Contoh kista ovarium
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Contoh kista ovarium

on

  • 3,245 views

semangat

semangat

Statistics

Views

Total Views
3,245
Views on SlideShare
3,245
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
44
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Contoh kista ovarium Contoh kista ovarium Presentation Transcript

  • KISTA OVARIUM Disusun oleh : KELOMPOK IV FIRMA EDYA FRAMIKE WIZOLA MEIKI ERDONAL KORNELA AGITIA RESI ERFIDOR MERI CANIAGO
  • Pengertian Kista OvariumKista ovarium adalah suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar, kistik atau padat, jinak atau ganas. Dalam kehamilan, tumor ovarium yang dijumpai yang paling sering ialah kista dermoid, kista coklat atau kista lutein. Tumor ovarium yang cukup besar dapat menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat menghalang-halangi masuknya kepala ke dalam panggul (Winkjosastro, et. all, 1999).
  •  Kistaovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari pengaruh hormonal dengan siklus menstruasi ( Lowdermilk, dkk. 2005 : 273 ). Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong (Agusfarly, 2008). View slide
  • Etiologi (Penyebab)Penyebab dari kista belum di ketahui secara pasti, tapi ada beberapa faktor pemicu yaitu: Faktor eksternal1. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang serat2. Merokok dan konsumsi alkohol3. Sosial ekonomi yang rendah4. Kurang olah raga Faktor internal1. Faktor genetik2. Wanita yang menderita kanker payu dara3. Riwayat kanker kolon4. Gangguan hormone View slide
  •  Patofisiologi Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormone dan kegagalan pembentukan salah satu hormon tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormon hipofisia dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna didalam ovarium, folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, terbentuk secara tidak sempurna didalam ovarium karena itu terbentuk kista didalam ovarium. Setiap hari ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut folikel de graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2,8 cm akan melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 – 2 cm dengan kista di tengah – tengah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif
  • Namun bila terjadi fertilisas, korpus luteum mula –mula akanmembesar kemudian secara gradual akan mengecil selamakehamilan. Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normaldisebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa kista folikular dan luteal yang kadang –kadang disebut kista thecalutein. Kista tersebut dapat distimulasioleh gonadrotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsionalmultiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atausensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebihan. Kista folikeldan luteal, kelainan yang tidak berbahaya ini berasal dari folikelgraff yang tidak pecah/ folikel yang sudah pecah dan segeramenutup kembali. Kista demikian seringnya adalah multiple dantimbul langsung dibawah lapisan serosa yang menutupi ovarium,biasanya kecil, dengan diameter 1–1,5 cm dan berisi cairan serosayang bening, tetapi ada kalanya penimbunan cairan cukup banyak,sampai mencapai diameter 4-5 cm, sehingga sering teraba massadan menimbulkan sakit pada daerah pelvis.
  • Manifestasi klinis kistaovarium1. Sering tanpa gejala.2. Nyeri saat menstruasi.3. Nyeri di perut bagian bawah.4. Nyeri pada saat berhubungan badan.5. Nyeri pada punggung terkadang menjalar sampai ke kaki.6. Terkadang disertai nyeri saat buang air kecil dan/atau buang air besar.7. Siklus menstruasi tidak teratur; bisa juga jumlah darah yang keluar banyak.
  • Asuhan Keperawatan Teoritis Pengkajian1. Identitas klien Yaitu meliputi nama, umur, pendidikan, suku bangsa, pekerjaan, agama, status perkawinan, dan alamat klien.2. Identitas penanggung jawab Yaitu meliputi nama, umur, pekerjaan, hubungan dengan klien, dan alama.3. Diagnosa dan informasi medik yang penting waktu masuk Meliputi tanggal nmasuk, tanggal didata, no MR, ruang rawat, diagnosa medik, suhu, nadi, pernafasan, dan tekanan darah klien.
  • 4. Riwayat kesehatan  Riwayat kesehatan sekarang Biasanya klien merasa nyeri pada daerah perut dan terasa ada massa di daerah abdomen, biasanya klien mengeluh menstruasinya tidak berhenti – berhenti atau dalam jangka waktu yang lama.  Riwayat kesehatan dahulu Kemungkinan klien tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnnya.  Riwayat kesehatan keluarga Kemungkinan tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama, karena kista ovarium bukan penyakit menular/ keturunan.
  • 5. Data psikologis Penyakit ini biasanya akan membuat klien cemas dan takut karena akan dilakukan pembedahan.6. Data spiritual Kemungkinan ibadah shalat klien tidak terganggu, namun jika penyakit ini sudah dapat mengganggu aktivitas klien maka ibadah klien juga dapat terganggu.7. Data sosial ekonomi Biasanya kista ovarium dapat terjadi pada semua golongan masyarakat dan berbagai tingkat umur, baik sebelum masa pubertas maupun monopause.
  • 8. Data biologis  Makan dan minum Biasanya makan dan minum klien akan terganggu, karena ada kemungkinan klien akan anoreksia karena proses penyakitnya.  Eliminasi Biasanya BAB dan BAK klien terganggu karena adanya penetakan pada usus/ daerah sekitar abdomen  Istirahat dan tidur biasanya istirahat dan tidur klien akan terganggu karena terasa nyeri sekitar perut.  Personal hygiene Biasanya personal hygiene klien tidak terganggu.
  • 9. Pemeriksaan fisik  Abdomen Biasanya ada nyeri tekan pada daerah abdomen, Teraba massa pada abdomen, Biasanya perut tampak buncit.  Ekstermitas Tidak ada kelemahan, Biasanya terasa nyeri pada panggul saat beraktivitas  Eliminasi Biasanya terjadi konstipasi, Biasanya klien susah untuk BAK.
  • Kemungkinan Diagnosa Yang Akan Muncul Pre operasi1. Gangguan rasa nyaman: nyeri b/d pembesaran ovarium Ditandai oleh: - Nyeri tekan pada abdomen - Nyeri saat beraktivitas - Perut tampak membuncit2. Resiko konstipasi b/d tekanan pada usus dan anus Ditandai oleh: - Susah BAB - BAB keras3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat Ditandai oleh: - Mual muntah - Hilang nafsu makanTidak selera melihat makanan4. Ansietas b/d kurangnya informasi Ditandai oleh: - Klien tampak cemas - Sering bertanya – bertanya - Tampak gelisah
  •  Post operasi1. Gangguan rasa nyaman: nyeri b/d diskontinuitas jaringan Ditandai oleh: - Klien mengeluh nyeri - Klien Tampak meringis - Nyeri saat berjalan2. Resiko infeksi b/d post operasi Ditandai oleh: - Luka tampak memerah -Nyeri yang sangat kuat - Luka tambah membesar -Adanya tanda – tanda infeksi3. Intoleransi aktivitas b/d post operasi Ditandai oleh:4. Klien tampak lemah - Nyeri saat beraktifitas - Aktivitas di bantu - Klien terbaring lemah5. Resiko konstipasi b/d perubahan tingkat aktivitas Ditandai oleh: - Susah BAB - BAB keras
  •  Rencana Tindakan KeperawatanNo Dx Tujuan / KH Intervensi Rasional Tujuan: rasa nyaman 1. Kaji tingkat, lokasi, dan 1. Mengidentifikasi lingkup1 I terpenuhi. frekuensi nyeri. masalah. Kriteria hasil: 2. Berikan posisi yang nyaman 2. Mengurangi rasa sakit dan pada klien . menurunkan tingkat •Skala nyeri 0 ketegangan pada daerah •Pasien mengungkap kan 3. Ajarkan teknik relaksasi. nyeri. nyeri berkurang 4. Anjurkan klien untuk tidak 3. Merelaksasikan otot – otot •TTV normal beraktivitas yang berat. tubuh 5. Kolaborasi dalam pemberian 4. Mengurangi rasa sakit. terapi analgesic. 5. Menghilangkan rasa nyeri. Tujuan: klien mampu 1. Kolaborasi dalam pemberian 1. Meningkatkan konsistensi feses,2 II meningkatkan pengeluaran feses BAB secara normal terapi 2. Makanan ini diketahui sebagai Kriteria hasil: 2. Kurangi/ batasi makanan seperti penyebab konstipasi Peristaltik usus normal susu. 3. Mengurangi konstipasi, BAB lancar 3. Dorong peningkatan masukan meningkatkan pengeluaran cairan feses. Klien menunjukan pola 4. Banyak mobilisasi eliminasi seperti biasa 4. Anjurkan beraktivitas mengoptimalkan kerja usus semampunya 5. Meningkatkan konsistensi feses 5. Berikan diet dengan tinggi serat
  • Tujuan: nutrisi dapat 1. Jelaskan pentingnya nutrisi untuk 1. Meningkatkan motivasi3 III terpenuhi secara adekuat penyembuhan. pasein untuk makan. Kriteria hasil: 2. Anjurkan makan sedikit tapi sering. 2. Meningkatkan selera makan dan kebutuhan nutrisi •Nafsu makan 3. Anjurkan klien untuk mengurangi terpenuhi meningkat minum disela – sela makan . 3. minum dapat mengakibatkan •Pasien tidak lemah dan 4. Temani dan bantu pasien makan. cepat kenyang, nutrisi yang pucat 5. Kolaborasi dalam pemberian diet masuk kurang yang tepat. 4. Meningkatkan motivasi pasien untuk menghabiskan makanan. 5. Nutrisi terpenuhi secara adekuat Tujuan: setelah 1. Kaji dan pantau tingkat kecemasan 1. Informasi yanng tepat4 IV dilakukan tindakan klien. menambah wawasan klien keperawatan rasa cemas 2. Berikan penjelasan tentang semua sehingga klien tahu tentang berkurang permasalahan yang berkaitan dengan keadaan dirinya. Kriteria hasil: penyakitnya. 2. Menurunkan tingkat Klien tampak rilek 3. Bina hubungan terapeutik dengan kecemasan. Klien mengungkapkan klien. 3. Mengungkapkan perasaan pengetahuannya 4. Berika kesempatan pada klien untuk dapat mengurangi cemas. mengungkapkan perasaannya. 4. Mengidentifikasi lingkup masalah secara dini, sebagai pedoman tindakan selanjutnya.
  • 5 V Tujuan: infeksi 1. Pantau dan observasi tentang 1. Deteksi dini tentang tidak teerjadi keadaan luka klien. teerjadinya infeksi. Kriteria hasil: 2. Lakukan perawatan luka secara 2. Menekankan sekecil aseptic. mungkin sumber •Luka tampak 3. Anjurkan klien untuk penularan eksternal membaik meningkatkan asupan makanan 3. Membantu •Tidak ada tanda – yang bergizi. meningkatkan daya tanda infeksi 4. Anjurka keluarga dan oprang lain imunt. untu mencuci tangan sebelum mendekati atau memegang luka 4. Mengurangi infeksi klien. nasokimial. 5. Kolaborasi dalam pemberian 5. Membunuh kuman/ antibiotic. mikro organism.6 VI Tujuan: aktivitas klien 1. Dorong klien untuk 1. Mengetahui sampai dapat terpenuhi beraktivitas semampunya. mana kemampuan Kriterua hasil: 2. Anjurkan klien untuk berjalan klien. -Saat beraktivitas sedikit – sedikit. 2. Mengurangi keletihan. klien tidak mengeluh 3. Batasi aktivitas yang terlalu 3. Mempercepat proses nyeri. penyembuhan luka pos berat. -Aktivitas di kerjakan op. sendiri 4. Kaji kemampuan aktivitas 4. Meningkatkan klien. mobilisasi
  • TINJAUAN KASUS Pengkajian1. Identitas klien Nama : Ny M Umur : 41 Tahun Pendidikan : SMA Suku bangsa : Indonesia Pekerjaan : Karyawan RSI SITI RAHMAH PADANG Agama : Islam Status perkawinan : Kawin Alamat : Kalumbuk2. Identitas penanggung jawab Nama : Tn K Umur : 39 Tahun Pekerjaan : Wiraswasta Hub dengan klien : Suami Alamat : Kalumbuk 2
  • 3. Diagnosa dan informasi medik yang penting waktu masuk Tanggal masuk : 27 Januari 2013 Tanggal didata : 30 Januari 2013 No MR : 035655 Ruang rawat : Marwa 7 Kebidanan Diagnosa medik : Kista Ovarium Yang mengirim : UGD TTV: Tekanan darah : 130/80 mmhg Suhu : 36,50 C Nadi : 64 x/i Pernafasan : 20 x/i
  • 4. Pengobatan Yang Diberikan Sekarang Tablet Cefiximen Pronalges Benovit Asmef Injeksi Ceftriaxone Infus RL 20 tetes/i
  • 5. Riwayat kesehatan Keluhan Waktu Masuk Klien masuk kerumah sakit pada tanggal 27 januari 2013 dengan keluhan nyeri pinggang bagian bawah yang dirasakan saat menstruasi, klien juga mengatakan ada bengkak di perut bagian bawah yang dirasakan sejak satu tahun yang lalu, yang terasa mendesak keatas. Keluhan waktu didata Pada saat didata pada tanggal 30 januari 2013, klien mengatakan nyeri pada perut yang sudah di operasi, klien juga mengatakan sudah 2 hari tidak BAB, klien cemas dengan keadaan yang seperti itu. Riwayat Kesehatan Dahulu Sebelumnyab klien tidak pernah menderita penyakit yang sama seperti sekarang, dan penyakit keturunan lainnya seperti penyakkit gula, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan lain sebagainya.
  • Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak ada anggota keluarga klien yang menderita penyakit yang samaseperti yang diderita klien sekarang, juga tidak ada anggota keluarga yangmenderita penyakit keturunanData psikologis Klien tampak cemas, karena rasa sakitnya tidak hilang – hilang, dansudah 2 hari tidak BAB.Data spiritual Klien seorang muslim, biasanya klien selalu melaksanakan ibadahshalat lima waktu sehari semalam, namun semenjak di rumah sakit, klientidak pernah mengerjakan ibadah shalat karena klien mengatakan nyeri saatberaktivitas.Data Sosial Ekonomi Klien seorang karyawan RSI siti rahmah padang, selama sakitpekerjaan klien terganggu, Klien menggunakan askes.
  •  Data BiologisNO Aktivitas Sehat Sakit1 Makan Menu Nasi + lauk + sayur MB Porsi 3 – 4 kali sehari 1 porsi 3 kali sehari satu porsi Minum 6 – 8 gelas sehari 4 – 6 gelas sehari2. Eliminasi BAB Frekuensi 1 – 2 kali sehari Sudah 2 hari belum BAB Warna Khas Belum tahu Bau Khas Belum tahu Konsistensi Padat Belum tahu Kesulitan Tidak ada Susah untuk BAB
  • BAK Frekuensi 5 – 7 kali sehari Memakai kateter Warna Bening k kuningan Bening kekuningan Bau Pesing Pesing Istirahat dan tidur3 Waktu tidur Malam sekitar jam 9 Tidak tentu Lama tidur 6 – 8 jam Lebih lama tidur Yang mempersulit Tidak ada Tidak ada Personal hygiene4 Mandi 2 kali sehari Dilap di tempat tidur oleh Cuci rambut 3 kali seminggu mahasiswa Gosok gigi 2 kali sehari Selama di operasi belum pernah Potong kuku Jika panjang 1 kali sehari dibantu keluarga Selama dirawat belum pernah
  •  Pemeriksaan fisik Kesadaran : Komposmentis Gcs : 15 M: 6 V:5 E:4 Tanda – tanda vital Tekanan darah : 130/ 80 mmhg Suhu : 36,5 derajat c Nadi : 64 x/i Pernafasan : 20 x/i Rambut dan hygiene kepala Warna rambut hitam, rambut tampak bersih namun sedikit berbau, dan tidak ada kelainan atau pembengkakan pada kepala Mata Mata simetris kiri dan kanan, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, penglihatan normal dan tidak ada kelainan Hidung Hidung simetris kiri dan kanan, penciuman baik, tidak ada peradangan dan kelainan di hidung.
  • Mulut dan gigi Mulut bersih, mukosa bibir lembab, gigi bersih dan lengkap, dan tidak adakelaianan atau peradanganLeher Tidak ada pembengkakan kelenjer thyroid dan kelenjer getah bening.Dada Simetris kiri dan kanan, tidak ada terdengar suara nafas tambahan.Abdomen Tampak ada luka operasi, dan klien mengeluh nyeri saat luka nya disentuh.Genitalia Terpasang kateterAnggota gerak Akral hangat, terpasang infus pada tangan kanan: RL
  •  Pemeriksaan penunjang Hb : 12,9 (P: 12-14 gr/dl) Leukosit : 5.100 (5 ribu-10ribu/mm3) Hematokrit : 41,7 ( 37-43 0/0 ) Trombosit : 215.000 (150 ribu-450ribu/mm3 ) Ureum darah : 17,4 ( 10-50 mg / 0/0)
  •  Analisa DataNo Data Etiologi Masalah Ds1. Diskontinuitas Gangguan rasa •Klien mengatakan sakit pada luka operasinya jaringan nyaman: nyeri •Klien mengatakan lukanya terasa sakit saat beraktivitas •Klien mengatakan luka operasinya sakit jika terkena oleh orang lain atau perawat Do •Klien tampak meringis •Klien sering memegang perutnya •Klien tampak kesakitan saat perawat menyentuh lukanya •Skala nyeri klien adalah nyeri sedang
  • 2 Ds Kurangnya aktivitas Resiko konstipasi •Klien mengatakan sudah 2 hari tidak BAB •Klien mengatakan ada rasa untuk BAB namun tidak keluar •Klien mengatakan sebelumnya tidak pernah seperti ini Do •Klien tampak kurang beraktivitas •Klien kelihatan takut untuk beraktivitas •Klien terlihat terbaring lemah di tempat tidur
  • Ds3 •Klien mengatakan kenapa sakitnya ini tidak Kurangnya hilang – hilang, apakah lukanya infeksi Ansietas pengetahuan klien •Klien mengatakan apakah tidak ada tindakan supaya BAB nya lancar tentang proses •Klien mengatakan takut jika nyerinya tidak perawatan hilang – hilang penyakitnya Do •Klien tampak sering bertanya kepada perawat, apakah tidak terjadi infeksi pada lukanya. •Klien tampak cemas dengan apa yang di deritanya sekarang
  •  Diagnosa keperawatan 1. Gangguan Nyeri b/d diskontinuitas jaringan 2. Resiko konstipasi b/d perubahan tingkat aktivitas 3. Ansietas b/d proses penyakitya
  • Intervensi keperawatan1. Gangguan rasa nyaman: nyeri b/d diskontinuitas jaringanTujuan: rasa nyeri terkontrol/ hilangKriteria hasil: - Klien tampak santai - Nyeri berkurang - Mampu beraktivitas sesuai kemampuanIntervensi dan rasional1. Evaluasi rasa sakit secara reguler, catat karakteristik,lokasi dan intensitas nyeri R/Mendapatkan informasi untuk intervensi selanjutnya.2. Kaji tanda – tanda vital, perhatikan takikardi, hipertensi dan peningkatan pernafasan R/Dapat mengindikasikan rasa sakit dan ketidak nyamanan3. Berikan posisi yang nyaman pada klien. R/Mengurangi rasa sakit dan meningkatkan sirkulasi darah.4. Anjurka klien untuk tidak beraktivitas terlalu berat. R/ Mengurangi rasa sakit5. Kolaborasi dalam pemberian terapy analgesic. R/ Menghilangkan rasa nyeri.
  • 2. Konstipasi b/d perubahan tingkat aktivitas Tujuan: klien mampu BAB secara normal Kriteria hasil: - Peristaltik usus normal -Bab lancar - Klien menunjukan pola eliminasi seperti biasaIntervensi dan rasional1. Anjurkan klien untuk banyak konsumsi makanan tinggi serat. R/ Meningkatkan konsistensi feses,meningkatkan pengeluaran feses.2. Dorong peningkatan masukan cairan R/ Mengurangi konstipasi, menambah cairan d feses.3. Anjurkan klien banyak mobilisasi R/ Banyak aktivitas mengoptimalkan kerja usus4. Kolaborasi dalam pemberian terapy. R/ Membantu melancarkan feses
  • 3. Ansietas b/d proses penyakitTujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan rasa cemas berkurangKriteria hasil:-Klien tampak rilek. -Klien mengungkapkan pengetahuannyaIntervensi dan rasional1.Kaji dan pantau tingkat kecemasan klien. R/ Mengidentifikasi lingkup masalah secara dini, sebagai pedoman tindakan selanjutnya.2. Berikan penjelasan tentang semua permasalahan yang berkaitan dengan penyakitnya. R/ Informasi yang tepat menambah wawasan klien sehingga klien tahu tentang keadaan dirinya3. Bina hubungan terapeutik dengan klien. R/ Menurunkan tingkat kecemasan4. Berikan kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya. R/ Mengungkapkan perasaan dapat mengurangi cemas
  • Catatan Perkembangan Jumat, 1february 2013 Dx Implementasi Evaluasi I 1. Mengevaluasi rasa sakit, dan lokasi sakit S: klien mengatakan Lokasi sakit klien di luka bekas operasi, lukanya masih nyeri dengan nyeri sedang (4-6) 2. Mengobservasi ttv O: klien masih tampak Td: 130/80 mmhg S: 36,6 derajat c meringis kesakitan saat P: 20 x/i N: 64 x/I bergerak 3. Memberikan posisi yang nyaman pada klien yaitu posisis semi fowler A: masalah belum 4. Menganjurkan klien untuk tidak teratasi beraktivitas terlalu berat 5. Melanjutkan terapi pemberian analgeti P: intervensi di lanjutkan II 1. Menganjurka klien banyak makan sayur S: klien mengatakan 2. Menganjurkan klien untuk banyak minum masih belum ada BAB 3. Menganjurkan klien untuk beraktivitas O: klien tampak tidak sedikit – sedikit tenang 4. Menganjurkan klien lebih sering A: masalah belum mobilisasi teratasi 5. Melanjutkan pemberian terapy P: intervensi
  • III 1. Membina hubungan terapeutik dengan S: klien mengatakan sudah klien tidak terlalu cemas lagi 2. Mengkaji tingkat kecemasan klien 3. Memberikan penjelasan tentang O: klien tampak agak rilek penyakitnya 4. Memberika kesempatan pada klien A: masalah teratasi sebagin untuk mengungkapkan perasaannya P: intervensi dilanjutkan
  •  Catatan perkembangan Sabtu/ 2 february 2013Dx Implementasi Evaluasi I 1. Mengkaji apakah nyeri klien sudah berkurang S: klien mengatakan 2. Mengobservasi ttv: nyerinya sudah berkurang Td: 110/70 mmhg S: 39 derajat c dari seperti biasanya N: 80 x/i P: 20 x/i 3. Memberikan posisi semi fowler O: klien sudah tampak 4. Menganjurkan klien untuk berjalan sedikit – berjalan sedikit – sedikit sedikit 5. Melanjutka terapi analgetik A: masalah teratasi Sebagian P: intervensi dilanjutkanII 1. Menganjurkan klien sering makan sayur S: klien mengatakan sudah 2. Memotifasi klien untuk banyak minum BAB sebanyak 2 kali sehari 3. Menganjurkan klien untuk sering beraktifitas tadi 4. Melanjutkan pemberian terapi O: klien sudah tampak senang A: masalah teratasi P: intervensi di pertahankan
  • III 1. Menanyakan apakah klien masih cemas S: klien mengatakan sudah tidak atas kondisinya terlalu cemas lagi 2. Memberikan kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaannya O: klien sudah tampak tenang 3. Menganjurkan klien untuk tidak terlalu ambil pusing A: masalah teratasi sebagian P: intervensi dilanjutkan