Your SlideShare is downloading. ×
0
Komunikasi dalam Konseling

Hakikat masalah dan
Klien dalam Konseling
Oleh Kelompok:
•
•
•
•
•
•
•
•
•

Dian Permata Sari
Ida Santika
Nurfitriana Irawati
Pera Agustina
Rinda Maulina
Sefti Rhol...
Hakikat Masalah
Masalah biasanya dartikan sebagai suatu
kesenjangan, ketidaksesuaian, atau ketidak cocokkan
antara ide dan...
• Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diterangkan
bahwa masalah adalah sesuatu yang harus
diselesaikan (dipecahkan), soal, ...
Faktor Penghambat Komunikasi
Interpersonal dan Konseling.
• Dalam berkomunikasi tentu saja terdapat hal –
hal yang mengham...
A. Hambatan komunikasi secara
individu.
Yang menjadi hambatan pertama adalah factor
individu. Hambatan yang disebabkan fac...
B. Hambatan komunikasi secara
interaksi.
• Dalam pengenalan komunikan tentu saja terjadi
interaksi.Dalam interaksi inilah ...
C. Hambatan komunikasi secara
situasional.
• Dalam berkomunikasi, seorang komunikator hendaknya memperhatikan
situasi. Ham...
• Hambatan-Hambatan Komunikasi Menurut
Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner
james, A.F dan Charles Wankel:
1. Perb...
2. Budaya
• Perbedaan budaya juga menjadi salah satu
penghambat dalam komunikasi, terlebih bila
masing-masing pihak tidak ...
3. Karakter Dasar
• Karakter dasar manusia pada dasarnya ada 4,
yaitu koleris, melankolis, plegmatis, dan
sanguinis. Keemp...
4. Kondisi
• Kondisi saat berkomunikasi dengan kawan bicara
juga menjadi sebab kesalahpahaman terjadi. Bisa
saja saat komu...
Hambatan-Hambatan Komunikasi
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatanhambatan y...
2. Semantic Problems
• Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan
komunikator sebagai alat untuk menyalurkan piki...
3. Perceptual distorsion
• Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan
cara pandangan yang sempit pada diri se...
5. Physical Distractions
• Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan
fisik terhadap proses berlangsungnya komunikas...
7. No Feed back
• Hambatan tersebut adalah seorang sender
mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak
adanya respon dan...
Faktor Penghambat Komunikasi
Interpersonal
Komunikasi yang efektif terjadi sejauh mana
perserta komunikasi saling berbagi ...
• Jalaluddin Rakhmad (2001:129-138)
mengemukakan beberapa faktor penghambat
komunikasi interpersonal, antara lain:
1. Sika...
2.

Sikap tidak suportif
– Evaluasi artinya penilaian terhadap orang lain seperti
mengecam
– Kontrol artinya berusaha memb...
Hakikat Klien
Konseli adalah orang yang perlu memperoleh
perhatiansehubungan dengan masalah yang
dihadapinya dan membutuhk...
Konsop “Psychological Strength” atau
“Daya Psikologis”.
• need fulfillment merujuk pada kekuatan psikis
yang diperlukan un...
• Interpersonal competencien (kompetensi antar
pribadi), yaitu kekuatan psikis yang berkenaan
dengan hubungan bersama oran...
Pemenuhan Kebutuhan Klien dalam
Proses Konseling
• Memberi dan menerima kasih sayang
Untuk menacapai kelangsungan hidup ya...
• Kebebasan
– Pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan
(keinginan) untuk melakukan pemilihan secara
bebas berdasarkan tim...
• Memiliki kesenangan
– Kesenangan merupakan kebutuhan yang
paling mendasar dan mempunyai peranan
erat terhadap kesehatan ...
• Menerima stimulasi (rangsangan)
– Pada dasarnya orang membutuhkan sejumlah
variasi dan perubahan yang sehat dalam
hidupn...
• Perasaan mencapai prestsasi
– Orang membutuhkan untuk melihat hasil positif dari
usaha yang telah dilakukan. Bila orang ...
• Memilki harapan
– Orang membutuhkan harapan akan kemungkinan
yang dapat dicapai di kemudian hari. Bila orang
merasakan h...
• Memiliki ketenangan
– Pada dasarnya berada dalam ketenangan
merupakan suatu kebutuhan dasar untuk
memperoleh kesehatan p...
• Memiliki tujuan hidup yang nyata
– Banyak orang yang tidak menyadari akan
kebutuhan mereka tentang tujuan hidup secara
n...
Kompetensi Intra-Pribadi
• Kompetensi intra pribadi adalah kecakapan yang dipelajari yagn
dapat membantu orang berhubungan...
2. Pengarahan diri
• Orang Kurang memiliki rasa percaya diri, tidak
mempercayai kecakapan, persefsi, motif dan
timbangan d...
Kompetensi Antar Pribadi
Kecakapan antar pribadi merupakan keacakapan yang
dipelajari, yang memungkinkan orang berhubungan...
2. Ketegasan diri
Orang yang asertif tidak akan membiarkan orang
lain menghalangi jalur pemenuhan
kebutuhannya, dan berkom...
4. Menjadi diri yang bebas
Orang yang bebas membiarkan orang lain menemukan
kebutuhannya dalam cara dan tempat yang mereka...
Harapan Klien
Studi yang cukup detail tentang harapan konseling telah
dikemukakan oleh Denis P. Saccazzo (1978). Dalam pen...
– Untuk memperoleh kepercayaan dalam melakukan
sesuatu atau perilaku baru yang berbeda dengan orang
lain.
– Mengetahui per...
SEKIAN
&
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Komunikasi dalam konseling hakikat masalah dan hakikat klien dalam konseling

4,534

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,534
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
65
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Komunikasi dalam konseling hakikat masalah dan hakikat klien dalam konseling"

  1. 1. Komunikasi dalam Konseling Hakikat masalah dan Klien dalam Konseling
  2. 2. Oleh Kelompok: • • • • • • • • • Dian Permata Sari Ida Santika Nurfitriana Irawati Pera Agustina Rinda Maulina Sefti Rholanjiba Shintia Handayani Wika Christian Pasaribu Yuli Setiowati 1213052005 1213052012 1213052027 1213052031 1213052036 1213052041 1213052042 1213052049 1213052054
  3. 3. Hakikat Masalah Masalah biasanya dartikan sebagai suatu kesenjangan, ketidaksesuaian, atau ketidak cocokkan antara ide dan kenyataan, antara yang seharusnya dengan fakta yang ada, atau antara keinginan dan harapan dengan realitas yang terjadi. • Masalah biasanya dartikan sebagai suatu kesenjangan, ketidaksesuaian, atau ketidak cocokkan antara ide dan kenyataan, antara yang seharusnya dengan fakta yang ada, atau antara keinginan dan harapan dengan realitas yang terjadi, dengan kata lain terjadinya sesuatu yang tidak dinginkan, seperti dikemukakan oleh Arikunto, yaitu sesuatu yang tidak beres, dalam arti tidak atau belum sesuai dengan kondisi yang seharusnya
  4. 4. • Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diterangkan bahwa masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan), soal, atau persoalan. Apapun namanya, umumnya masalah itu terjadi tidak dikehendaki dan bahkan menyakitkan, sehingga bagi sebagian kita yang yang tidak mampu mengenali hakikat masalah dan tidak tahu cara menghadapinya dengan baik maka ia akan mengganggu kesetabilan pribadi, dan terjadilah pribadi bermasalah, malasuai, maladaptif, dan sejenisnya.
  5. 5. Faktor Penghambat Komunikasi Interpersonal dan Konseling. • Dalam berkomunikasi tentu saja terdapat hal – hal yang menghambat sehingga komunikasi tidak dapt berlangsung seperti yang diinginkan. Begitu pula dalam komunokasi interpersonal yang melibatkan dua orang bahkan beberpa orang. • Adapun hambatan – hambatan yang biasa terjadi disebabkan oleh beberapa hal, hal tersebut adalah sebagai berikut :
  6. 6. A. Hambatan komunikasi secara individu. Yang menjadi hambatan pertama adalah factor individu. Hambatan yang disebabkan factor individu dikarenakan setiap individu memiliki tipe dan sifat yang berbeda, selain itu factor sosiologis dan psikologis setiap individu berbeda – beda. – Pada umumnya individu dapat dibagi menjadi dua tipe, yang pertama adalah gemeinschaft, gemeinschaft adalah pergaulan individu yang bersifat pribadi, statis, dan tak rasioanal, sebagai contohnya keluarga. – Yang kedua adalah gesellschaft, gesellschaft adalah pergaulan individu yang bersifat tak pribadi, tidak statis, dan rasional
  7. 7. B. Hambatan komunikasi secara interaksi. • Dalam pengenalan komunikan tentu saja terjadi interaksi.Dalam interaksi inilah biasanya terjadi hambatan – hambatan yang dapat menyebabkan suatu komunikasi tidak berhasil dengan baik. Hambatan - hambatan yang biasa terjadi disebabkan karena adanya ketidaksiapan mental, waktu, dan psykologis seseorang. Contohnya, ketika seseorang mengalami kesedihan atau kekecawaan tentu saja tidak dapat melakukan komunikasi dengan baik sehingga interaksi dalam berkomunikasi tidak berjalan lancer. • Selain itu factor kurang percaya terhadap cerita atau pesan yang disampaikan oleh komunikator juga menjadi penghambat dalam interaksi berkomunikasi, dan pada akhirnya proses penyampaian pesan tidak berhasil dengan baik.
  8. 8. C. Hambatan komunikasi secara situasional. • Dalam berkomunikasi, seorang komunikator hendaknya memperhatikan situasi. Hambatan yang terjadi yang disebabkan oleh factor situasi. Yaitu apabila komunikan sedang berada pada kondisi yang sedang tidak ingin mendengarkan sebuah informasi atau pesan.Selain itu seorang komunikator harus memperhatikan situasi yang berhubungan dengan kondisi seorang komunikan. Misalnya saja seorang komunikator hendaknya tidak menyampaikan sebuah pesan yang bersifat mengecewakan apabila situasi komunikannya sedang tidak sehat atau sakit. • Komunikadi yang efektif terjadi tidak hanya sekedar saat seorang telah melekatklan arti tertentu terhadap prilaku orang lain, tetapi juga pada persepsinya yang sesuai dengan pemberi pesan atau informasi. • Salah satu cara untuk menjamin tidal terjdinya hambatan dalam berkomunikasi adalah dengan menghindarkan pesan yang tidak jelas atau spesifik serta dengan meningkatkan frekuensi umpan balik (feedback) guna mengurangi tingkat ketidakpastian dan tanda Tanya.
  9. 9. • Hambatan-Hambatan Komunikasi Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel: 1. Perbedaan Persepsi Setiap orang memiliki kemampuan yang tidak sama dalam hal mengartikan sebuah pesan atau ungkapan. Ada orang yang mengartikan bentakan seseorang sebagai sebuah ketegasan. Namun, ada juga orang yang mengartikan bentakan tersebut sebagai sebuah kekejaman dan tindak kekerasan. Perbedaan persepsi inilah yang menjadi alasan mengapa dua pihak terlibat konflik. Kadang, perkataan yang sama bisa diartikan beda bila disampaikan pada orang yang berbeda.
  10. 10. 2. Budaya • Perbedaan budaya juga menjadi salah satu penghambat dalam komunikasi, terlebih bila masing-masing pihak tidak mengerti bahasa yang dipergunakan. Meskipun demikian, hal ini bukanlah masalah besar, tidak sebesar alasan nomor satu karena bisa diakali dengan cara menggunakan bahasa simbol atau saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
  11. 11. 3. Karakter Dasar • Karakter dasar manusia pada dasarnya ada 4, yaitu koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis. Keempatnya memiliki karakter yang berseberangan. Koleris adalah karakter kuat yang kadang suka menyinggung perasaan. Melankolis adalah karakter yang lembut dan perasa. Sanguinis adalah karakter yang santai. Plegmatis adalah karakter yang suka mengalah. Perbedaan karakter inilah yang memang kadang-kadang menjadi penghambat komunikasi.
  12. 12. 4. Kondisi • Kondisi saat berkomunikasi dengan kawan bicara juga menjadi sebab kesalahpahaman terjadi. Bisa saja saat komunikasi antara dua pihak sedang terjadi, pihak pertama sedang dalam kondisi yang tidak enak. Akibatnya, kondisi yang tidak enak tersebut mempengaruhi cara menangkap pesan dari kawan bicara sehingga terjadilah kesalahpahaman. Bila sudah tahu hambatan-hambatan yang ada pada komunikasi, kita akan tahu cara mengatasinya
  13. 13. Hambatan-Hambatan Komunikasi Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatanhambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah (1992,p.10-11) : 1. Status effect • Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
  14. 14. 2. Semantic Problems • Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
  15. 15. 3. Perceptual distorsion • Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya. 4. Cultural Differences • Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
  16. 16. 5. Physical Distractions • Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas. 6. Poor choice of communication channels • Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
  17. 17. 7. No Feed back • Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.
  18. 18. Faktor Penghambat Komunikasi Interpersonal Komunikasi yang efektif terjadi sejauh mana perserta komunikasi saling berbagi pengalaman. Sedangkan komunikasi yang tidak efektif terjadi sejauh mana para peserta komunikasi tidak saling berbagi pengalaman. Maka dari itu, komunikasi akan berhasil dengan baik jika pesan yang disampaikan sesuai dengan rangka pengetahuan dan lingkup pengalaman komunikan. Demikian juga dengan pesan yang disampaikan, harus sesuai juga dengan lingkup pengalaman komunikan.
  19. 19. • Jalaluddin Rakhmad (2001:129-138) mengemukakan beberapa faktor penghambat komunikasi interpersonal, antara lain: 1. Sikap tidak percaya – Tidak menerima artinya tidak menyetujui semua perilaku orang lain, menilai pribadi orang lain berdasarkan perilakunya yang tidak disenangi – Tidak empati artinya tidak merasakan apa yang dirasakan orang lain – Tidak jujur artinya sering menyembunyikan pikiran dan pendapat
  20. 20. 2. Sikap tidak suportif – Evaluasi artinya penilaian terhadap orang lain seperti mengecam – Kontrol artinya berusaha membantu orang lain, mengendalikan perilakunya, mengubah sikap, pendapat dan tindakannya – Strategi artinya penggunaan tipuan-tipuan atau manipulasi untuk mempengaruhi orang lain – Netralitas artinya memperlakukan orang lain tidak sebagai personal meainkan sebagai objek – Superioritas artinya sikap lebih tinggi lebih baik dari pada orang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual, kekayaan, kecantikan atau ketampanan. – Kepastian artinya ingin menang sendiri dan melihat pendapatnya sebagai kebenaran mutlak yang tidak dapat diganggu gugat 3. Sikap tertutup
  21. 21. Hakikat Klien Konseli adalah orang yang perlu memperoleh perhatiansehubungan dengan masalah yang dihadapinya dan membutuhkanbantuan dari pihak lain untuk memecahkannya, namun demikiankeberhasilan dalam mengatasi masalahnya itu sebenarnya sangatditentukan oleh pribadi konseli itu sendiri
  22. 22. Konsop “Psychological Strength” atau “Daya Psikologis”. • need fulfillment merujuk pada kekuatan psikis yang diperlukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup agar dapat mencapai kualitas kehidupan secara bermakna dan bahagia. • Interpersonal competencien (kompetensi intrapribadi) yaitu kekuatan dalam dirinya sendiri.
  23. 23. • Interpersonal competencien (kompetensi antar pribadi), yaitu kekuatan psikis yang berkenaan dengan hubungan bersama orang lain dalam keseluruhan kehidupan dan interaksi dengan lingkungannya
  24. 24. Pemenuhan Kebutuhan Klien dalam Proses Konseling • Memberi dan menerima kasih sayang Untuk menacapai kelangsungan hidup yang memuaskan, manusia memiliki kebutuhan untuk memberi dan menerima kasih sayang dari pihak lain meskipun dalam kenyataanya orang lebih merasakan kebutuhan untuk menrima kasih sayang. Dalam melakukan konseling, konselor harus mampu memberikan kasih sayang kepada konseli, jika kasih sayang yang diberikan oleh konselor dapat dirasakan dengan baik oleh konseli, maka konseli akan menerima kasih sayang tersebut sehingga konseling dapat berjalan dengan baik.
  25. 25. • Kebebasan – Pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan (keinginan) untuk melakukan pemilihan secara bebas berdasarkan timbangan diri dan bukan atas pertimbangan atau keinginan orang lain. Konselor dapat membantu mereka mengenal penyebab kekurangan bebasan dan memahami bagaimana melindungi mereka dari kecemasan. Konselor juga memberikan kebebasan kepada konseli untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya sehingga masalah konseli dapat terselesaikan dengan baik.
  26. 26. • Memiliki kesenangan – Kesenangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan mempunyai peranan erat terhadap kesehatan psikologis. Kesenangan dan santai merupakan pelumas berbagai hambatan yang ditimbulkan stress. Proses konseling harus berjalan dengan baik dan tidak mebosankan agar konseli dapat memiliki kesenangan dalam mengungkapkan masalah tanpa ada perasaan takut dan cemas.
  27. 27. • Menerima stimulasi (rangsangan) – Pada dasarnya orang membutuhkan sejumlah variasi dan perubahan yang sehat dalam hidupnya. Mereka membutuhkan pengalaman yang merangsang hubungan dan tantangan baru untuk menjaga kehidupan yang baik. – Konselor harus memiliki keterampilan untuk mengetahui masalah-masalah konseli. Dengan cara memberikan rangsangan agar konseli dapat menceritakan masalah yang dialami oleh konseli.
  28. 28. • Perasaan mencapai prestsasi – Orang membutuhkan untuk melihat hasil positif dari usaha yang telah dilakukan. Bila orang melihat dampak postif dari apa yagn dilakukannya, maka ia akan merasakan kepuasan, dan sebaliknya apabila rasa tidak berhasil dari usahanya dapat menimbulkan kekecewaan, yang pada gilirannya dapat mengganggu kesehatan psikologisnya. – Dalam proses konseling, jika konseli mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki maka konselor harus membrikan reward terhadap usaha-usaha yang dilakukan oleh konseli, atau apabila konseli mampu menyelesaikan masalahnya secara mandiri dan tercapai kehidupan efektif sehari-hari maka sudah seharusnya konselor memberikan pujian sehingga konseli memiliki harga diri yang positif.
  29. 29. • Memilki harapan – Orang membutuhkan harapan akan kemungkinan yang dapat dicapai di kemudian hari. Bila orang merasakan harapan dalam tugas-tugas hidupnya, ia akan termotivasi untuk melanjutkan upayanya dalam mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dalam proses konseling konselor harus menumbuhkan rasa optimistis pada diri konseli agar memiliki harapan untuk melanjutkan hidupnya menjadi lebih baik.
  30. 30. • Memiliki ketenangan – Pada dasarnya berada dalam ketenangan merupakan suatu kebutuhan dasar untuk memperoleh kesehatan psikologis. Orang yang tidak mengenal dan tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, cenderung akan sibuk dalam menghadapi berbagai tantangan terhadap dirinya. – Dalam proses konseling, konselor harus mampu membuat suasana menjadi terasa nyaman sehingga konseli merasakan ketenangan dalam mengungkapkan masalahnya dan proses konseling dapat berjalan dengan baik karena masalah dapat terselesaikan dengan baik.
  31. 31. • Memiliki tujuan hidup yang nyata – Banyak orang yang tidak menyadari akan kebutuhan mereka tentang tujuan hidup secara nyata. Orang yang menyadari kebutuhan ini akan mendapatkan makna hidup secara mendalam. – Dalam proses konseling, konselor membantu konseli untuk mengoptimalkan potensi dalam diri konseli sehingga konseli memiliki tujuan hidup yang nyata dan dapat direalisasikan dengan baik.
  32. 32. Kompetensi Intra-Pribadi • Kompetensi intra pribadi adalah kecakapan yang dipelajari yagn dapat membantu orang berhubungan secara baik dengan dirinya. Tujuan kopetensi intra pribadi ini adlaah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pemenuhan kebutuhan pribadi. • Hubungan intrapribadi berkenaan dengan tiga komponen yang saling berkaitan, yaitu : 1. Pengetahuan diri Ketidak tahuan tentang diri sendiri, dapat menimbulkan berbagai bentuk yang kurang efektif dan dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan psikologisnya. Orang yang kurang memahami dirinya, disebabkan oleh proses pembelajaran dari pengalaman menyembunyikan bagian dari dirinya untuk mencegah dan mengurangi kecemasan.
  33. 33. 2. Pengarahan diri • Orang Kurang memiliki rasa percaya diri, tidak mempercayai kecakapan, persefsi, motif dan timbangan dirinya. Hal itu disebabkan oleh proses pembelajaran dan perlindungan yang berlebiah. 3. Harga diri • Harga diri bermakna sebagai satu pandangan orang umum bahwa dirinya bermanfaat, berkemampuan, dan berkebijakan. Orang yang mengalami kurang harga diri disebabkan oleh pengalaman di masa lalu yang mengajarkan bahwa dia tidak kompeten sehinggga membuat dia merasa diabaikan, tidak penting dan lain sebagainya
  34. 34. Kompetensi Antar Pribadi Kecakapan antar pribadi merupakan keacakapan yang dipelajari, yang memungkinkan orang berhubungan dengan orang lain dalam cara-cara saling memenuhi. Tujuannya membantu klien dalam mengenal permasalahan yang berkaitan dengan cara-cara berhubungan dengan orang lain.Berikut beberapa kompetensi yang berhubungan dengan kurangnya kompetensi antar pribadi: 1. Kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain • Menjadi peka terhadap orang lain mempunyai makna bahwa orang memandang lebih dalam pikiran dan perasaan terhadap sesuatu di balik kata-kata dan tindakan orang lain.
  35. 35. 2. Ketegasan diri Orang yang asertif tidak akan membiarkan orang lain menghalangi jalur pemenuhan kebutuhannya, dan berkomunikasi dengan caracara yagn sopan dan baik sehingga orang lain mengerti. 3. Menjadi nyaman dengan diri sendiri dan orang lain • Nyaman dengan diri sendiri dan orang lain mempunyai makna sebagai suatu kondisi psikologis yang bersifat transparan, yaitu membiarkan diri sendiri dilihat oleh orang lain dalam keadaan tertentu.
  36. 36. 4. Menjadi diri yang bebas Orang yang bebas membiarkan orang lain menemukan kebutuhannya dalam cara dan tempat yang mereka pilih. 5. Harapan yang realistik terhadap diri sendiri dan orang lain Dalam konseling, konselor dapat membantu klien untuk lebih mengenal diri sendiri, dan orang lain secara tepat sesuai dengan kenyataannya. 6. Perlindungan diri dalam situasi anatar pribadi Orang yang memiliki kompetensi ini akan mampu mengahadapi kejadian apapun dalam hubungan dengan orang lain. Mereka akan mampu bertindak secara tepat, sehingga mereka dalam berhubungan dengan orang lain tdak merasa dirinya terancam dalam berhubungan dengan orang lain
  37. 37. Harapan Klien Studi yang cukup detail tentang harapan konseling telah dikemukakan oleh Denis P. Saccazzo (1978). Dalam penelitiannya dijumpai bermacammacam harapan-harapan klien adalah sebagai berikut: – Untuk memperoleh kesempatan membebaskan diri dari kesulitan – Untuk mengetahui lebih jauh model terapi yang sesuai dengan masalahnya. – Mengetahui lebih jauh kesulitan atau masalah yang dialami sebenarnya. – Memperoleh ketenangan dan kepercayaan diri dari rasa ketegangan dan rasa tidak menyenangkan . – Mengetahui atau memahami alasan yang ada dibalik perasaan dan perilakunnya. – Mendapat dukungan tentang yang harus dilakukan.
  38. 38. – Untuk memperoleh kepercayaan dalam melakukan sesuatu atau perilaku baru yang berbeda dengan orang lain. – Mengetahui perasaan-perasaan apa yang sebenarnya sedang dialami dan bagaimana seharusnya melakukan. – Untuk mendapatkan saran atau nasehat, bagaimana agar hidupnya dapat bermakna dan berguna baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. – Agar dirinya lebih baik dalam melakukan kontrol dirinya. – Agar memperoleh sesuatu secara langsung seperti yang terpikirkan dan yang dirasakan. – Melepaskan diri dari masalah-masalh khusus, dan lain-lain
  39. 39. SEKIAN & TERIMA KASIH
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×