Your SlideShare is downloading. ×
1


                     Pasal Satu

            Pemahaman Dasar



                  Apakah Mentoring itu?


Pada masa in...
2

bidang kepemimpinan.           Bila Anda merasa bahwa
kebutuhan tadi adalah benar dan merupakan kebutuhan
Anda juga, ma...
3

3.   Chip R. Bell,:
     Mentoring secara sederhana adalah proses seseorang
     membantu orang lain untuk belajar sesu...
4

Secara umum, terdapat empat jenis hubungan mentoring:


           a. Mentoring jangka pendek dan spontan
             ...
5



           d. Mentoring yang sangat terstruktur dan
              merupakan hubungan jangka panjang.
              Mi...
6




                 Sejarah Mentoring


Kata mentor berasal dari kisah the Odyssey, yang ditulis
oleh Homer, seorang sa...
7




  Mentor sebagai seorang yang hangat dan non-formal


Mentor adalah seorang yang bukan hanya penuh
kebijaksanaan nam...
8

kemudian, Aristoteles menjadi menjadi mentor Alexander
Agung. Fitur yang menonjol dalam metode mentoring
Yunani    terl...
9

sesuatu yang dapat disumbangkannya untuk memenuhi
kebutuhan tersebut.


Selanjutnya,    mereka    membuat      kesepaka...
10

dapat     berprakarsa     untuk     menolongnya        menyadari
kebutuhan     tadi,   kemudian      menawarkan       ...
11

            besar. Setiap hari ia memberinya makanan. Tiga
            tahun kemudian, sang profesor kembali dan
     ...
12




                  Kita belajar bersama

      2. Selama    proses   mentoring,   baik   mentor
         maupun ment...
13

             percaya, maka mentoring menjadi suasana
             penuh kalkulasi dan dominasi.


Jadi, suatu proses m...
14

mengerjakan sesuatu
dalam dan melalui
organisasi kita            --------------------------




Nilai-nilai
(hal yang ...
15



Perspektif yang luhur            ---------------------------




Kerelaan berkorban               ------------------...
16



    1. Orang     tersebut   pernah    mengalami        sebuah
        hubungan yang positif dengan seorang mentor da...
17

gelap. Tanpa disadari, sebagian mentor melakukan proses
mentoring tanpa mengenali motif mereka sendiri. Berikut
bebera...
18

Salah satu jebakan yang paling berbahaya dalam
mentoring adalah kebergantungan. Para mentor merasakan
bahwa para mente...
19

bantuan kepada mentee. Hasil dari kemurahan hati ini
beserta dengan waktu dan energi yang dicurahkan sang
mentor justr...
20

“Aku akan membantumu untuk maju, tapi ketika engkau
sudah berhasil, jangan lupakan jasaku.” Dengan demikian,
dalam hub...
21

Banyak mentor akan merasa tidak memadai untuk
membuat komitmen bagi proses mentoring karena alasan
pergumulan internal...
22

hambatan dari masyarakat dan pemerintah serta tentara.
Apa penyebabnya?




              Ahli A: “Mengapa naga bersay...
23

mereka atau untuk meneruskan warisan iman mereka dari
satu pribadi ke yang lainnya. Bahkan mereka mencurahkan
enerji u...
24



Salah satu contoh lain adalah bagaimana High Desert di
Surabaya sebagai suatu upaya multilevel marketing
melakukan m...
25




     Lebih intens energi yang dicurahkan

            terhadap sedikit orang

          hasilnya akan sama dengan

...
26

menolong    seseorang    untuk    menangani     persoalan
pribadinya dan seringkali merupakan proses yang dimulai
untu...
27

mentoring juga merupakan proses yang bermanfaat secara
timbal baik. Artinya, mentoring juga dapat merupakan
suatu pros...
28

Faktor apakah yang dapat menjadi landasan untuk proses
yang efektif? Dua faktor di bawah ini dapat menjadi dasar
bagi ...
29




   Sepanjang proses ini, sang bidan menempatkan dirinya
   sebagai seorang pelayan dan melayani sang Ibu.
   Namun ...
30

   Untuk memastikan bahwa gaya kepemimpinan tadi
   muncul, seorang mentor harus menyadari peran
   mendasar dan tangg...
31

     •   Analisa apa yang Anda dapat sumbangkan bagi
         mentee Anda. Jujurlah pada diri Anda sendiri
         ke...
32

    •       Analisa kolom berikut ini dan baca peta
            hubungan    antara       sumbangsih       Anda   dan
 ...
33

              menolong mentee menemukan mentor yang lebih
              memadai.


        o Dalam kuadran C, mungkin ...
34

    Jangan langsung menyerah jika mentee Anda menolak
       bantuan Anda pada mulanya karena ia mungkin tidak
      ...
35



   •   Mentoring merupakan proses yang kadaluwarsa.

   •   Yang terbaik adalah jika mentor adalah orang
       yang...
36

Kita tidak mungkin dapat memulai, mengembangkan dan
mempertahankan proses mentoring, pada diri setiap orang
yang mengi...
37

pada keyakinan bahwa segala sesuatu akan mendatangkan
kebaikan bagi orang-orang terbuka untuk belajar bersama.


Mener...
38

mengucapkan selamat tinggal dan masa guna Anda
baginya tidak lagi seperti sebelumnya. Pada titik itu Anda
menyadari ba...
39




Kalau kita mengamati situasi masyarakat Asia pada saat
ini, maka terasa bahwa Asia merupakan suatu lingkungan
masya...
40

karena ia kuatir kalau-kalau ia akan gagal. Jadi, disini, ia
harus    mengenali     dan    mengatasi     kecenderungan...
41

tadi ia dapat menghasilkan suatu proses mentoring yang
penuh dengan pemaksaan-pemaksaan terselubung ataupun
langsung s...
42

Langkah pertama
Dalam     proses    mentoring,    langkah   pertama    berarti
meletakkan segala energi sang mentor un...
43

Mengapa penting untuk menanggalkan topeng kita dan
menunjukkan kerapuhan dibelakangnya? Tidakkah hal ini
akan   mengur...
44

mendampingimu, namun akan ada saat-saat dimana saya
merasa gentar. Kamu mungkin perlu memiliki toleransi
hingga tahap ...
45

   o Kesuksesan dari hubungan mentoring tergantung
       pada perjumpaan pertama antara mentor dan
       mentee. Per...
46

        secara verbal atau melalui gerak tubuh, kontak
        mata,   menyingkirkan   hambatan    fisik   dan
       ...
47


_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
___...
48

      kesediaannya         untuk       menerima        mentee
      sepenuhnya tanpa syarat. Tanpa syarat berarti
    ...
49

      “Bila   saya     bertukar   peran   dengannya,
       bagaimanakah perasaan saya?”




                     Ment...
50

         mentor     menunjukkan       bahwa       ia   dapat
         beridentifikasi dengan situasi mentee.




FORMU...
51



Kelemahan diri saya:
_______________________________________________
_______________________________________________...
52




                 Pasal Empat

   Lanjutan Langkah Pertama:
   Mengembangkan Rasa Aman
      Dengan Membangun
      ...
53



Bayangkanlah bahwa Anda berada sendiri di sebuah
bandara di luar negeri. Entah apa yang terjadi, tidak ada
seorangpu...
54

mentoring berlanjut ketika mentee mulai menjumpai Anda
secara teratur.


Dapatkah seseorang mengatakan kepada saya apa...
55




   Terbuka seadanya..mana kekuatanmu.?

Mentor juga tidak boleh tampil sebagai sosok tanpa suatu
kelemahan. Bagi me...
56

menghindari    mentee     menyalurkan     energinya      bagi
permainan pencaharian kelemahan tadi.


Untuk menghindar...
57

    saya ketika saya mulai bekerja disini dan
    menjumpai masalah yang sama.”


    “Sebagaimana saya telah mengalam...
58




                   Bahasa “Kita”


                 Rasa aman dalam




Tentu saja menggunakan bahasa “kita” dan bu...
59

dalam kedudukan seorang anak yang harus disuapi. Akibat
dari kesalahan tadi, mentee hanya memainkan peran
sebagai pene...
60

Menempatkan mentee di posisi yang tepat artinya bahwa
sang       mentor         menghargai       dan      mempercayai
...
61

        “Minggu lalu, saya mendapati bahwa kamu telah
        menemukan    solusi   atas   masalahmu.   Saya   pikir
 ...
62

Mengapa demikian? Setelah Anda berhasil melakukan
sebuah proses mentoring terhadap seseorang dengan
sukses, sebenarnya...
63


FORMULIR: SUKSES & KEGAGALAN


Isilah formulir ini untuk memperlengkapi Anda di waktu
akan datang dalam melakukan sha...
64

Bagaimana saya bertahan melaluinya?


_______________________________________________
________________________________...
65

Bagaimana cara saya ketika mulai membangun jejaring
ini?
_______________________________________________
_____________...
66

Prestasi tertinggi saya adalah:
_______________________________________________
______________________________________...
67




Banyak orang tidak menyukai keadaan dimana ia menjadi
seorang mentee. Sebaliknya, banyak mentor baru juga
tidak men...
68

pembelajaran dalam mentoring, karena seorang mentor
atau mentee yang tidak menyadari ketakutannya sendiri
tidak   akan...
69

               Perbaiki kelakuanmu, jelas?




              Mengenali Asal Rasa Takut


Darimanakah asalnya rasa cema...
70

proses serupa itu yang seringkali melabuhkan penghargaan
diri negatif ketika mereka menjadi seorang dewasa.


Selanjut...
71

                  Mengatasi Ketakutan


Bagaimana cara mengatasi ketakutan? Bila ketakutan
merupakan cerminan dari keb...
72

Selanjutnya, sang mentor perlu juga mengenali kebutuhan
dirinya sendiri dengan jujur, khususnya kebutuhan emosi
yang t...
73

   peneguhan, dan penghargaan atas kemajuan mereka
   dalam proses mentoring.


   Kedua, ada suatu kebutuhan yang men...
74

   Ketiga, kebutuhan lain yang sangat umum adalah
   kebutuhan berafiliasi. Orang yang menempatkan
   kebutuhan ini se...
75




   Aku bukan minta penerimaan, lho, cuma dengarlah




   Masih    ada   dua     kebutuhan    lain   yang    dapat
...
76

   serta       sekaligus      menunjukkan         kelemahan-
   kelemahannya.




   Kelima adalah kebutuhan akan kend...
77

masa lalunya, mereka dapat dipulihkan melalui proses
mentoring.


Untuk membantu seorang mentee yang mengenali gambar
...
78

pengaruhmu    cukup      terasa?”     Berdasarkan   peristiwa-
peristiwa    yang      terungkap,      sang    mentor  ...
79




                  Pasal Enam
 Langkah Kedua Dalam Mentoring
      Menerima Seutuhnya:
         Penerimaan (1)




 ...
80

pembelajaran dapat merupakan suatu proses yang sangat
mencekam. Bahkan proses ini dapat sangat menyusahkan,
tidak meny...
81

ke zona yang belum diketahui yang disebut “Siapa aku di
Masa depan.”




         WHO I
                              ...
82

*   Pertanyaan:    Pembelajaran      dimulai   dengan   hadirnya
    pertanyaan-pertanyaan yang bermakna dan tidak dit...
83

                Membuat Dan Mengajukan
                Pertanyaan Yang Bermakna


Ketika seorang pria jatuh cinta kepa...
84

jangan dilakukan” dalam mengajukan pertanyaan kepada
menteenya. Pertanyaan yang tepat akan membuat mentee
menyadari ba...
85




                             Membuat pertanyaan,

    mendengarkan, mengobservasi dan modeling


Hal lain yang perl...
86

sang mawar akan mekar terlalu dini atau terlalu lambat.
Keindahannya tidak akan muncul secara sempurna.
              ...
87

keperdulian untuk mengenali aspek-aspek lain dari
kehidupan pribadi masing-masing. Hal ini merupakan
karakteristik hub...
88

Karena hal-hal di atas, maka dalam proses mentoring,
mendengarkan secara proaktif adalah suatu aktifitas yang
paling a...
89




Mendengarkan secara proaktif terutama berarti mencipta
suasana dimana mentee Anda boleh untuk berbicara tanpa
dipot...
90

Darimana kita dapatkan indikator bahwa seorang mentor
sudah mendengarkan dengan proaktif dan baik? Bila
seorang mentor...
91

             a. Mendengarkan          untuk     mengidentifikasi
                 perasaan-perasaan       dari    ment...
92

sebagai “Ya ampun, di mana telepon seluler saya?” yang
menunjukkan kepada mentor yang peka bahwa ada rasa
urgen bahkan...
93

mungkin merentang dari agak tegang hingga panik; marah
mungkin dirasakan sebagai suatu gangguan kecil atau
sebagai sua...
94

gerak-gerik mentee beserta ekspresi wajahnya. Jangan
meremehkan         intonasi, kecepatan, dan saat ia berdiam
diri ...
95

akan bangkrut!

Bapak tidak
menduganya,
bukan?
Atasan saya
baru saja
menghabisi
saya di depan
setiap orang



Tugas in...
96

Dibawah ini terdapat beberapa lagi komunikasi yang
diekspresikan oleh seorang mentee. Dengarkan pesan
emosional yang m...
97

Apakah pesan yang disampaikan oleh mentee di bawah
ini?
_______________________________________________
______________...
98



                Meningkatkan Keterampilan
                Mendengar Secara Proaktif


Bagaimana meningkatkan keteram...
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit

9,737

Published on

Published in: Business, Education
4 Comments
9 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
9,737
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
428
Comments
4
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Buku Mentoring Rc Sec.Finale N Edit"

  1. 1. 1 Pasal Satu Pemahaman Dasar Apakah Mentoring itu? Pada masa ini, telah terbit ribuan buku tentang kepemimpinan. Bahkan banyak organisasi melaksanakan pelatihan kepemimpinan. Puluhan seminar dan lokakarya mengenai berbagai topik kepemimpinan juga dilakukan. Berbagai alat pengukuran efektifitas atau gaya kepemimpinan seseorang juga disusun dan dipergunakan. Bila kepemimpinan adalah suatu daya untuk menggerakkan orang dan mengembangkan mereka agar suatu visi bersama tercapai, maka sangat terasa bahwa, sampai kini tidak banyak buku yang membahas tentang cara mengembangkan atau menumbuhkan para pengikut dalam aspek perspektif hidup, nilai, gambar diri, dan motivasi mereka. Kini kian terasa bahwa kita membutuhkan kehadiran lebih banyak buku mengenai coaching dan mentoring di dalam ___________________________________________ MENTORING
  2. 2. 2 bidang kepemimpinan. Bila Anda merasa bahwa kebutuhan tadi adalah benar dan merupakan kebutuhan Anda juga, maka janganlah tutup dulu buku ini dan menyudahi proses membaca Anda. Di masa kini, tidak perlu diragukan lagi bahwa istilah mentoring telah menjadi suatu “kata” yang populer. Namun, kebanyakan orang masih dibingungkan oleh pengertian dan cakupannya. Misalnya, apakah beda antara mentoring dengan konseling atau dengan coaching? Untuk menyederhanakan urusan ini, bila kita meneliti tulisan-tulisan mengenai mentoring, maka sedikitnya, kita akan memiliki tiga buah definisi mengenai mentoring: 1. Menurut Paul Stanley dan Robert Clinton: Mentoring adalah suatu pengalaman relasional yang melaluinya seseorang memberdayakan orang lain dengan berbagi sumber daya yang telah Allah berikan. 2. John C. Crosby dari The Uncommon Individual Foundation: Mentoring adalah “pikiran yang dapat dipetik”, bahu yang dapat dijadikan tempat bersandar, dan suatu tendangan di bokong. ___________________________________________ MENTORING
  3. 3. 3 3. Chip R. Bell,: Mentoring secara sederhana adalah proses seseorang membantu orang lain untuk belajar sesuatu dan bila proses tadi tidak terjadi, maka pembelajarannya menjadi kurang baik, lebih lamban, atau bahkan sama sekali tidak akan terjadi. Di dalam ilmu kepemimpinan, mentoring terutama dipandang sebagai sebuah proses mengembangkan bawahan, pengikut atau orang yang berjalan bersama Anda. Hal ini berarti bahwa, sebagai suatu proses, mentoring membutuhkan suatu komitmen dan penyediaan waktu. Selanjutnya, mentoring tadi adalah proses yang berpusat pada suatu hal yang luhur, dimana kita menularkan kebijaksaaan yang kita, sebagai pemimpin, dapatkan dari berbagai pengalaman nyata, dan teladan gaya hidup pemimpin serta berbagai keterampilan kepemimpinan kepada orang lain. Aspek terakhir dalam memahami mentoring, bahwa mentoring merupakan suatu pengalaman berdasarkan sikap saling percaya yang bersifat informal dan menyenangkan, serta menghasilkan baik pembelajaran maupun hubungan persahabatan. ___________________________________________ MENTORING
  4. 4. 4 Secara umum, terdapat empat jenis hubungan mentoring: a. Mentoring jangka pendek dan spontan dengan hubungan yang tidak terstruktur. Misalnya: suatu kesempatan tertentu atau suatu konseling pendek antara seorang pemimpin dengan seorang pengikutnya. b. Mentoring berjangka pendek dan spontan dengan hubungan yang sangat terstruktur. Misalnya: seorang staf yang baru diberikan pengarahan dan kesempatan praktek bersama pimpinannya atau seorang staf yang sudah mahir selama 4 bulan. c. Mentoring berjangka panjang dengan struktur hubungan yang longgar. Misalnya: mentoring dari seseorang pemimpin yang senantiasa menyediakan diri ketika dibutuhkan untuk mendiskusikan masalah-masalah yang rumit dan pernah ia alami. Mentoring serupa ini biasanya juga berupa suatu hubungan persahabatan. ___________________________________________ MENTORING
  5. 5. 5 d. Mentoring yang sangat terstruktur dan merupakan hubungan jangka panjang. Misalnya: proses penyiapan pengganti suatu jabatan atau proses untuk menguasai suatu bidang pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan sikap yang unik. SANGAT TERSTRUKTUR HAMPIR TANPA STRUKTUR JANGKA PENDEK, SPONTAN JANGKA PANJANG ___________________________________________ MENTORING
  6. 6. 6 Sejarah Mentoring Kata mentor berasal dari kisah the Odyssey, yang ditulis oleh Homer, seorang sastrawan Yunani. Ketika Ulysses bersiap untuk berperang melawan Troya, ia menyadari bahwa ia akan meninggalkan satu-satunya ahli waris kerajaan. Ulysses memperkirakan bahwa peperangan ini akan memakan waktu sedikitnya lima tahun. Ia menyadari bahwa putranya butuh waktu untuk belajar dan dilatih mengenai bagaimana memerintah sebuah negara ketika ayahnya pergi ke medan perang. Maka ia mempekerjakan seorang kerabat keluarga yang dapat dipercayainya untuk menjadi pembimbing anaknya. Orang itu bernama Mentor. ___________________________________________ MENTORING
  7. 7. 7 Mentor sebagai seorang yang hangat dan non-formal Mentor adalah seorang yang bukan hanya penuh kebijaksanaan namun juga handal dalam menangani orang lain. Homer menonjolkan peran Mentor sebagai seorang kerabat keluarga, yaitu seseorang yang dapat menjalin hubungan non-formal dan hangat. Sesungguhnya, di zaman ini, seorang mentor yang efektif perlu menjadi seorang teman yang mampu menciptakan suatu suasana belajar yang dinamis dan membuat seorang mentee merasa aman. Mentor adalah seperti kerabat keluarga, yaitu ia menerima sang mentee sepenuhnya tanpa syarat, serta kesetiaan dan kepedulian yang dalam. Disini, kata kuncinya adalah “tidak bersyarat”. Artinya, ia tidak akan memaksakan sang mentee untuk berubah padahal orang ini belum siap untuk melakukan hal itu. Ia juga tidak akan menilai dan menuntut namun memahami dan mengenali berbagai aspek kepribadian sang mentee. Di dalam sejarah budaya Yunani Kuno, praktek mentoring dikenal secara umum. Misalnya, Sokrates menjadi mentor Plato. Plato sendiri menjadi mentor dari Aristoteles dan ___________________________________________ MENTORING
  8. 8. 8 kemudian, Aristoteles menjadi menjadi mentor Alexander Agung. Fitur yang menonjol dalam metode mentoring Yunani terletak pada sangat ditekankannya teori, berorientasi pada suasana belajar akademis, dan adanya posisi mentee yang pasif. Sebagai bandingannya, dalam model lain di Timur tengah, misalnya, di tengah orang Yahudi, mentoring lebih bersifat relasional, berbasis uji coba dan dalam bentuk pelatihan praktek kerja nyata. Kini mungkin nama proses tersebut dikenal dengan nama pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning). Di Indonesia, mentoring dilakukan di dalam pesantren, perguruan silat, dan komunitas persekutuan agama atau di lembaga swadaya masyarakat. Disana pada umumnya proses mentoring dilaksanakan secara intuitif. Memulai Proses Mentoring Bagaimanakah suatu proses mentoring dimulai? Di dalam konteks organisasi, proses mentoring dimulai dengan seseorang yang memiliki suatu kebutuhan. Orang ini bertemu dengan seorang pemimpin atau seorang yang lebih dewasa, atau lebih berpengalaman dan memiliki ___________________________________________ MENTORING
  9. 9. 9 sesuatu yang dapat disumbangkannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selanjutnya, mereka membuat kesepakatan untuk membangun suatu hubungan mentoring. Artinya, orang yang lebih berpengalaman tadi akan membagikan apa yang telah dialami atau dipelajarinya dari hidup ini. Membagikan sesuatu Dengan menyerap apa yang dibagikan tadi, daya untuk senantiasa tumbuh diteruskan dari mentor kepada sang mentee. Hal inilah yang merupakan inti dari proses mentoring. Kita dapat menggaris-bawahi bahwa, jika seseorang tidak menyadari kebutuhannya, terlebih dulu sang calon mentor ___________________________________________ MENTORING
  10. 10. 10 dapat berprakarsa untuk menolongnya menyadari kebutuhan tadi, kemudian menawarkan kesempatan mentoring. Artinya, sang calon mentor mulai dengan menolong orang itu agar menyadari kesenjangan antara persepsinya atas kompetensi yang seharusnya ia kuasai dan realita tingkat kompetensi yang dimilikinya pada saat itu. Konsekuensi dari pemahaman tentang proses mentoring sebagaimana diuraikan di atas adalah sebagai berikut: Mentoring selalu dilandaskan pada hubungan dua pribadi, seorang dengan seorang lainnya. Hubungan ini dilandaskan pada terciptanya “suatu suasana yang membuat sang mentee aman dan dan merasakan bahwa sang mentor sangat perduli padanya atau menerimanya tanpa syarat.” Apa artinya “suasana yang aman?” Ilustrasi ini mungkin dapat menjelaskan dengan lugas: Ada seekor ikan hiu. Pada mulanya ikan itu hanyalah seekor hiu cilik yang atraktif. Ukurannya hanya tiga puluh sentimeter ketika pemiliknya, seorang profesor menyerahkannya kepada keponakannya karena ia harus berdinas ke negara lain. Sang keponakan ini meletakkan ikan hiu itu ke sebuah tempat yang jauh lebih ___________________________________________ MENTORING
  11. 11. 11 besar. Setiap hari ia memberinya makanan. Tiga tahun kemudian, sang profesor kembali dan tercengang ketika mendapati bahwa sang hiu yang berenang dengan angker telah memiliki panjang badan satu meter. Dia menemukan bahwa ikan ini berkembang menjadi besar karena ditempatkan di sebuah kolam yang lebih besar dari tempatnya semula. Kolam baru ini memungkinkannya untuk berenang dengan cepat dan lebih bebas serta ia merasa aman disana. 1. Mentor tidak menampilkan diri sebagai sosok pemimpin yang memerintah dan berkuasa melainkan sebagai seorang rekan atau pembimbing. Seorang mentor adalah seperti seorang bidan yang membantu seorang ibu yang siap mengadakan persalinan. Dia membutuhkan sepasang tangan yang lembut dan bukannya sepasang tangan dengan otot yang kekar. ___________________________________________ MENTORING
  12. 12. 12 Kita belajar bersama 2. Selama proses mentoring, baik mentor maupun mentee belajar bersama. Mentoring adalah seperti pedang bermata dua. Mentee dan mentor akan mempelajari sesuatu hal luhur dari proses yang ada ketika mereka menyediakan ruang bagi sentuhan dari Yang Maha Luhur. 3. Mentor sangat menyukai proses pembelajaran dan menginspirasikan menteenya. Ia bukan merupakan seorang pemimpin yang gemar untuk mengajari saja. Ia menciptakan suasana belajar sehingga menteenya akan menyukai proses belajar. 4. Sikap saling mempercayai haruslah menjadi landasan dari proses tersebut. Tanpa saling ___________________________________________ MENTORING
  13. 13. 13 percaya, maka mentoring menjadi suasana penuh kalkulasi dan dominasi. Jadi, suatu proses mentoring dapat menjadi suatu manfaat atau rahmat yang nyata bagi seorang mentee. Mari kita terapkan pemahaman ini. Dapatkah Anda mengingat masa lalu Anda, dan menemukan hal-hal yang telah di transfer atau diberikan seorang mentor pada Anda? Isilah formulir “Manfaat” dibawah ini lalu renungkanlah itu. Kenangkanlah mereka yang telah memimpin Anda melalui proses mentoring itu. Formulir: Manfaat Mentoring Mentor memberikan kontribusi: Dia memberikan: Pengetahuan mengenai bagaimana sistem-sistem sosial bekerja ------------------------- Pemahaman tentang bagaimana ___________________________________________ MENTORING
  14. 14. 14 mengerjakan sesuatu dalam dan melalui organisasi kita -------------------------- Nilai-nilai (hal yang harus jadi hal yang paling berharga di dalam hidup) --------------------------- Pemahaman mengenai orang lain dan sudut pandang mereka Perkembangan moral --------------------------- Kemampuan teknis --------------------------- Pengetahuan tentang bagaimana bersikap dalam konteks sosial tertentu --------------------------- Kesehatan dan kebugaran mental dan fisik --------------------------- ___________________________________________ MENTORING
  15. 15. 15 Perspektif yang luhur --------------------------- Kerelaan berkorban -------------------------- Menerapkan apa yang diajarkan -------------------------- Pemulihan luka-luka emosi -------------------------- Gambar Diri yang indah -------------------------- Mengapa Orang Bersedia Melakukan Mentoring? Setelah menerima begitu banyak pembekalan atau pemberian dan manfaat, pernahkah Anda berpikir mengapa orang-orang di atas bersedia menolong Anda di masa lalu? Mengapa orang-orang ini mau melakukan proses mentoring? Dapatkah Anda menduganya?” Kemungkinannya adalah begini: ___________________________________________ MENTORING
  16. 16. 16 1. Orang tersebut pernah mengalami sebuah hubungan yang positif dengan seorang mentor dan merasa mendapatkan suatu manfaat atau rahmat. 2. Kematangan dan kebijaksanaan dalam diri seorang pemimpin memampukan dia untuk mengenali potensi-potensi laten dalam diri orang lain. 3. Orang tersebut berbeban untuk melihat orang lain bertumbuh secara spiritual, emosional dan sosial. Mentoring adalah proses untuk menolong orang bertumbuh Namun, walaupun mentoring kelihatannya sangat mulia, pada kenyataannya proses ini juga dapat memiliki sisi-sisi ___________________________________________ MENTORING
  17. 17. 17 gelap. Tanpa disadari, sebagian mentor melakukan proses mentoring tanpa mengenali motif mereka sendiri. Berikut beberapa jebakan yang perlu diwaspadai oleh calon mentor: 1. Perjalanan Ego Pribadi Sebagian orang menggunakan proses mentoring sebagai suatu perjalanan meningkatkan ego. Mereka merasa bahagia ketika sang mentee membangga–banggakan manfaat dan peran dirinya sebagai mentor. Mereka merasa lebih bahagia lagi ketika mendengar pujian dari mentee atas kontribusi mereka. Perasaan-perasaan tadi dapat memimpin pada arah yang tidak dikehendaki. Sebagai seorang mentor, Anda dapat memasuki proses memanfaatkan mentee Anda demi kebutuhan-kebutuhan Anda akan pengakuan atau penghargaan. Bagaimana menguji diri Anda apakah anda bebas dari kebutuhan ini atau tidak? Ini adalah ujiannya: Ketika mentee datang pada Anda dan menginformasikan bahwa ia telah menemukan orang lain yang lebih mampu untuk membantu dan memberikan mentoring yang lebih baik, bagaimana reaksi Anda? 2. Engkau Membutuhkan Aku ___________________________________________ MENTORING
  18. 18. 18 Salah satu jebakan yang paling berbahaya dalam mentoring adalah kebergantungan. Para mentor merasakan bahwa para mentee membutuhkan mereka. Kemudian mereka meletakkan landasan bagi suatu hubungan yang didasari pada kebergantungan sejenis ini. Walaupun adalah hal yang wajar dimana terdapat ketergantungan emosional hingga tingkat tertentu yang akan muncul di awal proses mentoring, secara bertahap, hubungan dapat ditransformasikan menjadi suatu hubungan saling tergantung. Suatu hubungan yang dilandaskan pada ketergantungan akan berakhir pada kekecewaan yang mendalam pada pihak mentee. Untuk menguji diri Anda sehubungan dengan urusan ini, jawablah sendiri pertanyaan ini: jika mentee Anda berkata, “...terima kasih untuk segala bantuanmu sampai sejauh ini. Saat ini, saya kira saya sudah cukup dewasa. Saya tidak akan lagi melewatkan waktu dengan diri anda seperti saat-saat sebelumnya.” Bagaimanakah reaksi Anda? 3. Saya Dapat Menolong Kamu Seringkali selama proses mentoring, mentee perlu bergumul sendiri dalam menghadapi keraguan, kegagalan, kurangnya keterampilan, dan rintangan-rintangan lainnya. Mentor yang belum berpengalaman ketika mendeteksi situasi demikian mungkin akan terburu-buru menawarkan ___________________________________________ MENTORING
  19. 19. 19 bantuan kepada mentee. Hasil dari kemurahan hati ini beserta dengan waktu dan energi yang dicurahkan sang mentor justru akan mempersulit pertumbuhan mentee. Mentor harus menyadari bahwa rasa terluka, kesulitan- kesulitan, kegagalan-kegagalan dan kebingungan- kebingungan seringkali dapat merupakan sebuah katalisator yang terbaik bagi mentee untuk mengenali dan memanfaatkan sumber daya dirinya yang selama ini belum tersingkap. Anda dapat menguji kematangan Anda sebagai seorang mentor dalam issue ini dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut: jika Anda menawarkan suatu bantuan kepada mentee dan mendapatkan jawaban “tidak” dari orang tersebut, bagaimanakah perasaan Anda? 4. Saya Menanam Budi, Jangan Lupa Membalasnya Kelak! Seorang mentor dapat membantu seseorang menapak ke atas tangga organisasi atau dalam lingkaran sosial. Sangat beruntung bagi seseorang bila memiliki seorang mentor yang matang. Akan tetapi, terdapat sisi gelap dalam hubungan ini. Tanpa disadari, seorang mentor mungkin mengkomunikasikan pesan yang tidak diinginkannya. ___________________________________________ MENTORING
  20. 20. 20 “Aku akan membantumu untuk maju, tapi ketika engkau sudah berhasil, jangan lupakan jasaku.” Dengan demikian, dalam hubungan serupa itu perhitungan untung-rugi pun memainkan peran yang besar. Pada mulanya, mentee merasa dirinya berhutang sesuatu pada mentor, karenanya ia akan berusaha untuk menyenangkan atau melakukan sesuatu yang baik kepada mentor. Mentor mengenali suatu upaya membalas budi, dan meningkatkan kualitas mentoring. Selanjutnya lingkaran ini berlanjut. Setiap orang mulai meningkatkan kebaikan yang diberikan dan diterima. Akibatnya akan menghancurkan ketika salah satu di antara mereka menghentikan proses peningkatan tadi. Bagaimana menguji atau memeriksa diri Anda? Misalnya saja, mentee anda datang pada Anda dan mengatakan “Maaf, saya tidak dapat meminjamkan mobilku untuk membawa ibu Anda ke Rumah Sakit. Saya tahu bahwa kamu sudah melakukan begitu banyak bagiku, akan tetapi putraku memerlukan mobil sore ini,” bagaimana tanggapan Anda? 5. Aku Belum Siap ___________________________________________ MENTORING
  21. 21. 21 Banyak mentor akan merasa tidak memadai untuk membuat komitmen bagi proses mentoring karena alasan pergumulan internal atau gambar diri negatif. Ketakutan mentoring adalah nyata dan wajar, namun Anda dapat mengatasinya dengan menyadari bahwa di dalam proses yang berlangsung, selalu ada kemungkinan bahwa sang mentor maupun mentee dapat belajar bersama melalui relasi mereka. Mengapa Mentoring Sangat Penting Di Dalam Hidup Organisasi? Keunggulan dari proses mentoring dapat kita pelajari dengan meneliti pertumbuhan, ketahanan, penyebaran dan stagnasi penganut agama Kristen. Sebelum tahun 313 AD, mereka mendapatkan hambatan dan penganiayaan dari Kaisar-kaisar Romawi yang sangat keji. Tentara Romawi yang terkenal rapih dan efektif digunakan untuk menekan atau menghapuskan agama yang baru hadir selama 300 tahun itu. Namun orang-orang Kristen mampu bertahan sebagai gerakan bawah tanah, walaupun mendapat ___________________________________________ MENTORING
  22. 22. 22 hambatan dari masyarakat dan pemerintah serta tentara. Apa penyebabnya? Ahli A: “Mengapa naga bersayap?” Ahli B: “Apa yang dimaksud dengan mengapa, naga, dan bersayap.. silahkan definisikan dulu..” Ahli A: “Apa yang kamu maksudkan dengan istilah definisi?” Ternyata mereka sangat serius dalam melakukan proses mentoring. Setiap penganut baru dari agama ini mendapatkan mentor. Artinya, ia ditolong dan dibimbing oleh seorang Kristen lain yang lebih matang. Proses ini berjalan secara berantai sehingga bila setiap seorang pemimpin mereka ditangkap dan dibunuh, proses penyebaran agama ini tetap berlanjut. Namun, sejak Kaisar Konstantinus Agung menetapkan agama Kristen sebagai agama resmi kekaisaran Romawi, orang Kristen tidak lagi merasa terancam dan tertekan untuk melipat-gandakan diri ___________________________________________ MENTORING
  23. 23. 23 mereka atau untuk meneruskan warisan iman mereka dari satu pribadi ke yang lainnya. Bahkan mereka mencurahkan enerji untuk memperdebatkan bermacam-macam urusan doktrin yang sangat rumit. Dengan demikian, pewarisan iman mereka dilakukan melalui pendekatan massal. Orang belajar bersama-sama, demi efektifitas tentunya. Singkatnya, pendidikan massal dalam gereja Kristen menggantikan proses mentoring antar individu yang telah menjadi pilar dari komunitas Kristen dan yang membuatnya bertahan sebagai agama bawah tanah selama 300 tahun. Gereja-gereja selanjutnya lebih bergantung pada rohaniawan yang biaya hidupnya ditanggung oleh komunitasnya. Selanjutnya, secara bertahap mereka menggantikan peran mentor-mentor awam. Proses yang menghasilkan pribadi-pribadi awam yang berdampak kuat perlahan-lahan sirna dan digantikan dengan proses pendidikan yang terstruktur, rapih dan sistematis. Hal ini berbeda dengan cara Kristus sendiri yang memilih dua belas orang yang secara sengaja mengalami proses mentoring secara intensif. Ia menginvestasikan waktu dan tenaga pada sekelompok kecil orang yang akhirnya menjadi orang yang berdampak luas dan menjangkau dunia melalui mentee-mentee mereka. ___________________________________________ MENTORING
  24. 24. 24 Salah satu contoh lain adalah bagaimana High Desert di Surabaya sebagai suatu upaya multilevel marketing melakukan mentoring di dalam rantai kerja mereka. Seorang pengamat mengatakan bahwa, organisasi bisnis ini menimbulkan dampak pada lebih dari 150 ribu orang di Indonesia pada tahun 2006 saja yang berperan sebagai anggota jaringan yang aktif. Masih ada banyak contoh dari dunia bisnis mengenai dampak dari mentoring. Seringkali mentoring dan networking di kombinasikan sehingga menjadi suatu daya yang sangat luas dampaknya. Dari pengamatan sekilas, maka Amway, dan organisasi jaringan sejenisnya, sangat bertumpu pada mentoring, begitu juga dengan lembaga-lembaga pelatihan manajemen. Sama halnya juga dengan jaringan-jaringan teroris internasional. Mereka terus bertahan melakukan “perang” mereka yang mengambil pentas dunia sebagai arena. Kekuatan mereka yang berada di bawah tanah ini terletak pada network antara mentor dan mentee. Itulah sebabnya mengapa kita perlu menghidupkan kembali proses mentoring sebagai suatu proses pembelajaran yang efektif. Memang rumusnya adalah sebagai berikut: ___________________________________________ MENTORING
  25. 25. 25 Lebih intens energi yang dicurahkan terhadap sedikit orang hasilnya akan sama dengan dampak yang lebih besar dengan menyebarkan energi secara massal Penutup Sebagai penutup marilah kita bedakan berbagai istilah yang mirip walaupun berbeda. Kita akan membedakan antara coaching, konseling, advising, training atau teaching dan mentoring. Secara mendasar “coaching” adalah suatu proses membangun keterampilan atau kemampuan teknis. Konseling adalah suatu proses untuk ___________________________________________ MENTORING
  26. 26. 26 menolong seseorang untuk menangani persoalan pribadinya dan seringkali merupakan proses yang dimulai untuk mengubah sikap seseorang. Konseling seringkali berhubungan dengan gambar-diri, nilai-nilai, visi pribadi, luka-luka emosional masa lalu, ataupun pola-pola prilaku yang seseorang tak sadari. Advising atau menasehati adalah sebuah proses memberikan suatu solusi atau alternatif untuk situasi seseorang, berdasarkan pada pengalaman masa lalu dari seorang penasehat. Mengajar atau melatih, adalah sebuah proses mengembangkan orang, dimana seringkali mereka diperlakukan sebagai satu kelompok. Mentoring adalah proses gabungan dari keseluruhannya, namun merupakan proses antar pribadi. ooOoo Pasal Dua Prasyarat dan Perspektif Kita telah mempelajari bahwa mentoring adalah suatu proses investasi ke dalam diri orang lain. Namun, ___________________________________________ MENTORING
  27. 27. 27 mentoring juga merupakan proses yang bermanfaat secara timbal baik. Artinya, mentoring juga dapat merupakan suatu proses investigasi dan investasi ke dalam diri Anda sendiri sebagai seorang mentor. Sebagai seorang mentor, Anda akan belajar untuk lebih mengenali kelemahan, kekuatan dan kecenderungan diri Anda sendiri sebagai seorang yang memimpin orang lain. Anda akan lebih menerima diri Anda dan memiliki gambar diri yang kokoh. Ketika Anda mencurahkan perhatian Anda pada sang mentee secara terus menerus, Anda juga belajar untuk menjadi sensitif terhadap diri Anda sendiri. Apa yang Anda perhatikan padanya seringkali merupakan apa yang Anda sudah alami dan Anda dapat mulai menyadari hal ini. Anda dapat menjadi kuatir pada resiko kegagalan yang dialami seorang mentee, karena pada dasarnya, mungkin Anda sendiri pernah gagal disana dan tanpa Anda sadari, diri Anda masih sangat kuatir tentang hal itu. Jadi, setiap Anda terekspos pada kelemahan atau keunikan sang mentee, sebenarnya Anda akan dapat mengenali kelemahan dan keunikan Anda. ___________________________________________ MENTORING
  28. 28. 28 Faktor apakah yang dapat menjadi landasan untuk proses yang efektif? Dua faktor di bawah ini dapat menjadi dasar bagi proses mentoring yang baik. 1. Kepemimpinan Yang Melayani Sebagai Dasar Untuk suatu periode tertentu, seorang mentor menginvestasikan waktu, energi dan pengalaman masa lalunya bagi seorang lain. Orang dapat melakukannya jika ia menyadari bahwa di masa lalu, seseorang telah membangun kehidupan pribadinya, yaitu melalui kesediaan seseorang yang memainkan peran sebagai mentor, ia ditumbuhkan. Dalam banyak hal, seorang mentor memainkan peran sebagai seorang “bidan.” Dengan sabar selama enam jam, dia menolong sang ibu melalui berbagai tahap dalam proses melahirkan. “Mentor, eh, bidan ...tolonglah aku.... ugh—ugh-- husss” Kebahagiaannya adalah ketika seorang bayi dilahirkan dengan selamat. ___________________________________________ MENTORING
  29. 29. 29 Sepanjang proses ini, sang bidan menempatkan dirinya sebagai seorang pelayan dan melayani sang Ibu. Namun sekaligus ia juga berperan untuk membimbingnya dengan tegas agar sang ibu berhasil melahirkan sang bayi dengan selamat. Dengan status seperti ini, peran-peran dan gambar diri serempak sebagai seorang pelayan dan pemimpin, menjadi basis dari mentoring. Hal ini berarti bahwa, seorang mentor memandang dirinya sebagai seorang yang melayani hidup ini untuk mengasuh seorang anak manusia yang lain dan memimpin dia kepada keterampilan yang lebih baik, karakter-karakter yang lebih matang atau singkatnya menuju kedewasaan. 2. Sadar Peran ___________________________________________ MENTORING
  30. 30. 30 Untuk memastikan bahwa gaya kepemimpinan tadi muncul, seorang mentor harus menyadari peran mendasar dan tanggung-jawab bagi mentor, bagi mentee sendiri dan bagi mentor dan mentee secara bersama. 3. Kenali Dirimu Sebagai Mentor Apakah Anda siap dan bersedia menjadi mentor bagi orang lain? Apakah Anda siap secara emosional dan psikologis untuk menginvestasikan waktu dan upaya dalam menolong orang lain? Sebelum Anda melayani sebagai seorang mentor yang baik dan dapat dipercaya, ajukanlah beberapa pertanyaan sebagai berikut kepada diri Anda sendiri: • Identifikasi mengapa Anda mau menjadi seorang mentor untuk orang lain yang kurang berpengalaman. Galilah apa yang memotivasi diri Anda untuk menerima kesempatan ini di tengah-tengah kesibukan jadwal Anda. Apakah rasa berterima kasih merupakan penyebab utama ataukah motivasi ini disebabkan oleh dorongan diri Anda untuk bekerja keras? ___________________________________________ MENTORING
  31. 31. 31 • Analisa apa yang Anda dapat sumbangkan bagi mentee Anda. Jujurlah pada diri Anda sendiri ketika Anda mempertimbangkan pengaruh apa, keterampilan-keterampilan, pengetahuan atau kontribusi lainnya yang mungkin dapat Anda berikan. Akui juga titik-titik lemah Anda. Beberapa hal yang dapat Anda sumbangkan pada mentee Anda adalah sebagai berikut: Nilai-nilai yang dipegang organisasi Anda o Pengalaman-pengalaman pribadi Anda o Jejaring o Prosedur-prosedur organisasi Anda o o Keterampilan dan tips-tips yang bersifat teknis • Identifikasikan kebutuhan Anda, ekspektasi- ekspektasi dan keterbatasan-keterbatasan Anda dalam hubungan dengan proses mentoring. Tanyakan pada diri sendiri apa yang akan terjadi dan berapa jauh Anda bersedia melangkah dan membayar harga. ___________________________________________ MENTORING
  32. 32. 32 • Analisa kolom berikut ini dan baca peta hubungan antara sumbangsih Anda dan kebutuhan mentee Anda. Tinggi A B Kebutuhan mentee C D Rendah Rendah Tinggi Sumber daya Mentor Dalam kuadran A, mentoring jangka pendek atau o intervensi mungkin memadai dan memuaskan bagi kedua pihak. Dalam kuadran B, kebutuhan mentee tinggi dan o sumber daya mentor, waktu dan keterampilannya rendah. Dalam keadaan ini sebaiknya mentor ___________________________________________ MENTORING
  33. 33. 33 menolong mentee menemukan mentor yang lebih memadai. o Dalam kuadran C, mungkin yang dibutuhkan hanya bantuan mentor untuk periode terbatas. Mentor dapat memiliki lebih dari satu mentee. o Dalam kuadran D, terdapat kemugkinan bagi hubungan yang lebih intensif dan produktif. Peran Mentor, Mentee dan Bersama Dengan mempelajari konsep mentoring lebih lanjut, Anda mungkin mulai menyadari bahwa proses ini bukanlah suatu urusan yang mudah. Dalam proses mentoring, terdapat hal-hal yang harus dilakukan dan yang harus dihindari. Apa yang harus dihindari dan yang harus dilakukan?  Jernihlah tentang motivasi Anda dalam menolong mentee.  Jika Anda tidak yakin dengan diri anda sendiri, mentee akan mendapatkan pesan yang membingungkannya. ___________________________________________ MENTORING
  34. 34. 34  Jangan langsung menyerah jika mentee Anda menolak bantuan Anda pada mulanya karena ia mungkin tidak menyadari berharganya tawaran Anda.  Bertekunlah hingga tahap tertentu. Anda pasti bisa menolong.  Perhatikan kebutuhan mentee Anda, namun pertimbangkan kebutuhan Anda juga; tentang apa yang anda inginkan dalam hubungan ini.  Jangan mencoba untuk memaksa mentee anda mengikuti langkah kaki Anda.  Jika langkahnya pas, dia akan mengikutinya dengan sukarela, apa yang Anda berikan.  Hargai jalan mentee yang unik dan dimana dia berada disepanjang jalan itu.  Bersiaplah untuk berakhirnya hubungan mentoring bila siklus sudah lengkap.  Jangan memiliki kekecewaan bila mentee berubah menjadi sesuatu yang lain dari perkiraan Anda. Mengatasi Keengganan Untuk Menjadi Mentor Banyak orang takut memulai mentoring bahkan ketika calon mentee sudah tersedia. Kenapa? Terdapat mitos tentang mentoring yang menahan gerak laju mereka: ___________________________________________ MENTORING
  35. 35. 35 • Mentoring merupakan proses yang kadaluwarsa. • Yang terbaik adalah jika mentor adalah orang yang lebih tua dari mentee. • Hubungan mentor dengan mentee harus akrab dan berlangsung sepanjang waktu. • Salah satu pihak lebih diuntungkan dalam hubungan ini daripada pihak lainnya. • Seseorang tidak dapat memiliki lebih dari satu mentor atau satu mentee pada saat yang bersamaan. • Dalam hubungan mentor dan mentee yang sehat tidak akan menghadapi kesulitan. • Mendapatkan seorang mentor yang sudah berpengalaman adalah cara termudah untuk mencapai kemajuan. Bagaimana Memilih Seorang Mentee Sekarang kita menganalisis mengenai bagaimana memulai mentoring dengan memilih seorang mentee secara bijak. ___________________________________________ MENTORING
  36. 36. 36 Kita tidak mungkin dapat memulai, mengembangkan dan mempertahankan proses mentoring, pada diri setiap orang yang menginginkan seorang mentor. Orang itu harus memiliki: ● Ketersediaan waktu Disiplin ● Kesetiaan ● Inisiatif ● Kesediaan untuk belajar ● Haus untuk bertumbuh ● Percaya ● Tahap-tahap Mentoring Bagaimanakah tahap-tahap suatu proses mentoring? Proses mentoring dapat digambarkan dengan nama 4 M: Menciptakan perasaan aman o Menerima mentee seutuhnya o Menyalurkan manfaat dan kebijaksanaan o Memperluas pengalaman pembelajaran o Menciptakan perasaan aman. Artinya, mulai meratakan landasan proses pembelajaran dengan menciptakan lingkungan yang saling percaya. Jangkar Anda terletak ___________________________________________ MENTORING
  37. 37. 37 pada keyakinan bahwa segala sesuatu akan mendatangkan kebaikan bagi orang-orang terbuka untuk belajar bersama. Menerima mentee seutuhnya. Artinya, menciptakan pelabuhan yang aman bagi pengambilan resiko dalam mentee membuka dirinya dan mentor dapat membagikan dirinya atau melakukan Sharing. Menyalurkan perbekalan. Artinya, Anda mulai membagikan rahmat sang Pencipta dalam bentuk suatu pemahaman baru, informasi, kritikan dan fokus untuk menjawab segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan mentee untuk menjadi bekalnya dalam bekerja dan menjalani kehidupan. Menurut hemat kami, sang Pencipta membuat manusia hadir justru untuk saling membantu, menghargai dan menumbuhkan. Kemudian, memperluas perngalaman belajar. Artinya, Anda patut menolong sang mentee untuk meningkatkan pengalaman dan potensi dirinya seluas mungkin secara mandiri. Hal ini dapat tercapai dengan mentor memastikan terjadinya transfer kebiasaan belajar mandiri ke diri sang mentor dan kemudian ia mengijinkan mentee itu menemukan lorong pembelajarannya sendiri di dalam dunia nyata. Akhirnya, tentu sang mentee akan ___________________________________________ MENTORING
  38. 38. 38 mengucapkan selamat tinggal dan masa guna Anda baginya tidak lagi seperti sebelumnya. Pada titik itu Anda menyadari bahwa Anda sudah usai dan sekaligus berhasil menolongnya. Penutup Mentoring adalah suatu proses yang penuh tantangan. Namun masih ada beberapa tahap yang dapat dijadikan pedoman untuk melakukannya. Sebagai orang yang telah menerima manfaat melalui mentoring, seorang mentor perlu menyadari bahwa, ia dapat menjadi orang yang sungguh membawa manfaat kepada hidup orang lain. oo0oo Pasal Tiga Langkah Pertama Mentoring: Menciptakan Perasaan Aman Dalam Hubungan (1) ___________________________________________ MENTORING
  39. 39. 39 Kalau kita mengamati situasi masyarakat Asia pada saat ini, maka terasa bahwa Asia merupakan suatu lingkungan masyarakat yang kompetitif dimana orang cenderung saling menjatuhkan. Sangat kentara bahwa, manusia Asia telah kehilangan kemampuan untuk saling membantu dan membangun rasa aman secara maksimal. Menurut Francis Fukuyawa, seorang pakar, kita memang hidup di dalam suatu zaman dimana hubungan kepercayaan atau saling percaya berada dalam tingkat yang sangat rendah sehingga orang merasa tidak aman. Prasyarat untuk menciptakan proses mentoring yang sehat adalah mengembangkan perasaan aman. Rasa aman tadi penting bagi sang mentor dan bagi sang mentee. Secara umum, rasa aman ini terwujud bila mentor belajar mengenali kecenderungan dirinya. Apa maksudnya? Sebagai manusia normal, biasanya mentor ingin berhasil. Untuk mencapai hasil itu, maka ia berupaya untuk mengendalikan baik proses maupun hasil akhir dari proses mentoring. Apa dampak dari hal ini? Sang mentee merasa dikekang, dibatasi, digiring atau dibentuk. Ia tidak akan merasa aman. Sang mentorpun jadi merasa tidak aman ___________________________________________ MENTORING
  40. 40. 40 karena ia kuatir kalau-kalau ia akan gagal. Jadi, disini, ia harus mengenali dan mengatasi kecenderungan mengendalikan tadi. Aku tidak mengekang, lho Pertama, ia perlu percaya bahwa memang seorang pemimpin dapat jatuh ke dalam kecenderungan untuk mengendalikan manusia lain, dan hal ini tidak berguna. Disini, ia perlu belajar mengenali bahwa dibutuhkan suatu kekuatan yang lebih besar dari dirinya untuk mengubah hidup seorang manusia yang lain. Dirinya memiliki keunggulan-keunggulan sebagai pemimpin terhadap sang mentee, namun dirinya tetap sebagai manusia dan perlu menyadari bahwa keunggulannya terbatas. Tanpa pengakuan dan kerendahan hati untuk menjadi realistis ___________________________________________ MENTORING
  41. 41. 41 tadi ia dapat menghasilkan suatu proses mentoring yang penuh dengan pemaksaan-pemaksaan terselubung ataupun langsung sehingga akan berakhir dengan kegagalan. Kedua, ia perlu percaya bahwa sang mentee memiliki potensi yang besar. Potensi ini mungkin belum dikenali oleh dirinya maupun oleh sang mentee. Selanjutnya, sang mentor perlu juga percaya bahwa ada kekuatan yang besar di luar dirinya serta sang mentee dan kekuatan tadi bukan hanya mengendalikan semesta alam, namun juga menentukan masa depan sang mentee. Tentu saja, ini tidak berarti bahwa sang mentor hanya ikut mengambang atau mengalir dan bersikap pasif selama proses mentoring. Sang mentor harus melakukan segala upaya dalam membuka jalan yang selebar-lebarnya untuk membuat sang mentee tersentuh oleh dirinya dalam proses mentoring. Namun sementara melakukan hal itu, ia harus berjuang untuk tidak membiarkan kecenderungan dirinya untuk sepenuhnya mencoba mengendalikan proses. Sepanjang proses mentoring ia harus “membuka ruang” untuk hal-hal yang tidak terkirakan. Bagaimana melakukannya? ___________________________________________ MENTORING
  42. 42. 42 Langkah pertama Dalam proses mentoring, langkah pertama berarti meletakkan segala energi sang mentor untuk menjadi otentik dan sungguh. Otentik artinya, sang mentor berbagi diri seadanya. Sungguh berarti ia jujur dan tidak berpura- pura. Kedua hal ini juga berarti sang mentor memiliki suatu kebebasan untuk percaya dan melepaskan topeng- topeng atau cadar pribadinya. Saya lebih merasa nyaman dengan topeng saya Ketika mentor mulai menanggalkan topengnya, tindakannya akan menjadi inspirasi bagi menteenya untuk melakukan hal yang serupa. Secara bersama-sama mereka akan membuka diri dan memperkenalkan kerapuhan masing-masing. ___________________________________________ MENTORING
  43. 43. 43 Mengapa penting untuk menanggalkan topeng kita dan menunjukkan kerapuhan dibelakangnya? Tidakkah hal ini akan mengurangi otoritas kita dan mentee akan mempertanyakan kredibilitas kita sebagai mentor? Alasannya terletak pada suatu kenyataan bahwa orang hanya belajar dari mereka yang memiliki beberapa kesamaan dengan mereka. Jika Anda sebagai seorang mentor tampak sepenuhnya sempurna, mentee akan merasa mereka tidak akan dapat menerapkan apapun dari pengalaman Anda karena Anda sangat tidak bercela. Jika Anda bersedia menunjukkan bahwa Anda juga memiliki cacat cela disamping keunggulan-keunggulan, kejujuran ini akan menginspirasi mentee untuk mencoba melangkah di jalan yang telah Anda tempuh. Ketakutannya akan berkurang. “Bila ia tampil jujur dan tanpa topeng, maka akupun dapat melakukan hal yang serupa,” pikir sang mentee. Penanggalan topeng dapat dilakukan dengan memberikan keyakinan pada sang mentee bahwa seorang mentor bukan seorang manusia super yang maha tahu dan selalu memainkan peran sebagai pribadi yang percaya diri: “Lihat, saya percaya bahwa proses ini akan jadi indah. Saya, sendiri akan melakukan yang terbaik untuk ___________________________________________ MENTORING
  44. 44. 44 mendampingimu, namun akan ada saat-saat dimana saya merasa gentar. Kamu mungkin perlu memiliki toleransi hingga tahap tertentu terhadap saya, khususnya ketika nanti kamu mendapatkan bahwa saya mungin tidak memiliki solusi terhadap beberapa masalah yang kamu hadapi.” Jadi, hanya melalui proses pelucutan topeng tadi, maka langkah kedua, yaitu menciptakan rapport atau ikatan antara mentor dan mentee, dapat terjadi. Saya sungguh tidak tahu apa masalahmu saat ini… Langkah kedua Setelah pelucutan topeng, secepatnya mentor harus mengembangkan kedekatan/rapport. ___________________________________________ MENTORING
  45. 45. 45 o Kesuksesan dari hubungan mentoring tergantung pada perjumpaan pertama antara mentor dan mentee. Pertemuan pertama menetapkan nada dari keseluruhan proses mentoring, apakah proses ini akan produktif atau akan dipenuhi dengan rasa takut dan kecemasan. Pembangunan ikatan seketika akan menurunkan tembok benteng pertahanan sang mentee. Rapport berarti “membawa kembali.” Kata ini o berasal dari bahasa Perancis kuno. Kata ini menunjukkan pada kita bahwa rapport pada dasarnya berbicara tentang suatu tindakan yang dirancang untuk memulihkan atau memantapkan rasa aman. Rasa yang dimaksudkan adalah seperti rasa aman yang hadir ketika seorang anak kecil berbaring di dekat ibunya. Bagaimana cara membangun suatu ikatan atau rapport? Pertama, Anda harus secepatmya mengirimkan sinyal-sinyal penyambutan dalam perjumpaan yang pertama. Mengapa? Mentee memerlukan sinyal-sinyal sebelum mereka menurunkan topeng atau tembok pertahanan mereka. Sinyal tersebut dapat dikomunikasikan ___________________________________________ MENTORING
  46. 46. 46 secara verbal atau melalui gerak tubuh, kontak mata, menyingkirkan hambatan fisik dan memberikan nada antusias di dalam percakapan. Formulir untuk mendaftarkan Sinyal-sinyal penyambutan Gerak–gerik : _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ Kata Kata _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ Menyingkirkan Hambatan ___________________________________________ MENTORING
  47. 47. 47 _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ _____________________________________ Kedua, setelah komunikasi dimulai, untuk menciptakan rapport, maka sang mentor perlu menunjukkan suatu tindakan terhadap mentee yang dapat dipandang mereka sebagai suatu modal hubungan awal. Kata-kata seperti, “Saya sudah meminta sekretaris saya untuk menyiapkan buku ini untukmu karena saya rasa buku ini pasti akan sangat berguna bagimu,” akan sangat membantu. Saya juga kenal seorang mentor yang lain bahwa, ia memberikan kembang gula, majalah atau kutipan sms pada menteenya. Pemberian senantiasa diberikan di awal sebuah perjumpaan untuk membuat sang mentee menyadari bahwa, ia adalah orang yang mendapat perhatian khusus. Ketiga, untuk menciptakan suatu ikatan, mentor harus menunjukkan sensitifitasnya serta ___________________________________________ MENTORING
  48. 48. 48 kesediaannya untuk menerima mentee sepenuhnya tanpa syarat. Tanpa syarat berarti mentor menerima kelemahan dan keunggulan menteenya tanpa menilai terlalu jauh. Tanpa syarat bukan berarti sang mentor akan membiarkan keadaan itu, namun pertama-tama ia menunjukkan bahwa keunikan sang mentee dapat dipahaminya. Membangun rapport mencakup sensitifitas terhadap perasaan orang lain dan tidak hanya bertanya, “Bagaimana perasaanmu saat ini?” Sensitifitas diekspresikan ketika mentor bersedia mendengarkan untuk memahami perasaan- perasaan mentee. Lebih jauh lagi, sang mentor juga akan mengekspresikan pemahamannya atas perasaan-perasaan tersebut. Dengan melakukan hal tersebut, mentor membuat mentee merasa diperlakukan sebagai satu pribadi yang unik, penting dan dihargai. Dalam prakteknya, sepanjang proses, sebagai seorang mentor Anda harus terus menerus mempertanyakan diri sendiri tentang: “Apa yang dirasakannya saat ini? “ ___________________________________________ MENTORING
  49. 49. 49 “Bila saya bertukar peran dengannya, bagaimanakah perasaan saya?” Mentor yang menyimak Keempat, untuk menciptakan ikatan yang erat, mentor harus memberikan tanggapan reflektif kepada proses, kata-kata, dan perasaan. Perasaan- perasaan reflektif ini akan mengekspresikan empati. Misalnya, seorang mentor akan berbagi kisah mengenai kegagalannya, hal-hal yang memalukan atau ketakutan yang dialaminya kepada mentee. Ia juga mengajak sang mentee untuk merenungkan pelajaran yang ia dapatkan dari peristiwa-peristiwa tadi. Dengan menjadi transparan, rendah hati dan jujur seperti itu, sang ___________________________________________ MENTORING
  50. 50. 50 mentor menunjukkan bahwa ia dapat beridentifikasi dengan situasi mentee. FORMULIR RENCANA TINDAKAN TOPIK: MENGEMBANGKAN PERASAAN AMAN TANGGAL: __________________________________ Apa yang telah saya pelajari dari pasal ini? Keterampilan: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Pola pikir: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ ___________________________________________ MENTORING
  51. 51. 51 Kelemahan diri saya: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Rencana saya mengubah diri: Jangka waktu perubahan: Siapakah yang perlu saya mintakan pertolongannya untuk mendukung upaya saya: Tanda Tangan Saya ___________________________________________ MENTORING
  52. 52. 52 Pasal Empat Lanjutan Langkah Pertama: Mengembangkan Rasa Aman Dengan Membangun Kepercayaan (2) Kini mungkin Anda bertanya: ”Berapa pentingnya kepercayaan dalam proses mentoring?” Di dalam proses mentoring, tanpa pembangunan kepercayaan, maka rapport di awal proses akan tidak kokoh. Cerita berikut mungkin dapat melukiskan apa yang dapat dialami oleh mentee Anda ketika berhadapan dengan Anda untuk pertama kalinya. ___________________________________________ MENTORING
  53. 53. 53 Bayangkanlah bahwa Anda berada sendiri di sebuah bandara di luar negeri. Entah apa yang terjadi, tidak ada seorangpun yang menjemput Anda. Anda tidak dapat berkomunikasi dalam bahasa negara itu. Satu-satunya yang menghubungkan Anda dengan hidup normal adalah sebuah alamat yang Anda catat di notes Anda. Anda mendapatkan pula bahwa telepon seluler Anda tidak berfungsi. Tiba-tiba, muncul seorang supir taxi yang ramah menawarkan diri untuk membawa Anda ke alamat tersebut. Dia banyak tersenyum dan meyakinkan Anda akan maksud baiknya. Biaya pelayanannya juga sangat murah. Anda masuk ke dalam Taxi. Lima belas menit kemudian, Anda mendapati bahwa pengemudi inipun tidak mengetahui letak tempat yang alamatnya Anda telah berikan kepadanya. Kini, rapport awal secara bertahap digantikan oleh banyak pertanyaan dan bahkan mungkin oleh kekecewaan. Dalam mentoring, situasi yang serupa itu dapat pula terjadi. Mentee datang kepada Anda dengan suatu ekspektasi. Dia mendapati bahwa Anda mampu mengkomunikasikan kehangatan emosional dan pengertian. Dia sangat terkesan pada Anda. Proses ___________________________________________ MENTORING
  54. 54. 54 mentoring berlanjut ketika mentee mulai menjumpai Anda secara teratur. Dapatkah seseorang mengatakan kepada saya apa yang harus dilakukan dalam tahap ini? Bagaimana cara untuk membangun kepercayaan setelah rapport awal telah terjadi? Setelah adanya rapport atau ikatan, tiga hal harus segera terjadi. 1. Kredibilitas Mentee perlu melihat bahwa mentor memiliki kredibilitas. Kredibilitas berarti bahwa mentor memiliki kompetensi dan pengalaman yang memampukannya untuk menangani proses mentoring secara benar. Ini berarti mentor memiliki pengalaman kegagalan dan kesulitan-kesulitan, namun melalui semua ini dia bertumbuh dalam keterampilan, karakter-karakternya. Mentee tidak akan mempercayai kredibilitas seorang mentor jika mentor hanya menginformasikan kesuksesan masa lalu. Jika memang terdapat beberapa keberhasilannya, sang mentor dapat menggambarkannya tanpa lupa untuk menyampaikan pula penghargaannya kepada mereka yang telah memberikan pertolongan kepadanya di masa lalu. ___________________________________________ MENTORING
  55. 55. 55 Terbuka seadanya..mana kekuatanmu.? Mentor juga tidak boleh tampil sebagai sosok tanpa suatu kelemahan. Bagi mentee, suatu pribadi yang memiliki keberhasilan dan kegagalan adalah lebih tulus dan bisa dipahami dan dijadikan teladan. Untuk menjadi sepenuhnya jujur dan transparan serupa itu, seorang mentor sangat membutuhkan perasaan aman di dalam dirinya. 2. Bahasa “Kita” Di Asia, mentee cenderung menempatkan mentor di atas tahta atau di bawah lampu sorot pujaan. Dia memuja sang mentor, namun di saat yang sama tanpa menyadarinya, sang mentee juga berusaha untuk menemukan titik lemah sang mentor. Proses ini menjadi sebuah ajang permainan yang tidak terlalu berguna bagi pertumbuhan diri sang mentee. Karenanya, sedini mungkin seorang mentor harus melepaskan topengnya dan tembok pertahanannya untuk ___________________________________________ MENTORING
  56. 56. 56 menghindari mentee menyalurkan energinya bagi permainan pencaharian kelemahan tadi. Untuk menghindari diri dari menjadi sorotan, walaupun seorang mentor perlu mengekspresikan kebanggaannya berdasarkan pada kesuksesan masa lalu yang telah dialaminya, dia harus melibatkan pihak lain dan mentee dalam proses komunikasinya. Hal ini disebut bahasa “kita”. Lawannya adalah bahasa “Saya.” Bahasa “kita,” bukan bahasa “saya.” Hal ini berarti bahwa, dalam upaya mengkomunikasikan suksesnya di masa lalu, ia dapat menyampaikannya sebagai berikut: “Sebenarnya, saya melihat bahwa kamu menangani masalah lebih baik bila dibandingkan dengan diri ___________________________________________ MENTORING
  57. 57. 57 saya ketika saya mulai bekerja disini dan menjumpai masalah yang sama.” “Sebagaimana saya telah mengalami kemajuan, saya yakin kamu juga akan meraih kesuksesan bahkan mungkin lebih cepat.” “Kamu kenal Andre, khan?” Jika kamu merasa heran bagaimana saya menangani masalah yang sulit kemarin, Andrelah orang yang telah melatih saya. Beliau adalah itu adalah salah satu sahabat saya. Kamu dapat memperkenalkan dirimu kepadanya dan meminta saran darinya jika kamu membutuhkannya. Saya tidak mungkin menjadi seperti sekarang ini jika dulu saya tidak memiliki seorang mentor seperti dia .” “Nah, saya harus mengataan ini. Kamu tahu enggak? Dalam tiga bulan ini, walaupun saya adalah mentormu, saya juga banyak belajar dari gaya kerjamu. Kamu sungguh sungguh melakukan pekerjaan yang baik…” ___________________________________________ MENTORING
  58. 58. 58 Bahasa “Kita” Rasa aman dalam Tentu saja menggunakan bahasa “kita” dan bukan bahasa “saya” dalam prosesnya membutuhkan kerendahan hati dan ketulusan. Penggunaan bahasa ini tidak bisa dilakukan hanya di permukaan saja, namun harus lahir dan mengalir dari hati sang mentor. Kefasihan menggunakan bahasa ini merupakan manifestasi dari perspektif kita tentang hidup, sukses dan rasa berhutang kita kepada orang yang Sang Pencipta tempatkan di jalan hidup kita. 3. Tempatkan Mentee Di Tempat Yang Tepat Satu kesalahan besar yang banyak dilakukan oleh para mentor amatir adalah menempatkan mentee sebagai sebuah botol kosong untuk diisi atau menempatkan mentee ___________________________________________ MENTORING
  59. 59. 59 dalam kedudukan seorang anak yang harus disuapi. Akibat dari kesalahan tadi, mentee hanya memainkan peran sebagai penerima, sedangkan sang mentor melayani sebagai pemberi. Hubungan seperti ini akan mengurangi kekayaan sumber daya yang hadir dari dalam pengalaman masa lalu seorang mentee. Pada saat yang bersamaan, ini mengkomunikasikan bahwa status mentee lebih rendah. “Aku mentormu. Tolong, dengar dan ikuti saja instruksiku. Mulai dengan membuka mulutmu. Sekarang, kunyalah makanannya dan telanlah perlaaaahaaaan…..” ___________________________________________ MENTORING
  60. 60. 60 Menempatkan mentee di posisi yang tepat artinya bahwa sang mentor menghargai dan mempercayai mentee untuk melakukan segala sesuatu yang telah dipersiapkannya. Misalnya, mentor melakukan komunikasi tanpa kata yang mengekspresikan kepercayaan dan penghargaannya dengan cara meminta sang mentee untuk melakukan sesuatu sambil sang mentor meminjamkan suatu fasilitas pribadinya: “Saya yakin bahwa Anda dapat melatih Andy. Bagaimana kalau Anda pergi mengunjunginya besok pagi, saya akan berusaha meminjamkan supir saya untuk mengantarkan Anda ke sana.” Menempatkan mentee pada posisi yang tepat juga berarti bahwa sang mentor menghargai pengalaman masa lalu menteenya, atau potensinya yang belum dijamah beserta keunikannya. Seorang mentor dapat melakukan hal itu misalnya dengan mengungkapkan kata- kata: “Saya mendapati kamu seorang yang sangat cermat. Saya mengabaikan aspek ini dalam membahas kesulitanmu. OK, mari kita menganalisa kembali situasi yang ada.” ___________________________________________ MENTORING
  61. 61. 61 “Minggu lalu, saya mendapati bahwa kamu telah menemukan solusi atas masalahmu. Saya pikir kamu sangat rendah hati ketika kamu mengatakan bahwa kamu perlu nasehat saya.” Kesimpulan Dalam banyak kejadian, proses mentoring akan merubah kehidupan sang mentor, walau hanya salah satu aspeknya. Dalam suatu proses mentoring yang tidak terencana, paling tidak proses ini membutuhkan sekurang-kurangnya suatu kepekaan akan kebutuhan orang lain dan kesabaran untuk menyimak. Menerima suatu tugas mentoring yang formal berarti memikul ketidaknyamanan untuk sementara waktu. Sebaliknya kepuasan pribadi yang diperolehnya, sebagai suatu imbalan dari waktu dan upaya yang telah diberikan adalah ketika sang mentor mendapatkan menteenya bertumbuh dan menjadi semakin dewasa dalam skill, sikap dan nilainya. ___________________________________________ MENTORING
  62. 62. 62 Mengapa demikian? Setelah Anda berhasil melakukan sebuah proses mentoring terhadap seseorang dengan sukses, sebenarnya Anda juga sedang menyiapkan diri untuk menghadapi langkah kehidupan yang paling sulit. Sebagai mentor, Anda harus berani memasuki saat teduh yaitu, membuat jeda dari arus kehidupan sendiri untuk dapat mendengarkan kehidupan batiniah diri Anda yang paling dalam. Di saat seperti itu, Anda akan menemukan dimana letak perasaan aman Anda. Siapkah Anda ketika sang mentor mengucapkan selamat tinggal dan peran Anda baginya sudah berakhir? Akan terpukulkah Anda? Apakah Anda merasakan bahwa Anda tidak lagi berguna? FORMULIR: RASA AMAN Tuliskan untuk kegunaan pribadi Anda, hal-hal yang dapat membuat Anda merasa tidak aman dalam hubungan Anda dengan seorang mentee. _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ ___________________________________________ MENTORING
  63. 63. 63 FORMULIR: SUKSES & KEGAGALAN Isilah formulir ini untuk memperlengkapi Anda di waktu akan datang dalam melakukan sharing kesuksesan- kesuksesan dan kegagalan-kegagalan pada masa lampau: Mengapa organisasi saya menempatkan saya pada posisi saya yang sekarang ini? _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Dalam pekerjaan, saat manakah yang tersulit bagi saya? _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ ___________________________________________ MENTORING
  64. 64. 64 Bagaimana saya bertahan melaluinya? _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Keterampilan khusus dan pengetahuan yang saya miliki: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Jejaring khusus yang saya miliki: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ ___________________________________________ MENTORING
  65. 65. 65 Bagaimana cara saya ketika mulai membangun jejaring ini? _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Kelemahan-kelemahan saya: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Bagaimana cara saya menangani kelemahan-kelemahan tadi? ________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______ ___________________________________________ MENTORING
  66. 66. 66 Prestasi tertinggi saya adalah: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ Pasal Lima Lanjutan Langkah Pertama: Hambatan Untuk Mendapatkan Perasaan Aman: Rasa Takut (3) ___________________________________________ MENTORING
  67. 67. 67 Banyak orang tidak menyukai keadaan dimana ia menjadi seorang mentee. Sebaliknya, banyak mentor baru juga tidak menyukai tugas menjadi mentor. Di satu pihak, melakukan proses mentoring berarti mereka memposisikan diri untuk menjadi seseorang yang terbuka dan melepas topeng di hadapan orang lain. Namun, di pihak lain, mereka juga perlu menunjukkan bahwa mereka memiliki hal-hal berharga yang ditimbanya dari pengalaman- pengalaman mereka di masa lampau yang layak untuk disharingkan dengan sang mentee. Tekanan untuk tampil dalam keterbukaan sedang pada saat yang bersamaan, tampil pula sebagai seseorang yang telah menjadi cukup kokoh dengan belajar dari pengalaman masa lalu seringkali mendatangkan rasa cemas bagi seorang mentor yang baru. Ada orang mengatakan bahwa rasa cemas atau takut dapat menjadi hal yang berguna dalam proses belajar karena memaksa kita belajar lebih serius. Dalam proses mentoring, hal itu tidak terjadi. Rasa takut lebih merupakan hambatan jika dikaitkan dengan proses ___________________________________________ MENTORING
  68. 68. 68 pembelajaran dalam mentoring, karena seorang mentor atau mentee yang tidak menyadari ketakutannya sendiri tidak akan berani untuk mengambil lebih banyak resiko dalam proses pembelajaran bersama. Ia tidak berani untuk melakukan penelusuran-penelusuran yang penting. Seorang mentor yang cemas dan penuh ketakutan akan mengekspresikan hal itu dalam perilaku, kata-kata dan sikapnya. Ketakutan semacam ini dapat dengan mudah menular ke dalam hati mentee khususnya karena sang mentee akan membuat pertahanan diri yang ketat. Justru bila mentor tidak cemas bahwa ia mungkin gagal atau menteenya mungkin stagnan, atau ia membuat suasana dimana sang menteenya berani mencoba ini dan itu, ia akan memberikan perasaan bebas bagi sang mentee. Jangan lupa, banyak mentee justru menimba hal yang penting melalui kesalahan-kesalahan yang dibuatnya. ___________________________________________ MENTORING
  69. 69. 69 Perbaiki kelakuanmu, jelas? Mengenali Asal Rasa Takut Darimanakah asalnya rasa cemas atau takut yang terdapat baik pada mentee maupun mentornya? Ada dua kemungkinan penyebab dari rasa cemas atau takut tadi. Biasanya, ketakutan bersumber pada gambar diri yang negatif. Kemungkinan lain ialah bahwa, ketakutan berakar pada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi atau yang dianggap mentor dan mentee tidak terpenuhi. Dengan kata lain, sebagian besar ketakutan juga dapat dimunculkan oleh persepsi yang irrasional atau tidak sesuai realita. Di Asia, banyak anak bertumbuh melalui masa kecil yang menyakitkan. Orang tua dan sosok-sosok otoritatif seringkali memperlakukan anak-anak dengan cara yang kasar. Alih-alih memupuk penghargaan diri anak, orang tua justru membandingkan seorang anak dengan yang lainnya. Seringkali, mereka memperbandingkan karakter negatif dari seorang anak dengan karakter yang positif dari seorang anak lainnya. Anak-anak yang bertumbuh dalam ___________________________________________ MENTORING
  70. 70. 70 proses serupa itu yang seringkali melabuhkan penghargaan diri negatif ketika mereka menjadi seorang dewasa. Selanjutnya, di Asia sangat dihargai bila seseorang menyimpan perasaannya, mengendalikan kebutuhannya atau tidak mengungkapkan bahkan menekan kebutuhannya tadi. Akan menjadi kebanggaan bahwa seorang yang sudah lama membutuhkan sepasang sepatu baru tetap bertahan menggunakan sepatu usangnya selama beberapa tahun, dan kemudian hari baru orang mengetahui bagaimana ia menyangkali kebutuhan tadi. Namun disamping daya tahan yang kuat untuk menghadapi penderitaan, banyak orang Asia jadi tidak mengenali kebutuhannya sendiri, terutama kebutuhan emosionalnya. Mereka terasing dan tidak memahami dinamika kebutuhan emosinya sendiri. Karena itu, mereka juga mengalami kesulitan untuk berempati dengan orang yang mengungkapkan kebutuhan emosi mereka secara jujur dan terbuka. Ditambah dengan situasi hidup yang penuh persaingan, maka banyak orang di Asia terbiasa hidup dengan penuh rasa cemas dan was- was bahkan ketakutan yang mereka tidak kenali asalnya. ___________________________________________ MENTORING
  71. 71. 71 Mengatasi Ketakutan Bagaimana cara mengatasi ketakutan? Bila ketakutan merupakan cerminan dari kebutuhan-kebutuhan yang tidak kita sadari, bagaimana mengenali dan menangani kebutuhan-kebutuhan tersembunyi tadi? Untuk mengatasi ketakutan, seorang mentor harus mulai dengan berupaya sepenuhnya mengenali titik-titik kekuatannya. Selanjutnya, ia perlu juga mengenali dengan jujur segenap kelemahannya sendiri. Jika sang mentor tidak mengenali kedua hal tadi secara proporsional, perasaan tidak aman atau penghargaan diri yang rendah akan mudah menyusup. Hasilnya akan tampak dalam bentuk komunikasi yang bermacam-macam, antara lain sikap menghakimi atau meragukan menteenya secara terus menerus. Hanya setelah menyadari kekuatan dan keterbatasan dirinya, seorang mentor dapat secara penuh menolong menteenya untuk mengatasi ketakutannya sendiri bahkan mengenali kebutuhan-kebutuhannya sendiri yang jauh tersembunyi di ingatannya. Jadi, mentor bertanggung-jawab mengatasi masalah ketakutan sebelum menangani ketakutan menteenya. ___________________________________________ MENTORING
  72. 72. 72 Selanjutnya, sang mentor perlu juga mengenali kebutuhan dirinya sendiri dengan jujur, khususnya kebutuhan emosi yang terselubung dan tersembunyi. Bentuk-bentuk kebutuhan yang dapat mempengaruhi timbulnya rasa takut adalah antara lain sebagai berikut: Pertama, sebagian orang mungkin didorong secara tak disadari oleh kebutuhan akan keberhasilan. Mereka membutuhkan tantangan-tantangan dan target-target yang jelas. Mereka juga menantikan umpan balik mengenai kinerja mereka. Singkatnya, secara mendasar mereka adalah orang yang berorientasi pada pencapaian dan kinerja tinggi. Orang seperti ini dapat mengalami ketakutan untuk gagal atau kemajuan yang lambat. Kedua hal itu merupakan ketakutan utama mereka. Mereka juga dapat memupuk ketakutan akan kegagalan melakukan segala sesuatu secara sempurna, benar dan baik. Seorang mentee yang menempatkan keberhasilan sebagai prioritas tertinggi dapat ditolong untuk mengatasi ketakutan tadi dengan Anda, sebagai mentor, memberikan umpan balik positif, kata-kata ___________________________________________ MENTORING
  73. 73. 73 peneguhan, dan penghargaan atas kemajuan mereka dalam proses mentoring. Kedua, ada suatu kebutuhan yang menempatkan kekuasaan sebagai prioritas tertinggi. Orang yang memupuk kebutuhan ini membutuhkan agar pengaruh mereka dirasakan oleh orang lain. Bagi mereka, gelar, simbol-simbol status, dan hirarki organisasi menjadi suatu konfirmasi dari pengaruh mereka. Mereka mengharapkan orang lain menghormati mereka. Ketakutannya adalah bila mereka tidak dihormati atau tidak diakui, bahkan diabaikan. Mereka juga selalu takut kehilangan kuasa. Untuk membantu mereka, seorang mentor harus secara lembut mengakui pengaruh yang dimiliki sang mentee. Salah satu cara untuk melakukannya adalah mendengarkan dengan lebih penuh perhatian atau dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan informatif kepadanya. Namun sang mentor harus selalu waspada terhadap resikonya, bahwa mentee sejenis ini cenderung mendominasi proses mentoring dengan alur pikir dan agendanya sendiri. ___________________________________________ MENTORING
  74. 74. 74 Ketiga, kebutuhan lain yang sangat umum adalah kebutuhan berafiliasi. Orang yang menempatkan kebutuhan ini sebagai prioritas dalam hidup mereka sangat takut penolakan. Mereka memiliki kebutuhan yang konstan akan hubungan hangat dengan orang lain. Sebagian mereka sangat sensitif dan merasa tertolak ketika orang di sekitarnya tidak memberikan perhatian kepada mereka. Dalam banyak hal, orang dengan kebutuhan afiliasi takut ditinggalkan sendirian. Begitu mentor mendeteksi bahwa menteenya memiliki kebutuhan yang demikian, komunikasi pada level emosional harus segera dimulai. Mentor harus menunjukkan pada mentee bahwa dia dihargai, diterima, dan disukai. Namun pada saat yang bersamaan, sang mentor harus waspada dan menjaga agar jangan sampai terjadi ketergantungan emosional dari sang mentee pada dirinya. ___________________________________________ MENTORING
  75. 75. 75 Aku bukan minta penerimaan, lho, cuma dengarlah Masih ada dua kebutuhan lain yang dapat menimbulkan ketakutan yaitu, yang keempat, adalah kebutuhan akan pengakuan. Kebutuhan ini mirip dengan kebutuhan akan penerimaan namun intensitasnya lebih tinggi hingga mencapai titik dimana orang dengan kebutuhan tersebut akan menghindari konflik dan konfrontasi supaya senantiasa dapat menjadi sorotan dan diakui orang. Seorang mentee dengan kebutuhan ini dapat ditolong dengan cara sang mentor memberikan pengakuan akan kelebihan-kelebihannya, ___________________________________________ MENTORING
  76. 76. 76 serta sekaligus menunjukkan kelemahan- kelemahannya. Kelima adalah kebutuhan akan kendali. Orang yang menempatkan kebutuhan ini sebagai prioritas hidupnya, cenderung takut kehilangan kendali terhadap dunia sekelilingnya. Mereka butuh mengendalikan peristiwa dan situasi lebih dari pada yang dibutuhkan orang lain. Mentoring terhadap orang jenis ini sangat sulit karena ketika proses mentoring terlihat agak melamban atau mengambang, sang mentee menjadi gelisah. Mentor perlu meyakinkannya bahwa, sang mentee boleh saja memiliki sebagian kendali dalam proses mentoring. Mulai menolong Sang Mentee Kecuali seorang mentee mengalami sesuatu yang traumatis di masa lalunya, hingga batas-batas tertentu, walaupun sang mentee memiliki beberapa luka parut emosional dari ___________________________________________ MENTORING
  77. 77. 77 masa lalunya, mereka dapat dipulihkan melalui proses mentoring. Untuk membantu seorang mentee yang mengenali gambar diri negatif tertentu, mentor harus menyampaikan pesan: “Saya tidak percaya bahwa kamu seburuk itu!” melalui kata-kata dan sesering mungkin melalui komunikasi non- verbal. Pesan ini bisa menjadi pesan yang tergenapi sendiri. Lebih jauh lagi, di kemudian hari ini dapat menolong mentee untuk bergeser dari gambar diri lama yang lemah kepada yang baru, yang lebih kokoh. Cara lain untuk membantu mentee adalah dengan memberikan penghargaan dan afirmasi yang strategis. Terlalu banyak afirmasi akan mudah kehilangan maknanya, namun afirmasi yang diberikan secara strategis akan menjadi pemicu penghargaan diri yang tidak terlupakan. Selanjutnya, dalam proses mentoring, sang mentor dapat menolong sang mentee mengenali kebutuhannya sendiri dengan menanyakan: “Menurut kamu, kebutuhan emosional mana yang paling mempengaruhi dirimu setiap hari? Apakah kebutuhan untuk mencapai target, mendapatkan penerimaan orang, atau membuat ___________________________________________ MENTORING
  78. 78. 78 pengaruhmu cukup terasa?” Berdasarkan peristiwa- peristiwa yang terungkap, sang mentor dapat menyampaikan analisisnya tentang kebutuhan sang mentee, namun juga memberikan peneguhan pada keberhargaannya, pengaruhnya, atau pencapaiannya. Kesimpulan Mentoring akan menjadi proses yang menyenangkan bila sang mentor sendiri telah mengalami penyelesaian masalah kebutuhan dan gambar dirinya sendiri, namun akan menjadi proses yang penuh dengan kecemasan dan ketakutan bila sang mentor sendiri tidak mengenali dirinya sendiri. oo0oo ___________________________________________ MENTORING
  79. 79. 79 Pasal Enam Langkah Kedua Dalam Mentoring Menerima Seutuhnya: Penerimaan (1) Penerimaan Melalui Pengajuan Pertanyaan Setelah membangun perasaan aman sebagai langkah pertama dalam proses mentoring, hal apakah yang selanjutnya perlu dilakukan? Langkah selanjutnya dalam proses mentoring disebut “penerimaan.” Penerimaan berarti mengundang mentee untuk memasuki posisi mengambil resiko yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Mengapa? Pada dasarnya suatu proses ___________________________________________ MENTORING
  80. 80. 80 pembelajaran dapat merupakan suatu proses yang sangat mencekam. Bahkan proses ini dapat sangat menyusahkan, tidak menyenangkan dan memalukan. Pertama, tidak ada jaminan bahwa proses ini pasti akan berakhir dengan sukses. Kedua, suatu proses pembelajaran seringkali berarti suatu pemaparan kelemahan diri kepada orang lain. Ketiga, agar seseorang sungguh mengalami pembelajaran, maka ia perlu untuk melangkah keluar dari zona amannya. Singkatnya, suatu proses pembelajaran berarti seseorang perlu berhenti mempertahankan apa yang dulu telah dipelajari di masa lalu dan mulai mengadopsi hal-hal baru bagi dirinya. PEMBELAJARAN = BERHENTI MEMPELAJARI + MEMASUKKAN HAL BARU Seorang mentor harus membantu mentee untuk meninggalkan zona nyaman dan yang telah dikenalnya, serta memasuki suatu wilayah yang baru dimana potensi- potensi sang mentee dapat diaktualisasikan dengan lebih penuh. Mentee harus dibantu untuk meninggalkan zona nyaman yang disebut “Siapa Aku” kemudian menjelajah ___________________________________________ MENTORING
  81. 81. 81 ke zona yang belum diketahui yang disebut “Siapa aku di Masa depan.” WHO I WHO I AM COULD BE Untuk memungkinkan hal ini terjadi, mentor harus memberikan penerimaan yang utuh kepada mentee. Pesan yang sang mentor harus sampaikan perlu jelas: “Saya menghargaimu walaupun saya tidak sepakat denganmu atau tidak menyetujui tindakan-tindakanmu.” Penerimaan seperti ini berarti bahwa seorang mentor mengirimkan sinyal-sinyal dengan maksud tertentu kepada mentee untuk mengundang dan meneguhkan sang mentee mengambil resiko dan bertumbuh. Chip Bell’s Dalam buku Best Sellernya “Managers as Mentors”, menuliskan bahwa ada beberapa cara untuk mengkomunikasikan penerimaan tadi: ___________________________________________ MENTORING
  82. 82. 82 * Pertanyaan: Pembelajaran dimulai dengan hadirnya pertanyaan-pertanyaan yang bermakna dan tidak ditafsirkan sebagai ancaman. Sang mentor harus mempelajari beberapa “do’s dan don’t” dalam mengajukan pertanyaan kepada menteenya. * Seni Mendengarkan: Mentee harus belajar untuk lebih menyimak apabila ia menyadari bahwa sang mentor memberi perhatian penuh kepadanya. Selanjutnya mentor, harus belajar menyimak dengan efektif. Menyimak artinya lebih dari mendengarkan kata-kata, namun juga asumsi-asumsi yang mendasari, emosi dan harapan dari orang lain. * Mengobservasi: Mentor harus mengamati berbagai hal yang dikomunikasikan oleh mentee yang dilakukan secara sadar maupun tidak sadar. * Modeling: Mentor harus menunjukkan teladan bahwa ia juga berani untuk mengambil resiko meninggalkan zona amannya dalam proses mentoring ini. ___________________________________________ MENTORING
  83. 83. 83 Membuat Dan Mengajukan Pertanyaan Yang Bermakna Ketika seorang pria jatuh cinta kepada seorang gadis, kelihatan bahwa ia ingin tahu segala sesuatu mengenai sang gadis. Ia akan menanyakan berbagai pertanyaan bahkan yang berhubungan dengan aspek-aspek yang seakan kurang penting dari hidupnya. Ia menunjukkan rasa ingin tahu sebesar itu karena ingin memasuki kehidupannya dan mengetahui apa yang ada di dalamnya. Banyak hubungan berhenti bertumbuh ketika seseorang tidak lagi ingin belajar tentang seorang lainnya. Suami dan istri dapat mengalami kemandekan hubungan serupa ini. Seorang atasan dan sekretarisnya, seorang fasilitator program dan mitranya, seorang konsultan dengan kliennya secara konstan berada dalam resiko kemandekan demikian. Sinyal dari kemandekan tadi sangat jelas yaitu, mereka merasa bahwa tidak ada lagi pertanyaan yang perlu untuk diajukan. Singkatnya, rasa ingin tahu telah lenyap dan punah. Pembelajaran dimulai dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang bermakna dan tidak mengancam. Mentor harus belajar mengenai “apa yang harus ,” dan “apa yang ___________________________________________ MENTORING
  84. 84. 84 jangan dilakukan” dalam mengajukan pertanyaan kepada menteenya. Pertanyaan yang tepat akan membuat mentee menyadari bahwa hidupnya layak untuk ditelusuri. Pertanyaan yang keliru mungkin akan membawa seorang mentee pada posisi terancam dan mempertahankan diri. Salah satu cara untuk memberikan apresiasi yang positif adalah dengan bertanya “apa, kapan, dimana dan bagaimana…” Perlu diingat bahwa, seorang mentor perlu menghindari pertanyaan-pertanyaan seperti, “Mengapa engkau membuat keputusan ini?” Sebaliknya sebagai mentor Anda dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang maksudnya sama seperti, “Apa alasan dari keputusanmu?” Mengapa demikian? Pertanyaan pertama bernada menghakimi sedangkan pertanyaan kedua merupakan suatu pertanyaan netral. Karena itu dalam bertanya, sangat penting untuk mengekspresikan pertanyaan yang tulus baik secara lisan maupun secara tidak lisan. Sebagai mentor, Anda harus menunjukkan rasa ingin tahu yang tulus sambil menahan diri untuk membuat penilaian yang terlalu awal. ___________________________________________ MENTORING
  85. 85. 85 Membuat pertanyaan, mendengarkan, mengobservasi dan modeling Hal lain yang perlu diingat dalam mengajukan pertanyaan adalah sikap mentor dan kerangka pikirnya. Jangan beranggapan bahwa seorang mentor telah memahami dinamika hidup sang mentee semata-mata karena mereka telah mengadakan tiga atau empat pertemuan secara berturut-turut. Keberadaan dan dinamika seorang manusia lebih rumit dari apa yang terlihat secara kasat mata. Sang mentor perlu belajar sabar dalam menggali. Metafora lainnya yang harus dimasukan dalam pikiran sang mentor adalah bahwa ia belaku seperti seseorang yang sedang menantikan sekuntum mawar mekar. Jika kita memaksakan untuk mempercepat prosesnya, mungkin ___________________________________________ MENTORING
  86. 86. 86 sang mawar akan mekar terlalu dini atau terlalu lambat. Keindahannya tidak akan muncul secara sempurna. oo0oo Pasal Tujuh Lanjutan Langkah Kedua Dalam Mentoring: Penerimaan (2) Keterampilan Mendengarkan Di zaman ini, karena lebih banyak orang hidup di kota- kota daripada di desa, hubungan antar manusia menjadi berubah longgar. Tuan A berhubungan dengan Tuan B yang adalah seorang penjual susu segar, sebagai seorang konsumen dengan penyalurnya. Sebaliknya, Tuan B berhubungan dengan Tuan A, sebagai penyalur dengan konsumennya. Mereka tidak memiliki minat atau ___________________________________________ MENTORING
  87. 87. 87 keperdulian untuk mengenali aspek-aspek lain dari kehidupan pribadi masing-masing. Hal ini merupakan karakteristik hubungan antar manusia dari kehidupan modern yaitu, hubungan antar fungsi yang dimainkan oleh manusia lebih mendominasi hubungan-hubungan yang lain Akibatnya, banyak aspek-aspek lain yang tidak ditekankan. Dalam sebuah organisasi, juga berlangsung demikian. Sebagian orang merasa sangat kesepian hidup dalam kehidupan modern karena mereka tidak dapat berbagi perasaan secara pribadi, masalah-masalah, atau mimpi-mimpinya kepada orang lain. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang tidak terpenuhi padahal sangat mendasar, dan dalam proses mentoring merupakan suatu fondasi yang penting untuk mengenali dan memenuhinya. Bagaimana caranya agar kebutuhan untuk dipahami tadi terpenuhi dalam proses mentoring? Pernahkah Anda berharap bahwa Anda memiliki seorang yang dapat menjadi tempat untuk membicarakan hal-hal yang telah mengganggu pikiran Anda? Berapa kali Anda mengalami perasaan lega setelah seseorang menciptakan kondisi dimana Anda dapat melepaskan semua rasa sesak di dada dan beban batin Anda? ___________________________________________ MENTORING
  88. 88. 88 Karena hal-hal di atas, maka dalam proses mentoring, mendengarkan secara proaktif adalah suatu aktifitas yang paling ampuh yang dapat diberikan oleh seorang mentor. Apakah arti mendengarkan secara proaktif? Mendengarkan secara proaktif berarti menyediakan telinga kita sepenuhnya. Mendengarkan secara proaktif bukan berarti mentor akan larut dan ikut tenggelam dalam kisah atau beban emosi seorang mentee. Mendengarkan secara proaktif bukan juga berarti mentor boleh cepat memberikan nasehat. Jadi, apakah mendengarkan secara proaktif itu? Dalam proses mentoring: Mendengarkan secara proaktif adalah kemampuan untuk memahami secara utuh atau membaca apa yang apa yang diungkapkan seorang mentee tentang sebuah masalah Mendengarkan secara proaktif juga berarti memmperlakukan perkataan-perkataan seorang mentee lain sebagai percakapan konfidensial Mendengarkan secara proaktif berarti mentor mengendalikan diri dari menyuntikkan pendapat atau subjektifitasnya Dalam mendengarkan secara proaktif berarti ___________________________________________ terdapat kemampuan memberikan usulan-usulan MENTORING yang tepat, pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.
  89. 89. 89 Mendengarkan secara proaktif terutama berarti mencipta suasana dimana mentee Anda boleh untuk berbicara tanpa dipotong dan dimana sang mentor menerima bahwa apa yang dikatakannya sebagai hal yang tulus, setidaknya bagi si pembicara. Mendengarkan orang lain bukanlah sebuah diskusi. Peran Anda sebagai mentor adalah menolong orang lain untuk mengenali, dan membongkar masalah-masalah mereka. Dalam menjalankan suatu proses untuk mendengarkan, secara proaktif, pada dasarnya seorang mentor memberikan kepada menteenya suatu kesempatan untuk tiga hal: 1. Memperoleh pemahaman yang mendalam (insight) terhadap suatu masalah dengan mengungkapkannya sendiri. 2. Memilah-milah berbagai hal, dan 3. Di dalam proses itu bahkan mungkin ia dapat mengembangkan satu cara pemecahan masalahnya. ___________________________________________ MENTORING
  90. 90. 90 Darimana kita dapatkan indikator bahwa seorang mentor sudah mendengarkan dengan proaktif dan baik? Bila seorang mentor melakukan proses mendengarkan dengan baik, sang mentee akan selalu mendapatkan kelegaan emosional. Mentor berujar dalam hati “Paling tidak, sekalipun saya tidak mengerti dia, saya belajar mendengarkannya dengan efektif.” Berdasarkan pemahaman di atas, ada dua aspek dari proses mendengarkan: ___________________________________________ MENTORING
  91. 91. 91 a. Mendengarkan untuk mengidentifikasi perasaan-perasaan dari mentee yang terkomunikasikan secara terselubung. b. Mendengarkan untuk mengidentifikasi motivasi di balik komunikasinya. Ketika mentee Anda berbicara, mungkin saja ia sedang mengkomunikasikan lebih dari sekedar kata-kata. Oleh sebab itu, seorang mentor harus mendengarkan kata-kata yang diucapkan, namun juga mendengarkan perasaan- perasaan yang mendasarinya. Ketika seorang mentee mengkomunikasikan pesan-pesannya, perasaan yang tersembunyi di baliknya seringkali jauh lebih penting daripada fakta-fakta yang ada. Fakta-fakta adalah kenyataan obyektif; namun bagaimana seseorang menangkap dan merasakan fakta-fakta tersebut mengidentifikasikan apakah masalahnya sungguh-sungguh ada atau tidak ada, bahkan juga menunjukkan pada kita dimensi-dimensi masalah tersebut, dan tingkat kedalamannya. Sebagai contoh ketika sang mentee mengungkapkan, “Di mana telepon seluler saya”? Hal itu dapat ditanyakannya dalam nada suara yang merefleksikan suatu kebutuhan akan informasi. Pertanyaan yang sama dapat diungkapkan ___________________________________________ MENTORING
  92. 92. 92 sebagai “Ya ampun, di mana telepon seluler saya?” yang menunjukkan kepada mentor yang peka bahwa ada rasa urgen bahkan ada suatu masalah yang sang mentee sedang hadapi. Memang kehidupan modern kita menempatkan suatu penekanan yang berat pada fakta-fakta dan sangat melatih kita untuk mencari fakta. Sayangnya, kecenderungan ini seringkali menghapuskan kapasitas kita untuk mengenali perasaan-perasaan dari orang lain dan bahkan mungkin perasaan kita sendiri di balik fakta tadi. Lagi pula, perasaan-perasaan sangat penting karena mereka memotivir kita untuk mengambil tindakan dan ketidak- mampuan kita untuk mendeteksi perasaan-perasaan mentee akan menyebabkan kita luput mengenali bagian yang penting dari pesan-pesan yang dikirimkan mentee kita. Mengenali Emosi Dari Mentee Pada dasarnya terdapat empat emosi yang mendasar, yaitu, emosi takut, marah, dukacita dan gembira. Intensitas setiap emosi tadi dapat sedikit hingga sangat dalam. Takut ___________________________________________ MENTORING
  93. 93. 93 mungkin merentang dari agak tegang hingga panik; marah mungkin dirasakan sebagai suatu gangguan kecil atau sebagai suatu murka yang tidak terkendali. Demikian juga dukacita dan kegembiraan. Tanggapan seseorang terhadap emosi-emosi inipun bervariasi. Takut atau dukacita dapat sangat ditekan ke dalam diri seseorang, sehingga orang lain tidak dapat mengenali. Sebaliknya emosi ini menjadi sangat kentara dan terkait dengan segenap aktifitas dari orang tersebut. Emosi-emosi seringkali dikombinasikan dengan pemikiran-pemikiran, yang membimbing pada perasaan seperti kekecewaan, dipermalukan, dan kepuasan. Kemampuan mentor untuk mendeteksi emosi-emosi dan perasaan- perasaan orang lain dan merespon dengan tepat adalah seni yang sangat vital dalam proses mentoring. Bagaimana mendengarkan perasaan mentee anda? Berikan perhatian pada kata-kata yang digunakannya secara berulang-ulang. Kemudian cermati ___________________________________________ MENTORING
  94. 94. 94 gerak-gerik mentee beserta ekspresi wajahnya. Jangan meremehkan intonasi, kecepatan, dan saat ia berdiam diri atau melakukan jeda. Karena perasaan-perasaan memotivir orang untuk melakukan atau membuatnya enggan melakukan sesuatu, meremehkan perasaan tadi dapat membatasi efektifitas seorang mentor. Amati beberapa pernyataan di bawah ini yang mungkin akan dibuat oleh seorang mentee. Identifikasikan perasaan- perasaan dan motivasi yang mungkin menggerakkannya untuk mentes kemampuan Anda mendeteksi perasaan mentee: Pernyataan Perasaan yang Motivasi Tindakan Mentee terekspresikan yang Diharapkan Kelihatannya Ambivalensi— Menunda Sedikit, hal itu seperti menemukan idea atau terlambat atau suatu idea yang yang menarik, menghindari tidak sama baik… tapi ga namun merasa nya. sekali. tahu juga yah. takut. Saya baru saja mendengar bahwa organisasi kita ___________________________________________ MENTORING
  95. 95. 95 akan bangkrut! Bapak tidak menduganya, bukan? Atasan saya baru saja menghabisi saya di depan setiap orang Tugas ini membukakan pintu masa depan gemilang untuk saya Saya kira saya tak akan berhasil dalam program ini. Saya sangat tertinggal jauh di belakang ___________________________________________ MENTORING
  96. 96. 96 Dibawah ini terdapat beberapa lagi komunikasi yang diekspresikan oleh seorang mentee. Dengarkan pesan emosional yang melandasinya: “Ketika saya pertama kali bergabung dengan organisasi ini, saya sungguh berpikir bahwa saya akan mengalami suatu kemajuan. Dan… sudah dua tahun berlalu sedangkan saya masih melakukan hal yang sama sejak dulu.” Tuliskan persepsi anda dapatkan dari pesan tersebut: _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ “Ini merupakan jenis penugasan yang sungguh-sungguh saya sukai. Saya sangat terlibat di dalamnya hingga tidak ingat kapan pulang ke rumah. Terkadang saya berbaring hingga larut malam sambil memikirkannya.” ___________________________________________ MENTORING
  97. 97. 97 Apakah pesan yang disampaikan oleh mentee di bawah ini? _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ “Ketika saya membuat presentasi minggu lalu, Saya pikir kamu akan mendukung pandangan saya. Sebaliknya kamu duduk dengan diam. Kamu tidak mengatakan apapun. Saya heran, kamu ini mentor seperti apa sih?” Pesan apakah yang disampaikan oleh mentee? _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ _______________________________________________ ___________________________________________ MENTORING
  98. 98. 98 Meningkatkan Keterampilan Mendengar Secara Proaktif Bagaimana meningkatkan keterampilan mendengarkan kita? Ada beberapa cara untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan. Pertama, biasakan untuk menggunakan komunikasi mata secara efektif. Komunikasi mata adalah keterampilan terpenting dalam mendengarkan. Jangan beranggapan bahwa, hanya melakukan kontak mata sekedarnya sudah cukup. Komunikasi mata yang baik berarti lebih dari sekedar memandang dengan sapuan sekilas. Komunikasi mata dapat menciptakan keintiman, keterlibatan, dan intimidasi. Intimidasi artinya memandang pada mentee Anda dalam jangka waktu yang lama - dari 10 detik hingga satu menit atau lebih. Keterlibatan merupakan hal yang lebih cocok dalam mentoring. Caranya ialah menatap mentee Anda untuk 5 hingga 10 detik sebelum mengalihkan pandangan ke hal lainnya. Hal ini menunjukkan antusiasme anda, keyakinan diri dan ketertarikan. ___________________________________________ MENTORING

×