Your SlideShare is downloading. ×
0
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Strategi Menghadapi Globalisasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Strategi Menghadapi Globalisasi

31,871

Published on

Globalisasi telah menjadi kemutlakan. Tiada satu negara pun kuasa untuk menolak. Perlu strategi untuk menghadapinya.

Globalisasi telah menjadi kemutlakan. Tiada satu negara pun kuasa untuk menolak. Perlu strategi untuk menghadapinya.

Published in: Business, Technology
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
31,871
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
476
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Strategi Menghadapi Globalisasi <ul><li>Apa Globalisasi ? </li></ul><ul><li>Mengapa / Tujuan Globalisasi ? </li></ul><ul><li>Bagaimana Bentuk Globalisasi ? </li></ul><ul><li>Dampak Globalisasi ? </li></ul><ul><li>Strategi Menghadapi Globalisasi ? </li></ul>
  • 2. Apa Globalisasi ? <ul><li>Secara historis globalisasi berarti meluasnya pengaruh suatu kebudayaan atau agama ke seluruh penjuru dunia . </li></ul><ul><li>Globalisasi yang terjadi sekarang dimungkinkan oleh penggunaan media elektronik dalam mengirim dan menerima informasi. </li></ul><ul><li>Efek nya adalah bahwa ruang dan waktu menjadi kecil, Apa yang terjadi di satu belahan dunia akan mempengaruhi belahan lainnya . Para ahli komunikasi menyebutnya sebagai gejala time-space compression atau menyusutnya ruang dan waktu . </li></ul>
  • 3. Tujuan Globalisasi <ul><li>Pada hakikatnya, setiap orang atau kelompok orang ingin mempengaruhi orang atau kelompok lainnya. </li></ul><ul><li>Pada kenyataannya, Globalisasi merupakan bentuk baru imperialisme dengan bersenjatakan standardisasi international </li></ul>
  • 4. Bentuk Globalisasi <ul><li>Standardisasi International </li></ul><ul><li>Semakin menipisnya batas teritorial negara berakibat semakin tereduksinya kekuatan sebuah pemerintahan dalam membatasi warganya, terutama dalam lifestyle dan budaya yang berubah-ubah dengan cepat </li></ul><ul><li>Perdagangan bebas, termasuk ‘komoditi’ Pendidikan </li></ul>
  • 5. Dampak Globalisasi <ul><li>Skala Makro : Negara-negara dunia ke tiga sebagai pasar produk industri dan budaya negara maju, yang mengakibatkan semakin lebarnya jurang perbedaan antara negara maju dan negara ke tiga. </li></ul><ul><li>Skala Mikro : seperti kasus Hero Supermarket dan industri botol di Illionis. </li></ul>
  • 6. Strategi Menghadapi Globalisasi <ul><li>Batu landasan Globalisasi adalah Perubahan yang berakselerasi </li></ul><ul><li>Tugas kita : mencermati fenomena-fenomena perubahan yang terjadi, mengambil kesimpulan esensi dari fenomena-fenomena tersebut, merancang langkah strategis sebagai antisipasi dan mengajak anak buah kita melakukan hal tersebut. </li></ul>
  • 7. Perubahan Makro <ul><li>Perubahan Alami : Life cycle </li></ul><ul><li>Perubahan akibat Transformasi : </li></ul><ul><li>kekuatan perubahan politik dan sosial </li></ul><ul><li>kekuatan pengaruh t eknologi komunikasi, dunia rekreasi, dan dunia seni menyatu . Misalnya, institusi pendidikan harus menjadi pusat informasi ter- up to date, tempat belajar yang rekreatif dan tempat memperoleh pengalaman-pengalaman baru yang menyenangkan </li></ul><ul><li>perubahan di bidang ekonomi </li></ul>
  • 8. Manifestasi Transformasi <ul><li>P erubahan yang bersifat lambat dan berangsur-angsur ,jika tidak diantisipasi bisa mematikan. Contoh: industri botol di Illionis </li></ul><ul><li>P erubahan yang merupakan loncatan dahsyat . Misalnya munculnya Super market menggilas pasar tradisional </li></ul><ul><li>P erubahan bersifat intermitent atau sesekali . Misal: Ketakpuasan terhadap pendidikan kita. </li></ul><ul><li>P erubahan yang dikenal dengan nama chaos . Misalnya: peristiwa menjelang kejatuhan Suharto. Ini akibat kumulasi nilai-nilai yang tidak sesuai. </li></ul>
  • 9. Perubahan Mikro <ul><li>Perubahan yang terjadi di internal sebuah organisasi atau institusi sebagai langkah strategis untuk menghadapi perubahan makro . </li></ul>

×