Battlefield Of The Mind Seven Pdsa

  • 669 views
Uploaded on

leadership

leadership

More in: Spiritual
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
669
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
27
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Bagaimana melakukan Perencanaan, Pelaksanaan, Pembelajaran dan Perbaikan (PDSA) Amsal 24:6 karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang dan kemenangan tergantung pada penasehat yang banyak
  • 2. Tukang wall paper yang malang
    • Seorang tukang wall paper merasa senang dan sangat gembira ketika mendapatkan telepon dari seorang wanita tua yang bermaksud mengganti semua wall paper di rumahnya. Ia membayangkan usaha wall paper yang ia jalani bersama saudaranya akan mendapatkan untung besar selama sudah hampir 4 bulan mereka membuka usaha. Ia meminta alamat ibu tua tersebut dan langsung bergegas pergi ke alamat yang disebutkan.
    • Sampai dirumah ibu tua tersebut, tambah senang hati tukang wall paper tersebut karena rumahnya termasuk besar dan bertingkat dua. Ketika ia sedang membayangkan berapa banyak kebutuhan wall papernya, ia terkejut dengan pertanyaan ibu tua yang meminta ia menunjukkan model, corak dan jenis wall paper yang ia miliki. Karena ia baru sadar bahwa ia tidak membawa katalog tersebut
    • Dengan segera ia langsung pergi setengah berlari kembali ke tokoya untuk membawa katalog produk wall paper yang dimiliki dan bergegas dengan cepat pergi ke pelanggannya.
    • Setelah sang ibu memperhatikan berbagai model, corak dan jenis ia memilih satu produk. Dengan cepat ia menelepon saudaranya di toko untuk mengambil produk tersebut. Alangkah terkejutnya ketika saudaranya mengatakan bahawa bahan yang dipilih ternyata tinggal tersisa 30 meter.
    • Langsung sang tukang teringat untuk mulai mengukur luas seluruh dinding yang ada untuk memperkirakan berapa kebutuhan wall papernya. Tapi ia terlihat gusar dan agak gelisah karena ternyata ia ketinggalan membawa pengukur. Tidak ada jalan lain kecuali ia kembali ke tokonya dan meminta maaf kepada ibu tua tersebut karena proses kerja jadi lebih lama….
  • 3. Realita
    • Suatu perencanaan yang acak kadut mungkin akan menghasilkan pelaksanaan yang baik, namun sasaran pasti tidak tercapai.
    • Suatu perencaan yang baik dengan pelaksaan yang buruk juga akan menghasilkan kekecewaan saja
  • 4. PDCA DAN PDSA?
    • Akar konsep PDCA dimulai oleh seorang yang bernama Francis Bacon (Novum Organum, 1620).
    • Menurutnya, suatu metode ilmiah memiliki beberapa langkah: "hypothesis" - "experiment" - "evaluation"
    • Pemikiran ini di Jepang dikembangkan, dan kemudian oleh Demming diberikan nama PDCA. (Plan, Do, Check. Action)
    • PDCA memang dipopularkan oleh Dr. W. Edwards Deming , untuk dunia manajemen, kemudian di masa tuanya, ia memodifikasi PDCA menjadi PDSA yaitu "Plan, Do, Study, Act" untuk menunjukkan rincian tindakan yang diperlukan ketika melakukan langkah Check.
  • 5. Bagaimana menerapkan
    • PLAN 
    • Menentukan sasaran dan proses yang diperlukan untuk menghasilkan apa yang kita inginkan sesuai dengan spesifikasi yang rinci
    • DO 
    • Implementasi proses.
    • CHECK 
    • Monitor dan evaluasi proses dan hasil dengan membandingkan dengan sasaran dan spesifikasi-spesifikasi dan laporan hasil.
    • ACT 
    • Lakukan tindakan perbaikan sesuai dengan hasil yang sudah ada. Berarti kita harus memeriksa ulang atau reviu seluruh step (Plan, Do, Check, Act) serta memodifikasi proses untuk meningkatkannya sebelum implementasi selanjutnya.
  • 6. DO ACT PLAN STUDY
  • 7. I. Plan
    • Bagaimana cara membuat suatu rencana?
    • Suatu rencana dimulai dengan mengenali kesempatan (opportunity) yang ada, atau, kebutuhan yang ada, sumber-sumber yang ada, dan kompetensi yang ada.
    • Selain itu, suatu rencana dilanjutkan dengan menentukan sasaran yang mau kita capai
    • Sasaran yang baik harus SMART yaitu:
      • Spesifik (rinci),
      • Measurable (bisa diukur),
      • Achievable/attainable (bisa dicapai),
      • Realistic (masuk akal), dan
      • Time Frame jelas (Jadwal dan batasan waktu)
  • 8. Smart: Specific
    • Spesifik:
    • Sasaran yang mau dicapai harus dapat dibayangkan, mudah dipahami, tahu dan jelas hasilnya (mulailah kita dengan membayangkan Hasil Akhir yang kita ingin hadirkan)
    • Ada kejelasan: misalnya meraih 1000 orang pelanggan wanita berusia 17-19 dan yang hobbynya menonton MTV
  • 9. Smart: Measurable
    • Bila sesuatu tidak dapat diukur maka kita tidak akan dapat mengaturnya…
    • Gunanya adalah
    • ada patokan yang dapat dievaluasi
    • ada patokan yang menjadi ukuran keberhasilan
    • mudah dimonitor kemajuannya
    • akibatnya, kita dapat meningkatkan atau
    • mengembangkannya
    • Misalnya:
    • Tiap hari perusahaan saya akan menyebar 200 brosur
  • 10. Smart: Achieveable/attainable
    • Mencari cara dan peluang untuk membuat tujuan yang terukur dan terencana speficik dapat dilaksanakan
    • Cara mencapainya adalah melalui:
    • Sikap
    • Kemampuan
    • Keterampilan
    • Keuangan atau sumber-sumber lain.
    • Misalnya:
    • Meneliti ketepatan kerja tiap minggu
    • Sikap: melakukan refleksi dan implementasinya
    • Kemampuan: membuat rencana tindakan, meminta pembimbingan dan kesediaan dievaluasi
    • Keterampilan: melakukan rencana tindakan, berlatih menerapkan
    • Keuangan: menabung untuk dapat memberikan souvenir untuk rekanan kita sebagai ungkapan terimakasih.
  • 11. Smart: Realistic
    • Mengejar sesuatu yang memang dapat dilakukan…, bukan yang gampang. Artinya masih memungkinkan kita mewujudkannya.
    • Realistis adalah memprojeksikan bahwa hal yang dilakukan tidak akan menghancurkan atau merugikan diri sendiri.
    • Contohnya: Melakukan obral setiap 6 bulan, apakah masih mungkin?
  • 12. Smart: Time Frame
    • Tentukan jangka waktu untuk mencapai target waktu yang ditetapkan.
    • Misalnya: dalam dua tahun
    • Adanya target waktu tadi membuat kita dapat membaginya ke dalam beberapa tahapan
  • 13. II. DO
    • Dalam tahap “Do” dilaksanakan bagaimana suatu perencanaan yang sudah disusun
    • Cakupannya:
    • pembagian kerja,
    • penentuan penanggung jawab,
    • penentuan urutan,
    • penentuan jadwal,
    • penentuan biaya, dan
    • penentuan pemeriksaan kemajuan pelaksanaan serta
    • jadwal serta cara mengevaluasi hasil.
  • 14. Delapan langkah
    • Pertama-tama proses pencapaian sasaran dibuatkan alurnya (Flow chart).
    • Kedua, semua langkah-langkah tadi diteliti dan dikelompokkan sesuai dengan bobotnya, sehingga terbagi agak rata
    • Ketiga, untuk tiap gugus pekerjaan dipilih seorang penanggung jawab
    • Keempat, dibuat suatu penjadwalan yang mengaitkan satu gugus pekerjaan dengan gugus pekerjaan lainnya
    • Kelima, dibuat urutan pekerjaan
    • Keenam, dibuat jadwal besar
    • Ketujuh, dibuat perhitungan biaya untuk tiap gugus pekerjaan
    • Kedelapan, ditentukan cara melaksanakan evaluasi.
  • 15. III. Studi dan Check
      • Dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data untuk dianalisis secara berkala, dan secara random/acak.
      • Data tadi dibandingkan dengan indikator target yang disusun sesuai dengan kaidah SMART di atas.
      • Dianalisis juga apakah ada perbaikan kinerja secara siklus atau secara kontinue
      • Dicari juga akar masalah bila ada masalah yang terus menerus muncul.
  • 16. IV. ACT
    • Dalam tahap ini, dari hasil analisis di atas dapat dilakukan penyesuaian atau pembakuan bahan. Misalnya, bila suatu cara diterapkan dan terus menerus menghasilkan hal yang baik, maka cara dapat dibakukan. Bila ada hal yang buruk dan terus menerus terjadi, maka dilakukan perbaikan yang akan ditest di lapangan.