KONTROVERSI
Nomor 12/Tahun I/April 2007/Rp 20.000
SEKOLAH RITUAL
KARTINI
PENDIDIKAN
MASA KINI
WAWANCARA ICW:
KORUPSI DILAKUKAN
DINAS DAN SEKOLAH
WAJAR DIKDAS 9 TAHUN
TITIK KRITIS
MENUJU
TUNTAS
12_PENA all cover.indd 1 4/4/2007 6:19:37 PM
Majalah PENA Pendidikan
Referensi Terpercaya Dunia Pendidikan
I KHnUidikUanSN!a!sional
DIS e d S
E t Hari P
Menyambu ikan edisi Mei 2007
id
PENA Pend ntuk Edisi Khusus
ikan,
be
terbit dalam tual di bidang pendid
a-tema ak belajar,
emuat tem ertifikasi guru, wajib
m :s
antara lain ikan anak usia dini,
pendid a aksara,
ntasan but nasional,
pembera
uan, ujian
kan perbuk ndidikan,
kebija si pe
transparan m baru.
dan kurikulu
PT. REKA GAGAS CIPTA
Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710
T/F: +62 21 7973957 Email: rekacipta@rekacipta.com
12_PENA all cover.indd 2 4/4/2007 6:20:00 PM
30 th ke atas
Di bawah 20 th
60 %
10 % Sarjana S1 ke atas
Di bawah Sarjana S1
20 - 30 th
30 % Pria
30 %
70 %
PROFIL PEMBACA 60 %
40 %
Wanita
Pena Pendidikan adalah
majalah berita pendidikan
pertama yang mengupas
permasalahan hangat
dunia pendidikan secara
menyeluruh, jernih dan
berimbang, disajikan den-
gan standar jurnalistik yang
teruji
12_PENA all cover.indd 3 4/4/2007 6:20:01 PM
12_PENA all cover.indd 4 4/4/2007 6:20:03 PM
SALAM PENA
W
Tema-tema lain yang akan dibahas pada rembug
ajib Belajar ( Wajar) Sembilan Tahun
nasional kami singgung juga dalam edisi ini. Dari
masih belum juga tuntas di banyak
masalah sertifikasi guru, akreditasi sekolah dan
daerah. Padahal tenggat penuntasan
madrasah, implementasi Kurikulum Tingkat Satuan
Wajar Sembilan Tahun tinggal setahun lagi. Wajar
Pendidikan (KTSP), pemberantasan buta aksara,
Sembilan Tahun yang dicanangkan pada 1994 di-
ujian nasional, rehabilitasi gedung sekolah rusak,
targetkan tuntas dalam rentang 10 tahun. Target
pendidikan anak usia dini, penataan barang milik
itu perlu direvisi kala badai krisis ekonomi mempo-
negara, pengembangan jaringan teknologi informasi
rakporandakan pembangunan nasional, termasuk
dan otonomi perguruan tinggi.
pendidikan. Pemerintah menetapkan batas tuntas
Kami juga mengangkat tema Kartini. Peringatan
Wajar Pendidikan Dasar pada 2008.
Hari Kartini pada 21 April selalu diingat dan jadi
Sayangnya, indikator penting tuntas Wajar Dikdas
inspirasi bagi perempuan Indonesia. Kali ini beberapa
9 Tahun, yakni Angka Partisipasi Kasar (APK) yang
perempuan yang memiliki andil besar dalam
minimal 95%, masih cukup berat dijangkau. Hingga
memajukan dunia pendidikan di Indonesia kami
akhir 2006 lalu, APK SMP baru 88,68%. Pemerintah
tampilkan sebagai Kartini pendidikan masa kini.
masih punya PR berat mendongkrak APK 6,32%.
Bukan bermaksud mengecilkan peran yang lain bila
Bukan perkara mudah mencapai angka tersebut.
kami menampilan sejumlah sosok seperti Prof. Conny
Program Pendidikan Kesetaraan Paket A dan B yang
Semiawan, Butet Manurung, Nur Dewi, Sri Ningsih,
dilakukan Ditjen Pendidikan Luar Sekolah kian
Sylviana Murni, Tjok Istri Mas Minggu Wathini dan
digalakkan. Tujuannya agar keberhasilan program
Sherina.
wajib belajar bisa tercapai.
Sosok Kartini yang kami tampilkan ini, bukan
Sampai-sampai Depdiknas perlu menegaskan
berarti merekalah perempuan terbaik. Mereka hanya
kembali target tuntas Wajar Pendidikan Dasar itu,
mewakili segelintir perempuan Indonesia dengan
melalui Program Sosialisasi dan Publikasi Gerakan
segudang prestasi. Masih banyak Kartini masa depan
Nasional Percepatan Penuntasan Wajar Dikdas
di Bumi Pertiwi ini.
Sembilan Tahun, yang diluncurkan di Depdiknas,
Selain itu, persiapan menuju sekolah berskala
Jakarta, akhir Maret lalu. Program itu memang
Internasional juga kami angkat. Hal ini menarik
bagian dari implementasi Inpres No 5 Tahun 2006
karena sekolah berskala internasional masih dalam
tentang Percepatan Penuntasan Wajib Belajar dan
tahap persiapan. Khususnya di DKI Jakarta dan
Pemberantasan Buta Aksara.
Daerah Istimewa Jogjakarta. Bagaimana persiapan
Depdiknas bahkan sampai meminta banyak
dan apa saja kegiatan beberapa sekolah unggulan
kalangan hadir dalam Rembug Nasional. Forum
yang telah dipilih oleh Dinas Pendidikan Dasar
pembahasan permasalahan pendidikan itu akan
ini menyongsong persiapan sekolah berskala
dilaksanakan pada 8-11 April. Topik ini menjadi
internasional. Kami sajikan hanya untuk Anda.
penting kami bahas panjang lebar dalam edisi kali
Selamat Membaca!
ini.
PEMIMPIN UMUM: Iwan Qodar Himawan PEMIMPIN REDAKSI/PEMIMPIN PERUSAHAAN: Saiful Anam
REDAKTUR PELAKSANA: Dipo Handoko SIDANG REDAKSI: Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Dipo Handoko,
Ayu N. Andini, Eva Rohilah, Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini, M Falikul Isbah, Robi Sugara KORESPONDEN
DALAM NEGERI: Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta), Jatmiko (Surabaya),
R. L. Hakim (Bandung) KORESPONDEN LUAR NEGERI: Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Kusrini (Belgia),
Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Alfian (Belanda) ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL:
Roy MC Paat, Prambudi SEKRETARIAT REDAKSI: Yuli Lestari IKLAN: Sari Hidayat KEUANGAN: Ahadian Febrie
PENERBIT: PT Reka Gagas Cipta DIREKTUR UTAMA: Iwan Qodar Himawan DIREKTUR: Saiful Anam GENERAL
MANAJER OPERASIONAL: Dipo Handoko BANK PT REKA GAGAS CIPTA: Bank Niaga cab. BEJ Jakarta Rek.
064.01.63285.006 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: Pena Pendidikan Jl Pengadegan Barat Raya 22
Edisi 12/Tahun I/April 2007 JAKARTA 12770, Telp/Faks: +6221 797 3957, E-mail: redaksipena@rekacipta.com ISSN 1907 - 4239
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 3 4/5/2007 9:32:01 AM
DAFTAR ISI
PENA PENDIDIKAN APRIL 2007
10
22
BAHASAN UTAMA DASAR
Mengejar Sisa 6,32% SBI Menyongsong Masa Depan
Rembug Nasional atawa dulunya disebut Rakernas, akan segera Program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) sebagai upaya
digelar 8-11 April mendatang. Isu utamanya, tuntas target Wajib menggenjot peningkatan mutu sekolah, masih belum berhasil
Belajar 9 tahun. Tapi ada juga masalah lain yang menuntut porsi di kembangkan pemerintah kabupaten/kota. Dinas Pendidikan
perhatian yang sama. Langkah-langkah penyelesaian akan Dasar DKI Jakarta menetapkan lima SMP SBI. Gagasan SBI untuk
dibesut untuk mencapai target nasional. APK SMP/MTs bisa jenjang SMP sendiri digodok sejak Dr. Sylviana Murni menjabat
mencapai 95% tahun 2008. Masih ada sisa angka 6,32% untuk Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, 2005 silam. Selain
mencapai kata tuntas! menggulirkan SBI, Sylviana juga menelorkan SMP unggulan
dan sekolah koalisi.
3 EDITORIAL
APASIAPA
4 DAFTAR ISI
Doni Tata Pradita
Pembalap muda
6 SUARA PEMBACA
nasional, Doni Tata
Pradita yang bergabung
8 TEKNOLOGI
dalam Tim Yamaha
Pertamina Indonesia • Laptop Tahan Banting
membuktikan bahwa • PDA Ramping
kemampuan remaja • USB Penghangat Kopi
Indonesia bisa sejajar • Jam Home Theatre
dengan remaja di • Pulpen Penyimpan Data
Jepang. Setidaknya
10 BAHASAN UTAMA
dalam hal balap motor.
Doni meraih peringkat • Wawancara Hamid Muhammad, PHd
12 dari 26 pembalap • Dari KPKPKB Hingga BOS
pada Seri I Kejuaraan • Beradu Cepat Menyentuh Finish
All Japan Road Race
22 DASAR
60
Championship 2007
di Sirkuit Twin Ring • SBI Menyongsong Masa Depan
Motegi, Tochigi, Jepang, • SMPN 1 Jakarta: Bangunan Tua Sistem Modern
awal April ini. • SMP 19 Jakarta: Republica de Colombia Junior High School
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 4 4/5/2007 9:32:10 AM
DAFTAR ISI
PENA PENDIDIKAN APRIL 2007
32
56
KEJURUAN INTERNASIONAL
SMKN 8 Jakarta: Merambah Korea dan Amerika Mumbai, India: Bandhavi Membangun Harapan
Karena prestasinya, lulusan SMKN 8 Jakarta diminati banyak Sebuah performance art semi kolosal digelar dalam perayaan
perusahaan dari berbagai skala. Siswa-siswinya banyak yang International Woman’s Day, 8 Maret silam. Judulnya,
magang di luar negeri, bahkan ada siswanya yang memperoleh “Menghancurkan Batas, Membangun Komunitas”. Mereka
beasiswa belajar di negeri Paman Sam. merayakannya di dalam sebuah sumur besar, sumur yang jadi
penanda sumber air. Bagi mereka, air adalah harapan kehidupan,
pemersatu perbedaan. Pagelaran diisi dengan baca puisi,
menyanyi bersama, menggambar di tembok yang sama, dan
berkreasi membuat aneka rupa kerajinan dari tanah liat.
26 MENENGAH • Hj. Nur Dewi, AMPd
• SMAN 6 Jogjakarta: Sekolah Hijau Berbudaya Riset
50 FIGUR
28 KEJURUAN • Sri Nurhidayah (Direktur Lembaga Pengembangan Insani
• SMKN 8 Jakarta: Merambah Korea dan Amerika Baznas Dompet Dhuafa): Kartini Mengemban Misi Kenabian
40 GURU 54 PERISTIWA
• Mengajar Pola, Mengajar Kreatif • Rumah Ceria Dukuh Jembangan: Tak Lagi di Hotel Banyak
• Alat Praktik Barang Bekas Bintang
34 WAWANCARA 56 INTERNASIONAL
• Ade Irawan (Manajer Monitoring Pelayanan Publik ICW): • India: Bandhavi Membangun Harapan
Korupsi Dilakukan Dinas dan Sekolah
58 KRONIKA
38 NONFORMAL
59 BUKU
• Mengusung Standar Materi
• Sertifikasi Menjaga Mutu
43 BASUS
60 APASIAPA
• Sherina Munaf: Kartini Muda di Blantika Musik
• Conny Riowskina Semiawan: Budaya Dinamis dan Terbuka
62 CATATAN PENA
• Butet Manurung: Digigit Ular dan Diterkam Beruang
• Sylviana Murni: None Jakarta Pendekar Pendidikan • Saiful Anam: Ujian Nasional
• Dra. Tjok Istri Mas Minggu Wathini: Teladan Sang Pengagum Ibu
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 5 4/5/2007 9:32:31 AM
SOSIALISASI KTSP
SUARA PEMBACA
KRITIK COVER
Singkat saja, saya merasa risih dengan tampilan cover
Majalah Pena Pendidikan edisi 11 bulan Maret 2007 yang
menampilkan gambar insan lain jenis sedang berciuman
bibir. memang gambar tersebut sebagai penegas dari judul
“Waspada! Video Mesum Pelajar”. Tapi saya kira visualisasinya
yang terlalu vulgar. harusnya gambar tadi di blur/disamarkan/
ditutup garis hitam pada kissingnya. kiranya kurang etis
gambar tadi dimuat di media yang notabene dibaca oleh orang
yang berkecimpung di dunia pendidikan. terimakasih.
Juli Widiyanto
Humas Politeknik Negeri Semarang
50329
Terima kasih atas saran dan masukannya. Komentar senada juga kami peroleh dari
Nomor 12/Tahun I/April 2007 berbagai pihak. Kami akan lebih selektif dalam pemilihan gambar selanjutnya.
Artwork : Prambudi
Foto : Dok. Pena Penddikan
* Ongkos kirim per edisi: Jabodetabek
Rp 2.000, Pulau Jawa Rp .000, dan luar
Pulau Jawa Rp 7.000
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 6 4/5/2007 9:32:34 AM
ISTILAH mengajarkan tata susila dan prinsip saling
diam melakukan hal seperti itu, tapi di sisi
sayang - menyayangi kepada siswa atau
lain memberikan handphone di usia semuda
Di obrolan kalangan pendidikan sering
mahasiswanya atau kurikulum pendidikan
itu juga bisa menjadi sumber masalah yang
muncul istilah Andragogi dan Pedagogi.
tinggi sudah melupakan prinsip kerukunan
lain.
Pendidikan periode lama, yang sering
antar sesama? Atau inikah hasil dari sistim
Dengan rubrik-rubrik yang mengupas
disebut sebagai pendidikan satu arah diberi
pendidikan kita selama ini ? atau Inikah
permasalahan itu dari berbagai segi saya
nama pedagogi, lalu pendidikan zaman baru
akibat perilaku para pejabat kita?Bagaimana
seperti mendapat pencerahan. Lepas dari
yang melibatkan dua pihak secara aktif
Pena Pendidikan menghadapi hal ini?
keprihatinan yang mendalam tentang
disebut sebagai andragogi. Sebenarnya
maraknya video porno di kalangan pelajar,
apa makna kedua istilah tersebut? Sebagai
Syarifah S.Si
saya ingin juga memberi saran.
awam, saya ingin tahu dengan lebih jelas
Gg. Belimbing no 25 Badegan Bantul
Handphone di kalangan siswa memang
apa maksud kedua istilah tersebut di dunia
Jogjakarta
sebaiknya dibatasi penggunaannya.
pendidikan? Juga seluk beluknya.
Bagaimana tidak, jika saat pelajaran
Semoga PENA PENDIDIKAN bisa
siswa malah jadi sibuk ber sms ria. Ini
membantu. Salam.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
penyelewengan fungsi saya kira. Dan sekali
Narika Adzka, Mahasiswi Reni Jaya, lagi jajaran sekolah diuji ketegasannya, Pendidikan multikultural adalah suatu
Ciputat Tangerang berani tidak membuat aturan yang jelas pendekatan progresif untuk melakukan
tentang penggunaan handphone? Juga transformasi pendidikan yang secara
untuk orangtua untuk tidak begitu saja
Menurut Malcolm Knowles dalam “The menyeluruh membongkar kekurangan,
memberi ijin menggunakan handphone
Adult Learner, A Neglected Species,” andragogi kegagalan dan praktik-praktik diskriminatif
dengan mudah.
adalah teori belajar yang tepat bagi orang dalam proses pendidikan.
Semoga bermanfaat. Salam pendidikan.
dewasa. Andragogi berasal dari bahasa Pendidikan multikultural didasarkan pada
Yunani kuno “aner”, dengan akar kata andr- gagasan keadilan sosial dan persamaan hak
Tyas Hardiyanti, SPd
yang berarti laki-laki, bukan anak laki-laki dalam pendidikan. Sedangkan dalam
Guru SMP, ibu rumah tangga
atau orang dewasa, dan agogos yang berarti doktrin Islam sebenarnya tidak membeda-
Pabelan, Kartasura, Sukoharjo
membimbing atau membina. Sedangkan bedakan etnik, ras dan lain sebagainya
“pedagogi”, berasal dari kata “paid” artinya dalam pendidikan. Manusia semuanya
anak dan “agogos” artinya membimbing atau adalah sama, yang membedakannya adalah
PENDIDIKAN MORAL
memimpin. Pedagogi bermakna seni atau ketakwaan mereka kepada Allah Swt.
pengetahuan membimbing, memimpin, atau Pendidikan multikultural seyogyanya
Memang harus kita akui ada di antara
mengajar anak. memfasilitasi proses belajar mengajar yang
(oknum) generasi muda saat ini yang mudah
Andragogi secara harafiah diartikan mengubah perspektif monokultural yang
emosi dan lebih mengutamakan otot
sebagai ilmu dan seni mengajar orang daripada akal pikiran. Kita lihat saja, tawuran esensial, penuh prasangka dan diskriminatif
dewasa. Namun karena orang dewasa bukan lagi milik pelajar SMP dan SLTA tapi k e p e r s p e k t i f m u l t i k u l t u ra l i s ya n g
sebagai individu yang sudah mandiri dan sudah merambah dunia kampus (masih ingat menghargai keragaman dan perbedaan,
mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka kematian seorang mahasiswa di Universitas toleran dan sikap terbuka.
dalam andragogi yang terpenting dalam Jambi, awal tahun 2002 akibat perkelahian Dunia pendidikan tidak boleh terasing
proses interaksi belajar adalah kegiatan didalam kampus). Atau kita jarang (atau dari perbincangan realitas multikultural
belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belum pernah) melihat demonstrasi yang tersebut. Bila tidak disadari, jangan-jangan
belajar itu sendiri dan bukan merupakan santun dan tidak menggangu orang lain baik dunia pendidikan turut mempunyai andil
kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu kata-kata yang diucapkan dan prilaku yang dalam menciptakan ketegangan dan konflik
(Learner Centered Training / Teaching) ditampilkan. Kita juga kadang-kadang jadi sosial. Dengan demikian, tidak saatnya
ragu apakah demonstrasi yang dilakukan lagi pendidikan mengabaikan realitas
mahasiswa murni untuk kepentingan rakyat kebudayaan yang beragam tersebut.
ATURAN HP atau pesanan sang pejabat. Selama ini saya membaca kurikulum
Selain itu, berita-berita mengenai mata pelajaran Agama dari tingkat SD dan
Saya membaca PENA PENDIDIKAN Edisi
tindakan pencurian kendaraan baik roda SMP, sangat sedikit ada muatan multikultural.
11 lalu. Miris sekali, separah itukah rusaknya
dua maupun empat, penguna narkoba Padahal konflik sosial di Maluku, Palu dan
moral generasi muda kita? Saya seorang ibu
atau bahkan pengedar, penyebaran video daerah konflik lainnya, anak-anak seusia
dengan dua orang putri yang menginjak
porno, pemerasan dan perampokan yang merekalah yang banyak berperan. Jadi kapan
usia ABG. Saya sempat menolak keinginan
hampir setiap hari mewarnai tiap lini pendidikan multikultural diterapkan di SMP?
anak saya untuk meminta handphone
kehidupan di negara kita tercinta ini banyak
berkamera seperti yang dipunyai teman-
Petrus Hariyanto
dilakukan oleh oknum golongan terpelajar.
teman sebayanya.
Jl.Cikoko Barat 2 No 11
Semua ini jadi tanda tanya besar kenapa hal
Lalu ada dilema yang saya hadapi
Pancoran Kalibata
tersebut terjadi?. Apakah dunia Pendidikan
ketika menolak permintaan anak saya. Ada
Jakarta Selatan
(dari SD sampai PT) kita sudah tidak lagi
ketakutan kalau anak saya dengan diam-
7
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 7 4/5/2007 9:32:34 AM
TEKNOLOGI
LAPTOP TAHAN BANTING
Fitur-fitur ATG D620 :
- 500 NIT LCD dengan bahan pelapis antipantul
www.dell.com
- Layar WXGA 14 inci dengan resolusi 1280x800
- Support DDR2 SDRAM hingga 4GB
- ATG task lights untuk pencahayaan pada keyborad
- Prosesor Inter Core 2 Duo
- Microsoft Windows Vista Capable
- Next Bussines Day On-Site Service Standar
B
“Kami mendengar dengan jelas dari pengguna bahwa
AGI Anda pekerja lapangan yang kesulitan
notebook yang kuat dan terlindungi dengan baik serta dilengkapi
memperoleh laptop tangguh dan tahan banting,
monitor dengan tampilan yang jelas di luar ruangan sangat
jangan menggerutu. Perusahaan komputer Dell
penting dalam banyak bidang pekerjaan,” kata Megawaty Khie,
memperkenalkan notebook terbaru berlabel Latitude ATG
Country Manager Dell Indonesia. Dell saat ini masih fokus pada
D620 (All-Terrain Grade). Laptop ini didesain spesial untuk
kebutuhan militer. Disainnya dirancang untuk tahan terhadap segmen korporasi. Hingga kini, penjualan komputer Dell
getaran, kelembaban, dan ketinggian. di seluruh dunia, porsi terbesar disukmabng dari sektor
Kerja Dell Latitude ATG juga tak terganggu pada berbagai korporasi.
kondisi menantang, yang identik dengan medan-medan militer, Latitude ATG, yang memiliki harddisk dilengkapi shock
proyek-proyek konstruksi. Para petugas bantuan gawat darurat absorber, keyboard yang kedap percikan air, penutup port
di lapangan, seperti polisi dan pekerja di lembaga gawat darurat, dan cat berketahanan tinggi, ditawarkan dengan harga US$
juga relawan daerah konflik, sangat pas sebagai konsumen 2.300 untuk tipe standar.
utama.
USB PENGHANGAT KOPI JAM HOME THEATER
P N
ekerjaan malam dan lembur apalagi di ruangan onton film favorit
www.gadgetuniverse.com
berpendingin udara, bisa membuat kopi atau teh di di tempat nyaman
cangkir Anda cepat dingin. Bagi Anda yang penggemar tapi di mana saja.
berat kopi, Sunbeam Tech USB Coffee Warmer menjawab Bingung? Keinginan itu
kebutuhan akan hangatnya minuman itu. menjadi kenyataan berkat
Coffee Warmer berbentuk piringan. Kabelnya bisa Home Theater Watch.
disambungkan ke USB komputer. Pemanas ini bisa diatur Jam tangan home teater
dengan leluasa karena kabel yang tersedia sekitar dua meter. ini memang dilengkapi
Jadi tidak perlu khawatir tersenggol. pemutar film. Artinya,
Alat ini hanya butuh daya 10 watt untuk bisa memanaskan mau di kantor, di kereta
piringan hingga 70 derajat Celsius. Piringan inilah yang api, antri saat periksa
membuat 150 mililiter minuman dalam gelas tetap mengepul dokter, atau sambil nongkrong di warung kopi menunggu
dan dapat dihangatkan sesuai pasangan datang, bisa sembari nonton film.
dengan kebutuhan, seperti dikutip Home Theater Watch didesain buat penggemar film.
www.hi-techreviews.com Sebagaimana fungsinya sebagai pengatur waktu, jam ini juga
Anda dapat mengaturnya bisa di-setting untuk mengingatkan kapan saatnya menonton
dengan tombol on-off yang film kesukaan.
tersedia. Alat ini cukup terjangkau Saat ini harganya dibandrol US$ 149,95. Memorinya 2 GB,
www.hi-techreviews.com
dibanderol sekitar Rp 140 ribu. Video, MP1, MP2, atau MP3 dan WMA audio. Jam yang memiliki
Jadi tunggu apalagi, bagi anda layar 1,5 inci ini memiliki 260 warna. Jangan khawatir, tampilan
yang biasa kerja malam segeralah film yang Anda tonton sebagus dan seterang di layar komputer.
koleksi USB Coffee Warmer. Sumber www.gadgetuniverse.com
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 8 4/5/2007 9:32:41 AM
PULPEN PENYIMPAN DATA
K
INI bukan jamannya lagi membikin kliping bacaan dengan menggunting artikel yang diinginkan. Bukan pula kliping
dengan memindai artikel itu. Cara itu sama sekali tak praktis. C Technology dari Lund, Swedia, menciptakan gadget
yang dinamakan C-pen, yang mampu menyimpan data tanpa bikin repot.
Bentuknya unik berupa pulpen yang gampang dibawa kemana saja. Cara pakainya pun gampang, cukup tekan tombol
pada gagang C-pen. Kemudian arahkan ke artikel yang ingin Anda simpan, sama seperti penggunaan warna highliter
(stabillo), dan text akan tersimpan secara otomatis ke dalam pulpen. Bila ingin dipindahkan ke PC atau laptop, tinggal
pake infra-red.
C-pen dilempar di pasaran dengan dua macam. Bedanya kapasitas datanya. C-pen 200 untuk penyimpanan
2 MB dan C-pen 600 untuk 6 MB atau 3000 halaman artikel! Keduanya juga dilengkapi processor 100 MHz dan
RAM 512 Kb.
Satu lagi kemudahan bagi Anda pengguna microsoft outlook, C-address bisa mengaplikasikan kartu nama
yang langsung sinkron dengan alamat email yang akan dituju, jadi penggunanya tidak perlu lagi repot
untuk memasukan nama-nama alamat email tujuan.
Untuk Anda, para international travellers, bisa menggunakan C-Pen ini sebagai kamus praktis yang dapat
menerjemahkan kata atau kalimat dalam bahasa Inggris menjadi bahasa lainnya seperti Itali, Jerman,
Prancis, Spanyol maupun Swedia. Dan selain untuk kalimat, pulpen praktis ini juga dapat menyimpan
memori gambar, grafik maupun skala.
PDA RAMPING
Banyak ponsel aneka gaya bermunculan. Namun PDA phone tetap
masih menjadi alternatif buruan. O2 XDA Atom bisa menjadi pilihan
bila ingin PDA yang lebih ramping dan ergonomis. O2 XDA Atom
mampu menepis persepsi bahwa PDA selalu berbentuk tebal dan
tambun.
Permukaan glossy menjadikan Atom Life tampak seksi. Tidak ada
keluhan berarti bagi berat dan ukurannya yang 0,5 mm lebih langsing
dibanding Atom Exec. Di bawah layar LCD 2,7 inci terdapat kontrol pad
utama. Pad bundar melakukan tugas ganda sebagai pengatur suara
dan pemilih musik
Tampilan layar menghilang di bawah sinar matahari. Di atas LCD
terdapat kamera VGA untuk panggilan video. Di bagian belakang,
terdapat kamera 2 megapiksel, cermin potret diri dan flash LED putih.
PDA ini bermemori 1GB dan terdapat tambahan memori melalui slot
mini SD.
Meskipun berukuran kecil, produk ini punya fitur melimpah.
Kemampuan O2 XDA Atom tidak kalah dengan PDA lainnya. Prosesor
Intel PXA272 416MHz menjadi otaknya, didukung oleh Flash ROM 128
MB dan RAM 64 MB.
Konektivitasnya lengkap. Anda bisa memilih cara untuk terhubung
dengan peranti lain atau Internet: kabel mini-USB, inframerah,
Bluetooth, atau Wi-Fi. Slot miniSD tersedia apabila pemakai
memerlukan tambahan memori
Atom Life berjalan pada sistem operasi Windows Mobile 5.0
sehingga anda akan mendapatkan aplikasi standar seperti Word
Mobile, Excel Mobile dan PowerPoint Mobile. Selain itu PDA seharga
www.seeo2.com
Rp.4.500.000,- ini diperkuat oleh prosesor XScale pada kecepatan
624MHz.
Dari segi konektivitas, Atom Life dilengkapi dengan GSM triband
(900/1800/1900 MHz). Juga terdapat fasilitas 3G serta HSDPA yang
mampu mencapai kecepatan hingga 3,6 Mbps.
eva rohilah
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 9 4/5/2007 9:32:50 AM
BAHASAN UTAMA
MENGEJAR SISA 6,32 %
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 10 4/5/2007 9:32:55 AM
11
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 11 4/5/2007 9:33:09 AM
BAHASAN UTAMA
12 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 12 4/5/2007 9:33:11 AM
1
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 13 4/5/2007 9:33:14 AM
BAHASAN UTAMA
1 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 14 4/5/2007 9:33:18 AM
1
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 15 4/5/2007 9:33:34 AM
BAHASAN UTAMA
Dari KPKPKB Hingga BOS
1 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 16 4/5/2007 9:33:39 AM
17
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 17 4/5/2007 9:33:50 AM
BAHASAN UTAMA
1 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 18 4/5/2007 9:34:03 AM
Beradu Cepat
MENYENTUH FINISH
1
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 19 4/5/2007 9:34:11 AM
DASAR
SBI MENYONGSONG MASA DEPAN
Program Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) masih belum berhasil di kembangkan pemerintah
kabupaten/kota. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta menetapkan lima SMP SBI.
Di daerah masih terbatas di kota-kota dengan tingkat pendidikan bagus.
Fathoni arieF
P
bersemangat memandu mereka. Para guru
menetapkan lima SMP rintisan SBI. Yakni
ARA guru tampak duduk rapi. Sesekali
dan kepala sekolah berusaha bertanya atau
SMPN 1 Cikini, SMPN 19 Kebayoran Baru,
tergelak tawa. Tak seperti biasa,
mengemukakan pendapat walaupun masih
SMPN 115 Tebet, SMPN 30 Koja, dan SMPN 49.
guru-guru yang biasa mengajar, kini
tampak kesulitan berbicara bahasa Inggris.
Diharapkan tahun depan setidaknya ada satu
mereka diajar. Pengajarnya para bule lagi,
“Yang penting berani nanti pasti bisa sendiri,”
kelas bertaraf internasional diselenggarakan
yang berbicara penuh semangat. Kurang
bisik salah satu peserta pada temannya.
oleh lima SMP itu. Kesibukan di sekolah
lebih itulah suasana workshop untuk para
Pembicara pelatihan spesial didatangkan
itu nampak pada penyiapan kurikulum,
guru dan kepala SMP di DKI Jakarta menuju
dari Singapura. Mereka telah membantu
model pengajaran, manajemen, dan tentu
Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), awal
penerapkan sistem manajemen berbasis
saja kualitas guru yang mengharuskan
Maret lalu.
sekolah (MBS). Di Singapura, komite
menguasai bahasa Inggris.
DKI Jakarta merupakan segelintir daerah
sekolah benar-benar memegang otoritas
Pelatihan selain diikuti para guru
yang getol menggenjot peningkatan mutu
tertinggi soal manajemen, keuangan, dan
dan kepala sekolah dari lima SMP yang
sekolah, di antaranya dengan program SBI.
pengawasan. Dinas Dikdas DKI Jakarta juga
menjadi pilot project SBI, juga mengundang
Gagasan SBI untuk jenjang SMP sendiri
menggandeng Time Education of Singapore,
perwakilan 20-an SMP yang dinilai potensial.
digodok sejak Dr. Sylviana Murni menjabat
lembaga pendidikan yang concern pada
Sylviana berharap tahun 2008 mendatang
Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta,
kegiatan riset, pelatihan, dan penerbitan
bisa menyiapkan lima SMP lagi untuk
2005 silam. Selain menggulirkan SBI, Sylviana
buku soal pendidikan.
program SBI.
juga menelorkan SMP unggulan dan sekolah
Sekolah rintisan SBI itu, kata Sylviana,
Sekitar 90 peserta berdiskusi soal
koalisi.
untuk menjawab rendahnya mutu,
manajemen, model pengajaran dan
Pelatihan guru-guru itu tindak lanjut
relevansi dan daya saing pendidikan dasar,
penguatan jaringan. Para pembicara cukup
dari kebijakan Dinas Dikdas DKI Jakarta
20 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 20 4/5/2007 9:34:15 AM
mengecewakan. Setidaknya berdasar
internasional SMAN 1
Fathoni arieF
daftar nilai ebtanas murni dalam lima tahun
Jogjakarta.
terakhir, baik siswa jurusan IPA dan IPS,
Kerjasama dengan
menunjukkan grafik semakin naik. Dalam
Cambridge University juga
dua tahun terakhir, bahkan NEM rata-rata
dalam hal peningkatan
mereka selalu di atas 8.
k u a l i t a s S D M , m ate r i ,
Lulusan mereka yang diterima di
maupun pengujian.
perguruan tinggi negeri dalam lima tahun
Setidaknya, lulusan mereka
terakhir selalu di atas 90%. Tahun 2004/2005
yang berkualitas mendapat
bahkan mencapai 97% diterima di PTN.
sertifikat dari Cambridge
Sedangkan lulusan yang diterima di PTN
U n i v e r s i t y. K u r i k u l u m
luar negeri jumlahnya juga semakin banyak.
Cambridge Internasional
Tahun lalu ada belasan lulusan terbang ke
Examination (CIE) dipakai
negeri orang.
untuk mata pelajaran Bahasa
Inggris, Matematika, Fisika,
Kimia, dan Biologi.
SMPN 1 PAMEKASAN
Di usianya yang relatif
muda, siswa program
khususnya di DKI Jakarta. Hal itu senada Kabupaten Pamekasan juga berbangga
internasional SMAN Teladan Yogyakarta
dengan kebijakan Presiden Susilo Bambang mempunyai sekolah SBI di SMPN 1
sudah menorehkan prestasi membanggakan.
Yudoyono, yang ditegaskan pada pidato Pamekasan. Mulai tahun ajaran 2007/2008
Pada ujian sertifikasi dari Cambridge
kenegaraan 16 Agustus 2006 lalu. Presiden mendatang, SMPN 1 membuka satu kelas
International Examination (CIE) Mei 2006,
menyatakan ada tiga kategori masalah internasional yang hanya diisi 24 orang.
Arung Deyuna, kelas XII Internasional
sektor pendidikan yang harus mendapat Mereka ini dijaring dari siswa-siswa terbaik
dinyatakan lulus dengan hasil terbaik. Arung
prioritas penuntasan. Yakni masih rendahnya se-Madura. Inilah sekolah satu-satunya di
mendapat anugerah Brilliant Award untuk
pemerataan dan akses, lemahnya tata kelola, Pulau Madura yang ditetapkan sebagai SMP
mata pelajaran Kimia.
akuntabilitas dan citra publik pengelolaan bertaraf internasional.
pendidikan, serta rendahnya mutu, relevansi Selain itu, seorang siswa
dan daya saing. akselerasi angkatan ke-2
Soal pendanaan, Dinas Dikdas mendapat kesempatan
mengharapkan semua sekolah bersikap pergi ke Italia dan Swedia
terbuka dan tak selalu menunggu APBD atas prestasinya sebagai
dan APBN. Menurut Sylviana, saat ini banyak juara penulisan naskah
perusahaan swasta menawarkan dana hibah Film Indie Nasional. Fajar
untuk pendidikan. “Melalui CSR (corporate Budi Suryawan, kelas XII
social responsibility) kelompok swasta internasional, juga sukses
menunggu kita,” kata Sylvi. menjadi Juara I Lomba
Selain kendala dana, kata Sylviana, ada Pe n u l i s a n K a r y a Tu l i s
hambatan yang nampaknya sepele yakni Esai Bidang Kepeloporan
rasa minder para guru dalam berbahasa Pemuda.
Inggris. “Terlebih bagi kepala sekolah yang Calon siswa kelas
belum mampu berbahasa Inggris tidak usah internasional mesti
minder mendorong sekolahnya menuju menjalani seleksi ketat.
SBI,” kata Sylvi. “Paling tidak guru bahasa Mereka diuji kemampuan
roBi sugara
Inggrisnya pasti bisa.” akademis (Bahasa Inggris,
Matematika, dan ilmu-ilmu SMPN 1 Pamekasan melengkapi jumlah
sains) dan wawancara yang dialakukan sekolah SBI di Jawa Timur menjadi 24
SMA NEGERI 1 YOGYA dalam bahasa Inggris. sekolah. Menurut catatan Depdiknas,
Pembelajaran di kelas internasional jumlah SBI di Indonesia saat ini ada 100
Gairah menjadikan sekolah mereka
penekanannya pada pemahaman terhadap buah. Operasional kelas internasional
berstandar dunia, setidaknya ditunjukkan
konsep. “Proses pembelajaran dibantu didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur
SMAN 1 Yogyakarta. Sekolah yang lebih
tenaga dari luar yang terdiri dari para alumni dan Pemerintah Kabupaten Pemekasan.
dikenal dengan sebutan SMA Teladan ini
bergelar PhD dan doktor dalam negeri. Mereka Sebelum ditetapkan sebagai
yang pertama ditetapkan Dinas Pendidikan
mengajar ilmu-ilmu eksak seperti Matematika, penyelenggara SBI di Madura, SMPN 1 telah
Provinsi DI Jogjakarta sebagai sekolah rintisan
Kimia dan Fisika,” kata Andar Rujito. melewati studi kelayakan.
SBI. “Kelas internasional memakai kurikulum
Kelas reguler SMAN 1 Jogja selama
nasional dan kurikulum dari Cambridge
ini dikenal menghasilkan lulusan tak
University. Drs. Ir. Asrofi, pengelola kelas FaliKul isBah dan m Fathoni arieF (Yogyakarta)
21
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 21 4/5/2007 9:34:27 AM
DASAR
smPn i Jakarta
Bangunan Tua
Sistem Modern
SMPN I Jakarta menjalin kerjasama dengan
Universitas Negeri Jakarta untuk meningkatkan
kualitas para guru dalam rangka konsep
Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Seluruh
stake holder diminta berkomitmen tinggi
menyukseskan konsep SBI.
Foto-Foto: roBi sugara
Dra Ruliah Lestari
S
mengatak an mengenai pentingnya
baru keluar dari pintu ruangan kepala
MP Negeri I Cikini, Jakarta Pusat,
mempersiapkan komptensi yang bertaraf
sekolah. Ia membujuk agar perempuan yang
sedang giat berbenah dalam rangka
internasional, untuk bisa go international.
sedang bertamu itu sabar menanti. “Enggak
mengemban status Sekolah Bertaraf
Berselang beberapa waktu setelah rapat,
apa-apa, saya mau tunggu aja,” jawab si
Internasional (SBI) pada 2007-2008 ini. Mulai
kepala sekolah beranjak ke ruangannya. Di
tamu. Kepada PENA PENDIDIKAN, perempuan
dari persiapan mengikuti konferensi kepala
sana ia sudah ditunggu seorang tamu dari
itu mengaku tertarik ingin menyekolahkan
sekolah di Auckland, New Zeland, hingga
Inggris. Siapa dia dan ada keperluan apa ke
anaknya ke SMPN I Cikini karena sekolah itu
upaya meningkatkan kompetensi para guru,
sana? “Pokoknya, dalam rangka SBI lah,” ujar
memang favorit. Kualitasnya diakui bagus.
serta melengkapi segala fasilitas kegiatan
seorang guru yang mengaku tak tahu detil
Hari itu, SMPN I Cikini sedang menggelar
belajang mengajar, termasuk pengajaran
tujuan tamu bule itu.
rapat dadakan yang digelar di ruangan
dua bahasa: Inggris dan Indonesia.
kepala sekolah. Rapat mendadak itu
Ketika PENA PENDIDIKAN berkunjung
membahas soal keberangkatan kepala
ke SMPN I Cikini, Kamis 29 Maret 2007,
Sekolah Level Internasional
sekolah ke New Zeland yang dijadwalkan
para siswa sedang mengikuti pelajaran di
hari itu juga. Hadir dalam rapat antara
kelas. Para guru sibuk memberikan materi Gagasan membuat konsep SBI untuk
lain, para tenaga administrasi dan pejabat
pelajaran. Tapi sebagian guru lainnya serta SMP sudah mulai digulirkan pada 2005.
teras di sekolah itu. Keberangkatan kepala
para karyawan Tata Usaha (TU) sedang Selang setahun, konsep itu pun mulai
sekolah ke negeri di Pasifik Selatan itu tiada
menggelar rapat dengan Kepala SMPN I dijalankan dan mulai efektif pada tahun
lain, kecuali dalam rangka mempersiapkan
Cikini, Dra Ruliah Lestari. ajaran 2007-2008. Sebagai program awal,
SMPN I Cikini menuju sekolah bertaraf
Seorang perempuan berumur sekitar Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta memilih
internasional (SBI). Di Auckland, Kepala
40 tahun duduk di sebuah kursi tak jauh lima SMP yang dipersiapkan menjadi SBI.
SMPN I Cikini akan mengikuti pertemuan
dari pintu ruang guru. Ia mengaku bukan Kelimanya adalah SMPN I di Cikini, SMPN I9
kepala sekolah dari berbagai negara yang
guru, atau karyawan lain sekolah itu. “Saya di Kebayoran Baru, SMPN I15 di Tebet, SMPN
berlangsung hingga 5 April ini.
tertarik ingin menyekolahkan anak saya ke 30 di Koja, dan terakhir SMPN 49 di bilangan
Setelah mengumpulkan para pejabat TU,
sini,” kata perempuan itu. “Jadi saya ingink Jakarta Timur. Nah, para kepala sekolah
kepala sekolah juga langsung memanggil
tahu bagaimana cara masuk ke sekolah dari kelima SMP itu pun telah berangkat ke
seluruh guru untuk berkumpul begitu bel
ini.” Ia mengaku sudah hampir setengah New Zealand untuk mengikuti konferensi
waktu istirahat mengajar berbunyi. Rapat
jam menunggu, karena para guru sedang internasional para kepala sekolah.
estafet itu terus membahas mengenai
mengajar dan sedang rapat. Menyandang status sebagai sekolah
persiapan dalam rangka SBI. Dalam rapat
“Maaf Ibu, Kepala Sekolah masih sedang percontohan dalam konsep SBI, bagi Ruliah
itu, tak henti-hentinya kepala sekolah
rapat,” kata seorang wanita berjilbab yang Lestari, kepala SMP N 1 Cikini, adalah sebuah
22 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 22 4/5/2007 9:34:32 AM
Sekolah ini memiliki bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
labotarium fisika, kimia, Di pihak lain, kemampuan rata-rata para
bahasa, komputer guru dalam penguasaan bahasa Inggris
dan multi media. masih lemah. Begitu juga dalam penguasaan
Fasilitas lainnya adalah teknologi informasi semisal internet.
lapangan basket, bola Karena itu, langkah yang akan segera
voli, perpusatakaan dilakukan Ruliah adalah meningkatkan
yang memadai, dan kompetensi para gurunya. Caranya, antara
tempat ibadah. lain dengan menggelar berbagai pelatihan
Dari luar, SMPN I dua kali seminggu.
Cikini tampak “tua”. “Sekolah akan berupaya meningkatkan
Maklum, sekolah ini kemampuan bahasa Inggris, pengoperasian
masih menempati komputer, dan internet,” ungkap Ruliah.
bangunan peninggalan Untuk meningkatkan kualitas dan
zaman Belanda . Tapi, kompetensi guru, Ruliah menjalin kerjasama
Pertemuan dengan tamu dari luar negeri
meski “penampilannya” dengan Univeristas Negeri Jakarta.
antik, tapi sekolah yang Dalam menggabungkan kurikulum,
tantangan besar. “Untuk menaklukkan
berjarak sekitar 3 km dari stasiun Gambir Ruliah mengatakan, untuk sementara akan
tantangan itu tentu butuh kerja keras,
ini ternyata memiliki sistem pembelajaran mengadopsi kurikulum internasional dari
keseriusan, dan perhitungan yang matang,”
yang moderen. Bahasa Inggris di sini berbagai negara. Pihaknya akan bekerja
ujarnya. “Banyak yang harus dilakukan untuk
sudah jadi keseharian. Lihat saja sejumlah sama dengan SMP lainnya yang mendapat
menyesuaikan mutu pengajar dengan
pengumuman yang ditempel di dinding SBI dan sekolah swasta yang sudah bertaraf
konsep SBI ini. Salah satunya menyesuaikan
kelas, semuanya menggunakan dua bahasa: internasional. Tak terkecuali dengan pihak
kompetensinya,” ungkap perempuan yang
Inggris dan Indonesia. asing. “Yang sudah kita lakukan adalah
baru ditugaskan sebagai kepala sekolah
kerjasama dengan pihak Singapura dalam
ini pada Februari lalu itu. Sebelumnya ia
bidang pelatihan,” ungkap ibu beranak
memimpin SMP Negeri 256, Jakarta Timur.
Meningkatkan Kompetensi dua ini.
R u l i a h ya n g j u g a s e b a g a i k e t u a
Ruliah yakin, konsep SBI akan sukses
Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Kendati sekolahnya dianggap sebagai
jika didukung semua pihak. Seluruh
Inggris DKI Jakarta, sebelumnya tak mengira SMP negeri yang tergolong sekolah unggul,
pemangku kepentingan (stake holder) di
akan ditugaskan di SMPN I. Apalagi harus tentu tak membuat Ruliah puas sampai
bidang pendidikan, yakni pemerintah, para
memegang mandat yang begitu berat, di situ. Ia menegaskan bahwa upaya-
guru, komite sekolah, dan para siswanya,
yakni membuat sekolah ini benar-benar upaya peningkatan sumber daya manusia
harus punya komitmen yang kuat untuk
diakui sebagai sekolah yang bertaraf sekolahnya harus terus ditingkatkan.
menyukseskan konsep SBI. “Saya yakin jika
internasional. “Tapi saya bismillah saja untuk Seluruh guru di SMPN I Cikini, kata
semua bekerja sama untuk mewujudkan
menjalankannya,” ungkap perempuan yang Ruliah, harus berupaya meningkatkan
sekolah ini menjadi SBI, pasti berhasil
sudah mengajar SMP selama 30 tahun itu. kompetensinya. Sebab, sekolah yang
dengan mudah,” ungkap Ruliah.
Meski tak terlibat dari awal proses dijadikan SBI harus mampu menggabungkan
terpilihnya SMPN I ini menjadi SBI, kurikulum nasional dengan internasional,
bukan berarti Ruliah tidak tahu detil soal termasuk harus mampu menggunakan roBi sugara
SBI. Sebelumnya, ia banyak terlibat di
dalam berbagai workshop mengenai
SBI. “Saya sudah banyak terlibat dalam
pembahasan tentang kurikulumnya, model
pengajarannya, dan manajemennya, dan
tentu saja, kualitas pengajar atau gurunya
dalam penyampaian materi dengan bahasa
Inggris,” Ruliah menjelaskan. Karena itu,
perempuan kelahiran Bandung, 28 Februari
1955, lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa
Inggris, IKIP Jakarta, itu mengaku sudah siap
menerapkan konsep SBI di sekolahnya.
Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta
memilih SMP Negeri 1 Cikini sebagai SBI
tentu bukan tanpa alasan. Sekolah yang
dibangun pada 1948 ini memiliki fasilitas
dan sarana parasarana yang sangat lengkap.
2
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 23 4/5/2007 9:34:38 AM
DASAR
mengundang kami mendiskusikannya,”
kenang Ahmad Shodikin, yang biasa
dipanggil Pak Mad.
Suatu hari di awal tahun 2000, Adi
Dasmin punya ide yang belum pernah
dilakukan sekolah mana pun: membuat
sebuah pameran internasional. Adi segera
mengarahkan para guru yang berjumlah
32 orang untuk bertamu ke berbagai kantor
kedutaan besar (Kedubes) negara asing di
Jakarta. Berbekal secarik surat pengantar,
para guru bersama murid yang bisa
berbahasa Inggris bertandang ke sejumlah
kedubes asing. Tujuannya, meminjam
atribut, bendera, brosur atau apapun yang
menggambarkan kekhasan negaranya,
untuk dipamerkan di sekolah. Rupanya ide
itu disambut hangat oleh semua kedutaan
Foto-Foto: arien t w
negara asing yang didatangi.
Bahkan saat pameran dilangsungkan,
ada sejumlah tamu dari berbagai kedubes
Kegiatan di laboratorium komputer
asing yang datang. “Begitu besar respon
smPn 19 Jakarta dari semua kedutaan, terutama dari negara-
Republica de Colombia
negara Afrika dan Timur Tengah,” tutur Pak
Mad. “Bahkan Duta Besar Palestina pun
meminta waktu untuk berpidato.”
Junior High School
Dalam pameran itu, seluruh kelas SMPN
19 dihiasi bendera, atribut, dan berbagai
brosur dari setiap negara. Seluruhnya ada 32
negara. Para siswa yang menunggui setiap
stand juga mengenakan pakaian khas sesuai
SMPN 19 Jakarta bangkit dari status “biasa-biasa saja” dengan ide negara masing-masing.
unik. Kini sekolah ini punya radio internal, dan fasilitas modern lain Dalam kesempatan itu pula, Kedubes
untuk aktualisasi siswa. Colombia mengajak kerjasama melalui
penandatanganan MOU. Akhirnya, di
SMPN 19 terpampang tulisan “Republica de
D
Colombia Junior High School”. “Target jangka
Jakarta Selatan, itu akan dibuka satu
I sebuah ruangan laboratorium di
panjang kerjasama ini adalah pertukaran
kelas bertaraf internasional. “Sarana dan
SMPN 19 Jakarta, sekelompok anak
pelajar,” kata Pak Mad. Hingga kini tiap kali
fasilitas di sini sudah cukup memadai,”
sedang asyik duduk bergerombol
Kedubes Colombia menyelenggarakan
kata Ahmad Shodikin, Staf Kurikulum dan
menghadap komputer. Di laboratorium
acara, seperti peringatan hari kemerdekaan
Pengembangan Mutu SMPN 19 .
komputer dan internet itu, Fachruddin
mereka, siswa SMPN 19 selalu diminta
sedang memperkenalkan cara kerja microsoft
tampil.
word kepada siswa kelas VII C. Guru muda
Berawal dari Pameran Begitu pula, bila SMPN 19 punya acara,
ini tampak puas melihat animo murid-
utusan Kedubes Colombia juga selalu
muridnya. Lalu dia menerangkan program Ahmad Shodikin yang telah 17 tahun
datang menghadiri. Para siswa SMPN 19 juga
aplikasi internet. Para siswa pun tangkas mengabdi di sekolah itu menuturkan, sejak
mendapatkan kursus menari dan bahasa
mengikuti instruksi Fachruddin. didirikan pada 1959, sekolahnya sebenarnya
Spanyol gratis dari staf kedubes negara
Selain laboratorium komputer dan terbilang biasa-biasa saja. Bahkan hingga
Amerika Latin itu. Tak hanya itu. Kedubes
internet, SMPN 19 Jakarta masih punya tahun 1990-an, masyarakat lebih melirik
Colombia juga menyumbang puluhan
berbagai sarana dan program penunjang sebuah SMP lain tak jauh dari SMPN 19.
komputer plus koneksi internet gratis
yang mampu merangsang kreativitas siswa. Tahun 1999 menjadi tonggak penting
selama tiga tahun.
Tak heran bila Dinas Pendidikan Dasar Provinsi bagi perkembangan SMPN 19, ketika
Sejak saat itulah, menurut Pak Mad, SMPN
DKI Jakarta memilihnya menjadi salah satu dipimpin Adi Dasmin sebagai kepala sekolah
19 mulai diperhitungkan. Apalagi tatkala
rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). --yang kini memimpin SMPN 115 di bilangan
mengatongi sertifikat ISO untuk kualitas
Mulai Juni 2007 mendatang, di sekolah Tebet. Adi Dasmin terbilang masih muda,
manajemen dan pengajaran. Reputasi
yang terletak di bilangan Kebayoran Baru, enerjik dan penuh ide. “Bila punya ide, dia
2 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 24 4/5/2007 9:34:41 AM
Pe m b i n a K I R S M P N 1 9 , orang, sekolah ini membuka empat model
Syauqi, merencanakan kelas. Pertama, Kelas Bilingual, di mana mata
sebuah latihan riset terpola. pelajaran sains dan matematika disampaikan
Bekerja sama dengan WWF dalam bahasa Inggris. Kini, kelas yang telah
dan Kementrian Lingkungan berjalan tiga tahun ini memiliki dua ruang
Hidup, SMPN 19 sedang kelas untuk masing-masing tingkatan.
merancang sebuah program Kedua, Kelas Akselerasi, yang
pengelolaan sampah bagi memungkinkan siswa menyelesaikan
siswa sekolah. jenjang SMP dalam waktu dua tahun.
WWF, sebuah organisasi Caranya, satu semester ditempuh dalam
lingkungan dunia, 4 bulan, dari yang semestinya 6 bulan.
menginginkan para siswa Ketiga, Kelas Akademik, yang selama ini
Siswa saat mengamati hasil penelitia
n biologi menjadi junior concervationist, hanya memiliki satu ruang untuk kelas
alias pelindung muda bagi VIII dan IX. Kelas ini merupakan kumpulan
lingkungan. Karena itu, Syauqi siswa dengan ranking tertinggi dari semua
internasional pun mulai digenggam.
yang alumnus jurusan Biologi Universitas kelas reguler menjelang naik ke kelas VIII.
Di kancah regional, reputasi sekolah yang
Indonesia, membiasakan mengajar ilmu Alasan diadakannya kelas ini adalah untuk
kini dipimpin oleh Muhammad Nur ini
pengetahuan alam melalui observasi memisahkan siswa yang sangat menonjol
juga cukup diperhitungkan. Sejak 2003
lapangan. Misalnya, siswa dikenalkan di suatu kelas, sehingga mereka mendapat
lalu, bersama 5 sekolah lain di Indonesia,
dengan cara kerja roll coaster, pesawat level pengajaran yang khusus.
mereka tergabung dalam SEA MEO, sebuah
terbang. “Dengan observasi lapangan, Terakhir, ya Kelas Reguler. Kelas ini tiap
kerjasama bidang pendidikan di bawah
siswa dapat melihat langsung seperti tahun selalu dioplos, demi menghindari
payung ASEAN.
apa kegunaan dan aplikasi sebuah ilmu adanya kelas yang berkualifikasi terlalu
Maka, SMPN 19 beberapa kali menjadi
pengetahuan pada kehidupan sehari-hari,” rendah. Dengan demikian, semua kelas
peserta pameran pendidikan di Thailand,
ujar Syauqi.
Malaysia, dan berbagai negara di kawasan reguler adalah sama, tak ada yang terlalu
Di setiap kelas SMPN 19, tersedia sebuah
Asia Tenggara lainnya. Ke depan, melalui buruk, atau terlalu menonjol.
speaker yang akan mengumandangkan
SEA MEO, mereka merencanakan program Sebagai persiapan menuju SBI, tiap Senin
siaran radio tiap jam istirahat. Radio amatir
pertukaran pelajar dan peningkatan mutu dan Kamis para guru yang dipromosikan
itu dikelola sendiri oleh para siswa. Studionya
guru dengan berbagai negara. mengajar di kelas SBI nanti, mengikuti
ada di lantai dua. Para siswa menyebut radio kursus bahasa Inggris. “Ini penting, karena
itu sebagai Nineteen Broadcast atau disingkat kita harus punya guru untuk semua mata
Aktualisasi Siswa jadi NBC. Radio ini memiliki sepuluh penyiar. pelajaran dengan kemampuan bahasa
Untuk menjadi penyiar, semua siswa bisa Inggris yang mumpuni,” tegas Pak Mad.
Mengikuti kegiatan belajar-mengajar di
mendaftarkan diri dan mengikuti
SMPN 19 terasa ada yang beda. Tak seperti
tes.
di kebanyakan sekolah, di sini susana
Materi tesnya meliputi
pendidikan terasa kental. Tak ada waktu
wawasan umum, kemampuan
yang terbuang. Saat istirahat pun, para
bahasa Inggris dan kepribadian.
siswa beraktualisasi sesuai dengan minat
“Ini salah satu upaya untuk
masing-masing.
memperkenalkan prkembangan
Di lantai pertama SMPN 19, terdapat
dunia multimedia kepada siswa,”
berbagai pusat kegiatan siswa. Begitu
kata Satimin, salah satu guru yang
lonceng istirahat dibunyikan, puluhan siswa
menangani radio itu.
tumplek ke ruang komputer. Di dinding,
Demi menunjang metode
tertempel beberapa contoh desain komik
Gedung SMP 19 Jakarta
pengajaran dengan memanfaatkan
dan cover majalah yang mereka buat dengan
teknologi multimedia, setiap ruang
computer.
kelas dilengkapi pesawat televisi
Fachruddin, adalah salah satu guru yang
dan perangkat audio. Menurut Pak Mad,
tiap hari mendampingi para siswa berkreasi Tak hanya itu, untuk mematangkan konsep
hingga kini telah ada 10 orang guru yang
dengan computer. “Kami mengenalkan kelas SBI, SMPN 19 juga giat melakukan studi
mampu mengajar dengan bahasa Inggris.
aplikasi komputer dari microsoft office banding dengan berbagai sekolah yang
hingga desain grafis,” kata Fachruddin. telah memiliki kelas internasional. Dalam
Menurut Fachruddin, para siswa sangat tiga tahun ke depan, SMPN 19 berharap bisa
Empat Model Kelas
senang membuat komik atau gambar menyejajarkan diri dengan berbagai sekolah
animasi. maju di dunia.
Sebelum terpilih sebagai pilot project
Di sebelah ruang computer, terdapat SBI, SMPN 19 telah melakukan berbagai
laboratorium KIR (Karya Ilmiah Remaja). inovasi brilian. Dengan jumlah guru 68 m. FaliKul isBah
2
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 25 4/5/2007 9:34:45 AM
DASAR
2 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 26 4/5/2007 9:34:47 AM
27
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 27 4/5/2007 9:34:52 AM
KOLOM
TUNTUTAN KOMPETENSI
DASAR ERA MENDATANG
oleh : mudjito aK
direktur Pembinaan tK dan sd
departemen Pendidikannasional
M
asumsi jika pertumbuhan ekonomi riil rata- dan tatanan.
ungkin tidak sedikit masyarakat
rata 7,62 persen, laju inflasi 4,95 persen, Kita menyadari bahwa pendidikan
yang terperanjat, bahkan setengah
dan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 secara luas dipandang sebagai investasi
tidak percaya, ketika mendengar
persen per tahun. Pada 2030, dengan jumlah dan aset penting bagi individu maupun
pernyataan Presiden Susilo Bambang
penduduk sekitar 285 juta jiwa, produk masyarak at. Pendidik an merupak an
Yudhoyono yang merasa optimistis bahwa
domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai kekuatan yang mampu merubah wajah
negara kita akan mampu meraih predikat
5,1 triliun dollar AS. kehidupan masyarakat. Banyak bukti empirik
lima besar kekuatan ekonomi dunia pada
Sebagian pengamat lantas melontarkan yang menyatakan bahwa pendidikan dapat
2030, bersama Cina, Amerika Serikat, Uni
kritik, dan menilai rasa optimisme Presiden meningkatkan kesejahteraan, produktivitas,
Eropa, dan India. Diperkirakan, saat itu
itu dianggap terlalu berani. Tapi Presiden serta kemajuan sosial dan politik suatu
pendapatan per kapita Indonesia mencapai
tampaknya sudah menyadari bahwa ia bangsa. Di atas segalanya, pendidikan adalah
18.000 dolar AS per tahun. Selain itu, sekitar
akan mendapat kritik. Karena itu, menurut hak dasar manusia yang membebaskan
30 perusahaan domestik juga masuk dalam
Presiden, Visi Indonesia 2030 itu bisa saja manusia dari rantai ketidaktahuan.
500 perusahaan papan atas dunia.
dianggap sebuah mimpi, tetapi jangan Begitu pentingnya peran pendidikan,
Presiden menegaskan, Indonesia akan
malu dengan mimpi itu. “Sebab, bangsa maka kurikulum masa depan senantiasa
mampu menjadi negara maju dan sejahtera.
yang besar adalah bangsa yang mampu menjadi topik yang hangat diperbincangkan
Indonesia menjadi bangsa yang mandiri,
menciptakan mimpi dan mewujudkannya di setiap negara. Begitu pula di Indonesia,
produktif, memiliki daya saing, serta mampu
dalam realitas,” ujar Presiden. isu seputar kurikulum selalu menjadi
mengelola seluruh kekayaan alam dan
sorotan. Apalagi saat ini kita sedang
sumber daya lainnya untuk mencapai
mengimplementasikan Kurikulum Tingkat
pertumbuhan ekonomi jangka pendek,
Kurikulum Masa Depan Satuan Pendidikan (KTSP).
menengah, dan jangka panjang.
Setiap menjelang atau sesaat setelah
“Saya punya keyakinan, 100 tahun ke Sebagai pepimpin, sangat wajar jika
pergantian kurikulum baru, publik selalu
depan kita bisa mewujudkan cita-cita Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
ramai memperbincangkan. Hingga kini,
dan tujuan dalam Pembukaan UUD 1945. melontarkan rasa optimisme dan langkah-
Indonesia sudah berkali-kali ganti kurikulum.
Mengapa kita perlu yakin? Kalau lihat lintasan langkah apa saja yang mesti dilakukan
Pada era Orde Baru saja, sudah pernah
perjalanan sejarah kita, itu memungkinkan. bangsa Indonesia untuk mewujudkan
diberlakukan Kurikulum 1968, Kurikulum
Jika kita ingin merekonstruksikan masa cita-citanya. Dalam konteks pendidikan,
1975, Kurikulum 1984, dan Kurikulum1994.
depan kita 100 tahun ke depan, mari kita pertanyaannya adalah kompetensi dasar apa
Pada masa Orde Baru, terasa kental betul
lihat perjalanan bangsa 100 tahun ke saja yang mesti dimiliki bangsa Indonesia
kurikulum menjadi bagian dari sub-ordinasi
belakang. Dengan demikian, kita paham agar ikut berperan dalam mewujudkan
politik.
perjalanan panjang sejarah untuk memiliki mimpi indah tersebut?
Sedangkan pasca reformasi, diberlakukan
kemampuan dan ketangguhan dalam Kalau kita amati, dewasa ini masyarakat
Kurikulum Berbasis Kompetensi
mewujudkan cita-cita,” ujarnya, seperti Indonesia dihadapkan pada beragam
(Kurikulum2004), yang kemudian
dikutip Kompas edisi 23 Maret 2007 lalu. persoalan yang sangat kompleks dan akut,
disempurnakan menjadi K TSP. K TSP
Pernyataan Presiden RI itu dikemukakan sebagai akibat dari transformasi sosial
merupakan kurikulum berbasis kompetensi
dalam acara peluncuran Kerangka Dasar dan perubahan teknologi yang cepat dan
yang dalam pelaksanaannya di sekolah
Visi Indonesia 2030 yang dipaparkan oleh tidak menentu. Tiupan angin globalisasi
sangat mengandalkan kreativitas dan
Yayasan Indonesia Forum di Istana Negara, berhembus sangat kencang, yang membuat
kemampuan guru. KTSP dirancang untuk
22 Maret lalu. Yayasan ini diketuai Chaerul urat nadi kehidupan dalam berbagai bidang
menghadapi tantangan bangsa Indonesia
Tanjung, pengusaha muda pemilik Trans TV mengalami guncangan. Globalisasi juga
pada masa yang akan datang.
dan Trans 7 yang kini tengah berkibar. berimplikasi pada terjadinya perubahan
Akan tetapi disadari bahwa kalau hanya
Chaerul Tanjung mengungkapkan, Visi sosial yang terus berkembang, serta proses
mengandalkan kompetensi berbasis
Indonesia 2030 itu bisa tercapai dengan demokratisasi yang terus mencari bentuk
2 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 28 4/5/2007 9:34:54 AM
skala yang lebih besar.
sekelompok orang yang hidup tersiksa,
kurikulum seperti tertuang dalam KTSP,
Kompetensi kedua adalah menggunakan
terasing dari lingkungan sosialnya, hingga
tidak akan mampu menggapai sosok
alat secara interaktif. Pengertian alat di
tereksploitasi oleh kelompok masyarakat
manusia yang diidealkan. Pertanyaannya
sini mencakup wilayah yang sangat luas.
yang lebih kuat. Keragaman medan sosial
kemudian adalah, selain kompetensi-
Selain alat kebendaan, juga mencakup
ini pada gilirannya menuntut individu untuk
kompetensi dasar yang tertuang dalam
bahasa, simbol, dan informasi. Alat tidak
memiliki sejumlah kompetensi dasar yang
kurikulum, lantas kompetensi apa saja yang
hanya menjadi indikator pasif, tetapi
taktis dan strategis, agar mereka tangguh
relevan bagi individu untuk menjalani hidup
secara instrumental menjadi bagian
dapat menjalani hidup dalam kondisi
yang sukses dan bertanggung jawab bagi
dialog interaktif antara individu dengan
apapun.
masyarakat untuk menghadapi era kini dan
lingkungannya. Hal ini mencakup: (1)
Kegelisahan untuk memaknai atau
mendatang?
kemampuan menggunakan bahasa, simbol,
merumuskan kompetensi kunci apa saja yang
Ini bukanlah pertanyaan yang bisa
teks, dan informasi secara interaktif, (2)
dibutuhkan bagi generasi mendatang tidak
dengan mudah dijawab. Pasalnya, kita
kemampuan menggunakan pengetahuan
hanya dialami oleh negara-negara sedang
harus memformulasikan suatu setting
dan keterampilan secara interaktif, dan (3)
berkembang. Negara-negara maju pun
kompetensi kunci bagi anak bangsa yang
kemampuan menggunakan teknologi baru
merasakan hal yang sama. Dengan perspektif
dapat mengantarkan mereka mengarungi
secara interaktif pula.
interdisiplin dan pendekatan reflektif,
kehidupan yang sukses dan berpartisipasi
Kompetensi ketiga adalah kemampuan
terpadu, dan holistik, negara-negara maju
secara efektif dalam berbagai bidang
bersosialisasi dalam masyarakat yang multi-
yang tergabung dalam OECD (Organization
kehidupan.
kultur. Kompetensi interpersonal dalam
for Economic Co-operation and Development)
kehidupan sosial ini sangat relevan untuk
membentuk sebuah fondasi internasional
Kompetensi Kunci menciptakan modal sosial. Intinya adalah
untuk memformulasikan kompetensi kunci
bagaimana: (1) berhubungan baik dengan
ini. Ada tiga kategori kompetensi kunci yang
K ita tidak dapat mendefinisik an
orang lain, (2) bekerja sama, dan (3) mengelola
berhasil diidentifikasi, yaitu kemampuan: (1)
kompetensi kunci hanya dari sudut pandang
dan menyelesaikan konflik sebagai aspek
bertindak secara otonom, (2) menggunakan
tertentu. Memang, bisa saja orang dengan
bawaan dari hubungan antar manusia,
alat secara interaktif, dan (3) memfungsikan
mudah mengatakan bahwa secara empiris
terutama dalam negara yang multi-etnik dan
diri dalam kelompok-kelompok yang secara
kompetensi terpenting adalah apa yang
multi-kultural seperti Indonesia.
sosial heterogen.
diperlukan pekerja agar berhasil dalam
Kiranya, ketiga kompetensi kunci
Untuk dapat bertindak secara otonom
dunia kerja. Di sini, sukses hanya diartikan
yang diinisiasi oleh negara-negara OECD
sesuai kompetensi pertama, tidak berarti
sebagai peningkatan penghasilan.
tersebut dapat dijadikan rujukan dalam
harus memfungsikan diri dalam isolasi
Pandangan seperti ini tentu saja terlalu
memformulasikan seperangkat kompetensi
sosial. Justru para individu dituntut untuk
sumir karena efektivitas hanya diukur
kunci bagi generasi muda kita pada masa
mampu mengelola hidupnya sendiri secara
dengan keterampilan teknis, tanpa dikaitkan
mendatang. Mesk ipun disadari ada
bermakna dengan berperan aktif dalam
dengan interpretasi konteks dan makna.
perbedaan kontekstual, tetapi didalamnya
membentuk hidupnya sendiri. Tentu,
Padahal, individu yang kompeten sebagai
terkandung pula sifat-sifat universalitas dan
untuk mencapai kompetensi ini diperlukan
entitas yang mandiri sejatinya mampu
kemampuan memajukan diri sebagai
memusatkan perhatian dan orientasi masa transferabilitas.
subyek yang harus mengambil resiko dan
depan, memiliki rasa tanggung jawab, dan Jika kompetensi-kompetensi kunci itu
tanggung jawab sebagai warga negara,
memiliki keyakinan bahwa hasil kerjanya berhasil kita poles dan disesuaikan dengan
anggota masyarakat, anggota keluarga,
memiliki dampak positif bagi kehidupan. kondisi Indonesia, maka harapan kita
pekerja, konsumen, dan seterusnya. Ia tidak
Pada sisi lain, kita juga menyaksikan tentang mimpi indah ke depan sebagaimana
saja harus mampu melaksanakan rencana
dalam praksis kehidupan banyak ditemukan dituangkan dalam Kerangka Dasar Visi
hidup dan rencana pribadi yang dibuatnya,
fenomena penderitaan yang dialami oleh Indonesia 2030 bisa diwujudkan menjadi
tapi juga harus mampu bertindak dalam
sebagian kelompok masyarakat. Ada kenyataan.
2
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 29 4/5/2007 9:34:56 AM
MENENGAH
Foto-Foto: m Fathoni arieF
sman 6 Yogyakarta itu dimulai sejak Desember 2006.
SEKOLAH HIJAU
Penyelenggara mensyaratkan masing-
masing sekolah membentuk tim terdiri
dari 6 orang siswa dan seorang guru
sebagai Pembina. Tim SMA 6 terdiri dari Deo
BERBUDAYA RISET
Fani Nur Wijaya (Ketua), Fatkhur Rahman,
Nurul Istiqomah, Dewi Prasetyan Drajati,
Umy Nur Fadilah, dan Michael Yuli Arianto.
Semua tim dari 15 sekolah diundang
mengikuti pelatihan selama 3 hari di Bogor.
Sukses mendorong siswa menyukai penelitian. Kelompok Ilmiah Semua peserta mendapat pengarahan
Remaja menjadi kegiatan ekstra kurikuler yang paling diminati. wawasan lingkungan. Tema-tema apa saja
Penelitian pemanfaatan limbah kedelai menjadikan yang terbaik yang diangkat dibahas di sana. Proyek yang
peserta rancang, diberi waktu pelaksanaan
dalam ajang Toyota Eco Yout 2006-2007.
hingga Maret lalu.
SMA 6 melaksanaan proyek perbaikan
“L
limbah kedelai di dua desa binaan, yang
sekolah di kawasan Jabodetabek. Pada
imbah dan Sampah Bukan Masalah
semuanya terletak di bilangan Gedong Kiwo,
Toyota Eco Youth 2006-2007 temanya proyek
Justru Membawa Berkah.” Itu
Yogyakarta. Sebelum ada lomba, sebenarnya
perbaikan lingkungan sekolah. SMAN 6 yang
bukan slogan basa-basi yang
tim SMAN 6 telah melaksanakan program
terpilih mewakili provinsi DIYogyakarta
dipampang di jalan-jalan. Namun prinsip
pemanfaatan limbah pengolahan tahu dan
berdasarkan penunjukkan langsung dari
yang dianut siswa-siswa SMAN 6 Yogyakarta.
kedelai di dua desa binaan. Di dua lokasi
Dinas Pendidikan Provinsi DIY. Alasannya,
SMA yang baru meraih penghargaan Toyota
desa binaan itu mereka melihat limbah
selama ini SMAN 6 dianggap maju dalam
Eco Youth 2006-2007, itu kini dikenal sebagai
tahu dibuang percuma. Paling-paling hanya
penelitian tentang lingkungan. Sekolah
“sekolah berwawasan lingkungan ini.”
dimanfaatkan sebagai makanan ternak.
ini juga memiliki program berwawasan
Toyota Eco Youth merupakan program
Tim SMAN 6 lantas mengadak an
lingkungan yang diajarkan di sekolah.
kerjasama antara PT Toyota Indonesia
penelitian terhadap limbah pengolahan
“SMAN 6 dianggap mampu dengan
dengan Yayasan Kirei. Penghargaan tahunan
tahu. Hasilnya, limbah tahu bisa diubah
mengacu pada hasil yang pernah dicapai
ini buat SMA dan SMK yang berhasil
menjadi berbagai macam makanan. “Kami
sekolah ini,” tandas Drs Sukirman, Wakil
memperbaiki lingkungan sekolah mereka.
melakukan percobaan pengolahan limbah
Kepala Bidang Kesiswaan SMA 6, yang juga
Tahun lalu, seleksinya hanay pada 15 sekolah
kedelai menjadi kue dan keripik,” kata Deo
pembina Tim lomba kali ini. Tim SMA 6
dari 7 provinsi di Jawa Bali, yang terpilih.
Nur Fani, Ketua Tim.
memilih tema pengolahan limbah. Mereka
Persisnya lomba lingkungan ini hanya diikuti
Sebenarnya, ada tema lain yang ingin
membuat karya tulis bertajuk “Manajemen
tim peserta dari 9 SMK dan 6 SMA.
diangkat SMAN 6. Yaitu pembuatan briket
Limbah Kedelai.”
Toyota Eco Youth baru kali kedua ini
dari arang. Namun tema itu sudah diambil
L o m b a y a n g d i s p o n s o r i To y o t a
digelar. Sebelumnya hanya untuk sekolah-
0 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 30 4/5/2007 9:34:58 AM
BERMULA DARI SMA BAGIAN C
S persisnya pada 1952. SMA CI masuk pagi,
siswa. Perkaranya soal siswa yang merupakan
MAN 6 Yogyakarta awalnya merupakan
sedangkan dan SMA C2 masuk kelas siang.
bekas Tentara Pelajar dan yang bukan Tentara
SMA bagian C yang berdiri pada 17
SMAN C1 menempati gedung baru di
Pelajar. Perbedaan sikap dan tingkah laku
September 1949. Saat itu juga berdiri SMA
Jalan Cornel Simanjuntak sejak 1957, bekas
sehari-hari itu semakin meruncing. Sehingga
Bagian A dan SMA Bagian B. SMA bagian
gedung SMA A. SMA A, yang kelak bersalin
sekolah memutuskan untuk memisahkan
A merupakan jurusan sastra, sedangkan
nama menjadi SMA 1 pindah gedung ke Jalan
siswa dari kalangan Tentara Pelajar dan
SMA bagian B jurusan eksakta. SMA Bagian
HOS Cokroaminoto. SMAN C1 akhirnya
yang bukan. Siswa eks TP yang masuk siang
C diarahkan untuk murid dengan pilihan
bernama SMAN 6 Yogyakarta, yang tetap
hari memilih pindah gedung milik yayasan
bidang studi ilmu ekonomi.
menempati gedung di Jalan C SImanjuntak
BOPKRI.
Di awal pendirian SMA Bagian C, timbul
sampai sekarang.
Pemisahan sekolah pagi dan siang itu
permasalahan berkaitan dengan latar belakang
Farmasi Universitas Gadjah Mada
peserta lain dan dinilai panitia SMAN
Yogyakarta, pernah menjadi jawara
6 belum siap. Justru usulan mengenai
penelitian. Arco mengusung riset
pengolahan limbah kedelai diajukan, panitia
berlabel “Pemanfaatan bonggol
menilai baik.
pisang.”
Selain melaksanakan kegiatan di desa
Budaya penelitian mendorong
binaan, tim juga melakukan program
anak-anak menyukai Kelompok
lingkungan di sekolah. Di antaranya program
Ilmiah Remaja (KIR). Jangan heran
pemisahan sampah organik dan nonorganik
bila KIR adalah kegiatan ekstra
dan pembuatan tempat sampah inovatif.
kurikuler yang paling banyak
Anda bisa menyambangi SMA 6 jika ingin
diminati siswa. Kegiatan KIR yang
membuktikan betapa bersihnya lingkungan
diadakan tiap hari Jumat ini dipisah
sekolah ini. Tempat sampah dua warna
untuk kelas IPA dan kelas IPS.
tersedia di sudut-sudut sekolah. Persisnya
Selain KIR, ada komunitas
di 13 titik. “Kami juga melakukan sosialisasi
menggelinding. Di antaranya melakukan
lingkungan yang belum lama didirikan
hidup bersih melalui poster-poster,” kata
Gerakan Cinta Lingkungan. Sekilas MWGSC
siswa. Yakni Muda Wijaya Green School
Fatkurahman.
mirip dengan KIR. Anggota MWGSC juga
Community (MWGSC). Organisasi anyar
Para juri setiap bulan menyambangi
semuanya anggota KIR juga. “Bedanya, KIR
itu kini bernaung di bawah kepengurusan
sekolah untuk menilai perkembangan
lebih pada penelitian sedangkan MWGSC ke
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
proyek. Penilaian memang didasarkan
penerapannya,” kata Fatkhurrahman.
Sebenarnya, keberadaan MWGSC tak lepas
pada verifikasi, pelaksanaan dan hasil akhir.
MWGSC kini tengah mengerjakan proyek
dari ajang Toyota Eco Youth 2006-2007.
Tenggat pelaksanaan proyek lingkungan
pengolahan sampah menjadi kompos.
“Peserta lomba harus dari sebuah wadah
usai, para erserta dikumpulkan kembali di
Kemudian penghijauan lewat penanaman
yang menaunginya. Maka dibentuklah
Jakarta. Bertempat di Cilandak Town Square,
tanaman buah, tanaman obat dan tanaman
MWGSC,” kata Drs Sukirman.
peserta diberi kesempatan menyampaikan
hias. Selain itu juga mengerjakan pembuatan
Namun MWGSC bukan sekadar hidup
presentasi dan memamerkan hasil kerja
kertas daur ulang.
saat ada lomba. Anggotanya saja kini
mereka.
mencapai 124 siswa. Kegiatannya terus
Penilaian tak hanya pada hasil proyek m Fathoni arieF (Yogyakarta)
yang dikerjakan. Justru penilain tertinggi
pada partisipasi semua warga sekolah. Nilai
TIAP TAHUN JAWARA KIR
plus lainnya adalah kami mempunyai desa
binaan,” kata Deo.
• Juara 3 lomba KIR Tingkat SMA seDIY STIE SBI Yogyakarta (2004)
• Juara 1 lomba penulisan esay tingkat SMA se Jawa (2004)
• Juara 2 Lomba Karya ilmiah Pemerintahan Pelajar dan Mahasiswa Tingkat Nasional (2004)
KENTAL BUDAYA PENELITIAN • Juara 1 Lomba Karya Tulis Lingkungan, DIY Jawa Tengah (2004)
• Finalis Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional (2004)
Soal penelitian SMAN 6 boleh dibilang
• Juara 1 LKIR Nasional Bidang Teknologi (2005)
jawaranya, setidaknya di wilayah Yogyakarta. • Juara Harapan 2 Penelitian Ilmiah Remaja tingkat nasional (2005)
“Di sini kental banget budaya penelitiannya. • Juara 2 Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Depdiknas (2005)
• Juara 3 Lomba Karya Ilmiah Umum tingkat nasional (2005)
Banyak prestasi yang diraih dari berbagai
• Juara 3 Lomba karya tulis ilmiah Dinas Pendidikan DIY (2005)
ajang penelitian,” kata Fatkurrahman,
• Juara 4 Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja Nasional (2006)
menambahkan. • Juara 2 LKIR Nasional (2006)
Misalnya, Arco, yang kini mahasiswa
1
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 31 4/5/2007 9:35:01 AM
KEJURUAN
Merambah
Korea dan Amerika
2 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 32 4/5/2007 9:35:05 AM
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 33 4/5/2007 9:35:16 AM
WAWANCARA
KORUPSI DILAKUKAN
DINAS DAN SEKOLAH
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 34 4/5/2007 9:35:32 AM
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 35 4/5/2007 9:35:34 AM
WAWANCARA
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 36 4/5/2007 9:35:45 AM
7
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 37 4/5/2007 9:35:53 AM
NONFORMAL
MENGUSUNG
STANDAR
MATERI
Foto-Foto: aYu n andini
Suasana Rakor PTK-PNF
di tiap penyelenggara. Kini kami ingin
Cempaka, Jakarta, 22-25 Maret, itu diikuti tak
menyamakan materi di setiap diklat pusat,
kurang dari 150 peserta. Mereka dari Badan
Direktorat PTK PNF mengguyur provinsi kabupaten dan kota,” kata Drs.
Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Badan
beasiswa dan memperbanyak Nasruddin, Kasubdit Pendidik, Direktorat
Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP),
diklat yang terjadual. Ada PTK-PNF.
Badan Akreditasi Nasional-Pendidikan
standarisasi pelatihan dan Nonformal (BAN-PNF). Hadir pula duta
dari sejumlah forum PTK-PNF dan Balai
materinya di semua daerah.
STANDARISASI MATERI
Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) dari
berbagai daerah. Program pelatihan selama ini dilakukan
P
Pembahasan Rakor bertema Strategi
E N D I D I K A N n o n fo r m a l i b a r a t di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
Peningkatan Mutu Pendidik Pendidikan
belantara yang belum tersentuh. Namun ada ketidakseragaman substansi
Nonformal dalam Upaya Mewujudkan
Bisa dibayangkan seperti apa hutan materi di setiap diklat. Akibatnya, lulusan
Pendidik dan Tenaga Kependidik an
belantara yang masih perawan. Sungguh pelatihan sulit menerapkan ilmunya di
Pendidikan Nonformal yang Profesional
amsal yang menggambarkan pendidikan berbagai daerah. Ujung-ujungnya, tak
dan Bermartabat. Tema itu menjadi begitu
nonformal masih perlu pembangunan luar banyak pendidik bisa memenuhi kebutuhan
kontras dengan yang dinyatakan Profesor
biasa banyak. Itulah pengandaian yang kompetensinya.
Komang. Betapa meningkatkan mutu
sampaikan Prof. Dr. Dewa Komang Tantra Subdit Pendidik Direktorat PTK-PNF selain
“sesuatu” yang belum pernah disentuh.
untuk memerikan kondisi pendidikan melaksanakan diklat, kini menggulirkan
Langkah Depdiknas yang dilakukan
nonformal. pelatihan khusus bagi para instruktur. Bahasa
adalah pemberian beasiswa rintisan
Dewa Komang, anggota tim akademisi kerennya Training of Trainer (TOT). “Tahun
gelar jenjang S-1 dan peningkatan mutu
pendidikan nonformal, menyampaikan ini, pertama kalinya kami mengadakan TOT,
pelatihan para PTK PNF. Selama ini program
pandangannya pada Rapat Koordinasi dan yang bertujuan membentuk sistem pelatihan
pelatihan yang dilaksanakan di provinsi
Sinkronisasi Peningkatan Mutu Pendidik berkesinambungan,” kata Nasruddin.
masih belum optimal hasilnya. Berbagai
Pendidikan Nonformal. “ Lulusan TOT nantinya akan disalurkan ke
diklat di BPKB belum bisa diterapkan
Rakor yang diselenggarakan Direktorat BPPLSP dan BPKB. “Mereka ini nantinya juga
sampai ke tingkat kebupaten dan kota.
Pendidik dan Tenaga Pendidik Pendidikan harus mencapai SKB di tingkat kabupaten/
“Penyebabnya, substansi materi tidak sama
Nonformal (PTK-PNF) di Hotel Grand kota,” kata Nasruddin menambahkan.
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 38 4/5/2007 9:35:59 AM
Pendidikan kabupaten/
Data Direktorat PTK-PNF mencatat 53.000
kota. Sedangkan yang
orang calon instruktur. Hingga awal tahun
berhak menjadi peserta
2007, mereka yang terjaring pelatihan
diklat adalah para pamong
belum sampai menjangkau 500 PTK PNF.
belajar, pendidik kursus
Mereka yang tersentuh TOT baru 180
dengan jabatan tertinggi
pendidik PAUD, 180 tutor kesetaraan, dan 90
madya (golongan IV )
tutor keaksaraan. Sedangkan mereka yang
atau golongan IIId yang
telah mengikuti program diklat jumlahnya
menuju ke IVa.
tak lebih dari 400 orang pamong belajar dan
Rakor juga menetapkan
pendidik kursus. Tahun 2006, peserta diklat
jadual pelaksanaan TOT
mencapai 1.520 orang.
dan diklat. Tahun lalu,
Materi TOT dan diklat kini disusun di
belum ada penjadualan
tingkat pusat. Pada rakor itu tercapai
yang rapi. Sebagai contoh,
kesepakatan standarisasi materi diklat. Di
ada beberapa provinsi
antaranya, materi TOT yang diselenggarakan
Para peserta dalam acara Rakor PTK-PNF
yang melaksanakan diklat
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) disusun
mendahului jadual diklat
Tim Florida. Anggotanya, terdiri dari 6
kependidikan pendidikan nonformal
pusat. Penyebabnya dana
instruktur yang telah mengikuti pelatihan
mestinya adalah orang-orang yang punya
diklat di daerah sudah cair. Nantinya, TOT
dan penguasaan materi Beyond Centre and
kompetensi dan berpendidikan. Selain
dan diklat dilaksanakan dengan sistem
Circle Time (BCCT) secara optimal. BCCT
itu, sebagian besar PTK-PNF berharap
paralel, yakni digelar bersamaan di beberapa
adalah metode pembelajaran untuk anak
mendapat jaminan kesejahteraan melalui
kota.
usia dini. Mereka ini ditunjuk langsung
pengangkatan calon pegawai negeri
Jadual yang disusun, misalnya TOT
Direktorat PAUD.
sipil (CPNS). Padahal, PNS mengharuskan
pendidik PAUD dilaksanakan kurun April-
Begitu juga materi TOT keaksaraan
kualifikasi pendidikan tertentu.
Mei. Lokasinya di Medan, Yogyakarta,
disusun langsung pelatih dari Direktorat
Direktorat PTK-PNF telah memberi
Bali, dan Makassar. Sedangkan TOT tutor
Pendidikan Masyarakat. Sedangkan Materi
perhatian kepada para PTK-PNF sejak 2003
kesetaraan Paket B dilaksanakan pada
TOT Kesetaraan disusun pelatih dari
dalam bentuk program beasiswa rintisan
Mei-Juni. Tempatnya di Padang, Surabaya,
Direktorat Kesetaraan.
gelar untuk jenjang S-1, S-2, dan S-3.
Makassar, dan Jakarta. Selain itu juga
Standarisasi tak hanya pada substansi
Berdasarkan data 2006 lalu, Direktorat PTK-
dijadualkan Forum Ilmiah PTK-PNF pada
materi namun juga kriteria peserta diklat
PNF telah menjalin kerjasama dengan tujuh
Agustus 2007.
dan TOT. “Peserta diklat dan TOT nanti
perguruan tinggi negeri di Indonesia. Di
“Rencananya acara forum ilmiah akan
bukanlah orang yang sama atau bukanlah
antaranya Universitas Pendidikan Indonesia,
mengundang sekitar seribu peserta. Hal ini
orang yang telah berulangkali mengikuti
Bandung dan Universitas Negeri Jakarta.
merupakan bagian dari rangkaian strategi
pelatihan dengan kesempatan dan judul
Tahun 2007 ini, jumlah perguruan tinggi
peningkatan mutu PTK-PNF. Diharapkan
materi yang sama,” kata Erman Syamsuddin,
negeri yang terlibat program beasiswa
tim akademisi pendidikan nonformal juga
Direktur PTK-PNF.
rintisan gelar bertambah menjadi 17.
membantu merumuskan acara ini,” kata
Peserta TOT adalah orang-orang yang
Di antaranya Universitas Mulawarman,
Nasruddin.
berasal dari BPKB, BPPLSP, forum PTK-
Universitas Lambung Mangkurat, Universitas
Program lain yang dikembangkan
PNF (PAUD, Kesetaraan, dan Keaksaraan),
N e g e r i G o ro nt a l o, d a n U n i ve r s i t a s
Direktorat PTK PNF adalah beasiswa
akademisi, serta Dinas
Cendrawasih. Jurusan-jurusan yang
pendidikan sarjana.
disediakan, mayoritas Bahasa Inggris, Bahasa
Pemberian beasiswa
Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Luar
pendidikan ini sungguh
Sekolah. Sedangkan, Jurusan Pendidikan
menjadi pekerjaan berat
Anak Usia Dini hanya ada di UNJ.
bila mengingat para PTK
Program beasiswa rintisan gelar punya
PNF sendiri ibarat belantara
cita-cita maha berat. Belasan perguruan
yang belum disentuh,
tinggi ini setidaknya bisa mendongkrak
meminjam istilah Profesor
kualifikasi dari PTK PNF dengan beragam
Komang tadi. Pertanyaannya:
pendidikan. Setidaknya ada sekira 30.000
bagaimana bisa memberi
kursus dengan 106 jenis keterampilan.
beasiswa pendidikan sarjana
Bandingkan dengan jurusan yang tersedia
bila kompetensi para PTK
di belasan PTN itu tadi.
PNF belum jelas rimbanya.
Sungguh bukan pekerjaan tak ringan.
Dr. Suharsono MM, MPd,
Fasli Jalal dalam acara Rakor PTK anggota BSNP, menegaskan
-PNF
para pendidik dan tenaga aYu n andini
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 39 4/5/2007 9:36:15 AM
GURU
MENGAJAR POLA,
pengajaran sensitif gender. Dipandu oleh
Lody Faat dan seorang aktivis perempuan dari
Universitas Indonesia sesi itu berlangsung
cuku seru. Lody Faat yang sehari-hari
MENGAJAR KREATIF
mengajar di Universitas Negeri Jakarta
mengungkapkan bahwa pola berpikir para
pendidik di Indonesia harus disegarkan
kembali.
Seorang wartawan senior mengkritik dunia pendidikan yang tidak Penyegaran ini terutama mengarah pada
apakah teks yang digunakan tidak malah
mengajarkan model penulisan kreatif. Para guru dianggap lebih suka
memperkuat sikap-sikap stereotip. Seperti
gaya laporan yang kaku dan sok sistematis. sikap patriarkal, rasis, dan kesenjangan
sosial-ekonomi. Juga apakah guru secara
B
mengeksplorasi secara bebas segala hal. sadar atau tidak turut mengecilkan
ambang Wisudo berdiri dikelilingi
Lalu soal sistematika, dia menyarankan rumpum pengetahuan ter tentu dan
tiga puluhan guru. War tawan
supaya cukup pengantar, isi dan penutup meninggikan rumpun pengetahuan lain.
senior bidang pendidikan itu lantas
saja. Tidak perlu terlalu detil. Seperti meremehkan ilmu kesusastraan tapi
membagi-bagikan kertas. Para guru lalu
Dengan model penulisan seper ti menyanjung ilmu kealaman dan teknologi.
mulai membacanya. Sekitar lima menit
ini, wartawan yang aktif dalam gerakan Untuk memberi ilustrasi berbagai
kemudian Bambang meminta komentar
pendidikan alternatif ini yakin peserta persoalan, setiap malam para peserta
merek a. Para guru pun bergantian
didik akan lebih santai saat menulis sebuah menonton film dan mendiskusikannya.
menyampaikan kesan-kesannya.
laporan. Padahal untuk contoh laporan yang The School of Rock, I Not Stupid, dan Union
Adegan itu adalah salah satu kegiatan
dia bagikan saat itu, Bambang mengaku di antaranya. Workshop ini secara umum
Workshop Guru Intelektual Transformatif di
anaknya tampak murung dan tak sempat memperkenalkan pendekatan pedagogi
Pusat Pelatihan Lembaga Penjamin Mutu
bermain selama tiga hari. kritis kepada para guru. Peserta mengaku
Pendidikan (LPMP), Banten, 16-18 Maret
Bambang berharap tradisi menulis dapat sangat terkesan. Truman salah satunya.
2007. Para peserta datang dari berbagai
Lelaki asal Kebumen Jawa
k abupaten dan kota di
Tengah yang telah 15 tahun
provinsi muda itu.
menjadi kepala SD di daerah
Bambang Wisudo
Serang ini mengaku bahwa
menjelaskan, bahwa kertas
materi semacam ini baru dia
yang dia bagikan adalah
kenal.
fotokopi laporan tugas
Pada ak hir workshop
lapangan anaknya yang kini
ini para peserta
duduk di kelas 1 SMP. Dia
mendiskusikan berbagai
mengatakan, laporan itu
kebijakan pemerintah di
terlalu rinci dan detil. Padahal
sektor pendidikan. Mereka
dia telah mengusulkan sebuah
membedah Undang-Undang
bentuk laporan yang lebih
Guru dan Dosen, berbagai
sederhana pada anaknya
peraturan pemerintah dan
itu. Namun si anak menolak
keputusan menteri. Para
lantaran sistematika laporan
pahlawan tanpa tanda jasa
telah diplot oleh gurunya. Suasana berlangsungnya workshop pendidikan kritis
m FailiKul isBah ini ingin turut memberi
Wartawan kawakan itu
masukan pada pembuat
mengaku mulai sadar kalau
berkembang lebih cepat dalam dunia kebijakan. Karena mereka menilai bahwa
selama ini dunia pendidikan cenderung
pendidikan. “Dengan demikian, masyarakat guru adalah subyek utama dalam upaya
menjauhkan diri dari model penulisan
kita terbiasa menyampaikan pendapat dan pencerdasan kehidupan bangsa.
kreatif (creative writing). Para guru, katanya,
beradu argumentasi secara santun,” ujarnya. Acara ini sendiri digagas oleh PMPTK,
lebih menyukai gaya laporan yang kaku dan
“Gara-gara tak biasa berdebat, masyarakat Koalisi Pendidikan, LPMP Banten dan
sok sistematis. Padahal model seperti itu
kita lebih suka menggunakan kekerasan,” ICW. Melalui jalur informal, gabungan
malah mengungkung kreativitas nalar dan
tambahnya. kelompok ini akan menyelenggarakan
kemampuan bercerita anak didik.
workshop serupa di Ciamis, Jawa Barat, April
Sebagai jurnalis, Bambang menawarkan
mendatang untuk para guru di kawasan
pola penulisan yang biasa digunakan
Penyegaran Pola Pikir
wartawan. Sebuah kata kunci diturunkan Jawa Tengah bagian selatan, dan Juli di
pada beberapa sub topik. Pada masing- Sebelumnya, peserta sempat berdebat Brebes untuk Jawa Tengah bagian utara.
masing sub topik, penulis dapat panjang mengenai penumbuhan model m. FaliKul isBah
0 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 40 4/5/2007 9:36:18 AM
Tjandra mampu menciptakan sebuah motor
listrik. Pada 2005, ia menyertakan karyanya
yang diberi judul “Molina (Motor Listrik
Sederhana) dari Bahan Daur Ulang sebagai
Media Pembelajaran Konstrukstivisme
Motor Listrik bagi siswa Kelas 3 SMP”, dalam
lomba karya ilmiah guru yang digelar LIPI di
Jakarta. Ternyata, ia meraih juara pertama.
Pada 2003, Tjandra kembali menyabet juara
pertama dalam ajang Teacher Contest yang
diselenggarakan IMSTEP- JICA Bandung.
Ketika itu Tjandra membawa karyanya,
Papan Romatik (Papan Feromagnetik
Matematik).
Hingga kini, Tjandra telah berhasil
membuat sekitar 25 jenis alat peraga. Karya-
karyanya itu antara lain Model Avometer,
Magnet Apung, Motor Listrik Matematika,
L a m p H o l d e r, K o m p a s S e d e r h a n a ,
Elektroskop Sederhana, Prisma Bunga
Tjandra Heru Awan Bayangan, Cermin Bersudut, Lensa Air,
Cakram Newton, Prisma Air, Tabung Boyle,
Alat Praktek Barang Bekas Pipa Organa Terbuka, Cermin Three in One,
Elektromagnetik Sederhana, Mesin Uap
Sangat Sederhana, dan Tabung Resonansi
Guru Tjandra Heru Awan berhasil menciptakan berbagai alat Sederhana.
Kreasi Tjandra didengar banyak kalangan.
peraga Fisika dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan biaya murah.
Sampoerna Foundation, sebuah lembaga
Banyak sekolah beralih dari alat buatan pabrik. yang peduli pada pendidikan, akhirnya
menjadikan Tjandra sebagai guru pakar
D
fisika di lembaga itu. Tahun lalu, Tjandra
bertutur tentang awal ia berkreasi.
IAM-diam, pertengahan tahun lalu
“dipinang” Yayasan MEDCO lembaga yang
Sekitar awal 2005, katanya, ketika Tjandra
Tjandra Heru Awan mengajukan
juga peduli pendidikan. MEDCO meminta
mengajar Fisika di SMP 3 Malang, ia sempat
surat permohonan pensiun. Namun,
Tjandra mentransfer ilmunya kepada para
minggat ke Jakarta selama sebulan. “Saya
permintaan guru Fisika berumur 56 tahun
guru Fisika di beberapa sekolah binaan
merasa kurang cocok dengan sekolah
itu ditolak mentah- mentah oleh atasannya,
perusahaan minyak itu.
tempat saya mengajar itu,” tutur Tjandra,
Dra Niken Asih S, Kepala Sekolah SMAN 10
Berbagai kreasi Tjandra dianggap mampu
tanpa menyebut alasannya. Ia pergi ke
Malang, Jawa Timur.
menggantikan alat-alat praktek buatan
Jakarta untuk mencari pekerjaan lain.
Meski usianya sudah layak pensiun, tapi
pabrik yang harganya jauh lebih mahal. Alat
Anehnya, pihak SMP 3 Malang pun tidak
Tjandra masih dibutuhkan. Bapak empat anak
buatan pabrik untuk praktek Gaya Lorentz,
mencarinya.
itu tergolong guru yang berprestasi. Dialah,
Hukum Ohm, dan Percobaan Oerstead,
guru Fisika yang berhasil menciptakan Yang mencari malah Niken Asih, Kepala
misalnya, berharga Rp 3 juta sampai Rp 4
berbagai alat praktek atau alat peraga yang Sekolah SMAN 10 Malang. Tjandra memang
juta. Tjandra mampu membuat “tiruan”-nya
sangat menunjang pelajaran Fisika. Uniknya, nyambi mengajar di sekolah ini. Begitu
dengan modal Rp 20.000, dari kardus bekas,
Tjandra sebenarnya tak berlatar belakang Tjandra pulang dari Jakarta, Niken langsung
styrofoam, lem, selotip dobel, aluminium
pendidikan Fisika. Lelaki asal Nganjuk, Jawa merekrutnya sebagai guru tetap.
foil, baterai besar, dan papan triplek. Alat
Timur, itu lulusan program D3 Matematika
praktek itu ia namai Paranglina (Papan Listrik
dari IKIP Malang.
Kisah Karir Mengajar Sederhana). Tak ayal lagi, banyak sekolah
Toh, hasil kreasinya dianggap luar biasa.
kini lebih memilih membeli karya Tjandra
Peralatan yang diciptakannya tak hanya Tjandra memulai karirnya sebagai guru
ketimbang membeli buatan pabrik.
digunakan di sekolah tempatnya mengajar, pada 1975 di Nganjuk. Pada 1979 ia menetap
Motivasi awal Tjandra membuat alat-alat
tapi juga sudah dijual ke berbagai sekolah di Malang dan mengajar di SMA Widyadarma
praktek Fisika itu sama sekali bukan uang.
lain. Bahkan Tjandra kerap diundang sebagai Turen, dan kemudian di SMPN 17 Malang.
“Saya hanya ingin pelajaran Fisika gampang
guru tamu, atau pembicara di forum- Di antara kesibukan mengajar, Tjandra
dipahami, dan menyenangkan, tidak bikin
forum guru Fisika untuk menjelaskan hasil mulai berkreasi membuat alat-alat peraga
siswa bingung,” kata Tjandra.
karyanya. pelajaran Fisika, dari barang-barang bekas.
Kepada PENA PENDIDIKAN, Tjandra Setelah melalui beberapa eksperimen, es castra dan mukti ali
1
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 41 4/5/2007 9:36:27 AM
BAHASAN KHUSUS
Masih Banyak
KARTINI BERPRESTASI
2 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 42 4/5/2007 9:36:33 AM
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 43 4/5/2007 9:36:37 AM
BAHASAN KHUSUS
None Jakarta
Mengurus Pendidikan
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 44 4/5/2007 9:37:09 AM
Prestasi Sang Pengagum Ibu
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 45 4/5/2007 9:37:12 AM
BAHASAN KHUSUS
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 46 4/5/2007 9:37:21 AM
7
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 47 4/5/2007 9:37:49 AM
BAHASAN KHUSUS
Seperti
Mimpi
di Istana
Negara
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 48 4/5/2007 9:38:08 AM
Jemari Lincah
dan Cincin Kertas
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 49 4/5/2007 9:38:10 AM
FIGUR
L
angit Bogor cerah dan bersahabat
sri nurhidayah pada akhir Maret lalu. Suasana
direktur lembaga Pengembangan insani Sekolah Smart Ekselensia di Jalan
Raya Parung, Jampang, Kemang, Bogor Jawa
Baznas dompet dhuafa Barat, nampak riuh. Azan yang menggema
menggiring siswa sekolah itu menuju
masjid. Seorang perempuan mengenakan
seragam batik biru dipadu celana dan jilbab
putih mengikuti berjamaah.
Suasana tertib tapi penuh keakraban.
Sang perempuan muda, yang tak lain Sri Nur
Hidayah, 35 tahun, adalah Direktur Lembaga
Pengembangan Insani. Lembaga milik
Dompet Dhuafa ini yang menyelenggarakan
Sekolah Smart Ekselensia. Sedangkan
jamaah siswa-siswa yang tertib salat itu
adalah anak-anak miskin dari sekujur daerah
di Tanah Air. Mereka bersekolah sekaligus
tinggal di asrama.
Nurhidayah memoles anak miskin itu
menjadi percaya diri, berprestasi dan
memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Tugas cukup berat bagi Nurhidayah, buat
menyelenggarakan pendidikan gratis tapi
menghasilkan siswa jempolan.
TAK JADI PENGACARA
S e j at i nya t a k p e r n a h te r b aya n g
di benak Nur Hidayah, di usianya yang
masih muda akan memimpin lembaga
pendidikan. Pendidikan gratis lagi. Lembaga
KARTINI
Pengambangan Insani membuka tiga
program unggulan yakni Smart Ekselensia
Indonesia, Beastudi Etos, dan Makmal
Pendidikan. Smart Ekselensia merupakan
MENGEMBAN
program sekolah menengah berasrama bagi
para siswa lulusan SD dari seluruh Indonesia.
Beastudi Etos merupakan beasiswa yang
diberikan pada siswa lulusan SMU yang
MISI KENABIAN
diterima di sebelas Perguruan Tinggi Negeri
(PTN). Sedangkan Makmal Pendidikan adalah
program yang ditujukan bagi peningkatan
kualitas guru dan sekolah lewat pelatihan
dan pendampingan
Jabatan dan tugasnya sekarang ini
Nama : Sri Nurhidayah
memang jauh berbeda dengan keinginan
Tempat tanggal lahir : Bogor 29 Agustus 1972
Nurhidayah selepas SMA dulu. “Saya ingin
Alamat : Jl.Raya Semplak Gg.PLN No.14 Bogor
sekali mendaftar jadi mahasiswa ITB (Institut
Suami : Yanmarshus Bachtiar
Teknologi Bandung). Akan tetapi kakak
Anak : M.Karim Bachtiar
saya menyarankan saya masuk Fakultas
Pendidikan : Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta (S-1) Pascasarjana
Hukum Universitas Indonesia,” kata Nuk,
Jurusan Psikologi Pendidikan UI (S-2)
panggilan akrab perempuan kelahiran
Hobi : Membaca
Bogor 29 Agustus 1972 ini kepada PENA
Prestasi : Lulus tercepat Angkatan 1998 di Psikologi Pendidikan UI
PENDIDIKAN.
Motto : Berikan yang terbaik untuk Setiap Pekerjaan
Nuk menuruti keinginan kakaknya
0 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 50 4/5/2007 9:38:15 AM
itu. Ia bahkan menyelesaikan kuliah
SEKOLAH BEBAS BIAYA
FHUI dengan didasari keinginan menjadi
pengacara handal. “Saya punya prinsip
melakukan segala sesuatu dengan optimal
S iapa yang menyangka jika bangunan megah seluas dua hektare, bercat putih dengan garis
dan memberikan yang terbaik bagi setiap
biru dihuni para siswa miskin namun cerdas, dari berbagai pelosok negeri. Asrama, ruang
pekerjaan,” kata Nuk. Saat kuliah, Nuk juga
bermain, mesjid, interior modern dan fasilitas lengkap di setiap ruangan belajar menambah
aktif di kegiatan ekstra kampus. Di antaranya
kenyamanan bagi setiap siswa yang beruntung mendapat kesempatan belajar disekolah ini.
mengajar di Taman Pengajian Al Quran
Gratis pula.
(TPA) Al Fath di Fakultas Hukum UI. “Tapi
Smart Ekselensia Indonesia memang diniatkan pendirinya menjadi sekolahnya kaum
saya mengajar di sana enggak lama, karena
dhuafa (fakir miskin). Smart sendiri kependekan dari Sekolah Menengah Akselerasi
saya tidak suka dengan anak kecil,” ujar Nuk
Internat (asrama). Smart kini membuka kelas setingkat SMP dan SMA. Lama belajar
sambil tertawa.
hanya lima tahun: dua tahun program akselerasi di SMA, sedangkan di SMP tetap tiga
tahun.
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Sampai saat ini hanya murid laki-laki yang bersekolah di sana. Bahkan syaratnya, adalah
hanya lulusan SD yang memiliki rangking 1-5, yang menjadi siswa Smart. Setiap tahun,
Seperti orang kebanyakan, Nuk percaya
sekolah yang memiliki misi melahirkan manusia unggul yang berbudi mulia, mandiri, dan
pada rezeki, jodoh, dan maut ada di tangan
berprestasi serta berjiwa sscial ini menerima 35 orang siswa. Menurut panitia penerimaan
Allah SWT. “Saya percaya jika hidup saya
siswa baru, setiap tahun siswa yang mendaftar jadi murid Smart terus meningkat. Tahun
mengalir seperti air,” ujarnya berfilsafat. Jalan
2007 ini peminatnya mencapai 800 orang.
hidup membawanya ke dunia pendidikan.
Selepas dari Fakultas Hukum pada 1995,
KURIKULUM KHUSUS
ia tertarik pada psikologi. “Orangtua saya
Berbeda dengan sekolah lain. Smart Ekselensia menerapkan sistem kurikulum khusus
mengajarkan agar saya tidak dibatasi
dan program akselerasi. Ciri kurikulum khusus menerapkan kegiatan terpadu antara sistem
mengusai satu ilmu. Meskipun saya
pendidikan di sekolah dan pendidikan asrama.
mendalami ilmu hukum, saya juga tertarik
Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
dengan psikologi. Terutama psikologi
(KTSP), tapi ada plusnya. Nilai plus tersebut diberikan pada pelajaran Matematika,
perkembangan,”ujar ibu dari Muhammad
IPA terpadu, IPS terpadu dan Teknologi informasi di tingkat SMP. Begitu juga dengan
Karim Bachtiar, 3 tahun, sambil merapikan
kurikulum SMA.
jilbabnya.
“Yang kami butuhkan adalah bagaimana menyamakan visi dan potensi akademik yang
K e t e r t a r i k a n ny a p a d a p s i k o l o g i
sama. Saat mereka, siswa mendapat martikulasi, khususnya untuk Matematika dan Bahasa
perkembangan ia wujudkan dengan
Indonesia. Mereka harus bisa mencatat dengan benar (mind mapping) dan membaca
mengikuti kuliah program Pasca Sarjana
dengan cepat (speed reading),” ujar Sri Nurhidayah.
Jurusan Psikologi Pendidikan di UI Jakarta
Selain itu percakapan bahasa Inggris juga memiliki proporsi yang lebih meskipun tidak
pada 1997. Predikat lulus tercepat diraih
dijadikan sebagai bahasa sehari-hari. Di Smart ada English Area dan English Day. English
Nuk dengan bangga pada 2001. Nuk juga
Area adalah tempat-tempat di mana setiap siswa wajib menyapa orang dalam bahasa
bangga karena lulus dengan biaya sendiri.
Inggris, seperti di ruang guru, lorong, dan halaman tempat parkir. Sedangkan pada hari
Tanpa bantuan beasiswa dari lembaga
Senin, sekolah menerapkan English Day. Guru bahasa Inggris juga wajib tinggal di asrama.
mana pun.
Nuk memang tergolong orang yang
BERPRESTASI OLIMPIADE SAINS
pandai menabung. Selama dua tahun
sebelum mengambil kuliah S-2, Nuk sudah Meskipun baru berusia tiga tahun, Smart Ekselensia memiliki prestasi membanggakan.
mengajar di Sekolah Madania Boarding Salah satunya, prestasi yang direngkuh Muhammad Husein. Bocah kelahiran Bojong, 30
School (SMBS) Madania, Parung, Bogor. Mei 1992 ini berhasil menjadi Juara III Olimpiade Sains Nasional bidang Fisika.
Madania adalah Sekolah yang melakukan Keberhasilan Husein mengukuhkan keyakinan jika anak miskin cerdas, dikelola dengan
sistem internat (asrama) dengan wawasan baik bisa menjadi kebanggaan negeri. Jika disia-siakan bisa jadi gelandangan. Husein
dan kurikulum internasional. Saat itu pernah menyabet penghargaan peserta terbaik lomba Olimpiade Sains Nasional tingkat
Madania berada dalam pengawasan Yayasan Provinsi Jawa Barat dan Juara I Lomba Matematika yang dilaksanakan Jaringan Sekolah
Paramadina milik Nurcholis Madjid. Pimpinan Islam Terpadu se-Jabodetabek.
Sekolah saat itu adalah Komarudin Hidayat, Keberhasilan Husein memotivasi rekan-rekannya. Victor Febriandi, misalnya, Siswa
yang sekarang menjabat Rektor Universitas asal Medan ini berhasil menjadi Juara I Lomba Tahfidz (menghapal Al-quran) 30 juz yang
Islam Negeri, Jakarta. dilaksanakan oleh JSIT.
“Namun karena ada beberapa perbedaan Tidak hanya dalam bidang akademik dan keagamaan Smart Ekselesnsia sukses
misi antara para guru di Madania dengan menciptakan bibit unggul. Dalam bidang olahraga, Amma Mulia R menjadi juara II lomba
Cak Nur, akhirnya satu persatu guru keluar, tenis meja Kabupaten Bogor. Sedangkan tim Futsal Smart Ekselensia mampu mengukir
termasuk saya,” ujar Nuk yang mengajar prestasi sebagai juara II tingkat JSIT se-Jabodetabek.
mata pelajaran PPKN di Madania.
1
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 51 4/5/2007 9:38:16 AM
FIGUR
KELUARGA MILITER SUKA MEMBACA
T sangat memperhatikan pendidikan dan buku bacaan anak-anaknya,”
erlahir dari keluarga militer tidak membuat Sri Nurhidayati
ujar perempuan berdarah Klaten Jogjakarta ini menceritakan alasannya
kaku dalam bergaul. Pertemuannya dengan berbagai macam
kenapa dia sangat menyukai baca buku.
suku daerah dan pola hidup militer yang berpindah-pindah membuat
Kesukaannya akan membaca buku jugalah yang mebuat Nuk
Nuk lebih mudah memahami karakter setiap orang.
mengagumi Muhamad Hatta. Menurut Nuk, Bung Hatta rela tidak
Ayahnya Amat Asro, 55 tahun, yang pensiunan TNI Angkatan
menikah sebelum Indonesia merdeka. Hal itu adalah perjuangan yang
Udara dan ibunya Sri Tuminati, 53 tahun, menerapkan pola
luar biasa. Saat dia meninggal pun dia tidak memberikan warisan
pendidikan disiplin sejak dini. Membaca dan wajib menjadi sarjana,
kekayaan yang berlimpah tapi buku bacaan dan ide-ide ekonomi
adalah dua hal yang harus dilakukan saudara-saudaranya.
kerakyatan.
“Sejak kecil ibu saya selalu membelikan majalah Bobo dan buku-
buku bacaan, meskipun ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa, tapi dia
seluruh fasilitas yang ada seharga Rp 6,8
Toh, garis hidup pula yang menuntun
miliar kepada Dompet Dhuafa.
Nuk pada akhirnya tetap bekerja di Gedung
Sebenarnya, seepas dari Madania, nuk
SMBS Madania. Karena gedung tempat
telah bekerja di Sekolah Dwi Warna, masih
Nuk sehari-hari bekerja tak lain di Madania
Murid saya lulus
di daerah Parung, Bogor. Sekolah Dwi Warna
juga. Madania pada perjalanannya menjual
semua dan keterima di
juga model sekolah yang memiliki asrama.
tanah, gedung dan
beberapa universitas.
Cuma memiliki kurikulum berbeda
dengan Madania. “Di Dwi Warna itulah Jam tiga subuh mereka
saya juga kuliah S-2 psikologi,” ujar
menelepon saya,
Nuk, sempat menjabat wakil direktur
memberitahu mereka
kurikulum di Sekolah Dwi Warna
lulus.
pada 1998.
Sri Nurhidayah
Ada satu pengalaman
berkesan yang tidak akan
menjadi tenaga pendidik di LPI. Selain uji
pernah dilupakan Nuk,
tertulis, psikotes, wawancara dan micro
saat dia mengajar di Dwi
teaching. Setelah lulus baru ada pelatihan,
Warna. Persisnya, ketika
tidak ada unsur nepotisme rekrutmen guru
dia diberi amanah menjadi
atau pengurus asrama,” kata Nuk.
wali kelas khusus anak
yang mendapat beasiswa.
“Murid saya lulus semua
TEGAS DAN EGALITER
dan keterima di beberapa
universitas. Jam tiga subuh Kariernya di LPI, bermula dari instruktur di
mereka menelepon saya, Makmal Pendidikan. Setelah menjadi trainer,
memberitahu mereka ia mengajar PPKN di Smart Ekeselensia. Saat
lulus. Saya teriak kenceng itu LPI masih mendapat pengawasan dari
banget saking senangnya, Baznas Dompet Dhuafa Ciputat. Suatu ketika,
padahal saya masih tinggal pimpinan LPI berhalangan hadir. Semua guru
di “metro” alias mepet rumah dan staf melakukan rapat memilih pejabat
orang. Tetangga saya k aget sementara (PJS). “Setelah melalui proses
mendengar teriakan saya itu,” musyawarah yang alot dengan kualifikasi
kata Nuk, dengan mata berbinar khusus, akhirnya saya terpilih menjadi PJS,”
mengingat peristiwa berkesan itu. ucap perempuan pengagum lagu ciptaan
Pa d a a w a l 2 0 0 4 , D o m p e t Ismail Marzuki itu sambil mengangkat
Dhuafa mengambilalih Madania ponselnya. Saat diwawancarai, ponsel Nuk
dan mendirikan Lembaga seringkali berdering.
Pengembangan Insani. Nuk melamar Jabatan itu diembannya hingga sekarang.
menjadi tenaga pendidik di lembaga Nuk tetap berkantor di ruangan kaca,
yang didanai Ziswaf (Zakat, Infak, para karyawan biasa menyebut ruang
Shodaqoh dan Wakaf ) itu. “Ada sang direktur. Sebab memang interior
beberapa tahapan untuk bisa ruang berukuran 200-an meter persegi
2 Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 52 4/5/2007 9:38:39 AM
kehidupan rumah tangga dan karier.
lewat, yang muncul adalah
Bagaimana pun juga laki-laki dan perempuan
perubahan kearah yang yang
memiliki keistimewaan masing-masing.
lebih baik,” katanya.
Semangat berbagi dan menyadari fungsi
MENGEMBAN MISI masing-masing sangat penting untuk
menanamkan sikap saling pengertian.
KENABIAN Selain faktor keseimbangan dalam
kehidupan rumah tangga dan karier,
Ketegasan dan egaliter
perempuan Indonesia juga harus
tidak cukup menjadi modal
memikirkan pendidikkan bangsa ini. “Kita
utama bagi Nuk , untuk
harus menyadari bahwa bangsa kita bangsa
menjadi pemimpin yang baik.
yang kaya, tapi kita tidak punya apa-apa.
Sebagai seorang perempuan
Enggak mengapa kita miskin, tapi memiliki
yang memegang amanah
kemampuan untuk maju. Orang miskin
besar, Nuk harus senantiasa
seperti Jepang yang tidak punya daerah
bekerja keras. Bagi Nuk
pertanian tapi bisa menciptakan pendidikan
seorang pemimpin baik laki-
yang lebih baik,” ujarnya.
laki atau perempuan sama
Nuk pun menyadari bekerja di LPI
saja. Yang penting seorang
mengemban misi sosial juga agama. Sebab
pemimpin itu memiliki kualitas
ia mendapat amanah dari para pembayar
dan manajemen yang bagus
zakat yang terkumpul di Dompet Dhuafa.
dalam mengelola anak
Satu hal yang membuat ia betah dan selalu
buahnya.
menjaga amanah. Ya, mengemban misi
“Saya mengagumi
kenabian, kata Nuk.
beberapa tokoh perempuan.
Seperti Kartini misalnya. eva rohilah
M e n u r u t s aya
Kartini itu
mengemban
misi profetis (misi kenabian).
Dengan bukunya yang terkenal,
itu berdinding kaca tembus pandang.
Habis Gelap Terbitlah Terang
Kata Nuk agar mudah mengawasi para
pada prinsipnya sama dengan
stafnya di seberang ruangannya. Mengawasi
usaha Nabi Muhammad SAW
langsung? Ya, satu ciri khas kepemimpinan
membawa umat manusia dari
Nuk adalah ketegasan dan egaliter.
zaman kegelapan menuju
“Ibu Nuk tidak pernah membedakan
zaman yang terang benderang,”
yang mana atasan dan yang mana bawahan,
ujar istri dari M.Karim Bachtiar
dia memperlakukan staf dengan adil
ini beranalogi.
dan egaliter, dan satu lagi. Dia tegas,”
Menurut Nuk, sebenarnya
ujar Amru Asykari Kepala Sekolah Smart
apa yang dicita-citakan
Ekselensia, yang saat itu membantu Nuk
K ar tini adalah signifik an
memperlihatkan beberapa dokumentasi
dengan keadaan sekarang.
dan prestasi siswa Smart Ekselensia.
Mnurut Nuk, riset juga
Ketegasan Nuk dalam bersikap banyak
membuktikan jika seorang
diilhami oleh tauladan Saidina Umar Bin
ibu memberikan peran
Khattab. Umar Bin Khattab adalah sahabat
yang amat penting bagi
Nabi Muhammad SAW yang terkenal tegas
tonggak masa depan anak.
dan pemberani. Ketika Umar menjabat
Ketik a ibunya memilik i
khalifah, ketegasan, karakter dan keteguhan
wawasan, maka anaknya
hatinya tidak pernah lekang sejak beliau
pun memiliki wawasan yang
mendampingi Muhammad SAW sampai
luas, jadi sepertinya ini yang
akhir hayat.
diperjuangkan kartini.
“Saya pengagum tokoh Umar Bin
Selain itu, Nuk
Khattab. Karena Beliau tegas dan pemberani,
juga mengingatkan
ketika ketegasan itu dilakukan memang
kaum perempuan akan
dampak awalnya secara psikologi tidak enak.
keseimbangan dalam
Akan tetapi setelah ketidaknyamanan itu
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 53 4/5/2007 9:38:49 AM
PERISTIWA
7 Maret lalu. ”Target program telah lebih
dari 90 persen dijalankan,” kata Hendra,
koordinator lapangan Rumah Ceria Dukuh
Jembangan.
Rumah Ceria di Jembangan berdiri
paling awal. Persisnya dua hari setelah
gempa mengguncang Jogjakarta. Kini
Yayasan Nanda Dian tengah menyusun
program baru untuk Dukuh Jembangan.
Mereka menggandeng Japan International
Corporation Agency (JAICA), LSM asal
Jepang. Selama ini pendanaan Rumah Ceria
disokong penuh JAICA. Program anyar itu
dibahas dalam simposium yang digelar di
Jogjakarta, 14 Maret lalu.
Selama hampir setahun Rumah Ceria
hadir, banyak program mereka jalankan.
”Metodenya apa adanya,” kata Hendra. ”Apa
Foto-Foto: doK. trauma Kid
adanya” yang disebut Hendra benar-benar
apa adanya. Misalnya, dalam memenuhi
kebutuhan belajar anak-anak, tidak di ruang
kelas. Ruang belajar mereka biasa disebut
Hendra bersama warga Rumah Ceria dan perwakilan JAICA
”hotel banyak bintang.” Yang disebut hotel
TAK LAGI DI HOTEL
tak lain tenda darurat di sekitar puing-puing
bangunan. Terhadap sekolah yang masih
bisa dipakai ruang kelasnya, Rumah Ceria
memberi bantuan sejumlah fasilitas sekolah,
BANYAK BINTANG
seperti meja-kursi, alat-alat tulis, dan alat-
alat pendukung laboratorium.
TERAPI MUSIK DAN CERITA
Setelah setahun bersama anak korban gempa Jogjakarta, Rumah
Di awal kerjanya, sekira 50-an relawan
Ceria Jembangan (Trauma Healing Centre) ditutup. Melakukan terapi Rumah Ceria melakukan kunjungan ke
pemulihan kejiwaan anak, hingga bantuan beasiswa. Intensif dan rumah-rumah penduduk korban gempa.
dekat, kata kuncinya. Relawan berupaya mengenal latar belakang
dan pribadi anak. Juga sumber penyebab
anak menjadi trauma. Setelah terkumpul
Ketakutan si bocah juga dirasakan ribuan
Tuhan, data, anak-anak itu dipilah-pilah berdasarkan
anak lainnya di sana. Tak terkecuali orang
Membuat dunia kiamat sekarang, tingkat trauma. Bukan dipisahkan menurut
dewasa. Memulihkan kondisi kejiwaan
Kau bisa kelas, melainkan perbedaan perlakuan bagi
yang terguncang karena peristiwa gempa
Menghancurkan bumi ini sekarang, mereka yang mempunyai tingkat trauma
dahsyat bukan persoalan gampang. Itulah
Kau bisa serius.
tugas mulia yang diemban Rumah Ceria Aktivitas trauma healing dibagi dalam dua
Tapi kenapa Kau buat gempa di sini?
Dukuh Jembangan yang berfungsi sebagai
Tuhan, program utama: terapi dan pendampingan
Trauma Healing Centre. Rumah Ceria yang
Hentikan gempa ini, biarkan kami sekolah. Terapi meliputi terapi gambar,
didirikan Yayasan Nanda Dian Nusantara
bermain dan belajar kembali.... bercerita dan musik. ” Terapi dengan
asuhan Roestin Ilyas ini berlokasi di Dukuh gambar, cerita dan musik jauh lebih efektif
S
Jembangan RT 02/02 Segoroyoso, Pleret, mengurangi trauma pascagempa pada
epenggal puisi dari seorang anak
Kabupaten Bantul. Jembangan kala gempa anak,” kata Hendra.
korban gempa berusia 12 tahun ini
melanda hampir 95% bangunan rubuh. Terapi melibatkan anak secara langsung
menjadi gambaran betapa gempa
Di Jembangan, sediikitnya 50 anak untuk bercerita. Bisa bercerita langsung,
menjadi momok dan sumber ketakutan
menjadi perhatian Rumah Ceria. Rumah bisa juga melalui coretan-coretan, curahan
yang terus menghantui. Gempa 26 Mei 2006
Ceria juga dibuka di Bantul (9 buah) dan hati, dan menyanyi. Karya para bocah itu
yang meluluhlantakkan Daerah Istimewa
Sleman (1 buah). Tugas memulihkan memerikan kegelisahan, ketakutan, dan
Jogjakarta dan sekitarnya menyisakan
kejiwaan anak-anak pascagempa itu diakhiri keputusasaan.
trauma yang dalam pada diri sang bocah.
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 54 4/5/2007 9:38:51 AM
Dian adalah membantu
memulihkan kembali usaha
para warga. Sebelum gempa
meluluhlantak k an Bantul,
mayoritas penduduk
Jembangan adalah wirausaha
skala kecil. Rencanannya,
program yang dijalankan lewat
bentuk koperasi ini digulirkan
Juni mendatang.
Jumari, Kepala Dukuh
Jembangan tak bisa
menyembunyikan rasa
Kegiatan wisata sejarah
syukurnya dengan kehadiran
gempa diperparah Rumah Ceria. “Saya sendiri mengalami
Sedangkan program
dengan ”dibuangnya” Fari oleh bapak- trauma yang tidak bisa hilang sekaligus,
pendampingan sekolah, lebih fokus pada
ibunya. Para relawan menjadi trenyuh tetapi program-program Rumah Ceria
bantuan buat anak untuk mendapatkan
tatkala mengetahui orangtua Fari berupaya sangat membantu warga,” kata Pak Dukuh.
kembali pendidikan. Bantuan bisa berupa
memberikan sang anak kepada orang lain. Menurut Pak Duku, harapan dan motivasi
penyediaan alat-alat sekolah, atawa bantuan
Merasa tersingkir, membuat Fari yang untuk bangkit dari keterpurukan telah
beasiswa untuk biaya pendidikan ke depan.
pendiam memilih jalan pintas: bunuh diri. tumbuh pada diri warga. Bahkan hanya
”Pascagempa banyak anak anak putus
Persoalan lain yang dihadapi relawan selang sebulan setelah gempa, rumah-
sekolah. Penyebabnya, karena kehilangan
tak sekedar trauma gempa. Anto, sebut rumah didirikan kembali. “Kami memulai
sarana dan prasana sekolah atau faktor
saja begitu murid kelas 6 SD. Dikenal dari memperkenalkan kembali kegiatan
ekonomi keluarga yang memburuk setelah
teman-temannya sebagai ”ahli meramu” gotong-royong yang hilang di dukuh ini,”
gempa,” ujar Hendra menjelaskan.
minuman keras oplosan. Tak jarang Anto kata Hendra. Kegiatan membangun rumah
Pendekatan lain dilakukan relawan
menjual minuman oplosan itu secara paksa belajar juga dilakukan dengan gotong-
Rumah Ceria dengan menyelami pribadi
kepada teman sebayanya. Permasalahan royong. Kehadiran Yayasan Nanda Dian
anak dan keluarga. Intensif dan dekat itu
menjadi semakin parah begitu gempa juga menyisakan sebuah balai desa untuk
kata kunci para relawan. ”Seperti ruang
menghancurkan ”pabrik” mirasnya. berbagai kegiatan warga, termasuk kegiatan
curhat,” kata Hendra. Ruang konseling
Menghadapi persoalan kejiwaan anak bermain anak. Rencananya, di balai desa
seperti ini menampung uneg-uneg dan
yang kumpleks, relawan Rumah Ceria inilah koperasi akan dijalankan.
persoalan apa pun yang dihadapi warga.
didampingi tenaga-tenaga profesional, Rumah Ceria memang telah ditutup.
Hendra yang hampir 15 tahun menjadi
seperti psikolog dan ahli terapi Reiki Yoga Namun kehadirannya tak pernah hilang.
relawan, cukup mampu berempati terhadap
dari Ista Dewata Jakarta. Setidaknya bagi puluhan anak di Jembangan
permasalahan warga.
Memberi wawasan tentang penyelamatan dan ratusan anak lainnya di Bantul dan
Permasalahan yang cukup banyak adalah
diri dari bencana adalah tahapan program Sleman yang merasakan sentuhannya.
kurangnya perhatian orangtua terhadap
lanjutan bagi para korban. Korban trauma Mestinya, keberadaan Trauma Healing Center
anak. Sekira 60% warga yang berprofesi
pada tingk at ter tentu harus diajari semacam Rumah Ceria ini mutlak ada di
sebagai wirausaha, sebagian besar memberi
menghadapi bencana serupa atau bahkan berbagai lokasi yang dilanda musibah.
perhatian anak-anak mereka hanya dengan
yang lebih parah yang mungkin terjadi.
limpahan materi. Dampaknya, begitu murnita dian Kartini (Bantul, Yogyakarta)
Pemberian pengetahuan seperti
orangtua tak mampu memberikan uang
ini terkesan terlambat, tapi
dan mainan lantaran usaha mereka hancur,
bisa mengurangi rasa waswas
para orangtua stres. Anak-anak pun semakin
berlebihan. Mereka yang telah
kehilangan perhatian.
dewasa diberi simulasi teknik
Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan
penyelamatan diri saat bencana
warga acapkali menurun pada sang anak.
(self surviving techniques), P3K,
Relawan dibuat kesulitan mengenali pribadi
dan penanganan korban secara
sang anak, lantaran tak sedikit anak yang
sederhana.
menghadapi musibah dengan sikap yang
bikin para relawan terhenyak.
DIMULAI GOTONG
Sebut saja Fari, siswa kelas 3 SD. Usai
gempa merubuhkan rumahnya, Fari
ROYONG
melakukan percobaan bunuh diri hingga
tiga kali. Kala gempa, badan Fari tertimpa Program anyar yang akan
Trauma healing lewat permainan
bagian bangunan rumah. Trauma dengan dikembangkan Yayasan Nanda
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 55 4/5/2007 9:39:00 AM
12_PENA gab.indd 56 4/5/2007 9:39:22 AM
12_PENA gab.indd 57 4/5/2007 9:39:27 AM
KRONIKA
INSENTIF GURU TERPENCIL
D epartemen Pendidikan Nasional
(Depdiknas) akan memberikan
insentif bagi guru yang ada di daerah
t e r p e n c i l. Ta h u n 2 0 0 7 i n i , t e l a h
dianggarkan insentif tambahan bagi
20.000 orang guru.
Menurut Giri Suryatmana, Sekretaris
Direktur Jenderal Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
besarannya insentif itu Rp 5 jutaan
untuk setiap guru. Dana itu diberikan
satu kali dalam satu tahun anggaran.
“Intensif dapat digunakan sebagai biaya
kemahalan hingga untuk menunjang
biaya pengambilan gaji di daerah
doK. dePdiKnas
terpencil,” kata Giri.
Kebijakan seper ti ini, kata Giri,
sebenarnya sudah dimulai pada 2006
Selain itu, pada umumnya guru SD adalah
bertugas di daerah itu. Jika pun ada,
lalu. Tapi jumlahnya baru 2.000 orang
wanita sehingga kerap terjadi perpindahan
biasanya mereka tak banyak yang bertahan
guru. Dalam survei ketersediaan tenaga
dengan alasan karena mengikuti suami
lama. Kendala ini, sebenarnya dipicu juga
guru yang dilakukan Depdiknas dan
dan biasanya ke kota besar. “Saat ini
oleh belum adanya penghargaan yang
Bank Dunia pada 2006, tercatat 68%
pemerintah berupaya menyelesaikan
memadai bagi guru yang mengajar
sekolah di perkotaan kelebihan guru.
permasalahan itu. Selain pemberian
di daerah khusus dan terpencil. Di
Sebaliknya, di daerah terpencil tercatat
insentif tambahan, dalam rembuk nasional
samping itu, belum diperhatikannya
70% sekolah kekurangan guru. Adapun
yang akan dilaksanakan pada April
kelangsungan pendidikan putra-putri
di daerah pedesaan, antara sekolah
mendatang akan dibangun kesepakatan
guru yang mengajar di daerah terpencil
yang kekurangan dan kelebihan guru
dan komitmen antara pemerintah pusat,
serta terbatasnya fasilitas rumah dinas.
seimbang.
provinsi, dan antarkabupaten/kota sesuai
Persoalan semakin rumit lantaran
Menurut Giri, faktor yang sering
peta kebutuhan,” kata Giri.
kewenangan distribusi tenaga pendidik
ditemukan terkait kekurangan guru di
ada di dinas pendidikan kabupaten/kota.
daerah terpencil karena rendahnya minat roBi sugara
GRATIS BUAT SWASTA
K swasta mendapatkan dana BOS sebesar Rp 29.500, totalnya
abar gembira siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah
menjadi Rp 109.500.
Menengah Pertama (SMP) swasta di Jakarta. Pemerintah
Agus menambahkan, tidak semua sekolah swasta bisa
Provinisi DKI Jakarta mengulirkan kebijakan SD dan SMP swasta
mendapatkan dana BOP dan BOS itu. Dana sebesar Rp 47,5 miliar
gratis. Tahun lalu, Pemerintah DKI Jakarta “menggratiskan” biaya
jelas tak cukup buat membiayai semua siswa SD dan SMP swasta
pendidikan siswa SD dan SMP negeri dengan kucuran dana
di Jakarta. Data yang sudah dihimpun Pemrintah DKI mencatat
Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
jumlah siswa SD swasta sebanyak 39.908 orang. Dan 19.954 siswa
“BOP untuk SD dan SMP swasta sebesar Rp 47,5 miliar akan
SMP swasta. Menurut perkiraan Agus, paling tidak membutuhkan
diturunkan April ini,” kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta
dana sebesar Rp 325 miliar untuk bisa menampung semuanya.
Agus Darmawan. Rinciannya, per siswa SD akan mendapatkan
Sebagai gambaran, bagi sekolah yang akan mendaptkan
Rp 50.000 tiap bulan. Sementara siswa SMP mendapatkan Rp
dana BOP dan BOS ini, ada aturan mainnya. Terkait dengan ini,
80.000/bulan.
Agus menyarankan untuk menanyakan ke Dinas Pendidikan
Bantuan itu belum termasuk Bantuan Operasional Sekolah
Dasar DKI Jakarta. “Tapi ya kalau siswa SD Al Azhar atau siswa
(BOS) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Don Bosco, dianggap siswa dan siswinya mampu, jadi tak perlu
Masih menurut Agus, siswa SD swasta juga akan mendapatkan
dibantu lagi,” tambahnya.
dana BOS sebesar Rp 19.500. Sehingga total setiap siswa SD
mendapat bantuan Rp 69.500. Sementara untuk siswa SMP roBi sugara
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 58 4/5/2007 9:39:30 AM
BUKU
SERTIFIKASI
melekat pada pembelajaran klasikal,” kata
Yamin.
Syaratnya, guru memiliki metode
pembelajaran bagus dan sesuai dengan
MENJAGA MUTU
kemampuan anak didik. Banyak metode
pembelajaran dapat digunakan dalam
menyajikan pembelajaran. Di antaranya,
dengan diskusi, tanya jawab, eksperimen,
penampilan, metode studi mandiri,
Mengupas perlunya sertifikasi untuk menjaga kualitas pendidik dan
pembelajaran terprogram, latihan sesama
guru. KTSP mesti diimbangi guru-guru yang punya skill dan kualitas teman, simulasi, karyawisata, studi kasus,
baik. Cara menambah keterampilan guru dengan menerapkan induksi, deduksi, seminar, dan bermain
konsep belajar tuntas. peran.
Meskipun tergolong tipis, paparanya
cukup banyak. Sayangnya, banyak sekali
“S
kesalahan ketik. Misalnya, sertifikasi ditulis
kompetensi pedagogik, kompetensi
ertifikasi pendidik” tampaknya
sartifikasi. Selain itu, Yamin juga banyak
kepribadian, dan kompetensi sosial, dan
menjadi kata paling populer
mengutip informasi dari beberapa surat
kompetensi profesional yang diperoleh
di kalangan guru dan pendidik
kabar nasional tanpa dianalisis secara
melalui pendidikan profesi.
sepanjang tahun lalu hingga kini. Coba
mendalam.
Salah satu kelebihan buku ini adalah
dengar obrolan guru dan pendidik di sekolah:
Terlepas dari kelemahan itu, buku ini
penyampaiannya yang ringan dan tajam
sertifikasi menjadi sesuatu yang dinanti.
wajib hukumnya menjadi bacaan pendidik
berkaitan dengan profesi guru. Pada Bab
Sayangnya, hingga setahun lebih sejak UU
dan guru yang tengah mempersiapkan
III, misalnya. Tema Kriteria Profesionalitas
Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
diri untuk menggapai sertifikasi. Juga jadi
Guru diulas secara mendalam. Beberapa
Dosen yang menghendaki sertifikasi bagi
referensi yang bagus bagi dosen pengajar,
tokoh pendidikan seperti Glenn Langford,
para pendidik diundangkan pada akhir 2005,
pemerhati pendidikan, LSM dan institusi
Moore, dan Greenwod menjadi rujukan
proses sertifikasi belum juga bergulir.
pendidikan pusat dan daerah.
Yamin dalam menjelaskan tentang kriteria
Buku kecil Martanis Yamin ini hadir
guru ideal.
di saat yang tepat. Delapan bab isi tak eva rohilah
Mengenai KTSP, menurut Yamin, mesti
hanya mengupas sertifikasi, juga persoalan
diimbangi guru-guru yang memiliki skill
kompetensi guru dan Kurikulum Tingkat
dan kualitas baik. Mustahil kurikulum ini
Satuan Pendidikan (KTSP).
terlaksana dengan mutu guru yang rendah
Menurut Yamin, rendahnya kualitas
dan tidak mau menambah keterampilan
pendidikan di Indonesia bukan akibat
keguruan.
rendahnya input pendidikan tapi tapi akibat
proses pendidikan yang tidak maksimal.
Juga rendahnya kualitas guru. Yamin unjuk
bukti dengan hasil Ujian Nasional yang tak Judul : SERTIFIKASI PROFESI
KEGURUAN di INDONESIA
semuanya bagus. Masih banyak peserta
Penulis : Drs.H. Martinis Yamin, M.Pd.
didik tidak lulus Ujian Nasional karena
Penerbit : Gaung Persada Press, Jakarta,
nilainya di bawah standar 4,26.
cetakan I Maret 2007
Di mata lulusan IAIN Sulthan Thaha
Tebal : ix + 282 halaman
Syaifuid Jambi, proses pendidikan yang
Harga : Rp 40.000
tidak baik menghasilkan lulusan yang
tidak baik juga. Bagaimana pun proses
pendidikan di sekolah terletak di tangan
guru. Sulit berharap banyak pada guru Salah satu cara menambah keterampilan
berkualitas rendaha dalam penguasaan guru adalah dengan menerapkan konsep
materi, komunikasi, motivasi dan mengelola belajar tuntas. Belajar tuntas merupakan
pembelajaran. Sertifikasi guru, menurut proses pembelajaran yang dilakuan secara
Yamin perlu untuk meningkatan kualitas sistematis dan terstruktur. Tujuannya
guru. mengadaptasikan pembelajaran pada siswa
Selain menjelaskan tentang perlunya kelompok besar, membantu mengatasi
arien t w
proses sertifikasi, Yamin juga mengupas perbedaan perbedaan yang terdapat pada
penyelenggaraan sertifikasi dan beban siswa dan untuk menciptakan kecepatan
materi sertifikasi. Beban materi sertifikasi belajar. “Belajar tuntas diharapkan mampu
menghendak i guru harus memilik i mengatasi kelemahan-kelemahan yang
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 59 4/5/2007 9:39:38 AM
BUKU HARIAN
RP 4,6 MILIAR
OLAHRAGA DAN GIzI SEIMBANG
Pena Pendidikan April 2007
12_PENA gab.indd 60 4/5/2007 9:39:51 AM
INGIN TAMPIL DI EMPAT MATA
doni tata Pradipta
BELAJAR VIA INTERNET
April 2007 Pena Pendidikan
12_PENA gab.indd 61 4/5/2007 9:40:09 AM
CATATAN PENA
UJIAN NASIONAL
oleh : saiful anam
N
ahli pendidikan memberi masukan bahwa kegiatan penilaian
abilla adalah siswi kelas III sebuah SMP Negeri di
dan penentuan kelulusan siswa merupakan hak pedagogis
Surabaya. Beberapa bulan terakhir ini sibuknya bukan
guru. Pasalnya, guru merupakan pihak yang paling tahu tentang
main. Ia membeli buku-buku soal, ikut bimbingan
materi yang diajarkan dan keragaman kemampuan siswa dalam
belajar, hingga ikut tes try out yang diselenggarakan sejumlah
menyerap bahan ajar yang disampaikan.
lembaga bimbingan belajar. Aktivitasnya sebagai pengurus OSIS
Kedua, standar tinggi yang diberlakukan dalam sistem Ujian
yang sebelumnya getol diikuti, juga dilepas. Bahkan kegiatan
Negara hanya sah apabila seluruh sarana dan prasarana minimal
ekstra kurikuler menari pun tak diikuti lagi. Ia fokus belajar dan
sekolah sama atau memenuhi standar kelayakan. Padahal, fakta
belajar. Tujuannya hanya satu: lulus Ujian Nasional (UN).
di lapangan saat itu menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil
Ya, UN tahun ini digelar akhir April, maju beberapa pekan
saja sekolah yang memenuhi standar seperti itu, sementara
dari tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi melewati rintangan
sebagian besar yang lain kondisinya menyedihkan. Akibatnya,
UN, Nabilla sudah memikirkan akan masuk SMA ini, SMA itu,
cukup banyak siswa dari sekolah kelompok kedua yang tidak
dan seterusnya.
lulus.
UN merupakan isu panas bidang pendidikan yang dari tahun
Sistem tersebut kemudian diubah menjadi Ujian Sekolah,
ke tahun selalu menjadi sorotan publik. Bahkan UN kemudian
yang merupakan kebalikan total dari model pertama.
menjelma menjadi isu politik. Depdiknas terus-terusan
Penyelenggaraan penilaian sepenuhnya dilakukan oleh
dihujani kritik dengan alasan yang itu-itu juga: UN dianggap
guru/sekolah. Lantaran penentuan kelulusan pada sistem ini
bertentangan dengan prinsip pedagogis, tidak sejalan dengan
diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, yang terjadi adalah
UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), tidak mengindahkan
pihak sekolah seenaknya sendiri dalam memberikan nilai
rasa keadilan karena disparitas layanan pendidikan yang masih
kepada murid-muridnya. Sekolah gampang sekali meluluskan
lebar, dan memboroskan uang negara.
semua siswanya. Akibatnya, ditengarai banyak terjadi praktik
Nada-nadanya untuk tahun ini isu tersebut sudah mulai
penggelembungan nilai ijazah. Mutu lulusan anjlok.
reda jika dibanding tiga tahun sebelumnya. Boleh jadi lantaran
Sistem ini kemudian diganti EBTANAS. Ada enam sampai
tokoh-tokoh yang melontarkan sudah merasa jenuh karena
tujuh mata pelajaran yang diujikan secara nasional, yang nilainya
seperti berhadapan dengan tembok raksasa. Atau mereka secara
dikenal dengan sebutan NEM (Nilai Ebtanas Murni). Tetapi
diam-diam mulai menyadari pentingnya UN?
penentuan kelulusan siswa tetap berada di tangan sekolah,
Jika kita tengok ke belakang, sebelum diberlakukan UN,
bukan dari NEM. Nilai EBTANAS yang menjadi acuan penentuan
kita sudah pernah memberlakukan tiga sistem penilaian dalam
kelulusan adalah gabungan NEM dan nilai Cawu I dan II.
posisinya sebagai alat quality control. Ketiga model itu adalah
EBTANAS terkenal dengan rumus NA = (P+Q+R)/3. NA adalah
Ujian Negara (1945-1969), Ujian Sekolah (1970-1982), dan
Nilai Akhir, P adalah nilai cawu I, Q nilai cawu II, dan R adalah
Evaluasi Belajar Tahap Akhir/EBTANAS (1983-2002). Sejak 2003
NEM. Dengan rumus seperti itu, maka berapa pun NEM-nya,
diberlakukan sistem Ujian Akhir Nasional (UAN), yang kemudian
setelah ditambah dengan nilai cawu yang sudah dikatrol secara
pada 2005 disempurnakan dan berganti nama menjadi Ujian
fantastis lalu dibagi tiga, maka hasilnya memenuhi syarat untuk
Nasional.
lulus. Model ini ternyata memberi peluang kepada seolah untuk
Masing-masing sistem tersebut memiliki keunggulan dan
mengatrol nilai cawu agar anak-anaknya lulus.
kelemahan. Pada Ujian Negara, kegiatan penilaian sepenuhnya
Sistem EBTANAS pun akhirnya masuk kotak dan diganti UN.
dikontrol oleh negara, baik menyangkut materi yang diujikan
Sejak awal diberlakukan, sistem baru ini mendapat tantangan
maupun penetapan kelulusan. “Sekolah tidak punya peran sama
sangat keras. Belakangan, konon banyak sekolah atau daerah
sekali. Seluruh mata pelajaran diujikan secara nasional,” kata
yang menyiasati dengan melakukan segala cara agar anak
Dr. Bahrul Hayat, mantan Kepala Pusat Penilaian Pendidikan
didiknya lulus UN.
Depdiknas yang kini menjadi Sekretaris Jenderal Departemen
UN sebenarnya bukanlah sistem yang ideal. Bagusnya yang
Agama. Sistem ini sangat unggul dalam mengendalikan standar
melakukan penilaian ya guru itu sendiri. Tapi itu baru bisa
mutu lulusan. Siswa yang lulus mutunya benar-benar bagus.
dilakukan jika sekolah kita sudah maju, gaji gurunya tinggi,
Namun sistem Ujian Negara kemudian mendapat kritik keras
sarana dan prasarana pendidikannya bagus, dan hukum benar-
dari para pakar pendidikan. Setidaknya ada dua argumentasi
benar ditegakkan. Kalau semua itu belum terpenuhi? Apa boleh
yang dikemukakan mereka saat itu, yang kemudian menjadi
buat, UN tampaknya pilihan terbaik.
dasar perubahan ke sistem Ujian Sekolah. Pertama, para ahli-
2 Pena Pendidikan April 2007
Maret 2007
12_PENA gab.indd 62 4/5/2007 9:40:11 AM
0 comments
Post a comment