Fenomenologi

5,009 views

Published on

tugas presentasi matakuliah filsafat arsitektur

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,009
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
260
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fenomenologi

  1. 1. Ulasan singkat FILSAFAT fenomenologi<br />DISUSUN OLEH BAMBANG P | 04.11.0118<br />
  2. 2. Manusia pada dasarnya adalah petualang (explorer)<br />Filsafat adalah petualanganpemikiran.<br />
  3. 3. <ul><li>Jika mendalami ilmu apapun, maka akan ditemukan filsafat di dalamnya.
  4. 4. melatih kemampuan pemikiran (logika, analisis, sintesis, dll)
  5. 5. lebih menghargai hidup dan peka pada alam sekitar</li></ul>Why philosophy?<br /><ul><li>Hidup sadar, tidak mudah terbawa arus
  6. 6. Terbuka pada ide-ide baru</li></li></ul><li>Filsafat adalah seni membentuk, menemukan, dan merajut konsep-konsep<br />- Gilles Deleuze & Felix Guattari dalam What is Philosophy?<br />
  7. 7. RASIONALISME<br />Kebenaran hakiki dapat diperoleh melalui logika pemikiran manusia<br />Socrates (470 – 399 SM)<br />“the unexamined life is a life not worth living”<br />
  8. 8. THE MIDDLE AGES / ABAD PERTENGAHAN<br />(500 – 1500)<br />The sack of rome (briullov)<br />Creation of adam (michaelangelo)<br /><ul><li>DISEBUT OLEH PETRARCH SEBAGAI ABAD KEGELAPAN (1330)
  9. 9. MERUPAKAN MASA DIANTARA :</li></ul>JATUHNYA KEKAISARAN ROMAWI (455)<br />RASIONALISME<br />2. RENAISSANCE (1500an)<br />
  10. 10. RASIONALISME<br />René Descartes (1596–1650)<br /><ul><li>Filsafat descartes berpusat pada manusia dan cara manusia mendapatkan pengetahuan (epistemologi)
  11. 11. method of doubt
  12. 12. “cogito ergo sum”
  13. 13. Rasionalisme descartes melahirkan pemisahan jelas antara subjek dan objek. pemikiran adalah res cogitans sebagai subjek sedangkan tubuh manusia dan objek-objek yang lain sebagai res extensa</li></li></ul><li>EMPIRISME<br />John Locke (1632–1704)<br /><ul><li>Observasi lebih utama daripada akal.
  14. 14. Empirisme mengutamakan pada pengalaman dan bukti. Sesuatu yang dapat dipikirkan didalam rasio, tidak dapat disebut benar jika tidak ditemukan bukti-bukti terhadap hal tersebut</li></ul>POSITIVISM<br />“Kebenaran hanya dapat diperoleh melalui scientific method”<br />- Auguste comte<br />
  15. 15. Immanuel Kant (1724 – 1804)<br /><ul><li>Rasionalisme dan Empirisme terlalu mengkutub secara ekstrim
  16. 16. Indera dan akal sama-sama bekerja dalam menghasilkan pengetahuan yang pasti. Indera (empirisme) menyediakan bahan mentah, sedangkan akal (rasionalisme) mengolahnya dengan kategori-kategori logis.
  17. 17. Masih terjadi dualitas antara fenomena (apa yang tampak) dan noumena (ide dibalik fenomena) seperti pada rasionalisme descartes (res cogitans dan res extensa)</li></li></ul><li>FENOMENOLOGI<br />Edmund husserl (1859-1938)<br /><ul><li>Filsuf jerman dengan darah yahudi
  18. 18. Murid yang malas, sering tidur di kelas. Namun suka mempelajari hal-hal diluar pelajaran sekolah.
  19. 19. Sebelum fokus pada filsafat, husserl sempat belajar astronomi, fisika dan matematika
  20. 20. Sebelum fokus pada filsafat, husserl sempat belajar astronomi, fisika dan matematika
  21. 21. Banyak mempengaruhi pemikir-pemikir seperti : martin heidegger, maurice merlau ponty, jean paul sarte, jacques derrida dll.</li></li></ul><li>FENOMENOLOGI<br />vs<br />Filsafat sebelum fenomenologi<br />fenomenologi<br />Fenomenologi Husserl adalah ilmu tentang penampakan (fenomena), berfokus pada studi tentang pengalaman dari kesadaran manusia yang dilihat dari sudut pandang orang pertama<br />
  22. 22. FENOMENOLOGI<br /><ul><li>Husserl ingin mengembalikan perhatian filsafat ke detil-detil keseharian yang terlupakan karena perhatian filsafat sebelumnya yang selalu di fokuskan pada ‘esensi’
  23. 23. fenomenologi husserl adalah sebuah metoda epistemologis yang menolak presuposisi-presuposisi. Pengalaman dialami seperti bayi yang baru lahir melihat dunia.
  24. 24. Semua penjelasan tidak boleh dipaksakan sebelum pengalaman menjelaskannya sendiri dari dalam pengalaman itu sendiri.
  25. 25. Metoda untuk menunda presuposisi adalah melalui epoche. Yaitu menunda/mengurung semua anggapan sebelum pengalaman itu menjelaskan dirinya sendiri</li></li></ul><li>PENGARUH FENOMENOLOGI<br />Martin Heidegger (1889 –1976)<br />Heidegger merupakan filsuf jerman, murid dari husserl<br />Heidegger adalah tokoh yang kontroversial karena ia pernah menjadi pendukung nazi dan karena itu dia putus hubungan dengan sahabat dan gurunya yaitu Husserl yang seorang yahudi<br />Filsafat heidegger adalah ontologi yang menggunakan metoda fenomenologi. Berbeda dengan husserl yang menggunakan metoda fenomenologi untuk filsafat epistemologis<br />Pertanyaan Heidegger adalah “What Is ‘is’?”<br />Descartes : aku berpikir maka aku ada<br />Heidegger : kamu harus ada dahulu sebelum bisa berpikir<br />Marx : kamu harus makan dahulu sebelum bisa berpikir<br />Tokoh-tokoh lain yang terpengaruh fenomenologi : Maurice Merleau Ponty, Jean Paul Sartre, Jacques Derrida dll. <br />
  26. 26. FENOMENOLOGI DALAM ARSITEKTUR<br />Fenomenologi juga mempengaruhi dunia arsitektur, dengan tokoh yang menggelutinya diantaranya :<br />Christian-Norberg Schultz dengan bukunya Genius Loci: Towards a Phenomenology of Architecture (New York: Rizzoli, 1980) dan Intentions in Architecture (1963), Juhani Pallasmaa, Steven Holl, Charles Moore, dan Peter Zumthor.<br />
  27. 27. MANFAAT FENOMENOLOGI BAGI KITA<br /><ul><li>Menyadari kompleksitas hidup keseharian, secara sadar, perlahan, detik demi detik, membuat kita lebih menghargai hidup
  28. 28. Mengalami hal-hal sederhana di sekitar kita dengan pemikiran yang baru. memancing kreativitas</li></li></ul><li>TERIMAKASIH <br />DAN <br />TETAP SEMANGATT!!<br />

×