Your SlideShare is downloading. ×
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kuliah teori akuntansi 3 -5 tujuan laporan keuangan

19,334

Published on

Tujuan Laporan keuangan

Tujuan Laporan keuangan

1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
  • mau tanya kak,, kalau persamaan dan perbedaan dalam penyusunan laporan rugi/laba dalam perusahaan dagang, jasa dan pabrikan itu terletak dari mananya yach

    mohon penjekasannya,,makasih, ^_^
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
19,334
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
359
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • March 14, 2013
  • March 14, 2013
  • Transcript

    • 1. TUJUAN LAPORAN KEUANGANLaporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaanpada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkankinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari prosespelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :•Neraca•Laporan laba rugi•Laporan perubahan ekuitas PENGERTIAN•Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan TEORI AKUNTANSIarus kas atau laporan arus dana•Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagianintegral dari laporan keuanganUnsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuanganadalah aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitandengan pengukuran kinerja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan danbeban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsurlaporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca
    • 2. Perbedaan Pelaporan dan Laporan KeuanganHaruslah dibedakan antara pengertian pelaporan keuangandan laporan keuanganPelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitandengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan.Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat(misalnya penyusunan standar, badan pengawas daripemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitaspelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsipakuntansi berterima umum atau generally acceptedaccounting principles/GAAP).Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalampenyampaian informasi.
    • 3. Karakteristik Kualitatif Laporan KeuanganKarakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuatinformasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :•Dapat Dipahami•Relevan•Keandalan•Dapat diperbandingkan
    • 4. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN1. PERUMUSAN TUJUANMerupakan langkah penting dalam perekayasaan pelaporan keuangan.Menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang harus dipilih.Menuntut pengidentifikasian pihak yang dituju. PENGERTIAN TEORI AKUNTANSITujuan adalah ke arah mana segala upaya, tindakan, dan pertimbangandicurahkan. Tujuan pelaporan menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk, isi, jenis, dansusunan statemen keuangan.Untuk menurunkan tujuan pelaporan keuangan, pihak yang dituju dankepentingannya harus diidentifikasi dengan jelas sehingga informasi yangdihasilkan pelaporan keuangan dapat memuaskan kebutuhaninformasional pihak yang dituju.
    • 5. Pemakai dan KepentingannyaMasalah penyusunan tujuan adalaha.menentukan siapa yang dituju,b.apa saja kepentingannya,c.seberapa luas (banyak) informasi yang diinginkan,d.apa saja sumber informasi yang telah tersedia, dane.seberapa banyak informasi dapat dilayani melalui statemenkeuangan.Karakteristik pemakai statemen keuangan juga harusdipertimbangkan dalam penentuan tujuan pelaporankeuangan.Karakteristik pemakai antara lain kedudukan pemakaiterhadap entitas pelapor (akses terhadap informasi) dantingkat pengetahuan pemakai tentang bisnis dan ekonomi
    • 6. Dengan masalah di atas, Kenneth S. Most, AccountingTheory (Columbus, OH: Grid Publishing, Inc., 1982), him. 147menunjukkan dua pendekatan dalam penentuan tujuanpenyediaan informasi (pelaporan keuangan) yaitu:1.Menyediakan informasi untuk sehimpunan pemakai umumyang mempunyai bermacam-macam kepentingankeputusan,2.Menyediakan informasi untuk kelompok pemakai tertentuyang mempunyai kepentingan tertentu yang diketahui(teridentifikasi).
    • 7. Dengan pendekatan (1), pelaporan keuangan diarahkan untukmenghasilkan satu set data (satu set statemen keuangan) untuk berbagaipemakai dan kepentingan. Pemakai menyusun dan mengolah kembalidata tersebut menjadi informasi yang relevan untuk keputusan ataukepentingannya. Dengan kata lain, pemakai harus melakukan analisisuntuk menyerap informasi semantik yang ada di balik data akuntansi.Pendekatan inilah yang sekarang banyak ditempuh dan menghasilkanapa yang dikenal dengan statemen keuangan umum (general purposefinancial statements). Karena bersifat umum, seperangkat statemenkeuangan akan bersifat ringkasan umum yang tidak terlalu rinci dengankonsekuensi bahwa kepentingan spesifik atau kelompok tertentu harusdikorbankan.
    • 8. Pendekatan (2) berasumsi bahwa kebutuhan informasi dan modelpengambilan keputusan para atau kelompok pemakai diketahui denganpasti sehingga dapat disusun berbagai statemen laporan khusus untukmelayani berbagai keperluan pengambilan keputusan tiap kelompokpemakai.Dasar pikiran pendekatan ini adalah "beda tujuan beda angka" (differentfigures for different purposes).Sebagai konsekuensi, seperangkat statemen keuangan akan berisiberbagai jenis statemen keuangan rinci karena berbagai jenis atau modelpengambilan keputusan harus dilayani. Dengan pendekatan ini, bolehjadi seperangkat statemen keuangan akan menjadi setebal bukupetunjuk telepon
    • 9. Pendekatan Penentuan Tujuan dan Implikasi Pelaporan Pendekatan (1) Pendekatan (2)Seperangkat Pemakai yang Seperangkat Pemakai yang laporan Dituju laporan Dituju Keuangan Keuangan Statemen 1 Statemen 2 Laporan 1 Laporan 2 Laporan 3
    • 10. Akuntansi lahir dengan maksud tertentu, yaitu untuk memberikan jasakepada penggunanya berupa informasi keuangan yang dibutuhkan untukproses pengambilan keputusan. Dalam merumuskan teori akuntansi,perumusan tujuan laporan keuangan merupakan dasar utama oleh ilmuakuntansi itu.Beberapa contoh profesi akuntansi di Amerika yang telah banyak berupaya membahas danmerumuskan standar, prinsip akuntansi dan tujuan laporan ini Judul Penerbit Tahun1. A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) AAA 19662. Basic Concept and Accounting Principle Underlying Financial APB 1970 Statement of Business Enterprises (APB Statement No. 4)3.Objective of Financial Statement (Trueblood Committee Report) AICPA 19734.FASB Discussion Memorandum: An Analysis of Issues related to FASB 1976 Conceptual Framework for Financial Accounting and Reporting: Elements of Financial Statements and Their Measurement (Conceptual Framework)5. A Statement ofAccountmgTheory and Theory Acceptance (SATTA) AAA 1977 atauASOATATA6.Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC): SFACNo.l: Objective of Financial Reporting by Business Enterprises FASB 1978 SFAC No. 2: dsb……
    • 11. 2. TUJUAN AKUNTANSI ATAU LAPORAN KEUANGAN 1. Tujuan versi ASOBAT 2. Tujuan versi APB No. 4 3. Tujuan versi Komite Trueblood 4. Tujuan PAI dan PSAK 5. Kerangka konseptual Tujuan versi FASBTujuan pelaporan keuangan di Indonesia dinyatakandalam Kerangka Dasar Penyusunan dan PenyajianLaporan Keuangan dan terdapat dalam StandarAkuntansi Keuangan.
    • 12. 1. Tujuan versi ASOBATWalaupun berorientasi pada kebutuhan pemakai, komiteeksekutif AAA tidak se-cara spesifik mengidentifikasi pihakpemakai laporan keuangan. Komite ini raen-definisi tujuanpelaporan keuangan dengan menunjukkan manfaatnyauntuk:1.Membuat keputusan-keputusan yang berkaitan denganpenggunaan sumberdaya (alam, fisis, manusia, danfinansial) yang terbatas.2.Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya fisis danmanusia suatu organisasi secara efektif.3.Memelihara dan melaporkan pengelolaan sumber dayayang dipercayakan kepada manajemen.4.Memberi kemudahan berjalannya fungsi danpengendalian sosial.
    • 13. Dapat disimpulkan bahwa pemakai yang diarah oleh tujuan di atasadalah berbagai kelompok yaitu manajemen, investor, kreditor,pegawai, pemasok, dan regulator walaupun tujuan sosial jugamenjadi perhatian sebagaimana terefleksi dalam tujuan keempat.Karena pihak yang dituju tidak jelas, dapat dikatakan bahwaASOBAT sebenarnya mendefinisi tujuan pelaporan atas dasartujuan fungsional. Dapat dikatakan demikian karena keefektifanpengelolaan sumber daya, pertanggungjawaban kepengurusan(stewardship) sumber daya, dan tercapainya tujuan-tujuan sosialmerupakan konsekuensi-konsekuensi yang diharapkan terjadi daripenggunaan informasi akuntansi oleh kelompok pemakai tersebut.
    • 14. 2. Tujuan versi APB No. 4 Tujuan Khusus Tujuan Umum Tujuan KualitatifMenyajikan Laporan Memberikan informasi a. Relevana.Posisi keuangan a.Sumber Ekonomi b. Dapat dipahamib.Hasil Usaha b.Kewajiban c. Dapat diperiksac.Perubahan posisi c.Kekayaan bersih d. Netralkeuangan secara wajar d.Proyeksi Laba e. Tepat waktusesuai GAAP e.Perubahan Harta dan f. Dapat dibandingkan kewajiban g. Lengkap f.Informasi relevan
    • 15. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan dengan maksud:a.untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan;b.untuk menunjukkan posisi keuangan dan investasinya;c.untuk menilai kemampuannya untuk menyelesaikan utang-utangnya;d.menunjukkan kemampuan sumber-sumber kekayaan nyayang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
    • 16. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumberkekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalammencari laba dengan maksud:a.memberikan gambaran tentang dividen yang diharapkanpemegang saham;b.menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayarkewajiban kepada kreditor, supplier, pegawai, pajak,mengumpulkan dana untuk perluasan perusahaan;c. memberikan informasi kepada manajemen untuk digunakandalam pelaksanaan fungsi perencanaan dan pengawasan;d.menunjukkan tingkat kemampuan perusahaan mendapatkanlaba dalam jangka panjang..
    • 17. Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber-sumber ekonomi, dan kewajiban perusahaan dengan maksud:a.untuk menilai kekuatan dan kelemahan perusahaan;b.untuk menunjukkan posisi keuangan dan investasinya;c.untuk menilai kemampuannya untuk menyelesaikan utang-utangnya;d.menunjukkan kemampuan sumber-sumber kekayaan nyayang ada untuk pertumbuhan perusahaan.
    • 18. Adapun tujuan kualitatif yang dirumuskan APB Statement No. 4 sebagai berikut :1.Relevance Memilih informasi yang benar-benar sesuai dan dapat membantu pemakailaporan dalam proses pengambilan keputusan.2. understandability Informasi yang dipilih untuk disajikan bukan saja yang penting tetapi jugaharus informasi yang dimengerti para pemakainya.3. Verifiability Hasil akuntansi ltu harus dapat diperiksa oleh pihak lain yang akanmenghasilkan pendapat yang sama.4. Neutrality Laporan akuntansi itu netral terhadap pihak-pihak yang berkepentingan.Informasi dimaksudkan untuk pihak umum bukan pihak-piliak tertentu saja.
    • 19. 5. TimelinesLaporan akuntansi hanya bermanfaat untuk pengambilan keputusan apabila diserahkan pada saat yang tepat6. Comparability Informasi akuntansi harus dapat saling dibandingkan, artinya akuntansi harus memiliki prinsip yang sama baik untuk suatu perusahaan maupun perusahaan lain.7 Completeness Informasi akuntansi yang dilaporkan harus mencakup semua kebutuhan yang layak dan para pemakai
    • 20. 3. Tujuan versi Trueblood CommitteeKomite yang diketuai oleh Robert M. Trueblood dibentuk olehAICPA pada tahun 1971 mendapat tugas untukmenyempurnakan dan mengembangkan tujuan pelaporanyang telah dihasilkan oleh APB. Komite Truebloodmenjabarkan tujuan APB No. 4 ke dalam dua belas butirtujuan yang saling berkaitan secara hierarkis denganmenunjukkan empat aspek yang melekat pada tiap tujuanyaitu:1.informasi tentang apa yang mereka perlukan,2.siapa yang dituju / yang memerlukan laporan keuangan,3.untuk apa informasi digunakan,4.serta hierarki tujuan dengan tujuan lainnya
    • 21. Ke dua belas butir tujuan yang saling berkaitan secara hierarkistersebut merupakan tujuan dasar yaitu:1. Pemakai Laporan KeuanganTujuan utama dan laporan keuangan adalah memberikaninformasi sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusanekonomi.2.Pemakai UmumTujuan laporan keuangan adalah melayani pemakai umum yangmemiliki wewenang, kemampuan atau sumber kekayaan yangterbatas untuk mendapatkan informasi dan yang meyakini laporankeuangan sebagai sumber informasi utama mengenai aktivitasperusahaannya.3.Pemakai LainTujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasiyang berguna bagi investor dan kreditor untuk meramalkan,membandingkan, dan memlai potensi arus kas menurut jumlah,waktu, dan dengan memerhatikan ketidakpastian lainnya.
    • 22. 4. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk meramalkan, membandingkan, dan menilai earningpower (kemampuan mendapatkan laba) perusahaan.5. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang berguna dalam menilai kemampuan manajemen menggunakan sumber kekayaan perusahaan secara efektif dalam mencapai tujuan utama perusahaan.6. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi yang faktual dan yang dapat ditafsirkan tentang transaksi dan kejadian lainnya yang berguna untuk meramalkan, membandingkan, menilai earning power perusahaan.
    • 23. 7. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan laporan tentang posisi keuangan yang berguna untuk meramalkan, membandingkan, menilai earning power perusahaan. Laporan ini harus memberikan informasi yang menyangkut transaksi perusahaan dan kejadian lainnya yang merupakan bagian dari siklus perolehan laba yang tidak sempurna8. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan laporan laba periodik yang berguna untuk meramalkan, membandingkan, menilai earning power perusahaan. Hasil bersih dari pendapatan yang timbul dan siklus perolehan laba yang "sempurna" dan kegiatan perusahaan akibat kemajuan kerja yang dapat dihitung sampai penyelesaian siklus perusahaan yang "belum sempurna" harus dilaporkan
    • 24. Siklus perolehan laba dianggap "sempurna" apabila memenuhisyarat sebagai benkut:a.A realized sacrifice - realisasi atau kemungkinan yang besarterjadinya pembayaran kas.b. A realized benefit - realisasi atau kemungkinan yang besarterjadinya realisasi penerimaan kas.c.Tidak ada lagi kegiatan-kegiatan lanjutan dari siklus itu.9.Tujuan laporan keuangan adalah untuk membenkan laporankegiatan yang berguna untuk meramalkan, membandingkan,menilai earning power perusahaan. Laporan ini harus menyajikanaspek nyata dari transaksi perusahaan yang memiliki unsur kas ataudiharapkan memengaruhi kas. Laporan ini harus menyajikan datayang diperlukan oleh para pemakai dalam memperhitungkan danmenafsirkan laparan keuangan.
    • 25. 10.Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna untuk proses peramalan. Ramalan keuangan harus disajikan apabila mereka ingin meningkatkan tingkat kegunaan laporan bagi pemakamya.11. Tujuan laporan keuangan bagi lembaga pemerintah dan lembaga yang bukan bertujuan untuk mendapatkan laba adalah memberikan informasi yang berguna untuk menilai efektivitas dari manajemen dan sumber-sumber kekayaan dalam mencapai tujuan perusahaan. Ukuran-ukuran prestasi harus dikuantitatifkan berdasarkan tujuan yang ditetapkan.12.Tujuan laporan keuangan adalah menyajikan kegiatan perusahaan yang mempengaruhi masyarakat yang dapat ditentukan, dijelaskan atau diukur dan merupakan hal yang penting bagi peranan perusahaan dalam lingkungannya.
    • 26. Laporan komite Trueblood juga menjelaskan tujuh sifat dankualitas Laporan keuangan sebagai berikut:1.Relevan dan Materialitas (Relevance and Materiality)2.Formalitas dan Kenyataan di atas formalitas (Form andSubstance aver Form)3.Tingkat kepercayaan (Reliability)4.Bebas dari Prasangka subjektif (Freedom from bias)5.Dapat dibandingkan (Comparability)6.Konsistensi (Consistency)7.Dapat dipahami (Understandability)
    • 27. 4. Prinsip Akuntansi Indonesia (1984) menyatakan bahwatujuan laporan keuangan itu adalah sebagai berikut :1.untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenaiaktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.2.untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahandalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yangtimbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba3.untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakailaporan di dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba
    • 28. 4. untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan aktiva aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi5. untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.
    • 29. 5. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)Sementara itu, menurut SAKNo. 1, Tujuan Laporan Keuangan adalahsebagai berikut :a.Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang me-nyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatuperusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalampengambilan keputusan ekonomi.b.Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebu-tuhanbersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangantidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakaidalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umummenggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian dari masa lalu, dantidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
    • 30. c. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan Manajemen (stewardship), atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi; keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen. Tujuan laporan keuangan ini diadopsi dan IASC.
    • 31. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Menurut PSAKKarakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuatinformasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai.Sedangkan karakteristik kualitatif pokok laporan keuanganmenurut PSAK (2004) adalah sebagai berikut :1.Dapat dipahami,2.Relevan, === Materialitas,3.Keandalan, === Penyajian jujur, Substansi menggunggulibentuk, Netralitas, Pertimbangan sehat, Kelengkapan4.Dapat diperbandingkan
    • 32. Kendala Informasi yang Relevan dan Andal1.Tepat Waktu2.Keseimbangan antara Biaya dan Manfaat3.Keseimbangan di antara Karakteristik Kualitatif4.Penyajian Wajar
    • 33. Dapat dipahamiKualitas penting informasi yang ditampung dalam laporankeuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahamioleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikanmemiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitasekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untukmempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namundemikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkandalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atasdasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulituntuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu
    • 34. Relevan1. Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhikebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat memengaruhikeputusan ekonomi pemakai dengan membantu merekamengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan,menegaskan, atau mengoreksi, hasil evaluasi mereka di masalalu
    • 35. 2. Peran informasi dalam peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain. Misalnya, informasi struktur dan besarnya aktiva yang dimiliki bermanfaat bagi pemakai ketika mereka berusaha meramalkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan peluang dan bereaksi terhadap situasi yang merugikan. Informasi yang sama juga berperan dalam memberikan penegasan (confirmatory role) terhadap prediksi yang lalu, misalnya, tentang bagaimana struktur ke­uangan perusahaan diharapkan tersusun atau tentang hasil dan operasi yang direncanakan
    • 36. 3. Informasi posisi keuangan dan kinerja di masa lalu sering kali digunakan sebagai dasar untuk memprediksi posisi keuangan dan kinerja masa depan dan hal­hal lain yang langsung menarik perhatian pemakai, seperti pembayaran dividen dan upah, pergerakan harga sekuritas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya ketika jatuh tempo. Untuk memiliki nilai prediktif, informasi tidak perlu harus dalam bentuk ramalan eksplisit. Namun demikian, kemampuan laporan keuangan untuk memiliki prediksi dapat ditingkatkan dengan menampilkan informasi tentang transaksi dan peristiwa masa lalu. Misalnya, nilai prediktif laporan laba rugi dapat ditingkatkan kalau pos­ pos penghasilan atau beban yang tidak biasa, abnormal dan jarang terjadi diungkapkan secara terpisah
    • 37. MaterialistasRelevansi informasi dipengaruhi oleh hakikat danmaterialitasnya. dalam beberapa kasus, hakikat informasisaja sudah cukup untuk menentukan relevansinya.Misalnya, pelaporan suatu segmen baru dapatmempengaruhi penilaian risiko dan peluang yangdihadapi perusahaan tanpa mempertimbangkanmaterialitas dari hasil yang dicapai segmen baru tersebutdalam periode pelaporan. Dalam kasus lain, baik hakekatmaupun materialitas dipandang penting, misalnya jumlahserta kategori persediaan yang sesuai dengan kebutuhanperusahaan.
    • 38. Informasi dipandang material kalau kelalaian untukmencantumkan atau kesalahan dalam mencatatinformasi tersebut dapat mempengaruhi keputusanekonomi pemakai yang diambil atas dasar laporankeuangan. Materialitas tergantung pada besarnya posatau kesalahan yang dinilai sesuai dengan situasi khususdari kelalaian dalam mencantumkan (omission)ataukesalahan dalam mencatat (misstatement). Karenanya,materialitas lebih merupakan suatu ambang batas atautitik pemisah dari pada suatu karakteristik kualitatifpokok yang harus dimiliki agar informasi dipandangberguna
    • 39. KeandalanAgar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable).Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertianyang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkanpemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur(faithfulrepresentation)dari yang seharusnya disajikan atauyang secara wajar diharapkan dapat disajikan.Informasi mungkin relevan tetapi jika hakekat ataupenyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaaninformasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan.Misalnya, jika keabsahan dan jumlah tuntutan atas kerugiandalam suatu tindakan hukum masih dipersengketakan,mungkin tidak tepat bagi perusahaan untuk mengakui jumlahseluruh tuntutan tersebut dalam neraca, meskipun mungkintepat untuk mengungkapkan jumlah serta keadaan darituntutan tersebut.
    • 40. Penyajian JujurAgar dapat diandalkan, informasi harus menggambarkan dengan jujur transaksiserta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapatdiharapkan untuk disajikan. Jadi, misalnya, neraca harus menggambarkan denganjujur transaksi serta peristiwa lainnya dalam bentukaktiva, kewajiban dan ekuitasperusahaan pada tanggal pelaporan yang memenuhi kriteria pengakuan.Informasi keuangan pada umumnya tidak luput dari risiko penyajian yangdianggap kurang jujur dari apa yang seharusnya digambarkan. Hal tersebut bukandisebabkan karena kesengajaan untuk menyesatkan, tetapi lebih merupakankesulitan yang melekat dalam mengidentifikasikan transaksi serta peristiwa lainnyayang dilaporkan, atau dalam enyusun atau menerapkan ukuran dan teknikpenyajian yang sesuai dengan makna transaksi dan peristiwa tersebut. Dalam kasustertentu, pengukuran dampak keuangan dari suatu pos sangat tidak pasti sehinggaperusahaan pada umumnya tidak mengakuinya dalam laporan keuangan. Misalnya,meskipun dalam kegiatan usahanya perusahaan dapat menghasilkan goodwill,tetapi lazimnya sulit untuk mengidentifikasi atau mengukur goodwill secara andal.Namun, dalam kasus lain, pengakuan suatu pos tertentu tetap dianggap relevandengan mengungkapkan risiko kesalahan sehubungan dengan pengakuan danpengukurannya
    • 41. Substansi Mengungguli BentukJika informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan jujurtransaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, makaperistiwa tersebut perlu dicatat dan disajikan sesuai dengansubstansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentukhukumnya. Substansi transaksi atau peristiwa lain tidak selalukonsisten dengan apa yang tampak dari bentuk hukum.Misalnya, suatu perusahaan mungkin menjual suatu aktivakepada pihak lain dengan cara sedemikian rupa sehinggadokumentasi dimaksudkan untuk memindahkan kepemilikanmenurut hukum ke pihak tersebut; namun demikian,mungkin terdapat persetujuaan yang memastikan bahwaperusahaan dapat terus menikmati manfaat ekonomi masadepan yang diwujudkan dalam bentuk aktiva. Dalam keadaanseperti itu, pelaporan penjualan tidak menyajikan denganjujur transaksi yang dicatat (jika sesungguhnya memang adatransaksi)
    • 42. NetralitasInformasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai,dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihaktertentu. Tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasiyang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebutakan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentinganyang berlawanan.
    • 43. Pertimbangan SehatPenyusun laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastianperistiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yangdiragukan, prakiraan masa manfaat pabrik serta peralatan, dan tuntutanatas jaminan garansi yang mungkin timbul. Ketidakpastian semacam itudiakui dengan mengungkapkan hakekat serta tingkatnya dan denganmenggunakan pertimbangan sehat (prudence) dalam penyusunan laporankeuangan. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati­hatian pada saatmelakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aktiva ataupenghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau bebantidak dinyatakan terlalu rendah. Namun demikian, penggunaanpertimbangan sehat tidak memperkenankan, misalnya, pembentukancadangan tersembunyi atau penyisihan (provision) berlebihan, dan sengajamenetapkan aktiva atau penghasilan yang lebih rendah atau pencatatankewajiban atau beban yang lebih tinggi, sehingga laporan keuanganmenjadi tak netral, dan karena itu, tidak memiliki kualitas andal
    • 44. KelengkapanAgar dapat diandalkan, informasi dalam laporan keuanganharus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan (omission)mengakibatkan informasi menjadi tidak benar ataumenyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan tidaksempurna ditinjau dari segi relevansi.
    • 45. Dapat DibandingkanPemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuanganperusahaan antar periode untuk mengidentifikasikecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakaijuga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antarperusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja sertaperubahan posisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu,pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksidan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secarakonsisten untuk perusahaan tersebut, antar periodeperusahaan yang sama dan untuk perusahaan yang berbeda.Lihat PSAK
    • 46. Kendala Informasi yang Relevan dan AndaiTepat WaktuKeseimbangan antara Biaya dan ManfaatKeseimbangan di antara Karakteristik KualitatifLihat PSAK
    • 47. C. Penyusunan Kerangka Konseptual untuk Akuntansi Keuangan oleh FASB
    • 48. Di tingkat paling atas objectives merupakan penjelasan tentang tujuanLaporan keuangan.Tujuan ini ada dua tujuan yaitu tujuan laporan keuangan :1.untuk "perusahaan" dan2.untuk "organisasi nonprofit."Tujuan laporan keuangan untuk perusahaan terdapat dalam SFAC No. 1dan tujuan laporan keuangan untuk organisasi nonprofit Imiapat dalamSFAC No. 4.
    • 49. Dalam tingkat kedua (dan atas) disebut fundamental yangmencakup ciri kualitatif dari informasi akuntansi (SFAC No.2) dan elemen laporan keuangan (SFAC No. 3)Dalam tingkat III (Operational) menggambarkan pedomanoperasional yang digunakan dalam menyusun danmenerapkan prinsip akuntansi yang mencakup:kriteria pengakuan (recognition criteria);laporan keuangan vs pelaporan keuangan;pengukuran.Pada lantai dasar (display) dicantumkan laporan tentangLaba Rugi, Laporan Perubahan Dana dan Likuiditas, danLaporan Posisi Keuangan
    • 50. FASB pada tahun 1979 mengeluarkan SFAC dengan judulObjective of Financial by Business Enterprises. Dalamstatement itu laporan keuangan mencakup:Tidak hanya laporan keuangan, tetapi juga media lain yangberfungsi membenkan informasi yang berhubungan logisatau tidak logis pada informasi yang diberikan oleh sistemakuntansi, yaitu informasi tentang harta kekayaanperusahaan, kewajiban, pendapatan, dan Iain-lain.
    • 51. 1. Tujuan Laporan Keuangan untuk Lembaga yang Mencari Laba2. Tujuan Laporan Keuangan untuk Organisasi yang Bukan Mencari Laba
    • 52. D. Konsep Dasar Laporan Keuangan Menurut Trueblood CommitteeKonsep dasar ini mencakup:1. Sifat-sifat kualitatif2. Definisi tentang elemen laporan keuangan. Sifat kualitatif ini menggambarkan kriteria untuk:a. Memilih alternatif prinsip akuntansi dan metode pelaporan yang digunakan;b. Persyaratan pengungkapannya.Sifat-sifat kualitatif tersebut adalah sebagai benkut.1. Kualitas Utama : Relevance, Reliability, Verifiability, Completeness2. Kualitas Sekunder : Comparability, Consistency3. Pertimbangan Cost Benefit : Cost Benefit, Materiality
    • 53. Pendapat FASB dalam hal ini adalah sebagai berikut:Tidak ada prinsip umum tentang materiality yang dapatdirumuskan untuk dijadikan sebagai ukuran seluruhpertimbangan yang dilakukan oleh pertimbangan manusiayangberpengalaman. Namun, pendapat ini bukan dimaksudkan untukmenyebutkan FASB tidak dapat mengoreksi kesimpulan itu dimasa yang akan datang atau pedoman kuantitatif tentangmateriality pada perusahaan tertentu tidak dapat ditaksir dalamprinsip akuntansi dari waktu ke waktu (yang sudah pernahdilakukan seperti dalam membuat laporan segmen perusahaan).
    • 54. FASB mengakui bahwa pendekatan kuantitatif sebagaipedoman kadang-kadang perlu. Namun, apabila FASB ataubadan lain yang berwenang mengeluarkan peraturantentang materiality, hal itu akan menggantikan "judgmentkolektif" yang umum untuk "judgment pribadi yang khusus"dan tidak ada alasan untuk menganggap bahwa judgmentkolektif selalu lebih baik.Hierarki dan tingkatan kualitas akuntansi dapat dilihatberikut :
    • 55. Pengambil Keputusan Hierarki Kualitas1 serta Karakteristiknya Informasi2 Benefit > Kos3 Keterpahamian4 Kebermanfaatan Keputusan KEBERPAUTAN KETERANDALAN5 Nilai Balikan Ketepatwaktuan Keterujian Ketepatan Penyimbolan Nilai Prediktif Kenetralan Keterbandingan/Ketaatasas an6 Materialitas
    • 56. TERIMA KASIH

    ×