Your SlideShare is downloading. ×
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

1. analisa kinerja produktivitas dengan menggunaka metode balaced scorecard pada pt. pim aceh utara (skripsi)

1,829

Published on

untuk semua kalangan pembaca untuk ilmu . .

untuk semua kalangan pembaca untuk ilmu . .

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • Thanks skripsi membantu sekali,........................
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
1,829
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
153
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ACEH UTARA Tugas Akhir Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat-syarat Yang diperlukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana OLEH : NAMA : RYAN PRAMANDA NPM : 07. 05. 3. 1855 JURUSAN : TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA TAHUN 2012 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 2. ANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGANMETODE BALANCE SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ACEH UTARA SKRIPSI OLEH : NAMA : RYAN PRAMANDA NPM : 07. 05. 3. 1855 JURUSAN : TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA TAHUN 2012 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 3. PENGESAHAN FAKULTASANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ACEH UTARA Oleh: NAMA : RYAN PRAMANDA NPM : 07. 05. 3. 1855 JURUSAN : TEKNIK INDUSTRI Langsa, 23 Nopember 2012 Menyetujui, Pembimbing Utama Co. PembimbingIr. BURHANUDDIN, AB DEWIYANA, ST. MTNIDN: 0101016001 NIDN: 0115077905 Mengetahui/Disahkan oleh: Dekan Fakultas Teknik Ketua JurusanUniversitas Samudra Langsa Teknik Industri RULINA RITA, ST. MT. JAMALUDDIN, ST. MT. NIDN: 0130096701 NIDN: 0127117102 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 4. PENGESAHAN JURUSAN ANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ACEH UTARA Oleh: NAMA : RYAN PRAMANDA NPM : 07. 05. 3. 1855 JURUSAN : TEKNIK INDUSTRI Langsa, 23 Nopember 2012 Menyetujui, Pembimbing Utama Co. Pembimbing Ir. BURHANUDDIN, AB DEWIYANA, ST. MT NIDN: 0101016001 NIDN: 0115077905 Penguji I Penguji II Penguji IIIIr. Yusuf Bambang WYS, MM Nurmalawati, ST. MT Mahyuddin, STNIDN: 19910511053 NIDN: 0118107401 NIDN: 102047402 Diketahui oleh: Ketua Jurusan Teknik Industri JAMALUDDIN, ST. MT NIDN: 0127117102 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 5. KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yangtidak diketahui oleh hamba-Nya berkat rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikanskripsi. Serta shalawat kepada Rasulullah SAW yang membawa pelita bagi dunia.Skripsi ini adalah rangkaian dari sebahagian persyaratan akademik bagi setiapmahasiswa sarjana Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas SamudraLangsa, membahas data hasil setelah penelitian dalam bentuk laporan yangdisampaikan pada sidang meja hijau, penulis menyadari bahwa tulisan ini masihjauh dari kesempurnaan. Dengan segala kerendahan hati penulis menerima kritikdan saran yang baik demi sempurnanya skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih yang teramat mulia Ibunda danAyahanda tercinta yang senantiasa mendoakan keberhasilan penulis, serta ucapanterima kasih juga penulis sampaikan kepada:1. Bapak Ir. Burhanuddin AB, selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Dewiyana, ST. MT., selaku Dosen Pembimbing II.2. Bapak Jamaluddin ST. MT., Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Samudra Langsa.3. Bapak Ir. Yusuf Bambang WYS, MM., Ibu Nurmalawati, ST.MT., dan bapak M. Thaib Hasan ST. MT., selaku dosen pembahas.4. Bapak dan ibu karyawan yang memberi masukkan dalam penyelesaian skripsi dari penelitian pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara. Akhirnya penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penuliskhususnya dan pembaca umumnya. Langsa, 23 Nopember 2012 RYAN PRAMANDA TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 6. ABSTRAK Balanced Scorecard adalah salah satu alternatife pengukuran kinerja yangbertujuan menggabungkan ukuran kinerja keuangan dan non keuangan. Terdapatempat aspek yaitu perspektif keuangan, perspektif konsumen, perspektif prosesbisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran kinerja PT. PupukIskandar Muda (PIM) Aceh Utara. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Dataprimer diperoleh dari laporan keuangan, data karyawan, data pelanggan, dataproses produksi pupuk dan kuesioner dari laporan tahunan PT. Pupuk IskandarMuda periode tahun 2009, 2010, 2011. Populasinya adalah seluruh pelanggan dan karyawan PT. Pupuk IskandarMuda, sedangkan sampel yang diambil masing-masing adalah 38 responden untukpelanggan dan karyawan. Hasil kuesioner tersebut telah diuji validitas danreliabilitasnya dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 16 untuk menentukanskor tingkat kepuasan pelanggan dan karyawan menggunakan interval skala likert.dan rumusan-rumusan Balanced Scorecard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja PT. PupukIskandar Muda dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard. Dari hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa perspektif keuanganmengalami peningkatan untuk mencapai laba optimal adalah skor A. Perspektifkonsumen tidak dapat meningkatkan market share yaitu skor C. Perspektif bisnisinternal menggunakan rasio layanan purna menunjukkan peningkatan efektivitas,efisiensi dan ketepatan proses transaksi yaitu skor A. Kemudian, perspektifpembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan peningkatan produktifitas karyawanhal ini mempengaruhi peningkatan tingkat kepuasan karyawan yang menghasilkankategori baik yaitu skor B.Kata Kunci: Balanced Scorecard, kinerja perusahaan, perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, produktivitas. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 7. ABSTRACT The Balanced Scorecard is one of the alternative performance measurethat aims to combine the size of financial and non financial performance. Thereare four aspects is a financial perspective, customer perspective, internalbusiness process perspective, growth and learning perspective performance ofPT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) of North Aceh. The collected of data using primary and secondary data. The primarydata obtained from financial statement, employee data, customer data,manufacture based fertilizer data and questionnaires from annual reports ofPT. Pupuk Iskandar Muda period in 2009, 2010, 2011. The population is all customers and employees of PT. Pupuk IskandarMuda, while the samples taken, respectively, are 38 respondents to ourcustomers and the employee. Results of the questionnaire have been tested forvalidity and reliability using SPSS version 16th application, to determine thelevel of customer satisfaction and employee score using scale likert’s interval.and balanced scorecard formulation. This study aimed to find out how the performance of PT. PupukIskandar Muda by using the Balanced Scorecard concept. From this research it is known that the financial perspective of the valueincreased cost effectiveness to achieve optimal profit is Score A. Consumerperspective can’t increase market share is score C. Internal business perspectiveusing completeness ratio showed an increase effectiveness, efficiency andaccuracy of transaction processing is score A. Then, learning and growthperspective showed increased productivity of employees, this will affect theincrease in employee satisfaction levels to produce good categories is score B.Keywords: Balanced Scorecard, company achievement, financial perspective, customers perspective, bussines internal perspective, learnings and growth perspective, productivity. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 8. DAFTAR ISI HalamanLEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ..................................................... iLEMBAR PENGESAHAN JURUSAN ................................................... iiLEMBAR PENGESAHAN FAKULTAS................................................ iiiKATA PENGANTAR ............................................................................... ivABSTRAK ................................................................................................. vABSTRACK ................................................................................................ viDAFTAR ISI .............................................................................................. viiDAFTAR TABEL ..................................................................................... xDAFTAR GAMBAR ................................................................................. xiLAMPIRAN ............................................................................................... xiiBAB I PENDAHULUAN .................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................... 2 1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 2 1.3 Batasan Masalah Penelitian ...................................................... 2 1.4 Tujuan Penelitian ...................................................................... 3 1.5 Manfaat Penelitian .................................................................... 3 1.6 Sistematika Penulisan Tugas Akhir .......................................... 4BAB II LANDASAN TEORI ............................................................... 5 2.1 Kinerja ...................................................................................... 5 2.1.1 Tujuan Pengukuran Kinerja ............................................ 5 2.1.2 Manfaat Pengukuran Kinerja .......................................... 6 2.1.3 Tahap Pengukuran Kinerja .............................................. 7 2.2 Balanced Scorecard .................................................................. 7 2.2.1 Pengertian Balanced Scorecard ...................................... 7 2.2.2 Sejarah Balanced Scorecard ........................................... 8 2.2.3 Manfaat Balanced Scorecard .......................................... 9 2.2.4 Keunggulan dan Keterbatasan Balanced Scorecard ....... 9 2.2.5 Model Balanced Scorecard ............................................. 10 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 9. 2.3 Perspektif-Perspektif dalam Balanced Scorecard .................... 11 2.3.1 Kinerja Perspektif Keuangan .......................................... 12 2.3.2 Kinerja Perspektif Konsumen ......................................... 14 2.3.3 Perspektif Proses Bisnis Internal .................................... 18 2.3.4 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan ..................... 20 2.4 Produktivitas ............................................................................. 24 2.5 Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas ........... 25BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................... 26 3.1 Metode Penelitian ..................................................................... 26 3.2 Objek dan Lokasi Penelitian ..................................................... 26 3.2.1 Sejarah Ringkas PT. Pupuk Iskandar Muda .................... 26 3.2.2 Visi dan Misi PT. Pupuk Iskandar Muda ........................ 27 3.2.3 Struktur Organisasi .......................................................... 27 3.2.4 Uraian Proses Pupuk Urea............................................... 29 3.3 Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 34 3.4 Jenis Data .................................................................................. 34 3.5 Metode Analisis ........................................................................ 35 3.5.1 Populasi dan Sampel ...................................................... 35 3.5.2 Analisa Kuantitatif .......................................................... 36 3.5.3 Analisis Kualitatif .......................................................... 37 3.6 Langkah-langkah penelitian ..................................................... 37BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ........................ 39 4.1 Analisis Pengukuran Kinerja PT. PIM dengan BSC ................ 39 4.1.1 Pengukuran kinerja Keuangan ........................................ 40 4.1.2 Pengukuran kinerja Pelanggan ........................................ 44 4.1.3 Pengukuran kinerja Proses Bisnis Internal ...................... 49 4.1.4 Pengukuran kinerja Pembelajaran dan Pertumbuhan ...... 53 4.2 Hasil Analisis, skor dan upaya Balanced Scorecard PT. PIM . 59 4.2.1 Hasil Analisis Pengukuran Balanced Scorecard ............. 59 4.2.2 Skor Seluruh Perspektif-perspektif ................................. 61 4.2.3 Mengupayakan Dalam Meningkatkan Produktivitas ...... 62 4.3 Perancangan model Balanced Scorecard PT. PIM Aceh Utara 66 4.3.1 Penentuan Tujuan Strategis ............................................. 67 4.3.2 Tolak Ukur Balanced scorecard PT. PIM ..................... 68 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 10. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................ 78 5.1 Kesimpulan ............................................................................... 78 5.2 Saran ......................................................................................... 79DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 80 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 11. DAFTAR TABELNomor Nama Tabel HalamanTabel 4.1 Nilai Skor .................................................................................... 40Tabel 4.2 Aspek perspektif keuangan ......................................................... 40Tabel 4.3 Aspek perspektif pelanggan ........................................................ 44Tabel 4.4 Aspek perspektif proses bisnis internal ....................................... 49Tabel 4.5 Aspek perspektif pembelajaran dan pertumbuhan ...................... 53Tabel 4.6 Hasil Pengukuran Balanced Scorecard....................................... 60Tabel 4.7 Ketentuan penilaian..................................................................... 61Tabel 4.8 Hasil Akumulasi Balanced Scorecard ........................................ 61 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 12. DAFTAR GAMBARNomor Nama Gambar HalamanGambar 2.1 Kerangka kerja BSC .............................................................. 11Gambar 2.2 Perspektif konsumen dalam konsep BSC ............................. 15Gambar 2.3 Hubungan proposisi nilai pelanggan konsep BSC ............... 16Gambar 2.4 Perspektif proses bisnis internal dalam konsep BSC ............ 19Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian .................................................. 38Gambar 4.1 Diolah, grafik garis ROA ...................................................... 41Gambar 4.2 Diolah, grafik garis ROI ........................................................ 42Gambar 4.3 Diolah, grafik garis profit margin ......................................... 43Gambar 4.4 Diolah, grafik garis current rasio .......................................... 43Gambar 4.5 Diolah, grafik garis customer acquistion .............................. 45Gambar 4.6 Diolah, grafik garis customer retention................................. 46Gambar 4.7 Diolah, grafik garis Profitabilitas konsumen......................... 47Gambar 4.8 Diolah, grafik garis Procces Innovasi ................................... 50Gambar 4.9 Diolah, grafik garis Processing Time .................................... 51Gambar 4.10 Diolah, grafik garis Proses Layanan ..................................... 51Gambar 4.11 Diolah, grafik garis MCE ...................................................... 53Gambar 4.12 Diolah, grafik garis Employe Turnover ................................. 54Gambar 4.13 Diolah, grafik garis Employee Training ................................ 55Gambar 4.14 Diolah, grafik garis Absenteeism .......................................... 56Gambar 4.15 Diolah, grafik garis Accident ................................................ 57Gambar 4.16 Diolah, grafik garis Balanced Scorecard PT. PIM ............... 62Gambar 4.17 Model Balanced Scorecard PT. Pupuk Iskandar Muda ........ 71Gambar 4.18 Hubungan Sebab akibat Balanced Scorecard PT. PIM ........ 74 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 13. LAMPIRANNomor Nama Lampiran HalamanLampiran 1 Struktur Organisasi PT. PIM ......................................................Lampiran 2 Diagram Proses Urea PIM1 ........................................................Lampiran 3 Kuesioner Pelanggan ..................................................................Lampiran 4 Kuesioner Karyawan ..................................................................Lampiran 5 Uji validitas dan reabilitas kuesioner SPSS pelanggan ..............Lampiran 6 Uji validitas dan reabilitas kuesioner SPSS karyawan ...............Lampiran 7 Kelengkapan lampiran lainnya ...................................................Lampiran 8 Jadwal Penelitian ........................................................................ TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 14. BAB I PENDAHULUAN Pada tahap perkembangan terkini, Balanced Scorecard (BSC) telahdimanfaatkan sebagai basis sistem terpadu pengelolaan kinerja personel. BalancedScorecard (BSC) dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas dan sekaligus sebagaibasis pengelolaan kinerja seluruh personel perusahaan. PT. Pupuk Iskandar Muda(PIM) Aceh Utara adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang petrokimiaagribisnis dan merupakan produsen pupuk besar di Indonesia, baik pupukbersubsidi maupun nonsubsidi. Mengingat negara Indonesia adalah negara agrarisyang besar, maka kita dapat menilai bahwa betapa pentingnya peran perusahaanini dalam rangka pemeliharaan ketahanan pangan negara.1.1 Latar Belakang Masalah Mengingat pupuk bersubsidi ini merupakan tugas pemerintah dalam rangkapelayanan publik tentunya harus mengacu kepada prinsip tata kelola perusahaanyang baik. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran kinerja dari sisi internal PT.PIM agar dapat mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan dari produktivitasproduksi pupuk serta sampai pendistribusian pupuk subsidi tersebut. PT. PIM belum mampu secara objektif menilai beberapa perspektif yangberhubungan kinerja di dalam perusahaan dan di luar perusahaan. Saat ini PT.PIM masih melihat kondisi perusahaannya dengan metode Total Score agarmengembangkan sumber daya pabriknya agar lebih baik pada tiap tahunnya.Dalam menyelesaikan masalah tersebut agar PT. PIM mampu secara objektifdapat menilai kinerja keseluruhan dapat dilakukan pengukuran kinerja perusahaandengan metode Balanced Scorecard (BSC). Instruksi Presiden Nomor: 87/Permentan/SR/.130/12/2011 dan instruksiGubernur Aceh Nomor: 521.34/89/2012 tentang Kebijakan Kebutuhan PupukBersubsidi menginstruksikan Menteri dan Kepala Lembaga Pemerintah NonDepartemen tertentu, serta Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia TEKNIK INDUSTRI 1 F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 15. untuk melakukan upaya peningkatan pendapatan petani, ketahanan pangan,pengembangan ekonomi perdesaan dan stabilitas ekonomi nasional. Secarakhusus kepada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara merupakan yangsalah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar di Indonesia yang telahberdiri sejak tahun 1982. Referensi keilmuan tentang Balanced Scorecard, banyak perusahaan diIndonesia yang belum memakai Balanced Scorecard sebagai sistem mengukurmeningkatkan kinerja sumber daya pabriknya. Oleh karena itu, penulis berharapdengan adanya penelitian tentang Balanced Scorecard di perusahaan yang terkait,dapat memperkenalkan metode untuk meningkatkan kinerja personel, keuangan,pelanggan, bisnis internal serta tumbuh berkembangnya dalam perusahaan danmemperbaiki sistem yang berkenaan dengan penyesuaian misi dan visiperusahaan. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka penulis tertarik untuk melakukanpenelitian sebagai judul skripsi adalah: Analisa Kinerja Produktivitas denganMetode Balanced Scorecard pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) AcehUtara.1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah ini adalahuntuk mengetahui bagaimana kinerja produktivitas perusahaan yang diukurdengan menggunakan metode Balanced Scorecard pada PT. Pupuk IskandarMuda (PIM) Aceh Utara.1.3 Batasan Masalah Penelitian Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pengukuran kinerja perspektif keuangan, internal bisnis pembelajaran dan produksi pupuk adalah data tahun 2009, 2010 dan 2011 2. Pengukuran data perspektif pelanggan, dan karyawan berdasarkan tahun 2012 sedang berjalan. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 16. 3. Pengukuran inisiatif penelitian ini dengan metode Balanced Scorecard, suatu saran ditujukan bagi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara.1.4 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah mengukur kinerja aspek-aspek seluruhperspektif Balanced Scorecard di perusahaan, agar diketahui bobot kepentingandari perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal sertaperspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam metode Balanced Scorecardsehingga dapat diketahui perspektif mana yang sebaiknya diprioritaskan.1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini bagimahasiswa, perguruaan tinggi dan bagi perusahaan antara lain meliputi: 1. Bagi perusahaan a. Diharapkan dengan penelitian ini dapat menolong efektivitas organisasi dan mendorong penerapan untuk tujuan strategis serta dapat memberikan masukan berupa pemikiran tentang sistem strategik yang komprehensif dan seimbang dengan menggunakan Balanced Scorecard. b. Memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan berdasarkan kerangka Balanced Scorecard sehingga perusahaan dapat melakukan upaya yang sesuai untuk meningkatkan produktivitasnya. c. Memberikan informasi mengenai pengukuran kinerja dengan menggunakan pendekatan BSC. 2. Bagi Mahasiswa a. Peneliti mengerti tentang teori dan penerapan ilmu pengetahuan (knowledge applied) dan kajian ilmiah akademis dalam pemecahan permasalahan. b. Peneliti dapat memanfaat ilmu serta teori mengenai analisis Balanced Scorecard dalam upaya peningkatan produktivitas di perusahaan. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 17. 3. Bagi Perguruan Tinggi a. Dapat berfungsi sebagai bahan pebelajaran berguna bagi pendidikan dan penelitian selanjutnya terhadap analisa dengan metode Balanced Scorecard. b. Dapat mempererat kerja sama antara perusahaan dengan Jurusan Teknik Industri Universitas Samudra Langsa. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 18. BAB II LANDASAN TEORI Pada Bab ini penulis menguraikan landasan-landasan teori yang berkenaandengan penelitian penulis.2.1 Kinerja Pengertian Kinerja adalah keberhasilan personel, tim, atau unit organisasidalam mewujudkan sasaran strategik yang telah ditetapkan sebelumnya denganperilaku yang diharapkan dengan penentuan secara periodik efektifitasoperasional organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran,standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (Mulyadi, 1997). Dalamorganisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yangtelah ditetapkan. Para atasan atau manajer sering tidak memperhatikan kecualisudah amat buruk atau segala sesuatu jadi serba salah. Terlalu sering manajertidak mengetahui betapa buruknya kinerja telah merosot sehinggaperusahaan/instansi menghadapi krisis yang serius. Kesan-kesan buruk organisasiyang mendalam berakibat dan mengabaikan tanda-tanda peringatan adanyakinerja yang merosot. Prinsip-prinsip dalam pengukuran kinerja menurut Hansen dan Mowen(1995) dalam Rosyati dan Hidayati (2004) adalah: a. Konsistensi dengan tujuan perusahaan. b. Memiliki adaptabilitas pada kebutuhan. c. Dapat mengukur aktivitas yang signifikan. d. Mudah dipublikasikan. e. Akseptabilitas dari atas ke bawah. f. Biaya yang digunakan efektif. g. Tersaji tepat waktu.2.1.1 Tujuan Pengukuran Kinerja Tujuan pokok pengukuran kinerja adalah untuk memotivasi karyawandalam mencapai tujuan organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yangtelah ditetapkan sebelumnya agar membuahkan tindakan dan hasil yang 5 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 19. diinginkan (Mulyadi & Setyawan 1999: 227). Pengukuran kinerja dilakukan pulauntuk menekan perilaku yang tidak semestinya (disfunctional behaviour) danuntuk mendorong perilaku yang semestinya diinginkan melalui umpan balik hasilkinerja pada waktunya serta imbalan balik yang bersifat intrinsik maupunekstrinsik (Mulyadi, 2001:416). Secara umum tujuan dilakukan pengukurankinerja adalah untuk (Gordon, 1993 : 36): 1. Meningkatkan motivasi karyawan dalam memberikan kontribusi kepada organisasi. 2. Memberikan dasar untuk mengevaluasi kualitas kinerja masing-masing karyawan. 3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan sebagai dasar untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan dan pengembangan karyawan. 4. Membantu pengambilan keputusan dalam evaluasi hasil yang berkaitan dengan karyawan, seperti produksi, transfer dan pemberhentian.2.1.2 Manfaat Pengukuran Kinerja Bagi organisasi atau perusahaan sendiri, hasil penilaian tersebut sangatpenting artinya dan peranannya dalam pengambilan keputusan tentang berbagaihal, seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekruitment,seleksi, program pengenalan, penempatan, promosi, sistem imbalan dan berbagaiaspek lain dari proses dari manajemen sumber daya manusia secara efektif. Manfaat sistem pengukuran kinerja adalah (Mulyadi & Setyawan, 1999:212-225): 1. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggannya dan membuat seluruh personil terlibat dalam upaya pemberi kepuasan kepada pelanggan. 2. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata-rantai pelanggan dan pemasok internal. 3. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya- upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 20. 4. Membuat suatu tujuan strategi yang masanya masih kabur menjadi lebih kongkrit sehingga mempercepat proses pembelajaran perusahaan.2.1.3 Tahap Pengukuran Kinerja Pengukuran kinerja dilaksanakan dalam dua tahap utama yaitu tahappersiapan dan tahap penilaian (Mulyadi, 2001:420). a. Tahap persiapan terdiri dari tiga tahap rinci yaitu: 1. Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggung jawab. 2. Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja. 3. Penilaian kinerja sesungguhnya. b. Tahap penilaian terdiri dari tiga tahap rinci yaitu: 1. Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. 2. Penentuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar. 3. Penegakan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mencegah perilaku yang tidak diinginkan.2.2 Balanced Scorecard2.2.1 Pengertian Balanced Scorecard Balanced Scorecard terdiri dari dua kata yaitu Balanced dan Scorecard.Scorecard artinya kartu skor, maksudnya adalah kartu skor yang akan digunakanuntuk merencanakan skor yang diwujudkan di masa yang akan datang, sedangkanbalanced artinya berimbang, maksudnya adalah untuk menilai kinerja seseorangdinilai secara berimbang dari dua perspektif yaitu keuangan dan non keuangan,jangka pendek dan jangka panjang, intern dan eksteren (Mulyadi, 2005:1). Menurut Hansen dan Mowen (2004 : 509) menyatakan bahwa: “Balanced Scorecard is responsibility accounting system objectives andmeasures for four different perspective: the financial perspective, the customerperspective, the process perspective, and the learning and growth perspective”. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 21. Balanced Scorecard merupakan pendekatan yang menerjemahkan visi dan strategiperusahaan ke dalam tujuan-tujuan dan pengukuran-pengukuran yang dilihat dariempat perspektif serta menerjemahkan visi unit bisnis dan strateginya dan tolakukur. Tujuan dan tolak ukur dikembangkan untuk setiap 4 (empat) perspektifyaitu: perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses usaha danperspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Tujuan dan pengukuran dalam Balanced Scorecard bukan hanyapenggabungan dari ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan yang ada,melainkan merupakan hasil dari suatu proses atas bawah (top-down) berdasarkanmisi dan strategi dari suatu unit usaha, misi dan strategi tersebut harusditerjemahkan dalam tujuan dan pengukuran yang lebih nyata (Teuku Mirza,1997: 14).2.2.2 Sejarah Balanced Scorecard Balanced Scorecard pertama kali dipublikasikan oleh Robert S. Kaplan danDavid P. Norton pada tahun 1992 dalam sebuah artikel berjudul “BalancedScorecard–Measures That Drive Performance”. Pada tahap awalperkembangannya, BSC digunakan untuk memperbaiki sistem pengukuran kinerjaeksekutif. Karena sebelum tahun 1990-an, kinerja eksekutif lebih cenderungdiukur dari perspektif keuangan, padahal ukuran kinerja keuangan mengandalkaninformasi yang dihasilkan dari sistem akuntansi yang berjangka pendek.Akibatnya para eksekutif lebih terfokus mewujudkan kinerja jangka pendek. Mulai pertengahan tahun 1993, Renaissance Solution, Inc menerapkanBalanced Scorecard sebagai sarana untuk menerjemahkan danmengimplementasikan strateginya di berbagai perusahaan kliennya. Sejak saat itu,BSC tidak hanya digunakan sebagai sistem pengukuran kinerja, namun lebih BSCdisamping digunakan untuk menghasilkan rencana kegiatan yang komprehensif,juga digunakan untuk menghasilkan rencana strategis yang koheren. Bahkan padaawal tahun 2000-an, Balanced Scorecard telah menjadi inti sistem manajemenstrategi terutama dalam perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi informasisecara intensif. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 22. 2.2.3 Manfaat Balanced Scorecard Manfaat Balanced Scorecard bagi perusahaan menurut Kaplan dan Norton(2000: 122) adalah sebagai berikut : 1. Balanced Scorecard mengintegrasikan strategi dan visi perusahaan untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. 2. Balanced Scorecard memungkinkan manajer untuk melihat bisnis dalam perspektif keuangan dan non keuangan (pelanggan, proses bisnis internal, dan belajar dan bertumbuh) 3. Balanced Scorecard memungkinkan manajer menilai apa yang telah mereka investasikan dalam pengembangan sumber daya manusia, sistem dan prosedur demi perbaikan kinerja perusahaan dimasa mendatang.2.2.4 Keunggulan dan Keterbatasan Balanced Scorecard Pengertian keunggulan pendekatan Balanced Scorecard dalam sistemperencanaan starategik menurut Mulyadi (2001: 18) adalah mampu menghasilkanrencana strategik yang memiliki karakteristik sebagai berikut : (1) komprehensif,(2) koheren, (3) seimbang, dan (4) terukur. Balanced Scorecard merupakan sistem pengukuran kinerja yang cocokdigunakan dalam manajemen kontemporer yang memanfaatkan secara teknologiinformasi dalam bisnis. Teknologi informasi tidak menentukan apa yang harusdikerjakan pekerja, tetapi teknologi ini menyediakan kebebasan dan kemudahanbagi pemakainya untuk mewujudkan kreativitas mereka. Dalam zaman teknologiinformasi ukuran kinerja harus tidak lagi ditujukan untuk mengendalikan tindakanpersonel, tetapi diarahkan untuk pemotivasian personel. Konsep Balanced Scorecard adalah satu konsep pengukuran kinerja yangsebenarnya memberikan kerangka komprehensif untuk menjabarkan visi ke dalamsasaran-sasaran strategik. Sasaran strategik yang komprehensif dapat dirumuskankarena balanced scorecard menggunakan empat perspektif yang satu samalainnya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Di samping itu, penemuansistem evaluasi kinerja berbasis Balanced Scorecard oleh Robert S. Kaplan danDavid P. Norton memiliki beberapa keunggulan sifat balanced scorecard yang TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 23. memperluas perspektif yang dicakup (komprehensif) mewajibkan personel untukmembangun hubungan sebab akibat (koheren) menyeimbangkan sasaran strategiyang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategi (seimbang) dan memudahkanpencapaian sasaran strategi karena sifatnya yang dapat diukur (terukur)menjadikan Balanced scorecard suatu alat ukur kinerja yang sangat membantupihak perusahaan dalam memantau seluruh komponennya. Walaupun demikian sebagai sebuah teori, Balanced Scorecard jugamempunyai beberapa keterbatasan yaitu: 1. Ukuran utama yang diajukan belum tentu relevan digunakan disemua unit/perusahaan. Balanced Scorecard seringkali memerlukan penyesuaian dalam mengimplementasinya. Konsep ini cenderung dirancang untuk diterapkan pada perusahaan laba, sedangkan pada perusahaan nirlaba, koperasi dan lembaga pemerintahan memerlukan penyesuaian dengan kondisi yang ada. 2. Perusahaan kurang berani mengadakan pergantian karyawan. Hal ini kemungkinan besar terjadi dalam perusahaan yang menerapkan Balanced Scorecard sebagai akibat adanya ukuran utama retensi karyawan dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. 3. Ukuran utama yang diajukan cenderung tepat diterapkan pada perusahaan yang memilki strategi intensif.2.2.5 Model Balanced Scorecard Kaplan dan Norton (2000:8) menggambarkan Balanced Scorecard kedalamsatu kotak utama dengan empat tabel disekelilingnya sebagaimana terdapat padaGambar 2.1. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 24. Gambar 2.1 Kerangka kerja Balanced ScorecardSumber: Robert S. Kaplan and David P Norton, 2000:8 Berdasarkan Gambar 2.1 konsep Balanced Scorecard sebagai sistempengukuran kinerja yang memandang perusahaan dari empat perspektif secarakomprehensif dan koheren yang tergambarkan dalam suatu model lebih mudahdipahami. Bahwa satu kotak utama menggambarkan visi dan strategi perusahaan,yang diterjemahkan kedalam tujuan, ukuran kinerja, target dan inisiatif darimasing-masing perspektif yang tergambarkan dalam empat tabel disekelilingnya.Model yang dikemukakan oleh Kaplan dan Norton ini secara sepintas terlihatlebih menekankan pada keseimbangan konsep Balanced Scorecard.2.3 Perspektif-Perspektif dalam Balanced Scorecard Menurut Tunggal (2003) BSC merupakan sistem manajemen strategi(Strategic Based Responsibility Accounting System) yang menjabarkan misi danstrategi suatu organisasi kedalam tujuan operasional dan tolak ukur kinerja yangmutlak dari empat perspektif yang berbeda yaitu, perpektif keuangan, prosesbisnis internal, pelanggan dan pembelajaran dan pertumbuhan. Berdasarkan beberapa definisi diatas, bahwa Balanced Scorecard adalahmengukur empat perspektif yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang samayaitu mencapai sasaran strategi yang sudah direncanakan oleh perusahaan.Keempat perspektif tersebut saling berkaitan yang nantinya akan berusaha TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 25. meningkatkan kinerja perusahaan. Keempat perspektif tersebut diuraikan berikutini.2.3.1 Kinerja Perspektif Keuangan Dalam Balanced Scorecard kinerja keuangan tetap menjadi perhatian,karena ukuran keuangan merupakan suatu ikhtisar dan konsekuensi ekonomi yangterjadi yang disebabkan oleh keputusan dan ekonomi yang diambil (Teuku Mirza,1997:15). Pengukuran kinerja keuangan menunjukkan apakah perencanaan,implementasi dan pelaksanaan dari strategi memberikan perbaikan yangmendasar. Perbaikan-perbaikan ini tercermin dari sasaran-sasaran yang secarakhusus berhubungan dengan keuntungan yang terukur, penulis memilih aspekReturn On Asset (ROA), Return On Investment (ROI), Profit Margin, CurrentRatio. Ukuran kinerja keuangan menunjukkan apakah strategi, sasaran strategi,inisiatif strategi dan implementasinya mampu memberikan kontribusi dalammenghasilkan laba bagi perusahaan, Kaplan & Norton (2000:48)mengidentifikasikan tiga tahapan dari siklus kehidupan bisnis yaitu: a) Pertumbuhan (growth) Growth adalah tahap pertama dan tahap awal dari siklus kehidupan bisnis. Pada tahap ini suatu perusahaan memiliki produk atau jasa yang secara signifikan memiliki tingkat pertumbuhan yang baik sekali atau paling tidak memiliki potensi untuk berkembang biak dalam hasil produksinya. Sasaran keuangan dari bisnis yang berada pada tahap ini seharusnya menekankan pengukuran pada tingkat pertumbuhan penerimaan atau penjualan dalam pasar yang ditargetkan. b) Bertahan (Sustain Stage) Sustain stage merupakan suatu tahapan perusahaan masih melakukan investasi dengan mempersyaratkan tingkat pengembalian yang terbaik. Sasaran keuntungan pada tahap ini diarahkan pada besarnya tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 26. c) Menuai (Harvest) Tahap ini merupakan tahap kematangan (mature), tahapan perusahaan melakukan panen terhadap investasi yang dibuat pada dua tahap sebelumnya. Perusahaan tidak lagi melakukan investasi lebih jauh kecuali hanya untuk pemeliharaan peralatan dan perbaikan fasilitas, tidak untuk melakukan ekspansi/membangun suatu kemampuan baru. Harvest adalah tahapan ketiga di mana perusahaan benar-benar memanen/menuai hasil investasi di tahap-tahap sebelumnya. Sasaran keuangan utama dalam tahap ini, sehingga di ambil sebagai tolak ukur, adalah memaksimumkan arus kas masuk dan pengurangan modal kerja. Tujuan utama dalam tahap ini adalah memaksimumkan kas yang masuk ke perusahaan. Untuk menjadikan organisasi suatu institusi yang mampu berkreasi diperlukan keunggulan di bidang keuangan. Setelah itu, Kaplan dan Norton juga telah merumuskan bahwa, untuk setiapstrategi pertumbuhan, bertahan dan menuai ada tiga tema finansial yang dapatmendorong penetapan strategi bisnis yaitu bauran dan pertumbuhan pendapatan,penghematan biaya/peningkatan produktivitas dan pemanfaatan aktiva/strategiinvestasi : 1) Bauran dan pertumbuhan pendapatan. 2) Penghematan biaya/peningkatan produktivitas. 3) Pemanfaatan aktiva/strategi investasi. Mengukur kinerja perspektif keuangan (Amin Widjaja:2009) yang palingdominan pada setiap perusahaan adalah tolak ukur ditinjau dari sudut pandangkeuangan berdasarkan atas konsekuensi ekonomi sebagai berikut: i. Return On Asset (ROA) = merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat laba yang dihasilkan dengan jumlah Aset perusahaan, dengan formulasi berikut: Laba ROA = x 100 % Total Aset ii. Return On Investment (ROI) merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi yang dihasilkan perusahaan TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 27. dalam jangka waktu tertentu. Rumus untuk mencari ROI adalah sebagai berikut: Laba ROI = x 100 % Investasi iii. Profit Margin merupakan salah satu rasio rentabilitas yang menggambarkan laba (rugi) bersih per penjualan yang dihasilkan semakin tinggi nilai profit margin berarti semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi. Rumus untuk mencari profit margin adalah sebagai berikut: Laba Bersih 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑚𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = x 100% Penjualan iv. Current Ratio merupakan kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Merupakan aset jangka pendek (aktiva lancar) dibagi dengan hutang jangka pendek (hutang lancar), dinyatakan dalam persen dengan formulasi : Aktiva Lancar 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = x 100% Hutang Lancar2.3.2 Kinerja Perspektif Pelanggan Dalam perspektif pelanggan, Balanced Scorecard melihat aspek pelangganmemainkan peranan penting dalam kehidupan perusahaan. Sebuah perusahaanyang tumbuh dan tegar dalam persaingan tidak akan mungkin survive apabilatidak didukung oleh pelanggan. Loyalitas tolak ukur pelanggan dilakukan denganterlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap segmen pasar yang akan menjaditarget atau sasaran. Perusahaan diharapkan mampu membuat suatu segmentasipasar dan ditentukan target pasarnya yang paling mungkin untuk dijadikan sasaransesuai dengan kamampuan sumber daya dan rencana jangka panjang perusahaan. Dalam perspektif pelanggan terdapat 2 kelompok pelanggan yaitu: 1. Kelompok yang pertama Care Measurement Group, terdapat lima tolak ukur yang tergabung dalam kelompok dibawah ini : a. Market Share, yang mengukur seberapa besar proporsi segmen pasar tertentu yang dikuasai oleh perusahaan. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 28. b. Customer Acquisition, tingkat dimana perusahaan mampu menarik pelanggan baru. c. Customer Retention, tingkat dimana perusahaan dapat mempertahankan hubungan dengan pelanggan lamanya. d. Customer Satisfaction, tingkat kepuasan pelanggan terhadap kriteria kinerja tertentu, seperti tingkat pelayanan. e. Customer Profitability, suatu tingkat laba bersih yang diperoleh perusahaan dari suatu target atau segmen pasar yang dilayani. Gambar 2.2 Perspektif pelanggan dalam konsep Balanced ScorecardSumber: Robert S. Kaplan and David P Norton, 2000:60 2. Kelompok yang kedua disebut Customer Value Proposition atau proporsi nilai pelanggan yang menggambarkan performance’s driver (pemicu kerja) yang menyangkut pertanyaan apa yang harus disajikan perusahaan untuk mencapai tingkat kepuasan loyalitas, retensi dan akuisisi pelanggan yang tinggi. Atribut yang disajikan perusahaan dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu: a. Atribut-atribut produk dan jasa (product/service) Atribut-atribut produk- produk jasa harga dan fasilitasnya. b. Hubungan dengan pelanggan (customer relationship) meliputi hubungan dengan pelanggan yang meliputi melalui pengisian produk/jasa kepada pelanggan, termasuk dimensi respon dan waktu pengirimannya dan bagaimana pula kesan yang timbul dari pelanggan setelah membeli produk atau jasa perusahaan tersebut. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 29. c. Citra dan reputasi (image & reputation) dalam dimensi ini termuat faktor- faktor yang membuat pelanggan merasa tertarik pada perusahaan seperti hasil promosi baik secara personal (melalui pameran-pameran, door to door) maupun lewat media masa atau elektronik ataupun ungkapan- ungkapan yang mudah diingat oleh pelanggan. Untuk lebih jelasnya tentang perspektif pelanggan dalam konsep BalancedScorecard dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut. Gambar 2.3 Hubungan proposisi nilai pelanggan konsep Balanced ScorecardSumber: Robert S. Kaplan and David P Norton, 2000 Mengukur kinerja perspektif pelanggan (Amin Widjaja:2009) yang palingdominan pada setiap perusahaan adalah tolak ukur ditinjau dari sudut pandangpelanggan sebagai berikut:1) Tingkat pemerolehan pelanggan (Customer Acquistion) Akuisisi pelanggan mengukur seberapa banyak perusahaan berhasil menarik pelanggan baru, merupakan jumlah pelanggan baru dibagi jumlah keseluruhan pelanggan dinyatakan dengan persen dengan formulasi : Jumlah Pelanggan Baru 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑠𝑡𝑖𝑜𝑛 = X 100 % Jumlah Pelanggan2) Tingkat Retensi Pelanggan (Customer Retention) Retensi pelanggan mengukur sejauh mana keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan pelanggan lama, merupakan jumlah pelanggan lama dibagi jumlah pelanggan dinyatakan dalam persen dengan formulasi: Jumlah Pelanggan Lama 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑅𝑒𝑡𝑒𝑛𝑡𝑖𝑜𝑛 = X 100 % Jumlah Pelanggan TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 30. 3) Profitabilitas konsumen Profitabilitas konsumen digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang berhasil dicapai PT . PIM dari pendapatan jasa yang ditawarkan kepada konsumen dalam persentase dengan formula berikut: Laba bersih sebelum pajak Profitabilitas konsumen = x 100% Penjualan bersih4) Tingkat Kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index) Pengukuran dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan atas harga dan pelayanan perusahaan. Kepuasan konsumen mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memuaskan kebutuhan pelanggan atas jasa yang digunakan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan, maka pengolahan data yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Data Kualitatif yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh para responden diubah menjadi data kuantitatif dengan memberikan skor masing-masing pilihan jawaban dengan skala likert seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002: 74) sebagai berikut: Diberikan skor 1 = Sangat tidak Diberikan skor 2 = Tidak Diberikan skor 3 = Tidak berpendapat Diberikan skor 4 = baik Diberikan skor 5 = Sangat baik 2. Dari hasil penjumlahan seluruh nilai yang diperoleh dari seluruh responden akan diketahui pencapaian indeks kepuasan karyawan, seperti yang dirumuskan oleh Sugiyono (2002; 79) sebagai berikut: IKC = PP Dimana : IKC = Indeks Kepuasan Karyawan PP = Perceived Performance 3. Setelah diketahui IKK dari seluruh responden kemudian digolongkan pada skala a. sangat tidak puas, b. tidak puas, c. cukup, d. puas, dan e. sangat puas. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 31. Untuk menentukan skala ini terlebih dahulu ditentukan indeks kepuasan minimal dan indeks kepuasan maksimal, interval yang dapat dicari dari pengurangan antara indeks kepuasan maksimal dengan kepuasan minimal di bagi menjadi lima seperti yang dirumuskan oleh oleh Sugiyono (2002: 80) sebagai berikut: IK maks = R x PP x EX maks IK min = R x PP x EX min Interval = (IK maks – IK min) Dimana : PP = Banyaknya Pertanyaan IK min = Jumlah Responden EX min = Skor minimal yang bisa diberikan EX maks = Skor maksimal yang bisa diberikan Mengartikan nilai minimal yang harus diperoleh responden untuk dapat dikategorikan puas, dengan melihat nilai minimal yang harus dicapai seluruh responden untuk bisa dikategorikan a. sangat tidak puas, b. Tidak puas, c. cukup, d. puas, e. sangat puas.2.3.3 Perspektif Proses Bisnis Internal Dalam perspektif internal bisnis, perusahaan harus mengidentifikasikanproses internal yang penting yaitu perusahaan harus melakukannya dengansebaik-baiknya. Karena proses internal tersebut memiliki nilai-nilai yangdiinginkan karyawan dan akan dapat memberikan pengembalian yang diharapkanoleh pemegang saham (Ancella Hermawan, 1996: 56). Analisis atau proses bisnis internal perusahaan dilakukan melalui analisisrantai nilai (value chain analysist). Masing-masing perusahaan mempunyaiseperangkat proses penciptaan nilai yang unik bagi karyawannya. Secara umumKaplan dan Norton (2000: 96) membaginya menjadi tiga prinsip dasar yaitu: 1. Inovasi (Innovation) Pengukuran kinerja dalam proses inovasi selama ini kurang mendapatkanperhatian, dibandingkan pengukuran kinerja yang dilakukan dalam proses operasi. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 32. Proses inovasi dibagi menjadi dua bagian yaitu mengidentifikasi kebutuhan pasardan menciptakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. 2. Operasi (Operations) Proses ini menitikberatkan pada proses penyampaian produk dan jasakepada karyawan dan didistribusikan kepada pelanggan secara efisien, konsistendan tepat waktu. Tahapan ini merupakan tahapan aksi dimana perusahaan secaranyata berupaya untuk memberikan solusi kepada para pelanggan dalam memenuhikeinginan dan kebutuhan mereka. 3. Layanan purna jual Tahap terakhir dalam perspektif bisnis internal ini mencakup garansi dan berbagai aktivitas perbaikan, penggantian produk yang rusak dan dikembalikan serta proses pembayaran. Untuk lebih jelasnya tentang perspektif proses internal bisnis dalam konsepBalanced Scorecard dapat dilihat pada Gambar 2.4 sebagai berikut. Gambar 2.4. Perspektif proses bisnis internal dalam konsep Balanced ScorecardSumber: Robert S. Kaplan and David P Norton, 2000 Mengukur kinerja perspektif bisnis internal (Amin Widjaja:2009) yangpaling dominan pada setiap perusahaan adalah tolak ukur ditinjau dari sudutpandang yang menelusuri tentang mengukur hasil biaya proses dengan jumlahkaryawan, yang harus diketahui oleh sebuah perusahaan agar dapat memenuhipendapatan produksi agar financial tersebut digunakan dalam keperluan tertentu,sebagai berikut:1) Proses Inovasi, meliputi inovasi pembaharuan dalam memperoleh nilai harga operasi urea tiap tahunnya dengan formulasi berikut: TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 33. Penjualan Urea pertahun 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑛𝑜𝑣𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 = Jumlah Produksi Urea per tahun2) Waktu Proses Operasi (Processing Velocity Time) meliputi jumlah produksi pupuk urea dengan melihat perbandingan jumlah produksi urea dengan jumlah waktu operasi tiap tahun dengan formula berikut: Jumlah Unit Produksi Urea pertahun 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 = Jumlah Waktu Operasi pertahun3) Proses Layanan Purna (customer service), meliputi pererat hubungan perusahaan dalam menilai pertumbuhan produk urea yang di salurkan kepada konsumen yang di lihat perbandingan aspek jumlah produksi urea terhadap jumlah konsumen setiap tahunnya dengan formula berikut: Jumlah Produksi Urea per tahun Proses Purna Jual = Jumlah konsumen pertahun4) Analisa MCE (Manufacturing Cycle Efficiency) adalah konsep teknik industri dengan cara membandingkan waktu produksi (processing time) dengan jangka waktu siklus keseluruhan yang diperoleh dalam produksi (troughput time), dengan formulasi sebagai berikut: 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 (waktu produksi) per tahun MCE = 𝑇𝑟𝑜𝑢𝑔𝑕𝑝𝑢𝑡 𝑇𝑖𝑚𝑒 (keseluruhan waktu dalam produksi) pertahun2.3.4 Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Dalam perspektif ini perusahaan berusaha mengembangkan tujuan danukuran yang mendorong pertumbuhan dan pembelajaran suatu perusahaan.Tujuan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran merupakan faktor pendorongdihasilkannya kinerja yang istimewa dalam perspektif keuangan, karyawan(customer), dan proses internal bisnis. Balanced Scorecard menekankan pentingnya investasi untuk kepentinganmasa depan, dalam perspektif proses pembelajaran dan pertumbuhan ada tigafakor yang diperhatikan, (Kaplan & Norton, 2000: 174), yaitu : 1. People (Kapabilitas Pekerja) Tenaga kerja pada perusahaan dewasa ini lebih lanjut dituntut untuk dapatberpikir kritis dan melakukan evaluasi terhadap proses dan lingkungan untuk TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 34. dapat memberikan usulan perbaikan. Dalam kaitannya dengan sumber dayamanusia (Kaplan & Norton, 1996), (Yuwono, 2003) ada tiga hal yang perluditinjau dalam menerapkan Balanced Scorecard: a. Tingkat kepuasan karyawan Kepuasan karyawan merupakan suatu kondisi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, pelayanan kepada pelanggan dan kecepatan bereaksi. Kepuasan karyawan menjadi hal yang penting khususnya bagi perusahaan jasa. Untuk mengukur kepuasan pekerja, manajemen dapat membagikan angket yang berisi perasaan mereka dalam skor 1 dengan keterangan “tidak puas” sampai dengan skor 3 atau 5 dengan keterangan “sangat puas” terhadap unsur- unsur: 1. Keterlibatan dalam pengambilan keputusan 2. Penghargaan karena telah melakukan pekerjaan dengan baik 3. Akses informasi yang memadai untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. 4. Dorongan aktif untuk bekerja, kreatif dan menggunakan inisiatif. 5. Tingkat dorongan dari tenaga staf. dan 6. Kepuasan keseluruhan dengan perusahaan. b. Tingkat perputaran karyawan (Retensi Karyawan) Retensi karyawan adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan pekerja-pekerja terbaiknya untuk terus berada dalam organisasinya. c. Produktivitas karyawan Produktivitas merupakan hasil dari pengaruh rata-rata dari peningkatan keahlian dan semangat inovasi, perbaikan proses internal, dan tingkat kepuasan karyawan. Tujuannya adalah menghubungkan output yang dilakukan para pekerja terhadap jumlah keseluruhan pekerja. 2. Kemampuan Sistem Informasi (Information System) Motivasi dan keahlian karyawan diperlukan dalam mencapai tujuanpelanggan dan bisnis internal, namun itu saja tidak cukup jika mereka tidakmemiliki informasi yang memadai. Dalam persaingan bisnis yang sangat ketat inimaka diperlukan informasi yang tepat, cepat, dan akurat sebagai umpan balik. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 35. Informasi tersebut dapat berupa informasi tentang pelanggan, proses bisnisinternal, keuangan, dan keputusan yang dibuat oleh karyawan. 3. Motivasi, Kekuasaan, dan keselarasan (Motivation, Empowerment, and Alignment) Ukuran dari motivasi karyawan adalah jumlah saran per-pegawai, dimanaukuran ini menangkap partisipasi karyawan yang sedang berlangsung dalammemperbaiki kinerja perusahaan, dan tingkat kualitas partisipasi karyawan dalammemberikan saran untuk peluang perbaikan. Untuk lebih jelasnya tentang perspektif pembelajaran dan pertumbuhan(learning and growth perspective) dalam konsep Balanced Scorecard dapatdilihat pada Gambar sebagai berikut. Gambar 2.5 Kerangka Pengukuran Pembelajaran dan PertumbuhanSumber: Robert S. Kaplan and David P Norton, 2000 Dalam pengukuran ini, tujuan kepuasan pekerja umumnya dipandangsebagai pendorong kedua pendorong lainnya, retensi pekerja dan produktivitaspekerja. Tujuan kepuasan pekerja menyatakan bahwa moral pekerja dan kepuasankerja secara keseluruhan saat ini dipandang sangat penting oleh sebagian besarperusahaan. Pekerja yang puas merupakan prakondisi bagi meningkatnyaproduktivitas, daya tanggap, mutu, layanan karyawan. Mengukur kinerja perspektif pelanggan (Amin Widjaja:2009)mengidentifikasikan struktur yang harus dibangun dalam menciptakanpertumbuhan dan peningkatan kinerja perusahaan dari aspek-aspek mutu produksiyang telah dipercaya serta karyawan dalam nilai persentase meliputi:1) Pertukaran karyawan (Employe Turnover) melihat pertumbuhan pertukaran karyawan di PT. PIM setiap tahunnya, dengan formula: TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 36. Jumlah Karyawan Tahun Ini 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 = 𝑥 100% Jumlah Karyawan Tahun Lalu2) Pelatihan karyawan (Employee Training) mengukur peningkatan mutu karyawan dengan membandingkan jumlah karyawan yang telah diberi pelatihan dengan jumlah total karyawan setian tahunnya dengan formulasi : Jumlah Karyawan Training 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑟𝑎𝑖𝑛𝑖𝑛𝑔 = 𝑥 100% Jumlah Total Karyawan3) Kehadiaran karyawan (Absenteeism) dengan formulasi : Jumlah Rata − Rata Karyawan Absen 𝐴𝑏𝑠𝑒𝑛𝑡𝑒𝑒𝑖𝑠𝑚 = 𝑥 100% Jumlah Karyawan4) Kecelakaan (Accident), dengan formulasi: Jumlah Kecelakaan karyawan pertahun 𝐴𝑐𝑐𝑖𝑑𝑒𝑛𝑡 = 𝑥 100% Jumlah total karyawan pertahun5) Kepuasan karyawan (Employee Satisfaction Indek) Pengukuran dapat dilakukan dengan mengukur tingkat kepuasan karyawan terhadap perusahaan. Hal ini adalah pra-kondisi bagi peningkatan produktivitas, daya tanggap, mutu, dan layanan kepada pelanggan. Pengukuran ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada karyawan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan karyawan, pengolahan data adalah : a. Data Kualitatif yang diperoleh dari pengesian kuesioner oleh para responden diubah menjadi data kuantitatif dengan memberikan skor masing-masing pilihan jawaban dengan skala likert seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2002: 74) sebagai berikut: Diberikan skor 1 = Sangat tidak Diberikan skor 2 = Tidak Diberikan skor 3 = Tidak berpendapat Diberikan skor 4 = baik Diberikan skor 5 = Sangat baik b. Dari hasil penjumlahan seluruh nilai yang diperoleh dari seluruh responden akan diketahui pencapaian indeks kepuasan karyawan, seperti yang dirumuskan oleh Sugiyono (2002:79) sebagai berikut: IKK = PP Dimana : IKK = Indeks Kepuasan Karyawan TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 37. PP = Perceived Performance c. Setelah diketahui IKK dari seluruh responden kemudian digolongkan pada skala a. sangat tidak puas, b. tidak puas, c. cukup, d. puas, dan e. sangat puas. Untuk menentukan skala ini terlebih dahulu ditentukan indeks kepuasan minimal dan indeks kepuasan maksimal, interval yang dapat dicari dari pengurangan antara indeks kepuasan maksimal dengan kepuasan minimal di bagi menjadi lima seperti yang dirumuskan oleh oleh Sugiyono (2002: 80) sebagai berikut: IK maks = R x PP x EX maks IK min = R x PP x EX min Interval = ( IK maks – IK min ) Dimana : PP = Banyaknya Pertanyaan IK min = Jumlah Responden EX min = Skor minimal yang bisa diberikan EX maks = Skor maksimal yang bisa diberikan Mengartikan nilai minimal yang harus diperoleh responden untuk dapat dikategorikan puas, dengan melihat nilai minimal yang harus dicapai seluruh responden untuk bisa dikategorikan a. sangat tidak puas, b. tidak puas, c. cukup, d. puas, e. sangat puas.2.4 Produktivitas Menurut J. Ravianto, bahwa: ”Produktivitas adalah suatu konsep yangmenunjang adanya keterkaitan hasil kerja dengan sesuatu yang dibutuhkan untukmenghasilkan produk dari tenaga kerja”. Sedangkan menurut MuchdarsyahSinungan, bahwa: ”Produktivitas adalah hubungan antara hasil nyata maupun fisik(barang atau jasa) dengan masuknya yang sebenarnya, misalnya produktivitasukuran efisien produktif suatu hasil perbandingan antara hasil keluaran dan hasilmasukan”. Produktivitas yang digunakan metode Balanced Scorecard adalahproduktivitas parsial. Produktivitas ini mengukur hubungan antara jumlah output TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 38. relatif terhadap jumlah faktor input tertentu yang digunakan untuk masing-masingfaktor input yaitu karyawan, keuangan/kapital, hasil produksi, dan energi. (S.Sinulingga:2010).2.5 Faktor-faktor Yang Dapat Mempengaruhi Produktivitas Tenaga kerja atau pegawai adalah manusia yang merupakan faktor.Produksi yang dinamis memiliki kemampuan berpikir dan motivasi kerja, apabilapihak manajemen perusahaan mampu meningkatkan motivasi mereka, makaproduktivitas kerja akan meningkat. Faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu: a. Kemampuan, adalah kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengetahuan, lingkungan kerja yang menyenangkan akan menambah kemampuan tenaga kerja. b. Sikap, sesuatu yang menyangkut perangai tenaga kerja yang banyak dihubungkan dengan moral dan semangat kerja . c. Situasi dan keadaan lingkungan, faktor ini menyangkut fasilitas dan keadaan yakni semua karyawan dapat bekerja dengan tenang serta sistem kompensasi yang ada. d. Motivasi, setiap tenaga kerja perlu diberikan motivasi dalam usaha meningkatkan produktivitas. e. Upah, upah atau gaji minimum yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah dapat menyebabkan penurunan produktivitas kerja. f. Tingkat pendidikan, latar belakang pendidikan dan latihan dari tenaga kerja akan mempengaruhi produktivitas, karenanya perlu diadakan peningkatan pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja. g. Perjanjian kerja, merupakan alat yang menjamin hak dan kewajiban karyawan. Sebaiknya ada unsur-unsur peningkatan produktivitas kerja. h. Penerapan teknologi, kemajuan teknologi sangat mempengaruhi produktivitas, karena itu penerapan teknologi harus berorientasi mempertahankan produktivitas. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 39. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada Bab ini penulis menguraikan langkah-langkah penelitian, agarmempermudah penulis dalam membahas hasil penelitian di PT. Pupuk IskandarMuda (PIM) Aceh Utara.3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metodedeskriptif, yaitu mengeksplorasi data sesuai dengan fakta dilapangan (S.Sinulingga, 2011) yang dalam hal ini difokuskan pada mengembangkan modelpenggunaan Balanced Scorecard dalam peningkatan kinerja PT. Pupuk IskandarMuda (PIM) Aceh Utara.3.2 Objek dan Lokasi Penelitian Objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah PT. Pupuk Iskandar Muda(PIM) Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, ProvinsiAceh – Indonesia dengan alasan bahwa implementasi Balanced Scorecard dalammengukur kinerja PT. PIM merupakan langkah strategi yang berdampak besarterhadap kemampuan manajemen PT. PIM dalam melipat gandakan kinerjanya,baik ditinjau dari aspek Keuangan maupun aspek Non-Keuangan dan diharapkanPT. PIM akan mampu bersaing serta berkembang dengan baik.3.2.1 Sejarah Ringkas PT. Pupuk Iskandar Muda PT. Pupuk Iskandar Muda didirikan pada tanggal 24 Februari 1982dihadapan Notaris Soelaiman Ardjasasmita, SH sesuai akte No. 54 dengan namaPT. Pupuk Iskandar Muda, yang merupakan suatu Badan Usaha Milik Negara(BUMN) di bawah naungan Menteri Pendayagunaan BUMN. Pembangunanproyek pabrik PIM ini awalnya dirintis oleh PT. PUSRI Palembang sejak 1981,didukung dekat dengan sumber alam dan air yang merupakan bahan baku utamapembuatan pupuk urea, lokasi pembangunan pabrik ditetapkan di KruengGeukueh, Kabupaten Aceh Utara yakni strategis wilayah zona industri PemerintahKabupaten Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Pabrik iniberdampingan dengan pabrik PT. Asean Aceh Fertilizer (AAF) dan pabrik gas TEKNIK INDUSTRI 26 F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 40. alam cair Exxon Mobil, serta tersedianya sarana pelabuhan yang cukup strategisdi samping jalan raya dan transportasi yang memadai. Penandatanganan kontrakpembangunan pabrik dilakukan 2 Oktober 1981 antara Pemerintah RI yangdilaksanakan oleh Departemen Perindustrian Dirjen Industri Kimia Dasar dengankontraktor utama PT. Rekayasa Industri dari Indonesia dan Toyo EngineeringCoorporation dari Jepang. Pembangunan pabrik dimulai 13 Maret 1982 danselesai tiga bulan lebih awal dari rencana, pada akhir tahun 1984 pabrik mulaiberproduksi, pengapalan perdana dilakukan 17 Februari 1985. Pada tanggal 20Maret 1985 pabrik diresmikan oleh Presiden RI dan beroperasi secara komersialdimulai 1 April 1985.3.2.2 Visi dan Misi PT. Pupuk Iskandar Muda Visi dan misi PT Pupuk Iskandar Muda adalah sebagai berikut: 1. Visi: Menjadi perusahaan pupuk dan petrokimia lainnya yang terkemuka dan memiliki keunggulan-keunggulan sehingga mampu bersaing baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. 2. Misi: a. Memproduksi dan memasarkan pupuk Urea dengan mutu sesuai standar nasional guna memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk menunjang swasembada pangan serta meningkatkan pangsa pasar internasional. b. turut aktif membina kemitraan dengan Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi. c. Berperan dalam pengembangan Industri Petrokimia yang menggunakan teknologi berwawasan lingkungan. d. Mempunyai komitmen penuh di dalam memuaskan pihak-pihak yang berkepentingan dengan tetap memperhatikan kinerja Perusahaan agar tumbuh dan berkembang.3.2.3 Struktur Organisasi Organisasi dapat diartikan sebagai suatu sistem dari aktivitas yangdilakukan dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama, didalamorganisasi pembagian tugas adalah suatu keharusan, pembagian tugas akhirnya TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 41. menghasilkan departemen-departemen dan Job Description dari masing-masingdepartemen sampai unit-unit terkecil dalam organisasi. Struktur organisasi dalamsuatu perusahaan sangat diperlukan untuk merumuskan suatu organisasi harusdapat menunjang keberhasilan perusahaan, perusahaan yang berhasil dalammencapai tujuan tidak hanya tergantung pada modal dan proses industrinya tetapitergantung pada sistem manajemen yang baik, didalam hal ini diperlukan strukturorganisasi yang fleksibel dan berkembang sesuai dengan kondisi yang dihadapiperusahaan. Semua unsur organisasi perusahaan dalam pelaksanaan kegiatanwajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik internalmaupun eksternal untuk mencapai kinerja yang disesuaikan dengan tugas pokokmasing-masing. Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utaradapat dilihat pada Lampiran 1. Dewan Direksi (Board Of Direction) berfungsi mengelola perusahaansecara koorporat sesuai keputusan pemenag saham melalui kebijakan strategifungsional seperti: pemasaran, keunagan, pengembangan dan seluruh asset danpotensi yang dimiliki. Secara struktural unit kerja dibawah Direksi adalahsetingkat Kompartemen yang dipimpin oleh General Manajer (Eselon-1) dan unitkerja dibawah Kompartemen disebut Departemen dipimpin oleh Manajer(Esselon-2). Unsur-unsur organisasi PT Pupuk Isakndar Muda, terdiri dari: 1. Unsur Pimpinan adalah direksi yang terdiri dari: Direktur Utama, Direktur Produksi, Teknik dan Pengembangan, Direktur Komersil, dan Direktur SDM & Umum. 2. Unsur Pembantu Pimpinan adalah terdiri dari : Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawas Intern (SPI), Kompartemen Produksi, Kompartemen Pemeliharaan, Kompartemen Keuangan, Kompartemen Pemasaran, Kompartemen Sumber Daya Manusia, Kompartemen Umum. 3. Unsur Pelaksana adalah yang langsung melaksanakan proses produksi, pemeliharaan pabrik serta pemasaran produk, yaitu: Jajaran Kompartemen Produksi, Kompartemen Pemeliharaan, Kompartemen Pemasaran. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 42. 4. Unsur Penunjang terdiri dari departemen lainnya tertera pada struktur organisasi. 5. Unsur Pengawasan merupaka Unit kerja yang melakuka pengawasan dan inspeksi seluruh kegiatan perusahaan meliputi operasional dan keuangan yang terdiri dari: Satuan Pengawas Intern (SPI), Kompartemen Pemeliharaan (Departemen Inspeksi & K2) serta Kompartemen Produksi (Depertemen Perencanaan & Pengendalian Produksi).3.2.4 Uraian Proses Pupuk Urea PT. Pupuk Iskandar Muda Uraian proses produksi urea PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) adalahsebagai berikut: A. Bahan Baku Secara umum, bahan baku Pabrik Pupuk Iskandar Muda dapatdikelompokkan menjadi bahan baku. Bagian ini akan menjelaskan bahan bakutersebut mulai Unit Utility-1,2, Unit Ammonia-2, dan Unit Urea-1. Bahan Baku Unit Urea 1. Ammonia Untuk memproduksi urea, unit urea membutuhkan ammonia sebagai reaktan utama. Ammonia yang dibutuhkan oleh unit urea disuplai oleh unit ammonia yang memproduksi ammonia. 2. CO2 Unit Urea-1 membutuhkan CO2 sebagai reaktan dalam membuat karbamat. CO2 yang dibutuhkan ini berasal dari CO2 stripper yang terdapat pada unit ammonia. Karakteristik dari bahan baku ammoniak dan CO2 adalah berbentuksenyawa berupa Gas, dengan rata-rata bertekanan 0,6 kg/cm2 Gauge danbertemperatur 380OC. B. Unit Urea dan Pembuatan Urea Dengan menggunakan proses Mitsui Toatsu Total Recycle C Improved.Unit ini mampu memproduksi pupuk urea butiran dengan kapasitas terpasang1.725 ton/ hari atau 570.000 ton/ tahun. Urea yang telah diproses di simpan dalam TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 43. Bulk Storage ataupun dikirm ke unit pengantongan. Urea dibuat denganmereaksikan ammonia dengan carbondioksida, larutan urea murni dikristalkansecara vakum, kemudian dilelehkan kembali dalam Melter dengan menggunakanSteam sebagai pemanas. Dari atas Prilling Tower lelehan urea di teteskan yangkemudian akan memadat setelah didinginkan dengan udara. Pembuatan urea di Indonesia mengikuti proses produksi di Amerika Serikat.Karena reaksi bersifat bolak-balik, pengaturan suhu dan tekanan serta konsentrasiharus menjadi pertimbangan pada waktu pembuatan urea. Suhu yang tinggimeningkatkan konversi, tetapi ini meminta tekanan yang lebih tinggi untukmenghindari bahan-bahan yang sedang bereaksi berubah menjadi gas, yang dapatmengakibatkan dekomposisi ammonium karbamat dan akhirnya menurunkankonversi. Diagram proses produksi urea dapat dilihat pada Lampiran 2. Garis besar pabrik urea terdiri dari 4 unit, yaitu: 1. Unit Sintesa (Seksi synthesa) 2. Unit Penguraian/Pemurnian (purifikasi) 3. Unit Daur Ulang (recovery) 4. Unit Pengkristalan dan Pembutiran (kristalisasi and prilling) 1. Unit Synthesa Gas CO2 dari pabrik ammonia dikirim ke suction booster compressor, gasCO2 ini ditekan dari 0,7 Kg/cm2 Gauge menjadi 30 Kg/cm2 Gauge, kemudianditekan lagi menjadi 250 Kg/cm2 Gauge menjadi 30 Kg/cm2 Gauge, kemudianditekan lagi menjadi 250Kg/cm2 Gauge pada CO2 compressor. Setelah mencapaitekanan operasi (250 Kg/cm2G) dikirim ke reactor urea liquid ammonia jugadikirim ke reactor urea setelah melewati ammonia, dari ammonia reservoir . Disini amoniak bercampur dengan amoniak dengan amoniak dari ammoniacondenser dari proses recovery system. Amoniak dari ammonia reservoir dipompadengan ammonia booster pump untuk menaikkan tekanan dari 17 Kg/cm2 Gaugemenjadi 24 Kg/cm2 Gauge, kemudian dipompa lagi sampai tekanan mencapai 250Kg/cm2Gauge, dengan menggunakan pompa ammonia. Sebelum dimasukkan kedalam reactor urea, ammonia tersebut dilewatkan preheater guna dipanaskansampai temperatur 200oC dengan memakai hot water dan steam condensate TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 44. sebagai media pemanas. Di samping CO2 dan NH3, ke dalam reactor dimasukkanjuga recycle carbamat dari high pressure absorber. Selama proses sintesa, selainreaksi di atas juga terjadi reaksi samping yaitu terbentuknya biuret dari urea.Reaksi tersebut adalah reaksi reversible dimana variabel utama yangmempengaruhi reaksi adalah temperatur, tekanan, komposisi feed dan waktureaksi. Konversi ammonium kabamat menjadi urea berlangsung pada fase cair,sehingga dibutuhkan temperatur dan tekanan tinggi. Temperatur dan tekanantinggi menambah konversi pembentukan urea, apabila temperatur rendahmenyebabkan konversi amonium karbamat menjadi urea berkurang. Kondisireaksi yang optimum pada temperatur 200oC dan tekanan 250 Kg/cm2 Gauge.Karena sifat-sifat korosif dari zat-zat pereaksi dan produk di dalam reaktor makapada permukaan yang mengalami kontak dengan reaksi, reaktor dilapisi titanium. Penambahan sedikit oksigen bertujuan untuk melindungi reakor sehinggadiperoleh daya tahan yang lebih lama. Karena pembuatan urea bersifat eksotermis,maka temperatur reaktor harus dikontrol dengan benar. 2. Unit Purifikasi Produk dari hasil reaksi sintesa terdiri dari urea, biuret, air, ammoniumkarbamat dan amoniak berlebih. Proses selanjutnya diperlukan untuk memisahkanurea dan hasil reaksi yang lain, untuk memisahkannya yaitu dengan menurunkantekanan sehingga ammonium karbamat terurai menjadi gas-gas amoniak dan CO2. a. Reaksi dekomposisi ammonium karbamat NH2 COONH4 2NH3 + CO2 Reaksi berlangsung pada temperatur 152 -165oC pengurangan tekanan akan menaikkan temperatur sehingga akan memperbesar konversi. Hidrolisa urea merupakan faktor penting yang harus diperhatikan, karena hidrolisa menyebabkan berkurangnya urea yang dikehendaki sebagai produk. b. Reaksi hidrolisa udara NH2 CONH2 + H2O 2NH3 + CO2 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 45. Hidrolisa mudah terjadi pada suhu tinggi, tekanan rendah dan residence time yang lama. Pembentukan biuret adalah faktor lain yang harus diperhatikan baik dalam proses dekomposisi, maupun dalam proses berikutnya (kristalisasi dan pembutiran). c. Reaksi pembentukan biuret 2CO (NH2)2 NH(CONH2)2 + NH2 Reaksi ini bersifat reversible yang berlangsung pada temperatur di atas 90oC, dan tekanan parsial ammonia yang rendah. Pembentukan biuret dapat ditekan dengan adanya kelebihan amoniak. Jumlah biuret yang terbentuk juga dipengaruhi oleh residence time yang lama. Dekomposisi berlangsung pada saat larutan keluar dari top reaktor urea dengan temperatur 126oC melalui let down valve, pada saat tersebut sebagian besar karbamat akan terurai menjadi amoniak dan CO2 yang disebabkan turunnya tekanan sebesar 17 Kg/cm2 Gauge amoniak dan ammonium karbamat yang tersisa selanjutnya dipisahkan dari laruran dalam dekomposer tahap II yaitu low pressure decomposer. Untuk LPD beroperasi dengan tekanan 2,5 Kg/cm2 Gauge dan temperatur 235oC, sedangkan untuk gas separator terdiri dari 2 bagian yaitu: bagian atas dioperasikan pada 170oC dengan tekanan 0,3 Kg/cm2 Gauge dan bagian bawah dioperasikan pada 92oC dengan tekanan atmosfir. 3. Unit Recovery Campuran gas yang berupa amoniak, karbondioksida serta sedikit uap airyang dihasilkan dari pemisahan urea yang terbentuk di dalam reaktor pada seksidekomposisi dikembalikan sebagai gas, larutan atau slurry untuk selanjutnyadigunakan sebagai umpan reaktor urea. Di dalam unit recovery gas-gas tersebutdiserap dengan larutan urea. Larutan urea yang dipergunakan di sini diperolehsebagai cairan induk dari unit kristalisasi dan pembutiran. Gas dari gas separatordipisahkan menjadi amoniak, karbamat cair dan gas sisa di dalam off gascondenser. Gas tersebut diserap di dalam off gas absorber bersama-sama dengangas yang berasal dari low pressure absorber dengan menggunakan cairan dari off TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 46. gas absorber. Cairan ini sebagian dikirim ke low pressure absorber sebagai cairaninduk penyerap gas berturut-turut di dalam low pressure absorber dan highpressure absorber dan menghasilkan larutan karbamat yang dipakai sebagairecycle solution. 4. Unit Kristalisasi dan Pembutiran Larutan urea dari gas separator dengan konsentrasi 70-75% di kirim keCrystallizer dengan pompa urea, di sini urea divakumkan untuk mengurangikandungan air yang ada dalam larutan urea. Kristal-kristal yang terbentuk didalam vakum crystallizer dikirim ke centrifuge untuk dipisahkan dari motherliquor, kemudian dikeringkan melalui dryer sampai kadar airnya 0,3% denganmenggunakan udara panas. Kristal-kristal urea kering dikirim ke atas prillingtower dengan automatic conveyer melalui fluidizing dryer di mana Kristaldilelehkan di dalam melter. Dan lelehan tersebut turun ke head tank melaluidistributor dan spraying nozzle granulator di dalam prilling tower yangdihembuskan dengan udara sebagai media pendingin sehingga dihasilkan butiranurea. Urea keluar dari bagian bawah prilling tower (fluidizing cooler) diayakmelalui tromel untuk dipisahkan over size-nya dan yang memenuhi spesifikasiselanjutnya dikirimke gudang penyimpanan (bulk storage) dengan menggunakanbelt conveyer. Butiran urea yang over size dilarutkan di dalam dissolving tankselanjutnya dikirim ke crystallizer dan sebagian lagi dikirim ke recovery. Debuurea dan udara bersih yang tidak terserap di buang ke atmosfir melalui urethanefoam filter. Urea yang dihasilkan berkadar air yang relatif rendah yaitu 0,3% beratmaksimum. C. Produk PT. Pupuk Iskandar Muda Produk manufacture PT. PIM adalah Pupuk Urea Organik yang telah disubsidikan dari pemerintah kepada masyarakat jenis urea kapsul (prill) dan ureabutiran halus (granular)dengan berat bersih 50 kg, yang sangat bermanfaat: 1. Konsumsi pupuk anorganik akan lebih efektif dan efesien 2. Biaya pemupukan bisa ditekan 3. Pendapatan petani akan naik, oleh produktivitas yang meningkat. 4. Peningkatan produktivitas usaha tani. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 47. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Data Primer Penelitian Lapangan (Field Research) Data primer adalah data yang didapat langsung dari sumbernya (S. Sinulingga, 2011). Data primer ini mengadakan wawancara (interview) dengan bagian-bagian yang terkait dalam pembahasan ini serta berupa hasil jawaban responden dari kuesioner mengenai kepuasan karyawan PT. PIM tentang semangat kerja, motivasi, kondisi fisik tempat kerja dan tentang PT. PIM secara umum. 2. Data Sekunder Tinjauan Pustaka (Library Research) Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, berupa keterangan yang ada hubungannya dengan penelitian yang sifatnya melengkapi atau mendukung data primer (Sutrisno Hadi, 1997: 134). Dalam penelitian ini data sekunder tersebut berupa data mengenai karyawan dan gambaran umum PT. PIM serta laporan kegiatan dan keuangan PT. PIM selama tiga tahun, mulai tahun 2009 sampai 2011 serta dengan membaca literatur-literatur, karangan ilmiah serta berbagai bahan pustaka lainnya yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi ini.3.4 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Data Kuantitatif Yaitu data berupa angka-angka secara tertulis seperti: data neraca hasil produksi serta laporan keuangan dan lain-lain. b. Data Kualitatif Yaitu data yang berupa keterangan-keterangan tertulis seperti metode pengukuran balanced scorecard, aspek-aspek manajemen pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 48. 3.5 Metode Analisis Dalam menganalisa data-data yang telah diperoleh maka dapat di analisadengan cara sebagai berikut:3.5.1 Populasi dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data keuangan dannon-keuangan. Data non-keuangan berupa jawaban responden dari pernyataan-pernyataan yang diberikan merupakan suatu hal yang terpenting dalam penelitianini, karena data dikumpulkan melalui kuesioner. Keabsahan dari suatu hasilpenelitian sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan untuk mengukurvariabel yang diteliti. Oleh karena itu, suatu alat pengukur perlu diuji denganpengujian validitas (tingkat keaslihan) dan reliabilitas (tingkat keandalan) danpenulis akan dibantu dengan software SPSS (Statistical Package and ServiceSolution) versi 16 untuk mempermudah penulis dalam perhitungan data dan hasiluji lebih valid. 1. Uji Validitas Data Analisis data diawali dengan validitas data. Uji validitas ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat sejauh mana akurasi dari alat pengukur untuk mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas pengukur menggunakan metode person correlation. 2. Uji Reliabilitas Data Selain harus diuji validitas, suatu penelitian juga harus diuji reliabilitas. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan SPSS yang merupakan fasilitas untuk mengukur reliabilitas, dengan uji statistik cronbach alpha (α) suatu variabel dikatakan reliable jika memiliki cronbach alpha > 0.30 (S. Sinulingga, 2011). Untuk menentukan berapa banyak sampel minimal yang dibutuhkanpopulasi diketahui, menurut (S. Sinulingga, 2011) dapat digunakan rumus sebagaiberikut : TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 49. 𝑁 𝑛= 1 + 𝑁𝑒 2Dimana : n = Banyak Populasi N = Ukuran Populasi E = Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan beberapa sampel yang masih dapat ditolerir (batas kesalahan kurang lebih misalnya 30% = 0.30).3.5.2 Analisa Kuantitatif Aspek analisis yang digunakan untuk mengimplementasikan metodeBalanced Scorecard dalam mengukur kinerja PT. PIM secara kuantitatif terdiridari empat perspektif dan variabel-variabelnya dan wawancara dengan pimpinanserta karyawan PT. PIM sebagaimana tersebut berikut ini: B. Analisis financial perspective yaitu merupakan pengukuran kinerja yang ditinjau dari sudut pandang keuangan berdasarkan atas konsekuensi ekonomi yang dilakukan terdiri atas: return on asset, return on investment (roi), profit margin dan current ratio. C. Analisis customer perspective yaitu suatu analisis untuk menganalisis kepuasan pelanggan PT. PIM Aceh Utara yang dilakukan terdiri atas: customer acquistion, customer retention, profitabilitas konsumen dan tingkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction index). C. Internal process business perspective, salah satu ukuran kinerja balanced scorecard, yang meliputi: proses inovasi, waktu proses operasi (processing velocity time), proses layanan purna (customer service) dan analisa MCE (manufacturing cycle efficiency). D. Learning and growth perspective ini mengidentifikasikan struktur yang harus dibangun dalam menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja perusahaan sehingga menilai aspek mutu produksi yang telah dipercaya serta karyawan PT. PIM, dalam nilai persentase meliputi: Pertukaran karyawan (employe turnover), pelatihan karyawan (employee TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 50. training), kehadiaran karyawan (absenteeism), kecelakaan (accident) dan kepuasan karyawan (employee satisfaction indek).3.5.3 Analisis Kualitatif Metode ini merupakan metode analisis kualitatif meliputi klarifikasi visi,misi dan tujuan kedalam rencana strategi PT. PIM. Dan juga digunakan untukmenjelaskan hasil pengukuran masing-masing perspektif guna memperjelaskinerja PT. PIM dari keempat perspektif dalam Balanced Scorecard yaituperspektif keuangan, perspektif karyawan produksi, perspektif internal bisnis danperspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Analisa diterjemah setelah datapenyelesaian analisis kuantitatif dan menilai visi dan misi perusahaan yang sedangberjalan.3.6 Langkah-langkah penelitian Prosedur penelitian dalam proposal ini dilaksanakan secara bertahap dansistematis, agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengantarget yang ingin dicapai. Adapun langkah-langkah penelitian yang dilakukanpenulis untuk menyusun skripsi ini dapat dilihat pada Gambar 3.1. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 51. Studi Pendahuluan - Studi Literatur - Tinjauan Lapangan Identifikasi masalah dan penetapan tujuan Pengumpulan Data Data Primer Data Sekunder  Wawancara Langsung  Data Karyawan  Kuesioner karyawan  Gambaran Umum Perusahaan  Dokumentasi  Laporan Kegiatan & Keuangan Pengolahan Data - Data Kuantitatif - Data Kulitatif Analisa dan Pembahasan Balance Scorecard Perspektif PerspektifPerspektif Perspektif Internal Bisnis Pembelajaran danKeuangan Pelanggan Pertumbuhan Hasil Analisa dan Pembahasan Balanced Scorecard Laporan Kinerja Perusahaan Gambar 3.1 Langkah-langkah penelitian TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 52. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pada Bab ini, penulis menyajikan hasil dan membahas dari hasil penelitianpenulis di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara.4. 1 Analisis Pengukuran Kinerja PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan Balanced Scorecard (BSC). PT. Pupuk Iskandar Muda memerlukan penilaian kinerja yang komprehensifseperti metode Balanced scorecard karena memandang kinerja dari empat aspek,yaitu aspek keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan aspek pembelajarandan pertumbuhan. Pada perspektif keuangan harus menggambarkan upaya perusahaan untukmenciptakan peningkatan keuangan dilihat dari aspek produksi urea dan melihatkonsumen dengan mendistribusi yang lebih baik disetiap tahunnya sertamemberikan pelayanan yang terbaik. Tujuan dan ukuran yang digunakan padaperspektif ini disesuaikan dengan daur hidup produk atau industri. Pada perspektif pelanggan harus menggambarkan tampilan perusahaan dimata pelanggan, ukuran yang digunakan adalah pangsa pasar, akuisisi pelanggan,upaya mempertahankan pelanggan, kepuasan pelanggan dan profitabilitaspelanggan. Pada perspektif bisnis internal harus menggambarkan seluruh proses yangdilakukan perusahaan dan identifikasi sampai pemenuhan kebutuhan pelanggandan ukuran yang digunakan adalah pengembangan produk baru pada tahapinovasi, kuantitas pelayanan dan kecepatan pelayanan untuk tahap layanan purnapenjualan. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan harus menggambarkan upayaperusahaan untuk terus menerus melakukan inovasi-inovasi dan ukuran yangdipakai pada perspektif ini adalah produktifitas karyawan, kepuasan karyawan,keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan serta tingkat retensikaryawan. 39 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 53. Penilaian diberikan setiap perspektif yang dihitung dengan skor dapat dilihatpada tabel 4.1. Tabel 4.1 Nilai Skor Skor Skor Keterangan kualitatif kuantitatifSemakin meningkat tiap tahun Sangat Baik AMeningkat dari tahun lalu Baik BSama dari tahun lalu Cukup Baik CMenurun dari tahun lalu Kurang Baik DSemakin merosot tiap tahun Tidak Baik ESumber: Mulyono, 19994.1.1 Pengukuran Kinerja Pada Perspektif Keuangan (financial perspective) Perspektif keuangan merupakan hasil akhir dari seluruh kegiatan perusahaanselama periode yang dituangkan dalam laporan keuangan. Kinerja perspektifsebelumnya telah menunjukan peningkatan kinerja PT. Pupuk Iskandar Mudaselama tahun 2009-2011. Oleh karena itu, kinerja keuangan seharusnyamencerminkan peningkatan kinerja PT. Pupuk Iskandar Muda selama tahun 2009-2011. Berdasarkan siklus hidupnya maka ukuran-ukuran yang digunakan dalammengukur kinerja pada perspektif keuangan PT. Pupuk Iskandar Muda adalahpertumbuhan pendapatan, Return On Asset (ROA), Return On Investment (ROI),Profit Margin, dan Current Ratio. Tabel 4.2 Aspek perspektif keuangan Tahun Tahun Tahun Aspek 2009 2010 2011 Keuangan (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) Laba 59.902.423 264.338.650 661.966.349 Total Aset 4.359.966.381 4.187.793.039 4.207.156.604 Investasi 1.858.033 1.867.814 1.867.815 Penjualan 1.588.011.016 1.419.415.006 1.415.226.011 Aktiva Lancar 802.201.910 800.706.486 1.041.378.666 Hutang Lancar 620.274.555 777.834.783 872.831.133Sumber: PT. PIM, 2012 Pertumbuhan pendapatan ukuran ini digunakan untuk mengetahuipertumbuhan pendapatan yang diperoleh dari tahun ke tahun. Data perusahaanyang digunakan dalam ukuran ini adalah laba bersih perusahaan dalam tiap tahun. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 54. 1) ROA 59.902.423 𝑅𝑂𝐴 2009 = 𝑥 100% = 1,37 % 4.359.966.381 264.338.650 𝑅𝑂𝐴 2010 = 𝑥 100% = 6,31 % 4.187.793.039 661.966.349 𝑅𝑂𝐴 2011 = 𝑥 100% = 15,73 % 4.207.156.604 Berdasarkan hasil perhitungan pada ROA setiap tahun, maka dapat dilihatgrafik garis pada Gambar 4.1. 20 15 10 5 % 0 ROA 2009 ROA 2010 ROA 2011 Gambar 4.1 Diolah, grafik garis ROA meningkat setiap tahun dengan skor A Berdasarkan Gambar 4.1 menunjukkan bahwa pada tahun dari tahun 2009ke tahun 2010 Return On Asset-nya meningkat sebesar 4,94% dan pada tahun2010 ke tahun 2011 meningkat lebih baik lagi sebesar 9,42 %. Ini menunjukkan bahwa penggunaan aktiva pada tiap tahun mengalamikeuntungan yang baik disebabkan karena menjaga keuangan pengeluaran aktivabeban-beban lain pada perusahaan terlalu besar memperoleh nilai banding labausaha yang diperoleh lebik baik, sehingga aset yang dimiliki oleh PT. PIM terjagadapat nilai tersebut dapat digunakan pada keperluan keuangan perusahaan lainnya.2) ROI 59.902.423 𝑅𝑂𝐼 2009 = = 32,24 % 1.858.033 264.338.650 𝑅𝑂𝐼 2010 = = 141,52 % 1.867.814 661.966.349 𝑅𝑂𝐼 2011 = = 354,40 % 1.867.815 Berdasarkan hasil perhitungan pada ROI setiap tahun, maka dapat dilihatgrafik garis pada Gambar 4.2. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 55. 400 300 200 100 % 0 ROI 2009 ROI 2010 ROI 2011 Gambar 4.2 Diolah, grafik garis ROI meningkat tajam setiap tahunnya dengan skor A Berdasarkan Gambar 4.2 menunjukkan bahwa pada tahun dari tahun 2009ke tahun 2010 Return On Investmen-nya meningkat besar, tingkat pengembalianlebih cepat 109,28% dan pada tahun 2010 ke tahun 2011 meningkat lebih baiklagi sebesar 212,88%. Ini menunjukkan bahwa laba penjualan dari setiap penjualan pada tiap tahunmengalami keuntungan yang baik disebabkan karena menjaga laba dan investasi,sehingga aset yang dimiliki oleh PT. PIM terjaga dapat nilai tersebut dapatdigunakan pada keperluan keuangan perusahaan lainnya. Ini menunjukkan bahwahasil penjualan sangat baik. Pada tahun 2010-2011 meningkat tajam berarti laba bersih naik denganpenjualan produksi PT. PIM, pada tahun 2011 unit PIM2 membantu menaikkanhasil produksi pupuk sehingga jumlah yang di investasikan memperoleh laba danlaba tersebut dapat dijadikan modal kembali, sebaiknya PT. PIM tidak ragudengan investasi yang lebih besar agar produksi, kinerja perusahaan, karyawandalan lai-lain dapat kerja yang baik, terlebih lagi PT. PIM dapat merekrut tenagalebih banyak sehingga mengurangi pengangguran di Aceh.3) Profit Margin 59.902.423 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 2009 = 𝑥 100% = 3,78 % 1.588.011.016 264.338.650 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 2010 = 𝑥 100% = 18,62 % 1.419.415.006 661.966.349 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 2011 = 𝑥 100% = 46,78 % 1.415.226.011 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 56. Berdasarkan hasil perhitungan pada profit margin setiap tahun, maka dapatdilihat grafik garis pada Gambar 4.3. 60 40 20 % 0 Profit Margin 2009 Profit Margin 2010 Profit Margin 2011 Gambar 4.3 Diolah, grafik garis profit margin meningkat setiap tahun dengan skor A Berdasarkan Gambar 4.3 analisis grafik garis menunjukkan bahwa padatahun dari tahun 2009 ke tahun 2010 profit margin-nya meningkat sebesar 14,84% menghasilkan persentase keuntungan dari penjualan pupuk. Peningkatan yang pesat juga pula cukup dirasakan dari tahun 2010 ke tahun2011 mencapai 28,16 %. Ini menunjukkan bahwa nilai laba dari penjualan pupuknaik setiap tahunnya sebanding dengan dibukanya unit PIM2 dalam meningkatkanproduksi pupuk di wilayah yang dipasarkan.4) Current Ratio 802.201.910 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 2009 = 𝑥 100% = 129,33 % 620.274.555 800.706.486 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 2010 = 𝑥 100% = 102,95 % 777.834.783 1.041.378.666 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 2011 = 𝑥 100% = 119,31 % 872.831.133 Berdasarkan hasil perhitungan pada current rasio setiap tahun, maka dapatdilihat grafik garis pada Gambar 4.4. 150 100 50 0 % Current Ratio Current Ratio Current Ratio 2009 2010 2011 Gambar 4.4 Diolah, grafik garis current rasio meningkat dari tahun lalu dengan skor B TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 57. Berdasarkan Gambar 4.4 grafik garis current rasio menunjukkan bahwapada tahun dari tahun 2009 ke tahun 2010 current ratio-nya kinerjanya menurunhingga 26,38 % menghasilkan persentase hutang yang dimiliki oleh PT. PIM tidakdapat dibayar dengan sebaik mungkin. Namun pada tahun 2010 ketahun 2011 peningkatan cukup dirasakanmencapai 16,36 %, PT. PIM dapat dikatakan telah mampu belajar darikekhawatiran kinerja keuangan curren ratio dalam pembayaran hutang jangkapendek pada tahun 2010 sehingga di tahun 2011 dapat meningkatkan kembali.4.1.2 Pengukuran Kinerja pada Perspektif Pelanggan (Customer perspective) Aspek-aspek yang digunakan dalam mengukur kinerja pada perspektifpelanggan adalah: Tabel 4.3 Aspek perspektif pelanggan Aspek Awal Tahun Tahun Tahun (Pelanggan di tahun 2009 2010 2011 Aceh) 2012Jumlah Pelanggan 650 650 650(distributor Resmi) 650Jumlah Pelanggan 697 708 711(distributor Lama) (PIM 2008) 717Jumlah Pelanggan 11 3 6(distributor Baru) 18Jumlah Pelanggan 708 711 717(distributor) 735Laba sebelum pajak belum 109.116.146 244.160751 161.642.152(Rp. 000) diketahuiPenjualan Bersih belum 1.588.011.016 1.419.415.006 1.415.226.011(Rp. 000) diketahuiSumber: PT. PIM, 20121) Tingkat pemerolehan pelanggan (Customer Acquistion) Ukuran ini digunakan untuk mengetahui pertumbuhan jumlah pelangganperusahaan dari tahun ke tahun. 11 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑠𝑡𝑖𝑜𝑛 2009 = X 100 % = 1,56 % 708 3 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑠𝑡𝑖𝑜𝑛 2010 = X 100 % = 0,42 % 711 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 58. 6 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑠𝑡𝑖𝑜𝑛 2011 = X 100 % = 0,83 % 717 18 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝐴𝑐𝑞𝑢𝑖𝑠𝑡𝑖𝑜𝑛 2012 = X 100 % = 2,45 % 735 Berdasarkan hasil perhitungan pada customer acquistion setiap tahun, makadapat dilihat grafik garis pada Gambar 4.5. 3 2 1 % 0 CA 2009 CA 2010 CA 2011 CA 2012 Gambar 4.5 Diolah, grafik garis customer acquistion meningkat dari tahun lalu dengan skor B Berdasarkan Gambar 4.5 grafik garis menunjukkan PT. PIM menurunnyapelanggan dari tahun 2009 ke tahun 2010 yang sangat signifikan sehingga 1,14%itu berarti kurang minatnya pelanggan pada tahun 2010, sehingga pelanggan PT.PIM adalah distributor resmi dalam memasarkan pupuk produksinya. Akan tetapi,tahun 2011 PT. PIM dapat mengupayakan agar kebaikan produksi walapun tidaksebaik tahun 2009 lalu, yakni dapat terjaga pelanggan sehingga pupuk dapattersebar ke seluruh lapisan wilayah Aceh naik dengan persentase 0,41 %. Dan semakin banyak manufacture yang produksi di unit PIM1 dan PIM2saat ini PT. PIM sehingga perusahaan mengupayakan pelanggan lebih banyak diawal 2010, yakni 2,45%, dengan harapan input ini dalam menambah incomeperusahaan.2) Tingkat Retensi Pelanggan (Customer Retention) 697 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑅𝑒𝑡𝑒𝑛𝑡𝑖𝑜𝑛 2009 = X 100 % = 98,44 % 708 708 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑅𝑒𝑡𝑒𝑛𝑡𝑖𝑜𝑛 2010 = X 100 % = 99,58 % 711 711 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑅𝑒𝑡𝑒𝑛𝑡𝑖𝑜𝑛 2011 = X 100 % = 99,16 % 717 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 59. 717 𝐶𝑢𝑠𝑡𝑜𝑚𝑒𝑟 𝑅𝑒𝑡𝑒𝑛𝑡𝑖𝑜𝑛 2012 = X 100 % = 97,55 % 735 Berdasarkan hasil perhitungan pada customer retention setiap tahun, makadapat dilihat grafik garis pada Gambar 4.6. 100 99 98 % 97 96 CR 2009 CR 2010 CR 2011 CR 2012 Gambar 4.6 Diolah, grafik garis customer retention menurun dari tahun lalu dengan skor D Berdasarkan Gambar 4.6 grafik garis pelanggan 2010 lebih banyak padatahun 2009 naik mencapai 1,14%, itu berarti kepercayaan pelanggan PT. PIMterhadap aspek-aspek yang dirasakan pada tahun 2009. Akan tetapi, pelanggan tidak tahu dengan kekhawatiran internal perusahaandi tahun 2010, kendala dalam pembiayaan investasi terhutang kepada pemerintahharus segera dilunasi, sehingga pelanggan seolah dipaksa menjual produk denganjumlah yang lebih besar. Oleh karena itu, pelanggan yang mampu bertahan 2011 menurun 0,41%yang seharusnya pelanggan adalah aspek penting dalam menjual hasilmanufacture-nya tapi seolah disia-siakan oleh perusahaan. Dan sejak awal 2012 perusahaan, kembali tidak mengupayakan pelangganlebih banyak dan mempertahankan pelanggan lamanya, menurun pelanggandengan memberian kepuasan pelanggan lebih baik lagi dengan harapan input inidalam menambah income perusahaan dari tahun sebelumnya.3) Profitabilitas konsumen 109.116.146 Profit konsumen 2009 = x 100% = 6,88 % 1.588.011.016 244.160.751 Profit konsumen 2010 = x 100% = 17,20 % 1.419.415.006 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 60. 161.642.152 Profit konsumen 2011 = x 100% = 11,42 % 1.415.226.011 Berdasarkan hasil perhitungan pada profitabilitas konsumen setiap tahun,maka dapat dilihat grafik garis pada Gambar 4.7. 20 15 10 5 % 0 Profit Konsumen Profit Konsumen Profit Konsumen 2009 2010 2011 Gambar 4.7 Diolah, grafik garis Profitabilitas konsumen menurun dari tahun lalu dengan skor D Berdasarkan Gambar 4.7 grafik garis menunjukkan ukuran keuntungan padasetiap konsumen dari laba sebelum pajak terhadap penjualan produckmanufacture by PT. PIM dapat dikatakan cukup baik dari tahun 2009 ke tahun2010 dengan perbandingan persentase 10,32%. Namun, pendapatan produk danjasa yang ditawarkan sangat menurun di tahun 2011 5,78% penurunan kinerja inisangat mempengaruhi aspek keuangan pada tahun yang akan datang.4) Customer Satisfaction Index Dalam perspektif pelanggan yang menjadi tujuan utama adalah bagaimanameningkatkan nilai bagi pelanggan (customer value). Tolak ukur kinerjapelanggan terbagi atas empat hal, antara lain pangsa pasar, retensi pasar, akuisisipelanggan, dan kepuasan pelanggan. Keempat hal tersebut disebut sebagaipengukuran inti pelanggan (Kaplan dan Norton, 2000: 67) Pelanggan adalah siapa saja yang menggunakan keluaran pekerjaanseseorang atau suatu item, sasaran perspektif ini adalah meningkatkan kepuasan,retensi, akuisisi, dan loyalitas pelanggan dari layanan jasa yang diberikan. Padapesrpektif ini penulis menggunakan ukuiran kepuasan pelanggan denganpertimbangan bahwa retensi, akuisisi, dan profitabilitaspelanggan ditentukan olehusaha perusahaan untuk dapat memuaskan berbagai kebutuhan pelanggan. Pertanyaan dalam kuesioner pada Lampiran 3 tersebut disusun berdasarkanbeberapa aspek sebagai berikut : TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 61. a. Aspek kepuasan konsumen (consumer satisfaction) yang terdiri dari : 1. Garansi produk yang dipasarkan 2. Kejujuran karyawan b. Aspek wujud (tangibles) yang terdiri dari: 1. Fasilitas 2. Ketetapan waktu urea masuk c. Aspek keandalan (reliability) 1. Kedisiplinan 2. Pelayanan d. Aspek daya tanggap (responsiveness) 1. Kecepatan dalam menanggapi komplain 2. Keilmuan yang dimiliki karyawan e. Aspek jaminan (assurance) 1. Kesopanan 2. Kepercayaan f. Aspek perhatian (empathy) 1. Menjaga hubungan antar karyawan dan pelanggan 2. Keutamaan yang diharapkan oleh pelanggan Untuk mengukur kepuasan pelanggan dilakukan pengambilan sampel.Pemilihan sampel untuk mengetahui kepuasan pelanggan dengan menggunakanmetode Non-Probability Sampling. Jumlah kuesioner yang dibagikan kepadapelanggan sebanyak 38 dan semuanya memenuhi syarat untuk diolah, sedangkantotal pertanyaan dalam kuesioner adalah sebanyak 18 pertanyaan. Untukpengujian validitas dengan metode pearson correlation dilakukan denganmenggunakan program SPSS versi 16.00 for windows. Setelah dilakukan ujivaliditas ternyata dari keseluruhan pertanyaan dianggap valid. Hasil uji reabilitas untuk 18 pertanyaan dalam kuesioner menghasilkan nilaicronbah’s alpha sebesar 0.541 ini menunjukkan bahwa kuesioner sangat realible,apabila digunakan untuk mengukur kembali objek yang sama, yang menunjukkanlebih besar dari 0,3 setiap pengujian validitas statistik industri (S. Sinulingga,2011). TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 62. Berdasarkan interval data yang didapatkan, maka kategori pada Lampiran 5telah diperoleh valid. Berdasarkan hasil perhitungan atas kuesioner yangdiedarkan akan diketahui berada diposisi manakah tingkat kepuasan pelangganPT. Pupuk Iskandar Muda (PIM). Standar minimal yang ditetapkan adalahdidasarkan pada skala yang digunakan untuk pengolahan data, dengan minimalmencapai nilai 2226, dengan tingkat skor B “setuju” atau berada pada intervalantara 2053 – 2736.4.1.3 Pengukuran kinerja pada perspektif proses bisnis internal (Internal process business perspective) PT. Pupuk Iskandar Muda telah melakukan perbaikan di dalam perspektifpembelajaran dan pertumbuhan melalui peningkatan proses inovasi, prosesoperasi urea, serta layanan purna. Hal ini menghasilkan penurunan tingkatperputaran karyawan dan peningkatan produktivitas karyawan. Pengembanganperspektif pembelajaran dan pertum buhan, memungkinkan PT. Pupuk IskandarMuda untuk meningkatkan kinerja perspektif proses bisnis internal.Tabel 4.4 Aspek perspektif proses bisnis internal Akhir tahun Akhir tahun Akhir tahun Aspek 2009 2010 2011Jumlah Produksi Urea 447.182,25 2.164.206,35 2.824.624,35 (ton)Waktu Proses Urea 7615,76 5698,56 6565,56(jam)Waktu Keseluruhan 8760,00 7203,60 8760,00Proses Urea (jam)Penjualan Urea 1.588.011.016 1.419.415.006 1.415.226.011(Rp.000)Jumlah Konsumen 708 711 717(Distributor)Sumber: PT. PIM, 20125) Proses Inovasi, meliputi menilai tingkat inovasi pembaharuan dalam memperoleh nilai harga operasi urea dengan membandingkan harga jual TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 63. urea dengan jumlah produksi tiap tahunnya (nilai harga produksi semakin rendah). 1.588.011.016.000 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑛𝑜𝑣𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 2009 = = 3551,13 (𝑅𝑝/𝑡𝑜𝑛) 447.185.250 1.419.415.006.000 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑛𝑜𝑣𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 2010 = = 655,86 (𝑅𝑝/𝑡𝑜𝑛) 2.164.206.350 1.415.226.011.000 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝐼𝑛𝑛𝑜𝑣𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 2011 = = 501,03 (𝑅𝑝/𝑡𝑜𝑛) 2.824.624.350 Berdasarkan hasil perhitungan pada proses inovasi setiap tahun, maka dapatdilihat grafik garis pada Gambar 4.8. 4000 3000 2000 Rp/ton 1000 0 Proses Inovasi Proses Inovasi Proses Inovasi 2009 2010 2011 Gambar 4.8 Diolah, grafik garis Procces Innovasi menurun nilai jual tiap tahun dengan skor A Berdasarkan hasil analisa dan Gambar 4.8 grafik garis proses inovasi sangatmembaik dari aspek inovasi harga operasi urea, dari tahun 2009 ke tahun 2010harga urea turun lebih murah Rp.2895,27/ton, serta pada tahun 2011 harga yangdiproduksi menurun sehingga mendapatkan nilai yang lebih memuaskan mencapaiRp. 154,83/ton. Di sisi lain perusahaan yang mengalami penurunan harga produksi, yangmemiliki banyak menguntungkan, akan tetapi pelanggan sangat menunggu akanhal ini, penulis sebagai pemihak menjadi konsumen mengharap, perusahaanmemberikan harga yang jauh baik yakni harga jual yang murah.6) Waktu Proses Operasi (Processing Time), meliputi jumlah produksi pupuk urea dengan melihat perbandingan jumlah produksi urea dengan jumlah waktu operasi tiap tahun dengan persentase. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 64. 447.185.250 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 2009 = = 58.718,40 ton/tahun 7615,76 2.164.206.350 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 2010 = = 379.781,27 ton/tahun 5698,56 2.824.624.350 𝑃𝑟𝑜𝑐𝑒𝑠𝑠𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑖𝑚𝑒 2011 = = 430.218,34 ton/tahun 6565,56 Berdasarkan hasil perhitungan pada waktu operasi setiap tahun, maka dapatdilihat grafik garis pada Gambar 4.9. 600000 400000 200000 ton/jam 0 Proses Time Proses Time Proses Time 2009 2010 2011 Gambar 4.9 Diolah, grafik garis Processing Time meningkat setiap tahunnya diberikan skor A Berdasarkan hasil analisa dan Gambar 4.9 grafik garis di atas waktu prosesoperasi sangat membaik dari aspek waktu proses waktu operasi sangat signifikandari tahun 2009 ke tahun 2010 karena unit PIM2 sudah mulai aktif walaupunmasih dalam pengujian belum aktif sepenuhnya. Dengan 2 unit pengolahan pabrik pupuk yakni PIM1 dan PIM2 hasilmanufacture PT. PIM 2010 menghasil jauh lebih banyak pupuk naik 321.062,87ton/tahun dari 2009. Sedangkan tahun 2011 jumlah pupuk urea yang dihasilkan50.437,07 ton/tahun, dengan ini menunjukkan rata-rata penambahan produksisetelah dibukannya PIM2 adalah lebih kurang 50.000 ton/tahunnya hasil yangbaik agar pupuk urea bersubsisi dari pemerintah BUMN dapat dirasakan olehmasyarakat Aceh.7) Proses Layanan Purna meliputi pererat hubungan perusahaan dan konsumen. 447.185.250 Layanan Purna 2009 = = 631.617,59 ton/konsumen 708 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 65. 2.164.206.350 Layanan Purna 2010 = = 3.043.890,79 ton/konsumen 711 2.824.624.350 Layanan Purna 2011 = = 3.939.503,97 ton/konsumen 717 Berdasarkan hasil perhitungan pada layanan purna tahun, maka dapat dilihatgrafik garis pada Gambar 4.10. 6000000 4000000 2000000 unit/konsumen 0 Purna Jual Purna Jual Purna Jual 2009 2010 2011 Gambar 4.10 Diolah, grafik garis proses layanan meningkat diberikan skor A Berdasarkan hasil analisis dan Gambar 4.10 grafik garis di atasmenunjukkan layanan purna hubungan pertumbuhan produk urea yang disalurkankepada konsumen sangat meningkat setiap tahunnya, dari tahun 2009 ke tahun2010 meningkat tajam akibat PIM2 telah aktif 2.412.273,2 ton/konsumen tiaptahun, sedangkan dari tahun 2010 ke tahun 2011, 895.613,18 ton/konsumen tiaptahunnya. Dan lantas tidak dapat dipungkiri lagi bahwa semakin banyak produksi yangdihasilkan semakin murah nilai penjualan agar masyarakat Aceh menikmatimanufacture PT. PIM di Provinsi Aceh, dalam upaya meningkatkan kesejahteraanpetani.8) Analisa MCE (Manufacturing Cycle Efficiency) 7615,76 MCE 2009 = x 100 % = 86,94 % 8760,00 5698,56 MCE 2010 = x 100 % = 79,11 % 7203,60 6565,56 MCE 2011 = x 100 % = 74,95 % 8760,00 Berdasarkan hasil perhitungan pada MCE setiap tahun, maka dapat dilihatgrafik garis pada Gambar 4.11. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 66. 90 85 80 75 % 70 65 MCE 2009 MCE 2010 MCE 2011 Gambar 4.11 Diolah, grafik garis MCE menurun diberikan skor D Berdasarkan hasil perhitungan dan Gambar 4.11 grafik garis MCE makaperbandingan antara waktu produksi dengan jangka waktu yang diperlukan dalamproduksi untuk tahun 2009 sebesar 86,94%, tahun 2010 sebesar 79,11% dan tahun2011 sebesar 74,95% karena tingkat produksi yang masih rendah. Saat produksiwaktu pada tahun 2009 lebih optimal pengerjaan produk dikarenakan pada semuasistem di unit PIM1 tidak banyak terjadi lead time, down time dan break down. Pada tahun 2010 uji coba yang baik sehingga PIM1 mengoptimalkan unitPIM2 saat produksi dengan mesin PIM2 yang masih baru dan teknologi yangsemakin canggih dan dibantu oleh tenaga ahli dari luar, dalam penggunaan mesin,sehingga produksi dapat dikatakan baik produksi sistem langkah yang digunakanpada mesin-mesin tertentu walaupun karyawan tetap belum mempunyaikemampuan teknologi mesin terbaru. Pada tahun 2011 hal yang sama dalam uji mesin PIM2 yang masih baru danteknologi yang baru, proses produksi terbaru ini karyawan belum mampumemproduksi secara tepat, dikarenakan softskill yang dapat dikatakan rendahyang butuh dengan pelatihan teknologi mesin industri modern.4.1.4 Pengukuran kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth perspective) PT. PIM. PT. Pupuk Iskandar Muda sangat mengabaikan jasa produktivitas kinerjakaryawannya, secara langsung penulis tertarik memilih karyawan dalamperspektif tumbuh dan berkembang untuk di analisa. Dan berikut aspek-aspekdalam menganalisa prespektif tumbuh dan berkembang PT. PIM dapat dilihatpada Tabel 4.5. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 67. Tabel 4.5 Aspek perspektif pembelajaran dan pertumbuhan Akhir tahun Akhir tahun Akhir tahun Aspek 2009 2010 2011Jumlah Seluruh Karyawan 1115 1073 1169Jumlah Karyawan Pelatihan 70 70 70Jumlah Karyawan Absen 510 509 386Jumlah Karyawan Kecelakaan 2 6 2Sumber: PT. PIM, 2012 Dari aspek pada Tabel 4.5 penulis akan menghitung dengan formulaperspektif keuangan:1) Employe Turnover melihat pertumbuhan karyawan setiap tahunnya 1115 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 2009 = 𝑥 100% = 100 % 1115 1073 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 2010 = 𝑥 100% = 96,23 % 1115 1169 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑢𝑟𝑛𝑜𝑣𝑒𝑟 2011 = 1073 𝑥 100% = 108,94 % Berdasarkan hasil perhitungan pada employe turnover setiap tahun, makadapat dilihat grafik garis pada Gambar 4.12. 110 105 100 95 90 (%) 85 Employee Employee Employee Turnover 2009 Turnover 2010 Turnover 2011 Gambar 4.12 Diolah, grafik garis employe turnover meningkat dari tahun lalu dengan skor B Berdasarkan hasil analisa dan Gambar 4.12 grafik garis pertukarankaryawan menurun tajam infeksi yang terjadi pada aspek tersebut yang telahanalisa penulis yang mendapatkan skor yang tidak baik, mungkin disebabkankurangnya karyawan di PT. PIM, sehingga mengakibatkan indikator-indikatortertentu akibat kurang karyawan yakni berkurangnya karyawan dri tahun 2009 ketahun 2010 adalah sebanyak 3,77%. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 68. Dalam upaya semakin baik PT. PIM merekrut karyawan baru pada akhirtahun 2010 sehingga dapat dipekerjakan pada tahun 2011, hasil rekrut tersebutmenambah karyawan di PT. PIM sehingga mencapai persentase 12,71% karyawandicukup baik untuk memperbaiki kinerja jasa karyawan di PT. PIM.2) Employee Training mengukur peningkatan mutu karyawan dengan membandingkan jumlah karyawan yang telah diberi pelatihan dengan jumlah total karyawan setian tahunnya 70 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑟𝑎𝑖𝑛𝑖𝑛𝑔 = 𝑥 100% = 6,27 % 1115 70 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑟𝑎𝑖𝑛𝑖𝑛𝑔 = 𝑥 100% = 6,52 % 1073 70 𝐸𝑚𝑝𝑙𝑜𝑦𝑒𝑒 𝑇𝑟𝑎𝑖𝑛𝑖𝑛𝑔 = 𝑥 100% = 5,99 % 1169 Berdasarkan hasil perhitungan pada employee training setiap tahun, makadapat dilihat grafik garis pada Gambar 4.13. 6,6 6,4 6,2 6 % 5,8 5,6 Employee Training Employee Training Employee Training 2009 2010 2011 Gambar 4.13 Diolah, grafik garis employee training diberikan skor D Berdasarkan hasil analisa dan Gambar 4.13 grafik garis menunjukkansebaiknya karyawan yang mengikuti pelatihan adalah keseimbangan persentaseseluruh karyawan dengan persentase karyawan baru harus menitik beratkan sistemSumber Daya Manusia (SDM) pola kinerja lebih baik, agar etos kerja semakinmeningkat. Dari tahun 2009 ke tahun 2011 naik persentase yang mengikuti pelatihanhanya 0,25% saja, bahkan di tahun 2011 semakin merosot berkurang lagi 0,26% TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 69. dari tahun 2010, seharusnya PT. PIM menyadari memberi pelatihan terhadapkaryawannya itu sangat penting.3) Absenteeism karyawan. 510 𝐴𝑏𝑠𝑒𝑛𝑡𝑒𝑒𝑖𝑠𝑚 2009 = 𝑥 100% = 45,73 % 1115 509 𝐴𝑏𝑠𝑒𝑛𝑡𝑒𝑒𝑖𝑠𝑚 2010 = 𝑥 100% = 47,43 % 1073 386 𝐴𝑏𝑠𝑒𝑛𝑡𝑒𝑒𝑖𝑠𝑚 2011 = 𝑥 100% = 33,02 % 1169 Berdasarkan hasil perhitungan pada absesnsi setiap tahun, maka dapatdilihat grafik garis pada Gambar 4.14. 50 40 30 20 % 10 0 Absen 2009 Absen 2010 Absen 2011 Gambar 4.14 Absenteeism semakin kecil setiap tahun diberikan skor B Berdasarkan hasil analisa dan grafik garis di atas menunjukkan absenkaryawan pada tahun 2009 ke tahun 2010 kurang baik absen yang disebabkanoleh seluruh karyawan PT. PIM adalah 1,7% dan tahun 2011 mampu buktikanbahwa karyawan PT. PIM memiliki tanggung jawab sebagai karyawan yang baikdan loyalitas dalam bekerja. Seluruh karyawan mengupayakan seminim mungkindalam ketidakhadirannya dalam bekerja sehingga absensi karyawan turun yangsangat fantastis hingga 14,41%.4) Accident karyawan. 2 𝐴𝑐𝑐𝑖𝑑𝑒𝑛𝑡 = 𝑥 100% = 0,18 % 1115 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 70. 6 𝐴𝑐𝑐𝑖𝑑𝑒𝑛𝑡 = 𝑥 100% = 0,56 % 1073 2 𝐴𝑐𝑐𝑖𝑑𝑒𝑛𝑡 = 𝑥 100% = 0,17 % 1169 Berdasarkan hasil perhitungan pada kecelakaan setiap tahun, maka dapatdilihat grafik garis pada Gambar 4.15. 0,6 0,5 0,4 0,3 0,2 % 0,1 0 Accident 2009 Accident 2010 Accident 2011 Gambar 4.15 Accident lebih baik dari tahun sebelumnya dengan skor B Berdasarkan hasil analisa dan grafik garis di atas menunjukkan kecelakaanpada tahun 2010 sangat memprihatinkan memiliki SDM etos kerja yang kurangbaik yang dikibatkan kurang pelatihan yang layak tidak semua diberikan pelatihankhusus kepada karyawan tersebut sehingga dapat diketahui tahun 2010 mencapai0,38% kecelakaan dari tahun tahun 2009, sedangkan tahun 2011 PT. PIMmempunyai kesadaran dalam sikap kerja di pabrik industri besar ini menurunhingga 0,39%.5) Empolyee Satisfaction Index Tingkat kepuasan karyawan atau pegawai merupakan hal yang sangatmempengaruhi produktivitas kerja, daya tanggap, mutu, dan layanan terhadapkonsumen. Oleh sebab itu, kepuasan karyawan merupakan hal yang sangatpenting untuk diketahui. Untuk mengukur kepuasan karyawan dilakukan.penyebaran kuesioner. Pertanyaan dalam kuesioner dapat dilihat pada Lampian 4 tersebut disusunberdasarkan beberapa aspek sebagai berikut: a. Aspek keuangan yang terdiri dari: 1. Gaji TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 71. 2. Waktu pemberian gaji b. Aspek pengembangan dalam bekerja yang terdiri dari: 1. Memberikan kesempatan kepada karyawan yang mampu melakukan pekerjaan yang memuaskan untuk meniti jenjang karir selanjutnya memberikan perhatian dan penghargaan jika karyawan memberikan kemajuan bagi perusahaan. 2. Melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan. 3. Manajemen perusahaan c. Aspek kinerja Pekerjaan 1. Kedisiplinan 2. Fasilitas 3. Izin (absen) Untuk mengukur tingkat kepuasaan karyawan maka dilakukan pengambilansampel. Pemilihan sampel untuk mengukur kepuasaan karyawan adalah metodenon-probability. Dimana penentuan besaran sampel merupakan pertimbangan daripenulis atau masukan dari yang dianggap ahli (judgement sampling). Jumlahkuesioner yang dibagikan sebanyak 38 memenuhi syarat untuk diolah, sedangkantotal pertanyaan dalam kuesioner adalah sebanyak 19 pertanyaan. Untuk pengujian validitas dengan metode pearson correlation dilakukandengan menggunakan program SPSS versi 16.00 for windows. Setelah dilakukanuji validitas ternyata dari keseluruhan pertanyaan dianggap valid. Hasil ujireabilitas untuk 19 pertanyaan dalam kuesioner menghasilkan nilai cronbah’salpha sebesar 0.854 ini menunjukkan bahwa kuesioner sangat realible, apabiladigunakan untuk mengukur kembali objek yang sama, maka hasil yangditunjukkan relatif tidak berbeda, menunjukkan lebih besar dari 0,3 (S.Sinulingga, 2011) setiap pengujian validitas statistik industri. Berdasarkan interval data yang didapatkan, maka kategori di Lampiran 6telah diperoleh. Berdasarkan hasil perhitungan atas kuesioner yang diedarkanakan diketahui berada diposisi manakah tingkat kepuasan pelanggan PT. PIM.Standar minimal yang ditetapkan adalah didasarkan pada skala yang digunakan TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 72. untuk pengolahan data, dengan minimal mencapai nilai 2823, dengan tingkat skorB “setuju” atau berada pada interval antara 2167-2888. Hal ini berarti perusahaan sudah mampu mencapai indeks kepuasankaryawan kinerja perusahaan jika dilihat dari pengukuran ini adalah perusahaantelah mencapai kinerja yang diharapkan. Walaupun memenuhi target kinerja yangdiharapkan, akan tetapi indeks ini masih dapat ditingkatkan lagi pada tahun yangakan datang dengan lebih memperhatikan aspek-aspek yang menjadi perhatiandalam kepuasan karyawan.4.2 Hasil Analisis Pengukuran Balanced Scorecard, Skor Kinerja Balanced Scorecard dan Solusi Seluruh Perspektif Kinerja PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM). Pada Subbab ini mengurai, akumulasi pengukuran seluruh hasil analisispada metode Balanced Scorecard, mengakumulasi hasil skor seluruh perspektifmetode Balanced Scorecard dan memberikan solusi seluruh perspektif.4.2.1 Hasil Analisis Pengukuran Balanced Scorecard Hasil analisis pengukuran seluruh perspektif-perspektif metode BalancedScorecard pada dilihat pada Tabel 4.6. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 73. Tabel 4.6 Hasil Pengukuran Balanced Scorecard Hasil yang dicapai Score N Jenis Perspektif o 2009 2010 2011 Card Perspektif Keuangan (financial perspective) ROA (%) 1,37 6,31 15,73 A 1 ROI (%) 32,24 141,52 354,40 A Profit Margin (%) 3,78 18,62 46,78 A Current Ratio (%) 129,33 102,95 119,31 B Perspektif Pelanggan (customer perspective) Pemerolehan pelanggan 1,56 0,42 0,83 B 2 Tingkat Retensi Pelanggan 98,44 99,58 99,16 D Profitabilitas konsumen 6,88 17,20 11,42 D Kepuasan pelanggan Kuesioner B Perspektif Bisnis interal (internal process business perspective) Proses Inovasi (Rp/ton) 3551,13 655,86 501,03 A Waktu Proses Urea 58.718,40 379.781,27 430.218,34 A 3 (ton/thn) Proses Purna 631.617,59 3.043.890,79 3.939.503,97 A (ton/pelanggan) MCE (%) 86,94 79,11 74,95 D Perspektif belajar dan pertumbuhan (Learning and Growth perspective) Pertumbuhan karyawan 100 96,23 108,94 B (%) 4 Employee Training(%) 6,27 6,52 5,99 D Absenteeism (%) 45,73 47,43 33,02 A 6) Kecelakaan (%) 0,18 0,56 0,17 B 7) Kepuasan karyawan Kuesioner BSumber: Data diolah Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja PT. Pupuk IskandarMuda (PIM) secara keseluruhan mengalami peningkatan dan penurunan yangberubah-ubah antara tahun 2009 sampai tahun 2011. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 74. Jika kita melihat dari keseluruhan perspektif, perspektif keuangan PT. PIMmampu meningkatkan tajam dengan skor A yakni ROA, ROI dan profit marginyang tumbuh pesat setiap tahunnya sehingga aset, nilai keuangan masih dalamtahapan yang sangat baik, sedangkan current rasio PT. PIM masih dinilai belumbaik dalam mengambil sikap pembayaran hutang kendala yang terjadi pascadibukanya PIM2 sehingga, PT. PIM masih belum membayar hutang sepenuhnyadiakibatkan keperluan keuangan yang pajak atau iuran sekecil mungkin masihsangat dipertimbangkan untuk keperluan proses produksi pupuk di PT. PupukIskandar Muda (PIM).4.2.2 Skor Seluruh Perspektif-perspektif Metode Balanced Scorecard Setelah dianalisa dan diakumulasikan dapat diketahui skor seluruhperspektif Balanced Scorecard, dengan ketentuan dari Tabel 4.7. Tabel 4.7 Ketentuan penilaian skor seluruh perspektif. Nilai rata-rata Nilai 4,1 – 5,0 A 3,1 – 4,0 B 2,1 – 3,0 C 1,1 – 2,0 D 0,0 – 1,0 ESumber: Metode riset komunikasi, 2010Tabel 4.8 Hasil Akumulasi Balanced Scorecard Balanced ScorecardNO Nilai total Perspektif-perspektif BSC rata-rata 1 Perspektif keuangan 4,75 A 2 Perspektif pelanggan 3,00 C 3 Perspektif bisnis internal 4,25 A 4 Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 3,80 BSumber: Data diolah Berdasarkan hasil Akumulasi seluruh perspektif metode BalancedScorecard, maka dapat dilihat grafik garis pada Gambar 4.16 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 75. 5 4 3 Hasil 2 Metode 1 Balanced 0 Scorecard Perspektif Perspektif Perspektif Bisnis Perspektif Keuangan Pelanggan internal pertumbuhan dan pembelajaran Gambar 4.16 Diolah, grafik garis Balanced Scorecard PT. PIM Aceh Utara Dari grafik garis di atas adalah hasil analisa balanced scorecardmenunjukkan bahwa perspektif keuangan PT. PIM adalah memiliki nilai 4,75yaitu skor A, perspektif pelanggan PT. PIM memiliki nilai 3,00 dengan skor C,perspektif bisnis internal PT. PIM menunjukkan nilai 4,25 dengan skor A,sedangkan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran memiliki nilai 3,80 denganskor B.4.2.3 Mengupayakan Dalam Meningkatkan Produktivitas Kinerja Seluruh Perspektif Balanced Scorecard PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara. Penulis memberi solusi dalam meningkatkan produktivitas kinerja PT.Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara sebagai berikut: 1. Upaya yang dapat diperbaiki oleh PT. PIM dalam perspektif keuangan. Telah diketahui perspektif keuangan PT. PIM mendapatkan nilai skor yangsangat signifikan. Namun berarti, tidak menutup kemungkinan bisa saja keuanganbisa merosot tajam jika perusahaan tidak menjaga keuangannya, aspek yangmungkin sehingga keuangan dapat merosot dan solusi yang telah dilihat penulisdalam penelitian di PT.Pupuk Iskandar Muda adalah sebagai berikut: a. ROA PT. PIM sebaiknya dapat menyikapi anjuran pemerintah tentang penggunaan PT. ASEAN perusahaan telah yang tutup beberapa tahun silam yang juga memproduksi pupuk, ROA PT. PIM adalah sangat baik, tidak menutup kemungkinan PT. PIM dapat memproduksi pupuk lebih TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 76. banyak, sehingga memiliki aset yang lebih besar, dan PT. PIM juga memperbaiki spearpart PIM1dan PIM2 agar kinerja lebih baik. b. ROI PT. PIM sangat baik dalam menjaga tingkat pengembalian uang dari investasi modal yang telah di keluarkan, sehingga semakin cepat dalam pengembalian. Namun berarti ROI untuk tahun selanjutnya akan rentan dalam merosotnya di aspek ini. Sebaiknya PT. PIM mengupayakan investasi meningkatkan lebih besar pada tahun berikutnya, investasi ini menunjukkan modal yang produksi dalam pembayaran peralatan- peralatan pabrik, air, listrik dan peralatan pendukung lainnya. c. Profit Margin PT. PIM cukup mampu menjaga laba dari penjualan pupuk, laba tersebut sebaiknya lebih konstrasi pengadaan bahan baku Gas bumi dari PT. ARUN dan PT. Mobile Exxion yang dikhawatirkan dalam nilai kurs tukar rupiah, sebaik mungkin standar laba dari penjualan dan memantau nilai harga gas jika saat murah dan membeli dengan jumlah yang banyak. d. Current Ratio PT. PIM pada tahun 2010 dalam keadaan rugi, sehingga tahun 2011 mencoba meningkatkan kembali. Akibatnya PT. PIM mengupayakan keuangan sebaik mungkin yakni mengaktifkan PIM2 pada tahun 2010, yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebaiknya PT. PIM tidak hanya memproduksi sementara saja, karena PIM2 adalah aset masa depan oleh karena itu PT. PIM memberikan pelatihan kepada karyawan PIM2 lebih intensif lagi, sehingga produksi berjalan lebih baik dari PIM1. 2. Upaya yang dapat diperbaiki oleh PT. PIM dalam perspektif konsumen. Jika kita melihat dari keseluruhan perspektif keuangan yang sangat baik,akan tetapi PT. PIM belum mampu meningkatkan lebih konsumennya(distributor), aspek ini mendapat nilai yang kurang baik, padahal telah kita ketahuijumlah produksi semakin banyak tiap tahunnya dikarenakan PIM2 telah aktif TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 77. tahun 2010 silam, untuk perolehan pelanggan mendapatkan nilai baik yangmampu meningkatkan pelanggan dari tahun sebelumnya, tingkat mempertahankanpelanggan mendapatkan nilai yang buruk, nilai keuangan yang telah di jual darikomsumennya mendapatakan nilai yang pas-pasan, rata-rata kuesioner hanyamenilai kepuasan yang baik, tidak memperoleh nilai yang signifikan. PT. PIM dapat mengupayakan kebaikan terhadap pelanggan adalah sebagaiberikut: a. Memperbanyak pelanggan (distributor) pupuk urea, agar pelanggan tidak terlalu jerih menjual sehingga 3 kali lebih banyak setelah PIM2 dioperasikan. Akibat yang timbul jika tidak memperbanyak pelanggannya adalah pupuk yang dipaksakan oleh tiap konsumen yang lebih banyak sehingga pupuk mendapat nilai penambahan waktu menunggu dalam pemasarannya, sehingga pupuk lama habis oleh digunakan masyarakat Aceh dan mungkin akan rusak atau mengurangi nilai kadarnya dalam kemasan. b. Dalam kepuasan pelanggan dari kuosiner yang telah dibaca penulis, pertanyaan no. 4 dan no. 9 memiliki nilai yang sangat rendah yaitu: perusahaan memberikan fasilitas yang layak dalam pendistribusian pupuk, sehingga pupuk yang dipasarkan tidak rusak dan PT. PIM juga musti tanggap dalam membantu masalah pelanggan saat mendistribusi pupuk urea. 3. Upaya yang dapat diperbaiki oleh PT. PIM dalam perspektif bisnis interal. Jika kita melihat dari keseluruhan perspektif bisnis interal PT. PIM denganlaju sangat selalu semakin naikk setiap tahunnya. PT. PIM mampu memberikannilai inovasi yang sangat baik, harga yang semakin murah sehingga dapatmengobjektif segi harga yang masih tetap sama pada setiap tahunnya, walaupunnilai produksi lebih murah setiap tahunnya, selain itu PT. PIM dapatmengupayakan sebagai berikut: a. Sebaiknya PT. PIM menurunkan nilai harga pupuk yang di jual 50kg/sak adalah Rp. 86.250 kepada pelanggan (distributor) dikarenakan harga TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 78. tersebut juga termasuk mahal dan mungkin dapat dijual lebih murah kepada masyarakat, penulis tidak dapat menghitung berpa harga nilai setiap kilogram pupuk urea yang dihasilkan oleh PT. PIM. b. Sebaiknya dalam kemasan pupuk urea PT. PIM dapat memberi bermacam-macam pilihan penjualan yaitu pada kemasan yang lain mungkin dikurangi beratnya dan mempermurah nilai jualnya, sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga yang terjangkau, prosedur ini ditilik pada kuesioner pelanggan no.11. c. PT. PIM sebenarnya memiliki MCE (manufacturing cycle efficiency) yang baik hanya saja keterbatasan ilmu yang diperoleh karyawan PIM2. Sebaiknya pelatihan kemampuan teknologi mesin era komputerisasi wajib diperbanyak lagi. 4. Upaya yang dapat diperbaiki oleh PT. PIM dalam perspektif belajar dan pertumbuhan. Jika kita melihat dari keseluruhan perspektif belajar dan pertumbuhan setiaptahunnya belajar dari tahun sebelumnya, PT. PIM mampu menyisiati hal-hal yangdi anggap perlu dalam tumbuh dan belajar dari perusahaan perusahaan. Danpenulis merangkum pertumbuhan dalam perusahaan. a. PT. PIM pada tahun 2011 seakan merekrut karyawan hanya untuk menjaga kepopuleran yang dibukanya PIM2 sehingga melebihi nilai jumlah karyawan dari tahun 2009. Pada 2010 PT. PIM mengalami kekurangan karyawan yang telah dipensiunkan oleh PT. PIM karena usia senja yang telah tidak kondusif lagi untuk produktifitas dalam aktifitas dalam bekerja. Dalam hal ini PT. PIM sebaiknya mengupayakan agar membuka rekrutmen karyawan perusahaan, penulis melihat PIM2 masih kekurangan SDM akibat setiap unit-unit PIM2 belum aktif dalm produksinya, unit PIM2 masih membutuhkan karyawan dari PIM1. b. Aspek ini sangat rentan perusahaan, karyawan adalah tolak ukur yang sangat diperlukan diperusahaan. Saat ini PT. PIM belum berani mengambil sikapdari hasil keuangan dengan nilai skor sangat baik, yang TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 79. telah diperolah perusahaan, halnya penulis melihat PT. PIM terlalu irit penggunaan dana dalam penggunaan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM)nya. Dan terlihat pada tahun 2010 kecelakaan sangat tinggi dan diketahui karyawan yang mengalami kecelakaan adalah karyawan yang baru bekerja. Sebaiknya PT. PIM mengupayakan mengembangan SDM PT. PIM yang masih minim keilmuan pabrik, karyawan SDM adalah aset dalam perusahaan, karyawan belum mampu dalam mengoperasikan PIM2 dan karyawan baru juga belum paham dan berhati-hati dalam bekerja. c. PT. PIM mampu memberikan kepuasan berkerjanya sehingga laju meningkat terlihat pada kehadiran karyawannya yang semakin menjaga absennya dan pula sangat cocok pada kuesioner karyawan no.19 tentang pemberian izin/cuti sangat baik. PT. PIM sebaiknya sangat menjaga kehadirannya dengan cara memberikan kepuasan yang lebih baik dan atasan selalu memantau kedisiplinan karyawannya, sehingga tahun kedepannya dapat semakin baik dalam aktifitas bekerjanya.4.3 Perancangan Model Balanced Scorecard untuk PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara Penerapan sistem manajemen strategis berbasis Balanced scorecard (BSC)oleh PT. PIM dapat digunakan sebagai suatu sistem pengukuran kinerja yangsecara terus-menerus akan memantau keberhasilan penerapan strategi pabrik danmengukur kinerja pabrik secara komprehensif dan seimbang sehingga kinerjaperusahaan setiap saat dapat diketahui secara jelas. Dalam tahap awal perancangan BSC haruslah dibentuk tim kerja yangdipimpin oleh pimpinan dengan anggota dari berbagai bagian dalam pabriksehingga seluruh bagian dalam pabrik terwakili. Tim kerja ini akan didampingidan bekerja sama dengan Tim dari luar pabrik yang mengerti dan memahamikonsep ini secara baik dan benar. Dalam penulisan ini Tim kerja dari dalam pabriktidak dibentuk, oleh karenanya rancangan ini nantinya diharapkan dapat menjadi TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 80. model dasar BSC yang dapat diimplementasikan di PT. Pupuk Iskandar Muda(PIM) Aceh Utara.4.3.1 Penentuan Tujuan Strategis Dalam perencanaan tu juan strategis, strategi secara umum yang telahdirumuskan berdasarkan kebijakan manajemen. Visi, misi dan strategi perusahaanyang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai sasaran strategis (strategicobjectives). Untuk menterjemahkan strategi ke dalam langkah-langkah tindakan(operasional) yang komprehensif dan koheren diperlukan pendekatan Balancedscorecard (BSC). Dengan kerangka BSC visi, misi dan strategi perusahaankemudian diterjemahkan ke dalam empat perspektif sasaran strategis yaitu:finansial, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.Dari berbagai data yang ada dan hasil kuesioner dengan berbagai pihak di PT.PIM, maka langkah selanjutnya dari proses perancangan BSC, yaitu penentuansasaran-sasaran strategis di dalam setiap perspektif, dapat dilaksanakan. Adapun sasaran strategis tiap-tiap perspektif pada PT. PIM adalah sebagaiberikut: 1. Meningkatkan pendapatan perusahaan. Didasarkan pada tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan produk-produk jasanya dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan 2. Meningkatkan pangsa pasar Didasarkan pada jumlah pelanggan yang dapat dipertahankan dan meningkatnya jumlah pelangga yang bergabung ke PT. PIM. 3. Meningkatkan mutu pelayanan Didasarkan pada kepuasan pelanggan terhadap pelayanan jasa yang telah diterima. 4. Mengefektifkan proses operasi Didasarkan pada pada lima indikator yaitu Proses Inovasi, waktu operasi, proses layanan purnadan MCE untuk mencapai standar pelayanan prima. 5. Meningkatkan Produktifitas karyawan TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 81. Didasarkan pada seberapa jauh kemampuan pekerja dalam bekerja menghasilkan suatu produk/jasa. 6. Meningkatkan profesionalisme karyawan Didasarkan pada jumlah kegiatan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang perlu dimiliki oleh karyawan 7. Meningkatkan kepuasan karyawan Didasarkan pada kepuasan karyawan terhadap PT. PIM. Berikut hasil sasaran strategis untuk setiap pada PT. PIM dapat dilihat padaTabel 4.9 berikut. Tabel 4.9 Sasaran strategis perspektif Balanced Scorecard Perspektif Sasaran strategiKeuangan Meningkatkan pendapatan Meningkatkan pangsa pasarPelanggan Meningkatkan mutu pelayanan Mengefektifkan proses operasiProses bisnis internal Meningkatkan produk pupuk Meningkatkan produktifitas karyawanPembelajaran dan pertumbuhan Meningkatkan profesional karyawan Meningkatkan kepuasan karyawanSumber: Diolah, kualitatif4.3.2 Tolak Ukur Balanced Scorecard PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara Dalam memilih tolak ukur yang akan digunakan tentu saja harusdiperhatikan keterkaitan antara visi, misi dan tujuan PT. PIM sebagaimana telahdisebutkan diatas dan lebih penting lagi adalah diukurnya keberhasilanpencapaian sasaran-sasaran strategis yang telah dipilih serta dipahaminya tolakukur tersebut oleh seluruh bagian pabrik paling tidak oleh bagian atau karyawanyang bertanggung jawab terhadap setiap ukuran yang dipilih. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 82. Berbagai tolak ukur yang dipilih dalam perancangan BSC PT. PIM inidiuraikan sebagai berikut: A. Perspektif Keuangan Sasaran strategi PT. PIM dalam perspektif keuangan adalah untuk meningkatkan pendapatan. Jadi tolak ukur keuangan dijadikan sebagai tolak ukur kinerja bisnis yang utama. Tolak ukur ini dapat digunakan untuk menilai keberhasilan pencapaian sasaran strategis PT. PIM dalam hal pendapatannya, yaitu: Return On Asset (ROA), Return On Investment (ROI), Profit Margin dan Current Ratio. B. Perspektif Pelanggan Sasaran strategi dalam perspektif pasien meliputi: Meningkatkan pangsa pasar dan memingkatkan mutu pelayanan kepada konsumen, dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan juga mempertahankan pelanggan yang ada serta meningkatkan jumlah pelanggan baru. Dengan demikian, tolak ukur yang tepat untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran strategis dalam perspektif pelanggan adalah: Tingkat pemerolehan pelanggan (Customer Acquistion), Tingkat Retensi Pelanggan (Customer Retention), Profitabilitas konsumen dan Tingkat Kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index). C. Perspektif Proses Bisnis Internal Perspektif ini memiliki satu sasaran strategis, yaitu mengefektifkan proses operasi. Dengan demikian, tolak ukur yang tepat untuk mengukur keberhasilan pencapaian sasaran strategis dalam perspektif proses bisnis internal adalah tercapainya standar pelayanan lebik baik pada: Proses Inovasi, Waktu Proses Operasi (Processing Velocity Time), Proses Layanan Purna (customer service), dan Analisa MCE (Manufacturing Cycle Efficiency). D. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Terdapat tiga sasaran strategis dalam perspektif pertumbuhan dan pembelajaran ini, yaitu: TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 83. 1. Meningkatkan produktivitas, peningkatan produktivitas akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan pabrik. 2. Meningkatkan profesionalisme karyawan pada kerja akan berdampak positif terhadap standar pelayanan semakin baik pertumbuhan karyawan, karyawan yang ikut pelatihan, absensi, kecelakaan dan keppuasan karyawan. Dan hal ini akan berdampak positif pula terhadap peningkatan kepuasan pasien yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan pabrik 3. Meningkatkan kepuasan karyawan. Ketiga sasaran strategis tersebut akan menunjang keberhasilan pencapaiansasaran-sasaran strategis di ketiga perspektif diatas. Tolak ukur utama ketigasasaran strategis ini adalah kepuasan karyawan yang dapat dilakukan denganmelakukan survei kepuasan karyawan sebagai penunjang. Tolok ukur yang tepatuntuk digunakan dalam mengukur pencapaian sasaran strategis pertama adalah:Peningkatan Pendapatan Pabrik, Jumlah pelatihan karyawan, Tingkat kepuasankaryawan. Pada hakikat kepuasan dalam hal ini adalah ukuran seberapa banyakharapan-harapan karyawan dapat terpenuhi dibandingkan dengan persepsi merekaterhadap apa yang telah diperoleh dari perusahaan, termasuk kompensasi, dansuasana kerja. Dengan demikian tolak ukur ini dapat ditentukan melalui surveiterhadap kepuasan karyawan. Dari pembahasan diatas, maka pengembangan model penggunaan Balancedscorecard untuk PT. PIM secara keseluruhan adalah dapat dilihat pada Gambar4.15. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 84. Keuangan 1. ROA 2. ROI 3. Profit Margin 4. Curren RasioPelanggan Proses Bisnis Internal1. Pemerolehan pelanggan 1. Proses Inovasi VISI DAN 2. Waktu Proses Operasi2. Retensi Pelanggan STRATEGI3. Profitabilitas konsumen 3. Proses Layanan Purna4. Kepuasan pelanggan 4. Analisa MCE Pembelajaran dan pertumbuhan 1. Pertumbuhan karyawan 2. Karyawan training 3. Absensi 4. Kecelakaan 5. kepuasan karyawan Gambar 4.17 Model Balanced Scorecard PT. Pupuk Iskandar Muda Menterjemah visi dan misi PT Pupuk Iskandar Muda adalah sebagai berikut:Pandangan balanced scorecard:Visi : Penulis menilai, visi yang dilaksanakan saat ini, dapat dikatakan relevan terbukti dengan perkembangan teknologi saat ini PT. PIM memulai produksi PIM2 sehingga mampu memproduksi pupuk lebih banyak.Misi : 1. Penulis menilai baik, sesuainya dalam standar, sistem manajemen mutu sertifikat (ISO-9001:2000) tahun 1994 dan pengembangan tahun 2003 dalam implemtasinya, dan sertifikat manjemen mutu lingkungan (ISO- 14001:1996) pada tahun 1998 dan 2002 mempertahankan dan implemantasi pabrik serta SNI 02-2801-1998 untuk mutu urea kapsul (prill) dan mutu urea butir (granular) 2. Penulis menilai baik, kesesuaian hasil produksi yang bersubsidi masyarakat. 3. Penulis menilai masih belum baik, karena sekitar lingkungan Krueng Geukuh masih tercium bau gas ammoniak, sangat rantan pada TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 85. masyarakat sekitar dan jalan lintas Sumatera sangat mengganggu aktifitasnya, walaupun telah mendapatkan sertifikat manajemen mutu lingkungan dan hasil kuesioner karyawan lebih cenderung menilai skor Baik dalam pengisian, tapi penulis saat penelitian tinggal di wilayah pabrik. 4. Penulis menilai masih belum baik, hasil kuesioner belum memuaskan pelanggannya, belum dapat memberi pilihan pemasaran produk pupuk subsidi yang lebih terjangkau dan segi karyawan yang dilihat oleh pelanggan produktifitas kerja karyawan pabrik masih kurang ilmu pengetahuan, serta skill berkerjamasih minim akibat kurangnya pelatihan yang diberi oleh perusahaan. Selanjutnya berdasarkan hasil diskusi dalam penentuan tujuan strategisperusahaan, kemudian dilakukan pengelompokan tujuan strategis kedalam empatperspektif yang ada di dalam konsep Balanced Scorecard. Dalam penerapankonsep Balanced Scorecard, masing-masing tujuan strategis harus memiliki polahubungan keterkaitan yang membentuk suatu diagram model keterkaitan strategisperusahaan. Dengan meningkatkan kepuasan karyawan dan juga kemampuankaryawan melalui berbagai macam pelatihan diharapkan dapat memberikanmasukan untuk perbaikan kinerja perusahaan, dan dengan peningkatankemampuan karyawan yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkanproduktifitas karyawan, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan yangdihasilkan, yang nantinya juga diharapkan dapat mengefektifkan proses operasi.Dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang dihasilkan diharapkan dapatmemberikan peningkatan kepuasan pelanggan, serta dapat meningkatkan pangsapasar. Dengan mengefektifkan proses operasi diharapkan dapat meningkatkanefisiensi dan tercapainya standar pelayanan lebih baik. Dengan meningkatkanpangsa pasar serta memberikan kepuasan terhadap harapan pelanggan diharapkandapat menambah jumlah pelanggan baru dan dapat mempertahankan pelangganlama, dengan bertambahnya jumlah pelanggan secara langsung diharapkan akan TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 86. meningkatkan pendapatan pabrik. Pertimbangan dalam pemilihan strategi iniadalah kesesuaian dengan visi dan misi pabrik. Dimana untuk dapat mencapai visidan misi pabrik seperti tersebut di atas maka pabrik harus terus berkembang. Gambaran hubungan sebab akibat dari rancangan model penggunaanBalanced Scorecard PT. Pupuk Iskandar Muda dari berbagai sasaran strategis dantolak ukur yang telah dipilih adalah sebagaimana terdapat pada Gambar 4.16. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 87. Ukuran strategis Sasaran Strategis Indikator Akibat Indikator SebabPerspektif KeuanganK1 = Meningkatkan ROA Mencampur hasilPendapatan sebab-akibat ROI Profit MarginPerspektif Pelanggan Current Rasio Peningkatan MempertahankanP1 - Meningkatkan pangsa Jumlah pelanggan pelanggan lamapasar dan bertambahnya pelanggan baruP2 – Meningkatkan mutupelayanan Kepuasaan Survei kepuasan Pelanggan pelangganPerspektif Intenal Bisnis Proses TercapainyaIB1 - Mengefektifkan standar Inovasi,Waktuproses operasi Proses Operasi, pelayanan Proses LayananIB2 – Peningkatan produk Purna terbaikpupukPerspektif Pertumbuhan dan Analisa MCEPembelajaranPP1 - Meningkatkan Penjualan/karyawan Peningkatanproduktifitas pendapatankaryawan pabrikPP2 - Meningkatkan Kemampuan Peningkatan jumlahprofesionalisme karyawan pelatihan bagikaryawan karyawanPP3 – Meningkatkan Kepuasan Survei kepuasanKepuasanKaryawan karyawan karyawan Gambar 4.18 Hubungan Sebab akibat Balanced Scorecard PT. PIM Berdasarkan hasil pengukuran kinerja PT. Pupuk Iskandar Muda denganmetode Balanced scorecard dapat diketahui secara komprehensif dan koheren TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 88. tingkat kinerja PT. PIM dari keempat perspektif, bukan hanya perspektifkeuangan saja yang hasil dicapai tergolong baik. Perspektif-perspektif yang lainseperti: perspektif pelanggan, naiknya retensi pelanggan dari tahun 2010 ke tahun2011 dan rendahnya profitabilitas konsumen di tahun 2011 sanagt mrosottajam.Perspektif proses bisnis internal seperti rendahnya MCE, sehingga konsepteknologi industri yang rendah. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sepertirendahnya karyawan pada 2010 dan pertumbuhan karyawan 2010 yang tidakdimanfaatkan secara maksimal, sehingga butuh perhatian khusus dalamkeahliannya. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh pabrik yang mengakibatkanmenurunnya tidak efektif dalam segi pelanggan dan karyawan pabrikasi harussegera ditangani dan diperbaiki, karena kelemahan-kelemahan yang ada padaperspektif yang lain tersebut, akan berpengaruh terhadap perspektif keuanganyang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan pabrik masa depan, yang saatini PT. PIM sering menompang dana dan hutang dari pemerintah. Jadi dengan adanya penerapan metode Balanced Scorecard, semua itu dapatdiketahui sejak awal dan segera dapat diambil tindakan perbaikan. Sehingga PT.Pupuk Iskandar Muda (PIM) dapat tetap eksis dalam persaingan global danbahkan dapat terus meningkatkan kinerjanya. Untuk mencapai keseimbangan (Balanced Scorecard) keempat perspektifdalam meningkatkan kinerja PT. PIM, maka pabrik harus melakukan perbaikankinerja disemua aspek, dengan mengambil langkah-langkah atau tindakan yangdapat mendukung tercapainya peningkatan yang diinginkan. Adapun usulan ataupun rekomendasi perbaikan yang berkaitan denganmasalah tersebut diatas dapat dilihat pada Tabel 4.10. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 89. Tabel 4.9 Usulan Perbaikan Perspektif Usulan Perbaikan 1. Melakukan upaya untuk meningkatkan nilai pendapatan perusahaan dengan mengembangkan jenis kemasan yangKeuangan baru dengan harga terjangkau. 2. Meminimalisasi harga penjualan. 3. Efisiensi biaya hutang-piutang. 1. Mempertahankan pelanggan tidak terikat. 2. Meningkatkan jumlah pelanggan baru hingga pelosok Aceh. 3. Menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan.Pelanggan 4. Memberi fasilitas yang memuaskan bagi pelanggan. 5. Kecepatan respon dalam menangani keluhan pelanggan. 6. Meningkatkan mutu jasa pelayanan. 7. Survei kebutuhan dan harapan pelanggan. 8. Evaluasi kepuasan pelanggan (kuesioner) tertentu. 1. Memberi inovasi roduksi. 2. Menurunkan harga pupuk. 3. Menurunkan jumlah pasokan pupuk yang terlalu besar.Proses Bisnis 4. Meningkatkan kunjungan pihak pabrik ke pelanggan.Internal 5. Rekayasa produk pelayanan pupuk yang bervariasi. 6. Selalu mengikuti perkembangan teknologi. 7. Optimalisasi pelayanan. 1. Meningkatkan kemampuan karyawan dengan melakukan pelatihan karyawan yang lebih banyak dan terjadwal. 2. Meningkatkan kepedulian karyawan terhadap kualitas pelayanan. 3. Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja.Pembelajaran dan 4. Menjalin komunikasi yang baik antara karyawan danPertumbuhan pelanggan. 5. Diklat bagi karyawan yang masih baru. 6. Membangun budaya kerja. 7. Penilaian SDM secara rutin. 8. Perbaikan sarana dan prasarana kondisi lingkungan kerja. 9. Rekruitmen karyawan sesuai kualifikasi. 10. Sosialisasi Visi – Misi.Sumber: Diolah kualitatif Jadi kelemahan-kelemahan yang terjadi pada perspektif bisnis internalseperti meningkatnya MCE pada tahun 2010 dan 2011 dapat diatasi dengan cara TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 90. memberikan pelatihan-pelatihan dan bimbingan yang lebih banyak kepadakaryawan secara kontinyu, sehingga akan menambah pengalaman dan keahlianatau skill karyawan dalam mempercepat pekerjaan waktu pengerjaan urea yangtepat. Dan juga perbaikan terhadap bangunan serta mesin yang terjadi kerusakanagar cepat ditangani, mengatur dan mendesain yang lebih baik dalam pengolahindustri. Sehingga karyawan akan merasakan kenyamanan dalam bekerja. Selanjutnya untuk memberikan keseimbangan pada perspektif karyawankhususnya pencegahan retensi karyawan, PT. PIM harus selalu memperhatikankepuasan dan kesejahteraan karyawannya dengan waktu, bonus sesuai denganprestasi, promosi jabatan, cuti tahunan, fasilitas kerja, serta melibatkan karyawandalam pengambilan keputusan. Semua ini akan dapat mencegah retensi karyawan dan juga sangatmempengaruhi produktivitas karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Sehinggaakan memberikan keseimbangan pada keempat perspektif dalam BalancedScorecard secara keseluruhan, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkankinerja PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 91. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bagian akhir skripsi ini penulis menyimpulkan hasil penelitian danmemberikan saran, pengukuran kinerja perusahaan dengan metode BalancedScorecard studi kasus pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara.5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, penulismenarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Kinerja pabrik rata-rata pada perspektif keuangan PT. PIM yang telah di analisa aspek ROA, ROI, Profit Margin, dan Current Ratio menunjukkan hasil yang sangat baik dengan skor A. 2. Kinerja pabrik rata-rata pada perspektif pelanggan PT. PIM yang telah di analisa aspek pemerolehan pelanggan, tingkat mempertahankan pelanggan, profitabilitas pelanggan serta kepuasan konsumen menunjukkan hasil yang baik dengan skor C. 3. Kinerja pabrik rata-rata pada perspektif proses bisnis internal PT. PIM yang telah di analisa proses inovasi, waktu proses, proses purna jual serta MCE menunjukkan hasil yang sangat baik dengan skor A. 4. Kinerja pabrik rata-rata perspektif belajar dan pertumbuhan PT. PIM yang telah di analisa pertumbuhan karyawan, karyawan telah pelatihan, absensi kehadiran, kecelakaan yang timbul dan kepuasan karyawan menunjukkan hasil yang sangat baik dengan scorecard B.5.2 Saran Untuk mengakhiri penulisan skripsi ini, penulis mencoba memberikan saranbagi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara sebagai berikut: 78 TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 92. 1. PT. Pupuk Iskandar Muda sebaiknya melakukan perbaikan dalam perspektif keuangan yang baik yakni dalam upaya pembayaran hutang- piutang kepada pemerintah.2. PT. PIM lebih meningkatkan jumlah produksi urea perusahaan dengan cara memberi bermacam penjualan produk.3. PT. PIM lebih cepat mengambil keputusan yang baik dalam pengalihan (akuisisi) PT. Asean Aceh Fertilizer (AAF) menjadi unit PIM3. Nantinya menghasilkan produk pupuk yang lebih banyak, sehingga masyarakat lebih mudah merasakan pupuk dalam negeri. Jika dibukanya PIM3 akan mengurangi pengangguran masyarakat Aceh, sehingga naiknya sektor ekonomi masyarakat Aceh .4. PT. PIM sebaiknya lebih sering mengevaluasi pelanggannya, yaitu dengan pengukuran jumlah pelanggan dan tingkat kepuasan pelanggan secara berkala.5. PT. PIM sebaiknya melakukan evaluasi kepuasan karyawan dan mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan-pelatihan dengan potensi yang mampu bersaing di era globalisasi, terlebih baik pada prodi Teknik Industri yang mampu melihat kondisi sumber daya perusahaan.6. PT. PIM sebaiknya memanfaatkan hasil penelitian yang telah di teliti oleh mahasiswa-mahasiswa berupa karya ilmiah agar menjadi acuan untuk tumbuh dan berkembangkan perusahaan. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 93. DAFTAR PUSTAKAAnnual Report, 2010, Menciptakan Nilai Tambah Creating Value Added Laporan tahunan 2010, PT Pupuk Iskandar Muda, Aceh.Ahmad, Falahrusdiyanto, 2010, Analisis Kinerja Dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada PDAM Kabupaten Semarang, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.Antony,Cushin, 2010, Analisis Dan Usulan Standar Kinerja Pt. Putra Tunas Megah Dengan Metode Balanced Scorecard, Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara, Medan.Anwar, 2010, Studi Implementasi Sistem Berbasis Balanced Scorecard Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Rumah Sakit PMI Aceh Utara, Tesis-TI, USU: Medan.Arverson, Paul, 1998, The Balanced Scorecard-Not Just Another Project, http://www.balancedscorecard.org. diakses 27 September 2012, Langsa.Brigma dan Houston, 2006, Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi 10, Salemba Empat.Effendi. Drs, rustam, 2001, Dasar-dasar Manajemen Modern, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang.Gaspersz, Vincent, 2006, Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi “Balanced Scorecard dengan Six Sigma” untuk organisasi Bisnis dan Pemerintah, JPT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. (search pdf via google).Hari Purnomo, 1999. Pengetahuan Teknik Industri, Graha Ilmu, Jakarta.Http://Repository.Usu.Ac.Id/Bitstream/123456789/23296/.../Chapter%20ii.PdfKaplan, Robert S dan David P. Norton, 2000, Balanced Scorecard: Menerapkan Strategi Menjadi Aksi, Edisi Indonesia, Tim Penterjemah, Erlangga, Jakarta.Laili Ramadhani Pulungan, 2011, Balanced Scorecard Sebagai Suatu Sistem Pengukuran Kinerja pada PT. Pos Indonesia (Persero) Medan 20000, Universitas Sumatera Utara.Maylana, Agus,. Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing, PT. Gelora aksara Pratama. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 94. Mulyadi, 2001, Balanced Scorecard: Alat Manajemen Kontemporer Untuk Pelipat ganda Kinerja Keuangan Perusahaan, Salemba Jakarta. (search pdf via google).Moeheriono,2012, Indikator Kinerja Utama (IKU) Bab 4 Aplikasi Balanced Scorecard, Surabaya.S. Sukaria, 2010, Analisa Dan Rekayasa Produktivitas, Universitas Sumatera Utara: Medan.S. Sukaria, 2011, Metode Penelitian Edisi 1, Usu: Medan.Pratiwi Putri, Dhika., (2008), Skripsi-EA Analisis Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Konsep Balanced Scorecard Studi Kasus Pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Cabang Solo, Universitas Muhammadiyah Surakarta: Surakarta.Widjaja Tunggal. Drs, Amin, 2009, Konsep dan Kasus Balanced Scorecard, Harvarindo.Wijaya, R. Darma., 2009, Skripsi-TI Pengukuran Kinerja Program Raskin Dengan Metode Balanced Scorecard Di Perum Bulog Divre Sumut, USU: Medan.Yuwono, Sony., Sukarno, Edy dan Ichsan, Muhammad, 2002, Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard Menuju Organisasi yang Berfokus pada Strategi, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Zulkifli, Ir, 2010, Sistematika Penulisan Tugas Akhir, Fakultas Teknik, Universitas Samudra Langsa: Langsa. TEKNIK INDUSTRI F A K U L T A S T E K N I K UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA
  • 95. Lampiran 1: Struktur Organisasi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara
  • 96. Lampiran 2 Diagram Proses Urea Unit PIM1
  • 97. Lampiran 3. Kuesioner Kepuasan Pelanggan KUESIONER PENELITIAN ANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGAN METODE BALANCE SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) KRUENG GEUKUH, ACEH UTARA - INDONESIA Langsa, Oktober 2012Kepada Yth,Bapak/Ibu RespondenPelanggan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh UtaraDi- TempatDengan Hormat,Sehubungan dengan penyusunan skripsi yang berjudul ”Analisa KinerjaProduktivitas dengan Metode Balance Scorecard pada PT. Pupuk Iskandar Muda(PIM) Aceh Utara” dengan ini saya mohon kepada Bapak/Ibu untuk berkenanmengisi kuesioner terlampir.Kerahasiaan identitas dan data Bapak/Ibu dari hasil penelitian ini dijamin danhanya dipergunakan untuk kepentingan akademis serta merupakan sumbanganpemikiran bagi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara dan Program StudiTeknik Industri Universitas Samudra Langsa.Demikian disampaikan, atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisikuesioner ini saya ucapkan terima kasih. Hormat Penulis, RYAN PRAMANDA NPM: 070531855Petunjuk Pengisian :1. Mohon berikan jawaban dari masing-masing pilihan yang tersedia dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang Bapak/Ibu pilih disertai dengan menulis penjelasan singkat mengapa Bapak/Ibu memilih jawaban tersebut.
  • 98. 2. Pilihan hendaknya seobjektif mungkin, karena kuesioner ini dapat digunakan secara optimal apabila seluruh pertanyaan terjawab, untuk itu harap diteliti kembali apakah semua pertanyaan telah terjawab. IDENTITAS RESPONDEN No. Responden : ..........……………………………………………… Alamat : ..........……………………………………………… Status : Menikah / Belum Menikah Pendidikan Terakhir : ................................................................................ A. Kepuasan Konsumen (Consumer Satisfaction) 1. Menurut Bapak/Ibu, PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) memberikan garansi terhadap produk yang dijual ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................ 2. Apakah PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) secara umum tidak jujur terhadap pelanggan ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................ 3. Apakah PT. PIM sering mengabaikan distributor (sebagai pelanggan) setelah pembelian produk ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu .............................................................................. B. Wujud (Tangibles) 4. Apakah PT. PIM memberi fasilitas yang lengkap sesuai dengan kebutuhan distributor (sebagai pelanggan) ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu ..............................................................................5. Apakah distributor (sebagai pelanggan) sering komplain atas produk ini? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu .............................................................................. C. Keandalan (Reliability) 6. Apakah PT. PIM unggul memenuhi janji distributor (sebagai pelanggan) karena ketepatan waktu ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu ..............................................................................
  • 99. 7. Apakah PT. PIM selalu menyelesaikan masalah dengan cepat bila distributor (sebagai pelanggan) memberi komplain ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu ..............................................................................8. Apakah PT. PIM secara umum selalu memberikan pelayanan terhadap distributor (sebagai pelanggan) ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu .............................................................................. D. Daya Tanggap (Responsiveness)9. Apakah PT. PIM selalu tanggap dan berkeinginan membantu masalah distributor (sebagai pelanggan)? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................10. Apakah karyawan PT. PIM mempunyai pengetahuan yang luas ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................11. Apakah karyawan PT. PIM selalu mengutamakan kepuasan distributor (sebagai pelanggan) dalam permintaan jenis-jenis produk? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu.............................................................................. E. Jaminan (Assurance)12. Apakah karyawan PT.PIM selalu menjaga kesopanan kepada pelanggan ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................13. Apakah karyawan PT.PIM selalu memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan keramahan ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................14. Apakah karyawan PT.PIM selalu dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................
  • 100. 15. Apakah karyawan PT.PIM pandai meyakinkan pelanggan ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu.............................................................................. F. Empati atau perahatian (Empathy)16. Apakah karyawan PT. PIM selalu pandai menjaga hubungan dengan pelanggan ? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................17. Apakah karyawan PT. PIM selalu menjaga komunikasi kepada pelanggan? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................18. Apakah karyawan PT. PIM selalu mengutamakan kepentingan kepada pelanggan? a. Sangat setuju c. Netral e. Sangat tidak setuju b. Setuju d. Tidak setuju Berikan penjelasan Bapak/Ibu..............................................................................
  • 101. Lampiran 4: Kuesioner Kepuasan Karyawan KUESIONER PENELITIAN ANALISA KINERJA PRODUKTIVITAS DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ACEH UTARA Langsa, Juli 2012Kepada Yth,Bapak/Ibu Responden,Karyawan/Karyawan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh UtaraDi-TempatDengan Hormat,Sehubungan dengan penyusunan skripsi yang berjudul ”Analisa KinerjaProduktivitas Perusahaan dengan Metode Balanced Scorecard pada PT. PupukIskandar Muda (PIM) Aceh Utara” dengan ini saya mohon kepada Bapak/Ibuuntuk berkenan mengisi kuesioner terlampir.Kerahasiaan identitas dan data Bapak/Ibu dari hasil penelitian ini dijamin danhanya dipergunakan untuk kepentingan akademis serta merupakan sumbanganpemikiran bagi PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara dan Program StudiTeknik Industri Universitas Samudra Langsa.Demikian disampaikan, atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisikuesioner ini saya ucapkan terima kasih. Hormat Penulis, RYAN PRAMANDA NPM: 070531855Petunjuk Pengisian :3. Mohon berikan jawaban dari masing-masing pilihan yang tersedia dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban yang Bapak/Ibu pilih disertai dengan menulis penjelasan singkat mengapa Bapak/Ibu memilih jawaban tersebut.4. Pilihan hendaknya seobjektif mungkin, karena kuesioner ini dapat digunakan secara optimal apabila seluruh pertanyaan terjawab, untuk itu harap diteliti kembali apakah semua pertanyaan telah terjawab.
  • 102. IDENTITAS RESPONDENNama Responden : ..........………………………………………………UsiaTahun : ..........………………………………………………Alamat : ..........………………………………………………Status : Menikah / Belum MenikahPekerjaan : 1) Karyawan tetap 2) Karyawan Kontrak 3) Lainnya, sebutkan................................................Pengalaman/Masa Kerja : ..................................................................................Jabatan : ..........………………………………………………Pendidikan Terakhir : ..................................................................................19. Menurut Bapak/Ibu, bagaimana kepuasan dalam bekerja sama di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh Utara? a. Sangat puas c. Kurang puas e. Sangat tidak puas b. Puas d. Tidak puas Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................20. Apakah lingkungan kerja saat ini mendukung pengembangan potensi karyawan? a. Sangat mendukung c. Kurang mendukung e. Sangat tidak mendukung b. Mendukung d. Tidak mendukung Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................21. Menurut penilaian Bapak/Ibu, bagaimana hubungan kerjasama antar karyawan? a. Sangat harmonis c. Kurang harmonis e. Sangat tidak harmonis b. Harmonis d. Tidak harmonis Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................22. Apakah pengabdian yang Bapak/Ibu berikan kepada Perusahaan sudah maksimal? a. Sangat maksimal c. Kurang maksimal e. Sangat tidak maksimal b. Maksimal d. Tidak maksimal Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................
  • 103. 23. Bagaimana manajemen yang diterapkan Perusahaan selama ini dalam pandangan Bapak/Ibu? a. Sangat baik c. Kurang baik e. Sangat tidak baik b. Baik d. Tidak baik Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................24. Apakah pimpinan Perusahaan selalu memperhatikan karyawannya ? a. Sangat memperhatikan c. Kurangmemperhatikan e. Sangat tidak memperhatikan b. Memperhatikan d. Tidak memperhatikan Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................25. Bagaimanakah masalah pengawasan yang dilakukan atasan bapak/ibu ? a. Sangat teratur c. Kurang teratur e. Sangat tidak teratur b. Teratur d. Tidak teratur Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................26. Kewenangan yang diberikan Perusahaan kepada Bapak/Ibu dalam mengerjakan tugas adalah: a. Sangat memadai c. Kurang memadai e. Sangat tidak memadai b. Memadai d. Tidak memadai Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................27. Bagaimanakah komunikasi kerja dengan atasan Bapak/Ibu (misalnya: pendelegasian tugas, keterlibatan dalam pengambilan keputusan) ? a. Sangat baik c. Kurang baik e. Sangat tidak baik b. Baik d. Tidak baik Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................28. Dan bagaimana mengenai komunikasi Bapak/Ibu dengan karyawan lainnya ?
  • 104. a. Sangat baik c. Kurang baik e. Sangat tidak baik b. Baik d. Tidak baik Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................29. Menurut pendapat Bapak/Ibu, bagaimana presensi (kehadiran) tentang kedisiplinan kerja yang diterapkan Perusahaan selama ini? a. Sangat disiplin c. Kurang disiplin e. Sangat tidak disiplin b. Disiplin d. Tidak disiplin Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................30. Pendapat Bapak/Ibu mengenai program pelatihan karyawan yang diselenggarakan oleh Perusahaan selama ini adalah: a. Sangat puas c. Kurang puas e. Sangat tidak puas b. Puas d. Tidak puas Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................31. Bagaimanakah kenyamanan ruang kerja yang Bapak/Ibu gunakan ? a. Sangat nyaman c. Kurang nyaman e. Sangat tidak nyaman b. Nyaman d. Tidak nyaman Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................32. Menurut Bapak/Ibu, bagaimana kelengkapan fasilitas kerja yang diberikan Perusahaan kepada anda ? a. Sangat lengkap c. Kurang lengkap e. Sangat tidak lengkap b. Lengkap d. Tidak lengkap Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................33. Dan bagaimana kelengkapan fasilitas penunjang seperti: Masjid/Mushalla, Kantin, Tempat parkir dan fasilitas lainnya? a. Sangat lengkap c. Kurang lengkap e. Sangat tidak lengkap b. Lengkap d. Tidak lengkap Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................
  • 105. 34. Menurut pendapat Bapak/Ibu, bagaimana honorarium/gaji yang diberikan kepada karyawan selama ini ? a. Sangat puas c. Kurang puas e. Sangat tidak puas b. Puas d. Tidak puas Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................35. Dan bagaimana ketepatan waktu pemberian honorarium/gaji setiap bulannya? a. Sangat tepat waktu c. Kurang tepat waktu e. Sangat tidak tepat waktu b. Tepat waktu d. Tidak tepat waktu Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................36. Menurut penilaian Bapak/Ibu, bagaimana insentif yang diberikan Perusahaan selama ini ? a. Sangat puas c. Kurang puas e. Sangat tidak puas b. Puas d. Tidak puas Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................37. Bagaimanakah pendapat Bapak/Ibu mengenai pemberian izin/cuti kepada karyawan selama ini ? a. Sangat puas c. Kurang puas e. Sangat tidak puas b. Puas d. Tidak puas Berikan penjelasan Bapak/Ibu : ............................................................................
  • 106. Lampiran 5: Uji Validitas dan Reabilitas SPSS versi 16. Tingkat Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index) ScoreNo Respon Jumlah Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18Respon 1 5.0 2.0 4.0 2.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 4.0 3.0 5.0 5.0 4.0 5.0 4.0 4.0 3.0 66Respon 2 5.0 2.0 4.0 2.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 66Respon 3 5.0 2.0 2.0 2.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 4.0 3.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 63Respon 4 3.0 3.0 4.0 2.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 65Respon 5 2.0 3.0 2.0 2.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 61Respon 6 2.0 3.0 2.0 2.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 3.0 61Respon 7 3.0 4.0 2.0 2.0 3.0 4.0 4.0 2.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 3.0 62Respon 8 3.0 4.0 4.0 2.0 3.0 2.0 4.0 2.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 3.0 63Respon 9 4.0 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 4.0 2.0 1.0 3.0 3.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 2.0 57Respon 10 4.0 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 3.0 2.0 4.0 3.0 3.0 5.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 2.0 60Respon 11 4.0 5.0 2.0 2.0 3.0 3.0 4.0 3.0 4.0 3.0 3.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 2.0 63Respon 12 4.0 3.0 4.0 2.0 2.0 3.0 3.0 3.0 1.0 3.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 3.0 2.0 56Respon 13 4.0 3.0 2.0 2.0 2.0 3.0 4.0 3.0 1.0 5.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 3.0 2.0 57Respon 14 5.0 3.0 2.0 2.0 3.0 3.0 4.0 3.0 4.0 5.0 3.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 5.0 2.0 65Respon 15 5.0 3.0 4.0 2.0 2.0 3.0 4.0 3.0 1.0 3.0 3.0 4.0 5.0 4.0 5.0 4.0 5.0 2.0 62Respon 16 5.0 3.0 2.0 2.0 2.0 4.0 4.0 3.0 1.0 3.0 3.0 4.0 5.0 4.0 5.0 4.0 5.0 4.0 63Respon 17 5.0 4.0 4.0 2.0 2.0 4.0 3.0 3.0 1.0 3.0 2.0 4.0 5.0 4.0 5.0 4.0 5.0 4.0 64Respon 18 4.0 3.0 1.0 3.0 2.0 4.0 2.0 3.0 2.0 3.0 2.0 5.0 5.0 4.0 5.0 3.0 5.0 3.0 59Respon 19 4.0 2.0 1.0 3.0 3.0 4.0 3.0 3.0 2.0 3.0 2.0 4.0 5.0 4.0 5.0 3.0 5.0 4.0 60Respon 20 4.0 2.0 1.0 3.0 3.0 4.0 3.0 5.0 3.0 3.0 2.0 4.0 5.0 4.0 5.0 3.0 5.0 3.0 62
  • 107. Lampiran 5 lanjutan. ScoreNo Respon Jumlah Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18Respon 21 4.0 2.0 1.0 3.0 2.0 3.0 3.0 5.0 4.0 4.0 2.0 4.0 5.0 3.0 5.0 3.0 5.0 3.0 61Respon 22 4.0 2.0 1.0 3.0 2.0 3.0 3.0 3.0 4.0 4.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 3.0 5.0 3.0 59Respon 23 3.0 2.0 3.0 3.0 2.0 2.0 3.0 4.0 4.0 4.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 3.0 5.0 3.0 60Respon 24 3.0 2.0 3.0 3.0 2.0 2.0 3.0 3.0 4.0 4.0 2.0 5.0 4.0 4.0 4.0 3.0 5.0 4.0 60Respon 25 3.0 2.0 3.0 3.0 3.0 2.0 3.0 3.0 2.0 4.0 2.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 5.0 4.0 58Respon 26 3.0 3.0 3.0 3.0 3.0 3.0 3.0 3.0 2.0 4.0 3.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 2.0 60Respon 27 3.0 3.0 1.0 4.0 3.0 3.0 3.0 3.0 2.0 3.0 3.0 4.0 5.0 3.0 4.0 4.0 3.0 2.0 56Respon 28 2.0 3.0 1.0 4.0 3.0 3.0 2.0 3.0 2.0 3.0 2.0 4.0 3.0 5.0 4.0 3.0 3.0 2.0 52Respon 29 2.0 3.0 1.0 3.0 2.0 3.0 3.0 4.0 2.0 3.0 2.0 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 5.0 2.0 53Respon 30 4.0 3.0 1.0 3.0 2.0 4.0 3.0 4.0 2.0 3.0 2.0 3.0 2.0 5.0 4.0 3.0 3.0 3.0 54Respon 31 4.0 3.0 2.0 3.0 2.0 2.0 3.0 4.0 1.0 3.0 2.0 3.0 2.0 5.0 4.0 3.0 3.0 3.0 52Respon 32 4.0 3.0 2.0 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 1.0 3.0 2.0 3.0 2.0 4.0 4.0 3.0 3.0 3.0 50Respon 33 3.0 3.0 2.0 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 1.0 3.0 2.0 3.0 2.0 3.0 3.0 4.0 3.0 3.0 48Respon 34 3.0 3.0 2.0 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 1.0 4.0 3.0 3.0 2.0 5.0 3.0 4.0 2.0 4.0 52Respon 35 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 2.0 3.0 2.0 1.0 4.0 2.0 4.0 4.0 5.0 3.0 4.0 4.0 3.0 54Respon 36 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 2.0 3.0 2.0 1.0 4.0 2.0 4.0 4.0 5.0 3.0 4.0 4.0 3.0 54Respon 37 3.0 2.0 2.0 3.0 2.0 2.0 3.0 2.0 1.0 4.0 2.0 3.0 4.0 5.0 3.0 4.0 4.0 3.0 52Respon 38 4.0 2.0 4.0 3.0 2.0 2.0 3.0 3.0 1.0 3.0 2.0 4.0 4.0 5.0 3.0 4.0 4.0 3.0 56 Jumlah 140 107 87 102 94 113 120 106 92 134 99 153 154 157 165 139 155 109 2226 Sumber: Data diolah
  • 108. Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Pearson Correlation 1 -.086 .238 -.375* -.137 .199 .296 .052 -.103 .016 -.108 .218 .292 -.024 .285 .180 .217 .064Q1 Sig. (2-tailed) .606 .149 .020 .412 .231 .071 .755 .540 .926 .517 .189 .075 .887 .083 .279 .190 .703 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation -.086 1 .034 -.312 .231 .034 .435** -.187 .003 -.428** .385* -.108 -.166 -.139 .350* .338* -.235 -.367*Q2 Sig. (2-tailed) .606 .839 .056 .163 .841 .006 .261 .984 .007 .017 .518 .319 .406 .031 .038 .156 .023 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .238 .034 1 -.454** .040 -.081 .219 -.322* .039 .093 .315 .288 .243 .027 .008 .463** .035 .094Q3 Sig. (2-tailed) .149 .839 .004 .813 .630 .186 .049 .815 .578 .054 .079 .141 .874 .962 .003 .834 .576 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 * ** * ** ** * ** ** ** ** ** * Pearson Correlation -.375 -.312 -.454 1 -.329 -.420 -.553 .204 -.389 -.171 -.548 -.500 -.523 .115 -.563 -.489 -.332 .140Q4 Sig. (2-tailed) .020 .056 .004 .044 .009 .000 .218 .016 .304 .000 .001 .001 .492 .000 .002 .042 .401 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation -.137 .231 .040 -.329* 1 .342* .125 -.267 .552** .047 .644** .408* .382* -.239 .275 .240 .038 -.211Q5 Sig. (2-tailed) .412 .163 .813 .044 .035 .454 .106 .000 .781 .000 .011 .018 .148 .094 .147 .822 .202 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .199 .034 -.081 -.420** .342* 1 -.054 .105 .339* -.025 .361* .376* .516** -.232 .439** .043 .235 .089Q6 Sig. (2-tailed) .231 .841 .630 .009 .035 .748 .532 .037 .882 .026 .020 .001 .162 .006 .796 .155 .595 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 ** ** * * ** Pearson Correlation .296 .435 .219 -.553 .125 -.054 1 -.113 .053 .076 .389 -.107 .093 -.185 .363 .461 .102 -.182Q7 Sig. (2-tailed) .071 .006 .186 .000 .454 .748 .501 .751 .649 .016 .523 .577 .266 .025 .004 .543 .275 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .052 -.187 -.322* .204 -.267 .105 -.113 1 -.010 -.148 -.516** -.151 .014 -.118 .290 -.649** .338* -.051Q8 Sig. (2-tailed) .755 .261 .049 .218 .106 .532 .501 .952 .375 .001 .366 .935 .480 .078 .000 .038 .762 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation -.103 .003 .039 -.389* .552** .339* .053 -.010 1 .300 .523** .560** .348* -.350* .408* -.049 .334* -.023Q9 Sig. (2-tailed) .540 .984 .815 .016 .000 .037 .751 .952 .067 .001 .000 .032 .031 .011 .769 .040 .891 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38
  • 109. Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Pearson Correlation .016 -.428** .093 -.171 .047 -.025 .076 -.148 .300 1 .112 .187 .179 .031 -.111 .172 .078 .043Q10 Sig. (2-tailed) .926 .007 .578 .304 .781 .882 .649 .375 .067 .502 .261 .281 .852 .508 .303 .642 .800 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation -.108 .385* .315 -.548** .644** .361* .389* -.516** .523** .112 1 .326* .320 -.205 .198 .586** -.079 -.106Q11 Sig. (2-tailed) .517 .017 .054 .000 .000 .026 .016 .001 .001 .502 .046 .051 .217 .232 .000 .635 .525 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .218 -.108 .288 -.500** .408* .376* -.107 -.151 .560** .187 .326* 1 .693** -.270 .346* .127 .442** -.060Q12 Sig. (2-tailed) .189 .518 .079 .001 .011 .020 .523 .366 .000 .261 .046 .000 .101 .033 .446 .005 .722 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .292 -.166 .243 -.523** .382* .516** .093 .014 .348* .179 .320 .693** 1 -.377* .417** .267 .598** .011Q13 Sig. (2-tailed) .075 .319 .141 .001 .018 .001 .577 .935 .032 .281 .051 .000 .020 .009 .105 .000 .948 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 * * ** Pearson Correlation -.024 -.139 .027 .115 -.239 -.232 -.185 -.118 -.350 .031 -.205 -.270 -.377 1 -.460 -.031 -.275 .128Q14 Sig. (2-tailed) .887 .406 .874 .492 .148 .162 .266 .480 .031 .852 .217 .101 .020 .004 .854 .095 .445 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .285 .350* .008 -.563** .275 .439** .363* .290 .408* -.111 .198 .346* .417** -.460** 1 -.117 .442** -.179Q15 Sig. (2-tailed) .083 .031 .962 .000 .094 .006 .025 .078 .011 .508 .232 .033 .009 .004 .484 .005 .281 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .180 .338* .463** -.489** .240 .043 .461** -.649** -.049 .172 .586** .127 .267 -.031 -.117 1 -.273 -.229Q16 Sig. (2-tailed) .279 .038 .003 .002 .147 .796 .004 .000 .769 .303 .000 .446 .105 .854 .484 .097 .166 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson Correlation .217 -.235 .035 -.332* .038 .235 .102 .338* .334* .078 -.079 .442** .598** -.275 .442** -.273 1 .218Q17 Sig. (2-tailed) .190 .156 .834 .042 .822 .155 .543 .038 .040 .642 .635 .005 .000 .095 .005 .097 .188 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 * Pearson Correlation .064 -.367 .094 .140 -.211 .089 -.182 -.051 -.023 .043 -.106 -.060 .011 .128 -.179 -.229 .218 1Q18 Sig. (2-tailed) .703 .023 .576 .401 .202 .595 .275 .762 .891 .800 .525 .722 .948 .445 .281 .166 .188 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38Sumber: Data Diolah *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
  • 110. Reliability Case Processing Summary N % Valid 38 95.0 a Cases Excluded 2 5.0 Total 40 100.0a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbachs Cronbachs Alpha Based on N of Items Alpha Standardized Items .541 .479 18 If 0,3 is not valid Item-Total Statistics Cronbachs Scale Mean if Scale Variance if Corrected Item- Squared Multiple Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Total Correlation Correlation Deleted Q1 54.9211 20.453 .205 .524 .522 Q2 55.7895 22.873 -.070 .738 .569 Q3 56.3158 20.114 .179 .536 .530 Q4 55.9211 28.507 -.808 .860 .663 Q5 56.1316 20.712 .430 .609 .500 Q6 55.6316 18.834 .457 .686 .471 Q7 55.4474 21.551 .251 .766 .521 Q8 55.8158 23.722 -.181 .720 .592 Q9 56.1579 16.083 .466 .764 .442
  • 111. Q10 55.0789 22.021 .099 .512 .539 Q11 56.0000 19.351 .456 .844 .478 Q12 54.5789 19.385 .616 .773 .467 Q13 54.5526 16.686 .658 .866 .410 Q14 54.4737 24.959 -.434 .501 .597 Q15 54.2632 19.010 .520 .805 .466 Q16 54.9474 21.997 .160 .883 .532 Q17 54.5263 19.229 .425 .746 .480 Q18 55.7368 22.902 -.062 .461 .562Scale StatisticsMean Variance Std. Deviation N of Items58.6053 22.948 4.79042 18Berdasarkan hasil uji validitas dan reabilitas dengan menggunakan aplikasi software SPSS versi 16 adalahStandar minimal yang ditetapkan adalah didasarkan pada skala yang digunakan untuk pengolahan data Interval = (IKmaks – IKmin) : 5,4,3,2,1 : Skor A B C D ERumus penentuan skor IKmaks = PP x R x 5 IKmaks = PP x R x 4 IKmaks = PP x R x 3 IKmaks = PP x R x 2 IKmaks = PP x R x 1Jumlah maksimum = 38 x 18 x 5 = 3420 = 38 x 18 x 4 = 2736 = 38 x 18 x 3 = 2052 = 38 x 18 x 2 = 1368 = 38 x 18 x 1 = 684Nilai kategori skor 2737-3420 2053 – 2736 1369-2052 649 – 1368 0 – 648Sumber: S. Sinulingga, 2011
  • 112. Lampiran 6: Uji Validitas dan Reabilitas SPSS versi 16. Tingkat Kepuasan Karyawan SCORENo. Responden Jumlah Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Q19Responden 1 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 4.0 5.0 5.0 4.0 79Responden 2 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 2.0 4.0 4.0 5.0 5.0 3.0 4.0 3.0 2.0 4.0 5.0 4.0 3.0 72Responden 3 5.0 5.0 4.0 5.0 4.0 5.0 5.0 4.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 83Responden 4 5.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 90Responden 5 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 3.0 3.0 4.0 4.0 5.0 4.0 5.0 5.0 82Responden 6 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 76Responden 7 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 3.0 4.0 2.0 4.0 2.0 70Responden 8 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 4.0 2.0 3.0 5.0 3.0 3.0 4.0 4.0 3.0 2.0 68Responden 9 3.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 3.0 3.0 2.0 4.0 3.0 3.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 66Responden 10 4.0 4.0 3.0 3.0 4.0 3.0 3.0 5.0 5.0 5.0 3.0 4.0 4.0 4.0 2.0 4.0 5.0 5.0 5.0 75Responden 11 3.0 2.0 3.0 3.0 3.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 3.0 1.0 2.0 2.0 2.0 5.0 59Responden 12 2.0 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 2.0 3.0 4.0 4.0 4.0 3.0 5.0 4.0 3.0 4.0 5.0 4.0 4.0 69Responden 13 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 79Responden 14 4.0 4.0 2.0 3.0 3.0 2.0 0.0 2.0 4.0 2.0 3.0 4.0 4.0 3.0 3.0 4.0 5.0 4.0 4.0 61Responden 15 4.0 4.0 3.0 3.0 4.0 4.0 2.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 3.0 3.0 5.0 2.0 68Responden 16 4.0 4.0 2.0 3.0 2.0 2.0 5.0 4.0 2.0 4.0 2.0 2.0 3.0 2.0 3.0 4.0 3.0 3.0 3.0 58Responden 17 5.0 5.0 5.0 3.0 4.0 3.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 4.0 5.0 4.0 5.0 3.0 5.0 5.0 5.0 85Responden 18 3.0 3.0 4.0 5.0 4.0 4.0 5.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 4.0 3.0 3.0 3.0 4.0 4.0 3.0 76Responden 19 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 3.0 5.0 4.0 3.0 71
  • 113. Lampiran 6 lanjutan. Tingkat Kepuasan Karyawan SCORENo. Responden Jumlah Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Q19Responden 20 4.0 3.0 4.0 5.0 4.0 3.0 3.0 5.0 4.0 5.0 5.0 3.0 3.0 3.0 3.0 3.0 5.0 3.0 5.0 73Responden 21 5.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 5.0 5.0 4.0 5.0 5.0 84Responden 22 4.0 4.0 4.0 3.0 3.0 3.0 4.0 5.0 4.0 5.0 5.0 3.0 3.0 3.0 3.0 3.0 5.0 4.0 3.0 71Responden 23 4.0 5.0 4.0 5.0 3.0 5.0 4.0 5.0 4.0 3.0 3.0 4.0 3.0 3.0 4.0 3.0 4.0 2.0 4.0 72Responden 24 5.0 2.0 2.0 4.0 4.0 4.0 5.0 2.0 3.0 3.0 5.0 4.0 5.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 77Responden 25 4.0 4.0 3.0 2.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 2.0 2.0 4.0 4.0 5.0 5.0 3.0 68Responden 26 4.0 3.0 4.0 5.0 3.0 3.0 3.0 4.0 4.0 5.0 3.0 3.0 5.0 2.0 3.0 3.0 5.0 4.0 3.0 69Responden 27 4.0 4.0 5.0 5.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 78Responden 28 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 3.0 4.0 4.0 3.0 4.0 2.0 3.0 4.0 4.0 3.0 2.0 65Responden 29 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 81Responden 30 4.0 4.0 3.0 3.0 3.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 4.0 3.0 5.0 4.0 5.0 4.0 4.0 72Responden 31 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 4.0 4.0 78Responden 32 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 4.0 5.0 3.0 4.0 3.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 75Responden 33 4.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 3.0 5.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 81Responden 34 4.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 4.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 72Responden 35 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 3.0 3.0 3.0 3.0 4.0 4.0 4.0 4.0 72Responden 36 5.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 4.0 4.0 3.0 5.0 5.0 4.0 5.0 87Responden 37 4.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 4.0 4.0 4.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 85Responden 38 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 76 Jumlah 153 148 147 148 142 145 142 153 156 162 160 137 149 133 132 148 165 155 148 2823Sumber: Data diolah
  • 114. Correlations Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Q19 Pearson 1 .258 .232 .186 .172 .262 .339* .180 .192 .215 .151 .243 .249 .222 .518** .404* .205 .345* .245 CorrelationQ1 Sig. (2-tailed) .118 .160 .265 .302 .113 .037 .279 .249 .196 .366 .141 .132 .181 .001 .012 .217 .034 .139 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson * * * .258 1 .388 -.020 .182 .217 -.040 .400 .292 .143 -.007 .076 .084 .302 .367 .247 .154 .252 .101 CorrelationQ2 Sig. (2-tailed) .118 .016 .903 .274 .191 .812 .013 .075 .393 .967 .650 .618 .065 .024 .135 .357 .127 .548 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson * ** ** ** ** ** ** ** * .232 .388 1 .457 .426 .551 .296 .493 .461 .558 .476 .150 .160 .338 .203 .120 .111 .144 .156 CorrelationQ3 Sig. (2-tailed) .160 .016 .004 .008 .000 .071 .002 .004 .000 .003 .368 .336 .038 .221 .475 .508 .388 .348 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .186 -.020 .457** 1 .291 .449** .288 .099 .227 .314 .203 .238 .363* .141 .158 .132 .059 -.166 .133 CorrelationQ4 Sig. (2-tailed) .265 .903 .004 .076 .005 .080 .554 .171 .055 .221 .151 .025 .398 .345 .428 .723 .319 .426 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .172 .182 .426** .291 1 .564** .063 .135 .395* .262 .485** .545** .313 .603** .159 .453** .189 .447** .375* CorrelationQ5 Sig. (2-tailed) .302 .274 .008 .076 .000 .707 .418 .014 .112 .002 .000 .056 .000 .340 .004 .256 .005 .020 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .262 .217 .551** .449** .564** 1 .423** .107 .254 .179 .372* .349* -.027 .373* .309 .390* -.028 .168 .088 CorrelationQ6 Sig. (2-tailed) .113 .191 .000 .005 .000 .008 .521 .123 .282 .021 .032 .871 .021 .059 .015 .870 .314 .599 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 PearsonQ7 .339* -.040 .296 .288 .063 .423** 1 .267 .002 .335* .200 .120 -.029 .028 .338* .158 -.155 -.043 .115 Correlation
  • 115. Sig. (2-tailed) .037 .812 .071 .080 .707 .008 .106 .990 .040 .228 .473 .862 .867 .038 .342 .352 .799 .493 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson * ** ** ** .180 .400 .493 .099 .135 .107 .267 1 .515 .620 .204 .024 -.092 .026 .018 -.203 -.015 -.049 .155 CorrelationQ8 Sig. (2-tailed) .279 .013 .002 .554 .418 .521 .106 .001 .000 .220 .888 .583 .877 .913 .222 .928 .768 .354 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson ** * ** ** ** * * * .192 .292 .461 .227 .395 .254 .002 .515 1 .491 .472 .408 .226 .384 .208 .024 .175 .384 .388* CorrelationQ9 Sig. (2-tailed) .249 .075 .004 .171 .014 .123 .990 .001 .002 .003 .011 .173 .017 .210 .886 .294 .017 .016 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .215 .143 .558** .314 .262 .179 .335* .620** .491** 1 .399* .064 .172 .106 .027 .003 .191 .226 .109 CorrelationQ10 Sig. (2-tailed) .196 .393 .000 .055 .112 .282 .040 .000 .002 .013 .702 .302 .526 .871 .988 .250 .173 .515 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .151 -.007 .476** .203 .485** .372* .200 .204 .472** .399* 1 .268 .070 .407* .305 .179 .286 .383* .398* CorrelationQ11 Sig. (2-tailed) .366 .967 .003 .221 .002 .021 .228 .220 .003 .013 .104 .677 .011 .062 .283 .082 .018 .013 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .243 .076 .150 .238 .545** .349* .120 .024 .408* .064 .268 1 .210 .498** .110 .080 .024 .229 .323* CorrelationQ12 Sig. (2-tailed) .141 .650 .368 .151 .000 .032 .473 .888 .011 .702 .104 .206 .001 .509 .632 .884 .167 .048 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson * * .249 .084 .160 .363 .313 -.027 -.029 -.092 .226 .172 .070 .210 1 .319 .336 .245 .223 .287 .064 CorrelationQ13 Sig. (2-tailed) .132 .618 .336 .025 .056 .871 .862 .583 .173 .302 .677 .206 .051 .039 .138 .179 .081 .704 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .222 .302 .338* .141 .603** .373* .028 .026 .384* .106 .407* .498** .319 1 .385* .373* .221 .502** .543** CorrelationQ14 Sig. (2-tailed) .181 .065 .038 .398 .000 .021 .867 .877 .017 .526 .011 .001 .051 .017 .021 .182 .001 .000 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38
  • 116. Pearson .518** .367* .203 .158 .159 .309 .338* .018 .208 .027 .305 .110 .336* .385* 1 .472** .365* .464** .311 Correlation Q15 Sig. (2-tailed) .001 .024 .221 .345 .340 .059 .038 .913 .210 .871 .062 .509 .039 .017 .003 .024 .003 .057 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson * ** * * ** ** .404 .247 .120 .132 .453 .390 .158 -.203 .024 .003 .179 .080 .245 .373 .472 1 .258 .516 .312 Correlation Q16 Sig. (2-tailed) .012 .135 .475 .428 .004 .015 .342 .222 .886 .988 .283 .632 .138 .021 .003 .117 .001 .057 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .205 .154 .111 .059 .189 -.028 -.155 -.015 .175 .191 .286 .024 .223 .221 .365* .258 1 .422** .326* Correlation Q17 Sig. (2-tailed) .217 .357 .508 .723 .256 .870 .352 .928 .294 .250 .082 .884 .179 .182 .024 .117 .008 .046 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .345* .252 .144 -.166 .447** .168 -.043 -.049 .384* .226 .383* .229 .287 .502** .464** .516** .422** 1 .265 Correlation Q18 Sig. (2-tailed) .034 .127 .388 .319 .005 .314 .799 .768 .017 .173 .018 .167 .081 .001 .003 .001 .008 .108 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 Pearson .245 .101 .156 .133 .375* .088 .115 .155 .388* .109 .398* .323* .064 .543** .311 .312 .326* .265 1 Correlation Q19 Sig. (2-tailed) .139 .548 .348 .426 .020 .599 .493 .354 .016 .515 .013 .048 .704 .000 .057 .057 .046 .108 N 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38 38Sumber : Data diolah *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
  • 117. Reliability Case Processing Summary N % Valid 38 100.0 a Cases Excluded 0 .0 Total 38 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbachs Alpha Based Cronbachs on N of Items Alpha Standardized Items .854 .860 19 Item Statistics Mean Std. Deviation N Q1 4.0263 .59215 38 Q2 3.8947 .72743 38 Q3 3.8684 .81111 38 Q4 3.8947 .76369 38 Q5 3.7368 .60109 38 Q6 3.8158 .72987 38 Q7 3.7368 .97770 38 Q8 4.0263 .75290 38 Q9 4.1053 .68928 38
  • 118. Q10 4.2632 .79472 38Q11 4.2105 .84335 38Q12 3.5789 .64228 38Q13 3.9211 .74911 38Q14 3.4737 .72548 38Q15 3.5263 .92230 38Q16 3.8947 .68928 38Q17 4.3421 .81461 38Q18 4.0789 .78436 38Q19 3.8947 .95265 38 Item-Total Statistics Corrected Squared Cronbachs Scale Mean if Scale Variance Item-Total Multiple Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Correlation DeletedQ1 70.2632 54.902 .491 .482 .846Q2 70.3947 55.326 .343 .599 .851Q3 70.4211 51.872 .602 .692 .840Q4 70.3947 54.840 .366 .622 .851Q5 70.5526 53.659 .629 .789 .842Q6 70.4737 53.499 .518 .790 .844Q7 70.5526 54.578 .279 .657 .857Q8 70.2632 55.605 .302 .769 .853Q9 70.1842 53.289 .576 .722 .842Q10 70.0263 53.540 .464 .720 .847Q11 70.0789 52.075 .557 .595 .842Q12 70.7105 55.346 .398 .609 .849
  • 119. Q13 70.3684 55.482 .315 .641 .853 Q14 70.8158 52.695 .602 .667 .841 Q15 70.7632 51.645 .533 .729 .843 Q16 70.3947 54.678 .433 .663 .848 Q17 69.9474 55.132 .311 .433 .853 Q18 70.2105 53.360 .488 .743 .845 Q19 70.3947 52.408 .453 .649 .847 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items 74.2895 59.563 7.71768 19Standar minimal yang ditetapkan adalah didasarkan pada skala yang digunakan untuk pengolahan data Interval = (IKmaks – IKmin) :5,4,3,2,1 : Skor A B C D ERumus penentuan IKmaks = PP x R x IKmaks = PP x R x IKmaks = PP x R x 3 IKmaks = PP x R x IKmaks = PP x R xskor 5 4 2 1Jumlah maksimum = 38 x 19 x 5 = = 38 x 19 x 4 = 2888 = 38 x 19 x 3 = 2166 = 38 x 19 x 2 = = 38 x 19 x 1 = 722 3705 1444Nilai skor 2889-3705 2167-2888 1445-2166 723-1444 0-722Sumber: S. Sinulingga, 2011
  • 120. Lampiran 8 Rekap Data Downtime, Total Time, Excluded Time, Loading Time dan Operating Time dan hasil produksi Loading Excluded Total Operating Total Produk DowntimeTahun Bulan Time Time Time Time (Ton) (jam) (jam) (jam) (jam) (jam) Januari 433.68 744.00 0.00 744.00 310.32 16944.90 Februari 54.72 672.00 0.00 672.00 617.28 35816.35 Maret 52.32 744.00 0.00 744.00 691.68 43033.90 April 182.40 720.00 0.00 720.00 537.60 25722.65 Mei 78.00 744.00 0.00 744.00 666.00 33413.55 Juni 0.00 720.00 0.00 720.00 720.00 45215.752009 Juli 69.60 744.00 0.00 744.00 674.40 45813.55 Agustus 132.00 744.00 0.00 744.00 612.00 29619.10 September 34.32 720.00 0.00 720.00 685.68 39535.95 Oktober 98.40 744.00 0.00 744.00 645.60 40111.90 November 9.36 720.00 0.00 720.00 710.64 45567.10 Desember 0.00 744.00 0.00 744.00 744.00 46387.55 8760 7615,76 447.182,25 Januari 198.48 744.00 168.00 576.00 377.52 29959.35 Februari 0.00 672.00 672.00 0.00 0.00 0.00 Maret 744.00 744.00 0.00 744.00 0.00 0.00 April 0.00 720.00 716.40 3.60 3.60 138.35 Mei 1.20 744.00 0.00 744.00 742.80 48085.15 Juni 51.84 720.00 0.00 720.00 668.16 44596.852010 Juli 0.00 744.00 0.00 744.00 744.00 53521.70 Agustus 0.00 744.00 0.00 744.00 744.00 51334.60 September 30.96 720.00 0.00 720.00 689.04 43894.75 Oktober 0.00 744.00 0.00 744.00 744.00 48833.95 November 193.20 720.00 0.00 720.00 526.80 36633.95 Desember 285.36 744.00 0.00 744.00 458.64 32769.30 7203,6 5698,56 2.164.206,35
  • 121. Lampiran 8 Lanjutan Januari 407.76 744.00 0.00 744.00 336.24 23258.50 Februari 75.36 672.00 0.00 672.00 596.64 44217.65 Maret 138.48 744.00 0.00 744.00 605.52 43995.45 April 35.28 720.00 0.00 720.00 684.72 50990.15 Mei 392.40 744.00 0.00 744.00 351.60 23567.40 Juni 135.36 720.00 0.00 720.00 584.64 41103.652011 Juli 632.40 744.00 0.00 744.00 111.60 5079.60 Agustus 269.04 744.00 0.00 744.00 474.96 29365.80 September 46.80 720.00 0.00 720.00 673.20 49445.90 Oktober 0.00 744.00 0.00 744.00 744.00 34854.00 November 46.56 720.00 0.00 720.00 673.44 47091.35 Desember 15.00 744.00 0.00 744.00 729.00 47929.35 8760 6565,56 2.824.624,35
  • 122. UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA FAKULTAS TEKNIK Kartu Kegiatan Bimbingan Tugas AkhirNAMA : RYAN PRAMANDANPM : 07. 05. 3. 1855JURUSAN : TEKNIK INDUSTRIJUDUL SKRIPSI : Analisa Kinerja Produktivitas dengan Metode Balanced Scorecard pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh UtaraDOSEN PEMBIMBING : DEWIYANA, ST. MT TANGGAL ASISTENSI PARAF DOSEN Langsa, Nopember 2012Ketua Jurusan Teknik Industri Dosen Pembimbing IIJAMALUDDIN, ST. MT DEWIYANA, ST.MTNIDN: 0127117102 NIDN: 0115077905
  • 123. UNIVERSITAS SAMUDRA LANGSA FAKULTAS TEKNIK Kartu Kegiatan Bimbingan Tugas AkhirNAMA : RYAN PRAMANDANPM : 07. 05. 3. 1855JURUSAN : TEKNIK INDUSTRIJUDUL SKRIPSI : Analisa Kinerja Produktivitas dengan Metode Balanced Scorecard pada PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh UtaraDOSEN PEMBIMBING : IR. BURHANUDDIN AB TANGGAL ASISTENSI PARAF DOSEN Langsa, November 2012Ketua Jurusan Dosen Pembimbing IJAMALUDDIN, ST. MT IR. BURHANUDDIN ABNIDN: 0127117102 NIDN: 0101016001

×