• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Merokok54
 

Merokok54

on

  • 1,698 views

uy

uy

Statistics

Views

Total Views
1,698
Views on SlideShare
1,698
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
119
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Merokok54 Merokok54 Presentation Transcript

    • Langkah-langkah Untuk Membantu Anda Berhenti Merokok
      • Lebih dari 400 . 000 kematian di Amerika Serikat setiap tahun karena merokok.
      • Merokok membunuh 1 20 . 000 orang setiap tahun di Inggris. Kebanyakan disebabkan oleh penyakit dan kematian dini – rata-rata perokok meninggal 10 tahun lebih cepat dari bukan perokok.
      • Benzen a – pelarut yang digunakan dalam bahan bakar dan industri kimia.
      • Formal in – sangat beracun , cairan tidak berwarna yang digunakan untuk mengawetkan jenasah.
      • Amonia k – bahan kimia yang ditemukan dalam cairan pembersih. Digunakan dalam rokok untuk meningkatkan penghantaran nikotin.
      • H i drogen Sianida – gas beracun yang digunakan untuk industri plastik, pewarna , dan pestisida . Sering digunakan untuk pembasmi tikus.
      • K admium – Logam yang sangat beracun sebagai bahan pembuat baterei.
      • A seton – pelarut yang ada dalam penghapus pewarna kuku.
      • Arseni k – bahan yang digunakan untuk membunuh tikus.
      • Ni kotin
      • K arbon monoksida
      • Tar
      • Semuanya berpotensi menyebabkan penyakit .
      • Nikotin diserap ke dalam darah dan mempengaruhi otak dalam 10 detik . Jika anda perokok teratur, bilamana kadar nikotin dalam darah kurang, anda biasanya mengalami gejala kecanduan , gelisah , keletihan , sakit kepala, iritasi, kelaparan , sulit berkonsentrasi, atau merasa takut . Gejala-gejala ini akan hilang dengan rokok berikutnya. Jadi, kebanyakan perokok butuh teratur merokok agar merasa 'normal', dan mencegah munculnya gejala-gejala ketagihan .
      • K arbon mono ksida adalah gas beracun yang ada di pembuangan mobil, yang mengurangi banyaknya oksigen dalam darah . O ksigen sangat penting untuk organ tubuh agar berfungsi efisien . Kekurangan oksigen mengakibatkan perubahan permanen pada darah , membuat darah lebih padat sehingga jantung harus bekerja keras memompa darah ke seluruh tubuh.
      • Tar mengandung banyak bahan yang sudah dibuktikan mengakibatkan kanker. Bahan iritasi yang ada di dalam tar merusak paru-paru, menciutkan saluran ( br ankiolis), dan merusak rambut kecil ( c ilia) yang melindungi paru-paru dari debu dan infeksi.
    • Penelitian berskala in terna s ional yang dilakukan jutaan orang melalui pemerintah, industri, universitas, dan lembaga penelitian pribadi menunjukkan bahwa merokok dapat menyebabkan :
      • Kanker paru-paru ( sekitar 30 . 000 orang di Inggris meninggal akibat kanker paru-paru setiap tahun. Lebih dari 8 dalam 10 kasus disebabkan karena merokok ).
      • Kanker mulut, tenggorokan, dan hidung.
      • Kanker pangkal tenggorokan
      • Kanker o eso fagus
      • Kanker pankreas
      • K an k er kandung kemih
      • Kanker perut
      • K anker ginjal
      • Leukemia
      • Serangan jantung dan penyakit jantung ( adalah pembunuh terbesar di Inggeris. Sekitar 120 . 000 orang di Inggeris mati setiap tahun karena menyakit jantung ).
      • Arterio sklerosis – membangun timbunan lemak dalam pembuluh darah. Mengakibatkan dinding arteri kehilangan elastisitas , yang dapat mengakibatkan stroke, gangren, dan pembengkakan pembuluh darah .
      • Tekanan darah tinggi.
      • Asma.
      • Penyakit paru-paru kronis ( Sekitar 25 . 000 orang di Inggeris mati setiap tahun akibat penyakit paru-paru . Lebih dari 8 dalam 10 kasus meninggal karena merokok ).
      • Meningkatkan frekuensi kedinginan, dada dingin sebagian, dan bronkitis .
      • Nafas pendek .
      • Sakit kepala .
      • Kerusakan gigi, jari, dan rambut.
      • I nsomnia.
      • Diare dan colitis.
      • Artritis.
      • Mengurangi aktivitas seksual dan depresi mental.
      • Aliran darah menurun secara ekstrim ( tangan dan kaki dingin ).
      • Merokok mengurangi suplai oksigen , mengakibatkan tekanan darah lebih tinggi , sehingga mengakibatkan gangguan pada saluran darah dan serangan jantung. Perokok mengalami kesulitan dalam berlari dan berlatih .
      • Polusi udara ( pembuangan mesin, limbah industri, dll) menambah tingkat penderita kanker dari perokok, tetapi tidak menambah tingkat penderita kanker dari bukan perokok.
      • Waktu untuk pulih dari penyakit tertentu, baik yang disebabkan oleh rokok atau bukan, jauh lebih panjang bagi perokok. Sering terjadi , seorang yang bukan perokok akan pulih dari sakit sedangkan mereka yang merokok, meninggal. .
      • Tubuh perokok membutuhkan tidur yang lebih panjang setiap malam. Tambahan tidur ini mesti diambil dari waktu yang disediakan untuk lainnya. Selain membutuhkan lebih banyak tidur, perokok tidak bisa tidur nyenyak.
      • Perokok lebih sering sakit. Merokok merusak vitamin, khususnya vitamin C dan B. Inteligensi rendah berhubungan dengan merokok. Kenyataannya, merokok adalah sebab dan akibat dari rendahnya intel igensi, sebagaimana halnya merokok merupakan sebab dan akibat dari rendahnya pendapatan.
      • Keuntungannya sangat jelas. Anda mengurangi resiko menderita penyakit serius, tidak masalah pada umur berapa anda berhenti . Tetapi, semakin cepat anda berhenti, semakin kurang resiko yang dihadapi.
      • Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok agar dapat lebih sehat.
        • Memperbaiki penafasan .
        • Infeksi dan kedinginan di dada menjadi berkurang frekuensinya .
        • Mengurangi ‘ batuk rokok '.
        • Bau tembakau akan hilang dari nafas , pakaian, rambut, dan wajah .
        • Makanan dan minuman akan terasa dan tercium lebih enak .
        • Memperbaiki keuangan .
        • Anda senang karena badan terasa lebih enak.
      • Sekitar 2 dari 3 perokok ingin berhenti merokok. Beberapa orang bisa dengan mudah melakukan. Niat dan kebulatan tekad adalah aspek penting jika mau berhenti merokok . Selain itu , ni ko tin adalah candu dan banyak orang merasa bahwa berhenti merokok adalah perjuangan .
      • Tetapkan tanggal untuk berhenti. Jika mungkin, lakukan bersama teman lain yang juga mau berhenti merokok .
      • Perhatikan kapan dan mengapa anda merokok. Coba temukan hal-hal sehari-hari yang sering anda lakukan sambil merokok ( misalnya sambil minum kopi di pagi hari, dstnya) .
      • Ubah kebiasaan merokok : Taruh rokok anda di tempat berbeda . Merokoklah dengan tangan yang lain. Jangan melakukan hal lain selama merokok. Pikirkan tentang apa yang anda rasakan selama anda merokok.
      • Merokok hanya di tempat tertentu, misalnya di halaman.
      • Jika ingin merokok, tunggu beberapa menit. Coba pikirkan sesuatu yang bisa dilakukan selain merokok; misalnya mengunyah permen karet atau minum segelas air bening .
      • Beli hanya satu pak rokok . Ganti dengan merek yang tidak anda suka.
      • Tepat sebelum berhenti merokok, buang semua rokok, korek api, dan asbak.
      • Dapatkan dukungan dan dorongan .
      • Belajar bagaimana mengatasi stres dan kebutuhan merokok. Jika anda merasa butuh merokok (dan anda mau) , minumlah air. Santai dengan mandi air hangat , jalan-jalan, atau bernafas pelan dan dalam . Pikirkan perubahan keadaan rutin yang bisa membantu anda menahan kebutuhan rokok. Sebagai contoh, jika merokok sewaktu minum kopi, minumlah teh panas sebagai ganti kopi. Pikirkan tentang bagaimana uang rokok anda membantu perusahaan rokok yang pendapatannya diperoleh dari pengeluaran untuk kesehatan, kesejahteraan, kesenangan, efisiensi, dan sebagai sumber untuk menambah perokok.
      • Beri diri anda hadiah sewaktu berhenti merokok. Sebagai contoh, dengan menggunakan uang yang disisihkan akibat berhenti merokok, belikan diri anda sesuatu yang khusus.
      • Dapatkan pengobatan dan gunakan dengan benar. Produk pengganti nikotin adalah cara untuk mengalihkan perhatian agar tidak merokok. Produknya adalah permen karet, plester , semprotan hidung , obat hirup (inhaler) dan pastiles . Menggunakan satu macam saja akan memperbesar dua kali kemungkinan berhenti.
      • Tetap mencoba . Banyak mantan perokok yang mula-mula tidak berhasil , tetapi mereka tetap mencoba . Beberapa hari pertama setelah berhenti merokok mungkin adalah hari-hari yang terberat . Tunjukkan pada diri anda, keluarga anda, dan orang lain siapa diri anda. Hidup sangat menyenangkan dan sangat singkat untuk dihabiskan dalam kebiasaan buruk yang merusak kesehatan .
      • Terima kasih atas waktu anda
      • Daftar 10 Negara Perokok Terbesar di Dunia
      • China = 390 juta perokok atau 29% per penduduk
      • India = 144 juta perokok atau 12.5% per penduduk
      • Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk (~225 miliar batang per tahun)
      • Rusia = 61 juta perokok atau 43% per penduduk
      • Amerika Serika t =58 juta perokok atau 19 % per penduduk
      • Jepang = 49 juta perokok atau 38% per penduduk
      • Brazil = 24 juta perokok atau 12.5% per penduduk
      • Bangladesh =23.3 juta perokok atau 23.5% per penduduk
      • Jerman = 22.3 juta perokok atau 27%
      • Turki = 21.5 juta perokok atau 30.5%
      • ** Data saya olah dari hasil laporan WHO 2008 dengan statistik jumlah perokok 1.35 miliar orang.
      • Statistik Perokok Indonesia
      • Statistik Perokok dari kalangan anak-anak dan remaja
      • Pria = 24.1% anak/remaja pria
      • Wanita = 4.0% anak/remaja wanita
      • Atau 13.5% anak/remaja Indonesia
      • Statistik Perokok dari kalangan dewasa
      • Pria = 63% pria dewasa
      • Wanita = 4.5% wanita dewasa
      • atau 34 % perokok dewasa
      • Jika digabungkan antara perokok kalangan anak+remaja+dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27.6%. Artinya, setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok. Angka persentase ini jauh lebih besar daripada Amerika saat ini yakni hanya sekitar 19% atau hanya ada seorang perokok dari tiap 5 orang Amerika. Perlu diketahui bahwa pada tahun 1965, jumlah perokok Amerika Serikat adalah 42% dari penduduknya. Melalui program edukasi dan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat tanpa rokok (+pelarangan iklan rokok di TV dan radio nasional),  selama 40 tahun lebih Amerika berhasil mengurangi jumlah perokok dari 42% hingga kurang dari 20% di tahun 2008 ini.
      • Data laporan WHO 2008 untuk Indonesia.
      • Pertumbuhan Produksi Rokok Indonesia
      • Dari data WHO di atas, Indonesia dinobat sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar nomor 3 setelah China dan India dan diatas Rusia dan Amerika Serikat. Padahal dari jumlah penduduk, Indonesia berada di posisi ke-4 yakni setelah China, India dan Amerika Serikat. Berbeda dengan jumlah perokok Amerika yang cenderung menurun, jumlah perokok Indonesia justru bertambah dalam 9 tahun terakhir. Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun.
      • Namun, perlu dicatat bahwa selama 2000-2003, produksi rokok Indonesia menurun dari 213 miliar batang (2000) menjadi 173 miliar batang (2003) atau turun 18.7%. Namun, sejak 2004 hingga 2008 pertumbuhan rokok Indonesia sangat besar dari 194 miliar [2004] menjadi 230 miliar batang [2008] atau naik 18.6% selama kurun 5 tahun. Jadi selama pemerintah SBY-JK periode 2004-2009, industri rokok tumbuh pesat dengan pertumbuhan rata-rata 4.6% tahun. [Baca : Industri Rokok Tumbuh Pesat ].
      • Tidak kurang Rp 100 triliun rupiah dana masyarakat dikeluarkan hanya untuk membeli sekitar 225 miliar batang rokok. Dan dari pangsa pasar yang begitu besar dan subur di negeri ini, maka perusahaan rokok menjadi salah satu sumber bisnis bagi para milionaire yang masuk 40 orang terkaya Indonesia 2009 seperti Rudy  Hartono (Djarum), Putera Sampoerna (Philip Morris <– PT HM Sampoerna) dan Rachman Halim (Gudang Garam).
      • Hari Bebas [dari] Rokok Se-Dunia : 31 Mei
      • Di setiap kemasan rokok, kita pernah membaca peringatan keras akan dampak merokok yakni “Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, Impotensi dan gangguan Kehamilan dan Janin“.  WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang  mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, + tubercolis + malaria + flu burung.
      • Dalam hal ini, tindakan merokok merupakan tindakan merusak kesehatan sendiri, begitu juga tabungan dan penghasilan kita. Menghirup racun rokok secara kontinyu, tidaklah jauh berbeda dengan menghirup bakteri-bakteri penyakit. Ekstimnya, tindakan merokok hampir serupa dengan menghirup flu babi, yakni “ mencari penyakit yang akan membawa kematian lebih tragis “. Dan jika tidak ada pencegahan yang serius dalam menghambat pertumbuhan rokok, maka setidaknya 8 juta orang akan meninggal akibat rokok pada tahun 2030. Dan abad 21 ini,  akan ada 1 miliar orang meninggal akibat penyakit disebabkan rokok andai saja tidak ada usaha mencegah pertumbuhan rokok.
      • Katakan Tidak pada Rokok bagi Anak-Anak & Remaja
      • Perokok dari ekonomi miskin Bangladesh menghabiskan uang 10 kali lebih banyak daripada biaya pendidikan anaknya. Perokok dari ekonomi miskin Indonesia menghabiskan 15% penghasilannya untuk rokok. 20% penduduk miskin Meksiko menghabiskan 11% penghasilannya untuk rokok. [ WHO 2008]
      • Sesungguhnya, dampak negatif Industri rokok sangat dirasakan oleh masyarakat miskin daripada orang kaya. Orang miskin akan jauh lebih rentan terserang penyakit [oleh rokok] daripada orang kaya. Dan secara tidak sadar, rokok merupakan salah satu faktor “ jeratan setan kemiskinan ” di masyarakat kita. Orang miskin ( penghasilan keluarga < 1 juta per bulan ) harus menghabiskan porsi yang besar penghasilannya untuk membeli rokok. Tidak sedikit mereka bahkan menghabiskan 1/4 penghasilan hanya untuk membeli 1-2 bungkus roko per hari (atau Rp 240.000 hingga Rp 480.000 per bulan).
      • Bagi si perokok ( misalnya kepala keluarga ), merokok akan mengakibatkan penyakit yang berbahaya. Dan bagi keluarga si perokok, gaji/penghasilan yang harusnya dapat digunakan untuk memberi gizi yang cukup serta investasi untuk pendidikan harus dipotong karena rokok.  Dan jika kepala keluarga yang kecanduan merokok relatif tinggi, maka pada usia yang masih relatif muda (35-45 tahun), ia mulai sakit-sakitan atau bisa jadi kena kanker. Ketika sakit, maka ia akan kesulitan bekerja. Penghasilan akan turun, dan sumber keuangan keluarga akan bermasalah. Anak-anaknya yang sedang sekolah atau melanjutkan studi akan kesulitan biaya. Si keluarga harus mengeluarkan biaya  ekstra untuk pengobatan si suami (kepala keluarga). Dengan kondisi seperti ini, maka sangat mungkin si anak tidak bisa melanjutkan studi.
      • Dengan modal pendidikan rendah serta asupan gizi rendah (kecerdasan lebih rendah), maka si anak akan mengalami nasib yang hampir serupa dengan si orang tuanya. Tanpa contoh dari orang tua, proteksi dari lingkungan, himbauan dari pemerintah, larangan iklan rokok di TV, maka sangat mungkin si anak ikut terjerumus oleh rokok. Sebagian penghasilannya juga akan digunakan untuk merokok sejak dini. Dan habit ini akan terus diwarisi hingga ke anak, cucu dan seterusnya. Selain berdampak pada keluarga, si perokok (suami yang sudah sakit) secara tidak langsung akan menjadi beban pemerintah, beban negara. Setidak-tidaknya, orang miskin harus mendapat perawatan/pengobatan subsidi dari negara.  Kas negara akan tersedot untuk biaya pengobatan para perokok yang sakit, untuk biaya mencipta lapangan kerja serta biaya sosial keluarga si orang tua ini (perokok). Dari tulisan diatas, saya mengajak kita semua agar melakukan tindakan proteksi bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada kecanduan rokok. Sedangkan bagi rekan-rekan, bapak/ibu yang telah menjadi perokok aktif, maka sebaiknya tidak merokok di tempat-tempat tertutup dimana orang-orang lain (yang tidak merokok) berkumpul. Silahkan tetap merokok ditempat yang pantas dan alangkah baiknya jika Saudara dapat mengurangi frekuensi merokok demi  kebaikan Anda, orang tua, istri, anak dan orang sekitar Anda.
      • Pemerintah harus mengutamakan kepentingan jangka panjang akan bahaya dan efek besar dari rokok, tidak hanya mengejar setoran pajak/cukai dari rokok/tembakau. Pemerintah semestinya melarang iklan rokok di TV, Radio dan Koran Nasional. Begitu juga tidak ada lagi iklan-iklan rokok dalam bentuk spanduk yang menghiasi jalan-jalanan.  Sebaliknya, perusahaan rokok diwajibkan mengeluarkan 2.5-10% laba kotor untuk kegiatan CSR dibidang kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakat non-rokok.  Disamping itu, pemerintah harus menaikkan pajak rokok dan secara bersamaan merencanakan pengalihan lahan pertanian tembakau menjadi pertanian pangan/energi lainnya. Secara bertahap, dengan etikad bersama, kita mampu kurangi jumlah perokok di Indonesia.  Kita mampu menekan jumlah asap beracun yang tersebar baik di rumah, kantor, pasar, pelabuhan, terminal bahkan di tempat ibadah.  Dengan tidak merokok, dana triliunan rupiah dapat dialihkan untuk pembangunan investasi UKM tepat guna. Dan dengan perencanaan jangka panjang, maka beberapa pabrik rokok dapat ditutup setelah 30-50 tahun mendatang tanpa menimbulkan dampak ekonomi secara signifikan. Mari lakukan perencanaan jangka panjang untuk penutupan pabrik rokok sejak dini demi masa depan bangsa .
      • TEMPO Interaktif , Jakarta :
      • Setelah menduduki peringkat kelima jumlah perokok terbesar di dunia, Indonesia juga cetak rekor baru, yakni jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. &quot;Sebanyak 13,2 persen dari total keseluruhan remaja di Indonesia adalah perokok aktif,&quot; ujar Hakim Sorimuda Pohan, anggota Komisi IX DPR RI seusai acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia kemarin. Di negara lain, jumlah perokok remaja tertinggi hanya mencapai 11 persen. Jumlah perokok yang meninggal pun cukup signifikan. &quot;Dari total 1,2 juta orang di kawasan Asia Tenggara yang menggunakan bahan baku tembakau, 25 persen dari Indonesia di antaranya meninggal dunia,&quot; kata Firdosi Mehta dari WHO. Angka tersebut cukup signifikan mengingat makin banyaknya produsen rokok baru dari luar maupun dalam negeri yang menyerbu pasar di Indoensia.
      • Penyebab Remaja Merokok
      • 1. Pengaruh 0rangtua
      • Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
      • 2. Pengaruh teman.
      • Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan temanteman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang- kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)
      • 3. Faktor Kepribadian.
      • Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).
      • 4. Pengaruh Iklan. Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).
      • Merokok pada umumnya sangat berbahaya pada diri kita maupun diri orang lain disekitar kita. Dalam rokok banyak mengandung Nikotin yang dapat merusak organ tubuh manusia, daintaranya yaitu Kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.
      • Jenis rokok dan statistik rokok
      • Pengeluaran masyarakat Indonesia: bahan makanan pokok, rokok, dan SMS.
      • Rokok: Buatan pabrik dengan ratusan bahan kim i a yang mengandung 4.000 racun, biasanya menggunakan filter di ujungnya. Rokok jenis ini ditemukan di seluruh dunia.
      • Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat dengan benang. Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok buatan pabrik. Biasa ditemukan di Asia Tenggara dan India.
      • Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun tembakau. Ada berbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal dari Havana, Kuba.
      • Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan banyak di Indonesia.
      • Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan di Asia Tenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan jenis kunyah. Ada lagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan tembakau kering yang diisap dengan hidung atau mulut.
      • Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa buah-buahan yang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di Afrika Utara, Timur Tengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia, shisha sedang menjamur seperti di kafe-kafe.
      • Rokok tanpa asap dan yang dikunyah seperti permen.
      • Rokok dengan berbagai rasa, seperti stroberi, apel, delima, permen karet, dan mint.
      • Rokok dalam angka
      • Rp 130 triliun biaya konsumsi tembakau di Indonesia tiap tahun. Pener i maan cukai tembakau tiap tahun sekitar Rp 16,5 triliun.
      • 5,4 juta orang meninggal dalam setahun karena penyakit yang berkaitan dengan rokok, seperti kanker paru dan penyakit jantung.
      • 100 juta orang di dunia terbunuh oleh tembakau pada abad ke-20.
      • 37,3% pelajar Indonesia pernah merokok, 31 persen pertama kali merokok di bawah usia 10 tahun.
      • 8 juta orang per tahun diperkirakan mengalami kematian akibat tembakau pada 2030. Selama abad ke-21 diperkirakan tembakau membunuh satu miliar orang.
      • 427.948 perokok meninggal di Indonesia dalam setahun. Angka ini setara dengan 22,5 persen total kematian di Indonesia.
      • 20% dari pendapatan rata-rata [Rp20 ribu per hari] penduduk Indonesia digunakan untuk membeli rokok.
      • 82% perokok di dunia ingin berhenti merokok. Hanya dua persen yang berhasil tanpa bantuan.
        • http://ahyarwahyudi.wordpress.com/2009/02/22/bahaya-merokok-bagi-kesehatan/
        • http://nasional.vivanews.com/news/read/135110-fatwa_muhammadiyah__rokok_haram
        • http://nasional.vivanews.com/news/read/136276-enam_dalil_fatwa_haram_rokok
      • http://www.cancerhelps.co.id/id/hot-news/255.html
      • www.avin.staff.ugm.ac.id/
      • http://bahayamerokok.net/bahaya-merokok.html
      • http://www.scribd.com/doc/59411101/Daftar-10-Negara-Perokok-Terbesar-Di Dunia