JURNAL : meningkatkan think talk-write-1

3,085 views
2,911 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,085
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
88
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

JURNAL : meningkatkan think talk-write-1

  1. 1. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN "THINK-TALK-WRITE" SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA WILAYAH SMA BINAAN DI KABUPATEN DOMPU MELALUI SUPERVISI KOLABORATIF Suaidin Pengawas SMA/SMK Kabupaten Dompu NTB Abstract. This study is based on the low achievement in mathematics in five high schools. It happens because students do not achieve mastery learning as seen from the results of tests, whereas mathematics is a main lesson on all levels. Contributing factors in the process of learning are students sometimes lack of the motivation to learn, low-absorption students, do not understand what is delivered by teachers, and poor teacher performance. These problems can be solved by collaborative supervision in carrying out the management of teaching from planning, implementation of teaching and learning, and evaluation. The purpose of this study is to increase in teachers in implementing the strategy of Think-Talk-Write which will have implications on the increase in student learning outcomes in mathematics subjects, special on aspects of communication skills and problem solving at the level of think commonly found on Achievement Indicators at least competence in curriculum KTSP 2006. The method of this research is to study the action (action research) with a collaborative approach undertaken by two cycles. Based on the results of action research can be concluded: (1) supervision of an individual with a collaborative approach to give effect to increase the performance of high school mathematics teacher in the target area in the district of Dompu both components or learning plan implementation component of learning by using Think-Talk-Write, and (2) increasing the impact on teacher performance improving mathematics learning outcomes of students.Keywords: collaborative supervision, mathematical problem solving, Think-Talk-Write.1. Pendahuluan ada tanpa kemampuan pema- haman yang baik. Hal iniPemecahan masalah matematika meliputi materi maupun caramerupakan bagian dari berpikir mempelajari atau mengajar-matematis tingkat tinggi yang kannya. Salah satu keputusanbersifat kompleks. Karena itu yang perlu diambil guru tentangpembelajaran yang berfokus pembelajaran adalah pemilihanpada kemampuan tersebut pendekatan dan strategi yangmemerlukan prasyarat konsep digunakan. Masih banyak gurudan proses dari yang lebih matematika pada sekolah-rendah. Kemampuan komuni- sekolah binaan penulis, yangkasi dan pemecahan masalah menganut paradigma transfer ofmatematika siswa tidak akan knowledge, yang beranggapan
  2. 2. bahwa siswa merupakan objek SMA di wilayah binaan masihdari belajar. Dalam paradigma jauh dari standar ketuntasanini guru mendominasi dalam belajar yang telah ditetapkanproses pembelajaran. Kenyataan oleh masing-masing sekolahini telah diungkapkan oleh binaan. Hal ini jelas menunjuk-Ruseffendi (1991: 328), bahwa kan bahwa masih diperlukanmatematika yang dipelajari upaya pendampingan atausiswa di sekolah sebagian besar bimbingan secara intensiftidak diperoleh melalui kepada guru-guru di sekolaheksplorasi matematika, tetapi binaan penulis secaramelalui pemberitahuan guru. kolaboratif dalam upaya peningkatan proses dan hasilKondisi pembelajaran ketika belajar matematika. Pendampi-siswa belajar secara pasif, jelas ngan pengawas dalam bentuktidak menguntungkan terhadap supervisi kolaboratif terhadaphasil belajarnya. Untuk itu perlu guru matematika dalamusaha guru agar siswa belajar mengelola pembelajaran mate-secara aktif. Sejalan dengan matika menjadi sangat pentingpendapat tersebut, Sutiarso sehingga guru benar-benar(2000) mengatakan bahwa agar dapat mengelola pembelajaranpembelajaran dapat memaksi- dengan sebaik-baiknya mulaimalkan proses dan hasil belajar dari perencanaan (materi, modelmatematika, guru perlu belajar, media belajar, metode,mendorong siswa untuk terlibat sumber belajar, dan evaluasi),secara aktif dalam diskusi, pelaksanaan pembelajaranbertanya serta menjawab per- sampai dengan evaluasi hasiltanyaan, berpikir secara kritis, belajar siswa.menjelaskan setiap jawabanyang diberikan, serta mengaju- Dengan memperhatikankan alasan untuk setiap beberapa pendapat di atas,jawaban yang diajukan. penulis melakukan sebuahPembelajaran yang diberikan penelitian kolaboratif bersamapada kondisi ini ditekankan guru-guru matematika dipada penggunaan diskusi, baik lingkungan SMA binaan Dinasdiskusi dalam kelompok kecil Dikpora Kabupaten Dompu,maupun diskusi dalam kelas dengan judul Upayasecara keseluruhan. Meskipun Meningkatkan Kemampuan Gurukesimpulan tersebut diambil Matematika dalam Menerapkanberdasarkan penelitian yang Strategi Pembelajaran Think-dilakukan terhadap siswa Talk- Write sebagai Alternatifsekolah dasar, namun pengem- Pemecahan Masalah Matematikabangannya sangat mungkin pada SMA Wilayah Binaan diuntuk siswa pada jenjang Kabupaten Dompu Melaluisekolah yang lebih tinggi. Supervisi Kolabo-ratif. Strategi pembelajaran yang digunakanKenyataan rendahnya hasil ini mengharuskan siswa terlibatbelajar siswa, yang terlihat dari dalam kegiatan berpikir,hasil evaluasi belajar matema- berbicara, dan menulis selamatika pada siswa SMA wilayah proses pembelajaran. Sedangkanbinaan penulis rata-rata 5,38 model yang dipilih adalahdan hasil ulangan akhir pembelajaran dalam kelompoksemester yang hanya mencapai kecil dengan anggota 4 sampai 6ketuntasan rata-rata 59,17% orang siswa yang dikelompokkanmenunjukkan bahwa nilai siswa secara heterogen menurut
  3. 3. kemampuan matematikanya. pengawas dan guru padaPengelompokan seperti ini sekolah binaan dalamdimaksudkan agar semua siswa merencanakan dan menerap-terlibat secara aktif dalam kan strategi pembelajaranproses pembelajaran. Think-Talk-Write pada kelom- pok kecil sebagai alternatif2. Rumusan Masalah pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika dia. Apakah pembimbingan dalam sekolah. bentuk supervisi kolaboratif oleh pengawas terhadap guru 5. Metodologi Penelitian matematika dapat meningkat- kan kinerja guru matematika Desain Penelitian Tindakan dalam merencanakan dan menerapkan strategi pembela- Penelitian ini dilakukan meng- jaran Think-Talk-Write? gunakan desain penelitianb. Apakah strategi pembelajaran tindakan (action research) yang Think-Talk-Write dalam kelom- dirancang melalui dua siklus pok kecil dapat meningkatkan melalui prosedur: (1) perencanaan, proses dan hasil belajar (2) pelaksanaan tindakan, (3) matematika siswa? observasi, dan 4) refleksi dalam tiap-tiap siklus.3. Hipotesis Tindakan Subjek dan Waktu Penelitiana. Bimbingan supervisi kolaboratif terhadap guru matematika di Penelitian ini dilakukan sebanyak SMA binaan di Kabupaten dua siklus yang dilaksanakan Dompu dapat meningkatkan pada Juli - November 2010. kemampuan menerapkan Subjek penelitian ini adalah guru strategi Think-Talk-Write. matematika kelas XI IPA SMA dib. Bimbingan supervisi kolaboratif wilayah sekolah binaan peneliti terhadap guru dalam sebanyak lima orang. Sedangkan merencanakan dan menerap- siswa yang menjadi objek kan strategi Think-Talk-Write penelitian memiliki karakteristik dapat meningkatkan proses yang beragam, baik dari segi dan hasil belajar matematika kemampuan, motivasi maupun siswa. latar belakang pengetahuannya.4. Tujuan Penelitian Faktor yang Ditelitia. Untuk meningkatkan kinerja Faktor yang diteliti dalam guru matematika dalam penelitian ini adalah: menerapkan strategi pembe- a. Guru, apakah guru telah lajaran Think-Talk-Write berhasil dalam menyampaikan dalam kelompok kecil melalui konsep, membimbing dan supervisi kolaboratif. memotivasi siswa.b. Untuk meningkatkan proses b. Pembelajaran, apakah perenca- dan hasil belajar matematika naan, metode, strategi atau siswa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran strategi pembelajaran Think- dapat berjalan sesuai yang Talk-Write. direncanakan.c. Untuk meningkatkan kola- c. Siswa, semua kegiatan siswa borasi yang sinergis antara selama pembelajaran diamati
  4. 4. dan dicatat perkembangannya mengevaluasi hasil belajar untuk dilakukan perbaikan siswa. pada siklus selanjutnya. c. Observasid. Hasil belajar, siswa dianggap Pengamatan dilakukan pada tuntas belajar apabila setiap tahap penelitian, mulai penguasaan materinya lebih dari tahap perencanaan dan dari atau sama dengan Kriteria pelaksanaan tindakan. Ketuntasan Minimal (KKM) Kejadian dan hal-hal yang yang telah ditetapkan. terjadi direkam dalam bentuk catatan-catatan hasil observasiTahapan Penelitian dan didokumentasikan sebagai data-data penelitian.a. Perencanaan d. Refleksi Pada tahapan ini disiapkan Pada akhir tiap siklus hal-hal sebagai berikut: (a) diadakan refleksi berdasarkan menyiapkan bahan, inventari- data observasi. Refleksi sasi kebutuhan dan masalah/ dimaksudkan agar peneliti kesulitan guru matematika dapat melihat apakah tindakan dalam mengelola strategi yang dilakukan dalam dapat pembelajaran Think-Talk-Write, meningkatkan kinerja guru dan (b) fokus diskusi kelompok hasil belajar siswa, kendala- tentang hal-hal yang terkait kendala yang menghambat, dengan strategi pembelajaran faktor pendorong, dan Think-Talk-Write, (c) menyiap- alternatif solusinya. Refleksi kan jadwal pelaksanaan yang dilakukan adalah dari supervisi pendampingan pada hasil pengamatan input dan setiap guru disesuaikan output kinerja guru dan hasil dengan kesiapan setiap guru, belajar siswa. Sumber data (d) menyiapkan bahan dan alat penelitian adalah siswa, guru yang dibutuhkan dalam matematika, dan peneliti. Jenis pendampingan supervisi data yang dikumpulkan berupa kolaboratif. data kuantitatif dan kualitatf,b. Pelaksanaan tindakan yang mencakup (a) rencana Pada tahapan ini dilaksanakan pendampingan, (b) supervisi pada setiap guru pelaksanaan pendampingan, (c) secara kolaboratif sesuai data hasil observasi, (d) kinerja dengan jadwal yang telah guru, (e) hasil belajar direncanakan, yaitu (a) matematika, (f) perubahan bimbingan terhadap guru sikap siswa dalam mengikuti dalam perencanaan strategi mata pelajaran matematika. pembelajaran Think-Talk-Write, mulai dari menyusun rencana Teknik Pengumpulan Data dan pembelajaran, menyiapkan Instrumen Penelitian metode, membuat media belajar, menyiapkan sumber Teknik pengumpulan data meliputi belajar, dan menyiapkan alat observasi, wawancara, tes kinerja evaluasi, (b) bimbingan guru, dan tes. Adapun instrumen terhadap guru saat pengumpul data yang digunaakan melaksanakan kegiatan meliputi (1) pedoman observasi, (2) pembelajaran, baik di dalam instrumen penilaian kinerja guru, maupun di luar kelas, sesuai (3) instrumen penilaian hasil dengan pokok bahasan dan belajar siswa, (4) alat-alat materi yang akan diajarkan, (c) dokumentasi sebagai perekam bimbingan terhadap guru saat
  5. 5. data-data penelitian yang 6. Hasil Penelitian dandibutuhkan. PembahasanTeknik Analisis Data Hasil Refleksi AwalData yang terkumpul dianalisis Berdasarkan hasil refleksi awal,secara kualitatif dan kuantitatif. kemampuan guru matematikaData kualitatif dianalisis dengan pada SMA wilayah binaan penelitimenggunakan analisis kategorial di Kabupaten Dompu sebelumdan fungsional melalui model dilakukan tindakan pada siklus I,analisis interaktif. Data kuantitatif diperoleh tingkat kemampuan gurudianalisis dengan menggunakan seperti terlihat pada Tabel 1.analisis deskriptif. Tabel 1. Kinerja Guru Matematika Sebelum Tindakan Rerata Skor Persentase Aspek Kinerja Guru Skor Ideal Ketercapaian Komponen Rencana Pembelajaran 34,2 68 50,3 Komponen Pelaksanaan Pembelajaran 75,8 140 54 Kinerja Guru 110 208 52,9 Tabel 2. Kategori dan Kualifikasi Kinerja Guru Matematika No Rentang Kategori Kualifikasi 1 0 – 20 Sangat Rendah E 2 21 – 40 Rendah D 3 41 – 60 Sedang C 4 61 – 80 Tinggi B 5 81 – 100 Sangat Tinggi ADari Tabel 1 terlihat bahwa kinerja pembelajaran, (5) rencanaguru matematika SMA hanya penilaian hasil belajar.mencapai 52,9%, meliputikomponen perencanaan pembe- Pada komponen pelaksanaanlajaran sebesar 50,3% dan pembelajaran, diperoleh persentasekomponen pelaksanaan pembela- rata-rata skor kinerja terendahjaran sebesar 54%. Berdasarkan adalah kinerja guru dalamTabel 2, kategori kinerja guru memanfaatkan sumber belajar dantersebut termasuk pada kategori menutup pelajaran. Padayang sedang. umumnya guru pada akhir sesi pembelajaran tidak memberikanPersentase komponen perencanaan refleksi yang melibatkan siswa.pembelajaran guru relatif lebihrendah daripada komponen Pemanfaatan sumber belajar danpelaksanaannya. Hal ini media yang dapat digunakanmenunjukkan bahwa guru belum untuk pembelajaran relatif kurangterlalu baik dalam merencanakan banyak dimanfaatkan. Hal tersebutproses pembelajaran. Komponen berdampak pada rendahnya hasilperencanaan pembelajaran belajar matematika siswa.meliputi (1) perumusan tujuanpembelajaran, (2) pemilihan dan Hasil Tindakan Siklus 1pengorganisasian materi ajar, (3)pemilihan sumber belajar atau Hasil refleksi awal dijadikanmedia pembelajaran, (4) metode sebagai dasar untuk melakukan
  6. 6. supervisi kolaboratif dengan solusi pada setiap permasalahanpendekatan individual terhadap yang dihadapi guru. Tindakanguru matematika SMA wilayah supervisi dilakukan denganbinaan di Kabupaten Dompu. pendekatan kolaboratif.Supervisi dilakukan dengan caramembantu menyelesaikan Berdasarkan hasil observasi,permasalahan yang dihadapi guru permasalahan yang dihadapi setiapdalam pembelajaran matematika guru bervariasi, namun padadengan strategi pembelajaran umumnya hampir sama, yaituThink-Talk-Write. Mulai dari guru enggan menyiapkan mediapenyusunan silabus dan RPP, pembelajaran. Selanjutnya setiappemilihan dan pengorganisasian guru disarankan untukmateri ajar, pemilihan sumber dan menggunakan media CD interaktifmedia belajar, dan penilaian hasil dan program presentasi untukbelajar. menyampaikan materi pembela-Pada setiap langkah diidentifikasi jaran. Hasil tes kinerja setelahkesulitan-kesulitan yang dihadapi dilakukan tindakan pada siklus Iguru, selanjutnya diberikan solusi- didapatkan seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Kinerja Guru Matematika Pasca Tindakan Siklus I Rerata Skor Persentase Aspek Kinerja Guru Skor Ideal Rerata Skor Komponen Rencana Pembelajaran 47,00 68 69,1 Komponen Pelaksanaan Pembelajaran 83,6 140 60 Nilai Kinerja Guru 130,6 208 62,8Tabel 4. Persentase Ketercapaian dan Ketuntasan Hasil Belajar MatematikaPasca Siklus I Awal Siklus I PeningkatanNo. Nama Sekolah Keter- Ketun- Keter- Ketun- Keter- Ketun- capai- tasan capai- tasan capai- tasan an (%) (%) an (%) (%) an (%) (%) 1 SMA 1 Dompu 56 58,5 65 72 13,84 18,75 2 SMA 1 Kempo 52 56,25 65 67 20 16,04 3 SMA 2 Kempo 53 53,5 63 65 15,87 17,69 4 SMA 1 Woja 57 58,46 63 67 9,52 12,75 5 SMA Kosgoro 52 54,15 62 75 16,12 27,8 Rerata 54 56,17 63,6 69,2 15 18,61Dari Tabel 3 terlihat bahwa kinerja pelaksanaan pembelajaran dariguru matematika SMA dalam 54% meningkat menjadi 60%.menerapkan strategi pembelajaran Tampak bahwa peningkatanThink-Talk-Write setelah dilakukan komponen perencanaan pembe-supervisi melalui pendekatan lajaran guru berdampak langsungkolaboratif mengalami peningka- pada pelaksanaan prosestan dari 52,9% menjadi 62,8%. pembelajaran yang lebih baik,Kategori persentase kinerja guru namun demikian hal ini masihtersebut termasuk pada kategori menunjukkan bahwa persiapanyang tinggi dengan tingkat guru sebelum mengajar masihkualifikasi B, sesuai Tabel 2. lebih rendah dibandingkan denganKomponen perencanaan pembe- pelaksanaannya.lajaran sebesar 50,3% meningkatmenjadi 69,1% dan komponen
  7. 7. Peningkatan kinerja guru tersebut dihadapi oleh setiap guru relatifberdampak pula pada peningkatan sama, diantaranya guru masihkualitas proses dan hasil belajar lemah untuk berinovasi dalammatematika siswa, dengan nilai menyiapkan sumber belajar danrata-rata yang diperoleh relatif media pembelajaran, kurangnyalebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan yang dituntut dalamnilai sebelumnya yang dapat dilihat pembelajaran matematika, danseperti pada Tabel 4. seringnya guru terjebak pada rutinitas pembelajaran yangHasil Tindakan Siklus II mereka lakukan. Selanjutnya setiap guru disarankan untukHasil refleksi dari hasil tindakan menggunakan strategi pembela-pada Siklus I selanjutnya dijadikan jaran Think-Talk-Write serta ber-sebagai dasar untuk melakukan inovasi dalam menggunakan mediasupervisi kolaboratif dengan pembelajaran dan sumber-sumberpendekatan individual terhadap belajar sehingga dalam menyam-guru matematika SMA wilayah paikan materi pembelajaran lebihbinaan Kabupaten Dompu pada mudah diterima para siswa. Hasiltahap selanjutnya. Supervisi yang supervisi kinerja guru setelahdilakukan dengan cara membantu dilakukan tindakan pada siklus IIguru mengidentifikasi kekurangan- didapatkan seperti pada Tabel 5.kekurangan mulai dariperencanaan sampai dengan Dari Tabel 5 terlihat bahwapelaksanaan pembelajaran yang kemampuan dan kinerja gurumereka hadapi. Selanjutnya matematika SMA binaan penelitidiberikan arahan-arahan yang setelah dilakukan supervisilebih operasional dan mudah individual dengan pendekatandilaksanakan oleh guru dengan kolaboratif meningkat dari 62,8%upaya lebih memberikan kemu- menjadi 80,2%. Kategori persen-dahan belajar bagi para siswa. tase kinerja guru tersebut termasuk kategori yang sangatBerdasarkan hasil observasi, tinggi (A), seperti pada Tabel 2.beberapa permasalahan yang Tabel 5. Kinerja Guru Matematika Pasca Tindakan Siklus II Rerata Skor Persentase Aspek Kinerja Guru Skor Ideal Rerata Skor Komponen Rencana Pembelajaran 51,2 68 75,3 Komponen Pelaksanaan Pembelajaran 115,6 140 82,6 Kinerja Guru 166,8 208 80,2Tabel 6. Persentase Ketercapaian dan Ketuntasan Hasil Belajar MatematikaPasca Siklus I dan II Siklus I Siklus II PeningkatanNo. Nama Sekolah Keter- Ketun- Keter- Ketun- Keter- Ketun- capai- tasan capai- tasan capai- tasan an (%) (%) an (%) (%) an (%) (%) 1 SMA 1 Dompu 65 72 76 83 14,47 13,25 2 SMA 1 Kempo 65 67 77 86 15,58 22,09 3 SMA 2 Kempo 63 65 73 80 13,7 18,75 4 SMA 1 Woja 63 67 77 86 18,18 22,09 5 SMA Kosgoro 62 75 76 86 18,42 12,79 Rerata 63,6 69,2 75,8 84,2 16,07 17,8
  8. 8. Semua aspek terjadi peningkatan matematika siswa, dengan nilaidengan hasil sebagai berikut: rata-rata yang diperoleh relatifkomponen perencanaan pem- lebih tinggi dibandingkan denganbelajaran dari 69,1% menjadi nilai sebelumnya yang dapat dilihat75,3% dan komponen pelaksanaan pada Tabel 6.pembelajaran dari 60% menjadi82,6%. Tampak bahwa komponen Hasil penelitian tindakan supervisiperencanaan pembelajaran telah individual dengan pendekatanmeningkat, yang berdampak pada kolaboratif terhadap gurupeningkatan pelaksanaan proses matematika dalam menerapkanpembelajaran. strategi penbelajaran Think-Talk- Write terbukti memberikanDari data kinerja guru pada setiap peningkatan kinerja guru yangkomponen perencanaan pem- selanjutnya berdampak padabelajaran hasil siklus II mulai dari peningkatan hasil belajar siswa.(1) perumusan tujuan Hal ini disebabkan jika telah terjadipembelajaran, (2) pemilihan dan peningkatan kinerja guru denganpengorganisasian materi, (3) menerapkan pembelajaran denganpemilihan sumber belajar dan strategi Think-Talk-Write makamedia pembelajaran, (4) metode akan terjadi pembelajaran yangpembelajaran, dan (5) rencana efektif dengan kualitas belajar yangpenilaian hasil belajar telah terjadi optimal sehingga siswa memilikipeningkatan. Tampak bahwa guru daya serap yang tinggi terhadaptelah dapat merencanakan strategi pelajaran. Pada akhirnya hasilpembelajaran Think-Talk-Write belajar siswa menjadi lebihdengan kinerja mencapai 75,3%. optimal. Perencanaan yang matangDemikian pula pada komponen dari guru dalam menyiapkanpelaksanaan pembelajaran telah proses pembelajaran merupakanterjadi peningkatan rata-rata skor salah satu kunci keberhasilankinerja hasil siklus II pada setiap peningkatan kualitas pembe-aspek yang meliputi (1) pra lajaran.pembelajaran, (2) membukapelajaran, (3) kegiatan inti Hasil Observasipembelajaran yang meliputi (a)penguasaan materi, (b) Secara umum pelaksanaanpendekatan/strategi, (c) pemanfa- pembelajaran dengan strategiatan sumber belajar, (d) Think-Talk-Write dalam kelompokpengelolaan belajar peserta didik, kecil berjalan dengan baik. Siswa(e). kemampuan khusus dalam pada awal pembelajaran membacapembelajaran matematika, (f) LKS, membuat catatan tentangpenilaian proses dan hasil belajar, permasalahan, dilanjutkan dengan(f) penggunaan bahasa, dan (4) diskusi kelompok untukpenutup. Dari data di atas menemukan jawaban permasala-telah terjadi peningkatan han, dan akhirnya menuliskankemampuan guru yang sangat baik jawaban dari hasil diskusi menurutmencapai 80,2%. Hal ini bahasa masing-masing. Padamenunjukkan bahwa guru telah bagian akhir pembelajaran,dapat merencanakan dan beberapa orang (atau satu orang)melaksanakan pembelajaran siswa sebagai perwakilan kelompokdengan strategi Think-Talk-Write, memresentasikan hasil diskusinya,sehingga siswa dapat lebih optimal sedangkan kelompok laindalam belajar. Peningkatan kinerja menanggapi. Seringkali kegiatan iniguru tersebut berdampak pula berlanjut menjadi diskusi kelaspada peningkatan hasil belajar yang dibimbing guru.
  9. 9. Pengamatan terhadap aktivitas apa yang harus mereka kerjakan,siswa selama kegiatan diskusi pertemuan berikutnya berlangsungkelompok dilakukan oleh dua dengan lancar. Pada pertemuanorang pengamat menggunakan pertama, sebagian besar siswalembar observasi. Pada penelitian pada saat mulai membaca LKSini, peneliti langsung berperan mengatakan “Pak, kami belumsebagai pelaksana eksperimen. belajar tentang ini!”. Mereka menganggap bahwa soal dalamModel pembelajaran dengan LKS tersebut untuk mengujistrategi Think-Talk-Write dalam tentang materi yang sedangkelompok kecil merupakan model dipelajarinya. Selanjutnya timpembelajaran yang baru bagi siswa peneliti memberikan penjelasanmaupun guru di SMA wilayah bahwa soal itu dikerjakan untukbinaan peneliti. Karena itu pada mengantarkan mereka dalampertemuan pertama dan kedua memahami materi yang dipelajari.siswa masih tampak bingung dan Pada pertemuan kedua masihkaku. Beberapa siswa mengaku ditemui siswa mengajukantidak tahu apa yang harus pernyataan yang sama. Namundikerjakan sehingga tahapan- pada pertemuan berikutnya tidaktahapan belajar Think-Talk-Write, ada lagi. Siswa terlihat termotivasiterutama tahap think dan lebih semangat dalam belajar.(membaca/mencari informasi Mereka mengatakan bahwa merekatentang soal) dan tahap diskusi lebih mengerti apa yang merekakelompok, tidak berjalan dengan lakukan, karena telah menentukanoptimal. Tetapi pada pertemuan sendiri apa yang mereka harusberikutnya siswa terlihat antusias lakukan pada tahap membacamengikuti pembelajaran. Mereka (think). Namun dari catatan yangsecara umum tidak ragu lagi mereka buat belum mencerminkanmengeluarkan pendapat sehingga sepenuhnya keadaan masalah yangdiskusi kelompok menjadi lebih diselesaikan. Umumnya catatanhidup dan suasana belajar menjadi tersebut berisi apa yang diketahuilebih kondusif. dan ditanya, namun tidak terdapat kemungkinan apa yang merekaPenerapan model pembelajaran ini, lakukan untuk menyelesaikansetelah siswa memahami apa yang masalah tersebut. Dalam kegiatanharus dikerjakan, mengakibatkan diskusi (talk), siswa secarameningkatnya keterlibatan siswa keseluruhan terlihat antusiasdalam pembelajaran. Suasana baru saling berinteraksi dalambagi siswa dapat tercipta sehingga mengeluarkan pendapat, walaupunpembelajaran menjadi lebih masih ada beberapa siswa yangkondusif. Akibat lain diantaranya terlihat kurang aktif.dapat meningkatkan aktivitassiswa serta meningkatkan sikap Aktivitas Siswa Selama Prosespositif siswa terhadap pembe- Pembelajaranlajaran matematika. Aktivitas siswa selamaPenggunaan waktu 2×45 menit per pembelajaran adalah mengikutipertemuan, pada dua kali urutan kegiatan think, talk, danpertemuan pertama ternyata terasa write. Dalam kegiatan think, yaitukurang. Hal ini terjadi terutama mengumpulkan informasi menge-karena siswa masih kaku dalam nai unsur-unsur yang diketahui,mengikuti pembelajaran sehingga ditanyakan, dan kemungkinan apabanyak waktu yang terbuang. yang akan dilakukan, tergambarTetapi setelah siswa memahami bahwa siswa belum mencapai hasil
  10. 10. yang baik. Walaupun pada disimpulkan hal-hal sebagaiakhirnya mereka dapat berikut:menyelesaikan masalah tersebut a. Supervisi individual dengandalam kegiatan diskusi, siswa pendekatan kolaboratifsering kali tidak menyebutkan memberikan pengaruhkemungkinan apa yang dapat terhadap peningkatandilakukan dalam menyelesaian kemampuan dan kinerja gurumasalah yang diberikan. matematika SMA pada wilayahKenyataan ini tetap ditemukan binaan di Kabupaten Dompu,sampai akhir pertemuan. baik komponen perencanaan pembelajaran maupunDalam kegiatan talk secara umum komponen pelaksanaantelah berjalan dengan baik. Siswa pembelajaran.telah berani mengeluarkan b. Peningkatan kemampuan danpendapat, baik bertanya, kinerja guru berdampak padamenjawab, maupun menanggapi peningkatan hasil belajarpendapat orang lain. Meskipun matematika siswa SMA padamasih terdapat beberapa siswa wilayah binaan di Kabupatenyang tidak aktif, jumlahnya hanya Dompu.sebagian kecil saja. Dari empataspek yang diamati, yaitu Saranmengajukan pertanyaan,mengemukakan dan menanggapi Berdasarkan hasil penelitian, hal-pendapat, mencari informasi yang hal yang disarankan adalahberkenaan dengan tugas, sebagai berikut:penyelesaian tugas, dan a. Supervisi individual denganketerlibatan anggota dalam pendekatan kolaboratif dapatkegiatan kelompok, dalam dilakukan oleh pengawasobservasi berkisar antara cukup sekolah terhadap guru,dan baik. Tidak terdapat kelompok khususnya guru matematika,yang dikategorikan kurang. mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaanDalam kegiatan write terdapat pembelajaran, sampai dengankemajuan yang berarti dalam cara evaluasi hasil belajar.siswa menulis jawaban. Pada b. Dalam pembelajaran guru perlubeberapa pertemuan awal, siswa diarahkan untukmenulis jawaban tanpa memper- merencanakan RPP yanghatikan susunan bahasa yang berbasis CTL dengan berbagaibenar. Umumnya mereka menulis pendekatan dan strategi yangjawaban berupa hasil perhitungan inovatif, dalam hal ini strategisemata. Hal ini selalu didiskusikan pembelajaran Think-Talk-Write,pada setiap pertemuan pada saat serta menyiapkan media dansatu siswa sebagai perwakilan sumber belajar dengan baik.kelompok diminta mempresentasi- c. Persiapan guru dalamkan jawabannya. perencanaan pembelajaran, khususnya dalam hal media7. Simpulan dan Saran dan sumber belajar, perlu difasilitasi oleh sekolahSimpulan sehingga media dan sumber belajar yang dipersiapkan dapatBerdasarkan hasil penelitian lebih optimal.tindakan di atas, dapat d. Pembelajaran dengan strategi Think-Talk-Write dalam kelompok kecil mendukung
  11. 11. pembelajaran yang konstruktif. pengawas untuk lebih Pembelajaran ini tidak meningkatkan mutu pembela- membutuhkan banyak biaya jaran di sekolah-sekolah seperti halnya bentuk-bentuk binaan. Sedangkan bagi pembelajaran lainnya. Hanya sekolah, hendaknya dapat saja diperlukan persiapan yang diterapkan strategi pembelaja- matang, terutama dalam hal ran yang inovatif agar diperoleh mengembangkan soal-soal hasil belajar yang berkualitas. contoh dan latihan. Penerapan f. Diharapkan kepada para guru pembelajaran dengan strategi dan pengawas agar dapat selalu Think-Talk-Write dalam berkolaborasi yang sinergis kelompok kecil memungkinkan untuk mengadakan penelitian untuk diterapkan pada mata lebih lanjut mengenai pelajaran selain matematika. pembelajaran Think-Talk-Write.e. Hasil penelitian ini hendaknya menjadi sumber inspirasi bagiDaftar PustakaRuseffendi, E.T. (1991). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.Sutiarso, S. (2000). Problem Posing, Strategi Efektif Meningkatkan Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: tidak diterbitkan.

×