bahan kuliah metklim bahasan Atmosfer

1,192 views

Published on

bahan mata kuliah meteorologi dan klimatologi bahasan tentang lapisan atmosfer

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,192
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

bahan kuliah metklim bahasan Atmosfer

  1. 1. ATMOSFER Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh.
  2. 2. 1
  3. 3. Troposfer Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. di lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Suhu udara pada permukaan air laut sekitar 27 derajat Celsius, dan semakin naik ke atas, suhu semakin turun. Dan setiap kenaikan 100m suhu berkurang 0,61 derajat Celsius (sesuai dengan Teori Braak). Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kemarau, dsb. Di antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan stratosfer.
  4. 4. Stratosfer Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70oFatau sekitar - 57oC. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.Disini juga tempat terbangnya pesawat. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah semakin naik, karena bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon yang bertambah. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18oC pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.
  5. 5. Mesosfer Kurang lebih 25 mil atau 40km diatas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai menjadi sekitar - 143oC di dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es
  6. 6. Termosfer Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh. Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi disini. gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juda disebut lapisan ionosfer.
  7. 7. Eksosfer Eksosfer adalah lapsan bumi yang terletak paling luar. Adanya refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga disebut sebagai cahaya Zodiakal
  8. 8. Lapisan-lapisan atmosfer bumi terdiri dari : 1. Troposfer / Troposfir Ketinggian troposfer : 0 - 15 km, Suhu lapisan troposfir : 17 - -52 derajat celcius Kurang lebih 80% gas atmosfer berada pada bagian ini 2. Stratosfer / Stratosfir Ketinggian stratosfer : 15 - 40 km, Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius Lapisan ozon yang memblokir atau menahan sinar ultraviolet berada pada lapisan ini. 3. Mesosfer / Mesosfir Ketebalan Mesosfer : 45 - 75 km, Suhu lapisan stratosfer : -140 derajat celcius Suhu yang sangat rendah dan dingin dapat menyebabkan awan noctilucent yang terdiri atas kristal-kristal es 4. Thermosfer / Thermosfir Ketebalan thermosfer : 75 - 100 km, Suhu lapisan stratosfer : 80 derajat celcius 5. Ionosfer / Ionosfir Ketebalan ionosfer : 50 - 100 km Adalah lapisan yang bersifat memantulkan gelombang radio. Karena ada penyerapan radiasi dan sinar ultra violet maka menyebabkan timbul lapisan bermuatan listrik yang suhunya menjadi tinggi. 6. Eksosfer / Eksosfir Ketebalan eksosfer : 500 - 700 km, Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius Tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg
  9. 9. Manfaat Lapisan Atmosfer Tanpa atmosfer tidak akan ada kehidupan di permukaan bumi. Mengapa? Karena atmosfer merupakan salah satu pendukung utama kehidupan. Ada beberapa manfaat lapisan atmosfer bagi kehidupan di permukaan bumi, antara lain : Unsur seperti nitrogen, oksigen dan karbondioksida sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup. Merupakan pelindung bumi dari benda-benda ruang angkasa Media untuk terjadinya peristiwa cuaca seperti angin, awan dan hujan Merupakan pelindung bumi dari radiasi ultraviolet Matahari.
  10. 10. Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (± minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas
  11. 11. 1. Suhu atau Temperatur Udara Suhu atau temperatur udara adalah derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer. Alat untuk mengukur suhu atau temperatur udara atau derajat panas disebut Thermometer. Biasanya pengukuran suhu atau temperatur udara dinyatakan dalam skala Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F)
  12. 12. Yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah sebagai berikut. 1) Sudut datang sinar matahari Semakin tegak sudut datang sinar matahari maka energi panas yang diterima semakin besar. 2) Cerah tidaknya cuaca Semakin cerah cuaca, energi yang sampai ke permukaan bumi semakin banyak. 3) Lama penyinaran matahari Daerah yang lebih lama menerima radiasi maka daerah tersebut akan semakin panas. 4) Letak lintang Semakin dekat dengan equator, suhu udara semakin panas. 5) Ketinggian tempat Semakin mendekati daerah pantai maka suhu udara akan semakin panas. Dan semakin mendekati daerah pegunungan akan semakin dingin.
  13. 13. 2. Tekanan udara Tekanan udara yang diberikan oleh setiap satuan luas bidang datar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer disebut tekanan udara. Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah kerapatan udaranya sehingga tekanan udara semakin ke atas menjadi semakin rendah. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer . Hasil pencatatan barograph disebut barogram
  14. 14. Faktor utama yang mempengaruhi perbedaan tekanan udara adalah temperatur udara 3. Angin Angin adalah udara yang bergerak. Angin terjadi sebagai akibat adanya perbedaan tekanan udara. Udara bergerak dari daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Pada dasarnya jenis angin dapat dibedakan menjadi angin tetap, angin periodik, dan angin lokal.
  15. 15. Angin tetap a) Angin barat adalah angin yang bertiup dari daerah sub-tropik ke kutub sampai pada lintang 60 derajat, baik lintang utara maupun lintang selatan. b) Angin timur adalah angin yang berasal dari daerah timur dan terdapat pada batas kutub. Angin ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub. c) Angin pasat adalah angin yang berhembus nerusmenerus dari daerah maksimum sub-tropik selatan dan utara menuju ke arah khatulistiwa. Sampai di khatulistiwa angin tersebut berbelok sesuai dengan Hukum Buys Ballot. Dua angin pasat, yaitu angin pasat tenggara dan angin pasat timur laut.
  16. 16. d) Angin anti pasat adalah angin yang arahnya berlawanan dengan angin pasat. Di belahan bumi bagian selatan bertiup angin dari barat laut ke tenggara. Di belahan bumi utara bertiup angin dari barat daya ke timur laut. Arah angin anti pasat dapat dilihat pada arah awan yang tertinggal atau pada awan/abu gunung berapi
  17. 17. Angin periodik a) Angin muson adalah angin yang setiap setengah tahun bertiupnya berganti arah. 􀁺 Angin muson laut adalah angin yang terjadi pada musim panas, di antara tekanan udara minimum dan di laut maksimum. 􀁺 Angin muson darat adalah angin yang terjadi pada musim dingin, tekanan udara di daratan maksimum dan di laut minimum, bersifat kering.
  18. 18. b) Angin darat dan angin laut Pada malam hari suhu daratan lebih rendah daripada suhu lautan. Akibatnya, tekanan udara daratan lebih tinggi daripada tekanan udara lautan. Hal tersebut menyebabkan bergeraknya udara dari darat ke laut. Angin yang berhembus dari darat ke laut disebut angin darat. pada siang hari saat cuaca menjadi panas, maka tekanan udara di laut menjadi lebih tinggi daripada tekanan udara di daratan. Pada saat itulah akan berhembus angin dari lautke darat atau yang biasa disebut angin laut. Dua macam angin ini disebut juga angin muson harian.
  19. 19. Angin gunung dan angin lembah Angin gunung adalah angin yang bertiup dari lereng gunung ke lembah (terjadi pada malam hari), sedangkan angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke gunung (terjadi pada siang hari).
  20. 20. Kelembaban udara Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di dalam udara. Alatnya higrometer atau psychrometer . Kelembaban udara dapat dinyatakan dalam bentuk kelembaban relatif dan kelembaban mutlak. 1) Kelembaban relatif adalah perbandingan antara jumlah uap air yang dikandung udara dan jumlah air maksimum (jenuh) di udara pada temperatur dan tekanan udara yang sama. Kelembaban mutlak adalah jumlah uap air per satuan volume udara yang dinyatakan dalam gr/m3 udara.
  21. 21. Hujan Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometer atau disebut juga raingauge. Berdasarkan bentuknya, hujan dibedakan sebagai berikut. a) Hujan air (rain) b) Hujan salju (snow) c) Hujan es (hail stone)
  22. 22. Berdasarkan proses terjadinya, hujan dibedakan sebagai berikut. a) Hujan orografis, yaitu hujan yang terjadi di daerah pegunungan. b) Hujan konveksi, yaitu hujan yang terjadi karena pengaruh arus konveksi. c) Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi di daerah subtropis dan terjadi karena adanya pertemuan antara massa udara panas dan dingin. d) Hujan konvergen, yaitu hujan yang terjadi karena adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin.
  23. 23. Pembagian iklim di Indonesia 1. Iklim Matahari dasar dari pembagian iklim ini adalah Jumlah matahari yang diterima bumi. Berdasarkan iklim matahari maka Indonesia dibagi menjadi : a. Iklim Tropis Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut: Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C
  24. 24. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar. Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan. Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia. b. Iklim sub tropis Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang.
  25. 25. Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut: Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang. Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas. Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
  26. 26. c. Iklim Sedang Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri- ciri iklim sedang adalah sebagai berikut: Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba. Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
  27. 27. d. Iklim Dingin (Kutub) Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es. Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut: Musim dingin berlangsung lama Musim panas yang sejuk berlangsung singkat. Udaranya kering. Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun. Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju. Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah. vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak. Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland
  28. 28. Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut: • Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi. • Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.
  29. 29. Klages pada tahun 1942 membuat klasifikasi iklim Matahari berdasarkan temperatur udara di permukaan bumi menjadi lima daerah, sebagai berikut. a. Daerah tropik Temperatur udara di daerah ini hampir sepanjang tahun tinggi, yaitu bervariasi antara 22oC – 28oC. Daerah ini terletak antara 23½oLU – 23½oLS. b. Daerah subtropika Daerah subtropika terletak antara 23½o – 30o LU/LS. Daerah ini merupakan daerah peralihan antara iklim tropika dengan iklim sedang. Suhu udara di daerah ini selama 4–11 bulan di atas 20oC. c. Daerah sedang Daerah sedang terletak antara 30o – 40o baik di LU maupun LS. Daerah ini selama 4–12 bulan memiliki suhu antara 20oC – 12oC. d. Daerah dingin Daerah ini terletak antara 40o – 66½o baik di LU maupun LS. Di daerah ini selama 1–4 bulan mempunyai suhu antara 10oC – 20oC, sedangkan suhu di bulan lainnya kurang dari 10oC. e. Daerah kutub Daerah ini terletak antara 66½o – 90o baik di LU maupun LS. Suhu rata-rata di daerah ini sangat rendah, yaitu –1oC. Oleh karena itu, di daerah ini terdapat salju abadi.
  30. 30. Iklim Fisis Apa yang dimaksud dengan iklim fisis. Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson). Iklim Fisis terdiri dari : 1. Iklim laut (Maritim) Iklim laut berada di daerah (1) tropis dan sub tropis; dan (2) daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda
  31. 31. Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut: a) Suhu rata-rata tahunan rendah; b) Amplitudo suhu harian rendah/kecil; c) Banyak awan, dan d) Sering hujan lebat disertai badai. Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut: a) Amplituda suhu harian dan tahunan kecil; b) Banyak awan; c) Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik; d) Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
  32. 32. 2. Iklim Dataran Tinggi Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut: a) Amplitudo suhu harian dan tahunan besar; b) Udara kering, c) Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah; dan d) Jarang turun hujan. 3. Iklim Gunung Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut: a) Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi; b) Terdapat di daerah sedang;
  33. 33. c) Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil; d) Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan; e) Kadang banyak turun salju. 4. Iklim Musim (Muson) Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: a) Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan; b) Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.
  34. 34. Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E. 1. Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut: • suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C, • suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C, • curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun, dan
  35. 35. • tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam. 2. Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut: • Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa); • Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar; 3. Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C. 4. Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
  36. 36. 5. Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
  37. 37. Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut: (1) Af = Iklim panas hujan tropis. (2) As = Iklim savana dengan musim panas kering. (3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering. (4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar. Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu: (1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D. (2) BW = Iklim gurun. Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu: (1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering. (2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk. (3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan. Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu: (1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering. (2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab. Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu: (1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C. (2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.
  38. 38. Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut Daerah panas/tropis Tinggi tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat. Daerah sedang Tinggi tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° - 17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran. Daerah sejuk Tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran. Daerah dingin Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.
  39. 39. Daerah Iklim Tropis/Panas padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat. 0 – 600 M suhu26,3 – 22°C 600 - 1500M Suhu 22,1- 17°C Daerah Iklim Sejuk padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran. padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran. 1500-2500M Suhu 17,1- 11,1°C Daerah Iklim Dingin >2500M Suhu 11,1-6,2°C tidak ada tanaman budidaya yang ada lumut Daerah Iklim Sedang
  40. 40. Pembagian Iklim Menurut Mohr Mohr membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu menjadi tiga golongan sebagai berikut: Bulan kering (BK), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm. Bulan sedang (BS, yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 – 90 mm. Bulan basah (BB), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut 100 mm ke atas. Bulan kering (BK), yaitu curah hujan yang sampai ke permukaan bumi kurang dari 60 mm. Bulan basah (BB), yaitu curah hujan yang sampai kepermukaan bumi lebih dari 60 mm.
  41. 41. Iklim Schmidt - Ferguson Iklim Schmidt-Ferguson sering disebut Q model karena didasarkan ata nilai indeks nilai Q. (lihat tabel 4.) yang dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:
  42. 42. Iklim Oldeman Seperti halnya metode Schmidt-Ferguson, metode Oldeman (1975) hanya memakai unsur curah hujan sebagai dasar klasifikasi iklim. Bulan basah dan bulan kering secara berturut turut yang dikaitkan dengan pertanian untuk daerah daerah tertentu. Maka penggolongan iklimnya dikenal dengan sebutan zona agroklimat (agro-climatic classification). Oldeman membagi 5 daerah agroklimat utama, yaitu: A :Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.B :Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan.C :Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan.D :Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan.E :Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.

×