Your SlideShare is downloading. ×
0
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Perubahan sosial
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Perubahan sosial

3,475

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,475
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
122
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  1. Perubahan Sosial Budaya [email_address]
  2.  
  3. A. Hakikat Perubahan Sosial Budaya <ul><li>Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat. Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. </li></ul><ul><li>Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan </li></ul>
  4. pengertian perubahan sosial budaya dari beberapa tokoh <ul><li>Max Weber berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakats ebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur (dalam buku Sociological Writings). </li></ul><ul><li>W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (dalam buku Sociology in Changing World). </li></ul>
  5. B. Perbedaan dan Hubungan Perubahan Sosial dan Budaya <ul><li>Suatu perubahan sosial pastilah akan memberikan pengaruh terjadinya perubahan budaya. Perubahan kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi filsafat, dan lain sebagainya. </li></ul><ul><li>Perubahan sosial terjadi dalam segi distribusi kelompok umur, jenjang pendidikan, dan tingkat kelahiran penduduk. </li></ul><ul><li>Perubahan budaya meliputi penemuan dan penyebaran masyarakat, perubahan konsep nilai susila dan moralitas, bentuk seni baru dan kesetaraan gender. </li></ul>
  6. Karakteristik perubahan sosial budaya <ul><li>Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti karena setiap masyarakat mengalami perubahan secara cepat ataupun lambat. </li></ul><ul><li>Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan akan diikuti perubahan pada lembaga sosial yang ada. </li></ul><ul><li>Perubahan yang berlangsung cepat biasanya akan mengakibatkan kekacauan sementara karena orang akan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. </li></ul><ul><li>Perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau spiritual saja karena keduanya saling berkaitan. </li></ul>
  7. C. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan <ul><li>Perubahan Evolusi dan Revolusi </li></ul><ul><ul><li>Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. </li></ul></ul>
  8. C. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan <ul><li>Perubahan Evolusi dan Revolusi </li></ul><ul><ul><ul><li>Perubahan revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau direncanakan sebelumnya </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>Misalnya, peristiwa terjadinya revolusi industri di Inggris, di mana terjadi pada tahap produksi yang awalnya tanpa mesin, berubah menuju tahap produksi menggunakan mesin. </li></ul></ul></ul></ul>
  9. 2. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki <ul><li>Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang terjadi karena adanya perkiraan atau perencanaan oleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan tersebut. (agen of change). </li></ul><ul><ul><ul><li>Misalnya, perubahan yang dilakukan pemerintah melalui perundang-undangan untuk melarang anggota dewan merangkap sebagai pegawai negeri sipil. </li></ul></ul></ul>
  10. 2. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki <ul><li>Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang berlangsung di luar kehendak dan pengawasan masyarakat. </li></ul><ul><ul><li>Misalnya, kecenderungan untuk mempersingkat prosesi adat pernikahan yang memerlukan biaya besar dan waktu lama meskipun perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tapi tidak sanggup untuk menghindarinya. </li></ul></ul>
  11. 3. Perubahan Kecil dan Besar <ul><li>Perubahan kecil dan besar memiliki batas-batas yang sangat relatif. Perubahan kecil diartikan perubahan yang terjadi pacta unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat </li></ul><ul><li>Contohnya perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain </li></ul>
  12. Penyebab dan Faktor Terjadinya Perubahan Sosial dan Budaya <ul><li>Perubahan dari dalam Masyarakat </li></ul><ul><li>Perubahan dari Luar Masyarakat </li></ul>
  13. 1. Perubahan sosial dari dalam Masyarakat <ul><li>Perubahan Penduduk </li></ul><ul><li>Perubahan yang dimaksud adalah perubahan dikarenakan bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk. Pertambahan penduduk akan menyebabkan perubahan pada tempat tinggal. </li></ul><ul><li>Contoh perubahan penduduk adalah program transmigrasi dan urbanisasi. </li></ul>
  14. 1. Perubahan sosial dari dalam Masyarakat <ul><li>Pemberontakan atau Revolusi </li></ul><ul><li>Pemberontakan akan menyebabkan perubahan sosial budaya, </li></ul><ul><li>Contohnya pemberontakan G 30 S/PKI. Pemberontakan G 30 S/PKI pada tahun 1965 membawa perubahan terutama dalam sistem politik Indonesia sehingga dilarangnya ajaran komunis di Indonesia. </li></ul>
  15. 1. Perubahan sosial dari dalam Masyarakat <ul><li>c . Peranan Nilai yang Diubah </li></ul><ul><li>Perubahan juga dapat disebabkan berubahnya peranan nilai di masyarakat. </li></ul><ul><li>Misalnya, sosialisasi program keluarga berencana mampu menghambat pertambahan penduduk. </li></ul>
  16. 1. Perubahan sosial dari dalam Masyarakat <ul><li>d. Peran Tokoh Kharismatik </li></ul><ul><li>Tokoh kharismatik adalah tokoh yang disegani, dihormati dan diteladani oleh masyarakat. Peran tokoh kharismatik membawai pengaruh dalam perubahan kehidupan masyarakat. </li></ul><ul><li>Misalnya, Soekarno sebagai presiden RI memiliki kharismatik dihadapan rakyat karena keahliannya dapat berpidato dengan baik. </li></ul>
  17. 1. Perubahan sosial dari dalam Masyarakat <ul><li>e. Penemuan Baru </li></ul><ul><li>Adanya penemuan baru dalam kehidupan masyarakat baik itu berupa ilmu pengetahuan maupun teknologi memengaruhi dan membawai perubahan dalam masyarakat itu. Penemuan mobil </li></ul><ul><li>misalnya. Penemuan tersebut akan membawa perubahan kebudayaan dan sosial masyarakat. </li></ul>
  18. 2. Perubahan dari Luar Masyarakat <ul><li>a. Pengaruh Lingkungan Alam </li></ul><ul><li>Pengaruh lingkungan alam sangat berpengaruh dalam terjadinya perubahan sosialbudaya. </li></ul><ul><li>Misalnya, tanah yang subur dapat berguna untuk lahan pertanian sehingga masyarakat di daerah tersebut memiliki usaha sebagai petani . </li></ul>
  19. 2. Perubahan dari Luar Masyarakat <ul><li>b. Kebudayaan Masyarakat Lain </li></ul><ul><li>Kontak kebudayaan antarmasyarakat mempunyai dampak yang positif dan negatif. </li></ul><ul><li>Contohnya, kontak kebudayaan bangsa Indonesia dengan bangsa Barat (Eropa). Pengaruh positif berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi </li></ul>
  20. 2. Perubahan dari Luar Masyarakat <ul><li>c. Peperangan </li></ul><ul><li>Peperangan akan menyebabkan pengaruh negatif terhadap sebuah aspek kehidupan masyarakat. </li></ul><ul><li>Misalnya, perang Irak yang membawa derita dan trauma berkepanjangan bagi rakyat Irak. </li></ul>
  21. Faktor Pendorong Perubahan Sosial Budaya <ul><li>Timbulnya Kebudayaan dan Penemuan Baru </li></ul><ul><li>Perubahan Jumlah Penduduk </li></ul><ul><li>Pertentangan atau Konflik </li></ul><ul><li>Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi </li></ul><ul><li>Sistem Terbuka Lapisan Masyarakat </li></ul><ul><li>Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan untuk Maju </li></ul><ul><li>Sistem Pendidikan Formal yang Maju </li></ul><ul><li>Orientasi ke Masa Depan </li></ul><ul><li>Akulturasi </li></ul><ul><li>Asimilasi </li></ul>
  22. Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya <ul><li>Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat. </li></ul><ul><li>Sikap masyarakat yang sangat tradisional. </li></ul><ul><li>Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. </li></ul><ul><li>Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat. </li></ul><ul><li>Rasa takut dengan adanya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. </li></ul><ul><li>Hambatan yang bersifat ideologis. </li></ul><ul><li>Adat atau kebiasaan. </li></ul><ul><li>Prasangka terhadap hal-hal baru dan menilai bahwa hidup ini buruk, susah, dan tidak mungkin diperbaiki. </li></ul>
  23. Dampak Perubahan Sosial Budaya <ul><li>a. Akibat Positif </li></ul><ul><li>Perubahan dapat terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaan mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Keadaan masyarakat yang memiliki kemampuan dalam menyesuaikan disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaian masyarakat dengan gerak perubahan disebut integrasi. </li></ul>
  24. Dampak Perubahan Sosial Budaya <ul><li>b. Akibat Negatif </li></ul><ul><li>Akibat negatif terjadi apabila masyarakat dengan kebudayaannya tidak mampu menyesuaikan diri dengan gerak perubahan. Ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan disebut maladjusment. Maladjusment akan menimbulkan disintegrasi. </li></ul>

×