Konsep pembelajaran seni terpadu (lengkap) ok 1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Konsep pembelajaran seni terpadu (lengkap) ok 1

on

  • 20,253 views

 

Statistics

Views

Total Views
20,253
Views on SlideShare
20,253
Embed Views
0

Actions

Likes
5
Downloads
344
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • trimakasih untuk bahannya, , ,
    sangatbermanfaat
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Konsep pembelajaran seni terpadu (lengkap) ok 1 Konsep pembelajaran seni terpadu (lengkap) ok 1 Document Transcript

  • Bahan Belajar Mandiri<br />3<br />RENCANA PEMBELAJARAN<br />SENI RUPA DI SEKOLAH DASAR<br />PENDAHULUAN <br />Salah satu fungsi sekolah dasar sebagai sarana sosialisasi bagi para siswanya, juga sebagai tempat membina agar lulusannya memiliki kemampuan yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan lainnya untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan saat ini dan masa mendatang. Sejalan dengan rumusan tujuan pendidikan sekolah dasar yang mencakup peningkatan motivasi siswa untuk untuk meneruskan belajar pada jenjang yang lebih tinggi dan memperoleh dasar keterampilan, pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi siswa, dan mengolah emosi siswa agar memperoleh kematangan guna mewujudkan kesiapan belajar. <br />Sesuai dengan tujuan tersebut maka pengembangan program pendidikan harus memperhatikan kebutuhan siswa secara individual atau kelompok dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian pendekatan belajar melalui materi muatan lokal perlu dikembangkan selain muatan inti program. Proses pembelajaran di sekolah dasar lebih menekankan pada penemuan fakta, gejala dan konsep-konsep tertentu. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan induktif, siswa belajar melalui pengalaman empirik. Dengan pembelajaran melalui cara tersebut, pengamatan, interpretasi, perkiraan, eksperimen, serta penerapan kosep-konsep yang terkait dengan kebutuhan dalam kehidupan siswa akan memotivasi siswa untuk berbuat, mencarai dan menemukan. <br />Merupakan suatu harapan yang terwujud, bahwa kemampuan siswa dapat dikembangkan secara optimal perlu dilatihkan berbagai model cara belajar. Cara belajar induktif melatih siswa untuk menjadi manusia yang kreatif dan inovatif. Sedangkan cara belajar deduktif melatih siswa menjadi logis dan kritis. Cara belajar yang mengaktifkan siswa agar melatih kemandirian siswa dan mengetahui hakekat belajar yang sebenarnya. Berpikir kritis dan kreatif dapat meningkatkan berbagai kemampuan intelektual anak. Sikap kritis sangat dibutuhkan untuk mencari kebenaran fakta, teori dan konsep berdasarkan pembuktian yang logis. Selain itu berpikir kritis sangat diperlukan manusia untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan. Hanya orang yang kritislah yang dapat segera dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Guru dalam proses pembelajaran harus dapat menciptakan iklim belajar yang menantang siswa untuk berpikir kritis dan logis. <br />Merupakan harapan, pendidikan mencapai hasil yang optimal, untuk kepentingan tersebut guru perlu menghayati perkembangan anak yang berkaitan dengan kemampuan dasar. Kemampuan dasar tersebut meliputi: kemampuan fisik, sensori-motorik, emosional, sosial, perseptual, intelektual dan kreativitas. Dengan demikian dalam menentukan materi, metoda, media dan pendekatan pembelajaran sangat perlu memperhatikan perkembangan kemampuan yang dimiliki siswa, agar hasil belajar siswa yang optimal dapat tercapai. <br />Perlu diingat pula oleh para guru, bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Artinya anak suka bermain, atau bermain merupakan kebutuahan bagi anak. Bila anak diajak belajar melalui kebutuhannya dan sesuatu yang disukainya anak akan menjadi senang belajar. Dengan modal kesenangan inilah, harapan pengajaran yang optimal dapat diraih. Melalui bermain anak belajar memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap serta kemampuan lainnya. Bermain bersipat menyenangkan sehingga segala sesuatu yang diperoleh melalui bermain akan dirasakan menyenagkan dan sesuai dengan kebutuhan anak, serta membekas pada diri anak sehingga hasil belajar tidak mudah dilupakan.<br />Mata pelajaran yang sesuai dengan pendekatan bermain ini diantaranya melalui pembelajaran kerajinan tangan dan kesenian, yang dalam kurikulum tahun 2006 disebut mata pelajaran seni dan budaya. Bukan berarti bahwa bahwa pembelajaran dengan pendekatan bermain hanya cocok untuk mata pelajaran kesenian saja, mata pelajaran lainpun sangat mungkin dapat disampaikan melalui pendekatan bermain yang disukai anak. Bila guru dapat mengemas pembelajaran di sekolah dasar dengan pendekatan bermain, niscaya pembelajaran di sekolah dasar menjadi pembelajaran yang digandrungi para siswanya. <br />Proses pembelajaran pendidikan seni termasuk di dalamnya pendidikan seni rupa harus lebih memperhatikan kepentingan/kebutuhan peserta didik. Materi yang diajarkan harus dirasakan merupakan kebutuhan individu anak. Juga harus diingat bahwa materi yang dikembangkan harus dapat mengembangkan secara optimal potensi anak. Pernyataan di atas sebagai landasan yang memperkuat sehingga pembelajaran di sekolah dasar menggunakan pendekatan terpadu. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan dalam kegiatan pembelajaran yang lebih mengutamakan kebermaknaan materi pelajaran bagi siswa.. <br />Seperti yang dikemukakan Kamaril dalam Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan bahwa: “Dalam Pembelajaran terpadu digunakan tema atau topik tertentu sebagai pusat minat siswa. Pusat minat ini merupakan pengikat keterpaduan untuk membentuk suatu konsep yang bermakna dan relevan dengan konsep yang ditentukan” (Bredekamp dalam Kamaril, 1999: 1.43). <br />Pada bahan Belajar Mandiri 3 Anda akan mempelajari Rencana Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar. Materi tersebut dibagi menjadi tiga mata pelajaran, yaitu: 1) Konsep Rencana Model Pembelajaran Terpadu, 2) Rancangan Model Pembelajaran Terpadu, 3) Implementasi Rancangan Model Pembelajaran Terpadu Di Sekolah Dasar.<br />Setelah Anda mempelajari Bahan Belajar Mandiri ini, diharapkan Anda dapat: <br /> Menjelaskan konsep pembelajaran terpadu<br /> Mengemukakan alas an dasar pelaksanaan konsep pembelajaran terpadu di sekolah dasar <br /> Membedakan konsep pembelajaran terpadu (terkait, terjala dan terpadu penuh)<br /> Menguraikan tahapan proses rancangan pembuatan model pembelajaran terpadu (terkait, terjala, dan terpadu penuh)<br /> Menguraikan perbedaan keunggulan dan kelemaha model pembelajaran terpadu (terkait, terjala dan terpadu penuh)<br />Kegiatan Belajar 1<br />KONSEP PRENCANA PEMBELAJARAN SENI TERPADU <br /> <br />Topik/tema dapat dijadikan sebagai dasar pusat minat anak, sehingga topik menjadi motivasi dalam pembelajaran. Untuk memilih atau menentukan topik ini, harus dipertimbangkan bersumber dari masalah yang dekat dengan dunia siswa dan menarik baginya, atau bersumber dari kegiatan sehari-hari siswa. <br />Pembelajaran terpadu dimaksudkan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Bermakna artinya berguna bagi siswa baik untuk masa sekarang atau dimasa yang akan datang. Untuk apa sekarang siswa belajar seni. Jawabannya bahwa siswa dengan belajar seni menjadi gembira, suka cita, tidak murung, merupakan pelajaran yang disenangi, karena pembelajaran seni nyak memberi kebebasan. Bila jawabannya, kebalikan dari pernyataan di atas, maka guru harus mencari penyebabnya. Apakah penyebabnya datang dari siswa sendiri atau justru datang dari guru. Selanjutnya guru harus memperbaikinya sehingga pembelajaran seni menjadi menyenangkan. <br />Pembelajaran Terpadu sebagai Pilihan Pembelajaran Seni Rupa<br />Seni rupa, seni musik, seni tari dan seni drama/teater, merupakan sub bidang studi yang terpadu dalam Kesenian. Karakter bidang kesenian memiliki persamaan secara umum, seperti dalam bidang kesenian adanya kegiatan penciptaan, apresiasi, kreativitas. Karena adanya persamaan matra substansial inilah sehingga sub bidang studi ini terpadu. Setiap jenis seni memiliki kesamaan tujuan dan matra substansial yang sama, ialah mengolah kesadaran estetis melalui kegiatan apresiasi atau kegiatan berolah seni. Pendidikan seni memotivasi untuk berlatih, kreativitas dalam berkarya, yang mungkin sulit/tidak dijumpai dalam bidang studi lain. Kebebasan berekspresi kreatif sangat mungkin muncul tanpa ada ketentuan yang mengikat. Itulah yang menyebabkan pembelajaran seni disenangi siswa. <br />Tujuan pendekatan terpadu dalam pembelajaran seni adalah mewujudkan kebermaknaan aktivitas seni bagi anak. Oleh karena itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:<br />Matra-matra substansial seni sebagai sebagai pengikat dalam pendidikan yang berkaitan dengan kurikulum.<br />Pengembangan berbagai konsep seni yang berkaitan dengan matra-matra substansial seni sebaiknya dilakukan secara terpadu. Khususnya bagi jenjang sekolah dasar matra apresiasi, kreativitas, dan keterampilan lebih diutamakan, kemudian pengetahuan.<br />Jangan memaksa memadukan seluruh bidang studi dalam mengembangkan suatu konsep, yang penting pembelajaran bermakna bagi siswa.<br />Jangan memaksa memaksakan memadukan seluruh matra substansial seni dalam mengembangkan suatu konsep, yang penting pembelajaran bermakna bagi siswa, dan sesuai dengan kurikulum (Kamaril, 1999).<br />Konsep tersebut di atas sesuai dengan pembelajaran seni rupa. Dalam pembelajaran seni rupa selalu adanya kegiatan berkarya, mencipta, meniru, berekspresi, merupakan kegiatan yang selalu terjadi dalam proses pembelajaran. Kreativitas terbina dan terbiasa dilakukan dalam proses pembelajaran yang memberi kebebasan berekspresi, karena guru yang mengajar seni rupa tidak menginginkan bahwa karya siswa selalu harus sama dengan karya gurunya. Belajar mengapresiasi; menghargai karya sendiri atau orang lain, mempelajari karya merupakan dasar dalam pembelajaran seni rupa. <br />Matra substansial karya seni rupa seperti unsur karya, prinsip, pengelompokkan karya seni rupa dapat dijadikan sebagai konsep esensial dalam pendidikan seni rupa yang terpadu. Matra substansial dapat dijadikan sebagai konsep yang memadukan pembelajaran, selain konsep tema yang menarik, atau kejadian penting yang terjadi di lingkungan anak. Kesimpulannya bahwa pembelajaran seni rupa dapat disampaikan dengan pendekatan terpadu atas dasar matra substansial seni rupa, atau terpadu dengan bidang studi lain yang memiliki matra substansial yang sama, juga dapat disampaikan dengan kata lain bahwa pendidikan seni rupa dapat disampaikan melalui pendekatan terkait, erjala, dan terpadu. <br />Dalam menyampaikan materi pelajaran di sekolah guru memiliki otonomi penuh. Artinya guru dapat dengan bebas menentunkan kebijakan sendiri. Guru dapat dengan leluasa menentukan pendekatan, metode, media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Namun demikian tidak bisa semena-mena memberikan materi, materi yang akan diberikanan harus disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku. Dengan berpedoman pada kurikulum yang berlaku, guru masih memiliki peluang untuk mengembangkan kurikulum. Guru mengembangkan kurikulum disesuaikan dengan berbagai pertimbangan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan materi pelajaran antara lain:<br />1. Siswa <br />Menentukan materi disesuaikan dengan keadaan siswa, mempertimbangkan, jenjang pendidikan orang tua, usia jenjang kelas, lingkungan social, keadaan ekonomi siswa. Tingkat kesulitan pekerjaan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa, berkaitan juga dengan keselamatan kerja. Guru harus cermat dalam menentukan alat yang akan digunakan oleh anak, alat yang berbahaya seperti pisau,cutter, jarum, gunting, bila itu digunakan dalam kegiatan pembelajaran harus digunakan secara tepat penuh perhatian san kecermatan dalam pengawasan dari guru. Dihadapan seorang guru siswa harus diberi perlakuan sama tidak dibedakan, karena pandai, karena anak orang kaya, karena anak pejabat dan sebagainya. Siswa harus mendapat pelayanan yang sama dari guru baik dalam kepentingan akademik atau kepentingan lainnya. <br />2. Guru<br />Guru memiliki kemampuan yang optimal tentang materi yang diajarkan. Bila kemampuan optimal belum dimiliki guru harus mencari solusinya dengan cara memahirkan dirinya, mungkin belajar sendiri, atau belajar melalui jalur formal, sebelum melakukan pembelajaran. Tidak mungkin guru mengajar dengan hasil baik kalau kemampuan yang dimiliki tentang materi yang akan diajarkan kurang dikuasai.<br />Guru sekolah dasar bukan guru bidang studi atau sekaligus bukan guru seni. Namun, guru sekolah dasar adalah guru borongan yang mengajar berbagai mata pelajaran. Dengan demikian, guru sekolah dasar pada saat mengajar salah satu mata pelajaran yang disampaikan, menjadi guru bidang studi yang disampaikannya. Alhasil guru sekolah dasar dalam batas-batas tertentu harus memahami kompetensi apa yang paling esensial yang harus diketahui, dipahami, dan diaplikasikan dalam proses pembelajaran bidang studi tertentu. Karakteristik mata pelajaran akan memiliki dampak yang berbeda terhadap kegiatan belajar, metoda, pendekatan, media, evaluasi. <br />Secara khusus, guru seni perlu memiliki kompetensi pedagogik. Pedagogik. Sugeng Syukur, Dkk (2005) menjelaskan bahwa: Standar Kompetensi Pedagogik Guru Seni adalah memiliki kemampuan mengelola peserta didik yang meliputi: pengetahuan dan pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran peserta didik, evaluasi hasil belajar, penelitian kelas, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. <br />Kemampuan pengetahuan guru tentang penyusunan rencana pembelajaran meliputi, konsep dasar dan pengertian kurikulum, isi dan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, konsep dasar dan pengertian perencanaan pembelajaran, dimensi-dimensi perencanaan pembelajaran, manfaat perencanaan pembelajaran, desain pembelajaran, hakikat silabus, dan komponen-komponen silabus. <br />3. Lingkungan <br />Guru harus mentukan materi pelajaran disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekolah. Misalnya, menentukan bahan untuk berkarya harus memilih yang mudah diperoleh ditempat sekolah berada. Lingkungan sekolah dapat dibedakan atas dasar; desa, kota, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, dan sebagainya<br />4. Fasilitas<br />Guru menentukan materi pelajaran disesuaikan dengan fasilitas yang dimiliki sekolah. Fasilitas yang ada sangat berkaitan dengan kreativitas guru untuk memanfaatkannya. Guru dalam pembelajaran harus pandai menggunakan media dengan mengandalkan fasilitas yang ada di sekolah. <br />Selanjutnya dalam modul ini akan disajikan model pembelajaran terpadu, dengan pertimbangan bahwa model ini cocok digunakan untuk menyampaikan materi pendidikan seni rupa di jenjang sekolah dasar. <br />B. Konsep Model Pembelajaran Terpadu.<br />Tujuan pembelajaran Seni rupa dengan model pembelajaran terpadu dengan maksud agar potensi anak berkembang secara optimal, maka untuk penyajiannya perlu berorientasi pada kebutuhan hidup anak secara individual dan materi pelajaran terasa bermakna bagi kehidupan anak. Siswa SD memiliki karakteristik melihat dunia secara holistik, memiliki minat, kemampuan dan cara belajar yang spesifik, oleh karena itu pembelajaran pendidikan seni di sekolah dasar dipandang tepat bila menggunakan model pembelajaran terpadu. <br />Pembelajaran terpadu merupakan suatu penyelenggaraan dari pendidikan terpadu. Dalam pembelajaran terpadu digunakan tema atau topik tertentu sebagai pusat minat siswa. Pusat minat ini merupakan pengikat keterpaduan untuk membentuk suatu konsep yang bermakna dan relevan dengan topik yang ditentukan (Bredekamp, dalam Kamaril, 1999: 1.43).<br /> Pusat minat, tema adalah sebagai inti kajian dalam menentukan topik-topik materi pembelajaran. Dalam menentukan topik kajian sebaiknya guru mengajak siswa untuk mencari topik dari konsep esensial maupun masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari hari. <br /> Bagaimana model terpadu dalam pembelajaran seni rupa? Selanjutnya dalam modul ini akan diuaraikan berbagai model pembelajaran terpadu, adalah sebagai berikut:<br />Model Pembelajaran Terkait.<br />Model pembelajaran terkait merupakan model pembelajaran terpadu yang paling sederhana, dikatakan demikian karena hanya menekankan hubungan matra substansial yang ada dalam suatu bidang studi. Dalam pelaksanaan model pembelajaran seni rupa dapat menghubungkan seluruh matra substansian yang ada atau sebagian. Jenis model pembelajaran terkait dalam seni rupa dan kerajinan tangan atau seni musik, seni tari/gerak dapat dilaksanakan dalam dua model:<br />Model Pembelajaran Kesenian Terpadu berdasarkan sebagian matra substansial.<br />Model Pembelajaran Kesenian Terpadu berdasarkan seluruh matra substansial seni.<br /> Yang dimaksud dengan model pembelajaran seni rupa terkait ini adalah upaya untuk memadukan berbagai materi atau sub materi yang terdapat dalam pendidikan seni rupa. Untuk Lebih jelasnya dapat diamati dan dipelajari dalam diagram di bawah ini:<br />Konsep model pembelajaran seni rupa terkait<br />Sumber: (Kamaril: 1999: 6.36)<br />Pokok bahasan Pendidikan Seni Rupa diantaranya: unsur seni, prinsip seni dan berolah seni, selain pokok bahasan yang lainnya. Dalam suatu penyajian pembelajaran seni rupa dengan menggunakan model pembelajaran terkait, maka ketiga pokok bahasan tersebut di atas disampaikan sekaligus dalam satu penyajian, dengan maksud agar terasa oleh peserta didik tentang makna dari pendidikan seni rupa. Dalam penyampaian pembelajaran harus dibuat agar terasa keterkaitan antara setiap sub pokok bahasan , atau dengan kata lain fokus , topik, merupakan sebagai pusat kendali dalam pembelajaran. <br />2. Model Pembelajaran Terpadu dalam Rumpun Pendidikan Seni (Terjala)<br />Bila dikatakan bahwa pendidikan seni merupakan sebuah rumpun, maka seni rupa, seni tari musik dan drama adalah cabang atau rantingnya. Model pembelajaran Terpadu ini menekankan pada hubungan antara dua atau lebih mata pelajaran melalui tema atau topik (Fogiarty, dalam Kamaril, 1999: 6.17) Pelaksanakan pembelajaran model terjala dapat dilaksanakan secara terpadu, dengan memadukan seluruh atau sebagian dari bidang studi yang ada dalam satu rumpun. Sebagai contoh memadukan pelajaran seni rupa dan seni musik, atau memadukan seni rupa, seni musik, seni tari dan seni drama, dengan mendukung satu topik/tema/inti kajian yang sama. Topik kajian harus dipilih yang erat kaitannya dengan bidang studi yang mendukung. Tema atau konsep dalam model terjala ini merupakan fokus konsep yang dikembangkan dari berbagai sudut pandang konsep, prinsip, atau ketrampilan dari berbagai bidang studi yang dipadukan.<br />Dengan demikian Model Pembelajaran Terjala terpadu antar bidang seni (seni rupa dengan seni musik atau seni rupa dengan seni tari, atau seni musik dengan seni tari), sehingga dapat memunculkan dua model keterpaduan, ialah:<br />Model Pembelajaran Kesenian Terpadu berdasarkan sebagian bidang seni.<br />Model Pembelajaran Kesenian Terpadu berdasarkan seluruh bidang seni. <br /> Selain itu pemilihan tema harus disesuaikan dengan mempertimbangkan usia, jenjang sekolah, serta kegiatan atau kejadian yang menarik bagi siswa. Pendekatan belajar yang didukung atau diawali dari tema ini dikenal dengan sebutan pendekatan tematik. <br />Untuk memberi gambaran yang jelas tentang model pembelajaran terjala, sebagai contoh kita menetapkan satu topik kajian misalnya “Kriya Bambu”. Bertitik tolak dari tema/ topik tersebut dipikirkan kaitannya dengan bidang studi musik, tari, seni rupa dan kerajinan. Bidang studi seni musik mempelajari jenis alat musik yang terbuat dari bamboo dan cara memainkannya. Bidang studi seni tari misalnya latihan menari dengan menggunakan perlengkapan bambu. Bidang studi seni rupa, mengajak siswa untuk mempelajari karya seni yang terbuat dari bambu. Sedangkan dari bidang studi kerajinan tangan, misalnya dengan mengajak siswa untuk mempelajari alat kebutuhan hidup yang terbuat dari bambu. Seandainya memungkinkan siswa diajak untuk membuat karya dengan cara meniru dan mengembangkannya, dengan membuat karya baru yang terbuat dari bambu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar bagan di bawah ini.<br />Model Pembelajaran Terjala Intra/Antar Bidang Seni<br />Keterjalaan Intra/Antar Bidang Seni<br />(Alternatif 1)<br />Keterjalaan Intra/Antar Bidang Seni<br />(Alternatif 2)<br />Model Pembelajaran Terpadu Penuh (integreted)<br />Model Pembelajaran Terpadu dalam Mata Pelajaran Seni, keterpaduan dapat terjadi inter bidang seni dengan bidang studi lain yang ada di sekolah dasar. Ada dua model pembelajaran terpadu:<br />Model Pembelajaran Terpadu Seni sebagai Pangkal Pembelajaran.<br />Keterpaduan dapat terjadi antar bidang seni, tetapi dapat juga terjadi dengan bidang studi lain di luar bidang studi seni, seperti keterpaduan terjadi antara bidang studi seni dengan bidang studi IPA, Matematika, IPS, Bahasa, Agama dan yang lainnya. Dalam pembelajaran terpadu bidang studi seni sebagai pangkal pembelajaran, maka konsep-konsep esensial seni yang akan disampaikan sedangkan bidang studi lain dimanfaatkan untuk mendukung bidang seni.<br /> Model Pembelajaran Terpadu Seni sebagai Pendukung Pembelajaran.<br />Apabila pendidikan seni berfungsi sebagai pendukung, maka konsep-konsep esensial mata pelajaran lain yang akan disampaikan, didukung oleh bidang studi seni. Atau dengan kata lain, konsep-konsep bidang seni mendukung konsep-konsep bidang studi yang lain. <br />Bila kedudukan bidang seni sebagai pangkal pembelajaran maka pendidikan seni dapat bersifat utuh yang meliputi nseluruh bidangh seni, sedangkan bila seni sebagai pendukung pembelajaran terpadu, maka pendidikan seni itu bisa bersifat utuh, sebagian, atau terpisah, tergantung kebutuhan konsep yang didukung. <br />Agar keterpaduan antara bidang pendidikan seni dengan mata pelajaran lain dapat terwujud secara substansial maka perlu memperhatikan:<br />Berbagai matra optimal seni berikut aspek-aspeknya.<br />Berbagai peran seni yang meliputi seni sebagai media ekspresi, komunikasi, bermain, pengembangan bakat, dan media pendidikan.<br />Berbagai jenis seni serta karakteristiknya.<br />Keterjalaan Inter Bidang Studi<br />Alternatif 1<br />Keterjalaan Inter Bidang Studi<br />Alternatif 2<br />(Sumber: Kamaril, 1999: 6.21)<br />LATIHAN<br />Untuk mengetahui pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari, silahkan Anda mengerjakan latihan ini<br />Apa yang dimaksud model pembelajaran seni terpadu di sekolah dasar?<br />Apa yang melandasi penerapan model seni terpadu?<br />Uraikan perbedaan konsep model pembelajaran terpadu (terkait, terjala, dan terpadu penuh)<br />Berikan contoh penerapan konsep model pembelajaran terpadu (terkait, terjala, dan terpadu penuh)<br />RANGKUMAN<br />Mata pelajaran seni rupa, seni tari, seni musik memiliki kesamaan matra substansilan sehingga sub bidang studi ini terpadu. Atas dasark kesamaan tersebut maka rencana model pmbelajaran terpadu bias dilakukan dengan model terkait. <br />Peta konsep disusun berdasarkan model pembelajaran terpadu yang akan dirancang. Model terkait disusun dalam bentuk peta konsep bidang kajian atau mata pelajaran. Telaah kurikulum menghasilkan peta konsep dalam pembelajaran terpadu. Peta konsep agar menghasilkan pembelajaran yang optimal perlu dirancang atau disusun bersama, oleh tim guru yang terdiri dari guru kelas atau guru bidang studi. Konsep pemetaan akan dipengaruhi oleh karakteristik siswa, yang meliputi; kemampuan, fisik, intelektual, emosional, sosial, keterampilan, kreativitas, kepekaan estetis dan sebagainya. <br />Aspek tema/topik sebagi minat siswa merupakan pangkal keterpaduan dalam mata pelajaran seni rupa, mata pelajaran yang serumun maupun dengan mata pelajaran lain. Keterpaduan dalam satu mata pelajaran merupakan model pembelajaran terkait, keterpaduan dengan mata pelajaran serumpun dengan menggunakan tematik/focus kajian merupakan model terjala dari dua tau ebih mata pelajaran, dan keterpaduan dengan mata pelajaran lainnya berdasarkan tema atau focus yang diangkat dari adanya tumpang tindih; konsep,prinsip, keterampilan dan sikap dalam kurikulum dari berbagai mata pelajaran yang berbeda merupakan model pembelajaran terpadu penuh. <br /> <br />TES FORMATIF 1<br />Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memilih a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar.<br />Mata pelajaran seni rupa, tari, dan musik memiliki persamaan matra substansial sehingga sub bidang studi ini terpadu. Persamaan yang dimaksud adalah ….<br />penciptaan, apresiasi, kreativitas<br />gagasan, apresiasi, kreativitas<br />penciptaan , apresiasi, gagasan<br />penciptaan, apresiasi, penilaian<br />2. Hal yang perlu diperhatikan dalam pendekatan terpadu dalam pembelajaran seni adalah adalah…, kecuali:<br />Matra-matra substansial seni sebagai sebagai pengikat dalam pendidikan yang berkaitan dengan kurikulum.<br />Jangan memaksa memadukan seluruh bidang studi dalam mengembangkan suatu konsep, yang penting pembelajaran bermakna bagi siswa.<br />Jangan memaksa memaksakan memadukan seluruh matra substansial seni dalam mengembangkan suatu konsep, yang penting pembelajaran bermakna bagi siswa, dan sesuai dengan kurikulum.<br />Pengembangan berbagai konsep seni berkaitan dengan matra substansial seni dapat disusun secara terpisah.<br />3. Model pembelajaran …. merupakan model pembelajaran terpadu yang menekankan hubungan matra substansial yang ada dalam satu bidang studi.<br />terkait<br />terjala<br />terpadu<br />terhubung<br />4. Penerapan model pembelajaran terjala dapat dilakukan antara seni rupa, seni tari, seni musik dan seni drama dalam mendukung…yang sama.<br />tujuan<br />tema<br />materi<br />konsep<br />Seorang guru melakukan bimbingan terhadap siswa dalam menampilkan pagelaran seni “Lutung Kasarung” di dalam kelas. Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok, ada siswa yang menari, siswa yang membuat kostum tari, dan siswa lainnya mengaransir musik pengiring tari. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut merupakan penerapan konsep model pembelajaran…<br />terkait <br />terjala<br />terpadu<br />terhubung<br />Peristiwa “gempa bumi” dapat menjadi tema pembelajaran di sekolah dasar. Peristiwa itu dapat dikaji dari IPA, Bahasa, Seni Rupa, dan Matematika. Model pembelajaran tersebut merupakan model ….<br />terkait <br />terjala<br />terpadu<br />terhubung<br />7. Pilih pernyataan di bawah ini yang mendukung konsep pembelajaran terpadu.<br />Pembelajaran terpadu lebih mengutamakan pada tercapainya matra substansial dari bidang kajian.<br />Mengutamakan kerja sama siswa dalam proses belajar, sehingga terjalin hubungan yang baik antar siswa.<br />Mengutamakan materi pembelajaran yang tersusun secara sitematis berdasarkan mata pelajaran.<br />Hasil belajar diharapkan mengutamakan kebermaknaan yang secara langsung dirasakan siswa. <br />8. Pendekatan tematik dalam pembelajaran di sekolah dasar ditentukan atas dasar pertimbangan…, kecuali: <br />Menarik bagi siswa.<br />Ditetapkan atas dasar pertimbangan guru.<br />Bersumber dari kegiatan sehari-hari.<br />Bertema yang memupuk Nasionalisme.<br />Materi pembelajaran harus mengacu pada kebutuhan peserta didik. Pernyataan yang sesuai dengan pernyataan ini adalah:<br />Sesuai dengan kepentingan perkembangan peserta didik.<br />Pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku.<br />Tidak mungkin dilaksanakan karena anak memiliki kebutuhan yang berbeda.<br />Karena mementingkan kepentingan anak tujuan pembelajaran tidak jelas.<br />10. Tema dalam pembelajaran terpadu menurut Bredekamp dengan alasan:<br />Tema/topik yang menentukan tujuan pembelajaran<br />Tema/topik untuk mengarahkan kegiatan belajar<br />Tema/topik sebagai pusat minat bagi siswa.<br />Tema/topik menunjang kurikulum.<br />Cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang tersedia dia akhir BBM 3 ini, kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1 ini.<br />Rumus:<br />Tingkat penguasaan= Jumlah jawaban Anda yang benar x 100%<br />10<br />arti tingkat penguasaan yang Anda dapai:<br />90 –100%= baik sekali<br />80 – 89%= baik<br />70 – 70%= cukup<br /> < 70%= kurang<br />Catatan: Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2, tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulai kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.<br />Bahan Belajar 2<br />RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU<br />A. Rancangan Pembelajaran Model Terkait<br />Dalam Kegiatan Belajar 2 ini selanjutnya akan dijelaskan langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran terpadu. Guru sebelum merancang pembelajaran harus mempelajari materi pembelajaran yang tersirat dalam GBPP, sesuai dengan jenjang kelas yang akan dihadapi. Berdasarkan materi kajian yang terdapat dalam GBPP, kemudian mencari hubungan konsep-konsep yang berhubungan. Selanjutnya, harus dirancang kapan keterkaitan antara konsep itu terjadi, sehingga siswa merasakan bahwa konsep-konsep itu memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. <br />Merumuskan Tujuan<br />Tujuan Umum<br />Tujuan Khusus<br />Menetukan Fokus Pembelajaran<br />Menetukan Materi Pembelajaran<br />Merancang Kegiatan Belajar<br />Menentukan Alokasi Waktu<br />Menentukan Metode<br />Merancang Strategi Pembelajaran<br />Memilih Media<br />Menyusun Teknik Penilaian<br />Dalam menyusun teknik penilaian yang diterapkan sebaiknya dirancang penilaian yang dapat mengukur proses dan pruduk belajar. Dalam pembelajran terkait mementingkan “penilaian diri” yang dilakukan siswa terhadap kemampuan yang dimilikinya. Penilaian seperti ini disebut “self assessment”. Bentuk penilaian dapat dibuat dengan bentuk borang/format isian yang sudah dipersiapkan guru. <br />Dengan penilaian model ini dapat memberi gambaran proses, bagaimana siswa belajar dan berfikir, sekaligus siswa mampu mengaitkan antara apa yang dipelajari dengan kemajuan belajar, dan kemampuan menilai diri sendiri.<br /> <br />B. Rencana Pembelajaran Model Terjala<br />Langkah-langkah pembelajaran Model Terjala ini terdiri dari:<br />1. Menentukan Tema<br />Pada pembelajarn model terjala tema utama dipilih atau ditentukan oleh guru, kemudian dikembangkan menjadi sub-sub tema yang dirumuskan bersama antara guru dan siswa.<br />Pembelajaran dengan menggunakan model terjala disebut juga sebagai pendekatan “inter” dan “intra” kurikulum, ialah dengan memadukan beragam bidang studi dalam kelompok seni atau lintas bidang disiplin ilmu yang lain. Tema berfungsi sebagai sebuah ikatan yang menyetukan bidang studi yang dipadukan. Tema diharapkan dapat mengembangkan kemampuan untuk bekerja mandiri, pengetahuan dan keterampilan akan sesuatu hal. Guru diharapkan dapat memilih tema yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Tema diharapkan memotivasi siswa untuk mepelajari kajian secara mendalam. Tema dapat dijadikan fokos pembelajaran selama satu minggu, satu catur-wulan atau semester, atau lebih.<br />2. Menentukan Lingkup Konsep<br />Dalam uraian ini akan digambarakan seandainya guru sudah menentukan tema “Aku dan Teman”, maka dirancang “lingkup konsep” yang berkaitan dengan tema tersebut:<br />Menciptakan lingkungan suasana yang hangat dan mendukung proses belajar.<br />Memperkuat respek antar siswa dan kerja sama denga teman.<br />Menilai dan meningkatkan kesadaran akan perbedaan individu siswa (Kamaril,1999: 6.46).<br />Dalam pembelajaran model terjala lebih menekankan pada kegiatan kerja kelompok dan kooperatif. Strategi harus mendukung btopik/tema dan didukung oleh sumber belajar yang lengkap, seprti: buku, video, kaset, dan sumber lainnya. Agar tema/topik ini berkaitan dengan bidang seni dapat dipandu dengan membuat pertanyaan kunci yang bersifat umum.<br />3. Membuat Pertanyaan Kunci<br />Pertanyaan kunci sebaiknya merupakan pertanyaan umum, yang diawali dengan kata; mengapa/bagaimana. Dengan tema umum yanga sudah ada kemudian disusun pertanyaan kunci sebagai berikut:<br />Mengapa saya disenangi teman lain?<br />Bagaimana saya mengenakan baju yang rapih?<br />Bagaimana agar kelas kita selalu rapih, bersih dan menyenangkan?<br />Mengapa saya perlu berteman?<br />Pertanyaan tersebut mengarahkan kepada tujuan pembelajaran yang mencakup; pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Pertanyaan pertama, meningkatkan kesadaran individu dalam lingkungannya. Pertanyaan kedua, meningkatkan kesadaran kepada siswa tentang kerapihan diri. Pertanyaan ketiga, meningkatkan kesadaran siswa akan kebersihan diri dan lingkungannya. Sedangkan pertanyaan keempat, Membantu siswa untuk menyadari bahwa orang lain memiliki kemampuan berbeda dari dirinya. <br />4. Mencarikan Sumber Belajar<br />Sumber belajar menjadi amat penting agar materi pembelajarn tercapai secara optimal. Sumber belajar antara lain:<br />Buku, poster, bagan, kaset, CD, termasuk didalamnya kurikulum yang berlaku.<br />Mengajak siswa untuk menulis, mencatat, menggambar, dan berbagai kegiatan lainnya.<br />Mengumpulkan donumentasi pribadi.<br />Membuat buku harian, mencakup merancang judul, desain dan isi buku.<br />5. Pengembangan Tema<br />Kegiatan ini dilakukan bersama guru dan siswa melalui pertanyaan yang lebih specifik dari pertanyaan kunci. Bentuk Pertanyaan dianjurkan dengan diawali kata; siapa, apa, bilamana, dimana dan sebagainya. Sebagai contoh kita akan mengembangkan pertanyaan kunci: Mengapa saya disenangi teman lain? Maka pertanyaan pengembang dapat disusun sebagai berikut.<br />Siapa saya?<br />Kapan saya lahir?<br />Apa jenis kelamin saya?<br />Apakah saya suka berteman?<br />Apa saya selalu berpakaian rapih?<br />Apa saya selalu menyapa teman?<br />Siapa teman yang paling saya sukai?<br />Siapa teman yang paling tidak disukai?<br />C. Rancangan Pembelajaran Model Terpadu <br />Dalam konsep ini akan disajikan contoh pembelajaran terpadu dari empat mata pelajaran yang berbeda disiplin ilmunya. Terjadinya keterpaduan karena adanya konsep, prinsip, keterampilan yang tumpang tindih antara ke-empat bidang studi. (Fogarty dalam Kamaril, 1999). Model pembelajaran terpadu berbeda dengan model pembelajaran terjala, dimana model terjala diawali dari tema yang memayungi isi pokok pembelajaran, sedangkan model terpadu diawali dengan menjaring ketumpangtindihan antara bidang kajian dalam suatu kurikulum. Kemudian konsep yang tumpang tindih yang ditemukan dijadikan konsep dan fukus pembelajaran. Dengan demikian langkah awal menyusun rencana pembelajaran model terpadu ini adalah diawali dengan mengkaji kurikulum ke-empat bidang studi, kemudian mencari untuk menemukan konsep, prinsip atau keterampilan yang tumpang tindih. <br />Langkah–langkah merencanakan pembelajaran model terpadu dapat dilihat lebih jelas seperti contoh di bawah ini:<br />Mengkaji kurikulum dari bidang studi yang berbeda, misalnya; seni rupa, matematika, Bahasa Indonesia, dan Agama. <br />Mencari konsep, keterampilan, sikap, dan kemampuan tertentu yang tumpang tindih.<br />Konsep yang tumpang tindih dijadikan fokus pembelajaran, yaitu konsep diri, dan lingkungan, kematangan motorik halus, eksplorasi, kepekaan rasa dan indra. <br />Selanjutnya fokus pembelajran ini dikembangkan menjadi unit-unit yang ditinjau dari keempat bidang studi tersebut di atas. <br />Unit-unit tersebut kemudian dijabarkan menjadi topik-topik kegiatan. <br />Langkah persiapan untuk melaksanakan model ini membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan keterampilan yang khusus. Model pembelajaran ini hanya akan terlaksana dengan baik bila adanya kerja sama tim kerja yang memiliki keterampilan yang khusus, motivasi kerja yang tinggi, berpikir inovatif, dan kreatif. Suatu model dapat dirancang dapat dirancang, dilaksanakan, dievaluasi optimal bila didukung oleh hal tersebut di atas. <br />LATIHAN<br />Untuk mengetahui pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari, silahkan Anda mengerjakan latihan ini<br />Uraikan langkah-langkah masing-masing rancangan proses model pembelajaran terpadu (terkait, terjala dan terpadu penuh)<br />Jelaskan perbedaan langkah-langkah rencana pembelajaran terpadu (terkait, terjala dan terpadu penuh)<br />RANGKUMAN<br />Tahapan rencana model pembelajaran terkait, terjala dan terpadu penuh memiliki perbedaan. Pada model pembelajaran terkait langkah penyusunannya diawali dengan tujuan, pada model terjala diawali dengan tema, sedangkan mdel pembelajaran terpadu diawali dengan adanya tumpang-tindih konsep yang dijadikan fokus pembelajaran. <br />TES FORMATIF 2<br />Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memilij a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar.<br />Pernyataan yang paling tepat tentang konsep rancangan pembelajaran terkait adalah…<br />Guru menentukan materi sesuai dengan konsep yang dikehendakinya<br />Materi pembelajaran dipilih sesuai keinginan siswa<br />Guru dan siswa memiliki materi yang paling baru<br />Materi pembelajaran disesuaikan dengan yang tersirat dalam kurikulum<br />2. Konsep pertama yang harus dipilih dalam pembelajaran terpadu adalah…<br />a. fokus pembelajaran<br />materi pembelajaran<br />tujuan pembelajaran<br />Kegiatan pembelajarn<br />3. Yang disebut self assessment adalah…<br />penilaian tingkah laku<br />penilaian pekerjaan<br />penilaian diri<br />penilaian tingkat keberhasilan<br />4. Penilaian self assessment biasanya dibuat dalam bentuk…<br />tes tertulis <br />tes lisan<br />tes perbuatan<br />pengisian borang<br />5. Yang menjalani hubungan konsep pembelajaran model terjala karena kesamaan…<br />metode<br />rumpun bidang studi<br />media<br />tema<br />Lingkup konsep model pembelajaran terjala disusun….<br />sebelum menentukan tema<br />setelah menentukan tema<br />sebelum pertanyaan kunci<br />setelah pertanyaan kunci<br />Pertanyaan kunci dalam pembelajaran terjala sebaiknya tersusun dengan kata awal….<br />kapan<br />di mana<br />bila mana<br />mengapa<br />Pertanyaan kunci dalam pembelajaran terjala mengarah pada…<br />metodologi pembelajaran<br />tujuan pembelajaran<br />kegiatan pembelajaran<br />evaluasi pembelajaran<br />Konsep pembelajaran terpadu terjadi diawali dengan adanya…<br />tema yang sama<br />tumpang tindih konsep<br />konsep yang sama<br />percobaan konsep<br />Model pembelajaran terpadu akan terlaksana dengan baik bila…., kecuali:<br />Tim kerja yang memiliki keterampilan khusus <br />waktu terbatas sesuai kalender pendidikan<br />motivasi kerja tinggi tim<br />guru memiliki wawasan berfikir inovatif <br />Cocokan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban yang telah tersedia diakhir BBM 3 ini, kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2 ini.<br />Rumus:<br />Tingkat penguasaan= Jumlah jawaban Anda yang benar x 100%<br />10<br />arti tingkat penguasaan yang Anda dapai:<br />90 –100%= baik sekali<br />80 – 89%= baik<br />70 – 70%= cukup<br /> < 70%= kurang<br />Catatan: Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2, tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.<br />Kegiatan Belajar 3<br />IMPLEMENTASI RANCANGAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU DI SEKOLAH DASAR<br />A. Rancangan Model Pembelajaran Terkait<br />Rancangan pembelajaran berkaitan dengan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, dan penilaian dalam pembelajaran. Langkah awal yang perlu dilakukan oleh guru dalam merancang pembelajaran terkait, mengkaji dan menentukan adanya keterkaitan konsep atau prosedur atau keterampilan, sikap dalam mata pelajaran. Dalam kurikulum terdapat konsep, prinsip, keterampilan, sikap yang saling terkait. Bila keterkaitan itu dijadikan sebagai fokus pembelajaran, maka materi pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa, karena siswa memperoleh isi pembelajaran merupakan suatu kesatuan yang utuh.<br />Selanjutnya dalam mempelajarai tentang rancangan model pembelajaran terkait secara rinci seperti tertulis dibawah ini:<br />Fokus Pembelajaran<br />Berdasarkan konsep yang sudah ditemukan dan diangkat menjadi fokus pembelajaran, maka dapat disusun fokus-fokus pembelajaran sebagai berikut:<br />a. Konsep yang berhubungan:<br />Unsur Seni Rupa, seperti; garis, bidang, tekstur dan sebagainya.<br />Prinsip-prinsip seni rupa sepert; kesatuan, keseimbangan, proporsi, ritme dan sebagainya.<br />Kemampuan<br />Kemampuan motorik halus/kasar, perceptual, emosi, intelektual, daya cipta, estetika dan sebagainya.<br />Membaca, menggambar dsb. <br />c. Keterampilan<br />Menggambar ekspresi<br />Menghayati unsur-unsur, prinsip karya seni rupa. <br />Keterampilan motorik seperti, melipat, menempel, menggunting<br />d. Sikap<br />Kepekaan berimajinasi<br />Kepekaan berolah seni.<br />Menghargai dan menghayati keindahan<br />Tujuan Pembelajaran<br />Hasil dari suatu proses pembelajaran akan diperoleh dan tergambarkan dalam tujuan yang akan dicapai. Tujuan ini dapat dibedakan atas tujuan langsung, tujuan tidak langsung, dan tujuan pengiring. Tujuan tidak langsung dan tujuan pengiring membuahkan perubahan kemampuan dalam berpikir logis, kreatif, imajinantif dan sebagainya yangh tidak dapat diukur perubahannya dalam waktu pembelajaran. Dalam model pembelajaran terkait, tujuan yang berdampak langsung dirumuskan berdasarkan focus pembelajaran yang telah ditentukan. Selanjutnya perhatikan tabel di bawah ini.<br />Fokus PembelajaranKeterkaitanGaris dan TeksturApresiasi terhadap unsur garisApresiasi terhadap unsur teksturApresiasi lebur dengan pengetahuan tentang prinsip seni (desain)Keterampilan menata garis dan tekstur ke dalam gambar ekspresi.<br />Tujuan Pembelajaran UmumTujuan Pembelajaran KhususSiswa mampu menghayati unsure garis dan tekstur sertya terampil mengungkapkannya ke dalam menggambar ekspresi berdasarkan prinsif seni (desain)Siswa mampu mengenal jenis garis dan menghayati sifat-sifatnya.Siswa maqmpu mengungkapkan emosi, perasaannya melalui garis.Siwa mampu mengenal berbagai tekstur dan menghayati sifat-sifatnya.Siswa mampu mengungkapkan emosi, perasaannya melalui tekstur. Siswa mampu mengenal dan menghayati prinsip-prinsip seni (desain) pada karya seni.Siswa mampu mengungkapkan garis dan tekstur ke dalam gambar secara ekspresif dan imajinatif dengan memperhatikan prinsip-prinsip seni (desain).<br />(Kamaril,1999)<br />Materi Pembelajaran<br />Dalam menentukan materi pembelajaran di sekolah dasar harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, diharapkan disiapkan materi pembelajaran yang sifatnya menantang luasan kesempatan bagi anak yang berbakat. Pada usia ini sangat cocok bila materi pembelajaran dalam kegiatan-kegiatan belajar yang mengutamakan activitas siswa. <br />Perhatikan table di bawah ini:<br />Materi PembelajaranKegiatan Belajar Garis Jenis dan Ragam Garis (lurus, putus- putus, lengkung, bersudut, melingkar) Sifat-sifat Garis (tebal, tipis, halus, ritmis) TeksturRagam dan jenis tekstur yang merupakan paduan dari satu jenis garis, garis dan bintik.Tekstur yang berasal dari benda-benda alam dan buatan manusia.Sifat Tekstur (kasar, halus, lembut dan sebagainya) Prinsip Seni (desain)Keseimbangan, kesatuan, irama, proporsi, keselarasan. Menggambar EkspresiPenghayatan emosi terhadap gambarPenghayatan imajinasi terhadap gambarPengekspresian emosi- imajinasi ke gambar melalui garis dan tekstur.Penghayatan dan pengekspresian rasa-emosi dapat didukung oleh suara musik, gerak tari, ceritera, bacaan, film dan sebagainya. Siswa menemukan ragam garisSiswa membuat kliping tentang ragam dan jenis garis pada gambar. Siswa mengungkapkan perasaan rasa (emosi) yang berkaitan dengan sifat garis.Rasa sakit diungkapkan dengan garis…Keseluruhan kegiatan dilaksanakan dengan eksplorasiSiswa mencari contoh tekstur dari satu jenis garis, dan beragam garis, dengan teknik menggosok permukaan bidang yang bertekstur.Mengumpulkan contoh tekstur yang terdapat pada gambar.Siswa mengungkapkan emosi rasa yang berkaitan dengan sifat tekstur.Membahas prinsip-prinsip desain dengan mengamati beragam gambar yang diambil dari majalah/koran bekas.Mengumpulkan beragam gambar dan menafsirkannya.Mengungkapkan emosi dan imajinasi melalui gambar yang dibuatnya.<br />Alokasi Pembelajaran<br />Penentuan alokasi waktu disesuaikan dengan alokasi waktu pembelajaran dan jumlah waktu nyang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Alokasi waktu merupakan kelipatan dari waktu pembelajaran yang biasa dilaksanakan. Misalnya 4x2x40 menit. Artinya pembelajaran dengan model terkait mungkin saja dilakukan dalam waktu empat minggu, dan setiap minggu lamanya 80 menit. Selain itu dapat juga dilaksanakan sekaligus selama 4x2x40 menit atau 320 menit.<br />Metode Pembelajaran<br />Dalam uraian ini tidak akan disebutkan secara tegas tentang metode apa yang akan digunakan, hanya kan digambarkan secara umum kondisi pembelajaran seperti apa yang diharapkan. Dengan mengetahui situasi yang diinginkan diharapkan para pendidik dapat menentukan sendiri metode yang digunakan, mungkin bukan hanya satu metode tetapi multi metode. Menentukan metode yang akan dipilih dengan mengacu kepada strategi menata, menyampaikan dan mengelola. Menata artinya merancang pembelajaran secara sitematis, berurut, berjenjang, misalnya diawali dengan yang mudah kemudian yang sulit atau diawali dari yang kongkrit menuju yang abstrak. <br />Aktivitas pembelajaran ditekankan pada aktivitas siswa, artinya guru menyampaikan materi pembelajaran dengan menciptakan suasana belajar belajar yang menuntut siswa untuk aktif mencari, menemukan sendiri isi materi pembelajaran. Tidak dikehendaki guru memberikan sesuatu (menyuapi) siswa, sedangkan siswa hanya pasif sekedar menerima apa yang disampaikan guru. Hasil belajar berdasarkan temuan siswa akan memakan waktu yang lebih lama, tetapi kan memberi kepuasan dan dampak yang lebih berarti bagi siswa. <br />Proses penyampaian materi ini sebaiknya dirancang oleh guru dalam sampul/kemasan permainan. Sampul pembelajaran dalam bentuk permainan dapat dirancang disesuaikan dengan kebutuhan, usia, atau lingkungan siswa. Sebagai contoh memahami sesuatu yang berakaitan dengan lingkungan, kemudian siswa diajak mengamati situasi yang sesungguhnya merupakan upaya mengajak siswa santai (bermain), padahal dalam sampul tersebut guru akan menyampaikan materi pembelajaran. Dengan penyampaian materi pembelajaran dalam bentuk permainan akan berdampak bahwa belajar itu menyenangkan. Sesuatu yang menyenangkan akan disukai siswa, dan sesuatu yang disukai akan lama diingat, atau susah dilupakan. Itulah yang diharapkan bahwa hasil belajar itu ada bekasnya.<br />Guru yang mengajar siswa SD kelas rendah bila menggunakan media harus diupayakan dengan benda nyata/kongkrit, kemudian secara bertahap disusun menggunakan benda yang abstrak. Sebagai contoh kursi sebagai benda nyata, gambar kursi mendekati bentuk yang abstrak, symbol kursi lebih abstrak lagi, kursi yang hanya diceritakan oleh guru adalah sesuatu yang sangat abstrak. Perlu diingat bahwa sesuatu yang abstrak sangat sulit untuk dipahami. <br />Pendekatan belajar dalam kelompok, atau metode kerja kelompok dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam menyampaikan materi pembelajaran di SD, dan untuk memotivasi siswa dalam belajar dapat pula disampaikan dengan pendekatan kompetitif.<br />Selain hal tersebut di atas, guru harus menyadari tentang kemampuan individu siswa. Ada kelompok siswa yang lambat, sedang, dan ada siswa yang mempunyai kemampuan yang lebih atau istimewa. Menghadapi kenyataan seperti itu, guru harus berupaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing siswa secara optimal. Memotivasi siswa adalah upaya untuk mengembangkan potensi. Suatu perilaku sederhana tetapi perlu makna, bila guru sering memajang karya yang dibuat siswa secara bergantian, atau mengajak siswa untuk berdiskusi dimana guru responsive menanggapi pendapat siswa dalam upaya untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan. <br />Penilaian Pembelajaran<br />Rancangan penilaian pembelajaran terkait sebaiknya menilai dengan menggunakan teknik penilaian proses dan produk. Penilaian proses artinya penilaian yang dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian ini berkaitan erat dengan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, bisa bertahap; tahapan persiapan, inti materi, simpulan hasil pembelajaran. Sedangkan penilaian produk adalah penilain terhadap hasil karya yang dibuat sebagai hasil pembelajaran, dengan kriteria yang dirancang guru. Kriteria yang dibuat tentunya harus mengkaitkan dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran.<br />Model terkait mementingkan/mengutamakan dengan penilaian diri sendiri (self assessment). Untuk kegiatan ini guru harus menyiapkan borang/formulir isian yang dapat diisi oleh siswa. Dengan mengisi borang tersebut artinya siswa sedang melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri. Borang harus dapat menggambarkan proses bagaimana ia belajar, mengaitkan dengan apa yang dipelajarinya, secara <br />B. Rancangan Model Pembelajaran Terjala<br />Pengembangan Lingkup Konsep dari<br />Tema Pembelajaran Terpadu Model Terjala<br />C. Rancangan Model Pembelajaran Terpadu (Integreted)<br />Model pembelajaran terpadu tidak jauh berbeda dengan model terjala, sehingga rancangannya juga memiliki kesamaan. Dalam model terjala tema diperoleh berdasarkan kebutuhan dan perkembangan siswa kemudian dipadukan dalam beragam bidang kajian atau bidang studi, sedangkan dalam model terpadu tema ditentukan setelah mengkaji konsep, prinsip, sikap dan keterampilan yang tumpang tindih dan terdapat dalam kurikulum.Selanjutnya ditentukan tema yang dijadikan sebagai focus pembelajaran. <br />Karena pada prinsipnya rancangan model terpadu sama dengan terjala, maka pada uraian ini tidak akan dijelaskan secara rinci. Bila Anda ingin merancang model pembelajaran terpadu, silahkan lihat kembali rancangan pembelajaran model terjala. <br />Model Pembelajaran Terpadu<br />(Sumber: Kamaril, 1999: 624)<br />D. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran :<br /> Keunggulan<br />Model Terkait:<br />Adanya hubungan antara konsep dan prinsip dalam satu bidang studi sehingga pendalaman pengetahuan lebih komnprehensif.<br />Kebermaknaan pelajaran cukup tinggi.<br />Model pembelajaran sederhana sehingga mudah untuk dilaksanakan.<br />Keterampilan siswa terkendali, artinnya selalu dapat dengan mudah diamati guru.<br />Siswa lebih mudah memperoleh gambaran optimal materi pelajaran, karena terfokus pada satu mata pelajaran. <br />Konsep inti sebagai fukus pembelajaran dikembangkan terus menerus sehingga terjadi internalisasi.<br /> <br />Model Terjala<br />Motivasi siswa cukup tinggi karena tema pembelajarna ditentukan bersama antara guru dan siswa.<br />Kemudahan bagi siswa dalam melihat keterpaduan berbagai bidang studi. Sesuai dengan kenyataan sehari-hari bahwa masalah/keadaan keseharian tidak menunjukkan pemisahan atas bidang studi, tetapi merupakan kesatuan.<br />Siwa memperoleh wawasan pengetahuan yang luas dan bermakna bagi dirinya , karena tema dipilih sesuai dengtan perkembangan siswa, dan diambil dari tema yang terjadi sehari-hari.<br />Meningkatkan kemampuan dan wawasan guru tentang suatu konsep secara komprehensif (mendapat pengetahuan di luar bidang kajian).<br />Memudahkan telaah kurikulum karena berangkat dari tewma yang telah ditentukan, sehingga model ini memiliki paying yang jelas sebagai focus pembelajaran. <br /> <br />Model Terpadu<br />Kemungkinan siswa mengaitkan berbagai konsep, keterampilan, kemampuan, sikap, dari berbagai bidang kajian.<br />Keterpaduan bidang kajian menjadi motivasi bagi siswa. <br />Menghemat waktu karena siswa dapat belajar dari suatu konsep, keterampilan dan sikap tanpa harus dilakukan berulang-ulang.<br />Meningkatkan kemampuan dan wawasan guru tentang suatu konsep, keterampilan dan sikap dari berbagai bidang kajian di luar keahliannya. Juga membangun sikap guru untuk menghargai bidsang keahlian yang berbeda.<br />Mampu mengembangkan aspek sikap pada dampak pengiring dalam pembelajaran. <br />2. Kelemahan<br /> Model Terkait <br />Masih adanya keterpisahan bidang studi.<br />Tidak menunjukkan secara eksplisit keterpaduan dengan bidang studi lain<br />Fokus pembelajran masih bersifat sempit, karena sekkedar memadukan konsep atau gagasan yang terdapat dalam satu bidang studi.<br />Model Terjala<br />Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan dan pelaksanaan pembelajaran cukup panjang atau lama. Cara mengatasi masalah ini, guru harus memiliki keterampilan mengkaji kurikulum untuk menentukan tema yang sesuai kebutuhan siswa. Kerja tim diantara guru kelas atau guru bidang studi sebagai salah satu upaya untuk mengetasi klelemahan di atas. <br />Kegiatan menentukan atau memilih tema,merancang, melaksanakan pembelajaran masih menyulitkan guru, karena model ini merupakan hal baru bagi guru.<br />Guru sering terperangkap pada berbagai kegiatan belajar dari pada pengembangan konsep.<br />Ketrampilan khusus tentang seni rupa/kerajinan kurang optimal diperoleh siswa.<br />Membutuhkan kurikulum yang mendukung konsep keterpaduan. Selain itu membutuhkan dukungan operasional dari berbagai pihak terkait. <br />Guru harus memiliki keterampilan mengevaluasi proses dan produk pembelajaran agar perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran tercapai secara optimal. <br />Model Terpadu<br />Memerlukan guru yang terampil atau memiliki keakhlian khusus dalam menemukan keterpaduan berbagai mata kajian, untuk dijadikan focus pembelajaran.<br />Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan dan pelaksanaan pembelajaran cukup panjang atau lama.<br />Membutuhkan guru yang biasa bekerja dalam tim.<br />Membutuhkan kurikulum yang mendukung keterpaduan, serta adanya kebijakan pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran.<br />Guru sering terperangkap pada berbagai kegiatan belajar dari pada pengembangan konsep.<br />LATIHAN<br />Untuk memantapkan wawasan dan keterampilan Anda dalam mempersiapkan diri sebagai guru yang baik, buatlah Perencanaan Pembelajaran Seni yang sistematis dengan model pembelajaran; terkait, terjala dan terpadu. Rancangan dibuat dengan memperlihatkan kejelasan tentang:<br />Tujuan pembelajaran.<br />Langkah – langkah kegiatan pembelajaran.<br />Pokok materi kajian.<br />Konsep bagan kegiatan.<br />Sarana/Media pendukung.<br />Evaluasi kegiatan pembelajaran.<br /> Selamat mencoba!<br />RANGKUMAN<br />Langkah awal yang perlu dilakukan oleh guru dalam merancang pembelajaran terkait, mengkaji dan menentukan adanya keterkaitan konsep atau prosedur atau keterampilan, sikap dalam mata pelajaran. Dalam kurikulum terdapat konsep, prinsip, keterampilan, sikap yang saling terkait. Bila keterkaitan itu dijadikan sebagai fokus pembelajaran, maka materi pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa, karena siswa memperoleh isi pembelajaran merupakan suatu kesatuan yang utuh.<br />Guru harus menyadari bahwa model pembelajaran terpadu memiliki keunggulan dan kelemahan. Guru disarankan untuk merancang berbagai model pembelajaran terpadu yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Pembelajaran terpadu yang dirancang dengan pertimbangan kebutuhan siswa, akan terasa bahwa materi pembelajaran lebih dirasakan manfaatnya bagi siswa saat sekarang dan untuk masa depan siswa. <br />TES FORMATIF 3<br />Untuk mengukur kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini, selanjutnya jawablah pertanyaan di bawah ini secara individual. Pilih salah satu jawaban yang dianggap paling tepat, diantara alternatif jawaban yang disediakan, dengan memberi tanda silang (X) pada nomor jawaban yang tersedia.<br />1. Langkah awal yang harus dilakukan guru dalam menyusun konsep pembelajaran terkait adalah….<br />mengkaji dan menentukan adanya keterkaitan berbagi bidang studi<br />mengkaji dan menentukan adanya keterkaitan tujuan antar bidang studi<br />mengkaji dan menentukan adanya keterkaitan konsep/prosedur/ keterampilan, sikap dalam mata pelajaran<br />mengkaji dan menentukan adanya keterkaitan konsep/prosedur/ keterampilan dalam dua mata pelajaran serumpun<br />2. Pilih pernyataan di bawah ini yang mendukung konsep pembelajaran terpadu.<br />Pembelajaran terpadu lebih mengutamakan pada tercapainya matra substansial dari bidang kajian.<br />Mengutamakan kerja sama siswa dalam proses belajar, sehingga terjalin hubungan yang baik antar siswa.<br />Mengutamakan materi pembelajaran yang tersusun secara sitematis berdasarkan mata pelajaran.<br />Hasil belajar diharapkan mengutamakan kebermaknaan yang secara langsung dirasakan siswa. <br />3. Pembelajaran Terkait adalah model pembelajaran terpadu yang paling mudah dilaksanakan. Pilih pernyataan yang tidak mendukung pernyataan tersebut di atas.<br />Keterpaduan terjadi dalam satu mata pelajaran.<br />Memadukan, konsep, prinsip, keterampilan, dan sikap dari satu mata pelajaran.<br />Memadukan, konsep, prinsip, keterampilan, dan sikap dari beberapa mata pelajaran.<br />Materi pembelajaran memiliki arti kebermaknaan bagi siswa.<br />4. Pendekatan tematik dalam pembelajaran di sekolah dasar ditentukan atas dasar pertimbangan…, kecuali.<br />Menarik bagi siswa.<br />Ditetapkan atas dasar pertimbangan guru.<br />Bersumber dari kegiatan sehari-hari.<br />Bertema yang memupuk Nasionalisme.<br />Tema dalam pembelajaran terpadu menurut Bredekamp dengan alasan:<br />Tema/topik yang menentukan tujuan pembelajaran<br />Tema/topik untuk mengarahkan kegiatan belajar<br />Tema/topik sebagai pusat minat bagi siswa.<br />Tema/topik menunjang kurikulum.<br />6. Model pembelajaran dengan tema/topik “Lalu-lintas” didukung oleh mata pelajaran Seni Rupa, Kerajinan Tangan, Seni Musik, dan Seni Tari. Pelaksanaan pembelajaran di atas dengan model pembelajaran seni:<br />Terpadu.<br />Terjala.<br />Terkait.<br />Terpadu Penuh.<br />7. Fokus pembelajaran berupa konsep yang berhubungan dalam rancangan model pembelajaran terkait adalah…<br />Unsur seni rupa, seperti garis, bidang, tekstur.<br />Membaca, menggambar<br />Menghayati unsure-unsur, prinsip karya seni<br />Kepekaan berolah seni<br />Konsep yang termasuk focus sikap dalam pembelajaran seni rupa adalah…, kecuali:<br />keterampilan motorik<br />kepekaan imajinasi<br />kepekaan berolah seni <br />menghayati dan menghargai karya seni<br />Motivasi siswa dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran terjala cukup tinggi karena…<br />Tema pembelajaran sudah disiapkan oleh guru<br />Pembelajar ditentukan bersama oleh siswa dan guru<br />Pembelajaran lebih terfokus pada bidang studi tertentu<br />Kemampuan siswa dapat memilih bidang studi yang disenangi. <br />10. Kelemahan metode pembelajaran terpadu antara lain adalah…<br />Bidang studi terpisah-pisah<br />Konsep belajar bersifat sempit<br />Keterampilan khusus dalam bidang studi diperoleh siswa tidak optimal<br />Membutuhkan guru yang terampil atau memiliki keterampilan khusus.<br />Cocokanlah jawaban Anda dengan kjawaban, kemudian hitunglah jawaban Anda yang benar dan gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar .. ini.<br />Rumus:<br />Tingkat penguasaan= Jumlah jawaban Anda yang benar x 100%<br />10<br />arti tingkat penguasaan yang Anda dapai:<br />90 –100%= baik sekali<br />80 – 89%= baik<br />70 – 70%= cukup<br /> < 70%= kurang<br />Catatan: Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2, tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80%, Anda harus mengulai kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.<br />KUNCI JAWABAN TES FORMATIF <br />Tes Formatif 1<br />A<br />D<br />A<br />B<br />B<br />C<br />A<br />A<br />A<br />C<br />Tes Formatif 2<br />D<br />C<br />C<br />D<br />D<br />B<br />D<br />B<br />B<br />B<br />Tes Formatif 3<br />B<br />A<br />D<br />A<br />C<br />D<br />A<br />A<br />B<br />D<br />DAFTAR PUSTAKA <br />Chapman, Laura H. , (1978), Approaches to Art in Education, New York San Diego Chicago San Francisci Atlanta: Harcout Brace Jovanvich, Inc.<br />Prawira, Nanang Ganda (2003), Pendidikan Seni Rupa Untuk Mahasiswa PGSD/PGTK Guru SD dan TK. Bandung: Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia.<br />Syukur, Sugeng Dkk., (2005), Peta Kompetensi Guru Seni (Seni Rupa, Seni Tari, Seni Musik) Kompetensi Pedagogik, Kepribadian, Profesional, dan Sosial, Bandung: Kerja Sama Direktorat Jenderal PMPTK Depdiknas dengan Dengan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia.<br />Syafii, Dkk. (2006), Materi dan Pembelajaran Kertakes SD, Jakarta: Universitas Terbuka.<br />Wachowiak, Frank, (1993), Emphasis Art A Qualitative Art Program for Elementary and Middle School, Georgia: University of Georgia.<br />Materi pembelajaran harus mengacu pada kebutuhan peserta didik. Pernyataan yang sesuai dengan pernyataan ini adalah:<br />Sesuai dengan kepentingan perkembangan peserta didik.<br />Pembelajaran tidak sesuai dengan kurikulum yang berlaku.<br />Tidak mungkin dilaksanakan karena anak memiliki kebutuhan yang berbeda.<br />Karena mementingkan kepentuingan anak tujuan pembelajaran tidak jelas.<br />4.Pembelajaran seni dengan pendekatan bermain pada tingkat sekolah dasar, sejalan dengan pernyataan<br />Guru sebagai tenaga profesional diantaranya harus berakhlak mulia, jujur, sabar, patuh pada aturan, berlaku adil dalam berkata dan bertindak. Pernyataan di atas sebagai perwujudan: <br />Kompetensi Pedagogik<br />Kompetensi Kepribadian<br />Kompetensi Profesional<br />Kompetensi Sosial<br />6, Pembinaan kreativitas melalui pembelajaran mata pelajaran seni rupa dengan pokok bahasan berkarya seni dwi matra. Kegiatan pembelajaran yang mendukung adalah:<br />Membuat karya patung tanah liat dengan bentuk sesuai dengan selera siswa.<br />Menjiplak karya batik dengan motif sesuai pilihan siswa.<br />Menggambar bentuk, dengan objek benda yang diletakan di depan kelas. <br />Menggambar dengan media oil pastel, dengan tema disesuaikan dengan selera siswa.<br />