Kelas kemampuan lahan

on

  • 1,289 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,289
Views on SlideShare
1,289
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
12
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Kelas kemampuan lahan Kelas kemampuan lahan Presentation Transcript

    • KELAS KEMAMPUANLAHANRosmalia Eva, S.Pd
    • Kemampuan LahanTingkat kecocokan pola penggunaan lahandinamakan kelas kemampuan lahan. Berdasarkankelas kemempuannya, lahan dikelompokkandalam delapan kelas. Lahankelas I sampai IV merupakan lahan yang sesuaibagi usaha pertanian, sedangkan lahankelas V sampai VIII merupakan lahan yang tidaksesuai untuk usaha pertanian. Ketidaksesuaian inibias jadi karena biaya pengolahannya lebih tinggidibandingkan hasil yang bisa dicapai.
    • Kelas I Merupakan lahan dengan ciri tanah datar, butiran tanah agak halus, mudah diolah, sangat responsif terhadap pemupukan dan memiliki system pengaliran air yang baik. Tanahkelas I sesuai untuk semua jenis penggunaan pertanian tanpa memerlukan usaha pengawetan tanah. Untuk meningkatkan kesuburannya dapat dilakukan pemupukan.
    • Kelas II Merupakan lahan denga ciri lereng landai, butiran tanahnya halus sampai agak kasar. Tanah kelas II agak peka terhadap erosi. Tanah ini sesuai untuk usaha pertanian dengan tindakan pengawetan tanah yang ringan, seperti pengolahan tanah berdasarkan garis ketinggian dan penggunaan pupuk hijau.
    • Kelas III Merupakan lahan dengan cirri tanah terletak di daerah yang agak miring dengan sistem pengairan air yang kurang baik. Tanah kelas III sesuai untuk segala jenis usaha pertanian dengan tindakan pengawetan tanah yang khusus seperti pembuatan terasering, pergiliran tanaman dan system penanaman berjalur. Untuk mempertahankan kesuburan tanah perlu pemupukan.
    • Kelas IV Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang miring sekitar 12-30% dengan system pengairan yang buruk. Tanah kelas IV ini masih dapat dijadikan lahan pertanian dengan tingkatan pengawetan tanah yang lebih khusus dan lebih berat.
    • Kelas V Merupakan lahan dengan ciri terletak di wilayah yang datar atau agak cekung, namun permukaannya banyak mengandung batu dan tanah liat. Karena terdapat di daerah yang cekung tanah ini seringkali tergenag air sehingga tingkat keasaman tanahnya tinggi. Tanah ini tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian, tetapi inipun lebih sesuai untuk dijadikan padang rumput atau dihutankan.
    • Kelas VI Merupakan lahan dengan ciri ketebalan tanahnya tipis dan terletak di daerah yang agak curam dengan kemiringan lahan sekitar 30-45 %. Lahan kelas VI ini mudah sekali tererosi, sehingga lahan inipun lebih sesuai untuk dijadikan padang rumput atau dihutankan.
    • Kelas VII Merupakan lahan dengan ciri terletak di wilayah yang sangat curam dengan kemiringan antara 45-65 % dan tanahnya sudah mengalami erosi berat. Tanah ini sama sekali tidak sesuai ujtuk dijadikan lahan pertanian, namun lebih sesuai ditanami tanaman tahunan (tanaman keras).
    • Kelas VIII Merupakan lahan dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan di atas 65 %, butiran tanah kasar dan mudah lepas dari induknya. Tanah ini sangat rawan terhadap kerusakan, karena itu lahan kelas VIII harus dibiarkan secara alamiah tanpa campur tangan manusia atau dibuat cagar alam.
    • Produktivitas LahanTingkat produktivitas tanah sangat dipengaruhi oleh kesuburantanah, curah hujan, suhu, kelembaban udara, systempengolahan lahan, dan pemilihan jenis tanaman. Upayapeningkatan produktivitas lahan ini disebut program Pancausaha tani yang meliputi:1. Pengolahan lahan.2. Pengairan.3. Cara pemupukan.4. Pemberantasan hama dan penyakit5. Teknik penanaman