Your SlideShare is downloading. ×
pena pendidikan 10
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

pena pendidikan 10

10,645
views

Published on

Published in: Education, Business

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
10,645
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
441
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. GURU MATI Nomor 10/Tahun I/Februari 2007/Rp 20.000 DI DAERAH KONFLIK KONTROVERSI FULLDAY SCHOOL PPPG Cianjur MENGANGKAT CITRA PROFESI PERTANIAN JALAN TERJAL SOSIALISASI KTSP 10_PENA all cover.indd 1 2/19/2007 11:10:18 AM
  • 2. Setelah PENA Pendidikan kini hadir BE ENTREPRENEUR PT. REKA GAGAS CIPTA Jl. Pengadegan Barat Raya 22 Jakarta 12710 T/F: +62 21 7973957 PUBLISHING Email: rekacipta@rekacipta.com ADVERTISING PRODUCTION HOUSE 10_PENA all cover.indd 2 2/19/2007 11:10:27 AM
  • 3. 30 th ke atas Di bawah 20 th 60 % 10 % Sarjana S1 ke atas Di bawah Sarjana S1 20 - 30 th 30 % Pria 30 % 70 % PROFIL PEMBACA 60 % 40 % Wanita Pena Pendidikan adalah majalah berita pendidikan pertama yang mengupas permasalahan hangat dunia pendidikan secara menyeluruh, jernih dan berimbang, disajikan den- gan standar jurnalistik yang teruji 10_PENA all cover.indd 3 2/19/2007 11:10:28 AM
  • 4. FOTO-FOTO: ERIN T.W. DAN MURNITA DIAN K. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH: PT SAMUDERA INTERNATIONAL (ASI) PANGANDARAN, CIAMIS - JAWA BARAT 10_PENA all cover.indd 4 2/19/2007 11:10:54 AM
  • 5. SALAM PENA Banjir, Ganti BASUT, ISSN 1907-4239 Edisi 09/Tahun I/Januari 2007 dan Maaf PEMIMPIN UMUM Iwan Qodar Himawan ejak terbit perdana Mei 2006, Majalah Berita Bulanan PENA PENDIDIKAN selalu PEMIMPIN REDAKSI/ terbit pada awal bulan, sebelum tanggal 10. Tapi, untuk edisi Februari ini, kami PEMIMPIN PERUSAHAAN mengalami keterlambatan. Saiful Anam REDAKTUR PELAKSANA Banjir yang mengguyur Jakarta selama hampir sepekan sejak 2 Februari lalu, Dipo Handoko membuat kerja kami tidak maksimal. Beberapa wartawan kami yang tinggal di Bekasi dan Depok rumahnya terendam banjir. Mereka terpaksa tidak masuk selama SIDANG REDAKSI beberapa hari. Beruntung kantor kami di Jalan Pengadegan Barat Nomor 22 Jakarta Iwan Qodar Himawan, Saiful Anam, Selatan, tidak ikut-ikutan tersapu banjir. Hanya saja, telepon kantor kami sempat Dipo Handoko, Ayu N. Andini tidak beroperasi selama beberapa hari akibat gangguan dari jaringan Telkom. Fetty Shinta Lestari, Murnita Dian Kartini Awalnya kami merencanakan terbit 9 Februari. Tapi ketika naskah sudah siap, KORESPONDEN DALAM NEGERI Suhartono (Balikpapan), Mukti Ali giliran harus antri di percetakan. Maklum, percetakan langganan kami di kawasan (Malang), M. Arief Fathoni (Jogjakarta) Pulogadung juga terendam banjir, sehingga tidak beroperasi selama beberapa hari. Imam Bukhori (Surabaya), R. L. Hakim Kami pun menjadwal ulang terbit 15 Februari. (Bandung) Sesuai rancangan awal, kami menempatkan maraknya fullday school sebagai KORESPONDEN LUAR NEGERI Bahasan Utama (Basut). Sedangkan masalah sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan Miranti Hirschmann (Jerman), Asmayani Pendidikan (KTSP) kami tulis dalam rubrik Bahasan Khusus (Basus). Kusrini (Belgia), Jenni Wang (Spanyol), Frieska Evita Ayurananda (Thailand), Tapi, saat naskah sudah siap cetak, Saiful Anam, Pemimpin Redaksi majalah Alfian (Belanda) ini, mendapat informasi terbaru menyangkut KTSP. Mendiknas menandatangani ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL beleid baru yang mengatur sosialisasi KTSP. Beleid anyar itu, yaitu Surat Edaran Roy M. Paat Nomor 33/MPN/SE/2007 dan Permendiknas Nomor 6/2007, ditandatangani tanggal D. F. Prambudi 13 Februari 2007. Dua peraturan itu intinya berisi tentang perbaikan pelaksanaan sosialisasi KTSP. Saiful Anam mendapatkan bocorannya keesokan harinya. SEKRETARIAT REDAKSI Yuli Lestari Kami lantas melakukan rapat singkat membahas isu terbaru itu. Kami memutuskan untuk merombak naskah yang sudah siap cetak, dengan menempatkan masalah IKLAN KTSP menjadi Bahasan Utama. Sementara fullday school “turun kelas” menjadi Sari Hidayat Bahasan Khusus. Kami lantas menghubungi pihak percetakan agar menghentikan KEUANGAN proses pencetakan majalah. Ahadian Febrie Kami memutuskan merombak bagian pertama tulisan KTSP, dengan memasukkan PENERBIT beleid anyar tersebut. Selain itu, kami mewawancarai Dr. Baedhowi (Staf Ahli Bidang PT Reka Gagas Cipta Pengembangan Kurikulum) dan Bambang Wasito Adi, SH, M.Sc, (Kepala Pusat DIREKTUR UTAMA Informasi dan Humas) terkait keluarnya peraturan baru tersebut. Bagian pertama Iwan Qodar Himawan yang semula dirancang dua halaman, dimekarkan menjadi 4 halaman. Otomatis DIREKTUR ada dua halaman lain yang kami drop. Saiful Anam Meski begitu, ada bagian lain dari tulisan KTSP itu yang tetap kami biarkan, yaitu GENERAL MANAJER OPERASIONAL wawancara dengan Kepala Pusat Kurikulum. Wawancara dilakukan sebelum SE dan Dipo Handoko Permendiknas Nomor 6/2007 tersebut keluar. Tapi tetap menarik, karena hal itu justru menggambarkan persoalan yang terjadi sebelum dua peraturan tersebut keluar. BANK PT Reka Gagas Cipta Bank Niaga cab. BEJ Jakarta Pembaca yang budiman, perubahan yang kami lakukan itu membawa konsekuensi Rek. 064.01.63285.006 penerbitan majalah ini menjadi terlambat, sehingga baru terbit pada 19 Februari 2007. Kami tentu mohon maaf atas keterlambatan ini. Tetapi, dengan merombak Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: bagian pertama tulisan KTSP dan menaikkan statusnya menjadi Bahasan Utama, Pena Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya kami untuk berusaha menyajikan informasi yang Jl Pengadegan Barat Raya 22 JAKARTA terbaik buat Anda. Semoga Anda maklum. 12770 Telp/Faks: +6221 797 3957 E-mail: redaksipena@rekacipta.com Pena Pendidikan  November2007 Pena Pendidikan  Februari 2006 10_PENA.indd 3 2/19/2007 11:16:18 AM
  • 6. DAFTAR ISI JALAN TERJAL BAHASAN 10 SOSIALISASI KTSP UTAMA S etelah sepuluh bulan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan, hingga kini implementasinya menghadapi banyak kendala. Sumbernya adalah Peraturan Mendiknas Nomor 24/2005 yang mengatur sosialisasi KTSP. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan mendapat tugas berat sebagai pelaksana sosialisasi. Sementara Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah yang dulunya sebagai pelaksana sosialisasi, kini “cuma” ditugasi menggandakan pedoman KTSP. Sosialisasi pun tersendat. Mendiknas kemudian menerbitkan Surat Edaran yang mengatur keterlibatan pemerintah daerah dalam sosialisasi KTSP. Apakah sosialisasi DoK. DEPDIKNAS KTSP dijamin berjalan lancar? Ada pemikiran melibatkan pihak swasta. Thailand: SENI MORAL 46 INTERNASIONAL GURU JULING TEKNOLOGI 8 J uling Ponganmoon, guru usia 24 PAPAN TULIS PINTAR tahun, meninggal dunia setelah delapan bulan koma. Guru kesenian S MART Technologies Inc, perusahaan di Sekolah Dasar Ban Kuching Reupah, pembuat piranti canggih, meluncurkan Narathiwat, meninggal saat bertugas papan tulis pintar. Panjang-lebar rasionya mengajar di kawasan yang dikenal 16:9. Papan putih ini dihubungkan dengan rawan konflik antara pemerintah piranti audio sehingga bisa mengeluarkan dengan muslim militan. Bukan rahasia suara. Tulisannya bisa direkam dengan lagi, sejak konflik meruncing, hampir USB, difotokopi, atau digandakan. Papan semua guru yang bukan penduduk putih ini juga bisa dikombinasikan dengan asli berebut mengajukan permohonan proyektor, yang keduanya bisa dipasang pindah. Atau, kalaupun tidak, menuntut dengan gampang di tembok, dan dicopot “uang tambahan” karena bertugas di dengan mudah. daerah berbahaya. Toh ancaman keamanan tak menyurutkan tekad Juling. Ia justru meminta ditempatkan mengajar di Distrik Rangae, kawasan yang termasuk kategori siaga merah alias sangat berbahaya. Juling yakin dengan mengajarkan kebijakan dan kebaikan pada anak didiknya, ia bisa menyumbang WWW.GooGLE.Co.ID WWW.GooGLE.Co.ID bagi perdamaian dan kemajuan di kawasan selatan Thailand. Baginya anak-anak muslim dan anak-anak Buddha tak berbeda. Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 4 2/19/2007 11:16:22 AM
  • 7. KONTROVERSI BAHASAN 36 BELAJAR SEHARI PENUH KHUSUS 3. EDITORIAL M odel pembelajaran 6 SUARA PEMBACA fullday school marak diselenggarakan di berbagai kota 8 TEKNOLOGI besar. Banyak orangtua yang • Siswa dan Piranti Multimedia sibuk karena pekerjaan merasa • Komputer-Televisi Jadi Satu terbantu dengan sekolah sehari • Jam Berblue Tooth penuh. Namun, tak sedikit yang • Energi Gerak Buat Ponsel menuding sekolah sehari penuh • Papan Tulis Pintar cuma komersial belaka. Buktinya, biayanya jauh lebih mahal. 10 BAHASAN UTAMA MURNITA DIAN K. Depdiknas tak menganjurkan, • Jalan Terjal Sosialisasi KTSP tapi juga tak melarang. • Diah Harianti: Daerah Harus Dioptimalkan • Guru Meraba-raba KTSP 22 DASAR • Musi Banyuasin: Memajukan 60 APASIAPA Pendidikan Serasan Sekate 24 MENENGAH • SMAN 3 Yogyakarta: Berkembanglah Sang Padmanaba Cheche Kirani 26 KOLOM • Mudjito: Investasi Pendidikan Prasekolah 28 GURU • Susahnya Mencari Guru Berkompeten NGIDAM • PPPG Cianjur: Menangkat Citra Profesi Pertanian KUNJUNGI 34 NONFORMAL KORBAN BANJIR • Nonformal Menyalip di Tikungan • TK Al Islam Candipuro Lumajang 36 BASUS K etika Jakarta dihajar banjir besar, awal • Kontroversial Belajar Sehari Penuh Februari lalu, Cheche Kirani punya • Mau Bagus Butuh Proses permintaan tak biasa. Meski dalam kondisi • Membuat Siswa Betah di Kelas hamil, ia memaksa untuk mengunjungi • Sudah Gratis, Bisa Main Sirkus korban banjir di lokasi yang tergenang air. Sang suami, Ahmad Hadi Wibowo, 46 INTERNASIONAL yang tengah sakit dan mesti istirahat • Seni Moral Guru Juling di rumah, terang saja keberatan meluluskan keinginan istri tercinta. 50 PERISTIWA Namun, akhirnya ia tak bisa menolak • Ketika Bah Menyapu Ibu Kota rengekan sang istri. • Bila Murid SD Berbahasa Inggris Rupanya permintaan menyaksikan • Filantropis Mendamba Insentif banjir itu bagian dari ngidamnya • Lengkap Dengan Layanan Prima Cheche. Cheche menyambangi daerah banjir di Ciledug, Tangerang. 56 BUKU Sambil mengelus-ngelus perutnya, • Menguji Beleid Pak Menteri Cheche hanya ada di mobil, tapi itu • Inspirasi Serius Bagi Pendidikan sudah cukup membuatnya lega. WWW.KAPANLAGI.CoM “Di sini saja, ah. Miris lihat kondisi 58 KRONIKA banjir kayak gitu. Anakku ini mau lihat banjir katanya. Tenang ya, 62 CATATAN PENA Nak, tenang,” ujarnya. • Saiful Anam: BWA Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 5 2/19/2007 11:16:27 AM
  • 8. SUARA PEMBACA IJAZAH TERBAWA *) Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta Sylviana Murni menegaskan BANJIR bahwa pengurusan ijazah atau surat tanda tamat belajar yang rusak atau hilang akibat banjir tidak dipungut biaya alias gratis. BENCANA banjir awal Februari lalu Syaratnya, mudah: cukup membawa surat banyak menelan korban. Bukan saja keterangan dari RT dan RW. Untuk ijasah kehilangan harta benda. Rumah-rumah SMP dan SMA, silakan Anda menghubungi rusak, sebagian hanyut, sekolah pun Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi tak sedikit yang kebanjiran. Sekolah pun DKI Jakarta banyak yang “diliburkan” hingga sepekan karena tidak memungkinkan untuk proses belajar mengajar. BANJIR JAKARTA Ada satu hal yang membuat saya trenyuh ketika mengetahui teman saya kehilangan ijazah karena hanyut disapu Banjir di Jakarta menyebabkan banyak banjir. Menurut sepengetahuan saya, sekolah sempat tidak bisa melaksanakan Departemen Pendidikan Nasional hanya proses belajar mengajar. Banyak hal memiliki data kelulusan sekolah hingga melatarbelakangi kenapa proses belajar sepuluh tahun ke belakang. Artinya hanya mengajar tidak berjalan. Salah satunya Nomor 10/Tahun I/Februari 2007 sampai angkatan kelulusan tahun 1997. gedung sekolah dan fasilitasnya yang Desain Cover : Prambudi Mohon bantuan Depdiknas menangani rusak karena banjir. Di Bekasi, bahkan Foto : GIM Depdiknas masalah ini. Mungkin pembaca Majalah ada sekolah yang terancam longsor. Pena Pendidikan bisa membantu? Bangku-bangku sekolah di daerah Cipinang, Jakarta Timur rusak terseret Ahmad Kurniawan, mahasiswa banjir. Buku-buku pelajaran hancur Cipinang Indah, Jakarta Timur terendam air. * Ongkos kirim per edisi: Jabodetabek Rp 2.000, Pulau Jawa Rp .000, dan luar Pulau Jawa Rp 7.000 6 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 6 2/19/2007 11:16:31 AM
  • 9. SEKOLAH BILINGUAL Dengan keadaan seperti ini, apakah Pendidikan bisa terus langgeng. Sayangnya, pihak sekolah yang harus membiayai hanya majalah Pena Pendidikan yang kerusakan ini? Apakah pihak sekolah Sebenarnya bukan pada porsinya saya menurut saya sangat serius dan fokus kembali membebankan orangtua karena memvonis sekolah bilingual berpotensi dalam mengupas berita pendidikan. Adakah kerugian ini? Tidak adakah bantuan dari menuai cemas. Tapi, di lapangan memang majalah pendidikan lain juga juga menulis pemerintah untuk memperbaiki sekolah terjadi demikian. Teman saya yang informasi pendidikan seperti halnya Pena dan fasilitasnya? Kepada siapa sekolah- menyekolahkan anaknya di sekolah Pendidikan? Apakah penerbit PT Reka sekolah ini minta tolong? berstandar internasional itu, merasa Gagas Cipta juga menerbitkan majalah kewalahan melihat kebiasaan berbahasa lain bertema pendidikan juga? Kalau ada, V.Rachman, anaknya. Menurut dia, anaknya sangat apa nama majalahnya dan bagaimana agar pengamat sosial fasih mengekspresikan perasaannya saya dapat majalahnya? dan pengamat pendidikan dalam bahasa Inggris. Sang anak Jakarta Utara mengucapkan begitu saja, tanpa peduli Iin Puspitasari, lagi pada tataran kesopanan. Misalnya jika Guru SMA di Jakarta Timur ia diminta segera belajar pada waktunya, *) Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta ia dengan lugas menolak, “Please, don’t mencatat sedikitnya 163.165 siswa SD *) Terima kasih atas apresiasi Anda talk to me like that, cause I’ve never talk to dan SMP menjadi korban banjir. Mereka kepada majalah PENA PENDIDIKAN. PT you like that! Don’t disturbing me, mom.” kehilangan buku pelajaran, tas, dan Reka Gagas Cipta menerbitkan majalah seragam sekolah. Adapun sekolah yang lain bertemakan kewirausahaan, yakni terendam sebanyak 1295 unit dari 2158 Alasan penolakannya memang sangat Majalah BE ENTREPRENEUR, dan sekolah yang ada. Untuk meringankan masuk akal, tetapi dengan raut wajah yang majalah kesetiakawanan sosial, yakni korban banjir, Dinas Pendidikan Dasar tidak menyenangkan ia mengucap itu di Majalah SETIA KAWAN. DKI Jakarta menyalurkan 25.000 pasang depan ibunya. Sang ibu merasa mestinya pakaian sekolah, 16.000 peralatan sekolah ada pelajaran tata krama berbahasa dan ribuan buku. yang sayangnya tak dikenalkan guru. EDISI NARKOBA Bagaimana harus menyikapinya? Apakah pemerintah punya program standar untuk metode pengajaran Bahasa Inggris di Saya suka sekali membaca Pena KTSP APA SIAPA? sekolah? Pendidikan Edisi 9, yang membahas tentang peredaran narkoba di kalangan Irma Susanti, karyawati Saya senang, ada majalah yang pelajar. Dari artikel-artikel tersebut, saya Pasar Minggu, Jakarta Selatan khusus mengupas masalah-masalah baru menyadari bahwa betapa narkoba pendidikan. Makanya, saya berlangganan sudah mengerogoti masa depan bangsa *) Terima kasih masukannya, Ibu. Majalah Pena Pendidikan. Karena masih Indonesia. Sayang sekali dengan bahaya Semoga para guru bahasa Inggris bisa sangat jarang majalah seperti ini. Saya yang sangat besar mengancam, tidak mengoreksi bagaimana pembelajarannya. mau bertanya banyak tentang masalah ada penanganan serius dari sekolah, juga Rasanya memang perlu mengajarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dinas Pendidikan kota dan kabupaten. berbahasa Inggris dengan adab ketimuran (KTSP). Mengapa pemerintah sangat Bahkan Depdiknas pun mengaku menjadi kita. Bagaimana bapak ibu guru bahasa senang mengganti-ganti kurikulum? Ganti salah satu korban Narkoba. Inggris? menteri, pasti ganti kurikulum. Padahal Oleh karena itu saya sarankan kepada Kurikulum 200 itu belum jelas sejauh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mana keberhasilannya sudah berganti pembaca Pena Pendidikan, untuk bekerja lagi. MAJALAH PENDIDIKAN sama dalam mengurangi peredaran narkoba di kalangan remaja Indonesia. PENA PENDIDIKAN pernah menulisnya APA LAGI? Mulailah dari melakukan hal kecil, yaitu ketika KTSP digulirkan Juni lalu. Namun memperhatikan anak kita sendiri dan perkembangan pelaksanaan KTSP anggota keluarga kita sendiri. sepertinya tidak disentuh lagi. Bagaimana Saya ucapkan terima kasih kepada kabarnya sekarang ini. Jangan-jangan Majalah Pena Pendidikan yang terus Endang Kusrini, hanya jalan di tempat. Mohon Pena idealis mengemas berita dan cerita dunia Guru SD Depok Timur, Jawa Barat Pendidikan menulis perkembangan pendidikan. Saya harapkan Majalah Pena pelaksanaan KTSP. Mumpung masih dalam hitungan bulan, sehingga kalau ada yang kurang bisa diperbaiki. RALAT: Pada edisi 09/Januari 2007, halaman 1 Rubrik PERISTIWA Ratih, ibu rumah tangga, tulisan berjudul Ketika BOS Kesandung Masalah, pada alinea pembaca setia PENA PENDIDIKAN, kedua dari akhir tertulis “…. dana BOS 2006, misalnya, yang cair Tambun, Bekasi, Jawa Barat sekira Rp 16 triliun …” Seharusnya tertulis, “...nilai dana BOS 2006 yang cair sebesar Rp 10, triliun.” *) Pena Pendidikan edisi kali ini mengupas perkembangan pelaksanaan KTSP. Memang ada kendala cukup serius Demikian kesalahan tulis ini kami perbaiki. menyangkut sosialisasi KTSP. Silakan baca Bahasan Utama edisi ini. 7 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 7 2/19/2007 11:16:32 AM
  • 10. TEKNOLOGI ENERGI GERAK BUAT PONSEL PAPAN TULIS PINTAR S MART Technologies Inc., perusahaan pembuat piranti canggih, membuat papan tulis pintar yang mungkin Anda perlukan. Papan tulis ini panjang dengan lebarnya rasionya 16:9, perbandingan yang menurut penelitian paling nyaman bagi mata. Selain itu, rasio inilah yang paling pas bagi sebagian besar tembok sekolah. Meski cerdas, papan N pintar ini tetap harus dipakukan ke tembok. AIK sepeda memang menyehatkan. Tapi, kenyamanan Papan putih ini memang bukan sembarang papan itu bisa terganggu bila tiba-tiba pesawat telepon elektronik seperti biasa kita jumpai berbagai kantor. genggam Anda baterainya habis. Kolega dan keluarga bisa Ia dihubungkan dengan peranti audio, sehingga bisa kesulitan menghubungi Anda. mengeluarkan suara. Tulisannya bisa direkam dengan USB, Namun, kesulitan itu kini bisa diatasi dengan keluarnya difotokopi, atau digandakan. “Saya yakin terutama para guru alat penyetrom telepon genggam keluaran Motorola, yang akan sangat terbantu dengan papan tulis ini,” kata Nancy dikhususkan bagi pesawat dengan merek yang sama. Piranti ini terutama ditujukan bagi negara-negara dengan Knowlton, Presiden dan CEO Smart Technologies. jaringan listrik memble, atau untuk Anda yang gemar Papan putih ini juga bisa dikombinasikan dengan proyektor, yang keduanya bisa dipasang dengan gampang di tembok, bertualang ke daerah terpencil. dan dicopot dengan mudah. Prinsipnya, alat ini mengubah energi gerak menjadi Papan cerdas ini juga dilengkapi dengan modul yang bisa setrom. Motorola menyediakan terminal yang bisa dihubungkan dengan berbagai perangkat, mulai dari DVD menyalurkan setrom itu ke baterai handhpone. Praktis, tapi hinga kamera. Tapi, ia juga bisa dioperasikan tanpa komputer. masih mengundang banyak kritik. Misalnya, kenapa alat Sehingga gambar yang dihasilkan dari monitor, kamera, atau itu tidak dibuat multiguna, sehingga juga bisa dipakai untuk gambar DVD atau VCD, bisa ditayangkan di papan. menyetrom baterai pesawat GPS dan kamera. KOMPUTER-TELEVISI JADI SATU D alam pertemuan pemimpin ekonomi dunia di Davos, tak terbatas, dengan tinggal mengklik si mouse di tangan, Anda Swiss, akhir Januari lalu, pemimpin Microsoft, Bill Gates, bisa memerintahkan si alat untuk merekam siaran yang tak mengatakan bahwa era menyatunya televisi dan komputer sempat Anda simak. Ini dimungkinkan karena peralatannya tak lama lagi datang. Bila saat ini kita harus menggunakan dilengkapi fungsi untuk mencari program. Ia bahkan bisa komputer dan televisi secara terpisah, misalnya untuk melihat diprogram untuk mengingatkan Anda akan siaran-siaran yang klip di internet serta di stasiun televisi, tak lama lagi, kedua hal Anda sukai. itu menjadi satu. Bila Anda bepergian jauh, Anda cukup memasang Bersatunya televisi dan internet akan mengubah banyak hal. peralatan dalam posisi siaga. Begitu siaran yang ingin Di antaranya, akan terjadi pergeseran iklan dari yang selama ini Anda rekam nongol, si peralatan bergegas bangun. Siaran dkuasai televisi, beralih ke internet. televisi itu langsung masuk ke perangkat keras, dan Tak butuh waktu lama untuk melihat terwujudnya ramalan direkam. Begitu pulang, Anda tinggal menikmati Bill Gates itu. Dewasa ini, dengan modal Rp 200.000, Anda siaran ulangnya. bisa membeli TV tuner. Dengan proses pemasangan yang Tatkala membeli gampang, layar komputer di meja Anda bisa menangkap siaran piranti ini, Anda dari berbagai stasiun televisi. memang juga Januari lalu, sebuah perusahaan di Inggris, TerraTec, diminta menyempurnakan TV tuner yang sudah lama kita kenal. berlangganan TerraTec meluncurkan Cynergy HT Express. Alat ini harganya siaran televisi sekitar Rp 2 juta. Ia bisa menerima siaran radio, televisi, baik berbayar. Tayangan berbagai stasiun pun termonitor digital maupun analog. Alat ini bisa diprogram dari jauh, dengan internet. Dari jarak dengan seksama di pesawat Anda. Yunior Lanang Satrio Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 8 2/19/2007 11:16:43 AM
  • 11. JAM BER-BLUETOOTH B arangkali Anda sudah lama mengenal Fossil sebagai perusahaan pembuat busana, jam, dan berbagai aksesoris pengelok tubuh. Bekerjasama dengan perusahaan pembuat telepon bergerak, Sony Ericsson, Fossil meluncurkan jam yang bisa berkomunikasi dengan handphone. Mereknya Abacus. Jamnya tetap bergaya. Gagah dan enak dilihat. Jam cerdas ini mulai dipasarkan di London, Januari lalu. Dengan jam ini, Anda tak perlu bersusah payah selagi di toilet, sementara telepon di atas meja kerja berdering. Sekali pencet, panggilannya tertolak. Dua kali pencet cepat, deringnya menjadi sunyi. Dengan melihat layar jam, Anda bisa melihat nomor yang memanggil. Anda juga bisa membaca pesan singkat yang masuk. Setiap ada pesan masuk, di layar jam muncul gambar amplop berkedip-kedip, dan getaran ringan. Jam elok itu bisa berkomunikasi dengan handphone melalui teknologi nirkabel, bluetooth. Teknologi canggih ini diprogram, sehingga ketika jam Anda terpisah 10 meter dari pesawat telepon, ia langsung berbunyi dan begetar. Sumber daya jam ini adalah baterai lithium, yang tahan hingga tujuh hari. Habis? Tak usah khawatir. Ada perangkat penyetrom baterainya. Kalau si penyetrom tertinggal, tak usah pusing. Hubungkan dengan laptop Anda, dengan segera baterainya terisi. Jam pintar ini dibuat dalam dua versi: dari baja dan dari karet. Di Inggris, yang terbuat dari baja harganya sekitar Rp 2,8 juta. Yang dari karet hitam harganya Rp 1,3 juta. Tertarik? SISWA PIRANTI MULTIMEDIA S EPULUH tahun lalu, hampir tak ada murid Sekolah Dasar di Indonesia yang membawa telepon genggam ke sekolah. Kini, membawa peralatan komunikasi itu menjadi hal biasa. Kecenderungan seperti ini memang hal umum di seluruh dunia. Lembaga penyiaran BBC dari Inggris, akhir Januari lalu memuat riset oleh Direct Line, perusahaan asuransi rumah. Diketahui bahwa selama 10 tahun terakhir ini, kepemilikan para murid terhadap gadget-nya meningkat 50%. Pada 1996, para murid di Inggris hanya mempunyai barang-barang senilai sekitar Rp 38 juta. Tahun 2006 ini, dari 587 murid yang disurvei, rata-rata memiliki barang seharga Rp 58 juta. Barang yang mereka miliki bervariasi. Mulai dari pemutar MP3, iPods, laptops, kamera digital, hingga televisi layar lebar. Kepemilikan barang-barang mewah itu juga menyebar ke peranti untuk penampilan. Para pelajar di Inggris menggunakan duitnya 40% lebih banyak untuk keperluan busana dan asesoris lainnya, ketimbang untuk membeli buku. Survei itu menunjukkan, sebanyak 62% murid tiap bulan memanjakan dirinya dengan barang-barang baru, yang sebetulnya tidak begitu penting untuk dirinya. Murid wanita lebih peka terhadap barang-barang baru itu dibanding yang pria. Kata periset, para murid tidak memandang belanja barang-barang teknologi canggih itu sebagai ‘hura-hura’. Berbagai barang itu diperlukan untuk memperlancar ‘pekerjaannya’, yaitu sekolah. Kata Simon Ziviani, “Barang-barang para murid itu menunjukkan, waktu memang telah berubah. Sebagian besar dari mereka ingin menikmati kesenangan,” kata Simon Ziviani, juru bicara Direct Line Home Insurance. 1. Alat perekam. Seringkali bapak dan ibu guru bicaranya terlalu cepat. Sering pula informasi yang mereka sampaikan kurang tercatat dengan baik. Dengan perekam mini yang makin canggih, kini para murid bisa merekam ucapan para guru, tentu dengan seijin mereka. Sehingga tatkala di rumah, para murid bisa mendengar kembali ucapan pak guru. Alat yang cukup populer adalah Sony M-570V. 2. Media penyimpan. Piringan cakram padat, CD-R memungkinkan Anda bisa merekam data hingga 700 MB, atau setara dengan 80 menit suara. Kini, hampir tiap laptop dan komputer dilengkapi dengan drive yang bisa membaca dan merekam data ke CD. 3. PDA System: Palm Treo 650 PSA Phone. Alat ini menyediaikan fasilitas serba komplet. Si mungil membuat hidup lebih sederhana dan lebih nyaman. Dengan asisten handal ini, Anda bisa mengakses telepon, pesan, pengaturan jadwal, serta berhubungan dengan internet, sekaligus. Alat ini dilengkapi teknologi Bluetooth, yang membuatnya bisa berhubungan dengan pesawat lain, tanpa melalui kabel. 4. Flash Drive 1 GB. Dengan alat ini, para murid bisa menyimpan data, lagu, foto, presentasi, hingga berbagai pekerjaan rumah. Merek yang terkenal adalah Corsair Flash Voyager, yang dirancang elok untuk jadi kalung melingkar di leher. 5. Laptop. Memiliki komputer yang bisa ditenteng ke mana-mana membuat Anda bisa bekerja di manapun. Dengan teknologi tanpa kabel, para pemakainya bisa mengakses internet di titik-titik hotspot, yang sekarang jumlahnya makin banyak. 9 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 9 2/19/2007 11:17:03 AM
  • 12. BAHASAN UTAMA 10 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 10 2/19/2007 11:17:05 AM
  • 13. 11 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 11 2/19/2007 11:17:08 AM
  • 14. BAHASAN UTAMA FASLI JALAL SUYANTO FoTo-FoTo:SAIFUL ANAM 12 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 12 2/19/2007 11:17:13 AM
  • 15. MUKTI ALI WARAS KAMDI 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 13 2/19/2007 11:17:17 AM
  • 16. BAHASAN UTAMA 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 14 2/19/2007 11:17:20 AM
  • 17. 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 15 2/19/2007 11:17:23 AM
  • 18. BAHASAN UTAMA FoTo-FoTo: FETTY SHINTA LESTARI Pemerintah kan punya tanggungjawab untuk mengontrol kualitas. Kalau tidak melalui ujian nasional, darimana kita bisa mengontrol kualitasnya. Sebagus apapun kurikulum, tapi kalau melenceng atau tidak sesuai dengan standar nasional, kita bisa menegur sekolah tersebut. 16 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 16 2/19/2007 11:17:26 AM
  • 19. Semua orang di tingkat pusat mesti menyadari bahwa sekarang adalah era otonomi daerah. tidak ada unit manapun di tingkat pusat yang mempunyai kekuasaan sampai ke daerah, termasuk Ditjen Mandikdasmen. DoK. PENA LAB BAHASA SMPN 1 TUBAN 17 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 17 2/19/2007 11:17:27 AM
  • 20. BAHASAN UTAMA DoK. DBE KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEBUAH SEKOLAH 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 18 2/19/2007 11:17:29 AM
  • 21. Sebelum otonomi, tim pengembang kurikulum itu sudah ada dan selalu berkoordinasi dengan pusat. Tapi setelah otonomi, tim pengembang ini tidak punya pegangan, sementara pusat tidak bisa memerintahkan mereka secara langsung. 19 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 19 2/19/2007 11:17:30 AM
  • 22. BAHASAN UTAMA Pendapat Heri dibenarkan Drs Tarwadi, KEGIATAN BELAJAR DI SMA ISLAM MALANG bagian Humas Dinas Pendidikan Provinsi DIY. “Sekolah antusias menanggapinya. Setelah kami sampaikan mereka siap melaksanakan,” kata Tarwadi. “Jika ada yang belum menggunakan KTSP sedikit sekali, biasanya sekolah swasta kecil di pelosok seperti di Kulon Progo, Gunung Kidul.” Namun, klaim Tarwadi tak sepenuhnya benar. Buktinya SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pun belum melaksanakan KTSP. “Kami masih dalam proses perpindahan menuju kurikulum KTSP. Jika tak ada kendala, Februari ini sudah dilaksanakan,” kata Drs. Dalmono, Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Di sana, materi pelajarannya Foto-foto: Mukti Ali kental sekali nuansa kemuhammadiyahan. Materi lain nantinya ditekankan pada penerapan KTSP mendatang adalah pengetahuan tentang teknologi informasi yang didasarkan pada Islam. GURU MERABA-RABA KTSP Beda halnya dengan sekolah unggulan macam SMAN 3 Yogyakarta. SMA ini memadukan KTSP dengan kurikulum Banyak daerah belum melaksanakan KTSP. Guru internasional, khususnya Cambridge of University. Maklum, sejak 2006, SMA masih bingung bikin silabus dan rencana pelaksanaan 3 merupakan rintisan sekolah nasional pelajaran. Sekadar menjiplak contoh. MGMP justru bikin berstandar internasional (SNBI). “Kami penyeragaman silabus. tidak masalah dengan adanya pergantian kurikulum,” kata Drs. Maman Surakhman, Wakil Kepala Bagian Kurikulum SMAN 3 K Yogyakarta. URIKULUM Tingkat Satuan Pendidikan silabus di sekolah-sekolah di Malang. Maman berpendapat, pergantian bergulir Juni 2006 lalu. Sekolah yang Penyeragaman itu terjadi lantaran silabus kurikulum apapun tidak menjadi masalah telah siap dibolehkan memberlakukan dan RPP disusun bersama oleh guru-guru asal kualitas gurunya baik. “Kurikulum sejelek kurikulum paling mutakhir ini pada tahun dalam forum Musyawarah Guru Mata apa pun ditangan guru yang baik hasilnya ajaran 2006/2007. Bagi yang belum siap, Pelajaran Sekolah (GMPS). “Koordinasi akan baik dan sebaliknya kurikulum yang diminta paling lambat menerapkan KTSP MGMP dalam satu kabupaten bentuknya sharing bagaimana pembelajaran yang baik di tangan guru yang kemampuannya selambat-lambatnya pada 2008/2009. Coba: kurang baik hasilnya juga tidak akan baik. kita kunjungi SMAN 12 Malang. Sejumlah akan dipakai,” kata Arik, alumni Pendidikan Baiknya memang kurikulumnya baik di guru di sana bingung. Matematika Universitas Negeri Malang. tangan guru yang baik pula,” kata Maman. “Revolusi pembelajaran bikin bingung, Sayangnya, forum MGMP saat membahas terutama dialami guru-guru yang enjoy Rasanya, itulah kondisi ideal yang KTSP bukan semata berbagi. Sebaliknya diidamkan masyarakat: kurikulum baik dan dengan cara pembelajaran ceramah,” menjadi ajang penyeragaman silabus dan guru yang baik. Jangan sampai banyak guru kata Arik Harianto, SPd, 28 tahun, guru RPP. Oleh karena itu Arik menilai sekolah- masih meraba-raba apa maunya kurikulum Matematika, sekaligus Wakil Kepala Sekolah sekolah di Malang yang sudah melaksanakan anyar. KTSP masih sebatas uji coba. Bidang Kurikulum SMAN 12 Malang. DIPO HANDOKO, MUKTI ALI (Malang), Sekolah pun sepakat menerapkan KTSP SMAN 12 sendiri berencana menjadikan dan M FATHONI ARIEF (Yogyakarta) Kewirausahaan sebagai salah satu mata pada tahun ajaran 2007/2008. Kebingungan rekan-rekan guru Arik pelajaran khas. Kewirausahaan yang kini berupa kegiatan ekstra kurikuler nantinya terutama dalam penyusunan silabus. ARIK HARIYANTO “Sepintas memang sama dengan Kurikulum bisa berupa pembelajaran mengenai Berbasis Kompetensi. Yang membedakan pembuatan kripik apel, keterampilan sablon terletak pada rencana kegiatan serta atawa percetakan. jumlah jam pelajarannya saja,” kata Arik menambahkan. YOGYAKARTA SAMPAI Pada praktiknya, silabus dan rencana PELOSOK pelaksanaan pelajaran yang mestinya menjadi tanggung jawab guru dan sekolah, Sebutan sebagai Kota Pelajar memang tak sepenuhnya dijalankan. Banyak guru masih layak disematkan di Yogyakarta. dan sekolah sekadar menyontoh sekolah Urusan pergantian kurikulum anyar, dengan lain. Ada juga yang mengadopsi mentah- kehadiran KTSP, tak emnjadi soal di sana. mentah silabus yang dibikin Lembaga “Daerah pelosok pun telah memakai walaupun Penjamin Mutu Pendidikan di provinsi. belum secara penuh,” kata Heri, Kepala SD Pada perjalanannya, ada penyeragaman Muhamadiyah Wonolelo, Pleret, Bantul. 20 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 20 2/19/2007 11:17:35 AM
  • 23. MENGGUSUR LEER PLAN HINGGA KTSP kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. RENCANA PELAJARAN ada tempelan gambar, dan yang menyolok Jumlah pelajarannya 9. 197 guru tak lagi mengajar model berceramah. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 Kurikulum pertama yang lahir pada Penolakan CBSA bermunculan. sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat masa kemerdekaan memakai istilah leer mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya. plan. Dalam bahasa Belanda, artinya Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak KURIKULUM 199 dan rencana pelajaran, lebih popular ketimbang mengaitkan dengan permasalahan faktual SUPLEMEN KURIKULUM curriculum (bahasa Inggris). Perubahan di lapangan. Titik beratnya pada materi apa kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: 1999 saja yang tepat diberikan kepada siswa di dari orientasi pendidikan Belanda ke ientasi Kurikulum 1994 bergulir lebih setiap jenjang pendidikan. kepentingan nasional. Asas pendidikan pada upaya memadukan kurikulum- ditetapkan Pancasila. kurikulum sebelumnya. “Jiwanya ingin KURIKULUM 197 Rencana Pelajaran 1947 baru mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. dan Kurikulum 1984, antara pendekatan tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan Sejumlah kalangan menyebut sejarah tujuan dan pendekatan proses,” kata efektif. “Yang melatarbelakangi adalah perkembangan kurikulum diawali dari Mudjito menjelaskan. pengaruh konsep di bidang manajemen, Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua Sayang, perpaduan tujuan dan proses yaitu MBO (management by objective) hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam belum berhasil. Kritik bertebaran, lantaran yang terkenal saat itu,” kata Drs. Mudjito, pengajarannya, plus garis-garis besar beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 Dari muatan nasional hingga lokal. Materi Depdiknas. mengurangi pendidikan pikiran. Yang muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan Metode, materi, dan tujuan pengajaran diutamakan pendidikan watak, kesadaran daerah masing-masing, misalnya bahasa dirinci dalam Prosedur Pengembangan bernegara dan bermasyarakat, materi daerah, kesenian, keterampilan daerah, Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini pelajaran dihubungkan dengan kejadian dan lain-lain. Berbagai kepentingan dikenal istilah “satuan pelajaran”, yaitu sehari-hari, perhatian terhadap kesenian kelompok-kelompok masyarakat juga rencana pelajaran setiap satuan bahasan. dan pendidikan jasmani. mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum 1994 umum, tujuan instruksional khusus (TIK), RENCANA PELAJARAN menjelma menjadi kurikulum super padat. materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, TERURAI 192 belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Kurikulum ini lebih merinci setiap mata 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk Tapi perubahannya lebih pada menambal pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran menulis rincian apa yang akan dicapai dari sejumlah materi. Terurai 1952. “Silabus mata pelajarannya setiap kegiatan pembelajaran. jelas sekali. Seorang guru mengajar satu KURIKULUM 200 mata pelajaran,” kata Djauzak Ahmad, KURIKULUM 19 Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas Kurikulum 1984 mengusung process Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 skill approach. Meski mengutamakan berdasar kompetensi apakah yang mesti tahun, Djauzak adalah guru SD Tambelan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan dan Tanjung Pinang, Riau. penting. Kurikulum ini juga sering disebut muncul bila dikaitkan dengan alat ukur Di penghujung era Presiden Soekarno, “Kurikulum 1975 yang Disempurnakan”. kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir muncul Rencana Pendidikan 1964 Posisi siswa ditempatkan sebagai sekolah maupun nasional masih berupa atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, soal pilihan ganda. Bila target kompetensi pengembangan daya cipta, rasa, karsa, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih karya, dan moral (Pancawardhana). melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar banyak pada praktik atau soal uraian Mata pelajaran diklasifikasikan dalam Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active yang mampu mengukur seberapa besar lima kelompok bidang studi: moral, Learning (SAL). pemahaman dan kompetensi siswa. kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota dasar lebih menekankan pada pengetahuan Semiawan, Kepala Pusat Kurikulum besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan dan kegiatan fungsional praktis. Depdiknas periode 1980-1986 yang juga KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru Rektor IKIP Jakarta -- sekarang Universitas pun tak paham betul apa sebenarnay KURIKULUM 196 Negeri Jakarta -- periode 1984-1992. kompetensi yang diinginkan pembuat Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat Konsep CBSA yang elok secara teoritis kurikulum. Awal 2006 ujicoba KBK politis: mengganti Rencana Pendidikan dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde yang diujicobakan, mengalami banyak Satuan Pendidikan. Perjalanan KTSP Lama. Tujuannya pada pembentukan deviasi dan reduksi saat diterapkan secara masih tersendat. manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 nasional. Sayangnya, banyak sekolah menekankan pendekatan organisasi materi kurang mampu menafsirkan CBSA. Yang DPO pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, terlihat adalah suasana gaduh di ruang 21 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 21 2/19/2007 11:17:36 AM
  • 24. DASAR FOTO-FOTO: AYU N. ANDINI SUASANA BELAJAR DI SDN I,TELUK KAB. MUBA, PALEMBANG Kabupaten Musi Banyuasin Memajukan Pendidikan Serasan Sekate S EJAK 2002, ada tiga kabupaten dan Terdepan) ditargetkan tercapai pada yang mampu menyelenggarakan 2012 mendatang. program sekolah gratis dari SD PORSI 26 PERSEN hingga SMA. Yakni Kabupaten Kutai Kartanegara, Jembrana, dan Musi Panorama perjalanan menuju Musi Banyuasin (Muba). Musi Banyuasin Banyuasin, dua jam perjalanan darat dari Kebijakan pendidikan mampu mewujudkan pendidikan gratis pusat kota Palembang, dihiasi kebun karena disokong pendapatan asli daerah kelapa sawit dan deretan pohon karet. gratis sejak 2002, dari bagi hasil minyak bumi, gas, dan Kelapa sawit dan karet adalah kebun yang masih sebatas untuk batu bara. menjadi penghidupan masyarakat asli di sekolah negeri. Mulai Meski mereka mampu menye- sana selama puluhan tahun. Kabupaten lenggarakan pendidikan gratis, mutu ini dihuni 473.795 jiwa di wilayah seluas tahun 2007 ini, sekolah lulusan bukannya asal-asalan. Contohnya, 14.265,96 km2. gratis juga menyentuh sekolah di Musi Banyuasin. Ujian Nasional “Keadaan topografi di Kabupaten Muba sekolah-sekolah swasta 2006 untuk SMA lulus 100%. Lulusan yang ini memang kurang menguntungkan. diterima di perguruan tinggi terkemuka Karena hampir 69% merupakan dataran juga sekolah bercirikan mencapai 65%. Padahal, sebelumnya rendah. Pembiayaan pembangunannya agama tertentu. pada 2001 --ketika belum ada kebijakan juga lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah gratis, kelulusan SMA 100%, tapi daerah-daerah lain yang dataran lebih hanya 10% saja lulusan SMA diterima di tinggi,” kata Yusri Efendi, Sekretaris Daerah universitas ternama. Kabupaten Muba, di depan wartawan dan Program pendidikan memang menjadi rombongan pejabat Direktorat Pembinaan TK-SD Depdiknas dalam kunjungan prioritas kebijakan pembangunan “Bumi Januari lalu. Serasan Sekate” di era kepemimpinan Muba meski mendapat bagi hasil Bupati Alex Nurdin. Slogan Muba berlabel penambangan minyak bumi dan gas SMART (Sejahtera, Mandiri, Adil, Religius, 22 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 22 2/19/2007 11:17:38 AM
  • 25. ruang-ruang kelas. Bocor di sana-sini. dan batubara bukan termasuk daerah Muba. Dana pembangunan rehabilitasi Murid sekolah ini cuma 89 orang. Entah kaya mineral. Barangkali karena itulah, sekolah itu diperuntukkan buat 149 mengapa, SDN Teluk belum mencicipi Kabupaten Muba sadar bahwa sumber bangunan SD dan 30 SMP. bantuan khusus rehabilitasi gedung. mineral mereka akan habis. “Tidak ada Sekolah Gratis Swasta Yang lumayan beruntung adalah SDN pilihan lain, kami harus menginvestasikan Talang Mandu, Kecamatan Sungai Keruh. dalam bidang sumber daya manusia. Kebijakan pendidikan gratis sejak 2002, SDN Talang Mandu mendapat kucuran Prioritas pertamanya adalah bidang masih sebatas untuk sekolah negeri. bantuan APBD. Sekolah yang terletak di pendidikan meski perlu biaya besar,” Mulai tahun 2007 ini, sekolah gratis juga desa terpencil ini bahkan dibangunkan kata Yusri. menyentuh sekolah-sekolah swasta juga bangunan baru. Anggaran pendidikan memang sekolah bercirikan agama tertentu. Bumi Serasan Sekate masih banyak menyedot porsi besar dalam Anggaran Tak semua dana bantuan habis berbenah. Perbaikan sarana fisik sekolah Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk rehabilitasi bangunan. Misalnya ditargetkan kelar tahun ini. “Masih tersisa Musi Banyuasin. Pada 2002 silam, ketika di SDN I Desa Lais yang punya murid 30% sekolah yang perlu perbaikan sarana Muba menggulirkan kebijaknan sekolah 191 anak. Ketika PENA PENDIDIKAN fisik,” kata Ade Karyana. gratis, anggaran pendidikan sudah 20% bersama rombongan wartawan dan Sudah selayaknya, bila biaya pendidikan dari APBD sebesar Rp 655,3 miliar. Tahun Direktorat Pembinaan TK-SD Depdiknas lalu, prosentase anggaran pendidikan menyambanginya, tampak sekolah ini bisa gratis, alangkah afdol bila bangunan se- meningkat menjadi 26%, yakni sebesar tengah berbenah. Sebagian besar ruang kolah pun oke. Sekolah pun menjadi tempat lebih dari Rp 327 miliar. Tahun ini naik lagi kelas tengah direnovasi. nyaman yang bikin siswa kerasan. AYU N. ANDINI (Musi Banyuasin) menjadi hampir Rp 342 miliar, dari total Sebagian besar struktur bangunan APBD sebesar lebih dari Rp 1,5 triliun. sekolah yang didirikan pada 1975 itu Anggaran pendidikan bertambah memang sudah dimakan usia. Dana Tidak ada pilihan rehabilitasi yang didapat SDN I Lais jumlahnya dengan guyuran dana dari lain, kami harus sebesar Rp 220 juta. “Rehabilitasi gedung pemerintah pusat. Hingga tahun ini, menghabiskan anggaran Rp 120 juta. dana pemerintah itu diperuntukkan untuk menginvestasikan Sisanya kami pakai untuk membeli alat- perbaikan sekolah. Kabupaten Musi dalam bidang sumber alat peraga dan buku-buku penunjang,” Banyuasin mendapat jatah Rp 14 miliar, daya manusia. Prioritas kata Nazirin, Kepala SDN I Desa Lais. meningkat enam kali lipat dibanding tahun pertamanya adalah Nasib lebih nestapa dialami bangunan lalu. “Dana pengembangan infra struktur bidang pendidikan meski SDN I Teluk. Sekolah dengan bangunan pendidikan dari APBD menghabiskan perlu biaya besar, berdinding kayu itu sudah berdiri sejak biaya Rp 98 miliar,” kata Ade Karyana, 1954. Kerusakan sudah mendera Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten KUNJUNGAN DIREKOTRAT PEMBINAAN TK DAN SD KE DESA TERPENCIL DI KAB. MUBA 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 23 2/19/2007 11:17:41 AM
  • 26. MENENGAH Berdiri sejak 1942. Bangunan tempo doeloe masih terawat. Sejak 2006 menjadi rintisan sekolah nasional berstandar internasional. Mengadopsi kurikulum University of Cambridge. Kelasnya dibedakan menurut mata pelajaran. Lebih dari 90% lulusannya masuk perguruan tinggi negeri M Arief Fathoni ternama. SMAN 3 Yogyakarta Di bawah rindang pepohonan itu biasa BERKEMBANGLAH TERUS buat beristirahat, juga wahana belajar dan kegiatan belajar mengajar. Belajar? Ya, seperti yang PENA PENDIDIKAN saksikan: SANG PADMANABA sekelompok siswa akselerasi, sekira 20-an orang, tengah menyimak sang guru, yang seorang wanita bule paruh baya. SMA G EMPA bumi yang menghantam terawat menyapa pengunjung. Deretan foto Padmanaba memang punya kerjasama Yogyakarta dan sekitarnya, 27 kepala sekolah tiap periode terpajang di dengan Warrnambool College, Victoria, Mei tahun lalu, masih menyisakan ruangan cukup luas. Sisi lain ruang dihiasi Australia, juga sekolah di Jepang. Kerjasama kerusakan di sejumlah bagian bangunan lemari kaca yang sesak oleh piala dan lainnya adalah pembelajaran jarak jauh tua SMA Negeri 3 Yogyakarta. Sekolah penghargaan. dengan sekolah di luar negeri. yang populer disebut SMA Padmanaba Nampak halaman tengah nan luas Aktivitas belajar di luar kelas merupakan salah satu program di sana. Program outdoor ini memang sebagian besar gedungnya dirindangi pepohonan yang membuat warisan zaman Belanda. Persisnya berdiri panasnya udara Yogyakarta sedikit redup. begitu mereka biasa menyebut. “Program outdoor yang sebenarnya diselenggarakan pada 1942 dengan nama awal AMS Ada kolam dengan hiasan patung bunga (Algemene Middelbare School) bagian B. teratai yang menyedot perhatian. Lambang empat kali dalam setahun. Bukan sebatas Ketika PENA PENDIDIKAN ini mirip dengan simbol teratai milik SMA belajar di luar ruang. Misalnya siswa diajak Negeri 1 Yogyakarta. Kedua sekolah ini menyambangi sekolah yang terletak di ke suatu tempat untuk mengetahui aplikasi sama-sama menyebut diri sebagai SMA Jalan Yos Sudarso, Kota Baru, Yogyakarta dan praktiknya di lapangan,” kata Drs Teladan Yogyakarta. Yang membedakan --sebelah utara Stadion Kridosono, pada Surakhman, Wakil Kepala Urusan Kurikulum adalah SMA 3 populer dengan sebutan akhir Desember lalu, rehabilitasi gedung SMA 3 Yogyakarta. Padmanaba. Sebagian besar masyarakat masih berlangsung. Bila memasuki lewat Misalnya, siswa mengunjungi kawasan Yogyakarta pun mafhum mana itu SMA sayap selatan, akan disambut lorong yang di yang terkena abu merapi. “Ini berkaitan Padmanaba. (Lihat: Kekuatan Yang kiri kanan bertuliskan visi dan misi sekolah. dengan pelajaran kimia. Kandungan abu Lantai ubin tempoe doeloe yang masih Membumbung) vulkanik apa saja,” kata Surakhman. PILIH KHAWARIZMI HINGGA PLETON INTI D aya tarik SMA 3 juga pada kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari hal Selain itu, ada Kelompok Ilmiah Remaja Padmanaba (KIRPAD), yang berbau agama, seni, teater, kepramukaan, baris-berbaris, pleton inti (Bhayangkara Padmanaba/Bhapad), penerbitan majalah Progresif, pramuka. Para pramuka SMA 3 tergolong aktif. Ambalan hingga olahraga. Seksi Kerohanian Islam Al Khawarizmi, misalnya, mempunyai kegiatan kajian Islam intensif Padmanaba, pesantrenk, SMA 3 acapkali meraih juara dan penghargaan pada even muktamar, rihlah/tadabur alam, kajian Jum’at Pagi, shalat Jum’at, kepramukaan. bimbingan baca Al Quran, dan kajian keputrian Padmanaba. Juga Kader-kader Ambalan juga banyak yang duduk di kepengurusan mengelola majalah Ma’rifatullah. Kwartir Cabang dan Krawtir Daerah Yogyakarta. Masih ada lagi Keluarga Pelajar Katholik, juga punya seabreg kegiatan. Antara kegiatan Padmanaba Aero Modelling Club, lomba dan pertandingan lain kemah rohani, rosario, perayaan ultah, Novena, natalan, misa, olahraga, festival seni, debat bahasa Inggris, dan bedah buku. perayaan paskah, persekutuan doa, persekutuan umum bersama siswa Beragam aktivitas ekstra kurikuler dilaksanakan setiap sore selepas kristen, perpisahan dengan kakak kelas, ziarah dan bakti sosial. jam sekolah dan pada Ahad. 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 24 2/19/2007 11:17:44 AM
  • 27. KEKUATAN YANG MEMBUMBUNG K ATA padmanaba bagian sebagian masyarakat Yogyakarta bangsa-bangsa timur merupakan lambang sakral menyangkut mengingatkan pada gedung kuno peninggalan Belanda. masalah kehidupan manusia. Letaknya di kawasan Kotabaru, sebelah utara lapangan Kridosono Teratai merah dengan kuncup mengarah ke atas Yogyakarta. Gedung itu adalah sekolah yang dibangun Belanda. melambangkan kekuatan yang membumbung ke atas, cita- Namanya Algemene Middelbare School (AMS) afd. B. cita pertumbuhan manusia yang suci, beriman dan bertakwa. Saat pemerintah Jepang menduduki Indonesia, sekolah ini Bunga teratai juga melambangkan ketidakterikatan kehidupan diubah namanya menjadi Sekolah Menengah Tinggi (SMT) terhadap keadaan lahiriah atau fisik di sekitarnya. Bahkan bagian A dan B. Rasa senasib sepenanggungan kalangan tersusun suatu harmoni kehidupan yang serasi tanpa tercemar pelajar SMT Yogyakarta bersepakat membentuk wadah atau terpengaruh oleh alam lingkungannya. organisasi keluarga pelajar pada 19 September 1942 dengan Logo padmanaba berupa bunga teratai merah dengan dua nama Padmanaba. Hari bersejarah ini yang diperingati kelopak bunga dan delapan daun yang tersusun menjadi dua sebagai hari jadi SMA Negeri 3 Yogyakarta. lapis yang arahnya bertolak belakang, adalah karya siswa Padmanaba selalu melekat pada SMA Negeri 3 bernama Suhud dibantu rekannya Soelaiman. Suhud juga Yogyakarta. Padma dalam bahasa Sansekerta adalah bunga mempersembahkan lagu Mars Padmanaba sebagai lagu teratai merah, yang dalam riwayat kepercayaan dan agama organisasi yang dipakai sampai sekarang. KTSP PLUS CAMBRIDGE cukup. Semua ruang kelas dilengkapi white- Syarat mutlaknya punya IQ minimal 125. board dan over head projector (OHP). Di Tentu saja ada seleksi khusus. Hingga tahun Sebagai rintisan sekolah nasional ajaran 2006/2007 lalu, kelas percepatan berstandar internasional (SNBI), kurikulum ruang mata pelajaran yang dirintis bertaraf telah meluluskan angkatan keempat. Nyaris SMA 3 memadukan Kurikulum Tingkat internasional dilengkapi komputer dan LCD semua lulusan kelas akselerasi diterima di Satuan Pendidikan (KTSP) dan kurikulum proyektor. Ruang kelas reguler mengunakan perguruan tinggi negeri ternama. proyektor LCD bergantian. standar internasional. Yakni kurikulum International General Certificate of “Ada yang masuk universitas swasta itu Prasarana penunjang lainnya adalah Education (IGCSE) dan A Level dari karena keinginan pribadi, bukan disebabkan ruang multimedia, laboratorium bahasa, ketidakmampuan mereka,” kata Nurrakhman biologi, kimia, dan fisika. Pada laboratorium University of Cambridge. Sedangkan metode pembelajarannya meramu problem- menambahkan. Selain itu, mulai tahun komputer, semua siswa tersambung dengan based learning, inquiry-based learning, dan jaringan internet dengan model wireless ajaran 2006-2007 program akselerasi naik project-based learning. derajatnya sebagai rintisan SNBI. alias tanpa kabel. Selain itu juga ada fasilitas Pada tahun ajaran 2006-2007 mata lapangan bola, basket, bulutangkis, tenis pelajaran rintisan SNBI adalah MIPA dan dan ruang senam. KELAS MATEMATIKA Bahasa Inggris. Sedangkan pada 2007- Pantaslah bila SMA Padmanaba disebut 2008 bertambah mata pelajaran IPS bertaraf sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Ada yang unik dan berbeda dibanding internasional. Berturut-turut mata pelajaran Yogyakarta. Apalagi, orang nomor satu sekolah pada umumnya. Di sana kelas tidak bertarat internasional yang dirintis adalah Kota Yogyakarta, Walikota Herry Zudianto, lagi dibedakan menurut tingkat satu, dua, pendidikan umum, pendidikan seni, dan adalah alumni SMA Padmanaba. Siapa pula dan tiga. Melainkan dibedakan menurut jenis pendidikan jasmani. Diharapkan pada tahun tak kenal RM Roy Suryo, ahli multi media, mata pelajarannya. Artinya, ruang-ruang ajaran 2011-2012 telah mencapai SNBI. yang juga lulusan SMA 3, begitu juga Radius itu diberi nama kelas Matematika, Fisika, SMA 3 juga membuka kelas akselerasi. Prawiro mantan menteri era pemerintahan Biologi, Akuntansi, dan mata pelajaran lain. Yakni kelas khusus bagi siswa dengan Soeharto? Tiap kelas juga didukung sarana dan M ARIEF FATHONI (Yogyakarta) kemampuan intelektual di atas kelas reguler. prasarana penunjang pembelajaran yang PRESTASI SISWA PADMANABA Nilai Ebtanas Murni/ Nilai Ujian Nasional 2003: Tri Wiyono Darsowiyono meraih medali emas Olimpiade Fisika Asia Pasifik. Nilai Ujian Nasional Ia juga memperoleh medali perunggu Olimpiade Fisika Internasional 200. No Tahun Tertinggi Terendah Rata-rata 2004: Lisendra Marbelia menggapi medali perunggu Olimpiade Kimia Internasional di Jerman. Kristo memperoleh medali emas Olimpiade Sains IPA IPS IPA IPS IPA IPS Nasional bidang matematika. Siswa lain memperoleh dua perak dan lima 1 1999-2000 61,2 60, 0,72 1,96 1,9 ,9 perunggu. 2 2000-2001 60,00 ,21 , 7,1 9,6 ,69 2005: Kristo memperoleh medali perunggu Olimpiade Matematika Asia Tenggara. 2001-2002 1,9 7,0 ,90 ,1 69, 69,9 Ia juga mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika Internasional di 2002-200 2,0 79,60 1,20 ,2 72, 71,96 Meksiko, namun belum mampu menyumbang medali. 200-200 12, 11,99 111,1 102,0 129,1 10,0 6 200-200 2,67 26, 1,66 2,92 2, 2, 2006: Yoshua Michael Maranatha memperoleh honorable mention Olimpiade Fisika Asia Pasifik (APhO) di Kazakstan. Yoshua tengah mengikuti 7 200-2006 29,0 29,1 20,0 22, 26,16 27,1 pelatihan untuk ajang APHO 2007 di China dan IPHO 2007 di Iran. Siswa Melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri Bidang Ekonomi/Akuntansi: (UGM dan SPMB) Memenangkan lomba/liga atau olimpiade ekonomi yang diselenggarakan perguruan tinggi tingkat provinsi DIY, regional DIY-Jawa Tengah dan No. Tahun Lulusan Pendaftar Diterima Prosentase nasional. 1 1999-2000 22 22 212 91,7 Bidang nonakademik: 2 2000-2001 2 2 21 91, Sandra Forestyana terpilih menjadi anggota pasukan pengibar bendera 2001-2002 227 227 209 92,07 pusaka (Paskibraka) nasional, Nisma Aulia sebagai cadangan utama, 2002-200 271 271 22 92,9 dan Mona sebagai cadangan. Pada Maret 2006 siswa yang tergabung 200-200 20 2 22 9,0 dalam Pad’s Dance meraih kejuaraan lomba dance tingkat nasional yang 6 200-200 27 2 22 9,0 7 200-2006 20 127(data sementara) diselenggarakan Telkomsel. 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 25 2/19/2007 11:17:45 AM
  • 28. KOLOM INVESTASI PENDIDIKAN PRA SEKOLAH Drs. Mudjito AK, M.Si M dalam satu paket terbukti mampu meningkatkan kebugaran asa pra sekolah, yang dalam dokumen kerja Konvensi fisik, keterampilan bahasa dan kognitif, serta meningkatkan Hak Anak (KHA) tahun 1989 didefinisikan sebagai perkembangan sosial dan emosi anak. rentang usia 0 (sejak lahir) sampai 8 tahun, merupakan Implikasi selanjutnya dari paket nutrisi-pendidikan adalah masa yang sangat penting dalam kehidupan. Pada masa ini --yang meningkatnya partisipasi anak dalam pendidikan sekolah dasar juga sering disebut masa kanak-kanak-- manusia berada pada maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Anak-anak tersebut periode yang sangat sensitif, yang ditandai oleh perubahan cepat juga cenderung menunjukkan prestasi belajar yang mengagumkan. dalam perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Di Inggris, misalnya, anak-anak yang memperoleh program Begitu pentingnya masa pra sekolah, maka kurangnya nutrisi, pemberian nutrisi dan pendidikan dalam satu paket, terbukti perhatian, dan perlakuan yang baik, dapat merusak kepribadian menunjukkan peningkatan kemampuan intelektual yang membaik, anak yang efeknya sering terasa sampai remaja. Anak-anak yang mandiri, mudah berkonsentrasi, dan sikap sosial yang positif mendapatkan perhatian sangat buruk, misalnya jarang mendengar selama tiga tahun pertama di SD. bahasa/ucapan (seperti terjadi di panti-panti asuhan), dapat Studi sejenis di beberapa negara berkembang juga menunjukkan berakibat pada gangguan perkembangan yang sulit diperbaiki hubungan positif antara partisipasi pada program pendidikan pra di hari kemudian. Sebaliknya, anak-anak yang mendapatkan sekolah dengan pendaftaran di sekolah dasar. Sekitar 95% perawatan dan pendidikan yang bagus, dapat meningkatkan anak-anak yang mengikuti program pendidikan pra sekolah kesejahteraan mereka selama tahun-tahun permulaan dan akan melanjutkan ke sekolah dasar, dibanding dengan 75% anak membantu kemampuan komunikasi pada masa-masa berikutnya. yang tidak mengikuti program sejenis. Prestasi belajar anak-anak Oleh karena itu, wajar bila KHA menempatkan kepentingan anak yang mengikuti pendidikan para sekolah juga terbukti lebih tinggi dan perkembangannya sebagai perhatian utama. secara signifikan dibanding anak-anak yang sebelumnya tidak KHA telah mengingatkan banyak negara pada kewajibannya mengikuti pendidikan serupa, yang hal itu tampak pada ulangan untuk mengembangkan kebijakan menyeluruh yang meliputi akhir kelas satu. kesehatan, perawatan, dan pendidikan bagi anak. Intinya, Bukti yang paling banyak dikutip tentang pentingnya program pendidikan anak harus langsung dihubungkan dengan hak- pendidikan pra sekolah ini adalah studi longitudinal High Scope hak mereka untuk mengembangkan kepribadian, bakat, serta Perry Preschool Program di Amerika Serikat. Antara tahun 1962- kemampuan mental dan fisik sejak lahir. 1967, program ini memfokuskan penelitiannya pada anak-anak Amerika keturunan Afrika dari keluarga berpenghasilan rendah PAKET NUTRISI-PENDIDIKAN yang punya risiko putus sekolah. Anak-anak ini, baik dari kelompok peserta maupun kontrol, lantas ditelusuri setiap tahun dari usia 3 Dewasa ini, setiap tahun lebih dari 10 juta anak meninggal di hingga 11 tahun, dan beberapa kali sampai mereka berusia 40 bawah usia 5 tahun. Tentu, ini sebuah pemandangan yang sangat tahun. memprihatinkan. Asupan nutrisi yang buruk ditengarai sebagai Faktanya, anak-anak yang mengikuti pendidikan pra sekolah penyebab utama. terbukti mampu meningkatkan IQ-nya pada usia 5 tahun. Lebih Nutrisi buruk bukan hanya menyebabkan kematian pada usia dari itu, tingkat kelulusan mereka juga lebih tinggi di sekolah sangat muda, tetapi juga berdampak negatif pada partisipasi menengah, dan pendapatan yang lebih tinggi pula pada usia 40 dan prestasi anak di sekolah. Anak-anak yang terhambat tahun. Analisis rinci menunjukkan bahwa program ini menghasilkan perkembangannya (stunted) akibat mengonsumsi nutrisi buruk, rasio manfaat/biaya 17:1. pada gilirannya akan lebih besar kemungkinannya untuk tidak bersekolah, atau bahkan seringkali terlambat mendaftar ke sekolah ANGKA PARTISIPASI dan kemudian putus sekolah. Kekurangan nutrisi selama tahun- tahun awal juga dapat merusak perkembagan bahasa, gerak atau aktivitas motorik, dan sosio-emosional. International Standard Classification of Education (ISCED) Beberapa studi internasional menunjukkan bahwa pemberian mendefinisikan pendidikan pra sekolah sebagai program-program nutrisi dalam setting pendidikan berimplikasi sangat positif bagi yang menawarkan serangkaian kegiatan pembelajaran yang perkembangan anak. Program-program perawatan dan pendidikan terstruktur dan memiliki tujuan yang jelas, baik dalam lembaga anak usia pra sekolah (Early Childhood Care Education/ECCE) resmi maupun dalam setting lembaga non formal. Pemerintah 26 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 26 2/19/2007 11:17:48 AM
  • 29. memainkan peran penting dalam memberikan layanan program dengan staf lain, serta antara mereka yang bekerja di sistem untuk anak usia tiga tahun atau lebih, dan relatif lebih terbatas formal dengan mereka yang bekerja dalam lembaga pendidikan non formal. Beberapa negara, seperti Inggris, mulai mengurangi untuk usia di bawah tiga tahun. Usia tiga tahun menjadi usia resmi permulaan pendidikan kesenjangan penghasilan antara pendidikan dan pekerja pra sekolah dasar di 70% negara-negara di dunia. Di seluruh perawatan anak dengan memberlakukan standar upah minimum dunia, jumlah anak yang mendaftar di pendidikan pra sekolah dalam layanan pra sekolah. berkembang menjadi tiga kali lipat selama tiga dekade terakhir, naik dari 44 juta pada pertengahan tahun 1970-an menjadi 124 juta PRoGRAM BERMUTU pada tahun 2004. Dalam kurun tahun 1975 hingga 2004, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan pra sekolah di dunia telah naik Sejauh ini, tidak ada satu model layanan pendidikan pra sekolah lebih dari dua kali lipat, dari 17% menjadi 37%. yang dapat diterapkan secara seragam di semua negara. Praktik- Di negara-negara maju dan negara-negara transisi, APK praktik perawatan anak oleh orangtua (parenting) berbeda di pendidikan pra sekolah mengalami kenaikan luar biasa, dari sekitar seluruh dunia. Oleh karena itu, program-program untuk anak pra 40% tahun 1970 menjadi 73% tahun 2004. Tetapi, di negara- sekolah harus mengenali perbedaan tersebut dan memastikan negara berkembang kondisinya masih memprihatinkan. Pada bahwa relevan dan seprogram dengan konteks dan kelompok- tahun 1975 rata-rata kurang dari 1 dari 10 anak yang mendaftar kelompok anak yang menjadi sasaran. ke lembaga pendidikan pra sekolah. Pada akhir tahun 2004, naik Apabila kita menginginkan agar anak-anak memperoleh menjadi sekitar 1 dari 3 anak (32%). manfaat dari kegiatan belajar yang bermutu pada masa kanak- Yang juga perlu dicermati, terdapat perbedaan regional yang kanak, maka pemerintah bersama para pemangku kepentingan mencolok dalam trend partisipasi pendidikan pra sekolah sejak lain harus mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan tahun 1970-an. Di Amerika Latin dan Karibia, misalnya, tiga per yang baik (sound) demi mereka. Empat area yang harus empat dari negara-negara di kawasan ini sekarang memiliki APK diperhatikan: akses, tata kelola, mutu, dan pendanaan --termasuk pra sekolah di atas 75%. Di Amerika Utara dan Eropa Barat, menargetkan kelompok yang kurang beruntung dan bermitra hampir seluruh negara di kawasan ini memiliki APK di atas 60%, dengan lembaga terkait. bahkan separuhnya memiliki APK hampir 100%. Sedangkan di Sejak akhir tahun 1980, banyak negara menetapkan departemen sub Sahara Afrika, meskipun ada peningkatan sejak tahun 1970- pendidikan sebagai lembaga inti (lead) yang menangani layanan an, namun separuh dari negara di kawasan ini memiliki APK lebih anak sejak lahir. Hal ini memang memudahkan peningkatan rendah dari 10%. perhatian pada pembelajaran anak-anak Di kawasan Asia Timur, jumlah anak-anak dan transisi mereka ke SD. Tetapi, karena yang mendaftar ke pendidikan pra sekolah layanan pendidikan pra sekolah sering menurun hampir 10%, terutama karena tren tidak wajib, maka harus berjuang untuk di Cina setelah ekspansi besar-besaran mendapatkan perhatian dan sumber daya (pendaftaran meningkat dari 6,2 juta tahun di dalam departemen. Belum lagi himpitan 1976 menjadi 24 juta tahun 1999) sebelum persoalan lain berupa tekanan dari orang tua Anak-anak yang mengikuti turun menjadi 20 juta pada tahun 2004 karena dan masyarakat agar memberikan pelajaran pendidikan pra sekolah terbukti populasi anak usia 0-5 tahun berkurang. formal seperti pada sekolah dasar. mampu meningkatkan IQ-nya Masih di Asia Timur, APK kurang dari 10% Tanpa melihat siapa yang menjadi pada usia 5 tahun. terdapat di Kamboja. Sedangkan di Korea, lembaga inti, diperlukan koordinasi dengan Malaysia, dan Thailand, APK pendidikan pra lembaga dan sektor terlibat. Mekanisme sekolah sudah mencapai hampir 100%. koordinasi menyediakan satu forum untuk Kendati begitu, dari 52 negara dengan mencapai visi bersama yang meliputi sumber APK kurang dari 30%, sebagian besar berada di kawasan sub daya, standar, regulasi, pelatihan dan staffing. Sering lembaga Sahara Afrika dan negara-negara Arab. Indonesia, dengan APK yang mengkoordinir layanan pra sekolah memiliki sedikit staf dan pendidikan pra sekolah saat ini yang masih sekitar 32,8 % masuk hanya berperan sebagai pemberi nasihat sehingga kemampuannya dalam kelompok ini. terbatas untuk mendorong agenda layanan pra sekolah. Di negara-negara berkembang, kualifikasi awal bagi guru-guru Sering pula diusulkan agar layanan pendidikan pra pendidikan pra sekolah sangat beragam, mulai dari setingkat sekolah didesentraslisasikan sehingga lebih bisa diadaptasi sekolah lanjutan tingkat atas sampai perguruan tinggi. Kadang- sesuai kebutuhan dan situasi setempat. Akan tetapi, dalam kadang persyaratan formal untuk menjadi guru pendidikan pra praktiknya hal ini dapat menyebabkan ketidakmerataan sekolah diabaikan. Untuk meningkatkan kompetensinya, mereka implementasi kebijakan terkait akses dan mutu. Di banyak memperoleh sedikit pelatihan --selalu lebih sedikit dari pada guru- negara, desentralisasi di tahun 1990-an malah memperburuk guru SD. Sementara di kebanyakan negara industri, kualifikasi ketidakadilan antara masyarakat mampu di perkotaan dan untuk menjadi guru pra sekolah biasanya lulusan perguruan tinggi masyarakat miskin di pedesaan, dan telah mengarah pada dan mendapat pelatihan khusus. penurunan mutu dan lingkup layanan Taman Kanak-kanak Menarik juga dicermati, baik di negara maju maupun (TK). Sejak itu orang mengakui bahwa desentralisasi harus berkembang, hampir semua guru pendidikan pra sekolah adalah dibarengi dengan supervisi dan regulasi pemerintah pusat wanita. Hal ini mencerminkan layanan pra sekolah sebagai secara efektif. kepanjangan peran ibu. Di banyak negara berpenghasilan menengah, data yang ada * Direktur Pembinaan TK-SD menunjukkan bahwa penghasilan guru pra sekolah dan guru SD Departemen Pendidikan Nasional sama. Disparitas penghasilan terjadi antara guru pra sekolah 27 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 27 2/19/2007 11:17:48 AM
  • 30. GURU A khir Januari lalu, Ir. Willius Ruslim, tahun, bersama sejumlah anak buahnya bertamu ke dr. Fasli Jalal, Ph.D, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, di kantor Departemen Pendidikan Nasional Jakarta. Kedatangan Willius yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, itu untuk menyampaikan keluhan sekaligus menawarkan kemungkinan kerjasama untuk meningkatkan mutu para pendidik pendidikan anak usia dini (PAUD). Willius Ruslim memang bukan sembarang ngecap. Sarjana elektro dari Universitas Trisakti Jakarta yang tertarik menggeluti dunia pendidikan dan sejak tahun 2000 mengelola sebuah lembaga pendidikan plus bernama Palm Kids itu punya pengalaman kenyang menyangkut pelatihan guru PAUD. Palm Kids mengelola pendidikan anak usia dini, Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB)/play group, dan kini telah memiliki sejumlah cabang di berbagai daerah. Willius juga menjadi anggota pengurus pusat Asosiasi Sekolah Nasional Plus, yang berkantor di Sekolah Tiara Bangsa, Jl. Bantar Jati, Setu, Jakarta Timur. Untuk mengetahui persoalan yang dihadapi Sekolah Nasional Plus terkait kebutuhan guru, wartawan PENA PENDIDIKAN Saiful Anam dan Fetty Shinta Lestari mewawancarai Willius Ruslim usai bertemu Fasli Jalal. Berikut petikannya: Bisa dijelaskan Sekolah Nasional Plus itu apa? Apa bedanya dengan sekolah Fetty Shinta L biasa? Ada sekelompok sekolah yang menamakan dirinya Sekolah Nasional SUSAHNYA CARI Plus. Sekolah ini menggabungkan kurikulum internasional dengan kurikulum nasional. Kurikulum internasional itu misalnya dari IB (International Baccalaureate) di Amerika GURU BERKOMPETEN Serikat, atau kurikulum internasional dari University of Cambridge, Inggris. Lalu digabung dengan kurikulum nasional yang dikeluarkan Departemen Pendidikan Praktik bajak membajak guru melanda sekolah-sekolah Nasional. nasional plus akibat minimnya guru lokal yang berkualitas dan Sekolah-sekolah nasional plus ini berlomba-lomba untuk meningkatkan berkemampuan bahasa Inggris. Depdiknas diminta menyediakan mutunya. Pengelola sekolah tentu bank data guru dan bersikap terbuka terhadap tawaran swasta berkeinginan agar sekolahnya berbobot. Jika kurikulum internasional diadopsi di sini, untuk berpartisipasi dalam peningkatan mutu guru. maka “harga jual” sekolahnya akan tinggi, apalagi ditambah dengan kehadiran guru- guru asing di sekolahnya. Madaniah, BPK PENABUR, Cita Buana, sekolah, pendalaman bahasa Inggris, dan Ciputra Surabaya, Tiara Bangsa, Tunas lain-lain. Pelatih-pelatihnya itu umumnya Berapa banyak Sekolah Nasional Plus Bangsa, Palm Kids, dan lain-lain. dari luar, ada yang dari Australia, Amerika di Indonesia? Serikat, dan Inggris. Cukup banyak, dan biasanya sekolah- Inilah yang saya sampaikan kepada Kegiatan yang dilakukan Asosiasi sekolah swasta. Yang terdaftar sebagai pemerintah, bahwa kami sudah begitu jauh Sekolah Nasional Plus itu apa saja? anggota Asosiasi Sekolah Nasional Plus melangkah. Tapi pemerintah mungkin tidak Banyak, misalnya konferensi guru, memantau. Walaupun kami tergabung ada sekolah. Di antaranya, Sekolah Bina pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan, dalam asosiasi dan dalam beberapa hal Nusantara, Global Jaya, Pelita Harapan, pelatihan management skill bagi kepala 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 28 2/19/2007 11:18:05 AM
  • 31. mengadakan kegiatan bersama-sama, tapi kami tetap saling berkompetisi. Apa saja tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah nasional plus? Tantangan yang paling berat adalah mencari tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi berstandar tinggi dan mampu berbahasa Inggris. Soalnya, kurikulum yang dipakai adalah bahasa Inggris, silabusnya bahasa Inggris, dan penyampaiannya pun dengan bahasa Inggris. Guru-guru kita umumnya tidak bisa berbahasa Inggris. Kalau pun ada, mereka hanya menjadi asisten guru. Lantas bagaimana cara memenuhi kebutuhan guru yang seperti itu? Inilah susahnya. Mendatangkan guru- guru dari luar negeri kan mahal. Memang cukup banyak sekolah yang ada guru asing- nya. Tapi yang juga sering terjadi adalah Ini sudah tidak terbendung lagi. Bahkan, membuat bank data guru, sehingga kita pembajakan terhadap guru-guru di antara jika lembaga pendidikan dari luar negeri tinggal pilih mau pakai guru yang mana, sekolah nasional plus sendiri. Pembajakan ada yang jual franchise sekolah di sini, dengan harga berapa, sehingga tidak terhadap pendidik dan tenaga kependidikan maka siapapun yang punya uang dapat terjadi pembajakan guru di antara kami yang berkualitas sulit dihindari, karena ini membelinya, sehingga bisa mendirikan sendiri. Terus terang kita tidak ingin di dunia menyangkut masalah tawaran uang yang sekolah di Jakarta atau di kota-kota lain. pendidikan ini ada pembajakan. banyak dan posisi yang menarik. Pangsa pasarnya di kota-kota besar itu Karena itu perlu ada MoU (Memorandum Kita selalu menyerukan agar seorang memang ada. of Undestending) atau kemitraan antara guru harus menjaga moralitasnya, Kalau dulu orang mencari sekolah, kami dengan pemerintah. Masalah-masalah harus menjaga komitmennya di dunia tapi sekarang sekolah yang mencari yang kita hadapi saat ini, perlu kita carikan kependidikan, dan memikirkan matang- murid. Makanya, sekolah-sekolah saling solusi bersama-sama dengan pemerintah. matang bagaimana dengan murid- berkompetisi, dan masyarakat cenderung Seharusnya yang lebih banyak berbuat muridnya jika ditinggalkan pindah ke mencari sekolah yang terbaik. Sekolah- adalah PGRI (Persatuan Guru Republik sekolah lain. sekolah nasional plus itu berusaha tampil Indonesia). Kalau di Australia, teacher union- yang terbaik. nya itu kuat sekali, sehingga dapat memberi Untuk mengatasi kesulitan merekrut masukan kepada pemerintah. Di sini, guru bagi sekolah nasional plus itu, Di sekolah yang Anda kelola sendiri kalau PGRI merasa kesulitan, pemerintah lantas apa yang akan Anda lakukan? ada guru asingnya? sebaiknya terbuka terhadap pihak swasta Justru itulah yang sekarang sedang kami Tidak ada, karena kami memang belum yang ingin membantu dalam meningkatkan pikirkan. Persoalan ini juga kami sampaikan sanggup mengganti dengan guru dari luar mutu guru. ke Pak Dirjen. Kami sedang mencoba negeri. Tapi rata-rata di sekolah nasional plus Untuk itulah, kami mencoba menawarkan mendirikan training-training center bagi kerjasama kepada Pak Dirjen. Kami punya para guru, seperti yang banyak dilakukan lain, sekitar 20-0 persennya adalah guru pengalaman dalam melatih guru-guru PAUD. oleh orang asing di Indonesia. Saya tidak asing. Karena kurikulumnya mengadopsi Pak Dirjen menyambut baik. Tapi saya tahu apakah lembaga-lembaga pelatihan dari luar negeri, otomatis harus merekrut belum tahu wujud kerjasamanya. Apakah itu sudah dilegalisasi oleh pemerintah atau orang asing untuk mengimplementasikan nanti ada semacam rujukan, ataukah kami belum. kurikulum tersebut. Inilah yang membuat mesti berjalan dulu. Kami belum sampai ke Saya tahu pemerintah bukannya tidak saya prihatin, karena guru-guru kita sana, tadi baru pemaparan. perduli, tapi mengalami kesulitan. Begitu menjadi tersingkir. juga dengan kami. Seharusnya pemerintah Sekarang kita lihat di mana-mana, Kabarnya biaya belajar di sekolah tidak hanya di dunia pendidikan. Kalau di nasional plus itu sangat mahal? dalamnya ada unsur atau orang asing, maka Pada umumnya memang begitu, masyarakat cenderung mendewakannya. tapi relatif ya. Dan perlu diingat, sekolah yang mahal belum tentu otomatis bagus Sejak kapan Anda mulai mengelola mutunya. Oleh karena itu masyarakat harus lembaga pendidikan Palm Kids? jeli melihatnya, mulai dari kurikulumnya, Saya mendirikannya tahun 2000, silabusnya, materi pembelajarannya, berpusat di Palembang. Di Palembang saya kualitas guru dan tenaga kependidikannya, memiliki dua sekolah, ada sekitar 00 murid. manajemennya, pengelolanya, dan lain- Jumlah gurunya kurang lebih orang. Palm lain. Kids punya 11 cabang di kota-kota lain, yang rata-rata setiap cabang muridnya 10 Bagaimana prospek sekolah-sekolah anak dan sekitar 20 guru, termasuk guru nasional plus di Indonesia? dongeng. 29 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 29 2/19/2007 11:18:13 AM
  • 32. GURU PPPG Pertanian Cianjur Mengangkat Citra Profesi Pertanian Dok. PPPG Pertanian Cianjur Akhir tahun lalu, PPPG (Pusat Pengembangan dan Penataran Guru) Pertanian Cianjur bersama PPPG Teknologi Malang mendapat penghargaan bergengsi berupa Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang dulu terkesan kumuh, kini sangat diperhitungkan. Tokoh penting yang berjasa merubahnya adalah Ir. Giri Suryatmana, Kepala PPPG Pertanian Cianjur periode 2002-2006 yang kini menjabat sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK), Departemen Pendidikan Nasional. I ngat Cianjur, ingat beras berkualitas PPPG Pertanian Cianjur merupakan lembaga tersebut berada di bawah Ditjen super, ingat ayam dan ikan bakarnya salah satu dari 12 PPPG di Indonesia. Ke- Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga yang menggoda selera! Ya, Cianjur, 12 PPPG itu terdiri dari masing-masing 6 Kependidikan (PMPTK). sebuah kabupaten di wilayah Jawa Barat, kejuruan dan non kejuruan. PPPG Kejuruan Seperti dilansir dalam situs vedca.net, memang merupakan daerah yang lekat meliputi PPPG Teknologi Malang, PPPG PPPG juga dikenal dengan istilah VEDCA, dengan produk-produk pertanian. Hamparan Teknologi Bandung, PPPG Teknologi Medan, Versatile, Dedicated, and Care. Istilah ini tanahnya terlihat subur. Di sana-sini tampak PPPG Pertanian Cianjur, PPPG Pariwisata merupakan semboyan bagi PPPG dalam pepohonan hijau nan asri. Gemericik air Sawangan Bogor, dan PPPG Kesenian meningkatkan sistem agribisnis melalui menyusuri sekujur wilayah Cianjur. Yogyakarta. Enam yang non kejuruan pemberdayaan mutu dan produksi hasil- Melihat lokasinya yang khas pertanian adalah PPPG Bahasa Jakarta, PPPG IPA hasil pertanian. ini, tak salah jika Pusat Pengembangan Bandung, PPPG Tertulis Bandung, PPPG Selain itu, PPPG juga memiliki dan Penataran Guru (PPPG) Pertanian IPS Malang, PPPG Matematika Yogyakarta, kebijakan mutu serta visi dan misi. Untuk Cianjur didirikan di daerah ini. Lembaga ini dan PPPG Keguruan di Parung, Bogor. kebijakan mutu, lembaga ini antara lain di bawah naungan Departemen Pendidikan Dulunya, PPPG ini berada di bawah mengembangkan visionary innovation, Nasional (Diknas), yang pendiriannya dirintis Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen excellent service, dynamic methodology, Pendidikan Dasar dan Menengah. Kini creative training and consultancy, active sejak 196. 0 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 30 2/19/2007 11:18:17 AM
  • 33. Lembut Bersahaja, Prestasi Luar Biasa kerja. “Kalau saya menggunakan S ore itu, 26 Januari lalu, hujan pendekatan represif, pasti akan gerimis mengguyur Cianjur, mendapat perlawanan dan berakibat Jawa Barat. Toh tidak menyurutkan Fetty Shinta L kontra produktif,” ujarnya. pegawai PPPG Pertanian Cianjur Ia optimistis ke depan PPPG menyesaki acara serah terima jabatan Cinajur akan lebih baik di bawah pimpinannya dari Ir. Giri Suryatmana kepemimpinan Dedy Hermanto. ke Drs. Dedy Hermanto Karwan, MM., Dedy sebelumnya adalah Kepala Dipl. ED, di ruang Auditorium. Acara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan serah terima dihadiri Pak Martinda Indonesia agriculture product, agro industry, (LPMP) Lampung. “Saya satu (Ketua PPPG Pertanian Cianjur dan production and organic farming. pikiran dengan Pak Dedy,” ujar Giri yang pertama) dan Dr. Sumarna Sementara untuk visi dan misi, PPPG yang memiliki obsesi menjadikan Surapranata (Direktur Pembinaan Cianjur bertekad menjadi lembaga lembaga pendidikan pertanian yang Pendidikan dan Pelatihan Ditjen pengembang dan penjamin mutu pendidikan membanggakan. PMPTK). dan pelatihan di bidang agribisnis bertaraf Bagi Giri, sosok Dedy memang Giri tampak melekat dan internasional, serta menyelenggarakan sudah tidak asing lagi. Keberhasilan menyisakan berjuta kenangan indah pendidikan vokasi berbasis talenta dengan LPMP Lampung meraih penghargaan di mata pegawai. Ia telah berhasil mengutamakan spirit dan attitude. Juga sertifikat ISO tahun 2004 adalah mendongkrak lembaga ini ke tataran berperan sebagai quality assurance dalam berkat bimbingan dari PPPG Cianjur. yang patut diperhitungkan. Meski peningkatan mutu guru, mengembangkan “Saya akan melanjutkan program- perawakannya lemah lembut, apalagi kerjasama dengan lembaga nasional program yang telah dirintis dan didukung postur tubuhnya yang dan internasional, mengembangkan dikembangkan oleh Pak Giri,” timpal kurus, tapi hentakan gagasan dan pendidikan vokasi berbasis keunggulan Dedy. kerja kerasnya membuat orang pada lokal, dan mengembangkan sumber belajar Kehebatan Giri dalam memimpin terpana. Hal itu dibuktikan dengan masyarakat dan pendidikan alternatif bagi PPPG Pertanian Cianjur juga diakui prestasi-prestasi gemilang yang masyarakat marjinal melelui Community Sumarna Surapranata. Menurut dia, berhasil diraihnya selama memimpin Learning Center. Giri sukses lantaran memahami dan PPPG Cianjur. mengimplementasikan lima konsep Ia memimpin PPPG Cianjur tahun TERBESAR kepemimpinan yang dikenal lima C, 2002. Saat itu ia ditarget oleh Dr. Ir. yaitu competency, character, corps, Indra Djati Sidi, Dirjen Pendidikan PPPG Cianjur diresmikan Menteri connection, dan commitment. “Pak Dasar dan Menengah. Giri ingat betul Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. pesan Indra kepadanya saat itu. Fuad Hasan, pada 9 Maret 1991. Kini, Giri berhasil melaksanakan C itu “Kamu saya beri waktu enam bulan PPPG Cianjur merupakan PPPG terbesar dengan baik,” katanya. untuk memperbaiki kinerja PPPG dan satu-satunya yang berbasis pertanian di Pranata berharap, pada tahun Cianjur, apakah sanggup?” tanya Indonesia. Luas lahannya mencapai hampir 2010 PPPG Pertanian Cianjur mampu Indra, seperti ditirukan Giri. “Sanggup, 0 hektare. menjadi benchmark internasional. Pak,” jawabnya. Ia pun berhasil Setiap tahun, lebih dari 600 guru “Memang ini bukan pekerjaan yang memenuhi janjinya. mendapat pelatihan di PPPG Cianjur. Guru mudah, karena membutuhkan subsidi, Apa rahasia kesuksesan Giri dalam yang dilatih sebagian besar adalah guru-guru dukungan, dan kompetensi. Tapi kita memimpin PPPG Cianjur sehingga berupaya keras menuju ke sana,” dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) meraih prestasi gemilang dan dicintai Pertanian. Belakangan, sejalan dengan katanya. Saiful Anam dan Fetty Shinta Lestari anak buahnya? “Saya menggunakan banyaknya permintaan dari masyarakat, pendekatan kasih peserta pelatihan tidak hanya para guru, sayang. Saya datang tetapi juga para pensiunan atau karyawan ke sini sendiri, tidak yang mau pensiun yang ingin menggeluti membawa orang. usaha di bidang pertanian. Semua karyawan saya Misalnya, yang sudah jadi langganan rangkul, saya ajak maju tetap adalah para karyawan Bank Indonesia, bersama-sama,” kata karyawan Depdiknas Jakarta, PT. Aneka pria yang dikenal murah Tambang, dan sejumlah karyawan dari senyum itu. departemen lain yang mau pensiun. Bahkan Dengan pendekatan tahun lalu Bank Indonesia mengirimkan kasih sayang pula, enam angkatan, yang setiap angkatan terdiri Giri perlahan-lahan dari sekitar 0 orang. Mereka mendapat mengajak anak buahnya pembekalan, misalnya, bagaimana untuk merubah pola pikir menggeluti bisnis budi daya ikan, mengolah (mind set) dan kultur hasil pertanian, dan lain-lain. “Kami memberikan pelatihan berbasis keterampilan 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 31 2/19/2007 11:18:22 AM
  • 34. GURU lagi mencekik seperti sekarang ini, yang menikmati cuma para pedagang. Nasib petani dari dulu ya begitu-begitu saja. Menurut Giri, selain perlunya pemihakan kebijakan terhadap nasib petani, yang juga tak kalah penting adalah pembekalan teknologi pertanian terhadap para petani secara memadai. Ini yang mereka tidak punya. “Sepotong jagung kalau dijual langsung setelah diambil dari pohon, harganya pasti murah. Tapi dengan dikemas yang bagus, dimasukkan dalam plastik dan dijual di supermarket, harganya sudah naik berlipat-lipat. Ini yang tidak dikerjakan oleh petani kita,” kata pria berperawakan kalem yang lahir di Bandung, 0 September 19 itu. Sejak awal didirikan, PPPG Pertanian Cianjur diniatkan mampu menggairahkan produksi pertanian di Indonesia dan mengangkat derajat kaum petani. Fetty Shinta L Sayangnya, apa yang dilakukan PPPG SUMARNA SURAPRANATA MENYAKSIKAN ACARA SERAH Cianjur tidak singkron dengan kebijakan TERIMA JABATAN KEPALA PPPG PERTANIAN CIANJUR. ekonomi makro belakangan ini yang memberlakukan pasar bebas. Para petani kita dibiarkan tersungkur digempur habis praktis,” kata Ir. Pamudji, penanggung jawab diklat dilakukan PPPG. Itu sudah masa oleh produk-produk pertanian dari luar program PPPG Cianjur. lalu. Apalagi kemampuan setiap PPPG negeri. PPPG Pertanian Cianjur adalah salah melakukan diklat maksimum seribu orang Padahal, negeri yang mengaku paling satu dari tujuh PPPG yang mendapatkan per tahun,” ujarnya. demokratis di dunia, yaitu Amerika Serikat, sertifikat ISO 9001 versi 2000 untuk memberlakukan proteksi ketat bagi para kategori layanan pendidikan dan pelatihan. RISAU NASIB PETANI petaninya. Amerika Serikat, Jepang, Penghargaan itu diperoleh tahun 200, saat Australia, dan banyak negara maju lain, PPPG Cianjur dipimpin Giri Suryatmana. Jangan salah, Giri Suryatmana bukanlah membela habis-habisan para petaninya. Enam PPPG lain yang sudah mendapat insinyur pertanian. Ia seorang insinyur Sementara Indonesia yang baru kemarin ISO adalah lima PPPG kejuruan dan satu arsitektur lulusan Institut Teknologi Bandung sore menjadi negara demokrasi, sudah nonkejuruan, yaitu PPPG IPA Bandung. (ITB). Kendati begitu, komitmen dan Cerita mendapatkan sertifikat ISO bukan berani-beraninya melepas proteksi perhatiannya terhadap sektor pertanian kaum petani dan membiarkan mereka perkara gampang. Sejak 1996, PPPG dan nasib para petani tak perlu diragukan. bertelanjang ria masuk jeratan ranjau Cianjur sudah merintis untuk mendapatkan Justru banyak insinyur pertanian yang sudah globalisasi. Inilah yang membuat para ISO, tapi belum dapat juga. Nah, ketika Giri capek-capek belajar pertanian tapi lebih petani kita seperti kuli di rumah sendiri. dipercaya memimpin lembaga ini tahun suka bekerja di bank, telekomunikasi, atau Tapi, itulah Indonesia. 2002, ia lantas berusaha keras meraihnya. menjadi birokrat. Kakinya terkena lumpur Syukurlah, penghargaan itu akhirnya sawah saja merasa risih. SAIFUL ANAM, ROBBY SUGARA, didapatkannya setahun kemudian. Giri merasa risau melihat nasib petani dan FETTY SHINTA LESTARI (Cianjur) Giri Suryatmana menegaskan, pada awal di Indonesia. Apalagi saat harga beras pendiriannya, PPPG Cianjur merupakan pusat penataran bagi para guru guna meningkatkan mutu guru yang mengajar di sekolah-sekolah pertanian. Kini, setelah berada di bawah Ditjen PMPTK, berkembang pemikiran bahwa penataran tidak harus dilakukan di pusat-pusat (PPPG) seperti itu. Kegiatan pelatihan bisa dilakukan di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang ada di kabupaten/kota atau Kelompok Kerja Guru (KKG) yang berbasis di setiap kecamatan. “Justru MGMP dan KKG itu harus menjadi outlet-outlet bagi kegiatan pelatihan guru,” katanya. Nah, tugas PPPG ke depan lebih bersifat strategis, yaitu sebagai pemegang powerhouse-nya. PPPG berperan merancang standar sampai pendeteksian kualitas penataran di tingkat outlet (KKG dan MGMP) tersebut. “Terlalu kecil jika kegiatan 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 32 2/19/2007 11:18:27 AM
  • 35. NONFORMAL Program rintisan sertifikasi pendidik PNF terus dikembangkan. Formula standar kompetensi terus digodog. Kota/ kabupaten diminta fokus mengembangkan PAUD, pendidikan keaksaraan, kesetaraan, dan Dok. PTK-PNF kursus. NONFORMAL MENYALIP cukup kokoh. Setidaknya juga didukung oleh ketersediaan tenaga pendidik PAUD yang dihasilkan perguruan tinggi. Saat ini ada 10 DI TIKUNGAN perguruan tinggi yang membuka program S-1 PAUD. Bahkan sejumlah universitas telah membuka program S-2 dan S-3 PAUD. Tutor pendidikan kesetaraan juga S DIAWALI PAUD lumayan terstruktur. Setidaknya yang ada ERTIFIKASI pendidik, sesuai amanat di lapangan, tutor kesetaraan Paket A, Undang-undang Nomor 14 Tahun KESETARAAN sudah memiliki kemampuan setara dengan 2005 tentang Guru dan Dosen, guru SD. ibarat barang langka yang dinanti-nanti Hingga saat ini standar kompetensi PTK Bagaimana dengan yang lain? Misalnya, kedatangannya. Namun yang ditunggu- PNF belum dibuat oleh lembaga sertifikasi tutor keaksaraan. Secara kompetensi, tunggu, yang diperkirakan kelahirannya PTK PNF. Meski demikian, upaya untuk sejatinya siapa saja tutor yang sudah pandai sejak pertengahan 2006 lalu, belum juga merumuskan substansi dan prosedur membaca dan menulis layak menjadi nongol. Peraturan Pemerintah tentang dalam kerangka sertifikasi dan akreditasi pendidik keaksaraan. Namun mereka Guru yang akan menjadi dasar segala PTK PNF terus dilakukan. Setidaknya, juga perlu mengetahui minimal konsep- aturan mengenai sertifikasi pendidik belum Direktorat PTK PNF telah menggulirkan konsep andragogi, juga penguasaan materi juga tuntas dibahas. kebijakan program rintisan sertifikasi. Sejak pengajaran buta aksara. Meski belum juga kelar aturan mengenai Agustus 2006, program rintisan sertifikasi Begitu juga dengan instruktur kursus. sertifikasi, kebanyakan guru sudah bersiaga. itu diawali dengan penyusunan pedoman Acuannya betul-betul pada kompetensi Di antaranya, dengan menyiapkan syarat- sertifikasi dan standar kompetensi bagi tertentu dan mengarah pada sertifikat syarat kualifikasi juga standar kompetensi PTK PNF. khusus. Saat ini telah berkembang lembaga yang jadi tuntutan mutlak sertifikat guru. Pada tahap rintisan, standar kompetensi kursus yang mengacu pada sertifikat skala Tak terkecuali para pendidik nonformal yang telah dikembangkan terbatas pada internasional, seperti kursus tata rias, spa, (PTK PNF), mereka tak mau tertinggal tiga jenis PTK PNF. Yakni penilik, pendidik akupuntur, dan komputer. Selain itu, ada dengan para guru di jalur formal. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan juga kursus berstandar nasional, macam “Sertifikasi dan uji kompetensi bagi pendidik pendidikan kesetaraan. Selain kursus rias pengantin. PTK PNF mutlak harus dilakukan bila itu, akan menyusul kemudian rintisan Tampaknya, di masa mendatang, ingin pendidikan nonformal maju dan untuk pamong belajar, tutor pendidikan pendidikan nonformal bukan sekadar berkualitas,” kata Erman Syamsuddin, keaksaraan, tenaga lapangan pendidikan jadi pendidikan alternatif bagi mereka Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan masyarakat, penilik pendidikan luar yang gagal di jalur nonformal. Bukan tak Pendidikan Nonformal, Direktorat Jenderal sekolah, dan instruktur kursus. “Ada mungkin pendidikan nonformal menjadi Peningkatan Mutu Pendidik danTenaga keterbatasan tenaga, biaya dan waktu. sebuah pilihan tepat. Apalagi bila sertifikasi Kependidikan (PMPTK) Depdiknas. Untuk itu rintisan sertifikasi dilaksanakan dan standar kompetensi para pendidik Ditjen PMPTK tanpa banyak gembar- secara bertahap dan berkesinambungan pendidikan nonformal telah digulirkan. gembor tengah menyiapkan payung pada tahun anggaran berikutnya,” kata Syukur-syukur tuntas sebelum sertifikasi hukum buat sertifikasi dan standar Erman. guru dilaksanakan. Maklum, jumlah kompetensi para pendidik PNF. “Kami PAUD memang satu di antara jenis pendidik PNF “hanya” sekira satu jutaan. sedang menyiapkan peraturan pemerintah pendidikan nonformal yang merupakan fokus Harapannya, proses sertifikasi dan standar untuk pendidik dan tenaga kependidikan garapan Direktorat PTK PNF dalam janga kompetensi bisa rampung lebih cepat. pendidikan nonformal,” kata dr Fasli pendek ini. Selain PAUD, adalah pendidikan Ibarat PNF menyalip di tikungan. Jalal, PhD, Direktur Jenderal PMPTK keaksaraan, pendidikan kesetaraan dan DIPO HANDOKO Depdiknas. lembaga kursus. PAUD sendiri kehadirannya Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 33 2/19/2007 11:18:30 AM
  • 36. NONFORMAL TK Al-Islam Candipuro-Lumajang Berawal dari Satu dari ribuan TK di Indonesia yang kondisisnya sangat memprihatinkan. Kesulitan Gaji gurunya hanya Rp 150.000 per bulan. Meski Menyekolahkan begitu, TK yang berada di kaki Gunung Semeru itu justru menerapkan prinsip Anak pembelajaran dengan benar. B kemudian, lahir anak satu-satunya yang perempuan yang cerdas dan aktif oleh jadi, Iftin Furoidah, 32 tahun, diberi nama Afif Rois Yusro. berorganisasi. Saat di bangku SD dan SMP, tak pernah mempelajari secara Tahun 1998, saat anaknya berusia ia langganan menyabet juara I. Di SMP mendalam teori-teori mutakhir 4 tahun, Titin berniat memasukkan ke Negeri Candipuro, ia pernah menjadi Ketua yang dikemukakan sejumlah pakar TK. Namun, ia kebingungan lantaran di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). psikologi tentang pentingnya memberikan dekat rumahnya tidak ada TK. Titin lantas Saat di bangku SMP maupun SMA, ia tak rangsangan yang tepat pada anak usia memasukkan ke sebuah TK di Kecamatan pernah punya bayangan kalau kelak menjadi dini (0-6 tahun). Para pakar psikologi Pasirian, yang jaraknya sekitar 8 km dari guru TK. Saat itu, Titin yang merupakan itu, sebut saja Benjamin S. Bloom, Jean rumahnya. Saban hari ia mengantarkan anak kedua dari empat bersaudara, justru Piaget, Sigmund Freud, Daniel Goleman, anaknya naik angkot. bercita-cita menjadi tenaga medis. Apa hingga Howard Gardner, mengingatkan Dari pengalaman menyekolahkan boleh buat, keinginan melanjutkan kuliah bahwa memberikan pendidikan yang tepat anaknya itu, Titin kemudian berbincang terbentur ekonomi orangtuanya yang pas- pada anak usia dini berimplikasi sangat dengan suami dan orangtuanya untuk pasan. Ayahnya, Kholil, berpenghasilan pas- positif bagi kehidupannya setelah dewasa. membikin TK. Suami dan ayahnya yang pasan lantaran bekerja sebagai guru SD. Kendati begitu, Iftin yang mengelola Taman sama-sama berprofesi sebagai guru Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Lumajang Kanak-kanak (TK) Al-Islam Candipuro, mendukung penuh. Ada satu rumah milik tahun 1993, Titin yang baru berusia 19 tahun Lumajang, sadar betul bahwa mendidik tetangganya yang dibeli dengan harga Rp lantas menikah dengan Hari Widojoko, yang anak sejak usia dini merupakan investasi 6,5 juta. Rumah sederhana berukuran 8x15 tak lain adalah gurunya saat di SMP. Hari, sangat berharga. meter persegi yang berdiri di atas lahan 605 yang kini berusia 48 tahun, memang naksir Bu Titin, demikian ibu satu anak itu m2 itu kemudian dirombak dan disekat-sekat berat Titin sejak masih di SMP. Setahun biasa disapa, saat muda dikenal sebagai jadi TK. Karena berbasiskan nilai-nilai Islam, Titin menamakannnya dengan TK Al-Islam. “Saya memulai sendiri dari nol,” katanya. TK ini mulai berdiri tahun 1999. Dalam waktu singkat, TK Al-Islam mendapat respons positif dari masyarakat Candipuro. Titin pun aktif dalam kegiatan guru-guru TK se-Kabupaten Lumajang, dan ia terpilih menjadi Ketua GOPTKI (Gabungan Organisasi Penyelenggara TK Indonesia) Kecamatan Candipuro tahun 2000-2002. Keterlibatan Titin dalam pendidikan TK tampak sudah menjadi pilihan hidup. Meski menikah muda, toh tak menyurutkan tekadnya untuk menempuh ilmu. Sambil mengelola TK, ia melanjutkan pendidikannya di program Diploma Dua Pendidikan Guru TK (D-2 PGTK) Universitas Kanjuruhan (dulu IKIP PGRI) Malang, lulus 2004. Ia juga mengambil program sarjana (S-1) Akuntansi di Universitas Widyagama Lumajang, lulus 2005. Pinjam Bank Sambutan antusias dari masyarakat Candipuro atas TK yang dirintisnya, Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 34 2/19/2007 11:18:32 AM
  • 37. dilakukan secara individual dan melalui pendekatan bermain,” kata Mudjito. Hebatnya, TK Al-Islam Candipuro, walaupun berada di pelosok desa, justru tidak tergiur untuk melakukan berbagai penyimpangan tersebut. TK yang terletak di kaki Gunung Semeru ini menerapkan pembelajaran TK dengan benar: tidak memaksakan pengajaran baca-tulis-hitung. Mudjito memuji usaha-usaha swasta yang menyelenggarakan TK dengan benar, yang berpegang pada prinsip: bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Mudjito menambahkan, anak-anak TK itu berada pada fase usia emas (golden age). Disebut usia emas karena pada rentang ini perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis, mengalami kemajuan luar biasa. “Usia emas itu datang hanya sekali dan tidak dapat terulang lagi pada fase berikutnya. Protret Umum Olah karena itu, harus dimanfaatkan secara membuat Titin mengembangannya dengan optimal. TK sebagai bagian pendidikan mendirikan Kelompok Bermain/KB (play TK Al-Islam Candipuro merupakan anak usia dini pada dasarnya adalah untuk group). Jika TK mendidik anak-anak usia gambaran umum kondisi TK di Indonesia. mengembangkan syaraf-syaraf otak pada 4-6 tahun, KB menangani anak-anak usia Sebagaimana diakui Direktur Pembinaan TK anak supaya bisa berfunsgi optimal, ” tegas 2-4 tahun. Anak-anak TK masuk setiap hari, dan SD Departemen Pendidikan Nasional, Mudjito. kecuali minggu. Sedangkan anak-anak KB Drs. Mudjito AK, M.Si, kondisi TK kita Kini, Titin yang masih berstatus guru masuk tiga hari dalam sepekan. memang masih menyedihkan. Saat ini, dari swasta juga dipercaya menjabat sebagai Lantaran muridnya semakin banyak, 54.742 TK di Indonesia, 54.034 (98,7%) bendahara Himpunan Pendidik dan Tenaga untuk memberikan layanan terbaik bagi diselenggarakan swasta, hanya 708 TK Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia anak didiknya, Titik lantas pinjam uang di (1,3%) yang negeri. Bandingkan dengan (Himpaudi) Kabupaten Lumajang. Ia bank tahun 2003 sebesar Rp 20 juta. Yang jumlah SD yang mencapai sekitar 150.000 berharap agar nasibnya menjadi lebih baik dijadikan jaminan adalah SK pegawai sekolah dan lebih dari 95% berstatus dengan diangkat menjadi guru pegawai negeri sipil (PNS) suaminya. Gaji suaminya negeri. negeri. Ia juga berharap pemerintah lebih dipotong Rp 800.000 per bulan untuk Angka partisipasi anak yang masuk TK memperhatikan TK maupun KB bermodal mencicil. Setahun kemudian, ia mendapat (Angka Partisipasi Kasar/APK) juga baru dengkul seperti yang dikelolanya. “Saya bantuan dari Sub Dinas Pendidikan mencapai 32,8 % --terendah dibanding SD berketad membesarkan lembaga pendidikan Luar Sekolah (PLS), Dinas Pendidikan (116%), SMP ( 88,5%) dan SMA (55%). Kabupaten Lumajang, Rp 25 juta. Uang Selain itu, yang juga sangat memprihatinkan, ini untuk melayani anak-anak usia dini,” pinjaman dan bantuan pemerintah tersebut sebagian besar penyelenggaraan TK di katanya. habis terpakai untuk merenovasi bangunan Indonesia menyimpang. Bentuk-bentuk Dari yang semula mengalami kesulitan TK, membikin bangunan baru, dan membeli penyimpangan itu antara lain: pemaksaan menyekolahkan anaknya, kini Titin tampil sejumlah Alat Permainan Edukatif (APE). pengajaran baca-tulis-hitung (calistung), sebagai sosok guru TK dan PAUD idola, Daya tampungnya pun bertambah. Tahun memberikan pekerjaan rumah, memberikan dan kerap memberikan pelatihan bagi guru- 2006/2007, jumlah muridnya 97 anak, terdiri rapor yang berisi angka-angka, melakukan guru TK dan PAUD di wilayah Kabupaten dari 75 murid TK dan 22 anak KB. ujian akhir, hingga memaksakan kegiatan Lumajang. SAIFUL ANAM dan MUKTI ALI (Lumajang) Lantas, darimana dana untuk membiayai wisuda saat kelulusan. operasionalnya sehari-hari? Titin murni Menurut Mudjito, penyimpangan- mengandalkan iuran SPP dari anak penyimpangan itu terjadi didiknya. Setiap murid TK ditarik Rp 15.000 lantaran hampir 99% TK per bulan, sedangkan anak KB Rp 10.000 diselenggarakan swasta, per bulan. “Tapi, bagi keluarga yang benar- sehingga mereka punya benar tidak mampu, kami mengurangi Rp kewenangan mengelola 5.000,” katanya. Selain itu, setiap hari anak- semaunya. Apalagi, anak dibiasakan menyisihkan amal Rp 100 masyarakat sering menuntut per anak --tapi sifatnya tidak wajib– yang agar anak-anak TK sudah digunakan untuk membeli bahan untuk bisa membaca, menulis, membikin alat-alat permainan sederhana. dan berhitung. Jika tidak TK ini terdiri dari 9 guru, masing-asing 7 bisa calistung dianggap guru tetap dan 2 guru ektra (tari dan lukis). kuno. “Padahal, justru yang Jangan bayangkan besar gajinya. Gaji guru seperti itu salah. Di TK anak tetap, termasuk Titin sebagai pimpinannya, tidak boleh dipaksa belajar hanya Rp 150.000 per bulan. Sedangkan membaca, menulis dan guru tari Rp 100.000 dan guru lukis Rp berhitung. Boleh dilakukan 75.000. Uang itu, ya diperoleh dari iuran jika secara psikologis anak- SPP anak-anak tadi. anak sudah siap, tapi harus Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 35 2/19/2007 11:18:34 AM
  • 38. BAHASAN KHUSUS KONTROVERSI BELAJAR SEHARI PENUH Model pembelajaran full day school marak diselenggarakan di berbagai kota besar. Bermanfaat untuk pengembangan anak dan menolong para orangtua yang sibuk. Butuh biaya cukup mahal dan dituding sebagai trik sekolah menarik duit. Depdiknas tak menganjurkan, tapi juga tak melarang. R Math in Action, Science and Technology, dengan peragaan yang mudah dipahami. ABU itu, akhir Januari lalu, jam Information and Technology, English Skill, Dengan begitu, anak-anak diajari sudah menunjukkan hampir pukul Art and Craft, dan Project History. Semuanya menggunakan logikanya dalam memahami tiga sore. Tapi sebuah sekolah suatu peristiwa. Pada pelajaran melukis, dasar (SD) di Jalan Manunggal, Durensawit, diberikan guru dengan pengantar Bahasa anak-anak diajari bagaimana membuat Jakarta Timur, masih tampak ramai. SD itu Inggris, tapi dalam suasana yang rileks, tidak sketsa dengan logika-logika terjadinya sebenarnya bukan sekolah sore, karena melelahkan. Sebagian dari materi pelajaran bayangan, perbandingan ukuran tiap bagian para muridnya datang sejak pagi. Tapi, tiap disampaikan di luar kelas dalam nuansa obyek yang dilukis, dan teori-teori dasar seni hari mereka pulang sore. Hampir seharian bermain yang akrab. rupa lainnya. mereka belajar di sekolah. Mereka memang belajar dalam konsep Jangan heran! Pemandangan itu bermain, dengan menggunakan berbagai ditemui di Jakarta Islamic School atau alat peraga. Untuk menggambarkan proses LIKE AT HOME biasa disingkat JISc, sebuah sekolah yang terjadinya gelombang laut dan peristiwa memang menerapkan sistem fullday school tsunami –bagian dari materi Science and Mereka dilatih berpikir rasional termasuk Technology, misalnya, guru membuat model alias belajar sehari penuh. dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Para siswanya masuk kelas pada pukul lautan secara sederhana. Para siswa SD itu antara lain diajari metode tujuh pagi, tapi pulangnya lebih sore dari Sebuah ember berisi air diletakkan di menjaga keselamatan diri, misalnya dengan sekolah kebanyakan. Murid kelas satu dan depan kipas angin. Riak airnya dianggap tidak gampang mempercayai orang asing. kelas dua pulang sekolah pada pukul 15.00 sebagai gelombang laut yang terbentuk Sebuah simulasi penculikan dilakukan atau pukul tiga sore. Murid kelas tiga dan dari tiupan angin. Lalu, jika dasar ember dengan menunjukkan peristiwa itu terjadi kelas empat pulang pukul 15.30. Sedangkan diguncangkan secara tiba-tiba, permukaan akibat seorang anak telanjur mempercayai siswa kelas lima dan kelas enam balik ke airnya pun akan berguncang membuat orang yang baru dikenalnya. rumah pada pukul 16.30. riak yang tidak normal. Para siswa paham, “Mereka belajar dalam konsep bermain Rabu sore itu, para siswa kelas tiga bahwa gelombang tsunami terjadi akibat supaya tidak membuat lelah atau terbebani,” hingga kelas enam sedang mengikuti materi guncangan hebat di dasar laut. kata Direktur JISc, Proklawati Jubilea, SE, International Curriculum yang terdiri dari Materi-materi lainnya pun diberikan MSc, yang biasa dipanggil Mam Fi. Mam Fi menjelaskan, JISC adalah sekolah terpadu yang menyelanggarakan pendidikan mulai dari taman kanak-kanak (TK), hingga sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), semuanya dengan sistem fullday school. Saat ini, JISc memiliki 856 siswa untuk seluruh jenjang pendidikan yang diselenggarakannya. Tapi tidak semua sekolahnya berada dalam satu lokasi. Siswa TK belajar di Jalan Inspeksi, Kalimalang, Jakarta Timur. Sedangkan para murid SD dan SLTP belajar di JISc Durensawit, Jalan Manunggal, Jakarta Timur dan di kawasan Joglo, Jakarta Barat. JISc juga memiliki SLTP khusus untuk putra dengan sistem boarding house (asrama) di daerah Puncak, Foto-foto: Murnita Dian K Jawa Barat. Sekolah JISc dimulai pukul tujuh pagi. Siswa TK belajar hingga pukul satu sore, murid SD hingga pukul tiga sore dan setengah lima sore, sedangkan SLTP 6 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 36 2/19/2007 11:18:37 AM
  • 39. hingga pukul lima sore. Menurut Mam Fi, dan itu dilakukan di sekolah,” ungkap Mam Yogyakarta ada Sekolah Lukman Al Fi. “Biasanya, sepulang sekolah, anak masih Hakim. pukul 07.00 hingga 09.00 diisi dengan harus mengambil les, di JISc semua itu Di SMP Al Falah, Surabaya, makan materi agama, dan mulai pukul 09.00 di-combine dalam kurikulum sekolah dan siang untuk siswa bahkan disediakan oleh hingga pukul 13.00 diisi dengan materi sekolah. Cara makannya pun unik. Dari wajib dari Departemen Pendidikan Nasional. disajikan dalam bahasa Inggris.” keseluruhan siswa yang berjumlah 402 “Selanjutnya, mulai pukul 13.00 hingga Mam Fi mengatakan bahwa biaya anak ini dibagi menjadi kelompok-kelompok selesai diisi dengan materi internasional, yang dipungut sekolahnya dari para siswa kecil yang terdiri dari sembilan orang. Setiap yang disajikan dalam bahasa Inggris,” papar sebanding dengan yang mereka peroleh. kelompok dibimbing satu guru. Dialah yang Mam Fi. Jumlahnya sekitar Rp 350.000 per siswa. bertugas untuk memimpin makan. Selesai Di antara jam belajar itu ada empat Memang terbilang mahal bagi masyarakat makan, sisa waktu istirahat banyak diisi waktu istirahat, yang antara lain digunakan kebanyakan. Namun, menurut Mam Fi, dengan bermain. para siswa untuk makan siang dan solat. bagi para orangtua yang menyekolahkan Drs Sodikin, M.Pd., Kepala Sekolah SMP “Sebenarnya seluruh materi pelajaran usai anaknya di JISc, jumlah itu tak terlalu tinggi, Al Falah mengatakan bahwa murid-muridnya jam sekolah itu bersifat bermain, sehingga bahkan dianggap tergolong murah. Maklum, pulang ke rumah pada pukul 16.00. Tapi di sudah seperti istirahat, karena konsep mereka berasal dari masyarakat kalangan pendidikannya adalah school like at home,” antara mereka ada yang masih betah tinggal menengah-atas. di sekolah. “Banyak anak tetap bermain di Mam Fi menambahkan. sekolah hingga sore, padahal sudah jam JISc berdiri pada tahun 2002, atas MARAK DI KOTA BESAR pulang,” katanya. prakarsa Mam Fi sendiri. Sejak awal berdiri, Sekolah Al Falah memungut biaya Rp sekolah ini memang telah mengusung Bukan hanya JISc yang menerapkan sistem fullday school. “Misinya sederhana sistem fullday school. Sejumlah sekolah 600.000 per bulan, plus biaya kegiatan sekolah Rp 500.000 sampai Rp 600.000 saja: menyatukan konsep bermain dan lain, terutama sekolah dasar, di Jakarta belajar (active fun learning),” ujar Mam Fi. setahun. “Kami tidak hanya memberikan ramai-ramai menerapkan sistem belajar Pada mulanya konsep fullday school ini pelajaran, tapi juga membentuk kepribadian,” sehari penuh itu. Al Jannah Islamic School di hanya diterapkan untuk primary class atau kata Sodikin. Maka tidak heran jika SMP Al kawasan Cibubur, Jakarta Timur, misalnya, Falah selalu menempati posisi lulusan SD. Lalu diterapkan juga hingga ke tingkat sudah lebih dulu menerapkannya. Sistem fullday school malah sudah berkembang terbaik se Surabaya dan Sidoarjo sejak 1999 SLTP. “Fullday school ini sama saja dengan untuk sekolah swasta. juga di sejumlah kota besar di luar Jakarta. Di Malang terdapat beberapa sekolah sekolah umum, perbedaannya hanya Di Bandung, sistem ini antara lain diterapkan dengan model fullday school. Di antaranya meletakkan pelajaran les yang biasa diambil di Sekolah Salman Al Farisi. Di Surabaya adalah SD Islam Sabilillah, dan SMP Islam anak sepulang sekolah ke dalam kurikulum, antara lain ada SMP Al Falah, dan di 7 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 37 2/19/2007 11:18:38 AM
  • 40. BAHASAN KHUSUS mengungkapkan bahwa bersekolah sampai sore tidak membuatnya lelah. “Ngga lelah kok, malah asyik bermain terus,” jawabnya malu-malu. Ungkapan senada juga datang dari Reva Hasna, kelas tujuh SMP Sabilillah Malang. Ia sudah terbiasa karena kebetulan lulusan SD Sabilillah yang juga menerapkan model fullday school. Tapi Rana Zenisa, teman sekelas Reva, mengaku awalnya ia merasa kelelahan mengikuti pelajaran sehari penuh. “Tapi sekarang sudah mulai kerasan,” katanya. PERLU ANALISIS KULTURAL Pendapat para pakar pendidikan tentang penerapan foolday school masih terbelah. Sebagian mendukung, sebagian lagi tidak Foto-foto: Murnita Dian K setuju dengan sitem itu. Salah satu pakar pendidikan yang kurang mendukung penerapan fullday school adalah Dr. H. Imron Arifin M.Pd, dosen Universitas Negeri Malang. “Konsep fullday school berasal akui,” kata Ahmad Aniq. Seperti diakui Mam Sabilillah. Sekolah Sabilillah bernaung di dari negara-negara maju. Namun, Fi, Direktur JISc, sistem ini diterapkan karena bawah Yayasan Sabilillah yang diketuai ketika diadaptasi di Indonesia, terjadi masyarakat menghendakinya. Fullday mantan menteri Agama RI, Profesor kekurangan analisis kultural,” katanya. School diselenggarakan atas sejumlah Dr Tholchah Hasan. Kepala SD Islam Imron memaparkan, di negara-negara maju pertimbangan. Antara lain, pertama, anak- Sabilillah, Drs Mohamad Ishom Ihsan, M.Pd seperti Jepang, negara Eropa, dan Amerika, anak butuh pendidikan yang tak cukup menuturkan, sekolahnya berdiri sejak 1997, para siswa mendapat lebih banyak hari hanya diperoleh dengan jam pelajaran dan langsung menerapkan sekolah sistem libur. Pada musim panas dan musim dingin, biasa. Kedua, para orangtua merasa lebih fullday school. misalnya, mereka libur masing-masing bisa aman jika anak-anaknya berada di sekolah Biaya pendidikan di SD Islam Sabilillah sampai dua bulan. Dua hari sepekan yakni daripada keluyuran ke luar rumah setelah Malang memang terbilang tinggi untuk pada Sabtu dan Ahad, mereka libur rutin. jam sekolah. Tujuan akhirnya adalah standar SD kebanyakan. Tiap siswa dikenai Nah, karena banyak liburnya, para siswa mencetak lulusan yang bermutu sehingga uang pangkal Rp 4 juta, plus iuran bulanan di negara-negara itu disarankan mendapat tetap berprestasi ketika memasuki jenjang (SPP) sebesar Rp 275.000, dan uang pelajaran tambahan. Akhirnya, banyak pendidikan berikutnya. sekolah menerapkan sistem fullday school. kegiatan Rp 390.000 setahun dengan dua Namun, betulkah anak-anak merasa kali pembayaran. Kondisi itu berbeda dengan di Indonesia. senang belajar seharian, ataukah justru “Tapi biaya sebanyak itu tak jadi masalah “Kita tidak mengenal libur musim dingin, mereka merasa terbelenggu sehari penuh bagi para orang tua murid SD Islam Sabilillah, dan hari Sabtu pun masuk,” ujar Imron. Tapi dikungkung di sekolah? Inilah yang menjadi menurut Imron, penerapan sistem fullday karena sebanding dengan yang kami kontroversi sistem fullday school. school memiliki sisi positif dan negatifnya. berikan,” kata Mohamad Ihsom Ihsan. Di Yogyakarta, sistem fullday School Salah satu kekhawatiran terhadap “Positifnya, anak-anak diberi rentang penerapan sistem fullday school, adalah antara lain diterapkan di SD Luqman Al waktu yang lebih panjang untuk belajar,” Hakim yang bangunan sekolahnya terletak terhambatnya sosialisasi anak di masyarakat. kata Imron. “Para orangtua yang sibuk juga di Jalan Timoho. Kepala SD Lukman Al Tapi Mam Fi berpendapat lain. “Anak-anak terbantu karena bisa menitipkan anaknya Hakim, Ahmad Aniq, Sag, mengatakan bersosialisasi dengan sebayanya di sekolah. di sekolah.” Itu sifat natural of human being. Orang akan bahwa Sekolah ini berdiri sejak tahun 1994 Tapi, kata Imron, kelemahannya juga di bawah tanggung jawab Yayasan Sosial banyak. Pertama, ketika anak merasa berkelompok dengan sebayanya, di mana dan Pendidikan Islam Luqman Al Hakim jenuh, apalagi jika bermasalah dengan guru, pun,” katanya. Yogyakarta. mereka akan stres. Kedua, jika mengalami Nyonya Asih, salah seorang wali siswa Menurut Ahmad Aniq, sejak pertama kelalahan fisik, mereka bisa sakit. Guru kelas satu SD JISc juga merasa tak khawatir. kali berdiri sekolahnya sudah berbentuk pun bisa mengalami kelelahan, sehingga “Walau pulang sore, anak saya tetap punya fullday school. SD Luqman Al Hakim mengalami kesulitan mengembangkan kesempatan bermain dengan anak-anak mennggunakan kurikulum terpadu yang diri. tetangga sebayanya,” kata Asih. “Anak-anak kan ngga ada cape-nya,” ia menambahkan Bagi Imron, model full day education terdiri dari ilmu qauliyah dan kauniyah, dan nuansa qur’ani. Saat ini jumlah siswanya sambil tersenyum. Asih mengaku tak yang lebih tepat adalah belajar yang alami mencapai sekitar 800 orang dari kelas khawatir putrinya akan merasa kelelahan tanpa terikat aturan sekolah. “Dengan satu hingga kelas enam, dibagi dalam 24 dengan seharian di sekolah. “Putri saya begitu, anak akan dapat menemukan ruangan kelas. selalu bersemangat pergi ke sekolah setiap berbagai dinamika kehidupan secara alami,” “Animo masyarakat untuk menyekolahkan hari,” tutur Asih. Ia juga menganggap biaya katanya. putra-putrinya di sini sangat tinggi, karena yang harus dibayarnya tidak terlalu mahal. Drs Karnadi, MSc, Dekan Fakultas Ilmu manfaat fullday school memang mereka Seorang siswa kelas satu SD JISc, Sarah, Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 38 2/19/2007 11:18:40 AM
  • 41. tak keberatan dengan penerapan fullday Di Indonesia, penerapan fullday school dengan senang hati dan sesuai dengan school, jika benar-benar dilaksanakan minat anak, maka palajaran fullday school mungkin baru dibutuhkan di kota-kota dengan kesiapan yang matang. Menurut besar saja. “Di kota besar, sistem ini tidak akan menjadi beban bagi psikologi Karnadi, fullday school bisa menjadi bisa dilaksanakan karena kesibukan para anak,” katanya. Syaratnya, menurut Reni, salah satu alternatif dalam mendukung orangtua, dan keterbatasan ruang gerak kegiatan yang dilakukan oleh sekolah pada pengembangan diri anak, terutama bagi anak-anak. Tapi untuk daerah-daerah sore hari, harus bersifat kegiatan ringan, anak yang orangtuanya super sibuk. yang memiliki alam terbuka yang sangat yang mengembangkan afektif dan psiko “Dengan fullday school, anak berada memungkinkan anak untuk mengeksplor motornya. Misalnya seni melukis, musik, dirinya, maka sistem ini belum begitu olahraga, atau pelajaran jurnalistik, sehingga di lingkungan sekolah dan mereka tetap diperlukan,” kata Karnadi. anak senang dan bisa menyalurkan ekspresi bisa bermain dengan lingkungan yang luas Psikolog anak dari Universitas Indonesia, dan kreatifitasnya. jangkauannya,” katanya. Namun ia berpesan agar pihak sekolah penyelenggara fullday Dr Reni Akbar Hawadi, juga melihat sisi positif school mampu memahami pola tumbuh fullday school terutama bagi anak-anak yang TIDAK DIANJURKAN, TAK kembang anak. “Jadi pihak sekolah harus orangtuanya sibuk. “Bagi orangtua yang DILARANG bisa memfasilitasi kegiatan anak dengan sibuk, mereka dapat menitipkan anak di suasana yang memungkinkan terjadinya sekolah yang jelas penuh aktifitas positif. Hal Bagaimana sikap pemerintah? proses tumbuh kembang anak tersebut.” itu sungguh meringankan pikiran orangtua. Departemen Pendidikan Nasional Materi yang diterapkan pada jam pelajaran Orangtua merasa aman dan yakin bahwa (Depdiknas) mendukung penerapan sistem tambahan pun harus dipertimbangkan anaknya beraktivitas untuk menunjang itu pada sekolah-sekolah yang dianggap matang-matang. “Di sini, peran pemandu perkembangan kepribadian dan bakatnya,” mampu, namun mewanti-wanti agar materi pelajaran tambahan pada sistem fullday bakat sangat diperlukan,” kata Karnadi. papar Reni. “Karena itu, penyelenggara fullday school disiapkan dengan matang sehingga Dibandingkan dengan anak yang school harus tahu pakem, pembelajaran sekolahnya hanya sampai siang hari, kata betul-betul bermanfaat bagi siswa, bukan Reni, orangtua sering bingung siapa yang yang aktif, kreatif, efisien, dan sekaligus justru membebani. harus menjemput ke sekolah. Setelah menyenangkan,” ia menambahkan. Menurut Suyanto, Direktur Jenderal anaknya sampai di rumah pun, mereka Menurut Karnadi, di negara-negara maju Manajemen Pendidikan Dasar dan seperti Amerika Serikat, sistem fullday school waswas karena anak mereka sendirian di Menengah, Depdiknas, bagi anak yang orangtuanya sibuk, konsep fullday school rumah. memang sudah berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan setting sosial masyarakatnya Memang, bagi orangtua mampu, mereka memang cocok. “Daripada anaknya dibimbing oleh pembantu, kan lebih akan memasukkan anak pada bimbingan yang berbeda. Di sana, para orang tua sangat- baik di fullday school. Jadi anak bisa belajar atau kegiatan lain. Tapi bagi orangtua sangat sibuk, dan pola pengasuhan orang tua berkemampuan ekonomi tidak memadai, terhadap anak mengalami pergeseran. Di berinteraksi dengan grupnya. Anak bisa anak-anak mereka biasanya tak punya negara-negara maju, orangtua sibuk, dan mengembangkan empati dan kolaborasi kegiatan lain sepulang sekolah. “Karena sistem pendidikannya sudah maju pula. Para dengan teman-temannya,” kata Suyanto. Di Amerika konsep fullday school rata- itu, akan lebih baik kalau sekolah diadakan orangtua di sana percaya sekali pada sekolah sampai sore hari,” kata Reni. sehingga mereka mendukung penerapan rata berkembang karena hampir semua fullday school. Ia juga menganggap fullday school penting, orangtua murid bekerja. Dan di sana fullday school lahir, kata Suyanto, sebenarnya jika melihat tuntutan globalisasi saat ini, ketika tingkat kompetisi manusia akibat pergesaran peran wanita. “Kalau semakin tinggi. “Anak dituntut untuk dulu, peran wanita adalah melahirkan memiliki keterampilan tertentu dan membesarkan anak. Sekarang ini yang sesuai minatnya, dan jalan melahirkan saja, membesarkannya hanya keluarnya adalah dengan adanya beberapa minggu, selanjutnya diserahkan fullday school,” kata Reni. Sekolah kepada baby sitter atau tempat penitipan diharapkan bisa lebih menyediakan anak,” kata Suyanto Di Indonesia, fullday school memang kegiatan yang beragam yang sesuai dengan kebutuhan anak, sehingga tidak dianjurkan, juga tidak dilarang. Suyanto anak tidak menghabiskan waktu lagi berpesan, sekolah yang menerapkan sistem fullday school harus mempunyai program untuk hal yang sia-sia. Tapi ia berpesan agar fullday yang baik. Kurikulumnya harus jelas, sesuai school benar-benar diterapkan oleh dengan tingkatan pendidikan. Menurut dia, sekolah yang siap. “Kita mengetahui Depdiknas tidak perlu mengaturnya. Yang bahwa banyak sekali jenis penting standar pendidikannya terpenuhi ekstrakurikuler. Jadi, kalau semua dan ditegakkan. materi ekstrakulikluer dilakukan oleh “Ini adalah bagian keunikan dari satu sekolah, maka beban sekolah pendidikan kita. Semuanya dilakukan sebagai akan berat. Karena itu, perlu ada upaya meningkatkan mutu,” kata Suyanto. pemetaan, sekolah mana saja yang “Sekolah dibiarkan untuk berkreativitas, mengadakan fullday school itu dengan bertanggungjawab, dan juga memiliki otonomi yang sebesar-besarnya, sehingga jenis kegiatan tertentu,” katanya. Reni tidak khawatir model fullday timbul kompetisi satu sama lain.” KI TUNGGARA, MURNITA DIAN KARTINI, FETTY SHINTA school akan berdampak buruk pada LESTARI, M. ARIEF FATHONI (Yogyakarta), MUKTI ALI psikologi anak akibat kelelahan, (Malang), dan JATMIKO (Surabaya) misalnya. “Asal bisa dilakukan 9 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 39 2/19/2007 11:18:44 AM
  • 42. BAHASAN KHUSUS Wawancara Prof. Suyanto, Ph.D Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah MAU BAGUS BUTUH DOK. GERAI INFORMASI DEPDIKNAS PROSES M pembelajaran seharian penuh dari pagi ARAKNYA sekolah-sekolah swasta hingga sore (fullday school) dengan yang memberlakukan kegiatan alasan untuk meningkatkan mutu, juga pembelajaran sehari penuh (fullday Semua upaya untuk meringankan beban orangtua dalam school) dengan dalih untuk meningkatkan meningkatkan mutu mengasuh anak. Anda melihatnya mutu, tidak membuat Prof. Suyanto, Ph.D bagaimana? risau. Ia hanya mengingatkan masyarakat pendidikan harus terus agar cermat dalam memilih sekolah. Bagi Orang Indonesia itu kan suka sekali kita dorong. Tidak Suyanto, yang meraih gelar doktor bidang dengan barang baru. Padahal tidak jarang mungkin meningkatkan Kurikulum dan Pembelajaran Imu-Ilmu sebenarnya cuma bungkusnya saja yang Sosial dari Michigan State University, baru, sedangkan isinya sama saja. Ada mutu pendidikan bisa Amerika Serikat, peningkatan mutu tidak yang namanya fullday school, sekolah dilakukan Depdiknas bisa dilakukan secara instan, tapi butuh internasional, sekolah unggul, dan banyak proses panjang. nama lain. Itu tidak jarang hanya strategi sendirian. Biarkan marketing mereka. Tapi itu sah-sah saja, Untuk mengetahui lebih dalam pan- sekolah berkreativitas dan hak mereka. Yang penting masyarakat harus dangan Suyanto seputar fullday school, bertanggungjawab dalam cermat menilainya. ikuti wawancara Saiful Anam dan Fetty Kalau saya melihatnya tergantung Shinta Lestari dari PENA PENDIDIKAN meningkatkan mutunya, bagaimana kualitas sebenarnya. Tidak dengan pria asal Magetan, Jawa Timur, itu sehingga timbul kompetisi mungkin sekolah yang baru didirikan, di ruang kerjanya, akhir Januari lalu: satu sama lain. tiba-tiba bisa menjadi sekolah unggulan. Sekarang banyak sekolah, khususnya Tidak mungkin pula masyarakat langsung swasta, yang memberlakukan kegiatan percaya dengan iming-iming sekolah 0 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 40 2/19/2007 11:18:45 AM
  • 43. anak jauh dari keluarga. memegang di bagian pinggir, maka unggulan seperti itu. Untuk menjadi sekolah mereka akan merasa tambah berat. Dari unggulan atau bermutu kan butuh proses. Dari mana sih awal mula diberla- sinilah anak dapat belajar konsep dengan Sekolah yang memiliki kualitas baik, pasti kukannya konsep fullday school? pengalamannya. Tidak usah disebutkan memiliki latar belakang sejarah yang Bagaimana pemberlakuan kosnep itu di itu konsep momentum. Makanya orang di panjang. Tidak mungkin berubah secara sekolah-sekolah Amerika Serikat? negara lain lebih hebat karena nalarnya instan. Walaupun sekolah itu belum lama dibangun dari pengalaman yang dimaknai berdiri di suatu daerah, tapi jika di daerah Lahirnya konsep fullday school ini oleh kemampuannya berpikir. Tidak lain sekolah tersebut sudah memiliki image dari negara maju dan sebenarnya terkait dipaksakan seperti banyak terjadi di sini. yang baik, maka di mana pun sekolah itu dengan pergesaran peran wanita. Kalau didirikan pasti akan laris. dulu, peran wanita adalah melahirkan dan Apakah Depdiknas mengatur pelak- membesarkan anak, atau terkait dengan Artinya, Anda setuju apa tidak dengan sanaan fullday school yang sekarang urusan-urusan yang bersifat domestik. fullday school? sedang menjadi tren? Sekarang, posisi wanita setara dengan pria. Peran wanita melahirkan sajalah. Dari dulu, konsep fullday school itu Depdiknas tidak perlu mengatur. Membesarkannya hanya beberapa minggu, sudah menuai pro dan kontra. Menurut Biarkan saja, tidak jadi masalah. Yang selanjutnya biarkan baby sister atau tempat kajian ilmiah pun fullday school yang penting standar-standarnya ditegakkan dan penitipan anak yang membesarkannya. dilakukan pada kelas-kelas awal (early terpenuhi. Kita punya 8 standar nasional, Karena itu, konsep fullday school di Amerika class) belum menemui kesimpulan akhir. antara lain standar isi, kompetensi lulusan, maupun di negara-negara maju berkembang Sebagian ada yang berpendapat daripada proses, pengelolaan, sarana prasarana, bagus karena suami dan istri bekerja. anak tidak jelas menghabiskan waktunya di dan pendanaan. Misalnya untuk tingkat Sebenarnya, tidak fullday-fullday-an pun, rumah, lebih baik berada di sekolah saja. SMP, jam belajarnya 850 jam dalam satu sekolah di Amerika itu ya mulai jam 8 pagi Tapi ada juga sebagian yang mengatakan tahun. Implementasinya terserah sekolah, sampai jam 4 sore. Semua sekolah seperti bahwa anak perlu kehidupan keluarga, yang penting memenuhi standar minimal. itu. Hari Sabtu dan Minggu libur. Nah, kalau perlu bergaul dengan orangtuanya, perlu Sekarang kan sudah era desentralisasi. Ini di Indonesia, pulang sekolah jam 4 sore mengenal situasi rumah. adalah bagian keunikan pendidikan kita. itu dianggap fullday school. Tidak jarang, Menurut saya, dari dua pendapat Peran Depdiknas hanya menetapkan sekolah memberi label fullday school agar tersebut tidak ada yang paling benar. Kedua standar-standar nasional saja. Sepanjang orangtua yakin. Padahal kalau di Amerika argumentasi itu sama-sama berkembang, standar-standar nasional itu bisa dicapai itu biasa. tapi sama benar dan sama salahnya. Artinya, dengan kurikulum yang ada, ya silakan saja dua konsep itu tidak benar untuk semua melakukan dengan model apapun. Tapi Dalam konteks Indonesia yang secara orang. Karena pendidikan itu memang harus tetap dilakukan dengan pembenaran sosio-antropologis menjunjung tinggi sangat unik. Mendidik itu tidak bisa dengan akademik, tidak bisa sebebas-bebasnya. kekerabatan, sepertinya konsep fullday resep yang sama untuk semua orang. Itu Prinsip belajar itu kan lebih baik frekuensinya school ini kurang pas kalau diberlaku- kunci yang paling penting. berulang-ulang, daripada frekuensinya kan untuk anak TK dan SD? Kadang-kadang ada anak yang memang sedikit tapi akumulasi waktu yang sangat betah di sekolah. Sebaliknya, ada anak panjang. Misalnya, belajar 6 jam itu lebih Tidak masalah. Bagi anak yang yang di sekolah itu merasa terpaksa, dan baik dilakukan 2 x 3 jam daripada langsung orangtuanya sibuk, konsep fullday school ingin berada dalam kehidupan keluarganya. diborong sekaligus 6 jam. Seperti sistem ya cocok. Daripada anaknya dibimbing Tapi ada juga anak yang sangat kerasan di kejar satu malam saat menghadapi ujian, sama pembantu, kan lebih baik dimasukkan sekolah, dan ketika di rumah pun masih merupakan indikasi anak tidak sukses, ke fullday school. Jadi anak bisa berinteraksi bisa berinteraksi dengan keluarganya karena mereka tidak bisa mengatur waktu. dengan teman-teman sebayanya. Anak bisa dengan baik. Oleh karena itu, solusinya Kalau zaman saya kuliah dulu namanya mengembangkan empati dan kolaborasi adalah sekolah perlu menyediakan belajar model wayangan, he..he.. dengan teman-temannya. program-program yang bisa menggantikan Persoalannya, bagi sekolah yang meng- Jadi, model apa pun yang dikembang- kesempatan-kesempatan yang hilang ketika klaim dirinya melakukan fullday school se- kan sekolah untuk meningkatkan mutu harusnya mempunyai program tidak ada larangan? yang baik. Kurikulumnya harus jelas untuk tingkatan SD dan Ya. Semua upaya untuk meningkatkan seterusnya. Untuk tingkatan mutu pendidikan harus terus kita dorong. TK, tidak usah pakai pelajaran, Tidak mungkin meningkatkan mutu hanya program permainannya pendidikan bisa dilakukan Depdiknas saja yang harus jelas. Begitu sendirian. Biarkan sekolah berkreativitas juga di SD kelas I, II, dan dan bertanggungjawab dalam meningkatkan III, lebih baik jika banyak mutunya, sehingga timbul kompetisi satu permainannya. Biarkan anak sama lain. Apakah namanya fullday school, mengeksplorasi lingkungannya sekolah internasional, sekolah model, dengan bermain, setelah itu atau apa pun juga, silakan saja berpacu baru mendapatkan konsep. untuk meningkatkan mutu. Ini kan sudah Misalnya untuk era otonomi. Bagi saya, kriteria sekolah mengenalkan konsep yang baik adalah ketika anak dijemput momentum, anak diberi orangtuanya, anak tidak mau segera pulang. tongkat dan diminta Berarti sekolah ini menciptakan iklim sekolah memegang bagian tengah. yang membuat anak kerasan. Itu baru Mereka akan merasa bagus. ringan. Kemudian diminta 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 41 2/19/2007 11:18:48 AM
  • 44. BAHASAN KHUSUS MEMBUAT SISWA BETAH DI KELAS Foto-foto: Mukti Ali Beragam model pembelajaran dikembangkan dengan kontrol waktu yang ketat. Jadwal belajar kelas super satu hari menyelesaikan satu materi. Kelas akselerasi menyingkat tiga semester cukup diselesaikan dalam satu tahun. Siswa senang waktunya habis untuk belajar. P ROBLEMATIKA kenakalan siswa Cinta Negeri itu baru bergulir tahun ajaran sehari penuh alias fullday school. Selain rasanya tak pernah surut dari 2006/2007. Sebagai kelas super rintisan, membuat siswa betah di sekolah, model tahun ke tahun. Dari yang sekadar Yohanes Surya menggandeng BMW sekolah begini juga berupaya mendongkrak siswa suka kelayapan di mal dan pusat mutu siswa dengan memperpanjang Indonesia membuka satu kelas di SMAN perbelanjaan pada waktu jam belajar jam pelajaran. Namun, hasilnya belum Jakarta. Satu kelas super “hanya” diisi 20 hingga tawuran antarpelajar. Sekolah menggembirakan. Lulusan dari fullday siswa super cerdas. Model pembelajaran pun dengan berbagai cara mempersempit school belum bisa dibanggakan sebagai kelas super sedikit berbeda dengan kelas ruang gerak siswa mencuri waktu bisa model belajar yang jitu meningkatkan mutu reguler. Penekannya lebih pada pelajaran mangkir dari sekolah. siswa. matematika, fisika, kimia, biologi, dan Di sejumlah sekolah banyak menerapkan Model pembelajaran yang lebih “ekstrim” komputer. Sedangkan sebagai pelajaran aturan disiplin ketat saat bel masuk sekolah. kemudian muncul. Salah satunya adalah tambahan bahasa Inggris, agama, olahraga, Mereka yang telat, atawa yang belum nongol Kelas Super. Inilah kelas yang digagas seni dan etika. Perbedaan yang menyolok, di kelas, langsung dilaporkan ke orangtua. hanya dihuni siswa berintelektual super: materi di kelas super jauh lebih sulit. Pihak pusat perbelanjaan pun diwanti-wanti “Pelajaran sains kelas I setara dengan minimal IQ 10 dan punya nilai rata-rata di untuk tak mengizinkan siswa berseragam tingkat pertama universitas,” kata Ade SMP 9,. Pencetusnya Profesor Dr Yohanes masuk mal. Kegiatan ekstra kurikuler usai Cristian Aritonang, staf operasional kelas Surya, Ketua Lembaga Pengembangan jam sekolah, menjadi salah satu cara super. Fisika Indonesia, yang juga populer disebut membuat siswa menghabiskan waktu lebih Siswa kelas super benar-benar tak sebagai pencetak siswa berprestasi di ajang olmpiade fisika. lama di sekolah. punya waktu kelayapan di saat jam Bahkan kemudian muncul model sekolah belajar. Pasalnya, dalam satu hari itu, Program ambisius berlabel Kelas Super 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 42 2/19/2007 11:18:48 AM
  • 45. cuma menyetel DVD player. Di akhir “tontotan film” itu, guru meminta siswanya menjelaskan ulang inti pelajaran. Di Yogyakarta ada SMA Muhamadiyah 1 dan sekolah unggulan macam SMAn serta SMAN 1 yang telah melaksanakannya. Di beberapa kabupaten di Yogyakarta, juga telah menyelenggarakan kelas akselerasi. Misalnya SMA Negeri 1 Wonosari yang mulai membukanya tahun ajaran ini. Sementara di Jakarta, kelas akselerasi dibuka di antaranya di SMA 70. Kelas ini dibuka sejak Tahun Ajaran 2000/2001. selain mutlak memiliki kecerdasan IQ minimal 12, siswa kelas akselerasi di sana juga mesti lulus tes task commitment. Yakni motivasi dan tingkat penyelesaian terhadap tugas. “Mereka harus kreatif dan memiliki komitmen tinggi,” kata Dra My Sri Wuryaningsih, koordinator kelas akselerasi SMA 70 Jakarta. Namun motivasi siswa masuk kelas akselerasi beragam. Misalnya, Riza Putri Aulia Hernowo, siswa kelas XI-Alam-9 SMA 70 Jakarta. Ia hanya ingin cepat lulus, agar mereka mesti melahap satu bab pelajaran. pada 200 saja, tercatat ada 6 kelas bisa segera kuliah di Fakultas Kedokteran Sebagai perbandingan, materi yang sama akselerasi tersebar di berbagai sekolah di Universitas Indonesia Jakarta. “Kuliah di diselesaikan dalam satu minggu di kelas daerah. kedokteran kan lama. Jadi di SMA harus reguler. Sementara di kelas super, cukup Di Jawa Timur, misalnya. SMPN 1 cepat selesai,” kata Riza. satu hari. Di akhir jam pelajaran langsung Surabaya adalah sekolah pertama yang Ada pula yang sengaja ingin mengisi diujikan. Tak heran bila, para pengajarnya menyelenggarakan kelas percepatan. Tahun waktu dengan sebaik-baiknya. “Kalau terlalu pun harus jempolan: 60 orang doktor ini, dari seratusan siswa yang terdaftar, banyak waktu luang, takutnya saya malah berbagai disiplin ilmu. setelah melalui tahap seleksi administratif goyah,” kata Rachmadani Firmansyah. Toh, anak-anak jenius ini merasa senang tinggal puluhan. Akhirnya tinggal tersisa Wah, senangnya para guru dan orangtua, dengan pola belajar itu. “Kalau tesnya tiap 20an siswa. Hingga kini sudah empat bila para siswa seperti Rachmadani. Tak hari, belajarnya malah enak,” kata Febrigia angkatan yang lulus dari kelas akselerasi. perlu susah payah mendorong murid Ghana Reynaldi, siswa kelas super. “Di sini Hasilnya pun sesuai target. Nilai Ujian Akhir belajar, atawa memperketat jadwal pelajaran mata pelajarannya lebih sedikit, tetapi lebih Nasional (UAN) selalu memuaskan. agar siswa tak kelayapan mengisi waktu fokus,” kata Friska Amalia, teman Febrigia Kelas akselerasi di SMPN 1 Surabaya senggang. menimpali. dilaksanakan sejak kelas satu. “Awalnya Dr Terry Mart, gusu fisika kelas super DIPO HANDOKO, JATMIKO (Surabaya), banyak siswa mengeluh merasa berat,” dan M FATHONI ARIEF (Yogyakarta) mengakui anak didiknya memang punay kata Drs. Dwi Projo Setiawan, pengajar kecerdasan di atas rata-rata. “Beberapa kelas akselerasi SMP N 1 di antaranya sangat cepat berhitung,” kata Surabaya. Sebab, materi dosen Departemen Fisika Fakultas MIPA di kelas akselerasi hanya Universitas Indonesia Jakarta ini. Ia tak ragu berupa pembelajaran mengajar murid-muridnya dengan acuan intinya saja. Siswa dituntut buku-buku perguruan tinggi. mandiri, sehingga bisa mengembangkan sendiri. Projo Setiawan pun kini PERCEPATAN 1 TAHUN tengah melanjutkan studi S-2 di Jurusan Matematika, Institut Jauh sebelum keberadaan kelas super, Teknologi Sepuluh Nopember lebih dulu berkembang kelas akselerasi. (ITS) Surabaya. Alasannya Yakni model pembelajaran khusus SMA, sederhana, “Supaya tidak yang mempersingkat waktu belajar siswa kalah dengan siswanya,” kata dari tahun, menjadi dua tahun saja. Setiawan. Artinya, satu semester di kelas reguler Selain model pembelajaran lamanya enam bulan, di kelas percepatan yang lebih menuntut siswa cuma bulan. banyak belajar mandiri, kelas Kelas percepatan ini awalnya akselerasi juga dilengkapi diujicobakan pada Tahun Ajaran 199/1999. fasilitas penunjang belajar. Kelas akselerasi baru resmi diakui dengan Misalnya, ruang kelas keluarnya beleid Dirjen Pendidikan Dasar yang dilengkapi perangkat dan Menengah pada 2000. Saat itu multimedia. Untuk menjelaskan Depdiknas menetapkan 11 sekolah sebagai satu materi, guru bisa saja penyelenggara kelas akselerasi. Namun Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 43 2/19/2007 11:18:49 AM
  • 46. BAHASAN KHUSUS Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 44 2/19/2007 11:18:52 AM
  • 47. Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 45 2/19/2007 11:18:53 AM
  • 48. INTERNASIONAL Thailand JULING PANGANMOON WWW.GooGLE.Co.ID SENI MORAL GURU JULING Meninggal dunia setelah koma delapan bulan, Juling Ponganmoon menjadi simbol kebangkit- an dan perjuangan guru di Thailand. WWW.GooGLE.Co.ID 6 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 46 2/19/2007 11:18:59 AM
  • 49. WIJIT S RISA A N MSN WWW.GooGLE.Co.ID JENASAH JULING PANGANMOON DI PERKABUNGAN DI WAT PONGSANOOK 7 Pena Pendidikan  Februari 2007 l Anam 10_PENA.indd 47 2/19/2007 11:19:04 AM
  • 50. INTERNASIONAL Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 48 2/19/2007 11:19:09 AM
  • 51. 9 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 49 2/19/2007 11:19:10 AM
  • 52. PERISTIWA KETIKA BAH Foto-foto: Arien T. W. dan Murnita Dian K. MENYAPU IBU KOTA 2 Februari 2007 . Selalu diingat dalam benak Imas, warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Juga sebagian besar warga Jakarta. Betapa tidak, hanya selang sehari sebelumnya, Ibu Kota “cuma” diguyur hujan sekira jam. Namun di sebagian wilayah sudah terendam: dari yang semata kaki, hingga selutut orang dewasa. Tak terbayang bila keesokan harinya, air seakan tak habis- habisnya dicurahkan dari langit, sejak pagi hari. Wilayah RW 02 dan RW 0 Kampung Pulo, tempat tinggal Imas akrab dengan banjir. Kawasan ini rutin dikunjungi banjir saban musim penghujan tiba. Dari yang selutut, sepinggang, hingga sedada. “tapi, saya enggak nyangka banjir bisa segini gedenya. Rumah saya terbawa banjir,” kata Imas. Ibu satu anak itu awalnya malas mengungsi, ketika air hujan merendam rumahnya hingga setinggi lutut. Baginya, genangan hujan sudah biasa ia alami saban tahun. Tahun lalu pun ia memilih tetap di rumah meski air menggenangi semua bagian rumah. Yang senasib dengan Imas tak sedikit pula. Ketika banjir merendam rumah-rumah di Kampung Pulo, sedikitnya ada seribuan warga yang terjebak di rumah. Tim evakuasi sulit menjangkau mereka menembus derasnya arus menerjang di gang-gang sempit dan berbelok-belok. Banjir yang baru surut setelah empat hari menyapu Kampung Pulo itu menyisakan duka bagi sedikitnya 6.000-an warga di dua RW. Kampung Pulo hanya sebagian kecil wilayah Jakarta yang ditenggelamkan bah besar. Kawasan Kelapa Gading sampai terendam setinggi leher orang dewasa. Rumah-rumah di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, bahkan biasa berendam air hujan meski telah mengungsi di lantai dua. Kawasan Jakarta Barat, seperti sekitar Kali Mookervart, Jalan Daan Mogot, Kedoya Utara, Rawa Buaya, masih tergenang air meski empat hari banjir menyapu. 0 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 50 2/19/2007 11:19:19 AM
  • 53. Nasib tak beruntung juga dialami banyak warga di wilayah lain DKI Jakarta. Jalanan yang berkalang banjir, membuat Jakarta lumpuh. Macet di sana-sini karena banyak akses jalan terputus. Sebagian besar pasar tradisional, dari 11 buah, terendam banjir. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta mencatat sedikitnya 16.16 siswa SD dan SMP menjadi korban banjir. Mereka kehilangan buku pelajaran, tas, dan seragam sekolah. Sekolah yang terendam sebanyak 1.29 unit dari 2.1 sekolah yang ada di Jakarta. Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan 2.000 pasang pakaian sekolah, 16.000 peralatan sekolah dan ribuan buku. 1 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 51 2/19/2007 11:19:35 AM
  • 54. PERISTIWA Tahun ini Bahasa Inggris dirintis sebagai pelajaran muatan lokal di SD perkotaan. Peran swasta menjadi trendsetter. Cukup dua jam per minggu. menggembirakan. Pada Kurikulum 200, pembelajaran bahasa Inggris di SD pun kembali dikembangkan. Hasilnya sami mawon. Hingga muncul Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar. BILA MURID SD Menurut Drs Mudjito, agar program kali ini berhasil, telah disiapkan metodologi pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan. “Selama ini metode BERBAHASA INGGRIS pembelajaran melulu berisi penguasaan gramatikal. Juga budaya malu disinyalir sebagai penyebab kesulitan terbesar dalam aplikasi Bahasa Inggris dalam kehidupan H sekolah negeri dan swasta. Justru peran sehari-hari,” katanya. INGGA akhir 190-an, sebagian sekolah swasta selama ini telah menjadi Padahal, di Singapura dan Malaysia, besar siswa sekolah dasar (SD) trendsetter pembelajaran bahasa Inggris yang juga punya budaya multikultur ini, belum menerima pelajaran bahasa di SD. warganya tak malu berbahasa Inggris Inggris. Hanya segelintir SD mengenalkan Program anyar Depdiknas itu juga dengan dialek Tiongkok, Melayu dan India bahasa Inggris kepada siswanya. Pada didukung British Council, sebagai lembaga yang campur aduk di dalamnya. Berbeda 1990-an, bahasa Inggris mulai diajarkan partner. Bristish Council bukan saja dengan Indonesia yang punya 700-an pada murid-murid SD kelas IV ke atas. Di dilibatkan dalam penyusunan strategi bahasa daerah. Orang malu mengucapkan akhir dekade 1990-an, bahasa Inggris mulai efektif pelaksanaan program pembelajaran bahasa Inggris dengan dialek kedaerahan, merambah ke siswa kelas I SD, bahkan bahasa Inggris untuk SD. Namun British misalnya Inggris dialek Sunda, atau Jawa. murid Taman Kanak-kanak (TK) dan Council juga memberikan bantuan dana. Sehingga orang menganggap pengucapan playgrup alias taman bermain. Kini, bukan Salah satu kegiatan pendukung adalah yang benar mesti dengan logat Inggris. pemandangan aneh lagi di banyak kota, penyelenggaraan Simposium Pembelajaran “Persepsi seperti ini mestinya diubah,” murid SD kelas I sudah mampu bercakap Bahasa Inggris untuk Sekolah Dasar di katanya. dalam bahasa Inggris. Hotel Bumikarsa, Jakarta, pertengahan Mudjito juga berharap, target kurikulum Memang, belum semua SD di seluruh Februari ini. bahasa Inggris sebaiknya tidak membebani kota di Tanah Air sudah menjadikan bahasa siswa. “Sebagai muatan lokal, durasi dua Inggris sebagai salah satu pelajaran Acara dihadiri sekira 0 orang. Di jam pelajaran setiap minggu sudah cukup,” wajib. Namun, mulai 2007 ini, Direktorat antaranya, para pejabat Depdiknas, kata Mudjito. Pembinaan TK dan SD Departemen kalangan perguruan tinggi, dan para kepala Bolehlah siswa SD mulai diwajibkan Pendidikan Nasional akan dirintis bahasa subdin Pendidikan Dasar dari Sulawesi mempelajari bahasa Inggris. Namun, yang Inggris sebagai pelajaran muatan lokal di Selatan, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, dan tak kalah penting penguasaan bahasa SD perkotaan. “Uji coba segera dilakukan Kalimantan Timur. Juga para kepala SD Indonesia siswa SD di banyak daerah pun di SD-SD negeri yang berada di kota besar Bilingual. masih belum baik. Semoga, semangat seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, mengejar ketertinggalan akan penguasaan Surabaya, Medan, dan Denpasar,” kata SEJAK KURIKULUM 199 bahasa dunia itu, tak membuat bahasa Drs Mudjito AK, MSi, Direktur Pembinaan Indonesia dilupakan siswa SD. TK-SD Depdiknas. Sebenarnya pembelajaran Bahasa Meski ujicoba dilakukan di sekolah negeri, Inggris untuk SD telah ada pada AYU N ANDINI namun program itu tidak membedakan Kurikulum 199. Namun hasilnya tidak 2 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 52 2/19/2007 11:19:37 AM
  • 55. FILANTROPIS BERSIFAT AD HOC Bukan rahasia lagi bila pemerintah dituding kurang menaruh apresiasi kepada MENDAMBA para filantropis, khususnya pemberian insentif pajak (pengurangan pajak). Banyak kalangan perusahaan yang mempunyai kegiatan filantropi, mengeluh tingginya INSENTIF beban perpajakan. Padahal, perusahaan telah menyisihkan sebagian laba untuk disumbangkan kepada masyarakat. Menurut Hamid, mestinya pemerintah bisa mencontoh negara macam Singapura, Filipina, Bangladesh, India, Korea, Cina, Insentif pajak buat organisasi atawa perusahaan filantropi Australia, Amerika Serikat dan Afrika Selatan. belum sepenuhnya terinci. Masih dibahas dalam RUU Di sejumlah negara, faktor utama pemberian insentif pajak karena pemerintah menyadari Perpajakan baru. Jangan sampai diselewengkan. keterbatasan untuk membuat masyarakat sejahtera. Insentif pajak dianggap salah satu cara memberdayakan potensi-potensi filantropi masyarakat. ”Di Filipina dan Singapura, sebagian besar fasilitas publik mulai dari museum, perpustakaan, dibiayai yayasan nirlaba. Lembaga kedermawanan didukung pemerintah dengan pemberian insentif pajak agar mereka bisa terus memberikan kontribusi terhadap masyarakat,” kata Hamid. Masih menurut penjelasan Hamid, sebenarnya pada UU Nomor 7 Tahun 19 tentang Pajak Penghasilan, ada aturan mengenai pembebasan pendapatan perpajakan terbatas. Sayangnya, ketentuan itu tak ada lagi dalam UU Perpajakan mutakhir. “Pengurangan pajak di Indonesia tidak diatur dengan jelas dalam undang-undang, hanya Fetty Shinta Lestari bersifat ad hoc,” kata Hamid. Umpamanya, insentif pajak diberikan kepada perusahaan saat melaksanakan kegiatan sosial pada bencana besar, seperti bencana tsunami di Aceh dan sebagian B ANJIR yang menyapu Jakarta di angkanya meningkat menjadi Rp 600.000/ Sumatera Utara, 200 silam. Juga insentif awal Februari lalu, dampaknya orang per tahun. pajak diberikan kepada seseorang yang masih dirasakan ratusan ribu Penelitian PIRAC terhadap 16 media berzakat. “Pemerintah perlu membuat warga hingga dua pekan pascabanjir. yang menggalang dana di Indonesia, juga mekanisme, persyaratan khusus dan aturan Sebagian kehilangan rumah, sakit, hingga menunjukkan bahwa sumbangan dari rinci bagi organisasi nirlaba yang ingin kehilangan mata pencaharian. Di tengah masyarakat nilainya besar. Stasiun televisi mendapatkan fasilitas pengecualian pajak suasana duka, banyak bantuan mengalir. Metro TV, misalnya, dalam satu hari bisa agar akuntabilitasnya terjamin,” katanya. Penggalangan dana bantuan korban banjir mengumpulkan sumbangan masyarakat Namun menurut Djoko Slamet bertebaran secara sporadis: di jalan-jalan, Surjoputro, kebijakan insentif pajak harus hingga Rp miliar. posko banjir, hingga organisasi dadakan melalui kajian mendalam. “Harus ada Kegiatan filantropi itu menjadi topik yang mengatasnamakan lembaga peduli penerapan hukum yang sudah mantap bahasan penting dalam diskusi yang korban banjir. untuk melaksanakan kebijakan ini. Jangan diadakan Sampoerna Foundation Teacher Terlepas dari transparan tidaknya sampai malah diselewengkan pihak yang Institute, di Gedung Sampoerna Stategic lembaga atawa institusi pengelola dana tidak bertanggung jawab,” kata Djoko. Square Tower, Jakarta, akhir Januari kemanusiaan itu, kegiatan kedermawanan “Peranan pajak dalam pendidikan lalu. Diskusi lebih fokus pada kegiatan sosial (filantropi) itu patut diacungi jempol. filantropi khusus pendidikan. Hadir dalam pun sangat besar. Mayoritas anggaran Menurut Public Interest Research and pendidikan nasional sumbernya dari pajak, acara itu Hamid Abidin (PIRAC), Djoko Advocacy Center (PIRAC), lembaga nirlaba termasuk dana Bantuan Operasional Slamet Surjoputro (Direktur Penyuluhan, yang fokus pada kegiatan filantropi, “angka Sekolah,” John menimpali. Soal kebijakan Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal kedermawanan sosial” masyarakat semakin insentif pajak itu sendiri saat ini sudah Pajak), dan John Hutagalung (Kepala Subdit meningkat. Pada survei PIRAC 2000 diusulkan pemerintah dalam RUU Pajak Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen sumbangan masyarakat rata-rata Rp baru, yang tengah dibahas DPR. Pajak) serta Hartiadi Budi Santoso (Deloitte FETTY SHINTA LESTARI Tax Solutions). 00.000/orang per tahun. Pada 200, Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 53 2/19/2007 11:19:39 AM
  • 56. PERISTIWA Perpustakaan Depdiknas LENGKAP DENGAN LAYANAN Foto-foto: Ayu N Andini PRIMA A KHIR tahun lalu, “catatan harian” ROM, database online, dan audio book. bacaan apa yang tengah dicari. Mereka di Perpustakaan Departemen Tengok saja pameran buku internasional juga bisa nyantai di sofa empuk di ruangan Pendidikan Nasional ditutup di Frankfurt Jerman, November lalu. Dari berpendingin menyaksikan tayangan televisi dengan sebuah Piagam Penghargaan jumlah peserta tak kurang dari 7.272 dari berbagai saluran internasional. Bahkan Citra Pelayanan Prima dari Kementerian penerbit dan distributor, yang memboyong ada aroma wangi makanan ringan dan Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. buku bermedia kertas hanya berjumlah sedapnya minuman di La Biblio Café and Piaga penghargaan serupa juga diterima Book Corner, yang terletak di sudut kanan ,1% dari ratusan ribu buku yang dipajang. Pusat Pengembangan dan Penataran bangunan. Asyik! Selebihnya majalah, koran dan jurnal Guru (PPPG) Kejuruan Jakarta. Akhir (,7%), serta peta (2,1%). Hampir separuh HIBAH BRITISH COUNCIL yang manis, mengingat, penghargaan buat sisanya berbentuk CD ROM (,%) dan perpustakaan ibarat barang langka. buku elektronik (1,9%). (Lihat: PENA LIBRARY Bagi yang belum pernah menyambangi PENDIDIKAN, Edisi November 2006) Perpustakaan Pendidikan Nasional, saatnya Pengunjung Perpustakaan Senayan Koleksi perpustakaan yang cukup banyak Anda meluangkan waktu bertandang ke bisa memilah-milah sesuai tujuan, model itu, memang rada-rada berbau kemujuran. Departemen Pendidikan Nasional Gedung POJOK LAYANAN TUNA NETRA A Lantai 1, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Nama kerennya “library@senayan” alias perpustakaan di Senayan. Rata-rata tiap bulannya dikunjungi .000-an orang atawa seratusan pengunjung saban hari suntuk di sana. Koleksinya dianggap banyak. Tak kurang dari 1.000 buku, 7.000 koleksi buku audio visual, .000 jurnal elektronik, dan 0 judul majalah, tabloid, serta koran terbitan dalam dan luar negeri tersedia di sana. Namun, jangan bandingkan dengan koleksi di Perpustakaan Nasional Singapura, misalnya, yang punya lebih dari 1 juta judul buku sejumlah bahasa dan lebih dari 100.000 jurnal berkala. Toh, Perpustakaan Senayan ini cukup nyaman dikunjungi. Pengunjung tak lagi terpaku pada tumpukan buku “konvensional”. Di era modern ini perpustakaan pun menambah koleksinya berupa e-book, CD- Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 54 2/19/2007 11:19:41 AM
  • 57. FASILITAS UNTUK AKSES INTERNET DAN AUDIO VISUAL Betapa tidak, sebagian besar koleksi Perpustakaan Pendidikan Nasional selain Selebihnya untuk jadwal liburan nasional, sekarang adalah hibah dari Perpustakaan kenyamanan? Menurut penuturan Ridho, perpustakaan ini tidak beroperasi. Namun British Council. Perpusatkaan British Council koleksi unggulan di tempat ini adalah sayangnya, walaupun perpustakaan ini dulu-dulunya dibuka untuk umum di Gedung koleksi pembelajaran Bahasa Inggris yang dibuka untuk umum, koleksinya bagi Wijoyo Centre, Jakarta. disebut dengan ELT atau English Learning kebutuhan anak-anak sekolah dasar, serta “Pada waktu itu, British Council sedang and Teaching. para siswa SMP dan SMA, masih belum mengembangkan gerakan konsep perpusta- “Animo pengunjung sangat tinggi menjadi prioritas. kaan digital. Koleksi-koleksi konvensionalnya untuk menggunakan referensi ELT dari Menurut catatan pihak pengelola, yang berupa buku dan audio visual, itulah sini. Para mahasiswa Sastra Inggris sepanjang tahun 2006 lalu, total jumlah yang dihibahkan kepada Pemerintah RI dan mahasiswa yang ingin melanjutkan pengunjungnya mencapai .000 melalui Depdiknas. Selain alasan-alasan studi keluar negeri sangat antusias orang. Selain kunjungan personal dan keamanan karena tempo hari terjadi peristiwa menggunakannya. Begitu juga halnya rutin, perpustakaan ini juga menerima Bom Kuningan,” kata Ridho, staf pengelola dengan para guru, pelatih-pelatih kursus, kunjungan khusus dari berbagai sekolah. Perpustakaan Pendidikan Nasional. dosen-dosen, banyak yang datang ke sini Layanannya disebut dengan Layanan Penandatanganan kesepakatan hibah untuk memanfaatkan koleksi ELT ini,” Bimbingan Pemakai. Para tamu khusus dilakukan pada masa Abdul Malik Fadjar jelas Ridho. yang telah datang ke tempat ini, antara semasa menjabat Menteri Pendidikan Selain itu, koleksi audio visual cukup lain SMK I Brebes, British International Nasional. Sebelumnya ada proses lobbi bagus. Ada beberapa judul film yang School, dan beberapa sekolah swasta tingkat internasional melibatkan Atase sedang populer di dunia hiburan. Bisa berkurikulum internasional. Tujuannya Pendidikan RI di London Bambang Wasito ditonton di tempat, ataupun dipinjam memperkenalkan fasilitas perpustakaan Adi --kini menjabat Kepala Pusat Informasi dan diputar di rumah. Tersedia pula dan mengajarkan pengunjungnya untuk dan Humas Depdiknas. Akhirnya pada layanan akses internet gratis bagi para mengunakan fasilitas tersebut semaksimal anggotanya dan paket-paket diskon harga mungkin. 2 November 200, Menteri Pendidikan untuk pembelian makanan, minuman, Di tempat ini juga tersedia kemudahan Nasional, Bambang Sudibyo meresmikan dan beberapa buku di La Biblio Café and akses bagi para tuna netra. Perpustakaan Perpustakaan Pendidikan Nasional. Book Corner. Semuanya sesuai keinginan Pendidikan Nasional bekerja sama dengan Masih menurut penjelasan Ridho, hibah konsumen. Yayasan Mitra Netra menyediakan fasilitas tak hanya berupa infrastruktur perpustakaan. Layanan prima ini termasuk kemudahan- dan program layanan khusus ini. Layanan Tapi juga beberapa sistem manajemen dan kemudahan urusan pemesanan katalog Pojok Tuna Netra diresmikan pada hari informasi. British Council juga memberikan dan pengembalian peminjaman. Masa ulang tahun Perpustakaan Pendidikan hibah software otomatisasi perpustakaan. perpanjangan peminjaman dapat dilakukan Contohnya, sistem peminjaman dan Nasional tanggal 2 November 2006 oleh melalui telepon. Begitu pula dengan pengembalian buku dan sistem denda bagi Mendiknas Bambang Sudibyo. pemesanan katalog. Pihak perpustakaan keterlambatan pengembalian pinjaman. “Keuntungan kerjasamanya, akan menelpon pemesannya jika buku Selain itu juga bantuan uang tunai untuk Perpustakaan Pendidikan Nasional atau koleksi lainnya telah ada. Jika menambah koleksi dan pengembangan mendapat hibah software JAWS dan kebutuhan koleksi tidak dapat terpenuhi perpustakaan selama satu tahun. Openbook. Perpustakaan ini cukup hanya di perpustakaan, ada sebuah layanan Ketika itu, Perpustakaan Pendidikan membeli komputer konvensional biasa. yang disebut dengan layanan reference. Nasional masih di bawah Biro Kerjasama Caranya, teks buku di scanning, kemudian Konsumen akan diberikan beberapa Luar Negeri. Namun kini, tanggung jawab ditransfer dalam bentuk bunyi bahasa oleh program software Openbook itu, dan file rekomendasi tempat lain yang dapat di tangan Pusat Informasi dan Humas. memenuhi kebutuhan katalognya. Perpustakaan Nasional pun menjadi bagian nya bisa di down load dalam bentuk MP,” kehumasan sebagai ujung tombak untuk ucap Ridho. AKSES BUAT TUNA meningkatkan citra Depdiknas. Tentu, Penghargaan boleh saja membuat sesuai fungsinya sebagai penyedia jasa bangga. Namun, masih banyak yang harus NETRA informasi dan gudang ilmu pengetahuan. ditingkatkan. Selain menambah koleksi Perpustakaan dibuka untuk umum, sebagai perpustakaan modern, juga layanan dan sistem pengelolaannya. setiap hari Senin sd Jumat sejak pukul LAYANAN PRIMA 09.00 hingga 20.00. Khusus untuk hari AYU N ANDINI Apa lagi yang jadi unggulan Sabtu, hanya buka sampai pukul 1.00. Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 55 2/19/2007 11:19:48 AM
  • 58. BUKU MENGUJI BELEID plus staf dari Badan Standar Nasional Pendidikan bertandang ke kantor KPPU di Jalan Veteran, Jakarta, awal Februari. “Saya berkonsultasi dengan KPPU PAK MENTERI mengenai peraturan perbukuan. Saya ingin mengarahkan pasar buku yang tidak berkonsentrasi kepada beberapa penerbit saja, beberapa pecetakan saja, dan beberapa toko buku saja, tapi menjadi Permendiknas mengenai Buku Teks Pelajaran kian menyulut pasar kompetitif yang menyebar di seluruh gesekan dengan penerbit dan toko buku. Mendiknas sampai Indonesia,” kata Pak Bambang. KPPU baru sebatas akan melakukan berkonsultasi ke KPPU. evaluasi aturan itu, setelah meninjau implementasi di lapangan. Setidaknya dalam tiga bulan ke depan, KPPU baru akan menetapkan keputusan. “Kami memberikan apresiasi pada aturan Mendiknas karena sejalan dengan UU Nomor Tahun 1999,” kata Ketua Umum KPPU Mohammad Iqbal. GESEKAN PENERBIT Peraturan Mendiknas mengenai buku teks pelajaran ini menyulut gesekan dengan dengan kalangan penerbit. Coba simak sejumlah pasalnya, yang mempersempit praktek monopoli. Pasal 7 ayat 1, misalnya, menegaskan masa pakai buku teks pelajaran oleh satuan pendidikan minimal tahun. Otimatis, sekolah dan para guru tak bisa mengganti buku teks pelajaran tiap tahunnya. Ketentuan Pak Menteri sebenarnya menjawab keluhan para orangtua yang merasa keberatan Fetty Shinta Lestari dengan kebijakan sekolah yang saban tahun mewajibkan siswanya membeli buku pelajaran baru. Pasal tegas menyatakan guru hanya dapat menganjurkan kepada siswa yang K EBIJAKAN perbukuan nasional membeli buku di sekolah. mampu untuk memiliki buku teks pelajaran. selalu menyisakan persoalan. Baik Toko-toko buku pun pada kehabisan Bahkan dalam butir lain juga ditegaskan dari masa Buku Paket (1971-1995) napas. Dengan pembatasan masa pakai guru tidak bisa memaksa atau mewajibkan hingga era Proyek Bank Dunia (1995-2000) minimal lima tahun, pasar buku tak bisa murid membeli buku teks pelajaran. dan fase Block Grant Buku (2000-2004). seramai setiap ganti tahun ajaran baru. Kebutuhan buku bagi siswa tak mampu, Masa ini, kental sekali nuansa monopoli Pasar buku loak pun bertambah sepi justru disediakan sekolah minimal ada 10 dan oligopoli perbukuan teks pelajaran. pengunjung. Tak ada buku bekas yang eksemplar buku teks pelajaran untuk setiap masuk loakan, lantaran buku pelajaran Perubahan besar aturan perbukuan mata pelajaran pada setiap kelas, untuk masih terus dipakai setidaknya dalam lima ketika muncul Peraturan Menteri Pendidikan dijadikan koleksi perpustakaan. tahunan. Sementara Pasal 9 mengaskan Nasional Nomor 11 Tahun 200 tentang Aturan Mendiknas itu menuai protes bahwa guru, tenaga kependidikan, satuan Buku Teks Pelajaran. Dalam beleid itu ada dari kalangan penerbit dan toko buku. pendidikan, komite sekolah tidak dibenarkan ketentuan di antaranya, mengatur masa Pak Menteri pun dibuat bingung. “Padahal melakukan penjualan buku kepada peserta pakai buku teks pelajaran minimal lima tahun saya mengeluarkan peraturan ini karena didik. dan larangan kepada pihak sekolah terlibat Selain itu, sejalan dengan ketentuan penjualan buku pelajaran di sekolah. sangat dijiwai dengan UU Nomor Tahun Mendiknas itu, pada tahun ajaran Tentu saja, aturan Pak Menteri membuat 1999 tentang Larangan Praktek Monopolir 2006/2007, pemerintah menganggarkan kalang kabut kalangan penerbit dan dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Juga dana cukup besar untuk pengadaan toko buku. Maklum, sebelum ada aturan karena UU No 20 tahun 200 tentang Sistem buku yang dibagikan kepada sekolah. Mendiknas Bambang Sudibyo, sekolah- Pendidikan Nasional yang mengamanatkan Sekolah bebas membeli buku-buku mana sekolah menjadi ajang empuk gerilya para manajemen yang berbasis sekolah,” ujar yang sesuai dan yang telah lulus seleksi penerbit. Penerbit saling berlomba memberi Bambang. BSNP. Kebijakan ini sekaligus untuk rabat lumayan tinggi kepada kepala sekolah Banyaknya tekanan itu mendorong menggairahkan pasar buku di daerah yang atau guru bila buku-buku terbitan mereka Mendiknas merasa perlu berkonsultasi selama ini tak berkembang karena terdesak diborong sekolah. Iming-iming penerbit dengan KPPU (Komisi Pengawas Persaingan penebit besar asal kota-kota besar. tentunya menggiurkan para guru. Sekolah Usaha). Rombongan Pak Menteri didampingi FETTY SHINTA LESTARI pun dengan entengnya mewajibkan siswa Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika 6 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 56 2/19/2007 11:19:50 AM
  • 59. lima tahunan, adanya perbedaan misi dan INSPIRASI SERIUS BAGI visi antara perguruan tinggi dan pasar kerja. PENDIDIKAN Di bagian akhir bahasannya, Suyanto menyisipkan pentingnya transformasi nilai-nilai agama dalam pendidikan. Pengembangan pendidikan yang berorientasi pada penegakkan moralitas dapat dilakukan dengan mengembangkan tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Ia Di era otonomi pendidikan, menurut Judul: juga berharap pendidikan nasional ke catatan Suyanto, masih banyak pihak DINAMIKA PENDIDIKAN NASIONAL depan lebih mengembangkan kecerdasan terutama sekolah dan pemerintah daerah, (Dalam Percaturan Dunia Global) multidimensional. Paradigma baru mengenai belum memahami apa yang seharusnya penulis: kecerdasan perlu dikembangkan. Yakni mereka lakukan. Padahal, menurut UU Prof. Suyanto, Ph.D menyangkut kecerdasan visual, verbal, Pemerintahan Daerah, banyak hal yang penerbit: logika, kinestetik, musikal, interpersonal, seharusnya menjadi tugas daerah dalam Pusat Studi Agama dan Peradaban Muhammadiyah, dan intrapersonal. mengelola pendidikan dasar dan menengah. Cetakan I Juni 2006 Ahmad Syafii Maarif, guru besar Yakni yang berkaitan dengan manajemen, tebal: Universitas Negeri Yogyakarta, menilai anggaran, kurikulum, pengawasan, evaluasi, xiv + 202 halaman buku Suyanto ini sebagai pemberi inspirasi pembinaan karier guru, pengendalian dan dorongan kepada para pendidik dan kualitas, dan pendirian sekolah. pemimpin yang punya keprihatinan terhadap Ada baiknya para petinggi berkaca pada P nasib generasi masa depan bangsa, untuk negara-negara maju yang telah menerapkan ROFESOR Proopert Lodge pernah mengatakan, life is education, and berpikir lebih serius dalam menangani otonomi pendidikan. Setidaknya ada education is life. Nukilan kalimat itu masalah pendidikan. delapan tujuan yang saling berkaitan yang DIPO HANDOKO mampu mendorong pembaruan. Yakni: mengawali buku karya Profesor Suyanto, akselerasi pembangunan ekonomi melalui yang juga Direktur Jenderal Manajemen modernisasi institusi, Pendidikan Dasar dan Menengah peningkatan efisiensi Departemen Pendidikan Nasional. manajemen, realokasi Suyanto tampak menggiring pembaca tanggung jawab keuangan, sedari awal, untuk memahami kerangka penumbuhkembangan filosofis bahwa proses dalam pendidikan demokrasi, peningkatan tidak lain adalah proses manusia dalam pengawasan oleh daerah mengarungi samudera kehidupan. Begitu melalui deregulasi, juga sebaliknya. Pendidikan dan kehidupan pengenalan sistem hampir-hampir tidak bisa dipisahkan. pendidikan berdasarkan Buku ini kian meneguhkan Suyanto kekuatan pasar, sebagai sosok yang berpemikiran serius pada netralisasi kompetesi masa depan pendidikan. Begitu ia duduk di antarpusat kekuatan jajaran birokrat, Suyanto sadar betapa yang berpengaruh konstruksi dasar-dasar filosofi pendidikan pada pendidikan, dan nasional masih sangat jauh dari harapan. p e n i n g k a ta n k u a l i ta s Menurutnya, sistem pendidikan nasional pendidikan. masih dalam tahap perubahan dari kerangka Suyanto mencontohkan filosofis pendidikan kolonial Belanda. Ia sejumlah pilihan bentuk pun sadar proses perubahan itu tak mudah pengelolaan otonomi lantaran pendidikan bersinggungan dengan pendidikan. Misalnya pergumulan ideologi dan politik. Sehingga manajemen berbasis dalam perkembangannya, pendidikan sekolah, yang jelas nasional menuai banyak kendala cukup lebih memperhatikan serius, apalagi yang berbenturan dengan kepentingan sekolah itu kebijakan-kebijakan politis. sendiri. Problem dan tantangan pendidikan Satu hal yang juga nasional, dalam memasuki globalisasi, harus penting, menurut Suyanto hadapi dengan pendekatan dan metode yang adalah adanya jembatan pas untuk kondisi sekarang dan tuntutan antara dunia akademis dan perubahan di masa depan. Susahnya, profesional. Konsep link fenomena dunia pendidikan di era global and match dunia pendidikan ini adalah selalu tertinggal jika dibanding perkembangan teknologi, informasi dan dan dunia kerja selama dunia bisnis. “Sebab dunia pendidikan ini karena adanya sejumlah tidak selalu dapat mengembangkan dirinya kendala. Yakni belum bisa melakukan standarisasi outcome perguruan tinggi, atas dasar rugi-laba dan prinsip efisiensi semata. Pendidikan juga mengemban visi sulitnya memprediksi jenis pekerjaan yang kemanusiaan,” kata Suyanto. akan hilang dan muncul dalam kurun waktu 7 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 57 2/19/2007 11:19:55 AM
  • 60. KRONIKA SERTIFIKAT ISO PTK-PNF K ADO manis bagi Departemen Pendidikan Nasional mengawali tahun 2007. Sejumlah lembaga di bawah naungan Depdiknas mendapat penghargaan atas kinerjanya selama 2006. Ada tujuh lembaga berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000. Yakni Direktorat PTK-PNF, LPMP Lampung, LPMP Sumatera Utara, PPPG Matematika Yogyakarta, BP-PLSP Regional I Medan, BP-PLSP Regional IV Surabaya, dan BP-PLSP Regional V Makassar. Selain itu Piala Citra Pelayanan Prima diberikan kepada BP-PLSP Regional III Semarang, PPPG Pertanian Cianjur, dan BALIKPAPAN, KOTANYA SMK PPPG Teknologi Malang. Sedangkan Perpustakaan Depdiknas dan PPPG Kejuruan Jakarta mendapat anugerah Piagam Citra H Pelayanan Prima. ARI jadi Balikpapan yang ke-110, pada 10 Februari Acara penyerahan sertifikat ISO 9001:2000 dan penghargaan 2007 menjadi tambah berkesan. Syukuran yang Piala Citra Pelayanan Prima di Depdiknas itu dilangsungkan diselenggarakan di sebuah hotel mewah bintang di Gedung A lantai 3 pada 9 Februari lalu. Menteri Pendidikan lima di Balikpapan, itu dihadiri Menteri Pendidikan Nasional Nasional Bambang Sudibyo menyerahkan sejumlah penghargaan Bambang Sudibyo. Mendiknas hadir sekaligus meresmikan membanggakan itu. Dalam pidatonya Mendiknas berharap pencanangan Balikpapan sebagai “Kota Vokasi” alias Kotanya semua direktorat dan biro di lingkungan Depdiknas harus bisa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pencanangan disaksikan meraih ISO 9001:2000 paling lambat tahun 2009. “Mendapatkan Walikota Balikpapan Imdaad Hamid, SE dan Plt Gubernur sertifikat ISO 9001:2000 merupakan komitmen Depdiknas Kalimantan Timur Yurnalis Ngayoh. meningkatkan efisiensi serta mutu dalam mengolah pelayanan Balikpapan menjadi kota pertama yang ditahbiskan sebagai publik,” kata Pak Menteri. Kota SMK. Menurut Pak Menteri, Balikpapan memang tengah Depdiknas juga berkomitmen menggunakan Sistem Informasi berkembang pesat sehingga sangat membutuhkan tenaga Manajemen berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Pada menengah yang dapat diandalkan. Harapannya, lulusan SMK 2007 ini, Depdiknas sedang mengerjakan sebelas Sistem kelak yang mengisi lowongan kerja di Balikpapan. “Bila mampu Informasi Manajemen. Sehingga seluruh proses penanganan Balikpapan sekaligus dapat dijadikan kota Pelajar,” kata informasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang Mendiknas. tepat, akurat, dan praktis. Pencanangan Balikpapan sebagai Kota SMK itu, mestinya dibarengi sosialisasi SMK, khususnya kepada siswa SMP dan orangtua, juga pihak terkait yang berkepentingan, seperti dunia usaha dan industri. “Sosialisasi di SMP, bahkan door to door mestinya dilakukan ke sekolah-sekolah, khususnya siswa kelas III SMP,” kata Marlock, Koordinator Lapangan Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia (FP3MKI). Sayangnya, menurut Marlock, berdasar acak pendapat FP3MKI di sejumlah SMP di Balikpapan, banyak guru dan kepala SMP di sana tak tahu-menahu tentang pencanangan itu. Semoga, pencanangan Balikpapan sebagai Kota Vokasi Fetty Shinta L bukan sekadar seremoni belaka. Harapannya SMK, tak lagi menjadi sekolah nomor kedua setelah SMA, sehingga bisa ditiru kota-kota lain. berorientasi pedesaan, kursus wirausaha berorientasi perkotaan, KURSUS PARA-PROFESI dan kursus untuk tenaga kerja internasional berdasarkan permintaan pekerjaan suatu negara atau lembaga terkait. D Ditjen PLS mengalokasikan dana block grant sekitar Rp 143 irektorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional mengembangkan program Kursus miliar untuk kursus ini. Targetnya bisa menjangkau 160.000 Para-Profesi (KPP). Tujuannya untuk mengatasi masalah peserta. Harapannya sekitar 35.000 di antaranta memiliki sertifikasi penggangguran. Sebagaimana dicatat Badan Pusat Statistik profesi dan 1.000 orang bisa bekerja di luar negeri. (Agustus 2006), ada 10,3% atau 10,9 juta orang belum bekerja Ditjen PLS juga tengah menyiapkan lembaga-lembaga kursus atau tergolong pengangguran terbuka dari jumlah angkatan kerja dan pelatihan yang terakreditasi. Dari data 2005, tercatat 11.809 usia di atas 15 tahun yang sekira 106,39 juta orang. lembaga kursus terakreditasi. Kursus komputer paling banyak KPP diadakan untuk memberi tambahan keterampilan, kemahiran jumlahnya. Sampai akhir Desember 2006, telah terdaftar 9.119 dan keahlian pada salah satu bidang. Harapannya peserta KPP profil lembaga kursus. Diperkirakan lebih dari 30.000 lembaga punya bekal memasuki dunia usaha dan industri atau usaha kursus belum tercatat. Untuk mendorong lembaga kursus mandiri. KPP dikembangkan dalam bentuk kursus wirausaha yang memperbaiki diri, Ditjen PLS memberikan dana bantuan kepada Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 58 2/19/2007 11:20:02 AM
  • 61. SEMINAR SMK PPPG EXXONMOBIL PARIWISATA SAWANGAN ADOPSI SMA DI ACEH E xxonMobil Oil Indonesia Inc (EMOI) bekerja sama dengan Sampoerna Foundation dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengadopsi tiga SMA Negeri di Kecamatan Lhok Sukon Aceh Utara. Ketiga sekolah itu adalah SMAN 1 Syamtalira Aron, SMAN 1 Matangkuli dan SMAN 1 Tanah Luas, Kecamatan Lhok Sukon, Kabupaten Aceh Utara, Nangroe Aceh Darussalam. Kerjasama itu terangkum dalam program EMOI-USP (ExxonMobil Oil Indonesia Inc–United School Program). Seremoni ditandai pemberian bantuan secara simbolis oleh Maman Budiman, Vice President Public Affairs EMOI, kepada Kepala SMA disaksikan Kepala Subdin Pendidikan Menengah Kabupaten Aceh Utara, Abdul Kadir, 16 Februari lalu. D irektorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Bagi Sampoerna program peningkatan kualitas SMA dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas ini merupakan bagian dari United School Program (USP) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Sekolah Sampoerna Foundation, yang sudah berjalan sejak tahun Menengah Kejuruan adalah Sekolah Menjamin Kesuksesan,” 200 di beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya seperti di Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Kejuruan Bukitinggi, Musi Banyuasin, Depok, Bandung, Denpasar, Bidang Bisnis dan Pariwisata Sawangan, Depok, Januari lalu. Balikpapan, Surabaya, Pasuruan dan Malang. Seminar dihadiri 200-an peserta dari kalangan pengusaha, Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sekolah perguruan tinggi, widyaiswara PPPG Kejuruan Bidang Bisnis secara komprehensif mulai dari peningkatan kualitas dan Pariwisata dan mahasiswa. Pada pidatonya, Direktur sekolah melalui training kepala sekolah dan guru, perbaikan Jenderal PMPTK Dr Fasli Jalal menyatakan bahwa direktoratnya kurikulum, perbaikan perpustakaan, laboratorium, pengadaan siap mendukung rencana SMK yang sedang menggenjot jumlah tenaga pengajar bahasa Inggris native, sampai kegiatan sekolah SMK mencapai rasio dibanding SMA, 70:30 pada ekstra kurikuler siswa. 2010 mendatang. Pak Dirjen berharap PPPG sebagai institusi “Hal ini merupakan komitmen kita sebagai korporat yang bagian dari Direktorat PMPTK mampu meningkatkan mutu baik untuk membantu community di sekitar daerah operasi guru. Sehingga lulusan SMK pun menjadi tenaga terampil kita”, ujar Maman Budiman. Jangka waktu program bantuan yang siap bekerja. selama lima tahun. Dari data yang diperoleh Exxon, sekitar Marlock, Koordinator Lapangan Forum Peduli Pendidikan 7.00 siswa SMA di Aceh Utara, 70%nya tidak lulus ujian Pelatihan Menengah Indonesia (FP3MKI), sebagai penyaji nasional pada 200. Tahun 2006, berkurang menjadi 0% tunggal, memaparkan pentingnya memunculkan citra baru tidak lulus UAN. SMK dan melakukan revitalisasi SMK. “Harapannya bisa mewujudkan Sekolah Menengah Kejuruan sebagai Sekolah dapat Menjamin Kesuksesan,” kata Marlock. Kuncinya, kata Marlock, ada link and match antara SMK dan dunia usaha/dunia industri. “Tidak cukup teori saja. Mulai dari kepribadian, kepercayaan diri hingga mutu keterampilan lulusan SMK harus sesuai kriteria-kriteria dunia usaha dan dunia industri. Format ijasah pun harus disesuaikan,” katanya. 1.000 lembaga kursus masing-masing sebesar Rp 20 juta. “Bagi lembaga kursus yang ingin mendapatkan block grant, harus memiliki tiga persyaratan, yaitu harus berbadan hukum, mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) atas nama lembaga dan memiliki rekening juga atas nama lembaga” ujar Triyadi. Program lain Ditjen PLS adalah memberdayakan beberapa desa yang memiliki produk unggulan lokal dari hasil kursus wirausaha di pedesaan. Selain itu melaksanakan penilaian standarisasi lembaga kursus dan pelatihan oleh Badan Akreditasi Fetty Shinta L Nasional Pendidikan Nonformal. Juga mendorong agar 1000 Unit Pelaksana Teknis (UPT) bisa menjadi lembaga uji kompetensi profesi (komputer) berstandar internasional dan tersusunnya 20 jenis SKKNI (Standarisasi Kompetensi Kerja Nasional). 9 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 59 2/19/2007 11:20:06 AM
  • 62. APA SIAPA Bupati Malang Sujud Pribadi, SSos, SE Mukti Ali SEMANGAT PEDULI NONFORMAL Cheche Kirani NGIDAM KUNJUNGI KORBAN BANJIR D unia selebritas Tanah Air tak pernah kehabisan cerita. Ketika Jakarta dihajar banjir besar, awal Februari lalu, warga mengungsi di lokasi mana saja, seorang artis cantik justru “berjuang” mendapatkan izin suaminya untuk sebuah alasan: ia ingin melihat ke lokasi banjir. Sang suami yang tengah sakit dan mesti istirahat di rumah, terang saja keberatan meluluskan keinginan istri tercinta. Namun pada akhirnya ia tak bisa menolak rengekan sang istri. Tak lain karena permintaan itu berhubungan dengan kondisi sang istri yang sedang berbadan dua. Itulah kisah si cantik Cheche Kirani, yang memang tengah hamil. Rupanya permintaan menyaksikan banjir itu bagian dari ngidamnya Cheche. Setelah mendapat ijin Ahmad Hadi Wibowo, sang suami, ia bersama rombongan artis terjun ke lokasi banjir. Tentu saja disertai wanti-wanti Aa Hadi, panggilan akrab suami Cheche itu. Cheche menyambangi daerah banjir di Ciledug, Tangerang. Sambil mengelus-ngelus perutnya, Cheche hanya ada di mobil, tapi itu sudah cukup www.kapanlagi.com membuatnya lega. “Di sini saja, ah. Miris lihat kondisi banjir kayak gitu. Anakku ini mau lihat banjir katanya. Tenang ya, Nak, tenang,” ujarnya. 60 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 60 2/19/2007 11:20:12 AM
  • 63. D kesetaraan, mulai dari Paket A, B, dan C,” I seputar Malang yang berhawa dingin, 2009 nanti,” kata Sujud Pribadi, S.Sos, SE, kata Pak Bupati bersemangat. ada tiga pemerintahan berbeda: Bupati Malang, kepada Mukti Ali, wartawan Yang juga tak kalah penting, kata Pak Kota Malang, Kabupaten Malang, PENA PENDIDIKAN. Bupati, adalah keberadaan TLD alias Tenaga Kota Batu. Ketiganya populer sebagai kota Saking semangatnya, Pak Bupati tak Lapangan Dikmas (Pendidikan Masyarakat). pariwisata, juga dijuluki kota pendidikan plus sekadar duduk di kantor menerima laporan. kota industri. Di sana memang sama-sama “Beliau tidak segan-segan terjun ke pelosok- Rekrutmen TLD pun digalakkan, sejak 200 bejibun apel Malang, tempat wisata, sekolah pelosok menanyakan permasalahan warga,” lalu. Mereka yang terpilih kebanyakan dari unggulan dan perguruan tinggi berkualitas. kata Gatot Sularso, SPd, Msi, Kepala Bagian warga setempat. Tahun 200, Pemkab Tak heran bila tiga daerah ini bahu-membahu Pendidikan Luar Sekolah, Dinas Pendidikan Malang mengangkat orang TLD sebagai saling berbenah. Kabupaten Malang. pegawai tetap, orang di antaranya Yang tengah gencar sekarang ini, mereka Bupati Sujud Pribadi yang kelahiran Pakis menjadi pegawai negeri sipil, sisanya masih berlomba memajukan pendidikan nonformal. Aji, Kabupaten Malang ini punya strategi honorer. Hebatnya, 0 tenaga pendidikan Targetnya, berupaya menjadikan warga penuntasan warga belum berpendidikan lapangan adalah para sarjana. Sedangkan tertinggal menjadi warga berpendidikan. dasar. “Pertama, harus melek huruf. sisanya lulusan SMA. “Mulai 2007 Pemerintah Kabupaten Malang Kedua, punya keterampilan. Ketiga, diberi Salut Pak Bupati. Kegigihan dan menargetkan mengentaskan sekitar permodalan. Keempat, peningkatan keseriusan Kabupaten Malang menggiring wawasan. Peningkatan wawasan dilakukan 17.16 penduduk yang masih bermasalah warganya menuntaskan pendidikan dasar dengan penggalakkan pendidikan patut dicontoh pemerintah daerah lain. pendidikan dasarnya. Harus tuntas pada K ALAU sudah gandrung pada sesuatu, bisa membuat orang Sarah McLachlahan rela mengorbankan apa saja. Setidaknya seperti yang dilakukan, Sarah McLachlahan. ”Saya bahkan tidak tahu apa yang akan saya lakukan tanpa musik dalam hidup saya, ketika saya menginjak dewasa,” ujar penyanyi 9 tahun, asal Vancouver, Kanada. Penyanyi cantik penerima Grammy Award 199-1999 ini menggelar sebuah program musik inovatif “Sarah McLaclahan Music Outreach Program.” Program musik itu bagian dari kegiatan The Sarah McLachlahan Foundation, yayasan yang didirikan dan didedikasikan McLachlahan untuk kecintaannya bermusik. Harapannya, tercetak ABG berkualitas di jalur musik, khususnya piano, gitar, perkusi dan paduan suara. Program itu juga menyediakan jaringan yang memudahkan siswa mampu mengembangkan kecintaan kepada musik. Program Sarah itu didukung Umberella Arts, lembaga nonprofit yang bergerak di bidang visual dan pertunjukan kesenian di Kanada. Umberella Arts berdiri pada 1979, juga di Vancouver. Juga penyanyi dan penulis lagu internasional, dan pelatih musik. Hingga awal tahun ini tak kurang dari 0 orang berpartisipasi di program ini. “Sukses program ini adalah melihat MUSIK BUAT REMAJA senyum di wajah anak-anak. Merasakan bagaimana bangganya mereka bernyanyi dan bermusik dengan baik,” kata Sarah bangga. 61 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 61 2/19/2007 11:20:14 AM
  • 64. CATATAN PENA BWA Oleh : Saiful Anam A pencitraan publik. Dari awal sampai akhir wawancara, apa nda pasti bertanya-tanya, singkatan apa BWA yang dikatakannya masuk kategori “layak kutip”, sebuah itu? Jangan-jangan merek mobil (karena “dekat” pernyataan yang ditunggu-tunggu oleh wartawan. dengan merek mobil BMW), atau sebuah klub Saat itu BWA dengan lugas mengatakan bahwa liga sepakbola Divisi I Inggris, West Bromwich Albion yang persoalan berat yang dihadapinya di Depdiknas adalah singkatannya mirip-mirip WBA. Tapi bukan itu. BWA yang merubah kultur dan pola pikir (mind set) pegawainya. saya maksud adalah Bambang Wasito Adi. Di kalangan wartawan pendidikan yang sehari-hari Wawancara empat halaman itu dibaca dengan tekun oleh ngepos di Departemen Pendidikan Nasional, nama BWA anak buahnya. Ujung-ujungnya, mereka pada ngerumpi, sudah sangat populer. Mereka biasa memanggilnya saling SMS, lalu ketawa-ketawa sendiri. “Tapi, apa yang dengan “Pak BWA” terhadap Kepala Pusat Informasi dan dikatakan Pak BWA bener juga sih,” kata seorang anak Humas (PIH) Departemen Pendidikan Nasional itu. buahnya. Saya baru dua kali mengetengahkan sosok tokoh Ketiga, sekali lagi saya dibuat terperangah saat dalam rubrik Catatan Pena ini. Yang pertama adalah wawancara dengan Pak BWA tanggal 14 Februari lalu Cristiano Ronaldo, bintang sepakbola asal Portugal, yang terkait masalah sosialisasi Kurikulum Tingkat Satuan saya tulis pada edisi perdana Mei 2006 lalu. Saat itu, saya Pendidikan (KTSP). Selain mengutarakan pengakuan yang sudah meramalkan bintang idola saya yang bermain di jujur, ia juga melontarkan ide gila. Ia mengusulkan agar ke Mancherter United itu bakal bersinar pada ajang Piala depan pemerintah tidak mengangkangi sendiri sosialisasi Dunia 2006 di Jerman. KTSP, tapi melibatkan pihak swasta untuk menghidupkan Ronaldo adalah seorang pemain muda yang memiliki skill industri jasa pendidikan. Secara jujur, BWA mengakui bahwa selama ini tinggi. Keterampilan mengolah bola dan umpan-umpannya sosialisasi kurikulum tidak pernah tuntas karena dikangkangi yang akurat membuat decak kagum para penggemar bola. sendiri oleh Depdiknas. Dengan melibatkan swasta, maka Postur tubuhnya yang sangat indah membuat jutaan cewek akan lebih profesional, mendorong partisipasi publik, dan di berbagai belahan dunia sering dibuai mimpi hingga membuat ekonomi bergairah karena dana bergulir ke enggan bangun pagi. Kini, Ronaldo menjadi perbincangan masyarakat. Ia mencontoh pola di Inggris yang publik dunia karena sedang menjadi rebutan dalam sosialisasi kurikulum 40% dikerjakan dua klub raksasa Spanyol: Barcelona dan Real oleh swasta. Pekerjaan serupa juga bisa Madrid. dilakukan untuk program-program lain. Tokoh kedua yang kali ini saya tulis adalah Kalau ide-ide cemerlang itu dikemukakan BWA. Saya beberapa kali bertemu pria oleh pejabat eselon satu seperti Pak Fasli, Pak kelahiran Solo, 1 September 1957, itu baik Dodi Nandika, dan Pak Suyanto, wajar-wajar untuk kepentingan wawancara maupun saja. Bahkan terasa aneh kalau pejabat eselon sekadar bertukar pikiran. Secara pribadi saya satu tidak memiliki gagasan-gagasan besar tidak mengenal dekat Pak BWA. Saya tidak dan segar. Berbincang dengan Pak Fasli, Pak tahu keluarganya, sekolahnya dulu kayak apa, Dodi, dan Pak Suyanto, dan sejumlah pejabat maupun aktivitas lainnya. Saya kenal BWA lain sungguh sangat mengasyikkan. setahun lalu, karena kebetulan saya wartawan Tapi pejabat eselon dua? Memang ada pendidikan dan dia dipromosikan menjadi beberapa yang punya gagasan cemerlang. Tapi yang Kepala PIH. Hubungan dengan Pak BWA ya sebatas mau mengambil resiko dilengser dari jabatannya dengan hubungan kerja. Kalau saja jabatannya bukan Kepala PIH, berbicara blak-blakan ke media, tampak masih jarang. mungkin sampai sekarang saya belum mengenalnya. Salah satunya ya BWA itu. Ia tampak tak peduli dan tak Ada beberapa hal yang membuat saya angkat topi punya beban dalam melontarkan gagasan yang aneh- pada dia. Pertama, tak lama setelah menjadi Kepala PIH, aneh, sebuah gejala yang keluar dari mainstream birokrasi ia memberlakukan penghapusan amplop bagi wartawan Depdiknas. Awalnya kebijakannya itu menimbulkan pada umumnya yang lebih memilih mengamankan perlawanan dari kawan-kawan wartawan. Budaya amplop posisinya. Tak berlebihan jika BWA menjadi sosok itu sudah berlangsung sejak lama. Tapi teman-teman fenomenal. wartawan kemudian melihat sesuatu yang tersirat di balik BWA layak kami ketengahkan karena majalah ini kebijakan Pak BWA, yaitu bekerja lebih profesional. menaruh apresiasi terhadap orang-orang yang punya karya Kedua, saat wawancara dengan Pak BWA yang dan gagasan-gagasan besar untuk kemajuan bangsa kita dimuat PENA PENDIDIKAN edisi Januari lalu, saya ke depan. Lebih baik menjabat sebentar tapi menggoreskan terpana mendengar pengakuannya yang blak-blakan perubahan besar, daripada berlama-lama duduk di kursi terkait persoalan besar yang dihadapinya untuk program empuk tapi tidak melakukan perubahan berarti. 62 Pena Pendidikan  Februari 2007 10_PENA.indd 62 2/19/2007 11:20:17 AM