Your SlideShare is downloading. ×
Proposal ptk metlit
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Proposal ptk metlit

4,732
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,732
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
301
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGENAL KOMPONENELEKTRONIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS X SMKN 4 INFORMATIKA TANJUNG BALAI DISUSUN OLEH : SATRIO IMAN PRATOMO 5215 08 3424 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2011
  • 2. KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga proposal penelitian dapat diselesaikan. Penyusun berharap proposal penelitian ini,dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak, khususnya dalam bidang pendidikan.Proposal penelitian ini disusun untuk menjelaskan tentang UPAYA MENINGKATKAN HASILBELAJAR MENGENAL KOMPONEN ELEKTRONIKA DENGAN MENGGUNAKANMODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA SISWA KELAS X SMKN 4INFORMATIKA TANJUNG BALAI karena dengan penelitian ini sangat berguna untukmengetahui sejauh mana hasil belajar yang dicapai dalam pemberian tugas pekerjaan rumah.Proposal penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkankritik dan saran yang bersifat membangun untuk kelengkapan proposal penelitian ini. Akhir katasemoga proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan pembacaumumnya. Jakarta, Desember 2011 Penyusun
  • 3. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan formal tingkatmenengah yang bertujuan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlakmulia, terampil dan terlatih untuk memasuki lapangan pekerjaan. Departemen Pendidikanmenjadikan SMK sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan untuk menyediakan tenagakerja nasional yang terampil dan terdidik serta berahklak mulia. Rupert Evan merumuskan tujuan Pendidikan Kejuruan (SMK) : 1) memenuhi kebutuhanmasyarakat akan tenaga kerja, 2) Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu, dan 3)Mendorong motivasi untuk terus belajar (dalam Muslim: 2007). Dalam peraturan pemerintahNo. 29 Tahun 1990 juga merumuskan bahwa Pendidikan Menengah Kejuruan (SMK)mengutamakan kesiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikapprofessional. Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan Pendidikan Kejuruanadalah mempersiapkan peserta didik sebagai calon tenaga kerja dan mengembangkan eksistensipeserta didik, untuk kepentingan peserta didik, bangsa dan Negara. Apabila ditinjau dari tujuandan konsep dasar pelaksanaannya maka Pendidikan Kejuruan Tingkat Menengah (SMK) sangatberbeda dengan Pendidikan Umum (SMA). Ada tujuh kriteria Pendidikan Kejuruan yaitu : 1) Orientasi pada kinerja Individu dalamdunia kerja, 2) justifikasi khusus pada kebutuhan nyata di lapangan, 3) fokus kurikulum padaaspek-aspek psikomotorik, afektif dan kognitif, 4) tolok ukur keberhasilan tidak hanya disekolah, 5) kepekaan terhadap pekembangan dunia kerja, 6) memerlukan sarana dan prasarana
  • 4. khusus yang memadai, dan 7) adanya dukungan masyarakat. (Finch dan Crunkilton :1999;14-16) Selanjutnya dalam peraturan pemerintah No. 22 Tahun 2006 tentang pengelompokanmata pelajaran untuk SMK terdiri atas: 1) normatif : kelompok mata pelajaran yang dialokasikansecara tetap yang meliputi Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, PendidikanJasmani, Olahraga dan Kesehatan, dan Seni Budaya, 2) adaptif : terdiri atas mata pelajaranBahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, KKPI dan Kewirausahaan, dan 3) produktif : terdiri atassejumlah mata pelajaran yang dikelompokkan dalan Dasar Kompetensi Kejuruan danKompetensi Kejuruan. Implementasi ketiga kelompok materi ini dalam bentuk aktivitaspembelajaran mencakup kegiatan tatap muka, praktik sekolah dan praktik industri. Keseluruhanaktivitas pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam wilayahkognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan pada pengorganisasian materi pelajaran dan implementasinya maka kriteriaminimal lulusan SMK adalah kompeten dalam pengetahuan dan keterampilan, standarkompetensi ini akan menjadi modal dasar siswa ketika lepas dari SMK, artinya mereka sudahmemiliki keterampilan dan keahlian sesuai dengan bidangnya dan siap untuk memasuki duniausaha dan dunia industri.
  • 5. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, terdapat banyak masalahyang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dapat ditinjau dari berbagaikomponen pembelajar seperti siswa, guru, sarana prasarana, media dan masih banyak komponenyang lainnya. Dari banyaknya permasalahan yang dihadapi maka diperkirakan faktor-faktor yangmenyebabkan rendahnya hasil belajar siswa diidentifikasi beberapa masalah antara lain :kemampuan guru dalam mengajar masih minim, alokasi waktu dalam pembelajaran masihkurang, model pembelajaran yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik siswa, gurukurang mengembangkan teknik penyajian materi dalam pembelajaran elektronika analog dandigital dasar, pemberian materi oleh guru kurang memperhatikan kemampuan siswa, ujikemampuan siswa belum memberikan umpan balik, baik kepada siswa maupun guru.1.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan beberapa masalah yang teridentifikasi di atas, maka oleh karenaketerbatasan peneliti dalam hal waktu, tenaga maupun dana maka permasalahan dalam penelitianini di batasi pada penerapan model pembelajraan. Model pembelajaran yang digunakan dalampenelitian ini adalah model pembelajaran Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajarMengenal Komponen Elektronika Kelas X SMK TIK N 4 Tanjungbalai.
  • 6. 1.4 Perumusan MasalahBerdasarkan batasan masalah di atas maka dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut :“Apakah model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar MengenalKomponen Elektronika pada siswa kelas X SMKN TIK 4 Tanjungbalai?”1.5 Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalahsebagai berikut : Untuk mengetahui hasil belajar Mengenal Komponen Elektronika denganmenggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada siswa kelas X SMKN TIK 4Tanjungbalai Tahun ajaran 2011-2012.1.6 Manfaat PenelitianAdapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Manfaat bagi peneliti, yaitu sebagai kekayaan wawasan dan pengalaman dalam menentukan dan menerapkan model pembelajaran yang dapat menunjang hasil belajar siswa yang maksimal. 2. Manfaat bagi sekolah, yaitu dapat menjadi gambaran bagi tenaga pendidik untuk menentukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. 3. Manfaat bagi siswa, yaitu sebagai pengalaman belajar dengan menggunakan model Quantum Teaching. 4. Manfaat bagi mahasiswa, yaitu sebagai gambaran awal dalam penelitian untuk dapat ditindak lanjuti ke permasalahan yang lebih kompleks.
  • 7. BAB II KERANGKA TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN PERUMUSAN HIPOTESIS2.1 Kerangka TeoritisA. Pembelajaran berbasis kompetensi Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dikelola oleh pendidik untukmembelajarkan siswa sesuai dengan tujuan dan desain pembelajaran yang telah dirancang. Halini juga mengacu pada teori belajar - mengajar yang menjadi landasannya, belajar tuntas berbasiskompetensi, penguasaan materi, transformasi budaya, dan lain-lain. Walaupun secara umumsetiap teori pembelajaran ini mempunyai komponen dasar yang harus diperhatikan guru yaitukarakteristik siswa, sarana dan prasarana, tujuan pembelajaran, bahan ajar, lingkungan sekolah,kesiapan pendidik dan alokasi waktu. Dalam teori belajar tuntas siswa sebagai subjek pembelajaran memiliki perbedaankarakteristik. Konsep utama dalam teori belajar tuntas adalah “semua siswa dapat menuntaskanmateri belajarnya asal diberi waktu yang cukup kepadanya‖ (Hernawan, 2008). Artinya setiapsiswa memerlukan waktu yang berbeda untuk menguasai materi pembelajaran. Hal ini jugaditopang oleh konsep psikologi tentang perbedaan individual (individual diffrencies) khususnyatentang kecerdasan intelektual.
  • 8. Brown dan Saks (1980) mengatakan bahwa usaha belajar siswa memiliki dua dimensi,yakni (1) jumlah waktu yang dihabiskan siswa dalam suatu kegiatan belajar, dan (2) intensitasketerlibatan siswa dalam kegiatan belajar (dalam Hernawan, 2008). Bloom (1998) jugamengemukakan bahwa kualitas pembelajaran yang optimal dan waktu belajar yang cukupdiharapkan dapat mencapai ketuntasan belajar (dalam Hernawan, 2008). Berdasarkan teori belajar tuntas yang telah diuraikan di atas maka dapat disimpulkanbahwa kunci keberhasilan siswa dalam menguasai materi pembelajaran adalah adanya kerjakeras pendidik untuk memperhatikan karakteristik setiap siswa, seperti tingkat kecerdasanintelektual, gaya belajar, dan alokasi yang dibutuhkan untuk menguasai materi belajar. Olehkarena itu perlu adanya program pendidikan yang sistematis, terarah, dan program pembelajaranyang dirancang, diawasi dan disesuaikan dengan tujuan dan hasil. Competency base adalah pendekatan pendidikan yang sangat sistematis, dimana setiapkomponen dalam program pembelajaran dirancang dan disesuaikan dengan satu hal dalam tujuandan hasil‖ (John Wiley & Sons, 2001). Karakteristik dasar dari program pendidikan berbasiskompetensi (competency based) ada empat
  • 9. Pertama yaitu pembelajaran didasarkan hanya pada satu hasil pendidikan dan pelatihanyang spesifik, diungkapkan dengan jelas dalam bentuk kompetensi yang telah dimodifikasi daripekerjaan tertentu dan dilatihkan kepada siswa. Kedua, Program Pendidikan BerbasisKompetensi menyediakan kegiatan belajar, materi dan pendidikan yang berkualitas tinggi,dirancang dengan cermat, pengajaran berpusat pada siswa yang dirancang untuk membantu parasiswa untuk menguasai setiap unit pengajaran. Ketiga adalah menyediakan waktu yang cukup bagi siswa untuk sepenuhnya menguasai suatuunit pelajaran, sebelum diizinkan untuk melanjutkan ke unit pelajaran berikutnya. Keempat, adalahmenuntut siswa untuk mempraktikkan penguasaan materi atau kemampuannya untuk setiap unitpelajaran di dalam situasi lingkungan kerja, sebelum mendapatkan nilai atas pencapaian itu danunjuk kerjanya dibandingkan dengan standar tertentu yang telah ditetapkan (U.S Departement ofEducation, 2001).
  • 10. Selain berdasarkan peraturan perundang-undangan, kompetensi lulusan SMK juga dapatdirumuskan berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pengguna lulusan atau dunia kerja(workplace/stakeholder). Usaha dimaksud dengan melalui pengintegrasian SK yang ditentukanoleh industri ke dalam kurikulum sekolah. "Dunia industri menentukan standar kompetensilulusan berupa pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai seseorang agar memilikikompetensi untuk memasuki dunia kerja" (Adams, 1995; Widiarni: 2008). Kecakapan hidup (life skill) merupakan kecakapan untuk menciptakan atau menemukanpemecahan masalah-masalah baru (inovasi) dengan menggunakan fakta, konsep, prinsip, atauprosedur yang telah dipelajari. Penemuan pemecahan masalah baru itu dapat berupa prosesmaupun produk yang bermanfaat untuk mempertahankan, meningkatkan, atau memperbaruihidup dan kehidupan peserta didik. Selain kecakapan yang bersifat teknis (vokasional), kecakapan hidup mencakup jugakecakapan sosial (social skills), misalnya kecakapan mengadakan negosiasi, kecakapan memilihdan mengambil posisi diri, kecakapan mengelola konflik, kecakapan mengadakan hubunganantar pribadi, kecakapan memecahkan masalah, kecakapan mengambil keputusan secarasistematis, kecakapan bekerja dalam sebuah tim, kecakapan berorganisasi, dan lain sebagainya.B. Model Pembelajaran Joyce & Weil (1980) mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptualyang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Dengan demikian, modelpembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalammengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Jadi model pembelajarancenderung preskriptif, yang relatif sulit dibedakan dengan strategi pembelajaran.
  • 11. Selain memperhatikan rasional teoretik, tujuan, dan hasil yang ingin dicapai, modelpembelajaran memiliki lima unsur dasar (Joyce & Weil (1980)), yaitu : 1. Syntax, yaitu langkah-langkah operasional pembelajaran. 2. Social system, adalah suasana dan norma yang berlaku dalam pembelajaran. 3. Principles of reaction, menggambarkan bagaimana seharusnya guru memandang, memperlakukan, dan merespon siswa, 4. Support system, segala sarana, bahan, alat, atau lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran, dan; 5. Instructional dan nurturant effects—hasil belajar yang diperoleh langsung berdasarkan tujuan yang disasar (instructional effects) dan hasil belajar di luar yang disasar (nurturant effects). a. Pengertian model Quantum teaching Quantum teaching adalah badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakandalam perancangan, dan penyajian dan fasilitas dalam pembelajaran. Diciptakan berdasarkanteori-teori pendidikan seperti Acselerated Learining (Lozanov), Multiple Intelligence (Gardner),Neuro-Linguistiq Programming (Grinder dan Bandler), Experiential Learning (Hahn), SocraticInquiry, Cooperatif Learning (Johnson dan Johnson),dan Element of Effective Instruction(Hunter). Quantum Teaching adalah sebuah pendekatan yang segar, mengalir, praktis, danmudah diterapkan. Quantum Teaching mencakup spesifik untuk menciptakan lingkungan belajaryang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar. Apapun mata pelajaran, tingkat kelas, atau pendengar, Quantum Teaching menjamin siswa tertarikdan berminat pada setiap pelajaran. (DePorter Dkk:2010).
  • 12. b. Asas Utama Quantum Teaching Quantum Teaching bersandar pada konsep ―Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita danAntarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka ‖ . inilah Asas Utama di balik segala strategi, dankeyakinan Quantum Teaching. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka Quantum Teaching,setiap interaksi dengan siswa, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksionaldibangun di atas prinsip ―Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita keDunia Mereka.C. Belajar Mengenal Komponen Elektronika Mengenal Komponen Elektronika adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) produktif diSekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada Bidang Studi Keahlian Teknik Komputer danInformatika. Dalam penelitian ini materi yang akan di bahas adalah Jenis, Fungsi dan caramengidentifikasi, dan menentukan nilai komponen elektronika. Komponen yang akan dibahasdalam penelitian ini adalah Resistor dan Kapasitor. Karena materi ini masing-masingmembutuhkan dua kali pertemuan dimana pertemuan ketiga adalah pemberian tes hasil belajar.Adapun cakupan materi yang akan disampaikan adalah Pengertian, Fungsi, Jenis dan caramembaca nilai resistor dan kapasitor.D. Kerangka Berpikir Belajar Mengenal Komponen Elektronika merupakan pemahaman dasar siswa untukmengetahui konsep prinsip kerja komputer. Karena seluruh kompenen yang terdapat padakomputer adalah komponen elektronika dimana komponen tersebut dapat bekerja dengan adanyaenergy listrik. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran tersebutadalah melakukan penelitian yang sifatnya lebih inovatif, inspiratif, menantang dan sesuaidengan kebutuhan siswa agar pembelajaran Elektronika dinikmati siswa dengan penuh semangat
  • 13. dan gairah, agar siswa lebih memeiliki motivasi untuk giat belajar. Model pembelajaran yangsesuai dengan tuntutan lingkungan dan kondisi siswa adalah model pembelajaran QuantumTeaching. Sebelum memulai pembelajaran terdapat beberapa hal yang harus dipersiapkan olehpeneliti untuk membantu untuk membantu pelaksanaan pembelajaran Beberapa hal yang harusdipersiapkan yaitu : 1) Lingkungan Sekeliling : yaitu lingkungan belajar yang penuh dengan keindahanseperti adanya poster tentang pembelajaran, poster afirmasi dengan menggunakan warna yangbervariasi, 2) Alat Bantu : Guru harus mempersiapkan alat bantu dalam pembelajaran seperti bendayang digunakan untuk demontrasi dan media pembelajaran lainnya, 3) Pengaturan bangku : posisi duduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhisuasana pembelajaran, 4 ) tumbuhkan, aroma, hewan dan unsur organic lainnya, 5) musik: musik sangat membantu suasana hati dalam belajar. Quantum Teaching dapatmencakup seluruh kecerdasan jamak (multiple intelligences) siswa yang berbeda-beda, selain itumodalitas siswa juga dapat menjangkau secara keseluruhan yaitu modalitas belajar Visual, Auditorialdan Kinestetik.E. Hipotesis TindakanBerdasarkan uraian di atas, maka hipotesis tindakan penelitian yang akan diajukan adalah“Model Pembelajaran Quantum Teaching Dapat Meningkatkan Hasil Belajar MengenalKomponen Elektronika Siswa Kelas X SMKN TIK 4 Tanjungbalai Tahun Ajaran 2011-2012.”
  • 14. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Lokasi, Waktu dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas X SMKN 4 TIK Tanjungbalai semester I Tahunajaran 2011/2012 yang beralamatkan di JL. M.T Haryono Ujung, Kelurahan Selat TanjungMedan, Kec. Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai. Untuk kelas X SMK N 4 TIKTanjungbalai terdiri dari tiga kelas yaitu X1, X2 dan X3. Kelas yang digunakan dalam penelitianini adalah kelas X1 dengan jumlah siswa 38 orang. Kelas ini digunakan sebagai subjek penelitiansetelah dipilih secara acak. 2. Populasi dan sampel penelitian. a. Populasi penelitianSilitonga (2011) mengemukakan bahwa populasi adalah sekumpulan objek yang akan dijadikansebagai bahan penelitian dengan ciri mempunyai karakteristik tertentu dalam penelitian. Adapunpopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK Negeri 4 Tanjungbalai TahunAjaran 2011/2012 yang terdiri dari 3 kelas yaitu : Kelas X SMK Negeri 4 Tanjungbalai Kelas Jumlah Siswa X-1 38 siswa X-2 38 siswa X-3 38 siswa
  • 15. b. Sampel penelitian Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk mewakili seluruh objekpenelitian yang diteliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Random Sampling.Silitonga (2011) menyatakan bahwa pengambilan unit sampel dapat menggunakan pertolonganundian atau angka random. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah 1 kelas dari 3kelas dengan jumlah 38 orang. 3. Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan kelas yaitu suatu bentukkajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, untuk meningkatkan kemantapan rasional daritindakan-tindakan dalam melaksanakan pembelajaran, memperdalam pemahaman terhadaptindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki praktik-praktik pembelajaran yangdilaksanakan. Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilakukan dalam penelitian ini direncanakandalam dua siklus.Dari kedua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu sebagai berikut: a. Tahap perencanaan b. Tahap implementasi tindakan c. Tahap pengamatan / observasi d. Tahap refleksi
  • 16. 4. Rancangan penelitiana. Perencanaan1. Guru menyusun dan menyiapkan rencana pembelajaran tentang Teori Dasar Kelistrikan dan Perbedaan Tegangan, Hambatan dan Arus Listrik.2. Menentukan alat peraga sebagai media dalam melaksanakan pembelajaran Quantum Teaching.3. Mempersiapkan alat peraga dan bahan serta perlengkapan pembelajaran seperti music, dan slide show.4. Melakukan kolaborasi dengan guru kelas.5. Merancang tes siklus I dan kunci jawabannya.6. Merancang lembar pengamatan : a) Lembar pengamatan aktvitas siswa b) Lembar pengamatan aktivitas guru c) Angketb. Pelaksanaan1. Guru mengadakan presensi terhadap siswa2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran3. Guru mengadakan Tanya jawab yang mengarah pada materi pembelajaran4. Guru menyampaikan garis besar materi pokok teori dasar kelistrikan yang akan dibahas dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • 17. a. Tumbuhkan, Menumbuhkan minat siswa terhadap materi pelajaran dengan menjelaskan apa manfaat materi pelajaran tersebut bagi mereka dan mengapa materi tersebut harus dipelajari serta seperti apa materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.b. Alami, dengan kerja kelompok atau individual siswa dimbimbing untuk mengalami sendiri bagaimana terjadinya energi lsitrik serta bagaimana membedakan tegangan, hambatan dan arus listrik dengan menganalogikan air mengalir pada sebuah pipa dimana kran adalah hambatan dan jumlah air mengalir adalah besarnya arus listrik.c. Namai, pada tahap ini siswa merangkum pemahamannya tentang analogi yang diberikan oleh guru tentang air dalam pipa. Sehingga siswa memperoleh konsep dan prinsip terjadinya energi listrik serta dapat membedakan tegangan, hambatan dan arus listrik.d. Demontrasikan, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan pemahaman yang telah ia rangkum kepada siswa lainnya di depan kelas.e. Ulangi, pada tahap ini guru mengulangi penjelasan siswa untuk menguatkan pemahaman siswa dan mengarahkan konsep atau penjelasan yang masih perlu perbaikan.f. Rayakan, setalah siswa berhasil dalam menyimpulkan serta menjawab berbagai pernyataan yang diberikan oleh guru maupun siswa, maka sebelum menutup pemblajaran perlu dirayakan dengan memberikan pujian dan penghargaan baik berupa verbal maupun non verbal.
  • 18. 5. Guru memberikan angket kepada siswa untuk di isi sebagai bahan refleksi. 6. Secara individu siswa diberi tugas rumah. 7. Guru memberikan tes siklus I pada pertemuan berikutnya. c. PengamatanDalam penelitian tindakan kelas, pengamatan dilaksanakan dengan beberapa aspek yang diamatisebagai berikut : 1. Pengamatan terhadap siswa a. Kehadiran siswa b. Perhatian terhadap cara guru menjelaskan pelajaran serta kektifan dalam pembelajaran. c. Banyaknya siswa yang bertanya dan menanggapi d. Kerja sama siswa dalam kelompok 2. Pengamatan terhadap guru a. Penampilan guru di depan kelas b. Gaya dalam menyampaikan materi pelajaran c. Cara pengelolaan kelas d. Cara menggunakan media pembelajaran e. Suara guru dalam berbicara di depan kelas/ kepada siswa selama proses pembelajaran. f. Cara guru membimbing kelompok belajar siswa g. Pemanfaatan waktu yang efektif.
  • 19. 3. Sarana dan prasarana a. Situasi kelas yang menyenangkan b. Penataan tempat duduk siswa c. Buku pelajaran yang menunjang d. Alat peraga yang diperlukan. e. RefleksiRefleksi adalah menganalisis hasil kerja siswa dan aktifitas guru. Analisis dilakukan untukmengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus I, kemudianmendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi untuk perbaikan pada pelaksanaan siklus II. 5. Instrumen penelitianInstrumen yang digunakan dalam penelitan ini adalah Angket, observasi, dan tes. AngketAngket atau kuesioner adalah ―sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolehinformasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui‖(Arikunto, 2008). Observasi Arikunto (2008) menyatakan ―…observasi atau yang disebut pengamatan, meliputi kegiatanpemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera‖ . Observasidimaksudkan untuk mengetahui adanya kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakanyang dilakukan peneliti. Observasi dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung.
  • 20. Lembar observasi yang akan diisi oleh observer adalah lembar observasi aktivitas guru,lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi sarana dan prasarana. Lembar observasi gurudiisi ketika melaksakan pembelajaran menggunakan model Quantum Teaching. Lembar observasiyang kedua adalah lembar observasi aktivitas siswa bertujuan untuk mengamati keaktifan siswadalam mengikuti pembelajaran menggunakan model Quantum Teaching. TesArikunto (2002:127) menyatakan tes merupakan ―serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lainyang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakatyang dimiliki individu atau kelompok‖ . Tes yang akan dilakukan dalam penelitian ini berupa pre test(tes awal) dan post test (tes akhir). Pre test dilakukan untuk mengetahui pengetahuan awal mengenaibahasan yang akan diajarkan, sedangkan post test dilakukan dengan tujuan untuk melihat hasilbelajar siswa setelah pemberian tindakan pembelajaran, setelah soal selesai dikerjakan, semua lembarjawaban dikumpulkan dan dikoreksi, dan selanjutnya dianalisis oleh peneliti. 6. Teknik analisis dataData yang diperoleh dari hasil angket, observasi dan tes yang diberikan dianalisis denganmelakukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menganalisis Lembar observasi a. Lembar observasi aktivitas guruData aktivitas guru dianalisis secara deskriptif ditunjang dengan data respon siswa yangdiberikan pada setiap akhir siklus.
  • 21. b. Lembar Observasi aktivitas siswaDari hasil observasi aktivitas siswa yang diperoleh, dilakukan penganalisasian untuk menghitungpersentase tingkat keaktifan siswa dengan menggunakan rumus : B %TA x100% NDimana :%TA = presentase tingkat keaktifan siswaB = skor lembar observasi keaktifan siswaN = skor totalDengan criteria tingkat keaktifan sebagai berikut :90% ≤ TA ≤ 100% = Sangat Tinggi (ST)80% ≤ TA ≤ 89% = Tinggi (T)65% ≤ TA ≤ 79% = Cukup (C)55% ≤ TA ≤ 64 = Rendah (R)0 % ≤ TA ≤ 54 = Sangat Rendah (SR)
  • 22. DAFTAR PUSTAKAArikunto. S. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.Deporter, Bobbi dkk. 2010. Quantum Teaching. Bandung: KaifaEka. 2010. Definis Model Pembelajaran. http://ekagurunesama.blogspot.com. Diakses tanggal 5oktober 2011.Finch, Crunkilton. 1999. Curriculum Development in Vocational and Technichal Education.London: Virginia Fulytechnic Institute and State University.Fitri.2010. Laporan Program Pendampingan SMK N 4 Tanjungbalai. UPPL Universitas NegeriMedan.