Artikel kewirausahaan iqbal

16,857 views
16,597 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,857
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
322
Actions
Shares
0
Downloads
122
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Artikel kewirausahaan iqbal

  1. 1. KewirausahaanDibentuk atau Dilahirkan? Wirausaha adalah seseorang pembuat keputusan yang membantu terbentuknyasystem ekonomi perusahaaan yang bebas. Karir kewirausahaan dapat mendukungkesejahteraan masyarakat, menghasilkan imbalan financial yang nyata. Wirausaha diberbagai industry membantu perekonomian dengan menyediakan pekerjaan danmemproduksi barang dan jasa bagi konsumen dalam negeri maupun di luar negeri.Meskipun perusahaan raksasa menarik perhatian banyak publik akan tetapi bisniskecil dan kegiatan kewirauasahaannya setidaknya memberikan andil nyata bagikehidupan sosial dan perekonomian dunia. Perbedaan antara seorang wirausahawan dengan pengusaha seringkali menjadipertanyaan bagi banyak orang. Biasanya wirausahawan (entrepreneur) akan denganpengusaha. Mungkin karena memang kebanyakan pengusaha atau wiraswastawan. Menurut Taufik Bahaudin. seorang konsultan manajemen dalam ruanglingkup Manajemen sumberdaya manusia dan pengajar di Fakultas EkonomiUniversitas Indonesia. seorang wirausahawan adalah seseorang yang memilikikemampuan untuk menciptakan, mencari, dan memanfaatkan peluang dalam menujuapa yang diinginkan sesuai dengan yang diidealkan. Perbedaan seorangwiraswastawan dengan seorang wirausahawan adalah wirausahawan cenderungbermain dengan resiko dan tantangan. Artinya. wirausahawan lebih bermain dengancara memanfaatkan peluang-peluang tersebut. Sedangkan wiraswastawan lebihcenderung kepada seseorang yang memanfaatkan modal yang dimilikinya untukmembuka suatu usaha tertentu. Seorang wirausahawan bisa jadi merupakanwiraswastawan, namun wiraswastawan belum tentu wirausaha. Wirausahawanmungkin adalah seorang manajer yang mengelola suatu perusahaan yang bukanmiliknya. Namun wiraswastawan adalah seseorang yang memiliki sebuah usahasendiri. Tanri Abeng adalah seorang wirausahawan yang sukses, namun bukan seoangwiraswastawan karena ia tidak memiliki perusahaan yang dipimpinnya. Bob Sadinomerupakan seorang wirausahawan yang juga seorang wiraswastawan yang memilikiperusahaan yang dipimpinnya. Bahkan bukan tidak mungkin pegawai yang bekerjapada pemerintahan dapat disebut wirausahawan karena ia sukses dalammengembangkan diri dan departemen yang digelutinya. Setiap orang bisa disebutsebagai wirausahawan selama ia dapat memanfaatkan peluang menjadi sebuahtantangan dalam pekerjaannya. Ruang lingkup yang akan dibahas adalah sejauh manapendidikan kewirausahawan dapat mempengaruhi jiwa seseorang. Ruang lingkup iniakan dipersempit kepada pendidikan kewirausaha yang diberikan di perguruan tinggi.Perlunya Pendidikan Kewirausahaan Kecenderungan yang terjadi pada mahasiswa-mahasiswa yang duduk diperguruan tinggi sekarang adalah kebanyakan dari mereka lebih menginginkanpekerjaan yang mapan setelah menyelesaikan pendidikannya. Mereka tidak maumengawali kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi dengan memulai suatuusaha. Kesuksesan seseorang mereka lihat dari ukuran seberapa makmur kehidupan Entrepeneurships 1
  2. 2. orang tersebut, berapa besar gaji yang diperolehnya, apakah ia sudah memiliki mobilmewah atau rumah yang indah. Padahal, menurut Taufik, sukses tidaknya seorangwirausahawan bukan dilihat dari sudut pandang kemakmuran dan kesejahteraanseseorang. Namun lebih dinilai dari usaha apa yang telah diperbuat dalampekerjaannya, baik itu dengan memulai suatu usaha sendiri atau lewat pekerjaan yangdigelutinya. Pendidikan kewirusahaan yang diberikan di perguruan tinggi sekarang inicenderung kepada bagaimana memulai suatu usaha dan mengelola usaha tersebutdengan baik. Padahal mengacu kepada definisi wirarusaha yang diberikansebelumnya, wirausaha bukan berarti harus memiliki suatu usaha. Wirausahawansecara umum adalah orang-orang yang mampu menjawab tantangan- tantangan danmemanfaatkan peluang-peluang yang ada. Sehingga yang menjadi pertanyaan adalahkeberadaan kurikulum pendidikan mengenai kewirausahaan ini. Apakah memangseharusnya mengajarkan bagaimana memulai usaha atau bagaimana menjawabtantangan dan memanfaatkan peluang usaha ? Kalau yang diberikan adalahbagaimana memulai suatu usaha, maka kurikulum yang ada telah menjawabpertanyaan tersebut. Tetapi kalau yang diberikan adalah bagaimana menjawabtantangan dan memanfaatkan peluang usaha, maka akan timbul pertanyaan lain yanglebih sulit dijawab. Apakah seorang wirausahawan/entrepreneur itu dibentuk ataudilahirkan? Ulasan berikut ini lebih membahas pertanyaan yang terakhir tadi.Dilahirkan atau Dibentuk Beberapa pakar mengatakan secara umum, jiwa dan kepribadian seseorang itupaling tidak di pengaruhi oleh. dua hal, yaitu bakat dan lingkungan. Mengingatbesarnya proporsi kedua faktor yang cukup membingungkan yaitu 50%:50%, makaagaknya hal ini perlu dikaji lebih lanjut. Apalagi dikaitkan dengan dimasukkannyapendidikan kewirausahaan di dalam kurikulum perguruan tinggi sekarang. Memang akhir-akhir ini sudah banyak pelatihan-pelatihan yang diadakan baikoleh pemerintah maupun pihak swasta mengenai kewirausahaan. Bahkan diAmerika Serikat sendiri, yang banyak melahirkan ahli-ahli dalam bidang bisnis dankewirausahaan, sudah banyak kursus-kursus yang memberikan pengetahuan mengenaikewirausahaan. Salah satunya di sekolah bisnis terkenal Harvard Business School.Salah satu pengajar kreativitas dan kewirausahaan di sekolah tersebut, John Kao,menganggap pendidikan kewirausahaan ini cukup penting, mengingat kembali padabesarnya lingkungan yang antara lain adalah pendidikan mempengaruhi bentukkepribadian seseorang sebesar 5O%. Dari institusi pendidikan juga telah banyak lahirkonsep-konsep mengenai bagaimana menjadi wirausahawan yang baik.Motivasi dan Disiplin Diri Walau demikian, tetap masih ada dilema mengenai faktor terbesar yangmembentuk jiwa kewirausahaan. Apakah memang jiwa kewirausahaan itu bisadibentuk dari lingkungan sekitar atau tergantung pada bakat yang ada pada diriseseorang tersebut. Meskipun belum tentu bisa dibenarkan, tetapii ada sedikit pemikiran yangperlu disikapi. Dari sekian banyak buku-buku yang menulis dan membahas tentang Entrepeneurships 1
  3. 3. wirausaha, ternyata para ahli tersebut merasa masih ada satu hal yang diperlukan bagiseseorang untuk menjadi wirausahawan yang sukses, yaitu motivasi dan disiplin diri.Motivasi dan disiplin diri mendapatkan proporsi yang besar untuk membentukseseorang menjadi wirausahawan sejati, selain faktor bakat dan faktor lingkungan.Artinya, belum tentu seseorang yang memiliki bakat wirausaha dapat menjadi seorangwirausahawan sejati. Seseorang yang telah banyak mengikuti kursus-kursus,pelatihan-pelatihan maupun kuliah yang membahas mengenai cara mengelola suatubisnis atau apapun, tetap memerlukan motivasi dan disiplin diri dalam menjalankanusahanya. Motivasi dan disiplin diri merupakan faktor penting, selain faktor bakat danlingkungan, dalam membentuk seseorang menjadi wirausahawan sejati. Faktor lingkungan ternyata paling penting tidak masih dapat dibagi kedalamdua hal, yaitu pengalaman dan pendidikan. Keduanya sama-sama memberikankontribusi yang besar dalam pembentukan jiwa kewirausahaan. Dengan memilikibanyak pengalaman dan mengikuti banyak pelatihan maupun kursus yang sifatnyapendidikan, maka seseorang barulah lengkap dapat menuju jalur kesuksesan untukmenjadi seorang wirausahawan sejati. Bagaimanpun pepatah yang mengatakan“pengalaman adalah guru yang terbaik” masih menjadi relevan dalam halkewirausahaan. Karena buku-buku yang membahas kewirausahaan di dunia bisnisternyata tidak terlepas dari pembahasan atas pengalaman beberapa praktisi yangberkecimpung di dalam dunia kewirausahaan. Entrepeneurships 1

×