Becoming The Next Sessi 2.Luka Batin

564 views
481 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
564
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
62
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Becoming The Next Sessi 2.Luka Batin

  1. 1. Becoming the Next Transformation Agent– sessi 2 Masalah Luka Batin dan Pemulihannya
  2. 2. Ciri Pemimpin Sejati MENERIMA BERKAT KARENA PELAYANANNYA MENJADI BERKAT BAGI ORANG LAIN
  3. 3. Ciri pemimpin yang terluka <ul><li>Merasa sendiri </li></ul><ul><li>Merasa lelah </li></ul><ul><li>Merasa heran mengapa kelompok lain diberkati </li></ul><ul><li>Merasa pahit dan kecewa </li></ul><ul><li>Dll. </li></ul>
  4. 4. Mari mengenali dua nahkoda tersembunyi Mazmur 19:13 Bebaskanlah aku daripada apa yang tidak kusadari
  5. 5. Mari mengenali dua nahkoda tersembunyi <ul><li>Mazmur 19:13 </li></ul><ul><li>Bebaskanlah aku daripada apa yang </li></ul><ul><li>tidak kusadari </li></ul><ul><li>Artinya Alkitab menyampaikan bahwa </li></ul><ul><ul><li>Ada hal-hal yang umumnya manusia tidak sadari </li></ul></ul><ul><ul><li>Hal-hal yang tidak disadari itu dapat menjebak dan mengikat kita </li></ul></ul><ul><ul><li>Manusia membutuhkan Tuhan untuk membebaskan dirinya </li></ul></ul><ul><ul><li>dari hal-hal yang tidak disadari tadi </li></ul></ul>
  6. 6. Mengenali Nahkoda pertama: kebutuhan fisik Nahkoda yang pertama ini adalah kebutuhan diri yang tersembunyi Definisi: Kebutuhan ada kesenjangan antara apa yang dianggap seharusnya dan apa yang nyatanya ada STANDAR KENYATAAN Kesenjangan KEBUTUHAN Upaya Mencari pemenuhan
  7. 7. Nahkoda pertama <ul><li>Menyangkut kebutuhan jasmani: pakaian, pangandan papan, dll. </li></ul><ul><li>Bila tidak dipenuhi, dapat dikompensasi dengan </li></ul><ul><li>pemenuhan yang ditambah kelak </li></ul><ul><li>Orang tidak malu untuk menyampaikan </li></ul><ul><li>kebutuhannya </li></ul><ul><li>Dapat menghasilkan kebiasaan-kebiasaan, namun </li></ul><ul><li>yang tidak merusak diri dan orang lain </li></ul><ul><li>Contoh: tidur dengan selimut – masih kecil selalu </li></ul><ul><li>kedinginan </li></ul>
  8. 8. Nahkoda kedua: Luka emosi <ul><li>Kita semua memiliki </li></ul><ul><li>kebutuhan emosi </li></ul><ul><li>2. Kebutuhan emosi ada </li></ul><ul><li>ratusan </li></ul><ul><li>3. Kebutuhan emosi yang </li></ul><ul><li>utama: </li></ul><ul><ul><li>Rasa aman </li></ul></ul><ul><ul><li>Diterima </li></ul></ul><ul><ul><li>Dikasihi </li></ul></ul><ul><ul><li>Dihargai </li></ul></ul><ul><ul><li>Diakui </li></ul></ul><ul><ul><li>Berekspresi </li></ul></ul><ul><ul><li>Dll. </li></ul></ul>
  9. 9. Nahkoda kedua: Luka emosi <ul><li>Akibat tidak terpenuhi </li></ul><ul><li>Akibat dilanggar: </li></ul><ul><ul><li>Rasa aman -- takut – marah—dendam -- </li></ul></ul><ul><ul><li>Diterima – cari penerimaan, takut konflik, jaga </li></ul></ul><ul><ul><li>tampilan, menyenangkan semua pihak, dll. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dikasihi –coba membeli kasih, menarik diri, kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>keras, mencapai prestasi demi dikasihi </li></ul></ul><ul><ul><li>Dihargai- mencari penghargaan, cari keberhasilan luaran, </li></ul></ul><ul><ul><li>Diakui– simbol-simbol, menekan orang lain, dll </li></ul></ul><ul><ul><li>Berekspresi– lebih diam, takut bicara, bergosip, dll </li></ul></ul><ul><ul><li>Dll. </li></ul></ul>
  10. 10. Nahkoda kedua: Luka emosi <ul><li>Akibat tidak terpenuhi </li></ul><ul><li>Akibat dilanggar: </li></ul><ul><ul><li>Semuanya menghasilkan luka </li></ul></ul><ul><ul><li>Luka tadi bukan luka batin, tapi luka yang </li></ul></ul><ul><ul><li>mengoyak hubungan kita dengan Tuhan </li></ul></ul><ul><ul><li>(Mengapa Kau berdiam diri pada saat aku </li></ul></ul><ul><ul><li>dilukai?) </li></ul></ul><ul><ul><li>Karena luka terjadi di ranah emosi, maka </li></ul></ul><ul><ul><li>orang cenderung menyimpan, menyembunyikan, </li></ul></ul><ul><ul><li>melupakan, sehingga tetap tersimpan tanpa </li></ul></ul><ul><ul><li>disadari– di bawah sadar </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemulihan menjadi sulit, dan terus terkoyak lagi… </li></ul></ul>
  11. 11. Asal luka <ul><li>Pengalaman di tengah </li></ul><ul><li>Keluarga </li></ul><ul><li>Sekolah </li></ul><ul><li>Gereja </li></ul><ul><li>Tokoh-tokoh berwibawa </li></ul><ul><li>Semakin dini hal itu terjadi di dalam hidup kita, </li></ul><ul><li>Semakin parah dampaknya, dan tersimpan semakin dalam di memorinya </li></ul>
  12. 12. Dampak bagi Kepemimpinan <ul><li>Gambar diri tidak kokoh </li></ul><ul><li>Luka spiritual– sulit mempercayakan diri </li></ul><ul><li>pada Tuhan </li></ul><ul><li>Berdampak pada gambaran kita tentang </li></ul><ul><li>dunia, apa yang dianggap bernilai, ambisi, dan pada perilaku </li></ul><ul><li>Dalam pelayanan lelah, tidak bisa </li></ul><ul><li>mempercayakan diri lebih penuh dari orang biasa pada Tuhan </li></ul><ul><li>Bila tidak sukses nyata, ia merasa ditinggal Tuhan </li></ul>
  13. 13. Cara rekonsiliasi <ul><li>Mendiagnose luka: </li></ul><ul><li>Luka yang menimbulkan kebencian, kepahitan, </li></ul><ul><li>marah, takut, kesepian </li></ul><ul><li>2. Luka pada aspek fisik: pola makan, tidur, dll </li></ul><ul><li>3. Luka pada sudut pinggir dan sudut pandang yang </li></ul><ul><li>senantiasa curiga </li></ul><ul><li>4. Luka pada hubungan/kepercayaan pada Tuhan </li></ul><ul><li>Luka itu dapat membuat kita semakin rindu memeluk Kristus atau semakin meragukan kebaikan Tuhan </li></ul><ul><li>Kenali dimana luka itu bekerja dan nahkoda </li></ul><ul><li>tersembunyi itu menguasai bahtera kita– Mulai dengan </li></ul><ul><li>kesadaran bahwa ada kuasa yang sedang memisahkan kita </li></ul><ul><li>dalam keintiman dengan Tuhan atau mencegah kedaulatanNya </li></ul><ul><li>di semua aspek hidup: uang, jodoh, pekerjaan, anak dll </li></ul>
  14. 14. Ciri-ciri yang orang masih luka <ul><li>Melakukan apa yang tidak diinginkan secara sadar </li></ul><ul><li>Mudah tersinggung </li></ul><ul><li>Mudah marah </li></ul><ul><li>Mudah mempertahankan diri </li></ul><ul><li>Mudah menyerang orang lain dengan kata-kata </li></ul><ul><li>Melakukan analisis berkelebihan sampai tidak ada perubahan atau tindakan </li></ul><ul><li>Hidup dengan sebagian potensi saja </li></ul><ul><li>Tidak bisa menyimak sepenuhnya </li></ul><ul><li>Cenderung merusak diri dan merusak hubungan </li></ul><ul><li>Kebahagiaan dicapai melalui hal-hal luaran: uang, status, dll </li></ul>Terlihat pada: Kata-kata, sikap, keputusan, pola hubungan, gaya hidup, kepercayaan
  15. 15. Rekonsiliasi praktis <ul><li>Pertolongan Tuhan melalui ibadah, konseling, kelompok care, </li></ul><ul><li>curhat, dan Firman-Nya </li></ul><ul><li>Anda tidak bisa mengubah masa lalu </li></ul><ul><li>Anda bisa mengubah persepsi tentang masa lalu-orang </li></ul><ul><li>yang melukai Anda– doakan, mintakan berkat Tuhan baginya </li></ul><ul><li>Anda bisa menangkap apa yang ada di dalam memori bawah sadar Anda– catat impian, kata-kata yang biasa disampaikan </li></ul><ul><li>Anda bisa kenali orang macam apa yang membuat Anda tidak senang– Fokus pada gambar diri Anda yang terganggu? </li></ul><ul><li>Doakanlah dan akui di hadapan-Nya apa yang jadi luka Anda </li></ul>
  16. 16. Belum selesai

×