pena pendidikan 10

11,056
-1

Published on

Published in: Education, Business
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
11,056
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
442
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

pena pendidikan 10

  1. 1. GURU MATI Nomor 10/Tahun I/Februari 2007/Rp 20.000 DI DAERAH KONFLIK KONTROVERSI FULLDAY SCHOOL PPPG Cianjur MENGANGKAT CITRA PROFESI PERTANIAN JALAN TERJAL SOSIALISASI KTSP 10_PENA all cover.indd 1 2/19/2007 11:10:18 AM
  2. 2. Setelah PENA Pendidikan kini hadir BE ENTREPRENEUR PT. REKA GAGAS CIPTA Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957 PUBLISHING Email: rekacipta@rekacipta.com ADVERTISING PRODUCTION HOUSE 10_PENA all cover.indd 2 2/19/2007 11:10:27 AM
  3. 3. 30 th ke atas Di bawah 20 th 60 % 10 % Sarjana S1 ke atas Di bawah Sarjana S1 20 - 30 th 30 % Pria 30 % 70 % PROFIL PEMBACA 60 % 40 % Wanita Pena Pendidikan adalah majalah berita pendidikan pertama yang mengupas permasalahan hangat dunia pendidikan secara menyeluruh, jernih dan berimbang, disajikan den- gan standar jurnalistik yang teruji 10_PENA all cover.indd 3 2/19/2007 11:10:28 AM
  4. 4. FOTO-FOTO: ERIN T.W. DAN MURNITA DIAN K. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH: PT SAMUDERA INTERNATIONAL (ASI) PANGANDARAN, CIAMIS - JAWA BARAT 10_PENA all cover.indd 4 2/19/2007 11:10:54 AM
  5. 5. SALAM PENA Banjir, Ganti BASUT, ISSN 1907-4239 Edisi 09/Tahun I/Januari 2007 dan Maaf PEMIMPIN UMUM Iwan Qodar Himawan ejak terbit perdana Mei 2006, Majalah Berita Bulanan PENA PENDIDIKAN selalu PEMIMPIN REDAKSI/ terbit pada awal bulan, sebelum tanggal 10. Tapi, untuk edisi Februari ini, kami PEMIMPIN PERUSAHAAN mengalami keterlambatan. Saiful Anam REDAKTUR PELAKSANA Banjir yang mengguyur Jakarta selama hampir sepekan sejak 2 Februari lalu, Dipo Handoko membuat kerja kami tidak maksimal. Beberapa wartawan kami yang tinggal di Bekasi dan Depok rumahnya terendam banjir. Mereka terpaksa tidak masuk selama SIDANG REDAKSI beberapa hari. Beruntung kantor kami di Jalan Pengadegan Barat Nomor 22 Jakarta Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Selatan, tidak ikut-ikutan tersapu banjir. Hanya saja, telepon kantor kami sempat Dipo Handoko, Ayu N. Andini tidak beroperasi selama beberapa hari akibat gangguan dari jaringan Telkom. Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini Awalnya kami merencanakan terbit 9 Februari. Tapi ketika naskah sudah siap, KORESPONDEN DALAM NEGERI Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali giliran harus antri di percetakan. Maklum, percetakan langganan kami di kawasan (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta) Pulogadung juga terendam banjir, sehingga tidak beroperasi selama beberapa hari. Imam Bukhori (Surabaya), R. L. Hakim Kami pun menjadwal ulang terbit 15 Februari. (Bandung) Sesuai rancangan awal, kami menempatkan maraknya fullday school sebagai KORESPONDEN LUAR NEGERI Bahasan Utama (Basut). Sedangkan masalah sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Pendidikan (KTSP) kami tulis dalam rubrik Bahasan Khusus (Basus). Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Tapi, saat naskah sudah siap cetak, Saiful Anam, Pemimpin Redaksi majalah Alfian (Belanda) ini, mendapat informasi terbaru menyangkut KTSP. Mendiknas menandatangani ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL beleid baru yang mengatur sosialisasi KTSP. Beleid anyar itu, yaitu Surat Edaran Roy M. Paat Nomor 33/MPN/SE/2007 dan Permendiknas Nomor 6/2007, ditandatangani tanggal D. F. Prambudi 13 Februari 2007. Dua peraturan itu intinya berisi tentang perbaikan pelaksanaan sosialisasi KTSP. Saiful Anam mendapatkan bocorannya keesokan harinya. SEKRETARIAT REDAKSI Yuli Lestari Kami lantas melakukan rapat singkat membahas isu terbaru itu. Kami memutuskan untuk merombak naskah yang sudah siap cetak, dengan menempatkan masalah IKLAN KTSP menjadi Bahasan Utama. Sementara fullday school “turun kelas” menjadi Sari Hidayat Bahasan Khusus. Kami lantas menghubungi pihak percetakan agar menghentikan KEUANGAN proses pencetakan majalah. Ahadian Febrie Kami memutuskan merombak bagian pertama tulisan KTSP, dengan memasukkan PENERBIT beleid anyar tersebut. Selain itu, kami mewawancarai Dr. Baedhowi (Staf Ahli Bidang PT Reka Gagas Cipta Pengembangan Kurikulum) dan Bambang Wasito Adi, SH, M.Sc, (Kepala Pusat DIREKTUR UTAMA Informasi dan Humas) terkait keluarnya peraturan baru tersebut. Bagian pertama Iwan Qodar Himawan yang semula dirancang dua halaman, dimekarkan menjadi 4 halaman. Otomatis DIREKTUR ada dua halaman lain yang kami drop. Saiful Anam Meski begitu, ada bagian lain dari tulisan KTSP itu yang tetap kami biarkan, yaitu GENERAL MANAJER OPERASIONAL wawancara dengan Kepala Pusat Kurikulum. Wawancara dilakukan sebelum SE dan Dipo Handoko Permendiknas Nomor 6/2007 tersebut keluar. Tapi tetap menarik, karena hal itu justru menggambarkan persoalan yang terjadi sebelum dua peraturan tersebut keluar. BANK PT Reka Gagas Cipta Bank Niaga cab. BEJ Jakarta Pembaca yang budiman, perubahan yang kami lakukan itu membawa konsekuensi Rek. 064.01.63285.006 penerbitan majalah ini menjadi terlambat, sehingga baru terbit pada 19 Februari 2007. Kami tentu mohon maaf atas keterlambatan ini. Tetapi, dengan merombak Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: bagian pertama tulisan KTSP dan menaikkan statusnya menjadi Bahasan Utama, Pena Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya kami untuk berusaha menyajikan informasi yang Jl Pengadegan Barat Raya 22 JAKARTA terbaik buat Anda. Semoga Anda maklum. 12770 Telp/Faks: +6221 797 3957 E-mail: redaksipena@rekacipta.com Pena Pendidikan  November2007 Pena Pendidikan  Februari 2006 10_PENA.indd 3 2/19/2007 11:16:18 AM
  6. 6. DAFTAR ISI JALAN TERJAL BAHASAN 10 SOSIALISASI KTSP UTAMA S etelah sepuluh bulan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan, hingga kini implementasinya menghadapi banyak kendala. Sumbernya adalah Peraturan Mendiknas Nomor 24/2005 yang mengatur sosialisasi KTSP. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan mendapat tugas berat sebagai pelaksana sosialisasi. Sementara Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang dulunya sebagai pelaksana sosialisasi, kini “cuma” ditugasi menggandakan pedoman KTSP. Sosialisasi pun tersendat. Mendiknas kemudian menerbitkan Surat Edaran yang mengatur keterlibatan pemerintah daerah dalam sosialisasi KTSP. Apakah sosialisasi DoK. DEPDIKNAS KTSP dijamin berjalan lancar? Ada pemikiran melibatkan pihak swasta. Thailand: SENI MORAL 46 INTERNASIONAL GURU JULING TEKNOLOGI 8 J uling Ponganmoon, guru usia 24 PAPAN TULIS PINTAR tahun, meninggal dunia setelah delapan bulan koma. Guru kesenian S MART Technologies Inc, perusahaan di Sekolah Dasar Ban Kuching Reupah, pembuat piranti canggih, meluncurkan Narathiwat, meninggal saat bertugas papan tulis pintar. Panjang-lebar rasionya mengajar di kawasan yang dikenal 16:9. Papan putih ini dihubungkan dengan rawan konflik antara pemerintah piranti audio sehingga bisa mengeluarkan dengan muslim militan. Bukan rahasia suara. Tulisannya bisa direkam dengan lagi, sejak konflik meruncing, hampir USB, difotokopi, atau digandakan. Papan semua guru yang bukan penduduk putih ini juga bisa dikombinasikan dengan asli berebut mengajukan permohonan proyektor, yang keduanya bisa dipasang pindah. Atau, kalaupun tidak, menuntut dengan gampang di tembok, dan dicopot “uang tambahan” karena bertugas di dengan mudah. daerah berbahaya. Toh ancaman keamanan tak menyurutkan tekad Juling. Ia justru meminta ditempatkan mengajar di Distrik Rangae, kawasan yang termasuk kategori siaga merah alias sangat berbahaya. Juling yakin dengan mengajarkan kebijakan dan kebaikan pada anak didiknya, ia bisa menyumbang WWW.GooGLE.Co.ID WWW.GooGLE.Co.ID bagi perdamaian dan kemajuan di kawasan selatan Thailand. Baginya anak-anak muslim dan anak-anak Buddha tak berbeda. Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 4 2/19/2007 11:16:22 AM
  7. 7. KONTROVERSI BAHASAN 36 BELAJAR SEHARI PENUH KHUSUS 3. EDITORIAL M odel pembelajaran 6 SUARA PEMBACA fullday school marak diselenggarakan di berbagai kota 8 TEKNOLOGI besar. Banyak orangtua yang • Siswa dan Piranti Multimedia sibuk karena pekerjaan merasa • Komputer-Televisi Jadi Satu terbantu dengan sekolah sehari • Jam Berblue Tooth penuh. Namun, tak sedikit yang • Energi Gerak Buat Ponsel menuding sekolah sehari penuh • Papan Tulis Pintar cuma komersial belaka. Buktinya, biayanya jauh lebih mahal. 10 BAHASAN UTAMA MURNITA DIAN K. Depdiknas tak menganjurkan, • Jalan Terjal Sosialisasi KTSP tapi juga tak melarang. • Diah Harianti: Daerah Harus Dioptimalkan • Guru Meraba-raba KTSP 22 DASAR • Musi Banyuasin: Memajukan 60 APASIAPA Pendidikan Serasan Sekate 24 MENENGAH • SMAN 3 Yogyakarta: Berkembanglah Sang Padmanaba Cheche Kirani 26 KOLOM • Mudjito: Investasi Pendidikan Prasekolah 28 GURU • Susahnya Mencari Guru Berkompeten NGIDAM • PPPG Cianjur: Menangkat Citra Profesi Pertanian KUNJUNGI 34 NONFORMAL KORBAN BANJIR • Nonformal Menyalip di Tikungan • TK Al Islam Candipuro Lumajang 36 BASUS K etika Jakarta dihajar banjir besar, awal • Kontroversial Belajar Sehari Penuh Februari lalu, Cheche Kirani punya • Mau Bagus Butuh Proses permintaan tak biasa. Meski dalam kondisi • Membuat Siswa Betah di Kelas hamil, ia memaksa untuk mengunjungi • Sudah Gratis, Bisa Main Sirkus korban banjir di lokasi yang tergenang air. Sang suami, Ahmad Hadi Wibowo, 46 INTERNASIONAL yang tengah sakit dan mesti istirahat • Seni Moral Guru Juling di rumah, terang saja keberatan meluluskan keinginan istri tercinta. 50 PERISTIWA Namun, akhirnya ia tak bisa menolak • Ketika Bah Menyapu Ibu Kota rengekan sang istri. • Bila Murid SD Berbahasa Inggris Rupanya permintaan menyaksikan • Filantropis Mendamba Insentif banjir itu bagian dari ngidamnya • Lengkap Dengan Layanan Prima Cheche. Cheche menyambangi daerah banjir di Ciledug, Tangerang. 56 BUKU Sambil mengelus-ngelus perutnya, • Menguji Beleid Pak Menteri Cheche hanya ada di mobil, tapi itu • Inspirasi Serius Bagi Pendidikan sudah cukup membuatnya lega. WWW.KAPANLAGI.CoM “Di sini saja, ah. Miris lihat kondisi 58 KRONIKA banjir kayak gitu. Anakku ini mau lihat banjir katanya. Tenang ya, 62 CATATAN PENA Nak, tenang,” ujarnya. • Saiful Anam: BWA Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 5 2/19/2007 11:16:27 AM
  8. 8. SUARA PEMBACA IJAZAH TERBAWA *) Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta Sylviana Murni menegaskan BANJIR bahwa pengurusan ijazah atau surat tanda tamat belajar yang rusak atau hilang akibat banjir tidak dipungut biaya alias gratis. BENCANA banjir awal Februari lalu Syaratnya, mudah: cukup membawa surat banyak menelan korban. Bukan saja keterangan dari RT dan RW. Untuk ijasah kehilangan harta benda. Rumah-rumah SMP dan SMA, silakan Anda menghubungi rusak, sebagian hanyut, sekolah pun Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi tak sedikit yang kebanjiran. Sekolah pun DKI Jakarta banyak yang “diliburkan” hingga sepekan karena tidak memungkinkan untuk proses belajar mengajar. BANJIR JAKARTA Ada satu hal yang membuat saya trenyuh ketika mengetahui teman saya kehilangan ijazah karena hanyut disapu Banjir di Jakarta menyebabkan banyak banjir. Menurut sepengetahuan saya, sekolah sempat tidak bisa melaksanakan Departemen Pendidikan Nasional hanya proses belajar mengajar. Banyak hal memiliki data kelulusan sekolah hingga melatarbelakangi kenapa proses belajar sepuluh tahun ke belakang. Artinya hanya mengajar tidak berjalan. Salah satunya Nomor 10/Tahun I/Februari 2007 sampai angkatan kelulusan tahun 1997. gedung sekolah dan fasilitasnya yang Desain Cover : Prambudi Mohon bantuan Depdiknas menangani rusak karena banjir. Di Bekasi, bahkan Foto : GIM Depdiknas masalah ini. Mungkin pembaca Majalah ada sekolah yang terancam longsor. Pena Pendidikan bisa membantu? Bangku-bangku sekolah di daerah Cipinang, Jakarta Timur rusak terseret Ahmad Kurniawan, mahasiswa banjir. Buku-buku pelajaran hancur Cipinang Indah, Jakarta Timur terendam air. * Ongkos kirim per edisi: Jabodetabek Rp 2.000, Pulau Jawa Rp .000, dan luar Pulau Jawa Rp 7.000 6 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 6 2/19/2007 11:16:31 AM
  9. 9. SEKOLAH BILINGUAL Dengan keadaan seperti ini, apakah Pendidikan bisa terus langgeng. Sayangnya, pihak sekolah yang harus membiayai hanya majalah Pena Pendidikan yang kerusakan ini? Apakah pihak sekolah Sebenarnya bukan pada porsinya saya menurut saya sangat serius dan fokus kembali membebankan orangtua karena memvonis sekolah bilingual berpotensi dalam mengupas berita pendidikan. Adakah kerugian ini? Tidak adakah bantuan dari menuai cemas. Tapi, di lapangan memang majalah pendidikan lain juga juga menulis pemerintah untuk memperbaiki sekolah terjadi demikian. Teman saya yang informasi pendidikan seperti halnya Pena dan fasilitasnya? Kepada siapa sekolah- menyekolahkan anaknya di sekolah Pendidikan? Apakah penerbit PT Reka sekolah ini minta tolong? berstandar internasional itu, merasa Gagas Cipta juga menerbitkan majalah kewalahan melihat kebiasaan berbahasa lain bertema pendidikan juga? Kalau ada, V.Rachman, anaknya. Menurut dia, anaknya sangat apa nama majalahnya dan bagaimana agar pengamat sosial fasih mengekspresikan perasaannya saya dapat majalahnya? dan pengamat pendidikan dalam bahasa Inggris. Sang anak Jakarta Utara mengucapkan begitu saja, tanpa peduli Iin Puspitasari, lagi pada tataran kesopanan. Misalnya jika Guru SMA di Jakarta Timur ia diminta segera belajar pada waktunya, *) Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta ia dengan lugas menolak, “Please, don’t mencatat sedikitnya 163.165 siswa SD *) Terima kasih atas apresiasi Anda talk to me like that, cause I’ve never talk to dan SMP menjadi korban banjir. Mereka kepada majalah PENA PENDIDIKAN. PT you like that! Don’t disturbing me, mom.” kehilangan buku pelajaran, tas, dan Reka Gagas Cipta menerbitkan majalah seragam sekolah. Adapun sekolah yang lain bertemakan kewirausahaan, yakni terendam sebanyak 1295 unit dari 2158 Alasan penolakannya memang sangat Majalah BE ENTREPRENEUR, dan sekolah yang ada. Untuk meringankan masuk akal, tetapi dengan raut wajah yang majalah kesetiakawanan sosial, yakni korban banjir, Dinas Pendidikan Dasar tidak menyenangkan ia mengucap itu di Majalah SETIA KAWAN. DKI Jakarta menyalurkan 25.000 pasang depan ibunya. Sang ibu merasa mestinya pakaian sekolah, 16.000 peralatan sekolah ada pelajaran tata krama berbahasa dan ribuan buku. yang sayangnya tak dikenalkan guru. EDISI NARKOBA Bagaimana harus menyikapinya? Apakah pemerintah punya program standar untuk metode pengajaran Bahasa Inggris di Saya suka sekali membaca Pena KTSP APA SIAPA? sekolah? Pendidikan Edisi 9, yang membahas tentang peredaran narkoba di kalangan Irma Susanti, karyawati Saya senang, ada majalah yang pelajar. Dari artikel-artikel tersebut, saya Pasar Minggu, Jakarta Selatan khusus mengupas masalah-masalah baru menyadari bahwa betapa narkoba pendidikan. Makanya, saya berlangganan sudah mengerogoti masa depan bangsa *) Terima kasih masukannya, Ibu. Majalah Pena Pendidikan. Karena masih Indonesia. Sayang sekali dengan bahaya Semoga para guru bahasa Inggris bisa sangat jarang majalah seperti ini. Saya yang sangat besar mengancam, tidak mengoreksi bagaimana pembelajarannya. mau bertanya banyak tentang masalah ada penanganan serius dari sekolah, juga Rasanya memang perlu mengajarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan kota dan kabupaten. berbahasa Inggris dengan adab ketimuran (KTSP). Mengapa pemerintah sangat Bahkan Depdiknas pun mengaku menjadi kita. Bagaimana bapak ibu guru bahasa senang mengganti-ganti kurikulum? Ganti salah satu korban Narkoba. Inggris? menteri, pasti ganti kurikulum. Padahal Oleh karena itu saya sarankan kepada Kurikulum 200 itu belum jelas sejauh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mana keberhasilannya sudah berganti pembaca Pena Pendidikan, untuk bekerja lagi. MAJALAH PENDIDIKAN sama dalam mengurangi peredaran narkoba di kalangan remaja Indonesia. PENA PENDIDIKAN pernah menulisnya APA LAGI? Mulailah dari melakukan hal kecil, yaitu ketika KTSP digulirkan Juni lalu. Namun memperhatikan anak kita sendiri dan perkembangan pelaksanaan KTSP anggota keluarga kita sendiri. sepertinya tidak disentuh lagi. Bagaimana Saya ucapkan terima kasih kepada kabarnya sekarang ini. Jangan-jangan Majalah Pena Pendidikan yang terus Endang Kusrini, hanya jalan di tempat. Mohon Pena idealis mengemas berita dan cerita dunia Guru SD Depok Timur, Jawa Barat Pendidikan menulis perkembangan pendidikan. Saya harapkan Majalah Pena pelaksanaan KTSP. Mumpung masih dalam hitungan bulan, sehingga kalau ada yang kurang bisa diperbaiki. RALAT: Pada edisi 09/Januari 2007, halaman 1 Rubrik PERISTIWA Ratih, ibu rumah tangga, tulisan berjudul Ketika BOS Kesandung Masalah, pada alinea pembaca setia PENA PENDIDIKAN, kedua dari akhir tertulis “…. dana BOS 2006, misalnya, yang cair Tambun, Bekasi, Jawa Barat sekira Rp 16 triliun …” Seharusnya tertulis, “...nilai dana BOS 2006 yang cair sebesar Rp 10, triliun.” *) Pena Pendidikan edisi kali ini mengupas perkembangan pelaksanaan KTSP. Memang ada kendala cukup serius Demikian kesalahan tulis ini kami perbaiki. menyangkut sosialisasi KTSP. Silakan baca Bahasan Utama edisi ini. 7 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 7 2/19/2007 11:16:32 AM
  10. 10. TEKNOLOGI ENERGI GERAK BUAT PONSEL PAPAN TULIS PINTAR S MART Technologies Inc., perusahaan pembuat piranti canggih, membuat papan tulis pintar yang mungkin Anda perlukan. Papan tulis ini panjang dengan lebarnya rasionya 16:9, perbandingan yang menurut penelitian paling nyaman bagi mata. Selain itu, rasio inilah yang paling pas bagi sebagian besar tembok sekolah. Meski cerdas, papan N pintar ini tetap harus dipakukan ke tembok. AIK sepeda memang menyehatkan. Tapi, kenyamanan Papan putih ini memang bukan sembarang papan itu bisa terganggu bila tiba-tiba pesawat telepon elektronik seperti biasa kita jumpai berbagai kantor. genggam Anda baterainya habis. Kolega dan keluarga bisa Ia dihubungkan dengan peranti audio, sehingga bisa kesulitan menghubungi Anda. mengeluarkan suara. Tulisannya bisa direkam dengan USB, Namun, kesulitan itu kini bisa diatasi dengan keluarnya difotokopi, atau digandakan. “Saya yakin terutama para guru alat penyetrom telepon genggam keluaran Motorola, yang akan sangat terbantu dengan papan tulis ini,” kata Nancy dikhususkan bagi pesawat dengan merek yang sama. Piranti ini terutama ditujukan bagi negara-negara dengan Knowlton, Presiden dan CEO Smart Technologies. jaringan listrik memble, atau untuk Anda yang gemar Papan putih ini juga bisa dikombinasikan dengan proyektor, yang keduanya bisa dipasang dengan gampang di tembok, bertualang ke daerah terpencil. dan dicopot dengan mudah. Prinsipnya, alat ini mengubah energi gerak menjadi Papan cerdas ini juga dilengkapi dengan modul yang bisa setrom. Motorola menyediakan terminal yang bisa dihubungkan dengan berbagai perangkat, mulai dari DVD menyalurkan setrom itu ke baterai handhpone. Praktis, tapi hinga kamera. Tapi, ia juga bisa dioperasikan tanpa komputer. masih mengundang banyak kritik. Misalnya, kenapa alat Sehingga gambar yang dihasilkan dari monitor, kamera, atau itu tidak dibuat multiguna, sehingga juga bisa dipakai untuk gambar DVD atau VCD, bisa ditayangkan di papan. menyetrom baterai pesawat GPS dan kamera. KOMPUTER-TELEVISI JADI SATU D alam pertemuan pemimpin ekonomi dunia di Davos, tak terbatas, dengan tinggal mengklik si mouse di tangan, Anda Swiss, akhir Januari lalu, pemimpin Microsoft, Bill Gates, bisa memerintahkan si alat untuk merekam siaran yang tak mengatakan bahwa era menyatunya televisi dan komputer sempat Anda simak. Ini dimungkinkan karena peralatannya tak lama lagi datang. Bila saat ini kita harus menggunakan dilengkapi fungsi untuk mencari program. Ia bahkan bisa komputer dan televisi secara terpisah, misalnya untuk melihat diprogram untuk mengingatkan Anda akan siaran-siaran yang klip di internet serta di stasiun televisi, tak lama lagi, kedua hal Anda sukai. itu menjadi satu. Bila Anda bepergian jauh, Anda cukup memasang Bersatunya televisi dan internet akan mengubah banyak hal. peralatan dalam posisi siaga. Begitu siaran yang ingin Di antaranya, akan terjadi pergeseran iklan dari yang selama ini Anda rekam nongol, si peralatan bergegas bangun. Siaran dkuasai televisi, beralih ke internet. televisi itu langsung masuk ke perangkat keras, dan Tak butuh waktu lama untuk melihat terwujudnya ramalan direkam. Begitu pulang, Anda tinggal menikmati Bill Gates itu. Dewasa ini, dengan modal Rp 200.000, Anda siaran ulangnya. bisa membeli TV tuner. Dengan proses pemasangan yang Tatkala membeli gampang, layar komputer di meja Anda bisa menangkap siaran piranti ini, Anda dari berbagai stasiun televisi. memang juga Januari lalu, sebuah perusahaan di Inggris, TerraTec, diminta menyempurnakan TV tuner yang sudah lama kita kenal. berlangganan TerraTec meluncurkan Cynergy HT Express. Alat ini harganya siaran televisi sekitar Rp 2 juta. Ia bisa menerima siaran radio, televisi, baik berbayar. Tayangan berbagai stasiun pun termonitor digital maupun analog. Alat ini bisa diprogram dari jauh, dengan internet. Dari jarak dengan seksama di pesawat Anda. Yunior Lanang Satrio Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 8 2/19/2007 11:16:43 AM
  11. 11. JAM BER-BLUETOOTH B arangkali Anda sudah lama mengenal Fossil sebagai perusahaan pembuat busana, jam, dan berbagai aksesoris pengelok tubuh. Bekerjasama dengan perusahaan pembuat telepon bergerak, Sony Ericsson, Fossil meluncurkan jam yang bisa berkomunikasi dengan handphone. Mereknya Abacus. Jamnya tetap bergaya. Gagah dan enak dilihat. Jam cerdas ini mulai dipasarkan di London, Januari lalu. Dengan jam ini, Anda tak perlu bersusah payah selagi di toilet, sementara telepon di atas meja kerja berdering. Sekali pencet, panggilannya tertolak. Dua kali pencet cepat, deringnya menjadi sunyi. Dengan melihat layar jam, Anda bisa melihat nomor yang memanggil. Anda juga bisa membaca pesan singkat yang masuk. Setiap ada pesan masuk, di layar jam muncul gambar amplop berkedip-kedip, dan getaran ringan. Jam elok itu bisa berkomunikasi dengan handphone melalui teknologi nirkabel, bluetooth. Teknologi canggih ini diprogram, sehingga ketika jam Anda terpisah 10 meter dari pesawat telepon, ia langsung berbunyi dan begetar. Sumber daya jam ini adalah baterai lithium, yang tahan hingga tujuh hari. Habis? Tak usah khawatir. Ada perangkat penyetrom baterainya. Kalau si penyetrom tertinggal, tak usah pusing. Hubungkan dengan laptop Anda, dengan segera baterainya terisi. Jam pintar ini dibuat dalam dua versi: dari baja dan dari karet. Di Inggris, yang terbuat dari baja harganya sekitar Rp 2,8 juta. Yang dari karet hitam harganya Rp 1,3 juta. Tertarik? SISWA PIRANTI MULTIMEDIA S EPULUH tahun lalu, hampir tak ada murid Sekolah Dasar di Indonesia yang membawa telepon genggam ke sekolah. Kini, membawa peralatan komunikasi itu menjadi hal biasa. Kecenderungan seperti ini memang hal umum di seluruh dunia. Lembaga penyiaran BBC dari Inggris, akhir Januari lalu memuat riset oleh Direct Line, perusahaan asuransi rumah. Diketahui bahwa selama 10 tahun terakhir ini, kepemilikan para murid terhadap gadget-nya meningkat 50%. Pada 1996, para murid di Inggris hanya mempunyai barang-barang senilai sekitar Rp 38 juta. Tahun 2006 ini, dari 587 murid yang disurvei, rata-rata memiliki barang seharga Rp 58 juta. Barang yang mereka miliki bervariasi. Mulai dari pemutar MP3, iPods, laptops, kamera digital, hingga televisi layar lebar. Kepemilikan barang-barang mewah itu juga menyebar ke peranti untuk penampilan. Para pelajar di Inggris menggunakan duitnya 40% lebih banyak untuk keperluan busana dan asesoris lainnya, ketimbang untuk membeli buku. Survei itu menunjukkan, sebanyak 62% murid tiap bulan memanjakan dirinya dengan barang-barang baru, yang sebetulnya tidak begitu penting untuk dirinya. Murid wanita lebih peka terhadap barang-barang baru itu dibanding yang pria. Kata periset, para murid tidak memandang belanja barang-barang teknologi canggih itu sebagai ‘hura-hura’. Berbagai barang itu diperlukan untuk memperlancar ‘pekerjaannya’, yaitu sekolah. Kata Simon Ziviani, “Barang-barang para murid itu menunjukkan, waktu memang telah berubah. Sebagian besar dari mereka ingin menikmati kesenangan,” kata Simon Ziviani, juru bicara Direct Line Home Insurance. 1. Alat perekam. Seringkali bapak dan ibu guru bicaranya terlalu cepat. Sering pula informasi yang mereka sampaikan kurang tercatat dengan baik. Dengan perekam mini yang makin canggih, kini para murid bisa merekam ucapan para guru, tentu dengan seijin mereka. Sehingga tatkala di rumah, para murid bisa mendengar kembali ucapan pak guru. Alat yang cukup populer adalah Sony M-570V. 2. Media penyimpan. Piringan cakram padat, CD-R memungkinkan Anda bisa merekam data hingga 700 MB, atau setara dengan 80 menit suara. Kini, hampir tiap laptop dan komputer dilengkapi dengan drive yang bisa membaca dan merekam data ke CD. 3. PDA System: Palm Treo 650 PSA Phone. Alat ini menyediaikan fasilitas serba komplet. Si mungil membuat hidup lebih sederhana dan lebih nyaman. Dengan asisten handal ini, Anda bisa mengakses telepon, pesan, pengaturan jadwal, serta berhubungan dengan internet, sekaligus. Alat ini dilengkapi teknologi Bluetooth, yang membuatnya bisa berhubungan dengan pesawat lain, tanpa melalui kabel. 4. Flash Drive 1 GB. Dengan alat ini, para murid bisa menyimpan data, lagu, foto, presentasi, hingga berbagai pekerjaan rumah. Merek yang terkenal adalah Corsair Flash Voyager, yang dirancang elok untuk jadi kalung melingkar di leher. 5. Laptop. Memiliki komputer yang bisa ditenteng ke mana-mana membuat Anda bisa bekerja di manapun. Dengan teknologi tanpa kabel, para pemakainya bisa mengakses internet di titik-titik hotspot, yang sekarang jumlahnya makin banyak. 9 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 9 2/19/2007 11:17:03 AM
  12. 12. BAHASAN UTAMA 10 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 10 2/19/2007 11:17:05 AM
  13. 13. 11 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 11 2/19/2007 11:17:08 AM
  14. 14. BAHASAN UTAMA FASLI JALAL SUYANTO FoTo-FoTo:SAIFUL ANAM 12 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 12 2/19/2007 11:17:13 AM
  15. 15. MUKTI ALI WARAS KAMDI 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 13 2/19/2007 11:17:17 AM
  16. 16. BAHASAN UTAMA 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 14 2/19/2007 11:17:20 AM
  17. 17. 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 15 2/19/2007 11:17:23 AM
  18. 18. BAHASAN UTAMA FoTo-FoTo: FETTY SHINTA LESTARI Pemerintah kan punya tanggungjawab untuk mengontrol kualitas. Kalau tidak melalui ujian nasional, darimana kita bisa mengontrol kualitasnya. Sebagus apapun kurikulum, tapi kalau melenceng atau tidak sesuai dengan standar nasional, kita bisa menegur sekolah tersebut. 16 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 16 2/19/2007 11:17:26 AM
  19. 19. Semua orang di tingkat pusat mesti menyadari bahwa sekarang adalah era otonomi daerah. tidak ada unit manapun di tingkat pusat yang mempunyai kekuasaan sampai ke daerah, termasuk Ditjen Mandikdasmen. DoK. PENA LAB BAHASA SMPN 1 TUBAN 17 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 17 2/19/2007 11:17:27 AM
  20. 20. BAHASAN UTAMA DoK. DBE KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEBUAH SEKOLAH 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 18 2/19/2007 11:17:29 AM
  21. 21. Sebelum otonomi, tim pengembang kurikulum itu sudah ada dan selalu berkoordinasi dengan pusat. Tapi setelah otonomi, tim pengembang ini tidak punya pegangan, sementara pusat tidak bisa memerintahkan mereka secara langsung. 19 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 19 2/19/2007 11:17:30 AM
  22. 22. BAHASAN UTAMA Pendapat Heri dibenarkan Drs Tarwadi, KEGIATAN BELAJAR DI SMA ISLAM MALANG bagian Humas Dinas Pendidikan Provinsi DIY. “Sekolah antusias menanggapinya. Setelah kami sampaikan mereka siap melaksanakan,” kata Tarwadi. “Jika ada yang belum menggunakan KTSP sedikit sekali, biasanya sekolah swasta kecil di pelosok seperti di Kulon Progo, Gunung Kidul.” Namun, klaim Tarwadi tak sepenuhnya benar. Buktinya SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pun belum melaksanakan KTSP. “Kami masih dalam proses perpindahan menuju kurikulum KTSP. Jika tak ada kendala, Februari ini sudah dilaksanakan,” kata Drs. Dalmono, Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di sana, materi pelajarannya Foto-foto: Mukti Ali kental sekali nuansa kemuhammadiyahan. Materi lain nantinya ditekankan pada penerapan KTSP mendatang adalah pengetahuan tentang teknologi informasi yang didasarkan pada Islam. GURU MERABA-RABA KTSP Beda halnya dengan sekolah unggulan macam SMAN 3 Yogyakarta. SMA ini memadukan KTSP dengan kurikulum Banyak daerah belum melaksanakan KTSP. Guru internasional, khususnya Cambridge of University. Maklum, sejak 2006, SMA masih bingung bikin silabus dan rencana pelaksanaan 3 merupakan rintisan sekolah nasional pelajaran. Sekadar menjiplak contoh. MGMP justru bikin berstandar internasional (SNBI). “Kami penyeragaman silabus. tidak masalah dengan adanya pergantian kurikulum,” kata Drs. Maman Surakhman, Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMAN 3 K Yogyakarta. URIKULUM Tingkat Satuan Pendidikan silabus di sekolah-sekolah di Malang. Maman berpendapat, pergantian bergulir Juni 2006 lalu. Sekolah yang Penyeragaman itu terjadi lantaran silabus kurikulum apapun tidak menjadi masalah telah siap dibolehkan memberlakukan dan RPP disusun bersama oleh guru-guru asal kualitas gurunya baik. “Kurikulum sejelek kurikulum paling mutakhir ini pada tahun dalam forum Musyawarah Guru Mata apa pun ditangan guru yang baik hasilnya ajaran 2006/2007. Bagi yang belum siap, Pelajaran Sekolah (GMPS). “Koordinasi akan baik dan sebaliknya kurikulum yang diminta paling lambat menerapkan KTSP MGMP dalam satu kabupaten bentuknya sharing bagaimana pembelajaran yang baik di tangan guru yang kemampuannya selambat-lambatnya pada 2008/2009. Coba: kurang baik hasilnya juga tidak akan baik. kita kunjungi SMAN 12 Malang. Sejumlah akan dipakai,” kata Arik, alumni Pendidikan Baiknya memang kurikulumnya baik di guru di sana bingung. Matematika Universitas Negeri Malang. tangan guru yang baik pula,” kata Maman. “Revolusi pembelajaran bikin bingung, Sayangnya, forum MGMP saat membahas terutama dialami guru-guru yang enjoy Rasanya, itulah kondisi ideal yang KTSP bukan semata berbagi. Sebaliknya diidamkan masyarakat: kurikulum baik dan dengan cara pembelajaran ceramah,” menjadi ajang penyeragaman silabus dan guru yang baik. Jangan sampai banyak guru kata Arik Harianto, SPd, 28 tahun, guru RPP. Oleh karena itu Arik menilai sekolah- masih meraba-raba apa maunya kurikulum Matematika, sekaligus Wakil Kepala Sekolah sekolah di Malang yang sudah melaksanakan anyar. KTSP masih sebatas uji coba. Bidang Kurikulum SMAN 12 Malang. DIPO HANDOKO, MUKTI ALI (Malang), Sekolah pun sepakat menerapkan KTSP SMAN 12 sendiri berencana menjadikan dan M FATHONI ARIEF (Yogyakarta) Kewirausahaan sebagai salah satu mata pada tahun ajaran 2007/2008. Kebingungan rekan-rekan guru Arik pelajaran khas. Kewirausahaan yang kini berupa kegiatan ekstra kurikuler nantinya terutama dalam penyusunan silabus. ARIK HARIYANTO “Sepintas memang sama dengan Kurikulum bisa berupa pembelajaran mengenai Berbasis Kompetensi. Yang membedakan pembuatan kripik apel, keterampilan sablon terletak pada rencana kegiatan serta atawa percetakan. jumlah jam pelajarannya saja,” kata Arik menambahkan. YOGYAKARTA SAMPAI Pada praktiknya, silabus dan rencana PELOSOK pelaksanaan pelajaran yang mestinya menjadi tanggung jawab guru dan sekolah, Sebutan sebagai Kota Pelajar memang tak sepenuhnya dijalankan. Banyak guru masih layak disematkan di Yogyakarta. dan sekolah sekadar menyontoh sekolah Urusan pergantian kurikulum anyar, dengan lain. Ada juga yang mengadopsi mentah- kehadiran KTSP, tak emnjadi soal di sana. mentah silabus yang dibikin Lembaga “Daerah pelosok pun telah memakai walaupun Penjamin Mutu Pendidikan di provinsi. belum secara penuh,” kata Heri, Kepala SD Pada perjalanannya, ada penyeragaman Muhamadiyah Wonolelo, Pleret, Bantul. 20 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 20 2/19/2007 11:17:35 AM
  23. 23. MENGGUSUR LEER PLAN HINGGA KTSP kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. RENCANA PELAJARAN ada tempelan gambar, dan yang menyolok Jumlah pelajarannya 9. 197 guru tak lagi mengajar model berceramah. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 Kurikulum pertama yang lahir pada Penolakan CBSA bermunculan. sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat masa kemerdekaan memakai istilah leer mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. plan. Dalam bahasa Belanda, artinya Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak KURIKULUM 199 dan rencana pelajaran, lebih popular ketimbang mengaitkan dengan permasalahan faktual SUPLEMEN KURIKULUM curriculum (bahasa Inggris). Perubahan di lapangan. Titik beratnya pada materi apa kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: 1999 saja yang tepat diberikan kepada siswa di dari orientasi pendidikan Belanda ke ientasi Kurikulum 1994 bergulir lebih setiap jenjang pendidikan. kepentingan nasional. Asas pendidikan pada upaya memadukan kurikulum- ditetapkan Pancasila. kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin KURIKULUM 197 Rencana Pelajaran 1947 baru mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. dan Kurikulum 1984, antara pendekatan tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan Sejumlah kalangan menyebut sejarah tujuan dan pendekatan proses,” kata efektif. “Yang melatarbelakangi adalah perkembangan kurikulum diawali dari Mudjito menjelaskan. pengaruh konsep di bidang manajemen, Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua Sayang, perpaduan tujuan dan proses yaitu MBO (management by objective) hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam belum berhasil. Kritik bertebaran, lantaran yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, pengajarannya, plus garis-garis besar beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 Dari muatan nasional hingga lokal. Materi Depdiknas. mengurangi pendidikan pikiran. Yang muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan Metode, materi, dan tujuan pengajaran diutamakan pendidikan watak, kesadaran daerah masing-masing, misalnya bahasa dirinci dalam Prosedur Pengembangan bernegara dan bermasyarakat, materi daerah, kesenian, keterampilan daerah, Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini pelajaran dihubungkan dengan kejadian dan lain-lain. Berbagai kepentingan dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu sehari-hari, perhatian terhadap kesenian kelompok-kelompok masyarakat juga rencana pelajaran setiap satuan bahasan. dan pendidikan jasmani. mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum 1994 umum, tujuan instruksional khusus (TIK), RENCANA PELAJARAN menjelma menjadi kurikulum super padat. materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, TERURAI 192 belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Kurikulum ini lebih merinci setiap mata 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk Tapi perubahannya lebih pada menambal pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran menulis rincian apa yang akan dicapai dari sejumlah materi. Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya setiap kegiatan pembelajaran. jelas sekali. Seorang guru mengajar satu KURIKULUM 200 mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, KURIKULUM 19 Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas Kurikulum 1984 mengusung process Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 skill approach. Meski mengutamakan berdasar kompetensi apakah yang mesti tahun, Djauzak adalah guru SD Tambelan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan dan Tanjung Pinang, Riau. penting. Kurikulum ini juga sering disebut muncul bila dikaitkan dengan alat ukur Di penghujung era Presiden Soekarno, “Kurikulum 1975 yang Disempurnakan”. kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir muncul Rencana Pendidikan 1964 Posisi siswa ditempatkan sebagai sekolah maupun nasional masih berupa atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, soal pilihan ganda. Bila target kompetensi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih karya, dan moral (Pancawardhana). melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar banyak pada praktik atau soal uraian Mata pelajaran diklasifikasikan dalam Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active yang mampu mengukur seberapa besar lima kelompok bidang studi: moral, Learning (SAL). pemahaman dan kompetensi siswa. kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota dasar lebih menekankan pada pengetahuan Semiawan, Kepala Pusat Kurikulum besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan dan kegiatan fungsional praktis. Depdiknas periode 1980-1986 yang juga KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru Rektor IKIP Jakarta -- sekarang Universitas pun tak paham betul apa sebenarnay KURIKULUM 196 Negeri Jakarta -- periode 1984-1992. kompetensi yang diinginkan pembuat Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat Konsep CBSA yang elok secara teoritis kurikulum. Awal 2006 ujicoba KBK politis: mengganti Rencana Pendidikan dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde yang diujicobakan, mengalami banyak Satuan Pendidikan. Perjalanan KTSP Lama. Tujuannya pada pembentukan deviasi dan reduksi saat diterapkan secara masih tersendat. manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 nasional. Sayangnya, banyak sekolah menekankan pendekatan organisasi materi kurang mampu menafsirkan CBSA. Yang DPO pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, terlihat adalah suasana gaduh di ruang 21 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 21 2/19/2007 11:17:36 AM
  24. 24. DASAR FOTO-FOTO: AYU N. ANDINI SUASANA BELAJAR DI SDN I,TELUK KAB. MUBA, PALEMBANG Kabupaten Musi Banyuasin Memajukan Pendidikan Serasan Sekate S EJAK 2002, ada tiga kabupaten dan Terdepan) ditargetkan tercapai pada yang mampu menyelenggarakan 2012 mendatang. program sekolah gratis dari SD PORSI 26 PERSEN hingga SMA. Yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Jembrana, dan Musi Panorama perjalanan menuju Musi Banyuasin (Muba). Musi Banyuasin Banyuasin, dua jam perjalanan darat dari Kebijakan pendidikan mampu mewujudkan pendidikan gratis pusat kota Palembang, dihiasi kebun karena disokong pendapatan asli daerah kelapa sawit dan deretan pohon karet. gratis sejak 2002, dari bagi hasil minyak bumi, gas, dan Kelapa sawit dan karet adalah kebun yang masih sebatas untuk batu bara. menjadi penghidupan masyarakat asli di sekolah negeri. Mulai Meski mereka mampu menye- sana selama puluhan tahun. Kabupaten lenggarakan pendidikan gratis, mutu ini dihuni 473.795 jiwa di wilayah seluas tahun 2007 ini, sekolah lulusan bukannya asal-asalan. Contohnya, 14.265,96 km2. gratis juga menyentuh sekolah di Musi Banyuasin. Ujian Nasional “Keadaan topografi di Kabupaten Muba sekolah-sekolah swasta 2006 untuk SMA lulus 100%. Lulusan yang ini memang kurang menguntungkan. diterima di perguruan tinggi terkemuka Karena hampir 69% merupakan dataran juga sekolah bercirikan mencapai 65%. Padahal, sebelumnya rendah. Pembiayaan pembangunannya agama tertentu. pada 2001 --ketika belum ada kebijakan juga lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah gratis, kelulusan SMA 100%, tapi daerah-daerah lain yang dataran lebih hanya 10% saja lulusan SMA diterima di tinggi,” kata Yusri Efendi, Sekretaris Daerah universitas ternama. Kabupaten Muba, di depan wartawan dan Program pendidikan memang menjadi rombongan pejabat Direktorat Pembinaan TK-SD Depdiknas dalam kunjungan prioritas kebijakan pembangunan “Bumi Januari lalu. Serasan Sekate” di era kepemimpinan Muba meski mendapat bagi hasil Bupati Alex Nurdin. Slogan Muba berlabel penambangan minyak bumi dan gas SMART (Sejahtera, Mandiri, Adil, Religius, 22 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 22 2/19/2007 11:17:38 AM

×