• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Proses pembuatan gula
 

Proses pembuatan gula

on

  • 3,190 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,190
Views on SlideShare
3,190
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
46
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Proses pembuatan gula Proses pembuatan gula Document Transcript

    • Proses Pembuatan Gula Rafinasi20 July 2009r2dyluminescence Science My World 3 CommentsKuliah kimia dan masyarakat pada minggu ketiga diisi oleh seorang alumni Kimia yang bernamaArimulyo Nugroho. Beliau yang lebih dikenal dengan panggilan Mas Oho bekerja sebagai salesmarketing pada PT Jawamanis Rafinasi. Dalam kuliahnya Mas Oho mempresentasikan tentangpembuatan gula rafinasi khususnya yang dilakukan PT Jawamanis Rafinasi. Selain itu juga MasOho memberikan kuliah tentang bagaimana strategi menguasai pasar.Hampir sekitar dua jam Mas Oho memberikan kuliah kimia dan masyarakat namun selebihnyadigunakan untuk sesi tanya jawab yang sangat menarik sekali. Pada sesi tanya jawab beliaubercerita ketika masih menjadi mahasiswa kimia ITB. Hal ini menarik bagi kami karena bisabelajar dari pengalamannnya sebagai wakil ketua himpunan dan aktivis pada berbagai organisasikemahasiswaaan.Resume yang telah saya susun berisi tentang enam bagian penting. Pada bagian pertama berisitentang kondisi produksi dan konsumsi gula kasar(raw sugar) di Indonesia pada tahun 2008-2009. Pada bagian kedua berisi tentang cara mengatsi desfisit gula di Indonesia. Lalu padabagian ketiga berisi tentang bagaimana sintesis sukrosa dalam sel tumbuhan. Selanjutnya padabagian keempat berisi tentang bagaimana pembuatan gula kasar(raw sugar) dari tebu sebagaisumber sukrosa. Lalu pada bagian kelima berisi tentang cara pembuatan gula rafinasi yangberasal dari gula kasar dan pada bagian akhir berisi tentang evaluasi kuliah kimia danmasyarakat.Konsumsi dan Produksi Gula DuniaApril 2008-Maret 2009Satuan: juta tonSumber: Kingsman ReportsPada bagian pertama saya akan menerangkan tentang kondisi gula di Indonesia. Sumber datayang digunakan adalah Kingsman Reports.Produksi dan Konsumsi Gula Kasar(Raw Sugar) IndonesiaDari data diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa produksi gula kasar(raw sugar) yang ada diIndonesia lebih kecil dari konsumsi sehingga harus dilakukan impor gula. Seperti istilah lebihbesar pasak daripada tiang jika kita umpamakan. Saya cukup kaget melihat data tersebut kalaukita melihat sumber daya yang ada di Indonesia. Sumber daya alam Indonesia memilikikekayaan alam yang sangat melipah, tanahnya subur dan mayoritas matapencaharian orang
    • Indonesia adalah petani. Namun pertanyaaannya mengapa kita harus mengimpor gula dari luar.Sungguh sangat disayangkan sekali melihat kondisi tersebut sangat memprihatinkan.Kalau kita cermati tabel tersebut ternyata konsumsi gula kasar(raw sugar) Indonesia dari bulanApril 2008 sampai bulan Maret 2009(lihat tabel) adalah 5250 juta ton jauh berbeda dibandingkandengan produksinya yaitu sekitar 2650 juta ton. Hal itu mencerminkan bahwa bangsa Indonesiahanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sekitar setengahnya dari jumlah konsumsi gulakasar. Oleh karena itu untuk memenuhi konsumsi gula dalam negeri maka kebijakan pemerintahtidak ada pilihan lain selain impor gula kasar dan gula putih.Kebijakan tersebut cukup merugikan para petani gula dan industri gula rumahan karena ternyatagula putih impor tersebut lebih murah daripada gula putih yang diproduksi di dalam negeri.Selain harganya lebih murah, gula impor juga mempunyai kualitas yang lebih unggul daripadaproduksi dalam negeri. Kalau kita sering belanja di pasar tradisional dan coba membandingkangula impor dan gula produk dalam negeri ternyata gula impor tersebut kualitasnya lebih baguskarena warnanaya yang putih sedangkan gula buatan dalam negeri berwarna kekuningan. Makakonsumen lebih memeilih gula impor daripada gula buatan dalam negeri. Akibatnya produksigula dalam negeri menjadi tersendat dan merugikan petani gula.Warna putih gula impor bukan berasal dari pewarnaan tetapi memang teknologinya sudahcanggih sehingga output yang cenderung baik. Hal tersebut berbeda sekali dengan gula yangdiproduksi dalam negeri yang cenderung kekuningan, hal tersebut disebabkan oleh prosespembuatan gula yang masih menggunakan teknologi yang sederhana. Selain itu juga mesin-mesin pembuat gula yang digunakan adalah mesin yang digunakan pada zaman dulu yang belumdiperbaharui.Sehingga kadang-kadang kita sering mendengar kalimat bahwa gula kuning itu lebih manisdaripada gula putih. Sebenarnya isu tersebut adalah untuk melindungi industri gula putih dalamnegeri supaya tidak bangkrut. Hal tersebut memang wajar karena kita harus melindungi parapetani tebu.Cara Mengatasi Defisit GulaUntuk mengurangi defisit gula setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranyakebijakan pemerintah untuk menjaga harga gula supaya tidak merugikan produsen dankonsumen,membuka lahan pertanian baru untuk produksi tebu, membuka industri gula yang barudan disertai peningkatan kualitas teknologi industri.Hal-hal seperti itu harus segera dilaksanakan oleh pemerintah karena untuk beberapa tahunkedepan seharusnya kita bisa berswasembada pangan. Dan kabar baik yang telah berhasilditingkatkan adalah swasembada beras. Oleh karena tugas kita sebagai kaum intelektualsenantiasa berkontribusi untuk bangsa dan negara.Dengan ketertarikan saya dalam bidang biokimia khususnya bioteknologi, saya mungkin suatuhari nanti dapat menghasilkan suatu penelitaian tentang bagaimana meningkatkan produksi gula
    • dari tebu atau tanaman yang lain dengan cara memodifikasi gen penghasil sukrosa denga cararekayasa genetika.Buah pikiran saya yang ingin diaplikasikan suatu hari nanti adalah bagaimana mensubstitusi guladengan pemanis lain yang sama sekali bukan buatan seperti aspartam dan sakarin. Dari bacaandan informasi yang saya dapat ternyata ada pemanis yang berasal dari asam amino. Pemanis inicukup potensial dikembangkan karena selain tidak berbahaya seperti pemanis buatan asamamino ini juga bisa didegdradasi dalam siklus metabolisme sel. Pemanis ini sangat cocok untukpenderita Diabetes mellitus. Kita bisa menyisipkan gen pemanis yang menghasilkan asam aminoini supaya diproduksi dalam jumlah besar baik dalam tanaman membentuk tanaman transgenikatau dilakukan ekspresi protein secara induktif dalam jumlah besar dengan teknik DNArekombinan pada transforman yang lain seperti bakteri dan jamur. Beberapa tahun ke depanterobosan-terobosan seperti itu cukup menjadi tantangan buat kita dan suatu saat nanti kita bisamembuka produksi tanaman tebu hasil rekayasa genetika dengan produksi sukrosa yangmelimpah.Tahap Proses Pembuatan Sukrosa Dalam Sel TanamanDengan cara memahami jalur metabolisme tumbuhan kita dapat menjelaskan bagaimana prosespembutan sukrosa dalam sel. Proses pembuatan sukrosa dalam sel dimulai dari tahap fotosintesis.Proses fotosintesis terjadi pada bagaian kloroplas yang terdapat dalam daun tanaman. Proses inidibedakan menjadi dua yaitiu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang memerlukan cahayamatahari sebagai sumber energi untuk mengaktifkan reaksi sedangkan reaksi gelap memerlukanATP sebagai sumber energi.Proses fotosintesis memerlukan CO2, H2O dan cahaya yang berasal dari sinar matahari. Padatahap pertama terjadi fiksasai CO2 dengan lima aseptor karbon yaitu ribulosa 1,5-bisfosfatmembentuk 3-fosfogliserat. Molekul ini adalah prekursor pembentukan berbagai biomolekulyaitu karbohidrat, gula, sukrosa dan polisakarida yang lainnya.Tahap kedua setelah proses fiksasi CO2 yaitu pengubahan 3-fosfogliserat menjadi gliseraldehid3-fosfat. Tahap ini dikenal sebagai tahap reaksi gelap yaitu proses reduksi yang memerlukanATP dan NADPH. Gliseraldehid 3-fosfat adalah prekursor terjadinya beberapa reaksimetabolisme dalam sel seperti proses glikolisis dan glikoneogenesis.Molekul gliseraldehid 3-fosfat yang berasal dari kloroplas berkondensasi memebentuk fruktosa1,6 bisfosfat yang dikatalisis oleh enzim aldolase. Selanjutnya terjadi hidrolisis memebentukfruktosa 6-fosfat. Lalu dengan menggunakan enzim sukrosa 6-fosfat sintase terjadi pengubahanfruktosa 6-fosfat menjadi UDP-glukosa membentuk sukrosa 6-fosfat. Terakhir enzim sukrosa 6-fosfat fosfatase menghilangkan gugus fosfat dan menghasilkan sukrosa yang siap diangkut keseluruh jaringan tanaman.Proses Pemanenan Tanaman TebuSetelah mempelajari bagaimana siklus terjadinya pembentukan sukrosa dalam skala molekulselanjutnya bahasan beralih pada tahap proses pemanenan tanaman tebu. Sampai saat ini gula
    • tebu masih sangat primadona untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan gula. Karenatanaman tebu memiliki kandungan sukrosa yang sangat banyak di bandingkan dengan tananamanyang lain. Tanaman tebu yang digunakan untuk skala industri ini dapat diperoleh dariperkebunan tebu para petani.Tanaman tebu yang dapat mencapai ketinggian tiga meter ini dapat dipanen setelah daun-daunnya mengering. Tanaman tebu ini pertama-tama dibersihkan terlebih dahulu dengan carapembakaran. Pembakaran ini jangan sampai batangnya terbakar tetapi cukup sampai denganpembakaran daun dan lapisan lilin pada batang. Untuk mengantisispasi terbakarnya batang makayang perlu dilakukan adalah mengguanakan api yang sangat panas dengan cara sekejap supayabatang tebunya tidak rusak.Setelah itu tanaman tebu dipotong-potong. Proses pemotongan ini bisa dilakukan dengan caramanual atau dengan menggunakan mesin. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakanmesin adalah lebih cepat tetapi memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu ada jugayang dilakukan secaa manual, keuntungan dari proses ini adalah membuka lapangan pekerjaanbagi para pekerja kasar. Tapi hasil yang diperoleh pun tidak secepat yang dilakukan oleh mesin.Maka hal tersebut merupakan suatu pilihan bagi para produsen tergantung kebutuhannya.Proses Pembuatan Gula Kasar(Raw Sugar)Tahap pertama pengolahan setelah proses pemanenan adalah ekstraksi jus atau sari tebu. Dikebanyakan pabrik, tebu dihancurkan dalam sebuah serial penggiling putar yang berukuranbesar. Penggilingan ini bertujuan agar sari tebu atau jus tebu itu keluar dan serat tebu, hal inimirip seperti cara kita membuat jus buah, tapi bedanya ampasnya dipisahkan pada proses ini.Cairan tebu manis dikeluarkan dan serat tebu dipisahkan. Ampas tebu ini merupakan limbahyang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, dijadikan pupuk dan lain-lain.Sedangkan cairan tebu selanjutnya digunakan di mesin pemanas. Sari tebu yang dihasilkanmasih berupa cairan yang kotor yaitu masih berupa sisa-sisa tanah yang berasal dari debu yangmenempel pada batang tebu atau bisa juga berasal dari debu proses pengangkutan, serat-seratberukuran kecil yang ikut terbawa dan ekstrak dari daun dan kulit tanaman, semuanyabercampur di dalam cairan tebu. Jus dari hasil ekstraksi mengandung sekitar 15% gula dan seratresidu, dinamakan bagasse, yang mengandung 1 hingga 2% gula, sekitar 50% air serta pasir danbatu-batu kecil dari lahan yang terhitung sebagai “abu”. Sebuah tebu bisa mengandung 12%hingga 14% serat dimana untuk setiap 50% air mengandung sekitar 25 hingga 30 ton bagasseuntuk tiap 100 ton tebu atau 10 ton gula.Pabrik dapat membersihkan jus dengan mudah dengan menggunakan semacam kapur yang akanmengendapkan sebanyak mungkin kotoran untuk kemudian kotoran ini dapat dikirim kembali kelahan. Proses ini dinamakan pengapuran(liming). Proses ini mirip seperti proses penghilanganwarna dengan menggunakan karbon aktif. Jus hasil ekstraksi dipanaskan sebelum dilakukanliming untuk mengoptimalkan proses penjernihan dan kotoran-kotoran yang terlarut didalamnyamenjadi fragmen-fragmen yang lebih halus dan mudah untuk dipisahkan.
    • Kapur berupa kalsium hidroksida atau Ca(OH)2 dicampurkan ke dalam jus dengan perbandinganyang diinginkan dan jus yang sudah diberi kapur ini kemudian dimasukkan ke dalam tangkipengendap gravitasi yaitu sebuah tangki penjernih. Jus mengalir melalui tangki penjernih dengankelajuan yang rendah sehingga padatan dapat mengendap dan jus yang keluar merupakan jusyang jernih.Kotoran berupa lumpur dari tangki penjernih masih mengandung sejumlah gula sehinggabiasanya dilakukan penyaringan dalam penyaring vakum putar(rotasi) dimana jus residudiekstraksi dan lumpur tersebut dapat dibersihkan sebelum dikeluarkan, dan hasilnya berupacairan yang manis. Jus dan cairan manis ini kemudian dikembalikan ke proses untuk dilakukantahapan selanjutnya.Setelah mengalami proses liming, jus dikentalkan menjadi sirup dengan cara menguapkan airmenggunakan uap panas dalam suatu proses yang dinamakan evaporasi.Terkadang sirup dibersihkan lagi tetapi lebih sering langsung menuju ke tahap pembuatan kristaltanpa adanya pembersihan lagi. Jus yang sudah jernih mungkin hanya mengandung 15% gulatetapi cairan(liquor) gula jenuh(yaitu cairan yang diperlukan dalam proses kristalisasi) memilikikandungan gula hingga 80%. Evaporasi dalam evaporator majemuk(multiple effect evaporator)yang dipanaskan dengan steam merupakan cara yang terbaik untuk bisa mendapatkan kondisimendekati kejenuhan (saturasi).Pada tahap akhir pengolahan, sirup ditempatkan ke dalam panci yang sangat besar untukdididihkan. Di dalam panci ini sejumlah air diuapkan sehingga kondisi untuk pertumbuhankristal gula tercapai. Pembentukan kristal diawali dengan mencampurkan sejumlah kristal kedalam sirup. Penambahan Kristal ini berfungsi sebagai inisiator agar terbentuk agregasi kristal.Sekali kristal terbentuk, kristal campur yang dihasilkan dan larutan induk (mother liquor) diputardi dalam alat sentrifugasi untuk memisahkan keduanya, bisa diumpamakan seperti pada prosesmencuci dengan menggunakan pengering berputar.Kristal-kristal tersebut kemudian dikeringkan dengan udara panas sebelum disimpan.Larutaninduk hasil pemisahan dengan sentrifugasi masih mengandung sejumlah gula sehingga biasanyakristalisasi diulang beberapa kali. Sayangnya, materi-materi non gula yang ada di dalamnyadapat menghambat kristalisasi. Hal ini terutama terjadi karena keberadaan gula-gula lain sepertiglukosa dan fruktosa yang merupakan hasil pecahan sukrosa. Olah karena itu, tahapan-tahapanberikutnya menjadi semakin sulit, sampai kemudian sampai pada suatu tahap di mana kristalisasitidak mungkin lagi dilanjutkan.Dalam sebuah pabrik pengolahan gula kasar(raw sugar) umumnya dilakukan tiga prosespendidihan. Pertama atau pendidihan “A” akan menghasilkan gula terbaik yang siap disimpan.Pendidihan “B” membutuhkan waktu yang lebih lama dan waktu tinggal di dalam pancipengkristal juga lebih lama hingga ukuran kristal yang dinginkan terbentuk. Beberapa pabrikmelakukan pencairan ulang untuk gula B yang selanjutnya digunakan sebagai umpan untukpendidihan A, pabrik yang lain menggunakan kristal sebagai umpan untuk pendidihan A danpabrik yang lainnya menggunakan cara mencampur gula A dan B untuk dijual. Pendidihan “C”membutuhkan waktu secara proporsional lebih lama daripada pendidihan B dan juga
    • membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terbentuk kristal. Gula yang dihasilkan biasanyadigunakan sebagai umpan untuk pendidhan B dan sisanya dicairkan lagi.Sebagai tambahan, karena gula dalam jus tidak dapat diekstrak semuanya, maka terbuatlahproduk samping (byproduct) yang manis disebut molase. Belakangan ini molase dari tebu di olahmenjadi bahan energi alternatif dengan meningkatkan kandungan etanol sampai 99,5%.Gula kasar yang dihasilkan akan membentuk gunungan coklat lengket selama penyimpanan danterlihat lebih menyerupai gula coklat lunak yang sering dijumpai di dapur-dapur rumah tangga.Gula ini sebenarnya sudah dapat digunakan, tetapi karena kotor dalam penyimpanan danmemiliki rasa yang berbeda maka gula ini biasanya tidak diinginkan orang. Oleh karena itu gulakasar biasanya dimurnikan lebih lanjut ketika sampai di negara pengguna. Gula seperti ini yangdinamakan raw sugar. Gula ini merupakan intermediet untuk dilakukan proses lebih lanjut. Rawsugar ini merupakan bahan baku yang sering digunakan oleh pabrik gula kristal putih danindustri gula rafinasi. Gula kasar ini masih diimpor oleh PT Jawamanis Rafinasi dari negara lainkarena di dalam negeri sulit menghasilkan gula kasar. Produksi gula dalam negeri langsungmenghasilkan gula kristal putih yang kualitasnya lebih baik daripada gula kasar. Tetapi harganyatidak ekonomis untuk dipakai dalam pembuatan gula rafinasi.Gula selain dikonsumsi langsung juga digunakan sebagai bahan baku untuk industri makanan.Pada saat ini kebanyakan pabrik gula di Indonesia hanya mampu menghasilkan gula kualitasGKP (gula kristal putih) yang dikonsumsi langsung. Gula ini masih belum memenuhi syaratuntuk digunakan sebagai bahan baku industri makanan. Untuk itu industri makananmembutuhkan kualitas gula yang lebih baik yang diperoleh dari gula rafinasi. Kata rafinasidiambil dari kata refinery artinya menyuling, menyaring, membersihkan. Jadi bisa dikatakanbahwa gula rafinasi adalah gula yang mempunyai kualitas kemurnian yang tinggi.Proses Pembuatan Gula RafinasiProses rafinasi yang digunakan dalam pabrik gula rafinasi bervariasi tergantung pada bahan yangdiolah produk yang dikehendaki dan pertimbangan lain sesuai kondisi lokal. Namun demikiansecara garis besar dapat diuraikan menjadi stasiun sebagai berikut . Tahap pertama pemurniangula yang masih kasar adalah pelunakan dan pembersihan lapisan cairan induk yang melapisipermukaan kristal dengan proses yang dinamakan dengan afinasi. Tujuan afinasi adalah mencucikristal GKM (raw sugar) agar lapisan molases yang melapisi kristal berkurang sehinggawarnanya semakin ringan atau warna ICUMSA lebih kecil. Pencucian dilakukan dalam mesinsentrifuga yaitu setelah GKM dicampur dengan sirup menjadi magma. Penurunan warna yangdicapai pada stasiun ini berkisar 30-50 %. Kristal yang telah dicuci dilebur dengan mencampurdengan air atau sweet water menghasilkan leburan(liquor) dengan brix sekitar 65.Gula kasar dicampur dengan sirup kental(konsentrat) hangat dengan kemurnian sedikit lebihtinggi dibandingkan lapisan sirup sehingga tidak akan melarutkan kristal, tetapi hanya sekelilingcairan(coklat). Campuran hasil(magma) di-sentrifugasi untuk memisahkan kristal dari sirupsehingga kotoran dapat dipisahkan dari gula dan dihasilkan kristal yang siap untuk dilarutkansebelum proses karbonatasi.
    • Cairan yang dihasilkan dari pelarutan kristal yang telah dicuci mengandung berbagai zat warna,partikel-partikel halus, gum dan resin dan substansi bukan gula lainnya. Bahan-bahan ini semuadikeluarkan dari proses.Gambar: Proses afinasi gula rafinasiSumber: slide kuliah kimia & masyarakat, Arimulyo Nugroho(2009)Tahap selanjutnya adalah proses klarifikasi. Pengoperasian unit ini bertujuan untuk membuangsemaksimal mungkin pengotor non sugar yang ada dalam leburan(melt liquor). Ada dua pilihanteknologi yaitu fosflotasi dan karbonatasi, keduanya banyak dipakai, fosflotasi pada umumnyadan beberapa di Asia sedangkan selebihnya menggunakan teknologi karbonatasi, termasukpabrik rafinasi di Indonesia.Pada proses ini digunakan asam fosfat dan kalsium hidroksida yang akan membentuk gumpalan(primer) kalsium fosfat, reaksi ini berlangsung di reaktor. Penambahan flokulan(anion) sebelumtangki aerator dilakukan untuk membantu pembentukan gumpalan sekunder yang terbentuk darigumpalan-gumpalan primer yang terikat oleh rantai molekul flokulan. Pembentukan gumpalansekunder dapat menjerap berbagai pengotor : zat warna, zat anorganik, partikel yang melayangdan lain-lain. Untuk memisahkan gumpalan tersebut oleh karena dalam media liquor yangkental(brix: 65-70) maka gumpalan tidak diendapkan melainkan diambangkan. Prosespengambangan berlangsung dengan bantuan partikel udara yang dibangkitkan dalam aerator,proses pengambangan terjadi pada clarifier. Pada clarifier ini juga pemisahan gumpalan yangmengambang(scum) terjadi, yaitu dengan sekrap yang berputar pada permukaan clarifier danmenyingkirkan scum ke kanal yang dipasang pada sekeliling clarifier.Tahap pertama pengolahancairan(liquor) gula berikutnya bertujuan untuk membersihkan cairan dari berbagai padatan yangmenyebabkan cairan gula keruh. Pada tahap ini beberapa komponen warna juga akan ikut hilang.Karbonatasi dapat diperoleh dengan menambahkan kapur/lime ke dalam cairan dan mengalirkangelembung gas karbondioksida ke dalam campuran tersebut. Gas karbondioksida ini akanbereaksi dengan kapur membentuk partikel-partikel kristal halus berupa kalsium karbonat yangmenggabungkan berbagai padatan supaya mudah untuk dipisahkan. Supaya gabungan-gabunganpadatan tersebut stabil, perlu dilakukan pengawasan yang ketat terhadap kondisi-kondisi reaksi.Gumpalan yang terbentuk tersebut akan mengumpulkan sebanyak mungkin materi-materi nongula, sehingga dengan menyaring kapur keluar maka substansi-substansi non gula ini dapat jugaikut dikeluarkan. Setelah proses ini dilakukan, cairan gula siap untuk proses selanjutnya berupapenghilangan warna.Selain karbonatasi, teknik yang lain berupa fosfatasi. Secara kimiawi teknik ini sama dengankarbonatasi tetapi yang terjadi adalah pembentukan fosfat dan bukan karbonat. Fosfatasimerupakan proses yang sedikit lebih kompleks, dan dapat dicapai dengan menambahkan asamfosfat ke cairan setelah liming seperti yang sudah dijelaskan di atas.Gambar: Proses karbonatasi gula rafinasiSumber: slide kuliah kimia & masyarakat, Arimulyo Nugroho(2009)
    • Tahap selanjutnya adalah penghilangan warna. Untuk menghilangkan zat warna dapat dilakukandengan beberapa cara diantaranya dengan granula karbon aktif. Kandungan karbon aktif sekitar60% dan dicampur dengan 5% MgO untuk mencegah turunnya pH. Karbon aktif ini dapatdigunakan selama 3-6 minggu tergantung dari kualitas dan jumlah bahan yang masuk.Kemampuan karbon aktif dalam mereduksi zat warna sangat tinggi, namun bahan ini tidakmampu menghilangkan zat anorganik yang terlarut. Selain itu digunakan juga bone char. Bahanini terdiri dari campuran 90 % kalsium fosfat dan 10 % karbon yang dibuat dari tulang-tulangbinatang ternak dipanaskan pada suhu 700 oC. Bone char dapat digunakan selama 4-5 harikemudian di regenerasi kembali. Meskipun kemampuan mereduksi zat warna tidak sebaikkarbon aktif namun mampu mereduksi kotoran zat anorganik.Bisa juga untuk menghilangkan warna ini digunakan resin penukar ion(ion- exchange resin).Bahan ini mudah diregenerasi dan dalam penggunaannya mempunyai kapasitas lebih besardibandingakan dengan karbon aktif maupun bone char. Selain itu penggunaan air juga lebihefisien.Ada dua jenis resin yang digunakan dalam rafinasi yaitu resin anion yang berfungsi mereduksiwarna dan resin kation untuk menghilangkan senyawaan anorganik. Penggunaan resin senyawaakrilik lebih tahan dari resin stiren, namun resin akrilik kurang efektif dibanding resin stiren.Oleh sebab itu dalam proses dekolorisasi dianjurkan untuk menggunakan gabungan dua jenisresin ini secara seri, pertama sirup dilewatkan resin akrilik terlebih dahulu kemudian barudilewatkan resin stiren. Pada umumnya stasiun dekolorisasi menghasilkan liquor dengan warnadi bawah 300 IU sehingga dengan bahan tersebut dapat diproduksi gula rafinasi lebih rendah dari45 IU.Gambar: Proses penghilangan warna gula rafinasiSumber: slide kuliah kimia & masyarakat, Arimulyo Nugroho(2009)Dalam proses rafinasi terdapat beberapa macam zat warna yang terbawa atau terbentuk yaitusenyawaan fenolik. Senyawaan ini terdapat dalam tebu yang terbentuk dari hasil reaksi enzimatikflavonoid dan asam sinamat. Selain itu juga dihasilkan senyawa Melanoidins. Warna senyawa iniumumnya hitam, terbentuk dari reaksi antara gula reduksi dengan asam amino(Reaksi Maillard),terbentuk dalam proses. Senyawa karamel terbentuk dalam proses bila sukrosa mengalamipemanasan berlebihan sehingga terbentuk senyawaan yang berwarna. Warna yang dihasilkanbisa kuning, coklat atau hitam tergantung dari tingkatan reaksi selama pemanasan. Terakhir yangdihasilkan pada proses rafinasi adalah produk degdradasi gula invert. Meskipun kandunganglukosa dan fruktosa dalam proses rafinasi sangat kecil, namun senyawa ini mudah rusak olehpemanasan terutama pada pH tinggi akan membentuk senyawaan polimer berwarna coklat yaitu5-(hydroksimetil)-2-furaldehid.Bahan utama kristalisasi adalah liquor yang sudah melewati tahap dekolorisasi. Liquor tersebutkemurniannya tinggi sehingga teknik kristalisasi berbeda dengan kristalisasi yang lainnya.Kristalisasi (evapocrystalisation) dilakukan di bejana vakum(65 cm Hg) dengan penguapanliquor pada suhu sekitar 70-80 0C sampai mencapai supersaturasi tertentu. Pada kondisi tersebut
    • dimasukkan bibit kristal secara hati-hati sehingga inti kristal akan tumbuh mencapai ukuran yangdikehendaki tanpa menumbuhkan kristal baru. Campuran kristal sukrosa dengan liquor disebutmasakan. Pemisahan kristal dilakukan dengan cara memutar masakan dalam mesin sentrifugalmenghasilkan kristal (gula A) dan sirup A. Selanjutnya sirup A dimasak seperti yang dilakukansebelumnya menghasilkan gula B dan sirup B. Demikian seterusnya sehingga secara berjenjangmenghasilkan gula A, B dan C yang masuk dalam katagori gula rafinasi.Proses terakhir adalah proses pengeringan gula produk. Sejumlah air diuapkan di dalam pancisampai pada keadaan yang tepat untuk tumbuhnya kristal gula. Sejumlah bubuk guladitambahkan ke dalam cairan untuk mengawali/memicu pembentukan kristal. Ketika kristalsudah tumbuh campuran dari kristal-kristal dan cairan induk yang dihasilkan diputar dalamsentrifugasi untuk memisahkan keduanya. Proses ini dapat diumpamakan dengan tahappengeringan pakaian dalam mesin cuci yang berputar. Kristal-kristal tersebut kemudiandikeringkan dengan udara panas sebelum dikemas dan/ atau disimpan siap untuk didistribusikan.Untuk gula produk dibuat dua jalur dengan tujuan agar dapat diproduksi dua macam produkmisal GKR dan GKP pada waktu yang bersamaan. Pembuatan dua jalur dimulai dari stasiunsentrifugal, pengering gula penimbangan dan pengemasan.Gambar: Proses pengeringan warna gula rafinasiSumber: slide kuliah kimia & masyarakat, Arimulyo Nugroho(2009)Produk dikemas dalam kantong polipropilen dengan linier, dengan berat gula 50 kg setiapkantong. Gula ditampung dalam sugar bin kapasitas 150 ton.Sebagai standarisasi proses pembuatan gula rafinasi maka lembaga Standar NasionalIndonesia(SNI) mengeluarkan standar tertentu agar dipenuhi oleh setiap industri pembuatan gularafinasi. Berikut adalah persyaratan dari SNI.Gambar: Proses pengemasan gula rafinasiSumber: slide kuliah kimia & masyarakat, Arimulyo Nugroho(2009)Tabel Persyaratan SNI Gula RafinasiSumber: http://www.risvank.comEvaluasi KuliahSalah satu hal yang membuat saya antusias pada kuliah kimia dan masyarakat pada minggu laluadalah kedatangan tamu yang sangat ditunggu-tunggu yaitu Arimulyo Nugroho atau lebihdikenal dengan nama Mas Oho alumni kimia ITB. Mas Oho adalah sosok yang sangat dinanti-nanti meskipun sebenarya saya juga tidak tahu sosok seperti apa yang akan datang padakesempatan minggu ini, saya hanya mendengar bahwa Mas Oho adalah alumni kimia yangbekerja sebagai sales marketing pada salah satu peruasahaan gula rafinasi. Buat saya itu
    • merupakan suatu anomali bahwa orang yang mempunyai latar belakang kimia, belum tentubekerja sesuai dengan bidang keahliannya tetapi jauh menyebrang ke bidang yang sama sekaliberbeda dengan ada yang ada pada perkuliahan yaitu bidang ekonomi.Buat saya itu merupakan hal yang sangat menarik dan saya ingin tahu apa rumusnya. Sayamelihat bahwa latar belakang Mas Oho sebagai wakil kahim Amisca adalah kuncinya, ternyataaktif di himpunan bukan hanya kumpul-kumpul tidak jelas seperti yang sebelumnya sayapikirkan. Aktif di himpunan kata Mas Oho ternyata bisa melatih komunikasi bagaimanaberbicara di depan publik, sebagai ajang aktualisasai diri dan lain sebagainya. Pokonya menurutMas Oho aktif di himpunan itu mempunyai manfaat yang sangat besar dan manfaatnya baru dirasakan ketika kita sudah terjun di dunia kerja.Hal itu saya cenderung setuju juga karena yang saya rasakan ketika Mas Oho berbicara di depankami ternyata kemampuan dalam berbicaranya cukup baik, beliau dapat menguasai masa danmerasa bahwa audiens yang ada di depannya adalah temannya. Jadi saya sebagai peserta kuliahmerasa tidak canggung lagi berhadapan dengan beliau. Mungkin karena kemampuannyamemperlakukan lawan bicaranya tanpa melihat status maka beliau menjadi seorang sales yangsangat sukses.Saya mendapat banyak manfaat dari kuliah ini diantaranya dalam hal proses pembuatan gularafinasi sampai masalah menjadi seorang sales yang handal. Beliau menginspirasi saya bahwadengan latar belakang keilmuan kita adalah sebagai seorang mahasiswa kimia ternyata kita sudahtepat untuk menghadapi dunia kerja.Mas Oho yang ketika lulus bekerja sebagai seorang quality control dan R&D ternyatamenjadikan beliau tahu tentang seluk beluk proses yang ada pada industri gula rafinasi. Dengankemampuan seperti itu beliau menjadi tahu tentang bagaimana memperlakukan pelanggan karenasudah tahu tentang barang yang akan dijualnya. Jadi pelanggan tidak merasa dirugikan karenaapa yang dibeIi sesuai dengan kualitasnya.Hal itu memberikan hikmah buat saya tentang bagaimana menghadapi kuliah sekarang ini. Didalam kuliah tidak semua mata kuliah menarik buat saya, tapi mau tidak mau saya harus ikut danlulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Contoh saja waktu semester lima saya belajar kimiakuantum. Pertamakali mempelajari pelajaran seperti itu, saya seperti orang bodoh tidak tahuapa-apa dan tidak tahu harus menyelesaikan dengan cara seperti apa. Hal itu memang cukupsulit buat saya karena rumus-rumusnya banyak dan maksud dari rumus itu saya kurang tahu apamaksudnya.Mugkin saja karena perasaan saya negative thinking tentang kimia kuantum, karena sudah adaketetepan hati untuk melakukan tugas akhir biokimia maka saya sulit untuk mepelajarinya karenatidak sesuai dengan keinginan saya.Tapi saya rasa, saya harus menyingkirkan paradigma seperti itu saya harus grow up dan tetepsurvive apapun bidangnya. Saya berpendapat bahwa ilmu yang saya peroleh itu akan bermanfaatpada suatu saat nanti walaupun sebenarnya tidak berkaitan dengan interest saya. Suatu saatmatakuliah seperti kimia kuantum pasti memberikan manfaat ketika kita berhadapan di dunia
    • kerja. Walupun tidak secara langsung dunia kerja tidak memerlukan rumus-rumus dalam kimiakuantum tetapi kegigihan kita untuk bagaimana mempelajari hal-hal yang baru, bertahan dengansesuatu yang sama sekali tidak suka, membalikan paradigma yang salah dan lain-lain itu adalahsesuatu yang bermanfaat pada suatu saat nanti.Di dunia kerja kata Mas Oho kompleksitasya jauh-jauh berbeda dibandingkan denganperkuliahan. Makanya kita harus siap dengan hal-hal seperti itu. Satu hal lagi yang saya perolehdari Mas Oho yaitu di dunia kerja tidak ada namanya kesalahan semuanya harus dilakukandengan benar dan tidak boleh salah, berbeda dengan perkuliahan yang masih ada pengampunan.Jadi kita harus tetap siap walaupun level kita harus turun sampai ke dasar karena akibatkesalahan kita. Kita harus siap. Terima kasih Mas Oho.Daftar Pustaka 1. Sumber literatur pembutan gula rafinasi disarikan dari http://www.sucrose.com/(tanggal akses 13 Maret 2009) 2. Sumber literature pembuatan gula kasar(raw sugar) disarikan dari http://smk3ae.wordpress.com/education/ (tanggal akses 19 Maret 2009) 3. http://www.risvank.com(tanggal akses 19 Maret 2009) 4. Slide kuliah kimia & masyarakat, Arimulyo Nugroho(2009) 5. http://berita-iptek.blogspot.com/(tanggal akses 19 Maret 2009) 6. Kingsman Reports(data konsumsi dan produksi gula dunia)