KESEHATAN DAN KESELAMATAN
KERJA
TUGAS TERSTRUKTUR
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
DOSEN PEMBIMBING: Drs. Raden Yusepha., SE,...
1
BAB I
PENDAHULUAN
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin
keutuhan dan kesemp...
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Tentunya tidak ada seorang pun yang mau celaka. Tetapi r...
3
B. Tujuan dan Sasaran Kesehatan Keselamatan Kerja
Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan...
4
Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi:
 Manusia (pekerja dan masyarakat)
 Benda (alat, mesin, ba...
5
D. Proteksi
Proteksi merupakan sistem perlindungan berupa kompensasi yang tidak dalam bentuk
imbalan, baik langsung maup...
6
 Physical Effort (Kemampuan Fisik)
Karyawan yang lebih mengandalkan kekuatan fisik (Blue Collar), misalnya
satuan penga...
7
 Asuransi Kesehatan
Asuransi Keseahtan dapat berbentuk asuransi kesehatan umum, asuransi mata,
asuransi gigi, dan asura...
8
kepada pekerja. Program ini dapat memberikan keuntungan bagi karyawan, baik
sebelum masa pensiun maupun pada saat pensui...
9
 Kulitas Organisasi
 Pekerja yang mudah celaka
 Pekerja berperangai sadis
b. Kerugian lingkungan kerja yang tidak ama...
10
Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa
dihindarkan (seperti bencana alam) , se...
11
G. Strategi Meningkatkan Kualitas Kerja
Bila penyebabnya sudah diidentifikasi, strategi–strategi dapat dikembangkan unt...
12
KESIMPULAN
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan,
keselamatan, dan kesejahte...
13
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan_dan_keselamatan_kerja
http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/ma...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3,806

Published on

makalah saja

Published in: Business
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,806
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
90
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  1. 1. KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TUGAS TERSTRUKTUR MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DOSEN PEMBIMBING: Drs. Raden Yusepha., SE, MM. DISUSUN OLEH: AGA TATO NOYA 1201200102 ARIF IRAWAN 1201200105 LILIANI 1201200116 RITA 1201200131 RIZALTRIYANDI 1201200132 SEMESTER IV JURUSAN AKUNTANSI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MULIA SINGKAWANG TAHUN AKADEMIK 2013/2014
  2. 2. 1 BAB I PENDAHULUAN Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang mungkin muncul dapat dihindari. Pekerjaan dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat melakukan pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah, sehingga tidak mudah capek. Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu aspek perlindungan tenaga kerja yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003. Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi. Disamping itu keselamatan dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk menciptakan kenyamanan kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Jadi, unsur yang ada dalam kesehatan dan keselamatan kerja tidak terpaku pada faktor fisik, tetapi juga mental, emosional dan psikologi. Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur sedemikian rupa, tetapi dalam praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Begitu banyak faktor di lapangan yang mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja seperti faktor manusia, lingkungan dan psikologis. Masih banyak perusahaan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja. Begitu banyak berita kecelakaan kerja yang dapat kita saksikan. Dalam makalah ini kemudian akan dibahas mengenai permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja serta bagaimana mewujudkannya dalam keadaan yang nyata.
  3. 3. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tentunya tidak ada seorang pun yang mau celaka. Tetapi resiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja termasuk di linkungan tempat kerja. Nah, Keselamatan dan Kesehatan Kerja yg sering disingkat K3 adalah salah satu peraturan pemerintah yang menjamin keselamatan dan kesehatan kita dalam bekerja. Jadi, tidak ada salahnya kita mempelajari lebih jauh mengenai K3. Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Setelah melihat pengertian di atas, pada intinya dapat ditarik kesimpulan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja adalah suatu usaha dan upaya untuk menciptakan perindungan dan keamanan dari resiko kecelakaan dan bahaya baik fisik, mental maupun emosional terhadap pekerja, perusahaan, masyarakat dan lingkungan. Jadi berbicara mengenai kesehatan dan keselamatan kerja tidak melulu membicarakan masalah keamanan fisik dari para pekerja, tetapi menyangkut berbagai unsur dan pihak.
  4. 4. 3 B. Tujuan dan Sasaran Kesehatan Keselamatan Kerja Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. Berbagai arah keselamatan dan kesehatan kerja antara lain:  Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebelumnya.  Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja.  Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja.  Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi. Tindakan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani manusia, serta hasil kerja dan budaya tertuju pada kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Sasaran keselamatan kerja adalah:  Mencegah terjadinya kecelakaan kerja.  Mencegah timbulnya penyakit akibat suatu pekerjaan.  Mencegah/ mengurangi kematian.  Mencegah/mengurangi cacat tetap.  Mengamankan material, konstruksi, pemakaian, pemeliharaan bangunan, alat-alat kerja, mesin-mesin, instalasi dan lain sebagainya.  Meningkatkan produktivitas kerja tanpa memeras tenaga kerja dan menjamin kehidupan produktifnya.  Mencegah pemborosan tenaga kerja, modal, alat dan sumbersumber produksi lainnya.  Menjamin tempat kerja yang sehat, bersih, nyaman dan aman sehingga dapat menimbulkan kegembiraan semangat kerja.  Memperlancar, meningkatkan dan mengamankan produksi industri serta pembangunan.
  5. 5. 4 Dari sasaran tersebut maka keselamatan kerja ditujukan bagi:  Manusia (pekerja dan masyarakat)  Benda (alat, mesin, bangunan dll)  Lingkungan (tanah, air, udara) C. Kerugian Kecelakaan Kerja (Teori Gunung Es Kecelakaan Kerja) Kerugian kecelakaan kerja diilustrasikan sebagaimana gunung es di permukaan laut dimana es yang terlihat di permukaan laut lebih kecil dari pada ukuran es sesungguhnya secara keseluruhan. Begitu pula kerugian pada kecelakaan kerja kerugian yang “tampak/terlihat” lebih kecil daripada kerugian keseluruhan. Kerugian kecelakaan kerja yang sesungguhnya ialah jumlah kerugian untuk korban kecelakaan kerja ditambahkan dengan kerugian-kerugian lainnya (material/non- material) yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja tersebut. Kerugian-kerugian (biaya-biaya) tersebut antara lain : 1. Biaya Langsung Kerugian Kecelakaan Kerja :  Biaya pengobatan & perawatan korban kecelakaan kerja.  Biaya kompensasi (yang tidak diasuransikan). 2. Biaya Tidak Langsung :  Kerusakan bangunan  Kerusakan alat dan mesin  Kerusakan produk dan bahan/material  Gangguan dan terhentinya produksi  Biaya administratif  Pengeluaran sarana/prasarana darurat  Sewa mesin sementara  Waktu untuk investigasi  Pembayaran gaji untuk waktu hilang  Biaya perekrutan dan pelatihan  Waktu untuk administrasi  Penurunan kemampuan tenaga kerja yang kembali karena cedera  Kerugian bisnis dan nama baik
  6. 6. 5 D. Proteksi Proteksi merupakan sistem perlindungan berupa kompensasi yang tidak dalam bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung, yang diterapkan oleh prusahan kepada pekerja. Proteksi ini dengan memberikan rasa aman, baik dari sisi financial, kesehatan, maupun keselamatan fisik bagai pekerja sehingga pekerja dapat beraktivitas dengan tenang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningaktan nilai tambah perusahaan. Pemberian proteksi diantara masing – masing karyawan dipengaruhi oleh berbagai Faktor yaitu :  Responsibility (Tanggung Jawab) o Semaikin tinggi jabatan seorang karyawan dalam suatu perusahan, semakin besar pula tanggung jawab yang diembannya. Sebagai contoh, Seorang Manager Treasury atau Branch Manger pada Bank memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dari pada Dealer yang bertugas di Dealing Room. Oleh karena itu, tingkat proteksi yang diberikan oleh perusahaan kepada Manager Treasury atau Branch Manager lebih tinggi dari Dealer, Mislanya dari Kualitas tunjangan kesehatan.  Skill (Keahlian) o Untuk kelangsungan usaha perusahaan, perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki keahlian khusus. Program proteksi yang diterapkan kepada pekerja yang memiliki keahlian khusus akan lebih tinggi dibangingkan dengan pekerja yang tidak memerlukan keahlian khusus, misalnya pekerja administrasi.  Mental Effort (Kerja Otak / Mental) Karyawan yang lebih mengandalkan kemapuan kerja otak atau mental, misalnya analis, programmer, marketer, atau akuntan.
  7. 7. 6  Physical Effort (Kemampuan Fisik) Karyawan yang lebih mengandalkan kekuatan fisik (Blue Collar), misalnya satuan pengaman (Satpam), petugas kebersihan atau pekerja bangunan.  Work Condition (Kondisi Kerja) Kondisi kerja yang diharapkan oleh pekerja untuk satu bidang industri sering kali berbeda. Semakin berat kondisi kerja yang dihadapi oleh pekerja, semakin tinggi program proteksi yang diterapkan.  Government Rule (Peraturan Pemerintah) Pemerintah sebagai regulator biasanya membuat peraturan yang mengharuskan pengusaha atau perusahaan untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja. Sebagai contoh, pemerintah mengaharuskan perusahaan memberikan perlindungan bagi pekerja melalui jaminan asuransi tenaga kerja atu yang dikenal dengan jamsostek. Melalui jaminan asuransi tersebut, pekerja yang di PHK, pekerja yang mengalami kecelakaan selama bekerja, atau yang sakti akan memperoleh santunan yang layak dari pihak asuransi. Selain itu, pemerintah juga mewajibkan perusahaan untuk memberikan hak cuti bagi penyegaran fisik dan mental pekerja. Proteksi dapat berupa: 1. Pemberian Jaminan Asuransi Resiko financial yang dihadapi oleh karyawan dan keluarga mereka dapat disebar atau dibervarifikasi melalui lembaga asuransi. Apabila resiko yang ditanggung tersebut benar– benar terjadi, maka perusahan asuransi akan memberikan jaminan atau pertanggungan kepada pekerja sesuai dengan jumlah polis yang telah disepakati. Jaminan asuransi yang dapat diberikan kepada karyawan antara lain :
  8. 8. 7  Asuransi Kesehatan Asuransi Keseahtan dapat berbentuk asuransi kesehatan umum, asuransi mata, asuransi gigi, dan asuransi kesehatan mental. Asuransi akan menanggung biaya– biaya tersebut sampai dengan jumlah tertentu.  Asuransi kecelakaan Asuransi medis membayar berupa biaya untuk pengobatan, kecelakaan, dan biaya rawat inap di rumah sakit sampai pada batasan atau besarnya polis. Sebagai tambahan, kebanyakan polis berisi daftar jaminan. Daftar ini menetapkan penyakit, kecelakaan, atau biaya opname yang ditanggung dan berapa biaya yang akan dibayar.  Asuransi Jiwa asuransi jiwa hanya menganggung diri pribadi karyawan. Pemberian asuransi jiwa akan dapat memberikan rasa aman bagi pekerja dalam bentuk proteksi polis kepada keluarga karyawan apabila terjadi kecelakan kerja yang dapat menghilangkan nyawa karyawan atau karyawan mengalami cacat permanent sehingga tidak dapat bekerja.  Asuransi pendidikan Asuransi pendidikan akan menjamin pendidikan anak karyawan, apabila ayah/ibu anak tersebut terjadi resiko sehingga tidak bisa membiayai pendidikan, maka pihak asuransi akan membayarkan sejumlah dana untuk pendidikan anak.  Asuransi bangunan dan kendaraan. Asuransi bangunan atau kendaraan ditujukan untuk memproteksi asset berupa bangunan atau kendaraan, apabila bangunan atau kendaraan tersebut mengalami kerusakan atau kehancuran. 2. Jaminan Keamanan Karyawan Disamping mengikutsertakan pekerja dalam program asuransi, terdapat program–program non-asuransi yang dapat memberikan jaminan keamanan
  9. 9. 8 kepada pekerja. Program ini dapat memberikan keuntungan bagi karyawan, baik sebelum masa pensiun maupun pada saat pensuin. Program non-asuransi yang dapat diadopsi oleh perusahaan adalah :  Jaminan Terhadap Pendapatan Atas Pekerjaan Kehilangan pekerjaan (baik karena PHK atau sebab lain) akan memberikan dampak buruk bagi ekonomi rumah tangga karyawan. Dampak buruk ini dapat diminimalisir dnegan menerapkan program jaminan pendapatan bagi pekerja.  Jaminan Pensiun Pensiun diberikan bagi karyawan yang telah bekerja di perusahaan untuk masa tertentu. Pensiun merupakan salah satu program perusahaan dalam rangka memberikan jaminan keamanan financial bagi karyawan yang sudak tidak produktif.  Masa Persiapan Pensiun Perusahaan umumnya menetapkan batas usia pensiun bagi karyawan. Umumnya, karyawan akan pensiun dari perusahaan pada usia 55 tahun. Biasanya, sebelum mencapai usia pensiun tersebut, perusahan melaksanakan program yang disebut Masa Persiapan Pensiun.  Lembaga Dana Pensiun Dalam rangka menjalankan program pensiun yang ditetapkan oleh perusahaan, perusahaan dapat membentuk suatu lembaga yang mengurus pensiun karyawan, yang sering disebut dengan Dana Pensiun. E. Gangguan Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan kerja Baik aspek fisik maupun sosio-psikologis lingkungan dan jenis pekerjaan membawa dampak kepada keselamtan dan kesehatan kerja sebagai berikut : a. Kecelakaan–Kecelakaan Kerja Perusahaan–perusahaan tertentu atau departemen tertentu cenderung mempunyai tingkat kecelakaan kerja yang lebih tinggi dari pada lainnya. Beberapa karakteristik dapat menjelaskan perbedaan tersebut adalah:
  10. 10. 9  Kulitas Organisasi  Pekerja yang mudah celaka  Pekerja berperangai sadis b. Kerugian lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak sehat Jumlah biaya yang besar sering muncul karena ada kerugian – kerugian akibat kematian dan kecelakaan ditempat kerja dan kerugian menderita penyakit – penyakit yang berkaitan dengan kondisi pekerjaan c. Kehidupan Kerja Berkualitas Rendah Bagi banyak pekerja, kehidupan kerja berkualitas rendah akan menyebabkan oleh kondisi tempat kerja yang gagal untuk memenuhi minat–minat tertentu seperti rasa tanggung jawab, keinginan akan pemberdayaan dan keterlibatan dalam pekerjaan, tantangan, harga diri, pengendalian diri, penghargaan, prestasi, keadilan, keamanan, dan kepastian. d. Stress Pekerjaan Penyebab umum stress bagi banyak pekerja adalah supervisor (atasan), salary (gaji), security (keamanan), dan safety (keselamatan). Aturan– aturan kerja yang sempit dan tekanan–tekanan yang tiada henti untuk mencapai jumlah produksi yang lebih tinggi adalah penyebab utama stress yang dikaitkan para pekerja dengan supervisor. Berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja salah satu perusahaan konstruksi asing, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut: 1. Sembrono dan tidak hati – hati 2. Tidak mematuhi peraturan 3. Tidak mengikuti standar prosedur kerja. 4. Tidak memakai alat pelindung diri 5. Kondisi badan yang lemah 6. Peralatan yang sudah tidak memadai
  11. 11. 10 Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan (seperti bencana alam) , selain itu 24% dikarenakan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat, dan 73% dikarenakan perilaku yang tidak aman. F. Usaha-usaha pencegahan terjadinya kecelakaan kerja Untuk mencegah gangguan daya kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja, yaitu: 1. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun mental. 2. Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan, yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor- faktor penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja 3. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secara kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya. 4. Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelum mereka memulai tugasnya, tujuannya agar mereka mentaatinya. 5. Penggunaan pakaian pelindung 6. Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan, misalnya proses pencampuran bahan kimia berbahaya, dan pengoperasian mesin yang sangat bising. 7. Pengaturan ventilasi setempat/lokal, agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dan dialirkan keluar. 8. Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali. 9. Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengan kebutuhan.
  12. 12. 11 G. Strategi Meningkatkan Kualitas Kerja Bila penyebabnya sudah diidentifikasi, strategi–strategi dapat dikembangkan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya – bahaya kerja. Untuk menentukan apakah suatu strategi efektif atau tidak, perusahaan dapat membandingkan insiden, kegawatan, dan frekuensi penyakit–penyakit dan kecelakaan sebelum dan sesudah strategi tersebut diberlakukan. 1. Memantau Tingkat Keselamtan Dan Kesehatan Kerja. Mewajibkan perusahaan–perusahaan untuk menyimpan catatan insiden–insiden kecelakaan dan kasus penyakit yang terjadi dalam perusahaan. Perusahaan juga mencatat tingkat kegawatan dan frekuensi setiap kecelakaan atau kasus penyakit tersebut 2. Tingkat Insiden. Indeks keamanan industri adalah tingkat insiden yang menggambarkan jumlah kecelakaan dan penyakit dalam satu tahun. 3. Tingkat Frekuensi. Tingkat frekuensi mencerminkan jumlah kecelakaan dan penyakit setiap satu juta jam kerja bukan dalam tahunan seperti dalam tingkat insiden. 4. Tingkat Kegawatan. Tingkat kegawatan menggambarkan jam kerja yang hilang karena kecelakaan atau penyakit 5. Mengendalikan Kecelakaan. Cara terbaik untuk mencegah kecelakaan dan meningkatkan keselamatan kerja barang kali adalah dengan merancang lingkungan kerja sedemikian rupa sehingga kecelakan tidak akan terjadi. 6. Efektifitas. Cara lain untuk meningkatakan keselamatan kerja adalah dengan membuat pekerjaan itu sendiri menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan pengadaan peralatan atau mesin-mesin yang dapat menunjang pekerjaan.
  13. 13. 12 KESIMPULAN Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang mungkin muncul dapat dihindari atau dapat diminimalisir. Proteksi atau perlindungan pekerja merupakan suatu keaharusan bagi perusahaan, agar para karyawan mendapatkan kenyamanan dan rasa aman saat bekerja. Proteksi bisa berupa asuransi, alat-alat keselamatan kerja dan suasana tempat kerja yang aman dan nyaman. selain itu juga penting untuk memberikan pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan kualitas kerjanya sehingga para karyawan bekerja secara lebih professional dan mencegah atau mengurangi resiko human error yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.
  14. 14. 13 DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan_dan_keselamatan_kerja http://hitamandbiru.blogspot.com/2012/08/makalah-keselamatan-dan-kesehatan-kerja.html http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/tujuan-keselamatan-dan-kesehatan-kerja/ http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-keselamatan-kerja/ http://www.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/keselamatan-dan-kesehatan-kerja/pertanyaan- mengenai-keselamatan-dan-kesehatan-kerja-di-indonesia-1 http://muhammadcandras.blogspot.com/2013/03/makalah-mencegah-kecelakaan-kerja- di.html

×