Sesi 1

  • 1,080 views
Uploaded on

 

More in: Education , Technology
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,080
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
18
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • Sejak manusia hadir dalam kehidupan senantiasa dihadapkan pada berbagai hal yang ingin diketahuinya. Dari pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan dirinya, misalnya asal muasal keberadaan, bagaimana agar dia bisa bertahan hidup dan keluar dari masalah yang dihadapi, kemudian berkembang selaras dengan harapan yang dia anggap baik untuk kehidupannya. Sampai kepada masalah yang berkaitan dengan posisi dirinya dengan elemen lain dalam kehidupan. Hal yang terakhir berkaitan dengan bagaimana seharusnya dia menempatan dirinya dengan manusia lainnya. Atau bagaimana posisi dirinya dengan alam dan lingkungan sosial dan budayanya. Malahan yang lebih tinggi lagi bagaimana posisi dirinya dengan maha pencipta alam semesta beserta isinya ini. Banyak cara yang dilakukan manusia untuk mengungkap dan menjawab berbagai persoalan tentang itu. Upaya yang dilakukan sangat berbeda seiring dengan perkembangan peradaban dan cara berfikir serta budaya yang melatarbelanginya. Pada masyarakat jaman awal peradaban, manusia sering mengunakan instuisi atau
  • Sejak manusia hadir dalam kehidupannya senantiasa dihadapkan pada berbagai hal yang ingin diketahuinya. Dari pertanyaan yang berkaitan dengan kehidupan dirinya, misalnya asal muasal keberadaan, bagaimana agar dia bisa bertahan hidup,

Transcript

  • 1. UNPASRully IndrawanR.Poppy Yaniawati
  • 2. Istana KawaluyaanJl. Kawaluyaan Indah XXI No.10 Bandung Telp/Fax/Hp (022) 7335371- 08157000999 e-mail: rullyindrawan26@gmail.com
  • 3. SILABUS Filsafat Ilmu, Metode Penelitian Pendahuluan Ilmiah dan Penelitian Pendidikan Pendekatan Penelitian:Penelitian Tindakan 1. Kuantitatif. Kelas Penyusunan 2. Kualitatif Proposal 3. Campuran Pengolahan data Luaran Penelitian:Tugas kelompok 1. Karya Tulis Ilmiah dan Pembahasan 2. Artikel Ilmiah
  • 4. Uraian Rinci Rencana Materi KuliahSesi Tujuan Topik Dosen Ket Pengajar Rully Indrawan 1 Memberi pemahaman tentang 1. Pendahlunan kegiatan penelitian, serta 2. Filsafat Ilmu landasan penelitian dalam 3. Metode ilmiah dan Penelitian bidang pendidikan 4. Penelitian pendidikan 5. Identifkasi Masalah2-3 Menjelaskan dan melatih Penyusunan Proposal: R. Poppy Yaniawati pembuatan proposal untuk 1. Judul penelitian pendidikan 2. Latar Belakang Masalah 3. Rumusan masalah 4. Tujuan dan Kegunaan 5. Kerangka Berfikir 6. Hipotesis 7. Operasionalisais Variabel 8. Metode penelitian 9. Kepustakaan4-6 Menjelaskan penggunan Pendekatan Penelitian: metode kuantitatif dan 1. Kuantitatiff kualitatif dalam penelitian 2. Kualitatif Rully Indrawan 3. Campuran 7 Menjelaskan, menganalisis, Penelitian Tindakan Kelas: R. Poppy Yaniawati mempersiapkan dan melatih 1. Persiapan Penelitian Tindakan kelas 2. Penysunan Model 3. Pelaksanaan 4. Evaluasi 5. Perbaikan Model
  • 5. Uraian Rinci Rencana Materi KuliahSesi Tujuan Topik Dosen Pengajar Ket 8 UTS9-10 Mengetahui pemahaman Praktik Penyusunan Pro2osal Rully Indrawan dan kemampuan mahasiswa dalam menyusun proposal11-12 Memberi pemahaman Pengolahan Data Kuantitatif: melalui praktik pengolahan 1. Statistik Penafsiran R.Poppy Yaniawati data kuantitatif, serta 2. Uji Statistik pemanfaatan software 3. Model Persamaan dalam pengolahan datan Struktural 4. Pemanfaatan Software Rully Indrawan13-14 Menjelaskan tentang Luaran Penelitian: berbagai jenis luaran 1. Karya Tulis Ilmiah penelitian 2. Artikel Ilmiah 15 UAS Laporan Evaluasi
  • 6. LITERATURThe Practice of Social Research. Babble, E. Belmont, California:Wadsworth Publishing Co. 1986.Jhon Crasweel. Educational Research . Edisi keempatScalling Methods, Peter Dunn-Rankin. Lawrence Erlbaum Associates,London,1983Moleong, L. J. Metologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosydakarya.Bandung. 2010Jhon Crasweel. Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif,dan Mixed. Pustaka Pelajar, JogjakartA, 2010.rullyindrawan.wordpress.com
  • 7. Jurnal Penelitian Pendidikan http://bebas.vlsm.org/v06/Kuliah/Seminar-MIS/2006/168/168-12- ValueOfIntrusionDetectionSystems.pdf. http://maths.fs.utm.my/matema~1/mat.htm www.fmipa.itb.ac.id/jms/file/JMS_ www.malang.ac.id/indo/jurnal.htm www.batan.go.id/ptbin/cssi/doc/paper.doc www.math.itb.ac.id/academicStaff.php?id=131803264 www.matematik.fs.utm.my/mathv4/staffprofile.php journal.lib.unair.ac.id/index.php/jmipa/issue/current matematika.upi.edu www.latrobe.edu.au/maths/research/publications www.ijournals.net gort.ucsd.edu/newjour/m/msg02553 www.mathematica-mpr.com/education www.risc.uni-linz.ac.at/people/schreine/papers www.mathematica-journal.com/issue/v9i3/n www.mathematica-mpr.com/publications maths.fs.utm.my/matema www.inform.upm.edu
  • 8. Komponen Penilaian UAS Kehadiran 30% 20 % UTS Tugas 25% 25%
  • 9. Target Luaran Membuat Mengakses Tesis PTK Program Penelitian
  • 10. Plato memulai budaya ilmiah daritaman academos pada 2000 tahunsilam, tepatnya jaman Yunanipurba. Kebiasaan yang tak lazim dizamannya ini, kemudian merembakmenjadi pola hidup manusiamodern.Sekitar tahun 1400, ilmu mulailepas dari kekangan teologi.Kebebasan berpikir terusberkembang, mencapai puncaknyapada sekitar tahun 1700.
  • 11. Filsafat Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar untuk menuju kehidupan yang dicita-citakan.
  • 12. Apa kata filsuf Plato (427–348 SM) menyatakan filsafat ialah pengetahuan yang bersifat untuk mencapai kebenaran yang senyatanya Aristoteles (382–322 SM) mendefenisikan filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Cicero (106–043 SM) filsafat ialah ilmu pengetahuan terluhur dan keinginan untuk mendapatkannya. Descartes (1596–1650), filsafat ialah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya. Immanuel Kant (1724–1804) berpendapat filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya 4 persoalan: Apakah yang dapat kita ketahui? Apakah yang seharusnya kita kerjakan? Sampai di manakah harapan kita? Apakah yang dinamakan manusia itu?
  • 13. Ciri-ciri berfikir filosofis : Memiliki pijakan keilmuan. Berfikir sistematis. Mendalam Komprehensif .
  • 14. Apakah sebenarnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari dalam Metafisika Apakah yang dapat saya ketahui? Permasalahan ini dikupas dalam Epistemologi. Apakah manusia itu? Masalah ini dibahas dalam Antropologi Filsafat.
  • 15. MetafisikaMetafisika (Bahasa Yunani: μετά (meta) = "setelahatau di balik", φύσικα (phúsika) = "hal-hal dialam") adalah cabang filsafat yang mempelajaripenjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia.Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas.Metafisika mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaanseperti: Apakah sumber dari suatu realitas? ApakahTuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta?(wikipedia)
  • 16. Ontologis Cabang ini menguak tentang objek apa yang di telaah ilmu? Bagaimana ujud yang hakiki dari objek tersebut ? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa dan mengindera) yang membuatkan pengetahuan?
  • 17. Epistimologis Menjawab bagaimana proses timbulnya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara/tehnik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu?
  • 18. Aksiologis Menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/professional?
  • 19. Manfaat filsafat dalam kehidupan UntukUntuk memberi memperkirakan Melihat sesuatu dasar pijakan akibat dari lebih dalamdalam bertindak sebuah tindakan.
  • 20. Behaviour Attitude ScienceFilsafatReligi
  • 21. Faham FilsafatIdealisme :Filsafat yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh(sukma) atau jiwa, ide-ide dan pikiran atau yang sejenis denganitu.Tokoh-tokohnya: Plato (477 -347 Sb.M), B. Spinoza, Liebniz, Berkeley,Immanuel Kant, G. Hegel.Rasionalisme:Filsafat yang berpandangan bahwa kebenaran yang sangat sejatiberasal dari rasio, sehingga pengenalan inderawi merupakan suatubentuk pengenalan yang kabur.Tokoh-tokohnya: Rene Descartes (1596 -1650), Nicholas Malerbranche, B.De Spinoza, G.W.Leibniz, Blaise Pascal.
  • 22. Empirisme:Filsafat yang menekankan bahwa kebenaran yang sempurnatidak diperoleh melalui akal, melainkan di peroleh ataubersumber dari panca indera manusia, yaitu mata, lidah,telinga, kulit dan hidung.Tokoh-tokoh: Francis Bacon (1210-1292), Thomas Hobes,JohnLocke dan David Hume.Eksistensialisme:Filsafat yang mengusung ide bahwa manusiamenciptakan makna dan hakekat hidup merekasendiri.Tokoh: Kierkegaard (1813-1855), Nietzsche, Berdyaev, Jaspers,Heidegger, Sartre, dan Camus.
  • 23. Rasionalisme Kebenaran itu adalah apa Kebenaran itu adalah apa yang dapat dijelaskan oleh yang terjadi dan dapat EmpirisismeIdealisme pikiran sebagaimana dijelaskan oleh akal sehat keyakinan 1 2 Kebenaran itu adalah Kebenaran itu adalah keyakinan yang terbentuk berada pada siapa yang oleh kekuasaan manusia berkuasa saat ini 3 4 Eksistensialisme27
  • 24. Idealisme dan Rasionalisme 1. Untested Opinion, Intuition/A Priori Method:  Angka 13 adalah angka sial  Hujan adalah rohmat- Hujan adalah bencana 2. Self-Evident Truth atau Method of Tenacity:  Semua mahluk hidup akan mati  Semua kejahatan akan mendapat balasan28
  • 25. Eksistensialisme dan Idealisme 3. Method of Authority:  Pangeran Diponegoro adalah Pahlawan  Komunis itu jahat 4. Literary Style:  Hemat pangkal kaya  Manusia lahir dalam keadaan bersih 5. Postulational Style:  Sikap mempengaruhi perlaku  Tidak ada kurikulum yang baik atau jelek, yang ada guru yang kreatif dan tidak kreatif29
  • 26. Eksistensialisme dan Empirisme 1. Pragmatic Style:  Pokoknya lakukan yang diperintahkan atasan  Dahulukan yang paling menguntungkan 2. Hedonism Style:  Harta (benda) dan kedudukan yang paling penting  Menjalankan tugas dengan baik pasti mendapat imbalan30
  • 27. Empirisme dan Rasionalisme Induktif dan deduktif Deductif, hipotesis, Induktif Metode Ilmiah
  • 28. Metode Ilmiah Fenomena, Fakta, Data Hipotesis, Model, Konsep
  • 29. Ilmuwan pada dasarnya adalah manusia yang memiliki ciridasar, al: (1) (3) (2) selalu memilih jalan mencari jawaban ingin untuk memperoleh atas tahu dan jawaban atas keingintahuannya, bertanya, keingintahuannya.
  • 30. METODEILMIAH
  • 31. Ilmu Dapat digunakan untuk memprediksi dan Terformulasikan mengatasi secara kuantitatif masalah atau maupun kualitatif situasi yang serupa di masa Berpijak pada satu datang atau lebih teori sentral dan sejumlah prinsip umum (pengalaman masa lalu) Pengetahuan (body of knowledge) yang terklasifikasi dan tersistematisasi
  • 32. Sifat Ilmu dan Ilmuwan Ilmu bersifat umum tidak memihak dan parsial. Ilmu itu dinamis dan llmuwan harus mengorganisir pandangannya untuk eksis dalam dinamika. Ilmuwan harus netral dan terbuka terhadap hal-hal baru. Ilmu adalah milik bersama sehingga harus dipublikasikan dan akuntabel Ilmu itu objektip. Kegiatan ilmiah harus mengutamakan kejujuruan
  • 33. Manusia mencari kebenaran(a) faham rasionalisme,(b)faham empirisme, Pendekatan
  • 34. Pengetahuan Penelitian Ilmu Pengetahun(Knowledge) (Research) (Science)
  • 35. XPra-posititivistik Positivistik Post-posititivistik
  • 36. A. Paradigma positivisme ukuran kebenarannya tergantung pada jumlah (atau seberapa besar) serta bersifat probalistik.B . Paradigma postpositivisme ukuran kebenaran didasarkan pada esensi (sesuai dengan hakekat obyek) dan kebenarannya bersifat holistik.
  • 37. berakar pada metodologipaham ontologi pendekatanrealisme yang eksperimental melaluimenyatakan observasi dipandangbahwa realitas tidak mencukupi,berada (exist) tetapi harusdalam kenyataan dilengkapi dengandan berjalan triangulasi, yaitusesuai dengan penggunan beragamhukum alam metode, sumber data,(natural law). periset dan teori.
  • 38. Perbedaan Aksioma Paradigma Positivisme dan Post-PositivismeNo Aksioma Paradigma Positivisme Paradigma Post Positivistik Kenyataan adalah tunggal, nyata dan Kenyataan adalah ganda,dibentuk, dan1 Hakikat kenyatan fragmentaris merupakan keutuhan Pencari tahu dengan yang tahu adalah Pencari tahu dengan yang tahu aktif Hubungan pencari2 bebas, jadi ada dualisme bersama, jadi tidak dapat dipisahkan tahu dan yang tahu Generalisasi atas dasar bebas-waktu Hanya waktu dan konteks yang Kemungkinan3 dan bebas-konteks (pernyataan mengikat hipotesis kerja (pernyataan Generalisasi nomotetik) idiografis) yang dimungkinkan Terdapat penyebab sebenarnya yang Setiap kejadian berada dalam keadaan Kemungkinan secara temporer terhadap, atau secara kompleks sehingga sukar membedakan4 hubungan sebab simultan terhadap akibatnya mana sebab dan mana akibat akibat5 Peranan nilai Inkuirinya bebas nilai Inkuirinya terikat nilai (Sumber : Lexy J. Moleong : 2000 : 31)
  • 39. Quantitative and Qualitative Research : Alternative Labels Quantitative Qualitative AuthorsRasionallistic Naturalistic Guba &Lincoln (1982)Inquiry from the Inquiry from the inside Evered & Louis (1981)Outsidefunctionalist Interpretative Burrel & Morgan (1979)Positivist Constructivist Guba (1990)Positivist Naturalistic-ethnographic Hoshmand (1989) Sumber : Julia Brannen (Ed): 1992 : 58) dari Uhar Suharsaputra
  • 40. Post-Positivistik Positivistik Metode MetodeKuantitatif Kualitatif Analisis AnalisisKuantitatif Kualitatif
  • 41. Penelitian eksploratif Penelitian konklusif (exploratory research) (conclusive research),merupakan jenis penelitian sesuai untuk situasiyang sesuai untuk situasi di sebaliknya, yaitu di mana mana tujuan penelitian tujuan penelitian sudah bersifat umum dan data spesifik dan data yang yang dibutuhkan belum dibutuhkan sudah jelas. jelas.
  • 42. Penelitian Pendidikan (Education Research),adalah penyelidikan sistimatis guna memperoleh informasi untuk pengambilan keputusan dalam pendidikan dan pengajaran.
  • 43. Ruang Lingkup PenelitianPendidikan 1. Pemikiran (gagasan, ide, opini ttg. pendidikan) 2. Kebijakan Makro Pendidikan 3. Lembaga dan Kelembagaan pendidikan 4. Kurikulum pendidikan (konsep dan implementasi) 5. Belajar dan Pembelajaran
  • 44. Ragam Jenis Penelitian
  • 45. MasalahProposal PenelitianPengumpulan Data Pelaksanaan Teori Pengolahan data dan Pembahasan (Tesis) Luaran
  • 46. Identifikasi masalah! HarapanMengapa Mengapaprestasi belajar perubahansiswa berbeda kurikulumpadahal dalam Kesenjangan tidaksistem menyebabkanpembelajaran prestasiyang sama? belajar siswa menjadi lebih baik? Kenyataan
  • 47. Dari mana ide masalah ditemukan?Fakta empiris yangditangkap pancaindraTelaah dokumentasi,misal: Laporan Kemajuan BelajarTemu ilmiah, misal:diskusi ahliPendapat pihak otoritasHasil Penelitian yanglain, dlsb.
  • 48. Pengkajian Gejala (Fenomena) Dapat dilakukanuntuk melihat duduk korespondensi dalam duapersoalan gejala paradigma ilmu pendekatan,tersebut dalam yang akan padakerangka keilmuan dijadikan patokan (a) substansi,calon peneliti, langkah penelitian. (b) struktur.
  • 49. 1. Human Development Index (HDI) Indonesia menduduki peringkat 102 dari 106 yang Rendahnya Mutu disurveiMetode Ilmiah Fenomena 2. Hasil survei PERC ( The Hasil Belajar Political Economic Risk Consultation), Indonesia berada pada peringkat ke Apa penyebab rendahnya 12 dari 12 negara yang Identifikasi disurvei pencapaian nilaiDisiplin Ilmu Masalah matematika? 3. The Third international Mathematics and Science study-Repeat (TIMSS-R : 1999) menemukan bahwa Siswa SLTP Indonesia Pembatasan Faktor mana sajakah Pertimbangan menempati peringkat 32 penyebab rendahnya nilai Masalah untuk IPA dan 34 untuk Teknis UAN bidang matematika? Matematika, dari 38 negara yang distudi di Asia, Australia, dan Afrika. 1. Faktor internal belajar Rumusan manakah yang mempengaruhi pencapaian Teori nilaiMasalah pada mp matematika Pendukung UAN 2010 di SMA kota Bandung? 2. ....dst
  • 50. Resume Kerisauan calon peneliti yang “dibenarkan” Bermanfaat; Relevan oleh fakta dan pendapat umum; Menarik bagi Aktual; calon peneliti;
  • 51.