28655207 makalah-pengembangan-kurikulum
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

28655207 makalah-pengembangan-kurikulum

on

  • 6,407 views

 

Statistics

Views

Total Views
6,407
Views on SlideShare
6,407
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
120
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

28655207 makalah-pengembangan-kurikulum 28655207 makalah-pengembangan-kurikulum Document Transcript

  • BAB I PENDAHULUAN 1. Konsep KurikulumA. Pengertian Dalam bahasa l;atin kurikulum berarti”lapangan pertandingan”(race course)yaitu arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai finish, Baru pada tahun 1955istilah kurikulum dipakai dalam bidamg pendidkan. Bila ditelusuri ternyata kurikulum mempunyia berbagai macam arti,yaitu: 1. Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran 2. Pengalaman belajaryang diperoleh murid dari sekolah 3. Rencana belajar murid Menurut UU No.2 tahun 1989 kurikulum yaitu seperangkat rencana dan peraturan, mengenai isi dan bahan pelajaran, sertacara yang digunknnya dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Bayak pendapat mengenai arti kurikulum, Namun inti kurikulum sebenarny6a adalah pengalaman belajar yang banyak kaitannya dengan melakukan brrbagai kegiatan, interaksi sosial, di lingkungan sekolah, proses kerja sama dengan kelompok, bahkan interaksi denagn lingkungan fisik seperti gedung sekolah dan ruang sekolah. Dengan demikian pengalaman itu bukan sekedar mempelajari mata pelajaran,tetapi yang terpenting adalah pengalaman kehidupan B. Kurikulum dan Pengajaran Pengertian kurikulum yang sangat luas pada akhirnya dapat membingungkan para guru dalam mengembangkan kurikulum sehingga akan menyulitkan dalam perencanaan pengajarannya. Menurut Ralph.W.Tyler, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam proses pengembangan kurukulum dan pengajaran yaitu: 1. Tujuan apa yang hendak di capai? 2. pengalaman belajar apa yang perlu di siapkan untuk mencapai tujuan? 3. bagaimana pengalaman belajar itu di organisasikan secara efektif? 4. bagaimana menentukan keberhasilan pencapaian tujuan? Jika kita mengikuti pandangan Tyler, maka pengajaran tidak terbatas hanya pada proses pengajaranterhadap satu bahan tertentu saja, melainkan dapat pula diterapkan dalam pengajaran untuk satu bidang studi / pengajaran di sekolah. 1
  • Demikian pula kurikulum dapat dikembangkan untuk kurikulum suatu sekolah bidang studiatupun kurikulum untuk suatu bahan pelajaran tertentu. C. Komponen-Komponen kurikulum 1. Tujuan, Yaitu arah/sasaran yang hendak dituju oleh proses penyelenggaran pendidikan 2. Isi Kurikulum, Yaitu pengalaman belajar yang di peroleh murid di sekolah.pengalaman- pengalaman ini di rancang dan di organisasikan sedemikian rupa sehingga apa yang diperoleh murid sesuai denagn tujuan 3. Metode proses belajar mengajar yaitu cara muri memperolehpengalaman belajaruntuk mencapai tujuan 4. Evaluasi yaitu cara untuk mengetahui apakah sasaran yang ingin di tuju dapat tercapai atau tidak. 2. Fungsi dan Cara Mengembangkan Kurikulum Fungsi kurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam nelaksanakan tugasnya. Selain itukurikulum berfungsi sebagai: Preventif yaitu agar guru terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum Korektif yaitu sebagai rambu-rambu yang menjadi pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pendidikan yang menyimpng dari yang telah digariskan dalam kurikulum Konstruktif yaitu memberikan arah yang benar bagi pelaksanaan dan mengembangkan pelaksanaannya asalkan arah pngembangannya mengacu pada kurikulum yang berlakuSetelah itu kita perlu mengetahui langkah-langkah pengembangan kurikulum,yaitu sebagai berikut: 1. Menentukan tujuan, Rumusan tujuan di buat berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan kebutuhan dan harapan 2. Menentukan isi, merupakan materi yang akan di berikn kepada murid selama mengikuti proses pendidikan belajar mengajar 3. Merumuskan kegiatan belajar mengajar, Hal ini mencakuppenentuan metode dan keseluruhan proses belajar mengajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan 2
  • 4. Mengadakan evaluasiLANDASAN DAN TINGKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM1. Landasan Pada umumnya dalam membina kurikulum kita dapat berpegang pada asas-asas berikut: Asas filosofis Landasan filosifis memberikan arah pada semua keputusan dan tindakan manusia, karena filsafat merupakan pandangan hidup, orang, masyarakat, dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pendidikan filsafat memberikan arah pendidikan seperti hakikat pendidikan, tujuannya, dan bagaiman cara mencapai tujuan. Oleh karena itu,wajar apabila kurikulum senantiasa bertalian erat dengan filsafat pendidikan, karen afilsafat mementukan tujuan yang hendak dicapai dengan alatyang di sebut kurikulum. Asas psikologis Asas ini berkenaan dengan perilaku manusia. Landasan psikologis berkaitan dengan cara peserta didik belajar, dan faktor apa yang dapat menghambat kemauan belajar mereka selain itu psikologis memberikan landasan berpikir tentang hakikat proses belajar mengajar dan tingkat- ingkat perkembanganpeserta didik. Kurikulum pada dasarnya disusun agar peerta diik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik ini berarti bahwa kurikulum dan pengajaran yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan peserta didik sebagai peserta utama dlm proses belajar mengajar akan lebih meningkatkankeberhasilan kurikulum, daripada kurikulum yang mengabaikan faktor psiklogis peserta didik Asas sosiologis Asas ini berkenaan dengan penyampaian kebudayaan, proses sosialisasi individu dan rekontruksi masyrakat, Landasan sosial budaya ternyata bukan hanya semata-mata digunaka dalam mengembangkan kurikulum pada tingkat nasional, melainkan juga bagi guru dalam pembinaan kurikulum tingakt sekolah atau bahka tingkat pengajaran 3
  • Asas Organisatoris Asas ini berkenaan dengan organisasi kurikulum.Dilihat dari organisasinya ada tiga tipe bentuk kurikulum: 1. Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah(separated subject curriculum) 2. Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang sejenis di hubung- hubungkan(Correlated curriculum) 3. Kurikulum yang terdiri dari peleburan semua/ hampir semua mata pelajaran(integrated curriculum)2. Prinsip yang Dianut dalam Pengembangan Kurikulum Ada sejumlah prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum,diantaranya: a. Prinsip relevansi, Kurikulum dan pengajaran harus disusun sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan kehidupan peserta didik b. Prinsip efektifitas, Berkaitan dengantingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum c. Prinsip efisiensi, Berkaitan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, dana, dan sarana yang dipakai dengan hasil yang diperoleh d. Prinsip kontinuinitas, Kurikulum berbagai tingkat kelas dan jenjangpendidikan disusun secara berkesinambungan e. Prinsip Fleksibilitas,disamping program yang berlakuuntuk semua anak terdapat pula kesempatan bagi amak mengambil program-program pilihan f. Prinsip integritas, kurikulum hendaknya memperhatiakn hubungan antara berbagai program pendidikan dalam rangka pembentukan kepribadian yang terpadu 4
  • 3. Tingkatan dalam Pengembangan Kurikuluma. Pengembangan tingkatan institusional Meliputi kegiatan pengembangan tujuan-tujuaninstitusional dan struktur program.b. Pengembangan tingkatan bidang studi / mata pelajaran Setelah bidang-bidang studi di tentukan langkah selanjutnya ialah mengembangkanGBPP,dengan menempuh langkah sebagai berikut: 1. Menetapkan tujuan-tujun kurikuler dan tujuan intruksional umumtiap bidang studi 2. Mengidentifikasi topik-topik /pokok bahasan yang diperkirakandapat dijadikan sebagai bahan untuk dipelajari oleh murid agar mencapai tujuan yang telah dirumuskan 3. Memilih topik-topik yang paling relevan, fungsional,efektif dan kemperhensif bagi pencapaian tujuan yang telah din identifikasikan 4. Memetapkan metode dan sumber belajar untuk tiap kelompok pokok bahasanC. Pengembangan tingkat operasional / kelas Uraian tentang pengembangan tingkat operasional ini lebih di tekankan pada usaha gurudalam mengembangkan lebih lanjut GBPP. 5
  • BAB II PEMBAHASAN PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM Prinsip-prinsip dasar kurikulum merupakan aspek yang harus dikuasai dan diperhatikan dalam pembinaan dan pengembangan kurikulum, sehingga sekolah memiliki program pendidikan yang sesuai falsafah hidup, kondisi dan kebutuhan siswa serta sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. 1. PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Yang dimaksud dengan pendekatan pengembangan kurikulum adalah cara-cara yang dapat ditempuh atau dilakukan dalam mengembangkan kurikulum. Prof. Winarno Syrachmad (1977 ; 28) mengemukakan dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum yaitu “pendekatan yang beorientasi pada bahan pelajaran dan pendekatan yang beorientasi pada tujuan pendidikan”. Untuk mengetahui lebih jelas kedua pendekatan di atas, diuraikan di bawah ini sebagai berikut : 1. Pendekatan yang berorientasi pada bahan pelajaran Pendekatan yang berorientasi pada bahan pelajaran dilakukan, apabila bahan pelajaran dalam suatu kurikulum sudah tidak sesuai dengan tujuan pendidikan, tidak sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan siswa dan atau sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Untuk mengubah isi kurikulum dab bahan pelajaran ada beberapa cara yang dapat ditempuh yaitu : 1) Prosedur mengganti buku pelajaran 2) Prosedur meninjau pendapat-pendapat 3) Prosedur meninjau kekurangan-kekurangan 4) Prosedur laisser faire 5) Prosedur tambal sulam 6) Prosedur analisa aktivitas orang dewas 7) Prosedur fungsi sosial 8) Prosedur kebutuhan pemuda. Pemahaman prosedur-prosedur di atas dapat dibahas di bawah ini :a. Prosedur mengganti buku pelajaran Prosedur ini dapat dilaksanakan, apabila buku pelajaran yang dilaksanakan sudah tidak dapat lagi digunakan, baik nama maupun isi pelajaran maupun paedagogisnya. Buku pelajaran sebagai penentu kurikulum dalam mencapai tujuan pendidikan masih mempunyai keurangan-kekurangan, di antaranya: 6
  •  Buku pelajaran disusun tidak dapat memperhatikan keadaan setiap siswa.  Buku pelajaran yang disusun mungkin akan ketinggalan jaman dan statis.  Buku yang disusun mungkin tidak memenuhi kebutuhan anak.  Buku pelajaran mungkin tidak sesuai dengan teori belajar.b. Prosedur meninjau pendapat-pendapat Cara mengubah isi atau bahan pelajaran dapat dilakukan melalui pengumpulan pendapat- pendapat. Pendapat-pendapat tersebut bisa datang dari para ahli (ahli disipli8n ilmu tertentu, ahli psikologi, ahli pendidikan, dsb.)c. Prosedur meninjau kekurangan-kekurangan Buku pelajaran harus ditinjau kekurangan-kekurangannya, sebab mungkin saja buku tertentu yang disusun pada tahun tertentu sudah tidak dapat digunakan pada tahun sekarang, karena masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi sudah lebih cepat berkembang, sehingga buku tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan kebutuhan masyarakat.d. Prosedur laisser faire Cara ini dilakukan, agar guru berusaha mencari bahan yang paling sesuai dengan minat dan kebutuhan murid, yang berarti guru sepenuhnya diberi kebebasan dalam menetapkan kurikulum yang paling cocok dengan murid-muridnya.e. Prosedur tambal sulam Prosedur tambal sulam dapat dilakukan dengan cara mempelajari materi/bahan-bahan pelajaran pada sekolah-sekolah, baik di dalam maupun luar negeri.f. Prosedur analisa aktivitas orang dewas Dalam mengubah materi kurikulum harus mempertimbangkan aktivitas orang dewasa. Analisa ini diperlukan karena siswa dididik untuk menjadi orang dewasa yang harus sanggup memikul tugas-tugas Sebagai orang dewasa. Frangklin Babbit menganalisa aktivitas orang dewasa sebagai berikut : 1) Kegiatan bahasa 2) Kegiatan kesehatan jasmani 3) Kegiatan sebagai warga negara 4) Kegiatan hubungan sosial 5) Kegiatan pemanfaatan waktu senggang 6) Kegiatan kesehatan mental 7) Kegiatan rumah tangga 8) Kegiatan jabatan 9) Kegiatan yang non jabatan 7
  • 10) Kegiatan keagamaang. Prosedur fungsi sosial Keseluruhan aktifitas dalam lapangan hidup dan kehidupan masyarakat, misalnya pendidikan, agama, politik, ekonomi, rekreasi, sekelompok sosial, dsb. Fungsi-fungsi sosial ini harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum, sehingga lulusan sekolah dapat menyesuaikan diri dan mampu melaksanakan fungsi-fungsi sosial tersebut.h. Prosedur kebutuhan pemuda. Kebutuhan pemuda harus dipertimbangkan dalam mengubah isi kurikulum, sebab tujuan pemuda erat hubungannya dengan perumusan tujuan pendidikan. Adanya rumusan tujuan mempengaruhi isi/materi kurikulum. Sekolah yang memperhatikan materi dan tujuan pendidikan berdasarkan kebutuhan pemuda disebut adult centered. Demikian prosedur-prosedur dan cara-cara yang dapat ditempuh mengubah isi kurikulum. Cara- cara tersebut dapat dilakukan secara terpisah, dan dapat pula digunakan secara kontinew, artinya dalam suatu perubahan kurikulum dapat dilakukan beberapa cara atau prosedur sesuai kebutuhan. Setelah ditentukan prosedur yang akan dilakukan dalam perubahan kurikulum, langkah selanjutnya merumuskan pertanyaan : 1) Bahan atau materi pelajaran apakah yang akan diajarkan kepada murid ? 2) Bila bahan dan materi pelajaran telah ditetapkan sesuai dengan falsafah, minat dan kebutuhan siswa, serta kebutuhan masyarakat, maka persyaratan selanjutnya adalah menjabarkan bahan pelajaran tersebut kepada pokok-pokok bahasan dan setiap pokok bahasan dijabarkan lagi kepada sub-sub pokok bahasan agar lebih terperinci dan jelas. Kebaikan dari pendekatan yang berorientasi kepada bahan pelajaran adalah bahwa guru lebih fleksibel atau luwes dalam menyusun bahan pelajaran, karena tidak terikat oleh tujuan yang jelas. Kalaupun ada tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum ini, hanyalh bersifat samar- samar saja. Sedangkan kelemahan dari pendekatan dari pendekatan ini adalah : 1) Bahan pelajaran yang disusun kurang jelas arah dan tujuannya. 2) Kurang adanya pegangan dalam menentukan cara yang cocok dalam menyajikan bahan pelajaran kepada murid. 3) Kurang jelas segi-segi yang dinilai pada siswa setelah menyelesaikan pelajaran dan cara menilainya. 8
  • 2. Pendekatan yang beorientasi pada tujuan Pendekatan yang berorientasi pada tujuan pengajaran timbul dalam penyusunan kurikulumdengan rumusan pertanyaan : Tujuan apakah yang yang ingin dicapai atau diharapkan dimilikisetelah menyelesaikan kurikulum ini?Sebagai jawaban pertanyaan pertanyaan di atas, kemudiandirumuskanlah tujuan-tujuan pendidikan atau pengajaran yang diharapkan yang dimiliki murid. . Tujuan pendidikan itu harus dianalisa, dari mulai rumusan tujuan. Pendidikan secara umumsampai kepada tujuan khusus, sehingga memudahkan guru dalam menganalisa hasil-hasil yangtelah dicapai murid setelah kegiatan belajar Tokoh pendidikan yang bernama Herbert Spencer (1959) menganalisa tujuan pendidikankepada : 1. Self preservation, ia harus sanggup menjaga diri agar melakukan kegiatan demi kelangsungan hidup. 2. Securing the necessities of life, ia harus sanggup mencari nafkah. 3. Rearing a family, ia harus sanggup mendidik keluarga. 4. Maintaining propersocial and political relationship, ia harus memelihara hubungan baik dengan masyarakat dan negara. 5. Enjoying leisure time, ia harus sanggup menikmati waktu senggang. Usaha menganalisa tujuan pendidikan ini, dilakukan pula oleh ahli pendidikan lainnya,misalnya Franklin Babbit merumuskan 300 tujuan khusus dalam mata pelajaran berhitung.Sedangkan billings berhasil merumuskan 880 tujuan khusus dalam bidang studi ilmu pengetahuansosial. Selanjutnya ditetapkanlah pokok-pokok bahan pelajaran atau isi kurikulum dan kegiatanbelajar mengajar, yang kesemuanya diarahkan mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. Penggunaan pendekatan yang berorientasi kepada tujuan penmgajaran ini, mungkindirasakan terdapat kesukaran-kesukaran dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan, apalagi bilatujuan-tujuan tersebut harus dijabarkan kepada tujuan yang lebih khusus. Adapun kelebihan dari pendekatan yang berorientasi pada tujuan ini dapat dilihat sebagaiberikut : 1. Tujuan yang ingin dicapai jelas, 2. Tujuan yang jelas tersebut akan memberikan arah dalam menetapkan bahan-bahan, metode, jenis kegiatan, dan alat yang diperlukan guna mencapai tujuan. 3. Tujuan-tujuan yang jelas tersebut akan memberikan arah di dalam mengadakan penilaian terhadap hasil yang dapat dicapai. 9
  • 4. Hasil penilaian yang terarah tersebut, akan membantu penyusunan kurikulum di dalam mengadakan perbaikan-perbaikian yang diperlukan. Atas dasar uraianh di atas, tampak pendekatan yang berorientasi pada tujuan (out putoriented) lebih besar manfaatnya, jika dibandingkan pendekatan pada bahan pelajaran. 2. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM Dalam pengembangan kurikulum, sesuai dengan prinsip-prinsio kurikulum 1975, adabeberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan, agar kurikulum yang dilaksanakan memberiharapan semua pihak yaitu, murid, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Prof. winarno Surachmad (1977 ; 23) mengemukakan prinsip-prinsip tersebut adalah prinsiprelevansi, efektivitas, efisiensi, kontinuitas dan fleksibilitas. Untuk itu diuraikan dibawah ini : 2.1 Prinsip Relevansi Yang dimaksud dengan prinsip relevansi kesesuaian antara pendidikan dengan tuntutan kehidupan. Prinsip relevansi pendidikan dengan kehidupan ini, sekurang-kurangnya terdapat yiga segi yang harus sesuai (relevant), yaitu relevansi pendidikan dengan lingkungan siswa, relevansi pendidikan dengan kehidupan sekarang dan yang akan datang, dan relevansi pendidikan dengan tuntutan pekerjaan. 2.2 Prinsip Efektifitas Yang dimaksud prinsip efektifitas dalam pendidikan adalah sampai sejumlah tujuan- tujuan dan kegiatan-kegiatan pendidikan yang telah dirumuskandapat tercapai. Prinsip efektivitas pendidikan dapat ditin jau dari dua segi efektivitas mengajar guru dan efektiviktas bekerja murid. 2.3 Prinsip Efisiensi Yang dimaksud dengan prinsip efisiensi dalam pendidikan yaitu seimbangnya usaha yang dilakukan dalam proses belajar mengajar dengan hasil yang dicapai oleh lulusan atau siswa. Dalam pengembangan kurikulum hal-hal yang diperhatikan dalam prinsip efisiensi ini adalah waktu yang digunakan, tenaga yang dikeluarkan, peralatan dan biaya yang dikeluarkan hendaknya minimal dapat mencapai hasil atau tujuan yang diharapkan. 2.4 Prinsip Kesinambungan Yang dimaksud dengan prinsip kesinambungan (kontinuitas) dalam pendidikan adalah saling berhubungan atau jalin menjalinnya program pendidikan atau tingkat pendidikan dengan program pendidikan dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Prinsip kesinambungan ini dapat ditinjau drai dua segi yaitu kesinambungan antara berbagai tingkat pendidikan (sekolah) dan kesinambungan antara berbagai bidang studi. 10
  • a. Kesinambungan antara berbagai tingkat sekolah Dalam penyusunan kurikulum hendaknya dipertimbangkan hal-hal : 1) Bahan pelajaran yang diberikan pada sekolah yang lebih tinggi hendaknya merupakan kelanjutan dari sekolah sebelumnya. 2) Bahan pelajaran yeng telah diberikan pada sekolah yang lebih rendah, hendaknya tidak diberikan pada sekolah yang lebih tinggi. b. Kesinambungan antara berbagai bidang studi Maksudnya adalah bahan yang diajarkan dalam suatu bidang studi tertentu mempunyai hubungan dengan bidang lainnya. Oleh karena itu hendaknya diusahakan sedemikian rupa dalam penetapan urutan penyajian diperhatikan agar hubungan dapat berjalan dengan baik.2.5 Prinsip Fleksibilitas Yang dimaksud dengan prinsip fleksibilitas adalah adanya aktivitas atau ruang gerak yaitu, memberikan kebebasan, sehingga tidak baku. Dalam kurikulum prinsip fleksibilitas mencakup fleksibilitas murid dalam memilih program pendidikan dan fleksibilitas guru dalam memilih program pendidikan dan fleksibilitas guru dalam mengembangkan program pengajaran. a. Fleksibilitas dalam memilih program pendidikan Yang dimaksud fleksibilitas pemilihan program pendidikan dengan mewujudkannya program-program pilihan bagi murid sesuai dengan minat dan kemampuannya. b. Fleksibilitas dalam mengembangkan program pengajaran Yang dimaksud fleksibilitas disini adalah dengan diberikannya kesempatan kepada guru- guru untuk mengembangkan program pengajaran yang berpegang kepada tujuan dan pelajaran yang tertera dalam kurikulum yang masih bersifat umum.2.6 Prinsip berorientasi pada tujuan Yang dimaksud dengan prinsip yang berorientasi pada tujuan (out put oriented) adalah penetapan bahan dan jam pelajaran yang bersumber rumusan kepada tujuan-tujuan yang diharapkan dicapai oleh para siswa, baik tujuan umum, tujuan institusional sampai kepada tujuan intruksional.2.7 Prinsip pendidikan seumur hidup Yang dimaksud dengan prinsip pendidikan seumur hidup berarti bahwa setiap manusia diharapkan untuk selalu berkembang sepanjang hidupnya. Dan masa sekolah bukan 11
  • satu-satunya masa bagi orang untuk belajar, melainkan hanya sebagian saja dari waktu belajar yang berlangsung seumur hidup tersebut.3. LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN KURIKULUM Langkah pengembangan kurikulum dibagi menjadi tiga fase yaitu :3.1 Fase pengembangan program tingkat lembaga Pengembangan tingkat lembaga ini mencakup perumusan tujuan institusional, penetapan isi dan struktur program dan penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum. a. Perumusan tujuan lembaga (institusional) Adalah rumusan tujuan pendidikan yang terdiri dari rumusan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diharpkan dicapai anak setelah menyelesaikan keseluruhan program pendidikan pada suatu sekolah tertentu Ciri-ciri tujuan institusional (suatu sekolah dapat ditinjau dari segi kategori, aspek yang diukur dan ditingkat kekhususannya, adalag sebagai berikut : 1) Kategori tujuan institusional Tujuan intsitusional mempunyai 2 kategori yaitu tujuan institusional umum dan tujuan institusional khusus. Tujuan institusional umum menggambarkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap ayng bersifat umum. Sedangkan tujuan institusional khusus merupakan penjabaran dari tujuan institusional umum, yang berisi rumusan pengetahuan, keterampilan dan sikap pula, yang walupun rumusan masih bersifat umum. 2) Aspek yang dicakup dalam rumusan tujuan institusional adalah aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap 3) Tingkat kekhususan Tujuan institusional merupakan penjabaran tujuan nasional yang kemudian dijabarkan lagi kepada tuyjuan kurikuler dan tujuan instruksional. b. Penetapan isi dan struktur program Adalah penetapan bidang-bidang studi yang akan diajarkan dalam kurikulum tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan penetapan struktur program mencakup : 1) Jenis program pendidikan (umum, akademis, keguruan, kejuruan, spesialisasi, dsb). 2) Sistem dan jumlah kelas serta unit waktu yang digunakan. 3) Jumlah bidang studi yang diajarkan perminggu/perhari. 4) Jumlah jam pelajaran untuk setiap bidang studi perminggu atau perhari. c. Penyusunan strategi pelaksanaan kurikulum Langkah menyusun strategi pelaksanaan kurikulum secara keseluruhan, yang meliputi : 12
  • 1) Melaksanakan pengajaran 2) Mengadakan penilaian 3) Mengadakan bimbingan dan penyuluhan, dan 4) Melaksanakan administrasi dan supervisi3.2 Fase pengembangan program setiap bidang studi Langkah-langkah untuk melaksanakan pengembangan program setiap bidang studi : a. Merumuskan tujuan kurikulum Adalah rumusan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diharapkan dimiliki murid dalam setiap bidang studi, setelah murid menyelesaikan program pendidikan di sekolah secara keseluruhan. b. Merumuskan tujuan instruksional Adalah rumusan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang merupakan perincian dari tujuan kurikuler, sebagai dasar untuk menetapkan pokok bahasan/sub pokok bahasan dalam setiap bidang studi. c. Menetapkan pokok bahasan/sub pokok bahasan Atas dasar tujuan instruksional di atas, maka langkah selanjutnya menetapkan pokok bahasan/sub pokok bahasan untuk setiap bidang studi. Contoh pokok bahasan/sub pokok bahasan IPA sbb : No Tujuan Instruksional Pokok bahasan/sub pokok bahasan 1. Murid dapat 1.1 Benda-benda hidup dan tak hidup menggolongkan benda- 1.1.1 Ciri-ciri benda hidup benda hidup dan tak hidup 1.1.2 Ciri-ciri benda tak hidup 1.2 Benda padat, cair dan cirri-cirinya 1.2.1 Benda padat dan ciri-cirinya 1.2.2 Benda cair dan ciri-cirinya 1.2.3 Benda gas dan ciri-cirinya 2.1 2. 2.2 dst d. Menyusun garis-garis besar pengajaran, terdiri : 1) Atas dasar tujuan kurikuler, tujuan instruksional dan pokok bahasan/sub pokok bahasan, maka disusunlah garis-garis besar pengajaran (GBPP) yang berisikan tujuan pengajaran, bahan pengajaran (pokok/sub pokok bahasan) yang telah disusun 13
  • perkelas dan persemester yang disertai keterangan jumlah jam dan sumber bahan yang dapat digunakan. 2) Setelah GBPP selesai disusun, maka dibuatlah pedoman khusus melaksanakan pengajaran dari masing-masing bidang studi seperti cara/metoda yang digunakan, alat yang digunakan, cara menilai dan sebagainya.3.3 Fase pengembangan program pengajaran di kelas Tugas guru dalam rangka mengembangkan program pengajaran adalah : 1. Menetapkan satuan bahasan dari bahan pengajaran yang tercantum dalam GBPP 2. Mengembangkan program pengajaran untuk masing-masing satuan bahasan yang nanti akan dilaksanakan di kelas. 14
  • BAB III PENUTUPKesimpulan Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif, didalamnya mencakup:perencanaan, penerapan dan evaluasi. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangunkurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untukmenghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Penerapan Kurikulumatau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum kedalam tindakan operasional. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangankurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran, tingkat ketercapaianprogram-program yang telah direncanakan, dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Dalampengembangan kurikulum, tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan duniapendidikan saja, namun di dalamnya melibatkan banyak orang, seperti : politikus, pengusaha, orangtua peserta didik, serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan denganpendidikan. Prinsip dasar pengembangan kurikulum merupakan aspek yang harus dikuasai dandiperhatikan dalam pembinaan dan pengembangan kurikulum, sehingga sekolah memiliki programpendidikan yang sesuai dengan falsafah hidup, kondisi dan kebutuhan siswa serta sesuai denganperkembangan dan kebutuhan masyarakat. 15