Pemenuhan Kebutuhan Dasar               Cairan & Elektrolit                Oleh :           Ns. SASMIYANTO, S.Kep.,       ...
METABOLISME CAIRANFungsi cairan :2. Pengatur suhu tubuh3. Transport nutrisi dan elektrolit4. Mempertahankan volume darah5....
CAIRAN TUBUH                  ICF (40%)                                                INTRA VASCULER     CAIRAN   TUBUH (...
KOMPARTEMEN           CAIRAN TUBUH      Cairan Tubuh orang normal       ± 60% berat badan           a.   20% cairan extra...
 CAIRAN TUBUH  ELEKTROLIT  TBW (TOTAL BODY WATER)     BAYI (BARU LAHIR)                                75%     DEWASA: ...
Prosentase Rata – Rata Cairan Tubuh   Kompartemen    Bayi    Pria dws        Wanita dws   Lansia      cairan              ...
KOMPOSISI CAIRAN TUBUHELEKTROLIT Kation (muatan positip) Anion (muatan negatip) Berfungsi mengatur neuromuskuler dan ke...
BODY FLUID           DISTRIBUTION05/28/12      Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
CAIRAN           EXTRASELULER           CAIRAN                                   Protein rendah           INTERSTITIAL    ...
CAIRAN           EXTRASELULER Efek Donan :   Konsentrasi Kation plasma sdkt > besar drpd   cairan interstitial, ok protein...
CAIRAN           INTRASELULER   Mengandung sedikit ion Na & Cl ; hampir tanpa ion Ca   Mengandung sejumlah besar ion K, ...
CAIRAN               TRANSELULER      • Dianggap sbg cairan extraseluler        khusus      • Jumlahnya 1-2 liter      • T...
KONSENTRASI ION05/28/12       Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
05/28/12   Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
KONSENTRASI ION CAIRAN              INTRASELULER &              EKSTRASELULER                              Extracelluler  ...
CAIRAN TUBUH  HOMEOSTASIS CAIRAN TUBUH      Menjaga agar volume cairan tubuh relatif       konstan & komposisi tetap stab...
METABOLISME CAIRAN   Input cairan :   - Makan/minum/sonde   - Terapi (cairan/obat/transfusi)   - Water metabolisme  Output...
CAIRAN MASUK  a.       Larutan / cairan dari makanan yg dimakan           (2100 ml/hr)  b.       Metabolisme tubuh (200 ml...
CAIRAN KELUAR                                                    Prolonged Heavy                                     Norma...
Water Intake and           Output05/28/12    Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes   Figure 26.4
DEFISIT           INPUT                  OUTPUT                   EXCES              INPUT                        OUTPUT05...
05/28/12   Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
Faktor yang               mempengaruhi          Usia          Bayi          Anak – anak          Remaja          Lans...
Pengaturan Cairan      Osmoreseptor, menjaga keseimbangan       cairan      Mekanisme haus      Stimulus : peningkatan ...
Regulation    of Water     Intake:      Thirst   Mechanism05/28/12   Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes   Figure 26.5
Haluaran cairan      Ginjal menyaring 125 ml/menit      Urin 40-80 ml/jam atau 1,5 L /hari      Dipengaruhi oleh ADH da...
Hormon     1. ADH      Reabsorpsi air di tubulus ginjal     2. Aldosteron      Ekskresi K dan absorpsi Na di tubulus    ...
Mechanisms     andConsequencesof ADH Release05/28/12   Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes   Figure 26.6
Pengaturan Elektrolit   Natrium : 135 – 145 mEq/L   Kalium :   3,5 – 5,3 mEq/L   Kalsium :    4 - 5 mEq/L   Ion K+ dap...
Bikarbonat Bufer dasar kimia yang utama dalam  tubuh Di atur ginjal, Normal : 24 – 30 mEq/L Butuh basa, bikarbonat di r...
CATATAN           1. Cara menentukan WM (Water Metabolisme)              dan IWL (Insensible Water Loss)               a. ...
Contoh kasus :    Tn. A dirawat di R. ICU dg gagal    jantung masuk melalui IGD tgl 20    AGST 06 jam 23.00 WIB. Klien    ...
PERGERAKAN CAIRAN                 TUBUH DIFUSI     Perpindahan molekul suatu substansi dari      daerah yang konsentrasi ...
DIFUSI          Pergerakan molekul-2 satu sama lain           yg terus menerus dlm cairan atau dlm           gas.       ...
DIFUSI MELALUI           MEMBRAN SEL LIPID               BILAYERTerdapat 2 cara:2. dg larut dlm lipid → berdifusi   biasa3...
FASILITATED            DIFFUSION05/28/12    Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
OSMOSIS     Kecepatan osmosis tergantung pada      konsentrasi larutan dalam solut, suhu larutan,      muatan listrik sol...
OSMOSIS     Isotonik : larutan yang osmolalitasnya sama dengan plasma darah,      eks NaCl 0,9%, RL     Hipotonik : kons...
TEKANAN OSMOTIK      Tekanan Osmotik        • Besarnya tekanan yg dibutuhkan utk          mencegah osmosis dan / difusi a...
TEKANAN OSMOTIK•   Tekanan osmotik suatu larutan sebanding    dengan osmolaritasnya.•   Untuk setiap gradien konsentrasi m...
FILTRASI Proses perpindahan air dan substansi yang  dapat larut secara bersamaan sebagai respon  terhadap adanya tekanan ...
ACTIVE TRANSPORT05/28/12   Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
Disorders of Water Balance:        Dehydration 1 Excessive loss of H2O from                2   ECF osmotic      3 Cells lo...
Disorders of Water     Balance:Hypotonic Hydration 1                                           2   ECF osmotic      3   H2...
EDEMA       −  kelebihan cairan dlm jaringan       −  > banyak terjadi pd kompartemen c.e.s       −  dpt juga melibatkan c...
      Jaringan yang meradang           permeabilitas membran sel ↑           Na & ion-2 lain berdifusi masuk sel         ...
CAIRAN ISOTONIK,HIPOTONIK & HIPERTONIK     Kekuatan larutan tgt pd kons.zat terlarut     impermeabel → perub.volume ? → Is...
CAIRAN ISOTONIK,HIPOTONIK & HIPERTONIK     -     C. hipotonik           • Menyebabkan sel membengkak           • Kons. zat...
CAIRAN ISOSMOTIK,             HIPEROSMOTIK &              HIPOOSMOTIK  o   C. Isosmotik :      Lar. dg osmolaritas sama dg...
EFEK PENAMBAHANLARUTAN SALINE KE C.E.S   •       Saline isotonik → C.E.S → osmolaritas C.E.S           tetap, → osmosis me...
EFEK PENAMBAHANLARUTAN SALINE KE C.E.S    •      Saline hipertonik → osmolaritas c.e.s ↑ → osmosis air           keluar dr...
MACAM – MACAM CAIRAN           1.   Cairan I ( C1 ).                    RL / PZ (NaCl 0,9%) / D5 / D10 %           3.   C...
KEGUNAAN      Cairan I :      Diberikan untuk :            Klien dengan dehidrasi berat > 3 Bulan.            Klien Sho...
Cairan II :       C1 : 1 = Digunakan untuk klien > 5 Tahun.     • Non migas     • B.P     • D.P.E     • Dehidrasi ringan ...
Keseimbangan Asam            basa   1. Pengaturan Kimiawi   Sistem bufer asam karbonat-bikarbonat    adalah yang utama, ...
2. Pengaturan Biologis      H+ tinggi  masuk sel  Kalium       terlempar ke ekstrasel.      Ekstrasel menjadi kurang a...
3. Pengaturan Fisiologis   1. Paru    Alkalosis  RR turun  CO2 ditahan,     bereaksi menjadi asam karbonat     menghasi...
Lanjutan 3. …     2. Ginjal      Mekanisme mengatur H+       a. Absorpsi Bikarbonat       b. Ambil ion Pospat       c. Me...
Asidosis respiratorik PaCO2 naik HCO3 naik H+ naik PH turun Disebabkan oleh Hipoventilasi05/28/12     Ns.Sasmiyanto.S...
Alkalosis respiratorik PaCO2 turun H+ turun PH naik Disebabkan Hiperventilasi atau  pembuangan CO2 berlebihan05/28/12 ...
Asidosis Metabolik      H+ naik      PH turun      Bikarbonat turun05/28/12        Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
Alkalosis Metabolik Kehilangan asam Bikarbonat berlebih Disebabkan muntah, Nabic berlebihan05/28/12         Ns.Sasmiyan...
KESEIMBANGAN            ELEKTROLIT   KALIUM    Normal : 3,5 – 5,5 meq/L    Fungsi : mempertahankan muatan    listrik memb...
HIPOKALEMIA          Penyebab :            - Shift : alkalosis insulin, hiperventilasi             - diuresis, diabetic, ...
HIPOKALEMIA               Syarat pemberian Kalium (KCl)               secara intravena :              Produksi urine 0.5 ...
Gambaran EKG pada Hipokalemia                Bila kadar K+ makin menurun:                  a. U prominen, T mendatar      ...
HIPERKALEMIA              Penyebab :                -    gangguan fungsi ginjal                 -   intake yang berlebiha...
Gambaran EKG pada Hiperkalemia.                 Bila kadar K+ makin meningkat :           a. T meninggi dan lancip, R menj...
KESEIMBANGAN            ELEKTROLIT     NATRIUM      Normal : 135 – 155 meq/L      Fungsi : pemelihara osmolaritas      da...
Hiponatremia           Penyebab :              1. normovolemia :                   - kebanyakan minum air atau infus dex  ...
HIPERNATREMIA   Penyebab :     1. Ginjal normal         a. Osmotik diuresis         b. Pemberian Natrium Bicarbonas       ...
KALSIUM            Normal : 8 – 10 meq/ L            Diperlukan tubuh untuk :               1. Kontraksi otot           ...
HIPOKALSEMIA              Penyebab :                1. Gagal ginjal kronis                2. kekuarangan vitamin D       ...
HIPERKALSEMIA          Penyebab :            1. Keganasan             2. Tirah Hiperparathyroid             3. Baring lam...
Gambaran EKG pada Hipo- dan                           Hiperkalsemia           Hipokalsemia : QT memanjang terutama        ...
MAGNESIUM      NORMAL : 1,5 – 3 meq/L      Magnesium penting pada transfer       energi dan stabilitas listrik sel05/28/...
HIPOMAGNESEMIA          Penyebab :           1.   Gangguan fungsi ginjal           2.   Diuresis           3.   Hipokalem...
HIPERMAGNESEMIA   Penyebab :    1. Penggantian magnesium yang terlalu cepat    2. Penurunan absorbsi kalsium/ penurunan  ...
MASALAHKESEIMBANGAN CAIRAN  DAN ELEKTROLIT1. Hipovolemia Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat  kekurangan volume caira...
Penyebab     (1)   Penurunan masukan           (2) Kehilangan cairan yang               abnormal       melalui :          ...
Tanda-gejala Klinis      Pusing, kelemahan, Keletihan      Sinkope      anoreksia,mual, muntah, haus,      kekacauan m...
Pengkajian Fisik          Penurunan tekanan darah (TD), khususnya           bila berdiri (hipotensi ortostatik); peningka...
indikator Penurunan               berat badan     No Penurunan                            Keparahan Defisit        Berat B...
Perubahan pada              hipovolemia     Hipovolemia Ringan          Anoreksia          Keletihan          Kelemahan...
Hipovolemia Berat      Hipotensi berbaring      Nadi cepat dan lemah      Dingin, kulit kusam      Oliguria      Kaca...
Tindakan            Pemulihan volume cairan normal dan              koreksi gangguan penyerta asam-           basa dan el...
resiko   Kehilangan GI abnormal : muntah, penghisapan NG,    diare, drainase intestinal Kehilangan kulit abnormal : diaf...
Pedoman Penyuluhanpasien-keluarga   Beri pasien dan orang terdekat instruksi    verbal dan tertulis tentang hal berikut :...
2. Hipervolemia2 Hipervolemia adalah penambahan / kelebihan volume (CES) voHipervolemia adalah kelebihan       cairan di d...
Tanda-gejala Klinis     sesak   nafas, ortopnea, odema     Penyebab edema extraselular     1. peningkatan tekanan kapiler...
3. Peningkatan permiabilitas kapiler       reaksi imun       toksin       infeksi bakteri     4. Blockage of lymph retu...
Pengkajian Fisik Oedema,     peningkatan berat    badan, peningkatan TD    (penurunan TD saat jantung    gagal) nadi kuat...
Odema Pitting          +1: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan           jari telunjuk) maka daerah yang      odema ...
Tindakan      Pembatasan natrium dan air      Diuretik      Dialisi atau hemofiltrasi arteriovena       kontinue : pada...
Tanggung jawab             Keperawatan Memantau haluaran urine dengan  cermat Mempertahankan pembatasan  pemberian caira...
Riwayat dan faktor-               faktor resiko   Retensi natrium dan air : gagal jantung,    sirosis, sindrom nefrotik, ...
Pedoman Penyuluhan pasien-                     keluarga          Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan     ...
05/28/12   Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Cairan dan elektrolit

24,952

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
24,952
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
622
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cairan dan elektrolit

  1. 1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Cairan & Elektrolit Oleh : Ns. SASMIYANTO, S.Kep., M.Kes Fakultas Ilmu Kesehatan05/28/12 Universitas Muhammadiyah Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  2. 2. METABOLISME CAIRANFungsi cairan :2. Pengatur suhu tubuh3. Transport nutrisi dan elektrolit4. Mempertahankan volume darah5. Untuk metabolisme didalam sel6. Pelarut hormon.7. Pelarut vitamin dll.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  3. 3. CAIRAN TUBUH ICF (40%) INTRA VASCULER CAIRAN TUBUH (60 %) ECF (20%) INTERSTISIIL TRANCELLULAIR05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  4. 4. KOMPARTEMEN CAIRAN TUBUH Cairan Tubuh orang normal  ± 60% berat badan a. 20% cairan extraseluler b. 40% cairan intraseluler c. 1-2 liter cairan transeluler Tergantung : umur, jenis kelamin, dan derajat kegemukan05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  5. 5.  CAIRAN TUBUH  ELEKTROLIT  TBW (TOTAL BODY WATER) BAYI (BARU LAHIR) 75% DEWASA: PRIA (20-40 TAHUN) 60% WANITA (20-40 TAHUN) 50% LANSIA 45 – 50% (MAXWELL DAN KLEEMAN, 1987)05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  6. 6. Prosentase Rata – Rata Cairan Tubuh Kompartemen Bayi Pria dws Wanita dws Lansia cairan (%) (%) (%) (%) Intra sel 48 45 35 25 Ekstra sel Intravaskul 4 4 5 5 er 25 11 10 15 Intertisial 77 60 55 45 Total05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  7. 7. KOMPOSISI CAIRAN TUBUHELEKTROLIT Kation (muatan positip) Anion (muatan negatip) Berfungsi mengatur neuromuskuler dan keseimbangan asam basa Satuan mEq/LMINERAL Logam, non logam, radikal, fosfat Berfungsi sebagai katalis dalam respon syaraf, kontraksi otot, metabolisme zat gizi, keseimbangan elektrolit dan prsoduksi hormon, menguatkan struktur tulangSEL 05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes SDM dan SDP
  8. 8. BODY FLUID DISTRIBUTION05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  9. 9. CAIRAN EXTRASELULER CAIRAN Protein rendah INTERSTITIAL ¾ cairan extraseluler Membran kapiler CAIRAN PLASMA ¼ cairan extraseluler Protein tinggi05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  10. 10. CAIRAN EXTRASELULER Efek Donan : Konsentrasi Kation plasma sdkt > besar drpd cairan interstitial, ok protein plasma (dg muatan akhir negatif) cenderung mengikat Kation ( Na+ & K+ ). Sebaliknya konsentrasi Anion dlm C.interstitial > tinggi ok.protein plasma menolak Anion05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  11. 11. CAIRAN INTRASELULER  Mengandung sedikit ion Na & Cl ; hampir tanpa ion Ca  Mengandung sejumlah besar ion K, Fosfat  Mengandung sejumlah besar Protein ( 4x dlm plasma)  Mengandung sejumlah sedang ion Mg & Sulfat ( C. Extraseluler : rendah ion K, PO4, Mg & SO4 )05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  12. 12. CAIRAN TRANSELULER • Dianggap sbg cairan extraseluler khusus • Jumlahnya 1-2 liter • Terdapat : – Rongga sinovial – Peritoneum – Pericardial – Intraokular – cerebrospinal05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  13. 13. KONSENTRASI ION05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  14. 14. 05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  15. 15. KONSENTRASI ION CAIRAN INTRASELULER & EKSTRASELULER Extracelluler Intracellular fluid fluid − Na + …………………142 meq/1 ………….. 10 meq/1 − K + ………………….. 5 --,,-- ………….. 141 --,,-- − Ca+ + ……………….. 5 --,,-- ………….. < 1 --,,-- − Mg ………………. 3 --,,-- ++ ………….. 58 --,,-- − Cl - …………………..103 --,,-- ………….. 4 --,,-- − HCO3- ………………. 28 --,,-- ………….. 10 --,,-- − Phosphates …….. 4 --,,-- ………….. 75 --,,-- − SO4 ……………….. 1 --,,-- ………….. 2 --,,-- − Glucosa………….. 90 mgm % ………… 0-20 mgm% − Amino acids ….... 30 --,,-- ………… 200 --,,-- Cholesterol Phospholilpids ... 0,5 gm % ………….. 2-95 gm% Cholesterol − Po2 …..………….. 35 mmHg ………… 20 mmHg% − PCo2 …..………… 46 --,,-- ………… 50 --,,-- −05/28/12 pH …..………….. 7,4 …………….. 7,0 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  16. 16. CAIRAN TUBUH HOMEOSTASIS CAIRAN TUBUH  Menjaga agar volume cairan tubuh relatif konstan & komposisi tetap stabil CAIRAN CAIRAN MASUK = KELUAR05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  17. 17. METABOLISME CAIRAN Input cairan : - Makan/minum/sonde - Terapi (cairan/obat/transfusi) - Water metabolisme Output cairan : - SWL : urine, muntah, drain, perdarahan - IWL : keringat, pernapasan, faeces.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  18. 18. CAIRAN MASUK a. Larutan / cairan dari makanan yg dimakan (2100 ml/hr) b. Metabolisme tubuh (200 ml/hr) Total : 2300 ml / hari Tergantung : cuaca, kebiasaan & aktivitas fisik05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  19. 19. CAIRAN KELUAR Prolonged Heavy Normal Exercise 1. Insensible fluid loss a. Kulit 350 350 b. Paru-paru 350 650  Keringat 100 5000  Feces 100 100  Urine 1400 500 TOTAL 2300 660005/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  20. 20. Water Intake and Output05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes Figure 26.4
  21. 21. DEFISIT INPUT OUTPUT EXCES INPUT OUTPUT05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  22. 22. 05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  23. 23. Faktor yang mempengaruhi  Usia  Bayi  Anak – anak  Remaja  Lansia  Ukuran tubuh  Gaya hidup  Diet  Stress  Olah raga05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  24. 24. Pengaturan Cairan  Osmoreseptor, menjaga keseimbangan cairan  Mekanisme haus  Stimulus : peningkatan plasma, volume darah, mukosa faring dan mulut, angiotensin II, kehilangan Kalium, faktor psikis.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  25. 25. Regulation of Water Intake: Thirst Mechanism05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes Figure 26.5
  26. 26. Haluaran cairan  Ginjal menyaring 125 ml/menit  Urin 40-80 ml/jam atau 1,5 L /hari  Dipengaruhi oleh ADH dan Aldosteron  IWL = 15 ml/kg/24 jam (Horne et al, 1991)  Paru 400 ml/hr  Pencernaan 100 ml/hr05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  27. 27. Hormon 1. ADH  Reabsorpsi air di tubulus ginjal 2. Aldosteron  Ekskresi K dan absorpsi Na di tubulus ginjal 3. Glukokortikoid  Menahan natrium05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  28. 28. Mechanisms andConsequencesof ADH Release05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes Figure 26.6
  29. 29. Pengaturan Elektrolit  Natrium : 135 – 145 mEq/L  Kalium : 3,5 – 5,3 mEq/L  Kalsium : 4 - 5 mEq/L  Ion K+ dapat ditukar dengan ion H+05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  30. 30. Bikarbonat Bufer dasar kimia yang utama dalam tubuh Di atur ginjal, Normal : 24 – 30 mEq/L Butuh basa, bikarbonat di reabsorpsi Ion bikarbonat dalam ekstrasel sebagai penyeimbang asam-basa yang paling penting.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  31. 31. CATATAN 1. Cara menentukan WM (Water Metabolisme) dan IWL (Insensible Water Loss) a. Berdasarkan Luas Badan (lihat table Du Bois) - WM : luas permukaan badan x 350 - IWL : luas permukaan badan x 700 b. Berdasarkan berat badan : - WM : BB x 5 cc - IWL : BB x 15 cc 2. Setiap kenaikan suhu 10 C (Suhu 38 0 C) IWL + 10 % (IWL)05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  32. 32. Contoh kasus : Tn. A dirawat di R. ICU dg gagal jantung masuk melalui IGD tgl 20 AGST 06 jam 23.00 WIB. Klien mendapat terapi RL 500 cc, D5% 500 cc, Meylon 25 meq, neurobion 1 amp, lasix 1 amp. Selama perawatan klien muntah 100 cc, makan/minum 400 cc, UP s/d 07.00 500 cc, diketahui TB 150 cm, BB 60 kg Hitung Balance Cairan Tn A05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  33. 33. PERGERAKAN CAIRAN TUBUH DIFUSI  Perpindahan molekul suatu substansi dari daerah yang konsentrasi tinggi ke rendah OSMOSIS  Perpindahan pelarut murni seperti air melalui membran semipermiabel yang memiliki solut (zat terlarut) konsentrasi rendah ke tinggi  Membran permeable terhadap xat pelarut dan tidak permeabel terhadap solut (zat terlarut).05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  34. 34. DIFUSI  Pergerakan molekul-2 satu sama lain yg terus menerus dlm cairan atau dlm gas.  Terjadi karena perbedaan konsentrasi, biasanya dari konsentrasi tinggi → rendah  Kecepatan difusi meningkat apabila : 1) makin besar selisih konsentrasi 2) makin besar suhu 3) makin besar ∅ ruang tempat difusi 4) makin kecil ∅ molekul05/28/12 5) makin pendek jarak Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  35. 35. DIFUSI MELALUI MEMBRAN SEL LIPID BILAYERTerdapat 2 cara:2. dg larut dlm lipid → berdifusi biasa3. berdifusi melalui pori-2 kecil yg tdpt dlm membran05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  36. 36. FASILITATED DIFFUSION05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  37. 37. OSMOSIS  Kecepatan osmosis tergantung pada konsentrasi larutan dalam solut, suhu larutan, muatan listrik solut, perbedaan tekanan osmosis yang dikeluarkan oleh larutan  Tekanan osmotik merupakan tekanan untuk menarik air. Tekanan osmotik larutan disebut osmolalitas.  Satuan osmol atau miliosmol per Kg (mOsm/ Kg)05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes  Osmolalitas serum normal : 280 -296 mOsm/
  38. 38. OSMOSIS  Isotonik : larutan yang osmolalitasnya sama dengan plasma darah, eks NaCl 0,9%, RL  Hipotonik : konsentrasi solut lebih rendah dari plasma yang menyebabkan air berpindah ke dalam sel. Eks Salin 0,45%, Dekstrosa 2,5%  Hipertonik : konsentrasi solut lebih tinggi dari plasma sehingga air keluar dari dalam sel, eks Dekstrosa 5% dalam 0,45% Salin,D5% dalam RL, D5% dalam Ns Normal  Tekanan osmotik dipengaruhi oleh protein plasma (albumin). Albumin menghasilkan tekanan onkotik yang cenderung menjaga cairan tetap dalam kompartemen intravaskuler05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  39. 39. TEKANAN OSMOTIK  Tekanan Osmotik • Besarnya tekanan yg dibutuhkan utk mencegah osmosis dan / difusi akhir melalui membran. • Merupakan tekanan yg berlawanan arah (dg osmosis) untuk menghambat / mencegah osmosis • Merupakan pengukuran tidak langsung air & konsentrasi zat terlarut pada larutan → makin tinggi tekanan osmotik larutan → konsentrasi air makin rendah tapi konsentrasi zat terlarut makin tinggi.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  40. 40. TEKANAN OSMOTIK• Tekanan osmotik suatu larutan sebanding dengan osmolaritasnya.• Untuk setiap gradien konsentrasi mili osmol yg melintasi membran sel, perlu tekanan osmotik : 19,3 mmHg05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  41. 41. FILTRASI Proses perpindahan air dan substansi yang dapat larut secara bersamaan sebagai respon terhadap adanya tekanan cairan. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang dihasilkan oleh likuid di dalam sebuah ruanganTRANSPOR AKTIF Memerlukan aktivitas metabolik dan pengeluaran energi Pompa Natrium Kalium05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  42. 42. ACTIVE TRANSPORT05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  43. 43. Disorders of Water Balance: Dehydration 1 Excessive loss of H2O from 2 ECF osmotic 3 Cells lose H2O ECF pressure rises to ECF by osmosis; cells shrink (a) Mechanism of dehydration05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes Figure 26.7a
  44. 44. Disorders of Water Balance:Hypotonic Hydration 1 2 ECF osmotic 3 H2O moves into Excessive H2O enters the ECF pressure falls cells by osmosis; cells swell(b) Mechanism of hypotonic hydration05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes Figure 26.7b
  45. 45. EDEMA − kelebihan cairan dlm jaringan − > banyak terjadi pd kompartemen c.e.s − dpt juga melibatkan c.i.s Edema intra seluler Penyebab : 1) Depresi sistem metabolik jar. 2) tidak adanya nutrisi sel yg adekuat misal : aliran darah jaringan ↓↓→pengiriman O2 & nutrien << pompa ion membran sel metabolisme jar. N ↓↓ tertekan ion Na yg biasa masuk sel, tidak dpt lagi dipompa keluar sel ion Na dlm sel >> osmosis air kedlm sel05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes volume intra seluler jar ↑
  46. 46.  Jaringan yang meradang permeabilitas membran sel ↑ Na & ion-2 lain berdifusi masuk sel diikuti osmosis air kedlm sel Oedem ekstra seluler : ada akumulasi cairan berlebihan dlm ruang ekstraseluler dg penyebab : 1) kebocoran abnormal cairan dari plasma ke ruang interstitial 2) kegagalan limfatik untuk mengembalikan cairan dari interstitium kedalam darah05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  47. 47. CAIRAN ISOTONIK,HIPOTONIK & HIPERTONIK Kekuatan larutan tgt pd kons.zat terlarut impermeabel → perub.volume ? → Isotonik, hipotonik, hipertonik ? -C. Isotonik : • C. yg tdk menimbulkan pengerutan / pembeng-kakan sel • Kons.air dlm C.I.S & C.E.S sama → zat terlarut tdk dpt masuk / keluar dr sel Contoh : Lar.Nacl 0,9 % atau lar.Glukosa 5 % → infus → tanpa bahaya keseimbangan osmotik atr CIS & CES.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  48. 48. CAIRAN ISOTONIK,HIPOTONIK & HIPERTONIK - C. hipotonik • Menyebabkan sel membengkak • Kons. zat terlarut impermeabel > rendah drpd air → air berdifusi kedlm sel → CIS > encer & CES > pekat → sp osmolaritas kedua larutan sama mis.larutan NaCL kons. < 0,9 % - C. hipertonik : • Menyebabkan sel mengkerut o.k air mengalir dr sel kedalam C.E.S mis. lar NaCL kons. > 0,9 %05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  49. 49. CAIRAN ISOSMOTIK, HIPEROSMOTIK & HIPOOSMOTIK o C. Isosmotik : Lar. dg osmolaritas sama dg C.E.S normal, tanpa memperhatikan apakah zat terlarut dpt/tidak menembus membran sel o C. Hiperosmotik : osmolaritas > tinggi drpd CES o C. Hipo-osmotik : osmolaritas > rendah  Keseimbangan osmotik atr CES & CIS dicapai dlm waktu cepat. − waktu yg diperlukan untuk : perjalanan intake mell usus → darah → jaringan → tercapai keseimbangan osmotik lengkap. − Normal setelah minum air → tercapai keseimbangan dlm05/28/12 waktu 30 ‘ Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  50. 50. EFEK PENAMBAHANLARUTAN SALINE KE C.E.S • Saline isotonik → C.E.S → osmolaritas C.E.S tetap, → osmosis mell.membran sel (-) • Efeknya : hanya pe → vol. C.E.S Na+ & CL sebag.besar tetap di C.E.S (membran sel impermeabel thd Na & CL)05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  51. 51. EFEK PENAMBAHANLARUTAN SALINE KE C.E.S • Saline hipertonik → osmolaritas c.e.s ↑ → osmosis air keluar dr sel kedlm c.e.s & NaCL tetap berada pada c.e.s, cairan berdifusi dr sel ke c.e.s → keseimbangan osmotik. Efek akhir : Volume c.e.s ↑ , volume C.I.S ↓ & pe ↑ osmolaritas pd kedua kompartemen • Saline hipotonik → c.e.s → osmolaritas ce.s ↓ & air dr c.e.s berdifusi kedalam sel sampai osmolaritas kedua kompartemen sama - Volume intra & extra seluler ↑ ( Vol.inta me ↑ > besar )05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  52. 52. MACAM – MACAM CAIRAN 1. Cairan I ( C1 ).  RL / PZ (NaCl 0,9%) / D5 / D10 % 3. Cairan II  C1 = 1 ( Dex 5% + Ns 0,9 % )  C1 = 2 (Dex 5% + Ns 0,45 % )  C1 = 4 (Dex 5% + Ns 0,225 % )  C1 = 5 / CN 10 % = D 10% + Ns 0,18 3. Cairan III  CN 10 % + 7,5 Meylon + 5cc KCL.  Cairan Koloid = Plasma / Darah.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  53. 53. KEGUNAAN Cairan I : Diberikan untuk :  Klien dengan dehidrasi berat > 3 Bulan.  Klien Shock.  Nutrisi parenteral.  Spolling transfusi.( Cairan dengan komposisi murni )05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  54. 54. Cairan II :  C1 : 1 = Digunakan untuk klien > 5 Tahun. • Non migas • B.P • D.P.E • Dehidrasi ringan  C1 : 2 = Digunakan untuk klien umur 3 s/d 5 Tahun (non diare).  C1 : 4 = Digunakan untuk klien umur 1 Bulan s/d 3 Tahun (non diare).  C1 : 5 = Digunakan untuk klien umur 3 Hari s/d 3 Bulan ( B.P, D.P.E, Dehidrasi ringan.  HSD / KAEN 3 B = Digunakan untuk klien umur > 3 Bulan ( Klien diare / dehidrasi sedang ).05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  55. 55. Keseimbangan Asam basa  1. Pengaturan Kimiawi  Sistem bufer asam karbonat-bikarbonat adalah yang utama, terbanyak dan tercepat.  CO2 + H2O  H2CO3  H2CO3  H+ + HCO3  H+ + HCO3  H2CO305/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  56. 56. 2. Pengaturan Biologis  H+ tinggi  masuk sel  Kalium terlempar ke ekstrasel.  Ekstrasel menjadi kurang asam  Ekstrasel menjadi hiperkalemia  Bufer Hemoglobin-oksihemoglobin05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  57. 57. 3. Pengaturan Fisiologis 1. Paru  Alkalosis  RR turun  CO2 ditahan, bereaksi menjadi asam karbonat menghasilkan H+  Asidosis  RR cepat, dalam05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  58. 58. Lanjutan 3. … 2. Ginjal  Mekanisme mengatur H+ a. Absorpsi Bikarbonat b. Ambil ion Pospat c. Mengubah Amonia05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  59. 59. Asidosis respiratorik PaCO2 naik HCO3 naik H+ naik PH turun Disebabkan oleh Hipoventilasi05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  60. 60. Alkalosis respiratorik PaCO2 turun H+ turun PH naik Disebabkan Hiperventilasi atau pembuangan CO2 berlebihan05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  61. 61. Asidosis Metabolik  H+ naik  PH turun  Bikarbonat turun05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  62. 62. Alkalosis Metabolik Kehilangan asam Bikarbonat berlebih Disebabkan muntah, Nabic berlebihan05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  63. 63. KESEIMBANGAN ELEKTROLIT KALIUM Normal : 3,5 – 5,5 meq/L Fungsi : mempertahankan muatan listrik membran potensial05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  64. 64. HIPOKALEMIA  Penyebab : - Shift : alkalosis insulin, hiperventilasi - diuresis, diabetic, metab. Alkolis - diare, keringat - malnutrisi, peminum alkohol Gambaran klinis : - kelemahan otot, paralisis - hipotensi, aritmia - mual muntah - paralitic illeus05/28/12 - mengantuk sampai koma Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  65. 65. HIPOKALEMIA Syarat pemberian Kalium (KCl) secara intravena :  Produksi urine 0.5 – 1 cc / kgBB/jam  Jangan > 20 meq / jam  Harus diencerkan05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  66. 66. Gambaran EKG pada Hipokalemia Bila kadar K+ makin menurun: a. U prominen, T mendatar b. Depresi ST, T terbalik, PR memanjang05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  67. 67. HIPERKALEMIA  Penyebab : - gangguan fungsi ginjal - intake yang berlebihan - keadaan asidosis - kerusakan sel, mis : luka bakar  Gambaran Klinis : - Kesemutan, kelemahan otot - Aritmia : bradikardi blok - EKG : tall T, PR memanjang, QRS melebar - Diare - Apatis, gangguan mental05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  68. 68. Gambaran EKG pada Hiperkalemia. Bila kadar K+ makin meningkat : a. T meninggi dan lancip, R menjadi pendek b. QRS melebar dan bersatu dengan T c. P merendah dan hilang05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  69. 69. KESEIMBANGAN ELEKTROLIT  NATRIUM Normal : 135 – 155 meq/L Fungsi : pemelihara osmolaritas darah, berperan dalam pengaturan cairan ekstraselular05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  70. 70. Hiponatremia Penyebab : 1. normovolemia : - kebanyakan minum air atau infus dex - Pengeluaran hormon Anti Diuretic hormon 2. hipovolemia : - Pemberian diuretic - Gangguan fungsi ginjal - Muntah / diare - Keringat >> - Hiperglikemia 3. hipervolemia : - Chirrosis - Payah jantung Gambaran Klinis :05/28/12 Oliguri, takhikardi, mukosa kering, kejang otot, pusing Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  71. 71. HIPERNATREMIA Penyebab : 1. Ginjal normal a. Osmotik diuresis b. Pemberian Natrium Bicarbonas c. Hipercalcemia, poliuria, dehidrasi 2. Ginjal Abnormal a. Diabetes insipidus b. GFR yang menurun merangsang pelepasan aldosteron Gambaran Klinis 1. Tanda-tanda edema : BB meningkat, Hipertensi, gangguan mental05/28/12 2. Tanda dehidrasi : takhikardia, mukosa kering, Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  72. 72. KALSIUM  Normal : 8 – 10 meq/ L  Diperlukan tubuh untuk : 1. Kontraksi otot 2. Transmisi impuls syaraf 3. Sekresi hormon 4. Pembekuan darah 5. Penyembuhan luka 6. Pergerakan sel dan perbanyakan sel05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  73. 73. HIPOKALSEMIA  Penyebab : 1. Gagal ginjal kronis 2. kekuarangan vitamin D 3. Pancreatitis 4. Tranfusi yang massif 5. Luka bakar, sepsis 6. hipomagnesemia  Gambaran Klinis : 1. Kejang otot, kelemahan otot 2. Bronchospasme05/28/12 3. Hipotensi, bradicardi, payah jantung Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  74. 74. HIPERKALSEMIA  Penyebab : 1. Keganasan 2. Tirah Hiperparathyroid 3. Baring lama 4. Kelebihan vitamin D  Gambaran klinis : Merupakan manifestasi gangguan kardiovaskular dan neuromuscular, meliputi : 1. Hipertensi 2. Aritmia 3. Kelemahan otot 4. Gangguan kesadaran 5. Kejang05/28/12 6. Nyeri abdomen, obstipasi Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes 7. Gagal ginjal
  75. 75. Gambaran EKG pada Hipo- dan Hiperkalsemia Hipokalsemia : QT memanjang terutama karena perpanjangan ST Hiperkalsemia : QT memendek, terutama05/28/12 karena pemendekan ST Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  76. 76. MAGNESIUM  NORMAL : 1,5 – 3 meq/L  Magnesium penting pada transfer energi dan stabilitas listrik sel05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  77. 77. HIPOMAGNESEMIA  Penyebab : 1. Gangguan fungsi ginjal 2. Diuresis 3. Hipokalemia 4. Malabsorbsi, diare, penghisapan cairan lambung  Gambaran Klinis : 1. Aritmia 2. Iskemia jantung 3. Gangguan neuromuskuler (kelemahan,05/28/12 kejang, koma) Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  78. 78. HIPERMAGNESEMIA Penyebab : 1. Penggantian magnesium yang terlalu cepat 2. Penurunan absorbsi kalsium/ penurunan konsentrasi kalsium darah 3. Pengguanaan obat-obatan yang nmengandung magnesium yang berlebih Gambaran klinis : 1. Lemah, ngantuk, mual, muntah 2. hypotensi, nadi lemah irregular, bradicardia 3. Kesadaran menurun 4. Hypoventilasi dapat mengarah ke apnoe 5. EKG : perpanjangan P-R interval, elevasi gelombang T, pelebaran QRS05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  79. 79. MASALAHKESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT1. Hipovolemia Hipovolemia adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan ekstraseluler (CES). Hipovolemia adalah penipisan volume cairan ekstraseluler (CES)Hipovolemia adalah kekurangan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES).05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  80. 80. Penyebab (1) Penurunan masukan (2) Kehilangan cairan yang abnormal melalui : kulit, gastro intestinal, ginjal abnormal, dll. (3) Perdarahan05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  81. 81. Tanda-gejala Klinis  Pusing, kelemahan, Keletihan  Sinkope  anoreksia,mual, muntah, haus,  kekacauan mental  Konstipasi dan oliguria.  HR meningkat, suhu meningkat, turgor kulit menurun, lidah kering, mukosa mulut kering, mata cekung.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  82. 82. Pengkajian Fisik  Penurunan tekanan darah (TD), khususnya bila berdiri (hipotensi ortostatik); peningkatan frekwensi jantung (FJ); turgor kulit buruk; lidah kering dan kasar; mata cekung; vena leher kempes; peningkatan suhu dan penurunan berat badan akut. Bayi dan anak- anak : penurunan air mata, depresi fontanel anterior.  Pada pasien syok akan tampak pucat dan diaforetik dengan nadi cepat dan haus; hipotensi terlentang dan oliguria.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  83. 83. indikator Penurunan berat badan No Penurunan Keparahan Defisit Berat Badan Akut 1 2– 5% Ringan 2 5 – 10 % Sedang 3 10 – 15 % Berat 4 15 – 20 % Fatal05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  84. 84. Perubahan pada hipovolemia Hipovolemia Ringan  Anoreksia  Keletihan  Kelemahan Hipovolemia Sedang  Hipotensi ortostatik  Takikardia  Penurunan CVP  Penurunan haluaran urine05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  85. 85. Hipovolemia Berat  Hipotensi berbaring  Nadi cepat dan lemah  Dingin, kulit kusam  Oliguria  Kacau mental, stupor, koma05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  86. 86. Tindakan  Pemulihan volume cairan normal dan koreksi gangguan penyerta asam- basa dan elektrolit  Perbaikan perfusi jaringan pada syok hipovolemik  Rehidrasi oral pada diare pediatrik  Tindakan terhadap penyebab dasar05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  87. 87. resiko Kehilangan GI abnormal : muntah, penghisapan NG, diare, drainase intestinal Kehilangan kulit abnormal : diaforesis berlebihan sekunder terhadap demam atau latihan, luka bakar, fibrosis sistik Kehilangan ginjal abnormal : terapi diuretik, diabetes insipidus, diuresis osmotik (bentuk poliurik), insufisiensi adrenal, diuresis osmotik (DM takterkontrol, pasca penggunaan zat kontras Spasium ketiga atau perpindahan cairan plasma ke interstisial : peritonitis, obtruksi usus, luka bakar, acites Hemorragia Perubahan masukan : koma, kekurangan cairan.05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  88. 88. Pedoman Penyuluhanpasien-keluarga Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut : (1) Tanda dan gejala hipovolemia (2) Pentingnya mempertahankan masukan adekuat, khususnya pada anak kecil dan lansia, yang lebih mungkin untuk terjadi dehidrasi (3) Obat-obatan : nama, dosis, frekwensi, kewaspadaan dan potensial efek samping05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  89. 89. 2. Hipervolemia2 Hipervolemia adalah penambahan / kelebihan volume (CES) voHipervolemia adalah kelebihan cairan di dalam bagian-bagian ekstraseluler (CES). Penyebab 1. Stimulus kronis pada ginjal untuk menahan natrium dan air 2. Fungsi ginjal abnormal, dengan penurunan ekskresi natrium & air 3. Kelebihan pemberian cairan intra vena 4. Perpindahan cairan interstisial ke plasma05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  90. 90. Tanda-gejala Klinis sesak nafas, ortopnea, odema Penyebab edema extraselular 1. peningkatan tekanan kapiler  kelebihan retensi ginjal  tekanan vena yang tinggi  penurunan resistensi arteriol 2. penurunan protein plasma  hilangnya protein melalui hidung  hilangnya protein melalui kulit yang lepas  kagagalan roduksi protein05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  91. 91. 3. Peningkatan permiabilitas kapiler  reaksi imun  toksin  infeksi bakteri 4. Blockage of lymph return  Cancer  Pembuluh limphatik yang abnormal atau kelainan konginital05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  92. 92. Pengkajian Fisik Oedema, peningkatan berat badan, peningkatan TD (penurunan TD saat jantung gagal) nadi kuat, asites, krekles (rales). Ronkhi, mengi, distensi vena leher, kulit lembab, takikardia, irama galop05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  93. 93. Odema Pitting  +1: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 2 mm  +2: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 4 mm  +3: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 6 mm  +4: Setelah dipalpasi oleh pemeriksa (dengan jari telunjuk) maka daerah yang odema akan menampakkan/memperlihatkan cekungan sedalam 8 mm05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  94. 94. Tindakan Pembatasan natrium dan air Diuretik Dialisi atau hemofiltrasi arteriovena kontinue : pada gagal ginjal atau kelebihan beban cairan yang mengancam hidup05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  95. 95. Tanggung jawab Keperawatan Memantau haluaran urine dengan cermat Mempertahankan pembatasan pemberian cairan Mempertahankan masukan dan haluaran cairan akurat Memantau tanda-tanda gagal jantung kongestif (GJK) dan oedema pulmoner05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  96. 96. Riwayat dan faktor- faktor resiko Retensi natrium dan air : gagal jantung, sirosis, sindrom nefrotik, kelebihan pemberian glukokortikosteroid Fungsi ginjal abnormal : gagal ginjal akut atau kronis dengan oliguria Kelebihan pemberian cairan intravena (IV) Perpindahan cairan intertisial ke plasma : remobilisasi cairan setelah pengobatan luka bakar, kelebihan pemberian larutan hipertonik (mis; manitol, salin hipertonik) atau larutan onkotik kolid (mis; albumin)05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  97. 97. Pedoman Penyuluhan pasien- keluarga  Beri pasien dan orang terdekat instruksi verbal dan tertulis tentang hal berikut:  Tanda dan gejala hipervolemia  Gejala-gejala yang memerlukan pemberitahuan dokter setelah pulang dari rumah sakit; sesak nafas, nyeri dada, ketidakteraturan nadi baru.  Diet rendah garam, bila diprogramkan; gunakan pengganti garam; dan hindari makanan yang mengandung natrium tinggi  Obat-obatan : termasuk nama, tujuan, dosis, frekwensi, kewaspadaan dan potensial efek samping; tanda dan gejala hipokalemia bila pasien mnggunakan diuretik.  Pentingnya pembatasan cairan bila hipervolemia berlanjut  Pentingnya penimbangan berat badan setiap hari05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  98. 98. 05/28/12 Ns.Sasmiyanto.S.Kep, M.Kes
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×