MPLS - Traffic Engineering                  MPLS-TE    Multi Protocol Label Switching - Traffic Engineering               ...
Topik Bahasan           - Definisi Traffic Engineering                - Cara Kerja MPLS-TE                           -CSPF...
Definisi ‘Traffic Engineering’      Proses mengatur aliran trafik dalam jaringan untuk mengoptimalkan      penggunaan reso...
Tradisional Routing     Router memilih lintasan terpendek tanpa     mempertimbangkan faktor lain seperti bandwidth.     Ji...
Solusi TE    Service yang membutuhkan 40 Mbps dilewatkan pada lintasan-1 :         Router A -> C -> G -> F -> H    Servic...
Cara Kerja MPLS-TE                     Distribusi Informasi Link                        ISIS-TE                        O...
Distribusi Informasi Link - ISIS/OSPF    Bertujuan membagi informasi         topologi    network ke semua LSR.    Dibutuhk...
OSPF-TEOpaque LSA Header                    Type = 10 => area-local                       type-9 : link-local            ...
OSPF-TEOpaque LSA Payload                 Penambahan karakteristik link :9                                                ...
Traffic Engineering Database     TED digunakan oleh CSPF (Constrained Shortest Path First ) untuk     kalkulasi lintasan e...
Path Calculation     Traffic Engineering Database     sebagai input perhitungan lintasan     Menggunakan protokol CSPF    ...
Definisi CSPF - Constrained Shortest Path First     Algoritma link state yang digunakan dalam menghitung lintasan untuk   ...
Komponen CSPF                  (Extended IGP)                   OSPF-TE                    ISIS-TE     Link State         ...
LSP SET-UP     Tipe LSP :       Static LSP       Signaled LSP          CR-LDP-signaled LSP          RSVP-signaled LSP:  ...
Static vs Signaled LSP     Static LSPs        Label MPLS dikonfigur secara manual        Membutuhkan konfigurasi pada se...
Signaled Label-Switched Path     Konfigur hanya pada ingress router        RSVP melakukan setup pada transit dan egress r...
Statik LSP     Label harus dikonfigur secara manual pada semua router     (ingress, transit, egress).     Tidak memerlukan...
CR-LDP (Constraint-based Routing LDP)     • Protocol Signaling untuk mendistribusikan label yang mendukung QoS dan       t...
RSVP TE     Resource ReServation Protocol - TE19                                        Modul 1 - 19
RSVP-TE     Protokol signaling untuk reservasi resource sepanjang route     Menyediakan QOS end-to-end     Didesign untuk ...
RSVP-TE     Simplex flow     Ingress router memulai koneksi     Path message dikirimkan pada downstream     Resv message d...
Trunk Admission Control     Menentukan apakah node memiliki ketersediaan resource yang     cukup untuk menyuplai QoS yang ...
RSVP-TE : PATH Message     PATH message digunakan untuk request label     R1 mengirimkan PATH message yang ditujukan ke R9...
RSVP-TE : RESV Message     RESV digunakan untuk mendistribusikan label setelah menerima Path     Message     R9 mengirimka...
Explicit Route     Kemampuan untuk menentukan route LSP pada network     MPLS     Ditetapkan sebagai deretan alamat router...
Strict Explicit Paths      menetapkan next router yang terhubung langsung26                                              ...
Loose Explicit Paths     Menggunakan routing table pada setiap hop27                                           Modul 1 - 27
Hybrid Explicit Paths     Penggunaan Strict dan loose route dapat digabung28                                            Mo...
Operasi RSVP-TE                                            10.1.1.5        10.1.1.6         Path                          ...
Operasi RSVP-TELabel Request                          DestinationExplicit Route          10.1.1.21 with10.1.1.7 Strict    ...
Operasi RSVP-TELabel Request                         DestinationExplicit Route         10.1.1.21 with10.1.1.21 Loose      ...
Operasi RSVP-TELabel Request                          DestinationExplicit Route                        10.1.1.21 with10.1....
Operasi RSVP-TE         10.1.1.21     • Alokasi Label                         Destination                        10.1.1.1 ...
Operasi RSVP-TE        10.1.1.6     • Alokasi Label                         Destination                        10.1.1.1 wi...
Operasi RSVP-TE        10.1.1.6     • Alokasi Label                         Destination                        10.1.1.1 wi...
Operasi RSVP-TE                              10.1.1.5    10.1.1.6             10.1.1.21           10.1.1.2                ...
CR-LDP dan RSVP-TE            CR-LDP                           RSVP-TE              LDP                      Classical RSV...
Fast Reroute38
MPLS-TE : Fast Re-Route (FRR)                     Fast Restoration : Subsecond                     recovery dalam mengatas...
FAST REROUTE (FRR)     Fast Reroute : Mekanisme Proteksi terhadap MPLS-TE     FRR melakukan proteksi terhadap :        LI...
Link Protection*        Router A      Router B              Router D    Router E          Router X                        ...
Node Protection      Router A      Router B      Router D          Router E        Router F        Router X       Router C...
Terima Kasih43
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

MPLS-TE

2,440 views
2,320 views

Published on

Published in: Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,440
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
280
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

MPLS-TE

  1. 1. MPLS - Traffic Engineering MPLS-TE Multi Protocol Label Switching - Traffic Engineering Rosmida Syarif Edvian1
  2. 2. Topik Bahasan - Definisi Traffic Engineering - Cara Kerja MPLS-TE -CSPF -RSVP-TE - Fast Reroute2
  3. 3. Definisi ‘Traffic Engineering’ Proses mengatur aliran trafik dalam jaringan untuk mengoptimalkan penggunaan resource dan performansi jaringan. Secara praktis ini berarti :  memilih rute untuk menangani traffic load, network state, dan user requirement seperti QoS dan bandwidth,  dapat memindahkan trafik dari path dengan kongesti lebih besar ke path dengan kongesti lebih kecil TE untuk MPLS disebut MPLS-TE3 Modul 1 - 3
  4. 4. Tradisional Routing Router memilih lintasan terpendek tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti bandwidth. Jika kongesti terjadi, tidak ada perpindahan trafik ke lintasan yang lain.4 Modul 1 - 4
  5. 5. Solusi TE Service yang membutuhkan 40 Mbps dilewatkan pada lintasan-1 :  Router A -> C -> G -> F -> H Service yang membutuhkan 70 Mbps dilewatkan pada lintasan-2 :  Router A -> C -> D -> E -> F -> H Kongesti dapat dihindari5 Modul 1 - 5
  6. 6. Cara Kerja MPLS-TE Distribusi Informasi Link  ISIS-TE  OSPF-TE Path Calculation  CSPF LSP Setup  RSVP-TE / CR-LDP Data Forwarding6 Modul 1 - 6
  7. 7. Distribusi Informasi Link - ISIS/OSPF Bertujuan membagi informasi topologi network ke semua LSR. Dibutuhkan modifikasi pada protokol routing  OSPF-TE - Informasi TE dibawa dengan : Opaque LSA  IS-IS-TE - Informasi TE dibawa dengan : New TLV Node-node TE membangun suatu Topology Database (Traffic Engineering Database)7 Modul 1 - 7
  8. 8. OSPF-TEOpaque LSA Header Type = 10 => area-local  type-9 : link-local  type-11 : AS LSA ID = 1 (TE)8 Modul 1 - 8
  9. 9. OSPF-TEOpaque LSA Payload Penambahan karakteristik link :9 Modul 1 - 9
  10. 10. Traffic Engineering Database TED digunakan oleh CSPF (Constrained Shortest Path First ) untuk kalkulasi lintasan eksplisit Mirip dengan IGP link-state database Berisi informai tentang :  Atribut link network  Informasi topologi yang terbaru Terpisah dengan IGP database10 Modul 1 - 10
  11. 11. Path Calculation Traffic Engineering Database sebagai input perhitungan lintasan Menggunakan protokol CSPF (Constrained Shortest Path First ) Node TE dapat melakukan constraint-based routing11 Modul 1 - 11
  12. 12. Definisi CSPF - Constrained Shortest Path First Algoritma link state yang digunakan dalam menghitung lintasan untuk suatu label-switched paths (LSP) dengan multiple constraint Modifikasi algoritma “shortest path first” CSPF tidak hanya mempertimbangkan topologi jaringan, tetapi juga user constraint (atribut LSP dan link) User Constraint :  LSP attributes - Bandwidth requirements - Hop limitations - Administrative groups - Priority - Explicit route (strict or loose)  Link attributes - Reservable bandwidth - Administrative groups12 Modul 1 - 12
  13. 13. Komponen CSPF (Extended IGP) OSPF-TE ISIS-TE Link State TED CSPF User Traffic Engineering Database Database calculation Constraint ERO LSP RSVP Setup13 Modul 1 - 13
  14. 14. LSP SET-UP Tipe LSP : Static LSP Signaled LSP  CR-LDP-signaled LSP  RSVP-signaled LSP: - Dibagi atas 2 tipe : Explicit-path LSP Constrained-path LSP14 Modul 1 - 14
  15. 15. Static vs Signaled LSP Static LSPs  Label MPLS dikonfigur secara manual  Membutuhkan konfigurasi pada setiap router  Tidak dapat re-route jika terjadi kegagalan link Signaled LSP  LSP disetup menggunakan signaling protocol - RSVP , CR-LDP  Label MPLS ditetapkan secara dinamis  Konfigurasi hanya pada ingress router  Dapat reroute jika failure15 Modul 1 - 15
  16. 16. Signaled Label-Switched Path Konfigur hanya pada ingress router  RSVP melakukan setup pada transit dan egress router secara otomatis  Lintasan dipilih pada setiap hop menggunakan routing table  Intermediate hop ditetapkan sebagai “transit points” Kelebihan dibanding „static path‟  Melakukan “keepalive” checking  Mendukung fail-over ke secondary LSP  Excellent visibility16 Modul 1 - 16
  17. 17. Statik LSP Label harus dikonfigur secara manual pada semua router (ingress, transit, egress). Tidak memerlukan protokol signaling. R1 R2 R3 R4 (Ingress) (Egress) LSP 10.60.0.0/16 Label 40 Label 45 Label 50 Nexthop R2 Nexthop R3 Nexthop R4 Pop Push 40 Swap 45 Swap 5017 Modul 1 - 17
  18. 18. CR-LDP (Constraint-based Routing LDP) • Protocol Signaling untuk mendistribusikan label yang mendukung QoS dan traffic engineering • Merupakan pengembangan dari LDP yang membawa permintaan reservasi resource berdasarkan user dan network constraint. • CR-LDP menggunakan sesi TCP antara LSR peer untuk mengirimkan LDP messages18 Modul 1 - 18
  19. 19. RSVP TE Resource ReServation Protocol - TE19 Modul 1 - 19
  20. 20. RSVP-TE Protokol signaling untuk reservasi resource sepanjang route Menyediakan QOS end-to-end Didesign untuk host-to-host Menggunakan IGP untuk menetapkan lintasan RFC 220520 Modul 1 - 20
  21. 21. RSVP-TE Simplex flow Ingress router memulai koneksi Path message dikirimkan pada downstream Resv message dikirimkan pada upstream RSVP-TE Object21 Modul 1 - 21
  22. 22. Trunk Admission Control Menentukan apakah node memiliki ketersediaan resource yang cukup untuk menyuplai QoS yang diminta. PATH message  Router akan melakukan pengecekan terhadap bandwidth yang tersedia  Jika tersedia , reservasi diterima  PATH message dikirimkan ke next hop (downstream) RESV message  Label dialokasikan22 Modul 1 - 22
  23. 23. RSVP-TE : PATH Message PATH message digunakan untuk request label R1 mengirimkan PATH message yang ditujukan ke R9 2323
  24. 24. RSVP-TE : RESV Message RESV digunakan untuk mendistribusikan label setelah menerima Path Message R9 mengirimkan RESV message, dengan label=3, ke R8 R8 dan R4 menyimpan “outbound” label dan mengalokasikan “inbound” label, kemudian mengirimkan RESV ke upstream LSR 2424
  25. 25. Explicit Route Kemampuan untuk menentukan route LSP pada network MPLS Ditetapkan sebagai deretan alamat router antara ingress LER dan egress LER 2 tipe eksplisit route :  Loose routes, menggunakan routing table untuk menemukan destination  Strict routes, menetapkan next router yang terhubung langsung Menggunakan Explicit Route Object (ERO) pada Path Message25 Modul 1 - 25
  26. 26. Strict Explicit Paths  menetapkan next router yang terhubung langsung26 Modul 1 - 26
  27. 27. Loose Explicit Paths Menggunakan routing table pada setiap hop27 Modul 1 - 27
  28. 28. Hybrid Explicit Paths Penggunaan Strict dan loose route dapat digabung28 Modul 1 - 28
  29. 29. Operasi RSVP-TE 10.1.1.5 10.1.1.6 Path 10.1.1.21 10.1.1.2 Resv PathLabel Request ResvExplicit Route Path10.1.1.7 Strict10.1.1.21 Loose 10.1.1.1 Resv 10.1.1.7Traffic Parameters •Path = Label Request2 Mbps CDR •Resv = Label MappingSession attribute •Refresh =Path+Resv maintain LSPSetup Priority 4 •Point-to-point not end-to-endHolding Priority 3 •1000 LSPs = 1000 refreshes point-to-point 29 Modul 1 - 29
  30. 30. Operasi RSVP-TELabel Request DestinationExplicit Route 10.1.1.21 with10.1.1.7 Strict router alert set10.1.1.21 LooseTraffic Parameters2 Mbps CDRSession attribute Path IPSetup Priority 4Holding Priority 3 10.1.1.1Route Pinning Label Request 10.1.1.710.1.1.1Sender information 30 Modul 1 - 30
  31. 31. Operasi RSVP-TELabel Request DestinationExplicit Route 10.1.1.21 with10.1.1.21 Loose router alert setTraffic Parameters2 Mbps CDRSession attributeSetup Priority 4Holding Priority 3 Path IPRoute Pinning10.1.1.7 10.1.1.7 10.1.1.7 10.1.1.610.1.1.1 • Records previous hopSender information • Label Request object • Session • Sender • 31 Modul 1 - 31
  32. 32. Operasi RSVP-TELabel Request DestinationExplicit Route 10.1.1.21 with10.1.1.21 Loose router alert setTraffic Parameters2 Mbps CDRSession attributeSetup Priority 4Holding Priority 3 Path IPRoute Pinning10.1.1.6 10.1.1.6 10.1.1.6 10.1.1.2110.1.1.710.1.1.1 • Records previous hopSender information • Label Request object • Session • Sender 32 Modul 1 - 32
  33. 33. Operasi RSVP-TE 10.1.1.21 • Alokasi Label Destination 10.1.1.1 with Label Mapping router alert set 0 Traffic Parameters 2 Mbps CDR Session attribute IP Resv Setup Priority 4 Holding Priority 3 Route Pinning 10.1.1.6 10.1.1.21 10.1.1.21 10.1.1.6 10.1.1.7 10.1.1.133 Modul 1 - 33
  34. 34. Operasi RSVP-TE 10.1.1.6 • Alokasi Label Destination 10.1.1.1 with Label Mapping router alert set 84 Traffic Parameters 2 Mbps CDR Session attribute IP Resv Setup Priority 4 Holding Priority 3 Route Pinning 10.1.1.7 10.1.1.6 10.1.1.21 10.1.1.6 10.1.1.7 10.1.1.134 Modul 1 - 34
  35. 35. Operasi RSVP-TE 10.1.1.6 • Alokasi Label Destination 10.1.1.1 with Label Mapping router alert set 86 Traffic Parameters 2 Mbps CDR Session attribute IP Resv Setup Priority 4 Holding Priority 3 Route Pinning 10.1.1.1 10.1.1.6 10.1.1.21 10.1.1.6 10.1.1.7 10.1.1.135 Modul 1 - 35
  36. 36. Operasi RSVP-TE 10.1.1.5 10.1.1.6 10.1.1.21 10.1.1.2 IP 0 10.1.1.1 IP 86 10.1.1.7 RSVP-TE LSP36 Modul 1 - 36
  37. 37. CR-LDP dan RSVP-TE CR-LDP RSVP-TE LDP Classical RSVP History TCP IP Transport Label Request/Mapping Path and Resv. Messages Hard Soft No refreshes Periodic refreshes State Explicit setup Explicit Setup and teardown Implicit teardown ATM-TM Int-Serv QoS Model NO Yes Layer 3 ID Strict and Loose hops Explicit Routing 8 Setup and Holding Priorities LSP Preemption 32 colour designation None Resource Constraint37 Modul 1 - 37
  38. 38. Fast Reroute38
  39. 39. MPLS-TE : Fast Re-Route (FRR) Fast Restoration : Subsecond recovery dalam mengatasi kegagalan node/link Mekanisme untuk meminimalkan packet loss selama terjadi kegagalan . Scalable 1:N proteksi Alternatif Cost-effective untuk proteksi optik – APS39 Modul 1 - 39
  40. 40. FAST REROUTE (FRR) Fast Reroute : Mekanisme Proteksi terhadap MPLS-TE FRR melakukan proteksi terhadap :  LINK FAILURE - Contoh : Fibre cut, Carrier Loss, ADM failure  NODE FAILURE - Contoh : power failure, hardware crash, maintenance40 Modul 1 - 40
  41. 41. Link Protection* Router A Router B Router D Router E Router X Router Y Router C Primary Tunnel: A -> B -> D -> E BackUp Tunnel: B -> C -> D (Pre-provisioned) Recovery = ~50ms 4141
  42. 42. Node Protection Router A Router B Router D Router E Router F Router X Router C Router Y Primary Tunnel: A -> B -> D -> E -> F BackUp Tunnel: B -> C -> E (Pre-provisioned) Recovery = ~100ms 4242
  43. 43. Terima Kasih43

×