Your SlideShare is downloading. ×
0
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Bab nilai-norma
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bab nilai-norma

7,894

Published on

4 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
7,894
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
174
Comments
4
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. NILAI dan NORMA SOSIAL
  • 2.  
  • 3.  
  • 4. PENGERTIAN “ Nilai ” <ul><li>Nilai memiliki beberapa arti, antara lain : </li></ul><ul><li>Nilai merupakan pertimbangan suatu tindakan, benda, cara untuk mengambil keputusan. </li></ul><ul><li>Nilai adalah suatu ukuran, patokan, angapan dan keyakinan </li></ul><ul><li>Nilai merupakan sesuatu yang baik, yang diinginkan oleh warga masyarakat </li></ul><ul><li>Nilai adalah kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku </li></ul>
  • 5. Pengertian Nilai Sosial menurut Para Ahli <ul><li>Young </li></ul><ul><li>Nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. </li></ul>
  • 6. <ul><li>GREEN </li></ul><ul><li>Nilai sosial adalah kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap obyek, ide dan orang-perorangan. </li></ul><ul><li>GEORGE SPINDLER </li></ul><ul><li>Nilai sosial adalah pola-pola sikap dan tindakan yang menjadi acuan bagi individu dan masyarakat. </li></ul><ul><li>WOOD </li></ul><ul><li>Nilai sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasaan dalam kehidupan sehari-hari </li></ul>Lanjutan pengertian Nilai Sosial
  • 7. <ul><li>KOENTJARANINGRAT </li></ul><ul><li>Nilai sosial adalah konsepsi yang hidup di dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat mengenai hal-hal yang harus mereka anggap penting dalam hidup. </li></ul><ul><li>SOERJONO SOEKANTO </li></ul><ul><li>Nilai adalah konsepsi abstrak dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. </li></ul>Lanjutan pengertian Nilai Sosial
  • 8. SUMBER-SUMBER NILAI <ul><li>Sumber instrinsik (objektif) </li></ul><ul><li>adl sumber nilai yang terletak di dalam orang atau benda yang bernilai. </li></ul><ul><li>Sumber ekstrinsik (subjektif) </li></ul><ul><li>adl sumber nilai yang terletak di luar orang atau benda yang bernilai. </li></ul>
  • 9. <ul><li>NILAI THEONOM </li></ul><ul><li>adl nilai sosial yang bersumber dari Tuhan yaitu melalui ajaran yang disampaikan oleh Tuhan melalui agama. Agama berisi nilai-nilai sosial yang memberikan pedoman bagaimana cara bersikap dan bertindak bagi manusia. </li></ul>Menurut sumbernya, nilai dibagi menjadi tiga, antara lain :
  • 10. <ul><li>NILAI HETERONOM </li></ul><ul><li>adl nilai sosial yang dirumuskan dari kesepakatan banyak anggota masyarakat. Berisi nilai yang harus dipedomani oleh seluruh warga masy. </li></ul>
  • 11. <ul><li>NILAI OTHONOM </li></ul><ul><li>adl nilai sosial yang bersumber dari setiap individu. Contohnya adl J.J Rousseau dari Prancis yang merumuskan konsep Trias Politika, Dr. Sun Yat Sen dari China yang merumuskan konsep San Min Chu I ( nasionalisme, demokrasi dan sosialisme ) </li></ul>
  • 12. CIRI-CIRI NILAI SOSIAL <ul><li>Nilai tercipta melalui interaksi anggota masy. </li></ul><ul><li>Nilai bukan bawaan sejak lahir, melainkan penularan dari orang lain. </li></ul><ul><li>Nilai merupakan asumsi-asumsi abstrak dari obyek dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Nilai cenderung berkaitan satu dengan yang lain & membentuk pola-pola dan sistem nilai dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Nilai menjadi dasar bagi tindakan dan tingkah laku, baik secara pribadi atau grup dan masyarakat secara keseluruhan. </li></ul>
  • 13. Lanjutan Ciri-ciri Nilai Sosial <ul><li>Nilai dapat membantu masyarakat agar dapat berfungsi dengan baik. </li></ul><ul><li>Nilai yang menyusun sistem nilai diteruskan dan ditularkan di antara anggota-anggota. </li></ul><ul><li>Nilai-nilai dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif. </li></ul><ul><li>Nilai-nilai juga dapat mempengaruhi adanya emosi. </li></ul><ul><li>Sistem-sistem nilai bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. </li></ul>
  • 14. JENIS-JENIS NILAI <ul><li>1. Menurut Prof. Notonagoro </li></ul><ul><li>NILAI MATERIAL </li></ul><ul><li>adl segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia. </li></ul><ul><li>Ex : pangan, papan, sandang, dll </li></ul><ul><li>NILAI VITAL </li></ul><ul><li>adl segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan atau aktivitas. </li></ul><ul><li>Ex : api, air, dll </li></ul>
  • 15. <ul><li>NILAI KEROHANIAN </li></ul><ul><li>adl segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. </li></ul><ul><li>a. Nilai kebenaran ( RATIO ) </li></ul><ul><li> bersumber pada unsur akal manusia </li></ul><ul><li>b. Nilai keindahan (ESTETIKA) </li></ul><ul><li> bersumber pada perasaan manusia </li></ul><ul><li>c. Nilai moral ( ETIKA ) </li></ul><ul><li> bersumber pada kehendak atau kemauan </li></ul><ul><li>d. Nilai Ketuhanan (RELIGIUS) </li></ul><ul><li> nilai yg tertinggi, sifatnya mutlak dan abadi. </li></ul>Lanjutan Jenis Nilai Sosial ; NOTONAGORO
  • 16. <ul><li>2. Menurut Walter G. Everett </li></ul><ul><li>Nilai-nilai Ekonomi ( economic values ) </li></ul><ul><li>berhubungan dengan sistem ekonomi dan mengikuti harga pasar. </li></ul><ul><li>Nilai-nilai Kejasmanian ( bodily values ) </li></ul><ul><li>meliputi nilai pengetahuan dan pencarian kebenaran. </li></ul><ul><li>Nilai-nilai Rekreasi ( recreation values ) </li></ul><ul><li>meliputi nilai-nilai permainan pada waktu senggang, sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani. </li></ul>
  • 17. <ul><li>Nilai-nilai perserikatan ( assoociation values ) </li></ul><ul><li>meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan, kehidupan keluarga sampai dengan tingkat internasional </li></ul><ul><li>Nilai-nilai watak ( caracter values ) </li></ul><ul><li>meliputi seluruh tantangan serta kesalahan pribadi dan sosial, termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran dan kesediaan mengontrol diri. </li></ul>Lanjutan Jenis Nilai Sosial ; Walter G. Everett
  • 18. <ul><li>Alat untuk menentukan harga sosial, kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi sosial, misalnya upper class, middle class dan lower class. </li></ul><ul><li>Mengarahkan masyarakat untuk berpikir dan bertingkah laku dalam masyarakat. </li></ul><ul><li>Sebagai pembatas dan penekan individu untuk selalu berbuat baik. </li></ul><ul><li>Sebagai alat solidaritas di kalangan anggota masyarakat. </li></ul><ul><li>Nilai-nilai merupakan penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya. </li></ul>FUNGSI NILAI SOSIAL
  • 19. <ul><li>SEBAGAI PENUNJUK ARAH </li></ul><ul><li>Cara berpikir dan bertindak anggota masyarakat umumnya diarahkan oleh nilai-nilai sosial yang berlaku. Pendatang baru pun secara moral diwajibkan mempelajari aturan sosio budaya lingkungannya sehingga dia dapat beradaptasi dengan norma dan dapat menjauhi perilaku yang tidak diinginkan masyarakat. </li></ul>FUNGSI NILAI SOSIAL YANG LAIN
  • 20. <ul><li>SEBAGAI PENDORONG </li></ul><ul><li>Berkat adanya nilai sosial yang dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai cita-cita manusia yang berbudi luhur dan bangsa yang beradab itulah manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh berada. Hal tersebut dapat terwujud berkat keberhasilan manusia merealisasikan nilai sosial yang bermutu tinggi. </li></ul>Lanjutan fungsi nilai yang lain
  • 21. <ul><li>SEBAGAI PEMERSATU </li></ul><ul><li>Orang berkumpul dan bekerja sama di sekitar nilai sosial yang disukai bersama karena dengan demikian kepentingan mereka bersama terpenuhi. Berdasarkan fenomena dalam kehidupan dapat disimpulkan bahwa nilai sosial dapat menciptakan dan meningkatkan solidaritas antar manusia. </li></ul>Lanjutan fungsi nilai yang lain
  • 22. <ul><li>SEBAGAI BENTENG PERLINDUNGAN </li></ul><ul><li>Nilai-nilai sosial yang dapat dianggap sebagai benteng perlindungan adalah nilai-nilai inti </li></ul><ul><li>( poros ). Dalam sejarah INA, nilai sosial sebagai perlindungan yang ampuh adl “ NILAI PANCASILA ” yang dapat menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran. </li></ul>Lanjutan fungsi nilai yang lain
  • 23. TIPE-TIPE NILAI <ul><li>NILAI-NILAI DOMINAN </li></ul><ul><li>adalah nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya. Nilai ini merupakan nilai utama yang unik dalam masyarakat yang membentuk kerangka kerja umum dan norma tingkah laku pribadi dan grup. Nilai ini menyusun inti sistem nilai sosial. Nilai ini sering ditemui dalam institusi sosial, seperti agama dan keluarga. </li></ul>
  • 24. <ul><li>NILAI-NILAI MENDARAH DAGING (INTERNALIZED VALUE ) </li></ul><ul><li>adalah nilai yang telah menjadi kepribadian dan kebiasaan sehingga ketika seseorang melakukannya </li></ul><ul><li>Ex : seorang kepala keluarga yang belum mampu memberi nafkah kepada keluarganya akan merasa sebagai kepala keluarga yang tidak </li></ul><ul><li>bertanggung jawab. </li></ul>Lanjutan type nilai
  • 25. MASALAH POKOK NILAI DALAM KEBUDAYAAN <ul><li>Menurut C. Kluckhohn , semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya mencakup lima masalah pokok, antara lain : </li></ul><ul><li>Nilai ttg Hakikat Hidup Manusia </li></ul><ul><li>Misalnya : ada yang memahami bahwa hidup itu buruk, hidup itu baik tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu menjadi baik. </li></ul><ul><li>Nilai ttg Hakikat Karya Manusia </li></ul><ul><li>Misalnya : ada yang beranggapan bahwa manusia berkarya untuk mendapatkan nafkah, kedudukan dan kehormatan. </li></ul>
  • 26. <ul><li>Nilai ttg hakikat hub. manusia dg alam </li></ul><ul><li>Misalnya : ada yang beranggapan bahwa manusia tunduk kepada alam , menjaga keselarasan dengan alam atau berhasrat menguasai alam. </li></ul><ul><li>Nilai ttg hakikat hub. manusia dg sesamanya </li></ul><ul><li>Misalnya : ada yang berorientasi kepada sesama (gotong royong ), ada yang berorientasi kepada atasan dan ada yang menekankan individualisme. </li></ul><ul><li>Nilai ttg hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. </li></ul><ul><li>Misalnya : ada yang berorientasi ke masa lalu, masa kini dan masa depan. </li></ul>Lanjutan nilai kebudayaan
  • 27. NORMA SOSIAL
  • 28. PENGERTIAN NORMA <ul><li>Norma adalah patokan perilaku dalam kelompok masyarakat tertentu, yang disebut juga peaturan sosial yang menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosialnya. </li></ul><ul><li>Norma adalah petunjuk hidup yang berisi perintah maupun larangan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dan bermaksud untuk mengatur setiap perilaku manusia dalam masyarakat guna mencapai kedamaian. </li></ul>
  • 29. JENIS-JENIS NORMA <ul><li>Norma dapat dibagi menjadi dua menurut : </li></ul><ul><li>Kekuatan sanksinya </li></ul><ul><li>Resmi tidaknya norma tersebut </li></ul><ul><li>Daya pengikatnya </li></ul>
  • 30. CIRI-CIRI NORMA SOSIAL <ul><li>Umumnya tidak tertulis ( lisan ) </li></ul><ul><li>Hasil dari kesepakatan masyarakat </li></ul><ul><li>Warga masyarakat sebagai pendukung sangat menaatinya </li></ul><ul><li>Apabila norma dilanggar, ia harus menghadapinya </li></ul><ul><li>Norma sosial kadang-kadang bisa menyesuaikan perubahan sosial sehingga norma sosial bisa mengalami perubahan </li></ul>
  • 31. KEKUATAN SANKSI NORMA <ul><li>Berdasarkan tingkat daya pengikatnya terhadap masyarakat, norma terbagi menjadi enam yaitu : </li></ul><ul><li>NORMA CARA ( USAGE ) </li></ul><ul><li>adalah bentuk perbuatan tertentu yang dilakuka nindividu dalam suatu masyarakat tetapi tidak secara terus menerus dan daya ikatnya sangat lemah. Sanksinya ringan, hanya berupa celaan. </li></ul><ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Cara makan berdecap (bersuara) </li></ul><ul><li>Sanksinya : </li></ul><ul><li>Ringan, hanya berupa celaan. </li></ul>
  • 32. <ul><li>NORMA KEBIASAAN ( FOLKWAYS ) </li></ul><ul><li>adalah suatu bentuk perbuatan yang berulang-ulang yang bentuknya sama dan dilakukan secara sadar serta mempunyai tujuan yang jelas.kebiasaan merupakan bukti bahwa orang menyukai perbuatan itu. Sanksi bagi pelanggar berupa teguran. </li></ul><ul><li> Contoh : </li></ul><ul><li>Makan dengan tangan kanan. </li></ul><ul><li>Sanksinya : (bila melanggar) </li></ul><ul><li>Berupa teguran. </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;kekuatan sanksi
  • 33. <ul><li>NORMA TATA KELAKUAN ( MORES ) </li></ul><ul><li>adalah merupakan aturan yang mendasarkan pada ajaran agama ( akhlak ), filsafat atau kebudayaan. </li></ul><ul><li>Contohnya : </li></ul><ul><li>Pernikahan dalam satu marga di daerah Sumatera Utara merupakan suatu pelanggaran. </li></ul><ul><li>Tata kelakuan juga bisa bersifat mengharuskan dan bisa juga bersifat melarang. </li></ul><ul><li>Contoh pelanggaran terhadap norma tata kelakuan adalah berzina, sanksinya berat. Ada yang harus berhadapan dengan massa, dan lain sebagainya </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;kekuatan sanksi
  • 34. <ul><li>Fungsi Mores, antara lain : </li></ul><ul><li>memberikan batasan pada perilaku individu dalam masyarakat tertentu. </li></ul><ul><li>mendorong seseorang agar sanggup menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan aturan yang berlaku di dalam kelompoknya. </li></ul><ul><li>membentuk solidaritas antara anggota-anggota kelompok dan sekaligus memberikan perlindungan terhadap keutuhan dan kerja sama antara anggota-anggota yang bergaul dalam masyarakat. </li></ul>
  • 35. <ul><li>NORMA ADAT ISTIADAT ( CUSTOM ) </li></ul><ul><li>adalah kumpulan tata kelakuan yang paling tinggi kedudukannya karena bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya . </li></ul><ul><li>contoh: </li></ul><ul><li>upacara adat, tata cara pembagian waris </li></ul><ul><li>Sanksinya : </li></ul><ul><li>Akan mendapat sanksi yang berat misalnya dikucilkan dari masyarakat. </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;kekuatan sanksi
  • 36. <ul><li>NORMA HUKUM ( LAWS ) </li></ul><ul><li>adalah suatu rangkaian aturan yang ditujukan kepada anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajiban dan larangan agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan . </li></ul><ul><li>Norma hukum dibagi menjadi 2, yaitu </li></ul><ul><li>1. Norma hukum tertulis. </li></ul><ul><li>2. Norma hukum tidak tertulis. </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;kekuatan sanksi
  • 37. <ul><li>NORMA MODE ( FASHION ) </li></ul><ul><li>adalah cara dan gaya dalam melakukan dan membuat sesuatu yang sifatnya berubah-ubah serta diikuti oleh banyak orang. Ciri-ciri norma mode adalah orang yang mengikutinya bersifat massa. Tindakan yang selalu mengikuti mode disebut modis. </li></ul><ul><li>contoh : </li></ul><ul><li>meniru potongan rambut, model pakaian </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;kekuatan sanksi
  • 38. <ul><li>NORMA FORMAL </li></ul><ul><li>adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. Keseluruhan norma formal ini merupakan suatu tubuh hukum yang dimiliki masyarakat modern. Bersumber dari lembaga masyarakat yang formal atau resmi. Norma ini biasanya tertulis. </li></ul><ul><li>Ex : konstitusi, surat keputusan, Peraturan Daerah </li></ul>RESMI-TIDAKNYA NORMA
  • 39. <ul><li>NORMA NONFORMAL </li></ul><ul><li>adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas subconscious ) dan pelaksanaanya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Biasanya tidak tertulis dan jumlahnya lebih banyak dibandingkan norma yang formal. </li></ul><ul><li>Ex : adat istiadat, aturan dalam keluarga, pantangan-pantangan </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;resmi-tidaknya
  • 40. <ul><li>NORMA AGAMA </li></ul><ul><li>adalah peraturan yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar atau diubah ukurannya karena berasal dari Tuhan. Norma ini berisikan peraturan hidup yang diterima sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan anjuran-anjuran yang berasal dari Tuhan. Sebagian besar norma agama bersifat umum ( universal ). Sanksinya adalah rasa berdosa. </li></ul><ul><li>Ex : tidak berbohong, bersembahyang </li></ul>DAYA PENGIKATNYA NORMA
  • 41. <ul><li>NORMA KESOPANAN </li></ul><ul><li>adalah sekumpulan peraturan sosial yang timbul dari pergaulan segolongan manusia dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari sekelompok masyarakat yang berkenaan dengan bagaimana seorang bertingkah laku yang wajar dalam masyarakat. Sanksinya berupa celaan, kritik dll. </li></ul><ul><li>Ex : tidak meludah di sembarang tempat </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;daya pengikatnya
  • 42. <ul><li>NORMA KEBIASAAN </li></ul><ul><li>adalah sekumpulan peraturan sosial yang berisi petunjuk atau peraturan yang dibuat secara sadar atau tidak tentang perilaku yang diulang-ulang sehingga perilaku menjadi kebiasaan individu. Sanksinya berupa celaan, pengucilan secara batin </li></ul><ul><li>Ex : bersalaman </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;daya pengikatnya
  • 43. <ul><li>NORMA KESUSILAAN </li></ul><ul><li>adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak sehingga seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan yang dianggap buruk. Sanksinya dapat dipenjara, diusir atau dijauhi. </li></ul><ul><li>Ex : berpelukan di sembarang tempat </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;daya pengikatnya
  • 44. <ul><li>NORMA HUKUM </li></ul><ul><li>adlah aturan yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, seperti pemerintah sehingga dengan tegas dapat melarang serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan aturan. Norma hukum ada 2, yaitu tertulis dan tak tertulis. Sanksi bagi norma hukum tertulis adl denda, penjara bahkan hukuman mati. </li></ul><ul><li>Ex : membayar pajak </li></ul>Lanjutan MACAM NORMA ;daya pengikatnya
  • 45. The End

×