• Save
12. komunikasi data
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
4,204
On Slideshare
3,888
From Embeds
316
Number of Embeds
9

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
6

Embeds 316

http://rumah-belajar.org 231
http://www.rumah-belajar.org 42
http://ragiltriatmojo.blogspot.com 27
https://ragiltriatmojo.blogspot.com 6
http://127.0.0.1 4
http://www.docshut.com 2
http://ragiltriatmojo.blogspot.nl 2
https://www.blogger.com 1
http://ragiltriatmojo.blogspot.in 1

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Antarmuka (Pendahuluan)Komunikasi DataWilliam Stallings, Data and Computer Communications
  • 2. • Download slide di• http://rumah-belajar.org
  • 3. REVIEW PERIFERAL KOMPUTER o OS• resolution o Form Factor• speed o CPU Socket o Chipset• capacity o Bus• type of interface o Memory o Slot/Port 1. Buffering 2. Data format conversion 3. Protocol conversionANALOG/DIGITAL 4. Status signal handling DIGITAL DATASIGNAL/DATA 5. Voltage conversion INTERFACE
  • 4. Interface adalah seperangkat hardware dan softwareyang diperlukan diantara prosesor/komputer danperiferal yang berfungsi untuk menjembataniperbedaan karakteristik operasi sehinggamemungkinkan dua buah perangkat tersebutberkomunikasi dan bertukar data dengan benar
  • 5. Karakteristik Antarmuka• Mekanikal ▫ Connection plugs• Elektrikal ▫ Voltage, timing, encoding• Fungsional ▫ Data, control, timing, grounding• Prosedural ▫ Sequence of events
  • 6. CONTOH : EIA-232• Dikenal sebagai RS-232• Spesifikasi Mekanikal : ISO 2110• Spesifikasi Elektrikal : v.28• Spesifikasi Fungsional : v.24• Spesifikasi Prosedural : v.24
  • 7. Spesifikasi Mekanikal
  • 8. Spesifikasi Elektrikal• Sinyal Digital• Nilai dapat diinterpretasikan sebagai data atau kendali , tergantung pada rangkaian• Tegangan < -3v = “1”, Tegangan > +3v = “0”• Encoding NRZ• Kecepatan Sinyal < 20kHz• Jarak <30 m
  • 9. Spesifikasi Fungsional• (Lihat tabel pada buku Computer and Data Communication – Stalling – Bab 6)
  • 10. Spesifikasi Prosedural• Ketika diaktifkan (on), modem (DCE) membangkitkan sinyal DCE ready• Ketika DTE akan mengirim data akan membangkitkan sinyal RTS (Request to Send)• Modem memberi respon (bila sudah siap) dengan mengirimkan sinyal CTS (Clear to send)• DTE mengirim data• Ketika data tiba, DCE (modem) mengaktifkan melalui Receive Line Signal Detector dan mengirim data
  • 11. Protokol• Protokol Sejumlah aturan standar untuk merepresentasikan data, sinyal, autentifikasi dan deteksi kesalahan yang diperlukan untuk mengirim informasi melalui kanal komunikasi• Spesifikasi prosedural pada dasarnya adalah protokol• Elemen-Elemen Protokol • Syntax ▫ Data formats ▫ Signal levels • Semantics ▫ Control information ▫ Error handling • Timing ▫ Speed matching ▫ Sequencing
  • 12. Transmisi Data dan Sinyal• Transmission ▫ Komunikasi data dengan cara merambatkan dan memproses sinyal. (Communication of data by propagation and processing of signals)• Data ▫ Sesuatu/kesatuan yang membawa arti (Entities that convey meaning)• Sinyal ▫ Representasi data dalam bentuk besaran elektrik/ elektromagnetik (optik) (Electric or electromagnetic representations of data)
  • 13. Transmisi Data : Terminologi• Direct link ▫ Tidak ada perangkat diantaranya• Point-to-point ▫ Direct link ▫ Hanya 2 peralatan menggunakan saluran bersama• Multi-point ▫ Lebih dari 2 peralatan menggunakan saluran bersama• Simplex ▫ Satu arah  Contoh : Televisi• Half duplex ▫ Dua arah namun pada satu saat hanya satu arah  Contoh : Radio Transceiver• Full duplex ▫ Dua arah dalam waktu bersamaan  Contoh : telephone
  • 14. Data• Analog ▫ Bernilai kontinyu didalam sebuah interval ▫ Contoh : bunyi/suara (sound/voice), video• Digital ▫ Bernilai Diskrit ▫ Contoh : text, integers
  • 15. Acoustic Spectrum (Analog)
  • 16. Sinyal• Sinyal adalah alat/cara dimana data dirambatkan• Sinyal Analog ▫ Variabel yang kontinyu ▫ Dapat dilewatkan berbagai media transmisi  wire, fiber optic, space ▫ Bandwidth suara : 100Hz to 7kHz ▫ Bandwidth Telepon : 300Hz to 3400Hz ▫ Bandwidth Video : 4MHz• Sinyal Digital ▫ Menggunakan 2 nilai komponen Tegangan DC
  • 17. Data dan Sinyal• Biasanya menggunakan sinyal digital untuk data digital dan sinyal analog untuk data analog• Dapat menggunakan sinyal analog untuk membawa data digital ▫ Telephone Modem,• Dapat menggunakan sinyal digital untuk membawa data analog ▫ CODEC
  • 18. Sinyal Analog Membawa Data Analog dan Digital
  • 19. Sinyal Digital membawa Data Analog dan Digital
  • 20. Transmisi Sinyal Analog• Sinyal Analog yang ditransmisikan tidak memperhatikan isi (content)• Dapat berupa data analog atau digital• Teredam (Attenuation) sepanjang jarak• Menggunakan amplifier untuk menaikan sinyal, namun menaikan derau (noise) juga
  • 21. Transmisi Sinyal Digital• Sinyal Digital yang ditransmisikan sangat memperhatikan isi• Integritas data sangat terganggu oleh derau dan redaman.• Menggunakan Repeater, yang berfungsi : ▫ Menerima sinyal, ▫ mengektraksi pola bit ▫ Sinyal di transmisikan lagi (retransmit)• Dengan repeater : redaman dihilangkan, derau tidk diperkuat
  • 22. Keuntungan Transmisi Sinyal Digital • Teknologi ▫ Low cost LSI/VLSI technology • Integritas Data ▫ Dapat menempuh jarak yang lebih panjang pada saluran berkualitas lebih rendah • Pemanfaatan Kapasitas ▫ Semakin besar penggunaan bandwidth semakin ekonomis ▫ Proses multiplex yang banyak lebih mudah dilakukan dengan teknik digital • Security & Privacy ▫ Encryption • Integrasi ▫ memperlakukan data analog (voice/video) dan digital (teks) secara sama
  • 23. Gangguan dalam Transmisi sinyal• Sinyal yang diterima tidak sama dengan yang dikirimkan• Sinyal Analog : Penurunan (degradation) kualitas sinyal• Sinyal Digital : bit errors• Disebabkan oleh ▫ Peredaman ▫ Delay distortion ▫ Derau (Noise)
  • 24. Peredaman (Attenuation)• Kekuatan Sinyal turun terhadap jarak• Tergantung pada media transmisi• Kekuatan sinyal yang diterima : ▫ Harus cukup untuk dapat dideteksi ▫ Haarus cukup lebih besar daripada derau• Peredaman merupakan fungsi dari kenaikan frekuensi
  • 25. Delay Distortion• Hanya terjadi pada guided media• Kecepatan rambat bervariasi terhadap frekuensi
  • 26. Derau• Penambahan sinyal diantara transmitter dan receiver• Thermal ▫ Pergerakan/pergolakan (agitation) thermal dari elektron yang tersebar secara seragam ▫ White noise• Intermodulasi ▫ Sinyal mengalami penjumlahan dan pengurangan dari sinyal aslinya• Crosstalk ▫ Sinyal dari satu jalur mengimbas jalur yang lain• Impulse ▫ Pulsa ireguler atau spike, sebagai contoh interference elektromagbetik dari luar ▫ Waktu lama ▫ Amplituda tinggi
  • 27. Media Transmisi : Overview• Guided media: kabel (wire)• Unguided media : udara (wireless)• Karakteristik dan kualitas ditentukan oleh media transmisi dan sinyal• Untuk guided media : media merupakan bagian yang paling penting• Untuk unguided media : bandwidth yang dihasilkan yang paling penting• Yang paling penting diperhatikan : data rate dan jarak
  • 28. Faktor-faktor Desain• Bandwidth ▫ bandwidth yang lebar menghasilkan data rate yang tinggi• Gangguan Transmisi ▫ Peredaman• Interference• Jumlah dari receiver ▫ guided media : makin banyak jumlah receiver (multipoint) akan semakin banyak peredaman
  • 29. Electromagnetic Spectrum
  • 30. Media Transmisi Guided• Twisted Pair• Coaxial cable• Optical fiber
  • 31. Twisted Pair
  • 32. Twisted Pair - Aplikasi• Media transmisi paling umum• Jaringan Telepon ▫ PSTN house and local exchange (subscriber loop) ▫ Di dalam bangunan ▫ Dari ruangan ke PBX• local area networks (LAN) ▫ 10Mbps - 100Mbps
  • 33. Twisted Pair - Pros and Cons• Murah• Mudah instalasi• Data rate rendah• Jarak pendek
  • 34. Twisted Pair – Karakteristik Transmisi• Sinyal Analog ▫ Perlu Amplifier setiap 5 – 6 km• Digital ▫ Perlu Repeater setiap 2 – 3 km• Jarak terbatas• Bandwidth terbatas (1MHz)• Data rate terbatas (100Mbps)• Rentan (Susceptible) terhadap interferensi dan derau
  • 35. Unshielded and Shielded TP• Unshielded Twisted Pair (UTP) ▫ Biasa digunakan pada kabel telepon ▫ Paling murah ▫ Mudah diinstalasi ▫ Sering menderita gannguan dari EM interference• Shielded Twisted Pair (STP) ▫ Kabel diselubungi bahan metal (braided Metal) yang akan mereduksi interferensi ▫ Lebih mahal ▫ Penaganan agak sukar (thick and heavy)
  • 36. Kategori UTP• Cat 3 ▫ s/d 16 MHz ▫ Biasanya untuk suara in most offices ▫ Twist length : 7.5 cm - 10 cm• Cat 4 ▫ s/d 20 MHz• Cat 5 ▫ s/d 100MHz ▫ Kabel jaringan komputer di perkantoran ▫ Twist length : 0.6 cm - 0.85 cm
  • 37. Kabel Coaxial
  • 38. Kabel Coaxial : Aplikasi• Kabel distribusi untuk Televisi ▫ Outlet rumah ke TV ▫ Cable TV• Telepon jarak jauh ▫ Dapat membawa 10,000 panggilan suara secara serentak (namun sekarang tergantikan oleh fiber optic)• Local area networks
  • 39. Kabel Coaxial – Karakteristik Transmisi• Sinyal Analog ▫ Amplifiers setiap 2-3 km (akan semakin dekat untuk frekuensi yang lebih tinggi) ▫ s/d 500MHz• Sinyal Digital ▫ Repeater setiap 1 km (akan semakin dekat untuk data rate yang semakin besar)
  • 40. Fiber Optik
  • 41. Fiber optik – Keuntungan• Kapasitas sangat besar ▫ Data rates dapat mencapai ratusan Gbps• Ukuran dan berat yang kecil• Peredaman lebih rendah• Terisolasi terhadap Medan Elektromagnetik• Jarak repeater lebih panjang ▫ > 10 km
  • 42. Fiber Optik – Aplikasi• Long-haul trunks• Metropolitan trunks• Rural exchange trunks• Subscriber loops• LAN
  • 43. Fiber Optik – Sumber cahaya• Light Emitting Diode (LED) ▫ Cheaper ▫ Wider operating temp range ▫ Last longer• Injection Laser Diode (ILD) ▫ More efficient ▫ Greater data rate• Wavelength Division Multiplexing
  • 44. Optical Fiber Transmission Modes
  • 45. Transmisi unguided (Wireless)• Trasmisi dan penerimaan via antena• Terarah (Directional) ▫ Berkas terfokus ▫ Perlu alignment yang tepat• Berbagai arah (Omnidirectional) ▫ Sinyal tersebar pada semua arah ▫ Dapat diterima oleh banyak antena• 2GHz - 40GHz ▫ Point to point (directional) ▫ Microwave ▫ Satellite• 30MHz - 1GHz ▫ Omnidirectional ▫ Broadcast radio• 3 x 1011 - 2 x 1014 ▫ Infrared ▫ Local
  • 46. Terrestrial Microwave• Antena : Parabolic dish• Berkas terfokus• Line of sight• Telekomunikasi jarak jauh• Frekuensi lebih tinggi menghasilkan data rate yang lebih tinggi
  • 47. Satellite Microwave• Satellite adalah relay station• Menerima pada frekuensi tertentu, mengirim pada frekuensi berlainan• Memerlukan orbit geo-stationer ▫ Ketinggian : 35,784km• Aplikasi : Televisi, telepon jarak jauh, ATM bank
  • 48. Radio Pemancar (Broadcast Radio)• Antena : Omnidirectional• Aplikasi• Radio : AM, FM• Televisi : UHF dan VHF• Line of sight• Mengalami gangguan multipath interference ▫ Reflections
  • 49. Infrared• Memodulasi cahaya inframerah yang noncoherent• Line of sight (atau pantulan)• Dapat terhalang oleh dinding• Contoh : TV remote control, IrDA port
  • 50. Teknik Encoding• Data digital, sinyal digital• Data analog, sinyal digital• Data digital, sinyal analog• Data analog, sinyal analog
  • 51. Data Digital, Sinyal Digital• Sinyal Digital ▫ Diskrit, berupa pulsa tegangan yang diskontinyu ▫ Setiap pulsa adalah elemen sinyal ▫ Data Biner di encode menjadi elemen sinyal
  • 52. Terms (1)• Unipolar ▫ Semua elemen sinyal memiliki tanda (sign) yang sama• Polar ▫ Satu state logika diwakili oleh tegangan positif, sedangkan state logika yang lain diwakili oleh tegangan negatif• Data rate ▫ Kecepatan transmisi data dalam bits per second (bps)• Lama atau panjang bit ▫ Waktu dari sebuah bit
  • 53. Terms (2)• Kecepatan modulasi (Modulation rate) ▫ Kecepatan dari perubahan level sinyal ▫ Diukur dalam baud = elemen sinyal per detik (signal elements per second)• Mark and Space ▫ Biner “1” = mark, biner “0” = space
  • 54. Penafsiran Sinyal• Perlu diketahui ▫ Pewaktuan bit – Kapan mulai (start) dan berakhir (end) ▫ Level sinyal• Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan mengintepretasikan sinyal ▫ Signal to noise ratio ▫ Data rate ▫ Bandwidth
  • 55. Perbandingan skema Encoding• Spektrum sinyal (Signal Spectrum) ▫ Bila sinyal tidak memiliki frekuensi tinggi akan mengurangi bandwidth ▫ Memusatkan daya pada titik tengah bandwidth• Clocking ▫ Sinkronisasi transmitter dan receiver ▫ External clock ▫ Mekanisme sinkronisasi berdasarkan sinyal• Error detection ▫ Dapat dibangun pada encoding sinyal• Ketahanan Sinyal terhadap interferensi dan derau• Harga dan kompleksitas ▫ Semakin tinggi kecepatan sinyal (berarti data rate juga semakin tinggi) , semakin mahal ▫ Beberapa encoding memerlukan kecepatan sinyal lebih tinggi daripada data rate
  • 56. Skema Encoding• Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)• Nonreturn to Zero Inverted (NRZI)• Bipolar -AMI• Pseudoternary• Manchester• Differential Manchester• B8ZS• HDB3• 8b/10b
  • 57. Nonreturn to Zero-Level (NRZ-L)• bit 0 dan 1 memiliki tegangan yang berbeda• Tegangan konstan selama interval bit ▫ Tidak ada transisi (no return to zero voltage)• Contoh beberapa konfigurasi :• Tegangan 0 untuk bit 0, Tegangan positif untuk bit 1, atau• Tegangan Negatif untuk bit 0, Tegangan positif untuk bit 1, atau sebaliknya
  • 58. Nonreturn to Zero Inverted• Teknik NRZ yang diinvers ketika menemui bit 1• Tegangan konstan selama interval bit• Data di encode pada saat mulai waktu bit terjadi ada atau tidak ada transisi sinyal• Keadaan transisi (low to high or high to low) sebagai biner 1• Tidak ada transisi sebagai biner 0• NRZI adalah Contoh dari differential encoding
  • 59. NRZ
  • 60. Differential Encoding• Data diwakili oleh perubahan (transisi) sinyal tidak oleh level• Lebih andal mendeteksi transisi daripada level• Pada transmisi yang kompleks, level lebih mudah kehilangan polaritas
  • 61. NRZ pros and cons• Pros ▫ Mudah direkayasa ▫ Penggunaan Bandwidth sangat baik• Cons ▫ Terdapat komponen dc ▫ Tidak memiliki kemampuan sinkronisasi• Digunakan untuk perekaman pada pita magnetik• Jarang digunakan pada transmisi sinyal jarak jauh.
  • 62. Multilevel Binary• Menggunakan lebih dari dua level sinyal• Bipolar-AMI ▫ Bit 0 direpresentasikan tegangan nol (no line signal) ▫ Bit 1 direpresentasikan oleh tegangan positif dan negatif ▫ 1 pulsa bergantian polaritasnya ▫ Tidak kehilangan sinkronisasi jika terdapat bit 1 yang panjang (untuk bit 0 masih bermasalah ▫ Tidak memiliki komponen dc ▫ Bandwidth lebih kecil ▫ Mudah mendeteksi kesalahan (error detection)
  • 63. Pseudoternary• Bit 1 direpresentasikan tegangan nol (no line signal)• Bit 0 direpresentasikan tegangan positif ndan negatif yang bergantian• Tidak ada keuntungan dan kelebihan dibandingkan bipolar-AMI
  • 64. Bipolar-AMI and Pseudoternary
  • 65. Trade Off for Multilevel Binary• Tidak seefisien NRZ ▫ NRZ : tiap elemen sinyal mewakili hanya satu nilai bit ▫ Multilevel  (3 level) mewakili log23 = 1.58 bits  Receiver harus membedakan 3 level (+A, -A, 0)  Memerlukan tambahan daya sinyal 3dB agar memiliki probabilitas bit error yang sama dengan NRZ
  • 66. Biphase• Manchester ▫ Transisi sinyal pada titik tengah (midbit) waktu bit ▫ Transisi ini digunakan sebagai clock dan data ▫ Transisi dari Low ke high = 1, dari high ke low =0 ▫ Digunakan pada IEEE 802.3• Differential Manchester ▫ Transisi Midbit hanya untuk clock ▫ Transisi pada awal perioda bit = 0 ▫ Tidak ada transisi pada awal perioda bit = 1 ▫ Merupakan contoh dari skema differential encoding ▫ Digunakan pada IEEE 802.5
  • 67. Biphase Pros and Cons• Con ▫ Paling sedikit satu transisi setiap waktu bit dan mungkin 2 transisi ▫ Keceptan modulasi : 2 x NRZ ▫ Memerlukan bandwidth lebih besar• Pros ▫ Sinkronisasi pada midbit transition (self clocking) ▫ Tidak ada komponen dc ▫ Memeiliki deteksi kesalahan  Ketidakhadiran sinyal transisi yang diharapkan
  • 68. Kecepatan Modulasi (Modulation Rate)
  • 69. Pengadukan/Pengacakan (Scrambling)• Scrambling digunakan untuk mengganti urutan sinyal panjang yang menghasilkan tegangan yang konstan• Urutan pengisian ▫ Harus menghasilkan transisi yang cukup untuk sinkronisasi ▫ Harus dikenali oleh receiver kemudian diganti dengan yang aslinya ▫ Sama panjangnya dengan yang asli• Tidak ada komponen dc• Tidak ada urutan yang panjang pada tegangan nol (no line signal)• Tidak ada pengurangan data rate• Kemampuan mendeteksi kesalahan
  • 70. B8ZS• Bipolar dengan 8 nilai 0 (zero) yang disubstitusi• Berbasis bipolar-AMI• Jika terdapat 8 (octet) bernilai 0 (zero) dan pulsa sebelum octet tersebut adalah transisi ke positif maka encode sebagai 000+-0-+• Jika terdapat 8 (octet) bernilai 0 (zero) dan pulsa sebelum octet tersebut adalah transisi ke negatif maka encode sebagai 000-+0+-• Causes two violations of AMI code• Unlikely to occur as a result of noise• Receiver detects and interprets as octet of all zeros
  • 71. HDB3• High Density Bipolar 3 Zeros• Berbasis bipolar-AMI• 4 bit 0 diganti dengan satu atau dua pulsa
  • 72. B8ZS and HDB3
  • 73. 8b/10b• Digunakan pada PCIe, SATA, Fibre Channel, USB 3.0, IEEE1394 (Firewire)
  • 74. Digital Data, Analog Signal• Amplitude shift keying (ASK)• Frequency shift keying (FSK)• Phase shift keying (PK)
  • 75. Teknik Modulasi
  • 76. Amplitude Shift Keying• Nilai data direpresentasikan oleh amplituda yang berbeda pada gelombang carrier• Rentan terhadap perubahan gain yang tiba2• Tidak efisien• Bit rate : s/d 1200bps pada jalur voice• Penggunaan melalui kabel optik
  • 77. Frequency Shift Keying• Nilai data direpresentasikan oleh frekuensi yang berbeda• Lebih tahan error dibandingkan ASK• Bit rate : s/d 1200bps pada jalur voice grade• Penggunaan : ▫ Udara : High frequency radio ▫ Kabel co-ax : lebih tinggi dibandingkan frekuensi HF Radio
  • 78. FSK on Voice Grade Line
  • 79. Phase Shift Keying• Nilai data direpresentasikan oleh pergeseran fasa gelombang carrier• Differential PSK ▫ Pergeseran fasa relatif terhadap transmisi sebelumnya, bukan terhadap sinyal referensi
  • 80. Quadrature PSK• Lebih efisien dalam penggunaan elemen sinyal yang mewakili lebih dari 1 bit ▫ Sebagai contoh pergeseran /2 (90o)  Setiap elemen mewakili 2 bit  Total dapat merepresentasikan 4 nilai ▫ Dapat menggunakan sudut fasa yang banyak dan amplitudo lebih dari satu ▫ 9600bps modem : menggunakan 12 sudut fasa, dan 2 amplituda
  • 81. Data Analog, Sinyal Digital• Data analog dimodulasikan ke data digital melalui proses kuantisasi dan digitasi• Data digital kemudian di transmisikan dengan skema encoding sinyal digital (misalnya NRZL, NRZI dlsb.)• Di receiver ▫ sinyal digital di decode ke data digital ▫ Data Digital kemudian dikonversikan ke data analog signal ▫ Codec (Data analog -> data digital -> sinyal digital -> data digital -> data analog)• Terdapat dua jenis modulasi ▫ Pulse code modulation ▫ Delta modulation
  • 82. Pulse Code Modulation(PCM) (1)• Jika sebuah sinyal dicuplik dengan kecepatan perioda 2 x lebih besar dari frekuensi tertinggi sinyal yang dicuplik, maka hasil cuplikan akan berisi semua informasi dari sinyal aslinya ▫ (Proof - Stallings appendix 4A)• Contoh Data suara ▫ frekuensi tertinggi suara 4000Hz ▫ Kecepatan sample 8000 Hz atau 8000 sample per detik
  • 83. Pulse Code Modulation(PCM) (2)• Setiap sample dinyatakan dalam nilai bit ▫ 4 bit : 16 level sinyal analog ▫ 8 bit : 256 level sinyal analog ▫ Representasi data analog dalam 8 bit sinyal digital yang dicuplik dengan kecepatan 8000 sample per detik menghasilkan data rate 64 kBps
  • 84. Delta Modulation• Data analog didekati (approximated) dengan fungsi tangga (staircase function)• Naik atau turun satu level ( ) pada setiap interval cuplik (menggunakan 1 bit untuk setiap sample)• Untuk memncapai signal-to-noise ratio, yang tinggi, sinyal harus dicuplik dengan cukup tinggi (> 10x).
  • 85. Delta Modulation - example
  • 86. Delta Modulation - Operasi
  • 87. Data Analog, Sinyal Analog• Mengapa memodulasi data analog? ▫ Frekuensi yang lebih tinggi dapat menghasilkan transmisi yang efisien ▫ Dapat dilakukan multiplexing frekuensi• Tipe modulasi ▫ Amplitude modulation ▫ Frequency modulation ▫ Phase modulation
  • 88. Analog Modulation Frequency Modulation Phase Modulation
  • 89. Spread Spectrum• Dapat digunakan pada Data Analog atau Digital• Sinyal Analog• Data dengan BW tertentu disebar pada beberapa frequency domain, sehingga memiliki bandwidth yang lebih lebar• Menghindari jamming (penurunan SNR) dan interference• Terdapat dua metoda dasar ▫ Frequency hoping  Sinyal dipancarkan pada sejumlah frekuensi yang acak ▫ Direct Sequence  Setiap bit data diwakili oleh sejumlah bit sinyal pada saat ditransmisikan (disebut dengan chip code)  Chip code memiliki chip rate > bit rate
  • 90. Model OSI • Menggambarkan bagaimana informasi/data mengalir di dalam sebuah arsitektur jaringan (network architecture). • Aristektur Jaringan : sekumpulan lapis, interface dan protokol yang bertumpuk dalam hirarki yang digunakan untuk mekanisme pertukaran data antara pengirim (sender) dan penerima (receiver) • Pada pengirim : Data dilewatkan dari lapis tertinggi menuju lapis terendah, kemudian dikirimkan melalui jaringan • Pada penerima (receiver) : Data yang diterima melalui jaringan kemudian dialirkan dari lapis terendah menuju lapis tertinggi
  • 91. Model OSI • Open Systems Interconnection (OSI) ▫ Dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) ▫ OSI Terdiri dari 7 lapis (layer) hirarki ▫ Standar yang muncul terlambat • TCP/IP merupakan standar de facto
  • 92. 93
  • 93. 94Tranmisi Data dalam Model OSI
  • 94. Lapis OSILapis Fungsi (umum)Application layer Lapis dimana data akan diolahPresentation layer Lapis dimana data direpresentasikanSession layer Lapis dimana terjadi pembentukan, pengendalian dan pengakhiran sebuah sesiTransport layer Lapis yang mempersiapkan transfer data end-to-end yang andalNetwork layer Lapis dimana data di routing yang tidak tergantung pada jenis jaringannyaData Link layer Lapis yang mempersiapkan transfer data point-to-point yang andalPhysical layer Lapis dimana data dikirimkan dalam jaringan fisik berupa bit stream
  • 95. OSI v TCP/IP
  • 96. Untuk apa Standarisasi• Diperlukan agar memungkinkan terjadi interoprabilitas antara peralatan• Keuntungan ▫ Memberi jaminan pasar yang besar untuk peralatan dan perangkat lunak ▫ Memungkinkan berbagai produk dari vendor/pabrikan yang berbeda saling berkomunikasi
  • 97. Standards Organizations• Internet Society• ISO• ITU-T (formally CCITT)• ATM forum
  • 98. Quiz 3• Main Board /Motherboard1) Jelaskan Apa yang dimaksud dengan CPU Socket, secara umum ada berapa jenis socket2) Jelaskan apa yang dimaksud dengan Chipset, apa saja bagian yang terkait dengan dan jenis busnya3) Ada berapa port/slot yang anda kenal ? Sebutkan, (minimum 15)• Interface/Komunikasi Data1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan Interface, apa saja fungsi dan karakteristiknya.2) Apa yang dimaksud dengan transmisi Simplex, Halfduplex dan Fullduplex3) Sebutkan salah satu media transmisi guided atau unguided (pilih salah satu) jelaskan bagian dan karakteristiknya4) Apa yang dimaksud dengan NRZI encode berikan contoh data dan sinyalnya