Arthropoda (2) copy

7,029 views
6,712 views

Published on

3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • bagus baget. komplit!!!
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • bagaimana caranya mendownload slide ini...saya sangat mmbtuhnkannya...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Terimakasih banyak ini sangat bermanfaat :)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
7,029
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
247
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Arthropoda (2) copy

  1. 1. KELOMPOK 7: 1. ARSYAL MUSHAWWIR 2. DIO AFFAN 3. FATIMAH PUTRI A 4. REYTASARI AZURA P
  2. 2.  Arthropoda berasal dari bahasa Latin, arthros artinya ruas atau buku; podos artinya kaki Artinya hewan Arthropoda memiliki ciri utama kaki yang beruas-ruas dan berbuku- buku Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
  3. 3.  Dinding Tubuh Arthropoda bersimetri bilateral dan digolongkan ke dalam triploblastik selomata Umumnya pembagian tubuh Arthropoda dibagi menjadi kepala (caput), dada (toraks), dan perut (abdomen). Tubuh Arthropoda dilindungi oleh rangka luar (eksoskeleton) keras yang terbuat dari bahan kitin
  4. 4.  Sistem pencernaan Arthropoda lengkap terdiri dari mulut, kerongkongan, usus dan anus Arthropoda berespirasi dengan bermacam-macam alat respirasi sesuai dengan jenisnya, contohnya dengan trakea (pada Insecta/serangga), paru-paru buku (pada Arachnida), dan seluruh permukaan tubuh (pada beberapa Crustacea tingkat rendah)
  5. 5.  Sistem eksresi Arthropoda berupa pembuluh malphigi atau kelenjar hijau Hasil pernapasan yaitu oksigen dan karbondiksida serta hasil pencernaan diedarkan oleh sistem peredaran darah terbuka Sistem peredaran ini terdiri dari jantung, pembuluh darah pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol. Darah Arthropoda disebut juga hemolimfa. Darah tersebut tidak mengandung hemoglobin, tetapi mengandung hemocianin
  6. 6.  Sistem saraf dinamakan sistem saraf tangga tali karena terdiri atas dua ganglion dorsal yang memiliki dua saraf tepi. Setiap saraf tepi dihubungkan oleh saraf melintang sehingga merupakan tangga tali
  7. 7.  Pada tiap-tiap segmen tubuh Arthopoda ada yang dilengkapi alat gerak dan ada juga yang tidak dilengkapi alat gerak. Contohnya pada sistem gerak serangga (insecta), didukung oleh kutikula yang berfungsi menjadi tempat melekatnya otot, yang berguna sebagai alat gerak. Otot serangga merupakan otot serat lintang yang susunannya sangat kompleks. Otot ini diperlukan untuk melakukan gerakan yang cepat.
  8. 8. A. Reproduksi Seksual Reproduksi secara seksual dengan fertilisasi antara sperma dan ovum Arthropoda memiliki alat kelamin terpisah dengan fertilisasi internalB. Reproduksi Aseksual Reproduksi secara aseksual dapat terjadi secara partenogenesis dan paedogenesis
  9. 9.  Partenogenesis adalah tipe perkawinan dimana organisme baru berasal dari sel telur yang tidak dibuahi, misalnya pada lebah Paedogenesis adalah tipe perkawinan di mana organisme baru berasal dari perkembangan dari individu muda misalnya dari larva Ciri lainnya pada Arthropoda sebagian spesiesnya mengalami metamorfosis
  10. 10. 7. PERBEDAAN PADA KLASIFIKASI ARTHROPODAPerbedaan Arachnida Crustaceae Diplopoda Chilopoda InsectaPembagian Cephalotorax Cephalotorax Kepala dan Kepala dan Kepala,badan dan abdomen dan abdomen badan badan thorax, dan abdomenSayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Biasanya 2 pasangKaki Empat pasang Banyak Banyak, Banyak, Tiga biasanya 5 biasanya sepasang pasang di pasang atau dua pasang tiap segmen bagian lebih tiap thorax segmenAntena Tidak ada 2 pasang sepasang sepasang sepasangAlat Paru-paru Insang atau trakea trakea trakearespirasi permukaan tubuhHabitat terrestrial air laut/tawar, terrestrial terrestrial terrestrial jarang terrestrial
  11. 11. Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4yaitu: Insecta Crustacea Arachnida Myriapoda
  12. 12. GAMBAR KLASIFIKASI ARTHROPODA
  13. 13. 1. Tubuh Crustacea terdiri atas cephalotorax (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut)2. Tubuh bagian kepala sering dilindungi oleh kulit keras yang disebut karapaks3. Kaki terbagi menjadi pereiopods (kaki untuk jalan) dan maxillipeds (kaki untuk makan)4. Tidak memiliki sayap
  14. 14. 5. Memiliki sepasang antenna, sepasang maksilla dan maksiliped yang berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut6. Alat respirasi berupa insang7. Habitat: sebagian besar di air tawar dan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat8. Mempunyai statocyst di dasar ruas antenulla sebagai alat keseimbangan9. Sistem pencernaan: mulut -> kerongkongan -> lambung -> usus -> anus10. Sistem sirkulasi: sistem peredaran terbuka karena beredar tanpa menggunakan pembuluh darah dimana jantung terletak di dekat dorsum
  15. 15. 11. Sistem ekskresi: Sisa metabolisme dikeluarkan melalui kelenjar hijau12. Sistem reproduksi: Crustacea berkelamin satu dan pembuahan terjadi secara eksternal13. Contoh: lobster, kepiting, dan udang
  16. 16.  Entomostraca (udang-udangan tingkat rendah) terdiri dari: 1. Branchiopoda. Contoh: Dhapnia pulex 2. Ostracoda. Contoh: Cypris candida 3. Copepoda. Contoh: Argulus indicus 4. Cirripedia. Contoh: Bernakel
  17. 17.  Malacostraca (udang-udangan tingkat tinggi) terdiri dari: 1. Isopoda. Contoh: Onicus asellus 2. Stomatopoda. Contoh: Squilla mantis 3. Decapoda. Contoh: Udang
  18. 18. GAMBAR-GAMBAR CONTOH SPESIES CRUSTACEA
  19. 19.  Entomostraca: berukuran mikroskopis dan sebagai zoonplankston atau bentos di perairan Malacostraca: semua anggotanya berukuran makroskopis (lebih besar daripada Entomostraca)
  20. 20.  Tubuh terdiri dari: a. Caput/kepala b. thorax/dada c. abdomen Thorax terdiri dari tiga segmen, yaitu protothorax, mesothorax dan metathorax Memiliki 3 pasang kaki yang terletak pada thorax Memiliki satu atau dua pasang sayap Memiliki satu pasang antenna Memiliki sepasang mata faset (mata majemuk), yaitu mata yang memiliki beberapa ommatidia (mata tunggal) Sistem pernafasan dengan trakea
  21. 21.  Habitat: hidup di semua tempat, kecuali di laut Mengalami partenogenesis (perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid) dan paedogenesis (partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva) dan pembuahan internal Sistem pencernaan: mulut -> kerongkongan -> lambung depan -> lambung otot -> lambung kelenjar - > usus -> anus Sistem sirkulasi: sistem peredaran darah terbuka dan tidak mempunyai pembuluh balik (vena) Sistem saraf: berupa tangga tali yang terhubung dengan cerebral ganglion (otak) dan subesophageal ganglion
  22. 22.  Sistem reproduksi: mengalami partenogenesis (perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid) dan paedogenesis (partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva) dan pembuahan secara internal Sistem ekskresi: zat sisa dikeluarkan melalui pembuluh Malpighi
  23. 23.  Ciri-ciri Apterygota (tak bersayap): 1. tidak bersayap 2. ametabola (tidak bermetamorfosis) 3. tipe mulut menggigit 4. batas antara kepala, dada, dan perut tidak jelas 5. antenanya panjang dan tidak beruas Apterygota (tak bersayap) terdiri dari: 1. Thysanura: cara bergerak seakan-akan sedang berenang Contoh: Lepisma saccharina 2. Collembola: mempunyai furcula yang dilipat di bawah tubuh yang akan digunakan untuk meloncat ketika terancam Contoh: Orchesella cincta 3. Protura: tidak memiliki cerci (bagian yang menonjol pada bagian belakang tubuh) Contoh: Acerentomon doderoi
  24. 24. 1. Thysanura (Lepisma 2. Collembola (Orchesella saccharina) cincta) 3. Protura (Acerentomon doderoi)
  25. 25. • Ciri-Ciri Pterygota: 1. Memiliki sayap 2. Mengalami metamorfosis 3. Tipe mulutnya bervariasi• Pterygota (bersayap) terbagi menjadi: A. Endopterygota 1. Lepidoptera: mempunyai sayap yang dilapisi sisik Contoh: kupu-kupu 2. Siphonoptera: kaki sangat kuat yang digunakan untuk loncat. Contoh: kutu manusia (Pulex irritans) 3. Hymenoptera: mempunyai sayap yang tipis seperti selaput Contoh: Netelia producta 4.Coleoptera: sayap depan keras dan tebal mengandung zat tanduk yang disebut elitra. sayap belakang seperti selaput Contoh: kumbang
  26. 26. Netelia producta KUPU-KUPU Kutu Manusia Kumbang
  27. 27. B. Eksopterygota 1. Odonata: larva hidup di air Contoh: Capung 2.Isoptera: mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya Contoh: Rayap 3.Plecoptera: sayapnya bermembran dan terlipat ke belakang Contoh: Eusthenia sp. 4.Dermaptera: memiliki pengapit untuk menangkap mangsa, sayap disimpan di bawah tegmina Contoh: Forficula auricularia
  28. 28. capung RAYAPEustheniasp. Forficula auricularia
  29. 29. Metamorfosis pada insecta terbagi menjadidua yaitu metamorfosis sempurna dan tidaksempurna.a. Metamorfosis sempurna:Telur -> larva -> pupa -> imagob. Metamorfosis tidak sempurna:Telur -> nimfa -> imago
  30. 30.  Mata oceli >< mata facet: mata tunggal >< mata majemuk Maksila >< mandibula: rahang belakang >< rahang depan Antenula >< antenna: alat peraba >< alat keseimbangan tubuh Hemimetabola >< holometabola: metamorfosis tidak sempurna >< metamorfosis sempurna Apterigota >< pterigota: tidak bersayap >< bersayap Spirakel: lubang pernapasan menuju trakea Ovipositor: alat untuk meletakkan telur pada betina
  31. 31.  Tubuh terdiri atas sefalotoraks serta abdomen yang tak beruas Mempunyai empat pasang kaki Tidak memiliki sayap Tidak memiliki antenna Alat respirasi berupa paru – paru buku Habitat: darat
  32. 32.  Sistem saraf: persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem saraf tangga tali Sistem respirasi: masing-masing paru-paru buku memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar dan memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar Sistem reproduksi: fertilisasi internal, diesis, dan ada yang ovipar, ovovivipar, dan vivipar Sistem pertahanan: memiliki chelicerae yang terhubung ke kelenjar racun dan digunakan untuk menyuntikkan racun kepada mangsa atau saat merasa terancam Contoh: laba-laba, kalajengking, dan ketonggeng
  33. 33. Abdomen Sefalothoraks Mata Kelenjar BisaAnus Kalisera/alatSpineret sengat (berupa kaki catut Kelenjar Sutra Paru-paru buku untuk Pedipalpus/capit (berfungsi seb melumpuhkan menangkap dan memeg mangsanya)
  34. 34.  Scorpionida Contoh: Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) Arachnoida Contoh: Tarantula (Rhechostica hentz) Laba-laba primitif (Liphistius) Aracina Contoh: Caplak kudis (Sacroptes scabiei) Tungau (Dermacentor sp)
  35. 35. kalajengking Laba-laba primitif Tungau dan caplak kudis
  36. 36.  Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut) Setiap ruas tubuhnya mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki Tidak memiliki sayap Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus) Alat respirasi berupa trakea Habitat: darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah Fertilisasi internal, vivipar dan ovipar
  37. 37. 1. Chilopoda a. Memiliki sepasang kaki pada setiap ruas tubuhnya kecuali ruas di belakang kepala dan dua ruas terakhirnya b. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya c. Bersifat karnivora d. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang- cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas e. Contoh: kelabang Scolopendra morsitans
  38. 38. Sisik ruas pertama Sisik ruas kedua MataRahang atas Rahang bawah Ruas kaki pertama Ruas kaki kedua Rahang dengan taring berbisa GAMBAR DAN STRUKTUR KELABANG
  39. 39. 2. Diplopoda a. Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) b. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki c. Merupakan herbivora d. Tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped) e. Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi f. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal g. Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang h. Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)
  40. 40. KAKI SERIBU
  41. 41.  Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah membantu proses penyerbukan pada bunga Crustacea sebagai bahan makanan dengan protein tinggi Arachnida sebagai pengendalian populasi serangga Myriapoda membantu memecah bahan organik untuk membentuk humus Lebah madu dibudidayakan karena menghasilkan madu Kupu-kupu dan ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra
  42. 42.  Dapat menularkan penyakit pada manusia. Contoh: lalat tse tse, nyamuk, dan kecoa Perusak bahan bangunan. Contoh: kumbang dan rayap Sebagai hama pada tanaman pertanian. Contoh: kumbang tanduk dan wereng coklat Parasit pada manusia . Contoh: kutu kepala Merusak galangan kapal atau perahu yang disebabkan oleh Isopoda Caplak menyebabkan kudis pada manusia
  43. 43. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN GURU DAN TEMAN-TEMAN SELOMOTION!

×