TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN Psikologi belajar Oleh : Drs. Syaiful Bahri Djamarah WAHYU SANJAYA KELAS IC PRODI BIOLOGI UNIKU
BAB I PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, METODE, DAN MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI BELAJAR <ul><li>Pengertian Psikologi Belajar </...
1.  pokok bahasan mengenai belajar a. teori-teori belajar b. prinsip-prinsip belajar c. hakikat belajar d. jenis-jenis bel...
<ul><ul><li>2.   pokok bahasan mengenai proses belajar </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>tahapan perbuatan belajar </li></ul>...
<ul><ul><li>3. pokok bahasan mengenai situasi belajar </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>suasana dan keadaan lingkungan fisik ...
. Metode Psikologi Belajar   Ada beberapa metode riset yang sudah lazim digunakan dalam psikologi yaitu sebagai berikut <u...
REFLEKSI <ul><li>Saya berpendapat bahwa psikologi belajar adalah sabuah disiplin psikologi yang berisi teori-teori psikolo...
BAB II ANAK DIDIK BELAJAR DAN GURU MENDIDIK <ul><ul><li>A. ANAK DIDIK DAN PROSES BELAJAR </li></ul></ul><ul><ul><li>Anak d...
<ul><ul><ul><li>B. GURU SEBAGAI PENGAJAR DAN PENDIDIK </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Guru adalah salah satu unsur manusia...
REFLEKSI <ul><li>Saya berpendapat bahwa keberhasilan belajar itu dapat ditentukan oleh perubahan mental dengan masuknya se...
BAB III PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK SERTA PENGARUHNYA DALAM BELAJAR <ul><li>A. Pertumbuhan dan perkembangan anak </l...
<ul><li>B. Hubungan perkembangan dengan perkembangan anak </li></ul><ul><li>Dalam belajar yang terlihat bukan hanya kegiat...
REFLEKSI <ul><li>Hal ini mencakup kepada lingkungan, dan bagaimana si anak didik itu dalam bergaul. Karena semakin tinggi ...
BAB IV MOTIVASI BELAJAR <ul><li>A. Pengertian Motivasi </li></ul><ul><li>Mc. Donald mengatakan bahwa motivasi adalah suatu...
<ul><li>B. Prinsip-prinsip Motivasi Belajar </li></ul><ul><li>Ada beberapa motivasi dalam belajar seperti berikut: </li></...
REFLEKSI <ul><li>Perlu ditegaskan,bahwa anak didik harus memiliki motivasi intrinsik karena cenderung akan menjadi anak te...
BAB V MASALH KESULITAN BELAJAR <ul><li>A. Pengertian Kesulitan Belajar </li></ul><ul><li>Disetiap sekolah dalam berbagai j...
REFLEKSI <ul><li>kesulitan belajar juga dapat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana yang ada di sekolah itu sendiri.dan mu...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Wahyu

2,528 views
2,496 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,528
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
93
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Wahyu

  1. 1. TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN Psikologi belajar Oleh : Drs. Syaiful Bahri Djamarah WAHYU SANJAYA KELAS IC PRODI BIOLOGI UNIKU
  2. 2. BAB I PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, METODE, DAN MANFAAT MEMPELAJARI PSIKOLOGI BELAJAR <ul><li>Pengertian Psikologi Belajar </li></ul><ul><ul><li>Psikologi Belajar adalah sebuah frase yang terdiri dari dua kata, yaitu Psikologi dan Belajar. Psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah psikologi berarti ilmu tenteng jiwa atau ilmu jiwa. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dalam perkembangan selanjutnya, karena kontak dengan berbagai disiplin ilmu maka lahirlah berbagai macam-macam definisi psikologi yang satu sama lain berbeda yaitu seperti brikut </li></ul></ul><ul><ul><li>1. psikologi adalah ilmu mengenai kehidupan mental </li></ul></ul><ul><ul><li>2. psikologi adalah ilmu mengenai pikiran </li></ul></ul><ul><ul><li>3. psikologi adalah ilmu mengenai tingkah laku </li></ul></ul>
  3. 3. 1. pokok bahasan mengenai belajar a. teori-teori belajar b. prinsip-prinsip belajar c. hakikat belajar d. jenis-jenis belajar e. aktivitas-aktivitas belajar f. tehnik belajar efektif g. karakteristik perubahan hasil belajar h. manifestasi perilaku belajar i. factor-faktor yang mempengaruhi belajar <ul><li>Ruang Lingkup Psikologi Belajar </li></ul><ul><li>Psikologi belajar memiliki ruang lingkup yang secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga pokok bahasan. </li></ul>
  4. 4. <ul><ul><li>2. pokok bahasan mengenai proses belajar </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>tahapan perbuatan belajar </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>perubahan jiwa yang terjadi selama belajar </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>pengaruh pengalaman belajar terhadap prilaku individu </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>pengaruh motifasi terhdap prilaku bealjar </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>signifikansi perbedaan individual dalam kecepatan memproses kesan dan keterbatasan kapasitas individu dalam belajar </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>masalah proses lupa dan kemampuan individu memproses perolehannya melalui transfer belajar </li></ul></ul></ul>
  5. 5. <ul><ul><li>3. pokok bahasan mengenai situasi belajar </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>suasana dan keadaan lingkungan fisik </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>suasana dan keadaan lingkungan non fisik </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>suasana dan keadaan lingkungan social </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>suasana dan keadaan lingkungan non sosial </li></ul></ul></ul>
  6. 6. . Metode Psikologi Belajar Ada beberapa metode riset yang sudah lazim digunakan dalam psikologi yaitu sebagai berikut <ul><ul><li>1. metode eksperimen </li></ul></ul><ul><li>maksud dilakukannya eksperimen adalah untuk mengetes keyakinan atau pendapat tentang tingkah laku manusia dalam situasi atau kondisi tertentu. </li></ul><ul><ul><li>2. metode obserpasi </li></ul></ul><ul><li>adalah metode untuk mempelajari gejala kejiwaan melalui pengamatan dengan sengaja, teliti, dan sistematis. </li></ul><ul><ul><li>3. metode genetic </li></ul></ul><ul><li>metode ini disebut metode perkembangan, merupakan teknik observasi yang di gunakan untuk meneliti masa pertumbuhan mental dan fisik anak dan juga hubungannya dengan anak-anak lain dan juga orang-orang dewasa. </li></ul><ul><ul><li>4. metode riwayat hidup atau klinis </li></ul></ul><ul><li>metode riwayat hidup adalah metode untuk menyelidiki gajala-gejala kejiwaan dengan jalan mengumpulkan riwayat hidup sebanyak-banyaknya, baik yang ditulis sendiri maupun oleh orang lain. </li></ul><ul><ul><li>5. metode tes </li></ul></ul><ul><li>tes adalah suatu alat yang didalamnya berisi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab, untuk mendapatkan gambaran tentang kejiwaan seseorang atau sekelompok orang. </li></ul>
  7. 7. REFLEKSI <ul><li>Saya berpendapat bahwa psikologi belajar adalah sabuah disiplin psikologi yang berisi teori-teori psikologi mengenai psikologi belajar, terutama mengupas bagaimana cara individu belajar atau melakukan pembelajaran. </li></ul>
  8. 8. BAB II ANAK DIDIK BELAJAR DAN GURU MENDIDIK <ul><ul><li>A. ANAK DIDIK DAN PROSES BELAJAR </li></ul></ul><ul><ul><li>Anak didik adalah subjek utama dalam pendidikan. Dialah yang belajar setiap saat. Belajar anak didik tidak mesti selalu harus selalu berinteraksi dengan guru dalam proses interaksi edukatif. Dia juga bias belajar sendiri tanpa harus menerima pelajaran dari guru di sekolah. Dari anak didik, belajar seorang diri merupakan kegiatan yang dominant. Setelah pulang sekolah, anak didik harus belajar di rumah. Mereka mungkin menyusun jadwal belajar pada malam, pagi atau sore hari. Demikianlah, anak didik selalu belajar dengan jadwal belajar yang telah diprogramakn. </li></ul></ul>
  9. 9. <ul><ul><ul><li>B. GURU SEBAGAI PENGAJAR DAN PENDIDIK </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Unsure manusiawi lainnya adalah anak didik. Guru dan anak didik ada dalam suatu relasi kejiwaan. Keduanya berada dalam proses interaksi edukatif dengan tugas dan peranan yang berbeda. Guru yang mengajar dan mendidik anak didik yang menerima dengan menerima bahan pelajaran dari guru di kelas. Guru dan anak didik berada dalam koridor kebaikan. Oleh karena itu, walaupun mereka berlainan secara fisik dan mental, tetapi mereka tetap seiring dan setujuan untuk mencapai kebaikan akhlak, moral, hokum, social, dan sebagainya. </li></ul></ul>
  10. 10. REFLEKSI <ul><li>Saya berpendapat bahwa keberhasilan belajar itu dapat ditentukan oleh perubahan mental dengan masuknya sejumlah kesan yang baru dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku . </li></ul>
  11. 11. BAB III PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK SERTA PENGARUHNYA DALAM BELAJAR <ul><li>A. Pertumbuhan dan perkembangan anak </li></ul><ul><li>Menurut Sunarto (1999) dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan “ kuantitatif ” yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Pertumbuhan adalah perubahan secara pisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah). </li></ul>
  12. 12. <ul><li>B. Hubungan perkembangan dengan perkembangan anak </li></ul><ul><li>Dalam belajar yang terlihat bukan hanya kegiatan fisik, tetapi diikuti oleh proses mental. Kegiatan fisik mempunyai arti penting dalam kegiatan belajar. Sisi ini tidak hanya sebagai penopang kegiatan belajar, tetapi juga berperan untuk mendapatkan keterampilan-keterampilan tertentu. Kegiatan fisik dalam perkembangan berhubungan dengan istilah motor yang menurut Muhibbin Syah diartikan sebagai istilah yang menunjuk pada hal keadaan, dan kegiatan yang melibatkan otot-otot dan gerakan-gerakannya. </li></ul>
  13. 13. REFLEKSI <ul><li>Hal ini mencakup kepada lingkungan, dan bagaimana si anak didik itu dalam bergaul. Karena semakin tinggi kualitas lingkungan rumah, cenderung semakin tinggi juga IQ anak. </li></ul>
  14. 14. BAB IV MOTIVASI BELAJAR <ul><li>A. Pengertian Motivasi </li></ul><ul><li>Mc. Donald mengatakan bahwa motivasi adalah suatu perubahan energi didalam peribadi seseorang yang di tandai dengan timbulnya efektif ( perasaan ) dan reaksi untuk mencapai tujuan. </li></ul><ul><li>Dalam proses belajar motivasi sangat dibutuhkan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>B. Prinsip-prinsip Motivasi Belajar </li></ul><ul><li>Ada beberapa motivasi dalam belajar seperti berikut: </li></ul><ul><ul><li>Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Motivasi intrinsik lebih utama dari pada Motivasi ekstrinsik dalam belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Motivasi berupa pujian lebih baik dari pada hukuman </li></ul></ul><ul><ul><li>Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar </li></ul></ul><ul><ul><li>Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar. </li></ul></ul>
  16. 16. REFLEKSI <ul><li>Perlu ditegaskan,bahwa anak didik harus memiliki motivasi intrinsik karena cenderung akan menjadi anak terdidik,juga berpengetahuan luas. </li></ul>
  17. 17. BAB V MASALH KESULITAN BELAJAR <ul><li>A. Pengertian Kesulitan Belajar </li></ul><ul><li>Disetiap sekolah dalam berbagai jenis dan tingkatan pasti memiliki anak didik yang berkesulitan belajar. Masalah yang satu ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah moderen di perkotaan, tapi juga dimiliki oleh sekolah tradisional di pedesaan dengan segala keminiman dan ksederhanaannya pada sifat, jenis, dan factor penyebabnya. </li></ul><ul><li>B. Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar </li></ul><ul><li>Secara garis besar, langkah-langkah yang ditempuh dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar anak didik, dapat dilakukan dalam enam tahap, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Pengumpulan data </li></ul></ul><ul><ul><li>pengolahan data </li></ul></ul><ul><ul><li>diagnosis </li></ul></ul><ul><ul><li>prognosis </li></ul></ul><ul><ul><li>treatment </li></ul></ul><ul><ul><li>evaluasi </li></ul></ul>
  18. 18. REFLEKSI <ul><li>kesulitan belajar juga dapat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana yang ada di sekolah itu sendiri.dan mungkin apabila di sekolah tertentu sarana dan prasarana itu dapat terpenuhi,maka anak didik tertentu tidak akan kesulitan untuk belajar. </li></ul>

×