguatan jaringan. Para pembicara cukup dari kebijakan Dinas Dikdas DKI Jakarta 20 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 20 4/5/2007 9:34:15 AM
    23. mengecewakan. Setidaknya berdasar internasional SMAN 1 Fathoni arieF daftar nilai ebtanas murni dalam lima tahun Jogjakarta. terakhir, baik siswa jurusan IPA dan IPS, Kerjasama dengan menunjukkan grafik semakin naik. Dalam Cambridge University juga dua tahun terakhir, bahkan NEM rata-rata dalam hal peningkatan mereka selalu di atas 8. k u a l i t a s S D M , m ate r i , Lulusan mereka yang diterima di maupun pengujian. perguruan tinggi negeri dalam lima tahun Setidaknya, lulusan mereka terakhir selalu di atas 90%. Tahun 2004/2005 yang berkualitas mendapat bahkan mencapai 97% diterima di PTN. sertifikat dari Cambridge Sedangkan lulusan yang diterima di PTN U n i v e r s i t y. K u r i k u l u m luar negeri jumlahnya juga semakin banyak. Cambridge Internasional Tahun lalu ada belasan lulusan terbang ke Examination (CIE) dipakai negeri orang. untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. SMPN 1 PAMEKASAN Di usianya yang relatif muda, siswa program khususnya di DKI Jakarta. Hal itu senada Kabupaten Pamekasan juga berbangga internasional SMAN Teladan Yogyakarta dengan kebijakan Presiden Susilo Bambang mempunyai sekolah SBI di SMPN 1 sudah menorehkan prestasi membanggakan. Yudoyono, yang ditegaskan pada pidato Pamekasan. Mulai tahun ajaran 2007/2008 Pada ujian sertifikasi dari Cambridge kenegaraan 16 Agustus 2006 lalu. Presiden mendatang, SMPN 1 membuka satu kelas International Examination (CIE) Mei 2006, menyatakan ada tiga kategori masalah internasional yang hanya diisi 24 orang. Arung Deyuna, kelas XII Internasional sektor pendidikan yang harus mendapat Mereka ini dijaring dari siswa-siswa terbaik dinyatakan lulus dengan hasil terbaik. Arung prioritas penuntasan. Yakni masih rendahnya se-Madura. Inilah sekolah satu-satunya di mendapat anugerah Brilliant Award untuk pemerataan dan akses, lemahnya tata kelola, Pulau Madura yang ditetapkan sebagai SMP mata pelajaran Kimia. akuntabilitas dan citra publik pengelolaan bertaraf internasional. pendidikan, serta rendahnya mutu, relevansi Selain itu, seorang siswa dan daya saing. akselerasi angkatan ke-2 Soal pendanaan, Dinas Dikdas mendapat kesempatan mengharapkan semua sekolah bersikap pergi ke Italia dan Swedia terbuka dan tak selalu menunggu APBD atas prestasinya sebagai dan APBN. Menurut Sylviana, saat ini banyak juara penulisan naskah perusahaan swasta menawarkan dana hibah Film Indie Nasional. Fajar untuk pendidikan. “Melalui CSR (corporate Budi Suryawan, kelas XII social responsibility) kelompok swasta internasional, juga sukses menunggu kita,” kata Sylvi. menjadi Juara I Lomba Selain kendala dana, kata Sylviana, ada Pe n u l i s a n K a r y a Tu l i s hambatan yang nampaknya sepele yakni Esai Bidang Kepeloporan rasa minder para guru dalam berbahasa Pemuda. Inggris. “Terlebih bagi kepala sekolah yang Calon siswa kelas belum mampu berbahasa Inggris tidak usah internasional mesti minder mendorong sekolahnya menuju menjalani seleksi ketat. SBI,” kata Sylvi. “Paling tidak guru bahasa Mereka diuji kemampuan roBi sugara Inggrisnya pasti bisa.” akademis (Bahasa Inggris, Matematika, dan ilmu-ilmu SMPN 1 Pamekasan melengkapi jumlah sains) dan wawancara yang dialakukan sekolah SBI di Jawa Timur menjadi 24 SMA NEGERI 1 YOGYA dalam bahasa Inggris. sekolah. Menurut catatan Depdiknas, Pembelajaran di kelas internasional jumlah SBI di Indonesia saat ini ada 100 Gairah menjadikan sekolah mereka penekanannya pada pemahaman terhadap buah. Operasional kelas internasional berstandar dunia, setidaknya ditunjukkan konsep. “Proses pembelajaran dibantu didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur SMAN 1 Yogyakarta. Sekolah yang lebih tenaga dari luar yang terdiri dari para alumni dan Pemerintah Kabupaten Pemekasan. dikenal dengan sebutan SMA Teladan ini bergelar PhD dan doktor dalam negeri. Mereka Sebelum ditetapkan sebagai yang pertama ditetapkan Dinas Pendidikan mengajar ilmu-ilmu eksak seperti Matematika, penyelenggara SBI di Madura, SMPN 1 telah Provinsi DI Jogjakarta sebagai sekolah rintisan Kimia dan Fisika,” kata Andar Rujito. melewati studi kelayakan. SBI. “Kelas internasional memakai kurikulum Kelas reguler SMAN 1 Jogja selama nasional dan kurikulum dari Cambridge ini dikenal menghasilkan lulusan tak University. Drs. Ir. Asrofi, pengelola kelas FaliKul isBah dan m Fathoni arieF (Yogyakarta) 21 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 21 4/5/2007 9:34:27 AM
    24. DASAR smPn i Jakarta Bangunan Tua Sistem Modern SMPN I Jakarta menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Jakarta untuk meningkatkan kualitas para guru dalam rangka konsep Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Seluruh stake holder diminta berkomitmen tinggi menyukseskan konsep SBI. Foto-Foto: roBi sugara Dra Ruliah Lestari S mengatak an mengenai pentingnya baru keluar dari pintu ruangan kepala MP Negeri I Cikini, Jakarta Pusat, mempersiapkan komptensi yang bertaraf sekolah. Ia membujuk agar perempuan yang sedang giat berbenah dalam rangka internasional, untuk bisa go international. sedang bertamu itu sabar menanti. “Enggak mengemban status Sekolah Bertaraf Berselang beberapa waktu setelah rapat, apa-apa, saya mau tunggu aja,” jawab si Internasional (SBI) pada 2007-2008 ini. Mulai kepala sekolah beranjak ke ruangannya. Di tamu. Kepada PENA PENDIDIKAN, perempuan dari persiapan mengikuti konferensi kepala sana ia sudah ditunggu seorang tamu dari itu mengaku tertarik ingin menyekolahkan sekolah di Auckland, New Zeland, hingga Inggris. Siapa dia dan ada keperluan apa ke anaknya ke SMPN I Cikini karena sekolah itu upaya meningkatkan kompetensi para guru, sana? “Pokoknya, dalam rangka SBI lah,” ujar memang favorit. Kualitasnya diakui bagus. serta melengkapi segala fasilitas kegiatan seorang guru yang mengaku tak tahu detil Hari itu, SMPN I Cikini sedang menggelar belajang mengajar, termasuk pengajaran tujuan tamu bule itu. rapat dadakan yang digelar di ruangan dua bahasa: Inggris dan Indonesia. kepala sekolah. Rapat mendadak itu Ketika PENA PENDIDIKAN berkunjung membahas soal keberangkatan kepala ke SMPN I Cikini, Kamis 29 Maret 2007, Sekolah Level Internasional sekolah ke New Zeland yang dijadwalkan para siswa sedang mengikuti pelajaran di hari itu juga. Hadir dalam rapat antara kelas. Para guru sibuk memberikan materi Gagasan membuat konsep SBI untuk lain, para tenaga administrasi dan pejabat pelajaran. Tapi sebagian guru lainnya serta SMP sudah mulai digulirkan pada 2005. teras di sekolah itu. Keberangkatan kepala para karyawan Tata Usaha (TU) sedang Selang setahun, konsep itu pun mulai sekolah ke negeri di Pasifik Selatan itu tiada menggelar rapat dengan Kepala SMPN I dijalankan dan mulai efektif pada tahun lain, kecuali dalam rangka mempersiapkan Cikini, Dra Ruliah Lestari. ajaran 2007-2008. Sebagai program awal, SMPN I Cikini menuju sekolah bertaraf Seorang perempuan berumur sekitar Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta memilih internasional (SBI). Di Auckland, Kepala 40 tahun duduk di sebuah kursi tak jauh lima SMP yang dipersiapkan menjadi SBI. SMPN I Cikini akan mengikuti pertemuan dari pintu ruang guru. Ia mengaku bukan Kelimanya adalah SMPN I di Cikini, SMPN I9 kepala sekolah dari berbagai negara yang guru, atau karyawan lain sekolah itu. “Saya di Kebayoran Baru, SMPN I15 di Tebet, SMPN berlangsung hingga 5 April ini. tertarik ingin menyekolahkan anak saya ke 30 di Koja, dan terakhir SMPN 49 di bilangan Setelah mengumpulkan para pejabat TU, sini,” kata perempuan itu. “Jadi saya ingink Jakarta Timur. Nah, para kepala sekolah kepala sekolah juga langsung memanggil tahu bagaimana cara masuk ke sekolah dari kelima SMP itu pun telah berangkat ke seluruh guru untuk berkumpul begitu bel ini.” Ia mengaku sudah hampir setengah New Zealand untuk mengikuti konferensi waktu istirahat mengajar berbunyi. Rapat jam menunggu, karena para guru sedang internasional para kepala sekolah. estafet itu terus membahas mengenai mengajar dan sedang rapat. Menyandang status sebagai sekolah persiapan dalam rangka SBI. Dalam rapat “Maaf Ibu, Kepala Sekolah masih sedang percontohan dalam konsep SBI, bagi Ruliah itu, tak henti-hentinya kepala sekolah rapat,” kata seorang wanita berjilbab yang Lestari, kepala SMP N 1 Cikini, adalah sebuah 22 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 22 4/5/2007 9:34:32 AM
    25. Sekolah ini memiliki bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. labotarium fisika, kimia, Di pihak lain, kemampuan rata-rata para bahasa, komputer guru dalam penguasaan bahasa Inggris dan multi media. masih lemah. Begitu juga dalam penguasaan Fasilitas lainnya adalah teknologi informasi semisal internet. lapangan basket, bola Karena itu, langkah yang akan segera voli, perpusatakaan dilakukan Ruliah adalah meningkatkan yang memadai, dan kompetensi para gurunya. Caranya, antara tempat ibadah. lain dengan menggelar berbagai pelatihan Dari luar, SMPN I dua kali seminggu. Cikini tampak “tua”. “Sekolah akan berupaya meningkatkan Maklum, sekolah ini kemampuan bahasa Inggris, pengoperasian masih menempati komputer, dan internet,” ungkap Ruliah. bangunan peninggalan Untuk meningkatkan kualitas dan zaman Belanda . Tapi, kompetensi guru, Ruliah menjalin kerjasama Pertemuan dengan tamu dari luar negeri meski “penampilannya” dengan Univeristas Negeri Jakarta. antik, tapi sekolah yang Dalam menggabungkan kurikulum, tantangan besar. “Untuk menaklukkan berjarak sekitar 3 km dari stasiun Gambir Ruliah mengatakan, untuk sementara akan tantangan itu tentu butuh kerja keras, ini ternyata memiliki sistem pembelajaran mengadopsi kurikulum internasional dari keseriusan, dan perhitungan yang matang,” yang moderen. Bahasa Inggris di sini berbagai negara. Pihaknya akan bekerja ujarnya. “Banyak yang harus dilakukan untuk sudah jadi keseharian. Lihat saja sejumlah sama dengan SMP lainnya yang mendapat menyesuaikan mutu pengajar dengan pengumuman yang ditempel di dinding SBI dan sekolah swasta yang sudah bertaraf konsep SBI ini. Salah satunya menyesuaikan kelas, semuanya menggunakan dua bahasa: internasional. Tak terkecuali dengan pihak kompetensinya,” ungkap perempuan yang Inggris dan Indonesia. asing. “Yang sudah kita lakukan adalah baru ditugaskan sebagai kepala sekolah kerjasama dengan pihak Singapura dalam ini pada Februari lalu itu. Sebelumnya ia bidang pelatihan,” ungkap ibu beranak memimpin SMP Negeri 256, Jakarta Timur. Meningkatkan Kompetensi dua ini. R u l i a h ya n g j u g a s e b a g a i k e t u a Ruliah yakin, konsep SBI akan sukses Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Kendati sekolahnya dianggap sebagai jika didukung semua pihak. Seluruh Inggris DKI Jakarta, sebelumnya tak mengira SMP negeri yang tergolong sekolah unggul, pemangku kepentingan (stake holder) di akan ditugaskan di SMPN I. Apalagi harus tentu tak membuat Ruliah puas sampai bidang pendidikan, yakni pemerintah, para memegang mandat yang begitu berat, di situ. Ia menegaskan bahwa upaya- guru, komite sekolah, dan para siswanya, yakni membuat sekolah ini benar-benar upaya peningkatan sumber daya manusia harus punya komitmen yang kuat untuk diakui sebagai sekolah yang bertaraf sekolahnya harus terus ditingkatkan. menyukseskan konsep SBI. “Saya yakin jika internasional. “Tapi saya bismillah saja untuk Seluruh guru di SMPN I Cikini, kata semua bekerja sama untuk mewujudkan menjalankannya,” ungkap perempuan yang Ruliah, harus berupaya meningkatkan sekolah ini menjadi SBI, pasti berhasil sudah mengajar SMP selama 30 tahun itu. kompetensinya. Sebab, sekolah yang dengan mudah,” ungkap Ruliah. Meski tak terlibat dari awal proses dijadikan SBI harus mampu menggabungkan terpilihnya SMPN I ini menjadi SBI, kurikulum nasional dengan internasional, bukan berarti Ruliah tidak tahu detil soal termasuk harus mampu menggunakan roBi sugara SBI. Sebelumnya, ia banyak terlibat di dalam berbagai workshop mengenai SBI. “Saya sudah banyak terlibat dalam pembahasan tentang kurikulumnya, model pengajarannya, dan manajemennya, dan tentu saja, kualitas pengajar atau gurunya dalam penyampaian materi dengan bahasa Inggris,” Ruliah menjelaskan. Karena itu, perempuan kelahiran Bandung, 28 Februari 1955, lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, IKIP Jakarta, itu mengaku sudah siap menerapkan konsep SBI di sekolahnya. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta memilih SMP Negeri 1 Cikini sebagai SBI tentu bukan tanpa alasan. Sekolah yang dibangun pada 1948 ini memiliki fasilitas dan sarana parasarana yang sangat lengkap. 2 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 23 4/5/2007 9:34:38 AM
    26. DASAR mengundang kami mendiskusikannya,” kenang Ahmad Shodikin, yang biasa dipanggil Pak Mad. Suatu hari di awal tahun 2000, Adi Dasmin punya ide yang belum pernah dilakukan sekolah mana pun: membuat sebuah pameran internasional. Adi segera mengarahkan para guru yang berjumlah 32 orang untuk bertamu ke berbagai kantor kedutaan besar (Kedubes) negara asing di Jakarta. Berbekal secarik surat pengantar, para guru bersama murid yang bisa berbahasa Inggris bertandang ke sejumlah kedubes asing. Tujuannya, meminjam atribut, bendera, brosur atau apapun yang menggambarkan kekhasan negaranya, untuk dipamerkan di sekolah. Rupanya ide itu disambut hangat oleh semua kedutaan Foto-Foto: arien t w negara asing yang didatangi. Bahkan saat pameran dilangsungkan, ada sejumlah tamu dari berbagai kedubes Kegiatan di laboratorium komputer asing yang datang. “Begitu besar respon smPn 19 Jakarta dari semua kedutaan, terutama dari negara- Republica de Colombia negara Afrika dan Timur Tengah,” tutur Pak Mad. “Bahkan Duta Besar Palestina pun meminta waktu untuk berpidato.” Junior High School Dalam pameran itu, seluruh kelas SMPN 19 dihiasi bendera, atribut, dan berbagai brosur dari setiap negara. Seluruhnya ada 32 negara. Para siswa yang menunggui setiap stand juga mengenakan pakaian khas sesuai SMPN 19 Jakarta bangkit dari status “biasa-biasa saja” dengan ide negara masing-masing. unik. Kini sekolah ini punya radio internal, dan fasilitas modern lain Dalam kesempatan itu pula, Kedubes untuk aktualisasi siswa. Colombia mengajak kerjasama melalui penandatanganan MOU. Akhirnya, di SMPN 19 terpampang tulisan “Republica de D Colombia Junior High School”. “Target jangka Jakarta Selatan, itu akan dibuka satu I sebuah ruangan laboratorium di panjang kerjasama ini adalah pertukaran kelas bertaraf internasional. “Sarana dan SMPN 19 Jakarta, sekelompok anak pelajar,” kata Pak Mad. Hingga kini tiap kali fasilitas di sini sudah cukup memadai,” sedang asyik duduk bergerombol Kedubes Colombia menyelenggarakan kata Ahmad Shodikin, Staf Kurikulum dan menghadap komputer. Di laboratorium acara, seperti peringatan hari kemerdekaan Pengembangan Mutu SMPN 19 . komputer dan internet itu, Fachruddin mereka, siswa SMPN 19 selalu diminta sedang memperkenalkan cara kerja microsoft tampil. word kepada siswa kelas VII C. Guru muda Berawal dari Pameran Begitu pula, bila SMPN 19 punya acara, ini tampak puas melihat animo murid- utusan Kedubes Colombia juga selalu muridnya. Lalu dia menerangkan program Ahmad Shodikin yang telah 17 tahun datang menghadiri. Para siswa SMPN 19 juga aplikasi internet. Para siswa pun tangkas mengabdi di sekolah itu menuturkan, sejak mendapatkan kursus menari dan bahasa mengikuti instruksi Fachruddin. didirikan pada 1959, sekolahnya sebenarnya Spanyol gratis dari staf kedubes negara Selain laboratorium komputer dan terbilang biasa-biasa saja. Bahkan hingga Amerika Latin itu. Tak hanya itu. Kedubes internet, SMPN 19 Jakarta masih punya tahun 1990-an, masyarakat lebih melirik Colombia juga menyumbang puluhan berbagai sarana dan program penunjang sebuah SMP lain tak jauh dari SMPN 19. komputer plus koneksi internet gratis yang mampu merangsang kreativitas siswa. Tahun 1999 menjadi tonggak penting selama tiga tahun. Tak heran bila Dinas Pendidikan Dasar Provinsi bagi perkembangan SMPN 19, ketika Sejak saat itulah, menurut Pak Mad, SMPN DKI Jakarta memilihnya menjadi salah satu dipimpin Adi Dasmin sebagai kepala sekolah 19 mulai diperhitungkan. Apalagi tatkala rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). --yang kini memimpin SMPN 115 di bilangan mengatongi sertifikat ISO untuk kualitas Mulai Juni 2007 mendatang, di sekolah Tebet. Adi Dasmin terbilang masih muda, manajemen dan pengajaran. Reputasi yang terletak di bilangan Kebayoran Baru, enerjik dan penuh ide. “Bila punya ide, dia 2 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 24 4/5/2007 9:34:41 AM
    27. Pe m b i n a K I R S M P N 1 9 , orang, sekolah ini membuka empat model Syauqi, merencanakan kelas. Pertama, Kelas Bilingual, di mana mata sebuah latihan riset terpola. pelajaran sains dan matematika disampaikan Bekerja sama dengan WWF dalam bahasa Inggris. Kini, kelas yang telah dan Kementrian Lingkungan berjalan tiga tahun ini memiliki dua ruang Hidup, SMPN 19 sedang kelas untuk masing-masing tingkatan. merancang sebuah program Kedua, Kelas Akselerasi, yang pengelolaan sampah bagi memungkinkan siswa menyelesaikan siswa sekolah. jenjang SMP dalam waktu dua tahun. WWF, sebuah organisasi Caranya, satu semester ditempuh dalam lingkungan dunia, 4 bulan, dari yang semestinya 6 bulan. menginginkan para siswa Ketiga, Kelas Akademik, yang selama ini Siswa saat mengamati hasil penelitia n biologi menjadi junior concervationist, hanya memiliki satu ruang untuk kelas alias pelindung muda bagi VIII dan IX. Kelas ini merupakan kumpulan lingkungan. Karena itu, Syauqi siswa dengan ranking tertinggi dari semua internasional pun mulai digenggam. yang alumnus jurusan Biologi Universitas kelas reguler menjelang naik ke kelas VIII. Di kancah regional, reputasi sekolah yang Indonesia, membiasakan mengajar ilmu Alasan diadakannya kelas ini adalah untuk kini dipimpin oleh Muhammad Nur ini pengetahuan alam melalui observasi memisahkan siswa yang sangat menonjol juga cukup diperhitungkan. Sejak 2003 lapangan. Misalnya, siswa dikenalkan di suatu kelas, sehingga mereka mendapat lalu, bersama 5 sekolah lain di Indonesia, dengan cara kerja roll coaster, pesawat level pengajaran yang khusus. mereka tergabung dalam SEA MEO, sebuah terbang. “Dengan observasi lapangan, Terakhir, ya Kelas Reguler. Kelas ini tiap kerjasama bidang pendidikan di bawah siswa dapat melihat langsung seperti tahun selalu dioplos, demi menghindari payung ASEAN. apa kegunaan dan aplikasi sebuah ilmu adanya kelas yang berkualifikasi terlalu Maka, SMPN 19 beberapa kali menjadi pengetahuan pada kehidupan sehari-hari,” rendah. Dengan demikian, semua kelas peserta pameran pendidikan di Thailand, ujar Syauqi. Malaysia, dan berbagai negara di kawasan reguler adalah sama, tak ada yang terlalu Di setiap kelas SMPN 19, tersedia sebuah Asia Tenggara lainnya. Ke depan, melalui buruk, atau terlalu menonjol. speaker yang akan mengumandangkan SEA MEO, mereka merencanakan program Sebagai persiapan menuju SBI, tiap Senin siaran radio tiap jam istirahat. Radio amatir pertukaran pelajar dan peningkatan mutu dan Kamis para guru yang dipromosikan itu dikelola sendiri oleh para siswa. Studionya guru dengan berbagai negara. mengajar di kelas SBI nanti, mengikuti ada di lantai dua. Para siswa menyebut radio kursus bahasa Inggris. “Ini penting, karena itu sebagai Nineteen Broadcast atau disingkat kita harus punya guru untuk semua mata Aktualisasi Siswa jadi NBC. Radio ini memiliki sepuluh penyiar. pelajaran dengan kemampuan bahasa Untuk menjadi penyiar, semua siswa bisa Inggris yang mumpuni,” tegas Pak Mad. Mengikuti kegiatan belajar-mengajar di mendaftarkan diri dan mengikuti SMPN 19 terasa ada yang beda. Tak seperti tes. di kebanyakan sekolah, di sini susana Materi tesnya meliputi pendidikan terasa kental. Tak ada waktu wawasan umum, kemampuan yang terbuang. Saat istirahat pun, para bahasa Inggris dan kepribadian. siswa beraktualisasi sesuai dengan minat “Ini salah satu upaya untuk masing-masing. memperkenalkan prkembangan Di lantai pertama SMPN 19, terdapat dunia multimedia kepada siswa,” berbagai pusat kegiatan siswa. Begitu kata Satimin, salah satu guru yang lonceng istirahat dibunyikan, puluhan siswa menangani radio itu. tumplek ke ruang komputer. Di dinding, Demi menunjang metode tertempel beberapa contoh desain komik Gedung SMP 19 Jakarta pengajaran dengan memanfaatkan dan cover majalah yang mereka buat dengan teknologi multimedia, setiap ruang computer. kelas dilengkapi pesawat televisi Fachruddin, adalah salah satu guru yang dan perangkat audio. Menurut Pak Mad, tiap hari mendampingi para siswa berkreasi Tak hanya itu, untuk mematangkan konsep hingga kini telah ada 10 orang guru yang dengan computer. “Kami mengenalkan kelas SBI, SMPN 19 juga giat melakukan studi mampu mengajar dengan bahasa Inggris. aplikasi komputer dari microsoft office banding dengan berbagai sekolah yang hingga desain grafis,” kata Fachruddin. telah memiliki kelas internasional. Dalam Menurut Fachruddin, para siswa sangat tiga tahun ke depan, SMPN 19 berharap bisa Empat Model Kelas senang membuat komik atau gambar menyejajarkan diri dengan berbagai sekolah animasi. maju di dunia. Sebelum terpilih sebagai pilot project Di sebelah ruang computer, terdapat SBI, SMPN 19 telah melakukan berbagai laboratorium KIR (Karya Ilmiah Remaja). inovasi brilian. Dengan jumlah guru 68 m. FaliKul isBah 2 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 25 4/5/2007 9:34:45 AM
    28. DASAR 2 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 26 4/5/2007 9:34:47 AM
    29. 27 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 27 4/5/2007 9:34:52 AM
    30. KOLOM TUNTUTAN KOMPETENSI DASAR ERA MENDATANG oleh : mudjito aK direktur Pembinaan tK dan sd departemen Pendidikannasional M asumsi jika pertumbuhan ekonomi riil rata- dan tatanan. ungkin tidak sedikit masyarakat rata 7,62 persen, laju inflasi 4,95 persen, Kita menyadari bahwa pendidikan yang terperanjat, bahkan setengah dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 secara luas dipandang sebagai investasi tidak percaya, ketika mendengar persen per tahun. Pada 2030, dengan jumlah dan aset penting bagi individu maupun pernyataan Presiden Susilo Bambang penduduk sekitar 285 juta jiwa, produk masyarak at. Pendidik an merupak an Yudhoyono yang merasa optimistis bahwa domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai kekuatan yang mampu merubah wajah negara kita akan mampu meraih predikat 5,1 triliun dollar AS. kehidupan masyarakat. Banyak bukti empirik lima besar kekuatan ekonomi dunia pada Sebagian pengamat lantas melontarkan yang menyatakan bahwa pendidikan dapat 2030, bersama Cina, Amerika Serikat, Uni kritik, dan menilai rasa optimisme Presiden meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, Eropa, dan India. Diperkirakan, saat itu itu dianggap terlalu berani. Tapi Presiden serta kemajuan sosial dan politik suatu pendapatan per kapita Indonesia mencapai tampaknya sudah menyadari bahwa ia bangsa. Di atas segalanya, pendidikan adalah 18.000 dolar AS per tahun. Selain itu, sekitar akan mendapat kritik. Karena itu, menurut hak dasar manusia yang membebaskan 30 perusahaan domestik juga masuk dalam Presiden, Visi Indonesia 2030 itu bisa saja manusia dari rantai ketidaktahuan. 500 perusahaan papan atas dunia. dianggap sebuah mimpi, tetapi jangan Begitu pentingnya peran pendidikan, Presiden menegaskan, Indonesia akan malu dengan mimpi itu. “Sebab, bangsa maka kurikulum masa depan senantiasa mampu menjadi negara maju dan sejahtera. yang besar adalah bangsa yang mampu menjadi topik yang hangat diperbincangkan Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, menciptakan mimpi dan mewujudkannya di setiap negara. Begitu pula di Indonesia, produktif, memiliki daya saing, serta mampu dalam realitas,” ujar Presiden. isu seputar kurikulum selalu menjadi mengelola seluruh kekayaan alam dan sorotan. Apalagi saat ini kita sedang sumber daya lainnya untuk mencapai mengimplementasikan Kurikulum Tingkat pertumbuhan ekonomi jangka pendek, Kurikulum Masa Depan Satuan Pendidikan (KTSP). menengah, dan jangka panjang. Setiap menjelang atau sesaat setelah “Saya punya keyakinan, 100 tahun ke Sebagai pepimpin, sangat wajar jika pergantian kurikulum baru, publik selalu depan kita bisa mewujudkan cita-cita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ramai memperbincangkan. Hingga kini, dan tujuan dalam Pembukaan UUD 1945. melontarkan rasa optimisme dan langkah- Indonesia sudah berkali-kali ganti kurikulum. Mengapa kita perlu yakin? Kalau lihat lintasan langkah apa saja yang mesti dilakukan Pada era Orde Baru saja, sudah pernah perjalanan sejarah kita, itu memungkinkan. bangsa Indonesia untuk mewujudkan diberlakukan Kurikulum 1968, Kurikulum Jika kita ingin merekonstruksikan masa cita-citanya. Dalam konteks pendidikan, 1975, Kurikulum 1984, dan Kurikulum1994. depan kita 100 tahun ke depan, mari kita pertanyaannya adalah kompetensi dasar apa Pada masa Orde Baru, terasa kental betul lihat perjalanan bangsa 100 tahun ke saja yang mesti dimiliki bangsa Indonesia kurikulum menjadi bagian dari sub-ordinasi belakang. Dengan demikian, kita paham agar ikut berperan dalam mewujudkan politik. perjalanan panjang sejarah untuk memiliki mimpi indah tersebut? Sedangkan pasca reformasi, diberlakukan kemampuan dan ketangguhan dalam Kalau kita amati, dewasa ini masyarakat Kurikulum Berbasis Kompetensi mewujudkan cita-cita,” ujarnya, seperti Indonesia dihadapkan pada beragam (Kurikulum2004), yang kemudian dikutip Kompas edisi 23 Maret 2007 lalu. persoalan yang sangat kompleks dan akut, disempurnakan menjadi K TSP. K TSP Pernyataan Presiden RI itu dikemukakan sebagai akibat dari transformasi sosial merupakan kurikulum berbasis kompetensi dalam acara peluncuran Kerangka Dasar dan perubahan teknologi yang cepat dan yang dalam pelaksanaannya di sekolah Visi Indonesia 2030 yang dipaparkan oleh tidak menentu. Tiupan angin globalisasi sangat mengandalkan kreativitas dan Yayasan Indonesia Forum di Istana Negara, berhembus sangat kencang, yang membuat kemampuan guru. KTSP dirancang untuk 22 Maret lalu. Yayasan ini diketuai Chaerul urat nadi kehidupan dalam berbagai bidang menghadapi tantangan bangsa Indonesia Tanjung, pengusaha muda pemilik Trans TV mengalami guncangan. Globalisasi juga pada masa yang akan datang. dan Trans 7 yang kini tengah berkibar. berimplikasi pada terjadinya perubahan Akan tetapi disadari bahwa kalau hanya Chaerul Tanjung mengungkapkan, Visi sosial yang terus berkembang, serta proses mengandalkan kompetensi berbasis Indonesia 2030 itu bisa tercapai dengan demokratisasi yang terus mencari bentuk 2 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 28 4/5/2007 9:34:54 AM
    31. skala yang lebih besar. sekelompok orang yang hidup tersiksa, kurikulum seperti tertuang dalam KTSP, Kompetensi kedua adalah menggunakan terasing dari lingkungan sosialnya, hingga tidak akan mampu menggapai sosok alat secara interaktif. Pengertian alat di tereksploitasi oleh kelompok masyarakat manusia yang diidealkan. Pertanyaannya sini mencakup wilayah yang sangat luas. yang lebih kuat. Keragaman medan sosial kemudian adalah, selain kompetensi- Selain alat kebendaan, juga mencakup ini pada gilirannya menuntut individu untuk kompetensi dasar yang tertuang dalam bahasa, simbol, dan informasi. Alat tidak memiliki sejumlah kompetensi dasar yang kurikulum, lantas kompetensi apa saja yang hanya menjadi indikator pasif, tetapi taktis dan strategis, agar mereka tangguh relevan bagi individu untuk menjalani hidup secara instrumental menjadi bagian dapat menjalani hidup dalam kondisi yang sukses dan bertanggung jawab bagi dialog interaktif antara individu dengan apapun. masyarakat untuk menghadapi era kini dan lingkungannya. Hal ini mencakup: (1) Kegelisahan untuk memaknai atau mendatang? kemampuan menggunakan bahasa, simbol, merumuskan kompetensi kunci apa saja yang Ini bukanlah pertanyaan yang bisa teks, dan informasi secara interaktif, (2) dibutuhkan bagi generasi mendatang tidak dengan mudah dijawab. Pasalnya, kita kemampuan menggunakan pengetahuan hanya dialami oleh negara-negara sedang harus memformulasikan suatu setting dan keterampilan secara interaktif, dan (3) berkembang. Negara-negara maju pun kompetensi kunci bagi anak bangsa yang kemampuan menggunakan teknologi baru merasakan hal yang sama. Dengan perspektif dapat mengantarkan mereka mengarungi secara interaktif pula. interdisiplin dan pendekatan reflektif, kehidupan yang sukses dan berpartisipasi Kompetensi ketiga adalah kemampuan terpadu, dan holistik, negara-negara maju secara efektif dalam berbagai bidang bersosialisasi dalam masyarakat yang multi- yang tergabung dalam OECD (Organization kehidupan. kultur. Kompetensi interpersonal dalam for Economic Co-operation and Development) kehidupan sosial ini sangat relevan untuk membentuk sebuah fondasi internasional Kompetensi Kunci menciptakan modal sosial. Intinya adalah untuk memformulasikan kompetensi kunci bagaimana: (1) berhubungan baik dengan ini. Ada tiga kategori kompetensi kunci yang K ita tidak dapat mendefinisik an orang lain, (2) bekerja sama, dan (3) mengelola berhasil diidentifikasi, yaitu kemampuan: (1) kompetensi kunci hanya dari sudut pandang dan menyelesaikan konflik sebagai aspek bertindak secara otonom, (2) menggunakan tertentu. Memang, bisa saja orang dengan bawaan dari hubungan antar manusia, alat secara interaktif, dan (3) memfungsikan mudah mengatakan bahwa secara empiris terutama dalam negara yang multi-etnik dan diri dalam kelompok-kelompok yang secara kompetensi terpenting adalah apa yang multi-kultural seperti Indonesia. sosial heterogen. diperlukan pekerja agar berhasil dalam Kiranya, ketiga kompetensi kunci Untuk dapat bertindak secara otonom dunia kerja. Di sini, sukses hanya diartikan yang diinisiasi oleh negara-negara OECD sesuai kompetensi pertama, tidak berarti sebagai peningkatan penghasilan. tersebut dapat dijadikan rujukan dalam harus memfungsikan diri dalam isolasi Pandangan seperti ini tentu saja terlalu memformulasikan seperangkat kompetensi sosial. Justru para individu dituntut untuk sumir karena efektivitas hanya diukur kunci bagi generasi muda kita pada masa mampu mengelola hidupnya sendiri secara dengan keterampilan teknis, tanpa dikaitkan mendatang. Mesk ipun disadari ada bermakna dengan berperan aktif dalam dengan interpretasi konteks dan makna. perbedaan kontekstual, tetapi didalamnya membentuk hidupnya sendiri. Tentu, Padahal, individu yang kompeten sebagai terkandung pula sifat-sifat universalitas dan untuk mencapai kompetensi ini diperlukan entitas yang mandiri sejatinya mampu kemampuan memajukan diri sebagai memusatkan perhatian dan orientasi masa transferabilitas. subyek yang harus mengambil resiko dan depan, memiliki rasa tanggung jawab, dan Jika kompetensi-kompetensi kunci itu tanggung jawab sebagai warga negara, memiliki keyakinan bahwa hasil kerjanya berhasil kita poles dan disesuaikan dengan anggota masyarakat, anggota keluarga, memiliki dampak positif bagi kehidupan. kondisi Indonesia, maka harapan kita pekerja, konsumen, dan seterusnya. Ia tidak Pada sisi lain, kita juga menyaksikan tentang mimpi indah ke depan sebagaimana saja harus mampu melaksanakan rencana dalam praksis kehidupan banyak ditemukan dituangkan dalam Kerangka Dasar Visi hidup dan rencana pribadi yang dibuatnya, fenomena penderitaan yang dialami oleh Indonesia 2030 bisa diwujudkan menjadi tapi juga harus mampu bertindak dalam sebagian kelompok masyarakat. Ada kenyataan. 2 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 29 4/5/2007 9:34:56 AM
    32. MENENGAH Foto-Foto: m Fathoni arieF sman 6 Yogyakarta itu dimulai sejak Desember 2006. SEKOLAH HIJAU Penyelenggara mensyaratkan masing- masing sekolah membentuk tim terdiri dari 6 orang siswa dan seorang guru sebagai Pembina. Tim SMA 6 terdiri dari Deo BERBUDAYA RISET Fani Nur Wijaya (Ketua), Fatkhur Rahman, Nurul Istiqomah, Dewi Prasetyan Drajati, Umy Nur Fadilah, dan Michael Yuli Arianto. Semua tim dari 15 sekolah diundang mengikuti pelatihan selama 3 hari di Bogor. Sukses mendorong siswa menyukai penelitian. Kelompok Ilmiah Semua peserta mendapat pengarahan Remaja menjadi kegiatan ekstra kurikuler yang paling diminati. wawasan lingkungan. Tema-tema apa saja Penelitian pemanfaatan limbah kedelai menjadikan yang terbaik yang diangkat dibahas di sana. Proyek yang peserta rancang, diberi waktu pelaksanaan dalam ajang Toyota Eco Yout 2006-2007. hingga Maret lalu. SMA 6 melaksanaan proyek perbaikan “L limbah kedelai di dua desa binaan, yang sekolah di kawasan Jabodetabek. Pada imbah dan Sampah Bukan Masalah semuanya terletak di bilangan Gedong Kiwo, Toyota Eco Youth 2006-2007 temanya proyek Justru Membawa Berkah.” Itu Yogyakarta. Sebelum ada lomba, sebenarnya perbaikan lingkungan sekolah. SMAN 6 yang bukan slogan basa-basi yang tim SMAN 6 telah melaksanakan program terpilih mewakili provinsi DIYogyakarta dipampang di jalan-jalan. Namun prinsip pemanfaatan limbah pengolahan tahu dan berdasarkan penunjukkan langsung dari yang dianut siswa-siswa SMAN 6 Yogyakarta. kedelai di dua desa binaan. Di dua lokasi Dinas Pendidikan Provinsi DIY. Alasannya, SMA yang baru meraih penghargaan Toyota desa binaan itu mereka melihat limbah selama ini SMAN 6 dianggap maju dalam Eco Youth 2006-2007, itu kini dikenal sebagai tahu dibuang percuma. Paling-paling hanya penelitian tentang lingkungan. Sekolah “sekolah berwawasan lingkungan ini.” dimanfaatkan sebagai makanan ternak. ini juga memiliki program berwawasan Toyota Eco Youth merupakan program Tim SMAN 6 lantas mengadak an lingkungan yang diajarkan di sekolah. kerjasama antara PT Toyota Indonesia penelitian terhadap limbah pengolahan “SMAN 6 dianggap mampu dengan dengan Yayasan Kirei. Penghargaan tahunan tahu. Hasilnya, limbah tahu bisa diubah mengacu pada hasil yang pernah dicapai ini buat SMA dan SMK yang berhasil menjadi berbagai macam makanan. “Kami sekolah ini,” tandas Drs Sukirman, Wakil memperbaiki lingkungan sekolah mereka. melakukan percobaan pengolahan limbah Kepala Bidang Kesiswaan SMA 6, yang juga Tahun lalu, seleksinya hanay pada 15 sekolah kedelai menjadi kue dan keripik,” kata Deo pembina Tim lomba kali ini. Tim SMA 6 dari 7 provinsi di Jawa Bali, yang terpilih. Nur Fani, Ketua Tim. memilih tema pengolahan limbah. Mereka Persisnya lomba lingkungan ini hanya diikuti Sebenarnya, ada tema lain yang ingin membuat karya tulis bertajuk “Manajemen tim peserta dari 9 SMK dan 6 SMA. diangkat SMAN 6. Yaitu pembuatan briket Limbah Kedelai.” Toyota Eco Youth baru kali kedua ini dari arang. Namun tema itu sudah diambil L o m b a y a n g d i s p o n s o r i To y o t a digelar. Sebelumnya hanya untuk sekolah- 0 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 30 4/5/2007 9:34:58 AM
    33. BERMULA DARI SMA BAGIAN C S persisnya pada 1952. SMA CI masuk pagi, siswa. Perkaranya soal siswa yang merupakan MAN 6 Yogyakarta awalnya merupakan sedangkan dan SMA C2 masuk kelas siang. bekas Tentara Pelajar dan yang bukan Tentara SMA bagian C yang berdiri pada 17 SMAN C1 menempati gedung baru di Pelajar. Perbedaan sikap dan tingkah laku September 1949. Saat itu juga berdiri SMA Jalan Cornel Simanjuntak sejak 1957, bekas sehari-hari itu semakin meruncing. Sehingga Bagian A dan SMA Bagian B. SMA bagian gedung SMA A. SMA A, yang kelak bersalin sekolah memutuskan untuk memisahkan A merupakan jurusan sastra, sedangkan nama menjadi SMA 1 pindah gedung ke Jalan siswa dari kalangan Tentara Pelajar dan SMA bagian B jurusan eksakta. SMA Bagian HOS Cokroaminoto. SMAN C1 akhirnya yang bukan. Siswa eks TP yang masuk siang C diarahkan untuk murid dengan pilihan bernama SMAN 6 Yogyakarta, yang tetap hari memilih pindah gedung milik yayasan bidang studi ilmu ekonomi. menempati gedung di Jalan C SImanjuntak BOPKRI. Di awal pendirian SMA Bagian C, timbul sampai sekarang. Pemisahan sekolah pagi dan siang itu permasalahan berkaitan dengan latar belakang Farmasi Universitas Gadjah Mada peserta lain dan dinilai panitia SMAN Yogyakarta, pernah menjadi jawara 6 belum siap. Justru usulan mengenai penelitian. Arco mengusung riset pengolahan limbah kedelai diajukan, panitia berlabel “Pemanfaatan bonggol menilai baik. pisang.” Selain melaksanakan kegiatan di desa Budaya penelitian mendorong binaan, tim juga melakukan program anak-anak menyukai Kelompok lingkungan di sekolah. Di antaranya program Ilmiah Remaja (KIR). Jangan heran pemisahan sampah organik dan nonorganik bila KIR adalah kegiatan ekstra dan pembuatan tempat sampah inovatif. kurikuler yang paling banyak Anda bisa menyambangi SMA 6 jika ingin diminati siswa. Kegiatan KIR yang membuktikan betapa bersihnya lingkungan diadakan tiap hari Jumat ini dipisah sekolah ini. Tempat sampah dua warna untuk kelas IPA dan kelas IPS. tersedia di sudut-sudut sekolah. Persisnya Selain KIR, ada komunitas di 13 titik. “Kami juga melakukan sosialisasi menggelinding. Di antaranya melakukan lingkungan yang belum lama didirikan hidup bersih melalui poster-poster,” kata Gerakan Cinta Lingkungan. Sekilas MWGSC siswa. Yakni Muda Wijaya Green School Fatkurahman. mirip dengan KIR. Anggota MWGSC juga Community (MWGSC). Organisasi anyar Para juri setiap bulan menyambangi semuanya anggota KIR juga. “Bedanya, KIR itu kini bernaung di bawah kepengurusan sekolah untuk menilai perkembangan lebih pada penelitian sedangkan MWGSC ke Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). proyek. Penilaian memang didasarkan penerapannya,” kata Fatkhurrahman. Sebenarnya, keberadaan MWGSC tak lepas pada verifikasi, pelaksanaan dan hasil akhir. MWGSC kini tengah mengerjakan proyek dari ajang Toyota Eco Youth 2006-2007. Tenggat pelaksanaan proyek lingkungan pengolahan sampah menjadi kompos. “Peserta lomba harus dari sebuah wadah usai, para erserta dikumpulkan kembali di Kemudian penghijauan lewat penanaman yang menaunginya. Maka dibentuklah Jakarta. Bertempat di Cilandak Town Square, tanaman buah, tanaman obat dan tanaman MWGSC,” kata Drs Sukirman. peserta diberi kesempatan menyampaikan hias. Selain itu juga mengerjakan pembuatan Namun MWGSC bukan sekadar hidup presentasi dan memamerkan hasil kerja kertas daur ulang. saat ada lomba. Anggotanya saja kini mereka. mencapai 124 siswa. Kegiatannya terus Penilaian tak hanya pada hasil proyek m Fathoni arieF (Yogyakarta) yang dikerjakan. Justru penilain tertinggi pada partisipasi semua warga sekolah. Nilai TIAP TAHUN JAWARA KIR plus lainnya adalah kami mempunyai desa binaan,” kata Deo. • Juara 3 lomba KIR Tingkat SMA seDIY STIE SBI Yogyakarta (2004) • Juara 1 lomba penulisan esay tingkat SMA se Jawa (2004) • Juara 2 Lomba Karya ilmiah Pemerintahan Pelajar dan Mahasiswa Tingkat Nasional (2004) KENTAL BUDAYA PENELITIAN • Juara 1 Lomba Karya Tulis Lingkungan, DIY Jawa Tengah (2004) • Finalis Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional (2004) Soal penelitian SMAN 6 boleh dibilang • Juara 1 LKIR Nasional Bidang Teknologi (2005) jawaranya, setidaknya di wilayah Yogyakarta. • Juara Harapan 2 Penelitian Ilmiah Remaja tingkat nasional (2005) “Di sini kental banget budaya penelitiannya. • Juara 2 Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Depdiknas (2005) • Juara 3 Lomba Karya Ilmiah Umum tingkat nasional (2005) Banyak prestasi yang diraih dari berbagai • Juara 3 Lomba karya tulis ilmiah Dinas Pendidikan DIY (2005) ajang penelitian,” kata Fatkurrahman, • Juara 4 Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja Nasional (2006) menambahkan. • Juara 2 LKIR Nasional (2006) Misalnya, Arco, yang kini mahasiswa 1 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 31 4/5/2007 9:35:01 AM
    34. KEJURUAN Merambah Korea dan Amerika 2 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 32 4/5/2007 9:35:05 AM
    35.  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 33 4/5/2007 9:35:16 AM
    36. WAWANCARA KORUPSI DILAKUKAN DINAS DAN SEKOLAH  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 34 4/5/2007 9:35:32 AM
    37.  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 35 4/5/2007 9:35:34 AM
    38. WAWANCARA  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 36 4/5/2007 9:35:45 AM
    39. 7 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 37 4/5/2007 9:35:53 AM
    40. NONFORMAL MENGUSUNG STANDAR MATERI Foto-Foto: aYu n andini Suasana Rakor PTK-PNF di tiap penyelenggara. Kini kami ingin Cempaka, Jakarta, 22-25 Maret, itu diikuti tak menyamakan materi di setiap diklat pusat, kurang dari 150 peserta. Mereka dari Badan Direktorat PTK PNF mengguyur provinsi kabupaten dan kota,” kata Drs. Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Badan beasiswa dan memperbanyak Nasruddin, Kasubdit Pendidik, Direktorat Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP), diklat yang terjadual. Ada PTK-PNF. Badan Akreditasi Nasional-Pendidikan standarisasi pelatihan dan Nonformal (BAN-PNF). Hadir pula duta dari sejumlah forum PTK-PNF dan Balai materinya di semua daerah. STANDARISASI MATERI Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) dari berbagai daerah. Program pelatihan selama ini dilakukan P Pembahasan Rakor bertema Strategi E N D I D I K A N n o n fo r m a l i b a r a t di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan belantara yang belum tersentuh. Namun ada ketidakseragaman substansi Nonformal dalam Upaya Mewujudkan Bisa dibayangkan seperti apa hutan materi di setiap diklat. Akibatnya, lulusan Pendidik dan Tenaga Kependidik an belantara yang masih perawan. Sungguh pelatihan sulit menerapkan ilmunya di Pendidikan Nonformal yang Profesional amsal yang menggambarkan pendidikan berbagai daerah. Ujung-ujungnya, tak dan Bermartabat. Tema itu menjadi begitu nonformal masih perlu pembangunan luar banyak pendidik bisa memenuhi kebutuhan kontras dengan yang dinyatakan Profesor biasa banyak. Itulah pengandaian yang kompetensinya. Komang. Betapa meningkatkan mutu sampaikan Prof. Dr. Dewa Komang Tantra Subdit Pendidik Direktorat PTK-PNF selain “sesuatu” yang belum pernah disentuh. untuk memerikan kondisi pendidikan melaksanakan diklat, kini menggulirkan Langkah Depdiknas yang dilakukan nonformal. pelatihan khusus bagi para instruktur. Bahasa adalah pemberian beasiswa rintisan Dewa Komang, anggota tim akademisi kerennya Training of Trainer (TOT). “Tahun gelar jenjang S-1 dan peningkatan mutu pendidikan nonformal, menyampaikan ini, pertama kalinya kami mengadakan TOT, pelatihan para PTK PNF. Selama ini program pandangannya pada Rapat Koordinasi dan yang bertujuan membentuk sistem pelatihan pelatihan yang dilaksanakan di provinsi Sinkronisasi Peningkatan Mutu Pendidik berkesinambungan,” kata Nasruddin. masih belum optimal hasilnya. Berbagai Pendidikan Nonformal. “ Lulusan TOT nantinya akan disalurkan ke diklat di BPKB belum bisa diterapkan Rakor yang diselenggarakan Direktorat BPPLSP dan BPKB. “Mereka ini nantinya juga sampai ke tingkat kebupaten dan kota. Pendidik dan Tenaga Pendidik Pendidikan harus mencapai SKB di tingkat kabupaten/ “Penyebabnya, substansi materi tidak sama Nonformal (PTK-PNF) di Hotel Grand kota,” kata Nasruddin menambahkan.  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 38 4/5/2007 9:35:59 AM
    41. Pendidikan kabupaten/ Data Direktorat PTK-PNF mencatat 53.000 kota. Sedangkan yang orang calon instruktur. Hingga awal tahun berhak menjadi peserta 2007, mereka yang terjaring pelatihan diklat adalah para pamong belum sampai menjangkau 500 PTK PNF. belajar, pendidik kursus Mereka yang tersentuh TOT baru 180 dengan jabatan tertinggi pendidik PAUD, 180 tutor kesetaraan, dan 90 madya (golongan IV ) tutor keaksaraan. Sedangkan mereka yang atau golongan IIId yang telah mengikuti program diklat jumlahnya menuju ke IVa. tak lebih dari 400 orang pamong belajar dan Rakor juga menetapkan pendidik kursus. Tahun 2006, peserta diklat jadual pelaksanaan TOT mencapai 1.520 orang. dan diklat. Tahun lalu, Materi TOT dan diklat kini disusun di belum ada penjadualan tingkat pusat. Pada rakor itu tercapai yang rapi. Sebagai contoh, kesepakatan standarisasi materi diklat. Di ada beberapa provinsi antaranya, materi TOT yang diselenggarakan Para peserta dalam acara Rakor PTK-PNF yang melaksanakan diklat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) disusun mendahului jadual diklat Tim Florida. Anggotanya, terdiri dari 6 kependidikan pendidikan nonformal pusat. Penyebabnya dana instruktur yang telah mengikuti pelatihan mestinya adalah orang-orang yang punya diklat di daerah sudah cair. Nantinya, TOT dan penguasaan materi Beyond Centre and kompetensi dan berpendidikan. Selain dan diklat dilaksanakan dengan sistem Circle Time (BCCT) secara optimal. BCCT itu, sebagian besar PTK-PNF berharap paralel, yakni digelar bersamaan di beberapa adalah metode pembelajaran untuk anak mendapat jaminan kesejahteraan melalui kota. usia dini. Mereka ini ditunjuk langsung pengangkatan calon pegawai negeri Jadual yang disusun, misalnya TOT Direktorat PAUD. sipil (CPNS). Padahal, PNS mengharuskan pendidik PAUD dilaksanakan kurun April- Begitu juga materi TOT keaksaraan kualifikasi pendidikan tertentu. Mei. Lokasinya di Medan, Yogyakarta, disusun langsung pelatih dari Direktorat Direktorat PTK-PNF telah memberi Bali, dan Makassar. Sedangkan TOT tutor Pendidikan Masyarakat. Sedangkan Materi perhatian kepada para PTK-PNF sejak 2003 kesetaraan Paket B dilaksanakan pada TOT Kesetaraan disusun pelatih dari dalam bentuk program beasiswa rintisan Mei-Juni. Tempatnya di Padang, Surabaya, Direktorat Kesetaraan. gelar untuk jenjang S-1, S-2, dan S-3. Makassar, dan Jakarta. Selain itu juga Standarisasi tak hanya pada substansi Berdasarkan data 2006 lalu, Direktorat PTK- dijadualkan Forum Ilmiah PTK-PNF pada materi namun juga kriteria peserta diklat PNF telah menjalin kerjasama dengan tujuh Agustus 2007. dan TOT. “Peserta diklat dan TOT nanti perguruan tinggi negeri di Indonesia. Di “Rencananya acara forum ilmiah akan bukanlah orang yang sama atau bukanlah antaranya Universitas Pendidikan Indonesia, mengundang sekitar seribu peserta. Hal ini orang yang telah berulangkali mengikuti Bandung dan Universitas Negeri Jakarta. merupakan bagian dari rangkaian strategi pelatihan dengan kesempatan dan judul Tahun 2007 ini, jumlah perguruan tinggi peningkatan mutu PTK-PNF. Diharapkan materi yang sama,” kata Erman Syamsuddin, negeri yang terlibat program beasiswa tim akademisi pendidikan nonformal juga Direktur PTK-PNF. rintisan gelar bertambah menjadi 17. membantu merumuskan acara ini,” kata Peserta TOT adalah orang-orang yang Di antaranya Universitas Mulawarman, Nasruddin. berasal dari BPKB, BPPLSP, forum PTK- Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Program lain yang dikembangkan PNF (PAUD, Kesetaraan, dan Keaksaraan), N e g e r i G o ro nt a l o, d a n U n i ve r s i t a s Direktorat PTK PNF adalah beasiswa akademisi, serta Dinas Cendrawasih. Jurusan-jurusan yang pendidikan sarjana. disediakan, mayoritas Bahasa Inggris, Bahasa Pemberian beasiswa Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Luar pendidikan ini sungguh Sekolah. Sedangkan, Jurusan Pendidikan menjadi pekerjaan berat Anak Usia Dini hanya ada di UNJ. bila mengingat para PTK Program beasiswa rintisan gelar punya PNF sendiri ibarat belantara cita-cita maha berat. Belasan perguruan yang belum disentuh, tinggi ini setidaknya bisa mendongkrak meminjam istilah Profesor kualifikasi dari PTK PNF dengan beragam Komang tadi. Pertanyaannya: pendidikan. Setidaknya ada sekira 30.000 bagaimana bisa memberi kursus dengan 106 jenis keterampilan. beasiswa pendidikan sarjana Bandingkan dengan jurusan yang tersedia bila kompetensi para PTK di belasan PTN itu tadi. PNF belum jelas rimbanya. Sungguh bukan pekerjaan tak ringan. Dr. Suharsono MM, MPd, Fasli Jalal dalam acara Rakor PTK anggota BSNP, menegaskan -PNF para pendidik dan tenaga aYu n andini  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 39 4/5/2007 9:36:15 AM
    42. GURU MENGAJAR POLA, pengajaran sensitif gender. Dipandu oleh Lody Faat dan seorang aktivis perempuan dari Universitas Indonesia sesi itu berlangsung cuku seru. Lody Faat yang sehari-hari MENGAJAR KREATIF mengajar di Universitas Negeri Jakarta mengungkapkan bahwa pola berpikir para pendidik di Indonesia harus disegarkan kembali. Seorang wartawan senior mengkritik dunia pendidikan yang tidak Penyegaran ini terutama mengarah pada apakah teks yang digunakan tidak malah mengajarkan model penulisan kreatif. Para guru dianggap lebih suka memperkuat sikap-sikap stereotip. Seperti gaya laporan yang kaku dan sok sistematis. sikap patriarkal, rasis, dan kesenjangan sosial-ekonomi. Juga apakah guru secara B mengeksplorasi secara bebas segala hal. sadar atau tidak turut mengecilkan ambang Wisudo berdiri dikelilingi Lalu soal sistematika, dia menyarankan rumpum pengetahuan ter tentu dan tiga puluhan guru. War tawan supaya cukup pengantar, isi dan penutup meninggikan rumpun pengetahuan lain. senior bidang pendidikan itu lantas saja. Tidak perlu terlalu detil. Seperti meremehkan ilmu kesusastraan tapi membagi-bagikan kertas. Para guru lalu Dengan model penulisan seper ti menyanjung ilmu kealaman dan teknologi. mulai membacanya. Sekitar lima menit ini, wartawan yang aktif dalam gerakan Untuk memberi ilustrasi berbagai kemudian Bambang meminta komentar pendidikan alternatif ini yakin peserta persoalan, setiap malam para peserta merek a. Para guru pun bergantian didik akan lebih santai saat menulis sebuah menonton film dan mendiskusikannya. menyampaikan kesan-kesannya. laporan. Padahal untuk contoh laporan yang The School of Rock, I Not Stupid, dan Union Adegan itu adalah salah satu kegiatan dia bagikan saat itu, Bambang mengaku di antaranya. Workshop ini secara umum Workshop Guru Intelektual Transformatif di anaknya tampak murung dan tak sempat memperkenalkan pendekatan pedagogi Pusat Pelatihan Lembaga Penjamin Mutu bermain selama tiga hari. kritis kepada para guru. Peserta mengaku Pendidikan (LPMP), Banten, 16-18 Maret Bambang berharap tradisi menulis dapat sangat terkesan. Truman salah satunya. 2007. Para peserta datang dari berbagai Lelaki asal Kebumen Jawa k abupaten dan kota di Tengah yang telah 15 tahun provinsi muda itu. menjadi kepala SD di daerah Bambang Wisudo Serang ini mengaku bahwa menjelaskan, bahwa kertas materi semacam ini baru dia yang dia bagikan adalah kenal. fotokopi laporan tugas Pada ak hir workshop lapangan anaknya yang kini ini para peserta duduk di kelas 1 SMP. Dia mendiskusikan berbagai mengatakan, laporan itu kebijakan pemerintah di terlalu rinci dan detil. Padahal sektor pendidikan. Mereka dia telah mengusulkan sebuah membedah Undang-Undang bentuk laporan yang lebih Guru dan Dosen, berbagai sederhana pada anaknya peraturan pemerintah dan itu. Namun si anak menolak keputusan menteri. Para lantaran sistematika laporan pahlawan tanpa tanda jasa telah diplot oleh gurunya. Suasana berlangsungnya workshop pendidikan kritis m FailiKul isBah ini ingin turut memberi Wartawan kawakan itu masukan pada pembuat mengaku mulai sadar kalau berkembang lebih cepat dalam dunia kebijakan. Karena mereka menilai bahwa selama ini dunia pendidikan cenderung pendidikan. “Dengan demikian, masyarakat guru adalah subyek utama dalam upaya menjauhkan diri dari model penulisan kita terbiasa menyampaikan pendapat dan pencerdasan kehidupan bangsa. kreatif (creative writing). Para guru, katanya, beradu argumentasi secara santun,” ujarnya. Acara ini sendiri digagas oleh PMPTK, lebih menyukai gaya laporan yang kaku dan “Gara-gara tak biasa berdebat, masyarakat Koalisi Pendidikan, LPMP Banten dan sok sistematis. Padahal model seperti itu kita lebih suka menggunakan kekerasan,” ICW. Melalui jalur informal, gabungan malah mengungkung kreativitas nalar dan tambahnya. kelompok ini akan menyelenggarakan kemampuan bercerita anak didik. workshop serupa di Ciamis, Jawa Barat, April Sebagai jurnalis, Bambang menawarkan mendatang untuk para guru di kawasan pola penulisan yang biasa digunakan Penyegaran Pola Pikir wartawan. Sebuah kata kunci diturunkan Jawa Tengah bagian selatan, dan Juli di pada beberapa sub topik. Pada masing- Sebelumnya, peserta sempat berdebat Brebes untuk Jawa Tengah bagian utara. masing sub topik, penulis dapat panjang mengenai penumbuhan model m. FaliKul isBah 0 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 40 4/5/2007 9:36:18 AM
    43. Tjandra mampu menciptakan sebuah motor listrik. Pada 2005, ia menyertakan karyanya yang diberi judul “Molina (Motor Listrik Sederhana) dari Bahan Daur Ulang sebagai Media Pembelajaran Konstrukstivisme Motor Listrik bagi siswa Kelas 3 SMP”, dalam lomba karya ilmiah guru yang digelar LIPI di Jakarta. Ternyata, ia meraih juara pertama. Pada 2003, Tjandra kembali menyabet juara pertama dalam ajang Teacher Contest yang diselenggarakan IMSTEP- JICA Bandung. Ketika itu Tjandra membawa karyanya, Papan Romatik (Papan Feromagnetik Matematik). Hingga kini, Tjandra telah berhasil membuat sekitar 25 jenis alat peraga. Karya- karyanya itu antara lain Model Avometer, Magnet Apung, Motor Listrik Matematika, L a m p H o l d e r, K o m p a s S e d e r h a n a , Elektroskop Sederhana, Prisma Bunga Tjandra Heru Awan Bayangan, Cermin Bersudut, Lensa Air, Cakram Newton, Prisma Air, Tabung Boyle, Alat Praktek Barang Bekas Pipa Organa Terbuka, Cermin Three in One, Elektromagnetik Sederhana, Mesin Uap Sangat Sederhana, dan Tabung Resonansi Guru Tjandra Heru Awan berhasil menciptakan berbagai alat Sederhana. Kreasi Tjandra didengar banyak kalangan. peraga Fisika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan biaya murah. Sampoerna Foundation, sebuah lembaga Banyak sekolah beralih dari alat buatan pabrik. yang peduli pada pendidikan, akhirnya menjadikan Tjandra sebagai guru pakar D fisika di lembaga itu. Tahun lalu, Tjandra bertutur tentang awal ia berkreasi. IAM-diam, pertengahan tahun lalu “dipinang” Yayasan MEDCO lembaga yang Sekitar awal 2005, katanya, ketika Tjandra Tjandra Heru Awan mengajukan juga peduli pendidikan. MEDCO meminta mengajar Fisika di SMP 3 Malang, ia sempat surat permohonan pensiun. Namun, Tjandra mentransfer ilmunya kepada para minggat ke Jakarta selama sebulan. “Saya permintaan guru Fisika berumur 56 tahun guru Fisika di beberapa sekolah binaan merasa kurang cocok dengan sekolah itu ditolak mentah- mentah oleh atasannya, perusahaan minyak itu. tempat saya mengajar itu,” tutur Tjandra, Dra Niken Asih S, Kepala Sekolah SMAN 10 Berbagai kreasi Tjandra dianggap mampu tanpa menyebut alasannya. Ia pergi ke Malang, Jawa Timur. menggantikan alat-alat praktek buatan Jakarta untuk mencari pekerjaan lain. Meski usianya sudah layak pensiun, tapi pabrik yang harganya jauh lebih mahal. Alat Anehnya, pihak SMP 3 Malang pun tidak Tjandra masih dibutuhkan. Bapak empat anak buatan pabrik untuk praktek Gaya Lorentz, mencarinya. itu tergolong guru yang berprestasi. Dialah, Hukum Ohm, dan Percobaan Oerstead, guru Fisika yang berhasil menciptakan Yang mencari malah Niken Asih, Kepala misalnya, berharga Rp 3 juta sampai Rp 4 berbagai alat praktek atau alat peraga yang Sekolah SMAN 10 Malang. Tjandra memang juta. Tjandra mampu membuat “tiruan”-nya sangat menunjang pelajaran Fisika. Uniknya, nyambi mengajar di sekolah ini. Begitu dengan modal Rp 20.000, dari kardus bekas, Tjandra sebenarnya tak berlatar belakang Tjandra pulang dari Jakarta, Niken langsung styrofoam, lem, selotip dobel, aluminium pendidikan Fisika. Lelaki asal Nganjuk, Jawa merekrutnya sebagai guru tetap. foil, baterai besar, dan papan triplek. Alat Timur, itu lulusan program D3 Matematika praktek itu ia namai Paranglina (Papan Listrik dari IKIP Malang. Kisah Karir Mengajar Sederhana). Tak ayal lagi, banyak sekolah Toh, hasil kreasinya dianggap luar biasa. kini lebih memilih membeli karya Tjandra Peralatan yang diciptakannya tak hanya Tjandra memulai karirnya sebagai guru ketimbang membeli buatan pabrik. digunakan di sekolah tempatnya mengajar, pada 1975 di Nganjuk. Pada 1979 ia menetap Motivasi awal Tjandra membuat alat-alat tapi juga sudah dijual ke berbagai sekolah di Malang dan mengajar di SMA Widyadarma praktek Fisika itu sama sekali bukan uang. lain. Bahkan Tjandra kerap diundang sebagai Turen, dan kemudian di SMPN 17 Malang. “Saya hanya ingin pelajaran Fisika gampang guru tamu, atau pembicara di forum- Di antara kesibukan mengajar, Tjandra dipahami, dan menyenangkan, tidak bikin forum guru Fisika untuk menjelaskan hasil mulai berkreasi membuat alat-alat peraga siswa bingung,” kata Tjandra. karyanya. pelajaran Fisika, dari barang-barang bekas. Kepada PENA PENDIDIKAN, Tjandra Setelah melalui beberapa eksperimen, es castra dan mukti ali 1 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 41 4/5/2007 9:36:27 AM
    44. BAHASAN KHUSUS Masih Banyak KARTINI BERPRESTASI 2 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 42 4/5/2007 9:36:33 AM
    45.  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 43 4/5/2007 9:36:37 AM
    46. BAHASAN KHUSUS None Jakarta Mengurus Pendidikan  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 44 4/5/2007 9:37:09 AM
    47. Prestasi Sang Pengagum Ibu  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 45 4/5/2007 9:37:12 AM
    48. BAHASAN KHUSUS  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 46 4/5/2007 9:37:21 AM
    49. 7 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 47 4/5/2007 9:37:49 AM
    50. BAHASAN KHUSUS Seperti Mimpi di Istana Negara  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 48 4/5/2007 9:38:08 AM
    51. Jemari Lincah dan Cincin Kertas  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 49 4/5/2007 9:38:10 AM
    52. FIGUR L angit Bogor cerah dan bersahabat sri nurhidayah pada akhir Maret lalu. Suasana direktur lembaga Pengembangan insani Sekolah Smart Ekselensia di Jalan Raya Parung, Jampang, Kemang, Bogor Jawa Baznas dompet dhuafa Barat, nampak riuh. Azan yang menggema menggiring siswa sekolah itu menuju masjid. Seorang perempuan mengenakan seragam batik biru dipadu celana dan jilbab putih mengikuti berjamaah. Suasana tertib tapi penuh keakraban. Sang perempuan muda, yang tak lain Sri Nur Hidayah, 35 tahun, adalah Direktur Lembaga Pengembangan Insani. Lembaga milik Dompet Dhuafa ini yang menyelenggarakan Sekolah Smart Ekselensia. Sedangkan jamaah siswa-siswa yang tertib salat itu adalah anak-anak miskin dari sekujur daerah di Tanah Air. Mereka bersekolah sekaligus tinggal di asrama. Nurhidayah memoles anak miskin itu menjadi percaya diri, berprestasi dan memiliki kemampuan di atas rata-rata. Tugas cukup berat bagi Nurhidayah, buat menyelenggarakan pendidikan gratis tapi menghasilkan siswa jempolan. TAK JADI PENGACARA S e j at i nya t a k p e r n a h te r b aya n g di benak Nur Hidayah, di usianya yang masih muda akan memimpin lembaga pendidikan. Pendidikan gratis lagi. Lembaga KARTINI Pengambangan Insani membuka tiga program unggulan yakni Smart Ekselensia Indonesia, Beastudi Etos, dan Makmal Pendidikan. Smart Ekselensia merupakan MENGEMBAN program sekolah menengah berasrama bagi para siswa lulusan SD dari seluruh Indonesia. Beastudi Etos merupakan beasiswa yang diberikan pada siswa lulusan SMU yang MISI KENABIAN diterima di sebelas Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sedangkan Makmal Pendidikan adalah program yang ditujukan bagi peningkatan kualitas guru dan sekolah lewat pelatihan dan pendampingan Jabatan dan tugasnya sekarang ini Nama : Sri Nurhidayah memang jauh berbeda dengan keinginan Tempat tanggal lahir : Bogor 29 Agustus 1972 Nurhidayah selepas SMA dulu. “Saya ingin Alamat : Jl.Raya Semplak Gg.PLN No.14 Bogor sekali mendaftar jadi mahasiswa ITB (Institut Suami : Yanmarshus Bachtiar Teknologi Bandung). Akan tetapi kakak Anak : M.Karim Bachtiar saya menyarankan saya masuk Fakultas Pendidikan : Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta (S-1) Pascasarjana Hukum Universitas Indonesia,” kata Nuk, Jurusan Psikologi Pendidikan UI (S-2) panggilan akrab perempuan kelahiran Hobi : Membaca Bogor 29 Agustus 1972 ini kepada PENA Prestasi : Lulus tercepat Angkatan 1998 di Psikologi Pendidikan UI PENDIDIKAN. Motto : Berikan yang terbaik untuk Setiap Pekerjaan Nuk menuruti keinginan kakaknya 0 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 50 4/5/2007 9:38:15 AM
    53. itu. Ia bahkan menyelesaikan kuliah SEKOLAH BEBAS BIAYA FHUI dengan didasari keinginan menjadi pengacara handal. “Saya punya prinsip melakukan segala sesuatu dengan optimal S iapa yang menyangka jika bangunan megah seluas dua hektare, bercat putih dengan garis dan memberikan yang terbaik bagi setiap biru dihuni para siswa miskin namun cerdas, dari berbagai pelosok negeri. Asrama, ruang pekerjaan,” kata Nuk. Saat kuliah, Nuk juga bermain, mesjid, interior modern dan fasilitas lengkap di setiap ruangan belajar menambah aktif di kegiatan ekstra kampus. Di antaranya kenyamanan bagi setiap siswa yang beruntung mendapat kesempatan belajar disekolah ini. mengajar di Taman Pengajian Al Quran Gratis pula. (TPA) Al Fath di Fakultas Hukum UI. “Tapi Smart Ekselensia Indonesia memang diniatkan pendirinya menjadi sekolahnya kaum saya mengajar di sana enggak lama, karena dhuafa (fakir miskin). Smart sendiri kependekan dari Sekolah Menengah Akselerasi saya tidak suka dengan anak kecil,” ujar Nuk Internat (asrama). Smart kini membuka kelas setingkat SMP dan SMA. Lama belajar sambil tertawa. hanya lima tahun: dua tahun program akselerasi di SMA, sedangkan di SMP tetap tiga tahun. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Sampai saat ini hanya murid laki-laki yang bersekolah di sana. Bahkan syaratnya, adalah hanya lulusan SD yang memiliki rangking 1-5, yang menjadi siswa Smart. Setiap tahun, Seperti orang kebanyakan, Nuk percaya sekolah yang memiliki misi melahirkan manusia unggul yang berbudi mulia, mandiri, dan pada rezeki, jodoh, dan maut ada di tangan berprestasi serta berjiwa sscial ini menerima 35 orang siswa. Menurut panitia penerimaan Allah SWT. “Saya percaya jika hidup saya siswa baru, setiap tahun siswa yang mendaftar jadi murid Smart terus meningkat. Tahun mengalir seperti air,” ujarnya berfilsafat. Jalan 2007 ini peminatnya mencapai 800 orang. hidup membawanya ke dunia pendidikan. Selepas dari Fakultas Hukum pada 1995, KURIKULUM KHUSUS ia tertarik pada psikologi. “Orangtua saya Berbeda dengan sekolah lain. Smart Ekselensia menerapkan sistem kurikulum khusus mengajarkan agar saya tidak dibatasi dan program akselerasi. Ciri kurikulum khusus menerapkan kegiatan terpadu antara sistem mengusai satu ilmu. Meskipun saya pendidikan di sekolah dan pendidikan asrama. mendalami ilmu hukum, saya juga tertarik Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan psikologi. Terutama psikologi (KTSP), tapi ada plusnya. Nilai plus tersebut diberikan pada pelajaran Matematika, perkembangan,”ujar ibu dari Muhammad IPA terpadu, IPS terpadu dan Teknologi informasi di tingkat SMP. Begitu juga dengan Karim Bachtiar, 3 tahun, sambil merapikan kurikulum SMA. jilbabnya. “Yang kami butuhkan adalah bagaimana menyamakan visi dan potensi akademik yang K e t e r t a r i k a n ny a p a d a p s i k o l o g i sama. Saat mereka, siswa mendapat martikulasi, khususnya untuk Matematika dan Bahasa perkembangan ia wujudkan dengan Indonesia. Mereka harus bisa mencatat dengan benar (mind mapping) dan membaca mengikuti kuliah program Pasca Sarjana dengan cepat (speed reading),” ujar Sri Nurhidayah. Jurusan Psikologi Pendidikan di UI Jakarta Selain itu percakapan bahasa Inggris juga memiliki proporsi yang lebih meskipun tidak pada 1997. Predikat lulus tercepat diraih dijadikan sebagai bahasa sehari-hari. Di Smart ada English Area dan English Day. English Nuk dengan bangga pada 2001. Nuk juga Area adalah tempat-tempat di mana setiap siswa wajib menyapa orang dalam bahasa bangga karena lulus dengan biaya sendiri. Inggris, seperti di ruang guru, lorong, dan halaman tempat parkir. Sedangkan pada hari Tanpa bantuan beasiswa dari lembaga Senin, sekolah menerapkan English Day. Guru bahasa Inggris juga wajib tinggal di asrama. mana pun. Nuk memang tergolong orang yang BERPRESTASI OLIMPIADE SAINS pandai menabung. Selama dua tahun sebelum mengambil kuliah S-2, Nuk sudah Meskipun baru berusia tiga tahun, Smart Ekselensia memiliki prestasi membanggakan. mengajar di Sekolah Madania Boarding Salah satunya, prestasi yang direngkuh Muhammad Husein. Bocah kelahiran Bojong, 30 School (SMBS) Madania, Parung, Bogor. Mei 1992 ini berhasil menjadi Juara III Olimpiade Sains Nasional bidang Fisika. Madania adalah Sekolah yang melakukan Keberhasilan Husein mengukuhkan keyakinan jika anak miskin cerdas, dikelola dengan sistem internat (asrama) dengan wawasan baik bisa menjadi kebanggaan negeri. Jika disia-siakan bisa jadi gelandangan. Husein dan kurikulum internasional. Saat itu pernah menyabet penghargaan peserta terbaik lomba Olimpiade Sains Nasional tingkat Madania berada dalam pengawasan Yayasan Provinsi Jawa Barat dan Juara I Lomba Matematika yang dilaksanakan Jaringan Sekolah Paramadina milik Nurcholis Madjid. Pimpinan Islam Terpadu se-Jabodetabek. Sekolah saat itu adalah Komarudin Hidayat, Keberhasilan Husein memotivasi rekan-rekannya. Victor Febriandi, misalnya, Siswa yang sekarang menjabat Rektor Universitas asal Medan ini berhasil menjadi Juara I Lomba Tahfidz (menghapal Al-quran) 30 juz yang Islam Negeri, Jakarta. dilaksanakan oleh JSIT. “Namun karena ada beberapa perbedaan Tidak hanya dalam bidang akademik dan keagamaan Smart Ekselesnsia sukses misi antara para guru di Madania dengan menciptakan bibit unggul. Dalam bidang olahraga, Amma Mulia R menjadi juara II lomba Cak Nur, akhirnya satu persatu guru keluar, tenis meja Kabupaten Bogor. Sedangkan tim Futsal Smart Ekselensia mampu mengukir termasuk saya,” ujar Nuk yang mengajar prestasi sebagai juara II tingkat JSIT se-Jabodetabek. mata pelajaran PPKN di Madania. 1 April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 51 4/5/2007 9:38:16 AM
    54. FIGUR KELUARGA MILITER SUKA MEMBACA T sangat memperhatikan pendidikan dan buku bacaan anak-anaknya,” erlahir dari keluarga militer tidak membuat Sri Nurhidayati ujar perempuan berdarah Klaten Jogjakarta ini menceritakan alasannya kaku dalam bergaul. Pertemuannya dengan berbagai macam kenapa dia sangat menyukai baca buku. suku daerah dan pola hidup militer yang berpindah-pindah membuat Kesukaannya akan membaca buku jugalah yang mebuat Nuk Nuk lebih mudah memahami karakter setiap orang. mengagumi Muhamad Hatta. Menurut Nuk, Bung Hatta rela tidak Ayahnya Amat Asro, 55 tahun, yang pensiunan TNI Angkatan menikah sebelum Indonesia merdeka. Hal itu adalah perjuangan yang Udara dan ibunya Sri Tuminati, 53 tahun, menerapkan pola luar biasa. Saat dia meninggal pun dia tidak memberikan warisan pendidikan disiplin sejak dini. Membaca dan wajib menjadi sarjana, kekayaan yang berlimpah tapi buku bacaan dan ide-ide ekonomi adalah dua hal yang harus dilakukan saudara-saudaranya. kerakyatan. “Sejak kecil ibu saya selalu membelikan majalah Bobo dan buku- buku bacaan, meskipun ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa, tapi dia seluruh fasilitas yang ada seharga Rp 6,8 Toh, garis hidup pula yang menuntun miliar kepada Dompet Dhuafa. Nuk pada akhirnya tetap bekerja di Gedung Sebenarnya, seepas dari Madania, nuk SMBS Madania. Karena gedung tempat telah bekerja di Sekolah Dwi Warna, masih Nuk sehari-hari bekerja tak lain di Madania Murid saya lulus di daerah Parung, Bogor. Sekolah Dwi Warna juga. Madania pada perjalanannya menjual semua dan keterima di juga model sekolah yang memiliki asrama. tanah, gedung dan beberapa universitas. Cuma memiliki kurikulum berbeda dengan Madania. “Di Dwi Warna itulah Jam tiga subuh mereka saya juga kuliah S-2 psikologi,” ujar menelepon saya, Nuk, sempat menjabat wakil direktur memberitahu mereka kurikulum di Sekolah Dwi Warna lulus. pada 1998. Sri Nurhidayah Ada satu pengalaman berkesan yang tidak akan menjadi tenaga pendidik di LPI. Selain uji pernah dilupakan Nuk, tertulis, psikotes, wawancara dan micro saat dia mengajar di Dwi teaching. Setelah lulus baru ada pelatihan, Warna. Persisnya, ketika tidak ada unsur nepotisme rekrutmen guru dia diberi amanah menjadi atau pengurus asrama,” kata Nuk. wali kelas khusus anak yang mendapat beasiswa. “Murid saya lulus semua TEGAS DAN EGALITER dan keterima di beberapa universitas. Jam tiga subuh Kariernya di LPI, bermula dari instruktur di mereka menelepon saya, Makmal Pendidikan. Setelah menjadi trainer, memberitahu mereka ia mengajar PPKN di Smart Ekeselensia. Saat lulus. Saya teriak kenceng itu LPI masih mendapat pengawasan dari banget saking senangnya, Baznas Dompet Dhuafa Ciputat. Suatu ketika, padahal saya masih tinggal pimpinan LPI berhalangan hadir. Semua guru di “metro” alias mepet rumah dan staf melakukan rapat memilih pejabat orang. Tetangga saya k aget sementara (PJS). “Setelah melalui proses mendengar teriakan saya itu,” musyawarah yang alot dengan kualifikasi kata Nuk, dengan mata berbinar khusus, akhirnya saya terpilih menjadi PJS,” mengingat peristiwa berkesan itu. ucap perempuan pengagum lagu ciptaan Pa d a a w a l 2 0 0 4 , D o m p e t Ismail Marzuki itu sambil mengangkat Dhuafa mengambilalih Madania ponselnya. Saat diwawancarai, ponsel Nuk dan mendirikan Lembaga seringkali berdering. Pengembangan Insani. Nuk melamar Jabatan itu diembannya hingga sekarang. menjadi tenaga pendidik di lembaga Nuk tetap berkantor di ruangan kaca, yang didanai Ziswaf (Zakat, Infak, para karyawan biasa menyebut ruang Shodaqoh dan Wakaf ) itu. “Ada sang direktur. Sebab memang interior beberapa tahapan untuk bisa ruang berukuran 200-an meter persegi 2 Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 52 4/5/2007 9:38:39 AM
    55. kehidupan rumah tangga dan karier. lewat, yang muncul adalah Bagaimana pun juga laki-laki dan perempuan perubahan kearah yang yang memiliki keistimewaan masing-masing. lebih baik,” katanya. Semangat berbagi dan menyadari fungsi MENGEMBAN MISI masing-masing sangat penting untuk menanamkan sikap saling pengertian. KENABIAN Selain faktor keseimbangan dalam kehidupan rumah tangga dan karier, Ketegasan dan egaliter perempuan Indonesia juga harus tidak cukup menjadi modal memikirkan pendidikkan bangsa ini. “Kita utama bagi Nuk , untuk harus menyadari bahwa bangsa kita bangsa menjadi pemimpin yang baik. yang kaya, tapi kita tidak punya apa-apa. Sebagai seorang perempuan Enggak mengapa kita miskin, tapi memiliki yang memegang amanah kemampuan untuk maju. Orang miskin besar, Nuk harus senantiasa seperti Jepang yang tidak punya daerah bekerja keras. Bagi Nuk pertanian tapi bisa menciptakan pendidikan seorang pemimpin baik laki- yang lebih baik,” ujarnya. laki atau perempuan sama Nuk pun menyadari bekerja di LPI saja. Yang penting seorang mengemban misi sosial juga agama. Sebab pemimpin itu memiliki kualitas ia mendapat amanah dari para pembayar dan manajemen yang bagus zakat yang terkumpul di Dompet Dhuafa. dalam mengelola anak Satu hal yang membuat ia betah dan selalu buahnya. menjaga amanah. Ya, mengemban misi “Saya mengagumi kenabian, kata Nuk. beberapa tokoh perempuan. Seperti Kartini misalnya. eva rohilah M e n u r u t s aya Kartini itu mengemban misi profetis (misi kenabian). Dengan bukunya yang terkenal, itu berdinding kaca tembus pandang. Habis Gelap Terbitlah Terang Kata Nuk agar mudah mengawasi para pada prinsipnya sama dengan stafnya di seberang ruangannya. Mengawasi usaha Nabi Muhammad SAW langsung? Ya, satu ciri khas kepemimpinan membawa umat manusia dari Nuk adalah ketegasan dan egaliter. zaman kegelapan menuju “Ibu Nuk tidak pernah membedakan zaman yang terang benderang,” yang mana atasan dan yang mana bawahan, ujar istri dari M.Karim Bachtiar dia memperlakukan staf dengan adil ini beranalogi. dan egaliter, dan satu lagi. Dia tegas,” Menurut Nuk, sebenarnya ujar Amru Asykari Kepala Sekolah Smart apa yang dicita-citakan Ekselensia, yang saat itu membantu Nuk K ar tini adalah signifik an memperlihatkan beberapa dokumentasi dengan keadaan sekarang. dan prestasi siswa Smart Ekselensia. Mnurut Nuk, riset juga Ketegasan Nuk dalam bersikap banyak membuktikan jika seorang diilhami oleh tauladan Saidina Umar Bin ibu memberikan peran Khattab. Umar Bin Khattab adalah sahabat yang amat penting bagi Nabi Muhammad SAW yang terkenal tegas tonggak masa depan anak. dan pemberani. Ketika Umar menjabat Ketik a ibunya memilik i khalifah, ketegasan, karakter dan keteguhan wawasan, maka anaknya hatinya tidak pernah lekang sejak beliau pun memiliki wawasan yang mendampingi Muhammad SAW sampai luas, jadi sepertinya ini yang akhir hayat. diperjuangkan kartini. “Saya pengagum tokoh Umar Bin Selain itu, Nuk Khattab. Karena Beliau tegas dan pemberani, juga mengingatkan ketika ketegasan itu dilakukan memang kaum perempuan akan dampak awalnya secara psikologi tidak enak. keseimbangan dalam Akan tetapi setelah ketidaknyamanan itu  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 53 4/5/2007 9:38:49 AM
    56. PERISTIWA 7 Maret lalu. ”Target program telah lebih dari 90 persen dijalankan,” kata Hendra, koordinator lapangan Rumah Ceria Dukuh Jembangan. Rumah Ceria di Jembangan berdiri paling awal. Persisnya dua hari setelah gempa mengguncang Jogjakarta. Kini Yayasan Nanda Dian tengah menyusun program baru untuk Dukuh Jembangan. Mereka menggandeng Japan International Corporation Agency (JAICA), LSM asal Jepang. Selama ini pendanaan Rumah Ceria disokong penuh JAICA. Program anyar itu dibahas dalam simposium yang digelar di Jogjakarta, 14 Maret lalu. Selama hampir setahun Rumah Ceria hadir, banyak program mereka jalankan. ”Metodenya apa adanya,” kata Hendra. ”Apa Foto-Foto: doK. trauma Kid adanya” yang disebut Hendra benar-benar apa adanya. Misalnya, dalam memenuhi kebutuhan belajar anak-anak, tidak di ruang kelas. Ruang belajar mereka biasa disebut Hendra bersama warga Rumah Ceria dan perwakilan JAICA ”hotel banyak bintang.” Yang disebut hotel TAK LAGI DI HOTEL tak lain tenda darurat di sekitar puing-puing bangunan. Terhadap sekolah yang masih bisa dipakai ruang kelasnya, Rumah Ceria memberi bantuan sejumlah fasilitas sekolah, BANYAK BINTANG seperti meja-kursi, alat-alat tulis, dan alat- alat pendukung laboratorium. TERAPI MUSIK DAN CERITA Setelah setahun bersama anak korban gempa Jogjakarta, Rumah Di awal kerjanya, sekira 50-an relawan Ceria Jembangan (Trauma Healing Centre) ditutup. Melakukan terapi Rumah Ceria melakukan kunjungan ke pemulihan kejiwaan anak, hingga bantuan beasiswa. Intensif dan rumah-rumah penduduk korban gempa. dekat, kata kuncinya. Relawan berupaya mengenal latar belakang dan pribadi anak. Juga sumber penyebab anak menjadi trauma. Setelah terkumpul Ketakutan si bocah juga dirasakan ribuan Tuhan, data, anak-anak itu dipilah-pilah berdasarkan anak lainnya di sana. Tak terkecuali orang Membuat dunia kiamat sekarang, tingkat trauma. Bukan dipisahkan menurut dewasa. Memulihkan kondisi kejiwaan Kau bisa kelas, melainkan perbedaan perlakuan bagi yang terguncang karena peristiwa gempa Menghancurkan bumi ini sekarang, mereka yang mempunyai tingkat trauma dahsyat bukan persoalan gampang. Itulah Kau bisa serius. tugas mulia yang diemban Rumah Ceria Aktivitas trauma healing dibagi dalam dua Tapi kenapa Kau buat gempa di sini? Dukuh Jembangan yang berfungsi sebagai Tuhan, program utama: terapi dan pendampingan Trauma Healing Centre. Rumah Ceria yang Hentikan gempa ini, biarkan kami sekolah. Terapi meliputi terapi gambar, didirikan Yayasan Nanda Dian Nusantara bermain dan belajar kembali.... bercerita dan musik. ” Terapi dengan asuhan Roestin Ilyas ini berlokasi di Dukuh gambar, cerita dan musik jauh lebih efektif S Jembangan RT 02/02 Segoroyoso, Pleret, mengurangi trauma pascagempa pada epenggal puisi dari seorang anak Kabupaten Bantul. Jembangan kala gempa anak,” kata Hendra. korban gempa berusia 12 tahun ini melanda hampir 95% bangunan rubuh. Terapi melibatkan anak secara langsung menjadi gambaran betapa gempa Di Jembangan, sediikitnya 50 anak untuk bercerita. Bisa bercerita langsung, menjadi momok dan sumber ketakutan menjadi perhatian Rumah Ceria. Rumah bisa juga melalui coretan-coretan, curahan yang terus menghantui. Gempa 26 Mei 2006 Ceria juga dibuka di Bantul (9 buah) dan hati, dan menyanyi. Karya para bocah itu yang meluluhlantakkan Daerah Istimewa Sleman (1 buah). Tugas memulihkan memerikan kegelisahan, ketakutan, dan Jogjakarta dan sekitarnya menyisakan kejiwaan anak-anak pascagempa itu diakhiri keputusasaan. trauma yang dalam pada diri sang bocah.  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 54 4/5/2007 9:38:51 AM
    57. Dian adalah membantu memulihkan kembali usaha para warga. Sebelum gempa meluluhlantak k an Bantul, mayoritas penduduk Jembangan adalah wirausaha skala kecil. Rencanannya, program yang dijalankan lewat bentuk koperasi ini digulirkan Juni mendatang. Jumari, Kepala Dukuh Jembangan tak bisa menyembunyikan rasa Kegiatan wisata sejarah syukurnya dengan kehadiran gempa diperparah Rumah Ceria. “Saya sendiri mengalami Sedangkan program dengan ”dibuangnya” Fari oleh bapak- trauma yang tidak bisa hilang sekaligus, pendampingan sekolah, lebih fokus pada ibunya. Para relawan menjadi trenyuh tetapi program-program Rumah Ceria bantuan buat anak untuk mendapatkan tatkala mengetahui orangtua Fari berupaya sangat membantu warga,” kata Pak Dukuh. kembali pendidikan. Bantuan bisa berupa memberikan sang anak kepada orang lain. Menurut Pak Duku, harapan dan motivasi penyediaan alat-alat sekolah, atawa bantuan Merasa tersingkir, membuat Fari yang untuk bangkit dari keterpurukan telah beasiswa untuk biaya pendidikan ke depan. pendiam memilih jalan pintas: bunuh diri. tumbuh pada diri warga. Bahkan hanya ”Pascagempa banyak anak anak putus Persoalan lain yang dihadapi relawan selang sebulan setelah gempa, rumah- sekolah. Penyebabnya, karena kehilangan tak sekedar trauma gempa. Anto, sebut rumah didirikan kembali. “Kami memulai sarana dan prasana sekolah atau faktor saja begitu murid kelas 6 SD. Dikenal dari memperkenalkan kembali kegiatan ekonomi keluarga yang memburuk setelah teman-temannya sebagai ”ahli meramu” gotong-royong yang hilang di dukuh ini,” gempa,” ujar Hendra menjelaskan. minuman keras oplosan. Tak jarang Anto kata Hendra. Kegiatan membangun rumah Pendekatan lain dilakukan relawan menjual minuman oplosan itu secara paksa belajar juga dilakukan dengan gotong- Rumah Ceria dengan menyelami pribadi kepada teman sebayanya. Permasalahan royong. Kehadiran Yayasan Nanda Dian anak dan keluarga. Intensif dan dekat itu menjadi semakin parah begitu gempa juga menyisakan sebuah balai desa untuk kata kunci para relawan. ”Seperti ruang menghancurkan ”pabrik” mirasnya. berbagai kegiatan warga, termasuk kegiatan curhat,” kata Hendra. Ruang konseling Menghadapi persoalan kejiwaan anak bermain anak. Rencananya, di balai desa seperti ini menampung uneg-uneg dan yang kumpleks, relawan Rumah Ceria inilah koperasi akan dijalankan. persoalan apa pun yang dihadapi warga. didampingi tenaga-tenaga profesional, Rumah Ceria memang telah ditutup. Hendra yang hampir 15 tahun menjadi seperti psikolog dan ahli terapi Reiki Yoga Namun kehadirannya tak pernah hilang. relawan, cukup mampu berempati terhadap dari Ista Dewata Jakarta. Setidaknya bagi puluhan anak di Jembangan permasalahan warga. Memberi wawasan tentang penyelamatan dan ratusan anak lainnya di Bantul dan Permasalahan yang cukup banyak adalah diri dari bencana adalah tahapan program Sleman yang merasakan sentuhannya. kurangnya perhatian orangtua terhadap lanjutan bagi para korban. Korban trauma Mestinya, keberadaan Trauma Healing Center anak. Sekira 60% warga yang berprofesi pada tingk at ter tentu harus diajari semacam Rumah Ceria ini mutlak ada di sebagai wirausaha, sebagian besar memberi menghadapi bencana serupa atau bahkan berbagai lokasi yang dilanda musibah. perhatian anak-anak mereka hanya dengan yang lebih parah yang mungkin terjadi. limpahan materi. Dampaknya, begitu murnita dian Kartini (Bantul, Yogyakarta) Pemberian pengetahuan seperti orangtua tak mampu memberikan uang ini terkesan terlambat, tapi dan mainan lantaran usaha mereka hancur, bisa mengurangi rasa waswas para orangtua stres. Anak-anak pun semakin berlebihan. Mereka yang telah kehilangan perhatian. dewasa diberi simulasi teknik Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan penyelamatan diri saat bencana warga acapkali menurun pada sang anak. (self surviving techniques), P3K, Relawan dibuat kesulitan mengenali pribadi dan penanganan korban secara sang anak, lantaran tak sedikit anak yang sederhana. menghadapi musibah dengan sikap yang bikin para relawan terhenyak. DIMULAI GOTONG Sebut saja Fari, siswa kelas 3 SD. Usai gempa merubuhkan rumahnya, Fari ROYONG melakukan percobaan bunuh diri hingga tiga kali. Kala gempa, badan Fari tertimpa Program anyar yang akan Trauma healing lewat permainan bagian bangunan rumah. Trauma dengan dikembangkan Yayasan Nanda  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 55 4/5/2007 9:39:00 AM
    58. 12_PENA gab.indd 56 4/5/2007 9:39:22 AM
    59. 12_PENA gab.indd 57 4/5/2007 9:39:27 AM
    60. KRONIKA INSENTIF GURU TERPENCIL D epartemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan memberikan insentif bagi guru yang ada di daerah t e r p e n c i l. Ta h u n 2 0 0 7 i n i , t e l a h dianggarkan insentif tambahan bagi 20.000 orang guru. Menurut Giri Suryatmana, Sekretaris Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, besarannya insentif itu Rp 5 jutaan untuk setiap guru. Dana itu diberikan satu kali dalam satu tahun anggaran. “Intensif dapat digunakan sebagai biaya kemahalan hingga untuk menunjang biaya pengambilan gaji di daerah doK. dePdiKnas terpencil,” kata Giri. Kebijakan seper ti ini, kata Giri, sebenarnya sudah dimulai pada 2006 Selain itu, pada umumnya guru SD adalah bertugas di daerah itu. Jika pun ada, lalu. Tapi jumlahnya baru 2.000 orang wanita sehingga kerap terjadi perpindahan biasanya mereka tak banyak yang bertahan guru. Dalam survei ketersediaan tenaga dengan alasan karena mengikuti suami lama. Kendala ini, sebenarnya dipicu juga guru yang dilakukan Depdiknas dan dan biasanya ke kota besar. “Saat ini oleh belum adanya penghargaan yang Bank Dunia pada 2006, tercatat 68% pemerintah berupaya menyelesaikan memadai bagi guru yang mengajar sekolah di perkotaan kelebihan guru. permasalahan itu. Selain pemberian di daerah khusus dan terpencil. Di Sebaliknya, di daerah terpencil tercatat insentif tambahan, dalam rembuk nasional samping itu, belum diperhatikannya 70% sekolah kekurangan guru. Adapun yang akan dilaksanakan pada April kelangsungan pendidikan putra-putri di daerah pedesaan, antara sekolah mendatang akan dibangun kesepakatan guru yang mengajar di daerah terpencil yang kekurangan dan kelebihan guru dan komitmen antara pemerintah pusat, serta terbatasnya fasilitas rumah dinas. seimbang. provinsi, dan antarkabupaten/kota sesuai Persoalan semakin rumit lantaran Menurut Giri, faktor yang sering peta kebutuhan,” kata Giri. kewenangan distribusi tenaga pendidik ditemukan terkait kekurangan guru di ada di dinas pendidikan kabupaten/kota. daerah terpencil karena rendahnya minat roBi sugara GRATIS BUAT SWASTA K swasta mendapatkan dana BOS sebesar Rp 29.500, totalnya abar gembira siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah menjadi Rp 109.500. Menengah Pertama (SMP) swasta di Jakarta. Pemerintah Agus menambahkan, tidak semua sekolah swasta bisa Provinisi DKI Jakarta mengulirkan kebijakan SD dan SMP swasta mendapatkan dana BOP dan BOS itu. Dana sebesar Rp 47,5 miliar gratis. Tahun lalu, Pemerintah DKI Jakarta “menggratiskan” biaya jelas tak cukup buat membiayai semua siswa SD dan SMP swasta pendidikan siswa SD dan SMP negeri dengan kucuran dana di Jakarta. Data yang sudah dihimpun Pemrintah DKI mencatat Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). jumlah siswa SD swasta sebanyak 39.908 orang. Dan 19.954 siswa “BOP untuk SD dan SMP swasta sebesar Rp 47,5 miliar akan SMP swasta. Menurut perkiraan Agus, paling tidak membutuhkan diturunkan April ini,” kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dana sebesar Rp 325 miliar untuk bisa menampung semuanya. Agus Darmawan. Rinciannya, per siswa SD akan mendapatkan Sebagai gambaran, bagi sekolah yang akan mendaptkan Rp 50.000 tiap bulan. Sementara siswa SMP mendapatkan Rp dana BOP dan BOS ini, ada aturan mainnya. Terkait dengan ini, 80.000/bulan. Agus menyarankan untuk menanyakan ke Dinas Pendidikan Bantuan itu belum termasuk Bantuan Operasional Sekolah Dasar DKI Jakarta. “Tapi ya kalau siswa SD Al Azhar atau siswa (BOS) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Don Bosco, dianggap siswa dan siswinya mampu, jadi tak perlu Masih menurut Agus, siswa SD swasta juga akan mendapatkan dibantu lagi,” tambahnya. dana BOS sebesar Rp 19.500. Sehingga total setiap siswa SD mendapat bantuan Rp 69.500. Sementara untuk siswa SMP roBi sugara  Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 58 4/5/2007 9:39:30 AM
    61. BUKU SERTIFIKASI melekat pada pembelajaran klasikal,” kata Yamin. Syaratnya, guru memiliki metode pembelajaran bagus dan sesuai dengan MENJAGA MUTU kemampuan anak didik. Banyak metode pembelajaran dapat digunakan dalam menyajikan pembelajaran. Di antaranya, dengan diskusi, tanya jawab, eksperimen, penampilan, metode studi mandiri, Mengupas perlunya sertifikasi untuk menjaga kualitas pendidik dan pembelajaran terprogram, latihan sesama guru. KTSP mesti diimbangi guru-guru yang punya skill dan kualitas teman, simulasi, karyawisata, studi kasus, baik. Cara menambah keterampilan guru dengan menerapkan induksi, deduksi, seminar, dan bermain konsep belajar tuntas. peran. Meskipun tergolong tipis, paparanya cukup banyak. Sayangnya, banyak sekali “S kesalahan ketik. Misalnya, sertifikasi ditulis kompetensi pedagogik, kompetensi ertifikasi pendidik” tampaknya sartifikasi. Selain itu, Yamin juga banyak kepribadian, dan kompetensi sosial, dan menjadi kata paling populer mengutip informasi dari beberapa surat kompetensi profesional yang diperoleh di kalangan guru dan pendidik kabar nasional tanpa dianalisis secara melalui pendidikan profesi. sepanjang tahun lalu hingga kini. Coba mendalam. Salah satu kelebihan buku ini adalah dengar obrolan guru dan pendidik di sekolah: Terlepas dari kelemahan itu, buku ini penyampaiannya yang ringan dan tajam sertifikasi menjadi sesuatu yang dinanti. wajib hukumnya menjadi bacaan pendidik berkaitan dengan profesi guru. Pada Bab Sayangnya, hingga setahun lebih sejak UU dan guru yang tengah mempersiapkan III, misalnya. Tema Kriteria Profesionalitas Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan diri untuk menggapai sertifikasi. Juga jadi Guru diulas secara mendalam. Beberapa Dosen yang menghendaki sertifikasi bagi referensi yang bagus bagi dosen pengajar, tokoh pendidikan seperti Glenn Langford, para pendidik diundangkan pada akhir 2005, pemerhati pendidikan, LSM dan institusi Moore, dan Greenwod menjadi rujukan proses sertifikasi belum juga bergulir. pendidikan pusat dan daerah. Yamin dalam menjelaskan tentang kriteria Buku kecil Martanis Yamin ini hadir guru ideal. di saat yang tepat. Delapan bab isi tak eva rohilah Mengenai KTSP, menurut Yamin, mesti hanya mengupas sertifikasi, juga persoalan diimbangi guru-guru yang memiliki skill kompetensi guru dan Kurikulum Tingkat dan kualitas baik. Mustahil kurikulum ini Satuan Pendidikan (KTSP). terlaksana dengan mutu guru yang rendah Menurut Yamin, rendahnya kualitas dan tidak mau menambah keterampilan pendidikan di Indonesia bukan akibat keguruan. rendahnya input pendidikan tapi tapi akibat proses pendidikan yang tidak maksimal. Juga rendahnya kualitas guru. Yamin unjuk bukti dengan hasil Ujian Nasional yang tak Judul : SERTIFIKASI PROFESI KEGURUAN di INDONESIA semuanya bagus. Masih banyak peserta Penulis : Drs.H. Martinis Yamin, M.Pd. didik tidak lulus Ujian Nasional karena Penerbit : Gaung Persada Press, Jakarta, nilainya di bawah standar 4,26. cetakan I Maret 2007 Di mata lulusan IAIN Sulthan Thaha Tebal : ix + 282 halaman Syaifuid Jambi, proses pendidikan yang Harga : Rp 40.000 tidak baik menghasilkan lulusan yang tidak baik juga. Bagaimana pun proses pendidikan di sekolah terletak di tangan guru. Sulit berharap banyak pada guru Salah satu cara menambah keterampilan berkualitas rendaha dalam penguasaan guru adalah dengan menerapkan konsep materi, komunikasi, motivasi dan mengelola belajar tuntas. Belajar tuntas merupakan pembelajaran. Sertifikasi guru, menurut proses pembelajaran yang dilakuan secara Yamin perlu untuk meningkatan kualitas sistematis dan terstruktur. Tujuannya guru. mengadaptasikan pembelajaran pada siswa Selain menjelaskan tentang perlunya kelompok besar, membantu mengatasi arien t w proses sertifikasi, Yamin juga mengupas perbedaan perbedaan yang terdapat pada penyelenggaraan sertifikasi dan beban siswa dan untuk menciptakan kecepatan materi sertifikasi. Beban materi sertifikasi belajar. “Belajar tuntas diharapkan mampu menghendak i guru harus memilik i mengatasi kelemahan-kelemahan yang  April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 59 4/5/2007 9:39:38 AM
    62. BUKU HARIAN RP 4,6 MILIAR OLAHRAGA DAN GIzI SEIMBANG Pena Pendidikan  April 2007 12_PENA gab.indd 60 4/5/2007 9:39:51 AM
    63. INGIN TAMPIL DI EMPAT MATA doni tata Pradipta BELAJAR VIA INTERNET April 2007  Pena Pendidikan 12_PENA gab.indd 61 4/5/2007 9:40:09 AM
    64. CATATAN PENA UJIAN NASIONAL oleh : saiful anam N ahli pendidikan memberi masukan bahwa kegiatan penilaian abilla adalah siswi kelas III sebuah SMP Negeri di dan penentuan kelulusan siswa merupakan hak pedagogis Surabaya. Beberapa bulan terakhir ini sibuknya bukan guru. Pasalnya, guru merupakan pihak yang paling tahu tentang main. Ia membeli buku-buku soal, ikut bimbingan materi yang diajarkan dan keragaman kemampuan siswa dalam belajar, hingga ikut tes try out yang diselenggarakan sejumlah menyerap bahan ajar yang disampaikan. lembaga bimbingan belajar. Aktivitasnya sebagai pengurus OSIS Kedua, standar tinggi yang diberlakukan dalam sistem Ujian yang sebelumnya getol diikuti, juga dilepas. Bahkan kegiatan Negara hanya sah apabila seluruh sarana dan prasarana minimal ekstra kurikuler menari pun tak diikuti lagi. Ia fokus belajar dan sekolah sama atau memenuhi standar kelayakan. Padahal, fakta belajar. Tujuannya hanya satu: lulus Ujian Nasional (UN). di lapangan saat itu menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil Ya, UN tahun ini digelar akhir April, maju beberapa pekan saja sekolah yang memenuhi standar seperti itu, sementara dari tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi melewati rintangan sebagian besar yang lain kondisinya menyedihkan. Akibatnya, UN, Nabilla sudah memikirkan akan masuk SMA ini, SMA itu, cukup banyak siswa dari sekolah kelompok kedua yang tidak dan seterusnya. lulus. UN merupakan isu panas bidang pendidikan yang dari tahun Sistem tersebut kemudian diubah menjadi Ujian Sekolah, ke tahun selalu menjadi sorotan publik. Bahkan UN kemudian yang merupakan kebalikan total dari model pertama. menjelma menjadi isu politik. Depdiknas terus-terusan Penyelenggaraan penilaian sepenuhnya dilakukan oleh dihujani kritik dengan alasan yang itu-itu juga: UN dianggap guru/sekolah. Lantaran penentuan kelulusan pada sistem ini bertentangan dengan prinsip pedagogis, tidak sejalan dengan diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, yang terjadi adalah UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), tidak mengindahkan pihak sekolah seenaknya sendiri dalam memberikan nilai rasa keadilan karena disparitas layanan pendidikan yang masih kepada murid-muridnya. Sekolah gampang sekali meluluskan lebar, dan memboroskan uang negara. semua siswanya. Akibatnya, ditengarai banyak terjadi praktik Nada-nadanya untuk tahun ini isu tersebut sudah mulai penggelembungan nilai ijazah. Mutu lulusan anjlok. reda jika dibanding tiga tahun sebelumnya. Boleh jadi lantaran Sistem ini kemudian diganti EBTANAS. Ada enam sampai tokoh-tokoh yang melontarkan sudah merasa jenuh karena tujuh mata pelajaran yang diujikan secara nasional, yang nilainya seperti berhadapan dengan tembok raksasa. Atau mereka secara dikenal dengan sebutan NEM (Nilai Ebtanas Murni). Tetapi diam-diam mulai menyadari pentingnya UN? penentuan kelulusan siswa tetap berada di tangan sekolah, Jika kita tengok ke belakang, sebelum diberlakukan UN, bukan dari NEM. Nilai EBTANAS yang menjadi acuan penentuan kita sudah pernah memberlakukan tiga sistem penilaian dalam kelulusan adalah gabungan NEM dan nilai Cawu I dan II. posisinya sebagai alat quality control. Ketiga model itu adalah EBTANAS terkenal dengan rumus NA = (P+Q+R)/3. NA adalah Ujian Negara (1945-1969), Ujian Sekolah (1970-1982), dan Nilai Akhir, P adalah nilai cawu I, Q nilai cawu II, dan R adalah Evaluasi Belajar Tahap Akhir/EBTANAS (1983-2002). Sejak 2003 NEM. Dengan rumus seperti itu, maka berapa pun NEM-nya, diberlakukan sistem Ujian Akhir Nasional (UAN), yang kemudian setelah ditambah dengan nilai cawu yang sudah dikatrol secara pada 2005 disempurnakan dan berganti nama menjadi Ujian fantastis lalu dibagi tiga, maka hasilnya memenuhi syarat untuk Nasional. lulus. Model ini ternyata memberi peluang kepada seolah untuk Masing-masing sistem tersebut memiliki keunggulan dan mengatrol nilai cawu agar anak-anaknya lulus. kelemahan. Pada Ujian Negara, kegiatan penilaian sepenuhnya Sistem EBTANAS pun akhirnya masuk kotak dan diganti UN. dikontrol oleh negara, baik menyangkut materi yang diujikan Sejak awal diberlakukan, sistem baru ini mendapat tantangan maupun penetapan kelulusan. “Sekolah tidak punya peran sama sangat keras. Belakangan, konon banyak sekolah atau daerah sekali. Seluruh mata pelajaran diujikan secara nasional,” kata yang menyiasati dengan melakukan segala cara agar anak Dr. Bahrul Hayat, mantan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan didiknya lulus UN. Depdiknas yang kini menjadi Sekretaris Jenderal Departemen UN sebenarnya bukanlah sistem yang ideal. Bagusnya yang Agama. Sistem ini sangat unggul dalam mengendalikan standar melakukan penilaian ya guru itu sendiri. Tapi itu baru bisa mutu lulusan. Siswa yang lulus mutunya benar-benar bagus. dilakukan jika sekolah kita sudah maju, gaji gurunya tinggi, Namun sistem Ujian Negara kemudian mendapat kritik keras sarana dan prasarana pendidikannya bagus, dan hukum benar- dari para pakar pendidikan. Setidaknya ada dua argumentasi benar ditegakkan. Kalau semua itu belum terpenuhi? Apa boleh yang dikemukakan mereka saat itu, yang kemudian menjadi buat, UN tampaknya pilihan terbaik. dasar perubahan ke sistem Ujian Sekolah. Pertama, para ahli- 2 Pena Pendidikan  April 2007 Maret 2007 12_PENA gab.indd 62 4/5/2007 9:40:11 AM

    + sekolah mayasekolah maya, 8 months ago

    custom

    1151 views, 0 favs, 0 embeds more stats

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 1151
      • 1151 on SlideShare
      • 0 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 11
    Most viewed embeds

    more

    All embeds

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories