1
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kematian maternal telah lama digunakan sebagai indikator penting yang
memberikan petunj...
2
asuhan persalinan normal harus merupakan dasar dalam melakukan asuhan
kepada semua ibu selama proses persalinan dan sete...
3
Berdasarkan uraian diatas maka penting dilakukan penelitian tentang
”hubungan sikap dengan pelaksanaan asuhan persalinan...
4
Dapat menambah wawasan dan dapat meningkatkan mutu pelayanan.
3. Manfaat bagi Institusi Pendidikan Kebidanan
Dapat menja...
5
d. Alat ukur : Kuesioner
6. Hasil : Dari 12 responden (92,3 %) dapat di
klasifikasikan bahwa pengetahuan bidan tentang
a...
6
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan tentang sikap
a. Pengertian sikap
Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertut...
7
Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya
dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi
(Not...
8
d. Melakukan rujukan pada fasilitas yang lebih lengkap sesuai dengan
masalah kasusu yang dirujuk bila didapatkan adanya ...
9
kebutuhan untuk memastikan tonus uterus tetap baik, perdarahan minimal
dan ppencegahan perdarahan.
f. Selama 24 jam pert...
10
C. Kerangka Konsep
Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah:
Keterangan :
= diteliti
= tidak diteliti
D. Hipotesis P...
11
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskr...
12
D. Definisi Operasional
Tabel
Variabel
Definisi
Operasional
Parameter Alat ukur Skala Kategori
Bebas: sikap Sikap bidan...
13
E. Populasi, Subyek Penelitian
1. Populasi.
Menurut sugiyono (2009) populasi merupakan seluruh subjek atau
obyek dengan...
14
G. Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer.
Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden
melalui...
15
satu buku (codebook) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti
suatu kode dari suatu variabel.
c. Data entry
Dat...
16
3. Analisis data
a. Analisis Univariat.
Analisis univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum
dengan cara mendes...
17
1) Menguji nilai X2
yang diperoleh dengan menggunakan harga
kritis(critical value X2
tabel) yang disesuaikan dengan tin...
18
penyajian hasil penelitian. Nama responden diganti dengan pemberian nomor
kode responden.
2. Bertindak adil
Bertindak a...
19
Bagi subjek penelitian yang secara sukarela telah memutuskan untuk
ikut berpartisipasi dalam penelitian ini kemudian di...
20
JADWAL PENELITIAN
Kegiatan
Waktu Dalam Bulan
maret april mei Juni
2013 2013 2013 2013
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
B...
21
BIAYA PENELITIAN
1) Transportasi : Rp. 400.000,00
2) Alat tulis menulis : Rp. 300.000,00
3) Pengetikan : Rp. 500.000,00...
22
DAFTAR PUSTAKA
Asrinah dkk, 2010, asuhan kebidanan pada persalinan , graha ilmu, Jakarta.
Dinas Kesehatan provinsi goro...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Isi

1,550 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,550
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Isi

  1. 1. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kematian maternal telah lama digunakan sebagai indikator penting yang memberikan petunjuk mengenai tingkat kesehatan wanita yang berhubungan dengan perilaku reproduksi. Diperkirakan setiap tahunnya terjadi 500.000 kematian maternal 99% diantaranya terjadi di negara sedang berkembang. negara maju hanya terjadi 5-30 kematian maternal setiap 100.000 kelahiran hidup (Oxorn, 2010). Salah satu faktor yang penting dalam tingginya tingkat kematian maternal di negara berkembang adalah faktor-faktor pelayanan kesehatan. Penanganan yang tidak tepat atau kurang memadai oleh petugas kesehatan, dilaporkan merupakan faktor yang ikut berperan dalam 11 sampai 47% kejadian kematian maternal di negara berkembang. Masa pendidikan dan latihan petugas kesehatan yang singkat hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang terbatas (Oxorn, 2007). Dalam pertolongan persalinan tenaga kesehatan di tuntut untuk mampu memberikan asuhan persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih dan aman dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan sayang bayi. Tujuan Asuhan Persalinan Normal adalah mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal. Dengan pendekatan seperti ini, berarti bahwa keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan
  2. 2. 2 asuhan persalinan normal harus merupakan dasar dalam melakukan asuhan kepada semua ibu selama proses persalinan dan setelah bayi lahir, yang harus mampu dilakukan oleh setiap penolong persalinan di manapun peristiwa tersebut terjadi (Depkes, 2004). Berdasarkan profil dari Depkes RI pada tahun 2012 jumlah angka kematian ibu (AKI) sebanyak 228/100.000 kelahiran hidup. AKI di provinsi Gorontalo tahun 2011 sebanyak 249,7/kelahiran hidup dan pada tahun 2012 sebanyak 244/kelahiran hidup. Data dari Puskesmas Limba B tahun 2012 kematian ibu dengan perdarahan terdapat 2 orang ( 0,94%). Tenaga bidan yang bertugas di Puskesmas Limba B berjumlah 21 orang yang telah selesai mengikuti pendidikan DIII kebidanan. Semua bidan telah mengikuti pelatihan APN, tapi kenyataannya masih ada yang tidak sesuai karena sikap dalam pelaksanaan asuhan persalinan normal, dan itu akan berdampak pada ibu dan bayi baru lahir sehingga mendapatkan ancaman kesakitan dan kematian. Seorang bidan harus memliki kompetensi bidan yang meliputi pengetahuan, pendidikan, dan keterampilan dalam melaksanankan praktik kebidanan secara aman dan bertanggung jawab dalam berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Bidan memiliki persyaratan pengetahuan dan keterampilan yang memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertenru untuk mengoptimalkan kesehatan ibu dan bayinya yang baru lahir (Soepardan, 2007)
  3. 3. 3 Berdasarkan uraian diatas maka penting dilakukan penelitian tentang ”hubungan sikap dengan pelaksanaan asuhan persalinan normal oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: “hubungan sikap dengan pelaksanaan asuhan persalinan normal oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo ?” C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk menganalisis hubungan sikap dengan pelaksanaan asuhan persalinan normal oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. 2. Tujuan Khusus a. Mengidentifikasi sikap bidan dalam pelaksanaan asuhan persalinan normal di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. b. Mengidentifikasi pelaksanaan asuhan persalinan normal oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat bagi tempat penelitian Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Limba B sehingga dapat meningkatkan pengetahuan bidan dalam pelaksanaan asuhan persalinan normal. 2. Manfaat bagi bidan yang ada di Puskesmas Limba B.
  4. 4. 4 Dapat menambah wawasan dan dapat meningkatkan mutu pelayanan. 3. Manfaat bagi Institusi Pendidikan Kebidanan Dapat menjadi bahan masukan untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan pertolongan persalinan normal. 4. Manfaat bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan, memperluas wawasan dan memberikan pengalaman langsung bagi penulis dalam melaksanakan penelitian. E. Keaslian Penelitian Sepengetahuan peneliti bahwa belum ada yang melakukan penelitian tentang ”hubungan sikap dengan pelaksanaan APN oleh bidan Di puskesmas Limba B Kota Gorontalo”. Tetapi ada penelitian yang hampir mirip atau sejenis : 1. Nama peneliti : Adelin Djalaludin. 2. Judul penelitian : Hubungan Pengetahuan dengan sikap Bidan. Dalam Penerapan Asuhan Persalinan Normal di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. 3. Waktu : 25 juni 2011 – 29 juni 2011. 4. Lokasi : Puskesmas Limba B kota gorontalo. 5. Metode penelitian a. Desain/jenis penelitian : analitik korelasi. b. Populasi dan jumlah : seluruh bidan yang bertugas di Puskesmas Limba B kota gorontalo, berjumlah 13 orang. c. Sampel/sampling : bidan yang bertugas di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo.
  5. 5. 5 d. Alat ukur : Kuesioner 6. Hasil : Dari 12 responden (92,3 %) dapat di klasifikasikan bahwa pengetahuan bidan tentang asuhan persalinan normal di puskesmas limba B kota gorontalo tergolong baik.
  6. 6. 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan tentang sikap a. Pengertian sikap Sikap merupakan reaksi atau respons yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup (Notoatmodjo, 2007) b. Tingkatan sikap 1) Menerima (receiving). Menerima diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan objek. 2) Merespon (responding). Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan, dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan, terlepas dari pekerjaan itu benar atau salah, adalah berarti bahwa orang menerima ide tersebut. 3) Menghargai (valuing). Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga. 4) Bertanggung jawab (responsible).
  7. 7. 7 Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko merupakan sikap yang paling tinggi (Notoatmodjo, 2007). B. Tinjauan tentang APN 1. Pengertian APN Asuhan Persalinan Normal adalah asuhan persalinan yang bersih dan aman dari setiap tahap persalinan dan upaya pencegahan komplikasi terutama perdarahan pascapersalinan dan hipotermia serta asfiksia bayi baru lahir (JNPK, 2007). 2. Tujuan APN Menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui upaya yang terintegrasi dan lengkap tetapi dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal). 3. Tugas penolong persalinan pada APN yaitu : a. Memberikan dukungan pada ibu, suami dan keluarganya selama proses persalinan, saat akan melahirkan bayi dan pada masa sesudahnya. b. Melakukan pemantauan terhadap ibu dan janin dalam proses persalinan dan setelah persalinan; menilai adanya faktor risiko; melakukan deteksi dini terhadap komplikasi persalinan yang mungkin muncul. c. Melakukan intervensi minor bila diperlukan seperti melakukan amniotommi; episotomi pada kasus gawat janin; melakukan penatalaksanaan pada bayi baru melahirkan dengan asfiksi ringan.
  8. 8. 8 d. Melakukan rujukan pada fasilitas yang lebih lengkap sesuai dengan masalah kasusu yang dirujuk bila didapatkan adanya faktor risiko atau terdeteksi adanya komplikasi selama proses persalinan. 4. Rekomendasi kebijakan teknis asuhan persalinan dan kelahiran. Untuk mendukung dilaksanakannya kebijakan tentang pelayanan asuhan persalinan, maka selanjutnya pemerintah merekomendasikan tentang kebijakan tersebut, adpun rekomendasi yang dimaksud adalah: a. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi harus dimasukan dalam bagian dari persalinan bersih dan aman, termasuk hadirnya keluarga atau orang-orang yang member dukungan bagi ibu. b. Partograf harus digunakan untuk memantau persalinan dan berfungsi sebagai suatu catatan/rekam medik untuk persalinan. c. Selama persalinan normal, intervensi hanya dilaksanakan jika benar-benar dibutuhkan. Prosedur ini hanya dibutuhkan jika ada indikasi atau penyulit. d. Manajemen aktif kala III , termasuk melakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat secara dini, memberikan suntikan oksitosin IM, melakukan penegangan tali pusat terkendali (PTT) dan segera melakukan massase fundus, harus dilakukan pada semua persalinan normal. e. Penolong persalinan harus tetap tinggal bersama ibu dan bayi setidaknya 2 jam pertama setelah kelahiran, atau sampai ibu sudah dalam keadaan stabil. Fundus harus diperiksa setiap 15 menit selama 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada jam kedua . massase fundus harus dilakukan sesuai
  9. 9. 9 kebutuhan untuk memastikan tonus uterus tetap baik, perdarahan minimal dan ppencegahan perdarahan. f. Selama 24 jam pertama setelah persalinan, fundus harus sering diperiksa dan dimassase sampai tonus baik, ibu atau anggota keluarga dapat diajarkan melakukan hal ini. g. Segera setelah lahir, seluruh tubuh terutama kepala bayi harus segera diselimuti dan bayi dikeringkan serta dijaga kehangatannya untuk mencegah terjadinya hipotermi. h. Obat-obat esensial, bahan dan perlengkapan harus disediakan oleh petugas dan keluarga.
  10. 10. 10 C. Kerangka Konsep Kerangka konsep dalam penelitian ini adalah: Keterangan : = diteliti = tidak diteliti D. Hipotesis Penelitian Ha: Ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan pelaksanaan APN oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan pelaksanaan APN oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. sikap Pelaksanaan auhan persalinan normal motivasi pengetahuan SDM pendidikan pengetahuan
  11. 11. 11 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional,dengan pendekatan cross sectional yaitu menerangkan atau menggambarkan suatu fenomena tentang hubungan sikap pelaksanaan asuhan persalinan normal oleh bidan di Puskesmas Limba B Kota Gorontalo. B. Tempat dan Waktu Tempat penelitian yaitu di Puskesmas Limba B. Yang akan dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2013. C. Variabel Penelitian Jenis variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. yaitu variabel bebas sikap dan variabel terikat pelaksanaan asuhan persalinan normal .
  12. 12. 12 D. Definisi Operasional Tabel Variabel Definisi Operasional Parameter Alat ukur Skala Kategori Bebas: sikap Sikap bidan dalam kesiapan melakukan penerapan (APN) 1. Tugas penolong selama proses persalinan puskesmas. 2. Kebijakan tehnis dalam asuhan persalinan. Kuesioner nominal Dilakukan diberi nilai 1. Tidak dilakukan diberi nilai 0. Terikat: pelaksanaan APN Secara konsisten dan sistematik dalam melakukan asuhan persalinan normal, serta Memberikan asuhan rutin, pemantauan selama persalinan dan setelah bayi lahir. 60 langkah APN 1. Melihat tanda gejala kala II 2. Menyiapkan alat. 3. Memastian pembukaan lengkap. 4. Siap ibu dan keluarga. 5. Persiapan pertolongan. 6. Tolong kepala bahu badan. 7. Penanganan BBL. 8. Manajemen kala III. 9. Menilai perdarahan. 10. Pasca persalinan Checklist Ordinal Baik: 76-100% Cukup: 56-75% Kurang: ≤ 56% (Machfoedz 2010
  13. 13. 13 E. Populasi, Subyek Penelitian 1. Populasi. Menurut sugiyono (2009) populasi merupakan seluruh subjek atau obyek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti, bukan hanya obyek atau subyek yang dipelajari saja tetapi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subyek atau oyek tersebut (hidayat, 2010). Adapun yang dijadikan populasi dalam penelitian ini adalah semua bidan yang bertugas di ruangan kebidanan Puskesmas Limba B yang berjumlah 20 orang. 2. Subyek penelitian Subyek penelitian ini, adalah seluruh anggota populasi atau seluruh bidan yang bertugas di Puskesmas Limba B. F. Instrumen Penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni kuesioner untuk mengukur sikap bidan dalam pelaksanaan APN yang telah dimodifikasi sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada buku asuhan kebidanan pada persalinan. Untuk kuesioner sikap bidan terdiri dari 10 pertanyaan. Pada setiap item pertanyaan terdapat 4 alternatif jawaban yang ada. Bila jawaban benar mendapat nilai 1 dan bila jawaban salah akan mendapat nilai 0, untuk pelaksanaan dinilai melalui observasi, dengan alat bantu observasinya check list.
  14. 14. 14 G. Teknik Pengumpulan Data 1. Data Primer. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner dan checklist melalui observasi. 2. Data Sekunder. a. Data cakupan program AKI di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. b. Data ibu bersalin dan jumlah AKI yang diperoleh dari Puskesmas Limba B. H. Pengolahan data, Penyajian dan Analisis Data 1. Pengolahan data Teknik analisis data merupakan cara mengolah data agar dapat disimpulkan atau di interpretasikan menjadi informasi. Dalam melakukan analisis data terlebih dahulu data harus diolah. Dalam proses pengolahan data terdapat langkah-langkah yang harus di tempuh, diantaranya : a. Editing Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah data terkumpul. b. Coding Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri dari beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan analisa data menggunakan computer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam
  15. 15. 15 satu buku (codebook) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel. c. Data entry Data entry adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau database computer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontigensi. d. Melakukan Teknik Analisis Dalam melakukan analisis, khususnya terhadap data penelitian akan menggunakan ilmu statistik terapan, yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dianalisis, apabila penelitiannya deskriptif maka akan menggunakan statistik deksriptif sedangkan analisis analitik akan menggunakan statistik inferensi (hidayat, 2010). 2. Penyajian data Data hasil penelitian di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabel silang antara bebas dan variable terikat dalam bentuk grafik dan penjelasan atau narasi untuk menggambarkan besarnya permasalahan yang di temukan.
  16. 16. 16 3. Analisis data a. Analisis Univariat. Analisis univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum dengan cara mendeskripsikan tiap-tiap variabel dalam penelitian yaitu dengan melihat distribusi frekuensinya dengan menggunakan rumus: Keterangan: P : Persentase f : Jumlah penerapan yang sesuai prosedur (nilai 1) n : Jumlah item observasi (Machfoedz, 2010). b. Analisis Bivariat. Analisis bivariat dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat menggunakan analisis chi kuadrat (X2 ) dengan rumus: k (f0 – fh)2 X2 = Σ i=1 fh Dimana: X2 : Chi Kuadrat f0 : Frekuensi observasi fh : Frekuensi harapan (Sugiyono, 2009). f P = x 100% n
  17. 17. 17 1) Menguji nilai X2 yang diperoleh dengan menggunakan harga kritis(critical value X2 tabel) yang disesuaikan dengan tingkat kemaknaan yang ditentukan (deviasi = 0,05). 2) Untuk menghitung derajat kebebasan dengan rumus: )1)(1( rcn , dimana: n : derajat kemaknaan (dk). c : banyaknya kolom. r : banyaknya baris. 3) Menarik kesimpulan terhadap pengujian X2 yaitu H0 diterima jika X2 hitung < X2 tabel, H0 ditolak jika X2 hitung > X2 tabel atau X2 hitung = X2 tabel, dan Ha diterima jika X2 hitung > X2 tabel. Penggunaan rumus chi kuadrat (X2 ) karena untuk menguji populasi yang terdiri atas dua atau lebih klas. Chi Kuadrat juga digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel) yang terdiri atas dua kategori dan tiga kategori. I. Etika Penelitian Etika penelitian belum dibentuk disuatu institusi, maka peneliti tetap harus memenuhi etika penelitian, yaitu menjamin kerahasian responden, menjamin keamanan, adil dan mendapatkan persetujuan dari responden. 1. Menjamin kerahasiaan responden Salah satu cara untuk menjamin kerahasiaan responden adalah tidak mencantumkan nama responden dalam pengisian instrumen penelitian maupun
  18. 18. 18 penyajian hasil penelitian. Nama responden diganti dengan pemberian nomor kode responden. 2. Bertindak adil Bertindak adil diterapkan khususnya untuk penelitian eksperimen yang memberikan perlakuan berbeda pada tiap responden, misalnya ada responden yang diberi penyuluhan. Bertindak adil dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan yang sama sebelumnya, yaitu misalnya baik dari segi info, pemberian ucapan terima kasih yang tulus berupa cendramata yang sesuai dengan kompensasi waktu yang telah diberikan oleh responden. 3. Menghormati harkat dan martabat manusia Sebelum dilakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu memperkenalkan diri. Pada penelitian akan menghormati hak setiap responden sebagai subjek penelitian dengan memberikan rasa aman, nyaman dan empati kepada responden. Subjek penelitian selanjutnya diberikan info / penjelasan mengenai penelitian yang akan dilakukan. Info yang diberikan meliputi tujuan penelitian, mengapa memilih responden menjadi subjek penelitian,tata cara / prosedur penelitian. Manfaat, risiko dan ketidaknyamanan, kesukarelaan, kerahasiaan data, penyulit dan kompensasi serta contact person yang bisa dihubungi bila ada yang perlu didiskusikan sehubungan dengan penelitian. Subjek penelitian yang telah mendapatkan dan memahami info yang diberikan berhak untuk mengambil keputusan untuk ikut atau tidak dalam penelitian, tanpa adanya intimidasi, bujukan atau pengaruh yang berlebihan dari orang lain.
  19. 19. 19 Bagi subjek penelitian yang secara sukarela telah memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam penelitian ini kemudian diminta untuk menyatakan persetujuannya, yang selanjutnya diberi lembar kuisioner untuk di isi oleh responden.Apabila sudah memutuskan ikut serta namun pada waktu mengisi kuisioner responden merasa tidak nyaman,responden boleh mengundurkan diri kapan saja tanpa syarat.
  20. 20. 20 JADWAL PENELITIAN Kegiatan Waktu Dalam Bulan maret april mei Juni 2013 2013 2013 2013 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Bimbingan X X x X X X x X X x x x X x X X Pengambilan Data Awal X X Penyusunan Proposal x x Ujian Proposal X x Perbaikan x x X x x Penelitian x x x x x x x x X x Pengelolaan Data X X Penyajian dan Analisa Data X Seminar Hasil x Perbaikan x Pembuatan Laporan KTI x x Seminar KTI x Perbaikan
  21. 21. 21 BIAYA PENELITIAN 1) Transportasi : Rp. 400.000,00 2) Alat tulis menulis : Rp. 300.000,00 3) Pengetikan : Rp. 500.000,00 4) Biaya tak terduga : Rp. 300.000,00 Jumlah Rp. 1.500.000,00
  22. 22. 22 DAFTAR PUSTAKA Asrinah dkk, 2010, asuhan kebidanan pada persalinan , graha ilmu, Jakarta. Dinas Kesehatan provinsi gorontalo, 2012, Data Cakupan Program AKI, gorontalo. Depkes RI, 2012, Asuhan Persalinan Normal, UNICEF, Jakarta. Hidayat, 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, healht books publishing, surabaya. Machfoedz, 2010, Statistik Deskriptif, Fitramaya, Yogyakarta. , 2010, Metodologi Penelitian, Fitramaya, Yogyakarta. Notoatmodjo, 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, PT. Rineka Cipta, Jakarta. , 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, PT. Rineka Cipta, Jakarta. Oxorn harry dkk, 2010, ilmu kebidanan : patologi dan fisiologi persalinan, Yayasan Essentia Medica (YEM), yogyakarta. Profil puskesmas limba B, 2011, Data Ibu Bersalin, puskesmas limba B, kota gorontalo. Saifuddin AB, 2007, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, PNPKKR-POGI, Jakarta. Sarifuddin dkk, 2010, Pedoman Penulisan usulan Penelitian dan Karya Tulis Ilmiah, Politeknik Kesehatan Gorntalo Kementrian Kesehatan RI, Gorontalo Soepardan, konsep kebidanan, EGC, Jakarta. Sugiyono, 2009 , statistika untuk penelitian, alfabeta, bandung. Varney, 2008, Asuhan Kebidanan, Jakarta.

×