Sansan Riyana 2a Pe(Kurikulum Dan Pembelajaran) Format Link

4,366 views
4,262 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,366
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
157
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sansan Riyana 2a Pe(Kurikulum Dan Pembelajaran) Format Link

  1. 1. PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN Asep Herry Hernawan M.Pd Penerbit : Universitas Terbuka, 2007
  2. 2. <ul><li>Modul 1 : Hakikat Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 2 : Pengertian dan Fungsi Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 3 : Komponen Kurikulum </li></ul><ul><ul><li>: Komponen Isi Materi </li></ul></ul><ul><li>: Komponen Tujuan </li></ul><ul><li>: Komponen Aspek Evaluasi </li></ul><ul><li>Modul 4 : Landasan Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 5 : Prosedur Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 6 : Kualitas Keterlibatan Unsur-unsur Dalam Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 7 : Pendekatan dan Model Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 8 : Prinsip Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Modul 9 : Sosialisasi Kurikulum </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  3. 3. Hakikat Kurikulum <ul><li>Pendidikan yang terjadi dalam lingkungan sekolah sering disebut pendidikan formal, sebab sudah memiliki rancangan pendidikan berupa kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas dan rinci. </li></ul><ul><li>Peranan kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah sangatlah strategis dan sangat menentukan bagi tercapainya tujuan pendidikan. </li></ul><ul><li>Kurikulum memiliki kedudukan dan posisi yang sentral dalam keseluruhan proses pendidikan, bahkan kurikulum merupakan syarat mutlak dan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan itu sendiri. </li></ul>Beranda
  4. 4. Pengertian Kurikulum <ul><li>Istilah kurikulum ( curriculum ), yang pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga, berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu). Kemudian, pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subject) yang harus ditempuh oleh siswa dan mencakup pengalaman belajar ( learning experiences ) yang dialami siswa dan mempengaruhi pengembangan pribadinya. </li></ul>Next
  5. 5. <ul><li>Kurikulum sebagai suatu ide. </li></ul><ul><li>Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide </li></ul><ul><li>Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum. Secara teoritis dimensi kurikulum ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suati rencana tertulis. </li></ul><ul><li>kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. </li></ul>Next
  6. 6. <ul><li>Dari 4 dimensi tersebut dapat digambarkan sebagi berikut : </li></ul>Beranda IMPLEMENTASI HASIL Rencana IDE Ideal Curiculum Actual/real curiculum PBM
  7. 7. Fungsi Kurikulum <ul><li>Fungsi Penyesuaian mengandung bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus mampu mengarahkan siswa agar memiliki sifat yang mampu menyesuaikan dirinya dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial </li></ul><ul><li>Fungsi integrasi bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan harus menghasilkan pribadi-pribadi yang utuh. Siswa harus memiliki kepribadian yang dibutuhkan untuk dapat hidup dan berintegrasi dengan masyarakat. </li></ul><ul><li>Fungsi diferensiasi kurikulum harus mampu memberikan pelayanan terhadap individu siswa </li></ul>Next
  8. 8. <ul><li>Fungsi persiapan bawa kurikulum harus mampu mempersiapkan siswa uneuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya </li></ul><ul><li>Fungi pemilihan kurikulum harus mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih program-program belajar sesuai dengan kemampuan dan minatnya. </li></ul><ul><li>Fungsi diagnotis kurikulum harus mampu membantu dan mengarahkan untuk dapat memahami dan menerima kekuatan (potensi) dan kelemahan yang dimilikinya </li></ul>Beranda
  9. 9. Komponen Kurikulum <ul><li>S.Nasution (1987), Proses pengembangan kurikulum dimulai perumusan tujuan kurikulum, diikuti oleh penentuan/pemilihan bahan pelajaran, proses belajar-mengajar, dan alat penilainya. </li></ul>Merumuskan Tujuan Memilih Bahan Pelajaran Menentukan Proses Belajar-mengajar Membuat Alat Penilaian Beranda
  10. 10. Komponen Isi Materi <ul><li>Urutan secara kronologis, yaitu menurut terjadinya peristiwa </li></ul><ul><li>Urutan bahan dari sederhana menuju lebih yang kompleks. </li></ul><ul><li>Urutan bahan dari mudah menuju yang lebih sulit. </li></ul><ul><li>Urutan bahan spesifik menuju yang lebih umum. </li></ul><ul><li>Urutan bahan berdasarkan psikologi unsur, yaitu bagian-bagian kepada keseluruhan. </li></ul><ul><li>Urutan bahan berdasarkan Psikologi Gestalt, yaitu dari keseluruhan menuju bagian-bagian. </li></ul>Beranda
  11. 11. Komponen Tujuan Tujuan Umum Pendidikan (Tujuan Pendidikan Nasional) Tujuan Institusional (Tujuan Lembaga/satuan pendidikan Tujuan Pengajaran/kurikuler (Tujuan Mata Pelajaran) Tujuan Instruksional (Tujuan Pengajaran) Beranda
  12. 12. Komponen Aspek Evaluasi <ul><li>Komponen evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan kurikulum dan menilai proses implementasi kurikulum secara keseluruhan. Hasil evaluasi kurikulum dapat dijadikan umpan balik untuk mengadakan perbaikan dan penyempurnaan kurikulum. Selain itu, hasil evaluasi dapat dijadikan sebagai masukan dalan penentuan kebijakan-kebijakan pengambilan keputusan tentang kurikulum dan pendidikan. </li></ul>Beranda
  13. 13. Landasan Pengembangan Kurikulum <ul><li>Landasan pengembangan kurikulum pada hakikatnya merupakan faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan pada waktu mengembangkan suatu kurikulum lembaga pendidikan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Secara umum ada 3 aspek yang mendasari pengembangan kurikulum tersebut yaitu : </li></ul>Next
  14. 14. <ul><li>Landasan filosofis, berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam membina dan mengembangkan kurikulun pada suatu lembaga pendidikan. </li></ul><ul><li>Landasan Fsikologis, berkaitan dengan psikologi/teori belajar ( psychology/theory of learning ) dan psikiologi perkembangan. Psikologi belajar berkenaan dengan penentuan strategi kurikulum. Sedangkan psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi kurikulum yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan taraf perkembangan siswa tersebut. </li></ul><ul><li>Landasan Sosiologis dikadikan sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum karena pendidikan selalu mengandung nilai atau norma yang berlaku dalam masyarakat. </li></ul>Beranda
  15. 15. Prosedur Pengembangan Kurikulum <ul><li>Prosedur Pengembangan Kurikulum </li></ul><ul><li>Diagnosis Kebutuhan, untuk bidang studi anda yang diberikan pada tingkat kelas dan jenjang pendidikan tertentu, apa saja yang dibutuhkan siswa. Anda harus ingat bahwa kebutuhan selalu berubah sesuai dengan kondisi saat itu. </li></ul><ul><li>Perumusan Tujuan, tujuan akan menjadi pedoman bagi anda dalam melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Oleh karena itu, tujuan harus jelas apa yang diharapkan dapat dicapai. </li></ul><ul><li>Pemilihan dan Pengorganisasian Materi, anda harus ingat bahwa materi dipilih untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. </li></ul><ul><li>Pemilihan dan Pengorganisasian Pengalaman Belajar. Apapun pengalaman belajar yang anda gunakan, jangan lupa bahwa semuanya harus terpusat pada siswa. </li></ul><ul><li>Pengembangan Alat Evaluasi </li></ul><ul><li>Tujuan telah ditetapkan perlu anda ukur ketercapaiannya. Pilihlah alat evaluasi yang sesuai. </li></ul>Beranda
  16. 16. Kualitas Keterlibatan Unsur-unsur Dalam Pengembangan Kurikulum <ul><li>Keterlibatan Administrator Pendidikan </li></ul><ul><li>Keterlibatan Para Ahli </li></ul><ul><li>Keterlibatan Guru Keterlibatan </li></ul><ul><li>Masayarakat </li></ul>Beranda
  17. 17. Pendekatan dan Model Pengembangan Kurikulum <ul><li>Pendekatan Administratif ( administrative approach ), yaitu pendekatan pengembangan kurikulum dengan sistem komando dari atas ke bawah (top-town) </li></ul><ul><li>Pendekatan akar rumput ( grassroots approach ), yaitu pendekatan pengembangan kurikulum yang diawali oleh inisiatif dai bawah lalu disebarluaskan pada tingkat yang lebih luas ( bottom up ) </li></ul><ul><li>Pada dimensi lain, pencekatan kurikulum teridiri dari : </li></ul><ul><li>pendekatan mata peljaran yang bertolak pada disiplin ilmu. </li></ul><ul><li>Pendekatan Interdisipliner, yang mencoba menggabungkan beberapa mata pelajaran yang sejenis dalam bentuk broadfield </li></ul><ul><li>Pendekatan Integratif yang memadukan seluruh mata pelajaran dalam bentuk yang tidak berpisah-pisah. </li></ul>Beranda
  18. 18. Prinsip Pengembangan Kurikulum <ul><li>Ada beberapa langkah yang harus dikembangkan dalam perkembangan kurikulum, yaitu : </li></ul><ul><li>Prisip berorientasi pada tujuan, berkenaan bahwa setiap komponen yang dikembangkan dalam perkembangan kurikulum harus mengacu pada tujuan. </li></ul><ul><li>Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antar berbagai jenis dan jenjang sekolah serta antar tingkatan kelas. </li></ul><ul><li>Prinsip Fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya laternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. Prisnsip integritas berkenaan dengan kurikulum harus mampu membentuk manusia yang utuh diantaranya : keterampilan mengenal diri sendiri, keterampilan berfikir rasional, keteranpilan sosial, keterampilan akademik, serta keterampilan vokasional. </li></ul>Beranda
  19. 19. Sosialisasi Kurikulum Beranda TINGKAT PROVINSI TINGKAT KABUPATEN TINGKAT KECAMATAN TINGKAT SEKOLAH DINAS DIKNAS KECAMATAN DINAS DIKNAS KABUPATEN DINAS DIKNAS PROVINSI MENTERI/DIERJEN DIKNAS/PUSKUR KEPALA SEKOLAH DAN GURU TINGKAT NASIONAL
  20. 20. Terima Kasih <ul><li>Nama : Sansan Riyana </li></ul><ul><li>Nim : 20080210968 </li></ul><ul><li>Prodi : Pendidikan Ekonomi </li></ul><ul><li> Universitas Kuningan </li></ul><ul><li>MTK : Kurikulum dan Pembelajaran </li></ul><ul><li>(Akhmad Sudrajat, M.Pd) </li></ul>Beranda

×