• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Konsep pembangunan berkelanjutan
 

Konsep pembangunan berkelanjutan

on

  • 6,339 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,339
Views on SlideShare
6,339
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
79
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thanks.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Konsep pembangunan berkelanjutan Konsep pembangunan berkelanjutan Document Transcript

    • TUGAS PAPERPWPLT KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN & ANALISIS KONFLIK OLEH : BUDY SANTOSO L111 10 003 JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013
    • KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTANPengertian Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota,bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpamengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut BrundtlandReport dari PBB, 1987. Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari BahasaInggris, sustainable development.Salah satu faktor yang harus dihadapi untukmencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuranlingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilansosial. (Wikipedia, 2013) Banyak laporan PBB, yang terakhir adalah laporan dari KTT Dunia 2005,yang menjabarkan pembangunan berkelanjutan terdiri dari tiga tiang utama(ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat(Wikipedia, 2013). Untuk sebagian orang, pembangunan berkelanjutan berkaitan erat denganpertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomidalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun untuk sebagianorang lain, konsep "pertumbuhan ekonomi" itu sendiri bermasalah, karenasumberdaya bumi itu sendiri terbatas (Wikipedia, 2013). Secara garis besar, pembangunan berkelanjutan memiliki empat dimensiyaitu, dimensi ekologis, dimensi sosial-ekonomi-budaya, dimensi sosial politik dandimensi hukum-kelembagaan (Dokter-Kota, 2012). Dari sisi dimensi ekologis, secara prinsip agar dapat terjaminnyapembangunan berkelanjutan (sustainable development) diperlukan : 1. Keharmonisan spasial (spatial suitability) 2. Kapasitas asimilasi 3. Pemanfaatan berkelanjutan Syarat keharmonisan spasial adalah suatu wilayah pembangunan sepertikota dan kabupaten diharapkan tidak seluruhnya diperuntukan bagi zonapemanfaatan tapi harus pula dialokasikan sebagiannya untuk kawasan konservasimaupun preservasi. Keberadaan kawasan konservasi dan preservasi dalam suatuwilayah pembangunan sangat vital dalam memelihara berbagai proses penunjang
    • kehidupan seperti membersihkan atau mengolah limbah secara alami, siklus unsurhara dan hidrologi serta sumber keanekaragaman hayati(Dokter-Kota, 2012). Dari dimensi sosial ekonomi, pola dan laju pembangunan harus dikelolasedemikian rupa sehingga total permintaannya (demand) terhadap sumberdayaalam dan jasa-jasa lingkungan tidak melampaui kemampuan suplainya.Kualitas danjumlah permintaan tersebut ditentukan oleh jumlah penduduk dan standar kualitaskehidupan masyarakatnya.Secara sosial-ekonomi, konsep pembangunanberkelanjutan mensyaratkan bahwa manfaat yang diperoleh dari kegiatanpembangunan suatu daerah harus diprioritaskan untuk kesejahteraan penduduk(Dokter-Kota, 2012). Pada umumnya, permasalahan kerusakan lingkungan bersifateksternalitas.Artinya, pihak yang menderita akibat kerusakan tersebut bukanlah sipembuat kerusakan, melainkan pihak yang biasanya masyarakat miskin dan lemah.Ciri lain dari kerusakan lingkungan adalah bahwa akibat dari kerusakan biasanyamuncul setelah beberapa waktu, ada semacam time lag. Mengingat karakteristikpermasalahan lingkungan tersebut, maka hanya dengan sistem dan suasana politikyang transparan dan demokratis, pembangunan berkelanjutan dapatdilaksanakan.Tanpa kondisi politik seperti ini, kerusakan lingkungan dapat bergeraklebih cepat dibandingkan upaya pencegahan dan penanggulangannya (Dokter-Kota,2012). Pada akhirnya, pelaksanaan pembangunan berkelanjutan mensyaratkanpengendalian diri dari setiap warga dunia untuk tidak merusaklingkungan.Persyaratan yang bersifat personal ini dapat dipenuhi melalui penerapansistem peraturan dan perundang-perundangan yang berwibawa dan konsisten, sertadibarengi dengan penanaman etika pembangunan berkelanjutan pada setiap wargadunia (Dokter-Kota, 2012).Konsep Pembangunan Berkelanjutan (Sustainability) dalam PembangunanPerkotaan Konsep ini telah menjadi pola pikir dan pola tindak baru dalam upayapenataan ruang kota saat ini. Kegiatan penataan ruang perkotaan di Indonesia, baikyang menyangkut perencanaan tata ruang (termasuk peninjauan kembali),pemanfaatan ruang, maupun pengendalian pemanfaatan ruang; dengan demikianharus mengedepankan pola pikir dan pola tindak ini (Dokter-Kota, 2012).
    • Konsep pembangunan berkelanjutan pada dasarnya mengandung tigaelemen dasar; tidak hanya elemen tradisional lingkungan tetapi juga elemen sosialdan ekonomi dari pembangunan yang harus disertakan. Aspek manusia kemudianmenjadi salah satu isu sentral dalam pelaksanaan pembangunan perkotaan (Dokter-Kota, 2012). Di lain pihak, secara teknis konsep pembangunan berkelanjutan dalampenaatan ruang perkotaan mencakup hal-hal sebagai berikut : 1. Pemanfaatan sumber daya perkotaan dengan menimbang wilayah yang lebih luas 2. Pengembangan bentuk dan struktur perkotaan yang hemat energi 3. Pemanfaatan lahan perkotaan yang menghindari kawasan peka lingkungan 4. Penggunaan prosedur Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu dasar dalam penilaian usulan pembangunan kegiatan yang diduga akan memberi dampak penting terhadap lingkungan hidup perkotaan.Konsep Pembangunan Berkelanjutan Menurut Prof. Dr. Emil Salim Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) diartikan sebagaisuatu proses pembangunan yang mengoptimalkan manfaat dari sumber daya alamdan sumber daya manusia dengan menyerasikan sumber alam dan manusia dalampembangunan. Menurut Salim dalam Utomo, tanpa tahun, konsep pembangunanberkelanjutan ini didasari oleh lima ide pokok besar, yaitu sebagai berikut: ”Pertama, proses pembangunan mesti berlangsung secara berlanjut, terus-menerus, dan kontinyu, yang ditopang oleh sumber alam, kualitas lingkungan, danmanusia yang berkembang secara berlanjut pula. Kedua, sumber alam (terutamaudara, air, dan tanah) memiliki ambang batas, di mana penggunaannya akanmenciutkan kuantitas, dan kualitasnya. Ketiga, kualitas lingkungan berkorelasilangsung dengan kualitas hidup. Keempat, bahwa pola penggunaan sumber alamsaat ini mestinya tidak menutup kemungkinan memilih opsi atau pilihan lain di masadepan. Dan kelima, pembangunan berkelanjutan mengandaikan solidaritastransgenerasi, sehingga kesejahteraan bagi generasi sekarang tidak mengurangi
    • kemungkinan bagi generasi selanjutnya untuk meningkatkan kesejahteraannyapula”. Prof. Dr. Emil Salim (dalam Sugandhy dan Hakim, 2007: x) mengatakanbahwa: “Supaya pembangunan dapat berkelanjutan, dan meningkatkankesejahteraan generasi masa kini tanpa memperkecil kesempatan bagi generasimasa depan menaikkan kesejahteraan mereka nanti, maka sasaran pembangunanekonomi perlu menunjang, dan ditunjang oleh sasaran pembangunan sosial, danlingkungan. Begitu pula sasaran pembangunan sosial menunjang tercapainyasasaran pembangunan ekonomi dan lingkungan.Dan pembangunan lingkunganmenopang tercapainya sasaran pembangunan ekonomi, dan sosial”. Sudah banyak disinggung di awal bahwa pembangunan berkelanjutanberkonsentrasi pada pilar pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan secarasekaligus.Akhir-akhir ini, ketiga pilar tersebut kadang disamakan dengan P3Concept, yaitu people, planet, and profits (Kemp dan Martens, 2007), tetapi merekatidaklah berbeda secara prinsipil. Secara sederhana, hubungan ketiga pilar tersebutdapat digambarkan sebagai berikut: Pilar lingkungan (environment) adalah wilayah yang mengalami dampakekologis langsung akibat usulan kebijakan atau proyek.Sementara itu, lingkupkeberlanjutan ekonomi (economic) dan sosial (social) adalah batas administratiflokal.Bila dampak ekonomi dan sosial dirasakan lintas wilayah, maka batasadministrasi yang digunakan adalah semua wilayah yang terkena dampak. Dalam
    • pernyataan yang hampir senada, Kemp dan Martens (2007) mengatakan bahwaeconomy refers to jobs and wealth; environment to environmental qualities,biodiversity, and nature’s resources; and society to health, social cohesion, andopportunities for self-development attributable to education and freedom (ekonomimenunjuk pada pekerjaan dan kesejahteraan; lingkungan pada kualitas lingkungan,biodiversitas, dan sumber daya alamiah; dan sosial pada kesehatan, kekerabatansosial, dan kesempatan bagi self-development attributable untuk pendidikan dankebebasan).
    • IDENTIFIKASI STAKE HOLDER DI MAKASSAR 1. Pemerintah Pemerintah sangat terkait dalam hal pembangunan kota Makassar. Karena pemerintah merupakan pihak yang mengeluarkan kebijakan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kota Makassar saat ini dank e depannya. 2. Nelayan Kota Makassar terkenal dengan pelautnya yang ulung, dan sebagian besar nelayan yang menggantungkan hidupnya pada pesisir dan laut Makassar. Oleh karena itu nelayan juga merupakan pihak yang terkait dalam pembangunan, terutama pembangunan kawasan pesisir, dimana nelayan-lah yang akan membantu dalam proses pembangunan dan pengelolaan kawasan pesisir Makassar. 3. Pariwisata Kawasan pariwisata merupakan kawasan yang bisa menjadi salah satu devisa suatu daerah. Kawasan pariwisata yang baik akan menjadikan sebuah daerha dikenal. Oleh karena itu sektor pariwisata sangat berpengaruh terhadap pembangunan Makassar ke depannya. 4. Industri Sektor Industri di Makassar tergolong menjanjikan. Jika sektor industry suatu daerah besar, maka memungkinkan banyak investor luar yang akan berdatangan. Oleh karena itu sektor industry juga sangat berperan penting dalam pembangunan kota Makassar.
    • ANALISIS KONFLIK ANTAR STAKE HOLDER DI MAKASSAR Stake Pemerintah Industri Nelayan Pariwisata Holder Pemerintah Industri Nelayan PariwisataKeterangan : Ada Konflik Ada hubungan, namun bukan konflik Tidak ada hubunganPemerintah-pemerintah :Tidak ada hubungan, karena tiap pemerintah memiliki kapasitas dan bidang masing-masing.Pemerintah-IndustriAda hubungan, Karena sebagian besar industri di Makassar membutuhkan izin daripemerintah untuk melakukan produksi.Pemerintah-NelayanAda hubungan, yakni nelayan masih harus mematuhi segala peraturan daripemerintah, baik dalam hal penangkapan, penjualan, dll.Pemerintah-PariwisataAda hubungan, Pemerintah memberikan kebijakan kepada pihak pariwisata, baikdalam hal pengelolaannya, sehingga sektor pariwisata dapat terus berjalan danmensejahterakan masyarakatIndustri-Industri
    • Tidak ada hubungan. Setiap industri mempunyai bidang masing-masing, sehinggapersaingan yang terjadi hanyalah pada industri yang jenisnya sama, sedangkanindustri secara umumnya memiliki bidang yang berbeda, misalnya industri makanantidak memiliki persaingan terhadap industri pakaian.Industri-NelayanAda Konflik.Pihak industri yang ada memperluar wilayahnya dan sebagian besarmengambil daerah pesisir dan laut, sehingga nelayan kehilangan tempat mencarinafkah, dan tidak memperoleh ganti rugi yang seimbang.Industri-PariwisataAda konflik.Sama halnya dengan hubungan Industri-nelayan, pihak industri jugasebagian besar memperluas wilayahnya dan mengambil wilayah pariwisata. Selainkehilangan wilayah, sektor pariwisata juga akan terganggu dengan aktivitas sektorindsutri, mulai dari pencemaran limbah, kebisingan, dll.Nelayan-pariwisataTidak ada hubungan. Nelayan memiliki wilayah penangkapan sendiri, dan bukanpada wilayah pariwisataPariwisata-pariwisataTidak ada hubungan antara sektor pariwisata yang satu dengan yang lain.
    • SUMBER :Dokter-Kota, 2012, http://dokter-kota.blogspot.com/2012/09/pembangunan- berkelanjutan-sustainable.html(Di akses pada hari Senin, 8 April 2013)Utomo, Tri Widodo W., tanpa tahun, Keseimbangan Kepentingan Ekonomis dan Ekologis dalam Menunjang Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Bandung, Makalah.Sugandhy, Aca dan Rustam Hakim, 2007, Prinsip Dasar Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan, Cet. I, Bumi Aksara, Jakarta.Wikipedia, 2013, http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangunan_berkelanjutan (Di akses pada hari Senin, 8 April 2013)