A3 Fisika Inti Malik

7,520 views
7,297 views

Published on

Untuk siswa kelas 3 SMA

Published in: Education
3 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
7,520
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
68
Actions
Shares
0
Downloads
369
Comments
3
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

A3 Fisika Inti Malik

  1. 1. Fisika Inti dan Radioaktivitas Oleh: Malik Huda (Kelas XII IPA)
  2. 2. <ul><li>Presentasi ini dibuat dengan menampilkan link-link yang akan mengantarkan para pengguna kepada bahasan yang lebih terperinci. Halaman utama ( home ) dapat diakses dengan meng-klik judul tiap-tiap sub-bahasan. </li></ul><ul><li>Bangkok, 27 Maret 2007 </li></ul><ul><li>Malik Huda </li></ul>
  3. 3. Halaman Utama: Fisika Inti dan Radioaktivitas ( 5 subbab) <ul><li>Struktur Inti </li></ul><ul><li>Stabilitas Inti </li></ul><ul><li>Defek Massa dan Energi Ikat </li></ul><ul><li>Radioaktivitas </li></ul><ul><li>Reaksi Inti </li></ul>
  4. 4. Struktur I nti <ul><li>Simbol A tom </li></ul><ul><li>Bagian Inti Atom </li></ul><ul><li>Nuklida </li></ul><ul><li>Partikel yang Dipancarkan Unsur Radioaktif </li></ul>
  5. 5. 1. Simbol Atom X <ul><li>X = nama atom/unsur </li></ul><ul><li>Z = nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron </li></ul><ul><li>A= nomor massa = jumlah proton + jumlah neutron </li></ul><ul><li>n = A – Z = jumlah neutron </li></ul>*Catatan: Satuan massa dalam inti atom adalah sma = amu (atomic mass unit) 1 sma =
  6. 6. 2. Bagian Inti Atom <ul><li>Inti atom terdiri dari: </li></ul><ul><li>Proton : bermuatan listrik positif dan besarnya sama dengan muatan elektron </li></ul><ul><li>Neutron: tidak bermuatan listrik dan massanya hampir sama dengan massa proton yaitu 1838 x massa elektron </li></ul>
  7. 7. 3. Nuklida <ul><li>Inti yang mempunyai nomor atom (Z), nomor massa (A), dan waktu paruh tertentu disebut nuklida yang terdiri dari: </li></ul><ul><li>Isoto p : unsur-unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi nomor massa berbeda </li></ul><ul><li>Isoto n : unsur-unsur yang mempunyai jumlah neutron sama tetapi nomor atom berbeda </li></ul><ul><li>Isobar: unsur-unsur yang mempunyai nomor massa sama tetapi nomor atom berbeda </li></ul>
  8. 8. 4. Partikel yang Dipancarkan Unsur Radioaktif <ul><li>Proton = inti hidrogen = p = H ; mp = 1,007825 sma (Goldstain) </li></ul><ul><li>Neutron = netral = n ; mn = 1,00865 sma (Chadwik) </li></ul><ul><li>Positron = positif electron = + e </li></ul><ul><li>Elektron = partikel –β = – e </li></ul><ul><li>Detron = H (mD = 2,014102 sma) </li></ul><ul><li>Tritium = H (mT = 3,016049 sma) </li></ul><ul><li>Helium = H (me-3 = 3,016030 sma) </li></ul><ul><li>Partikel = He /inti helium (mα = 4,002604 sma) </li></ul><ul><li>Sinar Gamma = foton = γ </li></ul>
  9. 9. Stabilitas Inti <ul><li>Stabilitas unsur tergantung pada kesimbangan antara jumlah proton dan neutron yang terdapat dalam inti. </li></ul><ul><li>Satu unsur dikatakan stabil bila 1 1,5 </li></ul><ul><li> = jumlah neutron </li></ul><ul><li> = jumlah proton </li></ul><ul><li>Unsur-unsur tidak stabil ( unsur radioaktif ) biasanya mempunyai Σ n >Σ p </li></ul>
  10. 10. Defek Massa dan Energi Ikat <ul><li>Defek Massa </li></ul><ul><li>Energi Ikat </li></ul>
  11. 11. 1. Defek Massa <ul><li>Massa inti atom selalu lebih kecil daripada jumlah massa proton dan neutron yang membentuknya . Defek massa adalah s elisih massa nukleon yang membentuk inti dengan massa inti . </li></ul>Δm = Z. m p + (A-Z) m n – m inti Δm = defek massa (sma) Z = nomor atom m p = massa satu proton n = A-Z = jumlah neutron m n = massa satu neutron m inti = massa inti
  12. 12. 2. Energi Ikat <ul><li>Defek massa dapat menimbulkan energi ikat dalam inti sebesar : </li></ul>E = Δm c 2 atau E=Δm x 931 ,5 MeV Bila Δm dalam kg maka E dalam Joule Bila Δm dalam sma maka E dalam MeV 1sma = 931 ,5 MeV (mega elektron volt) 1eV = 1,6 . 10-19 Joule
  13. 13. Radioaktivitas <ul><li>Pengertian Radioaktivitas </li></ul><ul><li>Intensitas Sinar Radioaktif </li></ul><ul><li>Alat-alat Pendeteksi Sinar Radioaktif </li></ul><ul><li>Peluruhan Zat Radioaktif (Desintegrasi) </li></ul><ul><li>Waktu Paruh = T </li></ul><ul><li>Aktivitas Radioaktif </li></ul>
  14. 14. 1. Pengertian Radioaktivitas <ul><li>Radioaktivitas adalah peristiwa pecahnya inti atom secara spontan sambil memancarkan sinar-sinar radioaktif alam yaitu: </li></ul><ul><li>Sinar- α </li></ul><ul><li>Sinar - β </li></ul><ul><li>Sinar- γ </li></ul>
  15. 15. Sinar- α <ul><li>Terdiri dari inti helium ( He) </li></ul><ul><li>Bermuatan listrik positif </li></ul><ul><li>Dibelokkan oleh medan magnet maupu n medan listrik </li></ul><ul><li>Daya tembus kecil tetapi daya ionisasi sangat besar </li></ul><ul><li>Bila suatu atom memancarkan sinar- α maka nomor atom berkurang dua dan nomor massa berkurang 4 </li></ul><ul><li>X -> He + Y </li></ul>
  16. 16. Sinar - β <ul><li>Terdiri dari electron (– e ) yang berasal dari inti atom </li></ul><ul><li>Bermuatan negatif </li></ul><ul><li>Dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik </li></ul><ul><li>Daya tembus lebih besar daripada sinar- α tetapi daya ionisasi lebih kecil daripada sinar- α </li></ul><ul><li>Bila suatu atom memancarkan Sinar-β maka nomor atom bertambah satu dan nomor massa tetap </li></ul><ul><li> X -> e + Y </li></ul>
  17. 17. Sinar-γ <ul><li>Berupa gelombang elekromagnetik yang disebut foton </li></ul><ul><li>Tidak bermuatan listrik ( γ) </li></ul><ul><li>Tidak dibelokkan oleh medan magnet maupun medan listrik </li></ul><ul><li>Daya tembus sangat besar dan daya ionisasi sangat kecil </li></ul><ul><li>Bila suatu unsur memancarkan sinar-γ maka nomor atom dan nomor massanya tetap </li></ul><ul><li> X -> γ + Y </li></ul>
  18. 18. 2. Intensitas Sinar Radioaktif <ul><li>Bila seberkas sinar radioaktif dilewatkan pada sebuah keping logam maka intensitasnya akan berkurang </li></ul>I = Io . e Io = intensitas mula-mula I = intensitas setelah melewati keping x = tebal keping μ = koefisien pelemahan Agar I = Io, maka ketebalan keping x, yang disebut juga half value layer (HVL) yaitu: x=
  19. 19. 3. Alat-alat Pendeteksi Sinar Radioaktif <ul><li>Pencacah Geiger Muller </li></ul><ul><li>Kamar Kabut Wilson </li></ul><ul><li>Emulsi Film </li></ul><ul><li>Detektor Sintilasi </li></ul>
  20. 20. 4. Peluruhan Zat Radioaktif (Desintegrasi) <ul><li>Peluruhan adalah peristiwa pecahnya inti atom secara spontan. Akibatnya, unsur radioaktif yang meluruh, energi, kuat radiasi, dan massa akan berkurang. </li></ul>N= No . e No = jumlah inti mula-mula N = jumlah inti yang belum meluruh λ = konstanta peluruhan (1/sekon) t = lama meluruh (sekon)
  21. 21. 5. Waktu Paruh = T <ul><li>Waktu paruh adalah waktu yang diperlukan agar banyaknya inti yang belum meluruh tinggal setengah dari semula </li></ul>T= atau N = No dengan n= T= waktu paruh t = lamanya berdesintegrasi
  22. 22. 6. Aktivitas Radioaktif <ul><li>Aktivitas radioaktif adalah banyaknya inti yang berdesintegrasi dalam waktu satu detik </li></ul>R = λN -> R = Ro Ro = λNo R = aktivitas radioaktif Satuan aktivitas = 1 Curie = 3,7.10 10 partikel/detik (Becquerel) 1 Rutherford (Rd) = 10 Becquerel
  23. 23. Reaksi Inti <ul><li>Reaksi </li></ul><ul><li>Macam-macam Reaksi Inti </li></ul><ul><li>Penerapan (Reaktor Atom) </li></ul>
  24. 24. 1. Reaksi <ul><li>Pada reaksi inti berlaku hukum kekekalan muatan dan kekekalan energi sehingga berlaku: </li></ul><ul><li>Nomor atom sebelum dan sesudah reaksi sama </li></ul><ul><li>Nomor massa sebelum dan sesudah reaksi sama </li></ul>
  25. 25. 2. Macam-macam Reaksi Inti <ul><li>Radioaktivitas alam </li></ul><ul><li>Penembakan Inti Atom </li></ul><ul><li>Reaksi Fusi </li></ul>
  26. 26. Radioaktivitas alam <ul><li>Radioaktivitas alam adalah peristiwa pecahnya inti atom secara spontan sambil memancarkan sinar-sinar radioaktif alam seperti sinar-α, sinar-β, dan sinar-γ </li></ul>
  27. 27. Penembakan Inti Aatom <ul><li>Penembakan inti atom dengan partikel-partikel yang juga berasal dari inti atom dengan kecepatan sangat tinggi akan menyebabkan terjadinya perubahan susunan pada inti tersebut yang terdiri dari: </li></ul><ul><li>a. Transmutasi Inti </li></ul><ul><li>b. Radioaktivitas Buatan </li></ul><ul><li>c. Reaksi Fisi </li></ul><ul><li>d. Reaksi Berantai </li></ul>
  28. 28. Transmutasi Inti <ul><li>Transmutasi inti adalah peristiwa berubahnya suatu inti atom menjadi inti baru yang stabil </li></ul><ul><li>Contoh: N + He -> O + H </li></ul>
  29. 29. Radioaktivitas Buatan <ul><li>Radioaktivitas buatan adalah peristiwa berubahnya suatu inti atom menjadi inti baru yang tidak stabil (bersifat radioaktif) </li></ul>
  30. 30. Reaksi Fisi <ul><li>Reaksi fisi adalah peristiwa pembelahan inti berat menjadi dua bagian yang lebih ringan sambil melepaskan energi yang sangat besar </li></ul><ul><li>Contoh: U + n -> Ba + Kr + 3 n + energi </li></ul>
  31. 31. Reaksi Berantai <ul><li>Pada reaksi fisi selalu dihasilkan neutron baru yang jumlahnya lebih besar dari neutron penembaknya. Neutron yang baru ini akan digunakan untuk menembak inti baru lagi sehingga terjadi reaksi fisi berantai </li></ul><ul><li>Contoh: </li></ul><ul><li>Reaksi fisi terkendali adalah reaktor atom </li></ul><ul><li>Reaksi fisi tidak terkendali adalah bom atom </li></ul>
  32. 32. Reaksi Fusi <ul><li>Reaksi fusi adalah peristiwa penggabungan beberapa inti ringan menjadi inti berat sambil melepaskan energi yang sangat besar. Reaksi fusi ini merupakan sumber energi di matahari dan bintang-bintang. Reaksi fusi belum dapat dikendalikan. </li></ul><ul><li>Contoh reaksi fusi: </li></ul><ul><li>Bom hidrogen </li></ul><ul><li>Reaksi di matahari </li></ul>
  33. 33. 3. Penerapan (Reaktor Atom) <ul><li>Reaktor Atom </li></ul><ul><li>Reaktor atom adalah tempat terjadinya fisi berantai yang terkendali </li></ul><ul><li>Guna Reaktor Atom </li></ul><ul><li>Menghasilkan neutron yang digunakan untuk membuat radio isotop </li></ul><ul><li>Sumber energi kalor untuk pembangkit tenaga listrik </li></ul><ul><li>Komponen Utama Reaktor </li></ul><ul><li>Batang kendali ( control rod ): untuk mengendalikan jumlah neutron </li></ul><ul><li>Moderator: untuk memperlambat gerak neutron </li></ul><ul><li>Shielding : untuk melindungi pekerja diari radiasi </li></ul><ul><li>Bahan bakar: Uranium atau Plutonium </li></ul>

×