Cara nabi muhammad saw membentuk jiwa anak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
11,015
On Slideshare
10,992
From Embeds
23
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
91
Comments
0
Likes
2

Embeds 23

https://jujo00obo2o234ungd3t8qjfcjrs3o6k-a-sites-opensocial.googleusercontent.com 23

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Rizal Fuadi MuhammadCARA NABI MUHAMMAD SAWMEMBENTUK JIWA ANAK
  • 2. MEMBERI CIUMAN, PERHATIAN, DAN KASIHSAYANGBeberapa orang Badui datang kepadaRasulullah saw. Mereka bertanya, „Apakahkalian mencium anak-anak kalian?‟ „Ya,‟ jawabRasulullah saw. „Tapi kami, demi Allah, sekali-kali tidak pernah mencium anak-anak kami.‟Maka Rasulullah saw. bersabda, „Saya tidakmemiliki kekuatan sekiranya Allah SWT.mencabut perasaan kasih sayang dari hatikalian.‟” (H.r. Imam Ahmad)
  • 3. BERMAIN DAN BERCANDA DENGAN ANAKAbu Hurairah r.a. berkata, “Saya mendengardengan kedua telingaku dan melihat dengankedua mataku bahwa Rasulullah saw. memegangdengan kedua tangannya, kedua telapak cucunyaHasan atau Husain, dan kedua telapak kakimereka di atas telapak kaki Rasulullah saw.Kemudian Rasulullah saw. berkata, „Naiklah!‟Maka keduanya naik hingga keduanyameletakkan kakinya di dada Rasulullah saw.,kemudian beliau berkata, „Bukalah mulutmu!‟Kemudian beliau menciumnya dan berkata, “YaAllah, saya mencintainya dan sungguh sayamencintainya.‟” (H.r. Bukhari)
  • 4. MEMBERI HADIAH, PENGHARGAAN, DAN PUJIANKEPADA ANAKAl Hasan atau Jabir bin Abdillah berkata, “Saya shalatzhuhur atau „ashar bersama Rasulullah saw. Selesaisalam beliau bersabda kepada kami, „Tetaplah ditempat kalian!‟ Kemudian beliau bersabda lagi, „Bejanayang berisi manisan.‟ Kemuian beliau membagikanmanisan tersebut sesendok kepada setiap orang yanghadir. Ketika sampai kepadaku (saat itu aku masihanak-anak), beliau memberiku satu sendok kemudianberkata, „Apakah kamu ingin tambah?‟ „Ya,‟ jawabku.Beliau menambah satu sendok dan berkata kembali,„Apakah kamu ingin tambah?‟ „Ya,‟ jawabku. Beliaumenambah satu sendok lagi dan itu terus dilakukanbeliau hingga sampai pada sahabat yang terakhir.” (H.r.Ibnu Abid Dunya)
  • 5. MENGUSAP KEPALA ANAKAnas r.a. berkata, “Bahwa Rasulullah saw.mengunjungi sahabat Anshar. Ia mengucapkansalam kepada anak-anak mereka danmengusap kepala mereka.” (H.r. Ibnu Hibban)
  • 6. MENYAMBUT ANAK DENGAN KEHANGATANAbdillah bin Ja‟far r.a. berkata, “Ketika Rasulullahsaw. datang dari suatu perjalanan, beliaumenemui dua orang anak dari keluarganya. Sayaberlomba untuk menghampirinya kemudian beliaumenggendongku. Setelah itu, beiau mengajaksalah satu putra Fathimah, yaitu Hasan atauHusain r.a. dan memboncengkan di belakangnya,sehingga kami bertiga memasuki kota Madinahdengan menaiki kendaraan.” (H.r. Ibnu Asakir,Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)
  • 7. MEMPERHATIKAN DAN MENANYAKAN KEADAANANAKSalman r.a. berkata, “Kami berada di sekitar Rasulullah saw.,kemudian tiba-tiba Ummu Aiman r.a. datang dan berkatan, „YaRasulullah, Hasan dan Husain tersesat.‟ Pada waktu itu siang sudahmulai sore. Maka Rasulullah saw. bersabda, „Berdirilah kalian dancarilah kedua anakku!‟ Maka setiap orang mengambil arah yangberbeda dan aku searah dengan Rasulullah saw. hingga sampai kelereng gunung. Hasan dan Husain terlihat saling berangkulanketakutan karena seekor ular yang baru keluar dari lubangnyaberdiri dengan ekornya. Rasulullah saw. segera menghampiri ulartadi dan ular itu lari, masuk ke sela-sela bebatuan. Rasulullah saw.segera mendatangi kedua cucunya dan melepaskan rangkulanmereka lalu mengusap kepala mereka sambil berkata, „Demi ibudan ayahku, semoga Allah SWT. memuliakan kalian!‟ Rasulullahkemudian menggendong keduanya. Aku (Salman r.a.) berkata,„Kebaikan untuk kalian berdua. Sebaik-baik tunggangan adalahtunggangan kalian.‟ Rasulullah saw. bersabda, „Dan sebaik-baikpenunggang adalah keduanya dan orang tuanya lebih baik darikeduanya.” (H.r. At Thabrani)
  • 8. PENGAWASAN KHUSUS BAGI ANAKPEREMPUAN DAN YATIMAbu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah saw.bersabda, „Sesungguhnya saya menekankankalian akan hak dua orang lemah ini, yaituanak yatim dan anak perempuan.‟” (H.r. AlHakim, Al Baihaqi, Imam Ahmad, dan IbnuHibban)
  • 9. MEMBERIKAN KECINTAAN KEPADA ANAKSECARA PROPORSIONAL DAN TAWAZUN“Demi Allah, yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidaklah sempurna keimanan salahseorang di antara kamu, sehingga aku lebih iacintai dari pada bapaknya, anaknya, danseluruh manusia.” (H,r, Bukhari, Muslim, danAn Nasaa-i)