Pengaruh Smartphone Terhadap Rutinitas Mahasiswa
Unlam Banjarbaru
Tajrian Noor Juniardi
Program Studi Ilmu Komputer Fakult...
2.) Variabel terikat (Dependent Variable) atau disebut
juga variable luar dan bukan sebenarnya
Berdasarkan sifatnya variab...
Grafik polygon dimulai dari nilai frekuensi = 0 pada suatu
interval yang lebih kecil dari titik tengah kelas terkecil pada...
Analisa t-test digunakan apabila kita ingin mengevaluasi
perbedaan antara efek. Analisa t-test (uji t) biasanya digunakan
...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Ringkasan_Penelitian_Pengaruh_smartphone

221

Published on

Ringkasan Penelitian Pengaruh Smartphone terhadap rutinitas mahasiswa unlam banjarbaru

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
221
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Ringkasan_Penelitian_Pengaruh_smartphone"

  1. 1. Pengaruh Smartphone Terhadap Rutinitas Mahasiswa Unlam Banjarbaru Tajrian Noor Juniardi Program Studi Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Jl. A. Yani Km 38,5 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Tajrianjuniardi23@gmail.com Abstrak — Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat kecendrungan yang tinggi dalam penggunaan smartphone dikalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuaan untuk mengetahui seberapa besar smartphone berpengaruh bagi kebiasaan mahasiswa sehari-hari. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional yaitu peneliti berusaha menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Teknik pengumpulan data yang digunakann yaitu metode angket dan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa unlam banjarbaru sangat ketergantungan dengan smartphone. Smartphone digunakan mereka sebagai tempat berbagi ilmu tidak hanya itu saja kegunaanya juga dapat melakukan aktifitas lain seperti memberikan info lebih cepat daripada manual. Kebiasaan penggunaan smartphone juga dapat mempengaruhi kebiasaan sehari-hari seperti bangun tidur yang harus selalu memencet hape atau sekedar update status. Sampai makan pun juga. Tangan kanan makan tangan kiri menggunakan smartphone. Jika orang tidak bias menggunakannya dengan baik dan benar maka dunia nyatanya akan tergantikan dengan dunia dari smartphone tersebut Kata Kunci— Smartphone, Pengaruh, Rutinitas, Mahasiswa Unlam I. PENDAHULUAN Di era Globalisasi sekarang ini informasi-Informasi banyak Beredar di kalangan masyarakat. bisa berupa berita, gosip, info-info lagu, ataupun film-film yang lagi tayang dibioskop. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi yang semakin cepat, orang-orang khususnya mahasiswa hampir 98% riset mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan teknologi yang dapat mereka akses secara 24 jam secara cepat mudah dan biaya yang terlampau terjangkau bagi mereka. Dengan adanya Smartphone seperti sekarang ini, orang-orang malah lebih dimanjakan lagi. seperti membaca koran, dahulu koran adalah sebuah informasi yang tercetak di sekumpulan kertas yang biasa kita beli dengan uang Rp 2,000 tetapi dengan kemajuan teknologi orang-orang dapat meakses koran hanya melalui smartphone yang mereka miliki tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Tidak hanya itu smartphone juga sangat digemari disemua kalangan. Penggunaan instant messanger seperti BBM yang sangat digemari oleh kau remaja sekarang. Dijadikan tempat curhat berkenalan serta menjadi wadah atau tempat berjualan online shop. Sangat banyak manfaat dari penggunaan smartphone ini. Selain itu smartphone juga dapat menjadi suatu fasilitas unik misalkan seperti menjadi remote dari sebuah perangakat misalkan televisi. Berfungsi dapat merekam setiap tampilan yang ada ditelevisi secara otomatis dan dapat diputar ulang kapan pun kita mau. II. RINGKASAN A. Penelitian Kuantitatif Penelitian Kuantitatif merupakan suatu pengamatan yang melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau kuantitas. Penelitian kuantitatif ini didasarkan pada perhitungan persentase, rata-rata dan juga perhitungan statistic lainnya. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan B. Rumusan Masalah Perumusan masalah dapat disertai dengan ruang lingkup untuk membatasi masalah yang akan dicari solusinya. Masalah yang akan dicari pemecahannya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas. Bentuk masalah dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1.) Rumusan masalah deskriptif adalah rumusan masalah yang berke dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable mandiri, baik hanya pada satu variable atau lebih (variable yang berdiri sendiri) 2.) Rumusan masalah komperatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variable atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu yang berbeda. 3.) Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan Antara dua variable atau lebih. Terdapat tiga hubungan yaitu hubungan simetris, hubungan kausal dan hubungan interaktif atau timbal balik [1]. C. Variabel Variabel adalah objek atau faktir yang berperan dan berpengaruh dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variable itu, ada bermacam-macam. Variable dapat dibagi atas dua bagian yaitu : 1.) Variabel bebas (independent Variable) atau biasa disebut juga dengan variable prediksi atau variable yang sebenarnya
  2. 2. 2.) Variabel terikat (Dependent Variable) atau disebut juga variable luar dan bukan sebenarnya Berdasarkan sifatnya variable dapat dibedakan menjadi : 1.) Variabel Kualitatif adalah variable yang menunjukan sifat kualitas dari obyek yang menghasilkan data kualitatif melalui pengamatan. 2.) Variabel Kuantitatif adalah variable yang menunjukan sifat kuantitas, akan menghasilkan data kuantitatif melalui cara pencacahan atau pengukuran atau pemeriksaan laboratorium dan lain-lain. Macam-macam data variable : 1.) Berdasarkan kategori - Binary/dichotomous yaitu variable yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan - Nominal/non-ordered polytomous. Dalam skala nominal dipergunakan angka-angka, namun angkaangka tersebut hanya merupakan tanda untuk mempermudah analisis 2.) Ordinal data yang didasarkan pada hasil dari kuantifikasi data kualitatif 3.) Ukuran - Interval merupakan angka kuantitatif yang tidak memiliki nilai nol mutlak - Rasio merupakan angka kuantitatif yang memiliki nilai mutlak D. Validitas dan reliabilitas Validitas menunjukan ukuran yang benar-benar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu al at test, maka alat test tersebut semakin mengenai pada sasarannya. Atau semakin menunjukan apa yang harus diukur. Validitas menunjukan ukuran yang benarbenar mengukur apa yang akan diukur. Jadi dapat dikatakan semakin tinggi validitas suatu al at test. Maka alat test tersebut semakin mengenai pada sasarannya, atau semakin menunjukan apa yang seharusnya diukur [2]. E. Pengumpulan data Data dapat dikelompokkan menjadi berbagai jenis yaitu 1.) Menurut cara memperolehnya - Data primer adalah data yang diambil langsung dari obyek penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk file. Data primer tersebut harus dicari melalui narasumber atau responden - Data sekunder adalah data yang tidak didapatkan secara langsung dari objek penelitian, melainkan data yang berasal dari sumber yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. 2.) Menurut Sumber data - Data internal data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal - Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada diluar organisasi 3.) Menurut Jenis Data - Data kuantitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk angka-angka - Data kualitatif adalah data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna 4.) Menurut Sifat Data - Data diskrit adalah data yang nilainya adalah bilangan asli. - Data kontinyu adalah data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. 5.) Menurut Waktu Pengumpulan - Data Cross-section adalah data yang menunjukan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. PDAM bulan juni 2006, dan lain sebagainya. - Data time-series adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Metode observasi merupakan salah satu cara yang bias digunakan untuk mengumpulkan data. Metode observasi ini biasanya digunakan untuk mengetahui perilaku masyarakat secara detail. Keunggulan observasi adalah - Perilaku non-verbal - Hubungan social antar anggota masyarakat di suatu tempat bias diamati dengan observasi. - Perilaku yang terjadi di masyarakat itu benar-benar bersifat alami, tidak artifisial dan hasil rekayasa tertentu Kelemahan observasi adalah - Kurang terkendali. - Sulit dikuantifikasikan Peneliti memberi skor terhadap pendapat yang diberikan oleh responden. - Ukuran sampel yang kecil sehingga variable penelitiannya tidak tegas [2]. F. Tabulasi data Penyajian data dapat disajikan dalam bentuk table, grafik, chart, maupun gambar. Penyajian data dalam bentuk table Antara lain, table satu arah (one way table) yaitu table yang hanya memuat satu keterangan, table dua arah (two way table) ialah table yang menunjukkan hubungan diantara dua hal yang berbeda dan table tiga arah (three way table) ialah table yang menunjukan pada tiga hal yang berbeda. Penyajian data dalam bentuk gambar dapat memudahkan dalam pengambilan kesimpulan dengan cepat. Ada beberapa macam grafik Antara lain grafik garis (line Chart), grafik batang (bar Chart), grafik lingkaran (pie chart), grafik gambar (pictogram) dan lain sebagainya. 1.) Grafik Histogram Grafik distribusi frekuensi untuk setiap kelas yang dinyatakan dalam segi empat atau berbentuk balok (bar), sehingga histogram disebut juga dengan bar diagram. Sumbu X menggambarkan variable Indipendent berupa skor nilai, sedangkan sumbu Y menggambarkan variable Dependent berupa distribusi frekuensi. 2.) Grafik Poligons Frekuensi polygon dilakukan dengan cara menghubungkan titik-titik tengah tiap kelas interval yang sesuai dengan frekuensinya. Sumbu X merupakan data frekuensi (diambil dari interval-kelas, yang diwakili nilai tengah), sedangkan sumbu Y merupakan frekuensi polygon.
  3. 3. Grafik polygon dimulai dari nilai frekuensi = 0 pada suatu interval yang lebih kecil dari titik tengah kelas terkecil pada sumbu horizontal (sumbu x), kemudian dengan menghubungkan titik-titik tengah tiap-tiap kelas sesuai dengan frekuensinya dengan sebuah garis dan berakhir pada nilai frekuensi = 0 pada interval lebih besar dari titik tengah kelas terbesar pada sumbu X. 3.) Ogive Merupakan Grafik distribusi frekuensi kumulatif 4.) Grafik Batang Untuk mengukur tendensi pusat, dapat digunakan mean, median, maupun modus yang berfungsi untuk menunjukkan posisi pusat dari nilai distribusi frekuensi serta dapat mewakili seluruh nilai observasi. 1.) Mean Mean atau rata-rata hitung dapat dicari dari data yang tidak dikelompokkan maupun data yang dikelompokkan dalam distribusi frekuensi. 2.) Median Median adalah suatu nilai yang membagi distribusi frekuensi menjadi dua bagian yang sama. Median juga dapat dikatakn sebagai titik tengah dari sebuah distribusi frekuensi. Artinya median mengambil nilai tengah dari data yang ada 3.) Modus Modus adalah suatu nilai yang terjadi pada frekuensi yang terbesar. Suatu distribusi yang mempunyai suatu nilai modus disebut unimo sedangkan yang mempunyai dua modus disebut bimodal sedangkan yang mempunyai modus lebih dari dua disebut multimodal [3]. Modus disebut juga data yang paling sering muncul. Bentuk distribusi frekuensi dapat digolongkan ke dalam 2 bentuk yaitu : 1.) Bentuk distribusi kecondongan (skewed), baik distribusi yang condong negative (negatively skewed distribution) dan distribusi yang condong positif (positively skewed) 2.) Bentuk distribusi normal (symmetric distribution). Distribusi kecondongan (skewness) merupakan hasil dari pengukuran data untuk menentukan posisi relative dari mean, median dan modus. Bila bentuknya distribusi normal maka posisi mean = median = modus ; bila distribusi condong kekanan (distribution skewed right) maka median berada diantara modus dan mean, dan modus lebih kecil dari mean ; bila distribusi condong ke kiri (distribution skewed left) maka median berada diantara mode dan mean, dan modus lebih besar daripada mean. G. Analisis Data KuantitaifBerikut adalah metode statistika yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif: 1) Distribusi frekuensi Distribusi frekuensi merupakan suatu distribusi atau tabel frekuensi yang mengelompokkan data yang belum terkelompokkan (ungroup data) ke dalam beberapa kelas, sehingga menjadi data yang terkelompokkan (group data)3. Distribusi frekuensi biasanya digunakan untuk memberikan informasi yang menggambarkan keseluruhan sampel atau populasi yang diteliti. Berdasarkan dari sifat datanya, distribusi frekuensi diklasifikasikan menjadi dua yaitu katagorikal dan numerik. Jika pengelompokkan klasifikasi frekuensinya didasarkan pada keterangan yang bersifat kualitatif seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya, maka disebut dengan distribusi frekuensi katagorikal. Gambar 2.1 Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin 2) Cross-Tabulations Cross-tabulation adalah sebuah teknik visual yang memungkinkan peneliti menguji relasi antar variabel. Cross tabulation ini juga berfungsi untuk memeberikan gambaran tentang data yang dikumpulkan selama penelitian. 3) Korelasi Korelasi merupakan suatu metode yang menggambarkan hubungan diantara satu variabel dengan variabel lainnya. Korelasi bertujuan mengukur kekuatan hubungan (asosiasi) linier diantara dua variabel. Sebagai contoh kita ingin melihat bagaimana hubungan antara lamanya waktu belajar dengan nilai ujian yang didapatkan. 4) Regresi Analisis regresi merupakan proses membuat fungsi atau model matematis yang dapat digunakan untuk memprediksi atau menentukan satu variabel dari variabel lainnya. Analisis regresi sederhana biasanya melibatkan dua variabel yaitu variabel terikat (dependent variable) yang merupakan variabel yang akan diprediksi (y) serta variabel bebas (explanatory variable atau independent variable) merupakan variabel yang tidak dapat dimanipulasi. Persamaan garis regresi sederhana bisa dirumuskan dengan formula sebagai berikut: y = b0+ b1X y dimana : b0 = intercept sampel b1 = slope sampel Keduanya dicari dengan analisis kuadrat terkecil (least square analysis) yang merupakan suatu proses dimana model regresi dicari yang menghasilkan jumlah error kuadrat terkecil. Analisis regresi berganda (multiple regression model) merupakan analisis regresi yang mengkaji hubungan non linear dan model regresi dengan lebih dari satu variabel bebas atau analisis regresi dengan dua atau lebih variabel bebas atau dengan sedikitnya satu prediktor non linear. Model regresi berganda probabilistik dapat dirumuskan dengan formula sebagai berikut: y= β0+ β1X1+ β2X2 + β3X3 + ... + βkXk Dimana: k = banyaknya variabel bebas β0 = konstanta regresi βi = koefisien regresi parsial untuk variabel independen I; menunjukkan bertambahnya y apabila variabel independen I meningkat 1 unit dan variabel independen lainnya tidak berubah. X2 dapat berupa X12 (suku non linear dari x1) 5) Uji t (t-test)
  4. 4. Analisa t-test digunakan apabila kita ingin mengevaluasi perbedaan antara efek. Analisa t-test (uji t) biasanya digunakan untuk membandingkan dua kelompok dengan menggunakan mean kelompok sebagai dasar perbandingan. Uji t akan mengindikasikan apakah perbedaan antara kedua kelompok tersebut signifikan secara statistik atau tidak. Contohnya jika diambil tinggi badan mahasiswa Fasilkom yang terbagi atas 10 orang mahasiswa putri dan 10 orang mahasiswa putra, maka varians tinggi badan mahasiswa putra dan putri harus dianggap sama. 6) Uji F (F-test) Uji f berguna untuk menguji apakah populasi tempat sampel diambil memiliki korelasi nol atau adanya relasi yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent. 7) Uji z ( z test) Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berdasarkan pada perhitungan, persentase, rata-rata, dan juga perhitungan statistic lainnya. Analisa statistic digunakan untuk membantu peneliti mengetahui hubungan antar variable. Salah satu metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian adalah dengan menggunakan statistika. Penelitian yang ada pada laporan ini adalah penelitian sebab akibat yang dilihat dari penyebab dari dampak yang terjadi dan melihat perbandingan Antara satu sampel dengan sampel yang lain REFERENSI [1] [2] [3] Uji z merupakan salah satu bentuk dari uji kenormalan dengan besar sampel lebih dari 30. Kita bisa mengetahui atau menghitung estimasi standar deviasi dari populasi dengan melihat rata-rata sampelnya. Berikut ini merupakan perhitungan statistik uji z : Z= 8) Analisis Validitas Untuk melakukan analisis validitas dapat digunakan metode pearson product moment dengan syarat sampel yang diambil bersifat normal (> 30) sedangkan bila sampel yang diambil kecil (< 30) maka dapat digunakan metode spearman rank correlation. 9) Analisis Reliabilitas Untuk melakukan analisis reliabilitas dapat digunakan metode Cronbach's Alpha. Jika koefisien yang didapat < 0.60, maka instrumen penelitian tersebut reliable [3]. III. PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan smartphone bagi penggunanya. Seberapa besar waktu mereka terbuang dalam pengguanaan smartphone tersebut. Selain itu dampak yang ditimbulkan jika penggunaan smartphone yang begitu rutin pemakaiannya. Jenis desain penelitian dari riset yang saya lakukan adalah Causal – Comperative Research,Penelitian ini termasuk penelitian sebab akibat , metode Causal – Comperative Research diihat dari penyebab dari dampak yang terjadi dan melihat perbandingan antara satu sampel dengan sampel yang lain . Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu teknik campuran antara Instrumen dan pengisian quesioner responden. Dan juga dari Causal – Comperative Research hasil yang nantinya merupakan Dugaan Sementara dari sampel yang di uji coba. IV. KESIMPULAN Penelitian kuantitatif adalah pengamatan yang melibatkan ciri tertentu berupa perhitungan, angka, atau kuantitas. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:Alfabeta.2007 Hasibual, Zainal A. Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.Jakarta : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.2007 Jogiyanto.Statistik dengan Program Komputer Jilid I. Yogyakarta : AndiOffset.1990

×