Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Ppt cerita fiksi dan bacaan nonfiksi anak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Ppt cerita fiksi dan bacaan nonfiksi anak

  • 8,802 views
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
8,802
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
185
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. L/O/G/O NAMA KELOMPOKSiti Cholifah (118000103)Rischa Alvionita (118000105)Rizka Pratiwi Jaya (118000110)Muhammad Ikhwan (118000111)Nalendra Fatchur (118000117)
  • 2. Cerita Fiksi Anak Bacaan Nonfiksi Anak123
  • 3. Cerita Fiksi Anak Hakikat Cerita Fiksi Anak Unsur Cerita Fiksi Anak Macam-macam Fiksi Anak
  • 4. Hakikat Cerita Fiksi AnakHakikat fiksi adalah menunjuk pada sebuah cerita yang kebenarannya tidak menunjuk pada kebenaransejarah, kebenaran empirik-faktual. Jadi apa yang di kisahkan dalam teks fiksi adalah segala sesuatu khususnya untuk tokoh dan peristiwa yang bersifat imajinatif.
  • 5. Unsur-unsur Cerita Fiksi Anak TOKOH MORAL Text in hereALUR CERITA SUDUT PANDANG LATAR STILE DAN NADA TEMA LAIN-LAIN: JUDUL
  • 6. TOKOHHAKIKAT JENIS TEKHNIK TOKOH TOKOH PENGHADIRAN TOKOH
  • 7. Hakikat Tokoh Aspek nonfiksi, mental, emosional, moral, dan sosial, dalamhubungannya dengan tokoh cerita fiksi di pandang lebih penting dari padasekadar aspek fisik. Dalam realitas kehidupan sehari-hari, berbagai unsuraspek nonfisik lebih menunjukkan jati diri seseorang, lebih menunjukkanciri karakter seseorang. Dalam kaitannya untuk mengenali danmengidentifikasi jati diri seseorangpun yang dalam hal ini adalah tokohcerita pemahaman aspek-aspek nonfisik itu juga lebih penting untukdiperhatikan. Di samping untuk memberikan bacaan yang sangat sehat dan menarik,buku cerita fiksi anak juga di maksudkan untuk memberikan “pendidikan“ moral tertentu lewat cerita. Tokoh cerita adalah sarana strategis untukmemberikan tujuan pendidikan yang di maksud. Keadaan ini seringmenjadikan tokoh yang di hadirkan menjadi kurang wajar karena harustunduk pada kemauan pengarang untuk tujuan tersebut. Bagaimanapun,tuntutan hadirnya tokoh cerita yang memenuhi prinsip kewajaran tetap diperlukan dalam teks cerita fiksi anak: tokoh anak itu biarkan bertingkahlaku sebagaimana lazimnya anak-anak. Di bandingkan dengan fiksi dewasa cerita fiksi anak memang lebihjelas unsur dan tujuan mendidiknya, namun hal itu tidak harus di artikanbahwa unsur dan tujuan itu mematikan kewajaran untuk fiksi yang lainterutama unsur tokoh. Artinya, unsur dan tujuan mendidik itu haruslahsecara implisit menjadi bagian cerita dan unsur fiksi yang memuatnya.
  • 8. Tokoh Tokoh Rekaan dan protagonis dan Tokoh Antagonis Sejarah Jenis Tokoh Tokoh Statis Tokoh Putih Dan danTokoh Berkembang Tokoh Hitam Tokoh Datar Dan Tokoh Bulat
  • 9. Tokoh rekaan dan tokoh sejarah. Sesuai dengan namanya yang fiksi,tokoh-tokoh cerita fiksijuga merupakan tokoh rekaan. Artinya, mereka bukanmerupakan tokoh yang secara imajinatif, dalam arti tokoh yang di ciptakan lewat kekuatan imajinasi pengarang.
  • 10. Tokoh Protagonis dan Antagonis Sebuah cerita fiksi menjadi menarik dan bahkan mencekam karena terjadi pertentangan di antara kedua kelompok tokoh yang bersebrangan.Pertentangan yang lazim terjadi, apalagi dalam ceritaanak adalah antara tokoh-tokoh yang berkarakter baik dan berkarakter jahat. Tokoh yang golongan pertamalazim disebut sebagai tokoh protagonis (protagonistic character), sedang yang kedua tokoh antagonis (antagonistic character). Kedua jenis peran tokoh inimesti ada dalam cerita fiksi karena pada tarik-menarik ketegangan antara kebaikan dan kejahatan itu pula, antara lain, sebuah cerita manjadi menarik, menegangkan, dan akhirnya memberikan kepuasan lewat katarsis dengan dikalahkannya tokoh yang berkarakter jahat.
  • 11. Istilah tokoh putih dan tokoh hitam lazimnya dimaksudkan untuk menyebut tokoh yang tokoh putihberkarakter baik dan buruk. Tokoh protagonis yang dan tokoh adalah tokoh hero yang hitamdikategorikan sebagai tokoh putih, yaitu tokoh yang berkarakter baik dansekaligus membawakan danmemperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, tokoh antagonis yang notabene sebagai tokohyang berkarakter jahat dansebagai pemicu konflik danpertentangan-pertentangandikategorikan sebagai tokoh hitam.
  • 12. Tokoh berkarakter datar Tokoh adalah tokoh yang hanya Tokoh memiliki karakter yang Datar Bulat “itu-itu” saja, karakter yang tertentu dan sudah pasti mirip denganformula. sedangkan Tokoh berkarakter bulat adalah tokoh yang memiliki banyak karakter dan adakalanya bersifat tidak terduga, maka karakternya pun tidak dapat dirumuskansebagaimana tokoh datar.
  • 13. Tokoh statis dan berkembang Tokoh statis (static character) dimaksudkan sebagai tokoh yang secara esensial karakternyatidak mengalami perkembangan. Artinya karakter yang bersifat konstan. Tokoh yang bersifat statis pada umumnya adalah tokoh yang berkarakter datar, tidak banyak jati dirinya yang di ungkap.Tokoh berkembang (developing character) sering juga disebut sebagai tokoh yang dinamis (dynamic character), di pihak lain, dapat dipahami sebagai tokoh yang mengalami perubahan dan perkembangan karakter sejalan dengan alur cerita.
  • 14. Teknik Penghadiran Tokoh Teknik Aksi Komentar Teknik Pengantar Kata-kata Teknik Komentar Teknik Penampilan Orang Lain
  • 15. Teknik aksi dimaksudkan sebagai teknikpenghadiran tokoh lewat aksi, tindakan, dan tingkah laku yang ditunjukkan oleh tokoh yang bersangkutan. Aksi, tindakan dan tingkah laku seseorang anak sekalipun, pada umumnya menunjukkan sikap dan karakternya. Dengan demikian, pemahaman terhadap berbagai aksi dan tingkah laku seseorang dapat dipandang sebagaisalah satu cara untuk memahami sikap dan karakter tokoh cerita.TEKNIK AKSI
  • 16. Jika teknik tingkah laku menunjukkan karakter tokoh cerita lewat aksi dan tingkah laku nonverbal, teknik kata-kata dapat dipahami sebagai cara menunjukkan karakter tokoh lewat tingkah laku verbal, lewat kata-kata yang di ucapkan. Samahalnya dengan tingkah laku nonverbal, tingkah lakuverbal yang berwujud kata-kata juga mencerminkan karakter tokoh yang bersangkutan. Kata-kata yangdi ucapkan tokoh adalah cermin segala sesuatu yang hidup dalam pikiran dan perasaan, dan itu artinya adalah sebagian dari jati dirinya.TEKNIK KATA-KATA
  • 17. Teknik penampilan dapat dipahami sebagai teknikpenghadiran tokoh dengan seluruh kediriannya baik yangterlihat secara fisik maupun sikap dan perilakunya. Teknik ini menghubungkan antara bentuk tampilan fisik yang antara lain meliputi bentuk perawakan lengkap dengan ciri khasnya (tinggi-rendah, besar-kecil, tampan-cantik, gemuk-kurus, dan lain-lain ), tingkah laku nonverbal (aksi, tindakan, tingkah laku, kebiasaan yang dilakukan, dan lain-lain), dan kata-kata (wujud kata-kata, nada suara, tempo berbicara dan lain-lain). Jadi, teknik penampilan ini pada hakikatnya merupakan sesuatu yang dapat diamati pada seorang tokoh baik yang menyangkut aspek fisik maupun nonfiksi dalam sekali kesempatan yang secara keseluruhan mencerminkan gambaran tentang sikap dan karakter seseorang.TEKNIK PENAMPILAN
  • 18. Komentar tokoh lain merupakan salah satu cara yang biasa dipergunakan untuk melukiskan karakter seorang tokoh baik untuk menunjukkan sikap dan karakter yang belum di ungkap dengan teknik lain maupun untuk memperkuat teknik lain yang sudah dipergunakan, baik yang menyangkut sikap dan karakter yang berkualifikasi positif maupun negatif.Komentar tentang tokoh itu dapat diberikan oleh orang-orang dekatnya, misalnya sesama tokoh protagonis atau justru oleh orang lain yang menjadi tokoh antagonis.TEKNIK KOMENTAR ORANG LAIN
  • 19. Teknik komentar pengarang merupakan teknik uraian yang bersifat langsung dari kata-kata pengarang. Artinya, jati diri seorang tokoh itu sengaja ditunjukkan langsung oleh si empunya cerita lewat narasi. Hal-hal yang di ucapkan secara langsung dapat menyangkut sesuatu yang bersifat fisik seperti bentuk perawakan atau nonfiksi seperti sikap dan tingkah laku. Teknik pelukisan tokoh yang demikian dapat dilakukan secara singkat dan jelas sehingga tidak mengundang kesalahpahaman apalagi pembacanya adalah pembaca anak-anak. Namun demikian, tidak semua jatidiri tokoh diungkapkan secara langsung oleh pengarang karena jika demikian halnya, cerita akan membosankan dan terkesan menonton.TEKNIK KOMENTAR PENGARANG
  • 20. Alur CeritaHakikat Konflik dalam Pola Alur Pengembangan Alur Cerita Alur Cerita Cerita
  • 21. Hakikat Alur Cerita Dalam kaitannya dengan sebuah tekscerita, alur berhubungan dengan berbagaihal seperti peristiwa, konflik yang terjadi,dan akhirnya mencapai klimaks, sertabagaimana kisah itu diselesaikan. Alurberkaitan dengan masalah bagaimanaperistiwa, tokoh, dan segala sesuatu itudigerakkan, dikisahkan sehingga menjadisebuah rangkaian cerita yang padu danmenarik. Selain itu, alur juga mengaturberbagai peristiwa dan tokoh itu tampildalam urutan yang enak, menarik, tetapijuga terjaga kelogisan dan kelancaranceritanya.
  • 22. Konflik dalam Pengembangan Alur Cerita Konflik Konflik seorang seseorang dengan orang dengan diri lain. sendiri. Konflik Konflik seseorang seseorang dengan dengan alam. masyarakat.
  • 23. konflik dapat terjadi di dalam batin seseorang dengan diri sendiri. Di dalam batin seseorang baisa tejadi tarik menarik antara beberapa kepentingan yang bersebrangan yang sama-sama menuntut untuk dipilih. Dalam hal ini boleh dikatakan seorang tokoh memiliki “dua hati”, hati melawan hati,gagasan melawan gagasan.KONFLIK SESEORANG DENGAN DIRI SENDIRI
  • 24. Konflik yang terjadi di antara tokok-tokoh cerita dapat digolongkan sebagai konflik eksternal, konflik antara seseorang dengan orang lain diluar diri sendiri. Konflik ini lazimnya terjadi antara tokoh protagonis dan antagois, namun juga dapat terjadi antara sesama tokoh protagonis dan antagonis.KONFLIK SEORANG DENGAN ORANG LAIN
  • 25. Konflik jenis ini juga tergolong konflik eksternal yang terjadi antara seseorang dengan sesuatu yang diluar drinya. Istilah masyarakat antara lain adalah kehidupan sosial-budaya masyarakat yang memiliki berbagai system dan konvensi yang berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Pebedaan itulah yag dapat menimbulkan konflik pada diri seseorang.KONFLIK SESEORANG DENGAN MASYARAKAT
  • 26. Alam haruslah dipahami dalam pengertian yang lebih luas yang meliputi berbagai kondisi lingkungan kehidupan termasuk di dalamnya flora dan fauna. Kondisi alam yang disebut antagonistic force, yang tingkatan intensitasnya mulai dari sederhana dan keseharian sampaiyang tergolong serius dan dramatik. Namun alam tak selamanya bersahabat dengan manusia walaupun hal itu sering dilakukan oleh manusia itu sendiri.KONFLIK SESEORANG DENGAN ALAM
  • 27. Pola Alur Cerita Bagian Bagian BagianAwal Cerita Tengah Cerita Akhir Cerita Bagian awal, tengah dan akhir cerita tersebut juga sering disebut sebagai tahap perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.
  • 28. LatarHakikat Unsur Fungsi Latar. Latar. Latar.
  • 29. Hakikat Latar Latar (setting) dapat dipahami sebagai landas tumpu berlangsung berbagaiperistiwa dan kisah yang diceritakan dalam cerita fiksi. Latar menunjukkan pada tempat, yaitu lokasi dimana cerita ituterjadi, waktu, kapan cerita itu terjadi, dan lingkungan social-budaya, keadaankehidupan bermasyarakat tempat tokoh dan peristiwa terjadi.
  • 30. Unsur Latar1. Latar tempat. Latar tempat menunjuk pada penertian tempat dimana cerita yang dikisahkan itu terjadi.2. Latar waktu. Latar waktu dapat dipahami sebagai kapan berlangsungnya berbagai peristiwa yang dikisahkan dalam cerita fiksi.3. Latar sosial budaya. Latar soaila budaya dalam cerita fiksi dapat dipahami sebagai keadaan kehidupan social-budaya masyarakat yang dianggat ke dalam cerita itu.
  • 31. Fungsi Latar Latar fungsional Latar sebagai antagonisLatar sebagai pemerjelas konflikLatar sebagai pemerjelas tokoh Latar sebagai symbol
  • 32. Tema Hakikat TemaPenemuan TemaTema Mayor dan Minor Fungsi Dikdatik
  • 33. Hakikat TemaHakikat tema. secara sederhana temadapat dpahami sebagai gagasan yangmengikat cerita . Tema sebuah cerita fiksi merupakan gagasanutama dan atau makna utama cerita. Tema itusendiri lazimnya berkaitan dengan berbagaipermasalahan kehidupan manusia karenasastra berbicara tentang berbagai aspekmasalah kemanusiaan: hubungan manusiadengan tuhannya, manusia dengan diri sendiri,manusia dengan sesama, dan manusia denganlingkungan alam.
  • 34. PENEMUAN TEMA Penemuan tema dalam sebuah cerita kadang-kadang tidaksemudah yang dibayangkan. Hal itu disebabkan adakalanya temadiungkapkan secara ekspilit lewat pernyataan (kalimat) yang mudahdikenali, dan adakalanya pula hanya diungkapkan secara implisitlewat keseluruhan cerita. Namun, tema yang diungkapkan secaraeksplisit sekalipun juga perlu ditemukan lewat pembacaan danpemahaman cerita secara keseluruhan. Tema memiliki kaitan yangerat dengan tokoh dan alur. Kedua unsur fakta cerita inilah yangpaling lazim “ditugasi” sebagai pembawa tema. Jika dalam ceritaterdapat tokoh protagonis dan antagonis yang jelas konfliknya,misalnya pada fiksi fantasi, pada konflik itulah lazimnya temadiungkapkan.
  • 35. Tema Mayor dan Minor Fungsi didaktik Cerita fiksi Salah satu hal hadir untuk dominan dalam sastra, menyamaikan dalam bacaan fiksi sesuatu, makna anak, adalah atau tema. Tema dominannya unsur dan itulah yang fungsi pendidikan. Lewat buku sastra yang menjiwai seluruh sengaja dikreasikan cerita. Namun, untuk bacaan anak persoalan yang diharapkan pembaca kemudian muncul anak-anak memperoleh adalah bukankah sesuatu yang baik bagi sering ada lebih perkembangan dari satu tema jiwanya. Buku-buku cerita fiksi lazimnya dalam sebuah sengaja difingsikan cerita fiksi sebagai salah satu itu.atau, paling bacaan anak yang tidak kita dapat memberikan menafsirkan pendidikan, baik secara adanya beberapa langsung maupn tidak tema. langsung.
  • 36. Moral merupakan tindakan manusia yang bercorak khusus yang didasarkan kepada pengertiannya mengenai baik dan buruk. Moralah yang membedakan manusia dengan makhluk tuhan yang lainya dan menempatkan pada posisi yang baik diatas makhluk lain. Moral merupakan realitas dari kepribadian Hakikat pada umumnya bukan hasil Moral perkembangan pribadi semata, akan tetapi adalah merupakan tindakan atau tingkah laku seseorang. Moral persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri, hubunganTeknik penyampaian manusia dengan sesama,moral tidak berbeda Teknik hubungan manusia dengandengan teknik Penyampaian Macam- lingkungan alam, hubunganpenyampaian tema, Moral Macam manusia dengan Tuhan.yaitu dapat bersifat Moraleksplisit dan implisit,penyampaianlangsung atau tidaklangsung, secaraterang-terangan atauterselubung.
  • 37. Sudut Pandang sudut pandang pada hakikatnya adalahsebuah cara, strategi, atau siasat yangsecara sengaja dipilih pengarang untukmengungkapkan cerita dan gagasannya.Secara lebih konkret dan spesifik sudutpandang adalah siapa yang melihat, siapayang berbicara, atau dari kacamata siapasesuatu itu dibicarakan. Kesesuaian sikapdan perilaku anak tersebut dilihat darikacamata psikologi, yaitu apakah sikapdan perilaku itu sesuai dengan tingkatperkembangan jiwa anak pada usiatertentu.
  • 38. Stile adalah carapengucapan bahasa Nada dapat diartikan dalam prosa atau sebagai pendirianbagaimana seorang atau sikap yang pengarang diambil pengarang mengungkapkan terhadap pembaca sesuatu yang akan dan masalah yang dikemukakan. dikemukakan. Dalam Stilistika sebuah karya menyarankan pada fiksinya pengarang pengertian studi mengekspresikan Apa itutentang stile, kajian sikap, baik terhadap Stile dan terhadap wujud masalah maupun Nada? performansi pembaca, pembaca kebahasaan, pun dapat khususnya yang memberikan reaksi terdapat dalam yang sama. karya sastra.
  • 39. Judul adalah kepala tulisan atau lukisan singkat dari sebuah cerita. Judul merupakan sesuatuyang pertama kali dibaca dan dikenali pembaca.Selain itu, judul harus terkait dengan unsur fiksi yang lain, misalnya keterkaitan antara judul dengan isi cerita. Jadi, dengan memahami judul cerita fiksi, pasti akan mempermudah pembacadalam memahami cerita fiksi secara keseluruhan.JUDUL
  • 40. Macam- Macam Fiksi Anak Berdasarkan Panjang Isi pendeknya Cerita CeritaNovel Cerpen Fiksi Fiksi Fiksi Realistik Fantasi Historis
  • 41. Novel dan cerpen memiliki kesamaan yaitu untuk menampilkan cerita, dan itu suatu fakta yang tidakNovel dapat dimungkiri. Dengan demikian, persamaan keduanya yang utama adalah bahwa mereka sama- sama dibangun oleh berbagai unsur intrinsik yang sama, misalnya unsur penokohan, alur, latar, tema, moral, hal itu berlaku baik untuk novel maupun cerpen. Namun perbedaan anatara keduanya juga dapat dicari pada “pengoprasian” unsur-unsur intrinsik tersebut pada teks yang kemudian disebut novel dan cerpen. Perbedaan sederhana yang paling mudah dikenali antara novel dan cerpen adalah yang menyangkut panjang cerita, novel memiliki panjang halaman-halaman yang memuatCerpen cerita dan terdiri dari beberapa halaman, cerpen dapat dibaca sekali duduk.
  • 42. Fiksi Realistik cerita fiksi realistik adalah sebuah metafora dansekaligus model kehidupan yang ditawarkan olehpengarang.sebagai sebuah model, ia dapat mengangkatsesuatu yang baik atau sebaliknya sebagai halnyaproblematika kehidupan masyarakat yang bermacam-macam.berhadapan dengan cerita fiksi realistik padahakikatnya berhadapan dengan sebuah kehidupan yangmemiliki kemiripan dengan kehidupan nyata sehinggamelaluinya anak dapat memaknai dan mengambilnyasebagai filter bagi kehidupannya sendiri
  • 43. Fiksi Fantasi Diantara berbagai jenis cerita fiksi seringada yang begitu menarik dan menampilkansesuatu yang fantastis. Artinya, cerita yangdikisahkan amat menarik dengan tokoh-tokohyang mampu melakukan sesuatu yang beradadiluar jangkauan manusia biasa, bahkan jugatidak jarang muncul tokoh-tokoh lain yangbukan manusia yang dapat berinteraksi dengantokoh manusia secara wajar, dan lain-lain yangserba luar biasa.
  • 44. Fiksi fiksi historis merupakan sebuah ceritayang mengambil bahan dari suatu periose Historis yang lebih awal dengan penekanan padaperistiwa-peristiwa yang luar biasa yang bersifat historis. jadi kata kunci untuk sebuah fiksi historis mesti berkisah tentang masa lalu, dan itu lazimnya dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa besar yang monumental lengkap denganpara tokoh pelaku sejarahnya. Cerita fiksi historis adalah peristiwa dan tokoh yang sama-sama dikenal dalam sejarah.
  • 45. Bacaan Nonfiksi Anak Macam- Hakikat Macam Buku BiografiInformasi
  • 46. Hakikat Bacaan Nonfiksi Anak Cerita fiksi dan nonfiksi dapat sama-sama menampilkan sisi-sisi kemenariakan dan kekuatannya sendiri karena karakteristiknya berbeda. Jika dalam cerita fiksi unsur suspense dan bagaimana ia dibangun merupakan sesuatu yang penting, dalam nonfiksi ia justrutidak terlalu penting karena yang di pentingkan kini adalah bagaimanafakta-fakta itu disampaikan. Jika dalam cerita fiksi bagaimana karakter tokoh dan bagaimana ia dikembangkan merupakan sesuatu yang esensial, dalam nonfiksi yang dipentingkan adalah penemuan bentuk hubungan dan penerapan konsep dalam masyarakat dalam dunia alamiah seperti dalam dunia binatang.
  • 47. Buku informasi merupakan buku Buku Informasi nonfiksi karena dalam buku tersebutmenyajikan hal-hal yang berdasarkan fakta. Buku Informasi dapat didefinisikan sebagai sebuah penamaan atau kategori untuksubgenre sastra anak nonfiksi, sedangbentuknya tidak harus berwujud buku seperti halnya novel. Buku informasidapat, dan lebih banyak berupa tulisansingkat mirip cerpan anak. Lebih dari itu, ia juga lazim ditulis dengan gaya cerita sehingga membaca buku informasi, khususnya bagi pembaca (anak), hampir tidak ada bedanya dengan membaca cerita fiksi
  • 48. Buku biografi tokoh Indonesia adalah buku yang menceritakan tentang kisah tokoh terkenal di Indonesia yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak mengenai tokoh pahlawan nasional yang ada Buku Biografi di Indonesia. buku biografi tokoh dunia adalah buku yang menceritakan tentang adalah buku yang tokoh dunia yang berdasarkanmenceritakan kisah fakta, karena di Indonesia masih belum mencatatkan rekor tokoh atau keterangan handal seperti Graham Bell (penemu telpon), Thomas Edisontentang kehidupan (penemu listrik), atau Guglielmo Marconi (penemu radio). seseorang Buku Biografi
  • 49. L/O/G/OThank You!