Your SlideShare is downloading. ×
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Laporan Ppl Fkip Unram 2007
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Laporan Ppl Fkip Unram 2007

33,230

Published on

Published in: Education, Technology
6 Comments
20 Likes
Statistics
Notes
  • kok ngaa jado copy bro
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • makasih atas tulisannya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • boss ane copy ye thank banget
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • sipp, klo bsa sajikan versi terbarunya!
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • this is really helpful!
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
33,230
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1,248
Comments
6
Likes
20
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. HALAMAN PENGESAHAN Laporan ini telah diperiksa dan disahkan pada tanggal Desember 2007 Mengetahui, Gunungsari, Desember 2007 Dosen Pembimbing, Koordinator PPL, Drs. M. Yamin, M.si I Made Narta Widianta, S.pd NIP : 131 930 196 NIP : 132 119 667 Kepala Sekolah, Drs. H. Ahmad Taufiq Gufran, MM. NIP : 132 103 862 1
  • 2. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan nikmat Iman dan Islam kepada kita semua, dan tidak lupa salam serta shalawat semoga tercurah kepada Rasullah SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Alhamdulillah, laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan Praktek Lapangan (PPL) ini berisi tentang kegiatan Mahasiswa praktikan PPL selama berada dilokasi PPL yaitu SMA Negeri 1 Gunungsari Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Dimulai dari bulan September sampai pada bulan Desember 2007. Adapun Kegiatan tersebut meliputi : Observasi Keadaan Kelas, Observasi Setting Kelas, dan Kegiatan Praktek Pengamalan Lapangan (PPL). Kami ucapkan terimakasih kepada sumua pihak yang telah mendukung terlaksananya PPL dan KKN Terpadu ini antara lainnya : 1. Bapak Rektor Universitas Mataram 2. Bapak Dekan FKIP Universitas Mataram 3. Bapak Ketua UPPL 4. Bapak Drs. H. Ahmad Taufiq Gufran, MM selaku Kepala SMA Negeri 1 Gunungsari 5. Bapak Drs.M.Yamin, Msi selaku Dosen Pembimbing PPL 2
  • 3. 6. Bapak Isep Taufik Rachman, S.Pd. selaku Guru Pamong Mata Pelajaran Fisika 7. Bapak I Ketut Eka Susantha, S.Pd. selaku Guru Pamong Mata Pelajaran Biologi 8. Bapak Drs. Muhaimin selaku Guru Pamong Mata Pelajaran Bahasa Inggris 9. Bapak Drs. Rahmat Mulyadi selaku Guru Mata Pelajaran PKN 10. Ibu Rina Kus Andriyani, S.Pd. selaku Guru Pamong Mata Pelajaran Bahasa Inggris 11. Bapak, ibu guru dan seluruh staf SMA Negeri 1 Gunungsari 12. Seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Gunungsari Kami menyadari penulisan laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini di kemudian hari. Wassalamu’alaikum wr.wb. Gunungsari, Desember 2007 Hormat kami, Mahasiswa PPL Unram 3
  • 4. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................ HALAMAN PENGESAHAN .................................................................. i KATA PENGANTAR .............................................................................. ii DAFTAR ISI ............................................................................................. iv BAB I PENDAHULUAN .........................................................................1 A. Latar Belakang .......................................................................1 B. Pengertian Praktek Pengalaman Lapangan ........................ 3 C. Tujuan Praktek Pengalaman Lapangan .............................. 3 D. Manfaat Praktek Pengalaman Lapangan ............................ 4 BAB II HASIL OBSERVASI KELAS ................................................... 5 A. Visi dan Misi Sekolah ............................................................ 6 B. Analisis Satuan Dan Kondisi Sekolah Secara Umum ......... 7 C. Potensi Keadaan Lingkungan Sekolah ................................ 11 D. Komponen-komponen Sekolah dan Programnya ............... 12 E. Struktur Organisasi ............................................................... 16 F. Interaksi Sosial Sekolah ........................................................ 17 G. Tata tertib Sekolah ................................................................ 17 BAB III OBSERVASI SETTING KELAS DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR .......................................................... 18 III. 1 Hasil Observasi Setting Kelas ...................................................... 18 A. Kurikulum .................................................................................... 18 B. Program Pengajaran ................................................................... 18 C. Keadaan Fisik Kelas, Ruangan Kelas, dan pengaturan ........... 19 4
  • 5. D. Kegiatan Belajar Mengajar ....................................................... 20 III. 2 Realisasi Kegiatan Belajar Mengajar ........................................... 21 A. Mengajar Terbimbing ................................................................. 22 B. Mengajar Mandiri ....................................................................... 23 C. Ujian Praktek Pengalaman Lapangan ....................................... 24 III. 3 Faktor Pendukung ......................................................................... 24 III. 4 Faktor Penghambat ........................................................................ 25 III. 5 Cara Mengatasi Hambatan ........................................................... 27 BAB IV PENUTUP ..................................................................................29 A. Kesimpulan .............................................................................29 B. Saran .......................................................................................30 LAMPIRAN-LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN 5
  • 6. A. Latar Belakang Pendidikan sebagai satu konsepsi telah dirumuskan secara jelas dalam pembukaan UUD 1945. Salah satu dari empat tujuan negara dalam Pembukaan UUD 1945 yang telah dirumuskan oleh para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni ‘Mencerdaskan kehidupan Bangsa”. Rumusan tujuan negara tersebut merupakan rumusan tujuan dalam bidang pendidikan. Ini berarti bahwa pendidikan telah menjadi salah satu primadona sejak awal negara ini diproklamasikan oleh para pendiri negara kita (the founding fathers). Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (Pasal 1 butir 3 UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang sistem Pendidikan Nasional) yaitu Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya 6
  • 7. manusia yang sangat berperan dan peranannya tersebut harus dibina dan dikembangkan terus menurus. Guna meningkatkan tujuan pendidikan nasional berbagai upaya pendidikan dalam pembelajaran terus di upayakan. Pada kegitan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), diketahui bahwa di SMA Negeri 1 Gunungsari telah menerapkan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yaitu kurikulum operasioanal yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan.. Kurikulum Tingkat satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi atau karakter daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan disusun oleh satuan pendidikan dan komite sekolah adalah untuk memungkinkan adanya penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan salah satu fakultas yang terdapat di Universitas Mataram adalah suatu lembaga yang bertujuan manghasilkan lulusan-lulusan dan tenaga pendidik yang mampu melaksanakan tugas-tugas kepandidikan dan keguruan yang professional. Para mahasiswa calon pendidik dibelaki dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai pendidik dengan baik dan berhasil mewujudkan tujuan pendidikan. Bekal ilmu pengetahuan yang diberikan belumlah cukup memadai menjadi seorang guru yang professional dan berkualitas. Salah satu cara upaya untuk menjadi guru yang baik adalah membekali diri dengan keterampilan melalui praktek mengajar. Segala teori yang diperoleh melalui kegiatan perkuliahan akan diaplikasikan dalam Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). 7
  • 8. Oleh karena pentingnya kegiatan ini, maka Praktek Pengalaman Lapangan wajub bagi para mahasiswa calon guru agar memiliki bekal pengalaman dan keterampilan yang memadai untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta melaksanakan administrasi pendidikan sebagai syarat pendidik yang professional. B. Pengertian Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu matakuliah proses belajar mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang secara khusus untuk menyiapkan calon guru agar memiliki dan menguasai profesi keguruan yang terpadu secara utuh sehingga setelah mahasiswa menajdi guru, mereka dapat mengemban tugas dan tanggungjawab secara professional. C. Tujuan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) diarahkan untuk mendidik, membimbing, dan melatih mahasiswa agar : 1. Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi serta lingkungan sekolah. 2. Memiliki dan mengusai keterampilan dasar mengajar 3. Mampu melaksanakan keterampilan mengajar pada mata pelajaran yang diajarkan 4. Mampu menarik pelajaran dari pengahyatan dan pengamalannya selama latihan untuk dijadikan bahan refleksi terhadap pembentukan sikap professional sebagai guru 8
  • 9. 5. Memiliki suatu standar kompetensi professional guru D. Manfaat Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Adapun manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan PPL ini adalah : 1. Bagi mahasiswa kegiatan PPL ini dapat membantu meningkatkan keterampilan mengajar, mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dalam perkuliahan serta dapat mengetahui realita yang ada disekolah. 2. Bagi sekolah kegiatan PPL ini memberikan informasi-informasi baru yang dapat dipadukan dengan kemampuan sekolah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. 3. Bagi kampus kegiatan PPL ini dapat menciptakan mahasiswa calon guru yang professional dan berkompeten pada bidangnya. BAB II HASIL OBSERVASI KEADAAN SEKOLAH 9
  • 10. Praktek Pengalaman Lapangan ini dilaksanakan selaam satu semester yaitu terhitung dari bulan September hingga Desember 2007. Kegiatan yang paling penting dan pertama kali dilakukan adalah observasi sekolah. Kegiatan observasi tersebut bertujuan untuk : a. Mengenal keadaan fisik sekolah dan pengaruhnya terhadap kegiatan pembelajaran b. Mengetahui kurikulum yang berlaku disekolah tersebut c. Mengetahui pelaksanaan tugas-tugas guru d. Dapat menyusun program kerja yang sesuai dengan keadan sekolah e. Memberikan tanggapan dan saran bagi sekolah mengenai hal-hal yang diobservasi Sasaran pokok kegiatan observasi ini, metode pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara yaitu : 1. Wawancara Metode ini digunakan untuk mendapatkan data atau informasi dari responden secara langsung. 2. Observasi Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung terhadap kondisi dan situasi di Sma Negeri 1 Gunungsari. 3. Dokumentasi Metode pengumpulan data ini bersumber dari benda-benda tertulis seperti buku, dokumentasi, pengaturan-pengaturan, catatan harian dan sebagainya. A. Visi dan Misi Sekolah 10
  • 11. IDENTITAS SEKOLAH : a. Nama sekolah : SMA Negeri 1 Gunungsari b. Alamat sekolah : Nama jalan : Pariwisata 78 Desa : Gunungsari Kecamatan : Gunungsari Kabupaten : Lombok Barat Provinsi : Nusa Tenggara Barat Kode pos : 83351 Telpon : (0370) 623073 1. Visi Sekolah “EDUKATIF, RELIGIUS, DAN BERBUDAYA” 2. Misi Sekolah a. Sekolah sebagai pusat pembelajaran yang edukatif, religius, dan berbudaya, berkepribadian, mengutamakan nilai-nilai moral, budi pekerti dan siap menghadapi tantangan masa depan. b. Melaksanakan belajar mengajar dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal yang dimilikinya. c. Menumbuhkan pembelajaran dan pengahayatan pendidikan keagamaan dan budaya bangsa sehingga setiap siswa mampu mengimplementasi dirinya dalam kehiduapn dunia akhirat serta menajdi sumber kearifan dalam bertindak. 11
  • 12. d. Menerapkan manajemen partisipatif untuk menjadikan olahraga, karya ilmiah remaja, dan kesenian menjadi bagian utama dari kegiatan ekstrakulikuler yang mampu menunjang bagian dari hidup masa depan. B. Analisis Situasi dan Kondisi Sekolah Secara Umum 1. Sejarah Berdirinya SMA Negeri 1 Gunungsari SMA Negeri 1 Gunungsari adalah lembaga pendidikan umum yang berdirinya pada tanggal 1 Juni 1994. Gagasan pembangunan sekolah ini pertama- tama dikemukakan oleh Bapak M. Suardi, B.A selaku camat yang pertama di Gunungsari Daerah Tingkat II Lombok Barat. Daerah Kecamatan Gunungsari terdiri dari desa-desa yang rata-rata memiliki penduduk yang cukup padat dan jarak kekota madya sekitar 7 km. Mengingat jaraknya begitu jauh, sedangkan sekolah lanjutan Tingkat pertama dari tahun ke tahun meningkat seperti adanya SMP Negeri 1 Gunungsari, MTs. NW Ad-dinul Qayyim, MTs. Raudatul Sibyan Belencong dan lain-lain serta begitu banyaknya tamatan SMP dari Gunungasri maupun sekitarnya yang kalau dilanjutkan ke kodya Mataram jaraknya cukup jauh dan tidak semua orang tua mampu membiayai anaknya sekolah di kodya Mataram, maka muncullah gagasan dari Bapak Suardi, BA beserta rekan- rekannya lainnya untuk mendirikan SMA di Gunungsari. Sejak berdirinya SMA Negeri 1 Gunungsari mengalami 9 kali pergantian kepala sekolah yaitu : 1. Pada tahun 1994-1995 dipimpin oleh Ibu Surayani (PLT) 2. Pada tahun 1995-1996 dipimpin oleh Bapak H.R. Sri Bintoro Hadiwidjojo, S.Si. (PLT) 12
  • 13. 3. Pada tahun 1996-1999 dipimpin oleh Bapak H.Kutjip Anwar,S.Pd 4. Pada tahun 1999-2001 dipimpin oleh Bapak Drs Suyono W.Pranata,SS 5. Pada tahun 2001-2003 dipimpin oleh Bapak Drs. Suhrawadi 6. Pada tahun 2003-2004 dipimpin oleh Bapak H. Muhadis, S.Pd. (PLT) 7. Pada tahun 2004-2005 dipimpin oleh Ibu Dra Hj.Rediwati 8. Pada tahun 2005-2006 dipimpin oleh Bapak H. Lalu Abdul Fatah, BA (PLT) 9. Pada tahun 2006 sampai sekarang dipimpin oleh Bapak Drs.H.Ahmad Taufiq Gufran, MM. Letak geografis SMA Negeri 1 Gunungsari terletak dipinggir jalan Pariwisata No.78 yang merupakan jalan penghubung kota mataram dengan kawasan wisata senggigi dengan batas-batas sebagai berikut : - Sebelah timur berbatasan dengan sawah - Sebelah barat berbatasan dengan jalan sekunder ke desa Medas - Sebelah utara berbatasan dengan sawah - Sebelah selatan berbatasan dengan jalan raya Pariwisata dan perumahan penduduk Berdasarkan lokasi sekolah yang terletak di pinggir jalan raya dan disekitar areal persawahan atau jauh dari pusat keramaian, memberikan kondisi yang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar serta mudah dijangkau. 13
  • 14. 2. Keadaan Fisik Sekolah dan Sarana Sekolah a. Luas wilayah SMA Negeri 1 Gunungsari secara keseluruhan adalah 30.000 m2 b. Kondisi lingkungan sekolah sangat asri, bersih, rapi, indah teratur dan terawat Bangunan yang ada di SMA Negeri 1 Gunungsari antara lain : a. Ruang Perpustakaan Untuk menunjang proses belajar mengajar SMA Negeri 1 Gunungsari menyediakan sebuah perpustakaan yang berukuran 140 m2 yang berisi berbagai koleksi buku antara lain : - Buku pelajaran berjumlah 12.198 buku - Buku penunjang berjumlah 141 buku - Buku bacaan berjumlah 467 buku Sehingga total koleksi buku berjumlah 12.806 buku dengan rata-rata jumlah pengunjung per bulannya adalah 6.635 siswa dan rata-rata jumlah buku yang dipinjam 1.580/bulan. b. Ruang laboratorium MIPA Ruang laboratorium MIPA berdampingan dengan ruang kelas IPA2 dan perpustakaan. Laboratorium MIPA belum dilengkapi dengan komputer ataupun OHP, karena laboratorium MIPA hanya satu maka kegiatan praktikum biologi, fisika, dan kimia dilaksanakan semuanya dilaboratorium MIPA. 14
  • 15. c. Ruang laboratorium Bahasa Ruang laboratorium bahasa berdampingan dengan lab komputer dan ruang BK (Bimbingan Konseling), laboratorium bahasa dilengakapi dengan berbagai alat untuk menunjang pembelajaran bahasa. d. Ruang laboratorium Komputer e. Ruang Guru Terletak disamping runga BK dan Ruang pemerimaan tamu. Di ruang guru terdapat 48 meja dan kursi untuk measing-masing guru serta dilengakapi dengan televisi dan komputer. f. Ruang BK Dilengkapi dengan sofa untuk menerima tamu dan ruangan khusus yang disekat dengan lemari yang berfungsi sebagai tempat konsultasi dan penanganan siswa. g. Ruang kepala sekolah h. Ruang Tata Usaha Terletak disamping ruag kepala sekolah dan gerbang masuk siswa. Dilengakapi dengan ruang komputer serta meja dan kursi pegawai TU. Dirung TU juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan perlengkapan sekolah, misalnya mikrofor, alat tulis, kertas dan sebagainya. i. Mushola Berada dipojok barat sekolah. Mushola selain sebagai temapat ibadah juga berfungsi sebagai pusat kegiatan IMTAQ, training dan tempat belajar. Mushola juga dilengkapi dengan meja dan papan tulis (Whiteboard). j. Ruang UKS 15
  • 16. Selain sebagai unit kegiatan sekolah juga digunakan sebagai sekertariat OSIS. k. Koperasi siswa Terletak dibelakang ruang kelas bahasa berdampingan dengan kantin sekolah. l. Kantin m. Dapur o. Kamar mandi (WC) Kamar mandi terdiri dari kamar mandi (WC) guru dan pegawai terletak disamping ruang TU dan bersebelahan dengan pintu masuk siswa sebelah timur. Untuk kamar mandi Siswa berada di belakang ruang kelas siswa sejajar dengan kantin sekolah dengan jarak beberapa meter. p. Lapangan Basket Lapangan basket berada halaman sekolah yang digunakan juga sekaligus sebagai lapangan upacara bendera. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana di SMA Negeri 1 Gunungsari dapat mendukung efektivitas pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dari fasilitas-fasilitas yang ada menandakan bahwa SMA Negeri 1 Gunungsari sudah cukup memadai dan perlu penambahan fasilitas yang efektif untuk proses pembelajaran seperli aula. C. Potensi keadaan lingkungan Potensi lingkungan sekolah yang diharapkan mendukung progaram sekolah antara lain : 16
  • 17. 1. Lokasi sekolah yang terletak dipinggir jalan raya tetapi jauh dari pusat keramaian. 2. Areal sekolah yang cukup luas memberikan kesempatan untuk program pengembangan fisik sekolah dalam rangka program sekolah. 3. Potensi sarana Prasarana dan Personalia baik guru maupun tata usaha baik tenaga tetap maupun tidak tetap memiliki sinergisitas dan dedikasi yang tinggi dalam bekerja 4. Tingginya animo masyarakat terhdap pendidikan memujudkan tingkat partisifatif yang cukup tinggi D. Komponen Sekolah dan Programnya Komponen sekolah mempunyai peranan yang sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masing-masing komponen sekolah mempunyai program untuk mendukung kegiatan sekolah. Adapun komponen-komponen sekolah dan programnya sebagai berikut : 1). Kurikulum Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. ( UU Nomor 20 tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 butir 19). Kurikulum yang dipakai di SMA Negeri 1 Gunungsari adalah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yaitu kurikulum operasioanal yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan.. Kurikulum Tingkat satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi atau karakter daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta 17
  • 18. didik. Tim penyusun KTSP antara lain guru, konselor, kepala sekolah (ketua merangkap anggota), komite sekolah, nara sumber, dan dinas pendidikan provinsi. Karena ketertiban guru dalam penyusunan KTSP akan membangun komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan KTSP. Dokumen KTSP dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah setelah mendapatkan pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Oleh karena penggunan kurikulum KTSP masih sangat baru dicanangkan maka sekolah masih menggunakan atau melanjutkan kurikulum yang telah berjalan sebelumnya, yaitu kurikulum KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, dan kopetensi merupakan kemampuan seseorang mengelola pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dlam kebiasaan berfikir dan bertindak. 2). Kesiswaan Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu ( UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 butir 4). Setiap peserta didik mempunyai hak yaitu : 1. Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama. 2. Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya. 18
  • 19. 3. Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi, yang orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikannya. 4. Mendapat biaya pendidikan bagi mereka yang orang tuany tidak mampu membiayai pendidikannya. 5. Pindah ke program pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain yang setara. 6. Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kesempatan belajar masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu yang ditetapkan. Setiap peserta didik berkewajiban antara lain : 1. Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin keberlangsungan proses dan keberhasilan pendidikan. 2. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut. Perencanaan dan Penerimaan Siswa Beru yang meliputi : 1. MOS (Masa Orientasi Siswa) 2. Peningkatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) 3. Kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) 4. Pembinaan kesegaran jasmani 5. Ketenangan 6. Perlengkapan 7. Keuangan 8. Masyarakat 19
  • 20. 9. Tatalaksana sekolah a. Ketatalaksanaan Administrasi sekolah Adapun yang berkaitan dengan Administrasi sekolah adalah : - Administrasi kurikulum • Menyusun program tahunan dan semster termasuk tugas guru • Menyusun jadwal pelajaran • Evaluasi program pengajaran - Administrasi kesiswaan • Penerimaan mahasiswa baru • Bimbingan kepada siswa baru • Pengelolaan data tentang siswa • Mengatur kegiatan OSIS - Administrasi kepegawaian • Pengadaan pegawai • Kesejahteraan pegawai • Pembinaan dalam rangka peningakatan professional guru - Administrasi ketatausahaan • Kegiatan administrasi surat menyurat • Administrasi keuangan yang meliputi buku-buku penerimaan murid, SPP, BP3, daftar penerimaan gaji guru - Administrasi perlengkapan • Administrasi material yang meliputi alat-alat perlengkapan dan alat-alat pelajaran 20
  • 21. • Administrasi laboratorium, meliputi alat-alat pemeliharaan dan bahan praktikum b. Kurikulum Jadwal pelajaran, Pembagian SK (Standar Kompetensi) tugas dalam proses belajar mengajar, penyusunan perangkat administrasi kelas, daftar hadir kelas, jurnal kelas, daftar kelas, pengadaaan perangkat penilaian, BP/BK. Jumlah siswa di SMA Negeri 1 Gunungsari adalah : Kelas X : Laki-laki = 105 orang dan perempuan = 92, totalnya 199 orang Kelas XI : Laki-laki = 74 orang dan perempuan = 79, totalnya 153 orang Kelas XII : laki-laki = 119 orang dan perempuan = 108 orang, total 227 orang E. Struktur Organisasi Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Gunungsari terdiri dari : 1. Kepala sekolah 2. Komite sekolah 3. Kepala Tata Usaha a. Urusan Umum / Persuratan b. Urusan Kesiswaan c. Urusan Kepegawaian d. Urusan Perlengkapan e. Urusan kurikulum f. Bendahara g. Urusan perpustakaan h. Tata Usaha (TU) 21
  • 22. 4. Wakil kepala sekolah a. Wakasek Sarana / Prasarana b. Wakasek Kurikulum c. Wakasek Kesiswaan d. Wakasek Humas 5. Koordinator Wali kelas 6. Wali kelas 7. Kelompok Pengajar 8. Siswa F. Interaksi Sosial Sekolah Suasana pergaulan atau interaksi dari semua personil di sekolah adalah : - Hubungan Guru – Guru Hubungan antara guru dengan guru berlangsung dengan baik dan pebuh kekeluargaan. - Hubungan guru – siswa Siswa SMA Negeri 1 Gunungsari sangat menghormati dan berlaku sopan dengan semua guru. Begitu pula kepada siswa, selain berperan sebagai pembimbing, guru juga menjadi sahabat bagi siswa. Hal ini terasa ketika siswa bertemu dengan guru langsung mengucapkan salam dan mencium tangan. - Hubungan siswa-siswa Hubungan sosial antara siswa di SMA Negeri 1 Gunungsari sangat akrab dan pebuh dengan rasa kekeluargaan serta berlangsungnya kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah. - Hubungan Guru-Pegawai TU 22
  • 23. Sama seperti suasana guru-guru berlangsung sangat akrab dan pebuh dengan rasa kekeluargaan serta berlangsungnya kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah. - Hubungan sosial secara keseluruhan Secara keseluruhan dari personil sekolah memperlihatkan hubungan yang harmonis dan kerjasama yang baik serta adanya sistem controlling dari semua komponen. G. Tata tertib sekolah (Terlampir) 23
  • 24. BAB III OBSERVASI SETTING KELAS DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR III. 1 Hasil Observasi Setting Kelas A. Kurikulum Bidang Studi Guru pada waktu melaksanakan proses belajar mengajar berlandaskan kurikulum dan digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan. Kurikulum merupakan salah satu program belajar bagi siswa yang disusun secara sistematis yang diberikan oleh lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum yang diterapkan di SMA Negeri 1 Gunungsari merupakan kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dan masih ada yang menggunakan KBK karena belum ada penyesuaian antara kurikulum yang telah dilaksanakan dengan kurikulum KTSP yang baru ini. B. Program Pengajaran Agar guru dapat menerapkan keterampilan mengajar secara utuh dan professional, maka terlebih dahulu seorang guru harus menyusun program pengajaran yang harus dimiliki oleh seorang guru seperti yang diterapkan di SMA Negeri 1 Gunungsari, yaitu Rician Minggu Efektif dan dan Minggu Tidak Efektif dalam satu tahun ajaran, Program Tahunan, Program Semester, Silabus dan Sistem Penilaian, serta RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Program ini disusun berdasarkan kurikulum mandiri yang disusun oleh pihak sekolah dan 24
  • 25. berpedoman pada kalender pendidikan yang telah ditetapkan sebagai acuan pada waktu melaksanakan proses belajar mengajar. a) Program Tahunan Program Tahunan merupakan suatu program yang dibuat oleh seorang guru yang berisi rencana pengajaran selama satu periode yang disusun tiap tahunnya dengan berdasarkan pada scope dan sequence mata pelajaran. b) Program Semester Program Semester yaitu program pengajaran dalam satu semester yang disusun bedasarkan pada progran tahunan. Untuk satu satu terdapat dua program semester yang disusun (contoh terlampir). c). Program Harian Pada program harian ini berisi tentang materi-materi yang akan diajarkan pada saat hari akan mengajar dan dibuat dalam bentuk satuan pelajaran yang disusun dengan rencana pengajaran. Dalam rencana pengajaran ini terdapat materi dan langkah-langkah dalam mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar dan terperinci (RPP) (contoh terlampir). C. Keadaan Fisik Kelas, Ruang Kelas dan Cara Pengaturan a) Keadaan Fisik Kelas 25
  • 26. Ruang kelas SMA Negeri 1 Gunungsari berjumlah 12 kelas . Setiap kelas dilengkapi dengan 2 papan tulis (Whiteboard) dan beberapa kelas memiliki lemari kelas. Masing-masing kelas berkapasitas 40 siswa. b) Pengaturan kelas Pengaturan kelas merupakan salah satu cara untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, bertujuan untuk mempertahankan kondisi yang kondusif demi kelancaran proses belajar mengajar. Pengaturan kelas meliputi ; - SMA Negeri 1 Gunungsari menerapkan System Moving Class dimana siswa akan berpindah ruang kelas setiap pergantian jam pelajaran. Hal ini dikarenakan oleh jumlah ruang kelas yang terbatas. - Penyusunan organisasi kelas yang terdiri dari 2 kelas, ketua kelas, sekertaris, dan bendahara yang masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawab terhdap semua kegiatan dan proses belajar mengajar tersebut. - Keberhasilan kelas dan lingkungan proses belajar mengajar akan berjalan lancar apabila ruang kelas dalam keadaan bersih sehingga tidak terganggu proses belajar mengajar. D. Kegiatan belajar Mengajar 1. Belajar Mengajar dan tugas Administrasi secara terbimbing Tujuan belajar mengajar dan tugas administrasi secara terbimbing adalah agar guru PPL dapat menerapkan kemampuan mengajar secara utuh dan 26
  • 27. integral yang dapat dilaksanakan secara sungguh-sungguh di kelas dan dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing yang meliputi : a) Kemampuan menetapkan bahasa dan tujuan pembelajaran b) Kemampuan mengorganisasikan materi, media, dan sumber belajar. c) Merancang strategi pembelajaran. d) Merancang prosedur dan alat evaluasi. Memilih prosedur dan metode pendekatan pengajaran dimaksudkan agar calon guru yang akan tampil di depan kelas dapat menyampaikan materi secara terprogram dan sesuai dengan langkah-langkah yang ditentukan. Adapun keterampilan dasar / pokok guru didalam kelas meliputi : a) Membuka dan menutup pelajaran b) Memberi penguatan c) Variasi dalam belajar d) Kemampuan bertanya e) Kemampuan memimpin diskusi kecil f) Penguasaan kelas g) Evaluasi 2. Ujian praktek Ujian Praktek mengajar merupakan kegiatan akhir dari PPL. Pada kegiatan ini mahasiswa diuji oleh guru pamong dan atau oleh dosen pembimbing yang penilaiannya meliputi cara membuka pelajaran dan sampai menutup pelajaran. 27
  • 28. III. 2 Realisasi Kegiatan Belajar Mengajar Dalam merealisasi proses belajar mengajar, seorang guru harus memperhatikan beberapa komponen dalam rencana proses belajar mengajar antara lain sebagai berikut : A. Mengajar Terbimbing Tahap pelatihan ÿÿngajÿÿ (mengjar terbimbiÿÿÿÿmeÿÿpaarn kegiatan inti dariMoPLng Claatan ini meliputi : 1. Penyusunan Program tahunan dan program semester. Program tahunan disusun berdasarkan kurikulum sekolah dengan berpedoman kepada kalender pendidikan yang telah ditetapkan sebagai acuan waktu proses belajar mengajar 2. Penyusunan persiapan mengajar Sebelum mengajar di depan kelas, mahasiswa PPL khususnya harus mempersiapkan berbagai hal, diantaranya persiapan tertulis meliputi : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Analisis materi pelajaran merupakan bahan yang diakan disampaikan kepada siswa dan mencakup pengembangan materi, media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan dijelaskan dan diajarkan. Dalam pengembangan materi mencakup analisis kedalam materi dan penentuan konsep-konsep essensial yang akan diajarkan. Selama tahap mengajar terbimbing, menyususn RPP dibawah pengawasan dan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing. Hal- hal yang memerlukan bimbingan antara lain : 28
  • 29. a. Penetapan bahan dan tujuan pembelajaran serta materi yang akan diajarkan. b. Pengorganisasian materi, media, dan sumber pengajaran. c. Rancangan prosedur pengajaran dan alat evaluasi. Disamping persiapan tertulis, masih ada persiapan lain yang dituntut bagi mahasiswa PPL diantaranya persiapan fisik dan mental. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana yang akan dilaksanakan pada saat mengajar didepan kelas, mulai dari membuka pelajaran, proses berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sampai menutup pelajaran. Selain itu mahasiswa PPL harus mempersiapkan kestabilan emosional dan mental, sehingga dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul saat maengajar. B. Mengajar Mandiri Tahap pertama mengajar di depan kelas bagi mahasiswa PPL di SMA Negeri 1 Gunungsari adalah diawasi oleh guru pamong dan dosen pembimbing PPL. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan yang akan di diskusikan dengan mahasiswa lainnya dan guru pamong serta dosen pembimbing. Hasil diskusi dapat menjadi bahan masukan bagi mahaiswa PPL lainnya dan sebagai bahan pertimbangan bagi mahasiswa PPL yang bersangkutan untuk perbaikan selanjutnya. Selama tahap pelatihan mengajar di depan kelas yang menjadi sasaran utama adalah : 1. Bagaimana membuka pelajaran dengan baik, 2. Penggunaan metode dan pengajaran yang baik, 29
  • 30. 3. Kesesuaian penyampaian materi dengan rencana pengajaran, 4. Penguasaan penyampaian materi dengan alokasi waktu yang dibuat, 5. Pengelolaan kelas, 6. Keefektifan Penggunaan media pengajaran, 7. Kesinambungan komunikasi lisan maupun tulisan, 8. Mengdakan evaluasi pada kegiatan PBM (Proses Belajar Mengajar), yaitu untuk mengetahui daya serap siswa terhadap apa yang sudah dijelaskan. C. Ujian Praktek Pengalaman Lapangan Setelah mengajarkan terbimbing dan mengajar mandiri dilaksanakan maka akan diadakan ujian PPL. Ujian Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini merupakan kegiatan akhir dari pelaksanaan PPL. Ujian ini dilakukan apabila guru PPL sudah dianggap mampu secara mandiri dalam proses belajar mengajar didepan kelas maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas administrasi lainnya. Ujian PPL dilakukan pada bulan Desember 2007. Mahasiswa PPL diuji oleh guru pamong atau dosen pembimbing dengan mengisi lembar penilaian APKG (Analisis Penilaian Kemampuan Guru). III. 3 Faktor Pendukung Faktor pendukung yang didapatkan oleh mahasiswa PPL selama melaksanakan PPL di SMA Negeri 1 Gunungsari adalah : 1. Kerjasama dan dukungan penuh dari kepala sekolah, dewan guru beserta staff, sehingga memudahkan kelancaran pelaksanaan kegiatan PPL, 2. SMA Negeri 1 Gunungsari memiliki fasilitas/media yang dibutuhkan oleh pengajaran, seperti lab Biologi/kimia, lab bahasa, tape, kaset, VCD, dll, 30
  • 31. 3. Persiapan yang mahasiswa PPL lakukan sebelum mengajar, baik fisik dan mental maupun kelengakapan mengajar , 4. Penguasaan materi yang akan diajarkan, 5. Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar, 6. Kesiapan siswa dlam menerima pelajaran atau materi yang diajarkan, 7. Bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing yang selalu memberikan perhatian dan bimbingan yang cukup. III. 4 Faktor Penghambat Faktor-faktor penghambat yang dihadapai mahasiswa PPL di SMA Negeri 1 Gunungsari meliputi 2 faktor, yaitu faktor Internal dan faktor Eksternal. a. Faktor Internal : - Faktor kesulitan dalam menghadapi anak yang tidak peduli terhadap guru dan sibuk dengan dirinya sendiri. - Faktor keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam hal pendekatan terhadap siswa saat proses belajar mengajar dirasakan oleh penulis begitu juga dalam menyampaikan materi pelajaran, perlu bimbingan lebih lanjut. - Penulis mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa yang lebih sederhana yang dapat dimengerti oleh semua siswa dalam penyampaian materi pelajaran. b. Faktor Eksternal Kesulitan dalam kurikulum yang dipakai serta penentuan alokasi waktu yang sesuai dengan silabus masing-masing mata pelajaran. - Motivasi siswa 31
  • 32. Jika dilihat secara keseluruhan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar cukup baik, siswa langsung terlabat belajar mengajar di dalam kelas, tetapi masih ada beberapa siswa yang kurang memiliki motivasi untuk terlibat secara aktif dalam menumbuhkan suasana komunikatif saat proses belajar mengajar. - Suasana kelas Suasana kelas ketika sedang berlangsungnya proses belajar mengajar sangat kondusif, namun ada satu atau dua siswa yang kurang termotivasi dan antusias terhadap materi yang sedang diberikan, tetapi berkat pangalaman dan kedisiplinan guru, alhamdulliah semua itu dpat teratasi sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lancar. - Kesulitan dalam penyampaian materi Adany perbedaan siswa dalam hal cepat atau lambatnya siswa dalam penerimaan materi, oleh karena itu penulis membutuhkan waktu yang lama yaitu dengan cara pengulangan materi beberapa kali untuk mengatasi siswa yang mengalami permasalah dalam penerimaan materi pelajaran. - Kesulitan memilih metode belajar yang tepat Kesulitan ini sisebabkan karena keberadaan siswa yang memiliki ketertarikan yang berbeda terhadap materi pelajaran yang disampaikan. Maka diperlukan metode yang tepat dalam penyampaian materi sehinga pelajaran yang disampaikan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. 32
  • 33. III. 5 Cara Mengatasi Hambatan Upaya untuk mengatasi hambatan baik internal maupun ekternal antara lain : 1. Mengenai hambatan yang berasal dari dalam diri penulis, dapat dipecahkan dengan cara mengadalkan pendekatan khusus dengan anak yang bersangkutan, dengan cara mengajak berdiskusi atau meberikan pengertian dan nasehat. 2. Guru PPL melatih diri untuk menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dimengerti, serta penjelasan materi diarahkan berdasarkan keadaan lingkungan sehari-hariyang berlangsung dalam kehidupan sehingga materi dapat dipahami dengan baik oleh siswa. 3. Mengaktifkan proses belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran, sehingga siswa lebih terfokus pada kegiatan belajar contohnya diskusi kelompok yang dapat membantu siswa menumbuhkan kerjasama, berfikir kritis dan kemampuan membantu teman, maka hambatan dalam pembelajaran diharapkan dapat teratasi. 4. Konsultasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing. Salah satu fungsi dari guru pamong dan dosen pembimbing adalah memberikan arahan dan motivasi serta penjelasan tentang hal-hal yang tidak diketahui oleh amahasiswa bimbingannya. Hal ini telah diamnfaatkan langsung guru PPL, untuk berkonsultasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing, diharapkan akan dapat meminimalkan kesalahan dan kekurangan yang dihadapi oleh guru PPL yang bersangkutan dan akan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya. 33
  • 34. 5. Konsultasi dan diskusi dengan sesama mahasiswa PPL, karena antara guru PPL dengan guru PPL yang lainnya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda-beda, maka jika guru PPL yang lainnya mengalami kesulitan sangat perlu diadakan diskusi kecil untuk membahas kesalahan dan kesulitan yang dialami, karena dengan berdiskusi maka diharapkan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh guru PPL yang lain tersebut akan bisa mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh guru PPL yang bersangkutan. 6. Mengubah metode PBM (Proses Belajar Mengajar). Dengan mengubah metode PBM menjadi metode yang bervariasi maka diharapkan siswa yang bersangkutan akan lebih konsentrasi dan bergairah dalam mengikuti pelajaran. 7. Memberikan motivasi kepada siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti, dengan memberikan pertanyaan, pancingan atau meminta mereka untuk bertanya tentang materi yang baru disampaikan. 8. Melakukan pedekatan pada saat jam-jam istirahat atau jam kosong kepada siswa dengan memberikan pengertian, nasehat dan saran agar menajdi lebih baik lagi. 9. Untuk siswa yang malas dengan cara memberikan tugas secara terus menerus dan memberikan penilaian khusus kepada mereka, sehingga mereka termotivasi untuk lebih rajun lagi. 34
  • 35. BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah disampaikan diatas tadi maka dapat kita simpulkan beberapa hal yang penting antara lain : 1. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu program dalam pendidikan calon guru yang dirancang untuk melatih para calon guru mengusai keterampilan mengajar yang utuh dan terintegrasi, sehingga setelah menyelesaikan pendidikannya mereka siap secara mandiri mengemban tugas sebagai seorang guru yang professional, 2. Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sangat bermanfaat sekali bagi mahasiswa yang akan terjun kedalam dunia pendidikan, karena dapat mentranfer ilmu yang didapat dibangku kuliah sehingga bermanfaat untuk mengembangkan mutu pendidikan, 3. Dalam proses PPL dan KKN terpadu di SMA Negeri 1 Gunungsari berlangsung seperti apa yang diharapkan, adanya hubungan yang baik antara siswa, guru, dan pegawai di SMA Negeri 1 Gunungsari memudahkan proses pelaksanaan PPL dan KKN Terpadu, oleh akrena itu PPL yang berlangsung di SMA Negeri 1 Gunungsari sangat memberikan makna dan pengalaman yang sangat berharga. 35
  • 36. B. Saran Adapun saran untuk kegiatan PPL dan KKN Terpadu ini antara lain : 1. Guru PPL harus mempersiapkan diri dengan baik, baik fisik maupun mental. 2. Sikap dan metode yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi sangat mempengaruhi cara dan sikap siswa dalam belajar. Pendekatan guru dalam hal ini sangat diperlukan untuk menunjang kelancaran belajar mengajar. 3. Untuk dapat memperkecil timbulnya hambatan dalam PPL, Mahasiswa PPL harus mengetahui peraturan sekolah setempat melaksanakan PPL 4. Bagi guru-guru PPL agar belut-betul siap sebelum mengajar dikelas, siap mental, menguasai materi yang akan diajarkan dan mampu menangani serta mengatur kelas dengan baik 5. Hendaknya melakukan kerjasama baik antara teman kelompok, guru pamong maupun guru-guru yang lain guna mendapatkan masukan- masukan yang dapat membantu dalam pelaksanaan kegiatan praktek 6. Sebaiknya guru pamong dan dosen pembimbing memberikan bimbingan dan arahan yang lebih maksimal dan tidak memberatkan guru PPL dalam pelaksanaan kegiatan Belajar Mengajar di sekolah, 7. Kemajuan yang dicapai saat ini hendaknya terus ditingkatkan dan dipertahankan sehingga SMA Negeri 1 Gunungsari ini akan terus membangun dunis pendidikan yang mencetak manusia berkulitas dan berdaya guna untuk masa depan bangsa dan negara tercinta, 36
  • 37. 37

×