MAKALAH BIOSISTEMATIK HEWAN                              “ CHELICERATA”Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu mata k...
KATA PENGANTAR       Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macamnikmat, sehingga aktifitas h...
DAFTAR ISIKATA PENGANTAR ..........................................................................................       ...
BAB I                                     PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang          Chelicerata berasal dari bahasa Yunani ch...
Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000jenis telah diberi nama. Termasuk didalamn...
BAB II                                         PEMBAHASAN2.1 Apa yang disebut dengan Celicerata ?       Chelicerata merupa...
secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenis fosil Chelicerata dan hampir lebih dari3/4 jumlahnya adalah kelom...
banyak ditemukan sehingga menuntut lebih banyak mengeksplorasi data-data lain yang dapatmenyelesaikan permasalahan tersebu...
3. Kelas Arachnida.       4. Kelas Insecta.       Empat dari lima bagian spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di...
ruasruas tubuh. Lubang tersebut disebut spirakel. Sistem peredaran darahnya terbuka danletak jantung pada bagian punggung....
Peranan Myriapoda         Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi manusia, bahkan adabeberapa yang diangga...
(fertilisasi internal). Untuk dapat menjadi dewasa, larva hewan akan mengalami pergantiankulit (ekdisis) berkali-kali.    ...
1. Klasifikasi         Kelas arachnida dapat di kelompokkan atas 3 ordo, yaitu sebagai berikut         - Ordo Spcorpid    ...
a. Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahanyang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yan...
b. Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang miriptabung yang terdapat pada bagian ventral...
tanah. Tipe mulutnya adalah pengunyah Beberapa dari jenis ini merupakan scavenger danmemakan tumbuhan yang busuk, selain i...
- Sepasang kelisera         - Sepasang pedipalpus         Alat pernafasan berupa paru-paru buku. Jenis kelamin terpisah. P...
sebagai alat indera, tidak mempunyai insang, umumnya ovipar, tidak ada metamorfosakecuali pada Acarina, hidup di darat.   ...
OdoAraneae: Ordoinimeliputibangsalaba-laba.Klasifikasi IlmiahKingdom        : AnimaliaFilum          : ArthopodaKelas     ...
Ordo Acarima: Ordo ini meliputi jenis laba-laba yang bersifa tparasit dan merugikan    manusia.Klasifikasi IlmiahKingdom  ...
Pada pola jaring laba- laba memiliki fungsi yang berbeda- beda diantaranyaThermoregulation, teori ini menyebutkan bahwa po...
Anatomi pada kelas Arachnida sebagai berikut: Arachnida mempunyai tubuh yang terbagi atas kepala yang menyatu dengan dada ...
kedua. Pada saat reproduksi arachnida jantang mentrasfer sperma kepada betinamelaluispermatophore.      Organ ekresi pada ...
Siklus Hidup Pada kelas Aracnida ialah sebagai berikut: Kalajengking memilikiperiode kehamilan yang lama (dari 2-18 bulan)...
Siklus hidup pada tungau atau caplak yang dijalaninya berupa: telur-larva-nimpha-tungau/caplak dewasa. Larva tungau dan ca...
b. Pycnogonida                                  Gambar 2 : Laba-laba laut       Pycnogonida merupakan hewan avertebrata ak...
Reproduksi pada pycnogonida adalah seksual yang dilakukan dengan cara fertilisasieksternal yaitu dengan pembuahan di luar ...
Siklus Hidup       Setelah kawin, jantan akan merawat telur- telur yang sudah dibuahi tersebut hinggamenetas merjadi larva...
kaki- kakinya: berjalan biasa di dasar laut, atau berenang dengan menguncup danmengembangkan kakinya secara bergantian mri...
sepasang mata sederhana. Adapun beberapa kelas yang punah yaitu Euryterida danChasmataspidida.                            ...
anatominya tubuh terbagi atas 3 bagian utama yang masing- masingnya dipisahkan olehsambungan tipis atau segmen ialah kepal...
pasang ostia dengan katup. Sirkulasi lanjut adalah kompleks, dengan arteri yang membuka kehaemocoel tersebut.         Eksk...
digunakan untuk mencapai berkumpulnya kawin laki-laki dan perempuan di perairan dangkalpada saat pasang. Dengan demikian, ...
Fase juvenil memiliki bentuk dan prilaku yang sangat mirip dengan xiphosura dewasa.Selama fase juvenil, mereka berkali- ka...
BAB III                                           PENUTUP   3.1 Kesimpulan       Kelompok Chelicerata dikenal karena anggo...
DAFTAR PUSTAKABrotowidjoya, Mukayat Djarubito. 1994. Zoologi Dasar. Erlangga : Jakarta.Campbell, N. A, J. B, Reece, & L. G...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah celicerata

6,604

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,604
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
85
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah celicerata

  1. 1. MAKALAH BIOSISTEMATIK HEWAN “ CHELICERATA”Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu mata kuliah biosistematik hewan yang dibina oleh Ibu Hj. Dwi Santy Damayanti, SKM., M. Kes Disusun Oleh : Kelompok 3 Khoerun nisa ( 1211702045 ) M. Kurniadi Sukma ( 1211702054 ) Shahnaz Alzena Shavita ( 1211702072 ) Siti Nurmaliani Septiani ( 1211702076 ) Susilawati ( 1211702077 ) Kelas Biologi III/B JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2012
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macamnikmat, sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan, baikkehidupan di alam dunia ini, lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak, sehingga semuacita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya kami ucapkan kepada Dosen serta teman-temansekalian yang telah membantu, baik bantuan berupa moriil maupun materil, sehingga makalahberjudul “ Chelicerata “ ini terselesaikan dengan sebaik-baiknya dan selesai dalam waktuyang telah ditentukan. Kami menyadari sekali, didalam penyusunan makalah ini masih jauh darikesempurnaan serta banyak kekurangan, baik dari segi tata bahasa yang kadangkala hanyamenuruti egoisme pribadi, untuk itu besar harapan kami jika ada kritik dan saran yangmembangun untuk lebih menyempurnakan makalah-makah dilain waktu. Harapan yang paling besar dari penyusunan makalah ini ialah, mudah-mudahan apayang kami susun ini penuh manfaat, baik untuk pribadi, teman-teman, serta orang lain yangingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari makalah inisebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada. Bandung, 20November 2012 Penyusun1 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  3. 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR .......................................................................................... iDAFTAR ISI ........................................................................................................ iiBAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah .............................................................................. 1 1.2 Tujuan .......................................................................................................... 2 1.3 Rumusan masalah ....................................................................................... 2BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 4 2.1 Pengertian Celicerata ................................................................................... 5 2.2 Klasifikasi Morfologi dan anatomi, Fisiologidari Celicerata ...................... 14 2.3 Manfaat dan Kerugian Celicerata ................................................................ 29BAB III PENUTUP .............................................................................................. 31 3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 31DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 332 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Chelicerata berasal dari bahasa Yunani chele berarti capit dan keros yang artinyatanduk. Chelicerata meliputi berbagai jenis laba-laba, kalajengking, tungau, dan mimi.Kebanyakan anggotanya berukuran kecil dan terdapat di daerah yang kering dan hangat,namun beberapa hidup di peraianan. Chelicerata termasuk dalam filum Arthropoda. Banyakjenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapat dirahang atau taring racunsebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisap cairan tubuh atau jaringanlunaknya. Gigitan atau sengatan berbagai jenis laba-laba atau kalajengking menimbulkankesakitan bahkan kematian. Beberapa jenis tungau merupakan hama tumbuhan dan jenislainnya, juga sebagai parasit pada manusia dan ternak atau menjadi inang perantara berbagaiprotozoa dan virus yang menyebabkan penyakit tertentu. Tubuh biasanya terdiri atas cephalothorax dan abdomen yang tampak jelas, kecualipada Acarina. Pada cephalothorax terdapat enam pasang apendik bersendi , yaitu sepasangchelicerae, sepasang pedipalpi dan empat pasang kaki. Antena dan mandibel tidak. Chelicerata dalam pengertian yang luas merupakan salah satu kelompok fauna yangterdiri dari Arachnida, Xiphosura, kelompok yang punah Eurypterida danChasmataspidida dan juga Pycnogonida. Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakupserangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lainhewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkunganudara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenishewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Jadi Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenislaba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno.Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa“chelicera” yang terdiri dari dua segmen. Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu,dan lipan yang menggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebihdari dua ruas.3 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  5. 5. Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000jenis telah diberi nama. Termasuk didalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari danlaba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkatsecara drastis.Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun,jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanyaterbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatikAcari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup didaratan adalah kalajengking.1.2 Tujuan  Untuk mengetahui dan memahami ciri-ciri dari kelompok Celicerata.  Dapat mengklasifikasikan kelompok Celicerata.  Dapat mengetahui dan mengidentifikasi kelas-kelas dari kelompok Celicerata.1.3 Rumusan masalah a. Apa yang dimaksud dengan Celicerata ? b. Apa saja klasifikasi dari Celicerata ? c. Bagimana morfologi dan anatomi pada kelompok Celicerata ?4 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  6. 6. BAB II PEMBAHASAN2.1 Apa yang disebut dengan Celicerata ? Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenis laba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno. KelompokChelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa “chelicera” yangterdiri dari dua segmen. Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yangmenggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas. Chelicerata meliputi berbagai jenis laba-laba, kalajengking, tungau, dan mimi.Kebanyakan anggotanya berukuran kecil dan terdapat di daerah yang kering dan hangat,namun beberapa hidup di peraianan. Chelicerata termasuk dalam filum Arthropoda. Banyakjenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapat dirahang atau taring racunsebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisap cairan tubuh atau jaringanlunaknya. Gigitan atau sengatan berbagai jenis laba-laba atau kalajengking menimbulkankesakitan bahkan kematian. Beberapa jenis tungau merupakan hama tumbuhan dan jenislainnya, juga sebagai parasit pada manusia dan ternak atau menjadi inang perantara berbagaiprotozoa dan virus yang menyebabkan penyakit tertentu. Chelicerata adalah subfilum dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasukdalam filum Arthropoda. [1] Chelicerata dalam pengertian yang luas merupakan salah satukelompok fauna yang terdiri dari Arachnida, Xiphosura, kelompok yang punah Eurypteridadan Chasmataspidida dan juga Pycnogonida. [2] Chelicarata Jadi Chelicerata merupakan semacam kelompok besar yang memayungi jenis-jenislaba-laba, kalajengking, kalajengking semu, kalacuka dan bahkan mimi dan mintuno.Kelompok Chelicerata ini dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa chelicerayang terdiri dari dua segmen. Berbeda dengan kelompok serangga, kaki seribu, dan lipan yangmenggunakan alat mulut berupa mandibula dan maxilla yang terdiri dari lebih dari dua ruas. Saat ini, jumlah jenis yang dikenal hidup dan sudah ditemukan lebih dari 100.000jenis telah diberi nama. Termasuk didalamnya jenis yang sangat mega-diverse yaitu Acari danlaba-laba (Araneae) yang dari tahun ke tahun jumlah temuan jenis baru terus meningkat5 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  7. 7. secara drastis. Saat ini, dikenal ada sekitar 2000 jenis fosil Chelicerata dan hampir lebih dari3/4 jumlahnya adalah kelompok Arachnida. Chelicerata diduga mempunyai nenek moyang yang hidup di dalam air. Namun, jenis-jenis chelicerata dari laut maupun air tawar saat ini sangat jarang ditemukan dan hanyaterbatas pada laba-laba laut dan mimi dan mintuno (horseshoe crabs) serta beberapa akuatikAcari dari kelompok Hydracari. Konon, kelompok yang pertama kali diyakini hidup didaratan adalah kalajengking. Fosil Chelicerata Fosil-fosil yang ditemukan di beberapa lokasi sangat bermanfaat untuk mengetahuiumur tertua dari satu kelompok takson dalam kelompok Chelicerata, atau secara luas semuamakhluk hidup di bumi ini. Sebagai contoh, fosil kalajengking ditemukan sekitar 430 jutatahun lalu meskipun temuan ini bisa lebih tua dari yang diketahui saat ini. Dari hasil temuanfosil dalam satu lapisan tertentu, dapat diperoleh informasi umur dari keturunan kelompoktersebut atau umur kerabat dekatnya. Entah suatu takson mempunyai umur lebih muda atausetidaknya setua dengan kelompok takson yang diketahui fosilnya tersebut. Dengan studi filogeni yang berkembang saat ini, baik molekuler maupun pendekatantradisional melalui morfologi, dapat dilakukan suatu pendekatan superimposed pada pohonfilogeni yang dihasilkan. Dari hasil ini dapat diperkirakan umur suatu takson berdasarkancatatan fosil takson maupun takson yang belum diketahuin fosilnya. Hasil dari kombinasipohon evolusi dan catatan fosil dapat digunakan sebagai metode kalibrasi molekular clockyang jamak digunakan pada pendekatan molekuler. Selain sebagai alat kalibrasi, darikombinasi ini dapat digunakan untuk memperkirakan divergence time yang diperoleh daripenanda molekuler. Meskipun demikian, pertentangan antara hasil temuan fosil pada suatulapisan stratigrafi dan hasil posisi suatu takson dalam pohon filogeni tidak dapat dihindarkan. Sebagai contoh, kalajengking merupakan salah satu takson yang paling tua yangpernah ditemukan tanpa keraguan. Dalam beberapa studi tentang evolusi Chelicerata,kalajengking merupakan takson dasar yang paling primitif dan moyang dari semua keturunanyang ada dalam kelompok chelicerata. Namun dalam kajian yang berbeda, kelompokkalajengking yang diyakini sebagai kelompok tertua yang pernah ditemukan justru menjadikelompok yang lebih maju atau derived taxon. Pertentangan hasil seperti inilah yang masih6 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  8. 8. banyak ditemukan sehingga menuntut lebih banyak mengeksplorasi data-data lain yang dapatmenyelesaikan permasalahan tersebut. Tubuh biasanya terdiri atas cephalothorax dan abdomen yang tampak jelas, kecualipada Acarina. Pada cephalothorax terdapat enam pasang apendik bersendi , yaitu sepasangchelicerae, sepasang pedipalpi dan empat pasang kaki. Antena dan mandibel tidak. Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakupserangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lainhewan berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkunganudara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenishewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Karakteristik yang membedakan artropoda dengan filum yang lain yaitu : Tubuhbersegmen, segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuhbersegmen berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin.Secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentariseperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yangbiasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaanlateral di daerah abdomen, rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selomtereduksi. Sistem syaraf terdiri atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di ataskanal alimentari, sepasang penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanalalimentari dan tali syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresibiasanya oleh tubulus malphigi. Tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan materialhasil ekskresi melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel,tidak ada silia atau nefridia. Sistem saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuhberbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki empat kelas, diantaranya yaitu : 1. Kelas Myriapoda. 2. Kelas Crustacea.7 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  9. 9. 3. Kelas Arachnida. 4. Kelas Insecta. Empat dari lima bagian spesies hewan adalah arthropoda, dengan jumlah di atas satujuta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal Cambrian.Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta termasukberbagai bentuk simbiotis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda.Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus diAfrika Selatan. Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlahspesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80%dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah,dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan liang-liang batuterjal di pegunungan yang tinggi. Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dankerangka luar yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoelterdiri dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisidorsal dari tubuhnya. A. Myriapoda Myriapoda adalah kelas dari anggota hewan tak bertulang belakang yang termasukdalam filum Arthropoda. Contohnya keluwing dan kelabang merupakan binatang yang sangatmenakutkan karena bila menggigit dapat menyebabkan kematian. 1. Struktur tubuh lipan atau kelabang hanya terdiri atas kepala dan badan. Tidak ada bagian dada. Padakepala terdapat sepasang mata tunggal, sepasang alat peraba besar, dan sepasang alat perabakecil yang beruas-ruas. Setiap ruas badan belakang terdapat kaki berpasangan. Pada keluwing,setiap ruas badan terdapat dua pasang kaki yang dikenal dengan “kaki seribu”. Sedangkanpada kelabang terdapat sepasang kaki. Myriapoda melakukan respirasinya menggunakansaluran trakea yang bermuara pada lubang-lubang kecil (stigma), letaknya pada dinding8 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  10. 10. ruasruas tubuh. Lubang tersebut disebut spirakel. Sistem peredaran darahnya terbuka danletak jantung pada bagian punggung. 2. System organ a. System pencernaan Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifatkarnivor dengan gigi beracun pada segmen 1, sedangkan Diplopoda bersifat herbivorpemakan sampah atau daun-daunan. b. System pernapasan Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kirisetiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di setiap ruasnya. c. System peredaran darah Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasi berupa jantung yangpanjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda terdapatsepasang ostium disetiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium ditiap segmen. Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin, melainkanhemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung, darah dipompa ke dalam arteri ke tiapsegmen, dan kembali ke jantung hemosoel (rongga tubuh yang brperan dalam peredarandarah). d. Sistem ekskresi Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malphigi yang bertugas mengeluarkancairan yang mengandung unsur nitrogen. e. System saraf Sistem sarafnya disebut sistem saraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupasatu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba. f. System reproduksi Reproduksi secara aseksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasiinbternal). Myriapoda ada yang ovipar dan ovovivipar.9 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  11. 11. Peranan Myriapoda Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi manusia, bahkan adabeberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Namun Myriapodaternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untukmembentuk humus. Serasah ialah lapisan daun dan ranting-ranting di dasar hutan atau kebun.Proses penghancuran serasah tidak langsung ditangani mikroorganisme, karenamikroorganisme justru menguraikan kotoran hewan-hewan. B. Crustacea Crustacean adalah suatu kelompok besar dari arthropoda, terdiri dari kurang lebih52.000 spesies yang terdeskripsikan, dan biasanya dianggap sebagai suatu subfilum.Kelompok ini mencakup hewan-hewan yang cukup dikenal seperti lobster, kepiting, udang,udang karang, serta teritip. Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut,walaupun beberapa kelompok telah beradaptasi dengan kehidupan darat, seperti kepitingdarat. Kebanyakan anggotanya dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifatparasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya. 1. Struktur dan fungsi tubuh Tubuh Crustacea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada yang menyatu(sefalotoraks) dan perut atau badan belakang (abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi olehkulit keras yang disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang kaki capit(keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di sefalotoraks juga terdapat sepasang antena,rahang atas, dan rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kakirenang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada udang betina, kaki di bagian abdomen jugaberfungsi untuk menyimpan telurnya. Sistem pencernaan Crustacea dimulai dari mulut,kerongkong, lambung, usus, dan anus[2]. Sisa metabolisme akan diekskresikan melalui selapi. Sistem saraf Crustacea disebut sebagai sistem saraf tangga tali, dimana ganglion kepala(otak) terhubung dengan antena (indra peraba), mata (indra penglihatan), dan statosista (indrakeseimbangan). Hewan-hewan Crustacea bernapas dengan insang yang melekat pada anggotatubuhnya dan sistem peredaran darah yang dimilikinya adalah sistem peredaran darah terbuka.O2 masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan CO2 berdifusi dengan arah berlawanan.O2 ini akan diedarkan ke seluruh tumbuh tanpa melalui pembuluh darah. Golongan hewan inibersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina10 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  12. 12. (fertilisasi internal). Untuk dapat menjadi dewasa, larva hewan akan mengalami pergantiankulit (ekdisis) berkali-kali. 2. Klasifikasi Crustacea dibagi menjadi 2 sub-kelas, yaitu Entomostraca (udang-udangan rendah)dan Malacostrata (udang-udangan besar). Entomostraca umumnya berukuran kecil danmerupakan zooplankton yang banyak ditemukan di perairan laut atau air tawar. Golonganhewan ini biasanya digunakan sebagai makanan ikan, contohnya adalah ordo Copepoda,Cladocera, Ostracoda, dan Amphipoda. Sedangkan, Malacostrata umumnya hidup di laut danpantai. Yang termasuk ke dalam Malacostrata adalah ordo Decapoda dan Isopoda. Contohdari spesiesnya adalah udang windu (Panaeus), udang galah (Macrobanchium rosenbergi),rajungan (Neptunus pelagicus), dan kepiting (Portunus sexdentalus). 3. Hubungan Crustacea dengan manusia Sebagian besar Malacostrata dimanfaatkan manusia sebagai makanan yang kayaprotein hewani, contohnya adalah udang, kepiting, dan rajungan. Namun, beberapa jenisCrustacea juga dapat merugikan manusia, contohnya yuyu yang dapat merusak tanaman padidi sawah dan ketam kenari perusak tanaman kelapa di Maluku.Sub-kelas Entomostraca jugadimanfaatkan manusia sebagai pakan ikan untuk industri perikanan. C. Arachnida Nama kelas arachnida berasal dari kata arachne= laba-laba. Anggotanya meliputikalajengking, laba-laba, dan tungau Ciri Tubuh terdiri dari atas efalotaraks dan abdomen(perut). Memiliki empat pasang kaki pada bagian sefalotoraks. Bagian abdomen tidakmemiliki kaki. Memiliki dua pasang alat mulut, yaitu sebagai berikut: - Sepasang kelisera - Sepasang pedipalpus Alat pernafasan berupa paru-paru buku. Jenis kelamin terpisah. Pembuahan secarainternal11 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  13. 13. 1. Klasifikasi Kelas arachnida dapat di kelompokkan atas 3 ordo, yaitu sebagai berikut - Ordo Spcorpid Ordo ini meliputi segala macam golongan kala. - Odo Araneae Ordo ini meliputi bangsa laba-laba. - Ordo Acarima Ordo ini meliputi jenis laba-laba yang bersifat parasit dan merugikan manusia. 2. Struktur tubuh Tubuh arachnida terpagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan badan belakang(abdomen). Antara sefalotoraks dan abdomen terdapat bagian sempit seperti pinggang,disebut pedisel. Pada bagian kepala-dada terdapat 4 pasangkaki, juga terdapat dua alat mulut,yakni: - Alat sengat (chelicela = kelisera) - Alat cepit (pedipalpus) D. Insecta Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewanberuas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pulaHexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti "berkaki enam") Kajian mengenai peri kehidupanserangga disebut entomologi Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia)yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat), Coleoptera (misalnyakumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnyakupu-kupu dan ngengat) Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua seranggadewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigotakarena memiliki sayap Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yangsangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi. 1. Kemampuan12 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  14. 14. a. Salah satu alasan mengapa serangga memiliki keanekaragaman dan kelimpahanyang tinggi adalah kemampuan reproduksinya yang tinggi, serangga bereproduksi dalamjumlah yang sangat besar, dan pada beberapa spesies bahkan mampu menghasilkan beberapagenerasi dalam satu tahun. b. Kemampuan serangga lainnya yang dipercaya telah mampu menjaga eksistensiserangga hingga kini adalah kemampuan terbangnya.[1] Hewan yang dapat terbang dapatmenghindari banyak predator, menemukan makanan dan pasangan kawin, dan menyebar kehabitat baru jauh lebih cepat dibandingkan dengan hewan yang harus merangkak di ataspermukaan tanah. c. Umumnya serangga mengalami metamorfosis sempurna, yaitu siklus hidup denganbeberapa tahapan yang berbeda: telur, larva, pupa, dan imago Beberapa ordo yang mengalamimetamorfosis sempurna adalah Lepidoptera, Diptera, Coleoptera, dan Hymenoptera.Metamorfosis tidak sempurna merupakan siklus hidup dengan tahapan : telur, nimfa, danimago. Peristiwa larva meniggalkan telur disebut dengan eclosion. Setelah eclosion, seranggayang baru ini dapat serupa atau beberapa sama sekali dengan induknya [2]. Tahapan belumdewasa ini biasanya mempunyai ciri perilaku makan yang banyak d. Pertumbuhan tubuh dikendalikan dengan menggunakan acuan pertambahan beratbadan, biasanya dalam bentuk tangga dimana pada setiap tangga digambarkan oleh lepasnyakulit lama (exuvium), dimana proses ini disebut molting Karena itu pada setiap tahapan,serangga tumbuh sampai dimana pembungkus luar menjadi terbatas, setelah ditinggalkan lagidan seterusnya sampai sempurna. 2. Ragam Lebih dari 800.000 spesies insekta sudah ditemukan. Terdapat 5.000 spesies bangsacapung (Odonata), 20.000 spesies bangsa belalang (Orthoptera), 170.000 spesies bangsakupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), 120.000 bangsa lalat dan kerabatnya (Diptera), 82.000spesies bangsa kepik (Hemiptera), 360.000 spesies bangsa kumbang (Coleoptera), dan110.000 spesies bangsa semut dan lebah (Hymenoptera). 3. Ordo a. Ordo Lepidoptera ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkanketika imago memiliki tipe mulut penghisap. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan.13 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  15. 15. b. Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang miriptabung yang terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen Ada beberapa darijenis ini yang merupakan karnivora dan penghisap cairan [2]. Umumnya Collembollamerupakan scavenger yang memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain ituada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang, dan material lainnya. c. Ordo Coleoptera memliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivore Habitatnyaadalah di permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang padakulit pohon, dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan. d. Ordo Othoptera termasuk herbivora, namun ada beberapa spesies sebagai predator.Tipe mulut dari ordo ini adalah tipe pengunyah. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayapdepan lebih keras dari sayap belakang e. Ordo Dermaptera mempunyai sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atastoraks dan abdomen Abdomennya terdapat bagian seperti garpu Ordo Diplura memiliki matamajemuk, tidak terdapat ocelli, dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerahterrestrial, dapat ditemukan di bawah batu, di atas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon,dan di gua. Ordo ini merupakan pemakan humus. f. Ordo Hemiptera memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Ada beberapa yangmenghisap darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besarbersifat parasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan dibagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk. g. Ordo Odonata memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasukkarnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakansejenis. Habitatnya adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, disekitar danau, dan pada daerah bebatuan. h. Sub kelas Diplopoda memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing denganbeberapa kaki, beberapa memiliki kaki berjumlah tiga puluh atau lebih, dan segmen tubuhnyamenopang dua bagian dari tubuhnya Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerahepistoma yang besar dan datar pada bagian bawahnya. Habitatnya adalah di lingkungan yangbasah, seperti di bawah bebatuan, menempel pada lumut, di perakaran pohon, dan di dalam14 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  16. 16. tanah. Tipe mulutnya adalah pengunyah Beberapa dari jenis ini merupakan scavenger danmemakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada beberapa yang merupakan hama bagi tanaman.2.2 Apa saja klasifikasi morfologi dan anatomi pada kelompok dari Celicerata ? Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas Arachnida, Pycnogonida, danXiphosura. Adapun beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida danChasmataspidida.a. Arachnida Arachnida merupakan kelas dari filum arthropoda dan subfilum Chelicerata. Semuaarachnida memiliki delapan kaki, meskipun di beberapa spesies pasangan depan dapatmengkonversi untuk fungsi sensorik. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kataArachne, yang berarti laba-laba. Nama kelas arachnida berasal dari kata arachne= laba-laba. Anggotanya meliputikalajengking, laba-laba, dan tungau Ciri Tubuh terdiri dari atas efalotaraks dan abdomen(perut). Memiliki empat pasang kaki pada bagian sefalotoraks. Bagian abdomen tidakmemiliki kaki. Memiliki dua pasang alat mulut, yaitu sebagai berikut:15 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  17. 17. - Sepasang kelisera - Sepasang pedipalpus Alat pernafasan berupa paru-paru buku. Jenis kelamin terpisah. Pembuahan secarainternal 1. Klasifikasi Kelas arachnida dapat di kelompokkan atas 3 ordo, yaitu sebagai berikut - Ordo Spcorpid Ordo ini meliputi segala macam golongan kala. - Odo Araneae Ordo ini meliputi bangsa laba-laba. - Ordo Acarima Ordo ini meliputi jenis laba-laba yang bersifat parasit dan merugikan manusia. 2. Struktur tubuh Tubuh arachnida terpagi atas kepala-dada (sefalotoraks) dan badan belakang(abdomen). Antara sefalotoraks dan abdomen terdapat bagian sempit seperti pinggang,disebut pedisel. Pada bagian kepala-dada terdapat 4 pasangkaki, juga terdapat dua alat mulut,yakni: - Alat sengat (chelicela = kelisera) - Alat cepit (pedipalpus) Hampir semua masih ada arachnida adalah terestrial. Namun, beberapa mendiamilingkungan air tawar dan, dengan pengecualian dari zona pelagik , lingkungan laut juga.Mereka terdiri lebih dari 100.000 nama spesies , termasuk laba-laba , kalajengking ,harvestmen , kutu , tungau dan Solifugae. Ciri-cirinya ialah abdomen tidak memiliki apendik sebagai alat gerak, matanyasederhana, tubuh tertutup kutikula, dilengkapi bulu-bulu indera atau sisik, pedipalpi biasanya16 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  18. 18. sebagai alat indera, tidak mempunyai insang, umumnya ovipar, tidak ada metamorfosakecuali pada Acarina, hidup di darat. Kelas arachnida dapat di kelompokkan atas 3 ordo, yaitu sebagai berikut: OrdoSpcorpid: Ordo ini meliputi segala macam golongan kalajengking.Klasifikasi IlmiahKingdom : AnimaliaFilum : ArthopodaSubfilum : CelicerataKelas : AracnidaOrdo : SpcorpidFamily :ThelyphonisidaeGenus : ThelyphonusSpesies : Thelyphonus condutus ( Kalajengking)17 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  19. 19. OdoAraneae: Ordoinimeliputibangsalaba-laba.Klasifikasi IlmiahKingdom : AnimaliaFilum : ArthopodaKelas : AracnidaOrdo : AraneaeFamily : AranedaeGenus : AraneusSpesies : Araneusdiadematus( Laba- laba penenun )18 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  20. 20. Ordo Acarima: Ordo ini meliputi jenis laba-laba yang bersifa tparasit dan merugikan manusia.Klasifikasi IlmiahKingdom : AnimaliaFilum : ArthopodaSubfilum : CelicerataKelas : ArachnidaOrdo : AcariformesFamily : PyroglyphidaeGenus :Dermatophagoides Spesies :Dermatophagoides farinae Pada laba- laba terdapat Silk(sutra) untuk pembuatan jaring dan untukmempertahankan hidupnya. Sutra adalah protein, serat, yang mengandung proporsi yangsangat tinggi dari asam amino glisin dan alanin. Hal ini sangat kuat: sepuluh kali lebih kuatdari kolagen, sekuat nilon tapi lebih elastis. Cairan silk diproduksi oleh gland, yang terbentukdengan cepat dan berbentuk pemintal diluar.Laba-laba menggunakan sutera untuk transfersperma, kasus telur, lapisan sarang, tarik baris dan untuk penyebaran: laba-laba balon bisamelayang ke jarak lebih panjang. Mungkin itu berevolusi awalnya sebagai solusi untukpersyaratan reproduksi, namun yang paling khas digunakan untuk menangkap makanan.Laba-laba yang berbeda membuat jaring berbentuk berbeda, belum tentu dua dimensi:saluran, segitiga, kubah, lembar, ditempatkan secara horizontalatau vertikal. Adapun pola-pola jaring pada laba- bala ialah sebagai berikut:19 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  21. 21. Pada pola jaring laba- laba memiliki fungsi yang berbeda- beda diantaranyaThermoregulation, teori ini menyebutkan bahwa pola ekstra ini membantu laba-laba menjagasuhu tubuhnya optimal untuk bertahan hidup dalam cuaca apapun. Stabilimenta digunakanuntuk lebih menarik mangsa laba-laba. Sering lihat serangga di malam hari berkumpulmendekati cahaya lampu? Pola ekstra jaring laba-laba ini diyakini mampu memantulkan sinarultraviolet sehingga meanrik lebih banyak lagi mangsa untuk mendekati jaring. Bisa saja,dorongan reproduksi menjadi alasan mengapa pola ekstra ini dibuat. Saat seekor betina siapuntuk bereproduksi cara apalagi yang lebih baik untuk menarik sang jantan selainmempercantik jaringnya. Pola ekstra ini paling banyak memang dibuat dari jaringnya sendiriselain beberapa jenis mengkombinasikannya dengan benda apa saja di dekatnya. Pada jenisNephila, sisa-sisa mangsa pun ikut ditempelkan pada pola ini dengan maksud lebih menarikmangsa lainnya lagi.20 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  22. 22. Anatomi pada kelas Arachnida sebagai berikut: Arachnida mempunyai tubuh yang terbagi atas kepala yang menyatu dengan dada (cephalothoraks) dan perut (abdomen). Bagian abdomen terdiri dari beberapa segmen, kadang-kadang cephalothoraks dan abdomen menyatu. Pada cephalotoraks terdapat sepasang chelicera (alatgerakpertama), sepasang pedipalpus (alatgerakkedua) yang berbentuk capit, dan 4 pasang kaki. Arachnida tidak mempunyai antena. Kepala kecil, terdapat beberapa mata tunggal (oceli).Habitatnya di darat, bernapas dengan paru-paru buku.Mempunyai kaki empat pasang yang terdapat pada sefalotorak. Sistem reproduksi Arachnida memiliki satu atau dua buah gonad. Gonad terletak dibagian perut (abdomen). Alat kelamin arachnida terletak di bawah segmen perut (abdomen) Sistem respirasi Laba-laba(Arachnida) dan kalajengking (Scorpionida)bernapas dengan paru-paru buku. Paru-parubuku ini merupakan invaginasi (pelekukanke dalam) abdomen. Paru-paru bukumemiliki banyak lamella seperti halamanbuku yang dipisahkan oleh batang-batangsehingga udara dapat bergerak bebas. Udaradari luar, masuk melalui spirakel secaradifusi. Selanjutnya, udara masuk di antarasel-sel lamella dan berdifusi denganpembuluh darah di sekitar lamela. 21 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  23. 23. kedua. Pada saat reproduksi arachnida jantang mentrasfer sperma kepada betinamelaluispermatophore. Organ ekresi pada kelompok Aracnida melalui kelenjar coxal melayani regulasiosmotik. Studi mengungkapkan tanda centang ultrafiltrasi ke sebuah kantung, tersedot olehotot eksternal. ekskresi Nitrogen tidak terjadi dalam kelenjar coxal tetapi dalam Malphigitubulus, analog pada serangga (lihat Bab 15), atau di dinding midgut. Titik akhir nitrogenadalah guanin, sebuah purin yang lebih larut dibandingkan asam urat. Organ perasa dalam arakhnida, organ-organ indera terdiir dari tiga jenis: rambut dikutikula, yang dimodifikasi untuk mendeteksi rangsangan mekanik atau kimia, mata, biasanyasederhana daripada senyawa dan sering tersebar di tubuh, dan memotong organ sensorik,lubang di kutikula masing ditutupi oleh membran tipis menggelembung ke dalam menujurambut sensorik, mampu mendeteksi sedikit perubahan dalam ketegangan kutikula. Terakhirini digunakan sebagian besar sebagai proprioceptors, yaitu untuk menginformasikan hewantentang tingkat kontraksi otot sendiri. Sestem Pencernaannya sering terjadi di luar tubuh, dengan ujung posteriorkerongkongan dimodifikasi sebagai perut memompa untuk menghisap masuk makanan yangdicerna. Peredaran darah pada kelompok Arachnida, Jantung arakhnida terletak di bagianpunggung opisthosoma tersebut. Pada primitif, darah masuk dengan banyak ostia, tetapi dimana tracheae mengambil alih dari paru-paru buku jantung menjadi lebih sederhana, hanyamemiliki dua pasang ostia dalam laba-laba tracheate kecil. Jantung memompa darah ke depandengan serangkaian arteri dorsal ke haemocoel dari prosoma tersebut, di mana peningkatantekanan darah menjorok ke kaki berjalan: yang tekanan darahnya dapat dua kali lipat ketikamelompat melompat laba-laba. konstriksi pinggang laba-laba memungkinkan tekananprosoma untuk bersifat independen di opisthosoma, dan di dua sirkulasi solifugids dapatdipisahkan dengan penutupan diafragma. darah berfungsi baik untuk mengangkut oksigen danuntuk memperpanjang kaki dapat membatasi aktivitas arakhnida: jika dipaksa untukmempertahankan aktivitas mereka menjadi kekurangan oksigen.22 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  24. 24. Siklus Hidup Pada kelas Aracnida ialah sebagai berikut: Kalajengking memilikiperiode kehamilan yang lama (dari 2-18 bulan). Setiap betina melahirkan 25-35 anak yangmemanjat ke punggung induknya.Mereka tetap berada di punggung induk selama satu ataudua minggu setelah kelahirannya. Setelah mereka turun dari punggung, mereka akan mandiridan membutuhkan dua hingga enam tahun untuk mencapai kematangan.Rata-ratakalajengking hidup tiga hingga lima tahun, tapi sejumlah spesies dapat hidup hingga 10-15tahun. Setelah fertilisasi (pembuahan) pada laba- laba. labah-labah betina menghasilkankantung telur, yang ukuran dan bentuknya berbeda-beda tergantung spesies. Kantung telurumumnya terdiri atas kumpulan benang sutera yang membungkus telur. Beberapa spesiesmeninggalkan kantung ini di dekat habitatnya atau di dalam galian. Telur menetas di dalamkantung, dan labah labah muda berganti kulit sekali sebulum muncul. Labah-labah muda inidisebut spiderling atau nimfa, dan sudah mencari makanan sendiri. Nimfa ini adalah bentukminiatur labah-labah dewasa, yang mempunyai spineret dan kelenjar racun yang sudahberfungsi. Nimfa mengalami molting 2-12 kali sebagai juvenil, tergantung jenis laba-labah,sebelum mencapai dewasa kelamin. Labah-labah ini bisa memencar dengan mengembangkanbenang-benang suteranya dan terbawa angin.Daur hidup pada kebanyakan labah-labahpemintal benang adalah kurang dari 12 bulan, tetapi pada labah-labah penggali tanahberekembang lebih lama dan tampaknya mempunyai daur hidup yang lebih lama (beberapatahun).23 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  25. 25. Siklus hidup pada tungau atau caplak yang dijalaninya berupa: telur-larva-nimpha-tungau/caplak dewasa. Larva tungau dan caplak hanya memiliki 3 pasang kaki. Larva caplak,setelah makan darah induk semang, akan tumbuh menjadi nimpha yang memiliki 4 pasangkaki. Nimpha makan darah dan akan tumbuh menjadi caplak dewasa. Setelah makan satu kalisampai kenyang, caplak dewasa betina akan bertelur kemudian ia mati. Caplak betina setelahkenyang menghisap darah dapat membengkak sampai 20-30 kali ukuran semula. Caplakmemerlukan + 1 tahun untuk menyelesaikan satu siklus hidup di daerah tropis dan lebih darisatu tahun di daerah lebih dingin. Caplak dapat bertahan hidup selama berbulan- bulan tanpamakan jika belum mendapatkan induk semangnya. Caplak dapat hidup pada 1-3 induksemang berbeda selama fase pertumbuhannya sehingga dikenal dengan sebutan caplakberinduk semang satu, berinduk semang dua dan berinduk semang tiga. Kutu menjalaniproses metamorfosa yang tidak sempurna, yaitu telur-nimpha-individu dewasa. Seluruh siklushidup terjadi di tubuh induk semang. Telur kutu akan menempel pada rambut induk semangdengan bantuan zat perekat yang dihasilkannya. Sedangkan siklus hidup yang dijalani pinjalmerupakan metamorfosa sempurna yaitu telur-larva-pupa-dewasa. Larva yang baru menetastidak memiliki kaki. Fase pupa adalah fase yang tidak memerlukan makanan.24 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  26. 26. b. Pycnogonida Gambar 2 : Laba-laba laut Pycnogonida merupakan hewan avertebrata akuatik dari filum Arthropoda dansubfilum Chelicerata. Pycnogonida dikenal sebagai laba-laba laut (Sea Spider). Pycnogonidadapat di temukan di wilayah perairan Australia, Selandia Baru, Laut Mediterania dan LautKaribia.Ciri-cirinya ialah warna tubuh gelap dan kusam, tubuh panjang dan langsing,berukuran 1-90 cm, tubuhnya bersegmen, hidup di perairan dengan kedalaman 7000 m,memiiki empat pasang kaki. Anatomi pada Kelas Pycnogonida Kelas Pynogonida umumnya memiliki 4 pasang kaki, namun beberapa spesies jugadiketahui memiliki 5 atau bahkan 6 pasang kaki. Panjang kakinya sendiri bervariasi. Beberapaspesies kakinya tidak lebih panjang dari panjang tubuhnya, sementara sepesies- spesieslainnya bahkan diketahui kaki yang panjang 7 kali panjang tubuhnya. Tubuh merekaberbentuk panjang dan sempit yang terbagi menjadi 2 bagian utama: bagian cepalotorak(kepala-dada) dan bagian abdomen (perut). Di bagian kepala terdapat 4 pasang mata untukmelihat, proboscis (belalai) untuk menghisap sari- sari makanan, dan 4 pasang kaki kecilbernama kliserat (chelicerata) serta palp untuk membantunya memegang makanan.25 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  27. 27. Reproduksi pada pycnogonida adalah seksual yang dilakukan dengan cara fertilisasieksternal yaitu dengan pembuahan di luar tubuh. Pycnogonida jantan akan mengeluarkansperma ke perairan kemudian betina akan membuka oviger dan mengeluarkan telur. Peredaran Darah pada kelas ini ialahrongga tubuh utama adalah system peredarandarah terbuka, dimana darah dipompa ke haemocoel dengan hati yang terletak didekatpunggung hati. Pycnogonida memiliki sistem peredaran darah terbuka yaitu peredaran darahtanpa melalui pembuluh darah. Hewan ini memiliki jantung yang terletak di bagian abdomen. Pencernaan makanan pada Pycnogonida bersifat karnivora dan scavenger,pencernaannya bersifat intraselular yaitu makanan akan dimasukan kedalam mulut denganmenggunakan chelicerae kemudian akan diserap oleh dinding sel dan diproses secara kimiawioleh enzim-enzim. Ekskresi pada semua Chelierata akan mngeluarkan Limbah makananmelalui anus, pada Pycnogonida anus terletak di bagian punggung. Sistem pertahanan dirinya banyak jenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racunyang terdapat dirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudianmenghisap cairan tubuh atau jaringan lunaknya. Tidak ada pertahanan diri dari mimi tersebut,karena tidak ada predator yang memangsanya, kecuali manusia yang menangkapnya sebagaipakan ikan. Pycnogonida dan Arachnida memiliki alat pertahanan diri berupa chelicerae.26 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  28. 28. Siklus Hidup Setelah kawin, jantan akan merawat telur- telur yang sudah dibuahi tersebut hinggamenetas merjadi larva. Ada 4 macam larva berdasarkan perilakunya : larva ensis (hidupmenumpang dalam tubuh hewan berongga lainnya), larva pelekat (hidup melekat pada kakibapaknya hingga fisiknya sempurna), larva protonimpon tipikal (larva yang usai menetaslangsung hidup bebas sebagai plankton dan merupakan jenis yang paling banyak detemui danlarva protonimon atipikal ( campuran dari pola hidup protonimfon tipikal dan ensis). Bila larva sudah selesaimenjalani fase hidupnya, maka ia akan berubah fase barubernama juvenil. Juvenil. Juvenil dari kelas Pycnogonida memiliki fisik yang mirip denganlaba- laba laut yang sudah dewasa, namun ukurannya lebih kecil dan belum sempurna.Mereka fase juvenil kemudian mengalami pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnyamenjadi dewasa.Mereka adalah karnovora yang berarti mereka hidup dari makanan dagingdari hewan- hewan lain, entah dalam kondisi hidup- hidup atau sudah mati. Makanan yangdiketahui mencakup hewan- hewan bertubuh lunak dengan mobilitas rendah semisal spons,cacing laut, bryozoa (hewan laut berbentuk bunga), dan cnidaria (hewan semisal anemon).Namun sejumlah spesies juga diketahui merupakan herbivora karena hidup dengan memakantumbuhan laut semisal alga merah. Mereka deketahui memiliki 2 cara bergerak memakai27 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  29. 29. kaki- kakinya: berjalan biasa di dasar laut, atau berenang dengan menguncup danmengembangkan kakinya secara bergantian mrip- mirip dengan cara berenang ubur- ubur.c. Kelas Merostomata Gambar 3 : Kepiting Tapal Kuda Merostomata; terdiri dari 2 bangsa yaitu Xiphosura (mimi) dan Eurypterida. Padamasa kini tinggal 4 jenis dari 3 keluarga yang masih hidup, yaitu Limulus polyphemus,Tachypleus tridentatus, Tachypleus gigas (mimi bulan) dan Carcinoscorpius rotundicauda(mimi ranti). Ordo Eurypterida sudah punah. Xiphosura sering dikenal dengan sebutan Mimi (jantan) dan Mituno (betina) di jawa.Bentuk dari hewan ini mirip dengan tapal kuda sehingga Xiphosura dikenal Horse Shoe Crabatau kepiting tapal kuda, meskipun hewan ini disebut keiting tetapi hewan ini bukanlahkepiting yang sesungguhnya. Ciri-cirinya ialah hidup di perairan laut dangkal, dapat mencapai panjang 60cm,berwarna coklat tua atau hijau kecoklatan, bentuk tubuh cembung, karapas berbentuk sepatukuda yang menutup prosoma, pada bagian dorsal terdapat sepasang mata majemuk dan28 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  30. 30. sepasang mata sederhana. Adapun beberapa kelas yang punah yaitu Euryterida danChasmataspidida. Ordo XiphosuraKlasifikasi IlmiahKerajaan : AnimaliaFilum : ArthopodaSubfillum : CheliceraKelas : MerostomataOrdo : XiposuraFamili : LimulidaeGenus : LimulusSpesies : Limulus Polyphemus ( Kepiting tapal Kuda ) Anatomi pada Kelas Xiphosura memiliki Tubuh dari kelas xiphosura seluruhnyadiselubungi oleh cangkang yang keras dan berwarna kecoklatan. Ditinjau dari segi29 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  31. 31. anatominya tubuh terbagi atas 3 bagian utama yang masing- masingnya dipisahkan olehsambungan tipis atau segmen ialah kepala (prosoma), perut (opithososma), dan ekor (telson).Dibagian kepala terdapat 9 mata yang letaknya terpencar- pencar 1 dimasing- masing sisikepala, 5 di bagian depan, dan 2 dibagian bawah kepala. Bagian ekor bersifat kaku danmengkerucut dibagian ujungnya, namun bagian pangkalnya bisa digerakkan dan sanggupmemberi dorongan untuk pergerak lebih cepat. Kaki mirip kepiting atau laba- laba, memiliki 6pasang kaki yang memiliki fungsinya masing- masing. Makanannya meliputi moluska, cacing atau hewan lainnya yang diambil oleh chelatepelengkap dan diadakan melawan alur ventral dalam tubuh. Makanan dikunyah bukan denganrahang keras tetapi oleh gnathobases dari posterior kaki yang berjalan dan melewati depanuntuk mulut, lalu tertelan dan kemudian hancur dalam sebuah empedal. Hewan ini juga memiliki peredaran darah terdiri dari jantung dan arteri yangmembawa darah ke seluruh tubuh dan kemudian menjadi dua vena yang melewati insangdimana CO2 dan O2 dipertukarkan sebelum kembali ke jantung. Sistem saraf terdiri dari otaksirkum-oesophagal dengan tali saraf vetral yang menimbulkan lima set ganglia dari manasaraf menyebar ke tubuh. Ada juga sepasang tali saraf longitudinal, inilah yangmengendalikan jantung.Respirasi pada ordo ini Pelengkap Opisthosomal yang dimodifikasi menjadi buku insangyang bergerak ke sana kemari, membuat aliran air terus-menerus di sepanjang insang. Darahberisi pigmen pernapasan haemocyanin, yang memiliki afinitas oksigen rendah, dapatberfungsi pada lingkungan tekanan oksigen rendah. Darah memasuki jantung melalui delapan30 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  32. 32. pasang ostia dengan katup. Sirkulasi lanjut adalah kompleks, dengan arteri yang membuka kehaemocoel tersebut. Ekskresi dan osmoregulasi Seperti di Crustacea dan arthropoda air lainnya, limbahnitrogen dikeluarkan dengan difusi amonia melalui insang dan sebagian melalui kelenjarmesodermal di dasar sepasang pelengkap (di sini Coxal kelenjar di samping kaki belakang).Limulus dapat mentolerir berbagai salinitas: insang dapat mengambil ion saat mediadiencerkan dan kelenjar coxal dapat menghasilkan urin hipoosmotik ke darah. Asumsi,berdasarkan kesamaan struktur selular, bahwa krustasea, adalah bentuk korteks ultrafiltrasiyang dimodifikasi di medula dan kantung akhir. Reproduksi pada ordo ini jenis kelamin terpisah. Jantan dan betina berkumpul diperairan dangkal pada saat pasang saat bulan penuh. Fertilisasinya eksternal: jantanmenempelkan diri betina dan menuangkan sperma pada ribuan telur saat ia meletakkanmereka. Telur berkembang di pasir dan menetas sebagai trilobite larva yang berenang danmenggali dan, dalam serangkaian pengelupasan , menjalani metamorfosis bertahap. Seluruhspesies mimi mempunyai sepasang lubang pengeluaran telur, pada permukaan posterioroperculum. Sepasang saluran pengeluaran telur utama dijumpai menuju kearah operculum danke dalam prosoma. Saluran pengeluaran telur utama tersebut terbagi menjadi dua cabangutama. Mata MajemukLimulus mata majemuk tidak perlu bekerja sangat cepat. Mereka tidakdigunakan untuk menemukan makanan, atau melarikan diri dari predator, tetapi untukmendeteksi gerakan kepiting tapal kuda lainnya di seluruh bidang, mereka ternyata hanya31 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  33. 33. digunakan untuk mencapai berkumpulnya kawin laki-laki dan perempuan di perairan dangkalpada saat pasang. Dengan demikian, struktur dan kinerja mata ini relatif sederhana. Siklus Hidup Saat musim kawin tiba, sejumlah besar hewan ini akan bermigrasi kepantai berpasir dan perairan dangkal. Pejantan yang tiba lebih dulu di pantai selanjutnya akanberpatroli dan kemudian mencegat betina yang kebetulan melintas di dekatnya tidak jarangseekor betina bisa dicegat dan melakukan perkawinan dengan belasan pejantan sekaligus. Saatmelakukan perkawinan, betina akan menggali lubang pada dasar pantai dan memasukan telur-telurnya ke dalam lubang tersebut, kemudian pejantan mengeluarkan spermanya untukmembuahi telur- telur yang dikeluarkan oleh betina. Jumlah telur yang dikeluarkan oelehbetina bisa mencapai 120.000 butir, namun hanya sedikit yang bisa bertahan hidup hinggadewasa. Telur- telur itu akan menetas setelah 2-5 minggu dimana semakin hangat suhunya,semakin cepat pula telur- telurnya menetas. Larva yang baru menetas bisa tetep berada didalam pasir selama beberapa minggu berikutnya. Saat pasang naik tiba, larva akan memasukifase planktonik dimana larva yang terseret oleh arus pasang selanjutnya hidup melayang-lanyang di laut dan mengandalkan cadangan kuning telur sebagai makanannya. Sekitarseminggu kemudian, larva jatuh kedasar laut dan memasuki fase selanjutnya yaitu fasepertumbuhan ( fase juvenil).32 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  34. 34. Fase juvenil memiliki bentuk dan prilaku yang sangat mirip dengan xiphosura dewasa.Selama fase juvenil, mereka berkali- kali melakukan pergantian kulit seiring denganpertumbuhannya. Setiap kali berganti kulit, ukuran tubuh mereka bertambah 25- 30 %.Mereka termasuk hewan yang lambat bertumbuh dan baru mencapai kematangan seksual padausia 9 tahun. Usia maksimal mereka adalah 40 tahun, namun rata- rata mereka hanya hiduphingga usia 12 tahun. Panjang maksimal dai hewan ini termasuk ekornya adalah 60 cm dimanbetina betina berukuran sedikit lebih besar dibandingkan penjantan.2.3 Manfaat dan Kerugian Celicerata Manfaat Chelicerata Dalam Perikanan dan Ekologi Chelicerata dapat dijadikan pakanikan terutama pada daging dan telur Xiphosura. Hewan ini juga berperan penting dalamkeseimbangan ekosistem perairan dan juga sebagai dekomposer. Manfaat Chelicerata Dalam Dunia Medis Mimi merupakan bahan baku dalam industrifarmasi, karena ekstrak plasma darahnya (haemocyte lysate) banyak digunakan dalam studibiomedis, farmasi, dan ilmu lingkungan. Hal ini dikarenakan pada plasma yangdapatmengendapdarah yang mengandungendotoksin. Plasma darah mimi telah diproduksisecara masal di Amerikadari genus Limulus di Jepang dan Cina dari genus Tachyplus.Ekstrak plasma darah Limulus Amoebocyte Lysate dapat digunakan untuk mendiagnosapenyakit meningitis. Mengingat mimi merupakan salah satu langka yang perlu dilindungi danatas dasar pertimbangan prospek pemanfaatnya sebagai bahan baku industri farmasi,diperkirakan di masa mendatang populasinya akan terus berkurang, sehingga perlu dirintisusaha pembenihan maupun restocking guna menjaga kelestarian.Kerugian Chelicerata Ada beberapa kerugian dari chelicerata antaralain, dapat menularkan virus west nile(WNV), virus ini ditularkan oleh arachnida, kemudian sebagai parasi tpada coelenterate.Tungau merupakan hama bagi berbagai jenis tumbuhan dan juga hewan ternak. Berbagai Penyakit Kulit disebabkan oleh caplak dan tungau yang menyerang manusiamaupun hewan.33 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  35. 35. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kelompok Chelicerata dikenal karena anggotanya mempunya alat mulut berupa“chelicera” yang terdiri dari dua segmen. Tubuh biasanya terdiri atas cephalothorax danabdomen yang tampak jelas, kecuali pada Acarina. Pada cephalothorax terdapat enam pasangapendik bersendi , yaitu sepasang chelicerae, sepasang pedipalpi dan empat pasang kaki.Antena dan mandibel tidak. Sistem respirasi dilakukan melalui enam pasang pelengkapmelekat pada bagian bawah perut yang disebut buku insang. Peredaran darah pada Celicerataadalah sistem peredaran darah terbuka. Semua Chelierata akan mngeluarkan Limbah makananmelalui anus. Banyak jenis Chelicerata yang mempunyai kelenjar racun yang terdapatdirahang atau taring racun sebagai sarana untuk membunuh mangsa, kemudian menghisapcairan tubuh atau jaringan lunaknya. Berdasarkan klasifikasinya chelicerata terdiri atas kelas Arachnida, Pycnogonida, danXiphosura. Adapun beberapa kelas yang sudah punah yaitu, Eurypterida danChasmataspidida.34 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata
  36. 36. DAFTAR PUSTAKABrotowidjoya, Mukayat Djarubito. 1994. Zoologi Dasar. Erlangga : Jakarta.Campbell, N. A, J. B, Reece, & L. G. Mitchell. 2004. Biologi. Edisi kelima/jilid 2. Erlangga : Jakarta.D. A. Pratiwi .2007. BIOLOGI SMA Jilid 1 untuk Kelas X Berdasarkan Standar Isi 2006.Erlangga : Jakarta.Kimball, JW. 2010. Biologi Jilid 3. Erlangga : Jakarta.Moore, Janet. 2006. An Introduction Invertebrates Second Edition.Cambridge University Press : New YorkReece, Mitchel. 2003. BIOLOGI. Erlangga : Jakarta.Soemadji, dkk. 1995. Materi Pokok Zoologi/ Universitas Terbuka. Depdikbud : Jakarta.35 |Makalah Biosistematik Hewan Invertebrata

×