• Save
Konsep dasar desain pembelajaran
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Konsep dasar desain pembelajaran

on

  • 10,580 views

 

Statistics

Views

Total Views
10,580
Views on SlideShare
10,418
Embed Views
162

Actions

Likes
10
Downloads
0
Comments
3

6 Embeds 162

http://rofie257.blogspot.com 157
http://webcache.googleusercontent.com 1
http://rofie257.blogspot.com.br 1
http://rofie257.blogspot.de 1
http://rofie257.blogspot.com.es 1
http://rofie257.blogspot.nl 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • gimana caranya downloadnya ya ? tlg dibantu ya ? makasih>>>!
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • iya... boleh engga di kirim ke emailku juga
    ( adam_makalatu@ymail.com )
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • boleh ngak dikirim ke emailku (mubin_noho@yahoo.com
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Konsep dasar desain pembelajaran Konsep dasar desain pembelajaran Presentation Transcript

  • KONSEP DASARDESAIN PEMBELAJARANSTAIMUS2013
  • Pokok Pembahasan :A.Pengertian Desain PembelajaranB. Komponen Desain PembelajaranC. Teori Teori Pembelajaran dalamDesain PembelajaranD. Model Desain Pembelajaran besertaKarakteristiknya .
  • A. Pengertian Desain Pembelajaran• Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudutpandang, antara lain :• Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitiandan teori tentang strategi serta proses pengembangan pembelajarandan pelaksanaannya.• Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakanspesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaansituasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skalamakro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagaitingkatan kompleksitas.• Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangansistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana sertaprosedur untuk meningkatkan mutu belajar.• Sebagai proses, desain pembelajaran adalah pengembanganpengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus teori-teoripembelajaran unuk menjamin kualitas pembelajaran. (Syaiful Sagala, 2005 : 136)
  • Dengan demikian...Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan mediateknologi komunikasi dan isi untuk membantu agardapat terjadi transfer pengetahuan secara efektifantara guru dan peserta didik.Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahamanpeserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, danmerancang "perlakuan" berbasis-media untukmembantu terjadinya transisi.Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teoribelajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapatterjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, ataudalam latar berbasis komunitas.
  • B. Komponen Utama Desain Pembelajaran :• 1. Pembelajar (pihak yg mjd fokus) meliputi : karakteristikmereka, kemampuan awal dan pra syarat.• 2. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) adalahpenjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar.• 3. Analisis Pembelajaran, merupakan proses menganalisistopik atau materi yang akan dipelajari• 4. Strategi Pembelajaran, dapat dilakukan secara makro dalamkurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu kegiatan pemb.• 5. Bahan Ajar, adalah format materi yang akan diberikankepada pembelajar• 6. Penilaian Belajar, tentang pengukuran kemampuan ataukompetensi yg sudah dikuasai atau belum.
  • C. Teori-teori Pembelajaran yang mendasariDesain Pembelajaran adalah :1. Behaviorisme2. Kognitivisme3. Konstruktivisme.
  • Berdasarkan Penelitian. . .• lingkungan pembelajaran yang bermediateknologi dapat meningkatkan nilai parapelajar, sikap mereka terhadap belajar, danevaluasi dari pengalaman belajar mereka.• Teknologi juga dapat membantu untukmeningkatkan interaksi antar pengajar danpelajar, dan membuat proses belajar yangberpusat pada pelajar (student oriented).
  • Dengan kata lain,..• Penggunaan Teknologi dan media (audio visual ataukomputer media) dapat membantu siswa untukmemperoleh pengalaman belajar yang lebih luas.• Guru sebagai pengembang media pembelajaran harusmengetahui perbedaan pendekatan-pendekatan dalambelajar agar dapat memilih strategi pembelajaran yangtepat.• Strategi pembelajaran harus dipilih untuk memotivasipara pembelajar, memfasilitasi prosesbelajar, membentuk manusia seutuhnya, melayaniperbedaan individu, mengangkat belajarbermakna, mendorong terjadinya interaksi, danmemfasilitasi belajar kontekstual,
  • 1. Teori BehaviorismeMenurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagaihasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984)• Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon(Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapatmenunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yangpenting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.• Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkanrespon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yangdiberikan oleh guru tersebut.• Behaviorisme memandang fikiran sebagai ‘kotak hitam” dalam meresponrangsangan yang dapat diobsevasi secara kuantitatif, dan mengabaikanproses berfikir yang terjadi dalam otak.• Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktorpenguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positivereinforcement) maka respon akan semakin kuat. Begitu pula bila respondikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka responpun akansemakin kuat.
  • Implementasi prinsip behavioris dalam mendesain pembelajaran :• a. Siswa harus diberitahu secara eksplisit outcome belajarsehingga mereka dapat mensetting harapan-harapan mereka danmenentukan apakah dirinya telah mencapai outcome daripembelajaran online atau tidak.• b. Pembelajar harus diuji apakah mereka telah mencapai outcomepembelajaran atau tidak. Tes dilakukan untuk mencek tingkatpencapaian pembelajar dan untuk memberi umpan balik yangtepat.• c. Materi belajar harus diurutkan dengan tepat untukmeningkatkan belajar. Urutan dapat dimulai dari bentuk yangsederhana ke yang kompleks, dari yang diketahui sampai yangtidak diketahui dan dari pengetahuan sampai penerapan.• d. Pembelajar harus diberi umpan balik, sehingga mereka dapatmengetahui bagaimana melakukan tindakan koreksi jikadiperlukan.
  • 2.Teori Kognitivisme• Menurut ahli jiwa aliran kognitivis :tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan padakognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkansituasi dimana tingkah laku itu terjadi.• Teori belajar kognitiv lebih mementingkan prosesbelajar daripada hasil belajar itu sendiri. Belajar tidaksekedar melibatkan hubungan antara stimulus danrespon, lebih dari itu belajar melibatkan proses berpikiryang sangat kompleks.• Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman.Perubahan persepsi dan pemahaman tidak selaluberbentuk perubahan tingkah laku yang bisa diamati.
  • Kognitivisme membagi tipe-tipe pembelajar, yaitu:• 1) Pembelajar tipe pengalaman-konkret lebih menyukaicontoh khusus dimana mereka bisa terlibat dan merekaberhubungan dengan teman- temannya, dan bukan denganorang-orang dalam otoritas itu;• 2) Pembelajar tipe observasi reflektif suka mengobservasidengan teliti sebelum melakukan tindakan;• 3) Pembelajar tipe konsepsualisasi abstrak lebih suka bekerjadengan sesuatu dan symbol-simbol dari pada denganmanusia. Mereka suka bekerja dengan teori dan melakukananalisis sistematis.• 4) Pembelajar tipe eksperimentasi aktif lebih suka belajardengan melakukan paktek proyek dan melalui kelompokdiskusi. Mereka menyukai metode belajar aktif danberinteraksi dengan teman untuk memperoleh umpan balikdan informasi.
  • Implementasi prinsip kognitivis dalam mendesain pembelajaran :• a. Materi pembelajaran harus memasukan aktivitas gaya belajar yangberbeda, sehingga siswa dapat memilih aktivitas yang tepat berdasarkankecenderungan gaya berlajarnya.• b. Sebagai tambahan aktivitas, dukungan secukupnya harus diberikankepada siswa dengan perbedaan gaya belajar. Siswa dengan perbedaan gayabelajar memiliki perbedaan pilihan terhadap dukungan, sebagaicontoh, assimilator lebih suka kehadiran instruktur yang tinggi. Sementaraakomodator lebih suka kehadiran instruktur yang rendah.• c. Informasi harus disajikan dalam cara yang berbeda untuk mengakomodasiberbedaan individu dalam proses dan memfasilitasi transfer ke long-termmemory. d. Pembelajar harus dimotivasi untuk belajar, tanpamemperdulikan sebagaimana efektif materi, jika pembelajar tidakdimotivasi mereka tidak akan belajar.• e. Pada saat belajar, pembelajar harus diberi kesempatan untuk merefleksiapa yang mereka pelajari. Bekerja sama dengan pembelajar lain, danmengecek kemajuan mereka.• f. Psikologi kognitif menyarankan bahwa pembelajar menerima danmemproses informasi untuk ditransfer ke long term memory untukdisimpan.
  • 3. Teori Konstruktivisme• Penekanan pokok pada konstruktivis adalah situasibelajar, yang memandang belajar sebagai yang kontekstual.Aktivitas belajar yang memungkinkan pembelajarmengkontekstualisasi informasi harus digunakan dalammendesain sebuah media pembelajaran. Jika informasiharus diterapkan dalam banyak konteks, maka strategibelajar yang mengangkat belajar multi-kontekstual harusdigunakan untuk meyakinkan bahwa pembelajar pastidapat menerapkan informasi tersebut secara luas.• Belajar adalah bergerak menjauh dari pembelajaran satu-cara ke konstruksi dan penemuan pengetahuan.
  • Implementasi prinsip konstruktivis pada on-line learningadalah sebagai berikut :• a. Belajar harus menjadi suatu proses aktif. Menjaga pembelajar tetap aktifmelakukan aktivitas yang bermakna menghasilkan proses tingkat tinggi, yangmemfasilitasi penciptaan makna personal.• b. Pembelajar mengkonstruksi pengetahuan sendiri bukan hanya menerima apayang diberi oleh instruktur. Konstruksi pengetahuan difasilitasi oleh pembelajaraninteraktif yang bagus, karena siswa harus mengambil inisiatif untuk berinteraksidengan pembelajar lain dan dengan instruktur, dan karena agenda belajar dikontrololeh pembelajar sendiri.• c. Bekerja dengan pembelajar lain memberi pembelajar pengalaman kehidupannyata melalui kerja kelompok, dan memungkinkan mereka menggunakanketerampilan meta- kognitif mereka.• d. Pembelajar harus diberi control proses belajar.• e. Pembelajar harus diberi waktu dan kesempatan untuk refleksi. Pada saat belajaronline siswa perlu merefleksi dan menginternalisasi informasi.• f. Belajar harus dibuat bermakna bagi siswa. Materi belajar harus memasukancontoh-contoh yang berhubungan dengan pembelajar sehingga mereka dapatmenerima informasi yang diberikan.• g. Belajar harus interaktif dan mengangkat belajar tingkat yang lebih tinggi dankehadiran sosial, dan membantu mengembangkan makna personal. Pembelajarmenerima materi pelajaran melalui teknologi, memproses informasi, dan kemudianmempersonalisasi dan mengkontekstualisasi informasi tersebut.
  • D. Model-model Desain PembelajaranSecara umum, model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan kedalam :• 1. model berorientasi kelas, biasanya ditujukan untuk mendesainpembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap duajam pelajaran atau lebih. Contoh : Model ASSURE.• 2. model berorientasi sistem, model desain pembelajaran untukmenghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannyaluas, seperti desain sistem suatu pelatihan, kurikulum sekolah, dll.Contoh : Model ADDIE• 3. model berorientasi produk,• 4. model prosedural dan• 5. model melingkar.
  • 1. Model berorientasi kelas,• biasanya ditujukan untuk mendesainpembelajaran level mikro (kelas) yang hanyadilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih.Contoh : Model ASSURE.
  • ASSURE MODEL
  • 2. Model beroreintasi sistem yaitu• model desain pembelajaran untukmenghasilkan suatu sistem pembelajaran yangcakupannya luas, seperti desain sistem suatupelatihan, kurikulum sekolah, dll.• Contoh : Model ADDIE.
  • ADDIE MODEL
  • 3.Model berorientasi produk (Hannafin and Peck )Model Hannafin and Peck ini digunakan untukmenghasilkan suatu produk, biasanya mediapembelajaran,contoh video pembelajaran, multimediapembelajaran, atau modul.Tahap-tahap dalam model Hannafin and Peck adalah :a. tahap analisis kebutuhan,b. tahap desainc. tahap pengembangan dan implementasi.Penilaian dan evaluasi dilaksanakan dalam setiap tahap.
  • Hannafin and Peck
  • 4. Model Prosedural• Contoh dari model prosedural adalah modelDick and Carrey.
  • Dick and Carey Design Model
  • 5. Model Melingkar ( MODEL KEMP )
  • Finally...• Adanya variasi model yang ada ini sebenarnyadapat menguntungkan kita, beberapakeuntungan itu antara lain adalah kita dapatmemilih dan menerapkan salah satu modeldesain pembelajaran yang sesuai dengankarakteristik yang kita hadapi di lapangan, selainitu juga, kita dapat mengembangkan danmembuat model turunan dari model-model yangtelah ada, ataupun kita juga dapat meneliti danmengembangkan desain yang telah ada untukdicobakan dan diperbaiki.
  • Referensi :• ADDIE Instructional Design Model. Retrived December 20 2006. fromhttp://itsinfo.tamu.edu/workshops/handouts/pdf_handouts/addie.pdf• Braxton, S. (2003). General Instructional Design Phases. Retrieved on November24th, 2006 fromhttp://www.futureu.com/publications/braxton/general_phases.html• Driscoll, M. (2005). Psychology of learning for instruction (3rd ed). Boston: Allyn &Bacon.• Grabe & Grabe. (2006). Integrating Technology for Meaningful Learning 5thEdition, Newyork: Houghton Mifflin Company• Hannafin, M.J. & Peck, K.L. 1988. The design, development, and evaluation ofinstructional software. New York: Mc Millan Publishing Company• Heinich, Molenda, Russell, Smaldino. (2005). Instructional technology and mediafor learning 8th edition. New Jersey: Pearson Merrill Prentice Hall• Newby, T. J. et al., 2006. Educational technology for teaching and learning 3rdedition. New Jersey: Pearson Merrill Prentice Hall• Sharp, V. 2005. Computer education for teachers: Integrating technology intoclassroom teaching. New York: Mc Graw Hill• Toh Seong Chong. 2006. Designing effective interactive multimedia courseware:Use and misuse. Retrieved on 13th December 2006 fromhttp://210.187.10.244/moodle/• Sagala Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung : Alfabeta