Your SlideShare is downloading. ×
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
pena pendidikan 05
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

pena pendidikan 05

15,578

Published on

Published in: Education, Business, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
15,578
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
793
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. COVER 1.pmd 1 8/31/2006, 3:12 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 2. Untuk mempercepat program wajib belajar 9 tahun yang direncanakan tuntas c. Dana BOS tidak boleh digunakan untuk : pada TA 2008-2009 pemerintah berupaya untuk mensukseskannya dengan berbagai upaya, dengan salah satu programnya adalah Bantuan Operasional 1. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan. Sekolah (BOS) yang dibiayai dari Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan baker Minyak (PKPS-BBM). 2. Dipinjamkan kepada pihak lain Program ini telah mulai dilaksanakan sejak tahun ajaran 2005-2006. Karena 3. Membayar bonus, transportasi, atau pakaian yang tidak berkaitan BOS adalah program nasional dan memiliki misi yang sangat mulia untuk dengan kepentingan murid. menuntaskan Wajib Belajar 9 tahun maka agar pelaksanaan BOS tepat sasaran, tepat guna dan tepat waktu, maka dengan kegiatan sosialisasi, 4. Membangun gedung/ruangan baru monitoring dan evaluasi yang baik serta sanksi yang tegas diharapkan penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan program dapat 5. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. dihindari. 6. Menanamkan saham 7. Membaiayai segala jenis kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana a. Sasaran dan Besar Dana BOS pemerintah dan atau Pemerintah Daerah, misalnya guru kontrak/guru Besar dana BOS yang diterima oleh sekolah dihitung berdasarkan jumlah Bantu dan kelebihan jam mengajar. siswa dengan ketentuan: Dengan adanya program BOS dikaitkan dengan gerakan percepatan 1. SD/MI/SDLB/Salafiyah/sekolah keagamaan non Islam setara SD penuntasan wajib belajar 9 tahun, maka perlu setiap pelaksana program sebesar Rp. 235.000,-/siswa/tahun pendidikan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 2. SMP/MTs/SMPLB/sekolah keagamaan non Islam setara SMP sebesar Rp. 324.500,-/siswa/tahun 1. BOS harus menjadi sarana penting untuk mempercepat penuntasa Wajar Diknas 9 tahun 2. Melalui BOS, tidak boleh ada siswa putus sekolah karena tidak mampu b. Dana BOS digunakan untuk : memebayar iuran/pungutan yang dilakukan oleh sekolah. 1. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka Penerimaan Siswa Baru: 3. Anak lulusan SD/MI/SDLB, harus dijamin kelangsungan pendidikannya biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan ke tingkat SMP/MTs/SMPLB dengan alasan mahalnya biaya masuk pendaftaran ulang. sekolah. 4. Kepala sekolah diharapkan mencari dan mengajak siswa SD/MI/SDLB 2. Pembelian buku teks pelajaran dan buku referensi untuk dikoleksi di yang akan lulus dan berpotensi tidak melanjutkan sekolah untuk perpustakaam. ditampung di SMP/MTs/SMPLB. Demikian juga bila teridentifikasi anak putus sekolah yang masih berminat melanjutkan agar diajak kembali ke bangku sekolah. 3. Pembelian bahan-bahan habis pakai, misalnya buku tulis, kapur tulis, 5. Pemerintah Daerah harus mengalokasikan dana tambahan (bersama- pensil, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan sama BOS) untuk menuntaskan Wajar Diknas 9 tahun secepatnya. koran, gula, kopi dan teh untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah. Melalui dana BOS diharapkan seluruh siswa dapat menikmati peningkatan 4. Pembiayaan kegiatan kesiswaan : program remedial, program kualitas layanan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang lebih baik, pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang sehingga mutu pendidikan akan meningkat. merah remaja dan sejenisnya. Semua pengelola pendidikan dari tingkat pusat sampai tingkat sekolah/ 5. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan madrasah/pondok pesantren salafiyah di seluruh Indonesia baik di lingkungan hasil belajar siswa. Depdiknas maupun Depag agar memahami dan melaksanakan program tersebut dengan sebaik-baiknya. Dimohon agar masyarakat ikut berpartisipasi 6. Pengembangan profesi guru: pelatihan, KKG/MGMP dan KKS/MKKS. melakukan pengawasan dan melaporkan jika ada penyelewengan melalui tlp: (021) 5725980 atau 0800-140-1299 (bebas pulsa) atau fax: (021) 5731070. 7. Pembiayaan perawatan sekolah: pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler dan perawatan lainnya. 8. Pembiayaan langganan daya dan jasa: listrik, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. 9. Pembayaran honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer sekolah yang tidak dibiayai dari pemerintah dan atau Pemerintah Daerah. Tambahan insentif bagi kesejahteraan guru PNS ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah. 10. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin. Direktur Jenderal Direktur jenderal 11. Khusus untuk pesantren salafiyah dan sekolah keagamaan non islam, Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Islam dana BOS dapat digunakan untuk biaya asrama/pondokan dan membeli Departemen Pendidikan Nasional Departemen Agama peralatan ibadah. 12. Pembiayaan pengelolaan BOS: ATK, penggandaan, surat-menyurat dan penyusunan laporan. 13. Bila seluruh komponen di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS Prof. Suyanto, PhD. Jahja Umar PhD. dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat NIP. 130 606 377 NIP. 130 885 522 digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran dan mebeler sekolah. IKLAN 2.pmd 2 8/30/2006, 10:25 AM Black
  • 3. Black Magenta Yellow Cyan 8/30/2006, 10:24 AM 3 Editorial 03.pmd 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Agustus 2006 Pena Pendidikan Pena Pendidikan September2006 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 3 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 E-mail: redaksipena@rekacipta.com 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Telp/Faks: +6221 797 3957 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 JAKARTA 12770 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Jl Pengadegan Barat Raya 22 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Pena Pendidikan 432121098765432109876543210987654321 sejahtera? P 432121098765432109876543210987654321 Surat untuk seluruh bagian dialamatkan: 432121098765432109876543210987654321 hidup layak? Untuk mendongkrak HDI mengapa bukan dengan membuat kami 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 seberapa penting saya bisa membaca, kalau saya tak bisa makan, berpakaian dan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Rek. 064.01.63285.006 432121098765432109876543210987654321 Dalam lubuk hati terdalam, warga buta aksara yang juga warga miskin itu bertanya: 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Bank Niaga cab. BEJ Jakarta 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 PT Reka Gagas Cipta 432121098765432109876543210987654321 jumlah buta aksara. 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 BANK 432121098765432109876543210987654321 mendongkrak angka HDI konon ongkos paling murah adalah membabat habis 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 yang rendah menjadi sebab jebloknya peringkat HDI yang berkutat di 110. Untuk 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Dipo Handoko 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 adalah ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Tingkat melek aksara di Indonesia 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 GENERAL MANAJER OPERASIONAL 432121098765432109876543210987654321 Development Index/HDI) yang dilansir UNDP tiap tahun. Komponen penilaian HDI 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Alasan praktisnya, untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (Human 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Saiful Anam 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 DIREKTUR 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 penduduk, pemerintah dikategorikan melanggar HAM. 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 mendasar karena jika Indonesia tidak memberi kemampuan keaksaraan kepada 432121098765432109876543210987654321 Iwan Qodar Himawan 432121098765432109876543210987654321 melek aksara dipandang perlu karena alasan praktis dan mendasar. Alasan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 DIREKTUR UTAMA 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas menyatakan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 PT Reka Gagas Cipta 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 diusulkan Rp 1,3 triliun. Seberapa pentingkah capaian angka itu? 432121098765432109876543210987654321 PENERBIT 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 sekira 13 jutaan. Tahun depan alokasi anggaran untuk pemberantasan buta aksara 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 angka buta aksara menjadi 7,7 juta pada 2009. Saat ini warga buta huruf masih 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Dana Rp 200 miliar dianggarkan tahun ini untuk mencapai target menurunkan 432121098765432109876543210987654321 Ahadian Febrie 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 KEUANGAN 432121098765432109876543210987654321 menjadi landasan hukum. 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara 432121098765432109876543210987654321 Sari Hidayat 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Nomor Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan 432121098765432109876543210987654321 IKLAN 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 menjadikan pemberantasan buta aksara sebagai program prioritas. Instruksi Presiden 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Aksara Internasional, 8 September, yang dipusatkan di Surabaya. Depdiknas 432121098765432109876543210987654321 Arif Wahyudi 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Hajatan besar yang juga menjadi fokus perhatian Depdiknas adalah peringatan Hari 432121098765432109876543210987654321 ARTISTIK & DESAIN KOM. VISUAL 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 enam isu utama tadi. 432121098765432109876543210987654321 Camelia Martini Iskandar 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 menanti kebijakan baru apa bakal menggelinding, setidaknya berkaitan dengan 432121098765432109876543210987654321 SEKRETARIAT REDAKSI 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 pendidikan? Mau diapakan rekomendasi itu? Masyarakat pun terus bertanya dan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 berlalu. Sesungguhnya, apa saja rekomendasi para ahli pendidikan dan stakeholder 432121098765432109876543210987654321 Frieska Evita Ayurananda (Thailand) 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Pertanyaan besar menggantung setelah selang sebulan acara Konferensi Nasional 432121098765432109876543210987654321 Jenni Wang (Spanyol) 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Miranti Hirschmann (Jerman) 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 sosial, dan kompetensi kepribadian. 432121098765432109876543210987654321 KORESPONDEN LUAR NEGERI 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 pendidik yang meliputi kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi 432121098765432109876543210987654321 Mukti Ali (Malang) 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 kalender Agustus berganti. Guru-guru masih menanti aturan penilaian ujian sertifikasi 432121098765432109876543210987654321 Suhartono (Balikpapan) 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 rambu baru buat guru, yang diatur dalam PP Guru, masih tetap dinanti, hingga 432121098765432109876543210987654321 KORESPONDEN DALAM NEGERI 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Juga seputar sertifikasi pendidik. Janji pemerintah segera mengundangkan rambu- 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Asmayani Kusrini 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 metodologi, dan model alternatif ujian nasional. 432121098765432109876543210987654321 Vina Firmalia 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 yang masih diperlukan. Banyak masukan mengenai perlunya evaluasi menyeluruh, 432121098765432109876543210987654321 Budi Kurniawan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 memang telah diberitakan di media massa. Di antaranya, mengenai Ujian Nasional 432121098765432109876543210987654321 Dipo Handoko 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Hasil sidang komisi itu belum dipublikasikan secara resmi. Beberapa rekomendasi 432121098765432109876543210987654321 Saiful Anam 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Iwan Qodar Himawan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 menengah, dan pengakuan kelulusan pendidikan keagamaan (Komisi VI). SIDANG REDAKSI 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 istimewa (Komisi V), serta penuntasan desentralisasi pendidikan jenjang dasar dan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 sistem seleksi dan pembinaan peserta didik berpotensi kecerdasan dan atau bakat 432121098765432109876543210987654321 Dipo Handoko 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 mutu sarana dan prasarana, pembelajaran berbasis ICT dan TV Edukasi (Komisi IV), 432121098765432109876543210987654321 REDAKTUR PELAKSANA 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 penjaminan mutu melalui saluran pendidikan bertaraf internasional, peningkatan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 kualifikasi dan sertifikasi pendidik, kurikulum, dan metode pembelajaran (Komisi III), Saiful Anam 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 mutu melalui ujian nasional (Komisi II), penjaminan mutu melalui peningkatan PEMIMPIN PERUSAHAAN 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 penyempurnaan Rencana dan Strategi Pendidikan Nasional (Komisi I), penjaminan PEMIMPIN REDAKSI/ 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Ada isu-isu penting dibahas enam komisi dalam sehari semalam. Yakni 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Iwan Qodar Himawan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Revitalisasi Pendidikan untuk Mencerdaskan Bangsa. 432121098765432109876543210987654321 PEMIMPIN UMUM 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 kemasyakatan, itu digelar di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 7-9 Agustus. Tema besarnya H 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 kabupaten, kota, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, hingga organisasi 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 Nasional Revitalisasi Pendidikan yang diikuti pejabat dinas pendidikan provinsi, Edisi 05/Tahun I/September 2006 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 HAJATAN besar mengawali perjalanan pendidikan di awal Agustus lalu. Konferensi ISSN 1907-4239 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 pendidikan 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 EDITORIAL 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 432121098765432109876543210987654321 pena
  • 4. DAFTAR ISI 60 Dok. Ibu Guru Kembar 10 APA SIAPA SUSAN MERASA BEDA Hari Aksara Internasional, 8 September, diperingati di Surabaya, Jawa Timur. Buat Susan Bachtiar sehari-harinya mendongkrak jumlah melek aksara menghabiskan sebagian waktunya sebagai Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 guru bahasa Inggris di TK Santa Theresia, tentang Gerakan Nasional Percepatan Jakarta. Namun, ia mengaku kerepotan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan melayani para sejawatnya, guru-guru. Yang Dasar Sembilan Tahun dan ini tentu saja bukan soal ajar-mengajar. Ini Pemberantasan Buta Aksara pun soal melayani foto bersama guru-guru, kala dikeluarkan. Sembilan provinsi yang Susan menjadi pembawa acara di kegiatan menjadi kantung buta aksara mendapat di Departemen Pendidikan Nasional, awal BAHASAN UTAMA prioritas. Dana sebesar Rp 1,3 triliun bakal Agustus lalu. dikucurkan tahun depan. Demi meraih Pekerjaan menjadi MC bukan hal baru BERPACU MENUJU MELEK AKSARA peringkat HDI lebih baik. bagi Cover Girl Majalah Mode pada 1990 ini. “Tapi beda juga ya ternyata menjadi MC di depan Menteri dan para penggiat Dok. Gim Depdiknas 38 pendidikan,” kata Susan, yang menjalani profesi guru Perhelatan besar digelar di Jakarta, 7-9 bahasa Agustus lalu. Rakornas itu membahas Inggris penanggulangan bencana alam, sejak 1996 pemanfaatan bioenergi sebagai bahan itu. bakar alternatif, dan Konferensi Nasional Revitalisasi Pendidikan. Enam isu utama pendidikan dibahas. Ujian Nasional disepakati dipertahankan. Namun muncul usulan ujian nasional alternatif. Ada desakan agar pemerintah memperhatikan nasib guru-guru di daerah terpencil dan bermasalah. Tuntutan BAHASAN KHUSUS relevansi pendidikan dan dunia kerja mengemuka. MENANTI TUAH HAJATAN BESAR 28 KEJURUAN SMKN 57 JAKARTA MENENGAH SMAK I BPK PENABUR JAKARTA 24 Dok. Pribadi 4 Pena Pendidikan September 2006 DAFTAR ISI 04-05.pmd 4 8/30/2006, 12:44 PM Cyan Magenta Yellow Black
  • 5. INTERNASIONAL 43 SANG MENTERI KEJEBLOS ULAH PLAGIAT Sungguh tak mudah menjadi menteri pendidikan, paling tidak itulah yang terjadi di Korea Selatan. Tiga pekan ini, negeri yang kerap dijuluki sebagai macan industri baru Asia ini tak punya menteri pendidikan. Kim Byong-Joon, yang baru diangkat akhir Juli lalu, harus lengser pekan kedua Agustus lalu Hingga akhir Agustus, belum 46 ditemukan penggantinya. 60 3 EDITORIAL 4 DAFTAR ISI 6 SUARA PEMBACA FIGUR 8 TEKNOLOGI 10 BAHASAN UTAMA Prof Dr H Abdul Malik Fajar, MSc 22 DASAR MEMBANGUN IKON AGAR TAK (LAGI) KEBANGGAAN DIBISNISKAN MUHAMMADIYAH 24 MENENGAH SMAK 1 BPK PENABUR GURU Pahlawan dengan 30 Siapa tak kenal sosok Abdul Malik Fadjar. JAKARTA Tanda Jasa Di dua pemerintahan, ia pernah dipercaya 28 KEJURUAN sebagai menteri agama dan menteri SMKN 57 JAKARTA pendidikan nasional. Darah guru memang 30 GURU mengalir dari ayahnya. Kiprahnya di dunia PAHLAWAN DENGAN TANDA pendidikan Muhammadiyah amat JASA membanggakan. Sentuhan tangan dinginnya SELEKSI SARAT CELAH mengukuhkan 33 NONFORMAL Universitas RAME-RAME PINDAH JALUR Muhammadiyah 46 INTERNASIONAL Malang TAK CUKUP HANYA SEABAD sebagai PERISTIWA Bahasa 48 PERISTIWA perguruan 48 Indonesia Lebih Besar BAHASA INDONESIA LEBIH tinggi terbesar, BESAR Mukti Ali/PENA termegah, KOLABORASI DUA RAKSASA dan terbaik. MENGHIDUPKAN KI DAN ENGKU DARI SEKS HINGGA KETERAMPILAN LEBIH CEPAT DARI DAKKAR 55 KOLOM UNI Z LUBIS: TOM AND JERRY PERISTIWA 56 KRONIKA Kolaborasi 50 Dua Raksasa 5 Pena Pendidikan September 2006 DAFTAR ISI 04-05.pmd 5 8/30/2006, 12:44 PM Cyan Magenta Yellow Black
  • 6. SUARA PEMBACA SEKOLAH PINGGIRAN Semoga Majalah PENA PENDIDIKAN terus berkiprah dan mendapat tanggapan yang Salam hangat. Saya sebenarnya sudah positif dari berbagai pihak. Terimakasih, beberapa waktu ini membaca PENA Dede Kurniawan PENDIDIKAN. Bagi saya apa yang Wonosari, Kota Metro Lampung disampaikan majalah ini sungguh berbeda dengan majalah lain. Sangat sedikit media yang bergerak di dataran pemberitaan tentang pendidikan. Apalagi masih banyak pihak yang menganggap pemberitaan dan diskursus PAKET C tentang pendidikan adalah hal yang tidak populer. Ujian Nasional masih menyisakan Ketika membaca PENA PENDIDIKAN persoalan. Pemerintah tampaknya menyiapkan edisi Juni lalu, saya membaca profil Sylviana “penebus kesalahan” dengan Murni, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI. penyelenggaraan Paket C. Berita Paket C Di situ saya tertarik dengan sosok dan sering muncul di banyak media. Namun saya kebijakan beliau. Sangat sedikit pejabat wanita menduga kebijakan Paket C, yang sebagian eselon tinggi. Semoga Ibu bisa mengemban besar diikuti siswa pendidikan formal yang tugas meningkatkan kualitas pendidikan di gagal di Ujian Nasional, hanyalah akal-akalan Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional. Apalagi dari Harapan saya, tolong sekolah-sekolah beberapa teman, saya dengar soal-soal yang pinggiran kota, dan yang jauh dari jangkauan diujikan tak banyak berbeda dengan soal-soal seperti di Kepuluan Seribu juga diperhatikan. Nomor 05/Tahun 1/September 2006 Ujian Nasional. Jika dugaan ini benar, maka Tak sedikit sekolah bangunannya sudah yang Ilustrasi cover : Arif W/PENA sepatutnya ujian Paket C didesain berbeda tak layak untuk belajar mengajar. * Ongkos kirim per edisi: Jabodetabek Rp 2.000, Pulau Jawa Rp 5.000, dan luar Pulau Jawa Rp 7.000 6 Pena Pendidikan September 2006 SUARA PEMBACA 06-07.pmd 6 8/31/2006, 3:14 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 7. dan jauh lebih baik, sehingga hasil ujian itu Apakah majalah ini milik Depdiknas? Mengapa Ambruknya sekolah ini berbeda dengan menjadi beda dan berkualitas. hampir semua informasi merujuk pada rusaknya jembatan. Jika jembatan tak pernyataan pejabat Depdiknas? Tampaknya menyisakan trauma psikologis, sekolah pasti M. Suarif Djarwo, Spd. redaksi menghindari suara kritis terhadap menyisakan trauma pada para murid dan guru. Jl. Jend. Soedirman , Kuningan Jawa Barat kebijakan pemerintah. Nah, dalam soal ini apa dan bagaimana Saran saya, ke depan Majalah PENA kebijakan Depdiknas menghadapi dan PENDIDIKAN harus memberi ruang yang lebih menyelesaikannya? Tolong di edisi mendatang luas kepada berbagai pihak yang memberikan PENA PENDIDIKAN bisa mengupas nasib TERTIBKAN OPSPEK kritik plus solusi yang konstruktif dalam setiap pendidikan pasca musibah. Jangan hanya berita yang ditulis. menulis sesaat setelah bencana datang Memasuki tahun ajaran baru di berbagai Hidayat Ibnu Isnugraha, ST perguruan tinggi, selalu saja soal OPSPEK — Jalan Cucur Barat, Jalan Raya Jabung, dulu dikenal sebagai Mapram dan Masa Bintaro, Tangerang, Gantiwarno Plonco— menjadi “tradisi” yang dilaksanakan. BANTEN KLATEN Setiap kali digelar, Opspek selalu jadi masalah. Tak jarang kita dengar perilaku para senior *) Pena Pendidikan adalah majalah menyakiti para juniornya, ada pemukulan dan independen, tidak condong pada institusi intimidasi. Bahkan sebuah perguruan tinggi di SEKOLAH LUAR BIASA tertentu, baik pemerintah dan lembaga Surabaya sempat melarang para wartawan tertentu lainnya. Redaksi bukan anti-suara mengambil foto aktivitas Opsepk yang mereka kritis, namun kami lebih suka mencari solusi Membaca PENA PENDIDIKAN bisa lakukan. bagi perbaikan pendidikan nasional. Terima mencerahkan pikiran soal pendidikan. Menurut saya sudah saatnya pemerintah kasih atas masukannya. Beberapa kali saya baca PENA PENDIDIKAN melakukan intervensi mengatur soal Opspek menulis profil beberapa sekolah, baik di Jakarta ini. Jangan sampai korban-korban berjatuhan maupun di daerah. Saya salut. Saya jadi hanya karena aroganisme para senior kampus. mengetahui bagaimana para pengelola PROFIL BUTET Dian Maulana sekolah menjalankan aktivitas mereka MANURUNG Palangkaraya, Kalimantan Tengah sehingga bisa menjadikan sekolahnya baik dan bermutu. Saya cukup intens mengikuti Saya usul PENA PENDIDIKAN juga perkembangan dunia pendidikan. Saya ingin menulis profil sekolah yang tidak “biasa”. SOSOK MENCERAHKAN mencermati segelintir kebijakan pemerintah. Maksudnya sekolah-sekolah untuk anak Seringkali kebijakan pemerintah lebih berkemampuan khusus, seperti sekolah untuk Sebelumnya selamat atas terus mengutamakan Jakarta dan kurang anak autis, sekolah luar biasa. Kelompok anak berkiprahnya Majalah PENA PENDIDIKAN. memperhatikan aspirasi daerah. Padahal, dengan kemampuan khusus ini sangat Semoga terus berjaya. Saya hanya ingin banyak pihak di daerah mau dan sudah terpinggirkan. Mohon diperhatikan. memberikan masukan. Saya rasa selama ini bekerja banyak untuk pengembangan dr Dwi Budi Darmawati kita kekurangan sosok yang mampu menjadi pendidikan. Tengok apa yang dilakukan Butet Jalan Sriwijaya contoh dan memberi pencerahan dalam Manurung yang mau berdiam di hutan untuk Semarang menghadapi kehidupan berbangsa yang masih memberdayakan anak-anak dari suku saja buram ini. terasing. Akan lebih baik jika Majalah PENA Kita bisa belajar banyak dari dia. Kebijakan PENDIDIKAN sering menampilkan sosok- pusat pun sudah saatnya menjamah kami yang TULISAN PANJANG sosok yang mencerahkan itu. Terutama di daerah. Pemerintah daerah pun sudah mereka yang bergerak di bidang pendidikan. semestinya lebih memberi perhatian pada Saya guru yang telah memasuki masa Saya kira di seluruh pelosok negeri ini masih pendidikan. Kapan Majalah PENA persiapan pensiun. ada orang-orang yang mau berbuat ikhlas PENDIDIKAN menulis profil orang-orang Usul saya, tolong tulisan tiap artikel jangan untuk sesamanya melalui pendidikan. daerah seperti Butet Manurung? terlalu panjang. Bukankah lebih baik dapat banyak berita, dengan tulisan yang padat, Karmelia Sunandar Ir Tri Rahyuono daripada tulisan panjang-panjang tapi macam Pengadengan Barat Raya, Jakarta Selatan Jalan Laksda Adisucipto beritanya hanya dapat sedikit. Selain itu tolong YOGYAKARTA -55281 pilihan tipografi hurufnya agak diperbesar, atau diperenggang jarak barisnya. Mungkin, usulan JANGAN DIKNAS ini mewakili pembaca seusia saya dengan SENTRIS SEKOLAH di DAERAH penglihatan sudah berkurang ketajamannya. GEMPA Terima Kasih Setelah beberapa kali membaca Majalah Drs Sukardi Nh PENA PENDIDIKAN saya kagum juga. Bencana yang datang bertubi, membuat Jalan Klebengan Blok D-19 Ternyata masih ada yang mau menerbitkan banyak hal rusak dan porak-poranda. Sleman, majalah bertemakan pendidikan. Namun, Sepanjang tahun ini saja, bencana datang YOGYAKARTA kekaguman saya bercampur dengan berkali-kali di negeri kita ini. Dan korbannya kekhawatiran karena. Sebab, hampir di semua tak hanya infrastruktur penting seperti * Usulan Anda akan kami pertimbangan. penulisan, Majalah PENA PENDIDIKAN jembatan dan jalan semata. Tapi juga adalah Terima kasih atas usulannya. bernuansa sangat “Depdiknas sentris.” bangunan sekolah di berbagai daerah. 7 Pena Pendidikan September 2006 SUARA PEMBACA 06-07.pmd 7 8/31/2006, 3:14 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 8. TEKNOLOGI APPLE UNTUK SEKOLAH www.sk1jbt.com S ekolah Seni dan Desain Ringling, Florida, Amerika Serikat, memberikan MacBooks untuk semua murid barunya. Laptop ini digunakan sebagai peralatan bagi mahasiswanya untuk mendesain, menggambar, serta mengerjakan PR. Harganya, untuk kurs rupiah antara Rp 10 juta-Rp 15 juta, tergantung serinya. Laptop ini dilengkapi berbagai program yang mampu membuat grafis dengan menawan. Di antaranya Adobe Creative Suite. Selain itu dilengkapi sistem operasi Microsoft Office. Salah satu alasan Sekolah Desain Ringling memilih MacBooks memang pada kemampuannya untuk beroperasi pada dua sistem sekaligus, Mac OS X dan Microsoft Windows. Selain, tentu saja, gampang dijinjing. Namun, peralatan itu harus dikembalikan setelah mahasiswa lulus sekolah, atau drop out. Dengan adanya laptop gratis ini, rasio mahasiswa dengan komputer tetap terjaga 2:1. Nasib baik Apple di Amerika itu sayangnya tak diikuti dengan yang di Australia. Di Benua Kanguru ini, Departemen Pendidikan dan Pelatihan terlibat perang diam-diam dengan Macs. Koran Sidney Morning Herald edisi 22 Agustus lalu memberitakan, kasus ini terjadi karena Apple Australia tidak setuju dengan usulan Departemen Pendidikan dan Pelatihan dalam hal program “Note- EVALUASI TEKNOLOGI book untuk guru.” Dalam program itu, antara lain, diatur mengenai tata cara SEKOLAH penukaran PC atau laptop lama dengan MacBooks yang baru. Namun, Apple Australia keberatan karena usulan para guru dan P emerintah Malaysia memutuskan untuk mengevaluasi Departemen Pendidikan dipandang menyimpang dari aturan main kembali penggunaan teknologi di sekolah-sekolahnya. internasional. Mereka tak ingin, pembelian komputer, pemakaian internet, Lembaga riset pasar IDC Australia dan PC Tracker dari New serta berbagai peralatan teknologi informasi lainnya, mubazir. Zealand, dalam tulisannya menyebutkan, Apple sebetulnya Termasuk yang akan dikaji ulang adalah proyek populer seperti penguasa pasar di Australia hingga kwartal empat. Departemen “sekolah cerdas”, pengajaran matematika dan sains dalam Pertahanan, sekolah-sekolah swasta maupun pemerintah, Bahasa Inggris, SchoolNet, serta pendirian laboratorium menggunakan Apple. Namun, adanya ribut-ribut Apple dengan komputer sekolah. Departemen Pendidikan diperkirakan akan mengganggu pasar Sebuah perusahaan teknologi, MSC Technology Centre Apple. P Sdn Bhd (MSCTC), memenangkan kontrak untuk menjalankan evaluasi itu. Nilainya RM 7 juta, atau hampir Rp 17,3 miliar (1 RM = Rp 2.471, kurs 24 Agustus). September ini, awak pasukan INTERNET DEMI KEMAKMURAN MSC Technology langsung bergerak. Diperkirakan butuh waktu 10 bulan untuk menuntaskan pekerjaan. Kepala Eksekutif MSC Technology, Mohamad Suhaimi Penggunaan internet untuk Mohamad Tahir, mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji mempercepat penyebaran tata efektivitas program teknologi dan informasi yang diterapkan cara pengajaran yang baik, kini Malaysia dalam Rancangan Pembangunan Tahap 8 (8th Ma- tak terhindarkan lagi. Termasuk di laysia Plan). Ini diperlukan agar dalam program tahap sembilan Namibia, sebuah negara di bagian (9th MP), tak terjadi kemubaziran. selatan Afrika sana. Pada 13 Sep- Sebanyak 10.000 sekolah dan lembaga pendidikan di tember ini, pemerintah setempat bawah Kementerian Pendidikan akan diaudit pemakaian meluncurkan program yang diberi teknologinya. Pekerjaan ini diperkirakan butuh waktu tiga bulan nama gagah: Tech/Na. Kegiatan hingga selesai. Pada saat yang sama, di 2.000 sekolah ini ditujukan bagi siswa taman dilangsungkan survei kuantitatif. Pada tahap akhir, dilakukan kanak-kanak hingga tingkat SMA, survei kualitatif di 300 sekolah. Proyek ini melibatkan 400 tenaga dimaksudkan agar mereka melek Alfred Ilukena ahli teknologi. internet. Pemakaian teknologi yang akan diaudit adalah perangkat Kata Wakil Menteri Pendidikan, Alfred Ilukena, pemerintah komputer seperti server dan laptop, peralatan digital seperti ingin meningkatkan kualitas pendidikan secara cepat. Para guru VCD/DVD players dan kamera digital, serta piranti lunak dan murid pun harus memiliki akses terhadap internet. Sehingga pendidikan yang dipakai sekolah. mereka bisa mendapatkan materi pelajaran serta cara mengajar Pemerintah Malaysia menargetkan RM 2,3 miliar, tak kurang secara benar. dari Rp 5,68 triliun, untuk menerapkan teknologi komunikasi Beberapa materi penting sudah disiapkan. Di antaranya, dan informasi di sekolah, selama Pembangunan Malaysia bagaimana mengangkat rakyat Namibia dari lembah kemiskinan. Tahap Sembilan (9th MP). P “Kami ingin pemanfaatan teknologi lewat sekolah bisa mempercepat kemakmuran negeri,” kata Ilukena. P 8 Pena Pendidikan September 2006 TEKNOLOGI 08-09.pmd 8 8/30/2006, 1:42 PM Cyan Magenta Yellow Black
  • 9. TATKALA LEMAK BERLIMPAH ROBOTEL SAHABAT GURU & MURID K emajuan teknologi menimbulkan kemudahan bagi kehidupan P erusahaan Kanada, Robotel Inc belum lama ini memproduksi kita. Para guru dan murid jaman sekarang, misalnya, tak Robotel & Smartclass. Produk yang dirancang untuk perlu bersusah payah mengayunkan kaki berjalan puluhan kilo- memaksimalkan kegiatan pembelajaran ini di Indonesia meter ke tempat sekolahnya. Sudah ada mobil angkutan umum didistribusikan oleh EP-TEC Solutions Indonesia. atau kereta api. Untuk menuju lantai di gedung jangkung, juga Cukup dengan menambahkan perangkat khusus Robotel, tak perlu susah-susah mendaki. Sudah ada keranjang gerak, yaitu Switching System Tools dan didukung SmartClass Software yang populer disebut sebagai lift. pada jaringan. Maka komputer laboratorium berubah fungsi menjadi Berkurangnya aktivitas tubuh itu menimbulkan masalah baru: Language Lab Digital yang multifungsi bagi para pengajar dan kegemukan. Inilah persoalan yang dialami para murid di sejumlah siswa. negara maju, seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura. Menurut Andika Pratama, Products Executive EP-TEC Solu- Bila kegemukan menimpa kaum muda, seperti para murid, tions, produk yang mereka pasarkan ini banyak memiliki persoalan tak begitu berat. Namun, bila yang terkena adalah keunggulan. Sejumlah fiturnya, antara lain bisa mengoperasikan kaum berusia lanjut, seperti para guru yang menjelang pensiun, dari komputer sentral (guru) dan mendisplay visual ke seluruh dampaknya bisa ke mana-mana. komputer murid. Selain itu bisa bisa mempresentasikan hasil kerja Selama 10 tahun Pemerintah Amerika Serikat meneliti salah satu muridnya ke murid lain. Alat ini juga bisa membantu guru kegemukan terhadap 500.000 orang berusia 50-an tahun. mengajar satu-dua siswa, atau lebih, selagi mayoritas murid lain Hasilnya dimuat di New England Journal of Medicine, akhir mengerjakan tugas. Guru juga dapat mengontrol keyboard dan Agustus lalu. Mereka yang berat badannya di atas normal, meski mouse semua siswanya. Robotel & Smartclass telah digunakan di hanya sedikit lebih berat, berpeluang mati lebih cepat 20-40%. Universitas Pelita Harapan. P Bila kegemukan itu menimpa kaum perempuan, peluang dampak buruknya jauh lebih besar. “Pada perempuan, dampak kegemukan langsung muncul begitu kelebihan berat terjadi. Sementara pada pria, Anda cukup TIPS: lari-lari atau jalan kaki untuk mengusir si lemak,” kata Michael F MENCARI DATA LEWAT Leitzmann, periset pada Institut Kanker Nasional, yang menjadi INTERNET penulis di jurnal. Temuan Leitzmann dan timnya ternyata sama dengan hasil P riset Universitas Yonsei, Seoul bersama Universitas John Hopkins, emakaian internet untuk mencari data, atau untuk melongok Amerika Serikat. Dua universitas ini selama 12 tahun meneliti artikel dan hasil riset, sudah menjadi hal umum. Berkat sekitar sejuta warga dewasa Korea Selatan yang kegemukan. teknologi ajaib ini, kita bisa mendapatkan berbagai hasil riset Risiko mereka terhadap kanker dan kematian bertambah, seiring secara gratis, walau ada juga yang harus bayar. bertambahnya berat. P Namun, bila tak berhati-hati, survei di internet akan memakan waktu, bikin pusing, dan tak akan mendapat hasil yang dikehendaki. Untuk itu, perpustakaan Universitas Monash, www.cifca.com Australia (http:/www.lib.monash.edu.au), mengeluarkan petunjuk singkat bagi siapa saja yang hendak riset di jagat maya. 1. Sebelum mencari, hendaknya sudah tahu lebih dulu apa saja kata-kata kunci yang akan kita pakai. 2. Apakah yang dicari merupakan perusahaan, makalah, nama orang, berita, atau tempat. 3. Penelusuran tema melalui mesin pencari (altavista, google, yahoo, northernlight, dsb), memang berlangsung cepat. Tetapi, hasil pencarian yang didapat bisa melimpah ruah, bahkan hingga ratusan ribu, atau puluhan juta artikel. Karena itu, Anda harus betul-betul paham tentang: tema apa yang dicari, pertanyaan utamanya, serta adakah cara lain untuk menelusurinya. Cobalah Anda ketik: http:// www.google.com, lalu masukkan kata “Jakarta” di kotak pencarian. Anda akan mendapatkan puluhan juta lembar naskah. Karena itu, tema apa mengenai Jakarta yang Anda merasa kegemukan? Cek dengan rumus Indeks Massa dicari, harus jelas. Tubuh (IMT). 4. Untuk tema yang sudah jelas tempat pencariannya, lebih berat badan (kg) cepat bila penelusuran melalui gerbang khusus, dalam IMT = tinggi (meter) 2 bahasa internet disebut gateway. Bila Anda hanya mencari naskah tentang Jakarta yang di koran-koran Indonesia, Bila skor antara 25-30, Anda terbilang gemuk. atau dalam bahasa Indonesia, sebaiknya cukup lewat Bila skor lebih dari 30, Anda ekstra gemuk. www.google.co.id. Bila Anda ingin mencari naskah serupa Contoh: Berat = 70 Kgr, Tinggi = 160 cm= 1,6 meter di media Australia, silakan masuk ke gerbang Australia, IMT = 70/(1,6)2 = 27,4 seperti www.google.co.au, atau www.yahoo.co.au. P Skor ini indikator kegemukan 9 Pena Pendidikan September 2006 TEKNOLOGI 08-09.pmd 9 8/30/2006, 1:42 PM Cyan Magenta Yellow Black
  • 10. BAHASAN UTAMA Dok. GIM Depdiknas “ Berpacu Menuju MELEK AKSARA L asinten menghabiskan hampir sepertiga pernah belajar di SD dengan biaya hasil jualan cilok, umurnya di SDN I Kota Lama Malang, Jawa yang sehari kecipratan untung berkisar Rp 20.000. Timur. Lebih dari 15 tahun ia menjalani Lasinten sama sekali tak paham apa arti penting profesinya yang selalu dikelilingi anak-anak. Peringatan Hari Aksara Internasional, pada 8 Septem- Saban pagi hingga mentari sedikit condong ber, yang dipusatkan di Surabaya, sekira dua jam Pemberantasan Buta ke barat, ia selalu “ngantor” di sana. Ia selalu dinanti perjalanan mobil dari tempat mangkal Lasinten sehari- Aksara menjadi hari. Ia hanya bisa bilang, “Lha wong sudah telanjur murid-murid. gerakan nasional. telat, sudah tua, Mas. Malu saya belajar membaca.” Namun, Lasinten bukan guru sekolah itu. Ia Malang dikenal sebagai kota pendidikan. Tak melakoni hari-harinya sebagai penjual cilok —aci Sembilan provinsi menjamin bebas buta aksara. Memang, hanya ada dicolok, jajanan dari aci berbentuk seperti bakso, menjadi kantung buta 0,1% dari total penduduk Malang sebanyak 782.110 dimakan dengan saus kacang. Janda bercucu empat orang (Juni, 2005). Angka yang relatif sangat kecil. dari putri tunggalnya itu memang setiap hari ada di aksara. Upaya Toh, Pemerintah Kota Malang hanya berani sekolah. Namun ia sama sekali tak pernah mencicipi mendongkrak indeks mencanangkan bebas buta aksara pada 2007. bangku sekolah. pembangunan Pasalnya, “Kebanyakan penyandang buta aksara “Saya ini orang bodoh, tidak pernah sekolah. adalah pendatang miskin. Mereka lari ke kota untuk Namun saya senang bisa melayani anak-anak sekolah. manusia (HDI) dengan mencari nafkah. Akibatnya penyandang buta aksara Wong, hanya ini yang bisa saya lakukan, Mas,” kata ongkos paling murah. di perkotaan sepertinya tidak ada tuntasnya,” kata nenek 50 tahun yang tinggal di Gang 12, Lesanpuro, Dra Zubaidah, Kepala Bagian Pendidikan Luar Malang. Tapi, butuh dana Rp Sekolah Dinas Pendidikan Kota Malang. Lasinten hanya satu di antara 870 orang 1,3 triliun tahun depan. Padahal, upaya memberantas buta aksara telah penyandang buta aksara di Malang. Atawa satu di dilakukan sesuai Instruksi Presiden Nomor Nomor 5 antara hampir 4 jutaan penduduk Jawa Timur yang Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan buta huruf. Ia hanya bisa bersyukur, putri tunggalnya 10 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 10-13.pmd 10 8/31/2006, 8:03 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 11. Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan METODE BAHASA IBU KANTUNG-KANTUNG Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Pemerintah Depdiknas mau tak mau harus bekerja sama BUTA AKSARA Kota Malang melibatkan sejumlah organisasi dengan semua pemerintah provinsi, kabupaten dan kemasyarakatan, di antaranya PKK, Muslimat NU, kota. Kerjasama digalang melalui Unit Pelaksana Hanya sembilan provinsi dari Aisyah, Persit, LPM Universitas Muhammadiyah Teknis Ditjen PLS, seperti Sanggar Kegiatan Belajar, 33 provinsi menjadi kantung buta Malang, dan sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Balai Pengembangan Kegiatan Belajar, Balai aksara. Namun jumlahnya lebih Masyarakat (PKBM). Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan dari 81% angka buta aksara Dana operasional pemberantasan buta aksara Pemuda, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Juga nasional. Depdiknas bekerjasama disuplai dari APBD dan APBN. Bantuan dana terbagi organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dengan Badan Pusat Statistik dalam 87 kelompok yang besarnya berkisar Rp 3 juta Di Jawa Timur, misalnya. Pencanangan memetakan daerah penyandang hingga Rp 5 juta/kelompok. Toh, upaya itu dinilai tak pemberantasan buta huruf dilakukan di daerah tapal buta aksara. Mereka yang masuk serius. “Peran serta aparat desa sangat kurang,” kata kuda. Yakni di Jember, Bondowoso, Situbondo, dan daerah buta aksara “merah” Dr Supriono, ahli keaksaraan dari Universitas Negeri Banyuwangi. Kawasan tapal kuda dikenal lebih banyak adalah: 1. Jawa Timur: Jember, Malang. dihuni warga etnis Madura. Meski belum ada penelitian Sampang, Sumenep, Supriono memandang pemberantasan buta huruf khusus, Madura, juga Jawa dan Bugis, adalah etnis Probolinggo, Kabupaten sebaiknya melalui model cluster atawa per kawasan. yang terbanyak menyandang buta aksar. Malang “Tentunya butuh tutor full time dan peran besar aparat “Buta aksara selalu berkorelasi dengan 2. Jawa Tengah: Brebes, desa,” kata konsultan Balai Pengembangan masyarakat Jawa, Madura dan Bugis, yang jumlah Sragen, Tegal, Wonogiri, Pendidikan Luar Sekolah Pemuda Jawa Timur ini. penduduknya memang terbanyak dibanding daerah Cilacap Selain itu, menurut Supriono, pemberantasan buta lain,” kata Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan 3. Jawa Barat: Indramayu, aksara benar-benar berhasil bila diiringi Luar Sekolah, Depdiknas. Universitas Gadjah Mada Karawang, Cirebon, pemberantasan kemiskinan. Yogyakarta telah mengembangkan metode pendidikan Kabupaten Bogor, Bekasi Syamsudin, pensiunan pegawai negeri yang keaksaraan dengan bahasa ibu. Metode yang telah 4. Sulawesi Selatan: Bone, pernah mengajar kaum buta aksara di Dusun Candilor dikembangkan adalah mengajar keaksaraan dengan Gowa, Polewali, Bulukumba, bahasa Jawa, Madura, dan Bugis. (Baca: Melahirkan Desa Sumberejo, Lumajang, Jawa Timur, Mamasa Melek Aksara Berkualitas) membenarkan penilaian Supriono. Pendidikan 5. NTB: Lombok Timur, Lombok Sudjarwo yang banyak berkeliling ke daerah keaksaraan yang hanya 6 bulan dengan intensitas Tengah, Lombok Barat, Bima, menyatakan penggunaan bahasa daerah dirasa pertemuan seminggu sekali, menurut Syamsudin, Sumbawa efektif. Lokakarya pengunaan bahasa daerah sebagai sangat kurang. “Banyak yang berhenti di tengah 6. NTT: Sumba Barat, Timor Tengah Selatan, Kupang, bahasa pengantar pun banyak digelar. “Di banyak jalan,” ungkap bapak 8 anak itu. Belu, Sikka negara, penggunaan bahasa daerah sebagai Suwarti, 53 tahun, hanya satu dari sepuluh anak 7. Papua: Jayawijaya, pengantar belajar dirasakan sangat efektif dan berhasil asuh Syamsudin yang rajin ikut kelompok belajar. Puncakjaya, Paniai, baik,” kata Sudjarwo. “Mereka yang tidak masuk sampai sekarang ya.. tetap Manokwari, Merauke Memang, menurut penelitian Unesco (2002), tidak bisa membaca,” kata wanita yang juga ibu RT 8. Banten: Kabupaten beberapa negara yang menggunakan bahasa ibu, setempat. “Alhamdulillah. Saya bisa membaca dan Tangerang, Serang, Lebak, yang bukan bahasa nasional, sering dianggap tidak menulis, pelan-pelan. Tapi tulisan saya jelek.” Tangerang, Pandeglang menguntungkan sistem pendidikan. Begitu juga 9. Kalimantan Barat: Pontianak, penelitian yang dipublikasikan Research and Devel- PRIORITAS 9 PROVINSI Sintang, Ketapang, Sambas, opment Collective, 2003, yang di antaranya, Bila hanya ada satu orang, seperti Suwarti, upaya Bengkayang mengungkap kebijakan dan dukungan pemerintah menuntaskan warga buta huruf di Jawa Timur butuh waktu lebih lama. Padahal, Jawa Timur menjadi pusat perhatian gerakan nasional pemberantasan buta Mukti Ali/PENA aksara. Di ujung timur Pulau Jawa ini tercatat hampir 4,6 juta penduduknya belum melek aksara. “Jawara buta aksara” selanjutnya adalah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Papua, Banten dan Kalimantan Barat. “Tahun 2007, Depdiknas akan mengajukan anggaran pemberantasan buta huruf sebesar Rp 1,3 triliun, yang diprioritaskan untuk sembilan provinsi itu,” kata Sudjarwo, Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen PLS Depdiknas. Dana sebesar itu diperlukan lantaran pembiayaan selama sangat kecil. Pada 2004, anggaran pemberantasan buta aksara hanya Rp 5 miliar. Tahun 2005, meningkat menjadi Rp 80 miliar. Tahun ini, sebenarnya melonjak menjadi Rp 200 miliar. Namun, jumlah itu dirasa kecil mengingat target yang dicanangkan pemerintah pada 2009 harus mampu membebaskan warga buta huruf sekira 7,7 juta. Menurut data terakhir di Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, hingga Juni 2006 ini, warga buta aksara masih sekira 13 jutaan. Dengan waktu tersisa 3,5 tahun, setiap tahun harus ada warga yang melek aksara sekira 1,5 juta. Tugas yang tak ringan. Sebab Unit Pelaksana Teknis Ditjen PLS baru menjangkau Lasinten (kiri). Suwarti (kanan) tingkat kabupaten. 11 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 10-13.pmd 11 8/31/2006, 8:03 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 12. BAHASAN UTAMA kepada masyarakat adat belum bisa mengikuti Deklarasi Dakkar, Senegal, 2000, Dok GIM Depdiknas meningkatkan akses pendidikan. mendapat amanat mengurangi angka buta Namun, di Tanah Air, khususnya yang aksara. Hingga 2015 ditargetkan, warga dunia menggunakan bahasa Jawa, Madura, dan yang buta huruf berkurang separuhnya. Bugis, pengajaran baca-tulis dengan bahasa Pada saat Kesepakatan Dakkar, yang menghasilkan deklarasi Education for All, ibu terbukti ampuh. Kasus putus sekolah di diteken, jumlah penduduk dewasa yang buta kelas awal SD, masih kata Sudjarwo, yang aksara di Tanah Air sekira 15.414.211 orang. turut menyumbang angka buta aksara, tak lain Mengacu ketentuan itu, Indonesia dibebani karena siswa terbebani banyak hal. “Siswa SD target menipiskan angka buta aksara sekira terbebani membaca, menulis, berhitung, dan 7,7 juta orang pada 2015. Namun, pemerintah bahasa Indonesia,” katanya. menargetkan angka itu dicapai pada 2009. Pada pendidikan keaksaraan nonformal, Laporan terakhir Global Monitoring Report, belajar baca-tulis sekaligus menggunakan “Literacy for Life (Unesco, 2006), dari 771 juta bahasa Indonesia merupakan beban tak penduduk dunia yang buta aksara, Indonesia ringan. Peserta berusia lanjut dan tak pernah menyumbang 14,6 juta jiwa. bersekolah mengaku kesulitan belajar dengan Mampukah membuat 7,7 juta orang bisa bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia baru Sudjarwo, Direktur Pendidikan Masyarakat, Ditjen PLS Depdiknas baca-tulis pada 2009? Butuh kerja ekstra keras. dipakai setelah tahap awal pengenalan Pemberantasan buta aksara, sejatinya me- membaca dan menulis dengan pengantar nyangkut pemberantasan kemiskinan. Meski bahasa ibu dirasa cukup. akses sekolah mudah, tapi jika kemiskinan kian merajela, angka buta aksara bisa ditebak: BERKURANG SEPARUH masih besar. Warga buta aksara yang juga Tak kurang dari Mendiknas Bambang warga miskin itu sejatinya juga bertanya: kapan Sudibyo turun ke daerah. Melek aksara menjadi MENGEJAR kesejahteraan kami ditingkatkan biar angka fokus pembangunan lantaran dunia HDI Indonesia juga bisa meroket? P internasional juga menghendaki hal sama: CITRA POSITIF DIPO HANDOKO dan MUKTI ALI menuntaskan buta aksara. Indonesia yang P ersoalan Buta aksara dan Wajib 9 PROVINSI PENYANDANG Belajar 9 Tahun menjadi prioritas program nasional. Hal itu ditandai BUTA AKSARA TERBESAR keluarnya Instruksi Presiden Nomor 5 (Penduduk usia 10 tahun ke atas) Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan No Provinsi Jumlah Buta Aksara Prosentase “ ———————————————————————————————————————— Pemberantasan Buta Aksara. 1. Jawa Timur 4.519.681 29,32 Departemen Pendidikan Nasional 2. Jawa Tengah 3.296.654 21,39 (Depdiknas) pun menetapkan fokus 3. Jawa Barat 1.642.927 10,66 garapannya pada tiga hal: 4. Sulsel 936.157 6,07 pemberantasan buta aksara, program 5. NTB 660.567 4,29 wajib belajar dan rehabilitasi sekolah. 6. NTT 387.247 2,51 Mengapa pemberantasan buta 7. Papua 383.247 2,49 aksara begitu penting? Tak lain karena 8. Banten 372.023 2,41 citra positif suatu negara, setidaknya 9. Kalbar 327.839 2,13 sejak 1993, diukur oleh Badan PBB ———————————————————————————————————————— untuk Program Pembangunan (UNDP) Sumber: Ditjen PLS Depdiknas, 2006 berdasar indikator pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. UNDP memerikan keberhasilan MEREKA YANG BUTA AKSARA pembangunan tiap negara melalui indeks pembangunan manusia (Human 1. Buta aksara murni, yang tidak pernah bersekolah Development Index /HDI). Sialnya, HDI disebabkan faktor ekonomi dan hambatan geografis. Indonesia hingga 8 tahun reformasi 2. Putus sekolah di kelas awal SD (kelas 1-3). berjalan terpaku di rangking 110 dari Pertambahannya per tahun sekira 350.000-an. 175 negara yang diteliti UNDP. 3. Buta aksara kembali, lantaran tidak intensifnya Komponen penilaian yang punya Peserta berusia penuntasan belajar. Jumlahnya sekira 30% total buta andil besar bikin jeblok peringkat Indo- aksara lanjut dan tak nesia adalah tingkat melek aksara yang rendah, sekira 87%. Ongkos paling pernah bersekolah JUMLAH BUTA AKSARA murah mendongkrak peringkat HDI In- mengaku kesulitan donesia adalah meningkatkan jumlah Usia 10 tahun ke atas : 15,04 juta belajar dengan melek aksara. Semoga, upaya Usia 15 tahun ke atas : 14,59 juta membebaskan warga yang belum bisa bahasa Indonesia. Usia 10-44 tahun : 3,96 juta baca tulis ini bukan sekadar mengejar Usia 15-44 tahun : 3,5 juta citra baik semata. Usia 45 tahun ke atas : 11,07 juta 12 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 10-13.pmd 12 8/31/2006, 8:03 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 13. I bu Le Thi Hong Hiep bukan perempuan biasa. www.olemiss.edu Ia aktivis, mengetuai Persatuan Wanita Yen Bai, provinsi berbukit di Vietnam. Salah satu kegiatan yang membuatnya bersemangat adalah memberantas buta huruf di provinsinya. Bu Hong Hiep bercerita, 89 pengurusnya tak bisa membaca. Mereka bagian dari 12.000 wanita di Yen Bai yang buta aksara. Hong Hiep membuat kelas di mana-mana. Salah satu pesertanya Vang Thi Pang, cewek lajang di Kabupaten Mua Cang. Sebagai pengurus Persatuan Wanita di tingkat kabupaten, semula Vang Thi Pang selalu kesulitan tatkala rapat, atau urusan administrasi. Ia mengikuti kelompok belajar yang diadakan Persatuan Wanita bersama Departemen Pendidikan dan Pelatihan. Ia sukses mendapat ijazah kelas sembilan, setara lulusan Kejar Paket B di Indonesia. Nona Vang mendapat anugerah juara dua di tingkat provinsi, dalam lomba “wanita linuwih” alias “excellent woman” dalam bahasa gagahnya. Ia tengah bersiap jadi pengurus Persatuan Wanita tingkat provinsi. Vietnam memang gencar menggelorakan gerakan warga kulit hitam peserta pemberantasan buta huruf di Amerika. berantas buta huruf. Angka melek baca di negeri itu DI SINI BH sebenarnya cukup tinggi, 90,7%, menurut data Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) 2005. “ Lebih tinggi dari Malaysia (88,7%), atau Indonesia (87,9%), apalagi dibanding Timor Timur, yang cuma DI SANA BH 56%. PENYAKIT BEGO AMERIKA Penyakit BH alias buta huruf, rupanya tidak khas negara-negara miskin. Negara adidaya, Amerika presiden adalah program No Child Left Behind. Serikat, yang pendapatan per kapitanya 11 kali dari Tujuannya jangan sampai ada anak tidak sekolah Indonesia (mereka $41.800, kita $3.800), menghadapi atau keteteran kemampuannya. persoalan mirip: banyak warganya masuk kelompok Di masa jabatan Presiden Bush yang kedua, pro- buta huruf. gram itu tetap diteruskan. Namun, kritik bermunculan. Yang paling banyak adalah buta dalam pengertian Misalnya, kenapa tetap saja banyak anak sekolah kebangetan “bego.” Profesor Murray Sperber, guru yang kemampuannya rendah. Buta huruf juga masih besar Bahasa Inggris Universitas Indiana, dalam bukunya Beer and Circus menulis, 56% lulusan col- ditemui. lege tak bisa menjawab pertanyaan sederhana ini: Secara umum, dewasa ini diperkirakan terdapat Bila punya duit $3, habis untuk beli sop $1,95 dan 1,25 miliar warga dunia, alias seperlima dari total untuk sandwich $ 0,60, berapa kembaliannya. “Anak- populasi masuk kelompok buta huruf. Menurut anak muda terlalu banyak digoyah alkohol dan junk hitungan UNDP, sekitar 476 juta dari mereka adalah food,” kata Pak Profesor. warga masyarakat dari suku minoritas. Mereka hanya Alkohol dan makanan “sampah” itu dituding jadi bisa ngomong dalam bahasa ibu, bukan bahasa 14% dari orang biang pembuat mereka malas bersekolah. Setahun nasional. Semakin banyak warga yang bisa berbahasa mereka hanya datang 160 hari dari seharusnya 210 nasional, tingkat buta huruf juga makin kecil. dewasa Amerika, hari. Dengan orangtua harus membayar US$ 20.000 Semakin tinggi melek huruf juga menampakkan kemampuan bacanya setahun, berarti mereka menyia-nyiakan US$ 125 makin baiknya tingkat kesejahteraan. Menurut survei, sehari. hubungan itu sebagai berikut: amat minim. Mereka Koran The Reporter edisi 21 Agustus lalu menulis: · Bila melek huruf kurang dari 55%, pendapatan bahkan tak bisa sebanyak 5 juta orang dewasa Amerika, buta huruf. per kapita sekitar $600. membaca formulir Sebanyak 85% ibu yang tidak menikah, serta 70% · Melek huruf 55-85%, pendapatan per kapita warga yang ditangkap polisi, tak bisa membaca sama $2.400. lowongan kerja sekali. · Melek huruf 85-95%, pendapatan kapita $3.700. Kalau mau diperluas, 14% dari orang dewasa · Bila di atas 96%, pendapatan per kapita di atas $ Amerika, kemampuan bacanya amat minim. Mereka 12.600. bahkan tak bisa membaca formulir lowongan kerja Menurut CIA World Fact Book 2005, pendapatan (Lihat: National Assesment of Adult Literacy, 2003). per kapita kita US$ 3.800. Bila kita ingin mencapai Rendahnya kemampuan dasar ini dalam hitungan seperti Singapura, yang hampir $30.000, artinya kita pemerintah merugikan US$ 220 miliar setahun. harus terus meningkatkan jumlah warga yang melek Untuk itu, pemerintah Amerika menggelar sejumlah aksara, serta pengetahuan dasar lainnya. Pemikiran program. Misalnya, mendirikan badan pemberantasan itu pula yang membuat China, India, dan negara- buta huruf —kini menjadi pemberantasan buta aksara negara lain, berjuang tanpa henti melawan buta dan pengetahuan dasar. Salah satu kegiatan yang aksara. P digeber Presiden George Bush ketika terpilih menjadi IWAN QODAR HIMAWAN/iwan@rekacipta.com 13 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 10-13.pmd 13 8/31/2006, 8:03 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 14. BAHASAN UTAMA Dr Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas. MELAHIRKAN Melek Aksara “ BERKUALITAS Jumlah penduduk buta huruf masih sekira 13 jutaan. Tiap tahun hasilkan 350.000 orang bisa baca-tulis. Jawa, Madura, Bugis, jadi target utama. B eberapa Bulan jelang peringatan Hari Aksara Internasional, 8 September ini, kesibukan di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, sangat terasa. Maklum, pergelaran tingkat nasional yang akan dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, itu akan dijadikan momentum untuk mengajak semua pihak mempercepat pemberantasan buta aksara. Pendidikan keaksaraan telah menjadi pertaruhan pemerintahan SBY. Sejak awal bergulirnya Kabinet Indonesia Bersatu, akhir 2004 lalu, Depdiknas mencanangkan jumlah buta aksara dari 15,4 juta turun menjadi separuhnya pada 2009, di akhir pemerintahan SBY. Bahkan kemudian SBY menegaskan dalam pidatonya angka buta aksara harus mencapai 7,58% pada akhir tahun ini. Sebagai gambaran, jumlah 15,4 juta warga buta huruf itu sekira 10,2% dari total jumlah penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas. Menurut hitungan kasar BPS, pada 2005 berkurang menjadi 14,6 juta (9,5%). Hingga Juni ini diperkirakan jumlah buta aksara sekira 13 Dok. GIM Depdiknas jutaan atau 8,35%. “Saat ini kami belum tahu persis penurunan angka buta aksara hingga Agustus,” kata Ace Suryadi, Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Depdiknas. Doktor Ekonomi Pendidikan dari State University of New York, Albany, Amerika Serikat, ini memang jadi komandannya pendidikan 14 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 14-17.pmd 14 8/30/2006, 10:32 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 15. “ keaksaraan. Ace sendiri mengabdi di Departemen di antaranya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Pendidikan Nasional, sejak 1982 silam. Pria kelahiran KKN Tematik selama ini di bidang kesehatan dan Sumedang 25 Juli 1952 ini pernah menjabat kepala infrastruktur. Sekarang ini ditambah KKN untuk Pusat Informatik untuk Pengelolaan Pendidikan dan pemberantasan buta aksara. Ibu Retno Kebudayaan Badan Litbang Depdiknas dan staf ahli Sunarminingsih, istri Mendiknas Bambang Sudibyo, Mendiknas era Abdul Malik Fajar. sudah menurunkan 5.000 mahasiswa di seluruh Apa saja yang telah dicapai pendidikan pelosok, untuk melaksanakan KKN Buta Aksara. Bu keaksaraan —yang sempat tenggelam gaungnya sejak Retno adalah Pembantu Rektor Universitas Gadjah krisis ekonomi melanda— hingga saat ini? Saiful Anam Mada, Yogyakarta. dari PENA PENDIDIKAN mewawancarai Ace Suryadi Kami juga melakukan kerja sama pemberantasan di ruang kerjanya, Gedung E Depdiknas, Jalan buta aksara dengan pesantren. Kami telah Jenderal Sudirman, Jakarta, akhir Agustus lalu. menandatangani kesepakatan dengan Dirjen Petikannya: Pendidikan Islam Depag, Jahja Umar. Intinya, setiap pesantren difungsikan untuk memberantas buta huruf. Hari Aksara Internasional 8 September Selama ini, di banyak pesantren di Madura dan wilayah Kemampuan tampaknya menjadi hari nasional yang wajib Jawa Timur lain, mengajar santrinya berbahasa, keaksaraan adalah diperingati? membaca, menulis huruf Arab tapi tidak mengajar Sebenarnya tidak ada keharusan tapi dianjurkan aksara Latin. Selain itu, kerjasama juga dijalin dengan investasi kemanusiaan. untuk memperingatinya. Selama ini peringatannya masjid-masjid. Kesepakatan telah diteken dengan Sehingga jika negara digelar di tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten Dewan Masjid Indonesia. Bayangkan, di Jawa Barat dan kota. Ini sudah menjadi komitmen kita bersama. saja ada 159.000 masjid. tidak memberi Semua pemerintah daerah juga disarankan kemampuan Apa istimewanya peringatan tahun ini? melakukan kerja sama, misalnya, dengan organisasi keaksaraan kepada Ada banyak hal. Pertama, Indonesia merupakan perempuan. Organisasi perempuan dipandang jauh salah satu negara yang jumlah buta aksaranya besar. lebih efektif. Sebab, jumlah buta aksara perempuan penduduknya, Di antara 771 juta penduduk dunia buta aksara usia dua kali lipat warga buta aksara laki-laki. Jumlah buta pemerintah bisa 15 tahun ke atas, Indonesia menyumbang 14,6 juta aksara perempuan sekitar 9-10 jutaan. warga buta aksara, atau sekitar 9,5 % penduduk In- dikategorikan Pemberantasan buta aksara menjadi donesia usia 15 tahun ke atas. China prosentase melanggar HAM. prioritas program nasional? penduduk buta aksaranya kecil, tapi jumlah penduduk Di bidang pendidikan, pemberantasan buta buta aksara mereka ratusan juta. aksara adalah prioritas kedua setelah Wajib Belajar 9 Tahun 2006 ini adalah evaluasi paruh waktu pro- Tahun. Ada alasan mendasar dan praktis mengapa gram Education for All (EFA). Program EFA adalah pemberantasan buta aksara menjadi prioritas utama. hasil kesepakatan pertemuan internasional di Dakkar, Alasan mendasar karena kemampuan keaksaraan Senegal, pada 2000, yang mengharapkan angka buta Kegiatan pendidikan keaksaraan adalah investasi kemanusiaan. Sehingga jika negara aksara dunia turun separuhnya pada 2015. Bahwa di Kabupaten Yahukimo,Papua tidak memberi kemampuan keaksaraan kepada Indonesia berharap mencapai 90% penurunan buta aksara pada 2009, itu hanya ancang-ancang. Kami Dok. GIM Depdiknas memang mengkampanyekan kepada publik agar buta aksara diberantas tuntas pada 2015. Kedua, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki strategi unik, yakni gerakan percepatan pemberantasan buta aksara. Kebijakannya tertuang dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Sesuai inpres tersebut pemberantasan buta aksara dilakukan secara vertikal dan horisontal. Dalam Inpres itu disebutkan bahwa semua menteri, gubernur, bupati dan walikota harus mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan pemberantasan buta aksara. Sehingga pada 2009 mendatang, warga buta aksara hanya 5% atawa sekira 7,5 juta dari penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas. Ketiga, kami juga mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak dan sangat intensif. Misalnya, dengan organisasi perempuan seperti PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), Kowani (Kongres Wanita Indonesia), Aisyiah, dan Al Khairat. Anggaran operasionalnya bisa berbagi dengan berbagai organisasi itu. Kami juga melakukan kerja sama dengan 20 perguruan tinggi negeri, khususnya di sembilan provinsi terbesar buta aksara. Sebagian besar sudah menandatangi kesepakatan. Bentuk kesepakatan dengan perguruan tinggi itu 15 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 14-17.pmd 15 8/30/2006, 10:32 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 16. BAHASAN UTAMA Dok. Ibu Guru Kembar “ Baru Rp 200 miliar - Alokasi anggaran bidang pendidikan keaksaraan tahun ini baru Rp 200 miliar. Sasarannya sebanyak 350.000 orang melek huruf. Hingga lima tahun ke depan, targetnya harus bisa membebaskan buta aksara lebih dari 7,7 juta atau 1,6 juta per tahun. penduduknya, pemerintah bisa dikategorikan semua komponen pemerintahan dan masyarakat melanggar HAM. untuk memberantas buta aksara. Alasan praktisnya untuk meningkatkan indikator indeks pembangunan manusia (Human Development Apa hasil dari kampanye hingga ke daerah? Index /HDI). Komponen penilaian HDI adalah ekonomi, Misalnya Pemerintah Kabupaten Bondowoso, pendidikan, dan kesehatan. Indikator pendidikan yang Jawa Timur. Bupati Bondowoso mengharuskan setiap dinilai adalah tingkat melek aksara dan tingkat unsur pemerintahan dan lapisan masyarakat: dari partisipasi sekolah. Pendapatan per kapita tahun ini camat, tentara, polisi, hingga pelajar, melakukan mencapai US$ 1.500, jauh meningkat dibanding tahun- kegiatan pemberantasan buta aksara. Hasil evaluasi Di antara 771 juta tahun sebelumnya. Tapi angka HDI Indonesia masih selama setahun ini ada 43 desa dan 4 kecematan 110. Penyebabnya tak lain karena indikator pendidikan bebas buta aksara. penduduk dunia buta masih rendah, jumlah buta aksara masih besar. Di Subang, Jawa Barat, juga hampir sama aksara usia 15 tahun Untuk memacu peningkatan melek aksara kemajuannya. Semua pelajar dan guru melakukan biayanya jauh lebih murah dan waktunya lebih cepat gerakan pemberantasan buta aksara melalui sekolah. ke atas, Indonesia dibanding peningkatan partisipasi sekolah. Sebelum Di Gowa, Sulawesi Selatan berdiri Sanggar Pendidikan krisis ekonomi, angka HDI Indonesia sekitar seratusan, Anak Saleh di setiap desa. Hal ini luar biasa, sebab menyumbang 14,6 jauh di bawah Vietnam dan China. Saya perkirakan Unit Pelaksana Teknis Ditjen PLS saja baru mencapai juta warga buta tahun 2009 angka HDI bisa mencapai 90-100. tingkat kabupaten. Gerakan pemberantasan buta aksara memang betul-betul popular di mana-mana. aksara. Kampanye pemberantasan buta aksara Gowa yakin pada 2008 sudah tuntas alias bebas buta belakangan semakin santer, apakah ini aksara. Kota-kota lain, dari Sinjai, Jambi, Indramayu, bagian dari Inpres Pemberantasan Buta Jember, hingga Karanganyar juga melakukan gerakan Aksara itu? serupa. Dalam kerangka vertikal memang jalurnya dari Ada kebijakan daerah yang melakukan instruksi presiden ke Menteri Koordinator Kesra, paksaan agar orang mau belajar baca-tulis, Mendiknas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, semacam “razia”, apakah dibenarkan? Menteri Keuangan, Menteri Negara Percepatan Sepertinya kebijakan itu kejam. Namun, Daerah Tertinggal, gubernur hingga bupati dan sebenarnya ketegasan seperti itu, ketika masyarakat walikota. tahu manfaatnya, mereka akan memahami. Seperti Namun terus terang ide kampanye pemberantasan halnya Ujian Nasional (UN). Sepertinya kejam, tapi buta aksara secara besar-besaran berasal dari saya lihat sisi positipnya: siswa belajar sungguh- Mendiknas. Presiden memang yang memerintahkan 16 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 14-17.pmd 16 8/30/2006, 10:32 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 17. sungguh karena ada UN. Masyarakat kita sering kali Standarnya: keaksaraan dasar harus bisa baca tulis. berdiam diri jika tidak didorong. Dorongan lebih tegas Lalu, keaksaraan lanjut lulusannya bisa memahami isi tujuannya untuk pemberdayaan diri masyarakat. bacaan. Sedangkan lulusan keaksaraan mandiri mampu menunjang kesejahteraan hidup. Setiap Inpres Nomor 5 Tahun 2006 sifatnya memang warga yang lulus keaksaraan mendapat Surat memaksa? Keterangan Melek Aksara (Sukma) 1, 2, dan 3. Sukma Presiden sebagai kepala pemerintahan bisa 1 untuk standar keaksaraan dasar. Sukma 2 untuk meminta seluruh aparat melaksanakan instruksinya. standar keaksaraan lanjut dan Sukma 3 untuk mereka Masyarakat kita sering Sebagai kepala negara, presiden bisa meminta seluruh yang lulus pendidikan keaksaraan mandiri. kali berdiam diri jika masyarakat menjalankan kebijakannya. Saya kira Adakah metode baru pemberantasan buta sifatnya imperatif penuh. tidak didorong. huruf? Dorongan lebih tegas Merunut sejarah pemberantasan buta aksara Ada inovasi pendidikan keaksaraan dengan sejak masa kemerdekaan, mengapa angka memakai bahasa ibu. Metode ini dikembangkan Uni- tujuannya untuk buta aksara sampai sekarang masih besar? versitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mereka mengajar pemberdayaan diri Begini. Pada 1950-an, program Pemberantasan keaksaraan dengan bahasa Jawa, Madura, dan Bugis. masyarakat. Buta Huruf targetnya warga bisa menulis nama dan Mengapa tiga bahasa ini? Sebab buta aksara selalu alamat. Saat itu tujuannya lebih bersifat politis: agar berkorelasi dengan masyarakat Jawa, Madura dan Indonesia bisa disebut melek huruf. Pada perja- Bugis, yang jumlah penduduknya memang terbanyak lanannya, jumlah penduduk buta aksara memang dibanding daerah lain. Jawa Barat juga tinggi, menurun, tapi warga buta huruf baru bertambah termasuk “juara” keempat buta aksara. Di Jawa Barat, banyak. paling banyak di kawasan pantai utara Pulau Jawa Coba lihat jumlah siswa SD kelas 1-3 yang drop seperti Bekasi, Karawang, dan Subang. P out: tidak kurang dari 700.000-800.000 anak per tahun. Belum lagi anak di daerah terpencil dan anak Dok. Ibu Guru Kembar jalanan. Saya perkirakan penambahan buta aksara sekitar 1,2 juta setiap tahun. Padahal, dalam dua tahun belakangan, 2004-2005, kemampuan gerakan pemberantasan buta aksara tidak lebih dari 400.000 per tahun. Saat itu pemberantasan buta aksara belum jadi prioritas program pemerintah. Berapa dana pemberantasan buta aksara tiap tahunnya? Pada 2004 anggarannya Rp 5 miliar. Tahun 2005 dananya meningkat menjadi Rp 80 miliar. Tahun ini melonjak hingga Rp 200 miliar. Tahun depan saya usulkan jauh lebih besar lagi. Yang sangat membanggakan, Mendiknas berusaha keras mendapat alokasi anggaran yang besar untuk gerakan pemberantasan buta aksara. Namun tahun ini baru dapat Rp 200 miliar. Sasarannya sebanyak 350.000 orang melek huruf. Hingga lima tahun depan, targetnya harus bisa membebaskan buta aksara lebih dari 7,7 juta atau 1,6 juta per tahun. Mendiknas lantas menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah. Gubernur, bupati walikota diminta meningkatkan anggaran pemberantasan buta aksara. Bagaimana penyaluran dana itu? Depdiknas memberikan bantuan dalam bentuk block grant. Dana itu tidak seluruhnya disalurkan ke kantor-kantor dinas pendidikan di provinsi, kabupaten dan kota. Sebab proses operasionalnya bisa lama. Block grant melalui kantor dinas pendidikan sifatnya hanya dana dekonsentrasi. Sedangkan operasi- onalnya ke sejumlah institusi yang telah menandatangi kesepakatan dengan Depdiknas. Block grant di luar dinas pendidikan ini kami namakan skim tugas pembantuan. Dengan dukungan dana sebesar itu bagaimana kualitas warga yang disebut melek aksara? Saat ini pemerintah ingin melaksanakan pemberantasan buta aksara dengan kualitas tinggi, Target Lulusan - Lulusan keaksaraan dasar bisa baca tulis. Keaksaraan lanjut lulusannya bisa memahami isi bacaan. Lulusan keaksaraan mandiri mampu menunjang kesejahteraan hidup. yakni sesuai standar kompetensi keaksaraan. 17 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 14-17.pmd 17 8/30/2006, 10:32 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 18. BAHASAN UTAMA juta, murid SMP dan yang setingkat tak lebih dari www.niaslinc.dk 200.000. Sedangkan siswa SMA jumlahnya tak lebih dari 20.000. Keadaan pemerintahan Indonesia di awal kemerdekaan itu, yang tercabik-cabik akibat penjajahan Belanda berabad-abad, “pantaslah” bila 97% penduduk Indonesia menyandang buta huruf. Mangunsarkoro, yang menjabat menteri PP dan K pada Kabinet Hatta II (1949), Kabinet Peralihan (1949- 1950), dan Kabinet Halim (1950), sudah semestinya mendapat penghargaan tinggi. Dia punya andil besar bergulirnya UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar Pendidikan dan Pengajaran. Upayanya meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat setidaknya nampak dengan digalakkannya Pemberantasan Buta Huruf, atawa saat itu populer dengan sebutan Kursus ABC. SEBATAS TULIS NAMA Gerakan Pemberantasan Buta Huruf itu targetnya masih sangat sederhana: mengetahui alfabet dan mampu menulis nama sendiri, serta memahami kalimat sederhana. Artinya, warga yang lulus Kursus ABC, ya baru bisa menulis A, B, C, hingga Z, dan nama. Target sederhana itu sangat bisa dimaklumi sebab situasi lima tahun pascakemerdekaan, jelas sangat tidak mendukung upaya peningkatan pendidikan. Sarana dan sarana pendidikan sangat terbatas. Hingga Sejak Petani 1950, jumlah murid SD memang meningkat dua kali “ lipat. Namun lebih dari separuh jumlah penduduk usia SD tak terjamah sekolah. Belum lagi penduduk di luar usia sekolah, masih jauh dari jangkauan pendidikan. Pada 1951, bergulirlah Rencana Sepuluh Tahun BELAJAR MEMBACA Pemberantasan Buta Huruf (PBH). Harapannya, buta huruf benar-benar tuntas dalam 10 tahun. Ternyata, hasilnya jauh dari target. Hingga 1960, terdapat sekira 40% orang dewasa belum mengenal aksara. Penyebabnya, tak lain karena tidak ada pembinaan lanjutan. Apalagi, bahan bacaan di A masyarakat tak ubahnya barang langka. Akibatnya, dalah mosi Ki Mangunsarkoro, tokoh tak sedikit mereka yang lulus buta aksara, kembali pendidikan Taman Siswa, yang mampu menjadi buta huruf. Belum lagi, anak-anak usia SD (6- memaksa Badan Pekerja Komite 12 tahun) yang separuh lebih dari anak usia itu tidak Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP). BP bersekolah. Siswa SD kelas 1, 2, dan 3 tak sedikit KNIP lalu mendesak pemerintah RI yang putus sekolah. Padahal, kelas-kelas awal SD memberi perhatian lebih banyak pada pendidikan masih tergolong rawan butu huruf. masyarakat. Hasilnya, 1 Juni 1946, berdirilah Bagian Sejak dekade 1950-an sebenarnya mulai dirintis Pendidikan Masyarakat pada Kementerian Pendidikan, perpustakaan-perpustakaan baru. Pada 25 Agustus Pemberantasan Buta Pengajaran, dan Kebudayaan. 1950, misalnya, berdiri Perpustakaan Yayasan Bung Bagian Pendidikan Masyarakat itu bertugas Aksara sejak 1945 Hatta dengan koleksi buku-buku ilmu pengetahuan memberantas buta huruf, menyelenggarakan kursus dan kebudayaan Indonesia. Pada 7 Juni 1952, berdiri telah digalakkan. perpustakaan Stichting voor culturele Samenwerking, pengetahuan umum, dan mengembangkan Sejak krisis ekonomi hasil kerja sama kebudayaan antara RI dan Belanda. perpustakaan rakyat. Unit tugas ini terus berkembang Namanya kemudian diubah menjadi Perpustakaan di setiap pergantian pemerintahan. Yang terakhir, di angka buta aksara Sejarah Politik dan Sosial, Departemen Pendidikan masa Menteri Pendidikan Nasional Bambang terus membengkak. dan Kebudayaan. Soedibyo, unit tugas ini menjadi Direktorat Pendidikan Pendirian perpustakaan juga ditujukan untuk Masyarakat, bagian dari Direktorat Jenderal Siswa SD kelas awal melakukan pemberantasan buta huruf. Maka berdirilah Pendidikan Luar Sekolah. yang putus sekolah Perpustakaan Rakyat di seluruh pelosok Tanah Air. Keprihatinan seorang Ki Mangunsarkoro pada punya andil besar Perpustakaan Rakyat disebar memang untuk pendidikan masyarakat memang beralasan. Saat detik- membantu usaha Jawatan Pendidikan Masyarakat, detik proklamasi kemerdekaan RI dibacakan menambah warga meningkatkan jumlah melek aksara. Toh, masih banyak Soekarno, 17 Agustus 1945, hanya sekira 3% pendu- buta huruf. Sekira 1,2 masyrakat yang tak kenal alfabet sekali pun. duk yang punya akses terhadap pendidikan. Padahal, Presiden Soekarno sampai mengeluarkan Instruksi saat itu jumlah penduduk usia 7-12 tahun hampir 12 juta buta aksara baru Presiden yang menargetkan buta huruf tuntas pada juta. Sedangkan warga usia sekolah 13-24 tahun, setiap tahunnya. 1964. Hasilnya? Pada 31 Desember 1964, Presiden jumlahnya juga hampir sama: lebih dari 11,7 juta. Menurut catatan dalam buku Lima Puluh Tahun Soekarno mendeklarasikan tidak ada lagi buta aksara Perkembangan Pendidikan Indonesia (Depdiknas, di Indonesia. Pernyataan bebas buta aksara pada saat 1995), jumlah murid SD yang tertampung hanya 2,5 itu, lebih karena citra melek aksara bagi sebuah bangsa 18 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 18-19.pmd 18 8/30/2006, 10:34 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 19. berdaulat dipandang sangat penting di mata dunia Ditjen Pendidikan Luar Sekolah, pada 1980 angka internasional. Sejatinya, yang disebut melek aksara buta huruf 17,3 juta, jauh berkurang dibanding pada ketika itu masih sebatas mengenal alfabet, mampu 1971 sebanyak 31,7 juta. Program Wajib Belajar Enam menulis nama dan alamat, serta memahami kalimat Tahun yang dicanangkan pada 1984, secara kuantitas sederhana. semakin mengurangi angka anak tak bersekolah, otomatis anak usia SD yang tak bisa membaca kian berkurang. ORIENTASI PEKERJAAN Periode 1966-1970, pemerintah Orde Baru menaruh perhatian besar pada pemberantasan buta MEMBENGKAK DARI 3,2% huruf (PBH). Program yang dikembangkan adalah Pada 1985, angka buta aksara berkurang menjadi PBH Fungsional. Saat itu dikenal tiga tahap PBH: 13,5 juta. Dan menjelang Program Wajib Belajar Enam permulaan, lanjutan I, dan lanjutan II. Disebut Tahun tuntas, warga yang buta huruf tinggal 5,7 juta. fungsional lantaran sasaran utama program ini para Pada 1990, penduduk Indonesia jumlahnya sekira pekerja buta aksara. Selain memberi materi baca-tulis, 178,5 juta. Artinya, warga buta huruf kala itu tak lebih juga keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan dari 3,2%. mereka. Kelak pada 1995, program ini dikembangkan Era 1991, Departemen Pendidikan dan menjadi Keaksaraan Fungsional, hingga sekarang. Kebudayaan menggulirkan program Paket A dan Buku kecil berjudul “Petani Belajar Membaca” Paket B untuk mendukung Program Wajib Belajar 9 begitu populer saat itu. Inilah buku jilid pertama PBH Tahun. Sayangnya, perjalanan Paket A dan Paket B tahap permulaan. Biasanya selesai dipelajari antara sejak krisis ekonomi menghantam Indonesia 20-30 hari. pertengahan 1997, berantakan juga. Bahkan angka Memasuki era 1970-an pemerintah sedang buta aksara semakin membengkak. menikmati melimpahnya produksi minyak bumi. Melalui Contohnya, Jawa Tengah. Pada 2005, buta Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 1971 tentang aksara usia 10 tahun ke atas 3.333.092 orang. Sekolah Dasar pemerintah membangun gedung SD Sementara buta aksara usia 15-45 tahun “hanya” secara besar-besaran. Akses pendidikan, khususnya sejumlah 680.768 orang. Artinya, anak usia pendidikan tingkat dasar, semakin mudah. Angka buta aksara dasar (6-15 tahun), masih sangat banyak yang belum usia sekolah pun semakin berkurang. bisa baca tulis. Dok. Warsi Pemberantasan buta huruf semakin digalakkan Masalah yang kurang lebih sama dirasakan NTT. dengan keluarnya program Kelompok Belajar (Kejar) Siswa putus SD kelas 1, 2, dan 3 masih banyak. Paket A, pada 1971. Paket A terdiri atas paket A1 Penduduk yang sejak awal tak sempat mengenyam hingga A100. Pada 1995 dikembangkan Keaksaraan pendidikan juga tak sedikit jumlahnya. Persoalan dana Fungsional (KF) di sembilan provinsi dengan juga menjadi kendala tak ringan. Jateng dan NTT memperbaiki sistem pelatihan, metodologi adalah kantung buta aksara urutan dua dan enam. pembelajaran, dan sistem penyelenggaraannya. KF Direktorat Pendidikan Luar Sekolah mencatat jumlah siswa SD kelas 1-3 yang drop out tak kurang memfokuskan pada strategi diskusi, membaca, dari 700.000-800.000 anak per tahun. Belum lagi anak menulis, berhitung, dan aksi untuk dapat di daerah terpencil dan anak jalanan. “Saya perkirakan memecahkan masalah yang dihadapi warga belajar penambahan buta aksara sekitar 1,2 juta setiap tahun,” dalam kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini, pro- kata Ace Suryadi, Direktur Jenderal PLS Depdiknas. gram KF tetap berjalan. Padahal, dalam dua tahun belakangan, 2004 dan Kehadiran sekira 60.000 SD Inpres dan Kerja 2005, kemampuan gerakan pemberantasan buta Paket A di sekujur Tanah Air, secara statistik mampu aksara tak lebih dari 400.000 per tahun. P menurunkan secara tajam angka buta aksara. DIPO HANDOKO Menurut catatan Direktorat Pendidikan Kesetaraan 19 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN UTAMA 18-19.pmd 19 8/30/2006, 10:34 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 20. DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA SISWA/SISWI DAN PEMBINA PERAIH MEDALI EMAS OLIMPADE SAINS TINGKAT INTERNASIONAL YANG TELAH MENDAPAT ANUGERAH TENDA KEHORMATAN SATYALANCANA WIRA KARYA DARI BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Seusai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 051/TK/Tahun 2006 No Nama Asal Sekolah Prestasi 1 Prof Dr Yohanes Surya Pembina Tim Olimpiade Fisika Berhasil membina Tim Olimpiade Fisika Indonesia Indonesia (TOFI) dalam memperoleh 4 Medali Emas, 1 Medali Perak, dan Penghargaan Absolute Winner pada Olimpiade Fisika Internasional ke-37 di Singapura tahun 2006 serta 1 penghargaan The First Step to Nobel Prize 2 Albert Jonathan SD Zion, Sulawesi Selatan Peraih Medali Emas pada International Mathemat- ics and Science Olympiad (IMSO) di Indonesia tahun 2004 3 Fathia Prinastiti Sunarso SD Islam Bina Insani, Bogor, Jawa Peraih Medali Emas pada International Mathemat- Barat ics and Science Olympiad (IMSO) di Indonesia tahun 2004 4 Harun Reza Sugito SDK II BPK Penabur, Jakarta Peraih Medali Emas pada International Mathemat- ics and Science Olympiad (IMSO) di Indonesia tahun 2005 5 Ivan Kristanto SD Yos Sudarso, Tasikmalaya, Jawa Peraih Medali Emas pada Internatinal Mathemat- Barat ics and Science Olympiad (IMSO) di Indonesia tahun 2005 dan Philipine Elementary Mathemat- ics International Contest di Filipina tahun 2005 6 Jeven Syatriadi SDK Ruteng 05 Manggarai, NTT Peraih Medali Emas pada Indonesia Elementary Mathematics International Contest (INAEMIC) di Indonesia tahun 2006 7 Restiana Ramdani SD Vidatra, Bontang, Kalimantan Timur Peraih Medali Emas pada International Mathemat- ics and Science Olympiad (IMSO) di Indonesia tahun 2005 8 Tobi Moektijono SD Santa Maria, Jakarta Peraih medali Emas dan The Best Theory pada International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Indonesia tahun 2005 dan Indonesia Elementary Mathematics Internatinal Contest (INAEMIC) di Indonesia tahun 2006 9 Ali Sucipto SMA Xaverius 1 Palembang, Sumatera Peraih Medali Emas pada International Physics Selatan Olympiad (IPhO) di Spanyol tahun 2005, dan Asian Physics Olympiad di Indonesia tahun 2005 10 Andika Putra SMA Sutomo 1 Medan, Sumatera Peraih Medali Emas pada International Physics Utara Olympiad (IPhO) di Spanyol tahun 2005, dan Asian Physics Olympiad di Indonesia tahun 2005 11 Irwan Ade Putra SMAN 1 Pekanbaru, Riau Peraih Medali Emas pada Asia Physics Olympiad di Kazakhstan tahun 2006 dan International Phys- ics Olympiad di Singapura tahun 2006 12 Masyhur Aziz Hilmy SMAN 1 Klaten, Jawa Tengah Peraih Medali Emas pada International Astronomy Olympiad (IAO) di Ukraina tahun 2004 13 Michael Adrian SMA Regina Pacis, Bogor, Jawa Barat Peraih Medali Emas pada Asia Physics Olympiad di Indonesia tahun 2005 iklanDiknas.pmd 4 8/30/2006, 10:36 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 21. No Nama Asal Sekolah Prestasi 14 Pangus Ho SMAK 3 BPK Penabur, Jakarta Peraih Medali Emas pada Asia Physics Olympiad di Kazakhstan tahun 2006 dan International Phys- ics Olympiad di Singapura tahun 2006 15 Purnawirman SMAN 1 Pekanbaru, Riau Peraih Medali Emas pada Asia Physics Olympiad di Indonesia tahun 2005 16 Yudistira Virgus SMA Xaverius 1 Palembang, Sumatera Peraih Medali Emas pada International Physics Selatan Olympiad (IPhO) di Korea Selatan tahun 2004 17 Achmad Furqon SMP Bina Insani Bogor, Jawa Barat Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence Olympiad (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 18 Andika Afriansyah SLTP Nusantara, Makassar, Sulawesi Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- Selatan ence Olympiad (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 19 Ari Prasetyo SMPN 1 Sukoharjo, Jawa Tengah Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence Olympiad (IJSO) II di Yogyakarta tahun 2005 20 Azzis Adi Suyono SLTP 9 Cilacap, Jawa Tengah Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence Olympiad (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 21 David Halim SMP Xaverius, Bandar Lampung, Peraih Medali Emas dan Penghargaan Absolute Lampung Winner pada International Junior Science Olym- piad (IJSO) II di Yogyakarta tahun 2005 22 Diptarama SLTPN 252 Jakarta Peraih Medali Emas dan Penghargaan Absolute Winner pada International Junior Science Olym- piad (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 23 Fernaldo Richtia Winnerdy SMP Kanisius, Jakarta Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence (IJSO) II di Yogyakarta tahun 2005 24 Muh. Firmansyah Kasim SMP Islam Athirah, Makassar, Sulawesi Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- Selatan ence (IJSO) II di Yogyakarta tahun 2005 25 Ria Ayu Pramudita MTsN 1 Malang, Jawa Timur Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 26 Stephanie Senna SLTPK IPEKA Tomang, Jakarta Peraih Medali Emas dan penghargaan The Best Experimental pada International Junior Science (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 27 Wayan Wicak Ananduta SMPN 1 Bekasi, Jawa Barat Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence Olympiad (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 28 William SLTP Sutomo 1 Medan, Sumatera Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- Utara ence Olympiad (IJSO) I di Jakarta tahun 2004 29 Winson SMPK 7 BPK Penabur, Jakarta Peraih Medali Emas pada International Junior Sci- ence Olympiad (IJSO) II di Yogyakarta tahun 2005 30 Yosua Michael Maranatha SMP Stella Duce, Yogyakarta Peraih Medali Emas dan Penghargaan Absolute Winner pada International Junior Scince Olympiad (IJSO) II di Yogyakarta tahun 2005 31 Jonathan Pradana Mailoa SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta Peraih Medali Emas dan Penghargaan Absolute Winner pada International Physics Olympiad di Singapura tahun 2006 32 Andy Octavian Latief SMAN 1 Pamekasan, Jawa Timur Peraih Medali Emas pada International Physics Olympiad di Singapura tahun 2006 33 Anike Nelce Bowaire SMAN 1 Serui, Papua Peraih Penghargaan The First Step to Nobel Prize in Physics 34 Dhina Susanti SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah Peraih Penghargaan The First Step to Nobel Prize in Physics 35 Rudolf Surya P Bonay SMAN 5 Jayapura, Papua Peraih Penghargaan The First Step to Nobel Prize in Chemistry Pusat Informasi dan Humas iklanDiknas.pmd 5 8/30/2006, 10:36 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 22. DASAR Dok. PENA “P asti sekolah minta uang lagi.” Pikiran Lita menerawang kala menerima selembar kertas dari Lolita, anaknya yang bersekolah di satu SMA Negeri di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Pikiran itu benar juga. Di kertas itu tertulis daftar buku wajib yang harus dibeli dari sekolah, biaya kegiatan OSIS, biaya pendaftaran ulang, dan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP). Total jenderal tertera ratusan ribu rupiah. Yang paling mengganggu benak Lita adalah kewajiban membeli buku baru dari sekolah. Buku-buku yang dipakai kakak Lolita tak berumur panjang. Kadang hanya digunakan setahun. Tahun berikutnya buku itu sudah masuk gudang. “Dulu beda. Buku masih bisa dipakai untuk jangka panjang. Dan karena itu buku masih bisa diwariskan kepada anak berikutnya,” kata Lita. Kegundahan Lita juga dialami orangtua lain. Deby, ibu yang anaknya bersekolah di SMP Negeri di kawasan Depok, Jawa Barat juga pusing karena “terpaksa” membeli buku baru di sekolah. Para guru sebenarnya tak mengharuskan orangtua murid membeli buku itu. Tapi guru-guru sudah menyiapkan sejumlah judul buku pelajaran lengkap dengan daftar harga. Entah khilaf atawa tak mengerti. Guru dan sekolah mestinya menyimak Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo Nomor 11 Tahun 2005. Aturan mendiknas ini antara lain mengatur masa pemakaian buku pelajaran minimal lima tahun dan larangan buat sekolah dan guru menjual buku pelajaran. “ Menurut Bambang Sudibyo sebelum ketentuan Agar Tak (Lagi) itu dikeluarkan, sekolah-sekolah menjadi ajang empuk gerilya para penerbit. Penerbit memberi rabat lumayan tinggi kepada kepala sekolah atau guru bila bisa buku- buku terbitannya diborong sekolah. Iming-iming penerbit tentunya menggiurkan para guru. Sekolah DIBISNISKAN pun dengan entengnya mewajibkan siswa membeli buku di sekolah. Toko-toko buku pada kehabisan napas. Pasar buku loak kian sepi disambangi murid. “Padahal, tak pernah ada aturan tertulis yang membatasi masa pakai buku hanya satu tahun,” Mendiknas menegaskan. Menurut Bambang Sudibyo, dilihat dari kacamata ekonomi, maraknya praktik KKN dalam pengadaan buku sebenarnya sederhana saja. “Di mana ada monopoli, di situ pasti ada vested interest. Ada KKN yang selalu melibatkan penerbit. Yang menikmati korupsi terutama kepala sekolah dan guru-guru dan penerbit.” Kebijakan perbukuan masih menyimpan persoalan. Keputusan Mendiknas itu, menurut Direktur Jende- ral Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kepen- Rambu-rambu menteri belum dipatuhi penerbit, guru didikan Fasli Jalal adalah untuk menghilangkan nuansa dan sekolah. Orangtua tetap repot. bisnis dalam pengadaan buku pelajaran. “Jadi pada dasarnya, baik para guru dan komite sekolah, tidak dibenarkan menjual buku pelajaran,” kata Fasli. P BUDI KURNIAWAN 22 Pena Pendidikan September 2006 DASAR 22-23.pmd 22 8/30/2006, 10:38 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 23. K ebijakan perbukuan nasional rupanya masih menyisakan ke sekolah menawarkan buku-buku, yang memang lulus seleksi persoalan saat Bambang Soedibyo menduduki kursi Panitia Perbukuan. Para penerbit saling berlomba memberi rabat Mendiknas pada Oktober 2004. Pada masa itu, pengadaan tinggi kepada kepala sekolah dan guru. Bahkan sekolah menerapkan buku sekolah dikenal sebagai fase block grant. Periode ini aturan saban tahun mesti ganti buku baru. Sebelum masa block grant, kebijakan perbukuan mengalami pengadaan buku diserahkan ke sekolah. Depdiknas berperan pada proses penilaian dan penentuan buku mana saja yang layak perubahan dua kali. Pada masa Orde Baru, seiring pembangunan dipakai sekolah. Yang menyeleksi adalah Panitia Nasional Penilai gedung SD secara besar-besaran berdasarkan Instruksi Presiden Buku Pelajaran. Soeharto Nomor 10 Tahun 1971, muncullah pemberlakuan buku Dana block grant untuk buku ini diguyur ke sekolah tanpa paket. Proyek SD Inpres membengkakkan jumlah SD yang melalui jalur birokrasi. Sayangnya, terjadi penyimpangan kurang dari 60.000 menjadi 120.000 dengan jumlah juga di sekolah-sekolah. Penerbit berlomba bergerilya murid jutaan. FASE BUKU PAKET kepada sekolah ini sejalan dengan pemberlakukan Manajemen Berbasis (1971-1995) www.imagebank.com Sekolah. : Pengadaan buku sepenuhnya Ciri : Banyak terjadi Kerugian dilakukan Depdiknas. Depdiknas penyimpangan. Penerbit bergerilya ke memegang monopoli tunggal sekolah-sekolah menawarkan buku- pengadaan buku. Buku paket buku yang sudah lulus PNPBP. Para didistribusikan secara gratis ke sekolah- penerbit memberi rabat atau sekolah. Depdiknas pusat hanya berperan dalam keuntungan tinggi kepada kepala proses seleksi dan penilaian buku-buku sekolah atau guru kalau bisa menjual Keuntungan : Siswa dan sekolah yang layak pakai. Anggota tim penilai bukunya. Tentu saja iming-iming ini sangat diuntungkan karena tidak diambil dari kalangan ahli berbagai bidang. menggiurkan guru dan sekolah. Jadilah mengeluarkan uang. Buku dibagikan Tim penilai ini dikenal dengan nama Na- kepala sekolah dan guru terlibat dalam secara gratis. tional Textbook Evaluation Committee permainan pemburu rente, berdagang (NTEC). Lantaran proyek ini dibiayai Bank : Sarat praktik KKN. Kerugian buku. Sekolah mewajibkan siswa- Dunia, lembaga donor raksasa ini Modusnya melalui monopoli. Depdiknas siswanya membeli buku di sekolah, memberlakukan Standard Bidding Docu- menunjuk Balai Pustaka, unit bisnis tidak boleh bebas membeli di toko buku. ment dalam pengadaan buku tersebut. yang berada di bawah kendali Akibatnya, toko-toko buku apalagi Tujuannya agar bisa diperoleh buku yang Depdiknas. Penilaian terhadap buku pasar buku loak kembang kempis. bagus dengan harga kompetitif dan bebas yang akan dicetak juga dilakukan oleh Sekolah memberlakukan masa pakai KKN. tim kecil yang dibentuk Depdiknas buku hanya satu tahun. sendiri, yang prosesnya tidak ketat dan : KKN masih menggila, hanya Kerugian tak transparan. Praktis, tidak ada bergeser ke tingkat provinsi. Diduga ada kontrol. Peran pasar buku dihilangkan. FASE PERATURAN permainan antara penerbit yang bukunya Sekolah dan siswa sebagai konsumen, MENDIKNAS NOMOR 11 lulus seleksi NTEC dengan oknum maupun toko-toko buku, tidak berdaya pengendali proyek di provinsi. Apalagi di TAHUN 2005 menghadapi monopoli Depdiknas. Buku antara penerbit juga ditengarai terjadi yang dibagikan gratis ini cukup banyak pembagian kapling. Pada fase kedua ini, : KKN bidang perbukuan semakin Ciri yang tidak dipakai oleh sekolah. Ada buku yang lulus seleksi NTEC memang berkurang. bermacam alasan, mulai dari teknik sudah bagus. Tetapi dengan adanya kolusi penyajiannya yang dianggap tidak Keuntungan : Kepmendiknas N0 11 dan pengaturan seperti itu, harganya runtut, grafikanya kurang menarik, Tahun 2005 ini membatasi kebijakan menjadi mahal dan tidak efisien. sampai pemberian contoh-contoh yang kepala sekolah dan guru dalam tak memperhatikan potensi lokal. Tak pengadaan buku. Sekolah dilarang sedikit sekolah atau guru yang lebih berdagang buku di sekolah, baik FASE BLOCK GRANT suka menggunakan buku terbitan langsung maupun tidak langsung. swasta. Walhasil, buku paket gelontoran (2000-2004) Mereka juga tidak boleh memaksakan Depdiknas itu banyak yang mubazir. siswa membeli buku dari penerbit : Pengadaan buku diserahkan ke tertentu. Selain itu, Bambang juga Ciri sekolah. Depdiknas hanya berperan dalam mencabut hak monopoli Depdiknas FASE PROYEK BANK DUNIA proses penilaian dan penentuan kelulusan maupun PT Balai Pustaka dalam (1995-2000) buku, yang dilakukan oleh Panitia Nasional pengadaan buku secara nasional. Penilai Buku Pelajaran (PNPBP). Dana : Masih terjadi kebijakan Kerugian : Nilai proyek tahapan ini sebesar langsung digelontorkan ke sekolah dalam Ciri sepihak sekolah mewajibkan orangtua bentuk dana subsidi hibah atau block grant. US$ 132,5 juta. Proyek buku dan minat murid membeli buku pelajaran. Sanksi baca berlangsung empat tahap. Keuntungan : Sekolah dipersilakan terhadap para guru dan pihak-pihak Keuntungan : Pengadaan buku membeli sendiri buku-buku yang sudah yang melanggar Kepmendiknas ini dilakukan masing-masing provinsi. Di dinyatakan lulus seleksi oleh PNPBP di masih belum ditegakkan. P setiap provinsi ada pimpinan proyek. toko buku. Kewenangan yang diberikan Budi Kurniawan dan Saiful Anam 23 Pena Pendidikan September 2006 DASAR 22-23.pmd 23 8/30/2006, 10:38 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 24. MENENGAH Foto-foto: Dipo Handoko/PENA R uang rapat kecil berukuran sekira 20 meter persegi itu disulap jadi ruang kelas. Darurat, memang. Ada meja plus kursi yang cukup menampung belasan orang, plus whiteboard di ujung ruangan. Di sisi lain tampak dua puluhan piala dan tropi penghargaan berjajar rapi dan bersih. Meski darurat, namun bukanlah kelas sembarangan. Kelas “baru” di SMAK 1 BPK PENABUR, Jakarta, ini spesial dibuka beberapa pekan menjelang penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional di Semarang, awal September ini. Muridnya tak lebih dari sepuluh orang. Pengajarnya? Ini yang tak biasa: Jonathan Pradana Mailoa. Rasanya tak ada siswa yang tidak kenal saat nama ini disebut. Jonathan, sang guru olimpiade sains itu adalah juara dunia Olimpiade Fisika Internasional 2006 dengan meraih emas dan predikat absolute winner. Kebanggaan terhadap prestasi jempolan itu, bukan cuma milik sekolah Jonathan yang terletak di Jalan “ Tanjung Duren Raya, Jakarta. Rekan satu tim SMAK 1 BPK PENABUR JAKARTA Jonathan: Pangus Ho (SMAK 3 BPK PENABUR, Jakarta), Irwan Ade Putra (SMAN 1 Pekanbaru) dan Menabur Andy Octavian Latief (SMAN 1 Pamekasan), serta M Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah, Makassar) menjadi aset kebanggaan Indonesia. Namun tak banyak seperti Jonathan, yang baru JAWARA SAINS genap 17 tahun pada 20 September ini sudah mengajar rekan-rekannya. Apalagi “murid-murid” Jonathan itu remaja dengan prestasi ciamik di fisika. Mereka ini sebagian siswa SMAK 1 BPK PENABUR yang tergabung dalam Science Club, salah satu kegiatan ekstra kurikuler. Selain Jonathan, juga ada Prayudi Utomo. Peraih perunggu Olimpiade Biologi Internasional 2006 ini juga mengajar adik-adik kelasnya. Kebijakan sekolah memang membolehkan sejumlah siswa berprestasi semacam Jonathan dan Prayudi tidak mengikuti Berambisi menjadi sekolah terbaik. Nilai Ujian Nasional pelajaran di kelas ketika diminta membina adik kelasnya menjelang ajang kompetisi ilimiah digelar. Di hampir selalu nomor satu di Jakarta. Separuh lebih tahun ajaran 2005-2006, setidaknya ada delapan lulusannya terbang ke Singapura, Australia, Jepang, China, siswa SMAK 1 BPK PENABUR berjaya di ajang adu kemampuan bidang sains tingkat internasional. (Lihat: hingga Amerika. RAPBS 2006 mencapai lebih dari Rp 8,1 Kampiunnya Sains). “Mereka yang berprestasi memang kami jadikan miliar. tutor senior, siswa membina siswa,” kata Dra Duma 24 Pena Pendidikan September 2006 MENENGAH 24-27.pmd 24 8/30/2006, 11:14 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 25. MS Hutahaean, Kepala SMAK 1 BPK PENABUR guru semuanya karyawan tetap, kecuali 10 orang yang Jakarta kepada PENA PENDIDIKAN. honorer. Beragam pembinaan kualitas guru pun digeber. Mulai pertemuan antar guru mata pelajaran, mengikuti KUAT DI SAINS Pemandangan tak biasa itu memang menjadi hal seminar hingga pelatihan. “Kami rutin mengadakan wajar di sana sejak sekolah ini menahbiskan diri MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) tiap satu sebagai sekolah berciri khas pada penguasaan sains. bulan sekali di lingkungan PENABUR,” kata Duma “Berkali-kali menyimak hasil ujian nasional, kekuatan menjelaskan. dan pencapaian kami di matematika, fisika, kimia, Kualifikasi pendidikan dan pembinaan guru belum dan biologi selalu tinggi,” kata Duma, sarjana cukup buat menyulap sekolah ini mengilap prestasinya. pendidikan Fisika dari IKIP Negeri Jakarta (sekarang Seleksi calon siswa menjadi menentukan. PENABUR Universitas Negeri Jakarta) yang mengabdikan diri tidak menjaring siswa berdasar nilai ujian nasional. sebagai guru fisika sejak 1985. Melainkan dengan ujian seleksi yang biasa digelar Sekolah yang berdiri pada 19 Juli 1950 ini memang awal Maret. Hasil tes dibedakan menurut tingkatan A, cukup punya modal buat menjadi yang terbaik, B, dan C yang berpengaruh pada nilai Sumbangan khususnya bidang sains. Sejarah mencatat, siswa Sarana Prasarana (SSP). “Rata-rata SSP berkisar Rp SMAK 1, Jemmy Widjaja, adalah satu dari lima siswa 10 juta setiap siswa,” kata Duma. terpilih yang dibina Profesor Yohanes Surya, saat Guru pun tak bisa berleha-leha meski disuguhi berlaga kali pertama di ajang Olimpiade Fisika siswa-siswa terpilih. Beban mengajar tidak otomatis Internasional pada 1993. Jemmy mendapat lebih ringan. “Tuntutannya malah lebih berat. Kalau penghargaan honorable mention, melengkapi cuma yang di buku, anak-anak sudah tahu. Guru perunggu Oki Gunawan dari SMAN 78 Jakarta. terpacu belajar lebih komprehensif,” kata Drs Tejo Tahun berikutnya, 1994, Conni Gunadi dan Widiyanto, guru praktikum biologi. Catherine Widjaja menjadi duta SMAK 1 PENABUR Tejo, lulusan Biologi Universitas Gadjah Mada di ajang Olimpiade Fisika di Beijing, China. Sejak 2000, Yogyakarta (1981) itu mencontohkan saat ia mengajar setiap tahunnya selalu ada murid-murid Duma menjadi mengenai fosil. Ia mengaitkannya dengan pelajaran duta bangsa mewakili Indonesia dalam berbagai ajang kimia, biologi, dan iklim. “Soal rekayasa genetika atau olimpiade tingkat Asia dan internasional. Saat itulah tes DNA, saya dapatkan setelah mengikuti diklat di Yayasan BPK PENABUR yang membawahi tujuh Universitas Atmajaya, Jakarta,” kata Tejo yang turut SMAK di wilayah Jakarta menetapkan program andil memberi bimbingan kepada Prayudi Utomo, siswa pembelajaran SMAK 1 memberi perhatian khusus pada kelas III peraih medali perunggu Olimpiade Biologi penguasaan sains. Internasional 2006 lalu. Yayasan BPK PENABUR pun memasang target Yang tak mampu mengikuti laju gerbong menuju mampu meraih prestasi tertinggi di olimpiade tingkat sekolah terbaik, otomatis tersingkir, setidaknya Asia dan internasional di berbagai bidang: fisika, biologi, penilaian kinerjanya buruk. “Sekolah membuat aturan kimia, informatika, astronomi dan bahasa Inggris. Yayasan menghendaki SMAK 1 BPK PENABUR menjadi yang terbaik setidaknya di Jakarta. Tampaknya latar belakang Duma yang sarjana pendidikan Fisika itu klop dengan keinginan yayasan saat mengangkatnya menjadi kepala SMAK 1 PENABUR pada 2000. “Kata kuncinya kerja sama, antara siswa, guru, kepala sekolah, dan yayasan,” kata Duma merendah. Untuk mewujudkan amanat yayasan itu tentunya tak semudah membalik telapak tangan. Sekolah berlantai 8 dengan 26 kelas, dua di antaranya kelas akselerasi, plus satu kelas internasional ini memang punya sarana dan prasarana cukup komplet. Laboratorium komputer, fisika, kimia, biologi, bahasa, dan akuntansi lebih dari cukup untuk menunjang belajar siswa. Siswa dijamin tak gerah diguyur panasnya Ibu Kota lantaran semua kelas dilengkapi pendingin udara. Belajar mengajar menjadi asyik, khususnya semua kelas X dan kelas akselerasi, lantaran dilengkapi jaringan komputer online. TAK CUKUP BUKU SAJA Guru-guru pun dituntut meningkatkan kualitasnya. Secara kualifikasi, setidaknya, para pengajar di sana sudah oke. Dari 78 guru, hanya dua orang berijazah diploma III. Yakni guru olahraga dan ekonomi, yang keduanya memasuki masa usia pensiun 60 tahun. Selebihnya 73 lulusan sarjana, dua menyandang S-2 bidang biologi dan matematika, dan seorang doktor kimia yang mengajar kelas internasional. Status para Dra Duma MS Hutahaean, Kepala SMAK 1 BPK PENABUR Jakarta 25 Pena Pendidikan September 2006 P MENENGAH 24-27.pmd 25 8/30/2006, 11:14 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 26. MENENGAH main terhadap guru dan siswa: ada Pradana dan empat rekannya peraih medali temannya di jurusan IPS hanya satu siswa. penghargaan dan hukuman,” kata Duma Olimpiade Fisika Internasional, serta Yohanes Tapi, “Kelulusan kami selalu 100 persen menjelaskan. Surya sebagai pembina. terus,” kata Duma bangga. Duma juga bangga Mereka yang berhasil, baik guru dan mu- Meski menyaksikan guru dan siswa oke, lantaran rata-rata nilai ujian nasional rid, mendapat penghargaan yang diumumkan namun jangan heran bila tahu ada siswa SMAK sekolahnya, program IPA, selalu rangking 1 di di suatu pertemuan besar. Beberapa kali 1 yang tinggal kelas. Tahun lalu, misalnya, Jakarta sejak 2000 lalu. Kecuali di tahun 2001 penghargaan diwujudkan dalam bentuk uang siswa kelas X yang tidak naik kelas ada 8 yang terpeleset di rangking 2. Lulusan Pro- dan perangkat penunjang belajar mengajar orang. Pada 2004, ada 5 siswa yang gagal gram IPS pun dalam enam tahun belakangan seperti laptop. Misalnya, penghargaan dan naik kelas XI. Di kelas XI IPA pada tahun lalu juga selalu berada di rangking 1 hingga 3. P laptop yang diberikan kepada Jonathan ada 3 siswa mengulang kelas. Sedangkan DIPO HANDOKO KHU HWEE MENUJU PASANG yang digulirkan Departemen Pendidikan Nasional sejak akhir 2005 lalu ditolak PENABUR. “Bukan karena kebanyakan duit tapi kami khawatir jika menerima BOS, urusan di belakang menjadi banyak. Misalnya, harus laporan ini-itu,” kata Chris- tian. Christian juga menyebut sejumlah kebijakan pemerintah kadang kurang mendukung perkembangan sekolah berciri khas agama. “Aturan perpajakan dan pendirian ijin sekolah menjadi kendala kami,” katanya. Toh, dengan kekuatan sendiri itu BPK PENABUR malahan mampu menancap- kan tonggak sebagai sekolah berkualitas. Di jenjang SMA, contohnya, mulai jelas ciri khas di tujuh SMAK di Jakarta. SMAK 1 dan SMAK 3 sama-sama diarahkan menjadi Siswa-siswa berprestasi SMAK 1 BPK PENABUR Jakarta sekolah sains. Sedangkan SMAK 2 lebih J ennifer Santoso, 12 tahun, baru “Sekitar 90% kami memprioritaskan menerima memberi perhatian pada penguasaan merasakan senangnya bersekolah di siswa dari lingkungan PENABUR,” kata Ir Chris- bahasa. SMAK 7 fokus pada pengem- SMPK 2 BPK PENABUR Jakarta. tian Handoyo, Ketua Wilayah Jakarta Yayasan bangan teknologi informasi, serta SMAK 5 Peraih emas di Kontes Matematika di BPK PENABUR. pada manajemen kepemimpinan. Hongkong, Juli lalu ini memang mengidam- Perjalanan menuju pasang kejayaan Guru-guru pun dijamin mendapat kan bersekolah di sana. Putri pasangan yayasan pendidikan yang digagas Badan aneka pelatihan peningkatan kualitas. Dari Eddy Santoso dan Nina Gustina Punta ini Pendidikan Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee Khu pelatihan khusus, studi banding, seminar, saat bersekolah di SD Kristen Penabur Hwee Djawa Barat, pada 19 Juli 1950, ini magang, hingga dikirim ke luar negeri. Juli Modern Land Tangerang, sudah punya awalnya tertatih-tatih. Tak beda jauh dengan lalu, yayasan mengirim lima guru mengikuti prestasi segudang. kebanyakan sekolah swasta. pelatihan singkat di Perth, Australia. Jennifer meraih merit award di “Pada awal 1990-an kami bahkan pernah “Setidaknya tahun ini setiap guru mendapat Phillipines Elementary Mathematics Inter- tak mampu menggaji guru dan karyawan, pelatihan minimun 40 jam,” kata Christian. national Contest 2005, medali perunggu di karena pemasukan tak sebanding dengan Kualitas kinerja guru dan kepala International Mathematic and Sciece Olym- pengeluaran,” kata Christian, 56 tahun, yang sekolah selalu terpantau yayasan. Mereka piad 2005, dan medali perak di Indonesia mengabdi di yayasan sejak 1998. ini dinilai oleh kepala jenjang. Setiap bulan Elementary Mathematics International Con- Situasi sulit dan kekuarangan selama selalu diadakan pertemuan kepala sekolah test 2006. “Sejak 2,5 tahun dia sudah bisa puluhan tahun itu mampu dilewati PENABUR. yang dipimpin kepala jenjang. Guru-guru menghitung sampai seratus. Sejak SD Soal susahnya menggaji guru dan karyawan juga dimonitor oleh setiap kepala bidang maunya bersekolah di sini,” kata Eddy tak dirasakan lagi sekarang. Rencana studi. Santoso. Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah PENABUR juga melengkapi organisasi Cita-cita si cerdas Jennifer itu juga (RAPBS) 2006 di SMAK 1, misalnya. Besarnya manajemennya dengan Badan Pusat diidamkan sebagian besar siswa sekolah- lebih dari Rp 8,1 miliar: lebih dari cukup untuk Pengkajian Pengembangan Pendidikan. sekolah PENABUR. Sekolah-sekolah menggaji guru dan karyawan plus operasional Anggotanya sepuluh orang yang punya PENABUR setidaknya dalam satu dekade sekolah. Menurut hitungan kasar, biaya satuan bekal pengetahuan cukup di dunia ini, menjadi mayoritas pilihan siswa mereka pendidikan per siswa sekira Rp 8 juta per tahun. pendidikan. Semua aspek pengembangan pendidikan seperti kelas akselerasi, bilin- saat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. PENABUR pun lebih suka hidup dengan gual, internasional, adalah hasil Artinya sebagian besar siswa SD, SMP dana sendiri ketimbang menerima uluran tangan pembahasan lembaga ini. P hingga SMA memilih sekolah PENABUR. pemerintah. Bantuan Operasional Siswa (BOS) 26 Pena Pendidikan September 2006 MENENGAH 24-27.pmd 26 8/30/2006, 11:14 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 27. SCIENCE CAMP TANGGA KE OLYMPIAD DIIRINGI KIDUNG DISAMBUT 3S Demam olimpiade sains amat terasa di SMAK 1 BPK PENABUR. Sejak 2000, duta di berbagai ajang olimpiade asia dan dunia tak pernah luput dari S keikutsertaan siswa SMAK 1. Scince Club, kegiatan eorang Satijan, yang juga boleh masuk,” kata Satijan. ekstra kurikuler bidang sains pun amat diminati siswa. Wakil Kepala SMAK 1 BPK Suasana menjadi senyap seiring Setidaknya ada 90-an —hampir sepertiga jumlah siswa— PENABUR, saban hari menghilangnya musik rohani tatkala yang mengikuti seleksi. Hanya 15-20 siswa yang lulus berangkat dari rumahnya di jam menunjukkan pukul 06.50. Saat dan siap-siap menuju ajang olimpiade sains. Tangerang pukul 05.15. Biasanya, itulah pintu gerbang sekolah ditutup. Akhir Agustus lalu, Science Club mengadakan sebelum jam berdentang enam kali, Mereka yang telat otomatis tidak aneka kegiatan keilmuan berlabel Science Camp. Di pengajar pelajaran Kreativitas Sains bisa masuk sekolah. Setelah antaranya mengunjungi Pusat Peragaan Ilmu ini sudah tiba di Tanjung Duren mendapat pengantar dari petugas Pengetahuan dan Teknologi di Taman Mini Indonesia Raya, Jakarta. pengamanan, siswa boleh masuk Indah (TMII) Jakarta. Sedangkan Science Camp bidang Memasuki halaman sekolah, ia sekolah. Namun ia tak diijinkan sosial mengunjungi Family Discovery di Mega Mendung, disambut kidung bernuansa gereja mengikuti pelajaran jam pertama. Bogor. Kristen Protestan. Spiker di sejumlah “Jika terlambat sampai lima kali, SMAK 1 juga punya Hari Kreativitas. Sekolah tempat mengantarkan lelaguan orangtua siswa kami panggil, jika mendorong siswa menjadi penemu. Di antaranya, rohani itu ke halaman, ruang-ruang, masih terlambat lagi hingga kali menghasilkan tinta dari cumi, mi berserat, pewarna dari koridor, hingga kantin. Sejumlah ketujuh, siswa dipulangkan,” kata manggis dan rel elektromagnetik. P guru yang biasa disebut “Guru 3S” Satijan. alias senyum, sapa, santun juga Sekira sepuluh menit, menje- berdatangan pagi-pagi. Guru 3S ini lang bel pelajaran dimulai, semua bertugas menyambut semua siswa siswa dan guru mengikuti renungan di pintu gerbang sekolah, dengan keagamaan dan doa. Renungan itu KAMPIUNNYA SAINS 2006 selalu mengembangkan senyum, disampaikan guru dan murid secara menyapa, dan bersikap santun. bergiliran. Usai penyiapan rohani, Jonathan Pradana Mailoa : medali perak Olimpiade “Guru mengecek penampilan mu- kegiatan belajar pun dimulai. Jam Fisika Asia, dan juara dunia Olimpiade Fisika rid. Jika belum rapi dan lengkap belajar berakhir pada 14.45 dengan Internasional atribut seragamnya, siswa tidak 9 jam pelajaran. P Hartono : medali perak Olimpiade Astronomi dan Astrofisika Internasional Prayudi Utomo : medali perunggu Olimpiade Biologi Foto-foto: Dipo Handoko/PENA Internasional Adi Kurnia : medali perunggu Olimpiade Kimia Internasional Pascal Gekko : medali perunggu fisika Olimpiade Fisika dan Matematika Kazakhstan Raymond Christoper : medali perunggu matematika Olimpiade Fisika dan Matematika Kazakhstan Sandy Adhitia Ekahana : honorable mention Olimpiade Fisika Asia Ivan Handinata Rimbualam: medali perak Olimpiade Astronomi Thailand TERBANG KE SINGAPURA Lebih dari 50% lulusan SMAK 1 BPK PENABUR Jakarta melanjutkan studi ke Singapura, Australia, Jepang, Amerika, dan Jerman. Belakangan, trennya terbang ke China dan Malaysia. Sisanya ke perguruan tinggi swasta, seperti Universitas Atmajaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Tarumanegara, Universitas Bina Nusantara (semuanya di Jakarta), hingga Universi- tas Parahiyangan Bandung. Peminat perguruan tinggi negeri cenderung hanya di Universitas Indonesia Jakarta dan Institut Teknologi Bandung. P Jonathan mengajar fisika kepada teman-temannya 27 Pena Pendidikan September 2006 MENENGAH 24-27.pmd 27 8/30/2006, 11:14 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 28. “ KEJURUAN Foto-foto: Vina Firmalia/PENA Pionir sekolah kejuruan negeri jurusan pariwisata yang kian berkembang pesat. Lulusannya banyak diminati hotel-hotel, restoran, dan biro jasa pariwisata. ISO 9001:2000 mengenai manajemen mutu sekolah diraih pada SMKN 57 Jakarta 2004. PRIMADONA RASA JERMAN J erman, Austria, dan Swiss masih menjadi lapangan. Maklum, waktu tiga bulan terlalu singkat PROFIL SINGKAT kiblat pendidikan kejuruan di Tanah Air. untuk sebuah magang kerja. Sehingga pada 1999, SMKN 57 Sejak tahun ajaran 1993-1994, jalinan kerja praktik kerja atawa magang kerja itu diperpanjang sama telah dirajut dengan Jerman, tepatnya menjadi enam bulan. Otomatis sistem pembelajaran di dengan Lembaga Kerjasama Teknik Jerman SMK berubah menjadi semester (enam bulan). Tahun 1991: SMIP Jakarta (Deutsche Gessellschaft fur Technische PSG semakin dikukuhkan penerapannya di semua berdiri, alih fungsi dari Zusammenarbeit/GTZ). Sasarannya meningkatkan Sekolah Menengah sekolah kejuruan sejak beleid Keputusan Mendikbud Kesejahteraan Keluarga mutu sekolah kejuruan. Nomor 327/U/1997 tentang Penyelenggaraan PSG Negeri (SMKKN) 1. Sejak 1993, atas bantuan GTZ, Departemen pada Sekolah Menengah Kejuruan diundangkan. Tahun 1993: SMIP Jakarta Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) merintis Tahun 1997 itu pula semua jenis sekolah kejuruan, menjadi satu di antara 5 model penyelenggaraan pendidikan sistem ganda seperti SMEA, STM, dan SMIP melebur menjadi sekolah kejuruan model (PSG) di lima sekolah kejuruan. Yakni SMKN 57 Jakarta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). untuk penerapan sistem (dulu SMIP), SMKN 1 Karawang (dulu STM), SMKN 2 pendidikan ganda (PSG) Semarang (dulu SMEA), SMKN 5 Surabaya (dulu STM BANYAK DUKUNGAN Tahun 1997: SMIP Jakarta Pembangunan), dan SMKN 1 Percut Sei Tuan Medan SMKN 57 Jakarta kian berkembang sejak melebur menjadi SMKN 57. (dulu STM). GTZ ketika itu juga turut andil membidani memberlakukan PSG. Kini, ia bolehlah disebut Tanggal 24 November 2004: lahirnya program peningkatan mutu pembelajaran IPA primadona SMK pariwisata dan perhotelan, bukan saja meraih sertifikat ISO di sekolah dasar alias SEQIP (Science Education untuk wilayah Jakarta, juga Indonesia. Tak sedikit 9001:2000 tentang Quality Improvement Project). siswa SMP yang mulai berpaling dari SMA. Setidaknya, pelaksanaan manajemen SMKN 57, saat itu, menjadi satu-satunya sekolah seperti yang dilakukan Asri Wulandari. Ia lebih memilih mutu sekolah yang kejuruan jurusan pariwisata yang ditunjuk sebagai bersekolah di SMK. “Dengan bersekolah di sini, saat dikeluarkan badan sertifikasi cari kerja nantinya lebih mudah. Udah terbukti kok model penyelenggaraan PSG. Sekolah ini cikal RW TuV Jerman. bakalnya adalah Sekolah Menengah Industri lulusannya banyak yang diterima kerja,” kata siswa PRESTASI: Pariwisata (SMIP), sejak dirintis 1991. SMIP Jakarta kelas 3 SMKN 57 jurusan usaha jasa pariwisata. adalah pionir sekolah kejuruan negeri jurusan pariwisata Asri meyakini pilihannya tak salah. Sekolah yang Juara berbagai program seperti tour planning, ticketing, tour di Indonesia. Pantaslah bila harapan besar terletak di Jalan Taman Margasatwa, Ragunan, ini guiding, dan restaurant service digantungkan kepada SMIP. memang dirancang secara matang. Sekolah yang pada Promosi Kegiatan Sekolah Program PSG sendiri menerapkan pembelajaran mayoritas bangunannya didominasi warna hijau ini tingkat Jakarta dan Nasional, di sekolah plus praktik kerja di industri. PSG pada menempati area seluas 4,2 hektare, dengan luas sejak diadakan tahun 2004. awalnya ditetapkan tiga bulan di setiap catur wulan. bangunan 16.000 meter persegi. Asri patut Praktik selama tiga bulan itu dirasa tidak klop di bersemangat tinggi lantaran sekolahnya ditunjang 28 Pena Pendidikan September 2006 KEJURUAN 28-29.pmd 28 8/30/2006, 10:44 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 29. sarana belajar komplet. Semua jurusan: usaha jasa pariwisata, akomodasi perhotelan dan tata boga, punya sarana praktik memadai. Jurusan perhotelan punya gedung hotel dengan kapasitas 32 kamar. Sedangkan praktik tata boga dan jasa pariwisata ditampung di restoran dan biro transportasi dan perjalanan. “Kebanyakan peralatan praktik dibantu pemerintah Austria,” kata Kepala SMKN 57 Dra Sukmayati. Perhatian Depdiknas sendiri, menurut Sukmayati, juga sangat besar. “Pemerintah banyak mengucurkan bantuan di antaranya block grant buku, biaya operasional, dan bantuan imbal swadaya,” kata wanita lulusan pendidikan tata boga Universitas Negeri Jakarta ini kepada PENA PENDIDIKAN. Pemerintah “ DKI Jakarta juga banyak mendukung pendanaan. “Tahun ini kami mendapat bantuan Rp 150 juta.” LANGSUNG KERJA Semua sarana dan prasarana mahal itu bukan Gerbang SMKN 57. Sukmayati, kepala sekolah (inzet) sekadar buat praktik siswa. Hotel, restoran, biro travel dan pariwisata, serta usaha pembuatan kue, dikelola serius siswa-siswa tak ubahnya bisnis beneran. “Unit seperti penyajian makanan dan minuman, serta produksi itu selain untuk ajang praktik siswa, juga pelayanan kamar. Jurusan tata boga diperkuat dengan diberdayakan untuk mencari keuntungan,” kata program memasak dan pengenalan kuliner. Di semua Sukmayati. unit produksi itulah pembelajaran model produktif Link and match antara teori dan lapangan kerja diterapkan. benar-benar dirasakan para siswa. Suci, siswi kelas 3 Hasilnya boleh dibilang luar biasa. Tak heran bila jurusan jasa pariwisata, bahkan sampai merasa seperti lulusan SMKN 7 hampir 90% langsung diserap pasar bersekolah di Jerman. “Memang saya tidak menuntut kerja. Lulusan 2006 ini, 200 siswa dari 223, langsung ilmu di Jerman namun setidaknya saya merasakan bekerja. “Hanya satu tak lulus. Selebihnya melanjutkan beberapa fasilitas di sini hasil pemberian Jerman dan ke perguruan tinggi dan menikah,” kata Sukmayati, Austria. Hal ini memudahkan penerapan teori,” kata yang telah tiga tahun menduduki jabatan kepala SMKN Suci. 57. Kegiatan lain yang membuat Suci dan Asri suka 90% lulusan diserap ISO 9001:2000 adalah adanya pertukaran siswa dengan sekolah pasar kerja. Hanya kejuruan dan magang kerja di “Negeri Kanselir”. Selain dukungan fasilitas dan kerjasama dengan Magang kerja enam bulan kebanyakan memang banyak perusahaan, SMKN 57 berkibar tak luput dari satu tak lulus. dengan sejumlah tempat usaha di dalam negeri. Ho- manajemen yang oke. Badan sertifikasi internasional Selebihnya tel dalam negeri sebagai pilihan magang sampai kini perwakilan Jerman, RW TuV, memberikan ISO tercatat 47 hotel, di antaranya, Hotel Hilton, Sheraton, 9001:2000, pada pada 24 November 2004. Sertifikasi melanjutkan ke Grand Mulia, Le Meridien, Shangrila, dan hotel lain ISO ini menilai pelaksanaan manajemen mutu sekolah. perguruan tinggi yang tersebar di Jakarta dan Bali. Tak cuma administratif saja yang dibenahi. Juga Sedangkan hotel-hotel luar negeri yang sering manajemen penyelenggaraan pembelajaran. Di menjadi tempat praktik kerja kebanyakan di Malaysia antaranya meningkatkan mutu guru dan karyawan. dan Dubai. Tak kurang 16 hotel di sana yang pernah Dengan rata-rata siswa per tahun sekira 650-an, dipilih buat magang. Bahkan magang di luar negeri SMKN 57 didukung 72 guru dan 30 pegawai. “Sekitar rentang waktunya belakangan sampai satu tahun. 80% pengajar bersertifikasi dan sarjana,” kata Misalnya, 25 siswa magang di Pan Pacific Glenmarie, Sukmayati. Selangor, Malaysia (2002-2003), 30 siswa pernah Bahkan sekolah mendorong guru-guru dengan magang di Century Mahkota Hotel, Melaka, Malaysia latar belakang kelimuan tak sesuai dengan mata (2003-2004), dan 10 siswa yang praktik kerja di pelajaran yang mereka pegang, untuk kuliah lagi. Novotel World Trade Centre, Dubai, Uni Emirat Arab “Yang sarjana hukum tetapi mengajar bahasa Inggris, (2003-2004). Tahun 2004, bahkan ada 137 siswa kami minta kuliah pendidikan bahasa Inggris. Jangan nyeleneh,” ujar Sukmawati. yang antusias magang di Malaysia dan Dubai. Manajemen berjalan baik juga didukung Berbagai fasilitas memadai dan kegiatan magang pendekatan persuasif Sukmayati dengan para guru. kerja di tempat yang tepat itu ditunjang metode Misalnya ia mengadakan tadarus yang diikuti semua pembelajaran yang produktif dan normatif adaptif. guru beragama Islam, sekira 15 menit sebelum bel Maksudnya, “Normatif adaptif itu ada pelajaran pelajaran dimulai. “Guru-guru yang terlambat saya ajak penunjang seperti matematika, bahasa Inggris, ngobrol dan minta mereka curhat,” kata Sukmayati. Perancis, Cina, Indonesia, dan olahraga,” kata Hubungan baik guru, karyawan dan siswa, di Sukmayati menjelaskan. tengah hijaunya reremputan dan taman sekolah, Sedangkan pembelajaran produktif lebih sungguh membuat nyaman bersekolah. Asri dan Suci menyangkut program-program turunan sesuai jurusan. pun tak merasa suntuk harus bersekolah sejak pukul Umpamanya, jurusan pariwisata, mendapat penekanan mengenai guiding dan ticketing. 07.00 hingga 16.00. P Sedangkan siswa perhotelan, memperoleh pelajaran VINA FIRMALIA 29 Pena Pendidikan September 2006 KEJURUAN 28-29.pmd 29 8/30/2006, 10:44 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 30. GURU www.imagebank.com tugas, wawasan kependidikan, kepribadian dan partisipasi dalam masyarakat. “Kemampuan melaksanakan tugas dinilai sejak Mei,” kata Dian Mahsunah, anggota tim penilai. Penilainya adalah kepala sekolah, teman sejawat dan murid-murid sang guru. Para guru pilihan sekolah akan beradu di pemilihan tingkat kecamatan hingga kabupaten, hingga provinsi. Akhir Juli nama para pemenang tingkat provinsi disampaikan pada tim penilai untuk selanjutnya diseleksi di tingkat nasional. Tahap berikutnya, para guru wakil tiap provinsi masing-masing membuat karya tulis dan mempresentasikannya di hadapan tim penilai. Baru kemudian tim penilai dari Depdiknas mewawancarai para calon guru berprestasi. Juga studi dokumen terhadap ada tidaknya penghargaan yang mereka dapatkan selama masa mengajar. Semua tahapan “ berakhir hingga 12 Agustus 2006. Selain empat aspek tadi, secara administrasi calon guru berprestasi harus telah menempuh masa pengajaran selama delapan tahun. Dengan masa pengabdian selama itu Pahlawan dengan diharapkan mereka telah berpengalaman dalam menerapkan konsep dan proses pembelajaran. TANDA JASA TAK HANYA PNS Pemilihan guru berprestasi kali ini tak hanya berlaku bagi guru PNS. Para guru swasta di madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah pun diikutsertakan. Selain itu dipilih juga guru PENA PENDIDIKAN akhir Agustus lalu. berdedikasi yang dibagi dalam dua kategori. Di masa lampau, penghargaan kepada Pertama, guru berdedikasi di daerah khusus guru bukannya tidak ada. Pada kurun 1972- (terpencil, perbatasan, daerah konflik dan 1988, misalnya, ada Pemilihan Guru Teladan. daerah tertinggal). Kedua, guru berdedikasi Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus. sekarang ini tidaklah sekadar seremoni Untuk proses penyeleksian, baik guru Depdiknas memberi memeriahkan Peringatan Kemerdekaan RI. swasta maupun berdedikasi berbeda dengan penghargaan kepada guru Para guru harus melalui seleksi panjang: dari guru berprestasi. Seleksi di tingkat nasional kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. tidak ada. Depdiknas hanya menyerahkan berprestasi dan guru “Harus melalui penilaian berjenjang, dari tiap standar kriteria pemilihan guru berdedikasi berdedikasi, serta guru siswa sekolah di kabupaten/kota hingga nasional. kepada masing-masing kabupaten/kota. Sekolah itu dari TK hingga SMA,” kata Fasli. Untuk kategori guru berdedikasi di daerah berkemampuan khusus Tiap provinsi diwakili satu guru. Melalui khusus hanya dipilih dari tingkat SD. keputusan bersama Mendiknas dan Menteri Sedangkan untuk guru berdedikasi bagi anak- P Agama, para pemenang guru berprestasi dan anak berkebutuhan khusus dimulai dari SDLB, asal 36 Undang-Undang Nomor berdedikasi diumumkan pada 17 Agustus, di SMPLB dan SMALB. “Ke depan untuk 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Hotel Raddin, Jakarta. Hasilnya, sebagai guru pemilihan guru berdedikasi di daerah khusus Dosen menyebutkan guru yang berpretasi adalah Sri Ningsih (TK ABA Sleman, akan ditingkatkan hingga jenjang SMP guna berprestasi, berdedikasi luar DI Yogyakarta), H Ahmad Furqon SPd (SDN menyukseskan wajib belajar sembilan tahun,” biasa, dan bertugas di daerah Polisi 4, Bogor), Karnadi, SPd MHum (SMPN 7 ujar Dian Mahsunah. khusus berhak memperoleh penghargaan. Fasli Cirebon, Jawa Barat) dan Suryanto SPd MPd Depdiknas memberikan hadiah berupa Jalal, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu (SMAN 1 Wonosari Gunung Kidul). piagam, laptop, printer dan uang tunai masing- Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sedangkan guru berdedikasi yang terpilih masing sebesar Rp 15 juta, Rp 10 juta dan Rp Depdiknas pun lega bisa mewujudkan amanat adalah Alawani (SDN Amboaji, Tanjungjabung 7,5 juta. Mereka juga mendapat perolehan UU Guru dan Dosen itu. Timur, Jambi) dan Nur Dewi (SDN Bahuluang, angka kredit, yang dapat mempercepat proses “Inilah salah satu bentuk penghargaan Selayan, Sulawesi Selatan). Aspek penilaian kenaikan tingkat/jabatan. Untuk tingkat nasio- kepada guru yang memang merupakan ama- pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi nal akan mendapatkan 50% angka kredit. P nat Undang-Undang,” kata Fasli Jalal kepada meliputi empat hal: kemampuan melaksanakan BUDI KURNIAWAN DAN VINA FIRMALIA 30 Pena Pendidikan September 2006 GURU 30-31.pmd 30 8/30/2006, 10:46 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 31. Guniati, Guru Berdedikasi, Pengajar SLB Tuna Netra Martapura Selalu Kangen dengan Murid A walnya wanita kelahiran 26 November Tapi setelah mengenal mereka saya justru 1963 ini ingin meneruskan pendidikan makin suka. Bahkan kalau tidak mengajar di Fakultas Pertanian Universitas rasanya pengen ketemu,” kata Guniati. Gadjah Mada, Yogyakarta. Namun karena tak Guniati memang pantas meraih diterima, ia memutuskan mengajar di SLB. penghargaan ini. Setidaknya dia juga punya Keputusan itu diambilnya karena sewaktu sejumlah penghargaan. Yakni Juara 2 Lomba masih di SMA, ia sering main ke rumah Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran dengan karya tulis berjudul Penerapan Metode temannya di Komplek SGPLB (Sekolah Guru Variasi Pembelajaran Membaca Permulaan Pendidikan Luar Biasa). “Saya sering melihat bagi Anak Tuna Grahita Ringan Dengan Alat anak-anak belajar. Pertama kali melihat Peraga Kartu Huruf, Kartu Gambar dan Alat mereka, terbersit rasa iba. Lambat-laun timbul Dok.PENA Putar Huruf (2005). Lalu Juara 3 Lomba Guru keinginan untuk mengajar,” katanya kepada PENA PENDIDIKAN. Berpres-tasi Tingkat Provinsi dengan karya tulis Penerapan Pada 1985 mulailah Guniati mengajar. Konsep Bilangan Sambil mengajar ia melanjutkan pendidikan D- Bagi Anak Tuna 2 di SGPLB Jurusan Tuna Netra. Pada 2000 Netra (2005), Guniati meneruskan studi S-1 di jurusan Tuna Grahita, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Juara 3 Bandung. Guniati sebenarnya ingin pembuatan alat melanjutkan studi ke jurusan Tuna Netra, peraga IPA sesuai jurusan pada studi diplomanya. tingkat provinsi Sudah 20 tahun ia mengajar di Martapura. (2005) serta Banyak peristiwa ia lalui. Dari jumlah murid yang Juara 2 hanya lima orang, kini 150 orang, hingga mengarang menghadapi anak yang buang kotoran di dalam dan pidato kelas. “Minggu pertama mengajar masih sulit. tingkat Karena mereka berbeda dengan murid normal. provinsi. P Sri Ningsih, Pemenang I Guru Berprestasi Kelompok TK Selalu Membuat Murid Senang L ulusan Sekolah Pendidikan Guru senyum mereka, masalah saya langsung Negeri 3 Wonosari ini mengawali hilang,” katanya. profesinya sebagai guru sejak 1985. Karena itu, dalam mengajar Sri berusaha Awalnya ia mendaftar jadi guru di Subang, sebisa mungkin membuat murid-muridnya Jawa Barat. Tapi baru setahun kemudian senang. Salah satu cara yang ia gunakan ia diangkat menjadi guru. Hingga akhir 1998 adalah menggunakan nyanyian. “Alhamdulillah ia masih mengajar di Subang. Lalu di tahun anak-anak senang dan tidak ingin saya diganti 1999 ia mengikuti suaminya yang anggota dengan guru lain,” kata Sri yang kini TNI AD ke Kabupaten Karawang. Di bergolongan II C itu. Dok.PENA Karawang ia tak lama. Pada 2000, Sri Sama dengan Guniati, sebelum mendapat- Ningsih pindah ke Yogyakarta. kan peghargaan sebagai guru berprestasi ia Wanita yang tetap terlihat energik di juga mengalami proses penyeleksian yang ke- usianya yang 40 tahun ini awalnya ingin tat. Karya tulis berjudul Ayo Bermain Jari: Jari mengajar di SD. Gurunya di SPGN menya- sebagai Media Bermain dan Belajar di TK yang rankan Ningsih mengajar TK. Karena ia presentasikan mendapat penilaian terbaik. memang suka dengan anak-anak, saran Ibu tiga anak ini sebelumnya pernah itu ia terima. menyabet penghargaan: Juara Harapan 1 Menurut Sri, mengajar di TK selalu bisa Lomba Membuat Cerita Anak se-Kabupaten membuatnya gembira. “Yang paling Sleman, tiga kali Juara 1 Lomba Alat Peraga membahagiakan mengajar murid TK ialah Tingkat Kabupaten (dua kali di Sleman pada melihat senyum anak-anak yang lugu. Kalau 2000 dan sekali di Sleman pada 2003). P di rumah ada masalah kemudian melihat VINA FIRMALIA 31 Pena Pendidikan September 2006 GURU 30-31.pmd 31 8/30/2006, 10:46 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 32. GURU Saiful Anam/PENA Kepala Sekolah dan Pengawas Seleksi SARAT CELAH “ S Surya Darma (dua dari kanan) etiap peringatan HUT Kemerdekaan RI kepala sekolah berdedikasi antara lain mencakup: bersama para Kepala Sekolah tanggal 17 Agustus, ratusan guru bertugas di daerah terpencil minimal 5 tahun terus berprestasi terbaik maupun guru menerus, atau bertugas di daerah terpencil selama 8 berdedikasi dari pelosok Nusantara tahun secara terputus-putus, atau bertugas di daerah diundang ke Jakarta. Selama beberapa bergejolak sekurang-kurangnya 90 hari. hari di ibukota, mereka bertatap muka dan berdialog Kriteria pengawas berprestasi meliputi: prestasi di langsung dengan petinggi Depdiknas, mengunjungi bidang pelaksanaan tugas pokok, prestasi di bidang sekolah-sekolah bagus, mendapat pengayaan pengembangan profesi kepengawasan, dan prestasi tentang pembelajaran, dan merasakan nikmatnya tidur yang dicapai sekolah binaannya (akademik maupun di hotel mewah. Mulai tahun ini, penghargaan serupa non akademik). Untuk pengawas berdedikasi juga diberikan kepada kepala sekolah dan pengawas saratnya sama dengan kepala sekolah. Teknis sekolah. Total 130 orang yang terpilih. pelaksanaannya dimulai dari seleksi tingkat Menurut Dr. Fasli Jalal, Direktur Jenderal kecamatan. Berikutnya diadu di kabupaten/kota, Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga selanjutnya ke provinsi, dan para jago dari provinsi itu Kependidikan, penghargaan itu sangat penting kemudian dikompetisikan di tingkat nasional. Pertama kalinya lantaran mutu pendidikan tidak semata-mata Sayang, setelah semua persiapannya sudah kelar, ditentukan oleh guru, sarana pembelajaran, dan anggaran yang tersedia sangat minim. Dari yang Depdiknas memberi berbagai komponen lain, tetapi juga oleh kepala direncanakan sekitar Rp 7 miliar, realisasi yang penghargaan sekolah dan pengawas. Program ini diharapkan dapat mengucur tak sampai separo. Surya Darma tentu memotivasi mereka untuk melakukan perubahan ke kelabakan. Akhirnya anggaran seleksi dari tingkat kepada kepala arah perbaikan. Setelah pulang ke daerahnya masing- kecamatan hingga provinsi ditiadakan. Sebagai sekolah dan masing, mereka diminta menularkan kompetensinya gantinya, pola seleksi itu diserahkan sepenuhnya melalui Forum Komunikasi Tenaga Kependidikan, yang kepada provinsi. “Silahkan provinsi yang menyeleksi, pengawas sekolah antara lain beranggotakan kepala sekolah dan dengan anggaran mereka sendiri,” kata Surya. berprestasi maupun pengawas setempat. Ia lantas mengirim panduan penilaian itu ke setiap Namun, harapan Fasli itu masih harus dibuktikan provinsi Mei lalu, dengan harapan mereka punya berdedikasi. Sayang di lapangan. Pasalnya, dari 130 orang yang terpilih itu waktu cukup untuk menyeleksi. Namun, laporan tak seleksinya banyak belum tentu benar-benar sesuai kriteria yang sedap akhirnya sampai juga ke kuping Surya Darma. diinginkan Depdiknas. Kenyataan itu diakui oleh Dr. Kabarnya, sebagian besar provinsi tak melakukan kelemahan. Hasilnya Surya Darma, MPA, Direktur Tenaga Kependidikan, seleksi sesuai buku panduan, tapi asal comot sana- Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga sini sekenanya saja. Walhasil, mereka yang dikirim pun diragukan. Kependidikan Depdiknas. ke Jakarta pun bukan yang benar-benar top, atau Tak lama setelah dilantik menjadi Direktur Tenaga benar-benar berdedikasi luar biasa. Pendidikan akhir tahun lalu, Surya Darma Ketika dikonfirmasi PENA, Surya Darma tak menggulirkan penghargaan bagi kepala sekolah dan menampik kabar miring tersebut. “Memang masih jauh pengawas sebagai salah satu programnya. dari sempurna. Namun, apapun ini sebuah terobosan. Sebagaimana guru, mereka yang dipilih adalah Ibarat bayi yang baru lahir, kan tidak ada yang kelompok berprestasi dan berdedikasi. Lantaran baru langsung jenggotan,” kilahnya. Ia berjanji tahun depan pertama dilakukan, Surya bersama stafnya berjibaku akan jauh lebih baik. Tapi syaratnya ya itu tadi, menyusun kriteria dan teknis pelaksanaannya. Setelah anggaran yang tersedia harus mencukupi. melewati perdebatan berkali-kali, lantas disusunlah Meski dihinggapi cekaknya dana, toh program ini buku panduan pemilihannya. akhirnya terselengara juga. Hanya Kalimantan Selatan Kriteria kepala sekolah berprestasi antara lain yang tidak mengirimkan wakilnya. Khusus kepala meliputi: prestasi dalam pelaksanaan tugas pokok sekolah, Depdiknas memilih 15 terbaik untuk dikirim sebagai kepala sekolah, prestasi dalam ke China Oktober ini, mengunjungi sekolah-sekolah pengembangan sekolah, serta prestasi yang dicapai bagus di negeri para pendekar saolin itu. P sekolah (guru maupun siswa). Sedangkan kriteria SAIFUL ANAM 32 Pena Pendidikan September 2006 GURU 32.pmd 32 8/30/2006, 10:48 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 33. “ NON FORMAL Dok. Detik.com/Dikhy Sasra Ujian Pendidikan Kesetaraan periode II diikuti lebih dari 463.227 peserta. Naik 230%. Sekitar 65% berasal dari pendidikan formal. M ei lalu, media massa lebih Rame-rame banyak mengumbar berita seputar peringatan Hari Pendidikan Nasional atawa semburan lumpur panas yang kian meluas di Sidoarjo, Jawa Timur. Padahal, “ PINDAH JALUR saat itu digelar Ujian Nasional Kesetaraan periode I. Dari 113.000 pendaftar, hanya 90.000-an yang ikut ujian. Hasilnya, “hanya” 75% yang lulus. Marahkah? Ribut-ributkah? Ternyata tidak. Sebagian besar mempersiapkan kembali untuk Ujian Nasional Kesetaraan periode II, Ditjen PLS telah melakukan koordinasi dengan 28 Agustus-2 September ini. Berbeda 180 menunjukkan terjadi perpindahan jalur dalam berbagai pihak, teru-tama Dinas Pendidikan di derajat dibanding “kasus” puluhan ribu siswa sistem pendidikan terbuka dan multi makna,” kota dan kabupaten, menge-nai pelaksanaan yang gagal di Ujian Nasional (UN) jalur formal, kata Ella Yulaelawati Rumindasari, PhD, dan peningkatan pengawasan. Juni lalu. Perwakilan orangtua murid yang Direktur Kesetaraan Ditjen Pendidikan Luar Pengawasan dilakukan sejak distribusi terjegal UN, yang tergabung dalam Gerakan Sekolah Depdiknas. materi soal ujian, penggandaan, hingga Siswa Bersatu, sampai menggugat pemerintah. pemeriksaan hasil ujian. Pengawalan ketat Coba: simak peserta Ujian Nasional 50.000 PER KEPALA mesti dilakukan mengingat kualitas soal Ujian Kesetaraan, Agustus ini. Jumlahnya lebih dari Meski belum siap 100% menghadapi Kesetaraan tidaklah segampang pandangan 336.000 berasal dari siswa sekolah formal yang lonjakan peserta Ujian Kesetaraan, tampaknya miring masyarakat. “Soal-soalnya enggak jauh gagal di ujian sekolah dan ujian nasional. Direktorat PLS mampu bergerak cepat pada beda dengan materi Ujian Nasional sekolah Sedangkan total peserta Ujian Paket A, B, dan beberapa hari menjelang hari H ujian. Distribusi formal yang saya pelajari di rumah,” kata Ardha C mencapai 463.227. soal ujian sudah sampai ke daerah. Hingga H Renzuli, peserta Ujian Nasional Paket C 2003 Peserta Ujian Paket C, jumlahnya “hanya” minus 3, ujian Paket C tanggal 28 Agustus, lalu. Ardha, kini mahasiswa semester V Jurusan 130.764 orang. Sedangkan peserta ujian Paket distribusi soal di daerah terpencil sudah Kriminologi Universitas Indonesia Jakarta. C reguler —yang memang mengikuti mencapai 90%. (PENA PENDIDIKAN, Agustus 2006) persekolahan program kesetaraan— sekira Begitu juga pendanaan. Tambahan dana, Penilaian Ardha dibenarkan Ella. “Tingkat 70.000. Artinya, 65% peserta ujian kesetaraan akibat melonjaknya peserta, diguyur dari APBN kesulitan materi ujian relatif sama dengan ujian Paket C berasal dari siswa pendidikan formal. Perubahan 2006. Hitungan kasar ongkos ujian sekolah formal. Perbedaannya pada formula Peserta Ujian Paket B juga diserbu siswa kesetaraan sekira Rp 30.000/peserta, untuk ujiannya,” katanya. Soal ujian Ujian Kesetaraan jalur pendidikan formal yang gagal di UN lalu. biaya materi soal dan penggandaan. Plus sekira Rp 6.000/peserta untuk biaya scanning juga diambil dari Bank Soal Pusat Penilaian Dari 245.000 peserta ujian, sekira 83% berasal pemeriksaan hasil ujian. Ditambah honor Pendidikan Depdiknas. dari siswa SMP/MTs. Total jumlah peserta ujian pengawas dan tetek bengek biaya lainya, biaya Standar kelulusannya 4,75, sedikit di atas kesetaraan tahun ini, periode Mei dan Agustus, ujian kesetaraan sekira Rp 50.000/peserta. batas kelulusan UN 2006 yang hanya 4,25. lebih dari 744.000. Jumlah ini meningkat 230% Atawa total mencapai lebih dari Rp 23 miliar. Pelajaran yang diujikan juga lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. “Tapi itu hitungan kasar, mungkin bisa di dibanding UN. Ujian Paket C IPA, tanggal 28- Peningkatan juga nampak jelas pada bawah Rp 50.000 setiap peserta,” kata Ella 31 Agustus mengujikan tujuh materi: PPKn, Ujian Kesetaraan selama 5 tahun terakhir. menjelaskan. Bahasa Inggris, Bahasa dan Sastra Indone- Pada 2003, jumlah pesertanya naik 30,5%. Besarnya biaya pelaksanaan ujian sia, Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika. P Pada 2004 dan 2005, berturut-turut melonjak diimbangi dengan kerja keras. Jauh-jauh hari, DIPO HANDOKO 53,76% dan 62,44%. “Peningkatan ini 33 Pena Pendidikan September 2006 NONFORMAL 33.pmd 33 8/30/2006, 10:50 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 34. FIGUR 34 Pena Pendidikan September 2006 FIGUR 34-37.pmd 34 8/30/2006, 10:51 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 35. Perpustakaannya dilengkapi perangkat dari kedua orangtuanya: almarhum Fadjar sistem digital, dengan komunikasi data yang Martodihardjo dan almarhumah RNg Salamah. tersambung ke Indonesian Digital Library Net- Ibunya yang berasal dari keluarga bangsawan work (IDLN). IDLN saat ini terhubung dengan Jawa dikenal sebagai aktivis Aisyiah dan guru 100 mitra. Selain itu, UMM juga menjalin Taman Kanak-Kanak Muhammadiyah. Begitu Darah guru mengalir dari kerjasama dengan sejumlah lembaga riset dan pula ayahnya, seorang guru dan aktivis perguruan tinggi luar negeri, antara lain, Muhammadiyah tulen. ayahnya. Sentuhan Amerika Serikat, Australia, Arab Saudi, dan Sebagai kader Muhammadiyah, Fadjar tangan dinginnya Mesir. Dalam waktu dekat, akan dibangun Martodihardjo pernah mengajar dan mendirikan rumah sakit dan mal. sekolah-sekolah Muhammadiyah di Yogya- mengukuhkan Universi- Tentu tak mudah menjadikan UMM sampai karta, Bantul, Gunung Kidul, Kulonprogo, menjadi perguruan tinggi yang sangat hingga Magelang. Saat ditugaskan menjadi tas Muhammadiyah diperhitungkan. Tokoh paling penting yang guru di Sekolah Rakyat (sekarang SD) Malang sebagai berjasa adalah Prof Dr H Abdul Malik Fadjar, Muhammadiyah Bausasran, Yogyakarta, salah MSc. Sosok ini dikenal sebagai tokoh seorang muridnya adalah AR Fachrudin, yang perguruan tinggi pendidikan, juga figur penting Muhammadiyah. kelak menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat terbesar, termegah, dan Di jajaran pemerintahan, Malik Fadjar pernah (PP) Muhammadiyah periode 1968-1995. AR dipercaya sebagai Menteri Agama (1998-1999) Fachrudin masuk SR Bausasran pada 1923. terbaik. Dipercaya dan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004). Dua tahun kemudian ia pindah ke SR Pembenahan UMM nampak peru- Muhammadiyah Prenggan, Yogyakarta, hingga sebagai Menteri Agama bahannya saat Malik Fadjar menduduki kursi tamat. dan Menteri Pendidikan rektor pada 1983. Hingga 2000, ia masih Pertengahan 1930-an, Fadjar Marto- mengontrol penuh perkembangan UMM. dihardjo ditugaskan ke Desa Sabrangrowo, Nasional. Tahun itulah jabatan rektor beralih ke Drs. H. Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Muhadjir Effendy, MAP, tokoh muda sangat Di sanalah Abdul Malik Fadjar lahir, 22 Februari potensial, yang tak lain orang kepercayaan 1939. Ia anak kelima dari delapan bersaudara. S Malik Fadjar. Saudara-saudara Malik lahir di kota berbeda- ekitar 3.500 mahasiswa baru Sebagai pemimpin, Malik memiliki kharisma beda, sesuai tempat tugas yang diemban mulai mengawali perkuliahan di sangat kuat. “Pak Malik selalu mengingatkan ayahnya. Universitas Muhammadiyah seluruh pegawai agar dalam bekerja mene- Sebagai guru, pekerjaan Fadjar sempat Malang (UMM), September ini. rapkan ajaran amar ma’ruf nahi mungkar, terganggu tatkala Belanda melakukan agresi Mereka menjadi bagian dari amanah, dan ikhlas, “ tutur Mujiono, ayah dua militer setelah Indonesia meraih kemerdekaan. kurang lebih 25.000 mahasiswa yang menjejali anak yang sudah 19 tahun mengabdi sebagai Maka, bersama anak-anak muda Muham- kampus putih di pinggiran barat kota Malang. Dengan mahasiswa sebanyak itu, UMM menjadi perguruan tinggi terbesar di lingkungan Muhammadiyah, dan salah satu perguruan tinggi swasta paling gede di Jawa Timur. “Saat masih di SMA, saya sering mendengar katanya UMM kampusnya bagus, fasilitasnya lengkap dan nyaman. Katanya lagi, di sini juga sering ada pertunjukan musik. Makanya saya pilih UMM,” ujar Candra, cowok asal Banyuwangi, mahasiswa baru UMM. Seniornya, bernama Irfan menimpali. “Kuliah di sini asyik banget. Fasilitasnya komplit, kegiatan kemahasiswaan banyak, bangunan- nya tertata apik,” tutur mahasiswa semester tiga jurusan Teknik Informatika itu. Candra yakin tidak salah pilih tempat kuliah. UMM ditunjang 13 fakultas dan 40 program Drs. H. Muhadjir Effendy, MAP, rektor UMM pengganti Prof Malik Fajar. UMM Dome (kanan), gedung serba guna sering didatangi artis ibukota. studi. Mahasiswanya berasal dari berbagai daerah, bahkan sebagian dari luar negeri, satpam UMM. antara lain Malaysia, Australia, Timor Leste, madiyah lain, ia ikut memanggul senjata terjun UMM kini mempunyai tiga kampus yang Brunei Darussalam, dan Singapura. Dari hampir ke medan perang, tergabung dalam Laskar berada di kawasan strategis dan mudah 800 dosen, sekitar 80% lulusan S-2, 15% Hizbullah Batalyon 36 yang bermarkas di dijangkau, yaitu Kampus I di Jalan Bandung 1, lulusan S-3 dan guru besar. Sisanya, yang 5%, Yogyakarta. Akibat suasana perang, Malik Kampus II di Jalan Bendungan Sutami 188 A, lulusan S-1. Didukung pula ratusan tenaga Fadjar yang baru duduk di kelas dua SR sem- dan Kampus III di Jalan Raya Tlogomas 246 administrasi, teknisi, dan tenaga laboratorium. pat putus sekolah selama tiga tahun. Malang. Dengan keberadaan lokasi yang Kemegahan UMM setidaknya bisa dilihat Malik sekolah lagi dan lulus dari SR Negeri demikian, menjadikan mahasiswa UMM dari bangunan-bangunan yang sudah menjadi Pangenan, Magelang, pada tahun 1953. Ia tesebar merata di wilayah kota Malang. ikon. Tengok UMM DOME, gedung serba menamatkan pendidikan di PGAN 4 Tahun guna yang kerap disambangi artis-artis Ibu Magelang (setingkat SMP) dan PGAN 6 Tahun Kota. Perguruan tinggi ini juga membangun MENGIKUTI JEJAK AYAH di Yogyakarta (setingkat SMA). Di PGAN, ia tempat penginapan University Inn UMM. Masjid Pergumulan Abdul Malik Fadjar dalam aktif di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), AR Fachrudin milik UMM merupakan masjid dunia pendidikan dan organisasi Muham- Persatuan Pendidikan Sekolah Guru (PPSG), kampus terbesar di Asia Tenggara. madiyah tak lepas dari darah yang mengalir Kepanduan Islam, dan Pemuda 35 Pena Pendidikan September 2006 P FIGUR 34-37.pmd 35 8/30/2006, 10:51 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 36. FIGUR Sulastomo, Mar’ie Muhammad, dan Nurcholis Madjid. “Menjadi anggota HMI sangat membanggakan dan saya menjadikannya sebagai kampus kedua. Begitu pula saat di PGAN dulu, PII merupakan sekolah kedua,” ujar Malik, yang mengagumi tokoh pewayangan Semar dan Kresno itu. Ia juga berkenalan akrab dengan Prof. Dr. Mukti Ali, tokoh cendekiawan muslim top saat itu yang menjadi idolanya. Berkat ketokohannya, setelah lulus dari IAIN Malang tahun 1972 ia diterima menjadi pegawai di almamaternya dan dipromosikan sebagai Sekretaris Fakultas IAIN. Jabatan strategis itu tak lepas dari intervensi Prof. Dr. Mukti Ali yang saat itu menjabat sebagai Menteri Agama. Selain mengajar di IAIN Malang, mulai tahun 1976 Malik juga menjadi dosen di UMM. Setelah lengser dari Sekretaris Fakultas IAIN pada 1979, atas biaya Ford Foundation ia melanjutkan studinya ke Florida State University, Amerika Serikat, hingga lulus 1981. HIDUP SEGAN MATI TAK MAU Pergumulannya yang intensif dengan tokoh-tokoh Kolam di depan kampus UMM intelektual kelas dunia selama dua tahun belajar di Amerika Serikat, membuat Malik merasa miris saat melihat perkembangan pendidikan Islam di Indone- sia, termasuk UMM. Ia selalu teringat ayat-ayat suci Muhammadiyah. Al Quran dan Hadits Nabi yang banyak sekali Sebagai pemimpin, Malik Malik Fadjar melukiskan ayah dan ibunya sebagai mengemukakan pentingnya orang beriman dan Fadjar memiliki kharisma orangtua teladan. Hidupnya sederhana, taat berilmu untuk meningkatkan derajat kemanusiaannya. sangat kuat. “Pak Malik selalu beragama, empati terhadap orang lain yang dilanda “Saya juga selalu teringat pesan Sayyidina Ali r.a, mengingatkan seluruh pegawai kesulitan, dan aktif dalam kegiatan masyarakat. Sang seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, bahwa tidak agar dalam bekerja ayah meninggal tahun 1983 dalam usia 79 tahun, ada warisan yang lebih berharga selain pendidikan,” menerapkan ajaran amar sedangkan ibunya meninggal tahun 1995 dalam usia katanya. ma’ruf nahi mungkar, amanah, 83 tahun. Keterlibatan Malik di UMM berawal saat ia dan ikhlas. “ “Ayah banyak membentuk pribadi saya. Tiga hal diangkat menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan yang secara penuh saya warisi adalah komitmennya Politik pada awal 1983. Ia memangku jabatan ini hanya Mujiono, 19 tahun sebagai pada dunia pendidikan, kesederhanaan, dan beberapa bulan saja, lantaran pada pertengahan satpam UMM. kepedulian kepada sanak saudara. Sedang ibu, tahun yang sama terpilih menjadi rektor. Untuk karena beliau seorang keturunan ningrat, banyak mendampinginya, ia mengangkat dua tokoh muda membentuk saya dalam bidang tata krama dan sopan potensial, yaitu Imam Suprayogo sebagai Pembantu santun,” kata Malik Fadjar. Rektor Bidang Akademik dan Muhadjir Effendy “Ayah banyak membentuk Lulus dari PGAN 6 Tahun, Malik ditugaskan sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan. pribadi saya. Tiga hal yang Departemen Agama sebagai guru SR di Taliwang, Keduanya dikenal Malik sejak mereka menjadi secara penuh saya warisi Nusa Tenggara Barat. Di sinilah ia memasuki dunia mahasiswa IAIN Malang. Muhadjir juga merupakan adalah komitmennya pada baru sebagai guru, mengikuti jejak ayah. Selain kader HMI. dunia pendidikan, mengajar, ia juga menjadi guru dan kepala sekolah di Malik juga menunjuk dosen senior UMM kesederhanaan, dan Sekolah Menengah Islam (SMI). Berikutnya, ia Sukriyanto sebagai Pembantu Rektor Bidang kepedulian kepada sanak dipindah ke kota Sumbawa Besar, dan mengajar di Administrasi dan Keuangan dan KH Abdullah Hasyim, saudara. Sedang ibu, karena SMP dan SGB (Sekolah Guru Bawah). Di tempat sebagai Pembantu Rektor Bidang Al Islam dan beliau seorang keturunan barunya, ia semakin aktif dalam kegiatan Kemuhammadiyahan. ningrat, banyak membentuk Muhammadiyah. Bahkan kemudian dipercaya menjadi UMM yang didirikan tahun 1963 itu pada awalnya saya dalam bidang tata krama kepala sekolah di Sekolah Menengah Ekonomi merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah dan sopan santun.” Pertama (SMEP) Muhammadiyah. Jakarta. Baru pada 1 Juli 1968 secara resmi berdiri Setelah 3,5 tahun mengabdi sebagai guru di NTB, mandiri. Sampai dua dekade usianya, saat Malik dikutip dari “Darah Guru Darah pada awal 1963 Malik mendapat tugas belajar di IAIN dipercaya sebagai rektor, praktis perguruan tinggi ini Muhammadiyah”, Penerbit Buku Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Fakultas Tarbiyah tidak mengalami kemajuan berarti. “Hidup segan mati Kompas, 2006). Malang, yang kemudian berganti menjadi IAIN Malang tak mau,” kata Malik, melukiskan kondisi UMM saat dan kini dikenal dengan Universitas Islam Negeri itu. Maka, saat itu muncul julukan bernada sinis. (UIN) Malang. Selama menjadi mahasiswa IAIN Singkatan UMM dipelesetkan menjadi “Universitas Malang, ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Morat-Marit” karena kondisinya yang menyedihkan. “Saya selalu teringat pesan Islam (HMI). Ia pernah menjadi Ketua Umum HMI Ada juga yang menyebutnya “Universitas Mondar- Sayyidina Ali r.a, seorang Komisariat IAIN Malang (1964-1965), Ketua Bidang Mandir,” lantaran pegawai dan dosennya sibuk bekerja sahabat Nabi Muhammad Ekstern HMI Cabang Malang (1966-1967), dan Ketua di tempat lain. SAW, bahwa tidak ada Umum HMI Jawa Timur (1968-1970). Malik melakukan konsolidasi tiga aspek: warisan yang lebih berharga Sebagai tokoh muda HMI, ia berkenalan dengan konsolidasi ideal, struktural, dan personal. Konsolidasi selain pendidikan tokoh-tokoh HMI pusat segenerasinya seperti ideal merupakan upaya membangkitkan kesadaran 36 Pena Pendidikan September 2006 FIGUR 34-37.pmd 36 8/30/2006, 10:51 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 37. bersama para civitas UMM, terutama pimpinan, Imam Suprayogo, kader Malik yang lain, Perubahan-perubahan diantisipasi dan untuk menyatukan pandangan, tekad, cita- memimpin IAIN Malang, yang kemudian direspons dengan seksama. Karena itu, saat cita, wawasan serta kesepakatan secara menjadi Universitas Islam Negeri Malang. UMM masih menjadi rektor, pada awal 1990-an ia menggulirkan jargon UMM sebagai The Real terpadu. Konsolidasi struktural menyangkut dan UIN Malang merupakan dua perguruan University. Untuk mencapainya, ada tiga hal perampingan organisasi. Pos-pos formalitas tinggi Islam disegani di Jawa Timur. Malik yang dilakukan. Pertama, UMM harus dan memperpanjang rantai birokrasi diseder- nampak bahagia melihat dua kadernya sukses. melahirkan generasi yang siap memainkan hanakan. Sedangkan konsolidasi personal “Biarlah mereka berkompetisi secara sehat peranan dalam seluruh aspek kehidupan menyangkut pembentukan sikap disiplin, etos dalam kebajikan.” secara profesional, yang berpijak pada kerja, dan komitmen pengelola di semua level. SAIFUL ANAM dan MUKTI ALI (Malang) kompetensi keilmuannya. Kedua, melahirkan Gebrakan Malik membuahkan hasil. penggerak dan pemimpin-pemimpin di semua Setidaknya ditandai dengan melonjaknya lapisan dan sektor kehidupan, formal maupun jumlah mahasiswa. Pamornya kian melambung. www1.bpkpemabur.or.id non formal. Ketiga, melahirkan generasi yang UMM kemudian membeli lahan seluas 32 mampu menyiapkan peradaban baru. hektare di Landungsari pada 1986, dengan Sebagai pilar gerakan Muhammadiyah, harga Rp 100 miliar. Di situlah menjulang Malik berharap UMM menjadi pusat gedung-gedung Kampus III nan megah, yang persemaian kader-kader penggerak disebut juga Kampus Terpadu UMM. persarikatan. Dalam konteks pemikiran, Pembangunan fisik dan akademik memang perguruan tinggi ini harus menjadi lahan bagi memiliki arti penting bagi percepatan tumbuhnya gagasan-gagasan segar bagi pertumbuhan UMM. Tapi, yang tak kalah kemajuan Muhammadiyah maupun Islam. strategisnya adalah membangun citra positif (image building). “Membangun citra memer- Sedangkan dalam konteks peradaban, ia lukan pemikiran, strategi, dan harus dirancang berharap UMM menjelma menjadi salah satu agar berimplikasi jauh ke depan. Ini pekerjaan lokomotif yang ikut mengembalikan kejayaan yang jauh lebih berat dan strategis,” kata Malik, peradaban Islam. yang mendapat gelar Doctor Honoris Causa “Karena itu, UMM harus mampu Nama : Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, dari Universitas Islam Negeri Jakarta itu. menampilkan Islam yang bercahaya dan gagah MSc di tengah percaturan global. Ini harus selalu Tempat tenggal lahir : dihayati, dan secara konsisten dilakukan LOKOMOTIF PERDABAN Magelang, 22 Februari 1939 Malik senantiasa mengingatkan bahwa pencerahan. Jika tidak bisa mengantisipasi Ayah : Fadjar Martodihardjo (alm) pendidikan memiliki kodrat bergerak ke depan. perubahan, pasti akan gulung tikar,” : R.Ng Salamah (alm) Ibu Ia menyitir ucapan Sayyidina Ali r.a: “Didiklah tandasnya. : Nur Jannah Istri generasimu sesuai dengan zamannya karena Sukses Malik membesarkan UMM Anak : mereka adalah anak zaman.” Artinya, jauh membuatnya dikenal sebagai organisator ulung. 1. Nazaruddin Malik sebelum para futurolog kondang lahir pada Di Muhammadiyah, ia menjadi pengurus inti. Ia 2. Iin Nurmarini Malik abad XX, macam Alvin Tofler, Sayyidina Ali pernah ditunjuk menjadi Rektor Universitas 3. Nurman Setiawan Malik sudah menegaskan pendidikan selalu terkait Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk 4. Dien Nurmarina Malik dengan masa depan. memberesi kemelut di sana. 5. Nur Himiwan Malik Malik pun selalu mengingatkan agar Muhadjir Effendy meneruskan pimpinan UMM senantiasa menatap ke depan. keberhasilan Malik Fadjar membesarkan UMM. Pendidikan : SR Negeri Pangenan, Magelang, 1953 PGAN 4 Tahun Magelang, 1957 PGAN 6 Tahun Yogyakarta, 1959 Foto-foto: Mukti Ali/PENA IAIN Malang (Sarjana Muda), 1972 Florida State University (Master of Science), 1981 Pekerjaan : Sekretaris Fakultas IAIN Sunan Ampel Malang (1972 – 1979) Dosen IAIN Sunan Ampel Malang (1973 – sekarang) Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (1976 – sekarang) Dosen Universitas Islam Negeri Jakarta (2000 – sekarang) Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (1983 – 2000) Rektor Universitas Negeri Surakarta (1992-1997) Dirjen Pembinaan Lembaga Agama Islam (1996-1998) Menteri Agama (1998-1999) Menteri Pendidikan Nasional (2001- 2004) Suasana di perpustakaan UMM. Imam Suprayogo, kepercayaan Malik Fajar di UMM 37 Pena Pendidikan September 2006 FIGUR 34-37.pmd 37 8/30/2006, 10:51 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 38. BAHASAN KHUSUS warga negara,” kata Presiden. Foto-foto: Dok. GIM Depdiknas Ada enam pokok bahasan yang dikupas mendalam melalui sidang-sidang komisi. Yaitu: penyempurnaan Rencana dan Strategi Pendidikan Nasional (Komisi I), penjaminan mutu melalui ujian nasional (Komisi II), penjaminan mutu melalui peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, kurikulum, dan metode pembelajaran (Komisi III), penjaminan mutu melalui saluran pendidikan bertaraf internasional, peningkatan mutu sarana dan prasarana, pembelajaran berbasis ICT dan TV Edukasi (Komisi IV), sistem seleksi dan pembinaan peserta didik berpotensi kecerdasan dan atau bakat istimewa (Komisi V), serta penuntasan desentralisasi pendidikan jenjang dasar dan menengah, dan pengakuan kelulusan pendidikan keagamaan (Komisi VI). Revitalisasi pendidikan sendiri bukan semata dirumuskan di lingkungan Depdiknas, melainkan juga melibatkan departemen terkait. Mengenai Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas), misalnya. Depdiknas tengah menyiapkan jaringan intranet dan internet, sekaligus database. Dengan sistem baru ini, data bisa langsung di-entry dari tiap kabupaten dan kota. Tentu, program berteknologi informasi ini melibatkan banyak pihak. Menanti Tuah “ “Saat ini sedang dijalankan mengenai data Nomor Induk Siswa. Sampai September ini, jaringan sudah mencapai 160 titik dan diharapkan pada Desember nanti sudah mencapai seluruh kabupaten/kota di In- HAJATAN BESAR donesia,” kata Gatot Hari Priyowirjanto, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi, muncul usulan uji coba pembelajaran melalui internet. Model pembelajaran begini memang sudah P dijalankan di banyak sekolah swasta yang erhelatan besar digelar 7-9 Agustus lalu. berkemampuan anggaran cukup. Untuk sekolah Sejumlah kementerian duduk dalam satu negeri, peserta diskusi bisa mencontoh apa yang penyelenggaraan berlabel rapat dilakukan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta. koordinasi nasional (Rakornas). Bisa Di Yogyakarta, sejak 1997-1998, telah dijalankan program Matching Grant Computer in School. Awalnya dikatakan pertemuan nasional terbesar berupa pembangunan 70 ruang komputer dan 140 lantaran melibatkan banyak institusi terkait. Yakni unit printer untuk 70 SMP. Kemudian berlanjut ke Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan sambungan internet. Sambungan teknologi informasi Rakyat, Departemen Dalam Negeri, Departemen dan komunikasi ini terhambat karena akses internet Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Departemen sangat lambat sehingga memerlukan perangkat baru Pendidikan Nasional, Departemen Sosial, Departemen Konferensi Nasional yang mampu meningkatkan kecepatan akses informasi Pekerjaan Umum, dan Badan Koordinasi Nasional. ini. Tak cuma jajaran penting di institusi plat merah itu Revitalisasi Tahun 2003, Pemerintah mengalokasikan dana yang hadir. Gubernur, bupati, walikota, dan pejabat Pendidikan digelar matching grant bagi 25 SMP. Dana itu untuk dinas daerah juga hadir. Sekira 800 peserta Rakornas, tumplek blek di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. membangun jaringan internet nirkabel. Sehingga untuk menyusun Rakornas yang dikomandoi Menko Kesra internet mampu diakses cepat selama 24 jam penuh kebijakan pendidikan membahas penanggulangan bencana alam dan tanpa mengganggu komunikasi via telepon. kemiskinan, pemanfaatan bioenergi, dan revitalisasi nasional. Banyak pendidikan. Musibah gempa di Yogyakarta dan gempa METODOLOGI UJIAN usulan ujian nasional yang menghantam sepanjang pantai selatan Jawa Tiap komisi menghadirkan nara sumber penting alternatif. Guru di Barat hingga sebagian Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang memang ahli di bidangnya. Mereka adalah Prof menjadi perhatian serius. Sedangkan Departemen Dr Ki Supriyoko, Prof Dr Muhammad Surya, Dr Aswin daerah terpencil dan ESDM membahas bioenergi untuk mengantisipasi Sasongko, Prof Yohanes Surya, PhD, dan Prof Dr bermasalah minta melonjaknya harga minyak di pasaran dunia. Azyumardi Azra. Sedangkan komando tiap komisi, Gawe besar Depdiknas adalah konferensi nasional masing-masing adalah Prof Dr Dodi Nandika, Prof Dr diperhatikan. Tuntutan bertemakan “Revitalisasi Pendidikan untuk Mansyur Ramli, Fasli Jalal, PhD, Prof Satryo Sumantri relevansi pendidikan Mencerdaskan Bangsa.” Dalam pidato pembukaan, Brodjonegoro, Prof Suyanto, PhD, dan Dr Bahrul dan dunia kerja. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Hayat. layanan pendidikan bisa dibuat murah, terutama bagi Konferensi juga mengundang semua Kepala Dinas masyarakat yang kurang mampu. “Bersamaan dengan Pendidikan Provinsi dan Kepala Kantor Wilayah itu, kemudahan harus diberikan kepada semua Departemen Agama, rektor perguruan tinggi negeri kalangan dalam rangka memenuhi hak dasar setiap dan swasta, anggota DPR, institusi penyelenggara 38 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN KHUSUS 38-42.pmd 38 8/30/2006, 10:54 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 39. “ pendidikan, organisasi profesi, badan independen, pangkatnya, dinaikkan secara otomatis,” katanya. dewan pendidikan provinsi, dan kalangan dunia Papua sendiri dapat perhatian khusus. Pemasalahan usaha. utama pendidikan di sana menyangkut infrastruktur Pada pembahasan Ujian Nasional peserta diskusi pendidikan. sebagian besar sepakat melaksanakan Ujian Nasional tahun mendatang. Ujian Nasional dipandang sebagai RELEVANSI DUNIA KERJA standar mutu dalam rangka meningkatkan kualitas Rumusan sidang komisi itu menjadi rekomendasi pendidikan. “Metodologinya perlu dikembangkan lebih penyusunan kebijakan pendidikan. “Saya betul-betul lanjut. Pada umumnya banyak yang setuju tentang merasa terbantu dengan adanya Konferensi Nasional pelaksanaan UN, tetapi harus ada perbaikan,” kata ini. Hasil-hasilnya akan dipergunakan Depdiknas dan Ki Supriyoko, Ketua Komisi II. Departemen Agama untuk penyempurnaan Renstra Namun mesti ada evaluasi terhadap pelaksanaan Pendidikan Nasional,” kata Mendiknas. UN selama ini. Komisi juga merekomendasikan agar Rumusan itu juga ditanggapi positif Menko Kesra UN tidak perlu diadakan untuk tingkat SD/MI. Pada Aburizal Bakrie. Pemerintah daerah tengah menelaah tingkat SMP/MTs sebaiknya hasil ujian nasional hanya peringkat dan angka pembangunan manusia (HDI/ human development index) di daerah masing-masing. berupa sertifikasi. Sedangkan ujian nasional di tingkat Pemerintah daerah “Tujuannya untuk meningkatkan mutu, jumlah, SMA/MA bisa dipakai untuk melanjutkan pendidikan penyebaran, relevansi pendidikan dengan ke perguruan tinggi, juga untuk persyaratan mencari tengah menelaah memperhatikan secara seimbang kualitas pekerjaan. peringkat dan angka antarsekolah,” kata Aburizal. Model ujian alternatif itu mengemuka dalam Aburizal juga mengimbau agar pemerintah daerah pembahasan di komisi. Misalnya, UN perlu dilakukan pembangunan mulai mendorong dunia usaha untuk ikut bertanggung secara terbuka bagi setiap individu yang ingin manusia (HDI/human jawab secara sosial terhadap pendidikan. “Pada saat menempuhnya. Artinya, tidak semua siswa diwajibkan yang sama upaya pembangunan pendidikan mengikuti UN. development index) diarahkan pada penguatan relevansi terhadap dunia Usulan alternatif lainnya, UN tingkat SMA/MA di daerah masing- kerja. Sehingga lulusan lembaga pendidikan akan bisa memilih mata pelajaran tertentu yang diperlukan masing. Untuk mudah menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan untuk jurusan-jurusan tertentu di perguruan tinggi. pekerjaan,” kata Ical, sapan akrab Aburizal. Peserta komisi juga mengusulkan agar ujian meningkatkan mutu, Patut diacungi jempol penyelenggaraan konferensi nasional digelar lebih dari satu kali dalam setahun. jumlah, penyebaran, nasional yang memakan ongkos miliaran rupiah itu. Pasalnya, penerimaan mahasiswa baru di sejumlah Yang layak ditunggu adalah rekomendasi hasil sidang universitas kini dilakukan setiap semester. UN harus relevansi pendidikan komisi terhadap kebijakan pendidikan nasional. diselenggarakan oleh lembaga profesional, baik Namun, selang sebulan hingar bingar konferensi di pemerintah maupun nonpemerintah, yang memiliki Hotel Sahid Jaya, rasanya keburu senyap. P otoritas dan didukung tenaga profesional. DIPO HANDOKO LOKASI TUGAS Mengenai peningkatan mutu pendidik, Fasli Jalal, Ketua Komisi III, kembali menegaskan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Guru dalam proses pengesahan. Fasli menuturkan terdapat dua sasaran yang mesti dicapai Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan: sebagai pelaksana pendidikan profesi dan pelaksana uji sertifikasi kependidikan. “Persiapannya sampai akhir tahun dan penetapannya dua bulan sebelum akhir tahun,” kata Dirjen Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Depdiknas menargetkan bisa mencetak tenaga guru profesional pada 2008. Untuk itu, sekitar 900.000 guru yang sudah berpendidikan D-4 dan S-1 diwajibkan mengikuti ujian sertikasi pendidik. Ujian sertifikasi menjadi sangat penting lantaran untuk menguji seberapa besar kompetensi guru menguasai suatu bidang ilmu. “Unsur-unsur penilaian ujian sertifikasi pendidik menyangkut kompetensi pedagogi, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian,” kata Fasli. Sementara Muhammad Surya, berharap ketentuan dalam PP Guru tetap mempertimbangkan pengalaman guru, keahlian, lokasi tugas, jenjang pendidikan dan satuan pendidikan. “Harus dicari model yang sesuai sehingga di satu sisi guru tetap dapat menjalankan tugasnya dan di sisi lain guru juga dilayani haknya memperoleh uji sertifikasi pendidik,” kata Ketua PGRI ini. Gubernur Papua Barnabas Suebu melontarkan usulan agar gaji guru di Papua, khususnya yang Sidang Komisi - Menunggu implementasi bertugas di pedalaman, dinaikkan. “Demikian juga 39 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN KHUSUS 38-42.pmd 39 8/30/2006, 10:54 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 40. BAHASAN KHUSUS Alfian/Dok. PENA “ Sinyal Sebelum Masuk Kotak S epekan sebelum di Hotel Sahid Jaya harus berbasis kompetensi, disusun oleh sekolah Jakarta berlangsung Konferensi (satuan pendidikan) yang mengacu pada Standar Nasional Revitalisasi Pendidikan, 7-9 Nasional Pendidikan, serta sesuai dengan kebutuhan Agustus lalu, Yayasan Sampoerna dan kekhasan daerah, sekolah dan peserta didik. menggelar diskusi kecil di kantornya, di Kurikulum 2004 yang juga disebut Kurikulum Berbasis Gedung Sampoerna Strategic Square, Jalan Jenderal Kompetensi (KBK) dan dirancang sebelum UU Sudirman Jakarta. Pembicaranya Prof Dr Bambang Sisdiknas disahkan, memang sudah memuat Soehendro (Ketua Badan Standar Nasional kompetensi-kompetensi itu, namun belum tegas Pendidikan), Dr Hj Sylviana Murni, SH, MSi (Kepala menyatakan harus disusun oleh sekolah. “KTSP pada Dinas Pendidikan Dasar Provinsi DKI Jakarta), dan dasarnya penyempurnaan dari KBK,” kata Bambang. Ahmad Rizali (pengamat pendidikan, yang juga Ketua Sementara dalam PP Standar Nasional Dewan Pembina The Center for the Bettermen of Depdiknas dinilai Pendidikan 2005 disebutkan ada delapan standar Education). nasional pendidikan. Yaitu isi, proses, kompetensi terlalu asyik membikin Peserta diskusi bertema Kurikulum Tingkat Satuan lulusan, penilaian, sarana prasarana, tenaga kebijakan yang ideal Pendidikan (KTSP) hanya belasan orang saja. kependidikan, pembiayaan, dan pengelolaan. KTSP Sebagian besar wartawan bidang pendidikan. hanya memuat standar isi dan standar kompetensi dan muluk-muluk, Berbeda dengan konferensi di Hotel Sahid Jaya yang lulusan. Sedangkan proses dan penilaian dilimpahkan namun kurang sigap dihadiri lebih dari 800 orang, yang menurut Wakil ke sekolah. Presiden Jusuf Kalla merupakan pertemuan terbesar BSNP tengah menyelesaikan standar-standar lain dalam implementasi. selama dua tahun usia Kabinet Indonesia Bersatu. yang belum kelar. Dengan argumentasi itu, Bambang Kurikulum Tingkat Meski forumnya kecil, diskusi berlangsung gayeng sekaligus menepis tudingan bahwa lahirnya KTSP ini Satuan Pendidikan dan mengundang partanyaan-pertanyaan kritis. bermuatan politis alias ganti menteri ganti kurikulum. Bambang Soehendro memaparkan panjang lebar “Saya tidak tahu urusan politik-politik itu. KTSP ini yang berlaku sejak sosok kurikulum baru ini, yang oleh beberapa guru amanah dari UU Sisdiknas dan PP Standar Nasional tahun ajaran 2006-2007 dan siswa sering dipelesetkan dengan logat betawi: Pendidikan,” kilahnya. “kate espe” alias kurikulum katenye siape. Menurut Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi harus lebih berhasil. Guru Besar Universitas Gadjah Mada itu, keluarnya Depdiknas itu menjelaskan, standar isi memuat Belajar dari kegagalan KTSP yang disahkan Menteri Pendidikan Nasional kerangka dasar dan struktur kurikulum. Di dalamnya kurikulum masa lalu. 23 Mei lalu, merupakan amanat UU Nomor 20 Tahun antara lain mencakup jenis mata pelajaran, alokasi 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) waktu, standar kompetensi dan kompetensi dasar dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar setiap mata pelajaran setiap semester. Juga panduan Nasional Pendidikan. pengembangan kurikulum pada tingkat satuan Dalam UU Sisdiknas disebutkan kurikulum baru pendidikan baik yang bersifat umum maupun dalam 40 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN KHUSUS 38-42.pmd 40 8/30/2006, 10:54 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 41. “ bentuk silabus setiap mata pelajaran. Masalahnya, bagaimana kesiapan guru dan SMP di DKI Jakarta masih belum berijazah Sedangkan standar kompetensi lulusan maupun birokrat pendidikan? Hal ini di mata S-1. mencakup kompetensi yang diharapkan dari Rizali kondisinya sangat menyedihkan. Dalam Dari 23.938 guru SD di DKI, yang berijazah seorang siswa setelah menyelesaikan satuan konteks birokrasi pendidikan, setelah S-1 baru 4.568 orang. Sedangkan dari 10.442 pendidikan tertentu, meliputi domain berlakunya otonomi daerah Depdiknas tidak guru SMP, hanya 6.912 orang bergelar sarjana. pengetahuan, keterampilan, dan sikap. punya kepanjangan tangan lagi di daerah. Maka, lanjut Sylvi, jurus yang dilakukan adalah Sebab Dinas Pendidikan berada di bawah memberikan beasiswa agar yang belum sarjana gubernur atau bupati dan walikota. Satu- melanjutkan ke S-1. “Namun kemampuan PENGEMBANGAN SILABUS KTSP menuntut setiap sekolah satunya institusi yang masih menjadi wakilnya memberikan beasiswa ini terbatas. Tahun ini mengembangkan kurikulumnya sendiri. Dalam adalah Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan baru sekitar 500 orang,” katanya. kurikulum itu, ujar Bambang, sekurang- (LPMP). “Tapi, maaf kalau saya katakan kita Dalam pandangan Rizali, jika kondisi DKI tidak bisa berharap banyak dari mereka. Out kurangnya harus mengembangkan empat hal. saja masih seperti itu, bisa dibayangkan daerah- of date,” tegas Rizali. Yaitu perumusan tujuan pendidikan yang Begitu pula kesiapan guru-guru, secara mengacu pada standar kompetensi lulusan, kualifikasi masih jauh dari memadai, kompetensi dasar setiap mata pelajaran, kesejahterannya pun sangat memprihatinkan. kalender pendidikan atau alokasi waktu, dan Akibat ketidaksiapan mereka itu, wajar kalau silabus setiap mata pelajaran. saat Rizali melihat ke lapangan, sering Silabus merupakan penjabaran dari standar menjumpai sekolah yang masih menggunakan kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata Kurikulum 1975. Pembelajaran berlangsung pelajaran. Di dalamnya harus memuat materi Pada Kurikulum Tingkat apa adanya. Mereka tidak paham kurikulum apa saja yang diajarkan, kompetensi apa yang Satuan Pendidikan, guru baru. Hal ini karena lemahnya sosialisasi dan diharapkan dari peserta didik pada satuan kegiatan pelatihan sering dijadikan ajang pendidikan tertentu dari setiap mata pelajaran berperan ganda sebagai proyek. dalam rentang semester, indikator-indikator perancang sekaligus penyaji. Yang juga membuat Rizali prihatin, meski pencapaiannya, penentuan alokasi waktu kurikulum dibikin sedemikian rupa, namun guru secara rinci, sumber belajar yang digunakan Koki sekaligus pelayan. sulit melaksanakan lantaran dituntut mencapai (guru, buku, internet, dan lain-lain), dan metode target agar anak-anaknya lulus ujian nasional. pembelajarannya harus berpusat pada peserta Foto-foto : Saiful Anam/PENA Sylviana Murni dan Bambang Soehendro (kiri). Ahmad Rizali (kanan) didik. “Silabus ini sekadar model acuan. Kita tidak mengharapkan sekolah menggunakan daerah lain kayak apa. “Pasti jauh lebih Akibatnya, guru lebih fokus pada mata pelajaran begitu saja secara mentah-mentah, “ ujar menyedihkan,” kata mantan Direktur Al-Kautsar yang diujikan secara nasional daripada Bambang. Boarding School Sukabumi, Jawa Barat, 1995- berjibaku mengembangkan KTSP. Terkait metode pembelajaran berpusat siswa ini, dulu dikenal dengan nama Student 2002 itu. Ia minta Depdiknas memikirkan serius Pendapat Rizali itu diamini Sylviana Murni. Active Learning (SAL) atau Cara Belajar Siswa implementasinya, yang seribu kali lebih sulit Sebagai orang yang bertanggungjawab Aktif (CBSA). Sekarang dengan substansi yang dibanding membincangkan di atas kertas. terhadap penyelenggaraan pendidikan SD dan mirip, memakai istilah PAKEM (Pembelajaran Kini tinggal bergantung Depdiknas. Jika SMP di DKI Jakarta, Sylvi mengaku mendapat Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) atau perangkat birokrasi dan guru tidak segera tekanan berat dari publik agar siswa-siswanya pembelajaran konteks (Contextual Teaching diurusi, KTSP tidak akan jalan. Hanya akan lulus. Jika tidak lulus ujian nasional, akan dicap and Learning/CTL). masuk dokumen sejarah. Anak-anak kita kelak tidak becus bekerja. Kondisi seperti itu juga hanya akan mengenang bahwa kita pernah menjalar ke kepala sekolah dan guru-guru. memiliki KTSP yang bagus, namun hasil Dari sisi kesiapan melaksanakan KTSP, LEMAH IMPLEMENTASI Ahmad Rizali melukiskan kurikulum seperti signifikan peningkatan mutu pendidikan tidak Sylvi menyatakan sudah siap. Apalagi DKI menu makanan. Berbeda dari sebelumnya guru jelas. “Ini pula yang terjadi pada kurikulum- didukung dana dan fasilitas yang memadai, hanya sebatas sebagai penyaji lantaran kurikulum sebelumnya, yang sangat lemah dan diharapkan menjadi percontohan nasional. kurikulum sepenuhnya dibikin Pusat Kurikulum. dalam implementasi. Mestinya kita harus belajar Namun kesiapan itu harus dengan catatan, Pada KTSP ini guru berperan ganda sebagai dari pengalaman yang sudah-sudah,” kata terutama dari sisi kemampuan guru-gurunya, perancang sekaligus penyaji. “Jadi koki Rizali. P karena mereka yang harus mengembangkan sekaligus pelayan,” katanya. SAIFUL ANAM silabus. Pasalnya, saat ini sebagian guru SD 41 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN KHUSUS 38-42.pmd 41 8/30/2006, 10:54 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 42. BAHASAN KHUSUS Dok. GIM Depdiknas Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan KKN. Lagipula, pemberantasan korupsi itu amanat Rencana Strategis (Renstra) dan merupakan pilar ketiga program Depdiknas, yaitu menciptakan good governance dan pencitraan publik. Selain langkah-langkah di atas, membaiknya kinerja Depdiknas juga tak lepas dari keluarnya Permendiknas Nomor 11 Tahun 2006 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja. “Pertama dalam sejarah ada Permen yang mengatur laporan setiap pejabat eselon I setiap bulan,” kata Dodi. Dodi sendiri selaku Sekjen setiap empat bulan sekali harus merangkum semua laporan dirjen untuk disampaikan ke Mendiknas. “Pada akhir tahun harus ada laporan kinerja setahun terakhir kepada menteri,” tambahnya. Menurut Dodi, urgensi membenahi borok KKN di Depdiknas secara serius itu lantaran sejumlah alasan. Pertama, ia merupakan departemen terbesar dan mendapat kucuran anggaran paling banyak. Kedua, keberadaan departemen ini secara eksplisit tertuang dalam amanah UUD 1945. Ketiga, pendidikan merupakan sektor yang sangat strategis lantaran menjadi instrumen bagi semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia, untuk membawa kemajuan. Diaudit - Penggunaan dana Depdiknas untuk perbaikan gedung-gedung sekolah Berbagai gebrakan itu akhirnya membuahkan hasil. Dalam rapat kabinet untuk mengevaluasi kinerja se- mester pertama belum lama ini, Depdiknas dinyatakan sebagai salah satu departemen yang meraih predikat Standar Akuntasi “ SAI terbaik dan daya serap anggarannya tertinggi. Kecilnya daya serap anggaran oleh departemen lain itu membuat prihatin Menteri Keuangan Sri Mulyani. Terbaik Ia menuding panjangnya proses politik yang harus dilalui pemerintah dalam pembahasan anggaran dengan DPR menjadi salah satu penyebab. Pembahasan anggaran di DPR yang terlalu mendetail, membuat departemen dan lembaga nondepartemen kehabisan waktu untuk melaksanakan proyek yang B sudah ditetapkan. ekerja di Departemen Pendidikan Sri Mulyani menyebut tiga departemen yang Nasional, baik sebagai pegawai biasa penyerapan anggarannya hanya 10% dari APBN 2006 maupun pejabat, belum tentu enak, lho. sampai pertengahan tahun ini, yaitu Departemen Memang, boleh jadi, duit sepertinya tak Kehutanan, Departemen Energi dan Sumberdaya Min- pernah jeda, terus mengalir ke kantong, eral, dan Departemen Perdagangan (Kompas, 10 entah diperoleh secara resmi maupun tidak. Tapi kalau Agustus 2006). kantor tempat bekerja dari tahun ke tahun selalu Beruntung, daya serap anggaran Depdiknas menyandang predikat sebagai departemen terkorup, sampai awal bulan lalu sudah sekitar 51%. Dodi apa ya enak. Secara manusiawi pasti gerah dan deg- optimistis, sampai akhir tahun ini daya serap anggaran Departemen degan juga. Depdiknas lebih dari 98 %. “Jika tidak terserap kan Kegalauan seperti itu dirasakan pula Prof Dr. Ir. sayang. Selain program-program yang dibuat tidak Pendidikan Nasional Dodi Nandika MS, Sekretaris Jenderal Depdiknas. terealisasi, roda ekonomi juga tidak berputar. Apalagi sukses meraih “Malu rasanya selalu dicap sebagai departemen di Depdiknas banyak dipenuhi dana block grant, maka terkorup nomor dua setelah Departemen Agama. tingginya penyerapan ini berpengaruh signifikan predikat Standar Apalagi Depdiknas –dan terutama Departemen terhadap perputaran roda ekonomi di masyarakat Akuntansi Indonesia Agama– sarat dengan ajaran nilai-nilai moral. Lho, kok bawah,” kata Dodi yang juga dikenal sebagai ahli rayap (SAI) terbaik dan korupsinya paling gede,” ujar Dodi, yang juga Guru itu. Besar Institut Pertanian Bogor itu. Sukses meraih SAI terbaik itu hanya langkah awal tingkat penyerapan Depdiknas lantas mengambil langkah-langkah saja untuk menjadikan Depdiknas bebas korupsi. Kata anggaran paling serius untuk menghapus predikat hitam tersebut. Dodi, jika Depdiknas yang mendapat jatah anggaran Sistem pengawasan internal diperketat, laporan terbesar itu bisa menjadi departemen terbersih, maka tinggi. Bertekad keuangan diperbaiki, temuan penyimpangan tingkat korupsi Indonesia pasti akan jauh berkurang. bebas korupsi. ditindaklanjuti, pemberlakuan laporan akuntansi Tentu, tekad itu masih harus dibuktikan lantaran sesuai dengan Standar Akuntansi Indonesia (SAI). dipastikan melewati jalan penuh liku. P Apalagi, hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden SAIFUL ANAM 42 Pena Pendidikan September 2006 BAHASAN KHUSUS 38-42.pmd 42 8/30/2006, 10:54 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 43. INTERNASIONAL Kurang dari tiga pekan menjabat, Menteri Pendidikan Korea Selatan harus meletakkan jabatannya. S ungguh tak mudah menjadi menteri pendidikan, paling tidak itulah yang terjadi di Korea Selatan sana. Tiga pekan ini, negeri yang kerap dijuluki sebagai macan industri baru Asia ini tak punya menteri pendidikan. Kim Byong-Joon, yang baru diangkat akhir Juli lalu, harus lengser pekan kedua Agustus ini. Hingga akhir Agustus ini, belum ditemukan penggantinya. Kim Byong-joon, salah satu profesor yang cukup tenar di negeri semenanjung itu, menjabat kurang dari tiga pekan. Ia naik ke tahta menteri karena pejabat sebelumnya harus lengser menyusul terjadinya keracunan yang menimpa lebih dari 3.000 murid. Kim, yang dikenal sebagai sosok yang punya hubungan mendalam dengan Presiden The Seoul Times Roh Moo-hyun, naik jadi menteri. Tapi hanya sebentar. Sang Menteri harus lengser karena dinilai punya dosa 43 Pena Pendidikan September 2006 INTERNASIONAL 43-45.pmd 43 8/30/2006, 10:55 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 44. INTERNASIONAL tas Kookmin. Bedanya, yang pertama dimuat The Seoul Times dengan huruf China, yang kedua dengan abjad Korea. Masalahnya, dua hasil riset itu dibiayai dengan dana yang berbeda. Pada 1995, Yayasan Riset Korea menganggarkan 12 juta won (sekitar Rp 110 juta) untuk Profesor Kim, guna membuat penelitian mengenai otonomi daerah, selama dua tahun. Hasil risetnya itulah yang nongol dalam jurnal ilmiah pada Agustus 1998. Pada Agustus 1999, Profesor Kim, bersama “ dua guru besar sejawatnya kembali mendapatkan dana riset sebesar 270 juta won (Rp 2 milyar lebih), kali ini dengan nama proyek ‘’BK 21’’. BK 21 adalah kependekan dari ‘’Brain Korea 21’’, proyek ambisius untuk mencerdaskan bangsa Korea menyongsong tahun 2100. Proyek itu lamanya tiga tahun. Duit dikucurkan berdasar termin. Untuk mendapatkan kucuran dana, peneliti harus memaparkan hasil risetnya lebih dulu. Pada Desember 1999, Profesor Kim menyiarkan ulang artikelnya pada 1998, agar pada 1999 ia dan timnya mendapat dana. To- besar di bidang akademik: plagiat. Sebuah hasil tal selama tiga tahun, Kim dan dua sejawatnya penelitian ia muat berulang-ulang dengan nama mengaku sudah membuat delapan karya ilmiah dan judul berbeda, demi mendapatkan dana dan tiga buku. riset Tak hanya itu rupanya. Penelitian lebih ‘’Dosa’’ Kim Byong-joon sebenarnya rinci menemukan bahwa pada 2001, Profesor sudah terbenam bertahun-tahun di laci kampus. Kim melakukan hal sama untuk karya berbeda. Artikel yang membuat ia dituduh sebagai ‘’Dosa’’ Kim Byong-joon Tulisan mengenai reformasi sistem plagiator juga sudah dimuat, 5-8 tahun lalu. pemerintahan dimuat di dua jurnal, diaku sebenarnya sudah terbenam Bahkan ada yang sudah 19 tahun. seolah-olah sebagai dua penelitian. bertahun-tahun di laci kampus. Tapi, baru kali ini, setelah ia diangkat Artikel mengenai reformasi administrasi di menjadi Menteri Pendidikan, tindakannya New Zealand, dimuat dua kali pada 1998 dan dimasalahkan. Dalam bahasa guru sastra kita, 1999. Pada 1987, Profesor Kim membuat artikel Kim terpaksa menelan pil pahit pepatah: tatkala ia menjadi guru besar di Universitas mengenai penataan kembali pembangunan semakin tinggi pohon, goyangnya semakin Kookmin. Karya tulis itu diaku sebagai hasil kota. Naskahnya punya kemiripan besar kencang. riset bersama dengan Asosiasi Ilmu Politik dengan skripsi mahasiswanya. Koran Korea Times selama dua pekan Wilayah Korea. Terhadap berbagai pengulangan itu, Kim berturut-turut menulis dosa-dosa Kim. Intinya, Anehnya, setahun kemudian karya tulis itu merasa dirinya tidak berdosa. Ia menilai, yang Kim dituduh menjiplak karyanya, untuk dimuat nongol lagi di jurnal berbeda. Kali ini artikel itu terjadi sebetulnya kesalahan pengiriman lagi pada kesempatan lain. Karya bermasalah dinyatakan sebagai hasil riset Profesor Kim naskah oleh stafnya, bukan menggandakan itu nongol pada Agustus 1998, di sebuah jurnal bersama Lembaga Riset Ilmu Sosial Universi- penelitian, atau ulah culas. ‘’Semua tuduhan Uri Minta Pergi K im Byong-joon merupakan sosok mengenai reformasi pemerintahan. oleh partai oposisi maupun partai pendu- kepercayaan Presiden Roh. Maret Pertemuan itu membuatnya terkesan: Roh kungnya. lalu, tatkala ada perombakan adalah tokoh yang tak pelit menerapkan Sampailah kemudian Sang Presiden kabinet, ia menjadi calon kuat perdana tatanan baru, demi pemerintahan yang efisien. menunjuk Kim sebagai Menteri Pendidikan, menteri. Namanya beredar luas, disebut di Tatkala Roh berkampanye menjadi Presiden, 12 Juli lalu. Sewaktu namanya disebut, buru- berbagai koran sebagai kandidat unggulan. pada 2002, Kim diangkat menjadi penasi- buru para politisi langsung bersuara: Roh Demi keseimbangan politik akhirnya Han hatnya. Ia meninggalkan kampusnya, Univer- akan mengulangi kegagalannya di bidang Myeong-sook, anggota DPR dari kelompok sitas Kookmin, untuk sementara waktu. real estate. Itu masih dianggap sebagai angin pendukungnya, Partai Uri, yang terpilih. Setelah Roh berhasil menduduki kantor lalu oleh Kim dan Presiden. Pukulan yang Tapi, itu tak mengubah penilaian bahwa kepresidenan Cheong Wa Dae, Kim ditunjuk membuatnya terhuyung sehingga harus Kim adalah betul-betul orang ‘’lingkaran sebagai Kepala Sekretaris Presiden untuk menyingkir dari gelanggang adalah tuduhan satu’’ sang Presiden. Ia memang dekat Kebijakan Nasional. Salah satu aturan yang ia plagiat, serta berbagai ulah culas lain. dengan Korea-1 sejak 1993, tatkala Roh hasilkan adalah regulasi yang menghalangi Kali ini Kim tak bisa membantah. Ia harus tersingkir dalam pemilihan presiden. Ketika pengembang agar jangan cuma jadi spekulan menyingkir dari kursi kementerian, pos yang itu, Kim diundang untuk memberi ceramah tanah. Aturan ini, sayangnya dinilai gagal, baik baru diemban selama 18 hari. 44 Pena Pendidikan September 2006 INTERNASIONAL 43-45.pmd 44 8/30/2006, 10:55 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 45. bahwa saya seorang plagiator pengangkatan Kim sama sekali Praktek umum adalah tidak berdasar,’’ katanya, tidak masuk akal. Amat janggal, seusai bertemu anggota DPR dalam pandangan oposisi, seorang Korea Selatan, akhir Juli lalu. menteri pendidikan adalah K im Byong-joon apes saja. Sebetulnya praktek menyontek Dalam sistem ketatanegaraan seorang plagiat. Partai Uri, karya ilmiah orang lain hal biasa di lingkungan akademis di negeri ginseng, pengangkatan kelompok politik pendukung Korea Selatan. Koran Korea Times, edisi 31 Juli 2006 menulis, menteri harus disetujui parlemen pemerintah, juga mendesak Kim para peneliti sering mengutip karya orang lain secara sembarangan. lebih dulu. untuk mundur. Catatan kaki juga dibuat ngawur. Namun, praktek semacam Khusus untuk karya 1987 Tak ada pilihan lain. Sang itu biasanya tak mendatangkan masalah, karena sudah jadi mengenai penataan kembali profesor pun lengser, kurang dari praktek umum. Baru kalau si penulis mendapat posisi strategis, pembangunan kota, Kim menya- tiga pekan setelah namanya karya tulisnya disoal. P takan, karyanya memang mirip disebut sebagai menteri pendidi- dengan hasil mahasiswanya. ‘’Itu kan. Di saat pemerintahan tinggal karena mahasiswa saya mencon- 1,5 tahun, dengan popularitas The Hankyoreh. tek tulisan saya,’’ kata Profesor yang terus menurun, Presiden Roh Kim. harus merelakan lengsernya sang Namun, apa mau dikata, pembantu. semua pembelaan Profesor Kim Hingga akhir Agustus ini, Pre- tidak bisa diterima. Ia bahkan siden Roh belum berhasil menun- menjadi bulan-bulanan para juk menteri baru. Tiga kandidat politisi, kalangan pendidikan, dan yang sudah dikontak, semuanya media. Asosiasi Profesor untuk menolak. Mereka risau bila masa Masyarakat Demokratis, organi- lalunya, termasuk karya-karya sasi guru besar antar-universitas ilmiahnya, dipelototi lagi. Maklum, yang dikenal berpikiran progresif, etika penulisan belum dijunjung Mundur Karena Racun mendesak Kim untuk mundur. tinggi di Korea Selatan. P P Partai Nasional Raya, kelom- IWAN QODAR HIMAWAN/ ertengahan Juni lalu tersiar kabar, sejumlah anak sekolah pok oposisi, bahkan menilai iwan@rekacipta.com di Seoul dan Provinsi Gyeonggi sakit perut, diare, atau kram usus. Setelah data dikumpulkan, ternyata jumlahnya luar biasa. Mula-mula terkumpul 1.700 nama, lalu akhirnya menjadi 3.043anak, dari 25 sekolah. Sebanyak 2.889 murid segera sembuh. Sisanya harus dirawat di rumah sakit. Investigasi Departemen Pendidikan dan kepolisian menunjukkan, anak-anak The Seoul Times itu keracunan makanan yang dijual di kantin sekolah. Departemen Kesehatan langsung menutup kafetaria di belasan sekolah yang dinilai tidak memenuhi standar kesehatan. Namun, persoalan ternyata tidak hanya pada kotornya warung. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa para pemasok makanan untuk sekolah ternyata tidak diawasi dengan baik. Kebersihan mereka, juga bahan-bahan yang mereka sajikan, tidak dipantau dengan baik. Tragedi yang menimpa para murid ini, bila terjadi di Indone- sia, barangkali akan berlalu begitu saja. Di Korea Selatan, situasinya berbeda. Menteri Pendidikan merasa bertanggungjawab. “Saya merasa bersalah atas tragedi ini. Dengan sepenuh hati, saya menyampaikan permintaan maaf,’’ kata Menteri Pendidikan Kim Jin-pyo. Ia tidak ingin peristiwa ini menjadi beban politik bagi Presiden Roh Moo-hyun. Ia pun mengajukan permintaan mundur. Permintaan itu disetujui. Pada 3 Juli, Presiden Roh Moo- hyun mengganti empat menterinya, termasuk Menteri Pendidikan. Ia digantikan Kim Byung-joon, penasihat kepercayaannya. Pergantian ini diharapkan bisa kembali menaikkan popularitas Presiden Roh. Singgasana Presiden Roh memang tengah membara. Pemilihan umum lokal yang baru saja selesai digelar menunjukkan bahwa popularitas Sang Presiden tengah menukik tajam. Dari 16 posisi kunci tingkat regional, 12 diraih oposisi, Partai Nasional Raya. Kekalahan ini membuat Presiden Roh berseteru dengan pendukungnya, Partai Uri, mengenai siapa yang jadi biang kekalahan ini. Mereka saling menyalahkan. Keadaan menegang. Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, Presiden merombak kabinetnya. Menteri Keuangan, Menteri Anggaran, Komisioner Pajak, serta Menteri Pendidikan, dicopot. Dalam hal menunjuk Menteri Pendidikan yang baru, Presiden Roh salah. Kurang dari tiga pekan ia menjabat. Setelah itu, ia mundur lagi. P Presiden Roh-Moo-hyun 45 Pena Pendidikan September 2006 INTERNASIONAL 43-45.pmd 45 8/30/2006, 10:55 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 46. INTERNASIONAL Foto-foto : www.scout.org “ Tak Cukup Hanya Seabad B umi wisata Loppiano, Provinsi Florence, selanjutnya dikapalkan ke Lebanon dan Israel, sebagai Italia, sungguh ideal sebagai tempat wujud solidaritas bagi anggota pramuka di dua negara berkemah. Tempatnya nyaman. itu yang harus menderita akibat peperangan. Medannya berbukit dengan rumput yang ‘’Pramuka harus berani menunjukkan sikapnya dicukur rapih. Ada suara gemericik air. peduli pada perdamaian,’’ kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Gerakan Pramuka Dunia (World Association Di hamparan, pohon zaitun yang tak pernah Gerakan of Scout Movement), Dr Eduardo Massini. Membuat kekurangan gizi, kokoh berdiri. dunia damai, kata dokter spesialis penyakit tropis ini, Lokasinya juga gampang dijangkau. Dari Roma menghidupkan tampak sebagai sesuatu tak mungkin dewasa ini. Tapi gampang sekali dijangkau, baik dengan kereta api kembali gerakan ia mengingatkan salah satu ajaran utama mendiang maupun mobil. Jika naik kereta api dari Roma, pilih Lord Baden Powell, perintis utama gerakan pramuka. jurusan Milan dan berhentilah di stasiun Incisa kepanduan bergema Salah satu cara berpikir pramuka adalah berani Valdarno. Bila mengendarai mobil, dari Roma langsung di seluruh dunia. mengubah yang ‘’impossible’’ menjadi ‘’possible’’. masuk tol, keluar di pintu Incisa Valdarno. Lemahnya sumber Perkemahan itu mengambil tema ‘’dare to share – Selama lebih dari sepekan, 6-14 Agustus 2006 berani untuk berbagi’’. Panitia menerjemahkan tema lalu, Loppiano menjadi tempat bersua bagi sekitar daya, pendanaan dan itu secara luas. Termasuk, berani untuk berbagi 5.000 anak muda anggota kepanduan se-Eropa. minimnya dukungan dengan sohib pramuka di Israel dan Lebanon yang Mereka mengikuti ‘’Rover Way Camp.’’ Para Pramuka dilimbung konflik. Tema itu menjadi bahasan utama ini disebar di sepuluh lokasi, yang jaraknya masing- pemerintah membuat dalam diskusi. Antara lain diputuskan, para pramuka masing 1,5 kilometer. Ada yang tinggal di tenda. Namun loyo. Perlu kegiatan Eropa akan mengirim bantuan serta bendera solidaritas, ada pula yang memilih tidur di rumah-rumah kecil. menantang seperti yang dikirim bersamaan dengan bantuan dari PBB Sesekali, mereka berkumpul di bangunan utama: dan pemerintah Italia. “Perdamaian adalah kebutuhan sebuah gedung yang mampu menampung 8.000 kursi, mendaki gunung, kita semua,” kata Massini. dilengkapi fasilitas musik serba canggih. panjat tebing, naik Sebagai sekretaris jenderal, Massini bisa Suasana penuh emosi mengiringi acara dikatakan ekstra-sibuk. Jadwal bepergiannya ke luar penutupan. Tatkala bendera utama digulung, para sepeda, dan negeri lumayan padat. Saat ini, misalnya, ia sudah peserta jambore saling berpelukan. Beberapa di berpetualang disibukkan kegiatan jambore dunia yang rencananya antaranya menangis. Sesaat kemudian mereka berlangsung di Inggris, tahun depan. Pada 2007 juga menyerahkan bendera regunya ke panitia. Bendera rencananya berlang-sung pertemuan antar-pandu itu akan digabung bersama barang-barang lain, untuk 46 Pena Pendidikan September 2006 INTERNASIONAL 46-47.pmd 46 8/30/2006, 10:57 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 47. Menghidupkan Agar berbagai kegiatan pramuka terus Si Coklat bergema, serta pramuka tak ditinggalkan anak- anak muda, berbagai strategi dirumuskan. T atkala gerakan kepanduan di Salah satu caranya adalah yang dikemukakan Eropa menutup jamborenya, di Eduardo Massini, dalam pertemuan pramuka Bumi Perkemahan Mashudi, se-Afrika, pada September 2004 di Mauritius, Kiarapayung Jatinangor, Sumedang, beberapa bulan setelah terpilih menjadi Jawa Barat, organisasi Praja Muda Karana sekretaris jenderal. Di depan forum ia (Pramuka) tengah mengawali kegiatan mengatakan, komunikasi antara pramuka perkemahan nasionalnya. Di situlah dengan pihak luar harus berjalan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono intensif. Untuk itu, Massini sudah merumuskan sedunia di Kaohsiung, Taiwan. Pertemuan ini mencanangkan perlunya revitalisasi program kampanye agar pramuka tak rencananya membahas peran pramuka dalam kegiatan pramuka. ditinggalkan dunia. “Saya berkampanye agar hubungan antar-agama. Presiden melihat minat kaum muda anak-anak muda terus mendukung kegiatan Di luar berbagai acara yang sifatnya untuk mengikuti kegiatan pramuka terus pramuka,” katanya. membutuhkan jumpa darat, Massini juga harus menurun. “Harus dibuat metode dan Jumlah anggota pramuka sebenarnya mengatur jambore dalam bentuk lain. Seiring bentuk kegiatan yang sesuai dengan lumayan banyak. Menurut data WASM, 28 juta kemajuan teknologi, kini juga ada Jamboree perkembangan anak-anak muda anak muda sekarang ini menjadi anggotanya. on The Air (JOTA) dan Jamboree on The sekarang,” kata Presiden. Di sejumlah negara, pramuka sudah sukses Internet (JOTI). Kegiatan pramuka di Indonesia menyesuaikan diri dengan keadaan jaman. Di Tanpa menyesuaikan diri dengan memang tengah memasuki masa suram. Hong Kong, misalnya. Pramuka di negeri itu kemajuan jaman, pramuka memang akan Di berbagai sekolah yang membebaskan ikut terlibat aktif dalam menyisir pemakaian pro- keropos digerogoti jaman. Atmosfer inilah yang muridnya memilih kesertaannya dalam gram bodong di internet, serta pelanggaran hak selalu melingkupi suasana pertemuan pramuka kegiatan pramuka, jumlah pesertanya dari cipta (Lihat: PENA Pendidikan, edisi Agustus). internasional, di mana pun. Dalam Konferensi tahun ke tahun cenderung menurun. Itu Di Amerika, pramuka juga ikut menangani Internasional Pramuka di Yunani, pada 2002, antara lain terungkap di milis ambalan yang dampak badai katrina, New Orleans. misalnya. Forum konferensi mengritik secara dikelola alumni pramuka SMA 1 Yogya. Tapi, harus diakui, masih banyak hal lain halus dengan menyebutkan bahwa “Pramuka Di masa lalu, jumlah anggota korps yang bisa dilakukan korps coklat-coklat itu. sebetulnya memiliki kesempatan untuk coklat-coklat pernah berjaya tatkala Dalam hasil analisis yang dilakukan WASM, memengaruhi masyarakat. Namun sebagian organisasi kepanduan wajib diikuti para loyonya kegiatan pramuka di sejumlah negara besar belum menggunakan peluang itu siswa. Anda tentu masih ingat, tatkala di biasanya disebabkan kurangnya dukungan dengan baik.” masa SD harus datang ke sekolah dengan pemerintah, minimnya sumber dana, serta Pramuka di sejumlah negara sudah seragam pramuka sambil membawa kurangnya sumber daya pengelola. menyesuaikan kegiatannya dengan persoalan sebatang tongkat bambu dan seutas tali. Tiga persoalan besar itulah yang diakui masyarakat. Di Mesir, pemerintah direpotkan Satuan karya (saka) juga bermunculan, Massini menghinggapi gerakan kepanduan, oleh eksploitasi buruh anak. Pramuka seperti saka bhayangkara (kepolisian), sebuah organisasi yang tepat berusia seabad, setempat pun menggalang kampanye besar- saka bahari (kelautan), dan saka wana Agustus tahun depan. “Kalau kita ingin suara besaran untuk menangkisnya. Pramuka (kehutanan). pramuka didengar, kalau kita ingin pramuka negara-negara Arab dan Eropa mempunyai Kini, kegiatan pramuka tengah diakui, kita harus meningkatkan kinerja kita. proyek bersama: menggalang kesadaran akan meredup. Gugus Depan yang dulu Juga meningkatkan komunikasi kita dengan pentingnya perdamaian. Kedua kegiatan itu bermunculan di kampung-kampung, pihak luar,” kata Massini. oleh World Association of Scout Movement, hampir tak ada lagi. Pramuka, kata Sebuah pekerjaan rumah yang cukup induk organisasi pandu sedunia, dinilai Presiden, harus memperbaiki kegiatannya pelik. P berhasil. agar makin menarik kaum muda. Pramuka IWAN QODAR HIMAWAN/iwan@rekacipta.com mempunyai peluang besar untuk itu. P Lewat Head Hunter E pemburu eksekutif (head hunter). Massini Ia juga pernah menjadi pejabat pemerintah duardo Massini tak pernah dikabari bahwa dirinya menjadi 1 dari 105 Italia untuk menangani kerjasama membayangkan ia menjadi kandidat sekretaris jenderal. Setelah itu, kesehatan di sub-Sahara, Afrika. sekretaris jenderal organisasi serangkaian tes dijalani selama sebulan. “Saya Membuat pramuka lebih hidup, itulah kepanduan dunia, World Association of tidak pernah melamar. Akhirnya saya terpilih,” tantangan besarnya. Salah satu yang akan Scout Movement. Kisah hidupnya berubah katanya. diperbaiki adalah metode rekrutmen. Dari tatkala pada akhir 2003, seorang kolega Massini, 51 tahun, menggantikan Dr hasil analisis kekuatan, kelemahan, yang bekerja di UNICEF menghubunginya Jacques Moreillon, dari Swiss, yang duduk di kesempatan, dan ancaman (SWOT) via surat elektronik. Ia menanyakan posnya sejak 1988. Massini dilantik menjadi terhadap gerakan kepanduan, dihasilkan apakah Massini tertarik menjadi sekretaris anggota pramuka pada 1965. Ia anggota rekomendasi hendaknya anak-anak muda jenderal organisasi kepanduan dunia. Pramuka Katholik Italia. Massini adalah dosen ditawari dengan kegiatan yang menarik. “Saya jawab, kalau ini bukan surat sampah, di sekolah manajemen yang prestisius di Italia, Seperti mendaki gunung, memanjat tebing, saya merasa terhormat. Saya lalu Sekolah Manajemen Universitas Bocconi, naik sepeda, atau berpetualang. Setelah mengirimkan daftar riwayat hidup.” Milan. Ia mengajar manajemen kerjasama itu, nilai kepanduan baru diberikan secara Lama tak ada kabar, sampai tiga bulan pembangunan dan strategi kesehatan global. pelan-pelan. P berikutnya ia dikontak perusahaan 47 Pena Pendidikan September 2006 INTERNASIONAL 46-47.pmd 47 8/30/2006, 10:57 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 48. PERISTIWA Budi Kurniawan/PENA BAHASA Indonesia LEBIH BESAR “ M Namun, kewajiban menggunakan istilah bahasa asih hangat dalam ingatan kala Indonesia itu tak berumur panjang. Seiring tumbangnya Menteri Penerangan Harmoko Orde Baru, merek dan berbagai nama berlabel bahasa menggulirkan kebijakan agar semua asing marak lagi penggunaannya. Pemakaiaannya tayangan televisi berbahasa asing berkesan “campur sari” alias campur aduk. Tengok disulihsuarakan dalam bahasa Indo- saja pemakaian nama The Plaza Semanggi. Mestinya nesia di era 1990-an. Menteri berambut sangat klimis jika menggunakan kaidah bahasa Indonesia adalah itu juga mewajibkan semua merek berbahasa asing Plasa Semanggi. Sebaliknya jika mengadopsi bahasa diganti dengan bahasa Indonesia. Inggris, mestinya The Semanggi Plaza. Lantas muncullah drama model telenovela asal Khawatir kaidah pemakaian bahasa Indonesia Amerika Latin dengan dialog bahasa Indonesia. menjadi kian tak keruan, Menteri Pendidikan Nasional Bintang-bintang film India, juga artis Mandarin yang (Mendiknas) Bambang Sudibyo berinisiatip “fasih” bercakap bahasa Indonesia. Berbagai label berbahasa asing bersalin nama: live music menjadi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) musik hidup, estate cukup jadi estat, dan plaza menjadi Kebahasaan. “Agar bahasa Indonesia kokoh, juga melindungi kelestarian dan integritas bahasa-bahasa plasa. Pemerintah UJI TOEFL VERSI UKBI menyusun RUU Bahasa. Ada sanksi S elama ini uji kemahiran berbahasa Inggris, dikembangkan berdasarkan teori penyusunan tes teguran hingga yang dikenal dengan format TOEFL, amat modern. Pusat Bahasa telah melakukan uji coba popular. Namun, tak lama lagi, tes kemahiran kepada berbagai lapisan masyarakat dari berbagai pencabutan izin berbahasa Indonesia bertajuk Uji Kemahiran jenjang pendidikan, juga penutur asing. usaha. Uji kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bakal menyaningi “Hasilnya, skor UKBI secara keseluruhan popularitas TOEFL. Menteri Pendidikan Nasional berkorelasi tinggi dengan latar belakang berbahasa Indonesia Bambang Sudibyo, didampingi Sekjen Depdiknas pendidikan, pekerjaan dan kemampuan seseorang sebagai syarat kerja. Dodi Nandika dan Kepala Pusat Bahasa Dendy dalam berkomunikasi dengan bahasa Indonesia,” Sugondo, meluncurkan penggunaan UKBI, awal ujar Dendy Sugondo, Kepala Pusat Bahasa. Agustus lalu. UKBI juga sudah diterapkan dalam Ujian UKBI sendiri menjadi salah satu butir aturan Nasional 2005/2006 di Sekolah Menengah dalam draft RUU Bahasa. UKBI ini menjadi Kejuruan (SMK). “Ke depan, UKBI akan digunakan instrumen untuk mengukur kemahiran seseorang sebagai instrumen penerimaan pegawai dan syarat dalam berbahasa Indonesia, baik penutur warga bagi orang asing yang ingin belajar dan bekerja di negera Indonesia maupun penutur asing. UKBI Indonesia,” kata Dendy. P 48 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 48-49.pmd 48 8/30/2006, 10:58 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 49. Dok.GIM Depdiknas KESEPAKATAN TIGA NEGARA K erjasama peningkatan penggunaan bahasa bersalin nama menjadi Majelis Bahasa Brunei Indonesia dan Melayu antara Brunei Darussalam-Indonesia-dan Malaysia (MABBIM). Darussalam, Indonesia, dan Malaysia, telah terjalin Dalam wadah baru itu, ketiga negara serumpun ini lebih dari tiga dekade. bersepakat meningkatkan peranan bahasa Indo- Pada 1972 Menteri Pendidikan dan nesia dan Melayu sebagai sarana komunikasi yang Kebudayaan RI Mashuri SH dan Menteri Pelajaran lebih luas dan menjadi bahasa modern setaraf Kerajaan Malaysia Encik Hussein Onn bersepakat dengan bahasa Inggris. mengembangkan bahasa Indonesia dan Melayu. Hingga kini sudah 340.000 kosakata disepa- Kesepakatan Indonesia-Malaysia itu berlanjut pada kati menjadi bahasa yang digunakan di Brunei, pembentukan Majelis Bahasa Indonesia dan Ma- Malaysia, dan Indonesia. Sekira 9.000 kosakata laysia (MBIM) pada 29 Desember 1972. baru tercatat tiap tahun. Pengembangan sastra Pasal 9 ayat 2: Pada 1985, Brunei Darussalam bergabung juga dilakukan dengan membentuk Majelis Sastra Pidato kenegaraan, termasuk dalam MBIM. Sehingga lembaga kerjasama itu Asia Tenggara (Mastera) pada tahun 1996. P naskah pidato, baik yang disampaikan di dalam negeri maupun di luar negeri, harus daerah,” kata Menteri Bambang. Perdagangan harus lebih menonjol ukuran hurufnya menggunakan bahasa Indonesia ketimbang square atau trade centre. Mendiknas memaparkan keseriusan pemerintah yang baik dan benar. untuk menggulirkan aturan kebahasaan itu di sela- Artinya, masih menurut penjelasan Dendy, seluruh sela acara penandatanganan kesepakatan bersama reklame, nama gedung, iklan di media massa yang Pasal 12: dengan Menteri Pengajaran Malaysia Dato’ sebelumnya terlanjur dalam bahasa asing harus Merek dagang, iklan, nama Hishammuddin bin Tun Hussein dan Menteri menyertakan terjemahan bahasa Indonesia. Pusat perusahaan, nama bangunan/ Perhubungan Brunei Darussalam Pehin Orang Kaya Bahasa Depdiknas, yang memiliki kantor di setiap gedung, dan petunjuk penggunaan barang harus Seri Kerna Dato’ Seri Setia Haji Awang Abu Bakar bin provinsi menyediakan layanan pencarian padanan menggunakan bahasa Haji Apong, awal Agustus lalu. Naskah akademik RUU kata yang tepat. “Hal ini menjadi jalan tengah bagi Indonesia. Kebahasaan itu disusun sejak Januari lalu. “Kini mereka yang lebih menyukai bahasa asing, terutama sedang diajukan ke Presiden. Setelah disetujui baru bahasa Inggris, sebagai cermin globalisasi,” kata Pasal 13 ayat 1: disiapkan draft RUU,” kata Bambang. Dendy. Pejabat negara dan pejabat Kesepakatan Indonesia-Malaysia-Brunei Bukan hanya kalangan pengusaha yang dibidik publik diwajibkan mempunyai Darussalam itu klop dengan niat diundangkannya UU UU Bahasa ini. Jajaran pemerintahan, media massa, kemahiran berbahasa Indonesia Kebahasaan. Lewat aturan bersama itu, negeri rumpun juga kalangan pendidikan menjadi sasaran prioritas hingga tingkat tertentu. Melayu itu berupaya memperkuat penggunaan bahasa pengarusutamaan penggunaan bahasa Indonesia. Indonesia dan Melayu di berbagai lapisan masyarakat. “Seperti yang terjadi di Jepang dan Korea, kita lihat Pasal 14 Bahasa Indonesia dan Melayu disepakati menjadi ayat 1: Kemampuan jarang sekali ada reklame berbahasa asing,” katanya. berbahasa Indonesia diukur bahasa kebangsaan. Penggunannya juga Kendati muncul banyak aturan kebahasaan, UU dengan alat yang ditentukan ditingkatkan sebagai bahasa ilmu pengetahuan, Bahasa tidak menghalangi penguasaan bahasa asing. oleh lembaga pemerintah teknik, dan bidang-bidang yang sesuai dengan “Pemerintah tidak akan pernah melarang pengajaran yang menangani masalah fungsinya. bahasa asing. Harapannya, sekolah menempatkan kebahasaan di Indonesia. penguasaan dan penggunaan bahasa Indonesia DAMPAK DUNIA USAHA sama pentingnya dengan bahasa asing,” kata Dendy ayat 2: Standar dan Menurut Kepala Pusat Bahasa Depdiknas Dendy menambahkan. sertifikasi kemahiran Sugono, RUU Bahasa ditargetkan diundangkan Yang juga jadi sorotan tajam Dendy dan jajarannya berbahasa Indonesia pada 2007. Apa saja ketentuan dalam UU Bahasa? adalah kalangan pers. Sejumlah media massa, baik ditetapkan dengan Peraturan “UU ini sangat berpengaruh pada pelaku usaha. itu cetak maupun elektronik dinilai Dendy Pemerintah. Semua bahasa asing di ruang publik, termasuk nama mengabaikan kaidah bahasa. Contohnya, stasiun Pasal 19 televisi Metro TV yang menamakan hampir semua gedung, reklame dan media luar ruang harus ayat 1: Dewan Pengawas mata acaranya dengan bahasa Inggris, padahal menggunakan bahasa Indonesia,” kata Dendy. Kebahasaan dibentuk oleh programnya dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Ketentuan itu tergambar pada Pasal 12 draf RUU pemerintah dengan “Ini menceminkan minimnya kepercayaan diri pada Bahasa yang berbunyi, “Merek dagang, iklan, nama persetujuan DPR. jati diri bangsa. Padahal, bahasa adalah salah satu perusahaan, nama bangunan/gedung, dan petunjuk penghalang dari rembesan pengaruh budaya global penggunaan barang harus menggunakan bahasa In- ayat 2: Dewan Pengawas pada nilai-nilai lokal. Kita akan atur dengan tegas donesia.” Kebahasaan beranggotakan masalah ini,” kata Dendy. Tak semua istilah asing wajib diindonesiakan. unsur pemerintah, organisasi Agar sejumlah kalangan tak kaget dengan aturan Pengecualian itu, di antaranya pada merek dagang profesi, pakar kebahasaan, baru itu pemerintah memberikan masa transisi selama internasional. Pebisnis yang berafiliasi dengan asing dan lembaga swadaya masyarakat terkait. dua tahun setelah UU Bahasa diundangkan. Dendy berhak menggunakan merek dagang berlabel asing. juga menjamin aturan itu tak mengulang kegagalan “Pengecualian ini tak berlaku untuk merek lokal yang ayat 3: Tugas dan masa masa Orde Baru yang pernah menggulirkan aturan sengaja dinamai asing,” kata Dendy. kerja Dewan Pengawas serupa. “Sekarang ini dasarnya jelas, Pasal 32 UUD Label berbahasa asing itu meski diindonesiakan Kebahasaan diatur dalam 1945. Aturannya berbentuk UU. Sanksinya juga jelas, masih boleh dipakai. Syaratnya, ukuran huruf label peraturan pemerintah. hingga pencabutan izin usaha.” P berbahasa Indonesia harus lebih besar dibanding BUDI KURNIAWAN istilah asingnya. Misalnya, istilah Kawasan 49 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 48-49.pmd 49 8/30/2006, 10:58 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 50. PERISTIWA Saiful Anam/PENA sendiri sejak 1991 mengembangkan program studi bisnis dan manajemen, yang kemudian berubah jadi School of Business and Management (SBM) ITB pada 2003. Menurut Profesor Surna Tjahja Djajadiningrat, Dekan SBM-ITB, untuk mengembangkan sekolah bisnisnya, dua tahun lalu pihaknya mendapat tawaran dari Yayasan Sampoerna untuk membuka kelas di Jakarta. Awalnya ITB maju mundur. Setelah dijajaki dua tahun, baru dicapai kata sepakat. “Kerjasama ini berlangsung selama 10 tahun,” ujar Nana, sapaan akrabnya. Meski SSBM-ITB berkampus di Jakarta, secara yuridis berada di bawah ITB. Ijazah yang dikeluarkan nanti harus ditandatangani Rektor ITB. Sapto Handoyo Sakti, Direktur Komunikasi dan Pemasaran Yayasan Sampoerna, menambahkan bahwa sebelum menjatuhkan pilihannya kepada ITB, pihaknya sudah memantau sekolah-sekolah bisnis lain di Indonesia. Setelah ditimang-timang, akhirnya ITB yang terpilih. “Alasan dijalinnya kerjasama ini karena adanya pemahaman dan komitmen yang sama untuk Putra Sampoerna meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia di bidang bisnis dan manajemen,” tambah Sapto. “ Visi yang diusung SSBM-ITB sungguh Kolaborasi mencengangkan: menciptakan pemimpin serta usahawan masa depan Indonesia. Sedangkan misinya, antara lain, menjadi satu dari 50 sekolah bisnis terkemuka di Asia pada 2015, satu dari 5 sekolah Dua Raksasa bisnis terdepan di kawasan ASEAN, dan dikenal sebagai satu dari 100 sekolah bisnis dan manajemen terbaik di dunia. Nana mengaku prihatin melihat kenyataan bahwa setiap tahun sekitar 12.000 sampai 15.000 anak-anak Indonesia sekolah ke luar negeri. “Memang itu hak S mereka untuk mencari sekolah bagus. Namun, kalau esekali cobalah Anda bertandang ke bibit-bibit unggul itu setelah lulus sekolah tak mau Gedung Sampoerna Strategic Square kembali ke Indonesia, tentu kita yang rugi. SSBM-ITB Tower B, Jalan Jenderal Sudirman ini juga bertujuan mencegah membanjirnya anak-anak Kavling 45 Jakarta. Gedung ini dulunya terbaik kita ke luar negeri,” katanya. bernama Wisma Danamon dan menjadi Meski dewasa ini cukup banyak sekolah bisnis kantor pusat Badan Penyehatan dan Perbankan berkualitas bagus di luar negeri, Nana mengaku siap Nasional (BPPN). Begitu tiba di lantai 8 gedung bersaing. “Justru ini tantangannya. Kami siap berwarna coklat tua tersebut, Anda sampai ke berkompetisi,” ujarnya. Sedangkan di Indonesia, ia Putera Sampoerna Sampoerna School of Business and Management-ITB tidak terlalu khawatir lantaran di sini banyak sekolah menyumbangkan Rp (SSBM-ITB). Semua ruangan perkuliahan ber-AC, bisnis yang masuk kategori “gang lontar” —istilah Nana 1,5 triliun untuk didukung fasilitas perpustakaan dan jaringan internet untuk menunjuk sekolah-sekolah bisnis yang menjamur sangat memadai. Ruangan itu baru efektif untuk papan namanya tapi kualitasnya tak bisa kemajuan pendididkan perkuliahan pada Februari 2007. dipertanggungjawabkan. di Indonesia melalui Sesuai namanya, sekolah ini hasil kerjasama dua Untuk menjamin mutu lulusan yang dihasilkan, lembaga raksasa: Yayasan Sampoerna (Sampoerna SSBM-ITB mendatangkan dosen-dosen bagus dari Yayasan Sampoerna. Foundation) dan ITB. Sampoerna Foundation adalah luar negeri, antara lain, dari pakar-pakar terkemuka Salah satu programnya, yayasan yang didirikan Putera Sampoerna — dari Singapura, Belanda, dan Swiss. Selain itu, sekitar yayasan ini konglomerat papan atas yang dikenal sebagai mantan dua pertiga dosen berasal dari kalangan industri juragan perusahaan rokok PT HM Sampoerna, Tbk. terkemuka di dalam negeri. bekerjasama dengan Sedangkan ITB merupakan perguruan tinggi top di ITB mengelola sekolah Indonesia. STUDI KASUS LOKAL bisnis dan administrasi Bagaimana ceritanya sampai dua raksasa ini Dengan lahirnya SSBM-ITB ini, maka sekolah berkolaborasi mengembangkan sekolah bisnis? Hal bisnis ITB punya dua kampus: Bandung dan Jakarta. manajemen. ini tak lepas dari program Yayasan Sampoerna yang Hanya saja kampus di Bandung murni milik ITB, bertekad meningkatkan mutu pendidikan di Indone- sedangkan di Jakarta hasil kerjasama dengan sia, antara lain bidang bisnis dan manajemen. ITB Yayasan Sampoerna. Oleh karena itu, namanya diberi 50 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 50-51.pmd 50 8/30/2006, 11:00 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 51. Berkomitmen Membangun Pendidikan Y ayasan Sampoerna dan Dok. Sampoerna Foundation perusahaan rokok PT HM Sampoerna, Tbk memang punya pertalian sangat erat. Penggagas sekaligus pendiri yayasan ini adalah Putera Sampoerna, yang tak lain merupakan mantan bos besar PT HM Sampoerna, Tbk, sebelum perusahaan tersebut dijual ke raksasa rokok Phillip Morris tahun 2005. Yayasan Sampoerna berdiri tahun 2001. Awal kegiatannya sebatas membe- rikan beasiswa kepada anak-anak berprestasi. Program ini masih terus Acara penyerahan bantuan dari Yayasan Sampoerna berlangsung, dan kini sudah 19.700 siswa dan mahasiswa yang menikmati. Belakangan tak lagi sekedar memberikan bertujuan meningkatkan kemampuan berbaha- pendidikan di Indonesia. “Hidup saya beasiswa, melainkan terjun langsung sa asing. Saat ini, kemampuan berbahasa sekarang untuk membantu kemajuan pendidikan di Indonesia,” kata Putera dalam peningkatan mutu. Hal itu nampak asing, terutama bahasa Inggris, merupakan hal Sampoerna. Acara tersebut sekaligus pada program-programnya, mulai dari SF- yang mutlak. Sedangkan Teacher Institute United School Program, SSBM-ITB, mengumumkan kepada publik bahwa bertujuan meningkatkan mutu guru atau calon Sampoerna Language Centre, hingga Yayasan Sampoerna tak ada hubungan guru. Program ini mulai bergulir pertengahan Sampoerna Teacher Institute. lagi dengan PT HM Sampoerna, Tbk. 2007. Bagi para sarjana yang ingin menjadi SF-United School Program merupakan Keberadaan perusahaan rokok tersebut guru, mereka akan digembleng di lembaga ini program adopsi untuk memberikan polesan sebatas sebagai donatur, sebagaimana selama setahun (25-40 SKS). langsung kepada sekolah menengah atas banyak donatur lain. Lantaran program-programnya sudah jauh dalam meningkatkan mutu, baik aspek Meski begitu, kata Sapto Handoyo lebih luas dari sekadar memberikan beasiswa, Yayasan Sampoerna lantas melakukan re- pembelajaran, manajemen, hingga Sakti, PT HM Sampoerna, Tbk masih launching 29 Agustus lalu. Acara ini dihadiri kegiatan ekstra kurikulernya. Ada 6 SMA tercatat sebagai penyandang dana terbe- “ oleh Gus Dur, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, yang diadopsi, tersebar di Sumatera, Jawa, sar. Hingga tahun lalu sudah mengucurkan Mendiknas Bambang Sudibyo, Sultan Bali dan Kalimantan. Tahun 2006 ini akan Rp 119,8 miliar, dan tahun ini menggerojok Hamengkubuwono X, Akbar Tanjung, Rektor mengadopsi 5 SMA lagi di Provinsi Jawa lagi Rp 47,6 miliar yang disampaikan 22 ITB Prof Dr Joko Santoso, dan sejumlah Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Agustus lalu. Penyerahan bantuan ini eksekutif perusahaan besar. “Diharapkan kelak mereka menjadi sekolah diberikan langsung oleh Presiden Direktur Pada kesempatan ini, Putera Sampoerna berkualitas unggul,” kata Kathryn Rivai, PT HM Sampoerna Tbk, Martin G King, kepada Chief Operating Officer Sampoerna menghibahkan fulus dari kantong pribadi Rp Direktur SF United School Program. 1,5 triliun ke yayasan untuk kemajuan Foundation, Elan Merdy. P Sampoerna Language Centre (SLC) tambahan “Sampoerna”. kampus di Jakarta khusus melayani program MBA SSBM-ITB di Bandung diperuntukkan bagi lulusan (Master of Business Administration). Mahasiswanya SMA sederajat yang hendak menempuh program S- para eksekutif muda yang jadi manajer sekitar 2 tahun. 1, atau sarjana maupun master yang hendak Bahasa pengantar yang digunakan sepenuhnya memperdalam ilmunya dalam bidang bisnis dan bahasa Inggris, sementara di Bandung lebih banyak manajemen di program S-2 dan S-3. Sedangkan menggunakan bahasa Indonesia. Perbedaan lain yang sangat mencolok adalah dalam pendekatan pembelajaran. Kampus Bandung Saiful Anam/PENA lebih menekankan pada kajian teori. Sementara SSBM-ITB Jakarta pendekatannya pada studi kasus “Hidup saya sekarang praktis, dengan fokus kajian pada kasus-kasus perusahaan lokal. Maka, perusahaan-perusahaan untuk membantu lokal seperti Pertamina, Telkom, dan Bank BNI akan kemajuan pendidikan menjadi menu pembahasan sehari-hari. di Indonesia,” kata SSBM-ITB ini berkonsentrasi pada tiga bidang, yaitu pemasaran, telekomunikasi, dan migas. Putera Sampoerna Rencananya, setiap angkatan menerima 120 mahasiswa. Masing-masing bidang konsentrasi itu terdiri dari 40 mahasiswa. P Profesor Surna Tjahja Djajadiningrat, Dekan SBM-ITB 51 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 50-51.pmd 51 8/30/2006, 11:00 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 52. PERISTIWA Bagi Engku Sjafei, sekolah berfungsi Budi Kurniawan/PENA mengasah kecerdasan dan akal budi murid, bukan membentuk manusia yang lain dari dirinya. Akhlak mulia yang dibentuk. Bukan sekadar murid dengan keahlian. “Jangan minta mangga berbuah durian. Tapi mintalah buah yang manis,” demikian amsal yang disampaikan Sjafei seperti yang dikutip kembali oleh Farid Anfasa Moeloek. Sejarah INS Kayutanam itu bergaung kembali dalam seminar bertajuk “Kontribusi Taman Siswa dan INS Kayutanam dalam Membangun Karakter Bangsa, Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Depan.” Seminar yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Nasional, akhir Agustus, itu dihadiri banyak alumni INS Kayutanam dan Taman Siswa, serta tokoh-tokoh pendidik. Nilai-nilai moral dan akhlak mulia kental Menghidupkan sekali dan menjadi ciri khas sekolah-sekolah masa lampau. Seperti INS Kayutanam, Taman Siswa pun mengusung nilai-nilai luhur yang “ dirintis Ki Hajar Dewantara. Sekolah bernama Ki dan Engku Nationaal Onderwijs Instituut atau Perguruan Nasional Taman Siswa itu didirikan pada 3 Juli 1922. Sayangnya, nyaris sepanjang masa kemerdekaan, pemerintah agaknya lupa S memperhatikan kedua sekolah legendaris dan sarat nilai sejarah. “Entah karena apa, kok tiba- eorang anak duduk bersila. Peci, tiba sekarang pemerintah menengok kita-kita. baju koko dan sarung menutup Selama ini kita dilupakan. Apakah karena erat tubuh mungilnya. Wajahnya konsep pendidikan yang disusun pemerintah berpaling, menatap lautan maha sebenarnya apa yang sudah dikembangkan luas, perahu layar dan matahari kami sejak lama?” kata Abdullah Assegaff, yang sedang turun dan sebentar lagi akan Sekretaris Jenderal Taman Siswa. lindap di ujung horizon. Keagungan Tuhan Dugaan Abdullah beralasan. Seperti dengan keluasan pengetahuan membuat anak disampaikan Ki Supriyoko, tokoh pendidik kecil itu terkagum-kagum. Taman Siswa, konsep yang kini dikembangkan Anak kecil dalam lukisan itu mengesankan pemerintah, seperti Kurikulum Berbasis Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan di Kompetensi (KBS) dan Manajemen Berbasis era Soeharto berkuasa. Lukisan yang Institut Kayutanam dan Sekolah (MBS), sudah lama diajarkan dan menggambarkan betapa maha luasnya alam Taman Siswa dibicarakan dikembangkan di Taman Siswa. “Mengapa yang diciptakan Tuhan itu ditorehkan Engku harus sibuk melakukan studi banding ke luar Muhammad Sjafei, pendiri Institut Kayutanam lagi. Menghidupkan dan negeri untuk mencari format pendidikan. (INS Kayutanam) di Sumatera Barat. Sjafei mengembangkan ruh dan Padahal sejak lama Ki Hajar Dewantara punya mendirikan sekolah itu pada 31 Oktober 1926. nilai yang relevan. konsep itu,” kata Supriyoko. Sekolah ini menerima murid dari berbagai etnis Menurut Dirjen Peningkatan Mutu dan menyiapkan mereka menjadi insan yang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan cerdas, nasionalis, jujur dan berakhlak mulia. Depdiknas Fasli Jalal, apa yang jadi roh Dalam mengembangkan sekolahnya, pendidikan, baik Taman Siswa dan INS Muhammad Sjafei banyak belajar dari alam. Alam takambang jadi guru, begitu orang Minang Kayutanam, sebenarnya selalu diulang-ulang biasa menyebut berbagai pelajaran yang dalam berbagai produk perundangan: Tap diberikan alam kepada manusia. Berbagai MPR, GBHN, juga Undang-Undang Sistim tamsil, seperti layaknya orang Minangkabau, Pendidikan Nasional. dan medium lain ia gunakan. Ia, misalnya, Karena sifatnya yang umum dan pada melukiskan seekor laba-laba yang sedang saatnya masih sesuai dengan keadaan di masa memintal benang menjadi sarang untuk lalu, maka roh itu perlu diterjemahkkan dalam menggambarkan bahwa pekerjaan betapa bentuk yang lebih konkrit. “Jika dulu guru pun kecilnya, jika dilakukan dengan tekun dengan kehidupan yang sederhana sudah pasti menghasilkan sesuatu yang berguna. cukup dan sangat dihormati masyarakat, “Sehari selembar benang, lama-lama. . .” sekarang semua itu harus dikembangkan. begitu salah satu bunyi tulisan Sjafei yang Begitu juga dengan kesejahteraan guru,” kata hingga kini masih terpampang di pojok ruangan Fasli. Setuju, Pak Dirjen! P di INS Kayutanam. BUDI KURNIAWAN 52 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 52-54.pmd 52 8/30/2006, 11:02 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 53. K eberhasilan tak sepenuhnya bergantung Vina Firmalia/PENA pada usaha saat ini. Keberhasilan tercapai juga karena andil “nasib baik” mendapatkan pengalaman masa lalu yang menghasilkan keterampilan- keterampilan tertentu, tidak terbatas dalam konsep emotional intelligence. Percaya? Pernyataan itu bukan sekadar obrolan warung kopi. Penjelasan itu dikemukakan Dr RW Matindas, dosen Psikologi Universitas Indonesia Jakarta. Matindas hadir sebagai pembicara dalam Seminar Pendidikan 2006, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, awal Agustus. “Anak yang mendapat pengasuhan positif biasanya beruntung karena memiliki sejumlah keterampilan penting untuk mengatasi persoalan- persoalan kehidupan saat anak hingga masa dewasa,” kata Matindas dalam materinya berjudul Life Skills Education. Bekal keterampilan anak itu diharapkan mampu mengatasi empat masalah kehidupan: seputar pendidikan, pergaulan, karier dan pekerjaan, serta “ masalah pemahaman dan pengenalan diri. Keterampilan di pendidikan dan pengajaran, tak cuma Dari Seks Hingga soal baca dan berhitung. “Kemampuan berpikir untuk memahami bahan pelajaran hingga lulus ujian juga faktor penting,” kata Matindas. KETERAMPILAN Keterampilan mengenai pergaulan menjadi bermanfaat saat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Bentuknya berupa kemampuan mengekspresikan keinginan (asertif): meminta dan menolak bantuan, memberi pujian, teguran atau sa- ran. Adapun keterampilan untuk karier dan pekerjaan Hernowo pun mengimbau buku-buku di pasaran biasanya terbentuk karena gabungan bekal memperluas makna rumusan dengan memperkaya keterampilan pendidikan dan pergaulan. sesuai konteks. Caranya, mengaitkan pelajaran “Biarkan anak mengalami konflik internal karena dengan pengalaman sehari-hari siswa dan keadaan anak jadi membiasakan diri membuat putusan dan lingkungan tempat siswa tumbuh dan berkembang. terdorong memiliki skala prioritas,” ujar Matindas Seminar pendidikan dua hari itu sendiri terbagi menambahkan. Orangtua sekadar mendorong anak dalam 18 sesi pembahasan. Dari soal pendidikan seks mengeksplorasi keinginan agar sang anak tidak pada anak, cara menghukum anak, teknik tergesa-gesa memutuskan. membangun motivasi belajar anak, pendidikan anak Selain itu, ortu juga mesti merangsang daya kreatif berkebutuhan khusus, hingga meningkatkan Seminar dengan 18 anak. Misalnya, membantu anak mengenali kompetensi guru BP. konsekuensi dari pilihan. Sehingga anak menyadari Seminar pendidikan itu bagian dari kegiatan topik dan pameran dan memahami konsekuensi dari putusan itu. bertajuk Festival Seminar & Pameran Pendidikan yang pendidikan digabung Orangtua, dan para guru, mestinya mengenalkan anak diselenggarakan Inti Pesan, dengan sponsor utama didik pada sasaran, hambatan, bantuan dan tindakan Bank BRI dan Program Bimbingan Anak Sampoerna. dalam acara festival untuk membantu anak selalu menyadari target dan Temanya “Peran serta guru dan orangtua murid dalam pendidikan. sasaran yang ingin dicapai. mewujudkan generasi berkualitas.” Pameran Diharapkan menjadi Hernowo, Chief Executife Officer Mizan Learning Pendidikan diikuti lembaga pendidikan, konsultan Center, pada seminar itu memaparkan tema “Teknik pendidikan, jasa pendidikan dan pelatihan, produsen wahana peningkatan Mengajar Dengan Pendekatan Kontekstual.” Ia peralatan pendidikan dan penerbit buku. kreativitas guru dan mengutip pengertian makna dalam buku Mengikat Menurut keterangan Try Prehartono, panitia, orangtua. Makna Untuk Remaja (Mizan Learning Center, 2004). gabungan pameran dan seminar itu digagas semata “Makna adalah sesuatu yang berdesir di hatimu, hal- untuk meningkatkan kompetensi guru. “Adanya hal yang membuatmu melayang. Belum tentu yang pameran dan seminar sekaligus menjadi ruang bermakna untuk kita bermakna bagi orang lain,” kata berkreasi bagi guru juga ruang untuk meng-update Hernowo menjelaskan panjang lebar. ketrampilan dan teknik mengajar yang efektif,” Mengutip teori Eric Jensen dari Brain-Based katanya. Learnng (The Brainstore, 2000) makna diartikan Semakin banyak kegiatan semacam ini, kata sebagai makna yang dirumuskan dan makna yang Prehartono, diharapkan menjadi media silaturahmi guru dihayati. “Makna yang dirumuskan didapat dari buku- untuk bertukar gagasan dalam sistem pembelajaran. buku, sedangkan makna yang dihayati tercipta karena Juga wacana penting bagi orangtua murid menghadapi dikaitkan dengan kehidupan yang luas dan nyata,” berbagai persoalan anak. P kata Hernowo. VINA FIRMALIA 53 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 52-54.pmd 53 8/30/2006, 11:02 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 54. PERISTIWA Dok. GIM Depdiknas kaya dan miskin, desa dan kota, kaum perempuan dan laki-laki,” kata Umarov. MENDAHULUI DAKKAR Pelaksanaan EFA di Indonesia dinilai bagus. Pro- gram pemberantasan buta aksara, misalnya. Pemerintah melalui Inpres Nomor 5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara. Targetnya separuh penduduk buta aksara berkurang: dari 14,6 juta or- ang (9,55%) menjadi 7 jutaan (5%) pada 2009. Sedangkan kesepakatan Dakkar menargetkan angka buta aksara di Indonesia hanya 5% pada 2015. Nilai baik juga diraih dalam hal pendidikan dasar. Wajib Belajar 9 Tahun dicapai melalui jalur pendidikan formal dan kesetaraan. “Pemerintah menargetkan Wajib Belajar 9 Tahun tuntas pada 2008, lebih cepat dari Target Dakkar,” kata Ace. Program Pendidikan Anak Dini Usia juga LEBIH CEPAT dicanangkan meningkat. Pada 2005 anak usia dini yang bersekolah jalur formal mencakup 30,4% anak. Sedangkan pendidikan nonformal sekira 12,5% anak. Target pada 2009 layanan formal pendidikan kanak- dari DAKKAR kanak mencapai 45% dan 35% lagi ditunjang pendidikan nonformal. “ Pendidikan kecakapan hidup (life skill) juga didongkrak pelaksanaannya. Kini program life skills D menyerap 6,5% lulusan SMP/MTs dan SMA/SMK/ irektur Jenderal Pendidikan Luar MA yang tak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Sekolah Departemen Pendidikan Targetnya, pada 2009 bisa mendidik 15% lulusan yang Nasional (Depdiknas) Ace Suryadi tak sekolah ke tingkat menengah dan perguruan tengah berbunga hatinya. Kegem- tinggi. biraan membuncah itu karena Program Pengarusutamaan Gender (Gender Mainstreaming) juga menunjukkan kemajuan. Angka pelaksanaan program Education for All (EFA) atawa disparitas gender pada pendidikan dasar dan “Pendidikan Untuk Semua” yang dikomandoi Ace menengah berkisar 0,98-1,01. Artinya, keadilan gen- dinilai berhasil. der tidak menjadi kendala anak usia sekolah dasar EFA adalah program yang ditetapkan sebagai dan menengah. Namun, pada jenjang pendidikan komitmen dunia internasional di pertemuan Dakkar, tinggi dan keterlibatan perempuan pada sektor publik, Senegal, pada 2000 silam. Program ini merupakan masih belum menggembirakan. kelanjutan dan penegasan pertemuan pendahulu di Jomtien, Thailand (1990) dan Amman, Yordania (1996). Sebanyak enam sasaran dikumandangkan peserta BELUM LAYAK MENGAJAR Mutu pendidikan, sekali lagi, masih berhadapan pertemuan Dakkar, yang kemudian dikenal sebagai dengan persoalan kualifikasi dan kualitas guru. Jumlah Target Dakkar. guru yang kurang layak mengajar masih cukup tinggi. Target pencapaian di bidang pendidikan itu adalah Indonesia dinilai Guru SD yang dinilai tak layak mengajar sekira 49,3%. meningkatkan pendidikan anak usia dini, pendidikan sukses mencapai Sedangkan guru SMP dan SMA yang layak mengajar dasar, pendidikan keaksaraan, pendidikan kecakapan hanya 36% serta SMK sekira 43%. Kualifikasi guru hidup, keadilan gender dan mutu pendidikan. Di Indo- target program yang memiliki pendidikan sarjana S-1 atawa diploma nesia, EFA dikoordinir oleh Menteri Koordinator Education For All. D-IV baru mencapai 30%. Kesejahteraan Rakyat dan Depdiknas. Bahkan Jumlah warga buta Persoalan lain adalah masih rendahnya syarat kemudian Depdiknas menjadikan EFA sebagai salah kelulusan siswa SMP/SMA/SMK dan sederajat: 4,25 satu visi sejak 21 Desember 2001. aksara masih besar. dari skala 10. Standar kelulusan ini jauh lebih rendah “Dari enam target tersebut secara nasional sudah Pendidikan buat laki daripada di negeri tetangga, seperti Singapura, Ma- tercapai sekitar 60-70%. Jika menggunakan indikator dan perempuan laysia, dan Thailand. daerah, pencapaiannya sudah 90%,” kata Ace Suryadi Toh, untuk sementara, Indonesia boleh berbangga pada acara Penilaian Paruh Dekade EFA, awal sudah setara. lantaran menjadi model bagi negara-negara Agustus lalu. berkembang. Indonesia mendapat penghargaan dalam Perwakilan Pendidikan Unesco Jakarta, Alisher penerapan isu gender di sektor pendidikan dari Umarov, mengatakan Penilaian Paruh Dekade EFA Unesco pada 1996. “Tahun 2008 Indonesia menjadi itu diharapkan menjadi data penting untuk tuan rumah pertemuan sembilan negara berkembang menganalisis pelaksanaan program pemerataan, dan berpenduduk terbesar dunia untuk membahas akses, dan peningkatan mutu pendidikan. “Kami perkembangan EFA,” kata Ace bangga. P berharap data itu juga bisa untuk menganalisis BUDI KURNIAWAN perbedaan pelayanan pendidikan antara kelompok 54 Pena Pendidikan September 2006 peristiwa 52-54.pmd 54 8/30/2006, 11:02 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 55. KOLOM Dok Pribadi Tom and Jerry Oleh : Uni Z Lubis S “hai cantik, aku benar-benar sayang padamu,” sering etiap hari, lebih dari seratus jam tayangan diloloskan begitu saja oleh stasiun teve. Bahkan, dipersembahkan televisi kita untuk anak-anak. kebencian antara tikus dan kucing menjadi tema Dini hari, tatkala sebagian besar anak-anak di utama Tom dan Jerry. bagian barat Indonesia belum bangun, kartun sudah Di banyak negara, tayangan kartun betul-betul S menyambut mereka di layar kaca. Setelah itu, kartun diawasi dengan ketat. Kisah Tom dan Jerry demi kartun tak berhenti tampil di televisi, siang hari, memperebutkan cinta dari tikus wanita, dilarang tampil hingga petang. di televisi India. Cerita itu sudah saya saksikan berkali- Bahkan, di Jakarta ada stasiun teve yang khusus kali di stasiun lokal. Si tikus cewek ditampilkan dengan menyiarkan program buat bocah-bocah. Dari pagi sosok seksi, dandanannya menor, pipi berperona hingga malam stasiun ini menayangkan acara anak- merah dan bibir berlipstik. Tom dan Jerry tampil bak anak, sebagian besar berupa kartun. pemuda ganteng yang mencoba menarik perhatian si Anak memang merupakan konsumen televisi yang cewek. Penulis adalah Ketua pantas diberi perhatian khusus. Di banyak rumah Harian Asosiasi Di Kanada dan Inggris, sebagian tayangan bikinan tangga, mereka merupakan penentu stasiun televisi Televisi Siaran Hanna Barbera itu juga tak boleh ditampilkan, karena mana yang akan ditonton. Bila anak Anda demen pada Indonesia, Anggota dinilai tak patut. Koran The Telegraph, London, edisi kartun populer, Tom and Jerry, ia akan menunggu jam Dewan Pers 24 Agustus memberitakan, televisi kabel Boomerang berapa pun si kucing dan tikus yang selalu berantem menyensor tiga dari 162 seri karun Tom and Jerry yang itu nongol di layar kaca. Hampir pasti, Anda mengalah dibeli hak siarnya. Di tiga tayangan itu terdapat adegan tidak menonton program lain yang ditayangkan pada merokok —yang hingga kini masih disiarkan dengan saat sama, ketimbang berebut dengan sang buah hati. bebas di teve kita. Boomerang menemukan hal serupa Saat ini, kita melihat beberapa tayangan program pada 1.700 episode, antara lain dari Scooby Doo dan anak yang cukup populer. Selain Tom and Jerry tadi, The Flintstone. juga ada Dora the Explorer, Spongebobs, Blue’s Clue, Kalau Anda membaca buku Violence on Televi- dan Captain Tsubasa. Berbagai tayangan tadi iklannya sion: Distribution, Form, Context, and Themes, karya melimpah. Tentu, yang nongol adalah produk untuk Barrie Gunter dkk (London dan New Jersey, 2003), anak-anak. tampak bahwa kekerasan sudah menjadi bagian Jangan lupa, anak-anak punya peran penting tayangan televisi. Baik di kartun maupun non-kartun, dalam menentukan keputusan berbelanja. Menurut sama saja. Buku ini didasarkan pada penelitian sebuah survei, perannya semakin besar di rumah terhadap tayangan televisi selama 1995-1996. tangga yang kedua orangtuanya bekerja. Posisinya di Yang diambil contoh adalah tontonan yang nomor dua setelah nyonya rumah. Orangtua punya sekarang ini masih populer di Indonesia, seperti Power perasaan bersalah seharian bekerja meninggalkan Rangers dan Ninja Turtles, keduanya dari Jepang. anak. Sehingga tatkala ia pulang, ia ingin menebus Power Ranger, sang lakon bisa menendang, memukul, dosanya itu dengan memenuhi permintaan anak. menggebuk, dengan kencangnya. Ia tahan gebuk, Stasiun televisi membutuhkan penonton anak tahan pukul. Sungguh digdaya. Jangan kaget bila untuk pasar. Anak butuh stasiun televisi untuk menemukan angka mengejutkan: 54% film kartun mendapatkan informasi, hiburan, dan pendidikan. Amat mengandung kekerasan. Baik si lakon menjadi korban, disayangkan, dari tiga kegunaan utama tayangan atau ia yang membuat ulah. televisi itu, baru unsur hiburan yang mengemuka. Akan semakin banyak kita temukan adegan Sebetulnya saat ini banyak program yang dikemas kekerasan, atau aksi tak pantas di tayangan kartun, untuk pendidikan anak. Mulai dari yang memindahkan semakin kita menyimaknya. Karena itu, sempatkanlah ruang sekolah ke layar kaca seperti yang ditayangkan mendampingi anak Anda, sewaktu mereka menonton TV Edukasi, hingga yang dikemas dalam permainan. televisi. Jangan segan-segan mengalihkan saluran, Apa boleh buat, berbagai program yang dibuat susah atau bahkan mematikan pesawat televisi, bila tayangan payah itu masih kalah dari kartun. di layar kaca Anda nilai sudah tidak pantas bagi si Lihatlah peringkat tayangan kartun, keluaran anak. Nielsen Media Report. Pada 18-24 Juni, Tom and Jerry Aksi kekerasan di layar kaca, termasuk bagi anak, yang ditayangkan pukul 18.00 mendapat rating hingga sudah lama mengundang keprihatinan para pengelola 2,7, sedikit lebih tinggi dari program populer “Liputan 6 stasiun televisi. Untuk itu, pada Desember 2005, Petang” yang mendapat 2,6. Tayangan TV Edukasi pengurus Asosiasi Televisi Siaran Indonesia (ATVSI) yang tayang pada siang hari, ratingnya jauh di bawah mengeluarkan surat edaran kepada anggotanya, satu. menghimbau agar tayangan kekerasan dikurangi. Kartun memang punya peluang besar untuk Namun kami sadar, pelaksanaannya tidak mudah. bermain-main. Tayangan yang dibuat dari program Kami akan terus-menerus mengajak pengelola animasi komputer, ia punya peluang membuat kelucuan stasiun televisi untuk semakin memperhatikan tanpa batas. Semua bentuk, gerakan, ucapan, bisa tayangannya. Sebagai orangtua dari seorang anak, dihadirkan di layar kaca. saya juga mengajak Anda untuk tidak membiarkan Masalahnya, tayangan kartun ada kalanya penuh televisi menggantikan fungsi orangtua mendidik anak. muatan yang sebetulnya tak pantas buat anak. Sempatkanlah menemaninya menonton televisi. P Umpatan-umpatan, seperti “dasar bodoh,” “brengsek,” 55 Pena Pendidikan September 2006 KOLOM 55.pmd 55 8/30/2006, 11:05 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 56. KRONIKA LPIR SARANA MEMBANGUN FESTIVAL SAINS 2006 KECINTAAN PADA RISET I ndonesia Science Festival 2006 kembali digelar pertengahan Agustus. Acara Dok. GIM Depdiknas pembukaan berlangsung di Teater Tanah Air, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan tahunan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) ini merupakan yang keempat kalinya. Tema yang diusung kali ini “Explore the World of Science.” Pembukaan dimeriahkan orkestra kolaborasi SD Perguruan Cikini Jakarta dan Sekolah Menengah Musik Yogyakarta (SMK 2 Kasihan Bantul). Rangkaian kegiatan meliputi lomba “Matematika dalam Permainanku” dan “Alat IPA kreasiku” untuk siswa SD/MI, Sci- ence Camp, lomba “Inovasi Pembelajaran Matematika atau “IPA yang menyenangkan” untuk guru SD/MI, workshop guru “Pembelajaran Sains yang menyenangkan bagi siswa SD,” serta pameran sains dan hiburan. Kegiatan selama sepekan itu diikuti 60 peserta guru dan siswa. Ada 146 karya yang diseleksi. Pameran sains dan hiburan diselenggarakan di La Piazza-Sentral Mal D epartemen Pendidikan Nasional berasal dari jenjang SMP/MTs, SMA/MA Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pameran ini (Depdiknas) menggelar Lomba dan SMK, serta sekolah Indonesia yang bertujuan menambah kesadaran masyarakat Penelitian Ilmiah Remaja di Hotel Atlet Cen- berada di luar negeri,” kata Suyanto. akan sains (science awareness). Science Camp tury, Senayan, Jakarta, 11-13 Agustus lalu. Dalam LPIR 2006 itu tampil sebagai dipusatkan di Perkemahan Santa Monica, Dalam sambutannya saat membuka juara pertama adalah Muhammad Fakhrul Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan Science wawancara finalis LPIR Tahun 2006, Arifin (SMP Negeri 1 Langsa, Nanggroe Camp menggabungkan unsur sains dan pro- Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan Aceh Darussalam) dengan riset tentang gram pengembangan pribadi dalam kelompok. bahwa riset menjadi faktor perubah jaman pemanfaatan tumbuhan pekarangan yang Manajemen Pendidikan Dasar dan yang paling besar dan menjadi sarana berkhasiat. Karya Muhammad Fakhrul Arifin, Menengah Suyanto menilai langkah-langkah membangun kecintaan para ilmu menurut dewan juri, mencerminkan strategis dan feasible dalam penyelenggaraan pengetahuan. “Ilmu pengetahuan dan orisinalitas dan kepekaan pemikiran ISF sangat relevan dengan realitas kehidupan teknologi (iptek), seni, dan olah raga apa seorang remaja terhadap fakta-fakta ilmiah anak. “Sains dan matematika yang selama ini pun sekarang berbasis riset. Keterbaruan di lingkungan sekitarnya. sangat ditakuti, berubah menjadi suatu gaya dalam iptek dan seni, bahkan olah raga Selain Fakhrul ada pemenang II Anis hidup yang menyenangkan, karena dikemas dihasilkan dari penelitian-penelitian,” kata Wahyu Nurmayanti (SMA Bakti Ponorogo, secara menghibur,” kata Suyanto. Bambang. Jawa Timur/bidang kesusastraan), Pemenang didominasi guru dan siswa dari Menurut Direktur Jenderal Manajemen pemenang III Akbar Fahmi (SMA Negeri I Jawa Timur. Di antaranya Juara I lomba untuk Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Bojonegoro, Jawa Timur/biologi), harapan Matematika (Guru) adalah Rohmiyatin Fauziah, Mandikdasmen) Suyanto LPIR sudah I Nurcahyo Imam P (SMA Negeri 6 MIN Sukolilo, Bangkalan Jatim, dengan judul berlangsung sejak 1977. Tahun ini adalah Yogyakarta), dan harapan II Dewa Nyoman naskah Optimalisasi Belajar Penjumlahan dan yang ke-29 kalinya LPIR diselenggarakan, Murti Adyaksa (SMA Negeri 4 Denpasar). Pengurangan Bilangan Bulat dengan Bermain diikuti 31 provinsi, dengan 1.251 karya dari Para pemenang memperoleh hadiah uang Tutup Botol, juara II Dra. Aina Asmarani, SD 12 kelompok bidang studi. “Peserta lomba Rp 1,5 juta-Rp 5 juta. P Muhammadaiyah 4, Kota Batu, Jatim, dengan judul naskah Pembelajaran Operasi Bilangan Bulat dengan Media Wayang Kulit, dan juara 51 GURU UNTUK ANAK TKI DIKIRIM III Sarwo Edy, A. Ma.,A.P, SDN Dukun 1, Demak Jateng, dengan judul naskah Papan D menyambut baik pengiriman para guru epdiknas mengirim 51 guru untuk KPK. ini. Ini, menurutnya, adalah langkah ditempatkan di negara bagian Juara I IPA (Guru) Matyono, S.Pd, SDN konkrit sebagai bagian dari penyelesaian Sabah, Malaysia, pada 29 Agustus Kotakulon 01, Bondowoso, Jatim dengan judul masalah pendidikan bagi anak-anak 2006. Pengiriman ini adalah naskah Terjadinya Angin Darat dan Angin Laut, para tenaga kerja Indonesia di Malay- implementasi kesepakatan antara juara II Haryono, S.Pd, SDN Kampungdalem sia. “Pemerintah Indonesia sangat serius Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 05 Tulungagung, Jatim, dengan judul naskah menyelesaikan masalah ini karena kita dan Perdana Menteri Malaysia, Media Pembelajaran Lensa Aktif Meningkatkan ingin memberikan pendidikan yang baik Abdullah Badawi, di Bukittinggi, Pemahaman Akomodasi Mata, juara III sebagai bagian dari hak asasi manusia Sumatera Barat, tahun lalu. Pengiriman Prayitno, S.Pd, SDN 2 Pangkal Sawoo, untuk mendapatkan pendidikan,” kata guru ini adalah tahap awal dari 500- Ponorogo, Jatim, dengan judul naskah Bambang saat menerima 25 guru (tahap 1.000 guru yang akan dikirim. Pencegahan Erosi dengan Maket Terasering pertama) yang dikirim ke Malaysia. P Mendiknas Bambang Sudibyo Buatan. P 56 Pena Pendidikan September 2006 KRONIKA 56-57.pmd 56 8/30/2006, 11:06 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 57. PAMERAN PRODUK LOMBA OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN INOVASI PENDIDIKAN MOTIVASI Vina Firmalia/PENA PENDIDIKAN S ebanyak 13 cabang olahraga (atletik, senam, renang, tenis meja, bulutangkis, bola voli mini, sepaktakraw mini, pencak silat, sepakbola mini, bridge mini, tenis mini, datur dan karate) digelar pada Lomba/ Pertandingan Olahraga Siswa Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2006 pada 7-14 Agustus dan 15-18 Agustus lalu. Lomba ini bertujuan meningkatkan motivasi, minat, bakat dan kecintaan siswa sejak usia dini, dan menyiapkan bibit-bibit olahragawan masa depan ini. Pesertanya 1.560 siswa dari 30 provinsi. Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault yang hadir dalam pembukaan acara ini menyatakan prestasi hanya akan bisa diraih melalui proses pembinaan yang benar, komprehensif dan berkesinambungan sejak dini. “Masyarakat belum melihat bahwa untuk menjadi juara harus melalui pembinaan yang panjang,” P mahasiswa dan dosen. Di antaranya ernahkah Anda melihat atau memakai katanya. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Uhamka jas dari limbah kain dan dijahit dengan Depdiknas sedang menyusun dan teknik patchwork? Atau mencoba membuat Jakarta), absensi dengan sidik jari (STIE mengembangkan sebuah sistem pembinaan Perbanas Jakarta), robot prototipe pemadam rangkaian listrik secara seri dan paralel? prestasi untuk kelompok pendidikan yang kebakaran (Politeknik Bandung), dan Chekas- Beberapa produk inovasi pendidikan itulah berbasis pada ilmu pengetahuan dan Ballast Elektronik yaitu power supply untuk yang antara lain dipamerkan di Gedung A teknologi, seni dan budaya, serta olahraga. lampu jenis neon yang didesain secara Depdiknas pada 22-24 Agustus lalu. Tahun depan rencananya akan elektronik agar lebih efisien (Politeknik Negeri Acara ini diselenggarakan tiap tahun dilaksanakan. P Jakarta). sebagai rangkaian Peringatan Hari Kemer- Tak mau kalah dengan mahasiswa, siswa dekaan itu. “Pameran ini sebagai sarana SMK turut menampilkan karya-karya mereka. sosialisasi kepada masyarakat akan kinerja SMK Perguruan Cikini memperagakan mesin Depdiknas dan sarana penyelenggara Pnewmathic, yang digunakan untuk mengolah pendidikan sekaligus membuktikan bahwa gandum dan membuat kemasan mi instan. pendidikan tidak hanya menghasilkan lulus- Mereka juga memperagakan Engine Control an tapi juga produk yang dapat digunakan Management System, untuk mengetahui sistem dalam proses belajar mengajar,” kata Wakil bahan bakar mobil. P Panitia Penyelenggara, Drs Slamet. BUDI KURNIAWAN DAN VINA FIRMALIA Karya inovatif itu hasil penelitian siswa, TOEFL FORMAT BARU 40 Guru Bahasa Mandarin Didatangkan F ormat baru Test of English as a For S ebanyak 40 guru bantu Bahasa Man eign Language (TOEFL) diluncurkan meningkatkan pembelajaran Bahasa Manda- darin didatangkan dari China. di Indonesia, yang dioperasikan via internet, rin di Indonesia,” kata Bambang saat Kedatangan para guru native speaker itu 9 Agustus. “Orang bisa mengaksesnya di memberikan sambutan, 28 Agustus lalu. merupakan hasil kerjasama Depdiknas dan seluruh dunia,” kata Diana Yahya dari The China menyambut baik kerjasama itu. “Kami Kementrian Pendidikan Republik Rakyat Indonesian International Education Foun- menyambut gembira Indonesia telah China (RRC). Sebenarnya kerjasama sama dation pada acara peluncuran di Hotel Gran memutuskan membuka secara bertahap mata ini telah dimulai tahap pertama pada Juli Melia, Jakarta. pelajaran Bahasa Mandarin sebagai mata 2004-Juli 2005. Guru-guru Mandarain Model TOEFL anyar itu menggantikan pelajaran pilihan di tingkat sekolah menengah gelombang kedua ini akan diterjunkan ke format lawas paper based test dan com- atas,” kata Xue Yun Gang, Consuler Kedutaan sepuluh provinsi di Indonesia. puter based test. Perubahan itu nampak Besar RRC untuk Indonesia, mewakili Lan Menurut Menteri Pendidikan Nasional pada materi yang diujikan. Kini yang Lijun, duta besar China. (Mendiknas) Bambang Sudibyo kehadiran diujikan reading, writing, listening, dan Rencana Depdiknas menerapkan para guru bahasa Mandarin itu penting, speaking. Materi ujian speaking penggunaan Bahasa Mandarin bagi lebih dari karena jumlah guru yang memiliki kualitas menggantikan structure. Skor yang 8.000 sekolah mendapat dukungan China. bagus di sini sangat terbatas. “Kedatangan ditetapkan juga berubah: nol sampai 120. “Kami memberikan penghargaan tinggi mereka sangat berperan untuk Lama ujian ditetapkan 4,5 jam. P terhadap hal ini,” ujar Xue. P 57 Pena Pendidikan September 2006 KRONIKA 56-57.pmd 57 8/30/2006, 11:06 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 58. “ BUKU Memahami Si Penolong Hingga Sang Pejuang Judul : Enneagram of Parenting, Sukses Mengasuh Anak Sesuai Dengan 9 Gaya Kepribadian Judul asli : The Enneagram of Parenting: Karakter dan kepribadian The 9 Types of Children and How to Raise Them individu anak dilukiskan dalam Successfully, 9 gaya. Memudahkan HarperSanFransisco, New York, 1997 pembaca memahami perlaku, Penulis : Elizabeth Wagele masalah, dan solusinya. Juga Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, Cetakan I, Mei 2006 tipe perilaku orangtua. Tebal : 214 halaman P erpaduan penulis dan kartunis, menjadi beban pikiran, hasilnya buku bagus sekaligus sampai anak stres, unik. Simak dulu sepatah kata lantaran mereka begitu Elizabeth Wagele penulis buku mencemaskan setiap PR ini. Berbeda dengan lazimnya atau tugas-tugas sekolah. sekapur sirih buku-buku yang berpanjang- Sayangnya, panjang kalimat. Elizabeth cukup dengan dua kecenderungan anak tipe halaman berisikan gambar kartun dan ilustrasi pencemas sekadar yang diperjelas sejumlah kata. Sederhana, menyelesaikan tugas, ringkas, namun efektif dalam mengupas bukan memahami, gagasan utama Elizabeth. merencanakan, meneliti, Elizabeth mengenalkan teori enneagram. dan membuat kerangka Enneagram adalah gambar dengan sembilan kasar berbagai tugas titik, yang dikenalkan ilmuwan Timur Tengah, sekolah. beberapa abad lampau. Enneagram banyak Di bagian akhir, Eliza- dipakai sebagai peranti dalam psikoterapi, beth juga memerikan terapi keluarga, dunia bisnis, dan pertumbuhan panduan berupa 8 pertanyaan. Di antaranya, sembilan tipe orangtua, juga melalui model spiritual. Enneagram versi Elizabeth adalah enneagram. Simak uraian orangtua tipe apakah anak Anda suka mencuci tangan dan gambaran 9 tipe individu: perfeksionis, romantis yang banyak emmberi wawasan, mandi tanpa rewel? Suka melakukan rutinitas penolong, pengejar prestasi, romantis, kreativitas, kehangatan, dan minat anak-anak tanpa diingatkan? Menganggap sekolah dan pengamat, pencemas, petualang, pejuang, mereka. Namun mereka ini seringkali terlalu PR dengan serius sampai-sampai sering dan pendamai. terbebani secara emosional jika anak mereka mencela teman-temannya yang Tujuan penggunaan enneagram ini bukan tidak sejalan dengan dunia perasaan anak. meremehkannya? untuk melabeli anak dengan kesembilan sosok Sejumlah kata bijak dan sarat filosofi Elizabeth juga mengupas, setidaknya, itu. Melainkan untuk membantu orangtua, juga pengasuhan anak Elizabeth rangkum dalam sepuluh masalah di setiap tipe individu. para guru agar mampu mampu memahami tipe bab khusus, diakhiri bab mengenai dua puluh Umpamanya, masalah yang dihadapi anak dan karakter anak dari yang mungkin saja masalah utama anak-anak. Ilustrasi kartun gaya penolong. Anak gaya penolong pada perpaduan dari sejumlah tipe. Guru dan Elizabeth untuk menggambarkan beragam umumnya ingin menjadi murid yang baik dan orangtua diharapkan mampu menyadari bahwa perilaku menjadikan buku ini sungguh memikat tak pernah terlambat tiba di sekolah. Namun, anak-anak bisa jadi jauh melampaui banyak sehingga asyik membacanya. Gaya penyajian mereka bisa merasa dilematis luar biasa tatkala kategori yang acapkali disematkan kepada model ini sangat pas buat mereka yang lebih di perjalanan ke sekolah melihat seekor anak sang anak. suka membaca cepat. Halaman demi halaman kucing mengeong-ngeong mencari induknya. Di setiap tipe individu, Elizabeth bisa dipahami dalam waktu yang relatif singkat. Risiko terlambat masuk sekolah seringkali mengurainya berdasarkan sejumlah kebiasaan Tak ada salahnya para guru dan orangtua ditempuh demi si anak kucing. “Mudah- menyimak teori enneagram Elizabeth ini. Bukan dan perilaku anak yang membantu mudahan banyak guru bisa menerima niat baik lagi zamannya guru dan orangtua minta menentukan karakter sang anak. Misalnya, anak tipe penolong ini,” Elizabeth menegaskan. dimengerti sang anak dan siswa. P untuk menentukan anak punya gaya Persoalan yang dihadapi tipe pencemas DIPO HANDOKO perfeksionis, Elizabeth setidaknya memberi mengenai kebiasaan belajar, misalnya. Bisa 58 Pena Pendidikan September 2006 BUKU 58.pmd 58 8/30/2006, 11:08 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 59. EDUKASIANA FOTO ...aku kan maunya Suatu hari murid-murid di satu kelas SD sedang berfoto bersama. masuk tentara Setelah foto jadi, Pak Guru membujuk anak-anak membelinya: tiap bukan masuk surga.. orang satu foto. Ia pun berkata kepada murid-muridnya, “Kalian seharusnya membeli foto ini, mumpung semua teman kalian di sini lengkap terkumpul. Foto ini akan memberikan kenangan manis. Suatu hari nanti ketika kalian sudah besar-besar dan melihat foto ini, saya yakin kalian pasti akan senang.” SURGA Namun, tak seorang murid pun menjawab rayuan Pak Guru. Pak Guru melanjutkan rayuannya. “Coba bayangkan, nanti kalian akan melihat foto ini dan berkata, …oh ini si Debby, sekarang jadi redaktur Suatu pagi di sebuah Sekolah Taman Kanak-Kanak. Bu guru media terkemuka. Ini Fajar, sekarang jadi pejabat, ini Nesti sekarang bertanya kepada muridnya. jadi artis terkenal lagi dermawan. Ini Dedy sekarang jadi anggota sebuah Bu Guru : Siapa yang mau masuk surga acungkan jarinya. partai politik yang jujur, adil, dan ikhlas...” Murid : Saya, Bu Guruuuuuuuu... Seorang murid perempuan di belakang menyela, “Yang ini Pak Hampir semua murid di kelas tersebut mengacungkan jarinya. Guru. Sekarang sudah meninggal.” Namun ada satu anak yang tidak mengacungkan jarinya. Bertanyalah bu guru. Bu Guru : Ucok, kenapa kamu tidak mau masuk sorga? Ucok : Saya tidak mau masuk sorga, Bu. Saya mau masuk tentara. emang lu taro dimane ntu was-hington GETUK Sebuah pertemuan membahas karya ilmiah di ruang perpustakaan sekolah berlangsung seru. Terjadi diskusi serius antara guru dengan seorang muridnya yang ingin sekali menjadi anggota ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Guru : Apa yang dapat kamu sumbangkan untuk KIR sekolah kita? WASHINGTON Murid : Sebuah penemuan dari penelitian yang saya lakukan sendiri. Dodo sepulang dari sekolah bercerita pada Babe, ayahnya Guru : Apa itu? yang seumur-umur tidak pernah “makan” sekolahan. Murid : Menggabungkan atau stek dua jenis tumbuhan yang “Be, tadi aye dimarahin ama pak guru.” spesiesnya berbeda. Dan percobaan saya itu ternyata “Emang, elo salah ape, Do? berhasil. “Tadi aye kagak bisa jawab pertanyaan Pak guru.” Guru : Apa dua jenis tumbuhan itu? “Emang elo ditanye ape?” Murid : Kelapa dan singkong. “Pak guru tanye. Di mana letaknya Washington?” Guru : (Ternganga lantaran tak percaya). Lalu apa yang terjadi “Mangkenye, Do, lain kali kalau elo naruh sesuatu jangan dengan kedua tumbuhan itu? ampe lupe ngeletakinnya.” Murid : Jadi getuk, Pak. Ilustrasi visual : Doedy AW Sorry, Sir! Sorry, Sir ! .....Saya dua bersaudara, w Didik,Ceritakan keluarga I don’t have family w Cukup-cukup, kakak saya masih kuliah di kamu, dengan in English. They’re w Jog ja.... , Now tell me about bahasa Indonesia all living in orang tua saya tinggal di your family dulu...., lalu bahasa I n d o n e s i a... Surabaya, kakek dan nenek in English! Inggris. dari bapak tinggal di Solo, kakek dan nenek dari...... w w g 59 Pena Pendidikan September 2006 EDUKASIANA 59.pmd 59 8/31/2006, 8:04 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 60. APA SIAPA Dr Baedhowi Pujian Selangit & Ikhlas Dok.GIM Depdiknas B ukan hanya Menteri Pendidikan Nasional Bagian Perencanaan, hingga Sekretaris Bambang Sudibyo yang amat bersyukur Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan atas sukses Konferensi Nasional Menengah. Puncak kariernya saat Revitalisasi Pendidikan di Hotel Sahid, Jakarta, 7 menjabat Sekretaris Jenderal Depdiknas – 9 Agustus. Dr Baedhowi, 57 tahun, adalah yang pada masa Mendiknas Abdul Malik Fadjar. paling bersyukur. Dialah ketua panitia, tokoh kunci Pengalaman seabreg itu terbukti teruji. keberhasilan acara yang dihadiri 829 peserta itu. Baedhowi sempat pontang-panting karena Mendiknas Bambang Sudibyo dalam tempat acara sempat pindah-pindah: dari sambutan penutupannya melontarkan pujian Hotel Sahid Jaya, dipindah ke Hotel selangit kepada Baedhowi, yang sehari-hari Bidhakara, akhirnya diputuskan ke Sahid. menjabat sebagai Staf Ahli Mendiknas Bidang Saat ditanya Saiful Anam dari PENA Kurikulum dan Media Pembelajaran. “Secara PENDIDIKAN tentang kiat sukses khusus saya mengucapkan selamat kepada Pak mengkoordinasi acara skala besar itu, Baedhowi, karena atas kepemimpinannya yang Baedhowi merendah. Ia memaparkan tiga kuat berhasil menyelenggarakan konferensi ini kunci penting: paham misi kegiatan, merumuskan dengan sangat bagus, baik dari hasil rekomendasi langkah-langkah substansi dan teknis, dan maupun teknis penyelenggaraan,” puji menerima tugas dengan ikhlas dan senang hati. Mendiknas. Begitu acara ditutup, Baedhowi, yang dikenal Baedhowi memang pantas menerima aplaus sebagai “mantan orang kuat” di Depdiknas ini panjang dari peserta konferensi. Keberhasilan itu nampak berbinar-binar. “Lega rasanya”, ujarnya. tak lepas dari pengalamannya yang segudang Kesibukannya berganti, menerima banyak ucapan sebagai birokrat yang merangkak dari bawah. Ia selamat dari koleganya, termasuk para wartawan. pernah menjabat sebagai kepala seksi, Kepala P David Santoso Anggakusuma Pacarnya Komputer I nternational Olympiad in Informatics Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi bolehlah dibilang kalah pamor dengan 10 Novermber Surabaya, dan Universitas Olimpiade Fisika Internasional. Setidak- Gadjah Mada Yogyakarta. Tapi, David malah Vina Firmalia/PENA nya setiap even Olimpiade Komputer memilih beasiswa dari Bina Nusantara. Internasional itu digelar, tak banyak media Sebelum ditawari beasiswa di Johns massa yang memberi porsi pemberitaan Hopkins, David sempat ditawari untuk berlebih. melanjutkan pendidikan di universitas dalam Toh, hal itu tak membuat seorang David negeri seperti UI, ITB, ITS dan UGM. Ia memilih Santoso Anggakusuma berkecil hati. “Medali Bina Nusantara. Kini Binus ditinggalkannya perak olimpiade sudah amat saya syukuri,” kata meski ada tawaran ikut kelas internasional. peraih perak Olimpiade Komputer Internasional Kecintaan David pada komputer pun 2004, yang digelar di Athena, Yunani. berbuah hasil. Tinggal menunggu tiga empat Rasa syukur David kian berlipat-lipat tahun lagi, Indonesia bakal punya jagoan tatkala, 25 Agustus lalu, ia menerima beasiswa komputer. Sang ayah Eko D Pranoto seakan studi di Universitas Johns Hopkins, Baltimore, tak percaya putra keduanya itu bisa menjadi Amerika Serikat. Beasiswa itu didapat dari kampiun di komputer. Awalnya, David remaja ingin dibelikan permainan play station (PS). Yayasan Sampoerna. “Masih banyak yang “Kalau mau main PS dia harus juara umum di lebih layak menerima beasiswa ini. Banyak sekolah,” kata Pranoto mengenang. siswa yang berhasil membawa pulang medali Eh, dari hobi pencat-pencet stick PS, emas di ajang olimpiade,” kata mahasiswa David menjadi keranjingan komputer. Ia Universitas Bina Nusantara Jakarta, jurusan mengaku jika sudah di depan komputer, bisa komputer sains ini, merendah. lupa segalanya. Bagaimana kalau di depan Johns Hopkins, bagi David, adalah uni- pacar? “Saya belum punya pacar, gak sempat versitas yang diidamkan. Saat lulus dari SMAK nyari,” katanya kepada Vina Firmalia dari PENA 2 Tarakanita Jakarta pada 2004 tawaran PENDIDIKAN. Ada yang berminat? P beasiswa bejibun. Dari Universitas Indonesia, 60 Pena Pendidikan September 2006 APA SIAPA 60-61.pmd 60 8/30/2006, 1:35 PM Cyan Magenta Yellow Black
  • 61. Dok.Pribadi Susan Bachtiar Beda di Depan Menteri S usan Bachtiar sehari-harinya guru itu. Susan tak sekali pun menampik menghabiskan sebagian waktunya permintaan para guru. “Ya, tidak apa-apa. sebagai guru bahasa Inggris di TK Senang juga bisa menyenangkan banyak or- Santa Theresia, Jakarta. Ternyata, ia mengaku ang,” kata wanita kelahiran 2 Mei 1973 ini kerepotan juga melayani sejawatnya, para kepada Budi Kurniawan dari PENA guru. Yang ini bukan soal ajar-mengajar, namun PENDIDIKAN. melayani foto bersama guru-guru, tatkala Su- Susan yang di masa lajangnya terjun di san menjadi pembawa acara di kegiatan di dunia model, kini lebih banyak tampil sebagai Departemen Pendidikan Nasional, awal presenter di sejumlah acara televisi, selain Agustus lalu. sebagai MC dan guru. Saban Jumat pagi, Su- san selalu akrab menyapa pemirsa TVRI pada Guru yang pernah menjadi Cover Girl Majalah Mode pada 1990 ini, mengaku berbeda acara Binar alias “berbahasa Indonesia yang baik dan benar.” Binar merupakan acara saat harus mengawal acara di lingkungan guru dan Depdiknas. “Jadi MC sebenarnya bukan bermaterikan pelajaran bahasa Indonesia buat hal baru. Tapi beda juga ya ternyata menjadi siswa sekolah menengah. MC di depan Menteri dan para penggiat Susah juga nongol di layar kaca sebagai pendidikan,” kata Susan yang menjalani profesi presenter sebuah acara model cerdas tangkas guru bahasa Inggris sejak 1996 itu. yang disponsori produsen susu kemasan. “Ini Lulusan pendidikan bahasa Inggris Uni- bagian dari partisipasi saya pada dunia versitas Atmajaya Jakarta ini pun tak kuasa pendidikan,” katanya. Yang ngefans dengan senyum dan saat ditarik kesana kemari oleh guru-guru yang hadir pada acara itu. Tak lain untuk melayani pembawaannya yang santun, boleh deh foto bersama penggemar yang semuanya guru- manteng di depan layar beling. P Trie Wiyanti Andini Gelora Sang Merah Putih H anya selang satu jam sebelum acara dirasakan. Betapa tidak. Seleksi anggota Peringatan Detik-detik Proklamasi paskibraka cukup melelahkan. Setelah lulus digelar di Istana Negara, 17 Agustus seleksi sekolah, ia harus bersaing dengan lalu, “Saya ditunjuk sebagai pembawa bendera ratusan siswa di Palembang. Di tingkat provinsi pusaka,” kata Trie Wiyanti Andini, wakil dari ia berhadapan dengan 93 siswa. Dini sukses Provinsi Sumatera Selatan yang tergabung menjadi satu di antara 66 peserta Paskibraka. dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Dini sendiri sebenarnya paling demen (Paskibraka) 2006. dengan kegiatan Pramuka, ketimbang baris “Saya sempat tegang sekali,” kata siswi berbaris. “Kalau pramuka bisa lebih banyak jalan-jalan, hiking, berkemah, mencari jejak,” SMAN 3 Prabumulih, Palembang ini menam- bahkan. Untungnya, latihan rutin dan ekstra tuturnya. Toh, ia bersyukur berkat Paskibraka disiplin sejak masuk pusat latihan di Cibubur, ia bisa bertemu teman-temannya dari seluruh 26 Juli, tak sia-sia. Dini, sapaan akrabnya, Tanah Air. berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Satu hal begitu membekas di benak Dini. Prosesi upacara Peringatan Detik-detik “Kalau di sekolah lihat bendera merah putih Proklamasi, saban tahun selalu menyita sudah biasa, tapi di Istana Negara, situasinya perhatian masyarakat Tanah Air. Tak heran berbeda. Saya terharu dan dada saya bila Dini begitu bangga bisa terpilih menjadi bergelora,” ujarnya bersemangat. anggota Paskibraka. “Saya bahagia dan Berkat Paskibraka pula, Dini yang bercita- bangga sekali karena dapat mengangkat nama cita jadi ekonom itu, bersama semua anggota daerah, apalagi saya berhadapan secara Paskibraka terbang ke China sebagai Duta langsung dengan Pak SBY (Presiden Susilo Bangsa. Rencananya, ada banyak kegiatan BambanG Yudhoyono,” kata remaja manis selama di Beijing, Ghuang Zhou dan bertinggi 167 sentimeter ini. Hongkong, hingga pulang ke Tanah Air, 2 Dok.Paskibraka Kebanggaan Dini memang begitu September ini. Duh, senangnya. P 61 Pena Pendidikan September 2006 APA SIAPA 60-61.pmd 61 8/30/2006, 1:35 PM Cyan Magenta Yellow Black
  • 62. CATATAN PENA Dok. PENA BAHASA INDONESIA Oleh : Iwan Qodar Himawan Koran Kompas edisi Sabtu 26 Agustus lalu memuat tulisan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama dalam dengan judul menyengat: Merdeka! “So What?” Tulisan ini komunikasi sosial sehari-hari. Sebanyak 47 persen berbahasa dimuat Ibu Eileen Rahman, seorang ahli sumber daya manusia. campuran Sunda-Indonesia, 64 persen berbahasa Indone- Ia dikenal sebagai pemburu eksekutif handal. Di salah satu sia saja, 1,6 persen berbahasa campuran Sunda-Jawa-Indo- K alinea, menjelang akhir tulisan, ia menulis: teman saya sering nesia dan 8,8 persen berbahasa campuran Sunda-Indone- menggunakan istilah “ini free country” saat ia ingin bertindak sia-Inggris. “semau gue”, seperti makan tanpa “table manner.” Di dunia, dewasa ini terdapat 6.000 bahasa. Diperkirakan Saya yakin, meski tulisan ibu pakar tadi bertaburan istilah dalam seabad mendatang, separuh akan punah. Artinya, bahasa Inggris, Anda, dan sebagian besar pembaca tak kesu- tiap tahun terdapat 30 bahasa yang lenyap. Adakah yang litan memahami. Bahasa Inggris telah menjadi keseharian berasal dari bumi Indonesia? kita. Tatkala menyaksikan televisi, “News update” lebih popu- *** ler menggantikan “berita terkini”; “presenter” lebih kondang Bahasa Inggris sangat beruntung. Ia disokong Amerika ketimbang “penyiar”; “talk show” lebih tenar ketimbang Serikat, negara dengan kekuatan ekonomi, politik, militer, “bincang-bincang”. dan teknologi paling adidaya di dunia. Amerika member- Pelan tetapi pasti, otak setiap hari dijejali istilah-istilah dari lakukan persyaratan TOEFL (Test of English as a Foreign negeri nun jauh di sana. Tatkala menulis naskah ini, di layar Language), tes kecakapan berbahasa Inggris bagi warga atas komputer saya bertengger paling tidak sepuluh kata asing. Di Indonesia, sejak di sekolah siswa mesti mati-matian dalam bahasa Inggris. Di antaranya, file, belajar bahasa Inggris. edit, view, insert, format, dan help. Di abad pertengahan, bahasa Inggris Andaikata Anda meng-klik salah satu hanya dipakai rakyat Inggris. Di era modern, fasilitas, misalnya help, Anda akan makin penyebarannya menggila seiring kian sadar, betapa meski hidup di Indonesia, kokohnya perekonomian Amerika Serikat. ternyata bahasa Inggris makin populer. Apalagi setelah memasuki era kemajuan Pemahaman terhadap bahasa Inggris men- teknologi informasi, seperti saat ini. Setiap jadi lebih penting untuk memahami perintah hari, istilah bahasa Inggris dijejalkan ke otak MS Word. kita oleh raksasa teknologi informasi, seperti Secara tidak sadar, kita menyisihkan Microsoft, Dell, IBM, Oracle, Google, Yahoo!. bahasa Indonesia dari otak kita. Sejak Mereka, ditemani konco-konconya seperti jatuhnya Pak Harto, anak-anak di pelosok, CNN, Fox, dan Warner Bros, serta anak-anak, juga saudara-saudara kita McDonald, prajurit yang loyal dan ampuh yang secara pendidikan kurang beruntung, menyebarkan bahasa Inggris ke seluruh fasih berbicara kata-kata berikut: otonomi, dunia. desentralisasi, subsidi, threshold, Desakan terhadap bahasa Indonesia dekonsentrasi, voting, interupsi, impeachment. Inflasi istilah juga datang dari bahasa Korea, dan Jepang. Di masa lalu, makin menggema, bila pembicaraan melebar ke istilah tak terbayangkan ada kursus bahasa Korea dan Jepang di ekonomi dan hukum: ombudsman, mark up, divestasi, Jakarta. Setelah Hyundai, KIA, Samsung, dan LG menghiasi deviden, merger, akuisisi, dsb. jalanan dan rumah kita, bahasa Korea dan Jepang diperlukan. **** ***** Dalam bahasa rupanya berlaku hukum rimba. Bahasa Saya tidak termasuk kelompok yang antipati terhadap yang lemah, apa boleh buat, harus siap diganyang mereka hadirnya kosakata bahasa Inggris dalam khasanah bahasa yang kuat. Mereka yang kuat adalah bahasa yang banyak nasional. Harus kita akui, ada kalanya bahasa kita tidak digunakan negara pemenang perlombaan teknologi dan memiliki padanannya. Istilah teknologi, seperti virus, kanker, ekonomi. Untuk Indonesia, karena peredaran uang sebagian nuklir, amat sulit mencari padanannya. Namun, alangkah besar terjadi di Jakarta, bahasa gaul “lo” dan “gue”, jadi bahasa sedihnya kita bila banjirnya kosakata asing itu lantaran kita standar sebagian besar radio yang membidik anak muda, di ingin dicap sebagai orang terpelajar. kota-kota besar. Tugas kita semua, kaum intelektual yang bergerak di Bahasa Jawa halus makin ditinggalkan. Di Sulawesi bidang pendidikan, untuk menanamkan rasa bangga berba- Tengah, bahasa Kaili terancam punah. Bahasa Sunda hasa Indonesia. Tak kalah pentingnya adalah bagaimana mengalami nasib serupa. Simak penelitian budayawan Sunda terus memantapkan niat, untuk selalu menggali khasanah Tatang Sumarsono, pada 2002, dalam tulisan “Sikep kekayaan bahasa Indonesia. Banyak kata yang tak pernah Masyarakat Sunda kana Basa Sunda” (sikap masyarakat dipakai, ada baiknya kita bangkitkan kembali dari tidur Sunda terhadap bahasa Sunda). Tulisan Tatang itu dikutip panjangnya. Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Maka, jangan segan-segan membuka kamus bahasa dalam tulisannya di Harian Sore Sinar Harapan. Indonesia. P Tatang menunjukkan, hanya 35,4 persen keluarga Sunda iwan@rekacipta.com 62 Pena Pendidikan September 2006 CATATAN PENA 62.pmd 62 8/30/2006, 11:18 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 63. IKLAN 63-64.pmd 63 8/30/2006, 11:22 AM Cyan Magenta Yellow Black
  • 64. IKLAN 63-64.pmd 64 8/30/2006, 11:22 AM Cyan Magenta Yellow Black

×