Menulis opini

1,025 views
880 views

Published on

menulis opini oleh Teguh Wahyu Utomo

2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • terima kasih atasinfonya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Terima Kasih untuk teman-teman slideshare yang telah men-dowload tulisanku. Senang rasanya saya bisa berbagi. Semoga apa yang saya tuliskan bisa memberi berkah bagi Anda semua.

    Jika ingin mendapatkan informasi lebih detal soal tulis-menulis, kontak saya saja via slideshare atau bila perlu kontak langsung via darat.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,025
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
75
Actions
Shares
0
Downloads
75
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menulis opini

  1. 1. Menulis Opini
  2. 2. Halaman Opini Halaman opini di koran atau majalah adalah SIKAP pembaca/publik. Diberi tempat khusus yang dibedakan dari berita. Opini berisi ulasan sangat subyektif penulisnya.
  3. 3.  Untuk menyalurkanTujuan gagasan yang beredar diOpini masyarakat. Memberi background  Untuk memberi penjelasan dari sisi lain atas berita yang beredar di koran/majalah  Mengajak pembaca merespon perkembangan di sekitarnya  dll
  4. 4. Prinsip-prinsipPenulisan Opini
  5. 5. Pengungkapan Pendapat Penulis opini bebas mengajukan pendapat dengan sejujurnya dan sepenuhnya. Penulis opini bisa mewakili diri sendiri demi membeberkan kondisi di sekitarnya. Penulis opini harus menyadari bahwa ia bukannya tidak pernah salah.
  6. 6. Tipe-tipe Opini
  7. 7. Informatif –yang sekadar memberi informasi, review, ataumengumumkan fakta atau peristiwa tertentu.
  8. 8. Interpretatif –yang menjelaskan atau menunjukkan pentingnyaperistiwa, situasi, atau ide tertentu
  9. 9. Merombak atau mereformasi –yang mengritik kondisi tertentu, kemudianmenyarankan solusi atau perobahan; atau yangsekadar memberi pesan reformasi tanpa harusmenunjukkan suatu problem atau kondisi buruktertentu
  10. 10. Kejadian-kejadian khusus –yang ditulis untuk pemaknaan terhadap kejadiantertentu misalnya; Hari Kemerdekaan, hari besarkeagamaan, atau peristiwa signifikan lainnya.
  11. 11. Memuji –yang mengekspresikan apresiasi terhadap tindakanbaik yang layak dipuji
  12. 12. Menghibur –yang ditulis untuk menyenangkan pembaca.
  13. 13. Tribute –untuk mengenang orang-orang tertentu
  14. 14. BagaimanaMenulis Opini? Memahami Proses Penulisannya
  15. 15. Prewriting: Merencanakan apa yang ditulis Memilih topik. Pilihlah salah satu dari banyak isu, kejadian, orang, dll, yang muncul di berita. Namun, pastikan juga opini memiliki nilai-nilai berikut: Waktunya paling hangat Substantif Memberi pendalaman
  16. 16. Prewriting: Merencanakan apa yang ditulis Dapatkan info dan materi background tentang topik yang Anda pilih. Amati, baca, kaji. Identifikasi audiens dan tujuan penulisan – apakah yakin audiensnya tepat? Apakah Anda ingin menginterpretasi, mengritik, menyarankan reformasi, atau mendesak pembaca untuk beraksi?  Ungkapkan permasalahan apa pun subjek yang sensitif atau kontroversial  Kritiklah secara konstruktif atas tindakan, keputusan atau situasi tertentu  Pujilah orang atau lembaga yang beres kerjanya  Ajak agar pembaca segera melihat solusi; bukannya masalah
  17. 17. Prewriting: Merencanakan apa yang ditulis Brainstorm Ideas  Menemukan ide-ide: baca banyak jurnal, tulisan bebas, gali pemikiran orang- orang tertentu, dll Mengorganisir Informasi – buat outline singkat fakta-fakta secara logis sebelum ditulis.  Memilih detail  Menata detail
  18. 18. Drafting: Menuliskan rancangan pertama Opini selalu punya tiga bagian: Awalan Isi Kesimpulan
  19. 19. Awalan: Lead Opinion lead, seperti dalam berita, adalah showcase bagi penulisan. Pilih kalimat paling menarik agar pembaca senang membaca. Inti opini bisa ditempatkan di tengah atau di akhir; tergantung pada gaya si penulis. Lead harus punya “sengat” untuk mengajak pembaca membaca keseluruhan. Lead yang datar, lemah, membosankan, membuat pembaca menjauh.
  20. 20. Awalan: OpeningPernyataan pembuka harus ringkas. Itu bisaberisi hanya berita atau topik atau masalahyang diangkat. Pernyataan empati  ex. Hukum memang kejam, tapi harus ditegakkan. Pernyataan menyengat.  ex. Kebobolan satu gol itu sungguh menyakitkan. Quotation  ex. “Waktu adalah uang,” begitu kata pepatah. “Bangsa ini akan menjadi budak di tanah sendiri.”
  21. 21. Pernyataan pembuka… Narasi  ex. Bulan ini akan berisi dengan kampanye panas antara dua kandidat gubernur dari dua partai terkuat. Perintah  ex.Singsingkan lengan baju, ayo bersihkan selokan. Pertanyaan  ex. Masih ingatkah kita akan sila-sila dalam Pancasila?
  22. 22. Pernyataan pembuka… Puitis  ex. Dalam kegelapan labirin ketakutan manusia, mungkin saja ada secercah sinar harapan tersembunyi. Ramalan  ex.Jika tidak ada yang dilakukan, jangan kaget jika dua tahun lagi tidak akan ada cukup sekolah untuk anak-anak kita. Reaksi  ex.Rasanya, belum pernah pemerintah begitu memperhatikan tenaga kerja seperti saat peristiwa kemarin.
  23. 23. Pernyataan pembuka… Memadukan fakta dan opini  ex. Sungguh membanggakan jika para siswa bisa lebih aktif dalam pembelajaran daripada sekadar diceramahi guru-guru di kelas. Menarik news peg  ex. Revolusi di Tunisia layak menjadi contoh bagi pengelolaan kelompok-kelompok sosial di negeri ini. Apa pun pilihan gaya lead, itu tergantung pada tujuan penulisan opini atau cara si penulis.
  24. 24. Isi Isi harus memuat fakta-fakta dasar bagi opini itu, sebab- akibat di balik peristiwa, situasi, ilus trasi dan argumen.
  25. 25. Drafting: Menuliskan ISISaat menuliskan isi, Anda harus ingat:  Hati-hati pada poin-poin yang Anda ingin diskusikan.  Sisakan ruang untuk penulisan ulang.  Ini untuk koreksi.
  26. 26. Kesimpulan Bagian terakhir inimemberi pemikiran ataupengarahan terpenting. Kesimpulan bisa dalam bentuk advis, tantangan, pengarahan atau sekadar ringkasan sederhana.
  27. 27. Drafting: Menulis Kesimpulan Jika lead-nya harus memikat, opini juga harus punya ending bagus – yang bisa langsung klik dengan pembaca. Penulis opini harus ingat bahwa posisi paling empatik disertakan di awal dan di akhir.
  28. 28. Tipe paragraf terakhir Pepatah  ex.Warga pendatang harus membayar iuran setara dengan warga asli. Mereka juga harus mau sama-sama kerja bakti. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Quotations  ex. Presiden pertama kita sudah melihat pentingnya peran pemuda bagi masa depan bangsa. “Beri saya sepuluh pemuda terbaik, maka saya akan bisa menciptakan revolusi.”
  29. 29. Tipe paragraf terakhir Advis  ex. Rakyat harus siaga menghadapi unsur-unsur anarkhis ini. Perbandingan  ex. Negara-negara lain bisa menyelamatkan hutan mereka dengan cara membeli kebutuhan kayu dari kita. Sementara, demi sepeser uang, kita justru menjual masa depan lingkungan cucu kita sendiri. Kontras  ex.Reformasi kemasyarakatan tidak bisa berjalan jika sumber-sumber dikendalikan sejumlah kecil orang saat mayoritas populasi hanya menjadi objek.
  30. 30. Tipe paragraf terakhir Menghentak  ex. Jangan bengong, dukung reformasi! Argumentatif  ex. Kita mendesak polisi dan aparat terkait untuk menindak tegas pencuri pulsa. Di Amerika saja, pencuri pulsa bisa dijatuhi hukumkan sampai 20 tahun penjara. Di sini, pencuri pulsa harus diberi hukuman setimpal. Tindakan mereka sudah sangat meresahkan masyarakat.
  31. 31. Tipe paragraf terakhir... Formal dan standar  ex.Diharapkan, kasus demikian tidak dibiarkan berlarut-larut. Harus ada langkah- langkah konkrit untuk menanggulanginya. Konklusi  ex.Dengan peningkatan program air bersih, penduduk kawasan kumuh kota akan jadi lebih bersih dan sehat.
  32. 32. Setelah menuslikan draft…  Revisi keseluruhan tulisan.  Baca ulang draft dengan baik, dan rasakan kelemahan-kelemahannya  Fikir kembali, evaluasi ulang, dan tulis ulang  Tambahkan unsur-unsur clarity dan detail  Buang pengulang-ulangan  Gunakan transisi  Pindah-pindahkan kalimat agar alur idenya lancar  dll
  33. 33. Setelah menuliskan draft… Proofreading dan Editing  Konsentrasi isi dan makna tulisan  Cek clarity  Cek kesalahan tata bahasa, ejaan, ketikan, dll Publishing  Kirimkan opini via email ke perusahaan media massa.  Selalu sertakan kopi kartu identitas (KTP?SIM dan sejenisnya, serta nomor rekening dan NPWP  Jika belum cukup terkenal, beri keterangan singkat latar belakang penulis (misalnya; pendidikan, profesi, dll yang menunjukkan kredibilitas)
  34. 34. Tips bagi Penulis
  35. 35. Gaya harus simple Hindari kata-kata yang terlalu muluk Kembangkan gaya penulisan sederhana, jelas, dan memikat Pilih kata-kata yang secara akurat menggambarkan atau menjelaskan suatu isu
  36. 36. Penalaran  Dukung argumen dengan fakta-fakta yang benar  Cara berfikir harus logis untuk menunjukkan kompetensi  Ide-ide yang macet atau argumen tanpa dasar akan membuat audiens pergi
  37. 37. Singkat, ringkas, padat 300 hingga 400 kata, atau sesuai kebutuhan Kalimat njlimet dan paragraf panjang cenderung bisa mengaburkan makna Setiap kata yang dipilih harus punya makna dan mewakili tujuan penulisan
  38. 38. One-point rule  Fokus pada satu tema  Selalu punya satu poin untuk mengajak audiens  Beberapa poin justru membingungkan audiens
  39. 39. Harus spesifik Gunakan fakta konkrit; bukannya ide- ide umum atau pernyataan mengambang Generalisasi yang samar dan terlalu lebar bakal tidak memberi kesan

×