ISLAM AGAMA YANG BENAR DAN REALITA KEHIDUPAN KITA Masjid Istiqomah 9 Mei 2009 Indonesia Muslim Association of Singapore – ...
Islam – Iman - Ihsan  <ul><li>ISLAM </li></ul><ul><li>IMAN  </li></ul><ul><li>IHSAN </li></ul><ul><li>> Hadits Jibril / Um...
<ul><li>Orang Islam belum tentu beriman, apalagi berihsan: </li></ul><ul><li>QS Al Hujuraat 14 (49:14): Orang-orang Arab B...
Islam, secara etimologi bahasa: <ul><li>“ Istaslama-Taslim-Mustaslimuun” (penyerahan total kepada Allah) </li></ul><ul><li...
Islam <ul><li>Maka ISLAM:  </li></ul><ul><li>KETUNDUKAN, KEPATUHAN KEPADA PERATURAN-PERATURAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA  ...
Nabi dalam Islam <ul><li>Berapakah jumlah Nabi Islam? </li></ul><ul><li>Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bertanya, “Wahai Rasul...
TANTANGAN ALLAH SWT <ul><li>1.  Menyusun yang semacam Al Qur’an secara keseluruhan </li></ul><ul><ul><li>QS Ath Thuur ayat...
TANTANGAN ALLAH SWT <ul><li>3.  Menyusun satu surat saja semacam Al Qur’an </li></ul><ul><ul><li>QS Yunuus ayat 38 (10:38)...
<ul><li>I. Aspek keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakannya </li></ul><ul><li>1.  Keseimbangan ant...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>2.  Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandung...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>3.  Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunju...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>4.  Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya </li></...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>5.  Berbagai keseimbangan khusus </li></ul><ul><li>Kata ”Yawm” (hari) dalam ...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>II. Aspek bukti dari berbagai isyarat maupun pemberitaan ghaibnya </li></ul>...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>Di dalam Injil sendiri, di bagian Keluaran pasal 13, 14, 28 dan di Nyanyian ...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>III. Aspek adanya berita-berita atau isyarat-isyarat ilmiah dari Al Qur’an. ...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>2. Atau juga tentang orbit Matahari dan Bulan </li></ul><ul><ul><li>QS Al An...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>3. Atau tentang tidak bercampurnya air laut yang asin dengan air sungai-sung...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>QS Al Faathir ayat 12: Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, seg...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>4. Atau tentang Reproduksi manusia itu sendiri </li></ul><ul><ul><li>QS Al H...
ASPEK PENDUKUNG  KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>Lalu, setidaknya, kata ”Al ’Alaq” seperti di ayat ini disebutkan dalam 4 aya...
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Bukan tidak dengan tujuan </li></ul><ul><ul><li>QS Al Mu’minuun  115 (23:115): Maka apak...
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Kholifah </li></ul><ul><ul><li>QS Al Baqarah 29-30 (2:29-30): Dia-lah Allah, yang menjad...
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Amanah itu: </li></ul><ul><ul><li>QS Al Baqarah 38: Kami berfirman: &quot;Turunlah kamu ...
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Yang dibedakan derajatnya satu sama lain untuk diuji pula </li></ul><ul><ul><li>QS Al An...
TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Yang diperhatikan sepenuhnya oleh Allah </li></ul><ul><ul><li>QS Ar Rahmaan 31 (55:31): ...
SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Tergesa-gesa </li></ul><ul><ul><li>QS Al Israa’ 11 (17:11): Dan manusia mendoa untuk kejahatan...
SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Melampaui batas  </li></ul><ul><ul><li>QS Yunus 12 (10:12): Dan apabila manusia ditimpa bahaya...
SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Kikir & keluh kesah (dan cara/teknik penangkalnya) </li></ul><ul><li>QS Al Ma’aarif 19-31 (70:...
SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Ingkar tak mau bersyukur </li></ul><ul><ul><li>QS Al ‘Aadiyaat 6 (100:6): Sesungguhnya manusia...
SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Bersusah-payah </li></ul><ul><ul><li>QS Al Balad 4 (90:4): Sesungguhnya Kami telah menciptakan...
ORANG ISLAM BELUM TENTU ISLAMI  <ul><li>QS Al Israa’ ayat 7 (17:7): ”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik ba...
NIKMAT YANG DISIA-SIAKAN & BENCANA <ul><li>QS Ibrahim ayat 7 (14 :7): ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &...
NIKMAT YANG DISIA-SIAKAN & BENCANA <ul><li>QS Al Baqarah 185 (2:185): ”Allah tidak menjadikan kesulitan bagi kalian, akan ...
HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Zalzalah 1-4 (99:1-4): &quot;Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsy...
HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Israa’ 16 (17:16):  </li></ul><ul><li>” Dan jika Kami hendak membinasakan suatu neg...
HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Anfaal Ayat 25 (8:25): ”Dan peliharalah diri kalian dari ‘ADZAB (siksa) yang tidak ...
HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Muddatstsir 31 (74:31): ”... Dan tidak ada yang mengetahui (banyak dan bentuk SERTA...
PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al Baqarah ayat 208 (2:208): ”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu k...
PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al Baqarah ayat 136 (2 :136): Katakanlah (hai orang-orang mukmin): &quot;Ka...
PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al An’aam 153 (6:153): Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu...
PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al An’aam 38 (6:38): Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan bu...
PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Faathir 39 (35:39): Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Saung Istiqamah IV: [Slide] Islam agama yang benar dan realita kehidupan kita

2,140

Published on

Saung Istiqamah IV
Tema: Islam agama yang benar dan realita kehidupan kita
Penceramah: Ustadz Abu Taqi Machicky Mayestino
Waktu: Minggu, 9 Mei 2010
Tempat: Masjid Istiqamah KBRI Singapura

Published in: Spiritual
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
2,140
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
119
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Saung Istiqamah IV: [Slide] Islam agama yang benar dan realita kehidupan kita

  1. 1. ISLAM AGAMA YANG BENAR DAN REALITA KEHIDUPAN KITA Masjid Istiqomah 9 Mei 2009 Indonesia Muslim Association of Singapore – Indonesian Embassy of Singaproe
  2. 2. Islam – Iman - Ihsan <ul><li>ISLAM </li></ul><ul><li>IMAN </li></ul><ul><li>IHSAN </li></ul><ul><li>> Hadits Jibril / Ummul Hadits </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Orang Islam belum tentu beriman, apalagi berihsan: </li></ul><ul><li>QS Al Hujuraat 14 (49:14): Orang-orang Arab Badui itu berkata: &quot;Kami telah beriman.&quot; Katakanlah: &quot;Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk ', karena iman itu BELUM masuk ke dalam hatimu ; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&quot; </li></ul>
  4. 4. Islam, secara etimologi bahasa: <ul><li>“ Istaslama-Taslim-Mustaslimuun” (penyerahan total kepada Allah) </li></ul><ul><li>QS An Nisaa’ 65 (4:65): Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. </li></ul><ul><li>QS Ash Shaffaat 26 (37:26): Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri. </li></ul><ul><li>“ Saliim” (bersih, suci) </li></ul><ul><li>QS Asy Syu’aara 89 (26:89): Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. </li></ul><ul><li>Dan QS Ash Shaffaat 84 (37:84). </li></ul><ul><li>“ Salaam” (kesejahteraan) </li></ul><ul><li>QS Az Zumar 73 (39:73): Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: &quot;Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.&quot; </li></ul>
  5. 5. Islam <ul><li>Maka ISLAM: </li></ul><ul><li>KETUNDUKAN, KEPATUHAN KEPADA PERATURAN-PERATURAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’AALA YANG DISAMPAIKAN MELALUI ROSULULLAH SHOLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM UNTUK MENCAPAI KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT </li></ul>
  6. 6. Nabi dalam Islam <ul><li>Berapakah jumlah Nabi Islam? </li></ul><ul><li>Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bertanya, “Wahai Rasulullah, berapakah jumlah nabi seluruhnya?” Beliau menjawab, “124.000 orang dan 315 di antaranya adalah rasul.” (HR. Ahmad: 5/178, 179, 266). </li></ul>
  7. 7. TANTANGAN ALLAH SWT <ul><li>1. Menyusun yang semacam Al Qur’an secara keseluruhan </li></ul><ul><ul><li>QS Ath Thuur ayat 34 (QS 52:34): Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar </li></ul></ul><ul><li>2. Menyusun sepuluh surat saja semacam Al Qur’an </li></ul><ul><ul><li>QS Huud ayat 13 (QS 11:13): Bahkan mereka mengatakan: &quot;Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu&quot;. Katakanlah: &quot;(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar&quot; </li></ul></ul>
  8. 8. TANTANGAN ALLAH SWT <ul><li>3. Menyusun satu surat saja semacam Al Qur’an </li></ul><ul><ul><li>QS Yunuus ayat 38 (10:38): Atau (patutkah) mereka mengatakan &quot;Muhammad membuat-buatnya.&quot; Katakanlah: &quot;(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.&quot; </li></ul></ul><ul><li>4. Menyusun sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan salah satu surat dari Al Qur’an </li></ul><ul><ul><li>QS Al Baqarah ayat 23 (02:23): Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah [1] satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. </li></ul></ul>
  9. 9. <ul><li>I. Aspek keseimbangan yang sangat serasi antara kata-kata yang digunakannya </li></ul><ul><li>1. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya (lawan katanya) </li></ul><ul><li>” Al Hayah” (hidup) dan ”Al Mawt” (mati), masing-masing sebanyak 145 kali </li></ul><ul><li>” Al Naf’” (manfaat) dan ”Al Madharrah” (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali </li></ul><ul><li>” Al Har” (panas) dan ”Al Bard” (dingin) masing-masing sebanyak 4 kali </li></ul><ul><li>” Al Shalihat” (kebajikan) dan ”Al Sayyi’at” (keburukan) masing-masing sebanyak 167 kali </li></ul><ul><li>” Al Thuma’ninah” (kelapangan/ketenangan) dan ”Al Dhiq” (kesempitan/kekesalan) masing-masing sebanyak 13 kali </li></ul><ul><li>” Al Rahbah” (cemas/takut) dan ”Al Raghbah” (harap/ingin) masing-masing sebanyak 8 kali </li></ul><ul><li>” Al Kufr” (kekufuran) dan ”Al Iman” (iman) masing-masing sebanyak 17 kali dalam bentuk definite </li></ul><ul><li>” Kufr” (kekufuran) dan ”Iman” (iman) masing-masing sebanyak 8 kali dalam bentuk indefinite </li></ul><ul><li>” Al Shayf” (musim panas) dan ”Al Syita’” (musim dingin) masing-masing sebanyak 1 kali. </li></ul>ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN
  10. 10. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>2. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya </li></ul><ul><li>” Al Harts” dan ”Al Zira’ah” (membajak/bertani) masing-masing sebanyak 14 kali </li></ul><ul><li>” Al ’Ushb” dan ”Al Dhurur” (membanggakan diri/angkuh) masing-masing sebanyak 27 kali </li></ul><ul><li>” Al Dhallun” dan ”Al Mawta” (orang sesat/mati jiwanya) masing-masing sebanyak 17 kali </li></ul><ul><li>” Al Qur’an”, ”Al Wahyu”, dan ”Al Islam” (Al Qur’an, wahyu, dan Islam) masing-masing sebanyak 70 kali </li></ul><ul><li>” Al ’Aql” dan ”Al Nur” (akal dan cahaya) masing-masing sebanyak 49 kali </li></ul><ul><li>” Al Jahr” dan ”Al ’Alaniyah” (nyata) masing-masing sebanyak 16 kali </li></ul>
  11. 11. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>3. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya </li></ul><ul><li>” Al Infaq” (infak) dan ”Al Ridha” (kerelaan) masing-masing sebanyak 73 kali </li></ul><ul><li>” Al Bukhl” (kekikiran) dan ”Al Hasarah” (penyesalan) masing-masing sebanyak 12 kali </li></ul><ul><li>” Al Kafiruun” (orang-orang kafir) dan ”Al Naar/Al Ahraq” (neraka/pembakaran) masing-masing sebanyak 154 kali </li></ul><ul><li>” Al Zakah” (zakat/penyucian) dan ”Al Barakat” (kebajikan yang banyak) masing-masing sebanyak 32 kali </li></ul><ul><li>” Al Fahisyah” (kekejian) dengan ”Al Ghadhb” (murka) masing-masing sebanyak 26 kali </li></ul>
  12. 12. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>4. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya </li></ul><ul><li>” Al Israf” (pemborosan) dan ”Al Sur’ah” (ketergesa-gesaan) masing-masing sebanyak 23 kali </li></ul><ul><li>” Al Maw’izhah” (nasihat/petuah) dan ”Al Lisan” (lidah) masing-masing sebanyak 25 kali </li></ul><ul><li>” Al Asra” (tawanan) dan ”Al Harb” (perang) masing-masing sebanyak 6 kali </li></ul><ul><li>” Al Salam” (kedamaian) dan ”Al Thayyibat” (kebajikan) masing-masing sebanyak 60 kali </li></ul>
  13. 13. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>5. Berbagai keseimbangan khusus </li></ul><ul><li>Kata ”Yawm” (hari) dalam bentuk tunggal, adalah sejumlah 365 kali (atau adalah sama dengan jumlah hari-hari dalam satu tahun) di dalam Al Qur'an. </li></ul><ul><li>Sedangkan kata ”hari” yang menunjuk kepada betuk plural (”Ayyam”) atau dua (”Yawmayni”), jumlah keseluruhannya dalam Al Qur’an adalah hanyalah 30 kali penyebutan, atau dalam hal ini adalah juga sama dengan jumlah hari dalam satu Bulan dengan mengikuti kaidah Kalender Qamariyah atau penanggalan sistem Bulan, sistem Islam/Arab. </li></ul><ul><li>Lalu, kata yang berarti ”Bulan” (”Syahr”) hanya terdapat 12 kali, atau sama dengan jumlah bilangan Bulan dalam satu tahun (12 Bulan) rotasi. </li></ul><ul><li>Ada 7 kali penjelasan tentang adanya 7 langit, yaitu antara lain dalam QS Al Baqarah ayat 29, QS Al Isra’ ayat 44, QS Al Mu’minuun ayat 86, QS Al Fushshilat ayat 12, QS At Thalaq ayat 12, QS Al Mulk ayat 3, QS Nuh ayat 15. </li></ul><ul><li>Selain itu, penjelasan tentang penciptaan langit dan bumi dalam enam (6) hari/masa/tahapan, disebutkan di dalam 7 ayat pula (dan tahapan terbentuknya sebuah galaksi-planet dalam enam (6) tahapan yang memakan waktu ratusan bahkan ribuan tahun ini, telah pula dibuktikan oleh ilmu-pengetahuan saat ini, bahwa memanglah secara umum pembentukan galaki adalah dalam enam (6) tahapan, bahkan saat inipun masih terbentuk Galaksi-galaksi baru, yang masing-masing dalam (melalui) enam (6) tahapan, dalam ruang angkasa yang bahkan memuai/meluas ini. </li></ul>
  14. 14. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>II. Aspek bukti dari berbagai isyarat maupun pemberitaan ghaibnya </li></ul><ul><li>QS Yunuus ayat 92: Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu[1] supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami. </li></ul><ul><ul><li>[1] Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya, menurut sejarah, setelah Fir'aun itu tenggelam mayatnya terdampar di pantai diketemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem menjadi Mumi, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir. </li></ul></ul>
  15. 15. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>Di dalam Injil sendiri, di bagian Keluaran pasal 13, 14, 28 dan di Nyanyian (Psalm) 136 dari Daud, menguatkan pula bahwa, Fir’aun tersebut disebutkan mati tenggelam dalam pengejarannya kepada kaum Bani Israil yang sedang melakukan eksodus dari Mesir ke ‘Tanah Yang Dijanjikan’. </li></ul><ul><li>Bahkan di Mazmur Daud no 136 dalam ayat 15 dari orang Yahudi: &quot;Tuhan yang telah membinasakan Fir’aun dan tentaranya dalam laut yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan” </li></ul><ul><li>Sebagaimana kesesuaiannya pula dengan Kitab Keluaran (14, 28), &quot;Air kembali pasang dan menenggelamkan kereta-kereta serta para penunggang kuda dari tentara Fir’aun yang telah masuk ke laut di belakang mereka (kelompok Yahudi). Tak ada seorang pun yang tetap hidup&quot;. </li></ul>
  16. 16. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>III. Aspek adanya berita-berita atau isyarat-isyarat ilmiah dari Al Qur’an. </li></ul><ul><li>1. Misalnya dalam dunia Astronomi, tentang sumber cahaya Matahari dan Bulan yang berbeda </li></ul><ul><ul><li>QS Yunuus ayat 5: Dialah yang menjadikan Matahari bersinar (bersumber dari dirinya sendiri) dan Bulan bercahaya (memantulkan dari cahaya Matahari) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak/benar [1]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. </li></ul></ul>
  17. 17. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>2. Atau juga tentang orbit Matahari dan Bulan </li></ul><ul><ul><li>QS Al Anbiyaa ayat 33: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kata ”Yasbahuun” dalam ayat ini, berasal dari kata ”sabaha” yang makna kata secara tradisionalnya adalah ”gerakan dari sesuatu yang bergerak”, yang dalam hal ini, dalam kaitannya dalam kaidah ilmu ruang angkasa ini, adalah tentang penggambaran pergerakan/rotasi dirinya (planet Bulan dan Matahari itu) dalam aksisnya sendiri. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Injil: Joshua 10:12-13 </li></ul></ul></ul>
  18. 18. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>3. Atau tentang tidak bercampurnya air laut yang asin dengan air sungai-sungai besar, misalnya yang terjadi di muara, dan bahkan antara dua aliran air laut. </li></ul><ul><li>QS Al Furqaan ayat 53: Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. </li></ul>
  19. 19. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>QS Al Faathir ayat 12: Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur. </li></ul><ul><li>QS Ar Rahmaan ayat 19-22: Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing (*). Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dari keduanya keluar mutiara dan marjan </li></ul>
  20. 20. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>4. Atau tentang Reproduksi manusia itu sendiri </li></ul><ul><ul><li>QS Al Hajj ayat 5: Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari ’segumpal darah’/’sesuatu yang melekat’, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. </li></ul></ul>
  21. 21. ASPEK PENDUKUNG KEOTENTIKAN AL QURAN <ul><li>Lalu, setidaknya, kata ”Al ’Alaq” seperti di ayat ini disebutkan dalam 4 ayat lain yang membicarakan transformasi urut-urutan reproduksi manusia sejak tahap setetes sperma: </li></ul><ul><ul><li>QS Al Mu’miin ayat 67: Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari Al ’Alaq, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya). </li></ul></ul><ul><ul><li>QS Al Qiyaamah ayat 37-38: Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi Al ’Alaq, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, </li></ul></ul>
  22. 22. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Bukan tidak dengan tujuan </li></ul><ul><ul><li>QS Al Mu’minuun 115 (23:115): Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? </li></ul></ul><ul><li>Mengabdi </li></ul><ul><ul><li>QS Adz Dzzariyaat 56 (51:56): Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. </li></ul></ul>
  23. 23. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Kholifah </li></ul><ul><ul><li>QS Al Baqarah 29-30 (2:29-30): Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: &quot;Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.&quot; Mereka berkata: &quot;Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?&quot; Tuhan berfirman: &quot;Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” </li></ul></ul>
  24. 24. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Amanah itu: </li></ul><ul><ul><li>QS Al Baqarah 38: Kami berfirman: &quot;Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang PETUNJUK-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&quot; </li></ul></ul>
  25. 25. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Yang dibedakan derajatnya satu sama lain untuk diuji pula </li></ul><ul><ul><li>QS Al An’aam 165 (6:165): Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. </li></ul></ul><ul><li>Untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar) </li></ul><ul><ul><li>QS Aali Imraan 110 (3:110): Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. </li></ul></ul>
  26. 26. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA <ul><li>Yang diperhatikan sepenuhnya oleh Allah </li></ul><ul><ul><li>QS Ar Rahmaan 31 (55:31): Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. </li></ul></ul><ul><li>Yang dimintai pertanggungjawabannya </li></ul><ul><ul><li>QS Al Qiyamah 36 (75:36): Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? </li></ul></ul><ul><li>  </li></ul>
  27. 27. SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Tergesa-gesa </li></ul><ul><ul><li>QS Al Israa’ 11 (17:11): Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. </li></ul></ul><ul><li>Suka membantah </li></ul><ul><ul><li>QS Al Kahfi 54 (18:54): Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. </li></ul></ul>
  28. 28. SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Melampaui batas </li></ul><ul><ul><li>QS Yunus 12 (10:12): Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. </li></ul></ul>
  29. 29. SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Kikir & keluh kesah (dan cara/teknik penangkalnya) </li></ul><ul><li>QS Al Ma’aarif 19-31 (70:19-35): </li></ul><ul><ul><li>Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. </li></ul></ul><ul><ul><li>Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta), dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya). </li></ul></ul><ul><ul><li>Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. </li></ul></ul><ul><ul><li>Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itu (kekal) di syurga lagi dimuliakan. </li></ul></ul>
  30. 30. SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Ingkar tak mau bersyukur </li></ul><ul><ul><li>QS Al ‘Aadiyaat 6 (100:6): Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, </li></ul></ul><ul><li>Melihat dirinya serba cukup </li></ul><ul><ul><li>QS Al ‘Alaq 7 (96:7): Karena dia melihat dirinya serba cukup. </li></ul></ul>
  31. 31. SIFAT-SIFAT MANUSIA <ul><li>Bersusah-payah </li></ul><ul><ul><li>QS Al Balad 4 (90:4): Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. </li></ul></ul><ul><li>Bersifat lemah </li></ul><ul><ul><li>QS An Nisaa 28 (4:28): Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah. </li></ul></ul>
  32. 32. ORANG ISLAM BELUM TENTU ISLAMI <ul><li>QS Al Israa’ ayat 7 (17:7): ”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” </li></ul><ul><li>” Dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap isi mangkok (makanan).” </li></ul><ul><ul><li>Para sahabat bertanya, &quot;Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?&quot; Beliau menjawab, &quot;Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan.&quot; </li></ul></ul><ul><ul><li>Mereka bertanya lagi, &quot;Apa itu penyakit wahan, yaa Rasulullah?&quot; Beliau menjawab, &quot;Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati.&quot; (HR. Abu Dawud) </li></ul></ul>
  33. 33. NIKMAT YANG DISIA-SIAKAN & BENCANA <ul><li>QS Ibrahim ayat 7 (14 :7): ”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; &quot;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&quot;”. </li></ul><ul><li>QS An Nahl 18 (16:18): “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” </li></ul><ul><li>QS An Nahl 61 (16:61): Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. </li></ul>
  34. 34. NIKMAT YANG DISIA-SIAKAN & BENCANA <ul><li>QS Al Baqarah 185 (2:185): ”Allah tidak menjadikan kesulitan bagi kalian, akan tetapi Ia hendak menyucikan kalian dan menyempurnakan nikmatNya kepada kalian agar bersyukur.” </li></ul><ul><li>QS Ar Rahmaan 29 (55:29): “Setiap waktu Dia (Allah) dalam kesibukan (mengatur segala sesuatunya, secara dinamis mengatur segala ketentuan, tidak statis)” </li></ul><ul><li>Seseorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta'ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar). (HR. Muslim) </li></ul>
  35. 35. HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Zalzalah 1-4 (99:1-4): &quot;Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.&quot; </li></ul><ul><li>QS Al A’raf ayat 96 (7:96): ”Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman serta bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu sehingga Kami menyiksa mereka disebabkan perbuatan mereka.” </li></ul><ul><li>QS An Nahl 112 (16:112): ”Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, DISEBABKAN APA YANG SELALU MEREKA PERBUAT.” </li></ul>
  36. 36. HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Israa’ 16 (17:16): </li></ul><ul><li>” Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah (misalnya kaum ELIT BANGSA) di negeri itu (supaya tha’at kepada Kami), tapi mereka melakukan kedurhakaan (FASIQ) di negeri itu; maka pantaslah berlaku atas mereka perkataan (ADZAB) Kami, kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” </li></ul>
  37. 37. HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Anfaal Ayat 25 (8:25): ”Dan peliharalah diri kalian dari ‘ADZAB (siksa) yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim (saja) diantara kalian; Dan ketahuilah, bahwa Allah itu sangat pedih adzab (siksa) Nya.” </li></ul><ul><ul><li>&quot;Sesungguhnya Allah 'Azza wajalla tidak menyiksa (orang) awam karena perbuatan (dosa) orang-orang yang khusus sehingga (kecuali) mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya (menentangnya). Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam (seluruhnya)&quot; - (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani) </li></ul></ul><ul><ul><li>&quot;Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian (ada) orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkanlah (do'a mereka).&quot; (HR. Abu Zar) </li></ul></ul>
  38. 38. HUKUM DAN KONSEKUENSINYA <ul><li>QS Al Muddatstsir 31 (74:31): ”... Dan tidak ada yang mengetahui (banyak dan bentuk SERTA CARA KERJA) BALA TENTARA Tuhanmu itu, melainkan BELIAU sendiri.” </li></ul><ul><li>QS Ash Shaff 2-4 (61:2-4): Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang TERATUR seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  39. 39. PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al Baqarah ayat 208 (2:208): ”Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam (Sistem Manajemen) Islam (secara) keseluruhan (kaaffaah, total, tidak setengah-setengah dengan istiqomah/kontinu dan konsekuen agar tidak bermasalah dalam kehidupan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah Syaithan. Sesungguhnya Syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” </li></ul><ul><li>Dari Abu Muhammad Abdulloh bin Amr bin Al-Ash rodhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa” (hadits hasan sahih yang kami riwayatkan dari Kitabul Hujjah dengan sanad yang sahih) </li></ul>
  40. 40. PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al Baqarah ayat 136 (2 :136): Katakanlah (hai orang-orang mukmin): &quot;Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim (Abraham), Isma'il (Ishmael), Ishaq (Isaac), Ya'qub (Jacob/Israel) dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa (Moses) dan Isa (Jesus) serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya&quot;. </li></ul><ul><li>Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bertanya, “Wahai Rasulullah, berapakah jumlah nabi seluruhnya?” Beliau menjawab, “124.000 orang dan 315 di antaranya adalah rasul.” (HR. Ahmad: 5/178, 179, 266). </li></ul>
  41. 41. PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al An’aam 153 (6:153): Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. </li></ul><ul><li>Tafsirnya oleh Rasulullah Muhammad SAW sendiri: Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Rasulullah SAW telah membuat untuk kami satu garis lurus dengan tangannya. Kemudian beliau bersabda, “Inilah jalan Allah yang lurus” Lalu beliau membuat beberapa garis ke sebelah kanan dan kiri, kemudian beliau bersabda, “Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai, atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak ke arahnya.” Kemudian beliau membaca (ayat) Al An ‘aam 153. (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Hakim, Ibnu Abi ‘Ashim di kitabnya As Sunnah) </li></ul><ul><li>“ Lau kaana khairan lasabaquuna ilahi (jika saja perbuatan itu baik, tentulah para sahabat telah mendahului kita mengamalkannya)” </li></ul>
  42. 42. PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Al An’aam 38 (6:38): Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab (*), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. </li></ul><ul><li>(*) Sebahagian mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya. </li></ul>
  43. 43. PENTINGNYA MENEGAKKAN ISLAM KAAFFAH <ul><li>QS Faathir 39 (35:39): Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×