• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tugas akt man
 

Tugas akt man

on

  • 911 views

 

Statistics

Views

Total Views
911
Views on SlideShare
911
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
9
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas akt man Tugas akt man Document Transcript

    • ISSN 1410-4628 TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI PERANGKAT MANAJEMEN BARU UNTUK OPTIMISASI Ketut Suardhika Natha Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar ABSTRAK Permasalahan optimalisasi bukanlah perkara yang mudah. Untuk meraih suatu peraihanyang optimal, perusahaan berusaha sekuat tenaga dengan memberdayakan sumber daya yangdimiliki. Secara matematis, nilai yang ingin diraih secara optimum oleh perusahaan, dirumuskandengan nilai = total revenue – total cost. Secara nyata, pencapaian nilai yang optimalmelibatkan berbagai macam strategi, yang tidak semata mata mengandalkan produk dan hargayang bernaung di bawah departemen pemasaran perusahaan, tetapi keseluruhan elemen dariperusahaan tersebut. Pendekatan Total Quality Management adalah salah satu upaya untukmeraih nilai yang optimal dengan melibatkan keseluruhan unsur perusahaan, di bawah satu visibersama. Proses kerja yang lebih efektif dan efisien, diikuti oleh sumber daya manusia yangberkompeten dengan loyalitas dan daya juang yang tinggi, akan menghasilkan peningkatankinerja yang berujung pada kepuasan konsumen.Kata kunci: Total Quality Management, optimisasi THE TOTAL QUALITY MANAGEMENT AS A NEW MANAGEMENT FRAMEWORK FOR OPTIMAZATION ABSTRACT The problem of optimization is not a simple task. Reaching the highest objective of thecompany which is optimum result or optimum profit, the company will bring all of its forceincluding human resource and others, to battle in the war of business. Scientific calculationformulated the value that will be reached by the company is equal to value = total revenue –total cost. By the following days, in a real life, to reach optimum result, company will conductcertain strategies which are not only prizing and product strategy, but involving all divisions ofthe company. The Total Quality Management is the answer to reach the goal. Total QualityManagement requires the strength of each company divisions, human resources and otherresources working together under one vision. The result will be a good working life, a betterproduct and satisfied costumers.Key words: Total Quality Management, optimalization1. PENDAHULUAN mencapai nilai optimal, baik minimal Optimisasi ialah suatu proses untuk maupun maksimal tersebut, secaramencapai hasil yang ideal atau optimal sistimatis dilakukan pemilihan nilai(nilai efektif yang dapat dicapai). Dalam variabel integer atau nyata yang akandisiplin matematika optimisasi merujuk memberikan solusi optimal. Perusahaanpada studi permasalahan yang mencoba dalam menjalankan kegiatan usahanyauntuk mencari nilai minimal atau maksimal berusaha untuk mencapai laba yangdari suatu fungsi nyata. Untuk dapat optimum demi kelangsungan hidupBULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 1
    • ISSN 1410-4628perusahaan dan perkembangan perusahaan Manajemen. Hal ini merupakan rombakanitu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari dari keseluruhan elemen perusahaan denganpersamaan nilai = total revenue – total cost. satu visi bersama, sikap saling memiliki, Memaksimumkan persamaan tersebut dan kecintaan terhadap perusahaan. Aluradalah perkara yang kompleks karena yang akan dicapai adalah sebagai berikut.mencakup faktor-faktor penentu Proses kerja yang efektif dan efisienpenerimaan, biaya, dan tingkat diskonto diikuti oleh SDM yang berkompeten danuntuk setiap tahunnya pada masa yang akan memiliki loyalitas dan daya juang yangdatang. Penerimaan total (TR) suatu tinggi. Berikutnya peningkatan kinerja danperusahaan secara langsung ditentukan oleh berakhir pada kepuasan konsumen. Ketikajumlah produk yang dijual dan harga kepuasan konsumen tercapai akan terjadijualnya sehingga sangatlah penting untuk peningkatan pembelian secara multiplymemikirkan elemen bauran pemasaran dan mengingat konsumen adalah marketerbargaining power dalam hal harga. Hal ini produk yang baik dan meningkatkan totalsebagai pembuktian bahwa sangat sulit bagi revenue.manajemen untuk mengambil suatukeputusan manajerial untuk mencapai laba Total Quality Managementoptimal. Untuk keputusan sehari-hari teknik Perkembangan mutu terpadu padaoptimisasi parsial sering digunakan, yang mulanya sebagai suatu sistemlebih terfokus pada departemen-departemen perkembangan di Amerika Serikat. Buahyang ada di perusahaan. Di samping itu, pikiran mereka pada mulanya kurangpenerapan teknik optimisasi parsial ini diperhatikan oleh masyarakat, khususnyanyatanya adalah teknik yang paling sering masyarakat bisnis. Namun, beberapa daridigunakan. mereka merupakan pemegang kunci dalam Dewasa ini di tengah perkembangan pengenalan dan pengembangan konsepteknologi, menjamurnya perusahaan- mutu. Sejak 1980 keterlibatan merekaperusahaan baru, dan bermunculannya dalam manajemen terpadu telah dihargai dikonsumen yang lebih kritis menimbulkan seluruh dunia. Adapun konsep-konseppermasalahan baru bagi perusahaan dalam mereka tentang mutu terpadu secara garishal optimisasi: besar dapat dikemukakan berikut ini.(1) tuntutan konsumen terhadap barang 1. F.W. Taylor (1856-1915) yang semakin bermutu Seorang insiyur mengembangkan satu(2) adanya tendensi kurangnya kesetiaan seri konsep yang merupakan dasar dari konsumen terhadap suatu produk pembagian kerja (devision of work).(3) kemampuan perusahaan pesaing Analisis dengan pendekatan gerak dan sebagai follower menyebabkan waktu (time and motion study) untuk keberanian mereka untuk mengadakan pekerjaan manual memperoleh gelar serangan terbuka dalam periklanan “Bapak Manajemen Ilmiah” (The Father of(4) persaingan harga yang mulai tidak Scientific Management). Dalam bukunya sehat tersebut Taylor menjelaskan beberapaHal ini tentu saja sangat menyulitkan elemen tentang teori manajemen, yaituperusahaan ketika hanya berkutat pada sebagai berikut.permainan harga dan produk mix. - Setiap orang harus mempunyai tugasOptimisasi yang diperlukan tentu saja tidak yang jelas dan harus diselesaikan dalamhanya melibatkan elemen produk mix yang satu haribernaung di bawah manajer pemasaran, - Pekerjaan harus memiliki peralatan yangtetapi melibatkan keseluruhan elemen standar untuk menyelesaikan tugas yangperusahaan itu sendiri. menjadi bagiannya. Solusi terbaik untuk optimisasi - Bonus dan intensif wajar diberikanperusahaan dalam kondisi demikian kepada yang berprestasi maksimal.kerasnya persaingan serta semakin besarnyakonsumen power dalam membuat pilihan,bahkan harga adalah Total QualityBULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 2
    • ISSN 1410-4628- Penalti yang merupakan kerugian bagi - Only senior managers determine the pekerjaan yang tidak mencapai sasaran market in which the firm will participate yang telah ditentukan (personal loss). and what product or service will beTaylor memisahkan perencanaan dari solved.perbaikan kerja. Dengan demikian, dia Hal ini berarti bahwa tanpa keterlibatanmemisahkan pekerjaan dari tanggung jawab pimpinan secara aktif tidak mungkinuntuk memperbaiki kerja. tercapai manajemen mutu terpadu.2. Shewart (1891-1967) 4. Prof. Juran Seorang ahli statistik yang bekerja pada Ia mengunjungi Jepang pada tahun“Bell Labs” selama periode 1920-1930. 1945. Di Jepang Juran membantu pimpinanDalam bukunya The Economic Control of Jepang di dalam menstrukturisasi industriQuality Manufactured Products, diperoleh sehingga mampu mengekspor produk kesuatu kontribusi yang menonjol dalam pasar dunia. Ia membantu Jepang untukusaha untuk memperbaiki mutu barang mempraktikkan konsep mutu dan alat-alathasil pengolahan. Dia mengatakan bahwa yang dirancang untuk pabrik ke dalamvariasi terjadi pada setiap segi pengolahan suatu seri konsep yang menjadi dasar bagidan variasi dapat dimengerti melalui suatu “management process” yang terpadu.penggunaan alat statistik yang sederhana. Juran mendemonstrasikan tiga prosesSampling dan probabilitas digunakan untuk manajerial untuk mengelola keuangan suatumembuat control chart untuk memudahkan organisasi yang dikenal dengan trilogipara pemeriksa mutu, untuk memilih Juran, yaitu finance planning, financialproduk mana yang memenuhi mutu dan control, financial improvement. Adapuntidak. Penemuan Shewhart sangat menarik perincian trilogi itu sebagai berikut.bagi Deming dan Juran, yaitu kedua sarjana - Quality planning, yaitu suatu proses yangahli dalam bidang statistik. mengidentifikasi pelanggan dan proses yang akan menyampaikan produk dan 3. Edward Deming jasa dengan karakteristik yang tepat dan Lahir tahun 1900 dan mendapat Ph. D. kemudian mentransfer pengetahuan ini kepada 1972 sangat menyadari bahwa ia telah seluruh kaki tangan perusahaan gunamemberikan pelajaran tentang pengendalian memuaskan pelanggan.mutu secara statistik kepada para insinyur - Quality control, yaitu suatu proses dibukan kepada para manajer yang mana produk benar-benar diperiksa danmempunyai wewenang untuk memutuskan. dievaluasi, dibandingkan denganKatanya “Quality is not determined on the kebutuhan-kebutuhan yang diinginkanshop floor but in the executive suite”. Pada para pelanggan. Persoalan yang telah1950 beliau diundang oleh “The Union to diketahui kemudian dipecahkan, misalnyaJapanese Scientists and Engineers (JUSE)” mesin-mesin rusak segera diperbaiki.untuk memberikan ceramah tentang mutu. - Quality improvement, yaitu suatu proses Pendekatan Deming dapat disimpulkan di mana mekanisme yang sudah mapansebagai berikut. dipertahankan sehingga mutu dapat- Quality is primarily the result of senior dicapai berkelanjutan. Hal ini meliputi management actions and not the results of alokasi sumber-sumber, menugaskan actions taken by workers. orang-orang untuk menyelesaikan proyek- The system of work that determines how mutu, melatih para karyawan yang work is performed and only managers can terlibat dalam proyek mutu, dan pada create system. umumnya menetapkan suatu struktur- Only manager can allocate resources, permanen untuk mengejar mutu dan provide training to workers, select the mempertahankan apa yang telah dicapai equipment and tools that worekers use, sebelumnya. and provide the plant and environment Uraian tokoh-tokoh mutu di atas sekadar necessary to achieve quality. menggambarkan secara singkat saja. Masih banyak sarjana di bidang mutu yang tidakBULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 3
    • ISSN 1410-4628sempat ditulis pada kesempatan ini. Yang memberikan manfaat pada anggotajelas para sarjana tersebut sependapat organisasi (sumber daya manusianya) danbahwa konsep “pentingnya perbaikan mutu masyarakatsecara terus-menerus bagi setiap produk TQM juga diterjemahkan sebagaiwalaupun teknik yang diajarkan berbeda- pendekatan berorientasi pelanggan yangbeda”. Kini sampailah pada pengertian memperkenalkan perubahan manajemenmutu yang diambil dari “America Society yang sistematik dan perbaikan terusfor Quality Control” yang mengatakan menerus terhadap proses, produk, danQuality is the totality of features and pelayanan suatu organisasi. Proses TQMcharacteristics of a product or service that memiliki input yang spesifik (keinginan,bear on its ability to satisty stated of kebutuhan, dan harapan pelanggan),implied needs (Kotler : 1994). Definisi di mentransformasi (memproses) input dalamatas berkonotasi kepada pelanggan. Produk organisasi untuk memproduksi barang ataubermutu kalau dapat memuaskan para jasa yang pada gilirannya memberikanpelanggan yang mengkonsumsi produk kepuasan kepada pelanggan (output).tersebut. Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara2. DELAPAN DIMENSI MUTU terus-menerus. Dengan demikian, juga Dalam hal kualitas dianggap layak, Quality Management sendiri yang harusmaka diperlukan suatu produk untuk dapat dilaksanakan secara terus-menerus. Sejakmemenuhi dimensi-dimensi berikut ini. tahun 1950-an pola pikir mengenai mutu1. Performa: seberapa cocok produk itu terpadu atau TQM sudah muncul di daratan digunakan sesuai dengan fungsi Amerika dan Jepang dan akhirnya Koji pemenuhan kebutuhannya Kobayashi, salah satu CEO of NEC,2. Features: konten dari produk yang diklaim sebagai orang pertama yang membedakannya dari produk lain mempopulerkan TQM, yang dia lakukan3. Reliabilitas: seberapa lama produk itu pada saat memberikan pidato pada dapat bertahan dari kerusakan pemberian penghargaan Deming prize di4. Conformance: sejauh mana produk tahun 1974 (Deming prize, established in dapat dikembangkan oleh konsumen itu December 1950 in honor of W. Edwards sendiri. Deming, was originally designed to reward5. Durabilitas: seberapa lama produk Japanese companies for major advances in dapat digunakan sampai benar benar quality improvement. Over the years it has tidak dapat dipakai lagi grown, under the guidance of Japanese6. Serviceability, speed, cost, ease to Union of Scientists and Engineers (JUSE) repair: ada tidaknya servis center dan to where it is now also available to non- seberapa banyak biaya yang Japanese companies, albeit usually dikeluarkan konsumen untuk itu. operating in Japan, and also to individuals7. Esthetic: nilai keindahan dari produk, recognised as having made major termasuk dalam definisi ini adalah contributions to the advancement of tampilan fisik produk quality.)8. Percieved quality: kesan yang Banyak perusahaan Jepang yang membekas dari produk pada pemikiran memperoleh sukses global karena konsumen memasarkan produk yang sangat bermutu. Perusahaan/organisasi yang ingin mengikuti3. DEFINISI MANAJEMEN MUTU perlombaan/ bersaing untuk meraih TERPADU laba/manfaat tidak ada jalan lain kecuali ISO: TQM adalah pendekatan harus menerapkan Total Qualitymanajemen pada suatu organisasi, berfokus Management. Philip Kolter (1994)pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi mengatakan “Quality is our best assurancedari keseluruhan sumber daya manusia dan of custemer allegiance, our strongestditujukan pada kesuksesan jangka panjang defence against foreign competition and themelalui kepuasan pelanggan dan only path to sustair growth and earnings”.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 4
    • ISSN 1410-4628Di Jepang, TQM dirangkum menjadi empat Alat ini merupakan suatu alatlangkah, yaitu sebagai berikut. interpretasi yang dapat digunakan untuk- Kaizen: difokuskan pada improvisasi memilih gagasan dan pemecahan proses berkelanjutan (continuous masalah di antara beberapa alternatif. Improvement) sehingga proses yang 5. Analisis tulang ikan terjadi pada organisasi menjadi visible Analisis tulang ikan (juga dikenal (dapat dilihat), repeatable (dapat sebagai diagram sebab-akibat) dilakukan secara berulang-ulang), dan merupakan alat analisis, antara lain measurable (dapat diukur). untuk mengkategorikan berbagai sebab- Atarimae Hinshitsu: berfokus pada efek potensial dari suatu masalah dan intangible pada proses dan optimisasi dari menganalisis apa yang sesungguhnya efek tersebut. terjadi dalam suatu proses.- Kansei: meneliti cara penggunaan produk 6. Penilaian kritis oleh konsumen untuk peningkatan Penilaian kritis adalah alat bantu kualitas produk itu sendiri. analisis yang dapat digunakan untuk- Miryokuteki Hinshitsu: manajemen taktis memeriksa setiap proses manufaktur, yang digunakan dalam produk yang siap perakitan, atau jasa. Alat ini membantu untuk diperdagangkan. kita untuk memikirkan apakah proses Penerapan Total Quality Management itu memang dibutuhkan, tepat, dandipermudah oleh beberapa piranti, yang apakah ada alternatif yang lebih baik.sering disebut “alat TQM”. Alat-alat ini 7. Benchmarkingmembantu kita menganalisis dan mengerti Benchmarking adalah prosesmasalah-masalah serta membantu membuat pengumpulan dan analisis data dariperencanaan. organisasi kita dan dibandingkanDelapan alat TQM yang diuraikan adalah dengan keadaan di dalam organisasisebagai berikut. lain. Hasil dari proses ini akan menjadi1. Curah pendapat (sumbang saran) - patokan untuk memperbaiki organisasi Brainstorming kita secara terus menerus. Tujuan Curah pendapat adalah alat benchmarking adalah bagaimana perencanaan yang dapat digunakan organisasi kita bisa dikembangkan untuk mengembangkan kreativitas sehingga menjadi yang terbaik. kelompok. Curah pendapat dipakai, 8. Diagram analisa medan daya (bidang antara lain untuk menentukan sebab- kekuatan) sebab yang mungkin dari suatu masalah Diagram medan daya merupakan suatu atau merencanakan langkah-langkah alat analisis yang dapat digunakan, suatu proyek. antara lain untuk mengidentifikasi2. Diagram alur (bagan arus proses) berbagai kendala dalam mencapai suatu Bagan arus proses adalah satu alat sasaran dan mengidentifikasi berbagai perencanaan dan analisis yang sebab yang mungkin serta pemecahan digunakan, antara lain untuk menyusun dari suatu masalah atau peluang. gambar proses tahap demi tahap untuk Syarat syarat pelaksanaan TQM dalam tujuan analisis, diskusi, atau suatu perusahaan adalah sebagai berikut. komunikasi dan menemukan wilayah- 1. Setiap perusahaan/organisasi harus wilayah perbaikan dalam proses. secara terus meneurus melakukan3. Analisis SWOT perbaikan mutu produk dan pelayanan Analisis SWOT adalah suatu alat sehingga dapat memuaskan para analisis yang digunakan untuk pelanggan. menganalisis masalah-masalah dengan 2. Memberikan kepuasan kepada pemilik, kerangka Strengths (kekuatan), pemasok, karyawan, dan para Weaknesses (kelemahan), pemegang saham. Opportunities (peluang), dan Threats 3. Memiliki wawasan jauh ke depan (ancaman). dalam mencari laba dan memberikan4. Ranking preferensi kepuasan.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 5
    • ISSN 1410-46284. Fokus utama ditujukan pada proses, MMT adalah suatu proses yang terdiri atas baru menyusul hasil. tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung5. Menciptakan kondisi di mana para yang harus mereka kelola agar mencapai karyawan aktif berpartisipasi dalam perbaikan mutu yang berkesinambungan menciptakan keunggulan mutu. sebagai kunci keunggulan bersaing.6. Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif 2. Pendidikan dan Pelatihan memotivasi karyawan bukan dengan Mutu didasarkan pada keterampilan cara otoriter sehingga diperoleh suasana setiap karyawan yang pengertiannya kondusif bagi lahirnya ide-ide baru. tentang apa yang dibutuhkan oleh7. Rela memberikan ganjaran, pengakuan pelanggan ini mencakup mendidik dan bagi yang sukses dan mudah melatih semua karyawan, memberikan memberikan maaf bagi yang belum informasi yang mereka butuhkan untuk berhasil/berbuat salah. menjamin perbaikan mutu dan8. Setiap keputusan harus berdasarkan memecahkan persoalan. Pelatihan inti ini pada data, baru berdasarkan memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu pengalaman/ pendapat. set alat yang sama akan diperbaiki di9. Setiap langkah kegiatan harus selalu seluruh perusahaan. Pelatihan tambahan terukur jelas sehingga pengawasan pada bench marking, statistik, dan teknik lebih mudah. lainnya juga digunakan dalam rangka10. Program pendidikan dan pelatihan mencapai kepuasan pelanggan yang hendaknya menjadi urutan utama dalam paripurna. upaya peningkatan mutu. 3. Struktur Pendukung4. ELEMEN PENDUKUNG DALAM Manajer senior mungkin memerlukan TQM dukungan untuk melakukan perubahan Elemen-elemen pendukung TQM yang dianggap perlu dalam melaksanakandimaksud adalah sebagai berikut. strategi pencapaian mutu. Dukungan1. Kepemimpinan semacam ini mungkin diperoleh dari luar Manajer senior harus mengarahkan melalui konsultan. Akan tetapi, lebih baikupaya pencapaian tujuan dengan kalau diperoleh dari dalam organisasi itumemberikan, menggunakan alat dan bahan sendiri. Suatu staf pendukung yang kecilyang komunikatif, menggunakan data dan dapat membantu tim manajemen seniormenggali siapa-siapa yang berhasil untuk mengartikan konsep mengenai mutu,menerapkan konsep manajemen mutu membantu melalui “network” denganterpadu. Ketika memutuskan untuk manajer mutu di bagian lain dalammenggunakan MMT/TQM sebagai kunci organisasi, dan membantu sebagaiproses manajemen, peranan manajer senior narasumber mengenai topik-topik yangsebagai penasihat, guru, dan pimpinan tidak berhubungan dengan mutu bagi tim manajerbisa diremehkan.Pimpinan Senior suatu senior.organisasi harus sepenuhnya menghayatiimplikasi manajemen di dalam suatu 4. Komunikasiekonomi internasional di mana manajer Komunikasi dalam suatu lingkunganyang paling berhasil, paling mampu, dan mutu mungkin perlu ditempuh dengan carapaling hebat pendidikannya di dunia harus berbeda-beda agar dapat berkomunimasidiperebutkan melalui persaingan yang ketat. kepada seluruh karyawan mengenai suatuKenyataan hidup yang berat ini akan komitmen yang sungguh-sungguh untukmenyadarkan manajer senior mengakui melakukan perubahan dalam usahabahwa mereka harus mengembangkan peningkatan mutu. Secara ideal manajersecara partisipatif, baik misi, visi, maupun harus bertemu pribadi dengan paraproses manajemen, yang dapat mereka karyawan untuk menyampaikan informasi,gunakan untuk mencapai keduanya. memberikan pengarahan, dan menjawabPimpinan bisnis harus mengerti bahwa pertanyaan dari setiap karyawan.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 6
    • ISSN 1410-46285. Ganjaran dan Pengakuan setiap orang memahami misi, visi, nilai, Tim individu yang berhasil menerapkan dan target perusahaan yang jelas.proses mutu harus diakui dan mungkin 5. Pimpinan dapat membangun dandiberi ganjaran sehingga karyawan lainnya memelihara kepercayaan.sebagai anggota organisasi akan 6. Pimpinan harus paham betul untukmengetahui apa yang diharapkan. Gagal mengucapkan terima kasih kepadamengenali seseorang mencapai sukses bawahan yang berhasil/berjasa.dengan menggunakan proses menejemen 7. Aktif mengadakan kaderisasi melaluimutu terpadu akan memberikan kesan pendidikan dan pelatihan yangbahwa ini bukan arah menuju pekerjaan terprogram.yang sukses dan menungkinkan promosi 8. Berorientasi selalu pada pelangganatau sukses individu secara menyeluruh. internal/eksternal.Jadi, pada dasarnya karyawan yang berhasil 9. Pandai menilai situasi dan kemampuanmencapai mutu tertentu harus diakui dan orang lain secara tepat.diberi ganjaran agar dapat menjadi 10. Dapat menciptakan suasana kerja yangpanutan/contoh bagi karyawan lainnya. sangat menyenangkan. 11. Mau mendengar dan menyadari6. Pengukuran kesalahan. Penggunaan data hasil pengukuran 12. Selalu berusaha memperbaiki sistemmenjadi sangat penting di dalam dan banyak berimprovisasi.menetapkan proses manajemen mutu. 13. Bersedia belajar kapan saja dan di manaPenjelasan, pendapat harus diganti dengan saja.data dan setiap orang harus diberi tahu Kita sependapat bahwa mutu tidakbahwa yang penting bukan yang dipikirkan, ditentukan oleh pekerjaan di bengkel ataumelainkan yang diketahuinya berdasarkan oleh teknis pemberi jasa yang bekerjadata. Di dalam menentukan penggunaan melayani pelanggan. Akan tetapi,data, kepuasan pelanggan eksternal harus ditentukan oleh para manajer senior suatudiukur untuk menentukan seberapa jauh organisasi yang berkat posisi yangpengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan dimilikinya bertanggung jawab kepadamereka benar-benar dipenuhi. pelanggan, karyawan, pemasok, dan pemegang saham untuk keberhasilan suatu Di samping keenam elemen pendukung usaha. Manajer senior ini mengalokasikandi atas, ada unsur yang tidak bisa diabaikan, implementasi proses manajemen yangyaitu gaya kepemimpinan dalam memungkinkan perusahaan memenuhi visiorganisasi/perusahaan bersangkutan. Suatu dan misi mereka. Dengancara/gaya bagaimana seorang manajer mengkombinasikan prinsip-prinsip tentangsebagai seorang pimpinan melakukan mutu oleh para ahli dengan pengalamansesuatu sangat berpengaruh pada praktik telah dicapai pengembangan suatupelaksanaan tugas yang dilakukan oleh model sederhana, tetapi sangat efektif untukbawahan/karyawan. mengimplementasikan manajemen mutu Terdapat 13 hal yang perlu dimiliki terpadu. Model tersebut terdiri atasoleh seorang pimpinan dalam manajemen komponen-komponen berikut.mutu terpadu, yaitu sebagai berikut. 1. Tujuan: perbaikan terus-menerus,1. Pimpinan mendasarkan keputusan pada artinya mutu selalu diperbaiki dan data, bukan pendapat saja. disesuaikan dengan perubahan yang2. Pimpinan merupakan pelatih dan menyangkut kebutuhan dan keinginan fasilitator bagi setiap individu/bawahan. para pelanggan.3. Pimpinan harus secara aktif terlibat 2. Prinsip: fokus pada pelanggan, dalam pemecahan masalah yang perbaikan proses, dan keterlibatan total. dihadapi oleh bawahan. 3. Elemen: kepemimpinan, pendidikan4. Pimpinan harus bisa membangun dan pelatihan, struktur pendukung, komitmen, yang menjamin bahwa komunikasi, ganjaran dan pengakuan, serta pengukuran.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 7
    • ISSN 1410-4628Model di atas dibentuk berdasarkan tiga 2. Fokus pada perbaikan proses kerjaprinsip mutu terpadu, yaitu sebagai berikut. untuk memproduksi secara konsisten1. Fokus kepada pelanggan, baik produk yang dapat diterima. pelanggan internal maupun eksternal. 3. Fokus yang memanfaatkan bakat para karyawan.5. MODEL TQM Salah satu kerangka model TQM: 1. Ethics / etika 2. Integrity / integritas 3. Trust / kepercayaan 4. Training /diklat 5. Teamwork / kerja sama 6. Leadership / kepemimpinan 7. Recognition / akredibilitas 8. Communication / komunikasi Elemen Kunci TQM a. Ethics adalah suatu bentuk Model TQM di atas menunjukkan kedisiplinan akan menjalankan hal-suatu philosophy bahwa mutu yang hal yang dianggap baik olehdiinginkan didapat dari kekuatan perusahaan dan menghindarkan dirikepemimpinan, perencanaan, design, dan dari tindakan-tindakan yangpeningkatan inisiatif. Kedelapan elemen dianggap buruk. Ada dua jeniskunci tersebut dapat dikelompokkan etika perusahaan, yaitu yangmenjadi empat bagian, yaitu sebagai berkaitan dengan etika bisnis danberikut. etika personal, etika dari individual1. Foundation, termasuk di dalamnya SDM terhadap perusahaan dan ethics, integrity, and trust. sesama SDM.2. Building Bricks, termasuk di dalamnya b. Integrity termasuk di dalamnuya training, teamwork, and leadership. adalah kejujuran, moralitas, nilai,3. Binding Mortar, termasuk di dalamnya keadilan, dan ketulusan. Semuanya adalah communication. harus terwujud dalam hubungan4. Roof adalah recognition. antara komponen perusahaan terhadap konsumen. Suatu1. Foundation perusahaan hendaknya mampu TQM dibangun di atas suatu fondasi menilai apa yang konsumen yang terdiri atas ethics, integrity, dan harapkan dan apa yang pantas trust. Ini akan menumbuhkan diberikan kepada konsumen keterbukaan, keadilan, ketulusan dan berdasarkan nilai-nilai tersebut. memberikan peluang bagi semua orang c. Trust kepercayaan di antara untuk ikut serta dalam proses karyawan dan pihak-pihak terkait pelaksanaannya.Ketiga elemen kunci dengan perusahaan akan pada grup ini akan membuka potensi memudahkan proses pengambilan TQM yang luar biasa. Ketiganya keputusan dan pelaksanaan. Jadi, berjalan beriringan, tetapi memberikan kepercayaan akan mendatangkan kontribusi yang berbeda dan saling lingkungan yang kooperatif melengkapi dalam TQM. terhadap TQM.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 8
    • ISSN 1410-46282. Bricks menangani penyebab Setelah memiliki fondasi yang kuat, permasalahan dengan kurun maka pilar penyangga akan lebih kuat waktu satu minggu sampai lagi dalam mencapai “atap“ yang dengan tiga bulan. Dengan menjadi tujuan TQM, yaitu recognition. tingkat permasalahan yang Bricks terdiri atas hal-hal berikut. lebih rendah daripada a. Training–Diklat sangat penting permasalahan yang dihadapi bagi karyawan untuk meningkatkan QITS. produktivitasnya. Tugas diklat iii. Natural Work Teams (NWTs) – biasanya dibebankan pada Bentukan tim ini terdiri atas supervisor atau badan tersendiri sekelompok kecil SDM ahli di dari Human Resources bidangnya dengan tiap-tiap Departement. Pada dasarnya diklat anggota tim memikul tugas dan yang dibutuhkan karyawan di tanggug jawab sendiri-sendiri antaranya keahlian personal sesuai yang dibagi berdasarkan dengan pekerjaan masing-masing, kapabilitasnya. Konsep yang kemampuan untuk bekerja aktif terdapat di dalam tim yang dalam tim, pemecahan masalah, melibatkan karyawan, pembuatan keputusan, ekonomi dan kesanggupan me-manage tim bisnis, dan keahlian teknis lainnya secara professional, dan sehingga akan mampu kesatuan di antara anggota tim mendapatkan karyawan yang yang berupa lingkaran efektif. berkualitas. Tim ini b. Teamwork–Kekuatan tim akan berkesinambungan tanpa ada lebih hebat dari individu. Dengan batas waktu dengan jam kerja tim permasalahan akan lebih cepat kurang lebih satu sampai diselesaiakan dengan lebih banyak dengan dua jam setiap solusi yang dapat saling mengisi. minggunya. Tim juga akan mampu c. Leadership – Bisa dikatakan mingimprovisasi proses dan sebagai kunci utama dalam TQM. pelaksanaan TQM. Ada tiga tipe Sosok kepemimpinan dalam TQM tim yang disarankan dalam TQM, hendaknya yang memiliki visi ke yaitu sebagai berikut. depan dan mampu menginspirasi i. Quality Improvement Teams or anggotanya. Pemimpin di sini juga Excellence Teams (QITS) – Ini berarti mampu membuat arah adalah bentukan tim yang strategi yang dapat dipahami oleh sifatnya temporer yang semua komponen yang ada dengan bertugas untuk menyelesaikan nilai-nilai yang mewakili seluruh problem yang spesifik. kepentingan. Sosok kepemimpinan Biasanya bentukan tim ini ini biasanya dipegang oleh seorang digunakan dalam kurun waktu manajer. Dalam TQM juga tiga sampai dengan dua belas dibutuhkan supervisor yang bulan. Tim ini juga biasanya berkomitmen untuk memimpin digunakan lagi ketika karyawan. Seorang supervisor permasalahan yang sama harus paham betul. timbul pada periode waktu TQM dengan seperangkat nilai dan berikutnya. philosophy yang terkandung di ii. Problem Solving Teams (PSTs) dalamnya dan mampu – Tim ini juga bersifat mengkomunikasikannya ke seluruh temporer dengan tugas elemen yang berada di bawahnya. menyelesaikan permasalahan Intinya keseluruhan TQM harus yang juga spesifik dan dipahami, dipegang, dan dipimpin oleh mengidentifikasi serta perangkat top management yang harusBULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 9
    • ISSN 1410-4628 memiliki komitmen tinggi terhadap hal dari satu departemen dengan yang tersebut. Nilai obyektivitas harus lainnya. dijunjung tinggi karena top 4. Roof management bertindak dari planer Recognition – Recognition adalah sampai measurement. elemen terakhir dari TQM. Seharusnya elemen ini mampu memberikan3. Binding Mortar sugesti dan achivement bagi tim dan Binding Mortar merupakan elemen karyawan individual. Dengan seseorang kunci yang melingkupi keseluruhan memperoleh suatu pengakuan, model dari TQM. akredibilitas, maka secara otomatis Communication – Komunikasi adalah akan terjadi perubahan yang luar biasa suatu jembatan yang menentukan dalam kepercayaan diri, self esteem, keberhasilan TQM. Komunikasi yang produktivitas, dan kualitas kerja yang tidak tepat dan tidak tertuju ke sasaran sesuai dengan mutu yang diharapkan akan mengakibatkan rubuhnya model perusahaan. Secara tidak langsung hal TQM. Kesatuan dari keseluruhan inilah yang pada akhirnya akan elemen kunci ini disatukan dengan memberikan kepuasan kepada suatu komunikasi yang tepat, yang tepat konsumen berupa produk dengan mutu sasaran dan tepat ide. Komunikasi yang yang tinggi sebagai hasil dari baik dalam TQM diperlukan antara pemberdayaan SDM yang berkualitas. seluruh elemen organisasi, supplier, Pengakuan atau kredibilitas dapat terjadi dan konsumen. Dalam kondisi apa pun dengan cara, terjadi pada tempat serta seorang supervisor harus peka terhadap terjadi pada waktu, antara lain sebagai aliran informasi yang ada di sekitarnya berikut. yang kemudian disampaikan ke - Cara – Berupa sertifikat penghargaan, manajemen untuk diolah sedemikian trofi, plakat, dan sebagainya. rupa menjadi suatu keputusan terhadap - Tempat – Penampilan yang baik dapat suatu kondisi berupa informasi untuk dilihat dari kondisi kerja departemen, kemudian disampaikan ke pihak-pihak panitia, tim, dan top manajemen. yang terkait. Ada beberapa macam Pengakuan di sini terjadi di kalangan komunikasi, yaitu sebagai berikut. departemen, top manajemen, ataupun di i. Downward communication – Aliran kalangan karyawan komunikasi dari atas ke bawah. - Waktu – Pengakuan dapat diberikan pada Komunikasi ini tergolong dominan waktu tertentu, seperti rapat staf, dalam organisasi. Dari top penghargaan yang sifatnya rutin, dan manajemen yang menyampaikan sebagainya. informasi ke supervisor, selanjutnya dari supervisor ke 6. MODEL TQM YANG karyawan adalah contoh dari DISEDERHANAKAN komunikasi ini. Untuk membuat dan mengaplikasikan ii. Upward communication – Dapat sebuah model dari Total Quality berupa kritikan karyawan terhadap Management, maka dilakukan langkah- manajemen atau hasil mata-mata langkah awal sebagai berikut. karyawan dan pengetahuan lainnya 1. Mengidentifikasi elemen-elemen yang dari karyawan yang disampaikan ke diperlukan untuk kesuksesan atas, demi kesempurnaan TQM. pendekatan manajemen kualitas. iii. Sideways communication – 2. Mengetahui cara cara agar keseluruhan Komunikasi ini sangat penting elemen tersebut dapat terkoneksi satu karena memecah dinding pembatas dengan yang lain sehingga dapat antara satu departemen dengan mencapai tujuan. departemen lainnya. Tanpa 3. Membuat pilihan-pilihan proses yang komunikasi ini TQM akan terpecah dapat dipilih dalam mecapai tujuan dari manajemen kualitas.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 10
    • ISSN 1410-46284. Mempelajari keahlian dan pengetahuan TQM dengan memaksakan penerapan untuk menyeimbangankan perencanaan TQM yang akan diberlakukan ke HRD startegik perusahaan yang akan dan OM. Hal ini berarti bahwa dilakukan dengan rutinitas proses pimpinan tidak berdampingan dengan operasional sehari- hari. HRD dan OM dalam merancang TQM5. Mempelajari keahlian dan pengetahuan itu sendiri. Akibatnya adalah yang akan digunakan oleh tiap-tiap pendekatan ini dapat mengalami sumber daya manusia dan sumber daya kegagalan sebanyak 80%. Hal itu perusahaan untuk peningkatan aktivitas terjadi karena yang terkesan dari TQM produksi sehari-hari. dengan pendekatan ini adalah Rat Race6. Belajar untuk menghilangkan kesan atau perburuan hadiah yang akan cambukan SDM dalam peningkatan menimbulkan cara-cara tidak sehat atau produktivitas sebagai upaya mereka Run end atau kinerja yang mendadak untuk menjadi karyawan pilihan dalam berhenti ketika seorang karyawan satu bulan, tetapi membuat mereka merasa tidak mampu ataupun sudah melakukannya secara tulus. puas.7. Mempelajari keahlian manajemen 2. Integrated Management Approach dengan baik dan mengetahui kebutuhan (Model Pendekatan Terpadu) karyawan dan sumber daya perusahaan TQM adalah perpaduan dan lainnya agar semua elemen yang penyeimbangan antara budaya kerja berperan dalam TQM dapat bekerja yang telah ada di OM dan HRD dengan sampai pada titik tertinggi budaya yang akan diciptakan oleh8. Menghindari titik kepuasan karyawan TQM sehingga tercipta suatu garis yang akan menyebabkan mereka tengah yang menjembatani semua berhenti untuk meningkatkan kebutuhan dan kebudayaan HRD dan produktivitas dan justru sebaliknya OM dengan alur dari TQM dengan harus mempelajari hal-hal yang tujuan yang dibawa oleh TQM. Dengan membakar semangat mereka pada saat demikian, di antara ketiganya akan proses TQM berlangsung. tercipta suatu integritas, kesepahaman,Pelaksanaan Model TQM harus berpegang tanpa adanya rasa saling dirugikan danpada prinsip-prinsip kesuksesan model mereka akan berkinerja lebih baik tanpaTQM berikut. perlu merasakan aura kompetisi yang1. Kesuksesan TQM membutuhkan tidak sehat seperti Rat Race dan Runs perubahan tingkah laku dan budaya end. Tingkat keberhasilan sangat tinggi2. Manajemen TQM harus dipisah dari mengingat akan disesuaikan antara HRD dan Manajemen Organisasional tingkat keberhasilan yang diinginkan (OM), dengan kata lain divisi TQM perusahaan dengan kemampuan dan hendaknya dibuat tersendiri. kemauan para pelaksana.3. Kesuksesan sistem TQM adalah kemampuan untuk memadukan Model TQM yang Disederhanakan manajemen organisasi dengan Untuk beberapa perusahaan, akan menjadi Departemen Human Resource sangat sulit ditemukan titik temu dalam Development. perencanaan TQM pendekatan terpadu. Ada4. TQM, HRM, dan OM haruslah beberapa hal yang dapat dijadikan prinsip, memiliki satu kesatuan pandangan dan di antaranya adalah sebagai berikut. berkesinambungan. 1. Para manajer berkomitmen untukDua macam pendekatan Model TQM melaksanakan model yang akan merekaadalah sebagai berikut. buat bersama1. Traditional Management Approach 2. Formula sederhananya adalah HRD + (Model Pendekatan Tradisional) Organisation Development = TQM. Model ini adalah model yang paling Keduanya harus saling melengkapi sering digunakan, yaitu pimpinan tanpa harus merugikan salah satunya. perusahaan membuat suatu pendekatanBULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 11
    • ISSN 1410-46283. Cara gampang untuk membuat TQM yang disederhanakan dengan membuat bagan sebagai berikut.Bagan Model TQM yang Disederhanakan awal Reality pada proses sehari hari organisasi TQM yang diinginkan modelReality kinerja SDM sehari hariDari model di atas dapat dilihat bahwa Kerangka dari TQM adalah sumberTQM yang disederhanakan dalam model daya yang dapat diandalkan, selanjutnyaintegritas adalah bentukan dari titik tengah menghasilkan efektifivas dan efisiensi darikinerja karyawan yang ditingkatkan dengan kinerja perusahaan, yang menghasilkanproses kinerja perusahaan yang juga produk yang berkualitas, sehingga kepuasanditingkatkan. Keduanya mengalami titik konsumen akan dapat diraih dengan mudah.temu, sehingga karyawan tidak merasaterpaksa melakukan TQM dan perusahaanjuga mampu meningkatkan kualitas proses DAFTAR PUSTAKAkerja mereka dengan kapasitas yangditerima karyawan. Arshad, Lincoln. 2000. Ekonomi Manajerial Edisi ke 3. Yogyakarta: BPFE.7. SIMPULAN Salvatore, Dominic. 2005. Ekonomi Manajerial Bahwa pendekatan yang digunakan dalam Perekonomian Global. Jakarta:perusahaan dalam rangka mencapai nilai Salemba Empat.optimal, sebaiknya menggunakan Total Tjiptono, Fandy, dan Diana Anastasia. 2003.Quality Management. Karena Total Quality Total Quality Manajemen. Yogyakarta:Management adalah suatu upaya Penerbit ANDI.pemberdayaan menyeluruh dari elemen www.wikipedia.orgperusahaan yang bekerja pada satu visiuntuk meraih objective bersama dari www.sinarharapan.com.perusahaan.BULETIN STUDI EKONOMI Volume 13 Nomor 1 Tahun 2008 12